Issuu on Google+

Rabu, 9 November 2011

Tahun XVI Edisi 38-Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Polisi Mediasi Pengembalian ONH 10 Calhaj Kendari, KP Janji yayasan Darussalam mengganti rugi uang 10 clon jamaah haji (Calhaj) akhirnya ditepati. Uang Ongkos Naik Haji (ONH) plus, yang telah dikeluarkan Calhaj sebesar Rp 75 juta langsung dikembalikan dibawah pengawasan polisi. Selain ONH, biaya ganti kerugian sebesar Rp 5 juta juga turut dibayarkan. Uang Rp 5 juta ini adalah biaya syukuran setiap Calhaj sebelum pemberangkatan. “Kami sudah terima uangnya, dan ini seluruh Calhaj yang batal

berangkat,” terang Andi Abas, salah seorang Calhaj di kediaman Hj Bunga Tang, Direktur Yayasan Darussalam, kemarin. Dikatakannya, niat yayasan Darussalam melakukan ganti rugi memang harus segera dilakukan. Pasalnya, 10 Calhaj yang gagal berangkat sudah gerah dengan apa yang dilakukan yayasan tersebut. Meski begitu, Abas menyatakan pembayaran belum sepenuhnya dituntaskan. Pasalnya, masih ada tunggakan Rp 25 juta yang harus diselesaikan oleh Hj Bunga Tang sesuai perjanjian

saat di Jakarta. “Kami buat kesepakatan di Jakarta diatas materai Rp 6 ribu. Isinya, pihak yayasan berjanji akan memberangkatkan kami pada 2 November, dengan komitmen kami siap menambah masing-masing Rp 5 juta. Tapi jika gagal maka pihak yayasan harus membayar Rp 25 juta. Nyatanya kami gagal, itu harus direalisasikan,” paparnya. Permasalahan yayasan Darussalam, memang membuat kelu-

Baca MEDIASI di Hal. 7

LAODE IMAN/KP

Para calon jamaah haji yang gagal berangkat ke tanah suci saat menerima uang ongkos nasik haji (ONH) mereka di kantor Yayasan Darussalam Kota Kendari.

Produksi Pangan Nasional

FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Melinda Dee saat menjalani Sidang perdana kasus penggelapan dana nasabah Citibank di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11).

Sulawesi Tenggara (Sultra) termasuk salah satu daerah sasaran inti pengembangan tanaman pangan terutama padi dan jagung. Kemarin, Gubernur Sultra, Nur Alam menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Dirjen Tanaman Pangan, Ir Undorokasih Anggoro MM dengan para Bupati se Sultra tentang pengembangan tanaman jagung. Saking seriusnya, Dirjen Tanaman Pangan menyertakan para investor dan pengguna jagung nasional. Di antara sejumlah investor itu, terdapat pengusaha nasional asal Sultra, Habil Marati SE. Untuk mendukung kesuksesan program pemenuhan kebutuhan pangan nasional ini, TNI dan Polri dlibatkan dalam pengawasannya. Tampak dalam gambar, (bertanda tangan) Bupati Buton Nasruan SH, Bupati Muna LM Baharuddin dan (berdiri) Danrem 143 Haluoleo, Gubernur Sultra Nur Alam (tengah) dan Dirjen Tanaman Pangan, Ir Undorokasih Anggoro MM.

Tampil Cantik, Nangis Saat Dakwaan Dibaca Jakarta, KP Terdakwa kasus pencurian uang nasabah Citibank Malinda Dee akhirnya menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kemarin. Tidak tanggung-tanggung, dijerat tiga dakwaan sekaligus karena dinilai melanggar pasal pidana perbankan dan pencucian uang. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Seperti biasa, Malinda Dee langsung menarik

Baca DAKWAAN di Hal. 7

SELEBRITI

Fans Nekat Melamar SAMPAI kini, Audy masih betah menjombo. Saking terlalu lama hidup sendiri, ia sering mendapatkan perhatian berlebih dari fansnya. “Gue pernah dilamar sama fan gara-gara gue ngejomblo, hahaha,” candanya. Pelantun Lama-Lama Aku Bosan ini mengaku memang sering dapat perhatian istimewa dari fans yang kebanyakan lelaki. Meski agak risih, namun dia merasa senang diperhatikan banyak orang. “Banyak yang sering telepon ke manajemen gue, nanya lagi ngapain, hari ini ada acara apa, manggung dimana, yah segudang perhatian buat gue lah. Awalnya gue risih,lama-lama jadi biasa,” ujar bekas pacar drummer Tyo Nugros ini. Penyanyi bernama asli Paula Allodya Item ini tidak mempermasalahkan perhatian fans yang besar padanya. “Selama masih bisa ditolerir dan wajar-wajar aja, nggak masalah sih. Cuma kalau yang sampai ngelamar itu, gue sempat kaget juga dengernya,” tuturnya. (tia)

Audy

LAODE IMAN/KP

Korupsi Sensitif Disidang di Jakarta Busyro Muqoddas, hal itu dapat dilakukan bila Mahkamah Agung (MA) memberikan kewenangan kepada Pengadilan Tipikor Pusat untuk menyidangkan perkara tersebut. “Bisa saja atas dasar otoritas dari MA. Kalau institusinya perlu berpikir matang untuk dibekukan (Pengadilan Tipikor Daerah). Kasus-kasus yang sensitif ditarik ke Jakarta sementara,” kata Busyro usai pe-

Jakarta, KP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan agar kasus-kasus korupsi di daerah yang sensitif dan menyita perhatian publik untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Menurut Ketua KPK,

luncuran buku berjudul ‘Busyro Muqoddas Penyuara Nurani Keadilan’ di Gedung KY, Jakarta (8/11). Busyro mengakui, KPK ikut mengawasi kasus pengadillan Tipikor di daerah. “Ya betul (KPK mengawasi), tapi proses sidang itu kan hakim otonomi. Menggunakan otonomi itulah yang semestinya dilakukan dengan berpacu kepada etika yang tetap,” ujarnya. (kyd)

Ratusan Jamaah Haji Terserang Diare

Baca Beritanya di Halaman 7

Lila Umami; dari Usaha Rantangan ke Juara Lomba Masak Nasional

Tukang Masak Jadi Raja Properti

MUHAMAD QORI/RAKYAT MERDEKA/JPNN

ber lalu. Tetapi, Lila yang mewakili Jawa Timur di event yang dihelat sebagai rangkaian ASEAN Fair untuk pembukaan KTT ASEAN +3 (Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok) tersebut, rupanya, tak memahami isyarat tersebut. Karena itu, dia tetap saja tak percaya diri begitu tiba waktu pengumuman pemenang. Lila tak berani berharap muluk. Bagi dia, menjadi juara harapan saja sudah luar biasa. Maklum, sebagai pengusaha katering kelas rumahan, di lomba tersebut dia harus berhadapan dengan wakil 18 provinsi yang ratarata berasal dari rumah makan besar atau hotel mewah. Namun, hingga juara harapan selesai diba-

Lila Umami (dua dari kiri) bersama Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisna Murti (dua dari kanan) setelah menang di Nusa Dua, Bali, 1 November lalu.

Baca LOMBA MASAK di Hal. 7

Lila Umami menang karena keteguhannya untuk tak memakai vetsin dan hanya menggunakan bahanbahan segar.

AGUNG PUTU I., Jakarta, dan M. IQBAL, Probolinggo ISYARAT itu sebenarnya sudah disampaikan oleh chef terkenal William Wongso. "Ibu siap lho ya ke luar negeri," kata William setelah mencicipi masakan hasil olahan perempuan 49 tahun itu pada lomba masakan dan minuman daerah tingkat nasional di Nusa Dua, Bali, awal Novem-


2

Kendari Pos |Rabu, 9 November 2011

Buya Hamka dapat Gelar Pahlawan Nasional Jakarta, KP Pemerintah menganugerahkan tujuh gelar pahlawan nasional jelang peringatan Hari Pahlawan 2011. Tapi, tidak ada nama mantan Presiden Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam nama-nama yang ditetapkan sebagai pahlawan berdasarkan Keppres Nomor 113/TK/Tahun 2011 tanggal 7 November tersebut. Ketujuh nama itu adalah Mr. Syafruddin Prawiranegara (pejuang Jawa Barat), Dr. K.H. Idam Chalid (Kalsel), Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) (Sumbar), Ki Sarmidi Mangunsarkoro (DI Jogjakarta), I Gusti Ketut Pudja (Bali), Sri Susuhunan Pakubuwono X (Jateng), dan Ignatius Joseph Kasimo (DI Jogjakarta). “Karena tidak ada yang mengusulkan,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto mengenai tidak adanya nama Gus Dur dan Soeharto dalam daftar pahlawan nasional yang ditetapkan, usai penyerahan gelar di Istana Negara, kemarin (8/11). Djoko merupakan ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Dia menjelaskan, proses pengusulan pahlawan nasional datang dari berbagai daerah dan kelompok masyarakat. Seleksinya dilakukan di kementerian sosial. “Di situ ada timnya. Dari kemensos, Mabes TNI, sejarawan, dan tokoh masyarakat. Baru kemudian masuk ke dewan gelar,” urai mantan Panglima TNI itu. Anggota dewan gelar itu antara lain Quraish Shihab, TB Silalahi, Juwono Sudarsono, Haryono Suyono, Jimly Asshiddiqie, dan Eti Setiawati. “Jadi, kami rapatkan kembali,” katanya. Djoko menjelaskan, syarat

umum untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional itu di antaranya berintegritas moral yang tinggi, memiliki keteladanan, berjasa kepada nusa bangsa sesuai dengan bidangnya, dan tidak pernah dipidana selama lima tahun. Sementara syarat khususnya, pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan di bidang lain. Selain tujuh gelar pahlawan nasional, kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Sultan Sulaiman Syariful Alamshah. Selain itu juga sepuluh tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada mereka yang berjasa dalam meningkatkan dan membina kebudayaan. Sepuluh tokoh itu adalah Benyamin Sueb, Hasbullah Parindurie, Harijadi Soemadidjaja, Gondo Durasim, Huriah Adam, Idrus Tintin, Kwee Tek Hoay, Sigit Sukasman, Go Tik Swan (KRT Hardjonagoro), dan Gegong Bagus Oka (Ni Wayan Gegong). Para ahli waris para penerima gelar pahlawan dan tanda kehormatan mengaku bangga dengan penganugerahan tersebut. “Kami, keluarga, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Beliau itu sejak awal sudah jadi pahlawan bagi kami,” kata Afif Hamka, anak Buya Hamka. Menurutnya, sejak lama dari daerah menghubungi untuk mengusulkan Buya Hamka menjadi pahlawan nasional. Farid Prawiranegara, putra keempat Syafruddin Prawiranegara, juga mengutarakan hal senada. “Bagaimanapun juga kita mensyukuri.

Tapi, yang paling penting, yang ingin saya sampaikan adalah perjuangannnya belum selesai, masih banyak hal-hal yang perlu diperjuangkan,” paparnya. “Ini merupakan warisan pada anak cucu yang nanti mudahmudahan bisa dilaksanakan,” sambungnya. Syafruddin tercatat pernah menjabat sebagai ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (1948-1949) dan wakil Perdana Menteri 2 Kabinet RIS (1949). Sementara Mooryati Soedibyo, cucu Pakubuwono X, mengatakan, gelar pahlawan nasional tersebut melahirkan kewajiban bersama sebagai generasi muda untuk menggali dan memelajari apa yang sudah dikerjakan oleh Pakubuwono X untuk tetap menjaga dan mengembangkannya. “Pakubuwono X bukan hanya milik masyarakat Surakarta saja, melainkan juga menjadi milik bangsa Indonesia seluruhnya,” katanya. Berbeda pandangan dengan Djoko Suyanto, anggota DPR asal PKB A. Malik Haramain justru yakin kalau dari sisi pengajuan, Gus Dur sudah sebenarnya memenuhi syarat ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah mengajukan usulan resmi. “Dari sisi pengajuan tidak ada masalah, sudah memenuhi syarat,” tegas Malik, di Jakarta, kemarin. Karena itu lah, dia mengungkapkan, kekecewaannya atas belum ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional. “Sejujurnya, saya sebagai bagian keluarga besar nahdliyin, kecewa,” tandas mantan ketua umum PB PMII tersebut. Di luar persoalan prosedur pengajuan, dia lantas menying-

gung sumbangsih dan peran Gus Dur yang membuat mantan presiden ke-4 RI sangat layak menyandang gelar pahlawan nasional. Semua orang, menurut dia, paham kapasitas mantan ketua umum PB NU itu khususnya dalam memelihara, mengembangkan, bahkan memperjuangkan pluralisme, toleransi, dan keutuhan NKRI. “Yang pasti, kita akan terus memperjuangkan dan memperluas dukungan agar Gus Dur ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” pungkasnya. Secara terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurut dia, selain Gus Dur, Soeharto juga sesungguhnya layak ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Meski demikian, wakil ketua DPR ini tetap berusaha memberi apresiasi langkah pemerintah memberikan gelar pahlawan terhadap sejumlah tokoh. “Dengan diumumkannya tokoh-tokoh besar yang sudah almarhum ini, sedikitnya menjadi pelipur lara dalam situasi pemerintah di mana Presiden SBY belum berkenan memberikan persetujuannya kepada beberapa tokoh lain yang layak, dalam hal ini misalnya Pak Harto, Gus Dur dan seterusnya,” kata Priyo Budi Santoso, di DPR, kemarin. Meski demikian, dia tetap berharap, suatu saat Soeharto dan Gus Dur juga akan mendapat gelar pahlawan nasional. “Entah pada suatu hari tokoh-tokoh tersebut tentu akan mendapatkan gelar juga, terutama Soeharto dan Gus Dur. Kalaupun sekarang ini belum, ya paling tidak di hati rakyatlah atau menunggu pemerintahan yang lain,” ujarnya. (fal/dyn/ttg)

Akan Ada Tersangka Baru di Kasus Nazaruddin Jakarta, KP Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, tersangka kasus Wisma Atlet, M Nazaruddin sudah hampir dipastikan akan didakwa menggunakan Undang-Undang Pencucian Uang. Menurutnya, ada 18 Laporan Hasil Analisa (LHA) terkait dengan kasus yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu. "Itu kan banyak kasus, tidak hanya yang Wisma Atlet saja, dari sejumlah kasus itu yang bukti-buktinya atau fak-

ta-faktanya nanti memenuhi kriteria untuk diterapkan UU Pencucian Uang, InsyaAllah akan kami terapkan," kata Busyro di gedung KY, Jakarta, Selasa (8/11). Termasuk aliran dana ke Ibas yg sudah ada di LHA itu?, "Oh saya belum sampai ke sana, belum siapapun. Sampai sekarang saya belum tahu detail," ujarnya. Menurut Busyro, kasus Nazaruddin akan dilimpahkan dalam waktu dekat ini. "Akan ditentukan besok, tapi sudah selesai. Dalam minggu ini un-

tuk Wisma Atlet dulu. Habis itu menyusul untuk kasus yang lain," ujarnya. Bahkan, Busyro memberikan sinyalemen akan ada tersangka baru dalam kasus Nazaruddin. "Ya kemungkinan ada tersangka baru, orang Parpol dong," ujarnya. Busyro tidak mau mengatakan, apakah tokoh partai politik itu sudah pernah diperiksa oleh KPK atau belum. “Itu masih indikasi. Bisa jadi dia belum diperiksa. Nanti dalam pemeriksaannya, ada perkembangan yang signifikan. Kalau

diperiksa lagi, nanti bisa tergantung perkembangannya penyidik terhadap saksi-saksi lain,” papar Busyro. Ditanya lebih lanjut soal orang partai yang kemungkinan menjadi tersangka ini, Busyro kembali mengelak. “Dari parpol biru, merah, kuning, sama saja. Ada lah yang akan dijerat, tunggu saja. Pokok masalahnya kan tetap ke Nazaruddin, cuma kaitan-kaitannya itu yang nanti tergantung proses penyidikan yang akan dilanjutkan dan diperdalam,” tandas Busyro.(kyd)

KY Minta Pengadilan Tipikor Daerah Dibekukan Jakarta, KP Polemik terkait Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) daerah yang kian rajin membebaskan terdakwa korupsi terus bergulir. Tarik menarik terjadi antara mereka yang meminta dibekukan dan pihak yang menuntut agar tetap dipertahankan. Komisi Yudisial ternyata berdiri di pihak yang menuntut pembekuan pengadilan tipikor daerah. Alasannya, lembaga yang berwenang mengawasi kode etik dan perilaku hakim itu menilai, pembekuan jauh lebih efeksif sembari melakukan evaluasi dan perubahan undang-undang. “Kami minta dibekukan. Disfungsi dulu. Kalau ada kasus korupsi yang mencolok tarik dulu ke Jakarta,” kata Komisioner KY Suparman Marzuki, di kantornya kemarin (8/11). Sebab, pengadilan Tipikor Jakarta masih sangat mumpuni untuk mengadili kasus-kasus korupsi. Menurutnya, permintaan pembekuan tersebut diarahkan pihaknya kepada Mahkamah Agung, sebagai lembaga tertinggi pengadilan. Suparman mengatakan MA memiliki kewenangan untuk membekukan pengadilan yang ada dibawahnya. Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) itu kembali menegaskan bahwa pembekuan tersebut harus segera

dilalukan sembari pihak-pihak yang berwenang melakukan proses kajian dan evaluasi secara menyeluruh terkait kehadiran pengadilan khusus penjahat korupsi itu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kajian. Misalnya, tentang proses perekrutan dan sumber daya manusianya. “Apakah perekrutannya sudah sudah transparan? Calon-calon ini ada yang job seeker dan ada yang jejak sejarahnya kurang bagus.,” katanya. Dari situ kompetensi para SDM-nya harus kembali dipertanyatakan. Selain itu, yang harus diperhatikan adalah tentang sarana dan prasarana. Menurutnya, ada beberapa pengadilan Tipikor yang sarana dan prasarananya masih memprihatinkan. “Lalu tentang gaji terlambat dan lainnya. Itu juga harus benar-benar diperhatikan,” imbuhnya. Suparman pun sepakat apabila pembentukan pengadilan Tipikor di daerah merupakan langkah yang tergesa-gesa. “Kan MA sendiri sudah mengakui bahwa belum cukup siap (mendirikan Pengadilan Tipikor),” imbuhnya. Suparman mengakui bahwa keputusan untuk pembubaran atau tidak Pengadilan Tipikor memang tidak mudah. Sebab, pemerintah dan DPR harus merevisi undang-undang yang

mengatur kehadiran pengadilan tipikor di daerah. Nah apabila memang merevisi, pengadilan itu harus dibebukan. Di bagian lain Ketua KPK Busyro Muqoddas mendukung agar UU tentang Pengadilan Tipikor ini segara direvisi. Namun, saat disinggung apakah sebagaiknya Pengadilan Tipikor di daerah harus dihapuskan atau tidak, Busyro mengaku pihaknya belum berpikir ke arah sana. Yang jelas, lanjut dia, seluruh pihak-pihak yang berkaitan dengan peradilan di tanah air harus duduk bersama untuk mengevaluasi. “Sebaiknya MA, KY, KPK, Kejaksaan, Polisi, Kemenkum HAM, ICW, Pukat dan lain duduk bareng membicarakan konsepnya gimana,” kata Busyro dalam peluncuran bukunya di Gedung KY. Mantan Ketua Komisi Yudisial itu juga sependapat bahwa pembentukan UU Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tipikor terlalu terburuburu dibentuk. Meski demikian, menurutnya, pembubaran pengadilan tipikor harus dipikirkan dua kali. “Pembubaran bukan solusi terbaik,” katanya. Selain itu, banyaknya hakim ad hoc yang telah direkrut sebagai pengadil di pengadilan khusus itu juga akan menjadi kendala apabila terjadi pembubaran. “Mereka sudah terlanjur direkrut,” katanya. (kuh/ttg)

Busyro: Pembubaran Pengadilan Tipikor Daerah Tunggu Hasil Evaluasi Jakarta, KP Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas menegaskan Pengadilan Tipikor Daerah harus dievaluasi akibat banyaknya terdakwa korupsi yang divonis bebas. “Tipikor di daerah tetap harus dievaluasi. Tipikor itu fenomena yang menarik, menyedihkan sekali karena putusan-putusannya itu menimbulkan kontroversi,” kata Busyro usai peluncuran buku berjudul ‘Busyro Muqoddas Penyuara Nurani Keadilan’ di Gedung KY, Jakarta (8/11). Sebelum melakukan evaluasi lanjut Busyro, Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Komisi Pemberantasan

Korupsi (KPK), serta Pukat UGM sebaiknya duduk bersama untuk merumuskan konsep evaluasi tersebut. “Hasil evaluasinya nanti tergantung kepada pertemuan itu. Bisa diapakan (dibubarkan, red) juga terserah nanti. Ini momentumnya kebersamaan dengan revisi UU Tipikor,” ujarnya. Menurut Anda lembaganya atau hakimnya yang dievaluasi” “Dua-duanya, karena pembentukan Pengadilan Tipikor ini memang terburu-buru, melaksanakan UU Tipikor, tapi sepertinya kurang dipersiapkan tentang human resorces di daerah padahal pengadilan Tipikor ini kualifikasinya harus cermat dan matang. Masalah SDM-nya

untuk kasus Tipikor ini juga perlu satu konsep yang jelas, termasuk recruitmen hakimnya,” tandasnya. Banyak pihak yang menentang keberadaan Pengadilan Tipikor di daerah karena semakin banyaknya koruptor yang dibebaskan. Salah satunya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan, semakin banyaknya koruptor yang dibebaskan Pengadilan Tipikor daerah menunjukan buruknya kinerja hakimnya. Bahkan, Mahfud menilai kinerja pengadilan Tipikor lebih buruk dari Pengadilan Umum sehingga gagasan untuk meninjau kembali atau membubarkan Pengadilan Tipikor di daerah masuk akal. (kyd)

SBY-Sri Mulyani Bicara Dampak Krisis Ekonomi di Eropa SBY .......................... bali,” sambut SBY sesaat setelah duduk di ruang pertemuan. Ani lantas mengenalkan delegasi Bank Dunia yang dibawanya. Sementara SBY tampak didampingi Mensesneg Sudi Si-

lalahi, Mendag Gita Wirjawan, dan Wamenkeu Mahendra Siregar. Pertemuan kemudian berlangsung secara tertutup. Setelah pertemuan, Ani mengatakan, pihaknya bertukar pikiran dengan SBY terkait dengan kondisi perekonomian dunia. Termasuk situasi yang berkembang di daratan Eropa dan Yunani yang menciptakan ketidakpastian. “Pembicaran fokus bagaimana dampak dari krisis itu. Saya menjelaskan peranan Bank Dunia dalam memonitor dan mengobservasi situasi yang terjadi dan dampaknya terhadap beberapa negara ter-

utama negara berkembang,” paparnya. Selain itu, lanjut Ani, pembicaraan juga menyinggung pada hubungan kerjasama kedua pihak. Indonesia dipandang sebagai negara dengan tingkat pendapatan menengah (middle income country). “Termasuk sebagai negara-negara yang memiliki kinerja ekonomi maupun perbaikan dalam pengurangan kemiskian,” katanya. Menurut dia, kesempatan membentuk partnership menjadi semakin penting, tidak hanya saat krisis pada 2008. Negara middle income country disebut bisa menyeimbangkan atau mengurangi krisis dunia dengan tetap menjaga pertumbuhan dan kinerja ekonomi.(fal/agm)


3

Rabu, 9 November 2011

Share Market Toyota Capai 60 Persen ist/kp

Realisasi BBM bersubsidi saat ini terjadi over kuota. Dugaan banyaknya tindak penyelewengan dan penyeludupan menjadi penyebabnya.

BBM Subsidi Lampaui Kuota BADAN Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPHMigas) mencatat hingga Oktober 2011 ini, realisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsdi sudah mencapai 34,42 juta Kiloliter atau sekitar 85,02 persen dari kuota yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 sebesar 40,49 KL. Kepala BPH MIgas, Tubagus Haryono menyatakan, dari total realisasi tersebut masing-masing jenis Premium 21.022.582 KL, Minyak Tanah, 1.462.406 KL dan Solar 11.941.983 KL. “Realisasi BBM bersubsidi periode Januari sampai Oktober 2011 ini terjadi Over kuota sekitar 2,95 persen dari yang ditargetkan. Di samping itu juga meningkat sekitar 8,74 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 lalu, “ ucap Haryono, Senin (7/11) lalu. Peningkatan konsumsi ini terang Haryono disebabkan oleh kenaikan jumlah kendaraan bermotor yang signifikan. Selain itu juga masih banyaknya tindak penyelewengan dan penyeludupan. Untuk menekan konsumsi BBM agar tidak melebihi kuota tambah Haryono, pihaknya akan melakukan upaya pengendalian dan pengawasan yang lebih ketat lagi bersama Pertamina dan pemerintah daerah. “Kami juga akan melaksanakan operasi penegakan hukum bersama dengan Kemnko Polhukam, Kepolisian, TNI, BIN, DitJen Migas, Bakorkamla dan unsur Penegak hukum lainnya untuk memberantas penyalahgunaan BBM bersubsidi,” pungksanya. (jpnn/awl)

Kendari,KP Geliat bisnis otomotif di daerah ini terus menunjukkan trend kemajuan. Salah satu buktinya adalah antusias masyarakat untuk membeli mobil Toyota yang semakin tinggi. Bahkan share marketnya (pangsa pasar, red) di Sultra mencapai 60 persen dari kompetitor. Bahkan secara nasional di Sultra pertumbuhan penjualannya tertinggi. Kepala Cabang PT Hadji Kalla Kendari, Alimuddin Yusuf menjelaskan bila sampai saat ini penjualan Mobil Toyota di Kendari sudah mencapai seribu unit lebih. “Target di Bulan Oktober hanya 976 unit, namun realisasi sampai saat ini sudah seratus persen lebih,” terangnya kemarin. Tahun ini kata Alimuddin, bisnis otomotif di Sultra sedang bagus, itu karena banyaknya investasi pada beberapa sektor masuk daerah ini. Misalkan saja perusahaan tambang, mereka tidak membeli mobil baru, tapi mereka memilih rental. Hal tersebut ditangkap oleh pemilik usaha rental, atau pemilik mobil pribadi untuk merentalkan mobilnya. Demikian pada jenis usaha

lain, mereka memilih menyewa kendaraan. “Sehingga pembelian mobil di Hadji Kalla khususnya, di tahun 2011 ini terus meningkat. Pertumbuhannya dari tahun 2010 ke 2011 mencapai 40 persen,” paparnya. Yang menggembirakan secara nasional pertumbuhan penjualan Mobil Toyota di Sultra tertinggi di bandingkan daerah lain. Meskipun di awal tahun produksi Mobil Toyota sempat terhambat, lantaran bencana tsunami di Jepang. Namun saat ini produksi kembali normal. Managemen Hadji Kalla Kendari pun yakin, di tahun 2011 nanti bisnis otomotif masih bagus. Malah ditargetkan penjualan akan terus melejit, pertumbuhan diprediksi bisa mencapai 50 persen di tahun 2012. Lebih jauh Alimuddin memaparkan, bila saat ini dari semua jenis Mobil Toyota, jenis Avanza yang sedang digandrungi konsumen. Dari total penjualan jenis Avanza mendominasi 60 persen, sisanya seperti Hilux dan jenis lain. Untuk itu fitur-fitur Avanza selalu ada yang baru, untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. “Pen-

ist/kp

Mobil Avanza mendongkrak penjualan Toyota di PT Hadji Kalla Kendari. Dari total penjualan di dealer itu, Avanza mendominasi hingga 60 persen. jualan di Sultra 70 persen dominan di Kota Kendari, sisanya di daerah lain. Tinginya penjualan Toyota juga mem-

buat pangsa pasar Toyota di daerah ini 60 persen, walaupun secara nasional 35 persen,” pungkas Alimuddin. (lis/awl)

Jamsostek Beri Pelatihan UKM

ist/kp

Garuda menambah jadwal penerbangan untuk mendukung pelaksanaan SEA Games di Indonesia. Bahkan sebanyak 5500 tiket diberikan untuk kontingen Indonesia.

Libatkan HEART, Demi Tingkatkan Kapasitas PT Jamsostek Kendari menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas yang diikuti puluhan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Sultra, kemarin (8/11). Kegiatan yang dilangsungkan di salah satu hotel di Kendari tersebut, merupakan bentuk kepedulian PT Jamsostek dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para pekerja beserta keluarganya. Kepala PT Jamsostek Kendari, Agung Maryanto SE menjelaskan bahwa pihaknya tidak sekadar mendorong pekerja dan keluarganya memperoleh perlindungan, namun bagaimana pekerja bisa memperoleh manfaat langsung, seperti program beasiswa, pinjaman uang muka perumahan, bantuan pengobatan gratis pada masyarakat kurang mampu, serta hal lainnya yang dapat memberikan peningkatan kesejahteraan berkesinambungan. “Pelatihan kepada mitra binaan PT Jamsostek, merupakan salah satu program kepedulian kami untuk mendorong adanya peningkatan kapasitas UKM di Sultra. Ini penting, mengingat UKM adalah salah satu soko guru perekonomian yang terbukti mampu bertahan di saat krisis monoter sekalipun. Makanya, selama kurun tujuh tahun terakhir di Sultra kami sudah menyalurkan pada 1.097 mitra binaan dengan total nilai Rp 4 miliar lebih. Artinya, PT Jamsostek sudah melatih 1.097 mitra binaan,” ungkap Agung Maryanto, usai membuka pelatihan, kemarin. Kegiatan yang melibatkan lembaga Human For Envioronment & Art (HEART) ini, merupakan sebuah kebutuhan bagi pelaku UKM mengingat pemahaman pelaku UKM tentang manajemen marketing melalui teknologi informasi sebagai bentuk inovasi promosi dan pemasaran masih belum optimal. Itu disampaikan ketua panitia pelatihan, Imelda Laugi. “Selain menampilkan sejumlah pemateri terkait, seperti Dra Hj Sartiah Yusran M Ed., PhD (akademisi), pelatihan yang diselenggarakan dua hari ini, 8-9 November, merupakan awal dari serangkaian pelatihan dan pendampingan yang dilakukan HEART Kota Kendari, tentu tidak akan berhenti sampai di sini saja. Masih ada kegiatan lanjutan, yakni RTL ke lokasi usaha masing-masing peserta yang dilakukan secara berkala berdasarkan kesepakatan yang dibangun bersama dan tentunya akan melibatkan pihak berkompeten,” pungkasnya. (lia)

Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Siapkan 5500 Tiket Jakarta, KP Kepedulian tinggi ditunjukkan Garuda Indonesia. Sebagai official Air Line, mereka akan memberikan 5500 tiket untuk kontingen Indonesia yang berlaga di SEA Games 2011. Namun, tak semua tiket tersebut gratis. Beberapa tiket juga akan didiskon hingga 50 persen.

“Banyak yang gratis kok. Cuma beberapa yang didiskon. Ini wujud komiten kami untuk mendukung Indonesia sebagai tuan rumah SEA Games 2011,” terang Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat ditemui setelah peluncuran logo Garuda Indonesia sebagai official air line SEA Games di Bandara Internasional Soekarno- Hatta, Senin (7/11) lalu. Pernyataan Emirsyah juga sebagai

ist/kp

Manajemen PT Intech Surya Abadai atau Advan dan manajemen XL North memperlihatkan modem Advan DT 8 yang dibundling dengan layanan XL saat peluncuran di Makassar.

Daya Saing Usaha Melorot INDONESIA mengalami kemunduran dalam daya saing usaha dibandingkan dengan negara lain di dunia. Hasil survei World Economic Forum (WEF) pada 2010-2012 menempatkan daya saing Indonesia pada peringkat 46 dari 142 negara. Posisi tersebut melorot dua peringkat dari posisi sebelumnya, di mana Indonesia menempati posisi 44. Hasil survey ini tentu mengejutkan bagi banyak pihak. Pasalnya pada 2010, Indonesia sebetulnya berhasil mencatat prestasi yang luar biasa, sebab peringkat daya saingnya meningkat drastis dari level 54 menjadi 44 dari 139 negara. “Tentu ini mengejutkan kita. Dan salah satu penyebabnya adalah masalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual yang masih lemah,” kata Sugihono Kadarisman, Vice Chairman International Chamber of Commerce (ICC) Indonesia dalam keterangan persnya, Senin (7/11) lalu. Dijelaskannya, ada berbagai hal yang menyebabkan turunnya peringkat daya saing Indonesia tersebut. Selain lemahnya infrastruktur, masalah utama yang dihadapi para pelaku usaha di Indonesia adalah soal perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI). “Kurangnya perlindungan hak cipta, mulai dari tingkat kebijakan berupa perumusan peraturan perundangan, sosialisasi, pelaksanaan, hingga penegakan hukum, tentunya akan menghambat kepastian berusaha serta daya inovasi dari para pelaku usaha di Indonesia,” tambahnya. Hal tersebut diamini Sekjen Perhimpunan Masyarakat HAKI Henry Soelistyo Budi. Menurutnya, pemerintah harus lebih serius melakukan perlindungan atas Hak Kekayaan Intelektual untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Indonesia. “Pemerintah dapat memberikan informasi kepada stakeholders mengenai kebijakan perlindungan HAKI dan upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan daya saing usaha di Indonesia,” tandasnya. (jpnn/awl)

bantahan atas klaim Ketua Umum (Ketum) Inasoc Rota Subowo. Pada 2 November lalu, Rita mengatakan bahwa kontingen Indonesia tak bisa mendapatkan tiket cuma-cuma dari Garuda. Inasoc pun kudu merogoh koceknya untuk transportasi para kontingen Indonesia. Namun, Emir, sapaan karibnya, tak membeberkan berapa jumlah perputaran uang yang dihasilkan dari kebijakan tersebut. Dia mengatakan,

Advan dan XL Bundling Modem Jetzkadabra Makassar, KP Advan dan XL membangun sinergi bisnis berupa bundling modem Jetzkadabra seri DT 8. Program bundling paket unlimited ini berlaku 3 bulan. Division Head Manager PT Intech Surya Abadi (Advan), Chandra Tansri, didampingi Area Manager Sulawesi Tenny mengatakan, modem Jetzkadabra seri DT 8 merupakan seri modem keempat yang mereka hasilkan. “Advan tetap komit menciptakan produk berkualitas, dan memberikan layanan optimal bagi pelanggan,” katanya.

Melalui kerja sama ini, sambung dia, pelanggan XL tidak perlu melakukan pengisian pulsa selama masa aktif kartu berlaku. “Harga yang kami tawarkan sangat terjangkau, paket unlimeted tiga bulan dibanderol Rp 269 ribu,” ujarnya, Senin (7/11) lalu. Chandra menambahkan, Modem Jetzkadabra memiliki kapasitas 3,5G dengan speed up to 7,2 Mbps. “Dengan tambahan fungsinya sebagai flashdisk dan card reader, modem ini sangat membantu pelanggan menyimpan dan membaca data dalam satu perangkat,” jelasnya. Un-

tuk tahap awal, di Sulawesi akan disebar sekira 8.000 unit modem setiap bulan. Regional Marketing Manager XL North Region, Muhammad Ilyas mengungkapkan PT XL Axiata tbk (XL) memiliki komitmen untuk menciptakan produk berkualitas dan memberikan layanan optimal bagi pelanggan. “Selain internet unlimited gratis, kartu perdana XL yang dibundling dengan modem mendapatlan bonus bicara 150 menit dalam sebulan. Demikian dengan SMS dapat gratis 150 SMS,’’ jelasnya. (jpnn/awl)

sebagai sebuah perusahaan terbuka, pihaknya memang harus mencari untung. Namun, kebijakan menggratiskan atau memberi diskon itu juga dianggap sebagai langkah untuk mendekatkan Garuda Indonesia ke masyarakat luas. “Ini juga menjadi sebuah langkah promosi untuk kami. Selain itu, kami juga menambah jumlah penerbangan serta pesawatnya. Ini demi kesuksesan SEA Games,” tambah Emir. (jpnn/awl)

Flexi Beri Undian Umrah Kendari,KP Bagi pelanggan Flexi tahun ini , akan memperoleh kemudahan melaksanakan ibadah umrah secara gratis. Tapi promo ini bagi mereka yang sering menelpon ke Mekkah maupun menerima telepon dari Mekkah baik melalui Flexi ataupun telepon rumah, khususnya selama ibadah haji yang saat ini berlangsung. Kepala Divisi Telepon Flexi Kendari, Moch Veny Moch Veny Rahardja Rahardja menjelaskan promo ini diberikan sebagai reward kepada pelanggan Flexi, maupun bagi mereka yang menggunakan layanan telepon rumah melalui telepon internasional yang menggunakan layanan Telkom Global 01017. “Program ini sengaja diluncurkan saat musim haji, karena penggunaan telepon flexi maupun rumah jalur internasional tinggi terjadi saat musim haji,” terang Veny. Program tersebut akan memberikan hadiah kepada sejumlah pelanggan selama periode Oktober hingga 31 Desember 2011 nanti. Program Reward Umrah Telkom Global 2011 merupakan program dari Telkom untuk memberikan apresiasi berupa hadiah umrah untuk pemenang. Untuk mendapatkannya pelanggan Telkom Global yang mendapatkan nilai tertinggi dari hasil melakukan panggilan ke Arab Saudi (outgoing call). “ Panggilan ini baik dari nomor Flexi dan telepon rumah dengan mempergunakan layanan Telkom Global 01017 atau pelanggan PSTN/Flexi yang menerima panggilan (incoming call) dari Arab Saudi dalam kurun waktu pelaksanaan program ini,” ujar Veny. seraya menambahkan biaya panggilan internasional melalui Telkom Global 01017 sesuai ketentuan yang berlaku. (lis/awl)


4

Kendari Pos | Rabu, 9 November 2011

Bertabur Remisi di Republik Koruptor

Dua Jamaah Haji Sultra Meninggal di Mekkah Semoga Keluarganya Diberi Ketabahan SANTUN Ngotot Tolak La Biru Cs Baru La Biru Juga Ngotot Jalan Terus Pasar Purirano Sebaiknya Dijual Kalau Paddys Market Bagaimana Kabarnya?

Mimpi Calon PNS APA yang bakal terjadi kalau seperempat orang Indonesia ternyata adalah PNS? Merujuk hasil sensus penduduk yang mencantumkan orang Indonesia berusia di atas 17 tahun pada 2009 tercatat 120 juta orang (BPS, 2010) bukankah itu artinya jumlah PNS Indonesia kurang lebih 30 juta manusia, lalu apa jadinya? Masuk akal kemudian jika saat ini, mereka yang sudah terlanjur terdaftar jadi honorer rela melakukan apa saja, agar bisa lolos termasuk mungkin menyetor sejumlah uang. Seberapa banyak tenaga honorer yang kini pasang ancang-ancang agar diterima sebagai CPNS lalu jadi PNS? Menurut Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat, setakat ini jumlah honorer sudah mencapai jutaan orang, Tumpak memang tak merinci angka pastinya, tapi sebutan angka jutaan itu telah sangatsangat menakutkan dan mengerikan. Lazimnya, tampil sebagai honorer telah merupakan langkah awal dari mimpi muluk jadi PNS. Setiap honorer berambisi setengah mati melanjutkan sebagai CPNS lalu PNS dan untuk itu mereka siap berjuang habis-habisan termasuk berjuang dengan demo menuntut pengangkatan. Anehnya PNS yang pensiun jumlahnya tak seberapa, sementara PNS yang diterima setiap tahun akan terus menambah kegemukan bobot aparatur. Makin lebih celaka kalau hati kecil mereka yang berniat jadi PNS itu konon alasannya ketimbang menganggur sebab pekerjaan lain tak ada. Kembali pada pertanyaan di atas, apa yang terjadi kalau seperempat penduduk Indonesia ternyata adalah PNS? Jawabnya yang paling mudah; negara pasti bangkrut dan masyarakat miskin bertambah-tambah? Kenapa? Nah, pertama, karena PNS itu gaji mereka bersumber dari APBN/APBD dan data terbaru ICW (Indonesian Corruption Watch) merilis sejumlah daerah di Indonesia 80 persen APBD-nya justru terkuras buat membayar gaji PNS. Berarti, hanya 20 persen yang dialokasikan untuk membangun infrastruktur, membantu nelayan, petani, industri kecil, bukankah pemiskinan rakyat sistematik ini namanya? Apalagi kalau porsi 80 persen itu masih tak cukup buat membayar gaji PNS, jalan keluarnya adalah membuat Perda-perda retribusi baru yang pastinya menyengsarakan rakyat. Kedua, negara pastinya bangkrut total, sebab setiap PNS (apalagi yang berjabatan dan berposisi) selalu menuntut mobil dinas, rumah dinas, kantor dinas plus fasilitas dinas, perjalanan dinas, pendidikan dinas, biaya telepon dinas dan segala macam yang berisiko menguras APBN/APBD. Kalau mau menghitung untuk memenuhi segalanya itu angkanya jelas ratusan triliunan rupiah. Seperti kata peribahasa, laut sekalipun kalau ditimba terus menerus akan kering, hutan rimba sekalipun kalau dibabat tiap hari akan tandus. Tapi yang jauh lebih penting bagi rakyat justru kualitas pelayanan dari PNS tersebut. Disebutkan begitu, karena faktanya kualitas pelayanan PNS tak kunjung bermutu walau sudah hampir 15 tahun reformasi. Kalaupun ada warga yang memuji pelayanan PNS, maka yang mengeluh justru beribu-ribu warga lainya. Keluhan itu boleh jadi akibat ruas jalan rusak parah tak kunjung diperbaiki, atau guru dan dosen yang selalu bolos mengajar, atau gedung sekolah yang dibangun jauh dari kawasan pemukiman sementara transportasi tak ada, atau bertele-telenya pembuatan KTP, paspor, KK, BBNKB, akta nikah, sertifikat tanah dan sebagainya. Keluhan warga boleh jadi menyangkut penanggulangan air limbah, air bersih, air banjir, lalu-lintas macet, dan padamnya listrik berhari-hari. Mujur saja listrik kini telah sembuh dan tidak lagi sakit-sakitan semenjak Dahlan Iskan diangkat sebagai Dirut PLN. Eh, ternyata Dahlan Iskan bukan seorang PNS, tapi profesional dan kini melejit jadi Menteri Negara BUMN. Selain itu, makin banyak PNS bermakna juga makin menghambat laju teknologi. Contohnya, suatu urusan pekerjaan yang seharusnya lebih mudah dengan adanya fasilitas teknologi, diperlambat birokrasi PNS yang sengaja diproses dari meja ke meja, dari ruangan ke ruangan. Oleh karena dunia usaha itu harus dilaksanakan sebagai plihan, sungguh-sungguh serius dan bukan sebagai kerja sampingan. Sedangkan PNS kita masuk dalam dunia usaha sebagai kerja sampingan. Pada skala kecil PNS itu menjual kangkung di pasar sebelum berangkat ke kantor dan pada skala besar PNS itu ikut bermain proyek. Kalau memang ingin masuk dunia usaha kenapa harus gaji PNS, kan berarti bekerja setengah hati.***

Oleh : Rusmin Effendy, SH

K

ontroversi pernyataan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana soal moratorium pemberian remisi bagi koruptor, tentunya bukan sekedar slip of the tongue yang menuai kontraproduktif. Pernyataan seorang pejabat publik seperti itu semakin mempertontotan kepada publik betapa kepakarannya diragukan, apalagi setelah mendapat reaksi di berbagai kalangan. Bahkan, tanpa perasaan bersalah dan malu, kata moratorium kemudian dianulir dengan istilah “pengetatan” pemberian remisi dan pembebasan bersyarat terhadap terpidana korupsi, narkoba dan terorisme. Sebagai seorang yang berlatarbelakang akademisi dan penggiat anti korupsi track record Denny Indrayana hanyalah biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Belakangan setelah masuk dalam lingkaran kekuasan, mulai menimbulkan persoalan seperti dalam kasus Gayus Tambunan, pembentukan Tim Delapan dan sebagainya. Bahkan, pengangkatan dirinya sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM juga menimbulkan kontroversi. Ibaratnya, menduduki “kursi haram” karena proses pengangkatannya telah melanggar Peraturan Presiden No.47/2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, khususnya Pasal 70 ayat 3 yang menyebutkan. Pejabat karir sebagaimana dimaksud pada ayat 2 adalah pegawai negeri yang telah menduduki jabatan struk-

tural eselon I A. Sedangkan Denny Indrayana belum pernah menduduki jabatan struktural setingkat eselon I A. Untuk mengamankan posisi tersebut, pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Presiden No 76/2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No 47/2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara yang diterbitkan pada 13 Oktober 2011 lalu. Ironis memang. Karena itu, kebijakan moratorium pasti menimbulkan kontroversi. Oleh

sebagian masyarakat yang muak dengan prilaku para koruptor yang sudah merampok uang negara, pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bisa dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat. Pelaku koruptor seringkali mendapat perlakuan istimewa, berbeda dengan pelaku tindak pidana kriminal lainnya. Berdasarkan data ICW (Indonesia Corruption Watch) dalam dua tahun terakhir, Pengadilan Tipikor daerah telah membebaskan 40 terdakwa ko-

rupsi, 4 di Bandung, 1 Semarang, 21 Surabaya dan terakhir pembebasan 14 anggota DPRD Kutai Kertanegara yang menjadi terdakwa dugaan korupsi dana operasional penunjang kegiatan anggaran APBD 2005. Kondisi ini cukup memprihatinkan, bahkan di tingkat pusat sekalipun baik KPK, Kejaksaan dan Kepolisian masih belum mampu membuktikan kinerjanya untuk menyeret para pelaku korupsi yang masih berkeliaran. Karena itu, kebijakan Depkum HAM mengkaji pemberian remisi bukan prestasi Menkum HAM Amir Syamsudin, melainkan pekerjaan rumah dari mantan Menkum HAM Patrialis Akbar yang sudah memiliki prioritas untuk melakukan kajian secara komprehensif pemberian remisi dan pembebasan bersyarat sebagai respon dan kritikan masyarakat. Apa yang sedang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM saat ini, hanyalah menari di atas genderang kebijakan sebelumnya, bahkan bisa diprediksi tidak akan mampu berbuat apa-apa, karena penempatan posisi Menkum HAM sangat tendensius dan politis. Padahal, di masa Orde Baru, Departemen Kehakiman, kemudian berubah menjadi Kementerian Hukum dan HAM, merupakan lembaga strategis dalam upaya menegakkan supremasi hukum. ***

Penulis adalah Direktur Eksekutif Komisi Kebijakan Publik dan tinggal di Jakarta.

Masyarakat Agamis? Oleh : Husni Thamrin

P

erdebatan tentang masyarakat agamis merupakan perdeba tan yang tak pernah usai, kerena persoalan ini merupakan isu yang fundamental, substansi dan sensitif. Dalam sejarah peradaban manusia tercatat mulai dari Cina kuno (4.000 BC) yang dilandasi oleh nilai kepercayaan lokal pada masa itu, di Mesir kuno (3.000 BC) yang dilandasi nilainilai kepercayaan pagan idol. Demikian juga halnya di India (25.000 BC) dengan kepercayaan Hindu-Buddha, Mesopetomia, Babilonia, Romawi Kuno, (bangsa-bangsa penyembah berhala) dan lain-lain. Semua peradaban tersebut menganut sistem relegio-politicus, bahkan raja-raja tersebut mengakui dirinya adalah turunan maupun manifestasi dari Tuhan atau Dewa-dewa. Terlepas dari semua hal di atas, semua peradaban besar di atas telah banyak menyumbangkan dari berbagai aspek kehidupan manusia, yang secara historis, arkeologis dan antropologis secara nyata masih dapat dilihat serpihan-serpihan peninggalan peradaban tersebut. Jika diamati tentang prikehidupan peradaban besar tersebut secara nyata jelas kental nuansa religiusitasnya yang menjadi urat nadi kehiduan peradaban tersebut. Walaupun hampir semua peradaban tersebut raja-raja dan masyarakatnya sebagian besar masih polytheisme. Walaupun pada masa itu telah ada penganut monotheisme, penganut agama Ibrahim, Musa, dan Isa. Namun

monotheisme itu belum menjadi sistem religio-politico. Pengikut agama monotheisme masih menjadi kelompok marjinal dalam sistem kekuasaan raja-raja kafir tersebut. Ini misalnya dapat dilihat pada kisah pertarungan Musa dan Firaun secara panjang lebar kitab suci Taurat, Injil, Zabur dan Alquran menjelaskan, dan tragedi yang menimpa Yesus yang konon disalib raja Romawi, versi Islam berbeda lagi. Barang kali ini perlu analisis sosiologis maupun antropologis untuk menjawab realitas masyarakat pada waktu itu karena kajian selama ini masih banyak berbau dogma dan mitologis. Dalam pandangan sekelompok positivisme menganggap, masa agama telah berakhir, sekarang digantikan dengan masa sains dan teknologi, kejayaan agama telah digantikan oleh sains, dan lebih radikal lagi, ada yang mengatakan Tuhan telah mati, kalau belum mati kita wajib membunuhnya? Adakah masa depan agama? Ini persaolan-persoalan yang sensitif dan pelik untuk dapat dijawab oleh intelektual agama, secara rasional, empirik dan sains yang sesungguhnya persoalan tersebut telah lama dikumandangkan oleh kelompok-kelompok atheis, mulai dari zaman Yunani Kuno sampai puncaknya zama Renaissance, di Eropa, baik pada masa Marx maupun NeoMarxisme hingga dewasa ini, yang sangat membahayakan kehidupan anak, —buyut Adam dan Hawa yang penganut monotheisme menentang pagan idol, animis, atheisme dan bentuk-ben-

tuk kepercayaan non-tauhid. Ahli sosiologi agama, Robert N Bellah, mengatakan masyarakat agamis yang berperadaban itu telah ada pada zaman agama monotheisme Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad pada masa beliau di Madinah, masyarakat berbudi luhur atau berakhlak mulia itulah, masyarakat berperadaban, masyarakat agamis, “Civil Society”. Masyarakat agamis yang dibangun nabi itu, oleh Robert N Bellah, seorang sosiologi agama terkemuka disebut sebagai masyarakat yang untuk zaman dan tempatnya sangat modern, bahkan terlalu modern, sehingga setelah Nabi sendiri wafat tidak bertahan lama. Timur Tengah dan umat manusia saat itu belum siap dengan prasarana sosial yang diperlukan untuk menopang suatu tatanan sosial yang modern seperti dirintis Nabi (RN Bellah Ed Beyond Belief, New York: Harper & Row, edisi paperback, 1976). Nabi bersama semua penduduk Madinah secara konkrit meletakkan dasardasar masyarakat agamis, dengan menggariskan ketentuan hidup bersama dalam suatu dokumen yang dikenal sebagai Piagam Madinah (Mitsaq alMadinah). Dalam dokumen itulah umat manusia untuk pertama kalinya diperkenalkan, antara lain, kepada wawasan kebebasan, terutama di bidang agama dan politik, khususnya pertahanan, secara bersama-sama. Dan di Madinah itu pula, sebagai pembelaan terhadap masyarakat

madani, Nabi dan kaum beriman diizinkan mengangkat senjata, perang membela diri dan menghadapi musuhmusuh peradaban. Dalam pandangan Nurcholis Madjid, setelah Nabi wafat, masyarakat agamis warisan Nabi itu, yang antara lain bercirikan egaliterisme, penghargaan kepada orang berdasarkan prestasi (bukan prestise seperti keturunan, kesukuan, ras, ideologi, politik dan lainlain), keterbukaan partisipasi seluruh anggota masyarakat, dan penentuan kepemimpinan melalui pemilihan, bukan berdasarkan keturunan, hanya berlangsung selama 30 tahunan masa khulafaur rasyidin. Sesudah itu, sistem sosial madani dengan sistem yang lebih banyak diilhami oleh semangat kesukuan atau tribalisme Arab pra-Islam, yang kemudian dikukuhkan dengan sistem dinasti keturunan atau geneologis itu sebagai Hirqaliyah atau Hirakliusisme, mengacu kepada kaisar Heraklius, penguasa Yunani saat itu, seorang tokoh sistem dinasti geneologis. Berkaitan masyarakat agamis ini, Negara kita menganut Sila Ketuhan Yang Maha Esa, dan juga dalam undang-undang menjamin kekebasan dalam beragama. Namun dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pendiri bangsa ini pernah mencoret kata-kata untuk menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya, yang konon kalau kata ini tidak dicoret akan terjadi disintegrasi bagi orang-orang di Indonesia Timur. (***) Ketua LPP UIN Suska Riau.

Nomor Telepon Penting Unit Gawat Darurat .............................................. 118 Pemadam Kebakaran .......................................... 113 Penerangan/informasi lokal ...............................108 Ancaman teror Bom ...................................3124-303 Gangguan PLN .............................................3194-998 Gangguan PDAM .........................................3127-179 SAR Kendari .................................................3122-537 Polda Sultra ................................................3190-005 Polresta Kendari ..........................................3121-461 SAT Lantas Polres Kendari ......................31000478 DIT Lantas Polda Sultra................ 085241735777

Sampah di Pasar Basah Mandonga Tidak Diangkut 08134198998 Petugas sampah, kenapa sampah di Pasar Basah Mandonga maupun yang berada di badan Jalan Lasandara tidak diangkut. Kami warga sekitar tergaanggu dengan bau sampah yang dihinggapi lalat, karena membusuk dan sudah tiga hari tidak diangkut. Mohon diselesaikan pertimbangan kesehatan lingkungan setempat.

Keluhkan Pelayanan Askes 081585748071 Mohon pihak yang berkompeten untuk menginvestigasi permainan resep antara pihak Askes, apotik dan dokter. Banyak rujukan yang tidak dijamin Askes dan harga obat-obat dua kali lipat dibanding membeli di apotik lain. Lagi-lagi PNS menjadi perahan terselubung.

Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Milwan Wakil Pimpinan Redaksi : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin Redaktur Pelaksana : La Ode Diada Nebansi Koordinator Liputan : Manan Rachman

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

Redaktur : Luther Bittikaka, Ruslan Amrullah, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Emilia, Reporter : Sulis Setiarini, Linri Merinda, Arifuddin, Ulfah Sari Sakti, Sarfiayanti ; Koresponden : Awaluddin Usa (Raha-Muna), Syamsuddin (Baubau-Buton), Eritman Rahmat (Kolaka-Kolaka Utara), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) Arwan Mannaungeng (Jakarta), ; Fotografer : Suwarjono ; Design Grafis : Muh Hajar Siddiq ; Karikatur : Arham Rasyid; Redaktur Khusus : La Paa, M Djufri Rachim; Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin; BPSDM : M Djufri Rachim; Teknologi Informasi : Muh. Sahdar ; Pracetak : Muhrisan (koordinator), Aser Rerung, Gunawan Chandra, Yusri Zubair, Samiruddin; Telepon Redaksi : (0401) 326513, Faks. Redaksi : (0401) 326512, Faks. Bisnis dan Keuangan : (0401) 323771; E-mail : bumianoa@plasa.com; Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari; Alamat Perwakilan : Jakarta: Mu’min Rolle, Komp Widuri Indah, Blok A1-2, Jl. Palmerah Barat No.353 Telp (021) 5330976, Jakarta 12210; Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin, Kolaka-Kolaka Utara : Eliazer Alex Tato; Harga Langganan : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-EksemplarEceran Daerah Rp. 3.500,-. Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/

Honor Guru Dipotong? 081524772310 Sehubungan dengan BOP di SMK Eka Bhakti, maka kami atas nama guru SMK tersebut mempertanyakan kepada Dinas Pendidikan bahwa kenapa dilaporkan BOP tertulis Rp 450 ribu, untuk insentif padahal yang kami terima hanya Rp 200 ribu. Kenapa ada potongan? Kasian kami guru honor. Honor mengajar kami saja dibayar setelah adanya uang BOP, dan laporannya dimanipulasi semua.

Ditjen PPG/K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Pembina : HM Alwi Hamu, PP.Bittikaka ; Komisaris Utama : Syamsu Nur Komisaris : Jerry Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Ridwan Arief Direktur Utama : Milwan ; Direktur : Purwanto Sanam ; Sekretaris : Tri Noptijasari ; Ombudsman : Ramli Akhmad (Ketua), M Djufri Rachim, La Paa, Muhammad Saiful, SH, MH, Ariyani Arifin (Sekretaris) Manager Keuangan : Agus Tranhadi; Manager Iklan/Sponsorship : Haeruddin; Manager Sirkulasi : Eliazer Alex Tato ; Manager Event Organizer : Rustam, Manager Umum : St.Ganefo, Manager Personalia/Legal : Marjani Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 (0401)-3126515, Iklan : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)-3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)-2826129/085241854000; Kolaka Jl. Pramuka No.5 Tlp (0405)-24211. Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA)


email : bumianoa@gmail.com

Rabu, 9 November 2011

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Dandim Buton Serahkan Hewan Qurban Baubau KP Adha 1432 Hijriah, Dalam rangka hari raya Idul menyerahkan hewan jajaran Kodim 1413 Buton mampu. Hewan qurban buat masyarakat kurang sumbangan Dandim qurban tersebut berasal dari keluarga besar angButon berupa satu ekor sapi dan kambing .Penyerahan gota Kodim berupa dua ekor Kodim Buton (Danlangsung dilakukan Komandan bertempat di Asrama dim) Letkol Inf Unang Sudargo Ied. Kodim usai melaksanakan shalat mengatakan Pada kesempatan tersebut Dandim sebagai kepedulian dalam penyerahan hewan qurban masyarakat di jajaran Kodim 1413 Buton kepada dilakukan Kodim unsekelilingya. ”Ini upaya yang dengan masyarakat, tuk selalu mendekatkan diri akat yang kurang masyar serta kepedulian kepada mampu” katanya. hewan qurban terseDandim Buton berpesan agar mana mestinya dan but dapat didistribusikan sebagai enar tepat sasaran berharap daging qurban benar-b anya. “Semoga bisa serta bermanfaat bagi penerim yang membutuhkan, disalurkan kepada masyarakat akan rasa keberhal ini dimaksudkan untuk mencipt hari raya Idul Adha,” samaan dalam memperingati katanya qurban tersebut di Kegiatan penyerahan hewan serta anggota dan kesaksikan pejabat Kodim Buton .(k1) Buton luarga besar Kodim

Dandim Buton Letkol Inf Unang Sudargo (kanan) menyerahkan hewan qurban kepada panitia penyembelihan herwan qurban di asrama Kodim Buton.

Perabot

Rujab Bupati Habis Diangkut Pasarwajo, KP Setelah dua periode menjadi Bupati Buton, Sjafei Kahar, dengan berbagai penghargaan disabetnya, kini isu tak sedap kini menimpa dirinya. Betapa tidak, semua perabot rumah tangga yang selama ini menghiasi rumah jabatan (Rujab) baik yang berada Pasarwajo maupun di Baubau, terlihat bersih. Ketika dilakukan konfirmasi dengan salah seorang pegawai yang bekerja di rujab tersebut mengungkapkan, beberapa hari sebelum berakhir masa jabatan Sjafei Kahar telah ada aktivitas pengangkutan perabot rumah tangga. “Kalau sudah malam mobil-mobil truk datang mengangkat semua barang-barang yang di Rujab. Mulai dari ranjang, karpet, piring-piring, bantal, kasur hingga taplak meja pun ikut diangkut,” ungkap pegawai yang enggan disebutkan namanya. Saat sejumlah wartawan bertemu dengan Pj Bupati Buton, Nasruan di Rujab Bupati di Pasarwajo akhir pekan lalu, berdasarkan amatan memang ruang tamu dan beberapa ruangan lainnya terlihat kosong. Contohnya seperti karpet lantai dan lampu hias yang berada diruang tamu rujab telah raib yang terlihat saat itu hanya bekas lem pada tembok yang kemungkinan bekas dari lem karpet dan bekas potongan kabel lampu hias yang menggantung diruang tamu. Sementara Nasruan saat ditanya tentang kondisi rujab, saat mulai ditempatinya enggan memberi komentar apa-apa. “Lihat sendiri saja keadaannya, jangan saya yang menilai. Saya juga belum lihat daftar inventaris barang yang ada di rujab,” ujar Nasruan singkat. (p1/p2)

Pasca Ditinggal Sjafei Kahar

Dua Warga Bombana Divonis Baubau, KP Pengadilan Negeri (PN) Baubau menjatuhi hukuman penjara selama 3,5 bulan kepada Jamal dan 2 bulan penjara kepada Agus Salim yang terlibat kasus judi togel. Kedua warga Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana itu terbukti melanggar pasal 303 KUHP tentang judi tanpa mengantongi izin dari pejabat yang berwewenang. Vonis terhadap kedua terdakwa setelah mempertimbangkn berdasarkan fakta dan bukti-bukti dalam persidangan karena diketahui mereka telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana judi kupon putih. Selain vonis hukuman penjara, majelis hakim juga memutuskan bahwa dua telepon genggam milik para terdakwa yang digunakan sebagai alat komunikasi dalam transaksi serta uang senilai Rp 750 ribu hasil dari penjualan kupon putih disita. Perbuatan para terdakwa seperti tertuang dalam amar Putusan PN Baubau yang dibacakan Agus Pancara bahwa perbuatan keduanya dinilai telah meresahkan masyarakat. Perbuatan terdakwa juga dianggap merusak mental generasi muda serta membuat mental generasi menjadi pemalas. Untuk itu, hukuman yang dijatuhkan tersebut dinilai telah sesuai dan setimpal dengan perbuatan mereka. “Jamal telah ditahan sejak 3 Agustus lalu sedangkan untuk Agus Salim dia telah menjalani masa tahanannya sekira 1 bulan 12 hari,” tutup, JPU Kejari Baubau, Yuniarti. (p1)

Terlibat Judi Togel

Syamsuddin/KP

Tabrakan, Satu Tewas Tiga Korban Masih Dirawat di RSU Wakatobi Wangiwangi, KP Nasib tragis menimpa Masilani (34). Warga Desa Patuno ini tewas mengenaskan setelah ditabrak mobil Avanza yang dikendarai La Nihi, warga Desa Bente, Kecamatan Wangi-wangi, Minggu sore (6/11). Warga yang melihat kejadian itu marah dan membakar mobil dengan nomor polisi B 1756 BOD.

Tabrakan maut itu terjadi saat mobil yang dikendarai, La Nihi melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bandara Matahora, Wangi-Wangi Selatan. Ketika melintas di depan rumah warga bernama, Wa Saharia, mobil Avanza itu menabrak Masilani yang sementara mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan. Akibat tabrakan hebat itu, membuat Masilani, tewas di tempat. Kendaraan Supra yang dikendarai korban patah dua dan terpental sejauh 17 meter lebih. Tak hanya merenggut nyawa Masi-

lani, mobil yang dikendari La Nihi juga menabrak Jupiter MX, milik Jumiali yang sedang parkir. Tak hanya itu, mobil naas tersebut juga menabrak teras rumah milik Wa Saharia. “Untung saja tidak anak-anak bermain di teras, sehingga jumlah korban dapat diminimalisir,” kata Salam, salah seorang saksi mata. Atas kejadian tersebut menyulut kemarahan warga setempat, sehingga mereka membakar mobil. Pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak dalam menghalau aksi pembakaran terse-

Janji Politik DAMAI Mulai Ditagih

Dua

Kembali

Jalani Sidang

Bupati Muna dr Baharuddin saat panen padi perdana beberapa waktu lalu.

awaluddin usa

Ketua DPRD Konawe Nyaris “Terjebak” Unaaha, KP Ketua DPRD Konawe, Kery Saiful Konggoasa nyaris “terjebak” jika saja ia tidak memelototi setiap item dalam MoU tersebut. Kery nyaris meneken nota kesepahaman (MoU) Kebijakan Umum Anggaran Penetapan Plafon Anggaran Sementara, KUA-PPAS APBD Perubahan tahun anggaran 2011. Sejatinya, Kery Syaiful Konggoasa akan meneken nota kesepahaman KUA-PPAS APBD Perubahan tahun anggaran 2011 dalam rapat paripurna

Baca TABRAKAN di Hal 6

Residivis

Raha, KP Pasangan Bupati Muna dr LM Baharuddin-Ir Malik Ditu, sudah setahun lebih memimpin Kabupaten Muna. Beberapa janji politiknya saat berkampanye lalu, mulai ditagih. Kemarin, puluhan pemuda berpanji Gerakan Pengawal Pembangunan Kabupaten Muna (GPPM), menggelar aksi menuntut janji-janji pasangan berakronim DAMAI tersebut untuk direalisasikan. Aspirasi mereka disuarakan di DPRD Muna. Mereka diterima Wakil Ketua dr Rajab Biku, Ketua Komisi III La Ode Tariala dan Ketua Komisi I, Fattahillah Taate bersama para anggotanya. Ada 22 aspirasi yang mereka suarakan, yang menjadi janji DAMAI saat kampanye lalu. “Setahun perjalanan pemerintahan DAMAI, belum ada tanda-tanda realisasi janji politik yang dijual saat kampanye lalu,” teriak Yusran, Korlap

Baca JANJI di Hal 6

but. Awalnya, massa diminta pihak keamanan untuk tidak melakukan pembakaran, karena mobil itu akan dijadikan barang bukti di persidangan nanti. Tetapi, sejumlah massa menolak, dan tetap membakar mobil itu. Massa yang terlanjut marah itu, lalu menarik mobil itu sampai ke ujung Desa Patuno, tepatnya di depan Pantai Moli’i, sekitar 200 meter dari Patuno Beach Resort, milik Bupati Wakatobi. Mobil tersebut di dorong lalu dibalik,

DPRD Konawe, akhir pekan lalu. Namun penandatanganan MoU itu urung dilakukan Kery Saiful Konggoasa lantaran MoU tersebut tidak menuangkan item anggaran (nominal) setiap SKPD dalam KUA-PPAS. Mestinya perubahan dalam KUAPPAS yang telah dibahas bersama badan anggaran eksekutif dan legislatif pada setiap komisi dituangkan dalam MoU itu. Sayangnya, MoU yang disodorkan eksekutif kepada DPRD tak mencantumkan nominal anggaran

yang tertuang dalam KUA-PPAS yang telah disepakati sebelumnya pada pembahasan di tingkat komisi. Menyikap hal itu, Kery mengaku menolak meneken nota kesepahaman karena belum ada perbaikan. Terutama angka-angkanya itu belum jelas. Karena menurut dia, setiap pembahasan baik pembahasan APBD maupun APBD Perubahan harus jelas angkaangkanya. “Kalau begini tidak jelas,

Baca KETUA di Hal 6

Baubau, KP Dua tersangka kasus pencurian sepeda motor (Curanor) di pusat perbelanjaan Umna Wolio Plaza, Kota Baubau mulai diadili oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Baubau. Mereka antara lain Sutrisno dan Faisal yang ditangkap Satreskrim Polres Baubau bekerjsama dengan Unit Rekrim KP3 Murhum Kota Baubau pada Sebtember lalu. Dalam sidang, Selasa (8/11) bertindak sebagai ketua majelis hakim Agus Pancara SH MH didampingi hakim anggota Zulkarnain Siregar SH. Sedangkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau diwakili Yunita SH. Kedua terdakwa mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian kendaraan roda dua milik Anwar yang tengah diparkir di pelaratan Umna Plaza. Selain motor, keduanya juga mengaku mengambil uang korbannya yang saat itu tengah tertidur pulas.

Baca RESIDIVIS di Hal 6


6

Kendari Pos | Rabu, 9 November 2011

Dewan Akan Panggil Direktur RSUD Terkait Aksi Mogok Perawat Raha, KP DPRD Muna dalam waktu dekat akan memanggil Direktur RSUD Muna terkait aksi mogok yang dilakukan para perawat, akhir pekan lalu. Anggota Komisi III, Haji Alias, mengaku, mendapatkan laporan dari perawat terkait jasa Jamkesmas mereka belum dibayarkan. “Saya tadi (kemarin) dihubungi salah satu perawat, mengeluhkan dana insentif Jamkesmas mereka belum dibayarkan,” Haji Alias, kemarin. Ia juga heran, kenapa

jasa Jamkesmas perawat belum dibayarkan. Sementara anggaran jasa Jamkesmas biayai pusat melalui APBN. “Kalau mereka (Rumah Sakit red), tidak jujur dalam pengelolaan dana Jamkesmas. Maka kita akan arahkan pada penegak hukum untuk diaudit. Kenapa? Karena itu menyangkut hak orang banyak yang menikmati bukan hanya perawat tapi juga buat kepetingan rakyat yang ekonomi lemah, “ ancamnya. Legislator Gerindra itu berjanji dalam waktu dekat, akan memanggil Direktur RSUD dan pengelola jamkesmas, untuk mempertanyakan belum dibayarnya jasa jamkesmas. “Kalau para perawat mogok,

bagaimana dengan pelayanan kepada pasien,” tukasnya. Hingga kemarin aktivitas pelayanan di RSUD Muna, khususnya di ruang Flamboyan dan Bogenvil, masih terhenti. Mogok pelayanan para perawat ini dipicu jasa Jamkesmas mereka belum dibayarkan. Menurut salah satu perawat di RSUD yang namanya enggan dikorankan, secara berkala mereka memasukan data pasien jamkesmas yang dilayani. Namun uang jasa mereka, sudah beberapa bulan terakhir tidak terbayarkan. “Kalau uang jasa Askes untuk kelas I, sudah dibayarkan. Namun kami perawat di ruang kelas III, belum juga dibayarkan,” tuturnya. (awn)

Ketua... bahaya. Akhirnya, fungsi kontrol DPRD bisa tidak jelas. Ini kan kita jaga masing-masing. Supaya kita angka-angkanya, dinas ini berapa, dinas itu berapa. Berapa jumlah totalnya, ini kan tidak ada,” ujarnya. Meski tidak memastikan ada perubahan angka-angka dalam KUA PPAS yang telah disepakati, Kery menegaskan jika saja terjadi perubahan atau pergeseran dilakukan saat ini tidak menjadi persoalan. Yang jadi persoalan adalah harus muncul angka-angka jika terjadi perubahan. “Tetapi sekarang jangankan pergeseran, angka-angka yang mau digeser saja tidak muncul. Kalau saya menan-

datangani masuk penjara saya. Siapa mau yang jamin kalau yang kita sudah sepakati di komisi dan yang kita bicarakan ini baru mau tercatat. Kenapa sekarang itu barang tidak tercatat dalam nota,” tambahnya. Dibanding tahun sebelumnya tetap tercatat. Tahun kemarin saja ada tercatat masih bergeser. Apalagi saat ini tidak tercatat angka-angka anggarannya. Kendati begitu Kery tidak menegaskan bahwa dirinya akan “terjebak”. “Apakah itu kekeliruan atau kesengajaan kembali pada mereka saja. Tetapi pada prinsipnya saya sebagai ketua DPRD meminta kepada pimpinan eksekutif dalam hal ini bupati atau sekda

selaku pembina dinas-dinas supaya memanggil dan mempertanyakan pimpinan SKPD. Bagaimana kita mau ambil keputusan kalau angka-angka tidak jelas,” tukasnya. Padahal komisi-komisi juga sudah jalan pada dinas-dinas. Mestinya sebelum kesepakatan sudah harus ada angka-angka itu. Tetapi nyatanya tidak ada. “Apakah ini mau ditaruh digudang baru tinggal datang mengambil,” kesalnya. Langkah selanjutnya menurut Kerry, ia telah menekankan tidak akan menandatangani sebelum ada angkaangka sesuai yang telah disepakati pada pembahasan tingkat komisi. (din)

Janji... aksi. Ia merilis ke 22 janji-janji DAMAI tersebut yaitu, menghentikan antrian bensin dengan penambahan SPBU, perbaikan jalan di Muna, pembuatan KTP dan akta kelahiran dan nikah gratis, tuntaskan indikasi korupsi yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya (Ridwan ST), pemberantasan ilegal lloging, pengadaan air bersih di Kecamatan Pasir Putih, membuka lapangan pekerjaan, membenahi sistem pendidikan, pelestarian budaya Muna yang tergerus zaman, pembenahan birokrasi harus sesuai dengan aturan, menolak wacana eksekutif untuk melebur Dispora, penataan pasar Kota yang kumuh dan pembenahan pelayanan kesehatan. Berikutnya, para pendemo juga meminta DAMAI, untuk memberikan kepastian terkait keluarnya data base PNS, pemben-

tukan lembaga bantuan hukum gratis, menolak pembangunan rumah sakit ditengah kota yang bersentuhan langsung dengan air laut, melakukan pengawasan bantuan sosial agar tepat sasaran, transparasi pengelolaan PNPM, wacanakan pembangunan dermaga feri Raha dan seberang dan terakhir, segera realisasikan pemekaran. “ Apa yang menjadi janji pasangan bupati Muna akan terus kami kawal dan diingatkan untuk direalisasikan,” ujar Yusran. Menyambut aspirasi, Wakil Ketua DPRD dr Rajab Biku, mengatakan, 22 aspirasi yang disampaikan menjadi area dari tiga komisi di DPRD Muna. Karena itu, setiap Komisi nantinya akan menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan. “Kita (Dewan, red) juga melakukan pengawasan kinerja dari eksekutif,” terangnya. (awn)

Residivis... “Saya disuruh sama Faisal untuk mengambil dompet yang berisi uang sebesar Rp 130 ribu. Karena saat itu sunyi sekitar pukul 03.00 wita, Faisal menyuruh saya untuk mengambil motor korban yang kuncinya telah kami ambil dari saku bersama dompetnya,” tutur Sutrisno dihadapan hakim. Selain itu, Faisal mengaku bahwa dirinya telah tiga kali masuk bui diantaranya kasus pencurian mesin ketinting dan dihukum selama 6 bulan penjara. Hal yang sama juga dilakukan terdakwa Sutrisno yang pernah dihukum dalam perkara judi sabung ayam pada tahun 2006.

Tabrakan...

setelah itu langsung dibakar. Api pun mengamuk menghabisi mobil itu. Kapolres Wakatobi, AKBP Hotlan Damanik SH MH, yang turun langsung ke lapangan menemui sejumlah tokoh masyarakat Desa Patuno, untuk memberikan pemahaman. Kapolres berjanji akan melakukan proses hukum sampai tuntas atas kasus tabrakan itu. “Saya janji kasus tabrakan ini akan di proses secara hukum. Kami dari pihak kepolisian sudah mengambil langkahlangkah. Menyangkut masalah kasus ini juga, saya sudah melapor langsung ke Polda. Sementara tersangka, La Nihi sudah di tahan di Polres,” ujar Hotlan

Mendengar keterangan kedua terdakwa sontak membuat majelis hakim sepintas emosi. Hakim anggota, Zulkarnain mengatakan hukuman yang pernah dijatuhkan kepada kedua terdakwa ternyata tidak juga membuat jerah. Para terdakwa yang masuk kategori residivis, dalam menjatuhkan hukamannya akan lebih berat dan maksimal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Usai melakukan pemeriksaan kepada kedua terdakwa, majelis hakim selanjutnya menutup persidangan. Rencananya sidang perkara tersebut akan kembali digelar pekan depan (15/11), dengan agenda mendengarkan tuntutan jaksa. (p1)

Damanik. Sementara, korban Masilani, telah dimakamkan Senin (7/11) sekitar pukul 10.00 Wita, ratusan warga ikut berbondong mendatangi tempat tinggal korban. Sedangkan, Wa Saharia yang juga menjadi korban tabrakan beruntun, masih dirawat di RSU Wakatobi, dengan kondisi patah tulang dibagian paha. Korban lainnya yang tengah dirawat di rumah sakit adalah, Wa Hania. Isteri Kepala Desa Patuno ini menderita luka ringan dibagian wajah akibat terkena serpihan benda keras, sedang Wa Asma, terkena benturan benda keras di bagian badannya. (cr1)


7

Kendari Pos |Rabu, 9 November 2011

Malinda Dee Kangen Andhika Gumilang Dakwaan ................... perhatian dengan dandanannya begitu datang di PN Jaksel sekitar pukul 10.15. Dia mengenakan kerudung, baju dan celana hitam yang dipadu sabuk putih terlihat kontras dengan high hells 7 cm berwarna merah. Lengkap dengan make up tebal dengan lipstik merah menghiasi wajahnya. Perempuan yang juga dikenal dengan panggilan Inong itu sempat curhat kepada wartawan saat berjalan menuju ruang tahanan pengadilan. Dia berharap agar sidang yang dijalaninya bisa cepat selesai. Selain itu, terbatasnya komunikasi saat dipenjara, membuatnya “titip salam” untuk suami sirinya Andhika Gumilang. Dalam curhatnya, dia mengatakan sudah sepuluh bulan tidak bertemu dengan suaminya yang berprofesi sebagai artis dan model iklan itu. Sejak samasama mendekam dibalik jeruji besi diakui Malinda tidak pernah ada komunikasi lagi. Rasa kangen memenuhi dadanya. “Ingin ketemu dia,” ujarnya. Tidak hanya itu, dia juga menitipkan permintaan maafnya untuk Andhika, adik dan iparnya yang ikut terseret masalah. Dia mengaku sangat sedih dan sangat terpukul dengan status hukum yang menimpa orang-orang tersayangnya. Oleh sebab itu, dia berjanji akan menjadi saksi meringankan bagi mereka. Sidang sendiri sempat molor hampir satu jam dari agenda semula pukul 10.00. Sidang diruang Prof Oemar Seno Adji tersebut akhirnya dibuka sekitar pukul 11.00 oleh ketua majelis hakim Gusrizal dengan anggota Kusno dan Yonisman.

Sidang langsung dimulai dengan dibacakannya dakwaan oleh jaksa Tatang Sutarna. Malinda Dee benar-benar “ditelanjangi” oleh jaksa. Berbagai transaksi yang membuat total kekayaannya menyentuh Rp 46,110 miliar diungkap semua dengan detail. Dalam dakwaannya, Malinda disebutkan telah mentransfer uang milik nasabah Citibank sebanyak 117 kali. “Semuanya dilakukan selama Februari 2007 hingga Februari 2011,” ujar Tatang. Dari total transfer gelap itu, rinciannya 64 kali transaksi dilakukan dalam mata uang rupiah. Total uang yang berhasil dia tilap dari nasabah utama Citibank itu mencapai Rp 27.369.065.650. Sedangkan sisanya atau 53 transaksi dilakukan dalam mata uang dollar Amerika. “Jumlahnya USD 2.082.427 (+ Rp 18 miliar),” imbuhnya. Dengan detail, jaksa juga mengungkap kemana saja uang nasabah yang dipindahkan tanpa ijin itu ke sejumlah rekening lain. Seperti rekening milik adik kandung Malinda, Visca Lovitasari dan adik iparnya yang bernama Ismail bin Janim. Kemudian uang tersebut oleh Malinda ditransfer kembali ke rekening miliknya. Saat semua perilakunya itu diungkap jaksa, Malinda terlihat gelisah. Duduk sendirian di antara hakim, jaksa dan penasihat hukum membuatnya berulang kali mengubah posisi duduknya. Tangannya juga terlihat meremas kertas tisu berulang kali. Sesekali, tisu tersebut dia gunakan untuk membasuh air mata yang menetes. Ibu tiga anak itu juga terlihat lebih sering menundukkan kepalanya daripada memperhatikan jaksa yang membacakan dakwaan. Berulang kali

menyeka air mata membuat riasan disekitar kelopak mata tersapu. Jaksa tidak bergeming dan terus membacakan dakwaannya. “Dengan sadar dia menyamarkan atau menyembunyikan asal usul sumber kejahatan,” tandas jaksa. Atas perbuatannya, Malinda dikenakan tiga dakwaan sekaligus. Yakni, melanggar pasal 49 ayat 1 huruf a UU no 7 Tahun 1992 yang diubah UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Kedua, melanggar pasal 3 ayat (1) huruf b UU No 15 Tahun 2002 yang diubah dengan UU No 25 Tahun 2003 dan diubah dengan UU No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Ketigas, melanggar pasal 3 UU No 15 Tahun 2002 yang diubah dengan UU No 25 Tahun 2003 diubah UU No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 65 ayat (1) KUHP. Dalam sidang yang berakhir pukul 13.45 tersebut, Malinda dan tim pengacara tancap gas tanpa mengajukan eksepsi. Salah satu penasihat hukum Malinda Dee, Batara Simbolon mengatakan pihaknya tidak menyampaikan eksepsi supaya proses persidangan berjalan cepat. Dia menilai kalau eksepsi bakal membuang waktu dan tidak memiliki urgensi dalam kasus yang membelit kliennya. “Nanti kami jadikan satu di nota pembelaan,” kata Batara. Tanpa eksepsi, dia meminta kepada majelis hakim agar langsung berlanjut pada pemeriksaan saksi-saksi. Harap Batara, saksi-saksi yang ada di berkas perkara bisa dihadirkan satu per satu oleh Tatang Sutarna dkk. “Tadi jaksa juga setuju langsung menghadirkan saksi,” ucapnya setelah sidang selesai. Batara kembali menjelaskan jika cepatnya sidang sangat

diharapkan saat ini. Hal itu penting untuk segera mengetahui status hukum Malinda Dee, apakah dia bersalah atau tidak. Sebab, bagi kuasa hukum kliennya tidak bersalah dan dia siap memenangkan persidangan. “Kami optimis bisa menang,” jelasnya. Ada kejadian menarik saat sidang berlangsung. Artis cantik yang juga sahabat Malinda Dee, Fifi Buntaran sempat diusir hakim karena dianggap membuat gaduh persidangan. Maklum, Fifi yang datang dengan dandanan mencolok dengan baju dan rok selutut biru dan membawa bunga itu sangat menarik perhatian. Ketua majelis hakim Gusrizal lantas menghentikan jalannya persidangan. Dia meminta kalau Fifi terus membuat gaduh dan tidak niat untuk mengikuti sidang agar keluar dari ruang sidang. “Itu yang membawa karangan bunga. Dimohon keluar saja karena mengganggu jalannya persidangan,” ucap Gusrizal dengan nada tinggi. Mendapat teguran, Fifi sempat cuek dan duduk dibangku ruang sidang. Tidak sampai sepuluh menit, artis yang kerap tampil seksi itu memilih keluar. Kepada wartawan dia mengatakan tidak ada maksud mengacaukan sidang. “Saya hanya memberi dukunga kepada Malinda. Saya sudah janji,” akunya. Tidak hanya karangan bunga, dia juga membawakan anggur dan cokelat yang sangat digemari Malinda. Dia mengaku selama ini terus menemani terdakwa termasuk saat operasi payudara Malinda berlangsung. Dia juga membeberkan perilaku sahabatnya selama dipenjara. “Sekarang dia lebih religius. Salatnya full,” ungkapnya.(dim)

Ratusan Jamaah Haji Terserang Diare Jakarta, KP Masalah demi masalah tak henti-hentinya mendera para jamaah haji asal Indonesia di tanah suci, Mekkah. Wakil Ketua Tim Pengawas Haji DPR, yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Radityo Gambiro menginformasikan, pada pukul 01.45 dinihari, waktu Arab Saudi, lebih dari 100 orang jamaah di Mina atau Maktab 71 terkena Diare. “Setelah tim kesehatan turun tangan, diindikasikan diare jamaah akibat makanan. Nasi panas yang berlendir dan lauk yang sudah basi,” kata Radityo, Selasa (8/11). Dia menegaskan, tim Kesehatan dan Komisi VIII dan IX DPR RI yang sedang melakukan pengawasan, langsung menuju lokasi Maktab 71. Ketika Tim tiba di lokasi, sekejap tampak sampah yang menumpuk dan berserakan, kotor dan jorok, menyebarkan bau tak sedap di sekitar tenda Maktab 71. “WC yang terbatas membuat Jamaah yang diare semakin panik,” ungkapnya. Namun, lanjut dia, berkat kesigapan Tim Kesehatan, akhirnya situasi mulai terkendali. “Sampai jam enam pagi

ini, 10 orang jamaah masih dirawat secara intensif di Posko Pengobatan Haji Indonesia di Mina,” katanya. Melihat kondisi yang buruk seperti itu, Tim Pengawas DPR RI segera memanggil Panitia Penyelenggara Haji dan Penanggungjawab Maktab 71,” ungkapnya. “Masalah kebersihan dan makanan basi banyak menimbulkan masalah bagi jamaah haji Indonesia yang sedang mabid di Mina,” pungkasnya. Lingkungan Pemukiman Haji Memperihatinkan Tim Pengawas Haji Komisi VIII DPR RI, Selasa (8/11), menemukan banyak permasalahan terkait lingkungan pemukiman haji, di Mina, Arab Saudi. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Radityo Gambiro, menegaskan bahwa masih ditemukan ketidakpedulian terhadap kebersihan lingkungan. Seperti sampah yang menumpuk dan berserakan sehingga menyebarkan bau tak sedap serta pemandangan yang kotor dan jorok di hampir setiap lorong di antara tenda-tenda pemukiman Haji di Mina. “Kondisi ini menjadi perhatian besar Tim Komisi VIII DPR

RI. Selain itu juga masalah Kapasitas Tenda yang tidak mencukupi dan Makanan yang basi atau tidak memadai,” katanya dihubungi wartawan dari Jakarta, Selasa (8/11). Ditambahkan, ketiga hal Pokok tersebut menjadi kendala utama dan sangat mengganggu serta memengaruhi kondisi kesehatan para jamaah haji Indonesia yang sekarang terpusat berkumpul di Mina untuk mabid dan jumratan. “Seperti diketahui, setelah puncak ibadah yaitu Wukuf di Arafah, kondisi fisik dan kesehatan para jamaah sangat diuji kekuatannya,” tegasnya. Oleh karena itu, lanjut dia, situasi kebersihan lingkungan, kwalitas makanan dan tempat istirahat yang memadai di tenda-tenda di Mina menjadi sangat penting bagi jamaah yang sudah dalam kondisi kelelahan. “Komisi VIII DPR RI telah mengingatkan dan minta perhatian Kadaker Makkah dan Mina untuk meningkatkan pelayanan kebersihan lingkungan dan menjaga kualitas makanan agar tidak menimbulkan korban jamaah,” pungkas Radityo Gambiro.(boy)

Puluhan Aparat Disiagakan di Kantor Yayasan Darussalam arga Calhaj naik pitam. Makanya, untuk mengamankan proses pembayaran, puluhan aparat yang dipimpin langsung AKP Agus Sugiarso SIK turun ke lapangan. Aparat tersebut, sudah hadir lebih awal sebelum pertemuan yang akan digelar pukul 15.00 wita. “Kita monitoring terus

perkembangan dari keluarga Calhaj. Hasilnya, memang akan diadakan pembayaran ganti rugi, kita harus mengamankan sebab massa dari 10 Calhaj yang batal berangkat ini cukup banyak. Tapi, pas yang waktu pembayaran tidak seberapa yang datang,” ujar Agus di lokasi Darussalam. Bukan hanya itu, Kapolsek juga langsung menengahi permasalahan. Pasalnya, sebelum

proses ganti rugi dilaksanakan terdapat silang pendapat mengenai perjanjian yang telah dibuat. Ia meminta, kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara damai agar tidak ada lagi polemik yang terjadi. “Saya sudah mendengar keduanya, persoalan terkait pembayaran dan alhamdulliah semua bisa terselesaikan dengan baik,” katanya.(m1/ong)

na. Selama meniti karir di dunia kuliner, dia sangat antivetsin. Kalau ingin masakan gurih, harus rela menggerus rempah-rempah untuk menajamkan rasa. Itulah kenapa, begitu masakannya dicecap lidah para juri, rasa yang keluar adalah rasa asli. Di antara beberapa peserta lain, ada yang menggunakan jalan pintas dengan membubuhkan vetsin pada masakan. Namun, lidah para juri tidak bisa ditipu. "Ini yang kami cari,?rasanya maknyus," kata Lila, menirukan Bondan saat merasakan masakannya. Rahasia lain kemenangan Lila adalah bahan-bahan yang segar. Dia tidak mau saat hari H penilaian, semua masakan hanya dihangatkan karena dimasak pada hari sebelumnya.

Semua bahan-bahan masakan dibawa langsung dari Probolinggo. Mulai udang untuk bumbu-bumbu, rempah-rempah, hingga ikan hiu yang akan dijadikan opor. Karena ngotot memasak pada hari H, Lila harus bekerja ekstrakeras. Tepat setelah salat Subuh, duta kuliner Probolinggo tersebut mengajak lima orang kru yang dibawa dari kampung halaman mulai memasak. Semua proses memasak itu rampung pada pukul 10.00. Selain memaksimalkan rasa, mereka harus mengatur dekorasi kuliner. Untuk bisa sampai di Bali, Lila memulainya dengan mengikuti lomba memasak seeks Karesidenan Probolinggo. Dia meraih peringkat ketiga. Lalu, bersama peraih pering-

kat pertama dan kedua, dia berlomba di tingkat Jawa Timur dan menang sehingga berhak mewakili provinsi ke level nasional. Kini Lila tinggal menikmati buah dari kerja kerasnya. Selain usaha katering yang terus menggurita, dia memiliki sejumlah properti. Antara lain, tujuh unit rumah yang dia kontrakkan dan beberapa rumah kos. Dia berharap, masa tuanya bisa dihabiskan dengan berkumpul bersama keluarga dalam kebebasan finansial. Dengan mantan suaminya pun, Lila sangat baik. Bahkan, dia ikut mengurusi ayah dari dua anaknya itu. Kadang sang mantan suami ikut membantu mengantarkan katering. "Saya harus tetap ngopeni. Dia juga bagian hidup saya," katanya. (ttg)

Mediasi .....................

Mengandalkan Botok Lorjuk dan Sambal Keluak Lomba Masak ............. cakan oleh William, nama Lila Catering sama sekali tak ada. Begitu juga setelah peraih peringkat pertama dan kedua diumumkan. Lila pun gelisah. Tinggal peraih peringkat pertama yang belum disebutkan. Lila sudah kehilangan harapan. Namun, apa yang sama sekali tak terbayangkan oleh perempuan yang memulai usaha katering pada 1987 itu terjadi: Lila Catering terpilih sebagai juara pertama. "Saya seperti setengah sadar. Kaki langsung nggreweli (gemetar, Red)," kata perempuan yang kini berdomisili di Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, tersebut. "Semua juri juga kaget kalau yang menang ternyata katering rumahan," imbuh Lila yang berhak atas hadiah uang pembinaan Rp 10 juta dari Kementerian Perdagangan plus piagam atas prestasinya itu. Keberhasilan di Bali tersebut memang benar-benar datang dari bawah, dari sebuah kerja keras yang dimulai 23 tahun silam. Pemicunya pun sangat sederhana, yang jamak dihadapi ibu rumah tangga di mana saja: keinginan menambah uang belanja plus dana pendidikan anak. Maklum, suami Lila ketika itu, Rudi Alfanani, hanya bekerja sebagai tenaga lepas di Pabrik Gula (PG) Pajarakan. Gajinya kala itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga. Berbekal keahlian memasak, Lila mulai berjualan nasi dengan berkeliling di kampung asalnya, Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Sambil berjualan, Lila mulai bertanya kepada sejumlah tetangga tentang jumlah uang yang mereka habiskan untuk memasak per hari. Bermula dari survei sederhana itu, Lila menawarkan jasa rantangan. Gayung bersambut. Ada lima ibu rumah tangga yang menggunakan jasa Lila memasak nasi untuk kebutuhan setiap hari. Dari tiap-tiap rumah tangga itu, Lila menerima Rp 3 ribu sehari untuk biaya masak. Uang itulah yang dia kelola agar bisa mencukupi kebutuhan sekaligus keluarganya bisa nunut makan gratis. Usahanya terus berkembang hingga memiliki tiga warung. Namun, dia tak sanggup mengurusi warung sekaligus usaha rantangan. Akhirnya, warung ditutup serta dia berfokus menyuplai makanan untuk kalangan keluarga dan kantoran. Jalan hidup Lila penuh gejolak. Pada 2003, dia berpisah dengan suaminya, Rudi Alfanani. Saat keluar dari rumah, dua buah hati hasil pernika-

hannya hendak ikut dengannya. Namun, Lila menolak. Lila meminta agar dua putrinya itu tinggal bersama sang mantan suami sampai dirinya sukses. "Saya keluar dari rumah nggowo awak tok (tidak membawa apa-apa, Red)," ungkap dia. Lila kemudian memulai usaha katering pada 2005. Dia menyuplai makanan untuk instansi-instansi di Probolinggo. Sebagian besar pesta pernikahan dia garap. Lila harus bekerja ekstrakeras. Pernah salah seorang sopirnya terlambat datang. Akhirnya, mau tidak mau dia menyopiri sendiri truk yang mengangkut perlengkapan prasmanan. Lila juga menjalankan usahanya dengan etika bisnis yang ketat. Dia tidak mau mengambil untung terlalu besar. Yang penting, untung tipis, tetapi berkelanjutan. "Kalau acaranya sudah sukses, baru boleh dibayar. Alhamdulillah, tidak ada yang nakalan. Semuanya beres, bahkan semakin banyak yang order," katanya. Pada 2009, Lila akhirnya

menikah untuk kali kedua dengan Joko Wiyono. Pernikahan tersebut seperti melengkapi hidupnya. Joko yang beranak satu itu merupakan seniman Probolinggo yang memahami seni dekorasi. Lila mengurusi masakan, Joko menangani dekorasi. "Saya bersyukur atas semua itu. Saya orang ndeso, cuma bisa masak dari kukusan sama botok, kok ya bisa menang," ucap Lila, yang ketika ditemui akhir pekan lalu didampingi Kasi Pelayanan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala. Di Bali, Lila mengandalkan masakan dari hasil laut khas Probolinggo. Yaitu, botok lorjuk, peyek kupang, urap-urap kupang, sate komo, dan botok mutiara bromo. Untuk masakan pendukung, Lila menyajikan opor ikan hiu, bebek goreng, rujak kebalan, sambal pencit, dan sambal keluak. Sedangkan untuk minuman, Lila membuat pokak, sinom, dan bongko menthuk. Dari semua masakan itu, sambal keluak benar-benar mem-

buat kaget William. "Saya bilang ke Pak William Wongso, caranya gampang. Cabai rawit dibakar, kemudian diulek dengan kluwek (keluak), dikasih garam, sudah," ucap dia. "Itu dimakan dengan bebek goreng buat, dicocol," imbuhnya. Selain William, juri lain terdiri atas Bondan Winarno, Vindex Tengker, Hein von Holsen (Australia), dan Henet de Neefe (Belanda). Mereka mendasarkan penilaian atas tiga segi. Salah satunya, otentisitas atau masakan dan minuman yang disajikan adalah produk unggulan daerah. Dua segi lain adalah cita rasa dan cara penyajian makanan. Otentisitas dan cita rasa memiliki persentase penilaian 40 persen masing-masing. Sedangkan bobot cara penyajian sebesar 20 persen saja. "Sebelum berangkat ke Nusa Dua, sudah ada geladi bersih. Mencicipi masakan yang akan dilombakan di panti PKK," kata Andjar, mengawali cerita. Selain persiapan yang matang itu, Lila menuturkan bahwa rahasia menjadi juara sebenarnya cukup sederha-


8

Kendari Pos |Rabu, 9 November 2011

Hadapi Mafia Pajak

SBY Dinilai Hanya Banyak Omong MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati (kiri) dan pimpinan Bank Dunia lainnya di Kantor Kepresidenan, Selasa (8 Nov 2011) di Istana Negara di Jakarta. Kedatangan mantan menteri keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II tersebut ke Indonesia dalam rangka menghadiri dan menjadi pembicara pada pertemuan menteri keuangan ASEAN.

SBY Sambut Sri Mulyani Jakarta, KP Untuk kali kedua, Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak tidak lagi menjabat sebagai menteri keuangan. Kemarin (8/11), direktur pelaksana Bank Dunia itu diterima mantan atasannya di kabinet tersebut di Kantor Presiden. Sri Mulyani membawa sejumlah delegasi dari Bank Dunia. Antara lain, Asisten Khusus Direktur Pelaksana Robert Shaum, Direktur Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Stefan Koeberle, dan Kepala Ekonom Bank Dunia Shubham Chaudhuri. Selanjutnya, Manajer Pembangunan Berkelanjutan Bank Dunia Franz DreesGross, dan Koordinator Program Bank Dunia Mark Hagerstrom. Mengenakan baju batik terusan selutut warna coklat, Sri

Mulyani tampak menebar senyum saat disambut SBY di depan pintu masuk ruang pertemuan. “Apa kabar, Bapak,” sapa Ani,

sapaan Sri Mulyani, lantas berjabat tangan dengan SBY. Keduanya menyempatkan menahan jabat tangan untuk dia-

badikan gambarnya. “Welcome home. Selamat datang kem-

Baca SBY di Hal. 2

Jakarta, KP Anggota Pansus Mafia Pajak dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak serius menghadapi para mafia pajak. Menurut Martin, SBY bahkan hanya banyak omong tanpa langkah nyata dalam memberantas mafia pajak yang merugikan negara Rp2,6 triliun pada tahun 2010. “Omongan presiden SBY dan tindakannya tidak sebanding. Beliau lebih banyak penekanan kepada retorikanya saja,” kata Martin Hutabarat, kepada pers di Jakarta, Selasa (8/11). Dijelaskan Martin, sebagai seorang presiden SBY mestin-

ya dapat memerintahkan seluruh aparat penegak hukum dalam melakukan pengawasan terhadap pendapatan keuangan negara yang diperoleh dari pajak. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi pengemplang pajak yang leluasa memanipulasi dan merugikan negara. “Jadi, kalau SBY tegas maka persoalan akan selesai,” tegasnya. Martin menambahkan, akibat ulah pengemplang pajak yang lolos dari pengawasan, tax ratio di Indonesia mengalami penurunan. Menurut dia, tax ratio Indonesia masih sangat rendah yakni 12 persen. Angka itu jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan tax ratio Srilangka yang sudah 17 persen, Malaysia 22 persen.

“Harus ada yang dibenahi disektor perpajakan. Itu sebenarnya kalau dibenahi, maka pendapatan negara akan tinggi,” katanya. Seperti diketahui, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) Haryono Umar menyatakan bahwa hampir setiap tahun keuangan negara dirugikan sangat besar karena penetapan kadaluarsa pajak oleh pemerintah. Dia menyebutkan, pada tahun 2010 lalu di Kementrian Keuangan menyatakan kerugian akibat kedaluarsa pajak mencapai Rp 2,6 triliun. Itu yang diketahui saja. “Bagaimana dengan tahun-tahun sebelumnya yang kita tidak tahu,” kata Haryono.(boy)


Rabu, 9 November 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Dampak Perubahan Iklim Ancam Wilayah Kepulauan foto-foto la ode iman/kp

Ermawati M. Ali Akbar, SH Komunika

siapa menyusul ?

113 Buku 22 Buku 100 Buku

1263!

buku mi

KAMPUS

Dosen-Mahasiswa Dilatih Pembelajaran Aktif LEMBAGA Kajian Pengembangan Pendidikan (LKPP) Unhalu menyelenggarakan pelatihan pembelajaran aktif dan pemanfaatan teknologi informasi (IT), terhitung 7 - 9 November di salah satu hotel di Kendari. Kegiatan dibuka Pembantu Rektor I Unhalu, Prof La Sara, diikuti 50 peserta yang tediri dari dosen dan mahasiswa Unhalu. Ketua LKPP Prof H Anwar menjelaskan, pelatihan yang baru kali pertama digelar bermaksud memberikan ketrampilan pada dosen dalam melaksanakan pembelajaran aktif yang berpusat pada mahasiswa untuk setiap mata kuliah. Penerapan pembelajaran aktif di perguruan tinggi didasarkan pada prinsip cara belajar terbaik bagi maha-

Baca DOSEN di Hal 11

Peserta dialog interaktif tentang dampak perubahan iklim yang diikuti pelajar,mahasiswa dan masyarakat umum. Mereka antusias mempertanyakan global warming, namun tidak menyoroti ketidakseriusan pemerintah dalam mengatasinya.

Kendari, KP Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan dengan perubahan iklim yang bisa menyebabkan banjir, longsor, kemarau panjang, angin kencang, dan gelombang tinggi. Ancaman terhadap bencana ini bahkan dapat terjadi dalam

foto:sulis/kp

Telkomsel Bagi Daging Qurban TELKOMSEL Regional Sulmalirja membagikan 16 ekor sapi dan 63 ekor kambing untuk masyarakat di sekitar Kantor dan BTS Telkomsel yang terbagi dalam sembilan wilayah kantor pelayanan Telkomsel yaitu Jayapura, Sorong, Timika, Ambon, Manado, Palu, Kendari, Gorontalo dan Makassar. Sebanyak 62 titik BTS tersebut mendapatkan pembagian hewan qurban dari Telkomsel. Di Makassar penyembelihan hewan qurban di pusatkan di Gedung Baruga Telkomsel yang baru diresmikan Agustus lalu. Pembagian diberikan dalam bentuk pertukaran kupon yang telah disebar kepada warga sekitar site, penjaga site, warga lingkungan kantor Baruga Telkomsel, karyawan outsource, petugas kebersihan, dan panti asuhan. GM Sales and Customer Service Regional Sulmalirja , Harris Wijaya mengatakan, Telkomsel sebagai perusahaan selular milik bangsa, menyambut momen yang ditunggu - tunggu umat Islam. ‘’Momen ini baik sekali digunakan

Baca TELKOMSEL di Hal 11

Baca DAMPAK di Hal 10

Aib Beby Manuhutu Dikuak Saksi Ngaku Tahu Jadi Panitia Ketika Dipanggil Jaksa Kendari, KP Nasib terdakwa korupsi pengadaan mobil dinas (Mobdis) gubernur, Beby Manuhutu dan Candra Liwang bagai di ujung tanduk. Lima saksi yang kembali

dihadirkan kemarin terus memojokan Beby. Dalam sidang yang dipimpin Nelson Samosir SH, menunjukan ketidakberesan pengadaan mobdis. Misalnya kesaksian Lukman yang bertugas sebagai anggota panitia. Menurutnya,dia tak mengetahui kalau tercatat sebagai anggota panitia pengadaan barang. “Saya tidak tahu ka-

lau masuk anggota pengadaan barang. Nanti dipanggil kejaksaan baru saya tahu kalau nama saya masuk sebagai anggota,” terang Lukman. Ia menjelaskan, SK pengangkatan dirinya sebagai anggota panitia lelang dilihat saat di kantor kejaksaan. Karena ketidaktahuannya, maka Lukman sama sekali tidak pernah melakukan

tahapan-tahapan dalam pengadaan mobdis. Lima saksi yang dihadirkan jaksa semua adalah panitia lelang. Mereka termasuk Muh Kasim Abdullah, Jawar Dudu, Jalil, dan Ali Akbar. Ketidakberesan pengelolaan lain-

Baca AIB di Hal 10

Tertibkan Baliho

Jangan Pilih Kasih

Kendari, KP Pencopotan baliho Tony Herbiansyah dan Ridwan BAE menuai protes dari parlemen. Wakil Ketua Bahrun Konggoasa menilai, perlakukan tersebut sebagai bentuk pilih kasih. Sebab penertiban dilakukan tak merata karena ada beberapa baliho masih utuh. “Saya sebenarnya mendukung upaya Pemkot dalam menegakkan Perda K3. Tapi itu harus merata, jangan pilih kasih. Jangan sampai hanya karena benda mati seperti itu akanmembawa dampakburuk bagi pemerintah. Itukan sangat tidak wajar,” katanya.

Suasana pemotongan hewan qurban dari Telkomsel.

intensitas yang lebih besar lagi dan secara langsung dirasakan petani, nelayan, pesisir, perdesaan,dan perkotaan. Nah, untuk lebih memahami dampak tersebut, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI)

foto: dokumentasi/kp

Baliho dirobohkan Pol PP karena dianggap kadaluarsa.

Baca JANGAN di Hal 10

Mobil Damkar Tak Standar Kendari, KP Kantor Pemadam Kebakaran (damkar) merupakan lembaga teknis yang sangat dibutuhkan. Sayangnya, perannya tidak seimbang dengan kualitas damkar yang dimiliki saat ini. Kasubag Tata Usaha Damkar , Anwar mengatakan, mobil damkar yang masih bisa beroperasi higga saat ini, 6 unit. Tapi, tak satupun memenuhi standar dari segi peralatan dan fasilitasnya. Padahal kata dia, jika ada salah satu

Baca MOBIL di Hal 11

Tahun 2012 Pos Pembantu Damkar Beroperasi

foto:dokumentasi/kp

Mobil pemadam kebakaran sudah tal layak karena alat dan fasilitasnya tidak lagi standar.

Kendari, KP Jika tak ada aral melintang, tahun 2012 akan datang tiga pos pembantu pemadam kebakaran (damkar) yang dibangun akan berfungsi. Pos itu berada di tiga titik seperti Benu Benua, Punggolaka dan Poasia sudah rampung. Namun belum difungsikan secara maksimal. Menurut Anwar, Kasubag Tata Usaha damkar, tiga bangunan itu akan difungsikan mulai tahun 2012.

Baca POS di Hal 11


Metro

10

Kedepankan Komunikasi Jangan... Ia juga membenarkan memasang baliho ataupun reklame jenis apa saja, harus melalui prosedur, salah satunya izin kepada instansi terkait. Jangan asal memasang saja, karena ada tempat-tempat dan wilayah yang memang tidak diperkenankan untuk memasang reklame ataupun pemberitahuan sejenisnya. Demikian pula dalam melakukan penertiban, pemerintah juga sebaiknya memberi konfirmasi kepa-

da pihak-pihak yang bersangkutan, agar tidak terkesan ada penurunan baliho secara paksa. “Kita ini punya aturan. Jadi siapapun itu, harus berupaya untuk menegakkannya. Baik warga maupun pemerintah jangan sampai melakukan tindakan yang menimbulkan ketersinggungan. Ada baiknya komunikasikan lebih dahulu agar tidak muncul perpecahan,” kata Bahrun. Pria berkacamatan itu mengaku dalam waktu dekat akan mengundang KPU, Parpol dan Dispenda untuk membahas persoalan baliho. Dicari titik temunya agar tidak menimbulkan masalah. (fya)

Beby Minta Penomoran Diundur Aib... nya terungkap melalu saksi Jalil. Jalil adalah anggota panitia pengadaan barang, sekaligus kasubag evaluasi bagian penomoran di biro hukum. Menurutnya, pada tanggal 6 November 2008 lalu, dia didatangi terdakwa Beby Manuhutu. Kala itu, terdakwa menyodorkan dokumen untuk ditandatangani. Saat itu, Jalil hendak memeriksa dokumen tersebut. Namun ditolak terdakwa. Alasannya, dokumen tersebut sudah sesuai prosedur dan sudah ditandatangani pejabat-pejabat lainnya. Mendengar alasan itu, maka Jalil tidak kuasa menentang perkataan ketua panitia pengadaan mobil dinas tersebut. “Saya tanda tangan saja karena waktu itu Pak Beby langsung membuka-bukakan lembaran yang akan saya tanda tangani,” katanya. Pada saat itu juga, terdakwa meminta Jalil untuk memberikan nomor SK penunjukkan pengadaan mobil dinas. Tapi anehnya, terdakwa meminta nomor SK untuk pengeluaran tanggal 17 Juli 2008, bukan tanggal 6 November 2008. Jalil pun sempat mempertanyakan perihal tanggal tersebut pada terdakwa. Namun, terdakwa tetap mendorong Jalil untuk tanda tangan saja. Karena mengikuti permintaan itu, Jalil memberikan nomor 427A. Nomor tersebut dikeluarkan dengan alasan nomor surat yang diminta terdakwa sudah tidak ada. Sehingga, dia meminta nomor sesuai dengan tanggal 17 Juli 2008, dan untuk membedakannya maka Jalil menambahkan kode ‘A’ di belakang nomor itu. Namun begitu, Beby masih sempat berkelit. Keteran-

gan yang diberikan saksi tidak semua benar. Menurutnya, ia datang bukan tanggal 6 November 2008, tapi sebelum tanggal tersebut. Pengakuan saksi semua menyudutkan terdakwa. Misalnya dokumen, mereka tak membaca lagi karena langsung diperintah untuk tandatangan, termasuk tidak mengetahui tahapan pengadaan barang. (p3)

Kendari Pos | Rabu, 9 November 2011

Diolah tapi Perhatikan Dampaknya Dampak... pusat bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sultra menggelar dialog bersama Dinas Pertambangan, mahasiswa, wiraswasta maupun perwakilan pelajar SMU. Anggota DNPI pusat Widiatmi Sih Winanti menejelaskan, agenda pusat ini diselenggarakan diseluruh wilayah Indonesia. Tujuannya agar pemerintah maupun masyarakat bisa menyadari pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari berbagai bencana yang bisa mengancam kehidupan. “Kami memaparkan, tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Ini harus dilakukan terutama para generasi penerus bangsa agar mereka paham bisa hidup secara efisien,”katanya. Perubahan iklim yang sedang terjadi perlu disikapi dengan memperdalam pemahaman tentang proses kejadiannya secara ilmiah, baik penyebab maupun dampaknya terhadap manusia dan lingkungan. Dengan pemahaman tersebut, dapat direncanakan upaya penyesuaian (adaptasi) dan pencegahannya (mitigasi). Strategi yang sifatnya terintegrasi setiap sektor sangatlah diperlukan. Bukan hanya di tingkat

pusat, tetapi terutama di tingkat daerah. Sebab berbagai dampak maupun upaya bisa saja terjadi. “Kalau kita berbicara tambang, memang sesuai aturan diolah untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Tapi, dalam pengelohannya tidak boleh berdampak pada masyarakat. Misalnya, pengaruh bagaimana kita menambang dengan rendah karbon atau, memperhatikan hutan gambut yang ada,”terangnya. Nara sumber lain Dosen Perikan Unhalu Dr La Ode Sabaruddin menerangkan, sisi monitoring kerusakan hutan akibat ulah pertambangan harus secara jeli. Terutama, reklamasi hutan sesuai aturan yang ada dalam Amdal. Pasalnya hutan sangat banyak mengandung air atau merupakan paru-paru dunia. “Sekarang hutan kita sudah banyak kubangan dan reklamasi tidak diadakan. Seharusnya, yang sudah berlubang itu ditanami baru pindah kelokasi lain. Saya curiga jangan sampai kontrak sudah selesai Sultra hanya mendapat kubangan. Memang, tambang itu anugerah Allah SWT untuk memajukan perekonomian. Tapi, harusnya diolah dengan memperhatikan dampaknya,”terangnya. (m1)


Kendari Pos | Rabu, 9 November 2011

Tiap Pos Ditempati 8 Personil Pos... Saat ini pihaknya sedang merancang dan menganalisa bagaimana pengaturan anggota yang bertugas di setiap po. “Hasil rancangan sementara, setiap pos akan ditempati 8 personil / 24 jam. Pergantian shift akan dilakukan esok harinya, setelah tim yang lain masuk. Kalau memungkinkan, setiap pos akan dilengkapi satu unit mobil damkar, agar pelayanan lebih cepat ke masyarakat,” katanya. Tujuan pendirian pos untuk mempercepat daya jangkau petugas damkar dalam mengangani musibah kebakaran. Apalagi, kantor yang di tempati saat ini lokasinya cukup jauh dari tiga daerah yang dimaksud. Untuk menjangkaunya, butuh waktu lagi. “Dengan adanya pos kami harap bisa maksimal melakukan pelayanan kepada masyarakat. Meskipun mobil damkarnya belum standar, minimal kita tidak telambat tiba di lokasi kebakaran,” katanya. (fya)

Metro

Komitmen Membantu Masyarakat Telkomsel... untuk membantu semua saudara – saudara kita yang masih sangat membutuhkan bantuan. Tahun ini, Telkomsel memfokuskan pembagian hewan qurban untuk masyarakat di sekitar BTS, karena Telkomsel juga peduli dengan keadaan masyarakat

di sekitar BTS tersebut,” terangnya melalui release yang diterima Kendari Pos, kemarin. Dengan pembagian hewan qurban, Telkomsel terus berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan pelanggan. “Hal ini sekaligus menjadi bukti komitmen dari Telkomsel untuk terus membantu masyarakat Indonesia dan Jawa Timur khususnya

yang masih membutuhkan bantuan,” paparnya. Menurutnya qurban adalah salah satu bentuk kegiatan Corporate Social Responsibility Telkomsel yang di selenggarakan setiap tahun. Selain qurban kegiatan CSR lain yang di jalankan oleh Telkomsel adalah program Online Mesjid Raya Telkomsel.(lis/awl)

Dosen Harus Bernuansa PAKEM Dosen... siswa adalah dengan melakukan, dengan menggunakan semua inderanya dan dengan mengeksplorasi lingkungannya yang terdiri atas orang, hal, tempat dan kejadian yang terjadi dalam kehidupan nyata. “Memanfaatkan IT saat proses belajar mengajar tentu akan menciptakan kondisi aktif baik bagi dosen maupun mahasiswa saat interaksi. Ini jauh lebih praktis, dengan perkembangan

teknologi, dosen dan mahasiswa bisa mengakses berbagai sumber pembelajaran. Insya Allah ini bisa diterapkan sepenuhnya di Unhalu mulai tahun 2012. Makanya dalam pelatihan ini, sejumlah narasumber terkait dan selalu menjadi pembicara nasional kami datangkan, seperti Subair PhD, penatar pembelajaran aktif tingkat nasional dan Dr Elang Krisnadi, ahli bidang pembelajaran jarak jauh,” ungkap Prof Anwar yang juga Pakar Sejarah Unhalu ini, kemarin. Ketua panitia Dr La Ode Nafiu me-

nambahkan, permasalahan yang dihadapi oleh dosen, khususnya di Unhalu adalah sebagian besar belum memahami dengan baik mengenai pembelajaran aktif, khususnya dosen yang berasal dari non kependidikan, sebagian besar dosen belum memiliki pengalaman yang memadai dalam menerapkan model pembelajaran aktif pada mata kuliah yang diajarkan. Hal lain, sebagian besar dosen belum memiliki silabus dan SAP yang bernuansa PAKEM (pembelajaran aktif, kreatis, efisien dan menyenangkan). (lia)

11 Upayakan Pengadaan Demi Pelayanan Mobil... yang memenuhi kategori standar, jumlah itu sudah ideal untuk melayani wilayah Kota Kendari. “Orang dari luar daerah kadang menyindir kendaraan damkar kita, karena hanya menggunakan mesin tempel,” katanya. Ia berharap, pemerintah merespon kebutuhan itu. Pasalnya, mobil damkar memang sangat dibutuhkan, apalagi saat menghadapi kondisi yang emergency.Tak heran kadang proses pemadaman agak lama dilakuka karea kondisi mobil yang kurang maksimal dalam beroperasi. “Untuk pengadaan kendaraan damkar itu berasal dari ABPN. Jadi kami berharap, usulan Pemkot ataupun DPRD untuk pengadaan mobil damkar ke pusat. Minimal satu unit yang standar,” harapnya. Ketua Komisi I DPRD Hj Nurhan mengakui, mobil damkar yang ada saat ini sudah tidak standar lagi. Mestinya dilengkapi alat dan fasilitasnya agar dapat beroperasi maksimal. Untuk pengadaan mobil damkar melalui APBD dirinya mengaku cukup berat. Sebab harga mobil sangat mahal. Seandainya ada dana pusat, kemungkinan bisa di sharing ke APBD. “Kita akan berupaya untuk mengusulkan pengadaannya ke pusat. Tapi lebih awal, akan kami konsultasikan dengan semua anggota komisi. Mudah-mudahan ada peluang untuk pengadaan mobil damkar ini,” harapnya. (fya)


Edukasi

14

SMAN 9 Kendari Bentuk Wakasek Peningkatan Mutu Kendari, KP Untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 9 Kendari, kini kepala sekolah satuan pendidikan tersebut telah membentuk wakil kepala sekolah peningkatan mutu. Bertambahnya struktur kepala sekolah dalam rangka peningkatan prestasi siswa. Wakasek Humas SMAN 9 Kendari, La Ode Rudi mengatakan, mengaku sekolah binaan Drs Nengah Negara tersebut telah memiliki banyak prestasi. Namun dengan adanya wakasek peningkatan mutu diharap dapat

meningkatkan prestasi siswa dalam berbagai bidang. “Tahun ini sekolah kami sudah membentuk wakasek peningkatan mutu. Tambahan wakasek, kami harap akan ada peningkatan dalam semua bidang, misalnya ekstrakurikuler dan dalam ajang olimpiade. Jadi tugas wakasek peningkatan mutu adalah mempersiapkan siswa yang bisa unjuk kebolehan dalam berbagai lomba,” kata La Ode Rudi. Seperti diketahui, beberapa bulan terkahir sekolah tersebut berhasil menggondol

beberapa kejuaraan. Prestasi yang diraih saat mewakili Sultra dalam lomba cerdas cermat empat pilar negara di Jakarta, dan juara se-Sultra dan juara I se-Indonesia Timur dalam lomba softball di Makassar. Perlu digarisbawahi katanya bahwa prestasi yang dimiliki sekolah bukan karena sekolah memiliki status. Hal itu karena kualitas guru dan pasrtisipasi diharapkan dapat saling mendukung dan memaksimalkan prestasi sekolah, sehingga bisa meningkatkan mutu satuan pendidikan. (m2)

Unhalu Kirim 176 Judul Proposal Kendari, KP Sebanyak 176 judul proposal mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unhalu yang berhasil dikirim ke Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dirjen DIKTI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proposal tersebut merupakan program kreativitas mahasiswa (PKM) tersebut akan bersaing memperoleh pembiayaan tahun anggaran 2012. Pengiriman proposal PKM tersebut, bertambah sekitar 51 judul dari tahun 2010 sebanyak 125 judul. Bertambahnya jumlah judul Ini merupakan keberhasilan dari program pelatihan penulisan PKM yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2008 dan pelibatan mahasiswa penerima beasiswa di lingkup FPIK. Dekan FPIK Unhalu Prof. Laode Muh. Aslan menjelaskan, peningkatan jumlah proposal diikuti pula oleh peningkatan variasi jenis proposal PKM yang dikirimkan. Tahun 2011, ada lima bidang yang ditawarkan Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yaitu PKM bidang Kewirausahaan (PKMK), Pengabdian Masyarakat (PKMM), bidang Penelitian (PKMP), bidang Penerapan Teknologi (PKMT) dan bidang Karsa Cipta (PKMKC). Walaupun jumlah proposal PKMK dan PKMM tetap mendominasi sebanyak berturut-turut sebanyak 86 dan 52

judul namun PKMP menunjukkan kenaikan yang signifikan. “Tahun ini proposal PKMP mengalami peningkatan menjadi 37 judul atau sekitar 21persen dari total jumlah proposal dari tahun 2010 yang hanya 10 judul atau 10 persen. Sedangkan PKMT hanya mengirim satu judul. Target yang ditetapkan tahun lalu untuk memperbesar jumlah proposal PKMP menjadi minimal 2 kali lipat telah dicapai tahun ini. Tahun depan, ditargetkan tetap dijaga dalam kisaran yang sama atau dengan peningkatan sekitar 10 persen dengan memperbesar jumlah proposal PKMKC dan PKMT,” tandasnya. Keseluruhan proposal tersebut, kata Aslan, merupakan kombinasi dari lima program studi yang terdiri dari management sumberdaya perairan (MSP), budidaya perairan (BDP), BDP konsentrasi abalon, MSP kelautan dan bisnis perikanan. Antusiasme mahasiswa juga mendapat dukungan penuh dari seluruh dosen di Lingkung FPIK yang bersedia menjadi dosen pendamping bagi mahasiswa yang mengirimkan proposal PKMnya yaitu sebanyak 40 dosen. Proposal PKM tahun ini yang dikirim ke DIKTI membengkak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, FPIK hanya mengrimkan kurang lebih 125 proposal PKM dan tahun ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan. PKM itu

sendiri merupakan salah satu program yang secara positif merangsang mahasiswa untuk melahirkan ide-ide yang kreatif, unik dan menarik. Diantara beberapa judul PKM yang dikirim yaitu Pengenalan Alat Tangkap Pasif Sederhana dan Ramah Lingkungan (Sero) untuk Menunjang Kehidupan Masyarakat Pesisir di Desa ToliToli oleh Usman, Mahasiswa Program Studi BDP angkatan 2009 yang didampingi oleh Abdul Muis Balubi, MIRAKA (Mie Rumput Laut Kaholeo) oleh Indira Rosvita Sari, Mahasiswa MSP Konsentrasi Kelautan angkatan 2011 yang didampingi oleh Gamsir Bachmid, dan Aplikasi teknologi Pemanfaatan Tenaga Surya (SUNSEAFI) sebagai Pengering Rumput Laut Alternatif Ramah Lingkungan oleh Armin, mahasiswa BDP angkatan 2009 yang didampingi oleh Ld. Muh. Yasir Haya, M.Si, dan masih banyak lagi proposal lainnya. Apresiasi patut diberikan kepada mahasiswa FPIK yang terlibat dalam kegiatan penyusunan proposal PKM tahun ini terutama mahasiswa angkatan 2011 (semester pertama) karena mereka semua telah bekerja keras untuk menuangkan ide-ide kreatifnya dalam berbagai bidang. Sekitar lima persen proposal yang dikirim tahun ini merupakan hasil karya mahasiswa baru angkatan 2011 yang berasal dari program beasiswa unggulan abalone, kosentrasi bisnis perikanan, MSP, kosen-

trasi kelautan dan BDP. “Naiknya jumlah proposal PKM yang dikirim tidak terlepas pula dari peranan dosen pembimbing yang berasal dari berbagai fakultas selain FPIK antara lain F.Teknik, F.MIPA dan FEKON. Sekitar 90 persen dosen FPIK berkontribusi dalam pembimbingan proposal, sedangkan sisanya berasal dari fakultas-fakultas tersebut. Oleh karena itu melalui penyusunan proposal PKM ini diharapkan sebagai langkah untuk menjalin kerjasama yang baik di antara fakultas di Unhalu,” tambah dekan FPIK Unhalu ini. Namun demikian beberapa tantangan ke depan harus ditindaklanjuti agar FPIK Unhalu mampu bersaing dengan perguruan tinggi maju seperti UGM, IPB dan UI dalam hal menjaga keberlanjutan hasil PKM. Selama ini proposal PKMK FPIK yang dibiayai belum mewujud untuk menjadi embrio usaha yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Padahal di perguruan tinggi maju katanya, hampir 70 persen PKMK mampu menjadi lahan usaha yang nyata bagi para mahasiswa. Strategi yang akan dikembangkan adalah melakukan pendampingan terhadap kegiatan PKMK yang memiliki potensi untuk menjadi industri skala kecil. Pendampingan ini akan dilakukan oleh dosen FPIK yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan di IPB dan Unhalu di bawah naungan Koperasi Mahasiswa. (m2/lia)

Kendari Pos |Rabu, 9 November 2011

SMK Kota Kendari Terus Ukir Prestasi Kendari,KP tingkat Kota Kendari. Seringnya para “Sudah menjadi program kerja kami siswa SMK Kota Kenuntuk melaksanakan dari mewakili Sultra berbagai lomba yang pada berbagai ajang akan ada kaitannya lomba tingkat nasiondi tingkat nasional. al, menunjukan SMK Hasil juara lomba Kota Kendari memilyang diperoleh akan iki prestasi lebih dilakukan pembidibanding SMK lainnya se-Sultra. Prestanaan untuk menghsi yang dicapai ini adapi lomba tingkat tidak terlepas dari inprovinsi. Selain itu tensnya Dinas Dikmelalui lomba tersenas Kota Kendari, but, sekolah dapat mengukur tingkat kemelaksanakan berbberhasilan PBM regagai lomba seriing uler,” ungkapnya. dengan ajang tingkat Darwis Meskipun demikinasional. an, pihaknya mengimbau Disdik Sul“Kami bersyukur karena rata-rata tra agar dapat melakukan pembinaan siswa SMK Kota Kendari mewakili lebih kepada siswa kabupaten/kota Sultra dalam ajang nasional, seperti di tahun 2011 ini SMK Tunas Husada se-Sultra, tidak terkecuali Kota KenKendari telah berangkat ke Jakarta dari ketika menjadi perwakilan provinmewakili Sultra dalam lomba MIPA si ke tingkat nasional. “Dengan demikibiologi,” ujar Kasi SMK, Darwis. an diharapkan hasil yang dicapai seSelain disebabkan proses belajar makin meningkat dari tahun ke tahun, apalagi sharing pembinaan baik denmengajar (PBM) yang baik di lingkungan sekolah maupun Diknas dapat digan sekolah, prestasi yang dicapai juga lakukan,” tutupnya. (fas) berkat intensnya pelaksanaan lomba

MTsN 1 Kendari Genjot Penelitian Guru Kendari,KP Penelitian tindakan kelas (PTK) menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar (KBM) di suatu kelas yang tentu akan ikut memengaruhi prestasi. Keberadaan PTK itu penting, sehingga MTsN 1 Kendari menggenjot para guru lembaga itu. “Pada umumnya setiap guru telah melakukan PTK, tetapi untuk efektifnya PTK tersebut selain dibutuhkan kesadaran dari guru bersangkutan juga dibutuhkan monitoring dan evaluasi. Tujuan yang dibutuhkan adalah lebih menyemangati guru sekaligus menilai keberhasilan yang dicapai,” kata Kepala MTsN 1 Kendari, La Tangkalalo MPd. Diungkapkan setiap tahunn terdapat guru MTsN 1 Kendari yang ikut serta dalam lomba guru berprestasi,

karena intens melakukan PTK dan penelitian sejenis. “Tahun 2011 ini terdapat guru MTsN Kendari yang ikut serta dalam lomba guru berprestasi, yaitu atas nama Hidayati Fauziah. Khusus untuk PTK, kami fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran berbasis IT. Tentunya dengan memasukan unsur-unsur pendidikan karakter di dalamnya,” ungkapnya. Mantan Kepala MTsN 2 Kendari ini mengatakan, berkat kekuatan penelitian, kebanyakan guru MTsN 1 Kendari menjadi juara guru madrasah berprestasi. “Selain itu ratarata guru berprestasi itu akhirnya menjadi kepala madrasah, dengan perkembangan madrasah yang pesat karena mereka memiliki target yang pasti,” tandasnya. (fas)


Kendari Pos |Rabu, 9 November 2011

Peserta Didik Kehilangan Motivasi Kendari, KP Banyak prestasi yang telah ditorehkan Yayasan Al Fath Kendari saat menjadi juara umum dalam festival anak soleh tahun 2011. Namun saat ini pendiri yayasan tersebut, Irna Eliza S.Psi., mengaku para peserta didiknya merasa kehilangan motivasi. Psikolog tersebut mengkritisi karena kegiatan yang dilaksanakan hanya sampai di tingkat Kota Kendari. “Dalam festival anak soleh yang dilaksanakan BKPRMI, utusan yayasan kami mendapat juara umum. Namun sayang kegiatan ini tidak sampai ke tingkat nasional dan hanya dilaksanakan di tingkat Kota Kendari, sehingga anak-anak jadi kehilangan motivasi,” imbuhnya. Secara psikologis, lulusan Sarjana Psikologi UGM itu mengatakan kasus seperti itu, peserta didik akan kehilangan semangat dan motivasi. Bukan tidak mungkin karena anak sudah melakukan persiapan yang matang namun langsung terputus harapannya. Masalah itu juga dapat menimbulkan kekecewaan dan rasa tidak percaya terhadap orang dewasa. “Sangat ironi jika pendidikan karakter selalu digembor-gemborkan. Padahal pendidikan karakter seharusnya dimulai dengan teladan para orang dewasa yang memberi contoh kepada anak-anak kita,” katanya. Untuk diketahui, dalam festival anak soleh Yayasan Al Fath mengantongi juara pertama untuk lima bidang lomba, yakni cerdas cermat TKA, cerdas cermat TPA, terjemah lafsiah TQA, pidato bahasa Arab dan bahasa Inggris. “Salah satu anak didik kami, yang bernama Fauziah telah terbukti kehilangan motivaisi. Ia mengaku tidak mau ikut berlomba lagi, karena pernah kecewa,” ujarnya. (m2)

Edukasi

15

Hasil Akreditasi, Pendidikan Tertinggal Kendari,KP Para pemangku kepentingan dan stakeholder terkait serta masyarakat Sultra, harus bahu-membahu meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan hasil akreditasi Badan Akreditasi Provinsi (BAP)Sekolah/Madrasah (S/M) Sultra, menunjukan pendidikan tertinggal jauh dari pendidikan nasional. Opini itu mengemuka pada seminar hasil akreditasi sekolah/ madrasah kemarin (8/11) di aula LPMP Sultra. Peserta seminar adalah unit pelaksana akreditasi (UPA) kabupaten/kota seSultra, serta para pemangku kepentingan lingkup dinas pendidikan dan Kemenag. Dalam pemaparan Sekretaris BAN-S/ M, Dr Suharto Ed D, hasil akreditasi seIndonesia tahun 2008 menunjukan dari 33.776 TK/RA hingga SMA/SMK termasuk SLB, sekolah/mdrasah tidak terakreditasi (TT) sebanyak 1.731 sekolah/madrasah atau empat persen. Tahun 2009 dari 33.776 S/M sebanyak 2.613 TT atau 8 persen dan tahun 2010 dari 27.796 S/M sebanyak 1.005 TT atau empat persen. “Untuk Sultra tahun 2009 rata-rata kabupaten/ kota TT di atas 35 persen, bahkan tidak ada yang terakreditasi A. Sekolah yang tidak terakreditas terdapat di kabupaten pemekaran Konawe, Konsel, Konut dan Kolut serta kabupaten di kepulauan seperti di Bombana dan Wakatobi. Persentase ini bisa dibandingkan dengan persentase nasional yang hanya satu digit, apalagi pendidikan di Sultra sebagai isu politik,” kata Suharto. Dia membeberkan manfaat akreditasi bagi kedua lembaga terkait yaitu pemetaan kekuatan dan kelemahan S/M di daerah, berupa penemuan 853 S/M yang akan diakreditasi pada tahun 2011. “Manfaat lainnya yaitu pemetaan kebutuhan program yang jelas dan terinci, baik sarana prasarana (Sarpras), tenaga pendidik dan pembinaan per kabupaten. Bahkan per sekolah dan madrasah, selain juga

dapat dijadikan referensi pemenuhan kebutuhan per kabupaten,’’ katanya. Secara terperinci Ketua BAP-S/M Sultra, Prof Dr Abdullah Alhadza MA mengatakan akreditasi sekolah dan madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan. Untuk seminar kali ini telah masuk dalam mekanisme akreditasi BAP-S/M melaporkan hasil akreditasi kepada BAN-S/M dan pihak terkait, disertai bahan rekomendasi tindak lanjut. Adapun data hasil akreditasi BAP-S/M Sultra yaitu dari 853 S/M yang diakreditasi, 306 S/M tergolong S/M tidak layak. “Sejak 2006 s.d 2011 ini sebanyak 4.200 TK/RA hingga SMA/SMK termasuk SLB telah diakreditasi, sehingga ke depannya akan dilakukan akreditasi ulang (reakreditasi) 788 sekolah lama yang telah terakreditasi. Secara kumulatif dari total 4.200 S/M se-Sultra terdapat S/M TT karena tidak layak sebanyak 914 S/M atau 21,76 persen dan hanya 3,59 persen yang terakrediasi A,” rinci Abdullah Alhadza. Khusus untuk TK/RA lanjutnya dari empat standar yang dinilai, kualitas tenaga pendidik dan kependidikan sangat memprihatinkan. Guru belum D4 atau S1 selain sistem pengadministrasian belum tertib. Untuk SD/MI hingga SMA/SMK pada umumnya lemah di mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia, yang juga berarti jika UN jujur dilaksanakan, sekitar 75 persen siswa tidak lulus. “Selain itu kepala sekolah hanya memperhatikan prestasi akademik, serta tidak memperhatikan bidang seni dan karya tulis siswa sehingga kecerdasan emosional tidak terbina dengan baik, begitu pula dengan potensi seni siswa yang tidak terakomodir. Padahal para kepala sekolah dan madrasah harusnya berjiwa enterpreneurship,” lanjutnya. Fakta lain juga diungkapkan mantan Rektor UMK ini di antaranya tidak adanya listrik di SD/MI dan kalau pun ada berdaya 900 watt ke bawah, tidak adanya

sarpras penunjang seperti perpustakaan, laboratorium, musholah dan gudang, serta kurangnya partisipasi dan pengawasan masyarakat, selain tidak adanya evaluasi guru sertifikasi. “Karena akreditasi meliputi delapan standar pendidikan, kami juga menemukan penerapan standar isi yang copy paste, sehingga pelaksanaan kurikulum oleh guru tanpa pemahaman yang baik. Selain itu jumlah guru telah memadai, hanya saja banyak yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu,” ungkapnya sambil mengatakan masyarakat hanya melihat pendidikan sebagai hak bukan kewajiban, padahal kualitas pendidikan tanggung jawab bersama. Senada dengan itu Kasubag Perencanaa Kemenag Sultra, La Abo MPd mengakui masih banyak madrasah yang TT, mengingat dari 590 madrasah se-Sultra hanya 80 madrasah negeri dan selebihnya merupakan madrasah swasta. “Bagi Kemenag, data akreditasi sebagai pemetaan mutu dan kebutuhan madrasah, evaluasi tentang situasi dan kondisi madrasah yang dibina serta sebagai dorongan pembinaan madrasah-madrasah yang ada,” ujar La Abo. Dirinya juga menuturkan kelemahan dari madrasah yang telah terakreditasi A yaitu merasa cukup , sehingga kinerjanya berkurang, belum bisa mandiri untuk mengembangkan dan meningkatkan apa yang telah dimiliki, masih tetap mengharapkan bantuan Kemenang serta kurang inovasi untuk mengembangkan diri. “Kelemahan madrasah terakreditasi B dan C yaitu lambat membenahi diri, hanya mengharapkan sumber dana pemerintah dan kurang ide untuk buat terobosan. Jumlah MA se-Sultra yang terakreditasi A yaitu sebanyak tiga madrasah sedangkan MTs sebanyak delapan madrasah,” tuturnya. Pemateri keempat, Kabid Dikmenti Disdik Sultra, Djabaruddin MPd menjelaskan, kebijakan Pemprov Sultra dalam bidang pendidikan tertuang dalam RPJMD Sultra tahun 2008 s.d 2013, dengan menempatkan pengembangan SDM sebagai agenda pertama dan utama dari lima agenda pembangunan daerah.

“Salah satu kebijakan pengembangan SDM melalui pembebasan BOP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta bagi putera-puteri daerah yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Pemprov Sultra juga telah MoU dengan salah satu universitas,’’ katanya. Adanya hasil akreditasi tersebut, pungkasnya tentu menjadi bahan rujukan dalam pemberian bantuan sekolah-sekolah berkualitas, yang masih membutuhkan bantuan misalnya bantuan sarpras. “Sebanyak Rp 91 miliar dana BOP untuk insentif guru, dan setelah dievaluasi ternyata hasilnya kurang efektif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Ke depannya sejumlah dana ini akan dialihkan keperuntukan lain, dan kebutuhan sarpras penunjang sesuai rekomendasi hasil akreditasi, menjadi bahan pertimbangan kami,” pungkasnya. Sementara itu dalam tanya jawabnya, Pengawas Diknas Kota Kendari, Sudirham memberi saran kepada BAN-S/M agar akreditasi tidak dilakukan lima tahun sekali. Ia beralasan bahwa kebanyakan peningkatan kinerja sekolah vakum pada tahun ketiga hingga keempat. Nanti menjelang reakreditasi baru sekolah kembali giat melakukan berbagai program percepatan. “Kami sarankan agar jangan terlalu lama sekolah dan madrasah direakreditasi, sebaiknya diselingi dengan monitoring untuk kembali menyemangati sekolah. Kalau perlu dibuatkan regulasi khusus, untuk memonitoring akreditasi yang telah diraih sekolah dan madrasah,” saran Sudirham. Peserta lainnya yang juga anggota IGI Sultra, Safari berharap hasil akreditasi BAP-S/M Sultra dapat disebarluaskan ke sekolah-sekolah dan hendaknya dikawal bersama, sehingga implementasinya sesuai dengan target yang ditetapkan. “Tidak kalah pentingnya perbaikan moral guru, agar tidak lagi terjadi sekolah dan madrasah tidak terakreditasi (TT) tetapi mampu meluluskan 100 persen siswanya. Selain itu, adanya oknum kepala sekolah dan madrasah yang sebenarnya sudah bisa mandiri, tetapi tetap mengharapkan bantuan pemerintah,” harapnya. (fas)


KOMUNIKASI BISNIS

16

Kendari Pos | Rabu 9 Nopember 2011

Pemasangan Komunikasi Bisnis Hub. 0853 3553 1111

Beli Emas dapat Uang, Mobil dan Emas HARI gini masih beli emas dengan cara konvensional? Sekarang bukan lagi jamannya. Saat ini melalui PT Joint Trading Capital menawarkan investasi emas dengan cara unik “Beli Emas dapat uang, dapat Mobil dan dapat Emas”. Disini membeli emas seberat 5 gram seharga Rp 2.850.000,- anda akan mandapatkan cashback Rp 540.000 / bulan selama 6 bulan. Jadi total dana yang anda dapatkan Rp 3.240 000. Jika anda membeli emas seberat 25 gram seharga Rp 15.000.000 maka anda

akan mendapatkan cashback Rp 2.700.000 / bulan selama 6 bulan, sehingga total dana yang anda dapatkan Rp 16.200.000. Bukan cuma itu, jika anda dapat menginformasikan serta merekomendasikan kepada teman, kerabat, sahabat, keluarga dan lainnya sehingga anda dapat menjual emas seberat 4.000 gram dalam waktu 30 hari, maka anda akan langsung meraih reward 1 unit Toyota Fortuner. Jika tak memenuhi target anda akan mendapat Rp 50.000,- setiap

penjualan emas 5 gram, dan Rp 500.000,- setiap penjualan emas 25 gram. Bukti nyata yang telah mendapatkan Toyota Fortuner anda bisa menghubungi Pak Hamsul 085242102345 dan 0821895333333. Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini sepanjang kita ingin bekerja keras dan ikhlas untuk mengerjakannya. Jadikan diri anda yang pertama bergabung dengan kami di SULAWESI TENGGARA. Info lebih jelas hub: 082189424242. (adv)

Emas yang anda beli bersertifikat PT Antam Tbk.

Rumah Tenun Joewita Silk Pusat Kain Tenun Khas Sultra SEBAGAI perintis awal desain tenun khas Sultra di Kendari, Joewita Silk menawarkan kepada anda ragam motif dan warna tenun khas Tolaki, Mekongga, Buton, Muna, Kolaka Utara dan Bugis-Makassar. Disini, anda bisa memilih tenunan dengan jenis kain berbahan katun, semi sutra, sutra asli, dan sutra Thailand. Selain memasarkan kain tenun, Joewita juga menyiapkan tenun yang sudah berbentuk pakaian jadi untuk pria dan wanita, serta gaun pesta.

Joewita Silk hanya memasarkan kain tenun kualitas terbaik, tidak luntur dan nyaman dipakai. Dengan harga yang kompetitif dan terjangkau semua kalangan, Rumah Tenun Joewita Silk memiliki banyak pelanggan dari dalam dan luar Sultra, ini terbukti dengan banyaknya pesanan baik dari instansi, keluarga, perorangan, hingga dijadikan souvenir atau oleh-oleh. Menariknya, anda juga bisa memesan pakaian tenun dengan motif dan warna sesuai selera. Untuk lebih jelasnya anda bisa langsung ke rumah tenun Joewita Silk, pusat kain tenun khas Sultra di Jl. Balai Kota 3, No.74 Kendari. 0401-3122724, 081341594578, 082196687711. (adv)

Diskon 10% dan Potongan Langsung TELKOMSEL Kendari saat ini bekerjasama dengan beberapa tempat usaha dan layanan jasa, memberikan diskon atau potongan harga dan penawaran menarik lainnya kepada pelanggan khusus pengguna Telkomsel baik Kartu Halo, Simpati dan kartu As. Salah satunya, anda bisa memanfaatkan Diskon 10% atau potongan langsung untuk layanan jasa di Rendy‘S salon yang beralamat di Jl. Made Sabara Kendari. Untuk mendapatkan diskon sangatlah mudah, anda cukup

memperlihatkan red-light (cellbrodcast) atau logo Telkomsel di HP anda kepada kasir atau resepsionis saat membayar belanjaan atau layanan jasa yang anda gunakan. Programiniberlakuuntuksemua pelanggan pengguna Telkomsel. Adapaun merchant-merchant yang bekerja sama dengan Telkomsel: Agung Hotel, Nattaya Sekarini, Rendy‘s Salon, Executive Lounge bandar udara Haluoleo, RM. Ratu Jimbaran, dan di Butik Miss B mal Mandonga. (adv)

Banyak yang Baru di Mahkota Sedia Tenun Buton Cristal SAAT ini Mahkota menghadir kan tenun Tolaki yang telah melalui dua kali proses tenunan sehingga menghasilkan kain terbaik. Produk terbaru ini berukuran lebih luas dan sangat cocok bagi anda yang berbadan besar. Selain itu, jenis kain ini juga bisa dimodifikasi untuk dibuat berbagai model busana, seperti

long drees dan lainnya. Mahkota juga menyiapkan beragam pernak pernik busana, serta kain tenun Buton Cristal dengan berbagai warna yang mengikuti trend, dan. Pelanggan Toko Tenun Mahkota bukan hanya konsumen lokal, tapi wisatawan domestik, artis ibukota, semua menjadikan sebagai pusat oleholeh khas Kendari. mahkota berlokasi di Mall Mandonga Lantai 1 Blok C nomor 32-33. cp: 081341701901. (adv)

Sedia Semua Kebutuhan Dunia Kecantikan

Kompor Minyak Nabati Hadir di Kendari

Dilengkapi Salon Menggunakan Alat Modern

SAAT ini minyak tanah (Mitan) semakin sulit diperoleh, apalagi setelah ada konversi ke elpiji, harga mitan bisa mencapai Rp 9 ribu per liter (harga industri). Saat ini telah hadir teknologi pengganti, yakni kompor minyak nabati (minyak goreng baru atau bekas), minyak jarak dan sejenisnya. Kompor ini, baru pertama kali ada di Indonesia, di Kendari teknologi ini sudah diperdagangkan, dan ditunjuk sebagai distributor

TOKOPESONAdikenalsebagaipusatnya alat-alat Salon terbaik di Kendari. Selain itu,jugamembukalayananSalonkecantikan dengan beragam alat bantu berteknologi tinggi seperti, melayani perawatan wajah bermaslah dengan Treatment khusus, juga memiliki alat Setrika Wajah dan Oksigen Wajah yang bisa membuat kulit anda kembali mulus dan membuat percaya diri. Ditempat ini anda bisa merawat dan mengkonsultasi-kan segala problem kulit, baik

itu jerawat dan fleg hitam yang mebandel. Anda akan dibantu menggunakan alat

canggih untuk mendeteksi masalah kulit khsusnya pada wajah yang nantinya akan disesuaikan dengan pilihan produk yang cocok digunakan sesuai jenis kulit. Dengan kehadiran toko Pesona, anda tidak perlu repot untuk mendatangai beberapa pusat kecantikan, karena dengan berkunjung ditempat ini, segala kebutuhan dunia kecantikan tersedia lengkap. Menariknya, semua produk yang ditawarkan dijamin lebih ekonomis dan lebih berkualitas dibanding ditempat lain. Toko Pesona, Jl. MT Haryono No. 102 C (Depan Pasar Baru) Kendari. Harga terjangkau kualitas terjamin. (adv)

Mikrodermabrasi Berlian Hanya Rp 100.000,Sudah Termasuk Serum Vitamin C, Pemutih dan Masker MIKRODERMABRASI adalah alat yang sangat efektif dan cepat serta tanpa efek samping untuk mengatasi kulit kusam dan kasar, luka bekas jerawat, flek, kerutan, pori-pori besar, anti penuaan (awet muda), mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi kadar minyak, dan mencegah pembentukan jerawat. Selain itu, dapat memperbaiki aliran darah ferifer, merangsang

pembentukan kolagen dan elastin, serta memperbaiki countour kulit sehingga kulit nampak lebih bersih dan bercahaya. Cara kerja dari mikrodermabrasi ini adalah, mengikis lapisan terluar dari kulit (stratum corneum) sehingga kulit nampak lebih bersih dan halus, serta merangsang lapisan yang lebih dalam (stratum gernativum) sehingga dapat meningkatkan terjadinya regenerasi sel kulit lebih cepat. Sedangkan lapisan kulit yang lebih dalam terangsang untuk melakukan

kegiatan fibroblastic, hal ini menyebabkan meningkatnya petumbuhan kalogen, menghambat penuaan, merangsang peredaran darah dan menumbuhkan kembali lapisan epidermis dan dermis.

Masa therapy Mikrodermabrasi berlian dapat dilakukan seminggu sekali, sedangkan untuk perawatan cukup sekali sebulan. Segera mengunjungi Al-Ishlah Oriental Medical Clinic, diklinik ini juga tersedia Serum Vit-C, Serum Vit-C + Pemutih, Serum anti aging yang telah terdaftar di BPOM. Praktek buka setiap hari (kecuali Senin) pukul 09.0019.00 WITA. Cabang KENDARI, Jl. A.H. Nasutioan, Tlp: 04013196576. Cabang KOLAKA, Jl. Pramuka No.68E, Tlp: 0405– 2324068. (adv)

Pusat Pengobatan Khusus Pria Lemah Syahwat dan Tambah Ukuran Bisa Diatasi TERJADINYA penurunan kemampuan vitalitas seksual kelaki-lakian bisa terjadi pada semua orang dengan berbagai macam latar belakang profesi atau kebiasaan, seperti faktor usia, pola makan yang kurang terkontrol, gaya hidup yang tidak sehat, mengidap penyakit tertentu semisal kencing manis, darah tinggi, ginjal, jantung, stres dan lainnya. Semua itu hanya bisa diatasi dengan

kesadaran dan keinginan individu untuk segera berobat, dan yang paling utama berobat ditempat yang paling tepat. Menurut survei, pada umumnya pria yang bermasalah dengan Seksualitas memiliki sifat temperamental, egois, dan menutup diri alias malas untuk berobat atau

berkonsultasi dengan pihak yang berkompeten, sehingga akhirnya akan berdampak fatal pada keharmonisan rumah tangga dan etos kerja yang menurun, serta dibarenaban hanya bisa merenungi nasib. Jika anda memiliki masalah dengan seksualitas, tak perlu panik dan pesimis karena telah hadir AHLI PENGOBATAN KHUSUS PRIA yang siap mengatasi keluhan anda seperti: Mampu menambah ukuran Mr.P keras dan tahan lama, mengobati lemah syahwat, Impotensi, ejakulasi dini, dan belum punya keturunan. Selain itu

menangani (menetralisir) korban suntik silikon atau sejenisnya. Di tempat ini semua penanganan menggunakan sistem terapi tanpa efek samping dengan biaya yang terjangkau semua kalangan dengan jaminan berhasil 100%, serta lebih akurat dari pusat-pusat pengobatan yang pernah anda datangi. Segera hubungi PENGOBATAN LICHENG, di Jl. Sawerigading (Lorong Dolog) Depan Kantor Pos Mandonga, Kendari (HP: 08114O8222). Praktek setiap hari, Minggu dan hari besar tetap buka. (adv)

Ahli Pengobatan Mata Tanpa Operasi Ditangani Langsung Tabib Ranjit Singh dari INDIA RANJIT SINGH seorang ahli pengobatan alternatif penyakit mata, juga berpengalaman menyembuhkan ambeien, lemah syahwat, kecing manis dan penyakit lainnya. Ranjit yang asli India sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun memiliki keahlian menyembuhkan penyakit mata tanpa operasi. Ilmu pengobatan tersebut diperoleh leluhurnya dari India. Dengan keahlian yang jarang dimiliki orang banyak, Ranjit Singh membuka klinik dengan Izin dari Dinkes No.0644.1999 bertujuan untuk membantu

masyarakat yang memiliki berbagai keluhan penyakit dengan biaya yang terjangkau. Ranjit Singh membuka Klinik Mata diberbagai daerah dan salah satunya kendari. Dengan pengalaman puluhan

tahun tersebut, Ranjit Singh telah berhasil menyembuhkan puluhan ribu pasien keluhan mata diantaranya; glaukoma, katarak, radang kornea, iritasi mata minus, cylindris, plus pada remaja, retinitis pigmentosa, pendarahan retina, syaraf mata rendah, dan tretionphaty diaebetic, dan lainnya. Metode yang digunakan, dengan menggunakan ramuan herbal murni dari India dan tumbuhtumbuhan dari Indonesia tanpa menggunakan obat-obatan kimia sehingga tanpa efek samping. Kunjungi langsung Klinik Mata India cabang Kendari di JL. R Suprapto No.18 (depan PO. Hasnur) Mandonga, Kendari. Buka tiap hari pukul 07.00-19.00. (Minggu tetap buka). (adv)

Rangka Atap Baja Ringan, Setara Harga Kayu MENGINGAT harga kayu kian mahal, maka material rangka atap baja ringan menjadi pilihan utama para kontraktor atau owner dalam membangun rumah. Selain faktor keawetan, rangka atap baja memiliki kelebihan kekuatan struktur yang jauh lebih bagus dan lebih kuat dibanding konstruksi kayu. Saat ini, kuda-kuda baja merupakan produk yang berkembang pesat, mengingat kayu berkualitas semakin langka dan mahal, maka kuda-

kuda baja ringan kian diminati masyarakat karena minim perawatan, mudah perakitan, lebih murah, anti karat, anti rayap, berstandar SNI dan

bergaransi. Baja ringan memiliki sifat yang ramah lingkungan sehingga sangat cocok digunakan disegala kondisi alam. Konstruksi rangka baja umumnya digunakan pada bangunan yang memiliki sistem struktur atap, seperti rumah tinggal, bangunan sekolah, perkantoran, rumah sakit, ruang serba guna, tempat ibadah, pabrik, dan lainnya dengan penutup atap dari genteng, seng, asbes, maupin metal sheet.

Pemesanan hub: PT. INTI TRUST Jl. Martandu No. 99 Kendari. CP: 082196020288, 0811405525. Distriobutor BAUBAU Jl. Wa Ode Wau No. 57, 081341815566, RAHA Jl. Gatot Subroto No.37, 0811409054, KOLAKA Toko Irvan Dwi Jaya Jl. Ekonomi No.3 Pomalaa, 085242657654, 081245828330. BOMBANA Jl. Yos Sudarso No.5 Rumbia, 085299412222. Inti Trus masih membuka peluang bagi anda yang ingin menjadi agen daerah. (adv)

adalah KUD Tunas Sari. Produk ini menghasilkan bara api yang panas dan tidak menimbulkan polusi karena berasal dari minyak nabati. Dalam satu liter minyak bisa digunakan selama 3,5 jam memasak.Produkinisudahpasti menguntungkan, karena hemat dan harga bahan bakarnya murah dan awet. Untuk pemesanan kunjungi Kantor KUD Tunas Sari di Jl. Sultan Hasanuddin No. 71. cp: 0813 4272 7819, 0812 8026 9973. (adv)

Sehat dan Nikmat ala Pijat Refleksi Keluarga

PIJAT Refleksi Keluarga saat ini telah memiliki 8 cabang yakni, KENDARI di Jl. Ir Alala (By Pass) No.147 (samping dosmering teratai), di Ahmad Yani Square (belakang Hotel Horison), di Jl Sao-Sao N0. 289 (depan BTN 1), KOLAKA di Jl. Pemuda KM.4 (samping kampus USN), MAKASSAR di Jl. Mappaoddang (Samping

Hotel Bungaya), PAREPARE di Jl. Bau Massepe No.191 (Samping Carios), PALOPO di Jl. Andi Jemma No.79, dan di BULUKUMBA berlokasi di Jl. Lanto Dg. Pasewang No.44 (samping Bank Sulsel). Pijat refleksi adalah salah satu pengobatan alternatif yang ampuh, aman, praktis, murah, dan tanpa efek samping. Selain mencegah dan menyembuhkan, pengobatan ini juga dapat mendeteksi apakah salah satu organ kita terganggu atau masih sehat. Pengobatan ini menggunakan penekanan pada titik syaraf ditelapak kaki, tangan, badan, wajah dan kepala dengan teknik kekuatan jari-

jari (tanpa alat), sehingga dapat memperlancar saraf yang tersumbat dan menormalkan peredaran darah dan fungsi organ tubuh. Bandrol pijatan mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 45.000 per jam, serta untuk layanan pijatan panggilan rumah Rp 55.000 per jam. Juga melayani pijatan khusus wanita (ada ruangan khusus) dengan tenaga pemijatnyajugawanita.Layanan harga terjangkau sehingga menampung semua strata sosial. Telah banyak masyarakat yang merasakan kenikamatan Refleksi ala Pijat Refleksi Keluarga. CP Rido 0811400706, 081245555055. (adv)

Hidup Sehat dan Ekonomis dengan Top Water TOP WATER merupakan produk penyulingan dan penyaringan air yang berstandar kualitas air internasional dengan ukuran filter 1/1000 mikron. Alat ini menyaring air hingga 7 kali proses penyaringan yang mampu membuang seluruh pencemaran kimia yaitu bakteri, virus, serta mampu membuang zat kapur, lumpur dan berbagai zat padat yang terkandung dalam air, sehingga langsung dapat dikonsumsi tanpa perlu proses lagi.

Produk ini juga dapat menghasilkan air RO – Hexagonal (terbukti dengan alat ukur air TDS) yang berfungsi meningkatkan daya ingat dan kecerdasan otak, meningkatakan metabolisme tubuh, memperkuat jantung serta mencegah batu ginjal, kencing batu, pengendapan pada liver, serta pembuangan kotoran yang tidak lancar pada tubuh dan mencegah berbagai macam penyakit yang disebabkan

oleh air yang mengandung berbagai macam zat–zat padat. Pesan dan servis produk hub: UD. JUMBO NIAGA, Jl. RA. Kartini No. 26 Tlp: 04013 0 0 1 6 2 0 , 0811402670. Person: Kamal 085796711131, Darman 085241105602, Taufik 082193024491. CP Kolaka, 082189315728. Kami siap ke alamat anda, konsultasi dan service gratis. (adv)


Kendari Pos | Rabu, 9 November 2011

6 Besar Liga Antam Dihelat di Lakidende Kendari, KP Turnamen sepakbola Liga Antam yang telah menyelasikan babak penyisihan pertama di Konawe Selatan akhir bulan lalu, kini telah memasuki penyisihan putaran kedua. Enam klub yang dibagi dalam dua pool akan berlaga memperebutkan 4 tempat di semi-final. Babak 6 besar ini menurut rencana akan digeber mulai Sabtu, 12 November 2011 di stadion Lakidende Kendari. Demikian dijelaskan Ketua Pengprov PSSI Sultra, Drs Sabaruddin Labamba MSi kepada Kendari Pos kemarin. Menurut Sabaruddin, rencana semula putaran kedua dijadwalkan berlangsung di kompleks Aneka Tambang di Pomalaa. Namun karena sesuatu dan lain hal, sehingga diputuskan untuk digelar di stadion Lakidende sampai babak final. Dengan demikian diharapkan masyarakat pecinta sepakbola di Kota Kendari khususnya dapat menikmati suguhan pertandingan turnamen ini. ‘’Kita berharap dapat menghibur masyarakat khususnya para pecinta sepakbola untuk dapat menikmati turnamen ini. Apalagi di babak 6 besar ini, akan tampil klub-klub yang sudah diunggulkan. Mereka lolos ke 6 besar itu karena dapat mengatasi perlawanan pesaing-pesaingnya di turnamen ini,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sultra itu. Sabaruddin juga berharap dukungan dari semua pihak agar ikut menyukseskan iven tahunan yang dimaksudkan untuk mencari bibit handal demi prestasi sepakbola Sultra.

Baca LIGA Hal 18

Masih Ragu Nasionalisme Papua ? Jakarta, KP Nasionalisme rakyat Papua memang kadang diragukan. Namun Striker andalan Timnas U-23 asal Papua, Titus Bonai menolak tudingan itu. Tibo—Sapaan Titus Bonai— bersama pemain lain asal Papua di Timnas U-23, Patrich Wanggai, Oktovianus Maniani dan Stevie Bonsapia sudah membuktikan jiwa nasionalisme tersebut saat berperan besar pada kemenangan Garuda Muda 6-0 atas Kamboja pada laga perdana Grup A SEA Games 2011 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (7/ 11) malam lalu. Keempat pemain Papua ini masuk dalam skuad utama tim asuhan Rahmad Darmawan. Patrich menjadi bintang lapangan dengan menyumbang dua gol. Tibo yang menjadi tandemnya di lini depan mencetak gol pembuka. Sementara Stevie memberi satu assist. Isu berkurangnya nasionalisme pemain Papua mengemuka menyusul sikap ogah-ogahan beberapa pemain asal Bumi Cendrawasih saat dipanggil membela Tim Merah Putih di ajang internasional. Di Timnas Senior, Boaz Solossa sempat mangkir dari panggilan untuk pertandingan melawan Bahrain di ajang Pra-Piala Dunia 2010 zona Asia. Sebelumnya Boaz beberapa kali menunjukkan sikap indispliner saat dipanggil timnas. Pemain asal Papua lainnya, Ian Luis Kabes juga meninggalkan pelatnas Timnas Pra-Piala Dunia 2010 untuk persiapan melawan Iran. Sikap nasionalis makin menyeruak saat isu separatisme kembali memanas di tanah Papua akhir-akhir ini. Banyak yang memperkirakan pemain asal Papua tak

Baca NASIONALISME Hal 18 HANS/KP

Ketua Pengprov PSSI Sultra Drs Sabaruddin Labamba MSi (kiri) menyerahkan piala kepada pihak PT Aneka Tambang sebagai penghargaan atas peran serta perusahaan tersebut dalam membina sepakbola di Sultra.

CHARLIE.LOPULUA/JPNN

Striker timnas Indonesia Titus Bonai saat dikawal ketat pemain belakang Kamboja Pheak Rady. Indonesia sukses mengalahkan Kamboja 6-0.

AFP PHOTO / JAVIER SORIANO

Para pemain Manchester City terus menunjukkan konsistensinya dalam sejumlah pertandingan dimusim ini. Kekuatan mereka kini kian diperhitungkan para lawan.

Konsisten, City Juara Saat Natal London, KP Arsene Wenger sang Manajer Arsenal mengakui, Manchester City bisa saja meraih gelar juara liga saat Natal Desember nanti. Pendapat Wenger tersebut bukan hanya sebuah kiasan setelah melihat City dengan skuad yang dimiliki merupakan favorit kuat juara Premier League

dan akan sulit dikejar bila tetap tampil konsisten seperti saat ini. Skuad Roberto Mancini itu kini kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan lima angka dari rival terdekat, Manchester United. City juga tercatat belum terkalahkan dan hanya sekali

Baca CITY Hal 18


18 Nasionalisme ............ akan serius memperkuat timnas, termasuk pemain yang masuk skuad SEA Games 2011. “ Tidak benar warga Papua kurang nasionalis. Saya bisa buktikan itu dan bisa dijadikan contoh,” tegas Tibo, menyikapi tudingan miring tersebut. Tibo mengatakan, Papua merupakan salah satu pulau yang menjadi bagian Indonesia. Karenanya, nama baik bangsa Indonesia juga menjadi pegangan bagi rakyat Papua, tak terkecuali dalam olahraga. Pemain Persipura Jayapura ini pun menyatakan sangat mencintai Indonesia. Terbukti, ia tak pernah menolak saat diminta tenaganya untuk bermain demi membela Timnas U-23 di ajang SEA Games 2011. Untuk menjaga semangatnya, Tibo rela memboyong anak dan istrinya tinggal di Jakarta selama SEA Games berlangsung. “Ini adalah bukti bahwa saya dan warga Papua secara umum memiliki rasa nasionalisme yang sama dengan yang lainnya,” tandasnya.

Kendari Pos | Rabu, 9 November 2011

Seperti diketahui, Timnas Indonesia melewati rintangan pertama dan menegaskan kekuatannya di SEA Games 2011. Meski begitu, pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan mengaku belum puas, karena masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki, apalagi lawan Indonesia berikutnya tim-tim seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang tak boleh diremehkan. “ Start ini di luar dugaan. Anak-anak mampu mengatasi situasi bahkan melakukan improvisasi sehingga mampu meraih kemenangan. Secara umum kami belum puas karena baru langkah kecil. Masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Selain itu, konsistensi permainan dan juga penyelesaian akhir yang kurang baik harus diperbaiki,” ujar pelatih yang akrab disapa RD ini. Soal lini pertahanan yang beberapa kali sempat dilewati para pemain Kamboja, RD menyebut tak ada masalah serius, karena empat pemain bertahan sudah bisa berkomunikasi dengan baik, meski harus tetap dievaluasi.

Di pertandingan perdana itu nama Patrich Wanggai cukup berkilau. Meski terlihat begitu garang di lapangan hijau, namun sesungguhnya Ia ternyata tak terlalu ambisius dalam urusan mencetak gol. “ Sejauh ini, pastinya saya cukup senang dengan apa yang sudah saya tampilkan. Pastinya juga, tak ada satupun yang berubah dari diri saya. Saya masih seperti yang dulu,” terang pemain kelahiran Nabire, Papua, 27 Juni 1988 tersebut. Meski berstatus sebagai salah satu pilar andalan Timnas U-23, pesepakbola yang mengawali karirnya di klub PS UNIPA Manokwari (2006-2008), ingin tetap seperti apa adanya. Sebab diakui, dirinya lebih senang hidup sederhana dan selalu dapat berkumpul bersama keluarga. Konsistensi penampilan yang selama ini ditunjukkan, adalah doa dan dukungan keluarga. Bukti kegarangannya, pemain berpostur 17 8cm tersebut sukses mencetak dua gol ke gawang Kamboja. (bas/dwi)

City ................... kehilangan poin, saat ditahan imbang 22 oleh Fulham. “ Bila tetap seperti ini hingga bulan Desember, maka anda bisa mengatakan bahwa akan sangat sulit untuk mengejar mereka. Tak ada tim yang tidak memiliki kelemahan, baik di liga ini maupun lainnya. Mereka (City) punya kualitas, bisa mencetak banyak gol, efisien dan tim yang dikejar oleh yang lain. Mereka meraih beberapa hasil impresif saat away, terutama di Tottenham dan Manchester United. Mereka menunjukkan potensi mereka, tapi kita harus melihat pada periode yang lebih lama,” beber Wenger seperti dilansir dari Mirror Football. Berbeda jauh dengan sang pelatih, pemain Arsenal justru tetap optimis bila mereka tetap memiliki peluang untuk menjadi juara. Start buruk di awal musim tak lantas menyurutkan ambisi penggawa Arsenal untuk meraih trofi di akhir musim. Tekad kuat itu masih diperlihatkan kiper mereka, Wojciech Szczesny. 10 kemenangan dari 11 laga terakhir mem-

buat nama Arsenal memang kembali diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara. Pasukan Arsene Wenger ini memang masih terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen Manchester City. Tetapi Szczesny menolak untuk menyerah untuk mempersembahkan trofi bagi timnya di bulan Mei tahun depan. “ Saya akan bertaruh untuk kemenangan tim ini. Saya masih memiliki keyakinan dan akan terus memenangkan setiap pertandingan yang kami mainkan seperti saat ini, jadi mengapa tidak?,” tegas Szczesny. “Jelas jika kami sekarang sudah kembali bergairah dan begitu juga dengan kepercayaan diri kami. Kami jika kini kami bisa memenangkan setiap pertandingan. Dan dengan meraih kemenangan bisa menambah kepercayaan diri kami. Saya rasa ini semua mengenai semangat tim. Terbukti dengan beberapa hasil bagus dan kepercayaan diri yang meningkat. Saya rasa kami perlu untuk mempertahankan hasil bagus ini dan memperlihatkan kepada semua jika kami bisa tampil konsisten,’’ sambungnya lagi. (bas/dwi)

Liga .................... Karena tanpa dukungan dari semua pihak, maka sulit rasanya Pengprov PSSI sendiri berjuang untuk mempersembahkan yang terbaik bagi daerah. ‘’PSSI tidak dapat berjuang sendiri dalam rangka mewujudkan prestasi daerah kita. Semua stakeholder kita harapkan ikut mendukung pembinaan prestasi ini. Mulai dari pemerintah daerah, para praktisi dan pecinta sepakbola serta seluruh kalangan kita harapkan dapat ikut menyukseskan ini,” kata Sabaruddin Labamba. Untuk diketahui dalam putaran pertama yang berlangsung di stadion Utama Andoolo, turnamen ini diikuti 12 tim dan dibagi dalam 3 pool. Juara dan runner-up pool lolos ke putaran kedua. Saat ini ada 6 tim yang siap bersaing untuk dapat lolos ke semi-final kemudian final. Enam tim tersebut adalah, PS Unhalu, PS Red Land, PS FKPPAT, PS Konsel dan PS Barata Ihana. (han)


20

Kendari Pos |Rabu, 9 November 2011

Polisi Siap Gelar PSU Buton Rusman Emba : “Saya Apresiasi Sikap Kapolda”

Kendari, KP Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Buton kini berada di tangan Pj Bupati, Nasruan. Political willnya untuk menyegerakan PSU dengan memerintahkan pencairan anggaransangatdinantikansaatini. KPU sudah siap dengan jadwal dan tahapannya, sementata pihak kepolisian juga sudah menyatakan kesanggupannya mengamankan PSU Buton. “Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda, Bapak Brigjen Pol. Drs. Sigit Sudarmanto, beliau intinya mengatakan siap mengamankan PSU Buton, meskipun itu besok digelar. Ini artinya, polisi menganggap situasi keamanan di Buton cukup kondusif,” kata Ketua DPRD Sultra, Rusman Emba, kemarin. Ia menyampaikan hasil koordinasinya dengan Kapolda Sultra belum lama ini terkait penyelenggaran PSU Buton. Ketua DPRD Sultra itu seakan menepis wacana di publik yang mengatakan polisi tidak siap mengamankan gelaran PSU Buton jika digelar dalam waktu dekat ini. Memang, lanjut Rusman, ada tangungjawab pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru, tapi polisi tentu punya prosedur pengamanan yang memungkinkan tidak saling menganggu. “Saya apresiasi sekali dengan sikap Kapolda Sultra yang memberikan dukungan penuh terhadap PSU Buton dari sisi pengamanan, ini berarti masalah PSU tergantung Pemda Buton dan KPU,” tandasnya. Terkait masalah penganggaran yang jadi persoalan, Rusman mengatakan bahwa itu adalah domain Pemkab Buton. Tapi tentu saja, memang harus dilihat lebih arif situasi politik saat ini dimana masyarakat menginginkan adanya kepastian politik terkait masalah Pilkada ini. Makanya, ia berharap, Gubernur bisa mengambil langkah-langkah strategis kepada Pemkab Buton, agar anggaran PSU Buton bisa dicairkan. “Tentu kita tidak ingin situasi Pilkada yang berlarut seperti di Bombana dan Konawe Utara terjadi di Buton juga,” tandasnya. Dukung Pj Bupati Sikap Pj Bupati Buton yang terkesan enggan mencairkan dana PSU Buton menda-

DOK/KP

Sembilan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Buton yang berlaga di Pilkada 4 Agustus lalu. Saying, kerja keras mereka dibatalkan MK setelah menganulir semua keputusan KPU Buton. Calon-calon ini kembali akan berlaga di PSU yang rencananya digelar 15 Desember nanti. pat dukungan dari PAN Buton. Melalui Sekretarisnya, Sofyan Kaepa SH, partai matahari terbit itu mendukung sikap Pj Bupati Buton Nashruan yang belum mau mencairkan anggaran PSU. Alasannya, jika dana itu dicairkan dan proses PSU berlanjut, maka akan muncul masalah hukum baru. “Ada aturan yang melekat tentang pengelolahan keuangan daerah, jadi perhatikan itu,” tuturnya. Sofyan menyebut Perpres RI no 54 tahun 2010, sebagai salah satu regulasi yang akan ditabrak KPU. Perpres soal pengadaan barang dan jasa pemerintah yang harus diumumkan serta dilakukan tender dalam hal ini pengadaan kertas suara dalam pemilukada ulang oleh KPUD Buton, minimal 59 hari. Jika dihitung-hitung dengan rentan waktu yang tersisa, tidak lagi mencukupi. “Belum untuk lagi pelipatan kertas suara dan pendistribus-

ian kertas serta kotak suara ke seluruh daerah di kabupaten Buton. Untuk proses lelang kertas suara itu sendiri baru bisa dilakukan setelah penetapan calon telah dilaksanakan oleh KPUDButonkarenakertassuara harus sesuai dengan spek seperti gambar serta nomor urut pasangan calon,” papar Sofyan Kaepa. Sofyan meminta agar Nasruan tidak gegabah mencairkan dana PSU sebelum semua masalah yang ada di tubuh KPU Buton benar-benar clear. Argumentasi Sofyan, kalau PSU digelar 15 Desember maka Nasruan selaku pejabat yang ditunjuk memfasilitasi penyelenggaaan PSU Buton juga akan dimintai pertanggung jawabannya. “Perlu dilakukan audit terhadap penggunaan anggaran Rp 9 miliar dalam pemilukada 4 Agustus lalu,” kata Sofyan. “Di situ kemudian akan ditemukan penggunaan dana

negara yang jadi sia-sia akibat ulah anggota KPU Buton, jangan malah memaksakan Pemilukada yang pada akhirnya mengorbankan lagi uang rakyat,” tambah Sofyan Kaepa. Makanya, ia kurang sepaham dengan sikap Hasmin Ilimi, Ketua Komisi I DPRD Buton, yang mendesak agar dana PSU dicairkan. Menurut kader PAN itu, Hasmin sepertinya tidak peduli dengan uang rakyat sebesar Rp 9 M yang sia-sia di Pilkada 4 Agustus lalu. “Coba lepaskan dulu itu kepentingan politik didalamnya dengan buru-buru mempercepat pelaksanaan pemilukada. Saya berani yakinkan jika Pemilukada Buton jika dilakukan 15 Desember maka akan menabrak aturan pertimbangannya secara otomatis pertanggung jawaban Rp 9 miliar belum akan dilakukan KPU Buton sementara tidak ada hasil dari penggunaan anggaran

itu,” cetusnya. Hasmin Ilimi dalam wawancara dengan Kendari Pos beberapa waktu lalu punya jawaban soal audit dana Pilkada tersebut. Katanya, permintaan audit dana oleh sejumlah pihak menunjukan ketidakpahaman soal tata kelola anggaran. Dimana-mana, audit atau pemeriksaan keuangan, baik oleh BPK atau BPKP, dilakukan setelah tahun anggaran berjalan, bukan di tengah-tengah. Nah, dalam kasus Pilkada 4 Agustus, dananya itu melekat di APBD 2011 atau masih tahun anggaran berjalan saat ini dan belum bisa diaudit. Makanya, kalau ada pihak yang mempertanyakan soal audit tersebut harusnya memahami bagaimana tata kelola anggaran itu karena tidak ada itu yang namanya pemeriksaan keuangan dilakukan sebelum tahun anggaran selesai. “Kalau yang 2010 di periksa nanti 2011, begitu seterusnya. Tidak bisa sepotong-sepotong diaudit,” tandasnya.(p1/p2)

Bulan Ini, KPU Kota Rekrut PPK-PPS

Kendari, KP Jika tak ada aral, bulan ini KPU Kota Kendari akan merekrut Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemilihan Suara (PPS). Pengumumannya, dirilis tanggal 14 November. “KPU Sultra belum berikan koreksi, jadi kita tunggu jadwal dari mereka. Tanggal 14 November rencananya kita umumkan, tapi itu tentatif,” kata Pokja Pembentukan Badan Ad hock Penyelenggara Pilwali KPU Kota Kendari, Hidayatullah, kemarin. Dia menjelaskan, perekrutan PPK dan PPS akan dilaksanakan bersamaan dengan perekrutan Panwascam dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) oleh Panwaslu. Untuk mendukung tugas KPU kota di kecamatan dan kelurahan, sebanyak 50 calon anggota PPK dan 192 PPS akan direkrut. “Panwas sudah koordinasi ke kita, dan kita sudah berikan rancangan dan awal pendaftaran. Minggu ini kita akan bicarakan dengan Panwas. Kita koordinasi dengan Panwas, untuk diumumkan bersamaan. Ini sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya. Menurut Dayat-begitu ia biasa disapa, untuk perekrutan PPK/PPS, KPU kota akan meminta dukungan dari lurah dan camat untuk memasang pengumuman di kantor mereka. Namun, sebelum pengumuman dikeluarkan, kata dia, akan ada Rakor antara KPU kota, lurah dan camat. “Kita minta dukungan lurah dan camat, tapi bukan mereka yang angkat. Sudah itu kita umumkan. Disitu akan kita muat, syarat sebagai calon PPK, PPS, prosedur pendaftaran, jadwal dan tahapan seleksi, uji patut dan kelayakan serta masa kerja dan honornya,” tandasnya. (dri)


Kendari Pos Edisi 9 November 2011