Issuu on Google+

Selasa, 26 Oktober 2010

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendaripos.co.id

Eka Armiastuti:

Suamiku Korban Mafia Peradilan bu, jangankan pemakai, jangan pengedar, tukang ojek yang disuruh membeli shabu-shabu pun divonis empat tahun. “Kalau putusan itu tidak tergantung duit, berarti, bandar pasti di atas 10 tahun. Dalam hati saya berkata seperti itu” tutur Eka. Suatu ketika, Eka membaca berita di Kendari Pos tentang penangkapan seorang yang terlibat shabu-shabu. Orang itu bukan saja kurir tapi juga bandar, pengedar dan pemakai. Eka mengikuti proses persidangannya di pengadilan. “Saya hampir pingsan. Seorang bandar

Kendari, KP Eka Armiastuti namanya. Dia isteri Ilyas, tukang ojek yang pernah disuruh membeli shabu-shabu oleh seseorang berinisial TM dan kini telah menjalani vonis penjara empat tahun. Eka sempat protes ke majelis hakim saat itu. Hakim menjawab sekenanya. “Tanya jaksa kenapa dia dakwa seperti itu,” tutur Eka menirukan ucapan hakim saat itu. Eka berpikir, jawaban seperti itu adalah ungkapan tulus pak hakim. Eka berpikir, bermain shabu-shabu ternyata sangat berisiko. Jangankan bandar sha-

PERNAH membayangkan bagaimana sebuah istana dibangun? Bagaimana sebuah pesawat tempur dirakit? Bagaimana sebuah benteng didirikan? Proyek-proyek besar seperti itu tidak akan bisa diselesaikan jika tidak dimulai dengan sebuah ”titik”. Usaha besar selalu dimulai dari sebuah usaha kecil, sebuah langkah kecil, sebuah hembusan nafas yang pendek. Orang bijak mengatakan bahwa jangan memandang sebuah perMuhammad Hilmi soalan besar dengan kaca mata besar. Sebuah istana yang besar, dapat dimulai dengan menggali fondasi, meny-

Baca PECAHKAN di Hal. 7

Baca SUAMIKU di Hal. 7

LKPJ Warisan Ridwan Banyak Masalah

Mbah Marijan Bertahan

Pecahkan Kotak Besar Menjadi Kotak-kotak Kecil

shabu-shabu, atau kalau tidak seorang pengedar shabu-shabu, atau kalau bukan lagi berarti seorang pemakai, kok divonis delapan bulan. Bandingkan dengan vonis terhadap suami saya yang tukan ojek tidak tahu apa-apa, divonis empat tahun sedangkan bandar divonis delapan bulan.” tutur Eka. Setelah membandingkan vonis ini, seketika tangisan Eka meledak. “Saya minta tolong kepada semua pihak, untuk peduli dengan masalah ini. Vonis yang tak memenuhi

DPRD Rekomendasikan ke Proses Hukum

Sleman, KP Tetap tenang. Itulah yang diperlihatkan Juru Kunci Gunung Merapi MNg Surakso Hargo atau Mbah Marijan menyikapi aktifitas gunung teraktif di Pulau Jawa ini. Mbah Marijan secara tegas menyatakan tetap tinggal di Kinahrejo meski terhitung sejak pukul 06.00 kemarin, status Merapi naik dari Siaga ke Awas. “Aku krasan ning kene. Nek aku melu ngungsi, aku digeguyu pitik (Saya kerasan tinggal di sini (Kinahrejo, Red). Bila saya ikut mengungsi, saya ditertawakan ayam),” tutur Mbah Marijan saat ngobrol dengan wartawan di kediamannya, kemarin. Meski demikian, laki-laki yang telah berusia uzur itu mendukung langkah pemerintah melakukan evakuasi terhadap penduduk. Ia juga menyatakan tidak ada masalah bila penduduk tinggal sementara di barak pengungsian. “Nanging, aku tetap ning kene (tapi, saya tetap di Kinahrejo),” tandasnya. Pernyataan tersebut disampaikan Mbah Marijan sekitar tujuh menit sebelum terdengar adzan ashar berkumandang dari masjid yang terletak di barat rumahnya. Sebelumnya, Dukuh Pelemsari (setingkat Kepala RW), Ramijo mengumumkan akan dilakukannya evakuasi penduduk di barak pengungsian. Lokasinya di Balai Desa Umbulharjo yang berjarak sekitar 4 kilometer dari Kinahrejo.

Raha, KP Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) 2009, era Ridwan BAE - La Bunga Baka berkuasa ternyata banyak masalah. Setelah bekerja hampir sebulan mengkaji LKPJ, DPRD menemukan beragam penyimpangan keuangan. Hasil dari temuan itu, dewan merekomendasikan, bagi SKPD yang terjadi penyimpangan keuangan

untuk mengembalikan uang tersebut. Kemudian, meminta BPK untuk melakukan audit lanjutan. Dewan juga meminta kepada penegak hukum, untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. “Bila tidak ada niatan untuk mengembalikan uang yang diduga menyimpang dari pemanfaatannya, DPRD akan melanjutkan rekomendasi agar diproses hukum,” kata Taufan Besi. Anggota Komisi III itu mengatakan, dengan kondisi keuangan yang defisit, besar atau kecil uang terse-

Baca LKPJ di Hal. 7

HERMITIANTA/RADAR JOGJA

Mbah Maridjan, Juru Kunci Lereng Merapi bersantai di rumahnya

Baca MBAH di Hal. 7 di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman (25/10).

Rekam Jejak Wanita Berpangkat Jenderal

Nembak Oke, Ngajari Nembak Mau Ditemui di ruang kerjanya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat pekan lalu, Sri jauh dari kesan galak dan tegas khas tentara. Mengenakan pakaian dinas berwarna hijau dengan satu bintang di pundak, ibu dua anak tersebut justru lembut dan murah senyum. Maklum, wanita kelahiran Boyolali itu dibesarkan dengan kultur tata krama khas Jawa Tengah, yang kalem dan penuh sopan santun. Kultur itu pula yang membuat orang tua Sri heran saat anaknya mendaftar sebagai calon tentara pada 1981. “Kowe opo wani dadi tentara (Apakah kamu berani jadi tentara, Red)?” kata Sri, menirukan ucapan sang ayah. Sri sejatinya juga maju mundur kala itu. Tapi, demi menenangkan hati sang ayah, dia mengangguk dengan tegas. Apalagi, imbuh Sri, saat itu pendidikan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dilaksana-

Perwira pria yang berpangkat jenderal mungkin biasa. Jumlahnya sudah berjibun di korps militer maupun kepolisian. Tapi, wanita berpangkat jenderal, itu baru prestasi langka. Siapa saja wanita-wanita berbintang tersebut? MENJADI jenderal sekaligus ibu rumah tangga bukan pekerjaan mudah. Bekerja di institusi militer menuntut mereka harus selalu siap bertugas jauh dari keluarga. Itu mungkin salah satu kendala kebanyakan perwira wanita sehingga “jarang” meraih promosi jenderal. Namun, di antara segelintir wanita perkasa tersebut, ada Brigjen Sri Parmini, 54. Dia kini menjabat staf ahli tingkat II kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS). Sri menjadi seorang di antara tiga jenderal wanita di korps TNI. Sebuah profesi langka bagi wanita Indonesia.

AGUNG PUTU ISKANDAR/JPNN

Brigjen Sri Parmini saat ditemui di kantornya pekan lalu.

Baca NEMBAK di Hal. 7


2

Kendari Pos |Selasa, 26 Oktober 2010

Lahar Dingin Merapi Bisa Masuk Kota Jogja

DWI PAMBUDO/RM

TOLAK PAHLAWAN NASIONAL : Sejumlah aktifis Benteng Demokrasi Rakyat (BENDERA) melakukan aksi pembakaran spanduk Seoharto di Jalan Diponogoro 58, Jakarta Pusat, Senin (25/10). Mereka menuntut penolakan Soeharto menjadi pahlawan nasional.

Hoahaaa… Alamatnya SBY Lengkap Banget Tapi Lucu Pak ........................... saya tentu acap mendapatkan undangan untuk menghadiri acara-acara Presiden SBY. Mulai yang sekadar ramah-tamah hingga yang resmi. Tapi, undangan yang biasanya dikirim dalam bentuk faksimile tersebut selalu saya geletakkan di atas meja begitu saja. Tak pernah sekali pun saya datangi. Itu tentu bukan sebuah aksi pembangkangan, tapi lebih karena pertimbangan: apa perlunya" Toh, bila tak memenuhi undangan presiden, Jawa Pos tidak akan dicap sebagai media mbalela yang bisa berakibat pada pemberedelan, seperti kebiasaan Orde Baru waktu itu. Pertimbangan lain, Cikeas agak jauh dari bandara. Suatu pagi, kira-kira setahun yang lalu, saya ditelepon oleh Pak Makmun, kepala rumah tangga Cikeas. Lho, aneh kan, terhadap Makmun saja saya menyebutnya Pak Makmun, tapi terhadap empunya Cikeas, cukup menyebut SBY, tanpa ”pak”.

Kata Pak Makmun, Bu Ani ingin berlangganan Jawa Pos biar bisa baca beritanya tiap hari. Maka, beliau minta agar Jawa Pos dikirim ke Cikeas tiap pagi. ”Biar tak basi, koran hari itu harus nyampe Cikeas hari itu juga. Nanti biaya langganannya saya bayar di depan,” kata Pak Makmun. ”Oke Pak Makmun, tolong saya di-SMS alamat Bu Ani di Cikeas.” Inilah alamat rumah presiden yang dikirim via SMS: Kepada: Bu Ani (Ditujukan Pak Makmun) Alamat: Jln Alternatif Puri Cikeas Indah No 2 RT 01 RW 02 Kel Desa Nagrak, Kec Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kode Pos 16967 (Arah Jln dari arah Jakarta keluar pintu tol Cibubur/Cikeas sebelum perumahan kota wisata) Hoahaaa… alamatnya lengkap banget tapi lucu! Seolah-olah presiden kita tinggal di tempat yang

nylempit dan tak banyak dikenal orang. ”Kayak mencari alamat anak kos saja. Pakai RT, RW, pakai penunjuk arah lagi..,” kata saya dalam hati. Bandingkan dengan alamat Pak Harto (pakai ”pak” lagi), Jalan Cendana No 8, Jakarta. Tanpa diterangkan dari arah mana, beloknya di mana, semua sopir taksi dan petugas jasa pengiriman barang di Jakarta pasti tahu tempat itu. Jadi terus terang, selain pertimbangan ”apa perlunya” tadi, alamat Presiden SBY yang tidak simpel itu juga yang membuat saya menggeletakkan undangan di atas meja begitu saja. Kembali pada kebiasaan pers kita yang tak perlu lagi ada kata ”pak” ketika menyebut nama pemimpinnya, cobalah amati dan bandingkan dengan kenyataan sesungguhnya. Apakah egalitarianisme dalam pers kita betul-betul cerminan dari sikap siapa pun kita ketika sedang d e k a t

dengan penguasa" Mantan wartawan, mantan aktivis mahasiswa yang dulu sangat lantang suaranya yang kini ada di lingkaran Istana, cobalah amati tutur katanya, bahasa tubuhnya. Adakah mereka sama-sama berdiri perlente, egaliter, setara, seperti saat Soekarno bersama orang-orang dekatnya dulu" Ternyata, enggak juga. Sikap egaliter itu sesungguhnya sebatas di koran. Di depan SBY, semua orang tetap andhap asor seperti ketika siapa pun sedang di depan Soeharto. Berdiri ngapurancang sambil dua tangan seolah sedang memegang kemaluan. Tapi, warisan feodalisme yang seperti itu mestinya tidak terlalu memalukan mengingat betapa penting sesungguhnya makna ”bapak” buat negeri ini. (leak@jawapos.co.id)

Jogjakarta, KP Status Gunung Merapi mulai pukul 06.00 kemarin (25/10) telah naik menjadi awas dari Siaga. Ini dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang mengambil alih tugas Balai Penyediakan dan Pengembangan Teknologi Kegunuapian (BPPTK) Jogjakarta setelah menemukan kenaikan tajam aktivitas Merapi sejak 23/10-24/10. “Terjadi peningkatan secara signifikan jumlah dan energi gempabumi vulkanik, laju inflasi, dan guguran kubah lava,” kata Surono Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, kemarin (25/10) di gedung BPPTK Jogjakarta. Surono menjelaskan, sesuai dengan dengan pemantauan pihaknya, pada Minggu (24/10) gempa vulkanik tercatat 80 gempa vulkanik dengan 588 kali gempa multiphase. Gempar menjadi yang terbesar sejak 22 Oktober saat status Merapi masih siaga. Sesuai dengan pengukuran deformasi yang dilakukan dengan Elektric Distance Measurement (SDM) dengan menggunakan reflector di puncak sekitar Gunung Merapi, lajku inflasi pada 24 Oktober terjadi peningkatan tajam. Laju inflasi mencapai 42 cm/hari naik tajam dari 10,5 cm/hari pada 21 Oktober silam. Data lain yang mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Merapi menjadi awas adalah guguran lava. Guguran lava di

Pos Pengamatan Kaliurang dan Babadan Magelang terekam terjadi peningkatan secara signifikan. Yakni 194 kejadian guguran kubah lava. “Pengamatan kami menunjukkan guguran lava mengarah ke selatan yaitu Kali Gendol dan ke Barat Daya arah Kali Krasak,” ujar Surono. Berdasarkan hasil pemantauan dan pengamatan tersebut, pihaknya merekomendasikan Pemkab Sleman, Magelang, Klaten, dan Boyolali untuk mengungsikan warga yang berada di daerah rawan bencana. “Kami sudah rekomendasikan kepada pemerintah setempat untuk melakukan persiapan pengungsian dan masyarakat harus tetap tenang,” terangnya. Ia juga menghimbau warga di sekitar Gunung Merapi untuk senantisasi mengikuti arahan dari pemerintah kabupaten setempat untuk penyelamatan dari ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi. “Kami berharap semua masyarakat mematuhi semua instruksi dari pemerintah,” katanya. Sementara itu, Kantor Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Jogja juga turut bersiaga dengan kenaikan status Gunung Merapi tersebut. Apalagi, saat cuaca ekstreem ini hujan yang terjadi lebih sering deras. Mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi terjadinya lahar dingin yang sampai di tiga sungai besar, Winongo, Code, dan Gajahwong. (eri)


3

Selasa, 26 Oktober 2010

Waspadai Ancaman Krisis Pangan 2011 Jakarta, KP Akibat dari cuaca ekstrem sepanjang 2010 akan terasa tahun depan. Krisis pangan diperkirakan melanda dunia, termasuk Indonesia yang memiliki lahan pertanian sangat luas. Secara global harga pangan diperkirakan melonjak sampai 35 persen. “Pemerintah harus bergerak cepat mengatasi ancaman krisis pangan yang akan melanda dunia tahun depan. Krisis pangan ini disebabkan oleh kegagalan panen di sejumlah negara akibat cuaca ekstrem. Kegagalan ini memicu melambungnya harga bahan pangan,” jelas Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Arif Satria dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan lalu. Arif yang juga Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, menjelaskan, meroketnya harga bahan makanan di seluruh negara, juga didorong oleh melambungnya harga benih. Harga benih jagung diperkirakan naik 36 persen, harga benih gandum melonjak 72 persen. Sedangkan pupuk terkatrol hingga 59 persen dan harga pakan 62 persen.

Menurut Arif, PISPI mengidentifikasi tahun 2010 terdapat cuaca ekstrem di belahan dunia yang bisa berujung kelangkaan pangan, antara lain gelombang panas dan kebakaran hutan di Rusia (Juni 2010), banjir akibat hujan lebat di Pakistan, longsor akibat hujan lebat di China (7 Agustus 2010), pecahnya es di Greenland (5 Agustus 2010), kekeringan dan kebakaran di Australia, suhu panas di Amerika. “Bahkan sampai pertengahan tahun depan intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem akan lebih sering terjadi. Perubahan iklim global diproyeksikan akan berdampak pada produksi pangan. Saat ini negara-negara produsen cenderung mengamankan produksinya untuk kebutuhan dalam negeri,” ujar Arif. Untuk itu, PISPI mengharapkan pemerintah membuat terobosan dan langkah kongkret untuk mengatasi ancaman krisis pangan. Insentif dari pemerintah kepada petani wajib diberikan dalam bentuk bantuan benih, pestisida, pupuk, dan jaminan harga yang layak bagi petani produsen. Pemerintah, menurut PISPI, juga mener-

Kadinda Dukung Langkah Pemprov Bawa Kasus PT Inco ke Pengadilan Arbitrase

apkan cadangan pangan baik di pusat maupun daerah. Untuk mengatasi perubahan iklim, PISPI mengusulkan agar pemerintah memberikan petunjuk yang jelas apa yang harus dilakukan oleh petani produsen dalam menghadapi ketidakpastian musim. “Jangan biarkan petani bergerak sendiri tanpa bimbingan pemerintah,” kata dia. Ditambahkan Arif, kelangkaan pangan di negeri lumbung pangan seperti Indonesia adalah ironis. Lemahnya keberpihakan pemerintah pada pertanian, dituding sebagai penyebabnya. “Lihat saja masih diandalkanya produk impor komoditas pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Padahal kalau mau kita memiliki berbagai kemampuan untuk mengatasi hal tersebut,” ujar Arif. Impor pangan per tahun menghabiskan devisa negara tak kurang Rp50 triliun. “Negara kita sungguh ironis. Kita memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas tetapi kita masih mengandalkan impor. Ini harus kita pecahkan oleh pemerintah,” tandasnya. (jpnn/awl)

Kendari, KP Rencana Pemprov Sultra menuntut PT Inco karena dianggap mengacukan kontrak karya, mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sultra. Asosiasi yang baru terbentuk itu bahkan berjanji bila lahan-lahan yang masih dalam penguasaan PT Inco dilepas, mereka siap mengambil alih untuk kemaslahatan Sultra, terutama dalam usaha meningkatkan setoran APBD. Kesiapan Kadinda Sultra itu diungkapkan kemarin. Agus Yusuf, Presidium Kandida Sultra yang tampil sebagai juru bicara saat konferensi pers mengungkapkan dukungan tersebut, karena hingga kini PT Inco tak mau membangun pabrik di Sultra. Padahal lahan yang dikuasai ribuan hektar. ‘’Di Malili pabrik PT Inco dibangun. Padahal lokasi yang dikuasai jauh lebih banyak di Sultra. Kehadiran pabrik di daerah ini tentu dapat membuka lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan kesejahteraan,’’ jelasnya diamini rekan-rekannya. Kontrak karya yang masih menjadi pegangan PT Inco kata Agus Yusuf selain merugikan Sultra secara ekonomi, juga membuat pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terjadi. Alasannya pengelolaan alam yang terkandung dalam lahan yang dikuasai Inco tak dapat dilakukan. Ibaratnya lahan-lahan tersebut dibatasi pengelolaannya padahal kepemilikan milik sendiri. ‘’Anda tahu potensi alam yang terkandung dilahan yang dikuasai PT Inco, terutama kandungan tambang. Saat ini lahanlahan tersebut dibiarkan saja, kita hanya dijadikan penjaga kebun,’’ tambahnya. Bagaimana dengan langkah hukum yang akan memakan waktu lama? Kata Agus dengan menggugat ke pengadilan arbitrase memberi kepastian hukum bila lahan-lahan itu da-

Agus Yusuf pat dimaksimalkan kegunaannya untuk rakyat Sultra. Apalagi katanya terdapat rencana Pemprov untuk menjadikan Sultra menjadi kawasan pertambangan nasional. ‘’Lagipula upaya hukum itu sudah mendapat restu Presiden SBY saat transit di Kendari beberapa waktu lalu. Intinya Kadinda sepakat dengan langkah gubernur membawa masalah PT Inco ke pengadilan Arbitrase,’’ tukasnya. Sekadar diketahui saat Presiden SBY transit di Kendari, ia mempersilahkan pemprov melanjutkan ke proses hukum terkait kasus PT Inco. Bahkan presiden menegaskan Pemprov harus bertindak tegas. Katanya sistem kontrak karya merupakan sistem kontrak yang dilakukan saat nilai tawar Indonesia masih lemah. “Potensi yang begini besar, manfaatnya akan nyata dirasakan oleh daerah, rakyat dan negara, tapi tidak akan terwujud kalau kita tidak segera lakukan satu langkah terpadu,” ungkap Presiden kala itu. (lis/awl)

Telkomsel Buka Layanan 1166 Solusi Atasi Tindak Penipuan Melalui SMS

SULIS/KP

Swiss Belhotel mendapat penghargaan sebagai jaringan hotel bertaraf Internasional terbaik. Tampak Swiss Belhotel di Kendari.

Swiss Belhotel Raih Penghargaan Sebagai Jaringan Hotel Bertaraf Internasional Terbaik Kendari,KP Swiss-Belhotel International menerima penghargaan sebagai Jaringan Hotel bertaraf Internasional Terbaik di Indonesia. Penghargaan itu diberikan oleh Yayasan Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) dan diumumkan pekan (21/10) lalu di Jakarta. Gavin M Faull, Chairman and President Swiss-Belhotel International menerima penghargaan tersebut pada acara makan malam yang dihadiri sekitar seribu peserta. Dengan adanya penghargaan itu, Swiss-

Belhotel International telah mendapat pengakuan sebagai Jaringan Hotel Internasional Terbaik di Indonesia. Sekadar diketahui penghargaan yang diberikan melalui pengambilan suara (voting) secara online yang berlangsung selama dua bulan dan proses penilaian dari panitia. “Proses seleksi akhir juga melibatkan para ahli industri yang independen, menyatakan Swiss-Belhotel International yang paling layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut,” terang Gavin M Faull melalui release yang diterima Kendari Pos. Swiss-Belhotel International kata Gavin dikenal sebagai jaringan hotel internasional dengan lebih dari enam puluh lokasi di lima belas negara, dan merupakan salah

satu perusahaan manajemen hotel internasional yang paling cepat berkembang. Meskipun berkembang secara global, SwissBelhotel Internasional dikenal di lokasi yang eksotis dan lokal, khususnya di Indonesia. Gavin sempat mengurai keterlibatan dari setiap hotel pada khususnya dan grup pada umumnya, terhadap masyarakat dan jaringan sosial elemen penting dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan, merupakan peningkatan lebih lanjut dengan filosofi tanggung jawab sosial perusahaan. “Grup mengakui bahwa pengembangan hotel memiliki dampak yang sangat positif pada lingkungan kerja lokal dan pembangunan ekonomi yang sangat penting di negara-negara berkembang seperti Indonesia,” pungkasnya. (lis/awl)

BI Catat Jumlah Pekerja Asing 45 Ribu Gaji Tertinggi di Sektor Konstruksi dan Pertambangan Jakarta, KP Indonesia sepertinya punya magnet kuat di mata asing. Buktinya, selain dana asing yang membanjiri Indonesia, puluhan ribu para tenaga kerja asing (TKA) pun juga menduduki posisi tinggi di berbagai perusahaan di Indonesia. Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi Johansyah mengatakan, merujuk pada Laporan Survei Nasional Tenaga Kerja Asing di Indonesia Tahun 2009 yang dirilis BI akhir pekan lalu, jumlah TKA di Indonesia memang mencapai puluhan ribu. “Tepatnya, 45.384 orang,” ujarnya akhir pekan lalu. Laporan survei BI menyebutkan, sebagian besar atau sekitar 63 persen TKA tersebut berdomisili di Jakarta dan sebagian besar menduduki middle to top management. “30 persen TKA menjabat sebagai manajer dan 23 persen sebagai direktur,” katanya. Difi menyebut, survei BI dilakukan terhadap 365 orang asing yang mayoritas berada di pulau Jawa (83 persen), yakni DKI Jakarta (48 persen), Jawa Barat (22 persen), Banten (9 persen) dan Jawa Timur (3 persen). Sedangkan 17 persen responden lain berasal dari luar Jawa, yakni di Kepulauan Riau/Riau 11 persen, Kaltim 4 persen, dan Bali 3 persen. TKA yang disurvei ini sebagian besar berasal dari Asia non ASEAN (55 persen), Eropa (19 persen) dan ASEAN (13 persen).

Responden yang berasal dari Asia non ASEAN sebagian besar berasal dari Jepang (37 persen), India (27 persen) dan Korsel (22 persen). Adapun TKA dari Eropa mayoritas berasal dari Inggris (36 persen), Perancis (20 persen), Belanda (16 persen) dan Jerman (10 persen). Sedangkan TKA dari ASEAN, sebagian besar berasal dari Singapura (40 persen) dan Malaysia (39 persen). Lalu, berapakah gaji para TKA tersebut? Ternyata, rata-rata gaji (regular) para TKA sekitar Rp 25 juta - Rp 50 juta per bulan (38 persen). Di samping gaji regular, sebanyak 16 persen menyatakan memperoleh tunjangan jabatan (compensation salary) yang berkisar antara Rp 10 juta - Rp 25 juta per bulan. Khusus untuk TKA yang menduduki jabatan sebagai direktur, 35 persen diantaranya menerima gaji antara Rp 50 juta Rp 75 juta per bulan dan 25 persen diantaranya menerima gaji antara Rp 75 juta Rp 100 juta per bulan. Selain gaji, para TKA di posisi direktur ini juga mendapat tunjangan di luar jabatan hingga di atas Rp 50 juta.

Difi menambahkan, dari sisi sektor industri, sektor Konstruksi dan sektor Pertambangan dan Penggalian merupakan sektor yang paling banyak memberikan gaji tertinggi kepada TKA. “Nilainya bisa di atas Rp 125 juta per bulan,” sebutnya. Namun, tidak semua sektor industri memberikan gaji tinggi pada pekerja asingnya. Bahkan, sebagian perusahaan di sektor industri tertentu membayar gaji pekerja asingnya cukup rendah, yakni di bawah Rp 10 juta per bulan, yakni sektor Pertanian dan sektor Keuangan serta Persewaan dan Jasa. Dari sisi wilayah asal negaranya, responden dari Amerika dan Eropa rata-rata menerima gaji berkisar antara Rp 25 juta Rp 50 juta per bulan. Pada umumnya jabatan tenaga kerja asing dari dua negara ini adalah profesional di sektor keuangan. Sementara itu, pekerja asing yang paling banyak menerima gaji di kisaran lebih dari Rp 125 juta per bulan adalah TKA asal Oceania. Sedangkan responden yang berasal dari Afrika dan Timur Tengah, sebagian besar digaji cukup rendah atau di bawah Rp 10 juta per bulan. (jpnn/awl)

Kendari, KP Maraknya penipuan yang dilakukan melalui SMS, tentu saja sangat mengganggu kenyamanan pelanggan dan masyarakat pengguna ponsel pada umumnya. Telkomsel membuka layanan 1166 sebagai sarana pengaduan dan meminimalisir praktek penipuan. Laporan yang masuk siap ditindaklanjuti Telkomsel. Manager Grapari Telkomsel Kendari, Asbullah mengatakan, tidak dipungkiri penipuan melalui SMS yang akhir-akhir ini marak kembali meresahkan masyarakat. Modus dan metode yang digunakan oleh para pelaku penipuan selalu berganti-ganti untuk dapat menarik sebanyak mungkin perhatian pemakai ponsel. Banyaknya tindak penipuan yang menimbulkan keluhan dan kerugian material yang tidak sedikit sangat meresahkan pelanggan. Hal ini jelas-jelas mengganggu kenyaman dan kepuasan pelanggan dalam menggunakan ponsel. “Terdorong untuk memberikan yang terbaik dan respon positif kepada pelanggan yang ingin mengadukan SMS Penipuan, Telkomsel membuka layanan 1166,” terang Asbullah kemarin. Layanan 1166 kata Asbullah adalah nomor singkat yang disiapkan Telkomsel untuk menampung pengaduan SMS penipuan. Layanan ini hanya diperuntukkan bagi pelanggan Telkomsel dan tidak berbayar. “Dibukanya layanan ini bertujuan agar para pelanggan Telkomsel dapat dengan mudah dan cepat mengadukan

penipuan SMS yang terjadi,” ujarnya. Format yang harus diisi dalam SMS pengaduan sempat dirinci Asbullah. Katanya seluruh data pengaduan yang berhasil ditanggung melalui layanan ini akan dimanfaatkan oleh Telkomsel sebagai dasar tindak lanjut terhadap nomor yang dilaporkan. Untuk mengantisipasi agar pelanggan tidak mudah tertipu dengan SMS semacam ini, maka diharapkan para pelanggan untuk tidak mudah percaya pada SMS yang mencurigakan. Apabila terkait SMS tentang musibah, Asbullah meminta kepada pelanggan agar menelpon terlebih dahulu pada keluarga di rumah, untuk mengetahui dengan benar kondisi sesungguhnya. ‘’Apabila terkait dengan hadiah, maka jangan melakukan tindakan apapun sebelum menghubungi operator terkait. Pelanggan Telkomsel bisa menghubungi 111 untuk pelanggan kartuHALO dan 116 untuk pelanggan simPATI dan Kartu As, dan 128 untuk pelanggan Corporate,’’ jelasnya. Untuk pemakai non Telkomsel Asbullah berharap segera menghubungi nomor 0807 1 811 811. ‘’Apabila Anda sudah bermaksud melaporkan nomor Telkomsel pelaku kejahatan, laporkan pada Telkomsel dengan mengirimkan pengaduan 1166 melalui ponsel,’’ tukasnya. Dengan membuka layanan pengaduan 1166 ini Telkomsel berharap dapat mengurangi tindak penipuan SMS yang terjadi, dan terutama agar seluruh pelanggan Telkomsel lebih nyaman berkomunikasi. Telkomsel berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggan baik dari kehandalan jaringan maupun layanan terdepan. (lis/awl)

Sekar Telkom Tolak Merger Flexi-Esia Kendari,KP Rencana Merger Flexi-Esia mulai mendapat hambatan. Serikat Kerja (Sekar) Telkom yang melakukan konsolidasi di seluruh jaringan seIndonesia, mengerucutkan sikap bila mereka menolak rencana penggabungan Flexi dan Esia. Ketua umum DPP Sekar Telkom, Wisnu Adhi Wuryanto, yang dikutip ketua DPD Sekar Telkom Kendari, Agus Widhiarsana mengatakan, bila penolakan rencana merger itu disebabkan beberapa hal. Diantaranya, keputusan tersebut terkesan buru-buru, kurang komperenshif dan berpotensi cacat hukum. Katanya penggabungan Flexi dan Esia sama halnya melakukan penjualan terhadap aset negara. “Kondisi tersebut mengingatkan isu privatisasi yang berujung pada penjualan BUMN potensial yang merugikan negara beberapa tahun lalu,” terangnya kemarin melalui siaran persnya. Apabila hal tersebut terjadi kata Agus sangat merugikan negara dan dapat berujung pada pemeriksaan oleh BPK. Ia mengurai BOD

Telkom yang sekarang merupakan BOD transisi sesuai RUPS LB 14 Juni 2010, dimana masa kerjanya adalah 35 hari sampai satu tahun. Sehingga tidak etis secara moral melakukan kebijakan aksi koorporasi dan sangat strategis. “Alasan terakhir, kami belum melihat adanya skema penyelesaian terhadap aspek SDM secara transparan,” paparnya. Sekar Telkom rencananya akan melakukan langkah strategis. Diantaranya melakukan rencana pertemuan dengan pimpinan komisi pemberantasan korupsi (KPK), Indonesian coruption watch (ICW) serta potensi aksi demonstrasi anggota Sekar Telkom yang berjumlah sekitar 22 ribu orang. “Kami juga mengharapkan kepada pihak yang berkompeten, terhadap isu merger itu, yakni pihak kementrian BUMN, komisaris Telkom dan BOD Telkom untuk menahan diri dan tidak mengeluarkan statement terkait isu tersebut, sampai masalah ini dibahas secara kompernshif,” pungkasnya. (lis/awl)

BBM Subsidi Overload Jakarta, KP Alokasi BBM subsidi di 2010 dikhawatirkan akan melebihi kuota yang ditetapkan (overload). Pemerintah pun bersiap-siap untuk tetap menyalurkan BBM subsidi kepada masyarakat, dengan cara menambah alokasi anggaran. “Saya sudah dapat laporan dari Kementrian ESDM dan Pertamina. Kita akan lihat, kalau seandainya jumlahnya lebih daripada yang dianggarkan semula, maka kita akan ke DPR lagi untuk meminta persetujuan anggaran lebih dari sebelumnya,” kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, di DPR RI, Senin (25/10) lalu. Nantinya, pemerintah akan memberikan laporan dan rincian lengkap kepada DPR, penyebab melonjaknya realisasi penyaluran BBM subsidi. Salah satunya dengan semakin banyak bertambahnya penerima BBM subsidi di tengah masyarakat. “Kalau melihat dari sisi anggaran, anggaran ini masih ada karena memang Rupiah menguat terhadap Dollar. Selain itu harga minyak Indonesia (ICP) ternyata lebih rendah dari yang kita anggarkan,” kata Agus.

Namun, meski anggaran menambah subsidi masih ada celah, Pemerintah akan tetap berupaya agar tidak ada penambahan anggaran dalam jumlah besar. Sisi kebijakan pemerintah juga dijaga dengan memaksimalkan rencana pembatasan BBM subsidi oleh masyarakat. Antisipasi overload kuota di 2010, Pemerintah telah meminta Pertamina untuk tidak melayani penjualan BBM subsidi buat kapal pesiar, kapal kargo kecuali kebutuhan pokok, dan kapal penunjang yang bukan usaha kecil. BPH Migas juga meminta Pertamina tidak melayani penjualan BBM subsidi buat kendaraan bermotor atau alat berat yang digunakan menunjang kegiatan industri, pertambangan, pembangkit listrik, proyek konstruksi, peti kemas, kehutanan, dan perkebunan yang dapat dikategorikan sebagai bukan usaha kecil. Pertamina juga diminta membatasi pembelian BBM subsidi untuk kapal nelayan maksimal 25 kiloliter per bulan yang diambil tiap bulan dan tidak boleh diambil sekaligus lebih dari satu bulan.(jpnn/awl)


4

Kendari Pos |Selasa, 26 Oktober 2010

Empat RS ditegur Lain kali langsung tutup bos Kapolres Baru Kembali bidik Korupsi KPU Konsel Jangan sampai bidikannya tidak tepat lagi Pemprov siap gugat Inco Kalau Inco gugat Pemprov, apa siap?

Ketika Demo Telah Menjadi Ritus SEJAK memasuki era reformasi tahun 1997 lalu, unjuk rasa atau demonstrasi alias demo sudah bagaikan sebuah “ritual” di negeri kita. Bahkan tidak berlebihan jika ada yang berkata, di Indonesia sekarang tidak ada hari tanpa demo. Begitupun di Sultra, utamanya Kota Kendari. Sebagai sebuah “ritual”, demo juga punya tata cara ritusnya tersendiri, yang apabila tidak dilakukan, seolah tidak absah, atau tidak dianggap demo. Ritus itu, paling kurang adalah membakar ban bekas dan menutup jalan. Ya, membakar ban bekas sehingga asap hitamnya mengepul di udara sehingga memperparah polusi udara, bagaikan bakar kemenyan dalam ritus tertentu yang biasa dilakukan masyarakat kita. Demo itu sendiri, sudah menjadi pemahaman umum kita bukanlah hal tabu. Bahkan dalam iklim demokrasi yang sedang dan terus kita ingin bangun, demo adalah wujud peluang partisipasi yang menjadi hak semua warga masyarakat. Karena itu demo adalah sebuah keniscayaan berdemokrasi, sebab demo adalah salah-satu bentuk mengekspresikan pendapat, menyatakan aspirasi, atau melontarkan kritik bahkan protes. Lebih-lebih lagi,demo menjadi niscaya, ketika cara-cara lain untuk itu sudah menjadi buntu. Tapi yang menjadi pertanyaan kita sekarang, mengapa demo di negeri ini selalu disertai tindakan anarkis? Mengapa harus selalu ada penutupan jalan? Mengapa harus ada membakar ban bekas? Bukankah kedua tindakan itu telah merampas hak masyarakat umum sehingga merugikan mereka? Suatu ketika seorang ayah menceritakan rasa sesal dan kekesalannya terhadap demo. Putrinya yang hari itu dijadwalkan akan dioperasi menjadi batal karena dokter yang akan membedahnya terjebak kemacetan karena demo. Itu sekadar satu contoh kecil dari akibat demo yang menutup jalan sehingga bukan hanya kendaraan yang macet, tapi semua urusan kemasyarakatan menjadi macet. Belumkah tiba masanya, demo di negeri kita ini, jika memang harus dilakukan maka ia dilakukan secara cerdas dan mengundang simpati semua orang? Ya, seharusnyalah demo itu demikian. Dan itu akan terjadi bila demo dilakukan karena tepat masalah, tepat momen, tepat tempat dan tepat sasaran. Demo yang cerdas memang haruslah tepat masalah. Janganlah demo dilakukan untuk masalah apa saja, yang remeh-temeh. Jika demikian halnya, maka demo tidak mendapat simpati, dan mendegradasi tuah demo itu sendiri. Demo tidak lagi dilihat oleh masyarakat sebagai perjuangan kelompok elite cerdas untuk memperjuangkan nasib sehingga mereka bersimpati. Yang terjadi malah sebaliknya, antipati. Demo juga haruslah tepat momentum. Seperti halnya momentum satu tahun pemerintahan SBY-Boediono Rabu 20 Oktober lalu. Jika demo tidak memperhatikan momentum, maka demo akan terjadi kapan saja, dan bahkan jadi “tiap hari” yang akan mengakibatkan masyarakat jadi muak. Demo yang cerdas sudah pastilah menuntut tepat cara. Kita sering menyaksikan di negeri lain, bagaimana demo dilakukan oleh ribuan orang, di lapangan terbuka, duduk rapi, mengacungkan tinju sembari meneriakkan yel yel dengan kompak. Mereka berdemo di tempat yang tepat, pada momen yang tepat dan juga cara yang tepat. Akibatnya demo berlangsung damai, mengundang simpati masyarakat, dan pesan yang mereka ingin sampaikan menjadi tersampaikan. Dengan prinsip tepat itu, maka demo demikian juga menjadi tepat sasaran. Siapa yang dituju dan apa yang hendak dituju menjadi jelas. Ketika demo telah menjadi semacam ritus di negeri kita, alangkah baiknya jika demo itu dilakukan dengan prinsip tepat tadi. Semoga begitu adanya. Berdemolah bila memang benar-benar perlu, dan buatlah menjadi serba tepat, sehingga demo benar-benar punya daya ubah yang konstruktif, bukan daya rusak yang destruktif. (*)

Kampus yang Minus Demokrasi R

asa-rasanya sungguh tak etis jika selalu menyalahkan ma hasiswa, sekalipun beberapa tindakannya memang ada yang di luar batas kewajaran. Bukankah karena mereka keran demokrasi di negeri ini bisa terbuka dan berkembang lewat perjuangannya menumbangkan rezim pemerintahan yang anti-demokrasi (Orde Baru)? Apa yang tergambar dalam benak kita jika mendengar kata “kampus” atau “perguruan tinggi”? Tak lain adalah penggambaran akan sebuah wadah di mana di dalamnya berhimpun orang-orang terdidik, orang-orang “tercerahkan”, tempat orang-orang yang memiliki kapasitas moral yang mumpuni. Jika dilihat dalam wacana demokratisasi dan civil society, maka kampus adalah salah satu dari pilar penegaknya, selain komponen LSM, Pers, dan supremasi hukum (Said Gatara dan Dzulkiah : 2007). Kampus merupakan “pabrik” yang akan mencetak agen-agen perubahan dan pemberdayaan masyarakat sipil. Jika dihubungkan dengan dunia pemerintahan, maka kampus adalah “pabrik” yang akan mencetak caloncalon politikus, calon birokrat, dan pemimpin, baik dalam konteks nasional maupun lokal. Secara normatif tentu yang dicetak adalah calon politikus, calon birokrat dan calon pemimpin yang di dalam dirinya telah inheren nilai-nilai kejujuran, moralitas, kepedulian. Dan tentu saja turut mengembangkan kehidupan yang demokratis seperti yang diamanahkan dalam UndangUndang No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, khususnya Pasal 3; “...berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Muncul sebuah pertanyaan, kondisi kampus yang bagaimanakah yang bisa memproduksi manusiamanusia yang demokratis dan bertanggung jawab? Pertanyaan inilah yang sekaligus menjadi inti dari ulasan tulisan ini. Sebagaimana lazimnya, menciptakan peserta didik (mahasiswa) yang demokratis sebagai wujud pendidikan demokrasi (politik) dapat ditempuh melalui dua cara: Pertama, melalui pembelajaran di ruang

Oleh: Arman Syarif perkuliahan. Salah satunya lewat mata kuliah Pendidikian Kewargaan (Civic Education). Kedua, melalui penciptaan kultur kampus yang demokratis. Untuk melacak kampus-kampus mana sajakah yang turut mendorong tumbuhnya budaya demokrasi, hemat penulis, beberapa indikator yang dapat digunakan ialah seberapa besar ruang dan kesempatan yang diberikan pihak kampus kepada mahasiswanya untuk mengekspresikan potensi-potensinya, ruang untuk berpendapat atau mengkritik (sekalipun sasarannya adalah pihak kampus sendiri), serta ketersediaan sarana dan dukungan pihak kampus dalam mengembangkan hak kebebasan berorganisasi kepada mahasiswanya. Lalu bagaimana dengan faktanya, terutama penerapannya di beberapa kampus? Demokratisasi Setengah Hati Dari diskusi non-formal penulis bersama dengan adik-adik mahasiswa dari berbagai kampus ternama di Makassar (kampus yang sering unjuk rasa), betapa pengalaman yang dia ceritakan sungguh sangat memprihatinkan. Dari diskusi tersebut, ada yang bercerita bagaimana pencalonannya sebagai ketua BEM (jurusan) berusaha digagalkan pihak kampus, lantaran dia dikenal sangat kritis, sering demo menentang kebijakan birokrasi kampusnya. Ada pula yang bercerita bagaimana pengalamannya ketika hendak melakukan diskusi atau kajian, tibatiba dibubarkan secara paksa oleh birokrasi jurusannya, lantaran dianggap sebagai upaya doktrin kepada mahasiswa baru. Yang lebih memprihatinkan lagi, di sebuah perguruan tinggi yang secara tak langsung membatasi mahasiswanya berorganisasi. Cara yang digunakan ialah dengan membuat syarat-syarat khusus untuk menjadi pengurus lembaga kemahasiswaan, misalnya minimal harus memiliki nilai IPK 3,50. Logika aturan ini tentu sangat rancu, pada saat yang sama seorang mahasiswa begitu antusias berorganisasi (misalnya) tapi juga dituntut untuk rajin kuliah memperbaiki nilai. Fenomena lainnya, ada pula kepengurusan BEM tingkat universitas yang tidak dilantik oleh rektornya dengan

Minta Pengaspalan Jalan Raha - Wakuru 085242123434 Gubernur Sultra, tolong diaspal jalan provinsi yakni jalur Raha - Wakuru. Kondisinya sangat memprihatinkan, sudah banyak kami masyarakat dijanji, tapi tak satu pun terealisasi. Atau dekatdekat pilgub baru mau diasapal?

Kendari Pos Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

alasan yang kurang jelas, padahal dia dipilih melalui mekanisme yang cukup demokratis. Jika demikian halnya, berarti demokratisasi dalam kampus hanya setengah hati. Nilai-nilai demokrasi yang diajarkan hanya berhenti di pintu perkuliahan. Padahal, membincang tentang proses demokratisasi, maka kampuslah yang semestinya lebih awal melakukannya. Masyarakat kampuslah yang seharusnya lebih awal demokratis ketimbang masyarakat akar rumput. Kita pun menjadi heran, di kampuskampus ada mata kuliah tentang Pendidikan Kewargaan (Civics Education) yang salah satu sub-materinya tentang demokrasi. Sementara beberapa kampus sendiri secara halus malah “memberangus” kebebasan mahasiswanya, “memasung” hak-hak politiknya (berpendapat, berorganisasi) yang telah menjadi hak dasar yang telah dijamin dalam UUD 1945 pasal 28, UU No 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, dan UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Dari fenomena di atas pula, penulis mulai membangun asumsi bahwa beberapa kampus berusaha membersihkan lingkungannya dari para mahasiswa yang bertipe kritis. Berusaha mendisiplinkan mahasiswa, melakukan cut generation, agar mahasiswa tidak lagi selalu berada di jalanan, memerahkan jalanan, menghijaukan jalanan, membirukan atau mengorangekan jalanan, berteriak mengkritik jalannya pemerintahan. Kiranya asumsi ini cukup beralasan. Beberapa kampus (di Makassar) telah mengubah format penerimaan mahasiswa baru (PMB) yang sebelumnya dikelola mahasiswa, kini sebagian besar diambil alih dan dikelola dosendosen sendiri dalam bentuk yang lain. Misalnya dengan melakukan pesantren selama beberapa hari. Sekalipun faktanya beberapa perguruan tinggi masih tetap dikelola oleh mahasiswa sendiri, itu pun di bawah kontrol ketat birokrasi kampus. Mengenai perubahan format penerimaan mahasiswa baru ini dapat dibaca dalam dua hal. Pertama, sebagai upaya untuk mengubah tradisi penerimaan mahasiswa baru yang sarat praktik kekerasan. Kedua, sebagai upaya melumpuhkan gerakan mahasiswa. Penulis sejak kuliah sampai saat ini

Pelajaran dari Saponda 0811402515 Warga Saponda, kami turut prihatin dan berduka atas musibah penyakit yang diderita masyarakat. Hal ini terjadi kaerna faktor tekhnis kesehatan dan kehendak Tuhan. Jadi selain berobat, warga juga perlu berdoa dan intropeksi diri, apa yang telah diperbuat sehingga mendapat cobaan.

Pemimpin Umum : PP. Bittikaka Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Milwan Redaktur Pelaksana : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin Koordinator Liputan : La Ode Diada Nebansi Redaktur : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Ruslan Amrullah, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Yenni Yusuf, Reporter : Sulis Setiarini, Emilia, Linri Merinda, Arifuddin, Awaluddin Usa; Koresponden : Yafruddin Yaddi, Syamsuddin (BaubauButon), Fitri Ashari (Buton Utara), Eliazer Alex Tato (Kolaka-Kolaka Utara), Arwan Mannaungeng (Jakarta), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) ; Fotografer : Suwarjono ; Design Grafis : Muh Hajar Siddiq ; Karikatur : Arham Rasyid; Redaktur Khusus : La Paa, M Djufri Rachim; Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin; BPSDM : M Djufri Rachim; Teknologi Informasi : Sahdar ; Pracetak : Muhrisan (koordinator), Aser Rerung, Gunawan Chandra, Yusri Zubair, Samiruddin; Telepon Redaksi : (0401) 326513, Faks. Redaksi : (0401) 326512, Faks. Bisnis dan Keuangan : (0401) 323771; E-mail : bumianoa@plasa.com; Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari; Alamat Perwakilan : Jakarta: Mu’min Rolle, Komp Widuri Indah, Blok A1-2, Jl. Palmerah Barat No.353 Telp (021) 5330976, Jakarta 12210; Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin, Kolaka-Kolaka Utara : Eliazer Alex Tato; Harga Langganan : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-Eksemplar-Eceran Daerah Rp. 3.500,-.

tidak pernah sepakat dengan tradisi penerimaan Maba yang dipenuhi praktik kekerasan. Masalahnya adalah, dengan sepenuhnya mengambil alih penerimaan mahasiswa baru berarti sekaligus ingin “memotong” atau “mematikan” budaya kritis, budaya intelektual di kalangan mahasiswa, karena tak ada lagi ruang formal bagi mahasiswa “lama” dengan mahasiswa baru untuk melakukan dialog tentang hal-hal yang menyangkut kemahasiswaan, atau dialog yang pada intinya menjelaskan peran kritis mahasiswa sebagai agen perubahan yang sudah pasti dialog semacam ini tidak akan diperoleh dari ruang perkuliahan. Dengan berusaha membatasi hakhak demokrasi-politik mahasiswa (misalnya berpendapat, berorganisasi, melakukan aktifitas ala kemahasiswaan), dalam bahasa Antonio Gramsci (pemikir Marxis Italia), berarti secara tak langsung kampus atau perguruan tinggi telah menjadi alat hegemoni negara, alat kekuasaan politik dalam menyusun kekuatannya. Melakukan pendisiplinan (berpikir dan kesadaran). Melalui pendisiplinan diri (mahasiswa) menyesuaikan diri dengan norma-norma yang diletakkan oleh negara. Dan pendisiplinan di sini ditanamkan lewat lembaga-lembaga sosial, salah satunya lewat pendidikan (HAR Tilaar dan Riant Nugroho : 2003). Dan efek dari semua itu, tentu mahasiswa akan mengabaikan peran dan tanggung jawab sosialnya, misalnya melakukan kritik dan kontrol atas kinerja lembaga-lembaga negara. Wallahu a’lamu bisshawab. (*) Penulis pemerhati masalah sosial politik dan Guru PKn SMK

TERIMA OPINI Redaksi Kendari Pos menerima opini dengan foto penulis. Panjang opini minimal 24 maksimal 28 karakter, dalam bentuk file flashdisk atau copy ke CD. Opini dimaksud adalah pendapat penulis. Referensi ilmiah/buku hanya sebagai pembanding. Redaksi

Keluhkan Kelangkaan Solar 081935230080 Pihak Pertamina, tolonglah kami pengusaha angkutan kecil. Kami berupaya antri sejak pagi buta, hingga siang hari. Bagaimana kami punya waktu untuk bekerja, bila kerjaannya antri BBM.

Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/ K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Pembina : HM Alwi Hamu; Komisaris Utama : Syamsu Nur, Komisaris : PP.Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Ridwan Arief Direktur Utama : Milwan ; Direktur : Purwanto Sanam ; Ombudsman : Ramli Akhmad (Ketua), M Djufri Rachim, La Paa, Muhammad Saiful, SH, MH, Ariyani Arifin (Sekretaris) Manager Keuangan : Agus Tranhadi; Manager Iklan/Sponsorship : Haeruddin; Manager Sirkulasi : Muji Suwarno ; Manager Event Organizer : Rustam, Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 (0401)-3126515, Iklan : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Kamali (Samping Istana Ilmiah Kampus Unidayan Baubau) Tlp.(0402-2826600) HP.(081341752473) Kolaka Jl. Pramuka No.5 Tlp (0405)-24211. Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 1.00000192-01-000428-30-4 (Rec. Giro), 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA)


Selasa, 26 Oktober 2010

email : bumianoa@gmail.com

Golkar Muna "Retak", Agenda Rakyat Terabaikan Raha, KP Upaya untuk merapatkan barisan dengan konsolidasi matang demi membawa kembali kejayaan Golkar masih sulit dilakukan. Di Muna, contohnya. Bibit-bibit perpecahan antar kader dalam tubuh partai beringin itu bahkan mulai terlihat dan bahkan berbias hingga ke parlemen. Hanya karena intrik partai, agenda kerakyatan yang sedang dibahas di DPRD Muna ikut terabaikan. Semua bermula ketika pihak Golkar Muna

Limbah Nikel Jadi Timbunan Kolaka, KP Limbah hasil pengolahan bijih nikel milik PT. Antam di Pomalaa dalam bentuk slag ternyata digunakan masyarakat sebagai material timbunan. Tak hanya itu, obyek wisata Pantai Harapan yang dibentuk dengan cara menimbun laut itu juga menggunakan limbah nikel. Padahal ampas slag termasuk dalam limbah yang mengandung unsur Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Akring Johar menyikapi banyaknya limbah slag yang dijadikan material timbunan pemukiman warga. ‘’ Slag ini tidak bisa dijadikan bahan timbunan jalan apalagi untuk rumah masyarakat karena mengandung limbah berbahaya,’’ terangnya. Politi PPRN ini mengaku pihaknya telah melayangkan teguran pada manejemen PT. Antam agar tak lagi membiarkan limbah slag berhamburan di pemukiman umum bahkan dipergunakan untuk menimbun lokasi Pantai Harapan. ‘’ PT. Antam keliru membuat obyek wisata permandian di Pomalaa yang semuanya

Baca TIMBUNAN di Hal 6

Seleksi CPNSD 2010 Dijamin Tanpa Pungli Raha, KP Tak lama lagi, seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) kembali akan digelar. Meski belum ada informasi jadwal sesungguhnya, namun Pemkab Muna mengaku telah menerima surat Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara nomor 431.F/M. PANRB/07/2010, perihal kuota CPNDS. Daerah itu akan mendapat porsi penerimaan pamong daerah sebanyak 212 orang. 98 kuota untuk tenaga pengajar, 65 orang dibidang kesehatan dan 49 lainnya untuk spesifikasi teknis. Plt Kepala BKD Muna, Samurabi yang ditemui mengaku masih menunggu surat keputusan penetapan waktu rekruitmen dari Menpan. ‘’ Setelah ada kepastian waktu, baru Kami tindaklanjuti dengan pertemuan dengan BKD Provinsi. Untuk membicarakan tahapan penerimaan dan teknisnya seperti apa. Rencananya, Rabu (27/10) akan digelar pertemuan membahas teknis penerimaan CPNSD di BKD Provinsi,’’ jelasnya. Pejabat yang baru sebulan diangkat pada posisi itu menggaransi bila penerimaan tahun ini akan bebas dari pungutan liar (Pungli). Ia berjanji akan mengawasi langsung kinerja stafnya. “ Kita awasi ‘’pemainpemain” lama di BKD,” tegas Samurabi. Ia juga menambahkan, untuk kuota data base, pihak BKD sebelumnya telah mengusulkan pengangkatan terhadap 991 honorer. Namun jumlah itu belum diverifikasi oleh tim MenPAN. (awn/cok)

beberapa kali melayangkan suratkelegislatifagarKetuaDPRD, Wa Ode Zainab Hibi yang juga kader partai pimpinan Ridwan, BAE tersebut segera diganti. Sayang, usulan yang hingga kini belum mendapat respon itu pun membuat sejumlah senator Golkar melancarkan aksi boikot dengan tak mengikuti rapat paripurna jika dipimpin Wa Ode Zainab Hibi hingga mengakibatkan tak kuorumnya pertemuan. Paripurna pertama yang tak lengkap ketika agenda pendap-

at akhir LKPJ 2009 yang dipimpin Wa Ode Zainab Hibi. Senator Golkar yang pagi hari telah memasuki aula paripurna meninggalkan ruangan satu persatu. Malam harinya, kembali terulang. Rapat Banggar kembali tidak kuorum karena tak dihadiri para Senator Golkar. Akhir pekan lalu, paripurna LKPJ 2009 yang telah dijadwalkan ulang lagi-lagi tidak kuorum saat dipimpin Wa Ode Zainab Hibi karena tak dihadiri anggota dewan dari Golkar. La Ode Saera,

politisi partai itu yang sempat datang, kemudian meninggalkan tempat. Paripurna ditunda dan dijadwalkan malam hari. Anehnya, saat Wa Ode Zainab Hibi tak hadir dalam paripurna itu dan dipimpin Mahmud Muhammad dan Rajab Biku, anggota DPRD Golkar semuanya hadir. Wakil Ketua Golkar Muna, La Ode Tariala mengatakan, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat rekomendasi per-

Baca RETAK di Hal 6

Proyek Trotoar Inolobunggadue ‘’Siluman’’ DPRD Mengaku tak Masuk Dalam Draft Pembahasan Unaaha, KP Jika berkunjung ke kompleks Perkantoran Pemkab Konawe di jalan Inolobunggadue I, maka saat ini akan terlihat proyek pembuatan trotoar di sepanjang jalan. Padahal sebelum dibongkar, bahu jalan itu masih layak digunakan. Begitu pun trotoar yang baru dibangun di sekitar jalan Lakidende, belum dibutuhkan masyarakat. Kesan mubazir pun mencuat dan kini baru menjadi sorotan Anggota DPRD. Irwan Umar, misalnya. Anggota Komisi B itu menilai trotoar tersebut sangat penting namun dalam kondisi saat ini belum layak dibangun. “ Saya melihat dalam aspek penempatannya juga,” ujar Irwan Umar, kemarin. Soal apakah proyek itu merupakan “pesanan” saat pembahasan anggaran, Ia tidak ingin berspekulasi. Yang jelas proyek trotoar itu diangapnya belum prioritas dan sebaiknya anggaran

untuk itu dialihkan ke sektor lain, seperti persiapan menghadapi lomba Adipura. Ironisnya, dari beberapa titik pembangunan trotoar itu sebagian besar telah selesai. “ Ke depan, Pemkab perlu membuat skala prioritas pembangunan,” kritik politisi PNBKI itu. Wakil Ketua Komisi B, Jamaluddin Banasiu juga menambahkan titik lokasi pembangunan trotoar itu tidak pernah dilalui pejalan kaki. “ Kita punya jalan saja yang nyaris putus akibat abrasi di Desa Besu (Bondoala) belum dibangun. Panjangnya sekitar satu kilometer,” timpalnya. Jamaluddin Banasiu mengaku tidak tahumenahu proyek itu tiba-tiba muncul, sebab saat pembahasan APBD lalu, item tersebut tidak ada dalam draft. ‘’ Kalau ada pasti kita kritik. Nanti pada saat Raker, Rabu lalu Kami baru diperlihatkan DPA pembangunan trotoar itu,” ujarnya sembari mengaku tidak mengetahui perusahaan konstruksi yang mengerjakannya. Data yang dimiliki koran

Baca TROTOAR di Hal 6

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

BPKP Audit Khusus APBD 2006-2010 Kasipute, KP Selisih penggunaan anggaran Pemkab Bombana mulai tahun 2008-2009 yang mencapai angka Rp 51 miliar menjadi sorotan empat fraksi di DPRD. Bupati Bombana, Atikurahman melalui Asisten I Setkab, Selamet Rigay menjelaskan, khusus Silpa yang mencapai angka Rp 51 miliar itu merupakan jumlah nilai pendapatan yang masuk ke pemerintah daerah sejak tahun 2008-2009 melalui perhitungan akuntasi. Nilai tersebut merupakan

selisih antara total pendapatan daerah tahun 2009 sebesar Rp 312 miliar dengan total belanja daerah Rp 317 miliar yang menghasilkan defisit Rp 5,6 miliar. Sedangkan pada sisi pembiayaan antara penerima pembiayaan sebesar 59,5 miliar dan pengeluaran pembiayaanRp2miliar.Sehinggamenghasilkan pembiayaan netto sejumlah Rp 57,5 miliar. Itulah yang menyebabkan nilai defisit antara pendapatan dan belanja tersebut diatas ditambah dengan pembiayaan netto diperoleh sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa)

tahun 2009 sebesar Rp 51,8 miliar. Perhitungan tersebut didasarkan pada hasil penelusuran terhadap transaksi keuangan yang terjadi selama tahun 2009 yang bersumber dari laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanjamasing-masingSKPD.“Terhadap nilai nol rupiah yang terdapat pada sisa anggaran, merupakan sisa lebih perhitungan anggaranberkenaanuntuktahun anggaran 2009,” papar Selamet. Terhadap rekomendasi fraksi-

Baca APBD di Hal 6


6 Jumlah Penderita Kusta Masih Tinggi Kolaka, KP Jumlah penderita penyakit kusta di Kabupaten Kolaka masih tergolong tinggi. Dari data Dinas Kesehatan setempat menunjukan angka kejadian kusta tahun 2009 mencapai 1,3 tiap 10.000 penduduk. Pada tahun 2010 prevalensi rate turun menjadi 1,1 per 10.000 penduduk. Namun jumlah ini masih tergolong tinggi, karena standar nasional berada pada angka di bawah 1 per 10.000 penduduk. Untuk menekan dan memberikan pemahaman dini kepada masyarakat tentang penyakit kusta, Dinas Kesehatan Kolaka melakukan kegiatan Rapid Village Survey (RSV) yang bertujuan mencari dan menemukan penderita agar dapat diberi pemahaman tentang penyakit menular ini. Pengawasan Program Kusta Dinas Kesehatan Kolaka, Risal mengatakan upaya menemukan para penderita kusta itu karena masih rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat yang menyebabkan banyak kasus kusta tersembunyi. Apalagi sebagian masyarakat masih menganggap penyakit itu sebagi kutukan atau praktek ilmu hitam. ‘’ Selama tiga hari Kami melakukan kegiatan RSV di Kelurahan Mangolo, dan hasilnya dari sekitar 40 warga yang kita periksa, dua diantaranya positif kusta dan langsung diberikan pengobatan,’’ terang Risal. Penyakit kusta sendiri merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan bakteri tahan asam atau dikenal dengan nama Mycobakterium Leprae yang menyerang sistem saraf tepi, kulit, mukosa hidung, mata dan beberapa organ tubuh lainnya. Penyakit ini menyebabkan gangguan fungsi fisik, psikologik yang progresif dan menetap yang penularannya melalui kontak kulit yang lama dan tidak menular melalui makanan atau minuman, pakaian dan hubungan seksual. ‘’ Kusta biasanya ditandai bercak kulit merah atau putih seperti panu yang mati rasa akibat kerusakan saraf disertai gangguan fungsi jari tangan dan kaki absorsi yang hilang. Saat ini pengobatannya sudah tersedia di Puskesmas secara gratis. Jadi Kami menghimbau warga untuk tidak malu memeriksakan diri jika mengalami gejala kusta,’’ pungkas Risal. (cr3/cok)

Trotoar ...................... ini menyebutkan, pembangunan trotoar siluman itu berada pada enam titik, yakni Sanuanggamo-Desa Andabia sepanjang tiga kilometer dengan nilai kontrak Rp 364.251.000 dikerjakan CV. Sinar Aepodu Jaya, jalur jalan Inolobunggadue I (Kompleks perkantoran Pemerintah Konawe) sepanjang 1,80 kilometer nilai kontrak Rp 536.000.000 dikerjakan CV. Kartika Mitra Marga, jalur jalan Ponggawa sepanjang 0,60 kilometer dengan nilai kontrak Rp 175.161.000 dikerjakan CV.Citra Putra Bungsu, jalur Wekoila sepanjang 0,70 kilometer dengan nilai kontrak Rp 207.500.000 dikerjakan CV. Rafil Jaya, jalur Drs.H.Abdullah Silondae sepanjang 0,50 kilometer bernilai kontrak Rp 146.203.000 dikerjakan CV.Amanah Mulya dan jalur jalan Lakidende (sekitar makam Raja Lakidende yang melintasi Kelurahan Ambekairi dan Kelurahan Arombu) sepanjang 1,10 kilometer dengan nilai kontrak Rp 37.800.000 dikerjakan CV.Dua Muda Prima. (din/cok)

APBD .................. fraksi agar ada perbaikan pengelolaan keuangan daerah, pemerintah kabupaten mengaku akan segera berkoordinasi dengan BPK RI Sultra untuk mengaudit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 2009. Begitu juga dengan upaya menormalkan kondisi keuangan daerah, Pemkab telah berkoordinasi dengan BPKP Sultra dalam audit khusus APBD dari tahun 2006 sampai 2010. Disamping itu ada juga kerja sama pendampingan pengelolaan keuangan daerah yang direncanakan mulai tahun 2011. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Andhy Ardian dan dihadiri 17 anggota itu, Selamet juga menjelaskan, terkait pengelolaan aset daerah, langkah awal yang dilakukan adalah melakukan sensus aset mulai tahun 2005 sampai 2010 yang baru akan dilakukan 2011 mendatang. (nur/cok)

Retak ................... gantian kader partai itu dari kursi Ketua DPRD. Namun surat pertama, bernomor 431/DPD-M-Golkar/2010 tak mendapat respon dari pimpinan DPRD. “ Surat kedua, telah kami layangkan lagi 10 Oktober lalu bernomor 435,” sebutnya. Surat kedua yang dilayangkan Golkar ini pasca memboikot paripurna mulai mendapat respon pimpinan DPRD. Sekertaris Fraksi Golkar DPRD Muna itu mengaku, kemarin dua unsur pimpinan parlemen tersebut tersebut sudah berada di Jakarta untuk konsultasi dengan Mendagri memproses usulan Golkar. Ode Tariala membantah bila usulan pergantian tersebut tak ada kaitannya dengan Pemilukada. Untuk kebesaran Partai Golkar menjadi argumen yang dilontarkannya. (awn/cok)

Kendari Pos |Selasa, 26 Oktober 2010

Stok Pangan Aman Hingga Desember Andoolo, KP Musim penghujan yang tak henti hingga penghujung 2010 ini membuat banyak petani resah. Sebab dengan kondisi tersebut banyak areal persawahan yang kembali terancam gagal panen. Meski begitu, BadanKetahananPanganKonselmenjamin stok bahan makanan di wilayah itu masih aman hingga akhir tahun 2010. Terlebih hasil produksi beras dalam setahunnya

mencapai 51.240 ton dan ditunjang pangan lainnya seperti jagung, sagu dan umbi-umbian. Selain itu penyaluran beras dalam setiap bulannya di seluruh wilayah Konawe Selatan dari Dolog mencapai 3.370 ton. “ Untuk kebutuhan pangan di Konsel tiga bulan ke depan masih aman,” jamin Kepala Badan Ketahanan Pangan, Burhanuddin didampingi Kepala Bidang Ketersediaan Pan-

gan, Irwan Silondae, kemarin. Menurut Burhanuddin, produksi beras petani di bulan Agustus lalu masih mengalami surplus. “ Sampai saat ini juga tidak adanya laporan dari Kecamatan se Konsel tentang kerawanan pangan, khususnya beras. Termasuk Kecamatan Laonti yang tidak memiliki areal persawahan, tak ada kendala,” katanya. (era/cok)

Enam Fraksi Sepakati APBD-P Andoolo, KP Penetapan APBD-P Konsel 2010 berjalan tanpa kendala setelah pemandangan akhir enam fraksi DPRD menyepakati untuk menerima draft penganggaran tersebut untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda). Fraksi Golkar, Demokrat, PAN, PKS, BPN dan Fraksi PKNI langsung angkat suara sepakat. Juru Bicara F-Golkar, Irham Kalenggo beralsan, diterimanya

APBD-P Konsel itu karena beberapa pertimbangan. Mulai dari adanya dana yang masuk di pemerintah daerah yang berasal dari DAK, DAU dan anggaran lainnya yang bertujuan untuk membangun, juga karena anggaran perubahan yang diusulkan tak terlalu tinggi, sehingga dipastikan dapat dituntaskan pada akhir tahun. ‘’ Dalam APBD-P tersebut juga hanya terdapattigadinasyangmengelolaproyek

di akhir tahun. Kami optimis dengan diterimanya APBD-P untuk ditetapkan menjadi Perda, itu karena Pemerintah Kabupaten dapat menuntaskan hingga akhir tahun,” argumennya. Namun begitu, Ketua Fraksi Golkar tersebut tetap memberikan kritik atas apa yang telah dilakukan pemerintah dan harus dijalankan ke depan. Sehingga sejumlah program yang diagendakan dapat diselesaikan dengan baik. (era/cok)

SKPD Belum Capai Target PAD Unaaha, KP Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Konawe secara umum belum memenuhi target. Padahal, saat ini telah memasuki akhir semester kedua. Fakta itu terungkap dalam rapat kerja laporan realisasi fisik dan keuangan pelaksanaan kegiatan APBD 2010 antara Pemkab dan DPRD Konawe. AnggotaKomisiBDPRDKonawe, Irwan Umar mengakui hal tersebut. “ Tetapi mereka (pimpinan SKPD) optimis akan mencapai target pada akhir tahun ini. Apalagi persentase capaian PAD saat ini kan per September lalu. Jadi masih tersisa empat bulan lagi.

Timbunan ................ dikelilingi oleh limbah batu slag. Sementara slag ini jika bersenyawa dengan air laut menyebabkan adanya unsur kimiawi yang bisa menyebabkan orang yang mandi di pantai itu terkena kanker kulit,’’ anggapnya. Akring menambahkan pihaknya telah menerima laporan kasus masyarakat yang terkena kanker kulit dan inusitas yang diduga akibat pencemaran limbah nikel. Di

Masih ada waktu untuk mencapai target,” ujar Irwan Umar, kemarin. Wakil Ketua Komisi B, Jamaluddin Banasiu menambahkan Raker itu dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar realisasi fisik dan keuangan dari APBD 2010 yang sedang berjalan. Khususnya yang berkaitan dengan mitra komisi B seperti Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Perhubungan, Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Energi (Dsitamben) serta Dinas PU dan Tata Ruang. Politisi Partai Demokrat itu merinci capaian PAD Distamben baru sekitar Rp 500 juta atau 46 persen dari total target sekitar Rp 1 miliar. Dinas Pertanian ca-

tempat terpisah Vice President Operation PT. Antam UBPN Sultra, Yaris Tandi sebelumnya telah membantah bila limbah slag milik BUMN itu mengandung bahan kimia berbahaya. ‘’ Limbah slag seperti yang terlihat dibeberapa badan jalan yang ada di Kecamatan Pomalaa itu tidak mengandung unsur B3 karena sebelum terbentuk menjadi slag ada proses pemilihan dari tanah ore (bijih

paiannya sekitar 50 persen dari target sekitar Rp 650 jutaan. “ Kalau Dinas PU dan Tata Ruang, Saya lupa capaian targetnya. Yang jelas sangat kecil. Tetapi memang dinas ini agak susah mencapai target karena banyak alat berat yang perlu perbaikan. Jadi yang akan dioptimalisasi untuk menyumbangkan PAD adalah UPTD Laboratorium Uji Material,” rinci wakil rakyat asal Dapil I (Sampara, Bondoala, Besulutu, Soropia dan Kapoiala) ini. Sedangkan SKPD lain seperti DKP, Dishut, Dinas Koperasi dan UKM,termasukDisperindag belum diketahui capaian target PAD-nya karena belum dilakukan Raker bersama Komisi B DPRD Konawe. (din/cok)

nikel). J a d i s l a g i n i t i d a k termasuk dalam daftar limbah yang mengandung B3,’’ terangnya Sebenarnya, Antam hanya menampung limbah slag tersebut. Namun karena adanya permintaan masyarakat yang menginginkan slag dijadikan timbunan rumah dan jalan, maka pihaknya lalu memberi-

Lindungi Penyu, Maksimalkan Patroli Wangiwangi,KP Semangat untuk melindungi dan melestarikan penyu di Wakatobi cukup tinggi. Sebagai salah satu potensi alam yang mendukung parawisata, penyu juga memang termasuk hewan yang dilindungi. Pihak Taman Nasional Wakatobi selalu melakukan upaya perlindungan dengan melakukan patroli untuk merazia pihak-pihak yang menangkap penyu itu. ‘’ Kendala dalam melakukan pengawasan selama ini adalah saat musim gelombang tinggi. Sebab kapal tidak bisa menembus lokasi tempat tinggal penyu-penyu itu. Memang di beberapa tempat seperti tempat yang dikenal Cowo-Cowo, Kentiole dan Moromaho ada tanda-tanda mencurigakan perburuan penyu, namun setelah didatangi pihak yang melakukan aktivitas sudah tidak ada lagi. Makanya, untuk mencegah agar perburuan penyu tidak meluas, Kami melakukan patroli berdasarkan hasil penelitian intelijen mengenai ada tidaknya aktivitas perburuan,’’ beber Polhut Pelaksana Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Wanci, Sofian, kemarin. Penyu yang kerap muncul di Wilayah Wakatobi disebut berjenis hijau dan sisik. Dan setelah berbagai upaya perlindungan dilakukan, keselamatan penyu-penyu itu dari perburuan semakin membaik. Untuk kepentingan pelestarian dan pengamanan penyu itu, lembaga lain juga diminta aktif melakukan pengawasan seperti pihak Dinas Kelautan dan Perikanan. Setiap tempat yang diketahui terdapat penyu, maka ditempatkan penjaga yang berasal dari masyarakat setempat. ‘’ Mudah-mudahan kesadaran para pihak untuk tidak memburu penyu semakin tinggi,’’ pungkas Sofian. (cr1)

kannya secara cuma-cuma. ‘’ Termasuk pembuatan tempat wisata Pantai Harapan yang menggunakan slag juga atas dasar permintaan masyarakat,’’ tambahnya. PT. Antam juga secara rutin melaporkan penggunaan limbah slag ke Kementerian Lingkungan Hidup termasuk titik koordinat pembuangannya, serta

melakukan pengawasan kepada masyarakat yang menggunakan limbah itu. ‘’ Antam berencana bekerjasama dengan beberapa Universitas ternama di Indonesia untuk mengolah dan memanfaatkan limbah slag yang mempunyai nilai ekonomis dengan membuat paving block,’’ pungkas Yaris. (cr3/cok)


7

Kendari Pos |Selasa, 26 Oktober 2010

40 Menit Jumpa Pers, 10 Kali BHD Minta Maaf BHD .......................... orang,” katanya. Agar polri lebih melayani masyarakat, BHD mengubah pola pelayanan pos polisi (po-

spol) menjadi kantor sub sektor di bawah kendali polsek-polsek. “Saat ini, untuk seluruh Indonesia ada 500 subsektor agar pelayanan itu benar-benar langsung di level paling depan dan paling bawah,” kata mantan Ka-

ditserse Polda Jatim itu. BHD juga meminta maaf kepada anggotanya karena hingga akhir masa jabatannya usulan remunerasi pendapatan bagi anggota Polri belum terwujud. “Tapi, ini sudah menja-

di atensi dari pemerintah. Kemarin juga ada arahan dan warning dari Menkopolhukam. Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa terlaksana, agar kesejahteraan anak-anak lebih baik,” katanya.(rdl/agm)

”Penglihatan” Mbah Marijan, Muntahan Merapi Tak Masuk Kampung Mbah ........................ Pengumuman disuarakan melalui pengeras suara di masjid. Evakuasi dilaksanakan pukul 15.00. Mereka yang dievakuasi adalah orang tua, ibu hamil, balita dan penduduk yang sakit. “Evakuasi berdasarkan rapat koordinasi antara Pemkab Sleman dan Muspika,” terang Kades Umbulharjo, Bejo Mulyo.

Rencananya, evakuasi tahap dua akan dilaksanakan pagi ini pukul 07.00. Penduduk diangkut dengan colt terbuka dan truk yang telah disiapkan. Selanjutnya, mereka akan tinggal sementara di barak pengungsian. Di wilayah Desa Umbulharjo terdapat tiga tenda berukuran besar. Dua tenda dari Departemen Sosial RI, satu lagi inventaris desa. Ditempat ini juga telah tersedia logistik meski

baru mie instan. Jumlahnya juga terbatas. Kembali ke Kinahrejo. Menanggapi status Merapi, Mbah Marijan mempunyai pandangan sendiri. Menurut “penglihatannya”, erupsi Merapi akan mengalir di Kali Krasak dan Kali Gendol. Artinya, material lahar atau awan panas tidak akan melewati Kali Kuning dan Kali Opak. Sekadar diketahui, Kali Kuning terletak di barat Kinahrejo,

sedangkan Kali Opak berada di timur utara Kinahrejo. Saat erupsi Merapi tahun 2006, sebagian material yang dimuntahkan Merapi melaju hingga Petit Opak. Petit Opak merupakan titik pertemuan jalan menuju Kinahrejo dan Kaliadem. Mengantisipasi terjadinya erupsi Merapi, Mbah Marijan mengajak penduduk Kinahrejo dan sekitarnya, juga penduduk yang tinggal di tempat lain memanjatkan doa.(uki)

Proyek Bibit Teripang pun Diduga Dikorup LKPJ ......................... but dibutuhkan oleh daerah. Taufan lalu menyebutkan, temuan BPK-RI di Bappeda terdapat perjalanan dinas fiktif. Dari Rp 1,2 Milliar dana perjalanan dinas Bappeda berindikasi fiktif Rp 300 Juta. “Kami minta kepada Bupati agar memberikan sanksi kepada Bendahara Bappeda atas kelalaianya, membayarkan perjalanan dinas fiktif. Termasuk juga memberikan sanksi kepada mereka yang melakukan perjalanan fiktif, serta mengembalikan uang tersebut,” tegasnya. Sementara itu, La Samuri, Sekertaris gabungan Komisi mengungkapkan, beberapa masalah temuan DPRD di LKPJ 2009. Dimulai jumlah pendapatan, belanja dan pembiayaan tahun 2009 mengalami surplus sebesar Rp 15,5 M. Dana surplus berasal dari dana penye-

suaian tambahan gaji guru Rp 12,8 M. Namun dana tersebut yang digunakan hanya Rp 9,5 M. “Seharusnya ada sisa dana Rp 3 M yang akan dikembalikan di Pusat. Versi DPKAD, dana tersebut belum dikembalikan,” terangnya. DPRD meminta, agar Bupati memberikan penjelasan penggunaan sisa anggaran tersebut. Kemudian, daftar isian proyek di Dinas Kehutanan yang diminta Dewan tidak dipenuhi. Sehingga menyulitkan DPRD melakukan fungsi pengawasan. Atas masalah ini, Parlemen merekomendasikan ke BPK untuk melakukan audit investigasi. Begituhalnya, Dinas Koperasi, Dewan meminta dilakukan audit investigasi penggunaan dana bergulir. “Dinas Koperasi tidak menghadiri rapat gabungan dan hanya menitip foto kopiaan tindak lanjut hasil BPK,” tukasnya. Lanjut, sekertaris Komisi II itu, pengeluaran kas daerah

tanpa melalui SP2D sebesar Rp 17,2 M dan ini melanggar aturan. Versi DPKAD, dana panjar tersebut untuk membayar kebutuhan yang sifatnya mendesak. Jawaban tersebut oleh dewan dianggap tidak rasional, karena dana panjar tersebut digunakan untuk membayar kegiatan yang tidak tercantum dalam nomenklatur APBD 2009. Berikutnya, pengadaan bibit taripang Rp 4,5 M di kolam arena dayung, belum memberikan hasil pada PAD. Saat rapat gabungan, dinas Perikanan mengaku telah menyetor ke bendahara daerah Rp 10 Juta. Namun saat dikonfirmasi ke DPKAD, dana tersebut tidak pernah disetorkan. Dewan juga menemukan pinjaman daerah yang belum dilunasi, untuk pembangunan pasar modern Laino, RSUD Raha, PPI sebesar Rp 11,6 M, yang jatuh tempo 10 Oktober. Tidak cukup sampai disitu.

Kata Samuri, Dewan juga menemukan penggunaan dana operasional kantor penghubung sebesar Rp 70 Juta, yang digunakan untuk operasional rumah pribadi di Cinere. Yang cukup membingungkan, terdapat perbedaan jumlah PNS di Muna. Di APBD 2009, PNS di Muna sebanyak 8.880, sementara dalam LKPJ 2009, terdapat 8.434 PNS. “Ada selisih 446 PNS,” sebutnya. Terakhir, berdasarkan temuan BPK-RI, pelaksanaan proyek timbunan perumahan kumuh Laino yang dilakukan swakelola, berindikasi ada kerugian negara. “Kita merekomendasikan audit Oncall atas pekerjaan tersebut,” tegasnya. Atas berbagai permasalahan tersebut, kata Sekertaris Gabungan Komisi itu, DPRD Muna merekomendasikan kepada penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Bila ditemukan adanya unsur pidana, harus diproses hukum.(awn)

Libatkan Anak Sebelum Promosi Nembak ..................... kan di Bandung, Jawa Barat. Sri muda, yang baru lulus dari jurusan pendidikan sosial di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo, penasaran. Dia ingin jalan-jalan ke Kota Kembang tersebut. “Adik sepupu saya yang ikut daftar bilang, eh nggak apa-apa, sekalian nanti lihat Bandung kayak apa,” ujarnya. “Maklum, saat itu kan saya masih muda banget,” imbuh wanita berkulit cerah tersebut lantas tersenyum. Orang tua Sri layak cemas. Sebab, Sri awalnya digadanggadang menjadi guru. Keluarga mereka juga tidak berlatar belakang militer. Sri bahkan sudah menghitung hari untuk mengajar IPS di sebuah sekolah di Solo. Apalagi, pada masa-masa itu tentara wanita masih jarang. “Soalnya, dulu penasaran, seperti apa sih jadi tentara. Pas ada pendaftaran wamil (wajib militer), ya sudah, ikut saja,” ujarnya. Saat menjalani pendidikan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Kowad di Bandung, Sri kaget. Dia heran dengan kebiasaan di militer yang selalu tegas dan berbicara dengan nada tinggi. Bahkan, kepada atasan, mere-

ka tetap bersuara keras saat mengucapkan kata “siap”. “Saya kan besar di Solo. Awalnya kaget. Tentara kalau ngomong kok kayak marah-marah gitu, ya. Tapi, sekarang sudah biasa, memang harus begitu,” tambah peraih penghargaan Yudha Dharma Nararya dan Kartika Eka Paksi tersebut. Karena Sri lulusan jurusan keguruan, banyak teman semasa kuliah yang kaget saat mengetahui dirinya jadi jenderal. Sebab, umumnya, lulusan keguruan menjadi guru atau meniti jalur struktural pegawai negeri sipil (PNS). Saat menghadiri reuni kampus, dia diberondong banyak pertanyaan. “Lho, Sri, kamu berarti bisa nembak?” katanya, menirukan pertanyaan teman-temannya. “Nggak hanya bisa nembak, ngajari kamu nembak juga bisa kalau mau,” jawab Sri sambil bercanda. Saat kuliah di UNS, Sri memiliki “geng” beranggota tiga cewek. Geng itu terdiri atas tiga mahasiswa sekelas yang bernama depan Sri. Dua Sri lain menjadi guru dan kepala sekolah. Hanya Sri Parmini yang menyempal dari jalur sesama anggota geng. “Sekarang masih sering kontak-kontakan. Sri

Warsiti jadi kepala sekolah, Sri Hartini jadi guru,” ujar dia lantas tersenyum. Selain itu, Sri Parmini harus memutar otak tiap kali dipindahtugaskan dan dipromosikan. Sebelum menjabat staf ahli tingkat II kawasan Eropa dan AS, dia bolak-balik dipindahtugaskan. Beberapa tahun setelah lulus dari Pusdik Kowad, dia menjadi guru militer. Kemudian, dia menjabat Kaur di Dinas Pengamanan Sandi Angkatan Darat (Dispamsanad). Pada 1996-1998, dia menjabat wakil kepala ajudan jenderal (Waka Ajen) Kodam Jaya. Pada 2000-2004, dia kembali lagi ke Pusdik Kowad. Kali ini ibu Ratih Pujiati, 25, dan Arif Widiatmoko, 20, itu menjadi komandan Pusdik Kowad sebelum akhirnya ditarik ke Mabes TNI pada 2005. Karena prestasinya, Februari lalu dia diganjar pangkat bintang satu (brigadir jenderal) oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta. Menurut Sri, mengelola rumah tangga sembari jadi jenderal susah-susah gampang. Yang penting, papar dia, selalu melibatkan keluarga sebelum mengambil keputusan. Terutama, kedua anaknya.

Ketika dipilih menjadi segelintir orang yang harus menjalani pendidikan di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung pada 1995"1996, Sri membicarakannya dengan dua buah hatinya, Ratih dan Arif. Dia mengatakan kepada mereka bahwa dirinya hanya ada di rumah saat akhir pekan. Sri sangat khawatir saat itu. Sebab, Ratih masih berusia sepuluh tahun, sedangkan Arif baru berumur enam tahun waktu itu. “Itu saat-saat terberat menjadi ibu dan mengabdi kepada negara. Tapi syukur, anakanak bisa mengerti,” ucap dia. Begitu pula ketika jadi komandan Pusdik Kowad di Bandung. Itu lebih berat lagi. Sebab, dia harus berada di Bandung mulai Senin hingga Jumat. Kalau tugas di Seskoad hanya setahun, di Kowad harus dijalani empat tahun. Namun, karena anak-anaknya sudah lumayan dewasa, Sri tak terlalu mengkhawatirkan mereka. Malah, ketika hendak meminta persetujuan jagoan ciliknya, dia ditantang balik. “Nggak apa-apa kok, Bu. Yang penting, Sabtu dan Minggu ibu di rumah, kan” Adik sudah biasa, kok,” ujarnya, menirukan ucapan anak ragilnya, Arif.(aga)

Eka Merindukan Satgas Mafia Hukum Suamiku .................... rasa keadilan ini jangan sampai terulang lagi. Andaikata nomor HP Ketua Komisi Yudisial atau Satgas Mafia hukum saya tahu, saya akan SMS sekarang juga,” tutur seorang keluarga Eka. Eka benar-benar shock mengikuti persidangan seorang ibu rumah tangga yang terbukti memiliki shabu, menjadi bandar, pemakai dan pengedar hanya divonis delapan bulan kurungan. Sejak awal persidangan, Eka sudah mengikuti hingga vonis. Untuk diketahui, ibu rumah tangga berinisial RS dan semua kasus ditangani oleh pihak Polda Sultra. Kemarin siang (25/10), saat Eka bertandang di Graha Pena Kendari Pos mengatakan dirinya sangat kesal dengan oknum jaksa dan oknum hakim di PN Kendari yang menjatuhkan vonis suaminya sangat tinggi. Sambil menangis, ia menceritakan bagaimana kisah suaminya ditangkap. Sekitar bulan Februari 2010 lalu, suaminya mengantarkan seseorang berinisial TM. Ilyas setiap hari bekerja sebagai jasa ojek. Kala itu dirinya diminta mengantarkan TM dengan iming-iming uang Rp 100 ribu. Rupanya, saat itu TM membeli shabu di bilangan kota lama Kendari. Sayang, misi itu tidak

diketahui Ilyas. Sedangkan saat itu juga pihak kepolisian dari satuan Narkoba Polda Sultra membuntuti keduanya. Ketika Ilyas pulang di rumah, saat itu juga polisi langsung menangkapnya dan disaksikan oleh ketiga anaknya. “Saat itu saya piket di rumah sakit,” kata Eka, sambil mengusap air matanya mengingat kejadian malam itu. Entah bagaimana cerita selanjutnya yang pasti saat pihak rumah sakit Bhayangkara memeriksa urine, Ilyas negatif alias tidak terbukti memakai narkoba. Selang beberapa pekan kemudian, berkas perkara di Kepolisian dilimpahkan di Kejati. Pihak keluarga korban sudah pasrah dengan proses hukum dan sisa menunggu pihak pengadilan memvonisnya. TM divonis 2 tahun 2 bulan sementara Ilyas divonis empat tahun penjara. Kala itu Eka pasrah melihat suaminya telah divonis oleh PN Kendari. Beberapa bulan kemudian, muncul kasus yang sama. Seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Kecamatan Mandonga kedapatan memiliki satu paket shabu-shabu. Informasi yang diperoleh, tersangka adalah bandar, pemakai sekaligus pengedar barang haram tersebut. “Saya sempat mengikuti persidangan ibu tersebut. Sontak saat saya keget ketika terdakwa divonis satu

tahun dipotong masa tahanan di kepolisian dan jaksa, empat bulan. Saat itu dirinya menanyakan kepada pihak PN Kendari. Jawabanya sangat singkat “silahkan bertanya dengan jaksa karena pengadilan hanya mengacu berita acara pemeriksaan dan barang bukti”. Eka mengaku jika Jaksa yang mengurusi kasus suaminya bernama Suryanto. Ibu mertua Eka, kala itu sempat menemui Jaksa tersebut namun tidak ada jawabanya yang membuat dirinya puas. “Apakah vonis hukum itu tergantung berapa uang yang diberikan kepada oknum jaksa dan kepolisian yang melakukan pemeriksaan?,” kata ibu yang telah dikaruniai tiga orang anak itu. Dirinya ihlas jika suaminya dijatuhi hukuman. “Tapi mengapa hukuman itu tidak sebanding dengan tersangka yang lebih berat perbuatannya?” katanya. Jika seperti itu kata Eka, lebih baik suaminya memakai barang yang bisa membuat orang hilang kesadaran itu. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Fahrurrozi membenarkan ada kejadian penangkapan narkotika saat itu. Soal jatuh vonis, hal itu bukan wewenangnya semuanya ada institusi yang menjalankan tugas masing-masing. “Kami hanya memeriksa tersangka,” pungkasnya.(ano)

Celah Kompetisi Selalu Ada Pecahkan ................... usun batu, merekatkan semen, menegakkan tiang, menambatkan ikatan atap, memaku pertemuan kayu, menyusun genteng dan melakukan finishing touch. Langkah-langkah kecil yang dilakukan tukang gali fondasi diestafet ke tukang batu. Selanjutnya ke tukang kayu, tukang genteng, dan berakhir di pemolesan cat. Area kerja diselesaikan kotak per kotak. Layaknya main puzzle, pemilik proyek menggabungkan kotakkotak kecil menjadi sebuah kotak besar. Begitu pulalah yang terjadi di dunia bisnis. Konglomerasi besar sebangsa Ciputra Group, Artha Graha Group, Bosowa Group, dan lainnya menjadi besar dan kokoh karena didukung oleh kekuatan kotak-kotak kecil yang menumpunya. Dalam kompetisi produk, kotak-kotak kecil bahkan menjadi titik-titik krusial yang mampu menarik dompet calon konsumen. Contoh paling mencolok dapat ditemukan pada persain-

gan industri penerbangan. Tarif terbang normal Jakarta – Denpasar misalnya, tarif normal Rp 2 juta. Namun sebagian maskapai berani memberi diskon 50% bahkan lebih, dengan rute yang sama. Persaingan harga dilihatnya sebagai sebuah kotak besar. Mereka kemudian memecahkan kotak besar itu menjadi kotak-kotak kecil seperti: waktu booking yang lebih cepat, tidak ada makanan selama penerbangan, jam keberangkatan tengah malam ketika pesawat lain tidur di bandara digantikan dengan pesawat melayang di udara, dan seterusnya. Tarif lebih murah 50% bahkan lebih dapat diperoleh jika konsumen mem-booking sebulan sebelumnya, memilih penerbangan tengah malam, dan tiket tidak bisa dibatalkan! Langkah cerdas seperti ini akhirnya dilakukan semua maskapai setelah terlebih dahulu memecahkan kotak besar persaingan industri menjadi kotak-kotak kecil. Ternyata, masih ada celah yang bisa dioptimalkan pada proses pemesanan tempat (booking seat). Hal yang sama terjadi pada

banyak industri ketika negeri ini diterpa krisis moneter sepuluh tahun lalu. Ketika itu, harga barang-barang naik hingga lebih 100% sehingga banyak perusahaan gulung tikar. Anehnya, di tengah kondisi itu lahir mobil-mobil keluarga seharga di bawah Rp 100 juta. Kontan saja, Avanza dan Xenia diserbu pembeli hingga harus indent selama sepuluh bulan. Perusahaan deterjen ikut merevisi ukuran sachetnya menjadi lebih kecil. Kendaraan roda dua juga direvisi pada ukuran mesin. Industri rokok tidak ketinggalan mengurangi kandungan tembakau. Demikian seterusnya. Bahwa dalam kompetisi yang sangat ketat sekalipun, celah kompetisi selalu ada. Persoalannya kemudian adalah mampukah kita membaca celah-celah itu? Untuk mengasah keterampilan membaca peta, dapat dilakukan dengan memecahkan kotak besar menjadi kotak-kotak kecil agar terzoom mendekati pelupuk mata. Karena sesungguhnya, di ujung terowongan selalu ada celah cahaya. Tugas pemasarlah mencari celah cahaya itu.(*)


8

Kendari Pos |Selasa, 26 Oktober 2010

Pak Harto dan SBY tanpa Pak

WAHYU DWI NUGROHO/RM

Jenderal Bambang Hendarso Danuri memberikan keterangan kepada wartawan seusai serah terima administrasi Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/10). Jendral Bambang Hendarso Danuri memberikan laporan penjelasan pertanggungjawaban implementasi BHD semasa menjabat Kapolri.

BHD Akui Reserse Paling Buruk Selain Merekayasa, Ada Penyidik Memeras Jakarta, KP Kinerja jajaran reserse merupakan unit kerja paling dikeluhkan di korps kepolisian. Kapolri Pol Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) tak menampik penilaian masyarakat tersebut. Sebab itu, BHD meminta maaf terkait berbagai permasalahan di tubuh kepolisian selama dirinya menjabat sebagai kapolri sejak September 2008. Dia berharap Kapolri yang baru Komjen Pol Timur Pradopo bisa menuntaskan pekerjaan rumah yang belum tuntas tersebut. “Secara tulus saya minta maaf. Sampai beberapa hari sebelum saya pensiun ini keluhan masyarakat 80 persen pada kinerja reserse,” kata BHD saat menyampaikan resensi memori kinerja Kapolri di Gedung Rupatama, Mabes Polri kemarin. Jawa Pos (Kendari Pos Group) mencatat sejak jumpa pers dimulai sampai selesai (sekitar 40 menit), BHD mengulangi permohonan maaf hingga 10 kali.

“Apapun yang dilakukan anak buah saya tentu saya sebagai Kapolri bertanggungjawab,” katanya. Mantan Kabareskrim itu berharap, berbagai strategi Timur Pradopo untuk membenahi satuan reserse didukung kalangan LSM. “Apapun itu, seperti Indonesian Police Watch, Kontras, dan yang lain kami sungguh berterimakasih atas kritiknya,” katanya. BHD mengakui, mayoritas keluhan masyarakat terkait perilaku buruk oknum reserse dan penyidik kasus. “Harus diakui memang masih ada yang rekayasa, ada kekerasan dan juga pemerasan dalam pemeriksaan. Ini tentunya harus dibenahi pak Timur,” katanya. Dia menjelaskan, khusus untuk reserse ada program Ayo Keroyok Reserse yang tujuannya memperbaiki sikap dan perilaku para penyidik. “Ada juga pengawas penyidik, ada juga upaya agar penyidikan lebih transparan melalui SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan),” katanya. Selain itu, pengawasan internal di masing-masing satuan juga sudah dilakukan. “Sam-

pai semester 1 tahun 2010 tercatat 177 kali pelanggaran, dan diberi keputusan pemberhentian tidak dengan hormat 120

Baca BHD di Hal. 7

APA yang kita dapat setelah Orde Baru (Orba) bangkrut" Yang paling bisa dirasakan adalah: media tak perlu lagi menyebut ”pak” di depan nama panggilan pemimpin tertinggi negeri ini. Cukup Mega atau SBY. Tak perlu seperti zaman Orde Baru yang kalau menyebut nama Harto harus selalu ada kata ”pak” di depannya. Sulit menemukan kata Harto tanpa ”pak” di media cetak waktu itu, apalagi disingkat menjadi SHT, seperti kita menyingkat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi SBY. Soeharto tanpa ”pak” hanya muncul dalam selebaran gelap dan penerbitan-penerbitan kampus yang kesulitan dana. ”Pak” dalam terminologi kekuasaan kita adalah Bapak. Dan rakyat, dalam konsep feodalisme, adalah anaknya. Bapak dalam konteks penguasa merasa mutlak harus dihormati, dijunjung tinggi, tak boleh direndahkan, diremehkan, meski si Bapak sangat diktator, korup, dan amat menindas. Menyebut kata Harto tanpa ”pak” di depannya adalah sebentuk pembangkangan. Untuk menghindar dari kesan menghamba pada rezim Orba, kebanyakan media pilih mengganti ”Pak Harto” dengan menyebut ”Presiden Soeharto.” Baru setelah rezim Orba tumbang, pers Indonesia mulai egaliter dan leluasa menyebut Soeharto tanpa kata ”presiden” atau ”pak” di depannya.

Oleh; Leak Kustiya (Pemimpin Redaksi Jawa Pos) Seminggu lalu, muncul dua berita hangat sama-sama menyangkut pemimpin negeri ini. Yang satu tentang demonstarsi

memperingati setahun kinerja SBY, sedangkan satunya lagi tentang selamatan mengenang seribu hari meninggalnya mantan Presiden Soeharto. Seorang pembaca melayangkan protes karena keberatan dengan judul ”Ribuan Orang di Seribu Hari Pak Harto”. ”Pak Harto kan istilah yang biasa dipakai oleh antek Orde Baru,” katanya. Apakah kita ini antek penguasa atau bukan ternyata cukup dilihat dari bagaimana cara menyebut pemimpinnya: pakai ”pak” atau tidak. Penghambaan dari praktik penindasan dan feodalisme yang telah dijalankan selama 32 tahun semasa Orba telah membuat pers Indonesia dalam

ketaatan yang absolut dan mati rasa. Pak Harto, Bu Tien, Mbak Tutut –tanpa sadar– menjadi sebuah kesatuan kata. Hingga hari ini, koran begitu mudah menulis Mbak Tutut, tapi akan sangat kikuk ketika hendak menyebut Mas Ibas, misalnya. Tapi anehnya, ketika pers dirampas kebebasannya, banyak juga Pemred (pemimpin redaksi) yang bangga kalau diundang ”Bapaknya” ke Cendana. Ternyata, ada sebentuk ketertindasan yang kadang nikmat rasanya, yaitu ketika si tertindas punya hubungan dekat dengan si Bapak yang menindasnya. Sebagai pemimpin redaksi,

Baca PAK di Hal. 2


Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Selasa, 26 Oktober 2010

Polisi Lamban Ungkap Pelaku Pembunuhan Siswa Lima Hari Bekerja, Belum Ada Titik Terang Kendari, KP Polisi dinilai lamban dalam mengungkap sejumlah kasus pembunuhan di Kota Kendari. Terbaru, kasus dugaan pembunuhan siswa SMA Idhata, Wawan yang mayatnya ditemukan tergantung di rumah kos Belakang Pasar Baruga, lima

hari lalu, juga belum menemui titik terang. Meskipun jelas ketidakwajaran dari kasus tersebut, termasuk informasi hasil otopsi, adanya tanda-tanda kekerasan pada jasad korban, namun polisi belum berani menyimpulkan jika kasus tersebut adalah kasus pembunuhan. Wajar saja jika pelaku pembunuhan belum mampu terungkap. Menyimpulkan saja jika kejadian tersebut adalah kasus pem-

bunuhan, polisi belum berani menetapkannya. Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Irwan Andy Purnawan mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengambil kesimpulan terkait dengan penemuan mayat tersebut sebagai kasus pembunuhan. Meski Irwan mengakui adanya ketidakwajaran dari hasil olah TKP dan adanya tanda-tanda penganiayaan pada diri korban.

“Kami belum menerima bukti otopsi dan visum dari RS Bhayangkara. Kami juga belum bisa menyimpulkan jika kasus tersebut adalah kasus pembunuhan,” terang AKP Irwan Andy Purnawan saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Lalu, apa yang dilakukan oleh Satuan Reskrim Polres Kendari terkait dengan berbagai kejanggalan dan petunjuk yang

Baca POLISI di Hal. 10

Gubernur Minta Dokter Lebih Profesional

PKK ULFAH/KP

Pengelola tempat hiburan malam TWT yang berada di Kelurahan Tipulu, benar-benar tak peduli, dengan aksi bersih-bersih yang di program Pemkot Kendari selama ini. Meski di halaman tempat hiburan itu, terdapat dahan pohon yang cukup mengganggu pemandangan warga, namun mereka tetap membiarkan tanpa melakukan pembersihan. Belum lagi semak-semak di sekeliling THM itu dibiarkan tumbuh, tanpa peduli.

ULFAH/KP

Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kendari, Hj Syamsuriati Musadar (tengah) saat menghadiri lomba PKK di Watulondo.

Usai Lomba, Kegiatan PKK Jangan Hilang PROGRAM kegiatan PKK yang hanya fokus pada agenda seremonial belaka menjadi sorotan Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kendari, Hj Syamsuriati Musadar. Menurutnya, beragam kegiatan PKK jangan pernah hilang ketika lomba sudah selesai. Tetapi juga harus melihat sejauh mana selama satu tahun program PKK dimatangkan, sehingga setiap wilayah harus siap mengikuti penilaian pemberdayaan kesejahteraan keluarga. “Banyak tempat biasanya ketika moment lomba dihelat kelompok PKK antusias memoles dan menanami kebun dasawisma. Namun setelah itu, rumputnya lebih tinggi dari pagar,” ujar Syamsuriati, ketika memberi penilaian pada lomba PKK di Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, kemarin (25/10). Penilaian PKK menitikberatkan pada 10 indikator penilain, diantaranya toga, dasawisma, upaya peningkatan pendapat keluarga (UP2K), kader PKK dan kesehatan lingkungan. Dalam kegiatan itu, Syamsuriati melakukan penilain lomba di dua kecamatan berbeda, yakni Puuwatu dan Mandonga. (cr6)

Pengungsi Eks Timtim Mengadu ke Dewan

Baca PENGUNGSI di Hal. 10

Baca GUBERNUR di Hal. 10

Kepsek SMPN I Kendari Mulai Dibela

Desak Dana Rp 13 Miliar Dicairkan Kendari, KP Untuk kesekian kalinya, massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Eks Pengungsi Masyarakat Sultra Pasca jajak Pendapat Timor Timur (FSPMST), kemarin (25/10), mendatangi gedung dewan Sultra. Mereka menuntut agar dewan mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah provinsi untuk pencairan dana senilai Rp 13 miliar yang ada PT Pos Indonesia. “Kami minta kepada dewan untuk segera memfasilitasi pencairan dana yang diperuntukan 2.619 KK,” kata Madi, salah seorang pendemo. Dalam dialog yang diterima Ketua DPRD Sultra LM Rusman Emba bersama Komisi VI DPRD Sultra, Ketua FSPMST, Arsyid Arsyad mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan di Menko Kesra, pada bulan Agustus lalu, bahwa penyelesaian sisa

Kendari, KP Gubernur Sultra, Nur Alam meminta agar para dokter dapat mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme kerjanya. Meski tak bisa dipungkiri bahwa profesi dokter menjadi wadah komersialisasi yang cukup mahal bagi masyarakat. “Tapi jangan terlalu mahal untuk memajukan kesehatan masyarakat,” ungkap Nur Alam pada malam ramah tamah perayaan HUT ke 60 IDI di salah satu hotel di Kendari, Minggu malam (24/10). Kondisi derajat kesehatan masyarakat Sultra, kata gubernur, sampai saat ini masih cukup rendah. Terbukti, masih banyak penyakit-penyakit menular yang berada di beberapa daerah di Sultra belum tertangani dengan optimal. “Saya juga prihatin dengan kasus penanganan DBD yang masih cukup besar beberapa waktu lalu. Saya berkunjung ke RSUD Sultra, pasien DBD membludak, bahkan ruang rapat diubah menjadi ruang perawatan,” ungkap mantan Wakil DPRD Sultra itu. Ia mengharapkan, melalui HUT ke 60 IDI, para dokter dapat lebih mengembangkan kompetensi yang dimiliki dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Sultra. Peningkatan kompetensi dokter dan mempertahankan profesionalismenya tak lepas dari dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

SUWARJONO/KP

Sejumlah massa eks pengungsi Timtim yang melakukan demo di DPRD Sultra kemarin. Mereka mendesak agar Dinas Sosial Sultra segera mencairkan dana bantuan pengungsi tahun ini.

Kendari, KP Kepala sekolah (Kasek) SMPN 1 Kendari, Sudirham, mendapat pembelaan dari Ketua Dewan Pendidikan Kota Kendari, Akib Thalha. Dalam hearing di DPRD Kota Kendari kemarin (25/10), Ketua Dewan Pendidikan Kota Kendari Akib Thalha, menyarankan, agar para guru yang melibatkan siswa mendemo kaseknya dan melakukan pengrusakan harus diberi sanksi. “Para guru yang sponsori siswa melakukan demo dengan cara merusak aset sekolah harus dipindahkan. Kasus begini sebetulnya tak perlu sampai di dewan, cukup kadis Diknas, pengawas sekolah dan Inspektorat yang tangani. Kalau memang Kasek SMPN I tidak bersalah, tidak perlu dimutasi. Bagaim-

Baca KEPSEK di Hal. 10

Kesalahan Jurnalistik Selesaikan dengan Mekanisme Jurnalistik. Gunakan Hak Jawab Anda karena Dijamin Undang-Undang


Metro

10 Perkembangan Ilmu Kedokteran Berjalan Dinamis Gubernur ................... “Salah satu yang mendorong saya mengambil sikap untuk membuat sarana dan prasarana memadai melalui pembangunan rumah sakit baru bertaraf internasional untuk memenuhi tuntutan tersebut. Mudah-mudahan sarana dan prasarana pada rumah sakit yang baru dapat membuat masyarakat Sultra tidak lagi dirujuk ke daerah lain untuk melakukan pengobatan karena kita sudah bisa menanganinya,” terang Nur Alam. Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sultra, dr. Hj. Andi Hasnah Suaib, Sp.An., mengatakan, IDI berusaha secara optimal dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam mendorong kompeten-

si dokter, khususnya semua dokter yang bertugas di wilayah Sulawesi Tenggara. Pasalnya, perkembangan ilmu kedokteran berjalan secara dinamis seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi. Dokter harus mampu menyelaraskan kompetensinya dengan perkembangan yang ada setiap saat. ”Kami juga membangun kemitraan sejajar dengan pemerintah dan instansi atau lembaga lain yang mempunyai tujuan yang sama dan selaras dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Langkah ini sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai kekuatan pembangunan daerah dan bangsa Indonesia di masa mendatang,” terang dr. Hj. Andi Hasnah Suaib. (aka)

DPRD Sultra akan Panggil Kadis Sosial Sultra Pengungsi .................. dana bantuan sosial warga eks Timtim hasil verifikasi tahun 2009, yang belum terbayarkan akan segera disalurkan dalam dekat. “Kami minta kepada DPRD Sultra untuk menyikapi agar dana bantuan kami segera dibayarkan. Karena hingga akhir Oktober ini belum ada tanda-tanda realisasinya. Jangan sampai dana ini disalahgunakan ,” ujar Arsyid Arsyad. Sekretaris Komisi IV DPRD Sultra, Ryha Madi mengaku aspirasi warga eks Timtim, telah lama disampai ke pusat. Bahkan dewan bersama pemprov langsung menyerahkan kelengkapan administrasi ke Menko Kesra. “Seharusnya kami (dewan) yang harus bertanya, apakah dananya sudah terima atau belum,

sebab persoalan itu sudah lama kita sampaikan ke pusat. Tapi malah sebaliknya kalian yang datang tanya kepada dewan,” jelasnya. Meski demikian, Ryha Madi mengaku akan memanggil Kadis Sosial Sultra untuk segera lakukan klarifikasi seputar terhambatnya penyaluran tahap II tersebut. “Kita akan surati dan kita berharap agar pihak terkait bisa hadir untuk memberikan klarifikasi,” ujar Ryha Madi. Hal yang sama juga dikatakan Ketua DPRD Sultra, LM Rusman Emba, bahwa pihaknya akan segera memanggil Kadinsos dan akan bicarakan dengan gubernur. “Besok (hari ini, red) kita akan panggil kadis sosial untuk membicarakan lebih lanjut. Tapi kami minta agar pengungsi juga turut hadir untuk menyaksikannya secara langsung supaya persoalan jelas,” pintah Rusman. (yaf)

Masyarakat Dinilai Kurang Kooperatif Bantu Polisi Polisi ........................ mengarahkan kasus tersebut kearah pembunuhan? Apa polisi bekerja atau hanya sekadar menjadi penonton saja? AKP Irwan Andy mengungkapkan, pihaknya tetap menyelidiki dan menyidik kasus tersebut. Sayangnya, polisi hanya bisa melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi tanpa ada kejelasan terkait insiden penemuan mayat siswa SMA Idhata itu. “Kami telah melakukan tiga kali olah TKP. Kami juga sudah memeriksa ibu

kandung dan ayah tiri korban, tetangganya, serta teman bermainnya,” ungkapnya. Lalu apa hasil yang diperoleh? “Itu masih penyelidikan dan penyidikan,” dalih mantan kasat Reskrim Polres Konawe itu. Cukup memprihatinkan, saat dikonfirmasi persoalan bukti baru yang bisa memberikan petunjuk pada pelaku pembunuhan dengan tindakan tiga kali olah TKP, malah dinilai tidak ada. Bahkan, polisi mencoba melempar kesalahan pada masyarakat di sekitar pasar Baruga yang dianggap kurang kooperatif dengan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. (aka)

Kendari Pos | Selasa, 26 Oktober 2010

Empat Provinsi Sharing Layanan Publik Kendari,KP Pelayanan publik yang baik dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan memberantas korupsi yang telah membudaya di Indonesia. Atas hal ini Australian Community Development and Civil Society Strenghening Scheme (Access) Kawasan Timur Indonesia, kemarin (25/10) melaksanakan temu karya bintang pelayanan publik kawasan Indonesia Timur. Pertemuan ini dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Saleh Lasata di salah satu hotel di Kota Kendari. Saat membuka pertemuan itu, Saleh Lasata mengatakan, pelayanan publik telah diatur dalam UU No 25 Tahun 2009, dalam upaya percepatan reformasi pelayanan publik, sebagai strategi pemberantasan korupsi. Undang-undang tersebut, mengatur tentang penyelenggaraan pemerintahan, termasuk didalamnya kesamaan

ULFAH/KP

Suasana temu karya bintang pelayanan publik kawasan Indonesia Timur yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari kemarin.

hukum, dan persamaan hak semua warga negara. “Yang terpenting dari lahirnya UU ini yaitu bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang baik, karena itu kegiatan temu karya seperti ini sangat penting dalam mendorong pencapaian tersebut,” kata Wagub. Senada dengan itu Ketua Steering Commitee Temu Karya, Ferdinandus Rondong menuturkan, temu karya yang diikuti empat provinsi se-Indonesia Timur yaitu Sultra, Sulsel, NTT dan NTB, dengan tema menjadi warga berdaya dalam kemitraan konstruktif untuk mewujudkan pelayanan publik, yang adil dan berkualitas. Merupakan ajang sharing pengalaman pelayanan publik pada daerah masing-masing. “Dengan demikian diharapkan akan diperoleh praktik-praktik pelayanan publik, sebagaimana

Baca SHARING di Hal. 11

Jumlah Sumbangan Tak Perlu Dicantumkan Kepsek ...................... anapun Sudirham itu, telah menjadikan SMPN I Kota Kendari menjadi RSBI, dan menjadi sekolah favorit di Sultra, mana S2 lulusan Australia lagi,” ujar Akib Thalha di DPRD Kota Kendari kemarin. Di tempat yang sama Ketua PGRI Kota Kendari LM Safei juga terkesan lepas tangan atas kasus yang terjadi di SMPN I

Kendari. “ Kasus di SMPN I itu bukan menjadi kewenangan PGRI. Tapi terkait kebijakan dan ranah hukum. Lagi pula dalam kasus ini kami tidak pernah disurati pihak SMPN I,” ujar Safei. Kadis Diknas Kota Kendari Kasman Arifin yang hadir dalam pertemuan dengan dewan menjelaskan kasus dugaan penyelewengan di SMPN I Kendari, masih menunggu hasil audit Inspektorat Kota. Menanggapi komentar

terkesan pro terhadap Kepsek SMPN I, Wakil Ketua DPRD Kota Kendari H. Bachrun Konggoasa menyarankan para guru yang sebelumnya melakukan demo bersama kepala sekolah untuk memperbaiki kinerja komite sekolah, agar tidak ada isu pungutan siluman. “Komite sekolah harus dimaksimalkan agar tidak ada isu pungutan siluman,” ujar polisi Golkar itu. Hamsah, anggota DPRD Kota lainnya juga menekankan agar

komite sekolah dalam memungut uang sumbangan dan lainnya, tidak mencantum jumlahnya. Kalau mencantum, itu namanya pemaksaan. “Persoalan di SMPN I itukan ada hubungannya dengan komite sekolah. Kalau memungut uang, janganglah komite sekolah mencantun jumlahnya. Inikan sama dengan pemaksaan. Jangan sampai adanya pungutan itu berkedok atau berlindung diatas nama komite sekolah,” ujar Hamsah. (tri)


Kendari Pos | Selasa, 26 Oktober 2010

Metro

Rp 10 M, Tunggakan PBB Kota Kendari Kendari,KP Sebagai Dinas yang membantu penagihan pajak di Kota Kendari, Dinas Pendapatan dan Asset Kota Kendari berupaya semaksimal mungkin membantu Kantor Pajak Kendari untuk menarik pajak bumi dan bangunan (PBB). Meskipun demikian kesadaran masyarakat untuk tepat waktu membayar pajak, sangat dibutuhkan. “Realisasi PBB melalui Dispenda tahun 2010 ini per 31 September 2010, yaitu Rp 2,7 miliar dari target Rp 6,8 miliar. Ini menandakan masih banyak masyarakat dan pelaku usaha di Kota Kendari, yang belum taat pajak padahal pajak merupa-

kan salah satu sumber pembangunan daerah dan negara,” kata Kadispenda dan Asset Kota Kendari, Zainal Arifin kemarin. Selain masih banyaknya masyarakat dan pelaku usaha yang belum taat pajak, belum tecapainya seperdua target PBB tersebut juga disebabkan belum connectnya pelaporan antara Dispenda dan kantor pajak. Pasalnya pemungutan PBB oleh Dispenda berdasarkan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT), sementara terdapat pula wajib pajak yang pajaknya Rp 10 juta keatas melakukan pembayaran langsung ke kantor pajak.

“Total tunggakan PBB Kota Kendari sejak 2005 lalu hingga 2010 ini, sebesar Rp 10 miliar dan yang tertagih baru 20 persen dari jumlah itu. Ini disebabkan selain karena masyarakat yang kurang peduli dengan pembayaran PBB, masih terdapat SPPT dobel akibat belum adanya pemutakhiran data.” lanjutnya. Karena itu, pihaknya dan KPP Pratama Kendari akan mengambil langkahlangkah tegas. Dengan terlebih dahulu dirinya menginstruksikan Kabid Pendapatan untuk mendata wajib pajak yang belum melunasi. Diantaranya tunggakan pajak terbesar pada pusat koperasi

unit desa (PUSKUD), dengan besaran PBB Rp 5 juta per tahun, dan karena menunggak sejak 2004 lalu maka per tahun 2010 ini wajib membayar PBB plus denda 2 persen per bulan, sebesar Rp 42 juta. Demikian pula dengan PT Perken, yang harus membayar PBB Rp 9 juta per bulan. “Setelah mereview data penagihan, pantau laporan pajak dari bank dan koordinasi dengan pihak pajak. Dalam waktu dekat kami akan melakukan operasi yustisi, yang diharapkan dapat membawa efek jera terhadap kesadaran membayar PBB,” pungkasnya. (cr6)

keduanya sebagai tersangka. Polisi pun menjadikan Gusrin dan Samir hanya sebatas saksi sampai saat ini. Disisi lain, sejak kasus tersebut dialihkan penanganannya ke Polres Kendari, satu pelaku ditetapkan menjadi DPO yakni La Eli. Polres Kendari membentuk tim yang terdiri dari 10 orang untuk mengusut, mencari dan menangkap pelaku. Namun, kerja tim bentukan Reskrim Polres Kendari belum memberikan hasil yang optimal. Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Ir-

wan Andy Purnawan mengatakan, kini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap pelaku yang ditetapkan DPO. Tiga tersangka lainnya, Ikbal, Ramadhan dan Daud perkembangan penyidikannya kini telah sampai pda tahap penelitian jaksa. “Untuk Gusrin dan Samir, sampai saat ini statusnya hanya sebatas saksi. Belum ada bukti yang kuat untuk menjadikan keduanya sebagai tersangka atau terlibat dalam kasus dugaan pemerkosaan tersebut,” jelas AKP Irwan Andy. (aka)

Satu DPO, Dua Masih “Bebas” Kendari, KP Penanganan kasus dugaan pemerkosaan siswi salah satu SMA Swasta di Kota Kendari bernama Melati-nama samarankini tak mempunyai perkembangan yang signifikan. Satu orang pelaku belum tertangkap bernama La Eli alias Eboy, dua orang diantaranya masih “bebas”, dan hanya tiga tersangka yang kini sudah memasuki tahap penelitian jaksa. Pada insiden dugaan pemerkosaan siswi SMA, korban mengaku diperkosa oleh

enam orang yang tak lain kakak seniornya sendiri. Mereka adalah Samir, Gusrin, Ikbal, Ramadan, Daud, dan La Eli. Lima diantaranya berhasil diserahkan oleh keluarga korban ke Polsek Kendari untuk diproses secara hukum yakni Samir, Gusrin, Ikbal, Ramadan, dan Daud, sedang La Eli masih melarikan diri. Dalam proses penyidikan di Polsek Kendari, ternyata dua diantaranya yakni Gusrin dan Samir “dibebaskan” dengan alasan belum cukup bukti menjerat

100 KK Penghasilan Rendah Kebagian Dana Perumahan Kendari,KP Dinas Tata Kota, Perumahan dan Pemukiman Kota Kendari, terus mendapatkan bantuan perumahan, berupa perbaikan rumah tidak layak huni maupun pembangunan rumah baru. Tahun ini, Dinas Tata Kota, kembali mendapatkan bantuan pembangunan rumah baru, dari Kementerian Perumahan kepada 100 kepala keluarga berpenghasilan rendah, Rp 800 ribu ke bawah. “Rencananya dananya akan dikucurkan pada bulan Oktober ini dan diharapkan akhir

tahun ini, semuanya telah terealisasi dengan total anggaran Rp 900 juta,” ujar Kadis Tata Kota, Perumahan dan Pemukiman Kota Kendari, Andi Adam Pattawari, kemarin. Andi Adam menjelaskan, sejak tahun 2007 hingga 2010 ini, Kota Kendari tetap mendapatkan bantuan perumahan. Rinciannya pada 2008-2009 masing-masing sebanyak 100 unit dan khusus pada tahun 2009 terdapat tambahan bantuan 100 unit perumahan dari APBD Kota Kendari. “Program ini mengarah kepada pengen-

tasan kemiskinan, karena merupakan salah satu aspek yang menyentuh langsung kepada masyarakat, khususnya kebutuhan perumahan, maka ditargetkan pada awal November 2010 ini, bantuan tersebut akan diserahkan secara simbolis oleh wali kota Kendari,” jelasnya. Mengenai sistem penyaluran bantuan, ia menjelaskan akan disalurkan melalui koperasi untuk selanjutnya akan disalurkan kepada setiap kelompok swadaya masyarakat (KSM) di masing-mas-

ing kelurahan, hingga akhirnya sampai kepada masyarakat penerima. “Dalam bantuan perumahan ini masyarakat penerima didata oleh kelurahan dan Pokja tata kota, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Dengan begitu dipastikan tidak ada masyarakat yang mendapatkan bantuan dobel, atau pun tidak tepat sasaran karena masyarakat yang mendapatkan bantual betul-betul telah melalui proses seleksi pendataan,” ungkapnya. (cr6)

15 Pembuatan Raperda Bukan Atas Aspirasi Masyarakat Sharing ...................... yang diharapkan masyarakat. Tentunya hal ini dapat terwujud dengan peran aktif masyarakat, melalui akses yang seluas-luasnya dari pemerintah daerah,” tutur Ferdinandus. Sementara itu, Manager Desentralisasi AusAid, Leonard Simanjuntak menjelaskan isu pelayanan publik menjadi pilihan awal Access dan AusAid, mengingat di kawasan Indonesia Timur masih banyak yang perlu dibenahi, dalam hal pelayanan publik misalnya di bidang kesehatan dan pendidikan. “Di kawasan Indonesia Timur masih banyak ditemui sarana Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang standar pelayanan, persiapan obat, dan tenaga kesehatan yang kurang memadai. Selain itu, masih juga terdapat sekolah dengan satu orang guru, harus melayani enam kelas sekaligus,” jelas Leonard. Karenanya upaya yang harus segera dilakukan yaitu penguatan masyarakat, sehingga dapat menyuarakan hak-haknya. Dengan terlebih dahulu masyarakat mengetahui secara pasti kewajiban negara terhadap warga negaranya, khususnya dalam hal pelayanan publik. “Masyarakat harus kritis, agar dapat terlibat langsung dalam perumusan kebijakan pelayanan publik,” lanjutnya. Provincial Coordinator Sultra, Johny EP Poerba mencontohkan fasilitas akses dan kapasitas yang telah dilalukan Access misalnya penggodokan Raperda Pendidikan di Bau-bau dan rencana pembangunan desa di Buton dan Butur. “Keterlibatan seperti ini masih sangat jarang terjadi di daerah lain, mengingat kebanyakan Raperda yang dibuat langsung oleh eksekutif dan legislati, dengan prioritas bukan atas aspirasi masyarakat,” terangnya. (cr6)


Kendari Pos

Selasa, 26 Oktober 2010

Hiburan Inul Wariskan Kerajaan Bisnis

Inul Daratista

Jakarta,KP Artis penyanyi dangdut Inul Daratista (31), tidak berharap besar, anaknya Yusuf Ivander Damares, mengikuti kiprahnya di dunia hiburan. Wanita kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 21 Januari 1979 ini, berharap anaknya bisa meneruskan karirnya di dunia bisnis atau bidang lain. “Aku nggak mau kalau anak ikut terjun ke dunia hiburan. Lebih baik ngolah bisnis aku,” kata Inul, di selasela syuting The Promotor, di Studio Pengadegan, Jakarta Selatan. Bahkan menurut Inul, dia akan mewariskan semua kerajaan bisnisnya ke anak semata wayangnya ini. Karena itu, ketika usia anaknya masih satu tahun, Inul telah menyiapkan pendidikan anak usia dini. “Semuanya sudah aku siapkan. Bahkan pendidikannya pun sudah aku bayar. Tetapi kemarin sempat diomelin dokter. Katanya, wong anak masih satu tahun, kok sudah disekolahin. Jadi aku tunda dulu,” terang Inul lantas tertawa. Memang sebagai seorang ibu, Inul tidak ingin anaknya mengalami nasib sama dengan dirinya. Untuk mendapatkan momongan, dirinya harus menunggu hingga beberapa tahun lamanya. “Aku sayang banget. Soalnya bikinnya susah. Butuh waktu cukup lama, setelah 13 tahun baru dapet,” katanya. Anak dimanja dong? “Pastinya. Sudah seharusnya dimanja, karena bikinnya susah. Pokoknya diperhatiin banget deh. Apa yang dia mau, biasanya selalu diikuti,” kata bintang sinetron Gara-Gara Inul ini. (jpnn/lia)

13

Sultra Jadi Tuan Rumah Seleksi Putri Citra Nasional nasional lagi,” Ujar Trisman. Kabid Seni dan Per filman di Dinas Pariwisata Sultra ini, juga merinci ke 16 pemenang dalam seleksi tingkat daerah, di antaranya untuk katagori remaja Kendari,KP juara satu diraih oleh Olivia RizUntuk pertama kalinya, Sulki Asrul Tantia, juara II Avilia tra menjadi tuan rumah selekJuniaditha dan juara III Imelda. si Putri Citra tingkat nasional Kemudian untuk harapan pra yang rencananya akan dihelat remaja dari juara I hingga tiga awal November 2010 di Swiss diraih Ade Mutiara, juara II Arbel Hotel Kendari. Sebelumnfina Rahmalia dan juara III Filda ya, (23/10) telah dilakukan Fadila. Pada katagori pra remaja seleksi putri citra tingkat daerjuara I diraih Nur Safianti, juata ah yang berlangsung di GeII Nadya Aristya dan juara III dung Pariwisata Sultra. HasilLita Hendratno. Selanjutnya nya, 16 pemenang dari katagountuk juara harapan Pra remaja ri remaja, pra remaja, cilik A juara I diraih Novitasari, juara II dan cilik B dinyatakan lolos Friska Anggelia, dan juara III dari total 93 peserta. SULIS/KP Andi Sahra Nisa. Oktrisman Balagi, Ketua Putri Citra 2009 Widiyanti Hamdani, Katagori cilik A juara I diraih Penyelenggara Seleksi Putri Ci- menyerahkan mahkotanya kepada Olivia Rizki DanisaraYasmine,JuaraIIKeyza tra tingkat daerah, mengata- Asrul Tantiya, Putri Citra 2010. Khaerunisa dan Juara III Aida kan, dari 16 pemenang tersebut Intan. Lalu untuk harapan cili A juara Trisman yang juga Ketua Yayasan akan diikutkan dalam seleksi nasional yang akan diikuti perwakilan dari Argadia Sultra ini, menambahkan I hingga III diraih Vena Amalia, Rizki Wanda dan Keyza Aurelia Devinia. 32 provinsi di Indonesia. Rutinitas bahwa seleksi yang dilakukan di yang diselenggarakan Yayasan Arga- tingkat daerah menghadirkan tiga Demikian untuk katagori cilik B juadia ini tentunya akan menjaring tal- juri. Mereka dari dewan kesenian ra I di sabet Enozha Genastry, juara II Fitriani Adinda dan juara III Anisa enta anak-anak Indonesia dalam hal dan ada juga dari psikolog, untuk Rahayu.Kemudian untuk harapan I peragaan, sekaligus diorentasikan melihat kepribadian peserta dalam pada promosi wisata daerah masing- penilaian. “Yang menjadi point pe- hingga III clik B diraih Afiva Trianti masing. “Kami harap mereka bisa nilaian selain talenta mereka, juga Fadila, Andi Gelia dan Adinda Meriza. “Merekalah yang akan turut mempromosikan daerah ini, dan da- memperhitungkan pengetahuan pat meraih prestasi pada iven seleksi umum dan bagaimana pengetahuan pada seleksi tingkat nasional bersama peserta dari perwakilan 32 nasional ini. Karena selain juara mereka dalam hal pariwisata. Kareprovinsi di Indonesia,” pungkas umum, akan banyak piala yang na di tingkat nasional mereka lah yang akan dinilai oleh juri seleksi Trisman. (lis/lia) diperebutkan,” terangnya.

Seleksi di Daerah Hasilkan 16 Pemenang


Edukasi

14

Kendari Pos

Selasa, 26 Oktober 2010

Kalimat yang Dikatakan Efektif Aji Prasetyo Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas yang akan dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. Untuk mendapatkan kalimat efektif, ada lima syarat yang harus dipenuhi, yaitu: Kesepadanan dan Kasatuan Artinya adalah kelimat itu harus memiliki unsur-unsur subjek dan predikat, atau bisa ditambah dengan objek, keterangan, dan pelengkap. Contohnya Anda ingin mengatakan. Banjir bandang merusak ratusan rumah di Kolaka Utara. Hubungan antara unsur, yaitu subjek (banjir bandang) dengan predikat (merusak), dan antara predikat dengan objek (ratusan rumah), beserta keterangan (di Kolaka Utara), merupakan kesatuan bentuk yang membentuk kepaduan makna. Akan tetapi, kalimatnya menjadi lain jika kata-kata itu diubah susunannya seperti contoh berikut ini. Merusak di Kolaka Utara banjir bandang ratusan rumah. Ratusan rumah banjir bandang di Kolaka Utara merusak. Merusak banjir bandang di Kolaka Utara ratusan rumah. Ratusan rumah banjir bandang merusak di Kolaka Utara. Kalimat-kalimat tersebut maknanya menjadi kabur karena fungsi kata-katanya tidak jelas. Unsur subjek, predikat, objek, dan keterangannya tidak jelas sehingga kesatuan bentuk dan keutuhan makna tidak tercapai.

Syarat kedua kalimat efektif, yaitu : Kesejajaran atau Paralelisme Bentuk Yang dimaksud dengan kesejajaran (paralelisme) dalam kalimat adalah penggunaan bentuk bahasa yang sama atau konstruksi bahasa yang sama yang dipakai dalam susunan serial. Perhatikan contoh berikut ini : Penyakit kanker dianggap penyakit yang mengerikan dan berbahaya bagi masyarakat sebab pencegahan dan cara pengobatannya tidak banyak yang tahu. Dalam kalimat tersebut, gagasan yang sederajat ialah kata mengerikan dengan berbahaya dan kata pencegahan dengan frasa cara pengobatannya. Oleh karena itu, bentuk yang dipakai untuk kata-kata yang sederajat dalam kalimat tersebut harus sejajar atau paralel sehingga kalimat itu bisa ditata kembali menjadi kalimat seperti berikut ini: Penyakit kanker dianggap penyakit yang mengerikan dan membahayakan bagi masyarakat sebab pencegahan dan pengobatannya tidak banyak yang tahu. Syarat ketiga kalimat efektif adalah Penekanan dalam Kalimat. Setiap kalimat pasti memiliki ide pokok. Ide pokok ini biasanya ingin ditonjolkan oleh penulis atau pembicara. Ada beberapa cara yang dapat dipakai, salah satunya dengan memperhatikan posisinya dalam kalimat. Untuk memberi penekanan pada bagian tertentu, penulis atau pembicara dapat mengemukakan ide pokok itu pada bagian awal kalimat. Contohnya seperti berikut ini.

Komjend. Susno Duaji memberikan kesaksian yang mengejutkan di dalam rapat pansus Bank Century Rabu kemarin. Di dalam rapat pansus Bank Century, Rabu kemarin, Komjend. Susno Duaji memberikan kesaksian yang mengejutkan. Rabu kemarin, di dalam rapat pansus Bank Century, Komjend. Susno Duaji memberikan kesaksian yang mengejutkan.

Kata mubazir yang kita temukan pada kalimat (a) ialah perihal dan tentang. Kata perihal dan tentang bersinonim sehingga dapat dipakai salah satu saja. Adapun klitika -nya pada rakyatnya sangat tidak diperlukan kehadirannya di sana karena menjadikan kalimatnya tidak logis.

Ketiga kalimat tersebut menunjukkan bahwa gagasan yang dipentingkan diletakkan di bagian awal kalimat. Dengan demikian, walaupun ketiga kalimat mempunyai pengertian yang sama, tetapi ide pokoknya menjadi berbeda. Kalimat (a) lebih menonjolkan pelaku, kalimat (b) lebih menonjolkan tempat kejadian, dan kalimat (c) lebih menonjolkan waktu kejadian.

Ada beberapa kemungkinan dalam cara memulai kalimat untuk mencapai efektivitas, yaitu dengan variasi pada pembukaan kalimat. Pada umumnya kalimat diawali dengan subjek. Akan tetapi, untuk kevariasian, kalimat dapat diawali dengan predikat, kelompok kata, dan kata keterangan. Perhatikan contoh berikut ini.

Syarat yang keempat kalimat efektif adalah Kehematan. Kehematan dalam kalimat efektif merupakan kehematan dalam pemakaian kata, kelompok kata, atau bentuk lain yang dianggap tidak diperlukan. Penulis kadang-kadang tanpa sadar sering menulis kata yang bersinonim dalam satu kalimat. Perhatikan contoh berikut ini. Mereka berteriak perihal tentang rakyatnya yang menderita. Kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi seperti berikut ini. Mereka berteriak tentang rakyat yang menderita. Mereka berteriak perihal rakyat yang menderita

Syarat kelima atau terakhir kalimat efektif adalahKevariasian

Kami disekap dalam ruangan yang sempit dan kotor. Disekap kami dalam ruangan yang sempit dan kotor. Secara tidak langsung, kesejahteraan para pegawai akan mempengaruhi kinerjanya. Sering mereka berkumpul di Kendari Beach. Kevariasiaan dapat juga dengan memperhatikan panjang-pendek kalimatnya, jenis kalimatnya (apakah kalimat berita, tanya, atau perintah), aktif atau pasif kalimatnya, dan langsung atau tidak langsung kalimatnya.

Penulis adalah Staf Teknis Kantor Bahasa Prov. Sultra

WULAN/KP

Prof.Ld.Sidusaat berinteraksidenganMahasiswaProgram Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Unhalu.

Terancam Punah, Bahasa Daerah di Sultra Kendari, KP Keberadaan bahasa-bahasa daerah di Sultra kian terancam, jika pengguna bahasa enggan melestarikan budaya yang dimiliki. Terutama bila masyarakat penutur tak lagi mencintai, bahkan gengsi menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi selain bahasa Indonesia. Demikian disampaikan Prof. Dr. La Ode Sidu Marafad, MS, pakar linguistik Unhalu. Menurutnya, bahasa daerah di Sultra bisa saja terancam hilang bila penuturnya telah meninggalkan bahasa yang menjadi ciri khas suatu daerah sebagai lambang identitas. “Memang belum ada penelitian secara langsung mengenai punahnya bahasa daerah tersebut. Hanya saja, jika dilihat dari banyaknya penutur saat ini, bisa disimpulkan pengguna bahasa daerah kian berkurang. Itu bisa menyebabkan punahnya bahasa daerah,� tandas Prof. Sidu, kemarin. Dari segi sosial, prediksinya adalah menggunakan perkiraan berapa usia rata-rata penutur bahasa daerah saat ini. Misalnya, usia rata-rata penutur 35 tahun ke atas, maka 35 tahun yang akan datang mereka sudah berumur 70 tahun, dan barangkali sudah banyak yang meninggal atau generasi penuturnya kian berkurang. Dan jika generasi penggantinya adalah generasi yang didiuga tidak mengetahui bahasa daerah maka dapat disimpulkan bahasa daerah di ambang kepunahan. Dalam pandangan alumni program doktor Universitas Padjajaran ini, generasi muda justru lebih suka menggunakan bahasa asing, seperti bagasasi Inggris, Jepang, Mandarin, atau internasional lain yang dianggap lebih prestisius. Karenanya, dijelaskan Prof. Sidu bahwa yang paling berpengaruh dalam pelestarian budaya, termasuk di dalamnya bahasa daerah adalah keluarga. Peran oang tua dalam penggunaan bahasa daerah untuk anakanaknya sangat besar. “Ironisnya, saat ini banyak keluarga, baik di kota maupun pinggiran kota yang menggunakan bahasa Indonesia tanpa menggunakan bahasa daerah. Anehnya, dulu nenek mengajarkan bahasa daerah pada cucunya, namun sekarang nenek belajar hahasa daerah untuk melayani cucunya,� tambahnya. Hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir punahnya bahasa daerah dengan mengetahuai manfaat bahasa daerah bagi penuturnya. Karena selama ini masyarakat tak memiliki tanggung jawab kusus yang berkaitan dengan bahasa daerahnya. Mereka dapat bekerja sebagai PNS, sekolah, masuk perguruan tinggi tanpa bahasa daerah. (p2/lia)


Kendari Pos

Edukasi

Selasa, 26 Oktober 2010

15

Alumni Yayasan Bina Husada Siap Bersaing Dibekali Keahlian dan Kreativitas SARFIAYANTI/KP

Foto dosen dan mahasiswa Kesmas yang melakukan investigasi campak di Desa Saponda.

Dosen Kesmas Investigasi Campak Di Saponda Kendari, KP Meski rutin menjalankan aktivitas sebagai tenaga pendidik di Jurusan Kesehatan Masyarakat Unhalu, namun para dosen ternyata memiliki kepedulian penuh dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan melaksanakan kegiatan investigasi kejadian luar biasa (KLB) Campak di Desa Saponda, Minggu (24/10). Tim investigasi yang terdiri dari beberapa dosen, antara lain Ramadhan Tosepu, SKM, M.Kes, Laode Ali Imran Ahmad, SKM., M.Kes, dan Asrun Salam, SKM M Kes itu, juga melibatkan kerjasama dengan pihak puskesmas Soropia, dan beberapa mahasiswa Program Studi Kesmas Unhalu. Dari hasil investigasi, ditemukan masih ada masyarakat Desa Saponda yang menderita Penyakit Campak. Penyebabnya, menurut Ramadhan Tosepu bersumber dari salah satu anak yang berkunjung di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Dari anak itulah, penyakit tersebut menyebar dan menularkan ke anak lain

di Desa Saponda. Keadaan itu diperparah dengan kondisi kesehatan masyarakat yang sangat memprihatinkan, misalnya sanitasi lingkungan yang buruk, PHBS yang jelek, dan gizi anak yang buruk. “Sangat disayangkan, di zaman sekarang ini penyakit campak masih ditemukan di mayarakat,” ungkap Ramadhan. Mengenai investigasi tersebut, Kepala Puskesmas Soropia Akzi, SKM MPH mengaku sangat bersyukur. Lebih-lebih, kehadiran tim investigator itu, tak hanya sekadar memberikan dukungan moral, tapi juga memberikan kajian akademik terhadap kasus yang masuk kategori berbahaya tersebut. Bahkan, mereka juga terlibat langsung melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, yang masih minim pengetahuan dalam menjaga lingkungan. “Mudah-mudahan, kegiatan seperti ini bisa berlangsung kontinyu, bukan hanya untuk penyakit campak tapi penyakit lain yang dapat mengancam warga kami bisa diperhatikan oleh akademisi, seperti Dosen Kesmas Unhalu ini,” harapnya. (cr5/lia)

Kendari, KP Sebanyak 140 alumni Yayasan Bina Husada Kendari mengikuti wisuda di salah satu hotel di Kendari, kemarin (25/10). Rinciannya, 59 orang berasal dari Akademi Farmasi, 44 orang dari Akademi Analis Kesehatan dan 37 orang dari Akademi Kesehatan Gigi Seremoni akhir studi yang disaksikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. H.Muhammad Basri Wello, diharapkan tidak sekadar menelorkan alumni setiap tahunnya. Yang terpenting, para alumni bisa menjawab tiga tantangan ke depannya, yakni perkembangan teknologi yang sangat pesat, harapan orang tua serta tantangan pada diri sendiri. drg. Aisyah Fachruddin, M.Kes, Direktur Akademi Kesehatan Gigi, mengatakan alumni Bina Husada tidak hanya dibekali teori ataupun praktik lapangan, namun dengan penguasaan keterampilan di bidang farmasi, analis kesehatan dan kesehatan gigi mereka juga ditekankan untuk mencintai profesi yang ditekuni kelak

SUWARJONO/KP

Direktur Akademi Kesehatan Gizi saat mengukuhkan Alumni Yayasan BinaHusadaKendari,(ProgramStudiAkademiKesehatanGIzi),kemarin. dengan memberikan pelayanan optimal. “Alhamdulillah, dengan tiga Program Studi unggulan kami, tentu sangat berpeluang memperoleh pekerjaan di wilayah Sultra. Buktinya, angkatan pertama sudah terangkat 100 persen yang umumnya sebagai PNS di Sultra bahkan lulus di BPOM pusat. Ini karena ketiga program keahlian

yang kami buka belum dibuka PTN ataupun PTS di Bumi Anoa ini,” tandas alumni Kedokteran Unhas ini, kemarin. Apalagi, lanjut Aisyah Fachruddin, status Program Studi Akademi Farmasi sudah terakreditasi B oleh Depkes RI, sedangkan Akademi Analis Kesehatan dan Akademi Kesehatan Gigi sudah divisitasi BAN-PT dan tenga menunggu

hasilnya. Yang pasti, ketiga program studi baru saja mengantongi isin perpanjangan operasional dari Dikti. Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. H. Muhammad Basri Wello, mengingatkan walau Indeks Prestasi Komulatif mencapai 4,0, tapi kalau tidak didukung softskill, tidak ada gunanya menjadi alumni yang hanya bergelar simbolis. Nilai tinggi hanya berlaku saat lanjut studi dan melamar pekerjaan, tapi begitu kerja yang dilihat adalah kemampuan anda sebagai seorang alumni di bdiang masing-masing. Makanya, harus terus belajar dan tunjukkan bahwa anda tidak sama dengan tamatan Sekolah Perawat. “Untunglah, Tiga Program Studi yang berada dalam naungan Yayasan Bina Husada Kendari bisa menunjukkan hasil yang maksimal. Buktinya, rata-rata masa studi alumni tidak di atas tiga tahun. Ini adalah indikator standar kualitas perguruan tinggi. Tinggal yang menentukan masa menunggu untuk kerja, semoga para alumni bisa menunjukkan sebagai lulusan yang ahli di bidangnya masing-masing,” pungkas Prof. Basri Wello. (lia)


12

16 AjheNk VeNusandrya dewyq_chayank@yahoo.com SMAN 1 Bau-Bau “Q ga nabung sisa jajan..coZ Klw q jajan g perNah ada sisa..hehehe tp q jg naBung kok..uang pmberian orTu emang udh q sisiHin sbgian buat naBung kaLiy aj bisa buat kLiling dunia xixixi lebAy y?

Xpresi

Selasa, 26 Oktober 2010

Vhyra Buttuh Ciindtah fyracartwrigh@ymail.com SMAN 1 Kendari “Law akkuh see slalu nabung ,, coz law nabung duit.y bsaa di pke shoping or untuk bli peralatan mtor ,,, hehe jdi law saran.ku buad teman2 yg laend ,,, rajiind” nabung nah ,, nah... ,, wokeeh ,,, ^^ DEstha DewHysasmitha Ullat’allayy the_dew25@yahoo.co.id SMAN 3 Kendari heheh...Nabung..? ...Pastix dunk,pye nbung hri nih bc0g d’ambl agye,biz nda thand g0daan tlalu bxk... Miftahul Zafira miftahul.dnangel@gmail.com SMAN 3 Kendari “Klo Q mo pke jadiin modal usaha bikin cafe untuk ke depannya.... siapa tau nanti ada orang yang terbantu dapat kerjaan dari usaha Q itu.... Zhayhana Twist Adnhanier TasLim zhayanhatwist@yahoo.co.id SMA Negeri 4 Kendari ’06 “Nbung s!sa ja2n?? hmm pzt donk, so nbung it sngt pntg bg! z... n klw aq s!ch uang tbungax ntuk mz dpan aq nnt.. :-) Ragheel Rama Patria aghelrama@live.com STIE DB Kendari “Wahh skrng mah dah ga pnah, dlu aja wkt msh kcil d suruh nabung ma Mama...biasa hasilnya buat bli bju n kbtuhan skolah...bnyk manfaatny jga trutama blajar hemat... IfhaZundha Cayangk Muhaedy hajrah_metalic@yahoo.co.id SMAN 5 Kendari “Biasanya siih disimpen buat besok.. bwat org yg lebih mmrlukan...”_< slm manis Lhulu Princes Phink lhuluprinces@ymail.com Teknik Sipil UGM “HmMm. . .lw aq cweh jranG naBUng yeah, coalx uangQ g pRn ad zizax.. MakLuem ampir tiap hri shopPing mulu, , , hehehehehehe Indhasari Lhiebi Jhoe indhasariindhacute@yahoo.co.id Alumni Akper nusja Mkzar “Klo bwt aq sich tabungn q nanti bwt kasih naik haji ke2 org tua...Trz lbihx dipke lg bwt lnjutin kuliah...Tp kpn y smua i2 trcpai...?? Hehehe....Yg pnting ttp optimis lh.... Devhy Indria devhyindria@yahoo.co.id MAS INDOTEC Manfat menabung bxk bget, kta bsa ngirit, mandiri, n ga boros... Ya hemat pangkal kaya getto,, n uang tbunganX, it bxk gunaX... ...1. Apbla ad ap2X kta bsa mengamal tbungan tsb,. Sprt, pembyran mendadak, keclakan, pembyran buku... Echa Chyk Ir’one ircha_one@yahoo.co.id “Chelaluw Nabung...It cra qta mnghemat sklgus bljr “mandiri”,, tntu.ea qta tw sndri kprluan dadakan it psti adw donkk.. So,buad shbt Xpresi jgn malezzt” nabung_It “penting” loh..!hehh Irwan Ajjah irwan_ajjah63@yahoo.com “Nabung sisa jajan past.y don’k selain bs menghemt n juga buat mas dpan kelak nant.y soo. . ithu pentg bg kt ?

Nabung Sisa Jajan, Yuuuuk!! BELAJAR menabung salah satu hal yang positif bagi setiap orang. Apalagi buat para pelajar yang emang sepenuhnya menggantungkan keuangannya pada Ortu. Nach.....kalo sobat expresi dah pintar nabung, bisa kebayang dech daftar di pundi- pundimu yang terus bertambah setiap saat. Kalo pas butuh banget, kan ga perlu ngerepoting nyokap en bokap, tinggal ambil di simpananmu. Rebez khan??? Emank sech...sebagaian sobat expresi menganggap bahwa biaya sekolah tanggungan Ortu. Tapi ada juga yang nggak loh sobat expresi. Tim expresi mendapatkan sobat Xgank yang prinsipnya tuh agak beda dengan sobat expresi yang lainnya. Nah apa aja tanggapan mereka, simak komentarnya yuk....!!! Indah, siswa SMAS Kartika Kendari ngaku nabung sisa uang jajan tuh udah ajaran Ortu sejak ia

mulai sekolah. Coz katanya nie belajar nabung dari kecil kan bisa terbiasa hingga dewasa dan mempunyai manfaat yang sangat besar. Walaupun bentuk tabungannya tuh nggak langsung di Bank gitu dech. Katanya, yang terpenting tuh dia bisa aja mengontrol pengeluaran agar ia tahu bahwa mencari uang tuh nggak mudah. Karena dengan menabung sisa jajan sech Indah nggak memberatkan ortu lagi untuk membeli keperluan diluar keperluan sekolah gitu dech. “Yah, benar banget tuh, Ortu aku sering ngajarkan aku untuk terus menabung sisa jajan aku walaupun sedikit. Coz....kalo udah terbiasakan jadi nggak sulit dan nggak terbiasa boros gitu dech. Dan emank buat aku tuh menabung mempunyai manfaat khusus buat aku, misalnya aja aku kan hobby shopping, jadi kalo mau shopping bareng teman nggak minta

Annisa Maharani (Mahasiswa Pementasan Drama FKIP Unhalu)

uang lagi dech ama mama. Dan biasa sech aku selalu bayar keperluan sekolah aku dengan uang tabungan sisa jajan gitu, Yah bukannya aku pengen caper didepan ortu. Tapi emank niat aku belajar nabung tuh demi membatu ortu akuitu aja kok. Coz aku ngerasa aku udah sepantasnya belajar membiayai diri sendir, heheheh” ungkap Indah. Nach....kalo aja hampir semua sobat expresi seperti indah, duhhhhh bakal makmur dech negara kita. Upppztt!! Nyambung nggak sech, hehehehe. Tapi, apa semua sobat expresi kita demikian. Biasa aja ada yang punya alasan lain, semisal nabung untuk mengetahui seberapa besar pengeluaran yang ia lakukan setiap harinya. Wah jadi menabung sebagai tolak ukur donk?? Kata Ririn, menabung tuh bukan hanya diajarkan oleh ortu dirumah. Tapi juga disekolah pun ia selalu

cuap-cuap

Bekal Di Masa Depan MENABUNG emang bukan hal yang mudah. Lebih-lebih bagi kita yang terkenal boros alias suka menghamburhamburkan duit, pasti akan terasa sangat sulit untuk menyisipkan uang jajan. Tapi..kalo udah niat pasti akan terbiasa juga. Yang terpenting seh, tanamkan dalam diri kita bahwa kebiasaan menabung itu bermanfaat, bukan hanya untuk kehidupan kita sekarang, tapi juga bekal kita di masa depan. Ngga harus nabung di bank lho, kita dapat menabung di rumah dengan celengan yang sederhana, setidaknya, itu bisa menjadi alat untuk menetralisir pengeluaran kita yang berlebihan. Apa salahnya kalo uang jajan yang berlebih ditabung? Malahan kalo kita punya kebutuhan mendesak, uang itu bisa kita gunakan, ngga harus minta lagi ke Ortu khan?? So, biasakan diri untuk hidup hemat dengan menabung. (ka’_piyan)

share Drs Ansyari Umirtun

(Pembina Gerakan Sekolah menabung SMKN 2 Kendari/Kepala SMKN 2 Kendari)

Menabung Sejak Usia Dini MENABUNG merupakan hal yang sangat positif diterapkan kepada anak sejak usia dini. Selain mengajarkan sikap hidup hemat kepada mereka, juga dapat memberikan rasa kontrol terhadap keinginan berlebih yang biasa dirasakan dalam pergaulan. Tidak sedikit anak yang berfoya-foya dengan uang jajan berlebih yang diberikan orang tua setiap harinya. Kalo ngga diberikan pemahaman mengenai menabung, akan sangat sulit mengontrol keinginan mereka itu, sebaliknya, jika mereka paham apa arti menabung, mereka akan lebih selektif menggunakan uang jajan mereka, en sisanya bisa ditabung. Di beberapa sekolah sudah melaksanakan program gerakan sekolah menabung. Program itu sangat efektif untuk menjadi alat kontrol siswa dalam mengelola uang jajan mereka, dan nantinya mereka sendiri juga dapat menikmatinya. So, sebagai guru dan orang tua, kita juga harus memberikan pemahaman itu kepada anak dan siswa kita, karena gerakan menabung memberikan manfaat besar untuk masa depan mereka nantinya. (ka’_piyan)

terapkan. Apa karena pelajaran kali yah?? Heheheh. Menurut siswi SMPN 1 Kendari ini, nabung tuh memberikan pelajaran terhadapnya, mengenai makana keuangan apalagi dalam keluarganya. Yah katanya sech ortunya nggak pernah manjain uang. “ Yupzbanget...Mama tuh nggak pernah langsung memberikan uang kalo aku minta. Paling mama tanya dan sedikit ngomel dulu. Makanya ama tuh selalu ngajarin semua anaknya untuk belajar nabung gitu. Karena dengahn nabung aku bisa mengetahui berapa banyak sech uang yang aku gunakan dalam sehari. Dan aku ngerasa dengan aku belajar nabung dari uang jajan aku sech,aku bisa hemat dan nggak foyafoya gitu dech. Tapi walaupun gitu aku tetap sering jajan, kan nabungnya kalo uang jajan aku lebih gitu. Aku nabung nggak setiap hari kok, “ tutur Ririn. (p2/lia)

Bagi sobatsobat X-genk yang pengen gabung ngasih komentar via Facebook di rubrik kesayangan kamu ini, silahkan add Facebook XPresi :

expresikp @yahoo.com

Model X-presi

Pengin wajahmu tampil sebagai model X_presi ? Gampang kok, gratis lagi.Info lebih lanjut hubungi

0852 418 82 818. Ayo, buruan...!


Kendari Pos | Selasa, 26 Oktober 2010

2 Villarreal v Atletico Madrid 0

VILLARREAL GUSUR BARCA

WAYNE ROONEY

Rooney Masih Dimusuhi Fans WAYNE Rooney telah memutuskan bertahan di Manchester United seusai memperpanjang kontrak hingga Juni 2015 pekan lalu (23/10). Tapi, fans United ternyata masih belum bisa memaafkan sikap Rooney yang sempat berencana hengkang dari Old Trafford. Bukti Rooney masih dimusuhi pendukungnya sendiri tecermin ketika United menghadapi toke City di Stadion Britannia Minggu lalu (24/10). Dalam laga yang dimenangi United 2-1 itu, fans Setan Merah - sebutan United - sama sekali tidak

meneriakkan nama Rooney. Padahal, di setiap laga baik home maupun away, fans United tidak pernah absen meneriakkan nama para pemain bintang yang pernah klub jawara 18 kali Liga Inggris itu. Sebut saja George Best, Eric Cantona, hingga Cristiano Ronaldo. Tapi, kapten klub sekaligus pemain senior United Gary Neville mencoba membela Rooney. Neville yang turun di babak pertama dalam laga melawan Stoke itu mengatakan

Baca ROONEY Hal 18

Madrid,KP Villarreal harus mulai diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam Liga Primera. Di jornada kedelapan ini, Kapal Selam Kuning-sebutan Villarreal-kembali menggusur Barcelona dari posisi runner up klasemen. Itu tidak lepas dari kemenangan 2-0 atas Atletico Madrid dini hari kemarin. Atletico yang mengicar papan atas tidak bisa berkutik ketika gelandang sayap tuan rumah, Cani, membobol gawang David de Gea kala laga baru jalan sembilan menit. Lewat proses yang hampir sama, Villarreal kembali menaklukkan kiper masa depan Spanyol itu di awal babak kedua. Yakni lewat Giuseppe Rossi di menit ke-52. Kubu Atletico sempat protes keras ketika wasit Rafael Dominguez tidak menghadiahkan penalti setelah Sergio Aguero dijatuhkan di kotak terlarang. Akibat protes berlebihan, pelatih Quique Sanchez Flores sampai diusir dari bench. Namun, kubu Villarreal menegaskan bahwa kemenangan itu bukan berasal dari bantuan wasit. “Pertandingan ini sudah dikondisikan oleh tim yang ingin memainkan sepak bola cantik,” kata Juan Carlos Garrido, entrenador Villarreal, seperti dilansir Marca. “Seperti yang tampak di lapangan, kami menyetir pertandingan. Saya pikir, Villarreal sudah mengambil langkah besar untuk memenangkan laga ini,” paparnya. Sebenarnya, kekalahan Atleti-sebutan Atletico-tidak lepas dari kesalahan strategi yang dipasang Flores. Dia mengambil keputusan mengejutkan dengan menyimpan Diego Forlan di babak pertama. Sementara, Aguero baru sembuh dari cedera dan belum padu dengan Diego Costa. Akibatnya, alur serangan Atletico selalu terhenti di tengah. Gol cepat tuan rumah juga cukup mengacaukan strategi

AFP PHOTO/ JOSE JORDAN

Defender Villareal, Carlos Marchena mencoba menghalangi laju pergerakan penyerang Atletico Madrid asal Brasil, Diego Costa saat laga lanjutan liga spanyol di Stadion El Madrigal. mereka. Forlan bahkan baru turun setelah Atleti ketinggalan dua gol. Keberadaan dia memang menggenjot serangan tim tamu. Namun, pertahanan rapat Kapal Selam Kuning sukses mencegah terjadinya gol balasan sampai peluit panjang berbunyi. “Sepak bola harus ditentukan di lapangan, dan kami melakukan hal yang benar sejak menit pertama,” ucap Garrido. “Saya sangat gembira anak-anak bisa menampilkan pertandingan yang bagus. Kami akan mencoba bertahan di papan

atas selama mungkin, demi menghapus keraguan orang soal kualitas tim ini,” tegasnya. Di sisi lain, Flores tetap menyebut keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada timnya di akhir babak pertama sebagai penyebab kekalahan Atleti. “Saya tidak tahu apa yang saya katakan kepada pemain saat jeda. Yang jelas, mereka sudah tidak bersemangat melanjutkan permainan karena keputusan aneh wasit,” cetus Flores, seperti dikutip Goal. (na)

Tak Tertekan

Capello Jagokan Lazio

Madrid,KP Copa del Rey hanya menjadi prioritas ketiga bagi Real Madrid, setelah Liga Primera dan Liga Champions. Namun, anggapan itu tidak berlaku musim ini. Entrenador Real Jose Mourinho meminta anak buahnya untuk tetap all out di ajang tersebut, meski masih fase 32 besar. Dia juga berjanji menurunkan kekuatan penuh saat Real melawat ke kandang Real Murcia dini hari nanti. Sikap ngotot Mourinho tidak lepas dari pengalaman Real musim lalu. Di bawah Manuel Pellegrini, Los Blancos-sebutan Reallangsung kandas di babak pertama. Padahal, presiden Florentino Perez baru menginvestasikan lebih dari Rp 3 triliun untuk membeli enam bintang baru. Tapi, melawan tim amatir AD Alcorcon, Real tersingkir dengan agregat 1-4. “Kalau situasi musim lalu (di Alcorcon) terulang lagi, saya akan mencoret semua pemain yang tampil dari status sebagai starter.

Roma,KP Lazio mulai disanjung setinggi langit. Banyak yang memprediksi mereka bisa menjadi penantang scudetto seiring dengan performa menawan di Serie A Liga Italia pada awal musim ini. Mereka sudah berkuasa di pucuk klasemen selama tiga pekan. Bahkan, pelatih timnas Inggris asal Italia Fabio Capello menyebut tim besutan Edoardo Reja itu layak scudetto. Dia membandingkan Lazio dengan Hellas Verona pada 1985. Tak ada yang memfavoritkan juara, tapi di akhir musim Verona rebut scudetto. “Lazio bisa menjadi seperti Verona yang dilatih Ozvaldo Bagnoli. Anda harus percaya itu,” ujar Capello kepada Radio Anch’io lo Sport. “Atau paling tidak mereka akan menembus Liga Champions musim depan,” lanjut Capello. Gelandang bertahan Inter Milan Esteban Cambiasso punya pendapat berbeda

Baca TAK TERTEKAN Hal 18

Baca CAPELLO Hal 18

FABIO CAPELLO

Sneijder Terus Dipantau Fergie AMBISI besar Manchester United menggaet playmaker asal Belanda Wesley Sneijder bikin gusar Presiden Inter Milan Massimo Moratti. Apalagi, Sneijder belum meneken kontrak anyar yang diajukan Inter sejak kompetisi belum dimulai. Lagipula, manajer United Sir Alex Ferguson baru mendapat suntikan dana senilai 50 juta pounds atau setara Rp 699 miliar dari Malcolm Glazer, owner United. Dana segar itu digunakan untuk membeli pemain pada bursa transfer Januari. Berdasarkan kabar yang diklaim The Daily Star, Sneijder dan striker Wolfsburg asal Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko berada

pada urutan teratas dalam daftar bidikan United. Situasi yang membuat Moratti khawatir bakal kehilangan Sneijder. Wajar bila Moratti gusar. Sebab, sebelumnya pemain berusia 26 tahun itu pernah menolak meneken kontrak barunya. Alasannya, tawaran gaji yang diberikan kurang sesuai bila dibandingkan dengan kontribusi yang diberikan Sneijder di Inter. Sneijder menjadi sosok sentral kala Inter merebut treble winners pada musim lalu dan juga ikut membawa timnas Belanda ke final Piala Dunia 2010. “Saya pikir dia akan meneken kontraknya pekan depan,” ujar Moratti kepada Sky Sport.

WESLEY SNEIJDER

Mantan pemain Real Madrid dan Ajax Amsterdam itu sejatinya masih memiliki sisa kontrak di Inter selama 2,5 tahun. Sesuai dengan kontrak lama, Sneijder menerima bayaran sebanyak 4 juta pounds (setara Rp 55,9 miliar pertahun. Pemain yang memiliki tendangan bebas mematikan itu menginginkan kenaikan gaji. Dia meminta bayaran 5,2 juta pounds (setara Rp 72,7 miliar) pertahun. Negosiasi yang alot antara kubu Sneijder dengan Inter dipantau terus oleh Fergie (sapaan Ferguson). Bagi Fergie, Sneijder adalah sosok yang tepat sebagai pengganti Paul Scholes yang sudah berada di pengujung karir. Pemain

yang difavoritkan meraih Ballon d’Or tahun ini tersebut punya kualitas yang dibutuhkan klub berjuluk Setan Merah itu. Sebagai gelandang serang, Sneijder dianggap sebagai pemain yang komplet. Selain visi hebat, cepat, dan tendangan mematikan, Sneijder juga sosok pemain yang produktif. Hanya saja, tak akan mudah bagi Fergie untuk mendapatkan Sneijder. Apalagi, selama ini, dia tidak pernah menyatakan ketertarikan untuk angkat kaki dari Giuseppe Meazza, markas Inter. Pemain timnas Belanda itu masih betah di Inter, setelah sempat tersia-sia ketika membela Real Madrid pada 2007-2009. (ham)


18 Capello ............... dengan Capello. Pemain timnas Argentina itu mengakui Lazio saat ini memang pantas menduduki capolista, tapi bukan berarti mereka mampu merebut scudetto. “Kompetisi baru berjalan beberapa pertandingan, jadi Lazio memang pantas mendapatkan posisinya. Namun, kami tidak khawatir atau takut pada mereka. Penjalanan kompetisi masih panjang,” ungkap Cambiasso kepada Corriere dello Sport. Sementara itu, kubu Lazio berupaya tetap membumi. Allenatore Lazio Eduardo Reja

Tak Tertekan ...... Mereka bakal menanggung akibat yang pahit,” kata Mourinho, sambil menirukan karakter kepala mafia New Jersey Tony Soprano dalam drama seri The Sopranos. “Pemain-pemain penting akan turun juga. Termasuk, Karim Benzema dan (Cristiano) Ronaldo. Tidak sedikitpun kami menganggap remeh lawan, karena laga ini sangat penting buat saya,” tegas pelatih asal Portugal itu, sebagaimana dilansir Reuters. Mourinho sepertinya mengucapkan ancaman dengan bercanda. Namun, Ronaldo dkk menyadari bahwa sang pelatih berharap mereka bisa mengulang penampilan gemilang saat membantai Racing Santander 6-1 Sabtu malam lalu (23/10). Pernyataan Mourinho juga bisa menjadi kenyataan jika mereka sampai dipermalukan Murcia. Real memang harus mewaspadai kejutan dari anggota Segunda Division B tersebut. Sebab, dalam beberapa musim terakhir, kolektor 17 gelar Copa del Rey

Rooney ............... apabila rekannya itu layak dimaafkan. “Ketika pemain top kami memilih memperpanjang kontraknya bersama tim, itu merupakan nilai plus. Wayne (Rooney) kini telah bersama Manchester United dan tidak perlu ada yang dipermasalahkan lagi,” ungkap pemain 35 tahun itu

Kendari Pos | Selasa, 26 Oktober 2010

bahkan menyatakan tim mereka tidak disiapkan untuk merebut scudetto. “Scudetto adalah sesuatu yang belum pantas bagi kami,” kata Reja, seperti dikutip Football Italia. Reja menilai, mereka sekarang sedang on fire. Mereka sedang bangkit dari keterpurukan yang dirasakan pada musim lalu. Capolista yang dipegang sekarang bukan jaminan. “Kami hanya memanfaatkan momen. Target kami tetap enam besar,” ujar Reja. “Fabio Capello memban-dingkan kami dengan Verona pada 1985.” Jika dia berkata seperti itu, maka saya akan percaya, tapi komentar itu

juga bikin saya berada pada situasi yang berbahaya. Namun, tim ini terus berkembang,” jelas Reja. Mantan pelatih Napoli itu menilai masih terlalu dini membandingkan Lazio dengan Verona pada 1985. Sebab, kompetisi baru saja berjalan. Saat ini baru melewati pekan kedelapan, di mana Biancocelesti (julukan Lazio) memimpin dengan 19 poin. Kebangkitan Lazio pada musim ini tidak lepas dari pembelian jitu di bursa transfer awal musim lalu. Yang paling berpengaruh adalah Hernanes yang diboyong dari Sao Paolo. Kehadiran Hernanes bikin lini tengah makin solid dan kreatif. (ham)

itu selalu kalah di babak-babak awal oleh tim yang kastanya jauh lebih rendah. Dua musim lalu, mereka bertekuk lutut kepada Real Union di 32 Besar. Los Merengues-sebutan lain Real-juga sudah tidak pernah mengangkat trofi Copa del Rey sejak 1993 silam. Menurut Mourinho, dia hanya akan mengistirahatkan sejumlah pilar. Antara lain Mesut Oezil, Xabi Alonso, dan Ricardo Carvalho. Tapi di luar itu, semua pemain inti akan tampil. Posisi ketiga pemain itu kemungkinan besar diisi oleh Sergio Canales, Esteban Granero, dan Sergio Ramos. Namun, dalam skuad yang dirilis kemarin, Mourinho juga tidak menyertakan kiper kedua Jerzy Dudek serta bek kiri lincah Marcelo. “Kami punya bek kiri lain yang juga sangat bagus. So, tidak masalah,” paparnya. Meski Mourinho bersikap tegas soal terkait laga di Murcia, penggawa Real tidak tertekan. Sebaliknya, di bawah pelatih berjuluk The Special One itu, Ronaldo dkk merasa lebih termotivasi. Kemenangan dengan skor besar di beberapa laga

terakhir telah melambungkan konfidensi Ronaldo dkk. “Dengan Mourinho, semua orang lebih gembira,” jelas Ronaldo. “Kalau ada hal yang tidak berjalan sesuai keinginan, sangat wajar kalau kami sedih dan terpukul. Tapi musim ini, semuanya berjalan lancar. Tim ini sudah mendapatkan harmoni dan soliditas,” lanjutnya. Kubu Murcia mengaku tidak menyiapkan strategi khusus untuk membendung Ronaldo dkk. Namun, pasukan Inaki Alonzo itu tetap berharap membuat kejutan. “Kami tidak sabar bertemu Real Madrid. Akan sangat sulit bagi kami untuk mengeliminasi mereka, tapi setidaknya harus dicoba,” papar Jesus Samper, presiden Murcia, kepada AS. Dalam kesempatan yang sama, Barcelona juga mengadakan kunjungan ke AD Cueta. Biasanya, pelatih Josep Guardiola akan menurunkan beberapa penggawa akademi dan pemain lapis kedua untuk laga Copa del Rey. Namun, khusus babak pertama ini dia akan menurunkan sebagian pemain inti. (na)

di Times of Malta. “Fanskamimungkinbutuhwaktu untuk memaafkan sikap Wayne karena semua orang pasti pernah membuat kesalahan dalam hidupnya,” tambah pemain yang mencatatpenampilanke-600bersama United saat melawan Stoke itu. Di sisi lain, sikap fans United, sepertinya, tidak diketahui Rooney yang kini tengah berlibur ke Dubai bersama

istrinya, Coleen. Keduanya merayakan ultah ke-25 Rooney yang diperingati Minggu lalu. Fans United disebut merupakan salah satu alasan Rooney bertahan di United. Sebab, sehari sebelum meneken perpanjangan kontrak, striker yang akrab disapa Wazza itu mendapat teror dari 30 fans United yang mendemo rumahnya di Prestbury, Chesire. (dns)

J. MERIC

Center Orlando Magic, Dwight Howard sedang melakukan pemanasan bersama pelatihnya saat melawat ke kandang Miami Heat di St. Pete Times.

Jelang Tip-Off NBA Musim 2010-2011

Orlando Paling Meyakinkan Musim NBA 2010-2011 dimulai Selasa, 26 Oktober. Menjelang tip-off, satu tim tampil paling mengesankan. Bukannya Miami Heat yang diperkuat trio James-Wade-Bosh, melainkan Orlando Magic. MIAMI Heat boleh menjadi tim paling dihebohkan, dan paling dinantikan aksinya, pada musim NBA 2010-2011. Bisa dimaklumi, karena klub itu memiliki tiga superbintang. LeBron James dan Chris Bosh datang bergabung dengan Dwyane Wade. Hanya saja, tim itu mungkin bukanlah unggulan utama musim ini. Kehadiran mereka lebih dinantikan, tapi tidak lebih ditakuti dari Boston Celtics ketika mengumpulkan trio Paul Pierce-Kevin Garnett-Ray Allen pada 2007 lalu. Apalagi, Heat sekarang banyak dilanda cedera. Wade tidak banyak beraksi karena cedera selangkangan (plus terganggu sidang perceraian). “Roda keempat” Heat, shooter Mike Miller, juga dipaksa absen sampai Januari 2011 gara-gara cedera jempol tangan. Dengan trio yang belum teruji kekompakannya, plus barisan pendukung yang “minimalis,” Heat belum tentu bisa menyaingi raksasa wilayah timur lain.

Apalagi menjadi juara NBA. Celtics, juara bertahan wilayah timur, kini semakin menguat. Mereka menambahkan dua center mantan All-Star yang kuat (tapi menua), Shaquille O’Neal dan Jermaine O’Neal (tidak bersaudara). Keduanya akan mengurangi beban permainan dalam Garnett, menjadi senjata hebat andai kembali ke final dan berhadapan lagi dengan Los Angeles Lakers. Namun, Celtics juga bukan unggulan utama. Saat ini, tim paling ditakuti di timur (dan mungkin seluruh NBA) adalah Orlando Magic. Walaupun tidak punya banyak perubahan, namun Magic menunjukkan progres internal dan kekompakan yang meningkat. Center terbaik NBA saat ini, Dwight Howard, tampak makin menyeramkan selama laga-laga preseason (pramusim). Vince Carter, mantan “penerbang” terbaik NBA, kini seolah kembali punya “ilmu meringankan tubuh” di usia 33 tahun. Sepanjang pramusim, Magic tak sekalipun terkalahkan (7-0). Bahkan, Magic hampir selalu menang telak (ratarata menang sekitar 30 poin sepanjang pramusim). Sayang, duel pramusim Magic versus Heat batal diselenggarakan di Kota Tampa,

U C A PA N

KENDARI POS

U C A PA N

Florida, Jumat pekan lalu (22/10). Penyebabnya, lapangan yang terlalu licin gara-gara salah perawatan. Gara-gara pembatalan itu, kita tidak bisa mengukur seberapa hebat Magic bila dibandingkan dengan Heat. Para pemain Magic sendiri belum mau disebut sebagai unggulan. “Saya sudah tak sabar bertanding beneran,” kata Carter seperti dilansir Associated Press. “Tentu senang bisa mengakhiri pramusim tanpa terkalahkan. Tapi semua ini belum punya arti apa-apa,” tandasnya. Ungkapan senada disampaikan Howard. “Semua ini belum menghasilkan gelar juara,” ujarnya. Sedangkan bagi Stan Van Gundy, sukses pramusim ini minimal menunjukkan beberapa hal positif: “Itu menunjukkan bahwa tim kami sehat dan pemain-pemain cadangan kami mampu bermain dengan baik.” Bagi penggemar NBA, kegarangan Magic baru bisa diperhatikan pada hari ketiga musim 2010-2011, Kamis, 28 Oktober nanti (Jumat pagi WIB). Sebagai pembuka Selasa ini, NBA masih ingin menampilkan dua tim lain yang lebih mendapat perhatian dini. Siapa lagi kalau bukan Heat dan Celtics, yang akan membuka kompetisi secara resmi di Boston? (azrul ananda)


19

Kendari Pos | Selasa, 26 Oktober 2010

Rasa Cinta Berawal di Otak MESKI banyak yang mengatakan cinta itu tumbuh di hati, proses sesungguhnya lebih banyak terjadi di otak. Lebih mencengangkan lagi, cinta pada pandangan pertama benarbenar bisa terjadi karena otak memberikan respons sangat cepat. Bukan hanya cepat karena terjadi dalam waktu 0,2 detik saja, hadirnya perasaan cinta juga melibatkan proses yang sangat kompleks. Sedikitnya ada 12 area di otak yang terlibat dalam pelepasan berbagai hormon cinta emosi seperti dopamin, oksitosin, adrenalin dan vasopresi. Peran dari masing-masing bagian otak berbeda tergantung bentuk rasa cinta yang dialami seseorang. Misalnya pada cinta tak bersyarat (uncon-

ditional love) seperti yang terjadi dialami seorang ibu terhadap anakanaknya, otak tengah paling memegang peran. Dominasi peran yang lebih kompleks terjadi justru pada cinta berahi (passionate love). Pada perasaan semacam ini, ada beberapa bagian otak yang cenderung lebih aktif di antaranya bagian sistem reward yang merupakan pusat kesenangan serta bagian kognitif untuk pencitraan tubuh. Perasaan cinta juga ditandai dengan kenaikan kadar Nerve Growth Factor (NGF) dalam darah. Senyawa kimia yang tercatat mengalami peningkatan tajam saat seseorang terpesona pada pasangannya ini membuk-

tikan bahwa fenomena “cinta pada pandangan pertama” memang benarbenar ada. “Reaksi apapun yang terjadi di hati sebenarnya berasal dari otak. Oleh karena itu saya akan mengatakan rasa cinta itu terbentuk di otak, bukan di hati,” ungkap Stephanie Ortigue, profesor dari Syracuse University di New York seperti dikutip ScienceDaily. Prof Ortigue meneliti reaksi otak saat jatuh cinta dan mempublikasikan hasilnya di Journal of Sexual Medicine baru-baru ini. Ia berharap temuannya bisa berguna dalam mengatasi gangguan emosi dan depresi pada orangorang yang jarang mengetahui bagaimana rasanya jatuh cinta.(bbs)

Diabetes yang Jarang Diketahui INDIKATOR diabetes atau kencing manis biasanya terlihat dari gejala yang berhubungan dengan kadar gula darah seperti banyak kencing, banyak minum dan banyak makan. Tapi ada lagi beberapa indikator diabetes yang cukup mengejutkan. Banyak orang yang terkadang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami penyakit kencing manis atau diabetes mellitus, karena memang gejala diabetes terkadang tidak disadari. Dilansir USNews, ada 8 indikator diabetes yang tidak disadari dan mengejutkan: 1. Ukuran payudara yang besar Menurut penelitian yang telah diterbitkan pada Canadian Medical Association Journal, perempuan dengan ukuran bra D atau lebih pada usia 20 tahun, 5 kali lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2 (karena gaya hidup). Hal ini karena ukuran payudara adalah faktor yang signifikan dari indeks massa tubuh (BMI). 2. Warna alis Bila sebagian rambut di tubuh Anda sudah mulai beruban tetapi warna alis tetap gelap, maka Anda harus segera memeriksa kadar glukosa darah. Hal ini karena diabetes dapat menghambat proses rambut alis yang mulai memutih.

3. Bulan kelahiran Penelitian baru yang telah dipublikasikan dalam American Diabetes Association, menunjukkan bahwa bulan kelahiran memainkan peran dalam perkembangan diabetes tipe 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang lahir di musim semi lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 1. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi peneliti menduga hal ini karena diet ibu atau paparan radiasi matahari. 4. Gangguan pendengaran Sebaiknya Anda jangan mengabaikan gangguan pada indera pendengaran, karena gangguan pendengaran sekarang telah dikaitkan dengan komplikasi diabetes. Orang dengan diabetes 2 kali lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran. 5. Kaki pendek Studi di Johns Hopkins University menemukan bahwa laki-laki dengan kaki pendek lebih cenderung mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan laki-laki berkaki panjang. Ini tidak berarti bahwa tinggi berdampak pada risiko diabetes, tapi rasio panjang kaki. Temuan ini mengisyaratkan sesuatu yang lebih dalam antara risiko diabetes dan perkembangan janin.

6. Kerusakan gigi Menurut Harvard Schools of Public Health and Dental Medicine, orang yang memiliki penyakit periodontal atau kehilangan gigi akan meningkatkan risiko untuk diabetes. Studi tersebut menemukan bahwa orang yang kehilangan gigi meningkatkan risiko diabetes untuk kedua jenis kelamin sebesar 14-29 persen, sedangkan penyakit periodontal dianggap sebagai komplikasi diabetes. 7. Rambut rontok Penderita diabetes dengan aterosklerosis mungkin juga mengalami rambut rontok atau rambut menipis. Hal ini terjadi karena ada penebalan dinding pembuluh darah arteri yang sempit ke seluruh tubuh, termasuk kulit. Pembuluh darah sempit berarti oksigen kurang, yang menyebabkan gejala seperti kehilangan rambut dan kulit mengkilap dan menebal. Rambut rontok tidak hanya terbatas pada satu area tertentu dari tubuh. 8. Paparan pestisida Berdasarkan Agricultural Health Study, petani yang sering terpapar pestisida dapat meningkatkan risiko diabetes, mengingat paparan jangka panjang pestisida dan herbisida telah ditemukan dapat meningkatkan risiko diabetes.(bbs)

Keistimewaan Sirsak Sebagai Obat Kanker BANYAK herbal yang bisa digunakan untuk mengobati kanker. Dari banyak herbal tersebut sirsak punya keunggulan dibanding yang lain. Sifatnya yang istimewa ini yang membuat penemuan khasiat sirsak untuk kanker disembunyikan bertahun-tahun oleh perusahaan farmasi. Sirsakdiketahuibisamencegahdan juga ampuh untuk mengobati beberapa jenis kanker. “Untuk sirsak sendiri telah diteliti dapat mengobati kanker usus besar (colon), kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker prostat dan juga kanker buah dada (payudara),” dr Hardhi Pranata, SpS selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI). Bagian sirsak yang bermanfaat untuk obat kanker yaitu batang, daun dan juga buahnya atau dalam bentuk jus. Buahnya bisa dimakan langsung, dibikin jus, atau daunnya direbus kemudian hasil rebusannya diminum. “Bisa dengan cara minum jus buah sirsak, atau dengan cara merebus 9 lembar daun sirsak dan minum air rebusan tersebut lalu dimonitor keadaannya. Biasanya nafsu makan akan meningkat dan pertumbuhan sel-sel kankernya akan terhambat,” ungkapnya. Apa keistimewaan sirsak? dr Hardhi menungkapkan sirsak mengandung senyawa saponin, polifenol dan juga bioflavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Nah, cara membunuh sel kanker oleh sirsak inilah yang berbeda dengan herbal lainnya. Sirsak hanya membunuh sel-sel yang

tumbuhnya abnormal atau sel-sel spesifik seperti radikal bebas yang ada sel-sel kankernya. Tapi sirsak tidak merusak sel-sel yang sehat. Selain memiliki rasa yang enak, buah sirsak ini juga membantu memelihara kesehatan, mencegah penyakit serta mengobati penyakit. Hal ini karena buah sirsak juga bisa menurunkan tekanan darah, anti parasit, obat penenang yang berfungsi mengatasi depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, radang sendi dan juga untuk asam urat. “Konsumsi buah sirsak ini harus digalakkan lagi agar tidak punah, karena banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah ini,” ujar dokter yang praktik di RSPAD Gatot Subroto ini. Untuk di Indonesia sendiri penelitian mengenai khasiat sirsak dan tanaman obat lainnya ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Dalam studi ini RS Kanker Dharmais akan bekerja sama dengan Nanjing University of Chinese Medicine yang difasilitatori oleh PDHMI. Dalam penelitian ini akan dilakukan terapi kombinasi antara obat-obatan dan juga herbal. “MoU kerja sama ini sudah ditanda tangani dan diperkirakan mulai bulan Desember sudah mulai dilakukan penelitian di Indonesia,” imbuhnya. dr Hardhi menuturkan di Nanjing University sendiri sudah dilakukan terapi kombinasi ini, dan didapatkan pasien-pasien kanker di sana tidak mengalami mual, rambut rontok, berat badan menurun dan bisa tetap berjalan-jalan seperti biasa.

Diharapkan dengan adanya terapi kombinasi ini bisa mengurangi efek samping dari terapi standar kanker yang dilakukan seperti kemoterapi, radiasi atau operasi, serta dapat mengurangi jumlah kemoterapi yang seharusnya dilakukan oleh si pasien. Selain sirsak, ternyata masih banyak lagi tumbuhan dan buahbuahan yang diketahui memiliki efek anti kanker, seperti: 1. Tomat diketahui dapat mengobati kanker prostat, dengan cara mengonsumsi tomat yang sudah direbus. 2. Cabe merah diketahui dapat mencegah kanker usus besar jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama. 3. Biji anggur juga diketahui memiliki senyawa anti kanker, karenanya kalau mengonsumsi anggur cari yang memiliki biji dan makan bersama kulitnya. 4. Daun sirih merah diketahui sebagai anti kanker payudara dengan cara direbus. 5. Temulawak diketahui memiliki zat aktif cursil yang bersifat sebagai anti inflamasi, anti liver dan juga anti kanker. “Sebagian tumbuhan obat di Indonesia mengandung obat anti kanker, seperti sitotoksin yang memiliki kemampuan untuk membunuh dan mendeteksi sel-sel yang tumbuhnya tidak normal. Senyawa-senyawa di dalam tumbuhan ini bisa berfungsi dalam bentuk gabungan tapi ada juga yang single,” ujarnya.(bb)


20

Kendari Pos |Selasa, 26 Oktober 2010

Hakku atau Effendi Kube Calon Pejabat Bupati Bombana Kasipute, KP Masa tugas Atikurahman dan Muhammad Subhan Tambera sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana akan berakhir 9 November nanti. Menjelang masa tugas mereka berakhir, daerah pemekaran Kabupaten Buton itu belum juga memiliki Bupati defenitif, karena penyelenggaraan Pilkada yang terus menerus molor. Dengan kondisi seperti itu, dipastikan akan ada Penjabat (Pj) Bupati Bombana yang bertugas mengendalikan pemerintahan hingga

adanya Bupati dan Wakil Bupati definitif. Informasi yang berkembang di Bombana, ada beberapa nama yang disebut-sebut sebagai pengganti Atikurahman. Mereka adalah Muhammad Hakku Wahab, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Sultra, Idrus Effendi Kube, Sekab Bombana, La Ongke serta Drs La Selo staf ahli di Provinsi. Namun dari empat nama itu, hanya tiga nama yang diusulkan ke Mendagri. “Sudah yang diusulkan menjadi Penjabat Bupati Bombana. Jumlahnya ada tiga orang, salah satunya Pak Hakku (Kadis ESDM),” kata salah se-

orang pegawai kantor Gubernur via ponselnya. Sementara Hakku Wahab yang dihubungi kemarin mengatakan belum mendapatkan informasi terkait usulan dirinya sebagai Penjabat Bupati Bombana. Bahkan Kadis ESDM Sultra ini mengaku baru mengetahui berita itu dari koran ini. Meski demikian, Hakku menuturkan sebagai bawahan Gubernur dirinya selalu siap ditempatkan di manapun. “Kalau memang infonya seperti itu, sebagai anak buah amanah itu saya terima dengan ucapan Bismillah, tapi kalau tidak saya juga mengucapkan alhamdullillah,” ungkapnya.(nur)

NICK HANOATUBUN/RM

Syamsul Arifin yang kini ditahan di Rutan Salemba.

Slamet Riyadi Tidak Terima Kalah Mendagri Izinkan Syamsul Pegang Kendali dari Rutan Gugat Hasil Pemilukada Konut di MK Kendari, KP Slamet Riyadi, salah satu mantan calon Bupati Konawe Utara, tidak terima dengan kekalahannya. Ia akan menggugat hasil pemilukada yang akan dilanjutkan ke putaran kedua itu setelah dimenangkan Aswad Sulaeman dan Sudiro. Gugatannya sudah didaftarkan ke Mahkamah Kontitusi dan tinggal menunggu registrasi. “Syarat undang-undang sudah kita penuhi dan kita sudah daftarkan gugatan ke MK. Sementara menunggu registrasi. Secara kuantitatif yang menggugat itu sebenarnya enam calon,,” ujarnya kemarin. Kandidat nomor urut 8 ini berujar materi gugatannya seputar tindak pidana pemilu. Ia membeberkan seorang kandidat yang saat ini diputuskan KPU Konut maju ke putaran dua melakukan money politik secara terstruktur, masiv dan sistematis. Pelanggaran tersebut kata ketua DPD PNBKI Sultra ini dilakukan pada saat ca-

lon bupati itu masih menjabat di Konut. Modus yang digunakan kandidat tersebut terang Slamet, dengan memberikan sejumlah uang kepada kepala desa untuk memenangkannya. “Dia menggunakan struktur pemerintahan, aparat desa dan segala macam pada saat dia menjabat. Dan kepala desa pun melakukan tekanan pada masyarakat dan aparatnya dan itu ada bukti dan saksi,” bebernya. Namun anggota DPRD Sultra ini belum bisa memastikan money politik yang dilaklukan tersebut berupa menggaji kepala desa. Demikian pula, apakah pemberianitu dalam kapasitas pejabat di daerah atau pribadi. “Menggaji kepala desa? Kalau itu belum bisa kita buktikan, tapi kalau seorang kepala desa memberikan tekanan untuk memenangkan salah satu pasangan pada masyarakatnya itu ada saksi dan bisa kita buktikan,” terangnya. “Karena di MK itu yang paling terpenting sebenarnya ada dua komponen, bukti dan saksi. Sekarang kami memperkuat itu, bukti dan saksi,” imbuhnya seraya menyebutkan beberapa saksinya juga masuk ke dalam

sturktur pemerintahan sehingga bisa menjadi saksi kunci. Selain itu beberapa pelanggaran administrasi juga dilakukan oleh KPU Konut. Misalnya saja penyerahan DP4 yang disebutnya melanggar karena terlambat. Penyerahan DP4 seharusnya dilakukan diatas enam bulan tapi di Konut ujar Slamet diserahkan di bawah enam bulan. “Pleno DPT kita kritisi juga, tapi tidak ada tanggapan dari KPU, saat itu juga saya tidak tandatangani,” katanya lagi. Yang paling parah terang anggota komisi III DPRD Sultra ini ada penerbitan DPT lagi setelah penetapan DPT. Itu berarti menjadi DPT ketiga yang dikeluarkan KPU dan sudah melewati batas hukum. “Itu pelanggaran hukum luar biasa, dan sekarang kita sedang cermati apakah ada pelanggaran administrasi itu terhadap hasil pemilukada. Tapi biasanya yang paling memungkinkan untuk pemilukada ulang itu adalah tindak pidana pemilu, utamanya yang money politik yang terstruktur, masiv dan sistematis itu. Target kita pemilukada ulang,” tandasnya.(cr2/ong)

Jakarta, KP Status tahanan tak mengurangi kewenangan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Syamsul Arifin untuk tetap memegang kendali pemerintahan. Mendagri Gamawan Fauzi menegaskan, pihaknya tidak akan mengambiil kebijakan atas Syamsul dari posisinya saat ini sebagai kepala daerah hingga mantan Bupati Langkat itu berstatus terdakwa. Menurut Mendagri, Syamsul masih memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan pemerintahan di Sumut. “Masih, tidak ada batasan itu. Karena kita menganut asas praduga tak bersalah. Sampai beliau (Syamsul) ditetapkan

sebagai terdakwa, baru kita nonaktifkan untuk sementara,” ujar Mendagri kepada wartawan di kantornya, Senin (25/10). Lebih lanjut Mendagri mengatakan, demi efektifitas pemerintahan sebenarnya bisa saja kewenangan untuk menjalankan roda pemerintahan diserahkan Syamsul ke wakilnya. Alasannya, karena belum tentu semua urusan harus dibawa ke Jakarta untuk mendapat persetujuan Syamsul. “Itu yang paling efektif (penyerahan kewenangan ke wakil Gubernur Sumut) sampai beliau (Syamsul) ditetapkan sebagai terdakwa. Karena sangat tidak mungkin untuk

dibawa ke Jakarta, kecuali halhal yang sangat prinsip seperti aparatur dan keuangan,” papar Mendagri. Pada kesempatan itu Mendagri juga kembali menyinggung soal pelantikan bupati/walikota di Sumut hasil Pilkada barubaru ini. Mendagri memaparkan, ada tiga alternatif yang bisa dilakukan terkait pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada di Sumut. Pertama, Mendagri melantik langsung kepala daerah yang sedianya dilantik Gubernur. Kedua, Syamsul tetap bisa melantik langsung asal mengantongi izin KPK. Ketiga, Syamsul memberikan mandat atau kuasa pelantikan kepada wak-

ilnya. “Sepertinya yang paling aman itu alternatif yang ketiga,” tandas Mendagri. Dalam kesempatan itu Mendagri juga kembali mengungkapkan rasa prihatinnya atas perkara yang membelit Syamsul. “Saya prihatin saja sama beliau, semoga ada hikmah lah di balik semua ini. Mudah-mudahan beliau sabar menerima ujian itu,” pungkasnya. Seperti diketahui, Syamsul menjadi tersangka kasus dugaan korupsi APBD Langkat tahun 2000-2007. Sejak Jumat (22/10) lalu, Syamsul ditahan KPK dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) di LP Salemba, Jakarta Pusat.(ara)

FPAN Desak Studi Banding Dievaluasi Jakarta, KP Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) di DPR, Teguh Juwarno mengatakan, hari ini fraksinya resmi menyerahkan surat ke pimpinan DPR prihal usulan jedah perjalanan ke luar negeri bagi seluruh anggota DPR. Mereka pun meminta dilakukan evaluasi terhadap perjalanan ke luar negeri. “Surat usulan jedah perjalanan ke luar negeri itu sudah diteken pimpinan Fraksi PAN, dan

selanjutnya kita sampaikan ke pimpinan DPR hari ini,” Teguh Juwarno, di DPR, Senayan Jakarta, Senin (25/5). Dalam surat tersebut, kata Teguh, Fraksi PAN mengusulkan jedah ke luar negeri dengan alasan studi banding bagi seluruh anggota dewan itu minimal berlaku efektif dalam waktu enam bulan ke depan. “Dalam waktu jedah enam bulan tersebut, internal DPR juga kami desak untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh

perjalanan ke luar negeri yang telah dilakukan oleh anggota dewan periode 2009-2014. Termasuk mengukur efektifitas dan efisiensi perjalanan serta manfaat yang diperoleh oleh bangsa dan negara ini,” ungkap Teguh. Paradigma baru yang kami usulkan terkait dengan perjalanan studi banding anggota dewan ke luar negeri dicoba untuk meletakannya secara lebih adil dan terbuka. “Selama ini paradigma kunker itu diargumentasikan sebagai hak

dan kewajiban anggota dewan. Fraksi PAN mengusulkan agar argumentasi itu dirubah secara lebih berkeadilan dengan melihat substansi dan andai itu penting dalam kerangka tugas kedewanan cukup mengutus pimpinan saja,” tukas Teguh. Meski yang berangkat itu pimpinan, atau karena ada substansi lain yang mengharuskan anggota dewan ikut, itupun diwajibkan untuk lebih transparan saja menyampaikannya ke masyarakat, imbuhnya.(fas)

PPP Siapkan Tim Pengacara untuk Syamsul Jakarta, KP Politisi senior PPP, Hazrul Azwar, kemarin menjenguk Gubernur Sumut Syamsul Arifin di rutan Salemba, Jakarta Pusat. Dia datang pada pukul 13.30 Wib, bertepatan dengan jam makan siang. Ketua Fraksi PPP DPR itu menenteng tas plastik berisi empat kardus. “Nasi briyani,” ujar Hazrul sebelum masuk rutan. Dia menyebut, setiap bertemu Syamsul di Jakarta, biasanya makan berdua ke warung nasi briyani itu. Keluar dari rutan, Hazrul menceritakan, Syamsul lahap menikmati menu nasi briyani yang dia bawakan. “Empat potong dag-

ing dia makan,” ujar pria yang mengaku sudah lebih 30 tahun bersahabat dengan Syamsul itu. Hazrul juga mengatakan, DPP PPP akan menyiapkan tim pengacara untuk mendampingi mantan bupati Langkat yang tersangkut kasus dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 itu. Hal ini dilakukan, ujarnya, karena PPP termasuk partai pengusung Syamsul saat maju di pilkada gubernur Sumut. “Secara moral politik, maka kita siapkan pengacara,” ujar salah satu Ketua DPP PPP itu. DPP Partai Golkar juga sudah menyiapkan tim pengacara untuk Syamsul, yang kini juga

ketua DPD Golkar Sumut. Berdasarkan pantauan koran ini, hingga kemarin para pembesuk Syamsul di rutan Salemba masih lumayan banyak. Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani juga menjenguk Syamsul di rutan. Politisi PPP itu mengatakan, tidak semestinya Syamsul ditahan. Pasalnya, tidak mungkin akan melarikan diri, tidak mungkin menghilangkan barang bukti, dan tak mungkin mengulangi lagi perbuatannya. Diceritakan, kondisi Syamsul baik-baik saja dan masih suka bercanda. “Saya datang sebagai adik, yang kebetulan anggota Komisi III. Tak ada keluhan dari beliau,” ujar Yani,

politisi dari PPP itu. Kedatangannya ke rutan Salemba sekaligus untuk mengecek kondisi rutan. Katanya, rutan kelas I Salemba ini sudah over capacity. Daya tampung normalnya untuk 902 orang, namun saat ini dihuni lebih dari 3000 tahanan. Dengan kondisi over capacity inilah, lanjutnya, tidak mungkin Syamsul mendapatkan perlakuan istimewa. Yani mengatakan, Syamsul menghuni sel yang dihuni tiga tahanan. Sel yang lain bahkan ada yang dihuni untuk lima dan tujuh tahanan. Hanya saja, dia tidak menyebutkan identitas dua kawan satu sel Syamsul.(sam)

SOFYAN HENDRA/JAWA POS

Presiden SBY meminta dilakukan antisipasi aktivitas vulkanik gunung merapi, di ruang tunggu VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, sesaat sebelum berangkat ke Tiongkok, kemarin (25/10). SBY akan mengunjungi Tiongkok dan Vietnam hingga 31 Oktober.

SBY Diminta Tak Ragu Lakukan Reshuffle Jakarta, KP Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Indra Jaya Saerun mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu lagi ragu mengganti menterinya. Menurutnya, di tengah desakan masyarakat yang meminta melakukan perombakan, selayaknya SBY harus menunjukkan sikap berani me-reshuflle kabinetnya, untuk menepis anggapan bahwa SBY peragu dan lamban. “Presiden harus berani mengganti para menterinya yang tidak menunjukkan prestasi selama setahun. Momentum ini harus dimanfaatkan SBY, (untuk menunjukkan) bahwa dia tidak peragu dan lamban mengambil keputusan,” kata Indra

Jaya Saerun, di Jakarta, Senin (25/10). Indra menilai, saat ini Presiden SBY memang tersandera dengan kekuatan koalisi yang dibentuknya. Tapi kata dia, dengan dukungan yang diperoleh pada Pilpres tahun 2009, ditambah lagi kekuatan Partai Demokrat yang mayoritas di DPR, SBY bisa memperbaiki citra pemerintahan dengan mengganti menteri yang tidak bekerja baik dalam setahun. Menurut Indra, menteri-menteri yang layak diganti itu antara lain adalah menteri yang berasal dari partai politik (parpol). Di antaranya yakni Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, juga

Menko Kesra Agung Laksono. Dalam pengamatan Indra, selama setahun Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), ketiga menteri itu tidak bekerja sesuai yang diharapkan publik. Agung Laksono misalnya, menurut Indra, saat bencana Wasior tidak bergerak cepat dalam menanggulangi bencana banjir bandang itu. Demikian juga halnya dengan Patrialis Akbar, yang tidak segera merespon adanya pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Sementara di bawah Muhaimin, masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak pernah diselesaikan. “Saya kira ini perlu dipertimbangkan. Menteri-menteri ini diganti dengan orang-orang yang profesional saja,” katanya.(awa)

MOHAMAD QOORI/RM

MEROKOK SAAT RAPAT : Anggota DPR RI merokok saat berlangsungnya Rapat Kerja dengan Komisi VIII dengan Kementerian Sosial membahas penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/10).


Kendari Pos Edisi 26 Oktober 2010