Issuu on Google+

Sabtu, 3 Desember 2011

http://www.kendarinews.com

Tahun XVI Edisi 38-Harga Eceran Rp. 3.500,-

Pucuk Pimpinan KPK Berganti, Busyro dan Bambang Widjojanto Terpental

Putra Makassar Jadi Ketua KPK Jakarta, KP Entah anggota-anggota DPR kerasukan atau memang melalui kajian matang hingga menjatuhkan pilihan kepada figur yang satu kampung dengan Baharuddin Lopa. Orang yang sekampung dengan Baharuddin Lopa itu tidak lain adalah Abraham Samad, putera kelahiran Makassar 27 November 1966. Sebagai anak Makassar, sebagai anak Sulawesi, sebagai figur yang satu daerah asal dengan Baharuddin Lopa yang terkenal tegas, jujur, adil, sederhana dan anti supa itu, tentu akan memberikan warna yang sngat berbeda dengan tampilan pimpinan KPK sebelumnya. “Kita teringat dengan Baharuddin Lopa,” tutur salah seorang anggota DPR usai acara pemilihan. Terpilihnya Abraham Samad ini memang mengejutkan sejumlah pihak. Mak-

Baca KPK di Hal. 7

“Jagonya” Demokrat Gagal Jadi Ketua KPK

Dulu Kedua Kakinya itu Sering Mengalami Kram Sejak 2007, menurut lelaki 65 tahun ini, kedua kakinya sering mengalami pegal-pegal. Dan, seusai duduk, kakinya itu bahkan kerap sekali mengalami kesemutan. “Ka-

Jakarta, KP Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yunus Husein gagal menjadi salah satu pimpinan apalagi Ketua KPK. Yunus yang sejak awal sudah didukung Partai Demokrat, hanya meraih 20 suara. Kecewakah anggota Fraksi Partai Demokrat sebagai pendukung Yunus? Merasa keok kah mereka sebagai fraksi dengan anggota terbanyak di Komisi III DPR RI? Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K. Harman,

Baca KRAM di Hal. 2

SELEBRITI

Baca JAGONYA di Hal. 7

Malu-Malu Mau Ikut Pilkada BINTANG sinetron Desy Ratnasari diincar salah satu partai politik untuk dicalonkan dalam Pilkada Sukabumi. Namun, artis berdarah Sukabumi ini mengaku belum siap untuk menjalani hal tersebut. ”Saya bisa melihat betapa sulitnya memposisikan diri yang enak ke berbagai pihak dan itu bukan hal yang gampang," kata Dessy. Meski demikian, kata dia, mengaku tetap ada pihak yang menawarkannya untuk berkecimpung di dunia politik. Hal itu tak menggoyahkan keputusan Dessy. Artis kelahiran 12 Desember 1973 ini memiliki alasan khusus menolak tawaran tersebut. "Prioritas saya setelah anak saya mandiri. Soalnya sekarang anak saya kalau lagi butuh kerjain PR, tantenya nggak bisa nolongin, dia pasti larinya ke saya," ujarnya. Penolakan itu bukan berarti kartu mati. Menurut Dessy, kemungkinan untuk mengikuti jejak artis lain yang menggeluti dunia politik tetap masih terbuka. "Suatu saat Insya Allah kalau ada jalan yang terbaik. Nggak ada sesuatu hal yang menghalangi langkah kalau memang mau dikerjain. Yang saya pikirin sekarang adalah Nazwa (anak) mandiri dulu," ujarnya. Baru-baru ini

Baca MALU di Hal. 7

Desy Ratnasari

Abraham Samad

Tahanan Kasus Korupsi Meninggal di Baubau Baubau, KP Salah seorang terpidana kasus korupsi proyek pembangunan Transisipan di Kabupaten Bombana, Dahlan (55), meninggal di Lapas Klas II A Kota Baubau, Kamis malam (1/12). Kematian Dahlan diduga akibat penyakit sesak nafas dan batuk darah yang dideritanya. Kepala Lapas Klas II A Kota Baubau, LM Makmur Raja Ika menjelaskan, minggu lalu Dahlan telah divonis pidana terhadap perkara tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Baubau dengan sanksi kurungan 1 tahun 2 bulan dipotong masa tahanan tiga bulan dan denda senilai Rp 50 juta. Kata Makmur, sebelum meninggal, almarhum pernah meminta agar dipindahkan di Lapas Kota Kendari agar bisa dekat dengan keluarga dan anak-anaknya yang ada di Kendari. Tetapi proses pemindahan itu belum bisa dilakukan karena masih menunggu hasil vonis. Dahlan memang memiliki penyakit bawaan, sering sesak nafas dan batuk darah. Sehari sebelum menghembuskan nafasnya, ia masih sempat bercanda bersama rekan-rekannya di Lapas. Saat ingin tidur usai makan malam, sekitar pukul 21.00 tiba-tiba penyakit Dahlan kambuh di dalam ruang sel tahanan. Rekan sekamarnya, Rusdin sempat kaget dan panik melihat penyakit Dahlan kambuh, dia kemudian mendekati Dahlan sambil

Baca TAHANAN di Hal. 7

Marina Segedi, Mantan Juara Silat ASEAN yang Puluhan Tahun Terlupakan

Jadi Sopir Taksi di Usia Senja, Baru Raih Penghargaan pada 2011 Untuk menghidupi empat anak sendirian, Marina Martin Segedi harus gonta-ganti pekerjaan. Prestasinya baru dikenali setelah mengangkut penumpang dari Kemenpora.

MUHAMMAD AMJAD, Jakarta REZEKI itu datang dari kliping koran yang telah berusia hampir tiga dekade. Isi beritanya, keberhasilan Marina Martin Segedi menjadi juara Kejuaraan ASEAN Pencak Silat Kelas

Baca SOPIR di Hal. 7

MUHAMMAD AMJAD/JAWA POS

Marina Martin Segedi bersama medali yang didapatnya saat masih aktif menajdi atlet pencak silat (kiri) dan Marina Martin Segedi di atas Taxi yang biasa dikendarainyanya (kanan).


2

Kendari Pos |Sabtu, 3 Desember 2011

Papua Merdeka Harga Mati Jakarta, KP Desakan agar aparat hukum turun tangan terhadap indikasi banyaknya tindak pidana korupsi di Papua, terus menguat. Kali ini, desakan datang dari Presiden Kongres West Papua National Authority Teriomus Yoku, yang terangterangan mengaku sebagai orang yang memperjuangkan Papua Merdeka. “Di Papua, kami tak punya Bapak yang bisa membimbing kami. Kami harap, gubernur, bupati, walikota, silakan apabila ada indikasi korupsi, tangkap semua. Saya atas nama rakyat Papua, tolong diadili. Jangan dibiarkan mereka bebas dan tetap berkuasa karena ini dilihat langsung oleh rakyat Papua,” tegas Teriomus Yoku saat menghadiri dialog para tokoh Papua dengan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Kesbangpol Kemendagri, di

Kram ......................... dang-kadang malah kram,” ujar ayah tiga anak yang bernama Darsono ini. Sekalipun demikian, kakek lima cucu ini tak memeriksakan dirinya ke dokter. “Dari dulu saya tidak suka berobat ke dokter,” ucapnya. Karena makin lama gangguan itu makin rajin muncul, purnawirawan TNI-AD ini pun

gedung Kemendagri, kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Teriomus Yoku menyatakan, kegagalan pembangunan di Papua terjadi karena para elit di pemda tidak pernah melibatkan unsur agama dan adat. Padahal, lanjutnya, tiga unsur, yakni pemerintah, agama, dan adat, merupakan satu kesatuan di Papua. Nyatanya, itu hanya slogan, lantaran pemda selalu jalan sendiri. “Agama punya umat, adat punya rakyat. Kalau pemerintah rangkul umat dn rakyat, pembangunan pasti jalan,” ujarnya. Dalam acara tersebut, di tengah-tengah menyampaikan pendapat, Teriomus sempat menangis. Bicaranya langsung tersekat, begitu dia mengutarakan betapa rakyat Papua menderita padahal Papua sangat kaya. “Kami tak punya hak milik. Kami rakyat Papua, bangsa Papua, tidak punya hak mi-

lik atas kekayaan kami. Kami tak punya tempat tinggal yang aman. Rakyat Papua ingin bisa menikmati kekayaan dengan damai,” ujarnya, sesaat setelah tangisnya mereda. Hadir di acaa itu empat tokoh kemerdekaan Papua lainnya, yakni Hein Fere selaku Ketua Repatriat PNG, Jefry Warisyu selaku Menteri Perindustrian OPM, Kedor Nasendi yang merupakan anggota Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Pembebasan Irian Barat, dan Ketua Bidang Hukum Adat Papua, Sony Ayatomi. Dari Kemendagri, hadir Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Kesbangpol Kemendagri Widianto dan beberapa pejabat lainnya. Teriomus di forum itu terang-terangan mengaku sebagai salah satu pimpinan Papua Merdeka. “Saya sebagai pemimpin Papua, Papua

Merdeka harga mati bagi saya,” tegasnya. “Tapi setelah mendengarkan pernyataan Bapak Presiden mengenai UP4B )Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat), saya setuju. Kami anak-anak Raja di papua, siap bekerjasama untuk membangun Papua,” tegasnya. “Program UP4B yang disampaikan Bapak SBY ini adalah kata kunci untuk menciptakan rakyat papua yang sejahtera,” sambungnya. Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Kesbangpol Kemendagri Widianto menegaskan, tuntutan kemerdekaan Papua terjadi karena mereka saat ini merasa kurang mendapat perhatian. Masyarakat Papua, tegas dia, merasa hidupnya akan susah tanpa masa depan, sehingga timbul pemikiran untuk berjuang menuntut kemerdekaan.(sam)

mulai mencari solusi. Untunglah, tak lama setelah itu, ia melihat iklan MDL-525 di televisi. Tertarik dengan manfaatnya, ia pun membeli lalu rutin mengonsumsinya. Ternyata kedelai bubuk instan yang kini telah berganti nama dengan New Mandala 525 tersebut cocok untuk mengatasi masalah penduduk Kampung Kaum, Desa Ciranjang, Kecamatan

Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, itu. Buktinya? “Baru satu bulan meminumnya, sudah ada perubahan,” tuturnya. “Dan sekarang boleh dikata sudah tidak ada lagi keluhan itu,” timpalnya, saat ditemui di rumahnya akhir September 2010 lalu. Agaknya, yang dialami Darsono tersebut adalah gejala rematik. Penyakit ini banyak

macamnya, dan salah satunya adalah asam urat. Penyakit asam urat kini merupakan ancaman yang kasusnya meningkat tiap tahun. WHO (Badan Kesehatan Dunia) menyatakan, tahun 2002 penderita rematik di dunia mencapai 350 juta jiwa. Artinya, satu dari enam orang menderita rematik. Penyakit ini menyerang sendi dan jaringan di sekitarnya. Problem uta-

Cegah Contek Berjamaah, Lembar Jawaban UN Dipelototi Jakarta, KP Para pengawas ujian nasional (UN) tahun 2012 akan serius melakukan pengawasan terhadap pola jawaban para peserta UN. Hal ini untuk mengetahui ada tidaknya contek massal yang dilakukan oleh para peserta UN. “Untuk menghindari adanya dugaan contek massal yang pernah terjadi pada pelaksanaan UN tahun lalu, maka pemerintah akan tetap mengawasi pola jawaban siswa atau peserta UN,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, kemarin. Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menjelaskan, dari pola jawaban para siswa tersebut dapat diketahui apakah terjadi contek massal atau tidak. Ia pun mengingatkan adanya kejadian dugaan contek massal di SDN Gadel, Surabaya, Jawa Timur pada UN 2011 lalu. “Waktu di Gadel itu kan ada kelas yang pola jawabannya tidak sama. Meskipun iya

ma penderitanya adalah terganggunya fungsi sendi penyangga tulang. Tapi, ada kalanya rematik menyerang struktur penunjang tubuh sekitar sendi, seperti otot dan tulang. Keluhan yang dirasakan adalah nyeri dan kaku, lalu terjadi pembengkakan, baik pada sendi maupun jaringan penunjang. Rematik kadang juga menyerang bagian tubuh lainnya, ter-

memang ada instruksi (mencontek) dan itu sudah ditindak, tetapi apakah dengan adanya instruksi itu serta merta terjadi contekan” Kan ini harus dibuktikan. Buktinya dilihat dari mana” Ya ini dari lembar jawabannya,” jelas Nuh. Dikatakan, pengawasan pola jawaban ini merupakan cara yang sudah lazim digunakan untuk membuktikan kebenaran dalam kasus contek massal. “Ini suatu analisis yang sering dan lazim digunakan oleh berbagai pihak untuk membuktikan sesuatu dugaan contek massal. Maka itu, ini akan tetap menjadi perhatian kami di dalam pelaksanaan UN tahun ini,” tandasnya. Nuh menambahkan, tim pengawas perguruan tinggi negeri juga akan diturunkan dalam pelaksanaan UN untuk menindak dan memvalidasi Lembar Jawaban UN (LJUN) yang terbukti mencontek. Kemudian, mengirimkan hasilnya ke penyelenggara pusat. Dingatkan pula, penyelenggara UN Tingkat Provinsi mengirim nilai sekolah ke penyelenggara pusat paling lambat satu minggu sebelum UN. (cha)

masuk organ dalam. Itu sebabnya banyak penderita yang mengeluh ia dijangkiti penyakit lain. Dr. Iskandar Junaidi, pengarang buku Rematik & Asam Urat, mengatakan bahwa hingga saat ini tak ada obat buat menyembuhkan penyakit ini, kecuali rematik dan asam urat yang diakibatkan infeksi. Menurutnya, obat hanya bisa mengatasi gejala penyakit itu. Karena itu, yang perlu dilakukan adalah menekan gejala itu. Untuk itu, salah satunya dibutuhkan terapi herbal. Nah, bahan nabati yang digunakan dalam terapi itu bisa bermacammacam. Mengonsumsi kedelai, yang kaya akan isoflavon, asam amino, vitamin, dan mineral, adalah salah satunya. Dalam bukunya Isoflavon, Dr. Hery Winarsi menga-

takan bahwa isoflavon berpotensi melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif sehingga struktur membran sel tetap utuh dan dapat berfungsi dengan baik. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun, sebagai perintis keberadaan kedelai bubuk komersial di Indonesia, New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya nyata dan produknya diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko-toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwatis@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (*)


3

Sabtu, 3 Desember 2011

BNI, BUMN Paling Inovatif

SAMSUNG GALAXY NOTE

Prosesor Beda di Negeri Asal SAMSUNG Galaxy Note telah diluncurkan sejak 12 November di Indonesia. Tapi di negara Asia lainnya seperti Korea baru diluncurkan awal pekan ini. Shin Jong-Kyun, Mobile Chief Samsung, menyatakan, Galaxy Note berada di antara ponsel pintar dan tablet. Mengusung Android 2.3 (Gingerbread) serta dilengkapi prosesor 1.4 GHz dual-core. Lucunya, versi yang hadir di Korea memiliki prosesor yang berbeda. Adanya prosesor yang berbeda itu disebutkan harian KoreaTimes. Mengutip seorang eksekutif Samsung yang menolak disebut namanya, Galaxy Note untuk pasar Korea tidak menggunakan prosesor buatan Samsung sendiri. “Untuk konsumen global, Galaxy Note menggunakan prosesor 1.4GHz dual-core Exynos dari Samsung. Namun, untuk konsumen lokal, prosesor yang digunakan dari Qualcomm,” cetus sang eksekutif. Hal itu dilakukan untuk memenuhi permintaan pengguna akan perangkat yang mendukung teknologi telekomunikasi generasi ke-4 (4G) LTE yang saat ini digunakan semua operator besar di Korsel. Prosesor Qualcomm yang digunakan telah mendukung 3G dan 4G dalam satu chip yang sama. (jpnn)

Jakarta, KP Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kerap diidentikkan sebagai korporasi yang tidak efisien dan miskin inovasi. Untuk itu, upaya mendorong inovasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus dilakukan. Salah satunya melalui penghargaan BUMN Inovasi Terbaik. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk berhasil terpilih sebagai best of the best atau BUMN Inovatif Terbaik. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan, inovasi sangat dibutuhkan untuk membuat BUMN bisa menjadi yang terbaik di bidangnya. “Jangan kalah dengan swasta,” ujarnya dalam acara penghargaan di Hotel Four Seasons Jakarta Kamis (1/12) malam. Ketua Dewan Juri M. Said Didu mengatakan, BUMN Award ini diberikan untuk mendorong inovasi dalam tubuh BUMN. “Inovasi sangat penting untuk menghasilkan barang dan jasa terbaik,” ujarnya. Selain Said, dewan juri lainnya adalah Tanri Abeng, Pandu Djajanto, Wahyu Hidayat, Bagus Rumbogo, Ilham Habibie, Mas Ahmad Daniri, Avanti Fontana, Aviliani, A. Fauzi, Syamsuddin Ch Haesy, Mahmud Husen, dan Hadi M Djuraid. Selain penghargaan best of the best atau BUMN inovatif terbaik, total ada 12 kategori penghargaan yang diperebutkan oleh 69 BUMN yang berpartisipasi. Uniknya, pembacaan nominasi dan pemenang dilakukan seluruhnya oleh para srikandi BUMN, yakni para perempuan yang duduk di jajaran direksi BUMN. Ke-11 penghargaan lainnya adalah Chief Executive Officer (CEO) atau Direktur Utama BUMN Inovatif Terbaik. Penghargaan untuk bos BUMN ini jatuh ke tangan Dirut PT Pelindo II, R.J Lino. Posisi ke dua ditempati Dirut PT

sulis/dok/kp

BNI terpilih sebagai best of the best atau BUMN Inovatif Terbaik saat ini. Hal itu diperoleh berkat kerja keras pengurusnya. Tampak Gubernur Nur Alam saat menghadiri peresmian Kantor BNI Anduonohu beberapa waktu lalu. Angkasa Pura (AP) II Tommy Soetomo dan ke tiga Dirut PT Kereta Api Ingasius Jonan. Selanjutnya, Inovasi Manajemen BUMN Terbaik yang jatuh ke tangan PT Pertamina. Lalu, Inovasi good corporate governance (GCG) BUMN Terbuka Terbaik kepada PT Bank Mandiri Tbk. Kemudian, penghargaan Inovasi Produk Manufaktur BUMN Terbaik berhasil disabet oleh PT Pindad. Lalu,

Inovasi Produk Agrikultur BUMN Terbaik berhasil diraih PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Selanjutnya, penghargaan Inovasi Produk Jasa BUMN Terbaik jatuh kepada PT PLN. Lalu, Inovasi Pemasaran BUMN Terbaik berhasil disabet PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. Setelah itu, penghargaan Inovasi SDM BUMN Terbaik berhasil diraih PT Pupuk Kaltim. Lalu, penghargaan Inovasi

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN Terbaik disabet oleh PT BNI Tbk. Kemudian, penghargaan Inovasi Pelayanan Publik BUMN Terbaik diraih oleh PT PLN. Lalu, penghargaan Inovasi Strategi Bisnis Global BUMN Terbaik jatuh ke PT Biofarma. Selanjutnya, penghargaan Inovasi Teknologi BUMN Terbaik berhasil disabet oleh PT Biofarma. (jpnn)

Trans Studio Hadirkan Shaolin Kungfu Show int/kp

Harry Sasongko saat menyerahkan hadiah pada pemenang the 6th IWIC.

Sambut HUT, Indosat Sebar Hadiah INDOSAT memberikan beragam apresiasi kepada pelanggan setianya yang telah mencapai lebih dari 50 juta pengguna. Hadiah tersebut berupa total 5 kg emas batangan, ratusan Handphone dan BlackBerry, TV LCD. Selain itu,Indosat juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet peraih medali emas di Sea Games XXVI Kini Indosat usianya genap 44 tahun, HUT tersebut dirayakan bersama seluruh stakeholder perusahaan dalam acara “Gemerlap 44 Tahun Indosat untuk Indonesia di Jakarta Convention Center serta Live di sebuah stasiun televisi swasta. Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian Gala Dinner di sembilan kota, sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan setia Indosat. Pada kesempatan ini, Indosat juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet peraih medali emas di Sea Games XXVI serta menyerahkan hadiah kepada 16 pemenang the 6th Indosat Wireless Innovation Application Contest (IWIC). Semangat Indosat untuk Indonesia telah mampu membawa Indosat tetap berkiprah sebagai salah satu pemain utama dalam industri telekomunikasi di Indonesia. “Berbagai pencapaian positif sepanjang 2011 direfleksikan antara lain dalam kesuksesan mencatat 51,5 juta pelanggan pada kinerja kuartal 3 di tahun 2011 dan mencatat pertumbuhan Ebitda,laba bersih, free cash flow serta pengurangan hutang perusahaan secara berkesinambungan,” demikian disampaikan President Director & CEO Indosat Harry Sasongko melalui release yang diterima Kendari Pos, kemarin. Keberhasilan menjaga pertumbuhan kinerja yang positif di 2011 telah mendapat pengakuan dalam ‘’2011 Frost & Sullivan Indonesia Excelence Award’’ sehingga Indosat memperoleh dua penghargaan prestisius yaitu Telecom service provider of the year dan mobile service provider of the year. Semangat memberikan yang terbaik kepada bangsa Indonesia juga diwujudkan dengan mendukung dua kegiatan internasional di Indonesia yakni pada bulan November yaitu sebagai Prestige Partner dalam Sea Games XXVI dan menjadi Official Global Network Partner dalam ASEAN SUMMIT ke-19, dengan menyediakan berbagai solusi telekomunikasi terintegrasi dalam acara tersebut. “Pelanggan selalu menjadi prioritas utama kami, baik pelanggan ritel maupun pelanggan korporat. Beragam layanan komunikasi Indosat seperti seluler, komunikasi data, internet, telepon tetap dan satelit, disediakan bagi pelanggan dan kami berupaya terus memberikan nilai tambah terbaik dalam hal inovasi, pelayanan dan kualitas. Semua kami hadirkan dalam semangat Indosat untuk Indonesia ”, ujarnya. Dengan kemenangan Indonesia sebagai Juara Umum Sea Games XXVI, Indosat bekerjasama dengan Research in Motion (RIM) Kanada, sebagai produsen Blackberry, memberikan apresiasi kepada 235 pemenang medali emas SEA GAMES XXVI , berupa handset BlackBerry Bold 9790, serta Paket Berlangganan Blackberry, untuk mendukung aktifitas komunikasi para juara yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Dalam acara puncak HUT Indosat , juga diumumkan 16 pemenang program the 6th Indosat Wireless Innovation Application Contest (IWIC). IWIC merupakan ajang kompetisi tahunan yang telah enam tahun diselenggarakan Indosat dalam upaya menggali potensi dan daya kreasi generasi muda di bidang aplikasi-aplikasi berbasiskan teknologi wireless. Sehingga saat ini telah beberapa aplikasi diimplementasikan dan dikomersialkan yang membuktikan minat yang kuat pemuda Indonesia mengembangkan ide dan kreasi berinovasi. ‘’Kami meyakini bahwa pencapaian dan pengakuan bagi perusahaan tidak lepas dari kesetiaan pelanggan dalam menggunakan layanan Indosat serta dukungan seluruh stakeholder perusahaan. Untuk itu di 44 tahun usia Indosat, kami tetap berkomitmen untuk terus berinovasi, memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, memberikan kinerja terbaik bagi pemegang saham serta memberikan manfaat terbaik bagi seluruh stakeholder dan masyarakat Indonesia,” tandas Harry Sasongko. (lis)

Kendari, KP Satu lagi kebanggaan masyarakat khususnya Indonesia Timur dengan hadirnya Shaolin Kungfu Show langsung dari Qibu Cina di kota Makassar. Kali ini secara khusus, Trans Studio theme park mendatangkan langsung 25 pemain kungfu dari Cina. Yang patut dibanggakan pertunjukan tersebut adalah untuk yang pertama kalinya digelar di kota Makassar. Syafrul Hidayat, selaku General Manager Trans Studio Theme Park Makassar saat menyambangi Kendari Pos kemarin mengatakan pertunjukan Kungfu Shaolin akan berlangsung 24 Desember - 8 Januari 2012 di area Main Hub Trans Studio theme park. Dengan latar belakang SHaolin Temple dan dekorasi panggung yang menyerupai suasana sekolah Kungfu yang ada di Cina dibangun di atas panggung yang digunakan dalam Shaolin Kungfu Show tersebut. “Warga Sultra sangat potensial se-

akbar/kp

Manager Iklan Kendari Pos, Haeruddin saat menerima Syafrul Hidayat, General Manager Trans Studio Theme Park Makassar (tengah) di Graha Pena Kendari Pos, kemarin

bagai pengunjung ke Trans Studio, makanya kami promo hingga ke Sultra dengan menghadirkan Shaolin Kungfu Show berdurasi 60 menit akan menampilkan berbagai macam atraksi mendebarkan, antara lain Pedang Naga, Toya Sakti, Jurus Naga, Manusia Karet, dan Debus Cina. Seluruh atraksi ini akan didukung pula oleh pencahayaan panggung yang spektakuler dan tentu saja diiringi oleh sentuhan backsound yang sangat mendukung pertunjukan ini,” Kata Syafrul.

Pertunjukan Kungfu Shaolin ini dipersembahkan oleh Qibu Kung Fu. Sekolah kungfu yang didirikan pertama kali ditahun 1994 oleh keturunan ke-2 langsung dari Shaolin Temple. Mereka telah menentukan bahwa misi mereka adalah kesuksesan, kesinambungan (kelanjutan) dan pengembangan dari ilmu bela diri tradisional. Anggota - anggotanya adalah Guru -guru yang sangat ahli dan terkenal secara luas dengan reputasi yang sangat baik di Cina maupun didunia internasional.

Hingga saat ini, mereka telah mengunjungi Negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Kerajaan Inggris, Perancis, Swedia, Swiss, Belanda, Belgia, Singapur dan Kores Selatan. “Anggotaanggota dari Qibu Shaolin Kung Fu juga telah mendapatkan pengakuan dari tamu-tamu kenegaraan Cina seperti Ratu Elizabeth dari Kerajaan Inggris, Presiden terdahulu Rusia - Vladimir Putin, Sekertaris Negara Amerika Serikat terdahulu - Henry Kissinger dan lainnya” tandas Syafrul. (adv/awl)

Asosiasi Nilam Sebaiknya Dibentuk Kendari, KP Dugaan tentang adanya produk Nilam oplosan harus disikapi. Solusinya yakni adanya asosiasi yang menangani komoditi tersebut agar menjadi wadah bila ada permasalahan ditimbulkan. Hal tersebut tercetus dari pertemuan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abd . Jabbar Toba dengan Kabid Industri Disperindag Sultra, Ir Sapoan. “Dari perjalanan Saya ke daerah penghasil nilam, banyak masalah. Selain oplosan, sejumlah dampak negatif akibat Nilam juga menjadi keluhan masyarakat. Saya harap hal tersebut

bisa disikapi,” terang Jabbar Toba saat menemui Sapoan di Disperindag Sultra, kemarin. Menurutnya untuk menjaga mutu dan harga minyak nilam terjamin, seharusnya mata rantai perdagangannya diperpendek, sehingga petani diuntungkan. “Oleh sebab itu harus ada lembaga keuangan seperti koperasi yang menjadi wadah bagi mereka,” katanya. Menanggapi pernyataan tersebut Sapoan menjelaskan bila ia telah melakukan croscek di Kolaka Utara. Diakui bila ternyata ada salah seorang petani yang melakukan oplos minyak nilam.

Tapi hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak terkait untuk membina petani dimaksud. Menurutnya Sapoan untuk memberikan solusi, kiranya harus ada asosiasi. Di pusat memang ada Asosiasi Atsiri (Asosiasi semua produk minyak suling baik cengkih, nilam dan sejenisnya). Bila di Sultra ada asosiasi tersebut, setidaknya bisa menangani segala macam keluhan. “Asosiasi ini nantinya bisa menjadi wadah bagi para petani ataupun pengusaha nilam agar komiditi terus bisa menjadi tumbuhan primadona,” terang Sapoan.

Saat ini kata Sapoan memang banyak kecemburuan sosial yang ditimbulkan oleh industri komoditi nilam. Itu karena banyak faktor penyebab, yakni penyulingan yang belum mendapatkan izin, sehingga polusinya terkadang menjadi keluhan masyarakat sekitar. “Hal ini tentunya menjadi tugas bersama baik Dipserindang dan instansi terkait dalam hal pembudidayaan. Termasuk pemerintah kabupaten setempat juga harus turut andil untuk tetap menjaga dan mempertahankankan mutu serta kontinuitas produk minyak nilam. Harus kita carikan solusi,” pungkas Sapoan. (lis)

Stik dan Kerupuk Pokea ala Prof. Aslan

Jamin Nilai Gizinya Tinggi, Bisa Menjadi Oleh-oleh Andalan Pokea (sejenis kerang yang hidup disungai) adalah produk perikanan air tawar, yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Kendari dan sekitarnya. Pokea kini bisa diproduksi dalam bentuk makanan jadi yang nilai gizinya dan nilai jualnya lebih tinggi, dibanding pokea yang dijajakan selama ini. Seorang Dosen yang juga Dekan di Fakultas Perikanan Unhalu, Profesor La Ode Muh. Aslan telah membuat pokea menjadi panganan bernilai jual tinggi seperti Saus, sambal, stik dan kerupuk.

sulis/kp

La Ode Muh Aslan saat memperlihatkan produk asal Pokea yang sudah diubah menjadi Saus, sambal, stik dan kerupuk.

Sulis Setiarini SIANG kemarin di rumah industri Pesantren Umusshabri Kendari, La Ode Muh. Aslan tengah serius memperhatikan gorengan stik mete yang sedang dikemas. Tangannya juga sedang memegang dua botol berisikan sambal dan saus. Ternyata produk-produk tersebut berbahan baku pokea. Rencanya produk itu akan menjadi pajangan dalam Expo Unhalu yang mulai dibuka kemarin. Namun produksin-

ya bukan semata karena menghadapi expo, semua itu dibuat dari hasil penelitian Aslan tentang pokea. Ia berharap pokea seharusnya bukan hanya dijual dalam bentuk mentah dan dibuat sate seperti yang dikonsumsi masyarakat pada umumnya.

Pokea bisa dibuat produk bernilai jual tinggi, bahkan menjadi makanan khas atau oleh-oleh andalan dari Kendari. Berdasarkan pengalaman tersebut, Aslan pun menggandeng Konsultan UKM Disperindag Sultra, Saiful Azmi. Jadilah produk-produk

tersebut yang sejak kemarin mulai dipampang di stand Expo Fakultas Perikanan. Ke depan produk dari pokea itu bukan hanya ada saat expo berlangsung, tapi market dan produksi akan kontinyu. Setidaknya FPIK akan bekerjasama dengan mitra baik itu swasta, termasuk mahasiswa untuk dibuat menjadi sebuah usaha. Keuntungan dari usaha tersebut tentunya akan menjadi dana kas fakultas dan bisa digunakan untuk kebutuhan kegiatan kampus. “Jadi nantinya fakultas tidak hanya minta uang dari pemerintah, tapi kita bisa juga mencari uang,” paparnya. Versi Aslan, sebenarnya banyak produk dari perikanan yang bisa dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Apa yang dilakukannya itu merupakan aplikasi dari teori. “Bukan hanya berbicara teori, kita harus aplikasikan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi bila pokea ini bisa menjadi makanan yang nilai jualnya tinggi, tentunya penghasilan petani pencari pokea juga semakin bagus,” pungkasnya. (***)


4

Kendari Pos |Sabtu, 3 Desember 2011

Muhammadiyah dan Gagasan Ahmad Dahlan

-PSU Buton Digelar 25 JanuariBerarti Sudah Akur Mi KPU dengan Bupati -SDA Diminta Tak Kerdilkan BuhariDisayang Ji Itu Nanti..!

(Kado Milad 102 tahun Muhammadiyah)

-Kepala BKD Bombana Dinilai GagalTapi Dipercaya Tawwa Sama Bupati

S Pujian dan Koreksi Buat Guru TERPUJILAH wahai engkau, ibu bapak guru... Ini adalah sebait lagu dalam “Hymne Guru”. Lagu ini selalu didengarkan pada hari-hari penting yang berkaitan dengan guru. Tak hanya itu, lagu ini sudah melekat di benak dan tak asing lagi buat setiap siswa maupun yang pernah mengecap sebagai pelajar di Tanah Air ini. Lagu yang dimulai dengan kata-kata terpuji sungguh punya makna mendalam. Kata terpuji selalu kita konotasikan sebagai orang yang sangat baik. Jadi panutan atau jadi contoh. Makanya ada pepatah, jika guru kencing berdiri, maka murid akan kencing berlari. Maknanya, guru adalah suritauladan. Dulu, guru sangatlah dihormati. Kita sangat takut dan merasa berdosa besar tatkala melawan kepada seorang guru. Guru adalah segala-galanya setelah orangtua di rumah. Malah, banyak di antara kita yang lebih menghormati guru atau takut dengan guru daripada takut kepada orangtua. Era 2000-an, terjadi degradasi nilai-nilai buat banyak guru. Kata-kata terpuji sudah sering dilupakan banyak orang. Banyak guru yang dilaporkan ke Komnas HAM atau ke polisi atas tindaktanduknya kepada murid-muridnya. Banyak di antara kita yang tidak mempedulikan lagi sebuah jabatan yang bernama guru. Penyebabnya tentu juga tak bisa dilepaskan dari pribadi seorang guru. Belakangan, banyak guru-guru yang lepas kontrol dalam penguasaan emosi. Sering selalu meledak-meledak dan melupakan hakikatnya sebagai guru. Para guru juga sering melupakan bahwa mereka hidup di zaman yang penuh keterbukaan informasi. Apa saja diketahui banyak orang. Apalagi dengan tatanantatanan buatan manusia yang melewati batas dan mengekang naluriah guru, juga sering mereka lompati. Jatuh, terpuruk dan terhina akan muncul gara-gara semua itu. Makanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Guru Nasional, Rabu (30/11) mengingatkan semua itu. SBY mengoreksi dan sekaligus memberikan pujian. Buat guru-guru yang sudah lulus sertifikasi dan sudah menerima haknya dari negara, tentunya harus menjalankan kewajiban dengan benar. Makanya, SBY menuntut guru-guru kembali rajin dan berkualitas. SBY juga minta guru memiliki kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sekolahnya sehingga lebih tertib dan teratur. Koreksi lain, masih ada guru yang belum benar-benar jadi panutan. Di sinilah kata kuncinya. Tuntutan jadi panutan, benar-benar harus melekat buat seorang guru. Kembali ke khittahnya sebagai orang terpuji dan tentu kita semua jangan pula melupakan bahwa guru juga manusia. Semoga, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Belum lama ini dunia pendidikan di Sultra, khususnya di Muna sedikit heboh oleh lansiran yang dibuat ICW, bahwa separuh guru di Muna tidak layak mengajar karena kualitasnya yang rendah. Infrastruktur pendidikan di daerah itu juga masuk ketagori parah dan tidak pantas lagi digunakan. Kendati kemudian hal itu dibantah oleh pihak Diknas Muna, tapi setidaknya informasi yang disampaikan ICW, sebuah lembaga yang masih dianggap kredibel di Indonesia, bisa menjadi koreksi bagi dunia pendidikan di Muna, yang selama ini sudah terkenal dengan berbagai hiruk pikuk politik, dan berbagai cerita negatif lainnya soal daerah itu, utamanya mengenai system birokrasi dan tata kelola anggarannya. Pertanyaannya, bagaimana bisa ada sampai setengah dari jumlah pendidik yang ada di Muna itu dinilai tidak pantas mengajar? Padahal, berbagai program kesejahteraan dan “stimulus” peningkatan kualitas sudah diberikan pemerintah, mulai dari pemberian tunjangan sertifikasi sampai tunjangan pengajar daerah tertinggal. Semuanya adalah bentuk perhatian besar negara terhadap kesejahteraan guru. Jika dulu ada istrilah guru itu adalah pahlawan tanpa tanda jasa, sekarang hal itu harus ditinjau ulang. Perhatian apa lagi yang kurang dari pemerintah terhadap para pencetak generasi bangsa itu. Sayangnya, perhatian yang berlebihan itu kadang tak sepadan dengan hasilnya. Tunjangan sertifikasi misalnya, yang sejatinya diperuntukan bagi guru untuk memenuhi segala keperluan yang berkaitan dengan naiknya kualitasnya sebagai guru, justru dijadikan barang-barang konsumtif rumah tangga. Bukannya sibuk membeli buku-buku mata ajaran atau modul-modul dari para ahli pendidikan, tapi tiap terima sertifikasi dialokasikan untuk membeli sofa, HP baru atau piring model terbaru dari merek terkenal. Kalau seperti ini mentalitas para guru kita, jangan harap akan ada peningkatan kualitas keilmuan. Bukan sesuatu yang salah jika kemudian ICW melansir data memiriskan terkait guru di Muna. Karena hal itu bisa saja terjadi di daerah lain di Sultra.(***)

uatu waktu KH. Ahmad Dahlan memberikan pengajian di maje lis ilmunya. Surat dan ayat yang dibahas adalah surat Al Ma’un. Seorang santrinya bertanya kepada Pak Kiyai, bahwa ayat beserta surat ini kami sudah menghafalnya. Tidak adakah surat dan ayat lain dalam Al Qur’an yang perlu kita bahas? Kiyai menjawab; “Sudahkah diamalkan?”. “Belum!”Jawab santrinya. Kalau begitu amalkan dulu, baru kita pindah pada kajian berikutnya. Akhirnya murid-muridnya membawa apa saja yang bisa di sumbang kepada fakir miskin dan anak yatim. Demikianlah model Kyai Dahlan memahami agama Islam, setiap ayat yang di baca dan dipahami langsung diamalkan. Inilah model beragama yang digagas oleh pendiri Muhammadiyah. Banyak bekerja sedikit bicara, berilmu untuk diamalkan dan beramal sesuai dengan pemahaman ilmu. Atau motto ini sering dikenal dengan prinsip berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Prinsip inilah yang mengantarkan Muhammadiyah bertahan diusianya yang ke 102 tahun. Apa yang tertulis diatas, hanyalah merupakan sedikit pernak-pernik yang diwariskan Ahmad Dahlan dalam lembaran Sejarah organisasi ini. Banyak hal yang perlu kita salami dibalik gagasan pendiri Muhammadiyah, Karena berdirinya suatu Muhammadiyah ini tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya. Oleh karena itu, orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar, seharusnya telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi. Setelah menyepakati dasar dan tujuan organisasi, selanjutnya adalah tunduk dan patuh kepada kebijakan organisasi. Apa yang di lakukan dan diteruskan dari gagasan setiap organisasi, pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya. Muhammadiyah sebagai organisasi sudah seharusnya terus diikhtiarkan untuk menjadi tempat menyemai amal, mengkaji Al-Qur‘an dan sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya. Oleh karena itu Muhammadiyah seharusnya tidak boleh sunyi atau terpisah dari kegiatan pengkajian Al Qur’an. Ahmad Dahlan mewasiatkan kepada para aktivis Muhammadiyah tentang suatu acaman bagi Muhammadiyah, bahwa untuk membubarkan Muhammadiyah tidak perlu merusak sekolah dan pondok pesantrenya, tetapi cukup membubarkan pengajian di Muhammadiyah. Bertolak dari pernyataan tadi, hakekatnya bahwa Muhammadiyah sesungguhnya sudah bubar, ketika pengajian Al Qur’an di Muhammadiyah sudah tidak ada lagi. Untuk membangun identitas Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, seharusnya persyarikatan Muhammadiyah memegang tiga prinsip yang akan menjadi ruh gerakannya yakni : Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amaliah. Tiga komponen prinsip yang seharusnya menjadi urat nadi organisasi yang saat ini hampir mati atau dapat diakatakan antara ada dan tiada. Kondisi ini mengharuskan warga Muhammadiyah perlu menelusuri, menyelami dan mempelajari spirit dan pikiran KH. Ahmad Dahlan membawa bahtra organisasi. Paling penting adalah terkait dengan pengelo-

Oleh : Yasir, S.Pd*

laan amal usaha yang berfungsi sebagai instrument dakwah Muhammadiyah. Selain itu pengajian juga perlu di intesifkan berkaitan dengan paham agama dalam Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, serta fiqih ibadah yang bersuber dari ayat dan Al Qur’an yang murni. Penyandaran penganmbilan fiqih ibadah yang tidak dibahasakan berdasar Himpunan Putusan Tarjih, karenah pada dasarnya Tarjih juga merupakan upaya pemilihan hukum yang shahih lagi memiliki landasan yang kuat. Sehingga apabila pelaksanaan ibadah sudah sesuai dengan hadist yang shahih maka hal itu tidak bertentangan dengan Putusan Tarjih. Apabila kita dianjurkan untuk mengkaji pemikiran KH. Ahmad Dahlan, maka hal itu tidak berarti mengikuti jejaknya secara dokmatik tetapi bagaimana memaknai secara kreatif namun penerapannya update pada masa kini. Perintah KH. Ahmad Dahlan kepada santrinya untuk membawa apa saja untuk disedekahkan kepada anak yatim dan fakir miskin merupakan suatu cerminan sebuah pelatihan ikhlas untuk mengorbankan harta sendiri untuk mencapai sebuah kebenaran. Dalam bermuhammadiyah hendaknya Ikhlas dan bersih. Tidak akan ada yang sanggup mencapainya kecuali bagi mereka yang punya niat suci dalam berjuang. Sesuatu yang sungguh menyedihkan manakalah warga Muhammadiyah mengabaikan sama sekali ruh dan gagasan para pendiri organisasinya. Gagasan Ahmad Dahlan sekarang banyak kalangan menikmatinya walaupun dalam berbagai gaya plus bermacam-macam ragam kepentingan (dalam tanda kutip!), baik dalam amal usaha maupun dalam persyarikatan Muhammadiyah. Di Sulawesi Tenggara misalnya, banyak amal usaha yang seharusnya di perjelas lagi status kepemilikinya, apakah itu merupakan amal usaha Muhammadiyah atau yayasan/organisasi lainnya. Hal seperti ini seperti itu sebenarnya bukan saja terjadi di Kendari tapi sudah merambat di daerah lain. Persoalan ini tidak boleh diabaikan begitu saja hanya dengan sekedar prinsip keikhlasan semata. Sebab prinsip ihklas tidak bertanggungjawab adalah penghianatan Pimpinan Muhammadiyah terhadap umat Islam yang menyerahkan amanahnya kepada Muhammadiyah. Amanah mengurus sekolah dengan baik, amanah men-

Penulis adalah Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra

Sweeping Antrian Solar

e-KTP Belum Sukses

083135032896 Panja BBM, Pertamina atau pihak terkait, tolong disweeping mobil pengasur penimbun solar. Karena setiap hari kurang lebih 25 ton solar subsiddi untuk mereka yang mengasur dan menjual ke tambang. Tolong ditindak karena kami tidak butuh wacana.

085241922159 Kenapa pembuatan e-KTP dikatakan sukses, padahal masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan surat panggilan. Kenapa kalau Pilkada semua dapat panggilan termasuk orang mati dapat panggilan, tapi untuk urusan e-KTP tidak. Tolong komisi I terjun langsung di masyarakat.

Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Milwan Wakil Pimpinan Redaksi : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin Redaktur Pelaksana : La Ode Diada Nebansi Koordinator Liputan : Manan Rachman

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

gurus kampus Muhammadiyah agar sesuai dengan nilai-nilai Islam, pondok pesantren, bahkan sebidang tanah yang disumbangkan sebagai amal jaariah seseorang. Milad Muhammadiyah yang ke 102 tahun akan menjadi momentum bagi pengurus Muhammadiyah Sulawesi Tenggara untuk bermuhassabah, sejauh mana gagasan dan ide para pendirinya di teruskan dalam mengelolah organisasi ini. Sikap merasa berjasa, merasa bangga menjadi pengurus dan sikap-sikap angkuh yang lain dalam mengurus organisasi adalah merupakan sebuah indikasi bahwa Muhammadiyah telah gersang dari nilai-nilai yang pernah diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan. Sebaliknya sikap ikhlas tanpa basabasi, merasa butuh dengan Muhammadiyah sehingga selalu bersama Muhammadiyah dalam suka dan duka adalah suatu pertanda bahwa Muhammadiyah akan tetap hidup di setiap zaman seberapapun jumlah anggota yang ikhlas mengurusnya. Satu yang perlu di renungkan pada milad ke 102 ini mengenai tulisan yang sedikit pernah dipublikasikan di kalangan umat yakni sikap KH. Ahmad Dahlan dalam berorganisasi selalu berpegang pada prinsip: (a). Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah; (b).Perlu adanya ikatan ersaudaraan berdasar kebenaran (sejati) ; (c). Perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana. (d) Ilmu harus diamalkan. (e). Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju keadaan yang lebih baik. (f). Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran. Ikhlas dan bersih. Gagasan dan pikiran semacam itu jelas mengandung banyak hal yang perlu direnungkan. Utamanya bagi warga Muhammadiyah yang tidak ada maksud untuk menyimpang dari gagasan dan tujuan berdirinya organisasi tersebut. Terkait dengan prinsip bermuhammadiyah KH. Ahmad Dahlan, Haji Hajid menuliskan pengalamannya sebagai murid Ahmad Dahlan dalam risalah singkat berjudul falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan, yakni tujuh poin yang dapat dipetik; Pertama; Kerapkali KH. Ahmad Dahlan mengungkapkan perkataan ulama Al-Ghazali yang menyatakan bahwa manusia itu semuanya

mati kecuali ulama yaitu orang-orang berilmu. Ulama itu senantiasa kebingungan, kecuali mereka yang beramal. Dan yang beramal semuanya dalam kekhawatiran kecuali mereka yang ikhlas dan bersih. Kedua; Kebanyakan mereka di antara manusia berwatak angkuh dan takabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. KH. Ahmad Dahlan heran mengapa pemimpin agama dan yang tidak beragama selalu hanya beranggap, mengambil keputusan sendiri tanpa mengadakan pertemuan antara mereka, tidak mau bertukar pikiran memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah?. Ketiga; Manusia kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai. Kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik dari sudut atau itiqat, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Keempat; Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama mepergunakan akal pikirannya untuk memikir bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal itikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran yang sejati. Kelima; Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam membaca beberapa tumpuk buku dan sudah memperbincangkan, memikir-mikir, menimbang, membanding-banding kesana kemari, barulah mereka dapat memperoleh keputusan, memperoleh barang benar yang sesungguhnya. Dengan akal pikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan, inilah perbuatan yang benar. Keenam; Kebanyakan para pemimpin belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mepermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah dan ketujuh: Ilmu terdiri atas pengetahuan teori dan amal, Dalam mempelajari kedua ilmu itu supaya dengan cara bertingkat. Dari tujuh butir pikiran brilian serta dari makalah KH.Ahmad Dahlan di atas, lalu kita mengamati secara seksama aktifitas pengurus Muhammadiyah dan angkatan mudanya saat ini. Apakah masih bercahaya sesuai dengan agenda dasar alam pikiran KH. Ahmad Dahlan?, atau mungkin sebagian atau kebanyakan, menjadikan Muhammadiyah bagaikan lembaga persekutuan berhistoris Hantu sementara gagasan dan pikiran pendirinya hanya legenda dan atau sebagai dongeng belaka? Hanya kader dan anggota Muhammadiyah yang bisa menjawabnya. Demikian juga orang-orang yang tidak berkepentingan kecuali ridha Allah semata. (*)

Redaktur : Luther Bittikaka, Ruslan Amrullah, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Emilia, Reporter : Sulis Setiarini, Linri Merinda, Arifuddin, Ulfah Sari Sakti, Sarfiayanti ; Koresponden : Awaluddin Usa (Raha-Muna), Syamsuddin (Baubau-Buton), Eritman Rahmat (Kolaka-Kolaka Utara), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) Arwan Mannaungeng (Jakarta), ; Fotografer : Suwarjono ; Design Grafis : Muh Hajar Siddiq ; Karikatur : Arham Rasyid; Redaktur Khusus : La Paa, M Djufri Rachim; Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin; BPSDM : M Djufri Rachim; Teknologi Informasi : Muh. Sahdar ; Pracetak : Muhrisan (koordinator), Aser Rerung, Gunawan Chandra, Yusri Zubair, Samiruddin; Telepon Redaksi : (0401) 326513, Faks. Redaksi : (0401) 326512, Faks. Bisnis dan Keuangan : (0401) 323771; E-mail : bumianoa@plasa.com; Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari; Alamat Perwakilan : Jakarta: Mu’min Rolle, Komp Widuri Indah, Blok A1-2, Jl. Palmerah Barat No.353 Telp (021) 5330976, Jakarta 12210; Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin, Kolaka-Kolaka Utara : Eliazer Alex Tato; Harga Langganan : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-EksemplarEceran Daerah Rp. 3.500,-. Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/

Ditjen PPG/K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Pembina : HM Alwi Hamu, PP.Bittikaka ; Komisaris Utama : Syamsu Nur Komisaris : Jerry Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Ridwan Arief Direktur Utama : Milwan ; Direktur : Purwanto Sanam ; Sekretaris : Tri Noptijasari ; Ombudsman : Ramli Akhmad (Ketua), M Djufri Rachim, La Paa, Muhammad Saiful, SH, MH, Ariyani Arifin (Sekretaris) Manager Keuangan : Agus Tranhadi; Manager Iklan/Sponsorship : Haeruddin; Manager Sirkulasi : Eliazer Alex Tato ; Manager Event Organizer : Rustam, Manager Umum : St.Ganefo, Manager Personalia/Legal : Marjani Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 (0401)-3126515, Iklan : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)-3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)-2826129/085241854000; Kolaka Jl. Pramuka No.5 Tlp (0405)-24211. Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA)


7

Kendari Pos |Sabtu, 3 Desember 2011

Peran Angie Dianggap Paling Penting dari Lainnya Tersangka .................. dalam kasus ini mengingat perannya disebut dalam surat dakwaan yang disusun KPK, Johan hanya menjawab normatif. Kata Johan, pihaknya akan terus bekerja secara profesional. Siapapun bisa jadi tersangka asalkan memiliki dua alat bukti yang kuat. KPK memang terus mendalami keterlibatan Angie dalam kasus suap wisma atlet. Buktinya, istri mendiang Adjie Massaid itu beberapa kali dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut. Bahkan, dalam sidang suap wisma atlet sebelumnya dengan terdakwa Mindo Rosalina Manulang, dan Mohammad El Idris terungkap bahwa Angie pernah melakukan perbincangan dengan Rosalina via Blackberry messenger (BBM). Salah satu perbicangannya, Angie meminta jatah dengan menggunakan kode Apel Malang dan Apel Washington. Rosalina dalam persidangan pun menyatakan bahwa yang dimaksud Apel Malang adalah

kode untuk menyebut mata uang rupiah sedangkan Apel Washington untuk menyebut mata uang dollar. Johan lalu menerangkan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan di persidangan untuk menelusuri siapa saja yang terlihat dalam kasus tersebut. “Kami tetap akan menunggu perkembangan dalam persidangan,” kata pria yang pernah mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK itu. Dibagian lain, Wakil Ketua KPK M Jasin saat dihubungi kemarin menambahkan bahwa pihaknya tidak bisa seenaknya menindak semua orang yang disebut-sebut Nazaruddin terlibat dalam kasus suap wisma atlet. “Tidak lantas semua yang disebut-sebut Nazaruddin kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Jasin. Menurutnya KPK adalah lembaga profesional yang tidak bisa menindak seseorang hanya berdasarkan tudingan dan omongan pihak lain. Tapi semuanya harus berdasarkan alat bukti yang kuat. Sementara itu, Partai Demokrat cukup kerepotan

dengan maneuver Nazaruddin terakhir. Demokrat sampai merasa perlu meluruskan secara resmi nyanyian Nazaruddin di persidangan. Terutama, yang ikut menyeret nama SBY, seputar pertemuan pada 23 Mei 2011, di kediaman SBY, di Cikeas. Konferensi pers khusus mengenai hal tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin. Dia mengakui, kedatangan Nazar di Cikeas, pada 23 Mei 2011. Namun, dia memaparkan, bahwa kedatangan Nazaruddin di Cikeas saat itu merupakan kelanjutan rentetan sidang Dewan Kehormatan, yang membahas posisi yang bersangkutan sebagai bendahara umum. Pertemuan 23 Mei 2011, sekitar pukul 09.00 WIB, itu merupakan kelanjutan rapat dewan kehormatan sehari sebelumnya. “Jadi, bukan untuk membicarakan kasus atau pamitan kepada Pak SBY. Ini yang kita klarifikasikan saat ini,” ujar Amir, dalam jumpa pers, di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, kemarin. Dia lantas membeber, bahwa

dalam rapat dewan kehormatan 22 Mei 2011, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum sempat mengusulkan kepada SBY sebagai ketua dewan Pembina agar mau menerima kaedatangan Nazaruddin. Tujuannya, agar dapat memperoleh klarifikasi atau apapun dari Nazaruddin secara langsung. SBY, kata Amir, sempat menolak usul tersebut. “Tetapi kami di Dewan Kehormatan kemudian melihat ada satu isyarat bahwa Saudara Nazaruddin akan patuh,” lanjut Amir. Karena itu, kemudian mayoritas anggota dewan kehormatan akhirnya sepakat mengusulkan agar SBY mau menerima. Akhirnya meskipun keberatan, kemudian beliau sepakat untuk menerima Nazar. “Tapi, dengan syarat seluruh anggota dewan kehormatan hadir,” tandasnya. Pertemuan pun dilaksanakan. Nazaruddin jadi dating ke Cikeas. Namun, terang Amir, saat rapat dewan kehormatan baru berlangsung, tiba-tiba Nazaruddin menyampaikan keberatan atas usulan pengun-

Ketua KPK Sekampung dengan Baharuddin Lopa KPK .......................... lum, sosok Abraham masih kalah tenar dibanding kandidat lain seperti Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto termasuk Abdullah Hehamahua. Saking tak tenarnya, hingga sejumlah wartawan foto pun terkesan ogah-ogahan melakukan pemotretan saat uji fit and propert test. Tapi, ketenaran itu ternyata tak ada apa-apanya bila dilihat dari komposisi perolehan suara dimana Abraham Samad dinyatakan menang mutlak. Bayangkan, dari 56 anggota DPR yang mempunyai hak suara, Abraham meraup 43 suara, Busyro 5 suara, Bambang Widjojanto (4 suara), Zulkarnain 3 suara dan Adnan Pandupraja 1 suara. Abraham Samad terpilih

melalui dua kali voting di Komisi III DPR. Dengan pemilihan ini, Abraham ditetapkan sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015. Usai penghitungan suara, Ketua Komisi III Benny K Harman, menyatakan, Busyro Muqoddas hanya memperoleh lima suara dari 56 suara. “Busyro yang tadinya Ketua KPK diturunkan menjadi Wakil ketua KPK,” kata Benny, disusul gelak-tawa anggota Komisi III. Sindiran yang agak nylekit juga dilontarkan Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santosa. “Busyro Muqqodas memang masih berpeluang. Tapi akhir-akhir ini blunder karena lebih banyak bicara ketimbang kerja,” kata Priyo. Abraham Diminta Percaya Diri Pimpin KPK Komisi III DPR RI meminta

kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih, Abraham Samad untuk percaya diri memimpin lembaga antikorupsi itu di periode 2011-2015. Sebab, Abraham dinilai sebagai figur muda (45 tahun) yang diharapkan dapat membawa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia, menjadi lebih baik. “Saya pribadi berharap Abraham Samad harus percaya diri, walau usianya masih muda,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Djamil, usai pemilihan Pimpinan dan Ketua KPK, kemarin, di Jakarta. Anggota Komisi III DPR RI fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani juga memberikan dukungan

kepada Abraham dalam memimpin KPK. “Mungkin kawankawan di Komisi III melihat untuk memberikan generasi muda itu memimpin KPK,” kata Yani. Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K. Harman menegaskan, akan mendukung Abraham Samad dalam memimpin KPK. “Semoga di bawah Abraham akan lebih konsisten dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,” kata Benny. Abraham Samad terpilih menjadi Ketua KPK periode 2011-2015 setelah melalui pemilihan di Komisi III DPR RI, kemarin, di Jakarta. Dengan demikian Abraham Samad menggeser Busyro Muqaddas, yang setahun terakhir ini memimpin lembaga anti korupsi, itu.(boy/awa)

Dalam Kesederhanaan, Yakin akan Lahir Juara Seperti Dirinya Sopir ......................... A Putri pada 1983 di Singapura. Marina yang sangat bangga ketika itu langsung melaminating potongan surat kabar tersebut. “Saya memang sengaja melaminating biar awet. Saya tak menyangka itu bermanfaat dan membuat saya mendapatkan penghargaan,” ucap Marina yang dilahirkan di Jakarta pada 7 Mei 1964 itu. Penghargaan yang dimaksud datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada September lalu. Yakni, berupa rumah dengan nilai uang Rp 125 juta yang diberikan kepada mantan atlet berprestasi. Realisasinya berbarengan dengan pemberian bonus bagi para atlet peraih medali di SEA Games 2011 pada Kamis, 24 November lalu. “Saya bersyukur, akhirnya uangnya sudah di tangan,” ujar Marina yang beberapa kali juga menyabet gelar di kejuaraan nasional dan daerah itu. Wajar kalau perempuan 47 tahun itu bungah. Sebab, hampir tiga puluh tahun berlalu, sepak terjangnya yang telah mengharumkan nama bangsa terlupakan. Padahal, keberhasilan menjadi jawara pencak silat ASEAN pada 1983 itu bisa dibilang setara dengan meraih emas di SEA Games saat ini. Sebab, saat itu silat belum dipertandingkan di ajang olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut. Beruntung nasib mempertemukan Marina dengan Karsono, pelanggan taksinya yang bekerja di Kemenpora. Dari obrolan di atas taksi yang berlangsung pada April 2011 lalu, single parent yang harus menghidupi empat anak (dua di antaranya anak angkat) itu menemukan jalan untuk menerima penghargaan mantan atlet. “Tapi, itu pun tidak mudah. Soalnya, saya masih disuruh memberikan pembuktian-pembuktian kalau saya benar-benar atlet berprestasi dulu,” terangnya. Marina pun menyerahkan semua bukti kesuksesannya. Mulai medali sampai piagam prestasi. Namun, pihak Kemenpora belum sepenuhnya

yakin. Beruntung, perempuan 47 tahun itu masih menyimpan kliping koran tadi yang di dalamnya juga dilengkapi foto dirinya saat juara ASEAN pada 1983 itu. Akhirnya uang Rp 125 juta tadi pun berhak dia miliki. Tapi, Kemenpora mewajibkan uang itu diwujudkan menjadi rumah. Kalau ada kekurangan, si penerima yang mesti menambahi. Karena itulah, meski baru menerima rezeki dalam jumlah tidak sedikit, Marina tak lantas meninggalkan profesinya selama ini: sopir taksi. Ya, pekerjaan yang seharihari memberinya penghasilan sekitar Rp 100 ribu itulah yang dia jalani sejak bercerai dari sang suami yang menikahinya pada 1983 dan memberinya dua putri, Rayner Nurdin, pada 1989. “Ketika itu, setelah bercerai, mau silat terus tidak mungkin karena saya harus menghidupi anak-anak. Karena itu, saya memutuskan untuk bekerja,” terang ibunda Ayu Yulina Sari dan Rima Afriany Caroline itu. Pada awalnya, perempuan yang tinggal bersama ibunya di kawasan Bintara, Bekasi, sejak bercerai itu membuka warung kecil-kecilan. Sayang, usaha itu tidak berjalan lancar sehingga dia banting setir untuk mencari pekerjaan lain. Marina akhirnya diterima menjadi sopir taksi. Sebuah pilihan yang kurang “lazim”, sebenarnya. Sebab, sampai sekarang pun jarang ditemui kaum Hawa yang menekuni pekerjaan tersebut. Namun, wanita berdarah Jerman-Jawa itu justru bersyukur karena menjadi sopir taksi telah menyelamatkan dia dan keluarga. “Apa yang saya dapatkan cukup untuk menghidupi keluarga dan untuk biaya pendidikan anak-anak. Apalagi, masih ada beasiswa Supersemar yang saya terima meskipun tidak banyak,” kata perempuan 47 tahun itu. Sebenarnya, sebelum bercerai, Marina mendapatkan tawaran cukup menarik untuk melatih seni pencak silat di Belanda. Namun, setelah berkonsultasi dengan orang tua dan suami, dia batal be-

rangkat karena anaknya saat itu masih kecil dan butuh dekat dengan dirinya. Tawaran itu tentu didasarkan pada kegemilangan sepak terjang Marina di silat. Marina mulai mengenal bela diri ini dari sang ayah yang berdarah Jerman, Martin Segedi. Meski asli Jerman, latar belakang Martin adalah pejuang. Dia turut bergabung di daerah militer Siliwangi (kini Kodam Siliwangi). “Saya sangat tertarik pada silat karena mendengar cerita dari ayah. Mulai kelas VI SD saya ikut perguruan Padjajaran,” kata Marina yang beribu perempuan asal Malang, Soekartin, itu. Keterampilan yang terasah dari ketekunannya berlatih memikat ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) saat itu, Eddie Mardjoeki Nalapraya. Apalagi, saat di kejurnas dia nyaris menjadi juara sebelum akhirnya dibatalkan karena tidak memperkuat DKI Jakarta sebagai daerah asalnya, melainkan Bogor. Namun, Marina tetap dipanggil ke Pelatnas IPSI untuk kejuaraan ASEAN dan mampu menaklukkan juara kejurnas kala diadu dalam pelatnas. Alhasil, dia dipercaya turun sebagai wakil Indonesia di Kejuaraan ASEAN 1983 yang diikuti tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Setelah tampil di kejuaraan ASEAN itu, Marina sebenarnya masih berhasrat menggeluti silat. Namun, statusnya sebagai istri dan ibu memaksanya mengurangi frekuensi latihan dan bertanding. Bahkan, dia sempat berhenti total kala hamil dan pada masa awal kelahiran. Perceraianlah yang akhirnya benar-benar membuat silat harus minggir dari kehidupan Marina. Sebagai orang tua tunggal, tenaga dan konsentrasinya tercurah untuk mencari uang. Berbagai kesempatan mendapatkan nafkah pun terus dia coba. Tiga tahun setelah menjadi sopir taksi, dia pergi ke Sulawesi untuk bekerja. Tapi, belum genap tiga tahun bekerja, dia kembali ke Jakarta dan mulai mencari peluang bekerja di dunia layar lebar. Kebetulan, film berbau silat saat itu

booming. Dia pun kecipratan peran kecil sebagai pendekar perempuan di sejumlah film. Di antaranya dalam Warisan Ilmu Karang, Pendekar Tapak Sakti, dan Pendekar Naga Emas. Sayang, karirnya di dunia layar lebar tidak langgeng seiring merosotnya industri perfilman nasional pada 1990-an. Mulai awal 2000-an, Marina kembali menjadi sopir taksi hingga kini. Berkat kerja kerasnya, dua anaknya bisa menyelesaikan pendidikan dan kini telah memberinya dua cucu. Yang mengagumkan, di tengah kondisi perekonomian yang serba terbatas, Marina masih mau menjadi orang tua angkat bagi Tya Oktaviany dan Jello Christoper. “Orang tua mereka teman-teman saya dan kondisinya jauh lebih buruk dari saya,” terangnya. Dengan tambahan beasiswa dari manajemen Taksi Bluebird tempat dia bekerja, Marina juga bisa membesarkan Tya dan Jello dengan baik. Tya telah kuliah, sedangkan Jello yang masih di bangku sekolah dasar kini mulai serius menekuni pencak silat. Lewat Jello ini pula Marina mencanangkan ambisi mencetak pesilat nasional. Untuk itu, pada saat anak-anaknya telah dewasa sehingga dia punya waktu cukup, Marina pun mulai meneruskan perguruan Padjajaran yang dulu menjadi tempatnya bernaung. Bahkan, dia menjadi pendekar utama yang menjadi instruktur para murid perguruan Padjajaran. Tentu, fasilitasnya masih minim untuk 40-an murid dewasa dan 30-an anak-anak. Marina hanya melatih mereka di lapangan belakang kompleks rumahnya, di kawasan Bintara, Bekasi, dua kali dalam seminggu, setiap Minggu malam dan Kamis malam. Meski demikian, dia yakin, dari kesederhanaan itu bakal lahir juara seperti dirinya. Dia pun tak lupa menitipkan harapan kepada PB IPSI agar tak melupakan para mantan atlet seperti dirinya. Tak mulukmuluk, sekadar dilibatkan dalam kepanitiaan sebuah kejuaraan atau menjadi asisten dalam pertarungan pun cukup.(jpnn)

duran dirinya sebagai bendahara umum. “Saat itu, kami menyarankan agar Nazaruddin meninggalkan ruang rapat, dan kami pun melanjutkan sidang,” tandasnya. Kesepakatan yang dicapai pasca Nazaruddin meninggalkan sidang adalah menghentikan Nazaruddin, bukan hanya sebagai bendahara umum, tapi juga sebagai anggota. Selanjutnya, SBY menginstruksikan agar dewan kehormatan melakukan konpers 23 Mei 2011, malam hari. “Jadi inilah pertemuan di Cikeas itu yang mau kita sampaikan dan luruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang aneh di mata masyarakat,” pungkas menteri hukum dan HAM tersbeut.

Sementara itu, secara terpisah, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie tak mau berkomentar sola terbawanya nama Angelina Sondakh dalam dakwaan jaksa terhadap Nazaruddin. ‘’Urusan hukum tidak perlu saya komentari, biarkan hukum berjalan sebagaimana aturan main,’’ kata Marzuki di gedung DPR, kemarin. Dia juga tak mau menanggapi ‘nyanyian’ Nazaruddin yang merasa kasusnya hanya dilokalisasi secara terbatas pada orang -orang tertentu saja. ‘’Jangan setiap omongan Nazaruddin diminta komentar saya. Seolah nggak ada kerjaan lain. Kita ini banyak kerjaan lain menyangkut republik ini,’’

ujar Marzuki yang juga Ketua DPR, itu. Dengan nada agak tinggi, dia menegaskan bahwa persoalan hukum jangan selalu dikaitkan dengan politik. ‘’Hukum silahkan berjalan,’’ tandasnya. Secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah juga memberikan pernyataan senada. Partai Demokrat, kata dia, masih menunggu akhir dari proses persidangan Nazaruddin. ‘’Jadi, kita tunggu saja. Kita juga tidak tahu semuanya, apa BAP (Berita Acara Pemeriksaan, Red) yang ada disitu, yang mana lagi mau dibahas, arahnya kemana, lembaga hukumlah yang lebih memahami,’’ tegas Jafar.(kuh/dyn/pri)

Yunus Husein Gagal, Demokrat Bantah Kecewa Jagonya ..................... menegaskan partai berlambang mercy itu tidak kecewa, meski bekas Kepala Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) itu gagal menjadi pimpinan KPK. “Tidak kecewa. Ngapain kecewa. Mau gimana lagi, politik memang begitu,” elak Benny, menjawab pers,

usai memimpin pemilihan Pimpinan dan Ketua KPK, kemarin, di Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Keadilan Sejahtera, Nasid Djamil juga angkat bicara atas ketidaklolosan Yunus Husein. Nasir menilai, kiprah Yunus dalam pemberantasan korupsi di negeri ini tetap bisa dilakukan, tanpa harus menjadi pimpinan KPK.

Nasir menegaskan, bisa saja Yunus menjadi penasehat KPK. “Kontribusinya tidak mesti menjadi Ketua KPK,” kata Nasir, Jumat (2/12) usai pemilihan. Ia menambahkan, potensi dan keilmuan Yunus Husein tetap bisa dimanfaatkan KPK. “Keilmuannya tetap bisa dimanfaatkan KPK untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ungkap Nasir.(boy)

Tersangka Korupsi Meninggal di Lapas Baubau Tahanan ..................... merangkul tubuh Dahlan. Namun, penyakit Dahlan justru tambah parah hingga batuk mengeluarkan darah. Tak lama setelah batuk darah, Dahlan langsung tergelepar. Mendengar laporan dari petugas piket, Makmur Raja Ika langsung memerintahkan petugas piket mengantar Dahlan di rumah sakit agar mendapat pertolongan medis. Namun saat tiba di rumah sakit nyawa Dahlan sudah tidak tertolong lagi. “Saat tiba di rumah sakit kondisi Dahlan sudah mengeluarkan busa di mulutnya, dan setelah diperiksa, Dahlan tak bernyawa lagi,” tambahnya. Di malam itu juga istri kedua almarhum datang meminta

agar almarhum dibawa di rumah duka yang ada di Palatiga, Kecamatan Wolio, Kota Baubau. Hal itu disetujui Kalapas dengan melengkapi segala persyaratan administrasi. Namun karena almarhum juga memiliki istri di Kabaena maka pihaknya memberikan waktu satu malam agar dilakukan rembuk antara kedua pihak keluarga terkait lokasi pemakaman almarhum. Setelah dilakukan rembuk, kemudian diputuskan untuk dimakamkan di Kabaena sesuai dengan wasiat almarhum yang ingin dimakamkan dekat kuburan orang tuanya. “Jadi tadi pagi kami sudah fasilitasi untuk diberangkatkan di Kabaena,” tuturnya. Di tempat berbeda, salah seorang perawat Rumah Sakit Murhum mengatakan, saat Dah-

lan tiba di rumah sakit, kondisinya sudah tidak bernyawa lagi. Pihaknya kemudian melakukan penanganan dengan membersihkan jenazah korban untuk dibawa pulang di rumah duka. “Kami tidak tahu juga pasiennya meninggal di Lapas atau meninggal di jalan, yang jelas tiba di rumah sakit sudah tidak bernyawa,” jelasnya. Untuk diketahui, Dahlan pekan lalu dijatuhi vonis kurungan selama satu tahun dua bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Baubau. Dahlan terlibat kasus korupsi proyek pembangunan Transisipan di Kabupaten Bombana dengan anggaran APBN senilai Rp 300 juta, kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Baubau dengan nomor perkara 431/PID B/ 2011/PN BB.(p1/p2/ong)

Walaupun Berjilbab, Desy Tetap di Dunia Entertain Malu ......................... Dessy meluncurkan sinetron terbarunya Cinta Sejati'. Menariknya, Dessy sekarang tampil mengenakan jilbab. Ia mengaku telah menggunakan jilbab sejak di bulan puasa.

"Niatan yang tertunda, sebenarnya pengen pakai jilbab setelah pulang haji, lalu tertunda akhirnya dilanjutkan aja apa yang sudah diniatkan," ujar Dessy. Dengan berjilbab, Dessy mengaku tak khawatir dengan kariernya di dunia entertainment.

Ia pun merasa nyaman dengan tampil menggunakan jilbab. "Menggunakan jilbab sebagai perempuan bisa tetap berkarya, apa pun nggak hanya religi, kita bisa bicarakan poltik, sosial tanpa terbatasi oleh jilbab yang kita gunakan," ujarnya. (tia)


8

Kendari Pos |Sabtu, 3 Desember 2011

Tersangka Baru Kemungkinan 22 Saksi Jembatan Kutai Diperiksa Polisi Angelina Sondakh Jakarta, KP Meski Muhammad Nazaruddin kini sudah duduk dalam kursi panas persidangan kasus suap wisma atlet di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku masih terus menelusuri keterlibatan pihak-pihak lainnya. Bahkan besar kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Salah satu yang santer disebut-sebut akan menjadi tersangka baru adalah anggota Komisi X DPR Angelina Sondakh. Memang, peran perempuan yang akrab disapa Angie itu terungkap jelas dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK dalam persidangan Nazarudin. Bahkan, dia dianggap memiliki peran yang penting dalam terjadinya tindak pidana korupsi tersebut. “Kami tidak sembarangan memasukkan nama orang dalam surat dakwaan jika tidak ada kaitannya,” kata juru bicara KPK Johan Budi, kemarin. Menurutnya, apa yang dilakukan Angie dalam dugaan suap kepada Nazaruddin itu sangatlah penting. Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU I Kadek Wiradana disebutkan bahwa Nazaruddin pada sekitar bulan Januari 2010 bertempat di Nippon Kan Restaurant Hotel Sultan Jakarta Selatan memperkenalkan Mindo Rosalina Manulang selaku marketing PT Anak Negeri untuk bertemu dengan anggota badan anggaran (Banggar) DPR Angelina Sondakh.

Sentralisasi Guru Mulai Dikaji Jakarta, KP Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar masalah pengelolaan guru dikaji lagi, langsung ditindaklanjuti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kedua kementrian itu mengkaji perlu tidaknya desentralisasi pengelolaan guru diitarik ke pusat alias resentralisasi. “Kita sedang mengkaji dengan kemdikbud ide itu. Dulu kan guru dalam binaan bupati/walikota, kita kaji, apa perlu itu dievaluasi,” ujar Mendagri Gamawan Fauzi kepada wartawan di kantornya, kemarin. Seperti diketahui,pada Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2011 dan HUT ke-66 PGRI di Sentul Internasional Convention Center (SICC), 30 Nopember 2011, Presiden SBY merespon pembahasan mengenai pengelolaan guru, apakah dikelola pemerintah pusat atau daerah. Kalimat itu spontan disambut ribuan guru dengan teriakan “pusat”. “Dengarkan dulu,” potong SBY. “Ada plus dan minusnya. Kalau dikelola pusat, ada plus dan minusnya,” imbuh SBY saat itu. Gamawan menjelaskan, masalah ini harus dikaji secara mendalam, lantaran perubahan kebijakan masalah guru menyangkut banyak aspek. Perubahan, lanjut Gamawan, otomatis nantinya juga harus mengubah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Kabupaten/Kota. “PP harus diubah. Juga menyangkut mekanisme penggajian. Jadi pesan presiden tepat, harus dikaji dulu secara mendalam,” ujar mantan gubernur Sumbar itu. Dia juga memberikan sinyal, kalau toh nantinya pengelolaan guru disentralisasi, maka tidak sepenuhnya urusan guru ditarik ke pusat. “Kalau misalnya mutasi guru antar SD yang bersebelahan, apa iya harus diurus pusat,” kata Gamawan. (sam)

AGUNG RAHMADIANSYAH / JPNN

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh,usai memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. KPK panggil Angelina sebagai saksi untuk kasus dugaan suap ke Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga.

Nazar meminta kepada Angelina agar memfasilitasi Rosalina untuk mendapatkan proyek Kemenpora. Nah, ternyata Angie pun menyambut permintaan Nazaruddin yang juga merupakan rekannya di Partai Demokrat. Buktinya, dalam kesempatan tersebut Angie meminta Nazaruddin dan Rosalina agar juga menghubungi pihak kemenpora. Johan pun menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut. Sebab, semuanya masih dalam pengembangan. Yang jelas, lanjut Johan pihaknya tidak hanya menindak Nazaruddin dalam suap wisma atlet. KPK, kata dia terus bekerja keras untuk mengungkap semua orang yang terlibat dalam kasus ini. Saat ditanya apakah Angie merupakan target selanjutnya untuk dijadikan tersangka

Baca TERSANGKA di Hal. 7

Jakarta, KP Hingga saat ini Polri telah memeriksa sekitar 22 saksi terkait rubuhnya Jembatan Kutai Kartanegara. Mereka dimintai keterangan mengenai jembatan naas yang telah menelan 20 korban jiwa itu. “Hingga saat ini kita telah memeriksa sebanyak 22 saksi,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Saud Usman Nasution di Mabes Polri Jakarta, kemarin. Disebutkan hingga saat ini, tim yang diterjunkan ke lokasi

masih memfokuskan melakukan evakuasi warga dan kendaraan yang masih terkurung bersama reruntuhan jembatan. Karena itulah hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan polisi. “Belum ada (tersangka) Jadi kita mengumpulkan saksi semua yang melihat dan merasakan khususnya terhadap buruh yang melakukan perbaikan jembatan pada saat itu,” tambahnya. Yang masih menjadi kendala kini tambah Saud, bagaim-

ana memindahkan bangkai jembatan dari dasar Sunga Mahakam. Pasalnya selama badan jembatan masih terbenam Olah TKP belum bisa dilakukan. Terlebih kini kondisi sungai yang deras serta berair keruh dirasa menjadi penghalang melakukan olah TKP da evakuasi. “Bagaimana upaya kita untuk memindahkan jembatan ke lebih tinggi agar petugas kita lebih leluasa memudahkan melakukan olah TKP,” pungkasnya.(zul)


Sabtu, 3 Desember 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Pemkot-DPRD Tutup Mata ? rusnya lebih cepat bertindak. Apalagi sudah menyangkut kenyamanan pedagang yang menyewa lapak. Bukan hanya diminta untuk membayar sewa sesuai kenaikan, tapi ada juga yang diteror karena menolak membayar sewa dengan tarif lama. “Mestinya PT Kurnia tidak menaikkan sewa sebelum ada persetujuan dengan tim terpadu. Kita sudah lelah mempersoalkan-

Kendari, KP Teriakan warga pasar basah Mall Mandonga belum juga disahuti eksekutif maupun legislatif. Padahal sudah kali ketiga pedagang minta “tolong”. Kekecewaan pedagang karena harga lapak-lapak di pasar basah sudah naik. Tim terpadu yang dibentuk belum menunjukkan kerja maksimal. Apakah Pemkot-DPRD tutup mata? Kedatangan ke Pemkot kemarin, untuk mempertanyakan kenaikan sewa yang tak kunjung teratasi. Bahkan, pedagang mengaku diintimidasi karena menolak membayar kenaikan sewa. Ketua KPPM Asis Kaisman menyayangkan tindakan pengelola pasar. Pemkot ha-

foto: suwarjono/kp

Puluhan pedagang pasar basah Mall Mandonga mendatangi pemerintah Kota Kendari kemarin. Pedagang berharap ada bantuan yang diberikan untukmenangkal kenaikan lapak-lapak hingga 50 persen.

nya. Makanya, kami harap pemerintah secepatnya melakukan upaya untuk menuntaskan persoalan tersebut,” katanya. Wawali Musadar Mappasomba yang menerima demonstran berjanji, pihaknya akan segera mengirim surat pada pengelola, yakni PT Kurnia untuk menunda kenaikkan lapak sampai ada kesepakatan. Musadar mengaku prihatin dengan kebijakan sepihak yang diterima pedagang, sebagai unsur pimpinan daerah, ia berupaya untuk mendesak tim terpadu segera menuntaskan persoalan itu. “Saya harap pengelola pasar basah tidak

Baca pemKot di Hal 10

GPTPP Hijaukan Kendari Kendari, KP Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP) kembali digaungkan kemarin. Yang menjadi sasaran penghijauan adalah area Badan Diklat. Sesuai program pemerintah pusat tahun ini melakukan penanaman pohon 1 miliar di seluruh provinsi. Di Kend-

Baca hijauKan di Hal 10 foto:suwarjono/kp

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon kemarin digelar di Kendari. Aksi ini digelar serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Di Sultra melibatkan pengurus PKK provinsi.

Perampok Nasabah Bank Gasak Rp 50 Juta Kendari, KP Hanya redup sebulan, perampokan nasabah bank kembali beraksi. Kali ini korbannya adalah seorang pengusaha kepiting bakau, H Makmur, warga Jalan R Suprapto Kelurahan Anggilawu. Insiden perampokan terjadi di parkiran Unit Transfusi Darah Pembi-

na Kendari, Jalan Bunga Matahari, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, kemarin (2/12), sekitar pukul 09.30 Wita. Korban harus kehilangan uang yang baru saja ditarik dari bank senilai Rp 50 juta. Pengakuan korban, awalnya mengambil uang di BRI Cabang Kendari (depan RSUP Sultra), sekitar pukul 08.30 Wita.

Setelah melakukan transaksi di bank, ia pun langsung ke Unit Transfusi darah di Jalan Matahari. Uang sebesar Rp 50 juta tersebut tersimpan di bawah dasbor (pijakan kaki samping sopir). “Tujuan saya ke sini (Unit Transfusi Darah) hanya untuk menyerahkan uang

Baca perampoK di Hal 10

foto:suwarjono/kp

Tiga rumah di Lasandara yang dilahap jago merah semalam, sekitar pukul 20.52 Wita

Penyidik dari Polresta memeriksa jejak perampok yang menggasak uang Rp 50 juta.

foto: sulis/kp

Tiga Rumah Dilahap Jago Merah Kendari,KP Tadi malam sekitar pukul 20.52 Wita, jago merah ngamuk. Tiga rumah di Jalan Lasandara habis terbakar. Untung saja tidak ada korban jiwa. Api berhasil jinak sekitar pukul 21.30 Wita, dengan lima unit mobil kebakaran. Saharuddin, warga yang tinggal dekat dengan rumah tersebut mengaku, api menyala begitu cepat. Diduga kebakaran sudah terjadi setengah jam sebelumnya. Untung saja saat kebakaran terjadi pemilik tiga rumah tersebut tidak berada di tempat. Kemudian warga yang melihat kejadian tersebut menghubungi pihak pemadam kebakaran, dan beberapa menit ke-

mudian tiga pemadam datang. Menurut Saharuddin, ke tiga rumah tersebut milik H Muli, yang disewakan. Dua diantara pemilik rumah itu pengusaha salon, satu penghuni memiliki usaha percetakan. “Semua yang ada di rumah habis terbakar. Untung saja tidak ada korban jiwa,” kata Saharuddin yang mencoba memasuki lokasi kebakaran. Hingga berita ini diturunkan beberapa mobil kebakaran masih stand by di lokasi. Sejumlah petugas kepolisian juga memantau kejadian tersebut. Jalan Lasandara selama satu jam penuh sesak warga ingin menyaksikan kebakaran. Belum diketahui penyebabnya, termasuk kerugian materi. (lis)

Digilir Empat Pria Sampai Mengandung Kendari, KP Pucuk dicinta ulam pun tiba. Frase untuk Mawar, gadis belia nan ayu. Dia baru berumur 16 tahun, tapi sudah mengandung 2 bulan. Ia mendapatkan sesuatu yang lebih daripada apa yang diharapkan. Buntutnya, warga Kelurahan Alolama itu terpaksa melapor ke Polsek Mandonga, Rabu (30/11). Ia mengaku hamil dua bulan atas perbuatan 4 pria. Mereka adalah AS, GC, AR, dan KK. Yang keberatan adalah orang tua Mawar karena tak terima kondisi anaknya.

Empat pria yang pernah menggilir korban adalah bersahabat. Satu diantaranya selama ini menjadi kekasih Mawar yakni AS. Hubungan intim yang terjadi antara Mawar dengan 4 pria tersebut didasari rasa suka sama suka. Namun, Mawar masih berada pada usia bawah umur dan dilindungi Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Awalnya, April 2011, Mawar menjalin hun-

Baca DigiLir di Hal 10

Sambut Natal, BKSG Gelar Kegiatan Sosial Kendari,KP Puncak Hari Natal segera tiba. Serangkaian dengan itu, berbagai perayaan Natal umat Kristiani mulai dihelat dalam bentuk sosial. Misalnya penanaman pohon, donor darah, anjangsana ke panti asuhan dan sunatan massal. Kemarin dimulai oleh Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) Sultra, dengan penanaman pohon yang ikut dihadiri Gubernur Nur Alam. Menurutnya, penanaman pohon merupakan bentuk rasa cinta terhadap lingkungan sekaligus implementasi ajaran Kitab Suci. “Dengan penanaman pohon berarti

kita minimalisir kerusakan lingkungan, apalagi manfaat yang dirasakan tak hanya untuk Sultra tetapi juga dunia,” tandas mantan anggota parlemen itu. Ketua Panitia, Budiman Yunus menuturkan, sebagai makhluk yang mendiami bumi, umat Kristiani turut serta melestarikan lingkungan hidup, demi terwujudnya upaya pemulihan keutuhan alam. “Bahkan lebih dari itu umat Kristiani dituntut untuk tidak hanya sebagai pelaku, tetapi juga memprakasai upaya kreatif dalam mengembangkan dan mengelola alam secara berkesin-

ambungan dan bertanggung jawab,” tutur Budiman. Dengan komitmen seperti itu, umat Kristiani di Indonesia memiliki tanggung jawab membangun bangsa dan negara melalui pemeliharaan perdamaian, membantu sesama dan terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam segala bentuk program pemerintah. “Warga gereja bersama dengan Pemda, TNI, Polri dan perbankan adalah elemen masyarakat yang perlu diperdayakan secara sinergis, sehingga membawa pengaruh dalam peningkatan kesejahteraan umat,” tandasnya. (fas)


Metro

10

Perairan Sultra Jalur Penyelundupan WNA ke Australia Kendari, KP Perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat potensial menjadi lokasi bagi warga negara asing (WNA) masuk ke Australia secara ilegal. Puluhan WNA tanpa paspor dan dokumen resmi berhasil diamankan oleh Tim Resmob Polda Sultra. Mereka mengaku hanya transit di Sultra dan rencana akan berangkat ke Australia. Beberapa kasus berhasil diungkap di Kota Kendari dan Kota Baubau. Teranyar, 40 warga Afganistan dan Pakistan yang akan berangkat ke Australia berhasil diamankan oleh Polda Sultra, awal Mei 2010 lalu. Begitu pula kasus yang diungkap pada 3 Januari 2011, WNA yang diamankan sebanyak 9 orang. Kasus serupa

terjadi di Kota Baubau. Belasan WNA asal Afganistan dan Pakistan berhasil dideportasi setelah dokumen resminya tak mampu diperlihatkan. Serangkaian persoalan tersebut, mengundang perhatian bagi Negara Australia. Kemarin, kepolisian Australia (Australian Federal Police atau AFP) mengunjungi Polda Sultra. Utusan Jullean, utusan dari kepolisian Australia berpangkat dua melati atau setingkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) didampingi dua perwira menengah (Pamen) Bareskrim Polri mengunjungi Polda Sultra. Ia mencari informasi tentang kasus-kasus warga negara asing dari negara lain yang menjadikan perairan Sultra memasuki Aus-

tralia secara ilegal. Polda Sultra melalui Mabes Polri membangun komunikasi dan kerjasama dengan Kepolisian Australia. Direktur Reskrimum Polda Sultra, Kombes Pol. M Iswandi Hari mengatakan, kehadiran perwira menengah (Pamen) dari Australia Federal Police tersebut sudah ketiga kalinya. Kunjungan tersebut dilakukan dalam meningkatkan kerjasama dalam memberikan informasi penyelundupan warga asing. “Kerjasama AFP dengan INP (Indonesia Nasional Police) atau Polri sudah berlangsung 3 tahun terakhir. Wilayah hukum Polda Sultra dianggap sangat potensial bagi WNA untuk menyelundupkan diri ke Australia. Olehnya itu, salah satu Polda yang men-

jadi prioritas dalam kerjasama tersebut adalah Polda Sultra,” jelas Iswandi Hari. WNA yang berhasil diamankan oleh Polda Sultra adalah para pencari suaka di United Nation High Comisioner For Refulges (UNHCR). Mereka mendapatkan keterangan pencari suaka akibat keamanan negara mereka belum stabil. Namun, rekomendasi dari UNHCR di Indonesia hanya berlaku pada UNHCR Jakarta. Mereka tidak dibebaskan ke propinsi lain yang ada di Indonesia. Dari pengakuan para WNA tersebut, mereka hanya transit di Kendari, dengan tujuan menuju Negara Australia. Ada yang berhasil diamankan, ada pula yang lolos ke Australia. (aka)

Mantan Kadiknas Divonis 48 Bulan Penjara Kendari, KP Masih ingat Mashudin? Mantan Kadiknas Kota Kendari tahun 2007 itu divonis 48 bulan kurungan oleh MA. Sesuai putusan no: 2439 K/2009 tanggal 30 November 2010. Tak hanya hukuman badan, yang bersangkutan juga membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan karena MA menguatkan

putusan PN Kendari dan PT Sultra.Mashudin terbukti melanggar pasal 12 huruf F UU Korupsi. Baharuddin SH, JPU perkara Mashudin mengatakan, sebelumnya jaksa melakukan kasasi atas putusan PT Sultra. Tuntutan JPU lebih berat yakni 5 tahun penjara dengan denda yang sama, Rp 200 juta. Namun, putusan MA pada

akhirnya menguatkan putusan PN Kendari dan PT Sultra. “Eksekusi tidak dilakukan secara paksa karena yang bersangkutan (Mashudin-red) menyerahkan diri secara sukarela di Kejari 28 November. Mashudin terbukti melakukan gratifikasi penyelewenangan DAK bidang pendidikan tahun 2007 yang dipe-

runtukkan bagi 47 Sekolah Dasar. Setiap sekolah memperoleh kucuran dana Rp 275 juta yang digunakan secara swakelola. Berdasarkan keterangan para saksi, terpidana telah melakukan pungutan masing-masing Rp 10 juta saat menjabat sebagai Kadis Diknas,” terang Baharudin yang juga Humas Kejati Sultra. (lia)

Indonesia Krisis Moral Kendari,KP Carut marut bangsa ikut juga mengikis moral generasi Indonesia. Kejahatan sistematis, korupsi merajalela dan bahkan orang tua pun dianggap sebagai musuh. Lihat saja TV nasional, mempertontonkan anak bunuh bapak kandung, atau bapak perkosa anak kandung. Indonesia benarbenar diambang krisis moral. Nah, untuk mengeliminir, Jumat (2/12) Anggota DPD RI Ir H Abd Jabar Toba memberikan sosialisasi tentang UUD 1945,

Bhineka Tungal Ika dan NKRI di STIK Avicena Kendari. Sosialisasi tersebut merupakan program pusat untuk mengantisipasi terjadikan krisis modal yang terjadi pada generasi muda. Dalam pemaparannya yang didampingi dua pemateri, Dr Eka Suaib dan Prof Djufri Dewa, anggota DPD ini mengakui bila telah terjadi krisis moral di negeri ini. Untuk itu sudah seharusnya bila Kementrian Pendidikan menggagas dan memasukkan kurikulum pendidikan karateristik. “Seperti

dalam sosialisasi yang saya lakukan di tingkat kampus ini, saya harapkan bisa menggantikan penataran P4 yang zaman orde baru diharuskan kepada setiap siswa ,” terang Jabar Toba di depan para dosen dan mahasiswa STIK Avicena. Menurutnya, saat ini disiplin masyarakat masih rendah, sehingga segala aturan masih banyak yang dilanggar. Beda halnya dengan belasan tahun lalu, masyarakat masih menjunjung nilai kedisplinan. “Segala masukan dari

peserta sosialisasi ini akan saya bawa ke pusat,” katanya. Demikian dua pemateri lainnya juga mengatakan bila fungsi Pancasila dan UU yang ada belum diaplikasikan. Masih banyak ketidakmerataan di negeri ini seperti keberadaan wilayah Jawa dan Indonesia Timur, misalnya di Irian Jaya. Daerah tersebut kaya akan sumber daya alam tapi masyarakatnya masih banyak yang miskin.”UU itu benar, hanya pelaksanaannya yang salah,” kata Prof Djufri Dewa. (lis)

Ortu Korban Melapor, Tiga DPO Digilir... gan asmara dengan AS. Dengan dasar saling suka, mereka pun ML di tower salah satu operator selular. Jelang beberapa hari setelah mereka bersama, AS mengajak rekannya yakni GC untuk melakukan party seks. Usai ML Mawar, lalu digilir oleh GC. Entah berapa kali hubungan intim

itu terjadi. Pada bulan September 2011, party seks kembali terjadi. Gilanya, Mawar digilir oleh empat pria yang notabene rekan-rekan AS semua. GC masih ikut ambil jatah, kemudian pendatang baru yakni AR dan KK. Hubungan asmara dengan AS masih tetap langgeng. Perbuatan tersebut terbongkar setelah dua bulan kemudian. Mawar Hamil dua bulan. Orang tua

Mawar pun curiga dan mengetahui kejadian tersebut. Atas dasar keberatan dari orang tua Mawar, empat sekawan itu dilaporkan ke Polsek Mandonga. Kapolsek Mandonga, AKP Agus Sugiarso mengatakan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Tim Reskrim Polsek Mandonga bergerak dan menangkap AS di rumahnya di

Kelurahan Wawombalata. “Kami baru menangkap AS. Tiga orang lainnya masih DPO. Kami masih berusaha mengejar pelaku lain. Tersangka terancam Pasal 287 dan Pasal 289 KUHP tentang pencabulan, serta Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” jelas Agus Sugiarso. (aka)

Tanaman Harus Dirawat Hijaukan... ari, program tersebut ditangani tim penggerak PKK Sultra. Wakil Ketua II PKK Provinsi, Rahmatia Dodi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan di seluruh Indonesia yang terpusat di Situ Cipule, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampei, Karawang, Jawa Barat. Tahun ini tema yang disosialisasikan yaitu “Ruang Terbuka Hijau Bagi Penyerapan Air di Perkotaan”. “Lebih 1 miliar rencananya ditanam di seluruh Indonesia,” katanya, saat mewakili Ketua Umum PKK Tina Nur Alam. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan penyerapan air dengan perluasan RTH perkotaan, mendorong ditingkatkan Hutan Kota bagi paru-paru perkotaan. Selain itu penyerapan air dan wisata masyarakat serta peningkatan pertanian perkotaan bagi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga.

Tim penggerak PKK dan darmawanita lainnya dalam GPTPP tahun 2011 melakukan penanaman pohon pelindung dan penyerapan air di lahan-lahan kosong

dan RTH perkotaan serta hutan kota, penanaman pohon di bantaran sungai sambil mengkampanyekan kebersihan sungai. GPTP akan memantau dan men-

gevaluasi dan verifikasi Penanaman sejumlah pohon dibuka oleh Wagub Saleh Lasata. Ia berharap kepada SKPD dan warga untuk merawat. (ano)

Kendari Pos | Sabtu, 3 Desember 2011

PAW Tak Semudah Dibayangkan Gusti Randa Soal Kasus Selundupan Unggas Kendari, KP Terdakwa penyelundupan unggas, La Ode Arifaid tidak hanya bertanggung jawab secara hukum. Dalam mekanisme partai, ia juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jika partai menemukan fakta ril dalam persoalan tersebut, maka bisa saja yang bersangkutan di-PAW. Hal itu diungkapkan Pengurus DPP Partai Hanura, Gusti Randa ketika berkunjung ke kantor DPRD Kota Kendari kemarin, (1/12). Selain bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Abd Rasak, kehadiran politisi Hanura yang juga berprofesi sebagai pengacara itu, mempertanyakan kinerja beberapa kader partai rintisan Wiranto Cs, yang kini duduk di kursi legislatif Kendari. “Saya diutus DPP untuk melakukan silatirahmi dengan pimpinan DPRD, sekaligus mempertanyakan bagaimana kinerja para kader yang kini menjabat sebagai perwakilan rakyat di parle-

men. Termasuk menindaklanjuti salah seorang kader kami yang terlilit kasus penyelundupan unggas,” terangnya. Menurut Gusti Randa, untuk melakukan PAW La Ode Arifaid itu bisa saja, tapi DPP akan mengkaji lebih jauh bagaiman persoalannya. Sebab melakukan PAW juga tidak mudah. Harus ada alasan kuat, untuk bisa menetapkan seseorang dalam posisi itu. “Dalam aturan partai, semua pelanggaran akan dikaji matang-matang. Itu merupakan bentuk pertanggung jawaban pengurus kepada konstituen. Yang jelas, dalam kasus Arifaid ini, kita masih kaji lebih jauh, bagaimana nanti belum bisa ditetapkan sekarang,” katanya. Secara terpisah, Ketua DPRD Abd Rasak mengatakan, kehadiran pengurus DPP Hanura untuk mempertanyakan kinerja legislasi Hanura di daerah. “Pak Gusti Randa datang mempertanyakan data mengenai La Ode Arifaid. Kami sudah sampaikan bahwa DPRD sudah melayangkan surat pemberhentian sementara ke Pemkot. Mengenai PAW, itu urusan internal partai,” katanya. (fya)

Pelaku Dicurigai Bawa Motor Shogun Hitam Perampok... arisan kepada keponakan saya. Karena berpikir hanya sebentar saja, uang itu saya tinggalkan di mobil. Pintu sebelah kanan pun saya tidak kunci,” terang H. Makmur. Cukup cepat gerakan perampok itu. Kurang dari 10 menit, H. Makmur meninggalkan mobilnya, uang tersebut sudah raib. Pelaku masuk melalui pintu kanan mobil Toyota Hilux bernomor polisi DT 8255 EE yang dikendarai H. Makmur. Pelaku langsung melarikan diri setelah mendapat uang tunai Rp 50 juta itu. “Saya keluar, langsung kaget. Uang saya telah hilang. Saya merasa tidak ada yang mengikutiku saat keluar dari bank. Saya juga sering menaruh uang di mobil, tapi baru kali ini kejadian seperti

ini. Ada yang melihat, seseorang menggunakan sepeda motor Suzuki Shogun warna hitam yang langsung tancap gas. Tapi belum bisa dipastikan jika itulah pelakunya,” jelasnya. Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Irwan Andi Purnawan mengatakan, setelah mendengar informasi tentang insiden pencurian tersebut, ia bersama timnya langsung menuju ke TKP. Mereka langsung melakukan olah TKP dan berupaya optimal mengidentifikasi pelaku pencurian. “Kami sudah lakukan olah TKP. Kasus ini akan kami atensi. Tim sudah tersebar untuk mengidentifikasi pelaku. Mudah-mudahan bisa terungkap. Kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada jika membawa uang tunai dalam jumlah yang cukup besar,” jelas Irwan Andi Purnawan ditemui di TKP. (aka)

Tak Bayar Kenaikan, Pedagang Diintimidasi Pemkot... melakukan intimidasi terhadap pedagang. Biarkan dulu mereka membayar sesuai tarif lods yang lama, sambil menunggu keputusan antara tim terpadu dengan pimpinan PT Kurnia,” katanya. Secara terpisah, Kabag Ekonomi Anna Susanti mengatakan, surat untuk PT Kurnia memang baru akan dikirim. Keterlambatan tersebut karena aktifitas

wali kota sedang berada di luar daerah. Sementra surat harus dibubuhi tanda tangan pimpinan daerah. “Kita bukannya tidak mau kerja, atau sengaja menunda penyelesain persoalan di pasar basah, tapi kami memang belum melayangkan surat kepada pimpinannya,”katanya. Wanita berkerudung itu berharap, tidak ada lagi teror apalagi intimidasi, seperti apa yang diungkapkan pedagang. “ Kasian mereka, sudah bayar lapak, diintimidasi pula,” tandasnya. (fya)


16

Xpresi

Sabtu, 3 Desember 2011

3

Yanhychean She Zivilian’s shajaryani@yahoo.com SMAN 2 Kendari “Menurut q tow..cra menghindari AIDS itu,dngan menjaga kbersihan..tubuh..and mnjaga pergaulan ,jangan smpai kta terjerumus kepergaulan bebas..apalagi AIDS BLUM ada cra pnyembuhannya..so,kta prlu berhati2”

GUYS..jangan sampe yach kita terkena AIDS. Coz, penyakit berbahaya yang satu itu, bukan hanya membuyarkancita-citakita,tapijuga mengancam keselamatan nyawa. Masa iya sech?? Hmm.. parahnya nich, hingga kini, belum ada yang menemukan obat dari AIDS, artinya peluang untuk bisa sembuh kecil banget.. Tapi sobat Xpresi tau nggak, apa itu AIDS?? AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency syndrome yaitu sekumpulan gejala dan infeksi ( sindrom) yang timbul karena rusaknya kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus. Nggak disangka lho ternyata pen-

cuap-cuap Bagas Rubikert’z b_bloodseeker@yahoo.com SMAN 5 Kendari “Makna dr hr anti aids mnrt sy adl untk memperingatkan kt btpa bahayaX aids.. n mnrt sy cra menghindari aids adalah mengadakan penyuluhan di skolah2”

Chyka Cintol chyka_sweet@yahoo.com SMAN 8 Kendari “Lau mnrut Quu..cara ngatasi.y ga boleh brhubungan seks dengan sembarangan alias dengen cwek2 yg ga bener karna mereka udah banyak gonta ganti pasangan n d,jamin pasti akan ktularan tuh. Jd waspada aj hehehe”

derita AIDS yang menakutkan itu sudah menjangkau hampir seluruh propinsi di Indonesia. Parahnya, sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap HIV/ AIDS. En menurut penelitian ahli, jumlah kasus kematian akibat AIDS diperkirakan 5.500 jiwa. Bahkan yang paling menyeramkan AIDS ini juga menyerang bayi, kaum ibu dan para pelajar. So, nggak salah lagi, semuaorangmestitautentang penyebaran HIV/ AIDS tersebut. KataTita,AIDSemangha-

Rayan (Ketua PMR SMAN 1 Kendari)

Hindari Free Sex... MENCEGAH HIV AIDS menjadi hal yang sangat penting dan harus diketahui oleh kita semua, utamanya pelajar dan anak muda. Karena awal mula virus ini muncul karena kita dekat dengan pola hidup yang tidak baik, dan umumnya sich ada pada diri anak muda yang jiwanya masih labil. Nah, salah satu yang harus dijaga adalah menjauhkan diri dari free sex or sex bebas. Banyak kasus HIV/AIDS dikarenakan sex bebas. Selain itu, jangan menggunakan jarum suntik yang tercemar atau pun penggunaan jarum tato. Ini sangat berbahaya lho karena sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menanggulangi penyakit tesebut. Tapi buat sobat semua yang melihat orang dengan HIV/AIDS (ODHA), jangan lantas menjauhinya. Kita tetap harus memberi bantuan moral dan dukungan kepada mereka. Jauhi hal-hal yang bisa menularkan AIDS, tapi jangan jauhi penderitanya. (Ka’ Wulan)

rus dihindari. Caranya, mudah..intinya,mendekatkandirikepada pencipta, Insya Allah bakal terhindar dech. So, kebanyakan penularan penyakit itu melalui pergaulan bebas. Saking bebasnya kata pelajar SMAN 2 Kendari itu, kita jadi lupa diri dan bergaul tanpa batas. Ujung-ujungnya kita jadi terperosok ke hal-hal negatif, bukan hanya Narkoba lho, AIDS juga mengintai jika kita sendiri tak mampu mencegah diri untuk terjerumus ke hal-hal yang negatif itu. Denganmeningkatkanibadah, kata cewek berambut sebahu itu, kita akan bisa mengontrol perbutan yang baik dan yang buruk.

Apalagi dengan kemajuan teknologi saatini,kalaukitatidakmampumenjaga pergaulan, tentu kita akan masuk jurang..uh..takuuut! Itu juga dikatakan Ike. Cewek berkulit kuning langsat itu ngaku ngeri banget dengar nama AIDS. Makanya, sejak awal ia udah berupaya untuk menjauhi hal-hal yang bisa membuatnya tertular dari penyakit yang mematikan itu. Caranya, menggiatkan diri dengan berbagai kegiatan positif, baik internal sekolah maupun ekskul adalah cara ampuh kata Ike, yang bisa membuatnya jauh dari AIDS maupun narkoba. So..mulai sekarang jauhi hal-hal negatif yang berakibat pada AIDS dech!!!! (Piyan)

Dra. Hj. Basirah (Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Kendari)

share

Bentengi Diri dengan IMTAQ MENGHINDARKAN diri dari HIV/ AIDS tidak cukup dengan menjauhi semua hal yang bisa menimbulkan kita terjangkit virus mematikan tersebut. Tapi lebih dari itu, tanggung jawab orang tua adalah membentengi anak-anak kita dengan pengetahuan agama yang kuat alias IMTAQ. Jika agama yang melekat pada anak sudah mantap, saya rasa anak akan memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari semua hal negatif, temasuk perilaku yang menyebabkan penderita AIDS. Nah, khusus buat sobat Expresi jangan pernah sekali-kali berpikir tentang pergaulan bebas, Miras dan Narkoba atau semacamnya yang mendekatkan diri kita pada HIV AIDS. Karena jika kalian sudah mendekati dan mencoba-coba akan timbul rasa ketagihan. Jika sudah begitu, kematian dan neraka mengintai diri kita.Jadi, penuhi hidup kita dengan kegiatan positif dan banyak melakukan aktivitas sosial. Bahagianya jika kita bisa berbuat dan bermanfaat buat orang lain, oke? (Ka’_Wulan)


Kendari Pos |Sabtu, 3 Desember 2011

Barcelona v Levante

Jangan Tersandung Sebelum El Clasico

AFP PHOTO / ADRIAN DENNIS

Gelandang Chelsea Florent Malouda (kanan) mendapat takling dari lawan dalam laga lanjutan Piala Liga. Akhir pekan ini Chelsea akan menghadapi Newcastle United di Sports Direct Arena

Newcastle United v Chelsea

Ujian Bagi Pangeran Biru London, KP Target besar di sematkan Manajer Newcastle United, Alan Pardew jelang menghadapi Chelsea, Sabtu (3/12), akhir pekan ini (Pukul 19.45 WIB di MNCTV). Hasil kemenangan yang dicanangkan itu disebut akan didedikasikan pada mantan pemain Newcastle yang meninggal dunia pekan ini, Gary Speed. Newcastle akan menjamu Chelsea sebagai laga perdana The Magpies— julukan Newcastle—di kan-

dang sendiri sejak kabar kematian Speed. Ini juga laga pertama mereka di stadion baru mereka yang kini bernama, Sports Direct Arena. Untuk diketahui, semasa aktif bermain, Speed pernah enam musim berkostum Newcastle dengan nomor punggung 11. “ Pemain kami sangat ingin meraih kemenangan untuk didedikasikan pada Speed. Kami tak bisa menjamin akan menang, tapi tentu saja kami akan mencobanya. Dia adalah pe-

main hebat di sini, dia juga mantan kapten klub ini. Kematiannya merupakan kehilangan besar bagi kami,” kata Pardew seperti dikutip dari Dailymail. Sementara dari kubu Chelsea, krisis kepercayaan diri masih menjadi momok bagi anak-anak asuh Andre Villas-Boas (AVB). Sang Manajer pun tetap mera-

sa yakin jika dirinya tidak akan dipecat pemilik klub, Roman Abramovich menyusul hasil buruk Chelsea dalam beberapa waktu belakangan ini. Spekulasi masa depan AVB di Stamford Bridge mulai berkembang usai John Terry dan ka-

Baca UJIAN Hal 18

Barcelona, KP Di awal musim La Liga Primera, Levante tampil begitu mengejutkan. Tim kecil yang menjelma jadi pem-

Baca JANGAN Hal 18


20

Kendari Pos |Sabtu, 3 Desember 2011

Wacana Caleg Nomor Urut Menguat Lagi Jakarta, KP Dukungan terhadap wacana mengembalikan penentuan calon legislatif (caleg) terpilih berdasar nomor urut terus bertambah. Fraksi PKS akhirnya ikut mendukung usulan Fraksi PDIP mengembalikan sistem proporsional terbuka yang diterapkan pada Pemilu 2009 lalu, menjadi sistem proporsional tertutup. “Kami dukung seperti usulan PDIP,” ujar anggota Pansus RUU Pemilu dari FPKS Agus Purnomo, setelah Rapat Pimpinan Pansus Revisi RUU Pemilu, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, awal pekan ini. Dia menyatakan, pihaknya mendukung usulan tersebut karena ingin membangun sebuah sistem politik yang kuat. “Peserta pemilu kan parpol, jadi kira-kira setelah di-breakdown, maka yang dipilih di surat suara ya harus parpol,” tambah wakil ketua Departemen Kebijakan Publik DPP PKS tersebut. Dia menegaskan, konsekuensi sistem politik yang menjadikan parpol sebagai peserta pemilu adalah bahwa urusan caleg seyogyanya menjadi urusan parpol bersangkutan. “Kampanyenya juga berbasis partai, partai bertanggungjawab penuh secara institusi kepada konstituen,” tandasnya. Selanjunya, anggota DPR yang berhasil terpilih diposisikan sebagai agen-agen partai di parlemen. Apakah ini bukan sebuah kemunduran demokrasi? Agus Purnomo tegas mengelaknya. “Ini bukan kemunduran, tapi pilihan sistem,” katanya. Dia menambahkan, bahwa dalam demokrasi, kualitas tidak semata ditentukan oleh metode. Tapi prosesnya, itu yang jauh lebih penting. Dia juga memastikan, bahwa penerapan system proporsional tertutup dalam penentuan caleg terpilih nantinya tidak akan berbenturan

dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya. “Putusan MK kemarin karena ada dualisme system, pertama memakai nomor urut tapi kedua juga menggunakan suara terbanyak dengan ambang 30 persen,” katanya, dengan nada yakin. Dia lantas mengungkapkan, kalau pihaknya sempat berkonsultasi terhadap MK secara individu terkait hal tersebut. “Mereka (MK, Red) berpendapat, kalau pemilu kemarin (2009, Red) memutuskan hanya satu sistem, nomor urut saja atau suara terbanyak saja itu, maka tidak akan ada masalah,” tandas Agus Purnomo. Sebagaimana diketahui, sesaat setelah disahkan, sejumlah ketentuan di UU N0. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu banyak mengundang gugatan ke MK. Salah satunya tentang ketentuan penentuan caleg terpilih. Sebelumnya, diatur bahwa penetuan caleg yang lolos menjadi anggota DPR adalah mereka yang memiliki suara di atas angka 30 persen bilangan pembagi pemilih (BPP). Namun, diatur pula bahwa jika tidak ada caleg yang memenuhi angka 30 persen BPP tersebut atau masih ada sisa jatah kursi, maka penentuan caleg terpilih dikembalikan ke nomor urut yang disusun parpol. Aturan tersebut yang di gugat ke MK. Putusannya, MK memutuskan bahwa penetuan caleg terpilih harus didasarkan pada perolehan suara terbanyak caleg-caleg yang ada. “Dulu, memang agak kabur, apakah memakai proporsional tertutup dengan (penentuan) caleg terpilih berdasar nomor urut atau proporsional terbuka dengan suara terbanyak,” tandas Agus Purnomo, kembali. Selama ini, baik sistem proporsional tertutup maupun system proporsional terbuka masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan.

Misalnya, proporsional tertutup dianggap akan bisa menekan pragmatisme politik seputar politik uang. Sebab, dengan penentuan caleg terpilih berdasarkan nomor urut, maka persaingan antar caleg juga bisa ditekan bahkan dihilangkan karena diganti dengan persaingan antar parpol. Selain itu, proporsional juga dianggap lebih sederhana, karena pemilih hanya cukup memilih parpol, tanpa perlu repot memilih caleg. Di sisi lain, system proporsional terbuka dianggap memiliki keunggulan bisa menekan sistem nepotisme dalam partai. Selain itu, calegcaleg berkualitas dan memiliki jaringan kuat di tingkat massa juga lebih punya ruang untuk terpilih, tanpa harus mengadalkan nomor urut yang ditentukan partai. Sementara itu, dukungan PKS terhadap usulan PDI Perjuangan yang sebenarnya telah diwacanakan jauhjauh hari itu praktis mengejutkan sejumlah fraksi lainnya. Sebab, PKS dan PDIP juga mendesak agar agenda pembahasan penentuan caleg terpilih tersebut ikut dimasukkan menjadi agenda pembahasan revisi RUU Pemilu, kali ini. Wakil Ketua Revisi RUU Pemilu Arwani Thomafi mengungkapkan, kalau usulan PDIP dan PKS terkait penentuan caleg terpilih itu sudah bergeser dari pendapat DPR yang telah digodok di Badan Legislatif (Baleg) sebagai draf revisi usulan DPR. “Bahkan, (draf itu) juga sudah disepakati di (sidang) paripurna,” ujar Arwani. Dia khawatir, bergeser sejumlah agenda pembahasan itu tersebut akan berimplikasi pada target waktu penyelesaian revisi RUU Pemilu. Sesuai rencana, agenda revisi ini dipatok bisa diselesaikan pada Maret 2012. Karena itu, Arwani berharap, internal fraksi-fraksi di DPR menyelesaikan dulu secara tuntas terkait pemilahan materi apa saja yang dibahas.(jpnn)

Senin, KPU Sultra Buat DK Baru Untuk Adili KPU Buton Kendari, KP Ketua KPU Sultra bergeming. Sikapnya yang sejak awal menolak Dewan Kehormatan (DK) KPU Sultra yang sudah dibentuk 1 Agustus lalu, tetap ia pertahankan dan jalan terus. Bahkan rencananya, Senin (5/12) nanti, diagendakan pembentukan kembali Dewan Kehormatan (DK), yang dirangkaiakan dengan pleno mendengarkan hasil klarifikasi La Ode Ardin, yang baru pulang dari Buton, menelusuri dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU Buton saat Pilkada, 4 Agustus lalu. Sebelumnya, Eka Suaib juga sudah pernah melakukan klarifikasi ke Buton terkait dugaan pelanggaran itu, dan sudah pula didengar penjelasannya. Nah, Senin nanti itu giliran Ardin yang ke Buton belakangan. “Kemarin klarifikasinya pak Eka. Kebetulan masih ada pengaduan masyarakat yaitu dari Hasan Mbou yang belum diklarifikasi, jadi BK ditunda. Nanti akan dilaporkan di pleno sekaligus bentuk DK,” kata Mas’udi, Ketua KPU Sultra, kemarin. Ia bercerita, pekan lalu, Ardin

sudah turun melakukan klarifikasi ke Buton mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan KPU Buton. Rencananya, kemarin akan dirapatkan hanya saja belum kuorum. “Jadi kita tunda hari Senin untuk hasil klarifikasi pak Ardin,” kata Ketua KPU Sultra, Mas’udi, kemarin. Mas’udi sendiri enggan membeberkan hasil klarifikasi Eka. Apakah dugaan pelanggaran KE yang disangkakan pada anggota KPU Buton, itu terbukti, Mas’udi tak mau menyebutkan. Katanya, hasil klarifikasi itu yang nantinya akan jadi bahan Dewan Kehormatan (DK) dalam bekerja. “Tidak bisa kita paparkan, karena itu buat bahan DK untuk menindaklanjuti. Pihak terkait akan diundang untuk didengar secara langsung pernyataannya di sidang DK. Intinya setelah masuk laporan Ardin Insya Allah tanggal 5 Desember, akan ditindaklanjuti dengan DK,” ujarnya. Pembentukan DK, kata dia, akan dilakukan bersamaan dengan pleno klarifikasi Ardin. Sekali lagi, Mas’udi menegaskan, tidak akan menggunakan DK yang dibentuk 1 Agustus lalu, karena baginya itu tidak sah. Bahkan, lanjut dia, bagian Tehnis KPU Sultra sudah pernah

memberikan pernyataan bahwa tidak ada bukti administrasi terkait pembentukan DK. “Masalah DK sudah pernah diklarifikasi. Tidak ada bukti administrasi, ada pembentukan DK. Hanya baru wacana. Saya sudah pernah nyatakan, hanya memang ada beberapa nama yang disebut, tapi karena pak Bosman tidak tanda tangan, jadi saya anggap tidak sah. Makanya saya tidak setuju dengan komentar kubu-kubuan,” tandasnya. Seperti diketahui, 1 Agustus lalu sempat ada rapat internal antara komisioner KPU Sultra guna membentuk Dewan Kehormatan (DK). Saat itu, sesuai aturan, DK diambil dua orang dari internal KPU dan satu dari tokoh masyarakat. Hasilnya, Eka Suaib dan Abd Syahir bersama satu unsur masyarakat, Djakri Nappu terpilih. Hanya, SK mereka tidak sempat diteken Bosman yang kala itu masih jadi Ketua KPU Sultra, karena beberapa saat setelah DK dibentuk, Bosman mengundurkan diri. BK itupun dianggap tidak pernah ada oleh Mas’udi, Ketua KPU Sultra saat ini dan bersikukuh harus dilakukan pemilihan kembali. Tidak begitu jelas, apakah Mas’udi menolak mekanisme pemilihannya atau menolak orang-orang terpilih itu.(dri)

Kotak Suara Pemilu Dipakai di Pilwali Butuh 1000 Kotak Buat Pilwali Kendari, KP KPU Kota Kendari, mulai menyiapkan logistik yang akan dipakai di pemilihan walikota (Pilwali) Kendari, salah satunya kotak suara. Karena anggaran yang terbatas, dan tidak ada alokasi untuk pengadaan kotak suara, KPU mensiasati dengan memanfaatkan kotak suara pemilihan calon anggota legislatif (Pilcaleg) 2009 yang masih bagus. “Persiapan jelang pemilihan walikota, kita sedang inventarisir barang-barang, utamanya kotak suara. Anggaran untuk kotak suara

Pilkada tidak ada di APBD, jadi kita perbaiki yang ada, sehingga pada saat pelaksanaan, kita tidak kesulitan lagi,” kata Ketua KPU Kota Kendari, Syam Abdul Djalil, kemarin. Dia menjelaskan, kotak suara yang disiapkan di Pilcaleg 2009 cukup banyak. Tak heran, banyak pula yang masih tersisa dan masih layak pakai. Namun, kata dia, dibanding kotak suara Pilcaleg 2004, kotak yang ada di KPU kota saat ini mudah rusak, karena bahannya tidak tahan. “Memang banyak kita siapkan kotak waktu Pilcaleg tahun 2009, hanya bahannya lebih bagus dulu. Sekarang kotak yang kita lihat masih bagus ada 700

lebih. Mudah-mudahan masih cukup untuk digunakan di Pilwali,” ujarnya. Menurut Syam, ada kendala yang kini dihadapi KPU Kota Kendari. Menurut dia, kantor KPU kota yang ada di Kecamatan Baruga saat ini, tidak mampu menampung kotak suara yang jumlahnya mencapai ribuan. “Kita kesulitan karena kantor sempit, akhirnya kotak tidak muat dalam kantor. Kalau ada pak gubernur, saya mau menghadap. Saya mau minta supaya kita pindah di eks kantor KPU Sultra. Insya Allah tahun ini, anggaran pembangunan kantor sudah turun. Kita siapkan seribu kotak suara untuk Pilwali,” tandasnya. (dri)


Kendari Pos Edisi 3 Desember 2011