Page 1

Selasa, 20 Juli 2010

INTERNASIONAL

Mandela Ulang Tahun JOHANNESBURGDunia merayakan ulang tahun presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan Nelson Mandela yang ke 92 kemarin (18/7). Para pemimpin dunia dan seluruh warga asli Afrika Selatan di seante- Nelson Mandela ro bumi dengan rela meluangkan waktu 67 menit untuk kegiatan publik peringatan hari jadi tersebut. Angka 67 menandai waktu yang sudah dihabiskan Mandella di dunia politik. Ulang tahunnya pada 2009, diresmikan oleh PBB sebagai “Hari Internasional Nelson Mandela” dan akan

Baca MANDELA diHal.7

http://www.kendaripos.co.id

Harga Eceran Rp. 3.500,-

Honorer ‘’Dadakan’’ Bombana Membludak Mushaddad

Kendari, KP Penjaringan CPNS Bombana yang merupakan sisa data base honorer 2005, ternyata membuat beberapa oknum memanfaatkannya. Tiba-tiba saja semua Dinas dan Badan yang ada, menambah daftar jumlah honorer yang mengabdi sebelum 1 Januari 2005. Di Dinas Pertanian Bombana

misalnya, jika sebelumnya honorer yang mengabdi sebelum 1 Januari 2005 berjumlah 42 orang, sekarang datanya menjadi 153 honorer. Ironinya penetapan SK Honorer dalam jumlah berbeda itu diteken Kadir Yunus, mantan Kadis Pertanian dengan nomor surat yang sama yakni 52/315/ 2005.

Munculnya honorer dadakan itu tentu memusingkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bombana. Bayangkan saja, sebuah Dinas melaporkan lebih 100 honorer yang mengabdi dibawah tahun 2005. Sementara data yang ada, jumlah sisa honorer 2005 se Kabupaten Bombana hanya berkisar 80 sampai 100 orang

saja. Yang lebih aneh, di sebuah dinas mencatat nama anggota KPU Bombana yang bertugas periode 2004-2009 masuk sebagai salah satu honorer. Kepala BKD Bombana, Mushaddad yang dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya Dinas yang mem-

Baca HONORER diHal. 7

Yusril Tak akan Ditahan Jakarta, KP Jaksa Agung Hendarman Supanji menegaskan tidak akan menahan tersangka korupsi Sistem Informasi Badan Hukum (Sisminbakum) Hartono Tanoesoedibjo dan Yusril Ihza Mahendra. Jaksa Agung menilai alasan penyidik untuk menahan tidak ada, mengingat mereka dinilai kooperatif meskipun hak penahanan tetap dimiliki jaksa. Hendarman menyebut, alasan subjektif jaksa juga belum mengarah pada penahanan, seperti Hartono dan Yusril dinilai tidak akan melarikan diri, mengulangi

Baca YUSRIL diHal.7 FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS

Aktivis Pembela Bangsa melakukan aksi demo didepan gedung Kejaksaan Agung RI, Senin (19 Juli 2010). Mereka meminta Jaksa Agung melalui Jampidsus melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Harry Tanoesoedibyo.

SELEBRITI

Bantah Punya Foto Syur SETELAH kasus Cut Tari, Luna dan Ariel, makin banyak artis yang keserempat kasus pornografi. Artis Manohara termasuk yang kecipratan berurusan dengan video porno karena foto-foto syurnya beredar di internet. Setahun lalu, video itu sempat menggemparkan. Namun kembali muncul di internet karena ada kasus Ariel, Lun dan dan Cut Tari. Kini Mano, sapaanya, kembali harus menjelaskan foto-foto porno yang tersebar di internet bukan dirinya. “Itu video yang dipotong-potong dan ditempelin sama fotonya Mano. Mano mau klarifikasi, foto itu diambil dari video yang sudah tersebar setahun yang lalu,” jelasnya. Meski bukan dirinya, tapi Mano merasa terusik dengan pemberitaan foto-foto syurnya mejeng di internet. “Jelas, terganggu dan jadi repot sendiri karena banyak orang yang tanya. Tapi, Mano ingat setahun lalu video ini pernah keluar dan Mano sudah memberikan klarifikasinya,” tambah Mano. Istri dari pangeran Kelantan, Malaysia, itu pun mengaku tidak yakin dirinya akan dipanggil polisi. Karena Mano sudah memiliki data, foto tersebut bukan dirinya. Apakah Mano sempat berpikir penyebar video palsu itu adalah orang Kelantan? “I have nothing to worry about that,” jawabnya singkat.(fjr)

MANOHARA

Gara-gara Pemilukada Konsel

KPU Sahkan Kemenangan Imran-Suto Andoolo, KP Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe Selatan (Konsel) resmi menetapkan pasangan Drs H Imran MSi dan Drs H Sutoardjo Pondiu MSi sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam rapat pleno penetapan dan pengesahan Kepala daerah dan wakil kepala Daerah di aula DPRD Konsel, kemarin. Pimpinan sidang yang juga ketua KPU Ahmadi didampingi empat anggotanya Yuliana, Khasan, Aswan Tawulo dan Mursalim Mustafa termasuk tiga anggota Panwas Ruslan Munier, Nur Iman dan Andi Patiroy berjalan normal. Sebelum dibacakan surat keputusan KPU tentang penetapan dan pengesahan Bupati dan wakil Bupati terpilih, Ahmadi membacakan perolehan suara berdasarkan peraih suara terbanyak. Pasangan Imran-Sutoardjo (SEHATI) yang ada pada nomor urut 2 meraih suara terbanyak dengan raihan 69.502 suara atau 52,55 persen, disusul Nomor Urut 3 dengan

Anggota KPU “Bertengkar”

HERMAN/KP

PasanganImran-Sutoardjomemberikanketerangankepadawartawanbeberapawaktu lalu. raihan suara 55.664 suara atau 42,27 persen, peraih suara ketiga adalah pasangan Rustam Tamburaka-Bambang dengan raihan 6.090 suara atau 4, 62 persen.

Dengan perolehan suara diatas 50 persen tersebut, maka KPU menetapkan dan

Baca IMRAN-SUTO diHal.7

Mantan Wakadispenda Resmi Tersangka Kendari, KP “Nyanyian” tiga terdakwa korupsi Dispenda Sultra yang masing-masing telah divonis penjara (Sumardi, Mardjudin Malik dan Sutan Ramli) membuahkan hasil. Kejati Sultra akhirnya merespon dengan menetapkan Mantan Wakadispenda Sultra, Syamsul Tahir, sebagai salah satu tersangka korupsi penyimpangan uang pajak dan retribusi UPTD Samsat Kota Kendari yang mestinya disetor ke kas daerah tahun 2007/2008. Aspidsus Kejati Sultra, Tumpak Simanjuntak menegaskan, pihaknya telah menetapkan Syamsul Tahir sebagai tersang-

ka berdasarkan hasil pengembangan perkara penyelewengan uang negara yang diduga mencapai Rp 3 miliar lebih ini. Jaksa memperoleh informasi dari pengembangan perkara terdakwa Sumardi yang menyebutkan bahwa mantan Wakadispenda tersebut terkait dengan sejumlah dana yang belum dipertanggungjawabkan. Termasuk hasil laporan BPKP dan keterangan sejumlah saksi. “Saat ini, kami masih merampungkan pemeriksaan saksi-saksi. Kalau sudah tuntas, barulah pemeriksaan tersangka (Syamsul Tahir, red). Pastinya, ada pertanggungjawaban keuangan yang tidak

bisa dipenuhi Syamsul Tahir saat menjabat sekitar Rp 128 juta,” ujar Aspidsus didampingi Kasi Penkum dan Humas Kejati, Asrul Alimina S, kemarin. Terkait penahanan tersangka, Tumpak menjelaskan, sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan kejaksaan. Tentu dengan pertimbangan bahwa bila yang bersangkutan dianggap kooperatif, tidak berupaya menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya dan tidak melarikan diri, maka dipertimbangkan penahanannya.

Baca MANTAN diHal. 8

Andoolo, KP Dua anggota KPU Konsel, Aswan Tawulo dan Mursalim ngotot tidak menerima tahapan pemungutan suara ulang. Kengototan keduanya membuat ketua KPU Konsel Ahmadi berang. Kemarahan Ahmadi ini karena ia beranggapan, pekerjaan KPU adalah menyelenggarakan Pemilu, bukan kapasitas menolak hasil pekerjaan sendiri. Ulah dua anggotanya itu, Ahmadi sudah ancang-ancang ke KPU Sultra untuk melaporkan masalah ini. Dia akan diminta KPU Sultra segera membentuk Badan Kehormatan (BK) untuk mengevaluasi kinerja KPU Konsel. “Di forum ini bukan tempatnya untuk saling menjegal atau bertengkar soal tahapan yang ditetapkan bersama. Tetapi ditempat ini akan dilaksanakan rapat pleno perhitungan hasil perolehan suara pemungutan suara ulang tanggal 11 Juli lalu. Untuknya itu setelah ini saya akan meminta BK untuk mengevaluasi, siapa yang bekerja atau tidak terhadap tugas dan tanggungjawab kita sebagai anggota KPU,” ujarnya menimpali pernyataan dari Aswan dan Mursalim. Ternyata, Anggota KPU Konsel yang marah bukan cuma Ahmadi. Yuliana SH pun seperti itu. Dia menilai, akibat ulah kawan-kawannya, keberadaan anggota KPU Konsel sangat memalukan. Bagaimana tidak, pekerjaan ini adalah pekerjaan

Baca BERTENGKAR diHal.7

Tiga Kolektor Barang Seni yang “Gila” Mengumpulkan Ratusan Keris

Fadli Zon Punya 800 Bilah, Koleksi Tjahjo Ditawar Miliaran Rupiah Tak banyak kolektor keris yang punya derajat “kegilaan” seperti Fadli Zon, Tjahjo Kumolo, dan Anak Agung Gede Waisnawa Putra. Bukan hanya jumlah keris yang mereka koleksi berjibun, tapi semangat mereka untuk melestarikan seni budaya Indonesia itu juga patut diacungi jempol.

F-ANGGER BONDAN /JAWAPOS

Anak Agung Gede Waisnawa Putra dan salah satu keris yang dikoleksinya.

RIDLWAN, PRIYO HANDOKO, ANY RUFAIDAH, Jakarta AROMA wangi dupa aromaterapi merebak saat Jawa Pos memasuki Fadli Zon Library pada Kamis Kliwon, 1 Juli lalu. Rumah bergaya modern minimalis di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, tersebut adalah tempat tetirah bagi politikus muda Fadli Zon. Orang dekat man-

FOTO; MUHAMAD ALI / JAWA POS

FOTO : PRIYO HANDOKO///JAWAPOS

Baca DITAWAR diHal.7

Kolektor keris Fadli Zon, dikediamanya, Jakarta.

TAK KULTUSKAN : Tjahjo Kumolo saat menunjukkan salah satu keris miliknya.


2

Kendari Pos | Selasa 20 Juli 2010

DL Sitorus Terancam Penjara 15 Tahun

Jakarta, KP Pengusaha DL Sitorus mulai duduk di kursi terdakwa. Bersama dengan pengacara Adner Sirait, DL didakwa telah menyuap Ibrahim, hakim pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) DKI Jakarta. Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Koprupsi, Senin (19/ 7), Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, DL Sitorus melalui pengacaranya, Adner Sirait, telah memberi uang sebesar Rp 300 juta ke Ibrahim. “Dengan maksud untuk

mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepada Ibrahim untuk diadili,” ujar koordinator tim JPU, Agus Salim. Lebih jauh JPU menguraikan, pemberian uang itu terkait dengan perkara banding bernomor register 36/B.2010/PT.TUN/JKT, guna menguatkan putusan tingkat pertama di PTUN DKI Jakarta yang amar putusannya memenangkan gugatan DL Sitorus dalam sengketa kepemilikan lahan di Cengkareng, Jakarta Barat, melawan Pemda DKI. Oleh JPU, dalam dakwaan primair DL Sitorus dan Adner Sirait diancam dengan

pasal 6 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal penjara selama 15 tahun. Sedangkan untuk dakwaan subsidairnya, DL Sitorus dan Adner Sirait diancam dengan pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Atas dakwaan itu, DL Sitorus dan Adner

Sirait yang menunjuk OC Kaligis sebagai pembela langsung mengajukan nota keberatan (eksepsi). OC Kaligis menyatakan bahwa dakwaan JPU salah alamat atau error in persona. Menurut Kaligis, Adner bukanlah pihak yang pertama kali mengajukan tawaran uang ke Ibrahim. “Pihak yang pertama kali meminta adalah Hakim Ibrahim,” ujar Kaligis. Sementara DL Sitorus, lanjut Kaligis, hanyalah klien dari Adner Sirait. Kaligis menegaskan bahwa DL Sitorus sama sekali tidak mengerti mengenai perkara terse-

but. “Dan menyerahkan segala persoalan yang menyangkut perkara tersebut kepada kuasa hukumnya (Adner Sirtait),” paparnya. Selain itu, DL Sitous juga tidak kenal dengan Ibrahim. Sebaliknya, Ibrahim dalam berkas acara pemeriksaan juga tidak dengan DL Sitorus. Sementara pemberian uang Rp 300 juta, dimaksudkan untuk biaya pengacara. “Cek senilai Rp 300 juta itu adalah fee lawyer,” kata OC mengutip BAP atas nama saksi Yoko Verra Mokoagow.(ara)

nya adalah seorang empu yang bertirakat cukup panjang. Ada juga beberapa keris yang pernah digunakan untuk membunuh orang,” terang dia. Karena itu, setiap ada teman yang memberi atau saudara yang menitipkan keris, Tjahjo selalu “mengujinya” terlebih dulu. Biasanya, dia menginapkan keris tersebut antara 1-2 minggu. “Kalau nggak cocok, saya pulangkan,” ujarnya. Saat ditanya soal cara merasakan kecocokan dengan sebuah keris, Tjahjo hanya tersenyum. Tjahjo menyatakan bahwa seluruh anggota keluarga mendukung minatnya terhadap keris. Meskipun, tak jarang terjadi persitiwa aneh. Bahkan, papar dia, awalnya ketiga anaknya sering “diganggu”. Bentuk gangguan itu, mulai kamar didatangi orang tak dikenal, pintu kamar bolak-balik terbuka tanpa jelas pelakunya, sampai terdengar pentas musik di tengah malam dalam studio band milik keluarga Tjahjo. “Apakah itu mukjizat keris? Wallahualam. Sebagai orang beragama, kami sekeluarga percaya terhadap Yang Di Atas saja,” kata suami Erni Guntarti tersebut. Meskipun mengakui bahwa keris termasuk benda bertuah, Tjahjo cenderung memandang senjata itu sebagai warisan budaya dan tidak mengultuskannya. “Sebagai warga Indonesia yang lahir di Solo atau orang Jawa, saya ingin melestarikan, jangan sampai keris jatuh ke orangorang yang tidak tahu tentang cara merawatnya,” kata dia. Kecintaan terhadap keris juga ditunjukkan oleh Anak Agung Gede Waisnawa Putra, kepala cabang sebuah institusi pembiayaan di bawah payung Astra Grup di Surabaya. Sebenarnya, keris bukan barang baru bagi Agung. Sebab, beberapa acara keagamaan di Bali sering menggunakan senjata tajam itu. Tapi, baru pada 1998, ketika bertugas di Balikpapan, seorang kenalannya menghadiah-

kan keris berukuran mungil. Ketika pulang ke Bali, dia bawa keris tersebut. Sangayahmengatakanbahwakerisituistimewa. Alasan Agung mengoleksi keris tidak berhubungan dengan hal mistis, melainkan bentuk yang indah. Karena itu, dia tidak percaya jika ada yang menawarkan keris dengan kekuatan macam-macam. “Memang harus teliti. Apalagi, sekarang banyak yang merekayasa. Maksudnya, keris biasa dikasih bahan kimia hingga terlihat tua, terus ditawarkan dengan harga selangit,” jelasnya. Hingga saat ini, koleksi keris Agung mencapai lebih dari 300 bilah. Kebanyakan kerisnya berasal dari daerah kelahirannya, Bali, dan biasanya berukuran besar. Ratarata panjang keris koleksinya lebih dari 40 cm. Selain itu, warangka senjata tersebut lebih berwarna-warni daripada keris Jawa. “Lebih banyak batu permata atau lapisan logam mulianya,” jelasnya. Yang istimewa, sepuluh koleksi Agung masuk dalam katalog Keris for The World (keris untuk dunia) yang diluncurkan bersamaan dalam pameran di Galeri Nasional, Jakarta, pada 3-8 Juni lalu. Acara dua tahunan itu tak hanya diikuti kolektor dari Indonesia, tapi juga Malaysia dan Singapura. Selain menjadi ajang pamer serta diskusi tentang perkembangan keris, acara tersebut diisi dengan kompetisi keris. Satu koleksi Agung dinyatakan sebagai karya terbaik untuk keris kamardikan. Keris itu diberi nama Ki Singaraja, yang merupakan kolaborasi antara Agung dan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Hartonodiningrat alias Rudy Hartono, warga Surabaya yang 15 tahun terakhir menekuni dunia tempa-menempa besi demi menghasilkan sebilah keris.(ari)

10 Koleksi Agung Masuk Keris for The World Ditawar ..................... tan Danjen Kopassus Prabowo Subianto itu mengisi griya tiga lantainya dengan aneka barang kuno, antik, dan langka. “Saya sebenarnya cinta kepada benda seni sejak masih berada di SMA, tapi baru bisa serius mengumpulkannya di satu tempat sekitar tiga tahun belakangan,” ujar Fadli. Sebelum Fadli Zon Library dibangun pada awal 2007, alumnus London School of Economics itu menyatakan bahwa barangnya berserak di mana-mana. “Ada yang ditaruh di rumah saya di Cimanggis, juga Bogor dan Sumatera Barat, asal saya,” tutur dia. Fadli menghiasi dinding ruang paling atas rumahnya dengan puluhan lukisan karya seniman besar Indonesia. Ada lukisan Basuki Abdullah, Raden Saleh, Affandi, dan Lee Man Fong. Dia juga mengoleksi 40 ribu buku, fosil-fosil purba, kacamata tokoh pergerakan kemerdekaan, dan barang-barang pribadi Bung Hatta. Yang tak kalah hebat, Fadli juga merupakan kolektor keris. Tidak tanggung-tanggung, sampai kini di lantai 2 rumahnya tersimpan 800 keris. Mulai keris sepuh (tua) sampai tangguh (masa pembuatan) kamardikan. Keris kamardikan adalah keris yang diciptakan oleh para empu setelah Indonesia merdeka pada 1945. Meski berdarah Minang, ayah Safa Sabila dan Zara Saladina itu menuturkan cinta mati pada dunia perkerisan. “Selama ini, orang awam menganggap keris identik dengan budaya Jawa. Padahal, itu adalah warisan nasional. Ada keris Bali, Madura, dan Palembang yang juga sama indahnya dan punya sejarah tinggi,” ungkap dia. Fadli juga mengakui bahwa penghobi keris sering dicitrakan sebagai orang kuno yang menyenangi dunia mistik dan klenik. Tapi, dia tidak setuju dengan pendapat itu. “Tidak semua harus dinilai dengan mistik. Keris

adalah benda budaya, punya sejarah dan estetika tinggi. Saya menghargai keris dari nilai itu,” ucap dia. Meski begitu, dia menghormati orangorang yang menilai keris dari sisi spiritual. “Benda itu dibuat secara susah payah oleh para empu. Ada doa-doa yang dipanjatkan saat menempa bilah. Tentu itu membawa energi tertentu yang sah-sah saja kalau diyakini,” terang komisaris PT Tidar Kerinci Agung (perusahaan perkebunan sawit) itu. Jawa Pos (Kendari Pos Group) lantas diajak turun ke lantai 2. Wangi minyak keris beraroma cendana tercium saat Fadli membuka pintu ruang yang suhunya selalu dijaga tersebut. Ada tiga lemari kaca besar yang penuh dengan keris di salah satu sudut ruang itu. Di sisi lain, belasan tombak berjajar rapi. Keris tertua yang dimiliki Fadli bertangguh Singosari. Yakni, era Ken Arok-Ken Dedes. “Ada juga yang berasal dari era Majapahit,” ujar pendiri Institut for Policy Studies itu. Fadli lantas mengambil sebuah keris. Caranya membuka warangka (sarung) keris menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sangat paham. “Itu keris sepuh dari Palembang, sejak masa Kerajaan Sriwijaya,” ucap dia. Keris tersebut berluk sembilan dengan pamor wos wutah (beras tumpah). Luk adalah bagian berkelok dari sebilah keris dan pamor merupakan pola yang muncul di permukaan bilah senjata itu. Fadli “berburu” keris di seluruh Indonesia. Bagi dia, harga nomor dua. “Patokannya ada tiga, yakni sejarah, indah, dan estetika,” tegas dia. Maka, uang Rp 100 juta-Rp 200 juta akan mudah berpindah tangan jika Fadli sudah suka dengan sebuah keris. Agar koleksi itu terjamin, dia punya beberapa orang yang secara khusus membantunya menangguh (menilai) sebuah keris. Di antaranya, Benny Hatmantoro dan Toni Junus, dua pakar keris dari Jakarta. “Kadang orang yang tidak saya

kenal juga datang ke sini untuk menawarkan keris. Kalau cocok, ya bukan masalah,” ujarnya. Tidak takut kena tipu? Fadli tersenyum. “Saya percaya niat baik orang, silakan saja kalau mau menipu. Toh, nanti ada ganjaran sendiri,” ujar suami Katharine Grace itu. Politikus Tjahjo juga punya kebiasaan yang mirip dengan Fadli. Bila diajak bicara tentang koleksi keris, dia sampai lupa waktu. Dia menuturkan, kecintaan tersebut mulai muncul ketika merawat sejumlah keris peninggalan almarhum kakek dan ayahnya. Ada enam keris yang diwariskan oleh orang tuanya. Sedangkan dari sang kakek, Tjahjo menerima dua keris. “Lama-lama, saya suka. Sampai saya ketagihan untuk terus berburu keris,” tutur Sekjen DPP PDIP itu. Ketua Fraksi PDIP di DPR tersebut kini memiliki 40-an keris “pilihan” serta sejumlah tombak. Ada keris yang berasal dari zaman Majapahit dan Mataram. Ada juga keris yang diperoleh dari Selaparang, NTB, atau bergaya campuran Islam dan Hindu. “Itu namanya keris Semar,” ucap Tjahjo sambil mengeluarkan sebilah keris berbentuk Semar dari warangka. Selain itu, dia memiliki keris Lajer Punakawan, Pendawa, Lajer Keleng, luk 13 Bimo Kurdo (Gagrak Ageng), Bethok Budho, Tombak Baru Klinting, Lajer Jalak Kinatah Arap Gondhil, dan Lajer Tri Warno. Yang unik, papar Tjahjo, tidak ada satu pun koleksi keris yang diperolehnya dengan membeli. Tapi, dia juga tidak pernah mau menjual keris koleksinya sekalipun ditawar miliaran rupiah. “Semua saya dapat dari berburu atau diberi teman secara ikhlas. Yang cocok saya simpan. Yang tidak cocok saya kembalikan,” ujar laki-laki kelahiran Solo, Jawa Tengah, 1 Desember, 53 tahun lalu itu. Tjahjo percaya bahwa sebagian keris merupakan barang tua yang bertuah. Merawat keris tidak bisa sembarangan, kadang harus berjodoh. “Mungkin dulu pembuat-


3

Kendari Pos Selasa 20 Juli 2010

Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen

ULFA/KP

Para peserta lomba meracik juice yang digelar pihak PT Sharp Kendari. Lomba ini digelar di salah satu plaza di Kota Kendari akhir pekan lalu

Sharp Helat Lomba Buat Juice Kendari,KP Sebagai bagian dari kegiatan mega pameran Win’s Elektronik Juli Ceria, kemarin (18/7), PT Sharp Cabang Kendari, melaksanakan lomba membuat juice (make juice competition) bagi para konsumennya. Acara meriah itu digelar di salah satu plaza di Kota Kendari. “Lomba ini sebagai bagian dari serangkaian lomba yang kami laksanakan, sehubungan dengan program Juli Ceria. Diantaranya lomba dancer pada 17, 24 dan 31 Juli, serta fashion show dan lomba mewarnai pada 25 Juli nanti,” ujar Bagian Promosi PT Sharp Cabang Kendari, Dedy. Sehubungan dengan lomba memasak, dirinya mengatakan selain bertujuan untuk memperkenalkan produk blender

Sharp, juga memanjakan konsumen dengan berbagai hadiah menarik yaitu uang tunai plus aneka produk elektronik Sharp. “Sekecil apa pun produk kami, selain berkualitas tinggi juga dilengkapi dengan service. Tidak heran banyak masyarakat yang tertarik untuk menjadi konsumen kami,” lanjutnya. Dedy menandaskan bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam program Juli Ceria, segera mendaftarkan diri dan keluarganya di kantor PT Sharp Cabang Kendari. “Keikutsertaan masyarakat untuk memeriahkan program ini, tentunya sangat kami harapkan. Pasalnya program ini sebagai wujud terima kasih kami kepada konsumen Sharp,” tandasnya. (cr6)

Strada Triton “Diserbu” Pengusaha Tambang Kolaka, KP Kemampuan Brand Strada Triton sebagai mobil penakluk segala tantangan ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengusaha tambang di Kolaka untuk menjadikan mobil 4 MD pabrikan Mitsubishi tersebut sebagai kendaraan operasional lapangan. Dalam kegiatan Small Gatherings Strada Triton yang digelar PT Bosowa Berlian Motor (PT BBM) cabang Kolaka disalah satu hotel di Kolaka akhir pekan lalu, produk ini langsung terjual 10 unit. “Umumnya para pembeli merupakan pengusaha pertambangan yang ada di Kolaka,” terang Kepala Cabang PT Bosowa

Berlian Motor Kolaka, Sutirman. Apalagi dalam kegiatan tersebut PT BBM menawarkan paket diskon antara 25-40 juta rupiah untuk setiap pembelian produk Mitsubishi. Menurut Sutirman, Kabupaten Kolaka sejauh ini berstatus top market penjualan produk Triton untuk wilayah Sultra. Hal ini tidak mengherankan mengingat wilayah otorita Buhari Matta ini memang kaya dengan pontesi tambang nikel. “Kita optimis penjualan produk ini di Kolaka akan semakin meningkat, apalagi spare part dan mekanik tiriton sudah tersedia di Sultra ini,“ pungkas Sutirman. (cr3)

Kendari,KP Seratus hektar lebih kawasan persawahan di Kecamatan Pondidaha, Konawe mengalami gagal panen. Produksi gabah yang jumlahnya ratusan ton di kawasan itu sama sekali tidak layak konsumsi, arena kualtasnya yang sangat buruk. Kondisi itu membuat daerah ini rawan mengalami kekurangan stok pangan karena selama ini Konawe dianggap lumbung padi Sultra. Ketua Gerakan Agro Desa Tani Nusantara (Garuda) Eduard Lenohingide mengaku bah-

wa ia dan kelompoknya sudah melihat langsung kondisi di lapangan, dan kerugian petani cukup terasa. Produksi beras di wilayah tersebut sangat buruk. Warnanya hitam dan baunya apek. “Produksi sekitar puluhan petani nihil, kerugian petani mencapai ratusan juta. Untuk memproduksi kembali tentunya butuh modal yang tidak sedikit, sementara petani sudah tidak memiliki dana. Apalagi semua kelengkapan produksi saat ini biayanya bertambah mahal,” terangnya, kemarin.

Garuda memastikan tidak adanya panen semusim di Konawe, sudah pasti akan mengurangi stok pangan di daerah ini. Apalagi Pondidaha adalah salah satu lumbung padi. Survei di wilayah lain pun meskipun tidak gagal panen, kualitas beras relatid tidak begitu bagus, karena kendala pengeringan. Semua itu tentu saja merugikan pihak petani dan jika kondisi ini dibiarkan, tentu akan memperkeruh keadaan, dan berakibat pada minimnya stok pangan, yang selama ini Sultra tergolong sur-

IST/KP

Adwan Laudu, Menager DSP Raha saat menyerahkan alat kebersihan kepada pihak pengelola Pasar Laino sebelum acararevitalisasi pasar tradisional digelar

Pasar Raha Juga “Digarap” Danamon Kendari,KP Setelah sukses melaksanakan programrevitalisasipasardalam bentuk pembersihan, konsep Pasar Sehat Hijau Bersih Terawat (Sejahtera) dari Bank Danamon berlanjut ke Raha, Muna. Sasarannya adalah Pasar sentral Raha. Dalam kegiatan ini, para pedagang terlihat berebut peralat pengangkut sampah untuk melibatkan diri dalam kegiatan bersih-bersih itu. Adwan Laudu, Unit Manager Danamon Simpan Pinjam (DSP) unit pasar sentral Raha bercerita bahwa kegiatan tersebit dihadiri oleh seluruh karyawan DSP, Kepala UPTD Pasar Laino, Raha dan seluruh staf serta Kepala Pos Polisi Pasar Sentral Raha, beserta jajarannya, termasuk notaris rekanan Dana-

mon A. Yani Kalimuddin, SH berserta staff serta nasabah dan pedagang pasar sentral raha. “Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak diseluruh Indonesia dan merupakan kegiatan rutin Danamon Peduli sekaligus dalam rangkaian ulang tahun Bank Danamon yg ke 54,” katanya, akhir pekan lalu. Adwan menambahkan bila kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian DSP terhadap warga pasar. Tentunya, ingin melakukan revitalisasi pasar tradisional untuk menjadikan pasar tradisional menjadi tempat yang lebih bersih, aman dan nyaman untuk berdagang maupun untuk berbelanja sekaligus menggugah kepedulian masyarakat secara nasional dan khususnya warga

Pasar Laino akan pentingnya existensi pasar tradisional. Adwan yang juga mantan Kepala Danamon Unit Pasar Sentral Kota Kendari mengatakan kegiatan yang berlangsung pada akhir pekanlalusangatsukses.Pasalanya seluruh pedagang terlihat berebut peralatan sampah yang tidak lain ingin menunjukan kepada masyarakat jika mereka peduli dengan kebersihan. Di tempat yang sama Kepala UPTDPasarsentral Laino,Raha, Tahrir menyatakan sangat senang dengan kegiatan yang digelar Bank Danamon, khususnya untuk Danamon Simpan Pinjam yang dengan kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kesadaran dari warga Pasar Laino akan pentingnya kebersihan pasar.(ano)

plus produksi berasnya. Versi Eduard, gagal panen memang penyebab utamanya adalah bencana alam, yaitu banjir. Tapi sebenarnya semua itu bisa diantisipasi dengan meminimalisir genangan air yang menyebabkan padi busuk yakni dengan memperbaiki tanggul yang ada di sekitar areal persawahan. Seandainya itu dilakukan, kerugian yang dialami tidak sebanyak seperti saat ini. Pihak Garuda pun akan bekerja sama dengan pihak terkait, agar semua itu bisa dicarikan solusi.

“Keberadaan kami membela petani, agar potensinya lebih baik, tentunya permasalahan tersebut harus kami perjuangkan. Apalagi permasalahannya adalah padi yang notabene adalah jenis pangan yang utama,” ujarnya. Saat ini, kata Edward, pihaknya sedang mengajukan permohonan dana ke pusat untuk memperbaiki lahan persawahan, supaya bila terjadi bencana serupa bisa diminimalisir. Kebetulan, pembina Garuda Samsul Muarif, adalah Kepala Badan Bencana Alam Nasional.(lis)


4

Kendari Pos | Selasa, 20 Juli 2010

Pemkot masih tunggu penyerahan aset lainnya Menunggu membosankan ces Arah kiblat masjid dievaluasi Biar lebih afdol shalatnya PAD SKPD Bombana memprihatinkan Semoga tak dikorupsi

Maju Mundur Pembatasan BBM MEMASUKI pertengahan 2010, jantung masyarakat, khususnya pengusaha, berdegup makin kencang. Berbagai komponen biaya siap-siap naik seperti harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga kebutuhan pokok. Bahkan, sebagian lain sudah ditetapkan naik seperti tarif dasar listrik (TDL) dan naik pesat dengan sendirinya seperti harga bumbu dan sayur mayur. Mulai ibu-ibu rumah tangga hingga bos-bos perusahaan kini mau tak mau harus mencermati perkembangan pasar jika tidak ingin keuangan mereka babak belur. Di antara semua kabar harga yang paling membuat dag-dig-dug jantung masyarakat adalah rencana kenaikan harga BBM. Berbeda dengan kebijakan-kebijakan sebelumnya yang menaikkan harga BBM bersubsidi untuk semua konsumen, kali ini pemerintah gencar menggulirkan rencana membatasi penyaluran BBM bersubsidi. Ada tiga pilihan kebijakan yang digadang-gadang. Pertama, BBM bersubsidi hanya boleh dikonsumsi angkutan umum. Kedua, kendaraan roda empat milik pribadi yang diproduksi di atas 2005 dilarang menikmati premium dan solar bersubsidi. Ketiga, mobil dengan cc tertentu dilarang mengonsumsi BBM bersubsidi. Kecenderungan terakhir, pemerintah akan memilih opsi kedua, yakni mobil pibadi di atas 2005 dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Wacana ini langsung mengundang respons penolakan dari berbagai pihak. Bisa ditebak, kelompok yang paling sengit menentang adalah pengusaha otomotif. Sebab, apa pun upaya pemerintah membuat penggunaan mobil baru lebih sulit atau lebih mahal, selalu mereka tentang. Menyimak runtutan proses menjelang lahirnya kebijakan menyangkut harga BBM ini, apa pun opsi yang diambil, pemerintah seharusnya segera memutuskan. Jangan hanya rajin melempar wacana, tapi eksekusinya masih majumundur. Kita masih ingat dengan rencana penggunaan kartu pintar alias smart card tiga tahun lalu yang kini hilang gaungnya. Sebab, setelah dihitung-hitung, ternyata ongkosnya kemahalan. Sebelum disampaikan ke publik, semestinya wacana pengetatan konsumsi BBM bersubsidi diperjelas oleh pemerintah. Dijelaskan cara mainnya seperti apa. Siapa yang mengawasi dan bagaimana mengantisipasi pihak yang mengakali kebijakan itu. Dari segi teknis, pembatasan itu jelas sangat sulit diimplementasikan. Logikanya, kalau harus membatasi pemakaian BBM bersubsidi per kendaraan, petugas SPBU akan kesulitan jika harus selalu mengawasi setiap kendaraan untuk menentukan masuk kategori berhak mendapat subsidi atau tidak. Kalaupun berdasar surat tanda nomor kendaraan, tentu akan timbul antrean panjang. Artinya, mengatur konsumsi individual akan selalu menemui keruwetan mekanisme jika tanpa persiapan matang. Kini semua terpulang ke pemerintah apakah maju terus dengan kebijakan pembatasan BBM atau kembali mundur oleh ruwetnya mekanisme yang harus disiapkan dan penentangan pengusaha otomotif. Yang pasti, tidak ada kebijakan yang bisa diterima 100 persen oleh semua pihak. Konversi energi dari minyak tanah ke elpiji adalah contoh kasus mahalnya harga yang harus dibayar atas kebijakan yang dilaksanakan dengan setengah hati. Di luar itu, dalam jangka panjang, penciutan subsidi BBM harus terus konsisten dilakukan. Itu mutlak karena subsidi adalah kanker berbahaya yang membuat anggaran negara tidak pernah sehat. Terlebih lagi banyak studi menunjukkan bahwa subsidi lebih banyak dinikmati mereka yang bukan sasaran, yaitu kelompok masyarakat menengah atas. Bukan rakyat golongan miskin. (*)

Kendari Pos Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

Dualisme Kelembagaan Pemberdayaan di Masyarakat B

ersamaan dengan terdapatnya program Program Penanggu langan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) atau yang kini dikenal dengan nama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) yang teralokasi di berbagai wilayah desa/kelurahan maka bermunculanlah nama kelembagaan baru yang dikenal dengan sebutan Badan Keswadayaan masyarakat (BKM), padahal sebelumnya telah terdapat nama kelembagaan pemberdayaan lain yang sudah eksis di tengah-tengah masyarakat seperti Lembaga Pemberdayaan masyarakat (LPM), Karang Taruna maupun kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Berdasarkan kenyataan tersebut di atas, maka ada segelintir masyarakat yang menganggap bahwa BKM adalah produk P2KP atau PNPM-MP. Padahal sejatinya, program P2KP/PNPM-MP tidak mengharuskan bahwa nama kelembagaan yang akan mengawal program ini adalah BKM. Sebelum penyaluran dana pemberdayaan melalui program ini, terdapat sebuah siklus P2KP yang mereview peran-peran kelembagaan yang ada selama ini di tengah-tengah masyarakat, apakah kelembagaan tersebut terlahir dari sebuah proses demokrasi yang sangat kental, ataukan terbentuk dari proses yang tidak melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dualisme Peran Kelembagaan Masyarakat Secara kasat mata, dengan terbentuknya sebuah organisasi baru seperti BKM yang mengelola anggaran-anggaran pembangunan pemberdayaan yang bersumber dari dana APBN dan APBD (dalam bentuk sharing pendanaan), maka di saat itu pula terjadi friksi-friksi dengan bentuk kelembagaan lainnya yang lebih dahulu sudah ada meski dalam intensitas yang masih sangat rendah. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) atau Lembaga Keswadayaan masyarakat (LKM) adalah representasi dari masyarakat itu sendiri pada masing-masing kelurahan, sesungguhnya merupakan mitra pemerintah yang perlu dibina dan diberdayakan. BKM terbentuk bukan karena adanya P2KP maupun PNPM-MP. BKM terbentuk karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap kelembagaan yang dapat mewakili eksistensinya dalam melaksanakan partisipasi pembangunan. Di satu sisi kita tidak dapat memungkiri bahwa terdapat kelompok masyarakat lainnya yang lebih

Oleh : Dr. Ir. La Ode Muhamad Magribi, MT dahulu ada dan hidup dan menjalankan aktifitasnya di tengah-tengah masyarakat, seperti karang taruna, majelis ta’lim, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan lain sebagainya. Sesungguhnya tidak ada perbenturan peran antara BKM dan lembaga-lembaga lainnya di tengah-tengah m a s y a r a k a t . Masyarakat diberi kesempatan untuk memilih nama lembaga yang dapat merepresentasikan mereka dalam setiap aktifitas pembangunan dengan pola pemberdayaan seperti P2KP maupun PNPM-MP. Pola kelembagaan yang akan dibangun harus dapat dipercaya oleh masyarakat, dipilih dengan mekanisme demokrasi (keanggotaan lembaga tersebut dipilih mulai dari tingkat RT hingga tingkat kelurahan), sehingga diharapkan setiap anggota yang terpilih adalah mereka-mereka yang sudah dikenal baik oleh masyarakat itu sendiri karena memiliki track record seperti kepedulian, kerelawanan dan ketokohannya di tengah-tengah masyarakat telah melembaga. Bila ada kelembagaan yang seperti itu di tengah-tengah masyarakat, maka apapun namanya, apakah LPM, majelis ta’lim ataupun kelompok karang taruna dapat melakukan peran sebagaimana peran yang dijalankan oleh BKM saat ini. Dari sisi namapun sangat tentatif dan sangat terbuka tidak harus dengan nama BKM atau LKM. Nama LPM-pun dapat dijadikan sebagai sebuah nama generik asal saja mekanisme pemilihan anggotanya mengikuti prosedur yang demokratis. Peran Pemerintah Kota Kendari untuk menjembatani dualisme kelembagaan masih dinanti-nantikan oleh segenap masyarakat Kota kendari dalam rangka untuk meminimalkan friksi-friksi yang terjadi. Penyelarasan, sinergisme dan sinkronisasi kelembagaan menjadi kunci penting yang harus dilakukan agar ego kelembagaan tidak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Secara kelembagaan, sesungguhnya para pelaku P2KP atau PNPM-MP juga adalah para pegiat LPM, majelis ta’lim ataupun karang taruna, sehingga pada

beberapa wilayah kelurahan, BKM dapat berjalan secara harmonis berdampingan dengan teman-teman lainnya dari berbagai lembaga yang ada. Pada tataran tersebut, tidak ada yang perlu dipermasalahkan, namun pada tataran yang lain, dimana masingmasing lembaga dengan peran dan fungsi yang sama seperti LPM dan BKM mengelola kegiatan-kegiatan yang berpola sama, tidak tertutup kemungkinan akan muncul friksi dan ego kelembagaan yang sekilas pandang bukanlah merupakan permasalahan yang krusial, namun bila dilihat lebih tajam akan tampak bahwa keberadaan satu lembaga didukung sepenuhnya oleh pemerintah setempat sedangkan lembaga lainnya “dianggap” eksis karena adanya suplai dana-dana pemberdayaan dari pusat, dan “dianggap” sebagai bentukan sebuah program pemberdayaan milik pemerintah pusat. Bila seperti itu kejadiannya, maka egoisme peran kelembagaan berubah menjadi ego sektoralism. Implikasi lebih jauh dari permasalahan tersebut adalah terdapatnya gap perencanaan pembangunan, overlapping pelaksanaan pembangunan, saling klaim atas hasil-hasil pembangunan, munculnya rasa ketidakpercayaan di tengah-tengah masyarakat, saling curiga dan apatis. Diagnosa terhadap “penyakit” tersebut harus segera dituliskan resepnya agar tidak berkepanjangan. Pemerintah setempatlah yang harus mengisi peran-peran sebagai mediator untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut. Berbagai pilihan pragmatis dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota kendari dalam rangka membina dan memberdayakan peran kelembagaan yang mengawal program-program pemberdayaan di tengah masyarakat tersebut, diantaranya; yang pertama, memfasilitasi terbentuknya satu kelembagaan baru yang melebur kedua lembaga yang sudah ada. Namanya merupakan kesepakatan semua pihak, apakah tetap BKM, LPM ataukah LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat). Mekanisme pembentukan kelembagaan merupakan implementasi nilai-nilai demokratis

sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Kedua, menjaga eksistensi serta konsistensi peran kedua lembaga, mensinergiskan, mengsinkronisasikan, membina dan memberdayakan sesuai dengan porsinya masingmasing. Dan ketiga, membiarkan kedua lembaga tersebut mengakar dan melembaga dengan sendirinya dan berkompetisi dengan sehat, pemerintah hanya bertindak sebagai penengah yang mengatur aturan main tanpa kecenderungan untuk memihak kepada salah satu lembaga yang ada, demikian juga perhatian tetap diberikan secara berimbang. Ketiga pilihan pragmatis tersebut tentunya memiliki sisi positif dan negatif, namun bila Pemerintah Kota Kendari mempu menjalankan perannya sebagai Pembina dalam rangka memfasilitasi dan mengarahkan peran-peran kelembagaan tersebut, maka hal ini merupakan sebuah bentuk keberpihakan Pemerintah Kota terhadap konsep-konsep pemberdayaan kelembagaan masyarakat yang akan mengawal berbagai program pembangunan dengan pola pemberdayaan tersebut. Tidak hanya itu, wujud keberpihakan pemerintah terhadap program-program pro poor menemukan momentumnya untuk bangkit lebih cepat, dalam rangka mewujudkan visi Walikota dan Wakil Walikota Kendari terpilih yang berbunyi: “Terwujudnya Masyarakat Kota Kendari yang Berakhlak Adil, Demokratis, Maju dan Sejahtera”.(*) Penulis adalah Kabid Perumahan Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Kendari serta Dekan Fakultas Teknik Unsultra, juga Dosen Pascasarjana PPW Unhalu dan Satker PNPM-MP Kota Kendari

TERIMA OPINI Redaksi Kendari Pos menerima opini dengan foto penulis. Panjang opini minimal 24 maksimal 28 karakter, dalam bentuk file flashdisk atau copy ke CD. Opini dimaksud adalah pendapat penulis. Referensi ilmiah/buku hanya sebagai pembanding.

Tanyakan Pengaspalan Jalan Soropia

PDAM di Mandonga Macet

Publikasikan Anggota Dewan Malas

081245094481 Pak Gubernur, kapan dikerjakan jalan poros perbatasan Kecamatan Kendari dan Kecamatan Soropia? Khususnya di Kecamatan Mata, Purirano, serta Desa Sorue Jaya dan Desa Tapulaga. Kondisinya sudah terlalu parah.

085241575743 Dirut PDAM Kendari, kami warga Mandonga sudah lima hari tidak dialiri. Kami butuh air, dan kami selalu membayar rekening tepat waktu.

085241696111 Sebaiknya pihak DPRD menyebutkan nama-nama anggota dewan yang malas berkantor. Supaya kami masyarakat juga tahu siapa saja mereka itu anggota dewan yang terhormat berstatus malas. Hal ini kiranya menjadi perhatian masyarakat agar ke depan tidak memilih wakil rakyat malas.

Pemimpin Umum : PP. Bittikaka Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Milwan Redaktur Pelaksana : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin Koordinator Liputan : La Ode Diada Nebansi Redaktur : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Ruslan Amrullah, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Yenni Yusuf, Reporter : Sulis Setiarini, Emilia, Linri Merinda, Arifuddin, Awaluddin Usa; Koresponden : Yafruddin Yaddi, Syamsuddin (BaubauButon), Fitri Ashari (Buton Utara), Eliazer Alex Tato (Kolaka-Kolaka Utara), Arwan Mannaungeng (Jakarta), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) ; Fotografer : Suwarjono ; Design Grafis : Muh Hajar Siddiq ; Karikatur : Arham Rasyid; Redaktur Khusus : La Paa, M Djufri Rachim; Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin; BPSDM : M Djufri Rachim; Teknologi Informasi : Sahdar ; Pracetak : Muhrisan (koordinator), Aser Rerung, Gunawan Chandra, Yusri Zubair, Samiruddin; Telepon Redaksi : (0401) 326513, Faks. Redaksi : (0401) 326512, Faks. Bisnis dan Keuangan : (0401) 323771; E-mail : bumianoa@plasa.com; Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari; Alamat Perwakilan : Jakarta: Mu’min Rolle, Komp Widuri Indah, Blok A1-2, Jl. Palmerah Barat No.353 Telp (021) 5330976, Jakarta 12210; Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin, Kolaka-Kolaka Utara :Eliazer Alex Tato; Harga Langganan : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-Eksemplar-Eceran Daerah Rp. 3.500,-.

Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/ K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Pembina : HM Alwi Hamu; Komisaris Utama : Syamsu Nur, Komisaris : PP.Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Ridwan Arief Direktur Utama : Milwan; Direktur : Purwanto Sanam ; Ombudsman : Ramli Akhmad (Ketua), M Djufri Rachim, La Paa, Muhammad Saiful, SH, MH, Ariyani Arifin (Sekretaris) Manager Keuangan : Agus Tranhadi; Manager Iklan/Sponsorship : Haeruddin; Manager Sirkulasi : Muji Suwarno ; Manager Event Organizer : Rustam, Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 (0401)-3126515, Iklan: (0401)-3126110, Sirkulasi :(0401)3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)-2826129/085241854000; Kolaka Jl. Pramuka No.5 Tlp (0405)-24211. Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 1.00000192-01-000428-30-4 (Rec. Giro), 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA)


Selasa, 20 Juli 2010

email : bumianoa@gmail.com

Kontraktor Turunkan Foto SBY Kolaka, KP Anggota DPRD dan staf sekretariat, dibuat heboh melihat aksi Nasrun Massi. Kemarin, pria itu tiba-tiba saja masuk ke ruang sidang utama gedung wakil rakyat Kolaka dan mencopot foto Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan lambang burung garuda. Aksi Nasrun tersebut bukan karena memprotes kebijakan pemerintahan SBY. Pria itu tak lain adalah kontraktor pengadaan lambang dan foto kepala negara di sekretariat DPRD. Ia kesal karena hingga kini pihak institusi itu belum juga melunasi biaya pengadaan barangtersebutsebesarRp7juta. Ketua Koperasi Kowina Ansor ini mengaku, pihak sekretariat DPRD telah setahun ini belum membayarkan biaya pengadaan foto presiden dan wakil presiden serta lambang negara yang terpasang di dinding kantor DPRD. ‘’ Masa hanya dana sebesar tujuh juta rupiah sudah hampir setahun tidak juga dibayarkan. Alasannya nanti dianggarkan lagi pada perubahan APBD,’’ gerutu Nasrun. Kekesalan Nasrun memang cukup beralasan.

Pasalnya, ditengah defisit APBD yang kerap menjadi ‘’jurus’’ untukmenghindaritagihankontraktor, DPRD justru masih mampu menghamburkan uang rakyat untuk mengadakan tiga unit kendaraan dinas mewah bagi unsur pimpinan dengan nilai miliaran rupiah. Belum lagi uang rakyat terserap untuk mendanai kegiatan pelesiran para senator meski dengan dalih studi banding yang rutin dilakukan. Selain Nasrun, hingga kini dewan juga diketahui belum melunasi anggaran pekerjaan gedung DPRD Kolaka. Akibatnya bangunan yang telah tuntas itu belum bisa ditempati. Sekretaris DPRD Kolaka, Abbas Madenuang yang hendak dikonfirmasi atas kejadian tersebut tidak berada di tempat. Sumber di DPRD menyebutkan, Sekwan sedang tugas dinas ke luar daerah. (cr3)

Ritual Tuturangiana Andala Buka FPPM Baubau, KP Tuturangiana Andala kembali digelar dalam rangkaian pembukaan Festival Peraiaran Pulau Makasar (FPPM). Ritual tersebut merupakan prosesi pelepasan sejajen yang dilakukan tokoh adat di empat titik perairan yang dikeramatkan warga Pulau Makasar (Puma), Kecamatan Kokalukuna. Bagi warga setempat, titik keramat itu disebut Kaju Malanga, Jangara, Rape/Latondaku dan Kolema. Camat Kokalukuna, Rahmat Tuta menjelaskan, Tuturangiana Andala dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan laut dengan segala potensinya. ‘’ Penduduk juga berharap agar segala aktivitas mereka selama di laut berjalan baik. Sesajen yang dibawa berupa makanan khas seperti cucur, onde-onde atau semua perlengkapan isi talang masyarakat Wolio serta daun sirih dan pinang. Sesaji itu diletakkan pada tempat khusus yang terbuat dari bambu, dan kemudian tokoh agama membacakan doa,’’ jelas Rahmat Tuta, kemarin. Sebelum sesajen dibacakan, tokoh adat menyembelih seekor kambing jantan untuk kemudian darahnya disimpan sebagai wujud sesembahan atau kurban. Prosesi adat tersebut dilaksanakan 40 tokoh adat yang dibagi dalam empat kelompok. ‘’ Mereka lalu menumpangi sampan rakitan yang dibuat khusus bersama sesajen yang akan disimpan laut pada empat titik dikeramatkan tersebut,’’ sambung Camat Kokalukuna lagi. Dalam prosesi itu sendiri, rombongan Tuturangiana Andala dilepas langsung Sekot Baubau, Suhufan bersama Direktur Pengembangan Pasar dan Peningkatan Pariwisata Kementerian Pariwisata, Samsul Nusa di pelabuhan Puma Kelurahan Sukanayo. (k1)

Info Berlangganan/ Pengaduan atas Pelayanan Pelanggan Koran Harian Kendari Pos untuk wilayah Kolaka/ Kolaka Utara Hubungi : (0405)2324211 atau SMS : 0852 4172 4083

Dalam Kasus Indikasi Korupsi Pelatihan Fiktif

dalam dugaan kegiatan pelatihan kompetensi fiktif tahun 2008 yang menyebabkan negara dirugikan hingga Rp 131 juta lebih. Aspidsus Kejati Sultra, Tumpak Simanjuntak mengatakan, saat ini pihaknya tengah merampungkan pemeriksaan saksi-saksi terkait. Salah satu saksi yang telah diperiksa adalah Abdul Hamid, Bendahara Dinas Dikbudpora Kabupaten Konut. “

Kalau pemeriksaan tersangka selesai, maka awal Agustus mendatang sudah bisa diagendakan pemeriksaan tersangka. Soal penahanan, sepenuhnya kewenangan pimpinan Kejati. Namun yang terpenting dari penanganan perkara korupsi adalah pengembalian uang negara,” pungkas mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini. (emi)

Honor PHTT BPMP Disunat Rp 300 Ribu Kasipute, KP Sebagian Pegawai Honorer Tidak Tetap (PHTT) di Pemkab Bombana seakan tak pernah tenang dalam bekerja. Selain sering mengalami keterlambatan dalam penerimaan jerih payahnya, mereka juga harus menikmati ‘’penyunatan’’ saat honor pengabdian mereka per triwulan dibayarkan. Perlakuan seperti ini terjadi di Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP

ERITMAN-KENPOS

Seorang kontraktor pengadaan lambang negara di sekretariat DPRD Kolaka menurunkan foto Presiden, SBY dan gambar Garuda karena hasil kerjanya belum dibayar sejak setahun lalu.

jahteraan Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, Bagian Humas dan Camat Bondoala, Amrin Djohar, harus bersusah payah memasuki kawasan yang kini terisolir. Tim gabungan itu turun melihat kondisi secara langsung 25 Kepala Keluarga atau 100 jiwa penduduk Desa Diolo. “ Banjir ini mulai tiga bulan lalu. Meluap hingga merendam tambak warga baru pekan kemarin. Saat ini ketinggian air mencapai dua

Mantan Kadis Dikbudpora Konut Tersangka

Kendari, KP Mantan Kadis Dikbudpora Kabupaten Konawe Utara, Amiruddin resmi menyandang status tersangka sejak 12 Juli lalu. Penetapan tersangka oleh pihak Kejati Sultra tersebut, terkait hasil penyelidikan

Rumah dan Tambak Terendam Banjir Unaaha, KP Hujan yang nyaris tanpa henti akhir-akhir ini banyak menenggelamkan dataran rendah di Konawe. Setelah ratusan hektar sawah petani di Pondidaha tenggelam, banjir di Lambuya dan Puriala, kini gejala alam itu menghampiri ratusan hektar tambak di Desa Diolo, Kecamatan Bondoala. Terhitung 175 hektar tambak ikan bandeng warga desa itu kini terendam banjir. Untuk mencapai daerah itu, tim gabungan Dinas Kese-

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

meter. Kami turun mengecek kondisi warga, apakah memang perlu dilakukan evakuasi atau tidak,” ujar Wayong Lasandara, Kepala BPBD Konawe di lokasi banjir, kemarin. Bersama Dinas Kesejahteraan Sosial dan Dinas Kesehatan akan segera menyalurkan bantuan makanan, termasuk obat-obatan dan tenaga medis. Meski ketinggian air sekitar dua meter, namun hingga saat ini evakuasi memang belum dilakukan terhadap warga Desa

Diolo. Sebab, rumah-rumah warga berkonstruksi rumah panggung sehingga untuk sementara dipastikan aman. Luapan Sungai Konawe’Eha itu juga merendam sebagian Desa Rumbia, tetangga Desa Diolo. Beberapa rumah penduduk terendam banjir. Arifin, warga Desa Rumbia mengaku air meluap hingga ke kediaman mereka sejak dua bulan lalu. “ Parahnya, baru kali ini sampai merendam rumah kami,” ujar Arifin. (din/cok)

dan KB) Bombana. Di instansi ini, honor PHTT bisa menyusut hingga Rp 300 ribu perorang tiap tiga bulan pembayaran. Kejadian ini baru dialami puluhan PHTT di instansi tersebut saat menerima hak untuk triwulan pertama di tahun 2010 ini, awal Juli lalu. Beberapa honorer yang ditemui mengakui pemotongan honor tersebut. “ Satu bulan seratus ribu dipotong, jadi satu triwulan dipotong 300 ribu,” kata salah seorang PHTT yang

menyembunyikan identitasnya. Karena adanya pemotongan tersebut, maka setiap PHTT di BPMP hanya menerima honor Rp 1,2 juta. Padahal ditahun 2009 lalu, mereka menerima gaji Rp 1,5 juta setiap tiga bulan. Beberapa PHTT yang ditemui mengatakan, honor hasil pemotongan itu diterima langsung dari bendahara. Alasan pemotongan tak diketahui pasti sebagian tenaga honorer.

Baca HONOR di Hal 6


6

Kendari Pos | Selasa 20 Juli 2010

Satlantas Sita Helm Non SNI Kolaka, KP Sosialisasi undang-undang lalulintas terbaru terus dilakukan jajaran Satuan Lalulintas Polres Kolaka. Salah satunya kewajiban pengendara motor untuk menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Sayang, sebagian warga ternyata belum memahami aturan baru tersebut. Terbukti dalam razia yang dilakukan polisi di jalan Pramuka,

kemarin, ratusan helm non SNI disita polisi dari para pengendara. Kapolres Kolaka, AKBP Moch. Rodjak Sulaeli melalui Kaur Lantas, Ipda Ricky mengatakan, razia tersebut untuk meminimalisir resiko kecelakaan lalulintas akibat kelalaian pengendara yang tidak menggunakan helm sesuai standar yang ditentukan. ‘’ Kegiatan ini untuk memberi-

kan penyadaran pada masyarakat Kolaka agar menggunakan helm sesuai standar keamanan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan lalulintas,’’ terang Riky. Para pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm standar diberi peringatan untuk tak mengulang kesalahan mereka. Sementara helm non standar yang mereka gunakan disita polisi. (cr3)

Perpustakaan Terapung Segera Terealisasi Wangiwangi,KP Wilayah penyusun Wakatobi yang didominasi kepulauan membuat Perpustakaan Nasional memberikan fasilitas khusus dalam memenuhi kebutuhan baca warga di otorita itu. Fasilitas tersebut berupa kapal yang diberi nama perpustakaan terapung dengan berbagai ketersediaan bacaan di dalamnya. ‘’ Perpustakaan terapung itu akan terealisasi tahun ini. Bentuknya kapal sepanjang kurang lebih 15 meter. Fasilitasnya menyediakan sekitar dua ribu eksampler buku bacaan dan layanan internet,’’ ungkap Kepala Kan-

tor Perpustakaan Daerah dan Pengelolaan Data Elektronik (PDE) Kabupaten Wakatobi, La Mego R. Fokus utama layanan perpustakaan terapung itu nantinya ditujukan ke desa-desa di Wakatobi yang terletak pada sekitar pantai seperti Wangiwangi, Kaledupa, Tomia dan Pulau Binongko. ‘’ Pemerintah pusat hanya menyediakan sarananya. Sedang operasional perpustakaan terapung itu berasal dari APBD,’’ sambungnya. Sebelum mendapat bantuan perpustakaan terapung itu, terlebih dulu dilakukan wawancara, mengenai gamba-

ran geografis setiap daerah. Karena Wakatobi 97 persen kepulauan maka menjadi rujukan pusat memberikan bantuan itu. Tahun ini, hanya tiga unit perpustakaan kapal dikeluarkan untuk daerah yang memenuhi syarat, termasuk Wakatobi. Setelah menerima fasilitas itu nantinya, wilayah kendali Bupati, Hugua itu menjadi kabupaten ke delapan yang memperoleh bantuan perpustakaan terapung. Sebelumnya, Kabupaten Selayar, Bengkalis, Bintan dan Pangkep telah mendapat bantuan serupa. (cr1)

Sharing Dana Asing Masuk APBD 2011 Wangiwangi,KP Pemkab Wakatobi cukup bangga dengan masuknya sejumlah dana sharing untuk menunjang pembangunan daerahnya. Pemerintah Australia bahkan siap-siap membantu kebutuhan finansial PDAM Wakatobi dalam bentuk hibah. Anggaran tersebut akan cair setelah dana sharing lebih dulu direalisasikan dalam APBD 2011. ‘’ Dana sharing sebanyak dua miliar rupiah harus disiapkan Pemkab untuk menjemput

Honor ........................ Namun ada juga yang mengatakan jika pemotongan tersebut disebabkan karena BPMP mengalami kekurangan anggaran. Kepala BPMP dan KB Bombana, Muhammad Suyuti yang

hibah pemerintah Australia 25 miliar rupiah dalam rangka penambahan jaringan pipa air bersih di Wakatobi. Jadi kita harus menunggu hingga tahun 2011,’’ kata Dirut PDAM Wakatobi, H. Mane. Bupati Wakatobi, Hugua dan ketua DPRD disebut telah mengetahui hal tersebut. Untuk diketahui, hingga kini banyak calon konsumen namun karena keterbatasan anggaran penambahan jaringan, akhirnya banyak yang mengantri un-

tuk pemasangan baru seperti di wilayah Wakatobi dua yakni Kaledupa, Tomia dan Binongko. Jika hibah pemerintah Australia terealisasi setelah mendapat sharing APBD, maka masalah penambahan jaringan pipa air bersih di seluruh wilayah Wakatobi sudah bisa teratasi semua. ‘’ Makanya program terkait pengadaan air bersih harus didukung semua pihak demi kemaslahatan orang banyak,’’ pungkasnya. (cr1)

dikonfirmasi membantah soal pemotongan gaji honorer itu. “ Yang benar terjadi, pengurangan,” bantahnya. Suyuti beralasan, pengurangan tersebut dilakukan karena adanya persiapan pemotongan pagu 10 persen diperubahan anggaran

nanti. Sebab saat ini anggaran instansi yang dinakhodainya sudah hampir semua dikurangi. “ Makanya saya mencoba menurunkan honorer mereka sesuai dengan kemampuan keuangan yang dimiliki,” ungkapnya. (nur)

Belum Ada Edaran, Honorer Cari Formulir Andoolo, KP Tak seperti di Muna, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Konsel ternyata belum menerima surat edaran pendataan data base honorer untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD). Meski demikian, ribuan honorer di Pemkab Konsel ternyata begitu antusias mencari dan mengisi formulir data base yang didownload dari internet. Kehebohan honorer terse-

but membuat Kepala BKD Konsel, H. Djoko Suprihatin menegaskan, perekrutan honorer melalui data base akan diumumkan setelah surat edaran dari Menpan ditembuskan ke Pemkab melalui instansinya. “ Hingga hari ini belum ada surat edaran tentang perekrutan honorer menjadi CPNSD melalui data base. Saya juga heran kenapa para honorer sudah mendatangi BKD den-

gan membawa formulir isian data base,”ujarnya kemarin. Mantan Kepala BPMD Konsel itu mengakui, pendataan honorer di data base untuk diangkat menjadi CPNSD tahun 2010 memang akan ada. Selain itu juga penerimaan CPNSD dari jalur umum. Hanya saja petunjuk teknis dan pelaksanaannya belum dikeluarkan Menpan atau BAKN. “ Dengan adanya informasi itu BKD akan segera menindak-

lanjutinya. Ini dikhawatirkan nanti ada salah informasi yang muaranya ada Pungli,” tandas Djoko. Pantauan koran ini di Kantor BKD Konsel, ratusan honorer memang mulai sibuk mencari isian formulir data base untuk diserahkan di BKD Konsel. “ Formulir isian ini kami dapat dari internet untuk data base dengan persyaratan memiliki SK sejak tahun 2005,” selutuk seorang honorer. (era)

HUT Amonggedo, Lukman-Kerry “Hambur” Bantuan Unaaha, KP Akhir pekan lalu, Bupati Konawe, Lukman Abunawas dan Ketua DPRD, Kerry Saiful Konggoasa, berlomba memberi bantuan kepada warga diselasela seremoni pembukaan Pekan Olahraga dan Seni dalam rangka HUT Amonggedo ke-5, 18 Juli dan menyambut HUT RI ke- 65. Lukman Abunawas memberikan bantuan seperangkat peralatan sepakbola, plus uang tunai. Sedangkan Kerry Konggoasa menyumbang satu ekor sapi, 15 set kostum sepakbola dan peralatan olahraga lainnya serta uang tunai. Sebelumnya, Kerry Konggoasa juga menyumbang pada sela-sela pembukaan HUT RI di Kecamatan Sampara, Kamis (15/7) lalu. Bupati Konawe, Lukman Abunawas dalam kesempatan itu mengharapkan diusia yang ke-5 ini, Kecamatan Amonggedo terus melanjutkan pembangunan. “ Tanda-tanda kesejahteraan masyarakat Amonggedo telah nampak, apalagi daerah ini kaya potensi sumber daya alam. Adanya tambang nikel dan klorit di Desa Dunggua harus dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan kemajuan bagi Amonggedo dan Konawe umumnya, melalui pembangunan pabrik

HASRUDDINLAUMARA-KENPOS

Ketua DPRD Konawe, Kerry Konggoasa usai menyerahkan piala bergilir, disaksikan Bupati Konawe dalam acara peringatan HUT ke-5 Kecamatan Amonggedo dan rangkaian penyambutan HUT RI ke65, akhir pekan lalu. oleh PT. Sultra Nickel Resources,” ujar Lukman Abunawas. Amonggedo juga memiliki potensi perkebunan dan pertanian. Di kesempatan itu, Lukman Abunawas menyinggung semangat persatuan dan kesatuan diantara warga Amonggedo yang multi etnis. “ Tercatat, enam etnis mendiami Kecamatan Amonggode. Seluruhnya telah menyatu. Untuk itu, jangan melihat perbedaan agama,

suku dan RAS, namun mengutamakan kesatuan dan kebersamaan,” pesannya. Sementara itu, Ketua DPRD Konawe, Kerry Saiful Konggoasa mengatakan, peringatan 17 Agustus dan HUT Kecamatan Amonggedo diharapkan mampu meningkatkan semangat juang dalam membangun. ‘’ Segala potensi yang ada hendaknya mampu dimaksimalkan agar Konawe mampu

Ali Mazi Hadiri Raker Ika Unhalu Baubau, KP Mantan Gubernur Sultra, Ali Mazi kian ‘’rajin’’ kembali ke Sultra. Akhir pekan lalu, Ia bahkan terlihat turut hadir dalam sebuah rapat kerja (Raker) Ikatan Alumni (IKA) Unhalu Cabang Baubau. Gubernur, Nur Alam yang sekaligus sebagai Ketua Umum ikatan alumni universitas terbesar di

Sultra itu juga membuka langsung kegiatan tersebut. ‘’ Rapat kerja pertama ini sangat bermakna karena menjadi langkah awal membahas program dan strategis lembaga agar bisa mewujudkan kiprah dengan baik, terlebih IKA Unhalu adalah anggota masyarakat akademik. Sangat diharapkan memberi dukungan

dalam berbagai kegiatan pembangunan,’’ papar Nur Alam. Ia meminta agar IKA Unhalu bisa menjadi lokomotif yang kuat dalam akademis dan melahirkan sumber daya manusia yang dapat bersaing. Acara itu sendiri dirangkaikan dengan peluncuran buku ‘’Labu Rope Labu Wana’’, yang disusun Prof.

berdiri sejajar dengan daerah maju lainnya,’’ tambahnya. Seremoni HUT Amonggedo dan HUT RI ke-65 itu ditutup dengan laga sepakbola eksebisi. Gabungan Pemkab Konawe melalui Asosiasi Camat dan DPRD Konawe bentrok dengan Football Club Asosiasi Desa Kecamatan Amonggedo. Eksebisi itu dimenangkan gabungan eksekutif dan legislatif Konawe dengan skor 5-0. (din)

Dr. Sutanto Zuhri dan menceritakan sejarah Buton masa lalu. ‘’ Kita berharap agar buku ini menjadi sumber informasi bagi masyarakat Buton secara keseluruhan, sehingga peradaban masa lalu tidak hilang. Pustaka ini akan menjadi kajian untuk menata kehidupan Sultra dimasa mendatang dan memaknai sejarah demi persatuan dan kesatuan masyarakat,’’ tandasnya. Ketua Dewan Penasehat IKA Unhalu Cabang Baubau, H. MZ Amirul Tamim juga berharap serupa agar ikatan alumni itu bisa menjadi teladan bagi warga dalam membangun daerah yang lebih maju. (k1)


7

Kendari Pos | Selasa 20 Juli 2010

Dua Anggota KPU Didesak Mundur Yusril Ihza Mahendra Akan Diperiksa Hari Ini Bertengkar ................. KPU secara keseluruhan, tetapi di forum ini masih ada juga yang dipersoalkan anggaran, tahapan Pilkada dan lain-lain. “Kita tahu bersama siapa sebenarnya yang aktif bekerja dan yang hanya duduk manis. Seperti penolakan ini, kenapa dari awal tidak tolak supaya tidak ikut mengevaluasi saat pemilihan berlangsung. Nanti setelah perhitingan baru ada yang menolak. Inilah yang sangat disayangkan,”tandasnya. Di internal KPU Konsel seperti itu kejadiannya. Mereka tak akur lagi hanya karena

“perbedaan pandangan” dalam Pemilukada. Di luar KPU, ribuan massa juga menggelar unjukrasa dan meminta dua anggota KPU Konsel yang tak bertanda tangan mengundurkan diri. Kalau tak mau mengundurkan diri, maka harus dicarikan aturan pendukung agar dicopot. “Sikap mereka memang keterlaluan,” celetuk seorang pengunjukrasa dengan dialek Tolaki yang kental. Oleh para demonstran yang melakukan aksi di DPRD Konsel, kemarin, keduanya dinilai tidak profesional. Itu dibuktikan dari dua putaran pemilukada Konsel kedua anggota tersebut tidak menyetujui hasil pe-

kerjaan mereka sendiri. Paling anyar, penetapan calon terpilih, lagi-lagi kedua anggota KPU tersebut tidak membubuhkan tanda tangan. “Sebaiknya kedua anggota KPU tersebut mengundurkan diri. Kami menilai, keduanya tidak profesiaonal dengan apa yang dilaksanakan selama di KPU. Dua kali pemilukada, keduanya juga tidak menandatangani berita acara perhitungan dan penetapan calon terpilih. Untuk itu mundur saja,” teriak Samsarti salahseorang orator dalam aksi tersebut. Menurut Sam Sarti, kedua anggoat tersebut sebaiknya diajukan di Badan Kehorma-

tan (BK) KPU untuk dimintai pertanggungjawabannya. “Kami akan mengawal agar kedua anggota KPU yang tidak profesional agar dicopot,” tandasnya. Orator lainnya, Laanda Makati menegaskan bahwa keberadaan dua anggota KPU tersebut tidak menujukkan kinerja profesional, tetapi bekerja berdasarkan permintaan seseorang. “Dua anggota KPU yang menolak pleno tersebut, bukanlah anggota KPU yang profesional, tetapi anggota KPU yang sengaja dititip orang lain dengan tujuan lain,” teriaknya disambut ribuan massa yang hadir di gedung DPRD, kemarin. (era/ong)

11 Juli lalu yang hari ini telah ditetapkan pemenangnya sudah mendapat persetujuan. Sebelum ditetapkan tahapan, KPU telah meminta persetujuan dari KPU Provinsi, KPU Pusat dan Mahkamah Konstitusi. “Untuk itu hasil pleno ini akan segera dilaporkan, khususnya di Mahkamah Konstitusi. Selanjutnya akan dipersiapakn pelantikan Bupati dan wakil Bupati terpilih pada tanggal 8 Agustus mendatang,” katanya. Dalam kesempatan itu juga

Dosen STAIN Non aktif itu mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak, pemerintah Kabupaten Konsel, Kapolda Sultra, Kapolres bersama seluruh jajaran, Panitia Pengawas Pemilu, seluruh pasangan calon dan terkhusus masyarakat Konawe Selatan yang masih setia dan berpartisipasi dan pemungutan suara ulang dan menjaga keamanan. “Partisipasi masyarakat pada putaran dia ini masih tinggi yakni 74 persen,” tandasnya.(era)

Imran-Suto Dilantik 8 Agustus Imran-Suto ................. mengesahkan sebagai Bupati dan wakil Bupati terpilih untuk periode 2010-2015. Untuk pengesahan itu Ahmadi meminta kepada anggota anggota KPU menandatangani berita acara pleno. Dalam kesempatan itu, dua anggota KPU Aswan Tawulo dan Mursalim Mustafa, kembali mempertahankan konsistensinya untuk tidak menandatangani berita Acara. Semen-

tara ketiga anggota lainnya membubuhkan tanda tangan. “Sebagai amanah Undangundang dan penyelenggara Pemilukada, saya selaku ketua akan menandatangani berita acara ini. Sementara dua anggota yang menolak itu adalah hak mereka. Namun demikian pleno ini sudah sah dan quorum, karena tiga anggota KPU menandatangani,” ujar Ahmadi, kemarin. Ahmadi menambahkan, pemungutan suara ulang tanggal

PBB Resmikan Hari Internasional Nelson Mandela Mandela .................... dirayakan di seluruh dunia. Mandela yang fisiknya terus melemah, merayakan hari jadinya bersama keluarganya di rumah di Johannesburg utara. Warga sedkitar tempat tinggalnya di Houghton keluar rumah dan memenuhi jalan, berharap bisa melihat sang pemimpin penghapus politik apharteid itu. “Saya sudah berdiri di sini sejak jam delapan pagi. Barangkali saya beruntung bisa melihat beliau (Mandela),” ujar Jessy Martina yang membawa sebuah poster bertuliskan “Happy Birthday Madiba?. Anak-anak membawa kartu ucapan selamat buatan mereka sendiri dan bunga berdiri bersama orang tua mereka di gerbang rumah Mandela, yang dijaga ketat. Mereka berharap bisa menyerahkan hadiah tersebut kepada sang idola, melalui anggota keluarga Mandela. “Kami memprediksi lebih banyak lagi orang yang akan datang sepanjanghariini(kemarin,Red). Sayangnya, tidak ada satu orang pun yang diijinkan masuk,” terang seorang polisi yang berjaga di luar rumah. “Keluarga Mandela meminta agar privasinya terjaga,” tambahnya. Para politisi lokal berkumpul untuk mendoakan yang terbaik untuk ikon anti apartheid tersebut. “Presiden Mandela telah mengabdikan 67 tahun umurnya untuk kita. Sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah meluangkan 67 menit dari hidup kita dan mengubah dunia menjadi lebih baik,” seru Martti Ahtisari, mantan presiden Finlandia. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menggambarkan

sosok Mandela sebagai pahlawan setiap orang dari berbagai latar belakang. “Kisah hidupnya diisi dengan semangat integritas dan kekuatan yang luar biasa. Tak ada sosok lain yang berhak mendapat pengakuan internasional selain beliau,”

ujarnya seperti ditulis Agence France Presse. Bahkan warga miskin di Desa Mvezo juga meluangkan 67 menit mereka untuk membantu orang lain. “Selama 67 tahun Madiba (sebutan kehormatan untuk Mandela) dia menghabis-

kan waktunya untuk melayani rakyat Afrika Selatan,” ujar seorang warga desa. Mandela biasanya merayakan ulang tahunnya dengan mengadakan pesta bersama penduduk desa sekitar dan menyembelih beberapa ekor sapi.(cak)

Yusril ........................

perbuatan dan menghilangkan barang bukti. “Bagaimana mau menghilangkan bukti, wong barang buktinya sudah sama jaksa,” ujar Hendarman di Kejagung, Senin (19/7) siang. Hal itulah yang kemudian membuat jaksa mengurungkan niat untuk menahan. “Setelah semua bukti terkumpul dan keyakinan penyidik tidak akan mengulangi perbuatan dan melarikan diri maka penahanan terhadap mereka kami tang-

guhkan karena semua terkumpul, apa alasan untuk menahan lagi,” imbuhnya. Karena itulah hingga kini jaksa penyidik yang menangani kasus itu belum mengajukan permohonan untuk menahan dua tersangka itu ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Sebelumnya hingga sekitar pukul 16.00 Wib, Hartono menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar sejak pagi. Saudara Taipan media, Hary Tanoesoedibjo itu dicecar sekitar 20 pertanyaan, termasuk sepuluh

pertanyaan pokok yang hendak didalami penyidik. “Hari ini masih melengkapi BAP pekan lalu karena waktu itu ada pertanyaan yang mau dituntaskan hari ini. Dari 50 pertanyaan ada 10 pertanyaan yang mau diperinci lagi, siapa SRD, siapa manajemenya, apa manfaat Sisminbakum,” ujar kuasa hukum Hartono, Hotman Paris Hutapea di Kejagung. Hartono akan kembali dimintai keterangan pekan depan. Sementara Yusril rencananya akan dimintai keterangan hari ini.(zul)

Kepala BKD Bombana : Kalau SK Palsu Siap Dipidana Honorer ..................... bengkakkan jumlah honorer. Namun pihaknya tak serta merta mengakui SK tersebut. Katanya tim akan memverifikasi termasuk melibatkan jaksa dan polisi. ‘’Jadi siap-siap saja mereka yang membuat SK palsu akan dipidanakan. Kami sudah mewanti-wanti sejak awal,’’ jelasnya. Secara rinci Mushaddad menjelaskan honorer yang akan diakomodir yakni mereka yang tercecer dari pengangkatan CPNS melalui jalur honorer tahun 2005 ke bawah. Honorer tersebut harus menunjukkan SK pengabdian minimal mulai tahun 2005 hingga sekarang, tanpa pernah berhenti menjadi honorer. ‘’Sekali lagi bila SK Palsu siap dipidanakan, karena tim verifikasi bukan hanya dari Bombana tetapi juga dari pusat. Jadi nama-nama yang tercecer dari pengangkatan tahun-tahun sebelumnya sebenarnya sudah diketahui pusat,’’ tukasnya. Diknas Kota Kendari Te-

mukan SK Palsu Pengurusan honorer yang berusaha menjadi CPNS ternyata membuat beberapa oknum menghalalkan segala cara. Kantor Dinas Diknas Kota Kendari yang belakangan dipadati guru honorer untuk pengurusan berkas pengusulan pendataan data base, menemukan sekitar tiga SK yang dianggap tidak sesuai dengan aslinya. Kadis Dinas Diknas Kota Kendari, Drs Kasman Arifin MSi yang ditemui kemarin merinci dari ratusan berkas administrasi yang sudah disahkan, pihaknya berhasil menemukan tiga lembar SK yang berisi tanda tangan palsu. Dalam surat tersebut ditemukan tanda tangan Kadis Diknas periode sebelumnya dicetak dalam bentuk scanning, alias bukan aslinya. Meski tidak menyebutkan secara jelas tanda tangan Kadis yang dimanipulasi, namun Kasman menegaskan bahwa apapun alasannya, berkas yang disahkan oleh Diknas, haruslah asli, sesuai dengan data otentik yang ada di sekolah, maupun keterangan pengabdian yang sebenarnya. Berkas

yang dianggap palsu, pasti ditolak untuk pengesahan. “Sekitar tiga lembar SK kami temukan terdapat tanda tangan Kadis sebelumnya yang discan. Ini pelanggaran, makanya berkasnya kami tolak, sebagai bentuk pelajaran pula bagi GTT lainnya bahwa yang kami akomodir untuk pengesahan berkas adalah berkas asli sesuai permintaan BKD,” terang Kasman kemarin. Pengganti Mashuddin itu juga menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun pada 2008 lalu, di Kota Kendari terdapat sebanyak 1.600 guru honorer. Dari jumlah tersebut, yang melakukan pengesahan berkas belum mencapai setengahnya. Pihak Diknas tetap akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk melakukan pengesahan hingga waktu pengurusan berkas yang ditentukan BKD ditutup. Bukan hanya guru negeri, kata Kasman para guru honorer dari sekolah swasta, tetap diberikan kesempatan untuk mengurus kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. “Termasuk TK swasta,” pungkasnya.(cr5/awl)


8

Kendari Pos | Selasa 20 Juli 2010

Jadi Tersangka, Mantan Mensos Merasa Ditipu Staf

FOTO : UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

KEPASTIAN HUKUMKORUPSI:Praktisi hukumLuthfi Hakim (palingkanan),bersamapengamat politik MulyanaW Kusumah (dua dari kanan), saat menjadi pembicara dalam diskusi publik kepastian hukum dalam pemberantasan kasus korupsi, di Galeri Cafe TIM, Jakarta, kemarin. Diskusi yang digelar oleh KAPAK tersebut, membahas berbagai kendala dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Salah satunya adalah lemahnya mental penegak hukum dan hukuman yang terlalu ringan untuk koruptor.

Tiga Anggota KPU Muna Terancam Pidana

Kendari, KP Hajatan Pemilukada yang digelar di lima Kabupaten di Sultra sudah hampir tuntas. Tinggal Kabupaten Bombana dan Konut yang belum menggelar pencoblosan. Namun dibalik hajatan itu, beberapa anggota KPUD diduga melakukan penyimpangan dari tugasnya. Tak sedikit yang malah menjadi tim sukses para calon. Itulah yang membuat Fraksi Demokrat (FD) di DPRD Sultra mengusulkan pada KPU Sultra dan KPU Pusat untuk segera membentuk Badan Kehormatan (BK) KPU. Tentu memeriksa mereka yang diduga bermasalah. Permintaan itu dikemukakan FD melalui Ketua Fraksi, Syamsul Ibrahim kemarin. Katanya data yang dikumpulkan FD menemukan sejumlah kejanggalan atas kinerja KPUD. Ia mencontohkan kasus tiga anggota KPU Muna yang mempermasalahkan berkas calon La Pili-La Ode Halami tidak diverifikasi pasca adanya pengumuman pemenang. Bahkan ketiganya bersaksi di Mahkamah Konstitusi (MK). ‘’Lalu saat verifikasi, apa yang mereka lakukan dan dikemanakan alokasi dana verifikasi,’’ jelasnya didampingi beberapa anggota FD DPRD Sultra. Begitupun kasus KPUD Konut yang menunda tahapan Pemilukada dengan alasan persoalan dana secara sepihak. Padahal terdapat surat Mendagri yang meminta tahapan tak ditundadanpersoalandanadisarankan untuk meminta bantuan kabupaten induk (Konawe, red) dan provinsi. Yang lebih parah kata Syamsul Ibrahim, KPUD Konut tak menuntaskan verifikasi calon Bupati/Wakil Bupati, padahal sudah membuka pendaftaran. Akhirnya masa verifikasi menjadi panjang. ‘’Kuat dugaan karena adanya calon yang belum mendapat izin dari Mendagri dan Gubernur terkait pencalonannya. Inilah yang disesalkan dari kinerja KPU Konut. Harusnya mengumumkan dulu calon Bupati/ Wakil Bupati yang berhak ikut, baru mengumumkan penundaan,’’ tambahnya. Kasus di KPUD Bombana juga tak lepas dari perhatian FD. Kata Syamsul Ibrahim yang tak beres dari penyelenggara tersebut yakni baru mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tanggal 15 Juli lalu, sementara hari pencoblosan 8 Agustus. Padahal dalam Undang-undang, DPT minimal diumumkan 45 hari sebelum pencoblosan. ‘’Yang lebih parah, ada

Mantan Kadispenda “Lolos” dari Rangkaian Korupsi Mantan ..................... Herlina SH, Jaksa Penyidik menambahkan, sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan, adalah Andi Rosmaria, Rasidin dan Dadang Sucipta. Menyangkut status La Ode Asri Bonea, mantan Kadispenda, yang disebutkan tiga terdakwa (Sumardi, Marjudin Malik dan Sutan Ramli) saat persidangan turut meminjam uang kas daerah, menurut Aspidsus Kejati, belum mengarah pada masalah itu.(emi/ong)

anggota KPU Bombana yang membujuk pengurus parpol untuk tidak mengeluarkan rekomendasi terhadap seorang calon dengan alasan calon tersebut bakal digugurkan. Artinya anggota KPU itu menjadi tim sukses, bukan lembaga independen lagi. Kami memiliki rekamannya,’’ tambahnya. Begitupun kasus KPU Konsel, Syamsul merasa heran dengan tidak ikut bertanda tangannya

dua anggota KPU saat pleno hasil tabulasi, baik 8 Mei sebelum gugatan MK maupun 18 Juli beberapa hari lalu. Padahal pleno tersebut hanya merekap data dari PPS dan PPK. ‘’Kalau tidak salah lima anggota KPU Konsel sepakat Pemungutan suara ulang diselenggarakan 11 Juli. Belakangan setelah pleno ada yang menolak. Seolah-olah indikasiitumenunjukkanadayang menjadi tim sukses. Makanya

kami meminta kepada KPU Sultra dan KPU Pusat untuk segera memproses semua anggota KPU yang bermasalah, tak terkecuali KPU Konsel,’’ pintanya. Sebagai sikap resmi, selaku Ketua Fraksi Demokrat pihaknya sudah meminta kepada Komisi I DPRD Sultra agar segera bersikap. Kebetulan Ketua Komisi I DPRD Sultra, Harun Rahim merupakan kader demokrat.(awl/ong)

Jakarta, KP Mantan Menteri Sosial, Bachtiar Chamsjah kembali menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, kemarin (19/ 7). Tokoh senior Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) itu diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor sapi dan pengadaan mesin jahit pada 2004 dan 2006 di Departemen Sosial. Usai diperiksa, Bachtiar menjelaskan bahwa di dalam proyek impor sapi dan pengadaan mesin jahit tersebut kebijakan penunjukan langsung rekanan diambilnya berdasarkan usul dari staf. Namun, Bachtiar enggan menyebut siapa nama staf dimaksud. Sementara mengenai proses

pelaksanaan program itu, dia menyatakan tidak tahumenahu. “Itu masalah teknis. Gak ada menteri tahu soal teknis,” katanya. Secara pribadi dia menganggap bahwa kasus ini memberi hikmah yang besar. “Ini konsekuensi aktifis jadi menteri, berani ambil kebijakan,” ujar dia. Mengenai statusnya sebagai tersangka, Bachtiar mengaku tidak risih. Sebagai orang yang menghormati hukum, dirinya akan mengikuti terus proses tersebut. “Kita harus ikuti, tidak boleh lari. Tersangka, biar saja. Kecuali kalau awak berkuasa, itu lain lagi,” katanya. Seperti diketahui, Bachtiar mulai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK awal tahun ini. Selain penunjukan lang-

sung rekanan, KPK juga menduga adanya penggelembungan harga dalam program impor sapi dan pengadaan mesin jahit tersebut. Nilai taksiran proyek pengadaan mesin jahit diperkirakan sebesar Rp51 miliar dan diduga kerugian negara yang ditimbulkannya mencapai Rp24 miliar. Sedangkan untuk proyek impor sapi, anggarannya anggaran senilai Rp19 miliar dengan perkiraan kerugian negara sejumlah Rp3,6 miliar. Bachtiar dijerat pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 dan atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. KPK menyelidiki kasus ini sejak 2007 dan kemudian meningkatkan status menjadi penyidikan pada 2009.(rnl)


Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Selasa 20 Juli 2010

Ratusan Penumpang Terlantar Sweeping Kelengkapan Khusus Angkot Kendari, KP Ratusan penumpang angkutan kota (angkot) terlantar saat Satlantas Polresta Kendari menggelar penertiban kelengkapan surat-surat kendaraan (sweeping), khususnya mobil angkot di eks MTQ, kemarin. Para penumpang terpaksa harus turun dari kendaraan dan memilih pindah ke kendaraan lain, bahkan ada yang terpaksa jalan kaki karena panjang dan lamanya antrian saat sweeping dilaksanakan. Bukan hanya itu saja kejadian disana, malah sesama mobil angkot bertabrakan karena para sopir ingin lebih dulu diperiksa kelengkapan surat kendaraannya agar bisa cepat cari penumpang serta penumpang yang sedang diangkut tidak mengomel. Yusuf, salah satu sopir angkot jurusan Wua-Wua-Kota Lama mengatakan, polisi terlalu pagi melakukan sweeping. Pada pukul 08.00 Wita masih banyak penumpang yang harus buru-buru masuk kantor dan ke tempat yang lainnya. Pada jam seperti itu polisi melakukan sweeping kepada mobil angkot. “Seharusnya dilakukan pada pukul 11.00 Wita, sehingga penumpang angkot tidak mengomel karena takut terlambat,” kata Yusuf yang

Baca RATUSAN di Hal. 10

SUWARJONO/KP

PENUMPANG TURUN: Para penumpang angkutan kota (Angkot) terpaksa turun akibat tak lengkapnya dokumen kendaraan saat sweeping yang dilakukan Lantas Polresta Kendari di depan MTQ Square kemarin.

DPRD Sultra dan Pemprov Kecewa Tak Ada Pejabat Pemkot Hadir saat Penyerahan Aset

SOSOK

Obsesi Perbanyak Lulusan SMK SEBAGAI Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (Kabid Dikmenti, PK dan PLK Disdik Sultra), tentunya Drs H Masri MPd memiliki obsesi. Salah satu obsesinya yaitu menjadikan Sultra sebagai provinsi yang lulusan SMK lebih banyak dibanding SMA. “Ini penting diwujudkan, mengingat lulusan SMK selain telah dibekali ilmu akademik, juga dibekali dengan Masri keterampilan. Dengan begitu para alumninya dipersiapkan untuk siap memasuki lapangan kerja, bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” tutur Masri. Ditanya tentang perjalanan kariernya lingkup birokrasi pendidikan, dirinya merinci berawal dari profesi guru fisika di SMAN 1 Bau-Bau pada 1984, kemudian pindah ke Kendari dengan tetap menjadi guru fisika di SMAN 1 Kendari pada 1986. Karirnya menanjak setelah dipercaya sebagai Kasek masing-masing, SMAN 1 Ranomeeto dan SMAN 1 Kolaka. Pada 2002 pindah ke Diknas Kota kendari menjadi Koordinator Pengawas, serta akhirnya pindah ke Disdik Sultra dan menduduki jabatan seperti Kasubdin Tenaga Kependidikan (Kapendik), Kabag TU serta Kabid Dikmenti, PK dan PLK. “Pengalaman yang tidak terlupakan saya tatkala bertugas di SMAN 1 Bau-Bau. Karena saat itu guru fisika sangat minim, tak heran pada 2006 saya terpilih menjadi instruktur fisika seSultra,” ujar pria yang pernah studi banding pembelajaran fisika di Australia ini. Salah satu cara yang sementara dan akan ditempuh oleh alumni S2 Jurusan Manejemen Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, untuk mewujudkan obsesi tersebut diantaranya dengan mengalokasikan dana yang memadai bagi SMK serta meningkatkan pola kurikulum yang ada. (cr6)

Kendari, KP Setelah menunggu sekian lama, kini pemerintah kota (Pemkot) Kendari bisa bernapas lega. Itu setelah delapan aset yang tersisa dari 16 aset yang di buru pemkot, resmi diserahkan Pemprov Sultra melalui DPRD Sultra ke Dewan Pemkot, kemarin. “Paripurna DPR provinsi sudah tadi. Alhamdulillah delapan aset disetujui untuk diserahkan pada Pemkot dan palu sudah diketuk,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Kendari, H Bachrun Konggoasa, kemarin. Sayangnya, niat baik dari pemprov dan DPRD Sultra yang telah bermurah hati menyerahkan delapan asetnya, kurang disambut baik pihak pemkot. Saat paripurna, kemarin, tidak ada wakil dari jajaran eksekutif pemkot yang hadiri. Ini cukup disayangkan anggota dewan Sultra. “Tidak ada dari unsur pemkot yang hadir. Anggota dewan provinsi, cukup

kecewa dengan kondisi tadi. Maunya, mereka hadiri. Karena ini aset yang nilainya puluhan miliar dan sudah menambah kekayaan kota,” jelas Bachrun. Hal senada dikatakan anggota DPRD Sultra, Yani Muluk. Katanya, koordinasi yang intens antara pemkot dengan pemrov harus berjalan baik. Misalnya, dalam penyerahan aset ini harusnya ada respon dari pemkot melalui kehadiran mereka di rapat pleno ini. Dengan demikian anggota DPRD Sultra juga merasa betul-betul ada perhatian, sekaligus tanggapan dari pemkot, apalagi masih banyak aset yang belum diserahkan. “Jangan

sampai pemprov tidak mau lagi menyerahkannya,” kata Yani. Sementara itu usai paripurna, Sekda Sultra, Zainal Abidin menegaskan, surat rekomendasi penyerahan aset secepatnya akan diberikan kepada Gubernur. Begitu penyempurnaan luasan dari anggota dewan terpenuhi. “Berdasarkan paripurna tadi (kemari, red) sudah jelas adanya persetujuan penyerahan aset, dengan cacatan penyempurnaan luasan areal dan gedung. Karena itu cepat tidaknya penyerahan aset ini, dengan telah disetujui oleh gubernur tergantung dewan,” tegas Zainal Abidin. (dri/cr6)

Musim Hujan, Waspada Malaria Kendari, KP Tiap musim penghujan, penyakit malaria terus menjadi momok yang harus diwaspadai. Termasuk saat ini ketika di Sultra tengah dalam musim penghujan, nyamuk aedes aegypti, pembawa virus malaria, pertumbuhannya menjadi tinggi. Tahun lalu saja, belasan nyawa warga terenggut akibat malaria. Ratusan lainnya dirawat di rumah sakit. Karenanya tahun ini, Kadis Kesehatan Sultra Amin Yohannis meminta agar warga meningkatkan kesadaran hidup bersih. Hal itu dikemukakan Kadis Kesehatan Sultra, Amin Yohanis dalam acara pertemuan monitoring evaluasi malaria di Kendari,akhir pekan lalu. “Malaria masih menjadi masalah kesehatan yang belum ter-

tuntaskan. Sementara, penyakit ini bisa menimbulkan efek fatal berupa kematian pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, Balita serta ibu hamil,” katanya. Kadinkes menghimbau agar masyarakat rajin membersihkan lingkungan sekitar, terutama genangan air yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, masyarakat juga diharap untuk tidak segan memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat bila terkena gejala malaria seperti demam. Tak cuma mengingatkan warga, Amin juga meminta agar Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota serta Puskesmas se-Sultra yang menjadi peserta dalam kegiatan itu, untuk menerapkan strategi pemberantasan penyakit malaria yang telah ditetapkan. (cr2)

Pengerukan Teluk Kendari Sorotan Utama Fraksi Kendari, KP Agenda pandangan fraksi di DPRD Kota Kendari, sudah mulai disusun. Satu persatu enam fraksi, menyiapkan materi kinerja wali kota selama tahun 2009, yang akan disoroti. Dan, untuk kali ini sebagian besar fraksi di DPRD kota, benar-benar kompak. Pengerukan Teluk Kendari yang tidak membuahkan hasil sama sekali, menjadi sorotan utama dari legislatif. Setelah Fraksi PAN Bersatu membocorkan kinerja wali kota yang dianggap gagal dan ada di baris teratas kritikan mereka, giliran fraksi Golkar yang akan membabat masalah pengerukan Teluk. “Kapan finalnya pengerukan Teluk. Kalau berbuat, iya sudah. Tapi, sekarang finalnya. Itu yang nanti kami akan kritik. Jangan sampai, ini bermasalah di kemudian hari. Kalau finalnya bermasalah, menambah beban lagi,” kata anggota Fraksi Golkar Kendari, H

Bachrun Konggoasa, kemarin. Menurut Bachrun, dewan telah menggolkan permintaan anggaran Rp 1,2 miliar dari pemkot, untuk membiayai pengerukan Teluk Kendari, guna mencegah sedimentasi yang akan mempercepat proses pendangkalan Teluk. Tapi, jangankan hasil yang maksimal, pengangkatan lumpur dari Teluk saja, tidak ada yang terlihat. “Kita mau lihat dimana kapalnya. Jangan cuma kita digambarkan sesuatu yang tidak kita lihat kebenarannya,” terang Ketua DPD II Partai Golkar Kendari itu. Karena itu selama masa pandangan fraksi, Golkar akan mempertajam kritikan di masalah tersebut. Di bawah pengerukan Teluk, kata dia, persoalan Paddy’s Market, tak luput dari sorotan Fraksi Golkar. Bukan realisasi penyelesaian pasar perkulakan, tapi pembebasan lahan Paddy’s Market yang ternyata masih bermasalah, itu yang disoroti.

Pandangan serupa diungkapkan Ketua Fraksi PDIP Bersatu, Alwi. Dia mengatakan, dewan telah memuluskan niat Pemkot untuk melakukan pengerukan. Terbukti, dengan adanya anggaran Rp 1,2 M yang di plot untuk pengerukan. Sayangnya, hasil yang memuaskan tidak ada. Sementara Wali Kota Kendari Asrun dalam jawaban atas pandangan enam fraksi, kurang memuaskan sejumlah fraksi yang menyorot soal kegagalan pengerukan. Pasalnya, wali Kota hanya memberikan gambaran secara tersirat, soal usaha yang telah dilakukan Pemkot dalam memaksimalkan pengerukan. Namun, secara gamblang, kegagalan tersebut tidak dijabarkan dari segi mana, sehingga proyek yang telah menelan anggaran Rp 1,2 M tersebut, gagal. Bahkan, jawaban soal pengerukan Teluk digabung menjadi satu,

Baca PENGERUKAN di Hal. 10

SUWARJONO/KP

Tinjau Paddy’s Market: Wali Kota Kendari Asrun, saat meninjau perkembangan pembangunan paddy’s market Lawata, kemarin.

Setelah Puasa, Paddy’s Market Dibuka Kendari, KP Niat Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari meresmikan pasar super modern bernama Paddy’s Market yang terletak di eks pasar Lawata, Mandonga, batal dibuka sebelum bulan ramadhan. Pasalnya, lokasi parkir belum tuntas, karena cuaca hujan yang menjadi penyebabnya. Sebelumnya, Wali Kota Kendari Asrun berjanji akan memfungsikan paddy’s market, sepekan sebelum datangnya bulan suci ramadhan. Tak heran jika beberapa hari ini dirinya terus memantau pembangu-

nan paddys market yang sudah rampung induk bangunannya. Siang kemarin (19/7), dirinya bersama dengan wakilnya Musadar Mappasomba, dan beberapa pejabat instansi terkait turun melakukan pengecekan. Nampaknya, ia geleng kepala ketika melihat lokasi parkir yang kondisinya berlumpur seperti di persawahan. “Batal jika digunakan sebelum bulan puasa. Ini lihat, sepatu saja dipenuhi lumpur dan kasian pedagang jika dipaksakan di tempati dengan

Baca SETELAH di Hal. 10

Kesalahan Jurnalistik Selesaikan dengan Mekanisme Jurnalistik. Gunakan Hak Jawab Anda karena Dijamin Undang-Undang


Metro

10

Partisipasi Anggota Koperasi sangat Dibutuhkan Kendari ................... dayaan koperasi harus mengutamakan peningkatan kapasitas koperasi. Dengan begitu koperasi dapat menjalankan usahanya dengan efisien, sesuai dengan kaidah bisnis yang sehat serta unggul dalam persaingan,” ingatnya. “Tidak kalah pentingnya

yaitu koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, demi terwujudnya koperasi kesejahteraan rakyat Indonesia. Yang berawal dari kuatnya konsolidasi internal organisasi, dengan peningkatan partisipasi anggota,” harapnya. Di kesempatan itu, Wali Kota Kendari Asrun, memberikan piala kepada para koper-

asi berprestasi se-Kota Kendari, masing-masing Koperasi PKP-RI dan KSU Mandiri untuk kategori koperasi konsumen, KSP Karya Keluarga Bersatu dan USP/KSU KaseiSeha untuk kategori koperasi simpan pinjam, Primkopadrem 143 HO untuk koperasi produsen serta KSU Mitra Jaya dan KPN Pengadilan Negeri untuk koperasi jasa. (cr6)

Sweeping untuk Menertibkan Sopir-sopir Angkot Ratusan .................. sudah melengkapi surat kendaraannya. Tidak sedikit saat operasi kelengkapan kendaraan penumpang mengoceh dan mengeluarkan kata-kata makian. Hj Hasra misalnya, dirinya sudah terlambat membuka kiosnya yang berada di pasar tradisional WuaWua. “Baguslah dilakukan sweeping bagi angkot tetapi jangan operasi pada jam sibuk. Akibatnya banyak yang dirugikan dengan

kegiatan ini,” katanya, dengan nada kesal. Hal serupa dialami oleh Murni, seorang PNS di Pemerintah Kota Kendari. Dirinya diperintahkan oleh pimpinannya mengerjakan salah satu pekerjaan kantor dan waktunya menyelesaikan cukup singkat. Akibat adanya operasi yang dilakukan Satlantas Polres Kendari, semuanya menjadi lambat. “Seharusnya kepolisian harus mengatur perpindahan penumpang jika ada sopir angkot yang tidak lengkap surat kendaraan,” teran-

ganya sambil berjalan kaki menuju mobil angkot diseberang jalan tepatnya di depan SD Kuncup Pertiwi Kendari. Kasat Lantas Polresta Kendari, AKP Andi mengatakan jika kegiatan operasi kemarin, bertujuan untuk menertibkan sopir-sopir angkot yang kebanyakan diserahkan sopir-sopir serep (sopir cadangan, red) dan juga kelengkapan surat kendaraan. “Kami ingin menertibkan sopir serep yang sering ugal-ugalan dijalan raya,” katanya, kemarin. (rif/ano)

Musim Hujan Peresmian Paddy's Market Diundur Setelah ................... kondisi seperti ini,” katanya, sambil menunjuk lokasi parkir yang berlumpur. Orang nomor satu di Pemkot Kendari ini menambahkan, target peresmian lokasi pasar itu

mundur karena cuaca hujan yang sampai sekarang belum kunjung usai. Masyarakat bisa melihat jika bangunan induk atau utama sudah rampung. Meski demikian, mudahmudahan usai bulan suci ramadhan lokasi parkir di paddy’s market bisa kering, sehingga

cepat difungsikan. Asrun menuturkan jika bangunan ini bisa menampung kurang lebih seribu pedagang. Pihaknya telah mengatur pembagian bagi pedagang sembako dengan penjual ikan. “Ini agar kebersihan bisa dijaga masing-masing penjual,” pungkasnya. (ano)

Kendari Pos | Selasa, 20 Juli 2010

BKD Tak Berwenang Mendata GTT Khusus Sekolah Swasta Kendari,KP Aksi guru tidak tetap (GTT), yang mengadukan nasib mereka di DPRD Kota Kendari beberapa waktu lalu, merasa termarginalkan karena tidak di data pihak BKD Kota Kendari, ditanggapi, Kabid Pengadaan Pegawai BKD Kota Kendari, Abdul Rahman. “Fenomena ini bukan hanya terjadi di Kota Kendari. Pasalnya BKD seluruh Indonesia juga tidak melakukan pendataan ke-

pada guru tidak tetap (GTT) sekolah swasta. Ini sesuai dengan surat edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) dan reformasi birokrasi RI No 5 tahun 2010 tentang pendataan tenaga honorer di lingkungan instansi pemerintah. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan yang didata hanya yang di lingkungan instansi pemerintah, yaitu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) meliputi sekretariat daerah, DPRD, semua Dinas, Badan, Kantor, RSUD, Kecamatan, dan Kelurahan,” jelas Abdul Rahman, kemarin. Dijelaskan jika belum ada

petunjuk pusat yang mengharuskan pendataan GTT swasta, maka pihaknya tentunya tidak mungkin melakukan tindakan sepihak yang nyata-nyata tidak berlandaskan aturan yang berlaku. “Sebenarnya fenomena ini juga pernah terjadi di tahun 2005 lalu, tepatnya tatkala dilakukannya pendataan tenaga honorer sesuai dengan instruksi PP No 48 Tahun 2005. Oleh sebab itu, untuk sementara kami tidak dapat memberikan solusi terhadap tuntutan GTT sekolah swasta tersebut. Demikian pula bagi GTT yang mengabdi pada sekolah negeri

sekaligus swasta, sepanjang mereka memenuhi persyaratan maka akan didata,” lanjutnya. Guna menertibkan data kepegawaian, khususnya tenaga honorer maka saat ini pihaknya sementara melakukan ferivikasi data. “Karena belum banyak masukkan data di pihak kami, maka paling lambat 23 Juli para tenaga honorer harus telah memasukan seluruh data mereka. Pendataan ini sesuai dengan surat edaran dan masih dalam instruksi PP No 48 Tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, ” tambahnya. (cr6)

Se Indonesia, Ada 13 Musda Hanura Bermasalah Musda ..................... tidak tahu kenapa DPP Hanura kelaurkan SK terhadap ketua terpilih sampai sengketa selesai,” jelasnya. Bahkan, ia membantah pengakuan Bandung yang menilai, kontribusi bagi para calon kan-

didat ketua merupakan hasil kesepakatan panitia sebelumnya. “Tidak ada dalam tatib yang mengatur, calon kandidat ketua harus membayar. Saya ini termasuk panitia, dan tidak ada penyampaian itu,” terang Fadli. Sekretaris Panitia Pelaksana Musda DPD Partai Hanura, Sucipto Warso menambahkan,

kejanggalan pelaksanaan Musda Hanura tersebut terlihat mulai SK kepanitiaan dan anggota, mencekal hak pemilik suara seperti ketua DPC Kolut yang tidak mendapat ID Card masuk ke ruangan musda. Selain itu, tidak ada ruang interupsi dalam pembacaan tatib dan pimpinan sidang memaksakan

apa yang dibacakan itulah yang ditetapkan jadi tata tertib. “Dari seluruh Musda secara nasional, ada 13 musda Hanura bermasalah termasuk Sultra. Sebanyak 12 diantaranya belum di-SK-kan karena masih dalam sengketa. Tapi Sultra tiba-tiba keluar SKnya,” terang Sucipto Warso. (rif)

Dewan akan Turun Lapangan Pengerukan ........... dengan pembangunan kawasan pedagang kaki lima (PKL). Itupun, bukan menjawab pandangan empat fraksi yang menyoroti kegagalan pengerukan, melainkan hanya jawaban atas pandangan Fraksi

PDIP bersatu. “Mengenai proses pengerukan Teluk Kendari dan pembangunan kawasan PKL, yang telah menjadi prioritas utama pemerintah kota, akan terus dituntaskan untuk mencapai apa yang telah direncanakan. Dengan harapan, dapat memberi solusi, bukan menimbulkan

masalah baru,” kata Asrun. Jawaban wali kota, tak membuat, Alwi Ketua Fraksi PDIP Bersatu, puas. Menurut dia, jawaban wali kota belum bisa dijadikan penilaian akhir. Harus ada perlakuan di lapangan untuk membuktikan realisasi pengerukan Teluk Kendari.

“Kita harus turun lapangan dulu, melihat fisiknya seperti apa. Jawaban wali kota, baru sebatas tanggapan secara laporan dan administrasi. Kita belum lihat di lapangan. Nanti sudah kita lihat, baru kita simpulkan, jawaban wali kota apa benar sudah seperti itu,” pungkasnya. (dri)


Metro

Kendari Pos | Selasa, 20 Juli 2010

11

Musda Hanura Dinilai Ilegal

Seleksi IPDN Tetap Banyak Peminat Kendari, KP Kekerasan di kampus berbasis asrama seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang terjadi selama ini, ternyata tidak menyurutkan peminatnya di Sultra. Untuk penerimaan tahun ini, jumlah pendaftarnya mencapai 104 orang. Setelah melalui beberapa tahapan, tersisa 71 orang yang sampai di tahap tes akademik. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Tony Herbiansyah mengatakan jumlah tersebut belum final. Sebabnya peserta masih melalui proses seleksi dan pantauan terakhir (pantauhir) di Bandung. Tahun lalu, peserta asal Sultra banyak yang berguguran di pantauhir, hingga yang lulus hanya 26 orang saja. Karena itu, tahun ini BKD mencoba lebih tegas dalam melakukan seleksi. “Kita tidak main-main, ada yang tidak lulus seleksi kesehatan dan memaksa untuk tetap diikutkan tes selanjutnya saya coret,” ujarnya. Apalagi kata Tony, pemprov tidak bisa memaksakan hasil seleksi untuk diterima oleh pusat. Penyebabnya tes akademik dan pantauhir dilakukan tim pusat. “Kita sebatas memfasilitasi atau memberikan informasi, mengirimkan berkas tes akademik dan menerima hasil tes. Sehingga semua kelulusan ditentukan pemerintah pusat,” imbuhnya. Demikian halnya pada saat tes kesehatan dan psikologi. BKD menunjuk Rumah Sakit Ismoyo Kendari, agar tidak ada celah untuk melakukan kongkalikong antara pelamar dengan BKD. “Seleksi dilaksanakan sesuai prosedur. Tidak ada sistem bayar-membayar,” terangnya. (cr2)

Bandung Jadi Tersangka, Pengurus Pecah

ULFAH SARI SAKTI/KP

HUT Koperasi: Wali Kota Kendari Asrun, saat menyerahkan piala kepada salah seorang pengelola koperasi berprestasi Kota Kendari, kemarin.

Kendari Miliki Tujuh Koperasi Berprestasi Kendari,KP Hari jadi Koperasi ke-63 tahun ini yang dipusatkan di lapangan upacara kantor Wali kota Kendari, tampak istimewa. Pasalnya dari lima kategori koperasi yang dinilai Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, terdapat tujuh koperasi Kota Kendari yang berhasil menjadi koperasi berprestasi. Sebagaimana yang terlampir dalam surat keputusan Kadis Koperasi dan UMKM Sultra tertanggal 1 Juli 2010.

Dalam sambutannya Wali Kota Kendari, Asrun selaku inspektur upacara peringatan HUT Koperasi ke-63 mengatakan peringatan HUT Koperasi dengan tema koperasi bangkit untuk kesejahteraan rakyat, menuntut peningkatan ketangguhan dan kemandirian koperasi, agar kiprahnya dapat dirasakan masyarakat luas. “Tema tersebut sesuai dengan peran koperasi sebagai organisasi usaha yang dimiliki, dan mampu melayani masyarakat luas, serta da-

pat berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Asrun di depan peseta upacara serta tamu undangan. Dirinya juga mengingatkan jika pemberdayaan koperasi harus dilaksanakan secara teratur berdasarkan standar pelayanan minimum (SPM), serta norma standar prosedur kriteria (NSPK) yang lebih terukur. “Sejalan dengan itu maka pember-

Baca KENDARI di Hal. 10

Kendari, KP Pasca penetapan Ketua Panitia Musaywarah Daearah (Musda) DPD Hanura Sultra, Bandung ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan saat pelaksanaan Musda, tim pemenangan Gunawan Yiedri mulai angkat bicara. Perpecahan dalam kubu Partai Hati Nurani Rakyat pun terjadi. Sebagian diantaranya menolak hasil Musda tersebut dan menilainya masih dalam sengketa. Wakil Ketua Panitia Musda DPD Hanura Sultra 2010, Fadli S. Tanawali mengatakan, Musda yang dilahirkan, 3 Mei lalu dianggap ilegal dengan alasan, mulai susunan kepanitian sampai pelaksanaan kegiatan, banyak yang direkayasa. Sehingga, produk dari Musda tersebut juga dianggap ilegal. “Kami juga telah melaporkan Ketua Panitia Pelaksana Musda DPD Hanura Sultra, Bandung yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan terhadap calon kandidiat ketua DPD Hanura. Dengan menjanjikan membayar Rp 50 juta, pak Gunawan Yiedri akan lolos menjadi calon ketua DPD Hanura Sultra. Ternyata tidak diloloskan menjadi calon dengan alasan beliau bukan pengurus,” terang

Fadli S. Tanawali saat ditemui, kemarin. Padahal, lanjutnya, Gunawan Yiedri adalah pengurus aktif DPD Partai Hanura sesuai SK 2007. Gugurnya Gunawan Yiedri dalam sebagai kandidat calon ketua DPD Hanura Sultra karena diganjal dalam tatib bahwa calon ketua pernah menjadi pengurus aktif minimal 2 tahun kepengurusan. “Itu berbeda dengan petunjuk pelaksanaan Musda Hanura yang mengatakan, yang berhak menjadi kandidat ketua yakni pernah menjadi pengurus minimal satu tingkat dibawahnya. Jadi kalau mau maju di DPD maka pernah menjadi pengurus di DPC. Ditatib mereka (yang dianggap tim Sabri Manomang, red) tambahkan menjadi 2 tahun,” ungkapnya. Tim pemenangan Gunawan Yiedri masih belum menerima kekalahan dalam Musda tersebut meskipun DPP Hanura telah mengeluarkan SK terhadap pengurus yang telah terpilih. Mereka mengancam akan mengajukan gugatan ke pengadilan negeri jika hasil musda yang lalu tidak dianulir. “Kami meminta musda tersebut diulang. Produk musda kemarin (3 Mei lalu) itu ilegal dan cacat di mata hukum, melanggar AD/ART dan bertentangan dengan Juklak yang ada. Saya

Baca MUSDA di Hal. 10

Kasus Jambret di Kendari Meningkat Drastis Reskrim Polresta Bentuk Tim Anti Jambret Kendari, KP Dalam tiga bulan terakhir, angka kriminalitas di jalanan meningkat cukup drastis. Angka kriminal baik penjambretan maupun pencurian elektronik mencapai seratusan kasus dalam tiga bulan. Hal tersebut diakui Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Irwan Andy Purnawan, SIK saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (19/7). Dari seratusan kasus jambret

dan pencurian elektronik, Tim Reskrim Polresta Kendari dan jajarannya baru mampu mengungkap sekitar 20 kasus dengan jumlah tersangka lebih dari 10 orang. Kasus-kasus tersebut kini menjadi perhatian utama pihak kepolisian untuk meminimalisir dan mencegah tindak kejahatan di jalanan. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Irwan Andy Purnawan mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya yakni dengan membentuk tim anti jambret atau Tajam. Mereka terdiri dari personil Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam

Polresta Kendari serbisa menembak ta reskrim Polsekpelaku di TKP jika Polsek jajaran Polrememang perlawanan sta Kendari. Jumlah yang dilakukan bisa personil yang dilimengancam nyawa batkan dalam tim personil yang bertutersebut sekitar 200 gas,” terang AKP Irorang. wan Andy Purna“Mereka akan wan. melakukan tindakan Tajam akan ditemrepresif terhadap patkan pada titik-tipelaku tindak kejatik rawan yang ada hatan jalanan. Jika AKP Irwan Andy Purnawan di Kota Kendari baik ada yang ditemukan, kami lang- sekitar mall, pasar, rumah saksung melakukan tindak tegas. it dan tempat-tempat ramai lainApabila mereka melawan, nya. Selain itu, tim tersebut maka Tajam bisa melakukan juga akan ditempatkan pada tindakan lebih tegas lagi dan jalan-jalan sepi dan jalan lurus

sebagai tempat operasi para pelaku kejahatan. “Tim ini juga akan melakukan penyelidikan kasus-kasus tindak kriminal yang sering terjadi di jalanan pada wilayah hukum Polresta Kendari. Waktu operasi bervariasi sehingga tidak diketahui oleh pelaku,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Konawe itu. Pengganti AKP Samin SIK itu menambahkan, selain pembentukan Tajam, pihaknya juga berusaha menginventarisir semua laporan masyarakat yang kehilangan barang elektronik dan HP, termasuk laporan yang

masuk ke Polsek-Polsek. Hasil inventarisir tersebut dibagikan ke counter-counter dan pengusaha jual-beli HP bekas. “Jika menemukan nomor seri yang sama dengan barang hilang agar menghubungi pihak kepolisian terdekat. Bagi masyarakat yang menjadi penadah barang curian akan dikenakan sanksi karena melanggar pasal 480 KUHP. Masyarakat yang merasa menjadi korban atau melihat pelaku dapat menghubungi saya di nomor 081245871234. Semua laporan yang masuk akan langsung saya tindak lanjuti dengan

segera,” ungkap mantan Kanit Tipikor Polda Sultra itu. Tindakan represif yang dilakukan kepolisian tersebut berdasar pada kejadian yang marak di Kota Kendari, terutama jambret dan curnik. Irwan menghimbau, masyarakat dapat lebih mengantisipasi kejadian-kejadian kriminalitas di wilyaha hukum Polresta Kendari, terutama korban yang telah mengalami kasus tersebut agar tidak terulang kejadian yang sama. “Juga yang belum mengalami agar lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban kejahatan jalanan,” pungkasnya. (rif)


Kendari Pos | Selasa, 20 Juli 2010

13


Edukasi

14

Kendari Pos Selasa 20 Juli 2010

Story Telling, Agenda Tahunan

EMILIA NINGSIH/KP

Rektor Unhalu saat membahas masalah peniadaan ospek Unhalu bersama Ketua BEM Unhalu, Sekjen BEM Unhalu tanggal 15 Juli di Jakarta.

Rektor Pastikan Maba Tak Diospek Kendari, KP Demi menghindari tindakan anarkis yang kerap menghantui para orang tua mahasiswa baru (Maba) setiap tahun, Rektor Unhalu Prof Dr Ir H Usman Rianse MS, memastikan tidak akan menyelenggarakan perpeloncoan atau yang lebih dikenal dengan sebutan ospek tahun ajaran 2010/2011 ini. Kegiatan maba sepenuhnya bernuansa akademik dengan nama pembinaan

akademik selama tiga hari yang diagendakan pertengahan Agustus mendatang. Selain menjadi pesan Mendiknas Muh Nuh saat pembukaan penentuan kelulusan SNMPTN di Jakarta yang melarang perpeloncoan yang anarkis, Prof Usman menjelaskan bahwa kehadiran maba adalah rahmat bagi Unhalu sebagai sumber inspirasi, sehingga mereka harus diberi perlakuan yang sama dengan seniornya.

“Penjelasan Mendiknas sudah jelas, tidak memberikan ruang tindakan anarkis di kampus. Apalagi sudah menjadi komitmen Unhalu untuk tidak ada kompromi dengan tindakan premanisme ataupun anarkis pada umumnya. Hanya pembinaan akademik maba yang akan ditangani mahasiswa (BEM), prosesnya akan melibatkan pejabat fakultas,” tandas Rektor Unhalu, kemarin. Orang nomor satu di Unhalu

ini, menambahkan, selama pembinaan akademik maba akan diberikan materi tentang pengenalan perkuliahan, pemanfaatan sarana dan prasana kampus, dan semua yang terkait dengan kegiatan akademik. Pematerinya bisa dosen, pejabat fakultas. Bahkan gubernur ataupun bupati/ walikota diberikan ruang untuk memberikan materi pada maba termasuk tokoh-tokoh kemahasiswaan. (emi)

Wangi-Wangi, KP Perpustakaan Daerah Wakatobi, kini mempunyai agenda tahunan untuk memotivasi minat baca anak usia dini. Agenda itu adalah Story Telling yang sudah pernah dilakukan satu kali. Hasilnya yang cukup siginifikan terhadap peningkatan minat baca anak-anak, membuat lomba bercerita itu dilakukan setiap tahun. Kepala Kantor Perpustakaan Daerah dan Pengelolaan Data Elektronik (PDE) Kabupaten Wakatobi, La Mego R, SE mengatakan, lomba Story Telling yang sudah pernah dilakukan itu berdurasi satu setengah bulan. Pesertanya terdiri

dari anak usia TK. Sebelumnya pernah diikuti delapan TK di Pulau WangiWangi dengan 20 peserta. Hasil Story Telling yang dilakukan, menunjukkan peningkatan motivasi anak usia dini dalam membaca. Animo anak-anak begitu esar. Terbukti saat ini, kunjungan anak-anak usia dini ke perpustakaan cukup banyak jumlahnya. “Story Telling ini kami akan jadikan agenda tahunan. Ini sangat penting untuk meningkatkan minat baca anak-anak usia dini. Melalui buku bacaan, diharap mereka memiliki pengetahuan luas, untuk meningkatkan kualitas SDM generasi Wakatobi yang akan datang,” katanya. (cr1)

Siswa Ceramah di Setiap Mesjid Wangi-Wangi, KP Madhrasah Tsanawiah Negeri (MTsN) Wanci, Kabupaten Wakatobi, sudah menyusun jadwal kegiatan menghadapi bulan suci Ramadhan. Salah satu rencana sekolah adalah memberi tugas tambahan bagi para siswa agar melakukan ceramah pada setiap masjid. Kepala MTsN Wanci, La Umuri S.Pd.I, M.Pd mengatakan, selama bulan puasa sekolah menjadi binaannya, tidak akan melewatkan waktu yang sangat berharga itu. Siswa akan diberi tugas yang bersifat keagamaan. “Sebagai sekolah berlatarbelakang agama, selama satu bulan itu akan dimanfaatkan. Para siswa diberi kesem-

patan melakukan ceramah berkaitan dengan pelaksanaan puasa,’’ katanya. Jadwal sudah disiapkan. Mulai dari kesiapan siswa maupun sasaran tempat pelaksanaan ceramah. Selain itu akan dilakukan pesantren kilat. Banyak mesjid di Pulau Wangi-Wangi. Siswa yang bisa ceramah tentu hasil penilaian sekolah tentang kemampuan Cerama keliling merupakan agenda tahunan sekolah dan sekaligus sebagai tindaklanjut dari imbauan Kepala Kementerian Agama Provinsi Sultra sehubungan dengan pelaksanaan puasa. Siswa perlu diberi kesempatan agar dapat memanfaatkan waktu sebaikmungkin. (cr1)


Kendari Pos Selasa 20 Juli 2010

Edukasi

15

Guru dan Kepala MTsN 1 Juara Provinsi Kendari, KP Setelah menjuarai lomba kepala madrasah dan guru berprestasi tingkat Kota Kendari lingkup Kementrian Departemen Agama, Kepala MTsN 1 Kendari Nyuheri Slamet M Pd dan Dra Najma kembali berhasil menyabet prestasi di tingkat provinsi. Atas keberhasilan itu, mereka dinobatkan sebagai delegasi Sultra untuk mengikuti kegiatan serupa tingkat nasional di Jakarta, Oktober mendatang. Keberhasilan guru dan kepala madrasah tersebut, merupakan salah satu bukti, jika MTsN 1 Kendari yang mulai tahun ini menjalankan kepercayaan sebagai Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional (RMBI) memiliki kemampuan dan kompetensi dalam hal penyelenggaraan pendidikan, terutama dari segi kualitas tenaga pendidik. Ketika ditemui akhir pekan lalu, Nyuheri Slamet yang juga

merangkap menjadi pengajar IPA mengakui, jika keberhasilan yang diraihnya bersama salah seorang guru merupakan kerjasama dari seluruh pihak. Meskipun secara kompetensi dia dianggap unggul dari peserta lain, namun ia tidak memungkiri jika seluruh peserta dalam seleksi yang telah diikutinya mempunyai kualitas yang tidak bisa dianggap sepele. Dari kegiatan itu ia juga mendapatkan banyak pengetahuan tambahan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang harus ditunjang dengan kemampuan manajerial serta kompetensi lain sebagai kepala madrasah. “Alhamdulillan akhirnya saya dan seorang guru dari MTsN 1 Kendari bisa menyabet prestasi pada iven bergengsi tersebut. Meskipun memang bukan perkara mudah untuk bisa megalahkan kompetensi dari peserta lain, tetapi berkat usaha dan doa kami akhirnya dipercaya untuk men-

SARFIAYANTI/KP

Kepala MtsN 1 Kendari, Nyuiheri Slamet ketika menerima piala dari Kandepag bau-bau. yandang prestasi sebagai juara I. Olehnya itu, saat ini kami berupaya untuk lebih giat mempersiapkan segala hal untuk bisa tampil maksimal pada iven serupa di tingkat nasional,” terangnya. Mantan Kepala MTs Unahaa itu

juga menuturkan, untuk persiapan, yang paling urgen adalah mengenai karya tulis dan persentasinya. Pasalnya, di tingkat nasionalnanti,pesertadituntutmampu memberikan penjelasan terhadap karya yang dibuat dengan

menggunakanbahasabilingualyakni bahasa Inggris dan Indonesia. Selain itu kelengkapan lain seperti dokumen portofolio serta kemampuanakademikakanlebihditingkatkan untuk bisa tampil dengan hasil yang maksimal. (cr5)

Siap Tingkatkan Kualitas FISIP Unhalu Usia telah memasuki 57 tahun, tetapi tak sekalipun mengurungkan niatnya menjadi calon Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhalu. Mantan Honorer Departemen Transmigrasi Provinsi Sultra era orde baru itu, bahkan bertekad bisa mengembangkan SDM yang berkualitas. Emilia Ningsih Berbekal niat baik dan tekad untuk membawa perubahan di FISIP Unhalu, Rekson S Limba akhirnya terpilih sebagai Dekan FISIP Unhalu periode 2010/ 2014 mendatang. Rekson yang dipilih secara aklamasi 20 anggota senat fakultas. Rencananya dilantik Rektor Unhalu pada Oktober mendatang. Banyak impian yang ingin diwujudkan pria yang dibesarkan di Kasipute Kabupaten Bombana ini, di antaranya adalah bagaimana mengembangkan SDM yang berkualitas, meliputi dosen, staf dan mahasiswa. Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 1.781 orang, dosen 96 orang, tentu tidak mudah. Namun, di mata suami Hj Suminah Sumsiany Rekson ini, apa yang tidak mungkin dilakukan

selalu dimaksimalkan. Seperti fakultas lainnya di Unhalu, FISIP yang memiliki jurusan administrasi, sosiologi, antropologi dan ilmu lomunikasi adalah masa depan universitas yang didirikan tahun 1981 tersebut, termasuk tumpuan pembangunan masa depan Sultra. Sebagai pengganti antar waktu yang sebelumnya dijabat H Damsid M.Si, setidaknya banyak yang sudah menjadi target perubahan di internal fakultas yang akan dipimpinnya hingga empat tahun mendatang. Tentu saja dengan tetap mengacu pada peraturandanperundang-undangan, Rekson ingin memajukan fakultas yang saat ini memiliki 77 dosen bergelar magister, dua guru besar dan empat doktor. Bagaimana pun, harus mengalami suatu perubahan agar tidak stagnan. Harus berubah sesuai dengan tuntutan pendidikan di Indonesia. Iamempunyaigagasan perubahan dengan menempatkan peran yang semestinya dimainkan fakultas pada zaman yang semakin kompetitif ini. Sebagai langkah awal perubahan menuju SDM yang berkualitas, jumlah mahasiswa dan dosen belum ideal. Karenanya, fakiltas peluang studi lanjut bagi

Drs H Rekson S Limba, MSi, dosen yang ingin ke jenjang magister ataupun doktor. Bukan sesuatu yang sulit, mengingat pemerintah sedang giat-giatnya menawarkan beasiswa bagi dosen untuk studi baik di dalam maupun di luar negeri. Kualitas mahasiswa pun akan ditingkatkan dengan program-program yang akan memicu peran akademik mereka. Dilakukan dengan mengintensifkan kegiatan ilmiah ataupun program berbasiswirausaha,sehinggasaatmenjadi alumni bisa menjawab pasar kerja yang semakin kompetitif. Intinya, sepanjang civitas akademika mencintai peran, pasti hak dan kewajiban akan diimplementasikan sebaik-baiknya.

Pengalaman Rekson sebagai honorer pada Dinas Pekerjaan Umum (1971-1974) dan PNS di lingkup Departemen Transmigrasi Sultra (1974-1989), tentu memberikan pembelajaran yang berharga bagi mantan ketua jurusan sosiologi ini. Suka duka menjadi petugas di lapangan, apalagi dengan menemui masyarakat yang berbeda kultur, membuat Rekson terpanggil untuk melanjutkan studi di FISIP Unhalu tahun 1980-1985 (angkatan pertama Unhalu). Tahun 1989, tepatnya setelah 15 tahun mengabdikan diri di Kanwil Transmigrasi Provinsi Sultra masa itu, Ketua Rukun Keluarga Mornene ini, memilih pindah dari instansinya ke Unhalu yang saat itu dipimpin Prof Dr Eddy Mokodompit. Menurut Rekson, perguruan tinggi merupakan salah satu sumber informasiyangsenantiasadinamis.Apalagipeluangstudidiperguruantinggi jauh lebih besar ketimbang di instansi pemerintah saat itu. “Alhamdulillah, sampai saat ini, saya telah menyatu dengan Unhalu. Banyak ang positif yang saya peroleh, sellain bisa magister di UGM, lingkungan pendidikan pun sarat dengan kegiatan ilmiah yang terus berkontribusi

dengan pendidikan pada umumnya di Sultra. Harapan saya, dalam menjalani kehidupan perlu memiliki keyakinan sebagai usahayangsungguh-sungguhatas apa yang sudah kita kerjakan. Selama ini, saya mencintai pekerjaan apapun sehingga yang diamanahkan Insya Allah pasti bisa dilakukan, termasuk saat ini dipilih menjadi dekan. Tentu ini menjadiamanahuntukmemberikan yang terbaik pada Fisip dan Unhalu pada umumnya,” kata dekan periode tahun 2010 s.d 2014. Rektor Unhalu, Prof Dr Ir H Usman Rianse MS, mengucapkan selamat kepada dekan terpilih. Hanya karena tidak berada di Kendari, begitu tiba dia terlebih dulu akan mengkros check notulen rapat senat. “Kalau prosesnya sesuai mekanisme, semua komponen harus mentaati hasil keputusan rapat senat. Saya minta semua pihak di Fisip untuk melakukan hubungan-hubungan yang multikultural supaya jangan sampai ada dominasi,” ungkap Rektor. Terpenting,tambahProfUsman, dekanterpilihharusbisamenjawab tantangankedepanyangjauhlebih berat. Terutama dalam rangka FISIP bisa membangun kebutuhan kualitas alumninya. (*)

TKN Pembina Tambah Jam Belajar Kendari, KP Setiap tahun animo masyarakat untuk mendaftarkan anaknya di TKN Pembina Kendari semakin tinggi. Dibandingkan tahun lalu, penerimaan siswa baru tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan, sekitar 30 persen jumlah peminat bertambah. Untuk membendung antusias peminat, pihak TK tidak mau tinggal diam. Program peningkatan mutupun diprogramkan dalam rangka meningkatkan kualitas peserta didik, serta teloran yang nantinya menjadi siswa di jenjang SD, salah satunya dengan menambah jam pelajaran. Jika tahun ajaran lalu waktu belajar sampai pukul 10.00, saat ini jam pulang ditambah hingga pukul 10.30 setiap hari. Satu jam pelajaran menurut Kepala TKN Pembina, Hadriani M Pd digunakan untuk melakukan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler. Pembinaanyangdimaksudantaralainpembelajaranbahasa Inggris, bahasadaerahTolaki,perpustakaan,pembinaan imtaq sertaberbagaiketerampilan.Selainmurid,paragurujugasangat antusiasmemberirewadkepadamurid,meskipunharusmenyiapkan pedoman pembelajaran sehari sebelumnya. “Penerapan program ini, melihat semakin tingginya semangat anak untuk melakukan pembelajaran sambil bermain. Meskipun pelajaran teori di dalam kelas tetap dilaksanakan, namun kegiatan pengembangan keterampilan siswa juga sangat diminati anak, sehingga tidak ada masalah untuk mengarahkan murid karena orang tua juga mendukung,” terangnya. Selain penambahan jam belajar, TK tahun ini juga lebih intensif memprogramkan kegiatan pembelajaran outdoor. Kegiatan itu menurut Hadriani, untuk memberi gambaransecaralangsungkepadasiswa,mengenaiobyekobyek yang dipelajari. (cr5)


8

Novhy ALumni SMA 2 Kendari Novhye_cwantik@yahoo.com

“PerNaH sIchh...hhHhhmm wkt ntu q sndri d’humzz cOz Ortu mw k’humz tNte gmNa ad acra, mna kk’q kLiah’y mLm jdi jGa rmah sndri dech,,,ckckckck HhhhHhhmm kgIantaN aq pLinG nntOn aja,, yAch kLw lpar msak sndri cOz gA d’siMpankan mKnaN,,kyK anK trBuaNg aja aq hihihihihi (ciaNd.com)...gA ad PLiNg nNtoN sinetrOn aja hohohoho..!!,”

Nurul SMP 2 RAHA Mhaya_kasuari46@yahoo.com

“Pernah lach, wktu Tu OrtuQ ke Lwar kta n brotherQ ge maen k’humz_y friend_y....akir_y Qw cnirian dech....ktika qw cndiri d’humz pling Qw man maen Lap top taw nnton TV......law p’rsapan cih....man nyiapn cemilan ja....heheheh......,”

Icha Kolaka Imhoet.Icha@yahoo.Com

“SeRin9,,kL oRTu L9 ad ptmuan/rapt,kL dajak Q mLas ikt,apL9 sm oRTu,9’hapPy,9’bebs jLan, K9iatnQ pLi9 nt0n,d9r msiK smbL fB’aN am tmN2 PeRsiapnx 9’ad,pL9 cma nt0n,ato bRes2 Rmah,,c0z tamu da2kn seR9 dT9,,maKlUM tn9gL diRUJAb cpe tRs,,mLu d0Nk kL Rmh kt0r,hehehe,”

Fahrul Bachmid Unhalu Kendari arul_drumers@yahoo.co.id

“YupZz PerNaH. . . Coz’y waktu itu ortu aQ Mau Pergi d,aCara KeLuaRga, Mau tidak ...mau jadi Aku dech Yg di suruh Jaga Rumah..Low kgiataN aQ Yach Biasa’Y Ngajak Tman2 LroNg Q kerumah aQ Untuk main PS.2 atau Online d,Laptop, (Biar Rame Gitu Loh)...hehehehe ..MMmmm....Gak aDa PrsiaPan apa siCh....Yg PntiNg aQ terima saja Apa Yg D,SuruHkan kedua Ortu Q. . .Kpada aQ...(^__^),”

Endrokdianto JK Unhalu Kendari endro_unhalu@yahoo.co.id

“Yupz pernah, saat ada acara klwrga,,kegiataNQ paling nntn tv,maen game dicomputer n oL,& kalau lapar ya masak sendiri dunkz kbtlan AQ juga pintar masak wlu cuma sdkt doankz,hehehehe,,persiapaNx g ada dhe, paling cuma Nntn tv yg menghibur & mendi2k tentux,”

Dhian Alumni SMA Landono dhiian_cuteez@yahoo.co.id

“h0me al0ne”,hhmmm jdi ingat pngalman dlu,wkt dtinggl ortu prgi kLuar k0ta bsrta saudara2q yg laenx unt brsilahturahmi ma kluarga yg jauh,jdix kan gk ad yg jagain tuh rmh,ya’trpaksa deh Q sndr.ya’bwt ngilangin Rsa BT and suntukx Q brsihkan aj smua ruangan drmhq biar nanti kal...o ortuq pulng sneng sm anakx yg rajin ini he...he...smbil dengarin lgu ksukaanq,n mlmx bs ngajak tmn bwt n0ntn bareng drmh.snang jg sih sbnrx tinggal drmh sndri,mau ngpain aj drumah ngk kena omelan dr ortu,wkwkwkwk {~_^},”

Egha Daiman Unhalu Kendari daimaneghel@yahoo.co.id

“Perna”kerna mami papi Q gi sbk lembur kerja dkntor.sbnrx she gw bete bngt yg nmx jg rumh tp b’hubung dah amanah dr ortu ya,terpaksa dk Q hrs jg rmh”N Klo mw dblng coz kegiatan drumh ya plng cman baca novel maen game g2 dekh”E”,”

Xpresi PERNAH ngebayangin saat bangun tidur di rumah semuanya sepi, nggak ada Ortu, adik, kakak, teman, dan senyap. Hmm, kalau udah gitu jangan pikir yang horor-horor dan nakutin, soalnya ngapain mesti takut? “kapas” kayak apa saja. Kalo kedua ortu berkarir, khan jadi hal yang biasa ditingal sendiri di rumah. Ini khan bukan film home alone yang dibintangi Maculay Culkin beberapa tahun lalu. Jadi dari pada bengong bin bego mending buat aktivitas yang positif, nyapu atawa bersih-bersih dalam rumah kayaknya bagus tuh. Apalagi kalau setelah itu bisa ngerjain tugas sekolah atau kuliah sambil nyantai dengan teh hangat dan browniesnya ditemani lagu Higher dari Creed, mmh apik. So.. Positif aja gan. Banyak para X_genk yang juga pernah ngerasain home alone. Randy Mahasiswa Amik Catur Sakti misalnya. Kalau kampusnya lagiliburan, dia pasti disuruh jadi “satpam” dirumahnya, hehehe, ngejaga rumah gitu maksudnya. “Jaga rumah sendiri karena orang di rumah pada sibuk dengan kerjaannya masingmasing kebetulan juga saya tidak kuliah so saya deh yang disuruh jaga rumah,” ujarnya. Karena sudah jadi “satpam”, Randi pun nggak mau jadi “pembantu” juga. Kalau lagi sendirian di rumah, dia lebih milih untuk ngabisin waktu dengan komputer kesayangannya. “Kegiatanku biasanya maen game, tapi kalo sudah capek langsung berlayar ke pulau kapuk alias tidur. hehehe. Biar lebih asyik main gamenya, kudu beli pulsa banyak untuk online karena kalo online waktu terasa lebih cepat berputar,” kata mahasiswa semester dua ini. Kalau Anisa pelajar SMPN 2 Kendari punya tips yang lain untuk mengusir kejenuhan tinggal sendiri di rumah. Soalnya katanya kalau bonyoknya lagi ke pesta, dialah yang diserahin tugas jadi

Bagi sobat-sobat X-genk yang pengen gabung ngasih komentar via Facebook di rubrik kesayangan kamu ini, silahkan add Facebook X-Presi :

expresikp @yahoo.com

penjaga rumah. Awalnya sih dia takut kalau di tinggal sendiri, tapi lama kelamaan dia jadi betah juga. Agar semakin happy, dia biasanya manggil sohibannya untuk get party. “Kalo sudah ditentukan hari jaga rumah aku pasti aku melakukan persiapan seperti pangil teman-temanku ke rumah biar nggak sepi terus nonton bareng deh,” terang cewek berzodiak scorpio ini. Indra X_boys dari SMAN 2 Kendari, ngaku sendirian di rumah hal yang biasa saja dan ia alami. Katanya sudah lumrah kalau anak yang udah dianggap dewasa tinggal sendiri di rumah. “Biasanya sech untuk menghilangkan rasa bosan saat dirumah sendiri, aku maen game dan nonton aja. Biasanya juga aku langsung tertidur sendiri kok,” katanya.

Tapi yang paling penting ujar Indra, Bonyoknya nggak boleh ninggalin dia dnegan kondisi kanker alias kantong kering. “Hmm, kalo masalah uang jajan, ortu udah pasti ngerti dan nggak pernah tuh ortu aku tinggalkan rumah tanpa makanan buat aku,” bangganya. Lha ini, kalau Lhya X_girls kita yang masih skull di SMPN 4 Kendari, ngaku nggak bakalan mau kalau ditinggal sendirian di rumah. Soalnya ia sudah pernah ditingalin sendiri di rumah sama bonyoknya dan dia mengalami hal yang nggak enak, ditambah lagi dia orangnya super penakut. “Walaupun aku di sogok apa juga tetap aja tuh nggak berani. Biasanya kalo di rumah nggak ada teman aku pasti panggil teman atau sepupu aku yang rumahnya nggak jauh dari rumah aku gitu. Kalo aku tau mau tinggal dirumah sendiri aku biasanya nyiapkan kaset dan makanan. Coz aku kan bakal panggil teman untuk temani di rumah,” tukasnya. (p1/ p2/ka’_eyko/yen)

Home Alone, Ngapain ? CUAP-CUAP Nurjannah (Peraih juara I lomba seni kriya tingkat Sultra tahun 2010)

Nonton plus Belajar Di rumah sendirian kadangkala menjengkelkan. Soalnya nggak ada teman yang bisa diajak cerita or ketawa-ketiwi. Selain rasa takut, kadang yang muncul pikiran-pikiran jahat. Tapi kalo aku seh, selalu punya penangkal jitu yakni manfaatin kesempatan untuk belajar. Kalo lagi tenang en sepi, kita jadi konsentrasi buat belajar. Meskipun kadangkadang muncul rasa takut, tapi kalo udah keasyikan belajar, pasti rasa takut jadi hilang. Apalagi kalo dibarengi dengan nonton TV. Yang pastinya seh, kita nggak boleh ambil negatifnya. Kalo bisa digunakan buat melaksanakan hal-hal positif, kenapa n g g a k . Sendirian di rumah... siapa takut? (Ka’_Piyan/ yen)

Santra SMAN 1 Tirawuta Santra42@yahoo.co.id

“Pernah, waktu ortu ke bali. Kegiatan’a palingan nton aja n bersih2, trus bkin mkanan.... Gak ada persiapan sm skali, pko’a nurut apa pesan ortu, gt aja,” (*)

16

Model X-presi Pengin wajahmu tampil sebagai model X_presi ? Gampang kok, gratis lagi. Info lebih lanjut hubungi 0813 415 96037. Ayo, buruan...!

GRAFIS : ARHAM RASYID

Kendari Pos | Selasa, 20 Juli 2010

SHARE Abu Bakar, M.Pd (Penanggung Jawab Kelas Akselerasi SMAN 1 Kendari)

Manfaatkan untuk Kegiatan Positif Tidak menutup kemungkinan, orang tua terpaksa meninggalkan anak seorang diri di rumah. Bagi anak yang bermental baik, tentunya hal itu akan digunakan untuk melakukan kegiatan yang positif. Tapi sebaliknya, anak yang mentalnya jelak, pasti akan berpikiran yang macammacam untuk melakukan hal-hal yang negatif. Nah, untuk itu sebagai anak, lebihlebih yang masih berstatus sebagai pelajar, kesempatan ketika berada di rumah sendirian adalah melakukan hal-hal positif. Misalnya, belajar atau membaca buku. Bukan hanya ilmu yang kita peroleh, tapi kita juga dapat menetralisir rasa takut yang ada dalam pikiran kita. Atau bisa juga membantu Ortu melakukan tugas mereka yang belum tuntas, misalnya membersihkan rumah atau menyiapkan hidangan untuk keluarga. (Ka’_Piyan/ yen)

Sepak Pojok


Kendari Pos | Selasa, 20 Juli 2010

JADI TARGET TIM BESAR Kontrak Habis, Ozil Laris

Bremen, KP Klub-klub besar Eropa yang menaruh minat terhadap Mesut Ozil bersorak girang. Werder Bremen kesulitan memperpanjang kontrak gelandang serang berusia 21 tahun tersebut. Manajer Umum Bremen Klaus Allofs bahkan sudah menyatakan menyerah, serta siap menjual pemuda yang bersinar di Piala Dunia 2010 tersebut. “Kami sudah berbicara soal perpanjangan kontrak. Tapi sampai sekarang belum ada solusi yang memuaskan kedua belah pihak. Kami harus menerima situasi ini,” keluh Allofs, sebagaimana dilansir Kreiszeitung Syke. “Jika tidak ada jalan lain, kami khawatir satusatunya solusi adalah melepaskan Mesut,” lanjut dia. Sebagaimana diberitakan, kontrak Ozil bersama Die Grun Weissen-sebutan Bremen-memang tinggal tersisa satu tahun. Jika tidak dijual sekarang, Bremen bakal rugi besar. Sebab, tahun depan mereka harus melepasnya dengan status free transfer alias gratis. Namun, untuk menawarkan perpanjangan kontrak kepada pencetak satu gol di Piala Dunia itu pun, mereka tidak punya cukup dana. Sebenarnya, lanjut Allofs, pihaknya sudah mencoba mengamankan kontrak Ozil beberapa pekan sebelum Piala Dunia. Namun, saat itu krisis sudah menimpa sejumlah klub Eropa, termasuk Bremen. Alhasil, mereka gagal menyepakati nilai kontrak baru sebelum Ozil berangkat ke Afrika Selatan. “Selama dua pekan belakangan, kami berjuang keras mencapai

deal dengan Ozil. Banyak gagasan yang muncul, tapi faktanya memang kami tidak bisa menahan dia,” tutur Allofs. “Tidak, kami tidak marah. Kami sudah berusaha semampunya,” imbuh dia. “Saya bisa bayangkan, dalam beberapa pekan ke depan, sebelum windor transfers tutup, pasti banyak klub yang bakal menekan kami (untuk melepas Ozil,). Kami harus mendengar tawaran mereka, dan juga apa yang diinginkan Mesut sendiri,” papar Allofs. Pernyataan Allofs tentu membuat klub-klub besar ambil kudakuda. Memang, seiring penampilan apiknya di Afrika Selatan lalu, dia menjadi salah satu hot item yang diburu banyak pihak. Namanya sudah dikait-kaitkan dengan Real Madrid, Barcelona, Manchester United, dan Arsenal. Yang terakhir disebut ini diprediksi bakal gigih memburu Ozil untuk berjaga-jaga jika playmaker sekaligus kapten Cesc Fabregas benar-benar hengkang ke Barcelona. Kendati demikian, Allofs tampaknya belum rela juga jika Ozil meninggalkan klub begitu cepat. Meski mengakui pembicaraan soal kontrak baru si pemain menemui jalan buntu, dia masih bersikap jual mahal untuk menggandoli pemain yang dibesarkan Schalke 04 tersebut. Dia memasang harga yang relatif tinggi, yakni EUR 27 juta, atau setara dengan Rp 314,6 miliar. Harga itu memang bukan masalah besar buat klub-klub yang dikabarkan menginginkan jasa Ozil. Karena itu, Allofs juga berupaya menahan si pemain sampai kontraknya benar-benar berakhir. “Kami sebenarnya tidak ingin melihat dia meninggalkan klub ini dengan status bebas trans-

WESLEY SNEIJDER - YOLANTHE CABAU

Menikah di Italia

Ozil fer musim depan. Tapi, sudah pasti itu menjadi salah satu opsi kami,” tukas Allofs. Ozil sendiri tampaknya tidak keberatan dengan opsi tersebut. Dalam wawancara dengan Bild pekan lalu, dia menyiratkan ke-

inginan untuk tetap tinggal di Bremen musim depan. “Bremen ingin saya memenuhi kontrak. Saya juga berpendapat itu ide yang bagus. Saya tidak ingin buru-buru meninggalkan klub ini,” ungkap Ozil. “Kemung-

kinan untuk perpanjangan kontrak belum tertutup sama sekali. Kalau memang tidak bisa untuk satu musim, setengah musim pun oke buat saya,” tambah pemilik 16 caps bersama timnas Jerman tersebut. (na)

Berbatov akan Dibarter BANDEROL yang dipatok Werder Bremen untuk Mesut Ozil secara teoritis tidak sulit dijangkau klub-klub yang menginginkannya. Terlebih, buat beberapa nama besar seperti Real Madrid atau Chelsea. Namun, merekrut Ozil dengan uang tunai rupanya tidak menjadi pilihan utama klub-klub tersebut. Manchester United misalnya, tidak ingin mengucurkan uang banyak untuk Ozil. Klub milik keluarga Glazer itu hanya mampu menyiapkan dana sebesar GBP 16 juta, atau sekitar Rp 221,2 miliar. Tapi, pelatih United Alex Ferguson juga siap menyertakan penyerang Dimitar Berbatov sebagai paket tukar tambah. Kubu United cukup percaya diri paket itu mampu meluluhkan manajemen Bremen. Sebab, pemain asal Bulgaria itu punya pengalaman bagus bermain di Bundesliga Jerman, bersama Bayer Leverkusen pada 2001-2006. Selama itu, dia membantu Bayer merebut gelar Bundesliga dan runner up DFB Pokal. Di musim pertamanya, Berba (pangg i l a n akrab

Berbatov, Red) juga membawa klub tersebut menembus final Liga Champions. “Saya memang sedang mencari tambahan g e l a n dang kreatif untuk menambah kekua-

tan musim depan. Ozil orang yang tepat untuk itu. Visinya untuk mencetak gol sama besar dengan visi dia memberikan assist buat rekanrekannya,” ungkap Ferguson, seperti dikutip Sports. “ Saya harap Bremen tertarik dengan proposal kami,” tambah dia. Langkah yang sama tengah direncanakan peminat lain, Juventus. Berdasarkan laporan Il Corriere dello Sport, mereka menyiapkan paket pembelian berupa uang tunai EUR 15 juta (sekitar Rp 175,2 miliar) plus gelandang serang asal Brazil Diego. Kebijakan klub ini bertolak belakang dengan pernyataan pelatih Luigi del Neri pekan lalu, yang menyatakan bahwa Diego masuk dalam perencanaan skuad Juventus musim depan. Diego sendiri juga ingin tinggal lebih lama di Juventus. Di sisi l a i n , pelatih Chels e a

Magenta Yellow

Carlo Ancelotti juga dikabarkan tertarik kepada Ozil. Ini wajar, mengingat dia baru saja kehilangan tiga gelandang sekaligus, yakni Juliano Belletti, Michael Ballack, dan Joe Cole. Deco pun sedang dalam proses pembicaraan dengan Fluminense. Hanya saja, klub milik Roman Abramovich itu belum bergerak. Hingga kini, belum ada yang mengajukan tawaran konkret kepada Bremen. Namun, jika Ozil benar-benar dilepas pun, dia lebih senang pindah ke Premier League atau Liga Primera Spanyol.

Baca DIBARTER Hal 18

BELANDA boleh saja gagal mencetak sejarah pada Piala Dunia (PD) 2010. Tim De oranje lagi-lagi harus puas sebagai runner-up perhelatan sepak bola empat tahunan itu. Namun kali ini Wesley Sneijder seorang diri mencetak kemenagan. Tapi bukan di lapangan bola. “Anda telah memenangkan Liga Champions dan hampir saja menjadi jawara di Piala Dunia. Tapi sekarang Anda memperoleh hal yang paling penting yakni memenangkan cita dari seorang wanita,” ujar pendeta yang memimpin pemberkatan di Gereja San Giusto e Clemente di Castelnuovo, Berardenga, sekitar sembilan mil dari Siena. Ya, kemarin WIB pilar Timnas Belanda Wesley Sneijder itu meminang presenter dan model cantik Yolanthe Cabau. Wanita asal Italia itu kian terlihat cantik saat mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan renda-renda dan dilengkapi cadar putih transparan. Wesley juga tampil elegan dengan jas lengkap berwarna biru muda. Dia tampil kompak dengan mengajak Jessey, anaknya dari perkawinan pertama. Pernikahan itu mengharukan karena Yolanthe hanya didampingi sang kakak Xavier. Ayahnya sudah meninggal pada 2007 lalu. “Ini momen yang begitu berat tanpa didampingi seorang ayah,” ujar Yolanthe kepada Telegraaf. Namun acara itu tetap tampak mewah dengan ornament kuno yang dipilih. Kendaraan yang dipilih untuk mengarak kedua mempelai adalah kereta yang dihias bunga-bunga. Banyak pemain Timnas Belanda juga ada di sana. Antara lain Rafael dan Sylvie van der Vaart. Tari-tarian dan musik menjadi hiburan saat resepsi. Beberapa penyanyi top mnjadi bintang tamu. Antara lain Michael Oomen dan Big Black & Beautiful. Acara digelar semalam suntuk pasca pemberkatan. Wesley dan Yolanthe baru setahun ini pacaran. Awal hubungan kedua pesohor itu sempat mendapatkan sorotan dari masyarakat. Maklum Wesley membangun hubungan itu saat dia masih berstatus suami dan ayah anak berusia empat tahun. Namun anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Meski hubungan itu tak disetujui public, Wesley dan Yolanthe tetap bertahan. Malah mereka juga mengumumkan pertunangan pada Natal tahun lalu. Selamat Wesley! (vem)

Shakhtar Tawar Eduardo Nicolas Burdisso

Giallorossi Terus Kejar Burdisso Roma, KP Nicolas Burdisso tampil menawan bersama AS Roma pada musim lalu. Bahkan, bek timnas Argentina itu selalu menjadi opsi pertama Claudio Ranieri, allenatore Roma, di jantung pertahanan berduet dengan bek timnas Brazil Juan. Bek tengah Prancis Philippe Mexes pun harus rela lebih sering duduk di bangku cadangan. Padahal, sebelum kedatangan Burdisso, Mexes selalu menjadi opsi utama. Namun, Burdisso mampu merebut hati Ranieri dengan performa konsistennya. Sayang, Burdisso hanya bergabung dengan status pinjaman. Di akhir musim lalu, dia harus kembali ke Inter Milan. Nah, sekarang Roma sedang berupaya agar Burdisso bisa kembali bergabung dengan Francesco Totti dkk pada musim depan. Giallorossi (julukan Roma) telah mengajukan tawaran untuk membeli Burdisso. Namun, Inter tampaknya jual mahal. Mereka hanya mau melepas Burdisso dengan harga EUR 10 juta atau setara Rp 116,8 miliar. Har- ga yang terlalu tinggi menurut Roma. Apalagi, Burdisso hanyalah muatan lebih di Inter. Dengan sejumlah bek tengah hebat yang dimiliki Inter, Burdisso juga bakal kesulitan dapat tempat. Karena itu, Roma hanya siap melayangkan tawaran sebesar EUR 5,5 juta atau setara Rp 64,2 miliar. Saat ini, Burdisso masih menjalani liburan setelah membela Argentina pada Piala Dunia 2010 lalu. Sedangkan, direktur olahraga Roma Daniele Prade, masih terus melakukan pertemua intensif dengan petinggi Inter untuk menegosiasi transfer Burdisso. (ham)

Donetsk, KP Shakhtar Donetsk tidak main-main dalam upayanya mendapatkan Eduardo. Untuk menunjukkan keseriusannya, jawara edisi terakhir Piala UEFA (sebelum diganti Europa League) asal Ukraina itu telah menyodorkan dana 6 juta pounds atau setara Rp 83 miliar. Plus gaji 50 ribu pounds (Rp 691 juta) per pekan. Shakhtar harus bergerak cepat karena Eduardo juga diminati klub Premier League lainnya, Aston Villa, dan klub papan atas Turki Besiktas. “Kami sangat butuh striker kelas dunia untuk memperkuat skuad di Liga Champions musim depan. Eduardo salah satunya,” ungkap tactician Shakhtar Mircea Lucescu kepada Express. Eduardo dianggap Lucescu sebagai target ideal juga karena link penyerang 27 tahun itu dengan kapten Shakhtar Darijo Srna. Ya, Eduardo dan Srna sama-sama pilar timnas Kroasia. Di pihak lain, Eduardo memang harus meninggalkan Arsenal apabila ingin mendapat kesempatan bermain reguler. Posisinya makin terancam seiring kedatangan Marouane Chamakh dari Girondins Bordeaux. Padahal, Arsenal masih memiliki Robin van Persie, Andrei Arshavin, dan Nicklas Bendtner di lini depan. (dns)

Rp 701 M untuk Balotelli Milan, KP Manchester City benar-benar ngotot mendapatkan striker Inter Milan Mario Balotelli. Sudah beberapa kali klub berjuluk The Citizens itu mengajukan tawaran, tapi belum cocok. Mereka kini menyiapkan tawaran yang menggiurkan. Demi Balotelli, City rela menggelontorkan dana hingga EUR 60 juta atau setara Rp 701 miliar. Itu terdiri dari biaya transfer sekitar EUR 35 juta atau setara Rp 408,9 miliar dan untuk biaya kontrak Balotelli senilai EUR 25 juta atau setara Rp 292 miliar. Jelas tawaran yang menggiurkan bagi Balotelli dan Inter. Berdasarkan laporan La Gazzetta dello Sport, dalam 48 jam ke depan, tim besutan Roberto Mancini tersebut berharap supaya deal transfer dengan Inter terkait Balotelli telah tercapai. Petinggi City kabarnya sudah tiba di Milan dan bernegosiasi dengan Inter dan Balotelli.

Baca BALOTELLI Hal 18


18

Kendari Pos | Selasa, 20 Juli 2010


19

Kendari Pos | Senin, 19 Juli 2010

Organ Terkeras Itu Bisa Juga Retak

Konsultasi:

Anak 5 Tahun Masih Jinjit OLEH: Maria Farida Kurniawati, Baby Smile School Bu Maria, saya sering mengikuti rubrik konseling Ibu dan senang sekali bisa mendapat banyak pengalaman. Sekarang saya ingin menanyakan perkembangan cucu pertama saya yang lahir lima tahun lalu. Saat ini dia duduk di TK. Dia laki-laki, aktif sekali, susah tidur, dan kalau berjalan menjinjit. Makannya rewel sehingga berat badannya cuma 17 kilogram. Kata gurunya, di kelas dia tidak bisa berkonsentrasi. Bagaimana cara mengarahkan cucu saya itu, Bu. Sebab, sehari-hari dia biasa diasuh babysitter. Terima kasih. Oma Dede, Solo _ SALAM sejahterah Oma. Anak aktif tidak berarti hiperaktif. Orang tua atau pengasuh sering kurang sabar dalam mengarahkan. Makin dilarang, anak biasanya kian tertantang untuk melakukan. Sebab, rasa ingin tahunya besar. Dengan demikian, beri anak kesempatan mengembangkan kreativitasnya di bawah pengawasan, bukan larangan. Berjalan menjinjit biasanya dialami batita (anak di bawah tiga tahun) yang baru belajar berjalan dan terbiasa pakai baby walker. Namun, seharusnya pola tersebut sudah hilang pada usia dua tahun. Bila sampai usia lima tahun anak masih berjalan menjinjit, mungkin bentuk kakinya yang ‘’ceper’’. Tentu itu membuat betis dan tungkai anak cepat lelah, juga aktif karena sulit mengontrol gerakan.

Kondisi anak yang aktif akhirnya berpengaruh pada konsentrasi pendek. Anak menjadi cepat lelah dan susah tidur. Untuk itu, Oma bisa mengajak cucu ke ahli fisioterapi. Biasanya akan dilakukan pemijitan rutin dan dipakaikan sepatu khusus untuk membantu anak berjalan dengan baik. Sebelum tidur, bersihkan tubuh anak, demikian juga kamar tidurnya. Setelah itu, dampingi anak dengan membacakan dongeng, memijiat kakinya. Dengan begitu, anak diharapkan bisa tidur nyenyak. Bila tubuh anak sehat dan hatinya senang, selera makan akan meningkat. Membimbing, mengasuh, dan mendidik anak membutuhkan kesabaran dan toleransi. Berikan contoh perilaku dan perkataan yang baik. (c7/soe)

Trauma Penyebab Utama Keretakan pada Gigi GIGI memang tercatat sebagai organ terkeras jika dibandingkan dengan bagian laintubuhmanusia.Toh,sekuatkuatnya gigi, organ untuk mengunyah itu bisa retak. Beberapa hal, terutama trauma, bisa memicu keretakan gigi. Menurut drg Rudy M. Comentas, kondisi traumatis bisa disebabkan kecelakaan atau mengunyah makanan yang terlalu keras. Rudy mencontohkan kacang-kacangan. ‘’Atau, kita nekat memecahkan cangkang seafood yang keras dengan gigi. Kepiting, misalnya,’’ katanya. Banyak orang yang tak menyadari kemampuan giginya. Saat harus beradu dengan cangkang seafood yang keras, gigi kalah kuat dan retak. ‘’Keretakan gigi juga bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan berbeda suhu

ekstrem secara bergantian. Misalnya, setelah mengunyah bakso yang panas, gigi langsung diguyur es jeruk,’’ ungkap dokter gigi dari Klinik Kecantikan Gigi D-Arts itu. Bila keretakan tak begitu parah,hanyaterjadidiareaenamel (lapisan terluar gigi), biasanya tidak ada masalah. Paling penampilan fisik gigi menjadi buruk. Namun, jika keretakan sampai menyentuh lapisan dentin atau pulpa (ruang yang berisi saraf dan pembuluh darah), gigi akan menjadi sangat sensitif. ‘’Sedikit saja terkena makanan panas atau dingin, gigi langsung ngilu. Begitupulasaatterkenamakanan yang terlalu manis, asam, atau asin,’’ ujar Rudy. Dia menyarankan keretakan gigi tak dibiarkan tanpa perawatan. Sebab, bagian gigi yang retak dan bercelah itu bisa menjadi tempat sisasisa makanan. Buntutnya, kuman dan bakteri bersarang di

sana. Apalagi, bagian celah itu biasanya sulit dijangkau sikat gigi sehingga sulit dibersihkan. ‘’Bakteri dan kuman akan membusukkan sisa makanan di bagian yang retak itu,’’ jelasnya. Bila itu terjadi, lanjut dia, gigi bisa mengalami karies (lubang). Bahkan, bila sudah parah, pembusukan bisa merambah ke area pulpa dan m e m u nculkan a b s e s . Kondisi itu biasanya amat menyiksa. Bila pembusukan telah merambah area pulpa, pembuluh darah dan saraf akan terkena imbas. ‘’Rasanya cekotcekot.

Cara mencegah mengobati gigi Retak dan Berlubang : -

Memeriksa gigi secara rutin menyikat gigi secara teratur dan pada waktu yang tepat. Menyikat gigi dengan cara yang benar. Kumur setelah makan. Gunakan benang gigi untuk mengeluarkan sisa makanan. Makan makanan yang berserat. Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluorida. Kurangi makanan yang mengandung gula dan tepung.

Nggak enak makan dan tidur. Karena itu, sebelum keretakan menjadi parah, gigi sebaiknya segera ditambal. Namun, bila retak telanjur sampai ke dalam, solusinya ya perawatan saraf atau endodontik,’’ terangnya. Pada perawatan saraf, kata dia, ruang pulpa yang berisi bakteri disucihamakan. Baru

setalah itu, gigi yang retak ditambal agar sisa makanan tak bisa masuk lagi. ‘’Sebaiknya segera lakukan screening saat mengalami kondisi traumatis. Tujuannya, mengetahui ada tidaknya gigi yang retak,’’ tutur Rudy. Tes bisa dilakukan dengan foto rontgen atau panoramik. (ai/c7/soe)


20

Kendari Pos |Selasa 20 Juli 2010

Rektor USN Kolaka Daftar Jadi Bupati Buton MUHAMMADIQBAL/SATELITNEWS

Meski masih menunggu kelar puasa 40 hari yang akan berakhir pada hari ini (Senin),dan akan memberikan jawabanya pada senin Malam,namun sinyalemen akan majunya Marisa pada Pemilukada Tangerang Selatan sudah tercium media,hal itu terlihat saat Marisa menghadiri sebuah acara yang diadakan Pemuda integritas tangerang Selatan.

38 Laporan Pelanggaran Diteruskan ke Gakumdu Andoolo, KP Laporan pelanggaran jelang dan setelah pemungutan suara ulang yang disampaikan oleh masing-masing tim sukses di Panitia Pengawas Pemilukada Konsel telah selesai diplenokan oleh Panwas. Dari laporan pelanggaran yang disampaikan itu terdapat dua tim suk-

ses yang melapor dan jumlahnya mencapi 38 laporan. Dari data tersebut 36 jenis pelanggaran yang masuk kategori pidana dan dua laporan penggaran administrasi. Untuk mengentaskan laporan pelanggaran yang dilakukan tim pasangan calon SEHATI maupun SUTRA, Panwas meneruskan ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) di Mapolres Konsel. “Semua laporan yang masuk berjumlah 38 laporan yang disampaikan dua kubu yakni dari tim Pasangan Nomor 3 melaporkan pelanggaran yang dilakukan Nomor 2 dan begitu juga sebaliknya tim pemenangan pasangan calon Nomor 2 melaporkan pelanggaran Nomor 3,” ujar Ketua Panwas Konsel Ruslan Munier, akhir pekan lalu. Munir menyebutkan, jenis pelanggaran yang dilakukan oleh kedua tim tersebut terdiri dari dua. Yakni pelanggaran Pidana dan administrasi. “Pelanggaran bersifat pidana itu seperti money politic (dua tim saling lapor). “Khusus pelanggaran administrasi itu seperti DPT. Di laporan ini terdapat adanya pemilih di TPS tetapi tidak menjadi bagian dari warga setempat. Untuk semua kasus pelanggaran telah kami periksa dan meminta klarifikasinya. Hasilnya kami serahkan ke Gakumdu,” katanya.

Beberapa kegiatan yang dinilai melanggar aturan Pemilukada seperti pemberian uang kepada pemilih jelang hari H pencoblosan, pembagian beras, minyak tanah dan ada juga yang pengumpulan warga dan selanjutnya mengajak untuk memilih kepada salah satu pasangan calon. “Semua laporan mulai dari tanggal 11 - 17 juli telah kami periksa, baik pelapor, terlapor dan saksi. Setelah itu

kami plenokan bertiga anggota Panwas,” katanya. Barang bukti laporan bersama bukti uang, beras dan minyak tanah dalam laporan ini juga dilimpahkan ke sentra Gakumdu. “Soal siapa yang bersalah dalam hal ini akan diputuskan di Sentra Gakumdu dan akan diputuskan selama sepekan setelah laporan ini dilimpahkan,” tandas Ruslan Munir.(era)

Kendari, KP Pemilukada Buton baru akan digelar setahun lagi atau tepatnya Juli 2011. Meski begitu, geliatnya sudah mulai terasa saat ini. Sejumlah bakal calon pemimpin pengganti LM Sjafei Kahar, meski masih terkesan malu-malu mulai mencari dukungan masyarakat dan mencari partai sebagai “kendaraan” politik nantinya. Salah satu kandidat yang kini mulai mencari dukungan politik adalah Rektor USN, Kolaka Dr. Azhari. Ia bahkan sudah secara resmi mendaftar di Partai Kesatuan dan Persatuan (PKP) Indonesia.

PKP Indonesia, meski hanya punya satu kursi di DPRD Buton, ternyata tetap jadi incaran beberapa kandidat. Selain Azhari, ada lagi dua nama yang ikut mendaftar di partai pimpinan Sutiyoso ini. Mereka adalah Ahmad SE, seorang pengusaha yang saat ini memimpin PTCia-ciaLiwutoLapandeTimika, dan Drs. Ahmad, M.Si, seorang tenaga pedidik pada Universitas Sebelas Maret Surakarta dan sementara menjabat sebagai Kepala LPPM Universitas Sebelas Maret Surakarta. “Penjaringan yang dilakukan

PKP Indonesia ini sudah melalui prosedur dan mekanisme partai yang tertuang dalam Surat Edaran DPN no 190 A/ DPN PKP IND/XII/2009 tentang Petunjuk Pencalonan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah,” kata Ketua PKP Indonesia Buton, La Ode Zainal Aziz. Menurutnya, proses penjaringan masih tetap berjalan hingga pengurus DPK PKPI Buton melakukan pleno untuk menentukan pasangan calon yang akan diusulkan kepada Dewan Pimpinan Nasional sebagai pasangan calon yang diusung oleh PKPI.(abi/ong)

Kendari Pos Edisi 20 Juli 2010  

Edisi 20 Juli 2010

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you