Page 1

Kamis, 24 Februari 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendaripos.co.id

Alias Ismail:

Penahanan Atiku Inprosedural

Hipertensi itu Membuatnya Pernah Tak Bisa Berjalan DATA menunjukkan, lebih dari seperempat penduduk dunia kini menderita hipertensi. Tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih besar atau sama dengan 140/

Baca BERJALAN di Hal. 8

SELEBRITI

Suka SMS Porno

Kendari, KP Penangkapan dan penahanan mantan Bupati Bombana, Atikurahman Selasa (22/2) lalu oleh Tim Penyidik Kejati Sultra, dinilai inprosedural. Itu disampaikan Alias Ismail SH, kuasa hukum Atikurahman, tersangka indikasi korupsi APBD Pemkab Bombana Rp 7,6miliar. Alias Ismail didampingi Dr Irianto A Basi SH MH mengatakan, tindakan penyidik terhadap kliennya sama halnya menginjak-injak hak hukum tersangka serta melanggar hukum acara. Mengingat, panggilan Atikurahman baru dua kali itupun di-

EMILIA NINGSIH/KP

Baca PENAHANAN di Hal. 7

Alias Ismail didampingi Dr Irianto A Basi SH MH, kuasa hukum Atikurahman, saat memberikan keterangan pers di hadapan sejumlah wartawan, kemarin.

Jaksa Agendakan Pemeriksaan

Hari Pertama Atikurahman di Hotel Prodeo

Inap di Kamar 02, Dibesuk Kerabat, Isteri dan Anak Mantan Bupati Bombana periode 2005-2010 Atikurahman resmi dijebloskan kedalam Rutan kelas II Kendari pukul 17.50 malam. Dulu, Atikurahman seorang pejabat yang banyak kolega, dicari dan dibutuhkan. Super sibuk mengurusi wilayah tugasnya. Namun aktivitasnya kini terbatas. Bagaimana memulai hidup barunya di ruangan yang berukuran 3x 3 meter itu?

Iman, Kendari

PENYANYI Rihanna dikabarkan sering mengirim dan menerima SMS berbau porno dari teman dekatnya si aktor playboy, Colin Farrell. Ketertarikan secara 'seksual' ini sendiri rupanya sudah dimulai sejak acara sebelum Natal. Kabar itu diungkap teman dekat kedua artis tersebut. "Colin sampai terkejut dengan beberapa SMS (Rihanna). Dia kira dia sudah cukup ahli dalam hal ini. Keduanya single, kenapa tidak?" ungkap seorang sumber terdekat keduanya. (tia)

RABU (23/2) 2011 sekitar pukul 10.00 Wita, lima mobil plat hitam dan tiga mobil tahanan kejaksaan berderet di depan Rutan Kendari. Tepat di depan pintu masuk, empat orang terlihat berdiri membawa kantung hitam. Ternyata, mereka adalah pembesuk yang sedang menunggu agar bisa masuk dalam Rutan untuk melihat kondisi keluarga maupun kerabat yang menjalani hukuman. Lima menit berselang sebuah pintu besi dengan ketebalan 5 centi meter terbuka.

IMAN/KP

Atikurahman bersama seorang tahanan saat menuju Musollah. Nampak seorang penjaga dengan seragam lengkap keluar. “Mau besuk siapa ? Silakan masuk tapi semua barang termasuk handphone sim-

pan di meja pas pintu kedua untuk diperiksa, “ujar sipir dengan suara lantang.

Baca JAKSA di Hal. 7

Baca INAP di Hal. 7

Berkat Teka-teki Silang, 550 Mahasiswa Binus Masuk Buku Rekor Dunia

Salut, Nol Rupiah untuk Penjurian di Guinness World Records alah putra Rudy. Saat itu, Enricko masih tidur di kamarnya. Rudy lantas membawa amplop tersebut kepada bungsu di antara dua bersaudara itu. Dengan mata masih memicing, Enricko menerima amplop dari London tersebut. Tampaknya, itu adalah amplop yang ditunggu-tunggu Enricko dan 500 anggota BNEC (Bina Nusantara English Club) sejak tiga bulan lalu. BNEC adalah semacam unit kegiatan bagi mahasiswa yang menyukai atau ingin memperdalam bahasa Inggris. Organisasi mahasiswa itu didirikan sejak 1995 dan Enricko duduk sebagai penasihat. Begitu amplop dibuka, Enricko mengulum senyum. Amplop tersebut berisi dua lembar kertas. Satu kertas memuat surat ucapan selamat. Satu lagi adalah serti-

Universitas Bina Nusantara (Binus) patut berbangga. Melalui kreativitas mahasiswanya, kampus di Jakarta itu masuk dalam Guinness World Records (rekor dunia). Apa yang dilakukan para mahasiswa kreatif tersebut”

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta

Rihanna

Kendari, KP Walau berstatus tahanan jaksa terhitung tanggal 22 Pebruari, Atikurahman masih harus menghadapi serangkaian proses hukum selanjutnya. Tim penyidik Kejati Sultra tengah menjadwalkan pemeriksaan Atikurahman sebagai tersangka indikasi korupsi APBD Bombana senilai Rp 7,6 miliar tahun anggaran 2007/2008. Menurut Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra, Asrul Alimina SH MH, pemeriksaan Atikurahman dijadwalkan pekan depan. Saat ini, jaksa tengah mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan saat pemeriksaan. “Pengungkapan perkara korupsi memang perlu pendalaman, banyak hal yang mesti digali penyidik. Makanya setelah perampungan saksi, giliran tersangka yang harus dimintai keterangan terkait aliran dana yang diduga diselewengkan. Soal materi penyidikan tersangka, itu sifatnya intern kejaksaan,” tandasnya, kemarin. Pastinya, lanjut Asrul, penahanan tersangka dilakukan selama 20 hari terhitung tanggal 22 Pebruari. Apakah akan diperpanjang lagi, itu tergantung kebutuhan penyidikan.

PAGI itu (11/2), Rudy Lukman kaget. Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu rumahnya di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat. Saat pintu dibuka, ternyata yang datang adalah kurir pengantar surat. Si kurir lantas menyerahkan amplop cokelat kepada Rudy. Setelah dilihat, amplop itu dikirim dari London, Inggris. Di bagian depan, tertulis jelas kepada siapa amplop tersebut diberikan. Yakni, untuk Enricko Lukman yang tak lain ad-

AGUNG PUTU ISKANDAR/JAWA POS

Anak-anakBinaNusantaraEnglishClub(BNEC)memamerkansertifikatGuinnesWorldRecord.

Baca SALUT di Hal. 7


2

Kendari Pos |Kamis, 24 Februari 2011

Laporan Kades Tak Sesuai Fakta Anggota ..................... Samsul, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Pongkalaero, via telepon selular, kemarin. Samsul yang mengaku berada di lokasi kejadian mengungkapkan, saat kejadian dirinya bersama PT AHB dan beberapa anggota kepolisian berada di basecamp PT PNS untuk membicarakan soal mobilisasi warga untuk melakukan penanaman di kawasan KP PT AHB. Kabarnya, warga melakukan penanaman karena diimingimingi biasa Rp3.000 per meternya. Pihak PT AHB meminta agar mobilisasi warga untuk melakukan penanaman tidak dilakukan karena lahan tersebut merupakan masuk dalam KP PT AHB. Lahan dimaksud jelas bukan kebun masyarakat seperti dibeberkan karena selama puluhan tahun menjadi lahan konsesi PT INCO, yang kemudian oleh pemerintah

diserahkan pemanfaatannya kepada PT AHB. “Kebetulan di sekitar lokasi ada kelapa sehingga beberapa anggota Brimob yang haus dan ingin menikmati buah kelapa berinisiatif menembak buahnya,” katanya. Bagi Samsul, hadirnya kepolisian sangat wajar dan memang diperlukan untuk menghindari timbulnya konflik terkait lahan KP antara PT AHB dan PT PNS. Yang disayangkan Samsul, dimanfaatkannya masyarakat untuk kepentingan tertentu yang kemudian seolah-olah terjadi tindakan represif oleh aparat kepolisian. “Aneh, puluhan tahun lahan tak dimanfaatkan, tetapi karena adanya mobilisasi yang dilakukan dengan imbalan Rp3.000 per meternya masyarakat kini masuk membuka areal eks INCO yang telah menghutan untuk ditanami,” kata Samsul. Hal senada diungkapkan Eko Prayitno. Eko megungkapkan pe-

nolakan warga seperti dibeberkan Kades Pongkalaero tidaklah semuanya benar. Sebab, pihaknyalah yang pertama mengantongi izin dari pemerintah. Apalagi, lahan yang dimanfaatkan adalah lahan eks INCO. “Kalau ada tanaman masyarakat yang berada di lahan dimaksud, mengingat telah puluhan tahun tak dimanfaatkan PT INCO, maka kami telah dan akan lakukan ganti rugi. Hanya yang diganti itu tanaman yang telah tua, bukan tanaman yang baru ditanam seperti yang dilakukan warga sekarang karena kabarnya adanya iming-iming biaya penanaman,” kata Eko via telepon selularnya. PT AHB versus PT PNS Perseteruan di lokasi eks lahan konsesi PT INCO memang telah menjadi bahan pemberitaan Kendari Pos. Pasalnya, ada dua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan nikel, masing-masing PT PNS dan PT AHB yang memperebutkan kuasa pertambangan atas lahan kontrak karya eks PT INCO di wilayah Malapulu. Kedua perusahaan tersebut merasa memiliki legalitas untuk menjalankan usahanya masing-masing di lokasi yang sama. Bila PT PNS mengantongi izin eksplorasi dan izin usaha produksi yang dikeluarkan pada era Bupati Bombana, Atikurrahman, sedangkan PT AKB izinnya dikeluarkan oleh Gubernur Sultra. Pada era pemerintahan Bupati Atikurahman, surat Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT AHB pernah diterbitkan, namun dibatalkankan lagi. Setelah

itu, Atikurrahman mengeluarkan keputusan Bupati Bombana nomor 438 tahun 2009 tentang Persetujuan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi kepada PT PNS. Atikurahman juga telah mengeluarkan surat bernomor 395 tahun 2010 tentang Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT PNS. Namun belum memperoleh hasil dari izin yang dikantongi ternyata PT PNS harus menelan pil pahit seiring berakhirnya masa jabatan Bupati Bombana, Atikurahman. Oleh Pj Bupati Bombana, Hakku Wahab mengeluarkan keputusan bupati yang mencabut keputusan Bupati Atikurrahman tentang persetujuan izin eksplorasi maupun keputusan bupati tentang peningkatan izin eksplorasu menjadi izin operasi produksi kepada PT PNS. Dalam pertimbangan keputusan Pj Bupati Hakku Wahab yang mencabut izin PT PNS diketahui, pembatalan dilakukan karena terjadinya tumpang tindih dengan lokasi PT AHB, yang izinnya telah dikeluarkan lebih dahulu oleh Gubernur Sultra. Izin dikeluarkan oleh Gubernur Sultra karena wilayah eks PT INCO di Malapulu tersebut berada di daerah perbatasan dua kabupaten, sehingga merupakan kewenangan Gubernur Sultra. Kinerja pemerintah yang tak konsisten sehingga merugikan PT PNS tersebut tentu saja diprotes Branc Manager PT PNS, Ervandy Ruslan SE. Pembatalan sepihak yang dikeluarkan Pemkab Bombana dianggap sebagai bentuk kesewenang-wenangan. Apalagi, sejak awal pihaknya telah mengikuti berbagai prosedur agar mengantongi izin eksplorasi dan izin operasi pertambangan. “Inkonsistensi pemerintah ini benar-benar tak memberikan kepastian dalam berinvestasi di daerah ini. Oleh karenanya kami akan menempuh jalur hukum terkait pembatalan izin kami oleh Pj Bupati Hakku Wahab,” katanya.(nur/ong)

87 Persen CPNS Sudah Kantongi NIP Jakarta, KP Proses pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terus berlanjut walau dihadapkan pada isu kecurangan seleksi. Bahkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 22 Februari 2011 menyebutkan, CPNS daerah yang sudah memiliki NIP kini mencapai 73.561 orang atau 87,33 persen dari total formasi 2010 sebanyak 84.170 orang. BKN menyatakan bahwa dari keseluruhan NIP tersebut, CPNS dari Provinsi DKI Jakarta ada di urutan teratas. “Sedangkan daerah lainnya masih banyak yang belum ada NIP-nya karena keterlambatan pemberkasan,” kata Kepala Bagian Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat di Jakarta kemarin (23/2). Tumpak menyatakan bahwa pemberkasan NIP untuk formasi CPNS 2010 lebih baik dibanding dengan pemberkasan tahun 2009. Kini pemerintah daerah lebih proaktif dalam penyelesaian pemberkasan NIP terutama Pemda DKI Jakarta. Padahal, di tahun lalu pada bulan yang sama pemberkasan baru rampung sekitar 60 persen. “Artinya kini daerah sudah mulai bersikap proaktif dan itu tren yang bagus,” kata dia. Saat ini sekitar 12,67 persen CPNS daerah yang belum memiliki NIP. Namun tak sedikit Kabupaten/Kota yang telah menyelesaikan hingga mencapai100 persen. Salah satu yang sudah selesai adalah Kota Gorontalo dengan formasi 220 orang. Sedangkan Provinsi Gorontalo dari formasi 208, yang memiliki NIP baru 194 orang. Secara terpisah, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terus melakukan verifikasi lanjutan terhadap hasil rekrutmen CPNS 2010 di berbagai daerah. Bahkan, indikasi yang kini menguat adalah temuan terkait keterlibatan pejabat daerah dalam kecurangan seleksi abdi negara. Hasil Investigasi tim Kemenpan-RB terus

didalami untuk menganalisa kemungkinan mengerucut menyusun daftar nama-nama pejabat daerah yang terlibat. “Untu keperluan itu kami akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri,” kata Menpan-RB Evert Erenst Mangindaan. Solusi yang ditawarkannya dalam waktu dekat adalah untuk mengulang tes di beberapa daerah yang terindikasi melakukan kecurangan. Tes akan diperketat dengan panitia independen dan netral. Tidak menutup kemungkinan, tes akan dilakukan dalam pengawasan petugas khusus dari pusat dan dibantu pihak berwajib untuk menekan potensi kecurangan dalam seleksi. “Ini untuk bukti komitmen kami membersihkan seleksi CPNS dari kecurangan,” kata dia. Salah satu cara yang ditempuh untuk memberikan efek jera kepada pihak yang terlibat dalam kecurangan tes CPNS, Kemenpan-RB akan mengajukan kepada BKN tidak mengeluarkan NIP bagi daerah yang curang. Itu dilakukan sampai ada tes ulang dan terbukti hasilnya bersih dari praktik kecurangan. Langkah itu ditembuh karena kecurangan sudah melebihi batas toleransi. Misalnya, laporan ada peserta tes yang bisa lolos walaupun tidak hadir dalam ujian. “Itu kan sangat tidak wajar. Karena itu langkah perbaikan akan terus kami galang demi perbaikan seleksi CPNS,” kata dia. Seperti diwartakan, sebanyak 40 kasus kecurangan tes CPNS di sejumlah daerah dibeber Deputi SDM (Sumber Daya Manusia) Kemen PAN-RB Ramli Naiboho kepada wartawan. Terbongkarnya pelanggaran seleksi masuk CPNS 2010 di 40 Kabupaten/Kota se-Indonesia itu berawal dari laporan LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang sudah diakui Kemen PAN-RB. Laporan juga muncul dari anggota DPRD tiap-tiap daerah. Pelanggaran dilakukan dengan meloloskan orang menjadi CPNS. (zul)


3

Kamis, 24 Februari 2011

Produksi Beras Sultra Bertambah Kendari, KP Dinas Pertanian (Distan) Sultra baru saja mengikuti rapat peningkatan produksi beras nasional (P2BN). Sebagai tindaklanjutnya, Distan melakukan rapat koordinasi (Rakor) akselerasi pembangunan pertanian Tahun 2011 di sebuah hotel di Kendari, kemarin . Dalam Rakor yang dibuka Wakil Gubernur, Saleh Lasata terungkap bila selama dua tahun terakhir, Sultra mampu meningkatkan produksi tanaman pangan, khususnya padi. Kadistan Sultra, Ir Mansur MTP menjelaskan pada tahun 2008 lalu produksi padi mencapai 405.456 ton gabah kering

giling (GKG) meningkat menjadi 407.367 ton pada 2009 serta 455.231 ton pada 2010. ‘’’Dengan begitu terjadi peningkatan rata-rata mencapai 6,16 persen setiap tahun,” ungkap Mansur. Untuk target produksi padi tahun 2011 kata Mansur sebesar 540.815 ton, sedangkan target sasaran capaian nasional sebesar 70 juta ton. “Target tersebut dapat dicapai dengan upaya peningkatan produktifitas, perluasan areal tanam utamanya melalui penambahan areal baru, pengamanan produksi serta pemberdayaan, optimalisasi dan sinergi kelembagaan. Tidak kalah pentingnya peningkatan produktifitas

melalui sekolah lapang pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu (SL-PTT),” bebernya. Untuk bantuan yang diperoleh Distan dalam rangka akselerasi pembangunan pertanian sempat dirinci Mansur yakni pada tahun 2009 lalu berupa bantuan benih padi non hibrida seluas 41.800 hektar serta 46.514 hektar untuk tahun 2010 dan 55.625 hektar pada 2011. Selain itu terdapat pula bantuan langsung pupuk NPK dan organik dimana tahun 2009 bantuan langsung pupuk (BLP) seluas 3.985 hektar dan 24.812 hektar pada 2010. “Selain itu pada 2009 lalu kami pun menerima bantuan benih jagung seluas 5.300

hektar dan 19.116 hektar pada 2010 ini. Terdapat pula subsidi kedelai pada 2009 dan 2010 lalu seluas 5.300 hektar dan 9.514 hektar,” rincinya. Sementara itu Wagub Sultra Saleh Lasata dalam sambutannya mengatakan pembangunan pertanian di Sultra saat ini terkendala oleh beberapa permasalahan fundamental. Diantaranya infrastruktur yang masih terbatas seperti jalan usaha tani, jaringan irigasi, penyediaan bibit unggul, serangan hama penyakit, serta masih sulitnya akses modal perbankan. “Mengingat potensi tenaga kerja untuk mendukung pengembangan tanaman pan-

gan masih sangat besar, yaitu sekitar 58,35 persen. Permasalahan dan peluang tersebut harus dijadikan modal dasar pelaksanaan upaya peningkatan produksi pangan (beras),” katanya. Pada Rakor yang rencananya akan berlangsung selama dua hari, juga diisi dengan penandatangan MoU penyerapan gabah dan beras petani antara Distan Sultra dan Bulog Divre Sultra. (fas/awl) ulfah/kp

Wakil Gubernur Saleh Lasata saat menyaksikan MoU antara Dinas Pertanian Sultra dan Bulog untuk pembelian gabah dan beras petani

Pemda Harus Dukung BUMN

Miliki 30 Outlet dan Layanan Servis Produk Sharp di Sultra

suwarjono/dok/kp

Pesawat Garuda saat mendarat di Bandara Haluoleo, Kendari.

Garuda Pakai Terminal Terbaik di Changi jakarta, KP Maskapai Garuda Indonesia kemarin secara resmi pindah dari terminal satu ke terminal tiga Bandara Internasional Changi, Singapura, yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. ‘’Perpindahan terminal ini merupakan yang pertama sejak Bandara Internasional Changi dibuka 30 tahun lalu,’’ ujar Senior General Manager Area Asia PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Risnandi Selasa (22/2) kemarin. Dia menyatakan, terminal tiga Changi dikenal sebagai terminal terbaik di dunia, lengkap dengan fasilitas state-of-the-art. Risnandi menjelaskan, perpindahan ke terminal yang lebih baik selaras dengan rencana transformasi Garuda ke depan yang ingin menjadi maskapai penerbangan bintang lima. ’’Dengan perpindahan ini, kami berharap para konsumen, dalam hal ini penumpang, dapat menikmati peningkatan fasilitas dan standar pelayanan kami,’’ tambahnya. Terminal tiga Bandara Internasional Changi merupakan terminal baru dengan peningkatan fasilitas dan layanan bagi para penumpang, baik fasilitas check-in, keda-

tangan, maupun keberangkatan. Selain itu, terminal tiga tersebut menyediakan tempat berbelanja eksklusif serta berbagai pilihan restoran dan bar terbaik. ‘’Pelayanan akan semakin baik dibanding di terminal sebelumnya,’’ katanya. Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan layanan kepada para pelanggan, sejak 2010, Garuda Indonesia juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mengimplementasikan pelayanan imigrasi secara cepat (fast track) di Bandara Soekarno-Hatta. ’’Bentuknya adalah pelayanan cepat bebas antrean pemeriksaan keimigrasian bagi penumpang kelas bisnis dan member GFF (Garuda Frequent Flyer) Platinum,’’ terangnya. Para penumpang executive class Garuda juga bisa menikmati layanan VIP di JetQuay CIP Terminal Singapura. Melalui terminal itu, para penumpang executive class bisa mendapat layanan personal untuk check-in, imigrasi, hingga pengurusan bagasi. Selain terus berusaha memberikan layanan yang terbaik bagi para penumpang, Garuda Indonesia secara berkesinambungan terus berusaha meningkatkan jumlah armada sesuai dengan program Quantum Leap (loncatan besar). (jpnn/awl)

Kendari, KP Edukasi manajemen elektronik PT Sharp pada masyarakat melalui media promosinya, nampaknya cukup berhasil. Hal ini terlihat dari Dedy Rusdianto p e r t u m bu h a n penjualan produk mulai tahun 2009 hingga 2010 mencapai 90 persen di Sultra. Produk-produknya terus berinovasi. Makanya Sharp menargetkan penjualan mencapai Rp 80 Miliar di Bumia Anoa. Divisi Promosi Sharp Kendari, Dedy Rusdianto mengatakan, tahun 2010 lalu omzet setiap bulan mencapai Rp 6 miliar. Tahun ini diharapkan bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Apalagi dengan item produk yang terus mengalami pembaharuan, tentunya semakin memberikan penawaran pada masyarakat untuk memiliki produk Sharp. “Beberapa program sedang kami jalankan. Bila tahuntahun sebelumnya kami melakukan pendekatan pada toko-toko maka tahun ini kami akan melakukan pendekatan pada konsumen,” terangnya kemarin. Saat ini kata Dedy, pihaknya mengumpulkan data-data konsumen melalui toko-toko. Kemudian pihak Sharp memberikan edukasi pemahaman produk. Orentasi tentunya membina kemitraan dengan pelanggan. “Kami juga melakukan komunikasi mengenai perawatan dan fungsi dari produk elektronik Sharp,” paparnya. Saat ini Sharp memiliki sekitar 30 outlet di Sultra. Mereka adalah mitra seperti toko elektronik yang menjual produk Sharp. Dari total penjualan 70 persen terdapat di Kendari, menyusul Kolaka dan Baubau kemudian wilayah lainnya. Di sejumlah kabupaten di Sultra, Sharp sudah memiliki outlet untuk servis. Itu artinya setiap kali ada penjualan Sharp, ada layanan purna jual. Hal tersebut tentunya menjadi pertimbangan masyarakat untuk membeli produk Sharp. “Kami menempatkan SDM Sharp pada bagian servis pada setiap wilayah,” katanya. (lis/awl)

jakarta, KP Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menggerakkan perekonomian nasional tak bisa dimungkiri. Namun, dukungan untuk perusahaan pelat merah dirasa masih kurang. Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, agar bisa lebih meningkatkan perannya dalam perekonomian, maka BUMN harus didukung. ‘’Termasuk oleh pemerintah daerah (Pemda), baik provinsi maupun kabupaten/kota,’’ ujarnya melalui keterangan pers, Selasa (22/2) kemarin. Selama ini, beberapa peraturan daerah yang dikeluarkan Pemda memang dinilai menghambat kelancaran operasional BUMN di daerah. ‘’Misalnya, dalam hal perizinan untuk pengembangan usaha. Karena itu, dukungan dari Pemda sangat dibutuhkan,’’ katanya. Selain itu, lanjut Mustafa, Kementerian BUMN juga meminta agar Menteri Koordinator Perekonomian maupun-maupun menteri-menteri terkait untuk memberikan perhatian yang lebih kepada BUMN. ‘’Pemerintah harus membenahi seluruh peraturan dan ketentuan serta sistem yang menghambat kelancaran operasional kegiatan BUMN,’’ terangnya. Mustafa juga mendesak, demi perbaikan kinerja BUMN yang menjalankan tugas pelayanan publik atau public service obligation (PSO), maka harus ada ketepatan waktu pembayaran dana PSO. ‘’Termasuk perhitungan keuntungan wajar bagi BUMN

yang memiliki penugasan sebagai PSO,’’ ujarnya. Beberapa BUMN yang saat ini menjalankan PSO pemerintah di antaranya adalah Pertamina untuk BBM, PLN untuk listrik, Pelni untuk transportasi, serta beberapa perusahaan pupuk. Menurut Mustafa, jika mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, maka BUMN bakal bisa lebih mendukung percepatan dan perluasan pembangunan Indonesia melalui investasi dan belanja modal dalam kurun tahun 2011-2014. ‘’Awalnya, nilainya Rp383 triliun, tapi akan dinaikkan menjadi Rp836 triliun,’’ ujarnya. Mustafa menyebut, belanja modal tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas, pengembangan industri sesuai dengan keunggulan masing-masing koridor ekonomi, penguatan ketahanan pangan dan energi. ‘’Serta pelaksanaan proyek-proyek BUMN yang mampu memberikan efek ganda bagi penyerapan tenaga kerja langsung maupun tidak langsung,’’ paparnya. Selain itu, Kementerian BUMN dan BUMN akan mengoptimalkan penggunaan belanja operasional (operational expenditure) untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk dan layanan. ‘’Namun, upaya efisiensi akan tetap dilaksanakan melalui pengadaan barang dan jasa bersama untuk BUMN sejenis dan senantiasa melaksanakan evaluasi biaya operasi yang tidak mengikat,’’ jelasnya. (jpnn/awl)

Pengusaha Sepakat Bayar Listrik Tanpa Capping jakarta, KP Keputusan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mencabut batas atas atau capping tagihan listrik industri, akhirnya membuahkan hasil. Meski sempat menuai kontroversi, kini para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pun bisa menerima kebijakan PLN tersebut. Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN Murtaqi Syamsuddin mengatakan, dalam pertemuan Senin malam, PLN dan Apindo sudah sepakat bahwa pembayaran tagihan listrik tidak lagi memakai capping 18 persen. ‘’Sudah ada titik temu,’’ ujarnya. Menurut Murtaqi, dalam pertemuan tersebut akhirnya Apindo bisa menerima tawaran jalan tengah yang diajukan PLN bagi pengusaha yang berpotensi terganggu cash flow-nya saat membayar tagihan listrik tanpa capping. ‘’Skemanya sama, dengan membayar secara cicilan,’’ katanya. Sebagaimana diketahui, saat PLN mengumumkan kebijakan mencabut capping tagihan listrik industri, sebagian pengusaha sempat menolak. Bahkan, pekan lalu, Apindo masih menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk hanya membayar tagihan listrik Januari dengan tetap memakai capping 18 persen. Kebijakan PLN yang mencabut capping didorong keinginan untuk memberikan tarif yang

sama kepada semua pengusaha. Sebab, capping tersebut memang hanya dinikmati oleh 9.700 pengusaha dari total 48.000 pelanggan industri. Data menunjukkan, jika capping tetap diterapkan, maka PLN akan kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp2,1 triliun. Dana itu sebagian besarnya ternyata hanya dinikmati oleh 304 perusahaan saja. Dengan kesepakatan tersebut, maka Apindo menyusul Asosiasi Pertekstilan Indonesia, dan Asosiasi Keramik Indonesia yang sebelumnya sudah setuju untuk membayar listrik tanpa capping. ‘’Langkah selanjutnya, Apindo akan memberitahukan ke anggota-anggotanya dan PLN memberitahukan ke unit-unit di daerah tentang kesepakatan tersebut,’’ terang Murtaqi. Sementara itu, Wakil Sekjen Apindo Franky Sibarani mengatakan, Apindo dan PLN memang telah mencapai kesepakatan terkait jalan tengah kepada industri yang mengalami kesulitan akibat dilepaskannya capping listrik. ‘’Kami sepakat untuk menyicil tagihan listrik,’’ ujarnya. Meski sepakat membayar tanpa capping, lanjut Franky, Apindo masih menunggu keputusan resmi DPR dan pemerintah terkait kebijakan capping listrik. ‘’Jadi, jika di kemudian hari ternyata DPR memutuskan capping masih berlaku, maka PLN harus mengembalikan kelebihan tagihan listrik yang telah dibayar,’’ katanya.(jpnn/awl)

Water Park Palm Mas, Ikon Baru Kota Kendari

Tempat Wisata Modern, Peresmiannya Awal Maret Nanti

Meskipun belum beroperasi, tapi pengamanan di lokasi tersebut cukup ketat. Saat Kendari Pos mendatangi tempat wisata itu dengan detail diperiksa dari nomor kendaraan hingga tujuan tamu oleh satpam yang kebetulan bertugas jaga. Areal parkiran kawasan yang dimiliki cukup luas, bisa menampung puluhan kendaraan roda empat maupun ratusan kendaraan roda dua. Sebelum memasuki pintu masuk sudah disambut dengan tempat kolam hias yang kemarin masih dirampungkan. Belasan kandang burung berwarna hijau sebagai penghias juga disiapkan. Disamping kanan pintu masuk, nampaknya akan menjadi tempat pembelian karcis masuk bila lokasi wisata itu beroperasi. Saat ini dalam tahap finishing. Beberapa meter dari pintu masuk terlihat kolam yang

sulis/kp

Panggih Rahardjo saat ditemui di Water Park Palm Mas. Ikon baru Kendari itu akan diresmikan 2 Maret nanti memanjang dengan bentuk meliuk-liuk. Nantinya tempat ini akan menjadi tempat jalannya air dari pusat slinder. Dari kanan terdapat dua slinder

peluncur bercorak merah dan biru dengan ukuran yang cukup panjang. Kemudian berhadapan dengan peluncur induk yakni lebih pendek, sep-

ertinya bisa digunakan untuk anak-anak usia balita. Ada beberapa sarana untuk disewakan seperti Ball Room yang bisa menampung 500 seat dan 800 orang untuk posisi standing. Sarana ini bisa disewakan untuk pesta dan iven-iven lainnya. Di bagian belakang terdapat beberapa fasilitas restauran, bagian depan milik Texas. Di sebelahnya beberapa cafe, yang nantinya akan menjual berbagai makanan hangat seperti bakso, somai, mie ayam dan makanan sejenisnya. Kemudian disudut kiri merupakan food cord untuk menjual sejumlah menu makanan bagi pengunjung. Peresmian rencananya akan dibuka oleh Gubernur Sultra pada 2 Maret mendatang. Water park ini merupakan fasilitas hingga menuju Water Boom, yakni kolam renang utama, setelah peresmian akan diban-

gun berdekatan dengan Water Park. Manajeman Palm Mas juga sedang merencanakan pembangunan sebuah hotel di kawasan tersebut. Diharapkan adanya hotel akan menjadikan kawasan ini sebagai pusat berlibur warga kota. “Kawasan ini memang didesain untuk menjadi tempat berwisata keluarga. Keberadaan kawasan perumahan , kehadiran hotel serta sarana santap, semua itu merupakan fasilitas bagi pengunjung yang kami suguhkan. Sehingga pendatang yang berkunjung tidak usah berlibur ke luar kota, cukup di Water Park untuk saat ini atau Water Boom nantinya sudah mendapatkan semuanya, lebih dekat dan efisien,” terang General Manager Palm Mas Water Park, Panggih Rahardjo saat ditemui di lokasi tersebut. Kehadiran Lokasi wisata Palm Mas diharapkan bisa menjadi ikon bagi Kota Ken-

dari, yang sampai saat ini belum memiliki tempat wisata modern seperti kota-kota lainnya. Pendatang dari kabupaten lainnya tentunya membutuhkan fasilitas tersebut. “Hal inilah yang ditangkap oleh owner Palm Mas untuk mempersembahkan sarana tersebut. Tarif yang kami berikan untuk setiap orang yang masuk Rp 50 ribu,” kata Panggih. Meskipun lokasi ini belum diresmikan tapi sejumlah fasilitas sudah ada yang menyewanya. Pada 5 Maret mendatang, artis Charly ST 12 akan mendatangi Kendari dalam sebuah acara dan sudah menyewa sarana di Water Park itu. Kemudian selanjutnya akan ada perayaan yang diikuti oleh sejumlah pelajar di kota ini. “Kami harapkan pihak terkait turut mensosialisasikan keberadaan Water Park ini,” pungkas Panggih. (*/awl)


Kamis, 24 Februari 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Tak Miliki IMB, 25 Rumah Ditertibkan Rumbia, KP Maraknya pembangunan rumah ataupun toko yang tidak disertai izin mendirikan bangunan (IMB) akhirnya disikapi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bombana. Mulai kemarin, instansi tehnis itu mulai menertibkan pelanggaran tersebut dan menghentikan sementara pembangunan rumah, toko, rumah kos yang tersebar di empat Kelurahan di wilayah Ibukota. “Hari ini (kemarin), ada 25 bangunan yang kami hentikan sementara pembangunannya karena tidak memiliki IMB,” kata Andi Muslimin, kepala bidang Cipta Karya Dinas PU, Bombana. Operasi penertiban IMB dilakukan Dinas PU bersama satuan Polisi Pamong praja dan diback up aparat Polres

Kades Wawonii Tersangkut Dugaan Ijazah Palsu

Bombana. Tim terpadu ini mengawali kerjanya di Kelurahan Lameroro. Ditempat ini sedikitnya 10 rumah yang diberi teguran tertulis untuk menghentikan proses pembangunannya. Penertiban dilanjutkan di Kelurahan Talabente. Di daerah ini, juga terdapat lima pemilik bangunan yang diberikan peringatan tertulis. Sedangkan sisanya, diberikan kepada pemilik bangunan di Lantawonua dan Lampopala. Kebanyakan bangunan yang dihentikan bangunannya berupa rumah warga, toko serta rumah kontrakan. Ketua tim terpadu penertiban IMB ini mengatakan, teguran tertulis penghentian pemban-

Warganya Demo, Pelantikannya Ditunda Unaaha, KP Dua kepala desa terpilih di Kecamatan Wawonii Tenggara diprotes. Kedua oknum kades itu oleh Pusat Perhimpunan Pemuda dan Rakyat Wawonii (Pemurni) Sultra diduga menggunakan ijazah palsu saat pilkades beberapa waktu lalu. Itu dibeberkan Korlap aksi Pemurni Sultra, Hisam saat menggelar aksi demonstrasi di DPRD Konawe, Rabu (23/2) kemarin. Hisam menuding ada indikasi pembiaran yang dilakukan DPRD Konawe atas dugaan pelanggaran itu. Indikatornya, tambah Ketua Pemurni Sultra, Muamar saat komisi I menginvestigasi beberapa waktu lalu justru hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya. “Kami juga meminta ketegasan sikap pansus DPRD Konawe karena hingga saat ini belum ada

Baca IJAZAH di Hal 6

NURYADI/KP

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU, Bombana Andi Muslimin saat operasi penertiban IMB ketika

Baca RUMAH di Hal 6 menemukan bangunan tanpa IMB

Kendaraan Tambang Tak Sumbang PAD Kolaka,KP Banyaknya kendaraan pengangkut material tambang yang beroperasi di Kolaka rupanya tak memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab kendaraan roda empat tersebut tak terdaftar di Dirjen pajak Kolaka. Kebanyakan bukan merupakan kendaraan lokal, tetapi dari luar Provinsi Sultra. Tak hanya kendaraan pengangkut material, alat berat hingga mobil operasional pun tak membayar pajak di Kolaka.

Pemkab Siapkan Ganti Rugi Pelebaran Jalan Palangga-Andoolo Andoolo, KP Pembangunan infrastruktur jalan di Konawe Selatan terus digenjot Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Salah satunya adalah pelebaran jalan poros Palangga - Andoolo sepanjang lima kilometer. Untuk memuluskan pelebaran jalan tersebut, Bagian Pemerintahan Setda Konsel tengah melakukan sosialisasi, termasuk pembahasan ganti rugi lahan masyarakat yang akan terkena pelebaran jalan. Kabag Pemerintahan Setda Konsel, Sahrin Saudale mengatakan, pembangunan pelebaran jalan Palangga-Andoolo akan dilaksanakan pada tahun ini. “Kami tinggal menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Provinsi, mengingat jalan yang dimaksud adalah kewenangan Provinsi. Jika sudah ada petunjuk pekerjaannya akan segera dilakukan, ”ujarnya, kemarin. Menurut Sahrin, pelebaran jalan dimaksudkan untuk pengembangan tata ruang kota. Katanya sosialisasi pada masyarakat termasuk pembahasan ganti rugi lahan agar dikemudian hari tak ada lagi komplain. “Untuk besaran ganti rugi akan diklasifikasi. Bangunan, tanaman tumbuh, pekuburan dan lainnya dan akan dikondisikan dengan anggaran yang dialokasikan, ”tandasnya. (era/awl)

Sekretaris Kabupaten Ahmad Sjafei menyesalkan hal tesebut. Dia menyayangkan para pemilik izin usaha penambangan (IUP) yang mengontrak pihak ketiga penyewaan kendaraan-kendaraan tersebut. Sebab sebahagian besar berplat non DT melainkan DD, B dan sebagainya. “Saya menyesalkan para pemilik IUP ini. Mereka mempihak ketigakan kendaraan operasionalnya. Kebanyakan dari luar Sultra. Lihat saja platnya DD, B dan sebagainya. jadi mereka bayar pajaknya bukan sama kita” kesalnya.

Sjafei menambahkan, dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan seharusnya bisa menangani hal ini. Jika saja para investor ini memiliki komitmen untuk memberikan sumbangsih untukdaerah,merekatidakakanmelakukan kontrak dengan pihak luar tesebut. Selama ini kendaraan-kendaraan tersebut bahkan menggunakan jalan negara untuk beroperasi. Padahal pemerintah daerah sudah berkali-kali mengingatkan kepada para investor untuk menggunakan jalan produksi

milik PT. Antam Tbk. “Pihak PT. Antam sudah memberikan izin menggunakan jalan produksinya untuk kendaraan tambang lain. Asalkan tidak menggangu proses produksi perusahaannya. Tapi kenyataannya sampai sekarang masih menggangu jalan umum. Akhirnya masyarakat yang dapat dampaknya” tambah Sjafei. Sementara itu untuk perbaikan jalan rusak, pihak PT. Antam dan PT. Inco

Baca TAMBANG di Hal 6

Jembatan Konstruksi Batang Kelapa Bawa Petaka Rumbia, KP Jembatan konstruksi batang kelapa yang dibuat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bombana, mulai membawa petaka. Selasa, (22/2) sekitar pukul 17.00 wita kemarin, sebuah mobil kijang krista dengan nomor polisi DD 682 ND terperosok masuk kedalam jembatan dengan kedalaman dua meter dengan posisi terbalik kesamping. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kondisi mobil mengalami kerusakan parah, atapnya ringsek, bemper depan rusak, serta kaca depan retak. Bripka Asrul Mado, kanit Patroli Satlantas Polres Bombana ketika ditemui di TKP mengatakan, saat kejadian, ada tiga penumpang di dalamnya. Selain Abdul Rasyid, juga ada anak dan istrinya. Rencananya mobil kijang krista itu bertolak menuju Lasusua, Kolaka Utara. Namun saat melintas di jembatan darurat di Lampopala, Kecamatan Rumbia, mobil tiba-tiba masuk dijurang. “Kemungkinan karena kondisi jalan yang licin serta pengemudinya yang

kecelakaan itu menuturkan, sebelum kecelakaan terjadi, pihaknya sudah berkali-kali mengusulkan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bombana untuk memperbaiki jembatan daruray tersebut. Namun kenyataannya, sampai kini usulan tersebut belum terealisasi. “Kalau tidak diperbaiki secepatnya, ini (jembatan) akan menjadi ancaman buat pengendara lain,” kata Soeliaman. Sementara Kepala Dinas PU Bombana, Endang Kilat mengataNURYADI/KP kan, usulan Satlantas itu memang Banyaknya perusahaan tambang di Bombana sudah diterima. Namun karena tak sebanding dengan kondisi jalan di daerah jembatan itu berada dijalur provinitu. Bayangkan di daerah penghasil emas, jalan si, maka yang bertanggungjawab Poros masih menggunakan batang kayu. memperbaikinya adalah Pemprov Akibatnya sebuah mobil terjungkal Sultra. “Kami sudah berkoordinasi, tapi tetap saja tidak mendapat tidak tepat mengontrol posisi ban morespon cepat dari provinsi. Bahkan kami bilnya, sehingga hanya bertumpu di juga sudah laporkan ini berkali-kali batang kelapa terluar,” kata Aris, salah termasuk RAB, foto dan kondisi jemseorang warga di TKP. batan, tapi belum juga direspon atauKasat Lantas Polres Bombana, AKP pun direalisasikan untuk diperbaiki,” Taurus J Soeliaman yang mamantau tutup Endang. (nur/awl)

20 Ton BBM Dilepas, Tiga Nahkoda Jadi Tersangka Baubau, KP Nahkoda kapal yang mengangkut 20 ton BBM yang ditangkap Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Pelabuhan Murhum Kota Baubau, beberapa hari lalu kini menjadi tersangka. Tetapi, 20 ton BBM yang diangkut para nahkoda kapal dilepas karena memiliki suratsurat resmi. Kepala Tata Usaha KPLP Pelabuhan Murhum, Triono menjelaskan Tiga nahkoda tersebut yakni La Zaemani (kapal Kaledupa Jaya), La Kou (Timarsin 02) dan Haerun (Kapal Bongkia). Ketiga kapal tersebut ditangkap saat melaku-

kan aktifitas muat barang berbahaya (BBM, Red) di Dermaga Sulaa tanpa dilengkapi izin angkut dari Sahbandar setempat. “Karena ditangkap sebelum melakukan pelayaran, para tersangka dikenakanancamanhukumantigatahun penjara dan jika mereka sudah melakukan pelayaran ancaman sangsinya akan mencapai lima tahun penjara,” ujarnya. Triono menambahkan BBM yang dimuat para nahkoda kapal dilepas karena memiliki surat-surat resmi sebagai minyak subsidi rakyat. Meski demikian, para nahkoda tetap harus menjalani proses hukum karena ter-

bukti melanggar undang-undang pelayaran No.17/2008 yakni memuat barang berbahaya tanpa izin. Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) kata Triono, para nahkoda kapal sudah sering kali melakukan pelayaran tanpa dilengkapi surat izin berlayar dan izin muat barang berbahaya dari Sahbandar. Padahal setiap kapal yang melakukan aktifitas muat barang berbahaya baik sebelum melakukan pelayaran maupun sementara melakukan pelayaran harus memiliki izin angkut dari pihak Sahbandar setempat. (k1/awl)

NURYADI/KP

Residivis Perampokan, Irwan (kiri) saat menjalani pemeriksaan di Polres Bombana

Residivis Perampokan Ditangkap Lagi Rumbia, KP Ringannya hukuman yang diberikan majelis hakim di Pengadilan Negeri Baubau, Sepertinya tidak membuat jera para pelaku kejahatan. Lihat saja Irwan. Warga Desa Matandahi, Kecamatan Kolono, Konsel ini sudah dua kali berurusan dengan polisi karena terlibat kasus perampokan. Setelah menjalani satu tahun penjara dalam dua kasus perampokan, Dia kembali melakoni hobinya itu. Namun sayang, aksi ketiga pria kelahiran Pare-Pare 1978 ini kembali diungkap. Sebab usai merampok di SP 3, Kecamatan Lantari Jaya, Rabu (02/02) lalu, Irwan, kembali berurusan dengan personil Reskrim Polres Bombana bersama rekannya

Baca RAMPOK di Hal 6

Baubau Jadi Lokasi Pembuatan Film Cinema Baubau, KP Jika tak ada aral melintang, dalam waktu dekat crew dan sutradara film cinema di Jakarta akan berkunjung di Kota Baubau. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan syuting pembuatan film yang akan disiarkan di salah satu televisi swasta di Indonesia. Walikota Baubau, Mz Amirul Tamim MSi mengatakan Kota Baubau telah menjadi daerah kunjungan wisata representatif yang memiliki ruang publik, potensi wisata alam, sejarah, Budaya sebagai hasil kerja keras pemerintah serta masyatakat yang menjadikan Kota pemilik benteng terluas di dunia ini sebagai daerah pilihan kunjungan wisata. “Kita sudah punya kontrak dan dalam waktu dekat ini Kota Baubau akan dijadikan lokasi pembuatan film cinema,” ujarnya. Kunjungan selebriti yang melakukan kegiatan syuting di Kota Baubau bukan pertama kalinya dilakukan. Beberapa hari lalu, pihaknya juga dikunjungi bintang iklan/sinetron Habibi dan Lisa Mayang yang melakukan syuting program jalan-jalan selebriti yang disiarkan setiap hari minggu di sebuah televisi swasta. Dengan dijadikannya Baubau sebagai lokasi syuting pembuatan film akan menjadi tantangan untuk menunjukan dan membuat Baubau lebih representatif lagi. Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Amirul, memelihara dan menjaga semua potensi yang sudah ada di Kota Baubau. Amirul menambahkan manfaat besar yang bisa diperoleh dengan dijadikannya Baubau sebagai pilihan kota kunjungan wisata pilihan para selebriti akan berdampak besar pada kegiatan perekonomian bagi masyarakat yang ada di daerah ini. (k1/awl)


6 Rumah .................. gunan itu hanya bersifat sementara. Sebab bila pemilik bangunan sudah menyelesaikan IMB dan membayar retribusinya maka pembangunannya boleh dilanjutkan. “Jika tidak diindahkan, maka jangan coba-coba melanjutkan pem-

Tambang .................... sudah menyatakan kesiapannya. Bahkan untuk membangun jalan produksi mereka juga siap. Tinggal menunggu partisipasi perusahaan

Rampok ................... Hasanuddin alias udin. Kasubag Humas Polres Bombana, Iptu Samuel Limbong mengatakan, Irwan dan Hasanuddin ditangkap di dua lokasi berbeda. Irwan ditangkap di Poleang, pertengahan Februari lalu saat hendak melarikan diri menuju Kolaka. “Dia ditangkap diatas an-

Kendari Pos |Kamis, 24 Februari 2011

bangunannya,” tegas Muslimin. Sementara Kepala Dinas PU, Endang Kilat menuturkan, sesuai inventaris Dinas PU selama ini, pembangunan diwilayah ibukota kebanyakan tidak disertai IMB. Sebab warga yang membangun tidak pernahberkoordinasiataupunmelapor di instansinya, padahal Dinas PU

memberikankemudahanbuatmereka yang mengurus IMB itu. “Aturan IMB ini diatur dalam perda nomor 13 tahun 2005. Jadi saya himbau kepada siapapun yang membangun agar mengurus lebih dulu IMB, sehingga tidak menyalahi garis sempadan bangunan dan garis sempadan pagar,” katanya.

Terkait penertiban IMB tersebut, Endang mengaku, akan terus dilaksanakan berkelanjutan mulai dari wilayah ibukota sampai kedesa-desa. “Mudah-mudahan jika ini (penertiban IMB) terlaksana dan baik, insya allah bisa mendongkrak pendapatan daerah,” harapnya. (nur/awl)

lain saja. Namun sampai saat ini tidak juga ada respon dari mereka. Untuk pajak dan retribusi, Ahmad Sjafei menghimbau kepada para investor untuk melaporkan kendaraannya agar dapat diket-

ahui secara pasti yang mana harus dikenakan pajak. Dia menyarankan untuk berhubungan dengan dinas terkait. Termasuk kapal yang mengangkut material tambang ke luar negeri. Namun yang

menjadi polemik adalah mengapa nanti sekarang baru dievaluasi setelah bertahun-tahun beroperasi. Bahkan penindakan belum pernah sekalipun dilakukan. (p6/awl)

gkot,” kata Samuel Limbong. Sedangkan rekannya Hasanuddin, dibekuk 18 Februari lalu di Desa Tahi Ite, Kecamatan Rarowatu. Saat itu, warga kelahiran Balikpapan ini tengah menumpangi kendaraan roda duanya menuju lokasi pertambangan. Mantan Kapolsek Rarowatu ini menjelaskan, Irwan dan Hasanuddin ditangkap karena diduga

kuat sebagai pelaku perampokan dirumah Hasman, warga Desa Aneka Marga, Kecamatan Rarowatu Utara. Aksi itu dilakukan awal Februari lalu dengan cara mendobrak pintu rumah korban. Selain sukses mengamankan perhiasan berupa cincin, kalung dan anting dengan berat 9 gram, Irwan Cs juga menggasak uang tunai sebesar Rp 10 juta. Tak hanya

sampai disitu pemilik rumah, juga sempat dianiaya dan diancam ditembak. “Kasus ini masih kami dalami, untuk mencari tahu apa ada tersangka tambahan. Apalagi pelaku yang ditangkap merupakan residivis dengan kasus yang sama,” tutup Kapolres Bombana, AKBP Yan Sultra Indrajaya diruangannya, siang kemarin. (nur/awl)

Ijazah .................... hasilnya dari turun di Wawonii menginvestigasi,” ujar Muamar. Adalah Kades Sukarela Jaya, La Ode Syafiuddin dan Kades Sainoa Indah Wa Ode Siti Warahama disebut-sebut memalsukan ijazah saat pencalonan pilkades. Pemurni Sultra menyatakan menolak pelantikan Kepala Desa Sainoa Indah dan Kades Sukarela Jaya yang terpilih karena dinilai cacat hukum. Massa meminta proses pemilihan ulang segera digelar. Paling lambat tiga bulan. Massa diterima Wakil Ketua DPRD Konawe, Mustakim dan Sunaryo Mondawa, anggota Komisi II, Irman dan anggota Komisi III, Musdar yang juga berasal dari Dapil Wawonii. Menurut Mustakim, idealnya panitia sembilan dan panitia dari kabupaten tidak harus melakukan tindakan tidak terpuji dengan meloloskan calon tersebut. “Kami akan mengawal ini dan konsisten meminta pemda untuk tidak melantik sampai masalah ini tuntas,” ujarnya sembari membenarkan anggota Komisi I (bidang hukum dan pemerintahan) DPRD Konawe pernah turun lapangan untuk menginvestigasi kasus ini. Bahkan kasus itu telah diproses Polresta Kendari karena berada diwilayah hukumnya. Ditempat yang sama Musdar, asal Dapil Wawonii mengatakan persoalan ini secara teknis dibidangi Komisi I. “Meski begitu waktu kami turun karena merasa terpang-

gil dari Dapil Wawonii. Walaupun secara formal laporan yang masuk adalah soal ijazah palsu. Namun kenyataan dilapangan bukan hanya ijazah palsu itu. Di Rokoroko, panitia sembilan menyampaikan bahwa tidak satupun berkas calon kepala desa yang sampai ke tangan panitia sembilan,”tambah Musdar. Ia melihat mekanisme seperti itu cacat. Karena saat itu ada deal (persetujuan) dengan Badan Pemerintahan Masyarakat Desa (BPMD) Konawe bahwa tidak ada pelantikan sebelum menuntaskan persoalan itu. “Nah, kalau itu yang mau dipatuhi, mengapa ada pelantikan. Kalau ada pelantikan berarti (persoalan) sudah tuntas. Lalu dimana tuntasnya,” tukas politis PAN itu. Tak puas, massa pun meminta DPRD Konawe mengawal mereka bertemu Bupati Konawe, Lukman Abunawas untuk menyampaikan aspirasi mereka. Sayang, Bupati tidak berada ditempat. Massa didampingi Wakil Ketua DPRD Konawe, Sunaryo Mondawa dan anggota DPRD asal Wawonii, Musdar diterima Sekretaris BPMD Konawe, Sambarli. Mantan Camat Bondoala itu berjanji tidak akan melakukan pelantikan kades baik dua kades itu maupun kades lainnya. “Tidak ada pelantikan dimasa yang akan datang. Yang ada dalam program kami hanya pelantikan Lurah Sawaeya dan pelantikan definitif Desa Sinar Mosolo. Jadi, hasil pilkades di Wawonii belum ada pelantikan,” tukasnya. (din/awl)


7

Kendari Pos |Kamis, 24 Februari 2011

Tak Ada Perlakuan Istimewa di Rutan Inap .......................... Ketika berhasil masuk, suasana di dalam nampak riuh terlihat beberapa orang sipir yang sedang berjaga dengan sorot mata kesana kemari. Selain itu beberapa tahanan yang lalu lalang di depan ruang besuk. Tiba-tiba seorang pria mengenakan kemeja putih, nampak keluar dari ruang besuk, dari sisi kiri kananya terlihat dua lelaki. Yang satu berambut panjang dan satunya lagi berambut cepak berjalan menuju ruangan dengan menenteng tas hitam. Ketiganya terlihat santai. Mereka asyik jalan sambil ngobrol dan sesekali nampak senyum. Ternyata dialah Atikurrahman, mantan bupati Bombana yang kini menjadi tahanan kejaksaan negeri Kendari didampingi kedua pengacaranya. Sepuluh menit berselang tepat di depan pintu keluar, kedua pengacara tersebut pamit untuk pulang. Namun, sebelum keluar terlihat Atiku mendekati seorang pengacar-

anya sambil merapat ke arah telinga membisikan beberapa kata. Kemudian, kedua pengacara tersebut berpamitan sambil mengeluarkan argumen. “Oke Pak saya pamit dulu, “tutur kedua pengacara dan berlalu keluar rutan. Atiku tidak kembali ke hotel prodeo yang ditempati, Blok D kamar 02. Tapi, menuju sebuah tempat yang di depannya tertulis Ruangan Bimbingan Kerja (Bimker) . Ruangan ini ukuranya 4 x 6 meter. Dari kejauhan nampak dua wanita sedang duduk santai dan seorang lelaki mengenakan baju berwarna putih. Mereka adalah isteri dan anak Atiku yaitu Haikal dan Cakra. Setelah masuk ke dalam, Atiku berbelok ke arah kanan lalu duduk di kursi menghadap selatan di depanya juga terdapat meja. Sayangnya, apa yang mereka perbincangkan tidak terdengar jelas karena ada batasan tertentu untuk bisa menjangkau ruangan itu. Ketika waktu menunjuk pukul 11.00 Wita, dari pintu masuk nampak rombongan pembesuk wanita berjilbab

kembali menuju ruangan Bimker, yang tidak lain adalah keluarga Atikurahman. Semestinya mereka diarak ke ruangan pembesuk bukan bertemu di ruangan tempat aktivitas sipir rutan. Dari kejauhan terlihat mereka berdiri, menghadap wajah mantan bupati itu. Suasananya juga kadang hening, sempat juga terlihat canda kecil diantara mereka. Memasuki waktu shalat zhuhur, sipir yang bertugas langsung mengumandangkan bagi tahanan muslim untuk menunaikan salat. Di sini terdapat polemik karena keluarga maupun kerabat masih berada di dalam ruangan menemani Atiku. “Seharusnya tidak boleh pembesuk di Bimker, tidak ada istilah mantan pejabat dan pejabat di sini. Semuanya sama. Kalau rata-rata mereka membesuk di Bimker kita saja sipir punya juga keluarga yang ditahan, kalau ketemu pasti diruang besuk. Ini enak sekali besuk di situ suruh keluarmi waktu shalat ini, kalau begini modelnya pasti sampai sore lagi mereka di situ, “ujar salah seor-

ang sipir dengan nada kesal. Tidak perlu menunggu terlalu lama, usai kata-kata tersebut dicetuskan, Atiku langsung keluar mengenakan kacamata, dengan kancing baju atas terbuka menuju masjid. Tapi, sebelum tiba ia terlihat berdiri ditemani satu tahanan sembari bertanya sesuatu. Suara adzan berkumandang, Atiku harus kembali ke depan ruangan Bimker karena beberapa kerabatnya hendak berpamitan. Suasana sedih pun semakin terasa diantara mereka. “Saya mau salat dulu Pak, permisi, “ucap Atiku sambil menuju tempat ambil air wudhu. Akhirnya beberapa keluarganya pun digiring untuk keluar rutan oleh sipir yang berjaga, dengan mengendarai mobil Honda Jazz merah mereka pun berlalu meninggalkan Atiku. Dari wajahnya, siang itu Atiku nampak lelah. Entah capek menemui tamunya yang datang silih berganti atau capek akibat beban pikiran yang terus membayang di benaknya. Apalagi kalau bukan kasus yang sementara melilitnya. (***)

Juri Didatangkan Langsung dari Inggris Salut ......................... fikat berkop Guinness World Records. Di situ tertulis: The most people doing crosswords simultaneously was 550 and was achieved by the Bina Nusantara University English Club (Indonesia). Artinya: rekor terbanyak mengerjakan teka-teki silang (TTS) sebanyak 550 orang yang diraih BNEC. “Saya tidak memperhatikan surat ucapan selamatnya. Pokoknya, yang saya tahu, kami berhasil membuat rekor dunia. Ini sangat membanggakan kami,” ungkap pria 24 tahun yang tercatat sebagai mahasiswa MIPA di jurusan Teknologi Informasi dan Statistik Binus tersebut kepada Jawa Pos pada Sabtu pekan lalu (19/2). Saat itu, Enricko ditemui di Pacific Place di kawasan bisnis Sudirman bersama beberapa temannya yang ikut memecahkan rekor. Prestasi tersebut, bagi Enricko dan teman-temannya, benarbenar membanggakan. Bagaimana tidak, rekor mengisi TTS (crosswords) itu berhasil memecahkan rekor sebelumnya dari Wina, Austria. Di Wina kala itu, yang mengisi TTS adalah 460 orang. Yang juga membuat Enricko cs bangga, di Indonesia, baru kali ini ada organisasi mahasiswa yang mampu mencatatkan rekor di Guinness. Sebelumnya, pada 2010, Indonesia meraih rekor dunia menyalakan 10 ribu lampion. Acara tersebut diadakan oleh perkumpulan Freedom Faithnet Global, bukan organisasi mahasiswa. “Saya berkorespondensi dengan Guinness World Records dan benar bahwa kami adalah mahasiswa Indonesia pertama yang meraih rekor. Biasanya kan yang pertama yang selalu diingat,” katanya. Enricko menceritakan, proses meraih rekor dari lembaga asal Inggris itu dilakukan dengan korespondensi via surat elektronik. Prosesnya cukup panjang. Mulai tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga verifikasi. Awalnya, mereka hendak memecahkan rekor tidak dengan mengisi TTS. Tapi dengan scrabble, sebuah permainan merangkai kata dari huruf-huruf di papan permainan. Namun, tantangan memecahkan rekor scrabble cukup be-

rat. Sebab, rekor yang ada adalah 2.000 orang. Anak-anak BNEC merasa kesulitan. “Akhirnya, kami memilih tekateki silang atau crosswords. Lebih realistis,” kata Enricko lantas tersenyum. Keputusan memilih TTS bukannya tanpa alasan. Mereka juga mengonsultasikannya ke pihak Guinness. Bahkan, proses korespondensi itu sampai memakan waktu dua tahun. Setelah lembaga rekor yang dirintis Sir Hugh Beaver pada 1951 tersebut memberikan lampu hijau, mereka mulai merencanakan. Pelaksanaan pengisian TTS masal itu jatuh pada 21 Februari 2010 saat progam Smart Day dan 6th Nationwide English Olympics Program. Itu merupakan lomba bahasa Inggris tahunan yang dihelat BNEC. Program tersebut tak hanya diikuti mahasiswa, tapi juga siswa pelajar. Karena itu, banyak “sukarelawan” yang bisa dilibatkan dalam mencetak rekor tersebut. Acara dilaksanakan di foodcourt Binus Kampus Anggrek lantai satu. Awalnya, peserta diregistrasi hingga 600 orang. Mereka kemudian diberi lembar TTS. Pertanyaannya tidak banyak. Delapan pertanyaan mendatar dan tujuh menurun. Total ada 15 pertanyaan. Semua berbahasa Inggris. Pertanyaannya pun sangat berbau Indonesia. Mulai nama tari-tarian hingga nama alat

musik khas. “Kita harus bawa nama Indonesia dong. Sekaligus promosi,” timpal Marcella Einsteins, mahasiswa teknologi informasi. Para peserta hanya diberi waktu 15 menit untuk mengerjakan. Beberapa detik sebelum berakhir, para panitia bersamasama menghitung mundur. Dari 600 peserta itu, tak semua sukses mengerjakan TTS. Ada yang kabur sebelum rampung, ada juga yang angkat tangan dan membiarkan beberapa kolom melompong. Akhirnya, hanya 550 peserta yang mampu merampungkan. “Padahal, kami menoleransi minimal lima pertanyaan dijawab,” kata Marcella. Apakah para peserta tidak mencontek saat mengerjakan teka-teki silang” Enricko menggeleng. Menurut dia, saat TTS dikerjakan, ada pengawas yang hilir mudik. Apalagi, mereka menyewa dua orang sebagai saksi. Yakni, seorang dokter dan pendeta. “Ya kalau ada yang nyontek teman sedikit tidak apa-apa lah,” katanya, lantas terbahak. Untuk keperluan verifikasi Guinness, mereka mendokumentasikan semua kegiatan. Mulai lembar jawaban TTS, daftar nama peserta, video pelaksanaan, hingga tanda tangan para saksi. Proses melengkapi berkas, kata Enricko, cukup lama. Sebab, mereka harus mengedit video plus beberapa persyaratan lainnya. Video itu

pun harus dilengkapi subtitle bahasa Inggris. Berkas itu baru rampung pada November 2010 dan langsung dikirim ke London, markas Guinness. Enricko menuturkan, Guinness sejatinya menyodorkan dua alternatif penjurian. Selain korespondensi, mereka bisa mendatangkan juri langsung dari Inggris. Syaratnya, juri tersebut harus didatangkan dengan penerbangan kelas bisnis, menginap di hotel bintang empat, plus beberapa fasilitas lain. “Kami hitung, habisnya Rp 20 juta” Rp 30 juta,” kata Ciata Wijaya, mahasiswa jurusan sistem informasi, yang juga aktivis BNEC. Lantas, berapa biaya yang harus dibayar untuk penjurian via korespondensi? “Nol rupiah,” kata Ciata. Dia menambahkan, Guinness bekerja secara profesional. Mereka tidak menuntut upah untuk setiap rekor yang didaftarkan. Yang ditanggung hanya ongkos pengiriman berkas-berkas verifikasi dari Indonesia ke Inggris. Sertifikat dan surat ucapan selamat dikirim ke Indonesia oleh Guinnesss secara cuma-cuma. Guinness baru memasang tarif jika pendaftar rekor meminta sertifikat lagi. Setiap sertifikat dibanderol GBP 15 atau setara Rp 214 ribu. Itu belum termasuk ongkos kirim. “Soalnya kita nggak boleh menggandakan sendiri sertifikatnya. Kan ada hak ciptanya,” kata Ciata.(kum)

Alias Ismail : Perkara Atikurahman Sesungguhnya Telah Divonis Penahanan ................. jadwalkan tanggal 2 Maret mendatang. Anehnya, penyidik lebih dulu melakukan penahanan padahal pemeriksaan baru awal Maret dilaksanakan. “Tidak benar bahwa Atikurahman akan melarikan diri ke luar negeri. Beliau adalah orang yang paham dan taat. Sebelumnya, beliau bersama keluarga sudah ada niat ke sini. Hanya karena saat itu sementara dirawat di rumah sakit. Tetapi tiba-tiba pihak kejaksaan melakukan penangkapan secara paksa,” ungkap Alias Ismail dari kantor advokad Irianto Asociated, saat memberikan keterangan pers, kemarin (23/2). Kuasa hukum Atikurahman ini, juga membantah jika kliennya dikatakan pura-pura sakit. Soal penahanan Atikurahman, dijelaskan pihaknya akan mendalami perkara tersebut. Tidak

menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan upaya hukum pra peradilan. Hal ganjil lainnya versi Alias, sesuai surat perintah penahanan dinyatakan bahwa Atikurahman diduga melakukan tindak pidana korupsi pencairan dana kas Bombana 2007-2008, mengenai perkara itu sebelumnya telah diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Negeri Baubau dalam perkara Muhammad Haikal No 567/PID.B/2009/PN BB. Dalam dakawaan dan tuntutan JPU ketika itu, disebutkan Atikurahman secara bersama-sama dengan terdakwa dalam dugaan Tipikor. “Setelah kami cermati pokok masalah sesungguhnya yang didakwakan kepada Atikurahman perkara yang sama dan telah diputus oleh PN Baubau. Dengan putusan itu yang telah memutuskan bahwa dalam perkara itu tidak ada tindak pidana, tentu saja tidak ada dasar dan alasan

hukum kemudian melakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan. Tujuan penyidikan menemukan suatu tindak pidana. Seharusnya perkara ini tidak lagi dilakukan penyidikan atau setidak-tidaknya menunggu perkara Haikal hingga memiliki kekuatan hukum tetap untuk mengetahui apakah ada perbuatan pidana atau tidak,” pungkas Alias Ismail. Menanggapi hal tersebut Asrul Alimina SH MH menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan dan penahanan sesuai dengan prosedur hukum yang ada. Soal informasi tersangka akan melarikan diri ke Singapura, tim penyidik bisa mempertanggung jawabkan kebenaran informasi tersebut. “Kalau itu maunya pengacara bukan urusan kami, tetapi kalau berdasarkan UndangUndang itu akan saya lakukan,” tukas Asrul Alimina.(lia)

Temani Ayah di Kejati, Haikal Disodorkan Surat Panggilan Jaksa ........................ Soal penangguhan penahanan yang bisa saja diajukan tersangka Atikurahman melalui kuasa hukumnya, kata pengganti Idris Gani ini, sepenuhnya hak tersangka. “Nantilah, toh jaksa belum menerima surat permintaan penangguhan penahanan. Intinya, itu hak yang bersangkutan, tapi kan jaksa juga punya pertimban-

gan apakah menolak atau menerima,” tambah Asrul. Di balik penahanan Atikurahman yang dijemput paksa dari Makassar, Tim penyidik juga diuntungkan atas kehadiran Haikal yang tak lain putra dari Atikurahman. Pasalnya, Haikal ditunggu kesaksiannya atas perkara yang menyeret ayahnya, Atikurahman. Jaksa sudah mengantongi izin pemeriksaan dari Gubernur Sultra sekitar Januari lalu,

hanya saja keberadaan Haikal tidak diketahui oleh jaksa. “Begitu terlihat mendampingi tersangka Atikurahman semalam, penyidik langsung memberikan surat panggilan pemeriksaan sebagai saksi pada Haikal. Rencananya pemeriksaan dilakukan secepatnya supaya perkara korupsi Bombana ini segera rampung dan dilimpahkan,” pungkas alumni program pascasarjana Universitas Airlangga ini.(lia)


Kendari Pos

8 Berjalan ..................... 90 mmHg, sedangkan normalnya adalah 120/80. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi dua: primer dan sekunder. Hipertensi primer adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya. Sekitar 90% penderita tergolong jenis ini. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara lain karena kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal, dan lain-lain. Banyak pakar yang mengistilahkan penyakit ini sebagai silent killer. Dan karena merupakan pembunuh diam-diam itulah pengobatan terhadap hipertensi penting untuk dilakukan dengan baik dan tepat. Bila tidak, ia berpotensi menimbulkan penyakit jantung kardiovaskuler dan stroke. Saat ini, setiap tahun 17 juta orang terserang stroke dan penyakit jantung. Satu-satunya cara bagi penderitanya untuk bisa menjalani kehidupan secara berkualitas adalah dengan rutin mengontrol tekanan darah. Juga, diperlukan makanan kesehatan yang bisa menormalkan tekanan darah. Apa contohnya? Tentu banyak, tapi salah satunya adalah kedelai. Selain lesitin, zat gizi pada kedelai yang dapat membantu pencegahan penyakit jantung adalah vitamin E. Vitamin ini mampu meremajakan kembali arteri yang tua sehingga lebih elastis dan tidak keras. Ishwaral Jialal, seorang peneliti di Western Medical Center, University of Texas, Amerika Serikat, mengatakan bahwa mengonsumsi 800 IU vitamin E tiap hari selama tiga bulan berturut-turut bisa memangkas terjadinya osksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat), mencegah kerusakan pembuluh darah arteri, dan mencegah penyakit jantung sebanyak 40%. Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa rutin mengonsumsi kedelai itu memang amat penting. Manfaat kedelai untuk mengatasi hipertensi itu sudah dirasakan oleh Nyonya Ening. Dalam beberapa tahun belakangan ini, ibu lima anak ini menderita hipetensi. Akibatnya, di tahun 2009 ia terserang stroke setelah jatuh dari tangga di depan rumahnya. Saat itu, wanita 58 tahun yang sudah punya empat buyut ini tak mampu berdiri. Maka, ia pun dibawa ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui angka sistolik tensi darahnya saat itu sudah mencapai 200. Meski sudah diobati, selama hampir satu tahun penduduk Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, ini tak bisa berjalan. Beruntung ia tidak mengalami gangguan sedikit pun dalam berbicara. Sambil diterapi, sejak sekitar setahun sebelum wawancara yang diada-

kan awal Oktober 2010 ini, Nyonya Ening rutin mengonsumsi Kedelai Bubuk Instan New Mandala 525, dua kali dalam sehari. Baru habis tiga kotak, ia sudah mulai bisa berjalan tanpa dipapah. “Dan sejak enam bulan ini saya sudah bisa berjalan kembali dengan lancar,” ujarnya dengan haru. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun, New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya nyata dan produknya diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko-toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (adv)

Kendari Pos |Kamis, 24 Februari 2011

Anggota Brimob Hanya Tembak Buah Kelapa Kendari, KP Laporan Kades Pongkalaero, Tadjudin dan Kade Puununu, Darmawi Kabaena Selatan terkait tindakan intimidasi yang dilakukan aparat Brimob terhadap warga boleh jadi terlalu

didramatisir. Diduga ada motif tertentu yang dimainkan Kades sehingga berani menyudutkan kinerja aparat kepolisian yang menjaga keamanan dari kemungkinan timbulnya kerawanan di lahan eks INCO, yang kini

dalam penguasaan PT Anugerah Harisma Barakah (AHB). Pasalnya, di areal yang sama juga pernah dikeluarkan izin kepada PT Prima Nusa Sentosa (PNS) oleh Bupati Atikurahman, tetapi telah dicabut oleh

Pj Bupati Bombana, Muh Hakku Wahab. “Tidak benar polisi melakukan intimidasi dan mengusir warga dari kebunnya, apalagi melakukan penembakan untuk menakut-nakuti warga. Me-

mang ada suara tembakan, tetapi itu karena anggota kehausan sehingga mereka menembak buah kelapa yang terdapat di sekitar basecamp PT PNS,” kata

Baca ANGGOTA di Hal. 2

Nur Alam Minta Kapet Diintegrasikan KEK Jakarta, KP Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam meminta agar program Kapet (Kawasan Pertumbuhan) Bank Sejahtera lebih baik dintegrasikan ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Alasannya, Kapet yang sebelumnya bernama Kapet Bukari berjalan ditempat. “Kapet di Sultra berjalan ditempat. Saya mengusulkan

lebih baik Kapet diintegrasikan ke dalam KEK,” pinta Nur Alam pada rapat kerja (Raker) Komisi VI di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2). Wartawan Kendari Pos di Jakarta, Arwan Mannaungeng melaporkan, Raker ini digelar untuk membahas arah kebijakan Pemerintah mengenai Kapet yang ditindaklanjuti pembentukan KEK yang berkorela-

si langsung koridor ekonomi. Turut hadir, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala BKPM Gita Wirjawan. NurAlammengatakansalahsatu penyebab jalan ditempatnya Kapet karena regulasi yang menaunginya tidak jelas. Sifatnya kata dia,

hanya koordinasi dan fasilitasi. Bahkan kata dia, tidak tegas pengembangannya dari sektoral maupun regional. “Karenanya, supaya pemanfaatkan kawasan ekonomi strategis di setiap daerah bisa dioptimalisasi percepatan ekonomi, perlu ada keinginan yang kuat dari Pemerintah,” katanya. Keinginan yang kuat itu kata Ketua DPW PAN ini ada pada KEK. Menurutnya, KEK dila-

hirkan dari Undang-undang sehingga kawasan ekonomi bisa dioptimalisasikan melalui potensi yang dimiliki daerah. Implementasi KEK di Sultra yang mengunggulkan aspal, tambang nikel dan emas ini kata Nur Alam direncanakan akan berjalan tahun ini. Makanya kata dia, Pemerintah Pusat sedang konsolidasi dalam mengimplemetasikannya.(awa)


Kamis, 24 Februari 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

suwarjono/kp

Perahu nelayan terpaksa mengurungkan niatnya melaut karena cuaca buruk. Ia terpaksa kembali ke rumahnya di daerah Bungkutoko. Cuaca ekstrim memang lagi melanda Indonesia akhirakhir ini. Angin kencang yang mengakibatkan gelombang besar membuat nelayan hampir di seluruh Indonesia takut melaut.

Puskesmas Bagikan Kelambu Anti Nyamuk MengantisiPasi gigitan nyamuk, Puskesmas Kemaraya punya cara tersendiri dalam melindungi warganya.Salah satunya dengan membagikan 583 kelambu anti nyamuk. Kelambu itu secara simbolis diserahkan Kepala Puskesmas Kemaraya drg Nining Setianingsih. Sasaran kembalu adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi dengan imunisasi lengkap di wilayah kerja puskesmas. Pembagian kelambu dilakukan sejak Senin (21/02). “Dengan adanya kelambu yang merupakan bantuan dari Jepang itu bisa mencegah warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk, terutama bagi ibu dan bayi.Kelambu memiliki keistimewaan yakni mengandung insektisida yang dapat membunuh nyamuk juga serangga lain seperti lalat dan kecoak, “ujar Yati, AM , salah seorang petugas puskesmas. Warga yang mendapat kelambu dipilih berdasar kunjungan pada Bulan Maret 2010. “Sebenarnya dari pihak Dinkes merekomendasikan untuk membagikan pada pasien pada kunjungan Bulan Juli 2010. Tapi karena jumlahnya banyak akhirnya pihak puskesmas berinisiatif untuk membaginya berdasarkan kunjungan maret 2010,”katanya.(p4)

Bariun Divonis 12 Bulan Kendari, KP Masih ingat kasus perjalanan dinas fiktif yang diduga dilakukan sembilan anggota DPRD Sultra periode 19992004? Salah satu tersangkanya La Ode Muh Bariun sudah dijatuhi vonis 12 bulan penjara oleh MA. Bariun diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan. Bariun juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 500 ribu subsidair satu bulan kurungan. Untuk diketahui bahwa vonis yang dijatuhkan majelis hakim, sama den-

gan tuntutan penuntut umum yakni satu tahun penjara. Sembilan mantan anggota DPRD ikut menikmati perjalanan fiktif itu, diantaranya La Ode Ate, Umar Saranani, Amir Pidani, Hasanudin Silondae dan Haola Mokodompit. Mereka divinos terpisah kendati satu perkara. Dalam sidang yang dipimpin Moch Mawardi SH MH itu, penuntut umum menyatakan pikir-pikir apakah akan melakukan upaya banding atau menerima putusan hakim.“Kami masih pikir-pikir,” terang Baharuddin,

mewakili penuntut umum. Tuntutan satu tahun penjara terhadap LM Bariun sesuai dengan pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemeberantasan tindak pidana korupsi. Sementara LM Bariun dituntut untuk membayar uang pengganti karena belum juga mengembalikan sisa uang sebesar Rp 500 ribu tersebut dari anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 26.500.000. Menurut Bariun, ada tebang pilih jaksa dalam memproses kasus tersebut. Misalnya ketua tim kunjungan kerja

Kendari Pimpin Klasemen Adipura Zona Sumapua Kendari,KP Kota Kendari patut berbangga. Hasil penilaian tahap I Adipura, kota bertakwa ini memimpin klasemen zona Sumapua dengan nilai 73,74. Penegasan itu disampaikan langsung Wali Kota Kendari Ir Asrun, sekaligus menyampaikan syukurannya. “Alhamdulillah untuk tahap I penilaian Adipura ini, Kota Kendari tetap menduduki posisi pertama se-Sumapua dengan nilai 73,74. Meskipun demikian, nilai ini jangan membuat kita lengah. Ttingkatkan lagi nilai capaiannya hingga 75,” ungkap Asrun. Pasangan Musadar Mappasomba ini menjelaskan rekomendasi yang dikeluarkan tim penilai tahap I Adipura, diantaranya kebersihan TPA, pasar dan pertokoan. Adapun mengenai nilai yang diperoleh tersebut telah sesuai dengan kondisi lapangan pada saat penilaian. “Pada saat penilaian tahap I lalu, Kota Kendari selalu diguyur hujan, sehingga menghambat pengerjaan pembersihan seperti pengecatan trotoar. Selain itu kami akui untuk lebih mendorong keterlibatan masyarakat, apalagi dengan peningkatan kriteria yaitu kualitas air dan udara,” jelasnya. Mengenai target untuk penilaian

Baca ADIpURA di Hal 10

ke Jawa Barat Hino Biohanis justru tak dijadikan terdakwa. Yang lebih aneh lagi Ahmad Aljufri yang nota bena sama-sama mengembalikan uang perjalanan, tapi pemilik usaha Ade Taksi itu juga tak dijadikan terdakwa. “Saya melihat dalam perkara ini ada tebang pilih. Pertama ketua tim kunjungan kerja Hino Biohanis tak jadi terdakwa. Kemudian Ahmad Aljufri yang sama statusnya dengan saya dan juga telah mengembalikan

Baca BARIUN di Hal 10

Keterlibatan Dit Pol Air Akan Didalami Kendari, KP Hilangnya barang bukti (BB) kayu yang ditangkap Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Anoa Makassar tahun 2008 lalu kini masih terus ditelusuri Polda Sultra. Bahkan kemungkinan adanya keterlibatan Direktorat Polisi Air (Dit Pol Air) Polda Sultra juga turut didalami. Dalam penanganan kasus tersebut, sebanyak 6 saksi yang telah diperiksa di Mapolda Sultra. Termasuk dua PPNS Direktorat Penyidikan dan Perlindungan Hutan, Ditjend Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementrian Kehutanan RI, Faat Rudhianto, S.Hut., dan Mathius Rempek. Informasi yang dihimpun, salah satu saksi menyebutkan, jumlah kayu yang ditangkap SPORC Brigade Anoa Makassar sebanyak 500-an kubik dari

Terkait Hilangnya BB Kayu Ratusan Kubik

dok/kp

Pasar Wuawua yang terbakar untung saja tidak masuk dalam penilaian tim Adipura. Kendari patut berbangga menjadi yang teratas di zona Sumapua.

Baca KeteRLIBAtAN di Hal 10


Metro

10

Hino Biohanis Perintahkan Untuk Pulang ke Kendari Bariun... dana, tapi saya didakwa dan Ahmad Aljufri tak jadi terdakwa. Ini yang harus dipahami dan saya akan menggunakan hak saya untuk banding,”tegas Bariun yang dihubungi semalam. Menurut dia, pendamping anggota DPRD kala itu juga harusnya jadi terdakwa.Mereka yang jadi pendamping adalah staf DPRD. Sebab mereka megubah laporan perjalanan dari tidak mengunjungi Jawa Barat menjadi mengunjungi. Hal tersebut sangat rancu dan lagi-lagi tidak tersentuh. Ia menceritakan perjalanan dinas ke Jabar kala itu tak jadi karena pemerintah di sana belum menjadwalkan penerimaan anggota DPRD Sultra. Nah, terpaksa kala itu menunggu di Jakarta untuk mengagendakan kembali.Namun sudah berapa hari juga belum terjadwal. “Saya pun konsultasi pada ketua tim kunjungan kerja Hino Biohanis. Menurut Hino, yah pulang saja. Pertanyaan saya, kok Hino Biohanis yang memerintahkan pulang dan orang yang bertanggung jawab dalam kunjungan sampai tidak dijadikan terdakwa.Ini ada apa,”kata Bariun. Hal lain, Asgar Kamil yang kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah, tapi cuma ikut gabung di Jakarta tapi tak juga dijadikan terdakwa. Banyak kejanggalan yang terjadi dalam kasus ini. Bagaimana dengan sisa dana Rp500 ribu yang belum dikembalikan? Itu tak benar. “Saya sudah kembalikan semuanya. Yang jadi pertanyaan saja, Jaksa tebang pilih dalam kasus ini,”tukas Bariun lagi. (lia/nan)

Kendari Pos | Kamis, 24 Februari 2011

Kendari Keciprat Sertifikat 100 Bidang Tanah Kendari, KP Selain mendapatkan 175 sertifikat bidang tanah bagi nelayan dari Kementerian Perikanan dan Kelauatan, Kota Kendari juga mendapatkan sertifikat 100 bidang tanah dari kementerian perumahan rakyat (Kemenpera). Hal ini diungkapkan Kepala BPN Kota Kendari, LM Ruslan Emba.

“Tahun 2011 ini Kota Kendari mendapatkan bantuan 100 sertifikat bidang tanah, adapun lokasi peruntukkannya akan dikoordinasikan dengan dinas tata kota. Peruntukkannya masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkapnya. Ia menandaskan, realisasi semua bantuan sertifikat tersebut karena peran aktif dari

pemerintah kelurahan atas usulan, juga peran instansi teknis terkait. “Kami bersyukur karena selain nelayan, masyarakat kurang mampu juga memperoleh bantuan sertifikat gratis. Tahun sebelumnya juga Kota Kendari mendapatkan bantuan sertifikat Prona, Proda dan UKM,” katanya. (fas)

Oknum Pencuri BB Masih Didalami Penyidik Keterlibatan... dua pemilik yakni Mikram Hafied dan Muh. Rusli Hasan. Kayu tersebut kemudian diboyong ke Pelabuhan Pol Air Polda Sultra. Saat BB kayu ratusan kubik tersebut hendak dialihkan ke rumah penitipan barang sitaan negara (Rupbasan) Kendari, jumlah BB tersisa setengahnya atau sekitar 250-an kubik. Lalu, kemana separuh barang bukti yang ditangkap tersebut? Adakah keterlibatan Pol Air Polda Sultra terkait hilangnya barang bukti tersebut? Direktur Reskrim Polda Sultra, kombes Pol. M. Iswandi Hari mengatakan, pihaknya kini sedang mendalami beberapa saksi. Hasil ket-

erangan para saksi tersebut akan disimpulkan untuk menjadi petunjuk bagi penyidik soal siapa oknum yang terlibat dalam kasus hilangnya BB kayu ratusan kubik tersebut. Soal keterlibatan Dit Pol Air Polda Sultra, kata dia, juga turut didalami. “Itulah yang kita juga dalami dari beberapa saksi. Nanti kalau jelas, kami akan sampaikan. Sampai saat ini baru sebatas pemeriksaan saksisaksi dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” terang Iswandi Hari saat ditemui di Mapolda Sultra. Seperti diketahui, barang bukti kayu ratusan kubik ditangkap karena diduga illegal. Penangkapan terjadi di Pelabuhan Moramo, 13 Mei 2008 sebanyak 500-an kubik raib entah kemana. Penangkapan tersebut dilakukan

dengan alasan, pemilik kayu telah melanggar undang-undang kehutanan. Dalam perjalanannya, ternyata dugaan PPNS kehutanan tidak cukup bukti sehingga dihentikan penyidikannya. Dengan di-SP3kan kasus tersebut, berarti barang bukti dikembalikan ke pemilik. Ternyata, barang bukti 500 kubik kayu yang disita PPNS Kehutanan, yang tersisa hanya sekitar 90 kubik saja. Setelah ditangkap, kayu itu digiring ke Markas Pol Air Polda Sultra sebagai titipan SPORC Brigade Anoa Makassar. Namun, penyidikan dihentikan tepatnya 30 Juli 2010 karena dianggap tidak cukup bukti. Barang bukti setelah dititip di pelabulan Pol. Air Polda Sultra, dialihkan ke Rupbasan (aka)

Tahun 2010 Nilai Adipura Capai 75 Adipura... tahap II, Asrun dan jajarannya akan berupaya meraih nilai 75. “Dengan memperoleh nilai 75 ke atas, dapat mendongkrak rata-rata nilai. Kalau dibagi dua nilainya dapat mencapai 75. Karena itu kami akan maksimalkan upaya untuk meraih Adipura ke-3 nanti,” katanya usai Rakor pelaksanaan Adipura di Ruang Pola Kantor Wali Kota Kendari. Kepala BLH Kota Kendari Tin Farida mengatakan, nilai yang diperoleh tahap I mengalami penurunan dari tahun 2010 lalu yang capai 75. Tetapi pihaknya beserta warga telah optimalkan melakukan upaya pembersihan untuk mencapai target yang diinginkan. “Strategi kedepannya yaitu kita mengantisipasi kebersihan seluruh titik, sesuai rekomendasi P1 dan indikatornya karena kebersihan sifatnya dinamis. Tentunya dengan tetap menggalang keterlibatan masyarakat. tahun 2011 ini untuk kota sedang (Kota Kendari,red) sudah mulai dipantau pengendalian pencemaran air dan udaranya,” lanjutnya.(fas)


Metro

Kendari Pos | Kamis, 24 Februari 2011

11

Simpang MTQ Square Dipantau CCTV

ulfah/kp

Salah satu perhatian pemerintah terhadap pedagang di Pasar Bonggoeya adalah pemasangan penerangan dilakukan pihak teknis. Tentunya untuk menghindari hal yang tak diinginkan terjadi.

LKP Sorot Penyaluran Dana PNFI SeKelomPoK mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Kontrol Publik (LKP) Sultra kemarin menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sultra. Namun, mereka kecewa lantaran tak seorangpun anggota dewan yang mau menemuinya. Kepada wartawan Kendari Pos, massa yang diwakili Korlapnya Musfan menyatakan kecewa dengan

sikap DPRD tersebut. Isu yang diangkat dalam aksi tersebut adalah terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan oknum PNS di Diknas Sultra yang menangani proyek Pendidikan Non Formal Indonesia (PNFI). Proyek ini yang memberikan bantuan kepada beberapa Lembaga Kursus Pendidikan (LKP). ‘’Sesuai aturan yang dikeluarkan Men-

pan, bahwa yang berhak menerima dana terebut adalah LKP yang sudah memiliki badan hukum, izin operasional serta memiliki nomor induk,’’ kata Musfan. Mereka menuding, lolosnya beberapa LKP yang baru terbentuk karena adanya dugaan main mata antara oknum pejabat Diknas Sultra dengan pemilik LKP. Ada dugaan dana yang dicairkan dipotong 50 persen oleh oknum Diknas.(han)

Kendari, KP Kecanggihan teknologi saat ini sudah dimanfaatkan Satuan Lalulintas Polres Kendari. Beberapa titik yang diduga rawan terhadap kecelakaan, kemacetan dan pelanggaran lalulintas sudah dapat terpantau melalui kamera CCTV. Kamera CCTV tersebut telah diaktifkan saat ini. Kasat Lantas Polres Kendari, AKP Santiadji Kartasasmita mengatakan, beberapa titik sudah bisa dipantau melalui teknologi. Kamera CCTV secara manual telah dipasang di persimpangan MTQ Square. Sedang beberapa titik lainnya langsung dimonitoring secara otomatis melalui satelit. “Beberapa ruas jalan telah dipantau langsung dari satelit seperti depan Kejati Sultra, wilayah Kecamatan Mandonga, Kampus Baru Unhalu, DPRD Sultra, Mall Mandonga dan beberapa titik lainnya,” terang Santiadji. Alat pemantau arus lalulintas tersebut ditempatkan di Polres Kendari dan satu unit di Mapolda Sultra. Dua unit tersebut dipantau secara terus menerus oleh operator yang ditempatkan di depan monitor. Sehingga, arus lalulintas dapat cepat diketahui daerah mana yang mengalami kemacetan, sering terjadi pelanggaran lalulintas atau informasi kecelakaan juga bisa cepat terpantau. “Kami juga menyiapkan data peta black spot lakalantas, daerah rawan kemacetan, rawan lakalantas. Semuanya dapat diakses melalui website yang telah kami sediakan. Dengan pemanfaatan teknologi ini diharapkan bisa membantu untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” jelasnya. (aka)

ulfah/kp

Inilah kawasan depan MTQ Square yang dijadikan pantauan cctv oleh lantas Polresta Kendari. Di lokasi ini jalur paling sibuk, apalagi pulang kantoran atau anak sekolahan.


Kendari Pos |Kamis, 24 Februari 2011

Hiburan

OllaRamlan

Gandeng Cowok Berbadan Tegap OLLA Ramlan rupanya sudah tak lagi menjomblo. Ada lelaki berbadan tegap yang kini sudah mengisi hati presenter musik ini. Olla terlihat menggandeng pacarnya saat Raffi Ahmad merayakan ultahnya yang ke-24 di Studio DahSyat RCTI. Ditanya siapa yang dibawa, Olla enggan memberi tahu. Yang pasti ciri pria yang digandeng berperawakan putih, berwajah pribumi dan berbadan tegap. Hanya saja pria 30-an tahun tersebut diakui Olla sebagai teman dekatnya. “Itu sahabat aku, memang sudah lama. Raffi memang jahil, semua dibilang deket sama aku. Ya, teman beneran, udah lama kok teman dari sebelum di Dahsyat. Teman lakilaki aku memang banyak,” jelas Olla saat ditemui di Studio DahSyat RCTI Jalan Raya Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Selatan, kemarin. Saat itu Raffi memang menyebut pria tersebut dekat dengan Olla. Hanya saja Olla mengganggap itu hanya candaan. Ia tidak menganggap serius ucapan Raffi. “Mungkin kali, Raffi niat menjodohkan karena dia capek lihat aku nangis terus. Akhirnya dia ingin lihat aku punya pacar,” paparnya. Olla juga mengaku sudah mengenalkan lelaki berbadan tegap itu dengan anaknya. Bahkan, sudah pernah diajak jalan-jalan. ”Pernah jalan-jalan ke Dufan bareng anak saya. Raffi juga ikut, sama dia juga. Dia rame,” jelasnya. Soal ke depan, Olla tak menampik, suatu saat pria tersebut Olla Ramlan kemungkinan bisa jadi teman hidupnya. “Segala sesuatu nggak ada yang nggak mungkin. Saat ini kan saya masih dalam tahap memilah untuk cari pacar,” jelas Olla. Alejandro Dom alias Alex Tian dan Olla Ramlan menikah secara agama pada tanggal 17 Mei 2003. Pada 7 juli 2010, keduanya memutuskan cerai. Kabar beredar, Alex minta cerai karena Olla diduga selingkuh dengan lelaki lain. Namun Olla membantah. Keduanya cerai karena sudah tak ada kecocokan. (jpnn/lia)

Karima El Mahroug, Ngaku ML Sama CR7 KASUS skandal seks yang melibatkan penari perut Karima El Mahroug mulai merembet ke mana-mana. Setelah Perdana Menteri Italia yang juga bos AC Milan, Silvio Berlusconi, kini bintang Real Madrid, Christiano Ronaldo juga terseret. El Mahroug mengaku menerima tawaran CR7, sapaan Ronaldo, untuk melakukan making love (ML) pada akhir 2009. Dia mendapat imbalan sebesar 4 ribu euro (Rp 48 juta) untuk sehari kencan bersama Ronaldo yang sekarang menjadi kekasih Irina Shayk. “Ronaldo mencegat saya. Menggoda dan meminta nomor telepon. Saya tak tahu dia pesepakbola terkenal sampai ketika bertemu di restoran beberapa hari setelahnya, saya lihat banyak yang minta tanda-tangan kepadanya,” kata El Mahroug yang saat kejadian tersebut berumur 18 tahun. Penari seksi itu juga mengaku, beberapa kali kencannya dengan CR7 itu diakhiri di sebuah hotel. Saat El Mahroug terbangun, pemain asal Portugal itu sudah meninggalkan kamar, hanya ada secarik kertas bertuliskan, ”Saya berharap

13 kamu tak ada disinisaatsaya pulang nanti. Uang ada di tas,” kata El Mahroug menerangkan tulisan tersebut. Menanggapi pengakuan El Mahroug tersebut, pemain timnas Portugal itu langsung membantah keras bahwa dirinya pernah mengenal El Mahroug. Kalau hal ini bisa dibuktikan maka kapten Portugal tersebut dapat dimejahijaukan karena berhubungan badan dengan wanita di bawah umur. (jpnn/lia)


Edukasi

14

Kendari Pos |Kamis, 24 Februari 2011

RUU PT Bukan Pengganti UU BHP

Expresi Lovers Bakal Gelar X-Party Kendari, KP Meski baru terbentuk, pengurus Expresi Lover’s telah merancang kegiatan besar untuk menjalin silaturahmi antar pelajar. Iven yang bertajuk Expresi Party itu, rencananya akan dilaksanakan pada Maret tahun ini. Ketua Ivent Organizer Intermedia Promotion Rustam, mengatakan, program perdana bagi pengurus Expresi Lover’s merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas siswa. Selain penyuluhan kesehatan, juga akan digelar pentas seni (pensi) yang melibatkan pelajar di setiap sekolah. “Bukan hanya pemahaman peserta yang menjadi sasaran kegiatan itu, tapi pengurus juga diharapkan dapat mengembangkan ilmu dan pengetahuan mereka. Untuk itu seluruh pengurus dan panitia yang telah terbentuk dilibatkan untuk mensukseskan kegiatan itu, selain melaksanakan tugas, mereka juga bisa belajar,” katanya”. Kegiatan akbar yang berskala kota Kendari itu kata Rustam, akan disesuaikan dengan jadwal sekolah siswa, agar tidak mengganggu pembelajaran mereka. Pada kegiatan Expresi party, menuturnya, ada dua target yang ingin dicapai, yakni peningkatan kesadaran siswa akan bahaya narkoba, tata tertib lalu lintas serta kesehatan reproduksi remaja. Pada kegiatan pensi, masingmasing sekolah akan diberikan kesempatan untuk menampilkan kreatifitas

WULAN/KP

Suasana pembentukan Expresi Lover's di Aula Graha Pena Kendari beberapa waktu lalu. mereka pada setiap cabang yang dilombakan. Ketua Expresi Lover’s, Nurcahya Aswindo mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan sangat berdampak positif, bukan hanya pada peseta, tapi juga pengurus. Lebih-lebih kata mahasiswi Unhalu itu, dewasa ini, tingkat kesadaran

remaja akan prilaku seks, narkotika dan tata tertib berlalu lintas masih sangat minim. Melalui kegiatan itu, diharapkan emaja bisa memamahi bahwa seksi bebas itu banyak efek negatifnya, demikian halnya narkoba. Berlalu lintas di jalan umum tanpa mematuhi aturan juga pelanggaran yang harus dimin-

imalisir. “Kegiatan yang bakal kami gelar tentunya akan memberikan kontribusi terhadap pengetahuan kami. Mudah-mudahan para peserta dari masing-masing sekolah juga dapat memperoleh pengetahuan positif terkait kegiatan kami nantinya,” harapnya. (fya)

Les Dinilai Kurang Efektif Kendari, KP Serupa dengan SMPN 9 Kendari dan SMKN 2 Kendari, menghadapi ujian nasional (UN) tahun ini, SMPN 5 Kendari meniadakan les. Selain untuk mencoba metode baru, kegiatan les yang dilakukan selama ini dinilai tidak efektif untuk mendongkrak prestasi siswa dalam ujian. Wakil Kepala SMPN 5 Kendari Urusan Kurikulum, La Muli S Pd, kemarin (23/

2) mengatakan, setiap tahun les sudah menjadi tradisi setiap kali menghadapi UN. Namun,berdasarkan analisis guru di sekolah, kegiatan itu sama sekali tidak memberikan kontribusi bagi siswa, apalagi mereka yang mengikuti les karena merasa terpaksa, hasil ujian mereka tidak jauh berbeda dengan prestasi sehari-hari di kelas. “Tahun ini kami tidak mengadakan les ataupun pengayaan. Jika ada siswa

yang merasa masih kurang mendalami materi pelajaran, mereka bisa menghubungi guru yang bersangkutan untuk melakukan les privat, tapi tidak terprogram oleh sekolah,” terangnya. Guru matematika ini, mengaku bahwa selama ini, banyak siswa yang mengikuti les bukan kemauan tulus dari hati. Padahal, sekolah memprogramkan kegiatan itu untuk membantu mereka menguasai materi pelajaran yang berpotensi

muncul dalam soal ujian. Sayangnya, masih ada juga yang merasa terbebani dengan les, olehnya itu tahun ini kegiatan itu ditiadakan, sekaligus mencoba melihat sejauh mana keberhasilan siswa di UN, tanpa adanya les. Meskipun tidak ada les, tapi pihak sekolah tidak serta merta lepas tangan dengan persiapan UN bagi siswa. Mereka difokuskan untuk lebih konsentrasi pada materi pembelajaran di kelas. (fya)

Jakarta, KP Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tengah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Perguruan Tinggi (PT). Meski demikian, RUU itu tidak dimaksudkan sebagai pengganti UU Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi (MK). Sekretaris Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Harris Iskandar mengatakan, pihaknya terus melakukan konsultasi publik terkait penyusunan RUU PT. “Kami berupaya untuk membuat suatu kebijakan yang otonom, dinamis dan akuntabel,” terang Harris di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (22/2). Dalam proses penyusunan RUU tersebut, lanjut Harris, Kemdiknas juga memperhatikan beberapa kekurangan-kekurangan yang ada di dalam UU BHP yang telah dicabut beberapa waktu lalu. “Diharapkan RUU Perguruan Tinggi ini akan mampu menjadi payung hukum pendidikan tinggi yang menggantikan UU BHP,” tukasnya. Disinggung mengenai adanya anggapan bahwa RUU Perguruan Tinggi sama dengan UU BHP, Harris langsung menyangkalnya. Ditegaskannya, kesamaan antara keduanya tidaklah secara keseluruhan, akan tetapi hanya pada jiwa otonominya saja. Selain itu, ketentuan dalam UU BHP yang memunculkan stigma komersialisasi pendidikan juga tidak akan dicantumkan dalam RUU PT. “Kita belajar dari pengalaman sebelumnya, dan kita juga tidak mau menjadi keledai lagi,” serunya. (jpnn/lia)

Unhan Miliki Pusat Riset Perbatasan Jakarta, KP Universitas Pertahanan (Unhan) saat ini memiliki Pusat Riset Perbatasan di Bidang Pertahanan (Center for Defense Boundary Research/CDBR). Peresmian CDBR itu dilakukan di Gedung Nusantara Kementerian Pertahanan (Kemhan), Rabu (23/2), yang dihadiri oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna Surapranata. Sebelumnya, lanjut Syarifuddin, Universitas Pertahanan telah melaksanakan rapat koordinasi sejak awal 2010 dengan institusi perbatasan, yang (kemudian) menghasilkan CDBR. Lembaga ini disebut memiliki tiga misi, yakni penyelenggaraan riset konsultasi pertahanan, pelatihan atau pertemuan ilmiah, serta jasa basis data atau publikasi.“CDBR memerlukan kerjasama erat dengan lembaga stakeholder perbatasan,” tandas Syarifuddin. Ditambahkannya, pembentukan CDBR sendiri didasari oleh kompleksnya permasalahan perbatasan. Hal itu memerlukan upaya dari berbagai pihak untuk percepatan penyelesaian masalah yang dihadapi. “Pembentukan CDBR merupakan salah satu sumbangsih Unhan yang mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tandasnya. (jpnn/lia)


Kendari Pos |Kamis, 24 Februari 2011

Edukasi

Kemdiknas Berupaya Tingkatkan Sumber Daya Dosen Jakarta, KP Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Ditjen Dikti Kemdiknas) berupaya meningkatkan sumber daya tenaga pengajar di lingkup pendidikan tinggi. Sekretaris Ditjen Dikti Kemdiknas Harris Iskandar mengatakan untuk mendukung program tersebut perlu ada regulasi yang mengatur fleksibilitas peningkatkan angka partisipasi kasar (APK) Dikti dengan keterbatasan sumber daya dosen. “Kita sedang mereview aturan-aturan yang ada, sehingga memungkinkan melakukan sharing resources yang terbatas untuk meningkatkan kapasitas,” kata Harris di Jakarta, Selasa (22/2). Harris mengatakan, target pemerintah untuk menggenjot APK dengan menambah jumlah mahasiswa perguruan tinggi (PT) harus dibarengi dengan penambahan kapasitas tenaga dosen. Namun, kata dia, dengan keterbatasan dosen yang ada saat ini maka perlu upaya untuk mengatasinya dengan berbagi tenaga dosen. “Kalau kapasitas (dosen) segitu-segitu saja tidak masuk akal, kecuali kapasitasnya diperbesar. Cara memperbesarnya dengan melakukan berbagai fleksibilitas,” katanya. Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemdiknas, Illah Sailah mengatakan dua bulan terakhir ini pihaknya sedang menyusun kisikisi penunjang peningkatan kemampuan mengajar dengan berbagi tenaga dosen. Dicontohkannya, seorang dosen yang tidak memenuhi jam mengajar sebanyak 12 SKS, nantinya akan dipinjamkan ke PT lain untuk mengajar dengan izin rektor PT bersangkutan. Makanya, Illah meminta kepada PT agar berhati-hati dalam melakukan administrasi penilaian. Karena, hal ini merupakan bagian dalam sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan penilaian akreditasi. Menurut dia, pihak kampus harus mencermati kecocokan antara perencanaan pembelajaran dengan berita acara perkuliahan. “Oleh karena itu, benchmarking sesama PT Muhammadiyah (PTM) diperlukan,” paparnya. (jpnn/lia)

Rektor Unhalu didampingi Pembantu Rektor I Unhalu, saat menerima tamu dari salah satu universitas di Jepang dalam rangka menjalin kerjasama kedua belah pihak, beberapa waktu lalu. DOK KP

MendiknasDikhawatirkanSetirRektor Jakarta, KP Hak suara Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) sebesar 35 persen dalam pemilihan rektor, dipastikan akan memberikan beban bagi para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ketua Wilayah III Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Suyatno menilai, dengan hak suara mendiknas sebesar itu, rektor tidak akan bebas bertindak untuk membuat suatu kebijakan di perguruan tinggi yang dipimpinnya. Padahal kebijakan di perguruan tinggi sudah menjadi hak otonom para rektor. “Adanya cara pemilihan rektor seperti ini, nantinya akan menghilangkan kemandirian PTN itu sendiri. Rektor itu nantinya juga tidak bisa leluasa

dalam menjalankan fungsi jabatannya. Harus meminta izin dulu ke Mendiknas untuk suatu kebijakan. Padahal seharusnya PTN itu otonom dalam mengambil keputusan,” ungkap Suyatno di Jakarta, Selasa (22/2). Suyatno menyadari, PTN adalah merupakan badan milik pemerintah dan pemerintah pun pantas untuk memiliki suara dalam proses pemilihan rektor di suatu PTN. “Tetapi bukan seperti ini. Adanya suara Mendiknas hingga 35 persen dalam proses pemilihan rektor sudah dapat dipastikan bahwa rektor yang akan menang adalah rektor yang dipilih oleh Mendiknas,” imbuhnya. Suyatno menambahkan, dengan adanya Peraturan Menteri

Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 24 tahun 2010 tentang Pengangkatan dan Pemberhantian Rektor Perguruan Tinggi Yang Diselenggarakan Pemerintah, dinilai hanya untuk mengamankan posisi pemerintah. Contohnya, tambah Suyatno, pada saat forum rektor datang ke acara tokoh lintas agama beberapa waktu lalu, Kemendiknas terkejut dan langsung memanggil rektor yang terlibat di dalam acara tersebut. “Artinya, dengan adanya kendali Kemdiknas dalam proses pengangkatan rektor PTN, Kemendiknas tidak hanya mengamankan dunia pendidikan tetapi juga termasuk juga negara,” tukasnya. (jpnn/lia)

15 Unilaki Kejar Akreditasi B Unaaha, KP Akreditasi C seluruh program studi bagi Universitas Lakidende (Unilaki) saat ini ternyata belumlah cukup. Rektor Unilaki, Drs.H. Gusarmin Sofyan, M.Pd mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan akreditasi B pada 2014-2015. Salah satunya pembangunan gedung rektorat dan penambahan beberapa ruang kuliah. “Kita ingin lebih meningkat lagi. Mudah-mudahan bisa, minimal B.Oleh karena itu, maka Unilaki bersama Yayasan sedang menggenjot pembangunan fisiknya. Insya Allah, setelah Dies Natalis dan wisuda sarjana ini, sudah akan dimulai pembangunan gedung rektorat dan penambahan ruang kuliah. Karena itu menghadapi akreditasi,” ujar Gusarmin Sofyan, beberapa waktu lalu. Diakuinya, penilaian akreditasi bukan hanya segi fisik saja tetapi harus dipenuhi persyaratan sebuah perguruan tinggi yang baik. selain itu, kualifikasi dosen saat ini umumnya magister. “Bahkan sekarang ini banyak dosen yayasan pendidikan Lakidende yang keluar menempuh program pasca sarjana,” tambahnya. Pihaknya juga mendatangkan Koordinator Kopertis wilayah IX untuk memberikan materi dalam rapat kerja yang akan mengulas pengelolaan administrasi akademik. Meski telah terakreditasi C. Pihaknya juga meningkatkan fasilitas, Sebab, pada 2012 nanti bukan lagi prodi yang diakreditasi melainkan institusinya. “Yang lalu (akreditasi) hanya prodi saja. Pada 2012 nanti pertanyaannya,apakah universitasnya layak atau tidak,” tukasnya. Komponen yang akan dinilai tim Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dari sektor fisiknya adalah adanya laboratorium dasar, gedung rektorat, gedung perpustakaan. Sedangkan non fisiknya yakni kegiatan akademik, jumlah dosen dan lain sebagainya. “Saat ini 80-an jumlah dosen tetap yayasan. Sekitar 40 persen telah dan sedang menempuh pendidikan S.II. Kami komitmen untuk meng-SII-kan dosen berkualifikasi SI.Sebab, pada 2015 tidak ada lagi dosen berkualifikasi SI. Ini target kita,” imbuhnya. Sedangkan lima dosen lainnya telah berkualifikasi doktor, dua orang lainnya sedang promosi doktoral. (din)


Sultra Safety Driving Centre Kendari Pos | Kamis, 24 Februari 2011

Pariwara

Hari Ini, SSDC Diresmikan

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mengemudi Pertama di Indonesia

Sultra Safety Driving Centre (SSDC) atau pusat pendidikan dan pelatihan mengemudi rencananya akan diresmikan, 24 Februari 2011 (hari ini). Seluruh Direktur Lalu Lintas pada 30 Polda se-Indonesia dipastikan akan hadir dalam pembukaan pusat pendidikan dan pelatihan mengemudi terbesar dan pertama di Indonesia itu. Setelah didesain sejak bulan April 2010

lalu, Direktorat Lalu Lintas Polda Sultra mampu mewujudkan program tersebut. Pusat pendidikan dan pelatihan mengemudi tersebut kelak akan menjadi rujukan bagi seluruh provinsi di Indonesia dalam menciptakan penanaman budaya berkendara dalam kehidupan seharihari. Peresmian SSDC akan dibuka oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Drs. Djoko Susilo, SH., M.Si. Tak hanya seluruh Dir Lantas yang akan menyaksikan kemeriahan peresmian SSDC tersebut, namun seluruh unsur muspida, Pemprov Sultra, dan unsur-unsur berkompeten lainnya akan

ikut serta. Tak ketinggalan, anggota komisi V DPR RI juga akan hadir dalam pembukaan pusat pendidikan dan pelatihan mengemudi itu. Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol. Drs. Edi Setio Budi Santoso mengatakan, SSDC merupakan wujud dari keprihatinannya terhadap banyaknya korban lakalantas selama ini. Hasil survei yang dilakukan, pada umumnya kasus kecelakaan lalu lintas dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai etika berkendara dan tingkat pengetahuan tentang berkendara masih minim. “Melalui SSDC ini, seluruh masyarakat

Sultra diharapkan dapat menanamkan etika berkendara. Dengan konsep etika berkendara, akan menekan angka kecelakaan lalu lintas,� terang Kombes Pol. Drs. Edi Setio Budi Santoso. Dengan menanamkan budaya dan etika berkendara, maka masyarakat akan paham terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku. Para pengendara akan menempatkan diri pada posisi yang tepat saat berada di jalan raya, saling menghargai dengan pengendara lainnya, dan menaati rambu-rambu lalu lintas. “Dalam peraturan lalu lintas, misal pengendara roda dua akan menggunakan helm

standar, peralatan dan perlengkapan kendaraan akan dilengkapi seperti kaca spion, knalpot standar, dan semacamnya serta menyalakan lampu utama pada siang hari (light on). Sedang bagi pengendara roda empat atau lebih akan menggunakan sabuk pengaman saat berkendara,� jelasnya. Peraturan lalu lintas yang terkandung dalam kode etik berkendara itulah yang akan ditanamkan melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mengemudi atau SSDC tersebut. Seluruh lapisan masyarakat Sultra dapat memanfaatkan area tersebut untuk melatih kemampuan berkendara dan meningkan budaya serta etika berkendara. (*)

Profil Sultra Safety Driving Centre Etika Berkendara Masih Minim Keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas adalah dambaan seluruh pengguna jalan. Arti penting keamanan dan keselamatan itu dapat diwujudkan dengan langkah nyata melalui adanya pembelajaran dan pelatihan mengemudi. Ironinya, pengemudi di Indonesia pada umumnya mengemudikan kendaraannya tanpa melalui proses belajar yang dimulai dari teknik mengemudi maupun pengetahuan tentang etika berlalu lintas di jalan umum. Akibatnya, korban lakalantas melebihi jumlah korban perang maupun bencana alam. Khusus di Sultra, rata-rata angka kecelakaan lalu lintas mencapai 3 kasus dan satu korban meninggal dunia satu nyawa tiap hari. Kendaraan yang terlibat lakalantas didominasi oleh sepeda motor sehingga dapat dikategorikan sebagai mesin pembunuh nomor satu di dunia. Olehnya itu, upaya yang dilakukan untuk menekan angka tersebut melalui penanaman etika dan budaya berkendara melalui proses belajar berkendara pada SSDC.(*)

Fungsi dan Peran SSDC

SSDC, Pusat Pelatihan dan Pembinaan Kegiatan Otomotif SSDC merupakan wadah untuk belajar tentang keselamatan berlalu lintas bagi masyarakat dengan segala lapisan dan berbagai latar belakang pendidikan maupun profesi. Pembangunan SSDC dirancang dalam suatu model situasi berlalu lintas layaknya kondisi di jalan umum yang dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran teori etika berlalulintas, simulator cara berkendara roda dua dan empat di jalan raya, serta sirkuit pelatihan teknik mengemudi kendaraan bermotor. Provinsi Sultra memiliki kawasan lahan parkir pada lokasi purna MTQ yang telah dioptimalkan pemanfaatannya bagi kepentingan masyarakat melalui pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan mengemudi. Orientasinya adalah menciptakan budaya tertib berlalu lintas, memiliki etika berkendara, tertib dan lancar di Sultra. Prinsip dasar pembangunan SSDC adalah pendekatan kemanusiaan sebagai bentuk kepekaan, kepedulian dan penghormatan para stakeholder dalam mewujudkan dan memelihara Kanseltibcar lantas melalui edukasi dan teknik berlalu lintas kepada masyarakat. (*)

SSDC membangun SDM masyarakat Sultra agar memahami pengetahuan tentang budaya dan etika berlalu lintas. Area ini juga akan digunakan sebagai pusat pengkajian para pemangku kepentingan dalam melakukan pengkajian serta mencari akar permasalahan dan menemukan solusi terhadap lakalantas yang berakibat fatal. Selain itu, juga dapat bermanfaat sebagai ajang promosi bagi pabrikan otomotif dengan melakukan uji coba produk ototmotif yang baru. Fungsi dan kegunaan lainnya adalah menjadi pusat pendidikan dan pelatihan keselamatan berlalu lintas di jalan umum, melayani sertifikasi peserta uji SIM, tempat mengembangkan otomotif di Sultra, tempat pembinaan dan pelatihan sekolah mengemudi. Selain itu, SSDC dapat dijadikan sebagai tempat pembinaan club dan komunitas hobi otomotif, tempat uji simulator dan praktek SIM, edukasi bidang lalu lintas, fasilitas lapangan upacara dan tempat parkir kendaraan. (*)

Kurikulum Pendidikan Mengemudi di SSDC KuriKulum pendidikan mengemudi di SSDC yakni pengetahuan tertib berlalu lintas dengan memberikan pemahaman mengenai Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta pengetahuan tentang jenis-jenis pelanggaran lalu lintas. Selai itu, peserta juga akan dididik pengetahuan tentang etika berlalu lintas, bahaya lakalantas teknik mengemudikan roda dua dan empat atau lebih. S i s tem pendidikan d a n pelatihan ini juga dilengkapi dengan buku panduan untuk instruktur dan buku panduan untuk peserta. Instruktur yang dipakai pada pelaksanaan SSDC telah dilatih secara profesional dan SDM yang ditempatkan memiliki kompetensi yang cukup tinggi sehingga diharapkan bisa menghasilkan output yang profesional pula. (*)

Fasilitas yang Dibangun pada SSDC -Sirkuit pelatihan mengemudi roda dua -Sirkuit pelatihan mengemudi roda empat atau lebih -Fasilitas pelajaran teori etika mengemudi dalam berkendara -Fasilitas simulator mengendara roda dua, roda empat atau lebih -Fasilitas pelatihan uji teori Sim dengan sistem avis (audio visual). -Pembangunan sistem operasional SSDC secara online dan terkoneksi pada setiap jenis pelatihan -Fasilitas olahraga otomorif sirkuit road race, slallom tes dan sprint tes -Perlengkapan sarana kendaraan latihan

Program Pelatihan yang Diajarkan JeniS pelatihan yang diselenggarakan SSDC meliputi pelatihan tingkat pengenalan tata cara berlalulintas, pelatihan tingkat dasar dan tingkat mahir. Materi pelatihan yang diajarkan meliputi pengetahuan teori etika dan tata cara berlalu lintas di jalan umum, pelatihan uji teori SIM dengan menggunakan metode Audio Visual, pelatihan simulator dan praktek lapangan. (*)

Personil yang Mengawaki SSDC SSDC merupakan bentuk badan usaha swasta dalam pengelolaannya terdiri dari perangkat organisasi yang menyelenggarakan SSDC seperti manajer, sekretariat, bagian perlengkapan. Operasional SSDC meliputi bagian marke t i n g , resepsionis dan instr ukut u r pelatihan. (*)


Kendari Pos | Kamis, 24 Februari 2011

0 Copenhagen v Chelsea 2

Anelka Beri Asa

AFP PHOTO/PHILIPPE MERLE

Striker Real Madrid Karim Benzema menyumbang satu gol atas saat melawat ke kandang Olympique Lyon pada leg pertama 16 besar Liga Champions dini hari kemarin.

1 Lyon v Real Madrid 1

FIFTY-FIFTY Lyon, KP Gol Karim Benzema pada menit ke-65 nyaris memenangkan Real Madrid atas Olympique Lyon. Namun, tujuh menit jelang bubaran, Bafetimbi Gomis membuat laga di Stade de Gerland kemarin berakhir imbang 1-1. Hasil itu menjadikan leg kedua 16 besar di Santiago Bernabeu (16/3) masih menarik disimak. Meski seri, raihan Real itu sudah menjadi catatan tersendiri. Untuk kali pertama, Los Merengues - sebutan Real - tidak meninggalkan Gerland dengan kekalahan seperti tiga lawatan sebelumnya. Hasil seri itu sekaligus memberi peluang juara sembilan kali itu mengakhiri catatan tidak pernah lolos dari 16 besar dalam enam musim sebelumnya. “Hasil seri adalah hasil bagus karena kami dalam posisi bagus saat ini. Kami memperlihatkan cara bermain yang benar dan sesuai dengan tipikal tim Liga Champions,” ungkap Jorge Valdano, manager umum Real, sebagaimana dilansir harian olahraga Spanyol AS. “Saya percaya dukungan penonton di kandang akan menguntungkan kami di leg kedua,” tambah pria Argentina itu. Tapi, pendapat Valdano tidak sama dengan Jose Mourinho. Entrenador Real itu menganggap peluang Real masih fifty-fifty. “Tentu saja saya berharap, tapi segalanya masih sangat terbuka. Lyon adalah tim bagus dengan pemain bagus dan pelatih bagus. Mereka tim berpengalaman di Eropa dan leg kedua bakal lebih ketat,” ungkap Mourinho kepada Marca.

“Saya lebih senang menyikapi hasil ini secara bertahap. Yakni kami bisa mencetak gol kali pertama di Lyon dan itu sejarah bagi kami,” imbuhnya. Mourinho tak ketinggalan mengomentari kepemimpinan

wasit Wolfgang Stark asal Jerman. Mourinho menilai wasit seharusnya memberikan penalti kepada Real ketika free kick Cristiano Ronaldo pada menit ke-64 mengenai tangan

Baca FIFTY Hal 18

Kopenhagen, KP Chelsea memang meraih hasil buruk di ajang domestik belakangan ini. Namun, cerita berbeda terjadi di Liga Champions. Kemarin, Chelsea membuka peluang lolos ke perempat final setelah mencuri kemenangan dua gol tanpa balas atas FC Copenhagen di Stadion Parken. Nicolas Anelka memberi asa itu setelah memborong dua gol kemenangan Chelsea. Gol pertama Anelka tercipta pada menit ke-17 memanfaatkan passing buruk Jesper Gronkjaer. Sedangkan gol kedua striker berjuluk Le Sulk (si Pemurung) itu dilesakkannya pada menit ke54 setelah menerima umpan terukur Frank Lampard. Tambahan dua gol itu menjadikan Anelka telah mendonasikan tujuh gol dari enam laga di Liga Champions musim ini. Anelka pun menyamai koleksi gol Samuel Eto’o di daftar teratas top scorer. Tak berlebihan apabila pelatih Chelsea Carlo Ancelotti memuji prestasi Anelka.

Baca ANELKA Hal 18

AFP PHOTO / ADRIAN DENNIS

Striker Chelsea Nicolas Anelka dan Frank Lampard merayakan gol kemenangan di kandang FC Copenhagen dini hari kemarin.


20

Kendari Pos | Kamis, 24 Februari 2011

Golkar Sultra Susun Kekuatan Baru Firdaus Ketua Fraksi di DPRD Sultra

Kendari, KP Kritik berani dari Firdaus Tahrir terhadap konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gubernur Sultra yang beberapa hari menghiasi pemberitaan Kendari Pos ternyata menjadi starting point mantan Ketua DPRD Kolaka itu mendapat kehormatan dari partainya, Partai Golkar. Sejak kemarin, Firdaus Tahrir resmi menyandang status sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Sultra. Kejutan dari Golkar tidak hanya itu. Partai berlambang beringin ini juga mengamanahi La Ode Marshudi sebagai Sekretaris Fraksi. Ini jelas-jelas sebuah surprise karena saat ini Marshudi sebenarnya sedang ada masalah internal di partai. “Itulah demokratisnya Golkar, kan masalahnya masih dipros-

arah dan anggota berjalan sendies, berarti dia masih kader dan ri-sendiri. Ia pun ikhlas jika frakwajib memberikan karya bagi si dilakukan pergantian ketua partai,” kata Muh Basri, Wakil dan sekretaris. Sekretaris Golkar, soal posisi baru Delapan anggota DPRD Sultra bagi Marshudi. dari Golkar minus Siti Arfah PanTerpilihnya dua anggota DPRD Sultra ini untuk mengendalikan udariama, sepakat memilih fraksi Golkar dilakukan melalui Firdaus Tahrir sebagai Ketua dan mekanisme rapat pleno penguMarshudi sebagai sekretaris frakrus harian Golkar yang langsung si. Awalnya, Muddin Musa didipimpin Ketua Golkar Sultra, tawarkan posisi tersebut tapi ia Ridwan Bae, kemarin di secretarmemilih fokus membesarkan iat Partai Golkar. Sebagai pemKosgoro yang ia pimpin. SedangFirdausTahrir kan Amiruddin Nurdin, meski buka rapat, Ridwan memaparditawarkan, memilih memberikan keperkan kondisi fraksi Golkar yang terkesan cayaan tersebut kepada mantan anggota tidak kompak dan tidak punya gebrakan DPRD Sultra periode 2009-2004 tersebut. apapun selama keberadannya di parlemen. “Sangat demokratis, saya kira pilihan itu Ridwan menginginkan adanya penyegatidak keliru dan sangat strategis. Pak Firdaus ran. La Ode Diki, Ketua Fraksi DPRD Sultra selama ini mengakui dirinya kurang sering yang sudah pengalaman di DPRD Kolaka, di berkoordinasi sehingga fraksi kehilangan DPRD Sultra juga pernah jadi anggota. Ke-

Ketua DPRD Sultra Desak Pj Bupati Bombana Kreatif Cari Duit Buat Pilkada Kendari, KP Berlarut-larutnya Pilkada Bombana dengan dalih dana tak siap membuat prihatin banyak pihak. Kecuali Gubernur Sultra, elemen lain di republik iniyangterkaitdenganmasalahpemerintahansudah mengeluarkan keprihatinan bahkan desakan agar Pilkada Bombana segera tuntas. Anggota KPU pusat bahkan turun ke Bombana, Kemendagri pun sudah menyurati gubernur agar menfasilitasi masalah itu. “Saya kira ini harus jadi perhatian semua pihak. Kami di DPRD Sultra sudah seringkali menerima unjuk rasa, keluhan langsung termasuk telepon dari masyarakat Bombana, semua berharap dewan mengambil sikap. Sudah terlalu lama masyarakat Bombana menunggu kapan mereka punya bupati definitif,” kata LM Rusman Emba, Ketua DPRD Sultra, kemarin. Menurut Rusman, agak mustahil jika tak ada dana karena anggaran Pilkada ada di APBD 2011. Dengan demikian, dananya sudah ada tinggal dialokasikan saja. Apalagi, yang ia dengar, setiap bulan APBD Bombana dikucurkan Rp 23 M. Melihat Jumlah yang besar itu, agak membingungkan jika dikatakan dananya tidak cukup. “Kan tidak perlu langsung satu kali dikucurkan seluruhnya, yang penting tahapan awal sudah bisa didanai. Setiap bulan KPU diberi Rp 500 juta, saya kira sudah bisa bergerak,” kata Rusman, kemarin. Kader Golkar Sultra ini menilai, seharusnya Pj

Maret, Polres Larang Keramaian di Wakatobi Jelang Coblosan Pilkada Wangiwangi, KP Pihak kepolisian yang kini bertugas di Wakatobi tak mau mengambil resiko terlalu besar dengan memberi ruang bagi aktivitas-aktivitas publik yang melibatkan massa besar, mulai Maret ini. Pilkada yang selalu berpotensi ada gesekan horizontal jadi alasannya. Polres Wakatobi mengeluarkan instruksi, untuk membatasi kegiatan-kegiatan keramaian. Polisi bahkan tak akan mengizinkan jika hal itu ada. “Antisipasi situasi kemanan, ketertiban dan ketentraman warga selama rangkaian tahapan Pilkada terutama pada tahapan kampanye dan pencoblosan, maka kegiatan-kegiatan keramaian masyarakat berupa acara-acara joged termasuk kegiatan kafe malam akan dibatasi,” ungkap AKBP Pitra A Ratulangi, Kapolres Wakatobi. Terhitung mulai tanggal 8 Maret 2011, Polres Wakatobi, tidak mengeluarkan izin keramaian. Alasannya, pada 10 Maret 2010, sudah dimulai pesta demokrasi, khususnya tahap kampanye. Hal ini, sudah disepakati bersama pemilik-pemilik kafe dan Polres Wakatobi. Juga sudah dibuat surat edaran ke kecamatan-kecamatan untuk diteruskan ke desa dan lingkungan masing-masing tentang hal ini. Orang nomor satu di Polres Wakatobi itu menghimbau, kepada seluruh masyarakat Wakatobi, untuk melaksanakan pesta demokrasi dengan tertib dan taat aturan. “Dalam menciptakan kemanan, jajaran Polres Wakatobi, diback up pasukan dari Polda Sultra, pasukan cadangan dari jajaran TNI Baubau dan Linmas Wakatobi dalam jumlah yang besar. Kami telah siap mengamankan jalannya proses Pemilukada Wakatobi tahun 2011,” tandasnya. (cr1)

Bupati Bombana bisa lebih kreatif mencari celah alokasi dana untuk Pilkada karena sejatinya tugas utama seorang Pj itu adalah menggelar Pilkada. “Sudahlah, kalau pembangunan fisik itu nanti diurus bupati definitif. Kalau sampai Pilkada tidak bisa digelar Maret atau April nanti, Pj Bupati sudah gagal melaksanakan tugas dan layak dievalusi,” katanya. Ia juga berharap agar gubernur memberi perhatian terhadap masalah di Bombana, apalagi sudah ada surat Kemendagri yang meminta gubernur turun tangan menfasilitasi masalah di Bombana. “Kami juga dalam waktu dekat akan ke Jakarta, menemui Menagri, KPU dan Komisi II DPR RI untuk menyampaikan masalah ini, supaya segera ada kepastian politik di Bombana,” tukasnya. Sementara itu, Ketua Golkar Sultra Ridwan Bae juga menyarankan agar Pj Bupati Bombana pro aktif berkerja sama dengan KPU setempat, agar pilkada segera digelar. “Aneh, jika seorang Pj bupati menunda terus Pilkada. Kan tugas dia itu menggelar Pilkada,” ujar Ridwan kemarin di Kendari. Kata Ridwan, agar pilkada di Bombana tidak molor, Pj Bupati Bombana harus bekerja sama dengan KPU setempat. Katanya makin lama ditunda akan membuat masyarakat resah. “Kalau ditunda terus, tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik disana. Untunglah pihak keamanan di Sultra mampu menetralisir suasana di Bombana, hingga tidak terjadi konflik dimasyarakat,” tambah mantan Bupati Muna dua periode itu. (dri/tri)

mampuan intelektualnya juga tidak diragukan, intergritasnya pun demikian. Sedangkan Marshudi, kader muda energik, cerdas dan berwawasan. Jika potensi itu digabungkan, ini akan jadi kekutan baru bagi Golkar di parlemen,” papar Muh Basri. Sementara itu, La Ode Marshudi yang ditemui usai rapat mengakui hasil pertemuan yang menobatkan dirinya jadi Sekretaris fraksi. Dengan senyumnya yang terus mengembang, ia menolak berkomentar banyak, apalagi disinggung “kembalinya” ia ke Golkar setelah didesuskan bakal di-PAW. “Nanti Tanya sama ketua fraksi saja na bos..,” kata Andindi, sapaan legislator asal Dapil Muna ini, sembari menunjuk Firdaus Tahrir. Firdaus mengakui bahwa amanah yang diembannya sebagai ketua fraksi ini cukup berat karena wajib lebih dinamis dari sebelumnya. Ia berjanji akan lebih intens menggelar pertemuan dengan rekan-rekannya di

Fraksi Golkar agar isu-isu aktual soal Sultra bisa mereka bahas. Ia berjanji, Golkar akan lebih punya greget dibanding sebelumnya, dan akan konsen memperjuangkan kepentingan rakyat. “Kalau soal kritis atau bagaimana, belum bisa kami putuskan soal itu, karena harus ketemu dulu dengan anggota partai lain yang di fraksi Golkar yakni Hanura dan Gerindra. Nantilah, kalau bukan besok, secepatnya pertemuan itu akan digelar,” kata Firdaus. Sedangkan Ridwan Bae menyerahkan sepenuhnya urusan fraksi Golkar kepada kader-kadernya di parlemen. Yang jelas, ia hanya punya satu pesan kepada anggota dewan dari Golkar. “Kalau kebijakan yang pro rakyat, Golkar harus dukung penuh, tapi yang berpotensi menyengsarakan rakyat, Golkar harus jadi pembela rakyat. Kan slogannya, suara rakyat suara Golkar,” katanya. (dri)

Abdurrahman Saleh Jadi Sekum PAN Sultra Kendari, KP Komposisi kepengurusan PAN Sultra hasil Muswil III PAN sudah tuntas disusun bahkan SK-nya sedang diproses di DPP PAN. Masyhura yang dianggap masih kuat di posisi Sekretaris, mendampingi Nur Alam yang jadi ketua ternyata harus merelakan posisi yang dijabatnya selama dua periode kepada Abdurrahman Saleh, yang ditunjuk Nur Alam jadi Sekretaris Umum. “H Abdurrahman Saleh yang sekarang jadi Sekum PAN menggantikan ibu Masyhura. Dia sementara menghadap ke DPP untuk mengurus SK DPW periode 2011-2016, termasuk hal lain yang dianggap penting seperti mengurus kelengkapan surat-surat untuk jadi Sekum dan surat pengantar yang ditandatangani formatur tunggal,” kata Wakil Ketua Bidang Pengkaderan DPW PAN Sultra, Saman Langi Pidani, Selasa (22/2) malam lalu. Penunjukan Abdurrahman sebagai Sekum berdasarkan keputusan Nur Alam. Saman Langi yang akrab disapa Angi sekaligus membantah, penunjukan anggota DPRD Sultra itu,

tidak sesuai mekanisme. Menurut dia, mekanisme di DPW PAN tetap berjalan. Nur Alam sebagai formatur tunggal memilih sekertaris yang akan menghandle tugasnya apabila tengah sibuk menjalankan tugas sebagai gubernur. “Ketua Formatur tidak menunjuk formatur, jadi pak Nur Alam yang pilih. Tapi bukan dia saja yang putuskan. Beliau dapat masukan dari berbagai kalangan. Makanya, Abdurrahman dipilih dengan berbagai pertimbangan, pernah menjadi anggota DPRD Kota Kendari, ketua PAN Kota, pengurus DPW PAN dan sekarang anggota DPRD provinsi. Jadi, jangan lagi ada cerita Nur Alam memilih sendiri,” jelasnya. Keberangkatan Abdurrahman ke Jakarta, sekaligus menunjukkan pada

Nur Alam SK kepengurusan DPW PAN Sultra yang telah disusun di Kota Kendari, sebelum akhirnya diserahkan ke DPP. “Kita sudah susun di Kendari, tinggal disahkan pusat. Sekalian karena Nur Alam sebagai gubernur sibuk dengan kegiatannya yang sangat padat, sehingga penyempurnaan kepengurusan itu, sebelum dibawa ke DPP, diperlihatkan dulu ke ketua DPW. Karena kepengurusan atas persetujuan atau sepengetahuan Ketua DPW sebagai ketua formatur,” tandasnya. Hanya dia mengakui, digantinya Masyhura, karena ada hubungannya dengan Pilkada Bombana. Masyhura diharapkan konsentrasi memenangkan Pilkada Bombana. Tapi, dia tetap diberi posisi strategis sebagai wakil ketua di DPW PAN Sultra. (dri)

Kendari Pos Edisi 24 Februari 2011  

E_Paper Kendari Pos

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you