Issuu on Google+

CMY

CMY Kamis, 28 Juli 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Catatan

Onggi Nebansi

Desa Sadar Korupsi

MOHON maaf, judulnya agak nyeleneh. Nyeleneh karena baru saja Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia (Menkum HAM) Patrialis Akbar menandatangani sejumlah plakat yang bertuliskan Desa Sadar Hukum dan atau Kelurahan Sadar Hukum. Ketika Patrialis

mulai membubuhkan tandatangan di salah satu plakat (dari banyak plakat desa/kelurahan) yang ada, saya berdecak menyaksikannya. Ck..ck..ck. Ibarat hukum itu adalah penyakit, maka korupsi setara dengan penyakit lever, mafia hukum setara dengan stroke, jual beli

hukum setara dengan penyakit asam lambung, kasus Century setara dengan “kuman”nya stroke, korupsi Hambalang setara dengan “kuman”nya lever, kasus yang menimpa Nazaruddin kira-kira dia setara dengan hormon asam lambung. Nah, untuk kasus-kasus hukum di

desa, biasanya pencurian ayam, judi sabung ayam, minuman beralkoholnya juga paling-paling hanya pongasi, kameko, saguer dan lain-lain, maka jika diibaratkan penyakit kira-kira se-

Baca KORUPSI di Hal. 2

KORUPSI

KPK dan Kejaksaan Siap Keroyok Hambalang OCEHAN Muhammad Nazaruddin tentang adanya dugaan penyelewengan pada proyek Hambalang benar-benar membuat telinga para penegak hukum panas. Setidaknya, dua penegak hukum, yakni Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sama-sama mengumbar janji menelusuri dugaan tersebut. Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, pihaknya sudah bergerak menelusuri informasi-informasi yang terkait dengan tuduhan tersebut. “Kami sudah melangkah, mengumpulkan informasi,” kata Busyro di kantornya, kemarin. Bukan hanya itu. Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) tersebut juga menyatakan bahwa KPK tidak bergerak sendiri dalam

Baca KPK di Hal. 7

SUWARJONO/KP

Warga dari perwakilan 10 desa di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang berunjukrasa di kantor BPN Sultra, kemarin. Mereka memprotes sikap Bupati Konsel dan tindakan PT Ifishdeco.

• Kasus Tambang •

SELEBRITI

Raul Kekar Tapi Lembut TAK mau kasus penganiayaan terhadap wartawan Global TV berlarut, Raul Lemos dan Krisdayanti (KD) kemarin menggelar jumpa pers. Kedua pasangan secara terbuka meminta maaf dan mengklarifikasi kejadian sesaat setelah mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta dari Dili, Timor Leste pada Senin (25/7) sore itu. "Insya Allah, hal itu tidak akan terjadi lagi," tegas Raul. Raul mengaku bersalah karena saat kejadian dirinya sedang dalam keadaan tak stabil. Hal itu karena ia tengah menjaga KD yang trauma akibat turbulensi saat di pesawat. "Kami tidak pernah punya niat buruk, tapi kami juga punya privacy," tegas Raul. "Pada kesempatan kali ini kami berdua ingin meminta maaf kepada saudara kami, Global TV," sambungnya. Yang terpenting bagi Raul, awak media yang akan melakukan wawancara dengan KD tak menghadangnya. Ia juga berjanji akan belajar dari kejadian sebelumnya. "Saya sudah bilang sama istri saya, kalau jadi artis jangan lebay. Jangan suka ajak te-

Baca RAUL di Hal. 7

Warga dari 10 Desa Duduki BPN Sultra PT Ifishdeco Dituduh Serobot Lahan Warga, Bupati Konsel Dituding Terima Royalti Kendari, KP Kehadiran investor di daerah, mestinya menjadi angin segar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun tidak demikian dengan PT Ifishdeco. Keberadaannya bukan membawa pembaharuan positif bagi masyarakat, justru dianggap sebagai penyerobot dan membawa masalah kepada warga 10 desa.

Hal itu disampaikan ratusan warga Konsel ketika berunjuk rasa di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sultra kemarin (27/7). Mereka meminta ketegasan BPN untuk menetapkan Hak Guna Usaha (HGU) PT Ifishdeco yang dianggap sudah melanggar. Salah seorang warga, Aliston mengatakan, sebelumnya PT Ifishdeco mendapat HGU dari pemerintah pusat untuk penanaman jambu mente, anehnya sekarang sudah beralih fungsi. Padahal kata dia, belum ada perubahan status dari HGU menjadi IUP, tapi perusahaan tersebut sudah melakukan aktifitas pertambangan. Hal itu kata Aliston, melanggar UU no 4 tahun 2009 tentang kuasa pertam-

bangan. “Kami sudah cek ke Kementrian ESDM pusat, di sana tidak terdaftar izin PT Ifishdeco untuk pertambangan, bahkan mereka kaget, kenapa dari HGU perkebunan, beralih menjadi izin pertambangan,” katanya. Parahnya kata dia, perusahaan itu sudah menyerobot wilayah-wilayah yang berada di luar dari HGU, seperti Desa Lalonggasu seluas 1.100 hektar, sejak tahun 2010. Teguran dari pemerintah pusat tidak diindahkan, karena menurut Aliston perusahaan itu mendapat perlindungan dari Bupati Konsel. “Kegiatan pertambangan yang dilakukan termasuk ile-

Baca WARGA di Hal. 7

Kendari, KP Bupati Kolaka, Buhari Matta setidaknya masih bisa bernafas lega. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tambang, namun posisinya di DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sultra, sebagai ketua dipastikan aman. Sebaliknya kemarin, bersama Walikota Baubau, Amirul Tamim, keduanya resmi dikukuhkan sebagai Ketua dan Sekertaris DPW PPP Sultra periode 2011-2016, oleh Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali, di salah satu hotel di Kota Kendari. Menanggapi kasus yang tengah melilit Buhari Matta, Suryadharma yang

Baca BUHARI di Hal. 7

Oman Fathurahman, Peneliti Manuskrip Kuno Islam Pertama di Indonesia

Bermula dari Buku Syeh Yusuf Al-Makassari Tak banyak ahli filologi (ilmu yang mempelajari manuskrip kuno) spesialis agama Islam. Orang Indonesia pertama yang menekuninya adalah Oman Fathurahman, dosen Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta. Bagaimana liku-likunya berburu naskah kuno Islam ke seluruh Nusantara?

HILMI SETIAWAN/JAWA POS

aktivitas perkuliahan sedang libur. Tapi, tidak demikian di gedung Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM). Di gedung berlantai tiga itu, beberapa peneliti sibuk membolak-balik buku yang menjadi bahan penelitian. Salah seorang yang tampak sibuk itu adalah Oman Fathurahman. Di ruang kerja berukuran sekitar 3 x 3 meter tersebut, dia terlihat serius mencermati manuskrip atau buku-buku kuno agama Islam. Buku-buku itu sudah kumal. Ujung sampulnya tampak bergerigi tidak rata karena dimakan ngengat dan rayap. "Jika tidak hati-hati membukanya, bisa rusak dan semakin sulit dibaca," ujar pria kelahiran Kuningan, 8 Agustus 1969, itu. Manuskrip kuno yang diteliti Oman ke-

Oman Fathurahman sedang membaca beberapa buku agama kuno di kantor Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM).

Baca BUKU di Hal. 2

Moh. Hilmi Setiawan Jakarta

Krisdayanti

Suryadharma Ali : Buhari Matta Difitnah

SUASANA di kompleks Kampus 2 Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta, tampak lengang, kemarin. Maklum,

CMY

CMY


2

Kendari Pos |Kamis, 28 Juli 2011

Panja Mafia Anggaran Rawan Transaksi Kepentingan Jakarta, KP Menyikapi sorotan dugaan proses penganggaran dana stimulus infratruktur yang berakibat bocornya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia berniat membentuk Panitia Kerja Anti Mafia Anggaran. Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Program Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Ronald Rofiandri mengatakan, sebelum Panja Anti Mafia Anggaran dibentuk, sebaiknya selu-

ruh fraksi menyepakati dulu urgensi dan target yang ingin dicapai. “Panja tersebut seharusnya dapat diposisikan sebagai langkah koreksi dan upaya menemukan desain mekanisme penganggaran yang imun atau kebal terhadap bekerjanya virusvirus mafia anggaran,” kata Ronald, kemarin. Ronald yang ketika dihubungi masih berada di Papua itu menambahkan, setidaknya desain yang dimaksud mampu mendeteksi lebih awal virus-virus mafia anggaran. Menurut dia, adanya be-

ragam kasus yang mengindikasikan bekerjanya mafia anggaran, yang salah satunya melibatkan (oknum) Anggota DPR sejak periode lalu, tidak bisa dilihat sebagai satu kasus saja. Harus dipikirkan solusi yang bisa menyelesaikan masalah, agar kasus tidak terulang-ulang. “Karena rawan akan transaksi-transaksi yang sebenarnya tidak perlu terjadi,” kata Ronald. Menurut dia lagi, satu kasus harus sekedar sebagai contoh fakta kerja mafia anggaran.”Apabila titik awal bekerjanya Panja berasal dari

satu atau dua kasus tertentu, maka dikhawatirkan adanya peluang serang balik atau sandera kepentingan antar partai politik,” kata Ronald menjelaskan. Seperti diketahui, kerap bocornya APBN yang merugikan negara dan rakyat, membuat DPR RI didorong untuk membentuk Panja Anti Mafia Anggaran. Partai Gerakan Indonesia Raya, sangat mendukung itu. “Kita sangat setuju jika DPR membentuk panja mafia anggaran,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, Selasa (26/7) di Jakarta.(boy)

Anas Panen Kritik Jakarta, KP Pemeriksaan terhadap Anas Urbaningrum yang ternyata dimajukan sehari dari jadwal ditanggapi Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam kemarin. Menurut Anton, perubahan waktu pemeriksaan ini disebabkan Anas memang telah berada di Blitar lebih dulu dari jadwal semula. Dia mengira perubahan waktu pemeriksaan ini dilakukan atas permintaan Anas yang diketahui memang orang yang sibuk. “Mungkin permintaan Pak Anas karena waktunya enggak ada. Semua orang diperiksa di mana saja boleh,” katanya.

Pemeriksaan Anas di Polres Blitar itu dikritik oleh sosiolog Dr Tamrin Amal Tamagola. Menurut pakar sosiologi Universitas Indonesia (UI) itu, Anas seharusnya memberikan contoh sebagai negarawan. “Waktu almarhum Sri Sultan HB IX sebagai Wapres, beliau pernah mendatangi sendiri pemeriksaan tilang di Polda Metro Jaya,” katanya. Thamrin menilai, langkah Polri berlebihan. “Sampai kirim orang ke Blitar. Ini kok seperti diistimewakan,” ujarnya. Pengacara senior Adnan Buyung Nasution juga menyesalkan hal itu. “Memalukan sekali. Kenapa sampai harus dida-

tangi” ujarnya. Presidium Indonesia Police Wacth (IPW) Neta S. Pane juga menyesalkan hal itu. Menurut Neta, hal itu bertolak belakang dengan keluhan polisi terkait dengan minimnya anggaran. “Harusnya polisi menunggu saja Anas kembali ke Jakarta. Toh Anas saksi pelapor yang tidak sulit diperiksa,” ujarnya. Lagi pula, seharusnya polisi mendahulukan pemeriksaan dugaan korupsi dari penyataan Nazaruddin itu sebelum dugaan pencemaran nama baik. “Bagaimana kalau ternyata perkataan Nazaruddin benar? Berarti, laporan Anas jadi gugur,” katanya.(kum)

korupsi, upayakan sampai di pengadilan. Kalau tak sanggup membawa kasus korupsi ke pengadilan, overkan ke penegak hukum lain. Artinya pula, kalau Kejaksaan tak sanggup, overkan ke Tipikor kepolisian. Sebaliknya, kalau Tipikor kepolisian tak sanggup, overkan ke Kejaksaan. Kenapa seperti itu? Karena tidak sedikit masyarakat berpendapat bahwa celah ini sangat berpotensi untuk dimanfaatkan para mafia kasus dan mungkin saja, tanpa disadari hal ini telah terjadi. Dengan supremasi hukum, masyarakat akan menyaksikan betapa indahnya penanganan hukum di negeri ini, dan yang paling penting, para pihak yang mengelola keuangan negara tak akan berani lagi menyelewengkan uang rakyat. Kesadaran seperti ini, masih jauh lebih penting dari sekadar memasang plang

Desa Sadar Hukum di tengahtengah masyarakat yang jika melanggar hukum paling-paling hanya kasus Tipiring. Fenomena sekarang ini, ada kesan, menggerogoti uang APBN, APBD, DAU, DAK, danadana yang bersumber dari pihak ketiga lainnya, tidak ada perasaan berdosa dari para pelaku. Kenapa? Oleh karena kadar keimanan ditambah pemahaman agama yang dangkal, ditambah godaan gaya hedonisme, APBN, APBD dan lain sebagainya itu dianggap uang-uang tak bertuan yang kalau dikorupsi pun tak berdosa. Lucunya, risiko pelanggaran hukum dan korupsi ini hanya dibahas dan dikaji oleh para pengamat, para analis, para pakar pidana khusus yang beraliran nasionalis dan kebarat-baratan tanpa melibatkan pakar-pakar di bidang agama karena mereka menganggap, kematian adalah segala-

galanya. Dengan kematian, maka berakhirlah semuanya. Mereka beranggapan, tak ada pertanggungjawaban setelah mati. Naudjubillah. Mestinya ada kesadaran, bahwa umur manusia ini tidak panjang. Katakanlah 60 tahun dan maksimal 70 tahun. Kalau sekarang anda berusia 50 tahun, tinggal 10 tahun umurmu. Waktu 10 tahun itu, masa kekuasaanmu tinggal 5 tahun. Jika tahun keenam ternyata perlakuan ketidakadilan itu menimpa anda, termasuk anda penegak hukum saat ini, maka betapa pedisnya anda merasakan itu. Contoh nyata, ketika anda aktif, dipersilakan menempati rumah dinas. Setelah usia uzur, anda digusur dan ketika itu anda meronta-ronta meminta keadilan seperti juga permintaan orang-orang kepada anda sebelumnya. Pedis. Metnah.(*)

Jangan Sampai Ketidak-adilan Anda yang Rasakan Korupsi ..................... tara dengan panu, kadas dan kurap. Itu yang membuat saya berdecak. Ck..ck..ck.Ngapain membuat kesibukan dengan menjadikan panu kadas kurap sebagai penyakit “nasional” sementara ada penyakit stroke, lever, jantung, yang lebih mematikan dan mewabah. Ibaratnya, seperti itu. Kok lebih khawatir dengan pencurian ayam dan judi sabung ayam ketimbang menyadarkan para pihak yang bermain dalam area mega korupsi. Lebih bagus sadarkan mereka yang menggerogoti APBN dan APBD secara sadar dan meyakinkan di legislatif, eksekutif sana ketimbang menyadarkan rakyat di desa. Lebih baik sadarkan aparat penegak hukum yang terindikasi memperjualbelikan hukum ketimbang men-

yadarkan warga di ujung kampung sana. Mohon maaf judulnya agak nyeleneh. Nyeleneh karena baru saja Patrialis Akbar menandatangani plakat Desa Sadar Hukum. Langkah ini agak sulit dibenarkan secara ihlas. Bisa saja orang-orang spontan mengatakan benar, tapi itu hanya dibibir dan setelah itu dicibir. Bagaimanapun, korupsi sudah sedemikian merajalelanya. Sudah sedemikian menggurita. Yang menyakitkan bukan koruptornya, tapi aparat hukumnya yang menangani korupsi yang dengan sengaja bermain dalam kasus tersebut agar tak sampai ke pengadilan. Kalau koruptor, menyenangkan pembawaannya, meyakinkan perawakannya, penampilannya tapi yang menyakitkan, aparat hukum yang menanganinya. Menyak-

itkan karena aparat yang menangani korupsi yang dengan sengaja dibuat tak kesampaian akhirnya ikut-ikutan korup. Bayangkan, godaan koruptor saja tidak dapat dibendung oleh sebagian aparat hukum kita. Saya mau tanya. Pernah ndak anda membayangkan bahwa kecerdasan koruptor itu melebihi kecerdasan kaum cerdik pandai? Pernah ndak anda membayangkan bahwa perata hukum kita yang memasang garis pembatas antara polisi dan kejaksaan dalam hal penanganan tindak pidana korupsi bisa dimanfaatkan oleh ahli korupsi? Garis pembatas yang dimaksud adalah, jika kasus korupsi itu sudah ditangani polisi, maka kejaksaan tak boleh lagi menanganinya. Sebaliknya, kalau kasus itu lebih dahulu ditangani kejaksaan maka, polisi tak boleh masuk

pula. Nah, ini adalah celah dan peluang untuk dimanfaatkan para ahli korupsi. Jika para koruptor melihat kepolisian atau kejaksaan terjadi perbedaan “kegarangan” dalam menangani kasus korupsi, maka mereka bisa saja secara “sukarela” meminta untuk diusut oleh pihak yang memiliki “kelembutan” dalam menangani korupsi. Bahwa supremasi hukum dalam hal penanganan tindak pidana korupsi, ibarat permainan bola, aparat penegak hukum harus tampil dalam bentuk tim. Bola jangan digiring sendiri, “digoreng” terus dan tidak pernah gol. Masyarakat menginginkan gol dan oleh karena itu, kalau tak sanggup menembakkan bola ke gawang, lebih baik overkan ke pemain lain sudah ditembakkan ke gawang. Artinya, kalau sudah menangani kasus

Syaratnya Harus Puasa, Saat Dibuka Ternyata Catatan Utang Raja Buku ......................... marin, antara lain, berasal dari Makassar, Minangkabau, dan Aceh. Rata-rata, manuskrip yang diteliti menggunakan bahasa Melayu dan ditulis dengan huruf Arab. Ada juga yang ditulis dengan huruf-huruf kuno daerah setempat. Misalnya, manuskrip keluaran Makassar yang masih menggunakan huruf Lontara. Ayah Fadli Husnul Rahman, 14; Alif Al Faini Rahman, 11; dan Ziddane Asykura Rahman, 7, itu menuturkan, dirinya tidak mengalami persoalan jika naskah-naskah kuno tersebut ditulis dalam bahasa Arab. Sebab, dirinya adalah lulusan Bahasa dan Sastra Arab UIN. "Tapi, jika ditulis dengan huruf-huruf adat, saya perlu bantuan," ungkap suami Husnayah al Hudayah tersebut. Dalam kasus itu, dia harus meminta bantuan mahasiswa yang tersebar di penjuru tanah air. Oman merupakan ahli filologi (ilmu yang mempelajari naskah kuno) spesialis naskah

agama Islam pertama di Indonesia. Karirnya sebagai peneliti dan dosen filologi datang begitu saja. Sama sekali tidak direncanakan. Dia mengungkapkan, selama kuliah S-1 di jurusan bahasa dan sastra Arab, tidak terbayang dirinya akan bergelut dalam dunia manuskrip kuno. Sebab, profesi tersebut benarbenar asing bagi dirinya. Tapi, nasib berkata lain. Beberapa saat setelah diwisuda pada 1994, Oman ditawari salah seorang dosennya, Prof Nabilah Lubis, untuk masuk menjadi tim penyusun sebuah buku. Waktu itu, dia mendapat tawaran untuk mentranskrip manuskrip kuno dari Makassar. Judul buku kuno itu adalah Zubdatul Asrar karya Syekh Yusuf Al Makassari yang dibuat pada abad ke-17. Buku tersebut berbahasa Melayu dan ditulis dengan huruf Arab. Tugas Oman adalah mengubah tulisan buku yang berisi ajaran tasawuf Islam itu ke dalam huruf Latin. Awalnya, dia ogah bergabung dengan tim penyusun buku tersebut. Tapi,

akhirnya dia luluh juga. Sebab, dirinya diiming-imingi bayaran yang cukup gede. "Bayarannya waktu itu dihitung setiap halaman," ujar Oman. Sayangnya, dia enggan menyebutkan bayaran yang didapat. Oman hanya menyatakan, saat itu, buku yang dia transkrip setebal 60 halaman. Keterlibatan Oman dalam mentranskrip manuskrip kuno tersebut menjadi titik balik karirnya. Dia lantas mendapat beasiswa dari EFEO (Ecole Francaise d'Extreme-Orient), lembaga donatur asal Prancis yang concern pada penelitian benda purbakala, untuk mendalami bidang filologi agama Islam. Oman lantas meneruskan kuliah S-2 dan S-3 sastra di Universitas Indonesia (UI). Selama kuliah pascasarjana itu, kiprahnya di bidang filologi semakin moncer. Oman mencatat, dirinya sudah meneliti sepuluh manuskrip kuno untuk dijadikan buku dan tugas akhir. Sampai saat ini, dia sudah mendigitalkan sekitar 10 ribu manuskrip kuno. Diperkirakan, butuh beberapa

truk kontainer besar untuk mengangkut manuskripmanuskrip kuno itu. Tapi, secara teknis, Oman dan para mahasiswa serta pemerhati filologi yang tergabung dalam Manassa (Masyarakat Pernaskahan Nusantara) memiliki semacam kode etik dalam meneliti manuskrip kuno. "Aturan tegas, antara lain, tidak boleh membawa pulang manuskrip kuno itu," tegas pria yang pernah nyantri di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, tersebut. Oman menyebut aturan itu dengan istilah search and save. "Mencari dan menyelamatkan," katanya. Caranya, mencari masyarakat yang menyimpan manuskrip-manuskrip kuno. Sampai saat ini, fokus garapan Oman lebih dominan pada manuskrip agama Islam dari Melayu. Setelah berhasil didapatkan, manuskrip itu difoto. Selanjutnya, naskah asli dibersihkan dan dimasukkan amplop, kemudian dikembalikan kepada pemiliknya. Manuskrip itu tidak sampai dibawa ke luar rumah sang pe-

milik. Yang dibawa ke Jakarta hanya hasil jepretannya. "Hasil jepretan itu sekaligus menjadi kunci proses digitalisasi manuskrip kuno," paparnya. Selama menelusuri daerahdaerah di Indonesia yang kental dengan budaya Melayu untuk mencari manuskrip kuno, Oman menjumpai beragam pengalaman. Mulai dicurigai sebagai mata-mata luar negeri hingga kolektor gelap manuskrip kuno. Dia mengakui, selama ini, banyak dijumpai tengkulak manuskrip kuno. Tengkulak tersebut, antara lain, datang dari Malaysia. "Itu sudah bukan rahasia," ujarnya. Para kolektor tersebut rela merogoh kocek untuk membeli manuskrip bersejarah dari masyarakat, kemudian dijual lagi. Jual-beli itu terjadi karena masyarakat butuh uang. Dia berharap pemerintah lebih memperhatikan manuskripmanuskrip tersebut. Dia yakin, manuskrip itu merupakan bagian dari cagar budaya yang harus dilestarikan. "Sebagian besar manuskrip itu dimiliki masyarakat biasa," terang Oman. Sebagian kecil lagi sudah masuk lemari museummuseum sejarah. Pengalaman yang mengesankan lainnya adalah budaya masyarakat yang m e m e g a n g manuskrip itu. Di beberapa tempat, manuskrip tersebut menjadi barang yang sakral, bahkan jimat. Suatu ketika, Oman beserta tim tertarik hunting manuskrip kuno di sebuah pusat perkem-

bangan Melayu di Indonesia. Perjalanan lantas berujung pada sebuah penemuan manuskrip kuno yang sangat disakralkan pemiliknya. "Manuskrip itu dibungkus kain putih dan ditaburi bunga," ucapnya lantas mewanti-wanti untuk tidak menyebutkan daerah asal manuskrip itu. Menurut sang pemilik, Oman harus menjalankan ritual khusus untuk membuka dan menjepret buku usang tersebut. Ritual yang harus dijalankan, Oman dan rekan-rekannya harus berpuasa tujuh hari. Selain itu, harus ada penyembelihan kambing! Tidak ingin buruan yang sudah di depan mata lepas, akhirnya Oman dan rekan-rekannya bersedia memenuhi persyaratan tersebut. Setelah berpuasa dan menyembelih kambing, upacara pembukaan kain pembungkus naskah kuno itu pun dimulai. Ternyata, setelah dipelajari, manuskrip tersebut hanya berisi catatan utang sang raja setempat. "Ya akhirnya kami hanya membersihkan kembali. Setelah itu, pulang, cari buruan lain," ujar Oman. Dia menegaskan, pada beberapa manuskrip, meski ditulis dengan huruf Arab, tidak berarti isinya bermuatan ajaran agama Islam. Ada juga manuskrip-manuskrip yang berisi primbon serta ajaranajaran mistis yang ditulis dengan huruf Arab. Selain itu, media manuskrip tersebut beragam. Selain kertas, Oman pernah menemukan manuskrip yang ditulis di kayu, bambu, tulang hewan, serta kulit binatang. Dengan mempelajari manuskrip-manuskrip kuno itu, dia bisa memetakan persebaran Islam di Indonesia. Khususnya di daerah-daerah basis budaya Melayu. Oman menuturkan, budaya

peninggalan manuskrip itu mulai berkembang pada abad ke-17. Pada abad tersebut, ratarata manuskrip agama Islam berisi ajaran tasawuf. "Ilmu ketauhidan menjadi dasar penyebaran Islam," jelasnya. Menurut dia, Islam masuk ke Indonesia tidak didahului pengajaran hukum-hukum fikih seperti tata cara beribadah. Tidak juga mengajarkan urusan halal dan haram. Menurut analisis Oman, aturan fikih serta halal dan haram bisa menghambat persebaran agama Islam jika menjadi prioritas utama. Sebab, saat itu, penduduk masih kental dengan ajaran Hindu, Buddha, dan mistis lokal. Sebaliknya, lanjut Oman, Islam masuk dengan pengenalan ketauhidan. "Penanaman syahadat menjadi kunci utama," katanya. Dengan cara itu, Islam masuk ke Indonesia tanpa diiringi pertempuran. Selanjutnya, memasuki abad ke-18 hingga ke-19, baru ditemukan manuskrip-manuskrip kuno yang berisi ajaran-ajaran fikih serta aturan halal dan haram. Menurut Oman, ajaran tersebut bisa diterapkan setelah penduduk menghayati konsep tauhid. Saat ini, Oman tidak sendiri menjadi peneliti manuskrip kuno agama Islam. Sebab, dari perjuangannya merayu pemerintah, sejak 2010, di UIN Jakarta dibuka program pascasarjana konsentrasi filologi khusus karya-karya kuno agama Islam. Dalam setiap angkatan, ada 12 mahasiswa yang belajar filologi. "Mereka semua mendapat beasiswa," ujarnya. Dengan perkembangan tersebut, dia berharap profesi filologi manuskrip kuno agama Islam tidak menjadi sesuatu yang langka di negeri ini. Dari perkembangan itu, Oman yakin khazanah keislaman tanah air bisa terjaga.(nw)


3

Kamis, 28 Juli 2011

Telkomsel Raih Penghargaan Terbanyak Kendari,KP Telkomsel terus menunjukkan kiprahnya di dunia telekomunikasi. Pada semester awal 2001, perusahan ini telah menunjukkan prestasinya dalam melayani masyarakat dengan meraih berbagai penghargaan bergengsi. Operator ke tujuh terbesar di dunia ini mampu mempertahankan berbagai predikat di usianya yang ke 16 tahun. Malam puncak apresiasi bagi para pelaku industri telekomunikasi nasional ‘’Indonesia Golden Ring Award 2011’’ itu di gelar untuk yang ke-4 kalinya. Ajang Golden Ring 2011 menghasilkan pemenang dari berbagai kategori. Dari 20 kategori, Telkomsel menyabet empat penghargaan yakni Best Value Added Service (VAS) dengan layanan Langit Musik dari Telkomsel, Best Operator Product, Best BlackBerry Internet Service, dan penghargaan paling prestisius Best Operator. Dalam ajang bergengsi Indonesia Best Award (IBBA) yang diberikan oleh majalah SWA Sembada dan lembaga riset pemasaran MARS, produk simpati dari Telkomsel meraih predikat merek terbaik untuk kategori Sim Card GSM selama sembilan tahun berturut-turut. Ajang ini merupakan bentuk apresiasi terhadap merekmerek dengan kinerja terbaik, di mana pada tahun ini ada 109 kategori produk dari 12 industri yang disurvei. Survei dilakukan pada Maret hingga Mei 2011 yang melibatkan 2.643 responden rumah tangga dan 2.614 responden personal di 7 kota besar Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Banjarmasin) dengan menggunakan multistage random sampling untuk menghasilkan data yang lebih akurat. Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno menyambut dengan antusias keberhasilan meraih empat predikat di ajang Indonesia Golden Ring Award 2011. “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari kalangan jurnalis yang selama ini khusus meliput di sektor telekomunikasi, yang diberikan kepada produk dan layanan industri telekomunikasi bergerak di Indonesia,” terangnya dalam release pers yang diterima Kendari Pos, kemarin. Dalam ajang tahunan Indonesia Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Study Award 2011 yang diadakan oleh Dinamis Consulting, Telkomsel berhasil masuk dalam 11 besar dan mengalahkan 96 organisasi yang masuk dalam nominasi. Atas prestasi tesebut Telkomsel di kukuhkan menjadi salah satu Great Organization di Indonesia yang mampu menerapkan manajemen organisasi berbasiskan knowledge management. Telkomsel telah dinobatkan sebagai salah “the winner” dalam tiga kategori yang dinilai dalam ajang Indonesian MAKE Study Award 2011. Setiap strategi dan kebijakan yang diambil oleh Telkomsel selalu didasarkan pada konsep knowledge management. Pengakuan dan dukungan dari MAKE Study Award menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi Telkomsel untuk mempertahankan dan terus meningkatkan knowledge management yang telah kami terapkan dalam pengembangan setiap produk dan lay-

Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno (kiri) saat menerima penghargaan Indonesia Golden Ring Award 2011 dari Editor in Chief Majalah Techlife, Yusuf Mars di Jakarta, pekan lalu. anan Telkomsel. Pasar industri telekomunikasi yang sangat kompetitif

dengan belasan merek sejenis merupakan tantangan bagi Telkomsel untuk terus berinovasi

dalam menghadirkan kemanfaatan kompetitif terhadap produknya. “Sebagai operator selular penyedia solusi layanan mobile lifestyle terbaik dan terdepan yang kini dipercaya melayani lebih dari 102 juta pelanggan, Telkomsel terus berupaya menjaga kualitas layanan sehingga ke depannya tetap menjadi produk pilihan utama masyarakat Indonesi,” kata Sarwoto. Dengan berbagai penghargaan yang diraih, Telkomsel terus-menerus melakukan pembenahan untuk kenyamanan pelanggan. Dalam semester pertama ini khusus untuk wilayah Sulmalirja,Telkomsel telah berhasil membangun lebih dari 600 BTS untuk menunjang kenyaman pelanggan pelanggan dalam berkomunikasi. “Dengan peningkatan kapasitas jaringan tersebut cakupan jaringan Telkomsel telah melayani hingga 100 persen di semua kebupaten /kota sampai ke wilayah kecamatan se Sulmalirja,” pungkas Sarwoto. (lis/awl)

XL Launching Promo Tarif Ampuh Kendari, KP PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) kembali meluncurkan program Promo Tarif Ampuh Murahnya 24 Jam. Untuk menunjukkan eksistensinya di Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam rangka mengahadapi bulan Ramadhan XL memberikan promo dengan tarif yang sangat murah. Dalam promo ini pelanggan XL di wilayah Sultra bisa menikmati bonus gratis 200 menit ke sesama XL dan bonus 500 SMS ke semua operator. Selain itu, XL juga memberikan tarif internet murah Rp 4000 per tujuh hari. “Promo Ampuh bisa dinikmati oleh semua pelanggan XL prabayar. Pelanggan XL prabayar dapat menikmati tarif ampuh XL cukup dengan membeli kartu perdana ampuh murahnya 24 jam. Bagi pelanggan lama da-

pat mengakses paket ampuh melalui *123# lalu memilih Ampuh 24 jam. Sementara itu, bagi pelanggan XL pasca bayar tersedia promo istimewa berupa paket XL pasca bayar” Jelas Adnan Mahfud, Area manager XL Kendari. Adnan menambahkan kecenderungan konsumen Indonesia waktu tertingginya berkomunikasi adalah pada sore sampai malam hari, baik untuk telepon maupun SMS. Itulah yang membuat XL meluncurkan promo tarif ampuh 24 jam dengan alasan untuk memenuhi permintaan konsumen. Adnan menambahkan bagi pelanggan XL prabayar bonus 200 menit dapat diperoleh jika telah menggunakan pulsa sebanyak Rp 1000. Pelanggan akan mendapatkan bonus 200 menit yang berlaku selama 24

jam. Begitu pula untuk SMS, bonus 500 SMS ke semua opretaor bisa didapatkan jika telah mengirim 3 SMS dengan tarif Rp 150 per SMS. Sepanjang Ramadhan, pelanggan XL Prabayar maupun pasca bayar juga akan dapat mengakses berbagai konten bertema Islami, dari mulai Xpressive SMS, RBT, kartu ucapan, tausiyah Ramadhan hingga aplikasi Islami. Selain itu, XL juga menyediakan konten yang kental nuansa Ramadhan seperti Mutiara Ramadhan, Ngabuburit Seru (Ringtone/wallpaper), Games Ngabuburit, Rezeki Ramadhan, Video Islami, Radio Ramadhan, Berita Ramadhan, serta XL Cuap. Tidak ketinggalan, XL juga menyediakan layanan konten Info Mudik. Konten-konten menarik ini bisa didapatkan melalui *123*2011. (p9/awl)


Kamis, 28 Juli 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pisang Tagih Janji Gubernur

AWALUDDIN/KP

Protes jalan rusak, warga Lawa tanam pohon pisang di tengah jalan.

DPO Polres Konsel Ditangkap di Asera Andoolo, KP Pelarian Nunggu Alias Ceng Bin Hannata (26) berakhir, setelah dibekuk tim satuan Reskrim dan Intel Polres Konsel, di Kecamatan Asera, Konawe Utara, kemarin. Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka dengan timah

panas dibagian bokongnya, karena mencoba melakukan perlawanan dengan senjata rakitan terhadap petugas. Nunggu yang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak April 2011 lalu, setelah melarikan diri dari sel Polres Konsel dalam kasus per-

ampokan di Desa Andoolo Utama, Kecamatan Andoolo, Konawe Selatan. Penangkapan tersebut setelah polisi mengendus keberadaanya di Asera berdasarkan informasi masyarakat. Atas

Baca TANGKAP di Hal 6

Raha, KP Warga Lawa sudah tidak tahan lagi dengan kondisi jalan poros utama yang rusak parah. Kemarin, mereka menggelar aksi protes terhadap Gubernur Sultra Nur Alam, yang tidak kunjung memperbaiki jalan poros yang menghubungkan antara Raha-Buton itu. Aksi protes warga dilakukan dengan menanam pisang di tengah

jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas. Di pohon pisang tersebut terpasang pamflet bertuliskan, ‘’Pak Gubernur, mana janjimu. Tiap hari kami makan debu. Katanya mau sejahterakan rakyat, tapi jalanan saja kok tidak diperbaiki. Tolonglah kami pak gubernur, batin kami menjerit karena jalanan ini’. Warga Lawa iri melihat kondisi poros Konda-Torobulu yang mulus dan diperlebar. “Guber-

nur jangan membeda-bedakan antara Kabupaten di daratan dan Kepulauan,” kata La Iman, koordinator aksi. Iman ingat persis, saat kampanye lalu Gubernur menjanjikan akan memperbaiki poros jalan RahaButon tersebut. Namun sampai menjelang jabatanya berakhir, belum juga ada tanda-tanda jalan tersebut akan diaspal. Penanaman pohon pisang, kata Dia, sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap jan-

ji Gubernur Sultra Nur Alam yang tak kunjung terealisasi. Sudah banyak kecelakaan yang terjadi, karena kondisi jalan yang rusak. Para pemilik kendaraan angkutan, sudah lama mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Selain itu, bila dimusim hujan jalanan seperti kumbangan dan di musim panas berdebu. Bukan saja, Gubernur Nur

Baca JALAN di Hal 6


6 Jalan ................ Alam yang menjadi sorotan warga Lawa. Tujuh anggota DPRD Sultra dari Muna, yaitu, Rusman Emba (Ketua DPRD), La Pili (Wakil Ketua DPRD), Ir Rahmawati Baddala (Ketua Komisi III), La Ode Ndoloma, LM Marshudi, Drs La Nika dan Arwaha Ady Saputra, juga ditagih janjinya. “Percuma saja mereka duduk di DPRD, tapi tidak bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat Muna. Seharusnya dengan posisi mereka saat ini, akan mudah memperjuangkan anggaran di dewan buat memperbaiki jalan di Kabupaten Muna,” ungkap La Iman, kecewa. (awn)

Tangkap ................ informasi tersebut, polisi melakukan identifikasi dan penyelidikan. Informasi A1 tersebut kemudian anggota Polres yang dipimpin lagsung Ka Ur Reskrim Polres Konsel Ipda Michael Terry Hendrata melakukan pengejaran tersangka yang sementara mengendarai kendaraan roda dua. “Saat hendak ditangkap tersebut Nunggu hendak melawan dengan senjata api rakitan yang dimilikinya. Polisi pun mengeluarkan timah panas dan mengenai bokong (pantat) tersangka. Sementara seorang perempuan yang diboncengnya langsung melarikan diri,” ujar Kapolres Konsel AKBP Anjar Wicaksana, kemarin. Menurut Kapolres, pengejaran Nunggu alias Ceng tersangka perampokan tersebut setelah ada informasi keberadaannya di Asera pada pukul 17.00 Wita, Selasa (26/7). Anggota Polres Konsel diperintahkan untuk mengidentifikasi keberadaan tersangka kelahiran Horodopi 1985 itu. Tepat pukul 20.15 Wita, Polisi langsung melakukan pengejaran dengan kendaraan roda dua dan empat. Tersangka mengetahui dalam pengejaran tersebut tunggangan kendaraannya pun terjatuh. Saat itulah, Nunggu mengambil sebuah senjata rakitan miliknya dan hendak mengarahkan kepada anggota. Polisipun langsung memberikan peringatan, tetapi tidak juga digubris. “Timah panas dari anggotapun ditembakkan ke tersangaka dan mengenai bokongnya,” terangnya. Perwira menengan dua melatih dipundak itu menambahkan, setelah melumpuhkan tersangka, langsung dibawa ke Kendari di Rumah Sakit Bayangkari untuk perawatan dan selanjutnya akan dibawah di Mapolres Konsel. “Selain Nunggu masih ada komplotan lainnya yang masih dalam pengejaran setelah melarikan diri dari sel Polres Konsel atas perampokan yang dilakukan bulan Maret lalu di Kecamatan Andoolo dan Angata,” tandasnya. (era)

Kendari Pos |Kamis, 28 Juli 2011

Lima Belas Kepala SKPD Tidak Berkantor Rumbia, KP Wajar saja bila banyak pegawai di Pemkab Bombana yang malas masuk kantor. Sebab, pimpinan mereka juga kerap meninggalkan tugas dan memilih keluar daerah. Kemarin (26/7) misalnya, dari 22 kepala dinas dan badan di daerah itu, hanya 7 yang terlihat di kantornya sedangkan 15 lainnya tidak berkantor. Khusus kepala dinas dan badan yang berkantor di bukit Langkapa ada enam orang yang tidak dijumpai di ruangannya dari pagi hingga siang kemarin. Mereka adalah, Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sukarnaeni, Kadis Perindagkop Zainal Abidin, Kadis Nakertrans Muhammad Yunus, Kepala BPMP dan KB Muhammad Suyuti, serta Kepala Bappeda Syafruddin serta Kadis pertambangan dan Energi, Cecep Trisnajayadi. Sedangkan pimpinan SKPD yang berkantor adalah hanya dua orang yakni kepala BP4K, Nur Djaya dan Kepala Badan Kesbang Pol, Abdul Rahman. Berbagai alasan dihimpun koran ini terkait ketidakhadiran enam Kadis dan Kepala Badan yang berkantor di Bukit

Langkapa itu. Kadishub, Sukarneni misalnya, Dia tengah melaksanakan perjalanan dinas. Sebagai penggantinya sementara, Sukarnaeni menunjuk Mohtar Tahrir, sebagai pelaksana Kadis. “Pak Kadis tidak ada. Saya dipercaya sebagai pelaksana,” kata Mohtar Tahrir kemarin. Pls Kadishub ini mengaku, atasannya tengah dinas luar daerah. Dia meninggalkan Bombana sejak Sabtu akhir pekan kemarin.Mohtartidaktahupastikapan,Sukarnaeni pulang, yang jelas sesuai penyampaian yang Dia terima, pimpinannya tidak berada di Bombana saat pembukaan puasa. Begitu juga dengan Kepala BPMP Muh. Suyuti. Menurut salah seorang kepala seksinya, Suyuti tengah perjalanan dinas di Kendari. Kepala Bappeda, Syafruddin juga demikian, menurut Sekretarisnya, Haris, pimpinannya sedang berada di Bali dalam rangka perjalanan dinas. Sementara Kepala Nakertrans Muhammad Yunus dan Kadis Perindagkop Zainal Abidin, beberapa staf yang ditemui tidak memberikan jawaban yang pasti. Ada yang mengatakan di Bombana, ada juga yang menjawab di luar Bombana. “Yang jelas,

dari pagi sampai siang ini, kepala Dinas tidak ada,” kata salah seorang pegawai Disperindagkop. Sementara Cecep Trisnajayadi, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, juga tidak berada di tempat. Sumber di sekretariat daerah menyebutkan, Cecep tengah melakukan Umroh bersama Pj. Bupati Bombana, Muhammad Hakku Wahab, Kadis Pertanian, Sirajuddin, Kadis Pendidikan dan Olahraga, Andi Syafruddin, serta Direktur RSUD, dr Sunandar. Sedangkan, kepala dinas yang berkantor di sekitar sekretariat daerah yang tidak berkantor adalah, Kadis Kelautan dan Perikanan, Andi Radzia (sakit berobat diluar bombana), Kadis PU, Endang Kilat (dijakarta), Kadis Pertanian, Sirajuddin (umroh). Sementara Kadis yang berkantor di sekitar rumah jabatan bupati, hanya Sekretaris dewan, Basiran dan Kepala badan bencana daerah, Abu Kahar dan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata, Rusmanyang tidak ada di ruangannya. Menurut Kasubag Protokoler Sekretariat DPRD, Andi Agus, pimpinannya tengah mendampingi anggota DPRD Bomba-

na melaksanakan kajian antar daerah di Jawa Barat. Sementara Abu Kahar, juga perjalanan dinas di Kendari, sedangkan Rusman, tidak berkantor karena sakit. “Satu hari tidak keluar ini, sakit mulai tadi malam (selasa malam),” kata Rusman, semalam. Dua kepala SKPD lain yang tidak berkantor adalah, kepala badan Lingkungan Hidup, Ir Kahar dan Inspektur Inspektorat, Mahyuddin. Menurut salah seorang pegawai di Lingkungan Hidup, Kahar tidak masuk kantor sejak Senin lalu. Sementara Mahyuddin, tengah perjalanan dinas. Sedangkan pejabat eselon II lainnya seperti Sarni Madupa (Kadispenda), Sumpeno (Kesehatan), Ridwan (BKD), Abdul Aziz (Disdukcapil) serta Muhram (Kadishut) terlihat setia menunggu kantornya dan melayani masyarakat atau pegawai yang berurusan. “Jadi jangan salah kalau kita yang staf ini malas masuk kantor, piminanan kami juga begitu. Bahkan ada pimpinan 3 2 1. Maksudnya, tiga hari di Jakarta, dua hari di Kendari, satu hari di Bombana,” ungkap salah seorang staf di Pemkab Bombana. (nur)

BKMT Sultra Silaturahmi di Konut Wanggudu, KP Meski belum menjejak ramadhan, ketua dewan pembina Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sultra, Dra.Hj.Tina Nur Alam sudah duluan memulai kegiatan syiar Islam. Hal itu ditandai dengan silaturahmi antara BKMT Sultra dengan pengurus majelis taklim se Konawe Utara di Wanggudu kemarin. Dalam kunjungannya, Tina Nur Alam disambut meriah para pengurus majelis taklim baik tingkat desa/kelurahan, kecamatan maupun tingkat kabupaten Konawe Utara yang diketuai Hj.Isyatin Aswad, S.Ip. Tak hanya itu, Bupati Aswad Sulaiman, Wabup Ruksamin, Sekda Ka-

har Pagala dan pejabat eselon II Konut juga ikut menghadiri acara silaturahmi pengurus BKTM tersebut. Pada kesempatan itu, Ketua BKMT Konut, Hj Isyatin Aswad, menjelaskan sejak BKMT Konut terbentuk pada 2008, telah berhasil membentuk majelis taklim di seluruh kecamatan maupun level desa dan kelurahan. Semangat pembentukan BKMT hingga desa/kelurahan itu karena dilandasi atas keimanan dan syiar Islam. “Hendaknya ada diantara kalian yang mengajak pada kebajikan dan menjauhi kemungkaran,” ungkapnya. Sementara Bupati Konut, Aswad Sulaiman dalam sambutan mengatakan ma-

jelis taklim merupakan sarana yang sangat strategis untuk membentuk masyarakat beriman. Tak hanya itu, majelis taklim juga sangat bermanfaat untuk menjalin silaturahmi dan memupuk persatuan. “Melalui majelis taklim ini kita semua sama, tidak ada lagi perbedaan, sehingga kita bisa bersinergi untuk melaksanakan pembangunan,” ungkapnya. Sedangkan Ketua BKMT Sultra, Hj Tina Nur Alam, bersukacita melihat antusiasnya masyarakat dan pengurus majelis taklim se Konut dalam menghadiri silaturahmi tersebut. Ia tidak menyangka jika kursi yang telah diatur dalam jumlah ratusan itu banyak bisa terisi penuh. Bahkan saking

antusiasnya majelis taklim Konut, para staf Pemkab Konut terpaksa harus mencari kursi tambahan lagi untuk pengurus majelis taklim lainnya yang tidak mendapat kursi. “Awalnya saya berpikir apa kursi ini bisa terisi karena banyak sekali, ternyata harus menambah lagi. Saya sangat memberikan apresiasi positif akan antusiasme majelis taklim di Konut,” terangnya. Bentuk apresiasi positif ibu Gubernur Nur Alam itu langsung ditunjukkan dalam bentuk bantuan untuk dana operasional BKMT Konut sebesar Rp 25 juta. “Saya harap melalui majelis taklim ini kita bisa lebih menjalin silaturahmi dan meningkatkan ketaqwaan kita,” tandasnya. (p2)


7

Kendari Pos |Kamis, 28 Juli 2011

Bupati Konsel Dituding Terima Royalti Warga ....................... gal, karena hanya dikeluarkan sepihak. Memang benar, berbicara masalah aturan di daerah itu kewenangan Bupati, tapi harus dilaporkan di kementrian,” jelasnya. Terkait hal itu, ia mengaku sudah tidak mampu melakukan mediasi dengan Pemda. Bahkan ia menuding, selama ini pemerintah melakukan pembiaran karena sudah menerima royalti dari perusahaan. Makanya, sampai saat ini, PT Ifishdeco masih tetap lancar melakukan aktifitas pertambangannya. Di tempat yang sama, Adi Yusuf, kordinator aksi mengungkapkan, HGU PT Ifishdeco akan berakhir tahun 2016, secara otomatis tidak bisa ada perubahan status dari HGU ke IUP, sebelum masa hak itu habis. Anehnya kata dia HGU perkebunannyanya diperpanjang, tapi kegiatan yang dilaku-

kan adalah pertambangan bukan perkebunan, itulah yang menjadi pertanyaan warga selama ini. Ia mengatakan, sebelumnya perusahaan tersebut menelantarkan lahan itu selama 14 tahun, kini ia kembali beroperasi, setelah mengetahui jika di dearah itu terkandung nikel yang cukup potensial untuk diolah. Di desa Lalonggasu menurutnya, ada sekitar 1.600 KK yang menjadi korban. Lahan mereka diserobot tanpa izin, baik dari warga maupun pemerintah desa setempat. Olehnya itu mereka mengharapkan PT Ifishdeco tidak mengklaim bahwa Lalonggasu itu masuk dalam wilayah HGU. Selain itu, mereka juga meminta ketegasan BPN Sultra untuk memberikan pernyataan resmi bahwa HGU PT Ifishdeco hanya di wilayah Roraeya dan Ngapaaha, bukan di Lalonggasu, sesuai apa yang tercantum dalam sertifikat.

“Besok (hari ini, red) kami harapkan pihak BPN turun langsung di lapangan untuk melakukan pengukuran. Kalau itu tidak terealisasi berati mereka sudah melakukan kebohongan, dan kami akan gugat secara hukum,” katanya. Sebenarnya kata dia, kalau memang ingin melakukan usaha pertambangan itu tidak jadi masalah, tapi silahkan berubah status dulu, dan bicarakan royalti apa yang bisa diberikan kepada masyarakat. Kepala BPN Sultra, Hs Al Jabbar SH MH yang menerima massa tidak dapat berbuat banyak. Ia mengatakan, untuk memberikan ketegasan tentang wilayah HGU PT Ifishdeco, pihaknya harus turun mengkaji di lapangan. Meskipun sudah ada keterangan, namun kata dia, itu harus dibahas lebih dahulu dengan para kapala bidang di BPN, karena sebagai pimpinan, ia hanya bisa mengusulkan, mengenai penetapan itu adalah hasil rembukan

dengan seluruh pejabat di lingkup BPN. “Besok saya akan instruksikan staf saya untuk turun lapangan melakukan pengukuran. Jika semuanya sudah ril, kita akan umumkan status lahan yang dimaksud warga, apakah masuk HGU atau bukan,” terangnya. Tapi, setelah diperlihatkan peta lokasi HGU dan Desa Lalonggasu tidak masuk dalam kavlingan HGU Ifishdeco, Kakanwil BPN Sultra tampak senyum-senyum hambar. Apa yang diungkapkan Al Jabbar tampaknya tidak serta merta diterima massa. Mereka bersikukuh tetap menduduki kantor BPN, hingga ada upaya BPN untuk melakukan pengukuran dan memastikan status tanah di Desa Lalonggosa. Mereka juga berjanji akan membuat tenda untuk menginap di halaman kantor BPN, sebelum ada upaya kongkrit dari pihak BPN untuk menindaklanjuti harapan mereka.(fya)

Perusahaan Milik Istri Anas Urbaningrum KPK .......................... mendalami kasus tersebut. Menurut Busyro, lembaga yang dipimpinnya itu akan berkoordinasi dengan para penegak hukum yang lain. Yakni, kejaksaan dan kepolisian. Namun, kalau ingin serius mengungkapkan dugaan korupsi di proyek Hambalang, KPK harus merangkai banyak informasi. Sebab, KPK terkesan belum menjadikan pengusutan proyek Hambalang sebagai target utama. Buktinya, Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ade Rahardja mengatakan bahwa proyek Hambalang belum masuk ke tingkat penyidikan KPK. Ade memberikan isyarat, pihaknya bakal segera menyelidiki kasus tersebut. Dia menyebut, informasi-informasi yang disebut Nazaruddin akan menjadi informasi berharga. Mungkin langkah pertama yang dilakukan KPK adalah mencari nama-nama yang disebut Nazaruddin. “Semuanya bergantung pada keterangan saksi,” imbuhnya. Sebelumnya, Wakil Jaksa Agung Darmono juga mengaku telah mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait dengan dugaan kecurangan dalam proyek Hambalang. Menurut Darmono, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) dan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel).

DPP-PPP Siap Bela Buhari Matta Buhari ....................... dicegat usai pelantikan, mengatakan, apa yang dialami Bupati Kolaka itu masih harus dibuktikan oleh hukum. Karenanya, sebagai atasan Buhari di PPP, SDA tidak akan gegabah mengambil langkah melakukan penggantian terhadap Buhari. Dia pun mengaku tidak percaya, Buhari Matta melakukan apa yang disangkakan Kejaksaan Agung. Baginya, sangkaan itu adalah fitnah yang sangat kejam terhadap kader PPP. “Kita serahkan pada proses hukum. Tapi bagi saya, saya tidak percaya beliau melakukan seperti apa yang dituduhkan. Harus dibuktikan dulu, karena pembuktian menjadi sangat penting. Jangan-jangan itu sebagai fitnah yang kemudian dipahami sebagai sesuatu kebenaran,” katanya, kemarin. PPP tidak akan tinggal diam. Menurut menteri Agama RI itu, sebagai kader PPP, Buhari Matta akan mendapat advokasi hukum dari partai berlambang ka’bah itu. “Tentu akan ada advokasi hukum. Nanti akan dikoordinasikan dengan pak Buhari Matta, siapa yang akan dampingi. Mesti yang cocok juga dengan beliau,” ujarnya. Untuk diketahui, Buhari Matta ditetapkan sebagai tersangka, karena menerima uang lebih dari Rp 5 miliar dari rekanan PT Inti Jaya bernama Atto Sakmiwata Sampetoding, setelah menerbitkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Lemo-Kabupaten Kolaka. (dri)

Darmono menambahkan, hasil pengumpulan informasi itu akan menunjukkan apakah ada unsur korupsi dalam proyek tersebut. Karena itu, dia belum bisa memutuskan apakah Kejagung akan turun langsung. Di bagian lain Jaksa Agung Basrief Arief menjelaskan, kejaksaan juga tidak akan bekerja sendiri untuk mengungkap kasus tersebut. Bahkan, mantan wakil jaksa agung ini menandaskan, sangat mungkin pihaknya menyerahkan hasil pengusutan kasus tersebut kepada KPK. “Seandainya KPK yang menangani, kami akan menyerahkannya (ke KPK),” kata Basrief di Jakarta kemarin. Gonjang-ganjing proyek tersebut muncul ketika mantan bendahara umum Partai Demokrat menuding Ketua

Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengambil dana dari proyek Rp 50 miliar pada Januari 2010. Dana tersebut digunakan sebagai pembiayaan perebutan kursi ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada Mei tahun lalu. Sebenarnya, Nazaruddin dan Anas bukanlah orang asing di kalangan PT Adhi Karya. Sebab, perusahaan milik Nazaruddin, PT Anak Negeri dan PT Dutasari Citralaras, perusahaan milik Athiyyah Laila, istri Anas, merupakan perusahaan yang pernah bekerja sama dengan PT Adhi Karya. Dalam laporan keuangan PT Adhi Karya 2010, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut menjalin kerja sama dengan PT Anak Negeri sebagai pelaksana dalam proyek RSU

Haji Surabaya. Pembagiannya, PT Adhi Karya 98,65 persen dan sisanya PT Anak Negeri. Nah, sedangkan PT Dutasari Citralaras tercatat sebagai mitra kerja sama di divisi operasi. Buktinya, dalam laporan keuangan yang sama, perusahaan Athiyyah tersebut memiliki piutang Rp 20,1 miliar di PT Adhi Karya pada 2009. Pada 2010 piutangnya tinggal Rp 3,9 miliar. Di bagian lain, Corporate Secretary PT Adhi Karya Kurnadi Gularso tidak mau berkomentar banyak tentang kedekatan perusahaannya kepada politisi tersebut. Kurnadi juga membantah pihaknya mengenal Nazaruddin. “Yang jelas, kami bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh dengan dunia politik,” katanya.(kuh/dim)

Menkum HAM: Rakyat Selalu Jadi Korban HAM ......................... kejelasan nasib puluhan ribu dari 135 ribu tahanan yang ada di Indonesia. Para terpidana itu, hanya menjalani proses hukuman. Padahal, kata dia, ada hakhak yang dimiliki oleh setiap narapidana selama menjalani masa penahanan. “Ini sangat disayangkan sekali jika tidak dilakukan evaluasi. Bukti yang ironis, saya menemukan tahanan yang seharusnya sudah dikeluarkan sejak tiga tahun lalu tapi masih saja dipenjarakan. Mengapa ini semua terjadi. Sebab, tidak ada jalur koordinasi yang baik antara masayarakat dengan penegak hukum. Masyarakat takut untuk mengadu, rakyat bingung

mau kemana. Penegak hukumnya saja tidak berprilaku adil, bagaimana mereka mau mengadu. Dengan jaksa saja takut apalagi dengan hakim, ini karena tidak ada komunikasi yang solid,” katanya yang disambut tepuk riuh undangan. Patrialis juga menjelaskan saat melakukan kunjungan langsung ke Rutan Kendari. Ia menemukan kejanggalan kasus eksekusi salah seorang tahanan yang seharusnya sudah menjadi narapidana. Tapi, kenyataanya tidak seperti itu. Alasanya, seorang narapidana akan diperhitungkan oleh negara entah dalam bentuk remisi, maupun pembiayaan karena itu merupakan hak narapidana. Namun, faktanya, tahanan tersebut tidak terdata. Lalu, kasus men-

genai seorang anak yang ditahan karena kasus membawa kayu curian. Sementara, kayu tersebut milik seorang gembong. Kenyataanya gembongnya dibiarkan saja. “Ibu kanwil Kemenkum HAM ini harus dibicarakan bersama dicari jalan keluarnya,” begitu perintah Patrialis ke Kakanwil Kemenkum HAM Sultra. Nah, untuk mencegah hal tersebut Menkumham bersama petinggi kejaksaan, kepolisian, mahkamah agung siap mengevaluasi melalui sebuah wadah hukum, untuk mencari solusi demi kenyamanan masyarakat. Rencananya, wadah yang disebut Law and Human Rihgt itu disebar keseluruh Indonesia termasuk Sultra yang kemarin sudah ditandatangani bersama.(p2/ong)

Dewan Pers Mengaku Hati-hati Tangani Kasus Raul Raul .......................... man-teman kalau lagi ngumpul. Saya nggak pernah melarang kalau istri mau ngasih komentar sama kalian," imbuhnya lagi. Menurut catatan, ini adalah kali kedua Raul melakukan kekerasan kepada wartawan. Sebelumnya, Raul juga pernah marah ketika beberapa wartawan ingin mengambil gambarnya bersama KD. Saat itu, pasangan itu baru saja menyaksikan konser David Foster di Ritz-Carlton Pacific Place, sekitar Oktober 2010. Sedangkan KD berpendapat, sang suami tidaklah ‘seseram’ penampilan fisiknya. "Suami saya memang badannya kekar, tapi di balik itu semua dia sangat lembut sekali," sahut KD.

KD membantah suaminya telah melakukan pencekikan. Menurut dia, Raul hanya menarik kerah baju wartawan tersebut. "Mencekik itu nggak ada, cuma ditarik kerahnya," tutur pelantun Menghitung Hari itu. KD yakin suaminya hanya bermaksud melindunginya saat berada di bandara. Ia pun menganggap wajar apa yang dilakukan Raul saat itu. Baginya hal tersebut mencermikan sikap suami yang selalu siaga. "Manusia semua punya kekhilafan. Justru saya merasa di zona yang nyaman, mungkin suami saya rada sedikit nggak terima, karena dikasih tahu (reporternya) nggak bisa," ungkapnya. Sementara Dewan Pers menyatakan sikap hati-hati menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan Raul terhadap

dua wartawan Global TV. "Kami harus hati-hati dalam penanganan kasus seperti ini karena sering kecolongan soal kekerasan terhadap wartawan. Ada opsi yang terjadi dalam kasus Raul Lemos dengan wartawan Global TV. Opsi pertama, murni kekerasan dari Raul Lemos. Kedua, ada aksi dan reaksi," beber Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewa Pers, Agus Sudibyo. Kalau dilihat dari tayangan televisi bentuknya Raul yang salah. Namun, memutuskan perkara ini tidak semudah itu. Perlu penyeldikan lebih lanjut. "Bisa saja ada pelanggaran privasi atau mungkin keluar kalimat yang tidak menyenangkan sehingga timbul aksi," ujarnya.(tia)


C M Y K

8

Kendari Pos |Kamis, 28 Juli 2011

C M Y K

Muhammadiyah Bantah Dukung SBY

SUWARJONO/KP

Disaksikan Gubernur Sultra, Nur Alam, Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar menandatangani plakat Desa Sadar Hukum bertempat di kantor Kemenkum HAM Sultra, kemarin.

Menkum HAM Ungkap Ketidak-adilan Aparat Di Kendari, ada Anak yang Dipenjara Karena Membawa Kayu Milik Seorang Gembong tapi Gembongnya Tak Dipenjara Kendari, KP Para penegak hukum nampaknya perlu lebih diefektifkan lagi. Pasalnya, banyak kasus yang ditangani tidak sesuai prosedur yang ada. Rakyat, selalu menjadi korban akibat banyaknya oknum penegak hukum

C M Y K

Jakarta, KP Kedatangan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata diartikan sebagai dukungan politis. Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah langsung melayangkan bantahan atas anggapan tersebut. Ketua Umum Din Syamsuddin melalui Humas PP Muhammadiyah Edy Kuscahyanto yang langsung membantah anggapan tersebut. Menurut Edy, Ketum langsung menyampaikan pesan singkat atau sms begitu mendengar pemberitaan bahwa Muhammadiyah mendukung SBY. “Langsung dari Madinah, Ketum mengatakan tidak benar bahwa Muhammadiyah bersama 12 ormas lain mendukung SBY,” kata Edy dalam pesan singkatnya, kemarin (27/7). Menurut Edy, Ketum menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu berada di posisi yang netral. Sebagai ormas Islam, Muhammadiyah akan mendukung pemerintah jika berbuat baik dan benar. “Seba-

Susilo Bambang Yudhoyono liknya, PP Muhammadiyah akan tetap mengkritik jika sebaliknya,” ujar Edy menyampaikan pesan Din. Seperti diberitakan, sebanyak 12 ormas pada Senin (25/7) lalu bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden. Selain Muhammadiyah, ormas lainnya adalah NU, Al Irsyad Al Islamiyah, Al Ittihadiyah, Al Washliyah, Rabithah Alawiyah, Syarikat Islam Indonesia, Perti, Azzikra, Persatuan Islam Tiong-

hoa Indonesia, Mathlaul Anwar, dan Persis. Dalam pertemuan itu, 12 ormas menyatakan sikap bahwa pemerintahan harus berjalan hingga lima tahun. Ormas-ormas Islam itu juga menyatakan menghargai aturan konstitusi, baik legislatif maupun eksekutif. Sepanjang tidak ada pelanggaran konstitusi, 12 ormas itu menyatakan mendukung jalannya pemerintahan selama lima tahun. Kesepakatan 12 ormas Islam tersebut didasari sikap menghormati dasar aturan tata negara yang ada, yakni sistem presidensial dengan masa jabatan lima tahun. Selain itu, 12 ormas tersebut menyatakan tetap memegang teguh komitmen terhadap empat pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha berpendapat, dukungan tersebut bukan karena adanya gerakan penggulingan terhadap pemerintahan saat ini. “Itu spontan saja. Mereka tentu menginginkan pemerintahan yang konstitusional,” katanya.(bay/fal)

sung ke lapangan. Misalnya, ada tahanan yang seharusnya tidak masuk penjara justru dipenjarakan. Lalu, saya menemukan banyak putusan hakim yang tidak mengandung suara rakyat. Artinya, hakim itu harusnya bersikap adil tapi kenyataanya, banyak keputusanya sama sekali tidak dijalankan sesuai aturan hukum,” tegas Menkum HAM, Patrialis Akbar saat meresmikan Law and Human Right Centre di Kanwil Kemenkum HAM Sultra, kemarin. Dari sisi administrasi, Patrialis menemukan tidak adanya yang kerap menyalahgunakan kewenangan yang ada.

“Sangat banyak pengalaman pahit ketika saya turun lang-

Baca HAM di Hal. 7

C M Y K


Kamis, 28 Juli 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Tahanan Narkoba Kuasai Lapas dan Rutan di Sultra tra dibanding dengan kasus-kasus lainnya. Lalu, bagaimana antisipasi peredaran narkoba di Lapas atau Rutan? “Bagi karyawan yang main-main, langsung pecat. Tidak ada toleransi bagi pegawai yang berada di bawah Kemenhum dan HAM untuk kasus narkoba,” terangnya.

Kendari, KP Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar geleng-geleng kepala. Saat melihat jumlah tahanan di Rutan maupun Lapas, ternyata didominasi kasus narkoba. Bayangkan sampai 70 persen, dari 350 tahanan yang ada. Patrialis pun prihatin dengan kondisi tersebut. “Narkoba ternyata cukup tinggi di Sultra. Ini sesuatu yang memprihatinkan kita,” ungkap Patrialis Akbar saat memberikan sambutan pada peresmian program Dilkumjakpol di Kementrian Hukum dan HAM Sultra, kemarin. Ia mengimbau Badan Narkotika Nasional (BNN) Sultra (dulu BNP, red) harus membangun koordinasi yang baik dengan kepolisian dalam mengintensifkan pemberantasan narkoba. Kasus narkoba cukup menonjol di Sul-

Baca tahanan di Hal 10

foto:suwarjono/kp

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar saat berbicara di peresmian program Dilkumjakpol di Kementrian Hukum dan HAM Sultra, kemarin.

Minyak Tanah Mulai Dijatah Milwan Lukman Sawaluddin Lakawa Yogi Nebansi

50 Buku 45 Buku 20 Buku

-hukum-

Enam Tersangka Penganiayaan di Tobimeita Diringkus Polisi berhasil mengungkap kasus penganiayaan berdarah di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Abeli yang terjadi 14 Juli lalu. Enam tersangka penganiayaan berhasil diringkus, Selasa (26/7) sekitar pukul 09.30 wita di Kota Baubau. Mereka langsung digiring ke Kota Kendari untuk proses hukum lebih lanjut. Enam tersangka penganiayaan tersebut yakni La Farit, Fuji alias Bintang, Saddam, Taufik alias La Obet, Aling dan La Jimmi. Pengungkapan keberadaan enam tersangka penganiayaan berawal dari informasi warga. Kapolsek Abeli, Ipda Aulia SN mengatakan, setelah mendapat informasi tersebut, tim Reskrim Polsek Abeli

Baca enam di Hal 10

-AGENDA-

LANUD WMI Peringati Hari Bhakti TNI AU Memperingati Hari Bhakti TNI Angkatan Udara (AU) yang ke-64, Lanud Wolter Monginsidi (WMI) akan menggelar berbagai iven. Misalnya drag race, pasar malam, donor darah, karya bhakti hingga ziarah kemakampahlawan. Untuk lebih memeriahkan, akan digelar upacara di Lapangan Mako Lanud Wolter Monginsidi. Rencananya upacara akan dimulai tepat pukul 08.00 Wita, bertindak sebagai Inspektur, Komandan Lanud Letkol Pnb IGN Wahyu AngWahyu Anggono gono. “Kerelaan berkorban tanpa pamrih para pejuang yang terkandung dalam makna peringatan Hari Bhakti, senantiasa menjadi inspirasi dan semangat yang terpelihara di dada setiap insan prajurit TNI AU. Sikap tersebut dapat dijadikan nilai moral dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas pengabdiannya kepada bangsa dan negara,”tandas Wahyu Anggono.(fas)

Kendari,KP Konversi minyak tanah ke gas sudah membayang-bayangi wilayah Sultra,khusnya Kota Kendari. Lihat saja di beberapa pangkalan minyak tanah sudah sulit dijumpai.Kalau pun ada, Pertamina menjatah tiga drum. Demikian pula oleh pembeli, dijatah masih-masing 5 liter. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat yang masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar. Apalagi harga di tingkat pengecer, perliter capai Rp6000 hingga Rp 7000. Nah, karena penjatahan itu, kemarin warga antrian berebut di Jalan M Suprapto. Ratusan jerigen memadai pengkalan milik Herni ini. “Minyak tanah mulai dibatasi.Kami hanya diberi 3 drum. Sebulan kami hanya mendapat 2 kali pengisian,”tukasnya. Ia mengaku kewalahan karena menghadapi banyaknya warga dari berbagai macam karakter datang mengantri. Kebutuhan minyak tanah makin tinggi jelang Ramadhan.” Saya hanya menjual perliter itu Rp 3200. Jadi seblun kami dijatah dua kali,”jelasnya. Irma,salah satu warga di Suprapto yang ikut antri mengekluh karena banyaknya warga yang mengantri. lagian harus berebut posisi antrian. “Jika ingin memperoleh minyak tanah, mulai pagi hari harus antri,”katanya. (p8)

foto:andi laila/kp

Konversi minyak tanah ke gas sebentar lagi dimulai. Lihat saja jerigen ini ikut mengantri di pangkalan. Pemandangan ini adalah bentuk pembatasan minyak tanah ke masyarakat.

Gubernur Presentasikan Bahteramas

foto: iman/kp

Gubernur Sultra Nur Alam bertukar cindera mata dengan wakil ketua komisi VI Aria Bima di rumah jabatan gubernur kemarin. Rombongan DPR RI di Sultra dalam rangka melihat perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah serta BUMN dan investasi.

Kendari, KP Kunjungan anggota Komisi VI DPR RI di Sultra dimanfaatkan Gubernur Nur Alam. Gubernur mempresentasikan program andalannya, Bahteramas. Kunker DPR berkaitan dengan perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM) serta BUMN dan investasi. Rombongan kunker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima itu diterima langsung di Rujab Gubernur Sultra. Dihadapan rombongan, Nur Alam memaparkan untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat, pemerintah Sultra meluncurkan sebuah program yang disebut Bangun Kese-

jahteraan Masyarakat (Bahteramas). Bahteramas mempunyai tiga unsur penting. Pertama, pembebasan biaya operasional sekolah mulai dari TK hingga SLTA baik dalam bentuk negeri dan swasta. Kedua, pengobatan gratis bagi masyarakat hingga rawat inap kelas III. Selanjutnya pemberian dana block grant Rp 100 juta setiap desa dan kelurahan serta 50 juta untuk kecamatan. “Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini, mudah-mudahan komisi VI bisa membantu realisasi dari setiap program yang dilaksanakan pemerintah Sultra,”ujar

Baca gubernur di Hal 10


Metro

10

Pelaku Jambret Dibekuk

Andayani

Kendari, KP Kejahatan yang meresahkan masyarakat terus ditindaki. Polisi kembali menangkap satu pelaku jambret. Modusnya cukup berbeda dengan penjambret ala sepeda motor. Tapi, penjambret yang satu ini, spesialis berjalan kaki dalam melakukan aksinya. Pelaku jambret itu bernama Randi Ilang (18), warga Jalan Mekar Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia yang kini ditangani Polsek Mandonga. Kasubag Humas Polres Kendari, AKP Andayani mengatakan, penangkapan berawal dari insiden jambretan di Jalan Supu Yusuf (MTQ Square), Minggu (24/7) sekitar pukul 20.00 wita. Korban sempat berteriak meminta tolong hingga tersangka diburu oleh warga hingga akhirnya tertangkap oleh seorang anggota Brimobda Sultra. Tersangka pun diserahkan ke Polsek Mandonga. “Korbannya seorang wanita bernama Ariyani, usia 19 tahun. Korban sedang berjalan di MTQ Square sambil mengutak-atik HP-nya. Tiba-tiba pelaku dari arah samping langsung merampas HP milik korban lalu melarikan diri. Spontan korban berteriak minta tolong, dan warga yang ada di sekitar TKP mengejar pelaku,” terang Andayani saat ditemui, kemarin. “Hasil penyidikan sementara, tersangka sering melakukan perbuatan serupa. Aksi jambretan dilakukan pada 7 TKP berbeda dalam waktu yang berbeda pula. Kasus ini masih dalam proses pendalaman penyidikan. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman 7 tahun penjara,” jelasnya. (aka)

Panti Rehabilitasi Siap Dibangun Tahanan... Dia juga menghimbau agar penegak hukum dapat memperhatikan surat edaran Mahkamah Agung yang menjatuhkan hukuman rehabilitasi bagi pencandu narkoba

yang baru pertama kali membawa narkotika dalam kadar maksimal di bawah satu gram. “Apa sudah ada panti rehabilitasi di Sultra?,” tanya Patrialis Akbar kepada Gubernur Sultra Nur Alam. Gubernur seketika spontan menjawab, “Siap dibangun”.

Sayangnya, Patrialis Akbar enggan berkomentar soal hakim yang mencoba bermain-main dalam menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa narkoba. Untuk PN Kendari, sudah ada beberapa terdakwa narkoba yang diberi hadiah vonis bebas oleh hakimnya. (aka)

Kendari Pos | Kamis, 28 Juli 2011

DPR Tampung Informasi Lalu Mengkaji Gubernur... Nur Alam. Dengan program Bahteramas kata gubernur, pertumbuhan ekonomi Sultra mengalami kenaikkan signifikan. Dari tahun 2009 hanya 7,5 persen, 2010 naik menjadi 8,32 persen. Lalu, untuk angka pengangguran dalam tiga tahun terakhir berhasil diturunkan 1, 79 persen. Artinya, sesuai dengan penyerapan tenaga kerja 103.077 jiwa. Sehingga, penduduk miskin mengalami penurunan dari

21,33 persen 2008 menjadi 17,05 tahun 2010. “Yang jadi masalah pada penyaluran beras miskin di daerah kepulauan. Kasihan mereka jika untuk menerimah raskin harus dibebani biaya pengangkutan. Jadi, kami sangat mengharapkan komisi VI bisa mencari solusi bersama pemerintah daerah. Lalu, realisasi pupuk dari Januari hingga Juni 2011 pencapaian kurang dari 50 persen. Sedangkan realisasi KUR di Sultra, sejak dicanangkan November 2007 hingga Juni 2011 mencapai Rp 377 milliar dengan jum-

lah debit 45.387 UMKM. Dimana rata-rata pertumbuhan KUR dalam tiga tahun terakhir di atas 50 persen,”terang Nur Alam. Untuk koperasi, di Sultra ada 2851 unit. Terdiri dari 2.329 koperasi aktif dan 422 yang tidak aktif. Dengan jumlah anggota 202.314 orang sedangkan asetnya, Rp 275 juta. Yang menggembirakan kata mantan wakil ketua DPRD Sultra ini, untuk memberikan pelayanan perbankan secara merata kepada masyarakat, di Sultra telah didirikankan Bank

Perkreditan Rakyat (BPR). “Saat ini telah berdiri tujuh BPR. Bank sudah mendapat persetujuan langsung dari Bank Indonesia. Makanya, gubernur meminta kepada seluruh jajaran rombongan kunker untuk mendukung semua program yang dijalankan pemerintah,”katanya. Sementara itu, Aria Bima mengungkapkan, selama berada di Sultra seluruh tim akan mendengarkan juga mengambil semua imformasi lalu akan dilakukan pengkajian secara mendetail oleh seluruh komisi VI di DPR RI. (p2)

Ditangkap Bersama Tim Gabungan Enam... langsung berangkat ke Baubau, Minggu (24/7) lalu. Dua hari melakukan pencarian, tim Reskrim Polsek Abeli yang dibantu oleh Tim Buser Polres Baubau berhasil menemukan tersangka yang sudah ditetapkan sebagai DPO. “Penangkapannya Selasa pagi sehingga masih bisa mendapat kapal siang untuk berangkat ke Kendari. Mereka pun langsung diboyong ke Kendari untuk proses peny-

idikan lebih mendalam. Saat ini, enam tersangka penganiayaan telah dititip ke Rutan Punggolaka,” ungkap Aulia SN, kemarin. Seperti yang diketahui, Polsek Abeli menetapkanLa Farit Cs dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di Jalan Poros Anggalo Melai - Tobimeita, Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Abeli, 14 Juli lalu.La Farit Cs melakukan pengeroyokan terhadap La Ode Andita dan La Ode Salembibi alias Ibi. Mere-

ka mengalami luka sobek di kepala akibat tebasan parang dari para tersangka. Bahkan, Andita juga luka bacok di bahu dan luka memar di beberapa bagian tubuhnya akibat lemparan batu. Insiden penganiayaan itu terjadi berawal ketika ada sekelompok pemuda (La Farit Cs) sedang ribut-ribut di depan rumah korban sekitar pukul 01.30 wita. Mendengar suara ribut tersebut, La Andita keluar dari rumah dan mengingatkan La Farit Cs agar tidak ribut karena ibu korban sedang

sakit keras. Namun, La Farit tidak menerima permintaan Andita. Bahkan, Farit melempar Andita dengan menggunakan batu. Andita hendak memburunya, namun malah balik diserang dan dibacok kepala dan bahunya. Melihat kondisi tersebut, kakak korban (La Ode Salembibi) juga keluar hendak membantu adiknya. Namun, La Ode Salembibi malah dibacok kepalanya. Mereka pun langsung terjatuh tak berdaya dan para pelaku melarikan diri. (aka)


Kendari Pos | Kamis, 28 Juli 2011

Metro

11

Kapolda Janji Ganti Sespripim Kendari, KP Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Sigit Sudarmanto cukup gerah tindakan yang dilakukan Sespripim Polda Sultra, AKP Sigit Julianto yang telah melakukan pengusiran dan pelarangan peliputan di Aula Dhacara Polda Sultra. Rupanya, Camar Satu itu tidak mengetahui tindakan sewenang-wenang yang dilakukan sekretaris pribadinya. Sigit Sudarmanto mengaku tidak pernah menginstruksikan larangan peliputan selama ini. “Kegiatan kemarin (Musda PP Polri dan penye-

matan tanda kehormatan PP Polri kepada Gubernur Sultra, red) itu kan bagus jika dipublikasikan,” terangnya. Ternyata, mantan Direktur Akademik Sespim Polri itu baru mengetahui jika Sespripim Polda Sultra sering melakukan pelarangan peliputan selama ini. Imbasnya, tak hanya Sigit Julianto yang harus bertanggung jawab, namun Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs. Fahrurrozi kena getahnya. “Harusnya permasalahan ini sudah disampaikan Kabid Humas kepada saya,”

ungkap Sigit Sudarmanto. Lalu apa sikap Kapolda Sultra atas persoalan tersebut? Pengganti Brigjen Drs. Sukrawardi Dahlan itu berjanji akan melakukan tindakan tegas. “Jika memang begitu, saya ganti saja Sespripim,” janjinya. Di tempat terpisah, Ishak Djunaedi, salah satu wartawan media cetak mengapresiasi janji Kapolda Sultra itu. Namun, ia menilai, Kapolda tak cukup hanya mengganti Sespripim, namun harus ada perubahan yang terjadi.

“Ganti sespripim itu urutan kedua. Yang terpenting adalah perubahan sikap, perilaku, dan karakter

anggota Polri dalam membangun kemitraan. Tak hanya terhadap wartawan, tapi seluruh masyarakat

Sulawesi Tenggara. Polri kan harus humanis, jangan lagi kembali ke sistem orde lama,” jelasnya. (aka)

Dua Tahun Menunggu SK 100 Persen Kendari, KP Apa yang salah di Badan Kepegawain Daerah (BKD) Kota Kendari. Sudah dua tahun SK 100 persen CPNS kelulusan tahun 2009, belum diterima. Padahal Pemkot sudah merekrut CPNS baru tahun 2010 lalu. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kendari, Boy Azis mengatakan, SK PNS lulus 2009 akan segera diterbitkan. Saat ini kata dia, masih menunggu penadatanganan Wali Kota Ir Asrun. Kata Boy, masih ada sebagian SK yang belum diparaf.

Menurut dia, kalau sudah komplit, pihaknya akan segera menerbitkan SK. Untuk SK pengangkatan CPNS 100 persen itu lebih efektif jika diterbitkan secara kolektif, agar semua pegawai mendapatkan SK pengangkatan resmi bersama. “Dalam waktu dekat kita terbitkan SKnya, tapi masih tunggu tanda tangan wali kota. Masih ada beberapa yang belum sempat ditandatangani,”katanya kemarin. Mantan Kadis Nakertransos Kota Kendari itu mengungkapkan, tahun

2009, sebanyak 457 PNS direkrut. 153 berasal dari pegawai honorer, 304 merupakan pelamar umum. Setelah mendapatkan SK 100 persen, para pegawai akan diambil sumpahnya dalam kapasitas sebagai pamong daerah yang harus mampu bertanggung jawab melaksanakan tugas sesuai tupoksinya. Ia mengaku tak ada upaya BKD mengulur waktu penerbitan SK PNS. “Bulan Ramadhan ini kalau sudah rampung akan diserahkan,”janjinya lagi.(fya)

Dua Titik Rawan Sampah Diintip Kendari, KP Diambang masa pensiunnya, Kadis Kebersihan Kota Kendari Agussalim masih komitmen untuk menegakkan Perda K3 tentang kebersihan, ketertiban dan keindahan kota. Mantan Camat Mandonga itu sudah mulai mengintip dua daerah yang dianggap rawan menjadi tempat pembuangan sampah sementara. Dua titik rawan adalah di daerah By Pass setelah Citra Land dan Jalan Boulevard (Belakang Polda Sultra).

Di wilayah itu kata dia, sering diinformasikan menjadi tempat pembuangan sampah. Biasanya warga mengangkut menggunakan mobil atau truk lalu membuangnya tepat di sisi jalan. “Saya sudah sering mendapatkan laporan jika di By Pass dan Boulevard sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga, padahal kita sudah siapkan TPAS dan bak-bak sampah, mengapa harus dibuang di tempat yang dilar-

ang,” katanya. Saat ini ia sudah mengerahkan anggotanya untuk melakukan pemantauan di dua daerah itu, termasuk wilayah lain yang tidak dibolehkan untuk menjadi tempat pembuangan sampah. Jika kedapatan maka akan diberikan sanksi tegas. Selain teguran lisan dan tertulis, kendaraan pengangku sampah juga akan ditahan dan yang bersangkutan diberikan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. (fya)

foto:suwarjono/kp

Jelang Ramadhan, peziarah mulai memadati makam. Kesempatan ini pula dimanfaatkan anak-anak untuk mengais rezki, dengan menawarkan jasa pembersih kubur. Ada juga yang menjual air dan beraneka jenis kembang.


Hiburan

Kendari Pos |Kamis, 28 Juli 2011

Alena, Bangga Punya Sekolah Gratis

WALAUPUN tidak berhasil meraih penghargaan dalam ajang MNC Lifestyle Award tahun 2011, Alena mengaku cukup bangga bisa menembus nomi-nasi MNC Life style Award kategori Sosial untuk bidang pendidikan. Artis yang memiliki yayasan pendidikan untuk anak jalanan itu, sudah cukup merasa terhormat dengan apa yang diraihnya. “Nggak menang, tapi aku sudah kaget sekaligus bangga ya,” papar Alena saat ditemui di Jakarta, Senin malam (25/7). Alena mengaku tidak memiliki target untuk memenangkan penghargaan. Dia sudah cukup bersyukur

bisa sampai pada babak nominasi. “Nama sekolahnya Alena Sahabat Anak (ASA). Kebetulan memang lokasinya di daerah Senen, dekat dengan anak-anak jalanan. Jadi bukan hanya anak-anak jalanan saja. Adik-adik yang di sana banyak yang tidak punya uang juga bisa masuk,” ulas perempuan yang dikenal dengan nama Alena Wu tersebut. Sekolah yang dikelola Alena tersebut memang membebaskan anak didiknya dari biaya pendidikan. Dari sinilah terlihat unsur sosial yang ditonjolkan oleh Alena. Di sekolah tersebut, siswa dididik dari nol. Kebanyakan mata pelajaran yang diajarkan adalah matematika dan bahasa Inggris.

“Banyak anak-anak yang di sekolahnya takut dengan pelajaran matematika. Apalagi kalau nilainya jeblok, tambah malas. Dan itu bikin anak jadi enggak pede. Itulah yang bikin aku mikir anakanak perlu mendapat pelajaran bimbingan Matematika juga, selain bahasa inggris yang penting,” urainya. (jpnn/lia)

Alena

Jessica Alba, Lahirkan Anak Perempuan? SAMPAI hari-hari terakhir menjelang kelahiran buah hatinya, Jessica Alba tidak mau membagi jenis kelamin calon bayinya pada publik. Sampai akhirnya tercetus kabar bahwa Alba akan punya satu lagi anak perempuan! Spekulasi ini beredar setelah bintang Spy Kids ini menggelar baby shower untuk kehamilan dan menjelang persalinan. Dalam pesta ini terlihat beberapa pernik berwarna merah muda yang cukup mendominasi, juga beberapa hadiah untuk bayi yang didominasi dengan corak merah muda. Si Fantastic Four ini sebelumnya sudah punya satu orang putri dengan suaminya, Cash Warren. Apabila kehamilannya lancar, maka Alba akan melahirkan adik bagi Honor Marie sekitar pekan depan. Walau tak menanggapi dominasi merah muda dan spekulasi tentang jenis kelamin bayinya, Alba sempat menyampaikan rasa terima kasihnya untuk teman-teman yang hadir dalam pesta yang digelar di rumah salah satu sahabatnya, pengacara Kelly Sawyer. “Sejuta terima kasih untuk @KellySawyer @jacqui_lang n @lauren_andersen untuk pesta yang mengagumkan. Acaranya sangat sempurna. Luv u,” tulis Alba lewat account Twitter-nya. (jpnn/lia)

Manohara, Risih Berbikini

Jessica Alba

MANOHARA kembali merajut karier modelling yang dulu sempat dijalaninya. Niatan Mano itu dijawab banyak tawaran oleh majalah untuk berpose. Sayang, tawaran itu ditolak oleh bekas istri Teuku Fachry itu karena kebanyakan meminta dia berpose nakal. “Sebenarnya, Mano enggak pernah mau pakai bikini two pieces, maunya one piece. Pernah ada tawaran untuk pemotretan health magazine, tapi aku nggak nyaman pakai bikini,” cetusnya. Manohara punya standar tersendiri untuk pemilihan fotografer dan seorang penata gaya. Meskipun berstatus sebagai model profesional, Manohara juga memiliki aturan sendiri. “Aku ingin yang artistik dengan fotografer dan pengarah gaya yang bagus. Semuanya pasti ada batasan, sejauh mana batasan nyamannya aku,” tuturnya. Manohara yakin masih bisa bersaing dengan model-model muda. Di tengah persaingan itu, ia siap menampilkan ciri khas tersendiri. “Aku lihat semua artis atau model punya cirinya masing-masing,” tegasnya.

Manohara Kejengahan Mano terhadap pose seksi mungkin terkait kasus-kasus foto seksi miliknya yang beredar luas di internet, beberapa waktu lalu. Ada foto yang memperlihatkan dia semi bugil. Ada pula saat Mano pose seksi bareng sang bunda, Daisy Fajarina yang sempat diperbincangkan di dunia maya. (jpnn/lia)

13 Harry Potter Mulai Tayang Jumat Jakarta, KP Film box office paling ditunggu, Harry Potter and The Deathly Hallows: Part 2, akhirnya dipastikan tayang di bioskop tanah air. Dua jaringan bioskop terbesar, 21 Cineplex dan Blitzmegaplex, bakal menayangkan sekuel terbaru sekaligus terakhir film yang diangkat dari buku laris karya J.K. Rowling itu. Pemutaran dilakukan serentak di Jabodetabek dan Bandung pada Jumat, 29 Juli mendatang. Dalam situs resmi 21 Cineplex, pembelian tiket khusus untuk film itu sudah bisa dipesan hari ini. Blitzmegaplex juga menerapkan kebijakan serupa. Tiket di jaringan bioskop Blitz juga sudah bisa dipesan sore ini. Masuknya sinema produksi Warner Bros tersebut, menandai dibukanya kembali kran impor film-film Hollywood “grade A”. Film yang memecah rekor pendapatan dengan USD 92,1 juta (sekitar Rp 782,9) miliar) saat diputar perdana itu, sudah tayang di AS dan banyak negara lain sejak 15 Juli. Presiden dan Managing Director Motion Picture Association (MPA) Asia Pasifik Mike Ellis mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah berdiskusi intensif dengan pihaknya tentang mekanisme perpajakan dan impor film. MPA juga concern terhadap kebijakan perpajakan baru yang telah dirilis pemerintah. “Kami berharap itu tidak berdampak negatif terhadap dunia perfilman dan bisnis pendukungnya,” kata Ellis dalam keterangan resminya kemarin (26/7). MPA tetap menyatakan keinginannya untuk bekerjasama dengan pemerintah dan dunia perfilman di Indonesia. Kerjasama tersebut diharapkan bisa berkontribusi meningkatkan pertumbuhan serta minat film di tanah air. Ellis juga mengklarifikasi, setiap tayangan dan distribusi film merupakan kebijakan masing-masing studio yang disesuaikan dengan kondisi pasar, izin impor, dan pilihan importir. “MPA tidak terlibat dan bertanggung jawab atas distribusi dari anggota,” kata Ellis. Film-film Hollywood “grade A” diproduksi oleh enam studio utama, yakni Paramount Pictures, Walt Disney, Sony Pictures, Twentieth Century Fox, Universal Studios, dan Warner Bros. Di Indonesia, The Deathly Hallows: Part 2 diimpor oleh PT Omega Film. Kementrian Keuangan sempat mempertanyakan posisi Omega, yang dinilai masih terafiliasi dengan tiga importer di Grup 21 Cineplex yang menunggak pajak impor senilai Rp 31 miliar. Nomor Induk Kepabeanan (NIK) Omega sempat diblokir, namun kemudian dibuka kembali. Ini karena izin film impor bukan berada dalam kewenangan Ditjen Bea Cukai Kementrian Keuangan. Izin impor film ada pada Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. Menbudpar Jero Wacik memberikan izin kepada importer yang merupakan perusahaan baru itu. Menkeu Agus Martowardojo mengatakan, dirinya telah mendapatkan komitmen dari Jero Wacik untuk menyehatkan tataniaga film impor dengan menghilangkan praktik-praktik monopoli. “Nanti Menbudpar akan menyakinkan tataniaga daripada industri perfilman impor akan lebih sehat, akan dijaga agar tidak ada monopoli. Jadi nanti kita lihat ke depan,” kata Agus di kantornya kemarin. Ia mengatakan, Kementrian Keuangan telah merampungkan aspek fiskal dengan menerapkan kebijakan pajak dan bea masuk yang baru. Selain itu, segala tunggakan pajak dan bea masuk impor film juga harus tetap dibayar. “Ada kewajiban dan mesti diselesaikan. Kita sama-sama berusaha agar industri film dalam negeri maupun impor berkembang dengan baik,” katanya. (jpnn/lia)


Edukasi

14

Kendari Pos |Kamis, 28 Juli 2011

TK Kuncup Pertiwi Pesantren Cilik Kendari,KP Seperti tahun-tahun sebelumnya, TK Kuncup Pertiwi Kendari menyambut bulan Ramadhan dengan pesantren cilik dan anjangsana ke panti asuhan. Bulan Ramadhan tahun 2011 ini, mereka melaksanakan pesantren cilik sejak 26 s.d 28 Juli, sehingga tanggal 29 Juli, dilakukan anjangsana ke panti asuhan yang telah ditentukan. “Selama tiga hari, tepatnya sejak 26 Juli kami telah melaksanakan pesantren cilik. Lebih awal dari kalender yang ditetapkan, agar di bulan Ramadhan nanti para murid dapat libur dan berkumpul bersama keluarga,” kata Guru TK Kuncup Pertiwi, Sukma, didampingi seorang guru lainnya, Zatna. Untuk semakin melengkapi kegiatan agama menjelang Ramadhan, pihak sekolah juga akan melakukan anjangsana ke panti asuhan, pada 29 Juli bersama para murid dan orang tuanya. “Barang yang disumbangkan ke panti asuhan merupakan sumbangan dari para orang tua, sehingga murid yang langsung menyerahkan bantuan tersebut ke penghuni panti. Selain itu hasil sumbangan kotak amal, yang dikumpulkan para murid setiap jumat, juga akan disumbangkan ke panti serta gelandangan dan pengemis (gepeng) pinggir jalan,” ungkapnya. Mengenai hal-hal yang diajarkan dalam pesantren cilik tersebut, dipungkaskannya mulai dari bacaan doa dan surah-surah pendek, serta tata cara shalat. “Sejak pukul 07.30-09.00 wita, sekitar 200 murid telah mulai mengikuti pesantren cilik di Aula sekolah. Setelah itu kembali ke kelas untuk istirahat dan makan, serta persiapan pulang,” pungkas perempuan berjilbab ini. (fas)

Tiga Kabupaten Belum Punya Mobil Keliling

ULFAH/KP

Suasana kegiatan belajar mengajar di TK Kuncup Pertiwi.

SMA Oikumene akan Pesantren Kilat Kendari, KP Libur awal Ramadhan yang ditetapkan mulai tanggal 28 Juli s.d 7 Agustus ternyata tak diberlakukan di SMA Oikumene. Dalam minggu pertama puasa, Yayasan Pendidikan Kristen Gepsultra justru telah memprogramkan akan melaksanakan pesantren Ramadhan. “Siswa SMA Oikumene pada umumnya berasal dari daerah, seperti Konawe dan Konawe Selatan. Jadi kalau kami liburkan pada awal puasa, jangan sampai mereka

tidak kembali lagi untuk belajar. Itu pertimbangan kami, sehingga kami akan mengisi hari tersebut dengan pesantren kilat,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, La Baali, S.Pd. Menurut Kepala SMA Oikumene, Drs. Rizal Lasakawa, pesantren kilat yang dilaksanakan SMA Oikumene bukan hanya dilakukan bagi siswa muslim. Namun siswa yang beragama Hindu dan Kristiani pun akan mengikuti bimbingan sesuai sesuai agamanya.

“Mayoritas siswa kami beragama Islam. Jumlahnya sekitar 80 persen dari 143 siswa. Namun kami tidak melaksakan pesantren kilat hanya untuk peserta didik yang beragama Islam. Siswa Kristiani dan Hindu juga dapat pembinaan. Semua mata pelajaran agama sudah punya guru,’’ ujarnya. Ia menambahkan, inti dari kegiatan pesantren kilat adalah pembentukan karakter. Olehnya semua siswa berhak untuk mendapatkan pembinaan dan bimbingan

dari agamanya. Pesantren kilat dimaksudkan agar memiliki pengetahuan lebih luas, dan mampu meningkatkan kualitas hidup dengan kekuatan spiritual. Menurut guru pembina agama Islam, Hasyatin, S.Pd., pesantren kilat yang akan dilaksanakan mulai tanggal 2 s.d 5 Agustus yang meliputi pengetahuan umum agama. Selain itu siswa akan diajari pengajian, ceramah, dan siraman rohani, serta mengundang ustad untuk memberi wejanganwejangan. (p1)

Kendari, KP Untuk meningkatkan motivasi dan minat baca masyarakat, Badan Perpustakan dan Arsip Daerah Sultra tak hanya menyediakan perpustakaan. Semua perpusatkaan yang ada di kota maupun di desa/kelurahan telah diamanatkan untuk memiliki perpustakaan. Selain para pengelolanya mendapat training, perpustakaan desa/kelurahan juga mendapatkan suplay buku sesuai dengan potensi daerah. Khusus daerah terisolasi, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sultra menyediakan mobil sebagai sarana perpustakaan keliling. Dalam perpustakaan keliling tersebut memuat 2.500 buku yang siap menjadi bacaan masyarakat, sehingga tak ada alasan bagi warga terpencil tidak membaca. Namun dari 12 Kabupaten di Sultra, masih terdapat tiga daerah yang belum memiliki fasilitas perpustakaan keliling. Tiga Kabupaten itu adalah Konawe Utara, Buton Utara, dan Bombana—semua daerah pemekaran. “Sebenarnya kami akan menyediakan sarana tersebut, tetapi saat ini tiga Kabupaten itu belum memiliki lembaga perpustakaan. Kami mengharapkan peran bupati yang membuat lembaga perpustakaan desa/kelurahan. Namun sepertinya program ini masih terpinggirkan dan belum diperhatikan. Jika lembaga perpustakaan udah ada kami akan mengusulkan sarana tersebut,” ujar Kepala Badan Perpustakaan Sultra, Drs. H. Samudra, M.Si., saat tengah membawakan materi. Ditambahkan, untuk daerah pesisir seperti Wakatobi, kini telah memiliki fasilitas yang memadai, yaitu perpustakaan dalam kapal. Dalam kapal tersebut memuat 3.500 eksemplar buku. Sehingga beberapa hari sekali kapal tersebut datang di tempat tertentu dan masyarakat bisa membaca. “Secara geografis, Wakatobi merupakan daerah pesisir, kendaraan yang dijadikan perpustakaan adalah kapal. Cara ini, saya kira tidak ada alasan untuk tidak membaca buku lagi. Ini adalah usaha kita untuk memfasilitasi masyarakat agar bisa membaca,” tukasnya. (p1)


Edukasi

Kendari Pos |Kamis, 28 Juli 2011

15

PKH SMPS Muhammadiyah Butuh Dukungan Kendari,KP Program kecakapan hidup (PKH) tata busana dan tata rias masih menjadi daya tarik siswa baru di SMPS Muhammadiyah Kendari. Namun demikian, saat ini program tersebut terhambat dari segi pendanaan. “PKH tata busana dan tata rias dari pusat telah berakhir pada2007 lalu. Para siswa yang dilatih telah melanjutkan studi di SMK sedangkan bantuan peralatan berupa mesin jahit dan alat kecantikan pun sudah tidak layak pakai,” terang Kepala SMPS Muhammadiyah Kendari, La Ode Baa SPd didampingi Guru Bahasa Inggris, Sudarman SPd. Sebenarnya mereka ingin terus melanjutkan program tersebut, tetapi karena keterbatasan dana. Biaya pelatihan siswa membutuhkan dana insentif instruktur sehingga program tersebut untuk sementara waktu masih vakum. “Kami sudah meminta dukungan dari Muhammadiyah Pusat, kami pun mengharapkan dukungan dinas pendidikan. Pasalnya potensi untuk berbuat lebih besar sudah ada, tinggal menunggu tambahan dana,” ujarnya. PKH juga menjadi salah satu daya tarik masuknya para siswa baru di SMPS Muhammadiyah, sehingga berencana berdialog dengan para orang tua siswa untuk sharing dana. “Kami targetkan pada 2012 nanti, PKH akan kembali berjalan, sembari tetap melakukan koordinasi intens dengan dinas pendidikan,’’ katanya. (fas)

Kendari, KP Siswa SMPN 6 Kendari mampu menorehkan prestasi. Sekolah yang berada di Kelurahan Kesilampe tersebut mampu mengantarkan siswanya hingga ke tingkat nasional. “Alhamdulillah, meski sekolah kami berada di pinggiran kota, dan rata-rata siswa kami siswa kurang mampu karena orang tuanya buruh pelabuhan. Namun demikian, mereka bisa meraih prestasi,’’ ujar Kepala SMPN 6 Kendari, Drs. Masnin Salam. Prestasi yang telah diraih SMPN 6 adalah juara lomba cerdas cermat SMP, pentas pendidikan agama Islam dengan kategori juara I dan II tingkat kota dan provinsi. Event yang diselenggarakan Kemenag Sultra pada Juni lalu itu diwakili tim SMPN 6 Kendari, yaitu Rahmat Hidayat, Muhamad al Falah, dan Muliadi Alamsyah. Mereka menjadi utusan di tingkat nasional pada 12 s.d 16 Juli. “Saya sangat bersyukur, karena utusan ini benarbenar melalui seleksi mulai di tingkat kota dan provinsi. Tidak asal tunjuk saja, sehingga perjuangan mereka benar-benar berat,” katanya. Mantan guru SMPN 1 Kendari itu mengungkapkan pendidikan agama memang salah satu yang diprioritaskan. Karena agama akan menjadi modal utama untuk melatih karakter siswa yang baik. “Sejak saya masuk sekolah, mata pelajaran agama memang jadi hal yang utama. Karena jika agamanya bagus, maka mereka akan mudah dibimbing dan diarahkan,” tukasnya. (p1)

ULFAH/KP

Ruang PKH SMPS Muhammadiyah yang telah menjadi gudang penyimpanan peralatan sekolah.

OKKMB FKIP Dipastikan Mendidik Kendari, KP Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (OKKMB) yang diterapkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dipandang mengandung unsur mendidik. Pelaksanaan OKKMB dijadwalkan akan berlangsung tanggal 29 s.d 31 Juli mendatang. “Sebagai kampus keguruan, tentu OKKMB di FKIP diharapkan jauh dari anarkisme. Selayaknya OKKMB harus bersifat mendidik dan cara-cara seperti itulah yang kelak akan diterapkan di

Tim Cerdas Cermat SMPN 6 Kendari Juara

sini (FKIP,red),” ujar Herlan Haerul, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP. Sesuai jadwal OKKMB yang ditetapkan, pemateri terdiri dari rektor, dekan, dan dosen akan memberi materi lapangan pada para maba.Materi yang akan disampaikan tentu berkaitan dengan kehidupan kampus yang akan mereka jalani selama kuliah. Terkait dengan tindakan kekerasan yang sering terjadi saat ospek, ketua BEM FKIP ini telah melakukan tindakan preventif. Upaya itu didasarkan pada kekhawatiran akan terjadinya kekacauan tidak terduga sebagaimana yang terja-

di pada OKKMB tahun sebelumnya. Suasana OKKMB di FKIP sebagai fakultas dengan mahasiswa terbanyak di Unhalu telah tampak. Hampir tiap program studi di fakultas ini mengadakan kegiatan pra OKKMB yang bertujuan untuk mengakrabkan para maba dengan lingkungan program studinya. Kegiatan pra OKKMB diisi penyampaian materi dari ketua program studi dan dosen-dosen, selain itu kerja bakti di lingkungan gedung perkuliahan. Menurutnya, kekacauan yang terjadi dalam PAMB selama ini akibatkan tidak adanya koordinasi antarlembaga di fakultas. “Seandainya setiap himpunan mahasiswa program studi melakukan kerja sama yang solid dalam

hal pengamanan, kekacauan tidak mungkin terjadi,” ungkapnya. Faktor hadirnya senior lepas (senior dari luar fakultas,red) juga menjadi salah satu penyebab terjadinya chaos. Mempelajari faktor-faktor tersebut, Herlan siap mengantisipasi kekacauan dengan cara sering melakukan koordinasi bersama ketua-ketua himpunan mahasiswa se-fakultas seperti yang dilakukan pada (14/7) lalu di sekretariat BEM FKIP. Pertemuan dengan para ketua himpunan ini akan diagendakan sebagai rapat rutin yang membahas tema PAMB, target-target yang ingin dicapai, dan rancangan berjalannya OKKMB yang harus bersifat mendidik. Haerul menegaskankan bahwa himpunan mahasiswa sebagai lembaga fakultas nantinya harus bertanggung jawab mengenai keputusan-keputusan yang ditetapkan pada setiap rapat. (p10)

Sekolah Persilahkan Siswa Ikut Pengayaan dan Bimbel Kendari,KP Lain sekolah beda pula kebijakan pimpinannya. Kewajiban siswa untuk mengikuti les, pengayaan dan bimbingan belajar (bimbel) di luar jam reguler sekolah. Tidak semua sekolah mengharuskan siswanya demikian, seperti di SMAN 4 dan SMPN 17 Kendari. “Les merupakan tambahan jam belajar, sedangkan pengayaan lebih kepada penajaman materi pelajaran yang diberikan di kelas, sehingga kami memilih untuk melaksanakan pengayaan pada waktu-waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan siswa. Tentunya setelah dikomunikasikan dengan orang tua dan komite sekolah,” ujar Kepala RSBI SMAN 4 Kendari, Tryanto M.Si. Dikatakan, pengayaan penting dilakukan, misalnya pada sore hari atau waktu-waktu tertentu membantu siswa yang masih kurang. Selain merupakan permintaan dari para siswa dan orang tua dalam melakukan pengayaan, utamanya bagi kelas XII yang akan mengikuti UN. “Perlu diketahui, kami tidak bekerja sama dengan bimbel karena di luar lingkup sekolah, sehingga terserah orang tua untuk memasukan anaknya ke bimbel. Mengingat orang tua dan anak-anak punya cita-cita, sehingga tidak ada larangan dan tidak ada anjuran untuk ikut bimbel,” ungkapnya. Mantan Kepala SMAN 9 Kendari ini menandaskan pengayaan jelas bermanfaat bagi siswa, karena kalau hanya mengharapkan 2 x 45 menit atau 90 menit per sekali pertemuan, tentunya belum cukup. “Dengan demikian perlu adanya penguatan dan penambahan materi pelajaran oleh guru, di luar jam sekolah. Penambahan diutamakan bagi siswa yang kurang mengerti tentang materi pelajaran yang telah diajarkan,” tandasnya. Berbeda dengan SMAN 4 Kendari, SMPN 17 Kendari melakukan kerja sama dengan bimbel, untuk meningkatkan pengetahuan siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkan. Selain itu, sekolah tetap melakukan pengayaan bagi kelas IX yang akan UN. “Kami tidak memasukan bimbel sebagai syarat penerimaan siswa baru (PSB), tetapi hanya bermitra dengan bimbel untuk bahasa Ingris dan materi pelajaran essential seperti bahasa Inggris, matematika, IPA dan pembimbingan karya tulis. Dengan begitu para siswa bebas memilih bimbel yang mereka senangi,” kata Kepala SMPN 17 Kendari, Milwan. Kepala SMPN berprestasi tingkat Sultra Tahun 2011 ini juga menuturkan sudah lama pihaknya tidak melaksanakan les, kecuali untuk pengayaan. “Tidak ada les karena sudah di genjot di kegiatan belajar mengajar (KBM), kecuali untuk kelas IX yang akan mengikuti UN, ada tambahan pelajaran di sore hari,” tuturnya. Mengenai biaya pengayaan tukasnya telah dianggarkan dalam dana BOS, sedangkan jika tidak mencukupi karena waktu pelaksanaan yang lebih maka akan meminta bantuan orang tua siswa. “Dana pengayaan akan disharingkan antara dana BOS dengan orang tua siswa, misalnya kemampuan sekolah hanya mampu membiayai pengayaan selama dua bulan, tetapi karena orang tua menginginkan hingga tiga bulan, satu bulannya disubsidi orang tua siswa,” tukasnya. (fas)


16 +

IKLAN

Kendari Pos | Kamis 28 Juli 2011

+

yan

enta

low

ac k ack

C Mag

Ye

B

C

yan

Mag

enta

Ye

low

B

ac k ack

+

+


n)

Kendari Pos | Kamis, 28 Juli 2011

Barca Tantang Munich

London, KP Terang sudah masa depan Sergio’’Kun’’Aguero. Setelah sempat dikaitkan dengan Real Madrid, Chelsea, dan Juventus, akhirnya pelabuhan berikutnya bagi striker timnas Argentina itu adalah klub kaya raya Manchester City. Demi mendapatkan Aguero, City rela menggelontorkan 38 juta pounds atau setara Rp 528 miliar. Menyadari tidak mungkin lagi menahan bintang lini depannya itu, Atletico Madrid akhirnya melepas menantu Diego Maradona tersebut. Apalagi, sebelumnya, Aguero sudah menyatakan ingin mencari tantangan baru. Bahkan, dia menegaskan sepulang dari Argentina membela Tango, julukan Argentina, pada Copa America 2011, dia tidak akan balik lagi ke Madrid. Ternyata benar. Dari Buenos Aires, Argentina, dia terbang ke Inggris. Sempat transit di Bandara Heathrow, London, kemarin, kemudian dilanjutkan ke Manchester. Mereka akan melanjutkan negosiasi beberapa detail kontrak dan rencananya Aguero langsung menjalani tes medis. ‘’ Baru tiba di Manchester dan siap memeriksa beberapa detail untuk bergabung ke City,’’ begitu tulis Aguero di akun

Munich, KP Barcelona melangkah ke partai final Audi Cup 2011 setelah mengalahkan klub asal Brasil, Internacional di Stadion Allianz Arena, dini hari kemarin. Tidak mudah bagi El Barca lolos ke final. Pasukan Pep Guardiola harus memnangkan laga melalui adu penalti dengan skor 4-2. Dalam waktu normal, kedua tim sebelumnya bermain imbang 2-2. Dalam laga itu, Barcelona unggul terlebih dahulu pada menitke-15lewatgolThiagoAlcantara.Memasuki babak kedua, secara mengejutkan Internacional mampu menyamakan kedudukan lewat gol Claudinei Cardoso pada menit ke-55. Pada menit ke-63, Barcelona kembali membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat gol Jonathan Dos Santos. Sebelum laga usai, Internacional mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol Leandro Damiao pada menit ke-85. Hasil imbang ini akhirnya bertahan hingga laga usai. Laga kemudian dilanjutkan dengan adu penalti. Beruntung, empat eksekutor Barcelona sukses menjalankan tugasnya. Keempat pemain itu adalah David Villa, Jonathan, Carmona dan Armando. Sedangkan satu pemain Barca yang gagal menjalankan tugasnya adalah Jeffren. Sementara dari empat eksekutor Internacional, hanya dua yang sukses menjalankan tugasnya. Kedua pemain yang mampu menjebol gawang Barcelona adalah Kleber, dan Joao Paulo. Sedangkan dua yang gagal adalah Damiao dan Ze Mario. Bayern Munich juga akhirnya melaju ke final setelah mengalahkan AC Milan lewat drama adu penalti 5-3 di Stadion Allianz Arena, dini hari kemarin WIB. Bertindak sebagai tuan rumah, Bayern justru tertinggal terlebih dahulu lewat gol Zlatan Ibrahimovic saat laga

Baca CITIZENS Hal 18

Baca BARCA Hal 18

Sergio Aguero

Pilih Citizens

AFP PHOTO / CHRISTOF STACHE

Penyerang Barcelona, Alcantara Thiago (kanan) berjibaku merebut bola bersama pemain International de Porto Alegre, D'Alessandro dalam laga Audi Cup di Munich, Jerman, dinihari kemarin.

Indonesia hanya butuh hasil imbang 0-0 melawan Turkmenistan malam nanti untuk memastikandiri lolos ke fase grup Pra Piala Dunia 2014. Namun Pelatih, Wim Rijsbergen menginstruksikan raihan kemenangan bagi skuadnya. JPNN/ CHARLIE L

Harus Menang ! Jakarta, KP Indonesia memang hanya butuh hasil imbang 0-0 melawan Turkmenistan malam nanti untuk memastikan diri lolos ke fase grup Pra Piala Dunia 2014. Namun Pelatih Kepala Timnas PSSI, Wim Rijsbergen tak mau ambil risiko. ‘’ Kami harus menang, karena kemarin hanya bermain imbang. Kami sadar bahwa Turkmenistan juga ingin melakukan hal yang sama, tapi kami akan menargetkan kemenangan untuk lolos ke fase selanjutnya, Sekali lagi, fokus kami adalah menang dan keseimbangan permainan,’’ cetus Wim Rijsbergen, kemarin dalam press konferens. Setelah bermain imbang 1-1, Indonesia cukup berpeluang lolos ke babak berikut, karena leg kedua digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Wim berharap publik Indonesia memberikan dukungan penuh sehingga memudahkan Firman Utina dkk mencapai kemenangan. “Dengan dukungan para suporter, kami berharap dapat mencapainya,” beber dia. Pelatih berpaspor Belanda ini menanggapi tekad Turkmenistan yang ingin memperbaiki penampilan setelah gagal mer-

aih kemenangan di Ashgabat. Wim yakin Indonesia bisa memanfaatkan faktor lapangan yang bagus sehingga para pemain bisa memaksimalkan keunggulan teknik dan kecepatan. ‘’ Setiap pelatih tentu akan mengatakan hal yang sama tapi kami yakin dengan lapangan yang lebih baik keunggulan kecepatan dan teknik, kami akan bermain lebih baik dari

mereka,’’ sambungnya. Sementara itu Kapten Firman Utina juga menebar asa optimis. Para pemain saat ini dalam kondisi fit dan bugar. Menurutnya hanya kiper Kurnia Meiga yang masih sakit demam, sedangkan pemain lain dalam kondisi siap tempur. Dalam kesempatan ini Firman juga sedikit mengulas laga leg pertama di Ashgabat. Indonesia saat itu tak bisa berbuat banyak di lapangan ten-

gah karena kondisi lapangan tidak memungkinkan. Di laga nanti, Firman berjanji untuk memperbaikinya. ‘’ Kami tidak bisa berbuat banyak di lini tengah. Kami hanya mengikuti instruksi pelatih untuk langsung bermain ke depan, karena kondisi lapangan yang buruk. Tapi kami akan mencoba untuk menguasai lapangan tengah besok,’’ tandasnya. (rel/bas)


CMY

CMY

20

Kendari Pos |Kamis, 28 Juli 2011

PPP Sultra Ditarget Menang Pilgub SDA : Termasuk Dua Anggota DPR RI Kendari, KP Kiprah dan nama besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di kancah politik nasional semakin tahun memang semakin menurun. Perolehan suaranya bahkan tak pernah lagi sampai angka 10 persen, sejak era multi partai. Itu juga yang terjadi dengan PPP di Sultra, yang kian hari kian menurun perolehan suara dan kursinya di legislatif. Di DPR RI misalnya, jika tahun 2004-2009 lalu masih ada satu kursi, di Pemilu 2009 lalu sudah tidak ada lagi. Demikian halnya dengan di DPRD Sultra, yang sebelumnya ada lima kursi, kini menyusut tinggal tiga. Di DPRD Kota Kendari bahkan jauh lebih parah, dari empat kursi di Pemilu 2004, kini hanya satu kursi yang tersisa. “Saya ingin kembalikan suara PPP di Sultra yang masih sangat berpotensi besar. Kita sadar, PPP banyak tertinggal dibandingkan partai lain, dan hanya kader responsif yang dapat menjawab itu. Ke depan, saya ingin minimum 2 anggota DPR RI dan yang terpenting, PPP harus merebut posisi Gu-

bernur Sultra,” kata Suryadharma Ali, (SDA), Ketua Umum PPP pada pelantikan pengurus harian DPW PPP Sultra di Kota Kendari, kemarin. SDA mengatakan, realita itu, harus jadi cita-cita bersama kader PPP di Sultra, termasuk wajib merebut 12 juta kader pemberdayaan desa (Kaperdes), seluruh Indonesia. Apabila cita-cita tersebut tidak terwujud, SDA akan menarik kembali 1 unit ambulance dan 13 kendaraan operasional yang kemarin ia serahkan untuk 1 DPW dan 12 DPC PPP se-Sultra. Tantangan PPP, kata SDA, sudah menunjukan partai yang ironis, karena perolehan suara di parlemen lebih kecil, dibandingkan yang lalu. Katanya, jumlahnya tidak seimbang dibanding jumlah umat Islam di Indonesia. Oleh karena itu, ia menghimbau kader PPP se-Sultra, supaya bahu membahu dengan cara memperbanyak simpati dari masyarakat, melalui pembangunan dan mendekatkan diri di tengah masyarakat. “Jangan datangi hanya ketika Pilkada dan Pemilu. Tapi datanglah tiap waktu, dengarkan kesulitannya dan keinginannya, dengan begitu, kader PPP menyatu secara utuh. Kita juga bisa tahu apa yang harus kita

perjuangkan bagi masyarakat dan Islam. Saya yakin, majunya Islam juga majunya PPP. Untuk itu saya ingin, kita bangun komitmen dan semangat agar saudara terjun dengan sungguhsungguh di tengah masyarakat. Kader PPP tidak boleh ada di menara gading. Tapi di tengah masyarakat,” ujarnya. Sebelumnya, Menteri Agama RI itu, mengukuhkan Buhari Matta-Amirul Tamim sebagai Ketua-Sekretaris DPW PPP Sultra, periode 2011-2016, kemarin. Pengukuhan Bupati Kolaka dan Walikota Baubau itu, tergolong istimewa. Karena yang melantik adalah Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali yang tak lain adalah Menteri Agama RI dan dihadiri pula Menteri Perumahan Rakyat RI, Suharso Monoarfa yang juga kader PPP. SDA pun memberi pujian terhadap Buhari Matta, yang getol mengembangkan bedah rumah bagi masyarakat miskin melalui gerakan perbaikan atap, lantai dan dinding (ALADIN) di Kabupaten Kolaka. “Sudah benar apa yang dilakukan saudara Buhari Matta. Selaku Ketua DPW PPP Sultra, dia memberikan perhatian pada warga miskin. Perhatian pada rumah warga yang bocor,” tandasnya.(dri)

Pilkada Buton Diprediksi Dua Putaran Pasarwajo, KP Banyaknya pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Buton yang diloloskan KPU Buton untuk berlaga di Pilkada, 4 Agustus nanti diprediksi akan membuka peluang terjadinya Pemilukada dua putaran. Hal itu diungkapkan Ketua Komite Independen Demokrasi (KID) Indonesia, Harlis ditemui disekretariat KID Indonesia, kemarin. Menurut Harlis, hitung-hitungan secara logika, 4 calon independen sudah mengantongi 20 persen suara dengan rincian masing-masing 5 persen yang didapat dari jumlah KTP yang dikumpulkan masingmasing pasangan perseorangan sebagai syarat mutlak yang harus dipenuhi. Sisanya 80 persen kemudian diperebutkan oleh 5 pasangan calon dari parpol atau bahkan ke-9 pasangan calon. Sementara kekuatan basis masa para pasangan calon parpol hampir merata. Makanya, ia memprediksi tidak akan ada pasangan calon yang mencapai 30 persen plus 1 perolehan suaranya sebagai syarat jalannya pilkada satu putaran. Meski begitu, sejumlah pasangan calon tetap saja optimis dapat memenangkan Pemilukada Buton satu putaran. Pasangan Azhari-H La Naba yang ditemui usai melakukan kampaye di Kecamatan Batauga, mengaku optimis memenangkan Pemilukada Buton satu putaran. Hal itu dikarenakan dukungan masyarakat sangat besar ditambah basis masa yang ada pada kecamatan-kecamatan besar di Kabupaten Buton. Sementara itu pasangan lainnya, Oemar Bakrie juga mengaku sangat optimis memenangkan Pertarungan itu satu putar-

an. Keyakinan itu setelah melihat dukungan yang diberikan masyarakat kepada keduanya sangat besar. Selain itu, keinginan masyarakat yang menginginkan terjadinya perubahan di Kabupaten Buton tidak dapat terbendung lagi. Menyoal banyaknya calon yang m a j u d a l a m pilkada B u t o n , Ketua DPD I Golkar Sultra, Ridwan ST mengatakan, majunya 9 pasangan calon merupakan sesuatu yang sangat demokratis dan menarik, tetapi disisi lain juga memiliki suatu kelemahan. Artinya banyaknya calon bukan menggambarkan kualitas, tapi lebih

menggambarkan pada sebuah keinginan yang besar namun belum mampu mengukur kualitas dari diri masing-masing. "Pasangan calon belum mengukur diri, pantaskah saya maju atau tidak, begitu loh. Tapi kalau melihat dari sisi demokrasi, perlu diacungi jempol," kata Ridwan yang ditemui sejumlah wartawan usai membuka Karakterdes Golkar Kota Baubau belum lama ini. Ridwan menambahkan, Golkar juga optimis memenangkan Pilkada Buton satu putaran. Dia berharap agar seluruh simpatisan partai golkar, baik yang tidak menyukai atau lagi terluka agar memilih pasangan AYO. "Golkar berharap satu putaran, tapi lagi-lagi yang mengarahkan hasilnya itu adalah Tuhan," ujar Ridwan saat. (p4)

SUWARJONO/KP

Buhari Matta menerima ucapan selamat dari Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali usai dikukuhkan sebagai Ketua DPW PPP Sultra bersama pengurus harian DPW PPP Sultra yang lain.

Buhari Belum Tertarik Bicara Pilkada Wagub Wakili Nur Alam di Acara PPP Kendari, KP Amanat kader-kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Sultra kepada Buhari Matta sebagai Ketua DPW PPP akhirnya resmi diemban Bupati Kolaka tersebut. Kemarin, ia dilantik bersama Sekretaris PPP, Amirul Tamim dan belasan pengurus harian PPP Sultra, oleh Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali di salah satu hotel di Kendari. Proses pelantikan yang dihadiri ratusan kader PPP dari berbagai pelosok Sultra itu berlangsung khidmat dan bernuansa sangat Islami. Setelah SK dari DPP PPP soal komposisi kepengurusan DPW PPP dibacakan,

proses selanjutnya adalah pengukuhan pengurus yang diakhiri dengan pemberian bendera PPP dari Ketua Umum PPP, SDA kepada Buhari Matta selalu Ketua PPP Sultra. Usai dilantik, Buhari pun memberikan sambutannya, yang hanya berlangsung sekitar 15 menit. Dalam kesempatan tersebut, Buhari menekankan bahwa partai yang dipimpinnya itu belum mau bicara pemilihan gubernur, Pilkada atau pemilihan anggota legislatif. “Saat ini, PPP ingin focus mengabdi kepada rakyat,” katanya, disambut tepukan ratusan kader PPP yang hadir. Buhari menekankan, sekarang banyak masyarakat lapis bawah yang butuh uluran tangan, anak yatim yang putus sekolah, masyarakat miskin. Katanya, sebagai umat Islam, kad-

er-kader PPP menyadari bahwa Rumahku adalah Surgaku. “Gimana mau jadi rumahku surgaku, kalau masih banyak yang bocor!, itulah yang harus dipikirkan dulu oleh PPP,” katanya disambut riuh hadirin. Berangkat dari berbagai persoalan pelik di Sultra itulah, kata dia, PPP terpanggil jadi bagian lokomotif, bukan jadi gerbong. Semata-mata untuk memberikan kepedulian pada masyarakat, khususnya masyarakat lapis bawah. “Alhamdulillah ada 13 kendaraan operasional dan 1 ambulance untuk operasional PPP, sebuah rumah yang sudah dibedah atap, lantai dan dinding atau Aladin. Ini bagian dari program kerja DPP dan DPW yang dikembangkan di Sultra,” ujarnya. Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata, hadir dalam pelantikan

itu mewakili Gubernur Sultra yang berhalangan hadir. Wagub lebih dulu meminta maaf karena ketidakhadiran Gubernur Sultra, Nur Alam. Katanya, seharusnya gubernur yang mengikuti prosesi pengukuhan pengurus DPW PPP Sultra. Namun, karena ada acara yang waktunya sama yakni kedatangan Menteri Hukum RI, Patrialis Akbar di Dephum HAM, makanya gubernur memintanya untuk hadir di acara PPP. Wagub berharap, pelantikan DPW PPP Sultra dapat berperan melaksanakan konsolidasi guna meningkatkan pembangunan di Sultra, sekaligus dapat menjadi aktualisasi bagi semua kader PPP di Sultra. Sebab, kata dia, pembangunan di Sultra masih harus dipacu, agar sejajar dengan daerah lain di Indonesia.(dri)

CMY

CMY


Kendari Pos Edisi 28 Juli 2011