Page 11

Kendari Pos | Rabu, 9 November 2011

Tiap Pos Ditempati 8 Personil Pos... Saat ini pihaknya sedang merancang dan menganalisa bagaimana pengaturan anggota yang bertugas di setiap po. “Hasil rancangan sementara, setiap pos akan ditempati 8 personil / 24 jam. Pergantian shift akan dilakukan esok harinya, setelah tim yang lain masuk. Kalau memungkinkan, setiap pos akan dilengkapi satu unit mobil damkar, agar pelayanan lebih cepat ke masyarakat,” katanya. Tujuan pendirian pos untuk mempercepat daya jangkau petugas damkar dalam mengangani musibah kebakaran. Apalagi, kantor yang di tempati saat ini lokasinya cukup jauh dari tiga daerah yang dimaksud. Untuk menjangkaunya, butuh waktu lagi. “Dengan adanya pos kami harap bisa maksimal melakukan pelayanan kepada masyarakat. Meskipun mobil damkarnya belum standar, minimal kita tidak telambat tiba di lokasi kebakaran,” katanya. (fya)

Metro

Komitmen Membantu Masyarakat Telkomsel... untuk membantu semua saudara – saudara kita yang masih sangat membutuhkan bantuan. Tahun ini, Telkomsel memfokuskan pembagian hewan qurban untuk masyarakat di sekitar BTS, karena Telkomsel juga peduli dengan keadaan masyarakat

di sekitar BTS tersebut,” terangnya melalui release yang diterima Kendari Pos, kemarin. Dengan pembagian hewan qurban, Telkomsel terus berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan pelanggan. “Hal ini sekaligus menjadi bukti komitmen dari Telkomsel untuk terus membantu masyarakat Indonesia dan Jawa Timur khususnya

yang masih membutuhkan bantuan,” paparnya. Menurutnya qurban adalah salah satu bentuk kegiatan Corporate Social Responsibility Telkomsel yang di selenggarakan setiap tahun. Selain qurban kegiatan CSR lain yang di jalankan oleh Telkomsel adalah program Online Mesjid Raya Telkomsel.(lis/awl)

Dosen Harus Bernuansa PAKEM Dosen... siswa adalah dengan melakukan, dengan menggunakan semua inderanya dan dengan mengeksplorasi lingkungannya yang terdiri atas orang, hal, tempat dan kejadian yang terjadi dalam kehidupan nyata. “Memanfaatkan IT saat proses belajar mengajar tentu akan menciptakan kondisi aktif baik bagi dosen maupun mahasiswa saat interaksi. Ini jauh lebih praktis, dengan perkembangan

teknologi, dosen dan mahasiswa bisa mengakses berbagai sumber pembelajaran. Insya Allah ini bisa diterapkan sepenuhnya di Unhalu mulai tahun 2012. Makanya dalam pelatihan ini, sejumlah narasumber terkait dan selalu menjadi pembicara nasional kami datangkan, seperti Subair PhD, penatar pembelajaran aktif tingkat nasional dan Dr Elang Krisnadi, ahli bidang pembelajaran jarak jauh,” ungkap Prof Anwar yang juga Pakar Sejarah Unhalu ini, kemarin. Ketua panitia Dr La Ode Nafiu me-

nambahkan, permasalahan yang dihadapi oleh dosen, khususnya di Unhalu adalah sebagian besar belum memahami dengan baik mengenai pembelajaran aktif, khususnya dosen yang berasal dari non kependidikan, sebagian besar dosen belum memiliki pengalaman yang memadai dalam menerapkan model pembelajaran aktif pada mata kuliah yang diajarkan. Hal lain, sebagian besar dosen belum memiliki silabus dan SAP yang bernuansa PAKEM (pembelajaran aktif, kreatis, efisien dan menyenangkan). (lia)

11 Upayakan Pengadaan Demi Pelayanan Mobil... yang memenuhi kategori standar, jumlah itu sudah ideal untuk melayani wilayah Kota Kendari. “Orang dari luar daerah kadang menyindir kendaraan damkar kita, karena hanya menggunakan mesin tempel,” katanya. Ia berharap, pemerintah merespon kebutuhan itu. Pasalnya, mobil damkar memang sangat dibutuhkan, apalagi saat menghadapi kondisi yang emergency.Tak heran kadang proses pemadaman agak lama dilakuka karea kondisi mobil yang kurang maksimal dalam beroperasi. “Untuk pengadaan kendaraan damkar itu berasal dari ABPN. Jadi kami berharap, usulan Pemkot ataupun DPRD untuk pengadaan mobil damkar ke pusat. Minimal satu unit yang standar,” harapnya. Ketua Komisi I DPRD Hj Nurhan mengakui, mobil damkar yang ada saat ini sudah tidak standar lagi. Mestinya dilengkapi alat dan fasilitasnya agar dapat beroperasi maksimal. Untuk pengadaan mobil damkar melalui APBD dirinya mengaku cukup berat. Sebab harga mobil sangat mahal. Seandainya ada dana pusat, kemungkinan bisa di sharing ke APBD. “Kita akan berupaya untuk mengusulkan pengadaannya ke pusat. Tapi lebih awal, akan kami konsultasikan dengan semua anggota komisi. Mudah-mudahan ada peluang untuk pengadaan mobil damkar ini,” harapnya. (fya)

Kendari Pos Edisi 9 November 2011  

E_Paper Kendari Pos

Kendari Pos Edisi 9 November 2011  

E_Paper Kendari Pos

Advertisement