Issuu on Google+

CMY

CMY Kamis, 23 Juni 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo (tengah) meninjau mobil Sentra Pelayanan Masyarakat saat dipeluncuran, Rabu (22 Juni 2011) di Lapangan Bhayangkara di Jakarta. Sebanyak 40 mobil minibus dilengkapi internet untuk memudahkan masyarakat yang ingin melapor Polsek atau Polres terdekat sehingga Polri dapat lebih dekat dengan masyarakat.

Guru Kembali Dikendalikan Pusat Jakarta, KP Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) segera mengambil alih wewenang pengelolaan guru yang selama ini berada di bawah Pemerintah Kabupaten dan Kota. Langkah ini untuk menghindarkan tenaga pendidik terlibat politik praktis seperti menjadi tim sukses (timses) calon

pada Pemilukada. “Namanya saja PNS daerah, ya itu tergantung kepala daerah. Bisa di taruh di kecamatan, di perbatasan juga boleh. Tapi pertimbangan domestiknya itu sangat kental. Tapi nanti pada saat kita tarik ke pusat, itu kan pertimbangannya pertimbangan nasional. Bukan lagi daerah,” kata Menteri Pendidikan

Nasional (Mendiknas), M Nuh di Jakarta, kemarin. Pengelolaan guru di tingkat pusat juga akan memudahkan Kemendiknas untuk mengatur. Sebab kata Nuh, dengan kewenangan yang dimiliki Kemdiknas bisa mendistribusi guru secara merata sampai ke daerah terpencil maupun perbatasan.

Ayah Darsem: Saya Mau Ambil Anak Saya SELEBRITI

Cari Suami Bukan Pacar PESINETRON dan presenter Soraya Larasati mengaku sampai kini masih menjomblo. Alasan artis cantik yang dikenal lewat serial komedi Sketsa ini, dia tak mau mencari pacar tapi suami. “Tambatan hati yang aku cari itu suami, bukan cari pacar. Makanya dapetin cowok terbaik itu pelan-pelan. Cari pacar gampang, tapi cari suami bener-bener sulit. Jadi, agak lama dapat pasangan,” ujar Soraya saat ditemui, kemarin. Finalis GADIS Sampul tahun 2001 ini bilang sedang disibukkan urusan kerjaan jadi urusan asmaranya terlewatkan. “Aku nikmatin aja keadaan sekarang yang lagi banyak job. Fokusin sama yang ada. Jadi, aku nggak mikirin banget cepet-cepet nikah karena jodoh pasti ada yang hampirin.” Memang, dara berwajah oriental itu belum menemukan pria yang cocok. Lantas seperti apa pria calon s u a m i idaman Soraya? “Aku cari tipe soleh, basic agama bagus, punya visi ke depan yang jelas, tanggung jawab, pengertian dan setia,” tegasnya. Soraya Larasati (tia)

Jakarta, KP Dawud Tawar, ayah Darsem, TKW di Arab Saudi yang bisa selamat dari hukuman pancung meski harus membayar diyath (semacam uang denda) sebesar Rp 4,7 Miliar, Rabu (22/6) pagi, datang ke Gedung DPR RI. Dia didampingi kuasa hukumnya, Elyasa Budianto. “Saya mau ambil anak saya di Arab,” ungkap Dawud kepada JPNN, Rabu (22/6), di Gedung DPR RI. Darsem binti Dawud Tawar mendapat vonis hukuman pancung, karena membunuh majikannya yang seorang warga negara Yaman. Dalam persidangan itu, Darsem mengungkapkan membela diri, karena majikannya itu hendak membunuhnya. Darsem pun akhirnya lolos dari eksekusi mati, setelah mendapat pengampunan dari keluarga korban.

Baca DARSEM di Hal. 7

Ayah Darsem TKI yang terancam dihukum mati di Arab Saudi, Daud Tawar (atas). Daud Tawar tiba-tiba pingsan saat menyampaikan harapannya kepada sejumlah anggota Komisi I DPR di tolong oleh Anggota komisi I dari FPAN Teguh Juarno (batik kuning) dan Muhammad Najib di Gedung DPR Senayan Jakarta, Rabu (22/6). RANDY TRI KURNIAWAN/RM

Sekarang ini, terang Nuh, Pemerintah Pusat tidak bisa mengatur guru karena berstatus PNS daerah, sehingga mereka hanya tergantung di lokal saja. “Jika guru ditarik ke pusat, berarti nasib mereka ada di pusat. Sehingga dinamika atau politik lokal itu tidak banyak berpengaruh. Mau mobilisasi, taruhlah ada yang mau

jadi walikota , mereka ikut di dalam timnya dan dijanjikan jadi kepala sekolah. Itu tidak akan bisa, wong yang mengangkat mereka pusat. Itu akan lebih terproteksi dari dinamika poltik lokal,” paparnya. Untuk merealisasikan renca-

Baca GURU di Hal. 7

Bonus PNS Cair Akhir Juni Jakarta, KP Para pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI dan Polri tampaknya harus bersabar untuk bisa menikmati gaji ke-13. Sebab, hingga saat ini, proses pencairan gaji yang disebut-sebut bonus itu menunggu penerbitan keputusan presiden (Keppres) tentang pembayaran gaji ke-13. “Memang, Kemenkeu masih menunggu proses yang dijalankan terkait terbitnya Kepres,” ujar Agus, kemarin. Lebih lanjut Menkeu mengatakan bahwa sembari sementara menunggu Keppres, Kemenkeu juga menanti konfirmasi pada satuan kerja atau kuasa pemegang anggaran selaku pihak yang mengusulkan para pegawai yang akan menerima gaji ke-13.

“Nanti saya juga akan segera mengonfirmasi pada satuan kerja atau kuasa pemegang anggaran, berkas yang diperlukan sudah atau belum. Yang pasti, kami siap membayar gaji ke-13. Itu (gaji ke-13) tetap akan dilaksanakan. Mungkin di akhir Juni atau awal Juli,” ujarnya. Mantan Dirut Bank Mandiri itu pun berharap segala berkas yang menyangkut pengusulan anggaran dari bendahara satuan kerja sudah disiapkan. Tujuannya, jika nanti petunjuk teknis (juknis) sudah terbit maka proses pencairan dana bisa segera dilakukan. “Kami belum bisa menerbitkan Juknis kalau Kep-

Baca BONUS di Hal. 7

Gara-gara Tekuni Film Dokumenter, Iwan Setiawan Kenyang Kena Teror

Hampir Diculik ketika Ungkap Aparat yang Jadi Beking Bagi sebagian orang, film dokumenter mungkin dianggap tak menarik untuk ditonton, apalagi ditekuni. Tapi, hal itu tak berlaku bagi Iwan Setiawan. Dia bahkan mendirikan komunitas. Garagara menekuni hal yang disukai itu, nyawanya nyaris terancam.

IWAN FOR JAWA POS

Iwan berkaus dan bercelana jins dengan sandal gunung. Di tas bodypack-nya ada dua peralatan yang wajib dibawa ke manamana. Yakni, handycam dan laptop. "Orang dokumenter ya wajib bawa handycam. Sebab, momen ada setiap saat," ujar pria 41 tahun tersebut. Dia mencontohkan salah seorang anggota komunitas film dokumenter Mohammad Addiartha Putra Kusuma. Siswa Sekolah Menengah Atas Kolese Kanisius, Jakarta, itu selalu membawa handycam setiap jalan ke mana saja. Suatu waktu, dia tersentil melihat temannya yang benci musik jazz gusar membaca iklan Java Jazz di koran. Jadilah film superpendek bertajuk Made with Jazz yang men-

Iwan Setiawan (dua dari kanan) bersama penggemar film dokumenter saat aktivitas naik gunung di Gede Pangrango, Jawa Barat.

Baca HAMPIR di Hal. 7

RIDLWAN H, Jakarta PERAWAKANNYA tak begitu tinggi. Tapi, sorot di balik kacamata minusnya tajam. Bicaranya juga lugas, khas arek Jawa Timur-an. "Membuat dokumenter, terutama yang bau-bau investigasi, itu modalnya nyali," kata Iwan Setiawan, penggagas komunitas Salam Dokumenter Mania saat ditemui tadi malam di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

CMY

CMY


2

Kendari Pos |Kamis, 23 Juni 2011

SBY Tegaskan Akan Jadi Orang Biasa MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi (kiri) bercanda dengan memperlihatkan nilai uang pecahan senilai 10 triliyun kepada Menteri Agama yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (kanan) dan Sekretaris Kabinet, Dipo Alam (tengah) di Wisma Negara, komplek Istana Kepresidenan, Rabu (22 Juni 2011) di Jakarta. Uang sebesar 10 triliyun tersebut menurut Sudi Silalahi, kalo di Indonesia hanya dapat dibelikan mie, sebab uang tersebut mata uang asal Zimbabwe.

Belanja Aparat Pemda Tinggi, Mendagri Segera Evaluasi Jakarta, KP Dalam laporan keuangan pemerintah daerah (Pemda), Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menilai mayoritas Pemda masih saja mengeluarkan belanja aparatur negara jauh lebih tinggi dari belanja modal untuk pembangunan. Makanya, kondisi ini akan dievaluasi agar anggaran tidak mengabaikan kepentingan publik. Rata-rata belanja modal Pemda masih di bawah rata-rata

ideal yang ditetapkan pemerintah. Karena itulah kata Gamawan, sedang dilakukan kajian untuk memasukkan ketentuan ideal belanja modal dan barang dalam usulan revisi UU nomor 32 tahun 2004. “Jangan anggaran itu habis untuk belanja aparatur, sementara belanja modalnya cuma 19-20 persen dari total APBD. Artinya APBD ini belum maksimal untuk kepentingan publik,” kata Gamawan menjawab wartawan di Istana Negara, kemarin.

Sebagai pembina aparatur Pemda, Gamawan menyebutkan bahwa Kemendagri berkewajiban mengingatkan mengenai jumlah ideal antara belanja modal dengan belanja barang. Untuk itulah diharapkan kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota benar-benar bijaksana dalam mengalokasikan keuangan daerah mereka untuk kepentingan rakyat. Gamawan menilai tidak tepat bila kepala daerah membandingkan antara belanja

aparatur satu daerah dengan daerah lainnya. Karena diantara daerah-daerah tersebut memiliki sumber pendapatan daerah yang berbeda. Misalnya saja pemprov DKI Jakarta, memiliki anggaran mencapai Rp 24 triliun. “Tapi kalau dibandingkan dengan NTT dengan nilai yang sama, bisa jadi belanja aparaturnya membengkak besar. Jadi harus dilihat juga dari nilai pendapatan asli daerahnya,” kata Gamawan. (afz)

303 WNI Terancam Hukuman Mati Jakarta, KP Pascaterungkapnya hukum pancung atas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Ruyati di Arab Saudi, pemerintah Indonesia membeber data tentang keberadaan WNI di luar negeri yang terancam hukuman mati. Saat ini, terdapat 303 WNI di luar negeri terancam hukuman mati. Data itu dibeberkan Dirjen Protokol dan Konsuler Kementrian Luar Negeri, Lutfi Rauf

dalam konferensi pers di kantor Kementrian Hukum dan HAM, Senin (20/6), menyatakan bahwa dalam tahun 1999-2011, terdapat 303 WNI di luar negeri divonis hukuman mati. Mereka tersebar di 7 negara dan terkait dengan berbagai kasus. Angka yang paling tinggi ada di Malaysia, yakni 233 WNI. Kemudian diikuti Republik Rakyat China dengan 29 kasus. Sedangkan WNI bermasalah di Arab

Saudi yang terancam hukuman mati justru berada peringkat ketiga, yakni dengan 28 kasus. Selanjutnya di posisi keempat adalah WNI bermasalah di Singapura dengan 10 kasus. Sementara di Mesir, Suriah dan Uni Emirat Arab, masing-masing satu kasus. “Kami sampai saat ini masih mengupayakan bantuan hukum,” tuturnya. Lutfi juga mengatakan, proses peradilan di Arab Saudi ter-

diri atas 3 tahapan. Yakni peradilan tahap pertama dan kedua yang mencakup pembuktian. Sedangkan pengadilan tahap ketiga adalah pengampunan dari ahli waris atau keluarga korban. Jika tak mendapat pengampunan, maka akan masuk pada eksekusi mati. “Selama ini kami terus berusaha membantu para WNI, termasuk yang ada di Arab Saudi agar hukumannya diringankan,” tandasnya.(gel)

Jakarta, KP Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lagi-lagi memberikan sinyal bahwa dirinya tidak berminat mengincar kursi kekuasaan lewat pemilu 2014. Setelah dua kali masa jabatan sebagai presiden diembannya, pria asli Pacitan, Jawa Timur ini mengaku tidak akan maju lagi sebagai apapun. Hal ini diungkapkan SBY saat menerima pengurus PPP di Wisma Negara, Jakarta, Rabu (22/6). Terlihat hadir dalam acara ini dari PPP seperti Irgan Chairul Mahfiz, M Romahurmuziy, Lukman Hakim Saifuddin, KH Nur Muhammad Iskandar dan pengurus PPP lainnya. Sedangkan Presiden didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Polhukam

Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, dan Seskab Dipo Alam. “2014 saya doakan PPP akan kembali berjaya dan saya akan jadi orang biasa. Dan semoga presiden-presiden yang akan datang lebih banyak yang dikerjakan untuk rakyat dan bangsanya,” kata SBY. SBY mengungkapkan sejarah perjalanan politiknya hingga menjadi Presiden, yang dikatakan juga melibatkan peran dari PPP. Dimulai dari saat SBY menjadi Ketua Fraksi TNI/Polri di DPR RI yang ikut mengawal proses reformasi. Pada periode pertama pemerintahannya, bersama dengan Partai Demokrat yang dibentuknya, SBY melenggang menjadi presiden berkoalisi dengan PPP. Begitu pula pada peri-

ode kedua pemerintahan SBYBoediono. “Banyak sekali tokoh-tokoh PPP yang seniorsenior menjadi bagian dari solusi yang tidak mudah. Negeri ini tidak bisa diselesaikan oleh satu kelompok saja tapi harus bersama-sama,” kata SBY. Meskipun kesibukannya sebagai Presiden membuat SBY jarang bertemu dengan tokohtokoh senior PPP, namun SBY mengaku memiliki kedekatan dengan PPP. Baik sebagai presiden maupun sebagai diri pribadi sebelum menjadi Presiden. “Sebelum kita menjalankan reformasi, waktu itu saya bersama sesepuh kami merumuskan arah perubahan di negeri ini. Reformasi yang mesti kita lakukan, bukan revolusi,” kenang SBY.(afz)

Putera Papua Protes Penganaktirian KTI Jakarta, KP Seorang petani asal Papua Barat bernama Mark, dalam dialog melalui media teleconference di Istana Negara, Rabu (22/6), meluahkan isi hatinya pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selama hampir 3 menit, Mark mengungkapkan ketidakadilan pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia bagian timur, khususnya Papua dan Papua Barat. “Bapak Presiden, kami selalu menjadi yang pertama merasakan matahari terbit, tapi yang paling terakhir diperhatikan masalah pembangunan. Di Papua Barat saja, ada 764 ribu masyarakat pedesaan dan 34,7 persennya adalah miskin,” kata Mark. Mendengar curhatan spontan dari Mark yang berada di Sulawesi Selatan ini, Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono hanya bisa ter-

diam dengan wajah serius. Demikian juga dengan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang mendampingi. “Tolonglah kami Bapak Presiden, untuk juga diperhatikan. Di wilayah timur ini potensinya besar, tapi selama ini masih tidur. Tolong raksasa yang besar ini dibangunkan, dan jangan hanya di wilayah barat saja,” kata Mark. Mark terus menyampaikan keluh-kesahnya mengenai ketidakadilan yang dirasakan masyarakat di Indonesia bagian timur. Tidak seperti penanya lain yang diberikan waktu leluasa bertanya, panitia pun lantas meminta Mark untuk menyudahi pertanyaannya dengan alasan masalah waktu. Namun sepertinya pertanyaan Mark membuat Presiden SBY merasa penting untuk menjawab. Dengan tegas, SBY pun membantah bila disebut pemer-

intah pilih kasih dalam melakukan pembangunan. “Pemerintah tidak pernah menganaktirikan satu pun provinsi. Bahkan pada tahun 2007, saya sudah mengeluarkan instruksi untuk percepatan Papua. Tolong nanti Gubernur Papua dan Papua Barat memberikan penjelasan pada rakyatnya,” kata SBY. SBY pun menyebutkan bahwa biaya pembangunan per kepala satu jiwa di Provinsi Papua Barat dan Papua, adalah yang terbesar di seluruh Indonesia. Nilainya menurutnya, mencapai Rp 10 juta per kepala per tahun. “Papua dan Papua Barat juga mendapat dana otonomi khusus, DAU, DBH dan lain-lain. Soal investasi, saya juga bahkan ikut mempromosikan provinsi ini secara khusus. Daerah ini juga masuk secara khusus dalam masterplan percepatan pembangunan (MP3EI),” papar SBY lagi.(afz)

Dalam kesempatan itu Mahfud juga menilai ada pembelokan opini bahwa mantan anggota KPU Andi Nurpati tidak terbukti terlibat dalam pemalsuan surat MK. “Saya katakan dia (Andi Nurpati, Red) ada dua kasus, yakni penggelapan dan pemalsuan,” kata Mahfud. Ia menyebutkan penggelapan yang dilakukan Andi Nurpati sudah nyata terjadi, yakni surat diterima, tapi tidak disampaikan. “Itu penggelapan sudah nyata terjadi, pasal 263, pasal 372 nya mengenai penggelapan. Sudah nyata terjadi penggelapan, tapi aktor intelektualnya yang harus dicari,” kata Mahfud. Menurut Ketua MK itu, untuk mencari aktor intelektual, maka yang harus diperiksa adalah ke Andi Nurpati, karena dia yang pertama kali menunjukkan surat itu di depan rapat seperti yang disaksikan oleh Bawaslu bahwa ini surat dari MK itu palsu.

Mahfud juga mengomentari pernyataan Polri yang hingga sat ini belum menemukan surat asli yang dipalsukan. “Ya namanya palsu tidak ada aslinya, gimana cari suratnya, tapi fakta substansi surat yang dipakai untuk membuat keputusan dan surat fotokopinya sudah kami kirim ke polri,” katanya. Namun Mahfud berharap itu merupakan salah satu strategi Polri untuk mengungkap kasus ini. Dia juga menyatakan bahwa pihaknya tidak akan ikut campur dan menyerahkannya ke polisi. “Kalau polisi mau melupakan kasus ini, bukan urusan MK. Kalau DPR mau buat keputusan lain, juga bukan urusan MK,” katanya. Mahfud hanya menegaskan jika DPR mau mengungkap kasus ini secara sungguh-sungguh maka dirinya akan siap memberikan keterangan tambahan dan bahan tambahan apa pun. “Tapi kalau mereka malasmalas, mau membelokkan kasus, mau mempolitisasi silakan saja,” katanya.(dd)

Mahfud : Andi Nurpati Terlibat Penggelapan dan Pemalsuan Mahfud ..................... ad. “Dia pernah mengeluarkan ancaman yang sama saat kasus Dirwan Machmud terungkap. Di dalam forum hakim dia mengancam akan menghancurkan MK. Saya persilakan,” kata mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur itu. Menurut Mahfud, dulu saat mencuat kasus Dirwan Mahmud, Arsyad pernah mengancam hal yang sama. Kala kasus Dirwan terungkap, Arsyad sambil menangis di depan forum hakim mengatakan akan meng-

hancurkan MK. Saat itu Mahfud merespons dengan mengatakan, “Silakan Pak, apa yang mau Bapak bongkar.” Lalu Arsyad menimpali dengan mengatakan Ketua MK sering menerima tamu di rumahnya. Ketika Mahfud bertanya siapa tamunya, Arsyad menyebut nama Bambang Widjojanto dan pimpinan KPK Bibit Samad Rianto. “Saya jawab lagi kalau itu saya sering ketemu sebelum jadi hakim. Sampai sekarang pun saya masih sering ketemu dan saya undang ke kantor. Lalu saya tegaskan, bongkar saja Pak

kasus ini kalau saya sering ketemu mereka. Memangnya ada apa kalau saya ketemu dengan mereka. Itu yang saya bingung. Kecuali kalau saya ketemu mereka untuk merangkai kasus. Tapi hasilnya sampai sekarang nggak dibongkar,” tutur Mahfud. Mahfud menerangkan, Arsyad mengakui betul bahwa juru panggil MK Mashuri Hasan datang ke rumahnya, tapi tidak membuat surat untuk vonis, melainkan rancangan vonis mengenai kasus Dewi Yasin Limpo. Menurut Mahfud, hal ini sama sekali tidak benar,

karena vonis ini sudah diketok pada bulan Juni dan sudah punya nomor. “Tapi kenapa masih dibuat rancangannya pas bulan Agustus,” tuturnya. Kesalahan Arsyad lainnya, menurut Mahfud, yakni yang menangani vonis untuk kasus Dewi Limpo adalah hakim Harjono, dan bukan Arsyad. “Kemajuan dari pengakuan ini ialah bahwa Pak Arsyad mengaku memang pernah menerima Mashuri. Tapi materinya yang ditolak, padahal vonis itu sendiri sudah jadi. Ini masalah surat, bukan masalah vonis,” jelasnya.

Mahfud pun menuding Arsyad yang mengonsepkan surat palsu tersebut. “Arsyad bilang administrasi yustisial di MK itu jauh lebih kacau dan lebih jelek daripada MA, sehingga ada surat palsu. Lah wong surat palsu itu yang buat dia. Justru karena administrasi di sini bagus, maka kemudian ketahuan. Di MK ini ada 1.460 kasus pemilu dan pilkada. Yang bermasalah itu cuma satu surat, dan itu melibatkan Pak Arsyad,” tegasnya. “Dia itu merasa dari pengadilan mana? Kok bilang MK lebih jelek dari MA,” lanjut Mahfud.


3

Kamis, 23 Juni 2011

Harga Elpiji Bakal Naik Jakarta, KP Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberi sinyal setuju atas rencana PT Pertamina (Persero) untuk menaikkan harga gas elpiji 12 kg dan 50 kg. Namun, besaran dan waktu naiknya belum ditentukan. Hal itu disampaikan Menteri BUMN, Mustafa Abubakar di gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (21/6) lalu. ‘’Prinsip kita sependapat untuk mengurangi beban keru-

gian dari Pertamina,’’ ujarnya singkat. Mengenai rencana besaran kenaikan elpiji tersebut dan kapan diberlakukannya masih terus dikaji oleh pihak terkait. ‘’Itu masih dikaji Kemenkeu (Kementerian Keuangan), KESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), dan Pertamina,’’ jelasnya. Pertamina sendiri mengaku sudah mendapatkan izin untuk menaikkan elpiji 50 kg. Pihaknya berencana menaikkan elpiji

12 kg dengan cara bertahap, sehingga diharapkan bisa menekan kerugian Pertamina hingga Rp 2 triliun. Sejauh perkembangan yang berjalan, pihak Kementerian ESDM masih mengusahakan agar kenaikan elpiji 12 kg tersebut ditahan terlebih dahulu. Mengingat nantinya dapat mempengaruhi siklus perekonomian nasional. ‘’Kita tidak bisa semudah itu memutuskan. Memang waktu itu ada permintaan Pertamina

menaikkan (elpiji 12 kg), tapi kami minta jangan, tahan dulu,’’ kata Evita Legowo, selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas KESDM. Seperti diketahui, Pertamina mengaku selalu mengalami rugi tiap tahun atas penjualan elpiji 12 kg. Triwulan pertama 2011, perusahaan migas lokal tersebut merugi Rp 1 triliun, dan kerugian diperkirakan bisa membengkak menjadi Rp 4,7 triliun di akhir 2011. (jpnn/awl)

Pegadaian Siap Go Public Jakarta, KP Penantian panjang Perum Pegadaian untuk beralih status menjadi perseroan terbatas (PT) tak sia-sia. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya merestui perubahan status tersebut. Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, Kementerian BUMN selaku pemegang saham memang sudah menyetujui perubahan status Pegadaian dari perum menjadi PT. ’’Jumat (17/6) lalu sudah saya teken dokumennya,’’ ujarnya di Kantor Kementerian BUMN. Menurut Mustafa, begitu izin prinsip perubahan status sudah didapat, saat ini Kementerian BUMN tinggal merampungkan beberapa proses administrasi yang diperlukan. ’’Sekarang prosesnya di Pak Yasin (Sekretaris Kementerian BUMN Mahmuddin Yasin),’’ katanya. Mustafa menyatakan, perubahan status Pegadaian dari perum menjadi PT diharapkan memberi keleluasaan bagi manajemen untuk mengembangkan bisnis. ’’Dengan status PT, Pegadaian bisa mengembangkan bisnisnya,’’ ucapnya. Menurut dia, lini bis-

nis Pegadaian yang bergerak di pelayanan jasa gadai untuk pengadaan dana cepat bagi masyarakat masih sangat potensial berkembang. Apalagi, kini Pegadaian melakukan diverisifikasi melalui produk syariah, KRISTA (kredit Usaha rumah tangga), dan beberapa produk lain. ’’Status Pegadaian sebagai perum selama ini lebih terkesan melayani kepentingan umum, padahal bisnis Pegadian itu besar,’’ terangnya. Perubahan status dari perum menjadi PT akan melapangkan jalan bagi Pegadaian untuk go public. Selama ini, Pegadaian memang menjadi salah satu BUMN yang digadang-gadang segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mustafa mengatakan, proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) memang menjadi target selanjutnya dari Kementerian BUMN. ’’Saya harap tahun depan mereka (Pegadaian) segera IPO untuk mendapat modal segar bagi pengembangan usaha,’’ ujarnya. Dalam roadmap Kementerian BUMN, Pegadaian diharap bisa melepas 30 persen saham ke publik paling lambat 2012.

Saham Pegadaian diperkirakan bakal menjadi incaran investor mengingat kinerja keuangan Pegadaian cukup moncer. Sebagai gambaran, pada 2010 Pegadaian mencetak laba usaha Rp 5,36 triliun atau naik

signifikan dibandingkan realisasi 2009 yang Rp 4,01 triliun. Adapun laba bersih yang berhasil dibukukan Rp 1,17 triliun, naik signifikan daripada realisasi 2009 yang Rp 798,19 miliar. (jpnn/awl)

Aerobic Sophie Martin Hadir di Raha Kendari, KP Jika tak ada aral, 26 Juni nanti, Kota Raha akan menjadi tempat perhelatan Sophie Live Healthy Be Happy. Tempatnya sudah ditentukan yakni areal Kun-Kun Resto dimana peserta ditargetkan sebanyak 300 orang. Project Director EO Kreasindo Entertainment, Kurnia Ningsih menjelaskan bila acara tersebut mirip dengan Sophie Live Healthy Be Happy yang digelar 12 Juni lalu di Kota Kendari. ‘’Kegiatan itu merupakan kerjasama Sophie Martin BC Proxi Sunarti den-

gan EO Kreasindo Entertainment,” terangnya didampingi Operasional Manager Kreasindo Entertainment, Siti Nuraima Aho. Kegiatan aerobic Sophie Live Healthy Be Happy tersebut kata Kurnia juga akan dirangkaikan dengan fun aerobic copetition, dengan akan dipilihnya satu orang duta Kabupaten Muna yang akan dikirim ke Jakarta pada Desember nanti. “Kami juga akan menghelat lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak dengan tiga kategori usia yaitu murid TK,

SD Kelas 1-3 serta Kelas 4-6. Hadiahnya berupa uang tunai, piala dan bingkisan cantik dari Sophie Martin,” ungkapnya. Berhubung pendaftaran terbatas, yaitu 300 peserta untuk senam aerobic dan 200 anak untuk lomba menggambar dan mewarnai, Kurnia menghimbau agar masyarakat Kota Raha dapat bersegera diri mendaftar. “Pengambilan tiket aerobic serta pendaftaran lomba menggambar dan mewarnai, dapat dilakukan di Sophie Martin Raha BC Proxi Sunarti di Jalan Husni Thamrin,” ujarya. (fas)


Kamis, 23 Juni 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Ribuan Hektar Rumput Laut Gagal Panen Pelaku Pembunuhan Kendari, KP Aktivitas tambang nikel yang dilakukan PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) di Desa Andeo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara yang telah mencemari wilayah pesisir tak hanya berdampak pada nelayan. Tapi juga telah mencemari ribuan hektar lahan rumput laut milik petani. Bahkan ribuan hektar rumput laut yang siap panen mengalami gagal panen akibat tercemar lumpur yang berasal dari aktivitas PT DMS. Wilayah pesisir rumput laut di Kecamatan Lasolo yang mengalami gagal panen antara lain Desa Abola, Andeo, Lembo Bajo, Kampoh Bunga, Tanjung Bunga dan Desa Baranga serta sejumlah desa di Kecamatan Lembo. Muhammad Yunus, salah se-

IST/KP

Ketua Komisi B DPRD Konut, Samir dan anggota dewan lainnya menemui sejumlah petani rumput laut desa Lembo Bajo, Kabupaten Konawe Utara yang gagal panen akibat aktivitas pertambangan yang telah mencemari laut. orang petani rumput laut Desa Lembo Bajo mengatakan pencemaran laut telah berlangsung

tiga bulan setelah PT DMS melakukan aktivitas penambangan, perisis berada di

wilyah pesisir. Akibat penceraman air laut tersebut, rumput laut rontok dan tak bisa dipanen lagi. “Rumput laut di sini sudah tidak bisa dipanen karena dipenuhi lumpur. Padahal sebelum ada aktivitas tambang rumput laut kami tidak terganggu dan masih bisa panen. Karena itu kami meminta pemerintah segera menghentikan aktivitas tambang. Kalau tidak, maka masyarakat akan kehilangan mata pencarian,” kata Yunus, Rabu (22/6). Petani rumput laut lainnya, H. Djufri menuturkan pihaknya sangat menyangkan lambannya tindakan dari pihak pemerintah daerah. Padahal para petani rumput laut dan nelayan telah berulang kali melaku-

Baca PANEN di Hal 6

Polisi Periksa 10 Saksi

Muna Tertinggi Pelanggar Lalin

Pembobolan Kantor Walikota

Lantas Jaring 838 Kendaraan

Baubau, KP Polres Kota Baubau terus masih melakukan penyelidikan atas kasus pencurian yang terjadi ruang bendahara Pemerintah Kota Baubau. Kapolres Baubau, Daniel Adityajaya SIk mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut. “Jumlah saksi yang diperiksa 10 orang tergabung dari Pol-PP dan sejumlah staf yang berada di TKP serta staf lain yang dianggap punya kaitan dengan kasus tersebut,” ujarnya. Berdasarkan hasil analisa sementara ditemukan beberapa jejak sidik jari yang ditinggalkan pelaku. Namun belum diketahui persis identitas pelaku yang melakukan pencurian. “Saat ini kita sementara lakukan pengembangan dan mencari petunjuk lain,” tambahnya. Untuk diketahui pencurian di kantor Walikota Baubau terjadi Selasa (21/6) dini hari. Pelaku masuk melewati pintu bendahara dan berhasil membawa kabur uang tunai Rp 15 juta. (p13)

Raha, KP Tingkat kesadaran masyarakat Muna berkendaraan masih rendah. Operasi simpatik yang digelar Satuan Lantas Polres Muna, berlangsung selama 21 hari (1-21 Juni), berhasil menjaring 838 pelanggar lalu lintas. Kasatlantas Polres Muna, AKP FJ Boby Kalallo mengatakan, pelanggaran lalu lintas (lalin) bagi kendaraan roda dua yang dominan penggunaan helm standar. Dimana polisi berhasil menjaring 394 kendaraan roda dua, yang pengendaranya tidak menggunakan helm standar. Kemudian, 135 kendaraan yang tidak

lengkap, seperti, spion dan lampu. Lalu, 86 kendaraan yang pengendaranya tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan dan pelanggaran rambu-rambu jalan menjaring enam kendaraan. Sementara untuk kendaraan roda empat, ungkap Boby Kalallo, pelanggaran didominasi karena rendahnya kesadaran menggunakan sabuk pengaman, dengan jumlah mobil yang dijaring 75 unit. Selanjutnya, 45 unit mobil yang melebihi kapasitas daya muat, 24 unit yang tidak memiliki kelengkapan kelengkapan kendaraan, 20 unit melanggar rambu-rambu jalan dan 16 unit mobil tidak memiliki surat-surat kendaraan. “Total ada 659

Baca LALIN di Hal 6

Menantu Mulai Disidang Unaaha, KP Kasus pembunuhan seorang ibu muda, Nikarlina, yang dilakukanayahmertuanyadiDesa Amosilu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, mulai disidang PN Unaaha, kemarin. Agendanya pemeriksaan saksi. Menariknya dalam sidang tersebut, anak korban berusia dela-

pan tahun, Rendi bersaksi atas kematian ibunya yang tewas dibacok kakeknya, Sunura (62). Di depan majelis hakim PN Unaaha, Rendi didampingi ayahnya, Jamal, dengan polos menjawab pertanyaan majelis hakim yang dipimpin Ketua PN Unaaha, Bambang Hermanto, SH, MH. Mulai ketika kakekn-

ya masuk dalam rumah, menghunus badiknya dan menebas leher ibunya hingga tersungkurnya korban setelah dibacok kakeknya. Sesekali Jamal, ayah Rendi yang berada disampingnya pun merangkul dan mengusap ke-

Baca SIDANG di Hal 6


6 Sidang ................... pala Rendi yang sempat sulit mencerna pertanyaan hakim yang bertubi-tubi. Sesekali pertanyaan majelis hakim dijawab dengan anggukan kepala pertanda tanda membenarkan pertanyaan hakim. “Apakah benar ini baju ibumu dan parang kakekmu,” tanya hakim. Rendi menjawab dengan anggukan kepala ketika hakim menunjukkan dua barang bukti. Saat kejadian itu, Rendi sedang makan siang tepat di depan TV. Kebetulan tempat Rendi makan berhadapan langsung kamar tempat ibunya dibantai. Dalam posisi itu, ia dapat melihat langsung ibunya dibacok. Saat hakim lainnya bertanya apakah sebelum ditebas, kakeknya sempat membekap mulut ibunya, Rendi menjawab lancar. Bahkan tidak membenarkan pertanyaan hakim jika dirasa tidak cocok. “Ditutup mulutnya. Dari depan, baru dia tebas,” jawab Rendi ketika hakim bertanya dari arah depan atau belakang Sunura membekap mulut ibunya. Terdakwa Sunura yang didampingi pengacaranya tidak menunjukkan rasa bersalah. Ia menyimak detail jawaban cucunya. Bahkan Sunura membenarkan jawaban cucunya itu, ketika dikonfrontir ketua majelis hakim. “Benar,pak,” jawab Sunura singkat. Sekedar mengingatkan, Selasa (12/4) lalu, Nikarlina (22), warga Desa Amosilu, tewas mengenaskan setelah dibacok ayah mertuanya, Sunura menggunakan parang. Diduga Sunura tersinggung dengan ucapan sang menantu yang tak enak didengar pelaku. (din)

Kendari Pos |Kamis, 23 Juni 2011

Pimpinan Dewan Ancam Tahan Perjalanan Dinas Raha, KP Sikap “keras kepala” yang ditunjukan beberapa fraksi di DPRD, terkait kocok ulang alat kelengkapan dewan, membuat unsur pimpinan harus mengundang kembali para pimpinan fraksi untuk membicarakan masalah tersebut. Pimpinan Dewan, untuk diketahui telah dua kali bersurat ke pimpinan fraksi untuk segera memasukan nama-nama anggotanya yang akan didistribusikan dise-

tiap alat kelengkapan dewan, tapi tidak ada tanggapan dari fraksi. Hanya baru fraksi PDI-P yang menyetor nama-nama anggotanya. “Kita baru saja rapat dengan para pimpinan fraksi, agar masalah roling komisi segera dilakukan,” kata Uking Djasa, Ketua DPRD Muna. Hasil pembicaraan itu, paling lambat fraksi-fraksi diminta untuk memasukan namanama anggotanya 30 Juni. Kemudian 1 Juli akan diagendakan dalam Badan

Musyawarah dan bila tidak ada aral 4 Juli sudah akan dilakukan kocok ulang Komisi. Roling komisi, kata Uking Djasa, sesuai aturan dilakukan setahun sekali. Seyokyanya, agenda itu telah selesai dilakukan Januari 2011, namun saat ini sudah terlambat lima bulan. “Roling komisi itu sesuai aturan, kalau tidak kita lakukan itu berarti kita melanggar aturan,” terangnya. Bagaimana kalau fraksi tidak lagi menyetor nama-nama anggotanya? Kata Ketua

Golkar Muna itu, kecil kemungkinan terjadi. Pasalnya, rapat yang digelar hari ini (kemarin red), merupakan rapat tertinggi antara pimpinan fraksi dan pimpinan Dewan. “Rapat tadi kita sudah putuskan dan sepakati bersama,” ujarnya. Kalau masih juga belum menyetor daftar nama anggotanya? Kata Dia, pimpinan Dewan tidak akan mengeluarkan izin perjalanan Dinas, sampai kocok ulang komisi selesai dilakukan. (awn)

Lalin ...................

tilang bagi pengendara yang melanggar. Tahap awal, kata Dia, Polisi memberikan teguran yang dituangkan dalam bentuk perjanjian antara Polisi dan pengendara. “Intinya, kalau dua kali kami jaring masih melanggar, langsung kami tilang, “terangnya. Dari

838 kendaraan yang terjaring, Polisi baru menilang 107 kendaraan. “107 kendaraan itu, sudah terjaring untuk kedua kalinya melakukan pelanggaran, “sebutnya. Mantan Kasatlantas Bau-bau itu menghimbau, agar pengendara senantiasa meng-

gunakan helm standar setiap berkendaraan. Pasalnya, helm standar itu untuk keselamatan pengendara, mengingat saat ini banyaknya kecelakaan Lalin yang meninggal karena tidak menggunakan helm standar. (awn)

Atas kasus tersebut, Komisi B DPRD Konawe Utara langsung bereaksi dengan turun ke lokasi melakukan peninjauan wilayah pesisir tempat budidaya rumput laut yang sudah tercemar. Peninjuan ini dipimpin ketua komisi B, Samir, bersama Ketua Komisi A, Asmuddin Moita dan wakil ketua Daud Akbar. Para anggota dewan didampingi camat, kepala desa dan sejumlah petani rumput laut. “Kami sudah melihat langsung dan faktanya memang sudah tercemar dan rum-

put laut gagal panen. Aktivitas perusahaan tak bisa lagi ditolerir. Karena itu kami meminta kepada bupati selaku penentu kebijakan agar mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang telah merusak lingkungan,” kata Samir. Samir mendesak bupati Konut bersama Dinas Pertambangan untuk segera mengambil tindakan konkrit sebelum kerugian terhadap masyarakat pesisir semakin besar. Ia menghawatirkan jika tidak segera diatasi masyarakat marah

dan melakukan perlawanan terhadap pemerintah. “Dampak dari aktivitas pertambangan sudah semakin luas. Tak hanya nelayan tapi juga para petani rumput laut. Wajar jika masyarakat melakukan aksi demo karena ini persoalan nasib dan masa depan mereka. Dan perlu pemerintah pahami bahwa masyarakat pesisir masa depannya hanya ada di laut. Karena itu pemerintah harus mencegah teradinya pencemaran laut,” terangnya. (p2/lan)

kendaraan roda dua dan 177 kendaraan roda empat yang terjaring,” sebutnya. Mantan Kasadlantas Konawe menjelaskan polisi tidak langsung memberikan surat

Panen .................... kan aksi unjuk rasa. “Pemerintah daerah tidak perlu repot membantu kami, cukup mencegah saja perairan di sini agar tidak tercemar kami sudah syukur. Selama ini tidak pernah ada pencemaran air laut, baru sekarang setelah ada tambang semuanya tercemar. Karena itu kami juga meminta pihak perusahaan haus bertanggungjawab,” kata Djufri.


7

Kendari Pos |Kamis, 23 Juni 2011

Jika Terbukti, Tiga Hakim Antasari Dihukum Antasari .................... pemeriksaan sidang Antasari ini dalam dua minggu ke depan. Jika memang nantinya KY

menemukan ada pelanggaran dalam sidang Antasari maka KY akan merekomendasikan hukuman para hakim itu kepada Mahkamah Agung (MA). Namun jika nantinya KY tidak

menemukan kesalahan apapun dalam sidang Antasari, maka KY akan merehabilitasi nama ketiga hakim itu. Apakah nantinya akan memanggil hakim tinggi dan hak-

im agung yang juga menangani kasus itu? “Belum. Untuk saat ini kami masih fokus untuk memeriksa hakim pengadilan negeri (PN Jaksel),” imbuhnya.(kuh)

Kemendiknas Ingin Proteksi Guru Guru ......................... na ini, Kemdiknas akan menggelar rapat kerja nasional pendidikan terlebih dahulu. Dikatakan Nuh, rakernas tersebut diagendakan akan digelar pada bulan Juli 2011 mendatang sesuai dengan amanah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Rakernas pendidikan tersebut akan melibatkan Bupati, Walikota, dan pemerintahan terkait. Bahkan, pemerintah juga

mengeluarkan kebijakan baru termasuk tentang desentralisasi. “Ini kan tidak mudah. Bisa jadi peerintah daerah tidak mau. Mengapa kita ambil sebagian, karena kalau kita ambil semuanya, akan terbenturan dengan aturan,” terangnya. Nuh mengatakan, pengambilalihan pengelolaan guru dari daerah ke pusat memang tidak gampang karena akan menelan biaya yang luar biasa banyak. Dari struktur organisasi pula, lanjut Nuh, Kemdiknas harus membuat kepala dinas di mas-

ing-masing kabupaten kota meskipun aset sudah diserahkan ke daerah. “Oleh karena itu, jika semua itu ditarik ke pusat, maka struktur organisasinya akan semakin membengkak, itu pasti dan tidak bisa sebentar dan butuh waktu yang lama. Tapi kalau guru yang diambil, nomor induk kan sudah di pusat, data masing-masing guru secara nasional juga sudah di pusat. Nah, kalau itu ditarik maka tidak akan menghabiskan biaya banyak,” pungkasnya.

jadi film terbaik dalam lomba film SMA di Festival Film Institut Kesenian Jakarta tahun lalu. "Kebanyakan orang komunitas dokumenter adalah orangorang yang gelisah dengan lingkungannya dan mencurahkan dalam bentuk audio visual," ujar bapak dua anak tersebut. Dia mengutip definisi film dokumenter dari ilmuwan Inggris, Frank Beaver, yang menulis Dictionary of Film Terms. "Sederhananya, sebuah film nonfiksi," katanya. Film dokumenter biasanya di-shoot di sebuah lokasi nyata, tidak menggunakan aktor, dan temanya terfokus pada subjeksubjek seperti sejarah, ilmu pengetahuan, sosial, atau lingkungan. Tujuan dasarnya adalah memberikan pencerahan, informasi, pendidikan, melakukan persuasi, dan memberikan wawasan tentang dunia yang kita tinggali. Sebelum terjun total dalam dunia film dokumenter, dia pernah menjadi jurnalis. Hampir delapan tahun di Tempo, Iwan lantas menggawangi program SIGI SCTV yang berfokus pada investigasi kasus-kasus yang tak terungkap ke publik. Saat itu, alumnus TV journalist workshop Ohio State University 2008 tersebut benarbenar harus bertarung face to face dengan pihak-pihak yang merasa aibnya dia ungkap. "Di Tanah Bumbu, saya menginvestigasi aktivitas pertambangan ilegal yang dibekingi aparat, tepatnya anaknya aparat," ungkapnya. Ketika menginvestigasi, Iwan menyewa perahu untuk menelusuri sungai di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, itu. "Panjangnya sekitar 2,5 kilometer, ada 220 titik tambang batu bara," katanya. Setelah hasil investigasinya ditayangkan, berbagai ancaman mulai muncul. "Mulai santet sampai diajak ketemu di Jakarta," ujarnya. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya tersebut juga pernah hampir diculik saat menginvestigasi pembalakan liar di Sorong, Papua. "Di sana juga ada beking aparatnya," katanya lantas meminta nama institusi itu tidak ditulis. Iwan yang juga pernah mengikuti Investigative Journalism Training di Murdoch University, Perth, Australia, 2002 tersebut lantas menekuni film dokumenter secara serius sejak ikut workshop pada 2006. Beberapa prestasi diraih. Di antaranya, Best Feature Documentary on Indonesia Documentary Film Festival 2009 dengan titel At Stake! Film itu juga pernah diputar di Berlin Film Festival 2008. Iwan juga menjadi line producer untuk film Heaven for Insanity yang diputar dalam Festival Film Rotterdam, Belanda, 2009. Selain itu, dia memenangi Script Development Competition, Jakarta International Film Festival 2006. Lalu, ikut South East Asia Press Alliance (SEAPA) Fellowship di Laos dan Vietnam, 2006. Bersama tiga temannya, Swastika, Kristianto Nugroho, dan Muhammad Ihsan, Iwan mendirikan Salam Dokma. Salam berasal dari singkatan Sabtu Malam. Sebab, anggota komunitas tersebut awalnya berkumpul setiap Sabtu malam Minggu. Dokma adalah singkatan dokumenter mania. Kini, pertemuan diubah setiap Minggu, diisi dengan diskusi dan memutar film. Lokasinya di Newseum Cafe. kawasan Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

"Tujuan kami, ingin memberikan alternatif tontonan untuk masyarakat dengan film dokumenter. Yang datang beragam, mulai pelajar SMA sampai sutradara film yang sukses di festival internasional," ungkapnya. Di antara ratusan simpatisan yang datang, yang benarbenar hidup dari film dokumenter memang hanya belasan. "Kami ingin hidup dari film dokumenter. Sampai sekarang masih jarang orang yang mendedikasikan dan benarbenar hidup dari dokumenter," tegasnya. Menurut Iwan, menekuni

film dokumenter seperti bertanam pohon jati. "Hasilnya tidak bisa dipetik tiap bulan, tapi mungkin lima atau enam tahun lagi," tuturnya. Film dokumenter akan semakin dicari saat langka. Misalnya, film tentang pembuat keris kawakan yang sangat terkenal. Saat ini film tersebut belum tentu dijual. "Tapi, kalau sang empu itu sudah wafat, filmnya jadi langka," ujarnya. Iwan sekarang mengembangkan sebuah perpustakaan audio visual di Yayasan Amerta di Bogor. Selain itu, dia sibuk membuat web. "Siapa pun yang ingin lihat dan up load film

Bonus ........................ pres belum ada. Itu aturannya. Pencairan juga belum akan dilakukan jika Juknis belum kami terbitkan. Begitu pula dengan berkas usulan yang

harus dibuat oleh bendahara masing-masing satuan kerja,” paparnya. Sebelumnya, setiap tahun pemerintah mencairkan gaji ke13 pada pertengahan tahun atau di awal tahun ajaran baru sekolah. Hal tersebut dilakukan

untuk membantu PNS, TNI dan Polri yang memiliki anak usia sekolah untuk membayar biaya pendidikan masuk sekolah ataupun universitas. Gaji ke13 itu pula yang menggantikan tunjangan hari raya bagi PNS, TNI dan Polri.(gel/agm)

Keluarga Darsem Minta Bukti Transfer Namun rencana itu akan dimulai secara bertahap. Lebih jauh Nuh menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut Kemdiknas juga telah menyiapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan beberapa kementerian terkait. “SKB ini kan bisa dibilang sebagai aturan transisi sebelum adanya ketetapan ditarik atau seterusnya. Ini yang penting kan diatur. Akan tetapi untuk di lapangannya, perlu kontrol dan penekanan lebih kuat lagi,” kata Nuh.(cha)

Semakin Yakin Setelah Ikut Investigative Journalism Training Hampir ......................

Soal Bonus, PNS Diminta Bersabar

dokumenternya bisa gratis," katanya. Dia mengaku terinspirasi komunitas serupa di Austria. "Saya baru saja pulang dari sana. Di Austria, khusus untuk film dokumenter saja ada 250 production house," ungkapnya. Proyek lain yang sedang dipikirkan dalam-dalam adalah tawaran membuat film dokumenter semi-investigasi di sebuah kabupaten di Jawa Timur. Dia menyebut sebuah tempat. "Lokasinya jangan ditulis dulu. Ini rumit karena ada unsur koneksi antara korporasi dan pejabat setempat," tegasnya.(kuh/kum)

Darsem ..................... Namun, ia harus membayar uang diyath sebesar Rp 4,7 miliar, yang dapat dicicil dalam jangka waktu enam bulan. Deadline itu diberikan sampai 7 Juli 2011. Ayah Darsem mengakui, ia tahu kasus yang menimpa anaknya tersebut dari berita di televisi. Ia pun mengaku merasa bimbang. Sebagai orang tua, Darsem anak satu-satunya itu, begitu disayanginya. Apalagi, hampir enam tahun Dawud mengaku tidak pernah bertemu Darsem. “Dia anak saya satu-satunya. Saya sudah enam tahun tidak bertemu. Sebagai ayah, saya sangat sedih,” kata Dawud, tertunduk dengan mata berkaca-kaca. Ia mengaku memang sengaja datang dari Subang, Selasa (21/6) malam, untuk menemui anggota DPR RI. “Saya sedih. Saya harap pemerintah mentransfer dana ke Arab, biar anak saya bisa pulang,” imbuh Dawud. Seperti diketahui, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dengan

disetujui Komisi I DPR RI, sudah berencana untuk membayarkan dana Rp 4,7 miliar itu guna membebaskan Darsem. Minta Bukti Transfer Ayah Darsem, Daud Tawar didampingi kuasa hukumnya Elyasa Budiyanto meminta pemerintah memberikan bukti transfer dana sebesar Rp4,7 miliar sebagai uang pembayaran diyath untuk membebaskan anaknya dari hukuman pancung di Arab Saudi. Bukti transfer dana itu sangat penting agar tidak ada kelalaian pemerintah seperti yang terjadi pada kasus Ruyati. “Kami ingin memastikan apakah dana sudah ditransfer atau belum. Jangan sampai terulang kedua kali, kami ingin mempertegas dan meminta bukti transfer. Kami ingin menemui pak Teguh Juwarno,” kata Elyasa Budiyanto, di Gedung DPR, Jakarta. Dia berharap, kepastian pemerintah untuk mentransfer itu sebelum 7 Juli 2011. “Ini batasnya 7 Juli. Jangan sampai kecolongan seperti (kasus) Ruyati. Kemarin in-

formasinya dana sudah ditransfer. Tapi, kami minta buktinya, sampai sekarang kami belum dapat bukti transfernya,” kata Elyasa lagi. “Jadi, kalau sudah ditransfer, kapan Darsem bisa pulang. Jangan sampai setelah bayar diyath, tapi masih menjalani hukuman kurungan badan lagi,” tegasnya. Dia mengakui, kasus yang menimpa Darsem sejak tahun 2007 lalu. Namun, sampai saat ini, pihaknya, belum mendapatkan salinan putusan, bahkan Berita Acara Pemeriksaan. “Hanya pengantar berita faximili dari perwakilan RI di Riyadh Arab Saudi, yang ditujukan kepada pemerintah,” katanya. Bahkan, lanjut dia, sejak 2007 hingga 2011 ini, kontak dengan Darsem pun baru sekali melalui sambungan telepon. Setelah itu tidak ada lagi. “Lalu apa pembelaan KBRI. KBRI saja tahunya hanya dari berita di koran Riyadh pada Desember 2007. Katanya Darsem disana ada pengacaranya, bernama Nasir, dari Arab,” katanya. (boy)


C M Y K

8

Kendari Pos |Kamis, 23 Juni 2011

Mahfud Tantang Arsyad Bongkar Borok di MK Jakarta, KP Munculnya nama Arsyad Sanusi, mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang diduga ikut terlibat dalam kasus pemalsuan surat MK yang juga menyeret mantan anggota KPU, Andi Nurpati, berbuntut panjang. Arsyad yang tidak terima namanya diseret, menuding Ketua MK Mahfud MD dan Sekjen MK Janedjri M. Ghafar telah berbohong. Ia juga mengancam akan membongkar borok MK. Namun ancaman Arsyad rupanya tidak membuat Mahfud gentar. Mahfud mempersilakan Arsyad segera membongkar borok MK jika punya bukti. “Pak Arsyad dengan emosional marah dan bilang akan membongkar borok MK. Ini yang saya tunggu. Bongkarlah, kalau perlu bawa traktor,” tutur Mahfud kepada wartawan

C M Y K

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (tengah) bersama Sekjen MK, Janedjri M Gaffa (kiri) dan mantan Wakil Ketua MK Abdul Mukhtie Fajar (kanan) memaparkan kronologis surat menyurat yang terjadi di MK saat Rapat Konsultasi dengan Panitia Kerja Mafia Pemilu Komisi II DPR di Gedung DPR RI, Jakarta. di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat Jakarta, kemarin. Menurut Mahfud, sebelumnya Arsyad juga pernah men-

gancam membongkar borok di MK, saat sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang dibentuk MK untuk menyidan-

gkan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Arsy-

Baca MAHFUD di Hal. 2

C M Y K

KY Interogasi Tiga Hakim Kasus Antasari Jakarta, KP Komisi Yudisial (KY) terus mendalami dugaan kejanggalan sidang pembunuhan direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen dengan terpidana Antasari Azhar. Setelah sebelumnya memeriksa para saksi ahli, kemarin (21/6) lembaga pengawas kode etik kehakiman itu memeriksa tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang memvonis bersalah Antasari. Tiga hakim yang datang sekitar pukul 09.30 itu adalah Herry Swantoro, Ibnu Prasetyo, dan Nugroho Setiadji. Begitu datang dengan menggunakan mobil dinas B 1606 RFQ, ketiganya majelis hakim perkara pembunuhan Nasrudin itu langsung mengisi buku tamu dan menuju para pemeriksanya. Menurut juru bicara KY Asep Rahmat Fajar, tiga hakim terse-

but diperiksa oleh komisioner KY, yakni Suparman Marzuki dan Taufiqurrahman Syahuri. “Selain itu, ada dua tenaga ahli lainnya yang ikut memintai keterangan,” kata Asep. Sekitar pukul 13.30 ketiga hakim tersebut keluar meninggalkan gedung KY. Saat ditemui wartawan mereka tidak mengeluarkan komentar apapun. Bahkan terkesan saling menutupi. “Coba tanya pak Ibnu,” kata Herry saat sembari masuk ke dalam mobil. Namun saat ditanya, Ibnu malah melemparkan ke rekannya yang lain hingga akhirnya mobil yang mengangkut mereka meninggalkan gedung KY. Lebih lanjut Asep menerangkan, pemeriksaan tersebut lebih banyak untuk mengklarifikasi data-data yang sebelumnya diperoleh KY terkait persidangan Antasari. Misalnya, tentang klarifikasi data-data

yang sebelumnya dikumpulkan dari pemeriksaan para saksi ahli dalam persidangan tersebut. Sebelumnya, KY memeriksa tiga saksi ahli dalam perkara tersebut. Mereka adalah ahli forensik RSCM/FKUI Abdul Mun?im Idris, ahli balistik Maruli Simanjuntak, dan ahli IT Agung Harsoyo. “Data-data ini yang diklarifikasi ke mereka (tiga hakim),” ucapnya. Selain data dari para saksi ahli, ada data lainnya investigasi lainnya yang juga ditanyakan kepada mereka. KY, kata Asep sangat mengapresiasi kedatangan tiga hakim PN Jaksel itu. “Mereka hanya dipanggil satu kali dan langsung datang,” kata mantan Direktur Indonesia Legal Roundtable itu. Asep mengatakan, dua KY akan mengumumkan hasil

Baca ANTASARI di Hal. 7

C M Y K


Kamis, 23 Juni 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Solar Langka tapi Pengecer Menjamur Kendari, KP Krisis solar di Kendari sepertinya akan berlanjut ke meja DPRD Sultra. Wakil ketua DPRD La Pili berjanji mengagendakan hearing terhadap Depot Pertamina Kendari dan Dinas ESDM. Hearing tersebut merupakan buntut dari investigasi yang dilakukan koalisi gerakan rakyat Sultra. Menurut massa, hampir tiap jam lima hingga enam truk tanki mendistribusikan solar tapi kenyataannya kelangkaan solar terus terjadi. Massa yang dikomandoi La Ode Saimin dan Hasanuddin mencurigai terjadi kongkalikong antara depot Pertamina dengan pengusaha. Jika benar, hal tersebut terang Saimin, tentu sangat merugikan masyarakat karena so-

lar bersubsidi harusnya untuk masyarakat kecil, bukan perusahaan. “Banyak tanki yang keluar dari depot, tapi kenapa kelangkaan solar selalu terjadi. Tiap hari saja sopir truk harus antri berjam-jam. Bisa dibayangkan betapa banyak kerugian yang ditimbulkan untuk rakyat kecil,” jelasnya. Belasan massa yang diterima di ruangan La Pili tersebut memang mende-

Baca Solar di Hal 10

foto: dokumen suwarjono/kp

Antrian solar di SPBU Tapak Kuda. Pemandangan ini sudah menghiasi selama beberapa pekan. DPRD pun kini sudah mengambil langkah serius.

Jabatan PNS Harus Sesuai Disiplin Ilmu

-korupsi-

Kejati-Polda Diminta Sikapi Mark Up Dermaga di Butur

Kendari, KP Wagub Saleh Lasata masih melihat problem di lingkup PNS kinerjanya kurang maksimal. Hal tersebut sangat tidak menguntungkan, apalagi sebagai pelayan masyarakat. Hal tersebut dikatakan mantan Bupati Muna ini ketika membuka rapat koordinasi pembinaan program kediklatan lingkup Pemprov, kabupaten/kota se Sultra. Acara tersebut digelar di Badan Diklat provinsi. Saleh Lasata Menurut dia, masyarakat membutuhakan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi sesuai yang mereka butuhkan. Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan birokrasi yang masih sering dianggap kurang profesional memberikan pelayanan. “Untuk itu, forum rapat koordinasi seperti ini seyo-

Pihak Kejati dan kepolisian daerah ini belum juga menyikapi dugaan mark up sejumlah proyek dermaga di Buton Utara. Padahal, kejanggalan dalam pekerjaan sudah diserahkan pihak jaringan kota (Jarkot),lembaga yang selema ini melakukan presur terhadap dugaan tersebut. Menurut Presidium Jarkot Sultra Rasid Ramadhan SH, kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan dermaga di Wantulasi tahun 2010 sangat banyak.Misalnya pekerjaan beton, SK bupati seharusnya 1,2juta, tapi dimarkup menjadi 2,4 juta. Pekerjaan beton k casting, kontrak 1,8 juta. Seharusnya sesuai SK bupati cuma 1 juta. Hal lain, balok beton 40/45 kontrak 2,5 juta. Seharusnya berdasarkan standar harga bupati cuma 1,2 juta. Rasid menyangsikan pekerjaan tersebut.Seperti harga pasir, dalam kontrak capai Rp 436.000 /m3. Padahal sesuai Sk harganya cuma Rp 250.000. Demikian harga batu gunung Rp 337.000 dalam kontrak. “Ini sangat janggal dan jauh dari daftar harga yang ditetapkan bupati hanya Rp 230.000,”tukasnya kemarin. Untuk dermaga Lasora,kata dia, dananya capai Rp 7miliar. Namun secara teknis sebagaimana SK bupati,pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan cuma menggunakan dana Rp 3 miliar. Pembangunan dermaga Ereke,nilai kontraknya Rp 4 miliar, padahal bisa dikerjakan dengan dana hanya Rp 2 miliar. Demikian halnya pembangunan dermaga Wa Ode Buri, kontrak Rp 4miliar, tapi pekerjaan bisa dengan anggaran Rp

Baca jabatan di Hal 10

Baca kejati di Hal 11

-prestasi-

Watubangga Wakili Sultra ke Tingkat Nasional Kota Kendari tak tertandingi,khusus kebersihan dan keindahannya. Lihat saja salah satu kelurahannya, Watubangga dipercaya mewakili Sultra di iven nasional lomba kelurahan. Aspek yang juga mendukung penilaian adalah kesehatan masyarakat, pendidikan, partisipasi masyarakat, pengembangan koperasi, karang taruna, ketertiban dan keamanan. Selain itu, sistem pengolahan sampah juga menjadi nilai plus. “Kelurahan Watubangga masyarakatnya juga menjadi bagian dalam membersihkan lingkungan,”tukas Camat Baruga Amir Hasan S Tp. Keterlibatan masyarakat menurutnya melalui kerjasama antara aparatur kelurahan dan kecamatan. Setiap pekan digilir sesuai jadwal. Untuk warga dijadwalkan Jumat, Sabtu dan Minggu melakukan aksi bersih-bersih. Sedangkan pegawai kelurahan maupun kecamatan dijadwalkan hari Selasa dan Jumat. “Dalam kebersihan, sebenarnya bukan orientasi memenangkan lomba. Tapi ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat di Watubangga khususnya serta Kecamatan Baruga umumnya untuk melaksanakan kegiatan pembersihan. Jadi, ketika ada lomba seperti ini, kita tidak lagi harus mulai dari nol, tinggal pemantapan saja,” terang Amir. Sebagai pintu gerbang Kota Kendari, Watubangga memang

Baca watubangga di Hal 11

foto: panitia citizen journalism training for kendari pos

Suasana pelatihan di Aula Graha Pena Kendari. Pelatihan ini didukung oleh Kendari Pos, dan beberapa media dan WWF.

foto:dokumen suwarjono/kp

Seorang nelayan saat melakukan pemboman di daerah pesisir Teluk Kendari. Jalan inilah yang diambil Ambang hingga menewaskannya.

Bom Ikan Tewaskan Nelayan Kendari, KP Kejahatan tidak selamanya menguntungkan. Lihat saja nasib Ambang (45), warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Soropia. Dia tewas karena kejahatannya sendiri. Ambang adalah seorang

nelayan. Namun apesnya, dia masih sering mengunakan bom untuk memudahkan mendapatkan ikan.

Baca bom ikan di Hal 10

Hati-hati Menyebarluaskan Informasi Kendari, KP Kemajuan teknologi informasi bisa saja menjerat Anda. Karena itu, jangan coba sebarkan informasi jika belum diketahui kebenarannya. Anda bisa saja menghadapi gugatan dari pihak yang merasa keberatan. Hal tersebut ditegaskan Dirut Kendari Pos Milwan

Baca hati-hati di Hal 10


Metro

10

Kendari Pos | Kamis, 23 Juni 2011

Digugat Jika Tak Benar Informasinya

Diklat Meningkatkan Kompetensi PNS Jabatan...

Hati-hati... Lukman saat membuka Citizen Journalism Training yang digelar di Aula Graha Pena Kendari,kemarin. Bebasnya ruang informasi, apalagi untuk menyalurkannya, seharusnya dibarengi dengan kewaspadaan. Sebab seseorang setiap saat bisa saja mengirim informasi melalui jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter. Bisa juga menyebarkannya melalui sms atau pun foto. Untuk menghindari celah gugatan ini, seseorang yang mengirim informasi kepada masyarakat luas harus bisa mempertanggung jawabkannya. “Kalau tak benar informasinya, bisa saja Anda digugat,”tukas Milwan yang juga Pemred Kendari Pos ini. Citizen Journalism Training diselenggarakan bersama beberapa media seperti Kendari Pos, Kompas.com dan KendariNews. com, termasuk keterlibatan WWF Sultra, dengan menghadirkan pemateri, Iskandar Zulkarnaen dan Tri Wahono dari Kompasiana, Djufri Rachim dari Kendari News. com dan Amar Ma,ruf dari WWF Sultra. (tri)

foto:dokumen suwarjono/kp

Suasana hearing dengan sopir angkutan di DPRD Kota Kendari. Sepertinya aksi demo tahun 2011 di parlemen terus mengalir.Setiap hari selalu saja demonstrasi terjadi,dengan aneka macam tuntutan, tentunya.

Anggota Badannya Hancur Bom Ikan... Nah,ketika Senin (20/6) lalu, Ambang kembali melaut dengan membawa bom sekitar pukul 13.00 Wita. Dia berada di tengah Laut Pulau Bokori. Saat berada di TKP, korban mengeluarkan bom ikan yang terbuat dari pupuk aluminium nitrat yang dikemas dalam botol. Memperkirakan ikan sudah banyak, Ambang mengeluarkan bom rakitannya itu

dan membakar sumbunya. Ternyata, bom rakitannya meledak sebelum dilempar ke laut. Ledakan bom ikan membuat wajah, tangan, dan anggota badan lainnya hancur. Ledakan itu juga membuat nyawa Ambang tidak tertolong di TKP. “Ketika kejadian, ada nelayan lain yang melihat. Saksi langsung melaporkannya ke Polsek Soripia hingga tim turun melakukan evakuasi dan olah TKP,” jelas AKP Andayani, Kasubag Humas Polres Kendari saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

gyanya dimanfaatkan secara baik agar saling menginformasikan dan mendiskusikan berbagai tugas kediklatan,” katanya. Saleh Lasata juga berpesan agar dapat mengkaji antara jenjang pendidikan dan jabatan yang telah diduduki. Ia mencontohkan misalnya, yang telah mengikuti Diklatpim IV harus menduduki jabatan eselon IV. Agar terlaksana, para penyelenggara Diklat harus memiliki tanggung jawab, dengan harapan alumni Diklat memiliki tiga jenis agenda perubahan yakni, agenda intelektual berupa kemampuan untuk menjabarkan visi, misi dan strategi organisasi. Kedua, agenda manajerial yaitu kemampuan membangun struktur, networking, smart dan menerapkan teknologi sistem, serta agenda prilaku ketiga yang meliputi nilai dan etika organisasi. “Jika ini bisa terwujud, maka penyelenggaraan Diklat akan efektif meningkatkan kompetensi PNS, membentuk sikap, prilaku, nasionalisme dan menciptakan pemerintahan yang baik,” tukasnya. Peserta diklat diikuti 100 perwakilan dari sekretaris lingkup SKPD dan kepala BKD se Sultra. Kegiatan akan berlangsung selama dua hari (22-23/6). (ema)

Tiap Hari Sopir Antri Solar...

Korban langsung dibawa ke kediamannya di Desa Mekar Jaya. Melalui koordinasi Polsek Soropia, dokter Bhayangkara Kendari menuju ke rumah duka melakukan visum. “Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan agar tidak menggunakan bahan peledak saat menangkap ikan. Selain perbuatan tersebut melanggar undang-undang, juga akan sangat berbahaya bagi diri nelayan itu,” tegasnya. (aka)

sak agar DPRD bisa lebih proaktif terhadap kelangkaan solar. Selain diminta melakukan investigasi, DPRD juga didesak untuk memita penjelasan dari Pertamina. “Kita harus tahu apakah memang stoknya habis, atau ada permainan Pertamina dengan industri,” ketus Saimin yang diamini rekan-rekannya. La Pili juga nampaknya senada dengan demonstran. Bahkan ia sendiri mengaku menjadi korban akibat kelangkaan solar di Kendari. “Saya sendiri terpaksa membeli yang eceran karena kalau harus mengantri, berapa banyak waktu yang terbuang?. Padahal banyak agenda yang harus dilaksanakan,” katanya. Dia juga merasa aneh dengan menjamurnya pengecer solar. Karenanya ia menganggap hal tersebut memang harus dijelaskan secara detail oleh Pertamina. “Jumat ini anggota DPRD sudah akan hadir semua karena ada paripurna. Saya akan minta komisi tiga untuk menindaklanjuti ini. Kita akan hearing Pertamina,” tandasnya. (ema)


Kendari Pos | Kamis, 23 Juni 2011

Metro

11

Harus Ada TPS di Bibir Teluk Kendari, KP Ancaman pendangkalan teluk Kendari tampaknya menjadi momok menakutkan. Bukan hanya pemerintah yang resah dengan masalah itu, masyarakat juga khawatir, terlebih bagi mereka yang menggantungkan hidupnya di sektor perikanan. Untuk mengantisipasi pendangkalan teluk Kendari, Aburaera Tosepu, mantan Kadis Pariwisata Kota Kendari punya pemikiran yang perlu dipertimbangkan. Kata dia, sebaiknya di pinggiran teluk disiapkan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Hal itu bisa menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi warga yang membuang sampah ke laut. “Selain lumpur, sampah adalah penyebab utama terjadinya pendangkalan di teluk. Jika terus

foto: ufah/kp

Mesin pengeruk lumpur di Teluk Kendari ketika beraktivitas.

Optimis Raih Juara Watubangga... layak menyandang peringkat pertama dalam lomba tersebut. Kesadaran masyarakat dalam kebersihan dan ketertiban tidak diragukan lagi, termasuk dalam partisipasi aktif menjaga keamanan lingkungan. Tidak heran jika setiap malam, warga bergiliran melakukan ronda untuk mengantisipasi adanya masalah sosial, seperti pencurian mau-

pun perampokan. Menurut Amir, bukan hanya kali ini saja Kecamatan Baruga unjuk kemampuan menampilkan kelurahan terbaik di tingkat nasional. Tahun 2008 bahkan mampu menyabet rangking tujuh lomba kelurahan tingkat nasional. Hal itu tentu didukung pula dengan potensi lokal yang ada di daerah. Misalnya pertanian, infrastruktur umum seperti rumah sakit provinsi yang sedang dalam proses penyelesaian, lapangan golf,

perkantoran hingga administrasi pemeritahan kelurahan. “Dalam waktu dekat kami akan mengirim instrumen kelurahan ke tim penilai tingkat nasional. Jika dianggap layak dan menenuhi posisi sembilan besar, tim akan turun melakukan verifikasi secara langsung untuk mencocokkan data yang ada dengan kondisi riil di lapangan. Tahun ini, kami optimis bisa meraih juara di tingkat nasional, minimal peringkat tiga,” tandasnya. (fya)

Terindikasi Rugikan Negara Rp16 Miliar Kejati... 1,5 miliar. Nah, semua persoalan tersebut menurut Rasid terindikasi merugikan negara sekitar Rp 16 miliar.Karena

itu Jarkot minta agar pihak Kejati dan kepolisian segera menindak lanjuti dan memproses hukum, baik kontraktor, kadis perhubungan maupun pihak yang terlibat di dalamnya. Koran ini coba konfirmasi ke nomor telepon salah satu kontraktor,

PT Binanga Hartama Raya, namun telepon yang terterta dalam kontrak tidak terangkat. PT Binanga melaksanakan pekerjaan sarana dan prasarana tambatan perahu di kawasan pemukiman Lasora,dengan nilai kontrak Rp 7.381.472.500. (nan)

dibiarkan, sudah pasti ancaman itu akan terjadi. Nah, selagi masih bisa diantisipasi, ada baiknya di pinggiran teluk disiapkan TPS agar warga tidak lagi membuang sampah mereka di laut,” terangnya. Kota Kendari kata Aburaera memiliki nilai plus pada tempat pembuangan akhir sampah (TPA). Hal ini mestiya bisa ditunjang pula dengan penanganan sampah secara optimal di daerah-daerah rawan sampah. Tujuannya agar tidak menjadi persoalan yang semakin memperburuk kondisi teluk. Dia juga mengharapkan pemerintah dapat sosialisasikan langsung kepada pedagang yang berjualan di sepanjang pantai harus menjaga sampah. Mengenai lumpur yang men-

gakibatkan pendangkalan teluk, Wali Kota Kendari Ir Asrun yang dikonfirmasi secara terpisah mengungkapkan, pihaknya akan mengupayakan agar lumpur yang disedot dari teluk bisa dijadikan bahan timbunan. Setelah kering lumpur tersebut menjadi pasir, dan itu bisa dimanfaatkan menjadi timbunan. Selain memanfaatkan lumpur yang disedot, juga untuk mengurangi pencemaran akibat tambang galian C yang dikeluhkan masyarakat. “Membangun kota, kita memang diperhadapkan dengan banyak tantangan. Tapi itu bukan alasan untuk menyerah, karena banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk melakukan perbaikan untuk kesejahteraan masyarakat. Asal kita mau bersabar dan ikut berpatisipasi untuk meningkatkan apa yang sudah ada,” katanya. (fya)

Humas Polres Imbau Warga Jaga Kantibmas Kendari, KP Maraknya kasus pencurian dan tindak kejahatan, membuat Humas Polres Kendari turut ambil peran. Mereka turun ke masyarakat melakukan imbauan Kantibmas, kemarin (22/6). Beberapa titik yang menjadi sasaran adalah Mandonga, pusat perbelanjaan dan persimpangan MTQ Square. Mereka membagikan selembaran sambil berorasi di semua titik-titik yang dikunjungi. Kasubag Humas Polres Kendari, AKP Andayani mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengingatkan kepada masyarakat

agar dapat membantu mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan dan menjaga ketertiban serta keamanan. Ppartisipasi masyarakat secara aktif dalam menjaga kantibmas, minimal menjaga keamanan diri sendiri akan membantu menekan terjadinya tindak pidana kejahatan. “Kami imbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta ketentraman, dimanapun Anda berada. Jika berada di pusat perbelanjaan, pertokoan, pasar dan tempat umum lainnya, agar menghindari hal-hal yang bisa

menyebabkan Anda menjadi perhatian bagi para pelaku kejahatan,” jelas Andayani. Berbagai imbauan lainnya disampaikan ke masyarakat dengan harapan agar warga Kota Kendari lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana. Pencegahan terjadinya sebuah tindak kejahatan akan jauh lebih baik ketimbang harus mengandalkan pengungkapan kejahatan itu sendiri. “Kami juga menyarankan agar warga dapat lebih mengaktifkan kembali pos kambling di lingkungan,” pintanya. (aka)


Kendari Pos |Kamis, 23 Juni 2011

Hiburan

Carissa Putri Tutupi Rencana Pernikahan AKTRIS cantik Carissa Putri dikabarkan segera menikah. Dia bahkan disebut-sebut sudah melakukan prosesi siraman menjelang hari bahagianya. Namun saat dikonfirmasi, perempuan kelahiran Frankfurt, Jerman, 12 September 1984 itu membantah. Dia mengaku tidak memiliki rencana melepas status lajangnya tahun ini. ”Dari mana itu gosipnya” Nggak (benar) kok. Masalah siraman menjelang pernikahan, belum ada. Kalau mau siraman aku pasti bilang,” katanya di sela pemutaran perdana film Catatan Si Boy di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin. Meski berujar akan memberitahu jika pernikahannya sudah di depan mata, toh nyatanya selama ini dia selalu menolak mengungkap kisah asmaranya. Identitas sang pujaan hati pun, dirahasiakannya.

Bahkan sekedar menyebut nama saja dia tidak mau. Terlebih membawanya saat menghadiri acara keartisan. Putri pasangan Ris Isa Soelaiman dan Lily itu memang pernah tertangkap kamera tengah berduaan dengan Richard Kevin di sebuah tempat. Tetapi

13

saat itu dia tidak mengakui aktor berusia 30 tahun itu sebagai pacar. ”Memang sudah menjadi keputusan kita barengbareng untuk tidak mengekspos (hubungan) dulu. Kebetulan pacar aku pemalu banget. Apalagi kalau di depan kamera,” ungkapnya. Sikap Carissa yang tertutup itu, berubah saat berbicara mengenai karir. Kalau sudah membahas tentang akting, dia begitu bersemangat. Termasuk saat disinggung adegan ciumannya dengan Ario Bayu dalam Catatan Si Boy. Dia mengaku mendapat restu dari keluarga dan pacar untuk melakoni adegan itu. ”Waktu di Ayat-Ayat Cinta kan juga ada adegan ciumannya,” imbuhnya.

Baginya itu merupakan hal yang wajar. Adegan ciuman itu, kata dia, memang dibutuhkan untuk melengkapi cerita. Bukan ditampilkan untuk sekedar memanaskan suasana. ”Film ini menghadirkan sesuatu yang baru di saat maraknya film horor dan drama komedi berbau seks. Di sini ada adegan kejarkejaran mobil, berantem, dan berebutan perempuan,” tuturnya. Demi mempromosikan film terbarunya itu, pemeran Rafika dalam sinetron Rafika itu memutuskan tidak menerima tawaran sinetron stripping dulu. ”Jadwalnya memang disesuaikan, karena kita bakalan promo di beberapa kota besar di Indonesia. Jadi kita fokus di proyek ini,” tandasnya. (jpnn/lia)

”Dari mana itu gosipnya” Nggak (benar) kok. Masalah siraman menjelang pernikahan, belum ada. Kalau mau siraman aku pasti bilang,” katanya

CarissaPutri


14

Edukasi

Sister School Masih Kendala RSBI Kendari,KP Dalam rangka sharing perkembangan RSBI setiap kabupaten/kota di Indonesia, beberapa waktu lalu Kemendiknas RI melaksanakan workshop evaluasi RSBI di Yogyakarta. Pertemuan tersebut membahas program yang telah dilaksanakan penyelenggara RSBI, serta kendala yang dihadapi. “Melalui forum tersebut diharapkan dapat terjadi sharing, dalam hal peningkatan pencapaian RSBI. Pada kesempatan itu kami menyampaikan telah melakukan pola penerimaan siswa baru, sesuai juknis yaitu terlebih dulu melakukan sosialisasi ke SD, seleksi administrasi, tes tertulis dan tes psikologi, serta tes wawancara,” terang Kepala SMPN 1 Kendari, Drs Mahdin,M.Pd. Mantan Kepala SMPN 2 Kendari ini menjelaskan telah menjadi fenomena nasional, banyak siswa yang ingin masuk RSBI. Namun demikia kuota terbatas, sehingga harus diseleksi dan tidak semua siswa pendaftar terakomodir. “Selain itu masalah yang rata-rata masih dihadapi RSBI yaitu sister school, karena terkendala pembiayaan dan koordinasi kementerian terkait. Karena itu ke depannya Kemendiknas akan berkoordinasi dengan Kemenlu, sehingga tidak terkesan sekolah yang mengurus sendiri

sister school,” jelasya. Beda dengan sertifikat ISO katanya tidak lagi menjadi kendala RSBI. Pasalnya rata-rata RSBI telah tersertifikasi. Termasuk SMPN 1 Kendari, sehingga tinggal mempertahankan nilai yang telah diperoleh. “Pada worshop evaluasi tersebut Kemendiknas juga memaparkan tiga kategori untuk angkatan pertama RSBI tahun 2007, yaitu kategori sekolah terbaik sebanyak tiga sekolah. Sedangkan sekolah baik sebanyak 40 sekolah dan jelek sebanyak tujuh sekolah. Hanya kata dia, dalam forum itu Kementerian tidak menyebutkan rinci sekolah-sekolah yang masuk di antara tiga kategori. Ia berharap RSBI SMPN 1 Kendari masuk dalam 40 sekolah baik di Indonesia. Tidak kalah penting disuarakan para kepala RSBI di pertemuan tahunan tersebut kata Mahdin, yaitu perhatian pemerintah daerah baik provinsi sebesar 30 persen dan kota 20 persen. “Dari sharing yang dilakukan terungkap dibanding daerah Jawa, justru Sulawesi banyak mengalami kendala pendanaan dari pemda. Adapun kabupaten di Jawa yang respon pemerintahnya cukup baik terhadap RSBI seperti di Kabupaten Blitar serta Kota Malang dan Surabaya,” pungkasnya. (fas)

Kendari Pos |Kamis, 23 Juni 2011

Seleksi PSB Gunakan Nilai Akhir UN Kendari,KP Seperti tahun sebelumnya, peneriman siswa baru (PSB) TK s.d SMA diawali dengan rapat para kepala sekolah yang berlangsung kemarin (22/6) di Aula Dinas Diknas Kota Kendari. Rapat PSB dipimpin langsung Kadiknas Kota Kendari, Kasman Arifin, M.Si, didampingi Sekretaris Diknas, Makmur, M.Pd. “Kami tidak henti-hentinya berpesan agar PAGU yang ditetapkan, hendaknya dilaksanakan panitia PSB setiap sekolah. Kalau pun terdapat pengecualiaan dengan tingkat urgensi lebih, dapat dikonsultasi-

kan dengan kami,” ujar Kadiknas Kota Kendari, Kasman Arifin. Pada bagian lain Sekretaris Diknas Kota Kendari, Makmur merinci hasil kesepakatan yang dicapai dalam rapat tersebut. Setiap sekolah maksimal menerima sembilan rombongan belajar (rombel), dengan rasio 32 siswa per rombel. Selain itu minimal 90 persen siswa yang diterima berasal dari dalam kota, dan sisanya 10 persen dari luar kota. “Untuk operasional panitia ditanggung sekolah, kegiatan pendaftaran mulai dari pengambilan formulir hingga pendaftaran ulang tidak

dipungut biaya. Khusus unsur pendukung seperti pencetakan map berlogo sekolah diadakan koperasi sekolah, dan dalam pendistribusiannya tidak boleh dilakukan pemaksaan,” tegas Makmur. Dalam pertemuan tersebut juga ditentukan jadwal pendaftaran dan syarat masuk sekolah, yaitu pendaftaran pada 27 Juni s.d 1 Juli, pengolahan data 2 s.d 3 Juli, pengumuman 4 Juli, pendaftaran ulang 5 s.d 6 Juli 2011 dan MOS 7 s.d 9 Juli 2011. Sedangkan syarat masuk sekolah antara lain nilai akhir UN dan pandai membaca Al Quran bagi siswa muslim. (fas)


Edukasi

Kendari Pos |Kamis, 23 Juni 2011

15 SMAN 1 Kendari Terima 270 Siswa Baru

Empat Sekolah Masuk Nominasi Nasional Kendari, KP Salah satu faktor yang mampu meningkatkan minat belajar siswa adalah lingkungan yang bersih. Sedikitnya, empat sekolah di Sultra sudah menerapkannya. Bahkan hebatnya karena keempat sekolah tersebut masuk ke dalam nominasi Sekolah Sehat Nasional tahun 2011. Empat sekolah yang terpilih sebagai nominasi merupakan yang terbaik di Sultra untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk TK terpilih TK Kartika Wirabuana Kota Kendari, disusulu SDN 3 Lamokato Kabupaten Kolaka, SMPN 1 Raha Kabupaten Muna serta SMAN Lasusua Kabupaten Kolaka Utara. Tim penilai lomba sekolah sehat tingkat nasional yang akan melaksankan tugasnya, kemarin (22/6) diterima Wagub Sultra, H. Saleh Lasata di ruang rapat gubernur. Tim tersebut terdiri dari perwakilan Kemendagri yakni Anita Darma Ratih M.Mp dan Emirza Rafli, dari unsur Kemendiknas yakni Sarifudin serta Kemenag Iwan Apri Kusworo dan Nurhidayat SH. Ketua tim penilai, Anita Darma Ratih

menjelaskan bahwa tim akan menilai berdasarkan trias unit kesehatan sekolah (UKS) yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sehat. Penilaian akan berlangsung hingga (25/6) mendatang. “Sekolah sehat adalah aset bangsa dan dalam penilaian ini, kami akan obyektif sehingga akan terpilih sekolah yang benar-benar memilliki kapasitas sesuai trias UKS,” ujarnya. Sementara itu, Wagub Sultra,H. Saleh Lasata saat menerima tim penilai, mengharapkan empat sekolah yang mewakili Sultra dapat menjadi juara tingkat nasional. Kepada tim penilai, purnawirawan bintang satu itu meminta agar tim tidak memakai standar penilaian seperti daerah lain yang kondisi georafisnya terjangkau dari semua aspek. “Di sini itu kondisi geografis tidak sama dengan Pulau Jawa mau ke mana-mana transportasi dapat ditempuh dengan jalur darat. Banyak yang harus menyeberang laut. Namun ini bukan berarti saya meminta agar Sultra diistimewakan dan harus juara satu,” tukasnya. (ema)

ULFAH/KP

Laboratorium tata busana MAN 1 Kendari.

SDN 1 Kendari Barat Lulus 100 Persen Kendari, KP Tak sia-sia usaha yang selama ini dilakukan SDN 1 Kendari Barat. Sesuai dengan target, sekolah tersebut berhasil meraih angka kelulusan 100 persen dari jumlah 145 peserta ujian. Kabar gembira tersebut disambut dengan pelulusan siswa, (21/6) di salah satu hotel di Kendari. Tak hanya wali murid yang hadir, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Kasman

Arifin pun turut hadir. “Alhamdulillah sekolah kami meraih kelulusan 100 persen. Kami juga bersyukur karena nilai yang diperoleh siswa kami lumayan bagus,” kata Kepala SDN 01 Kendari Barat Hj. Halwatia. Dikatakan,perpisahan tersebut tidak hanya sekadar tradisi, tetapi di dalamnya mengandung pendidikan karakter. Betapa tidak, panitia mengangkat

tema kolase dan warna budaya Sultra. Perpisahan itu juga diramaikan dengan kegiatan siswa seperti dance, pembacaan puisi dan tarian. Sepuluh besar siswa yang berprestasi mendapat bingkisan berupa kain tenunan dari Toko Mahkota Kendari. Dengan hadiah tersebut diharapkan bisa menjadi mortivasi dan mendidik siswa agar mengenal kerajinan tenun Sultra. (p1)

Kendari,KP Berbeda dengan SMA lainnya yang baru akan melakukan penerimaan siswa baru (PSB) tahun pelajaran 2011/2012 pada 27 Juni nanti. RSBI SMAN 1 Kendari telah mengeluarkan pengumuman kelulusan PSB (13/6) lalu. “Tecatat sebanyak 1.022 pendaftar, sedangkan yang diterima hanya 270 orang. Jumlah peserta yang lolos seleksi sesuai dengan kuota kelas RSBI yang disediakan. Sejak 2010 lalu kami tidak menerima siswa kelas reguler,” kata Ketua Panitia PSB SMAN 1 Kendari, Drs Amirullah. Dari jumlah siswa yang diterima, tentunya setelah dilakukan seleksi sejak tanggal 11 s.d 16 April lalu, dan pada tanggal 3 s.d 4 Mei sebanyak 497 siswa dinyatakan lulus seleksi berkas. “Karena itu pengumuman hasil tes tertulis telah kami keluarjan (13/6) lalu, tepatnya setelah nilai UN diperoleh,” ungkapnya. (fas)


C M Y K

16

Xpresi Galeri Expresi Lovers

C M Y K

Kamis, 23 Juni 2011

Teman Jadi Musuh, Jangan Dech!!

KETGAM: WULAN/KP

Jelang usia ke-4 bulan, bukan berarti pengurus Expresi Lovers tanpa kegiatan. Bahkan, bisa dibilang kegiatan mereka seabreg. Selain sering rapat membahas program yang diagendakan setahun (periode tahun 2010/2011), kumpulan anak muda gaul dan kreatif ini yang dikomandoi Cahya (Mahasiswa Kesmas Unhalu) ini, eksis untuk kegiatan yang diselenggarakan Kendari Pos, mulai turut serta dalam Kendari Expo, pelatihan, hingga aktif dalam HUT Kendari Pos mendatang. (Wulan)

HUBUNGAN persahabatan emang nggak lepas dari konflik, baik itu yang sederhana maupun yang berkepanjangan kadang menjadi bumbu-bumbu tersendiri dalam merajut hubungan pertemanan dengan someone. Tapi gimana yach, kalo teman yang udah dianggap seperti saudara sendiri, malah menjadi musuh? Hal itu emang mesti diwaspadai. Nggak jarang lho, hanya karena hal sepele jadi berantem en mengangkat bendera perang dengan teman yang kita akrabi selama ini. Masih untung kalo kita adalah tipe yang mudah bergaul, jadi punya banyak teman yang lain, gimana kalo doi adalah satusatunya yang kita anggap layak jadi teman untuk diajak berbagi? pasti berabe khan? ujung-ujungnya, kita bakalan merasa kesepian. Hal seperti itu pernah dialami Cahya. Cewek berkerudung itu ngaku pernah berselisih paham ma

teman dekatnya sendiri. Padahal hanya masalah sepele lho, keduanya nggak bertegur sapa selama beberapa hari. Ada perasaan nyesel, kesal, maupun sedih karena bermusuhan dengan orang yang selama ini dianggap sebagai teman berbagi. Apalagi kata Cahya, selain masalah umum, doi juga jadi tempat curhatnya, baik dalam urusan study maupun urusan pribadi lainnya. Tapi yah..namanya juga manusia, nggak bisa lepas dari rasa ego, sehingga susah untuk saling meminta maaf dalam waktu yang singkat. Sebenarnya kata Ketua Xpresi Lovers itu, masalahnya sepele banget. Bahkan hampir-hampir nggak dianggap hal yang penting, tapi karena ada yang merasa tersinggug, yah, jadinya marahan dech..ujung-ujungnya saling bermusuhan. Tapi itu nggak berlangsung lama. Karena merasa saling membutuhkan,

keduanya bermaafan dan kembali berhubungan baik seperti semula. Itung-itung jadi pengalaman sekaligus pelajaran berharga untuk saling menghargai dan menghormati perasaan masing-masing. Pengalaman Cahya hampir mirip ma apa yang pernah dirasakan Sari. Cewek berambut panjang itu juga ngaku hampir aja bermusuhan ma teman dekatnya sendiri. Tapi karena masingmasing sadar dengan kesalahannya, dalam hitungan jam kedunya saling berbaikan kembali. Intinya sech kata Sari nggak usah pake ego, kalo emang ingin mempertahankan hubungan persahabatan agar tetap harmonis, upayakan berikap rendah hati, karena meminta maaf itu bukanlah perbuatan yang buruk, malah menjadi nilai plus kita dimata sohib-sohib kita. Tul nggak?? (fya)

cuap-cuap

Dominan Cewek Pelakunya Entah k a r e n a yang comment lakilaki jadi lebih milih nyalahin perempuan soal sahabat jadi musuBobhi han? Hehe(Mahasiswa he, tapi tau STIKES) gak kebiasaan buruk cewek selain suka menggosip? Ya ini dia, sering banget kebawa perasaan ketimbang rasional, hehee...Upzt, maksudnya bukan segitu amat ko. Tapi cewek punya sifat unik yang kita sendiri kadang bingung harus babaimana. Cewek itu perasaannya sensitif banget, jadi kalo ada kesalahpahaman sedikit saja, bisa menimbulkan perang dunia. Jadinya teman, pacar atau sahabat sekalipun yang biasanya lengket bisa berubah 180 derajat alias bermusuhan. Permasalahan yang muncul pun sebenarnya sepele, tapi karena cewek tuh peka perasaanya, ya.. dikit-dikit marah. Itu kalo sama pacar, tapi kalo sama sahabat yah.. itulah tadi, sahabat yang tadinya rukun bisa jadi langsung bermusuhan. Menurut saya sich ini hanya kesalahpahaman aja, jadi buat menjaga hubungan persahabatan, hindari dech negatif thinking dan memanfaatkan sahabat. Kalo ini udah gak ada, pasti kita bisa kok sahabatan mulus tanpa permusuhan. (Wulan)

share

Harus Ditinggalkan

C M Y K

J A N GANKAN untuk sahabat yang belum mengenal sifat yang satu dan lainnya, pasangan suami Fatmawati istri pun ser(Tenaga ingkali berPendidik) musuhan atau salah paham. Nah.. untuk mereka yang menjalin pertemanan yang suka timbul permusuhan, bukan hal yang asing lagi. Ini memang menjadi sebuah reality kehidupan manusia. Hanya saja, kebiasaan ini harus cepat dihilangkan lho...Harus tau, setiap manusia gak bisahiduptanpaorang-orangterdekat. Orang terdekat bukan berarti keluarga saja, tapi teman atau sahabat. Apa lagi untuk sobat Expresi yang kebanyakan single, kehadiran sahabat sangat penting banget lho.. karena biasanya jika ada masalah maka dukungan dari teman dan sahabat justru sangat dibutuhkan. So... gak ada kata laik musuhan harus segera dihilangakan ya. Caranya, agar persahabatan bebas dari permusuhan atau jangan utamakan negative thinking, jangan lupa jaga komunikasi yang baik. Karena semua permasalahan sering timbul akibat mis comunication... oke? (Wulan)

C M Y K


Kendari Pos | Kamis, 23 Juni 2011

Cyan

Kolut Out

5 Gasko Kolaka v PS Konut 0

PESTA KARTU MERAH

Magenta Yellow

Andoolo, KP Memalukan. Jiwa labil dan tak menunjukkan sportivitas dipertontonkan skuad PS Konawe Utara, kemarin ketika melawan Gasko Kolaka. Bukannya memperlihatkan skill dan melakukan protes kepada wasit sesuai prosedur, mereka justru memperlihatkan ‘’keahlian’’ bela diri dengan menghakimi wasit yang memimpin pertandingan melawan Gasko Kolaka. Akibatnya, lima pemain PS Konut harus diganjar kartu merah karena melakukan pemukulan kepada wasit, Musair. Provokatornya adalah Asisten Pelatih PS Konut, Saifuddin Suhli. Ketika melihat banyak pelanggaran yang dilakukan pemain Gasko Kolaka terhadap anak asuhnya namun tak digubris wasit, membuat Saifuddin memberikan instruksi kepada pemainnya untuk bertindak lain. “ Pukul saja itu wasit,” celutuknya. Arahan tersebut membuat pemain PS Konut tidak lagi berkonsentrasi. Bukannya menyerang ke arah pertahanan lawan untuk memperkecil ketertinggalan setelah dibobol 5-0, skuad PS Konut justru melaksanakan ‘’strategi’’ Saifuddin dengan menyerang wasit dengan melakukan pengeroyokan. Akibatnya, empat pemain PS Konut, Aryanto, Nasruddin, Hasruddin dan Tesan termasuk Asisten Pelatih Saifuddin Suhri mendapat kartu merah dan diusir dari bench pertandingan. Sebelumnya, seorang pemain PS Konut sudah lebih dulu diganjar kartu merah pada babak pertama. “ Pertandingan harus dihentikan, mengingat jumlah pemain yang mendapat kartu merah sudah lima orang,” komentar Pengawas Pertandingan, Ir. Sugito, kemarin. Untuk diketahui, dalam jalannya laga penyisihan puncak di Grup A antara Gasko Kolaka melawan PS Konawe Utara masih berjalan normal pada babak awal di Stadion Utama Andoolo. Gasko yang diarsiteki pelatih, Charles Lionga bersama Asistennya Muin lebih dulu unggul satu gol melalui pemainnya, Suwandi di menit ke 37. Gol tersebut bertahan hingga jeda pertandingan. Memasuki babak kedua, PS Kolaka terus melakukan tekanan di barisan pertahanan PS Konut yang dilatih Landa tersebut. Tekanan bertubi-tubi akhirnya menghasilkan gol di menit ke 60 melalui gelandang serang Suharto. PS Konawe Utara berupaya untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi serangan yang dilakukan selalu kandas. Sebaliknya di menit ke 67 pemain Gasko lainnya, Faisal berhasil meloloskan diri dari jebakan off side dan menaklukkan penjaga gawang PS Konut hingga skor menjadi 3-0. Kacaunya permainan yang ditunjukkan PS Konut dimanfaatkan anak asuh Charles Lionga untuk menambah pundi-pundi gol melalui Faisal dan Amirullah. PS Konawe Utara yang sudah tertinggal lima gol tanpa balas tersebut, kehilangan konsentrasi. Atas Kemenangan itu Gasko Kolaka berhak tampil diputaran selanjutnya. Untuk menentukan juara Grup dan runner up, masih akan ditentukan dari hasil pertandingan antara PS Wakatobi dan PS Buton. “ Wakatobi dan Kolaka samasama mengoleksi enam poin. Tapi Wakatobi masih menyisakan satu pertandingan lagi besok (hari ini),”terang Sugito. (era/cok)

LA ODE IMAN-KP

Ketua Pengcab PSSI Konsel, Arsalim Arifin bersama Ketua Pengprov PSSI Sultra, Sabaruddin Labamba serta Bupati Konsel, H. Imran selalu hadir dan memantau langsung jalannya pertandingan sepak bola Porprov XI.

Andoolo, KP Persibutur Buton Utara masih menyisakan asa dalam perebutan satu tiket lainnya ke babak enam besar Cabor Sepak Bola Porprov XI. Peluang menjadi runner up di Grup C mendampingi PS Kota Kendari yang lebih dulu telah memastikan diri lolos ke babak selanjutnya, masih terbuka. Sebab meski kalah enam gol tanpa balas dari PS Kota Kendari, Persibutur yang diasuh Aspian tersebut berhasil mencuri poin. Satu saat bertemu dengan PS Muna dan dilaga penentuan kemarin, sukses mengungguli PS Kolaka Utara dengan skor 2-1. Dalam jalannya pertandingan itu, PS Kolaka Utara sebenarnya lebih dulu unggul di babak pertama melalui gol yang diciptakan pemainnya, Azis di menit 37. Sayang gol tersebut tak dapat dipertahankan pada babak kedua. PS Butur yang memiliki sedikit harapan, justru mampu membalikkan keadaan. Gol penyama kedudukan diciptakan melalui titik putih. Erik Gusriadi yang menjadi algojo berhasil menjebol gawang PS Kolut. Dimasa injuri time, Persibutur bahkan berhasil menambah gol, sehingga skor berubah menjadi 2-1. “ Buton Utara harus menunggu hasil pertandingan besok (hari ini) antara PS Kota Kendari dan PS Muna. Sementara itu PS Kolaka Utara sudah tersingkir di penyisihan ini,” ujar Wasit PSSI Sultra, Abdul Hamid, kemarin. (era/cok)

Cyan Magenta Yellow


Nasrep Optimis Lolos Verifikasi Kendari, KP Meski proses verifikasi seluruh parpol baru akan dilaksanakan Agustus mendatang, Partai Nasional Republik (Nasrep) Sultra sudah optimis bisa memenuhi syarat dan menjadi salah satu penentu lolosnya Nasrep sebagai salah satu Parpol peserta pemilu 2014 nanti. Keyakinan itu, berdasarkan kelengkapan administrasi yang terus dibenahi partai yang baru saja dibentuk tahun ini tersebut. Salah satu peraturan Kemenkum dan HAM yang mewajibkan setiap parpol baru harus mempunyai 50 persen PAC, 75 persen DPC dan 100 persen DPP dari seluruh Indonesia, diyakini bisa dipenuhi Nasrep. “Saat ini kami sedang membenahi agar bisa rampung sebelum proses verifikasi. PAC Sultra sudah terbentuk 11, tinggal Kolaka Utara (Kolut), Tapi, itu bukan hambatan sebab saat ini kepengurusanya sudah dalam proses akhir. Yang jelas untuk seluruh Indonesia Nasreb sudah siap untuk mendaftarkan diri,” ujar Ketua Umum DPD Partai Nasrep Sultra, Gunawan Yiedri usai menyerahkan SK resmi kepengurusan PAC 11 kabupaten/ kota, kemarin. Menurutnya, untuk Sultra seluruh PAC menyikapi positif tentang program dan mengembangkan Nasrep kedepan partai binaan Tomy Soeharto ini, berdasarkan visi misi yang dikeluarkan untuk mengembalikan kejayaan yang dahulu hilang untuk dikembalikan pada masyarakat. Ia juga menjelaskan, partai Nasrep tampil beda dengan menjunjung tinggi etika politik. “Mengapa partai ini beda? Alasanya, banyak kita tonton partai-partai yang melepas etika parpolnya, akibat hilangnya norma-norma berparpol. Nah, partai yang kami kembangkan ini sama sekali tidak mau hal-hal seperti itu. Sehingga, banyak program-program yang diungkapkan terbengka-

Gunawan Yiedri lai. Nasrep ingin masuk kedalam program-program yang terlupakan, dan siap mencari daerah-daerah yang belum tersentuh demi kemakmuran rakyat,” terangnya. Dalam keanggotaan DPC Nasrep Sultra, didominasi oleh beberapa pengurus lama parpol lain. Misalnya, partai Hanura, PDIP, PKPB dan par-

tai Buruh. Mereka ingin berkecimpung dengan berdalih mencari sesuatu yang baru. “Mereka masuk kepengurusan Nasrep, sudah membuat pernyataan bukan pengurus partai lain, dan kami memang menekankan itu. Bahkan, menggunakan materai. Kami tidak mau ada pengurus yang terlibat membuat sebuah persoalan,” tegasnya. Ia juga menjelaskan, dari seluruh PAC di Sultra, ada beberapa kabupaten yang kepengurusanya sudah mencapai 100 persen, sedangkan yang terkecil mencapai 60 persen. Meski begitu, Ia tetap yakin target lolos merebut satu kursi di DPR RI, satu fraksi di DPRD Sultra di Pemilu nanti akan tercapai. Ditempat terpisah, Ketua PAC Nasrep Konawe Selatan (Konsel) Rusmin Abdul Gani menganggap Nasrep harus dikembangkan sebab partai ini memiliki prospek yang bisa memberikan kecerahan masa depan bagi rakyat. “Partai ini jelas arahnya, dengan visi misi untuk membangun. Kami di Konsel terdapat 22 Kecamatan, saat ini sudah diatas 70 persen yang masuk kepengurusan,” harapnya. (p2)

CMY

CMY

20

Kendari Pos |Kamis, 23 Juni 2011

Tiga KPU Sepakat Pilkada Serentak Pilgub Sultra, Pilkada Konawe dan Pilwali Baubau Kendari, KP Rencana penggabungan pemilihan Gubernur Sultra, pemilihan Bupati Konawe dan pemilihan Walikota Baubau, bukan sekadar wacana saja. Baru-baru ini, KPU Sultra sudah mengadakan rapat bersama anggota KPU Konawe dan Baubau membahas rencana tersebut. Gayung bersambut, KPU Konawe dan Baubau, setuju dengan rencana tersebut. “Sangat memungkinkan untuk kita gabung Pilgub, Pilkada Konawe dan Baubau, karena itu dibolehkan di UU nomor 12 tahun 2008. Pemilihan kepala daerah yang jeda waktunya 90 hari bisa digabung. Memang dapat menjamin efisiensi, karena honorarium hanya sekali digunakan. KPU mendorong 3 PIlkada itu. Internal KPU tidak ada masalah, tinggal pemerintah dan DPRD,” kata salah seorang anggota KPU

Sultra, DR H Eka Suaib, kemarin. Menurut Eka, kalau akhirnya penggabungan itu terealisasi, akan ada uang negara yang bisa dihemat Rp 6-7 miliar. Sebab, baik provinsi, maupun Kabupaten Konawe dan Baubau, akan bersama-sama membiayai pelaksanaan 3 Pilkada tersebut, melalui sharing dana. Semakin dimudahkan, karena akan ada pembagian pembiayaan yang ditanggung APBD Sultra, APBD Konawe dan Baubau, sesuai kesepakatan. “Ada sharing, disitu poten-

si penghematannya. Jadi penyelenggara tidak terima dobel. Kalau digabung, tinggal besarannya itu yang harus dibicarakan sesuai beban kerja. Karena diselenggarakan pada hari yang sama, pasti pendanaannya bersama. Itu mencakup pembayaran honor, uang lembur, perlengkapan KPPS atau PPS, pembiayaan pemutahiran data pemilih dan perjalanan dinas. Harus dirapatkan bersama. Lalu ada besaran dana yang dibebankan pada masing-masing. Misalnya honor KPPS siapa yang akan bayar,” ujarnya.

Pemilihan gubernur, kata peraih gelar doktor dari Universitas Airlangga itu, menetapkan standar honor, uang lembur dan yang lainnya, dengan besaran yang sama dan telah disepakati bersama. Tentunya, memperhatikan proporsionalitas bagi masing-masing. Disitulah, keterlibatan masing-masing stake holder yakni gubernur, bupati, walikota bersama anggota DPRD masing-masing. Kemudian kesepakatan tersebut, lanjut Eka, disahkan melalui keputusan gubernur. (dri)

CMY

CMY


Kendari Pos Edisi 23 Juni 2011