Issuu on Google+

Selasa, 8 Juni 2010

http://www.kendaripos.co.id

Harga Eceran Rp. 3.500,-

Dunia Endorser Bermental Malaikat LUNA Maya kembali heboh. Rekaman video vulgar yang dilakonkan pelaku mirip wajah Luna beredar di masyarakat pekan lalu. Sebagian meyakini pelakunya adalah Luna Maya dan Ariel Peterpan, namun Luna membantah keras. Salah satu alasannya, pada lengan pelaku terdapat tatto sementara Luna tidak bertatto.

Sederet artis pernah mengalami gosip serupa. Sebutlah video Wulan Guritno dengan Ananda Mikola, Rahma Azhari, Ayu Azhari, Shireen Sungkar, hingga Dea Imut. Sebagian besar gosip itu berujung pada kontroversi. Terlepas dari benar tidaknya berita itu, kita patut memetik pelajaran bahwa dunia artis tidaklah semudah yang kita

bayangkan. Kesalahan berkomentar saja dapat menjadi berita besar, apalagi kesalahan bertindak. Berhubung mereka adalah public figure, maka tutur kata dan perilaku cenderung menjadi trend setter. Ketika Agnes Monica mengganti rambutnya dengan

Baca DUNIA diHal.7

Dituding Membakar, Kontraktor Berang

(FOTO: DITA PUTRI/JAWA POS)

AUTENTIK: Sejumlah hadiah dan materi eksibisi yang akan hadir di NBA Madness presented by Jawa Pos. Even basketball lifestyle kelas dunia tersebut bakal dibuka di Tunjungan Plaza 3 Surabaya pada 10 Juni mendatang.

NBA MADNESS

200 Game Sehari, Gratis SURABAYA - Kehebohan NBA Madness presented by Jawa Pos akan segera dirasakan warga Surabaya dua hari lagi. Even basketball lifestyle terbesar kelas dunia itu bakal memuaskan bukan hanya penggila basket, namun juga seluruh pengunjung mal pada 10-20 Juni mendatang di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya. “Di NBA Madness, ada banyak sekali permainan khas NBA yang bisa diikuti. Dalam sehari, akan ada lebih dari 200 game,” ujar Masany Audri, general manager DBL Indonesia, penyelenggara NBA Madness presented by Jawa Pos. “Siapapun bisa menjadi peserta game. Besar, kecil, orang tua, anak-anak, laki-laki,

Baca 200 GAME diHal. 7

SELEBRITI

Pamer Bra RIHANNA kembali buka-bukaan dalam konser musiknya yang berlangsung di Madrid, Spanyol, Minggu (6/6). Dalam konser itu, Rihanna tampil hanya mengenakan desain baju two pieces. “Rihanna hanya memakai bra hitam berbentuk kerucut dan underwear yang telah didesain dengan seksi,” ujar salah seorang penonton seperti dikutip Daily Mail. Penyanyi berkulit hitam

RIHANNA

Baca PAMER diHal. 7

Muhammad Hilmi

HASRUDDINLAUMARA

HKLKU saat akan menggelar demonstrasi di Kantor Camat Lasolo, tempat tender ulang yg dilakukan Dinas PU Konut.

Wanggudu, KP Pernyataan Nasruddin, kuasa hukum Kadis PU Konut, Andi Asweda Pangerang terkait penyesalannya atas perbuatak oknum pengrusakan hingga pembakaran Kantor PU Konut menyulut emosi para kontraktor. Para kontraktor yang tergabung dalam HKLKU menilai tudingan itu mengada-ada. Mereka membantah keras tudingan pembakaran kantor PU. Halim Alkaf, pelaku pengrusakan kaca kantor mengatakan Nasruddin SH terburu-buru memvonis oknum kontraktor sebagai pelakunya. “Pembakaran itu adalah rekayasa oknum tertentu agar kami tertuduh karena sebelumnya kami berdemo. Dan Nasruddin mendahului pengadilan yang memvonis kamilah pelakunya. Sementara proses penyelidikan, masih dilakukan Polres Konawe. Berarti belum ada tersangka pembakaran. Kalau pengrusakan (pecahkan kaca), saya sudah

Baca DITUDING diHal.7

Sekwan Muna Ditangkap Diduga Money Politic Karena Petugas Menemukan Uang Rp 6 Juta dan Lembaran Daftar Nama di DPT

REPRO

Sketsa pemeriksaan Sekwan Muna di Kantor Panwas Muna

Raha, KP Sekwan Muna, Dahlan Kalega SH MM kena sial. Sekitar pukul 19.00 tadi malam, dia digerebek di kantornya bersama seorang camat bernama Haerun SH, satu lu-

Baca SEKWAN diHal.7

Ali Hanafi:

Faktanya Memang Seperti Itu Kendari, KP Kepala Bappeda Sultra, Drs H Ali Hanafi MSi menegaskan data yang diungkapkan Gubernur Sultra, H Nur Alam SE adalah sesuai fakta yang sebenarnya. Ali Hanafi mengaku telah mengecek langsung ke kepala biro pembangunan Sutprov Sultra terkait keakuratan data-data yang dilansir dalam jumpa pers gubernur dengan para wartawan di daerah ini terungkap bahwa, dana yang dialokasikan ke Kabupaten Muna dalam kurun waktu 2008-2010 sebesar Rp 565,8 Milyar. Jumlah itu sesuai data yang tersedia di DIPA, DPA, dan APBD. “Informasi gubernur itu valid, karena

rah dan dua kepala desa. Agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, Sekwan langsung digelandang ke kantor Panwas Pemilukada dengan pengawalan polisi. Saat digeledah, petugas menemukan uang Rp 6 juta di dalam laci meja Sekwan. Dahlan Kalega beralibi, uang itu adalah gaji selama dua bulan yang tak pernah diambil. Tapi, alibi itu dipatahkan dengan pen-

datanya memang seperti itu. Bahkan dana yang dialokasikan untuk Kabupaten Muna justru lebih besar dibanding daerah lain. Sekarang justru kita balik bertanya mengapa dana yang besar mengalir ke Muna, tapi justru Kabupaten Muna justru terendah pertumbuhannya. Ini tak lain karena pembangunan di Muna hanya dirasakan segelintir orang, tanpa dirasakan manfaatnya oleh kebanyakan rakyat Muna,” kata Ali Hanafi. Hal itu, lanjutnya, karena pembangunan hanya fokus pada kawasan penimbunan laut di Kota Raha. Kalau pemban-

Baca FAKTANYA diHal.2

Ridwan BAE Mulai Melawan Nilai Nur Alam Bertindak Terbalik Soal Porsi Anggaran di Muna Raha, KP Prediksi banyak kalangan, pertarungan Pilgub 2013 nanti, hampir pasti Ridwan BAE diramaikan dua tokoh politik Sultra, Nur Alam dan Ridwan BAE. Bibit-bibit persaingan keduanya selama ini memang masih belum vulgar karena hanya sesekali terdengar. Tapi,

pernyataan Gubernur Sultra, Nur Alam, yang dilansir kemarin dengan menyebut bila Pemprov Sultra amat memperhatikan Muna dengan gelontoran dana sampai ratusan miliar, menjadi penyulut “keberanian” Ridwan BAE untuk tampil terbuka. Pokoknya, dalam jumpa persnya, Ridwan BAE benar-benar merasa terpojok dengan pernyataan Nur Alam. Begitu mendengar ada konfrensi pers khusus yang digelar Nur Alam dan mem-

Baca RIDWAN diHal. 2

Menjadi Penjaja Seks, Akibat Perceraian Tangan Ryan dengan licah menekan tuts telepon seluler. Sambil bermain game dan sesekali membalas sms dari pria di seberang sana. “Oke ketemuan dimana?,” jawabnya sambil tersenyum sumringah. Karena telah siap, langsung saja menelepon taxi untuk mengantarnya ke tempat karaoke yang dituju.

ULFAH SARI SAKTI, Kendari SEKILAS tidak ada yang berbeda dari penampilannya dalam menemani para pria haus hiburan dan, juga seks. Hanya mengenakan baju kaos ketat dengan bawahan jeans panjang yang juga sangat ketat dibadan. Dengan senyum yang selalu tersungging di bibir, Ryan dengan santai menemani bernyayi para tamu yang datang pada salah satu tempat karaoke elit di Kota Kendari. Tampak Ryan layaknya

ULFAH /KP

Ryan, menjadi PSK setelah bercerai dari pernikahan dini.

anak dari tamu yang sedang dilayaninya. Ketika tamunya meninggalkan tempat karaoke, Ryan berbincang dengan pelayan karaoke lainnya, sambil sesekali melihat layar ponbagian 7 sel warna metalik yang selalu digenggamnya. Ketika wartawan koran ini mengajaknya ke koskosan terdekat untuk berbagi kisah, dirinya sempat menolak tetapi akhirnya bersedia diajak berkomunikasi dengan jaminan pembayaran sesuai tarif. Sempat ditawarkan minuman, tetapi ditolaknya, dengan alasan kesehatan.

Baca MENJADI diHal.7


2

Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

Relawan Siap Kembali ke Gaza Relawan .................... izin oleh Allah,” tegas dia. Hardjito mengaku bahagia bisa kembali ke Indonesia. Menurut dia, kondisi dua rekannya yang tertembak yakni Surya Fachrizal dan Okvianto sudah berangsur pulih namun masih harus mendapatkan perawatan intensif.“Masihbutuhrecovery.Secaraumum kondisi dia baik saat ini,” ucap dia. Hardjito mengaku sempat merekam peristiwa datangnya helikoptertentara Israel hingga kapal kecil yang mengepung kapal mavi marmara. Semua peristiwa tersebut tersimpan selama 30 menit. Tapi sayang handycam dirampas tentara Israel. Setelah sempat diberondong ratusan peluru, kata Hardjito, seluruh relawan digiring ke daratan menggunakan kapal kecil. Setiap kapal berisi10orang.Merekadimintaduduk pada kursi panjang berbentuk L. Selama sekitar 12 jam, kata Hardjito, relawan diborgol. Selama di dalam kapal kecil, kata dia, tentara Israel melarang relawan

berbicara satu dengan lainnya. Semua relawan senegara juga dipisahkan. Semua tawanan dalam kapal kecil itu kemudian terpaksa melakukan berbagai cara untuk mematuhi perintah tentara Israel. “Ada yang kencing di botol, ada yang kencing di tempat. Saya berusaha untuk tidak mengeluarkan apapun saat itu,” terang pria berambut lurus itu. Sesampainya di daratan, tanpa menyebutkan wilayahnya, Hardjito mengaku dibawa ke Penjara dengan menggunakan mobil tertutup tanpa jendela. Dirinya tak bisa memperkirakan jarak perjalanan tersebut. Mereka kemudian digiring ke penjara. Penjara itu, menurut dia, luasnya lebih luas dari penjara yang ada di Indonesia. Dalam satu sel, terdapat empat kasur dilengkapi satu kamar mandi. Diluar sel, ada sebuah ruang pertemuan dan meja makan yang cukup untuk ratusan orang. “Seperti penjara yang baru dibangun. Seolah-olah dipersiapkan untuk kami,” terangnya. Selain dilengkapi dengan ru-

ang pertemuan, dia juga melihat dapur yang dilengkapi dengan ricecooker, mesin cuci, dan peralatan elektronik modern lainnya. “Saya benar-benar tidak menyangka. Semua begitu bagus. Bukan seperti penjara,” lanjutnya. Hardjito masuk ke penjara itu mulai pukul 08.00 pagi hingga 23.00 malam waktu setempat. Kegarangan penjara Israel itu, kata dia, hanya terlihat pada penjagaan tentara Israel selama berjaga di penjara tersebut. “Saya melihat sipir memegang senjata laser. Ada juga anjing yang sangat besar turut berjaga disana,” tandasnya. Dia merasa diperlakukan sangat berbeda. Seolah-olah, kata dia, Israel menanamkan citra baik dan bersahabat meski telah menyakiti mereka. “Kami ditembaki, lalu digiring ke penjara. Dipenjara mereka berbuat sangat baik sekali. Maksudnya apa?,” tuturnya. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengimbau agar ada perbaikan komunikasi antara relawan dengan pemerintah. Relawan yang hendak mengirim ban-

tuan ke Palestina diharapkan berkoordinasi dengan pemerintah. Komunikasi, kata dia, penting untuk mencari cara yang efisien dan efektif guna menyalurkan bantuan dan menghindarkan WNI terjebak di situasi serupa. “Berdasarkan pengalaman kita seminggu terakhir ini, kita harus benar-benar bijak, benar-benar berpikir jernih bagaimana cara bentuk bantuan yang efisien dan efektif sehingga tepat sasaran,” kata Marty. Marty mengaku tidak memiliki solusi riil untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Jalur Gaza dan memfasilitasi antusiasme publik di Tanah Air untuk memberikan bantuan kepada mereka. Namun, kata dia, cara yang tepat dapat diwujudkan melalui komunikasi jika ada pihakyanginginkembalimenyalurkan bantuan ke Gaza. “Keberangkatan ini memang membawa resiko sendiri, seperti yang kita lihat. Tapi saya menghormati tekad yang mulia, karena itu pelaksanaannya mari kita kelola bentuk yang paling baik,” pungkasnya. (nuq/zul)

Ali Hanafi: Tumpang Tindih? Gampang. Turunkan Pemeriksa di Muna Faktanya ................... gunan fokus ke situ maka bisa dipastikan yang merasakan hanyalah segelintir kontraktor, pemilik alat berat, dan penyuplai bahan bakar kendaraan, termasuk yang memiliki tanah yang dijadikan lokasi timbunan. Sementara, masyarakat kebanyakan Muna tak merasakan dampak langsung dari pembangunan itu. “Anehnya justru janji gubernur yang terus diungkap, padahal secara bertahap janji tersebut telah direalisasikan,” katanya. Penyaluran dana block grant misalnya, pasangan Nur Alam-Saleh Lasata dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih setelah penetapan anggaran tahun 2008 dilakukan. Meski begitu, gubernur berusaha mengalokasikan dalam APBD perubahan tahun 2008 sebesar Rp 40 juta per kelurahan dan desa. Dana yang disalurkan itu kemudian dilakukan evaluasi tingkat penyerapannya. Mengingat tingkat penyerapannya yang belum maksimal, maka tahun 2009 hanya dialokasikan sebesar Rp 50 juga yang diturunkan secara bertahap. Khusus penyaluran bagi kelurahan di Muna, lanjutnya, justru bermasalah karena anggaran yang dialokasikan Pemprov Sultra ternyata tak disalurkan Pemkab sebagaimana mestinya sehingga penyaluran berikutnya belum dilakukan sampai masalah tersebut dituntaskan. “Seharusnya berbagai pihak melihat itikat baik gubernur memberikan dana hingga ke tingkat pedesaan yang belum pernah dilakukan sejumlah gubernur sebelumnya. Jum-

lahnya nantinya akan ditingkatkan terkait kemampuan desa untuk menyerap dan mempertanggungjawabkan dana yang diterima. Anehnya, Ridwan justru sengaja mendramatisir janji politik seorang calon gubernur. Padahal, sekarang tak ada calon gubernur, yang ada adalah Gubernur Sultra, H Nur Alam SE dan Wakilnya Saleh Lasata, yang dalam mengeluarkan kebijakan harus memperhatikan berbagai aspek,” paparnya. Sementara, Karo Humas Pemrov Sultra, Drs Aksioma Bonde dalam siaran persnya menjelaskan bahwa, peran gubernur dalam penganggaran PNPM dan PUAP sangat menentukan. PNPM untuk dapat dialokasikan perlu ada dana pendukung administrasi proyek (dana PAP). Dana PAP dari APBD Sultra, untuk PNPM Provinsi Sultra rata-rata sebesar Rp 2 M, dan direncanakan Rp 3,5 M untuk tahun 2010. Dana dimaksud digunakan untuk management di tingkat provinsi, untuk pembinaan managemen seluruh kabupaten seSultra, termasuk Kabupaten Muna. “MoU untuk dana PAP ditandatangani gubernur, ketua DPRD dan Dirjen PMD Kementrian Dalam Negeri. Namun begitu, kabupaten juga diwajibkan menyediakan dana sharing sesuai kesepakatan/komitmen antara pemerintah kabupaten dan pusat. Ini artinya, dana PAP sangat mendukung tingkat keberhasilan kegiatan PNPM di Sultra, termasuk di Muna,” tulis siaran perse Aksioma Bonde. Demikian juga peran gubernur dalam PUAP sangat besar. Dalam program PUAP adan Tim PUAP Pusat, Tim Pembinan PUAP Provinsi, Tim Teknis PUAP kabupaten/kota dan tim teknis kecamatan. Dalam pedoman umum

PUAP pada Bab III Seleksi Desa dan Gapoktan Penerima PUAP jelas disebutkan, “Bupati/walikota mengusulkan desa calon lokasi dan Gapoktan calon penerima BLM PUAP kepada Tim PUAP Pusat melalui Tim Pembina PUAP Provinsi Cq Sekretariat PUAP Provinsi. Tim pembina PUAP Provinsi dibentuk berdasarkan SK Gubernur Sultra”. “Jadi sangat jelas bahwa, peran gubernur dalam pengalokasian PUAP sangat besar. Adapun kalau melobi ke DPR RI, bukan merupakan hal yang diatur dala pedoman umum,” kata. Terkait pencairan bantuan ke Muna tahun 2008, pencairan bantuan program ke Muna sejumlah Rp 20 M. Alokasi dana itu sudah terbesar dibandingkan daerah lainnya di Sultra yang hanya sekitar Rp 5 M, dan itu membuktikan perhatian gubernur ke Muna sangat tinggi. Adanya penyesuain anggaran dimaksud terkait keinginan yang kuat dari Gubernur Nur Alam yang program pembangunannya berpihak ke masyarakat, dimana salah satunya adalah dialokasikan anggaran block grant yang diberikan secara mereta di seluruh kelurahan dan desa se Sultra. Pengakuan Bupati Ridwan yang melobi DPR RI terkait alokasi dana itu justru mengherankan Ali Hanafi. “Pertanyaan ada dua, apa mungkin pemerintah kabupaten bisa langsung-langsung seperti itu. Kedua, berarti ada makelar anggara,” katanya. Terkait keraguan adanya tumpang tindih anggaran provinsi, menurut Ali Hanafi sangat sederhana solusinya. “Turunkan pemeriksa untuk melakukan audit di Muna,” katanya.(cr1/wal)

Bijaksana Bila Mengundurkan Diri Saja Ridwan ..................... bahas secara spesifik soal Muna, Ridwan lantas memanggil dua pejabatnya, Kepala Bappeda Muna, Mustari Ando Arifin dan Kepala Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah, Zakaruddin Saga. Harap tahu, Zakaruddin Saga tidak lain adalah Pls Sekda Muna pasca ditinggalkan Drs H La Ode Kilo. Ketiganya pun secara tegas membantah semua apa yang disampaikan Nur Alam tersebut, dan menyebut bahwa angka-angka itu tidak masuk akal karena aliran dananya tidak jelas. “Sudah terlalu banyak janji-janjinya kepada masyarakat Muna tapi realisasinya tidak ada, jangan sampai dia tidak dipercaya lagi oleh rakyat Muna,” kata Ridwan BAE, Bupati Muna, kemarin. Pernyataan ini cukup keras dan menandakan bila Ridwan sudah tampil terang-terangan “melawan” Nur Alam. Tapi ia beralasan, bahwa ia dan Nur Alam tak ada masalah secara pribadi, hanya berbeda dari sisi tata kelola anggaran dan terlalu banyaknya janji Nur Alam yang tak ditepati di Muna. Ridwan mempertanyakan bagaimana angka-angka sampai Rp 500 miliar dana mulai dari APBD, APBN, PUAP, PNPM yang disebut Pemprov itu masuk ke Muna karena alirannya tidak jelas dan tidak terkoordinasi dengan Pemkab. Angka 262 M APBD yang disebut Gubernur sudah masuk Muna sampai 2010, kata Ridwan, itu tidak jelas karena sampai hari ini tidak diketahui Pemkab. Bisa jadi itu masuk dalam bentuk program yang langsung turun, tapi berpotensi menimbulkan penganggaran yang tumpang tindih, karena bisa juga sudah dianggarkan Pemkab. “Ini juga kan masalah, aliran dananya bagaimana sampai masuk Muna. Perjelas dulu apa bentuknya itu dana,” kata Ridwan. Ketua Golkar Sultra ini juga menyindir Nur Alam karena berani menyebut dana Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) dan PNPM yang masuk ke Muna, masing-masing sebesar 15 M dan 104 M. Menurut Ridwan, alangkah naïf jika itu dikalim sebagai bentuk perhatian Pemprov Sultra kepada Pemkab Muna. Untuk diketahui, dua item dana itu sama sekali tidak ada kontribusi Pemprov Sultra dalam penganggarannya melalui APBN. “Itu PUAP, saya urus sendiri kok di Jakarta, ketemu teman-teman di DPR yang dari Golkar, lalu saya hubungi Bappeda Muna untuk dibuatkan proposal,” kata Ridwan. Mengenai PNPM, lebih jelas lagi karena itu dianggarakan setelah ada dana sharing dari Pemkab Muna sebesar 20 persen. Nah, seandainya ada perhatian Pemprov, tunjukan mana dana sharing yang dari Pemprov tersebut. Bahkan, kata Ridwan, Nur Alam justru bertindak sebaliknya dengan pernyataannya tersebut. Saat Nur Alam terpilih sebagai Gubernur Sultra, ia malah dengan semena-mena memotong anggaran perbantuan bagi Muna yang ditetapkan pada APBD 2008 saat masa pemerintahan Ali Mazi. Saat itu dana perbantuan untuk di Muna sebesar Rp 59 M. Saat Nur Alam naik, dipangkas tinggal Rp 20 M. Ironisnya, saat berkunjung di Muna, September 2009 lalu, selain berjanji akan segera mengaspal jalan Raha-Tampo, di bulan Februari 2010 dan sampai sekarang justru hanya masih dalam proses, Nur Alam juga memberikan pernyataan dih-

adapan 30 anggota DPRD Muna, bahwa sisa anggaran Rp 39 M akan dimasukan dalam APBD Sultra 2010. Namun realitanya, sampai saat ini tidak terwujud. “Saya masih ingat ditempat ini (Galampano, red), Nur Alam menjanjikan akan menganggarkan dalam APBD 2010, sekarang mana buktinya,” ungkapnya, kemarin di hadapam wartawan di Rujab Galampano, Raha. Jika Ketua DPW PAN Sultra itu, tidak menjanjikan akan memasukan anggaran di APBD 2010, menurut Ridwan tidak akan dilanjutkan pekerjaan proyek di Muna yang akan dibayar menggunakan dana perbantuan itu. Saat ini, proyek tersebut sudah rampung, sementara anggaranya belum turun juga. Akibatnya, Pemkab Muna kesulitan likuiditas sebesar Rp 39 M, gara-gara janji tersebut. “Ini jadi tanggung jawab Pemprov Sultra. Tidak mungkin Pemkab Muna yang bayar. Jangan ngomong sembarang, bila janjimu kepada masyarakat Muna tidak ada yang engkau penuhi,” ketusnya. Ridwan juga menyindir janji politik Nur Alam yang tidak terealisasi seperti bantuan Rp 100 Juta perdesa. Faktanya, sudah tiga tahun, hanya Rp 90 Juta yang tersalur. Rinciannya, tahun 2008 Rp 40 Juta, tahun 2009 Rp 50 Juta yang dicairkan 2 tahap. Itu berarti Nur Alam sudah berutang kepada setiap desa, sebesar Rp 210 Juta yang harus segera dibayarkan. Di akhir penjelasannya, Ridwan memberikan dua pilihan kepada Nur Alam. Pertama, ia meminta agar Gubernur Sultra itu merealisasian semua janji politiknya, baik kepada masyarakat Muna maupun masyarakat Sultra secara umum, sebelum nantinya rakyat tidak mempercayainya lagi. Kedua, jika memang tidak sanggup, bijaksana juga bila mengundurkan diri saja. “Jadi, bukan ada oknum yang menfitnah, fitnah itukan kalau tidak benar. Ini janjinya ada, karena tidak ditepati, ya ditagih,” kata Ridwan, dengan mimik serius. Drs Mustari A Arifin, Kepala Bappeda Muna, menambahkan, dana pembantuan APBD Sultra ke Muna ditahun 2008 hanya Rp 19 M, sedangkan 2009 Rp 13 M dan tahun 2010 Rp 20 M. Pernyataan Gubernur, bahwa masuk di Muna sebesar Rp 500 M, itu patut dipertanyakan, masuk dimana anggarannya. Pasalnya, Pemkab Muna punya dokumen laporan masuknya, dana perbantuan dari APBD Sultra. “Kalau orang yang bicara tidak mengerti anggaran, kita tidak persoalkan. Namun yang bicara orang pemerintahan, anggarannya masuk dimana. Kalau dihitung dengan DAU dan DAK, benar bisa sampai Rp 500 Milliar. Tapi DAU dan DAK, usaha kita di pusat, jangan pemerintah provinsi yang klaim jadi perhatian mereka, itu tidak jujur namanya,” kata Mustari dengan semangat. Kepala Bappeda Muna ini lalu menguraikan, masuknya anggaran di kabupaten itu salurannya ada empat yakni APBN, dana perbantuan, dekosentrasi dan hibah (block grant). Jika bisa tunjukan, saluran anggaran Rp 500 M itu ada dimana? Sementara itu, Kadis DPPKAD Muna, Zakaruddin Saga, mengatakan, untuk bantuan Rp 40 Juta buat kelurahan, sudah disalurkan semua dengan jumlah kelurahan sebanyak 26. Pencairannya dilakukan 2 tahap, dalam rangka penyelamatan uang negara. Hanya memang, tahap ke 2 dicairkan, jika sudah ada laporannya pencairan tahap 1.(awn/abi)


Hiburan DAK Perikanan Terancam Dihapus

3

Kendari Pos | Senin 7 Juni 2010

Akibat Produksi Perikanan Tangkap Belum Maksimal Kendari,KP Produksi perikanan negeri ini dianggap belum maksimal dibanding luasan wilayah kelautan yang ada. Problem itu juga terjadi di Sultra yang rupanya masih jauh dari target pusat. Pasalnya, banyak dana alokasi khusus (DAK) yang dikerjakan tidak sesuai dengan program di kabupaten/kota. Makanya, Dirjen Perikanan berniat memotong bahkan melakukan pemotongan atau penghapusan kepada kabupaten/kota yang melakukan pelanggaran. Tidak hanya itu, pemerintah pusat tahun 2011 nanti juga akan meningkatkan program peningkatan produksi ikan tangkap melalui bantuan kepada nelayan lebih luas lagi. “Dengan begitu bantuan peralatan

ikan tangkap yang selama ini hanya diberikan untuk wilayah pesisir, tahun ini ditingkatkan kepada mereka pada kawasan laut 5 mil ke atas,” terang Kasubag Program dan Data Statistik, DKP Sultra, Muhammad Alfian, kemarin. Menurutnya, produksi ikan tangkap Sultra di tahun 2009 baru 211 ribu ton. Produksi itu masih didominasi di wilayah Buton dengan perolehan ikan paling paling banyak. Sementara tahun 2010 ini ditargetkan produksi bisa lebih banyak yaitu 243 ribu ton. Kemudian di tahun 2011 nanti, Kementrian Perikanan dan Kelautan yaitu Dirjen Perikanan Tangkap memprogramkan peningkatan produksi berupa pemberian bantuan kepada nelayan tangkap, bukan hanya pada wilayah pesisir, melainkan lebih meningkat hingga ke kawasan 5 mil, karena kasawan tersebut ikannya lebih banyak dan ikan yang diper-

oleh jenis ikan super. Dengan program tersebut, tentunya akan banyak masalah baru, yakni perubahan tekhnologi dari kapal kecil menjadi besar akan menuai kendala. Belum lagi hal-hal kecil lainnya yang juga menjadi penunjang perubahan tersebut. Untuk itu pelatihan harus diberikan lagi, agar mereka bisa menggunakan tekhnologi baru itu, sehingga tujuan peningkatan produksi pemerintah terpusat bisa dilakukan. Alfian menyebutkan, tahun 2009 lalu anggaran untuk perikanan tangkap sekitar Rp 1,13 miliar yang bersumber dari APBN, kemudian dari APBD sekitar Rp 1,78 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengelolaan sumber daya perikanan seperti rehabilitasi bibit-bibit ikan untuk disebar, pembinaan termasuk pengembangan sektor perikanan. Ada juga yang dia-

lokasikan untuk bantuan kepada sejumlah nelayan pesisir yakni berupa fasiltias seperti kapal dan sarana penunjang lainnya. Hanya saja Alfian mengeluhkan, bila banyak program dari pusat yang tidak sesuai dengan aplikasi di daerah. Dia mencontohkan dana anggaran khusus (DAK) yang diturunkan langsung ke kabupaten, terkadang di lapangan tidak sesuai dengan petunjuk termasuk sektor yang harus dibiayai. Kondisi ini yang terkadang target pusat tidak tepat sasaran, karena lain diprogramkan lain pula dikerjakan. “Tapi melalui rapat kami secara terpusat dan saya juga turut mengikutinya, mereka yang mengalokasikan dana DAK tidak sesuai program, akan dikenakan sanksi. Misalkan saja di daerah tersebut tidak akan diberikan lagi, atau dikurangi jumlahnya,” pungkasnya.(lis)

Mochamad Tjiptardjo mengungkapkan, total jumlah wajib pajak yang menunggak pajak mencapai 1,8 juta wajib pajak. Dari jumlah itu, mayoritas wajib pajak badan (perusahaan, Red). Menurut dia, di antara total penunggak pajak tersebut, ada 100 perusahaan yang merupakan penunggak pajak terbesar. Per awal Januari lalu, total tunggakan pajak 100 perusahaan tersebut mencapai Rp 17,5 triliun. Namun, sepanjang tiga bulan pertama 2010, beberapa perusahaan sudah membayar tunggakan senilai total Rp 5,6 triliun. Tjiptardjo menyebutkan, di antara total pembayaran tunggakan Rp 5,6 triliun tersebut, Rp 1,59 triliun dibayar dengan surat-surat berharga (SSB), pemindahbukuan atas hak dan kewajiban pemerintah Rp 3,81 triliun, serta menang di proses keberatan Rp 24 miliar. “Namun, ada pula WP yang menang

di proses banding. Nilainya Rp 200 miliar,” katanya. Dia menuturkan, penagihan terhadap 100 wajib pajak besar akan terus dilakukan. Tindakan yang sudah dilakukan, antara lain, mengirimkan 100 surat teguran untuk wajib pajak, mengirimkan 100 surat paksa untuk 100 wajib pajak, menyita aset 13 wajib pajak, memblokir rekening 10 wajib pajak, dan melakukan cekal (cegah dan tangkal) ke luar negeri untuk 12 wajib pajak. “Termasuk penyanderaan untuk seorang wajib pajak,” sebutnya. Sementara itu, akhir pekan lalu, Tjiptardjo juga mengungkapkan bahwa kini pihaknya tengah memproses skema pelunasan tunggakan pajak beberapa BUMN. “Dalam APBN-P 2010 kan dialokasikan dana pajak DTP (ditanggung pemerintah). Nilainya sekitar Rp 2,1 triliun,” ujarnya. Menurut dia, selain untuk menyelesaikan tunggakan pa-

INT/KP

Ponsel Tv Mito 302T Bisa Dipakai Nonton Piala Dunia Surabaya, KP MENYAMBUT turnamen sepakbola Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, PT Maju Expres Indonesia, produsen telepon seluler (ponsel) Mito menambahkan fitur televisi (Tv) dalam produk yang diluncurkannya, akhir pecan lalu di Surabaya. Handphone tipe 302T ini mirip dengan tipe sebelumnya, 302 yang dipromosikan oleh magician Limbad. Dalam peluncurannya, di-

siapkan 2.500 unit Mito 302T dengan harga khusus Rp 499.000 atau didiskon 16 persen dari harga semula Rp 599.000. “Mito 302T akan bisa menembus angka penjualan sekira 100.000 unit. Ini mengacu pada kesuksesan Mito 302 yang laku keras dengan endorser Limbad. Ponsel Limbad dulu laku 100.000an unit dalam kurun satu bulan,” jelas Marketing Manager PT Maju Express Indonesia Wijaya Kusuma di Surabaya,

akhir pekan lalu. Dia yakin, ponsel Limbad plus Tv ini akan sangat digemari sebab masyarakat akan merasakan manfaat di saat ingin mengikuti perkembanganperkembangan yang terjadi dalam Piala Dunia 2010. Tayangan televisi, sambung Wijaya, bisa dinikmati pengguna Mito 302T secara gratis tanpa membayar pulsa, asalkan di daerah tersebut terdapat stasiun relay.(bs)

2010, Produksi Gabah Ditarget 452 Ribu Ton

1,6 Juta Wajib Pajak Nunggak Rp 57 T Jakarta, KP Tingkat kepatuhan para wajib pajak (WP), tampaknya, tidak menunjukkan perbaikan. Itu terlihat dari tunggakan pajak yang tidak berkurang, tapi justru membengkak. Menurut Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Otto Endy Panjaitan, jumlah tunggakan yang menjadi piutang pajak nasional memang naik. “Per akhir April lalu mencapai Rp 57,79 triliun,” ujarnya kepada Koran ini, akhir pekan lalu. Menurut dia, berdasar data Ditjen Pajak, per awal Januari, saldo tunggakan pajak mencapai Rp 50,13 triliun. Sepanjang Januari hingga April, terdapat beberapa wajib pajak yang membayar tunggakan pajak Rp 8,95 triliun. Namun, ada tambahan tunggakan pajak baru senilai Rp 16,61 triliun. Dengan demikian, saldo hingga akhir April mencapai Rp 57,79 triliun. Sebelumnya, Dirjen Pajak

Penikmat tayangan sepak bola Piala Dunia 2010 yang tak sempat menyaksikan tayangan ekslusif itu lewat TV kini bisa mengaksesnya lewat handphone Mito tipe 302T. Gadget baru ini juga relative murah yakni sekitar Rp 500 ribuan. Tayangan TV di Ponsel ini bisa diakses di daerah yang ada stasiun relay TV yang punya hak siar Piala Dunia.

jak ganda perbankan syariah yang nilainya sekitar Rp 300 miliar, dana tersebut dialokasikan untuk membayar tunggakan pajak BUMN yang menjalankan tugas pelayanan publik (public service obligation/ PSO). Misalnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan beberapa BUMN lain yang memang dinilai tidak mampu membayar tunggakan pajak karena kondisi keuangannya tidak memungkinkan. “Ini kan susah (ditagih), sampai pusing kami. Makanya, tunggakannya ditanggung pemerintah,” tuturnya. Ketua Panitia Kerja (Panja) Pajak Komisi XI Melchias Mekeng menyatakan, pihaknya mendesak agar berbagai kasus tunggakan pajak segera diselesaikan Ditjen Pajak. “Jika tidak, tunggakan-tunggakan itu akan mengganggu target penerimaan,” tegasnya. Dalam APBNP 2010, target penerimaan Ditjen Pajak dipatok Rp 606 triliun. (jpnn)

Kendari,KP “Impor” beras asal Makassar yang selama ini membanjiri pasar lokal Sultra rupanya bukan karena daerah ini kekurangan produksi hasil pertanian, tapi semata-mata karena persoalan bisnis saja. Justru, produksi beras lokal memperlihatkan angka yang surplus. Untuk bisa memproteksi pasar lokal dari serbuan beras luar daerah, Dinas Pertanian (Distan) Sultra menargetkan produksi beras tahun ini sekitar 452 ribu ton. Angka itu juga menjadi prediksi angka tetap (atap) dari badan pusat statistik (BPS). Target ini mengalami peningkatan dibanding produksi tahun sebelumnya yakni tahun 2009 yang hanya 407 ribu ton dan tahun 2008 yang lebih kecil lagi yaitu 405 ribu ton. “Kita itu selalu surplus beras, dan tidak pernah ada kekosongan stok beras di daerah ini,” kata Kabid Tanaman Pangan Distan Sultra, Muhammad Akbar, kemarin.

Malah, kata Akbar, saat panen tiba, beras Sultra banyak yang dibawa ke Makassar. Untuk mensuport peningkatan produksi padi tahun ini pusat melalui dana APBN maupun Pemda Sultra melalui APBD nya memberikan banyak kemudahan kepada petani. Diantaranya memberikan pupuk gratis dan bibit padi. Untuk benih dari APBN dialokasikan anggaran pada 53 ribu hektar lahan di Sultra. Dari jumlah tersebut untuk bantuan benih padi non hibrida diberikan pada 48 ribu hektar lahan, hibrida 2 ribu hektar lahan dan padi gogo 3 ribu hektar lahan. Lalu untuk pupuk APBN juga dianggarkan pada 24 ribu hektar lahan. Kemudian angaran bantuan dari APBD melalui program Bahteramas untuk padi diberikan pada 25 ribu hektar lahan dan pupuk pada 10 ribu hektar lahan. Subsidi, baik benih maupun pupuk itu akan dibagikan secara bertahap. Kalau benih se-

bagian sudah dibagikan pada petani pada Mei lalu, dan sudah disebarkan, karena bulan ini akan ditanam. Dari seluruh subsidi benih, 40 persen dialokasikan di Konawe. Demikian halnya untuk subsidi pupuk sampai saat ini belum dicairkan karena akan dibagikan pada musim pemupukan nanti. Menurut Akbar, jika saat ini masih ada petani yang mengeluhkan susahnya mencari pupuk, bukan pupuknya yang tidak ada, namun sistem penyaluran yang berubah. “Coba ke PT Kaltim selaku distributor pupuk, pasti pupuk cukup tersedia. Kalau di daerah-daerah masih ada yang mengaku kekurangan, itu karena saat ini menggunakan sistem RDKK (registrasi sebelum penanaman dilakukan melalui PPL setempat). Sehingga pupuk subsidi tidak bisa dijual bebas tiba masa langsung di beli, karena pupuk merupakan produk subsidi dan penggunaannya harus jelas,” pungkasnya.(lis)

inspirasi bisnis H Irwansyah-Hj Ramlah, Pasutri Sukses Meski dalam Keterbatasan Indra

Pelanggan Pakai Bahasa Isyarat, Bisa Telepon Lewat Fasilitas 3G Keterbatasan fungsi indra bukan penyebab untuk berhenti kreatif dan pasrah dengan nasib. Fakta menunjukkan, penyandang tuna wicara pun bisa berbisnis. Dan, meraih sukses. Pasangan suami istri di Makassar ini bisa jadi teladan bagi mereka yang mau berusaha dan bekerja keras.

ALIEF SAPPEWALI, Makassar PEREMPUAN itu tersenyum. Di tangannya beberapa lembar uang ribuan. Tanpa banyak berkata-kata, uang itu diserahkan kepada salah seorang pengunjung. Perempuan berkulit putih bersih yang tersenyum itu adalah Ayu, salah seorang kasir di Kafe Mella, JlSunu,Makassar.Lembaranuang ribuan tadi adalah kembalian untuk pengunjung yang berbelanja kue donat di kafe itu. Tanpa banyak cincau, pengunjung tadi langsung beranjak pergi. Kondisi sama terjadi saat pengunjung lain berbelanja di kafe itu. Di bagian depan kafe itu, ada plang nama Kafe Mella. Tidak seperti kafe yang lain, di tempat ini punya keunikan tersendiri. Apa itu? Mulai dari pemilik hingga karyawannya memiliki keterbatasan indra. Mereka penyandang tuna wicara alias bisu. Pemiliknya H Irwansyah dan Hj Ramlah, bisu sejak kecil. Sepuluh orang karyawannya juga memiliki keterbatasan berbicara. Untuk melayani pelanggan, mereka terpaksa menggunakan bahasa isyarat. Gerakan tangan dan sedikit bersuara. Pengunjung pun begitu. Untuk membeli kue donat yang menjadi andalan kafe ini, misalnya, pengunjung mesti menggunakan isyarat. Terutama jumlah kue yang akan dibeli dan jenis donat yang diinginkan. Kalau pengunjung ingin membeli 10 donat, maka dia memperlihatkan 10 jari tanga-

FOTO ALIEF SAPPEWALI/FAJAR

SERBA BISU--Keluarga H Irwansyah dan Hj Ramlah yang mengelola kafe dengan seluruh karyawannya orang bisu. nnya. Kalau 20 buah, maka ke10 jari tangan itu diacungkan dua kali. Begitu seterunya. Bagi yang sudah langganan, mereka sudah terbiasa berkomunikasi nonverbal seperti itu. Kalau soal harga, tidak ada masalah. Pada etalase kaca berukuran 150 cm x 200 cm itu sudah tertera harga donat. Ada tiga jenis harga yang ditawarkan, yakni Rp 1000, Rp 1500, dan Rp 2000. Jadi pengunjung tinggal menunjuk. Kasir sudah bisa mengetahui total harganya. Kafe ini tergolong baru. Usianya baru setahun. Tetapi, dia sudah bisa menggaet banyak pelanggan. Awalnya, kafe ini hanya berupa tenda darurat. Sejak tiga bulan lalu tempat itu dibenahi agar tampak lebih eksklusif. Pembenahan masih berlangsung hingga sekarang. “Saya sempat sarankan agar karyawan jangan pakai orang bisu semua. Paling tidak, di bagian kasir sebaiknya orang yang bisa bicara. Tetapi dia (Ramlah) tidak mau,” cerita Wahyuddin, ayah Ramlah, yang juga pengusaha tekstil di Makassar Mal. Wahyuddin bercerita, Ramlah lahir normal tahun 1975. Dia adalah anak pertama dari enam bersaudara. Ketika berusia dua bulan, Ramlah tiba-tiba

demam tinggi. Dia step. Sejak itu, Ramlah kecil kesulitan berkomunikasi dan berlangsung hingga sekarang. Ramlah kemudian disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB). Dia menyelesaikan pendidikan hingga tamat SMP. Ketika orang tuanya merintis usaha kafe, sebagai anak tertua, Ramlah jadi karyawan. Dia ditempatkan sebagai kasir. Tahun lalu, Ramlah berubah pikiran. Dia ingin mandiri. Mengikuti saudaranya yang kini mengelola kafe, Ramlah pun memulainya dengan memasang tenda darurat di depan rumahnya. Tak sekadar kafe. Salah satu andalannya adalah kue donat. Ternyata, usaha ini mendapat perhatian. Kuenya disukai pelanggan sehingga cepat berkembang. Karyawan pun terus ditambah. Sekarang, karyawannya sudah 10 orang. Semuanya bisu. Tak satu pun bisa bicara normal. Ramlah mengaku tidak susah merekrut orang bisu menjadi karyawannya. Maklum, dia kini dipercaya menjadi ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sulsel. Organisasi ini juga menghimpun tuna wicara. “Kalau ada orang yang mau

bekerja di sini, saya persilakan dulu menunjukkan cara kerjanya. Kalau saya anggap cocok, saya rekrut,” kata Ramlah dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan adiknya, Hj Ratna. Dalam kapasitasnya sebagai ketua Gerkatin Sulsel, Ramlah sering diundang menghadiri pertemuan tingkat nasional. Dalam berbagai pertemuan, dia diperlihatkan aktivitas penyandang tuna wicara di luar negeri. Ternyata mereka mampu eksis di tengah keterbatasan. “Di Hongkong ada hotel yang karyawannya semua orang bisu. Di Amerika juga begitu. Di Malaysia, ada KFC yang semua karyawannya juga orang bisu. Di Indonesia belum ada,” ungkap Ramlah dalam secarik kertas yang dia tulis tangan. Inilah yang memotivasi Ramlah untuk mempekerjakan orang bisu di kafenya. Dari 10 karyawan, tiga di antaranya lakilaki. Masing-masing bertugas sebagai sopir, kasir, dan pembantu umum. Ramlah berkeras agar sopirnya juga orang bisu. Orang tuanya sempat menyarankan agar sopirnya tidak usah orang bisu. Tetapi, dia menolak. Dia meyakinkan bahwa ada orang bisu yang dapat dipercaya sebagai sopir. Dia sangat kukuh mempertahankan 100 persen karyawannya penyandang tuna wicara. Berkat pengalamannya, Ramlah sangat mengerti pemasaran. Selain karyawan dituntut untuk tampil rapi dan bersih, produknya juga dikemas dengan baik. Pelayanannya diusahakan cepat dan selalu tersenyum kepada pelanggan. Bakat wirausaha rupanya mengalir dari orang tuanya. Jenis usahanya berbeda. Tetapi trik menjaga pelanggan diwariskan. Tak hanya Ramlah, suaminya Irwansyah juga datang dari keluarga pebisnis. Irwansyah adalah putra pemilik Hotel Makassar Transit I dan Hotel Makassar Transit II yang berlokasi di de-

kat Bandara Sultan Hasanuddin Mandai. Berawal dari pertemuan Gerkatin, Irwansyah akhirnya memutuskan menikahi gadis pujaannya, Ramlah. Meski bisu, Irwansyah dan Ramlah tergolong melek teknologi. Ini pula yang menjadi sisi unik pasangan ini. Mereka tetap bisa berkomunikasi melalui telepon seluler. Kalau lewat pesan singkat (SMS) itu sudah biasa. Apalagi keduanya lulus SLB. Dengan fasilitas 3G Telkomsel,

Ramlah bisa berkomunikasi melalui telepon selulernya kapan saja. Tentunya, jika lawan bicaranya juga menggunakan handphone yang memiliki fasilitas 3G. Dia mengaku fasilitas itu telah menghilangkan sekat antara orang normal dengan penyandang tuna wicara. “Kalau tidak bisa 3G, silakan SMS saya ke nomor ini 081355777733,” katanya. Ramlah sempat memperagakan cara dia menerima telepon via 3G. Handphone miliknya

dihadapkan ke wajah dengan mengaktifkan loudspeaker. Lalu, tangannya bergerak-gerak untuk menjelaskan maksudnya kepada lawan bicaranya. Kini Irwansyah-Ramlah dikarunai dua anak. Semuanya cewek dan sama-sama sekolah di SD Athirah. Yang sulung, Nur Afiah duduk di kelas empat. Sementara yang bungsu, Inayah Shofa sementara duduk di kelas dua. Tapi, dua-duanya tidak bisu alias normal.(***)


4

Kendari Pos | Selasa, 8 Juni 2010

‘’Diharamkan’’ Kadis angkat honorer Peringatan jangan lagi korbankan honorer Kadis PU buka borok anak buah Tinggal usul pecat saja pak Anak TK diajak tanam pohon Kalau besar diajak tebang pohon

Ujian dari Wakil Rakyat MASA bulan madu Menteri Keuangan Agus Martowardojo dengan anggota DPR berlalu cepat. Belum dua minggu seusai mendapat sambutan hangat dalam rapat kerja pertama setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada 1 Juli lalu, Agus kini harus siap menghadapi ‘’wajah asli’’ para wakil rakyat. Mantan Dirut Bank Mandiri itu kini betul-betul diuji. Apakah dia bisa setegas pendahulunya dalam menampik rengekan permintaan anggota legislatif atau tidak. Dalam rentang dua minggu, tiga proyek raksasa dengan anggaran miliaran hingga triliunan rupiah disodorkan anggota DPR agar mendapat dana uang negara yang persetujuannya ditentukan lewat putusan Agus, sang bendahara keuangan negara. Pertama, proyek pembangunan gedung DPR berlantai 36 senilai Rp 1,8 triliun. Kedua, pembangunan gedung DPD di 33 provinsi senilai Rp 160 triliun. Yang terakhir adalah proposal pemberian uang Rp 15 miliar per tahun per satu daerah pemilihan bagi kalangan anggota DPR yang dikemas dengan nama ‘’dana aspirasi’’. Seakan tidak yakin dengan tujuan dan manfaat berbagai proyek itu, para wakil rakyat merasa tak tenang jika tidak mengembel-embeli berondongan permintaan tersebut dengan ancaman. Kewenangan legislasi dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja negara dijadikan senjata untuk menekan pemerintah. Jika menteri keuangan (Menkeu) berkeberatan, bahkan menolak menggelontorkan dana, pembahasan APBN 2011 akan dibuat tersendat-sendat atau bahkan dibuat deadlock. Ancaman itu seperti lagu usang yang kembali diputar. Sebab, saat menolak kehadiran Sri Mulyani dalam rapat kerja karena disebut terlibat dalam skandal bailout Bank Century, pembahasan APBN juga dijadikan korban. Saat itu, rapat kerja di Komisi XI DPR dengan Menkeu selalu didahului debat kekanak-kanakan soal kehadiran Sri Mulyani, sehingga bisa menyedot waktu tidak kurang dari empat jam. Jika dihitung, nilai waktu yang dilewatkan seorang Menkeu bisa dicari dari target penerimaan dan pembiayaan yang harus dikejar dalam APBN Perubahan 2010, yakni Rp 1.126 triliun. Itu berarti, dalam setiap detik, seorang Menkeu harus mengumpulkan dana Rp 35,705 juta. Kalau ada satu rapat kerja di Komisi XI DPR yang berlarut-larut dan durasinya minimal empat jam, nilai yang disia-siakan Rp 514,152 miliar. Jabatan Menkeu memang selayaknya diperhitungkan dengan uang karena tugas utamanya adalah mengelola dana pemerintah yang terus meningkat. Untuk 2010 saja, anggaran belanja negara yang dikelola mencapai Rp 1.126 triliun, meningkat daripada 2005 yang masih Rp 500 triliun. Bahkan, pada saat yang sama, Menkeu harus menjaga nilai aset negara sekitar Rp 3.000 triliun. Karena itu, setiap rupiah dari gudang uang negara yang dia jaga harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Akankah Agus menemui kesia-siaan yang sama seperti yang dialami pendahulunya? Kita berharap hal itu tidak terjadi. Meskipun dengan gaya yang lebih kalem dan luwes, kita tetap berharap Agus punya pendirian setangguh Sri Mulyani. Jelaskan kepada anggota DPR soal APBN, yang isinya penuh angka-angka ekonomis, dengan bahasa dan cara-cara politis yang santun. Jangan sampai pembahasan proyekproyek yang sangat jauh dari kepentingan untuk menyejahterakan rakyat itu mendominasi penyusunan APBN 2011. Jika mampu, Agus tidak hanya berhak mendapat respek sebesar Sri Mulyani, namun juga mengucapkan pidato kemenangannya. ‘’Saya berhasil dan menang karena tidak didikte oleh siapa pun. Saya merasa berhasil karena saya tidak mengingkari nurani saya dan saya masih menjaga martabat serta menjaga harga diri saya.’’ (*)

Kendari Pos Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

Kesadaran Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan Hidup S

etiap Tanggal 5 Juni diperingati di seluruh dunia sebagai Hari Lingkungan Hidup, sehingga disebut sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day, WED). Peringatan ini dimulai saat PBB mengadakan Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1977, yang diselenggarakan di bawah koordinasi United Nations Environment Programme (UNEP), yang dibentuk PBB pada Tahun 1977. Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momen penting untuk menumbuhkan kepedulian dan kesadaran masyarakat dunia akan lingkungan hidup, pentingnya kelestarian lingkungan hidup, dan meningkatkan kemauan politik yang diimplementasikan dalam bentuk tindakan nyata untuk memelihara dan mengelola lingkungan hidup secara bijaksana. Menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap upaya pelestarian lingkungan memang perlu dilakukan secara intensif. Pada beberapa kesempatan, kita pasti pernah menyaksikan hal-hal yang membuat miris, terkait perilaku masyarakat yang tidak ramah lingkungan. Ketika dalam perjalanan hendak ke kampus Kemaraya minggu lalu, tiba-tiba dari jendela mobil ber plat merah yang ada di depan saya, terlontar kemasan air minum mineral yang mengotori badan jalan. Tiga hari kemudian kejadiannya agak berbeda, dari jendela sebuah mobil truk terlontar sobekansobekan kertas yang melayang-layang dan akhirnya mengotori jalanan. Kejadian lain cukup memalukan juga, dari jendela sebuah mobil yang tergolong mewah dibuang kemasan kue yang berceceran di jalan. Kejadiankejadian ini merupakan contoh perilaku masyarakat yang tidak perduli pada kebersihan lingkungan. Hari ini kita sudah memasuki bulan Juni, seharusnya ini merupakan musim kemarau, tetapi kenapa frekuensi hujan masih tinggi? Kenapa sekarang rasanya suhu menjadi semakin panas? Kenapa sekarang rasanya musim menjadi tidak menentu? Kenapa sekarang begitu banyak terjadi bencana banjir, namun di sisi lain juga sangat sulit memperoleh air, terutama di musim kemarau? Ini menunjukkan telah terjadi gangguan pada keseimbangan lingkungan, yang menyebabkan timbulnya berbagai akibat negatif terhadap kehidupan manusia. Apakah kita menyadari bahwa

Oleh : Dr Ir Sitti Aida Adha Taridala MSi ”ketidak-laziman” yang terjadi di alam tersebut merupakan akibat dari perbuatan manusia sendiri? Setiap perbuatan kita akan memberi dampak terhadap lingkungan tempat kita hidup, baik sengaja maupun tidak. Tindakan itu ada yang mendukung kelestarian lingkungan, namun tidak sedikit juga yang menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan. Tindakan membuang sampah sembarangan, penebangan hutan tanpa upaya penanaman kembali, pembangunan perumahan/ pertokoan/perkantoran yang menyebabkan permukaan tanah tertutup oleh bahan yang tidak memungkinkan air dapat terserap dengan mudah ke dalam tanah, banyaknya pabrik yang menimbulkan berbagai macam pencemaran, serta adanya usaha-usaha pertambangan yang tidak dibarengi dengan upaya pengelolaan dampak yang memadai, merupakan beberapa contoh aktivitas yang menyebabkan semakin turunnya kualitas lingkungan. Kualitas lingkungan diukur dengan ”indeks kualitas lingkungan”, yang dapat dilihat dari tiga hal, yaitu penutupan lahan, kualitas air, dan kualitas lahan. Dengan adanya indeks lingkungan untuk setiap provinsi diharapkan dapat dijadikan acuan pemerintah untuk melakukan perbaikan lingkungan di sekitarnya. Semakin rendah indeks tersebut, maka semakin besar upaya perbaikan yang harus dilakukan. Perlu diketahui bahwa kualitas lingkungan hidup di Indonesia akhirakhir ini semakin buruk, dimana nilai kualitas lingkungan hidup tersebut secara nasional tidak sampai 6 dari skala 1-10, yaitu hanya mencapai ratarata 5,9. Ini berarti bahwa kulitas lingkungan hidup masyarakat Indonesia termasuk kurang baik. Ini merupakan pertanda bahwa setiap masyarakat Indonesia perlu menyadari hal tersebut dan melakukan tindakan penyelamatan, agar dampak buruk dari kerusakan lingkungan

dapat diperkecil. Pembangunan seharusnya tidak hanya menghitung manfaat yang akan diperoleh dari aspek keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan sosial dan lingkungan. Karena bila menghitung kerugian yang akan diderita akibat tidak memperhitungkan aspek sosial dan lingkungan, terkadang keuntungan ekonomi yang diperoleh menjadi tidak sebanding dengan kerugian yang diderita. Contohnya adalah ketika terjadi banjir di daerah perkotaan yang merupakan hilir sebuah sungai, akibat penebangan hutan di daerah hulu sungai yang dilakukan oleh sebuah perusahaan pemilik HPH (Hak Penguasaan Hutan), maka kerugian ekonomi yang diderita masyarakat menjadi sangat besar. Kenapa bisa demikian? Karena bencana banjir itu tidak saja menimbulkan kerugian ekonomi karena rusaknya aset-aset yang dimiliki masyarakat; rusaknya sarana dan prasarana umum; masyarakat terhalang untuk melakukan aktivitas ekonomi yang menghasilkan pendapatan; timbulnya berbagai bibit penyakit akibat lingkungan hidup yang tidak sehat; sulitnya memperoleh air bersih, bahkan bahan makanan. Kerugian menjadi semakin besar nilainya jika bencana tersebut menimbulkan korban jiwa. Hitungan kerugian menjadi semakin besar lagi dengan kenyataan bahwa banjir itu umumnya tidak terjadi sekali saja, tetapi akan terjadi berulang-ulang bila tidak ada solusi yang tepat. Karena kelebihan air saat hujan, tidak bisa terserap dengan baik ke dalam tanah. Akibatnya, air dalam jumlah besar tersebut meluruh ke arah hilir dengan kekuatan dan kecepatan yang cukup besar, yang akan menerjang dan kemungkinan merusak apa saja yang dilewatinya. Terkait dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup hari ini, setiap kita seharusnya memang memiliki keperdulian terhadap lingkungan, sesuai kemampuan dan kapasitas kita. Para pengambil kebijakan seharusnya membuat kebijakan yang ramah lingkungan; para aparatur pelaksana di lapan-

gan juga harus mengimplementasikan dengan memperhatikan aspek lingkungan; para pengusaha yang nota bene bertujuan mencari profit yang sebesar-besarnya, seharusnya juga memperhitungkan kerugian terhadap lingkungan atas aktivitas yang dilakukannya; demikian juga dengan masyarakat lainnya. Bila semua stake holder memiliki pemikiran, sikap dan perbuatan yang konsisten dalam setiap tindakan yang memperhatikan kelestarian lingkungan, maka kita dapat menghindari terjadinya bencana akibat kelalaian kita dalam mengelola bumi yang dianugerahkan oleh Yang Maha Kuasa ini. Apakah semua warga masyarakat menyadari bahwa tanggung jawab pelestarian lingkungan merupakan kewajiban kita bersama? Terdapat fakta bahwa tidak seluruh masyarakat menyadari bahwa tindakan yang dilakukakannya akan menimbulkan kerusakan dan berakibat bencana bagi kehidupan manusia secara luas. Oleh karena itu, perlu dilakukan program-program penyadaran dan aksi nyata di lapangan, mulai dari hal-hal yang sederhana (misalnya tidak membuang sampah sembarangan) hingga pada aspek yang lebih kompleks. Hal ini akan efektif bila diterapkan mulai dari tingkat perorangan di dalam keluarga, di sekolah-sekolah, instansi pemerintah dan swasta, serta dalam kehidupan sosial masyarakat lainnya. Semoga kita masyarakat Sulawesi Tenggara bisa lebih bijaksana dalam memelihara lingkungan yang merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Amin. (**) Penulis Staf Pengajar pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Haluoleo.

TERIMA OPINI Redaksi Kendari Pos menerima opini dengan foto penulis. Panjang opini minimal 24 maksimal 28 karakter, dalam bentuk file flashdisk atau copy ke CD. Opini dimaksud adalah pendapat penulis. Referensi ilmiah/buku hanya sebagai pembanding.

Sweeping Minuman Beralkohol

Kritisi Program Bedah Kecamatan

Tanyakan Visi Kota Bertakwa

+6281241713286 Pihak terkait terutama Polsek Abeli, tolong sweeping minuman beralkohol saguer dan pongasi di Kecamatan Abeli dan sekitarnya. Soalnya banyak pemabuk yang mengganggu ketentraman warga

+628124179878 Program Bedah Kecamatan yang merupakan andalan Pemda Kolaka sangat menyentuh masyarakat, namun menyiksa SKPD dan pengusaha. Dimana saat ini bahan-bahan yang di bon di toko-toko belum dilunasi oleh Pemda/SKPD.

+6281935332801 Pak Wali Kota dan semua pihak, tolong kita semua berpikir,apakah perkembangan Kota Kendari harus ditandai dengan maraknya THM dan tempat-tempat maksiat. Dimana visi kota bertakwa?

Pemimpin Umum : PP. Bittikaka Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Milwan Redaktur Pelaksana : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin Koordinator Liputan : La Ode Diada Nebansi Redaktur : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Ruslan Amrullah, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Yenni Yusuf, Reporter : Sulis Setiarini, Emilia, Linri Merinda, Arifuddin, Awaluddin Usa; Koresponden : Yafruddin Yaddi, Syamsuddin (BaubauButon), Fitri Ashari (Buton Utara), Eliazer Alex Tato (Kolaka-Kolaka Utara), Arwan Mannaungeng (Jakarta), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) ; Fotografer : Suwarjono ; Design Grafis : Muh Hajar Siddiq ; Karikatur : Arham Rasyid; Redaktur Khusus : La Paa, M Djufri Rachim; Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin; BPSDM : M Djufri Rachim; Teknologi Informasi : Sahdar ; Pracetak : Muhrisan (koordinator), Aser Rerung, Gunawan Chandra, Yusri Zubair, Samiruddin; Telepon Redaksi : (0401) 326513, Faks. Redaksi : (0401) 326512, Faks. Bisnis dan Keuangan : (0401) 323771; E-mail : bumianoa@plasa.com; Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari; Alamat Perwakilan : Jakarta: Mu’min Rolle, Komp Widuri Indah, Blok A1-2, Jl. Palmerah Barat No.353 Telp (021) 5330976, Jakarta 12210; Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin, Kolaka-Kolaka Utara :Eliazer Alex Tato; Harga Langganan : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-Eksemplar-Eceran Daerah Rp. 3.500,-.

Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/ K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Pembina : HM Alwi Hamu; Komisaris Utama : Syamsu Nur, Komisaris : PP.Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Ridwan Arief Direktur Utama : Milwan; Direktur : Purwanto Sanam ; Ombudsman : Ramli Akhmad (Ketua), M Djufri Rachim, La Paa, Muhammad Saiful, SH, MH, Ariyani Arifin (Sekretaris) Manager Keuangan : Agus Tranhadi; Manager Iklan/Sponsorship : Haeruddin; Manager Sirkulasi : Muji Suwarno ; Manager Event Organizer : Rustam, Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 (0401)-3126515, Iklan: (0401)-3126110, Sirkulasi :(0401)3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)-2826129/085241854000; Kolaka Jl. Pramuka No.5 Tlp (0405)-24211. Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 1.00000192-01-000428-30-4 (Rec. Giro), 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA)


Selasa, 8 Juni 2010

Stikes Baubau Dianggap Ilegal Baubau, KP Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Baubau kembali mendatangi gedung DPRD Kota Baubau, kemarin. Para mahasiswa itu mengaku telah ditipu pihak Yayasan Garuda Bahari sebagai pengelola lembaga pendidikan itu. Yayasan didesak secepatnya mengurus izin operasional Stikes Baubau. Sri Wahyu Ningsi, perwakilan mahasiswa dalam pertemuan dengan anggota komisi III DPRD Baubau meminta dewan mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan Stikes Baubau ilegal. Rekomendasi itu nantinya yang akan dibawa ke kepolisian untuk memperkuat laporan mereka. “ Pada rapat sebelumnya antaraDPRD,yayasandankami, mereka (yayasan) sudah mengakui kalau Stikes belum mengantongi izin dari Dikti. Makanya kami minta dewan agar mengeluarkan rekomendasi itu, biar kami melapor ke polisi. Terus terang kami merasa telah ditipu karena sebelumnya pihak yayasan mengaku kalau sekolah tinggi ini telah memiliki izin Dikti, padahal kenyataannya tidak. Kami sudah rugi waktu dan uang,” keluh Sri W Ningsi dalam pertemuan yang dipimpin Laode Munafi itu. Anggota DPRD, Laode Munafi mengatakan, Komisi III tidak mempunyai kewenangan mengeluarkan rekomendasi. ‘’ Kalau ingin membawa persoalan ini ke hukum, silakan saja. Apalagi, kalau hal itu bukan-

Baca STIKES di Hal 6

Segel SD 2 Andoolo Dibuka Andoolo, KP Penyegelan SD Negeri 2 Andoolo mendapat atensi cepat dari Dinas Pendidikan Konsel. Kemarin, Kadis Pendidikan, B. Haryanto langsung menemui Hamid Lamonde sekaligus membuka segel sekolah untuk kelangsungan proses belajar mengajar normal. Klaim atas tanah yang dilakukan Hamid akan dibahas bersama antara pihak Dinas Pendidikan dan mantan Kepsek di SD itu. Pemagaran halaman yang menjadi segel memang sempat membuat guru dan murid enggan masuk sekolah. Namun setelah ada pertemuan yang dilakukan, mereka kemudian beraktivitas seperti biasa. “ Saya baru saja menemui Pak Hamid Lamonde. Sudah ada pernyataan akan dilakukan pembahasan soal ganti rugi lahan yang dimaksud. Dan saya juga minta supaya sekolah tersebut tidak disegel,” jelas B. Harianto. Menurutnya, klaim atas lahan yang diatasnya terdiri dari bangunan SD 2 Andoolo dengan bukti-bukti surat kepemilikan akan ditinjau kembali. Pemerintah juga tak akan langsung melakukan proses seperti yang dikehendaki pengklaim. Sebab sebelum dibangun, penyerahan gedung sekolah tersebut sudah dilakukan. Mantan Kepala SMP 3 Moramo itu menambahkan, kasus penyegelan SD di Konsel sudah sering terjadi. Tetapi setelah dilakukan klarifikasi dan penyelidikan, bangunanbangunan SD atau fasilitas lainnya sudah resmi dengan penyerahan. “ Klaim tanah di atas

Baca SEGEL di Hal 6 InfoBerlangganan/ Pengaduanatas PelayananPelanggan Koran Harian Kendari Pos untuk wilayah Kolaka/Kolaka Utara Hubungi: (0405)2324211 atau SMS : 0852 4172 4083

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Dilapor ke KPK, Ridwan Anggap Lelucon Gubernur Ikut Disalahkan Raha, KP Laporan LSM Swami ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polda Sultra terkait indikasi penyelewengan keuangan negara di Muna langsung dibantah Bupati, Ridwan. Menurutnya, dugaan korupsi sebesar Rp 1,1 triliun yang terplot pada 11 dinas di Pemkab Muna itu sama sekali tidak berdasar. Menu-

rut Ridwan, pengelolaan anggaran memang ada di SKPD (dinas), termasuk biaya perjalanan dinas. Namun Ia mengaku hanya menggunakan fasilitas itu jika melakukan tugas dinas dari Kendari ke jakarta. ‘’ Tapi untuk ke Kendari, Saya tidak pernah ambil uang perjalanan dinas,’’ bantahnya. Ia menegaskan, tak ada tandatangan bupati untuk mengeluarkan uang. Dana-dana yang ada menjadi wewenang SKPD untuk mengelolanya.

Bila ada tudingan korupsi dengan jumlah fantastis itu, Ketua Golkar Sultra tersebut mengaku agak heran. ‘’ Dana pembangunan di Muna selama 10 tahun, belum pernah cukup dan tidak akan pernah cukup sebesar itu. Kalau ada yang lebih dari 1,1 triliun itu gaji PNS. Silahkan keliling satu Muna, ada tidak PNS yang gajinya dipotong,’’ elaknya. Ridwan mencurigai tudingan-tudingan tersebut yang menurutnya justru kembali terjadi jelang Pemilukada Muna akan ber-

langsung. ‘’ Ini lucu-lucu saja. Dana pembangunan Muna selama 10 tahun belum cukup angka itu. Jika dana pembangunan di korupsi, lalu mau dibangun dengan apa Muna ini. SOR itu dibangun pakai apa, infrastruktur meski belum maksimal pakai dana apa dan hak kontraktor dibayar pakai apa,’’ tantangnya. Laporan ke KPK itu sendiri bukan kali ini saja dibeberkan. Namun bila ada kesalahan pengelolaan keuangan, Ridwan mempersilahkan menanyakan lang-

sung pada pimpinan SKPD. Bupati bisa dipenjara bila uang yang diambil dinas lalu diserahkan kepadanya. Namun untuk membuktikan itu, Kadis dulu yang harus diperiksa. Ridwan bahkan menyalahkan Gubernur Sultra, Nur Alam yang menganggap anggaran pembangunan di Muna mengalami kekurangan sebesar Rp 39 miliar karena ‘’peran’’ Ketua DPW PAN tersebut. Nur Alam memangkas dana perbantuan untuk Muna dari Rp 59 M menjadi Rp 20 M. (awn)

174 Transmigran Terlantar Jadup Habis, Lahan tak Diberi, Terancam Kelaparan Kolaka, KP Sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) atau 174 jiwa warga transmigran yang ditempatkan di Desa Anawua, Kecamatan Toari, terlantar. Meski telah delapan bulan bermukim di Desa Anawua, namun ternyata hingga kini lahan garapan seluas dua hektar yang menjadi jatah para transmigran asal Pamulang, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Banten itu belum juga diserahkan pemerintah Provinsi Sultra maupun Pemkab Kolaka. Parahnya seluruh lahan tersebut telah

ERITMAN-KENPOS

Perwakilan transmigran yang terlantar akibat lahan yang menjadi hak mereka belum jelas diberikan pemerintah. Kemarin mereka mengadukan nasib ke DPRD Kolaka.

dikuasai warga lokal. Akibatnya, para transmigran tidak bisa mengolah lahan, karena takut ancaman warga. Para peserta program Transmigran Swakarsa Mandiri (TSM) Pusat ini telah mengadu ke pemerintah desa, Pemkab Kolaka bahkan ke Pemprov Sultra. Sayang, sejauh ini tidak ada tanggapan. Kemarin, delapan perwakilan warga transmigran ini kembali mengadukan nasib ke DPRD Kolaka. Namun kehadiran mereka justru tak mendapat perhatian sama sekali. Anggota Komisi I yang membidangi pemerintahan menilai masalah tersebut menjadi kewenangan komisi II sebagai mitra Dinas Transmigrasi. Gufron, juru bicara para trasmigran mengatakan, mereka hanya meminta kejelasan hak atas lahan satu dan dua seluas dua hektar untuk setiap KK sesuai perjanjian saat mereka mengikuti program TSM. ‘’ Lahan I dan II itu merupakan garapan untuk perkebunan kami menggantungkan hidup. Sementa-

Baca TRANSMIGRAN di Hal 6

Warga Bombana Tolak Cabup Bekingan Asing

Kolaka Raih Adipura Kencana

Kendari, KP Sudah jelas, tak sedikit dana yang dibutuhkan untuk mengikuti Pemilukada. Dari mana memperoleh dana yang begitu besar, salah satunya melalui dukungan dana dari para investor, termasuk penanam modal asing seperti di Bombana yang saat ini tengah bergerilya mencari lahan pertambangan emas. Bagi para calon bupati (Cabup) yang mendapatkan bekingan dari investor asing, bersiaplah tidak mendapatkan dukungan, paling tidak dari Forum Masyarakat Bombana Bersatu (FMBB). Elemen yang terdiri dari pemuda dan mahasiswa Bombana itu menganggap Bupati yang menjadi

Kolaka, KP Kabupaten Kolaka kembali meraih piala Adipura kategori kota kecil untuk tahun 2010 ini. Penghargaan tertinggi dibidang lingkungan tersebut diraih untuk kelima kalinya, sekaligus menorah sejarah sebagai daerah pertama di Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai peraih Adipura Kencana. Piala Adipura tahun 2010 ini disambut sukacita Bupati Kolaka, H. Buhari Matta yang menerima langsung penyerahan piala tersebut dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Piala Adipura Kencana untuk kota Kolaka rencananya tiba hari ini dan akan langsung diarak menuju Bumi Mekongga itu. Kabag Humas dan Protokol Setkab Kolaka, Muh. Arnan Amry melalui Kasubag Pemberitaan, Kasbi Dara yang mengonfirmasi langsung dari Jakarta mengatakan, beberapa pejabat teras Pemkab Kolaka termasuk Kadis Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Yan Iswan akan turut menyambut Piala Adipura di Bandara Haluoleo Kendari. Atas keberhasilan Kolaka meraih Adipura Kencana, Bupati Kolaka, Buhari Matta dengan bangga menyatakan terima kasihnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang mendukung program pemerintah daerah dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. ‘’ Piala yang rutin kita pertahankan ini merupakan prestasi bersama. Terlepas dari kelemahan yang ada, namun upaya untuk selalu hidup bersih dan sehat sekaligus mencip-

antek investor asing hanya akan menjadi boneka untuk memuluskan kepentingan pemodal tersebut. Ketua FMBB, Andi Hasnawir menegaskan hal itu. Katanya kehadiran investor asing dapat merusak sendi perpolitikan masyarakat Bombana. “ Kami tidak menginginkan keberpihakan politik Bupati ke depan diarahkan kepada kepentingan investor asing dengan mengabaikan kepentingan masyarakat Bombana,” ujarnya, kemarin. Berkaca dari kehadiran investor asing di daerah lain, Hasnawir melihat justru lebih banyak memicu potensi konflik di masyarakat. “Contohnya kehadiran PT. Freeport di Iri-

an Jaya yang tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan PT. New Mont di Sulawesi Utara yang justru membuang limbah mercurinya di laut dan meracuni masyarakat,” imbuh mantan Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Poleang (HIPMAP) itu. Hasnawir menegaskan akan menentang dan selalu siap melakukan perlawanan kepada investor asing. “Kita himbau kepada seluruh masyarakat Bombana untuk tidak memilih calon Bupati yang dibekingi serta dibiayai oleh investor asing karena kehadiran investor asing hanya jadi malapetaka,” tegas mantan staf Ketua IPMIB 2008-2010 tersebut. (cr2)

Warga Bingung, Isu SUTRA Menang di MK Andoolo, KP Kabar kemenangan pasangan Surunuddin-Muhtar Silondae dalam sengketa Pemilukada Konsel di sidang Mahkamah Konstitusi (MK), berhembus. Padahal hingga saat ini, proses persidangan baru saja berlangsung dan belum ada putusan. Namun informasi itu ternyata menggelisahkan warga dan berdampak besar pada pelayanan pemerintahan di Konsel. Persentase kehadiran PNS melaksanakan tugas sangat minim. Menanggapi isu tersebut, Bupati Konsel, H. Imran meminta semua tetap tenang dan menunggu kepastian hukum. Informasi kemenangan pasangan Cabup berakronim SUTRA itu memang membuat masyarakat dan PNS

bingung. Apalagi, sidang gugatan Pemilukada di MK baru masuk tahap pemeriksaan saksi dari KPU dan akan diputuskan dalam pekan ini. “ Jangan mendengar isu yang tidak bertanggungjawab,” ujar Bupati Konsel, H. Imran melalui Kabag Humas Arsalim Arifin, kemarin. Atas informasi yang tersebar hampir di seluruh pelosok Konsel, Imran mengaku telah menerima ratusan SMS, baik dari masyarakat atau pun PNS di Konsel. “ Inilah yang kita luruskan. Sengketa Pemilukada Konsel masih berlangsung di MK dan belum ada putusan. Jadi informasi itu tidak benar dan nuansanya akan merusak tatanan pemerintahan sekarang,” katanya.

Imran

Baca WARGA di Hal 6

BUHARI MATTA takan suasana indah adalah kebiasaan yang harus terus dipupuk,’’ kata Buhari Matta. (zer)


6

Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

Kepala BLH Buton Diprotes Sebut Baru Konsultan Unhalu yang Legal

Kendari, KP Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Buton Sulaiman Safa’a, kurang memiliki referensi. Dalam sengketa PT. AMI dengan warga Talaga Raya di Buton, Sulaiman sempat mengatakan, investor itu telah melakukan uji Amdal dengan menggunakan Konsultan Unhalu. Hal tersebut menurut Sulaiman karena baru konsultan universitas negeri di daerah ini yang legal. Sontak, pernyataan tersebut memantik protes keras dari organisasi konsultan. Salah satunya Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sultra. Ketua Inkindo,

Segel ......................... bangun SD 1 dan 2 Andoolo itu sudah ada penyerahan kepada pemerintah Kabupaten Kendari saat itu. Lagi pula, tanah yang diklaim tidak memiliki sertifikat,” tambahnya. Pengganti Syarif Sajang itu juga meminta kepala sekolah, guru terma-

Stikes ........................ lah merupakan delik aduan, jadi polisi bisa langsung melakukan tindakan tegas. Sesuai Undang-Undang Sisdiknas, ini bukan delik aduan. Harusnya polisi sudah bisa mengambil tindakan tanpa menunggu lapo-

Warga ....................... Anggota KPU Konsel, Yuliana, SH yang dikonfirmasi juga mengakui bila gugatan Pemilukada Konsel yang diajukan oleh Pasangan SUTRA di MK masih ber-

Transmigran ............... ra yang kami dapatkan saat ini hanya lahan untuk pemukiman yang luasnya tidak seberapa,’’ keluh Gufron. Ia mengatakan, jika tidak segera ditangani, 174 warga transmigran yang diantaranya terdapat anakanak dan perempuan terancam kelaparan. Pasalnya jatah hidup

Saipuddin bahkan memberikan somasi kepada Sulaiman untuk menarik kembali pernyataannya itu. “ Pernyataan Sulaiman menyesatkan, karena mematikan ‘’lahan’’ temanteman (anggota Inkindo dan konsultan lainnya). Bayangkan, kalau orang yang tidak paham, maka tidak akan memakai jasa konsultan lain karena dianggap tidak legal,” terangnya. Pria itu wajar marah. Pasalnya, untuk Inkindo saja, delapan anggotanya telah lolos sertifikasi sebagai konsultan sehingga memiliki legalitas yang paten. Sedikitnya ada empat alas hukum yang mengatur legalitas jasa konsultan yakni pasal 6 Undang-undang jasa konstruksi nomor 18 tahun 1999, peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruk-

si nomor 12 A tahun 2008, UU no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta Peraturan menteri lingkungan hidup no 7 tahun 2010 tentang sertifikasi, kompetensi penyusunan dokumen Amdal. “ Anggota kami sudah memenuhi aturan itu sehingga memiliki legalitas,” tegasnya. Sekadar mengingatkan, Kadis Lingkungan Hidup Buton, Sulaeman Safa’a mengatakan setelah seluruh persyaratan administrasi dipenuhi, maka PT. AMI mencari konsultan sendiri yang telah mempunyai legalitas. ‘’ Karena di Sultra baru konsultan Unhalu yang memiliki legalitas, makanya PT. AMI menggunakan Unhalu,” ungkap Sulaeman Safaa di Rujab Bupati Buton, beberapa waktu lalu. (cr2)

suk seluruh murid dan orang tua untuk tidak terpengaruh dengan penyegelansekolahsertatetapmelakukan proses belajar mengajar seperti biasa. Sementara itu Bupati Konsel, H. Imran seperti dikutip Kabag Humas, Arsalim Arifin menyatakan penyesalan atas langkah warga yang melakukan penyegelan terhadap ban-

gunan pemerintah, terlebih lagi itu adalah fasilitas pendidikan. ‘’ Saya minta Dinas Pendidikan Konsel untuk mendata sekolah yang masih rawan gugatan dan segera buatkan surat kepemilikannya. Kepada warga juga diharapkan agar tidak saja langsung main segel, tetapi sebaiknya dikoordinasikan,” tegas bupati. (era)

ran. Jadi silakan saja lapor polisi tanpa harus membawa rekomendasi dewan,” jelas Munafi. Politisi Partai Demokrat, LM Taufik juga menyarankan agar mahasiswa yang merasa telah dirugikan pihak pengelola Stikes Baubau untuk membawa persoalan ini ke

hukum. Terlebih setelah melihat tak ada itikad baik pihak yayasan untuk menyelesaikan persoalan izin operasional. Mendengar saran tersebut, para mahasiswa itu pun menyatakan tekad untuk mempolisikan Yayasan Garuda Bahari selaku pihak pengelola Stikes Baubau. (yaf)

jalan. “Belum ada putusan MK, sidangnya baru dua kali. Besok (hari ini) sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dari PPK yang dihadirkan KPU Konsel,”ujarnya, kemarin. Yuliana menambahkan, untuk per-

mintaan saksi, KPU menghadirkan 22 pimpinan PPK di MK. “ Jadi tolong sampaikan ke masyarakat, putusan MK tentang hasil Pemilukada belum diputuskan. Hasilnya akan diketahui dalam pekan ini,” pintanya. (era)

(Jadup) yang diberikan pemerintah pusat sebesar 10 juta per KK telah habis untuk biaya selama delapan bulan. ‘’ Warga sekarang hanya mengandalkan umbi-umbian yang ditanam di sekitar rumah untuk dimakan. Jadup yang diberikan sudah habis. Kami mohon pemerintah segera memberikan solusi,’’ pintanya. Di

tempat yang sama, Anggota Komisi II DPRD Kolaka, H. Jufri hanya mengatakan pihaknya akan memediasi transmigran untuk mempertanyakan masalah tersebut ke dinas terkait. Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kolaka, Simon Pali yang berupaya dikonfirmasi terkait hal tersebut justru tak berada di kantornya, kemarin. (cr3)

Warga Waetuno Raya Minta Bangun SMA Wangiwangi,KP Warga Waetuno Raya menolak rencana Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wakatobi untuk membuka SMPN 4 Wangiwangi. Alasan warga dari Kelurahan Waetuno, Desa Patuno dan Desa Waelumu itu, bangunan SMP itu belum prioritas didirikan, sebab saat ini telah ada bangunan MTs Swasta. Menurut warga setempat, sekolah yang paling dibutuhkan justru SMA atau Madrasah Aliyah (MA). Penolakan itu diungkapkan saat dua Anggo-

ta DPRD Wakatobi melakukan kunjungan ke wilayah itu. Hal itu terungkap pada pertemuan silaturahmi Anggota DPRD Wakatobi, Sutomo Hadi dan La Moane Sabara di Kelurahan Waetuno, Lingkungan Peropa, beberapa hari lalu dua hari lalu. La Moane Sabara mengatakan, pendapat warga di tiga wilayah itu bisa dibenarkan. Karenanya, Ia sangat berharap agar Diknaspora Wakatobi memperhatikan aspirasi itu. ‘’ SMA atau Madrasah Aliyah di daerah itu memang belum ada. Sedang sekolah setingkat SMP sudah diang-

gap cukup seperti MTs Swasta, SMP Waopu Jengo Longa, dan SMPN 2 Waha. Jika didirikan lagi SMPN 4, terang saja siswanya akan sangat kurang. Murid tamatan SD juga masih sedikit untuk mengisi sekolah SMP yang ada. Di tempat itu hanya ada tiga SD di Desa Waelumu, Patuno, Waetuno. Jika Diknaspora membuka SMA sederajat itu tepat. Mengingat kebanyakan siswa yang ada di desa dan kelurahan tersebut setiap hari harus berjalan jauh, sekolah di ibu kota Kabupaten,’’ paparnya, panjang lebar. (cr1)

Warga Korban Banjir Tanam Pohon

ERITMAN-KENPOS

Aksi tanam pohon yang dilakukan anak TK Pembina Kolaka dalam memperingati hari lingkungan hidup sedunia, akhir pekan lalu.

Kolaka, KP Banjir yang menerjang tujuh desa di Kecamatan Ladongi dan menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit, memberi pelajaran besar bagi warga setempat. Dalam rangkaian peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni lalu, ratusan warga Ladongi bergotong royong melakukan penanaman pohon di daerah aliran sungai dan lahan tandus lainnya. Dalam kegiatan yang diprakarsai pemerintah kecamatan bersama UPK dan PNPM-LMP Ladongi serta LSM Operation Wallacea Trust, sekitar 1000 pohon jenis trembesi dan ratusan mahoni berhasil ditanam. Camat Ladongi, Sabaruddin mengatakan program penghijauan daerah-daerah resapan air yang telah gundul akibat perambahan tersebut merupakan program PNPM- LMP bersama pemerintahannya dalam upaya menghijaukan kembali lahan kritis. ‘’ Kita berharap gerakan penanaman pohon yang melibatkan masyarakat akan semakin menimbulkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,’’ terang Sabaruddin. (cr3)

Warga Konut Nikmati CSR Antam Kendari,KP PT. Antam memang baru melakukan eksploitasi pada 2010 ini di Konut. Namun masyarakat di daerah pemekaran Konawe itu kini langsung merasakanmanfaatkehadiranBUMN yang bergerak pada usaha pertambangan nikel tersebut. Ketua Forum Pemerhati Ekonomi Sosial dan pem-

bangunan (Forpesban) Konut, Sardin pun memberi apresiasi lebih terhadap kepedulian PT. Antam. “ Selama ini PT. Antam telah memberikan corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat Konut khususnya di areal eksploitasinya di Kecamatan Molawe dan Lasolo. Mulai dari pemberian kredit usaha kemitraan, ban-

tuan pendidikan seperti beasiswa dan bantuan alat tulis serta perbaikan sarana umum,” jelas Sardin. Selain itu menurutnya PT Antam juga dianggapnya terus mendekatkan diri dengan masyarakat Konut dengan cara memberikan sosialisasi maupunseminartentangperusahaan dan kegiatan CSR mereka. (cr6)


7

Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

Neneng Tuntut Bertemu Dengan Kapolda Tersangka .................. Keterlibatan PHO (Tim Pemeriksa dan Penerima Barang) yakni Kasman Masiri (Ketua Tim Pemeriksa) dan Penerimaan Barang, Arnes, Mahaluwin dan Memeriani masing-

masing sebagai anggotanya dinilai cukup jelas. Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), yang dimaksud dengan pidana korupsi adalah perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau

orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. “Karena tim pemeriksa dan penerima barang memberikan teken (tanda tangan) sehingga anggaran cair hingga mengakibatkan kerugian negara.

Tuduhan Pembakaran Dianggap Sebagai Alibi Meskipun mereka mengaku tidak menerima sepeser pun dari anggaran pengadaan Mobdis Puskesmas Keliling Dinkes Bombana, tapi akibat tanda tangannya, dana cair, memperkaya orang lain dan merugikan keuangan negara,” jelasnya.(rif/ong)

Peran Endorser Faktor Penting dalam Penjualan Dunia ........................ harajuku, gadis-gadis negeri ini tiba-tiba antri mengubah rambut yang sama. Ketika Manohara mengenakan jilbab berbahan katun paris , mahasiswa muslim tanpa komando beramai-ramai mencari jilbab bordir berbahan katun paris . Begitulah seterusnya. Melihat peluang trend setter itu, maka tim kreatif kemudian memanfaatkan peluang yang tersaji di depan mata. Mereka mencoba menggandeng public figure menjadi endorser (model iklan) produk agar fenomena trend setter tadi bisa berlanjut ke penggunaan merek tertentu. Bak gayung bersambut, artis pun merasa cukup diapresiasi dengan pemilihan dirinya sebagai endorser.

Tanpa menjadi endorser, mereka memang perlu mengubah gaya rambut, model jilbab, tipe kendaraan, aroma parfum, dan lainnya. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Lalu tawaran menjadi endorser pun dipenuhi. Sejumlah endorser yang sudah terpilih seperti Dedy Mizwar (Yamaha), Joshua (Sakatonik), Mariana renata (Sunsilk), Feby Febiola (Lux), dan banyak lagi. Ketika konsumen ingat artis itu, seketika mereka ingat produk yang diwakilinya. Demikian sebaliknya. Selain menjadi model iklan, endorser kemudian diterjemahkan sebagai perwakilan (personifikasi) sosok sebuah merek. Bahkan lebih jauh dari dunia endorser itu, kehidupan pribadi sang endorser ikut menjadi

“taruhan”. Ketika sang artis menghadapi masalah pribadi di mata publik, keterwakilan dirinya pada merek yang digawanginya menjadi terancam. Masyarakat langsung menjauhi merek yang dimodeli artis tersebut meski sebenarnya tidak ada hubungan langsung antara profesionalisme kerja dan urusan pribadi. Namun inilah fakta, bahwa artis ternyata tidak sekadar menjadi model tetapi sekaligus menjadi seseorang yang ideal tanpa boleh “berdosa” sedikit pun. Sejumlah public figure yang pernah “bermasalah” beberapa waktu, seperti Doyok yang diberhentikan dari kontrak iklannya dengan Puyer 16 karena tersandung narkoba. Begitu pula Sophia Latjuba dengan sabun GIV karena isu selingkuh. Banyak lagi lainnya.

Tampak sekali bahwa peran endorser sangat besar pengaruhnya pada kinerja peningkatan/penurunan penjualan suatu produk. Melakukan “dosa” secuil di mata publik mampu memperngaruhi kontrak mereka yang ikut “ternoda”. Semakin besar “dosa” yang diperbuat, semakin besar pula konsekuensi yang dihadapi. Kehidupan artis di dunia endorser seakan terbalut benang-benang tipis yang sangat rentan. Saking sensitifnya, piring mereka ikut “tergadaikan” oleh perilaku sang endorser di sepanjang hari, sepanjang minggu, sepanjang masa kontrak. Menjadi endorser, meski dikompensasi rupiah yang cukup tinggi namun butuh modal besar berupa “mental malaikat”.(*)

Bisa Bandingkan Ukuran Tubuh dengan Pemain Asli NBA 200 Game ................. perempuan. Dan, tidak harus bisa main basket karena permainannya lebih untuk have fun,” tambahnya. Hebatnya lagi, untuk menjajal sensasi games interaktif khas NBA itu, siapapun tidak akan dipungut biaya alias gratis. Nantinya, akan ada dua jenis permainan yang bisa diikuti. Pertama, on-court activities alias permainan di lapangan basket portable yang disediakan oleh penyelenggara. Yang kedua adalah permainan di booth-booth sponsor. “Buat yang masih malu-malu bermain di tengah lapangan, bisa ikut yang di booth,” ujar Sany, sapaan Masany. Untuk mengikuti permainan di booth ini pun caranya seru. Pengunjung akan diberi sebuah event passport. Paspor ini bisa dibawa berkeliling dari satu booth ke booth yang lain. Setiap kali menyelesaikan satu permainan, pengunjung akan mendapat sebuah stempel di

paspor. “Di setiap booth, para sponsor menyediakan banyak sekali hadiah. Selain itu, paspor yang sudah dipenuhi stempel bisa dikumpulkan untuk mendapat berbagai hadiah NBA. Mulai dari flashdisk NBA, pakaian, sampai jersey bertanda tangan Trevor Ariza,” jelas Sany. Pada NBA Madness tahun ini, akan ada lima booth yang menyediakan permainan seru. Yakni Jawa Pos 3-Rim Game, Honda Jump Measure, Platinum 4-Rim, Flexi Take A Shoot, dan NBA Fans Zone. Untuk on-court activities, di NBA Madness akan terdapat tujuh buah games. Yaitu, Jawa Pos Slam Dunk Contest, DBL 3x3 Challenge, Honda Matic Shooting Stars, Vision 1 Sports 2-Ball, Platinum Skills Challenge, NBA Free Throw Conga, dan NBA 3-Point Shootout. Plus, sebuah kompetisi dance, Flexi Dance Competition Ahmad Hafid, salah seorang pelajar SMPN 22 Surabaya, mengaku pasti akan datang

untuk menikmati NBA Madness sejak hari pertama pembukaan. Hafid memang sudah sempat menyaksikan keseruan game ala NBA Madness ketika even ini melakukan roadshow ke sekolahnya beberapa waktu lalu. “Kalau ikut pertandingan kan susah. Kalau game di NBA Madness itu lebih santai, tapi tetap menantang. Jadi, siapa saja bisa ikutan. Nggak harus jago basket,” katanya. “Aku udah nggak sabar pengin main.” tambah Hafid. Pembukaan NBA Madness presented by Jawa Pos pada 10 Juni mendatang akan dimeriahkan oleh kehadiran cewekcewek cantik Denver Nuggets Dancers. Selain bakal tampil dengan koreografi rancaknya, Denver Nuggets Dancers juga akan menjadi juri Flexi Dance Competition. Mereka akan menghibur pengunjung Tunjungan Plaza 3 Surabaya hingga 13 Juni. Sementara para dancer meramaikan pekan pembuka, maskot NBA dari New Orleans

Hornets, Hugo akan menghibur pengunjung di Supermal Pakuwon Indah pada pekan ketiga (24-27 Juni). Lalu, bintang Houston Rockets Trevor Ariza akan hadir di Supermal Pakuwon Indah Surabaya untuk pekan puncak NBA Madness pada 1-4 Juli. “Untuk menghadirkan nuansa khas NBA, nantinya pengunjung juga bisa membandingkan ukuran tubuh dengan ukuran asli pemain NBA. Bisa membandingkan tinggi badan, arm span, besar tangan, juga ukuran kaki. Nanti bisa foto-foto seru di sana,” ujar Masany. Serunya lagi, salah satu yang akan menjadi bahan eksibisi adalah trofi champion NBA Larry O’Brien Trophy. Nantinya, penonton akan bisa berfoto bersama trofi bergengsi yang diperebutkan tim-tim NBA tersebut. Namun, DBL Indonesia belum bisa memastikan kapan tepatnya trofi itu bisa dipajang mengingat saat ini pertandingan final NBA sedang berlangsung. (dra)

Kaget Ketika Bertemu Om di Karaoke Menjadi ..................... Setelah lima menit berkenalan, barulah mulai bercerita tentang awal kisahnya menjadi pekerja seks komersial (PSK), khususnya di tempat-tempat karaoke. Berawal dari cerainya Ryan dari suami terkasih, yang telah ditemani berpacaran selama lima tahun dan membangun mahligai rumah tangga selama setahun, membuat dirinya sangat kecewa. Pasalnya, Ryan rela menikah di usia 16 tahun hanya untuk melayani suaminya dengan baik, sambil tetap bersekolah pada salah satu SMA favorit di Kota Kendari. Akibat perceraiannya itu, selain sekolahnya terbengkalai, ia memilih bergaul dengan teman-teman sebaya yang berprofesi PSK, kebiasan itu kemudian berlanjut hingga saat ini. Profesi seperti itu tetap di-

jalaninya, dengan alasan persahabatan dan membantu perekonomian keluarganya di kampung. Apalagi keinginannya untuk sekolah sudah tidak ada, pasalnya jauh dari keluarga. “Saat ini orang tua yang sangat saya hargai, yaitu ibu sudah tiada (meninggal) sejak saya masih duduk di bangku kelas IV SD. Inilah yang menambah kurang minat saya untuk sekolah, selain itu saya sudah senang bekerja begini karena sebagian hasilnya dikirim kepada bapak yang hanya menjadi buruh tani, serta sebagiannya lagi untuk membiayai hidup di Kota Kendari,” kata Ryan sambil mengurai rambutnya agar tidak tampak jelas raut wajahnya tatkala berkisah. Mengenai tindakannya yang dinilai berani, mengandung banyak resiko di usianya yang baru menginjak 21 tahun, dirinya hanya mengatakan: “Mau

diapa mbak sudah terlanjur.” Sambil kembali teringat akan suaminya yang dinilainya sebagai anak mami, yang tidak punya pendirian. Padahal seharusnya mereka dapat hidup mandiri, mengingat pekerjaan suaminya yang mapan sebagai salah satu pegawai bank swasta di Kota Kendari. Meskipun demikian, anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku tidak kuasa ketika pulang kampung tiga kali seminggu dan berbincang dengan ayahnya yang sudah uzur. “Saya terkadang merasa berdosa membohongi bapak karena selama ini mengira saya di Baubau bersama tante. Parahnya ketika tidak sedang melayani tamu dan terdengar suara adzan, terkadang saya juga meneteskan air mata,” tambahnya sambil menghela nafas dalam-dalam. Karena itu, kelak tabungan telah mencukupi, Ryan beren-

cana pulang kampung dan mengurus ayahnya. Ketika tips menemani tamu berkaraoke Rp 100 ribu per jam, plus tambahan tips yang enggan disebutkan nominalnya ketika diajak ke hotel, yang dihitungnya dalam sehari sedikitnya dua tamu dapat dilayaninya, jumlahnya telah mencukupi. Saat itulah profesi PSK akan ditinggalkannya. “Saya juga takut ketahuan sama keluarga mbak, apalagi pernah kejadian sekali di karaoke, saya bertemu dengan keluarga bapak. Untung saja pada saat itu pakaian saya tidak seronok, sehingga om saya tidak mencurigai,” ungkapnya. Masih banyak cerita yang akan dikisahkan janda muda berambut lurus sebahu ini, tetapi karena panggilan dari rekan seprofesinya, akhirnya ia buruburu merapikan pakaian yang dikenakannya, dan harus bertugas lagi.(*)

Dituding .................... diperiksa. Jadi tolong media membedakan, mana pengrusakan dan mana pembakaran. Kasus ini beda LP-nya (Laporan Polisi). Pengrusakan masih penyidikan, berarti sudah ada tersangka. Sedangkan kasus pembakaran masih penyelidikan. Berarti belum ada tersangka,” bantah Halim Alkaf-dengan nada tinggi-yang telah ditetapkan tersangka tipiring pengrusakan, kemarin. Sementara itu, kuasa hukum HKLKU Risal Akman SH, pun angkat suara. Katanya, tidak benar apa yang dituduhkan kepada kliennya sebagai pelaku pembakaran kantor PU. “Itu berdasarkan hasil pemeriksaaan kepolisian kepada sak-

si-saksi dan bukti-bukti yang ada. Yang terungkap hanya pelaku pengrusakan, yakni Halim Alkaf. Pelaku pengrusakan pada siang hari, bukan pelaku malam hari (pembakaran). Pengrusakan hanya dilakukan satu orang dan sekali lagi pembakaran tidak dilakukan kontraktor. Pernyataan Nasruddin soal pembakaran dilakukan oknum kontraktor menyudutkan klien saya,” ujar Risal Akman SH. “Isu itu sengaja dibangun. Kami tahu pembakaran ini direkayasa.Agarterbangunstigma bahwa pelakunya adalah kontraktor karena disaat yang sama mereka berdemonstrasi Senin siang. Aneh, entah mengapa tiba-tiba malam hari kantor itu terbakar. Ini sarat kepentingan politik. Ini sengaja

dipolitisir. Seolah-olah kontraktor yang berbuat. Jadi, statement Nasruddin atas dugaan kontraktor klien saya sebagai pelaku pembakaran hanya isu semata atas perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan kadis yang membatalkan hasil lelang adalah tidak sesuai prosedur. Sedangkan klien saya telah dinyatakan pemenang dan sudah ada (meneken) kontrak,” tambahnya. Atas tudingan itu, Risal akan menempuh langkah hukum karena telah mengarah ke fitnah yang menyesatkan. “Akan kami laporkan secara pidana sebagai perbuatan tidak menyenangkan. Sekaligus menggugat perdata karena klien kami dirugikan, materiil dan inmateriil atas statement itu,” pungkasnya.(din/ong)

Kades Terima Uang untuk Mobilisasi Massa Sekwan ..................... gakuan seorang Kepala Desa di Napabalano. Kepada petugas, Kades itu mengaku akan diberikan uang oleh Sekwan sebagai biaya mobilisasi massa. Alibi Sekwan kian dicurigai setelah petugas menemukan lembaran yang berisi daftar pemilih tetap (DPT) Pemilukada Muna. Curiga dengan Sekwan telah melakukan money politic, seorang anggota Panwas Muna, Muchtar langsung menggiring Sekwan di kantornya. Uang Rp 6 juta berikut sebuah handphone dan lembaran daftar nama di DPT turun diamankan. Pantauan wartawan koran ini di lokasi, penggerebekan dan penangkapan Sekwan berikut

camat, dua Kades dan seorang lurah ini bermula dari kecurigaan Tim salah satu pasangan Cabup-Cawabup yang menyaksikan ramainya kendaraan di kantor DPRD Muna yang tidak seperti biasa. Curiga ada yang tak beres, Satgas dan Tim CabupCawabup tertentu melakukan pengintaian. Satgas meyakini bahwa terjadi pembagian uang di dalam ruangan Sekwan, mereka kemudian menghubungi Panwas dan polisi. Ternyata, Panwas dan Polisi juga cepat tanggap dan langsung meluncur ke kantor DPRD. “Ketika disergap, semua terlihat kaget. Jawaban mereka pun berbeda-beda,” tutur seorang anggota Satgas. Hingga berita ini diturunkan, Sekwan Muna, Dahlan Kalega belum berhasil dikonfir-

masi. Dahlan masih menjalani pemeriksaan apalagi, di kantor Panwas spontan massa berdatangan. Saking hebohnya, mantan Ketua PDIP Sultra, La Ode Rifai Pedansa pun terlihat di bagian depan dari kerumunan massa. Situasi sempat memanas namun berhasil ditengahi. Kapolres Muna, AKBP Rahmat Pamudji melalui Kasat Intelkam APK Darmawan membenarkan kejadian yang menimpa Sekwan Muna. Dalam kejadian tadi malam, APK Darmawan berterimakasih kepada masyarakat karena telah menyerahkan penanganannya kepada aparat yang berwajib. “Kami tetap melakukan quick respons (tanggap cepat, red),” tutur Darmawan atas nama Kapolres Muna.(yaf/ong)

Menari Bak Bintang Rock Pamer ....................... itu tampil dengan gaya rambut yang dicat kemerah-merahan serta tarian yang menunjukkan lekuk tubuhnya yang

sintal. “Dari kejauhan, aku bisa melihat tubuh indahnya menari diatas panggung,” beber dia. Pelantun Umbrella juga menari-nari bak bintang rock saat memasuki akhir konser. Beru-

lang kali, bekas pacar Chris Brown ini menunjukkan bokongnya yang seksi ke penonton. “Ini betul-betul pertunjukan yang indah, Rihanna memang mempesona,” tutupnya.(gie)


8

Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

Relawan Disambut Pekik Takbir Jakarta, KP Lima dari dua belas WNI yang turut dalam misi Freedom Flotilla akhirnya kembali ke tanah air. Didampingi Dubes RI untuk Yordania Zainulbahar Noor, lima relawan korban serangan brutal Israel di Kapal Mavi Marmara kembali ke tanah air. Mereka antara lain H Ferry Nur (Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, Kispa) dan Wakil Ketua Kispa Muhendri Muchtar, Hardjito Warno, M Yasin (jurnalis TV) dan Okvianto Emil Baharuddin. Pekik takbir menyambut kedatangan mereka di Terminal Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Lima relawan tersebut datang bertahap. Okvianto tiba pada 13.15 dengan Singapore Airlines 958. Dalam kondisi sakit, relawan dari Komite Indonesia Solidaritas untuk Palestina (Kispa) itu terpaksa langsung dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Empat relawan lain kemudian tiba menggunakan Pesawat Emyrates 356 yang berangkat

dari Dubai mendarat pada 15.55. Ketua Kispa, Ferry Nur berjalan paling depan diantara rekannya sambil terus meneriakkan takbir. Tepat pukul 17.00 WIB rombongan iring-iringan mobil penjemput WNI relawan kemanusiaan Gaza tiba di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) jalan Pejambon. Ketika tiba di gedung Kemenlu, Ferry Nur langsung disambut pelukan sang istri, Khadlrotun. Lima anak, kakak ipar, dan orang tuanya juga hadir menyambut. Usai bercengkerama selama beberapa menit, Khadlrotun kemudian menyampaikan kebahagiaannya kepada para wartawan. Namun, dia mengaku ikhlas karena bisa memiliki suami seorang pejuang kemanusiaan. “Saya ikhlas karena ini adalah perjuangan di jalan Allah,” kata dia Khadlrotun datang setelah dihubungi pihak Kemenlu. Sebenarnya, kata dia, keluarganya memiliki delapan anak. Tapi ketiga anaknya masih berada di pesantren. Karena

itu hanya lima orang yang diajak ikut serta. Dia mengaku sangat bangga dan akan selalu rela bila Ferry mengutarakan niat untuk berangkat lagi pada misi kemanusiaan serup. “Insya Allah, jika itu di jalan Allah saya rela,” tegas dia. Ketika memberikan keterangan pers di ruang Nusantara Kemenlu, Ferry mengatakan bahwa serangan itu tak lain adalah aksi perompakan oleh militer Israel. Karena itu dilakukan 72 mil dari perbatasan laut yang ada di perairan internasional. “Dan kami masih siap melanjutkan perjuangan kemanusiaan ini bila diberikan

Baca RELAWAN diHal.7 FOTO:MUHAMMADIQBAL/SATELITNEWS

Relawan Komite Solidaritas Palestina (KISPA) Ferry Noer (Kaca Mata) ketika tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/ 6). Ferry Noer (Kaca Mata) merupakan salah satu dari dua belas relawan Indonesia untuk Palestina yang sempat disandera tentara Israel.

Tersangka Korupsi Bombana Mogok Makan Kendari, KP Direktris CV Tujuh Bersaudara, Neneng Iskandar yang kini menjadi tahanan Mapolda Sultra atas kasus dugaan pengadaan mobil dinas (Mobdis) fiktif di Kabupaten Bombana melakukan aksi mogok makan. Neneng menuntut untuk dipertemukan langsung dengan Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Drs Sukrawardi Dahlan dalam membahas statusnya dan dugaan ketidakproporsionalan polisi terkait kasus yang dihadapinya. Tim Kuasa Hukum Neneng, Marwan Dermawan SH dan Haerul Aswan SE SH MM mengatakan, aksi mogok makan yang dilakukan kliennya sejak Minggu (6/6) pukul 19.00 wita hingga sekarang. Tuntutan yang diinginkan atas aksi tersebut disampaikan ke kuasa hukumnya melalui testimoni yang ditulis oleh Direktris CV Tujuh Dua Bersaudara itu. “Salah satu tuntutannya adalah dipertemukan secara langsung dengan Kapolda. Saya sebagai kuasa hukumnya berusaha untuk bertemu langsung, namun ibu Neneng tidak mau berbicara, tapi dia tulis melalui kertas (testimoni) meminta saya dan tim kuasa hukumnya untuk berbicara dengan Dir Reskrim agar dimediasi untuk bertemu dengan Kapolda,” terang Marwan Dermawan saat ditemui di Mapolda Sultra, kemarin. Marwan mengaku telah bertemu dengan Direktur Reskrim Polda Sultra, Kombes Pol. Drs

Iswandi Hari dan berjanji akan memediasi permintaan tersebut. Neneng Iskandar mengharapkan, kasus pengadaan Mobdis Puskesmas Keliling lingkup Dinas Kesehatan Bombana yang diduga fiktif dapat ditempatkan pada porsinya. Kepolisian pun dituntut untuk proporsional melakukan penyidikan. “Klien saya merasa, ada pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini, tapi tidak ditahan. Perjuangan ibu Neneng dengan aksi mogok makan dilakukan untuk membela tim PHO (Kasman Masiri, Arnes, Mahaluwin, dan Memeriani) yang dinilai tidak terlibat dalam kasus tersebut. Mereka tidak dikenal oleh ibu Neneng,” jelasnya. Neneng Iskandar kembali “bernyanyi” dan menuding, ada pihak panitia tender dan pihak dealer yang harus ditahan, tapi tidak dilakukan penahanan. Pihak dealer dinilai telah melakukan penahanan terhadap aset pemda Bombana yang menahan BPKB atas nama Dinkes Bombana. “Harusnya kepolisian menahan BPKB tersebut sebagai barang bukti tindak kejahatan. Sedang terkait panitia tender, kasus ini tidak ditender, klien saya ditunjuk langsung. Panitia lelang harus ditahan, bukan saat serah terima barang,” tambah Haerul Aswan. Pelaksanaan tender pertama diselenggarakan, namun pemenangnya tidak sanggup melaksanakan sehingga diali-

hkan penunjukan langsung kepada CV Tujuh Dua Bersaudara. “Jika tuntutan dari aksi mogok makan ini tidak berhasil dimediasi bertemu dengan Kapolda Sultra, maka ibu Neneng akan terus melakukan mogok makan. Kemarin disampaikan, mati pun siap diterima sebagai risikonya,” terangnya. Direktur Reskrim Polda Sultra, Kombes Pol. Drs. Iswandi Hari membantah tudingan Neneng Iskandar yang mengklaim pihaknya tidak bekerja secara proporsional. Bahkan, ia menantang Direktris CV Tujuh Dua Bersaudara itu melakukan praperadilan pada Polda Sultra jika merasa ada ketidakproporsionalan dan ketidakprofesionalan timnya dalam melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. “Kalau persoalan aksi mogok makan, kan yang rugi adalah yang bersangkutan (Neneng Iskandar, red). Yang jelas, kami menyiapkan jatah makan setiap hari. Soal mau dimakan atau tidak, itu hak dia. Saya juga tidak pernah berjanji akan memediasi Neneng Iskandar untuk bertemu dengan Kapolda. Kan saya yang dipercayakan menangani kasus ini, jadi kalau ada masalah, silakan kuasa hukumnya menyampaikan ke saya. Sampai saat ini belum ada penyampaian resmi dari kuasa hukum Neneng Iskandar mengenai tuntutan dari aksi mogok makannya,” jelas Iswandi Hari.

Baca TERSANGKA diHal.7

Disiapkan Rp 90,8 Miliar untuk ‘Bedah Rumah’ Jakarta, KP Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menggelar program Peningkatan Kualitas Kampung. Program ini direncanakan untuk membantu peningkatan kualitas rumah dan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) sekitar 10.000 unit rumah di seluruh Indonesia. Untuk mewujudkan hal itu, Kemenpera telah menyiapkan dana sebesar Rp90,8 miliar. “Kami akan menyalurkan sekitar Rp90,8 miliar untuk program Peningkatan Kualitas Kampung,” ujar Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa kepada sejumlah wartawan seusai membuka kegiatan Lokakarya Penanganan Peningkatan Kualitas Kampung Menuju Kampung Layak Huni di Jakarta, kemairn (7/6). Dijelaskannya, jumlah dana yang akan disalurkan melalui pemerintah daerah itu sebenarnya belum mencukupi mengingat kebutuhan program yang sangat banyak. Sebab, dana sebesar Rp90,8 miliar tersebut hanya mampu untuk 10.000 unit rumah. Untuk satu unit rumah, kata Menpera, pihaknya akan memberikan dana sebanyak Rp5 juta serta bantuan PSU sekitar Rp4,4 juta. “Jika dilihat dari kebutuhan program sebenarnya kami membutuhkan dana untuk membantu sekitar 27 juta unit rumah yang berada di kawasan kumuh di seluruh Indonesia,” Suharso Monoarfa. Menpera menambahkan

bantuan Program Peningkatan Kualitas Kampung ini hanya bersifat stimulan kepada Pemda agar bisa membuat kebijakan terkait peningkatan program perumahan di daerah. Dengan demikian, diharapkan jumlah perumahan dan permukiman kumuh di daerah dapat berkurang. “Kita akan berusaha mendemonstrasikan program ini pada satu kabupaten sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya. Kemungkinan besar program ini akan didemonstrasikan di kabupaten Bogor,” tandasnya. Ditambahkan, Program Peningkatan Kualitas Perumahan (PKP) Swadaya diharapkan bisa menjadi instrumen bagi pemerintah daerah dalam penyusunan perencanaan kota dan pembangunan wilayah. Menpera berharap pembangunan perumahan di daerah dapat lebih teratur dan tertib sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Karena itu, Pemda diminta mendukung mendukung penuh program tersebut. “Program PKP bisa menjadi instrumen bagi Pemda dalam penyusunan perencanaan kota dan pembangunan wilayah,” kata Suharso. Dalam pelaksanaan program PKP ini, menurut Suharso, masih merujuk program bedah kampung Husni Thamrin yang dulu diprakarsai Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Pada waktu itu, Ali

Sadikin berhasil menata pembangunan perumahan di Jakarta secara efisien dengan cara membangun rumah dengan rapi dan terlihat lurus dengan dengan jalan lingkungan. “Adanya keteraturan dan ketertiban dalam pembangunan rumah, selain membuat kondisi lingkungan terlihat rapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi permukiman kumuh di daerah,” ujarnya. Jika proyek Husni Thamrin dulu dilaksanakan di wilayah perkotaan yang padat, maka ke depan pemerintah pusat berharap Pemda juga bisa melaksanakan program PKP ini. “Program PKP ini direncanakan akan dilaunching pada pertengahan Juni di NTT,” cetusnya. Sementara itu, Deputi Perumahan Swadaya Kriya Arsjah menuturkan, program PKP ini nantinya akan melibatkan berbagai pelaku pembangunan baik di pusat maupun daerah. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan fungsi lingkunganpermukiman serta mendukung kesejahteraan dan produktivitas masyarakat. “Program ini memerlukan koordinasi, sinkronisasi dan keterpaduan program di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Kami juga berharap program ini dapat mendorong peran serta dan kerja sama para pelaku pembangunan perumahan untuk menciptakan kampung yang layak huni,” harapnya.(esy)

KPK Garap Timbunan Muna Jakarta, KP Sejumlah laporan dugaan korupsi di Sultra yang masuk di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dua diantaranya masih menunggu hasil audit BPK. Wakil Ketua BPK-RI yang membawahi Kawasan Timur Indonesia, Dr H Rizal Djalil. Kata Rizal, BPK sudah menerima surat dari KPK yang isinya meminta pendalaman kasus korupsi terkait penimbunan atau reklamasi pantai yang jumlahnya puluhan miliar. Bukan cuma itu yang diminta KPK

Rizal Djalil

untuk diaudit tapi kasus uang panjar APBD serta bantuan sosial dari pemerintah provinsi ke kabupaten/kota. Tak jelas betul dimana daerah yang dimaksudkan. Satusatunya daerah yang lancar disebut oleh Rizal Jalil hanyalah dugaan korupsi penimbunan laut. “Sebagai anggota BPK yang membawahi wilayah Timur, saya sudah menugaskan kepada Kepala Perwakilan BPK di Kendari untuk melakukan investigasi,” tutur Rizal. Ditambahkan Rizal, BPK juga

sedang mendalami bantuan sosial dari pemerintah provinsi ke kabupaten/kota. “Itu yang menjadi prioritas yang kita dalami dan saya sendiri akan hadir di Kendari. Ini penting sekali karena menyangkut uang rakyat. Uang yang semestinya dinikmati oleh rakyat tapi dimanfaatkan dengan cara yang tidak pruden, dengan cara yang tidak transparan dan cara yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami akan investigasi soal dugaan korupsi di Muna yang luar biasa itu,” tuturnya.(awa)


Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Selasa, 8 Juni 2010

Pemkot Kembali Raih Adipura Piala Adipura akan Diarak Keliling Kota

SUWARJONO/KP

ANGKUT SAMPAH: Petugas Dinas Kebersihan Kota Kendari yang selama ini mengangkut sampah warga Metro Kendari agar tidak menumpuk, membuahkan hasil. Tahun ini, Pemkot Kendari kembali menyabet Piala Adipura, yang rencananya hari ini (8/6) terima Wali Kota Kendari Asrun dari Presiden SBY di Istana Negara.

107 KK akan Digusur Pembebasan Lahan Jembatan Bahteramas Kendari, KP Satu persatu tahapan untuk membangun jembatan Bahteramas mulai terealisasi. Setelah

selesai melakukan tes ketahanan terhadap getaran dan angin, Pemprov Sultra mulai akan membebasankan lahan. Hasil pendataan tim 9 yang dibentuk untuk proses pembebasan lahan, menyebutkan 107 kepala keluarga akan menjadi korban penggusuran. Rincian-

nya sebanyak 91 KK di kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari dan 16 KK di Kelurahan Lapulu, Kecamatan Poasia. “Itu nanti yang akan dibebaskan lahannya,” ujar Kadis PU Sultra Doddy Djalante, tanpa menyebut lebih detail informasi mengenai calon tergusur itu.

Total luasan lahan yang akan dibebaskan mencapai 20.121 meter persegi. Untuk kelurahan Kandai akan dibebaskan lahan seluas 14.321 meter persegi dan Kelurahan Lapulu 5.800 meter persegi. Doddy menjelaskan, luasnya areal pembebasan lahan di kelurahan Kandai, karena titik nol pembangunan jalan akan membentang panjang mulai dari seki-

Kendari,KP Untuk kali keduanya, Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) di bawah pemerintahan Asrun-Musadar Mappasomba, menyabet Piala Adipura. Pertama kali Pemkot Kendari menerima piala Adipura pada 2009 lalu. Rencananya piala Adipura tersebut, akan diserahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Wali Kota Kendari Asrun, di Istana Negara, hari ini, (8/6). “Rombongan Pemkot Kendari akan menemani Wali Kota Kendari, menerima piala Adipura tersebut,” ungkap Kabag Humas Pemkot Kendari, Trikora Irianto, kemarin. Dirinya menjelaskan Adipura kategori kota sedang diberikan kepada Kota Kendari, setelah akhir April lalu, tim pusat melakukan kunjungan ke Kota Kendari dan memantau 40 persen areal kota Kendari yang menjadi titik pantau. “Diraih untuk kedua kalinya piala Adipura ini merupakan hasil kerja keras bersama, antara pemkot dengan

Baca PEMKOT di Hal. 10 tar kompleks pedagang emas di Jalan Budi Utomo. “Dari situ, jalan yang dibangun akan perlahan-lahan menanjak,” ungkapnya. Saat ditanya mengenai nominal ganti rugi lahan yang akan dibebaskan, apakah mengacu pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau tidak, Doddy enggan menjelaskan. “Itu akan dibahas bersama antara masyarakat dan tim 9,” ujarnya. (cr2)

Kapolda Berangkatkan 383 Personil Back Up Pengamanan Pemilukada Muna Kendari, KP Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan secara resmi melepas pemberangkatan 383 personil untuk memback up pengamanan Pemilukada di Kabupaten Muna di Lapangan Upacara Mapolda Sultra, kemarin (7/6). Tim pengamanan Pemilukada tersebut berasal dari Satuan Brimobda Sultra sebanyak 2 kompi dan 1 satuan setingkat peleton (SST) atau sebanyak 214 personil. Staf Polda Sultra sebanyak 100 personil dan anggota Polres Kolaka, Polres Bau-Bau, Polres Buton dan SPN Anggotoa sebanyak 69 personil. Mereka akan memback up kekuatan Polres Muna yang diperkirakan berjumlah 500 personil. Proses Pemilukada di Kabupaten Muna dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa (10/6) mendatang. Tim pengamanan Pemilukada mulai aktif bertugas 7 Juni (kemarin) sampai penetapan hasil Pemilukada oleh KPUD Muna. Mereka diberangkatkan serentak di Mapolda Sultra. Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan menginstruksikan, anggota Polri harus tetap menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilukada tersebut. Personil Polda Sultra dan

ARIFUDDIN/KP

AMANKAN PEMILUKADA: Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan, saat melepas pemberangkatan personil pengamanan Pemilukada di Kabupaten Muna di Mapolda Sultra, kemarin. jajarannya tidak boleh memihak pada salah satu calon dalam pelaksanaan Pemilukada. Jika ada anggota yang terbukti tidak menjaga netralitas pada pelaksanaan Pemilukada, akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Selain itu, kalian harus menjalankan tugas secara profesional dan proporsional sesuai dengan kewenangan Polri dalam pengamanan Pemilukada ini. Segala permasalahan yang bukan menjadi kewenangan kita seperti suara sah atau tidak dan persoalan-

persoalan lainnya tidak boleh turut campur. Semua tindakan yang dilakukan harus sesuai dengan kewenangan Polri,” imbau Sukrawardi Dahlan, saat melepas Pam Pemilukada Muna. Mereka juga diperintahkan untuk menguasai potensi konflik dan berusaha mereduksi potensi-potensi tersebut. Personil yang menjadi tim Pengamanan Pemilukada harus mampu menguasai titik-titik rawan. Mereka juga harus mengenali semua petugas atau mitra kerja yang bertugas pada setiap TPS, PPK, dan KPUD Muna. (rif)

Kesalahan Jurnalistik Selesaikan dengan Mekanisme Jurnalistik. Gunakan Hak Jawab Anda karena Dijamin Undang-Undang


Metro

10

Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

Jaksa Sita Akte Jual Beli Tanah Amankan Kerugian Negara Kendari, KP Tim penyidik perkara korupsi di Sekretariat DPRD Kota tahun anggaran 2007/2008 memang telah menyita aset pribadi milik tersangka Nurmaena, berupa kendaraan roda empat 2 unit, uang Rp 8,5 juta, dan rekening yang saldonya Rp 166 juta, tahun 2009 lalu. Namun itu belum sebanding dengan indikasi korupsi yang disangkakan pada mantan Benda-

hara Sekretariat DPRD Kota, diduga sebesar Rp 2 miliar lebih. Karena itu, jaksa akan terus melakukan penyitaan aset yang bersangkutan hingga sebading nilai kerugian negara. Teranyar, aset yang berhasil disita jaksa adalah akte jual beli tanah milik Nurmaena. Bahkan, kata Kajari Kendari, Dedy Siswadi, pihaknya tengah memproses sertifikat rumah milik Nurmaena. Kalau ditotal, tetap belum mencukupi dugaan penyelewengan uang negara yang diduga dilakukan Nurmaena

dan Ilham Thalib, mantan anggota DPRD Kota yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka. “Kita sudah panggil Nurmaena, untuk acara penyitaan hartanya yang lain. Namun, pemeriksaan calon tersangka untuk perkara yang berbeda bersamaan, sehingga agenda penyitaan diundur dan tetap akan dilaksanakan secepatnya. Sebelum saya serah terima jabatan, 14 Juni mendatang, proses penyitaan sudah tuntas,” jelas Dedy Siswadi, kemarin.

Terkait adanya tersangka tambahan, tepatnya setelah meminta jaksa penyidik melakukan telaah yuridis selama 10 hari, menurut pria yang tengah bersiap-siap ditempatkan sebagai Asintel Kejati Sulsel, hari ini (8/6) sudah berakhir. “Nanti kita lihat hasil telaah yuridisnya, kemungkinan besar akan ada tambahan satu tersangka. Siapa dia, pasti kita publikasi setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka paling lambat pekan ini,” ungkap mantan Kajari Cianjur ini. (emi)

Hari Ini, Bandung Diperiksa di Polda Sultra Terkait Kasus Dugaan Penipuan Musda Hanura Kendari, KP Setelah beberapa kali tertunda, pemeriksaan terhadap terlapor kasus dugaan penipuan pada pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Hanura tahun 2010 kembali dijadwalkan hari ini (8/6). Bandung yang kala itu menjabat sebagai Ketua Panitia Musda Partai Hanura akan diperiksa terkait laporan Fadli, tim pemenangan Gunawan Yadri yang menuding adanya dugaan tindak pidana penipuan senilai Rp 50 juta. Mestinya, pemeriksaan terhadap Bandung telah dilaksanakan pekan lalu. Namun, dengan alasan penyidik Reskrim Polda Sultra yang menangani kasus tersebut sedang menjalankan tugas yang berbeda di

kabupaten lain sehingga proses pemeriksaan ditunda. Hari ini, Bandung kembali dijadwalkan pemeriksaannya. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi terkait kasus dugaan penipuan pada Musda DPD I Partai Hanura Sultra beberapa waktu lalu. Kini, giliran terlapor (Bandung, red) yang dipanggil untuk diperiksa hari ini. “Besok (hari ini, red) penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor (Bandung, red). Hari Rabu dan Kamis (9/6 dan 10/6) dijadwalkan lagi pemeriksaan terhadap 3 saksi terkait kasus tersebut. Kami akan berusaha menangani kasus tersebut secara profesional dan proporsional,” terang Moch. Fahrurrozi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Di tempat terpisah, Ketua

Panitia Musda DPD I Partai Hanura Sultra tahun 2010, Bandung mengatakan, dirinya siap menghadiri panggilan polisi terkait tudingan yang dialamatkan kepadanya saat pelaksanaan Musda berlangsung. Pihaknya akan terus kooperatif dan bersedia memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. “Saya berkomitmen untuk menghadapi tudingan tersebut dan membuktikan bahwa saya tidak bersalah. Makanya, saya bersedia untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik dan siap menghadiri panggilan polisi,” ungkap Bandung saat dikonfirmasi via telepon selularnya. Untuk diketahui, Ketua Panitia Pelaksana Musda DPD I Hanura, Bandung dilaporkan ke Direktorat Reskrim Polda Sultra, Rabu (6/5). Dalam laporan tersebut, Bandung diduga telah melakukan penipuan se-

nilai Rp 50 juta terhadap salah seorang calon DPD I Hanura yakni Gunawan Yedri. Tim pemenangan Gunawan Yadri bernama Fadli melapor ke Reskrim Polda Sultra adanya dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh Ketua Panitia Pelaksana Musda Hanura jelang pelaksanaan Musda, 3 Mei lalu. Dalam laporan polisi yang disampaikan Fadli, ia mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 50 juta kepada Bandung, agar pencalonan Gunawan Yedri dapat terakomodir. Namun, Bandung membantah keras tudingan tersebut. Malah, Bandung menganggap dirinya telah difitnah atas tudingan itu dan Fadli telah melakukan pencemaran nama baik atas dirinya dan lembaganya. Dalam pelaksanaan Musda, tidak ada unsur penipuan apapun, apalagi nilai uang sebesar Rp 50 juta. (rif)

Wali Kota Terima Piala Adipura di Istana Negara Pemkot ................... masyarakat. Karena tanpa kesadaran masyaraat untuk menjaga kebersihan, Adipura tidak akan kembali diperoleh. Tetapi perlu disadari jika Adipura kedua ini sekaligus merupakan tantangan ke depannya, mengingat titik

pantau bertambah menjadi 60 persen,” jelasnya. Mantan Sekretaris Bappeda Kota Kendari ini juga merinci jika nilai yang diperoleh Kota Kendari cukup tinggi, berkisar antara 78-80 dengan sebaran penilaian yang merata, mulai dari perumahan, perkantoran, sekolah hingga pasar-pasar.

Mengenai penyambutan tibanya Adipura di Kota Kendari, dirinya mengatakan sama seperti penerimaan Adipura tahun sebelumnya, rencananya Adipura akan diarak keliling Kota Kendari. Dengan maksud agar masyarakat dapat melihat langsung hasil jerih payah mereka, dalam menjaga kebersihan selama ini, sehing-

ga ke depannya akan menjaga kebersihan dengan kesadaran yang lebih lagi. “Sehubungan dengan akan dibangunnya tugu Adipura, akan tetap dibangun tetapi bukan menjadi prioritas. Pasalnya membutuhkan anggaran lebih, yang tentunya harus dibahas pada APBD atau APBD Perubahan,” tandasnya. (cr6)

SUWARJONO/KP

PIPA PDAM: Untuk memberikan pelayanan air bersih kepada warga Metro, kini PDAM Kendari terus melakukan pemasangan pipa baru di sejumlah wilayah yang selama ini belum menikmati air PDAM. Nampak para pekerja memasang pipa PDAM di Jalan Laode Hadi, By Pass, Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga.

BPR Pemprov Belum Kantongi Izin Usaha Kendari, KP Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dibentuk Gubernur Sultra, Nur Alam, ternyata hingga kini belum mempunyai kantor. Sudah hampir setahun berdiri, karyawan BPR masih saja berkantor di “jalan”. Ibarat anak ayam kehilangan induk, karyawannya “berkeliaran” di luar. Yang menandakan mereka seorang karyawan bank, hanyalah ID Card yang terpasang di saku baju mereka. Menyikapi hal itu, Direktur Direktorat Kredit, BPR dan UMKM BI Jakarta, Ratna E Amiaty, melalui BI cabang Kendari, dalam releasenya, menyatakan, permohonan pemprov yang meminta persetujuan prinsip pendirian PD BPR Bahteramas Kendari, disetujui.

Sehubungan dengan hal itu, maka pemprov diminta untuk melakukan persiapan yang diperlukan untuk mengantongi izin usaha. Jangka waktunya paling lambat 360 hari sejak dikeluarkannya persetujuan prinsip, 22 Januari lalu. Persiapan dimaksud, kata Ratna, antara lain yaitu meminta pengesahan akta pendirian BPR pada instansi berwenang, menyampaikan daftar calon pemegang saham, calon direksi dan calon dewan komisaris disertai dokumen yang disyaratkan, menyusun bagan organisasi dan susunan personalia yang mencerminkan kegiatan bank dan tidak terdapat jabatan kosong dan rangkap jabatan yang dapat mengakibatkan tidak berjalannya fung-

si kontrol. Selain itu, pemprov juga harus menunjukkan bukti kesiapan operasional antara lain bukti penguasaan gedung berupa bukti kepemilikan atau perjanjian sewa menyewa gedung kantor dilampiri bukti kepemilikan dari pihak yang menyewakan dan foto gedung kantor dan tata letak ruangan. “Jika hal itu telah dipenuhi maka Pemda dapat mengajukan permohonan usaha dengan disertai berkas atau dokumen yang telah disyaratkan sesuai peraturan BI tentang BPR,” katanya. Ratna menegaskan, Pemprov tidak diperkenankan melakukan kegiatan apapun di bidang perbankan, sebelum izin usaha BPR Kendari diterbitkan. (dri)


Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

Metro 12 Persen Penduduk Sultra Belum Terlayani KB

SOSOK

Familiar dengan Dunia Perindustrian MESKIPUN bercita-cita menjadi tentara AL, tidak membuat Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Kota Kendari, Haerun SE, tidak fokus menjalani aktivitasnya menjadi PNS lingkup Disperindag. Pasalnya setelah tamat S1 Unhas di Fakultas Ekonomi pada 1989 lalu, dirinya langsung menjadi PNS di Kanwil Perindag Sultra, sembari menjadi fasiltator gugus kendali mutu pada 1990. “Tidak mengherankan jika saat itu saya semakin tertarik dan familiar dengan dunia perindustrian. Bahkan pada 2007 lalu, usaha pembuatan Haerun papin blok binaan kami mewakili Sultra ke ajang nasional. Karena terpilih memiliki kualitas mutu, yang perlu dipresentasekan di ajang nasional,” beber Haerun. Pengalamannya di bidang perindustrian semakin terasah karena dipindahkan ke bidang industri logam, mesin, dan kimia Kanwil Perindag Sultra pada 1996, kemudian menjadi fungsional statistik pada 2009, hingga akhirnya dipindahkan ke Disperindagkop dan UMKM Kota Kendari serta menduduki posisi sebagai Kasi Bimbingan Usaha dan Perlindungan Konsumen pada 2001 serta Kabid Perdagangan sejak 2007 hingga saat ini. Sehubungan dengan jabatan yang diembannya saat ini, ayah tiga orang anak ini mengatakan ingin menjadikan bidang perdagangan sebagai bidang yang tangguh, demikian pula dengan para pegawainya. “Meskipun saat ini personil kami masih kurang, tetapi kami senantiasa berupaya melaksanakan tugas lapangan dengan seoptimal mungkin. Dengan demikian pendistribusian barang semakin lancar, dan harga di pasaran pun tetap stabil,” tutup pria berusia 54 tahun ini, yang pernah menerima Satya Lencana Karya Satya 10 tahun dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (cr6)

11

Data BKKBN Sultra

SUWARJONO/KP

PADDY'S MARKET: Para pedagang di Lawata tak lama lagi menempati fasilitas Paddy's Market, yang pembangunanya terus digenjot oleh Dinas PU Kota Kendari.

Status RSBI SMPN 9 Kendari Dicabut Diturunkan Jadi SSN Kendari, KP Status SMPN 9 Kendari selama ini, sebagai salah satu lembaga pendidikan rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), pupus sudah. Dirjen Depdiknas telah mencabut status RSBI yang dijalankan SMP tersebut. Kepala Disdik Kota Kendari, Kasman Arifin, mengatakan, diturunkannya status SMPN 9 Kendari, disebabkan sekolah tersebut tidak memenuhi standar RSBI yang telah ditentukan Direktorat. Dari hasil evaluasi yang dilakukan di sekolah yang dipimpin Nurdin Tinggila itu,

didapatkan banyaknya syarat yang tidak mampu dijalankan. Konsekuensinya, status RSBI yang selama ini disandang SMPN 9 Kendari, resmi dicabut. Karena itu pula, SMPN yang terletak di jalan Saranani itu, turun status menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). “Status SMPN 9 Kendari diturunkan, dari RSBI jadi SSN. Ada syarat yang tidak mampu dijalankan sekolah itu, sesuai hasil evaluasi Dirjen,” kata Kasman, kemarin. Syarat tersebut, kata Kasman, cukup banyak. Dimana, beberapa diantaranya adalah mewajibkan tiap sekolah yang menyandang status RSBI, agar memiliki rombongan belajar (Rombel) sebanyak 27 kelas. Tapi, khusus SMPN 9 Kendari, Rombelnya justru me-

lebihi batas yang ditentukan Dirjen Depdiknas. Dua puluh 27 yang disyaratkan, SMP 9 Kendari malah mengadakan 33 Rombel. Selain bermasalah dengan Rombel, sekolah itu juga tidak mampu memenuhi kuota siswa RSBI. Yang seharusnya 100 tiap Rombel, di SMP 9 Kendari, malah hanya 80-an siswa persatu Rombel. Tak hanya itu masalah yang menyebabkan pencabutan status RSBI di sekolah itu. “RSBI bukan kelas, tapi sekolah. Maunya direktorat, jangan menerima 1 kelas saja, tapi harus semua kelas. Maksimal 9 kelas. Tapi, syarat itu tidak dipenuhi SMP 9 Kendari, Makanya, status RSBI dicabut dan diturunkan menjadi SSN,” tandasnya. (dri)

Uang Pengganti Rendah, JPU Banding Terkait Perkara Mardjuddin Malik Kendari, KP Ketenangan terdakwa Mardjuddin Malik, terdakwa perkara korupsi Dispenda bakal terusik. Itu setelah pihak jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan banding atas perkara yang telah dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Kendari, pada 26 Mei lalu, bahwa mantan Bendahara Penerimaan Dispenda itu, divonis hakim 16 bulan penjara denda Rp100 juta dengan subsider 3 bulan kurungan, dan pengembalian uang negara Rp 5 juta. Menurut JPU, Baharuddin, putusan hakim khususnya uang

pengganti senilai Rp 5 juta yang dibacakan Nelson Samosir, jauh lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa yang mengharuskan Mardjuddin Malik membayar uang pengganti Rp 800 juta lebih. Soal vonis hakim yang menjatuhkan hukuman 16 bulan penjara tidak dipermasalahkan. “Berdasarkan hasil penyidikan jaksa, yang bersangkutan juga terkait dengan uang pinjaman Rp 800 juta lebih yang diberikan kepada beberapa orang. Makanya dalam tuntutan kami sebelumnya, mengharuskan terdakwa Mardjuddin Malik mengganti sesuai yang pernah menjadi tanggung jawabnya saat itu,” tandas Baharuddin, kemarin. Berbeda halnya dengan putu-

san terdakwa Sumardi, mantan Bendahara Pengeluaran Dispenda. JPU tidak berniat melakukan banding, apa ang diputuskan hakim, yakni 18 bulan penjara denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 400 juta lebih, dinilai sudah tepat. Tepatnya, sesuai dengan pasal 3 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Saat ini, lanjut Baharuddin yang juga Kasipidsus Kejari Kendari ini, pihaknya tengah mempersiapkan tuntutan terdakwa korupsi Dispenda yang lain, Jusup Ponea. Rencananya tanggal 15 Juni mendatang, JPU akan membacakan tuntutan Mantan Kadispenda Sultra itu. (emi)

Kendari, KP Data versi BKKBN Sultra mencatat masih ada sebesar 12 persen dari 500 ribu kepala keluarga atau 2,2 juta penduduk Sultra yang belum tersentuh pelayanan KB. Padahal diperoleh informasi bukan mereka enggan ber-KB, tetapi jangkauan yang para penyuluh ke daerah-daerah terpencil merupakan kendala utama, sehingga harus membutuhkan fasilitas pendukung. Rapat Koordinasi TNI, Polri, PKK dan instansi terkait yang diselenggarakan BKKBN Provinsi Sultra di Kendari, kemarin (7/6), terungkap dari Inspektur Utama BKKBN Pusat, H Anwar M Diah MM, bahwa program KB di Sultra tergolong berhasil dibanding daerah lain. Masih sebagian besar provinsi yang berada pada garis merah tentang pelaksanaan program KB. Menurut Anwar, keberhasilan KB di Sultra yang terbilang sukses secara nasional yang mencapai 65 persen karena kerjasama dengan TNI/Polri mulai dari perkotaan hingga ke perdesaan. Khusus peran TNI dalam perannya menyukseskan KB dilakukan dengan mendirikan sejumlah posko serta bhakti sosial. Jajaran TNI dari Korem 143 HO hingga ke Babinsa telah bekerja keras dalam pelaksanaan program KB di Bumi Anoa. Demikian dikatakan, Kepala Seksi Teritorial Korem 143/HO, Mayor Sahrul Haq kepada wartawan. Sebelumnya

telah membacakan sambutan Danrem 143/HO, Kolonel (Inf) Taufik Hidayat. Berkaitan dengan keterbatasan layanan KB terhadap 12 persen penduduk pasangan usia subur, perlu mendapat perhatian Pemprov Sultra. Sambutan Gubernur Sultra yang dibacakan Asisten II Sekda Sultra, H Sattar, begitu indah tetapi tidak dilampiri dengan kucuran APBD yang jelas. Seakan-akan Pemprov Sultra hanya bergantung pada BKKBN pusat soal pembangunan KB, karena ketika Kepala BKKBN Sultra, Drs Johansyah yang ditanya berapa besar alokasi APBD Sultra, justru tidak bisa menjawab dengan jelas. Padahal di mata BKKBN Pusat, Sultra tergolong sukses. Namun demikian, H Sattar menjawab bahwa Pemprov Sultra memberi perhatian terhadap pelaksanaan program KB, tetapi tidak menyebut pasti beberapa besar APBD Sultra yang dialokasikan. Diakui ada Rp 3 miliar dana yang dibagi ke setiap kabupaten/kota untuk dukungan kelembagaan, padahal kelembagaan di daerah merupakan kewenangan bupati/wali kota. Deputi KS-PK BKKBN Pusat, Drs Parnyoto M Si pada kesempatan itu mengatakan, penduduk Sultra masih tercatat 63 persen tergolong miskin. Alasan penduduk miskin versi BKKBN karena merekan memiliki anak lebih dari dua bahkan sampai lima orang anak. Menurut dia, penduduk miskin adalah warga atau kepala keluarga yang memiliki banyak anak. (lut)

Lagi, Sengketa Tanah di Baruga Kendari,KP Belum lagi persoalan tanah terminal Baruga selesai, kini muncul sengketa tanah juga di Kelurahan Baruga. Kali ini letaknya di RW 02 Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Adalah M Kasid S Hadi, warga Jalan Mekar, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, mengaku mendapat kuasa dari A Basir, untuk mempertahankan tanah seluas 5 hektar yang dibuktikan dengan akta jual beli di Kelurahan Baruga. Kini ditanah tersebut telah berdiri beberapa bangunan dan diklaim milik beberapa warga bahkan ada pula yang bersertifikat. ‘’Langkah saya untuk menjual tanah tersebut terhambat, karena di areal itu masih ada bangunan masyarakat, bahkan pak camat tidak mengakui luas tanah itu, ‘’ ujar Kasid saat bertandang ke Graha Pena Kendari pos, akhir pekan lalu. Kasid mengaku geram oleh sikap pemerintah kecamatan Baruga, yang tidak mengakui kepemilikan tanah A Basir, kendati ia mengaku sebahgian tanahnya

yang dikuasai oleh orang lain telah dimenangkannya di Pengadilan Negeri Kendari. Ketika di konfirmasi Camat Baruga, Amir Hasan, mengaku sengketa lahan di wilayahnya khususnya milik A Basir telah usai. Itu ditandai dengan keluarnya putusan Pengadilan Negeri Kendari tertanggal 20 Mei 2009 yang memenangkan A Basir, dan perintah pengosongan tempat tersebut oleh para tergugat. “Jadi memang kami akui, tanah itu milik A Basir dan jika ada perintah pengosongan masyarakat pasti tinggalkan tempat itu. Namun ukurannya bukan 5 hektar (100 x 500), seperti yang diungkapkan Kasid kepada gubernur, atau kepada siapa saja. Namun ukuran tanah yang dimenangkan di PN Kendari seluasnya 80 X 90 meter,’’ ujar Amir Hasan via telepon kemarin. Masih menurut Amir Hasan, di atas tanah yang diklaim Kasid seluas 5 hektare di RW 02 Kelurahan Baruga, telah dimiliki oleh 24 orang dan diantaranya telah mendirikan bangunan serta ada yang bersertifikat. (ani)


Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

Hiburan

Kru Cinta Fitri Ziarah ke Makam Ainun Habibie ARTIS-artis sinetron Cinta Fitri yang diwakil Shireen Sungkar, Nuri Maulida dan bos MD Picture Manoj Punjabi berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (6/6). Dua artis muda didamping Bos MD tersebut berdoa dimakam almarhumah Hasri Ainun Habibie, istri mantan Presiden Bacharudin Jusuf Habibie. Kedatangan mereka pun lantas disambut Habibie. Dengan menggunakan Toyota Camry nopol B 1205 RA, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu turun menemani bintang sinetron Cinta Fitri untuk berziarah dan berdoa di makam almarhum istrinya. Menggunakan baju batik dipadu dengan celana bahan hitam, Habibie tidak kuasa menahan rasa haru akan kepedulian artis muda tersebut datang ke makam istrinya. Sambil memegang batu nisan, bapak dua anak tersebut tidak mampu menahan air matanya di depan makan istrinya. ”Waktu dimakamkan kita nggak ikut, dan kebetulan hari ini agenda, jadi kita datang,” jelas Shireen Shungkar. Menggunakan busana muslim dengan balutan kerudung warna putih, Shireen mengaku senang menyempatkan diri bisa

berziarah ke makam almarhumah Hasri Ainun Habibie. ”Kita sangat senang bisa datang ke sini. Apalagi sosok eyang putri sangat welcome ke kita, meski umurnya jauh lebih tua dari kita, tetapi dia bisa mengerti tingkah laku kita,” jelasnya. Tak hanya tabur bunga di atas pusara sang mantan ibu negara, Shireen dan Nuri juga terlihat khusyuk berdoa sambil sesekali menyeka air mata di kedua pipinya. ”Namanya orang yang

sudah meninggal, kita cuma hanya bisa mendoakan,” ujar Shireen yang ditemani sang bunda, Fanny Bauty. Kedua bintang sinetron Cinta Fitri itu mengaku terakhir kali bertemu dengan almarhumah dan bapak pada saat nonton bersama Cinta Fitri Season 4. Diakui mereka, banyak cerita dan nasihat yang masih tersisa. ”Beliau orang yang sangat wise

(bijak), baik, dan keibuan. Beliau berdua selalu bersama, pegangan tangan seperti soul mate (pasangan jiwa, Red), romantis banget. Orangnya murah senyum, selalu kasih nasihat, dan suka ingetin aku untuk hindari pergaulan bebas,” ungkapnya. (jpnn/yen)

13

Iwan Fals

Teringat Menggelandang di Nias MUSISI Iwan Fals tidak akan pernah melupakan pengalaman pada 1995, saat dirinya “terbawa angin” sampai ke Pulau Nias. Penyanyi bernama lengkap Virgiawan Listanto itu menceritakan bahwa dirinya tiba-tiba saja ingin menyeberang ke pulau dengan budaya lokal kuat dan pantai eksotis tersebut. Itu terjadi saat pria kelahiran Jakarta, 3 September 1961, tersebut menapakkan kaki di Sibolga, Sumut. Dari Sibolga, kapal laut yang mengangkut Iwan sampai di Nias setelah delapan jam. Saat itu mantan personel Kantata Takwa dan Swami tersebut masih berpenampilan khas seniman. Rambut hitam gondrong dan ikal, kumis lebat, dan badan kurus, tapi berotot. “Istilahnya, waktu itu mbambung (berkelana atau menggelandang),” kenangnya. Di Nias, Iwan terkejut saat menyaksikan seorang pemuda asik menyanyikan Bento. Bersama Bongkar,

popularitas lagu hit tersebut sangat fenomenal saat Iwan bergabung bersama Swami dan meluncurkan album pada 1989. “Wah, berarti di antara mereka ada yang hafal lagu saya pada 1980-an juga, seperti Oemar Bakri,” kata ayah Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Bassae, dan Rayya Rambu Rabbani itu. Meski begitu, perasaan kagum Iwan justru tertuju

kepada seorang kakek tua yang mengunyah sirih sambil bersenandung. Tangannya pun memainkan alat musik tradisional dari bamboo. Nada dari alat musik itu mengiringi senandung sendu yang dilantunkan. “Waduh, rasanya nikmat sekali. Buat saya, seperti oase di tengah industri musik saat itu,” tutur suami Rosanna (Yos) itu mengenang. Setelah 15 tahun, pelantun Wakil Rakyat tersebut punya kesempatan untuk kembali ke Nias. Meski rambutnya mulai memutih, Iwan bersemangat datang. Dia bertekad untuk menyuarakan Nias Bangkit dari ketertinggalannya saat ini. Apa lagi setelah tersapu bencana tsunami pada Desember 2004 dan gempa hebat pada Maret 2005. “Kayaknya perlu kita belajar dengan lokalitas budaya di sini,” ujarnya. (jpnn/yen)


Edukasi

14

Kuota PSB Jangan Dipaksakan

BAN PT Akreditasi Akbid Pelita Ibu Kendari, KP Pengurus dan mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Pelita Ibu Kendari kini tengah dilanda kegembiraan. Pasalnya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) baru saja mengutus dua asesor yakni Dra Tati Rostati MKes dan Noviyanti SST MKeb untuk melaksanakan akreditasi tahap III selama 31 Mei s/d 2 Juni 2010. Kedua asesor itu kebetulan berasal dari Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI). Saat di Kendari tim asesor telah melaksanakan akreditasi yang dimulai dengan temu awal dengan semua pengelola, dosen tetap dan tenaga penunjang. Ketua Yayasan Akbid Pelita Ibu Kendari, Drs H Taha yang ditemui kemarin (7/6) menjelaskan saat akreditasi, sekolah kebidanan telah melakukan persiapan maksimal seperti penerbitan jurnal ilmiah ‘’Media Kebidanan’’ Akbid Pelita Ibu Kendari yang terbit perdana April 2010. Katanya dengan akreditasi tahap III berarti Akbid Pelita Ibu Kendari telah lolos tahap I dengan diterimanya dokumen Borang tertanggal 14 September 2009 dan Tahap II, Evaluation Desk. ‘’Untuk Tahap III sekarang adalah untuk menentukan nilai akreditasi, apakah A, B atau C,’’ jelasnya.

IST/KP

Ketua Yayasan Akbid Pelita Ibu Kendari, Drs H Taha bersama Direktur, Dra Hj Rosmawati, SST MS saat menerima Dra Tati Rostati MKes dan Noviyanti SST MKeb dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) di depan kampus Akbid Pelita Ibu. Dengan demikian kata Taha Akbid Pelita Ibu Kendari selain telah memiliki izin perpanjangan operasional bernomor 1794/D/T/K-IX/2009 tertanggal 6 April 2009 juga sudah terakreditasi sebagai persyaratan untuk semua perguruan tinggi, baik negeri maupun

swasta sesuai Undang-undang nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekadar diketahui saat ini Akbid Pelita Ibu Kendari yang terletak di Jalan Syech Yusuf Kendari memiliki 22 dosen tetap dan 47 dosen tidak tetap. Kualifikai pendidikan mereka terdiri

dari dua orang guru besar, lima Doktor, tiga Dokter Spesialis, dua dokter umum dan 39 Magister (S2). Untuk DIV kebidanan tercatat sebanyak 10 orang sebagai tenaga pengajar. ‘’Saat ini kami membuka pendaftaran hingga 19 Juni 2010 mendatang,’’ tukas Taha, kemarin. (awl)

Siswa Butur Ikut Olimpiade Sains Buranga, KP Sebanyak 18 siswa SMA Buton Utara (Butur) akan mengikuti olimpiade sains di Kendari. Tercatat sebanyak delapan bidang studi diperlombakan, akan diikuti utusan dari daerah pemekaran itu. Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Butur, Muhammad Hida-

man S Pd, kepada koran ini mengatakan, belum target juara. Terpenting bagi daerah yang baru tumbuh seperti Butur adalah partisipasi agar dapat menjadi motivasi siswa pada iven-iven selanjutnya. ‘’Utusan Butur akan berlomba untuk bidang studi fisika, matematika, biologi, astronomi,

kebumian, kimia dan teknik informatika komputer. Kuota Butur sebanyak 24 orang, tetapi persiapan belum maksimal dan semoga yang berangkat bisa berhasil,” katanya. Dikatakan, kondisi sekarang belum bisa target juara. Terpenting adalah pembenahan dari segi sumber daya manusia

khususnya guru. Pihaknya akan mengusulkan agar dalam penerimaan CPNS supaya kuota guru lebih banyak untuk memaksimalkan pembelajaran di setiap sekolah. ‘’Saat ini Butur mebutuhkan guru mata pelajaran teknik komputer, sosiologi, geografi dan bahasa Inggris,’’ katanya. (tri)

Semua Bisa Sekolah di SMA Negeri RSBI Surabaya, KP Masyarakat telanjur menganggap bahwa SMA negeri yang berlabel rintis-an sekolah berstandar interna-sional (RSBI) mahal. Wali murid berkan-tong cekak dituntut ber-pikir dua kali untuk menyeko-lahkan anak mereka ke sekolah RSBI. Namun, persepsi tersebut perlahan dikikis. ‘’Sekolah RSBI adalah milik semua lapisan ma-syarakat,’’ terang Kepala SMA Negeri 15 Surabaya Kusnoko Minggu (6/6). Menurut dia, masyarakat yang berduit tebal atau tipis memiliki hak yang sama untuk masuk ke sekolah RSBI. Termasuk SMA Negeri 15 Surabaya yang meng-geng-gam status tersebut sejak lima tahun lalu. Kasnoko menjelaskan, kualitas keilmuan menjadi tolok ukur siswa yang berhak mengenyam pendidikan di sekolah berstandar internasional. ‘’Jadi, bukan ke-mampuan finansial,’’ tegasnya. Meski demikian, anggapan bah-wa biaya di SMA negeri ber-status RSBI sangat tinggi tidak salah. Sebab, sekolah yang berla-bel RSBI berhak menentukan besaran tarikan bulanan yang dibebankan kepada siswa. Di SMA Negeri 15, misalnya. Siswa baru tahun ajaran 2009/ 2010 dikenai biaya bulanan Rp 300 ribu. ‘’Besarannya sama. Tidak ada per-bedaan antara satu siswa dan siswa lainnya,’’ terang Kasnoko. SMA Negeri 15 Surabaya se-tiap tahun menerima 320 siswa yang tersebar di sepuluh kelas. ‘’Jumlah itu sudah se-

suai standar (RSBI),’’ ujarnya. Kasnoko menuturkan, warga yang kurang mampu tidak perlu khawatir untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah RSBI. ‘’Ka-lau yakin anaknya pintar, kenapa tidak,’’ tuturnya. SMA Negeri 15 Surabaya sudah menyiapkan beragam upaya untuk membantu keuangan siswa yang tidak mampu. Di antaranya, dana bantuan operasional pendi-dikan daerah (bopda) dan beasis-wa. SMA Negeri 15 Surabaya tahun lalu mendapatkan kucuran dana bopda untuk 103 siswa kelas X-XII. Kasnoko menyatakan bahwa kualitas pembelajaran yang dibe-rikan di SMAN 15 sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk SPP. Siswa juga mendapat tambahan pelajaran setiap Sabtu. Jadi, siswa tidak perlu lagi me-ngeluarkan uang untuk membayar guru. ‘’Di sini ada tambahan jam belajar gratis,’’ terangnya. SMA Negeri 15 juga menyiap-kan ujian Cambridge. Soal yang diujikan memakai bahasa Inggris sesuai standar Universitas Cam-bridge, Inggris.

Mata pelajaran yang diujikan meliputi matema-tika, bahasa Inggris, kimia, bio-logi, dan fisika. Dia berharap, siswa yang sudah melampaui ujian tersebut memiliki nilai tambah. ‘’Standar soalnya sudah internasional,’’ katanya. Kondisi berbeda terjadi di SMA Negeri 5 Surabaya yang ber--label

Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

RSBI. Wakahumas SMAN 5 Abdul Latif menje-laskan, penarikan SPP di SMAN 5 tidak sama. ‘’SPP sesuai ke-mam--puan siswa,’’ terangnya. Kon-disi ke-uangan wali murid menjadi acuan penentuan besaran tarikan SPP. ‘’Semuanya sudah disepakati wali murid yang bers-angkutan,’’ lanjutnya. (wan)

Kendari, KP Sesuai jadwal, pendaftaran siswa baru (PSB) untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai tanggal 28 Juni hingga awal Juli. Dalam proses perekrutan siswa, sekolah diberi standar maksimal sebanyak 32 per rombel. Hal itu dilakukan untuk lebih megefektifkan kualitas pembelajaran di kelas. Dalam perekrutan siswa baru nantinya, sekolah diimbau agar tidak memaksakan kuota. Meskipun memang diakui, setiap tahun sekolah-sekolah negeri selalu kewalahan, terlebih bagi sekolah-sekolah unggulan yang terletak di tengahtengah komunitas penduduk. Sekretaris Dinas Diknas Kota Kendari, Makmur M Pd mengatakan, kuota per kelas merupa-

Makmur kan salah satu upaya untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Apalah artinya merekrut siswa banyak-banyak tapi tidak dudukung den-

gan sarana gedung yang memadai. Sekolah harus tegas memberikan pengertian kepada masyarakat agar tak hanya menampung siswa, tapi sekolah yang bersangkutan juga mampu menunjukkan kualitas yang diharapkan. “Untuk kepastian mengenai jadwal PSB akan kami bahas pada pertemuan tanggal 11 Juni nanti. Yang jelasnya, kami berharap sekolah dapat menerima siswa dalam jumlah yang proporsional sesuai dengan jumlah rombel yang ada.,” terangnya. Baik sekolah maupun orang tua siswa, dapat memikirkan alteratif apa yang dilakukan agar seluruh siswa dapat bersekolah, tentuya dengan mencari sekolah lain yang masih kurang peminat. (cr5)

Dukung Peningkatan Kinerja Guru Kendari, KP Salah satu motor penggerak peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah adalah guru. Kemampuan dan kompetensi yang dimiliki, diharap para tenaga pendidik dapat mengaplikasikan dalam proses pembelajaran di sekolah agar mutu anak dapat meningkat. Mengingat pentingnya hal tersebut, SMAN 4 Kendari pada tahun ajaran 2010/2011 ini mempunyai program baru dalam rangka mempressure (mendorong, red) kinerja guru dalam upaya peningkatan mutu. Bentuk dorongan yang dilakukan adalah dengan mendukung perubahan model pembelajaran yang dianggap relevan dengan kurikulum yang ada. “Dalam sistem pembelajaran, tentunya kami berharap, para guru dapat menemukan inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan mutu.Jika mereka menerapkan model pembelajaran yang sama setiap tahunnya, tidak akan ada perubahan dan perkembangan. Hanya akan membuat sekolah kita stagnan dan tidak berkembang,” terang Drs Muh Ali Rahman M Si, di ruang kerjanya kemarin.

Untuk tahun ajaran baru ini menurut mantan Kepala SMA Berprestasi tahun 2008 itu, dalam menerapkan model pembelajaran, guru juga harus mampu menyesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk bagaimana respon siswa. Dibutuhkan keterampilan seorang guru untuk mengarahkan siswanya dalam model pembelajaran sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang ada. Dalam peningkatan mutu, selaian sistem pembelajaran, mulai tahun ini pihak sekolah juga konsen terhadap peningkatan prestasi siswa. Terlebih lagi penilaian mengenai citra sekolah salah satunya didukung oleh keberhasilan dalam meraih nominasi-nominasi dalam setiap ajang dan kompetisi. Saat ini SMAN 4 Kendari sudah mengantongi kepercayaan yang cukup besar dari masyarakat mengenai kualitas, selain karena statusnya sebagai RSBI juga kualitas peserta didiknya yang selalu berhasil meraih predikat terbaik di setiap lomba dibidang pengembangan minat bakat dan akademik. (cr5)


Edukasi

Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

15

Usulan Beasiswa Kualifikasi Dikembalikan Kendari, KP Tahun 2010 ini, Dinas Diknas Kota Kendari memperoleh jatah sebanyak 250 guru beasiswa kualifikasi. Kuota itu bantuan dana penyelesaian studi. Sayangnya tidak semua kuota terpenuhi. Untuk guru dikmen hanya tiga orang yang sedang melanjutkan kualifikasi pendidikan, dari jatah kuota yang diberikan sebanyak 57 orang. Kabid Kependidikan dan Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik Dinas Diknas Kota Kendari, Dra Nuriyani Waris mengatakan, sesuai kuota untuk penerimaan besiswa kualifikasi yang bersumber dari

dana APBN tahun 2010, Kota Kendari memperoleh jatah sebanyak 250 guru. Terdiri dari 70 guru pendidikan menegah (TK, SD dan SMP) dan 80 guru pendidikan dasar. Dari kuota tersebut yang terpenuhi hanya 196 guru saja, pasalnya untuk guru dikmen hanya tiga orang yang terdaftar sebagai calon penerima dan guru dikdas sebanyak 193. Sebenarnya menurut wanita yang akrab disapa Ani itu, untuk guru dikdas ada sekitar 200 lebih pengusul. Namun karena kuota dikdas hanya 193, selebihnya akan direkrut pada program beasiswa tahun berikutnya.

“Tahun 2009, Dinas Diknas Kota Kendari mendapat kuota sebanyak 270, tahun ini turun jadi 250 orang. Hal itu membuktikan bahwa kualifikasi guru di Kota Kendari rata-rata sudah minimal S1. Namun kami belum dapat memastikan, untuk mengetahui kepastiannya, akan dilakukan evaluasi tahun berikutnya,” tandasnya. Bantuan tersebut menurutnya, sudah memasuki tahun kemempat dan diperuntukkan bagi guru-guru PNS yang sedang kuliah S1. Masing-masing mereka memperoleh beasiswa Rp 200 perbulan, diterima setiap semester. (cr5)

Tidak Semua Guru Mampu Mengajar di RSBI Kendari, KP Memasuki tahun keempat sebagai rintisan sekolah bertaraf intenasional (RSBI), SMPN 1 Kendari terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu terobosan adalah menggenjot kompetensi guru agar mampu mengajar di kelas RSBI. Kepala SMPN 1 Kendari, Sudirham M Ed mengatakan meskipun sudah bestatus sebagai RSBI, namun tidak semua guru bisa mengajar di kelas-kelas tersebut. Untuk bisa mejadi guru RSBI, setidakya memiliki tiga syarat utama. Terdiri dari kemampuan akademik, mampu menggunakan pembelajaran bilingual (dua bahasa), serta mahir menggunakan teknologi dalam melakukan pmbelajaran. “Tidak semua guru di sekolah kami mempunyai kompetensi yang memadai untuk menjadi tim pengajar. Pasalnya untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas, juga harus ditunjang dengan kemampuan guru, sesuai yang disyaratkan dalam standar SBI,” terangnya. Menurut alumni magister Australia yang baru

saja dinyatakan sebagai Kepala SMP Berprestasi Kota Kendari tahun 2010 itu, pihaknya lebih selektif menentukan guru mana saja yang potensial untuk masuk dalam tim pengajar di kelas RSBI. Tidak degan cara seleksi secara langsung, tapi melalui evaluasi terhadap kinerja dan kualitas guru dalam satu semester. Jika guru dianggap sudah mampu berbahasa Inggris, menggunakan teknologi dan mempuyai kemampuan akademik yang memadai, guru yang bersangkutan direkut untuk masuk sebagai

tim pengajar. Untuk diketahui, saat ini SMPN 1 Kendari telah memasuki penilaian tahun keempat penyelenggaraan RSBI. Dua tahun mendatang, status sekolah itu akan ditentukan, apakah ia ditetapkan sebagai SBI ataukah akan dikembalikan sebagai sekolah reguler. Hal itu tentu saja menjadi tanggung jawab yang cukup berat, bukan hanya bagi sekolah, tapi juga pemerintah dan masyarakat untuk berupaya mempertahankan status yang susah payah diraih selama enam tahun. (cr5)

SARFIAYANTI/KP

Festival tari anak yang dilaksanakan di gedung Pariwisata Sultra beberapa waktu lalu

Genjot Siswa Pertahankan Prestasi Kendari, KP Mempertahankan prestasi yang pernah diraih siswa di suatu sekolah agar berkelanjutan, harus dilakukan dengan sistem cadangan. Tugas itu merupakan tanggung jawab yang cukup berat bagi seorang guru. Pembinaan berkelanjutan dilakukan karena tidak semua siswa mempunyai intelengensi dan kemampuan yang sama dalam memahami materi pelajaran yang diberikan di sekolah. Berkaitan dengan itu, seorang tenaga penga-

jar harus mempunyai trik dan strategi untuk mempertahankan prestasi yang pernah diraih siswa yang sudah tamat. Di SMPN 5 Kendari, guruguru menerapkan pembinaan yang kontinyu. Tak hanya dilakukan pada saat momen lomba atau menghadiri undangan, tapi pembinaan yang dilakukan rutin setiap minggu, ada atau tanpa adanya perlombaan. Guru pembina bahasa Inggris Herlina AT S Pd, mengakui bahwa untuk mencapai sebuah

prestasi tak lepas dari kerjasama atara guru, siswa dan sekolah, serta orang tua. Pembinaan yang dilakukan saat ini sepenuhnya dibiayai sekolah. Untuk itu tenaga pengajarpun tidak tanggung-tanggung melatih kader-kader baru yang dianggap mempunyai kemampuan mulai dari kelas I sampai kelas III. Alasannya, jika siswa kelas III sudah tamat, siswa yang duduk di kelas rendah, dapat menggantikan untuk mempertahankan prestasi.

“Pembinaan yang kami lakukan, tak hanya sebatas siswa kelas III, melainkan membina siswa kelas I dan II, agar kedepan mereka bisa menjadi kader penerus kakak kelas yang berprestasi,” ungkapnya. Menurut dia, terbukti ampuh mempertahankan prestasi sekolah. Tak heran, pada setiap iven lomba Storry Telling berbahasa Inggris atau pidato maupun cerdas cermat bahasa Inggris, siswa selalu memperoleh nominasi terbaik. (cr5)

Panlok Surabaya Tambah Ruang Ujian Surabaya, KP Panitia Lokal (Panlok) Surabaya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN) 2010 harus melakukan banyak penyesuaian terkait dengan pelaksanaan ujian tersebut. Terutama, soal penyediaan ruang tes yang berlangsung pada 16-17 Juni itu. Hal tersebut disebabkan jumlah peserta SNM PTN 2010 untuk

Panlok Surabaya tahun ini meningkat. Kalau tahun lalu hanya sekitar 26.000, hari terakhir registrasi SNM PTN 2010 pada 3 Juni lalu menunjukkan bahwa pendaftar gelombang pertama saja mencapai 29.716 orang. Rinciannya, untuk program IPA, ada 11.400 pendaftar. Untuk program IPS, ada 11.292 peserta yang melakukan registrasi. Sedangkan untuk program IPC,

tercatat ada 7.024 peserta. Jumlah itu masih mungkin bertambah karena pada 10-12 Juni nanti pendaftaran gelombang kedua dibuka. Pendaftaran tersebut dibuka khusus untuk pelajar SMA dan sederajat yang baru dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian nasional (unas) ulang. Dengan demikian, jumlah peserta SNM PTN 2010 nanti

diperkirakan lebih dari 30.000 orang. “Panlok Surabaya selama ini belum pernah menerima peserta ujian yang jumlahnya lebih dari 30.000 orang. Karena itu, persiapan infrastrukturnya harus ditinjau ulang. Terutama, masalah ruang,” kata Ketua Panlok Surabaya SNM PTN 2010 Prof Dr Muhammad Zainuddin Apt. (rum)


Xpresi

TENGSIN Inggrid Widya (Juara I Lomba Baca Puisi Perpustakda Sultra 2008)

Ketagihan si Manis YANG namanya jajanan, pasti kita sangat doyan ama yang manis-manis. Yup... aku juga begitu. Pokoknya, jajanan apapun yang berasa manis pasti menjadi salah satu hobi saya. Terutama, minuman manis. So... hal itu bikin saya ketagihan. Namanya udah ketagihan, kita pasti akan sulit melepaskan kebiasaan kita itu. Makanya, meskipun sering kena marah Nyokap karena suka mengkonsumsi jajanan yang manis-manis, saya susah sekali melepaskan diri. Kadang kalo udah nggak tahan, saya mengkonsumsinya secara sembunyisembunyi. Saya seh sadar banget kalo jajanan yang manis-manis itu, nggak sehat buat tubuh kita, en bisa buat kita menderita berbagai penyakit berat. Tapi kalo udah ketagihan, susah juga untuk menghindarinya. Alternatif yang saya lakukan, paling hanya mengalihkan dengan mengkonsumsi air mineral aja.(Ka’_Piyan/ yen)

SHARE Tasman, SKM (Dosen Stikes Mandala Waluya Kendari)

Perbanyak Konsumsi Air Putih MINUMAN manis, apalagi yang bersoda itu belum tentu sehat. Makanya, hati-hati kalo mengkonsumsi minuman yang mengandung bahan pemanis, pengawet or pewarna, karena bisa saja membuat kita menderita penyakit serius karena berlebihan mengkonsumsi yang manis-manis. Makanya, sebelum ketagihan itu datang, ada baiknya jika kita memilih air putih sebagai sumber penghilang rasa haus tenggorokan kita. Selain lebih sehat, air putih juga membantu tubuh untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Kebanyakan yang mengkonsumsi minuman manis, termasuk yang bersoda, adalah anak-anak dan remaja. Saking keasyikan jajan, biasanya mereka sering lupa bahwa minuman manis dan bersoda itu kurang baik untuk kesehatan, apalagi kalo dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih. Memang, dampaknya tidak kita dapatkan sekarang. Tapi jika kebiasaan itu tidak dirubah, maka kelak kita pasti akan merasakan dampaknya. Misa l n y a , mengidap penyakit gula atau diabetes. (Ka’_Piyan/ yen)

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Kendari Pos | Selasa, 8 Juni 2010

16

Anti Minum si Manis Nyetrum KALO udah pengin, nggak peduli lagi dech dengan halangan laen. Termasuk kalo lagi haus dan pengin yang seger, nggak sedikit para X_genk yang otaknya langsung ketuju pada minuman kaleng. Sluuurp.. seger.. apalagi kalo udah ngerasain sensasi sodanya yang terasa nusuk di rongga mulut.. hmm sensasinya bikin semangat. Tapi kebayang nggak sih, kalo negak soft drink sampe jadi larangan? pasti rada berat khan karena soft drink tuh rasanya manis dan seger. Namun nggak sedikti juga lho ternyata X_genk kita yang anti dengan soft drink. Katanya sih, nggak baik untuk kesehatan karena mengandung gula, karbon atau bahan pengawet. Contohnya nih Iyan, X_boys yang ngeskull di SMAN 3 Kendari. Menurutnya, soft drink nggak cocok untuk remaja karena mengandung bahan yang nggak mudah itu diterima tubuh. “Aku bukannya anti sama soft drink. Tapi aku pernah ngalamin hal buruk karena minum soft drink gitu dech. Karena soft drink, aku pernah sakit sampai aku nggak masuk skull h a m p i r sebulan,” ujarnya. B a g i

remaja yang doyan ama softdrink sech kata Iyan, pasti kedepannya itu ia akan mengalami daya tahan tubuh yang lemah. “Sekarang, aku hanya minum ketika aku lagi pengin banget. Soalnya efek sampingnya banyak, yang pernah aku alami gigi rusak dan diabetes. Untuk saat ini, kalo dibilang tobat, yah dikit lah heheheheh,” tutur cowok yang hobby maen PS ini. Seperti mengamini Iyan, Bayu X_boys kita yang masih skull di SMAN 5 Kendari, ngaku anti soft drink. Menurutnya, lebih sehat kok kalo hanya mengkonsumsi air mineral. “Mungkin karena aku olahragawan yah. Ortu juga sangat menyarankan untuk tidak tergiur sama soft drink. Mmmm... aku hanya pernah minum sekali, karena lagi diacara bareng teman,” kata penghobby badminton ini. Reny, X_girls kita yang berguru di MAN 1 Kendari katanya juga anti dengan soft drink karena menggunakan pemanis buatan yang kurang baik bagi tubuh manusia. “Selain dilarang juga ama ortu, minum minuman yang manis seperti soft drink, saya juga selalu memikirkan efek buruk yang bisa ditimbulkan dari minuman seperti ketagihan atau terkena penyakit diabetes,” kata pelajar yang punya cita-cita sebagai psikiater ini. Lha, si Rezky, X_boy yang dari SMPN 6 ini malah sangat demen dengan soft drink.

Apalagi, kalau diminum setelah makan atau berolahraga. “Saya memang suka, karena rasanya enak dan membuat tubuh saya terasa segar. Saya minum tidak terlalu

Efek Negatif Minum Soft Drink 1. Soft drinks menguras air dalam tubuh kita. Seperti halnya diuretik yang bukannya memberikan air untuk tubuh kita, tapi malah menghabiskannya. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam soft drinks memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh kita. Untuk mengganti air ini, anda harus minum 8-12 gelas air untuk setiap gelas yang anda minum!

buat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan Penyakit Jantung (kekurangan magnesium), Osteoporosis (kekurangan kalsium) dan banyak lagi. Sebagian besar vitamin tidak berfungsi di dalam tubuh tanpa adanya mineral.

2. Soft drinks tidak pernah menghilangkan haus, karena soft drinks bukanlah air yang diperlukan tubuh Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus menerus akan menyebabkan Dehidrasi Seluler Kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat sel. Pada gilirannya akan menyebabkan melemahnya system kekebalan dan menimbulkan berbagai penyakit.

4. Soft drinks dapat membersihkan karat pada bumper mobil atau benda logam Lainnya Bayangkan apa yang akan terjadipada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya.

3. Kandungan fosfat yang tinggi dalam soft drinks dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh Softdrinks ter-

5. Jumlah gula yang tinggi dalam soft drinks menyebabkan pancreas memproduksi insulin dalam jumlah besar, yang mengakibatkan benturan gula Kelebihan dan kekurangan gula dan insulin dapat menyebabkan diabetes dan penyakit yang terkait dengan ketidak seimbangan dalam tubuh. Keadaan ini

dapat mengganggu pertumbuhan anak yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup. 6. Soft drinks sangat mempengaruhi pencernaan Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya tubuh tidak menyerap gizi sama sekali dari makanan yang baru dimakan, bahkan yang sudah dimakan beberapa jam sebelumnya. Bila dimakan bersamaan dengan kentang goreng akan memakan waktu berminggu-minggu untuk dicerna. Jadi tidak ada yang lebih buruk dari pada soft drinks yang FDA telah menerima lebih dari 10.000 keluhan konsumen terhadap aspartame, 80% diantaranya mengeluhkan zat aditif pada makanan. 8. Soft drinks bersifat sangat asam, sehingga dapat menembus garis sambung pada kaleng aluminium dan dapat

sering, karena harganya cukup mahal. Kalo mengonsumsi juga melewati batas, bisabisa dapat penyakit,” tukasnya. (P1/P2/ Ka’_Eyko/yen)

melumerkan kaleng tersebut bila disimpan terlalu lama Pasien penderita alzheimer yang telah diotopsi semuanya memiliki kadar aluminium yang sangat tinggi dalam otaknya. Logam berat dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan syaraf dan penyakit lainnya. 9. Soft drinks bersifat sangat asam Tubuh manusia secara alamiah memliki pH7,0 Soft drinks memiliki pH 2,5 artinya anda memasukkan sesuatu yang ratusan ribu kali lebih asam ke dalam tubuh anda. Penyakit berkembang dalam lingkungan asam. Soft drinks dan makanan asam lainnya mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan disekitar organ tubuh. Contohnya, pH tubuh penderita kanker atau radang sendi selalu rendah. Semakin parah penyakit seseorang semakin rendah pH tubuhnya. 10. Jangan pernah berfikir untuk meneguk soft drinks ketika anda demam, flu atau lainnya, Soft drinks akan mempersulit tubuh melawan penyakit tersebut. (asianherbal.blogspot.com/*)


Kendari Pos | Selasa, 8 Juni 2010

Bahteramas Kendari Mulus Kalahkan Persipal Palu 1-0 Enrekang, KP PS Bahteramas Kendari mengawali kiprahnya dengan kemenangan tipis dalam turnamen sepakbola Habibie cup XIX kemarin, setelah mencatat kemenangan penting atas Persipal Palu

1-0. Kedua tim yang tergabung di pool D tampil dengan target sama yaitu meraih poin penuh. Pertandingan PS Bahteramas Kendari yang tampil dengan kostum merah-merah sejak kick-off mengambil inisiatif menyerang. Namun ketatnya pertahanan anak-anak Persipal yang diasuh mantan pemain Timnas Jet Donald La Ala, sehingga beberapa peluang PS

Bahteramas Kendari gagal mencetak gol. Upaya anak-anak Kendari yang dimotori Ferdian, Bobby Tukino dan Jimmi membuahkan hasil pada menit ke-20. Umpan terobosan yang dikirimkan Isman dapat dimanfaatkan Bobbi Tukino untuk menjebol gawang Persipal. Gol ini disambut suka-cita pendukung PS Bahteramas Ken-

Red Bull Perpanjang Kontrak Webber MARK Webber resmi menandatangani perpanjangan kontrak selama setahun ke depan. Pembalap Australia itu mengaku senang dan mengharapkan kesukesan yang lebih di masa mendatang. Belum lama ini Red Bull sempat diterpa “perang sipil” pasca tabrakan di GP Turki sehingga mengakibatkan tim tidak mendapat hasil maksimal. Webber dan Vettel yang terlibat insiden itu bahkan saling menyalahkan satu sama lain. Dalam perkembangan selanjutnya, Webber dinilai sebagai pihak yang “bersalah”. Toh hal tersebut tidak dapat melunturkan kepercayaan Red Bull terhadap pembalap berusia 34 tahun itu. Hal itu dibuktikan dengan perpanjangan kontrak yang telah ditandatangani Webber. Dengan kontrak ini, maka berarti sekali lagi Webber akan bertandem dengan Vettel pada 2011. Sebab, rekan setimnya itu telah lebih dulu memperpanjang kontraknya hingga tahun depan. “Saya berharap kami berpengalaman dengan banyak kesuksesan bersama di masa depan dan mencapai tujuan kami sesungguhnya yakni memenangi titel juara dunia,” sahut mantan pembalap Williams itu di Autosport. “Keputusan untuk memperpanjang kontrak selama setahun lagi adalah saling menguntungkan. Secara luas diketahui bahwa saya tidak tertarik dengan bergantung

Baca RED BULL Hal 18

Forki Siapkan Atlet ke Mendagri Cup Kendari, KP Pengprov FORKI Sultra tidak mau kehilangan momen berprestasi di Mendagi Cup yang rencananya dihelat pertengahan bulan ini di Makassar. Seleksi daerah pun dilakukan untuk menyaring atlet yang akan memperkuat Sultra di sana. Dari seleksi itu, Inkado Sultra keluar sebagai juara umum dengan meraih 7 emas, 9 perak dan 4 medali perunggu. Tempat kedua Pengcab Forki Kolaka, 4 emas 3 perak dan 2 perunggu. Diposisi ketiga kontingen Forki Kota Baubau 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Para atlet yang menjadi juara dan lolos babak kualifikasi, kini bersiap untuk mengikuti TC. Dewan Penasehat Pengda Federasi Olahraga karate-DO Indonesia (FORKI) Sultra Achmad Wahab mengatakan, dari potensi yang ditampilkan para atlet, ia memiliki keyakinan Forki Sultra mampu berbicara banyak di Makassar.”Para atlet kita yang ambil bagian di Selekda sangat menjanjikan. Saya lihat mereka sudah siap menghadapi ajang tersebut, tinggal dipoles sedikit,” katanya. (cr2)

dari. Kedudukan 1-0 ini bertahan hingga babak pertama berakhir. Setelah turun minum, anak asuhan Mansur Saman terus melakukan tekanan. Hal ini membuat pemain Pesipal frustasi. Salah seorang pemain Persipal melakukan pelanggaran keras dengan menyikut wajah Ferdian. Wasit yang berada di dekat insiden itu tanpa ampun meghadiahi kartu merah kepada pemain Persipal tersebut. Sejak itu, Persipal hanya bermain 9 orang. Sayang keunggulan jumlah pemain tak dapat dimanfaatkan anak-anak Kendari untuk menambah pundipundi golnya. Kedudukan 1-0 bertahan hingga peluit panjang

dibunyikan. Dengan kemenangan tersebut, membuat peluang PS Bahteramas Kendari sangat terbuka untuk lolos 8 besar. Pertandingan kedua mengahdapi PS Sandeg Mamuju (Sulawesi Barat) akan menjadi penentuan besok (Rabu, 9/6). Pelatih kepala PS Bahteramas Kendari Mansyur Saman kepada wartawan usai pertandingan mengaku puas dengan hasil yang dicapai anak asuhanya. Namun dia akui di beberapa lini masih terdapat kelemahan. Faktor motivasi untuk bermain ngotot juga menjadi sorotan Mansur. Sementara itu, manajer PS

Baca BAHTERAMAS Hal 18

Putihkan Kartu Kuning PT LI Rilis Jadwal 8 Besar

AFP PHOTO / FRED DUFOUR

KONTRAK— Pembalap Red Bull asal Australia Mark Webber kemarin kontraknya diperpanjang. Dengan begitu, Webber masih akan menjadi pembalaphandal dari Red Bull.

Jakarta,KP PT Liga Indonesia (PT LI) kemarin (7/5) merilis jadwal pertandingan babak delapan besar Divisi Utama 2009?2010. Babak delapan besar akan berlangsung pada 18-23 Mei. Ada perkembangan baru mengenai tuan rumah grup A. Sebelumnya, pertandingan akan digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Namun, menjelang jadwal dikeluarkan, tempat pertandingan ditetapkan di Stadion Lapatau, Bone. Nah, Stadion Andi Mattalatta digunakan sebagai stadion pendamping. Sementara itu, di grup B tidak ada perubahan. Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, tetap menjadi stadion utama. Sedangkan Stadion Petrokimia, Gresik, menjadi stadion pendamping. PT LI mengeluarkan kebijakan khusus di babak delapan besar. Yaitu, pemutihan kartu kuning. Dengan begitu, semua tim bisa memainkan pemain yang di babak penyisihan harus menjalani hukuman akumulasi

AFP PHOTO/ GIUSEPPE CACACE

DITANDU—Pembalap Italia Valentino Rossi saat ditandu keluar lapangan, ketika pembalap Yamaha itu tergelincir. Rossi dipastikan absen lima bulan.

Ferrari Bantu Pemulihan Rossi

kartu kuning. Begitu pula pemain yang mengantongi satu kartu kuning. Mereka tidak perlu khawatir terhadap ancaman akumulasi kartu kuning. “Hanya kartu merah yang tidak diputihkan,” kata Tigorshalom Boboy, sekretaris liga. Keputusan tersebut tampaknya tidak terlalu menguntungkan

Maranello, KP Valentino Rossi terpaksa istirahat setidaknya selama lima bulan pasca-kecelakaan di sesi latihan MotoGP Italia. Tim Formula 1, Ferrari, menyatakan siap membantu Rossi selama masa penyembuhannya. Akibat kecelakaan tersebut, Rossi mengalami patah tulang kaki. Meskipun operasi sudah berjalan sukses, tetapi The Doctor tetap butuh waktu lama untuk memulihkan kondisinya. Rossi dan Ferrari dikenal memiliki hubungan yang baik. Sejak tahun 2006, rider Fiat Yamaha tersebut sering mengendarai mobil-mobil balap Ferrari meski hanya sekadar untuk ujicoba. Maka dari itu, Ferrai tak sungkan untuk memberikan bantuannya kepada Rossi selama masa penyembuhannya. Tim Kuda Jingkrak mempersilakan pembalap Fiat Yamaha ini untuk menjajal mobil-mobil balapnya jika yang bersangkutan ingin kembali menyesuaikan diri dengan lintasan balap setelah sekian lama absen. “Setiap orang di Ferrari bersama dengan Anda di waktu-waktu yang sulit ini,” sahut Luca di Montezemollo di situs resmi Ferrari dikutip Autosport. “Kami yakin Anda akan segera kembali ke lintasan.” “Jika selama masa pemulihan Anda merasa membutuhkan latihan di atas roda empat, ingatlah bahwa pintu Maranello (markas Ferrari) selalu terbuka untuk Anda,” lanjut Presiden Ferrari tersebut.

Baca PUTIHKAN Hal 18

Baca FERRARI Hal 18


20

Kendari Pos | Selasa 8 Juni 2010

KTP Bisa Dijadikan Surat Panggilan

Asal Terdata di DPT

Raha, KP Para wajib pilih di Kabupaten Muna, tidak perlu khawatir berlebihan, bila tidak mendapatkan surat panggilan memilih. KPU Muna memberikan kemudahan, bagi wajib pilih yang tidak mendapatkan kertas suara, bisa menggunakan Kartu Tanda Pengenal (KTP). “Bisa menggunakan KTP saat memilih, dengan catatan sudah terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),“ kata Al Munardin, Ketua KPU Muna.

Kebijakan tersebut dilakukan, guna mengantisipasi mereka yang telah masuk DPT, namun belum mendapatkan surat panggilan. Institusinya sudah mengeluarkan surat edaran ke PPK dan PPS, untuk mengakomodir wajib pilih yang masuk dalam DPT, tapi tidak mendapatkan surat panggilan. Lanjut pria yang akrab disapa La Power itu, hari ini logistik pemilihan mulai disalurkan ke PPK. Dengan wajib pilih sebanyak 191.191, KPU menyediakan 441 TPS. Dimana 1 TPS terdiri dari 600 pemilih. Jumlah TPS yang disiapkan jauh

berkurang dibanding Pilpres, yang menyiapkan 353 TPS. Letak perbedaannya, jika di Pilpres 1 TPS terdiri dari 800 orang. Terkait laporan salah satu pasangan cabup, yang menemukan pembengkakan DPT sebanyak 7000, dijawab oleh La Ode Amin Rambega. Kata Ketua pokja sosialisasi dan pemutahiran data KPU Muna itu, laporan indikasi penggelembungan suara sebanyak 7000, sangat bermanfaat bagi KPU Muna. Data laporan itu, dijadikan pembanding saat pemilihan nanti. Namun semua data itu, tidak benar. “Data itu kita sudah sampaikan ke PPK

dan PPS, untuk mengantisipasi bila ada oknum yang memanfaatkan. PPS tinggal mencocokan nanti,“ terangnya. Dalam laporan itu, bila ada yang tercantum anggota TNI/Polri atau sudah meninggal tidak bisa disalahkan KPU. Setelah pendataan dan pemutahiran data, ada wajib pilih yang lolos TNI/ Polri, bahkan ada yang meninggal. “Kita tidak bisa mencegah hal seperti itu,“ timpalnya. Mencegah kecurangan lainnya, saat penyebaran kertas suara, PPS harus memberikan kepada yang bersangkutan secara langsung.(awn/ong)

RIDHA Dilantik di Kendari Kendari, KP Kemungkinan besar 10 Juni nanti, pasangan Ridwan Zakariah-Harmin Hari (RIDHA) yang memenangkan Pemilukada Butur akan dilantik menjadi Bupati Butur definitif. Kemarin (7/6) pengurusan SK pelantikan keduanya sebagai pemimpin Butur sudah final dan tinggal dieksekusi.

“Proses SKnya sudah final. Hari ini (kemarin) tinggal tunggu keluarnya. Kalau jadi, saya perkirakan tanggal 10 Juni bisa kita lakukan pelantikan,” ujar Gubernur Sultra, Nur Alam. Kepala Biro Pemerintahan, Andi Baso yang dihubungi via ponsel mempertegas pernyataan Gubernur. Saat ditelepon, ia mengaku tengah berada di kan-

tor Mendagri untuk menyelesaikan administrasi SK pelantikan Ridwan Zakariah-Harmin Hari. “Insya Allah hari ini (kemarin) sudah bisa selesai. Tanggal 10 ini (Juni) sudah bisa dilakukan pelantikan,” ungkapnya. Namun satu hal yang cukup aneh dengan bakal dilantiknya RIDHA 10 Juni nanti, proses pelantikannya tidak akan dilakukan

di Butur, melainkan di kantor Gubernur di Kendari. Mengenai hal tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa dipilihnya Kendari sebagai tempat pelantikan karena kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. “Karena Kondisi cuaca tidak bersahabat saya pertimbangkan pelantikannya di Kendari. Kalau kondisi dan situasinya tidak memungkinkan baik dari

pertimbangan efisiensi, efektifitas dan kondisi alam, maka dimungkinkan untuk kita lakukan pelantikan di Kendari,” jelasnya. Selainitu,kataketuaDPWPAN yang notabene sebagai partai pendukung RIDHA di Butur, pelantikan bupati Butur yang dilakukan di Kendari tidak melanggar aturan karena terjamin dalam PP no 19 tahun 2010. (cr2/ong)

Nur Alam Minta Para Cabup Saling Menghargai Kendari, KP Menghadapi pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di Kabupaten Muna, Gubernur Sultra yang juga Ketua DPW PAN Sultra, Nur Alam mengingatkan masyarakat Muna untuk menjaga stabilitas. “Kita harus berupaya agar Pemilukada bisa berjalan damai, demokratis, sehat dan dinamis tanpa ada cara-cara yang dilakukan untuk mengesampingkan nilai demokratis,” katanya. Hari H pencoblosan pemilukada Muna yang akan jatuh pada 10 Juni nanti, kata Nur Alam, harus disikapi bijak oleh para calon bupati. Ia meminta agar semuanya dapat saling menghargai. “Kepada yang merasa dirugikan, ada tahapannya melalui proses hukum. Masyarakat juga setelah pencoblosan, harus kembali beraktifitas normal lagi, tidak usah ikut terjun dalam unjuk rasa pro atau kontra,” tandasnya.(cr2/ong)


21

Kendari Pos | Selasa, 8 Juni 2010

SPANYOL V POLANDIA

Sepuluh Fakta Piala Dunia 1962 1. Mei 1960, dua tahun jelang bergulirnya Piala Dunia, Cili diguncang gempa dahsyat dengan kekuatan 9,5 SR, yang merusak infrastruktur. Menghadapi hal ini, Carlos Dittborn, presiden Komite Organisasi Piala Dunia 1962 membuat pernyataan yang kemudian menjadi slogan tidak resmi di turnamen ini, yaitu “Karena kami tak punya apa-apa lagi, kami akan melakukan segalanya dengan kekuatan yang kami miliki untuk membangun kembali”. 2. Ironisnya, Dittborn tidak bisa menyaksikan Piala Dunia 1962 dan menikmati hasil kerja kerasnya membangun kembali infrastruktur pertandingan karena meninggal seblum sebelum turnamen dimulai. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama sebuah stadion Piala Dunia di Arica, untuk menghormati kerja keras dan semangatnya. 3. Torehan gol di turnamen Piala Dunia 1962 menurun drastis, menjadi 2,78 per laga. Di turnamen sebelumnya, rata-rata gol selalu di atas 3. Banyaknya tim yang mengadopsi permainan bertahan diperkirakan menjadi seretnya gol di turnamen ini. 4. Terjadi aksi tindak kekerasaan saat Cili berhadapan melawan Italia di pertandingan babak pertama yang kemudian dikenal dengan sebutan Pertarungan Santiago. Tim Italia juga mendapat pengawalan ketat kala meninggalkan lapangan saat pertandingan usai. 5. Laga semi-final sempat mengalami peruba-

Baca 10 FAKTA Hal 22

Tim Jerman Tertunda, Gara-Gara Shakira SHAKIRA kembali dikaitkan dengan kontroversi mengenai keterlibatannya di Piala Dunia 2010. Penyanyi asal Kolombia itu diklaim sejumlah media membuat penerbangan pasukan Jerman ke Afrika Selatan tertunda. Gara-garanya adalah Shakira, yang harus melakukan penerbangan dari Madrid ke Frankfurt usai melakukan konser di ibukota Spanyol itu. Alhasil, timnas Jerman yang kebetulan harus berada di pesawat yang sama dengan Shakira, harus menunggu pop star Amerika Latin itu datang dan masuk ke pesawat. Atas insiden ini, tim Jerman harus terlambat datang ke Afrika Selatan untuk beberapa jam. Shakira bukan kali pertama memancing kontroversi. Terpilihnya

Baca TIM Hal 22

Abbey Clancy

UJIAN TERAKHIR Murcia, KP Sebagai salah satu unggulan juara, penampilan Spanyol dalam beberapa uji coba terakhir kurang meyakinkan. Memang, rekor tak terkalahkan yang sudah diukir sejak Juni tahun lalu belum ternoda, tapi tetap saja penampilan David Villa dkk kala melawan Arab Saudi dan Korea Selatan pekan lalu sedikit mengkhawatirkan. Karena itu, pelatih Vicente del Bosque merancang satu uji coba lagi, yakni melawan Polandia dini hari nanti. Uji coba yang bakal dihelat di Nueva Condomina, Murcia, itu cukup tricky. Di satu sisi, Spanyol ingin memetik kemenangan demi mempertebal kepercayaan diri sebelum bertolak ke Afrika Selatan (Afsel). Jika bisa menang besar, itu bakal menutup kekecewaan dua uji coba sebelumnya, ketika mereka hanya mampu menang tipis 3-2 atas Arab Saudi (29/5) dan 1-0 atas Korea Selatan (3/6). Namun di sisi lain, kekhawatiran akan terpaan cedera juga memaksa La Furia Roja-sebutan Spanyol-untuk tampil super hati-hati. “Tujuan pemusatan latihan ini, selain untuk menemukan ritme permainan dan mengasah taktik, juga untuk menghindari cedera,” kata Juan Mata, winger Spanyol, seperti dilansir Reuters. “Sudah banyak pemain pilar yang tidak bisa berangkat ke PD akibat ced-

era, dan saya harap itu tidak akan pernah terjadi pada kami,” lanjut pencetak gol tunggal ke gawang Korea Selatan pekan lalu tersebut. Spanyol pantas khawatir. Sebab, jauh sebelum PD saja mereka sudah terancam kehilangan dua pilar di sektor depan, yakni striker Fernando Torres dan gelandang serang Cesc Fabregas. Ketika keduanya sedang dalam proses menuju kesembuhan, giliran bek tengah Gerard Pique yang bikin waswas. Dia mengalami benturan di lutut kanannya dalam sesi latihan Minggu, tapi cederanya tidak parah. “Ya, fakta yang terjadi sangat mengkhawatirkan,” timpal defender Joan Capdevilla. “Kami sudah di ambang pintu, dan kami harus menjaga kondisi. Kami pasti akan melakukan berbagai tindakan pencegahan, karena tujuan utamanya adalah menjalani laga PD dalam bentuk terbaik,” imbuh pemain Villarreal itu. Sayangnya, Del Bosque tidak bisa sepenuhnya menurunkan pemain lapis kedua saat melawan Polandia nanti. Sebab, komposisi tim utama plus strategi dan taktik yang disiapkan untuk PD belum matang betul. Sehingga, kemungkinan Del Bosque menurunkan formasi inti

sejak menit pertama tetap terbuka lebar. Uji coba ini juga diharapkan menjadi pertandingan pertama buat striker Fernando Torres. Meskipun sudah mengikuti latihan reguler Furia Roja selama sepekan terakhir, dia belum pernah diturunkan dalam satu laga uji coba pun. Kondisi lututnya sudah semakin baik, dan Del Bosque sudah berencana mengetes kesiapannya. “Saya punya firasat bagus

Baca UJIAN Hal 22

Villa Eksekutor Bola Mati TUGAS tambahan menanti David Villa di PD 2010 nanti. Berdasarkan laporan harian Spanyol AS, eks striker Valencia yang baru saja pindah ke Barcelona itu ditunjuk menjadi eksekutor penalti. Artinya, setiap kali Spanyol mendapat hadiah penalti, dia menjadi pilihan pertama untuk mengeksekusinya. Vicente del Bosque menunjuk gelandang Real Madrid Xabi Alonso sebagai pilihan kedua. Keputusan ini cukup masuk akal. Sebab, kemampuan striker 29 tahun itu untuk mencetak gol dari titik putih sama bagusnya dengan menjebol gawang lawan melalui open play. Bersama David Silva, musim lalu dia selalu menjadi andalan Valencia untuk mengeksekusi penalti. Di Euro 2008 lalu, Spanyol tidak pernah mendapat hadiah penalti. Tapi, tim berjuluk La Furia Roja itu harus menempuh adu penalti dalam perempat final melawan Italia. Ditunjuk sebagai eksekutor pertama, Villa mampu menjalankan tugas dengan baik, dan membawa Spanyol lolos ke semifi-

Baca VILLA Hal 22

AFP PHOTO/DOMINIQUE FAGET

EKSEKUTOR—Spanyol mengandalkan David Villa sebagai eksekutor penalti. Sementara Xavi menjadi cadangan eksekutor. Torres dan Fabregas tidak mendapat kepercayaan dalam tim ini.

Bonus Spanyol Panen Kritik Madrid,KP Spanyol merupakan salah satu negara yang dijagokan bekal menjadi jawara Piala Dunia 2010. Predikat jawara Piala Eropa 2008 dan hampir tidak adanya perubahan skuad membuat La Furia Roja, sebutan timnas Spanyol layak diunggulkan. Meski punya kekuatan teknis yang bisa diunggulkan Federasi Sepak Bola Spanyol (RSFF) juga mengandallan kekuatan non teknis agar Spanyol bias menjadi juara dunia untuk kali pertama.

Yaitu merangsang tim dengan bonus besar. Pekan lalu RSFF melansir setiap pemain akan mengantongi 600 ribu Euro jika berhasil menjadi juara Piala Dunia Afsel. Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dibanding saat menjadi juara Piala Eropa 2008. Iker Casillas dkk masing-masing akan mendapat 60 ribu Euro jika berhasil lolos ke kuarter final dan diberi 90 ribu Euro jika lolos semifinal. Maju ke final dan kalah berarti uang sebesar 120 Euro akan dikantongi tiap pemain. Jumlah

itu diklaim menjadi yang tertinggi dibanding 32 konstestan putaran final Piala Dunia Afsel. Besarnya jumlah bonus itu mengundang protes banyak pihak di Spanyol yang saat ini masih berjuang untuk memulihkan diri dari terpaan krisis ekonomi. Apalagi saat ini tercatat ada sekitar 20 persen angka pengagguran di Spanyol. Konsisi itu memaksa diterapkannya penyesuaiann gaji bagi pekerja di sector public service. Beberapa LSM dan partai politik dengan tegas menentang keb-

ijakan RSFF itu. Partai Esquerra Republicana Catalana (Catalan Left Republican) menyatakan jika jumlah bonus itu kelewat besar. Jumlah lebih dari dua kali lipat dari yang didapat timnas Jerman. “14 juta Euro yang akan dikantongi 24 individu ( termasuk manajer Vicente del Bosque) adalah sama dengan gaji ribuan rakyat biasa yang bekerja penuh selama satu tahun,” cetus juur bicara Partai Esquerra Republicana Catalana seperti dilansir Reuters. (ali)

Terpicu Sukses Francesca Schiavone di Roland Garros TUGAS Marcello Lippi pada Piala Dunia 2010 ini cukup berat. Pelatih berusia 64 tahun itu wajib meneruskan kesuksesan Italia sebagai jawara empat tahun lalu. Namun rupanya kesibukan membesut timnas Italia tak mengurangi antusiasme Marcello Lippi menikmati cabang olahraga lain. Lippi bersyukur tak ketinggalan laga final Prancis Terbuka 2010 pada Sabtu (5/6) waktu setempat. “Saya melihat pertandingan final itu melalui TV. Dari nilai pertama yang dibukukan (Fransesca) Schiavone sampai dia men-

Marcello Lippi

jadi juara lho,” ungkap Lippi seperti dilansir ANSA. Di final, Schiavone mengandaskan petenis Australia Samantha Stosur denagn skor telak 6-4, 7-6 (2). Petenis 29 tahun itu sekaligus menorehkan sejarah dengan menjadi petenis pertama Italia yang meraih gelar juara tunggal wanita grand slam Lippi bersyukur tak ketinggalan tayangan itu. Rupanya kesuksesan Schiavone menorehkan sejarah itu bukanlah sekedar keberhasilan Italia di tennis saja. Kemenangan itu, menurut Lippi, menja-

di salah satu pertanda jalan lapang timnas Italia untuk mempertahankan mahkota juara Piala Dunia. “Empat tahun lalu saya pernah berkata jika kemenangan timnas Italia terinspirasi oleh kesuksesan Setterosa (timnas polo air wanita Italia) yang meraih medali emas pada Olimpiade,” ujar Lippi. “Sekarang Schiavone menjadi pendorong kami dan dia benar-benar menjadi symbol Italia dengan perjuangannya, semangatnya, dan penampilannya yang berkelas,

serta hatinya. Dari sekarang saya anggap dialah gambaran dari timnas kami,” imbuh Lippi. Semangat itu paling tidak mengurangi waswas public Italia yang selalu mendapatkan kabar pasukan Italia belum juga optimal. Cedera menjadi salah satu persoalan besar yang dibawa Lippi menuju Afsel. Akibatnya Lippi tak bisa memasang formasi terbaik anak didiknya. Selain itu uji coba terakhir tak menunjukkan hasil yang memuaskan. Terakhir Italia ditahan Swiss 1-1 dalam laga uji coba Sabtu (5/6) lalu. (vem)


24

Kendari Pos | Selasa, 8 Juni 2010

Brasil bisa menempati peringkat puncak grup, sedangkan Portugal, jika Carlos Queiroz menemukan ramuan ofensif yang pas, memiliki peluang yang serupa. Di atas kertas dua tim ini layak dijagokan melaju ke babak selanjutnya. Brasil versus Portugal akan jadi partai klasik, sementara pertandingan melawan Pantai Gading akan sangat mengandalkan kekuatan fisik. Portugal dan Pantai Gading akan bertarung untuk memperebutkan satu posisi tersisa ke babak 16 besar. Berbekal dukungan besar masyarakat Afrika dan kekuatan tim yang terdiri dari para

Polokwane adalah ibu kota provinsi Limpopo , Afrika Selatan yang dulunya lebih dikenal sebagai Pietersburg. Letaknya yang dekat dengan Gauteng dan bertetangga langsung dengan negara-negara Botswana, Zimbabwe, Mozambik dan Swaziland menjadikan Polokwane sebagai pintu gerbang lintas Afrika. Tidak heran jika kota ini menjadi salah satu kota makmur dan berkembang pesat di Afrika Selatan. Polokwane telah menjadi bagian dari sejarah perpindahan jaman batu, jaman besi dan migrasi Eropa, dan penduduk Mapungubwe yang tinggal di wilayah ini selama 2.000 tahun lalu. Namun sejarah pasti berdirinya kota ini dimulai pada tahun 1840-an ketika para Voortrekkers-sebutan untuk para emigran yang meninggalkan Koloni Cape , menuju ke Afrika Selatan - di bawah pimpinan Andries Potgieter mendirikan Zoutpansbergdorp, sebuah kota 100 km di daerah barat Afrika Selatan. Namun kota tersebut harus mereka tinggalkan karena bentrokan dengan suku-suku lokal lalu mendirikan sebuah kota baru di sebelah utara Afrika Selatan. Ketika emas pertama kali ditemukan di wilayah Eersteling pada tahun 1886, perekonomian di kawasan tersebut ikut meningkat. Kota ini kemudian diberi nama Pietersburg. Namanya diambil dari Jenderal Petrus Jacobus Joubert, pemimpin bangsa Belanda yang pertama tinggal di Afrika Selatan. Menyambut Piala Dunia 2010, Pemerintah Kota ini telah merampungkan proyek-

proyek besar untuk menata Polokwane agar layak sebagai tuan rumah nanti Sebanyak 16 proyek jalan telah dibangun 18 bulan terakhir, beberapa ruas jalan kota telah diubah menjadi satu arah, penambahan fasilitas rute kereta multi. Serta melengkapi jaringan jalan yang menghubungkan Pusat Kota dengan stadion Peter Mokaba. Bandara Internasional Gateway Internasional juga telah ditingkatkan untuk Piala Dunia 2010. Polokwane terletak di jalan raya N1, dan dapat dicapai dalam tiga jam perjalanan dari Bandara internasional Tambo di Johannesburg. Pemerintah juga telah menambahkan fasilitas Bus Rapid Transit sebagai transportasi utama dalam kota. Pengunjung nantinya akan menggunakan transportasi umum tersebut untuk mengakses tempat pertandingan. Hal ini membantu meringankan Kemacetan lalu lintas di daerah sekitar stadion selama pertandingan. Salah satu proyek penting yang telah dipercepat menjelang Piala Dunia 2010 adalah Intelligent Transport System. Proyek ini untuk meningkatkan manajemen dan kontrol lalu lintas. Sebanyak 35 kamera CCTV telah dipasang di titik strategis di seluruh kota, dengan menggunakan jaringan serat optik 20km. Pusat Pengendali melalui kamera akan memantau dan mengendalikan arus lalu lintas secara full time setiap hari . Demi menyambut wisatawan yang akan memadati Afrika Selatan sepanjang Piala Dunia nanti, Pemerintah Limpopo telah

pemain yang berkompetisi di Eropa, Pantai Gading akan mengancam peluang Portugal. Pertemuan kedua tim akan menjadi pertandingan perdana keduanya dalam grup. Amunisi Pantai Gading sampai saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan habis. Pemain baru berkualitas selalu muncul dengan bakat-bakat spesial. Kekuatan lini depan Pantai Gading juga menjadi kekuatan tersendiri. Didier Drogba dan sejumlah striker lain yang merumput di kompetisi Eropa menjadikan Pantai Gading sebagai tim Afrika dengan

melatih para operator pelayanan publik, pedangang, dan sopir-sopir taksi di sepanjang jalan utama provinsi dengan bekal bahasa asing yang memadai untuk membantu dan memastikan pengunjung mendapat kesan yang baik mengenai kota mereka dengan meningkatkan keterlibatan interpersonal antara pengunjung dengan masyarakat kota ini. Polokwane dihuni sekitar 508.272 jiwa. Di tempat ini, percampuran etnis terjadi dari berbagai ras seperti Pedi,Venda, Tsonga, Ndebele, serta orang-orang Afrika dan Inggris. Setidaknya ada da enam bahasa yang paling sering digunakan di kota ini, yakni Inggris, Afrika, Sotho Utara, TshiTsonga, Tshivenda dan IsiNdebele. Hebatnya, meskipun hidup dengan beraneka ragam suku dan perbedaan, mereka tetap dapat hidup rukun berdampingan.Penduduk setempat mengenal moto motho ke moiho ka batho, yang artinya Anda menjadi manusia karena manusia lain. Karena penduduknya yang hidup rukun itulah alasan kenapa kota ini disebut Polokwane. Kata Polokwane dalam bahasa lokal Swasti berarti tempat yang aman. Sepak bola pertamakali masuk Polokwane pada 1995 ketika Real Rovers melakukan promosi untuk liga utama sepakbola Afrika Selatan. Stadion Peter Mokaba menjadi saksi debut pertama Didier Drogba ketika membela Pantai Gading di Piala Afrika pada tahun 2001(*) SUMBER: BERBAGAI SUMBER

barisan penyerang yang berbahaya. Di tengah jepitan tiga tim kuat adalah mimpi buruk bagi Korea Utara. Bak pelanduk yang bersiap mencoba berkelit menghindari marabahaya. Kekuatan Korea Utara begitu misterius karena tak punya pemain yang dikenal sepakbola internasional. Semangat spartan harus dikerahkan jelang turnamen karena setiap pertandingan terasa berat bagi mereka. Siapa tahu saja mereka mampu menciptakan kejutan untuk kali kedua di Piala Dunia, seperti saat menumpas Italia 1966 silam.(*)

STADION Peter Mokaba Dinamakan sesuai dengan nama pejuang Afrika Selatan, Petrus Mokaba, untuk mengenang semangat dan inspirasi sang pejuang yang juga berasal dari kota Polokwane. Stadion ini merupakan satu dari lima stadion lainnya yang baru dibangun untuk menyambut Piala Dunia 2010. Letaknya yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Polokwane, tepat di samping Stadion Peter Mokaba lama. Menjadikan akses ke stadion ini lebih mudah dibanding kota-kota lainnya, karena stadion berada di pusat bisnis, namun jauh dari kepadatan kota. Pembangunan stadion ini telah dimulai sejak tahun 2007 lalu oleh Prism Architects, developer yang berbasis di Polokwane. Tak kurang 1.126 pekerja terlibat di kawasan seluas 20 hektar tersebut selama hampir 32 bulan. Dan menghabiskan dana 1,1 milyar Rand. Schalk van der Merwe dan Sam Manyathela, Arsitek yang menangani proyek stadion Peter Mokaba menjelaskan bahwa rancangan konstruksi beton stadion ini terinspriasi dari pohon yang menjadi ikon kota tersebut, Pohon Baobab dengan struktur baja yang menumpu atap stadion. Pada tiap sudut stadion ditumpu oleh struktur yang menyerupai batang pohon raksasa yang mengakomodasi sirkulasi vertikal jalan stadion yang landai. Kapasitas 46 ribu tempat duduk pun didesain lebih cantik, dan nyaman. Dilengkapi dengan 5.000 tempat duduk untuk pers, dua tribun untuk VIP dengan lebih dari 5.000 kursi. serta dilengkapi sistem pencahayaan baru yang lebih banyak dibanding stadion sebelumnya, demikian pula dengan pa-

pan skor elektrik di sisi utara, plus sistem perlindungan dan pendeteksi api. Desain stadion ini juga menjanjikan kenyamanan. Penonton akan merasa dekat dengan lapangan, karena desain dan konstruksi yang terbuka akan memungkinkan orang-orang di stadion mengetahui mengapa Polokwane dikenal sebagai Kota Bintang. Yang membuatnya berbeda dari stadion lain di Afrika Selatan adalah lapangan ini menggunakan campuran rumput alami dengan serat fiber. Bukan dari rumput sintetis 100% yang sering menyebabkan ketidaknyamanan pemain . Piranti canggih ini ditanam sedalam 20 cm dan nantinya bersenyawa dengan rumput alami. Hasilnya, lapangan akan memiliki struktur lebih solid, drainase lebih bagus, dan menjanjikan lebih banyak kenyamanan Teknologi dari Desso GrassMaster ini juga telah diterapkan di sejumlah stadion elite dunia. Seperti di Stadion Anfield, Emirates, White Hart Lane, Santiago Bernabeu. Stadion ini akan menjadi tuan rumah beberapa pertandingan fase penyisihan grup. Yunani, Argentina, Paraguay, Selandia Baru, Aljazair, Slovenia, Perancis dan Meksiko memainkan pertandingan kualifikasi grup di stadion ini. Duel Prancis melawan Meksiko menjadi laga paling seru. Pertandingan lain yang menarik adalah Yunani menghadapi Argentina, dan Paraguay meladeni Selandia Baru. Aljazair versus Slovenia juga berlangsung di stadion ini. Setelah Piala Dunia, Stadion Peter Mokaba akan menjadi rumah bagi tim sepakbola lokal, termasuk klub rugby yang menjadi olahraga terpopuler di kawasan itu.(*) SUMBER: BERBAGAI SUMBER


Kendari Pos Edisi 8 Juni 2010