Issuu on Google+

Kamis, 26 Agustus 2010

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendaripos.co.id

DPRD Salahkan Dirut PDAM Kendari, KP Sesaat setelah empat mantan direksi PDAM Tirta Anoa Kota Kendari, mengadukan pemecatan yang dilakukan Said Sirate, anggota DPRD Kota Kendari langsung membentuk panitia khusus (Pansus), Selasa (24/8) lalu, yang mengagendakan hearing Direktur PDAM Tirta Anoa Kota Kendari, Said Sirate, Senin (7/ 9) nanti. Anggota Pansus terdiri dari

Momentum Menuju Derajat Takwa Drs. H. Samudra Wasiri MSi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sultra KESYUKURAN yang luar biasa, jika kita kembali dipertemukan dengan Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat ini, adalah kesempatan kita untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mencetak amal sebanyak-banyaknya. Jika kita mampu memanfaatkan momen Ramadhan dengan baik, maka besar peluang bagi kita untuk menuju derajat takwan karena selain bulan yang penuh ujian, ramadhan juga merupakan ajang

Baca MOMENTUM di Hal. 7

Bachrun Konggoasa, Aladin, Chulafau Rasyidin, Bahtiar Kenepulu, Muhammad Yahya, Samsuddin Rahim, Muhammad Amin, Serly Yuniarta, Hamzah dan Jayadi serta Muhammad Ali, merupakan perwakilan masing-masing fraksi. “Pansus sudah terbentuk, 7 September kita hearing Said Sirate. Kita mau tahu kenapa dia pecat 4 direksi. Kita juga mau minta penjelasan soal adminis-

trasi PDAM yang terbengkalai,” kata Wakil Ketua Pansus, Aladin, di DPRD Kota, kemarin. Dia mengatakan, pemecatan sepihak yang dilakukan Said Sirate, tidak berdasar. Sebab, untuk memecat ke empat direksi yang masih tercatat sebagai pegawai PDAM Tirta Anoa Kota Kendari, harus melalui persetujuan walikota. Sehingga, ia menilai pemecatan yang dilakukan Said Sirate, cacat hukum.

Sebelumnya, Edi Sudiro mengatakan, alasan pemecatan dirinya bersama 3 orang lainnya, karena keempatnya sudah memasuki masa pensiun. Padahal, usia pensiun harusnya 56 tahun dan jika melihat tahun kelahiran mantan Direktur PDAM Kota itu, yaitu tahun 1957, harusnya Edi Sudiro baru akan pensiun tahun 2013. Begitu pun jika melihat tahun kelahiran ketiga rekannya. Ir Koeswardono lahir

tahun 1962, Solihin BSc tahun 1961 dan Monang Tambunan SE lahir tahun 1959, maka seharusnya mereka masih tercatat sebagai pegawai PDAM Kota. Sayangnya, meski belum memasuki masa pensiun, rupanya mereka sudah menerima dana pensiun pada tahun yang berbeda. Hal itu diperkuat dengan adanya, surat dari dana Pensiun bersa-

Baca PDAM di Hal. 7

Di MK, Kubu Atiku Minta ke Putaran Kedua

Hari Ini, Ramadhan Fair Dibuka

Jakarta, KP Pasangan Atikurahman-Hasmin Marunta (AMIN) selaku pemohon meminta kepada hakim konstitusi agar pasangan Muhammad Subhan Tambera-Aziz Baking (SERASI) agar didiskulifikasi pada putaran kedua Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Alasannya, partai pengusung SERASI tidak mencukupi 15 persen suara sebagaimana yang disyaratkan undang-undang untuk mengusung pasangan calon. ”Mendiskulifikasi nomor urut lima M Subah Tambera-Aziz Baking karena tidak memenuhi syarat 15 persen,” kata Kuasa Hukum AMIN, Amirullah Tahir saat membacakan petitum (kesimpulan permohonan gugatan) dihadapan hakim di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (25/8). AMIN meminta diikutsertakan pada Pemilukada putaran kedua bersama dengan pasangan Tafdil-Masyura (TAMASYA) yang memperoleh suara 18.665 dari 74.451 suara sah. KPU Bombana dalam surat keputusannya telah mengesahkan dua pasangan calon yang berhak diputaran kedua, TAMASYA dan SERASI karena pada putaran pertama tidak ada pasangan yang memperoleh 30 persen suara. Pada sidang yang dipimpin hakim konsitusi, M Akil Mochtar (Ketua Panel), Hamdan Zoelva dan Muhammad Alim (anggota), AMIN juga meminta agar keputusan KPU yang mengesahkan kedua pasangan calon tidak sah dan mengikat. Menurutnya, terjadi kecurangan dalam proses pemilihan yang mengaikbatkan terjadi pengurangan suara kepada pasangan calon incumben. Pelanggaran yang dimaksud adalah KPU tidak memberikan surat panggilan memilih kepada pendukung dan simpatisan AMIN. Selain itu, pasangan calon lain melakukan kampanye hitam dan politik uang yang mengakibatkan peroleh suara AMIN

Sekitar pukul 13.30, Susno tiba di Kejari Jalan Bunga Rampai Jakarta Selatan dengan pengawalan ketat. Keluar dari mobil Alphard hitam B 271 IQ Susno tidak berkomentar apapun kepada wartawan yang telah menunggu. Didampingi kedua pengacaranya Ari Yusuf Amir dan Husni

Kendari,KP Jika tidak ada halangan, Ramadhan Fair dibuka tanggal 26 Agustus (Hari ini-red). Iven yang diporsikan selama Ramadhan ini, diperuntukkan bagi masyarakat yang menginginkan produk dengan harga serba murah. Dan, bagi masyarakat yang tidak mampu yang telah dibagikan voucher belanja, bisa langsung menukarkannya kepada distributor yang ditunjuk dalam perkulakan tersebut. Ketua panitia Ramadhan Fair, Rustam, mengatakan bila kegiatan ini mendatangkan sejumlah distributor. Baik itu Sembilan bahan baku, sandang maupun keperluan bisa diperoleh di iven tersebut.Sejumlah stand pun sudah berdiri walaupun sebelumnya beberapa diantaranya sempat roboh, karena diterjang bencana angin puting beliung. “Silahkan masyarakat datang mengunjungi Ramadhan Fair ini. Bagi yang ingin berbelanja, semua harga dipastikan lebih murah. Ada sejumlah sarana hiburan anak yang disiapkan bagi pengunjung,” kata Rustam. Sementara itu, Kepala Disperindag Sultra, menegaskan kepada para distributor untuk menjual produknya dengan harga lebih murah. Setidaknya iven ini sebagai sarana untuk menstabilkan harga di pasaran yang sampai saat ini masih melambung. Kegiatan ini dilaksanakan menjelang lebaran, karena moment tersebut, dipastikan kebutuhan masyarakat bakal meningkat. Termasuk pihak bulog beberapa waktu lalu, juga disarankan untuk menjual berasnya di bawah harga pasar. “Kalau harganya lebih mahal, namanya bukan pasar murah. Dan kalau ada yang harganya mahal, tentunya akan tersingkir karena pembeli pasti mencari yang lebih murah,” kata Saemu Alwi beberapa waktu lalu. Hal sama ditegaskan Kadis Koperasi Sultra, Abdul Majid. Kata dia, kegiatan yang diprakar-

Baca BERKAS di Hal. 2

Baca HARI di Hal. 7

Baca ATIKU di Hal. 7

RAKA DENNY/JAWAPOS

Pelimpahan tahap dua perkara Susno Duadji di Kejari Jaksel, Rabu (25/8/).

Berkas Susno Dilimpahkan ke Kejari Jakarta, KP Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji tak lama lagi akan menjalani persidangan terkait dugaan penyelewengan dana pengamanan Pilkada Jabar tahun 2008. Kemarin (25/8), berkas perkara jenderal bintang tiga itu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan.

Perjalanan KH. Mulyan Efendy Membersihkan Kawasan Home Base (1)

Hidayah Turun, Kini Jadi Lingkungan Pesantren Di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, ada sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) namanya Ponpes Al Qodiriyyah. Masyarakat lebih mengenal lokasi ini dengan sebutan Home Base. Tempo dulu pula, di kawasan ini terdapat beberapa tempat maksiat. Misalnya, lokasi perjudian, ada lokalisasi WTS dan tempat sabung ayam. Tetapi melalui tangan dingin pendiri pondok yaitu KH Mulyan Efendy bekerjasama dengan warga setempat, daerah tersebut kini mendapat hidayah dan berubah jadi lebih religius, bebas dari segala maksiat. Bagaimana kiprah Kiyai asal Palembang itu berjuang?

nama pondok. Apalagi kalau orang bertanya pendiri pondok tersebut, pasti penduduk atau tukang ojek yang mangkal di pangkalan ojek setempat langsung menyebut nama Kiyai Mulyan. Begitu akrabnya nama Kiyai Mulyan di masyarakat setempat, karena si pendiri pondok merupakan orang pertama yang mengubah keadaan Home Base menjadi lokasi yang nyaman. Sekitar tahun 1980-an home base terkenal angker, bukan karena mahluk halus dan ditinggali banyak jin, tapi karena di wilayah tersebut oleh masyakarat Kota Kendari dan sekitarnya dijadikan tempat maksiat. Biasanya di hari Minggi sejumlah kegiatan yang jadi momok masyarakat terkumpul di lokasi tersebut dari sabung ayam, pusat perjudian hingga lokalisasi WTS. Pelaku maksiat itu bukan hanya warga

Sulis Setiarini, Kendari MENCARI Ponpes Al Qodirriyah tidak susah, bila kita menuju Bandara Haluoleo, di jalan poros menuju Ponpes tertulis papan

SULIS/KP

KH. Mulyan Efendy bersama isteri.

Baca HIDAYAH di Hal. 7

2

Kendari Pos |Kamis, 26 Agustus 2010

Senjata Perampok Diperkirakan Hasil Selundupan Emas ......................... Ia juga menegaskan sejak awal 2005 pihaknya tidak lagi mengeluarkan ijin kepemilikan senjata apai baru maupun perpanjangan ijin senjata api lama. “Yang jelas semua pistol yang ada di luar TNI/Polri jelas illegal,” tegasnya. Diungkapnya pula, dalam tiga bulan terakhir pihaknya mengamankan 19 orang terkait kepemilikan senpi illegal, yakni awal Juni lalu ditangkap Andi Dana alias Kopek dan Sahrudin alias Cabe di SPBU Parakan, Jalan Raya Pamulang,

Tangerang atas percobaan perampokan dengan menggunakan senpi. Dari keduanya disita sepucuk pistol Revolver dan 6 pelurunya. Pada 21 Juni 2010, ditangkap Sugeng dan Sutrisno alias Joko alias Alex di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur. Kedua pria ini ditangkap atas kepemilikan senjata api rakitan dan kendaraan tanpa surat-surat yang sah. Dari keduanya disita sepucuk senpi rakitan, sepucuk senpi jenis Revolver “berikut 18 pelurunya. Lalu 19 Juli 2010 ditangkap Slamet Riyadi di Jalan Taman Sari Mahpar dengan

barang bukti? 4 pucuk pistol Revolver berikut 4 butir pelurunya. Kemudian pada 4 Agustus lalu ditangkap Iswanto, Bambang dan Amir alias Anton di Jalan Kamboja Gang Dahlia Kebon Pala Rt 10/01, Makasar Jakarta Timur dengan barang bukti 2 pistol jenis Revolver dan 14 butir pelurunya. 23 Agustus 2010, ditangkap Didan Doni Caniago alias Jidan dan Anton dan Syahrial ditangkap di Jalan Gatot Subroto Jatake Tangeran. Terakhir 11 pelaku perampokan toko emas dengan barang bukti tujuh pistol itu,” pungkas Boy.(ind)

Susno Dipojokkan di Pilkada Jabar Berkas ....................... Maderi, Susno langsung memasuki gedung Kejari. Tak hanya kedua kuasa hukumnya saja yang ikut mendampinginya. Namun, tersangka kasus PT Salma Arwana Lestari ini juga dikawal beberapa polisi dan petugas dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri. “Ini (perkara pilkada Jabar) perkara siluman,” kata Ari Yusuf dengan nada tinggi. Menurut dia, kliennya tidak mengetahui sama sekali, mengapa dirinya sampai bisa dijerat sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Menurutnya Susno tidak pernah sekalipun diminta keterangan oleh penyidik terkait kasus Pilkada Jabar. Baik sebagai saksi, apalagi sebagai tersangka. Karenanya, Ari menye-

but bahwa perkara yang menjerat kliennya itu adalah perkara siluman. Bahkan menurutnya, Susno mengetahui dirinya diincar dalam kasus ini dari media masa. Selama ini, lanjut Ari, Susno hanya diperiksa satu kali. Itupun terkait kasus suap PT SAL. Disamping itu, saat diperiksa, status Susno sebagai saksi. Sebab, saat itu mantan Kapolda Jabar tersebut menolak diperiksa sebagai tersangka. Yang menambah kejanggalan dalam perkara Pilkada Jabar ini adalah hasil aduit yang dikeluarkan Badan Pemeriksaan Keamanan

Dua Gubernur, RS Ibnu Sina Masih Terbengkalai Kendari, KP Rumah Sakit (RS) Islam Ibnu Sina yang dibangun di era Gubernur Ali Mazi dan letaknya berhadapan dengan Museum Sultra, hingga kini bangunannya terbengkalai. Kepanitiaan pembangunan rumah sakit yang diketuai mantan Guber-

(BPK) atas penggunaan dana pengamanannya. Hasilnya pun tidak ada masalah dan dianggap clear. “Kami benar-benar tak tahu kenapa ini bisa jadi perkara,” lanjutnya. Seperti diketahui, kasus Pilkada Jabar ini berawal dari pengucuran dana pengamanan Pilgub Jabar 2008 senilai Rp27 miliar. Namun dalam pelaksanaannya diduga dana yang digunakan hanya sekitar Rp13,5 miliar. Sementara sisanya diduga digunakan untuk keperluan lain yang disinyalir menyalahi aturan. Saat itu, Susno Duadji menjabat sebagai Kapolda Jabar.

nur Sultra, Drs H La Ode Kaimoeddin ini sudah dua gubernur yang memimipin Bumi Anoa, tapi pembangunannya, belum rampung. Anggota DPRD Sultra, berniat membantu dengan menganggarkan APBD untuk RS Islam itu. Sayangnya, pihak yayasan Ibnu Sina tidak

Sementara itu, kepala kejari M Yusuf mengatakan, hari ini berkas perkara Pilkada Jabar dengan tersangka Susno baru saja dilimpahkan. Menurutnya, kini jaksa penuntut umum (JPU) akan memeriksa berkas-berkas tersebut. Selanjutnya, Yusuf mengungkapkan bahwa dakwaan untuk Susno akan digabungkan dnegan kasus yang lainnya. Yakni kasus dugaan suap PT SAL. “Ya biar efektif saja,” ucapnya. “Kemungkinan besar sidangnya setelah lebaran,” imbuh Yusuf saat ditanya perkiraan waktu sidang untuk Susno.(kuh)

proaktif mencari pendanaan. Wakil Ketua DPRD Sultra, La Pili mengatakan, pihak yayasan harusnya lebih kreatif mencari sumber pendanaan untuk perampungan RS. “Harapan kita cepat terselesaikan, supaya bisa cepat beroperasi, tapi tergantung kreatifitas yayasan. Kami di dewan siap membantu. Tapi, tentu tidak sepenuhnya,” katanya, kemarin. Sebenarnya, lanjut dia, anggota DPRD Sultra periode 20042009, sudah pernah membantu

pendanaan RS Ibnu Sina, dengan menganggarkan sebagian APBD untuk membantu penuntasan pembangunan. Tapi, besarnya berapa, La Pili mengaku, sudah lupa. “Pihak yayasan harus proaktif cari anggaran. Misalnya, memasukkan proposal pembiayaan ke dewan Sultra. Ini rumah sakit Islam pertama di Sultra, kita berharap cepat beroperasi. Soal bantuan dari provinsi, terbuka ruang untuk itu,” tandasnya.(dri)

3

Kamis, 26 Agustus 2010

Pelaku Pasar Pilih Lakukan Aksi Jual SULIS/KP

Nasabah BNI Kendari, Lie Patrik Sumarli, mendapat hadiah dari program Rejeki BNI Taplus berupa Sepeda Motor Honda Coopy.

Nasabah BNI Kendari, Raih Honda Scoopy Kendari, KP Untuk yang ke dua kalinya, nasabah BNI wilayah Sultra memperoleh hadiah undian dari program Rezeki BNI Taplus. Sebelumnya nasabah di Kota Bau bau memperoleh satu unit Mobil Toyota Alphard, kemarin (25/8), giliran nasabah BNI kantor layanan (KLN) Mandonga yang meraih satu unit Honda Scoopy. Nasabah yang beruntung itu adalah Lie Patrik Sumarli. Patrik sendiri mengaku tidak pernah menduga akan menerima hadiah, karena dia menjadi nasabah BNI belum setahun dengan total saldo Rp 28 juta. Namun, hadiah tersebut menjadi suport baginya untuk bertransaksi dan menyimpan dana di BNI. “Mari masyarakat Sultra, menabung di BNI Kendari, banyak hadiah yang kemungkinan kita peroleh,” ajak Patrik, usai menerima kunci motor dari Kepala Cabang BNI Kendari, Budiamin. Sementara itu, Budiamin menjelaskan bahwa program Rezeki Taplus itu merupakan program nasional yang dimulai sejak Juni 2010 hingga Januari

2011. Program ini diundi setiap dua minggu sekali. Sejumlah hadiah yang ditawarkan kepada nasabah berupa delapan unit mobil Toyota Alphard, delapan unit Harley Davidson, 88 unit Mobil Honda Freed dan 88 sepeda motor Honda Scoopy. Persyaratannya untuk memperebutkan Honda Scoopy saldo rata-rata minimal Rp 5 juta dan untuk mobil saldo minimal harus Rp 25 juta. Kemudian setiap kelipatan satu juta rupiah akan mendapatkan sepuluh point. Kemudian tambahan 5 poin bisa diperoleh bila nasabah melakukan transaksi pembayaran tagihan dan isi pulsa melalui BNI ATM, BNI sms banking dan BNI internet bangking serta belanja dengan kartu debit BNI. Budiamin memaparkan bila program tersebut sudah meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) BNI. Untuk itu, BNI terus melakukan banyak program undian, dengan memberikan motivasi pada masyarakat supaya menabung ke BNI. “Program sebelumnya BNI juga mengadakan program undian dengan membagikan mobil kepada nasabah,” paparnya.

Begitu juga kepala KLN BNI Mandonga, Marlin. Ia memaparkan bila saat ini memang terjadi meningkatan DPK di unit layanannya itu. Namun kebanyakan mereka nasabah baru yang masuk dan ingin mendapatkan kesempatan memperoleh hadiah. “Kalau saat ini di KLN Mandonga baru mendapatkan sepeda motor nasabahnya, kemungkinan berikutnya bisa memperolah mobil,” paparnya. BNI Lakukan Pengawasan Ekstra Menjelang lebaran ini, kebutuhan masyarakat akan uang tentunya meningkat, terutama dalam hal penarikan. Meskipun kejahatan perampokan bank baru terjadi di luar Sultra, namun bank di daerah tentunya harus waspada, karena tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi di Kendari. “Kami melakukan pengawasan lebih dari hari normal. Khususnya pada H-7 menjelang lebaran. Bagaimana pun waspada perlu, dan kami sendiri sesering mungkin juga mengecek kondisi ATM termasuk pelayanan dalam perbankan, melalui CCTV yang ada,” pungkas Budiamin. (lis/lia)

BMS Kembangkan Rumput Laut di Abeli Kendari,KP Lembaga Bina Masyarakat Sejahtera (BMS) bekerjasama dengan Dinas Nakertrans Kendari, sedang menggalakkan pengolahan rumput laut di Abeli. Rabu (25/8), sejumlah peralatan pendukung diberikan kepada warga binaannya. Ketua tim penggerak PKK Kota Kendari, Ny. Sri Yastin Asrun pun didaulat menyerahkan bantuan tersebut kepada dua kelompok binaan. Kepala Dinas Nakertrans Kendari, Boy Azis mengatakan, bila di Abeli sangat layak untuk dijadikan lokasi pengembangan rumput laut. Pasalnya, bahan baku mudah diperoleh, yakni di Sambuli, bersebelahan dengan Abeli produksi rumput laut cukup melimpah. “Kalau selama ini rumput laut, hanya dijual dalam bentuk kering. Bila dibuat produk olahan dan profesional, saya yakin akan memberi nilai tambah,” terang Boy Aziz, saat ditemui dalam moment penyerahan peralatan tersebut. Nantinya BMS yang akan melakukan evaluasi produksi dan managemen hingga titik pemasaran. Sudah sekitar dua bulan ke dua kelompok yang masing-masing jumlahnya sekitar 10 orang sudah diberikan binaan oleh BMS. Produk dimaksud diantaranya pembuatan mie dari rumput laut, manisan rumput laut dan keripik pisang burung. Dengan menggunakan tekhnologi terkini itu, diharapkan produk olahan sumber daya

SULIS/KP

Ketua tim penggerak PKK Kendari menyerahkan bantuan. alam lokal itu bisa dikonsumsi masyarakat Kendari. Bahkan dua tahun yang lalu salah seorang pengusaha kecil di Kendari juga mengembangkan abon, dan bakso ikan. Alhasil kini produknya bukan hanya dipasarkan di Kendari, tapi sudah menasional. Ny. Sri Yastin Asrun pun memberikan dukungan kepada para binaan itu, agar bantuan berupa alat pengolahan produk itu dimanfaatkan seperti program yang direncanakan. “Saya harap para binaan BMS ini bisa berkembang dan bisa menjadi ikon di Abeli. Setidaknya sejumlah produk yang dilatihkan bisa diaplikasikan dan menjadi pilihan bagi konsumen di Kendari. Bahkan ke depan bila bisa berkembang marketnya bukan hanya di pasar lokal,” katanya.

Direktur BMS juga memastikan bila mereka terus akan mengawal peserta pelatihan tersebut. Selama ini keluhan untuk mendirikan industrialisasi yakni pengolahan produk di daerah karena SDM dan peralatan. Saat ini SDM sudah diberikan pelatihan baik dari cara membuat produk, memanage usahanya, keunganan hingga proses administrasi. Bahkan, dalam hal peralatan Nakertrans juga sudah berkontribusi, setidaknya hasil pelatihan yang dilakukan tidak mubazir, tapi termanfaatkan. Kasir yakin, bila para binaan mengikuti proses dan teori yang diberikan, mereka akan menjadi embrio industri olahan di Abeli. Bahkan dia berjanji akan mencarikan market produk olahan yang bisa dibuat. (lis/lia)

Aspen Ramah Lingkungan SETELAH sekian lama tidak mengeluarkan ponsel candy bar ber-keypad qwerty, Sony Ericsson kembali menawarkan model yang kini booming itu. Ponsel bernama Aspen tersebut menjangkau kebutuhan para pebisnis yang memang perlu mengetik dengan cepat, terutama kala membuat dokumen. Bentuk batang dengan keypad qwerty memang jarang dijumpai di tipe terbaru keluaran Sony Ericsson. Sebelumnya, mereka memang memiliki sejumlah produk bermodel seperti itu. Antara lain, P990, M600, P1i, dan P910. Tetapi, lamakelamaan model qwerty didominasi bentuk sliding. Misalnya, Xperia X1 dan X2. “Keypad qwerty memudahkan mereka mengerjakan tugas kantor. Apalagi, sudah disediakan aplikasi Office,” terang Senior Mobile Product Support Sony Ericsson Surabaya, East Java Area dan Bali Sony Ericsson, Rahadian Chandranata kala menjelaskan Aspen di Surabaya kemarin (24/8). Aspen juga dilengkapi dengan layar sentuh di atas layar berukuran 2,4 inci yang berbentuk land-

Sony Ericsson Aspen scape. Melengkapi kebutuhan pebisnis, sudah disematkan sistem operasi Windows Mobile terbaru versi 6.5.3. Aspen termasuk jajaran ponsel Green Heart. Karena itu, dalam paket penjualan tidak banyak pernak-pernik, seperti CD, yang disertakan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan ponsel itu pun ramah lingkungan. (res/c11/tia)

JAKARTA - Rekor indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya terhenti kemarin (24/8). Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup pada level 3.114,939 (0,44 persen) atau melemah 13,795 poin. ‘’Sentimen dari eksternal memengaruhi psikologis para pelaku pasar

yang akhirnya memilih untuk melakukan aksi jual,’’ kata pengamat pasar saham Ikhsan Binarto. Pelemahan indeks bursa-bursaEropayangrata-ratalebihdari satu persen pada awal sesi membuat mayoritas bursa Asia terdesak di zona merah. Hampir se-

mua sektor melemah. Sektor pertambanganjatuh1,61persen.Sektor consumer good dan sektor konstruksiturunmasing-masing 1,08 persen dan 1,07 persen. Sektor industri dasar mengalami koreksi cukup dalam di 1,22 persen. Saham yang masih bisa menapak naik adalah saham

sektor perkebunan yang naik tipis 0,56 persen dan sektor finansial yang naik 0,73 persen. Salah satu penyebab melemahnya saham di sektor komoditas adalah koreksi harga minyak mentah WTI pada perdagangan kemarin ke USD 72,7 per barel.(luq/c6/kim)

Kenaikan TDL untuk Tekan Subsidi belum Diperlukan Desak Pemerintah Cari Cara Lain Tekan Subsidi JAKARTA - Rencana pemerintah kembali menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 15 persen tahun depan bakal sulit terwujud. Pasalnya, fraksi-fraksi di DewanPerwakilanRakyat(DPR) gencar menyatakan penolakan. Dalam sidang paripurna DPR dengan agenda pandangan fraksi atas RAPBN-2011 di DPR kemarin (24/8), sebagian besar fraksi menilai kenaikan TDL untuk menekan subsidi belum diperlukan. Juru Bicara Fraksi Partai Golkar Mahyudin mengatakan, rencana pemerintah menaikkan TDL bisa berimbas pada naiknya inflasi, turunnya daya saing in-

dustri, serta tertekannya kebutuhan rakyat kecil. ‘’Karena itu, kami menolak dengan tegas rencana kenaikan TDL,’’ ujarnya. Juru Bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Ecky Awal Mucharam mengatakan, daripada langsung menaikkan TDL, pemerintah bisa fokus dahulu pada upaya mempercepat konversi penggunaan BBM sebagai bahan bakar pembangkit listrik menjadi batu bara, serta menurunkan susut jaringan. ‘’Masih ada cara lain untuk menutup defisit PLN tanpa menaikkan TDL,’’ katanya. Hal senada disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Laurens Bahang Dama. Menurut dia, masih banyak opsi untuk menutup penurunan subsidi. Di antaran-

ya percepatan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt tahap 1 dan 2, substitusi energi primer dari BBM ke gas, dan penekanan susut jaringan hingga di bawah 9 persen. Juru bicara fraksi-fraksi lain tidak menyebut secara eksplisit perihal rencana kenaikan TDL. Meski mendapat penolakan, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan bahwa penurunan subsidi perlu dilakukan. Tujuannya agar dana subsidi yang saat ini masih ikut dinikmati masyarakat mampu nanti bisa diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ‘’Jadi, kalau subsidi listrik dikurangi, itu akan kita lakukan bantuan-bantuan sosial yang lebih targeted,’’ ujarnya setelah rapat

paripurna kemarin (24/8). Agus menegaskan, pemerintah tidak akan mencabut subsidi sehingga bisa memberatkan masyarakat yang kurang mampu. Namun, skema subsidi diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dengan cara subsidi langsung. ‘’Selain itu, kita khawatir, kalau kita tidak beri policy subsidi yang baik, yang akan terjadi adalah penyelundupan ataupun penggunaan secara tidak efisien dari subsidi itu,’’ katanya. Meskidemikian,lanjutAgus,pemerintahjugaakansungguh-sungguhmemperhatikanmasukanDPR agar menggenjot penerimaan perpajakan,sehinggamempunyaicukup anggaran untuk memberikan subsidibagimasyarakatyangmembutuhkan. (owi/c2/kim)

Pembatasan BBM Nyangkut di Menko JAKARTA - Pelaksanaan pengetatan konsumsi BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi yang ditargetkan September terancam molor. Gara-garanya, hingga saat ini Kementerian Koordinator Perekonomian belum juga mengagendakan rapat gabungan untuk membahas masalah itu. ‘’Saya belum bisa menyampaikan perkembangan apa pun karena Pak Menko belum merapatkannya dengan kami,’’ ujar Menteri Energi dan Sum-

ber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh di kantornya kemarin. Dia mengatakan, Kementerian ESDM telah menyerahkan sejumlah opsi kepada Menko Perekonomian. Namun, hingga kini belum ada tanggapan. Ada tiga opsi yang diusulkan Kementerian ESDM terkait dengan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Salah satunya berdasar tahun pembuatan mobil. Opsi lain yang diperkirakan masuk adalah berdasar jenis

kendaraan; pribadi atau umum, lalu berdasar kapasitas mesin. ‘’Yang penting tepat sasaran,’’ tegasnya. Khusus opsi pembatasan pembelian BBM bersubsidi berdasar tahun pembuatan kendaraan, diusulkan agar kendaraan yang dibuat pada 2000 ke atas dilarang membeli BBM bersubsidi. Latar belakangnya, selain si pemilik merupakan masyarakat berkemampuan, mesin kendaraan tersebut telah dirancang menggunakan

BBM beroktan 92 ke atas. Darwin menegaskan, pembatasan BBM bersubsidi bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran. Karena itu, pembatasan harus dilakukan maksimal di kuartal terakhir tahun ini. Hal itu dilakukan supaya konsumsi BBM bersubsidi tidak melonjak. ‘’Jika tidak, kuota BBM bersubsidi 36,5 juta kiloliter pasti terlewati,’’ ungkapnya.(wir/c2/ oki)

4

Kendari Pos | Kamis, 26 Agustus 2010

Gubernur akan akomodir permintaan investor Kalau permintaan rakyat kapan? Mesjid Al Alam tak dianggarkan di APBD Mudah-mudahan ada sumber lain yang diandalkan Mobdis di DUM massal? Jangan salahkan kalau ada pensiun massal

Ikon Sultra Bertambah Lagi IKON Sultra akan bertambah lagi. Setelah Pusat Promosi dan Informasi Daerah (P2ID), kemudian tugu persatuan kini dua proyek besar bakal kembali hadir dan akan menjadi ikon baru Sultra. Kedua proyek raksasa tersebut adalah, jembatan Bahteramas dan Mesjid Al Alam. Yang disebut terakhir, malah sudah dilakukan pemancangan tiang perdana di lokasi pembangunan yang berada di kawasan Teluk Kendari. Niat pembangunan mesjid ini tentunya wajib kita apresiasi. Tak hanya sebagai ikon, tetapi tentunya akan menjadi sarana syiar Islam ke seluruh penjuru dunia. Apalagi, selain bangunan megah, ternyata mesjid Al Alam adalah mesjid ketiga di dunia yang di bangun di atas laut. Kalau begini, tak hanya warga Sultra yang akan jadi bangga, tetapi seluruh bangsa Indonesia pun juga akan ikut membanggakan mesjid dengan anggaran diprediksi mencapai ratusan milyar rupiah. Jika itu terwujud, Sultra akan menjadi pusat peradaban Islam di masa depan. Apalagi jika didukung sumber daya manusia yang mumpuni yang akan memakmurkan mesjid itu kelak. Kita tentu berharap mesjid ini dapat terwujud sesuai waktu yang ditentukan. Namun demikian, pengalaman selama ini memperlihatkan betapa bersemangatnya kita di awal pembangunan tetapi, setelah tongkat kepemimpinan berganti, maka akan meranalah sarana tersebut. Lihat saja P2ID yang menjadi pusat kegiatan di zaman almarhum Kaimoeddin. Ada juga pembangunan rumah sakit Islam Ibnu Sina yang dibangun di masa Kaimoeddin. Tetapi setelah Kaimoeddin diganti, P2ID diabaikan, seperti tak ada uang rakyat yang diserap kesana. Bangunan Rumah Sakit Ibnu Sina juga ditelantarkan dan kini malah sering menjadi tempat mesum di malam hari. Ali Mazi yang menjadi pengganti Kaimoeddin kemudian, membuat ikon baru berupa tugu persatuan. Tidak sampai rampung, pembangunan tugu tersebut sang Gubernur digantikan oleh Nur Alam. Hasilnya, menara persatuan kini berdiri megah namun tanpa makna. Kita mungkin masih akan menyaksikan kelak, menjadi seonggok besi tua yang tanpa harga. Padahal, anggaran puluhan milyar sudah digelontorkan untuk membangun beton bertinggi sekitar 100 meter itu. Gubenur Sultra pertama yang dipilih rakyat ini pun ogah melanjutkan apa yang sudah ada. Malah, kini terus membangun beberapa bangunan yang juga potensial ditelantarkan jika kelak, Nur Alam diganti. Pembangunan mesjid Al Alam yang ditarget selesai dalam jangka waktu 4 tahun. Padahal, jabatan Nur Alam sendiri akan habis dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Kalau terpilih untuk periode kedua, mungkin saja mesjid ini dapat dilanjutkan pembangunannya. Tetapi bagaimana jika, malah figur lain yang terpilih. Hampir dipastikan, mesjid itu akan kembali menambah panjang daftar bangunan yang mubazir. Tak hanya itu, dari wakil ketua DPRD Sultra La Pili menyatakan, anggaran yang disiapkan daerah ternyata hanya satu tahun anggaran yaitu sebesar Rp 10 milyar. Setelah itu terserah Pemprov akan mengambil dana dari mana. Pemprov sendiri mengandalkan dermawan dan investor yang akan menjadi penyokong utama pembangunan ikon Sultra tersebut. Tetapi seharusnyalah, Gubernur Sultra sekarang melanjutkan apa-apa yang sudah dirintis pendahulunya. Jadi selain menciptakan ikon baru, ikon-ikon lama juga dapat dinikmati generasi sekarang dan akan datang. Sehingga uang milyaran rupiah yang ditanam disana tidak sia-sia. Semoga.(***)

Zakat Harta Hasil Korupsi S

etiap Ramadan, selebrasi keaga maan di tanah air begitu meriah. Banyak orang Islam merefleksikan keberagamaannya secara heroik dan euphoriable. Di sepanjang jalan protokol kota-kota besar di Indonesia, misalnya, terbentang spanduk gerakan zakat sebagai bentuk kampanye agar umat Islam sadar atas kewajiban zakatnya. Semarak kampanye zakat itu memang menjadi usaha strategis umat Islam untuk menghimpun ‘’dana segar’’ zakat agar dapat dikelola secara profesional dan menjadi dana konsumtif serta produktif demi kemaslahatan umat. Itulah ajaran zakat yang dibayangkan dapat mengangkat perekonomian umat Islam. Namun dalam kenyataannya, meski UU Pengelolaan Zakat No 38 Tahun 1999 sudah direvisi menjadi UU No 17 Tahun 2000, hinga kini zakat belum dikelola secara baik sehingga belum mencapai hasil maksimal dan optimal untuk pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi rakyat. Bagai macan ompong, UU itu tidak punya daya paksa untuk menembus benteng para muzaki (orang yang wajib zakat) agar mengeluarkan zakatnya. Yang menarik sekaligus memprihatinkan, sebagian umat Islam menganggap bahwa uang (harta) yang diperoleh secara ilegal alias haram, hasil korupsi misalnya, ketika dizakati, uang tersebut menjadi suci. Mereka memaknai zakat sebagai media cuci dosa (sin laundering) dan cuci uang (money laundering) atas harta yang diperolehnya secara tidak halal itu. Pertanyaannya, benarkah uang hasil korupsi tersebut bisa otomatis menjadi suci dan pelakunya tidak berdosa lagi setelah zakatnya dibayarkan? Epistemologi Zakat Secara epistemologis, dalam Alquran disebutkan bahwa zakat adalah penyucian diri dan harta. Misi penyucian itu memiliki dimensi ganda. Pertama, sarana pembersihan jiwa dari sifat serakah pelakunya, karena dia dituntut berkorban demi orang

Kendari Pos Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

Oleh : Maksun lain. Kedua, zakat sebagai penebar kasih sayang kepada kaum tak beruntung dan penghalang tumbuhnya benih-benih kebencian dari si miskin terhadap si kaya. Dengan demikian, zakat dapat menciptakan ketenangan dan ketenteraman, bukan hanya bagi penerimanya, tapi juga pemberinya. Allah SWT berfirman: ‘’Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu menjadi ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS 9:103). Jika dicermati, kata tuthohhiruhum dalam ayat tersebut bermakna membersihkan jiwa, sedangkan tuzakkihim berarti mengembangkan harta. Atas dasar ini, dengan berzakat, ada dua manfaat yang diperoleh: jiwa menjadi suci dan harta makin berkembang, bukan malah terkurangi. Berkembangnya harta itu dapat dilihat dari dua aspek. Pertama, aspek spiritual, sebagaimana firman Allah SWT: ‘’Allah memusnahkan riba dan mengembangkan sedekah/zakat” (QS 2:276). Kedua, aspek ekonomis-psikologis, yaitu ketenangan batin pemberi zakat. Zakat akan mengantarkan pelakunya untuk berkonsentrasi dalam usaha dan mendorong terciptanya daya beli serta produksi baru bagi produsen. Lebih dari itu, menurut Marcel Boisard, zakat memberikan kemenangan terhadap egoisme diri atau menumbuhkan kepuasan moral karena telah ikut mendirikan sebuah masyarakat Islam yang lebih adil. Dalam bahasa Roger Geraudy, zakat adalah satu bentuk keadilan internal yang terlembaga, sehingga dengan rasa solidaritas yang bersumber dari keimanan itu, seseorang dapat menaklukkan egoisme dan kerakusan diri. Karena itu, zakat tidak sekadar menjangkau hubungan teologis dengan Tuhan, tapi juga merefleksikan ke-

hidupan sosial. Parameternya adalah orang yang memiliki kesadaran hidup yang transendental seharusnya merefleksi ke dalam kesadaran horizontal, seperti peduli terhadap masyarakat sekitar. Memang, dalam Islam, zakat dimaksudkan sebagai ajaran sosial, selain sebagai ibadah ritual yang ditujukan untuk menyucikan jiwa atas harta yang diperoleh. Yang jelas, efek sosial ajaran zakat amat mengena dalam kepedulian terhadap masyarakat yang tidak mampu secara ekonomis maupun politis (mustadh’afin). Cuci Dosa dan Uang Seperti disebutkan di awal, makna zakat yang sarat nuansa sosial itu acapkali disalahmanfaatkan oleh sebagian umat Islam sehingga kehilangan makna substansialnya. Pertama, zakat yang bermakna penyucian harta (tazkiyat al-mal) sering disalahartikan secara sepihak oleh orangorang yang bergelimang harta dan para pejabat negara. Oleh mereka, zakat sekadar dijadikan sebagai cara menyucikan hartanya yang telah diperoleh dari hasil korupsi dan praktik kemaksiatan lainnya. Konkretnya, zakat dijadikan sebagai media sin and money laundering (penyucian dosa dan uang) dari praktik haram. Dengan pemaknaan tersebut, zakat jelas kehilangan makna substansinya untuk menyucikan diri dari harta yang diperoleh dengan cara halal. Padahal, harta yang diperoleh dari praktik korupsi selamanya tidak akan tersucikan dengan hanya membayar zakat. Sebab, agama bukanlah arena penyucian terhadap segala praktik haram yang telah dilarang oleh agama itu sendiri. Lebih dari itu, agama justru memberikan justifikasi teologis bahwa orang yang telah melakukan korupsi mendapatkan laknat dari Tuhan dan tidak mendapatkan keberkahan dalam hartanya. Kedua, korupsi sesungguhnya telah mengingkari makna ajaran zakat yang

secara sosial bertujuan menciptakan keadilan sosial (social and economical justice). Bukankah harta yang dikorupsi adalah uang rakyat, yang di dalamnya terdapat hak kaum fakirmiskin dan mereka yang perlu mendapat perlindungan ekonomi? Di manakah letak kepedulian sosialnya jika dia mengorup harta orang banyak demi memperkaya diri sendiri. Karena itulah, korupsi adalah salah satu bentuk penyimpangan sosial dari makna zakat yang bertujuan menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran. Dalam konteks itu, korupsi berarti penindasan terhadap kaum lemah dan perampokan terhadap harta orang banyak. Di sinilah zakat memberikan motivasi teologis betapa harta kita hendaknya diperoleh dengan cara yang halal, bukan mengambil harta orang banyak dengan cara yang haram. Walhasil, apa pun alasannya, jika harta kita tidak diperoleh dengan cara yang halal, meski zakatnya telah dibayarkan, tidak secara otomatis menjadi suci. Inilah yang mestinya kita sadari bersama bahwa makna ritual zakat harus benar-benar dapat menyucikan harta dan menciptakan keadilan sosial. Zakat bukanlah media cuci dosa dan uang dari segala praktik haram. (*) Penulis dosen Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang

TERIMA OPINI Redaksi Kendari Pos menerima opini dengan foto penulis. Panjang opini minimal 24 maksimal 28 karakter, dalam bentuk file flashdisk atau copy ke CD. Opini dimaksud adalah pendapat penulis. Referensi ilmiah/buku hanya sebagai pembanding.

Jalan By Pass Butuh Perbaikan

Protes Angkutan Tanah Galian

08134198998 Walikota Kendari, tolong jalan di seputaran BY Pass Kendari, kenapa semua pada berlubang. Akibatnya pengguna jalan sering mengalami kecelakaan.

085756670896 Pak Walikota mohon perhatiannya, jalanan di belakang RSJ rusak parah. Setiap hari 24 jam kendaraan truk lalu lalang di jalur tersebut mengangkut tanah galian. Bila hujan jalanan sangat berlumpur dan berbahaya, mohon perhatiannya.

Pemimpin Umum : PP. Bittikaka Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Milwan Redaktur Pelaksana : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin Koordinator Liputan : La Ode Diada Nebansi Redaktur : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Ruslan Amrullah, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Yenni Yusuf, Reporter : Sulis Setiarini, Emilia, Linri Merinda, Arifuddin, Awaluddin Usa; Koresponden : Yafruddin Yaddi, Syamsuddin (BaubauButon), Fitri Ashari (Buton Utara), Eliazer Alex Tato (Kolaka-Kolaka Utara), Arwan Mannaungeng (Jakarta), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) ; Fotografer : Suwarjono ; Design Grafis : Muh Hajar Siddiq ; Karikatur : Arham Rasyid; Redaktur Khusus : La Paa, M Djufri Rachim; Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin; BPSDM : M Djufri Rachim; Teknologi Informasi : Sahdar ; Pracetak : Muhrisan (koordinator), Aser Rerung, Gunawan Chandra, Yusri Zubair, Samiruddin; Telepon Redaksi : (0401) 326513, Faks. Redaksi : (0401) 326512, Faks. Bisnis dan Keuangan : (0401) 323771; E-mail : bumianoa@plasa.com; Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari; Alamat Perwakilan : Jakarta: Mu’min Rolle, Komp Widuri Indah, Blok A1-2, Jl. Palmerah Barat No.353 Telp (021) 5330976, Jakarta 12210; Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin, Kolaka-Kolaka Utara : Eliazer Alex Tato; Harga Langganan : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-Eksemplar-Eceran Daerah Rp. 3.500,-.

Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/ K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Pembina : HM Alwi Hamu; Komisaris Utama : Syamsu Nur, Komisaris : PP.Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Ridwan Arief Direktur Utama : Milwan ; Direktur : Purwanto Sanam ; Ombudsman : Ramli Akhmad (Ketua), M Djufri Rachim, La Paa, Muhammad Saiful, SH, MH, Ariyani Arifin (Sekretaris) Manager Keuangan : Agus Tranhadi; Manager Iklan/Sponsorship : Haeruddin; Manager Sirkulasi : Muji Suwarno ; Manager Event Organizer : Rustam, Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 (0401)-3126515, Iklan : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Kamali (Samping Istana Ilmiah Kampus Unidayan Baubau) Tlp.(0402-2826600) HP.(081341752473) Kolaka Jl. Pramuka No.5 Tlp (0405)-24211. Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 1.00000192-01-000428-30-4 (Rec. Giro), 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA)

Kamis, 26 Agustus 2010

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Terus Melanggar, Perusda Dibiarkan TakAdaPerkembangan PenyelidikandariPolisi Kendari, KP Ada apa dengan Pemkab Kolaka ?. Kasus pencurian bahan tambang di daerah pimpinan Bupati, Buhari Matta itu terus terjadi bahkan berulang kali tanpa ada tindakan tegas sama sekali. Contoh terbaru adalah penangkapan tiga sub kontraktor yang dipekerjakan Perusda Kolaka, yakni PT. Hutama Karya, PT. Era Perkasa Utama dan PT. Tiancin. Pekerja ketiga perusahaan itu diringkus tim gabungan Dinas kehutanan Sultra, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan polisi karena beroperasi di kawasan hutan produksi tanpa izin pinjam pakai. Keseriusan Pemkab Kolaka dalam menangani ilegal minning memang pantas dipertanyakan. Pasalnya, khusus Perusda saja sedikitnya sudah tiga kali dipergoki melakukan illegal minning pada bulan Februari, Maret dan Juni. Tapi Buhari Matta belum juga memberikan teguran atau sanksi pencabutan Kuasa Pertamban-

gan. Kadishut Sultra, Amal Jaya membenarkan bila timnya memang berhasil meringkus aktivitas pertambangan tiga sub kontraktor Perusda tersebut berdasarkan laporan masyarakat. Setelah dicek, ternyata informasi itu benar dan saat dilakukan pemindaian lokasi, operasi pertambangan ilegal masuk hutan produksi yang bisa dikonversi. ‘’ Kita temukan mereka sementara melakukan aktivitas di kawasan penambangan nikel. Perusahaan yang memiliki lahan itu hanya Perusda, tapi disubkontrakkan pada tiga perusahaan,’’ ulangnya. Dari hasil penggerebekan, tim lalu menahan sembilan unit bulldozer dan 10 truk. Peralatan berat itu diberi garis polisi sebagai barang bukti. ‘’ Sampai saat ini belum ada tindakan. Tapi kita sudah berkoordinasi untuk diproses sesuai tahapantahapan,’’ ungkapnya. Sayang, tak hanya Pemkab Kolakayangkurangseriusmembongkar mafia ilegal minning. Polisi yang sudah berkali-kali melakukan pemeriksaan juga

Baca POLISI di Hal 6

Bintek Terus, Komisi B “Terbang” Lagi Dituding Bermain Dengan Investor Sawit Unaaha, KP Berbagai macam isu dan wacana dibuat wakil rakyat agar selalu berkesempatan ‘’terbang’’ ke pusat ibu kota negara atau daerah lain. Agenda konsultasi dan bimbingan teknis (Bintek) menjadi argumen jamak sejak dulu. Seolah tak bosan-bosannya, Anggota Komisi B DPRD Konawe lagi-lagi diagendakan akan ‘’tugas luar’’ ke Jakarta, meski baru dua pekan lalu mereka dari metropolitan itu. Informasi dihimpun menyebutkan, agenda para wakil rakyat yang terhormat tersebut untuk mengikuti Bintek penyusunan keuangan dalam waktu dekat. Padahal Bintek bertajuk serupa sudah kerap diikuti para anggota DPRD Konawe. Sayang, Ketua Komisi B DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara yang dikonfirmasi enggan berkomentar. “Yang jelas hari Jumat (berangkat),” ketus politisi PAN itu saat ditanya waktu pasti keberangkatan mereka. Ilham dari Lingkar Konawe mengatakan Bintek itu adalah bagian dari tugas dan

diatur dalam tata tertib DPRD. “ Kalau soal pengelolaan keuangan memang isu yang substantif. Hanya saja kalau Bintek terus menerus, apakah ada jaminan DPRD Konawe, khususnya Komisi B dapat melahirkan ide untuk mengatasi krisis keuangan yang selama ini terjadi di Konawe. Apalagi kita sama-sama ketahui bahwa keuangan di Konawe ini defisit. Dengan Bintek, apa sebenarnya yang ditawarkan DPRD Konawe saat ini,” sindirnya. Menyangkut upaya pembenaran diri anggota Komisi B beberapa waktu lalu yang mengaku bahwa Bintek sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM anggota DPRD Konawe, Ia mengaku harus dilihat secara proporsional. “ Kalau belum satu tahun dilantik dan Bintek terus kerjanya sampai sekarang, kan akan berimbas pada APBD. Cukup panitia anggaran saja. Mari kita lihat kondisi daerah lebih dulu. Tingkatkan kinerja lebih dulu dan kita akan lihat apa kepentingan 2014 mendatang pasti akan didukung,” pinta pentolan HMI Cabang Makassar.

Baca TERBANG di Hal 6

Awalnya Menolak, Akhirnya Sepakat SKPD Pemkab Konsel Semakin ‘’Gemuk’’ Andoolo, KP ‘Panas’’ di awal, namun ending pembahasan Raperda pembentukan enam SKPD baru di Konsel akhirnya berakhir mulus. Toh, Fraksi Golkar di DPRD yang sebelumnya tidak menyatakan pendapat apa-apa terkait usulan eksekutif itu, akhirnya memilih berpadu suara dengan koleganya sesama anggota dewan dari fusi partai berbeda untuk menyetujui legal draft dari Pemkab Konsel. Dalam pemandangan akhir fraksi beringin itu, mereka memberi pendapat, meski hanya menyetujui satu Raperda menjadi Perda. “ Sebelumnya fraksi kami tidak memberikan pandangan. Itu semua bukan kesengajaan, tetapi semata-mata karena adanya kesalahan teknis, khususnya tidak adanya penyampaian awal tentang agenda DPRD,” ujar Juru Bicara Fraksi Golkar, Haeruddin. Fraksi PKS yang sebelumnya paling kukuh menolak usulan penambahan SKPD karena akan membebankan keuangan daerah, juga langsung ikut-ikutan koor dengan empat fraksi lainnya. Setelah penyampaian pemandangan akhir fraksi, Ketua DPRD Konsel, Edy menyimpulkan keenam Raperda dapat setujui untuk menjadi peraturan

daerah yang sah. Pendapat akhir fraksi DPRD Konsel tentang perubahan Perda Nomor 12 tahun 2007 dan pembentukan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) akhirnya disetujui. Enam SKPD tersebut adalah Badan Ketahanan Pangan, Badan Bencana Daerah, Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Badan Narkotika Kabupaten, Sekretaris Korpri dan Kantor Sandi Daerah. Dari enam fraksi, hanya Fraksi Golkar yang menolak lima Raperda SKPD baru dan menerima Raperda perubahan Perda Nomor 12 Tahun 2007. Tentang pembentukan Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Sementara lima fraksi lainnya Fraksi Demokrat, PAN, FBPN, FPKNI dan PKS memberikan persetujuan atas Raperda enam SKPD menjadi Perda. Bupati Konsel, H. Imran mengatakan dengan disetujuinya enam Raperda menjadi Perda, pemerintah akan meberikan perhatian atas saran dan kritik dalam pemandangan fraksi. Begitu juga penempatan pejabat dan staf PNS, Pemerintah akan menunjuk sesuai yang kemampuannya. Untuk diketahui dengan ditetapkannya enam lembaga baru tersebut, maka jumlah SKPD di Konsel saat ini berjumlah 39 unit dengan rincian, sembilan Badan, 13 Dinas, 10 Bagian, empat Kantor dan 3 Sekretariat. (era/cok)

ERITMAN/KP

Sampah yang telah meluber ke jalan dan menimbulkan bau busuk ini merusak ketenangan menjalankan ibadah puasa. Padahal tumpukan sampah ini hanya berjarak beberapa meter dari rumah jabatan Wakil Bupati Kolaka, H. AMir Sahaka dan Ketua DPRD, Parmin Dasir serta kompleks perumahan perwira Polres. Hingga sore kemarin sampah yang sudah berhari-hari ini belum juga diangkat petugas kebersihan.

Layanan Penderita Gizi Buruk, Gratis ! Kolaka, KP Masyarakat kini tak perlu ragu melaporkan kasus gizi buruk yang terjadi di sekitarnya. Dinas Kesehatan Sultra memastikan, pelayanan medis bagi penderita gizi buruk, tidak akan dikenakan biaya atau gratis. Kebijakan itu kembali ditekankan Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Amin Yohannis saat menggelar rapat koordinasi pencapaian target Millenium Development Goal’s (MDG’s) bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas se-Kabupaten Kolaka, awal pekan ini. Menurut Amin, pelayanan kesehatan bagi penderita nutrisi minim tersebut ditujukan untuk mencapai target MDG’s yang salah satunya adalah penuntasan kasus gizi buruk. Selain itu, juga ditargetkan empat hal lain yakni peningkatan kesehatan dan angka kelahiran anak, penurunan angka kematian ibu, penanganan penyakit menular seperti malaria, serta peningkatan kesehatan lingkungan terutama penyediaan sarana air bersih. Selain menggelar rapat koordinasi dengan dinas kesehatan dan Puskesmas di Kolaka, Romobongan Dinkes Sultra yang dipimpin langsung Amin Yohannis juga berkesempatan menggelar safari ramadhan di Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka. Pada kesempatan itu, Amin Yohannis kembali menyerahkan bantuan sejumlah paket obatobatan kepada Puskesmas Loea serta alat kesehatan berupa alat pendeteksi kandungan alkohol dan obat-obatan terlarang yang diterima Dinkes Kolaka. Bukan hanya itu, Amin Yohannis juga turut menyalurkan bantuan atas nama Gubernur Sultra, Nur Alam sebesar Rp 5 juta untuk masjid Babul Taqwa di Kecamatan Loea. (cr3/cok) ERITMAN/KP

Kadis Kesehatan Sultra, Amin Yohannis dalam rangkaian safari ramadhan instansinya sekaligus membagi obat dan peralatan medis di wilayah Kolaka.

Tersangka Pengedar Oli Palsu tak Ditahan

SYAMSUDDIN/KP

Sejumlah oli palsu yang diamankan polisi dari tangan Bondry William. Sayang, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, pemilik Toko Duta Service Suzuki, Duta Motor dan Doni Motor tak juga ditahan.

Baubau, KP Pasca menetapkan Bondry William sebagai tersangka dalam kasus peredaran oli oplosan, Satuan Reskrim di kepolisian resort (Polres) Baubau akhirnya merampungkan berkas perkaranya. Dalam waktu singkat ini, kasus itu akan menjadi ‘’milik’’ Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau. Bondry William ditetapkan sebagai tersangka setelah hasil Laboratorium mengatakan oli palsu itu tidak identik dengan aslinya, yaitu Yamalube dan Castrol. Bondry William sendiri memang menjadi tersangka tunggal karena tiga toko yang ketahuan menjual oli palsu, Duta Service Suzuki, Duta Motor dan Doni motor adalah miliknya. Kasatreskim Polres Baubau, AKP Rofikoh Yunianto yang dikonfirmasi membenarkan semua informasi tersebut. ‘’ Tapi tidak menutup kemungkinan masih ada nama lain yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Izin SITU dan SIUP dari ketiga toko itu masih atas nama Bondry, makanya saat ini memang baru dia yang kita tetapkan sebagai tersangka,” jelas Rofikoh. Sayang, penetapan Bondry William sebagai tersangka tidak disertai dengan penahanan. Bondry justru tetap bebas berkeliaran. Padahal dalam kasus ini, polisi menjerat tersangka dengan Undang-undang perlindungan konsumen dan ancamannya diatas lima tahun penjara. (k1/cok)

6

Kendari Pos |Kamis, 26 Agustus 2010

Wali Kota Bantu Bangun Pura

NURYADI/KP

Barang bukti ribuan kemasan petasan yang berhasil disita aparat Polsek Rumbia dari tiga pengedarnya, beberapa hari lalu.

8,1 Ton Raskin Dibagi di Wanci Wangiwangi,KP Warga miskin di Kelurahan Wanci, Kecamatan Wangiwangi mendapat jatah pembagian beras miskin (Raskin) periode triwulan ini hingga September sebanyak 8,1 ton. Pagu itu diperuntukkan bagi 820 kepala keluarga yang dikategorikan tidak mampu. Lurah Wanci, Sayiono menjelaskan, jatah Raskin di wilayahnya selalu dibagi secara merata. ‘’ Selama empat hari Kami terus melakukan pembagian itu sesuai hasil verifikasi. Kami tidak ingin kecolongan, ada pembagian yang tidak tepat sasaran. Sebab dulunya hanya ada 324 KK yang menerima. Kini naik hingga

820 KK,’’ jelasnya. Bertambahnya penerima Raskin itu diklaim Sayiono telah sesuai hasil verifikasi mereka di lapangan. ‘’ Kalau ada warga yang baru datang dan jatah Raskin sudah habis, mereka tetap didata dan mendapat jatah pada penerimaan berikutnya. Dari 8,1 ton stok Raskin, semua dibagi rata dan tiap orang mendapatkan 16 liter dengan harga 25 ribu rupiah,’’ sambungnya lagi. Pembagian Raskin itu sendiri berlangsung tertib tanpa ada desak-desakan antar warga. Selain karena kesadaran yang cukup tinggi, masyarakat juga sudah saling mengontrol, mana yang layak menerima Raskin dan tidak. (cr1)

Baubau, KP Perkembangan Kota Baubau dengan nuansa heterogen terus mendapat perhatian pemerintah setempat. Porsi respon atas kehadiran para ‘’minoritas’’ pun tak lantas diabaikan. Sebagai bukti, Wali Kota Baubau, H. MZ Amirul Tamim bahkan memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta kepada warga etnis Bali di Kelurahan Ngkari-Ngkari untuk dipakai membangun Pura sebagai rumah ibadah mereka yang sebagian besar beragama Hindu. Awal pekan ini, sumbangan tersebut disAmirul Tamim erahkan Amirul kerombongan peserta Sail Indonesia pada seorang tokoh adat di Gapura di kelurahan itu. Pertemuan Ngkari-Ngkari. Jamie Mc William, turis asal Aus‘’ Masyarakat Kota Baubau santralia mengaku kagum dengan kegat menghargai perbedaan etnis, beradaan istiadat Bali yang kental budaya dan agama yang ada. Kebedan tetap lestari di Kota Baubau. ‘’ radaan kebudayaan Bali yang dileTari Bali di sini sangat alami. Saya starikan di Ngkari-ngkari merupaakan menceritakan atau bahkan kan bukti bahwa warga lokal mengmembuat buku soal pengalaman hargai budaya daerah lain. Kita selama berada di Baubau. Saya juga dapat menemukan Bali di Baubau, akan mempromosikan Kota Baubau tapi di Bali tidak ada Baubau. Itu di Australia dan membagikan cerkelebihan yang didapat,’’ kata ita ini melalui situs jejaring faceAmirul yang dalam kungungannya book,’’ komentar Jamie. (k1/cok) bersamaan dengan kedatangan

Polisi ....................... belum satu pun merampungkan berkas-berkas laporan itu ke tahap lebih jauh. Amal Jaya menceritakan, beberapa waktu lalu tim dari pusat bahkan sampai melakukan pemeriksaan khusus terhadap aktivitas pertambangan Perusda. Hasil pemeriksaan tersebut dilaporkan kepada Bareskrim Mabes Polri untuk mempelajari kasus pidananya. Setelah mendapat laporan tersebut, Tim Bareskrim sudah dua kali datang untuk menyelidiki Perusda. Kedatangan pertama bekerjasama dengan Kehutanan Sultra, yang kedua, polisi sudah turun sendiri. ‘’ Akhir Juli, Tim Bareskrim dari Mabes Polri turun lagi tapi datang sendiri. Mungkin kerjasama dengan Polda Sultra, kita tidak dilibatkan dan tidak tahu tindak lanjutnya karena tidak ada informasi,’’ ungkap Amal Jaya. Saat ditanya apakah ada daerah lain juga yang melakukan operasi tambang ilegal serupa, Amal Jaya mengatakan belum memiliki informasi nyata. Tapi Ia berharap masyarakat mau berpartisipasi aktif untuk mengawasi hutan. (cr2/cok)

Terbang .................. Sebenarnya, Anggota Komisi B tersebut punya agenda di daerah dan cukup penting. Sayang, kemarin, komitmen anggota dewan dalam alat kelengkapan itu justru diingkari. Padahal mereka telah berjanji mengundang Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (FMPLH) Konawe dalam hearing. Presidium FMPLH, Ilham pun menganggap Komisi B mulai “main mata” dengan pihak investor kelapa sawit, PT. Damai Jaya Lestari maupun PT. Tani Prima Makmur. Komitmen itu muncul dari Komisi B, usai turun meninjau lahan investasi dan aktivitas PT. Damai Jaya Lestari (DJL) yang saat hearing kemarin berganti nama menjadi PT. Mega Utama Tani di Kecamatan Besulutu Senin (16/8) lalu. Meski hadir tanpa undangan resmi Komisi B, Presidium FMPLH, Ilham dan Hirman Lasariwu terlihat di tengah-tengah hearing. “ Kami hadir bukan atas undangan komisi B. Kami hadir untuk memantau situasi dan fakta yang harus diseriusi dalam investasi PT. DJL dan PT. TPM. Kasus pelanggaran yang terjadi kan sama, Amdalnya belum ada. Kenapa tidak kita kawal bersama-sama,” ujar Ilham. Ia menyesalkan sikap Komisi B itu yang sejak awal sepakat untuk bersama-sama mengawal dugaan penyimpangan yang dilakukan PT. DJL dan PT. Tani Prima Makmur (TPM) hingga tuntas. “Jangan sampai ada indikasi yang tidak diinginkan, seperti “komunikasi” yang dibangun alias main mata. Sebab, kami dijanji akan diundang untuk hearing bersama investor, masyarakat, DPRD Konawe dan FMPLH hari ini. Buktinya, kami tidak diundang. Ada apa ini? Jangan sampai “Ada Apa-Apa” ini,” keluh Ilham diamini Hirman Lasariwu. Di tempat yang sama, Ketua Komisi B DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara membantah tudingan main mata dengan pihak investor. “Tidak ada itu. Hanya alasan administrasi saja. Sekretaris Komisi (Irman) yang mengundang dan mereka (FMPLH) tidak termasuk dalam daftar undangan. Dan Sekretaris sudah konfirmasi ke teman-teman dan mereka hadir hari ini. Jadi, tidak benar ada apa-apanya ini,” bantah Gusli Topan Sabara, kemarin. Gusli mengaku semua rekomendasi mereka cukup berpihak pada aturan sesungguhnya. ‘’ Kami minta aktivitas ditutup sementara. Amdal diselesaikan lebih dulu, karena dalam aturan setelah ada izin lokasi, baru Amdal diurus, selanjutnya Izin Usaha Perkebunan,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Komisi B, Irman membenarkan tidak mengundang FMPLH Konawe. Alasan lupa dan suasana ramadhan menjadi pembenaran. (din/cok)

7

Kendari Pos |Kamis, 26 Agustus 2010

Tak Ada Kekerasan tapi Interogasi Bernada Keras Tak ........................... laporan resmi pemerintah. Yakni, kapal patroli Dolphin 015 menangkap kapal nelayan Malaysia KLA JHF 6532 pada posisi 01-22-3906 lintang utara (LU) dan 104-28-8681 bujur timur (BT). Sedangkan kapal KLA JHF 8442 dihadang saat berada di posisi 01-22-2186 LU dan 104-31-3188 BT. Kapal JHF 6367 dibekuk pada posisi 01-210436 LU dan 104-3009437 BT. Lantas, kapal JHF 5320 berada di posisi 01-20-0187 LU dan 10429-4183 BT ketika diringkus. Sementara itu, kapal JHF 5280 diamankan pada posisi 01-168937 LU dan 104-27-8178 BT. Yang menarik, tiga petugas DKP itu kepada para wakil rakyat justru mementahkan laporan resmi tersebut. Mereka mengatakan tidak yakin dengan detail data-data tersebut. Alasannya, ketika ketegangan itu terjadi, geo positioning system (GPS) yang merupakan modal kuat klaim bahwa mereka berada di wilayah Indonesia dalam kondisi mati karena kehabisan baterai. Padahal, rekaman GPS yang menunjukkan posisi kapal tersebut sebenarnya bisa menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk berdiplomasi dengan Malaysia. “Tapi, saya yakin betul itu berada di wilayah Indonesia karena hanya 30 menit perjalan-

an dari pantai,” terang Seivo. Apa yang terjadi kemudian berbalik. MPM justru menangkap tiga petugas DKP itu. Tiga rekan mereka berhasil melarikan diri kembali ke Batam dengan membawa tujuh nelayan Malaysia yang melanggar batas perairan tersebut. Pada saat itu, polisi Malaysia sempat menghubungi atasan ketiga petugas itu, Hermanto, via handphone. Namun, mereka tidak tahu apa yang dibicarakan karena Hermanto yang berada di kapal bersama tujuh nelayan Malaysia terlebih dahulu menuju ke Batam. Menurut Seivo, seharusnya polisi perairan Johor tahu bahwa mereka memasuki wilayah Indonesia. Dia tidak yakin benar mengapa mereka berani menangkap petugas RI berseragam yang dilengkapi surat tugas. Ketiganya mengaku telah berusaha melawan. Namun, karena tidak dibekali senjata, mereka terpaksa menyerah dan akhirnya dibawa paksa oleh MPM . Selanjutnya, mereka dibawa ke Johor. “Bagaimana mau melawan, mereka bersenjata lengkap, sedangkan kami tidak,” ujar Seivo sambil memeragakan gerakan menodong yang dilakukan petugas MPM. Erwan pun menyambung cerita Seivo. Menurut dia, ketika dibawa paksa ke dalam kapal Malaysia, ketiganya diikat dengan menggunakan tali dan

diinterogasi. Pada saat itu, ketiganya mengenakan seragam DKP lengkap. Pihak Malaysia juga menanyakan tentang jati diri ketiga petugas DKP itu. Ketika dijawab bahwa ketiganya petugas resmi DKP Indonesia, mereka tidak menggubris. Tapi, beberapa menit kemudian mereka melepaskan ikatan tangan petugas DKP tersebut. Sesampai di Johor pada Sabtu dini hari (14/8), lantas mereka digiring ke balai polis (setingkat polsek, Red). Lalu, mereka dipindah ke Kota Tinggi yang merupakan kantor polisi distrik dan dimasukkan ke tahanan. Seivo mengatakan, dirinya dan kedua rekannya dipaksa membuka baju serta menyerahkan telepon genggam dan dompet. Selanjutnya, mereka bertelanjang dada di dalam penjara dan dibiarkan di ruangan tertutup dalam waktu cukup lama. “Katanya itu prosedur mereka,” paparnya. Keadaan itu terjadi hingga Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Happy Simanjuntak datang untuk bernegosiasi membebaskan mereka pada Minggu sore. Selama dalam tahanan, Seivo menekankan, polisi Malaysia tidak melakukan kekerasan fisik. Meskipun, interogasi sempat dilakukan dengan nada yang keras. Namun, pernyataan

itu dimentahkan dengan fakta bahwa kepala Asriadi terluka di kepala ketika dipulangkan ke Batam. Tapi, Asriadi membantah bahwa luka di kepala itu akibat pukulan atau penyiksaan petugas Malaysia. Dengan nada datar, Asriadi mengatakan bahwa kepalanya terluka karena terbentur dinding kapal saat ditangkap. “Itu murni kecelakaan. Waktu kapal dalam kondisi gelap dan saat kami digiring ke kapal, saya menjatuhkan diri dan terbentur. Saat saya raba, kepala saya berdarah, lalu saya ikat,” ujar Asriadi. Keesokan harinya, ketiga petugas DKP itu dibawa ke kantor kejaksaan dan di sana dibacakan surat penahanan di Mahkamah Malaysia. Padahal, penangkapan tersebut terjadi di perairan Indonesia. Mereka hanya bisa menanti dibebaskan dan dijemput oleh perwakilan pemerintah Indonesia. Tiga petugas DKP itu juga membantah dugaan adanya pemerasaan kepada tujuh nelayan Malaysia. “Kami tidak pernah melakukan itu. Berani disumpah,” tegas Seivo dengan lantang. Setelah memberikan keterangan kepada para wakil rakyat, ketiganya menolak menjawab pertanyaan wartawan. “Maaf, kami tidak bisa bercerita banyak,” kata Erwan, lantas berpamitan.(ari)

Walikota Kendari Benarkan Dirut PDAM PDAM ....................... ma perusahaan daerah air minum se-Indonesia (DAPENMA PAMSI) yang ditandatangani Sekertarisnya, Vera Lolita, di Jakarta 22 Juni lalu. Dalam surat itu, Edi Sudiro sudah menerima dana pensiun sebesar Rp 3,1 juta 29 September tahun lalu, Monang Tambunan menerima uang pensiun Rp 2,3 juta pada 22 Januari lalu dan Solihin pada 9 November 2007 menerima uang pensiun Rp 1,2 juta. Sedangkan Ir Koeswardono telah lebih dulu menerima lebih Rp 700 ribu dana pensiun 12 Mei 1999.

Direktur PDAM telah Lapor Walikota Pemberhentian Direksi PDAM tampaknya bagai petir disiang bolong. Pasalnya tanpa sebab yang pasti, keempat orang direksi PDAM masing-masing Edi Sudiro SSos (mantan Dirut 2003-2007), Ir Koeswardono (mantan Direktur Teknik 1991-2007), Monang Tambunan SE (mantan Dirut Bidang Umum dan Keuangan 20032007) serta Solihin SE (mantan Dirut Teknik (1998-2002), resmi diberhentikan Said Sirate (Dirut PDAM saat ini). Meskipun demikian menurut Walikota Kendari, Asrun pemberhentian keempat Direksi

tersebut telah dilaporkan Direktur PDAM kepadanya. “Direktur PDAM sudah lapor kepada saya, tentang pemberhentian Direksi tersebut. Menurutnya pemberhentian karena alasan sudah pensiun,” terang Asrun. Lebih lanjut ditegaskannya jika dalam aturan demikian, tentunya Direktur harus melakukannya. Tetapi boleh jadi jika kinerja Direksi sudah tidak maksimal, sehingga harus diberhentikan agar segera dicarikan tenaga pengganti yang lebih produktif. “Penggantian tenaga yang lebih produktif sangat penting, sebagai salah satu cara memaksimalkan pelayanan kepada

masyarakat. Mengenai aduan ke dewan wajar-wajar saja, tetapi perlu diingat jika pemberhentian wewenang Direktur,” lanjutnya. Mantan Kadis Tata Ruang Kota Kendari ini juga mengungkapkan jika memang sudah tidak produktif, biar pun Direktur belum menggantinya maka dirinya yang akan menggantinya. “Menurut Direktur PDAM pemberhentian karena pensiun sudah ada aturannya, tetapi memang pihaknya yang terlambat mengetahui peraturannya. Lagi pula Direktur tidak mungkin memberhentikan karyawannya, jika kinerjanya tetap produktif,” jelasnya.(cr6/dri/ong)

Berpuasa 40 Hari Demi Pesan Guru dari Mekkah Hidayah ..................... dari sekitar Kota, tapi sejumlah warga yang tinggal di kawasan tersebut ikut berpartisipasi. Perjudian, di tempat itu seolah jadi sentralnya. Tidak sedikit “pemuka” masyarakat setempat menganggap judi bukan hal yang dilarang bahkan jadi kewajiban, karena sudah jadi budaya warga, khusnya kaum pria. Mereka yang sudah menyandang status haji pun banyak yang turut mengadu nasib dalam permainan terlarang itu. Bahkan sabung ayam dianggap sebagai ajang bergengsi bagi warga ketika itu. Orientasi mereka melakukan segala kegiatan maksiat itu, tidak lain hanya untuk memperoleh harta kekayaan dengan cara singkat. Contohnya beragam jenis perjudian hingga sabung ayam, dijadi-

kan sebagai arena bisnis menggiurkan. Betapa tidak, peserta judi itu adalah bos-bos dari sejumlah daerah di luar Sultra. Taruhannya pun lumayan besar dari kunci mobil hingga aset-aset berharga yang dimiliki peserta judi, mereka tak pernah berpikir bahwa bagaimanapun bentuknya perjudian selalu membawa petaka, namun bila menang bermain judi jadi kaya raya. Semua itulah yang mendorong Kiyai Mulyan untuk memperbaiki lokasi tersebut dan terlepas dari kemaksiatan. Namun sebelum datang di Kendari, Kiyai yang mendapat gelar Syaikh Abdul Adzim Al Falimbani ini, sudah mendapat mandat dari gurunya saat dia menuntut ilmu di Mekkah selama 15 tahun. Pesan itu, bahwa suatu hari Kiyai Mulyan akan hijrah di sebuah tempat, dimana lokasi itu merupakan tempat yang ban-

yak dijadikan ajang maksiat. Daerahnya hanya memiliki satu jalur dari pelabuhan menuju Bandara, bahkan di lokasi tersebut dia akan bertemu dengan jodohnya serta menikah dan dikaruniai keturunan di wilayah tersebut. “Saya berharap bisa menemukan tempat itu suatu saat, walaupun semuanya melalui proses panjang,” Kiyai Mulyan bercerita. Tepat setelah 15 tahun Kiyai Mulyan mendalami ilmu Agama Islam di Mekkah, Ayahhandanya Syaikh Abdul Zhakin Al Falimbani meninggal, dan Kiyai Mulyan pun pulang ke tanah kelahirannya yaitu di Palembang. Selama setahun tak memiliki kegiatan, dia merenungi wasiat gurunya. Setelah berpuasa beberapa hari, dia mendapatkan wangsit untuk hijrah ke Kendari mewujudkan pesan dari sang guru. Tepat 5 September

1988, Sang Kiyai pun menetap di Kendari tepatnya di Balai Kota 3 selama 3 bulan. Sambil menemukan arahan lokasi sang guru, Kiyai Mulyan pun kembali berpuasa selama 40 hari untuk mencari lokasi dimaksud. Dengan bimbingan salah seorang warga Kendari akhirnya dia temukanlah Home Base. Sebuah lokasi kawasan penduduk yang terkenal penduduknya kurang mendalami agama, walaupun diantara penduduknya kebanyakan aparat saat itu. Jalanan menuju rumah-rumah penduduk di Home Base saat itu masih sangat alami, yakni pepohonan rindang masih bisa kita didapatkan. ”Saat itu ada tiga jembatan di jalanan Home Base semuanya rusak bahkan diantaranya patah. Tidak ada perbaikan, sejumlah sarana terlihat kotor dan amburadul tidak karuan,” ujar Kiyai Mulyan.(bersambung)

Diterima Staf Ahli Menko Kesra Tuntut ....................... 2003. Hanya saja, dalam aturan itu tidak menyebut pengungsi yang berasal dari Sultra. ”Untuk mengeluarkan itu (anggaran) susah karena tidak ada payung hukumnya. Payung hukum yang ada pasca konflik di

Maluku adalah, tidak menyebut Sulawesi Tenggara,” katanya. Sehubungan dengan itu, Dody mengusulkan akan digelar rapat koordinasi bersama dengan kepala daerah yang melibatkan tiga gubernur, masing-masing Sultra, Maluku, dan Maluku Utara. ”Kami akan mengadakan koordinasi den-

gan Gubernur. Masalah ini itu harus dipikirkan,” katanya. Ketua Komisi IV DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo berharap aspirasi dari masyarakat Sultra juga disuarakan anggota DPR asal Sultra. Meskipun kata dia, masalah pengungsi eks Maluku sebelumnya sudah pernah dibahas Komisi VIII DPR.(awa)

12 BUMN Gabung di Ramadhan Fair Hari .......................... sai Pemprov Sultra, Disperindag, Dinkop dan Kendari Pos

ini, juga memberikan ruang untuk masyarakat tidak mampu. Mereka memperoleh vocher belanca gratis, dengan nilai masing-masing Rp 25 ribu.

“Ada 12 BUMN bergabung dalam pembagian voucher ini termasuk Perbanas,” katanya dalam rapat pemantapan sebelumnya.(lis/lia)

KPU Bombana Anggap Gugatan AMIN Tak Relevan Atiku ......................... berkurang. Sidang rencananya kembali akan dilanjutkan, Kamis (26/ 8) pukul 13.30 WIB dengan pemeriksaan saksi. Kubu AMIN mempersiapkan 40 saksi untuk mendukung dalilnya. Namun oleh hakim konstitusi meminta

agar saksi cukup 25 orang saja. ”Daftar nama, alamat saksi dipersiapkan. Cukup 25 saja,” kata M Akil Mochtar. Permintaan pemohon dinilai KPU selaku termohon tidak relevan. Menurut Kuasa Hukum KPU, Afiruddin permsalahan yang dijadikan dalil tidak terjadi selama proses tahapan Pemilukada hingga pemungu-

tan suara tidak terjadi. ” Kalaupun pelanggaran itu terjadi kata Afiruddin, seharusnya itu menjadi laporan di Panitia Pengawas (Panwas) Pemilukada. ”Sampai pleno terakhir, tidak ada pemberitahun baik dari PPK maupun dari Panwas, dan tidak ada keberatan dari semua calon terhadap hasil pleno,” pungkasnya. (awa)

Perbanyak Membaca Al-Qur’an Momentum ................ pelatihan diri. Memperkuat keteguhan iman, menjauhi godaan serta melatih kesabaran adalah modal kita untuk mencapai keberkahan di bulan suci ini. Terlebih lagi dengan rutinitas yang dilakoni setiap hari, berbagai godaan datang silih berganti. Kalau kita tidak membentengi diri dengan kekuatan iman,

akan sulit bagi kita untuk menghindarinya. Singkatnya waktu Ramadhan yang hanya 30 hari, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tak hanya sekadar menahan rasa lapar dan haus, tapi semua panca indra kita harus dipuasakan untuk mencapai kesempurnaan ibadah yang kita jalankan. Mata yang difungsikan untuk melihat, harus dijaga dari pandangan yang dapat merusak nilai puasa yang kita lak-

sanakan. Demikian pula organ tubuh yang lain, harus dijaga agar tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif yang berpotensi membatalkan puasa. Ada baiknya, mengisi kekosongan waktu di bulan Ramadhan dengan menambah frekuensi mencaba Alquran, atau memperdalam kajian-kajian keislaman. Hal itu akan lebih baik ketimbang melakukan aktifitas yang hanya membuang-buang waktu tanpa manfaat.(cr5/ong)

8

Kendari Pos |Kamis, 26 Agustus 2010

Tuntut Bantuan, Warga Sultra Nginap di Kantor Menko Kesra Jakarta, KP Ratusan warga Sulawesi Tenggara (Sultra) pengungsi Maluku yang tergabung dalam Suara Aspirasi Rakyat (SARA) menginap Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di Jalan Merdeka Barat. Aksi nginap itu dilakukan karena tuntutannya mendapatkan bantuan belum disambut pemerintah pusat. ”Kami datang menuntut keadilan, di daerah lain pengungsi Maluku mendapatkan bantuan, sementara kami tidak,” kata Warjani Wally, Ketua SARA yang juga koordinator aksi di

Jakarta, Rabu (25/8). Warjani mencontohkan pengungsi Maluku yang berada di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Tahun 2003 dan 2004, kata dia, para korban kerusuhan Maluku mendapatkan bantuan Rp 16,5 juta. Sedangkan pengungsi yang di Maluku mendapatkan bantuan Rp 12,5 juta. SARA sendiri menuntut Rp 10 juta per Kepala Keluarga (KK). Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan dan pendataan pengungsi eks Maluku oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota se Sultra, ada 53.839 KK

dengan 255.009 jiwa. Bila tuntutan ini disetujui maka negara akan menganggarkan Rp 538,39 miliar. Pengungsi eks Maluku datang ke Jakarta lewat jalur laut. Menurut Suhadi Djalla, rombongan menumpangi kapal Pelni Lambelu dari Pelabuhan Baubau. Sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (24/8) malam tiba di Pelabuhan Tanjung Periuk dan langsung ke Kantor Menko Kesra. Diterima Staf Ahli Menko Kesra Keinginan warga pengungsi menyampaikan tuntutannya dan

bertemu langsung dengan Menko Kesra, Agung Laksono belum terwujud. Demonstran hanya diterima oleh Staf Khusus Menko Kesra bidang Politik dan Keamanan, Dody Budiatman. Pertemuan dengan Agung Laksono dijadwalkan hari ini, Kamis (26/8). Dalam pertemuan yang dihadiri anggota Komisi IV DPRD Sultra dan Kadis Sosial Sultra, Nuhung Makati, Dody menjelaskan bahwa penanganan pasca konflik Maluku sudah diatur dalam Inpres No 6 Tahun

Baca TUNTUT di Hal. 7

Testimoni Tiga Petugas DKP Kepri Ditahan Polisi Malaysia

Tak Berani Melawan, Takut Todongan Senjata Penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau (DKP Kepri) oleh Marine Police Malaysia (MPM) menimbulkan kontroversi. Karena itu, ketiga petugas tersebut “Erwan Masdar, Seivo Grevo Wewengkang, Asriadi” kemarin (24/8) diminta agar menceritakan pengalaman menegangkan di tengah laut tersebut di hadapan Komisi I DPR.

ZULHAM MUBARAK, Jakarta MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

INFORMASI tentang pencurian ikan oleh nelayan Malaysia masuk ke Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Tanjung Balai Karimun pada Kamis siang (12/8). Nelayan lokal di wilayah yang berbatasan langsung dengan Johor, Malaysia, tersebut mengeluhkan aksi nelayan negeri tetangga itu yang kerap menerobos perbatasan dan menjaring ikan di perairan Tanjung Berakit, Kepri. Sekitar pukul 14.00 WIB keesokan harinya, dua kapal Dolphin 015 diawaki enam anggota Satuan Kerja DKP Tanjung Balai Karimun, Kepri, menuju ke Batam. Pukul 19.00, Dolphin 015 bergerak ke lokasi target. Para petugas yang berangkat dari pantai itu berbuka puasa di kawasan Batu Ampar. Saat di perairan Tanjung Berakit sekitar pukul 20.00, mereka memergoki lima kapal nelayan Malaysia sedang mencuri ikan. Selanjutnya, sesuai dengan tugas mereka, tujuh nelayan Malaysia yang berada di kapal itu pun diamankan. Mereka akan dibawa ke Batam.

DKP Ke Komisi I : Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Seivo Grevo Wewengkang (kanan) didampingi Asriadi dan Erwan Masdar, saat dimintai keterangan oleh Komisi I DPR-RI, Selasa (24 Agust 2010) di DPR-RI di Jakarta. Dalam audiensi tersebut terungkap bahwa ketiga petugas DKP tersebut diperlakukan sebagai tahanan dengan kedua tangan diborgol serta mengenakan baju tahanan. Namun, dalam perjalanan ke Batam itulah, insiden penangkapan tiga petugas DKP Kepri terjadi. Kapal patroli MPM bersenjata lengkap menghadang dan meminta tujuh nelayan Malaysia dibebaskan. Namun, karena petugas DKP menolak, terjadilah ketegangan. “Saat itulah saya mendengar dua kali tembakan ke udara dari kapal polisi Malaysia. Karena gelap, kami langsung panik. Rasanya ingin melompat ke laut saja,” ujar Erwan dengan suara bergetar saat menceritakan pengalamannya ditahan polisi Malaysia. Tidak jelas benar apakah Erwan nervous karena menghadapi forum anggota Komisi I DPR atau masih menyimpan trauma. Erwan, bersama dua kawannya, Asriadi dan Seivo Grevo Wewengkang, tampak tak berdaya membendung rentetan pertanyaan dari para wakil rakyat yang penasaran

terkait simpang siurnya berita tentang kasus yang kini menambah tajam konflik antardua negara itu. TKP (tempat kejadian perka-

ra) kasus yang mengakibatkan ketiga anggota DKP ditangkap dijabarkan dengan detail dalam

Baca TAK di Hal. 7

11 Perampok Toko Emas Tebet Dibeber Jakarta, KP Penangkapan 11 pelaku perampokan tiga toko emas di Pasar Bukit Duri Jakarta Selatan pada Jumat (6/8) lalu akhirnya dibeberkan jajaran Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya. Dalam operasi penangkapan itu, polisi juga menyita tujuh pistol rakitan yang diperoleh pelaku dari pasar gelap. Kesebelas pelaku itu masingmasing terdiri 5 pelaku utama yang menjadi eksekutor perampokan dimana salah satunya tewas ditembak polisi, yakni Puja Kesuma alias Kerisna alias Kris, 35, tewas ditembak petugas di Ambarawa Jawa Tengah, Afrizal alias Rizal alias Ardiansyah, 28, yang ditangkap di Padang Pariaman Sumatera Barat, Katono bin Rayianto, 38, yang ditangkap di Ambarawa Semarang Jawa Tengah, Dayat, 32, ditangkap di Lampung, Iwan, 35, ditangkap di lampung. Sedang tiga pelaku penadahan emas rampokan itu ditangkap di rumah persembunyiannya di kawasan Cimanggis Depok, yakni Junaedi alias Jhon, 32, Asep Sofyan, 42, dan Ahmad Khotip alias Hotip, 33. Polisi juga menangkap dua penghubung (makelar) antara eksekutor dan penadah, yakni Firdarmansyah alias Darman, 32, yang ditangkap di Kramat Jati Jakarta Timur dan “Hendrizal, 31, yang ditangkap di Cengkareng Jakarta Barat. “Satu pelaku yang bertugas menyediakan safe house (rumah persembunyian) bagi eksekutor pasca perampokan bernama Margono alais Nano, 34, ditangkap di Ambarawa Jawa Tengah. Sedang tujuh pelaku yang masih kami buru adalah IP (Ipang), SMB (Samba), AL

(Alex), RO (Roy), TAM (Tamir), BUY (Buyung), RUD (Rudi),” urai Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar. Dari seluruh operasi penangkapan itu, turut disita pula 1,234 Kg emas dalam bentuk sebatang emas yang merupakan emas yang dilebur dari berbagai jenis perhiasan seperti cincin, kalung, liontin hasil jarahan pelaku, termasuk 5,6 Kg perhiasan emas yang belum sempat diedarkan penadah. “Kami sita pula tujuh pucuk pistol dan rakitan dan jenis 3 pistol FN, 2 pistol Revolver, 2 pistol Colt,” ujarnya. Sedangkan salah seorang pelaku, Afrizal mengatakan kalau kelompoknya selain merampok toko emas Ayung, Keris Mas dan Indah Baru, para pelaku juga beraksi di Tambun, Cibitung, Bogor, Wanaherang, Karawang, seluruhnya di Jawa Barat. Ia juga mengatakan seusai merampok, semua anggota eksekutor masing-masing memperoleh bagian minimal Rp 50 juta. Uang tersebut diberi langsung penadah begitu emas rampokan disetorkan ke penadah. Sedang untuk perantara dan penampung persembunyian di bawah Rp 10 juta. “Tapi kalau hasil penjualan emas ada lebihnya, baru sisanya kami bagibagi lagi sama penadah,” ujar Afrizal kepada wartawan.

Ia juga mengatakan setiap usai merampok dan mendapat uang bagiannya langsung pulang kampung ke Padang Pariaman, dan baru kembali ke Jakarta beberapa minggu atau bulan setelah ada perintah kembali merampok.” Diungkap pula seusai merampok di toko emas Tebet itu, komplotannya berkumpul di sebuah taman di Cijantung untuk mengumpulkan emas-emas hasil rampokan mereka untuk kemudian disetor ke penadah yang telah menyiapkan uangnya. Sedang pelaku yang bernama Kartono mengatakan kalau komplotannya melakukan survey lapangan pada Kamis (5/8) di sekitar Pasar Bukit Duri untuk mempelajari rute penyerbuan dan pelarian. “Saya dan Kris (pelaku yang sudah tewas ditembak) yang mensurvei lokasi dengan mobil rental,” ungkapnya. Terkait maraknya perampokan bersenjata api belakangan ini, Kabid Humas Kombes Pol Boy Rafli Amar menduga selain senjata rakitan, masuknya senjata selundupan lewat jalur laut juga termasuk dicurigai. “Indonesia ini kan terdiri dari pulau-pulau. Sangat banyak celah bagi pihak-pihak yang bermaksud menyelundupkan senjata api ke wilayah kita,” tukasnya.

Baca EMAS di Hal. 2

Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Kamis, 26 Agustus 2010

Gedung DPRD Sultra Kosong La Pili: Anggota Dewan Turun Melihat Realisasi LKJP

‘’Masyarakat dan lingkungan juga harus memberikan perhatian. Dari mana datangnya peredaran ini, ketika masyarakat peduli, tidak akan ada,’’ ujarnya. Para pengedar juga dianggap sudah sangat cerdik untuk mengakali petugas. Termasuk tujuh pengedar yang baru diringkus polisi. Salah satunya mengaku sebagai anak staf BNP. Kemungkinan itu

Kendari, KP Sekretariat DPRD Sultra, kosong tanpa anggota dewan, kemarin. Gedung yang sehari-hari digunakan wakil rakyat itu, nampak lengang. Dari 45 jumlah anggota DPRD Sultra, hanya Wakil Ketua DPRD, La Pili, yang terlihat. “Tidak kosong, hanya kalian datang jam 11.00 Wita. Ada kok di komisi. Coba kalian ke komisi, ada anggota itu. Kesana saja,” elak La Pili. Jawaban La Pili tidak senada dengan kenyataan. Ruang komisi kosong melompong tanpa anggota dewan. Setelah didesak, La Pili pun mengaku, kalau temantemannya tengah ke luar daerah. “Kemarin (24/8), sudah paripurna laporan keterangan pertanggungjawaban (LKJP) keuangan gubernur. Hari ini (kemarin, red), teman-teman turun melihat pelaksanaan program di daerah, untuk membandingkan kesesuaian antara LKPJ dengan kenyataan di masyarakat,” katanya.

Baca MENGAKU diHal.10

Baca GEDUNG diHal.10

SUWARJONO/KP

Tersangka Narkoba: Tim Idik Narkoba Polda Sultra, Senin (23/8) lalu membekuk tujuh tersangka pengedar dan pengguna Narkoba. Salah satu tersangka dari mereka mengaku anak salah satu pengurus BNP. Namun, oleh Ketua harian BNP membantah tak ada anak pengurus BNP.

HONORER

Diberi Uang Pelicin, Kepala Biro Unhalu Berang MAKSUD hati membantu pengurusan data base dengan menghimpun Rp 250 ribu per kepala, justru mendatangkan petaka bagi 215 honorer Unhalu. Kepala Biro Administrasi dan Keuangan Unhalu, H. Laode Rafiudin, MSi, dengan tegas mengharamkan uang pelicin yang muncul atas inisiatif honorer. Saat pertemuan dengan para honorer, Rabu (25/8), Kepala Biro Administrasi dan Keuangan nyaris tak mampu menahan emosinya. Ia mengaku kecewa atas respon para honorer yang menilai pengurusan data base dengan uang yang hampir setara dengan gaji yang mereka terima per bulannya. “Saya ini kepala biro, gaji saya sudah cukup menghidupi keluarga, ditambah istri saya yang juga pegawai. Bagaimana mungkin anda semua (honorer red) menilai kerja keras kami dengan pemberian uang seperti itu. Tanpa uang sepersen pun dari anda, setiap kami berurusan dibiayai oleh negara. Ini sudah menjadi komitmen kami dengan rektor hanya bekerja secara profesional tanpa iming-iming apapun,” ujar Rafiuddin di hadapan para honorer. Ia menegaskan bahwa Unhalu tidak lagi memberlakukan segala pungutan yang terkait dengan pem-

Baca UANG PELICIN diHal.10

TPU

Jalan Alternatif Punggolaka akan Dioptimalkan HAMPIR setiap tahun ketika Ramadhan dan lebaran tiba, kemacetan terus melanda Tempat Pemakam a n U m u m ( T P U ) Punggolak a . As’ad Pagala Kemacetan ini tentunya membuat masyarakat merasa kurang puas dengan kinerja instansi teknis terkait. Menanggapi fenomena tahunan ini, membuat Kadishub Kota Kendari As’ad Pagala serta Kadis Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Kendari Agussalim, angkat bicara.

Baca JALAN diHal. 10

Mengaku Anak Staf BNP, Ternyata Palsu Tujuh Tersangka Pengedar Narkoba Kendari, KP Meski dalam suasana Ramadhan, tapi penyalahgunaan narkoba tetap saja marak. Terakhir polisi berhasil menangkap tujuh pengedar narkotika dan obat terlarang (Narkoba). Bahkan, sampai Agustus ini saja tercatat sebanyak 33 kasus

pidana narkoba ditangani polisi. Jumlah yang relatif tinggi tersebut disesalkan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sultra. Ketua pelaksana harian (Kalakhar) BNP Sultra La Ode Muh.Yusuf mengatakan kemawasan masyarakat dan keluarga harus ditingkatkan untuk memerangi Narkoba. BNP dan polisi sebenarnya sudah menyatakan perang terbuka melawan narkoba tapi hal itu tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat.

Angkut Penumpang Lebih, Izin Trayek Dicabut Kendari, KP Ini peringatan keras bagi sopir yang berani memuat penumpang melebihi kapasitas mobil dan menaikkan tarif angkutan. Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra, tidak segan-segan langsung mencabut izin trayek, jika ada angkutan yang ketahuan memuat melebihi daya angkut. Tim pun sudah dibentuk untuk mengawasi sopir yang bandel. “Kita bagi tim khusus lalu lintas darat yang akan ditempatkan di Terminal Baruga, Pasar Baru dan Puuwatu. Mereka sudah bertugas di lapangan sampai H-1 lebaran. Tugasnya mengawasi pergerakan trans-

portasi, jumlah kapasitas muatan dan harga tiket. Kalau kita dapati mobil yang bannya gundul, remnya blong dan spionnya tidak ada, kami tidak izinkan untuk jalan,” kata Kabid Darat Dishub Sultra, Erick Oktora Hibali SSos, MSi, kemarin. Dishub, kata Erick, tidak sertamerta memberikan sanksi. Ada toleransi waktu yakni 3 hari pembinaan. Tapi, lewat dari waktu yang ditentukan, Dishub segera bertindak. “Kita ambil izin trayeknya. Itu kewenangan kita di Dishub provinsi. Kami akan turun bersama polisi. Kami

Baca TRAYEK diHal.10

ULFAH SARI SAKTI/KP

RaziaTHM:Timraziatempathiburtanmalam(THM)KotaKendarimelakukanrazia selama Ramadhan. Para pengelola THM remang-remang di Kendari Beach, rupanya tetap beroperasi.

Razia Tempat Hiburan Malam (THM) Selama Bulan Ramadhan

THM Besar Patuh, Tenda Remang-remang Bandel Sebagai bentuk pengawasan terhadap implementasi Surat Edaran Walikota Kendari, yaitu penutupan tempat hiburan malam (THM), Selasa malam (24/8) instansi teknis melakukan razia THM. EMILIA/KP

Kunjungi Unhalu: Kapolda Sultra Brigjen Pol. Sigit Sudarmanto (tengah) bersama mantan Kapolda Sultra Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan (kanan) berkunjung ke Kampus Unhalu kemarin. Kedua kapolda ini disambut Rektor Unhalu Prof Dr Usman Rianse (kiri).

Sukrawardi Titip Keamanan Kampus Kendari, KP Ada yang istimewa di ruang senat Unhalu, kemarin (25/8). Bukan rapat senat ataupun dialog yang melibatkan pejabat pusat di linkup Kemendiknas. Ruang senat universitas, tampak dihadiri oleh dua petinggi Polri yang menjabat sebagai Kapolda. Keduanya adalah Brigjen Pol. Drs. Sigit Sudarmanto,MM., dan Mantan

Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan yang kini menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar). Menjadi menarik karena dalam catatan sejarah sejumlah peristiwa menggambarkan adanya hubungan kurang harmo-

Baca SUKRAWARDI diHal.10

Ulfah Sari Sakti SEKITAR pukul 23.00 wita, tim razia THM Kota Kendari, terdiri dari Disperindagkop dan UMKM, Bagian Hukum dan Satpol-PP Kota Kendari, mulai melakukan penyisiran lokasi tempat hiburan malam sepanjang Kelurahan Lepo-lepo. Pantauan pertama tim yaitu Platinum. Dari kejauhan tampak pintu masuk Platinum tertutup rapat, begitu pula bangunan karaoke dan diskotiknya yang dua tingkat tampak gelap, serta tidak tampak satu unit kendaraan pun di tempat parkirnya.

Melihat pemandangan ini, tim langsung menuju THM berikutnya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Sao-sao, Sultan Hasanuddin hingga berakhir di Kota Lama. THM tersebut meliputi Bromo, XO Family Karaoke, Denpasar, Dunia Bintang, Destar, Scorpio, Happy Music, Bangkali Karaoke, Planet Diskotik, Khayangan Karaoke serta Panti Pijat Melodi di Kota Lama. Semua THM tersebut tampak sunyi senyap. Akhirnya tim bergerak menuju Kendari Beach, dengan sasaran restoran dan karaoke terapung serta tenda remang-remang. Melihat iring-iringan tim dan mobil Dinas Satpol-PP, membuat sekelompok pemuda yang sedang duduk-duduk sambil minum minuman soft drink di depan restoran dan karaoke terapung sontak kaget dan lari pon-

Baca BANDEL diHal.11

Metro

10 Jalan Menuju RSJ akan Difungsikan Jalan ......................... “Kami sangat berterima kasih atas masukan dari masyarakat, sehingga tahun ini kami berencana untuk mengoptimalkan pengawasan di TPU Punggolaka. Selain itu, jalur alternatif yang telah ada, yaitu

jalan keluar menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) akan kami optimalkan fungsinya,” ujar As’ad. Senada dengan itu, Kadis Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Kendari, Agussalim mengungkapkan sesuai rencana PU tahun ini akan melakukan pengaspalan

beberapa ruas jalan di TPU Punggolaka. “Kami harapkan dengan di aspalnya ruas jalan alternatif, yaitu masuk dari pintu gerbang TPU dan keluar menuju RSJ dapat mengurangi kemacetan. Tentunya dengan adanya pengaturan lalu lintas satu arah, oleh instansi teknis terkait,” ungkapnya. (cr6)

Unhalu Bekerja Profesional Uang Pelicin ............... berkasanterhitung, 1Januari2010. Kalauadayangmemaksakanpungutan,Unhaluakanlangsungmencoret nama honorer dalam usulan data base tahun ini. Meski tak segarang kepala biro, Rektor Unhalu, Prof. Dr.

Ir. H. Usman Rianse, MS., tetap mengaku kecewa atas inisiatif para honorer tersebut. Usaha Unhalu sepenuhnya bekerja profesional sekaligus beribadah bila itu dinilai sebagai pahala.”Kalian sudah lama mengabdi, jangan lagi ditukartukar dengan hal-hal yang menganggu keutamaan kinerja

kalian. Jangan ukur kinerja kami dengan materi. Bisa saja di tempat lain ada pembayaran hingga puluhan juta, tapi di Unhalu, Insya Allah para pejabatnya mengemban amanah sebagai sarana untuk mendapar ridho Allah. Dan bukan sebagai jalan menuju kemungkaran,” pungkas rektor. (lia)

Pemudik Diminta Patuhi Aturan Lalulintas Trayek ....................... tekankan, sopir jangan memburu uang, tapi keselamatan penumpang tidak diperhatikan,” ujarnya. Erick menghimbau penggu-

na jalan yang hendak mudik, sebaiknya balik ke kampung halaman sebelum H-1 lebaran. Sebab, dikhawatirkan, jika waktu mudik mepet dengan lebaran, maka arus lalu lintas akan sangat padat dan bukan tidak mungkin kecelakaan akan ter-

jadi. “Sebaik warga yang mudik (pulang) sebelum lebaran. Karena kalau dekat lebaran, kendaraan penumpuk di jalan. Kami juga himbau, patuhi aturan yang dibuat, baik dari pemerintah maupun yang dibuat jasa angkutan,” harapnya. (dri)

Pengakuan Tersangka Cemarkan BNP Mengaku ................... dilakukan agar terhindar dari tangkapan polisi. Tapi kata Yusuf, setelah dilakukan croscek dengan kepolisian, ternyata itu hanya pengakuan palsu dari salah seorang tersangka. ‘’Menurut polisi, ter-

sangka itu hanya mengaku saja, karena setelah dicocokkan nama orang tuanya, tidak ada yang sama antara pengakuannya dengan para staf di BNP,’’ ungkapnya. Karena itu, kata mantan Kepala Badan Diklat Sultra ini, jika ada oknum yang mengaku sebagai staf, pejabat atau

keluarga BNP sebaiknya dikonfirmasikan langsung ke BNP. ‘’Pengakuan tersebut secara institusi telah mencemarkan BNP sebagai lembaga yang berwenang untuk mengkoordinasikan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran narkotika,’’ katanya. (cr2)

Kendari Pos | Kamis 26 Agustus 2010

Kehadiran Kapolda Baru Pertama Kali di Unhalu Sukrawardi ................ nis antara mahasiswa dan polisi. Terutama pasca penyerangan polisi di kampus tanggal 27 Maret tahun 2008. Namun, kedatangan dua Jenderal tersebut, tak sedikitpun mendapat perlawanan dari aksi-aksi mahasiswa yang biasanya melakukan demonstrasi penolakan kedatangan aparat kepolisian. Lantai IV Rektorat, justru dijadikan ajang dialog antara dua Kapolda dengan Ketua BEM Unhalu, Ketua MPM Unhalu, Sekjen BEM Unhalu dan sejumlah aktivis kemahasiswaan Unhalu. Saat Brigjen Sukrawardi menceritakan kenangannya selama dekat dengan tokoh-tokoh mahasiswa, Ia juga menyinggung soal amanah yang sudah diserahkan pada Kapolda Sultra yang baru, untuk terus membangun komunikasi dengan mahasiswa adan yang terpenting adalah selalu menjaga keamanan kampus dan sekitarnya. “Sejak tanggal 9 Agustus, saya telah mengamanahkan

Kapolda Sultra kepada Pak Sigit. Walaupun pergi hati saya masih di sini. Makanya, rencana pembangunan sub sektor (Polsek Kambu) saya berharap ada pengamanan CCTV, sehingga kinerja polisi tidak dikatakan seperti ambulance, datang terlambat setelah konflik selesai. Saya punya prinsip bekerja di hulu dan selalu berpikir pro aktif dalam setia pekerjaan. Mudah-mudahan pak Sigit bisa lebih membumikan ini,” terang Brigjen Pol. Sukrawardi di hadapan civitas akademika Unhalu. Kapolda Kalbar ini, juga meminta maaf bila selama bertugas di Sultra telah melakukan kekhilafan pada Unhalu, baik dosen maupun mahasiswanya. Namun, dari hati yang paling dalam, ujar Sukrawardi, segala tindakannya sesungguhnya niat tulus demi kemajuan UNhalu sebagai trademark Indonesia Timur. “Silahkan demo, sebagai bagian dari demokrasi, tapi lebih cerdas memahami persoalan,” tambahnya. Kapolda Sultra, Brigjen Sigit

Sudarmanto, menjanjikan komitmen perubahan yang harus didukung semua pihak. Citacita Kapolda sebelumnya akan diteruskan dalam rangka mewujudkan Kota Kendari sebagai tempat yang aman dan nyaman. Pertanyaan dari Ketua BEM Daulat, Ketua MPM Sumarlin dan Sekjen BEM Mahdar yang menginginkan komitmen kepolisian untuk tidak mengulang tindakan anarkis yang kerap mengorbankan mahasiswa saat menyampaikan aspirasi atau kritikan terhadap kinerja pemerintah ataupun aparat ataupun kebebasan mimbar, dijawab Brigjen Sigit dengan unjukrasa boleh saja asalkan jauh dari anarkisme. Silahkan demo dengan santun dan saling memahami tugas satu sama lain. “Kita perlu duduk bersama merumuskan persoalan ini. Saya yakin kita butuh kenyamanan, demo adalah sarana latihan pengemblengan diri. Saya juga minta kritik, itu sebagai nilai-nilai eksternal. Intinya, Kritik apapun saya

terima dengan senyuman. Tapi disampaikan dengan cara bijak. Kita akan kawal demonstran karena ada kekhawatiran kita adapihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” terangnya. Dialog yang dipimpin Rektor Unhalu, Prof. Dr. Ir. H Usman Rianse, MS, sempat diwarnai isak tangis mantan Kapolda Sultra yang diikuti sejumlah mahasiswa dan pimpinan universitas. Rektor pun menyampaikan, kehadiran Kapolda Sultra yang pertama kali di Unhalu disambut dalam kedamaian semoga akan berakhir pula dengan kondisi yang sama. “Image sekat yang menghambat kita membangun menyiapkan SDM memimpin bangsa ke depan kita harus dieliminir. Karena menyiapkan manusia yang ceras dan komprehensaif sama sekali bukan tanggung jawab sederhana. Tidak mungkin visi besar tadi dapat dicapai oleh hanya 949 dosen, dan 459 pegawai, 22 ribu mahasiswa. Melainkan harus didukung kekuatan eksternal,” jelasnya. (lia)

Sebagian Anggota Dewan ke Jakarta Gedung ..................... La Pili mencoba beralibi. Menurut dia, anggota dewan bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang harus tiap saat di kantor. Katanya, anggota dewan bekerja dimana saja, entah itu di kantor, daerah

pemilihan (Dapil), masyarakat atau bahkan di rumah sekalipun. Sehingga, jam kerja tidak bisa diukur dari kehadiran. Jawaban berbeda, diungkapkan Sekretaris DPRD Sultra, Iskandar M Si, soal ketidakhadiran sebagian besar anggota dewan. Iskandar lebih blak-bla-

kan mengakui, sekretariat kosong tanpa anggota dewan. Tapi, itu dalam rangka mengevaluasi program Gubernur Sultra, Nur Alam, sesuai LKPJ dengan realisasi proyek dan kegiatan di masyarakat. “Mulai hari ini (kemarin) anggota ke daerah untuk melihat proyek pemerintah yang

ada di kabupaten dan kecamatan. Apa sesuai dengan LKPJ atau bagaimana. Jadwalnya enam hari. Hanya, tidak semua anggota ke kabupaten. Ada pembagian tugas sesuai yang dibagi pimpinan Ada yang turun di masyarakat, ada juga yang ke Jakarta,” tandasnya. (dri)

Kendari Pos | Kamis 26 Agustus 2010

Metro

11

Dana Mesjid Al Alam Hanya Stimulan Kendari, KP Baru mulai dibangun, mesjid Al Alam sudah mendapat protes. Pembangunan mesjid tersebut dianggap pemborosan APBD. DPRD pun sudah menegaskan melalui wakil ketuanya La Pili, mesjid di tengah laut itu

tidak akan dibantu lagi dari APBD berikutnya. Meski mendapat tekanan, tapi pemprov tetap yakin pembangunannya akan sukses. Karo Humas dan PDE Sultra, Aksioma Boode mengatakan APBD senilai Rp 10 miliar

yang dianggarkan tahun 2010, hanya berfungsi sebagai stimulan. Ketika pembangunannya sudah kelihatan, mesjid Al Alam akan punya nilai tambah untuk pembangunan lanjutan. Mantan sekretaris Badan Pember-

Kasek SDN 16 Baruga Segera Diganti Lalai Kelola Dana BOS Kendari,KP Permasalahan yang menimpa Kasek SDN 16 Baruga tampaknya dapat menjadi pembelajaran tersendiri, bagi Kasek lainnya utamanya dalam hal pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Akibat kelalaiannya dalam penggunaan dana tersebut, membuat dirinya harus dicopot dari jabatan Kasek. Kepala Inspektorat Kota Kendari Nahwa Umar mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan Kasek SDN 16

Baruga, terindikasi menyalagunakan dana BOS sekitar Rp 20 juta lebih. “Beberapa waktu lalu saya telah menandatangani laporan hasil pemeriksaan (LHP), sebagai tanda kesiapan untuk mengembalikan sejumlah dana tersebut,” ungkap Nahwa Umar ketika ditemui beberapa waktu lalu di gedung DPRD Kota Kendari. Berdasarkan LHP tersebut, pihaknya memberikan rekomendasi kepada Wali Kota Kendari, BKD dan Dinas Pendidikan Kota Kendari agar secepatnya mencopot kasek bermasalah tersebut. “Keputusan untuk memindahkan atau pun mengantinya dari jabatan Kasek , perlu segera dilakukan mengingat kondi-

si sekolah yang sudah tidak kondusif lagi berada dibawah kepemimpinannya. Selain itu pengembalian secepatanya sejumlah dana tersebut, penting bagi pemenuhan berbagai kebutuhan sekolah,” lanjutnya. Meskipun demikian, perempuan berjilbab ini mengaku secara kemanusiaan tetap ada toleransi bagi Kasek yang melanggar aturan ini. “Tentunya kami tetap melakukan rambu-rambu pengawasan. Misalnya pemberian toleransi waktu pengembalian dana selama dua tahun. Pasalnya dirinya mengatakan akan melunasinya dengan cara mengangsur,” pungkasnya. (cr6)

Kendari Beach Bakal Dijadikan Kawasan Wisata Kuliner Bandel ....................... tang-panting. Padahal minuman yang mereka minum bukanlah minuman beralkohol atau minuman keras (Miras). Selain kejadian itu, tim juga dihadapkan pada peristiwa mengelaknya para pemilik tenda remang-remang akan ditemukannya minuman bir bintang. Seperti yang terjadi di tenda milik Winda. Saat menuju ke tenda tersebut, tercium mau minuman yang menyengat dan tampak berkelabat bayangan beberapa lelaki yang lari di belakang tenda. Melihat hal ini para personil Satpo-PP langsung menuju belakang tenda, dan ditemukan sekitar empat botol bir bintang yang masih berisi minuman, mengapung-apung di kolam belakang tenda. Tidak hanya itu, setelah menggeledah bagian rak bawah tempat penjualan aneka minuman soft drink, terdapat satu botol bir bintang dan sebuah gelas berisi minuman. “Minuman itu bukan punya saya pak, tadi kebetulan ada orang yang meminjam gelas dan numpang minum. Saya juga kaget karena ternyata gelas itu dipergunakan untuk meminum bir, dan sekarang orang itu sudah pergi,” ujar Winda.

Setali tiga uang dengan Winda, seorang ibu pemilik tenda remangremang lainnya juga mengelak jika sekitar delapan botol bir bintang tanpa isi , yang terdapat dalam dos merupakan minuman jualannya. “Botol-botol itu sudah ada disini sejak kemarin, dan dipungut sama anak saya. Makanya saya tidak terima kalau dianggap melanggar aturan,” terangnya. Kasatpol-PP Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengungkapkan masih terdapatnya realita seperti ini, bukan semata-semata karena lemahnya pengawasan oleh pihaknya. Tetapi karena kurang sadarnya masyarakat akan dampak dari usahanya itu. “Kebanyakan masyarakat berdalih jika berjualan Miras, merupakan mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan seharihari. Walau pun kebanyakan mereka juga menyadari jika tindakan penjualan Miras tersebut melanggar Perda, pasalnya kios dilarang berjualan Miras,” ungkapnya. Karena itu, mantan camat Kendari Barat ini menjelaskan pihaknya tetap melakukan sosialisasi dan pembinaan. “Ini penting kami lakukan mengingat mereka merupakan masyarakat Kota Kendari, yang kadang butuh pembinaan lebih untuk tidak menyisipkan minuman

beralkohol dalam dagangan mereka,” lanjutnya. Senada dengan itu, Kadisperindagkop dan UMKM Kota Kendari, Syam Alam mengatakan tujuan dan sasaran razia THM ini yaitu sebagai wujud evaluasi dan pengawasan izin usaha. Khususnya berkaitan dengan penutupan sementara THM, selama bulan Ramadhan berdasarkan Surat Edaran Walikota . “Kami berterima kasih karena para pemilik dan pengelola THM memperlihatkan sikap kooperatif terhadap surat edaran tersebut, kami berharap sikap kooperatif ini akan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah lebaran. Selain itu kami pun tetap melakukan pengawasan tertutup, disamping melakukan pengawasan secara terbuka seperti melalui razia seperti ini,” kata Syam Alam. Mengenai polemik tenda remangremang, diakuinya perlu penyelesaian lintas instansi, mengingat kedepannya kawasan Kendari Beach akan dijadikan kawasan wisata kuliner. “Pemberian sanksi dengan ditemukannya Miras di tenda remang-remang tersebut, kami serahkan ke PPNS untuk diproses lebih lanjut. Kami harapkan terdapat efek jera dengan adanya razia ini,” harapnya. (***)

dayaan Perempuan ini mengatakan sumber pendanaan mesjid Al Alam tidak berasal dari APBD. Menyadur pernyataan Gubernur Nur Alam, Aksioma mengatakan, pembangunan lanjutan mesjid Al Alam tidak akan membebani APBD. ‘’Banyak sumber pendanaan yang bisa dikelola seperti dari dermawan, masyarakat umum, pengusaha, der-

mawan, investor dan kemungkinan dari negara luar,’’ katanya. Aksioma lantas menyebut negara anggota Organisasi konferensi islam, yang kemungkinan bisa menjadi donatur untuk mesjid Al Alam. ‘’Ini adalah sejarah Islam yang akan dibangkitkan di Sultra,’’ katanya. Mengenai penolakan dari berbagai elemen, ia menilai itu hal yangs

angat manusiawi. Banyak pekerjaan yang berhubungan dengan khalayak ramai memang selalu mendapat tentangan. Ia mencontohkan pembangunan MTQ square dan pengembangan bandara Haluoleo. Keduanya sempat mendapatkan tentangan sampai akhirnya selesai dan berfungsi hingga jadi kebanggan. (cr2)

Satpol-PP Tertibkan Lapak PKL Kendari,KP Seakan tidak mau kecolongan terhadap para pedagang kaki lima (PKL), kemarin (25/8), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Kendari melakukan penertiban lapak-lapak PKL di Jalan Lasandara, tepatnya samping Mall Mandonga. “Penertiban ini sudah kedua kalinya lakukan, tetapi tampaknya para pedagang tidak menghiraukan. Karena sampai dengan saat ini lapak-lapak masih berdiri, padahal semenjak toko yang bersebelahan dengan lapaklapak terbakar, tidak ada lagi yang berdagang di persimpangan ini,” ujar Kasi Ketertiban (Trantib) Satpol-PP Kota Kendari, LD Hadisi. Menurutnya, tidak ada toleransi kebijakan kalau menjual di atas bahu

jalan, dan pihaknya selama ini sudah cukup mensosialisasinya serta melakukan pembinaan. “Kami telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan pembinaan. Bahkan kami juga sudah memberikan pernyataan tertulis kepada para pedagang untuk tidak menjual di bahu jalan dan dapat membongkar sendiri lapak-lapak mereka. Namun mereka (PKL) tetap bandel,” tambahnya. Senada dengan itu, Wali Kota Kendari, Asrun mengatakan pihaknya tidak mengizinkan siapapun berjualan di bahu jalan. Pasalnya berdasarkan pengalaman awalnya hanya beberapa senti membuat lapak, lama kelamaan menjadi beberapa meter, bahkan para pedagang bertambah banyak dan membentuk barisan.

“Kalau pedagang sudah banyak yang berjualan tentunya susah untuk ditertibkan. Karena itu kalau perlu petugas Satpol-PP berjaga pada jalan yang akan dijadikan tempat menjual. Dengan begitu dapat mencegah permasalahan yang lebih luas,” kata Asrun. Sebagai solusi dari penertiban tersebut, pihaknya telah membangun pasar PKL. “Karena itu sejak awal kami berniat untuk mempercepat perampungan pasar PKL, tetapi karena terkendala cuaca sehingga areal parkirannya belum dapat dilakukan pengerasan. Dengan akan segera ditempatinya pasar tersebut, kami berharap semua PKL dapat diakomodir, dan tidak ada lagi penertiban serupa,” tandasnya. (cr6)

Kendari Pos | Kamis, 26 Agustus 2010

Titi Kamal

Kembali Jalani Aktivitas Padat Titi Kamal, 28, kini kembali menjalani aktivitas padat. Menyanyi, syuting iklan, juga syuting sinetron. Padahal, beberapa bulan belakangan, bintang film Ada Apa dengan Cinta? itu selalu mengatakan akan mengurangi aktivitas. Dia Titi Kamal hanya mau menyanyi. Sebab, menyanyi tak menyita banyak waktu. Dengan demikian, dia tetap bisa menjalankan bisnis dan menjalani peran sebagai istri Christian Sugiono. Namun, pada Ramadan ini, kita kembali melihat kiprahnya sebagai bintang sinetron di salah satu televisi swasta. ‘’Ramadan kali ini saya memang mengisinya dengan banyak aktivitas. Di samping bisa beribadah kan bisa kerja juga,’’ ucapnya saat ditemui di Studio Penta dalam acara Gempita HUT 20 Tahun SCTV, Kebon Jeruk. Dengan padatnya aktivitas yang dijalani, Titi memastikan bahwa usahanya memperoleh keturunan tetap berjalan. Menurut artis yang memiliki bisnis restoran itu, dirinya dan Christian santai menjalani kehidupan. Jika memang saat ini banyak pekerjaan menghampiri, itu berarti rezeki datang. ‘’Kalau masalah kehamilan sih, rasanya, kalau memang jadi, ya jadi aja. Kita berdua santai banget. Jalani saja seperti air,’’tuturnya. Toh, selain berusaha, mereka sudah menanyakan masalah tersebut kepada orang tuanya. Titi menimba ilmu dari ibunya yang lebih dulu berpengalaman. Jika sampai sekarang belum ada tanda-tanda kehamilan pada dirinya, berarti memang belum saatnya. ‘’Yang penting kan aku sama suami tetap mesra, tetap baik-baik saja. Sekalian di Ramadan ini juga momen yang tepat untuk beribadah dan meminta sama Allah,’’ katanya. Dengan alasan itu pula akhirnya Titi memilih kembali banyak beraktivitas. Apalagi single terbarunya sudah keluar. Dia harus mulai banyak promo. ‘’Pokoknya, dijalani sajalah. Kalau banyak pekerjaan begini, juga puasanya jadi nggak kerasa. Berasa cepat datang waktu berbuka,’’ ucapnya. (jpnn/awl)

Hiburan Maliq & d’Essentials

Main Film Komedi Romantis Semakin banyak pemusik yang mulai merambah layar lebar. Maliq & d’Essentials menjadi nama baru dalam daftar tersebut. Akhir tahun ini, mereka berenam akan muncul dalam sebuah film komedi romantis. Itu merupakan sebuah langkah baru yang diambil band beraliran jazz tersebut. Bukan hanya layar lebar, mereka juga mengambil tantangan lain, yakni menulis buku. Ditemui setelah manggung di acara Dahsyatnya 21 Tahun RCTI di Kebon Jeruk, band yang diperkuat Angga, Widi, Indah, Ifa, Jawa, dan Lale itu bercerita panjang lebar tentang proyek baru yang kini digarap. “Hari ini (kemarin, Red) kebetulan kami juga merilis album keempat, The Beginning of a Beautiful Life, dengan single andalan Terlalu,” tutur Indah, vokalis. Baru meluncurkan album baru, mereka pun sibuk dengan banyaknya kegiatan promo. “Selain itu, kami kini mempersiapkan pembuatan film. Akhirnya, kami main film,” tambah Indah. Satu-satunya vokalis perempuan dalam grup yang memopulerkan lagu Dia itu mengatakan bahwa sebenarnya mereka memang tertarik terhadap dunia film. “Ya, kami ingin bisa menekuni bidang selain musik. Lalu, akhirnya datang tawaran bermain film. Tawaran itu datang pada waktu yang tepat. Apalagi, di situ semua personel ikut main,” lanjut Angga, vokalis. Lale, gitaris, nanti menjadi pemeran utama film tersebut. Meski ada cerita cinta, latar belakang film itu tetap tak jauh dari kehidupan mereka sebagai Maliq & d’Essentials. Saat ini mereka menjalani proses reading. Syuting film yang digarap Layar Production tersebut dimulai setelah Lebaran.

Langkah band yang diproduseri Eq Puradiredja itu bisa dibilang melenceng dari jalur musik yang ditekuni. Meski begitu, mereka yakin bisa memberikan hasil optimal. “Ya, kami paham. Dari kami juga ada kekhawatiran. Tapi, kami bertekad mengerjakan film itu sebaikbaiknya. Tim produksi sudah menyiapkan coach yang bagus,” tambah Indah.(jpnn/awl)

13

Edukasi

14

Pembayaran Tunjangan Guru Melaui Mekanisme Transfer Kendari, KP SK penetapan tunjangan sertifikasi guru dari Direktorat PMPTK Kemendiknas sebanyak 1.684 orang. Sudah diproses dan dananya telah cair sebanyak 1.322 orang. Sedangkan sementara dalam proses perngusulan berjumlah 326 orang. Data Dinas Pendidikan Sultra mencatat, jumlah guru yang belum mengantongi SK penetapan untuk kuota 2009 sebanyak 1.400 orang. Penyebabnya, berkas seperti SK pembagian tugas mengajar yang disetor ke LPMP Sultra Kendari, tidak sesuai dengan Permendiknas No. 39 tahun 2009 tentang beban dan tugas guru. Dalam Permen tersebut diwajibkan guru yang berhak menerima tunjangan sertifikasi, harus melaksanakan tatap muka minimal 24 jam per minggu. Pengelola dana sertifikasi Bidang PMPTK Dinas Pendidikan Sultra, Ahmad S.Sos, mengatakan, apabila ada guru yang telah sertifikasi dan tidak menerima tunjangan, berarti ada masalah saat usulan. Jam mengajar dalam SK harus serendahrendahnya tatap muka 24 jam seminggu.‘’Bagi guru pada suatu satuan pendidikan diperbolehkan mencari jam tambahan ke sekolah lain kalau tidak cukup jam mengajar. Namun demikian, harus sesuai prosedur. Selain mengambil jam di sekolah lain, juga dibenarkan melakukan bimbingan kegiatan extra di sekolah seperti remedial. Tambahan itu harus dibuktikan dengan SK dari pejabat yang ber-

wenang,’’ kata Ahmad. Dijelaskan, guru yang tersertifikasi untuk kuota 2006 s.d 2008, pembayaran tunjangan melalui mekanisme transfer ke daerah. Berkaitan dengan itu, pengelola PMPTK Dinas Pendidikan Sultra mengimbau agar mengecek pembayaran di kabupaten/kota saja. Bukan lagi dibayar melalui dinas pendidikan provinsi. Adapun mekanisme pembayaran kata Ahmad, dana transfer kabupaten/kota dari Dirjen PMPTK Kemendiknas menetapkan daftar rekab guru PNS daerah yang berhak mendapatkan tunjangan profesi per provinsi dan kabupaten/kota. Data tersebut disampaikan kepada Dirjend Perimbangan Kementrian Keuanagn RI yang menerbitkan Permenkeu mengenai tunjangan profesi guru PNS daerah. Pembaaran itu berdasarkan data yang ditetapkan dari kabupaten/kota. Setelah itu katanya, pemerintah daerah mengalokasikan tunjangan guru tersebut pada APBD dan APBD perubahan, sesuai alokasi dana dalam permenkeu. Setelah ditetapkan, dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota berkewajiban menyusun daftar nominatif guru penerima sertifikasi. Menurut dia, dari penetapan itu kemudian disampaikan melalui surat perintah membayar yang dilampiri dengan nominatif guru penerima serta surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari dinas pendidikan kabupaten/kota. Kemudi-

an diusulkan kepada bendahara umum daerah kabupaten/kota. ‘’Setelah itu bendahara kabupaten/kota menyalurkan tunjangan sertifikasi guru ke bendahara pengeluaran di dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota untuk disalurkan ke rekening guru masing-masing melalui bank dan pos,’’ katanya. Dikatakan, bagi guru-guru calon penerima tunjangan sertifikasi, fungsional maupun bantuan kesejahteraan daerah khusus, tidak perlu berpikiran negatif bahwa dana tunjangan seakan-akan sudah dikeluarkan di rekening pengelola. Benar adalah uang itu tetap berada di kas negara, sehingga yang bisa dikeluarkan hanya yang sudah ada SK nya dan ditetapkan surat perintah membayar (SPM). ‘’Apabila ada kekurangan/kelebihan dana yang dialokasikan dibandingkan realisasi, akan diperhitungkan pada tahun anggaran berikutnya sesuai Perundang-undangan yang berlaku. Diimbau kepada dinas pendidikan kabupaten/kota yang belum membayar tunjangan sertifikasi guru supaya mengusulkan setelah membuat nominatif yang diberikan kepada bendahara umum daerah,’’ katanya. Ditambahkan, masih banyak guru yang telah disertifikasi pada kuota 2006 s.d 2008 yang mempertanyakan kapan pencairan tunjangan. Seharusnya pertanyaan guru ditujukan ke dinas pendidikan kabupaten/kota. (p1)

Kendari Pos

Kamis, 26 Agustus 2010

Guru di Kota Kendari akan Dipetakan Kendari, KP Dinas Pendidikan Kota Kendari terus berbenah diri meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya adalah kompetensi tenaga pendidik. Dalam waktu dekat, penanggung jawab pendidikan itu akan melakukan pemetaan guru. Ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (25/8), Sekretaris Dinas Diknas kota Kendari, Makmur M Pd, mengatakan pemetaan guru dilakukan untuk pemenuhan standar nasional pendidikan yang belum merata di jenjang pendidikan. Terkecuali guru SD, tenaga pendidik yang mengajar di SMP, SMA dan SMK se kota Kendari akan didata untuk ikut dalam tes pemetaan guru. Meski demikian, tidak semua guru

akan dilibatkan untuk mengikuti tes. Hanya guru-guru yang mengajar matapelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, biologi, geografi, ekonomi dan sejarah yang akan diikutkan dalam pemetaan itu. “Hasil tes akan menjadi gambaran kami, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kendari. Namun, guru tidak perlu khawatir, karena hasil tes bukanlah alasan untuk melakukan pembehentian guru dari jabatan. Guru yang memiliki kualitas di bawah standar tetap akan diberikan kepercayaan untuk melakukan proses pembelajaran di kelas, namun akan didorong untuk mengikuti pelatihan peningkatan

mutu atau diklat tenaga pendidik, untuk mengembangkan kemampuan,’’ katanya. Pemetaan tersebut, menurut mantan guru SMPN 12 Kendari itu adalah program diknas kota Kendari. Jika nantinya ditemukan guru-guru yang berkualitas menumpuk di satu sekolah, akan diupayakan untuk sharing dengan guru lain yang masih dianggap kurang. Tujuannya, sebagai pemerataan kualitas tenaga pendidik, yang nantinya berimbas pada mutu peserta didik. “Untuk SD belum kami lakukan, karena jumlah gurunya yang sangat banyak. Sedangkan untuk SMP dan SMA/SMK inipun akan direkrut berdasarkan jumlah yang ada di sekolah,” katanya. (cr5)

Kolaka Raih Prestasi untuk Pengawas Kolaka, KP Dunia pendidikan di Kabupaten Kolaka patut berbangga. Tahun ini, sejumlah prestasi berhasil diraih pada tingkat provinsi bahkan nasional, sebagai pengawasan teladan terbaik tingkat provinsi yang diraih Dirham, M.Pd. Sementara untuk kategori kepala sekolah teladan, berhasil diraih Rita, SPd Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Pembina Kecamatan Pomala. Tidak hanya itu Guru TK Idhata Kolaka Asrian, MPd juga terpilih sebagai guru teladan tahun ini. Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Dikmudora Kolaka, Tata Sunarta, MPd, mengatakan untuk terpilih sebagai teladan di tingkatan masing-masing, utusan Kolaka harus menjalani serangkaian seleksi ketat yang diikuti oleh utusan seluruh Kabupaten di Sultra.

Tata Sunarta, M.Pd. “Pengawas, kepela sekolah dan guru teladan dari kabupaten kola-

ka berkenan mendapat undangan lagnsung dari Presiden RI untuk mengikuti upacara HUT kemerdekaan di Istana Negara,” terang Tata. Dikatakan, secara rutin bidang PMTK terus memberi motivasi dan pembinaan pada para pengawas, guru maupun kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas, sehingga mampu bekerja secara profesional. “Tujuan kita melakukan pembinaan bukan untuk mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan berkualitas dalam rangka peningkutan mutu pendidikan kita, adapun penghargaan yang diterima itu merupakan apresiai dari pemerintah agar kita lebih termotivasi,’’´pungkas Tata. (cr3)

Kendari Pos

Kamis, 26 Agustus 2010

Edukasi

15

SMAN 4 Kendari Raih Juara Harapan II Kendari, KP Prestasi SMAN 4 Kendari tak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga berprestasi dalam bidang seni Agama Islam atau yang disebut nasyid. Sebanyak empat siswi menjuarai lomba nasyid tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Agama RI di Jakarta. Para juara adalah Ulfah Dwi Ningrum, Febrina Jumpuas, Wahyuni Arif, dan Siti Hajar. Mereka mampu menembus juara harapan dua. Perlombaan yang dilaksanakan tanggal 20 s.d 25 Juli lalu membawa nama baik Sultra di tingkat nasional. Mereka meraih juara karena terlatih sejak kecil. Menurut Ulfah, menyanyi dilakoni sejak kecil, sehingga mampu meraih hasil yang terbaik. Demikian pula yang dialami Febri, Siti Hajar yang memiliki hobi menyanyi sejak usia dini. Diakui, keempat masuk ke babak final tak mudah. Terlebih dulu mere-

WULAN/KP

Siswi SMAN 4 Kendari yang menjuarai lomba nasyid tingkat nasional. ka harus mengikuti seleksi di sekolah sejak Juni lalu, kemudian ke tingkat kota, dan terakhir provinsi. Setelah lolos, mulus melangkah

ke tingkat nasional dengan membawakan tiga lagu berjudul Nasyid memang asik, Lailahailalah, dan Sang Murobbi. (p2)

Tahun Kedua Selenggarakan Inklusi Kendari, KP Kesempatan untuk memperoleh pendidikan di SMAN 9 Kendari diberikan seluas-luasnya kepada siswa. Tak hanya mereka yang normal yang bisa memperoleh pendidikan di sekolah itu, tetapi anak yang memiliki kecerdasan di bawah standar juga memiliki hak yang sama untuk belajar. Program inklusi itu sudah memasuki tahun kedua dilaksanakan. SMAN 9 Kendari yang tahun ini masuk dalam rintisan sekolah standar nasional (RSSN) (bukan SSN sebagaimana pemberitaan yang dilansir koran ini edisi 23 Agustus lalu red) memiliki sekitar 75 siswa yang berkebutuhan khusus. Ada yang mempunyai kecerdasan di atas standar, ada pula yang di bawah rata-rata. Mereka tersebar di seluruh kelas. Selama dua tahun penyelenggaraan, menurut Kepala SMAN 9 Kendari, Drs Triyanto MS M Si, pihaknya sudah menama-

tkan beberapa siswa yang masuk dalam program inklusi. “Siswa yang berkebutuhan khusus sengaja kami sebar di seluruh kelas, dan tidak kami kumpulkan dalam satu kelas untuk alasan rasa minder. Jangan sampai, mereka merasa didiskriminasi oleh teman-teman meraka yang lain, sehingga kehilangan rasa percaya diri,” ungkapnya. Meskipun sudah dua tahun terselenggara, namun sampai sekarang pihaknya belum memperoleh bantuan belajar bagi siswa, berupa beasiswa. Menurut informasi setelah dilakukan usulan, tahun ini beasiswa dari APBN yang dikelola Dinas Pendidikan Provinsi akan diterima, namun hingga kini dana dimaksud belum masuk dalam rekening sekolah. Mengenai tenaga pengajar, tak ada guru khusus yang menangani siswa berkebutuhan khusus. Semua guru diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang sama sekapad seluruh siswa, dan diharapkan memberikan perhatian serius yang lebih intensif kepada mereka yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Meski demiki-

an kata Tryanto, pihaknya tetap memberikan remedial kepada siswa inklusi. Untuk memastikan tingkat kecerdasan itu, kedepan pihaknya akan melakukan tes psikologi kepada siswa. Perlu Seting Kelas Penyelenggaraan sekolah inklusi pada dasarnya adalah adopsi dari sistem pendidikan luar negeri seperi di Australia yang menerapkan seting kelas sesuai kebutuhan peserta didik. Sekolah yang mengiklusikan sebagian peserta didik yang kategori berkebutuhan khusus, sebenarnya kurikulum tidak sama dengan yang diterapkan untuk anak yang memiliki kecerdasan normal. ‘’Sekolah harus menyusun sendiri kurikulum khusus untuk anak berkebutuhan khusus atau lambat belajar terhadap suatu mata pelajaran tertentu. Demikian pula dengan penilain tentu tidak akan sama dengan siswa yang tidak diinklusikan,’’ kata salah seorang guru SLB Mandara, Luther, kemarin (25/8). Ditambahkan, penyelenggaran pendidikan inklusi perlu memiliki guru bantu untuk setiap mata pelajaran. Praktiknya, guru bantu mata pelajaran yang akan menuntun siswa lambat belajar saat PBM berlangsung dalam kelas. (cr5)

SWARJONO/KP

Gedung Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Unhalu atau lazim disebut Gedung Kuning yang dibangun kontraktor PT Adykarya yang akan diserahkan hari ini ke Mendiknas RI, tampak sudah mulai retak-retak. (insert)

Wali Kota Ditengarai Tahan Tunjangan Guru Kendari, KP Calon penerima tunjangan sertifikasi guru kuota 2006, 2007 dan 2008 gelisah. Pasalnya, hingga saat ini mereka belum bisa memperoleh dana itu. Isu yang berkembang di kalangan pendidik itu bahwa dana sertifikasi mereka sengaja ditahan walikota untuk membantu pendanaan pembangunan Jembatan Bahteramas. Memang dana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan kota lama dan Lapulu adalah bantuan luar negeri, tetapi pemerintah kota tentu akan berpartisipasi. Salah satu cara yang ditempuh wali kota adalah menahan tunjangan sertifikasi guru. Sejumlah guru yang enggan dikorankan namanya mengaku, SK penetapan penerimaan tunjangan sertifikasi sudah lama keluar. Seharusnya kata, dia, setelah SK itu ada, dana sudah ditransfer ke rekening guru masing-masing. Anehnya sampai

sekarang, belum ada informasi mengenai pencairan tunjangan. “Kami masuk kuota 2006 s.d 2008 yang sudah memiliki SK belum memperoleh sinyal penerimaan tunjangan sertifikasi. Padahal kami sudah menyelesaikan segala persyaratanya yakni, tatap muka 24 jam seminggu. Mengherankan lagi, mengapa di daerah lain seperti Kabupaten Kolaka dan Bombana hampir semua sudah menerima tunjangan, dikemanakan tunjangan kami itu?” protesnya. Mengenai pertanyaan guru tersebut, pengelola tunjangan sertifikasi Dinas Diknas Kota Kendari, Dra Nuriyani Waris, membantah jika dana sertifikasi guru digunakan walikota untuk mendanai program jembatan. Keterlambatan pencairan menurut dia, karena saat ini masih menunggu untuk masuk dalam DIPA perubahan. Untuk melepas dana ke rekening kata dia, harus masuk dulu dalam DIPA

kabupaten/kota. Setelah itu diadakan pembahasan di DPR, untuk penetapannya. “Hari ini (kemarin, red) telah melakukan pembahasan perubahan anggaran. Kalau sudah ketuk palu, dan mendapat pengesahan walikota, dana itu sudah bisa dicairkan,” tegasnya. Ia mengharapkan, guru penerima tunjangan sertifikasi bersabar. Pasalnya untuk melakukan pencairan dana, semua ada mekanisme dan prosesnya. Tidak serta merta dana dicairkan ke rekening, lebih-lebih sekarang ada revisi dari Kemenkeu tentang pelaksanaan mekanisme transfer yang tertuang dalam pedoman umum pelaksanaan pencairan tunjangan dan sertifikasi dan tunjangan tambahan guru. ‘’Dasar itulah yang harus dimiliki bagian keuangan daerah untuk melakukan pencairan. Kami akan diupayakan, dana sertifikasi guru cair sebelum lebaran,” tandasnya. (p1/cr5)

16

Xpresi

10

Kamis, 26 Agustus 2010

Ngabuburit Menunggu Bedug TAU nggak, sejak shubuh sampai tiba maghrib tuh jaraknya sekitar 13 jam. Selama itulah puasa dijalankan. Soal panjang atau pendeknya 13 jam itu relatif, tergantung dari yang ngejalanin puasa khan? tapi yang kebanyakan nih, menjelang berbuka puasa perut dan tenaga semakin mendekati titik rawan, lapar dan loyo brew.. Beugh, saat seperti itu tuh godaannya paling berat. Soalnya rayuan dari dalam perut pasti udah mendayu-dayu, mau ngelawan hampir nggak bisa karena tenaga udah habis. Ibarat meteran bahan bakar di kendaraan, jarumnya udah di merah, sekarat. Untuk ngelawan godaan itu, banyak cara yang bisa ditawarkan tuh, diantaranya nih yang paling keren ngabuburit. Keren khan?, soalnya bisa saling interaksi dengan hobi masing-masing. Yang hobi baca Alquran, ayuk, habiskan waktu sambil nambah pahala, yang demen maen musik, silahkan ngejam bareng, yang demen ngeride, boleh juga tuh walking talking jelajahin aspal dalam kota. Bagi yang suka ngegosip? hahaha, sorry-sorry-sorry jek (ala Sinta Jojo).. nggak ada space buat loe, ngurangin pahala puasa aja sih. Beberapa X_genk juga merasa ngabuburit

tuh “ritual” penting yang nggak terlepas dari puasa. Paling asyik kalau bareng teman-teman karena bisa buat ketagihan. Seperti kata Idin, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini berujar baru tahun ini ikut ngabuburit. Setelah mencoba, dia jadi ketagihan happynya. ‘’Soalnya puasa jadi lebih ceria dan bahagia, selain penuh berkah tentunya,’’ ujar cowok Gemini ini. Kalau soal ngabuburit, Gian pelajar SMAN 2 Kendari juga poernah mencicipi yang namanya ngebike bareng. Katanya sih, dia dan genk motornya muter-muter dari seputaran Wuawua sampai ke Kota Lama. Tapi kegiatan itu nggak dibuat jadi ugal-ugalan, malah katanya mereka ngisinya dengan bakti sosial yakni membagi makanan buat berbuka pada fakir miskin. ‘’Asyik juga soalnya bisa dapat amal kebaikan dan nggak terasa waktu puasanya,’’ terangnya. Begitu juga dnegan Mega. X_girls yang ngeskul di SMAN 6 Kendari ini menajdikan ngabuburit sebagai jadwal harian yang hukumnya sunnah (hihihi). katnaya sih, dengan ngabuburit, lapar dan haus jadi bye

bye. Karena nggak terasa lapar dan hausnya, jadi hampir nggaka da godaan yang bisa ngebatalin puasa. ‘’Tapi nggak setiap hari juga sih ngabuburitnya. Kita cari waktu luang aja. Salah satu tujuan aku ngabuburit biar badan nggak lemas aja seharian berpuasa,’’ katanya. Tapi kayaknya ngabuburit memang nggak asyik yah kalu dilakukan tiap hari. Soalnya kegiatan yang dilakukan bisa jadi monoton dan ngebosanin. Kalo saran dari Riri, siswa SMAN 4 Kendari sih, ngabuburit kayaknya efektif dilakukan dua kali dalam seminggu, terserah ngabuburitnya bareng teman atau keluarga. Tapi itu bukan takaran pasti, karena tergantung dari keinginan yang ngelakuin. ‘’Yah soalnya ngabuburit khan kan kegiatan yang cuman ada di ramadhan. Ngabuburit juga nggak ada ruginya, yang penting tujuannya ikhlas dan nggak macammacam,’’ jelasnya. Mmh, kelihatannya Riri dewasa banget yah?. “Ngabuburit tuh jurus paling ampuh buat nangkis godaan lapar dan haus yang datang sebelum berbuka,’’ hwualahh.. ternyata.. (P1/p2/Ka’_eyko)

1.Rendy Kenza Vortex STIMIK Bina Bangsa Kendari rendystar@rocketmail.com ‘’prnah donk.. paling sring ma teman2.. keuntungn dr ngabuburit adalh menghilangkn kejenuhan saat berpuasa.. tujuan aq ikut ngabuburit karna bete aja tgl drmh trus..hehehe,,tanggpn ortu ktika aq ikut ngabuburit..mmm!!! Kayaknya gak ada ...deh...!’’ 2.Arsyad Alumni SMKN 1 Baubau arsyad_zaid@yahoo.co.id ‘’pERnah dong!! sy sering Ngabuburit ama teman-teman terkadang juga seorang diri. Keuntungan yg di dapat sih, rasa senang krn kumpul bareng sm teman, lainx kalo kita ngabuburit tuh ras...a dahaga & lapar gag di rasa. Daripada BeTe dirumah sy ngabuburit hal itulah tujuan mengapa sy ngikut ngabuburit. orTU sih ngedukung slalu kalo ngabuburit asal jgn lupa wktu sholat & jgn keluyuran!’’ 3.Hazmy Ammy ‘’Pernah,,ma tmN” atau ma shbt. k’untungan’x sih puasa jd gak k’rasa,dr pd brdiam diri drmh,ngeliatin jam nungGuin buka puasa,,kan gak lucu. .hehe.... tujuanx supaya bisa merasakan nikmatx puasa,n serux nungGuin buka puasa ma tmN”. ! org tU...a siCh,,iya” aja,asal ngabuburitx positif’’ 4.Andiat cii Spiderz Luevhh SMPN 1 Ranomeeto iyadpooex@rocketmail.com ‘’pasti sih yac wlaupun hax sekali,,, paling ma sobat2,,, keuntuganx , bisaa ngumpul bareng ma temen2 , ngobatin rasa kangen .,,,7anx biar bsaa memprerat tali prsaudraan,,,bonyok sie gag prnah beri respon yg brlebihan’’ 5.Vhyrda Dagniice SMA Angkasa vhyrda_libiq@ymail.com ‘’iian’K JLaz pRnH’LaaHc,,, aquwH B’zaa BrEn’K CpuPedd”,, K’unTngn.Ea seC gAg DwHa,,, pLiin’K BwT Happy” JwHa iiLng-Indd sTrEzz!! 7’andd.ea B’ar gg BT JwHaa secH.... TnggApndd ORTU.quwH pLiinK ng0ceH” Dkidd LaHc...’’ 6.Rhirin Chantique Alumni STIM Nitro Makassar asriani_indah88@yahoo.co.id ‘’pernah lha, paling sering ma tman2 klo keuntungannya sech bisa ngumpul en curhat2 soal aktivitas di week ini apalagi klo lama nga jumpa2....yg bi...asanya malah msih nga cukup waktu gtu’’

TENGSIN Siti Asriyuli

Pengurus HMPS Kesehatan Masyarakat Unhalu

Hunting Menu Buka BEBERAPA jam pra buka puasa emang menjadi hal yang mendebarkan. Kadangkadang kita merasa takut dan was-was apakah puasa kita bisa full sampe adzan magrib tiba, coz biasanya godaan terberat yang kita rasakan saat mejalankan ibadah puasa adalah waktu jelang berbuka. Sambil menunggu waktu berbuka puasa alias ngabuburit, saya biasanya menghabiskan waktu untuk menghunting menu berbuka. Bersama nyokap, saya kadang membeli suguhan buka puasa yang disunnahkan, yakni manis dan segar. Itupun kalo nyokap nggak sempat menyiapkan menu berbuka puasa di rumah. Pusat jajajan menjadi sasaran kami ngabuburit. Soalnya disitu kita bebas memilih karena banyak tawaran makanan dan minuman yang tersedia. Sambil mencari menu berbuka yang sesuai selera, biasanya ngga terasa waktu udah jelang magrib. Artinya waktu untuk ngabuburit telah habis. Hunting menu selesai, en saatnya untuk berbuka bareng keluarga, pokoknya nggak terasa deh..(ka’_Piyan/ka’_eyko)

7.Adrhy Ziganhy SMKN 1 Lainea adrhyzigxerho@yahoo.co.id “hmmm...pernh sich.tpi jarng2,palingan ma temen itupun janjian dlu,cma pengen ngisi waktu aja ma tmen”

SHARE Dra Hj Rosmin Ando Kepala MAS Pesri

Lakukan Kegiatan Positif SAMBIL menunggu waktu berbuka puasa, ada baiknya kalo kita menghabiskan waktu untuk kegiatan yang positif. Misalnya mengikuti pengajian, membaca Alquran atau menyiapkan menu berbuka puasa untuk anggota keluarga di rumah. Selain mendapat pahala, kita juga ngga akan merasakan lelahnya menunggu waktu berbuka, lebih-lebih kalo kita melakukan hal itu dengan niatan tulus karena insya Allah, Allah akan memberikan keringanan kepada kita menjalankan ibadah puasa. Selain itu, ada hal lain juga yang bisa kita lakukan, yakni berolahraga ringan. Selain bisa melupakan sejenak pikiran kita dari waktu berbuka yang masih beberapa jam lagi, juga membuat tubuh dan pikiran kita sehat. Pokoknya, banyak hal positif yang bisa dilakukan saat ngabuburit. (ka’_piyan/ka’_eyko)

Bagi sobatsobat X-genk yang pengen gabung ngasih komentar via Facebook di rubrik kesayangan kamu ini, silahkan add Facebook X-Presi :

expresikp @yahoo.com

Model X-presi

Pengin wajahmu tampil sebagai model X_presi ? Gampang kok, gratis lagi.Info lebih lanjut hubungi

0852 418 82 818. Ayo, buruan...!

8.IrmHaN Tonanda SMAN 1 Wawotobi irman_tonanda@yahoo.com “prnH Siewch ma tmaN2 n sPupu tp kdaNg2 eaa bsa b’cNda sma2" 9.Ninie Maniezt ninie.maniezt@yahoo.com SMAN 1 Unaaha “eaa prnh lagH ma tman2 wlwpn jraNg siiewch biiar bsa ngumpuL2” 10.Fachmy Vnl UIN Alauddin Makassar fachmy_vnl@rocketmail.com “PAsti.y pernah ciy,..breng ma temand2 kampuZ n ang2 Dekat Rumah aja,.bhkn ma tmn2 dh punya Planning hari JUmat esok ngdain acara Buka Puasa bersama,.. :) ...ngebu2rit ma Tmnd2 pasti.y bisa jdi ajng seru2an,bhkan jadi ajng U/ mmperkuaT tali silaturahmi ma tmnd2 lama.,. tnggaPn OrTu sech it’s Ok,.selama KgiataN.y Yg Positif2 aja.’’ 11.Adamz Zaragosa adamz_ghino@yahoo.co.id ‘’Ngabuburit Asyiknya Ma Teman.... K’Lo MasaLah KeuNtungan... Itw She Urusan Belakang.... Yang Penting Ngabuburitnya Enjoy.... mmmm.... OrTu Shey Nanggapinya.... + aja... Yang Penting Anaknya seNang... Ortunya Juga Senang.... heheheheheee’’

Kamis, 26 Agustus 2010

Pembangunan Fisik dan Mental Harus Berimbang

WALUDDIN USA/KP

Dirut Kendari Pos Milwan Lukman(kanan) menyerahkan bantuan kepada salah satu pengurus masjid beberapa waktu lalu.

Masjid Al-Khairat Gelar Lomba Adzan Andoolo, KP Libur sekolah di Bulan Ramadhan, dimanfaatkan dengan baik pengurus Masjid Al-Khairat, Kelurahan Alangga, Kecamatan Andoolo,Konsel. Remaja masjid setempat menggelar berbagai macam lomba, seperti adzan dan hafalan surat pendek Alqur’an. Lomba adzan semua tingkatan, mulai SD, SMP dan SMA, termasuk lomba hafan surat pendek Al-Qur’an. “Untuk tingkat SD 10 surat, SMP 15 surat dan SMA 20 surat,”tukas Azis Rahman S.Ag,salah seorang panitia.

Kegiatan ini diikuti 232 peserta dari Alangga, Andoolo, Potoro dan Punggapu. Untuk tingkat SMP dan SMA hanya diikuti peserta dari Andoolo dengan jumlah 40 orang. “Hari ini mulai kita lombakan dan akan berakhir besok,”ujar Azis Rahman yang juga guru agama Islam di SMP 3 Andoolo. Menurut dia, kegiatan tersebut penilaiannya cukup ketat. Sebab juri yang diturunkan adalah mereka yang menguasai jenis lomba. “Panitia menyiapkan tropy dan uang pembinaan, ”katanya. (era)

Kendari,KP Pameo Kendari yang diidentikan dengan “kendala seharihari” sampai juga di telinga Wawali H Musadar Mappasomba. Ia miris dengan istilah tersebut yang terus berkembang luas. Padahal tak bisa dipungkiri Kendari terus berkembang, termasuk pembangunan infrastrukturnya. “Tapi keterbatasan itu tidak boleh menjadi halangan kita untuk terus membangun dan membenahi kota ini agar kelak Kendari menjadi kota yang penuh “Kenangan Indah Setiap Hari”. Saya optimis ini akan terwujud dalam waktu yang tidak lama lagi, mengingat komitmen yang kuat dari Pemkot Kendari untuk terus berupaya memajukan kota ini,” kata Musadar mengawali ceramah tarawih di Masjid Qub Wal Asmaul Husna, Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-wua. Dalam ceramahnya, Musadar menghimbau seluruh umat Islam di Kota Kendari turut berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan. Hakekatnya,

pembangunan yang digalakkan pemerintah tidak akan pernah berhasil tanpa adanya dukungan seluruh elemen masyarakat. “Pembangunan fisik dan mental tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Bahkan pembangunan mental perlu diseriusi oleh semua pihak karena menyangkut moralitas. Moral yang dilandasi iman dan takwa kepada Allah SWT, Insya Allah akan menjadi modal besar dalam kegiatan pembangunan, sehingga selain pembangunan yang dilaksanakan berhasil juga mendapat ridho dari Allah SWT,” ungkapnya. Lebih lanjut mantan dosen Faperta Unhalu ini mengungkapkan, sebagai salah satu implementasi dapat dilihat dalam pelaksanaan ibadah puasa. Menurutnya puasa mengajarkan

manusia untuk bersabar, menahan hawa nafsu serta mensyukuri nikmat Allah sekecil apapun. “Bukan hanya di dunia manusia dapat merasakan manfaat atau hikmah dari pelaksanaan ibadah puasa, tetapi juga balasan pahala sebagai modal di akhirat. Mengingat setiap kebaikan yang kita lakukan, akan mendapat balasan setimpal dari Allah,” lanjutnya. Sebagai bentuk kepedulian Pemkot Kendari terhadap pembangunan mental dan spiritual, Musadar menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Bantuan tersebut diterima langsung salah seorang pendiri Masjid Qub Wal Asmaul Husna, H Taher. Tidak ketinggalan dihelat rutinitas Safari Ramadhan berupa pemberian kuis berhadiah sajadah kepada jamaah anak-anak. (cr6)

Perbanyak Amalan di Bulan Ramadan Pasarwajo, KP Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada seluruh hamba-Nya yang bertakwa. Halitu ditegaskan Bupati Buton, LM. Sjafei Kahar ketika bersafari Ramadhan di Kecamatan Batauga. Sebelumnya, bupati Buton beserta rombongan menggelar buka puasa bersama masyarakat di Rujab Camat Batauga, yang dilanjutkankanm salat di Masjid Nurul Fitri. “Dengan keutamaan bulan Puasa ini, tidaklah heran sekiranya bagi

Ass.Pak Ustaz. Bagaimana hukumnya jika seseorang wanita tidak berpuasa berhubung sedang hamil 5 bulan ? Dalam kitab As - Shiyam Al – Bahayi diterangkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh KH Drs Muslim M Si Ahmad; Sesungguhnya Allah Ta‘ala membebaskan seperdua shlat dari orang musafir, dan memberikan keringanan ( Rukhshah ) bagi mereka untuk berbuka puasa. Dan rukhshah itu berlaku pula bagi orang yang menyusukan dan orang yang hamil jika keduanya kuatir akan kesehatan anaknya. Dari keterangan ini para Fuqaha‘ ( Ulama Fiqh ) sepakat bahwa orang hamil dan menyusui sama dengan orang musafir dan orang sakit dalam hal boleh berbuka, yang berbeda adalah apakah hanya wajib Qadla atau fidyah saja, ataukah kedua duanya. Dalam kitab Syafi‘iyah diuraikan; Perempuan hamil / menyusukan bayinya, jika mereka takut akan terganggu kesehatannya sendiri ia wajib mengqadla. Hal itu disamakan dengan musafir atau orang sakit. Tetapi kalau mereka hanya takut / khawatir akan kesehatan bayi yang dikandungnya atau yang disusukan boleh juga berbuka tetapi samping Qadha‘ juga wajib membayar fidyah. Itulah menurut Imam Syafi‘I, Imam Ahmad Ibnu Hambal,Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Tetapi menurut Imam Abu Hanifa, Qadha‘ dan Fidyah adalah pengganti puasa sehingga tidak mungkin satu kewajiban puasa diganti dengan dua bentuk tebusan. Imam Malik, orang hamil itu harus mengqadla, sedangkan yang menyusukan kalau khawatir akan anaknya maka qadla dan juga fidyah. Dalam kitab Bidayatul Mujtahid I, Ibnu Rusyd mengatakan yang menetakan salah satu hukum mengqadla atau fidyah saja lebih baik daripada yang menetapkan kedua duanya, dan yang menetapkan mengqadla saja lebih baik dari pada yang menetapkan fidyah. Catatan. Dari perbedaan2 tes yang lebih utama adalah Mazhab Syafi‘I yang banya dianut Umat Islam di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunai. Ass.Pak Ustaz, saya seorang suami malam

golongan yang beriman mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan amal ibadah. Berpuasa bukan sekadar meninggalkan makanan dan minuman. Tetapi, untuk memperoleh kesempurnaan. Dalam berpuasa seseorang seharusnya juga meninggalkan perkataan-perkataan yang keji serta perbuatan yang dilarang Allah,” kata Sjafei Kahar. Sjafei dalam ceramahnya juga membeber soalkeberhasilan dalam memimpin pemerintahan. Pasca pemekaran wilayah, kata dia, Kabupaten Buton menjadi daerah tert-

ke 7 puasa saya yang berhubungan dengan istri,karna istri lagi datang bulan/ haid akhirnya tidak jadi. Pada akhirnya saya onani tanpa sepengetahuan istri.Tujuan saya hanya untuk menghindri pikiran-pikiran negatif dalam Ramadhan ini.Tolong penjelasanya Onani haram dilakukan, walaupun di malam hari pada bulan Ramadhan karena tidak hanya terkait dengan batalnya puasa tetapi memang perbuatan yang dilarang. Solusinya kalau isteri haid lalu suami bernafsu, maka ada ulama yang membolehkan bercumbuh dengan isteri sampai datang kenikmatan dengan keluarnya air mani asal jangan berhubungan Ass.Pak Ustaz,saya punya teman katanya dia tidak tau mengaji tapi bacaanbacaan sholat dia hafal...Terus dia juga khusyu melakukan sholat 5 waktu..Apakah sholat sah atau tidak. Al Qur’an merupakan pedoman bagi kaum Muslimin, karena itu agar seluruh tindakan perbuatan dan amalan sebagai kewajiban seorang muslim harus berpedoman kepada al Qur’an, karena itu seoran muslim harus tau membaca al Qur’an. Bagaimana dengan shalatnya? Kalau ia menghafal bacaan shalat apalagi sudah tahu dan menghafal yang menjadi rukun shalat maka sah shalatnya. Al fatihah adalah salah satu rukun shalat, jadi kalau dia membaca al fatihah pada saat shalat berarti sah shalatnya, dan kalau tahu membaca al fatihah berarti tahu mengaji. Ass.Pak Ustaz,bagaimana caranya kalau mau sholat tarawih tapi datang terlambat sampai ketinggalan 2 rakaat,jadi mengikuti imam tinggal 6 rakaat langsung witir. Bukan hanya terlambat dua rakaat justeru yang terlambat adalah shalat wajib isya, jadi harus shalat isya terlebih dahulu terkecuali kalau sudah shalat isya di rumah maka boleh langsung ikut shalat tarwih. Setelah 6 rakaat jangan ikut shalat witir.Silahkan tambah lagi dua rakaat yang masih kurang setelah cukup baru shalat witir. Boleh ditambah di masjid,namun tungguh setelah orang shalat witir selesai atau boleh kembali ke rumah nanti dilakukan di rumah, lalu shalat witir.

inggal, utamanya sector pendidikan. Ketika Bombana, Wakatobi dan Baubau mekar, SMA di Kabupaten Buton cuman tersisa tiga. Nah, Pemkab Buton dengan berbagai lobi serta strategi yang dikembangkan, SMA negeri sekarang telah bertambah jumlahnya menjadi 28. Ia juga membeberkan perkembangan dan kemajuan selama ini, utamanya sarana transportasi di daerah terabaikan seperti Siompu, Kadatua, Batu Atas dan Pulau Talaga. “Semua pulau-pulau tersebut telah memiliki jalan lingkar,” katanya bangga. (k1)

ULFA/KP

Bagi-bagi ta’jil berupa es buah kepada sopir angkot, ojek dan pejalan kaki yang melintas di depan kantor PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) Kendari. Pemberian ta’jil sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

18 Kendari Pos | Kamis, 26 Agustus 2010

Ibrahimovic Makin Dekat ke Milan KETIKA bertamu ke Nou Camp, malam tadi, dua misi yang diusung AC Milan. Mereka memenuhi undangan dari Barcelona untuk berlaga di Trofeo Joan Gamper dan bernegosiasi untuk mendapatkan Zlatan Ibrahimovic. Sejak bursa transfer awal musim ini dibuka Ibrahimovic seringkali dikabarkan akan meninggalkan Barca. Penyebabnya, tidak lain karena mereka telah mendatangkan David Villa dari Valencia. Ibrahimovic menjadi beban lebih di Barca. Sulit baginya untuk menuntut terus mendapatkan peran utama di kala sederet striker Barca lainnya bermain luar biasa. Selain Villa, masih ada Lionel Messi, Pedro, Bojan Krkic, dan Jeffren. Pedro dan Villa jelas lebih diutamakan menemani Messi. Nah, dalam beberapa pekan terakhir kabar Ibrahimovic akan balik lagi ke Italia makin santer. Rossoneri (julukan Milan) disebut-sebut sebagai klub yang

paling getol menginginkannya. Bahkan, Mediaset mengklaim, telah tercapai deal dengan Ibrahimovic. Jika grup media milik Silvio Berlusconi, owner Milan, itu mengklaim, maka sulit untuk dibantah. Mereka menyatakan striker asal Swedia itu akan datang dengan status bebas transfer dan akan menerima gaji EUR 6 juta atau setara Rp 68,5 milian pertahun. Selain opsi pinjaman, striker Milan Marco Borreillo rencananya juga akan menjadi bagian dari transfer, dia akan bergabung ke Barca. “Apakah saya akan bergabung dengan Barcelona” Siapa yang tahu,” ujar Borriello kepada SkySport24. Nah, Ibrahimovic secara pribadi sudah tidak keberatan untuk pindah, meski dalam beberapa kesempatan Mino Raiola, agen Ibrahimovic, terus menepis rumor pindahnya mantan pemain Inter Milan itu. Namun, Milan terus merayu. Sejatinya, Barca menginginkan bek Milan asal Brazil Thiago Silva jadi bagian dari bergabungnya Ibrahimovic ke Milan. Tapi, wakil presiden Milan Adriano Galli-

Simon Sukses Lewati Tantangan Pertama

ani enggan melepasnya. Di sisi lain, Milan tak sanggup membeli Ibrahimovic. Di sisi lain, entrenador Barca Josep Guardiola menyatakan bahwa dia tidak menyesal telah menggaet Ibrahimovic dari Inter dan membarternya dengan Samuel Eto’o di musim lalu. Meski performa Ibrahimovic ternyata tidak padu

dengan rekan-rekannya. “Saya tidak menyesal atas pertukaran itu. Anda tidak bisa mengulang lagi keputusan yang telah dibuat,”kata Guardiola. Namun, dia menolak rumor bahwa terjadi ketegangan antara dirinya dengan Ibrahimovic. “Saya tak mau mengomentarinya,” lanjutnya. (ham/ko)

Jakarta, KP Simon Santoso menjadi harapan Indonesia untuk meraih gelar juara tunggal pria di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2010. Itu karena, pada turnamen yang digelar di Pierre de Coubertin Arena, Paris, Sony Dwi Kuncoro tak bisa turun karena mengalami cedera pinggang. Taufik Hidayat sendiri yang saat ini masih menjadi tunggal terbaik telah menyatakan, dirinya susah bersaing di jajaran elite tunggal pria dunia untul meraih gelar juara. Pada laga perdananya di kejuaraan dunia, kemarin, Simon berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Pemain kelahiran Tegal, 29 Juli 1985 itu berhasil menang 21-11, 21-17 atas Przemyslaw Wacha dari Polandia. “Game pertama Simon menang meyakinkan. Di Game kedua cukup ketat, karena dia masih menyesuaikan diri dengan lapangan,” ungkap Manajer Tim Indonesia Yacob Rusdianto lewat sambungan telepon internasional tadi malam. Dia menambahkan, saat ini tren permainan Simon tengah menanjak usai menjuarai Taiwan Grand Prix Gold 2010 (3-8 Agustus). Pria yang juga sekjen PB PBSI itu yakin, pebulu tangkis peringkat keenam dunia itu juga akan tampil baik di kejuaraan dunia.

Menurutnya, dengan penampilan Sony yang sering terganggu cedera, peraih emas di SEA Games XXV/2009 di Laos itu adalah tunggal pria utama di pelatnas. Karenanya, dia harapan merengkuh titel dibebankan di pundaknya. “Saya yakin dia tidak akan merasa dibebani dengan harapan-harapan kepadanya. Justru dia akan merasa didukung,” paparnya. Dia menambahkan, Simon biasa menampilkan permainan tenang. Tapi, dalam pertandingan melawan Wacha itu terlihat, Simon juga berbahaya jika bermain cepat. Dia berharap, Simon akan terus tampil konsisten. Hari ini, Simon akan melawan Hsueh Hsuan Yi (Taiwan) pada babak kedua. Dia yakin, pemain binaan Tangkas Alfamart itu bakal mampu mengatasinya. Ini adalah pertemuan pertama mereka. Tapi, dari peringkat dunia, Simon unggul dari calon rivalnya yang hanya menempati urutan ke-55 dunia itu. Simon yang pada turnamen ini diunggulkan di peringkat kedelapan akan menghadapi lawan selevel bila mampu mengatasi Hsuan Yi. Di babak ketiga, kemungkinan dia akan berhadapan dengan Boonsak Ponsana (Thailand) yang menempati urutan kesembilan dunia. (nar)

19

Kendari Pos | Kamis, 26 Agustus 2010

Wajah Perot Berdampak Air Mata Buaya BERADA di ruang ber-AC (air conditioner, pendingin ruangan) memang nyaman. Rasa panas dan keringat pun langsung lenyap. Tapi, berada di ruang ber-AC terlalu lama kurang menguntungkan bagi kesehatan tubuh. Sebab, ada risiko Bell’s palsy. Gejala yang muncul adalah mendadak satu sisi wajah perot saat bangun tidur, satu mata tidak bisa berkedip, dan ludah terus menetes. “Meski hampir sama, Bell’s palsy tetap berbeda dengan stroke,” kata dr Sutis Nasia SpS. Bell’s palsy hanya menyerang satu sisi wajah, tanpa diikuti kelemahan anggota gerak tubuh lainnya. Sebab, ada serangan saraf tepi urutan ke-7 (saraf fasial) di antara total 12 pasang saraf cranial. Dalam kondisi tersebut, terjadi ketidakmampuan mengontrol otot-otot muka pada sisi yang sakit. Pada stroke, penderitanya mengalami kelumpuhan separo badan. Hal tersebut disebabkan pembuluh darah pecah atau tersumbat. “Saraf ketujuh ini berfungsi sebagai hear, tear, taste, face,” papar spesialis saraf dari Siloam Hospitals Surabaya itu. Jadi, lanjut dia, penderita Bell’s palsy menderita gangguan pendengaran, sekresi kelenjar air mata, pengecapan dua pertiga lidah depan, dan

yang sering adalah kelemahan satu sisi otot muka. Penyebabnya, kata Sutis, belum diketahui pasti. “Namun, yang biasanya disalahkan adalah lingkungan dingin, sering terkena angin malam, terpapar kipas angin dan AC, serta naik motor tanpa memakai helm,” tuturnya. Kondisi dingin diperkirakan membuat pembuluh darah ke saraf fasialis terse-

but menyempit alias vasospasme. Penyempitan itu mengakibatkan iskemia (berkurangnya suplai oksigen). Akhirnya, terjadi kelumpuhan. Hipotesis ini dikenal dengan teori iskemik. “Selain udara dingin, ketegangan emosional, terpapar karbondioksida, trauma wajah juga dianggap penyebab iskemik,” tuturnya. Teori kedua mengenai Bell’s palsy

Kulit pun Jadi Kering TAK hanya wajah perot alias Bell’s palsy yang dipicu dinginnya AC. Kulit jadi kering pun bisa gara-gara pendingin ruangan tersebut. Selain itu, air panas, detergen, orang yang bepergian dengan pesawat, terpapar polusi, dan bahan kimia memengaruhi kondisi kulit. Tak hanya kulit wajah, hampir semua bagian kulit bisa mengalami kekeringan. ‘’Faktor-faktor tersebut mengganggu kelembapan bagian stratum korneum atau kulit ari tubuh,’’ jelas dr Marina Haroen SpKK. Beberapa tanda klinis kulit kering adalah tampak kasar, tidak cerah, terlihat pecah-pecah, pun kusam. Kadang-kadang kulit terasa menegang (tertarik), bersisik, dan terasa gatal-gatal. Spesialis kulit dan kelamin dari dr Ramelan Aesthetic Clinic RSAL dr Ramelan Surabaya itu menyarankan

penggunaan pelembap untuk mencegah kulit kering. Bila kekeringan kulit sangat parah, bisa digunakan moisturizer cream. ‘’Krim ini digunakan sesegera mungkin setelah mandi atau kulit terkena air. Misalnya, habis wudu,’’ ucapnya. Setelah mandi, keringkan kulit dengan handuk. Setelah itu, oleskan moisturizer cream. Pengolesan krim itu bertujuan mencegah penguapan berlebihan pada kulit. Marina menyatakan, ada istilah transepidermal water loss (TEWL). Maksudnya, penguapan air melalui kulit tubuh. Semakin tinggi kadar TEWL, bertambah keringlah kulit kita. ‘’Krim pelembap berguna mencegah peningkatan TEWL tadi,’’ terangnya. Selain habis mandi dan wudu, sebaiknya krim pelembap dioleskan kembali tiap 3-4 jam. Dokter lulusan FK

Unair itu memisalkan seharian berada di kantor. Sebaiknya, disempatkan untuk mengoleskan krim pelembap ke tubuh. ‘’Bagi yang kulitnya gampang kering, kebiasaan ini jangan dilupakan. Tentunya, tak sedap dipandang mata bila kulit bersisik,’’ imbuhnya. Cara lain untuk mencegah kulit kering, tidak menggunakan sabun yang mengandung detergen. Marina menyatakan, ada ciri-ciri sabun yang mengandung detergen. Yakni, kadar pH-nya tinggi. ‘’Kadar pH tinggi menunjukkan suasana basa. Kondisi tersebut justru membuat kulit cepat kering,’’ paparnya. Sebaiknya pilih sabun dengan pH netral. Bila perlu, oleskan minyak zaitun. Yakni, bila kulit dalam keadaan kering dan terkadang mengalami pengerutan. Serta, minum air putih secukupnya setiap hari. (ai/c13/nda)

adalah infeksi virus. Diduga, virus herpes simpleks tipe1, herpes zoster, virus Epstein Barr, Cytomegalovirus, serta influenza A dan B berperan dalam merusak jaringan ikat myelin saraf fasialis. “Teori ketiga adalah imunologi,” ujarnya. Kelainan saraf ke-7 ini, lanjut Sutis, banyak terjadi pada orang yang daya tahannya menurun. Misalnya, penderita HIV, penderita lupus, dan ibu hamil. Faktanya, kata dia, penderita Bell’s palsy sembuh sendiri. Sekitar 85 persen menunjukkan perbaikan dalam tiga minggu. Hanya 15 persen perbaikan terjadi setelah bulan ke-36. “Namun, bila lebih dari tiga minggu belum ada perbaikan, biasanya terjadi kecacatan wajah,” terangnya. Kecacatan bisa berupa crocodile tear phenomenon, kontraktur, dan kedutan wajah (tic’s facialis). Crocodile tear phenomenon atau fenomena air mata buaya adalah pengeluaran air mata sewaktu penderita mengunyah makanan. Ini terjadi karena regenerasi serabut saraf yang salah arah. Pemberian kortikosteroid secara dini mengurangi pembengkakan saraf fasialis. Pemijatan, neurostimulator, dan akupunktur juga dipercaya membantu penyembuhan. (ai/c8/nda)

Risau Selulit OLEH: dr Indra Tjahjono SpKFR, Spesialis Kedokteran Fisik Rehabilitasi RS Husada Utama Surabaya Saya perempuan berusia 38 tahun. Pada usia itu, saya masih ingin terlihat cantik di mata suami. Namun, berat badan yang naik turun menimbulkan selulit di area sekitar perut. Ini membuat saya menjadi tidak percaya diri. Apakah selulit bisa dihilangkan? Bagaimana cara yang tepat untuk menyamarkan atau menghilangkan selulit? Sinta, Surabaya — PERTAMBAHAN usia akan memengaruhi organ-organ tubuh, termasuk kulit dan timbunan lemak. Itu terjadi setelah melewati usia 30 tahun. Kulit akan mengalami penurunan elastisitas. Sedangkan deposit lemak akan meningkat di daerah perut, paha, dan pantat. Salah satu penyebab timbulnya selulit adalah obesitas. Penyebab lainnya, hormonal (folliculine, estrogen), genetik, lifestyle, pemakaian celana terlalu ketat, pasca melahirkan, dan menopause. Obesitas merupakan keadaan abnormal atau akumulasi lemak berlebihan dan meluas. Hal tersebut memungkinkan mengganggu tubuh. Body mass index (BMI) merupakan cara paling mudah untuk menentukan derajat obesitas. Caranya, berat badan dalam satuan kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam satuan meter kuadrat. Orang Asia normalnya 18,5-22,5, kelebihan > 23, obesitas > 25. Cara lainnya, menghitung lingkar perut, pria < 90 cm dan wanita < 80 cm. Memang tidak mudah menurunkan berat badan pada usia 38 tahun. Tapi, Ibu jangan pesimis. Berat badan Ibu pasti akan menjadi normal, asal ada kemauan/motivasi yang keras. Motivasi tersebut akan mengalahkan rasa keinginan mencoba makanan karena rangsangan pancaindera. Jangan lupa olahraga yang bersifat endurance. Misalnya, jalan cepat atau joging. Cara itu mempercepat penurunan berat badan. Kemudian, lakukan diet dengan asupan gizi yang cukup dan kurangi jumlah kalori makanan yang masuk. Ubah lifestyle. Selulit tak bisa hilang secara keseluruhan, tapi bisa berkurang asalkan diterapi dengan benar. Ada beberapa terapi yang telah dilakukan sekarang. Yaitu, latihan penguatan otot-otot pada daerah yang terdapat selulit dengan menggunakan alat-alat mekanik seperti pneumatic massages, stimulasi saluran limfa melalui pijat, dan terapi panas. Terapi lainnya adalah ultrasound, radio frekuensi, terapi magnet, radial wave therapy, endermologie, dan elektrostimulasi. Ada juga obat-obatan yang meliputi methylxanthines dan pentoxifilline. Untuk mendapatkan terapi, Ibu bisa berkonsultasi di rumah sakit terdekat. Ibu perlu ditangani dokter spesialis rehabilitasi medik untuk berkonsultasi obesitas dan latihan-latihan. Selain itu, Ibu berkonsultasi ke dokter spesialis kulit untuk terapi alat serta obat-obatan. (*/c8/nda)

20

Kendari Pos |Kamis, 26 Agustus 2010

Ratusan Politisi PPP Jaminkan Diri untuk Bachtiar Chamsyah Jakarta, KP Mantan Menteri Sosial yang menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bactiar Chamsyah, terus mendapat dukungan moril dari rekan-rekannya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan para politisi PPP bersedia menjaminkan diri agar tersangka kasus dugaan korupsi penghadaan sarung di Depsos itu bisa memperoleh penangguhan penahanan. Permohonan resmi agar Bachtiar memperoleh penangguhan penahanan pun kembali diajukan ke KPK, Rabu (25/8). Menurut Wakil Ketua Departemen Bidang Politik DPP PPP, Hindartono, dalam permohonan itu belasan anggota DPR RI dari Fraksi PPP juga membubuhkan tanda tangan. “Seluruhnya ada 115 kader yang siap jaminkan diri dan membubuhkan tanda tangan. Ada yang dari DPR RI, mantan DPR RI, pimpinan departemen, majelis syura DPP PPP dan dari DPRD Tingkat Dua (kabupaten/kota). Istri ketua umum (PPP) dan anak mantan ketua

WAHYU DWI NUGROHO/RAKYAT MERDEKA

BACHTIAR CHAMSYAH DITAHAN KPK.: Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kain sarung dan impor sapi Depsos, Bachtiar Chamsyah (kiri) resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Kamis (5/8). umum juga ada,” kata Hindartono sesaat sebelum menyampaikan berkas permohonan penangguhan penahanan untuk Bachtiar di KPK. Menurut Hindartono, ada beberapa pertimbangan dalam permohonan penangguhan penahanan yang diajukan ke KPK. “Beliau (Bachtiar) kan sudah sepuh,” ujarnya. Selain itu, Bachtiar Cham-

syah juga diyakini sebagai pejuang sejati. Bahkan Ketua Umum Parmusi itu dinilai telah berjasa bagi bangsa. “Beliau adalah tokoh agama. Beliau juga berhasil membangun kembali Departemen Sosial yang sebelumnya pernah dibubarkan,” tambahnya. Sebagaimana diketahui, Bachtiar telah ditahan KPK pada awal Agustus lalu karena

tersangkut kasus korupsi pengadaan kain sarung di Depsos. Permohonan penangguhan penahanan Bachtiar sudah pernah disampaikan oleh pihak keluarganya, Parmusi, serta Gerakan Muda Pembaruan Indonesia (GMPI). Namun belum ada respon dari pihak KPK. Juru bicara KPK, Johan Budi, sebelumnya mengatakan bahwa permohonan itu masih dikaji.(rnl)

SBY Mengeluh, Parpol Anggap Sinyal Reshuffle Jakarta, KP Ketidakpuasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap kinerja sejumlah menterinya dalam merespons isu dianggap persoalan bagi performance pemerintah. Sejumlah politisi menganggap keluhan SBY itu sebagai sinyal yang bisa berujung reshuffle terhadap sejumlah pos menteri yang dinilai lamban dalam bekerja. “Ketidakpuasan yang dipublikkan itu bisa jadi merupakan sinyal pergantian,” kata Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuzy di gedung DPR kemarin. Menurut dia, sejak era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid pertama, setiap akan ada reshuffle, Presiden SBY selalu memberikan isyarat politik terlebih dahulu. “Selalu diberikan sinyal,” ujar Romi ?begitu Romahurmuzy biasa disapa. Dia menegaskan, pergantian menteri merupakan wewenang presiden. Karena itu, kalau memang mau ada reshuffle, tidak perlu ada terlalu banyak polemik. Presiden bisa langsung mengganti menterinya bila merasa sudah tidak cocok. “Tidak perlu dengan mengilmiahkan ketidakpuasan terhadap menteri atau melakukan kosmetikisasi dramatisasi proses pegantian,” sindirnya. Selama ini, lanjut Romi, SBY selalu meminjam energi publik untuk menyampaikan sinyal-sinyal politik. Misalnya, dengan “mengumumkan” ketidakpuasannya terhadap sejumlah menteri. “Jadi, memobilisasi energi publik untuk mengintimidasi atau menghantam anak buahnya sendiri. Dari sisi kepemimpinan, ini tidak bagus,” ingatnya. Romi sebenarnya tidak berharap adanya reshuffle kabinet. Sebab, reshuffle itu hanya menunjukkan bahwa komposisi kabinet telah disusun secara tambal sulam. Meski begitu, dia sepakat bahwa para menteri memang perlu meningkatkan kinerja mereka. Termasuk para menteri yang sebelumnya menerima rapor merah dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang diketuai Kuntoro Mangkusubroto. “Soal diganti atau tidak, itu urusan presiden,” tegasnya. Dalam sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin lalu, SBY mengeluhkan sejumlah isu yang tidak direspons secara memadai oleh para menteri. Presiden mencontohkan kebijakan tentang grasi dan remisi, insiden penangkapan pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan oleh otoritas Malaysia, rekening gendut perwira tinggi kepolisian, dan hukuman mati terhadap sejumlah WNI di Malaysia. Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto mengatakan, presiden mempunyai otoritas untuk mengevaluasi para menterinya. Kalau pada akhirnya presiden melakukan perombakan kabinet, lanjut Setya, itu

juga bagian dari hak prerogatif presiden. Terkait dengan posisi Fadel Muhammad di kabinet, Setya

menegaskan, kadernya itu tetap dinilai memiliki kapasitas dan integritas tinggi. “Sebagai manusia mungkin ada

kesalahan. Tapi, dia masih kader terbaik partai. Segala sesuatu serahkan kepada presiden,” kata Setya. (pri)

Soetrisno Bachir, Mengapa Mundur dari PAN

Saya Tak Ingin Kesan Mau Ambil Alih Partai Mantan Ketum PAN Soetrisno Bachir memutuskan mundur dari partai yang per-nah dia pimpin. Apa penyebabnya? Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan tokoh yang biasa dis-apa SB atau Mas Tris oleh para sahabatnya itu di Jakarta kemarin.

Banyak elite DPP PAN yang tidak yakin Anda keluar dari partai karena belum menerima surat resmi? Berpartai itu bukan seperti kerja PNS yang terikat dengan formalitas pegawai negeri. Dalam posisi sebagai mantan ketua umum, tentu harus bicara ke publik. Kalau (mundur) diamdiam, kayak pegawai perusahaan. Mengapa keluar dari PAN? Saya ini sekarang melakukan kegiatan bisnis dan sosial. Kalau tidak menanggalkan keanggotaan PAN, sekiranya bukan mantan ketua umum, mungkin tidak masalah. Tapi, saya dike-nal banyak orang (dengan identitas itu, Red). Embel-embel partai mempunyai risiko. Apalagi, masyarakat sekarang ini terkotak-kotak oleh partai. Tapi Anda sudah tak aktif sebagi pengurus PAN? Dulu, dalam melakukan kegiatan sosial, saya sering membawa bendera PAN. Ini ada resistensi bagi masyarakat yang bukan PAN atau tidak berpartai. Dengan tidak berbendera partai, maka (itu) tidak menghalangi masyarakat untuk bergabung.

Soetrisno Bachir Aktivitas sosial apa yang tengah Anda kembangkan? Saya tengah bekerja sama dengan Mohamad Safi?i Antonio, pakar ekonomi Islam (juga mantan direktur Bank Muamalat, Red) itu, untuk mengembangkan semacam Grameen Bank yang dikembangkan Mohamad Yunus di Bangladesh. Kalau Grameen Bank melakukan pemberdayaan perempuan dengan pinjaman, saya bersama Pak Safi?i akan mendirikan koperasi simpan pinjam dengan sistem bagi hasil. Safi?i tidak partisan partai. Saya juga tidak lagi. Ini salah satu alasannya. Jadi, masih ada alasan lain? Saya ingin di internal PAN ada kepastian. Sekarang ada kesan seolah-olah saya akan comeback. Saya tengah menggalang kekuatan untuk mengambil alih PAN lagi. Itu tidak benar. Keluarnya saya akan memperjelas tidak adanya se-

mua rencana tersebut. Jadi, setelah ini, silaturahmi saya dengan kader-kader PAN tidak dicurigai lagi. Mungkin, di partai hal itu (saling curiga) biasa. Tapi, itu tidak baik buat saya yang mau aktif di dunia bisnis dan sosial. Ada rencana mendirikan partai baru? Saya mungkin akan memutuskan apakah ke partai lagi atau tidak pada 2012. Kalaupun berpartai lagi, bisa dengan mendirikan partai baru atau tidak. Bisa juga berpolitik tanpa partai. Apalagi, sekarang rasa kepercayaan terhadap partai mencapai titik nadir terendah. Apa itu klimaks dari rasa kecewa terhadap dinamika PAN, mulai Pilpres 2009 sampai kongres di Batam awal Januari 2010 lalu? Kalau itu, saya bisa mundur dari dulu. Tapi, kan baru sekarang (Saat saya sudah fokus ke kegiatan-kegiatan berbagai elemen masyarakat dan mendirikan koperasi simpan pinjam bagi hasil). Nanti saya akan mengajak orang-orang partai, Golkar, Demokrat, PKS, termasuk PAN, untuk mengembangkan itu di berbagai daerah. Kemunduran Anda akan berimplikasi terhadap suara PAN pada 2014? Itu tergantung kepada pimpinan sekarang. Saya ucapkan selamat ultah ke-12 PAN kepada pasangan Amien Rais-Hatta Rajasa. Mudah-mudahan bisa lebih bagus dan bermanfaat bagi rakyat.(pri)


Kendari Pos Edisi 26 Agustus 2010