Page 1

CMY

CMY Kamis, 7 Juli 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Presiden Hasil Mafia Pemilu Diungkit

SELEBRITI

Kehilangan Ayah AKTRIS Vira Yuniar terlihat memendam kesedihan yang mendalam ketika melayat ke rumah KH Zainuddin M.Z. di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. Bintang sinetron yang juga mantan pacar putra pertama Zainuddin, Fikri Haikal, itu menyatakan bahwa Zainuddin sudah seperti ayah baginya. "Beliau orang yang hangat, senang bercanda, tapi pintar dan enak diajak diskusi. Saya mengagumi beliau sejak kecil hingga kini. Beliau sudah saya anggap seperti ayah saya sendiri," tutur Vira sambil menitikkan air mata. Salah satu yang ingin ditiru Vira dari Zainuddin adalah kedekatannya dengan keluarga. Meski sangat sibuk dan sering keluar kota untuk berdakwah, Zainuddin selalu menjalin komunikasi intensif dengan empat anaknya. Dampaknya, anakanak Zainuddin tumbuh menj a d i pribad i priba d i yang membanggakan. (nw)

Vira Yuniar

Jakarta, KP Para aktivis yang tergabung dalam Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) mendukung penuh langkah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD untuk membongkar kasus dugaan mafia pemilu dan pemalsuan surat putusan MK yang menyeret sejumlah nama, termasuk mantan anggota KPU Andi Nurpati dan mantan hakim MK, Arsyad Sanusi. Ketua Umum GNCI, Fadjroel Rahman, terang-terangan menyatakan berpihak di kubu Mahfud MD. “Karenanya, kami ke sini untuk memberikan dukungan kepada MK atau Mahfud MD untuk terus membongkar aktor intelektual mafia pemilu dan menegakkan hukum, terutama dalam mengungkap kasus pemalsuan surat MK itu,” kata Fadjroel di gedung MK usai bertemu Juru Bicara MK, Akil Mochtar, kemarin. Fadjroel yang didampingi sejumlah aktivis GNCI menambahkan, MK memiliki peran penting dalam mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab, selain sebagai penegak hukum, kasus itu berkaitan dengan admin-

Baca PRESIDEN di Hal. 7

ARUNDONO/JPNN

Tim Pengawas Kasus Bank Century mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (6/7). Tampak beberapa tokoh seperti Gayus Lumbuun, Bambang Soesatyo, Pramono Anung datang menghadiri rapat tertutup dengan Pimpinan KPK, Busyro Muqoddas. Dalam rapat ini hadir pula Kapolri Timur Prapodo serta Jaksa Agung Basrief Arief.

Tongkat Bareskrim Berpindah

Kabareskrim Baru Janji Tuntaskan Tiga Kasus Besar

Inspektur Jenderal Polisi Sutarman (KANAN) resmi dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menggantikan Komisaris Jenderal Polisi Ito Sumardi yang memasuki masa pensiun. Pelantikan dilakukan Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/7).

Jakarta, KP Tongkat komando Badan Reserse Kriminal (Barekrim) Polri resmi berpindah tangan. Kapolri Jenderal Timur Pradopo kemarin (6/7) mengukuhkan Irjen Pol Sutarman sebagai pengganti Komjen Pol Ito Sumardi. Dengan begitu, sebentar lagi pundak Sutarman akan bertambah satu bintang menjadi komisaris jenderal. Setelah acara, Ito tersenyum lepas. Sorot mata jenderal alumni Akpol 1977 itu berbinar-binar. “Alhamdulillah, tuntas pengabdian saya,” ujar Ito. Dia merangkul tangan Sutarman dan menggoyang-goyangkannya. “Selamat bertugas jenderal,” katanya. Bagi Ito, pilihan Dewan Jabatan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri yang menunjuk Sutarman sebagai penggantinya sangat tepat. “Ini takdir sejarah. Saya dulu pernah jadi Kapoltabes Surabaya, Pak Sutarman juga pernah jadi Kapoltabes Surabaya. Ini pertanda baik,” kata penyandang predikat doktor di bdiang ilmu

RAKA DENNY/JAWAPOS

Nasib Pengadil Antasari Ditentukan Pekan Depan Jakarta, KP Komisi Yudisial (KY) memastikan akhir pekan depan akan menggelar sidang Pleno untuk memutus dugaan pelanggaran kode etik dan prilaku majelis hakim yang diketuai Harry Swantoro saat persidangan mantan ketua Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) Antasari Azhar. “Pleno hakim kasus Antasari akan dilaksanakan akhir minggu depan,” kata juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar di Jakarta, kemarin. Dikatakan, saat ini KY lagi fokus melakukan investigasi Calon Hakim Agung termasuk investigasi terbuka oleh para komisioner ke kediamanya. Asep menyebutkan bahwa Pleno akhir itu dapat digelar bila dihadiri seluruh para komisioner. “Plenonya mungkin tidak dilaksanakan pekan ini, karena komisioner sedang mengejar target seleksi hakim agung,” tandas Asep. Oleh karena itu lanjut Asep,

Baca NASIB di Hal. 7

Baca TONGKAT di Hal. 7

Kisah “Keringat” Zainuddin M.Z. di Masjid Fajrul Islam Di depan rumah KH Zainuddin M.Z. terdapat masjid yang cukup megah. Dulu kondisinya tak semegah sekarang. Renovasi tempat ibadah itu diprakarsai Zainuddin. Alasannya, dia malu rumahnya lebih megah daripada masjid tersebut.

depan rumah Zainuddin. Tak sampai 20 meter jaraknya. Masjid itu merupakan renovasi dari masjid lama yang dibangun pada 1990. Zainuddin-lah yang memutuskan untuk membongkar total masjid tersebut karena sungkan rumahnya ternyata jauh lebih bagus. “Rumahku kok lebih bagus daripada masjid ya,” kata Zainuddin kala itu awal 2000 sebagaimana ditirukan Sudalno, pembantunya. Lantaran merasa tidak pantas rumahnya lebih bagus daripada masjid itu, Zainuddin merenovasi Masjid Fajrul Islam pada 2004. Ketika awal-awal akan merenovasi masjid itu, Zainuddin paham bahwa biaya yang dikeluarkan pasti akan besar. Saat itu Zainuddin sempat menghitung dan mem-

DHIMAS G.-THOMAS K., Jakarta FAJRUL Islam, nama masjid itu, berada di tengah gang yang lebarnya hanya sekitar empat meter. Bangunannya paling megah jika dibandingkan dengan rumahrumah di sekitarnya, di Jalan Gandaria Gang H Aom, Jakarta Selatan. Warga yang tinggal di sekitar masjid itu pasti tahu betul bahwa bangunan tersebut identik dengan dai kondang KH Zainuddin M.Z. Apalagi, masjid tersebut berada di

Almarhum Zainuddin M.Z.

Baca KISAH di Hal. 7

CMY

CMY


2

Kendari Pos |Kamis, 7 Juli 2011

Pemecatan Nazaruddin Mulai Dibahas Jakarta, KP Tudingan yang disampaikan oleh mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dinilai sebagai kebohongan. Ketua DPP Partai Demokrat I Gde Pasek Suardika menyatakan, sejumlah keterangan yang disampaikan Nazaruddin kepada media acapkali berubah-ubah dan tidak konsisten dengan pernyataan dia sebelumnya. "Kami sudah kumpulkan dokumen fakta statemen yang dia sampaikan selalu berubahubah. Itu bukti kalau dia berbohong," kata Pasek kepada wartawan di gedung parlemen, Jakarta, kemarin. Menurut Pasek, dalam kasus dugaan suap Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) yang menyeret Nazaruddin, terlihat bahwa yang bersangkutan tidak konsisten. Awal mulanya, Nazaruddin selalu membantah bahwa dirinya kenal dengan Mindo Rosalina Manulang, tersangka kasus suap Sesmenpora. "Belakangan dia menyebut Rosa sebagai kolega yang dia percaya," kata Pasek. Keterangan lain adalah saat terungkapnya pemberian uang kepada Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi. Nazaruddin selalu mengelak dengan menyebut tidak mengenal Sekjen MK. Keterangan itupun dia rubah saat MK kemudian membeberkan kronologis pemberian uang yang di-

MUHAMAD ALI/JAWAPOS

Belasan aktivis demokrasi menempel foto Bendahara umum Partai Demokrat yang jadi buronan, Nazaruddin di jalan Proklamasi Jakarta, Rabu (6/7). Aktivis demokrasi mengimbau pemerintah segera menangkap Nazarudin di tempat persembunyiannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. duga sebagai suap itu. Kebohongan lain yang disampaikan Nazaruddin, kata Pasek, terlihat dari pernyataan bahwa dirinya mengetahui aliran dana ke Badan Anggaran DPR. Awal mulanya, dia menyebut dana itu sebesar Rp 9 miliar, lalu dirubah menjadi Rp 8 miliar, dan kemudian Rp 7 miliar. "Uang yang kabarnya diterima Bung Anas dan Andi Mallarangeng juga berubah. Sementara tidak ada buktinya sama sekali," sorot Pasek.

Keterangan yang disampaikan Nazaruddin itu, kata Pasek, justru menjadi bumerang kepada Partai Demokrat. Nazaruddin yang kini tidak jelas keberadaannya itu melakukan serangan kepada tokoh-tokoh di Demokrat demi melindungi dirinya. DPP Partai Demokrat juga telah menerima laporan bahwa sejumlah proyek yang dia ambil dilakukan dengan mengatasnamakan tokohtokoh Demokrat. "Ketua

Umum saja kaget. Dia yang berbuat, sementara Partai Demokrat yang menjadi korban," ujarnya. Apakah dengan fakta ini, Nazaruddin akan segera dipecat dari Demokrat? Pasek menyatakan saat ini belum ada keputusan terkait hal itu. Semua pertimbangan dari fakta yang ada sedang dibahas di internal Partai Demokrat. "Kita sedang memproses, semua kan ada aturannya," tandasnya. (bay)

Mantan Dirut Bank Mandiri Kantongi SP3 Jakarta, KP Kejaksaan Agung akhirnya menghentikan penyidikan dugaan korupsi kasus PT KIani Kertas dengan tersangka mantan Direktur Utama Bank Mandiri, ECW Neloe beserta dua rekannya yaitu I Wayan Pugeg dan M Sholeh Tasripan. Hal ini seiring dengan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh penyidik Kejagung. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik JAM Pidsus), Jasman Pandjaitan, menyatakan, SP3 kasus Kiani tersebut dikeluarkan pada 1 Juni 2011 lalu. Alasannya, karena penyidik menilai dalam kasus ini tak terjadi kerugian negara. Menurut mantan juru bicara Kejagung itu, penyidik justru

menganggap negara dalam hal ini Bank Mandiri mendapat keuntungan hingga Rp 654 miliar. “Setelah (Kiani) di-take over (diambil alih) Bank Mandiri malah untung segitu (Rp 654 miliar),” kata Jasman pada wartawan, kemarin. Dari data yang ada, lanjut Jasman, diketahui bahwa pelunasan oleh manajemen Kiani Kertas dilakukan pada 26 Oktober 2007. Namun Jasman mengaku tak tahu besarnya nilai kewajiban Kiani Kertas kepada Bank Mandiri saat pelunasan. Seperti diketahui, pabrik pengolah bubur kertas itu diserahkan oleh pengusaha Bob Hasan ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sekitar tahun 1998 untuk menutupi hutang Bank Umum Na-

sional (BUN) sebesar Rp 8,9 triliun. Pada tahun 2002, BPPN memasukkan Kiani Kertas dalam program penjualan. Selanjutnya, Kiani ditawarkan ke PT Vayola yang sebagian sahamnya dimiliki Prabowo Subianto. Seluruh saham Kiani senilai Rp 7,1 triliun akhirnya dibeli Prabowo, di mana Rp 1,8 triliun di antaranya merupakan kredit dari Bankk Mandiri. Ternyata, Kiani Kertas mengalami kesulitan modal sehingga Bank Mandiri mendesak PT Vayola untuk mencari investor baru untuk merestrukturisasi utang perusahaan pengolah kayu tersebut. Utang PT Kiani Kertas akhirnya menjadi kredit macet karena membengkak menjadi Rp 2,2 triliun.(pra)

Atur BBM Bersubsidi, Pemerintah Bimbang Jakarta, KP Pemerintah hingga saat ini belum juga melaksanakan program pengaturan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak melebihi kuota yang ditentukan. Awalnya kebijakan ini di rencanakan diterapkan pada awal Januari dan kemudian diundur pada akhir April lalu. “Menegenai pengaturan ini saya tidak bisa katakan kebijakan seperti apa yang akan dilakukan pemerintah dan kapan dimulai, namun yang jelas sudah ada beberapa opsi,” ucap Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Herawaty Legowo saat di temui di Gedung DPR RI, kemarin. Sebelum memutuskan kebijakan tersebut ungkap Evita, harus ada pembicaraan dan

kesepakatan antara Menteri terkait yakni Menko Perekonomian, Meteri Keuangan dan Menteri ESDM. “Ini harus dibahas bersama Menko dan Menkeu dan kemudian dibawa ke DPR minta persetujuan,” terangnya. Memang sebut Evita, pemerintah terus diminta untuk melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar bisa menekan subsidi. Ditanya soal Kenaikan BBM, Evita enggan mengemontarinya. Namun tukasnya, pemerintah juga diminta untuk memperhatikan megenai disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi (pertamax). “ Bisa kemungkinan BBM subsidi naik ke atas, bisa juga pertamax turun ke bawah seperti yang diusulkan DPR,” pungkasnya. (yud)

Adik Thaksin Lebih Terbuka STRUKTUR kabinet yang bakal dibentuk Puea Thai Party (PTP), menjadi isu politik paling hangat memasuki hari ketiga setelah partai itu mendeklarasikan kemenangannya. Setelah merangkul empat partai peraih suara minoritas lain untuk memperkokoh kabinet, PTP diperkirakan juga tidak akan melepas posisi tiga kementrian utama, yakni kementrian luar negeri, kementrian pertahanan, dan kementrian dalam negeri. Tiga pos penting di kabinet itu merupakan kunci penting untuk memuluskan amnesti bagi bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang juga kakak kandung kandidat perdana menteri PTP, Yingluck Shinawatra. Namun, master ilmu politik dari Kentucky State University, AS, itu masih belum mau berkomentar banyak mengenai susunan kabinet yang bakal ia pimpin.

“Terlalu dini untuk memutuskan susunan kabinet,” kata Yingluck ketika dicegat para wartawan sebelum memasuki kantor PTP di Bangkok, kemarin. Kemarin, Yingluck sudah masuk kantor pukul 10.00. Datang ke kantor dengan limusin hitam, Yingluck kemarin dijadwalkan memulai rapat dengan komite partai serta koalisi untuk persiapan membentuk pemerintahan. Tak ada pengawalan yang mencolok terhadap Ibu satu anak itu. Yingluck mengatakan, anggota kabinet juga masih mungkin direkrut dari orang di luar partai. “Siapapun bisa masuk ke kabinet. Tapi kesepakatan tentang susunan kementrian tidak akan dibicarakan sebelum komite pemilihan mengumumkan hasil resmi,” kata Yingluck. Dia juga memprediksi tidak akan ada clash politik pasca pemilu. (sof)

SOFYAN HENDRA/JAWA POS

Ketua PTP Yingluck Shinawatra berbicara kepada pers di kantornya.

SBY: Pertanahan Juga Hambat Investasi SBY .......................... lagi, saya minta untuk segera diselesaikan penghambat itu karena kita sedang lakukan perluasan dan pengembangan ekonomi,” kata SBY saat membuka rapat khusus MP3EI di Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin. SBY juga meminta agar rencana investasi dalam MP3EI harus terus dikawal. Karena MP3EI disebut sebagai induk segala master plan, yang meliputi investasi jangka menengah hingga jangka panjang. SBY pun meminta seluruh pihak terkait MP3EI untuk fokus mengatasi pembangunan infrastruktur. “Masala h ketiga adalah masalah listrik untuk mendorong sektor jasa dan manufaktur kita. Saya khawatir bila tidak diatur dengan baik, program 10.000 MW bisa berantakan. Saya instruksikan menteri terkait untuk turun langsung menanyakan kelambatannya karena apa,” tegas SBY. Masalah lainnya yang menghambat MP3EI, kata SBY, adalah pertanahan. Untuk itu UU dan manajemen yang mengatur pertanahan,harus bisa diselesaikan secepatnya antara Pemerintah dengan DPR agar tidak mengganggu investasi. “Saya mendengar ada suara-suara yang tidak baik, tapi saya tidak percaya. Kita sudah lakukan pertemuan dengan pimpinan DPR dan saya harapkan konsisten dengan hasilnya,” kata SBY.(afz)


3

Kamis, 7 Juli 2011

BNI Genjot Dana Murah Untuk Pacu LDR

suwarjono/kp

Harga kopra mulai kembali normal. Kini perkilogram seharga Rp 6 ribu. Diperkirakan akan terjadi kenaikan harga karena kebutuhan minyak goreng akan semakin banyak di bulan ramadhan

Harga Komoditi Mulai Stabil Kendari,KP Sejumlah harga komoditi di pasar Kota Kendari terus mengalami perubahan. Untuk komoditi kakao dan kopra harganya cenderung mengalami peningkatan. Hal itu karena permintaan dari pasar domestik maupun internasional yang semakin tinggi, sehingga harga di tingkat petani juga menunjukkan lonjakan. Pantauan Kendari Pos, Kopra yang sebelumnya sempat mencapai Rp 4 ribu per kilogram, kini harganya mencapai Rp 6 ribu per kilogram, bahkan diprediksi bisa lebih tinggi lagi men-

jelang Lebaran nanti karena kebutuhan minyak goreng semakin banyak dan pabrik minyak goreng akan terus meminta suplai bahan kopra. “Di Surabaya permintan sudah mulai tinggi, makanya harga kopra mulai tinggi,” terang Ilyas, pemilik usaha Sinar 99 Kendari. Selain kopra, harga kakao juga mulai menunjukkan peningkatan. Mulanya Rp 20 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 24 ribu. Peningkatan ini disebabkan oleh tingginya nilai dolar terhadap rupiah, sementara harga kakao patokannya adalah pasar internasional. Meski

harga tinggi, tapi saat ini produksi kakao sudah mulai sedikit, karena puncak panen terjadi pada bulan April dan Mei lalu. Untuk mete diprediksi terjadi panen pada September nanti, walaupun saat ini sejumlah investor dari India mendatangi Kendari untuk mencari mete. Di Kendari saja untuk memperoleh mete harus didatangkan dari Momere Nusa Tenggara Timur (NTT). “Walaupun menjelang lebaran nanti permintaan pasti tinggi, tapi belum ada panen,” pungkas Ilyas. (lis/awl)

Surabaya, KP PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) meningkatkan fungsinya sebagai penyalur kredit. Ini yang membuat bank pelat merah itu berupaya menaikkan LDR (loan of deposit ratio) yang menjadi indikator perbankan tidak menumpuk dana masyarakat. Pemimpin Wilayah 06, Jatim BNI, Sukarno mengatakan memasuki semester kedua tahun ini pihaknya terus berupaya aktif dalam penyaluran kredit. Posisi LDR sekarang adalah 70 persen. “Sampai akhir tahun bisa mencapai 75 sampai 80 persen,” ujar Sukarno usai perayaan ulang tahun BNI ke65, kemarin. Beberapa bank menghindari LDR di atas 70 persen. Alasannya, likuiditas lembaga keuangan sangat rentan. Ini jika

terjadi rush. “Tapi, kami mempunyai solusi untuk mengurangi resiko tersebut,” katanya. Salah satunya dengan menggenjot dana murah atau casa yang terdiri dari tabungan dan giro. Menurut Sukarno casa dapat mengurangi biaya operasional. Dampaknya, minimal dapat mempertahankan likuiditas bank. “Kami mencoba mempertahankan komposisi DPK (dana pihak ketiga) 64 - 65 persen untuk dana murah, sisanya deposito atau dana mahal,” cetusnya. Di BNI Wilayah 06 itu, kontribusi dana murah akhir tahun lalu sempat 64 persen. Tapi, naiknya bunga deposito membuat banyak nasabah memindahkan ke deposito. “Sekarang sudah kembali seperti posisi Desember 2010,” tuturnya. Posisi per Juni DPK BNI Wilayah Jatim adalah Rp 18,3 triliun, sementara akhir tahun lalu adalah Rp 17,9 triliun. Ta-

sulis/dok/kp

Pegadaian menyiapkan dana yang cukup besar jelang Ramadhan. Diprediksi nasabah akan membludak. Tampak suasana kantor Pegadaian Kendari.

Samsung Hercules

Ancaman Serius iPhone 5 MELEDAKNYA penjualan Galaxy S II baru saja dimulai. Namun kasak-kusuk seputar produk tergress Samsung berikutnya sudah muncul ke permukaan. Dialah Hercules, si ponsel bertenaga. Sesuai dengan kisah mitologi Yunani, Hercules besutan Samsung juga disebut-sebut akan tampil tangguh dari sisi kemampuan. International Business Times, Senin (4/7) lalu melansir, otak Hercules akan menggunakan prosesor dual-core berkecepatan 1,5 GHz Qualcomm APQ8060. Alhasil, dapur pacu perangkat yang masih misterius ini akan menjadi yang tercepat di pasaran. Smartphone dual-core yang saat ini beredar rata-rata

masih bermain di angka 1,2 GHz. Hercules sepertinya bakal tampil dengan perawakan lebar. Hal ini terlihat dari luas layarnya yang mencapai 4,5 inch, resolusi 800x480 super Amoled Plus, dan berdimensi 132 x 71 x 9mm. B o c o r a n lainnya adalah terkait keberadaan kam-

era 8 megapixel di bagian belakang bodi serta sudah mengusung jaringan teknologi generasi keempat (4G). Samsung m e m a n g masih belum buka mulut soal kelahiran Hercules. N a m u n kemungkinan, ponsel berotot ini bakal diposisikan

untuk menantang iPhone 5 dan Nexus 4G. Samsung kini tengah menikmati manisnya popularitas Galaxy S II. Smartphone berbasis Android 2.3 Gingerbread ini menjadi ponsel dengan penjualan tercepat dalam sejarah penjualan produsen asal Korea Selatan tersebut. Hanya dalam waktu 55 hari sejak penjualan perdananya, Galaxy S II telah terjual lebih dari 3 juta unit. Ini lebih cepat 30 hari dibanding Galaxy S versi pertama untuk mencapai penjualan yang sama. Menurut Samsung, jumlah tersebut sama dengan satu ponsel Galaxy S II terjual setiap 1,5 detik sejak peluncurannya pada bulan April. (jpnn/awl)

Impor Pakaian Jadi Melonjak Jakarta, KP Menjelang Ramadhan hingga Lebaran tahun ini, volume impor pakaian jadi diprediksi mengalami peningkatan. Berdasar tren tahun lalu, kenaikan impor pakaian jadi selalu terjadi pada dua bulan sebelum memasuki Lebaran. Kemudian mengalami penurunan ketika usai Lebaran. Ketua Asosiasi Perstekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat memperkirakan akan ada lonjakan impor pakaian jadi memasuki lebaran nanti. “kami belum memiliki angka akurat, tapi impor garmen menjelang Idulfitri akan meningkat,” katanya Senin (4/7) lalu. Produk tekstil khusus pakaian menurut Ade, ada pel-

uang naik signifikan sampai 30 persen. Lonjakan tersebut karena permintaan dalam negeri meningkat pada momen tersebut. Menurut dia, kenaikan impor tersebut bukan untuk produk garmen berharga murah saja. “Selain produk garmen berharga murah, kenaikan impor tersebut juga termasuk variasi produk fashion. Kendati harga terjangkau tentu tetap berkualitas, seperti pakaian bermerek dari negara tertentu yang sedang off season sehingga murah. Selain itu, sisa tahun lalu yang tidak bisa dijual di negara asal kemudian diekspor ke Indonesia,” urai dia. Menurut data Kementeri-

an Perdagangan, tren impor pakaian jadi pada tahun 2010 mengalami kenaikan beberapa bulan menjelang Lebaran. Mei tahun lalu impor pakaian jadi senilai USD9,8 juta. Kemudian Juni naik menjadi USD13 juta, Juli sejumlah USD12,7 juta dan Agustus menembus USD14,5 juta. Lalu September menurun sampai USD8 juta. “Biasanya dua bulan sebelumnya naik pesat. Kemudian, ketika lebaran terlihat adanya penurunan,” ungkapnya. Diuraikan, im-

por pakaian jadi tersebut berasal dari berbagai negara. Di antaranya China, Korea, India, dan Amerika. Selain tingginya impor, lanjut Ade, ekspor tekstil pun mengalami peningkatan kendati tidak tajam. Industri tekstil dalam negeri tetap membidik tiongkok sebagai negara tujuan ekspor. “Apalagi jumlah penduduk Tiongkok sangat besar, tahun depan kami fokuskan melakukan ekspansi lewat pameran,” jelasnya. (jpnn/awl)

hun ini mereka memproyeksikan pertumbuhan minimal 15 persen. Di landing, BNI membagi menjadi tiga sektor usaha. Mereka adalah korporasi yang membukukan Rp 4,5 triliun, menengah Rp 5,5 triliun, dan kecil Rp 3,4 triliun. Untuk posisi akhir tahun lalu, korporasi Rp 4,5 triliun, menengah Rp 4,7 triliun dan, kecil Rp 3,1 triliun. “Kredit ditargetkan tumbuh minimal 20 persen,” kata Sukarno. Dalam perayaan ulang tahun, BNI Wilayah 06 melakukan melakukan tiga kegiatan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan. Pertama, program BNI Sahabat Sekolah dengan melakukan renovasi 65 sekolah dasar dan pemberian beasiswa kepada 65 siswa. Kedua, Program BNI Peduli Kesehatan meliputi donor darah dan khitanan massal. Terakhir adalah Program BNI Go Green dengan penanaman pohon. (jpnn/awl)

Pegadaian Siapkan Rp 12 Miliar Kendari,KP Setiap tahun jelang bulan Ramadhan, minat masyarakat untuk memperoleh pinjaman dana melalui jasa Pegadaian cukup tinggi. Tahun ini juga diprediksi akan meningkat dibandingkan hari normal. Hal itulah yang membuat Pegadaian Kendari menyediakan dana Rp 12 miliar. Kepala Cabang Pegadaian Kendari, Charles Samson menjelaskan, bila pada hari normal penyaluran dana dari masyarakat biasanya sekitar Rp 8 miliar. Biasanya jelang Ramadhan terjadi peningkatan sekitar 30 - 40 persen. “Makanya di Bulan Juli ini hingga Ramadhan kami menyiapkan sekitar Rp 12 miliar,” terangnya kemarin. Peningkatan permintaan

kata Charles, lebih tinggi dibanding hari normal karena saat Ramadhan, banyak usaha baru atau peningkatan produksi. Mereka pun tentunya menginginkan penambahan modal dengan waktu cepat sesuai kebutuhan mereka, tanpa harus menjual barang berharga. Untuk itu jasa pegadaian dianggap paling efisien menjadi solusi guna memenuhi kebutuhan mereka. Di kesempatan kemarin, Charles juga menjelaskan bila untuk kredit mikro baik produk Kreasi (jaminan BPKP) ataupun Krista (kredit industri rumah tangga) untuk saat ini dihentikan. Itu karena kemacetan atau NPL yang terjadi tinggi diatas ketetapan pusat. “Untuk sementara layanan kredit mikro

kami pusatkan di Pegadaian Mandonga, tapi bila NPL di Kendari sudah bisa dikendalikan, kami akan kembali melayani masyarakat,” paparnya. Tingginya NPL ini dikarenakan banyak debitur yang mengalihkan usahanya ke jenis lain. Hal itu karena usaha barunya tidak berhasil, sehingga pendapatan menurun dan mereka tersendat untuk membayar cicilan. Pihak pegadaian seperti biasanya pun terus melakukan pendekatan persuasif untuk memecahkan masalah tersebut, agar mereka bisa stabil usahanya. “Beberapa bulan yang lalu NPL kami juga pernah tinggi, tapi kemudian bisa stabil dan kami pun bisa melayani kredit mikro lagi,” pungkasnya. (lis/awl)


Kamis, 7 Juli 2010

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Coremap Warning Mahasiswa PKL

Sepeda Santai Dilestarikan

Pasarwajo, KP Mahasiswa PKL Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang menjalani Praktek lapangan di Kabupaten Buton di tempatkan di dua kecamatan yakni Wolowa dan Pasarwajo. Kegiatan PKL mahasiswa dari perguruan tinggi di Sultra tersebut merupakan salah satu komponen dari Program Mitra bahari dengan Coremap II Buton (PMB Coremap II). Selain pembekalan tentang pengelolaan terumbu karang para mahasiswa itu ditegaskan agar mereka dapat menjaga diri masingmasing sehingg tidak terlibat dalam kegiatan politik. Mengingat Buton sekarang menghadapi Pemilukada. Ketua PPK Coremap II Buton, LM. Jabal Yamin, SPt mengungkapkan Mahasiwa PKL ditempatkan di wilayah-wilayah pesisir yang menjadi binaan Coremap II. “Untuk wilayah binaan Coremap II Buton, Mahasiswa PKL di tempatkan di dua kecamatan yakni Pasarwajo dan Wolowa,” kata Jabal di ruang kerjanya. Jabal juga mengungkapkan sebelum diterjunkan ke desa-desa pesisir, para mahasiswa itu mengikuti pembekalan

Baca MAHASISWA di Hal 6 RUSLAN/KP

Kontingen Keluhkan Fasilitas Tuan Rumah Atlet Muna Tidur Dilantai Andoolo, KP Pernyataan Pemda Konawe Selatan, bahwa telah siap menggelar pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sultra, rupanya hanya bualan. Khususnya fasilitas akomodasi peserta (penginapan, red). Jika biasanya dipelaksanaan Porprov sebelumnya, kontingen setiap Kabupaten mendapat fasilitas penginapan yang nyaman. LM Baharuddin Hal tersebut tidak terjadi di Kabupaten pimpinan Drs Imran - Sutoardjo Pondiu tersebut. Dihajatan Porprov ke XI tersebut, para kontingen dari 11

Baca ATLET di Hal 6

Warga Keluhkan Penambang Pasir Sejumlah pemilik lahan di bantaran sungai Anggomate, Desa Wanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, mengeluhkan aktivitas penambang pasir yang menggunakan ekskavator. Pasalnya, kebun warga dibantaran sungai mulai mengalami longsor akibat pengambilan pasir secara besar-besaran di sungai tersebut.

Wangiwangi, KP Animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan sepeda santai setiap minggunya, makin menunjukan peningkatan. Kegiatan yang merupakan program mingguan Pemda Kabupaten Wakatobi sejak tahun 2009 silam itu kembali disemarakkan dan akan menjadi program rutin. Selain untuk memasyarakatkan olahraga sepeda, juga sebagai bentuk mensukseskan rangkaian Sail Wakatobi setiap tahunnya. “Pelaksanaanya dilakukan secara bergiliran oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah se-Kabupaten Wakatobi. Jadi untuk memasyarakatkan olahraga sepeda ini, dimulai dari perangkat pemerintah tepatnya, setiap SKPD mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah,” kata Hasan S.Pd, Kepala Kesbangpol Wakatobi, kemarin. Peserta olahraga ini, terbuka bagi umum. Jadi siapa saja bisa berpartisipasi, yang penting memiliki sepeda. Selama ini, antusias masyarakat mengikuti olahraga sepeda santai cukup tinggi, itu terlihat dari jumlah peserta yang mengalami pertambahan setiap kali diselenggarakan. (cr1)

Belasan Penjudi Togel Dibekuk Rumbia, KP Judi togel alias Kupon Putih (KP) ternyata sudah merajalela di Kabupaten Bombana. Indikasi ini terlihat dari banyaknya penjudi togel yang ditangkap personil polisi dari Polres Bombana. Sejak Mei lalu hingga awal Juli ini, tercatat sudah 11 orang yang dibekuk polisi. Dari belasan tersangka judi togel itu, lima diantaranya merupakan hasil tangkapan personil Polsek Poleang Barat. Mereka adalah, Mansur, Sahrir dan Yandu. “Ketiga ter-

sangka ini dibekuk di Desa Ranokomea, Senin 30 Mei lalu. Saat ditangkap, anggota mengamankan uang tunai sebanyak 157 ribu rupiah,” kata Kapolsek Poleang Barat, Ipda Syamsir. Mantan personil Detasemen 88 Anti teror Polda Sultra ini menambahkan, dua hari pasca Mansur Cs ditangkap, anggotanya kembali membekuk Sukri bin Sunding serta Mustari bin Talib di Desa Rakadua. Saat ditangkap, polisi mengamankan puluhan ribu uang tunai serta beberapa bukti judi togel lainnya. “Saat ini, lima tersangka bersa-

ma barang buktinya sudah dilimpahkan di Kejari Baubau,” tutur Syamsir, kemarin. Polres Bombana juga tak ketinggalan menangkap pelaku judi kupon putih. Dalam kurun waktu satu bulan, ada enam tersangka yang ditangkap. Mereka adalah Bengki, Nasrun, Rahmat Ali, Ridwan, Firman dan Rahman. Menurut Kasat Reskrim Polres Bombana, AKP Muhammad Sioti, lima tersangka yang lebih dulu ditangkap sudah dilimpahkan di Kejari Baubau. Sedangkan Rahman,

berkas perkaranya sudah rampung tinggal menunggu pelimpahan di Kejaksaan negeri Baubau. Kapolres Bombana, AKBP Arief Dwi Koeswandhono mengatakan, masalah judi dan berbagai jenis penyakit masyarakat merupakan salah satu programnya untuk di tuntaskan. Olehnya itu Dia memberi penegasan khusus pada anggotanya untuk diberantas. “Segala bentuk judi tidak ada kompromi. Begitu kedapatan langsung ditangkap dan diproses sesuai hukum,” tegas Kapolres Bombana. (nur)


6 Atlet .................. kabupaten/kota, disiapkan fasilitas penginapan di sekolah-sekolah. Ironisnya, sekolah yang disiapkan tidak dengan fasilitas yang memadai. Keluhan soal fasilitas akomodasi yang disiapkan panitia pelaksana datang dari kontingen Kabupaten Muna yang ditempatkan di SMPN 1 Andoolo. Di sekolah yang memiliki 13 ruangan itu, kontingen dari Muna terpaksa tidur melantai tanpa pengalas. Bahkan ada yang terpaksa tidur diluar, karena ruangan tidak bisa menampung atlet sebanyak 613 orang. Agar kesehatan atlet tidak terganggu, KONI Muna mengadakan sendiri karpet sebanyak 16 rool untuk pengalas tidur. Ketua Pengcab FORKI Muna, LM Satri mengatakan, Konsel seharusnya memberikan perhatian serius kepada fasilitas penginapan atlet. Dengan fasilitas penginapan yang didapat kontingen dari Muna, bisa saja berpengaruh pada kesehatan atlet. Wajar saja, pria yang juga menjabat Kadis Sosial Muna itu kecewa. Pasalnya, sebagian atlet karate terpaksa tidur diluar dengan beratapkan tenda darurat. “Kita ibaratkan saja seperti perkemahan sabtuminggu, “ sindirnya. Bupati Muna dr LM Baharuddin, kemarin datang mengunjungi lokasi penginapan kontingen Muna di SMP I Andoolo. Pria yang akrab disapa

Kendari Pos |Kamis, 7 Juli 2011

dokter itu, berulang kali menggelenggeleng kepala melihat kondisi penginapan kontingen Muna. “Informasi dari panitia pelaksana, fasilitas akomodasi akan menjadi tanggung jawab mereka (panitia red). Waktu pelaksanaan Porprov di Raha, kami tanggung semuanya, termasuk kasur dan bantal atlit,” ujar LM Baharuddin. Bila panitia pelaksana menginformasikan tidak menyiapkan fasilitas tidur, bisa diantisipasi sarana itu dibawa dari Muna. Selain itu, Ia juga menyayangkan soal jadwal pertandingan atlet yang baru diterima kemarin. Seharusnya, kata pasangan Malik Ditu itu, jadwal pertandingan setiap olahraga diberikan jauh hari sebelumnya. Sehingga memudahkan mengatur atlet yang bertanding, karena jarak antara lokasi pertandingan dengan penginapan atlet cukup jauh. Secara umum, Bupati Muna menilai, persiapan tuan rumah untuk menggelar Porprov masih kurang. “Kelihatannmya persiapan tuan rumah masih kurang, “timpalnya. Sementara itu, Koordinator Muna untuk wilayah Andoolo, Mahmud Muhamad mengatakan, akomodasi awal yang dijanjikan oleh panitia pelaksana Porprov, menggunakan kasur. Namun realitas dilapangan tidak seperti itu. Dirinya sudah menanyakan kepada panitia, terkait sarana akomodasi. Informasinya fasilitas itu akan disiap-

kan kecamatan dan desa. Namun Kecamatan rupanya tidak bisa mengadakan. “Kita terima saja. Namun fasilitas yang minim ini jangan melemahkan kita,” pungkasnya. Kontingen Baubau juga mengeluhkan fasilitas yang disediakan tuan rumah Konsel. Kondisi gedung SMPN 3 Palangga tempat para diinapkan sangat memprihatinkan karena jumlah toilet sekolah tidak mampu menampung ratusan peserta ditambah lagi sulitnya mendapatkan kebutuhan air disekolah tersebut. Namun para atlet tampak menikmati dan tetap eksis latihan diseputar pelataran halaman sekolah. Sedangkan beberapa peserta cabang lainnya seperti Dayung, bulu tangkis dan renang menginap di mess Kota Baubau, karena pertandingan cabang tersebut di pusatkan di Kota Kendari. Sekretaris Koni Kota Baubau, Fauzi mengatakan dalam ajang tersebut Kota Baubau menyisakan lima cabor lainnya yang tidak diikuti diantaranya golf, wushu, Sepatu roda, Balap sepeda dan Gulat. Ketidak ikut sertanya Baubau di lima cabang tersebut cukup beralasan karena ada beberapa cabor yang belum memiliki pengcab. “Dari 27 cabang yang diperlombakan Kota Baubau mengikuti 22 cabang dengan rincian peserta 256 putra dan 124 putri,” ujar Sekretaris KONI Baubau, Fauzi. (awn/p13)

BAN-PT Akreditasi STIP Wuna Raha, KP Usaha Pemda Muna untuk menaikan status Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Wuna menjadi Universitas, mendapat respon dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tingi (BAN-PT). Sebagai tahap awal, syarat untuk menaikan status PT yang dikelola oleh Muh Sifa itu, program studinya harus terakreditasi. Rencananya, dalam pekan ini tim akreditasidariBAN-PTakanberkunjung ke Muna. Kedatangan tim BANPT itu diungkapkan Komisi III DPRD Muna, setelah melakukan konsultasi dengan lembaga tersebut. Menurut La Ode Tariala, anggota komisi III, syarat untuk menaikan status STIP Wuna menjadi universitas, diantaranya program studinya harus terakreditasi. Kata Dia, pengelola STIP Wuna telah mengajukan

dua program studi untuk diakreditasi yaitu, Budidaya Perairan dan Agroteknologi. “Tim BAN-PT akan berkunjung ke Muna, 6 - 9 Juli,” terangnya. Menyusul ditahun 2012, dua program studi akan kembali diajukan untuk mendapatkan akreditasi yaitu, Kehutanan dan Agrobisnis. Untuk mendapatkan akreditasi, lanjutWakilKetuaGolkarMunatersebut, tim BAN-PT akan menilai semua unsur pendukung Sekolah Tinggi tersebut. Mulai fasilitas, tenaga pengajar (dosen, red) serta mahasiswa. Bila hasil penilaian BAN-PT, STIP Wuna tidak layak untuk mendapatkan akreditasi. Pemda Muna meminta BAN-PT itu, untuk memberi kelonggaranenambulanuntukmemenuhi semua syarat agar mendapatkan akreditasi. Sementara Ketua Komisi III, La Ode Koso, mempertegas. Kat-

anya selama ini STIP Wuna beroperasi hanya mengantongi surat izin operasional dan belum mendapat akreditasi. Dewan bersama Pemda memiliki komitmen kuat untuk mendorong Sekolah Tinggi satu-satunya di Muna itu, untuk mendapatkan akreditasi. “Komitmen DPRD, akan membantu STIP Wuna agar terakreditasi, “ tegas Sekretaris PAN Muna itu. Bila sampai tahun 2012 nanti, kata Koso, STIP Wuna belum terakreditasi tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ujian skripsi. Ketua Fraksi PAN Muna itu mengungkapkan, Komisi III juga sedang menelusuri lembaga pendidikan kesehatan yang berpusat di Baubau dan membuka cabang di Muna. “Secara aturan tidak diperbolehkan. Apalagi lembaga pendidikan tersebut belum terakreditasi,” tutupnya. (awn)

Mahasiswa ...................

tersebut untuk memudahkan akses dan pemantauan terhadap mahasiswa PKL. Selain itu desa-desa di kedua kecamatan itu memiliki pengeloaaan terumbu karang yang baik,” tegas Jabal. Mahasiswa yang PKL itu, lanjut Jabal sebanyak 16 orang terdiri, 13 orang mahasiswa Fakultas Perikanan Unidayan Baubau, dan 3 orang

dari Unhalu Kendari. “Mereka kami sebar di 8 desa. Dan setiap desa ditempati 2 mahasiswa PKL. Mereka berada di lapangan sejak 30 Juni hingga 15 Agustus,” kata Jabal Dikatakannya, mahasiswa PKL harus konsentrasi pada tugasnya dalam melaksanakan PKL yakni sebagai bahan untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa. (p14)

berupa pengetahuan tentang caracara mengelolah terumbu karang. Dan ilmu itu diharapkan dapat diimplementasikan pada masyarakat di lokasi mahasiswa di tempatkan. “Wilayah Coremap II Buton meliputi beberapa kecamatan, namun dipilihnya Pasarwajo dan Wolowa


7

Kendari Pos |Kamis, 7 Juli 2011

Para Aktivis Dukung Mahfud MD Presiden .................... istrasi MK. “Semua ini harus dilakukan untuk membersihkan lembaga-lembaga negara dari korupsi dan nepotisme, membersihkan lembaga seperti MK dan KPU adalah suatu keharusan. Bahkan, jangan-jangan juga ada wakil rakyat palsu di sana (DPR). Ini kan harus dibetulkan,” tandasnya. Fadjroel bahkan mendorong agar mulai juga ditelisik kemungkinan hasil pilpres ‘dimainkan’ juga oleh para mafia pemilu. “Tentu bukan hanya yang legislatif, kalau misalnya itu menuju untuk membuka kembali pemilu presiden, itu juga tidak boleh dihalangi. Bongkar saja semua,” tambahnya.

Mafia Pemilu Bisa Berlanjut ke Pilpres Sementara itu, penyelidikan Panitia Kerja (Panja) mafia pemilu bisa saja tidak terhenti di tahapan legislatif. Munculnya sejumlah indikasi keterlibatan oknum yang merekayasa penetapan kursi, bisa saja berlanjut pada penyelidikan mafia di Pemilihan Umum Presiden (Pilpres). Wakil Ketua Panja Mafia Pemilu Ganjar Pranowo menyatakan, kemungkinan untuk masuk ke ranah penyelidikan kecurangan pilpres bisa saja terjadi. Fakta yang muncul dalam panja saat ini, telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu legislatif. Kecurangan dalam bentuk lain bisa diselidiki melalui panja DPR RI. “Ini cuma terkait ada tidak kecurangan dalam pil-

pres.” kata Ganjar di gedung parlemen, Jakarta, kemarin. Menurut Ganjar, usulan adanya panja pilpres pasca panja mafia pemilu, bukan bermaksud menggugat kemnenangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono sebagai pemenang. Panja hanya akan sebatas melakukan penyelidikan, untuk nantinya menemukan data-data baru sebagai bahan pertimbangan revisi UU Pilpres. “Tidak perlu paranoid, karena semua tahapan (sengketa pemilu) sudah kadaluarsa. Jadi tidak mengganggu fungsi presiden,” jelasnya. Demikian halnya dalam penyelidikan panja mafia pemilu. Menurut Ganjar, karena panja ini sudah diberi nama mafia pemilu, maka penyelidikan tidak akan berhenti di sebatas surat palsu saja. “Lagipu-

la sejumlah aduan lain dari masyarakat yang sudah masuk ke panja,” Kata dia. Terkait jadwal pemeriksaan panja, rencananya hari ini Panja akan memanggil calon legislatif dari Partai Hanura Dewi Yasin Limpo, Biro Huum KPU dan komisioner KPU. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso juga sependapat dengan pernyataan Ganjar. Masalah surat palsu penetapan kursi anggota DPR bisa menjadi pintu untuk menyelidiki semuanya. Jika panja mafia pemilu mewacanakan untuk melanjutkan di penyelidikan pilpres, dirinya mempersilahkan prose itu berlanjut. “Kalau panja ini digunakan unuk melacak sejumlah indikasi di pileg dan pilpres, saya kira suatu hal yang tidak salah,” kata Priyo secara terpisah. (kyd/bay/jpnn)

Karier Hakim-hakim Antasari di Ujung Tanduk Nasib ........................ diperkirakan pekan depan KY baru menggelar Pleno untuk memutuskan nasib majelis hakim yang memvonis Antasari 18

tahun kurungan badan atas kasus pembunuhan direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Seperti diketahui, kasus Antasari kembali mencuat setelah Komisi Yudisial pada 13

April menemukan indikasi pelanggaran profesionalitas hakim yang menangani persidangan Antasari Azhar, setelah mempelajari pengaduan pengacara Antasari. KY mensinyalir ada sejumlah

bukti-bukti penting yang justru tidak dihadirkan hakim. Bukti penting yang diabaikan itu seperti bukti dan keterangan ahli terkait senjata dan peluru yang digunakan dan pengiriman SMS dari HP Antasari.(kyd)

Zainuddin MZ Ingin Bangun Kompleks Pendidikan Islam Kisah ........................ perkirakan butuh duit sekitar Rp 3,6 miliar. Lantas, bagaimana cara Zainuddin mengumpulkan uang sebanyak itu? H Fatullah Zailani, anak angkat Zainuddin, menceritakan bahwa salah satu cara yang dilakukan ayah angkatnya adalah mengundang para pejabat dan figur publik untuk datang ke masjid tersebut. Itu dilakukan setiap ada peringatan hari besar Islam. Para pejabat dan figur publik itulah yang akhirnya ikut menyumbang untuk renovasi. “Tapi, dana dominan masih dari Pak Kiai (Zainuddin),” imbuhnya. Salah seorang pejabat yang diundang datang ke masjid itu adalah Jusuf Kalla ketika menjadi wakil presiden. “Gubernur Jakarta Fauzi Bowo juga pernah datang,” ujarnya. Meski cukup banyak pejabat dan figur publik yang datang ke masjid itu, bantuan dana tetap tidak lancar. Sebab, tidak semua yang datang ikut menyumbang. Masjid itu mulai direnovasi pada 2004 dan kelar empat tahun kemudian (2008). Biayanya pun membengkak. Jika awalnya diperkirakan menelan dana sekitar 3,6 miliar, ternyata renovasi itu menghabiskan Rp 5 miliar. Lamanya proses renovasi, kata Fatullah yang juga sekretaris Masjid Fajrul Islam, tidak disebabkan masalah dana. Tapi, itu terjadi karena ulah kontraktor. Kini Masjid Fajrul Islam sudah berdiri megah. Pada Maret 2010, masjid itu diresmikan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo. Jika dulu hanya mampu memuat sekitar 600 jamaah, kini Masjid Fajrul Islam bisa menampung lebih dari seribu jamaah. Kombinasi warna kalem hijau dan biru tampak enak dipandang. Lantai dasar masjid tersebut berfungsi sebagi tempat pertemuan. Karena bukan ruangan utama ibadah, tidak banyak ornamen yang dipasang untuk memperindah. Ruangan tersebut dibiarkan lapang tanpa karpet untuk beribadah. Di belakangnya terdapat tempat wudu pria dan wanita. Untuk memasuki ruang ibadah utama, jamaah harus menaiki tangga. Terdapat empat pilar berdiameter sekitar 80 cm yang menopang kubah utama. Jendela besar dengan kaca berwarna-warni menambah kesan indah. Ukurannya yang besar membuat suasana masjid menjadi adem ketika semua jendela dibuka lebar. Tidak hanya itu, bagian dalam kubah yang dilukis bermotif awan tersebut menjadi enak dipandang. Berbagai kaligrafi bertulisan Arab berwarna-warni menimbulkan efek elegan. “Sekarang masjidnya jauh lebih indah daripada rumah kami, seperti diharapkan ayah kami,” tutur Fatullah. Namun, kata Fatullah, mimpi Zainuddin tidak berhenti sampai di situ. Ada mimpi besar lainnya, yakni ingin membangun kawasan sekitar masjid menjadi kompleks pendidikan Islam terpadu seperti pondok pesantren. Saat ini, lanjut dia, konsep realisasi pendidikan itu mulai dilakukan.

Rencananya, masjid tersebut akan dikelilingi lembaga sekolah, mulai SD, SMP, hingga SMA. Saat ini Zainuddin sebenarnya sudah memiliki dua sekolah, yakni Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah. Namun, tata letak keduanya belum sempurna betul di samping masjid. Ada cerita tersendiri mengenai sekolah dan masjid tersebut. Fatullah yang ikut Zainuddin sejak kecil itu mengatakan, dua hal tersebut yang bisa membuat ayahnya mendapat julukan dai sejuta umat. Kalau masjid dibangun pada 1990, dua sekolah itu dirintis sejak 1973. “Sebelum di dunia dakwah,

pendidikan adalah dunia Kiai,” ungkapnya. Anak pertama Zainuddin M.Z. Fikri Haikal menambahkan, cita-cita ayahnya itu yang kini harus dilanjutkan. Bagi dia dan adik-adiknya, bisa jadi hal itu bukan merupakan persoalan yang susah. Sebab, grand design kompleks pendidikan tersebut sudah ada. “Ayah ingin sekali memiliki pesantren, giliran kami yang akan meneruskan,” ucapnya. Si sulung itu juga paham betul bahwa ayahnya juga menginginkan ada rumah atau asrama bagi para santri kelak. Termasuk menjadikan pendidikan terpadu itu sebagai tempat berkumpul para kiai. Dengan be-

gitu, pengaderan bisa dilakukan lebih sistematis. “Termasuk kalau wafat, kiai dimakamkan di sini (Masjid Fajrul Islam),” ujarnya. Dan jenazah Zainuddin kemarin memang dimakamkan di kompleks masjid tersebut. Kapan semua itu bisa diwujudkan? Fikri tidak tahu persis. Selain masih dalam kondisi berkabung, dia tahu betul bahwa mewujudkan kompleks pendidikan terpadu ala pesantren modern itu tidak mudah. Buktinya, hingga kini ayahnya belum berhasil mewujudkan itu. “Ayah bilang, membuat pesantren itu tidak semudah membalik telapak tangan,” tuturnya.(kum)

Demokrat Akui Terganggu dengan Serangan Nazaruddin Nazaruddin ................ bawa bukti-bukti nyanyiannya ke penegak hukum. “Nantinya

jika ada kader partai yang terlibat, partai tidak akan melindungi. Kebijakan partai sudah jelas, kalau masalah pengumpulan dana tidak ada satu sen pun

yang ilegal. Itu pasti. Kalau ada kader atau pngurus diduga melakukan pembiasan, itu adalah tanggung jawab oknum tersebut,” paparnya.(gel)

Mantan Ajudan Gus Dur Jadi Kabareskrim Tongkat ..................... hukum itu. Dia mengakui masih banyak kasus yang sedang berjalan di Bareskrim saat kepemimpinannya berakhir. “Insya Allah akan dilanjutkan dengan baik oleh beliau,” kata Ito sambil mempersilahkan Sutarman menemui wartawan. Ito pun pelan-pelan undur diri dan bergegas keluar dari gedung Rupatama Mabes Polri bersama istrinya. Sutarman yang dicecar wartawan soal kasus-kasus yang belum tuntas tampak tenang. Mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu memastikan anak buahnya bekerja sesuai tenggat. “Ada patokan waktu penyelesaian kasus. Secara umum ya secepatnya, apalagi kasus-kasus besar,” katanya. Meski memantau perkembangan kasus-kasus kakap di media, Sutarman mengaku belum mengetahui secara detail rinciannya. “Saya akan baca lagi. Nanti saya minta penyidiknya (laporan),” kata Sutarman. Setidaknya ada tiga kasus

besar yang kini sedang ditangani Bareskrim Polri. Yang pertama, kasus surat palsu Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan politisi Partai Demokrat Andi Nurpati dan sejumlah staf MK. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan tersangka. Lalu, pengejaran mantan bendahara umum Partai Demokrat M. Nazaruddin yang dilakukan tim gabungan anatara Polri dan KPK. Hingga kemarin, upaya pencariannya masih belum membawa hasil signifikan. Yang ketiga, kasus penggelapan dana nasabah Citibank Malinda Dee yang hingga kini berkasnya belum juga dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Agung. Apakah tidak keder menangani kasus politisi partai penguasa? Sutarman menoleh. “Saya pastikan tidak ada politik di Bareskrim. Jadi jangan kaitkan masalah politik, kebijakan dan pidana. Itu sendirisendiri,” kata alumnus Akpol 1981 itu. Sutarman juga berjanji mempercepat penyelesaian laporan yang masuk ke institusi Polri. Menurutnya jika ada kasus yang tidak selesai maka akan timbul

keluhan dari masyarakat. “Kita tidak bicara besar kecil. Tapi, semua kasus. Polri kan melayani semua lapisan masyarakat,” katanya. Serah terima jabatan juga dilakukan untuk posisi Kapolda Metro Jaya, dari Irjen Pol Sutarman kepada Irjen Pol Untung Suharsono Radjab. Posisi Kapolda Jatim diserahkan dari Irjen Pol Untung Suharsono Radjab diserahkan kepada Irjen Pol Hadiatmoko, posisi Kapolda Bali diserahkan dari Irjen Pol Hadiatmoko kepada Irjen Pol Totoy Herawan Indra dan posisi Asisten Operasional Kapolri diserahkan dari Irjen Pol Sunarko kepada Irjen Pol Badrodin Haiti, dan posisi Koorsahli Kapolri diserahkan dari Irjen Pol Badrodin Haiti kepada Irjen Pol Edward Aritonang. Sedang posisi Kapolda Jateng diserahkan dari Irjen Pol Edward Aritonang kepada Irjen Pol Didiek Sutomo Triwidodo, posisi Kapolda Sumsel diserahkan dari Irjen Pol Hasyim Irianto kepada Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief, dan posisi Kapolda Papua diserahkan dari Irjen Pol Bekto Suprapto kepada Irjen Pol Bigman Lumban Tobing.(rdl/agm)


C M Y K

8

Kendari Pos |Kamis, 7 Juli 2011

C M Y K

Ramadhan Pohan Anggap Nazaruddin Seperti Hantu UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida saat menerima kunjungan Parlemen Kamboja, di gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (6/7). Pertemuan tersebut membahas hubungan kerjasama dan organisasi parlemen Asia.

Whistleblower Harus Dapat Hukuman Ringan Jakarta, KP Bertemu dengan Ketua Mahkamah Agung (MA) hari ini, Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum membahas dua persoalan utama. Yang pertama yaitu rencana Satgas dan MA yang akan menyelenggarakan suatu pertemuan pada pertengahan bulan ini, mengenai bagaimana perlakuan terhadap justice collaborator, yaitu pelapor pelaku seperti Agus Condro (dalam kasus dugaan suap pemilihan DGS BI, Red). “Untuk itu, perlu dipikirkan penanganan khusus untuk mereka yang melakukan, tetapi juga melaporkan,” kata Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Kuntoro Mangkusubroto, usai pertemuan di Gedung MA, Jakarta, kemarin. Dikatakan Kuntoro, pelapor pelaku seharusnya mendapatkan hukuman yang lebih ringan dibandingkan yang lain. Menurutnya pula, sekarang ini - dalam proses hukum di Indonesia - masih belum dibedakan antara pelaku dan pelaku pelapor. “Anda bisa lihat, hukuman Agus Condro kan hanya beda sedikit. Dua bulan. Tentunya dalam pembahasan nanti, hukuman yang diberikan kepada Agus Condro mesti jauh lebih rin-

gan dibandingkan yang lain,” jelasnya. Dikatakan Kuntoro, Satgas dan MA juga sangat serius melihat masalah ini, karena kasus besar itu menurutnya tidak akan terbuka kalau tidak ada pelaku pelapor Kuntoro Mangkusubroto seperti Agus Condro. “MA juga positif sekali menanggapi ini,” tuturnya. Sementara, masih menurut Kuntoro, hal kedua yang dibicarakan dalam pertemuan itu, adalah Satgas menyampaikan mengenai rencana-rencana aksi yang sudah diterbitkan dalam bentuk Inpres Nomor 9 tentang pemberantasan korupsi, untuk bisa diimplementasikan bersama-sama dengan lembaga-lembaga lain. “Beliau (Ketua MA) juga tadi sempat menyinggung masalah penangkapan hakim. Tetapi tadi tidak secara khusus dibahas,” tandasnya. (kyd/jpnn)

Jakarta, KP Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan mengungkapkan serangan yang dilakukan mantan Bendahara Umum DPP PD M Nazaruddin mengganggu Partai Demokrat. Wartawan senior itu bahkan menganggap nyanyian Nazaruddin seperti hantu yang sangat sulit dihadapi. “Serangannya sangat mengganggu kami. Kami sulit melakukan klarifikasi atau pembelaan karena kita seperti berhadapan dengan hantu Nazaruddin, tidak konkrit. Makanya kita menginginkan agar Nazaruddin segera bisa ditemukan oleh kepolisian

tanah air dan silakan dibeberkan semuanya tak perlu ada kekhawatiran karena sekarang kita hidup di zaman reformasi bukan orde baru,” kata Ramadhan Pohan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, kemarin. Pohan juga mengaku sudah tak pernah lagi berhubungan dengan tersangka kasus dugaan suap Sesmenpora tersebut. “Paling tidak sudah sepekan tidak ada hubungan dengan Pak Nazaruddin. Malah kan beliau aktif berhubungan dengan media,” ujar Pohan. Karena sudah tidak saling berkomunikasi, Pohan tak

mengetahui posisi Nazaruddin. “Kita tidak tahu di mana, kita serahkan semuanya ke pihak kepolisian karena partai tak punya alat mendeteksi keberadaan beliau, sedang polisi punya,” tukasnya. Apakah Nazaruddin akan dipecat sebagai kader Partai Demokrat? Pohan mengatakan itu bukan kewenangannya untuk menyampaikan. “Tapi yang pasti dewan kehormatan bekerja. DPP juga mencermati situasi ini,” katanya. Dia berharap Nazaruddin bisa segera memberi keterangan secara lengkap dan mem-

Baca NAZARUDDIN di Hal. 7

Pelanggan Harus Diimbangi Pembangunan Pembangkit Jakarta, KP PT PLN (Persero) dimnta untuk lebih fokus dalam penyediaan daya pembangkit daripada menjual listrik. Alasannya, dengan bertambahnya pelanggan baru PLN dikhawatirkan akan berakibat pada terjadinya pemadaman bergilir lantaran ketersediaan daya tidak mampu melayani kebutuhan pelanggan. “Kita minta PLN fokus saja dulu dalam menyediakan daya daripada menjual listrik, karena kita khawatir dengan bertambahnya pelanggan baru akan kembali terjadi pemadaman bergilir “ ujar anggota Komisi VII DPR, Sutan Sukarnotomo saat rapat dengar pendapat dengan Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM dan Direksi PLN di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Politisi dari Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa Komisi

VII DPR bukan tak sepakat dengan program PLN yang ingin menuntaskan jumlah daftar tunggu penyambungan listrik. Namun diingatkan, program penyambungan baru ini harus diiringi dengan pembangunan pembangkit, terutama program PLTU 10.000 Megawatt. “Saat ini kita lihat banyak sekali proyek pembangunan pembangkit masih terbengkalai yang seharusnya sudah selesai. Jadi fokus saja pada penyelesaiannya, sehingga bisa memproduksi listrik secepatnya,” ungkap Sutan. Dengan demikian tambahnya, ketersedian daya listrik yang lebih besar itu akan mampu melayani pelanggan dengan lebih baik tanpa ada gangguan. “ Sekali lagi kita minta PLN bisa tahan dulu penjualannya yang lebih besar daripada penyediaan listrik,” pungkasnya.(yud)

SBY: Birokrasi Hambat Investasi Jakarta, KP Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan masih banyak kendala untuk mewujudkan rencana pembangunan seperti sudah tertuang dalam Masterplan Percepatan, Perluasan dan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Presiden menerima laporan lengkap terkait kendala-kendala itu langsung dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Kendala-kendala itu antara lain lambannya birokrasi, kelistrikan, dan pertanahan. Untuk menghadapi berbagai permasalahan tersebut, SBY menginstruksikan seluruh jajaran menteri, gubernur, bupati/walikota, dan lembaga non pemerintah untuk mengatasinya secara lebih serius lagi. “Saya dapat laporan dari UKP4, masih ada terjadi kelambanan dalam birokrasi kita. Saya tidak bisa beri toleransi

Baca SBY di Hal. 2

C M Y K

C M Y K


Diskusi Mingguan

Kamis, 7 Juli 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Dulu Dihujat, Kini Dipuja Libatan PNS Saat Bersihkan Kota Kendari Perjuangan pemerintah kota (Pemkot) meraih Adipura berbuah hasil. Tak tanggung-tanggung, predikat sebagai salah satu kota bersih di Indonesia, sudah kali ketiga disabet di bawah kepemimpinan Ir Asrun sebagai wali kota Kendari bersama wakilnya Musadar Mappasomba. Tapi, menggapai hasil memuaskan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dihujat,didemo dan beragam kritikan di berbagai media lokal. Hal itu akibat Pemkot melibatkan PNS untuk bersihkan kota,setiap selasa dan Jumat. Tapi kini, semua memberikan aplaus karena ambisi Pemkot meraih Adipura bisa terwujud. Hal ini terungkap dalam Diskusi Mingguan Kendari Pos bersama Dinas Kebersihan Kota Kendari, Badan Lingkungan H i d u p dan DPRD Kendari, yang mengambil tema “Green and Clean”. Hadir pula LSM yang

Baca dulu di Hal 10

foto:darwin/kp

Para nelayan mencari ikan di Teluk Kendari. Mungkin masa akan datang,jika tidak segera ditangani serius ancaman pendangkalan,kemungkinan besar pemandangan seperti ini tak akan terlihat lagi.

Lumpur di Teluk dari Luar Kendari Kerja keras Agussalim bersama stafnya mendapat apresiasi dari Deny, pengurus Lepmil. Sayangnya, kata Deny, Dinas Kebersihan hanya fokus pada kebersihan di darat. Sementara kebersihan Teluk Kendari diabaikan. Menurutnya, kebersihan Kendari saat ini sudah bagus. Terbukti dengan diraihnya Adipura. Tapi, dia menyayangkan karena fokus bersih-bersih kota hanya di kelurahan. Padahal, anggaran Dinas Kebersihan mengalami peningkatan yakni Rp 12 miliar. Sementara ada Teluk Kendari yang

perlu dibersihkan dari sampah dan pencemaran lingkungan yang hampir menyebabkan pendangkalan Teluk. Apalagi, Teluk adalah icon Kota Kendari. “Di darat sudah bersih, tapi kalau lihat kota dari sisi Teluk Kendari, masih kotor. Saat turun air,

Retribusi Sampah Akan Diberlakukan Djayadi Said

teras metro

Unhalu Lepas 1244 Mahasiswa KKP Universitas Haluoleo (Unhalu) kembali melepas mahasiswa KKP untuk mengabdikan diri ke masyarakat. Pelepasan 1244 mahasiswa dilakukan di Auditorium Mokodopit, Unhalu kemarin. 1244 mahasiswa terbagi dari berbagai

Baca unhalu di Hal 10

Sebentar lagi Kadis Kebersihan Agusalim akan memasuki masa pensiun. Kendati begitu, mantan lurah Kemaraya itu sepertinya tidak kehilangan strategi mempertahankan lingkungan yang bersih di kota ini. Bahkan sudah memikirkan bagaimana teknik pengangkutan sampah yang sekaligus bisa berkontribusi menyumbang pendapatan asli bagi daerah (PAD). Sebuah rencana yang selama ini mejadi bahan pemikirannya adalah, menerapkan retribusi sampah rumah tangga, untuk seluruh masyarakat Kendari. S e l a m a ini, kata Agus,

Agussalim ULFA SARI SAKTI/KP

Rektor Unhalu, Prof H Usman Rianse didampingi Pembantu Rektor I Prof La Sara,PhD dan Ketua LPPM Dr Ansir, saat memasang atribut almamater terhadap mahasiswa KKP yang siap dilepas kemarin.

masyarakat digratiskan sehingga sama sekali tidak ada sumbangsi untuk PAD. Padahal, di daerah lain tidak ada yang gratis. Bahkan ada yang membayar sampai ratusan ribu rupiah hanya untuk retribusi sampah rumah tangga yang dihasilkan dalam setiap bulannya. “Dulu memang retribusi K3 dilekatkan dengan pembayaran rekening listrik. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Makanya, saya sangat berkeinginan agar bisa diterapkan kembali dengan mekanisme yang berbeda. Selain untuk memberikan

Baca retribusi di Hal 10

itu buruk sekali dari sisi pencemaran lingkungan. Kenapa fokusnya hanya di kelurahan,” katanya. Untuk pertanyaan itu, Agussalim menjelaskan, peningkatan anggaran tersebut untuk membeli 5 unit mobil sampah. Konsekuensi, diikuti pembe-

lian suku cadang dan bahan bakar serta adanya pegawai kontrak yang direkrut. Belum lagi untuk membayar gaji sopir dan 4 buruh sampah. Satu sopir diupah Rp 750 ribu perbulan. Sedangkan buruh Rp 600 ribu perbulan. Pembelian itulah yang memberatkan, karena nilainya lebih 1 miliar rupiah. Itu belum termasuk pembelian bahan bakar. Setiap harinya, 1 armada butuh 10 liter bahan bakar. Khusus kondisi teluk Kendari, kata

Baca lumpur di Hal 10

Pemerintah Tak Anggarkan BLH Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Kendari ternyata tidak mendapat anggaran untuk mengembangkan beberapa program lingkungan hidup. Yang ada justru cuma dana rutin. Hal terserbut terungkap saat Diskusi Mingguan yang digelar Kendari Pos di Graha Pena,Selasa lalu. Menurut Kepala BLH Tin Farida, program edukasi lingkungan di sekolah-sekolah belum maksimal karena tertumbuk anggaran. Kendati demikian dia tetap optimis Kendari akan terus baik dalam hal lingkungan dan kebersihannya. Ungkapan Tin Farida ini karena menjawab keluhan La Ode Wahidin dari Fosil Indonesia. Menurut Wahidin, seharusnya BLH kreatif dalam menjaga lingkungan, salah satunya dengan mengedukasikan ke sekolah. Karena itu, Tin Farida langsung menunjuk anggota DPRD Djayadi Said yang kebetulan hadir dalam diskusi untuk memberikan anggaran. Menurut Djayadi, DPRD Tin Farida sangat peduli dengan lingkungan. Namun yang jadi ironis pihak eksekutif tidak mengusulkannya sehingga tak ada alasan untuk memperjuangankan di dewan. “Eksekutif tidak memasukan anggarannya saat pembahasan APBD. Kami dewan bagaimana bisa perjuangkan kalau eksekutif sendiri tidak memprogramkan dananya. Dewan cuma eksekusi, yang menentukan adalah eksekutif,”tukas Djayadi lagi berulang-ulang. Menurut Tin, tahun 2011 BLH mendapat kurang lebih Rp 500 juta dari dana rutin. Tentu saja dana kecil untuk sebuah badan yang ditugasi menjaga kota agar tetap hijau dan bersih.Karenanya, dia berharap, Djayadi Said yang mewakili anggota DPRD bisa mendengar keluhannya itu, dan menganggarkan di APBD-P. (dri)


Metro

10

Ada Masalah, Lapor ke Panitia KKP Dulu... fakultas seperti Fekon 290 orang, FISIP 466, Faperta 54, FMIPA 70, Fakultas Teknik 125, Fakultas Hukum 151, dan FPIK 88 orang. Mereka berada di masyarakat selama 45 hari atau 29 September akan datang. Menurut Ketua Panitia KKP Syaifudin Zuhri Kasim, mahasiswa terbagi di 128 lokasi yang meliputi beberapa kabupaten/ kota se-Sultra. Antara lain Pemprov 182 orang di 18 lokasi, Pemkot Kendari 485 orang dengan 36 lokasi, Pemkab Konawe 12 orang di 1 lokasi, Konsel 105 orang di 11

lokasi, Pemkab Kolaka 68 di 12 lokasi, Pemkab Buton Utara 53 orang di 9 lokasi. Selain itu yang mengabdikan diri di instansi vertikal, sebanyak 284 orang di 31 lokasi. Sedangkan di Unhalu sendiri sebanyak 55 dengan 8 lokasi, dan Coremap (Coral Reef Rehabilitation and Management Program)18 orang di 2 lokasi Wakatobi dan Buton. “ Mereka dibimbing 64 orang, tim supervisi 21 orang, tim monitoring dan pembantu dekan 7 orang,” katanya. Ia berharap agar masyarakat dapat memberi kesempatan pada mahasiswa dan dosen menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku

kuliah. “KKP bermanfaat untuk melatih mahasiswa agar dapat megidentifikasi dan menangani berbagai permasalahan sesuai bidang ilmunya,”katanya lagi. Rektor Unhalu, Prof Usman Rianse mengharapkan seluruh mahasiswa dapat menerapkan disiplin ilmu di lapangan. Selain itu mahasiswa juga harus mampu membuat program dan menuntaskannya. “Jadilah orang yang memberikan manfaat.Kami juga mengharapkan para pembimbing agar memberikan bimbingan yang baik. Jika mahasiswa ada masalah segera melapor ke panitia,” katanya. (p1)

Edukasi Lingkungan Untuk Generasi Mendatang Lumpur... dia, sudah sejak dulu keadannya memprihatinkan. Tapi yang terpenting, bagaimana mencari solusi pencegahan pendangkalan teluk. Dia menjelaskan, pendangkalan terjadi bukan dari bawah laut, tapi dari kali. “Lumpur bukan saja datang dari masyarakat Kota Kendari, tapi dari luar kota. Sungai Wanggu meluap karena adanya aliran dari sungai Konsel. Begitu juga Nipa-nipa dari masyarakat Soropia. Bagaimana diminimalisir, kita ker-

jasama RT/RW agar masyarakat tidak buang sampah ke laut. Dulunya warga Kemaraya buang sampah ke laut. Makanya kita obati dengan angkut kotoran agar tidak ke laut,” katanya. Di dinas kebersihan, lanjut dia, ada unit tersendiri yang menangani sampah dari kali seperti Kali Sodoha, Kadia, Kampung Salo. Pembersihannya dikerjakan honorer yang bekerja tiap hari. Penjelasan Agussalim belum menjawab tanya di benak La Ode Wahidin, anggota Focil Indonesia Sultra. Kata Wahidin, peningkatan dari Rp 7 miliar ke 12

miliar, itu sangat signifikan. Harusnya, dari Rp 12 miliar itu, dinas kebersihan mengalokasikan untuk mengedukasi murid SD dan pelajar SMP. Sebab, edukasi tentang pendidikan lingkungan hidup sangat penting bagi generasi berikutnya. Makanya, dia mempertanyakan, dari Rp 12 miliar tersebut, berapa yang dialokasikan dinas untuk edukasi lingkungan. Karena program pendidikan lingkungan hidup sudah mendapat SK wali kota. Nantinya generasi muda akan paham akan lingkungan, termasuk menjaga Teluk Kendari. (dri)

Kendari Pos | Kamis, 7 Juli 2011

Pertimbangkan Volume Sampah Retribusi... kontribusi bagi daerah, juga dapat menjadi motivasi kepada warga untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan,” terangnya. Meski begitu, ia tetap mempertimbangkan volume sam-

pah yang dihasilkan dalam sebuah rumah tangga. Produksi sampah keluarga besar dan keluarga kecil itu tidak sama. Jadi akan lebih efektif jika dihitung dengan sistem orang perorang. Apalagi, bukan hanya orang dewasa saja yang menghasilkan sampah, tapi bayipun juga memproduksi lebih banyak

sampah setiap harinya. Rencana yang dikemukakan Agus itu, tentu tetap mempertimbangkan warga yang kurang mampu, dan jangkauan dari armada sampah yang beroperasi setiap hari. Agus tidak menghendaki jika warga tetap bayar, meskipun sampahnya tidak pernah diangkut oleh ar-

mada kebersihan. Ia mengaku program tersebut masih perlu analisa mendalam, apakah akan menggunakan PDAM untuk melekatkan retribusi, atau langsung ke masyarakat. “ Kalau PDAM kan tidak semua masyarakat jadi pelanggan. Tapi kami masih akan pikir polanya,”katanya. (fya)

Orang Finlandia Akui Kebersihan Kendari Dulu... konsen memperjuangkan lingkungan seperti Lepmil dan Focil Indonesia. Kadis Kebersihan Agussalim mengatakan, pada awal pemerintahan Ir Asrun, sudah menjadi tekad untuk mengubah imej Kendari menjadi kota bersih. Makanya, dia mengumpulkan semua kadis untuk mengerahkan segala tenaga dan pikiran mereka, dengan harapan Kendari bisa meraih Adipura. “Waktu itu malam tahun baru, kita dikumpulkan sama Pak wali. Tekad beliau mau ubah julukan kotor jadi bersih. Saya lebih berat pada bagaimana menciptakan kota bersih. Akhirnya dengan evaluasi dan kerja yang tak kenal waktu, kami bisa ciptakan Kendari bersih,” katanya. Kepala Badan Lingkungan Hidup Ir Tin Farida meng-

klaim, instansi yang dipimpinnya bukan hanya menekankan pada konsep kota yang bersih (clean), tapi juga menciptakan kota hijau (green). Hanya yang membedakan dari lokasinya. Penekanan kata “Green” fokus pada ruang terbuka hijau. Terkait dilibatkannya PNS dalam kerja bakti, kata dia, itu sudah pasti menuai complain. Tapi, bukan hanya PNS yang complain ketika disuruh bekerja. Di lingkungan keluarga, menurut dia, juga terjadi demikian. Apalagi, Kota Kendari memiliki penduduk yang heterogen. Namun, dia menghimbau, agar itu bisa dilihat dari sisi manfaatnya. “PNS ini sebenarnya bukan semata-mata kerja bakti, tapi ada motivasi lain yaitu memberi contoh bagi masyarakat. Di Pasar Baruga, sekarang ini yang sapu jalan bukan lagi PNS, tapi sudah masyarakat. Kepala pasar sampai bilang,

kenapa Adipura tidak tiap hari, karena Pasar Baruga bisa bersih terus,” katanya menirukan ungkapan kepala pasar. Anggota DPRD Kota Kendari, H Djayadi Said yang ikut dalam diskusi Kendari Pos, sempat menyayangkan mereka yang protes kebijakan wali kota dalam menurunkan PNS untuk meraih Adipura. Menurutnya, sangat disayangkan yang menanggapi miring perintah Asrun tersebut. Karena, pelibatan PNS hanya untuk hari Selasa dan Jumat saja. Itu pun, hanya untuk strategi menumbuhkan kesadaran masyarakat. “Jangka panjangnya, menumbuhkan kesadaran masyarakat. Tinggal bagaimana masyarakat melihat. Yang jelas PNS diminta loyalitasnya, tapi tidak meninggalkan pelayanan terhadap publik. Saya kira tidak ada masalah, tinggal bagaimana kita melihatnya,” terangnya. Dari diskusi kemarin, rata-

rata sepakat, keterlibatan PNS bersih-bersih kota jelang penilaian Adipura, bukanlah hal yang patut untuk disoal. Bahkan, La ode Kabias SH, salah seorang PNS yang juga hadir dalam diskusi tersebut, mengatakan, sebagai PNS dan wakil dari masyarakat, dia menganggap tak ada yang salah dengan instruksi wali kota. Sebab posisi PNS adalah mengejawantahkan keinginan walikota. “Perintah wali kota sangat bagus, karena perintah itu adalah bentuk loyalitas. Kalau instruksi itu untuk masyarakat, pasti kerjanya lama. Kebijakan itu tidak perlu dicomplain. Ada orang Finlandia yang tangani Badan Rekonstruksi Aceh datang ke Kendari. Dia bilang, pemerintah Aceh harusnya studi banding ke sini mengenai kebersihan kota. Harusnya kita bangga, makanya jangan disalahkan,” tandasnya. (dri)


Kendari Pos | Kamis, 7 Juli 2011

Metro

11

foto:sulis/kp

Kapal cepat lintas kabupaten sedang parkir di Dermaga Nusantara Kendari. Pelabuhan yang dikelola PT Pelindo ancang-ancang menaikkan tarif masuk pelabuhan, dari Rp 4.000 menjadi Rp 8.000

PT Pelindo Ngemis ke Dewan Minta Retribusi Masuk Pelabuhan Dinaikkan Rp 8.000 Kendari, KP PT Pelindo Cabang Kendari kebingungan menalangi gaji karyawannya. Lihat saja ketika memaksa dewan untuk menaikkan biaya masuk pelabuhan,dari Rp 4.000 menjadi Rp 8.000. Angka yang mencengangkan. Lantas, wajarkah dengan beban biaya setinggi itu? Perseoalan tersebut dibahas di dewan Kendari kemarin. Ternyata gaji PT Pelindo dibebankan pada masyarakat Sultra. Hal ini ter-

ungkap saat Komisi III DPRD Kota Kendari yang dipimpin Ketua Komisi III Alwi Genda, Sekretaris Komisi Muh. Amin dan beberapa anggota komisi III lainnya seperti Muh Lubis, Muh. Yahya, Djayadi Zaid dan Zainuddin Monggilo.Mereka kunker ke Kantor PT Pelindo Cabang Kendari. “ Nilai Rp 8.000 perpenumpang itu sebetulnya kecil. Apalagi gaji semua gaji karyawan di sini dibayar dari penghasilan kita yang didapat dari pelabuhan ini. Salah satu pendapatan kita dari karcis pas masuk ini. Kalau ada laba,

ya kita stor ke PT Pelindo pusat. Pendapatan PT Pelindo di Kota Kendari ini, ya ada juga labanya,” jelas Manager PT Pelindo Kendari, Edy Paulus pada komisi III kemarin. Tak urung penjelasan Manager PT Pelindo ini mendapat reaksi beragam dari komisi III. “ Rancu sekali, status karyawan di sini adalah pegawai negara, tapi digaji oleh rakyat yang menggunakan jasa pelabuhan yang dikelola PT

Pelindo. Coba rasionalkan kembali kenaikkan karcis pas masuk pelabuhan, misalnya cuma naik Rp 1.000. Masalahnya kosumen yang menggunakan jasa pelabuhan kita ini,adalah masyarakat menengah ke bawah. Mayoritas mahasiswa dan masyarakat kecil,” tukas Alwi Genda. Hal senada juga dikatakan Muh. Yahya, H. Djayadi Zaid, Lubis dan Zainuddin Monggilo. “ Rencana kenaikkan dari Rp 4.000 ke Rp 8.000

perpenumpang, sangat tinggi. Apakah angka ini sudah rasional. Lagi pula pendapatan PT Pelindo itu tidak hanya dari karcis masuk, banyak pendapatan lainnya,” tambah Yahya. Meski usulan itu tak direspon, namun pihak PT Pelindo tetap ngotot minta kenaikkan. Karena tidak ada titik temu setelah berkordinasi hampir dua jam, akhirnya Genda mengusulkan masalah ini dibahas ulang di dewan hari ini, Kamis. ( tri )


`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


Hiburan

Kendari Pos |Kamis, 7 Juli 2011

Dinda Kanyadewi

Belajar Tidak Korupsi Jakarta, KP Dinda Kanyadewi sedang berusaha untuk menjadi warga negara yang baik. Salah satunya adalah dengan mengikuti aturan setiap pengendara motor ataupun mobil wajib memiliki surat izin mengemudi. Dinda mengaku baru saja mendapatkan SIM A dengan perjuangan yang sangat berliku dan tidak korupsi. Wanita kelahiran Balikpapan, 5 Februari 1987 itu harus rela antri demi mendapatkan SIM tersebut. “Bayangkan saja, aku datang jam 7 pagi dan baru keluar jam 7 malam. Itu ngantrinya panjang sekali. Padahal kalau mau nembak SIM sih, bisa aja. Tapi aku nggak mau melakukannya, demi pemberantasan korupsi di negeri ini,” ungkapnya. Selain harus rela antri panjang, ia

juga sempat mengalami hal yang tidak menyenangkan saat membuat SIM. Ia sempat melihat oknum-oknum polisi yang berlaku tidak semestinya melakukan pungli dan segalamacamnya. “Iya, sayangnya setiap kali kita dipanggil sama polisinya, pasti ditanya ‘Ini sendiri Mba? Nggak ada yang membantu?’ Itu kan yang membuat miris aku. Aku mau berusaha nggak korupsi, tapi polisinya malah bilang begitu,” bebernya. Wanita yang mengawali kariernya sebagai finalis Gadis Sampul tahun 2002 itu memang terbiasa untuk tidak melakukan korupsi sejak kecil. Ia membiasakan diri lantaran sangat prihatin melihat kondisi Indonesia yang sangat terpuruk karena keserakahan oknum-oknum tak bertanggung jawab karena korupsi. “Aku sih berusaha sekecil mungkin untuk nggak korupsi. Biar hidup kita semakin terarah saja,” tandasnya dengan bijak. (jpnn/lia)

13

Nikita Willy, Ubah Style Bara CINTA memang buta. Tidak mengenal usia, harta atau tahta tapi bisa mengubah segalanya. Itu juga yang terjadi pada Bara Tampubolon. Sebelum resmi menjalin hubungan asmara dengan Nikita Willy, putra pengacara kondang Juan Felix Tampubolon itu mengaku sebagai sosok yang pendiam dan jarang senyum. Namun, seiring berjalannya waktu, Bara yang ‘kaku’ akhirnya luntur juga. Bara kelihatan lebih happy jika berada di dekat Nikita. Dia menilai, Nikita yang belakangan dijuluki artis termahal di Indonesia itu merupakan sosok wanita yang humoris dan mampu memberikan energi positif untuk lingku-ngan sekelilingnya. “Ya bisa dibilang dia kan tipe wanita yang humoris ya. Dia juga memberikan energi yang positif buat lingkungannya. Aku sejak sama Niki jadi banyak ketawa. Imbasnya saya bisa jadi happy kalau ada dia di sekeliling saya,” ujar Bara saat ditemui di tempat perayaan ultah Nikita ke-17, di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (3/7) lalu.

Saat ditanya lebih jauh mengenai kisah cintanya dengan Bara, Nikita menolak dengan senyuman dan beranggapan semua orang sudah tahu hal itu. Nikita hanya berharap, di usia sweet seventeen, ia bisa mengalami moment spesial. “Mudah-mudahan pada ultah kali ini ada yang spesial,” cetusnya. Nikita juga tak malu memamerkan Bara di depan umum. Bahkan di usia pacarannya yang baru seumur jagung, Nikita sempat dikabarkan sudah dilamar Bara. Nikita yang sebelumnya tidak diperbolehkan orangtuanya berpacaran karena masih kecil, tampak bergandengan tangan dengan Bara saat menghadiri acara pertunangan artis Thalita Latief dengan kekasihnya Dennis Lyla di Jakarta, (23/4). (jpnn/lia)

Nikita Willy

Manohara, MC Gugup MANOHARA Odelia Pinot tidak bosan mencari peruntungan lain di karier entertainment nya. Setelah membintangi sinetron seri, model berdarah Prancis itu baru saja menjajal sebagai Master of Ceremony (MC) tinju amatir di “The 21st President’s Cup 2011”. Bertindak se-bagai MC di turnamen yang diikuti 28 negara peserta tersebut, Mano mengaku mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Aku jadi MC setelah lulus sekolah public speaking. Terima job ini jadi

senang ya,” kata Mano usai memandu acara yang diadakan Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin malam (4/7). Lantaran ini pengalaman pertamanya menjadi MC, rasa gugup sempat berkecamuk di dalam diri perempuan yang pernah mengaku mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) oleh suaminya dari Kesultanan Kelantan, Malaysia. “Ya perasaannya nomor satu aku puas, aku nervous, little ner-

vous,” kesan Mano. “Pengucapannya alhamdulillah tidak ada kendala. Untung tadi bawain acaranya pake bahasa Inggris. Tapi bukan berarti terus bahasa Inggris, aku coba tetap bahasa Indonesia,” lanjutnya. Bagi Mano, tinju bukanlah barang baru. “Aku sendiri praktik ya, cuma aku (sempat belajar) Muay Thai, jadi emang tinju cukup familiar untuk sport. Jadi memang harus disiplin sekali ya, hebat,” kata Mano. (jpnn/lia)


Edukasi

14

Pelajar Harus Selektif Pilah Informasi Jakarta, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta kepada pelajar untuk selektif memilah informasi untuk menunjang prestasinya. Pasalnya, di era keterbukaan ini, banyak informasi yang mengandung fitnah dan tidak memberi manfaat bagi pendidikan. “Para pelajar harus dapat memilah informasi secara selektif dan positif khususnya yang dapat menunjang belajar. Apabila informasi mengandung fitnah jangan diambil,” papar Taufik saat memberikan sambutannya kepada 250 pelajar berprestasi yang tergabung didalam Forum Pelajar Indonesia, di Ruang Operation Room, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7). Melalui cara ini, kata Taufik. para pemuda siap menerima tongkat estafet kepemimpinan di masa mendatang. “DPR menyambut positif launching Pelajar Parlemen Indonesia, kita akan terus mendukung poin mana saja yang bisa dimanfaatkan oleh pelajar, ”lanjutnya. Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, pada zaman pergerakan banyak tokoh-tokoh pergerakan atau politik berasal dari pelajar atau cendikiawan. “Mereka semua adalah pelajar karena itu kita yakin di era keterbukaan ini para pelajar sekalian dapat menjadi politisi yang matang,” jelasnya. DPR sekarang ini kata dia, telah menjadi penyeimbang sistem check and balances dari trias politika. Di era tertutup kita tidak mengetahui sepak terjang anggota dewan. Tapi sekarang ini, di era reformasi, setiap media massa dapat memberitakan tentang dewan dari sisi ‘keseksian berit-

anya”. Artinya berita yang dapat menggigit opini publik yang dasyat biasanya berita mengenai pribadi sosok tokoh politisi. “Posisi DPR sekarang ini sebagai penyangga demokrasi dimanapun di dunia, demokrasi yang maju seperti Amerika Serikatpun, harus memiliki check and balances,” jelasnya. Sekarang ini, dunia informasi tidak terbatas, bahkan hanya lewat acount pribadi dan jejarings osial di dunia maya seperti, Twitter dan Facebook, kita dapat memantau perkembangan mengenai Amerika Serikat. “Saat ini pengajar, maupun orang tua memiliki tugas yang berat dibandingkan era 1980 lalu. Dahulu acara atau tayangan televisi cuma satu saluran, sekarang melalui teknologi satelit kita bisa menyaksikan berbagai acara di belahan dunia,” katanya. Ditambahkannya, fungsi DPR yaitu legislasi, pengawasan dan anggaran. Hari ini Selasa (5/7) Paripurna DPR sedang membahas anggaran mulai dari nilai mata uang, inflasi dan sebagainya.”Sekarang semua pejabat seperti bupati, walikota jangan memainkan uang rakyat tanpa disertai transparansi anggaran, kita optimis kedepan makin banyak orang yang memiliki kredibilitas dan transparan,” ujarnya. Menyinggung maraknya kasus koruptor yang melibatkan anggota Dewan, Taufik menilai cepat atau lambat maupun sekecil apapun tindakan korupsinya harus segera ditindak dan dihukum apabila terbukti bersalah. “Saya yakin bila dahulu sudah ada KPK maka kasus sebesar BLBI tidak mungkin terjadi,” tutupnya. (jpnn)

Kendari Pos |Kamis, 7 Juli 2011

SMPN SSN Jadi Serbuan Pendaftar Kendari,KP Tidak kalah dengan rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), sekolah standar nasional (SSN) juga diserbu siswa baru, bahkan over kapasitas. Tahun 2011 ini jumlah pendaftar mencapai dua ribu siswa, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.500 siswa. Ini menunjukan jika SSN seperti SMPN 9 Kendari, tetap diminati siswa Kepala SMPN 9 Kendari, Drs Nurdin Tinggila mengatakan, status RSBI SMPN 9 Kendari telah dicabut beberapa waktu lalu. Namun masalah itu tidak mengurangi minat para siswa dan kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya pada sekolah yang dipimpin itu. “Para orang tua telah melihat kualitas yang dimiliki anak-anak setelah tamat dari sekolah ini. Selain itu sebagai SSN tentunya sarana dan prasarana (Sarpras) telah memadai, sehingga dari 298 siswa yang kami terima, 15 siswa di antaranya kami peruntukan siswa luar kota,” lanjutnya. Senada dengan itu Kepala SMPN 4 Kendari, Supion Bake menuturkan di TP 2011/2012 ini sekolahnya diserbu 800 pendaftar, meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 600 siswa. Tetapi karena keterbatasan ruang belajar, hanya menerima 288 siswa untuk sembilan kelas, sesuai aturan setiap kelas terdiri dari 32 siswa. “SSN hanya diperbolehkan memiliki 27 kelas, tetapi karena setiap tahun

ULFAH/KP

Proses pendaftaran ulang di SMPN 9 Kendari. terjadi peningkatan jumlah pendaftar, kami mengimbau kepada dinas pendidikan untuk melihat sekolahsekolah yang berpotensi ditambah ruang belajarnya. Kalau perlu membuka sekolah baru, sehingga tidak ada sekolah yang over kapasitas,” tutur Supion via telepon selulernya. Mengenai meningkatnya pendaftar di SMPN 4 Kendari, pria paruh baya

ini menjelaskan selain disebabkan fasilitas yang memadai seperti laboratorium komputer, IPA, bahasa dan perpustakaan. Jalur transportasi yang lancar turut mempengaruhi minat para siswa untuk bersekolah di SMPN 4 Kendari. “Terletak di pinggir jalan poros, membuat keuntungan tersendiri bagi kami, karena dari pengakuan para

orang tua yang menyekolahkan anaknya di sini, mereka ngotot memasukan anaknya karena jalur transportasiyang lancar,’’ katanya. Selian itu anak-anak mereka yang lulus dan memiliki kecerdasan dan kepribadian yang baik. Tercatat 10 persen dari 288 siswa yang diterima berasal dari luar kota, sesuai dengan aturan yang berlaku. (fas)

Pengurangan Pajak PTS Terganjal UU Perpajakan Jakarta, Tuntutan pengurangan pajak oleh perguruan tinggi swasta (PTS), dalam waktu dekat disebut tidak akan dapat direalisasikan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Wamendiknas Fasli Jalal mengatakan, hal tersebut disebabkan karena terbentur dengan adanya UU Perpajakan. “Usulan ini memang sudah lama disampaikan oleh Asosiasi Pergu-

ruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi). Kemdiknas juga sudah mengusulkannya ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tetapi ternyata Kemenkeu pun terbentur dengan UU Perpajakan yang berlaku,” ungkap Fasli di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (5/7). Mantan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiknas ini mengakui, hingga saat ini memang Kemdiknas belum bisa menindaklanjuti, meng-

ingat belum adanya rekonsiliasi antara UU Perpajakan dan pendidikan tinggi. “Di dalam UU Perpajakan, itu sudah ditentukan item-item mana saja di bidang pendidikan khususnya perguruan tinggi yang dikenakan pajak. Maka (dari) itu, sebelum direkonsiliasi, kita mau lex specialist,” jelasnya. Sebagai lembaga non-profit, Fasli mengaku juga sependapat jika PTS diberikan berbagai macam kemudah-

an, termasuk masalah pengurangan atau keringanan pajak ini. Lagipula, lanjut Fasli, PTS juga memiliki kewajiban yang sama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang memberikan pendidikan berkualitas dan biaya terjangkau bagi masyarakat. “Nah, dengan adanya pengurangan pajak ini, diharapkan PTS dapat lebih (mampu) memberikan pendidikan bermutu dengan biaya yang semakin terjangkau,” imbuhnya. (jpnn)


Kendari Pos |Kamis, 7 Juli 2011

Edukasi

Kota Kendari Dominasi Juara Seleksi Guru, Kasek dan Pengawas Berprestasi Sultra

Kendari,KP Sejak tanggal (4-6/7), Dinas Pendidikan (Disdik) Sultra telah melaksanakan seleksi guru, kepala sekolah, dan pengawas berprestasi tahun 2011. Adapun dewan juri terdiri dari unsur akademisi Unhalu dan STAIN, dewan pendidikan, LPMP Sultra serta pemenang seleksi tahun sebelumnya. Sebagaimana tahun sebelumnya, seleksi tahun 2011 ini jumlah peserta tidak sesuai kuota satu orang per jenjang pendidikan. “Jumlah peserta tahun ini sebanyak 40 orang, terdiri dari 18 orang guru, 16 kepala sekolah, dan tiga pengawas. Khusus untuk pengawas, selama ini kurang berminat mengikuti seleksi, karena kebanyakan usia mereka menjelang pensiun sehingga keinginan semakin

berkurang,” ungkap Kabid Peningkatan Mutu Pendidik, dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Disdik Sultra, Drs Istihsan Al Hajj M. Pd. Padahal menurutnya, sekitar tiga tahun lalu pengawas Sultra atas nama Maksimum Bonde, pernah meraih juara nasional, berkat kemampuan bahasa Inggrisnya yang baik, serta karya tulisnya yang menarik. “Pada seleksi tingkat Sultra ini para peserta harus menyertakan karya tulis dan portofolio, yang mana 1 orang peserta diuji 5 orang dewan juri dengan persentase. Adapun data pemenang seleksi harus terkirim ke pusat pada 10 Juli ini, karena para pemenang akan mengikuti upacara 17 Agustus di Istana Merdeka,” lanjutnya. Sehubungan dengan jumlah peserta setiap tahunnya yang selalu kurang, pria paruh baya ini menuturkan lebih dikarenakan dalam program tahunan kabupaten / kota, tidak dibicarakan penganggarannya. “Seharusnya DPRD harus menga-

nggarkan kegiatan yang berlevel nasional di setiap tahunnya, karena itu DPRD hendaknya melibatkan dinas pendidikan menyusun anggaran. Dengan begitu diharapkan setiap tahun semua lomba nasional dapat diikuti, yang tentunya berdampak pada optimalisasi prestasi yang dicapai,” tuturnya. Untuk diketahui pemenang seleksi guru berprestasi tingkat Sultra tahun 2011 yaitu TK diraih guru TK Kuncup Pertiwi Kendari, Nurmila SPdi, SD diraih guru SD Kota Baubau, Wa ode Siti Arabiah SPd, SMP diraih guru SMP Kota Kendari, Mulyati SPd MPd, dan SMA diraih guru Kota Kendari, Drs Guntata MPd. Kepala TK diraih oleh Kabupaten Kolaka (Nur Huda), SD diraih Jasni, Kota Kendari, SMP diraih Milwan Kota Kendari, dan SMA diraih Drs Asif Hasan Kota Kendari. Pengawas TK tidak ada, SD diraih Kandal, Kota Kendari, SMP diraih NursamKotaKendari,danSMAdiraih Muis La Mudi, Kota Bau-bau. (fas)

Pemda Diminta Tindak Pungutan PSB Jakarta, KP Sekolah-sekolah negeri, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dilarang memungut biaya kepada orang tua murid saat penerimaan siswa baru (PSB). Alasannya, menurut Wakil Mendiknas Fasli Jalal, jenjang SD dan SMP masuk ke dalam program wajib belajar sembilan tahun. “Untuk wajib belajar di sekolah negeri, itu tidak boleh ada pungutan-pungutan awal. Sekolahsekolah negeri tidak boleh dengan alasan apapun untuk memungut biaya di saat penerimaan murid baru. Itu sudah ditekankan oleh Mendiknas. Jadi wajib dibebaskan biaya di sekolah negeri,” tegas Fasli di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (5/7). Mantan Dirjen Pendidikan Ting-

gi (Dikti) Kemdiknas ini menerangkan, jika pungutan liar itu tetap terjadi di lapangan, maka yang wajib bertindak adalah pemerintah daerah setempat. “Pemda sudah diberikan kewajiban untuk menindak sekolah-sekolah yang melanggar aturan tersebut. Pemerintah kan juga sudah menyusun koridor-koridornya seperti apa. Itu sudah jelas semua,” tukasnya. Dijelaskan, pembiayaan di sekolah-sekolah negeri sudah memiliki standar tersendiri seperti diatur di PP. Fasli menyebutkan, standar pendidikan nasional tersebut meliputi, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar evaluasi, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar sarana dan prasarana. Mengenai pungutan biaya pen-

didikan di sekolah swasta, Fasli mengungkapkan, tindakan tersebut memang tidak dilarang. Pasalnya, kepemilikikan sekolah swasta bukan milik negara. Bahkan, biaya pembangunan gedung hingga membayar gaji guru dilakukan sendiri tanpa bantuan pemerintah. “Dengan pertimbangan itulah, pemerintah membolehkan mereka untuk memungut biaya kepada siswanya,” imbuhnya. Fasli menambahkan, aturan mengenai pungutan biaya penerimaan siswa baru tersebut saat ini telah selesai dibahas. Bahkan, lanjut Fasli, Kemdiknas sudah menyusun Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) mengenai pungutan tersebut. “Kami sudah membahas hal ini. Bahkan tidak lama lagi aturan ini akan keluar, tapi saya tidak tahu kapan tepatnya. Tapi sudah selesai,” ucapnya. (jpnn)

15

Pertumbuhan Sektor Usaha, Untungkan SMKN 3 Kendari Kendari,KP Geliat pertumbuhan sektor usaha, khususnya hotel dan restoran di Kota Kendari membuat keuntungan tersendiri bagi SMKN 3 Kendari. Satu-satunya SMK di Kota Kendari yang memiliki jurusan keterampilan menjadi kewalahan memenuhi permintaan para pelaku usaha. “Beberapa tahun terakhir seiring dengan pertumbuhan sektor usaha jasa seperti hotel, membuat kami kewalahan memenuhi permintaan tenaga kerja. Karena setiap tahun kami hanya menerima sekitar 72 siswa untuk dua kelas per program keahlian yaitu perhotelan, restoran, kecantikan dan tata busana,” ujar Kepala SMKN 3 Kendari, Muhsin Muin. Ditanya kemungkinan penambahan ruang kelas dan waktu belajar pada siang hari, dirinya mengungkapkan tidak dapat dilakukan pihaknya karena lahan sekolah tidakl mencukupi dan waktu siang hari biasa digunakan siswa untuk praktik dan berbedah ruang praktik.

Muhsin Muin “Target jangka panjang kami yaitu peningkatan SDM guru, serta terpenuhinya sarana penunjang yang memadai. Karena meskipun telah tersedia laboratorium per program keahlian, tetapi terkadang alat

yang digunakan sudah tidak sesuai zaman sehingga butuh alat-alat baru yang lebih modern,” ungkapnya. Karena itu bebernya pihaknya sangat membutuhkan bantuan biaya pengadaan dan pemeliharaan peralatan praktikum, sehingga para siswa dapat lebih familiar dan terampil menggunakan berbagai peralatan. Apalagi kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK, 70 persen praktik dan 30 persen teori. “Semoga Dinas Diknas Kota dapat merealisasikan permintaan kami, meskipun selama ini kami juga telah menerima bantuan rehab fisik dan pengadaan bahan praktikum. Demikian pula dari Disdik Sultra berupa BOP, yang juga kami gunakan untuk kebutuhan praktikum,” bebernya sambil mengingat kembali jika hotel pendidikan seperti yang terdapat di SMNKN 3 lama (SMAN 9,red) masih sangat dibutuhkan pembangunannya di SMKN 3 yang baru ini. (fas)


C M Y K

16

Xpresi

C M Y K

Kamis, 7 Juli 2011

What is LOVE...??

3

Adri Corse adri.dork@yahoo.com Teknik Informatika Unhas “Cinta. . . Cinta. , . Cinta. Cinta adalah sahabt karna dr sahabt kt bs mengenal namax cinta. . Wkkwk. Serta cinta datang bukan karna paksaan tp cinta datang dri hati yg paling dlm i2 lah cinta...”

DEFINISI cinta itu memang beragam. Ada yang paling ungkapan kasih dan sayang, ada yang bilang perasaan suka terhadap lawan jenis, ada juga yang berasumsi bahwa cinta itu adalah keinginan untuk memberi tanpa mengharapkan pamrih.. Itu sech pendapat orang, intinya mencintai itu harus tulus karena datangnya dari hati, jadi nggak bisa diintervansi oleh apapun or siapapun, ya khan guys? Waduuhh..jauh-jauh ngomong tentang cinta, udah pada ngerti nggak sech, apa itu cinta, alias what is love? setuju nggak sama pendapat diatas? Cinta versi Hendra adalah keinginan untuk berbagi ma orang lain. Bukan hanya dalam bentuk kasih sayang, tapi menurut cowok jangkung itu, bisa juga dalam bertukar pikiran. Emang sech cinta itu rumit. Kadangkadang kita sampe nggak nyadar kalo perasaan kita udah kepincut ma someone. Pantesan aja kalo saat-saat tertentu teringat ma doi, coz diam-diam udah ada rasa suka..heheh Tapi, jangan sampe kita dibutakan karena cinta

Megha Manopo Hutapea Puspita.megha@yahoo.co.id SMA Kartika “Cinta itu prsaan seseorang trrhadap lawan jenis.y krna tertarikan.y terhadap ssuatu yg dimiliki lawan jenis.y(wajah,sifat dll).namun diperlukan pgrtian dan sling memahami untk dpt mlnjtkan hbgan,haruslah sling mntupi kekurangan&menerima psangan.y apa ada.y tnpa pemaksaan oleh satu pihak” Megha Puspita Nasution Hutapeamegha@yahoo.co.id SMA Kartika “Cinta ad/ sebuah prssan yg diberikan Tuhan pd sepasang manusia (saling memiliki,memenuhi ,pengertial dll). Menurut sy pribadi cinta itu mmbuat org trsbt dpt termotivasi untk melakukan prbahan yg lebih baik dr pd sblum ia mngenal cinta itu”

yach..menyukai seseorang itu wajar, secara kita khan manusia, saat diciptakan kita udah dibekali dengan perasaan, tapi ada rambu-rambu yang nggak boleh dilewatin. Jangan sampe, karena saking cintanya ma someone kita udah nggk bisa ngelakuin apa-apa lagi kalau nggak ketemu doi, itu sih namanya cinta buta.. Mencintai harus dengan cara dan kadar yang wajar. Kalo menurut Irma, cinta itu akan lebih terasa kalo kita mampu mengontrol perasaan kita. Ada kebahagiaan tersendiri kata cewek berjilbab itu, kalo kita bisa memberikan sedikit ruang dihati kita untuk lebih jeli menilai, selisih antara cinta dan sekedar rasa simpati, coz kata Irma, itu hanya beda-beda tipis aja. En yang harus diingat versi girl yang masih berstatus mahasiswa itu, cinta bukan hanya kepada lawan jenis. Utama adalah cinta kepada Allah, lalu cinta kepada kedua orang tua. Kalo udah cinta Allah, otomatis kita akan lebih patuh dan taat terhadap apa yang diperintahkan kepada kita, ya khan? so pandai-pandailah dalam menafsirkan cinta, supaya nggak kebablasan..(fya)

share

Hati-hati Menjalani Cinta Rahman, S.Pd (Guru SMP Islam Kendari)

C M Y K

Masa remaja atau saat menuju dewasa itulah yang sering mengawali seseorang tuk mengenal love or cinta. Kalian akan banyak mengenal istilah yang dilambangkan dengan hati ini. Namun cinta itu bisa kita berikan setiap waktu dan di usia kapan aja lho...

Eits.. cinta kepada siapa dulu?? cinta kepada teman atau cinta kepada Tuhan??? Hati-hati ya kalau cinta kepada teman. Karena sakit hati atau cemburu sedikit saja, bisa fatal akibatnya. Sekolah akan terganggu dan hidup tak nyaman lagi. Jadi cinta di masa ini masih rawan.

Tapi beda lagi kalau cinta kepada Tuhan. Semakin kita memberikan cinta kita, maka akan semakin besar kasih sayangnya. Kamu gak usah khawatir bakal sakit hati. Dan ini gak bakal dosa, justru kalau kamu gak mencintainya akan berdosa. oke??? (Wulan)

C M Y K


Kendari Pos | Kamis, 7 Juli 2011

Cyan Magenta Yellow

DARWIN SIHOMBING-KENDARI POS

Wali Kota Kendari, Ir. Asrun, M.Eng.Sc membuktikan komitmennya untuk memberikan bonus bagi para atlet kontingennya yang berhasil meraih emas. Semalam, Dua atlet Wushu yang berhasil merebut tiga emas langsung mendapat cek masing-masing senilai Rp 10 juta untuk tiap medali. Penyerahannya dilakukan Kendari-1 itu langsung di arena lomba didampingi Ketua Kontingen, Yendi Kusyendi, MH dan Sekum KONI, Hasanuddin, M.Si

Kota Kendari Koleksi Empat Emas Wushu Sumbang Tiga Andoolo KP Atlet Kota Kendari langsung memperlihatkan kekuatannya sebagai kontingen bermental juara. Di hari pertama perhelatan Porprov XI, Kota Kendari langsung menyabet 4 medali emas. Empat medali emas itu diraih dari cabang golf dan tiga lainnya disabet dari cabang wushu. Medali tersebut, dipersembahkan Sri Agustriyani yang turun dikelas changguan setelah meraih poin tertinggi 25,1 atas lawannya Dewi Afriyanti asal Kolaka yang meraih perak poin 24,2 dan perunggu oleh Liskaryani dari Konsel Medali emas kedua dipersembahkan dikelas Nangguan, kembali oleh Sri Agustriyani setelah meraih poin 25,2 mengalahkan Dewi Apriyani hanya mencetak poin 24,8 dari Kolaka yang meraih perak dan Liskariyani dari Konsel mendapat perunggu dengan poin 0. Dikelas Changguan putra, Konsel berhasil meraih medali emas melalui Abun setelah mengumpul poin 24,7. Lalu, perak diraih Kendari oleh Muhammad Rudi poin 24,5 dan perak Sawaludin dan Irfan sebagai juara bersama dengan poin 24,0 Dikelas Nangguan putra, Kota kendari kembali meraih medali emas setelah dipersembahkan Rahmat Pratama. Sedangkan perak diraih Abun dari Konsel dan perungu bagi Sawaludin dari Kolaka dan Irfan, Konawe Utara. Wali Kota Kendari, Ir. Asrun M.Eng. Sc yang turut menyaksikan jalannya pertandingan tak mampu menyembunyikan kebanggannya atas raihan tersebut. Sesuai janjinya, setiap pemenang emas akan diberikan bonus Rp 0 juta. “ Ini sebagai wujud komitmen saya. Sekarang juga saya berikan bonus,” ucapnya yang langsung disambut tepukan riuh seluruh penonton. Ia berharap agar seluruh atlet Kota Kendari bisa terus mendulang medali emas agar target juara umum bisa diraih. (p2)

DARWIN SIHOMBING-KENDARI POS

Semarak pembukaan Porprov XI yang berlangsung di Konsel, kemarin. Berbagai atraksi memeriahkan event olahraga antar daerah empat tahunan tersebut

Opening Porprov XI, Semarak dan Apik

Andolo, KP Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI, akhirnya resmi diselenggarakan di Konawe Selatan (Konsel). Event yang diikuti 12 Kabupaten/Kota itu, dibuka secara langsung Gubernur Sultra, H. Nur Alam, kemarin di Stadion Utama Andoolo. Dalam sambutanya, Nur Alam memuji kreatifitas juga kesuksesan tuan rumah atas keberhasilanya menggelar pembukaan Porprov yang semarak dan apik. Ia menganggap, seluruh persembahan atraksi yang diawal pembukaan sangat spektakuler. Sebabnya, atraksi yang dilakukan penuh kekompakan yang melambangkan persatuan dan kesatuan. “ Pembukaan Porprov Konsel ini lebih bagus dibanding dengan opening PON di Kalimantan Timur beberapa tahun lalu. Lihat saja, sekarang kita bersama di lapangan upacara, kita menyaksikan prajurit-prajurit Paskhas TNI AU dari Batalion 464 Abdul Rahman Saleh Malang melakukan atraksi terjun payung dengan membawa seluruh bendera kontingen dibawah naungan bendera merah putih,” puji Gubernur yang disambut tepuk riuh seluruh masyarakat yang hadir menyaksikan pembukaan. Tari kolosal yang dipersembahkan 700 pelajar SMU/SMK Konsel juga dipentaskan penuh keterpaduan dengan corak yang melambangkan sportivitas berolahraga. Selain itu, parade kontingen yang penuh semangat juga diawali tampilan drum band IPDN Jatinangor berjumlah 167 orang merupakan hal yang luar biasa. ‘’ Setelah delapan tahun dimekarkan pembangunan gedung-

gedung Konsel memang mengalami kemajuan signifikan termasuk fasilitas olahraganya. Di Stadion ini juga telah tercipta sejahar baru bagi dunia olahraga Sultra dengan lolosnya tim sepak bola untuk pertama kalinya ke PON 2012 di Riau,’’ sambungnya. Dalam pembakaran api obor Porprov dilakukan mantan atlet nasional, AKP Hasiati Lawole dan Muh. Anwar, termasuk pertunjukan kemahiran mema-

nah dari atlit nasional dengan dua kali bidikan pada baliho bergambar gubernur dengan motto Porprov berhasil dilaksanakan. Dalam kesempatan itu Bupati Konawe Selatan H Imran selaku Ketua Panitia Penyelenggara melaporkan, Porprov XI tahun 2011 diikuti 12 Kabupaten Kota se Sultra dan akan mengikuti 26 cabang olahraga termasuk satu eksebishi, panjat dinding. “ Berdasarkan laporan atlet, Offisial, manager yang masuk di Panitia berjum-

Muna Bawa Hari Ini, Kontingen Terbanyak Andoolo, KP Seluruh kontingen kini mulai berlomba memperebutkan medali dari setiap cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti. Dari 5645 peserta yang datang, Muna menjadi kontingen terbanyak. Mereka akan mengikuti 25 cabor pertandingan dengan menurunkan 101 pelatih, 101 official dan 724 atlit. Kontingen terbanyak kedua, adalah tuan rumah Konsel mengikuti 27 cabor, 70 pelatih 148 official menurunkan 503 atlet. Lalu, Konawe, 22 cabor 65 pelatih 567 atlet. Baubau 22 cabor, 40 pelatih, 88 official 394 atlet. Kolaka, 26 cabor 51 pelatih, 141 official 512 atlet. Kolaka Utara, 17 cabor, 51 pelatih, 88 official 300 atlet. Kendari, 25 cabor 63 official 346 atlet. Bombana, 19 cabor, 23 pelatih 66 official 304 atlet. Buton Utara, 13 cabor, 28 pelatih, 87 official 208 atlet. Konawe Utara, 19 cabor 37 pelatih, 42 official 284 atlet. Buton, 22 cabor,30 pelatih 65 official 200 atlet dan Wakatobi, 20 cabor, 38 pelatih, 88 official 183 atlet.

Cyan

Baca MUNA Hal 18

Babak Enam Besar Dimulai

Andoolo, KP PUTARAN Porprov untuk cabang sepak bola kembali digelar hari ini, Kamis (7/7). Enam daerah yang telah lolos kebabak selanjutnya dibagi menjadi dua grup. PS Konawe Selatan, PS Buton Utara dan PS Kolaka berada di Grup D. Sedangkan PS Wakatobi, PS Kota Baubau dan PS Kota Kendari di Grup E. Agenda itu sesuai hasil technical meeting yang digelar di ruang rapat KONI Konsel semalam. Dipertandingan pertama, PS Konawe Selatan akan bentrok dengan PS Buton Utara dan pertandingan kedua dihari yang sama adalah PS Wakatobi versus Kota Baubau. Rapat yang dipimpin Pengawas Pertandingan PSSI Sultra, Ir Sugito dan didampingi Elvis Basri Uno dan dihadiri Ketua PSSI

Konsel, Arsalim Arifin itu menyepakati peraturan pertandingan sesuai hasil pertemuan tersebut. “ Rapat lanjutan pertandingan sepak bola di Porprov telah disetujui oleh masing-masing manajer dan Official tim. Disepakati semua tim soal kostum yang akan digunakan, termasuk kedisiplinan pemain yang hadir di bench pertandingan,”ujar Sugito. Sementara itu untuk kesiapan pertandingan PS Konawe Selatan yang juga tuan rumah melalui Ketua PSSI Konsel Arsalim Arifin mengaku sangat siap untuk memenangkan laga hari ini. “ Memang harus diakui, fisik pemain kami masih sangat lelah pasca mengikuti Prakualifikasi

Baca BABAK Hal 18

lah 2500-an dan semua telah hadir di stadion ini untuk mengikuti deville,”lapornya. Dikesempatan itu juga Bupati H Imran melaporkan bahwa, kondisi penginapan yang disiapkan panitia adalah gedung sekolah, termasuk perumahan warga. “ Sebagai Panitia penyelenggara memohon agar maklum atas pelayanan yang kami berikan. Kondisi ini, mengingat sarana hotel dan penginapan masih terbatas,”tandasnya. (p2/era)

HARIMAN/KP

Para penembak Pengcab Perbakin Baubau sedang berlatih di lapangan tembak komplek Mapolres Baubau, Senin (4/7) lalu

Perbakin Baubau Target Juara Umum Baubau KP Pengurus Cabang Persatuan menembak sasaran dan berburu seluruh Indonesia (Pengcab Perbakin) Baubau menargetkan juara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI di Konawe Selatan. Target itu

karena Perbakin Baubau telah mempunyai Atlit yang telah beberapa kali meraih medali di beberapa kejuaraan menembak.

Baca BAUBAU Hal 18

Magenta Yellow


CMY

CMY

20

Kendari Pos |Kamis, 7 Juli 2011

DPP Demokrat Restui Pencalonan Andi-Safar Sebagai Cawali Kota Kendari

Dua pasangan bakal calon Bupati/Wakil Bupati Buton yakni Hasan Mbou-Buton Ahmad (Santun) saat mendaftar di KPU, dan Agus FeisalYaudu Salam (AYO)-foto bawah-ketika menyampaikan rekomendasi pencalonan mereka. Kepastian lolosnya mereka sebagai calon bupati yang akan berlaga 4 Agustus nanti baru akan diketahui 12 Juli nanti saat KPU mengumumkan penetapan calon. DOK/KP

12 Juli, Cabup Buton Ditentukan Mustahil 7 Calon Parpol Lolos Semua Kendari, KP Tak sampai seminggu lagi, masyarakat Buton akan mengetahui siapa saja calon-calon pemimpin yang akan mereka pilih 4 Agustus nanti saat Pilkada Buton digelar. Saat ini KPU sedang melakukan verifikasi berkas calon-calon yang mendaftar dan akan diumumkan 12 Juli nanti. Tercatat ada 14 pasangan calon yang mendaftarkan diri, 9 dari Parpol dan sisanya lewat jalur independent. Yang paling membuat repot adalah verifikasi dari Parpol karena ada tujuh pasangan calon yang dukungan parpolnya ganda. Itu berarti, KPU harus bekerja keras untuk mengecek ke setiap partai yang didaftarkan calon ke KPU. “Penetapan kemungkinan tanggal 12 atau 13 Juli,” kata anggota KPU Buton, Abd Syahir kemarin. Ia mengatakan, mustahil semua calon parpol itu bakal lolos karena terlalu banyak yang ganda. Pasangan Agus Sjafei-Yaudu Salam (AYO) yang diusung Golkar dan PKS, serta pasangan Djaliman Madi-Saleh Ganiru yang diusung Hanura dan PBB, adalah

yang hampir pasti lolos karena parpol pendukung mereka cukup secara presentasi dan tidak mengeluarkan rekomendasi ganda. “Sementara yang tujuh, saya prediksi maksimal 3 atau 4 yang akan lolos, tidak mungkin 7 pasangan itu lolos,” kata Korda KPU Buton, Wakatobi dan Baubau ini. Sementara itu, Ketua KPU Sultra, Bosman, mengatakan, belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan KPU Buton, terkait siapa yang memenuhi syarat verifikasi. Sebab, yang diteliti adalah syarat pengajuan Balon yang diikuti dengan dukungan partai politik (Parpol) pengusung. Jumlahnya cukup banyak ada 14 berkas. Tak hanya berkasnya, tapi yang cukup rumit karena teridentifikasi adanya Parpol yang mengusung Balon lebih dari satu pasang. “Bakal calon yang didukung partai ganda, itu belum bisa kita sampaikan, karena masih berproses. Tahapan masih verifikasi akhir. Nanti selesai baru ditahu mana yang masuk dan tidak,” katanya, kemarin. Bosman sangat berhati-hati ngomong banyak soal Balon di Buton yang kelak ditetapkan sebagai calon. Katanya, bicara Buton cukup sensitif, apalagi Buton jadi satu-satunya kabupaten di Sultra, yang menyelenggar-

akan Pemilukada sampai diikuti 14 pasang. Bahkan, untuk di Indonesia, Pemilukada yang antusiasme masyarakatnya sangat tinggi, baru di Buton “Rampung semua baru disampaikan. Sampai sekarang KPU Buton masih memverifikasi berkas tiap bakal calon. Yang diverifikasi yaitu syarat pengajuan calon. Sehingga kita tidak bisa tentukan sekarang. Nanti kalau kita sampaikan sebagian, tidak komprehensif malah,” ujarnya. Meski pria yang baru saja meraih gelar Magister Hukum itu, menolak memberi bocoran, tapi dipastikan sudah ada 2 pasang Balon calon yang sudah pasti menjadi peserta Pemilukada pada 4 Agustus nanti. Mereka adalah Agus FeisalYaudu Salam Ajo (AYO) dan Djaliman Madi_Saleh Ganiru (Imam Saleh). Dua calon rival itu, tidak bermasalah lagi syarat pencalonannya. Karena sudah mengantongi 15 persen Parpol pendukung. Untuk diketahui, selain pasangan AYO dan Imam Saleh, tujuh pasangan lain yang ikut mendaftar adalah Azhari-H Naba (Azan), Umar Samiun-La Bakrie (Umar Bakrie), Hasan Mbou-Buton Ahmad (Santun), pasangan Tamrin Tamim dan Eli Hasimin, kemudian La UkuLa Dani (Ukudani) dan Ali Laopa-La Diri (Mandiri).(dri)

Kendari, KP Pencalonan Andi Rahmat dan Safarullah (ASA) sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Kendari periode 2012-2017 dari Partai Demokrat memang terkesan sangat mendadak. Hanya dalam sebuah pertemuan para pimpinan DPD Demokrat Sultra, dua kader Demokrat itu langsung dipatenkan. Meski demikian, pencalonanya ternyata mendapat apresiasi luar biasa dari sejumlah kader partai bintang mercy itu. “Sebagai Korwil, saya sangat mendukung pencalonan Andi Rahmat dan Safarullah. Mereka kader-kader partai yang terbaik saat ini untuk diusung di Pilwali Kota Kendari,” kata Umar Arsal, Koordinator

Umar Arsal wilayah Demokrat Wilayah Sultra, kemarin. Baginya, siapapun yang diusung partai itu adalah yang terbaik dan semua kader wajib mendukungnya. Menurut Umar Arsal, tidak ada yang terburu-buru atau mendadak dalam pencalonan

ASA tersebut karena keduanya sudah mengenal baik karakteristik geopolitik di Kota Kendari. Andi Rahmat yang saat ini menjadi anggota DPR RI dengan suara sangat besar plus menjadi Ketua Demokrat Kota Kendari, tentu saja sudah paham betul bagaimana konstalasi politik di Kota Kendari. “DPP pasti merestui ini,” kata anggota Komisi V DPR RI asal Sultra ini. Kalau kemudian ada mekanisme yang berbeda dengan pencalonan di wilayah lain yang harus melalui pendaftaran dan mekanisme lainnya, menurut Umar, itu bukan masalah serius karena pada akhirnya, yang menentukan adalah petinggi partai. Nah, dalam konteks Demokrat Kota, semua unsure pimpinan di DPD Demokrat Sultra sudah mematenkan pasangan ini di Pilwali nanti. Ia berharap, pasangan ini bisa

segera bekerja di lapangan, menggalang simpati masyarakat dan membentuk tim sukses untuk memuluskan langkah ASA sebagai Wali Kota Kendari periode 2012-2017 nanti. Umar juga meminta agar semua kader Demokrat di Kota Kendari untuk memberikan dukungan penuh kepada pasangan ini, karena sudah merupakan keputusan partai. Sementara itu, pencalonan ASA yang tanpa gembar-gembor lebih awal tidak menyurutkan semangat para kader Demokrat untuk mendukung. Hermina Andi Baso, anggota DPRD Kota Kendari, kini sudah tak segan-segan selalu meneriakkan akronim ASA yang merupakan kepanjangan dari Andi Rachmat-Safarullah. Itu terlihat saat Demokrat menyetor berkas verifikasi Parpol di Kesbangpol, dua hari lalu.(abi)

Golkar Kolut Tinggalkan Bustam Gandeng PKNU, Buka Pendaftaran Cabup Lasusua, KP Harapan Bustam untuk diusung jadi salah satu calon bupati Kolaka Utara (KOlut) oleh Partai Golkar terancam batal. Koalisi yang sudah dibangun Golkar dengan PBB dan dituangkan dalam sebuah rekomendasi untuk mengusung Bustam, sudah kandas di tengah jalan. Entah apa motivasinya, Khana SH, Ketua Golkar Kolut melakukan manuver politik luar biasa. PBB dan Bustam ditinggalkan, Golkar kini berjalan bersama PKNU. 1 Juli lalu, Golkar Kolaka Utara mematenkan koalisinya dengan Partai Kebangkitan Nasional Nahdatul Ulama (PKNU). Dua partai ini masing-masing memiliki dua kursi di DPRD Kolaka Utara, atau kalau digabungkan menjadi empat kursi, dan itu setara dengan 16 persen suara yang berarti sudah cukup untuk mengusung satu pasangan calon di Pilkada Kolut yang akan digelar, Maret nanti.

Ditemui di Lasusua kemarin, Ketua DPD Golkar Kolut, Khana SH mengatakan Koalisi dengan PBB terpaksa kandas karena adanya mekanisme partai Golkar yang tidak dijalankan. Mantan Dosen Unhalu ini mengatakan di internal Golkar penetapan calon yang akan diusung harus melalui serangkaian survey. “Saya kira setiap partai ingin mengusung calon yang memiliki potensi untuk menang di Pilkada dan salah satu indikator awal untuk mengetahui tingkat elektabilitas calon adalah dengan survey, dan ini akan dilakukan Golkar bersama partai koalisi yang permanen yakni PKNU,” tegas Khana. Koalisi Golkar dengan PKNU sendiri telah dituangkan dalam bentuk kesepakatan bersama yang ditanda tangani ketua dan sekretaris DPD Golkar Kolaka Utara serta Ketua dan sekretaris PKNU Kolut serta diketahui dan disetujui oleh ketua DPD I Golkar Sultra Ridwan BAE dan sekretaris H. Palaido serta ketua PKNU Sultra H.M

Dachri Pawakkang dan sekretarisnya Sabaruddin.s. Di tempat yang sama ketua PKNU Kolut Alamsyah P, mengatakan koalisi kerakyatan sepakat tidak “membungkus” calon tertentu sebelum adanya hasil survey dari lembaga berkompeten. “Untuk itu kita membuka peluang seluas-luasnya bagi siapapun calon yang ingin mendaftar di koalisi ini, soal penentuan siapa yang akan di usung ada mekanisme yang sudah disepakti bersama terutama hasil survey yang kita akan turunkan nantinya,” ujar pria yang akrab di sapa Anca ini. Selain hasil survey persyaratan lainnya yakni terkait kekuatan finansial calon, dimana calon yang akan diusung nantinya harus memperlihatkan bukti fisik mengenai kemampuan keuangannya dalam mengikuti Pilkada. “Tidak bisa dipungkiri finansial adalah satu hal yang mutlak yang harus dimiliki calon jika ingin memenangkan Pilkada,” tambah Anca. Khana Siap Tarung Yang menarik, Ketua DPD

II Partai Golkar Kolaka Utara Khana SH, MHum yang selama ini tak begitu tertarik ikut Pilkada Kolut, mendadak menegaskan dirinya siap maju sebagai bakal calon bupati Kolaka Utara pada Pilkada yang akan dihelat, Maret 2012 nanti. Hanya saja menurut mantan akedemisi Unhalu ini, meski dirinya berstatus ketua partai namun tidak serta merta bisa langsung menggunakan pintu Golkar. Terlebih lagi partai berlambang pohon beringin tersebut telah mematenkan Koalisi dengan partai kebangkitan nasional Nahdatul Ulama (PKNU) Kolut. “Kalau ditanya siap tarung saya siap tapi kan ada mekanisme yang harus dilewati sesuai kesepakatan yang sudah dibuat bersama dalam koalisi,” terang Khana. Ia menambahkan, jika nantinya hasil survey yang dilakukan, dirinya tidak memenuhi standar, maka Khana mengaku legowo untuk memberikan peluang bagi calon lain yang memiliki popularitas lebih baik. (ndi)

CMY

CMY

Kendari Pos Edisi 7 Juli 2011  

E_Paper Kendari Pos

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you