Page 1

Kamis, 8 Desember 2011

http://www.kendarinews.com

Tahun XVI Edisi 38-Harga Eceran Rp. 3.500,-

Todung Mulya Lubis :

Pemkab Konut Mengalihkan Isu Jakarta, KP Kuasa Hukum PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Todung Mulya Lubis mengatakan tudingan dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang menyebutkan kliennya tidak pernah membayar retribusi pengapalan delapan kali nikel tidak benar. Menurutnya, sejak melakukan aktivitas penambangan di Konut, Antam kewajiban Pertambangan, hingga bulan November tahun 2011. “Antam telah membayar lebih dari

80 miliar rupiah yang mencakup akumulasi pembayaran retribusi tambatan Labuh Kapal dan Tagihan Jasa Barang Kantor Pelabuhan, Pembayaran Royalti, Pembayaran Pendapatan Asli Daerah, dan Pembayaran Iuran Tetap IUP.” kata Todung Mulya Lubis di Jakarta, kemarin. Todung malah mempertanyakan dasar tudingan kuasa hukum Pemkab Konut, Razak Naba yang menye-

Pengacara PT Antam Tbk, Todung Mulya Lubis dan rekan memberikan keterangan kepada para wartawan saat menghadiri sidang PTUN di Kendari.

Baca KONUT di Hal. 7

SUWARJONO/KP

Briptu Norman Menunggu Dilucuti

Tak Sering Kencing Malam Lagi Saat wawancara ini berlangsung, 29 September 2010, umur Sumanta sudah 78 tahun. Dan menurut lelaki yang telah punya dua buyut ini, sudah sejak umur 55 tahun ia

Jakarta, KP Mabes Polri menyetujui dan mendukung penuh hasil sidang kode etik Propam Polda Gorontalo untuk Norman Kamaru. Pemecatan Norman dari dinas kepolisian dinilai sudah tepat dan prosedural. “Keputusan itu sudah proporsional,” kata Norman Kamaru Kadivhumas Polri Irjen Saud Usman Nasution di kantornya, kemarin. Norman dipecat dengan tidak hormat karena desersi meninggalkan tugas selama lebih dari 40 hari. “Kita sayangkan karena ini bisa

Baca KENCING di Hal. 2

SELEBRITI

Macho-Macho Cengeng WALAUPUN didera cobaan yang berat, namun sosok Melanie Subono tetap terlihat tegar. Siapa sangka bahwa wanita yang divonis mengidap penyakit tumor ini ternyata sangat cengeng. Sebagai seorang manusia biasa, putri promotor Adrie Subono ini mengakui bahwa di balik penampilannya yang macho, masih tersimpan jiwa yang mudah rapuh. Tentu saja, dia pernah merasakan sedih layaknya manusia lainnya. "Pernah lah, gue bukan robot. Gue itu cengeng, sama kayak bapak gue. Macho-macho tapi cengeng," ungkapnya. Ketika ditanya soal kondisinya sekarang, dia mengaku telah mulai berhenti minum obat dokter. Walaupun kondisinya saat ini bisa belum bisa dikatakan stabil, namun hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk terus beraktifitas. "Empat bulan belakangan ini gue menghentikan semua obat dari dokter dan menghentikan pemeriksaan. Gue perhatikan asupan dan gizi dari satu Rumah Sakit. Gue nggak tau efeknya di masa depan,” jelas penembang hit Dia Sahabatku. (tia)

Melanie Subono

Baca NORMAN di Hal. 7

RAKA DENNY/JAWAPOS

Tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games Muhammad Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan.

• Nazaruddin Tahu •

Yang Dikorup Penguasa Negeri Ini Jakarta, KP Terdakwa kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, merasa keberatan dengan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, terkait penerimaan lima travel cek dari PT Duta

Graha Indah (DGI) Tbk senilai Rp 4,67 miliar. Nazaruddin justru menuding pihak lain yang menikmati uangnya. Hal itu disampaikan Nazaruddin saat membacakan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan JPU pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (7/ 12). Menurut Nazaruddin, dirinya malah

DK KPU Sultra Jalan Terus Mas’udi : La Biru Cs Tetap akan Dipanggil. Mau Hadir Mau Tidak Terserah

banyak membicarakan masalah proyek sport center Hambalang ketimbang Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang. Nazaruddin menuturkan, pada Desember 2010 dirinya bersama sejum-

Kendari, KP Ketua KPU Sultra, Mas’udi tak ambil pusing dengan pernyataan pengacara KPU Buton, Afirudin Mathara SH MH. Afiruddin mengatakan, Dewan Kehormatan (DK)

Baca DIKORUP di Hal. 2

Baca PENYANYI Baca KPU di diHal. Hal.77

Zaneta Naomi, Penyanyi Belia yang Namanya Meroket berkat David Foster

Gara-gara Jadwal Padat, Pilih Sekolah di Rumah Zaneta Naomi tengah berbahagia. Sebab, bakat dan kemampuan menyanyinya diakui David Foster. Pria dari Kanada itu adalah produser, pencipta lagu, sekaligus talent hunter yang telah mengorbitkan banyak penyanyi papan atas dunia.

M. DINARSA KURNIAWAN, Jakarta NAMA Zaneta Naomi Sutrisna langsung menjadi bahan perbincangan setelah dirinya tampil bernyanyi dalam konser David Foster di Jakarta Convention Centre (JCC) pada 28 Oktober lalu. Gadis kelahiran Jakarta, 20 November 1998, itu mampu membuat suhu musik ber-

Zaneta Naomi berfoto bersama David Foster usai konser David Foster di Jakarta, 28 Oktober 2011 lalu. DOKPRI

juluk The Hit Man tersebut berdecak kagum dan berseloroh ingin membawa Zaneta pulang usai dia menunjukkan kemampuannya di depan David. “Siapa sih yang nggak senang bisa bernyanyi di depan David Foster,” kenang Zaneta saat ditemui di rumahnya, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis pekan lalu (1/ 12). “Saya sampai nervous karena terlalu excited,” imbuh cewek yang mahir berbahasa Inggris tersebut. Saat itu, selain dia, penyanyi yang mendapat kehormatan bernyanyi sepanggung dengan Foster adalah Putri Ayu, finalis ajang Indonesia Mencari Bakat jilid pertama. Peristiwa yang tak akan dilupakan oleh Zaneta itu ternyata diawali dengan ketidaksenga-

Baca PENYANYI di Hal. 7


2

Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

Eksepsi, Nazaruddin Ungkap Keterlibatan Politisi Demokrat Dikorup ..................... lah koleganya di Demokrat seperti Anas Urbaningrum, Mahyuddin (Ketua Komisi X DPR), Angelina Sondakh (koordinator Anggaran Komisi X di Banggar DPR), bertemu dengan Menpora Andi Mallarangeng di kantor Kemenpora. “Pertemuan itu sepakat akan membuat anggaran khusus untuk proyek Hambalang,” kata Nazaruddin. Lebih lanjut Nazaruddin juga mengaku pernah menggelar pertemuan dengan Menpora di Restoran Jepang di Arcadia, Senayan pada Maret 2010. Pertemuan itu juga dihadiri Angelina Sondakh, Sesmenpora Wafid Muharam, serta seorang calon Deputi di Kemenpora. Lagi-lagi, kesepakatannya adalah mengatur anggaran khusus proyek Hambalang. Karenanya Nazaruddin mengaku mendengar pertama kali kasus Wisma Atlet justru dari pemberitaan media. “Saya mendengar pertama kali soal proyek Wisma Atlet justru dari media dan pengakuan Angelina Sondakh di depan Tim Pencari Fakta pada 12 Mei 2011 jam empat sore,” sebut Nazaruddin. Pertemuan TPF itu dipimpin Benny K Harman dan dihadiri sejumlah politisi Partai Demokrat lainnya seperti Jafar Hafsah, Edy Ramli Sitanggang, Max Sopacua, Mahyuddin, Mirwan Amir, Ruhut Sitompul, M Nasir, serta Nazaruddin. Lebih lanjut Nazaruddin mengatakan, Angelina mengakui

Kencing ..................... terdeteksi menderita diabetes. “Waktu itu saya baru pensiun dari bekerja,” tutur lelaki yang dulu bekerja di Istana Bogor ini. Gejala yang dirasakannya adalah: sering lapar, lemas, haus, dan kencing. Dan sejak saat itu pula, sudah dua kali kakek tiga belas cucu ini diopname di rumah sakit, gara-

adanya uang Rp 9 miliar dari Menpora Andi Mallarangeng dan Sesmenpora Wafid Muharam. Selanjutnya, uang itu mengalir ke para politisi Partai Demokrat. Dari Rp 9 miliar yang diterima Angelina, Rp 8 miliar diserahkan ke Wakil Badan Anggaran (Banggar) DPR Mirwan Amir. Mirwan Amir, lanjut Nazaruddin, membagi-bagikan uang dari Menpora yang diserahkan lewat Angelina. Mirwan sendiri mendapat jatah Rp 5 miliar. “Jadi saya tidak benar-benar tahu soal uang Rp 9 miliar. Saya hanya mendengar dari pengakuan Angelina Sondakh,” ucap Nazaruddin di hadapan majelis hakim yang diketuai Darmawati Ningsih. Karenanya Nazar menuding dakwaan JPU sangat janggal. Nazar juga menuding penyidik KPK menutup-tutupi proses penyidikan yang sebenarnya, termasuk uang dari hasil penggeledahan di rumah Yulianis, Dirtektur Keuangan Permai Group. Menurutnya, uang hasil penggeledahan di rumah Yulianis itu jumlahnya sama dengan nilai travel cek yang dituduhkan JPU kepada mantan Bendahara Umum PD itu. “Sampai sekarang uang itu tidak pernah disita, atau mungkin dibagi-bagi oleh penyidik KPK. Inilah rekayasa oleh penyidik KPK,” tudingnya. Pria kelahiran Bangun, Sumatera Utara itu menegaskan bahwa seluruh pengakuannya bukanlah kebohongan. “Siapa yang mengatakan saya bohong, dia lah yang sebenarnya terlibat dalam proyek Wisma Atlet

gara penyakitnya tersebut. Oleh karena itu, ayah enam orang anak ini pun rutin berobat ke dokter dan minum obat, meskipun tak sampai mendapatkan suntuk insulin. Selain itu, ia juga tak boleh lupa menjaga pola makan. Dan tentu saja ini butuh disiplin yang tinggi. Ketika MDL-525 dilaunching di Jawa Barat akhir 2006 silam, penduduk Jalan

dan Hambalang dan merekayasa kasus saya,” tudingnya. Dalam bagian lain eksepsinya, Nazar justru merasa jadi korban rekayasa partai penguasa. “Saya dapat disidangkan di persidangan ini karena saya direkayasa, agar saya dibungkam, disebabkan saya saksi yang mengetahui banyak tentang korupsi yang dilakukan oknum penguasa,” ujar Nazaruddin. Soal kabur ke Singapura pun juga dibeberkannya. Dari pengakuan Nazaruddin di depan majelis, dirinya kabur ke Singapura juga atas perintah orang yang berkuasa di negeri ini. Namun ternyata, perintah agar pergi ke Singapura itu hanya tipuan belaka. “Saya direkayasa agar saya pergi ke Singapura. Saya begitu patuh dan percaya pada atasan saya walau istri saya melarang untuk menuruti hal tersebut karena saya sama sekali tidak terlibat dalam kasus Wisma Atlet,” ucapnya. Nazaruddin mengaku pernah memberikan penjelasan tentang kasus Wisma Atlet di hadapan Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyon pada 23 Mei 2011 atau sebelum kabur ke Singapura. Saat bertemu SBY di Cikeas itu, Nazaruddin mengaku sama sekali tidak terlibat dalam kaus Wisma Atlet. Karena itu Nazaruddin menganggap rekayasa kasus yang menderanya saat ini semata-mata untuk membersihkan pihak lain agar tidak terseret. “Mengingat mereka adalah pemegang kekua-

Dalurung I, Perumnas Bantarjati, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, ini mengenal kedelai bubuk istan tersebut tak lama setelah itu. Karena tertarik pada manfaatnya, ia pun membeli lalu mengonsumsi produk yang kini sudah berganti nama dengan New Mandala 525 itu secara rutin, setiap hari. Tern-

saan di partai pemenang Pemilu 2009 dan sekaligus pemegang kekuasaan pemerintahan di negeri tercinta ini,” ucap Nazaruddin saat membacakan eksepsi setebal 17 halaman dengan dua lembar lampiran. Di bagian akhir eksepsinya, Nazaruddin meminta Majelis hakim membatalkan surat dakwan dari JPU. “Agar majelis memerintahkan tim penuntut umum KPK melepaskan saya dari tahanan Cipinang,” pintanya. Seperti diketahui, pada persidangan sepekan lalu Nazaruddin didakwa telah menerima suap sebesar Rp 4,67 miliar dari marketing PT Duta Graha Indah (DGI) Tbk, M El Idris terkait proyek Wisma Atlet SEA Games di Palembang. “Padahal patut diduga pemberian tersebut diberikan karena terdakwa telah mengupayakan PT DGI Tbk untuk mendapatkan proyek Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang,” ucap JPU, I Kadek Wiradana. Atas perbuatan itu, Nazaruddin dalam dakwaan primair didakwa menerima suap dan dijerat dengan pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahu 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Sedangkan dalam dakwaan kedua, Nazaruddin dijerat dengan pasal 5 ayat (2) juncto pasal 5 ayat (1) huruf b UU Pemberantasan Tipikor. Adapun pada dakwaan ketiga, Nazaruddin dikenai Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor.(ara)

yata cocok. Dan tak lama setelah itu, secara perlahan kesehatannya semakin membaik. Selain badannya yang makin fit, “Sekarang kencing malam hanya satu kali. Padahal dulu sering,” ujarnya. Diabetes mellitus berasal dari dua kata asing, yaitu diabetes dan mellitus. Diabetes berasal dari bahasa Yunani, yang artinya mengalir terus,

Rancangan Revisi RUU KUHP dan KUHAP Rampung Jakarta, KP Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah merampungkan penyusunan Rancangan Undangundang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). "Pemerintah akan segera mengajukan RUU KUHP dan RUU KUHAP ke DPR agar segera menjadi prioritas pembahasan legislasi pada tahun 2012," kata Menkumham, Amir Syamsudin saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Jakarta, kemarin. Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Martin Hutabarat menegaskan, Kemenkumham juga perlu memerhatikan Undang-undang tentang Lem-

baga Pemasyarakatàn. Menurut dia, sudah saatnya juga UU tersebut bisa diperbaharui dan disesuaikan dengan zaman. "UU Lapas harus kita pikirkan, karena memang harus selalu disesuaikan dengan zaman yang sedang berjalan," katanya dalam rapat kerja itu. Martin menegaskan, Lapas merupakan jantungnya Kemenkumham dalam upaya melakukan pembinaan. Maka dari itu, lanjut dia, rasa keadilan harus ditegakkan oleh Kemenkumham terkait hal itu. "Demi kepentingan hukum dan rasa keadilan masyarakat ke depan, maka UU lapas harus kita pikirkan," kata Martin. Rapat kerja kali ini terlihat sepi. Dari 56 anggota Komisi III DPR RI, terlihat hanya 26 anggota mengikuti acara tersebut.(boy)

Korpri Diminta Tindak PNS Muda Kaya Raya PNS .......................... yaknya masalah PNS yang harusnya ditopang Korpri," kata Wamenpan-RB Bidang Reformasi Birokrasi itu. Contoh kasus yang harusnya ditangani Korpri, menurut Eko, adalah masalah rekening gendut. Semestinya, Korpri memanggil PNS pemilik rekening gendut untuk ditindak sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku. "Korpri tidak boleh hanya pasif terus. Korpri harus aktif. Rekening gendut merupakan pelanggaran kode

dan mellitus berasal dari bahasa Latin yang artinya manis atau madu. Jadi, air kencing penderita diabetes biasanya mengalir terus dan berasa manis. Kenapa manis? Karena penyakit ini disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah, khususnya glukosa. Lalu, apa kaitannya dengan konsumsi kedelai? Menurut peneltian, sejumlah kandun-

etik PNS. Ambil contoh organisasi dokter (IDI). Ketika seorang dokter melakukan malpraktek, IDI langsung bertindak. Korpri juga harusnya seperti itu," tegasnya. Ke depan, fungsi Korpri -yang nantinya berubah menjadi Korps Aparatur Sipil Negara- akan diperkuat sebagai organisasi profesi. Sehingga bisa mengawasi kode etik dan kompetensi. Pasalnya, penegakan kode etik masih ditangani instansi masing-masing. "Aturannya nanti dibuat umum dan bukan parsial lagi. Sehingga punishmentnya jelas dan tidak berbeda-beda antar satu instansi dengan lainnya," pungkasnya.(esy)

gan gizi yang terdapat pada kedelai mampu mengendalikan status glukosa atau gula yang tidak menguntungkan dalam tubuh. Karena diabetes mellitus merupakan dampak peningkatan kadar gula darah akibat kurang berfungsinya atau terganggunya fungsi insulin, maka asupan kedelai sangat membantu pengendalian gejalanya. Sebagaimana diketahui, protein kedelai kaya akan arginin dan glisin. Kedua asam amino ini adalah penyusun insulin dan glukogen yang disekresi pankreas. Karena itu, makin tinggi asupan kedelai, sekresi insulin dan glukogen ke dalam jaringan tubuh makin meningkat. Dengan itu, glukosa darah akan berkurang karena sebagian diubah jadi energi. Selain itu, isoflavon kedelai dapat meningkatkan daya tahan dan memper-

baiki sistem metabolisme, termasuk metabolisme gula darah. Inilah yang membuat gejala diabetes bisa ditekan. Meskipun demikian, menjalankan pola hidup sehat lainnya tetap penting untuk dilakukan, seperti menjaga pola makan dengan baik, beristirahat dengan cukup, meminum air putih dengan cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, selalu berpikir positif, dan sebagainya. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwatis@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (*)


3

Kamis, 8 Desember 2011

Uang Sultra ‘’Tumpah Ruah’’ di Daerah Lain Kendari, KP Eksploitasi sumber daya alam yang dimiliki Sultra sangat gencar dilakukan tahun ini. Tapi yang bisa dinikmati masyarakatnya tak seberapa. Data Bank Indonesia (BI) Kendari menunjukkan bila distribusi uang di Sultra sebanyak Rp 2,56 Triliun. Namun dari jumlah tersebut yang kembali berputar di daerah ini hanya Rp 367 miliar. Artinya hanya sekitar 7 persen saja. Uang yang dihasilkan lebih Rp 2 triliun itu dibawa untuk memakmurkan daerah lain. Pemimpin Bank Indonesia (PBI) Kendari, Lawang M.Siagian saat ditemui kemarin menjelaskan dari tahun ke tahun distribusi uang yang keluar selalu lebih banyak dibanding uang yang masuk. Namun untuk tahun ini terlalu mencolok sekali. Katanya dana kas yang ada di bank rata-rata hanya berkisar Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar saja. ‘’Yang perlu dipertanyakan, kemana uang tersebut,’’ jelasnya. Sesuai proses yang ada menurut Lawang, dana yang didistribusikan BI, bila terdapat uang yang lusuh yang beredar akan dihancurkan dan ditukar dengan uang fresh. Tapi kenyataannya uang yang kembali jauh dari target BI. ‘’Kasus itu tidak bagus, karena uang dari Sultra di bawa ke daerah lain

sulis/kp

Pemimpin Bank Indonesia (BI) Kendari, Lawang M.Siagian (kanan) saat menyerahkan bantuan gerobak pada UMKM kemarin. Di sela-sela kegiatan tersebut, Lawang sempat memaparkan bila uang lebih Rp 2 triliun yang dihasilkan oleh Sultra lebih banyak digunakan di daerah lain.

dan digunakan untuk produksi di daerah lain. Itu artinya kita meningkatkan perekonomian daerah lain,” paparnya. Seharusnya kata Lawang dengan banyaknya uang yang dihasilkan daerah ini bisa dikelola dijadikan produksi untuk memenuhi kebutuhan di daerah. Dari produksi tersebut, tentunya akan banyak muncul multi effect player, termasuk penciptaan lapangan kerja. “Kalau di daerah lain, berarti daerah lain yang lebih maju, hal ini harus diperhatikan pihak terkait. Kalau alat pembayaran, bisa menggunakan uang non tunai,” pungkasnya. BAGIKAN GEROBAK UMKM Saat ditemui kemarin, Lawang M.Siagian tengah mempunyai hajatan kegiatan Bank Indonesia berupa membagikan 26 gerobak untuk para pedagang kaki lima di pinggir jalan yang gerobaknya sudah tidak layak pakai. Lawang mengatakan target mereka sejatinya 30 usaha mikro yang seharusnya menerima bantuan, tapi baru 26 orang yang memperolehnya. Sisanya akan menyusul. “Kami sudah identifikasi sebelumnya, mereka susah untuk membeli gerobak baru. Untuk memberikan spirit dan memotivasi pembeli, mudah-mudahan bantuan gerobak dari BI ini bisa bermanfaat,” terangnya.

Alokasi untuk 26 gerobak kata Lawang menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta dari program prasarana usaha nyata. Katanya sebuah instansi dalam pemberian CSR diharapkan saat memberikan bantuan pada usaha mikro bisa berbentuk nyata. “Seperti perbankan nanti kita sarankan agar mereka juga dalam memberikan bantuan, ada program kelanjutannya,” kata Lawang. Dalam sambutan di hadapan para penerima bantuan, Lawang mengatakan bila dari gerobak tersebut, diharapkan pendapatan pedagang meningkat. Setelah itu usaha mereka semakin maju dan layak dibiayai bank. Setelah dibiayai bank, tentunya usaha tersebut bisa besar. “Makanya selain kami berikan gerobak, kami juga memberikan buku panduan, tentang cara berbisnis menggunakan gerobak, silahkan dipelajari dan selamat mencoba, semoga berhasil, pendapatan meningkat dan usahanya bisa menjadi lebih besar,” ujar Lawang. Lawang menambahkan, selain bantuan gerobak kepada para usaha mikro, pihaknya juga memberikan bantuan untuk usaha penggemukan dan penggembangan sapi di Andoolo, Konsel. “Kami berharap pihak lain juga peduli pada sektor mikro, agar bisa lebih maju usaha mereka,” pungkasnya. (lis/awl)

Maskapai Penerbangan Siap-siap Panen Makassar, KP Akhir tahun waktunya maskapai penerbangan panen besar. Pasalnya, di bulan Desember ada banyak hari libur kegamaan seperti Natal, Tahun Baru. Momentum ini yang membuat load factor pesawat melonjak. Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Sudjono mengatakan, rute favorit akhir tahun ini adalah Denpasar dan Manado. “Tingkat isian atau load factor kami sudah mencapai 100 persen,” kata Agus. Di awal Desember ini, kata dia, rata-rata load factor, pesawat Sriwijaya sudah mencapai 87 persen. “Puncak peak season mulai 18 Desember 2011-10 Januari 2012 mendatang,” ungkap Agus. Pihaknya optimis memasang target load factor mencapai 100 persen. Agar semua penumpang terangkut, pihaknya biasanya menambah frekuensi di beberapa rute. Untuk rute domestik seperti Jakarta-Denpasar yang biasanya empat kali dalam sehari akan ditambah dua penerbangan menjadi enam penerbangan dalam sehari. “Saat ini load factor yang ada sudah mencapai 70 persen. Load factor untuk dua rute populer hingga sekarang yaitu Jakarta-Denpasar,” kata Agus. Maskapai lain seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Merpati juga mengalami hal yang sama. Diperkirakan maskapai rata-rata akan melakukan ekstra flight untuk melayani permintaan selama peak season. (jpnn/awl)

Menjelang akhir tahun Sriwijaya Air menargetkan tingkat isian atau load factor mencapai 100 persen. Rencananya maskapai penerbangan itu menambah frekuensi di beberapa rute.

ist/kp

Terminal Agribisnis Kendari yang Jadi Tempat Pengumpulan Komoditi

Sehari Transaksi Capai Rp 2 Miliar, Serap 900 Tenaga Kerja Terminal Agribisnis Kendari terletak persis berdekatan dengan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kendari. Setiap harinya tempat itu menjadi rujukan transaksi komoditi dari beberapa pulau terdekat. Saat dibangun di era Walikota Masyhur Masie Abunawas sempat menuai sorotan karena merupakan rawa Mangrove. Tapi kini ditempat tersebut putaran uang dalam sehari bisa mencapai Rp 2 miliar lebih. Sulis Setiarini, PEMBANGUNANNYA dilakukan tahun 2005 silam. Kala itu hutan rawa Mangrove ditimbun. Pemkot melakukannya untuk menghapus kekumuhan, karena sejumlah pengusaha pengumpul komoditi menggunakan fasilitas bahu jalan dan pinggiran pantai sebagai tempat penjemuran hasil komoditi. Rata-rata komoditi yang diperjualbelikan berasal dari Wawonii, Ereke dan Bungku (Sulteng) yang mendarat di Pelra Kendari. Usai dibangun, tidak semua pengumpul komoditi di seputaran kota lama, mau menempatinya. Namun lambat laun, fasiltias tersebut digunakan, malah saat ini menjadi tempat transaksi petani komoditi seperti kopra, kakao, mete dari kepulauan. Dalam setiap harinya ratusan komoditi masuk di Pelabuhan. Ada lima pengusaha pengumpul yang eksis menerima hasil komoditi petani. Diantaranya Yamal, pemilik gudang 86 dan pemilik gudang 99 bernama Ilyas. Dari pengakuan Yamal yang juga Ketua Terminal Agribisnis, jenis komoditi tidak menentu, sesuai musim. Namun untuk kopra tidak pernah ada habisnya, baik harga sedang mahal atau murah selalu saja ada. Saat ini paling banyak mete, sehingga di pelataran

Sulis/KP

Suasana kegiatan di Terminal Agribisnis Kendari. Di tempat seluas sekitar satu hektar itu dalam sehari bisa menyerap 900 tenaga kerja terminal penuh dengan mete gelondongan. Dari perkiraan Yamal dalam sehari untuk kopra yagn masuk di Pelabuhan bisa mencapai dua ratus ton. “Kalau satu kilogram kopra Rp 5 ribu, hitungan kasarnya saja sudah Rp 1 miliar lebih. Demikian juga mete, saat ini sedang panen jadi banyak, Kalau dihitung rata-rata dalam

satu hari putaran uang di Pelabuhan Agribisnis ini bisa lebih Rp 2 miliar. Bayangkan semua petani dari kepulauan lempar hasil komoditinya di Pelabuhan Agribisnis,” terang alumnus Fakultas Pertanian Unhalu. Di Terminal Agribisnis juga bukan hanya menjadi tempat transaksi petani komoditi,

tapi menjadi tempat mencari nafkah buruh di pelabuhan, baik laki-laki maupun perempuan. Jumlah tenaga kerja dari kuli angkut penjemur jumlahnya hampir 900 tenaga kerja. Upah mereka pun ratarata diatas UMR karena setiap orangnya sekitar Rp 40 ribu per hari. “Jadi terminal ini sudah menjadi tempat kami (pengelo-

la komoditi) mencari nafkah,” ujarnya. Dari transaksi terminal yang cukup tinggi itu, retribusi yang diperoleh Pemkot Kendari juga tidak sedikit. Sewa lokasi antara gudang dengan lods saja setiap tahunnya Rp 100 juta keseluruhan. Belum lagi sewa tempat penjemur sebanyak sembilan tempat dimana satu tahun dibayar Rp 24 juta. Demikian retribusi setiap kilogram komoditi dikenakan Rp 30. Bila sehari terdapat 400 ton komoditi, kalkulasi satu tahun bisa lebih Rp 300 juta. Satu tahun hitung-hitungan kotor, pendapatan Pemkot dari Terminal Agribisnis sekitar Rp 400 juta lebih. “Tahun ini kami juga diberikan fasilitas pengaspa-

lan jalan masuk pelabuhan. Lumayanlah mempermudah mobil komoditi yang masuk areal terminal,” tambah Yamal. Demikian disampaikan pengusaha lainnya Ilyas, bila keberadaan Terminal Agribisnis cukup membantu para petani komoditi ataupun pengusaha pengumpul. Setidaknya lokasi tersebut mempermudah pencari komoditi, cukup menuju Terminal Agribisnis. Beda dengan saat belum ada terminal, petani masih harus mencari-cari pengusaha pengumpul yang lokasinya tidak menetap. “Dari para petani itu kami sortir dan dikirimkan kepada ekportir,” terang Ilyas. Saat ini ada lima eksportir, diantaranya Eka Prima dan Pel-

ita Jaya. Merekalah yang mengirim semua komoditi tersebut ke daerah lain misalkan Surabaya. Hanya saja untuk saat ini harga komoditi sedang anjlok. Seperti mete karena pengaruh musim hujan, harga satu kilogram hanya Rp 6 ribu dan korpa mulai ada perbaikan yaitu Rp 5 ribu per kilogram.”Kalau harga anjlok kami pengumpul hanya mengikuti, tapi kasihan petani yang rugi,” ujarnya. Tapi meskipun harga anjlok, petani punya tempat pasti sebagai sarana jual beli komoditinya. Di lahan yang luasnya sekitar satu hektar itu, kini sudah memiliki pangkalan BBM tersendiri. Sarana tersaebut sebagai fasiltas bagi para penghuni terminal agribisnis. (*)


4

IKLAN

Kendari Pos | Kamis 8 Desember 2011


Kamis, 8 Desember 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Satu Lagi Terpidana Korupsi Bombana Meninggal Baubau, KP Baru sepekan Lapas Klas II A Kota Baubau digegerkan dengan tewasnya Dahlan, terpidana korupsi proyek pembangunan trans sisipan di Kabupaten Bombana. Kini giliran mantan kepala Rumah Sakit Kabupaten Bombana, dr. Gazali (61) terpidana kasus tipikor pengadaan kendaraan

Baca MENINGGAL di Hal 6

Pimpinan PT Tiran di Luar Daerah Alasan Investor tak Hadiri Hearing DPRD Andoolo, KP Sempat mangkir dari undangan dengar pendapat yang digelar DPRD Konsel, manajemen PT. Tiran akhirnya berjanji akan menghadiri pertemuan selanjutnya sekaligus memberikan penjelasan soal masalah pembebasan lahan perkebunan di Kecamatan Tinanggea. Humas PT Tiran, Hidayat berdalih, pihaknya sama sekali tidak punya niat untuk mengabaikan undangan DPRD untuk mengikuti hearing bersama instansi terkait seperti Dinas Kehutanan, Perkebunan dan BPN. ‘’ Tetapi unsur pimpinan PT Tiran tidak berada di Konawe Selatan saat itu. Semuanya sudah kami klarifikasi di DPRD untuk diagendakan ulang dalam rangka memberikan penjelasan tentang proses pembebasan lahan masyarakat di eks reboisasi dan kawasan hutan,” alasan Hidayat, kemarin. Menurutnya, pimpinan PT Tiran sebenarnya telah . Hanya saja berhubungan waktu pelaksanaan hearing, mendelegasikan pertemuan itu ke staf lainnya. Tetapi DPRD juga meninginkan harus dihadiri Direksi PT Tiran. “Insya Allah Kami sudah siap untuk memberikan penjelasan terkait aspirasi warga Kecamatan Tinanggea,” tandasnya. Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Konsel M. Syukri mengatakan, setelah pertemuan pertama batal dihelat, maka pihaknya akan kembali menjadwalkan agneda hearing berikutnya. “ Paling lambat, pekan depan,”ujarnya, singkat. (era/cok)

Ujian PT Ganggu Aktivitas Sekolah Wangiwangi, KP Pelaksanaan ujian sebuah Perguruan Tinggi (PT) di Sultra dengan program kuliah jarak jauh di Wakatobi memberi dampak kurang baik terhadap proses belajar mengajar di sejumlah sekolah. Pasalnya, dengan ujian itu, para siswa di sekolah yang dipakai untuk tempat ujian tersebut diliburkan dan menyebabkan kelangsungan pendidikan di daerah itu. “ Sebagai orang tua, kami terang saja tidak rela jika anakanak kami dikorbankan karena adanya kepentingan luar yang menggunakan gedung sekolah di masa proses belajar mengajar aktif. Ini sudah memberi pembelajaran yang tidak baik pada siswa juga. Karena tanpa ketentuan yang diatur dalam kalender pendidikan, siswa diliburkan,” keluh salah satu orang tua siswa, kemarin. Jika memang gedung sekolah akan digunakan untuk kegiatan lain, mengapa tak digunakan saat waktu proses belajar mengajar memang sedang diliburkan oleh ketentuan. Anggota DPRD Wakatobi, Subardin Bau juga mengaku prihatin dengan keadaan itu. Menurutnya, pihak Direktorat Pendidikan Tingg termasuk Kopertis perlu mengevaluasi ulang PT negeri maupun swasta yang sarana belajarnya masih meminjam gedung-gedung sekolah agar tidak menggunakan fasilitas sekolah, apalagi sampai mengganggu proses pelajaran siswa. (cr1/cok)

Tolak THM dan Panti Pijat ! Rumbia, KP Niat eksekutif melegalkan pendirian Tempat Hiburan Malam (THM) dan panti pijat, ternyata tidak mendapat dukungan DPRD Bombana. Buktinya, saat tim eksekutif mengajukan Raperda tentang pajak hiburan, panitia legislasi perwakilan rakyat menolak tiga objek pajak tersebut untuk dilegalkan dalam sebuah peraturan daerah (Perda). “ Raperda pajak hiburan sudah kami setujui ditetapkan menjadi Perda. Namun tiga objek pajak dalam raperda itu (hiburan), yakni klub malam, diskotik dan panti pijat tidak kami setujui,” tegas Ketua Pansus Pembahasan Raperda DPRD Bombana, Sahrun Gaus. Ketua Fraksi Demokrat Indonesia Raya ini mengatakan, DPRD memiliki alasan tersendiri sehingga menolak pelegalan pendirian panti pijat, tempat hiburan malam dan diskotik. Selain kehadirannya dianggap belum tepat, keberadaan THM masih bertolak belakang dengan kehidupan warga Bombana yang sangat religius. Koleganya sesama fraksi, Laode Usman Sandiri juga sepakat dengan penolakan objek pajak panti pijat, THM dan diskotik. ‘’ Masyarakat Bombana saat ini masih menjunjung adat istiadat dan budaya timur. Jadi saya sepakat untuk ditolak,” timpal Usman. Selain menetapkan Raperda tempat hiburan, Pansus juga menyetujui produk hukum daerah pajak reklame. Kemarin, anggota DPRD yang duduk dalam Pansus terus melanjutkan pembahasan belasan rancangan aturan lain bersama badan legislasi eksekutif. (nur/cok)

LA ODE ASWARLIN/KENDARI POS

Jajaran anggota Kodim 1413 Buton dalam kegiatan donor darah untuk memperingati hari juang Kartika TNI-AD Kodam VII Wirabuana tahun 2011.

Pengusutan Dana Siluman Macet di DPRD Raha, KP Awal masa pemerintahan LM. Baharuddin dan Malik Ditu di Muna sepertinya hanya disibukkan dengan masalah keuangan warisan pimpinan sebelumnya, Ridwan. Selain utang pada para pihak ketiga (kontraktor) yang mencapai Rp 34 miliar, indikasi penyimpangan dana siluman sebesar Rp 22,9 miliar di 25 SKPD dalam APBD

2010 juga menyisakan persoalan. Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK) merekomendasikan agar dilakukan pembahasan khusus di DPRD Muna. Para senator di daerah itu pun telah memasukan agenda temuan LHP-BPK untuk dibicarakan dalam sidang paripurna. Jika hasil komunikasi itu menyimpulkan akan direkomendasikan ke pros-

Kayu Sitaan Dishut untuk Rumah Korban Bencana Andoolo, KP Ratusan kubik kayu rimba campuran hasil sitaan Dinas Kehutanan Konsel di tahun 2011 ini disumbangkan untuk pembangunan perumahan pasca bencana di Kecamatan Kolono, Moramo dan Laonti. Itu untuk mendukung kebutuhan material kayu, baik dalam bentuk papan dan balok sebanyak 600 kubik. “ Selama tahun ini, operasi yang digalakkan Dishut Konsel berhasil menyita kayu tanpa izin. Kayu ilegal itu, khususnya rimba campuran akan disumbangkan untuk pembangunan perumahan warga yang saat ini dibangun Kodim 1417 Haluoleo Kendari. Sementara untuk kayu jenis jati akan dilelang,” jelas Kepala Dinas Kehutanan Konsel, Doner, kemarin. Mantan Kepala Inspektorat Konsel itu menjelaskan, pembangunan perumahan warga korban bencana itu sebanyak 78 unit dan membutuhkan papan serta balok sebanyak 600 kubik. ‘’ Karena itu kayu yang ada di berbagai Posko, termasuk yang ada di Kantor Dishut diserahkan untuk digunakan sebagai bahan bangunan perumahan,” tandasnya. (era)

es hukum, maka pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Raha, sudah siap menunggu. Sebelumnya, Kajari Raha, Chandra YW memang mengaku tinggal menunggu rekomendasi dari BPK atau DPRD untuk menindaklanjuti LHP-BPK aliran dana sebesar Rp 22,9 miliar yang tidak tercantum dalam APBD 2010. Sebelum ada rekomendasi, Kejari Raha belum memiliki pijakan untuk melaku-

kan penyelidikan. “ Kami sudah agendakan. Pasca pembahasan APBD 2012 bakal dilakukan pertemuan,” kata Ketua DPRD Muna, Uking Djasa. Legislator Partai Golkar itu mengungkapkan, jadwal wakil rakyat diakhir tahun ini sangat padat. Makanya, setelah pembahasan APBD-P 2011 yang

Baca DANA di Hal 6


6 Meninggal .................. roda dua dan roda empat dinas kesehatan Bombana juga menghembuskan nafas terakhir awal pekan ini di RSUD Kota Baubau sekitar pukul 17.57 Wita. Sesuai surat keterangan pemeriksaan kematian pada Senin (5/12) lalu itu, pria yang dijerat dengan dua perkara korupsi ini meninggal dunia akibat shok. Kasi Pembinaan Napi Lapas Kota Baubau, Rusdin Romel mengatakan sebelumnya tidak ada masalah dengan kondisi fisik almarhum. Gazali hanya sempat mengeluhkan hasil vonis terhadap perkara kedua yang belum juga turun dari Pengadilan Negeri (PN) Baubau meski Ia telah mendengar kabar akan dipidana satu tahun penjara. ‘’ Senin pukul 16.00 Wita, Kami mendengar laporan dari petugas jaga bahwa dokter Gazali sakit dan muntah-muntah, bahkan dia sudah tidak sadarkan diri. Kami langsung memerintahkan petugas membawa dokter Gazali ke RSUD Kota Baubau. Namun setelah mendapat perawatan, nyawa dokter Gazali tidak dapat tertolong lagi hingga menghembuskan nafas terakhir,’’ jelas Rusdin. Saat dibawa di RSUD Kota Baubau, Gazali didampingi pihak keluarganya, sehingga saat meninggal dunia, almarhum langsung dibawa untuk dimakamkan di kompleks pekuburan Islam, sesuai wasiat almarhum yang ingin dimakamkan dekat pusara ibu-

Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

nya. Di tempat berbeda, seorang mantan napi yang enggan disebutkan namanya menjelaskan sejak pukul 13.30 Wita hari itu, Gazali sudah menjerit kesakitan. Namun petugas lapas baru membawa ke rumah sakit setelah bel tanda kunci sel ditutup. “ Dibawa ke rumah sakit itu sudah jam lima lewat. Padahal almarhum sudah sakit sejak habis makan siang sekitar jam setengah dua,” ujarnya. Meski sudah kesakitan, namun jeritan almarhum tidak dipedulikan dan tanpa penanganan awal dilakukan pihak Lapas. Padahal di dalam Lapas ada poliklinik khusus untuk penanganan bagi tahanan sakit. Petugas piket RSUD Kota Baubau juga menjelaskan, Gazali baru masuk di RSUD Kota Baubau pada pukul 17.10 Wita. Saat dibawa kondisinya sudah lemas, pucat dan terus mengeluarkan muntahan. Meski sempat dilakukan tindakan medis, namun nyawa Gazali akhirnya tak dapat ditolong lagi. Untuk diketahui, dr. Gazali dijerat dengan dua kasus korupsi dalam pengadaan kendaraan roda dua dan empat di Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana. Dalam perkara pertama, Gazali dijerat dengan pidana 2,6 tahun sedangkan untuk kasus kedua dijatuhi hukuman satu tahun kurungan. Dari registrasi Lapas Klas II A Kota Baubau, almarhum baru menjalani masa penahanan sejak 25 Juni 2011. (p1/p2)

Lima Izin Investor Perkebunan Dihentikan Andoolo, KP Sikap ‘’welcome’’ Pemkab Konawe Selatan terhadap investor dengan memberikan ruang serta kemudahan di daerah itu ternyata tak dimanfaatkan dengan baik bagi para penanam modal tersebut. Setelah mengantongi Izin Usaha Perkebunan, justru pihak pemohon ternyata tak dapat merealisasikan niatannya dan justru tidak beroperasi. Tak hanya pemegang izin usaha pertambangan, dalam bidang perkebunan pun kini tercatat 12 investor yang telah mengantongi izin bupati untuk melakukan kegiatan usaha. Say-

Dana .................... saat ini sementara berlangsung, dilanjutkan dengan membicarakan peminjaman uang bagi daerah untuk menutupi defisit keuangan. ‘’ Setelah itu, masuk pembahasan KUA/PPAS APBD 2012 yang harus selesai Desember 2011. Kita didesak oleh waktu. Desember semua

ang, setelah setahun, lima investor diantaranya tak melakukan pergerakan. Rekomendasi mereka pun dihentikan. Kelima perusahaan itu adalah PT. Santos Jaya Abadi, PT. Cipta Agung Manis, PT. Asia Swet Plantation, PT. Usaha Tani Santos dan Vidya Loka Indonesia. Penanam modal itu berencana untuk mengelola perkebunan tebu, kelapa sawit dan tanaman pangan namun tak mampunya merealisasikan pembebasan lahan sesuai dengan izin yang diajukan. “ Izin lima perusahaan tersebut tidak dapat lagi diperpanjang, karena sesuai dengan permo-

harus sudah selesai. Setelah itu temuan LHP-BPK yang akan menjadi agenda berikutnya. Kemana arah dari LHP-BPK itu, nanti dilihat saat pembahasan nanti,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Muna, Rajab Biku. Bahkan tak menutup kemungkinan, dewan akan membentuk Pansus untuk mengungkap kasus

honannya untuk membebaskan lahan, investor tersebut tidak dapat merealisasikan,” tegas Kepala Dinas Perkebunan, Rafiuddin Silondae, kemarin. Menurut Rafiuddin, dari total 12 perusahaan yang ada saat ini memang baru sebatas mengantongi izin pembebasan lahan sesuai permohonan masing-masing dan deadlinenya selama satu tahun. Setelah dievaluasi pada aakhir tahun ini, maka ada lima perusahaan yang tak lagi eksis, dan izinnya dihentikan. Sementara tujuh lainnya masih melakukan pembebasan dan pembukaan lahan. “ Diharapkan tujuh perusahaan lainnya dapat segera merealisasikan niatnya berinvestasi di Konsel,” tandasnya. (era/cok)

tersebut. ‘’ Soal apa nanti akan direkomendasikan ke proses hukum, nanti dilihat saat pembahasan nanti,’’ timpalnya. Sebenarnya Pansus serupa telah dibentuk. Sayang legislator PAN itu mengaku, tugas untuk menindaklanjuti

temuan LHP-BPK itu tak berjalan semestinya. “ Tidak bisa dikaitkan dengan buku pertama LHP-BPK. Ini merupakan buku berikutnya LHP-BPK, sehingga pembahasan dimulai baru lagi,” argumen Rajab Biku. (awn/cok)


7

Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

Sepanjang 2009-2011, Ada 780 Polisi yang Dilucuti Norman ..................... jadi contoh buruk bagi polisi polisi muda,” kata Saud. Setelah dipecat, atribut Norman akan dilucuti. Termasuk, dia tidak berhak menyandang gelar pangkat briptu purnawirawan di depan namanya. “Sebab, dia diberhentikan dengan tidak hormat, jadi sudah tidak ada lagi kepangkatan polisi,” katanya. Ternyata, Briptu Norman Kamaru bukan menjadi satusatunya korban ketegasan institusi kepolisan yang memecat anggotanya lantaran telah melanggar kode etik. Ternyata selain mantan anggota Brimob Polda Gorontalo itu, korps Tri Brata telah memecat 80 polisi yang melangar kode etik selama 2011. “Sejak tahun 2009 sampai 2011 lebih dari 780 anggota (polisi) kami pecat karena terbukti melanggar kode etik,” kata Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna dalam Konfrensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2011 Jakarta, kemarin. Polisi bintang tiga yang sebelumnya menjabat sebagai Irwasum Mabes Polri itu mengaku bahwa institusi kepolisian memang terus menggencarkan penindakan kepada anggota-anggotanya yang me-

langgar kode etik. Dia menegaskan bahwa semua anggota polisi harus memegang teguh kode etik kepolisian. “Menjalankan kode etik merupakan kesadaran dari dalam diri. Kalau tidak bisa dibenahi, maka memang sudah seharusnya tidak lagi menjadi anggota polisi,” imbuhnya. Nanan lalu memaparkan, sebenarnya setiap tahun jumlah anggota polisi yang dipecat semakin menurun. Tercatat pada 2009, kepolisian telah memecat 500 personil, 2010 sebanyak 200 personil dan 2011 tinggal 80 personil. Dia berharap bahwa angka yang semakin sedikit itu menunjukkan bahwa para anggota polisi sudah sadar sepenuhnya dalam menjalankan kode etik. Kata Nanan, salah satu hal penting dalam penerapan kode etik kepolisian adalah berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi di internal kepolisian. Dia mencontohkan bagaimana godaan sebagai seorang penyidik kepolisian. Godaangodaan, lanjut dia selalu datang kepada para penyidik. Ia menceritakan terkadang seorang penyidik dalam posisi yang sulit ketika melakukan penyidikan sebuah kasus. Meski sudah mencoba menutup mata dari segalanya tapi godaan tetap ada. “Ini adalah hal yang sangat berat,” kata dia.

Namun bagaimana pun juga, lanjut dia sebagai seorang polisi, mereka harus menolak semua iming-iming yang ditujukan kepadanya. Menurutnya, menerima uang adalah sebuah pelanggaran yang sangat berat dan telah melanggar kehormatan polisi. “Harga diri adalah segala-galanya,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kadiv Humas Mabes Polri itu. Nanan mengaku Polri mencoba mengedapkan kehormatan dengan tidak menerima uang karena itu salah satu perilaku yang paling melanggar kehormatan. “Jadi harga diri adalah segala-segalanya. Dan itu sudah diajarkan sejak sekolah,” tandasnya. Bagaimana bila menerima suap merupakan perintah dari atasan? Nanan menerangkan dengan nada tinggi. Menurutnya, sekarang pihaknya telah mengeluarkan aturan baru bahwa seorang bawahan bisa menolak perintah atasannya apabila itu merupakan sebuah pelanggaran. Misalnya saat diberi diperintah untuk melakukan tindakan yang berbau korupsi, Nanan pun memberikan contoh bagaimana cara menolaknya. “Maaf jendral, maaf komandan saya tidak bisa melaksanakan, karena ini adalah tindakan korupsi,” tutur Nanan memberikan contoh yang langsung

disambut tepuk tangan oleh para hadirin. Begitu pula misalnya, para anggota polisi diperintah untuk melakukan penganiayaan kepada para pendemo. Kata dia menolak perintah yang merupakan sebuah pelanggaran bukan hanya kewajiban anggota, tapi juga merupaka hak yang harus didapatkan. Nanan pun meminta agar para anggota polisi tidak takut untuk menolak perintah atasannya bisa benar-benar salah lantaran dia sendiri akan ?memberikan jaminan sepenuhnya kepada anggota tersebut. “Kalau memang ada atasan yang masih kotor seperti itu laporkan saja. Tenang saja ada Irwasum yang akan menindak siapapun,” katanya. Selain itu Nanan pun mengaku sedang memerangi budaya setor-setoran dari kapolsek hingga kapolres dan seterusnya. Menurutnya apabila masih ada praktik seperti itu segera laporkan. Dia pun menjamin akan memecat kapolda manapun yang masih menerapkan budaya seperti itu. Sementara itu pemecatan Norman Kamaru dari anggota kepolisian menyisakan beberapa persoalan. Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna menegaskan seharusnya Norman membayar ganti rugi karena belum menyelesaikan masa

Pihak Sekolah Tak Rela Melepaskan Anak “Zaneta” Berprestasi Penyanyi ................... jaan. Herawati, ibu cewek yang biasa disapa Neta tersebut, mengatakan, tiga bulan lalu guru vokal Neta, Lucky Tampilang, memberinya info bahwa Foster membuka audisi bernama Born to Sing Asia. Pemenang ajang itu mendapat peluang bernyanyi di konser Foster. Syaratnya, Herawati hanya perlu mengirimkan rekaman Neta menyanyikan lagu secara live. Tak lama kemudian, mereka mengirimkan rekaman Neta menyanyikan Run to You, Ajari Aku, serta I Have Nothing ke manajemen Foster. Lama tak ada kabar, Neta dan keluarganya serta guru vokalnya lupa bahwa mereka pernah mengirim rekaman itu. Sampai suatu hari, tepatnya 18 Oktober lalu, Herawati ditelepon seseorang yang mengaku dari manajemen Foster. Orang itu menyatakan bahwa Neta berhak ikut menyanyi dalam konser Foster tersebut. Persiapan pun dilakukan dengan agak tergesa-gesa. Sebab, pengumuman itu disampaikan hanya selang sepuluh hari menjelang hari H konser Foster. Lagu pun telah dipilih dan Neta dilatih. Neta memantapkan diri akan menyanyikan lagu Run to You milik Whitney Houston, penyanyi favoritnya. Satu hari sebelum konser, pihak Foster menelepon dan menyatakan bahwa lagu tersebut tidak bisa dinyanyikan karena akan dibawakan oleh Ashanti, penyanyi RnB yang turut tampil di konser Foster itu. “Mereka bilangnya malammalam. Kami akhirnya harus balik ke sanggar untuk melatih lagu lain. Kali ini yang dipilih adalah Without You (Air Supply dan Mariah Carey),” ujar Herawati. Namun, ternyata ada perubahan lagu lagi yang membuat Neta stres berat. Apalagi, perubahan tersebut baru dikabarkan siang, ketika para pendukung acara melakukan geladi resik. Lagu yang harus dinyanyikan berjudul Listen. Liriknya sukses dihafalkan oleh anak tunggal Freddy Sutrisna dan Herawati itu hanya dalam tempo kurang dari tiga jam. Kendati mengalami perubahan lagu, Neta tak menemukan hambatan ketika menampilkan lagu tersebut di depan sang master. “Sempat salah satu bait liriknya. Tapi, saya rasa, penonton nggak sadar,” ucap Neta, lantas tersenyum. Sukses membius dan membuat sekitar 3.500 penonton memberikan standing ovation tak lantas membikin Neta langsung mendapat sodoran kontrak dari pihak Foster. Saat ini pihak Neta tengah menunggu kontak lanjutan dari mereka. Kalau menang, bersama 14 finalis lain se-Asia dia akan tampil di Amerika. Sembari menunggu kontak, Neta menata langkahnya di panggung musik tanah air. Sebelumnya, dia merilis mini album berisi lima lagu di bawah naungan Seven Music. Saat ini Neta menyelesaikan materi,

kemudian merilis album penuh awal tahun depan. Keluarga Neta menuturkan bahwa bakat menyanyi dan ketekunan Neta berlatih menyanyi baru terasa manisnya saat ini. Neta tak menampik anggapan bahwa kesempatan langka menyanyi diiringi Foster dan bandnya membuat namanya kian melambung. Sejumlah televisi swasta pun mengundang dia untuk tampil bernyanyi dan berduet dengan sejumlah penyanyi kenamaan, seperti Tompi di Trans7. Sebenarnya, berduet dengan penyanyi-penyanyi papan atas dilakukan oleh Neta sejak lama. Pada 2009, dia tampil bareng dengan Bob Tutupoli dan Ruth Sahanaya. Setahun kemudian, dia berduet dengan Vina Panduwinata. Namun, penampilan yang menurut dia paling fenomenal terjadi ketika dirinya didaulat sebagai salah seorang pengisi acara closing ceremony SEA Games 2011 di Stadion Jakabaring, Palembang, 22 November lalu. “Itu adalah kali pertama saya tampil di stadion dengan penon-

ton puluhan ribu. Tegang banget. Apalagi, sound-nya tidak begitu bagus. Untung, saya bisa menyesuaikan sehingga fine fine saja sampai akhir,” ungkap penyanyi yang juga punya hobi menari tersebut. Ketika itu dia menyanyikan lagu One Day in Your Life milik Michael Jackson. Dia menjadi bagian dari pengisi acara. Selain dia, antara lain, ada Afgan, Agnes Monica, dan Ayu Tingting. Setelah tampil dalam upacara penutupan pesta olahraga antarbangsa Asia Tenggara itu, kian banyak undangan yang datang kepada Neta untuk menyanyi di televisi maupun off air. Sejumlah media juga menghubungi dia untuk meminta waktu wawancara. Banyak orang di tempat umum yang mulai mengenal wajahnya. Sampai ada yang meminta foto atau tanda tangannya. Kendati demikian, itu tak mengubah sikap dan keseharian siswi kelas VII Mahatma Gading International School tersebut. Neta tetap seperti anak seusianya yang penuh

dengan keceriaan dan senang bermain dengan kawan-kawan sebayanya. Orang yang tidak pernah melihat dia menyanyi pasti tidak akan menyangka bakat besar yang terpendam di balik tubuh mungilnya. Orang tua Neta berencana mendaftarkan anaknya itu ke sebuah program homeschooling tahun depan. Sebab, jadwal Neta semakin padat seiring dengan namanya yang semakin meroket. “Sebenarnya, berat harus meninggalkan teman-teman di sekolah. Tapi, mama ingin pendidikan dan karir menyanyi saya tidak terganggu. Jadi, saya akan ambil homeschooling,” papar gadis yang ingin mengambil kuliah jurusan psikologi itu. Menurut Herawati, pihak sekolah sebenarnya tak rela jika murid berprestasi mereka tersebut keluar. Bahkan, Herawati bilang, pihak sekolah rela memberikan dispensasi sesuai dengan kebutuhan Neta. Namun, absen berkali-kali malah akan membuat Neta sering ketinggalan pelajaran dan menyengsarakan Neta.(kum)

Tentang Briptu Norman Nama : Norman Kamaru Lahir : Gorontalo 27 November 1985 Orang Tua : Idris Kamaru dan Halimah Idris Kronologis - 29 Maret 2011 aksi lipsync Norman kali pertama diunggah di youtube dengan durasi 6 menit 30 detik. Dia menirukan Shahrukh Khan menyanyi lagu Chaiyya-Chaiyya - Pro kontra mulai muncul. Terutama, penilaian atas pantas tidaknya seorang polisi melakukan hal itu - Awal April, Mabes Polri tidak memberikan hukuman kepada Norman karena dinilai memberikan citra baik bagi polisi. Norman mendapat kesempatan pertama untuk menghibur anggota Polda Gorontalo usai latihan - 7 April, Norman kali pertama muncul di televisi. Tampil di acara Bukan Empat Mata Trans 7 - Pertengahan April, Farhat Abbas membuatkan lagu berjudul Cinta untuk Norman tugasnya. “Masa ikatan dinasnya 10 tahun, tapi karena telah keluar sebelum waktunya seharusnya bayar ganti rugi,” kata Nanan di Jakarta kemarin (7/12).

-

-

-

-

-

-

-

16 April video klip lagu cinta mulai beredar di Youtube Mei - Juli, Show mulai padat, instansi meminta Norman untuk tetap fokus kepada satuan dan tidak sembarang memilih job. 1 Agustus, Norman mulai tidak pernah masuk kerja di Polda Gorontalo. Muncul surat peringatan yang dibalas Norman dengan membolos selama 30 hari Awal September, Norman mengajukan surat pengunduran diri namun ditolak Polda Gorontalo 19 September, Orang tua norman ke Mabes Polri untuk menyerahkan surat pengunduran diri Awal September, terungkap ikatan Norman dengan label rekaman PT Falcon yang konon nilainya mencapai Rp 2 miliar 5 Desember, sidang rencana digelar namun dibatalkan karena ada upacara kepolisian korban penyerangan di Papua 6 Desember Norman resmi dipecat

Namun Nanan menyadari bahwa ketentuan ganti rugi tersebut memang tidak diatur. Dia menerangkan bahwa uang ganti rugi tersebut adalah untuk mengganti uang negara

yang dikeluarkan untuk pendidikan Norman selama menjadi anggota kepolisian. “Kan bagaimana pun juga pendidikan Norman menggunakan uang negara,” katanya. (kuh)

Di Konut, Antam Sudah Keluarkan Kewajiban Rp 80 Miliar Konut ........................ butkan Antam tidak pernah membayar satu rupiah ke Pemkab Konut. “Kami mempunyai data-data dan bukti-bukti yang komprehensif bahwa Antam telah melaksanakan kewajibannya,” katanya. Dijelaskan Todung, Antam tidak pernah lalai dari kewajibannya membayar pajak dan retribusi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan royalti ke Pemerintah Pusat. Kata dia, pemenuhan kewajiban itu disertai dengan bukti-bukti pembayaran, termasuk dengan bukti transfer pembayaran ke

rekening Pemda Kabupaten Konawe Utara. Hanya saja, untuk saat ini Todung enggan membeberkan bukti-bukti itu ke publik. Namun, jika buktinya diminta oleh Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman maka pihaknya mengaku siap untuk memberikan bukti-bukti pembayaran itu. Ketidakpatuhan perusahaan tambang plat merah itu mengemuka setelah Razak Naba membeberkan ke media. Kata dia, selama pengapalan nikel yang dikeruk dari tanah Konut, PT Antam Tbk tak pernah membayar retribusi. Saat ini, Antam tengah ber-

sengketa dengan Pemkab Konut di Pengadilan Tata Usaha Nengara (PTUN) Kendari soal tumpang tindih izin lahan pertambangan nikel. Antam menggugat karena lahannya dicaplok oleh izin lain yang dikeluarkan oleh Aswad. Namun, tudingan itu dianggap Todung upaya pengalihan isu kasus tumpang tindih lahan milik PT Antam. Sebab, dalam kasus ini, Antam dirugikan karena tidak bisa lagi melakukan penambangan. “Jangan sampai isu tidak benar bahwa Antam tidak membayar pajak serta retribusi justru membuat kabur persoalan yang sebenarnya,” pungkasnya.(awa)

KPU Sultra Tak Hiraukan Sorotan La Biru Cs KPU .......................... bentukan KPU Sultra, 5 Desember lalu itu illegal. “Nda usah saya komentari panjang lebar. Nanti jadi debat kusir lagi dan itu tidak saya inginkan berpolemik di koran. Masih banyak yang mau diurusi. Sebentar lagi sudah mau Pilgub, jadi memang tidak hanya itu saja yang akan kita urus,” katanya, kemarin. Pastinya, kata dia, Dewan

Kehormatan KPU Sultra tetap akan berjalan sesuai koridor, apalagi yang jadi rujukan KPU adalah UU nomor 22 tahun 2007. Dia mengakui, sudah ada pengganti undang-undang tersebut. Namun, undang-undang pengganti itu masih jadi perdebatan. “Saya bukan ahli hukum, tapi acuan kami undang-undang nomor 22. Memang sudah ada penggantinya, tapi undang-undang itu masih diperdebatkan, tapi yang jelas, kami tidak akan gentar dengan pengacara KPU

Buton,” ujarnya. Menurut dia, jika akhirnya nanti pada saat DK memeriksa anggota KPU Buton, terus kemudian mereka tidak memenuhi panggilan, maka itu tidak jadi soal bagi DK. Dia menegaskan, DK akan bekerja tanpa ada tendensi dari siapa pun. “DK sifatnya memanggil mereka, bukan mengundang. Kalau nanti mereka tidak hadir, terserah mereka. Kita tidak paksa, tapi kami juga tetap akan bekerja sesuai tugas,” tandasnya. (dri)


8

Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

Rp 1.000 Akan Jadi Rp 1

RAKA DENNY/JAWAPOS

Nate Robinson (kanan) dan Commissioner PT DBL Indonesia Azrul Ananda (kiri)saat rangkaian kegiatan Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2011 di Amerika Serikat (AS).

DPR Usir Wamenkumham Jakarta, KP Rapat Kerja (Rapat Kerja) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Amir Syamsudin serta jajarannya dengan Komisi III DPR RI, Rabu (7/12), di Jakarta, dihujani interupsi. Raker membahas kebijakan Menkumham tentang moratorium remisi terhadap koruptor dan teroris ini berlangsung panas. Anggota Komisi III DPR RI dibuat kesal dengan jawaban mengambang yang disampaikan Amir. Interupsi pun tak terhindarkan. Kebijakan moratorium remisi dianggap bertentangan dengan hukum. Bahkan, dalam Raker itu, Wakil Ketua DPR RI Fraksi Partai Golkar, Aziz Syamsudin, sempat mengusir Wakil Menkumham Denny Indrayana, dari ruang rapat. Aziz terlihat emosi, karena ketika mencecar Amir, Denny berbisik kepada Menkumham. "Saya tidak

izinkan Denny Indrayana berbicara. Bila perlu keluar dari ruangan ini," bentak Aziz dengan sorot mata tajam sambil menunjuk ke arah Denny Indrayana. Sontak saja Sekretaris Satgas Mafia Hukum itu terdiam. Tapi, Denny tidak langsung keluar. Ia masih tetap pada posisi semula duduk di sebelah kanan Amir. Aziz melanjutkan pembicaraannya. "Saya tidak setuju Denny yang juga bagian dari Satgas untuk berbicara," ungkap Aziz. Sebelumnya sejumlah politisi sudah mencecar dasar hukum Amir mengeluarkan kebijakan yang kontroversial itu. Rapat pun berlangsung tegang. Aziz Syamsudin meminta Amir menunjukkan SK Menteri yang ditandatanganinya yang membatalkan SK Menkumham sebelumnya, Patrialis Akbar. Namun, Amir tak bisa menunjukkannya.

Polemik bertambah panas. Lebih keras lagi Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo. Ketika rapat diusulkan diskors, Bambang malah meminta forum itu distop. "Saya usulkan rapat distop, dan kita nanti gunakan hak interpelasi bertanya kepada presiden, apakah presiden tahu menteri satu ini mengeluarkan kebijakan seperti ini," ungkap Bambang. Ini menyusul jawaban Amir yang meminta agar Pimpinan Komisi III mengizinkan anak buahnya yang lain memberikan penjelasan. Karena, Amir mengaku dia sendiri tak mengerti sepenuhnya permasalahan yang terjadi. Amir saat itu membawa para dirjen di jajaran Kemenkumham. Amir meminta izin agar penjelasan lebih teknis bisa diberikan oleh jajarannya. "Bagaimana mungkin seorang menteri tidak mengerti persoalan," kesal

Bambang Soesatyo. Situasi memanas. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul meminta forum untuk tenang. "Hati boleh panas, kepala harus tetap dingin. Saya usulkan rapat untuk diskor," kata Ruhut. Ketua Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman, lantas berinisiatif untuk menskor rapat. "Kita lanjutkan pada pukul 19.30," kata Benny. Usai raker, Amir kepada wartawan menegaskan tetap dengan pendiriannya untuk melaksanakan kebijakan itu. Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani juga menimpali. "Ada hidden agenda Menkumham dan Wamenkumham untuk menjatuhkan presiden dengan mengeluarkan kebijakan ini. Kebijakan ini membuka ruang presiden untuk melanggar peraturan perundang-undangan," kata politisi PPP itu. (boy)

MK Diminta Singkirkan Orang Parpol Sebagai Penyelenggara Pemilu Jakarta, KP Aliansi Masyarakat Amankan Pemilu mengajukan uji materi Undang-Undang Pemyelenggaraan Pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menguji Pasal 11 hurup I, Pasal 85 hurup i, dan Pasal 104 ayat (4) hurup c, d, e, ayat (5), dan ayat (11). Para pemohon menilai, diberlakukannya UU tersebut membuka ruang bagi Partai Politik untuk menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Memasukkan orang partai politik dalam penyelengaraan pemilu bukanlah keputusan bijak. Apapun posisinya, disinyalir penyelengaraan pemilu akan mudah dipolitisir," kata kuasa hukum para pemohon, Veri Junaidi saat sidang pendahuluan uji materi UU Penyelenggaraan Pemilu di ruang sidang MK, kemarin. Bahkan, kondisi serupa berlaku dalam keanggotaan Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) yang secara tegas memerintahkan memasukan perwakilan partai politik. "Artinya, hampir seluruh elemen penyelengara pemilu tidak satupun yang lepas dari dominasi partai politik," ujar Veri dihadapan majelis hakim yang diketuai Akil Mochtar itu. Menurut Veri, ekspansi Partai Politik saat ini sangat mengkhawatirkan, karena indepensinya dipertanyakan. Sebab, orang-orang partai masuk dalam ranah penyelengara pemilu diyakini netralitasnya belum terjaga dan masih disangsikan. Apalagi, sejak awal pasal 22 E ayat (5) UUD 1945 telah membatasi keanggotaan penyelengara pemilu yang bersifat mandiri dan terlepas dari kepentingan partai peserta pemilu. “Menurut kami, ketentuan pasal 11 huruf i, pasal 85 huruf i dan pasal 109 ayat (4) huruf c, d dan e serta ayat (5) dan ayat

(11) UU nomor 15 tahun 2011 bertentangan dengan UUD 1945,” tandasnya. Untuk diketahui, Aliansi Masyarakat Amankan Pemilu merupakan gabungan dari 24

lembaga yang terdiri dari, IPC, ICW, Perludem, SSS, Cetro, JPPR, Elpagar Pontianak, Legal Watch Commite Sulawesi, SKRUM Makasar, Yayasan Manikaya Kauci, Lembaga

Studi Kebijakan Publik, Cosdec, LP2, AJMI, MaTa, TUCC, Gerak Aceh, The Aceh Institute, ACSTF, LSM Aceh, Mispi Aceh, Forkolapan, dan Walhi Aceh. (kyd)

Jakarta, KP Pemerintah bakal mengajukan RUU Redenominasi Rupiah ke DPR. Menkeu Agus Martowardojo mengatakan, draf undang-undang yang mengatur penyederhanaan penyebutan mata uang rupiah segera dibahas tahun depan. Menurut Menkeu, draf RUU tersebut “sudah sampai tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Substansi dari RUU tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia. “Nanti kalau sudah selesai harmonisasi, RUU Redenominasi kami akan masukkan ke DPR. Kami harapkan bisa dibahas 2012,” kata Agus setelah sosialisasi Undang-Undang Mata Uang di Jakarta kemarin. Agus mengatakan, secara prinsip pemerintah mendukung usul bank sentral mengenai redenominasi. Namun, untuk bisa diimplementasikan, seti-

daknya butuh waktu 5?10 tahun lagi. Pemerintah, kata Agus, harus mempelajari dampak positif dan negatif dari kebijakan tersebut lebih dahulu. “Kami akan mengambil pelajaran dari negara-negara yang sudah sukses menjalankan redenominasi uang dan tentu kami juga ambil pelajaran dari negara yang tidak berhasil. Kami mengharapkan nanti untuk Indonesia akan berhasil,” kata Agus. Redenominasi berbeda dengan devaluasi mata uang era Orde Lama. Sebab, nilai uang tidak berubah. Perubahan hanya pada penyebutan. Misalnya, Rp 1.000 menjadi Rp 1. Namun, nilai mata uang yang diredenominasi tetap sama. Dengan disahkannya Undang-Undang No 7/2011 tentang Mata Uang pada Mei lalu, penggunaan mata uang rupiah dalam setiap transaksi keuangan dan perdagangan menjadi

mengikat bagi setiap orang atau badan. Dalam pasal 21 dan 23 disebutkan kewajiban penggunaan uang rupiah sebagai” alat pembayaran, penyelesaian kewajiban, dan transaksi keuangan lain, serta larangan menolak pembayaran dengan rupiah bagi penerima pembayaran. “Kalau seandainya di daerah perbatasan atau di daerah pariwisata kemudian ada pihak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tidak mau menerima pembayaran dalam rupiah, itu nanti akan diangggap melanggar hukum,” ujar Agus. Menurut dia, rupiah harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pengaturan ini hanya terbatas pada uang kartal (kertas dan logam). Transaksi dengan uang giral akan diatur tersendiri. Menkeu berharap agar kedudukan rupiah akan semakin kuat dengan dijalankannya UU Mata Uang.(sof)

Ketua DPR-RI :

PNS Pemilik Rekening Mencurigakan Harus Ditangkap Jakarta, KP Ketua DPR RI, Marzuki Alie meminta penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengungkapkan adanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda dengan rekening mencurigakan. Menurut Marzukie, temuan PPATK tersebut harus segera diusut dan dibuktikan. "Buktikan saja, tangkap saja rekening pemilik 'gendut' itu. Kita kok banyak wacana. Buktikan, kalau kurang UndangUndang, (kami) siapkan Undang-Undangnya," kata Marzuki, di Jakarta, kemarin . Dia mendesak PPATK melaporkan temuannya itu ke aparat penegak hukum, agar bisa segera diambil langkah

hukum. "Laporkan ke polisi saja, kalau ada payung hukumnya," katanya. Marzuki juga mengatakan, PPATK harus aktif membuktikan temuannya sebagai bentuk tanggung jawab ke publik. "Harus rasional, berani berbuat tanggung jawab. Makanya, laporkan saja," kata dia. Seperti diketahui, PPATK sebelumnya menemukan fakta banyak PNS muda melakukan praktek pencucian uang anggaran negara. Lembaga ini menemukan ada 10 PNS muda yang kaya raya. Uang miliaran rupiah ditemukan dalam rekening mereka. 10 PNS telah dilaporkan ke KPK atas dugaan melakukan tindak pidana pencucian uang milik negara. Para pegawai

muda ini umumnya golongan III B sampai IV yang potensial dan menduduki tempat-tempat strategis di lembaga. Sementara itu, Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) diminta tidak hanya mengurusi kegiatan yang berbau ceremony saja. Korpri harus lebih energik dalam mengurusi masalah PNS terutama membantu menegakkan kode etik. Demikian ditegaskan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Eko Prasojo di kantornya, Jakarta, kemarin. "Selama ini ada kesan Korpri lebih banyak diam dan mengurusi hal-hal yang tidak penting. Padahal begitu ban-

Baca PNS di Hal. 2


Kamis, 8 Desember 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Tangkap Pelaku Pengeboman Ikan Kapolda Saat HUT ke 61 Polisi Air Kendari, KP Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Drs. Sigit Sudarmanto menginstruksikan kepada personil Direktorat Polisi Air (Polair) untuk menangkap para pelaku pengeboman ikan di laut. Maraknya pelaku pengeboman ikan sudah banyak informasinya yang sampai ke telinga Kapolda sehingga menjadi atensi dalam memberantas dan menertibkan oknum-oknum tak bertanggungjawab tersebut. Hal itu disampaikan Brigjen Pol. Sigit Sudarmanto pada acara syukuran HUT ke

61 Dit Polair dan Polisi Udara (Polud) Polda Sultra, kemarin di Mako Polair. Syukuran tersebut juga dihadiri unsur muspida dan perwakilan Pemprov Sultra, Pemkot Kendari, para pejabat utama Polda dan beberapa Kapolres. “Sudah banyak informasi yang masuk ke saya. Seperti di Moramo, kalau pagipagi atau sore, marak aksi pengeboman ikan. Mereka juga punya intelejen untuk mengawasi kehadiran petugas yang akan menangkap. Namun, dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang kita miliki, harus pintar dalam mengatasi persoalan tersebut,” terang Sigit Sudarmanto. Jika Polair kesulitan melakukan pengawasan, kata dia, bisa berkoordinasi den-

KPK -Mabes POLRI akan ke Sultra Kendari,KP Seiring terbitnya UU Minerba No 4 Tahun 2009, pemerintah pusat akan melakukan yudisial rewiew, apalagi banyak laporan dari daerah sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan pertambangan yang tidak sesuai perundang-undangan. “Kami mendapat informasi, dalam waktu dekat ada tim terpadu yang terdiri dari KPK dan Mabes Andi Azis Polri serta kementerian terkait datang ke Sultra. Informasi ini hanya sebatas informasi lisan, dan belum ada informasi resmi tertulis,” ujar Kabid Migas di Dinas ESDM Sultra, Andi Azis. Menurutnya, kedatangan tim untuk melihat keabsahan prosedur pertambangan, apakah sudah sesuai dengan UU dan Perda yang berlaku. Sebab tahun 2014 nanti tidak lagi diperkenankan mengekspor bahan galian mentah. “Dalam rangka yudisial review sudah banyak tim pusat yang datang ke Sultra, utamanya pihak kepolisian dan kejaksaan. Ini menunjukan pemerintah pusat peka terhadap pelanggaran-pelanggaran yang ada, dan tidak menutup mata terhadap permasalahan lingkungan di daerah,” ungkapnya. (fas)

gan Pos Polisi (Pospol) yang tersebar pada beberapa titik dekat pantai. Misalnya, Pospol di Kolono, itu bisa diberdayakan untuk melakukan pengamanan terhadap pelaku pengeboman ikan. Kapolda pun menginstruksikan kepada para Kapolres agar mengkoordinir Pospol dalam membantu pengamanan laut. “Banyak investor perikanan laut yang akan ke Sultra. Soalnya, rumput laut dan ikan di Sultra dianggap masih steril. Pabrikpabrik masih kurang, sehingga limbah yang bisa mencemari laut masih teratasi. Namun, dengan tindakan pelaku pengeboman ikan, bisa merusak terumbu karang, termasuk

FOTO:SUWARJONO/KP

Baca BOM IKAN di Hal. 11

Kapolda Sigit Sudarmanto memotong tumpeng di HUT Polair kemarin. Ia minta seluruh polres mengamankan perairan Sultra agar bebas dari kejahatan pengeboman ikan.

KTP Jadi Barang Mahal Satu Lembar Rp 70 Ribu Kendari, KP Janji pemerintah menggratiskan pengurusan KTP ternyata berbanding terbalik dengan realita. Di Kelurahan Bende, harus merogoh kocek Rp 70 ribu. Kondisi itu dialami Putri. Ceritanya,

Putri saat tiba di kelurahan, staf memberitahukan bahwa jika ingin memperoleh KTP dalam waktu 1-2 hari, maka Putri wajib membayar Rp 70 ribu. Staf tersebut menjelaskan, Rp 60 ribu untuk pengurusan di kelurahan dan Rp 10 ribu uang ojek staf tersebut ke kantor kecamatan yang berada di kompleks P2ID.

“Saya disuruh bayar Rp 70 ribu. Terpaksa saya setuju saja karena butuh. Menurut staf kelurahan yang saya temui tadi, 1 atau 2 hari sudah jadi,” kenang Putri, kemarin. Beruntung, Putri belum menyerahkan uang pada staf tersebut. Reka, kakak Putri lalu menceritakan kejadian yang

Baca KTP di Hal. 10

Pelaku Narkoba Dibekuk Kendari, KP Warga di sekitar jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba dikagetkan dengan aksi penangkapan pelaku narkotika jenis sabu, kemarin (7/12), sekitar pukul 14.30 Wita. Mereka berkerumun menyaksikan pelaku yang ditangkap usai transaksi. Polisi sempat bergulat dengan pelaku. Saat dicekal, pelaku yang sedang mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo Nopol DT 2542 PF dari arah MTQ Square menuju Jalan Bunga Kamboja, hendak melarikan diri. Namun, Tim Idik Narkoba sudah mengambil langkah strategis untuk menangkap. Mereka pun saling berguling di tanah saat penangkapan. Pelaku yang berinisial M itu penuh lumpur di badannya. Lalu ia dibawa ke sebuah warung kecil yang

TERAS METRO

Baca NARKOBA di Hal. 10

KNPI Gelar Musda IX SEBAGAI upaya mengakumulasi dan mengakomodasi segala potensi kekuatan pemuda di Kota Kendari, DPD KNPI Kota Kendari periode 2008 – 2011 akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) IX Pemuda KNPI, yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat Kota Kendari. Forum permusyawaratan tersebut akan merumuskan arah kebijakan dan strategi DPD KNPI, sekaligus akan memilih dan membentuk kepengurusan baru periode 2011–2014. “Musda IX DPD KNPI kota akan dihelat 17 hingga 18 Desember 2011, dengan tujuan mengevaluasi kinerja pengurus Periode 2008-2011. Selain itu menentukan arah kebijakan strategis dan program kerja DPD KNPI Sultra Periode 2011–2014, serta untuk mengkonsolidasikan kekuatan pemuda (OKP) di Kota Kendari, memilih Ketua DPD KNPI Kota Kendari dan menyusun komposisi Pengurus DPD KNPI Kota Kendari Periode 2011–2014,” kata Ketua Panitia Musda IX, Asyriani. Tema dalam Musda adalah membangun solidaritas kaum muda untuk mendukung keberlanjutan pembangunan Kota Kendari. “Karena itu kami menghimbau anggota KNPI Kota Kendari yang berniat menjadi ketua DPD KNPI segera mempersiapkan diri dan menghubungi panitia,” katanya. (fas)

dialami adiknya pada wartawan. “Aneh sekali, pelayan publik seperti itu. Masa untuk urus KTP saja bayar Rp 70 ribu. Memang adik saya butuh KTP, tapi bukan begitu caranya,” kata Reka. Apa yang diungkap Putri ternyata

FOTO:SUWARJONO/KP

Pemulung menyerbu sampah di tempat pembuangan akhir. Mengais rezki dengan sampah bukan pekerjaan baru di Kota Kendari, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat.

Kenaikan Sewa Pasar Basah Ditunda Kendari, KP Pedagang pasar basah Mall Mandonga akhirnya bisa tersenyum. Perjuangannya menunda kenaikan harga lapak disahuti pengelola pasar. Sudah barang tentu keberhasilan itu juga buah tangan pemerintah dan anggota DPRD Kendari. Hal itu diakui Ketua Keruku-

nan Pedagang Pasar Mandongan (KP2M), Asis Kaisman kemarin, (6/12). Ia mengatakan, setelah surat dari tim terpadu yang beranggotakan beberapa pejabat Pemkot diterima pengelola pasar, sampai sekarang belum ada kenaikkan sewa lapak. “Alhamdulillah belum ada kenaikan tarif. Pedagang masih

dipungut sewa seperti besaran yang lama, Rp 150 ribu. Mudahmudahan tarif ini berlaku sampai seterusnya, dengan harapan pedagang bisa lega,” katanya. Meski demikian kata Asis, nominal bisa saja berubah jika pengelola dan tim terpadu yang diben-

FOTO:SUWARJONO/KP

Baca PASAR di Hal. 11

Tersangka narkoba saat ditangkap, tidak mengenakan baju. Satu paket kecil sabu disita polisi dari saku tersangka.

TNI Siapkan 14 Ribu Kantong Darah Kendari, KP Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 14 ribu kantong darah dalam kegiatan donor darah memperingati HUT ke 66 Hari Juang Kartika. 14 ribu pendonor tersebut berlaku untuk TNI se Sulawesi yang terdiri dari 5 Korem, 36 Kodim , Makodam VII Wirabuana dan Kostrad Devisi III Makassar. Pembukaan kantong darah dilakukan serentak se Sulawesi, kemarin. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 143 HO, Mayor Inf.

Gidion S mengatakan, kegiatan donor darah untuk Korem 143 Haluoleo menyiapkan 2.200 kantong darah. Kegiatan mulai dilaksanakan, pagi kemarin di Aula Korem dan 4 Kodim. Komandan Korem (Danrem) 143 HO, Kolonel Inf Taufik Hidayat dan seluruh pejabat Korem, Yonif 725 Woroagi dan Kodim turut melakukan donor darah. “Tak hanya anggota TNI yang menyumbangkan darah atau menjadi pendonor, termasuk keluarga besar TNI dan persatuan

istri tentara (Persit). Dari 2.200 pendonor, 1.300 pendonor di Korem 143 HO. Mereka terdiri dari Yonif 725 Woroagi sebanyak 500 orang, dan sisanya yakni personil Korem, Persit, KBK dan Kodim Kendari,” terang Mayor Inf Gidion S. Sementara Kodim Kolaka, Kodim Buton dan Kodim Muna masing-masing menyumbang 300 kantong darah. Pelaksanaan donor darah juga dilakukan di

Baca DARAH di Hal. 10


10 BB Satu Paket Sabu Narkoba ................... ada di dekat jalan tersebut. Saat itu, satu paket kecil sabu ditemukan dalam kantung celana sebelah kanan bersama dengan sebuah kunci milik pelaku. Polisi lalu memboyong pelaku ke Polres Kendari untuk proses hukum lebih lanjut. Kasat Narkoba AKP Anwar Toro mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan dan dipastikan kebenarannya, polisi mengintai pelaku. Hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka “Pelaku berinisial M. Kami masih melakukan penyidikan mendalam. Belum banyak informasi yang bisa diberikan karena kami belum melakukan pemeriksaan.Kami masih akan melakukan penyidikan mendalam,” ungkap Anwar Toro sesaat setelah menangkap. (aka)

1.300 Pendonor dari Korem Darah ................ Kodim masing-masing. Donor darah tersebut akan disumbangkan ke PMI sebagai stok darah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Setitik darah dapat menyelamatkan sejuta nyawa. Kami melakukan kegiatan ini sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat. TNI berasal dari masyarakat dan satu kesatuan dengan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara,” jelasnya. Ia menjelaskan, Hari Juang Kartika TNI-AD adalah khusus diperingati untuk mengenang Pertempuran Ambarawa. Sebelumnya bernama Hari Infanteri. Kemenangan pertempuran Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 dan keberhasilan Panglima Besar Jenderal Soedirman itu kemudian diabadikan dalam bentuk monumen Palagan Ambarawa. TNI AD memperingati tanggal tersebut setiap tahun sebagai Hari Infanteri. Berdasar Keputusan Presiden RI No. 163/1999, Hari Infanteri kemudian diganti dengan nama Hari Juang Kartika. (aka)

Metro

Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

Pemkot Minta Pasar Korem Ditata Kendari, KP Hingga saat ini belum ada kepastian apakah pasar samping Korem akan dilegalkan, atau digusur. Aktifitas jual beli berlangsung normal seperti biasanya. Sayangnya, kondisinya semrawut, sama sekali tidak ada penataan. Karenanya Pemkot meminta pengelola pasar melakukan penataan agar pasar itu kelihatan lebih layak. Hal tersebut disampaikan Kabag Ekonomi , Anna Susanti saat melakukan kunjungan di pasar Korem. Anna ditemani Wakil Ketua DPRD Kendari Suri Zam-zam dan Ketua Komisi II Harmina Andi Baso. Melihat kondisi pasar yang kurang terurus itu, ia meminta pengelola tak hanya menagih sewa kepada pedagang, tapi juga merawat dan menata fasilitas yang ada. Meski demikian, Anna juga belum bisa memberikan kepastian bagaimana status pasar. Untuk melegalkan tentu ada prosedurnya. Butuh kajian tek-

nis secara mendalam. Demikian pula jika dilakukan penggusuran. Tentunya banyak pedagang yang akan kecewa. “Pemkot belum tentukan sikap. Itu butuh kajian secara teknis. Untuk sementara kita minta pengelola memperbaiki fasilitas dan menata pasar agar kelihatan lebih layak. Termasuk dalam menentukan tarif sewa, jJangan membebankan tarif yang telalu mahal kepada pedagang kecil. Kasian mereka harus membayar sewa tapi tidak sesuai dengan penghasilan yang diperoleh dalam sehari,” terangnya. Hal sama diungkapkan Ketua Komisi II Harmina Andi Baso. Selama dua tahun terakhir, pasar korem selalu menjadi bahan perbincangan. Bukan hanya statusnya yang ilegal tapi juga kondisinya yang tidak terawat. Padahal tarif sewanya cukup besar. “Kita turun untuk melihat langsung bagaimana kondisi pasar Korem termasuk pasar basah. Kita tidak ingin

ada pedagang yang merasa terbebani dengan tarif-tarif sewa. Makanya, kami harap jika dalam menetapkan sewa lapak maupun lods Pemkot juga dilibatkan,” harapnya. Pengelola pasar samping korem, H Jufriadi mengatakan, untuk melegalkan atau menghentikn aktifitas pasar di lokasi tersebut, itu adalah hak pemerintah. Tapi harus diingat juga, di pasar ini bukan hanya PKL yang berjualan, tapi ada juga pedagang yang besar. Makanya kalau direlokasi ke paddys, tentu tidak semua pedagang bisa masuk. “Beberapa waktu lalu pedagang sudah ada yang coba masuk ke Paddys Market, tapi mereka tidak kebagian tempat. Jadi, akan dikemanakan mereka kalau pasar ini dibongkar,” katanya. Mestinya Pemkot jika akan menertibkan pasar, harus mengawali dengan pasar-pasar liar. Pasar ilegal dipersoalkan, tapi pasar liar dibiarkan. (fya)

Lurah Mengaku Hanya Rp 5 Ribu KTP ................ benar adanya. Saat wartawan koran ini ke kantor Kelurahan Bende, hampir semua staf kelurahan kompak menjawab, biaya pengurusan KTP sebesar Rp 70 ribu. Menurut staf perempuan yang berambut pendek, tarif Rp 70 ribu itu untuk kelurahan dan kecamatan. Katanya, bagian kelurahan Rp 10 ribu untuk administrasi dan Rp 60 ribu untuk kecamatan. “Kalau kami yang ke sana (kecamatan-red), operatornya harus dikasih Rp 50 ribu. Terus yang di depan kantor, kita kasih Rp 10 ribu. Kalau ibu yang antar sendiri, paling bayar Rp 10 ribu di sini, terus kami kasih pengantar ke kecamatan. Tapi kalau mau cepat, ya begitu,” jelasnya. Jawaban staf dibenarkan oleh seorang ibu yang mengenakan jilbab. Bahkan staf pria menimpali pertanyaan wartawan. Saat wartawan menyebutkan bahwa di Kelurahan Watulondo biaya pengurusan KTP hanya Rp 35 ribu, dia mengatakan, mungkin Rp 30 ribu itu untuk kecamatan, sedangkan Rp 5 ribu untuk PAD kelurahan. Lurah Bende, Drs Nasrudin Saud yang dihubungi mengatakan, pengurusan cukup bayar Rp 5 ribu untuk biaya administrasi. Selebihnya urus di kantor kecamatan. (dri/fas)


Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

Berharap Ada Keringanan dari Pengelola Pasar ................... tuk DPRD tidak menemukan kata sepakat. Apalagi, kewenangan pasar basah sepenuhnya berada di tangan investor. Tapi, mewakili pedagang, ia berharap apa yang disuarakan dan diusulkan tim terpadu bisa diterima pengelola pasar. Ia mengakui, untuk pasar basah penataannya sudah tidak sama seperti sedia kala. Jika sebelumnya pedagang diatur sesuai jenis dagangannya, kini tidak lagi. Semua pedagang dibebaskan untuk berjualan di sembarang tempat, dengan jenis dagangan apapun. Apalagi, di pasar samping korem juga menjual dagangan yang sama dengan yang terjual di pasar basah. Itulah sebabnya pembeli di pasar basah kurang. “Sebenarnya pedagang mampu membayar sewa, tapi tentu tidak se-

danding dengan pembeli yang ada di pasar basah. Seandainya di sini juga ramai, tentu pedagang tidak akan berteriak dengan kenaikan sewa,” katanya. Meski demikian, ia berharap pengelola bisa memberikan keringanan pada pegadang, agar tidak menaikkan sewa secara sepihak. Kabag Ekonomi Anna Susanti mengatakan, sampai sat ini tim terpadu masih bekerja. Mereka tetap akan melakukan negosiasi dengan pengelola pasar untuk menekan kenaikan sewa lapak. “Kita memang tidak punya wewenang menentukan kebijakan di pasar basah. Tapi sebagai pemerintah, tentu kami punya hak untuk mensejahterakan warga. Jadi kami tidak ingin mereka sengsara hanya karena kenaikan sewa lapak. Kita akan berupaya semaksimal mungkin mediasi dengan pengelola agar tidak ada kenaikan,” janjinya. (fya)

Metro Silaknas Dihadiri 500 Peserta Kendari, KP Momentum Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (Silaknas-ICMI) di Kendari, yang akan digelar pada 9-11 Desember 2011, akan menjadi ajang promosi bagi Sultra dan Kota Kendari. Diperkirakan kegiatan berskala nasional itu akan dihadiri 500 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk beberapa dari luar negeri. Hal itu diungkapkan Panitia Silaknas ICMI Daerah Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc. kemarin, (7/12). Menurutnya, sekitar 400 orang peserta sudah melakukan konfirmasi untuk menghadiri Silaknas di Kendari. Pserta dari luar negeri sudah ada beberapa dari Timur Tengah dan Timor Leste yang memastikan kehadirannya. Sedangkan untuk orwil dalam negeri, Aceh menempati urutan peserta terbanyak dengan jumlah 49 orang,

Sulsel 35 dan Jabar 20 orang. “Berdasarkan hasil konfirmasi peserta, kegiatan kali ini tampaknya akan menjadi Silaknas ICMI terbesar sepanjang sejarah,” terangnya. Sebenarnya kata dia, panitia membatasi peserta yang akan hadir, masing-masing provinsi diberikan kuota dua orang. Namun, animo peserta membludak, banyak yang tertarik untuk mengikuti kegiatan Silaknas. Entah karena ingin melihat kondisi Sultra, atau sengaja ingin berbaur dalam kegiatan Silaknas, Andi Bahrun tidak dapat memastikan. Yang jelas dia mengharapkan kegiatan itu bisa terselenggara maksimal dan sukses. “Pada kegiatan Silaknas nanti, akan disertai dengan penandatangan piagam Kendari. Tapi saya belum bisa beri bocoran, apa arti piagam itu. Kita tunggu sampai kegiatan dilaksanakan, “ tukasnya. (fya)

11 Minta Kapolres Bantu Mengamankan Perairan Bom Ikan .............. membunuh ikan-ikan kecil. Tidak ada yang tersisa,” jelasnya. Tindakan pelaku pengeboman ikan dinilai akan merusak masa depan Sultra. “Olehnya itu, saya menginstruksikan, tingkatkan pengamanan terhadap pelaku pengeboman ikan. Selain itu, Polair juga harus meningkatkan latihan untuk mengantisipasi adanya permintaan bantuan jika dikemudian hari terjadi kecelakaan laut yang harus dibantu. Saya mengapresiasi Polair dalam ulang tahunnya ini,” terang Sigit. Direktur Kepolisian Perairan (Dir Polair) Kombes Pol. Drs. I Wayang Pinatih menambahkan, dengan semangat kemitraan, pihaknya akan memantapkan revitalisasi kepolisian perairan guna meningkatkan sinergitas dan pelayanan prima. Gagasan tersebut menjadi tema dalam memperingati HUT ke 61 Kepolisian Perairan Sultra yang jatuh setiap tanggal 1 Desember. “Rangkaian kegiatan yang dalam HUT Polair yakni donor darah tanggal 16 Nopember lalu, jalan santai bersama keluarga Polair dan lomba kebersihan asrama Polair. Kami siap dan senantiasa memenuhi tuntutan tugas yang dihadapi, serta membina keterpaduan dengan fungsi-fungsi lain dan instansi terkait agar tercapai hasil optimal,” terang I Wayang Pinatih. (aka)


Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

Empat Bulan untuk Debut Jakarta, KP Perselingkuhan bisa menjadi sebuah konflik yang menarik dinikmati dalam sebuah film. Itulah yang mengilhami Astrid Tiar saat menyutradarai film pendek 7 Cara Bercinta bareng LA Lights Indie Movie 2011. Astrid menggandeng Joanna Alexandra untuk bermain di film debutnya. Presenter cantik itu mampu menghadirkan cerita yang pas meski durasinya 20 menit saja. Tujuh cara awal perselingkuhan bisa dihadirkan secara lengkap. Astrid mampu menaklukkan tantangan sebagai sutradara, menghadirkan cerita utuh dengan waktu terbatas. Berkomentar mengenai pengalaman perdananya menjadi sutradara, bintang film Badai di Ujung Negeri itu mengatakan rasa senang. “Sudah dari dulu pengin menjadi sutradara. Kesempatan yang diberikan LA

Lights Indie Movie ini benarbenar bisa mewujudkan keinginan saya,” katanya. Dalam menulis cerita film tersebut, presenter Inbox itu dibantu penulis skenario Cassandra Masardi. Astrid memilih tema perselingkuhan karena hal itu sangat mencerminkan kehidupan ibu kota. Banyak cerita perselingkuhan yang terjadi di sekelilingnya. Pembuatan film tersebut memakn waktu empat bulan. Karena itu kali pertama, dia pun merasa kesulitan saat memasuki pasca produksi. “Susah banget. Kemungkinan karena baru yang pertama ya. Bingung aja gitu. Untung, sekarang sudah selesai. Lega deh,” katanya. Penasaran dengan karya perdana Astrid? Jangan lupa, saksikan filler 8 film LA Lights Indie Movie 2011 di RCTI mulai 23 November-18 Desember pukul 22.30 WIB. (jpnn/lia)

Hiburan

Tak Mau Diatur, Ganti Pacar

Terpesona Train Jakarta, KP Konser Train Senin malam (5/12) di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta, membuat para penontonnya heboh sendiri. Tak terkecuali, para selebriti yang ikut berdesakan untuk menyaksikan grup band pop rock dari Amerika Serikat itu. Salah seorang di antara mereka yang terpikat adalah Rahma Azhari. Dia nonton bareng anaknya, Raisya. Rahma bahkan memanggul Raisya agar anaknya itu bisa leluasa melayangkan pandangan. Ibu dan anak tersebut bergoyang asyik, menikmati lagu pemilik hit Hey, Soul Sister itu. Penyanyi Lala Karmela juga nonton. Dia bareng pacar barunya, Andre. Tetapi, mantan kekasih JMono, bassist Alexa, tersebut masih malu-malu saat diwawancara. Selain mereka, ada Cornelia Agatha dan Abdee Slank. Mereka berdua mengaku sebagai penggemar Train. Setelah konser, mereka dan teman-teman mereka duduk bersama serta membahas konser tersebut. Salah seorang di antara mereka sempat merekam aksi Train melalui ponsel. Lantas, mereka seru membahas video itu. (jpnn/lia)

13

Rahma Azhari

ENAK bener si Tyas Mirasih. Meski model dan pemain film itu berkali-kali ganti pacar, tapi tetap dimaklumi pacarnya yang terbaru, Keith Foo. Perempuan blasteran Belanda ini memang mengaku gonta-ganti pacar lantaran tak senang diatur sang pacar. Bagi gadis bernama lengkap Mirasih Tyas Endah, seorang pacar tiada hak untuk mengatur hidup dirinya. Sekali saja, pacar mengatur pemain film Air Terjun Pengantin ini, kata putus akan segera melayang. ”Kalau pacar saya ngatur-ngatur terus, mendingan nggak usah pacaran sama saya deh,” ujar Tyas. Cewek asli Bandung ini memang kerap berganti pacar dari kalangan selebriti, khususnya dari kalangan anakanak band. Tyas sempat berpacaran dengan Lembu, ‘Clubeighties’. Berlangsung 4,5 tahun, Tyas sempat dikabarkan bertunangan. Sayang, kisah itu pun putus di tengah jalan. Selepas dari Lembu, hati Tyas berlabuh ke Raffi Ahmad. Hanya bertahan beberapa bulan, hubungan mereka juga kandas. Tyas Mirasih dulu pun disebutsebut sebagai orang ketiga putusnya hubungan Nia Ramadhani dengan Bams Samsons. Nah, setelah bosan di pelukan Tria, ‘The Changcuters’, Tyas pun menggaet Keith Foo, actor asal Malaysia. Apa pun, Keith Foo merasa bersyukur bisa memiliki pacar seperti Tyas. “Dia sangat mendukung, kadang-kadang pacaran satu profesi ada bagusnya juga bisa saling tukar pikiran, bisa nanya peran kayak gini gimana enaknya,” kata Keith. Dia juga tak peduli dengan image playgirl yang melekat pada Tyas. Pemeran Didho

dalam film X The Last Moment itu tak mempermasalahkan hal tersebut. “Lebih baik gonta-ganti pacar daripada gonta-ganti suami. Namanya orang kita nggak tahu, personalnya, aslinya kita juga nggak tahu ke depannya seperti apa. Saling support saja, karena nggak ada orang yang perfect,” imbuhnya. Namun, pasangan yang telah menjalin asmara selama lima bulan ini belum memikirkan pernikahan. “Relationship itu kan sebuah proses, kita jalanin saja dulu, yang penting tetap berusaha yang terbaik, yang menentukan di Atas (Tuhan),” tutur Keith bijaksana. (jpnn/lia)

Tyas Mirasih


Edukasi

14

Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

SMKN 4 Kendari Dipercaya Lagi Rakit Komputer ULFAH/KP

Kepala SMKN 5 Kendari, Abd Rahman J Garusu memperlihatkan contoh dokumen yang akan diaudit eksternal.

ISO SMK 5 Siap Diaudit Eksternal Kendari,KP Target memperoleh sertifikat ISO sistem manajemen mutu (SMM) untuk SMK se-Kota Kendari terus dilakukan. Bagi SMKN 5 Kendari pada 2012 nanti, melakukan berbagai persiapan menghadapi audit eksternal dari tim ISO PT Tuf Jerman. “Saat ini kami sementara melakukan persiapan dokumen dalam rangka pelaksanaan audit eksternal, dengan terlebih dulu melakukan audit internal pada minggu kedua bulan Desember 2011 ini,” tutur Kepala SMKN 5 Kendari, Abd Rahman J Garusu. Ia merinci dokumen yang disiapkan untuk diaudit internal dan eksternal, yaitu dokumen kelembagaan delapan standar nasional pendidikan (SNP) antara lain berisi sistem pedoman mutu dan prosedur operasional standar. “Dari segi pendanaan, pusat hanya memberi bantuan Rp 30 juta dari kebutuhan sekitar Rp 130 juta, sehingga kebutuhan dana selebihnya melalui bantuan Diknas dan orang tua siswa,” rincinya. Walau pun demikian pungkasnya saat ini pihaknya siap diaudit eksternal, yang mana saat ini terdapat 257 map dokumen yang siap diaudit pada minggu ketiga dan keempat bulan Desember 2011 ini. “Kami optimis sertifikat ISO SMM akan diperoleh pada awal 2012 nanti, sehingga membuat nilai plus tersendiri bagi SMKN 5 Kendari,” pungkasnya. (fas)

PT Asing Wajib Ajarkan Pancasila Jakarta, KP Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Djoko Santoso angkat bicara terkait polemik materi draf Rancangan Undang-Undangan (RUU) Pendidikan Tinggi mengenai poin internasionalisasi pendidikan tinggi. Dia mengungkapkan, kampus asing tetap harus mengadopsi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. “Internasionalisasi pendidikan itu sudah jelas garisnya, yakni, kampus asing harus kerjasama dengan kampus atau perguruan tinggi Indonesia. Kurikulumnya juga harus berdasarkan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. Jadi apa yang harus diributkan lagi,” kata Djoko di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (6/12). Mantan Rektor ITB ini mengakui, pembahasan RUU Pendidikan Tinggi ini cukup alot. Bahkan, hingga saat ini antara pemerintah dengan DPR belum menemukan rumusan internasionalisasi pendidikan tinggi. “Ini belum selesai. Masih harus dibahas secara mendalam. Kalaupun penetapannya diundur juga tidak apa-apa kan? Tapi kalau adanya ribut saja, ya sulit,” keluhnya. Djoko mengatakan, mengenai nama universitas asing yang akan dibuka di Indonesia juga masih dalam tahap pembahasan apakah akan menggunakan nama baru ataupun menggunakan nama universitas di Indonesia yang digandengnya. (jpnn/lia)

Kendari,KP Kemampuan guru Jurusan Teknologi Komputer Jaringan (TKJ) SMKN 4 Kendari bersama para siswa makin teruji. Saat ini sekolah tersebut dipercaya untuk merakit notebook Xyrex serta PC komputer Re lyon. “Tahun 2011 ini kami akan merakit sebanyak 216 notebook plus 36 infocus. Walau tahun sebelumnya jumlah rakitan lebih besar karena melayani 12 kabupaten/kota. Tahun 2011 ini kami hanya mendapat jatah pengadaan enam daerah. Daerah tersebut terdiri dari Kota Kendari serta Kabupaten Konsel, Konawe, Konut, Kolaka dan Kolut,” terang Kepala SMKN 4 Kendari, Drs Susi Husen. Meskipun kepercayaan yang diberikan mitra swasta tidak berupa finansial tetapi transfer ilmu, sangat diapresiasi karena semakin menambah pengetahuan para siswa. “Selain kemitraan dengan pihak swasta, kami pun selalu menerima bantuan ICT fisik dan non fisik setiap tahun tepatnya sejak tiga tahun lalu, yaitu 2009 sebesar Rp 40 juta, 2010 sebesar 35 juta dan 2011 sebesar Rp 29 juta,” rincinya. (fas)

ULFAH/KP

Guru SMKN 4 Kendari memperlihatkan notebook yang telah selesai dirakit para guru dan siswa Jurusan TKJ SMKN 4 Kendari.

Mahasiswa Selenggarakan Gebyar Bahasa Kendari, KP Bagi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FKIP Unhalu, gebyar bahasa dalam rangka bulan bahasa (28/10) lalu menjadi agenda wajib tahunan. Tak terkecuali tahun ini, gebyar bahasa dilaksanakan lebih menarik dengan beberapa agenda penting terkait kebahasaan. “Tahun ini selain seminar nasional kami juga melaksanakan sosialisasi bahasa yang akan kami laksanakan hari ini (8/12). Itu khusus di beberapa titik Kota mulai dari Wua-Wua, Bundaran Mandonga (BM), dan Kecamatan Kendari ( kota lama red),’’ katanya. Dikatakan, gebyar dilakukan untuk memberi pemahaman pada masyarakat umum tentang penggunaan bahasa yang

baik dan benar. Sasarn terutama adalah toko-toko yang banyak menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia namun menggunakan aturan bahasa Inggris,” ujar Ketua Panitia Gebyar Bahasa, Imran. Gebyar bahasa yang dibuka 6 s.d 10 Desember di Auditorium Mokodompit Unhalu itu sebelumnya diawali dengan seminar nasional dengan tema Peran Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Membangun Karakter Bangsa. Simposium yang dilaksanakan di aula FKIP itu menghadirkan tiga pemateri, yaitu Prof. Dr. La Ode Sidu Marafad MS, selaku Ketua Yayasan Linguistik Indonesia, Prof H Kamaruddin sebagai guru besar Universitas Negeri Makassar, dan Drs. La Yani

Konisi selaku Ketua Jurusan Bahasa dan Seni FKIP Unhalu. Tak hanya itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba karya tulis ilmiah SMA, lomba mendongeng SD, lomba pidato dua bahasa untuk SMP, dan lomba debat tingkat mahasiswa. Menariknya lomba pidato dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Lomba itu ditujukan untuk melestarikan dan meningkatkan kecintaan terhadap bahasa daerah seperti bahasa daerah Muna, Tolaki, Bugis, Moronene. “Bahasa Bugis juga kami masukkan dalam lomba ini karena ada etnis tersebut yang berdomisili di Sultra, khususnya Kota Kendari. Bahasa Ini pun perlu untuk terus dilestarikan,” imbuhnya. Pada hari terakhir, acara akan di-

tutup dengan pawai bahasa yang akan dimulai di pelataran Tugu Persatuan Kota Kendari. Acara ini sekaligus untuk menutup acara dan pembagian piala, sertifikat, dan uang tunai bagi para pemenang lomba. Imran menambahkan dengan kegiatan gebyar bahasa diharapakan dapat menjadi ajang untuk mengampanyekan bahasa Indonesia yang beik dan benar. Selain itu bahasa Indonesia diharapkan memilki peran dalam membentuk karaktar generasi muda bangsa Indonesia. “Tentu kami berharap dengan bahasa Indonesia dapat membentuk karakter yang baik dan kokoh sehingga terwujud karakteristik bahasa yang didambakan,” tukasnya. (m2)

Dana BOS Naik 43,75 Persen Jakarta, KP Pemerintah menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui Kas Umum Daerah (KUD) Pemerintah Provinsi untuk diteruskan ke sekolah-sekolah mulai Januari tahun depan. Nominal dana BOS yang dialokasikan tahun depan naik 43,75 persen ketimbang 2011, yaitu dari Rp 16 triliun menjadi Rp 23 triliun. “Ini adalah pertemuan terakhir. Januari 2012 mendatang saya minta mekanisme baru penyaluran dana BOS sudah berjalan,” tutur Wakil Presiden Boediono dikantornya Jl Merdeka Selatan kemarin (6/12). Sebelumnya, dana BOS diberikan Pemerintah Pusat melalui kas Pemerintah Kabupaten atau Kota baru disalurkan ke sekolahsekolah. Pada prinsipnya, lanjut Wapres, penyaluran dana BOS harus benar-benar sesuai dengan prinsip tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat

penggunaan. Perbaikan mekanisme penyaluran dana BOS menjadi semakin penting karena pada 2012 mendatang dana yang diberikan sangat besar. “Kenaikannya cukup drastis ini adalah konsekuensi kenaikan biaya operasi agar sekolah dapat memenuhi Standar Pelayanan Minimum,” tegasnya. Selain itu, pemerintah ingin memastikan program Wajib belajar sembilan Tahun dapat terlaksana dengan baik. Untuk mendukung perubahan mekanisme ini, Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk mengalokasikan dan BOS per provinsi serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Pengelolaan BOS. “Seluruh perubahan ini bertujuan memudahkan dan melonggarkan mekanisme penyaluran dan BOS dengan tetap mempertimbangkan efektifitas pengawasannya,” kata dia. Menurut Boediono, ini adalah jalan keluar untuk mengurangi prosedur birokratis penetapan anggaran di tingkat Kabupaten atau Kota yang selama ini menjadi sebab utama lambannya penyaluran dana BOS ke sekolah-sekolah. Mekanisme baru ini juga sudah memiliki payung hukum Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2011 tentang APBN Tahun Anggaran 2012.”Dana BOS disalurkan dari Kas Umum Negara (KUN) ke Kas Umum Daerah (KUD) Provinsi untuk selanjutnya disalurkan ke sekolah,” tegasnya. Dalam mekanisme baru ini, dana BOS dianggarkan sebagai pendapatan Provinsi pada kelompok pendapa-

tan daerah lain-lain yang sah. Sedangkan di sisi belanja, dana BOS langsung dianggarkan pada kelompok belanja tidak langsung berupa hibah. “Obyek hibahnya adalah satuan pendidikan dasar se Kabupaten atau Kota,” tuturnya. Jadi, lanjut Wapres, penyaluran dana BOS dari kas provinsi akan langsung mengalir ke sekolah-sekolah yang berhak menerima sebagai hibah. Setiap gubernur akan menetapkan Keputusan Gubernur yang akan menjadi dasar penyaluran BOS ke rekening kas sekolah. Penetapan ini berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Rincian alokasi dana BOS per sekolah di seluruh kabupaten ini harus sudah dikirim oleh Kemendikbud ke seluruh provinsi pada 6 Desember ini,” lanjutnya. Berikutnya, dana BOS dari Pemerintah Provinsi akan mengalir langsung ke sekolah-sekolah setelah ada penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah (NPH) antara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, mewakili gubernur, dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, mewakili seluruh SD dan SMP di wilayahnya. “Penandatanganan ini cukup berlangsung satu kali dalam satu tahun anggaran, persisnya sebelum penyaluran triwulan I,” tegasnya. Yang juga baru, penyaluran dana BOS untuk daerah terpencil akan mengalir dua kali setahun per semester untuk mengurangi kemungkinan keterlambatan karena sulitnya akses. Sedangkan penyaluran dana BOS di daerah yang tidak terpencil tetap berlangsung per triwulan seperti yang selama ini berlaku. Untuk memudahkan proses manajemen dan administrasi, sekolah cukup melaporkan penggunaan dana

BOS setahun sekali, paling lambat 5 Januari pada tahun berikutnya. “Sekolah harus menyusun laporan penggunaan dana BOS dua kali dalam setahun, setiap semester,” lanjutnya. “Pelonggaran periode pelaporan ini tentu tidak berarti kendurnya pengawasan. Sebab, untuk mengawasi penggunaan dana BOS, Gubernur dan Bupati atau Walikota harus membentuk Tim Manajemen BOS di wilayahnya masing-masing. Tim inilah yang akan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan agar sekolah menggunakan dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis penggunaan dana BOS dari Kemendikbud, “ sebutnya. Jika ada APBD provinsi yang belum mendapat persetujuan dari DPRD pada awal Januari, Mendagri akan mengeluarkan Surat Edaran yang meminta Gubernur mengeluarkan Peraturan Kepala Daerah untuk menyalurkan dana BOS terlebih dahulu. Berikutnya, Gubernur dapat melaporkan pelaksanaan penyaluran dana itu ke DPRD dalam mekanisme anggaran perubahan. “Mekanisme ini sama dengan mekanisme penyaluran pembayaran gaji dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang tak pernah tertunda kendati ada APBD provinsi belum yang disahkan,” tambahnya. Pemerintah mematok target, seluruh dana BOS sudah bisa diterima sekolahsekolah antara tanggal 9-16 Januari 2012. Maka bulan Desember 2011 ini akan menjadi bulan yang sangat sibuk untuk penyaluran dana BOS. “Tim teknis antar departemen harus mengawal sebaik-baiknya seluruh jadwal ini agar tidak ada satu pun persiapan yang meleset dan membuat penyalurannya tertunda,” jelasnya. (jpnn/lia)


Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

Edukasi

15

Siswa Praktik Mulai Semester Pertama Kendari,KP Siswa SMKS Kesehatan Tunas Husada Kendari telah melakukan praktik sejak semester pertama. Praktik yang dilaksanakan bagi siswa jurusan keperawatan yaitu praktikum perawatan gigi dan mulut, termasuk mata pelajaran personal hygiene. “Para siswa di SMKS Kesehatan telah melakukan praktikum

sejak kelas I pada semester pertama, utamanya mata pelajaran produktif kompetensi keperawatan. Mengingat SMK menganut konsep teori disertai praktik,” kata Kepala Laboratorium SMKS Kesehatan Tunas Husada, Hasnawati SKM. Langsung melakukan praktik akan membuat para siswa lebih memahami teori yang telah diajarkan.Tatap muka teori

di kelas dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. “Khusus jurusan keperawatan kelas I semester pertama terdapat beberapa mata pelajaran yang harus praktik. Di antaranya komunikasi keperawatan, konsep dasar keperawatan dan etika keperawatan,” lanjutnya. Pihaknya meminta sharing pembiayaan pengadaan laboratorium beserta peralatannya

dari pemda. Selama ini laboratorium yang digunakan adalah milik Poltekkes Kendari, karena berada dalam satu kawasan. “Adanya laboratorium sendiri, 178 siswa keperawatan akan semakin maksimal melakukan praktik, tentunya mempengaruhi kemampuan siswa ketika kelak praktik di lembaga kesehatan pemerintah maupun non pemerintah,” bebernya. (fas)

ULFAH/KP

Para siswa MTsN 2 Kendari peraih juara olympiade MIPA Kemenag Kota Kendari berpose bersama guru pembimbing.

Pemuda Pancasila Siap Jangkau Perdesaan MTsN 2 Wakili Kota Kendari Lomba Olimpiade MIPA Kendari, KP Pemuda Pancasila Sultra terus berbenah dalam rangka mencerdaskan generasi bangsa. Jangkauannya tidak lagi sebatas wilayah perkotaan, tetapi akan menjangkau hingga ke tingkat desa/kelurahan. Demikian disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sultra, Abdul Hasan Mbou, S.Sos, kemarin (7/12). Menurut dia, penguatan basis Pemuda Pancasila itu merupakan amanat rapat koordinasi nasional pengurus Pemuda Pancasila se-Indonesia akhir pekan lalu di Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Rakornas tersebut dihadiri para pengurus inti Pemuda Pancasila pusat yakni, Ketua Umum Japto S. Soerjosoemarno SH, Sekjen Drs. T.M. Nurlif, SE (anggota BPK RI), Wakil Ketua Dr. HM. Akil Mochtar, SH, MH (Hakim Mahkamah Konstitusi), dan Wakil Ketua Ir. Siti Hutami Endang Adiningsih (Putri mantan Presiden Soeharto). Termasuk, Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Saifullah Yusuf, dan Ketua MPR Taufik Kiemas, sekaligus membuka acara Rakornas. Anggota DPRD Sultra tiga periode ini, mengatakan bah-

Akil Mochtar, Wakil Ketum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (Hakim Mahkamah Konstitusi RI) bersama Abdul Hasan Mbou, saat mengikuti Rakornas II Pemuda Pancasila tanggal 2 s.d.4 Desember di Kota Wisata Batu, Malang . IST/KP

wa hasil rakornas juga mengintruksikan tiga pilar utama yang wajib direalisasi segenap fungsionaris di semua tingkatan, yaitu: Pertama: Konsolidasi organisasi secara vertikal dan horizontal (struktur kelembagaan). Kedua: Konsolidasi personal (herregistrasi). Ketiga: Konsolidasi idiil (kaderisasi). “Menindaklanjuti hasil rakornas tersebut, hari ini saya telah mengirim surat peringatan kepada pengurus Pemuda Pancasila se-Sultra agar secepatnya menyelenggarakan musyawarah cabang,” ujarnya.

Pastinya, restrukturisasi kelembagaan tersebut, sesuai target Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, sudah harus tuntas paling telat akhir Februari 2012. Karenanya, jika ada pengurus cabang yang tidak menggelar muscab hingga tempo tersebut, pengurus MPW akan mengambilalih sebagai pelaksana muscab. Abdul Hasan Mbou yang sudah 40 tahun mengabdikan diri di Ormas Pemuda Pancasila mulai dari Kaltim dan Sultra menegaskan, MPC yang telah habis masa kepengurusan dian-

taranya, Kota Kendari, Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Kolaka Utara dan Kabupaten Muna. Kepada mereka diminta agar berkoordinasi dengan MPW sebelum Muscab. “Saya tegaskan sebelum Muscab, MPC terlebih dahulu harus membentuk pengurus sampai anak cabang dan ranting. Setelah penguatan organisasi tuntas sampai ranting barulah kita akan menggelar Muswil, sekitar Desember 2012 mendatang. Itulah poin penting dari hasil Rakornas PP di Kota Wisata Batu baru-baru ini,” pungkasnya. (lia)

Kendari,KP Kemenag Kota Kendari telah melaksanakan lomba olympiade matematika dan IPA (MIPA) tingkat madrasah tanggal 2 s.d 4 Desember lalu . Madrasah tsanawiyah (MTs) yang banyak meraih juara yaitu MTsN 2 Kendari dengan raihan juara pertama lomba bahasa Arab, juara III bahasa Inggris serta masing-masing juara II lomba karya tulis ilmiah (LKTI) sains, juara III LKTI sosial dan juara III LKTI keagamaan. Selain itu Olympiade IPA juga mendapat juara pertama dan Harapan satu. “Prestasi tahun 2011 ini meningkat dari tahun sebelumnya

dan itu sesuai target. Selama tiga bulan telah dilakukan pembimbingan insentif sesuai jenis lomba yang akan diikuti,” ujar Kepala MTsN 2 Kendari, Drs Rustam MPd. Dijelaskan pembimbingan yang dilakukan selama tiga bulan berawal dari penyeleksian siswa berbakat. Dengan demikian selanjutnya dipilih tiga orang terbaik guna untuk pembimbingan insentif. “Lomba olimpiade MIPA ini akan berlanjut ke tingkat provinsi, sehingga kami mengharap bimbingan dari Kemenag Kota Kendari, sehingga dapat kembali berprestasi membawa nama baik Kota kendari,” jelasnya.

Sementara itu juara satu lomba pidato bahasa Arab, Indha Rahmayani mengaku tidak berpuas diri dengan prestasi yang diraih. Ia akan berusaha karena masih ada lomba tingkat provinsi dan nasional. “Saya akan terus belajar dan tekun menerima bimbingan dari guru, khususnya berkenaan dengan intonasi dan perubahan teks. Tetapi dengan menjadi juara tingkat Kota Kendari dan sebelumnya menjadi Juara II lomba sejenis utusan TPA Yayasan Daarul Qur’an Ummul Qura Kecamatan Kendari Barat, membuat saya lebih percaya diri dalam berlomba,” kata siswi kelas VIII 1 ini. (fas)

UNESCO Dorong Pendidikan Kewirausahaan Jakarta, KP Akademisi, pendidik, dan pengusaha ternama di kawasan Asia Pasifik punya komitmen meningkatkan pendidikan kewirausahaan. Menurut Guru Besar dan Ketua Bidang Seni dan Pembelajaran UNESCO, Larry O’Farrell, memang saat ini yang

mendesak adalah upaya meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Farrell menyatakan hal itu di acara Konferensi Internasional UNESCO-Asia-Pacific Programme of Educational Innovation for Development (APEID) yang berlangsung mulai 6 – 8 Desember 2011 di Hotel Sultan, beberapa waktu lalu.

Di tempat yang sama, Guru Besar Bidang Pendidikan Universitas Zhejiang, China, Wang Libing menjelaskan, pendidikan tinggi di China saat ini terus mendorong upaya jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswanya. Tujuannya, agar lebih gampang terjun du dunia kerja. (jpnn/lia)


16

Xpresi 3

Thyna Narsies Zhangat nurtina53@yahoo.co.id SMAN 3 Kendari “Klw menurutq... Jgn putuz asa’ kan qt udh brusaha... Klw hasilnya m’kecewakn sih, itu tandanya kbrhasilan yg trtunda... So’ jgn pernah meyerah msh ad waktu kok untuk truz brusaha, tuk jd yg the best... Dan m’jd orng yg dpt m’banggkn bwt smua orng” Izrhaaizrhaadhina Celaluwexiiss raraslow@yahoo.com SMAN 4 Kendari “Luw menurut ss sih gugh juara tak mslh yg pntng aku udah usaha sesuai kemampuan ilmu pengetahuan ayg d miliki luw maksakan diri untk jd juara tp btas kemampuanx hanya bgtu2 sja bsa2 mengakibatkan stress berkepdnjangan mending kita santai ajja yg pntng pasti , tp qt jg tdk blh malas belajar qt harus rajin belajar agr bsa dpt nilai yg baik walaupun tdk krn dng nilai yg baikpun kan udh senang” BouUo Jrs Season II acb220710@yahoo.com SMAN 4 KendariI “Mending nggak usah dipikirkan, ujung ujungnya kalau sudah lulus dari SMA yang dipikirkan cuma cari kerja dan cari uang :D”

Kamis, 8 Desember 2011

Nggak Mesti Jadi Juara... JADI juara?? Pasti pengen donk..ya iyalah, siapa sech yang nggak pengen jadi yang terbaik? semua orang pasti punya harapan untuk be the best di segala hal yang positif, en itu manusiawi banget guys.. Eits...tunggu dulu, yang harus diingat jangan sampe obsesi tuk jadi juara itu bikin sobat Xprsi terbebani. Yang selalu ada dibenak kita gimana caranya menjadi juara, so’ segala carapun dihalalkan, nah kaya itu tuh yang ngggak dibolehin.. Kalo emang pengen jadi juara, harus berusaha maksimal, jangan setengah-setengah..en upayain itu jadi motivasi untuk mengarahkan diri hal yang positif. Tapi..sebenarnya kalo dipikir-pikir, jadi yang terbaik, nggak harus jadi juara lho, lihat dech pemain sepakbola. Nggak harus jadi pemenang tuk diakui lawan. Tunjukkin usaha maksimal, itulah yang paling penting. Coba intip kisah Sabrina. Dia sebenarnya siswa yang cukup cerdas di kelasnya. Malah waktu masih duduk di bangku SD, ia selalu menjadi ranking I di kelasnya. Tapi, saat duduk di bangku SMP, ia mengakui bahwa semua orang pasti punya kelebihan, adapun jika teman sekelasnya bisa meraih rangking I, ia tidak merasa sedih or tersaingi, coz

dia udah berupaya belajar secara maksimal, en hasil juga nggak mengecewakan..udah disitu batas kemampuannya, kenapa harus dipaksain? Kalo mau jadi juara kata cewek berambut panjang itu, nggak harus jadi nomor satu. Berbuat baik, bersikap en bertingkah laku yang sopan kepada semua orang, itu udah membuktikan kalo kita juara lho. Kalao hanya juara diatas kertas, itu sech biasa, yang luar biasa itu, kalo kita mampu menjadi yang terbaik di dalam segala hal. Itu juga yang menjadi impian en citacita Uwi. Cewek berkulit sawo matang itu mengaku rada malas belajar. Makanya, rangkingnya juga standar-standar aja. Tapi, dia juga memaklumi itu, terpenting kata Uwi, bisa menunjukkan kalo ia mampu, en berupaya memotivasi diri agar lebih giat belajar. Nggak harus jadi juar, ia berusaha untuk meneladani rekan-rekannya agar bisa membagi waktu untuk belajar dan bermain..kalo udah bisa gitu, tentu nggak ada yang terbengkalai, en semua pelajaran bisa dimengerti..plus ada jga waktu buat bersantai..so guys, nggak mesti jadi juara khan, intinya jadi yang terbaik aja. (Piyan)

cuap-cuap

share

Tryana Putri Jumianti (Juara I Nasional KTI Terumbu Karang)

Ernida Hamid M.Pd (Guru Bahasa Inggris MAN 1 Kendari)

Yang Penting Usaha

Juara Bukan Prioritas

PRESTASI, Juara atau apa pun itu, rasanya gak harus dipaksain tuk meraihnya, kita kejar-kejar sampe mengorbankan sesuatu yang gak perlu dikorbankan. Misalnya di sekolah, juara gak juara ya itu sudah takdir kita. Jangan sampai ya gara-gara gak juara jadi tres, hiii ngeri dech... Tapibukanberartikitaharusbermalasmalasan, yang perlu dilakukan adalah usaha yang keras. Karena dengan begitu, kebaikan dan prestasi akan menjadi mi-

KENAPA sih target melakukan apa pun kok karena juara? Itu gak harus jadi satu-satunya prioritas jika kamu ingin berhasil. Ingat tidak ketika kamu gagal mengikuti satu perlombaan? itu sesungguhnya pelajaran terbaik yang kita peroleh, bahwa semua orang gak harus juara, pasti ada menang dan kalah. Yang terbaik....bukan juara yang harus dikejar, tetapi ilmu pengetahuan dan pengalaman yang akan menjadi guru kita. Dengan begitu

lik kita. Nah, misalnya sobat expresi ingin jadi juara dalam lomba karya tulis ilmiah. Jangan merasa kalo kamu adalah orang yang terbaik, tapi berusahalah dengan keras dan sebaik mungkin. Jika sudah begitu, pasti usahamu akan membuahkan hasil yang terbaik. Sekalipun kamu gak juara dalam kesempatan itu, setidaknya pengalaman sudah kamu kantongi. Jadi jangan kepedean untuk juara. Karena semua tergantung usaha. (Ka’_Wulan)

kamu akan lebih baik menyikapinya, juara bukan satu-satunya kok. Kamu masih bisa mengambil hikmah yang lainnya. Meski kamu gak selalu jadi juara kelas, tapi kalo kamu punya banyak sahabat, teman yang hebat-hebat, baik n selalu mendukungmu, tentu itu yang akan membuat kamu senang dan bahagia. Juara bukan segalanya, Oke? (ka’_Wulan).


20

Kendari Pos |Kamis, 8 Desember 2011

Hasid Pedansa Belum Pasti Diusung PDIP Sebagai Cawali Kota Kendari MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN, Azwar Abubakar, (kiri) didampingi Sekretaris Pelaksana Rakernas, Aziz Subekti (kanan) memaparkan rencana Rakernas PAN, Selasa (6/12) di DPP PAN, di Jakarta.

Tiga DPW PAN Dukung Hatta RI-1 Jakarta, KP Meski Ketum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa belum menyatakan keinginannya maju di pilpres 2014, lantaran ingin berkonsentrasi menangani pekerjaannya sebagai Menko Perekonomin, namun sejumlah Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Banten mendesak agar persiapan ke arah sana perlu segera dilakukan. Menurut Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi, dari komunikasi yang terbangun secara internal partai selama ini, dorongan kader terhadap Hatta untuk bertarung di pilpres diakui sangat besar. “Sebagai pimpinan PAN di Sulsel,

saya siap mendukung penuh jika ketua umum kami hendak bertarung di pemilihan presiden 2014,” kata Kahfi ketika dihubungi, Minggu (4/12) lalu. Bahkan, sambung Kahfi, PAN Sulsel telah memasukkan agenda pemenangan Hatta dalam agenda kerja PAN Sulsel. Hingga 2014, PAN Sulsel telah menyiapkan strukturnya menghadapi beberapa momen politik, yakni 13 pilkada, satu pemilihan gubernur dan satu pemilihan legislatif. “Daerah sudah sangat siap. Kita tinggal tunggu komando dari pusat saja untuk terus intens bergerak mensosialisasikan Pencapresan Pak Hatta,” tegasnya. Kahfi juga mengatakan, prinsipnya Hatta Rajasa sendiri

merespon baik. Kader PAN juga sudah melakukan langkah-langkah politik secara maksimal. Karena itu, secara tidak langsung PAN Sulsel telah mulai mensosialisasikan Hatta di masyarakat. Dukungan juga dilontarkan oleh Ketua DPW PAN Provinsi Jawa Timur, Suyoto. Menurutnya, dukungan terhadap Hatta Rajasa untuk maju di 2014 terus menguat. Menurutnya, dalam pemantauan selama ini, aspirasi itu bukan hanya berasal dari DPW PAN Jawa Timur, melainkan juga dari beberapa kepengurusan di daerah lain. “Kami akan menyampaikan aspirasi tersebut dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN yang akan berlangsung beberapa hari mendatang,” katanya. (jpnn)

Kendari, KP Nama besar Hasid Pedansa di PDIP termasuk jabatannya saat ini sebagai Sekretaris DPD PDIP Sultra, ternyata bukan jaminan bahwa ia akan mulus menjadi calon Walikota Kendari yang akan ditelorkan partainya sendiri. Partai besutan Megawati Soekarno Putri itu tetap akan mengedepankan dan melihat hasil survey sebagai salah satu barometer untuk mengusung calon di Pilwali 2012 nanti. “Harus diakui bahwa Pak Hasid Pedansa merupakan fungsionaris PDIP. Tapi bukan berarti, partai akan serta merta menyerahkan “pintu” partai untuk digunakan, tetap ada mekanisme internal,” kata Ketua Penjaringan Cawali-Cawawali DPC PDIP Kota Kendari, Anwar Ma’mud, kemarin. Menurutnya, sama seperti calon lain, Hasid pun mengikuti mekanisme yang ada. Jika nanti dari hasil survey, Hasid tidak memenuhi, maka partai tidak memaksakan diri “memplot”

petinggi PDIP Sultra itu, di posisi calon walikota Kendari. Pernyataan ini disampaikan wartawan kemarin di sekretariat pejaringan Cawali PDIP Kota Kendari, melihat minimnya pendaftar meski proses penjaringan sudah dimulai sejak 5 Desember lalu. Jangan sampai muncul kekhawatiran dari bakal calon yang berniat bergabung dengan PDIP, karena Hasid Pedansa, sebagai tokoh PDIP sudah mendeklarasikan dirinya maju sebagai Cawali. Sementara itu, hingga dua hari dibukanya penjaringan, belum ada satu pun Balon yang resmi mengambil formulir pendaftaran. Tapi nampaknya itu tak merisaukan pengurus PDIP. Buktinya, map cokelat berisi formulir pendaftaran Bacawali-Bacawawali, masih lengkap menumpuk di atas meja. Padahal, map tersebut akan dikirim ke para calon seperti Tony Herbiansyah, Ir Asrun, Hamdani Piabang, Yani Muluk, Laode Magribi dan Laode Geo. Tak ketinggalan, Musadar Mappasomba dan Yani Kasim Marewa, juga akan dikirimi map. Bila dilihat pula dari agenda

yang telah disusun para pengurus. Dimana sebenarnya, pendaftaran mulai dibuka 28 November lalu. Tapi, sampai hari ini, belum ada satu pun yang “tertarik” dengan pendaftaran yang dibuka partai berlambang banteng gemuk itu. “Sudah dari tanggal 28 November kita buka pendaftaran, tapi itu mi belum ada yang daftar. Hanya diperpanjang memang sampai 10 Desember,” kata salah seorang staf sekretariat PDIP. Ketua Penjaringan CawaliCawawali DPC PDIP Kota Kendari, Anwar Ma’mud mengakui kondisi tersebut. Dia mengatakan, yang punya kewenangan menjaring para calon adalah PAC. Sebab, aspirasi berasal dari kelurahan/kecamatan. “Mekanisme sudah jelas. Kewenangan tiap kecamatan untuk menjaring, karena aspirasi dari situ. Siapa yang diusung, nanti akan ketahuan di Muscab kecamatan yang akan mengusul 2 nama. Tapi sampai sekarang belum ada yang daftar resmi,” katanya, saat ditemui di Sekertariat PDIP Kota Kendari, kemarin. Anwar menjelaskan, kendati belum ada yang daftar resmi,

tapi sudah ada calon yang intens komunikasi, baik dengan PAC maupun dengan dirinya sebagai ketua penjaringan. Namun, kata dia, PAC belum mau terbuka soal calon tersebut. Yang pasti bocorannya, sudah ada calon yang intens dekati pengurus bawah dan itu sesuai aspirasi (calon) yang ada selama ini. “PAC belum terbuka soal calon. Kalau dengan saya, sudah 3 nama yang komunikasi yakni Laode Geo, Hamdani Piabang dan Hasid Pedansa. Belum ada yang resmi daftar, nanti mereka kembalikan baru kita katakan resmi,” ujarnya. Lalu bagaimana mekanisme pendaftaran? Haruskah calon menyertakan partai koalisi? Kata dia, itu syarat khusus bagi calon, tapi tidak mutlak. Artinya, kalau calon tidak bisa menyertakan partai koalisi, maka PDIP akan “turun tangan” membantu. Namun, kalau sudah ada, maka lebih bagus lagi. “Penetapan calon walikota rencananya 4 atau 5 bulan sebelum penetapan di KPU, PDIP akan keluarkan calon. Sampai hari ini, belum ada satu pun calon yang klaim sudah punya partai,” tandasnya.(dri)

Belasan Kades di Wawonii Mengadu ke Umar Arsal Soal Ketertinggalan daerah Mereka Kendari, KP Cerita mengenai Pulau Wawonii yang memiliki ketertinggalan infrastruktur dari daerah lain di Sultra, sudah bukan rahasia lagi. Indonesia boleh merdeka sampai 66 tahun, tapi pulau dengan penduduk lebih dari 20 ribu itu tetap saja tak pernah menikmati jalan beraspal. Dengan luas wilayah lebih dari 1000 kilometer persegi, hanya sekitar 2 kilometer jalan yang tersentuh aspal. Masyarakat bukan tak pernah mengeluh. Mereka punya 6 orang anggota DPRD yang mewakili mereka di Konawe, tapi tidak ada perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat. Listrik adalah sesuatu yang sangat langka di wilayah itu. Kalaupun sempat menyala, dalam sebulan sudah istimewa jika sampai 8 kali. Jalanan yang rusak membuat transportasi di wilayah itu menjadi barang yang sangat mahal. “Untuk menempuh jarak 20 kilometer saja, kita harus bayar ojek Rp 75 ribu. Bagaimana kami bisa maju kalau begini terus,” polos Abd Rahman, Kades Wawobili, Kecamatan Wawonii, di hadapan Kepala Rumah Aspirasi Umar Arsal (UA), La Ode Rafiuddin, semalam saat ia dan belasan rekanrekannya sesame Kades di Wawonii datang menyampaikan aspirasinya di Rumah Aspirasi UA di Kendari. Ia lalu bercerita, sebenarnya, pemerintah bukan tanpa sentuhan pembangunan ke Wawonii, tapi terasa seperti bukan sesuatu yang prioritas. Program PNPM Mandiri yang masuk ke beberapa desa di wilayah itu

memang dirasakan cukup membantu mengurangi beban, tapi jauh lebih banyak kendala yang dihadapi masyarakat. “Nelayan juga butuh kapal-kapal penangkap ikan memadai,” katanya diamini rekan-rekannya. Hasil pertanian di Wawonii sebenarnya sangat bagus karena tanah yang subur, hanya saja, itu tidak membuat para petani berdaya secara ekonomi karena terkendala pemasaran. Menyewa angkutan untuk memasarkan hasil pertanian, nilainya tidak sebanding. Kalau harganya ditinggikan, tentu sudah tak ada yang membeli. “Listrik, untuk kalau dalam seminggu menyala 2 kali, kita punya HP ini, kadang-kadang tidak pernah discharge. Jalanan, jangan mi Tanya kasian pak wartawan, nanti kita turun saja sendiri lihat. Sulit saya ceritakan, karena rusaknya itu jalanan. Saya dengar, masih lebih bagus pi di Kabaena, listrik menyala terus kalau malam, jalanan su-

dah diaspal. Kalau yang belum diaspal juga sudah pengerasan dan mulus. Padahal sama-sama ji kita di pulau,” katanya, dengan berapi-api. Makanya, ia bersama rekanrekannya itu bertandang ke Rumah Aspirasi UA untuk menyampaikan aspirasi dan berharap bisa diperhatikan UA sebagai anggota DPR RI. Abd Rahman bahkan dengan resmi mengundang UA untuk berkunjung ke Wawonii agar bisa melihat dari dekat berbagai kesulitan di daerah yang mewacanakan diri bakal mekar itu. “Saya terima kasih kepada bapak-bapak yang mau berkunjung ke rumah aspirasi ini, Insya Allah ini akan direspon positif UA,” kata La Ode Rafiuddin, Kepala Rumah Aspirasi UA di Kendari, saat menerima para Kades itu. Menurutnya, UA tentu akan memperjuangkan masalah-masalah di Wawonii di DPR RI, sepanjang itu memang untuk kebaikan masyarakat. Posisi UA

di Badan Anggaran DPR RI, membuka akses untuk bisa melihat, program apa saja yang bisa dialokasikan ke daerah. “Saya akan agendakan agar UA berkunjung ke Wawonii jika reses nanti. Untuk sementara ini, saya sarankan agar bapak-bapak Kades bisa membuat sebuah usulan tertulis, agar menjadi bahan kajian dan melihat prioritas usulan. Tentu tidak semua bisa kita selesaikan sekaligus, tapi bertahap dan sepanjang itu memang untuk kesejahteraan rakyat,” kata Rafiuddin. Adapun Kades-kades yang semalam berkunjung itu adalah Mursidin (Mata Buranga), Jalaluddin (Kades Mawa), La Aso (Kades Matabaho), Abd Rahman (Kades Wawobili), Marawan, Edi Hafid, Hj Niswan Ali (Kades Lamoluo). Selain itu ada juga Lurah Langara Laut, Kades Mata Langara, serta beberapa warga masyarakat Wawonii.(m1)

Para Kades dari Wawonii saat di Rumah Aspirasi Umar Arsal guna menyampaikan aspirasi terkait daerah mereka yang masih minim sentuhan pembangunan. Mereka berharap agar anggota DPR RI asal Partai Demokrat itu mau menjembatani aspirasi mereka, dan diperjuangkan sampai ke pusat. ABDI MAHATMA/KP

Kendari Pos Edisi 8 Desember 2011  

E_Paper Kendari Pos

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you