Page 1

NOMOR: 236/TAHUN VIII EDISI: 16 s/d 23 JULI 2009 HARGA: Rp 3.000

Kepri Pos

Redaksi/Tata Usaha: Jl. Seijang No. 32 Tanjungpinang - Kepulauan Riau Telp/Faksimilie: (0771) 318315-317822

K O R A N N YA M A S YA R A K AT K E P U L A U A N

politik/bisnis

karimun

JK Serahkan Posisi Golkar ke Pengurus Baru

Dinkes Diminta Awasi Depot Air Isi Ulang

halaman 08

halaman 14

ONLINE : www.kepripos.com

EMAIL : kepripos@rocketmail.com

PT Agro Mekar Lestari Pakai BBM Bersubsidi ? TG.BATU — APMS PT. Kundur Mas di sinyalir kerap kali Menggunakan BBM jenis Solar bersubsidi untuk kegiatan industri PT.Argo Mekar Lestari (AML) yang bergerak di bidang penanaman kelapa Sawit Kundur Utara yang mengakibatkan pasokan BBM jenis solar untuk kebutuhan

Polisi Bukan Hanya Penegak Hukum TG.BATU — Paradigma baru, Polri lebih mengedepankan pemberdayaan potensi keamanan dengan melakukan pendekatan kinerja dekatkan dengan masyarakat, agar masyarakat terdorong bekerja sama dengan Polri. Khusus dalam peningkatan kinerja Gakkum, Polri bukan hanya alat penegak hukum, tapi juga berfungsi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Peningkatan kinerja gakkum lebih mengedepankan membuka forum diskusi dan pertemuan antar penegakan hukum, penyederhanaan sistem gakkum, serta menyusun konsep sistem peradilan pidana terpadu. Tujuan penyelanggaran keamanan dalam rangka mewujudkan kamdagri didukung oleh situasi kondisi terpeliharanya kamtibmas, tertib hukum, gar lindung, ayom, yanmas, dan terbinanya trammas dengan menjunjung tinggi HAM! Namun Tugas pokok dan Fungsi (Tupoksi) di tubuh institusi Polri tersebut dinodai oleh oknumoknum yang di nilai tidak memiliki moralitas yang mendasar tanpa mempertimbangkan hak Azazi manusia yang sudah jelas telah melukai hati masyarakat. z Ari/Udo

24 HALAMAN

pulau Kundur,sementara perusahaan penanaman kelapa sawit milik PT.Argo Mekar Lestari (AML) yang dari awal proses pembebasan lahan sampai kepada pengolahan lahan menggunakan alat-alat industri den z BERSAMBUNG KE HAL 2

Puluhan Anggota Satpol Airud Aniaya Warga Kapolda diminta mengusut tuntas kasus yang diduga melanggar HAM ini. TG.BATU — Penganiayaan yang membabi buta oleh anggota satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Riau yang bermarkas di Tanjungbatu Kundur terhadap tiga pemuda asal Flores warga Tanjungbatu Barat Kecamatan Kundur kembali menghebohkan masyarakat Kundur ,adapun ketiga pemuda asal flores tersebut masing-masing Yosep Deona(39), Ambros(29) dan Alexus (39). Dugaan kuat ketiga pemuda ini di perkirakan di keroyok sekitar tiga puluh-an anggota sat Pol Airud dengan menggunakan alat pentolan sehingga dua di antaranya (Alexus,Ambros red) mengalami babak belur luka parah. Dari Informasi yang di himpun koran ini,pada hari sabtu malam dini hari(05/07) ketiga korban ini usai menenggak tuak kelapa di kediamannya kelapa gading Kelurahan Tanjungbatu barat berencana melanjutkan hepy ke salah satu tempat hiburan yang ada di Tanjungbatu Kota,setelah ketiga korban

KEPRI POS / UDO

sorot

konsumen di Pulau Kundur kerap kali mengalami krisis kelangkaan di samping BBM jenis premium. Dari pantauan koran ini pangkalan minyak bahan Bakar Minyak (BBM) PT.Kundur Mas yang terletak di jantung kota Tanjungbatu Kundur merupakan pangkalan penyalur BBM subsidi untuk konsumen

Warga sipil korban penganiayaan: (dari kanan) Yosep Deona, Ambros dan Alexus. Ketiganya warga Kundur asal Flores.

tersebut sampai di tempat hiburan ternyata sudah di hadang oleh beberapa anggota satuan Polairud sehingga terjadi aksi pengeroyokan saat itu. Bukan itu saja, pengeroyokan yang membabi buta tak bisa di atasi maka ketiga korban ini lari untuk menyelamatkan diri dan untuk meminta perlindungan ke Mapolsek Kundur, Ironisnya Puluhan Anggota Polairud ini menyerbu Mapolsek Kundur serta melakukan pengeroyokan di Ruang Sentral Pelayanan Kemasyarakatan (SPK). Tidak sampai di situ saja, Yosep Deona (39) korban pengaiayaan di larikan ke Puskesmas Tanjungbatu Kundur oleh Re-

kannya Alexus untuk mendapatkan perawatan intensif, namun Alexus rekan Yosep Deona yang menghantarkan ke Puskesmaspun jadi korban penganiayaan, sehingga mengalami tiga buah luka dibahagian kepala dengan jumlah tujuh belas jahitan, dibahagian rahang dan telinga juga mengalami luka sobek serta badan luka-luka sehingga korban (Alexus red) masih terbaring di tempat tidurnya (Kediamannya), sementara Ambros(29) mengalami luka parah di bahagian kepala akibat penganiayaan oleh oknum pol air tersebut. Seperti yang di sampaikan oleh salah seorang korban penga-

niayaan Yosep Deona (39) saat di wawancarai Koran ini diruang penyidik Reskrim Polsek Kundur mengakui adannya pengeroyokan terhadap dirinya bersama dua rekannya di salah satu tempat hiburan malam yang mengakibatkan babak belur serta luka parah, "Sangat riskan sekali perbuatan oknum Polairud yang semena-mena melakukan tindakan yang tidak manusiawi terhadap warga sipil seperti kami,"terang Yosep. Selain itu kata Yosep,ketika kami di aniaya dan di keroyok oleh Oknum tersebut di tempat hiburan malam dan kami tidak z BERSAMBUNG KE HAL 2

LAYANAN PEMASARAN & IKLAN: (0771) 317822


EDISI 236  

edisi juli

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you