Issuu on Google+

Jumat, 23 Juli 2010

http://www.kendaripos.co.id

Harga Eceran Rp. 3.500,-

Relasi Satu Keluarga Pengedar Shabu Diringkus INTERNASIONAL

Pakistan Tawarkan Jet Tempur JAKARTA— Menteri Federal Urusan Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad Mukhtar melakukan kunjungan kenegaraan kepada Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro di Kantor Kemenhan, Jakarta, kemarin. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement) antara RI dan Pakistan. Pakistan menawarkan pembuatan jet tempur kepada Indonesia. “Namanya JF 17. Nanti kita lihat,” ujar Purnomo setelah pertemuan. Hal lain yang termasuk dalam perjanjian kerja sama pertahanan di antara kedua negara adalah pertukaran informasi dalam bidang pertahanan. Termasuk, soal organisasi, doktrin, serta kebijakan pertahanan. Juga, kerja sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan melalui pertukaran personel, saling kunjung, latihan bersama, dan tukar informasi. Juga, bentuk-bentuk kerja sama teknis lain yang berdasar prinsip kesetaraan dan kepentingan bersama.(dwi)

SELEBRITI

Cuek Bom Seks ADELIA Rasya sempat risih mendapat julukan boms seks karena perannya yang berani vulgar di banyak film. Sekarang, Adelia sudah terbiasa disebut artis spesialis peran seks. “Biarin saja, aku sih cuek aja. Karena nggak semua menilai aku seperti itu,” kata Adelia menyoal perannya yang sering tampil bukabukaan. Adelia beralasan, tampil vulgar dalam film adalah tuntutan skenario. Lagi pula ia berani buka-bukaan karena situasi dan kondisinya memang memungkinkan. “Aku melakukan adegan seksi juga di pantai dan sesuai dengan skenarionya. Orang juga pasti kalau di pantai pakai bikini, nggak mungkin pake jilbab atau pakai yang lengan panjang, jadi nggak masalah buat aku,” tegasnya.(fjr)

ADELIA RASYA

Kendari, KP Tim Narkoba Polda Sultra kembali meringkus satu tersangka pengedar narkoba, kemarin malam (22/7) sekitar pukul 01.00 wita di Jalan Saranani (depan salah satu hotel) Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga. Tersangka itu berinisial Fd (32), warga Jalan Saranani Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga.

Penangkapan terhadap Fd tak lepas dari hasil pengembangan penyidikan terhadap satu keluarga yang diringkus Polda Sultra karena terindikasi kuat menjadi pengedar narkoba. Saat penyergapan, polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa satu paket sabu-sabu dalam bungkus plastik kecil milik Fd. Pengakuan Fd, narkoba jenis

sabu yang dimilikinya dibeli dari SM (istri Th, manajer karaoke yang diringkus satu keluarga). Ia membeli sebanyak 3 paket sabusabu dengan berat 3 gram seharga Rp 9 juta. Satu paket seberat 1 gram berharga Rp 3 juta. “Sebagian saya pakai. Jika ada teman yang butuh, saya jual juga

Baca RELASI diHal. 7

Lagi, Dua Pengedar Narkoba Dibekuk Kendari, KP Tim Narkoba Polresta Kendari juga berhasil membekuk dua pengedar narkoba jenis sabusabu, Selasa (20/7) sekitar pukul 19.00 wita. Mereka adalah Faisal

(26) warga Jalan R. Suprapto Kelurahan Tobuha, Kecamatan Mandonga dan Risal (29), warga Jalan Fajar Merantau-Kota Lama,

Baca NARKOBA diHal. 7

Satu Korban Jambret Tewas Kendari, KP Masyarakat Kota Kendari kini harus berhati-hati saat berada di jalan raya. Pasalnya, kejahatan jalanan kini sedang marak, khususnya aksi penjambretan dan pencurian kendaraan bermotor. Ironinya, kasus penjambretan telah menelan satu korban jiwa. Aksi nekat pelaku jambret membuat keluarga besar Muh. Nur Arifin, warga Jalan Dowiawi Kelurahan Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat harus berselimut duka. Istri Nur Arifin tewas dalam sebuah insiden penjambretan di depan RS PMI Kendari, Senin (19/7) sekitar pukul 22.00 wita. Korban tewas dari aksi penjambretan tersebut bernama Ani Saputri Wonua Halif (35), seorang PNS yang sehari-hari bertugas di sekretariat DPRD Konawe. Informasi yang dihimpun, korban menghembuskan napas terakhir di RSUD Sultra tak lama setelah penjambretan terjadi. Penyebab kematiannya, korban terjatuh dari sepeda motor saat pelaku penjambretan hendak merebut tasnya. Ani Saputri mengalami luka serius yakni pendarahan di bagian kepala. Sebelum insiden tersebut terjadi, korban masih berada di kediaman orang tuanya di Kelurahan Benu-Benua. Ketika itu, Ani Saputri meminta izin kepada orang tuanya hendak mengantar sang anak (anak korban, red) mengambil buku di kediaman korban di Kompleks perumahan Magaga Lepo-Lepo. Ani dan putrinya bernama Amalia (16) akhirnya

Baca JAMBRET diHal. 2

SUWARJONO(2)

Keluarga tergugat yang mempertahankan tanah seluas 2.720 meter bujur sangkar berani mencoba menembus blokade polisi. 14 orang diamankan.

SUWARJONO/KP

Alat berat meratakan lokasi tanah yang dieksekusi.

Eksekusi Tanah

14 Orang dan 22 Bom Molotov Diamankan Kendari, KP Proses eksekusi lahan di Jalan La Ode Hadi dekat Bundaran Pasar Baru Wuawua mendapat perlawanan keras dari pihak yang kalah. Tak tanggung-tanggung mereka menurunkan massa yang besar dan berusaha menggagalkan proses eksekusi kali kedua.

Namun, pengamanan berlapis membuat proses eksekusi tetap berjalan. Kubu tergugat yang mempertahankan tanah seluas 2.720 meter bujur sangkar berani mencoba menembus blokade pengawalan berlapis sekitar pukul 08.00 Wita. Saat alat berat yang akan di-

gunakan meratakan kawasan yang dieksekusi masuk, kelompok kalah melemparinya dengan botol berisi bensin. Untungnya, alat berat tersebut cepat mundur dan tidak ada bara api hingga terhindar dari kebakaran. Dalam menyikapi persoalan tersebut, kepolisian mengambil

tindak tegas dengan mengamankan 14 orang yang dianggap menjadi pemicu konflik saat eksekusi dilaksanakan. Mereka diamankan di Mapolresta Kendari agar proses eksekusi tanah yang dimenangkan oleh Tuty Arifin Cs

Baca MOLOTOV diHal. 2

Nurjabal, Masjid Tua Tempat Penyiaran Islam Pertama di Muna (3-habis)

Situs Budaya yang Terbaikan Saidji Raba dalam bentuk foto maupun sketsa belum bisa diwujudkan. Namun, ia meninggalkan sejumlah keajaiban, termasuk bekalnya yang terletak begitu saja di depan tangga masjid.

Manan Rachman dan La Ode Diada Nebansi,Muna PENYEBAR Islam pertama di Muna, Saidji Raba sampai kini belum diketahui sosoknya, baik bentuk foto ataupun sketsa. Apakah kembali berlayar ke Arab atau menetap di Wabintingi hingga akhir hayatnya, tak ada informasi yang dapat diyakini kebenarannya. Saidji Raba berserta pengikutnya seolah hanyut ditelan bumi. Ia hanya meninggalkan bekas ke-

Baca SITUS diHal. 2

AWALUDINUSA/KP

AWALUDINUSA/KP

Batu mirip kapal terletak di sisi timur masjid. Tampak dalam gambar adalah bagian anjungan kapal. Di atas batu ini juga terdapat bekas “sajadah” Syeh Abdul Rabba (Saidji Raba).

Seorang remaja masjid menunjuk sebuah batu di dasar anak tanggamasjidyangdiyakinisebagaiwadahdaribekalSyehAbdul Rabba (Muna: Saidji Raba).


2

Kendari Pos | Jumat 23 Juli 2010

Situs Budaya yang Luput dari Perhatian Pemkab Muna Situs ......................... hidupan yang dilaluinya di ketinggian 600 meter dari atas permukaan laut di Lohia, sebuah desa di pesisir laut. Selain bekas tangan, kaki dan lutut di atas batu, Saidji Raba juga meninggalkan bekal bawaannya dari negeri Arab. Namun oleh warga setempat tidak mengetahui isi bekal tersebut. Sebab sudah berbentuk batu lebar, mirip piring tapi tak cembung, yang kira-kira ukuran 60 cm. Batu itu nampak tua kecoklatan, terletak di depan anak tangga masjid. Peninggalan lain adalah tongkat besi yang di bagian ujungnya berupa kuningan. Tongkat Saidji Raba ini masih dapat disaksikan dan kini tersimpan di dalam masjid Lohia. Luput dari Perhatian Pemkab Muna Pemerintah Kabupaten Muna terkesan kurang peduli dengan

keberadaan situs sejarah ini. Lihat saja sumur-sumur tua di atas batu yang tertutup rumput liar. Kotoran berhamburan di mana-mana. Genangan air tampak begitu kotor bahkan sebagian telah tertutup dengan tanah. Padahal, ada beberapa sumur, walau tak terawat, jika disaksikan memang mengundang kekaguman. “Tampaknya sumur ini bukan buatan manusia biasa,” komentar Siti Sunarti SSos. Memang, di bibir sumur seperti pernah dijamah tangan manusia, tapi tampaknya dikerja asal jadi tanpa memperhatikan estetika sumur batu yang bernilai sejarah dan peradaban manusia di Muna. Di bibir sumur ditempeli campuran semen, tapi justeru plesteran semen ini yang membuat sumur batu menjadi tak lagi nyaman dipandang. Untungnya, pelsteran semen ini hanya di bagian bibir sumur di atas permukaan tanah. Untuk pahatan batu dari

permukaan hingga dasar sumur, masih tampak asli. Infrastrutur juga tak mendukung. Sepanjang jalan dari Kota Raha menuju Desa Wabintingi penuh kubangan. Mobil yang kami tumpangi hampir tak berhenti mengelurkan bunyi dan benturan. Kami merasa seperti berada di atas kapal yang sedang melintasi Laut Cempedak. Padahal, jalur tersebut menghubungkan beberapa aset sejarah lainnya. Di sana ada Liang Kabori, ada Masjid Muna, danau air asin Napabale, dan sejumlah aset wisata lainnya. Dari Kota Raha menuju Wabintingi cuma 14 KM. Namun kami menempunya hampir satu jam. Memasuki kawasan bersejarah Wabintingi memang sedikit agak menegangkan. Jalannya licin, penuh tanjakan. Apalagi lebar jalan hanya cukup dilalui satu roda empat. Tapi kami sedikit beruntung, pergi dan pulang tak berpapasan den-

Alat Berat “Bertindak” Rumah dan Tanaman Diratakan Molotov .................... melalui putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara ( PT Sultra) bernomor 54/pdt.G/1997/PT. Sultra, tertanggal 4 Desember 1997, dan Mahkamah Agung RI dengan nomor 3411/pdt.G/1998 tertanggal 29 September 1999. 14 orang yang diamankan saat proses eksekusi masing-masing berinisial YG, MG, OG, HR, AD, RM, SY, DD, AB, TR, AG, AR, dan EL. Satu diantaranya adalah pihak yang bersengketa yang dinyatakan kalah melalui putusan Pengadilan Tinggi Sultra dan MA yakni La Heri. Ia juga turut diamankan di Mapolresta Kendari untuk menghindari konflik yang lebih besar di TKP. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Irwan Andy Purnawan mengatakan, selain mengamankan 14 orang yang diduga bisa memicu konflik di TKP, pihaknya juga mengamankan 22 bom melotov. Bom tersebut dipersiapkan pihak yang kalah dalam upaya menggagalkan proses eksekusi. Bom melotov yang terbuat dari botol berisi bensin akhirnya diamankan di Mapolresta Kendari. “Kita hanya mengamankan mereka saja. Setelah proses eksekusi, mereka akan dipulangkan. Kami hanya mencoba berusaha mengamankan proses jalannya eksekusi tanah tersebut. Kecuali mereka melakukan tindak pidana, maka pasti akan diproses lebih lanjut,” terang AKP

Irwan Andy. Tak peduli teriakan histeris warga yang kini tidak tahu akan tinggal dimana, bahkan salah seorang perempuan paruh baya harus tak sadarkan diri menyaksikan rumahnya yang terbuat dari papan harus diratakan. Juru sita yang sebelumnya telah membacakan putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara ( PT Sultra) bernomor 54/pdt.G/ 1997/PT. Sultra, tertanggal 4 Desember 1997, Mahkamah Agung RI dengan nomor 3411/ pdt.G/1998 tertanggal 29 September 1999 yang dimenangkan oleh Tuty Arifin Cs tetap melaksanakan eksekusi. Ketua Pengadilan Negeri Kendari, Nelson Samosir MH, menegaskan, pihaknya hanya sebatas melaksanakan putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung (MA) RI. Kalaupun ada tuntutan yang mengklaim bahwa tanah tersebut sepenuhnya milik La Heri, bukan ranah PN untuk menangani masalah tersebut. Di tempat yang sama, Kapolres Kota Kendari, AKBP Erfan Prasetyo menjelaskan, demi mengamankan pelaksanaan eksekusi atas koordinasi Polda ke Polresta Kendari, dua SST Dalmas Polda Sultra diturunkan, pentungan dan tameng dalam genggaman sebagai peralatan lengkap anti huru-hara. Tidak hanya itu, tiga puluh orang Pol PP, serta empat puluh Pemuda Pancasila turut dilibatkan. “Kami sudah mengamankan beberapa yang diduga memprovokasi,” ujar Erfan(emi/ong)

gan kendaraan roda empat. Cuma roda dua yang terparkir di bibir jalan. Itu pun kami harus menggeserkan beberapa meter agar mobil kami bisa lewat. Menurut Sitti Sunarti, pejabat di Bagian Humas di Pemkab Muna, pemerintah tidak memiliki anggaran cukup untuk biaya perawatan apalagi infrastruktur menuju lokasi bersejarah. “Sebenarnya ini tanggung jawab Dinas Pariwisata. Tapi itu tadi, pasti alasan klasik soal dana,” katanya. Memang di mana-mana persoalan dana. Tapi, dengan merawat situs bersejarah, sudah barang tentu akan mengisi pundi pendapatan asli daerah (PAD). Memancing wisata mancanegara ataupun lokal masuk ke Muna benar-benar memberi potensi. Tentunya dibarengi promosi wisata. Jika sudah begitu, termasuk situs sejarah lainnya di Muna, keluhan dana tadi untuk pemeliharaan situs bisa tertutupi dari biaya masuk.(*)

Kejahatan Jalanan Kota Kendari Merajalela Jambret ..................... menuju kediamannya di Perumahan Magaga dengan menggunakan sepeda motor. Setelah mengambil keperluan sekolah anaknya itu, korban pun kembali ke rumah orang tuanya di Benu-Benua. Dalam perjalanan ke rumah orang tuanya, tepatnya di depan RS PMI Kendari, sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang laki-laki memepet kendaraan korban. Ternyata, pengendara lain itu adalah pelaku jambret yang ingin merebut tas korban. Karena tas yang dibawa korban digantung dileher, hingga membuat penjambret tersebut sulit merebutnya. Namun, akibat aksi bejat penjambret membuat korban terjatuh hingga menyebabkan benturan keras di kepalanya. Untungnya, putri korban masih selamat meski bagian tubuhnya lecet akibat kecelakaan tersebut. Ayah kandung korban, Drs. H. Djumaruddin Halif P mengungkapkan, keluarganya cukup terpukul atas insiden yang dialami anak sulungnya itu. Pasalnya, Ani Saputri menjadi tulang punggung keluarganya selama ini. Ia berharap, kejadian tersebut tidak terulang pada masyarakat lainnya. “Mereka sebenarnya baik anak saya maupun suaminya adalah staf sekretar-

iat DPRD Konawe. Hanya karena saya sakit, sehingga mereka datang berkumpul di rumah saya,” ungkap H. Djumaruddin Halif yang juga mantan Sekwan DPRD Konawe saat ditemui di kediamannya, kemarin. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Irwan Andy Purnawan SIK mengatakan, kini pihaknya sedang mengintensifkan penanganan masalah kejahatan jalanan. Insiden yang dialami Ani Saputri kini sedang dalam penyelidikan dan penyidikan kepolisian untuk mengungkap pelaku penjambretan tersebut. “Kami sudah mengantongi beberapa identitas pelaku. Dua kelompok besar pelaku penjambretan telah teridentifikasi dan sedang mengoptimalkan kinerja tim anti jambret (Tajam) dalam menekan kejahatan jalanan. Kami membutuhkan dukungan masyarakat dalam memberantas penjambret. Kami juga berharap agar masyarakat yang melihat atau menjadi korban kejahatan jalanan agar segera menghubungi kantor polisi terdekat atau nomor pejabat Polri yang disebar di media cetak selama ini,” terang AKP Irwan Andy Purnawan.(rif/ong)


Kendari Pos

3

Jumat 23 Juli 2010

Telkomsel Luncurukan Simpati Freedom Kendari,KP Inovasi di bidang layanan telekomunikasi terus dilakukan Telkomsel. Perusahaan dengan brand warna merah itu selalu berusaha memanjakan para pelanggannya dengan pilihan kartu telepon seluler beragam yang tentu saja punya banyak keuntungan. Kemarin, Telkomsel kembali menghadirkan produk terbarunya yakni simPATI Freedom dengan jaminan kenyamanan banyak paket pilihan sesuai kebutuhan dan gaya hidup. Kata Agus Mulyadi, VP Area Pamasuka PT Telkomsel mengatakan, bila program ini memberikan apresiasi kepada para pelanggan Telkomsel di tanah air. Program ini mengusung seluruh ekspresi keinginan pelanggan untuk nyaman memilih paket yang menguntungkan sesuai kebutuhan gaya hidup. “Ini sejalan dengan misi Telkomsel sebagai best and leading mobile lifestyle dn solutions provider inthe region,” terangnya dalam press releasenya mewakili Dirut Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno. Menurutnya Simpati Freedom ini hadir untuk menyediakan nuansa kebebasan. Dalam pruduk teranyar ini Telkomsel memberikan banyak pilihan tanpa batas kepada seeluruh pelanggan. Freedom ini bukan hanya mudah digunakan, tapi juga aman dan nyaman. Mellaui kartu Simpati Freedom seharga Rp 5 ribu termasuk PPN pelanggan langsung mendapatkan gratis 100 SMS ke semua operator tanpa batas waktu. Informasi selanjutnya bonus grat-

Bank Diminta Batasi Kredit Konsumtif SULIS/KP

SPV Sales Telkomsel Kendari, tengah saat menunjukkan Seimpati Freedom ketika launching kemarin. is ini dapat dicek dimana saja dan kapan saja oleh pelangan melalui *889#. “Pelanggan juga memperoleh gratis NSP, wall paper, ringtones dan games,” paparnya. Inovasi terbaru dalam program ini yakni tersedianya paket mingguan opera mini dan chatsepuasnyauntukmendukung trand gaya hidup dalam berinternet dan chatting. Ada juga tawaran berupa gratis paket mini mingguan sms twitter yang akan mendukung kegiatan jejaring sosial. “Tidak hanya terbatas dalam paket dan bonus gratis, keistimewaan dalam Simpati Freedom justru terletak pada adanya pilihan tanpa batas dengan hanya menekan satu kode. Yaitu *999# pelangan dapat memilih salah satu dari tiga paket yang disediakan sesuai kebutuhan. Diantaranya paket internetan tanpa batas yaitu memberikan gratis fitur terlengkap untuk internetan. Paket seharian tanpa batas dan paket semalaman

tanpa batas, betul-betul memberikan kepuasan bagi pelanggan,” ujarnya. Kartu perdana Simpati Freedom ini telah tersedia di seluruh channel distribusi Telkomsel. Dengan memakai kartu ini, pelangan memiliki pengalaman yakni pertama menggunakan nomor baru berkode awal 0821XXXX. Selain itu pengguna juga bis memperoleh kenyamanan memilih paket keinginan termasuk layanan beragam fitur. SPV Salles TElkomsel Kendari. R.JamesTail,menambahkan,program ini juga salah satu produk menyambut Ramadhan dan lebaran. Pasalnya saat-saat tersebut banyak pihak berkomunikasi, sehingga dengan banyak kepuasan pelanggan merasa nyaman dan hemat. Produk anyar ini diharapkan juga bisa menggebrak pasaran, dengan fitur-fitur menarik dan program memuaskan. Bahkan dari Simpati Freedom ini bisa menginggatkan penjualan hingga 80 persen.(lis)

Warga Kolut Dapat Undian Mobil Kolaka, KP H. Bennu, warga Kolaka Utara, tidak pernah menduga, mobil Toyota Avanza yang dibelinya dari dealer Toyota Hadji Kalla di Kolaka bulan lalu, ternyata mampu “melahirkan” mobil Toyota Innova. Ini terjadi setelah kepala desa ini meraih undian program Toyota Fantastic Festival dengan hadiah mobil setiap harinya. Ditemui usai menerima penyerahan secara simbolis kunci mobil Inova H Bennu mengaku sempat curigajikahadiahyangditerimanya tersebut merupakan modus penipuan. “Namun setelah saya datang memenuhi undangan Toyota dan mendapatkan penjelesan saya baru yakin ternyata saya betul-betul mendapatkan hadiah mobil, saya berterimakasih kepada Toyota,” terang Bennu. Sementara itu Kepala Cabang Toyota Hadji Kalla Kolaka Andi Baso Herdi mengatakan, H Bennu merupakan nasabah ke tiga yang memperoleh hadiah Toyota fantastic festival tersebut. Sebelumnya dua warga lainnya yakni Muhajir dan Ambo Sennang juga

DOK/KP

Toyota hadji kalla kolaka menyerahkan hadiah mobil inova pada H Bennu sebagai pemenang toyota fantastc festival telah memperoleh hadih mobil. “Ada juga warga Konawe yang kebetulan membeli mobil di dealer Kolaka dan mendapatkan hadih jalan-jalan ke Eropa. Program ini sendiri sebagai wujud terima kasih Toyota atas kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap produk Toyota,” terang Andi didampingi Kepala Toyota Hadji Kalla cabang Kolaka Utara Ilham.

Andi menambahkan peluag warga kolaka untuk mendapatkan hadiah mobil yang diundi setiap hari masih terbuka dengan melihat trend penjualan Toyota di Kolaka dan Kolaka Utara yang terus meningkat. Terbukti dari target penjualan 35 unit perbulan, Toyota Kolaka mampu menembus hingga 65 unit per bulan baik dalam bentuk cash maupun credit.(cr3)

Kendari,KP Harga-harga kebutuhan pokok yang kenaikannya “menggila” belakangan ini jadi perhatian serius pihak Pemprov Sultra, apalagi Ramadhan makin dekat yang mau tidak mau, warga harus menyiapkan banyak hal untuk bisa berpuasa dengan khusyu. Tak mau puasa kali ini masyarakat terlalu banyak beban pikiran soal harga dan stok kebutuhan, sejumlah instansi terkait di daerah ini yang dipimpin Gubernur Nur Alam menggelar rapat terkait antisipasi kelancaran barang menjelang Ramadhan, kemarin. Gubernur meminta agar pedagang tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Supaya bisa dikontrol, pemerintah akan memantaunya melalui posko pengendali inflasi yang dibentuk di setiap pasar. Bahkan terkait tingginya kenaikan harga, perbankan dilarang menyalurkan kredit konsumtif, karena dapat memicu inflasi yang terus melonjak. “Saat ini kenaikan harga cukup dikeluhkan masyarakat, untuk itu instansi terkait diharapkan bisa meredam semuanya. Distributor dilarang melakukan penimbunan barang, karena bila ketahuan resikonya tinggi. Kami akan sita barangnya dan serahkan ke polisi. Makanya saya wanti-wanti memang agar tidak ada penimbunan. Boleh saja menimbun di gudang tapi untuk penjualan, bukan menimbun karena ada maksud lain, yakni untuk menaikkan harga,” terangnya dalam arahannya. Orang nomor satu di Sultra ini, juga meminta agar Pelindo meningkatkan jam pengawasan khususnya pengawasan terhadap keluar masuknya barang. Pasalnya bila terlalu banyak barang, substitusi yang penawarannya murah, hal tersebut dapat merusak pasar. Gubernur juga meminta kepada

Bank Indonesia (BI) Kendari, agar perbankan membatasi penyaluran kredit konsumtif. Alasannya saat menjelang lebaran akan banyak kebutuhan, kemudian masyarakat menginginkan bisa membeli semua yang mereka inginkan. Salah satu cara dengan melakukan kredit di bank, mencegah hal ini kiranya bank membatasi kredit konsumtif. “Kalau pedagang mungkin tidak masalah, tapi pegawai negeri, mereka cenderung melakukannya,” ujarnya dihadapan para peserta rapat kemarin. Saat ditemui usai rapat, Gubernur mengatakan agar Disperindag sebagai intansi yang diserahi sepenuhnya terhadap pengendalian inflasi ini bekerja serius. Adanya sejumlah titik pengendali inflasi, ini harus bekerja optimal. Bila ada pedagang yang menaikan harga tidak wajar, langsung tegur. “Kita akan ambil tindakan seburukburuknya, bila perlu keluarkan dari pasar, bila menaikkan harga tidak wajar,” katanya saat dihadang sejumlah wartawan. Kadis Perindag Sultra, Saimu Alwi memaparkan, pihaknya sudah melakukan sidak di pasar. Memang ditemukan ada beberapa kenaikan barang, kebutuhan. Tapi dari pantauan tidak ada penimbunan, termasuk para distributor yang ada di Kendari. “Kita akan segera action dalam membentuk poskodipasar-pasar.Bilaadakenaikan pada suatu produk kita akan lihat dan telusuri apa penyebabnya. Bila kenaikan tidak wajar setelah diidentifikasi, kita akan lakukan tindakan,” paparnya. Sementara itu, Pemimpin Bank Indonesia (PBI) Kendari, Lawang M.Siagian, mengatakan, pihaknya tidak serta merta bisa melarang kredit konsumtif bagi perbankan. Pasalnya kredit merupakan usaha bank, dan mereka hidup dari kredit. Namun dia akan meminta bank, untuk tidak melakukan ek-

spanpinjamanberbentukkonsumtif, seperti multi guna. Tapi bila kredit kepemilikan rumah (KPR) ataupun kredit kepemilikan kendaraan, versi Lawang hal itu tidak akan menyebabkan inflasi. “Tapi saya rasa untuk kredit konsumtif, debiturnya tidak akan ada kenaikan.Banktentunyatetapakan melayani mereka yang sudah menjadi nasabah, dan bila sudah lunas, tentunya mereka akan melakukan kredit lanjutan,” ujarnya.

Lawang menambahkan, menghadapi Ramadhan, dari sisi perbankan sendiri, yang disiapkan yakni dalam hal penyiapan uang tunai. Karena trand setiap tahun, ada kenaikan penarikan dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan menjelang Ramadhan maupun lebaran. “Untuk penarikan kami siap, termasuk semua perbankan yang ada sudah menyiapkannya,” pungkasnya. (lis)


4

Kendari Pos | Jumat, 23 Juli 2010

Heboh Infotainment dan Peran KPI

Calo Data Base Diduga PNS Buktikan jangan hanya menduga Dewan Sultra Turun ke Desa-desa Kalau ke luar negeri jangan bilang-bilang Oknum Polhut Terlibat Pencurian Kayu Lagi kena sial niye

Harus Cermat, Pembatasan BBM DI NEGARA mana pun kebijakan subsidi selalu menyimpan banyak masalah. Topik lama yang kini kembali menjadi perdebatan adalah soal rencana pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, seiring dengan naiknya harga minyak mentah dan volume pemakaian BBM masyarakat, angka subsidi BBM sudah mengganggu keuangan negara. Hingga akhir 2010, subsidi BBM diperkirakan melonjak dari yang sudah dianggarkan. Yakni, naik sekitar Rp 3 triliun, sehingga total menjadi Rp 91,9 triliun. Ini bukan angka yang kecil. Terutama, bagi negara Indonesia yang memang membutuhkan dana besar untuk membangun. Bangkitnya perekonomian beberapa negara pascakrisis ekonomi global memang membawa dampak. Yakni, merangkaknya harga minyak mentah (crude oil) setelah saat krisis global lalu terjun bebas. Berbeda dengan negaranegara maju yang melepaskan harga minyak ke mekanisme pasar (bahkan ditambah pajak), kenaikan harga minyak yang tiba-tiba dan signifikan akan menimbulkan masalah bagi negara seperti Indonesia. Beban lonjakan harga minyak itu masih ditambah faktor lain. Yakni, volume konsumsi BBM yang juga naik. Kenaikan volume itu, antara lain, akibat meningkatnya berbagai jenis kendaraan bermotor baru yang turun ke jalan raya. Tak perlu repot-repot menghitungnya. Tahun ini, misalnya, jumlah sepeda motor baru yang dibeli masyarakat diperkirakan tembus tujuh juta unit. Artinya, kalau setiap motor mengonsumsi tiga liter bensin per minggu, dalam setahun kendaraan itu akan menghabiskan sekitar 144 liter bensin. Itu baru satu sepeda motor. Jadi, untuk tahun ini, jumlah konsumsi BBM tinggal dikalikan dengan tujuh juta unit sepeda motor baru. Kami setuju dengan langkah pemerintah yang kini merancang beberapa opsi kebijakan agar subsidi memenuhi aspek keadilan, tepat sasaran, serta tak terus memberatkan anggaran negara. Ini sesuai dengan pertanyaan mendasar dari kebijakan subsidi: Apakah subsidi memang jatuh kepada yang berhak? Apakah subsidi memberikan manfaat optimal bagi negara dan bukan sebaliknya? Beberapa opsi pembatasan konsumsi BBM bersubsidi itu, misalnya, hanya diberikan kepada kendaraan berpelat kuning dan roda dua dan kendaraan yang diproduksi maksimal tahun 2004. Ada pemikiran nanti yang dibolehkan membeli BBM bersubsidi adalah kendaraan yang mempunyai striker khusus berbunyi “Kendaraan ini menggunakan BBM bersubsidi”. Selain untuk mengatur pemberian subsidi, pemasangan label ini bisa berfungsi sebagai kontrol sosial apakah yang bersangkutan memang layak mendapat subsidi dari negara. Langkah lain yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi penjualan BBM bersubsidi adalah lewat pembatasan dispenser BBM bersubsidi di stasiun pengisian BBM (SPBU). Sebaliknya, pemerintah akan memperbanyak jumlah dispenser di SPBU yang menyediakan BBM tidak bersubsidi seperti Pertamax, Pertamax Plus, solar Dex, dan lain-lain. Kami berharap kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang dipilih pemerintah nanti benar-benar sudah diperhitungkan dengan matang. Sekali pemerintah salah menghitung akan besar dampaknya. Sebab, BBM menyangkut hajat hidup orang banyak yang pengadaan dan distribusinya perlu dikelola dengan baik. Apalagi, untuk negara kepulauan seperti Indonesia yang begitu luas. Becermin dari kasus tarif dasar listrik (TDL), masyarakat mungkin setuju dengan kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi (bahkan mungkin juga kenaikan harga BBM). Namun, karena perhitungan yang kurang cermat, kebijakan itu bisa mentah lagi setelah diprotes banyak kalangan. Belajar dari kasus itu, kebijakan pembatasan subsidi BBM harus komprehensif dan cermat sehingga tak menimbulkan gejolak. (*)

BELAKANGAN ini dunia media massa Indonesia dihebohkan oleh kabar akan diberlakukannya sensor untuk program infotainment di televisi. Ini jelas mengejutkan, karena menurut UU Pers No 40/1999, pers tak boleh lagi dibreidel dan disensor. Bunyi pasal 4 ayat 2 itu: “Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembreidelan, dan pelarangan penyiaran”. Sangat mungkin, keputusan ini diambil karena infotainment dianggap bukan produk pers/jurnalistik. Bila begitu, cara kerja Komisi Penyiaran Indonesia, betapa mudahnya. Untuk program yang melakukan banyak pelanggaran dan tak dapat dikendalikan, geser saja ke ranah yang memungkinkan untuk disensor. Infotainment digolongkan sebagai program nonfaktual. Ini joke kedua di kasus yang sama. Para anggota Komisi Penyiaran, Dewan Pers, dan Komisi I DPR yang terhormat, apakah benarbenar tak paham makna kata faktual dan nonfaktual? Mereka akan mulai meredefinisi istilah-istilah dalam dunia penyiaran ini? Tapi, mengapa keputusan penggolongan sudah dilakukan sebelum definisi diperjelas? Nalar siapa yang dapat menerima bahwa infotainment adalah program nonfaktual? Tak ada yang lebih nyata daripada berita infotainment. Orangorang yang menjadi objek pemberitaan jelas, peristiwa juga bukan rekayasa, dan tidak menggunakan skenario. Tentu ada banyak sekali gosip di sini. Tetapi, sesungguhnya, bila kita berpikir adil, ranah berita apa yang bebas dari gosip? Bahkan, dunia bisnis dan politik pun diwarnai gosip. Dalam teori jurnalistik, gosip adalah salah satu “bekal” berita. Tentu harus diklarifikasi atau diverifikasi, tetapi tetap saja gosip bisa menjadi berita. Kalau wangsit, bukan berita. Dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) memang belum ada bab yang membahas/mendefinisikan program non-

Oleh : Sirikit Syah faktual. Kita yang mengenyam pendidikan tentu memahami bahwa nonfaktual sama dengan fiktif. Di televisi, film dan sinetron bisa disebut karya fiksi/nonfaktual, yang mesti lolos sensor sebelum ditayangkan. Penggolongan infotainment ke dalam ranah fiksi ini kasatmata sebagai upaya terakhir KPI untuk menyensor program yang telah lama meresahkannya. Kritik banyak orang bahwa infotainment bukan produk jurnalisme, dapat diterima, dan bisa saja infotainment digolongkan menjadi program faktual nonnews. Namun, tak sedikit pakar dan pengamat media massa mengatakan infotainment tak berbeda dengan karya jurnalistik lain. Ada proses peliputan, wawancara, verifikasi, dan editing. Tentang pendekatan infotainment yang terlalu personalized, memang itulah salah satu karakter news. News selalu bersifat”, dramatisized, dan fragmented (Bennet, 1996). Bila kita perhatikan dengan seksama, semua jenis berita, tak hanya infotainment, selalu berorientasi pada manusia, lebih dramatis daripada kisah sesungguhnya, dan tak pernah tuntas/komplet. Bisa kita ambil contoh, dari kasus Antasari Ashar, Susno Duadji, Gayus Tambunan, Bibit & Candra, Bank Century, tak pernah ada yang selesai. Media hanya menyajikan fragmen-fragmen. Bahkan, teroris yang katanya sudah diberantas sampai ke tokoh-tokohnya, masih saja memunculkan tokoh-tokoh teroris

S

EKALI lagi, perjalanan sebuah kebijakan tidaklah seindah coretan di atas kertas. Perhitungan tarif dasar listrik (TDL) yang dipaksakan naik mulai Juli ini, ternyata jauh dari estimasi yang dilakukan pemerintah, terutama untuk pelanggan industri. Adanya polemik atas simulasi perhitungan tagihan rekening listrik ini memperlihatkan betapa suatu kebijakan publik seakan dengan mudah lolos tanpa pemahaman mendalam dari para pengguna akhir. Apakah ini berarti pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM dan PLN sebagai pelaksana di lapangan, belum benar-benar siap melaksanakan kebijakannya sendiri? Ataukah justru masyarakat yang terlalu bodoh sehingga tidak bisa mengikuti keinginan pemerintah? Sebuah Simalakama Kita pasti sudah paham alasan pemerintah menaikkan TDL di awal bulan ini, yaitu untuk menyelamatkan APBN. Subsidi yang tidak tepat sasaran, yakni sebagian besar dinikmati kalangan menengah ke atas, menjadi alibi terkuat munculnya kebijakan ini. Tidak tanggung-tanggung, nilainya mencapai puluhan triliun rupiah, yang tentu menjadi sebuah nilai yang sangat besar bagi negeri ini. Namun, pemerintah seakan memakan buah simalakama atas kebijakan tersebut. Mereka melupakan dampak sistemiknya terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Secara langsung dampak kenaikan TDL tecermin dari meningkatnya angka inflasi. BPS menjelaskan, kenaikan inflasi diperkira-

Oleh : M. Sigit Cahyono, ST MEng kan 0,36 persen. Dan, inflasi akan semakin membengkak karena kenaikan TDL akan memicu para produsen menaikkan harga barang dan jasa. Satu hal lagi, yang dikhawatirkan adalah pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai dengan konsepnya. Besaran kenaikan yang ditetapkan ratarata 10 persen akan sulit terealisasi. Kali ini benar-benar terbukti, terutama yang terjadi di kalangan industri. Kenaikan TDL dalam Permen ESDM No 7/2010, meski dengan kompensasi pemberian insentif berupa penghapusan tarif dayamax plus dan multiguna, tetap membuat tagihan akhir pengusaha membengkak. Berdasar kalkulasi pebisnis terhadap peraturan itu, tagihan untuk golongan industri 1-2 membengkak 82 persen, sedangkan golongan 1-3 meningkat 54 persen bila dibandingkan dengan tagihan sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi karena PLN menetapkan koefisien 1,4 - 2,0. Namun, pemerintah tetap ngotot bahwa estimasi kalangan pengusaha tersebut tidaklah tepat. Lewat Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin, perbedaan penafsiran besaran kenaikan TDL di sektor industri justru disebabkan oleh perbedaan cara perhitungan kenaikan. Kalangan industri seharusnya membandingkan perhitungan TDL baru dengan realisasi tagihan rekening listrik Februari 2010. Dengan begitu, rerata kenaikan pembayaran rekening listrik hanya menjadi Rp 735

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

per kWh dari sebelumnya sekitar Rp 671 per kWh, atau tidak sampai sebesar estimasi para pengusaha tersebut. Paling tidak, kita bisa menarik benang merah dari kisruh perhitungan soal TDL ini. Ada beberapa hal yang memungkinkan menjadi pemicu perseteruan itu. Boleh jadi, masyarakat hanya menyatakan “iya” saja ketika pemerintah mengajukan usul kenaikan TDL. Mereka tidak peduli atau telat bereaksi atas suatu kebijakan yang bersinggungan dengan bisnisnya. Kalau ini yang terjadi, sikap pengusaha itu seakan mengulangi peristiwa penolakan ACFTA ketika komitmen akan diterapkan. Kemungkinan lain, konsumen sudah paham, tetapi kebijakan baru yang diusulkan ternyata berbeda dengan realisasinya. Kemungkinan yang disebut terakhir ini paling berbahaya. Sebab, jika itu terjadi, sama saja otoritas telah menjebak alias berbohong kepada masyarakat dalam suatu aturan abuabu untuk tujuan tertentu. Sebuah Bom Waktu Kekisruhan ini sangatlah mungkin menjadi sebuah bom waktu, yang akan meledak jika tidak dijinakkan. Ancaman pengusaha yang akan menurunkan jumlah produksi dan merumahkan sebagian besar karyawan karena tidak mampu menahan beban biaya yang cukup besar akan berdampak sistemik terhadap perekonomian. Jika ini terjadi, bisa dibayangkan jumlah pengangguran akan membe-

ludak, daya beli masyarakat akan turun, dan barang-barang semakin tidak laku. Yang lebih ekstrem, akan muncul demonstrasi buruh di mana-mana yang akan mengganggu stabilitas ekonomi dan politik negeri ini. Karena itu, mulai saat ini kita harus sadar, arah wacana bukan lagi ke belakang, mempersoalkan filosofi perlu tidaknya penaikan TDL, tetapi lebih ke arah benar tidaknya perhitungan pemerintah atas penaikan TDL sesuai dengan usul yang diajukan ke DPR. Kalau memang pemerintah memiliki kesalahan atas perhitungan sebelumnya, penundaan penaikan TDL menjadi sangat logis untuk didorong. Sebaliknya, jika ternyata simulasi pengusaha yang salah, mereka harus bisa berbesar hati menerima keputusan tersebut sesuai dengan kesepakatan. Namun, di balik itu, jika simulasi pemerintah yang benar, ini juga memperlihatkan bagaimana keputusan penaikan TDL ini tidak tersosialisasi dengan baik. Untuk mencapai titik temu, mau tidak mau, kedua belah pihak memang harus duduk bersama dengan kertas dan pulpen serta kalkulator masing-masing di tangan guna menghitung besarnya rupiah yang harus dikeluarkan pasca kenaikan TDL. Kita sebagai masyarakat awam tentu berharap yang terbaik untuk menyelamatkan negeri ini. Jangan sampai karut-marutnya perhitungan TDL ini berdampak negatif terhadap masa depan bangsa ini. Semoga! (*) Penulis alumnus Teknik Kimia ITS dan Magister Sistem Teknik UGM

Tindaki Knalpot Racing

PDAM di Mandonga Macet

081341714877 Bapak Dirlantas, tolong ditindaki kendaraanyang masihmenggunakan knalpot racing. Mereka mengganggu masyarakat dan juga pengguna kendaraan lainnya.

085241575743 Dirut PDAM Kendari, kami warga Mandonga sudah lima hari tidak dialiri. Kami butuh air, dan kami selalu membayar rekening tepat waktu.

081245094481 Pak Gubernur, kapan akan dikerjakan jalan poros perbatasan Kecamatan Kendari dan Kecamatan Soropia? Khususnya di Kecamatan Mata, Purirano, serta Desa Sorue Jaya dan Desa Tapulaga. Kondisinya sudah terlalu parah.

Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra

Penulis pengamat media

Karut-marut Hitungan TDL

Minta Pengaspalan Jalan Kendari - Soropia

Kendari Pos

berikutnya. Jadi, jangan salahkan infotainment bila gayanya adalah personal, dramatis, dan terfragmen. Itu karakter berita pada umumnya. Bila kita hendak menyalahkan infotainment, terutama terletak pada ghibah, mengumbar aib manusia. Bisa saja aib itu nyata, tetapi layakkah diekspos sedemikian rupa? Kerusakan tak hanya dialami objek pemberitaan, tetapi juga seluruh kerabat dan handai taulannya. Dalam agama Islam, mengumbar aib sesama muslim itu sama dengan memakan bangkai saudara. Apa yang lebih rendah daripada itu? Keberatan yang lain akan content infotainment adalah digunakannya para peramal sebagai narasumber untuk “membaca” perilaku objek berita. Ini dapat menyesatkan nalar publik. Perkembangan terakhir yang juga amat memprihatinkan adalah awak infotainment membahas content tayangan berdasar status selebriti di Facebook, Twitter, dan blog sosial sejenisnya. Ini selain tidak etis, juga menunjukkan rendahnya kreativitas dan aktivitas awak infotainment dalam mencari berita. Betapa enaknya, duduk saja di meja, browsing internet, lalu mengisi program infotainment berdasar status selebriti. Ini degadrasi dari profesionalisme pekerja media siaran. Sesungguhnya penulis tidak yakin masyarakat dan selebriti keberatan dengan pelanggaran privasi dalam program infotainment. Masyarakat yang suntuk didera kesulitan ekonomi mera-

sa terhibur dengan kabar-kabar para artis yang menjadi idolanya. Memang ada segelintir artis yang jengah dengan ulah awak infotainment yang betul-betul bagai “nyamuk pers”, menempel ke mana-mana. Namun, tak sedikit selebriti yang mencari-cari infotainment dan menawarkan publikasi privasinya. Tujuannya, menaikkan popularitas yang tenggelam. Bahkan, ada yang sengaja menciptakan skandal pura-pura atau isu remeh temeh. Infotainment mungkin bukan program jurnalistik. Awaknya tidak bekerja di newsroom, melainkan di production house, yang tentu saja suasana dan standar kerjanya berbeda. Mereka juga tidak menerapkan kode etik jurnalistik. Seperti program E! di televisi Amerika, infotainment sebetulnya bisa menonjolkan aspek hiburan dalam programnya: karya terbaru, proses kreatif, life style, fashion, box office, dll. Tidak apa-apa jika dia tidak disebut jurnalistik atau produk pers. Tetapi, jelas dia adalah program faktual. Keputusan DPR, Dewan Pers, dan KPI yang menggolongkan infotainment ke dalam ranah nonfaktual mencederai demokrasi yang sedang kita bangun. Reformasi di dunia pers dan media massa sangat terganggu dengan upaya menyensor produk media massa. Begitu kerasnya semangat sensor itu sampai-sampai nalar intelektual diabaikan. Saya berharap awak infotainment dan praktisi media massa penyiaran pada umumnya melakukan gerakan penentangan. Antara lain menuntut lahirnya definisi faktual atau nonfaktual lebih dulu, sebelum menggolong-golongkan program. Saya juga berharap kasus ini membuat para awak infotainment belajar. Beritakan kabar-kabar yang menghibur, sesuai nama programnya. Jangan mengumbar aib yang menjurus ke ghibah. (*)

Keluhkan Pendataan Database di Konawe 081229452311 Pak Gubernur, tolong ditegur Pemkab Konawe, tidak transparan dalam pendataan data base tenaga guru, kesehatan dan penyuluh.

Pemimpin Umum : PP. Bittikaka Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Milwan Redaktur Pelaksana : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin Koordinator Liputan : La Ode Diada Nebansi Redaktur : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Ruslan Amrullah, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Yenni Yusuf, Reporter : Sulis Setiarini, Emilia, Linri Merinda, Arifuddin, Awaluddin Usa; Koresponden : Yafruddin Yaddi, Syamsuddin (BaubauButon), Fitri Ashari (Buton Utara), Eliazer Alex Tato (Kolaka-Kolaka Utara), Arwan Mannaungeng (Jakarta), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) ; Fotografer : Suwarjono ; Design Grafis : Muh Hajar Siddiq ; Karikatur : Arham Rasyid; Redaktur Khusus : La Paa, M Djufri Rachim; Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin; BPSDM : M Djufri Rachim; Teknologi Informasi : Sahdar ; Pracetak : Muhrisan (koordinator), Aser Rerung, Gunawan Chandra, Yusri Zubair, Samiruddin; Telepon Redaksi : (0401) 326513, Faks. Redaksi : (0401) 326512, Faks. Bisnis dan Keuangan : (0401) 323771; E-mail : bumianoa@plasa.com; Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari; Alamat Perwakilan : Jakarta: Mu’min Rolle, Komp Widuri Indah, Blok A1-2, Jl. Palmerah Barat No.353 Telp (021) 5330976, Jakarta 12210; Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin, Kolaka-Kolaka Utara :Eliazer Alex Tato; Harga Langganan : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-Eksemplar-Eceran Daerah Rp. 3.500,-.

Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/ K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Pembina : HM Alwi Hamu; Komisaris Utama : Syamsu Nur, Komisaris : PP.Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Ridwan Arief Direktur Utama : Milwan; Direktur : Purwanto Sanam ; Ombudsman : Ramli Akhmad (Ketua), M Djufri Rachim, La Paa, Muhammad Saiful, SH, MH, Ariyani Arifin (Sekretaris) Manager Keuangan : Agus Tranhadi; Manager Iklan/Sponsorship : Haeruddin; Manager Sirkulasi : Muji Suwarno ; Manager Event Organizer : Rustam, Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 (0401)-3126515, Iklan: (0401)-3126110, Sirkulasi :(0401)3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)-2826129/085241854000; Kolaka Jl. Pramuka No.5 Tlp (0405)-24211. Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 1.00000192-01-000428-30-4 (Rec. Giro), 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA)


Jumat, 23 Juli 2010

email : bumianoa@gmail.com

Idrus Effendy Jadi Pelaksana Bupati Izin Cuti Atiku dan Subhan Tiga Minggu Kasipute, KP Atikurahman dan Subhan Tambera resmi non aktif sementara dari jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bombana. Itu setelah Gubernur Sultra, Nur Alam mengeluarkan dan menandatangani surat izin cuti kepada dua pasangan incumbent yang sama-sama bersaing menjadi calon Bupati Bombana periode 2010-2015. Surat izin cuti Atiku dan Subhan ditandatangani gubernur, Rabu (21/7) lalu. Berdasarkan surat izin cuti nomor 857/2845,

Bupati dan Wakil Bupati Bombana itu diberikan izin cuti selama tiga minggu untuk melaksanakan kampanye. Minggu pertama dimulai 22 23 Juli, minggu kedua 26 - 30 Juli serta minggu keempat 2 - 4 Agustus. Persetujuan surat izin cuti dikeluarkan agar dalam pelaksanaan pemilukada kabupaten Bombana, tetap menjamin terwujudnya misi dan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, serta asas-asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Selain itu, para calon incumbent dalam melaksanakan kegiatannya dalam pemilukada tidak menggunakan fasilitas negara. Surat izin cuti itu, selain

diberikan kepada dua calon incumbent tersebut, juga ditembuskan kepada Mendagri, Ketua KPU Pusat, DPRD Provinsi dan DPRD Bombana, serta KPU dan Pamwas Bombana. “Sudah ada surat izinnya. Kemarin (dua hari lalu), dikeluarkan dan ditandatangani gubernur,” kata Alpian, ketua KPU Bombana, sebelum menghadiri sidang paripurna istimewa pembacaan visi misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di DPRD Bombana, kemarin. Ditempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Bombana, Mushaddad mengatakan, dengan keluarnya surat izin cuti Bupati dan Wakil Bupati

tersebut, maka pengendali pemerintahan di Bombana untuk sementara dipercayakan kepada Sekda Idrus Effendi Kube. “Suratnya pengajuannya sudah diajukan ke gubernur 9 Juli lalu, tapi baru

diantar tiga hari lalu. Informasinya sudah ditandatangani, mudah-mudahan besok (hari ini) sudah tiba disini (Bombana),” ungkap Mushaddad via ponselnya, kemarin. (nur/awl)

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Info Berlangganan/Pengaduan atas Pelayanan Pelanggan Koran Harian Kendari Pos untuk wilayah Kolaka/Kolaka Utara Hubungi : (0405)2324211 atau SMS : 0852 4172 4083


6

Kendari Pos | Jumat 23 Juli 2010

Kasek Dimutasi, Murid SD Demo

Unaaha, KP Kepala SDN Nirannuang, Sultan SPd MPd baru saja dimutasi menjadi Kepala SDN Morosi, Bondoala. Tapi mutasi itu tak diterima oleh murid-murid yang ditinggalkan. seratusan murid SDN Nirannuang spontan menggelar aksi protes di Kantor Diknas Konawe, Kamis (22/7) kemarin. Mereka menyambangi Kantor Diknas Konawe menyampaikan aspirasinya agar kaseknya tidak dimutasi. Hampir seluruh murid mencucurkan air mata sambil bersorak agar kaseknya tidak dipindahtugaskan. Fikri, murid Kelas VI SDN Nirannuang mengaku mereka protes lantaran tidak terima kaseknya diganti. Fikri mewakili rekan-rekannya meminta kaseknya kembali bertugas di SDN Nirannuang. “Kalau tidak dikembalikan kita akan demo terus setiap hari. Kami cintai kepala sekolah kami,” ujar Fikri. Sayangnya, niat baik murid itu ditanggapi miring Kasi Kesiswaan Diknas Konawe, Burhan Aburaera T. Murid-murid “diusir” pulang. “Soal Kasek kalian adalah tanggungjawab kami. Kalau tidak mau kaseknya diganti kalian harus pulang,” usir Burhan Aburaera T. Akibat usiran itu, hampir seluruh murid menangis sejadi-jadinya. Kepada koran ini, Burhan membantahmengusirseratusan murid itu. “Saya tidak usir. Mereka sudah menangis saat

saya datang ( menerima murid). Mereka menuntut kaseknya tidak dipindahkan,” bantah Burhan Aburaera T. Ditempat yang sama, Abubakar, orang tua murid membeberkan pemicu muridmurid itu menggelar demonstrasi. “Mutasi ini sebenarnya hanya persoalan pribadi antara Kasek dan seorang Ibu yang juga bekerja di Diknas Konawe. Ibu itu suka sama Pak Sultan. Pak Sultan-nya tidak mau. Ia hanya anggap sebagai saudara. Nah, Pak Sultan ini dituntut secara adat (Peohala=membayar denda dalam adat Tolaki,red). Itu sudah dilakukan Pak Sultan. Ia bayar Rp 10 juta ditambah tiga ekor sapi. Belakangan Ibu itu masih menuntut dinikahi. Pak Sultan menolak, karena tidak merasa melakukan apa yang dituduhkan,” rinci Abubakar saat bertandang di Diknas Konawe kemarin. Sayangnya, ia tidak merinci perbuatan apa yang dituduhkan kepada Sultan sehingga dituntut bayar denda. Menurut Abubakar, sikap seorang Ibu di Diknas itu sangat berlebihan, yang mengiatkan urusan pribadi ke urusan dinas. “Dalan hal hubungan kemitraan seharusnya pandaipandai menempatkan persoalan. Jangan persoalan pribadi dibawa ke persoalan kedinasan,” keluhnya. Benyamin, orang tua murid lainnya mengaku kaget anakn-

ya ikut berdemo. “Kami selaku orang tua murid kecewa atas mutasi Pak Sultan. Ini persoalan pribadi, kok Kasek dimutasi. Padahal beliau sudah menuntaskan tanah hibah masyarakat,” timpal Benyamin. Kepala Dinas Diknas Konawe, Djabaruddin menolak berkomentar. “Ketemu saja bapak sekretaris. Saya sedang sibuk bekerja,” tolak Djabaruddin saat dikonfrontir diruang kerjanya. Sekretaris Diknas Konawe, Suprayitno mengatakan mutasi Sultan itu adalah sebuah penyegaran. Meski baru dua tahun menjabat Kasek SDN Nirannuang. “Kami menanggapi demo itu wajar-wajar saja. Wajar orang mengungkapkan kekecewaannya, asal masih dalam koridor. Sikap kami saat ini tetap mengamankan SK (mutasi) yang telah ditandatangani Bupati Konawe,”ungkap Suprayinto diruang kerjanya. Meski itu penyegaran dalam mutasi sebuah alasan klasik? “Penyegaran dalam bahasa aturan itu karena yang bersangkutan (Sultan,red) jika melakukan kesalahan,” tambahnya. Mantan Kasek SMPN Poasaa (SMPN I Unaaha, red) itu mengakui ada kesalahan lain yang dilakukan Sultan sehingga dimutasi. Sayangnya, ia enggan merinci kesalahan dimaksud. Belakangan, ia mengakui Sultan seorang pekerja dan mampu bekerja dengan baik. Namun hanya persoalan kompetensinya itu sehingga dimutasi. (din/awl)

Kesal Dipukul, ABG Tikam Tetangga Unaaha, KP Tindak kekerasan terhadap anak terus merebak. Anak tidak saja melulu jadi korban kekerasan. Dilain pihak, anak terkadang jadi pelaku kekerasan. Buktinya, Baharuddin alias Bahar (16), warga Kelurahan Unaaha, tega menikam tetangganya sendiri, Ramli alias Muli (18), Rabu (21/7) malam lalu. Persoalannya sepele. Bahar menikam Muli lantaran tidak terima punggungnya dipukul. Pemukulan itu setelah Bahar kedapatan oleh Muli saat menendang Indra, siswa SMP yang tak lain adalah sepupunya sendiri saat mereka bermain domino. Indra adalah anak dari bibi pelaku, Israwati. Berselang dua menit setelah dipukul Muli. Bahar pulang mengam-

bil pisau dapur. Saat Muli melintas di depan rumahnya, tanpa ragu Bahar menusukkan pisau dapur di pinggang belakang korban, sebanyak dua kali. Muli tersungkur bersimbah darah. Melihat korban tersungkur, Bahar terang saja melarikan diri setelah melihat tetangganya itu mandi darah. Untung saja, nyawa Muli tidak sampai melayang. Ia segera dilarikan ke RS Unaaha untuk mendapatkan perawatan darurat. Enggan kehilangan tersangka pasca laporan masyarakat, malam itu juga Reskrim Polres Konawe mengejar dan berhasil mengamankan pelaku. “Saya jengkel dipukul sama Muli. Sebenarnya saya hanya mau takuttakuti saja, eh malah dia pukul lagi saya, makanya saya tikam

dua kali. Saya tidak tendang Indra (sepupunya,red), saya hanya sentuh sedikit saja. Muli lihat saya tendang Indra lantas memukul saya di bahu,” ujar tersangka yang hanya tamat SMP kepada koran ini, Kamis (22/7) kemarin. Sementara itu, Kanit I Reskrim Polres Konawe, Aipda Harsul membenarkan insiden itu.“Tersangkatelahkamiamankan untuk diproses lebih lanjut. Pelaku kami jerat pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan. Ancaman hukuman empat tahun penjara. Sedangkan korban saat ini dalam perawatan medis,” ujarnya sembari menambahkan mengamankan barang bukti berupa satu lembar baju korban berlumuran darah dan bolong akibat tusukan pisau. (din/awl)

Dewan Kolaka Dinilai “Mandul” Kolaka, KP Gaji besar, ditambah berbagai fasilitas dan tunjangan bagi anggota dewan Kolaka yang sudah pasti berasal dari kantong rakyat, ternyata tidak sebanding dengan apa yang telah mereka berikan kepada rakyat. Jangankan berbuat untuk rakyat kebanyakan, kejadian beberapa waktu lalu saat salah seorang pengusaha kecil mencopot gambar presiden, wakil presiden dan lambang Garuda Pancasila di ruang rapat utama DPRD Kolaka hanya karena belum lunas pembayarannya, semakin menunjukkan bahwa para wakil parpol di lembaga rakyat Kolaka saat ini memang belum berbuat apa-apa. Sindiran tersebut dikemukakan salah seorang aktivis LSM Prankat, Nasruddin Foker, menanggapi kinerja DPRD Kolaka saat ini. Menurut Nasruddin, hampir setahun menjalankan tugas, hingga kini belum satupun produk peraturan daerah yang mampu dihasilkan, padahal berbagai bimbingan teknis dan studi banding keluar daerah kerap dilakukan begitu mereka disumpah. Kata Nasruddin, beberapa waktu lalu sejumlah anggota dewan kerap “berteriak” mempertanyakan defisit anggaran yang tengah dialami Pemkab

Kolaka, termasuk menyorot beberapa kebijakan bupati atas izin KP dan masalah lingkungan. Namun kata Nasruddin, itu hanya sebatas teriakan tanpa makna sebab tidak ada satu pun solusi atau tawaran untuk mengatasinya. “Yang ada justru studi banding tetap lancar, malahan baru-baru ini tiga unsur pimpinan dewan mendapat mobil baru dengan harga milyaran rupiah. Ini sangat mencederai rasa keadilan masyarakat. Katanya defisit, tapi begitu diberi mobil tidak protes,” tegas mantan aktivis HMI Kendari ini. Idealnya kata Nasruddin, diawal masa tugasnya sebagai wakil Parpol di lembaga rakyat Kolaka, semestinya para anggota dewan bisa memperbaiki citra lembaga di mata masyarakat dengan menunjukan kerja maksimal dalam mengawal kepentingan masyarakat. ‘’Tapi ini justru kebalikannya, anggota dewan justru tidak berdaya membela rakyat. Jika ada rakyat mengadu, ujung-ujungnya semua masalah dikembalikan kepada sistem dengan alasan klasik, dewan bukan alat pemaksa atau alasan lainnya,” pungkas Nas. Tentang kinerja anggota DPRD Kolaka, pendapat serupa juga dikemukakan koordi-

nator LSM Forum Swadaya Daerah (Forsda) Kolaka, Jabir. Aktivis yang kerap “memerahkan” telinga para pejabat di Kolaka ini menilai kinerja dewan Kolaka sangat jauh dari harapan masyarakat. Terkait persoalan defisit anggaran misalnya, semestinya masalah ini harus menjadi agenda utama dewan setelah dilantik dengan membentuk Pansus guna mengawal agar persoalan defisit anggaran mampu dituntaskan dan tidak berulang. ‘’Dewan memiliki hak interpelasi, angket hingga meminta pertanggungjawaban Pemkab terkait persoalan defisit karena ini berdampak langsung pada masyarakat, tapi sampai sekarang itu tidak dilakukan,” ujar Jabir. Kasus pencopotan foto presiden SBY dan lambang negara burung Garuda Pancasila oleh kontraktor karena belum dibayar akibat defisit anggaran mestinya menjadi tamparan bagi dewan. Tapi yang terjadi menurut Jabir, anggota dewan malah menganggap itu sebagai hal sepele. Masih kata Jabir, persoalan tambang yang selama ini meresahkan masyarakat sekitar sempat menjadi sorotan dewan di awal masa tugasnya, namun belakangan suara “garang” para politisi tersebut

tidak terdengar lagi. “Hasil penelusuran kami, sejumlah anggota dewan justru diketahui gencar mencari investor tambang, bukan mengambil sikap tegas agar Perda tentang pertambangan segera dibahas dan ditetapkan,” tambahnya. Gambaran kekecewaan terhadap kinerja DPRD pimpinan Parmin Dasir tidak hanya datang dari para aktivis, sejumlah masyarakat juga menyatakan kekecewaan mereka. Di Sesa Sabiano, Kelurahan 19 november misalnya. Beberapa masyarakat yang telah kenyang janji-janji politik meluapkan rasa kecewanya dengan mengajak wartawan koran ini melihat jalan menuju tempat tinggal mereka yang selama ini jadi bahan ‘’dagangan” para politisi ketika berkampanye. Akses jalan di desa tersebut rusak parah, padahal prasarana tersebut sangat dibutuhkan untuk mengangkut hasil pertanian seperti padi dan kakao. Bappang, salah seorang warga desa tersebut mengatakan dalam kampanye Pilkada tahun 2004 maupun 2009 lalu, kerusakan jalanan di desa mereka selalu menjadi “obyek” untuk menarik simpati masyarakat dengan janji jalanan tersebut akan diperbaiki setelah mereka duduk sebagai wakil rakyat. (cr3)

HUT Adhyaksa, Gelar Beragam Lomba Baubau KP HariUlangTahun(HUT)Adhyaksa ke-50, yang diperingati kemarin membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau menggelar berbagai kegiatan sosial dan perlombaan olahraga. Upacara dan ramah tamah yang dihadiri Muspida Baubau. Kajari Baubau, Telly Tumundo, SH dalam sambutannya di depan pegawai Kejari Baubau mengatakan penegakan hukum di Indonesia menjadi skala prioritas utama. Ia menjelaskan sudah begitu banyak yang dilakukan sesuai peratuturan dan ketentuan yang berlaku, “saya disini sudah bertugas kurang lebih dua tahun, banyak suka duka yang sudah kita jalani bersama, namun ini merupakan tugas negara yang diemban, ‘ungkapnya. Sebelumnya Kejari Baubau menggelar berbagai kegiatan bakti sosial dengan melakukan anjangsana ke panti asuhan se-

dianya menyerahkan bantuan berbentuk sembako. Sekaitan hari bhakti Adhyaksa, pihak Kejari Baubau juga menggelar berbagai perlombaan olahraga, antara lain lomba bulu tangkis dan tenis meja serta bola gotong. Aneka perlombaan ini hanya diperuntukkan bagi kalangan internal. Selain itu dalam rangka HUT Adhyaksa, pihak Kejari Baubau juga menyerahkan cindera mata kepada pegawai teladan, pegawai senior serta para warakawuri Kejaksaan. “Semua kegiatan perlombaan hanya untuk internal saja,” ujar Ketua Panitia Hijran Safar, SH yang juga Kasi Intel Kejari Baubau. Hijran lebih lanjut mengatakan, kegiatan perlombaan yang peruntukan internal ini merupakan bagian dari mempererat hubungan silaturahmi. Kegiatan serupa juga dilaksanakan Kejari Wangiwangi. Saat menggelar perayaan Hari

Bhakti Adhyaksa 2010 ke 50, kegiatan dilakukan di depan Gedung Kejaksaan WangiWangi dengan dihadiri semua unsur Muspida Kabupaten Wakatobi seperti Kapolres, Perwira Penghubung, Kajari Wangi-Wangi, Bupati Wakatobi, Ketua dan Wakil Ketua DPRD dan seluruh kepala SKPD lingkup Kabupaten Wakatobi. Kegiatan itu menampilkan beberapa aitem kegiatan seperti pemotongan tupeng, penandatanganan MoU anatara Kepala Kejari dengan Kadis Diknaspora Kabupaten Wakatobi. Kemudian antraksi Aeromodeling/Helikopter oleh Kajari dan Kapolres Wakatobi. Bupati, Hugua dalam kesempatan itu menyampaikan bahwasannya saat kehadiran Kejaksaan Negeri di Wakatobi sangat penting, dan dapat memberi pengetahuan banyak kepada warga masyarakat dalam

hal hukum. Dengan kehadiran Kejari bisa mensosialisasi hukum di Wakatobi. “Saat ini sudah ada kantor Kejari, dan sudah memiliki gedung sendiri. Cuma kendala listrik, sehingga belum dapat menepatkan gedung. Pokoknya tahun ini sudah bisa pemasangan meteran baru, Pemda dan DPRD sudah sepakat dalam tahun ini krisis listrik tidak ada lagi. Begitu juga keluhan listrik tidak ada lagi,” ujarnya. Kejari Wangi-Wangi, Hulman Napitupulu, SH dalam sambutannya mengatakan hadirnya Kejari di Wakatobi tentunya memudahkan dalam kerjasama pada Polres Wakatobi yaitu secara otomatis sudah mengurangi biaya Polres dalam berurusan mengenai administrasi. Kalau sebelumnya Polres selalu berhubungan dengan Kejari di Bau-Bau sehingga menguras biaya dan waktu.(k1/cr1)


7

Kendari Pos | Jumat 23 Juli 2010

Polisi Sudah Lakukan Tes Urine Narkoba .................... Kendari. Penangkapan terhadap kedua tersangka kasus narkoba tersebut berawal dari informasi masyarakat. Polisi pun menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan pendalaman penyelidikan terhadap tersangka. Dalam pengintaian tim Narkoba Polresta Kendari, akhirnya Faisal dibekuk di Jalan Diponegoro (depan Restoran Royal) Kelurahan Sodoha, Kecamatan Kendari Barat. Saat itu, polisi menemukan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu-sabu dalam bungkus plastik kecil. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata Faisal mengaku membeli barang tersebut dari Risal. Polisi pun berusaha melakukan pengejaran terhadap Risal. Sekitar pukul 22.00 wita, Selasa lalu, Tim Narkoba Polresta Kendari sukses membekuk Risal di bilangan jalan By Pass, Kelurahan Lepo-Lepo Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Pelaksana Kasat Narkoba Polresta Kendari, Ipda Febry Nursam mengatakan, timnya kini sedang mengintensifkan pemberantasan kasus peredaran narkoba di Kota Kendari. Kedua tersangka yang diduga menjadi pengedar narkoba tersebut kini sedang pendalaman penyidikan di Mapolresta Kendari. “Kami sudah membawa kedua tersangka ke RS Bhayangka-

ra untuk melakukan tes urine. Barang bukti juga akan segera di kirim ke laboratorium forensik Makassar. Mereka akan dijerat pasal 112 junto 114 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” terang Ipda Febry Nursam.(rif)

Keluarga Shabu Shabu Itu Ternyata Pemakai dan Pengedar Relasi ....................... dengan harga yang sesuai. Namun, tadi malam (kemarin malam, red) ada yang pesan satu paket. Itulah yang saya antarkan. Ternyata dalam perjalanan saya digerebek sama polisi,” terang Fd yang kini turut diboyong ke Mapolda Sultra. Kasat Narkoba Polda Sultra, Kompol Suharjimantoro SIK

mengatakan, pengungkapan kasus peredaran narkoba di Kota Kendari dan Sultra pada umumnya akan terus dilakukan. Pihaknya berharap agar masyarakat yang mengetahui adanya indikasi kasus serupa agar bisa menginformasikan ke polisi. “Untuk tersangka Fd merupakan hasil pengembangan kasus SM. Fd membeli barang (narkoba) pada SM. Itulah yang kita telusuri dan berhasil men-

gamankan tersangka,” terang Kompol Suharjimantoro saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Disisi lain, penyidikan terhadap satu keluarga yang terindikasi terlibat peredaran narkoba kini masih pendalaman penyidikan. Mereka kini masih ditahan di Mapolda Sultra untuk kepentingan penyidikan. Sampai saat ini, dari lima anggota keluarga Th yang diringkus polisi baru satu orang

yang ditetapkan sebagai tersangka, 4 orang lainnya masih disidik. “Kami telah mengambil sampel urine dan darah mereka. Sampel tersebut akan dikirim ke Laboratorium Forensik Makassar dalam waktu dekat untuk mengetahui keterlibatan keempat orang lainnya (Th, RA, Kt, dan Gd),” jelasnya. Penetapan status mereka akan diketahui setelah ada hasil pemeriksaan Laboratorium Fo-

rensik Makassar. Untuk diketahui, satu keluarga berjumlah 5 orang diboyong ke Mapolda Sultra karena terindikasi terlibat kasus peredaran narkoba di Kota Kendari. Satu diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, yang lainnya masih dalam pengembangan penyidikan. Mereka adalah keluarga Th, warga Jalan Bung Tomo Kelurahan Sodoha Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.(rif/ong)


8

Kendari Pos | Jumat 23 Juli 2010


Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Jumat 23 Juli 2010

Oknum Satlantas Polresta Lakukan Pungli? Mobil Angkot Bisa Bebas Asal Bayar Rp 100 Ribu Kendari, KP Satuan lulintas Polresta Kendari sukses mengamankan puluhan mobil angkutan umum (angkot) karena tidak melengkapi surat kendaraannya. Namun, beberapa sopir angkot yang melanggar keberatan diminta uang Rp 100 ribu oleh kepolisian agar kendaraannya bisa bebas. Pagi kemarin, beberapa orang sopir berada di Polresta Kendari hendak mengurus agar mobil angkotnya bisa kembali beroperasi seperti biasanya. Tetapi sayang, para sopir itu tidak bisa berbuat apa ketika kepolisian konon meminta uang tebusan sebesar Rp 100 ribu, barulah mobil angkotnya bisa keluar dari sitaan Satlantas Polres Kendari. Salah satu pemuda dari beberapa sopir angkot kemarin menuturkan jika dirinya harus membayar sebesar Rp 100 ribu, barulah mobil yang terkena operasi patuh aturan lalulintas bisa beroprasi kembali. “Setau saya jika ditilang hanya membayar Rp 50 ribu, nah ini kok ada tambahan lagi, berarti ada yang

SUWARJONO/KP

Angkot Ditahan: Sejumlah mobil angkot saat diamankan di Polresta Kendari karena surat-suratnya kurang lengkap. sengaja memamfaatkan moment ini,” kata pemuda yang enggan menyebutkan namanya itu. Pemuda itu pun menambahkan ada beberapa sopir angkot lainnya yang ditahan mobilnya seka-

rang sudah beroperasi seperti biasanya, namun sebelum mobil angkotnya bebas dari sitaan kepolisian telah membayar Rp 100 ribu per unitnya. Sopir yang tidak membawa

surat isin mengemudi ini (SIM) menuturkan juga saat dirinya terjaring swiiping yang digelar Satlantas Polresta Kendari pada tanggal 19 Juli lalu tidak bisa membayar denda tilang di lokasi

SOSOK

Jadikan Pemulung Menjadi Pengusaha Menjadi seorang Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengolahan Limbah, BLH Kota Kendari, tentunya membutuhkan inovasi yang berwawasan lingkungan. Hal ini juga yang sementara diwujudkan Arifin Rauf SHut, MSi. “Obsesi saya ingin menjadikan pemulung sebagai pengusaha. Pasalnya limbah Arifin Rauf anorganik seperti plastik yang setiap hari dipulung. Sebenarnya dapat bernilai ekonomis jika dimanfaatkan sebagai aksesoris misalnya tas, dompet dan hiasan lainnya,” terangnya.

RAPOR DEWAN

Soekarno, Yasin Togala Terajin Kendari, KP Pimpinan DPRD Sultra terus melakukan upaya untuk meningkatkan kedisiplinan para anggota legislator Sultra, utamanya dalam menghadiri rapat-rapat paripurna. Berbagai upaya telah dilakukan, guna meningkatkan disiplin anggota DPRD, setelah mengirimi surat kepada setiap legislator, teranyar pimpinan dewan memberikan penghargaan kepada para wakil rakyat terajin. Soekarno (Partai Demokrat) dan Yasin Togala (PPP) mendapat surat penghargaan sebagai anggota DPRD terajin. Selain itu, ada 8 legislator lain yang mendapat penghargaan serupa, dengan mencatatkan diri hanya sekali tidak menghadiri rapat paripurna. Rinciannya, Drs La Nika

Baca SOEKARNO di Hal. 11

Banyak Bangunan Langgar Garis Sempadan

ULFAH/KP

Kunker ke Humas: Komisi I DPRD Kota Kendari saat kunjungan kerja ke Humas Pemkot Kendari kemarin.

DPRD Kota Terus Kunjungi SKPD Kendari, KP Pendataan tenaga sukarela sesuai dengan Surat Edaran Menpan No 5 Tahun 2010, tampaknya tidak luput dari pantauan Komisi I DPRD Kota Kendari, pasalnya kemarin (22/7) Komisi I melakukan kunjungan ke BKD Kota Kendari. Dalam diskusinya dengan Kepala BKD Kota Kendari Baeduri Nehru, Wakil Ketua Komisi I Bisman Saranani mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap pendataan tenaga honorer, mulai tingkat BKD hing-

ga BKN. “Komisi I dari awal berkomitmen melakukan pengawalan dengan ketat, kemudian akan ikut sosialisasi pada 27 Juli nanti di Jakarta bersama BKD dan inspektorat. Kami pun mendukung agar pelaksanaan pendataan di Kota Kendari dapat sukses, tanpa masalah sehingga sudah berkomitmen dengan kepala BKD jika pendataan tidak boleh dipungut biaya, kalau pun terjadi atas nama oknum bukan lembaga,” ujar Bisman Saranani. Dirinya juga mengingatkan

agar tidak menimbulkan keresahan kepada masyarakat, kepala BKD dan pihaknya sependapat untuk didata semua tenaga honorer paling lambat 23 Juli pukul 22.00 wita. “Karena itu bagi tenaga honorer silahkan mengurus kelengkapan pada instansi masing-masing, untuk selanjutnya diteruskan ke BKD. Mengenai tercover atau tidaknya nanti ditentukan pihak BKN,” ingatnya. Sebagai bentuk transparansi pendataan tenaga honorer,

Kendari, KP Garis sempadan jadi patokan dalam pembangunan agar tidak keluar jalur. Sayangnya, garis yang ditetapkan Pemkot itu, dilanggar orang dalam sendiri. Adalah La Poto, pengawas bidang pembangunan di Dinas Tata Kota, yang diduga sebagai “ATM” berjalan utusan Dinas Tata Kota, yang kerjanya mengeruk fulus dari pengusaha. Inilah yang menjadikan anggota Komisi III DPRD Kota, protes keras. Mereka menganggap, pengawasan Dinas Tata Kota, kurang maksimal. Ketua Komisi III DPRD Kota, Aladin, mengatakan, dari hasil penelusuran komisi III di lapangan, beberapa hotel ternama di Kota, salah satunya Hotel Qubra, telah melanggar garis sempadan. Tapi, bukan pihak hotelnya yang disalahkan, melainkan pengawasan dari Dinas Tata Kota yang dianggap tidak optimal dalam mengemban tugas. “Garis sempadannya 20 meter,

Baca DPRD di Hal. 10

Baca IDI di Hal. 11

Baca JADIKAN di Hal. 10

Baca OKNUM di Hal. 10

Pengawasan Tata Kota Kurang Maksimal

IDI Sultra Tunggu Rekomendasi PABOI Kendari, KP Proses hukum yang ditempuh keluarga Sahid Muharram, akibat kaki teramputasi mendapat apresiasi dari Ikatan Dokter Indonesia (ID) Sultra. Namun secara internal, IDI juga sudah melakukan pemeriksaan kepada Dr Tri Tuti Endarwati, Sp.OT yang kali pertama melakukan pembedahan pada Sahid Muharram. Bahkan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Sultra sudah melakukan sidang hingga tiga kali. Kini hasilnya menunggu rekomendasi Persatuan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) Cabang Makassar untuk menentukan apakah Dr Tuti bersalah atau tidak. Kepastian itu diungkapkan Ketua IDI Sultra, Dr Hj Andi Hasna Sp.AN, kemarin. Katanya surat untuk meminta putusan PABOI telah dikirim di hari yang sama saat Sahid Muharram diamputasi. ‘’Kebetulan dokter yang melakukan pembedahan terakhir (amputasi, red) pada Sahid Muharram adalah pengurus PABOI cabang Makassar. Kami pasti akan melaksanakan konferensi pers begitu PABOI mengeluarkan rekomendasi, apapun hasilnya. Jadi tunggu saja,’’

operasi terpusat square MTQ. “Saya memang salah tidak punya SIM, saya juga telah diberikan blangko tilang saat itu dan ketika

Baca PENGAWASAN di Hal. 10

Dinas Kebersihan Kota dalam Mempertahankan Piala Adipura

Kerja Tak Kenal Waktu, Anggaran hanya Rp 100 Juta Kalau dilihat dari frekuensi kerja, dinas kebersihan ada di urutan pertama. Mereka tidak mengenal waktu dalam bekerja. Mereka harus mengangkut sampah sekitar 500 kubik ke TPA Puwatu setiap hari. Tapi, bagaimana dengan anggaran yang harus diterima? Rupanya, jauh dari harapan.

Linri Merinda KERJA Dinas Kebersihan Kota Kendari sangat berat. Tiap hari, petugas kebersihan harus mengangkut sampah bervolume 500 meter kubik. Tak ada waktu luang bagi para pengangkut sampah, meski hari libur atau minggu sekalipun. Mereka tetap bek-

INDIR/KP

Kurang Dana: Kadis Kebersihan Kota Kendari Agussalim mengeluh kekurangan dana. Padahal kinerja setiap hari amat berat.

erja mengangkut sampah dan membebaskan Kota Kendari dari kotoran yang tidak sedap di pandang mata. Sayangnya, kinerja mereka berbanding terbalik dengan penghargaan yang diterima. Tiga Kepala bidang, sekretaris dan KTU di dinas tersebut, harus menahan malu dari cibiran orang, karena datang ke kantor hanya dengan mengendarai motor. Tentu itu tidak berlebihan. Mengingat, jabatan mereka sudah sepantasnya untuk dihargai dengan kendaraan dinas dalam menunjang operasional kegiatan mereka. Apalagi, dinas tersebut telah berhasil mengantarkan Kota Kendari sebagai penerima Piala Adipura dua tahun berturut-turut

(2008 dan 2009). Lagi-lagi, pil pahit harus mereka terima. Tahun 2010 ini, Pemkot menetapkan, pagu anggaran untuk Dinas Kebersihan hanya Rp 100 juta lebih. “Satu-satunya dinas yang kepala bidangnya, KTU dan sekretarisnya, tidak punya kendaraan operasional adalah dinas kebersihan. Kalau di dinas lain, ratarata punya. Hanya kami yang tidak. Kalau mau dipikir, tugas kepala bidang sangat berat, utamanya bidang kebersihan dan pertamanan. Tiap hari dia di lapangan terus memantau kebersihan kota. Tapi, karna tidak ada mobil operasional, jadi hanya naik motor,”

Baca KERJA di Hal. 10

Kesalahan Jurnalistik Selesaikan dengan Mekanisme Jurnalistik. Gunakan Hak Jawab Anda karena Dijamin Undang-Undang


Metro

10

Kendari Pos | Jumat, 23 Juli 2010

Surat Kendaraan Tak Lengkap, Mobil Ditahan Anggaran Pemadam Kebakaran Masih Perlu Dikaji Oknum .................... itu hendak membayar malah tidak boleh,” pungkasnya, sembari saat itu polantas meminta membayar di Baur Tilang Polresta Kendari sebesar Rp

50 ribu. Kasat Lantas Polres Kendari, AKP Andi membantah ada pungli. Pihaknya sudah hanya meminta mengkopi STNK dan SIM yang diserahkan ke Baur Tilang, selebihnya hanya membayar denda tilang Rp 50 ribu. “Saya

tidak tahu ada kejadian seperti itu jika ada Pungli dan ini pun tidak dilakukan oleh oknum satlantas Polresta Kendari,” katanya, kemarin sembari menambahkan jika beberapa mobil yang belum dibebaskan mobilnya karena surat kendaraanya belum lengkap. (rif/ano)

Siapkan Hunian para Eksodus Ambon Jadikan ................... Untuk mewujudkan obsesi tersebut, saat ini pihaknya sementara melakukan sosialisasi sekaligus pelatihan tentang pembuatan aneka produk, berbahan baku sampah plastik anorganik.“Dengan adanya keterampilan seperti itu, masyarakat dapat membuka lapangan kerja baru. Tentunya hal ini akan berdampak

pada peningkatan kesejahteraan dan kebersihan lingkungan,” jelas alumni S2 Teknik Lingkungan Unhas ini. Perjalanan karier PNS Arifin, dimulai dari staf Departemen Transmigrasi Pemukiman dan Perambah Hutan pada 1997, lalu menduduki jabatan Pelaksanan UPT Lasalimu VII Kabupaten Buton pada 2000, Kasi Amdal Dinas Kehutanan dan lingkungan hidup (LH) Kota Kendari pada 2006 serta Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengola-

han Limbah badan lingkungan hidup (BLH) Kota Kendari sejak 2009. Dirinya mengaku sangat tertantang pada jabatan pelaksana UPT Lasalimu VII. “Saat itu kami harus bekerja dengan cepat dan dalam kondisi keterbatasan dana, untuk menyiapkan lima lokasi pengungsian eksodus Ambon. Tetapi berkas kinerja ekstra dan kompak dari pihak UPT, maka ribuan pengungsi dapat segera menempati lokasi,” kenang pria berusia 37 tahun ini. (cr6)

DPRD ....................... maka Komisi I DPRD Kota Kendari menganjurkan agar setelah pendataan dan sebelum berkas dikirim ke BKN, maka hendaknya pihak BKD dapat mempublikasikannya. “Ini perlu dilakukan agar tidak terjadi saling curiga cekal mencekal tenaga honorer,” ujarnya. Menanggapi hal itu Kepala BKD Kota Kendari, Baeduri Nehru mengatakan sependapat dengan harus terdatanya semua tenaga honorer lingkup Kota Kendari. “Karena itu saat ini pendataan sementara berlangsung dan dijadwalkan akan berakhir pada 23 Juli nanti. Tak hanya pegawai honorer SKPD yang didata, tetapi juga GTT swasta. Setelah kami selesai mendata, maka kami berencana mempublikasikan hasilnya,” ujarnya. Sebelumnya Komisi I DPRD Kota

Kendari telah melakukan kunjungan ke Bagian Humas, dan diterima langsung Kabag Humas Pemkot Kendari, Trikora Irianto. Dalam kunjungan itu Komisi I kembali mengingatkan peran dan fungsi bagian humas, bagi publikasi program-program pemerintah kepada masyarakat. “Perlu diingat Humas merupakan mata dan telinga Walikota untuk menjaring aspirasi masyarakat, selain juga berfungsi untuk menyampaikan program pemerintah baik yang akan dan telah dilakukan. Begitu pula jika terdapat permasalahan, maka Humas dapat memberikan penjelasan sehingga masyarakat tidak lebih dahulu memvonis pemkot,” tegasnya. Selain di Humas Pemkot, komisi I yang dipimpin Bisman Saranani juga mengunjungi Dinas Pemadam Kebakaran (PMK). Dalam pertemuan itu Kadis PMK, Yan Bela menjelaskan tugas PKM tak hanya mem-

adamkan api semata, namun juga bertugas jika terjadi bencana alam. Dia mengatakan, peran dan fungsi seorang petugas PMK, tidak melulu berkutat pada bencana pada gedung saja (kebakaran, red). Diaturan Kementerian PU sudah jelas ditekankan, tugas pemadam juga adalah penanganan bencana alam. Di beberapa kota di Indonesia, aturan ini sudah dijalankan oleh PMK. Tapi, di Sultra, khususnya Kota Kendari, itu tidak berlaku. “Peran dan fungsi PMK tidak termuat dalam Tupoksi kami dan itu dijelaskan di Perwali nomor 48 tahun 2008. Sementara, di beberapa tempat, tugas pemadam, bukan sematamnata pencegahan atau bencana kebakaran, tapi semua bencana dan itu ada di aturan Menteri PU. Misalnya, ada saluran air tersumbat dan ada ancaman banjir, peran dari PMK ada disitu. Karena hanya kami yang punya alat itu,” kata Yan Bela.(cr6/dri)

Wali Kota Diminta Tindak Stafnya yang “Nakal” Pengawasan .......... tapi setelah kita kroscek di lapangan, ada hotel besar yang melanggar garis itu. Jarak pagar hotel dengan garis sempadan hanya 13 meter. Harusnya 20 meter. Tapi, kendalanya ada di pengawasan dari Dinas Tata Kota yang dilakukan La Poto. Sudah tahu hotel-hotel itu melanggar sempadan, tapi malah dibiarkan saja,” katanya, usai Kunker, kemarin. Ironisnya, menurut Aladin, “toleransi” tinggi terhadap hotel yang melanggar garis sempadan, tidak berlaku sama bagi kios kecil di ping-

gir jalan. Penindakan dari Dinas Tata Kota, justru diterima pemilik kios. Yang ketahuan melanggar, dibebankan biaya Rp 2 juta. “Hotel Qubra keluar dari sempadan jalan dan sekarang banyak hotel seperti itu. Tapi, yang salah dinas tata kota. Karena banyak pengawasan yang dilakukan dan ditemukan banyak yang melanggar, tapi tidak ditindak. Kenapa saat membangun, mereka tidak diawasi,” jelasnya. Aladin pun menghimbau agar wali kota, menonjobkan pejabat “nakal” itu, yang coba mengeruk keuntungan saat menjalankan tugasnya. “Kita

himbau kalau bisa pak walikota nonjobkan saja La Poto. Orang seperti ini jangan dipakai. Masa orang kecil saja yang disuruh bayar Rp 2 juta, pengusaha besar tidak,” ujarnya. Misbahuddin yang juga anggota komisi III, mengatakan hal yang sama. Bahkan, dia mengatakan, La Poto bukan orang yang bermental baik. Sebab, track record pria yang bertugas sebagai pengawas di Dinas Tata Kota itu, sudah cacat karena pernah tersandung kasus penyalahgunaan jabatan. Bahkan, anggota DPRD periode 2004-2009, pernah mengadakan hearing atas kasus La Poto itu. (dri)


Metro

Kendari Pos | Jumat, 23 Juli 2010

Punya Jam Kerja Lebih Diberi Anggaran Tinggi Kerja ........................ kata Kadis Kebersihan Kota Kendari, Agussalim, kemarin. Agussalim menuturkan, disamping tidak adanya mobdis pejabat di dinas yang ia pimpin, mobil operasional pun tidak ada. Padahal, untuk mengangkut sampah butuh mobil. Dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, karena pagu anggarannya hanya dijatah Rp 100 juta lebih. Makanya, Agussalim sangat mengharapkan, pada perubahan anggaran nanti, dewan kota memikirkan dinas kebersihan, utamanya bisa meloloskan permintaan pengadaan mobil pick up, untuk mendukung kebersihan. “Tidak kenal hari libur dan hari minggu, kami tetap angkut sampah, bersihkan drainase dan pembabatan. Kami butuh kendaraan operasional. Mudahmudahan anggota dewan bisa memikirkan ini. Apalagi, tiap hari kita angkut sampah 500 kubik. Bayangkan kalau 2 hari tidak diangkut, tidak tahu jadinya seperti apa. Karena kinerja kami ini bersentuhan langsung dengan kota,” jelasnya. Curahan hati Agussalim itu mendapat tanggapan positif dari anggota komisi III DPRD Kota Kendari, Muhammad Amin, Misbahuddin dan Hamida Sudu serta Alwi. “Kami di komisi III akan menganggarkan pengadaan mobil operasional, sesuai hak inisiatif dewan. Tapi, kajiannya ada di badan legislasi,” kata Muhammad Amin. Sementara itu, Hamida Sudu, mengatakan, dewan akan mengusulkan pengadaan motor sampah di tiap kelurahan. Hal itu bertujuan, agar sampah segera terangkut oleh petugas yang ditunjuk kelurahan untuk mengangkut sampah, sehingga kenyamanan warga tidak terganggu. Dengan demikian, kata wakil Fraksi Hanura itu, bisa meringankan kerja petugas dinas kebersihan. Kalau Amin dan Hamida mengabulkan permintaan Agussalim, Misbahuddin dan Alwi, justru lebih mengungkapkan kekesalannya pada pemkot. Menurut Alwi, dinas kebersihan selalu dituntut untuk membuat kota jadi lebih bersih. Tapi, fasilitas pendukung tidak disediakan. “Bappeda bagaimana kasih porsi anggaran yang besar pada dinas yang tidak kerja, sementara dinas kebersihan pagunya hanya Rp 100 juta lebih. Sangat tidak masuk akal,” ujarnya yang disambung Misbahuddin, bahwa pemkot harus memberi anggaran yang maksimal untuk dinas yang punya jam kerja lebih tinggi seperti Dinas Kebersihan Kota. (***)

Suhadi Segera di PAW Kendari, KP Suhadi benar-benar keterlaluan. Sudah dikirimi surat teguran berupa panggilan pertama, dia masih saja tidak mau masuk kantor. Tugasnya sebagai anggota DPRD Kota Kendari, seolah sudah ia lupakan. Padahal, saat ini komisi II tempatnya duduk sangat membutuhkan dia, apalagi saat kunjungan kerja (Kunker) ke mitra kerja. Tapi, tak sekalipun Suhadi memunculkan dirinya. Badan Kehormatan (BK) seperti sudah angkat tangan dengan polah tingkahnya itu. “Sudah saya tanya soal itu, bahas yang lain saja. Yang jelas, saya sebagai ketua BK sudah melayangkan surat panggilan untuk dia. Kalau dia tetap saja tidak masuk kantor, yah terserah dia. Nanti kita kasih SP 3 atau bisa saja kita langsung rapat untuk di PAW,” katanya, kemarin. Keengganan Alwi untuk terus berkomentar soal Suhadi, bisa dimaklumi. Selama ini, dia sudah berusaha “membela” anggotanya di fraksi PDIP Bersatu itu. Komunikasi dengan utusan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Kota, bahkan sudah ia tempuh. Tapi, hasilnya nol besar. Ibarat kata pepatah, bagai menggantang asap, usaha yang dia lakukan terasa sia-sia saja. “Susahnya, karena sudah pernah saya kasih surat teguran pertama, tapi dia tidak masuk kantor

juga. Tapi mungkin istrinya yang kasih tahu dia, karena setelah itu dia telepon saya. Tapi, dia pakai nomor pribadi, jadi saya mau telepon lagi, itu yang susah. Kita tunggu saja, kalau sampai bulan depan dia tidak masuk, kita di BK akan rapat dan memutuskan sanksi terberat untuk dia,” ujarnya. Kabar cukup mengejutkan justru datang dari anggota dewan yang enggan namanya disebutkan. Tapi, dia meminta, demi sebuah hubungan profesi sebagai sesama wakil rakyat, anggota dewan itu meminta namanya dirahasiakan. Katanya, penyebab Suhadi tidak masuk kantor selama ini, karena sebenarnya dia sedang terlilit utang dengan rekannya sesama anggota komisi B. Utang tersebut jumlahnya sangat besar yakni Rp 365 Juta. Konon, Suhadi meminjam uang pada temannya itu Februari lalu, dengan janji akan melunasi utangnya itu dalam jangka waktu sebulan. Bahkan, dia juga akan membantu suami temannya itu pada Pemilukada Konsel lalu, dengan bertindak sebagai donatur. Suhadi mengiming-imingi uang Rp 1 M. Perempuan itu pun akhirnya luluh dan meminjamkan uang ratusan juta itu pada Suhadi yang hendak berangkat ke Jepang. Namun, setelah 5 bulan berlalu, Suhadi tak kunjung melunasi utangnya itu. Jangankan melunasi, janjinya untuk membantu Surunuddin pun hanya omong ko-

11 Jaksa Sidik 8 Perkara Korupsi di Sultra

Alwi song belaka. Itulah yang sempat membuat Adi Jaya, putra Surunuddin, berang. Ia bahkan sempat wara-wiri di gedung DPRD Kota, awal Juni lalu beberapa hari sebelum Pemilukada Konsel digelar. Adi meminta saran pada Ketua DPRD Kota Kendari, Abd Razak, perihal Suhadi, untuk dia laporkan ke kepolisian. Sebab, kesabaran kedua orangtuanya sudah habis. Tapi, saat itu Razak masih “sayang” Suhadi, sehingga Adi pun urung melapor. Selain Surunuddin, kata pria itu, korban Suhadi ternyata sudah banyak. Salah seorang bakal calon Bupati Bombana, Rekson Limba, juga jadi korban pendiri LPK Hikari Jeindo tersebut. Bahkan, utang Suhadi pada Rekson jumlahnya lebih besar lagi dan mencapai milyaran rupiah. (dri)

Kendari, KP Perayaan Hari Bakti Adhiyaksa yang ke-50, hendaknya menjadi momentum membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kejaksaan RI. Kejati Sultra pun diharapkan bisa menjadikan hukum sebagai panglima di Bumi Anoa, terutama dalam menangani perkara tindak pidana korupsi. Meski mengakui adanya kelambanan penanganan sejumlah perkara se Sultra karena jumlah SDM yang terbatas, namun penanganan perkara tindak pidana korupsi yang terhitung Januari hingga Juli Tahun 2010 telah dioptimalkan. Tercatat, 8 perkara korupsi yang tengah disidik jaksa saat ini. Itu disampaikan Kajati Sultra, Donny Kadnezar Irdhan yang didampingi Asintel Kejati, Suleman Hadjarati, Aspidsus Kejati Tumpak Simanjuntak dan Aswas Kejati Suripto Widodo, saat menggelar konferensi pers, di Kejati Sultra, kemarin (22/7). Pengganti Bagindo Fachmi ini, menegaskan pihaknya tetap komit dalam penanganan pemberantasan KKN yang merupakan perintah Kejagung RI dan suatu saat akan dipertanggungjawabkan di hadapan pimpinan dan Allah SWT. “Alhamdulillah, tahun 2010 ini, kita telah limpahkan perkara ke pengadilan sebanyak 27 kasus se Sul-

tra, perkara korupsi yang sudah tahap penyidikan 8 kasus, dan sedang ditangani banyak kasus,” ujar Mantan Wakajati Jawa Tengah ini. Meski tidak menyebutkan keseluruhan perkara yang masuk dalam tahap penyidikan, dengan alasan masih dalam tahap pengumpulan data, dua dari delapan perkara yang disidik jaksa adalah perkara korupsi Dispenda yang telah dikembangkan dengan menetapkan satu tersangk tambahan (Syamsul Tahir, Mantan Wakadispenda Provinsi) dan Perkara Pengadaan kegiatan implementasi fiktif tahun 2008 di Konawe Utara dengan satu tersangka (Drs Amiruddin, Mantan Kadis Budpora Konawe Utara). Terkait kerugian negara belum bisa dihitung riilnya, karena tak sedikit perkara korupsi yang menurut ahli ditemukan kerugian negara justru diputus bebas oleh Pengadilan. Ditambahkan Kajati, kerugian negara masih tahap kalkulasi karena JPU yang telah menduga adanya kerugian negara dan diperkuat oleh keterangan ahli (BPKP), justru harus bertentangan dengan putus lepas atau bebas dari pengadilan. Satu-satunya upaya, JPU melakukan upaya hukum. (emi)

Berharap Kasus Malpraktek Tuntas di Pengadilan IDI ............................ pintanya. Andi Hasnah sempat merinci bila kasus Sahid Muharram bukan merupakan malpraktek. Ia merinci Dr Tuti memang ahli dibidang ortopedi, terkecuali dokter yang bukan ahli ortopedi yang melakukan pembedahan baru dikategori-

kan malpraktek. ‘’Misalnya saya yang lakukan pembedahan tulang, itu baru malpraktek karena saya bukan ahli tulang. Jadi dalam kasus Dr Tuti kemungkinan yang ditudingkan adalah terjadinya medical error,’’ tambahnya. Pada prinsipnya kata Andi Hasnah semua dokter menginginkan pasien tidak mengalami cacat atau kematian. Tindakan yang

dilakukan pada pasien pasti mengandung resiko akibat obat yang direkomendasikan. ‘’Kami bukan malaikat yang bisa memastikan segalanya. Kalau ada yang duluan memastikan berarti ia takabur. Makanya dokter selalu menjelaskan bahwa akan mengusahakan yang terbaik pada pasien. Namun pada kasus itu kami tetap proses, apakah tergo-

long medical error atau bukan,’’ ujar istri Eka Suaib, anggota KPU Sultra. Langkah memproses Dr Tuti oleh internal IDI Sultra ditanggapi Dahlan Moga, SH pengacara yang ditunjuk keluarga Sahid Muharram mendampingi di Polda Sultra. Saat dihubungi kemarin katanya ia menghormati langkah IDI, tapi jangan sampai

proses itu justru melindungi Dr Tuti. ‘’Sesuai perjanjian walaupun Sahid Muharram sudah diamputasi tapi kami tetap menempuh jalur hukum. Ini pembelajaran agar kedepan tak ada lagi kasus dugaan malpraktek,’’ jelasnya. Beberapa saksi kata Dahlan sudah diperiksa. Ia berharap kasus tersebut nanti tuntas di pengadilan. (awl)

jin,” jelasnya. Bagaimana dengan daftar anggota DPRD malas? Senator Demokrat itu enggan membocorkan. “Nanti tanya ke sekretariat dewan saja. Mereka miliki absensinya,” timpalnya. Namun, lanjut Endang, dari daftar kehadiran anggota DPRD tidak mengikuti rapat paripurna dikisaran antara 3-4 kali. Beberapa kali tidak terjadi

kuorum, karena anggota yang berhalangan hadir setiap rapat bergantian. “Ada yang meminta izin tak bisa mengikuti sebelumnya,” ungkapnya. Bagian Persidangan dan Perundang-undangan yang dikonfirmasi, setali tiga uang, enggan memberikan bocoran nama anggota dewan yang malas berkantor. (awn)

Dewan Malas Tak Berani Dibeberkan Soekarno ................ (Golkar), Abdurrahman Shaleh (PAN), Abu Bakar Lagu (PKS), Yaudu Salam Ajo (PKS), Yusran Silondae (PPP), Izat Manarfa (PBB), Ryha Madi (PBR) dan Wa Ode Hasniwati (PKPI). Muh Endang SA, Wakil Ketua DPRD Sultra mengatakan, setelah

dilakukan evaluasi oleh Badan Kehormatan dan Pimpinan Dewan antara Maret-Juli, dari 23 rapat paripurna yang diadakan oleh DPRD. Hasil evaluasi, dua orang anggota Soekarno dan Yasin Togala yang tercatat senantiasa mengikuti rapat paripurna. “Surat penghargaan diberikan kepada yang fraksi dan parpol yang bersangkutan, “terangnya.

Kualifikasi yang dilakukan untuk penilaian, urainya, senator yang paling sedikit tanpa keterangan. Kata dia, pemberian surat penghargaan diberikan guna memotivasi para senator untuk mengikuti agenda DPRD yang telah ditetapkan oleh Badan Musyawarah. “Keputusan pimpinan dewan untuk memberikan surat penghargaan kepada anggota DPRD tera-


Kendari Pos

Jumat 23 Juli 2010

13


Edukasi

14

Kendari Pos

Jumat 23 Juli 2010

Dekan FH Unhalu Rombak Kabinet

SARFIAYANTI/KP

Kepala SMPN 17 Kendari, Milwan M Pd, saat memperlihatkan surat MoU dengan Pemerintah Rusia

SMPN 17 Kendari MoU dengan Rusia Kendari,KP Beberapa waktu lalu SMPN 17 Kendari yang diwakili Kaseknya, Milwan SPd MPd melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Kirov School 28 Rusia, yang diwakili Tselishcev N.E. Penandatanganan tersebut dilakukan di tengah taman UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat, Murnajati-Lawang Jawa Timur. Dengan disaksikan 19 delegasi dari 19 negara peserta kongres Internasional Caretakers of Environment (CEI) yang ke-24. Selaku ketua panitia pengarah, drh Suryo mengungkapkan

pentingnya kerjasama internasional dalam pengembangan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia. Dirinya juga memberi apresiasi kepada kedua sekolah yang telah mengambil inisiatif untuk bermitra. “Ini adalah sejarah baru dalam perhelatan kongres CEI Internasional, pasalnya terdapat dua sekolah yang melihat peluang kerjasama setelah kongres selesai,” ungkap Suryo. Secara umum nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, tingkah laku dan wawasan serta kepedulian siswa terhadap lingkungan serta men-

ingkatkan kualitas pengajar SMPN 17 Kendari. Teknisnya akan ada kelompok kerja guru di SMPN 17 Kendari, dan juga kelompok guru Kirov School 28 Rusia. Kelompok guru ini yang kemudian akan berkomunikasi secara aktif untuk menentukan program kerja bersama selama dua tahun kedepan. “Setiap semester kami akan melakukanevaluasiuntukmengetahui manfaat dari kerjasama ini. Untuk diketahui, kedua sekolah akan memusatkan perhatian terhadap isu-isu yang terkait dengan pengelolaan ekosistem perkotaan,” tambah Guru SMPN 17 Kendari, Suhardin SPd. (cr6)

Kendari, KP Fakultas Hukum Unhalu baru saja membentuk unit kerja baru. Lembaga itu diadakan untuk membantu tugas akademik serta kepentingan peningkatan akreditasi fakultas guna memenuhi tuntutan pasar, serta kebutuhan kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satu unit baru tersebut adalah Unit Jaminan Mutu. Adalah Muh Sjaiful SH MH yang juga merupakan ombudsmen Kendari Pos diamanahkan sebagai ketua unit. Pelantikan Sjaiful itu dilaksanakan kemarin (22/7) bersamaan dengan perombakan pejabat FH Unhalu masa kepemimpinan Dr H Muntaha, SH. MH, dekan periode 20102014. Semua yang menduduki

jabatan tingkat FH Unhalu, umumnya dihiasi wajah baru. Untuk tingkat struktural, pembantu dekan I dijabat Muh Satria Muldjabar, SH. MKn yang sebelumnya dijabat Rustam Ukkas, SH. MSi. Pembantu Dekan II dijabat oleh Muh Sabaruddin Sinapoy, SH. MH, yang sebelumnya dijabat Drs Adwi Chazin, MHum. Sedangkan pembantu dekan III dijabat Rizal Muchtasar, SH. LLm, yang sebelumnya dijabat Angki Baruasi, SH. MH. Pada jabatan tingkat struktural ini juga dibentuk jabatan baru, yang sebelumnya belum ada di FH Unhalu, yaitu Pembantu Dekan IV yang membidangi masalah hubungan eksternal, yang dijabat oleh Jabal Nur, SH. MH. Adapun jabatan non-struk-

tural juga terjadi pergantian wajah baru, Ketua jurusan Ilmu Hukum dijabat Heriyanti, SH. MH, dan sebagai sekretaris jurusan adalah Zahrowati, SH. MH. Pejabat non-struktural lainnya yang dijabat masingmasing, Guswan Hakim, SH. MH sebagai Kepala Perpustakaan FH Unhalu, Herman, SH. LLm sebagai Kepala Laboratorium Kriminologi, dan Oheo Kaimuddin Haris, SH, MSc, LLm sebagai Kepala Laboratorium Hukum dan Konstitusi. Mereka yang beruntung juga adalah Ketua Konsentrasi Hukum Pidana dijabat Ali Rezky, SH. MH, Ketua Konsentrasi Hukum Perdata dijabat Jumiaty Ukkas, SH. MH, dan Ketua Konsentrasi Hukum Tata Negara dijabat oleh Sahrina Safiud-

Perangkat Pembelajaran Harus Sesuai Ajaran Baru

Kendari, KP Menduduki jabatan baru sebagai Kepala MTs Pesri, Kota Kendari merupakan tantangan bagi Ismail Kadir M Ag. Namun demikian, ia akan berupaya untuk meningkatkan mutu madrasah yang dipimpinnya dengan berbagai program pembelajaran yang maju. Mulai tahun ajaran 2010/2011 ini, Abdul Kadir mengharuskan bagi semua tenaga pengajar di madrasah di Pesri untuk menye-

suaikan perangkat pembejarana dengan ajaran baru. Menurut dia, merupakan salah satu tuntutan akademik, bahwa seoeang guru haarus mempunyai inovasi dan strategi dalam rangka peningkatan kualitas peserta didik. Jika metode pembelajaran yang lama terus dipertahankan, tak ada peningkatan yang bisa mendongkrak pretasi peserta didik. “Sebagai sekolah berbasis

Islam, tentunya kami akan berupaya untuk betul-betul menerapkan sistem pembelajaran yang bernuansa religi. Namun kami juga tidak akan melupakan ilmu dan pengetahuan umum yang termuat dalam kurikulum, yang wajib diketahui santri,” terangnya. Untuk saat ini kata Ismail, pihaknya akan berupaya untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai kompetensi dasar. Dua bulan kede-

din, SH. LLm. Muntaha selaku dekan, dalam sambutan sertijabat menyatakan bahwa pergantian pejabat di lingkungan fakultas yang dipimpinnya, mestinya ditanggapi sebagai hal yang lumrah dan biasa untuk kepentingan reorganisasi dan penyegaran. Janganlah ditanggapi karena dilandasi oleh kepentingan suka atau tidak suka. “Dengan adanya pergantian pejabat ini, kita dapat membangun kebersamaan dan persaudaraan, karena ini merupakan kunci penting bagi pengembangan dan kemajuan FH Unhalu di tengah tantangan serta tuntutan kebutuhan masyarakat yang semakin kompetitif,’’ tegas pria lulusan Doktor Hukum Universitas Gadjahmada itu. (awl)

pan semua guru diharapkan telah mempunyaiperangkat pembelajaran yang siap, seperti apa yang diharapkan. “Intinya kami berupaya untuk memberikan kesadaran kepada guru, agar mereka tidak terbebani dengan profesinya. Jika dari awal mereka sudah siap, baik itu mental maupun perangkat pembelajaran, maka tidak akan ada lagi masalah dalam upaya peningkatan mutu peserta didik,” tandasnya. (cr5)


Kendari Pos

Jumat 23 Juli 2010

Edukasi

15

Perpustakda Sultra dan Sulbar Ketinggalan Kendari, KP Ini tantangan bagi pejabat perpustakaan. Walau selalu dipadati pengunjung yang bertujuan untuk membaca atau meminjam buku,ternyatabukanukuran Perpustakaan Sultra dikatakan maju. Pasalnya dari beberapa daerah di Indonesia, terkhusus di Wilayah Sulawesi, Perpustakaan Sultra dan Sulbar dianggap sangat tertinggal. Kepala Humas Perpustakaan Nasional RI Agus Sutoyo, yang ditemui di sela-sela sosialisasi perpustakaan Rabu (21/7) lalu mengatakan, dalam pengembangan perpustakda Sultra memang mengalami peningkatan. Sayangnya, dari segi pemanfaatan IT, perpustakaan Sultra masih sangat kurang.

Ketertinggalan itu disebabkan, belum adanya fasilitas teknologi dalam menunjang kebutuhan pengunjung seperti internet atau fasilitas IT lainnya. “Secara umum Perpustakda Sultra mengalami peningkatan. Meskipun tidak secara signifikan, karena masih ada beberapa hal yang belum terpenuhi dibandingkan dengan perpustakaan di daerah lain,” terangnya. Padahal menurut Agus, perpustakaan Sultra telah menerima bantuan fasilitas IT, yakni server dan beberapa fasilitas penunjang lainnya, sayangnya belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Server tersebut kata dia, akan digunakan untuk menggabungkan koneksi dengan seluruh perpustakaan

di Indonesia, untuk dihubungkan langsung dengan perpustakaan nasional RI. Berkaitan dengan kelembagaan perpustakda, menurut Agus, Sultra sudah mengalami pengembangan. Sebelumnya masih berstatus sebagai kantor, kini sudah naik status karena pejabatnya eselon II, dikenal dengan sebutan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sultra. Sementara mengenai efektifitas perpustakaan keliling, ia mengatakan sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan membaca. Lebihlebih bagi masyarakat yang berada di di daerah pedesaan, yang masih sulit menjangkau tempat perpustakaan. (cr5)

Tutor Diakomodir ke Data Base SARFIAYANTI/KP

Hujan gerimis tak dipeduli ratusan tenaga honorer saat mengesahkan ijazah dan SK di Dinas Diknas Kota Kendari

Staf Dilarang Pungut Bayaran Kendari, KP Sejak dua minggu terakhir, kantor Dinas Diknas Kota Kendari tidak pernah sepi. Sejak pagi hari, hingga menjelang magrib, kantor itu dipadati ribuan tenaga honorer dan guru tidak tetap (GTT) yang memperjuangkan nasibnya untuk bisa terakomodir dalam data base. Meskipun tidak bisa memastikan apakah mereka akan diakomodir atau tidak, namun semangat para tenaga honorer itu tidak surut, bahkan semakin antusias mendekati batas akhir pengumpulan berkas ke BKD. Di sela-sela kesibukan pengurusan berkas itu, ada saja oknum yang berupaya memanfaatkan sesuatu untuk memperoleh keuntungan dengan cara yang tidak halal. Senin lalu menurut Sekretaris Dinas Diknas Kota Kendari, Makmur M Pd, seseorang mengaku sebagai

staf meminta sejumlah uang kepada tenaga honorer dengan alasan untuk mempermudah mereka mendapatkan tanda tangan dari kepala dinas. Meskipun tidak diketahui secara pasti siapa oknum tersebut, namun menurut Makmur sudah bertentangan dengan aturan. Lebih-lebihoknumtersebutmnegatasnakaman staf dinas untuk memuluskan aksinya. “Kami tidak menyangka, dalam keadaan seperti ini masih ada juga orang yang mempunyai maksud jahat. Terlebih lagi, upayanya itu mengatasnakanan lembaga Diknas, tentu saja mencoreng nama baik lembaga ini, dan siapaun itu kami sangat sayangkan dan akan kami laporkan ke pihak berwajib jika ketahuan,” kesal Makmur. Menurut mantan guru SMPN 12 Kendari itu, sejak awal pen-

gurusan berkas maupun pengesahan SK tenaga honorer, sama sekali tidak pernah memungut biaya administrasi. Lebihlebih dikatakan mencapai ratusan ribu rupiah. Ulah itu kata dia, dilakukan oknum yang sengaja mengambil kesempatan memperdayai para tenaga honorer yang kewalahan mengantri sejak awal pengurusan berkas. “Kami tidak pernah memberikan perintah kepada staf maupun pegawai Diknas untuk memungut biaya dalam pengesahan SK. Pasalnya, itu tidak ada dalam peraturan pemerintah. Malahan, kami berupaya untuk mempermudah para tenaga honorer untuk memperoleh pengesahan, sehingga waktu istrahatpun kami korbankan. Bukan hanya itu, sejak beberapa hari tekahir ini, belum ada kesempatan kami

untuk bersantai, karena tupukan berkas menunggu di meja kami,” katanya. Ia mengimbau, seluruh pihak, termasuk kepala sekolah maupun pihak UPTD Diknas di seluruh Kota Kendari tidak melakukan pemungutan administrasi kepada tenaga honorer yang meminta tanda tangan. Jika ketahuan ada kepala sekolah atau kepala UPTD Diknas yang berbuat seperti itu, akan diberikan teguran, dan dikenakan sanksi seduai aturan yang berlaku. “Tidak boleh ada pungutan, mulai dari kepala sekolah, kepala UPTD, Sekdis hingga Kadis Diknas tidak ada bayaran. Olehnya itu kepada para GTT atau tenaga honorer yang merasa dirugikan, harap melaporkan kejadian itu kepada kami, dan akan ditindaki secara tegas,” tandas Makmur. (cr5)

Kendari, KP Kesempatan untuk terjaring dalam data base guru tidak tetap (GTT) ternyata tak hanya dirasakan bagi guru sekolah negeri dan swasta. Tenaga pengajar yang selama ini bergelut dijalur pendidikan nonformal juga memperoleh peluang untuk melakukan pengusulan data base tahun 2010 ini. Kabid Kependidikan dan Pengendalian Mutu Dinas Diknas Kota Kendari, Dra Nuriyani Waris kemarin, (22/7), sebenarnya SK Menpan yang berhak untuk melakukan pengusulan data base adalah mereka yang tercatat sebagai guru maupun tenaga honrer di sekolah negeri dan swasta, terhitung dalam SK tahun 2005. Namun, mengingat tutor pada lembaga pendidikan nonoformal juga merupakan tenaga sukarela yang berstatus sama dengan GTT di sekolah negeri

Dra Hj Nuryani Waris dan swasta, maka merekapun diberikan kesempatan untuk mengusul. Namun, ada sedikit perbedaan. Jika tenaga honorer di sekolah negeri dan swasta mengusulkan berkas ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), maka para tutor melakukan usulan melalui Dinas Pendidikan provinsi.

Menurut Nuriyani Waris merupakan kebijakan pemerintah daerah, untuk memberikan kesempatan bagi tutor terjaring dalam rekrutmen data base yang bermuara pada pengangkatan CPNS nantinya. “Sebenarnya jumlah GTT yang melakukan pengesahan SK hanya berkisar 1.500 orang. Hanya, ada tutor PKBM dan PAUD yang juga melakukan pengesahan SK, yang nantinya akan dikirim ke dinas pendidikan provinsi. Besok, (hari ini, red) pengesahan ditutup, karena BKD sudah memberikan dateline waktu sampai tanggal 23 Juli untuk penyetoran berkas terakhir,” terangnya. Disampaikan, untuk berkas tutor akan dikirim ke pusat, tapi tidak melalui BKD. yang jelasnya kata Nuriyani, mereka akan tetap diupayakan agar bisa masuk dalam pendataan data bese tahun ini. (cr5)

SMP Satu Atap Wakea-Kea Budidayakan Rumput Laut Pasarwajo, KP Meskipun baru seumur jagung, SMP Satu Atap (Satap) Wake-Kea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton, terus melakukan terobosan untuk mengembangkan sekolah itu, bahkan memperkenalkannya pada masyarakat yang berdomisili di sekitar sekolah tersebut. MenurutKepalaSMPNWakeaKea, Kuwat Marsum, SPdI, salah

satu yang diprioritaskan dalam budidaya rumput laut yang kebanyakan digeluti warga setempat dianggap sangat potensial. “Selain berusaha untuk meningkatkankualitassekolahini,kami bersama dengan guru dan komite sekolah sedang berusaha untuk memperioritas mulok pada sektor kelautan khususya budi daya agaragar,” kata Kuwat Marsum. Dikatakan, budidaya rumput laut merupakan mata pencaharian terbesar penduduk Desa Wakekea. Namun cara budi daya warga hanya berdasarkan pengalaman. Untuk itu mulok sekolah yang akan melakukan pembudidaaan berdasarkan riset secara ilmiah.

“Dalam budi daya itu, rumput laut yang akan dikembangkan adalah bibit yang selama ini dianggap berkualitas baik yakni jenis Eucheuma Catonii. Jenis ini snagat baik dikembangkan di daerah ini sebab perairan Wake-kea memiliki pergerakan air laut (arus) yangcukupsertaterlindungdari arus dan hempasan ombak yang cukup kuat,” kata Kuwat. Menurut dia, jenis Eucheuma Catonii yang dikembangkan lebih banyak baik dibanding dengan jenis Eucheuma spinosum. Eucheuma catoni yang paling cocok. Sedangkan metode tanam yang cocok digunakan adalah rawai (long line). Metode rakit apung juga cocok, tetapi untuk memperoleh bambu tidak tersedia. (yaf)


KOMUNIKASI BISNIS

16

Kendari Pos | Jumat 23 Juli 2010

PROMOSI TEPAT, USAHA MANTAP: Anda ingin mempromosikan usaha/bisnis anda? pasang iklan dalam bentuk berita + foto di Rubrik Komunikasi Bisnis (Kombis). Dengan biaya promosi yang relatif terjangkau, kami memberi jaminan promosi usaha/bisnis anda akan tepat dan maksimal. Hubungi team Kombis. Call/SMS 081341772227

Swiss-Belhotel Kendari Luncurkan SBEC Member Card UNTUK lebih memanjakan Anda dengan berbagai keunggulan layanan yang prestisius, Swiss-Belhotel Kendari meluncurkan member card (kartu anggota). Dengan kartu ini Anda akan mendapatkan berbagai keuntungan lebih diseluruh hotel yang ada dalam jaringan SwissBelhotel International, dan tentunya di Swiss-Belhotel Kendari. “ Dengan memiliki SBEC, Anda mendapat berbagai nilai lebih dan keunggulan, diantaranya dua voucher gratis menginap di kamar Grand Deluxe Swiss-Belhotel Kendari atau kamar Superior jika digunakan di hotel Swiss-Belhotel lainnya, serta tiga voucher up-grade tipe kamar untuk semua property SwissBelhotel International, voucher gratis birthday cake, voucher gratis penggunaan fasilitas spa dan kolam renang,” Ungkap Nilaa Apricya Kolondam, Sales & Marketing Manager Swiss-Belhotel Kendari. Selain keuntungan tersebut, member SBEC juga dapat menikmati diskon 15% untuk makan di Swiss-Cafe, dan gratis jika mengajak minimal satu orang teman untuk makan. 15% diskon untuk makanan dan minuman di Bar dan Lounge, 10% untuk layanan kamar, 5% diskon untuk menu pernikahan, 10% diskon untuk penggunaan fasilitas ruang meeting, gratis 1 kamar untuk menginap jika mengadakan acara senilai mini-

mal Rp. 10.000.000, 20% diskon untuk keanggotaan spa dan fitness, dan tentunya harga khusus member SBEC untuk menginap di seluruh hotel dalam jaringan SwissBelhotel International. Para pemegang kartu SBEC juga akan mendapatkan voucher makan senilai Rp. 160.000 jika memperpanjang keanggotaan kartunya (Masa berlaku kartu SBEC selama setahun). Member SBEC juga akan mendapatkan satu kartu member secara gratis berikut keuntungannya jika mengajak 5 orang teman sekaligus untuk menjadi member SBEC. Hanya dengan harga Rp. 1.650.000 Anda dapat bergabung dengan keluarga besar anggota Swiss-Belhotel Executive Card dan menikmati semua kelebihan layanan dan keuntungan di seluruh hotel dalam jaringan Swiss-Belhotel International selama setahun penuh. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran keanggotaan, Anda dapat menghubungi Kiki Sandra (SBEC Coordinator) telp. 0401-312 8777, fax 0401-3127799 atau email: sbecsbkn@swiss-belhotel.com. Atau Anda juga dapat memperoleh informasi dan mendaftarkan diri pada seluruh staff Swiss-Belhotel Kendari. Demi kepuasan Anda, kami mempersembahkan layanan terbaik dan keutamaan melalui Swiss-Belhotel Executive Card. (adv)

Untuk Anda Sound Quality Lover New AW Variasi, Car Acesories Specialist & Audio (Auto Sound) BAGI anda penggemar audio mobil mania yang menginginkan audio berkualitas nangkring mantap di mobil anda, rasanya workshop New AW Variasi adalah tempat yang paling tepat. New AW Variasi siap berkonsultasi dengan anda mulai dari acesories dan audio seperti sound quality, SPL, hingga car audio theater atau instalasi daily use sampai yang ekstrem. Dengan dukungan tenaga handal dan berpengalaman serta perangkat audio berkualitas dari brand-brand ternama, New AW Variasi menjamin seluruh garapan mobil ditempat ini

satu-satunya Hunian Nuansa Resort dengan fasilitas WATERPARK seluas 1,8 HA diatas ketinggian 45 M dari permukaan tanah, 15 menit dari Airport Soekarno Hatta, dekat dengan 5 pintu tol (pintu masuk dan keluar), dekat dengan Universitas ternama seperti Trisakti, Untar, Ukrida, dan lainnya, serta bebas banjir. Telah dibuka CINEMA XXI,

Khusus Bagi Pengguna Halo Telkomsel

CARREFOUR, dan FUN SEASONS sebagai pusat rekreasi keluarga anda di pusat kota Jakarta Barat Untuk informasi, hubungi : Lydia : 0852 1600 4745 Margaretha : 0813 8996 7195 Anton : 0817 8181 32 Jovan : 08111 806 380 Rudy : 0812 962 2453

* Season City akan melaksanakan Gathering Dinner di Hotel Horison, Jumat 23 Juli 2010 *

Excellent, Kaca Film Berkualitas

Dapatkan kaca film Excellent di Autocar Variasi, Jl. Jend. A. Yani no. 168 E, Kendari, Telp: (0401) 3194364 IKLIM Indonesia yang tropis dan memiliki musim panas yang lebih panjang akhir-akhir ini membuat kaca film dengan teknologi tolak panas paling banyak dicari. Kesan tangguh dan berkualitas namun me-

miliki harga kompetitif patut diberikan pada kaca film Excellent yang mampu menolak panas (sinar infrared) hingga 95%, dan sinar Ultra Violet hingga 99%, sangat berguna bagi kesehatan pengendara dan juga membuat kinerja AC lebih efisien sehingga komsumsi BBM lebih irit. Kaca film Excellent menggunakan bahan dasar dupont polyester dan juga proses sputtered technology yang merupakan proses terbaik dari pembuatan kaca film sehingga performa/kemampuan dalam menolak panas lebih optimal. Selain itu, Excellent memiliki sifat anti korosi dan lapisan multilayernya tidak menyebabkan terganggunya sinyal GPS (Global Position System) maupun sinyal handphone. Saat ini kaca film Excellent memili-

ki tujuh tipe dengan warna silver netral yaitu Ex Clear (tingkat kegelapan 10%), Ex 50 (20%), Ex 35 (40%), Ex 20, dan Ex 10 serta warna hitam solid yaitu Ex Black 60 (60%) dan Ex Black 80 (80%). Jangan ragu memilih dan menggunakan kaca film Excellent pada kendaraan anda. Diskon 25 % biaya pemasangan Excellent (seluruh kaca mobil) di Autocar Variasi. Untuk menjamin keaslian dan garansi produk, mintalah kartu garansi dan stiker pada setiap pemasangan. Selain kaca film, Autocar Variasi juga menyediakan berbagai macam variasi dan audio untuk mobil anda dengan merek yang sudah terjamin kualitasnya seperti Kenwood, Ameron, Avix, Sierra dan merek lainnya. (adv)

ANCES, Karet Seal Tabung Gas yang Paling Aman Segera Ganti Karet Seal Tabung Gas Anda Dengan Karet Seal Merk ANCES LEDAKAN kompor gas biasanya terjadi karena tabung gas mengalami kebocoran. Tabung gas akan meledak atau terbakar bila melibatkan tiga unsur sekaligus yaitu adanya udara (oksigen), suhu, dan gas yang keluar. Biasanya penyebab paling utama kebocoran Gas Elpiji adalah akibat karet seal yang tidak aman, sehingga bisa mengakibatkan Gas menjadi Boros / Bau, dan beresiko tabung MELEDAK seperti yang sering terjadi akhirakhir ini. Lindungi harta serta nyawa keluarga anda dari kebocoran Gas Elpiji dengan segera mengganti Karet Seal Gas Elpiji Anda dengan karet seal anti bocor merk Ances yang terkenal kualitasnya. Kenapa harus karet seal Ances : Bahan baku import, tidak mengeras bila

terkena gas, lebih elastis dan lentur karena terbuat dari karet berkualitas, bisa digunakan berulang-ulang selama karet tidak rusak, serta melindungi anda dari kebocoran gas. Dapatkan ANCES di toko-toko terdekat di kota anda. Untuk pemesanan (pembelian secara grosir) hubungi Toko Surya Telp : 0411-323828, Makassar. Selalu periksakan kondisi selang, regulator dan kompor anda, dan jangan menyalakan api bila tercium bau gas. (adv)

Ahli Pengobatan Mata Tanpa Operasi RANJIT Singh seorang ahli pengobatan alternatif penyakit mata, juga berpengalaman menyembuhkan ambeien, lemah syahwat dan berbagai penyakit lainnya. Ranjit yang asli India sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun memiliki keahlian menyembuhkan penyakit mata tanpa operasi. Ilmu pengobatan tersebut diperoleh leluhurnya dari India. Dengan keahlian yang jarang dimiliki orang banyak, Ranjit Singh membuka klinik dengan Izin dari Dinkes No.0644.1999 bertujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki berbagai keluhan penyakit dengan biaya yang terjangkau. Ranjit Singh membuka Klinik Mata India diberbagai daerah dan

salah satunya berada dikota kendari. Dengan pengalaman puluhan tahun tersebut, Ranjit Singh telah berhasil menyembuhkan puluhan ribu pasien keluhan mata diantaranya; glaukoma, katarak, radang kornea, iritasi mata minus, cylindris, plus pada re-

maja, retinitis pigmentosa, pendarahan retina, syaraf mata rendah, dan tretionphaty diaebetic, dan lainnya. Ranjit Singh juga mengobati penyakit ambeien baru atau lama tanpa operasi, lemah syahwat dan kecing manis. Metode yang digunakan, dengan menggunakan ramuan herbal murni dari India dan tumbuh-tumbuhan dari Indonesia tanpa menggunakan obat-obatan kimia sehingga tanpa efek samping dengan jaminan sekali berkunjung penyakit akan sembuh. Kunjungi langsung Klinik Mata India cabang Kendari di JL. R Suprapto No.18 (depan PO. Hasnur) Mandonga, Kendari. (adv)

film, power window, spoiler, body kit, bumper depan, belakang dan sayap, cover spion dan lampu, antena, spion, lampu, footstep, sarung jok, jok patent, karpet dasar, stabilizer, bamper, garnish, velg impor, velg variasi, stir variasi dan impor, vendertreen, doormirror, ban, rollber, dan lainnya. (adv)

Diskon 15% di Fresh House

Seasons City Promo di Kota Kendari Cicilan 50x, Tanpa DP, Tanpa Bunga, Hanya Rp. 7 Jutaan, Serah Terima Tahun Ini AGUNG Podomoro Group dan Priamanaya Group menghadirkan Seasons City, suatu kawasan hunian dan pusat bisnis seluas 5,5 HA yang dilengkapi Trade Mall, Apartement dan Garden House. Terdapat juga Carrefour, Cinema & Fun Seasons (permainan nuansa 4 musim). Adapun kelebihan yang dimiliki Seasons City, yakni merupakan

beda dari yang lain. Walau rumah audio plus acesories New AW Variasi adalah pemain baru di kota Kendari dalam dunia sound quality, namun kepiawaiannya tidak diragukan lagi dengan telah banyak bukti mobil-mobil hasil racikan New AW Variasi melenggang PD dijalan-jalan. New AW Variasi berlokasi di pusat niaga Senapati Land Kendari No.37 A (JL. Laode Hadi, Bay Pass). New AW Variasi juga menyiapkan beragam perlengkapan kendaraan segala merk dan type. Untuk aksesoris mobil (semua merk) meliputi: Audio (lokal dan paket) merk fenom, ameron, JBL, sansui dan lainnya. Kaca film merk spectrum, solor screen, sparta dan riben hitam. Selain itu, disiapkan pula TV mobil, AC, alarm sistem, central lock, kaca

KHUSUS bagi anda pengguna Kartu Halo Telkomsel, nikmati potongan harga hingga 15% semua jenis belanjaan di pusat roti dan cake Fresh

House Jl. MT Haryono 102 B Wuawua, kendari. Untuk mendapatkan diskon tersebut, anda harus membuktikan bahwa anda memang pengguna kartu Halo dengan menunjukkan UMB *999# dari ponsel anda kepada bagian kasir Fresh House. Telkomsel Kendari sebagai Provider seluler terbesar di Sultra, melalui divisi Community And Segmented Costumer saat ini bekerjasama dengan beberapa tempat usaha dan layanan jasa, memberikan discount dan penawaran menarik lainnya kepada pelanggan khusus pengguna

Telkomsel baik Kartu Halo, Simpati dan kartu As. Untuk mendapatkan discont sangatlah mudah, anda cukup mengunjungi beberapa merchant yang tertera logo Telkomsel, lalu anda cukup memperlihatkan red-light (cellbrodcast) pada henphone (logo Telkomsel) pada kasir atau resepsionis saat membayar belanjaan atau layanan jasa yang anda gunakan. Program ini berlakuuntuksemuapelangganpengguna Telkomsel. Adapaun merchant-merchant yang bekerja sama dengan Telkomsel:TokoBukuGramedia,HotelHorison,FreshHouse,PusatDistroRedLight, SalonNattaya,RumahMakanRatuJimbaran, Rendy‘s Salon dan Executive Lounge bandar udara Haluoleo. (adv)

Viar, Motor Hebat Harga Murah Garansi Mesin 3 Tahun, Harga Hanya Rp. 8 Jutaan, Uang Muka 1 Jutaan VIAR Motor adalah sepeda motor rakitan Taiwan namun berteknologi Jepang yang sudah mendapat tempat ditengah masyarakat. Kualitas motor Viar tak perlu diragukan sebab jenis motor ini lebih mengutamakan kualitas namun berharga ekonomis. Sejak pertama kali diperkenalkan beberapa waktu lalu, produk-produk Viar kebanjiran inden (pesanan) khususnya untuk pasaran Sultra, khususnya kota Kendari. Banyak keuntungan membeli

motor Viar, diantaranya: Cukup dengan uang muka satu jutaan plus angsuran per bulan hanya tiga ratusan. Selain itu, servis gratis selama enam bulan, gratis oli mesin, garansi mesin tiga tahun, serta spare-part tersedia lengkap. Viar hadir dengan empat type, Star Z, Star Cx, Sport Vix-R dan roda 3 (karya). Anda berminat? silakan menghubungi atau mengunjungi langsung delaer resmi motor Viar AL-IKHWAN MOTOR yang beralamat di jalan Saranani (samping Barata, Mandonga) HP: 081355027767, atau Bengkel AlIkhwan Motor di jalan bunga Kamboja (dekat SMK/Kampus Satria). Anda yang didaerah silakan mengunjungi/menghubungi dealer-dealer. BAUBAU, jalan W Monginsidi No.75 TOMBA (081241754253). RAHA, jalan Sukawati, samping kantor BRI Raha (081341778146). (adv)

Bandeng Tanpa Tulang, Bukan Presto Hanya Ada di Prontoo Steak & Resto JIKA anda teringat menu bernama “Steak” tentunya akan teringan Prontoo Steak & Resto, jelas benar karena tempat makan ini merupakan pelopor menu-menu eropa dan jepang pertama di kota Kendari. Walau dikenal spesialis menu steak, namun Prontoo juga menyiapkan beragam menu-menu yang tak kalah menarik seperti spagheti, hamburger, cheese burger, salad sayur, chicken katsu, sausage chicken rool, chicken gordon blue, choice of saus, beef yakimisi, chicken yakimisi, vegetarian yakimisi, teriyaki dan french fries (kentang goreng). Selain itu, Prontoo menyiapkan menu spesial tiap bulan yang sangat

berfariasi, dan sala satunya adalah menu ikan bakar/goreng bandeng tanpa tulang. Jika ditempat lain ikan bandeng tanpa tulang karena dipresto, di Prontoo tak demikian sebab proses pemisahan tulang ikan dilakukan dengan teknik tersendiri sehingga tidak merusak struktur dan rasa ikan. Selain juga disiapkan menu

ikan lainnya seperti ikan putih, katamba/kakap, kaneke, baronang, cumi dan udang, apalagi semua akan lebih nikmat jika berpasangan dengan tiga macam sambal yang disiapkan yakni sambal petas, tumis dan kacang. Selainmenu-menueropadanjepang, ProntoojugamenyajikanberbagaimasakanIndonesiaseperti,nyuknyang,nasi campur, empek-empek dan ayam goreng. Ada pula minuman ringan seperti juice, ice cream dan tak kalah nikmatnya minuman capucino ala Prontoo.Hargaterjangkauyangditawarkan ProntootaklantasmengorbankankualitaspenganankarenamanajemenProntoomenggaransisteakdanmenu-menu lainnya yang ditawarkan halal dan menyehatkan. Kunjungi segera Prontoo Steak & Resto di Jl. Simpang 4 Masjid Agung Saranani Tlp. (0401) 3127324. (adv)

Test Ride Titan Sukses Di Konsel dan Konawe SUZUKI berhasil mengadakan test ride produk terbarunya yakni Suzuki Titan yang berkapsitas 115cc. Kegiatan tersebut telah berlangsung di Konawe Selatan tanggal 13 dan 14 Juli 2010, serta tanggal 16 dan 17 Juli 2010 di Konawe. Untuk daerah Konsel, peserta test drive berjumlah 49 orang dan secara umum test ride mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, itu terlihat dengan antusias warga yang rela mengantri demi untuk men-coba power dan akselerasi motor baru itu. “ Melakukan test ride menempuh jarak kurang lebih 2 kilo meter den-

gan top speed maksimum tanpa ada hambatan, minim getaran, dan tak terasa hentakan saat memindahkan gigi (kopling), dan yang paling utama, saat pengereman disc-brakenya sangat pakem, “ ungkap Gustam, salah satu peserta test ride asal Konsel. Sedangkan Test ride di Konawe dilaksanakan di jalan poros Unaaha yang berjarak 3 kilo meter. Salah satu peserta test ride yang juga merupakan Camat Unaaha M Akbar SP, M.Si mengatakan, “ Motor titan paling enak diajak ngebut, selain itu posisi duduk pengendara juga nyama, motor ini paling tepat digunakan untuk perjalanan jauh, “ Tandasnya. Untuk memeriahkan test ride atau

uji coba Suzuki Titan, pihak Suzuki membagikan bingkisan sederhana kepada setiap peserta test ride. Anda yang penasaran dengan keunggulan SuzukiTitan,silakanmenghubungiatau mengunjungi langsung dealer motor Suzuki terdekat di kota anda. (adv)


Kendari Pos | Jumat, 23 Juli 2010

Asley Cole Dibarter Kaka London, KP Daftar hengkang pemain Chelsea masih mungkin bertambah. Setelah Michael Ballack mudik ke Bayer Leverkusen dan Joe Cole berlabuh ke Liverpool, Ashley Cole disebut-sebut siap menyusul. Cole dikaitkan dengan klub rak-

Asley Cole

Benitez Janji Ubah Paradigma Milan, KP Jose Mourinho memang berhasil mempersembahkan tiga gelar buat Inter Milan pada musim 2009-2010. Namun, banyak kalangan menilai Inter di tangan Mourinho kurang memperdulikan permainan indah. Dengan kata lain, Mourinho hanya memburu hasil akhir, bukan proses. Nah, paradigma itulah yang ingin diubah Rafael Benitez selaku pelatih baru Inter. Pelatih asal Spanyol itu akan menjadikan Inter sebagai tim yang tampil atraktif.

Rafael Benitez “Saya ingin tim ini lebih sering bermain dengan mengandalkan penguasaan bola. Tentunya saya juga ingin menang dengan cara yang membanggakan,” papar Benitez kepada Goal. Benitez juga berjanji akan mengoptimalkan pemain muda. Itu sebabnya, di bursa transfer musim panas ini, Benitez lebih fokus pada perburuan pemain muda. “Setiap orang berbicara mengenai betapa pentingnya pemain muda, tapi mereka juga ingin menang. Di Spanyol mungkin lebih mudah karena kualitas anak muda di sana lebih bagus. Tapi Barcelona butuh beberapa tahun, pun Real Madrid. Pemain seperti Raul, Wayne Rooney, dan Steven Gerrard hanya muncul sepuluh tahun sekali,” ujarnya. Sementara itu, satu per satu pilar Inter Milan yang tampil di Piala Dunia 2010 mulai kembali ke kamp latihan. Kemarin, gelandang timnas Serbia Dejan “Drago” Stankovic sudah mulai bergabung dengan rekanrekannya. Bomber timnas Kamerun Samuel Eto’o dalam waktu dekat juga akan bergabung. Saat ini, Eto’o masih berada di Kenya dalam salah satu proyek amal. Carboni Datang, Oriali Hengkang. Rafael Benitez baru beberapa pekan menjalani statusnya sebagai pelatih baru Inter Mi-

Baca BENITEZ Hal 18

sasa Spanyol Real Madrid. Cole mulai dikaitkan dengan Real sejak meresmikan Jose Mourinho sebagai pelatih baru klub berjuluk Los Merengues itu. Sudah menjadi rahasia umum apabila pemain Chelsea selalu dikaitkan dengan Mourinho termasuk kala pelatih asal

Portugal itu masih menangani Inter Milan (2008-2010). Itu karena Mourinho pernah mengecap memori manis kala menukangi Chelsea dari 20042007. Mourinho berhasil mempersembahkan enam gelar, dua di antaranya trofi Premier League, selama bertakhta di

Stamford Bridge (kandang Chelsea). Fans Chelsea pun menyebut Mourinho sebagai The Special One. Karena itu, tidak berlebihan apabila Mourinho ingin bereuni dengan Cole. Apalagi Mourinho menganggap bek kiri, yang menjadi spesialisasi Cole,

merupakan posisi di Real yang masih butuh diisi pemain baru dengan kelas dunia. Mourinho dan Real sadar Chelsea tidak akan serta merta mau melepas Cole. Karena itu, Mourinho dan Real coba meng-

Baca ASLEY Hal 18


18

Kendari Pos | Jumat, 23 Juli 2010

Habis Kesabaran Akhiri Negosiasi Maicon Madrid, KP Real Madrid mulai tidak sabar dengan aksi Inter Milan yang jual mahal soal Douglas Maicon. Padahal di saat yang bersamaan, Maicon sendiri yang ngotot minta pindah ke Santiago Bernabeu (markas Real Madrid). Klub berjuluk Los Blancos itu pun mengeluarkan ultimatum kepada Inter. Berdasarkan kabar yang dilansir Marca, Real sudah ogah menuruti permintaan harga yang diajukan Inter. Klub yang dipimpin Florentino Perez tersebut hanya menyediakan dana sebesar 22 juta euro atau sekitar Rp 257,5 miliar. Jika tidak mau melepas, El Real-julukan lain Real Ma-

drid siap mengakhiri negosiasi, dan mulai mengalihkan fokus untuk mengejar pemain lain. Itu berarti, tawaran Real jauh lebih kecil dari harga yang dipatok Inter, yakni 35 juta euro (sekitar Rp 406 miliar). Bahkan, nilai itu menurun dari tawaran pertama Real sebesar 25 juta euro, yang ditolak mentah-mentah oleh manajemen Nerazurri, sebutan Inter. Namun jika tidak dijual sekarang, Inter sendiri yang rugi. Mengingat, kontrak defender 28 tahun tersebut dengan Inter tinggal tersisa setahun. Artinya, musim depan dia harus dilepas dengan status free transfer alias gratis. Tapi, Presiden Inter Massimo Moratti tidak gentar dengan ultimatum Real. Dia meminta waktu paling tidak sampai akhir pekan untuk menentukan nasib bek

kanan asal Brazil tersebut. Sementara agen Maicon Antonio Caliendo mengaku tidak mendengar adanya ultimatum Real. Tapi, kalau toh ada, tindakan itu dinilai sangat tidak sopan. Caliendo menegaskan, jika Real benar-benar melakukan tekanan terhadap Inter, maka dia memastikan runner up Liga Primera musim lalu itu tak bisa mendapatkan kliennya. “Ultimatum dari Real? Saya tidak tahu hal semacam ini, tapi jelas itu aksi yang menyalahi kode etik,” tegas Caliendo dalam wawancara dengan Sky Sport Italia. “Mereka tidak berhak memperlakukan pemain berkualitas bintang seperti Maicon. Kalau hal semacam itu benar terjadi, Maicon akan tetap tinggal di Inter,” lanjutnya.

Untuk mendinginkan situasi, Caliendo bakal membujuk Maicon untuk berbicara dengan pelatih baru Rafael Benitez. Seperti diketahui, Maicon menyatakan ingin pindah ke Real demi mengikuti mantan allenatore Jose Mourinho. Nah, jika ternyata cocok dengan Benitez, Caliendo berharap Maicon bersedia tinggal di Inter. Caliendo bukan hanya geram kepada Real yang menjatuhkan ultimatum kepada Inter. Dia juga marah kepada kubu Nerazzurri, yang dinilainya melanggar kesepakatan. Menurut dia, Inter membuka negosiasi dengan Real tanpa berbicara dengannya terlebih dahulu. Maicon sendiri masih berlibur setelah membela Brazil di pentas Piala Dunia 2010. “Kami mengharapkan per-

Burgess Pilih Yamaha Ketimbang The Doctor Laguna Seca, KP Valentino Rossi dan Jeremy Burgess ibarat dua sisi mata uang. Tidak terpisahkan. Sukses Rossi menjadi juara dunia kelas utama sejak 2001 sampai 2009, tidak lepas dari keberadaan Burgess di sisinya sebagai kepala mekanik. Namun, seperti halnya kata pepatah tidak ada sahabat abadi di dunia ini, mereka juga tidak akan selamanya bersama. Rossi yang musim depan bakal membela Ducati, tidak akan diikuti Burgess. Kepala mekanik yang sebelum Rossi pernah mengantarkan Mike Doohan menjadi juara dunia itu menyatakan akan tetap bertahan di Yamaha. “Setelah lama bekerja bersama tim ini, saya kerasan dan akan tetap di sini,” kata Burgess sebagaimana dilansir Gazzetta dello Sport. “Yamaha adalah tim tempat saya meraih kemenangan dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya. Rossi yang kemungkinan besar mengumumkan kepindahannya ke Ducati bulan depan, tentunya bakal merasakan kehilangan yang besar dengan keputusan Burgess tersebut. Sejak kali pertama tampil di kelas utama pada 2000 (kelas 500 cc), Rossi sudah tergantung kepada sosok Burgess. Saat itu, dia menyatakan

hanya mau membela Honda jika Burgess ikut direkrut. Saat Rossi pindah ke Yamaha pada 2004, Burgess juga ikut serta. “Saya selalu bilang bahwa jika Valentino pensiun, maka itu adalah momen yang tepat bagi saya untuk keluar (dari ajang balap, Red). Namun, jika dia memiliki pilihan lain, tidak ada keharusan saya untuk mengikutinya,” papar pria berkacamata itu. Burgess sebenarnya menyayangkan jika nantinya benar-benar harus berpisah dengan Rossi. Namun, dia tidak bisa berbuat apaapa karena sejak lama dia sudah membulatkan tekad untuk mengakhiri karir bersama Yamaha. Banyak pihak memprediksi Rossi akan kesulitan tanpa Burgess. Namun, dia membantah hal itu akan terjadi. “Ada banyak orang dalam satu tim, tidak ada seorang pun yang memegang peran dominan di sana,” ujarnya. “Termasuk Valentino, saat dia ingin memulai karir baru, tidak terlalu penting bagi dia kehilangan seseorang,” tandas pria yang mengungkapkan teori 80:20 itu. Artinya, kehebatan seorang pembalap memiliki porsi 80 persen dalam menentukan peluang juara, sedangkan motor hanya 20 persen. (ang)

Adriano Correia (kiri) dan Maxwell saat melakukan sesi latihan

Siap Tempati Posisi Kiri DUA anggota baru Barcelona sama-sama bersemangat menyambut musim baru. Kalau David Villa secara khusus menunggu kesempatan bermain di El Clasico, Adriano hanya mencari peluang yang lebih besar untuk mengangkat trofi. “Saya sangat gembira ketika mendapat tawaran dari Barcelona. Saya sampai tidak perlu berpikir dua kali untuk menerima

proposal mereka,” ungkap Adriano seperti dilansir AFP. “Bermain dengan kostum Barcelona adalah impian tiap pemain. Ini adalah kesempatan yang tidak mungkin saya lewatkan,” lanjut bek berusia 25 tahun tersebut. Berdasarkan analisisnya, lini belakang Barcelona adalah salah satu yang terbaik di Liga Primera musim lalu. Namun, mereka masih punya kelemahan di sek-

Asley ..................

mintaan maaf dari Inter. Mereka menempatkan nama Maicon di bursa transfer tanpa memberitahu saya. Maicon punya kontrak dengan Inter, dan itu faktanya,” papar Caliendo. “Untuk menyelesaikan masalah ini, lebih baik kita menunggu Maicon pulang dari acara liburannya. Setelah dia datang, pasti banyak hal yang bisa diklarifikasi,” lanjutnya. Sementara, kubu Real cukup percaya diri usaha mereka menekan Inter akan berbuah manis. “Tiap saat, harga pemain naik karena gencarnya pemberitaan media. Tapi, Real adalah klub paling atraktif di Eropa selama 110 tahun, dan akan tetap begitu. Pasti banyak pemain yang tertarik main di sini,” koar Perez seperti dikutip Marca. (na/bas) tor kiri. Dia pun menyatakan siap dipasang di posisi yang biasanya diisi Maxwell atau Eric Abidal tersebut. Meskipun, posisi aslinya adalah bek kanan. “Saya sudah bekerja keras, dan meraih semua ini,” ungkap Adriano. “So, waktunya saya membuktikan bahwa saya pantas di Barcelona. Saya siap dimainkan di semua sisi sayap. Bek kanan atau kiri tidak masalah. Ini adalah tim terbaik di dunia, dan saya akan memberikan yang terbaik buat klub,” tambahnya. Adriano direkrut dari Sevilla dengan nilai transfer 9,5 juta euro, atau Rp 111 miliar. Dia mendapatkan kostum nomor 21 yang musim lalu dimiliki bek asal Ukraina Dymtro Chygrynskiy. Sementara itu, bintang muda Fiorentina, Stevan Jovetic memilih menolak tawaran dengan Barcelona. Jovetic masih ingin bertahan di Artemio Franchi (markas Fiorentina). “Saya mendengar dan membaca soal rumor bahwa Barcelona tertarik kepadaku, tapi agenku memilih bersikap tenang, dan memutuskan bertahan di Florence,” tutur Jovetic kepada La Gazzetta dello Sport. “Barcelona adalah tim terbesar di dunia, tapi mereka adalah tim yang komplit, apalagi mereka juga telah memiliki David Villa. Tentu akan sulit bagiku untuk bermain di skuad utama,” ujarnya. (na/bas)

goda The Blues - sebutan Chelsea - dengan menjadikan Kaka sebagai paket pertukaran untuk mendapatkan Cole. Kaka memang baru semusim membela Real. Los Merengues bahkan harus bersusah payah plus merogoh kocek dalam-dalam (GBP 56 juta pounds atau Rp 773 miliar) untuk mendapatkan bintang Brazil dan pemain terbaik dunia 2008 itu dari AC Milan. Namun, Mourinho menganggap keberadaan Cole lebih signifikan dalam strategi yang diusungnya dibandingkan Kaka. “Dengan Kaka sebagai alat barter untuk mendapatkan Cole, Chelsea pasti akan pikir-pikir,” kata seorang sumber di internal Real sebagaimana diklaim The Mirror. Manajer umum Real Jorge Valdano menyatakan pemain belakang memang merupakan sektor yang masih harus ditutup klubnya. Dari tiga pemain baru yang sudah didatangkan Los Merengues (Angel Di Maria, Pedro Leon, dan Sergio Canales), semuanya berposisi tengah maupun depan. “Jika Mourinho menginginkan seorang pemain belakang yang menurutnya bisa meningkatkan performa tim, manajemen klub akan berusaha sekuat tenaga merealisasikannya,” tuturnya di harian Spanyol AS kemarin (21/7). Di pihak lain, Chelsea masih bersikukuh Cole tidak akan pindah ke manapun musim depan. Chairman Chelsea Bruce Buck menegaskan klubnya tidak tertarik menjual Cole sekaligus ada tawaran sampai 30 juta pounds (Rp 414 miliar) sesuai dengan banderol bek 29 tahun itu. “Ashley Cole tidak dijual. Kata-kata saya ini perlu digarisbawahi,” tegas Buck sebagaimana dilansir The Guardian. Cole yang membela Chelsea sejak 2006 itu tercatat masih menyisakan kontrak tiga tahun lagi bersama The Blues. “Saya tidak ragu bahwa dia masih akan menjadi pemain Chelsea musim depan,” tambah Buck. Buck meragukan Cole bakal hengkang dari Chelsea, terutama Inggris, semata karena alasan privasinya terganggu. Cole menjadi incaran paparazzi sejak memutuskan bercerai dengan mantan istrinya yang penyanyi band Girls Aloud, Cheryl Tweedy. “Saya tidak berpikir gangguan terhadap kehidupan pribadinya bakal berubah apabila dia bermain di luar Inggris. Klub justru siap membantunya dalam mengatasi masalahnya,” terang Buck. (dns)

Benitez ............... lan. Meski demikian, benih-benih kekecewaan menyusul hadirnya mantan pelatih Liverpool itu mulai muncul. Kekecewaan itu dirasakan Lele Oriali. Legenda Inter ini mengaku kecewa dengan hadirnya Benitez. Sebab, setelah Benitez didatangkan, dia harus meninggalkan posisinya sebagai direktur klub. Posisi mantan anggota timnas Italia di Piala Dunia 1982 itu digantikan Amedeo Carboni, yang tak lain adalah partner Benitez. Carboni adalah mantan direktur olahraga Valencia, klub yang juga pernah ditangani Benitez. Sebetulnya, Oriali sempat ditawari jabatan sebagai penasihat teknis. Namun, Oriali menolak karena tawaran itu dinilai melecehkan. “Kami tak banyak bicara soal posisi saya,” kata Oriali Sky Italia. “Sebab, saya percaya bahwa ada sedikit kemungkinan untuk melanjutkan petualangan saya dengan Inter,” keluhnya. “Saya memiliki peran yang sangat tepat dalam klub, dan saya bisa menampilkannya dengan cara terbaik. Saya sangat menyukai peranku di klub, karena saya bisa berhubungan dengan pelatih dan pemain. Saya juga adalah representasi klub, baik di luar maupun di kandang,” paparnya. Oriali tak habis pikir, kenapa dia akhirnya harus dipaksa menanggalkan jabatannya. “Presiden (Massimo Moratti) hanya memberi waktu yang sangat singkat untuk berpikir. Dan saya akhirnya diganti. Ini menunjukkan kurangnya respek dan kepercayaan terhadapku,” kecamnya. (na/bas)


19

Kendari Pos | Jumat 23 Juli 2010

Berjauhan, Hargai Waktu Bertemu MAKIN banyak pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal terpisah. Penyebabnya, si suami dimutasi ke lain kota oleh kantornya atau sang istri mendapatkan beasiswa pendidikan ke luar negeri, sementara pasangannya tetap tinggal di kota asal. Perkawinan jarak jauh tentu memiliki risiko. Yang biasan-

ya tiap hari bertemu dan berkomunikasi, kini terpisah jarak. Padahal, komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam kehidupan perkawinan. ‘’Memang tinggal bersama lebih efektif daripada yang satu dan lainnya tinggal terpisah,’’ kata Dwi Sarwindah. Menjalani perkawinan jarak jauh memang tak mudah. Mas-

ing-masing harus punya rasa saling percaya dan kedewasaan sikap. Pasutri tak boleh egois dan berwawasan sempit. Pasutri juga harus membuang jauhjauh berbagai kecemasan yang tak berdasar. ‘’Yang penting, selalu berpikir positif,’’ tegas dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya itu.

Problem lain dalam pernikahan jarak jauh adalah urusan anak. Jika sudah punya anak, suami harus sadar bahwa beban istri akan lebih berat. Sebab, istri harus mengurus anak sendirian. ‘’Istri jangan disalahkan terus atau malah dituding tak becus mengurus anak. Hal-hal itulah yang akan memicu konflik,’’ jelas Dwi.

Bila belum punya anak, pasutri yang hidup terpisah tidak berarti hidup tanpa konflik. Sebab, pasti ada desakan dari pihak keluarga soal anak. ‘’Memutuskan kapan akan punya anak dan anak akan ikut siapa, misalnya, akan membuat pasangan sampai pada dialog yang bikin stres,’’ tuturnya.

Konsultasi:

Pengaruh Hernia terhadap Kesuburan Oleh: Hudi Winarso, Androlog Saya sudah lama menderita hernia. Apakah hernia berpengaruh terhadap kesuburan pria? Apakah hernia juga berpengaruh terhadap kemampuan berhubungan seks kelak? Yudi, Surabaya — SALAH satu organ atau bagian organ yang semestinya berada dalam rongga perut adalah usus. Jika usus beserta selaput usus (peritoneum) berada di luar rongga perut, disebut hernia. Ada beberapa ragam hernia yang dikenal pada umumnya. Antara lain, hernia femoralis, inguinalis, dan skrotalis. Hernia femoralis, umumnya, terjadi pada perempuan. Benjolan hernia itu terdapat di daerah paha. Hernia inguinalis terjadi jika usus beserta peritoneum sampai di daerah lipatan paha (inguinal). Hernia skrotalis muncul bila benjolan yang berisi usus tersebut sampai di kantong zakar (skrotum). Hernia skrotalis bersifat menetap.

Benjolan tidak hilang lalu timbul. Gangguan itu berpotensi mengganggu kesuburan. Sebab, usus yang memiliki banyak pembuluh darah mengakibatkan peningkatan suhu di daerah biji pelir (testis). Kaitan hernia inguinalis ataupun skrotalis dengan gangguan fungsi seks relatif jarang terjadi. Kecuali, hernia relatif besar dan disertai rasa tak nyaman ataupun nyeri. Pengobatan dengan operasi (herniotomi) akan memulihkan kondisi dengan cepat. Untuk menghindari kambuhnya gangguan itu, upayakan mengurangi aktivitas ataupun kondisi yang meningkatkan tekanan rongga perut. . (*/c11/nda)

Untung-Rugi Pasutri Hidup Terpisah Keuntungan : - Lebih mandiri. - Punyakesempatanmengembangkankarir dan hobi. - Menghargai makna dan waktu kebersamaan. - Lebih percaya dan memperkuat komitmen pernikahan

Kerugian : - Risiko muncul banyak konflik. - Bertambahnya tugas istri karena berperan sebagai orang tua tunggal bagi anak. - Sering bertengkar.

Pasutri yang hidup terpisah tidak berarti tidak punya keuntungan. Pasangan yang belum punya anak, misalnya, jadi lebih bisa berkonsentrasi pada pekerjaan atau malah mengembangkan hobi masing-masing. Keuntungan lainnya, suami dan istri lebih mandiri dan tak

bergantung pada pasangan. ‘’Kalau tinggal bersama, mau ribut seminggu mungkin tidak bermasalah. Tapi, kalau bertemu hanya dua hari dalam sebulan, lalu ribut, kan sayang waktu terbuang untuk hal yang tak menyenangkan,’’ jelasnya. (ai/ c12/nda)


20

Kendari Pos |Jumat 23 Juli 2010

Enam Cabup Adu Tebar Janji Penyampaian Visi Misi, Sekab Bombana Tak Diundang Kasipute, KP Enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bomban mulai menebarkan janji-janji kepada masyarakat. Janji itu diucapkan para calon saat memaparkan visi dan misi di sidang Paripurna istimewa di DPRD Kabupaten Bombana, kemarin. Kampanye perdana pasangan calon itu dipimpin ketua DPRD Andhy Ardian SH dan dihadiri 22 dari 25 anggotanya. ‘’Sesuai ketentuan pasal 55 ayat 4, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2005, penyampaian visi misi sebagai pembukaan masa kampanye. Apabila salah satu pasangan calon terpilih, visi misi itu menjadi dokumen resmi daerah,” terang Ketua Dewan, saat memimpin paripurna istimewa itu. Tiap pasangan calon diberikan waktu 30 menit untuk memaparkan visi misi maupun program yang akan dilaksanakan masingmasing, ketika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bombana priode 2010-2015. Pasangan Muhtar AliehasanAhmad Yani mendapat giliran pertama menyampaikan visi dan misinya. Calon bupati dan

wakil bupati dengan jargon Murni ini mengaku memiliki gagasan besar untuk mensejahterakan masyarakat Bombana di dunia dan selamat di akhirat. Menyusul pasangan nomor urut dua Tafdil-Hj.Masyura. Pasangan “TAMASYA BERGEMBIRA” ini mengubar janji dengan menyalurkan dana sebesar Rp 48,3 milyar pertahun buat desa dan kelurahan. Kemudian pasangan urut tiga, Syam Sahril-Mansur Lababa. Pasangan SAMA, berjanji siap membawa Bombana menjadi lebih baik. Pasangan nomor urut empat Abustam-Abdul Rauf Abidin (ABSAR) juga demikian. Pasangan ini mengaku siapa memajukan daerah secara efektif, efisien, dan profesional dengan mendayagunakan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk kesejahteraan rakyat secara adil dan merata sebagai prasyarat utama pembangunan dalam kerangka daerah. Muhammad Subhan Tambera-Abdul Aziz Baking merupakan pasangan kelima yang menyampaikan visi misinya. Pasangan “SERASI” ini berjanji akan melakukan reformasi birokrasi, mengelola pertambangan yang dimiliki secara transparan, memperbaiki sarana dan prasarana yang ada serta transparan dalam penerimaan CPNSD. “Selama lima

Nasdem Sultra Bentuk Kepengurusan Kendari, KP Kepengurusan OrmasNasional Demokrat Sultra akhirnya dibawah kendali Zakir La Andjo. Meski masih harus menunggu pengesahan dari pengurus pusat, calon Ketua Umum Nasional Demokrat Sultra dipilih berdasarkan hasil rumusan panitia tim 7 yang dipimpin oleh Prof Dr Laode Harafah tanggal 21 Juli di Kendari. Kepengurusan Ormas Nasional Demokrat yang masih besifat sementara ini, juga telah memilih perangkat organisasi pendukung lainnya, semisal Sekjen, Bendahara serta ketua bidang masing-masing.

Saat ini, pengurus yang terbentuk tengah mempersiapkan deklarasi Ormas Nasional Demokrat Sultra yang diagendakan tanggal 30 September namun dipercepat oleh pengurus pusat menjadi tanggal 8 Agutus di salah satu hotel di Kendari. Zakir La Andjo, yang didampingi sejumlah calon pengurus, menuturkan deklarasi Nasional Demokrat yang akan menghadirkan Ketua Umum Surya Paloh, juga akan melibatkan 2.000-3.000 massa pendukung dari berbagai kabupaten/kota di Sultra. “Intinya, Nasional Demokrat adalah gerakan perubahan yang berikhtiar menggalang seluruh warga negara dari berbagai pelosok tanah air, termasuk di Sultra. Dimana, dengan melakukan restorasikehidupan bangsa ini yang berarti menata kembali negeri ini yang mulai porak-poranda. Makanya, kepengurusan Nasional demokrat terdiri dari non partisan mulai tokoh masyarakat, profesional, LSM, akademisi, politisi baik aktif ataupun tidak,” ungkapnya. Ia pun memastikan Nasional Demokrat tidak akan pernah merubah baju menjadi sebuah partai karena Ormas ini sepenuhnya mengkaji dari berbagai aspek, bukan hanya politik. Salah satu manfaat yg langsung diterima saat bergabung menjadi anggota, mendapat kartu anggota sekaligus dan asuransi senilai Rp 5 juta. (emi/ong)

tahun bertugas sebagai wakil dan melakukan pengawasan, masih banyak kekurangan yang dimiliki daerah ini. Dengan tampilnya saya sebagai putra daerah, insya allah bisa dilakukan pembenahan dan perubahan,” janjinya. Atikurahman-Hasmin Marunta menjadi peserta keenam atau terakhir yang menyampaikan visi misinya. Pasangan “AMIN” ini berjanji menjadikan kabupaten Bombana sebagai pusat pengembangan dan koneksitas perekonomian antar wilayah serta peningkatan income perkapita yang bertujuan menentukan langkah-langkah strategis perencanaan dan pengembangan Bombana yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Penyampaian visi dan misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana kemarin dihadiri para simpatisan calon dan partai pendukung, Kapolres Bombana AKBP Yan Sultra, Dandim 1413 Buton Letnan Kolonel Inf J. Pardede, Pabung Bombana Mayor infantri Buhari serta unsur Muspida lainnya. Meski begitu visi misi pasangan calon tidak dihadiri

pelaksana Bupati, Idrus Effendi Kube. Penyebabnya, Sekab Bombana itu tidak mendapatkan undangan dari pihak sekretariat dewan. “Iya tidak hadir, undangannya tidak ada,” kata Idrus Effendi Kube ketika ditanya ketidak hadirannya. Pembacaan visi misi pasangan calon kemarin berjalan aman dan sukses. Ini tidak lepas dari kesigapan aparat Personil polres Bombana yang melakukan pengamanan. “Seratus lebih personil kami turunkan. Ada yang melakukan pengamanan tertutup dan terbuka. Semua perwira di Polres juga saya turunkan melakukan pengaman di sini (gedung dewan). Mudahmudahan berjalan lancar, aman dan tertib seperti ini,” harap Kapolres Bombana, AKBP Yan Sultra Indrajaya. Usai penyampaian visi misi, sekitar pukul 16.00 sore kemarin, dilanjutkan dengan acara gelar pasukan dan deklarasi kampanye damai siap menang siap kalah di Mapolres Bombana. Acara ini dihadiri seluruh pasangan calon dan dilaksanakan di depan personil keamanan yang mengikuti gelar pasukan.(nur/ong)


Kendari pos Edisi 23 Juli 2010