Page 1

CMY

CMY Rabu, 3 Agustus 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Helikopter Polda Sultra Jatuh di Lakudo Tiga Perwira Polisi Selamat Baubau, KP Helikopter Polda Sultra yang ditumpangi Karo Ops Polda Sultra, Direktur Sabhara dan Kapolres Baubau AKBP Daniel Adityajaya SIk jatuh di lapangan bola Lakudo Kabupaten Buton saat hendak melakukan take off (terbang). Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita kemarin (2/8), saat para petinggi Polda Sultra itu dan Kapolres Baubau hendak

Baca HELIKOPTER di Hal. 7

LA ODE ASWARLIN/KP

Bangkai helikopter milik Polda Sultra setelah jatuh di Lapangan Bola, Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton. Baling-baling depan dan belakang patah berkeping-keping.

Ketua KPU Sultra Mengundurkan Diri

Pemkab Buton Raih Predikat WTP

Akibat Persoalan di KPU Buton

HUKUM

Kajati Sayembarakan Idrus Effendy Kube MANTAN Sekda Bombana, Idrus Effendy Kube, rupanya tak terpengaruh dengan ancaman penangkapan secara paksa oleh tim penyidik Kejati Sultra. Mantan pejabat penting di Bombana yang resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana penerimaan pendapatan pungutan kartu izin AR Nashruddien masuk pertambangan terhitung Juni lalu itu, hingga kini masih tidak diketahui keberadaannya. Status Daftar Pencarian Orang (DPO) yang disematkan padanya, ternyata tidak cukup bagi Idrus Effendy Kube untuk menyerahkan diri. Meski begitu, Kajati Sultra Dsr H AR Nashruddien MH, tidak kehilangan akal untuk mengungkap dimana tersangka yang diduga merugikan uang negara senilai Rp 3,3 Miliar tersebut. Selain terus melacak persembunyian Idrus Effendy Kube, Kajati telah menyiapkan hadiah bagi siapapun yang memiliki informasi terkait keberadaan Idrus Effendy Kube. Walau tidak menyebutkan bentuk hadiah tersebut, Mantan Wakajati Kalimantan Selatan ini, meyakinkan bahwa hadiah yang bersumber dari kantong pribadinya tersebut tidak akan mengecewakan siapapun yang sukses menyampaikan dimana Idrus Effendy Kube berada. “Hadiah (sayembara) ini semacam support pada warga yang mendukung proses penegakkan hukum di Sultra. Tentu reward ini bernilai, karena informasi yang diberikan adalah hal penting yang terkait dengan kepentingan pem-

Baca KAJATI di Hal. 2

IST/KP

Bupati Buton, Sjafei Kahar (kiri) menerima laporan audit keuangan daerah dari Kepala BPK Perwakilan Sultra. Kendari, KP LM Sjafei Kahar memberi kado manis di akhir pengabdiannya bagi Kabupaten Buton yang sudah ia pimpin selama hamper 10 tahun. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Buton berhasil men-

jadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Penghargaan itu diraih

Baca WTP di Hal. 7

Kendari, KP Kisruh yang mewarnai perjalanan Pilkada Buton, khususnya di internal KPU Buton dan Sultra terkait dengan adanya beberapa calon yang dicoret dari bursa calon Bupati/Wakil Bupati Buton, memakan korban. Ketua KPU Sultra, Bosman secara mengejutkan mengundurkan diri sebagai pimpinan lembaga penyelenggara Pemilu itu. Ia mundur untuk memenuhi permintaan salah seorang anggota KPU Sultra. Seorang anggota KPU Sultra tersebut menilai, Bosman tidak dapat membina KPU Buton dalam melaksanakan Pemilukada Buton. Surat resmi pengunduran diri Bosman itu dibuat 1 Agustus 2011, dan disampaikan ke KPU Sultra sebagai tembusan, sekitar pukul 21.00 Wita. Surat itu

Bosman ditujukan pada Ketua KPU Pusat, anggota KPU Sultra dan sekertariat KPU Sultra. Sejak menyampaikan surat tersebut, hingga kemarin, Bosman sudah tidak hadir lagi di kantor KPU. Keputusan Bosman yang terkesan mendadak itu, tak urung menjadi tanda tanya besar bagi anggota KPU Sultra lainnya. Kemarin, seluruh anggota KPU lain-

nya berkumpul untuk mengaji surat tersebut. Bosman menolak ajakan kawan-kawannya untuk hadir dalam pertemuan tersebut. “Kita akan kaji surat pengunduran diri Bosman. Sebetulnya semalam sudah kita bahas, tapi keputusan kita semalam, mengutus salah seorang anggota KPU provinsi untuk menemui Bosman agar hadir di pleno hari ini. Tapi, Bosman tidak mau hadir. Malah dia katakan, surat itu benar adanya. Kita perlu ambil sikap bagaimana kedudukan hukum nantinya,” kata dua anggota KPU Sultra, DR H Eka Suaib MSi didampingi Abd Syahir SSos, kemarin. Diakui dosen FISIP Unhalu itu, akan terjadi kevakuman di tubuh KPU Sultra pasca mundurnya Bosman. Makanya, Eka dan Syahir sangat berharap, sang ketua bisa menjelaskan

Baca KPU di Hal. 2

Inspirasi dari Forum Pemred JP Group di Palembang (3-Habis)

Media dan Realitas Seperti Salah Sambung Dirut PLN, Dahlan Iskan yang juga Ketua Serikat Pekerja Pers (SPS) itu merasakan ada yang ganjil dalam pemberitaan pers. Antara media dan realitas seperti tidak nyambung. Yang satu bergerak ke kanan, yang satu bergeser ke kiri. MOBIL-mobil mewah kian banyak berseliweran. Mobil baru pun menambah macet jalanan. Sepeda motor beraneka merek berbiak luar biasa. Bandara, di hampir semua kota, dipadati orang. Mirip terminal bus saja. Mal terus bertumbuh dan tetap ramai dikunjungi pembeli. Volume perdagangan terus melambung. Pendapatan perkapita per tahun meningkat. Cadangan devisa nasional saat ini terbesar dan posisinya terbaik selama negeri ini berdiri. Kegiatan ekonomi hidup, sec-

ADRIANTO/INDOPOS

tor informal berkembang. Itu adalah realitas yang bisa dilihat dan dirasakan. Tetapi, kanvas media menggambarkan dengan lukisan yang kontras. “Negeri ini seperti sedang kalut, sedang kisruh, bahkan nyaris bangkrut! Padahal, ralitasnya bagus? Kenapa bisa begini?” tanya Dahlan Iskan dalam Forum Pemred di Novotel Palembang itu. “Menurut saya, ini justru bagus sekali! Bagus, karena tidak nyambung antara realitas dan reportase media!” lanjut mantan big boss Jawa Pos Group ini. Hah! Bagus? Tidak nyambung kok bagus? Majas sinisme atau sarkasme apa lagi nih? “Lho, ini serius. Suasana tidak nyambung itu justru bagus. Ini menunjukkan bahwa ekonomi dan politik semakin terpisah. Ini adalah ciri-ciri negara modern, negara maju, dimana politik dan

Dirut PLN Dahlan Iskan saat berdialog dalam pertemuan Forum Pimred Jawa Pos Grup di Novotel Palembang.

Baca MEDIA di Hal. 7

CMY

CMY


2

Kendari Pos |Rabu, 3 Agustus 2011

Buyung Desak Marzuki Minta Maaf Jakarta, KP Pengacara senior, Adnan Buyung Nasution menilai, pernyataan Ketua DPR RI Marzuki Alie yang mewacanakan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan suatu bukti bahwa kader Partai Demokrat tidak cerdas. Buyung menilai, selama ini sering sekali kader Partai Demokrat yang menduduki jabatan publik memberikan statemen yang tidak hanya kontroversi, melainkan penuh kebohongan. Yang disesalkan Buyung, meski bersalah, kader Demokrat itu tidak meminta maaf. “Misalnya, Batoegana (Sutan Batoegana) pergi ke Singapura memeriksa Nazaruddin, bilang lagi sakit jantungnya dan nanti sesudah berobat sama dokter bisa pulang. Ternyata nggak pulang dan tidak minta maaf sama publik,” kata Buyung saat menghadiri buka bersama di gedung KY, kemarin. Karena itu, Buyung menyarankan agar Marzuki Ali meminta maaf kepada masyarakat karena dengan angkuhnya mengatakan tidak takut dengan masyarakat dan hanya takut sama Tuhan. “Ini menunjukkan kualitasnya orang ini, kecerdasan otak maupun kearifannya tidak ada. Tidak pantas menjadi ketua

parlemen, sebab dimanapun, ketua parlemen di negara demokrasi itu seimbang dan bermutu,” tandas Buyung. Pada bagian lain, wacana Marzuki Alie terkait pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimaklumi oleh Ketua Komite Etik KPK Abdullah Hehamahua. Bahkan, penasehat KPK ini merasa kasihan dengan posisi Marzuki Alie sekarang ini. "Ya, kasihan. Dia kan Ketua DPR. Sibuk macammacam, dicecar melulu sama wartawan. Kasihan," tutur Abdullah, Selasa (2/8), di sela tes profile assessment calon pimpinan KPK, di kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemnekumham). "Ini Pak Marzuki Alie, sebagai Ketua DPR banyak anggotanya yang bermasalah. Nah, tentu pusing. Kan beliau sebagai ketua harus memikirkan bagaimana nasib anggotanya. Belum lagi internal partainya juga bermasalah. Jadi kasihan. Kita harus beri dukungan, agar beliau bisa menangani masalah DPR dan internal partai dengan baik," ujarnya. Saat ditanya mengenai ide membubarkan KPK yang dilontarkan Marzuki, menurut Abdullah itu harus dimaklumi. "Seperti saya mengatakan, kita bubarkan DPR. Saya kan man-

tan aktivis mahasiswa, juga minta DPR turun. Tapi ada jalur hukumnya. Disarankan, Pak Marzuki kalau mau teruskan, katakan pada fraksinya. Fraksinya kemudian majukan kepada Komisi III," papar Abdullah. Meski begitu, Abdullah mengaku sangat tidak setuju jika KPK dibubarkan. "Itu berarti kiamat sudah makin dekat," tegasnya. Akan halnya soal batas waktu (keberadaan) KPK, dia mengatakan selama korupsi masih ada, KPK seharusnya pula dipertahankan. "Mustahil persoalan korupsi habis. Kalau korupsi habis, semua orang jadi malaikat. Jadi tetap saja harus ada pencegahan, seperti (yang dilakukan) KPK," tukasnya. Dibela Kolega Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menegaskan dan yakin bahwa koleganya Ketua DPR I Marzuki Alie tidak mempunyai niat buruk dengan statemennya yang mewacanakan membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan memaafkan koruptor. Taufik mengaku memahami ide Marzuki sebagai semangat untuk memperkuat KPK. Sebagai kolega Taufik berani menjamin bahwa Marzuki tak punya niat demikian buruk. Dia berharap agar masyarakat

tidak berlebihan merespon pernyataan Marzuki. "Terlepas apa yang disampaikan marilah dalam suasana Ramadan hendaknya kita jangan reaktif overdosis dalam menanggapi pandangan tokoh," kata Sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional itu, Selasa (2/8), di Jakarta Maka dari itu, Taufik meminta kepada para tokoh nasional menghormati pandangan Marzuki Alie yang juga Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut. Taufik mengaku tak ingin ada hiruk pikuk politik yang panas di bulan Ramadan ini. “Kami sebagai pimpinan DPR justru ingin KPK maju tanpa pandang bulu. Ini Pak Marzuki ingin menguatkan fungsi kelembagaannya dalam rangka pemberantasan korupsi," ungkap dia. Taufik menegaskan bahwa pimpinan DPR tak bisa membubarkan KPK. Ia meminta semua pihak tidak terus menyudutkan gagasan Marzuki Alie yang ingin membubarkan KPK jika tak ada lagi orang yang kredibel. Dia menilai, penafsiran atas statemen Marzuki Alie soal pembubaran KPK sudah terlalu jauh. "Ini sudah terlalu jauh dari penafsiran pandangan yang dimaksud," tegas Taufik.(boy)

KPK Geledah Kemdiknas Jakarta, KP Sejak pagi hingga sore, Selasa (2/8), gedung Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) diperiksa oleh beberapa anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan korupsi mantan Irjen Kemdiknas, M Sofyan. Terkait hal itu, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengaku memasrahkan semuanya kepada KPK. “Jadi, dari sejak awal kami sudah menyampaikan, bahwa pertama, prinsipnya kementerian itu sangat koorperatif dengan penegak hukum. Kedua, memang iya ada mantan Inspektur Jenderal Kemdiknas yang sudah ditetapkan tersang-

ka oleh KPK, dan faktanya memang seperti itu. Sebagai tindak lanjut, berhubung KPK ingin mendapatkan bukti-bukti yang lebih utuh dan komplit, maka dari itu KPK sejak pagi tadi memeriksa, atau bahasa kerennya menggeledah,” ungkap Nuh ketika ditemui di lingkungan Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (2/8). Nuh mengakui, M Sofyan yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut, memang sebelumnya sudah mengajukan cuti untuk mencalonkan diri sebagai Bupati. Setelah itu, lanjut Nuh, yang bersangkutan mengundurkan diri dan prosesnya juga diusulkan kepada Presiden. Bahkan Keppres pun sudah turun dan saat ini posisi

jabatan Irjen sudah digantikan oleh Musliar Kasim, mantan Rektor Universitas Andalas. “Intinya, kami sangat terbuka dan siap memberikan data apa saja yang diperlukan oleh KPK,” tukasnya. Lebih jauh, mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut menambahkan, pihaknya juga tidak keberatan jika KPK terpaksa harus menggeledah kantor Kemdiknas, karena terkait kasus mantan Irjen yang sudah pensiun sebelum dirinya menjabat Mendiknas itu. “Dalam hal ini, tak ada istilah dikotori atau mengotori. Jadi intinya, siapa saja yang melakukan kesalahan, maka harus diberikan

sanksi dan tindakan, karena setiap orang bisa melakukan kesalahan. Ini bagian dari proses, dan ini tugas kita semua untuk melakukan pembenahan. Nanti yang menggantikan saya nantinya juga akan begitu. Generasi yang akan datang juga akan melakukan perbaikan,” paparnya. M Nuh mengatakan, bahwa hingga sore ini dirinya sendiri belum memantau gedung Itjen Kemdiknas sejak pagi. “Saya tidak berani masuk, khawatir mengganggu proses pemeriksaan. Jelasnya, pemeriksaan bukan dalam rangka jadi gubernur, tetapi ada penyimpangan dari proses penginspektoratan,” imbuhnya.(cha)

Keruwetan KPU Buton Telan “Korban” KPU .......................... alasan pengunduran dirinya di depan anggota KPU Sultra, dalam forum resmi. Sayang, Bosman tetap tak mau hadir di pleno dan bersikukuh untuk mundur. “Hemat kita, surat ini agak tanggung. Karena dia mengatakan bahwa dia mengundurkan diri atas desakan salah seorang anggota KPU Sultra. Padahal, menurut kita tidak harus lahir seperti itu. Harusnya dia katakan, pen-

gunduran diri itu dilakukan atas dasar dan tanpa tekanan siapa pun juga,” ujarnya. Peraih gelar doktor di Universitas Airlangga itu, tak mau berkomentar lebih jauh, perihal masuk akal atau tidaknya alasan Bosman mundur, hanya karena dalih tidak dapat membina KPU Buton. Katanya, untuk hal itu, lebih baik ditanyakan langsung pada Bosman. Begitu pun saat ditanya, kemungkinan Bosman mundur karena diduga ikut “bermain” bersama KPU Buton di Pemilu-

kada Buton? Eka tak mau menduga-duga. Yang dia tahu, seperti dalam surat Bosman, ketua KPU Sultra itu mengundurkan diri dengan alasan, disuruh salah seorang anggota KPU Sultra, karena dianggap tidak dapat membina KPU Buton. Korda Pemilukada Buton, Abd Syahir menambahkan, sebenarnya Bosman harus menjelaskan secara resmi mengapa ia mundur dari posisi Ketua KPU Sultra. Bukan hanya dengan selembar kertas putih. Masalahnya, akan muncul ber-

bagai spekulasi soal ini jika tidak ada penjelasan resmi dari yang bersangkutan. Meski demikian, Syahir tetap menganggap surat itu sah dan ada. Makanya, langkah pertama yang akan dilakukan KPU adalah menggelar pleno dan membahas surat tersebut. Kalau kemudian kesimpulan pleno surat itu dibenarkan, KPU akan menyampaikan hasil pleno ke KPU pusat untuk dikaji. “Soal siapa ketua pengganti, belum akan dibahas,” kata Syahir.(dri)

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

M Nazaruddin pada saat-saat awal kasusnya mencuat.

Mahfud Nilai Omongan Nazar Banyak yang Benar Jakarta, KP Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga yang paling kredible saat ini. Karenanya, untuk kesekian kalinya, dia menolak ide pembubaran KPK seperti yang dikatakan ketua DPR RI, Marzuki Alie. Mahfud menilai, gagasan itu sangat tidak masuk akal. “Terlalu jauh, ini kan negara demokrasi, Pak Marzuki boleh mengatakan itu, dan boleh kita menghantam dia, tidak usah saling mencopot,” kata Mahfud saat menghadiri buka bersama di gedung Komisi Yudisial (KY), Jakarta, Selasa (2/8). Menurutnya, memojokkan KPK dengan dasar nyanyian tersangka kasus korupsi wisma Atlet, M Nazaruddin sangat tidak logis. Alasan Mahfud, pertemuan orang-orang KPK dengan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tahun 2010. “2010 kan belum ada kasus wisma atlit, kan tidak masuk akal,” ujar mantan Menteri Pertahanan ini. Tapi kata Mahfud, pernyat-

aan Nazaruddin yang menyangkut oknum-oknum Partai Demokrat bisa diyakini kebenaranya, walaupun tidak semuanya. “Kalau menyangkut orang-orang Partai Demokrat, temennya sendiri, mungkin kebenarannya agak banyak,” tandasnya. “Kalau menyangkut KPK lalu dijadikan dasar untuk menyatakan KPK tidak kredibel itu menurut saya berlebihan, dan tidak bisa berfikir rasional. Bagi saya KPK perlu dipertahankan,” tambah Mahfud. Komputer Nazaruddin Diboyong ke KPK Meski Muhammad Nazaruddin masih buron, namun penyidikan kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games terus digeber. Kemarin (2/8), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Nazaruddin di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Juru bicara KPK, Johan Budi, menyatakan, penggeledahan itu merupakan upaya KPK untuk mengembangkan proses penyidikan. Dari penggeleda-

han yang dilakukan sejak pukul 11.00 hingga 14.30 itu, penyidik menyita sejumlah barang. "Satu dari sekian barang yang disita adalah komputer. Ada beberapa komputer yang kami sita," ujar Johan di KPK, Selasa (2/8) sore. Menurut Johan, KPK akan segera mendalami isi komputer itu. "Kaitannya tetap dalam kasus wisma atlet," tambah Johan. Apakah penyitaan komputer itu juga dalam rangka mendalami aliran dana dari proyek wisma atlet sebagaimana terungkap dalam dakwaan atas Mindo Rosaina Manulang dan M el Idris" Johan tak menampiknya. "Tentu itu akan kita dalami," tambahnya. Sementara saat ditanya soal keberadaan Nazaruddin, KPK menyerahkannya ke Mabes Polri dan Interpol. Karenanya saat ditanya tentang gagalnya penyergapan atas Nazaruddin di Malaysia, Johan tak mau memberikan detilnya. Mantan wartawan itu hanya bisa memastikan bahwa Nazaruddin masih di luar negeri. (ara)

Mantan Sekda Bombana Dinilai Tak Kooperatif Kajati ........................ berantasan korupsi di Indonesia,” ungkap Nashruddien, kemarin. Sebenarnya, mantan Kajari Makassar ini menyesalkan sikap Idrus Effendy Kube yang memilih tidak kooperatif dengan aparat hukum. Padahal, kalau saja yang bersangkutan menyampaikan secara langsung atau melalui kuasa hukumnya tengah sakit dibuktikan dengan medical record, maka pihaknya bisa saja mempertimbangkan penundaan pemeriksaan sebagai tersangka yang sudah beberapa kali diabaikan tersangka Idrus Effendy Kube. Akibat mengabaikan tiga kali panggilan pemeriksaan sebagai tersangka itulah, pihak penyidik berupaya melakukan pemanggilan paksa yang berujung dengan keluarnya surat perintah penangkapan dan pencekalan pada mantan Sekda Bombana tersebut.

“Silahkan memilih tidak kooperatif, tapi kami tetap akan melacak keberadaan yang bersangkutan sampai kapanpun. Tentu ini akan memberatkan dirinya karena dianggap tidak kooperatif karena sampai hari ini tidak jelas dimana dia berada,” pungkas pengganti Donny Kadnezar Irdhan ini.(lia)


3

Rabu, 3 Agustus 2011

Telkomsel Luncurkan Talkmania Jumbo Sejak 1 Agustus lalu, Telkomsel secara nasional memberlakukan program Talkmania (TM) Jumbo. Dalam program itu pelanggan pemilik nomor Simpati bisa menikmatinya selama enam hari dengan cukup membayar Rp 10 ribu - Rp 12,5 ribu. Program Talkmania Jumbo ini juga berlaku di Kendari sejak diluncurkan. Sales Outlet Operation Telkomsel Kendari, Bambang Mulyadi menjelaskan, bila program ini khusus diberlakukan selama Bulan Ramadhan. Biasanya pelanggan di Kendari bisa mengikuti program Talkmania dengan tarif Rp 3 ribu dan memperoleh gratis menelpon 100 menit hingga pukul 18.00 Wita dalam sehari. “Tapi melalui program TM Jumbo ini, pelanggan cukup membayar Rp 10 ribu dan berhak memperoleh gratis menelpon sehari 100 menit dari pukul 01.00 - 17.00 Wita, selama enam hari,” terangnya kemarin di kantornya. Untuk mengikuti program ini tidak susah, pelangan cukup mengisi pulsa minimal Rp 15 ribu kemudian ketik TM JUMBO dan kirim ke 8999. Atau melalui program *999# pilih internet mania, kemudian pilih Talkmania Jumbo dan ikuti petunjuk selanjutnya. Untuk pelanggan Simpati yang berada pada priceplan Internetan tanpa batas freedom dikenakan tarif Rp 10 ribu. Kemudian untuk pelanggan simpati yang berada di Priceplan selain internetan tanpa batas freedom dikenakan Rp 12,5 ribu. Program Talkmania Jumbo yang akan berakhir pada 29 Juli ini waktu mendaftarnya dilakukan pada pukul 01.00 hingga 12.00 Wita. Menjelang dan pada hari raya, semua program promosi akan dihapus, untuk menghindari terjadinya troubel dan menjaga kualitas jaringan. “Kondisi ini berlaku juga pada tahun-tahun sebelumnya,” paparnya. Lebih jauh Bambang mengatakan bila Talkmania Jumbo diluncurkan untuk memudahkan pelanggan dalam berkomunikasi. Sesuai kebutuhan pelanggan sejak pukul 01.00 hingga menjelang sahur tentunya akan banyak yang berkomunikasi dengan sanak saudara atau rekan-rekannya. Begitu juga pada siang hari hingga pukul 17.00 pada jam kerja, tentunya waktu berkomunikasi akan lebih lama. “Melalui program Talkmania jumbo saya harap pelanggan Telkomsel bisa lebih hemat dalam berkomunikasi,” pungkasnya. (lis/awl)

Pendapatan XL Capai Rp 9 Triliun Kinerja PT XL Axiata Tbk (XL) semester I-2011 menunjukkan peningkatan signifikan. Pendapatan operator seluler dengan pelanggan nomor dua terbesar tersebut mencapai USD9,1 triliun. Presiden Direktur PT XL Axiata, Hasnul Suhaimi mengatakan, pendapatan usaha XL meningkat sebesar 8 persen year on year (YoY) menjadi Rp 9,1 triliun. Menurut dia, kenaikan disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan layanan data 47 persen (YoY) dan normalisasi laba bersih sebesar Rp1,6 triliun, meningkat 18 persen (YoY). Sementara earning before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) atau laba usaha ditambah depresiasi dan amortisasi mencapai Rp4,8 triliun atau tumbuh 7 persen (YoY) dan EBITDA margin stabil di level 52 persen pada akhir Juni 2011. “Selain itu jumlah pelanggan bertambah sebesar 10 persen YoY dari 35,2 juta di Juni 2010 menjadi 38,9 juta di Juni 2011,” kata Hasnul. Dia mengakui, layanan data memberikan kontribusi pendapatan sebesar 21 persen. Hasnul mengakui, selama 12 bulan terakhir, XL telah menambah sebanyak 4.084 BTS (2G/3G) di seluruh Indonesia. Diantaranya, 1.220 merupakan BTS 3G. Total BTS (2G/3G) XL pada akhir Juni 2011 berjumlah 24.971 BTS. “Kami telah memutuskan untuk mempercepat penambahan infrastruktur jaringan untuk layanan data dengan pertimbangan semakin meningkatnya pengguna ponsel 3G di pasar dan juga trafik 3G yang dihasilkan. Belanja modal tunai kami akan mencapai sekitar Rp6 triliun di mana lebih dari separuhnya akan dialokasikan untuk layanan data,” tegas Hasnul. (jpnn/awl)

Beras Impor Siap Masuk di 20 Pelabuhan Beras impor asal Vietnam akan masuk pada Agustus ini. Beras dari kontrak kerjasama pengadaan luar negeri melalui Perum Bulog tersebut direncanakan masuk melalui 20 pintu pelabuhan di seluruh Indonesia. Untuk tahap awal kontrak kerjasama tersebut berlaku sejumlah 500 ribu ton. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoesa mengatakan beras impor tersebut siap masuk pada Agustus ini. Dijelaskan, proses negosiasi impor sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. “Begitu ada penugasan dari pemerintah untuk pengadaan luar negeri, kami tentu langsung melakukan pertemuan berupa G to G (government to government),” ujar Sutarto pekan lalu. Dia menguraikan, pintu masuk beras impor sejumlah 500 ribu ton di 20 pelabuhan. Dua puluh pelabuhan tersebut tersebar di Lhokseumawe sampai dengan Papua. Namun, ada beberapa propinsi dinilai tidak memerlukan beras impor itu. “Hampir seluruh propinsi, tapi seperti Sulawesi Selatan, Jateng dan NTB tidak memerlukan,” tandas dia. Kendati beras impor siap memenuhi gudang bulog di sejumlah daerah, tapi Sutarto menjamin akan tetap membeli gabah dan beras untuk pengadaan dalam negeri. Dari segi harga, pihaknya tetap memberlakukan HPP plus untuk tiap pembelian. Disebut HPP plus karena sampai Juni lalu sudah menaikkan harga sampai tiga kali. “Awal tahun (2011) kami tidak menaikkan HPP. Kemudian, 23 Maret kami menaikkan HPP, tapi setelah itu (pengadaan dalam negeri) turun lagi. April menaikkan lagi, ternyata hanya naik seminggu karena setelah itu turun. Lalu Juni lalu kami naikkan lagi dan pengadaan dalam negeri tetap menurun. Nah itu yang menyebabkan kami memilih opsi impor,” ucapnya. Dikatakan, stok bulog dari pengadaan dalam negeri cukup sampai lima bulan ke depan dengan perhitungan tiap bulan memerlukan 260 ribu ton sehingga sekitar 1,4 juta ton. Oleh karena itu, kalau beras impor masuk maka stok minimum bisa di kisaran 1,5 juta ton. Sementara itu, penyaluran beras raskin secara tahunan sudah mencapai 58,06 persen. Menurut dia, pembagian beras diserahkan ke tiap daerah. Dengan demikian daerah satu dan lainnya tidak sama. Sedangkan beras untuk bencana alam sepanjang Januari-Juli sudah tersalurkan 5.079 ton. Untuk kegiatan operasi pasar sudah terealisasi 77.647 ton dan jenis komersial sejumlah 91.765 ton sehingga total mencapai 170.000 ton. (jpnn/awl)

All New Sirion Banjir Peminat Kendari,KP Minat masyarakat Sultra untuk memiliki Mobil Daihatsu cukup tinggi. Ini terlihat dari launching All New Sirion di Mall Mandonga selama tiga hari. Tercatat lima nasabah sudah masuk daftar tunggu (inden). Supervisor Sales PT Makasar Raya Motor (MRM) Kendari, Harmin SE, meskipun pameran hanya digelar se-

lama tiga hari, tapi pengunjung cukup banyak. “Dari semua pengunjung yang menyatakan deal dan sudah memenuhi persyaratan administrasi sebanyak lima orang. Walaupun produknya masih harus inden ( masuk daftar tunggu red),” terangnya kemarin. Menurutnya antusias masyarakat terhadap produk baru Daihatsu itu cukup banyak, bila dibandingkan

launching produk sebelumnya. Hal tersebut yang membuat managemen PT MRM Kendari akan melakukan kegiatan serupa pada pertengahan Ramadhan ini. “Kami upayakan pada pameran berikutnya di Brilian Plaza Kendari, karena dari pantauan kami produk baru ini mendapat sambutan masyarakat,” paparnya. Selain All New Sirion, beberapa

produk Daihatsu lainnya seperti Grand Max dan sejenisnya juga cukup mendapat sambutan masyarakat Kendari. Hal ini terlihat dari penjualan setiap bulannya yang selalu mengalami peningkatan. “Bahkan bila sering dilakukan kegiatan promo seperti yang berlangsung di Mall Mandonga lalu, diharapkan target penjualan tahun ini bisa terwujud,” pungkasnya. (lis/awl)

Distan Sultra Salurkan 175 Ekor Sapi Sembilan Daerah Kebagian, Target Swasembada Daging Kendari, KP Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi yang masuk dalam program pelaksanaan swasembada daging di Indonesia. Untuk mendukung hal itu Dinas Pertanian (Distan) Sultra mulai menyalurkan sapi bantuan pada kelompok tani, kemarin. Tercatat sebanyak 175 ekor sapi disalurkan pada sembilan kabupaten dan kota se-Sultra. Kepala Dinas Pertanian Sultra, Mansur menjelaskan bantuan sapi itu akan diberikan pada kelompok tani dimana per kelompok mendapat lima ekor sapi. ‘’Bantuan itu mulai hari ini (kemarin, red) kami salurkan,’’ jelasnya. Petani yang menerima sapi bantuan terdiri dari dua kelompok di Kota Kendari, sebuah kelompok di Baubau, lima kelompok di Bombana, dua kelompok di Buton, enam kelompok di Konawe, lima kelompok di Kolaka, enam kelompok di Konsel, dua kelompok di Konut dan enam kelompok di Muna. ‘’Pemberian bantuan ratusan ekor sapi pejantan karena Sultra merupakan salah satu provinsi pelaksana swasembada daging di Indonesia,’’ tambahnya. Untuk pengiriman ke Kabupaten karena beberapa diantaranya cukup jauh, Mansur berharap para petani bersabar karena waktu pengiriman di-

ist/kp

Kadis Pertanian Sultra, Mansur saat meninjau sapi yang siap disalurkan di Puuwatu, kemarin. 175 ekor sapi itu akan dibagikan pada kelompok tani yang tersebar di sembilan kabupaten/kota taksir sekitar dua minggu. Sementara itu Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, LM.Mastari, memastikan kondisi hewan yang akan

dikirim ke kelompok petani adalah sapi sehat. Sapi-sapi tersebut sudah di periksa tak berpenyakit semisal antrax, brucelosis, dan sua. ‘’Kami bersama Dinas Per-

tanian Sultra bersama-sama melakukan kontrol pada sapi-sapi yang dikirim untuk memastikan kondisi sapi agar tetap sehat,” tukas LM.Mastari. (p9/awl)

Galaxy Pangkas Harga Barang

Menyambut ramadhan, Toko sepatu Galaxy menyiapkan diskon hingga 70 persen

laila/kp

Kendari, KP Menyemarakkan bulan Ramadhan dan menyambut Idul Fitri, toko sepatu Galaxy memberikan diskon besar hingga 70 persen. Toko sepatu yang bertempat di jalan MT Haryono ini selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Kepastian ini disampaikan Agus selaku koordinator pengelola toko sepatu dan sandal Galaxy. “Diskon besar-besaran ini kami buka selama bulan Ramadhan,” Katanya, kemarin. Agus merinci bila toko sepatu yang sekarang ia kelola masih berusia san-

gat muda. Sejak di buka pada tahun 2010 lalu, ia selalu berusaha untuk mengenalkan Galaxy pada masyarakat, sehingga Galaxy tidak kalah dengan toko lainnya. Bentuk pengenalannya dengan memberikan harga promo yang sedikit lebih murah dan berkualitas. Ia juga mejelaskan, bila barang-barang yang dijual diperoleh dari Jakarta. ‘’Kami menyediakan bukan hanya sepatu saja tapi juga sendal anak-anak sampai orang dewasa. Harga yang ditawarkan juga bervariasi dan khusus di bulan Ramadhan ini terdapat diskon besar,” Tandasnya. (p9)

Jasa Pegadaian Kian Dilirik Kendari,KP Ramadhan baru mulai, tapi penyaluran pinjaman Kreasi (Kredit sistem vidusia) di Pegadaian Mandonga cukup tinggi. Di tempat tersebut transaksi mengalami peningkatan sekitar 20 persen dari target penetapan semula. Selain Kreasi penyaluran pembiayaan jasa gadai juga melonjak pada Ramadhan. Kepala Cabang Pegadaian Mandonga, Muh. Barokah yang ditemui kemarin menjelaskan bila pada Juli lalu, masyarakat khususnya mereka pemilik usaha cukup antusias menjaminkan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKP) untuk memperoleh tambahan modal. Para peminjam beralasan bila saat Ramadhan butuh stok produk banyak, sehingga mereka menyiapkan modal untuk penambahan barang, karena dipastikan permintaan tinggi. “Lumayan satu orang peminjam maksimal Rp 100 juta, sesuai dengan usaha dan jaminan yang diberikan, selain itu persyaratan tidak lama dan

cepat prosesnya,” terangnya. Menurutnya pada Juli lalu pinjaman kreasi meningkat. Untuk di bulan Ramadhan seperti biasanya permintaan jasa gadai yang tinggi. Kalau kreasi konsumennya UKM, tapi kalau gadai dipastikan mereka non UKM yakni pembiayaan konsumtif. “Kebutuhan saat jelang lebaran tinggi, untuk memenuhi biasanya banyak yang menggadaikan emasnya,” paparnya. Bahkan Barokah menargetkan bila penyaluran pembiayaan pada jasa gadai ditargetkan Ramadhan ini mencapai Rp 7 miliar. Pasalnya saat ini perolehan normal setiap bulannya mencapai Rp 5,5 miliar. “ Karena permintaan tinggi sudah pasti perolehan meningkat,” paparnya. Sementara itu di Pegadaian Unit Mall Mandonga, perolehannya juga cukup tinggi. Setiap bulannya rata-rata penyaluran kredit bisa mencapai Rp 2 miliar. Pasalnya diseputaran Mall Mandonga banyak UKM yakni para penjual yang selalu butuh tambahan

Sulis /KP

Suasana pelayanan di Kantor Unit Pegadaian Mall Mandonga. Rata-rata nasabah datang dengan alasan untuk penambahan modal usaha modal. Selain itu pengunjung Mall terkadang menggadaikan perhiasannya untuk berbelanja. “Kalau awal Ramadhan ini belum begitu ramai, tapi

pengalaman tahun lalu dua minggu sebelum lebaran banyak nasabah,” papar Kepala Unit Pegadaian Mall Mandonga, Hidayat. (lis/awl)

Indosat Tambah Voucher Isi Ulang Makassar, KP Setiap tahun, belanja komunikasi sepanjang Ramadhan hingga lebaran melejit. Kondisi ini diantisipasi Indosat bersama mitranya dengan menambah voucher isi ulang. Director and Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat, Fadzri Sentosa mengungkapkan, penambahan dilakukan melalui program Indosat Retail Penuh Senyum. Program tersebut untuk menjaga ketersediaan voucher isi ulang Indosat di sepanjang jalur mudik. Beberapa mitra yang ikut bekerja sama dalam program ini antara lain, jaringan modern retail Indomaret, Yomart, dan Pertamina Bright, dan pemilik Outlet PASTI Indosat. Total keseluruhan titik program Indosat Retail Penuh Senyum yang mencapai angka 7.104 titik. “Diharapkan dengan adanya pro-

gram ini, pelanggan tidak perlu bersusah payah untuk sekedar mencari voucher isi ulang Indosat khususnya selama periode Mudik Lebaran 2011,” ujarnya usai meresmikan Ramadhan Penuh Senyum dan Mudik Indosat 2011 di Jakarta. Indosat Retail Penuh Senyum merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) PT Indosat dalam Ramadan Penuh Senyum. Program CSR tersebut juga mencakup, Mudik Indosat 2011, SMS Cinta Dhuafa, serta Donasi 5000 Alquran di 50 kota. (jpnn/awl)

int/kp

Director and Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat, Fadzri Sentosa (kanan) mengunjungi posko mudik Indosat di Jakarta.


Rabu, 3 Agustus 2011

email : bumianoa@gmail.com

Stok Sembako Aman Sampai Lebaran Baubau, KP Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindakop) Kota Baubau memastikan stok sembako yang ada di Kota Baubau aman hingga tiga bulan kedepan. Dengan demikian, warga Kota Baubau dipastikan tidak akan kekurangan bahan pokok untuk kebutuhan bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri. Kabid Perdagangan Disperindakop Kota Baubau, La Ode Ali Hasan SE MSi mengatakan berdasarkan hasil evaluasi dilapangan tidak ada masalah dengan kebutuhan pokok yang masuk pada disributor semba-

Staf Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi saat meninjau beberapa toko dan distributor sembako di Kota Baubau. LAODEASWARLIN/KP

Tiga Tersangka Korupsi Dilimpahkan ke PN

Rumbia, KP Diam-diam aparat Polres Bombana ternyata mengusut dugaan perkara korupsi pembangunan perumahan Trans

Sisipan di Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial (Nakertrans dan Kesos) Bombana. Dalam kasus ini, penyidik Reskrim Polres Bombana telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah, Dahlan (kini menduduki jabatan Kabid Transmigrasi Nakertrans dan Kesos), La Ode Rusdin (staf sekretariat daerah) serta Ramsi Salo (kontraktor).

Sembilan SKPD Dibobol Maling Andoolo, KP Sepinya aktivitas perkantoran lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan di hari pertama ramadhan dimanfaatkan pelaku pecurian untuk memporak-porandakan isi ruangan termasuk tempat penyimpanan uang dan dokumen (brangkas) di rusak. Tercatat sembilan ruangan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dibobol maling. Sembilan SKPD itu yakni, Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas, BKD, Badan Lingkungan, BKD,

Warga Ancam Boikot PT Ifisdeco Andoolo, KP Tumpang tindihnya izin pertambangan di Konawe Selatan semakin runyam saja. Lihat saja pertambangan di Kecamatan Tinanggea di satu lokasi pertambangan terdapat tiga izin yakni PT Baula, PT Asari dan PT Ifisdeco. Dilokasi yang sama ini kemudian masyarakat menjadi korban, lahan tidak mendapat ganti rugi dan masyarakat hendak dibenturkan dengan adanya pro-kontra. Parahnya lagi pemerintah tidak ambil pusing, yang terpenting investor masuk dan dapat memberikan investasi dan lapangan kerja. Ketua Komisi II DPRD Konsel M Syukri menilai, pertambangan di Konawe Selatan, saat ini bukan malah memberikan dampak positif kepada masyarakat, tetapi sebaliknya. Begitu juga pemerintah terlalu gampang mengeluarkan izin usaha pertambangan (IUP) dan pada akhirnya memutus IUP tersebut dan mengakomodir sebagian. “Kasus tambang di Konsel semakin runyam

Baca AMAN di Hal 6

Terkait Dugaan Korupsi Perumahan Trans Sisipan 2007 di Bombana

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan perdagangan dan Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga. Dari olah tempat kejadian perkara, kawanan pelaku pencuri tersebut hendak mencari uang. Sasaran pencuri tersebut yakni lemari, laci meja dan brangkas, setelah itu tidak ada kerusakan atau kehilangan seperti laptop, komputer ataupun surat-surat penting lainnya.

Baca MALING di Hal 6

“Memang ada kasus korupsi yang kami usut. Bahkan tiga orang yang kami tetapkan sebagai tersangkanya sudah kami limpahkan di Kejaksaan Negeri Baubau, sejak 21 Juli lalu,” kata Kasat Reskrim Pol-

res Bombana, AKP Muhammad Sioti, di ruangannya, kemarin. Menurut Sioti, Dahlan, La Ode Rusdin dan Ramsi Salo terseret kasus korupsi pada

Baca KORUPSI di Hal 6

dan ini mulai berimbas kepada masyarakat. Aksi masyarakat dianggap telah mencederai pemerintah dan ini sangat ironi dengan apa yang diperbuat PT Ifisdeco yang telah menelantarkan tanah, dan kemudian dengan gampang mendapat izin tambang,”ujarnya, kemarin. Ketidak adilan pemerintah terhadap masyarakat dan investor membuat warga tidak nyaman, mengingat dukungan kepada salah satu investor begitu jelas. Tetapi kepada investor lain dan masyarakat yang mendukung seakan dilupakan, meski telah memberikan kontribusi dan jasa kepada pemerintah. “Lihat PT Baula yang terlebih mendapat IUP, tetapi sekarang dicampakkan. Begitu juga PT Asari yang lebih dulu mendapat IUP dari investor lainnya, tetapi sudah tidak mendapat perpanjangan untuk melakukan produksi. Keanehan ini masyarakat juga melihat,” katanya. Politisi Hanura yang pernah menjadi Ketu-

Baca WARGA di Hal 6


6 Korupsi .................. proyek pembangunan perumahan trans sisipan di Kecamatan Rumbia/Rarowatu 2007-2008. Dalam proyek tersebut, polisi menemukan bukti bila pembangunan perumahan itu tidak sesuai kontrak dan konstruksi. Sioti menuturkan, sesuai kontrak, seharusnya ada 20 rumah yang dibangun buat perumahan transmigrasi. Namun hingga dananya cair 100 persen, pihak kontraktor hanya membangun 15 unit saja. Bahkan dari jumlah rumah yang dibangun itu, masih banyak pula ditemukan kekurangan. Parahnya tim PHO saat itu, yakni Dahlan dan La Ode Rusdin juga mensyahkan proyek fiktif itu dengan turut menandatangai berkas serah terima akhir pekerjaan. Akibat pembangunan yang tidak seluruhnya dirampungkan itu, maka negara dirugikan sebesar Rp 135.326.668. Besaran kerugian ini lanjut Kanit II Reskrim Polres Bombana, Brigadir Sultan, sesuai dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam perkara ini lanjut Sultan, ketiga tersangka diancam pasal berlapis yakni pasal 2,3,9, ayat 15 Undang-undang no 20 tahun 2011 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara. Kasi Intel, Kejari Baubau Hijran Safar SH, ketika dihubungi kemarin membenarkan adanya pelimpahan berkas perkara dan tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan perumahan Trans Sisipan Nakertrans dan Kesos Bombana 2007. “Sudah dilimpahklan 21 Juli lalu, dari penyidik Polres Bombana kepada Kejari Baubau. Bahkan hari ini (kemarin) perkaranya juga sudah dilimpahkan dari Kejari ke Pengadilan Negeri Baubau,” ungkap Safar. (nur)

Warga .................... an Panitia Kerja Pertambangan itu mengaku, bila pemerintah tidak segera bersikap atas izin pertambangan khususnya di wilayah Tinanggea, warga akan melakukan boikot atas segala kegiatan PT Ifisdeco. “Ini bukan ancaman, tetapi ini penyampaian masyarakat kepada saya, jika dalam waktu dekat ini tidak titik terang dari pemerintah dan BPN, Lokasi tambang PT Ifisdeco akan diduki rakyat,” tandasnya.Senada dengan itu tokoh pemuda Tinanggea, Muh Juhir S mengaku, pertambangan di Tinanggea bukan memberikan kenyamanan dan kesehjahteraan masyarakat. Pasalnya di lokasi itu selain tumpang tindih izin, juga terdapat jual beli lahan yang juga tumpang tindih. Parahnya, yang melakukan aksi jual beli lahan bukan pemilik lahan. “Kasus ini sudah kami laporkan ke polisi. Di kasus ini ada warga yang melakukan pemalsuan tanda tangan dan menjaul di investor tambang,” ujarnya, kemarin. Menurut Juhir, kasus tambang di Konsel dinilai sangat tidak memberi keadilan, hal itu terlihat dengan adanya investor yang tidak diberi ruang, sementara yang lainnya leluasa melakukan eksplorasi dan produksi. “Masyarakat akan saling berbenturan satu sama lain. Di PT Baula juga ada warga yang dipekerjakan, di PT Asari juga begitu termasuk di PT Ifisdfeco. Kalau ini tidak ada singkronisasi, masyarakat akan menjadi korban,” tandasnya. (era)

Kendari Pos |Rabu, 3 Agustus 2011

DPRD Angkat Staf Ahli Tanpa Seleksi Raha, KP Diam-diam DPRD Muna mengangkat staf ahli. Pengangkatan staf ahli DPRD tersebut, tidak melalui mekanisme seleksi, seperti yang dilakukan oleh DPRD Sultra dan Kendari. Tiba-tiba saja, Sekwan Ari Asis telah mengeluarkan SK bagi lima orang staf ahli yang diperbantukan ditiap fraksi. Pengangkatan staf ahli DPRD yang dilakukan sembunyi-sembunyi, menuai sorotan dari LSM. La Ode Darmono, Direktur Eksekutif Poros Study Otonomi Daer-

ah Indonesia (Pos-Todai) mengungkapkan, penerimaan staf ahli DPRD yang tidak diumumkan di publik, menimbulkan tanda tanya soal kualitas dan aroma kolusi. Harusnya, pengangkatan staf ahli, dilakukan secara terbuka dan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and propert test). Uji kepatutan dan kelayakan perlu dilakukan, guna mengetahui kapabalitas calon yang bersangkutan, apakah layak menjadi staf ahli atau tidak. “Kalau dilakukan sembunyi-sembunyi, in-

dikasinya staf ahli diangkat karena kedekatan dan koneksitas bukan pertimbangan kapabalitas,” ujar La Ode Darmono kemarin. Sekwan Ari Asis yang dikonfirmasi, tidak membantah telah mengangkat staf ahli. Pengangkatan staf ahli berdasarkan kebutuhan dari fraksi-fraksi. “Untuk alat kelengkapan Dewan, belum ada staf ahli. Baru staf ahli fraksi,” ujarnya. Karena yang diangkat staf ahli fraksi, untuk perekrutannya diserahkan ke masing-masing fraksi atau partai. “Frak-

si yang melakukan uji kelayakan dan merekomendasikan. Kita tinggal mengeluarkan SK, “ terangnya. Jadi, kata Dia, tidak benar kalau pengangkatan staf ahli fraksi tidak melalui uji kelayakan. Setiap partai membuka pendaftaran untuk staf ahli yang dibutuhkan. Untuk staf ahli alat kelengkapan dewan, seperti komisi, akan diagendakan tahun depan. Ari Asis memastikan untuk staf ahli komisi dan kelengkapan dewan lainnya, akan diumumkan di publik. (awn)

DPRD Wakatobi Warning PNS Malas Wangiwangi,KP Guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan terciptanya sistem pemerintahan yang baik, DPRD Wakatobi mengingatkan agar para PNS, untuk tetap menjalankan pekerjaan seperti biasanya, meski saat bulan Ramadhan. “PNS yang tidak masuk kantor pada awal, maupun selama bulan puasa ini,

sudah seharusnya dikenakan sanksi yang tegas sebagaimana aturan disiplin PNS,” tegas Daryono Moane, Ketua DPRD Wakatobi, kemarin. Menurut politisi PDIP Wakatobi itu, tidak ada alasan bagi para PNS untuk tidak masuk kerja selama Ramadhan, karena bagi PNS tidak ada libur selama Ramadhan. “Kalau PNS turut libur,

bagaimana pelayanan dan sistem pemerintahan bisa berjalan. Itu yang harus diperhatikan, PNS diangkat untuk menjalankan tugas sesuai proporsinya, kalau tidak masuk kerja karena meliburkan diri sendiri, maka itu sudah menyalahi ketentuan dan secara otomatis produktivitas mereka sudah tidak ada,” terangnya. Persoalan PNS malas sebenarnya, lan-

jut wakil rakyat dua periode itu, dewan sudah sering mengingatkan Pemkab untuk menegakkan disiplin PNS dan memberikan sanksi pada PNS yang malas dan tidak disiplin. Semoga saja, Pemkab tidak menutup mata dengan hal itu, karena untuk menciptakan pemerintahan yang baik, harus ada kemauan semua pihak. (cr1)

Maling ...................

serakan, tetapi tidak ada yang hilang. “Kemungkinan pelakunya hanya mencari uang. Itu dilihat dari meja dan lemari yang dibobol, termasuk brangkas. Peralatan lain tidak digaruk,” ujar Rustam Silondae, kemarin. Begitu juga di Dinas Perikanan dan Dinas Pendidikan, ruangan bendahara menjadi sasaran. Selain

meja dan lemari, brangkas yang diduga tempat penyimpanan uang tersebut dirusak. “Untung saja bendahara dinas tidak menyimpan gaji pegawai di brangkas. Kalau itu dilakukan pasti ludes dibawa pelaku, karena brangkasnya berhasil dibuka pelaku,” ujar B. Haryanto, kemarin. Sekab Konsel, H Sardjun Mokke yang

menerima laporan, mengaku kasus pencurian disejumlah kantor lingkup SKPD kerap terjadi, karena itu penting untuk dilakukan jaga malam bagi setiap kantor. “Kejadian ini sudah parah, sampai sembilan kantor dibobol pencuri. Artinya, kantor di lingkup kita ini sangat sepi dari aktivitas,” ujarnya singkat, kemarin.(era)

belum ada kelangkahan sembako di pasaran. Pasalnya baik dari pihak Syahbandar, Pelni dan kapal kargo terus dilakukan komunikasi terkait pendisribusian sembako yang masuk di Kota Baubau. Terkait dengan kenaikan harga barang, Ali Hasan mengaku sampai saat ini belum ada kenaikan harga sembako yang ada kecuali harga telur dan ayam. Kalaupun ada kenaikana harga itu tidak sig-

nifikan dan masih dalam tahap yang wajar. “Harga telur awalnya Rp 32 ribu per rak naik menjadi Rp 35 ribu sedangkan Ayam dari Rp 45 ribu naik menjadi Rp 50 ribu,” tambahnya. Untuk mengantisipasi barang yang kedaluarsa selama bulan ramadhan, pihaknya juga sudah melakukan sidak dibeberapa pasar dan toko yang ada di Kota Baubau. Namun dalam sidak tersebut

hanya ditemukan beberapa botol minuman sirup dan makanan yang sudah melewati masa ekpayer. “Berbeda dengan tahun sebelumnya kita bisa menemukan sampai 4 trek makanan dan minuman kedaluarsa. Alhamdulilah sekarang ini tingkat kesadaran pedagang juga sudah baik ditambah lagi konsumen yang sudah teliti dalam membeli barang,” tutupnya. (p4)

Di Kantor Badan Kesbang misalnya, dari dua ruangan yang diobrak abrik yakni ruang Kepala Badan Rustam Silondae, seluruh laci meja berserakan di atas lantai, begitu juga di ruang sekretarisnya, arsip-arsip yang ada di meja ber-

Aman ................... ko di Kota Baubau. Bahkan distributor menjamin stok aman hingga tiga bulan kedepan. “Baik beras, minyak gula dan terigu semuanya aman,” ujarnya saat ditemui tengah melakukan kunjungan dibeberapa distributor sembako di Kota Baubau kemarin. Dia menambahkan, sampai saat ini


7

Kendari Pos |Rabu, 3 Agustus 2011

Baling-baling Heli Polda Patah Berkeping-keping Helikopter ................. melakukan pemantauan pengamanan Pilkada Buton. Informasi yang dihimpun koran ini, Karo Ops Polda Sultra, Dir Sabhara dan Kapolres Baubau AKBP Daniel Adityajaya SIk terpaksa dievakuasi ke Baubau melalui pelabuhan fery Waara Kabupaten Buton dengan menggunakan speed boat. Di sekitar Pantai Kamali sudah siaga empat mobil ambulance dan beberapa kendaraan operasional milik Polres Baubau

untuk melakukan penjemputan terhadap para penumpang helikopter naas tersebut. Informasi menyebutkan, heli tersebut naas tersebut diterbangkan oleh pilot AKP Edy P dan mekaniknya Deden F. Pada saat heli hendak melakukan take off tiba-tiba posisi heli miring sehingga baling-baling menyentuh tanah kemudian terjatuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun Dir Sabhara Polda Sultra sempat dirawat di Rumah Sakit Murhum untuk diperik-

sa kondisinya, sedangkan Kapolres Baubau dan Karo Ops langsung dipulangkan di Mapolres Baubau karena kondisinya tidak apa-apa. “Setelah kami periksa hanya ada luka lecet dan memar akibat benturan di beberapa bagian tubuhnya,” ujar dokter Kenanga, saat ditemui di RS Murhum, kemarin. Sementara itu, Kapolres Baubau AKBP Daniel Adityajaya SIk belum bisa memberikan banyak komentar, terkait kejadian tersebut. Namun kondisinya tampak membaik meski

pakaian yang dikenakannya sedikit kotor akibat kecelakaan tersebut. Saat ini TKP telah diamankan oleh anggota Reskrim Polres Baubau dan Polsek Lakudo. Namun belum diketahui pasti kondisi dan keberadaan pilot yang mengemudikan heli tersebut. Pihak kepolisian masih tertutup terkait informasi jatuhnya helikopter milik Polda Sultra itu. Salah seorang saksi mata mengaku bernama Amir menjelaskan, saat heli meninggalkan landasan dan baru keting-

Sjafei Kahar Bangga dapat Predikat WTP WTP ......................... setelah Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LHP-LKPD) tahun 2010 dinyatakan bersih dari indikasi korupsi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Bupati Buton Sjafei Kahar mengatakan, kesuksesan tersebut diraih tidak semudah membalikan telapak tangan. Pasalnya, setiap kabupaten/kota harus mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan mengenai pengelolaan keuangan daerah sesuai ketetapan perundang undangan yang berlaku. Selain itu kata Bupati, keberhasilan ini juga diperoleh disebabkan tidak adanya penyimpangan

atas penggunaan kas keuangan daerah selama kepemimpinannya di Buton. “WTP merupakan predikat yang didambakan oleh semua unsur pemerintahan Kabupaten/ Kota. Alhamdulillah Buton berhasil meraih kembali predikat itu. Sebelumnya 2005 kami juga sukses meraihnya,” bangga Sjafei Kahar usai menerimah WTP dari perwakilan BPK RI, kemarin. Orang nomor satu di Buton dua periode itu juga menjelaskan, kunci keberhasilan yang teramat membanggakan berkat kerja keras semua unsur dalam melaksanakan koordinasi yang sinergi pada jajaran birokrasi dalam pengelolaan administrasi keuangan pemerintah daerah. “Prestasi ini adalah prestasi

seluruh masyarakat Buton. Saya sangat bangga. Yang jelas selama saya memimpin saya tidak pernah mengizinkan jika ada pencairan, dilaksanakan tanpa prosedur. Itu sama saja merusak tatanan pemerintahan. Terlebih lagi, saya juga kerap mendengarkan arahan maupun masukan dari BPK tentang indikasi temuan-temuan yang kerap menjerumuskan seseorang kedalam ranah hukum. Dan itu merupakan pelajaran yang tidak ternilai. Intinya, setiap ada kinerja yang mengarah pada temuan saya langsung turun kelapangan mempertanyakan dan mencari solusinya,” katanya. Makanya dengan penghargaan ini kata Ketua Golkart Buton ini, akan dijadikan kado

berharga buat dirinya bersama jajaran pemerintah maupun masyarakat Buton. Untuk itu dia berharap, kepada pemenang pilkada nanti bisa melanjutkan program kerja mengenai pengelolaan keuangan daerah yang bersih dari unsur KKN. “Saya minta kepada bupati terpilih bisa memaksimalkan kinerjanya. Contoh konkritnya yang banyak terjadi adalah panjar pada kas daerah itukan tidak dibenarkan. Jadi, setiap pencairan harus sesuai ketentuan setelah dilengkapi persyaratan yang ditentukan. Sekarang, saya merasa lega dan bersyukur terhadap DPRD Buton juga SKPD yang mematuhi aturan BPK tentang laporan keuangan daerah,” kagumnya.(p2/abi)

Regenerasi di Tubuh PLN Tengah Digarap Media ....................... ekonomi itu tidak lagi nyambung,” jelas Dahlan serius. Lalu kalau begini terus, siapa yang dirugikan? “Kelak yang paling rugi adalah orang-orang politik. Politisi bisa jadi akan dijauhi publik, karena mereka tidak membumi, tidak bisa memberikan gambaran yang apa adanya. Yang paling dirugikan kedua adalah media. Kalau tidak bisa menyambungkan fakta dan informasi ke publik, media pun akan ditinggalkan oleh konsumennya,” kata pemilik jaringan media terbesar di Indonesia ini sambil mengingatkan sekitar 100 pemred itu. Karena itu, dia berpesan agar media berhati-hati dalam menyusun materi pemberitaan. Jangan ikut-ikutan politisi yang seolah tidak menginjak bumi. Sebab, hanya kuntilanak yang tidak menginjak bumi. “Kecuali kalian mau ikut-ikutan menjadi kuntilanak! Tidak membumi!” sindir Dahlan yang pekan lalu sempat “disenggol” Nazaruddin itu. Dalam kasus Nazaruddin versus Anas Urbaningrum, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Dahlan juga ikut-ikutan kena limbahnya. Tetapi dia justru bersyukur, karena bisa “numpang ngetop” melalui gelombang isu yang sedang menghantam partai berlogo bintang tiga sudut itu. “Saya justru bangga, memiliki petugas kontrol di lapangan yang tidak mempan disuap. Coba kalau pegawai PLN di bawah itu mau disogok Rp 100 juta saja! Ribuan ton batubara yang tidak standar itu bercampur dengan jutaan ton batubara yang lain? Siapa yang tahu? Tapi, itu tidak dilakukan, dan saya sudah cek,” jelas Dahlan. Karena itu, dia tidak risau sedikit pun oleh isu yang menyambarnya itu. “Ini berarti sudah mulai ada perubahan yang mendasar di tingkat bawah. Inilah impact yang paling kelihatan dari program menuntaskan 7 musuh besar PLN yang sedang saya tuntaskan sampai tahun depan,” tegas bapak dua anak ini yang hobi jalan pagi ini. Pertama, kata dia, mengatasi krisis listrik yang terus digeber dari sejak dilantik sampai sekarang. Kedua, menuntaskan daftar tunggu, yang sampai 65 tahun Indonesia Merdeka pun masih ada yang belum pernah merasakan setroom listrik. Ketiga, membereskan problem kerusakan travo yang setiap tahun puluhan ribu kali dan silih berganti itu. Keempat, menertibkan sistem keuangan. Dari soal incaso, pembayaran setoran, mengatur cash flow, integrasi nasional dari semua wilayah dan modernisasi sistem. Kelima, mengatasi gangguan kabel penyulang. Seperti di DKI Jakarta saja harus mengganti lebih dari 1000 kilometer kabel di bawah tanah. Daerah lain juga menghadapi problem yang sama, dan itu satu per satu harus ketemu solusinya. Keenam, uji kompetensi bagi puluhan ribu karyawan PLN dengan sistem on line. “Habis Lebaran uji kompetensi ini akan kami lakukan,” katanya.

Ketujuh, kata dia, memaksimalkan energi dari gas alam. Negeri ini kaya akan gas, tetapi gas itu sudah dijual ke negara lain. Padahal, PLN masih sangat membutuhkan gas terse-

but untuk pembangkit listrik. Sebenarnya masih ada satu poin lagi yang cukup besar yang sedang digarap PLN, yakni regenerasi di tubuh PLN, dari tingkat I, tingkat II sam-

pai ke lapisan ketiga. “Kalau itu sudah beres semua, maka tugas saya sudah tuntas di PLN,” tegas Dahlan yang oleh orang Tiongkok sering dipanggil I Se Kan itu.(don)

gian sekitar 2 meter, heli tersebut tiba-tiba miring dan kemudian baling-baling helikopter menyentuh tanah dan kemudian terbalik. Kondisi helikopter sendiri

mengalami kerusakan berat. Baling-baling utama dan baling-baling belakang patah berkeping-keping. Selain itu, kondisi lainnya seperti kaca mengalami pecah, pintu ter-

lepas dan beberapa bagian mengalami kerusakan yang cukup parah. Amatan koran ini, kondisi angin di lokasi kejadian cukup kencang.(p4/p5/ong)


+

Pariwara

8 PROFIL PERUSAHAAN

an

nta

ow ck

+

Nama Perusahaan Komisaris Direktur Operasional Kepala Teknik Tambang Humas Beroperasi di Pomalaa Sejak Wilayah IUP

: : : : : : :

Jumlah Tenaga Kerja Desa Binaan IUP Lokasi

: : : :

PT. Dharma Rosadi Internasional H. Joni Rosadi Tubagus Riko Riswanda, SE Hardin, ST Chairul S. Manomang, SE Tahun 2007 Desa Sopura, Hakatutobu, Dan Tambea (Jetti) ± 300 orang (70 % Tenaga Lokal) Desa Tambea Nomor 160 Tahun 2010 760 Ha (Kawasan HPT dan HPK di Kecamatan Pomalaa)

Berdayakan Masyarakat Menuju Kemandirian SAAT ini PT. DRI tengah mencari formulasi untuk membangun kesejahteraan masyarakat melaui kemandirian. Formulasi ini dimaksudkan agar masyarakat sekitar lokasi pertambangan tidak lagi memiliki ketergantungan terhadap perusahaan. Sehingga saat penambangan usai, masyarakat ataupun anak cucunya kelak memiliki sumber mata pencaharian sendiri yang bisa dikembangkan. Tidak hanya bergantung dari perusahaan penambangan. “Kita tidak memanjakan masyarakat, tapi membangun kemandirian. Bukan saja warga di Kecamatan Pomalaa, tapi juga didaerah lainnya,” kata Chairul. Seperti yang dilakukan di desa binaan PT. DRI, yaitu Desa Tambea, Pomalaa. Perusahaan menempatkan tim monitoring Community Social Responsibility (CSR) di desa tersebut. Fungsinya untuk memberikan masukan kepada perusahaan mengenai program pembangunan di desa itu. Sekaligus melakukan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan di desa tersebut. Begitupun di desa lainnya yang bersentuhan langsung dengan perusahaan. Tiap desa memiliki tim monitoring CSR yang memiliki tugas dan fungsi yang sama. Sehingga dengan adanya tim tersebut, penyalu-

an

nta

ow ck

+

LAHAN konsesi PT. DRI berada di dua desa, yakni Desa Sopura dan Hakatutobu. Sedangkan Jembatan Titian (Jeti) berada di Desa Tambea. Keseluruhan wilayah Sopura masuk dalam lahan konsesi PT. DRI. Di desa yang dipimpin Taslin, Sopura, warga tidak lagi mengeluh soal penghasilan. Sebab, disana tidak ada lagi pengangguran. Semuanya memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Mayoritas warganya bekerja di perusahaan tambang. Paling banyak di PT. Dharma Rosadi Internasional (PT. DRI). “Kesejahteraan warga desa kami sudah terbantu sejak adanya PT. DRI di Sopura. Selama ini, perusahaan tambang yang ada di Kecamatan Pomalaa tidak memperhatikan kami,” ujar Taslin di kantornya. Selama ini, masyarakat Sopura hidup dari nafkah sebagai nelayan. Penghasilannya pun pasang surut seperti kebanyakan warga nelayan di Kecamatan Pomalaa. Namun dengan hadirnya perusahaan tambang yang dipimpin operasinya oleh Tubagus Riko Riswanda itu, tidak ada lagi masalah yang menyangkut kesejahteraan. Mengenai perhatian terhadap desa, Taslin mengatakan semua diperhatikan. Mulai dari bantuan fisik maupun nonfisik. Sehingga, dia percaya jika keinginan DRI untuk menjadikan warga mandiri bisa diwujudkan. Humas PT. DRI, Chairul S. Manomang menjelaskan, mengenai Community Social Responsibility (CSR) di tiap desa, semua diserahkan kepada perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra kerja PT. DRI. Apalagi setiap desa yang masuk ke dalam lahan konsesi PT. DRI telah memiliki perusahaan yang bermitra dengan PT. DRI. Baik itu yang berbentuk koperasi desa maupun perusahaan yang dimiliki oleh warga desa itu sendiri. “Masyarakat minta bermitra dengan kami untuk mengelola lahan, kami berikan. Semuanya mereka sendiri yang kelola. Kami hanya memberikan lahan yang ada dalam kawasan kami. Dan kami juga menekankan kepada mereka untuk menyalurkan CSRnya. Kamis serahkan sepenuhnya, tapi tetap kami awasi agar sesuai dengan

+

PT. Dharma Rosadi Internasional (PT. DRI)

Perusahaan yang Hadir Dengan Kepedulian Pekerjakan Tenaga Lokal, Bentuk Pemberdayaan Masyarakat Sejak kehadirannya tahun 2007 di Kecamatan Pomalaa, PT. Dharma Rosadi Internasional (PT.DRI) langsung menyatakan komitmen menjadi perusahaan yang peduli pada masyarakat, utamanya yang bermukim di sekitar wilayah operasinya. Menyatakan kepeduliannya terhadap warga sekitar perusahaan, baik yang berhubungan langsung dengan penambangan maupun tidak sama sekali. Karena itu, 70 persen tenaga kerja yang mencari nafkah di perusahaan tersebut adalah masyarakat lokal. Sisanya merupakan tenaga profesional yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang tertentu. “Kita merekrut tenaga luar yang memiliki kemampuan dan belum kita temukan disini. Itupun hanya pada posisi strategis saja. Mereka diberdayakan untuk melakukan transfer ilmu ke masyarakat lokal. Agar kedepannya kita bisa seratus persen menggunakan tenaga lokal,” terang Chairul S Manomang, Humas PT. DRI. Sementara itu untuk tenaga penga-

was, perusahaan penambang nikel itu menggunakan warga lokal yang sudah memiliki kemampuan juga tentunya. Tidak hanya tenaga kerja yang bekerja di lokasi penambangan yang menggunakan warga lokal, tetapi juga di beberapa posisi diperusahaan baik yang berhubungan dengan usaha maupun dengan kemasyarakatan. “Pemberdayaan seperti ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap daerah. Bagaimana tidak, para pemuda yang tadinya pengangguran dan hanya membuat keributan tidak jelas, kini sibuk dengan pekerjaannya. Orang tua yang dulunya susah mencari nafkah, menyekolahkan anaknya, kini tidak lagi susah,” imbuh Chairul. Begitupun para petani maupun nelayan. Bertani di tanah Pomalaa menurut para petani, cukup susah. Sebab, sangat sulit menemukan tanaman yang mampu bertahan ditanah yang mengandung bahan mineral tambang itu. Sehingga untuk bercocok tanam di tanah merah tidaklah mudah.

Tubagus Riko Riswanda Tidak jauh beda dengan para nelayan. Dengan banyaknya limbah perusahaan yang terbuang ke laut sehingga menyebabkan polusi air, membuat tangkapan nelayan berkurang sejak bertahun-tahun lalu. Ini karena polusi itu telah merusak habitat ekosistem laut yang ada disekitar perairan Pomalaa. Mulai dari terumbu karang, ikan,

teripang, bahkan rumput laut, ikut merasakan imbasnya. Bahkan untuk membudidayakan sumber mata pencaharian nelayan itu juga cukup sulit. Pernah warga Kecamatan Pomalaa melakukan pembudidayaan Teripang. Tetapi usaha itu tidak berkelanjutan. Sebab, Teripang yang dibudidayakan semuanya mati karena perairan sudah tercemar. Maka tidak ada pilihan lagi selain memaksimalkan potensi yang ada. Besarnya potensi nikel yang terkandung dalam perut bumi Kolaka, kalau tidak dimaksimalkan penggunaanya, maka ini akan sia-sia saja. Bukankah undangundang menyatakan bumi, tanah, air dan segala isinya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat?. Maka dengan landasan inilah, PT. DRI hadir ditengahtengah masyarakat Kolaka untuk bersama-sama menggunakan potensi yang ada dengan memberdayakan pemiliknya. Yaitu masyarakat itu sendiri. “Kita berkomitmen untuk menggunakan potensi yang ada. Kami merangkul masyarakat untuk mengolah kekayaan alam ini untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” kata Tubagus Riko Riswanda, Direktur Operasional PT. DRI Pomalaa.(***)

Cya

Mag

Yell

Blac Bla

Chairul S. Manomang ran bantuan untuk pembangunan desa terlaksana dengan baik. Program-program perusahaan khususnya dalam hal CSR berjalan dengan maksimal dan langsung menyentuh ke masyarakat. “Kami memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk membuat program-program kemasyarakatan sendiri. Jadi mereka yang kreatif menentukan programnya. Kemudian diajukan pada kami melalui tim CSR di tiap desa itu. Kalau programnya menyentuh pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri, kami tindak lanjuti dan tim itu sebagai pengawas sekaligus pelaksana. Diutamakan yang berbasis kemandirian,” ujar Chairul.(***)

Desa Dalam Lahan Konsesi Diperhatikan

Baba Nur

Kendari Pos | Rabu 3 Agustus 2011

aturan dan kesepakatan,” jelas Chairul. Tidak jauh berbeda dengan Sopura. Di Desa Hakatutobu, terdapat beberapa perusahaan yang memiliki lahan konsesi penambangan disana. Termasuk salah satunya adalah PT. DRI. Meski hanya sebahagian lahan yang masuk dalam lahan konsesinya, bukan berarti PT. DRI tidak memberi perhatian. Malah ketika pertama kali menambang, perusahaan itu sudah memmberikan bantuan CSRnya disana. “Kami bersyukur dengan adanya perusahaan kecil ini di Hakatutobu. Karena kalau berbicara bantuan, tidak bisa lagi dihitung. Mereka sangat memperhatikan masyarakat disini. Utamanya ketenagakerjaan,” kata Baba Nur, ketua Karang Taruna Desa Hakatutobu. Selama keberadaan perusahaan seperti DRI, kesejahteraan warga kata Baba Nur semakin meningkat. Hakatutobu yang 99 persen warganya adalah nelayan, kini memiliki penghasilan tetap tiap bulannya. Padahal ketika masih menjadi nelayan biasa, warga suku bajo penghasilannya pasang surut. Bahkan semakin susah untuk mendapatkan hasil laut. Dulu, sebelum hadir perusahaan pemegang IUP di desanya, masyarakat terbilang cukup tertinggal. Bahkan kebanyakan warganya untuk tanda tangan pun tidak bisa. “Kami melihat DRI ini merupakan perusahaan nomor satu yang memperhatikan tenaga kerja. Lihat saja warga Hakatutobu banyak yang bekerja disana. Bahkan buta huruf pun dipekerjakan. Jadi kalau dia terima gaji, pake cap jari bukan tanda tangan. Inilah bentuk kepedulian mereka kepada masyarakat kecil,” sambungnya. Di Hakatutobu, PT. DRI hanya menumpang jalan. Namun kontribusinya ke desa tersebut lanjut Baba Nur, tidak bisa lagi dihitung. Bantuan Rp 30 juta ke desa tiap pengapalan selalu diterima. Belum lagi bantuan fisik lainnya seperti perlengkapan desa, sumur bor warga, karamba, bahkan ketika masyarakat meminta untuk bermitra kerja diberikan. Karenanya, sebagai masyarakat setempat Baba Nur merasakan langsung keberadaan perusahaan milik H. Joni Rosadi itu. “Kami berharap keberadaan PT. DRI ini tidak dipersoalkan. Karena kami yang merasakan langsung keberadaannya. Kepada pihak DRI kami hanya mengharapkan kepeduliannya dalam hal bantuan ditingkatkan,” pungkasnya.(***)

Bibit Sengon 10 ribu pohon sementara disemaikan

Pencanangan reklamasi yang dilakukan PT. DRI bersama masyarakat

Menambang Dengan Tertib HAL yang menjadi sorotan utama ketika berbicara soal tambang adalah kesejahteraan masyarakat dan ketertiban menambang. Mengenai kesejahteraan masyarakat, semua tergantung dari komitmen perusahaan itu sendiri. Apakah akan memperhatikan masyarakat di sekitarnya atau tidak peduli sama sekali. Itu juga tidak lepas dari kontrol masyarakat itu sendiri. Begitupun dengan ketertiban perusahaan dalam melakukan aktivitas penambangannya. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum menambang tentunya pengurusan izin dan komitmen kepedulian terhadap lingkungan. Tidak diizinkan melakukan pengerukan tanah tanpa ada izin yang dikeluarkan setelah peninjauan terlebih dahulu. Saat ini PT. DRI telah mengantongi izin tersebut. Izin itu berupa persetujuan penyesuaian dari Kuasa Pertambangan ke Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi. Dirop

PT. DRI, Tubagus Riko Riswanda mengatakan, izin itulah yang kini dipergunakan sebagai landasan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas penambangannnya. Sementara ini pihaknya tengah melakukan penyesuaian izin sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan melalui undangundang maupun Peraturan Daerah (Perda). Mengenai komitmennya membangun daerah, PT. DRI mewujudkanya dengan ketaatan terhadap kewajiban. Seperti menyetorkan royalty sesuai ketentuan, PAD, membayar Jamrek termasuk pelunasan hutang yang semuanya dilakukan secara bertahap. “Semuanya berproses. Tidak bisa satu kali kita selesaikan semua. Karena ini merupakan tanggung jawab kita terhadap daerah, maka harus diselesaikan. Kita juga berencana mulai membangun pabrik. Kemungkinan besar tahun ini sudah dimulai,” terang Riko lagi. Komitmen membangun daer-

ah itu juga diwujudkan dengan memberdayakan masyarakat yang tidak memiliki pendidikan. Bahkan masyarakat yang pancasila pun tidak dihafal, dipekerjakan. Ini merupakan bukti kepedulian terhadap warga lokal. Selain itu juga menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah dan perusahaan lain dalam pembangunan daerah. Selain itu, komitmen membangun daerah juga ditunjukan dengan partisipasi PT. DRI dalam program Demo Gerbangmastra yang merupakan program Pemkab Kolaka. Seperti dalam kegiatan bedah kecamatan yang mana DRI menyalurkan bantuannya di setiap kecamatan. Termasuk kegiatan bedah bandara Sangia Nibandera Tanggetada. “Ini semua dilakukan semata-mata untuk menunjukan kepedulian kepada daerah bumi Mekongga. Bukan kepada pribadi-pribadi atau kelompok tertentu,” ujar Chairul S. Manomang, Humas PT. DRI.

Begitupun dengan reklamasi lahan pasca tambang. Menurut Chairul Manomang, saat ini proses reklamasi lahan tersebut sementara berjalan. Selain dilakukan sendiri juga memberdayakan masyarakat termasuk ormas, LSM serta karang taruna. Bahkan PT. DRI juga melakukan pembibitan sendiri untuk reklamasi tersebut dan diberikan kepada mereka untuk penanaman dan pemeliharaan dengan bantuan dari DRI. Tidak hanya itu, lahan APL yang seharusnya tidak ada kewajiban reklamasi karena merupakan hak milik, tetap direklamasi dengan pertimbangan lingkungan. “Dari 760 hektar lahan DRI, sekitar 20 sampai 30 persen masuk dalam lahan APL. Itu juga kami reklamasi karena pertimbangan lingkungan tadi. Saat ini sudah ada 10 ribu bibit pohon sengon yang sudah siap ditanam untuk 10 hektar lahan pasca tambang,” ujar Chairul. Ketertiban menambang itu tidak hanya mengenai admin-

istrasi. Dalam operasional pun mereka tetap tertib. Mulai dari tata kelola, keamanan, SOP penggunaan alat, serta perlengkapan kerja. Semua ditertibkan untuk menghindari kecelakaan kerja. Pihaknya selalu mengadakan safety meeting pada perusahaan yang menjadi mitra kerja. Bahkan tidak segan memberikan teguran dan pembinaan kepada mereka yang kurang memperhatikan hal-hal tersebut. “Kami berkomitmen untuk membangun daerah, makanya kita harus tertib dalam pengelolaan wilayah tambang. Maka sebenarnya apa yang masih dipertanyakan kalau sudah tertib. Apalagi khan dengan adanya perusahaan tambang ini, semua masyarakat merasakan dampaknya. Buktinya laju perekonomian makin pesat. Ditambah lagi tidak ada pengangguran yang berbuat ribut. Karena semuanya sudah sibuk dengan pekerjaannya. Kesejahteraannya sudah tercukupi,” pungkas Chairul.(***)

+

Konsisten Terhadap Komitmennya Tawarkan Konsep Berbagi, Fokus untuk Besarkan Desa Binaan KETUA Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tambea, Abdul Rahman mengungkapkan kegembiraannya dengan hadirnya PT. DRI. Bagaimana tidak, masyarakat suku bajo di Desa Tambea yang mayoritas nelayan merasakan dampaknya. Penghasilan mereka dulunya pasang surut alias tidak menetap, tidak mampu berbuat apa-apa. Ditambah lagi perairan Pomalaa yang kian tak memungkinkan untuk kehidupan hewan laut, membuat pendapatan mereka makin menurun. Dengan hadirnya PT. DRI melakukan penambangan di Pomalaa, dan menjadikan Tambea sebagai desa binaan, kesejarteraan masyarakat tercukupi. Selain mempekerjakan warga Tambea diperusahaan, banyak bantuan langsung yang disalurkan. Seperti kompensasi untuk lahan yang digunakan sebagai Jembatan Titian (Jeti). Tiap kali pengapalan, sebesar Rp 12 Juta diberikan sebagai fee pelabuhan. “Dari jumlah itu, Rp 7,5 juta sebagai fee untuk kesejahteraan pemerintahan desa dan Rp 5 juta masuk ke kas desa untuk pembangunan desa,” jelasnya saat ditemui di kediamannya. Masyarakat Desa Tambea yang juga ditunjuk sebagai koordinator tim monitoring CSR PT. DRI di desanya ini juga mengungkapkan, DRI tidak hanya memberikan kompensasi berupa fee kepada pemilik lahan yang digunakan sebagai Jeti, tetapi juga menyalurkan bantuan berbentuk fisik lainnya. Seperti membangun rumah sehat di desa tersebut. Dengan rincian tiap satu kapal, satu rumah yang dibangun. Program itu adalah usulan masyarakat sendiri dan pihak perusahaan menyambut baik. “Masyarakat tidak dimanjakan, mereka diberikan bantuan senilai Rp 30 juta untuk

Abdul Rahman membangun rumahnya. Entah itu hanya melakukan renovasi pada apa yang sudah ada ataupun membangun baru. Terserah pemiliknya,” kata Abdul Rahman sambil menunjukan rumah-rumah yang telah selesai dibangun. Program Rumah Sehat tersebut direncanakan 100 unit yang akan dibangun. Sudah ada 6 unit yang telah siap ditempati. Saat ini tengah dikerjakan 2 unit lagi dan akan segera rampung. Warga yang dibuatkan rumah sehat tersebut bukan hanya masyarakat yang kurang mampu, tetapi juga beberapa keluarga yang masih tinggal bersama dalam satu rumah. Sehingga bagi mereka yang belum memiliki rumah sendiri, dibangunkan rumah diatas lahannya sendiri. Tidak hanya di pesisir, tatapi juga di daratan. Sehingga kata Abdul Rahman, dengan rampungnya program 100 rumah ini nantinya, tidak ada lagi keluarga yang tidak memiliki rumah sehat sendiri. Selain bantuan rumah, warga Tambea juga mendapat bantuan beasiswa bagi anak yang berusia sekolah. Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Saat ini sudah disalurkan 24 beasiswa bagi 24 orang anak. Satu keluarga satu anak yang mendapatkan beasiswa. Itu diperuntukan tidak hanya kepada anak pemilik lahan untuk Jeti tetapi juga anak yang kurang memiliki motivasi untuk bersekolah. Beasiswa itu berupa bantuan perlengkapan, biaya sekolah, seragam hingga

uang transportasi. Sehingga saat kesekolah, tidak ada biaya yang ditanggung orang tuanya. Si anak hanya dituntut untuk belajar dengan bak tanpa beban. Sudirman, salah satu warga Tambea mengungkapkan kesyukurannya. Selain mendapat bantuan program rumah sehat, salah seorang anaknya juga mendapatkan beasiswa dari DRI. Yakni Takwin putra keduanya yang kini bersekolah di SMA Antam Pomalaa. Dia yang dulunya hanya nelayan kecil kini memiliki penghasilan tetap. “Kami masyarakat sudah diringankan dengan hadirnya perusahaan baru, PT. DRI ini. Hanya mereka yang peduli pada kami utamanya nelayan yang hanya punya lahan teripang. Dulunya, lahan teripang kami habis semua dan tidak ada yang ganti rugi. Saat DRI datang, kami diberikan ganti rugi untuk lahan itu,” katanya. Bantuan lain yang dianggap tidak kalah penting oleh masyarakat Tambea adalah penimbunan dua kubangan besar. Kubangan tersebut merupakan tempat bersarangnnya berbagai penyakit. Kubangan itu terbentuk setelah sebuah perusahaan besar membuat jalan dengan timbunan dibagian pesisir pantai yang menyisakan kubangan besar disebelah dalamnya. Karena dekat dengan pemukiman warga dan menjadi sarang penyakit kata Sudirman, sehingga di Desa Tambea pernah mewabah penyakit malaria terbanyak. Setelah pihak DRI bersedia memberikan timbunan untuk dua kubangan sebesar 50x50 meter itu, Tambea kini bebas dari penyakit tersebut. Mengenai kekhawatiran masyarakat terhadap lingkungan sekitar Tambea, Rahman mengaku tidak lagi ada. Sebab, kini pantai disekitar Jeti sudah dilakukan reklamasi. Sebanyak 2.500 pohon mangrove telah ditanam di lokasi tersebut. Pemeliharaannya juga tengah berjalan dan akan terus dilakukan perawatan sesuai komitmen perusahaan. “Hal yang menjadi kekhawat-

Cya

Mag

Yell

Blac Bla

iran masyarakat yang menggantungkan hidupnya di perusahaan tambang adalah keberlanjutan pekerjaannya itu. Apalagi pada 2014 nanti tidak ada lagi pengiriman ore mentah. Dengan adanya komitmen PT. DRI yang berencana untuk membangun pabrik setengah jagi, sangat diharapkan. Dengan itu, mereka bisa menjadi karyawan tetap. Sehingga kesejahteraan jangka panjang tejamin,” ungkap Abdul Rahman lagi. Karenanya, dia berharap program-program dari PT. DRI berkelanjutan. Dia meminta program terrsebut tidak teputus kalaubisaditingkatkan.Rahman menambahkan, masyarakat

Tambea akan memperbaiki kekurangantidakdisengajayang ditimbulkan dari penambangannya. Kontrol yang mereka lakukan seperti demonstrasi lanjut Rahman,semuanyamurnisuara dari masyarakat. Semata-mata sebagai pengawasan untuk menjadi lebih baik. “Kami tidak anti dengan tambang. Kami melihat konsep yang ditawarkan DRI adalah konsep berbagi, maka kami mendukung. Karena kalau dibandingkan dengan perusahaan lain, PT. DRI punya perhatian terhadap komitmennya. Itu terlihat setelah pak Riko menjabat sebagai pimpinannya, dan ini mulai diwujudkan,” pungkasnya.(p3)

+


Rabu, 3 Agustus 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Oknum Bersenjata

Main Ancam di SPBU Panja DPRD Sultra Ungkap Premanisme Solar Kendari, KP Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu persoalan serius di Indonesia, tak terkecuali di Sultra. Tingginya kebutuhan bahan bakar, memicu terjadinya hal itu. Belum lagi maraknya aksi

premanisme di SPBU yang dilakukan oknum bersenjata. Kadang oknum ini tak sungkan main ancam pegawai SPBU. Hal itu ditegaskan Ketua Penitia Kerja (panja) Kelangakaan BBM Sultra, Sabaruddin Labamba. Sebenarnya dari sisi suplay Pertamina, tidak ada masalah serius. Demikian halnya dengan stok. Meksipun harus diakui jatah stok untuk Sultra

belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Namun, jika tidak ada yang bermain dengan bahan bakar, tentu kelangkaan tidak menyolok seperti saat ini. Di beberapa SPBU kata Wakil Ketua DPRD Sultra itu, disinyalir ada upaya yang dilakukan oknum untuk mengambil keuntungan dengan cara menekan bahkan mengancam petugas. Tidak main-main, hal itu di-

lakukan oleh oknum bersenjata. “Ini terungkap dalam rapat koordinasi yang dilakukan bersama Pertamina, Polda Sultra dan pihak SPBU beberapa waktu lalu,”kata Sabaruddin. Masalah BBM sebenarnya masalah nasional. Tapi di Sultra juga turut merasakan, bahkan kondisinya sudah membuat masyarakat

Baca ancam di Hal 10

Sabaruddin Labamba

40 Liter Miras Diamankan

Fidya Ramadhani Aizar Bustani Nurjadin Laranja

siapa menyusul ?

Kendari, KP Meningkatkan ketertiban dan kenyamanan dalam melaksanakan ibadah di Bulan Suci Ramadhan, Polres Kendari dan jajaran menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat). Operasi yang dimulai 1 Agustus tersebut sudah mulai menunjukan hasil. Satuan Narkoba Polres Kendari kembali menciduk peredaran minuman keras (miras). Sebanyak 40 liter jenis arak berhasil diamankan, kemarin malam (1/8), sekitar pukul 22.00 wita di Jalan Laute, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. “Tersangkanya bernama Sabina. Barang bukti langsung diamankan di Mapolres Kendari. Peredaran miras tersebut terungkap dari hasil laporan masyarakat. Tersangka diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelas AKP Andayani, Kasubag Humas Polres Kendari saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Tak hanya miras, tim Reskrim Polsek Mandonga berhasil menangkap 4 manisme. Mereka mabuk-mabu-

24 Buku 20 Buku 15 Buku

214 Buku Mi !

Baca miras di Hal 10

-teras metro-

10 Persen PNS Pemkot Telat Kantoran

foto:suwarjono/kp

Kendati polisi menggelar patroli pedagang kembang api, namun masih banyak yang memilih bisnis tersebut. Lihat saja dalam gambar ini,masih saja ramai berjualan di pasar -pasar tapi kembang api daya rendah.

Tidak jauh beda dengan hari-hari biasanya, Bulan Ramadhan PNS Pemkot tetap aktif dengan pekerjannya masing-masing. Dari pantauan dua hari Ramadhan, hampir semua pegawai di beberapa SKPD terlihat hadir, meskipun ada yang datang terlambat. Hal itu juga diakui Kepala BKD Kota Kendari, Boy Azis. Menurut dia, aktifitas PNS selama Ramadhan berjalan normal. Hal itu berdasarkan absen diseluruh SKPD. Meski demikian dari 100 persen pegawai, sekitar 10 persen dianggap alpa. Namun, bukan berarti tidak masuk kantor, namun karena datangnya terlambat, mereka sudah tidak dibolehkan lagi untuk mengisi absen sehingga dianggap tidak hadir. “Pukul 08.00 absen diedarkan. Lewat dari itu, sudah tidak ada lagi toleransi. Jadi, mereka yang datang terlambat dianggap tidak hadir, karena sudah tak boleh mengisi absen.

DPRD Dukung Rektor Unhalu DO Mahasiswa yang Jadi Preman di Kampus

Baca telat di Hal 10

-pegawai-

SK 100 Persen PNS Sudah Ada Dua tahun menunggu, SK PNS yang lolos tahun 2009 akhirnya keluar juga. Jika tak ada aral, Senin (8/8) 400 pamong akan diambil sumpahnya . Kepala BKD Kota Kendari Boy Azis mengatakan, SK PNS sudah ditekan sejak pekan lalu oleh Wali Kota Kendari Ir Asrun. “Rencananya 400 PNS akan diambil sumpahnya Senin (8/8) pekan depan. Setelah itu mereka resmi dinyatakan sebagai PNH Pemkot Kendari,”katanya. Lantas, bagaimana dengan gaji yang tertunda? Setelah dilantik,mereka boleh mengambil gaji yang tertunda, mulai April tahun ini. Jadi sekitar lima bulan, mereka akan menerima gaji 100 persennya. Meski begitu, untuk pengambilan rapelan gaji tidak mesti bersamaan dengan gaji bulan ini. Jika sudah mengambil gaji bulan ini, maka rapelannya bisa diambil dihari berikutnya. (fya)

Jaksa Kasasi,

Pengacara Boby Rasak Lapor ke Dewan Kendari, KP Vonis bebas PN Baubau ternyata belum membuat tenang anggota DPRD Kota Kendari Muh Amin alias Boby Rasak, lepas dari jeratan hukum. Sebab jaksa melakukan kasasi terhadap putusan pengadilan. Hal itu juga dibenarkan pengacara Mu Amin, Abdul Rahman SH. “Jadi memang jaksa kasasi atas vonis bebas terhadap klein saya Muh Amin,”tukas Rahman. Meskipun demikian, tidak berarti langkah Boby Rasak untuk aktif kembali sebagai anggota dewan terhenti. Menurut Rahman, pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada pimpinan legislatif, tapi sampai sekarang memori kasasi dari

jaksa belum diterima. Berdasarkan aturan, memori kasasi harus diterima tanggal 27 Juli 2011. “Jika memori kasasinya sudah turun, saya akan persiapkan kontra memori kasasi jaksa itu,” jelas Abdul Rahman SH. Setelah divonis bebas Juni lalu, kleinnya dapat beraktifitas seperti biasa. Status tahanan kota sudah dicabut. “Artinya klein saya bebas pergi kemana saja dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Kalau masalah kasasi jaksa di MA, pastilah lama. Kita tunggu sajalah,” tukasnya. Abdul Rahman juga ikut menyampaikan kasasi tersebut ke pihak dewan. Hal itu juga dibenarkan Ketua DPRD Kendari Abd Rasak. (tri)

Kendari, KP Langkah Rektor Unhalu Usman Rianse mendrop out (DO) mahasiswa yang terlibat kerusuhan di kampus, mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Sultra, La Pili. Menurutnya, pihak Unhalu harus lebih tegas,dengan harapan nama almamater bisa terus terjaga. “Saya mendukung pernyataan rektor untuk La Pili DO mahasiswa yang terlibat kerusuhan. DPRD Juga minta pihak Unhalu menghilangkan ospek yang berbauh fisik. Disamping itu, mahasiswa yang tidak jelas keberadaanya dan kerap membuat keonaran di areal kampus harus mendapat tindakan tegas dan diproses hukum,”kata La Pili.

Baca dukung di Hal 10


Metro

10

Kendari Pos | Rabu, 3 Agustus 2011

Bersihkan Unhalu dari Premanisme foto:suwarjono/kp

Dukung...

SEMRAWUT Kondisi jalan di Bundaran Mandonga semrawut. Mobil dan pejalan kaki tidak terkontrol berebut menu yang disajikan pedagang makanan. Padahal ini sangat mengganggu sebagai kota peraih tiga kali berturutturut Adipura.

La Pili berpendapat, ada unsur penting jika ingin membersihkan kampus dari premenisme. Pertama, sanksi tegas dari pihak rektorat. Caranya, melalui identifikasi seluruh mahasiswa yang terdaftar. Jika terbukti bersalah diserahkan untuk diproses berdasarkan hukum yang berlaku. Kedua, mengumandangkan secara tegas tidak adanya sistim fisik dalam ospek. Pasalnya, bentrok fisik kerap terjadi akibat ospek yang berlebihan. Padahal, kewibawaan seseorang tidak akan berkurang meskipun tanpa mengikuti ospek. “Sekarang masalahnya meskipun bukan mahasiswa yang melakukan, tapi nama Unhalu tetap sasaranya,”katanya. Karena itu, La Pili berharap para pelaku premanisme di areal kampus bisa terungkap. Polisi harus membuktikan siapa mereka, termasuk kampus harus mengelurkan mahasiswa yang terlibat tawuran. Seperti diketahui, untuk kesekian kalinya areal kampus kacau. Insiden ini sudah mengakibatkan kerugian yang takternilai. Ada korban tewas, pembakaran asrama dan kendaraan bermotor termasuk korban luka-luka. (p2)

Dianggap Mengganggu Ibadah Ramadhan

Ramadhan Moment Untuk Tingkatkan Ibadah Telat... Tapi mereka tetap berkantor, meskipun sudah dianggap alpa,” terangnya. Bagi PNS yang bermalas-malasan, pihaknya tidak memberikan toleransi. Apalagi untuk alasan yang tidak masuk akal. Sanksinya diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran kedisiplinan yang dilakukan. Bisa berupa teguran lisan, tertulis hingga pemotongan tunjangan. PNS yang sudah berumah tangga

jika terlihat berada di tempat umum saat jam efektif kantor diberikan toleransi. Meskipun lisan saja, namun diharapkan mereka kembali masuk ke kantor. Janga sampai ada yang kembali ke rumah dan melupakan tugasnya, itu yang dilarang. Tak hanya di lingkup Pemkot Kendari, pemandangan serupa juga terlihat di DPRD Kota Kendari. Selama dua hari Ramadhan, PNS di dewan kota tampak aktif masuk kantor seperti hari biasanya. Selain kesadaran pegawai, hal itu

juga dipicu warning dari unsur pimpinan DPRD. Seluruh PNS diwajibkan untuk hadir tepat waktu, karena banyak kegiatan maupun sudang-sidang yang digelar setiap harinya. Bagi PNS yang malas berkantor, akan diberikan pembinaan khusus. “Selama ini memang tidak ada PNS yang malas berkantor. Selama Ramadhan kita memang memberikan toleransi untuk jam kantor. Masuknya jam 09.00 pagi dan pulangnya pukul 15.00,” ungkap Sekretaris DPRD Hj Asni Bonea.

Miras... Secara terpisah, Ketua DPRD Abdul Rasak mengatakan, selama Ramadhan PNS dilarang bermalas-malasan. Mestinya kata pria berkacamata itu, bulan ini moment yang tepat untuk lebih meningkatkan ibadah dengan melaksanakan tugas sebagai pamong daerah. Lagipula, profesi PNS bukanlah menuntut kerja otot, hanya mengandalkan otak dan pikiran saja. Tidak seperti petani memang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya di bawah terik matahari. (fya/tri)

kan dan mengganggu pelaksanaan ibadah puasa. Para premanisme tersebut masing-masing bernama Akbar, Anas, Imen dan Emen. “Mereka sedang mabuk-mabukan di terminal Puuwatu. Karena dianggap bisa mengganggu pelaksanaan ibadah, mereka diboyong ke Mapolsek Mandonga. Tidak dilakukan penahanan. Hanya diberikan pembinaan,” jelasnya. Operasi pekat dilakukan pada semua aspek penyakit masyarakat. Sasarannya adalah premanisme, judi, miras, prostitusi, pencurian dan semua yang dinilai mengganggu kenyamanan pelaksanaan ibadah selama Ramadhan. (aka)

Panja Upayakan Penertiban Premanisme di SPBU Ancam... resah. Selain keterbatasan stok, salah satu pemicu adalah permainan pihak-pihak yang berkepentingan dengan melakukan aksi premanisme, dengan tidak sungkan-sungkan menekan dan mengancam petugas SPBU.Kondisi itu sudah menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan. “Maraknya pengecer BBM menjadi salah satu bukti ada tindakan premanisme di SPBU,” katanya. Olehnya itu, tim Panja akan segera mengundang pihak SPBU dan Pertamina untuk mendiskusikan. Demikian halnya Polda juga akan dihadirkan untuk menertibkan maraknya premanisme yang tejadi di SPBU. “Dalam waktu dekat kita akan undang pihak-pihak berkompeten untuk membahas kelangkaan itu. Termasuk Polda Sultra dalam hal penertibannnya,” katanya. Mengenai penambahan stok, itu juga akan direkomendasikan ke pusat. Meskipun kata Sabaruddin prosesnya cukup panjang, namun tetap akan diupayakan agar kelangkaan BBM di Sultra dapat teratasi. (fya)


Kendari Pos | Rabu, 3 Agustus 2011

Metro

11

Pencuri Mulai

Lirik Ayam

foto:suwarjono/kp

Jaringan Telkom yang dikebut penggaliannya di bibir jalan By Pass.

Enam Kubik Ilegal Logging Diamankan Kendari, KP Tim Subdit tindak pidana tertentu (Tipiter) Dit Reskrimsus Polda Sultra kembali menangkap praktik ilegal logging. Sebanyak 6 kubik kayu rimba campuran sukses diamankan di Poros Kendari-Kolaka, Desa Anggopiu, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, akhir pekan kemarin. Kayu gelondongan diangkut dari pinggir Sungai Konaweha Desa Rawua Kecamatan Uepai dan rencana dibawa ke Unahaa. Dalam perjalanan, perbuatan pelaku ilegal logging tercium aparat hingga akhirnya disergap dan diperiksa dokumen resmi kayu tersebut. Ternyata, sopir pengangkut kayu itu tidak mampu

menunjukan surat keterangan sah hasil hutan (SKSHH). Kayu, mobil, sopir dan kondektur cadangan akhirnya diamankan di Mapolda Sultra untuk diproses hukum. Sopirnya bernama Lesran (41) warga Desa Amororo, sedang kondekturnya bernama Mulianto (21) warga Desa Tamesandi Kecamatan Uepai. Mereka menggunakan mobil dumping bernomor polisi DT 9074 EA untuk mengangkut kayu tersebut. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Moch. Fahrurrozi mengatakan, pemuatan kayu di sekitar Sungai Konaweha sudah dilarang oleh pemerintah setempat. Namun, masih ada saja oknum yang me-

manfaatkan momen tersebut untuk melakukan praktik ilegal logging. “Kami belum mengetahui secara pasti di mana lokasi penebangan kayunya. Tapi, Sungai Konaweha sering dijadikan sarana transportasi untuk meloloskan kayu dari pemeriksaan petugas. Meski pada akhirnya, mereka terungkap juga,” jelas Fahrurrozi. Kayu rimba campuran tersebut ditengarai milik Wadio, warga Desa Tamesandi Kecamatan Uepai. Kepolisian masih berusaha mencari pemilik kayu tersebut. “Kami masih berusaha mengungkap siapa pemilik dari kayu untuk diproses hukum,” jelasnya. (aka)

Kendari, KP Fluktuasi harga-harga barang, khususnya kebutuhan pangan melonjak tinggi saat memasuki Ramadhan. Terlebih lagi harga ayam naik hingga 100 persen. Kondisi tersebut membuat para pelaku pencurian melirik peternakan ayam sebagai sasarannya. Seperti yang dialami salah seorang peternak ayam di Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda bernama Arnold (32). Ia kaget melihat kandang ayamnya sudah kosong, saat hendak memberi makan ternak. Harapan untuk meraup keuntungan pun jadi musnah. Kasubag Humas Polres Kendari, AKP Andayani mengatakan, jumlah ayam yang dicuri sebanyak 60 ekor. Entah dengan cara apa, namun pelakunya mampu membuat 60 ekor ayam tersebut diam saat dicuri. “Itu ketahuan setelah pemiliknya (Arnold) mau memberi makan ayamnya sekitar pukul 06.00 wita. Ia mengaku tidak mendengar apa-apa malamnya. Dia langsung kaget, karena kandang ayamnya sudah kosong,” terang Andayani. Pihak kepolisian kini sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku. “Kami mengharapkan partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui atau ada yang mencurigakan. Kami juga mengimbau agar masyarakat ekstra hati-hati dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan masing-masing,” imbaunya. (aka)


Kendari Pos |Rabu, 3 Agustus 2011

Politika

13

KPU Buton Diduga Langgar Kode Etik KPU Sultra Bentuk DK

ABDIMAHATMA/KP

Aburizal Bakri (tengah) saat menghadiri acara “deklarasi” balon Gubernur Sultra dari Partai Golkar, beberapa hari lalu. Ia berharap, komitmen lima calon yang mereka teken bisa dipegang yakni akan saling mendukung bila salah satu diantara mereka sudah diputuskan jadi cagub, 2012 nanti

Ical Berharap Komitmen Bacagub Golkar Dipatuhi Kendari, KP Untuk memberi bukti pada semua pihak di Sultra bahwa RidwanBAE,AliMazidanLaode Ida, adalah benar calon Gubernur Sultra dari Partai Golkar (PG), ketiganya menghadirkan langsung Ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie di Sultra bersama Menteri Kelautan RI, Fadel Muhammad yang juga kader Golkar serta sejumlah elit PG seperti Sekjen PG, Idrus Marham. “Buat Golkar itu merupakan satu kekuatan yang sangat luar biasa, karena selama ini tokohtokoh Golkar, itu bersaing

sendiri-sendiri,” kata Aburizal Bakrie, yang hadir saat itu. Dia menegaskan, yang kelak akan keluar sebagai calon gubernur Sultra dari Golkar, adalah yang dihasilkan melalui survey. Karenanya dia menghimbau Ridwan BAE, Ali Mazi dan Laode Ida, siapa pun yang kelak jadi Cagub, maka mereka harus mendukung untuk memenangkan calon tersebut. “Jadi kalau survey nya diadakan oleh DPP bahwa si A yang terbaik, maka kita akan memilih si A dan yang lainnya akan mendukung,” ujarnya. Ditanya, apakah dari yang

kalah sudah pasti akan mendukung calon yang dinyatakan berhak gunakan pintu Golkar, Ical mengatakan, tidak bisa menjamin. Namun, dari penandatanganan satu perjanjian bersama, paling tidak itu akan dipatuhi oleh yang kalah. “Dalam perjanjian yang sudah ditandatangani, sudah demikian yaitu survey dan keputusan DPP akan menentukan siapa calon dan yang lain akan mendukung,” tandasnya. Capres Nanti 2012 Selain bicara soal Cagub, saat di Kendari, Aburizal Bakrie juga

sudah bicara soal Capres Partai Golkar 2014 nanti. Kata pemilik kelompok usaha Bakrie Group itu, penentuan Capres Golkar melalui mekanisme survey. “Yang bilang pasti, cuma Allah SWT. Capres Golkar akan kita beritahukan akhir 2012 melalui survey. Karena yang memilih bukan kader Golkar, tapi masyarakat Indonesia,” katanya. Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, yang juga ikut dalam rombongan Aburizal Bakrie, memberi bocoran, penentuan calon presiden dari partai Golkar, tinggal menunggu waktu saja. (dri)

Sembilan Cabup Buton Bicara KKN Satu Pasangan Setuju Kolusi dan Nepotisme Baubau, KP Debat Kandidat Bupati Buton periode 2011/2016 yang berlangsung di gedung serbaguna Pasarwajo Kabupaten Buton akhir pekan lalu, berlangsung tanpa greget. Sembilan calon bupati Buton hanya menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan tiga panelis. Meski kebayakan jawaban yang diberikan tidak maksimal karena batasan tiga menit waktu yang disiapkan, namun para kandidat silih berganti menjawab seluruh pertanyaan dengan pendapat yang berbeda-beda. Saat panelis Prof Dr La Sara mempertanyakan upaya apa yang dilakukan para kandidat jika terpilih sebagai bupati buton dalam penanganan pemberantasan KKN ditubuh pemerintahan, pasangan Yasin Wilson dan H Abdulrahman yang memiliki pendapat yang berbeda dari seluruh calon yang ada. Pasangan nomor urut satu itu, pada setuju dengan yang nama-

nya Kolusi dan Nepotisme. Menurutnya, jika dianalogikan Allah dan Malaikat juga telah melakukan kolusi sehingga ada kehidupan di dunia. Begitu juga dengan nepotisme, boleh-boleh saja selama dalam menempatkan seseorang terhadap jabatan yang disandangnya sesuai dengan kemampuannya. “Saya tidak setuju hanya dengan korupsi, tapi kalau kolusi dan nepotisme boleh saja yang penting adil dan disanggupi yang bersangkutan untuk menjalankan sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” ujar Yasin Wilson. Dia mencontohkan jika melakukan nepotisme dengan memberikan jabatan terhadap kerabat atau keluarga dekat tidak menjadi masalah selama sesuai dengan tupoksi dan potensi yang dimiliki. Pendapat Yasin Wilson berbeda jauh 180 derajat dengan pasangan Dr Azhari dan H La Naba. Menurut pasangan dengan slogan Gema Azan itu, masyarakat Buton tidak perlu diajarkan tentang KKN. Pasalnya Kabupaten Buton sebagai daerah eks kesultanan buton pada zaman dulu menentang

keras yang namanya KKN. Hal itu dibuktikan dengan pemilihan sultan buton yang dilakukan secara demokrasi, bukan berdasarkan keturunan. Pasangan Agus Faisal dan Yaudu juga tidak sepakat dengan yang namanya KKN. Pasangan nomor urut tiga itu, mengaku akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lembaga ditingkat daerah maupun tingkat nasional dalam melakukan pemantauan terhadap upaya KKN ditubuh pemerintahan. “Pemerintah bisa melakukan mitra dengan berbagai lembaga untuk melakukan pemberantasan tindak KKN ditubuh pemerintahan, jadi masyarakat diberi kewenangan penuh untuk mengawal hal tersebut,” ujar Agus Feisal. Sementara itu, Ali La Opa dan La Diri yang merupakan pasangan nomor urut tujuh berpendapat, dalam pemberantasan KKN perlu dimulai dari diri sendiri. Jika dari diri sendiri sudah mengharamkan tindakan KKN dalam tubuh pemerintahannya, tentu akan berdampak pada bawahan. “Jadi bagaimana mungkin pemerin-

tah ingin memberantas KKN jika bupatinya sendiri melakukan KKN,” ujar pasangan dengan slogan Mandiri itu. Pasangan Umar Bakri yang didaulat dengan nomor urut sembilan punya pandangan sendiri. Menurut pria dengan nama lengkap Samsu Umar Abdul Samiun menjadi seorang bupati yang paling diutamakan adalah moralnya. Bagaimana mungkin moral dan mental bupati yang masih suka melakukan KKN akan memberantas tindakan itu. Olehnya itu, untuk mencapai pemerintahan yang bersih diperlukan seorang bupati yang memiliki moral baik. Pasangan lain seperti La Sita, Kampurui, Djaliman Madi dan Edy Karno juga memiliki pendapat yang sama dan tidak setuju dengan KKN. Sayang debat kandidat menjadi kurang menarik karena tidak dilibatkannya masyarakat maupun dari akademisi untuk melakukan audiens dengan para kandidat. Tontonan bukan layaknya seperti debat kandidat, melainkan tanya jawab antara panelis dan kandidat. (p4)

Kendari, KP KPU Sultra seolah tanpa wibawa di depan KPU Buton. Perintah KPU Sultra agar KPU Buton mengikutkan pasangan Ukudani sebagai salah satu pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Buton, malah diabaikan La Biru dkk. Jalan satu-satunya, KPU Sultra membentuk Dewan Kehormatan (DK) yang akan mencari tahu dugaan pelanggaran Kode Etik (KE) yang dilakukan anggota KPU Buton, sesuai instruksi KPU pusat. “KPU pusat meminta pada kita untuk klarifikasi ke KPU Buton, terhadap perintah kita yang tidak dilaksanakan. Hasil kajian kita, memang ada indikasi KPU Buton tidak secara cermat dalam proses verifikasi, sehingga ada calon yang tidak lolos. Atas ketidak cermatan itu, KPU pusat menginstruksikan agar tidak ada pelanggaran kode etik, maka dibentuk dewan kehormatan dengan memenuhi syarat yakni ada rekomendasi dari Bawaslu pusat atau surat dari anggota masyarakat yang disertai bukti. Sekarang, kita sudah bentuk DK,” kata salah seorang anggota KPU Sultra, DR H Eka Suaib M Si, kemarin. Sayangnya, gara-gara ada insiden pengunduran diri Ketua KPU Sultra, Bosman, yang secara tiba-tiba, anggota DK yang dibentuk belum bisa bekerja. Sebab, untuk menguatkan mereka di lapangan, DK butuh tanda tangan Bosman yang mengakui keberadaan mereka secara sah. Makanya, Eka menolak membeberkan ke publik, nama-nama anggota DK yang baru saja terbentuk. Menurut Eka, DK bukan lagi yang urgen, tapi justru pengunduran diri Bosman. Padahal, hasil supervisi anggota KPU Sultra, telah terjadi pelanggaran Kode Etik yang dilakukan KPU Buton. Untuk memeriksa pelanggaran tersebut, maka dibentuklah DK. Namun, karena Bosman mundur, DK menjadi tidak legal, karena tidak ada ketua KPU Sultra. “Perintah KPU pusat, segera jika ada pelangagran KE, bentuk DK dan jika DK itu dapat bukti, maka memberhentikan sementara dan mengambil alih sebagian atau seluruhnyaPemilukada Buton. Tapi belum bisa kita bicarakan, karena ada problem Bosman mengundurkan diri. Ini kan terjadi kekosongan hukum di KPU Sultra, apalagi ada Dew-

an Kehormatan yang memang secara de facto sudah kita lahirkan, tapi secara de jure, itu belum sah. Karena sahnya itu, harus ditandatangani ketua KPU provinsi,” jelasnya. Sebenarnya, dari ketidak patuhan KPU Buton yang menolak perintah, mengikutkan pasangan UKUDANI, KPU Sultra sudah bisa membekukan atau mengambil alih Pemilukada Buton seperti yang pernah dijelaskan Eka beberapa waktu lalu. Namun, Eka kemudian berdalih, sebetulnya untuk pembekuan KPU tidak ada dalam undang-undang. Yang ada, kata dia, pengambil alihan sebagian atau seluruh tahapan apabila memenuhi 3 faktor yakni ada bencana, kerusuhan dan atau gangguan lain. Karena unsur tersebut tidak terpenuhi, maka KPU Sultra tidak bisa mengambil alih Pemilukada Buton. Alasannya untuk mengambil alih, itu agak berat. Lalu bagaimana nasib UKUDANI? Berarti perintah KPU Sultra tidak ampuh? Menurut suami dr Hj Andi Hasnah itu, secara hierarki KPU Sultra sebagai pembina penyelenggara Pemilukada di Sultra. Namun, mereka juga tidak serta merta mengambil alih atau membekukan KPU Buton. Sebab, kalau itu dilakukan, dikhawatirkan melanggar UU. “Memang ada kehati-hatian. Kata kasarnya, secara hukum dia memenuhi syarat untuk jadi calon, tapi secara tehnis agak berat. Karena surat suara sudah jadi, hari H tanggal 4 Agustus. Kami juga dorong kalau ada salah satu calon yang dirugikan, dia gunakan hak konstitusionalnya di MK. Secara tehnis mereka sulit untuk diakomodir, karena KPU Buton tidak mau. Nda mungkin KPU provinsi yang merubah itu, harus KPU Buton. Kita melanggar undangundang juga. Kalau misalkan mau dimasukan dan diakomodir, ya KPU Buton,” ujarnya. Eka mengaku heran dengan sikap KPU Buton yang mengabaikan perintah KPU Sultra. Katanya, dia sudah bertemu dengan anggota KPU Buton dan dia tahu kapasitas mereka. Tapi baru kali ini terjadi, dari semua KPU yang ada di Sultra, hanya KPU Buton yang berani menolak keputusan KPU Sultra. Karenanya, dia menganggap, KPU Buton “mbalelo” alias pembangkang. Dia menjelaskan, yang dapat dilakukan KPU Sultra saat ini, membiarkan KPU Buton menjalankan tahapan sampai pemungutan suara. Tapi, mere-

ka juga tetap akan menjalankan tugas dan fungsinya, dalam hal melaksanakan supervisi atau instruksi KPU pusat. Mengenai sanksi terhadap La Biru dkk, kata Eka, itu akan terwujud dari sidang DK. Tapi, dia mengingatkan, DK dibentuk bukan untuk menghentikan tahapan Pemilukada Buton, melainkan memeriksa dugaan pelanggaran KE yang diduga dilakukan anggota KPU Buton. Korda Buton, Abd Syahir S Sos MH, menambahkan, meski dirinya ditunjuk sebagai Korda di Kabupaten Buton, Wakatobi dan Baubau, namun di tataran pelaksanaan, dia tidak diikutkan. Padahal, tugasnya adalah menerima koordinasi dengan KPU daerah tempat pelaksanaan Pemilukada, mengenai seluruh permasalahan yang dihadapi. Namun, sejak proses pencalonan, anggota KPU Buton tidak sekali pun berkoordinasi dengan dirinya sebagai Korda Buton. Syahir mengungkapkan, nanti ada koordinasi dengan anggota KPU Buton, ketika ada persoalan tidak diikutkannya Hasan Mbou-Buton Ahmad (SANTUN) sebagai salah satu bakal calon. Seingatnya, 3 hari sebelum penetapan, dia menghubungi salah seorang anggota KPU Buton, Endang terkait persoalan dukungan ganda PKPI. Saat itu, dia meminta penjelasan, pada siapa PKPI memberikan rekomendasi. Apakah untuk SANTUN atau mendukung pasangan ganda? Jawaban Endang, dukungan tidak ganda. Namun, di tengah perjalanan verifikasi dibekukan oleh pengurus DPD PKPI dan dukungan dilarikan ke Ali Laopa. Informasi berbeda ia dapatkan dari anggota KPU Buton yang lain, Sahiruddin atau yang akrab disapa Minggus. Kata Minggus, apa yang dijelaskan Endang itu salah. Yang benar, SANTUN-lah yang berhak menggunakan PKPI. Sebab, berkas SANTUN ditandatangani ketua dan sekertaris DPC PKPI Buton. Sedangkan berkas Ali Laopa, ditandatangani yang bukan pengurus. Tapi, di perjalanan, dukungan tersebut dialihkan pada Ali Laopa. “Kita ke sana (Buton-red) hanya diundang bawa materi. Saya tidak tahu, anggota KPU Buton berkoordinasi dengan siapa di KPU Sultra, itulah yang saya herankan, tidak mungkin juga saya mau bertindak sendiri, kalau tidak ada arahan atau koordinasi masalah dari KPU Buton,” tandasnya. (dri)


Edukasi

14

Kendari Pos |Rabu, 3 Agustus 2011

SDS Kristen Butuh Buku Perpustakaan Kendari,KP Sering menjadi juara bahkan sempat mewakili Sultra dalam lomba bercerita pada 2010 lalu, tentunya membuat SDS Kristen Kendari sangat membutuhkan tambahan literatur. Apalagi pada hari-hari tertentu, para siswa diharuskan berkunjung ke perpustakaan dan melatih kemampuan bercerita. “Kami berterimakasih kepada Dinas Diknas Kota Kendari karena telah mengabulkan permintaan rehab perpustakaan dilengkapi mobiler pada tahun 2009 lalu. Namun karena masih minimnya buku bacaan, tahun 2011 ini kami kembali meminta DAK buku bacaan,” kata Kepala SDS Kristen Kendari, Martha. Lebih lanjut dikatakan, permintaan bantuan buku telah diusulkan pihaknya melalui KCD Kendari Barat, sehingga berharap usulan melalui KCD ditambah usulan DAK, melalui tim pemetaan Pemkot dapat memperlancar realisasi bantuan buku bacaan perpustakaan. “Potensi siswa lomba bercerita di SDS Kristen cukup besar, sehingga ditambah dengan buku bacaan yang memadai, kami yakin potensi tersebut akan meningkat menjadi prestasi,” ungkapnya sambil merinci sembilan rombongan belajar yang terdapat di SDS Kristen Kendari. (fas)

ULFAH/KP

Kepala SDS Kristen memperlihatkan lemari buku perpustakaan yang minim buku bacaan.

Pengantar KBM Harus Bahasa Indonesia Kendari,KP Masyarakat menyoroti kemampuan berbahasa Inggris siswa rintisan siswa di sekolah bertaraf Internasional (RSBI) yang ada di Sultra. Sorotan itu muncul dalam ivent tertentu siswa RSBI dikalahkan peserta sekolah standar nasional (SSN). Adanya ketidak percayaan tentang kualitas berbahasa siswa RSBI, sekan memerahkan telinga para kepala dinas pendidikan di daerah. Pejabat yang

langsung angkat bicara adalah Kadisdik Sultra, H Damsid, M.Si. “Perbadaan kualitas RSBI dengan sekolah lain seperti SSN bukan hanya penggunaan billingualnya, tetapi terdapat komponen lain. Lagi pula keputusan menteri tentang billingual akan direvisi, karena bertentangan dengan UU bahasa dan lambang negara. Mengajar di kelas harus menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar KBM,” katanya.

Menurutnya boleh menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris mulai dari pengantar hingga akhir kegiatan belajar mengajar (KBM), hanya pada saat pelajaran bahasa asing. “Mengenai kualitas bahasa Inggris RSBI diukur dari tidak menangnya pada suatu lomba sifatnya relatif. Meskipun sarana dan prasarana RSBI jauh lebih baik dibanding standar nasional, tetapi jika keuletan dalam KBM SSN lebih optimal, tentu keterampilan

bahasa Inggris akan lebih baik,’’ ujarnya berargumen. Meskipun bukan menggambarkan kualitas RSBI secara keseluruhan, ungkapnya, tetapi seharusnya RSBI menjadikan cambuk peningkatan kualitas internal. “Ingat keterampilan bisa saja tumbuh pada sekolah yang mengembangkan pembinaan khusus, serta tentunya tidak terlepas dari potensi dasar yang dimiliki siswa,” ungkapnya. (fas)

Nominal Beasiswa Bidik Misi Naik Jakarta, KP Kabar baik bagi para mahasiswa yang masuk gelombang peraih penghargaan beasiswa bidik misi (BM). Setelah usulan APBN-P Kemendiknas disepakati Komisi X DPR, duit yang mengalir di kementerian semakin besar. Imbasnya, nominal beasiswa tahun ini lebih besar. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas Djoko Santoso menjelaskan, tahun lalu besarannya adalah Rp 10 juta per mahasiswa. Tahun ini, beasiswa yang khusus untuk mahasiswa miskin dan berprestasi tersebut bertambah menjadi Rp 12,5 juta per mahasiswa. “Jumlah itu diterima setiap tahun, sampai empat tahun lama belajar,” tutur Djoko. Selain meningkatkan besaran nominal BM, Djoko menjelaskan jumlah penerima beasiswa tersebut tahun ini juga meningkat. Tahun lalu, mahasiswa penerima bidik misi sejumlah 20 ribu. Sedangkan tahun ini, jumlah penerima meningkat menjadi 30 ribu mahasiswa. Mereka tersebar di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). Djoko menuturkan, masing-masing kampus memiliki kuota mahasiswa penerima beragam. Lantas, kapan pencairan bidik misi ini? Mantan rektor IPB itu mengatakan beasiswa BM segera dicairkan setelah masa kuliah tahun ajaran 2011-2012 berjalan. “Sekarang kan masih masa liburan,” ujar Djoko. Secara administrasi, pihak kampus harus memastikan mahasiswa yang berasangkutan tidak mundur dulu, sebelum mencairkan beasiswa tersebut. Djoko mengatakan, beasiswa ini diberikan untuk menalangi biaya pendidikan. Selain itu, juga digunakan untuk uang saku selama mahasiswa tadi belajar. “Porsinya hampir rata. Untuk biaya kuliah dan biaya hidup atau uang saku,” katanya. Djoko tidak berkenan jika biaya kuliah lebih besar dan mengurangi uang uang saku secara drastis. Jika terjadi kondisi demikian, dia mengatakan rektor PTN harus bertanggungjawab untuk menalangi biaya pendidikan. “Pada intinya, biaya untuk pendidikan uang saku harus setara,” tegas Djoko. Beasiswa Bidik Misi sendiri tahun ini memasuki periode kedua. Pada periode pertama dulu, Djoko mengatakan Ditjen Dikti Kemendiknas sudah melakukan evaluasi penerima dan pencairan beasiswa. Dia mengatakan, pada gelombang pertama masih ditemukan beberapa kasus penerima beasiswa BM bukan mahasiswa miskin. Kesalahan ini terjadi karena aspek administrasi belum komplit. Untuk tahun ini, Djoko menandaskan peluang terjadinya penyaluran yang tidak tepat sasaran itu bisa ditekan. Diantaranya, memanggil satu persatu penerima beasiswa BM untuk menjalani wawancara. Pada tahap ini, mahasiswa diminta menyerahkan dokumen-dokumen keterangan miskin. Selain itu, pihak kampus juga menyumpah mahasiswa yang bersangkutan. “Akhirnya ada mahasiswa tidak miskin yang mundur dari Bidik Misi karena takut disumpah. Taku jadi miskin beneran,” pungkas Djoko. (jpnn)


Kendari Pos |Rabu, 3 Agustus 2011

Provinsi Masih Tarik Iuran SPP SD-SMP Jakarta, KP Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan mengeluarkan aturan mengenai ragam iuran atau pungutan masuk sekolah. Berdasarkan hasil monitoring tim investigasi yang memantau adanya iuran saat penerimaan peserta didik baru 2011, masih ada sekolahsekolah yang mengadakan iuran pada penerimaan peserta didik baru. Beberapa iuran yang dimaksud di antaranya adalah iuran seragam sekolah, iuran uang buku, iuran pembangunan/gedung, dan administrasi pendaftaran. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menuturkan, saat ini Kemdiknas sedang menyiapkan regulasi yang akan mengatur keragaman iuran tersebut. “Dalam waktu satu minggu, regulasi tersebut diharapkan sudah rampung,” terang Nuh di Gedung Kemdiknas, (1/8). Nuh yang didampingi oleh Inspektur Jenderal Kemdiknas, Musliar Kasim mengatakan, kegiatan monitoring dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemdiknas bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri. Sasarannya, lanjut Nuh, adalah di 84 kabupaten/kota di 33 provinsi dengan sampling di 1.289 sekolah terdiri atas 675 sekolah dasar (SD), 414 sekolah menengah pertama (SMP), 133 sekolah menengah atas (SMA), dan 67 sekolah menengah kejuruan (SMK). ”Dari sisi tren ada penurunan persentase iuran jika dibandingkan tahun sebelumnya. Contohnya, iuran seragam sekolah pada tahun ajaran 2010/2011 persentasenya 52 persen, sedangkan pada tahun ajaran 2011/ 2012 turun menjadi 46,7 persen. Uang buku tahun lalu 16,2 persen, tahun ini turun menjadi 14,2 persen,” ungkapnya. Meskipun demikian, mantan Rektor ITS ini menerangkan, penurunan tersebut bukan menjadi perhatian utama. Seharusnya, ada iuran yang benarbenar tidak ada lagi di SD dan SMP. “Iuran-iuran yang benar-benar tidak boleh yaitu SPP, uang ujian, uang laboratorium, administrasi pendaftaran, dan uang gedung,” katanya.(jpnn)

Edukasi

15

MTs Pesri Juara Favorit Tingkat Nasional Kendari, KP Setelah berhasil lolos di tingkat provinsi beberapa waktu lalu, siswa MTs Pesantren Ummuhabri (Pesri) unggul di tingkat nasional. Lomba karya tulis ilmiah (LKTI) sanitasi yang diselenggarakan Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya itu diselenggarakan sejak tanggal 20 s.d 25 Juni di Ancol, Jakarta dengan tema sanitasi dan kualitas anak Indonesia. Sebagai utusan Sultra, Emir Surya Kautsar yang tak lain adalah siswa MTs Pesri kelas IX adalah siswa yang terhitung menonjol dan berbakat. Berkat kelincahannya dalam bidang biologi, sehingga mampu mengungguli pesaing dari provinisi lain. Dalam presentasenya, Emir membawakan karya tulis yang berjudul, kontruksi jamban terhadap sanitasi dan penggunaan air baku bagi kesehatan manusia. Namun selain mahir dalam bidang biologi, ia juga termasuk siswa yang pandai berkomunikasi, sehingga dalam presentasi yang dilakukannya di depan dewan juri, ia tak mengalami kesulitan.

IST/KP

Duta sanitasi se-Indonesia (peserta lomba karya tulis ilmiah sanitasi) saat berfoto bersama Ibu Negara, Ani Yudhoyono

“Dalam karya tulis saya, menjelaskan bagaimana penggunaan jamban yang sehat untuk mencegah timbulnya berbagi macam penyakit. Misalnya mengenai aturan berapa jarak antara jamban dengan sumber air. Ini sangat penting karena jamban adalah sumber bakteri seperti bakteri E-Coli, yang dapat menjangkitkan penyakit,” ujarnya. Senada juga diutarakan Kepala MTs Pesri, Ismail Kadir, M.Ag. siswa yang lincah itu juga kerap mendapatkan pretasi di sekolah. Bahkan tahun ini menjadi juara umum di kelas XIII. “Saya berharap masih banyak kaderkader yang akan menyusul seperti Emir. Dan bagi siswa lain yang belum memiliki kesempatan jangan berkecil hati. Terus belajar, dan yakin kesempatan pasti akan datang,” katanya. Seperti diketahui, MTs Pesri Kendari punya program khusus untuk melatih para siswanya. Dalam bidang sains dan agama, yang dipandu oleh tiap guru mata pelajaran, sehingga untuk menghadapi lomba, mereka telah memiliki pengetahun dasar dan siap lomba. (p1)

Keluarga, Akar Pendidikan Karakter Masa Depan Masuk Sekolah Lewat ‘’Jendela’’ Berarti Orang Tua Berbuat Salah Kendari,KP Perilaku sebagian pelajar dan mahasiswa saat ini dianggap semakin brutal. Anggapan itu dilihat ketika mereka menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang tidak santun. Bahkan berakhir dengan perkelahian. Selain itu tidak jarang karena masalah sepeleh, misalnya karena bercanda dengan kata-kata kasar membuat dua kubu pelajar dan mahasiswa bentrok, dan berakhir dengan pertumpahan darah. Atas perilaku ini pemerintah pusat memasukan pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikan. Rencana ini mendapat respon positif dari para pemuka agama di Kota Kendari. “Dari sisi agama Islam, pendidikan karakter terma-

KH Marwan Aidid

Pdt. Jery Pattiasina

suk dalam pendidikan akhlak dan budi pekerti. Karena itu kami sangat respon jika pemerintah menggenjot, untuk memasukannya ke dalam kurikulum baik terintegrasi dalam pelajaran yang ada

maupun menjadikannya sebagai mata pelajaran baru,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra, Drs KH Marwan Aidid. Dalam implementasi terangnya kerja sama masingmasing pihak mulai dari keluarga, sekolah hingga pemerintah sangat dibutuhkan. Pendidikan karakter, berawal dari implementasi yang kuat di lingkungan keluarga, akan membuat seseorang tahan terhadap godaan ketika mulai menata kehidupannya di luar rumah. “Penerapan pendidikan agama di lingkungan keluarga sangat mendukung pembentukan karakter seseorang, yang akan dilanjutkan ke pendidikan formal di bangku sekolah, khususnya melalui mata pelajaran yang sesuai. Semuanya akan berakhir dari kebijakan pemerintah, melalui regulasi hukum yang dikeluarkan, sehingga dampaknya menimbulkan kondisi hidup bermasyarakat yang tenteram dan sejahtera,” jelasnya. Senada dengan itu Sekretaris Umum (Sekum) Badan Pekerja Majelis Sinode Gepsultra (BPM Gepsultra), Pdt. Jery Pattiasina, S.Th, mengatakan pendidikan yang diimplementasikan saat ini hanya menerapkan pengetahuan semata dan tidak menitikberatkan pada implementasi pengetahuan, dalam rangka membangun pendidikan karakter. “Karena itu yang harus dilihat yaitu peran dari keluarga. Kalau harapkan pendidikan agama di sekolah yang hanya beberapa jam, tentunya tidak maksimal. Kalau kami di gereja terdapat peran gereja melalui pimpinan dan tokoh agama. Mereka akan berkolaborasi dengan keluarga jemaat, sehingga membuat pendidikan karakter semakin kuat,” kata Jery Pattiasina. Mantan Pendeta Gereja Jemaat Ebenheizer Amoito, Konsel ini, mencontohkan masuk sekolah lewat jendela, berarti orang tua telah menanamkan sesuatu yang salah. Karena seorang anak masuk ke suatu sekolah bukan karena prestasi, tetapi karena sesuatu hal misalnya keuangan atau kekuasaan orang tuanya, sehingga jangan heran kedepannya anak-anak akan meniru perbuatan itu. “Selain itu sebaiknya para orang tua jangan menyalahkan institusi pendidikan, mengingat akar pembentukan pendidikan karakter berawal dari lingkungan keluarga. Kalau keluarga kuat, yang merupakan tiang penopang kehidupan, anakanak akan tidak mudah terbawa arus pergaulan yang kurang baik di masyarakat,” lanjutnya. Ditegaskan bahwa sangat dan harus segera dimasukkan pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikanmulaidaritamankanakkanak (TK) hingga perguruan tinggi (PT). “Tidak ada tawar-menawar dalam memasukkan pendidikan karakter ke dalam kurikulum, sebagai wujud tindakan formal pemerintah untuk membudayakan perilaku mulia. Meskipun demikian, keluarga harus memulai lebih dulu, sebagai pilar dasarnya,” tandasnya. (fas)


+

KOMUNIKASI BISNIS

16

Di Posko Teras Beken Bang Reza SEBAGAI prusahaan BUMN go public, PT. ANTAM tbk bekerjasama dengan Teras Beken Bang Reza dan Harian Kendari Pos memeriahkan bulan Ramadhan dengan menghelat kegiatan sosial bertajuk “ Antam Berbagi di Bulan Ramadhan “. Dalam kegiatan ini, PT Antam membagikan Takjil (buka puasa) dan Sahur secara gratis selama 15 hari di bulan Ramadhan. Kegiatan ini dikhususkan untuk kaum dhuafa atau masyarakat umum

yang membutuhkan menu berbuka puasa dan sahur. Pembagian Takjil gratis mulai pukul 15.00 sampai 17.00 Wita, dan pembagian Sahur gratis mulai pukul 03.00 jingga 04.00 Wita pada tanggal 3, 4, 6, 8, 9, 10, 12, 13, 15, 17, 18, 20, 23, 25, 27 Agustus 2011 yang terpusat di Teras Beken Bang Reza jalan Syech Yusuf, Kendari. Masyarakat umum dapat mengambil kupon gratis di Teras Beken Bang Reza (08152 477 6665) dan di Kendari Pos (081341772227). (adv)

Siapkan Banyak Koleksi Oleh-oleh

Toko Mahkota, Pusat Cyan Kain Tenun Khas Sultra llow lac k lack

BANYAKNYA iven yang terselenggara di Sultra membuat banyak tamu berdatangan di daerah ini. Sejumlah produk khas Sultra, khususnya kain tenun tetap menjadi idola para pemburu oleh-oleh. Toko Mahkota sebagai pusat tenunan khas Sultra menyiapkan ragam varian pakaian jadi berbahan tenun yang didesain dengan style yang lebih menarik berupa gaun, kemeja pria, busana wanita, serta seragam kantor/sekolah yang di dirancang langsung oleh desainer. Toko Mahkota menyiapkan ragam kole-

ksi kain tenun adat Tolaki, Wakatobi, Buton, Muna dan Konawe. Harganya pun terjangku dari yang biasa, standar hingga sutra

asli serta ragam corak dan warna bisa anda dapatkan di tempat ini. Hampir setiap hari Mahkota ramai dikunjungi konsumen dari dalam dan luar daerah yang mengagumi koleksi tenunan daerah. Selain itu, wisatawan asing yang sedang berkunjung di Sultra pasti mendatangi Mahkota. Selaintenunankhasdaerah,jugadisiapkan berbagai macam kain sutra polos dan sutra yangbermotifkualitassuperdanstandardengan harga yang berfariasi, mahkota juga menawarkan berbagai macam warna kain sifon, serta ‘bordir tempel’ sebagai pemanis busana. Kunjungi Toko Mahkota yang terletak di Mall Mandonga blok C. No 32-33, CP: 081341701901. (adv)

Sehat dan Nikmat ala Pijat Refleksi Keluarga + Pijat Refleksi Keluarga saat ini telah memiliki 3 cabang di kota Kendari yang berlokasi Kompleks A Yani Square (belakang Hotel Horison) Blok C.11, cabang di Jl. Ir Alala (By Pass) No.147 (samping dosmering teratai), cabang di Jl. Sao-Sao depan BTN 1 (ruko warna merah). Pijat refleksi adalah salah satu pengobatan alternatif yang ampuh, aman, praktis, murah,

Kendari Pos | Rabu 3 Agustus 2011

Info Komunikasi Bisnis Hubungi 081341772227

Antam Berbagi Takjil dan Sahur Gratis

enta

+

dan tanpa efek samping. Selain mencegah dan menyembuhkan, pengobatan ini juga dapat mendeteksi apakah salah satu organ kita terganggu atau masih sehat. Pengobatan ini menggunakan penekanan pada titik syaraf ditelapak kaki, tangan, badan, wajah dan kepala dengan teknik kekuatan jari-jari (tanpa alat), sehingga dapat memperlancar saraf yang tersumbat dan menormalkan peredaran darah dan fungsi organ tubuh. Bandrol pijatan mulai dari Rp. 20.000 hingga Rp 55.000, HP 085279040634-085241841352. Cabang Kolaka, di Jl. Pemuda KM 4 (samping Kampus USN) Rp. 20.Rb 1/2 jam, dan Rp. 35.Rb/jam, HP 085239888761. Pijat Refleksi Keluarga me-

miliki tenaga-tenaga terlatih bersertifikat Internasional dan Nasional yang menggunakan teknik Refleksi dengan Double Message. Ditempat ini juga melayani pijat panggilan rumah, menyiapkan tenaga pijat khusus perempuan dan ibu-ibu

muslimah (ahwat). Layanan harga terjangkau sehingga menampung semua strata sosial. Telah banyak masyarakat yang merasakan kenikamatan Refleksi ala Pijat Refleksi Keluarga. Rido: 0811400706, 081245555055. (adv)

TVS Usung Teknologi Tinggi, Garansi Mesin 5 Tahun Promo Ramadhan, Hadiah HP dan Diskon angsuran 100 ribu / Bulan TVS motor tiap tahun meraih penghargaan di dunia otomotif. Selain sarat dengan fitur dan teknologi yang disusungnya, sepeda motor asal India ini berdiri lebih dari 100 tahun lalu ini terus berinofasi, buktinya saat ini telah hadir type terbaru TVS bebek 150cc dengan teknologi ‘Dual Tune Muffler, yakni motor dengan dua suara knalpot turbo dan normal. Selain itu, motor peringkat 10 besar pabrikan motor didunia ini merupakan satusatunya motor yang memiliki MP3 player dan cas HP. TVS memiliki 4 produk unggulan, yakni TVS Neo 110cc, TVS RockZ 125cc, dan TVS Apache RTR 160cc, dan TVS Matic. Selama bulan Ramadhan, TVS menjalankan promo diskon angsuran Rp.100 ribu/bulan serta hadiah langsung 2 unit HP saat pembelian

cash atau kredit. TVS juga memberi garansi mesin selama 5 tahun, begitupun dengan sparepart tersedia lengkap di dealer 3S (SalesServis-Spareparts) TVS Kendari di Jl. Saranani 125-127 (samping barata) Tlp: 085240455299, 085241840274, TVS BAUBAU Jl. S. Hasanuddin (Depan Telkom) 081338364256. TVS RAHA Jl. Sukawati 085342029549. (adv)

Sehat dan Cantik dengan Akupuntur AL-Ishlah Oriental Medical Clinic SIAPA bilang untuk sehat dan cantik harus mengeluarkan biaya yang mahal, sekarang tidak lagi dengan kehadiran AL-Ishlah Oriental Medical Clinic yang menawarkan facial laser Rp.30.000, totok wajah Rp.30.000, facial laser dan terapi wajah Rp.50.000, serta paket kecantikan hanya Rp.150.000, yang terdiri dari facial laser, totok wajah, masker, vitamin kulit dan akupuntur kecantikan/wajah. Fungsi akupuntur kecantikan; mengencangkan otot wajah, menghilangkan flek, mengatasi jerawat, kerutan diwajah, kulit kusam dan kantong mata. Selain itu memperbaiki bentuk hidung dan dagu. Penanganan paket kecan-

tikan di AL-Ishlah dilakukan secara holistic atau menyeluruh. Disamping untuk kecantikan akupuntur dapat pula mengatasi berbagai penyakit seperti: stroke, hipertensi, maag kronis, asma, diabetes, sinusitis, polip, rhematik, asam urat, kolesterol, batuk menahun, alergi, vertigo, sakit kepala menahun, sakit Pinggang, kaku kuduk, obesitas, kebotakan, rambut rontok, lever, ginjal, prostat, gon-

dok beracun, tumor, kanker, stress, depresi, penanganan narkoba dan lainnya. Klinik AL-Ishlah juga melayani bekam, terapi telinga, gurah tradisional, totok payudara, totok vagina, massage full body (khusus pria), terapi obesitas, kebotakandanrambutronto.Tersedia herbal dalam bentuk kapsul, untuk paket hemat ditawarkan terapi tiga orang gratis orang keempat dan terapi 5 kali gratis yang keenam dengan terapi yang sama. Untuk kenyamanan anda seluruhruangterapiber-AC.Praktek mulai pukul 09.00 - 19.00 Wita. Hubungi kantor pusat AL-Ishlah Makassar Jl.A.P.Pettarani 33 No.9, Telp-0411-435365, AL-Ishlah KENDARIJl.A.H.NasutionPoros Anduonohu, Telp. 0401-3196576. AL-IshlahKOLAKA,Jl.Pramuka No.68E Telp. 0405-2324068. (adv)

Mag

Ye

B

Suzuki-Kendari Pos Kembali Helat Safari Ramadhan Di 2 Kota dan 6 Kabupaten se-Sultra SETIAP tahunnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Main-dealer Suzuki PT Sinar Galesong Pratama bekerjasama dengan Kendari Pos rutin menggelar Safari Ramadhan, dan tahun ini merupakan kegiatan tahun ke-6. Dalam program ini, pihak panitia melaksanakan beragam kegiatan bernuansa religi dan hiburan secara serentak di

dua kota dan enam kabupaten se-Sultra yang terlaksana mulai 1 Agustus 2011. Dari segi kuantitas dan kualitas, peserta safari ramdhan terus meningkat, untuk itu pihak Suzuki juga akan menambah jumlah gelaran lomba dan hadiah, serta tak lupa membantu pembangunan Masjid tempat kegiatan berlang-

sung. Lomba religi yang akan terlaksana diantaranya, lomba Qasidah tingkat remaja, lomba Dai’ cilik, lomba mengaji, dan lainnya. Untuk hadiah Suzuki telah menyiapkan piagam, uang tunai serta souvenier kepada seluruh pemenang lomba. Suzuki juga akan berbagi souvenir untuk pengurus masjid, menyumbang Alqura dan uang tunai untuk pembangunan Masjid. Selain lomba-lomba religi dan

bersedekah, pihak Suzuki juga akan mengadakan pameran, hiburan islami, serta bagi-bagidoorprizekepadajamaahtarawih selama dua hari di tiap Masjid tempat kegiatan berlangsung. Jamaah ataupun masyarkat sekitar masjid dapat pula melakukan test ride (uji coba) motor Suzuki Axelo, serta melakukan penawaran cash atau kredit motor Suzuki segala tipe dengan syarat cukup tanda jadi hanya dengan Rp 50.000. (adv)

Cyan

Mag

enta

Y

B

llow lac k lack

+ +


Kendari Pos | Rabu, 3 Agustus 2011

Ujicoba Panas AFP PHOTO/DANIEL MIHAILESCU

Paco Alcacer (kiri) dari Spanyol mengamankan bola dari gangguan pemain Republik Checz, Martin Hala (tengah) dalam final turnamen UEFA U-19 di Chiajna village, Bucharest dengan skor 3-2.

Matador Muda Rengkuh Piala Eropa U-19 Chiajna, KP Spanyol semakin membuktikan kualitas pemainpemain mereka yang di level berbeda pun sangat baik. Setelah tim senior menguasai dunia, kini tim U-19 berhasil menjuarai Piala Eropa. Tim U-19 Spanyol membawa pulang piala setelah mengalahkan Republik Ceko 3-2, dinihari kemarin di Stadion Concordia, Chiajna, Rumania melalui babak perpanjangan waktu. Spanyol tertinggal lebih dulu ketika Ladislav Krejci menjebol gawang mereka di menit 52. Di menit 85, Spanyol bisa menyamakan kedudukan berkat gol Jon Aurtenetxe yang meneruskan bola tendangan Ruben Pardo. Skor 1-1. Babak perpanjangan waktu berlangsung seru. Spanyol kembali tertinggal oleh gol pemain peng-

Baca MUDA Hal 18

Manchester, KP Derby Manchester akan ditampilkan dalam Community Shield 7 Agustus mendatang. Kendati menghadapi rival sekota, ada kemungkinan Manchester United memperlakukannya sebagai laga uji coba. Laga pembuka Premier League itu akan menjadi pertemuan pertama MU dengan Manchester City sejak kekalahan di semifinal Piala FA beberapa bulan lalu. Kala itu, ‘Setan Merah’ takluk 0-1. Community Shield pun disebut mereka hanya akan dijadikan ajang pemanasan semata. “ Tak ada bedanya. Memang pertandingan itu punya rasa karena ada dua klub Manchester yang bertarung. Tapi, kami mungkin akan mencoba beberapa hal. Kami masih punya satu minggu untuk bersiap-siap,” ujar Asisten Manajer MU, Mike Phelan. “ Semifinal Piala FA memang mengecewakan. Tapi, ini adalah musim baru. Kami akan melihat beberapa pemain baru untuk menilai apakah mereka siap untuk menghadapi liga. Itu yang penting,” lanjut Phelan. MU sendiri melewati rangkaian ujicoba dengan baik di

Amerika Serikat. Juara Liga Inggris 19 kali itu selalu meraih kemenangan, termasuk ketika melawan Barcelona di Washington. Manajer MU, Sir Alex Ferguson mengaku laga Community Shield akhir pekan ini juga sekaligus menjadi ujian awal bagi De Gea untuk membuktikan Fergie tak salah membeli kiper muda Atletico Madrid dengan banderol mencapai 18,5 juta poundsterling. Sebuah jumlah fantastis bagi seorang kiper muda berusia 20 tahun yang baru mengawali karier profesionalnya dua musim lalu. Namun dengan raihan trofi Liga Europa dan Piala Super Eropa serta Piala Eropa U-21 bersama timnas Spanyol, harga tersebut rasanya sah-sah saja mengingat karier De Gea bersama MU masihlah panjang. Tapi misi De Gea tidaklah mudah karena ia harus menggantikan sosok Edwin van der sar di bawah mistar. Sebuah hal yang

Baca PANAS Hal 18

AFP PHOTO/NICHOLAS KAMM

Penampilan perdana penjaga gawang Manchester United, David De Gea ketika menghadapi Barcelona pada laga persahabatan di Landover, Maryland. Responsifnya di bawah mistar gawang akan kembali diuji saat menghadapi derby Manchester City, akhir pekan ini.


CMY

CMY

20

Kendari Pos |Rabu, 3 Agustus 2011

Ramadhan, PNS Jangan Malas! TARAWEH TANGGAL 3 AGUSTUS DIMANA ANDA TARAWEH MALAM INI..? No NAMA MASJID

PENCERAMAH

ALAMAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

GUBERNUR SULTRA WAGUB SULTRA M. SAFRUDDIN, S.Ag. M.Pdi Drs. MUIS, M.Pd LA RESI, S.Pd PANITIA MUH. MAHSUN H. MUH. SUBHAN, S.Sos H. M. HASDIN HAS, Lc.M.THi Drs. K.H. MARWAN AIDID SUHARMO. S.Ag PANITIA Drs. MUHIDIN, S.Pd

MANDONGA KOMP. BTN DPR MANDONGA SODOHOA TIPULU BENU-BENUA KENDARI MAL MANDONGA KEMARAYA KEMARAYA MANDONGA PUUWATU BARUGA

AGUNG AL-KAUTSAR NURUL JANNAH AL-IKHWAN AT-TAQWA BABUT TAQWA AKBAR AL-HIDAYAH AL-IRSYAD JABAL UHUD AT-TARBIYAH AL-MAGFIRAH MUJTAHIDDIN AL-IKHLAS

Sumber: Ikatan Mesjid Sultra

Kendari, KP Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan ibadah. Selain untuk menghindarkan diri dari hal-hal negatif, juga dapat menjadi tambahan koleksi amal ibadah. Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dilarang keras untuk bermalas-malasan, apalagi jika harus meninggalkan tugas. Hal itu ditegaskan Wakil Walikota Kendari Musadar Mappasomba pekan lalu. Menurut dia, bulan suci ini mestinya menjadi sarana bagi pegawai untuk meningkatkan kinerja. Selain menjadi tuntutan tanggung jawab sebagai pamong daerah, juga melatih diri untuk senantiasa taat beribadah melalui tupoksi sehari-hari di instansi masing-masing. “Selama bulan Ramadhan PNS tidak boleh bermalasmalasan. Kita sudah disumpah, untuk bertanggung jawab den-

Musadar Mappasomba gan tugas masing-masing. Jadi kalau itu dilalaikan, tentu bukan hanya sanksi dari pimpinan tapi juga dari Allah. Makanya, sebelum itu terjadi hindari sikap bermalas-malasan,” katanya. Pasangan Asrun itu menilai, untuk membiasakan diri agar tetap taat menjalankan tugas dan tupoksi, itu memang harus dimulaui dari kesadaran individu masing-masing. Sama

sekali tidak ada pengaruhnya kata dia, jika seseorang diberikan tekanan ataupun peringatan, jika kesadaran tidak tumbuh dari hatinya. Olehnya itu kata dia, sebagai pamong daerah, sudah sewajarnya memberikan contoh positif kepada masyarakat. Jangan hanya karena berpuasa, lalu melalaikn tugas yang diberikan. Allah saja kata Musadar, tidak membenarkan umatnya yang menjadikan ibadah sebagai dalih untuk bermalas-malasan. Bahkan, dengan meningkatkan kinerja di bulan Ramadhan, itu akan menjadi tambahan pahala buat kita. (fya)

SUWARJONO/KP

Selama Bulan Ramadhan, pedagang kue menjamur di beberapa tempat strategis, seperti yang terlihat di Bundaran Mandonga, kemarin.

Santri Cilik Ramaikan Safari Ramadhan Kendari, KP Safari Ramadhan SuzukiKendari Pos yang pertama kali bertandang Mesjid Nur Muhamad kompleks BTN Latjinta, Lepo-lepo telah memasuki hari kedua. Tanggal 2 Agustus (kemarin-red), Safari Ramadhan yang bertabur hadiah ini, tampak masih dipadati para santri cilik. Mereka tengah bersiap untuk mengikuti lomba da’i cilik dan solat berjamaah. Sebagai umat muslim, kewajiban Shalat lima waktu tentu tidak azing. Saat usia tujuh tahun semua umat Muhamad SAW sudah harus bisa melaksanakan Sholat yang terdiri dari Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya tersebut. Begitu pun denga sholat berjamaah yang menjadi keu-

tamaan untuk dilaksanakan jamaah laki-laki, karena pahala sholat berjamaah 27 kali lipat dibanding dengan sholat seorang diri. Mengingat pentingnya kewajiban solat berjamaah, Safari Ramadhan Suzuki-Kendari Pos tak lupa memberikan kontribusinya untuk menyelenggarakan lomba tersebut. Lomba sholat berjamaah dengan hadiah uang tunai, yhaitu Rp 600 ribu bagi juara I, Rp 550 ribu bagi juara II dan Rp 500 ribu bagi juara III. Lomba yang diikuti oleh santri TPA Qurratun Ayyun

MTs Pesri Giatkan Amaliah Ramadhan Kendari, KP Awal pelaksanaan Ramadhan ini memang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sebagai hari libur bagi siswasiswa sekolah. Namun, ketetapan ini tampaknya tidak berlaku di lingkup Madrasah Tsanawiyah Pesantren Ummushabri (MTs Pesri). Mulai hari pertama puasa yang jatuh tanggal 1 Agustus lalu, seluruh siswa MTs Pesri tetap hadir di sekolah sebagaimana biasanya. Hal yang membedakan aktivitas sebelumnya adalah keberadaan mereka di sekolah bukan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal akademik. Pihak MTs menjadwalkan mulai awal puasa hingga tanggal 13 Agustus mendatang, seluruh siswa kelas VII hingga kelas IX akan mengikuti kegiatan amaliah Ramadhan. Keputusan pengadaan kegiatan tersebut ditetapkan pada rapat manajemen Pesri yang juga diadakan dalam rangka menindaklanjuti surat edaran dari kanwil Departemen Agama. Itu disampaikan kepala sekolah MTs Pesri, Is-

itu diikuti oleh tujuh kelompok. Masing-masing tim beranggotakan lima sampai e n a m orang. Sedangkan lomba da’i cilik diikuti oleh e n a m orang. Dinilai oleh empat juri yang terdiri atas pihak pengurus masjid dan Suzuki, indikator penilaian yang harus dipenuhi peserta adalah irama bacaan Sholat, kekompakan gerakan, dan bacaan ayat-ayat Al Quran yang fasih. “Saya yakin saya akan menang. Saya udah menyiapkannya sejak hari minggu,” ujar salah satu peserta, Nur Safitri.

Usai lomba Sholat dan da’i cilik, acara masih berlanjut hingga malam hari. Sebelum Sholat Tarawih dilaksanakan, pihak Suzuki-Kendari Pos akan menyerahkan bantuan pembangunan mesjid dan Mushaf Al Quran. Selain itu para jamaah Tarawih juga masih mendapatkan kesempatan untuk doorprize berupa hand phone. “Seperti malam sebelumnya, kami masih menyediakan doorprize untuk para jamaah Sholat Tarawih,” ujar ketua panitia Safari Ramadhan, Ugas, S.Sos. Ia menambahkan, selain pemberian bantuan, pengurus mesjid juga akan mendapatkan bantuan berupa baju, sajadah, dan sarung. Pemutaran film religi dan promo motor Suzuki juga masih berjalan. (p1)

mail Kadir M Ag, kemarin. “Kegiatan amaliyah Ramadhan yang telah berlangsung sejak tahun 2010 ini diisi dengan praktik-praktik seputar pemantapan bacaan dan gerakan shalat, tartil Alquran, hafalan surat-surat yang terfokus pada juz tiga puluh, dan hafalan doa sehari-hari” terangnya, saat ditemui di ruang kerja. Untuk mengetahui kemampuan dasar siswa, pada hari Senin lalu telah diadakan evaluasi awal. Semua guru di lingkup MTs Pesri, baik PNS, honorer, maupun guru yang berasal dari mahasiswa KKP, dilibatkan langsung dalam kegiatan amaliah Ramadhan ini. Mereka secara bergiliran harus mendampingi dan membimbing siswa-siswa hingga berakhirnya kegiatan. Setelah kegiatan ini berakhir, siswa MTs Pesri akan diliburkan. Proses akademik akan kembali berlangsung pada tanggal 5 September mendatang, Kepala MTs Pesri berharap para siswa kembali ke sekolah dengan kemampuan dasar ibadah seharihari yang lebih baik.(p10)

CMY

CMY


Kendari Pos Edisi 3 Agustus 2011  

E_Paper Kendari Pos

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you