Issuu on Google+

Kamis, 20 Januari 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

PD IV FE Unhalu Ditahan Seorang Kontraktor Juga Ditahan, Oknum Wartawan Dilepas

kasus sindikat narkotika jenis ganja seberat 696 gram yang melibatkan mantan Pembantu Dekan (PD) IV Fakultas Ekonomi (Fekon) Unhalu, DR Sudirman Zaid MSi, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pen-

Kendari, KP Penyidikan terhadap pengungkapan

yalahgunaan narkoba. DR Sudirman Zaid MS, yang baru saja dinonaktifkan

dari jabatannya kini resmi tercatat sebagai tahanan Satuan Narkoba Polres Kendari bersama rekannya, Hasyim Nur Dharma. Sementara, oknum wartawan salah satu media cetak di Kendari, Rudi Iskandar hanya dikenakan wajib lapor. Hasil pemeriksaan terhadap Rudi

Iskandar menunjukkan tidak adanya bukti permulaan yang cukup sehingga tidak ditahan (hanya wajib lapor) dan bebas dari status tersangka. Kasat Narkoba Polres Kendari, AKP Aris Rallang mengatakan, hasil

Baca ditaHan di Hal 8

Hari Ini, Nur Alam Meeting Bersama SBY Kendari, KP Pemikiran dan gagasan Gubernur Sultra, Nur Alam dalam membangun Sultra benar-benar sukses meyakinkan presiden SBY. Terutama, gagasan menjadikan Sultra sebagai salah satu kawasan ekonomi khusus telah mem-

buahkan hasil. Hari ini, Nur Alam mendapatkan undangan khusus untuk ekspose detail dari program tersebut di hadapan SBY. “Saya baru pulang pulang dari China. Insya allah besok saya

Baca mEEting di Hal 2

Gubernur Sultra, Nur Alam (kiri) bersama Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam suatu kesempatan

LPSK Siap Lindungi Gayus

Komisi VIII Terima Aduan Pengungsi Maluku Jakarta, KP Saluran Aspirasi Rakyat (SARA) yang merupakan lembaga pengungsi Maluku diterima Komisi VIII DPR. SARA yang diwakili oleh Marjani Walli (Ketua Umum), La Ode Mutanafas (Sekjen) La Kumbu (Humas) menuntut agar pengungsi yang menjadi korban kerusuhan Ambon ini

Baca aduan di Hal 7

selebriti

Ikhlaskan Kepergian Anak PUTRA kedua Ayu Azhari, Sean, dikabarkan telah terbang meninggalkan Indonesia, untuk bertemu dengan ayahnya Teemu Hyytia di Finlandia. Hal itu seperti diungkap psikolog Tika Bisono di sebuah media online. “Oh iya, Sean sudah berangkat ke Finlandia. Kemarin menunda hanya ingin menunggu adiknya saja,” ungkap Tika Bisono, baru-baru ini. Tika bersyukur, saat ini Sean telah berangkat ke Finlandia. Sebelumnya, Sean sengaja menunggu adiknya Atiq, karena paspornya masih ditahan ibunya. Tika mengatakan sudah menyarankan agar Ayu Azhari melepas kepergian anak-anaknya. Bahkan Tika meminta agar Ayu tidak perlu khawatir, apabila suatu hari ada masalah yang terjadi dengan anak-anak saat berada di bawah asuhan ayah biologisnya, Teemu, di Finlandia. Sementara itu, pengacara anakanak Ayu, Dwi Ria Latifa enggan memberikan jawaban mengenai keberangkatan Sean ke Finlandia. “Itu semua sudah kewenangan KPAI, karena kan saya sudah menyerahkan kesana. Jadi walaupun iya, saya sudah tidak punya kewenangan lagi untuk menjawab perihal itu, karena sudah tidak ada komitmen,” terang wanita b e rk a c a m at a ini.(cio) Ayu Azhari

foto : UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

BELUM SELESAI : Terpidana kasus korupsi pajak, Gayus Halomoan Tambunan, menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin. Oleh majelis hakim, Gayus divonis tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan penjara.

Gayus Hanya Divonis 7 Tahun Jakarta, KP Terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan akhirnya mendapatkan vonis bersalah dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mantan pegawai Direktorat Jendral Pajak itu terbukti bersalah karena korupsi dan dihukum tahun 7 penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan penjara. Pada persidangan di PN Jaksel, Rabu

(19/1), majelis hakim yang diketuai Albertina Ho dengan dua hakim anggota, Sunardi dan Tahsin, menganggap Gayus telah terbukti sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum. “Menyatakan terdakwa Gayus Halomoan Tambunan bersalah. Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 300 juta rupiah,” ucap Albertina.

ada hal yang menurut majeNamun meringangkan hukuman atas Gaylis Di antaranya adalah belum pernah us. dihukum dan masih memiliki tanggungan keluarga termasuk anak-anak yang masih kecil. hal yang memberatkan, Sedangkan sebagai aparat negara Gayus karena

Jakarta, KP Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap untuk melindungi juru kunci kasus mafia pajak, Gayus Tambunan. M e n u r u t Ketua LPSK, Abdul Haris S e m e n d aw i , kalau ada perGayus Tambunan mohonan dari yang bersangkutan atau pengacaranya, pasti akan ditindaklanjuti. “Begitu ada permohonan, akan segera dibicarakan di tingkat komisioner,” ujarnya saat memberi penjelasan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (19/1). Hanya saja, tukas Abdul Haris, hingga kini LPSK belum pernah mendapat permohonan dari Gayus. Padahal mantan pegawai Ditjen Pajak yang sedang dililit banyak kasus tersebut kabarnya menyimpan banyak informasi tentang penyimpangan pajak. “Saya rasa pengacaranya lebih memahami proses untuk meminta perlindungan, dan mereka mengetahui adanya keberadaan lembaga LPSK,” ungkapnya. Ketika ditanya apakah LPSK tidak bisa proaktif, mengingat masalah Gayus kian runyam dan sejumlah orang bakal terseret dengan kasusnya, Haris menegaskan bahwa untuk ditangani, lembaga yang dipimpinnya memiliki prosedur. “Ka-

Baca gayus di Hal 7

Baca lindungi di Hal 2

Kisah Bona dan Lagu “Andai Aku Gayus Tambunan” yang Makin Terkenal

Untuk Klip Video, Paling Susah Cari Wig di Salon-Salon Lagu Andai Aku Gayus Tambunan yang dirilis melalui YouTube kian menarik perhatian masyarakat. Lagu itu diciptakan Bona Paputungan yang kebetulan eks narapidana dan wajahnya juga mirip Gayus jika mengenakan wig. Inilah cerita tentang Bona. JIRO PAPUTUNGAN, Gorontalo Andai ku Gayus Tambunan.... Yang bisa pergi ke Bali.... Semua keinginannya... pasti bisa terpenuhi.... Lucunya di negeri ini.... Hukuman bisa dibeli.... Kita orang yang lemah... pasrah akan keadaan RefRAIN di atas adalah cuplikan

Baca cari wig di Hal 7

foto : jpnn

Bona Paputungan mendekam dalam penjara selama 7 bulan akibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ternyata, pelajaran dari penjara membuatnya sukses dan menjadi sangat terkenal. Klip video lagu yang ia ciptakan berjudul “Andai Aku Gayus Tambunan” telah diklik lebih dari 80 ribu kali di website YouTube.


2

Kendari Pos | Kamis, 20 Januari 2011

Jembatan Teluk Kendari Segera Ditender Meeting... bersama dua gubernur lain akan bertemu (ekspose) presiden,” tutur Gubernur Nur Alam, tadi malam. Usai ekspose di hadapan presiden, akan ditindaklanjuti dengan pertemuan bersama Komisi IV DPR-RI dengan agenda revisi tata ruang wilayah Sultra. Rencananya, pertemuan bersama Komisi IV ini digelar pada 24 Januari ini. “Bulan Januari ini banyak sekali agenda,” tuturnya. Via telepon, Nur Alam juga menjelaskan bahwa di bulan ini pula, akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pusat Investasi Pemerintah, Depkeu. Dalam MoU ini akan diluncurkan anggaran Rp 200 Miliar untuk penyelesaian proyek pembangunan rumah sakit. “Bulan ini juga akan dilakukan tender pembangunan jembatan teluk Kendari,” tuturnya. Khusus perjuangan agar Sultra menjadi salah satu daerah kawasan ekonomi khusus di Indonesia, Nur Alam menilainya hal itu amat visibel karena Sultra memiliki berbagai potensi sumberdaya

alam yang kaya, baik deposit maupun variannya. Di daratan, terdapat potensi pertanian dalam arti luas, seperti pertanian, perkebunan kehutanan dan segala potensi yang ada di atasnya. Di atas dan di dalam permukaan bumi terdapat potensi tambang yang sangat besar, baik deposit maupun segala variasinya, seperti nikel yang depositnya mencapai 974, Milyar Ton, emas 1,125 Juta Ton, Aspal curah mencapai, 3,8 Milyar Ton. Disamping potensi sumberdaya alam lainnya, seperti pasir besi, batu bara, batu permata, minyak bumi, dan lain-lain. “Daerah kita memang kaya, karenanya pemerintah Sultra mencanangkan dan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Provinsi Sultra dijadikan sebagai Pusat Industri Pertambangan Nasional. Usulan tersebut akan dijabarkan dalam kerangka regolasi pembangunan kawasan ekonomi khusus yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia usaha serta seluruh masyarakat Sultra sebagai pemangku kepentigan atau stakeholder,” kata Gubernur Nur Alam, saat mempromosikan Sultra di depan

Menteri Koordinator Perekonomian RI, Ir HM Hatta Rajasa, beberapa waktu lalu. Perjuangan gubernur tersebut kini mulai membuahkan titik terang. Hari ini, sesuai surat undangan yang ditandatangani sekretaris kabinet, Dipo Alam, Gubernur Nur Alam berkesempatan memaparkan konsep percepatan pembangunan Sultra di depan sidang paripurna kabinet yang dipimpin langsung Presiden SBY. Selain Sultra, dua daerah lain yang juga akan memaparkan agar daerahnya bisa menjadi kawasan ekonomi khusus, yakni Papua dan Papua Barat. Pada penjelasan Nur Alam sebelumnya terkait hal-hal yang mendasari agar Sultra menjadi daerah kawasan ekonomi khusus diantaranya, dalam rangka mengimplementasi UU No. 4 tehun 2009 tentang Sumberdaya Minerba, maka paling lambat tahun 2014 tidak ada lagi ekspor bahan baku tambang ke luar daerah. Artinya, seluruh investor tambang harus memiliki industri pengolahan sampai dengan output atau produk akhir. Pola-pola yang ada selama ini juga dianggap kurang mem-

beri manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Diilustrasikan, PT INCO dengan konsesi lahan 64 ribu hektar dan telah menguasai wilayah ini selama 69 tahun telah memperoleh manfaat dengan menguatnya saham-saham mereka di bursa efek nasional maupun internasional karena dukungan bahan baku yang beser, sementara daerah tidak memperoleh manfaat nyata dari eksistensi mereka. Lahan dibiarkan terlantar, sementara tuntutan masyarakat dan investor lain terhadap lahan semakin meningkat, baik untuk kebutuhan pertanian dalam arti luas maupun untuk kegiatan pertambangan. “Secara moral bangsa dan masyarakat terus menjadi penjaga kebun pengusaha asing,” katanya. Selain itu, berbagai regulasi yang ada saat ini cenderung menghambat perbaikan iklim investasi karena diurus oleh banyak institusi atau lembaga, mulai dari pusat sampai ke daerah. “Kedepan perlu dibenahi melalui sitim pelayanan terpadu satu pintu, melalui Badan Pengelolaan atau Otorita yang professional,” katanya.(ong/wal)

Enggan Komentari Inpres Gayus Lindungi... lau memang mau, tidak sulit. Tinggal bikin permohonan tertulis, lalu kemudian nanti dipelajari sebelum ditangani LPSK,” imbuh Ketua LPSK itu meyakinkan. Kehadiran Komisioner LPSK ke KPK pada hari ini sendiri, disebutkan dalam rangka tindaklanjut nota kesepahaman yang telah dilakukan kedua lembaga negara ini pada Agustus tahun 2010. “Nah, kami ke sini bermaksud untuk membicarakan teknisnya dengan pimpinan KPK,” terang Abdul Haris. Rombongan LPSK yang tiba sekitar pukul sembilan pagi ini, diterima langsung oleh Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Bibit Samad Riyanto, serta sejumlah Direktur terkait di KPK. Pertemuan berlangsung lebih dari dua jam. “Kami tadi tidak membicarakan orang per orang terkait dengan perlindungan saksi, korban, maupun pelapor untuk kasus korupsi. Melainkan membahas secara umum mengenai teknis penanganan oleh LPSK,” papar Abdul Haris pula. Khusus untuk Gayus, sejumlah pihak sebelumnya memang sempat mengkhawatirkan tentang keselamatannya selama di tahanan. Hal itu mengingat banyak pihak yang terseret dengan dirinya, termasuk juga sejumlah informasi penyimpangan 100 lebih kasus pajak perusahaan yang ditanganinya selama menjadi pegawai pajak,

yang kini belum terkuak dan bahkan baru satu yang terungkap. Enggan Komentari Inpres Gayus Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua, lebih memilih tidak mengomentari Instruksi Presiden (Inpres) yang dikeluarkan Presiden SBY mengenai Gayus Tambunan. “Maaf, untuk masalah itu, belum bisa berkomentar,” ujarnya, saat ditemui di gedung KPK, Rabu (19/1) pagi. Begitupun saat ditanya tentang pelaksanaan rapat pimpinan yang digelar di KPK, Senin (17/1), bersamaan dengan hari dikeluarkannya Inpres Gayus. Terhadap hal itu, mantan politisi Senayan yang selalu mengenakan kopiah dan memelihara jenggot ini, juga lebih memilih bungkam. Sementara, Wakil Ketua KPK Haryono Umar, dalam penjelasannya kemarin, Selasa (18/1), membenarkan adanya rapat pimpinan oleh komisioner KPK. Namun dijelaskannya, itu bukan sebagai respon terhadap Inpres Gayus, melainkan rapim biasa yang membicarakan isu-isu internal. Sementara itu, dari 12 poin Inpres yang dikeluarkan SBY, salah satu butirnya - secara tak langsung - meminta KPK agar tidak mencampuri kasus yang sedang ditangani oleh kepolisian. “Apa yang diinstruksikan Presiden sebenarnya sudah kita laksanakan, misalnya berkoordinasi dengan sejumlah jajaran. Itu kan telah dilakukan KPK,” imbuh Haryono Umar.(mur)


3

Kamis, 20 Januari 2011

Garuda Tambah Armada Baru Hentikan Operasional Pesawat Boeing 737 Klasik Jakarta, KP PT Garuda Indonesia (GI) secara bertahap mulai menghentikan operasional beberapa jenis pesawatnya. Antara lain yaitu Boeing 747 seri 400 dan Boeing 737 klasik. Perusahaan penerbangan plat merah ini malah menargetkan

SULIS/KP

Harga lumput laut semakin menggoda. Namun saat ini ditingkat petani keuntungan yang dialami tak sebanyak yang didapatkan pedagang. Tampak petani yang tengah panen rumput laut

Rumput Laut Butur Makin Menjanjikan Kendari, KP Beberapa bulan yang lalu harga rumput laut di Buton Utara (Butur) sempat mengalami penurunan drastis yakni harganya hanya Rp 7 ribu perkilogram. Tapi saat ini harga sudah membaik berkisar Rp 10 ribu perkilogram di tingkat petani. Walaupun itu masih harus bermain ditingkat tengkulak, karena harga di tingkat pembeli bisa tembus Rp 15 ribu perkilogramnya. Beberapa pedagang pengumpul asal Ereke, Butur mengatakan harga baru tersebut cukup disambut antusias petani, setidaknya terdapat peningkatan produksi. Sebelumnya sejumlah petani sempat kesal dengan harga yang turun. Pasalnya harga Rp 7 ribu perkilogram, sangat minim dibanding biaya perawatan dan cost produksi seperti tali pegangan dan bibit. “Sudah ada dua minggu harga naik dan sepertinya masih akan mengalami kenaikan lagi,” terang Anwar peda-

gang pengumpul di Ereke. Harga Rp 10 ribu perkilogram itu kata Anwar merupakan harga di tingkat petani, melalui pengumpul yang kemudian disetor ke pengusaha di Baubau. Rumput laut tersebut selama ini dikirimkan ke Surabaya. Di surabaya harga rumuput laut lebih bagus lagi karena harga jual bisa tembus Rp 14 ribu - Rp 15 ribu, tergantung kualitasnya. Pasalnya rumput laut itu kebanyakan diekspor keluar negeri atau dalam negeri untuk bahan sejumlah produk baik makanan ataupun kosmetik. “Kalau harga rumput laut di pasar internasional turun, harga di tingkat petani juga anjlok. Kalau pengusaha atau pengumpul hanya mengikuti harga yang berlaku,” paparnya kemarin. Sementara itu menurut Miswan petani rumput laut di Ereke, bila harga berlaku di pasaran saat ini belum berpihak ke petani. Selama ini mata pencaharian warga ereke mayoritas petani pembudidaya

rumput laut dan nelayan, sehingga bila terjadi penurunan harga komoditas perikanan sangat dirasakan. Miswan dan rekan-rekannya yang juga petani berharap ada perlakukan terhadap rumput laut. Artinya karena di Butur itu produksi rumput lautnya tinggi, tapi pembeli hanya dilakukan oleh pengumpul atau tengkulak. Bahkan tidak sedikit pengusaha yang memasok uang untuk membiayai produksi. Setelah panen diangkutlah rumput laut dengan harga dibawah standar. Bila ada proses pengolahan di Ereke baik itu koperasi atau perusahaan diyakini Miswan dapat mengangkat produksi rumput laut di Ereke. “Selama ini yang menikmati harga tinggi hanya pengusaha, kita petani tetap begitu begitu saja, kalau harga tinggi, tentunya pendapatan petani akan tinggi juga,” kata Miswan yang ditemui saat berada di Kendari beberapa waktu lalu. (lis/awl)

Kadin Minta Insentif Khusus Bebaskan Bea Masuk Beras dan Gandum Jakarta, KP Untuk mengejar investasi di daerah sebesar 10 persen pertahun, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Hal itu diperlukan demi kesamaan (harmonisasi) kebijakan antara pusat dan daerah. Ketua Umum Kadin Suryo B Sulisto mengatakan, investasi harus masuk ke daerah dengan cepat sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin. “Inilah yang kita inginkan. Kita giring investorinvestor dalam dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di seluruh daerah,” katanya usai membuka acara Seminar Nasional yang digelar Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) di Jakarta, Senin (17/1) lalu . Diakui Suryo, hingga kini, investor masih banyak mengalami kendala untuk berinvestasi di daerah. Misalnya, ada investor yang belum mengenal potensi-potensi di daerah serta infrastrurktur yang amburadul. Untuk itu, pihaknya ingin mencarikan solusi agar pengusaha tersebut bisa masuk ke daerah. Dengan langkah tersebut, Suryo berharap, investasi di daerah bisa naik 10 persen per tahun. Namun, untuk tercapainya target tersebut, harus

ada insentif khusus. “Baik itu insentif moneter (kredit) maupun insentif fiskal seperti pajak,” imbuhnya. Seperti diketahui, BKPM tahun ini menargetkan investasi sebesar Rp 230 triliun atau naik 15 per--sen dibandingkan tahun 2010. Ketua Umum Ardin Bambang Soesatyo menambahkan, pada akhir tahun 2010, Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) mengeluhkan proses arus barang eksporimpor dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, terhambat akibat jalan rusak dan berlubang. Menurutnya, selalu ada risiko dari setiap hambatan. Ironisnya, risiko itu harus ditanggung pengusaha. “Jika yang diangkut bahan baku industri, hambatan tadi akan merusak daya saing. Jika yang diangkut bahan pangan, risikonya ditanggung pengusaha dan warga di daerah tujuan. Ujung-ujungnya dibebankan ke konsumen. Ini harus dicarikan solusi,” kata Wakil Ketua Umum Kadin ini. Karena itu, pihaknya mendesak harus ada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengharmonisasi peraturan atau kebijakan serta mencari jalan keluar mengatasi hambatan infrastruktur. Sebelumnya, kebijakan untuk bergabung dalam perdagangan bebas ASEAN-China juga menimbulkan permasalahan yang lebih rumit. Sektor perdagangan dalam negeri menjadi lemah akibat gempuran produk-produk luar negeri terutama dari China. Sementara

Indonesia hanya mampu mengekspor sedikit komoditas seperti batubara. “Hal ini menyebabkan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang industri manufakur telah melakukan efisiensi perusahaan untuk menghadapi naiknya biaya pro-duksi. Akibatnya, beberapa perusahaan terpaksa melakukan PHK massal untuk mengurangi beban produksi tersebut,” tandas Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan di Jakarta, kemarin. Itu sebabnya, menurut Syahganda, pemerintah harus bisa memiliki strategi pembangunan eko-nomi di 2011. Seperti reformasi birokrasi, restrukturisasi utang, up-grade teknologi industri da-lam negeri secara mandiri, pembangunan infrastruktur, penguatan pasar rakyat dan penguatan diplomasi dalam kerja sama multilateral. Menanggapi berbagai desakan itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan siap membebaskan bea masuk pangan sebagai langkah antisipatif untuk membendung arus kenaikan harga barang dan jasa. Pembebasan bea masuk ini untuk produk beras, gandum dan komoditas pakan ternak. “Ini upaya untuk stabilisasi pangan dan juga inflasi,” ujar Hatta saat ditemui di kantornya. Langkah stabilisasi lain, sambung Hatta, yakni menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur upaya mengantisipasi iklim ekstrim. Inpres ini terkait pembagian benih dan pupuk. (jpnn/awl)

Produksi Semen Tonasa Capai 4 Juta Ton Makassar, KP PT Semen Tonasa mengharapkan pabrik semen Tonasa V yang tengah dibangun bisa mengatrol produksi 2,5 juta ton per tahun. Dengan demikian, peranan Semen Tonasa untuk menyuplai kebutuhan pembangunan terutama di kasawan timur Indonesia (KTI) bisa semakin kuat. Tahun lalu, kinerja BUMN semen, PT Semen Tonasa, gemilang. Pabrik semen pelat merah yang berlokasi di Kabupaten Pangkep ini, pada 2010 berhasil memproduksi empat juta ton semen. Direktur Utama PT Semen Tonasa, Sattar Taba, usai membuka secara resmi The 3rd To-

nasa Science Championship, di Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (18/1) lalu mengatakan, kinerja PT Semen Tonasa sejak berdirinya pada 1960 silam terus berkembang pesat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan semen, khususnya di KTI. Saat ini, lanjut Sattar, produksi Semen Tonasa sudah mencapai kapasitas maksimal 4 juta ton. Itu jauh lebih besar dibandingkan saat pertama kali berproduksi hanya sekira 110 ribu ton. Meningkatnya kebutuhan pasar, jelas Sattar, mendorong manajemen PT Semen Tonasa akan terus meningkatkan kapasitas produksinya. ”Kita sedang membangun Pabrik Tonasa V

dengan nilai investasi mencapai Rp 6 triliun,” ucapnya. Nilai investasi itu, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun. ” Tonasa V memiliki keunggulan berupa biaya produksi yang lebih rendah,” ungkapnya. Ke depan sambung Sattar, Semen Tonasa juga akan lebih berperan dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) yang bermanfaat bagi perusahaan dan masyarakat nantinya. ”Itu merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitarnya,” kata Sattar. (jpnn/awl)

kedua jenis pesawat Boeing tersebut ditarik, serta tidak melayani penerbangan lagi pada 2012. Langkah ini, menurut Direktur Operasi PT GI, Ari Sapari, dimaksudkan untuk meningkatkan safety service Garuda. Apalagi katanya, Garuda untuk lima tahun ke depan memasang target mengganti armada lamanya dengan pesawat baru. “Untuk mengganti pesawat Boeing 737 klasik dan Boeing 747-400, Garuda akan mendatangkan pesawat Boeing

terbaru tipe 737ER. Sembari menunggu datangnya pesawat tersebut, saat ini kami masih mengoperasionalkan Boeing 747-400. Sedangkan 737 klasik telah banyak yang ditarik,” tutur Ari, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI, Selasa (19/1) kemarin. Ditambahkan Ari, Garuda telah menargetkan pengadaan armada baru sebanyak 155 pesawat hingga 2015. Di mana rinciannya, sebanyak 30 pesawat berbadan lebar,

121 berbadan sempit, serta empat (pesawat) cargo. Saat ini, armada yang dimiliki Garuda sendiri berjumlah sebanyak 80 pesawat, di mana 14 di antaranya berbadan lebar dan sisanya berbadan sempit. “Dengan penambahan armada baru, Garuda akan membutuhkan banyak tenaga pilot, pramugari, maintanance, dan lain-lain. Prinsipnya, Garuda berkeinginan umur pesawatnya di bawah 10 tahun,” terangnya. (jpnn/awl)

Kendaraan Pelat Kuning Tetap Dapat Subsidi Perpres Pembatasan BBM Siap Dikeluarkan Jakarta, KP Peraturan Presiden mengenai penetapan pembatasan konsumsi bahan bakar nonsubsidi diharapkan dapat terbit akhir Maret 2011. Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Sutisna Prawira yang ditemui di Jakarta, Selasa (18/ 1) lalu menjelaskan rancangan aturan tersebut tengah disusun dan pada akhir Januari akan dibahas dalam rapat antar kementerian. Dalam Rapat Pleno Pengaturan BBM Bersubsidi kata Sutisna ada beberapa hal yang perlu dibahas lebih dalam, seperti pembebanan pajak bahan bakar bermotor (PBBKB). Pada harga jual eceran BBM tertentu, sesuai UU No 10/2010 tentang APBN 2011, PBBKB ditetapkan 5 persen. Sedangkan menurut UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribu-

si Daerah, kewenangan penetapan PBBKB berada di pemerintah daerah. Selain itu untuk mempermudah pembatasan, pemerintah meminta PT Pertamina mulai menyiapkan marka jalur khusus menuju dispenser BBM bersubsidi. Marka ini seperti jalur etoll yang digunakan untuk jalan tol. “Supaya tidak terjadi salah jalur, maka dibuat tanda atau warna yang berbeda,” kata Dirjen Migas Kementerian Energi Evita Herawati Legowo. “Ini akan mempermudah para pengguna BBM subsidi dan nonsubsidi,” tambahnya. Sementara itu, Evita mengatakan, jika sistem pengaturan BBM bersubsidi sudah berjalan lancar, pemerintah akan membatasi volume penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pelat kuning berdasarkan trayek. “Nantinya, setiap mobil, tergantung trayeknya, akan kita berikan suatu volume (BBM subsidi) tertentu,” katanya. Ia mencontohkan, untuk trayek jurusan Senen-Kampung Melayu, pemerintah akan

menghitung volume BBM yang dibutuhkan selama satu bulan. Berdasarkan perhitungan tersebut, kendaraan yang bersangkutan akan mendapat jatah membeli BBM bersubsidi selama sebulan. Jika jatahnya sudah habis, maka kendaraan tersebut tidak boleh lagi membeli BBM bersubsidi sampai mendapatkan kembali jatahnya di bulan berikutnya. “Tapi ini akan diterapkan belakangan. Bulan April kita akan lakukan uji coba dulu,” ujarnya. Untuk mengenali kendaraan yang berhak membeli BBM bersubsidi serta melakukan pencatatan jumlah BBM bersubsidi yang telah dibeli serta sisanya, Evita menjelaskan, pemerintah akan menggunakan alat kendali yaitu RFID. Nantinya, di kendaraan yang berhak membeli BBM bersubsidi, akan dipasang alat yang dapat membaca dan menyimpan data BBM bersubsidi. Di SPBU juga akan dipasang reader yang berfungsi untuk melihat atau mengetahui besaran jatah BBM bersubsidi serta

meng-input jumlah BBM bersubsidi yang telah dibeli dan jatah yang tersisa. Sebelumnya, pemerintah telah menjajaki penggunaan beberapa teknologi untuk pengaturan BBM bersubsidi seperti smart card,barcode dan RFID. Namun untuk smart card, mengingat alatnya tidak ditempel di kendaraan, dinilai rawan penyimpangan karena dapat dipindahtangankan. Sementara barcode, alat pendeteksinya memang ditempelkan di kendaraan, namun tidak dapat mencatat jumlah BBM yang telah dipakai beserta sisanya. ”Kita upayakan teknologi yang terbaik. Di atas kertas, ini (RFID) yang terbaik. Jika nanti uji coba gagal, kita akan menggunakan teknologi yang lain,” ucapnya. Sementara utuk mencegah terjadinya penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh oknumoknum yang tidak bertanggung jawab, BPH Migas bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kepolisian akan melakukan pengawasan ketat. (jpnn/awl)


Kamis, 20 Januari 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

PT. CNS Dituding Seludupkan Batu Krom Rumbia, KP Pihak PT. Cromindo Lestari Nusantara (CNS) betul-betul nekat. Meski belum memiliki rekomendasi surat keterangan asal usul barang, perusahaan dari Makassar ini berani mengekspor batu krom ke Cina. Tidak hanya itu, PT. CNS juga memasukan dua kapal berbeda yakni tag boat (tongkang) dan armada asing berbendara Vietnam untuk mengangkut ribuan material batu

krom dari pelabuhan khusus (Pelsus) ilegalnya. Kegiatan sembunyi-sembunyi yang dilakukan perusahaan tersebut dianggap sebagai bentuk perampokan material berharga di Pulau Kabaena. Penilaian dan tudingan itu dilontarkan langsung Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop dan PM) Bombana, Zainal Abidin, kemarin. Selain itu, langkah PT

Cromindo mengekspor 2460 ton batu krom dari Pulau Kabaena dianggap oleh mantan Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Bombana ini sebagai bentuk penyeludupan. “ Harus diproses. Polisi harusnya sudah mengusut. Karena pengapalan batu krom yang dilakukan merupakan bentuk perampokan dan penyeludupan,” ulang Zainal, menegaskan. Jika memang PT. Cromindo memiliki itikad baik, se-

harusnya sebelum melakukan pengapalan hasil produksi terlebih dahulu mengurusi semua syarat yang ditentukan. “ Ini tidak. Mereka (PT. Cromindo) langsung melakukan pengapalan tanpa diketahui pemilik wilayah dalam hal ini pemerintah kabupaten,” kesalnya. Sampai kini, tak ada satu pun komentar yang dapat diperoleh dari manajemen PT. CNS untuk memberi penjelasan terkait polemik tersebut. (nur)

GUGUS SURYAMAN/KP

Sebuah Mobil Suzuki APV DT 7521 DB milik perusahaan pembiayaan di Kolaka yang dikemudikan Fais, hilang kendali lalu menghantam median jalan di ruas jalan Pramuka, Kota Kolaka, tepatnya di depan SPBU Kilometer dua, Selasa malam (18/1) lalu pukul 21.15 Wita. Pengemudi kendaraan diduga mabuk karena dari mulutnya tercium bau alkohol yang menyengat. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berarti dalam kejadian tersebut, namun sempat menimbulkan kemacetan.

By Pass Kolaka-Pomalaa Dibuka Kolaka, KP Sekian lama terbengkalai dan tak berfungsi, jalur By Pass yang menghubungkan Kota Kolaka dengan Kecamatan Pomalaa akhirnya kembali dapat digunakan masyarakat. Kemarin, Bupati Kolaka H. Buhari Matta didampingi Dandim, Letkol (Inf) Alamsyah dan sejumlah pejabat daerah menyaksikan langsung pengoperasian jalan yang dirintis sejak tahun 1991 pada era Bupati, Andi Pangeran Umar tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kolaka, H. Arman Wahab mengatakan, sejak dibangun jalan tersebut sempat terbengkalai hampir 10

tahun, pada tahun 1994 hingga tahun 2004 akibat putusnya sejumlah jembatan. ‘’ Nanti mulai tahun 2004, Pak Buhari Matta selaku bupati menginstruksikan perbaikan infrastruktur jembatan dan pengerasan jalan agar jalur alternatif tersebut berfungsi kembali. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena sejumlah jembatan semi permanen rusak kembali,’’ terang Arman. Ia menambahkan agar berfungsi normal, jalan By Pass membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar untuk pengaspalan, pembuatan talud dan trotoar serta 24 jembatan permanen. Anggaran tesebut telah diaju-

kan ke pemerintah pusat mengingat keterbatasan anggaran daerah yang tidak memungkinkan mendanai proyek tersebut. Buhari Matta pada kesempatan yang sama mengaku optimis, tahun 2012 jalur By Pass sepanjang 17 kilo meter tersebut sudah dapat diaspal, begitupun pembangunan insfrastruktur lainnya seperti jembatan permanen. ‘’ Kita berharap alokasi anggaran dari pemerintah pusat yang saat ini tengah diperjuangkan dinas PU dapat disetujui, agar jalan yang bisa membantu kelancaran arus ekonomi masyarakat ini dapat berfungsi optimal,’’ tandasnya. (ndi)

DOK/KP

Bupati Buton, H.LM. Sjafei Kahar ketika meresmikan pembukaan gedung Puskesmas Tuangila di Kapontori, kemarin.

Pemkab Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Pasarwajo, KP Kecamatan Kapontori kini telah memiliki tambahan sarana pelayanan kesehatan masyarakat, yakni Puskesmas Tuangila. Letaknya berada di Desa Tuangila, 30 kilometer dari ibu kota Kecamatan Kapontori. Puskesmas tersebut dibangun di tengah-tengah pemukiman penduduk dan mulai dioperasikan pasca diresmikan Bupati Buton, H.LM Sjafei Kahar, kemarin. Kepala Dinas Kesehatan, H. Radeni mengatakan Puskesmas Tuangila merupakan pusat

kesehatan masyarakat ke-31 yang ada di Buton. Dengan diresmikannya Puskesmas ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Desa Tuangila serta daerah sekitar. Sementara itu Sjafei Kahar di hadapan warga Kecamatan Kapontori yang hadir mengharapkan sarana pelayanan kesehatan tersebut dapat dimanfaatkan sekaligus bersama-sama memeliharabangunanyangada. ‘’ Pemkab Buton memiliki keterbatasan anggaran tapi kami terus berupaya meningkatkan

pelayanan termasuk membangun berbagai sarana kepentingan masyarakat,’’ katanya. Dengan hadirnya Puskesmas di Desa Tuangila Kecamatan Kapontori itu, Bupati Buton juga berharap pelayanan pemerintah terhadap masyarakat di bidang kesehatan dapat lebih ditingkatkan pada masa mendatang. Setelah diresmikan, paramedis Puskesmas Tuangila langsung melakukan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan bagi puluhan masyarakat dan anak-anak warga sekitar.(k1)

Sopir Angkutan Cabuli Remaja Unaaha, KP Oknum sopir angkutan antar kota, HR alias HD digelandang Tim Satreskrim Polres Konawe, awal pekan ini. Pria berusia 30 tahun itu dilaporkan telah melakukan tindak pidana perkosaan terhadap DP, remaja berusia 13 tahun. Kasatreskrim Polres Konawe, Iptu Laupe Kasau melalui Kasubag Humas, AKP Syahrir Hanafi membenarkan penangkapan terhadap HR itu. Lelaki tersebut ditangkap setelah dilaporkan orang tua DP yang masih dibawah umur dan bersekolah di kelas XI salah satu SMP itu ke Mapol-

res Konawe. Versi kepolisian sesuai laporan, kronologis kejadian itu bermula ketika Sabtu petang, saat DP mengikuti les di sekolah, mendadak dihubungi HR via telepon seluler. Mereka bertemu di halte sekolah tersebut. HR lantas mengajak DP jalanjalan namun ditolak. DP diiming-imingi traktir makan dan akhirnya luluh dengan catatan agar diantar kembali ke sekolah usai makan. HR pun menyanggupi. “ Mereka menjalin hubungan asmara baru satu bulan,” ujar AKP Syahrir Hanafi, kemarin.

Usai makan, HR tak membawa DP ke sekolah melainkan mengajak ke rumah rekannya di Ameroro, Uepai. Belum lagi sampai di rumah temannya, HR mendadak menghentikan mobil Avanza hitamnya di Bendungan Wawotobi, Ameroro. HR lantas melancarkan cumbuannya, DP yang masih bau kencur pun berontak dan berusaha melawan. Ia pun ‘’dikerjai’’ HR dalam mobil. Usai menuntaskan nafsu bejatnya, sopir antar daerah itu mengantar DP kembali ke sekolahnya.

Baca SOPIR di Hal 6

Makaler Proyek, Calo CPNSD Raup Oknum LSM Dipolisikan Dana Rp 1,7 Miliar Unaaha, KP Nasrul Anas Meronda, oknum penggiat LSM Laskar Anti Korupsi Konawe justru tersandung masalah hukum. Ia diadukan ke polisi oleh koleganya, Yotman Putra Saeho dengan tuduhan penipuan. Nasrul yang juga mengaku sebagai wartawan salah satu media mingguan menjanjikan proyek DAK Diknas Konut 2009 lalu kepada Yotman Putra Saeho, seorang PNS. Kompensasinya, Yotman menyetorkan sejumlah uang dan disanggupi. Dana segar sebanyak Rp 17,5 juta sebagai uang muka tanda jadi pada 21April 2009 disetorkan.

Sayang, proyek yang dijanjikan Nasrul itu hingga kini tak ada. Kasatreskrim Polres Konawe, Iptu Laupe Kasau melalui Kasubaghumas, AKP Syahrir Hanafi membenarkan adanya laporan dugaan penipuan yang dilakukan Nasrul Anas Meronda kepada Yotman Putra Saeho. “ Nasrul menjanjikan proyek namun setelah tiba waktu yang dijanjikan tidak ditepati dan bahkan telah menyeberang tahun anggaran, pekerjaan yang dijanjikan tidak ada, uang pun tidak

Baca OKNUM di Hal 6

Raha, KP Perkara dugaan penipuan CPNSD yang melibatkan dua terdakwa Wa Ode Ima dan Juwa Isya, sampai ke meja hijau. Dalam sidang perdana dua perempuan yang berprofesi sebagai guru tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa mereka dengan pasal penggelapan serta penipuan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara. JPU, Tajuddin, SH menuturkan, Wa Ode Ima bertemu Juwa Isya saatmengantarrombonganPKK di pelabuhan Kendari. Wd Ima menawarkan kepada Juwa Isya untuk mencari orang yang in-

gin masuk CPNSD melalui jalur data base. Setiba di Raha, Juwa Isya pun menawarkan kepada warga. Awalnya, Ia mendapat 10 korban dan menyampaikan kepada Wa Ode Ima di kediamannya, jalan Jati Raya, Kendari. Pada pertemuan di Kendari, Wa Ode Ima siap membantu untuk mengurus ke BKN dengan catatan, biaya operasional pengurusan ditanggung peminat. Awalnya, perorang dikenakan biaya Rp 1 juta. Pertengahan 2008, nilainya naik menjadi Rp 3 juta. Lalu ditahun 2009

Baca CALO di Hal 6


6 Oknum .................... dikembalikan, ” ujar AKP Syahrir Hanafi, kemarin di ruang kerjanya. Dalam kuitansi pengambilan uang yang diteken Nasrul Anas Meronda terdapat catatan, apabila proyek 2009 itu tak ada, maka uang dikembalikan saat itu juga. Bahkan dalam surat pernyataan yang dibuat Nasrul Anas Meronda, item terakhir menyatakan akan mengembalikan uang tersebut Desember 2010. Jika tidak dikembalikan maka siap dituntut sesuai hukum yang berlaku. “ Korban telah di BAP. Begitupun Nasrul Anas Meronda dan telah ditetapkan tersangka. Saat ini masih dilakukan pengembangan penyidikan. Empat orang telah diminta keterangan. Tiga saksi dan satu tersangka,” tambah mantan Kapolsek Pondidaha itu. Nasrul Anas Meronda dijerat pasal 378 subsider pasal 372, penipuan dan penggelapan, ancaman hukuman empat tahun penjara. Nasrul Anas Meronda yang coba dikonfirmasi melalui dua nomor Ponselnya, tak berhasil dihubungi. Nomor 0812 4565 71XX dan 0857 5650 45XX hanya bernada penjawab otomatis yang meminta untuk meninggalkan pesan. (din)

Calo ................... disepakati jika lulus CPNSD menyetor sebesar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. ‘’ Juwa Isya berhasil mengumpulkan sebanyak 511 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 300 orang telah menyetor uang. Pengiriman uang melalui rekening BRI dan BPD cabang Raha, sebesar 1,2 miliar rupiah. Namun setelah Juwa Isya menghitung kembali, jumlah uang yang dikirim sudah mencapai Rp 1,7 miliar. Dari namanama yang menyetor uang kepada Juwa Isya dan Wa ode Ima, sampai hari ini belum lulus CPNSD,’’ baca Tajuddin dalam dakwaannya. Diantara saksi yang telah menyetor uang yaitu, Santi Etarini Dai sebesar Rp 2 juta, Azis Engku untuk pengurusan anaknya sebesar Rp 5 juta lalu menyusul menyetor Rp 77 juta untuk 16 orang. Selanjutnya, Najamudin Rp 5 juta, Fitri Rp 5 juta, Mariari Rp 7 juta dan Udin menyetor untuk 4 orang sebesar Rp 22 juta. Atas dakwaan tersebut, Wd Ima dan Juwa Isya mengajukan keberatan. Rencananya, kedua terdakwa yang menolak menggunakan jasa pengacara itu, membacakan keberatannya pada sidang Senin (24/1) mendatang. Juwa Isya sendiri memohon kepad majelis hakim agar tidak ditahan di Rutan dengan alasan memiliki tiga anak yang masih kecil dan butuh perhatian. Majelis hakim yang diketuai, Yudhi Kusuma Nugroho menyarankan terdakwa untuk mengajukan permohonan. (awn)

Sopir .................. Tak terima diperlakukan demikian, malam harinya DP mengadukan perbuatan HR kepada orang tuanya. “ Tersangka ditangkap di Sampara, Konawe Senin lalu saat mengantar penumpangnya. Korban telah divisum. Tersangka telah kami tahan,” tambah mantan Kapolsek Pondidaha ini. Tersangka dijerat tiga pasal sekaligus, 285 tentang pemerkosaan, pasal 287 tentang pencabulan anak dibawah umur, dan pasal 81 UU 23/2002 tentang perlindungan anak. (din)

Kendari Pos |Kamis, 20 Januari 2011

Defisit APBD, DDUB Telat Kolaka, KP Defisit APBD Kolaka pada tahun 2010 memang berimbas pada berbagai sektor. Tak hanya terjadi pengurangan alokasi anggaran pada sejumlah SKPD, tetapi juga memberi efek pada keterlambatan penyaluran Dana Daerah Usaha Bersama (DDUB) program PNPM yang merupakan pendamping (cosharing) pada program tersebut. Jumlah dana tersebut mencapai Rp 9 miliar untuk Unit Pelaksana Kecamatan (UPK) seKabupaten Kolaka. Padahal seharusnya dana tersebut diba-

yarkan pada Desember 2010 lalu. Ketua Forum UPK Kolaka, Hamjan mengaku, sebagai dana pendamping seharusnya disalurkan pada awal pelaksanaan program, namun hingga kini baru sebanyak Rp 6,2 miliar yang baru tersalurkan. Sumber dana PNPM itu sendiri, 80 persen dari bank dunia dan selebihnya bantuan Pemkab. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kolaka, H. Ruhaedin Jamaluddin yang ditemui kemarin membenarkan keterlambatan pencairan dana DDUB

itu. ‘’ Seharusnya memang dibayarkan bulan Desember kemarin, tapi karena kas daerah defisit maka penyalurannya terlambat,’’ akunya. Namun Ia memastikan bila dana tersebut tetap akan disalurkan dalam waktu dekat ini. Sementara itu para petugas UPK mengaku hanya menerima saja berapapun dana yang disalurkan pihak Pemkab. ‘’ Mengenai keterlambatan tentu ada imbasnya juga pada pelaksanaan kegiatan,’’ keluh Hamjan yang juga sekaligus Ketua UPK Mowewe. (p6)

Insentif Staf RSUD Harus Dibayar Wangiwangi,KP Insentif pegawai RSUD tahun 2010 yang tidak bisa dibayarkan, ternyata masih berpeluang diterima. Pasalnya, dana insentif tersebut sebenarnya ada, hanya kendalanya ditempatkan pada kode rekening yang salah. Makanya, pencairannya secara teknis tidak bisa dilakukan. ‘’ Pembayaran dana insentif itu merupakan kewajiban daerah, jadi harus dianggarkan agar para tenaga medis menerima hak mereka setelah melakukan ke-

wajibannya juga,’’ tegas Ketua DPRD Wakatobi, Daryono Moane, kemarin. Politisi PDIP Wakatobi menjelaskan, untuk tahun 2011 ini Ia belum mengonfirmasikannya pada Direktur RSUD. Namun, bila dana insentif itu tidak ada, maka harus dianggarkan. Sebab dana insentif itu tidak boleh tak dibayar, karena menjadi hak para tenaga medis. Sebelumnya, Direktur RSUD Wakatobi, dr. H. Irfan Sumardin mengatakan, insentif pegawai

RSUD tahun anggaran 2010 tidak dibayarkan karena dalam APBD-P lalu tak ada anggarannya, begitu juga dalam APBD 2011 tidak tercantum item pembayaran dana insentif tersebut. Yang mendapat pembayaran hanya jasa medis, sesuai hak, karena statusnya setara dengan gaji pegawai. Jasa medis itu sudah dibayar Desember 2010 dengan aturan pembayaran, dilihat dari jumlah tindakan medis yang diberikan kepada pasien. (cr1)

Rp 3,4 Miliar Kembangkan Pertanian Raha, KP Pada tahun ini, kendala sarana prasarana pertanian yang banyak dikeluhkan para petani, akan terjawab. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKPP) Muna memperoleh bantuan dana APBN sebesar Rp 3,4 miliar untuk penyediaan pengembangan sarana dan prasarana. “ DIPAnya sudah Kami terima,’’ ungkap Kepala BKPP Muna, La Daerah. Pemkab tak perlu menyiapkan dana sharing dengan turunnya bantuan dana itu. Sebab sesuai peraturan pemerintah terkait dana perbantuan pusat, tidak diperbolehkan ada pendamping di APBD, terkecuali DAK dan Adhock. Dana sebesar itu nantinya akan diproyeksi untuk pembangunan jalan usaha tani dan jalan produksi dari sentra produksi hingga pembangunan ketersediaan pangan. Wilayah mana saja yang akan mendapat program tersebut, La Daerah belum melakukan pemetaan. ‘’ Masih menunggu SK penetapan pengelolaan keuangan dari Menteri Pertanian. Selain itu, petunjuk operasional kegiatan juga belum turun. Namun untuk tahap awal, Kami akan melakukan survey interogasi dan desain untuk mengidentifikasi masalah yang dibutuhkan petani,” tutupnya. (awn)

Biogas dan Jarak Pagar Andalan TTG Kolaka,KP Program pemberdayaan masyarakat desa ditiap kabupaten terus dikembangkan, termasuk di Kolaka. Tahun ini, untuk mengikuti pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) hasil pemberdayaan masyarakat desa tingkat nasional di Sulawesi Tenggara, daerah itu akan mengembangkan pemanfaatan biogas dan tanaman jarak pagar. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kolaka, H. Ruhaedin Jamaluddin mengatakan saat ini pihaknya tengah mengembangkan potensi tersebut. ‘’ Pemanfaatan biogas sebagai pengganti elpiji banyak terbuang di masyarakat. Makanya kami telah menguji coba kompor biogas memanfaatkan kotoran sapi. Cara penggunaannya cukup mudah dan sumber dayanya tersedia,’’ jelas Ruhaedin. Selain itu, saat ini pihaknya juga sedang mengembangkan pemanfaatan jarak pagar. Minyak dari tanaman jarak tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah. Selain ramah lingkungan, ketersediaan bahan baku tercukupi. Kini telah disiapkan delapan hektar lahan di Kecamatan Baula untuk penanaman jarak pagar. Selain kedua potensi tersebut, BPMD Kolaka juga tengah mejajaki prospek lain yang dapat dikembangkan pada masyarakat pedesaan untuk diikutsertakan pada ajang pameran teknologi sederhana skala nasional tersebut. (p6)


7

Kendari Pos | Kamis, 20 Januari 2011

Bona Terkenal Akibat KDRT Cari Wig... lirik lagu berjudul “Andai Aku Gayus Tambunan” yang diciptakan Bona Paputungan. Nama pria 32 tahun itu belakangan menjadi bahan perbincangan publik. Itu terjadi setelah lagunya tersebut dirilis di YouTube. Hingga tadi malam, dari data total views, klip video lagu itu sudah diklik atau diunduh lebih dari 80 ribu kali, dengan sebagian besar komentar memuji. Sehari-harinya Bona tinggal di Kota Gorontalo. Dia adalah mantan narapidana di Lapas Kelas II A Kota Gorontalo. Bona harus meringkuk di penjara karena kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pengadilan negeri setempat memvonis Bona tujuh bulan penjara untuk kasus tersebut. “Saya masuk (penjara) sejak 11 Maret (2010) dan keluar Oktober (2010),” cerita Bona saat berbincang dengan Gorontalo Post (Jawa Pos/Kendari Pos Group). Selama di penjara dia merasakan betapa sulitnya hidup serba dikekang. Semua serba diatur dan gerak-gerik pun selalu diawasi. “Kami bangun jam setengah lima pagi, lalu salat Subuh. Setelah itu, apel pagi. Semuanya diatur. Pokoknya sangat sulit,” katanya. Menurut Bona, napi kelas teri seperti dirinya sering dianaktirikan. Bertemu dengan keluarga saja harus mengikuti waktu besuk. Selain itu, tidak boleh. Apa lagi sampai keluar lapas dan menghirup udara bebas. Tetapi, sudah menjadi rahasia umum, yang namanya pejabat, koruptor, dan orang berduit yang masuk penjara akan mendapatkan perlakuan khusus. “Seperti Gayus. Teman-teman saya di lapas bilang, coba kalau kita seperti Gayus, pasti kosong ini penjara karena kita bisa jalan-jalan ke mana saja,” ujar Bona. Dari situlah, muncul ide menciptakan lagu. Bona mengatakan, dirinya tak pernah menciptakan lagu sebelumnya. Fenomena dan gambaran hukum yang dia peroleh di balik penjara cukup kuat memotivasi dia untuk membuat lagu. “Saya memang orang entertain. Saya hobi nyanyi. Tapi, kalau ciptain lagu, baru kali ini,” tuturnya. Ada sepuluh lagu yang diciptakan Bona. Salah satu di antaranya adalah Andai Aku Gayus Tambunan. Sembilan lagu lainnya juga menggambarkan kehidupan dalam penjara dan proses hukum di Indonesia. Misalnya, lagu berjudul “Maaf ” yang menceritakan terpisahnya suami istri saat menjalani masa hukuman. Bahkan, ada lagu yang berjudul “Markus” (makelar kasus). “Semua lagu itu sudah dalam bentuk Mp3,” ujar Bona. Lagu-kagu itu adalah bentuk kreativitas Bona sebagai kritik bagi para penegak hukum yang selama ini ternyata masih pilih kasih dalam menerapkan aturan. “Ini bukan aji mumpung karena Gayus lagi naik daun, kemudian saya buat lagu. Ini benar-benar hasil kreativitas saya dari kondisi penanganan hukum yang ada. Juga dari pengalaman yang saya alami,” tuturnya. Bona tidak membutuhkan waktu lama untuk menciptakan lagu tentang Gayus. Apalagi, dia senasib dengan Gayus. Yakni, sama-sama hidup di penjara. Hanya, Gayus banyak mendapatkan perlakuan istimewa. Yang merepotkan Bona justru pembuatan klip

video lagu Andai Aku Gayus Tambunan. Dari pengamatan tim kreatif yang menggarap klip video, wajah Bona ternyata mirip dengan Gayus Tambunan. Karena itu, dalam klip itu diciptakan skenario Bona memerankan sosok Gayus yang akan berpelesir ke Bali, meski sedang meringkuk di tahanan. Lokasi tahanan mengambil tempat di Lapas Kelas II A Kota Gorontalo. Digambarkan dalam klip itu, Bona menyogok salah seorang penjaga tahanan. Selanjutnya, dia keluar dari tahanan dengan mengenakan jaket hitam, wig, dan kaca mata. Begitu semua dipakai, wajah Bona mirip dengan wajah Gayus yang tertangkap kamera saat menonton tenis di Bali. “Yang susah adalah mencari wig yang mirip dengan wig yang dipakai Gayus,” kata Bona. Hingga menjelang syuting klip video, Bona masih sibuk mencari wig. Saat itu sejumlah salon kecantikan di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo dikelilingi. Setelah bersusah payah, akhirnya dia mendapatkan wig yang diharapkan. Soal lokasi di Lapas Kelas II A Kota Gorontalo yang menjadi tempat pembuatan klip dibenarkan Kepala Lapas Gorontalo, Sunarto Bcip SH. Bahkan, dia menambahkan, rencananya launching album karya Bona itu dilakukan pada 23 Januari mendatang di Lapas Gorontalo. “Secara pribadi, saya merasa bangga bahwa mantan binaan lapas ini mampu lebih mengapresiasikan dirinya setelah keluar dari Lapas Gorontalo. Dalam lagunya, dia berani mengungkapkan suatu bentuk kekecewaannya,” ungkap Sunarto. Dia lantas menceritakan sosok Bona selama tinggal di lapas. Bona, kata Sunarto, merupakan satu seorang di antara sekian napi yang ak-

tif dalam kegiatan di Lapas Gorontalo. Tak hanya lagu itu yang diciptakan Bona semasa dalam tahanan. Dia memang sering membuat dan mengaransemen sendiri lagu ciptaannya. “Saya ikut kaget, tak menyangka bisa setenar sekarang lagunya. Kami memang ada jadwal hiburannya. Jadi kami menyediakan fasilitas untuk mereka menyanyi karena banyak di antara mereka yang pandai bermain musik sebagai salah satu kegiatan hiburan bagi para napi,” tutur Sunarto saat ditemui di rumahnya. Soal lagu karya Bona yang sedikit menyudutkan para aparat penegak hukum negeri ini, Sunarto tidak mempersoalkan. Dia menegaskan, di Lapas Gorontalo, kasus suap seperti yang menimpa Gayus Tambunan tak terjadi. Namun, Lapas Gorontalo pun tetap memberikan hal-hak kepada napi untuk keluar lapas dengan alasan tertentu jika ada permohonan dari pihak keluarga. “Kami tetap memberikan hak-hak napi seperti menjadi wali pernikahan dengan prosedur terlebih dahulu napi tersebut disidang dalam sidang TPP. Jika hasil sidang menyetujui, napi mendapatkan izin keluar, tentu dengan pengawalan dari pihak kepolisian,” tandas Sunarto. Di bagian lain, kreativitas Bona ternyata berbuah ancaman. Minggu lalu (16/1) Bona mendatangi Mapolda Gorontalo untuk melaporkan ancaman yang dia alami. Ceritanya, setelah klip lagunya semakin dikenal luas melalui YouTube, dia diancam seseorang melalui telepon. Orang yang mengancam via telepon itu mengaku anggota detasemen khusus. “Saya tidak tahu siapa yang mengancam. Nomornya nomor baru,” kata Bona. Bona mengatakan, sejak lagunya heboh di YouTube

Dituntut 20 Tahun Divonis 7 Tahun dan kini banyak diputar sejumlah statiun TV, banyak nomor baru yang masuk ke telepon selulernya. Salah satu di antaranya bernada ancaman. “Anda berhadapan dengan densus Jakarta, Anda tau akibatnya. Anda sudah membuat ciptaan sebuah lagu untuk Gayus.” Begitu suara si penelepon yang mengancam Bona. Si peneror itu juga menanyakan alamat lengkap Bona Paputungan. Tetapi, sebelum Bona menjawab lengkap alamatnya di Kota Gorontalo, dia terlebih dahulu menebak bahwa Bona berdomisili di wilayah JDS (Jalan Dua Susun), Kota Gorontalo. “Saya di Talumolo, dekat SPBU,” kata Bona dalam percakapan itu. Alamat Talumolo disamarkan Bona karena merasa terancam. Nomor telepon yang meneror Bona adalah 08128648290. Si penelepon bahkan mengancam keluarga Bona yang ada di Gorontalo. “Saya tidak mengerti kok bisa mendapat ancaman seperti ini,” ujar Bona. Dia menuturkan, saat telepon teror itu masuk, dirinya sedang dalam persiapan live untuk wawancara salah satu statiun TV nasional terkait karyanya tersebut. Nah, saat ada nada ancaman, teman wartawan langsung katakan untuk dispeaker dan direkam saat sedang ngomong,” ujar Bona. Dia kepada Gorontalo Post mengaku sangat terancam dengan adanya telepon tersebut. “Terus terang saya ciut nyali. Baru kali ini saya dapat ancaman. Keluarga saya juga diancam,” katanya. Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Irawan Dahlan melalui Kasat I Direskrim AKBP Haddra Datulong mengatakan, pihaknya segera mengungkap kasus tersebut. “Kami sudah terima laporannya. Bona mengaku ada yang mengancam lewat telepon,” ujar Hadra.(kum)

Gayus... tidak mendukung progranm pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Perbuatan Gayus juga dianggap merugikan perekonomian karena menghambat pemasukan negara dari sektor pajak untuk pembangunan. Gayus sendiri memilih untuk pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan itu. Namun JPU sudah berniat mengajukan banding. JPU Uung Abdul Syakur mengatakan, hukuman atas Gayus terlalu jauh dari tuntutan JPU.

“Itu (vonis 7 tahun) tentu sangat jauh dari hukuman,” sebutnya. Sebelumnya, JPU mengajukan tuntutan hukuman 20 tahun penjara untuk mantan pegawai golongan III A Ditjen Pajak itu. Selain pidana badan, Gayus juga dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Menurut JPU, Gayus telah melakukan penyalahgunaan wewenang saat melakukan penelitian terhadap berkas keberatan wajib pajak PT Surya Alam Tunggal (SAT). Menurut jaksa, keberatan yang diajukan PT SAT tidak disertai dengan

alasan-alasan yang jelas. Namun hal itu tetap ditindaklanjuti oleh Gayus. Penelitian yang dilakukan Gayus tidak dilakukan secara cermat dan menyeluruh. Hal itu, menurut jaksa, masuk dalam klasifikasi perbuatan melanggar hukum berdasar pada prosedur pemeriksaan keberatan wajib pajak. Kemudian dalam dakwaan kedua, jaksa mengungkapkan fakta hukum perbuatan Gayus bersama dengan Haposan Hutagalung yang memberikan sejumlah uang kepada penyelenggara negara, yakni penyidik Bareskrim Polri. (mur)

Pengungsi-Pemprov Sultra Bertemu di DPR-RI Aduan... mendapat perlakukan sama terhadap pengungsi lainnya. SARA juga mengingatkan janji Menteri Sosial Salim Assegaf Al Jufrie yang akan membayarkan bantuan kepada para pengungsi saat ke Kendari beberapa waktu lalu. “Tuntutannya 10 juta per KK (Kepala Keluarga), bantuan rumah dan pembebasan lahan karena bukan lahan milik mereka secara pribadi,” kata Ketua Komisi E DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo yang ikut mendampingi SARA di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1). Selain Yaudu Salam Ajo, tampak pula legislator DPRD Sultra lain seperti, Sabri Manomang, Ryha Madi dan Soeharto. Sedangkan dari Pemerintah Provinsi Sultra ada Nasruan SH (Asisten I), Nuhung Makati (Kadis Sosial). Mereka diterima oleh Muhammad Oheo Sinapoy, Imam Barghowi, Rahman Amin, Zainun Ahmadi, Imran Muchtar, Muhamad Ar-

wani Thomafi. Pengungsi Maluku di Sultra merasa dianak tirikan oleh Pemerintah Pusat. Tahun 2003 dan 2004 pengungsi Maluku yang berada di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara mendapatkan bantuan. Para korban kerusuhan Maluku menurut Marjani mendapatkan bantuan Rp 16,5 juta. Sedangkan pengungsi yang di Maluku memperoleh bantuan Rp 12,5 juta.

Oheo berjanji akan terus menyuarakan tuntutan dari SARA, meski diakui hingga saat ini memang, belum ada titik temu yang menggembirakan terhadap penyelesaian pengungsi ini. Alasannya karena Pemerintah Pusat memiliki pemahaman bahwa sudah tidak ada pengungsi kerusuhan dan masalahnya sudah diselesaikan. “Kita masih berjuang dan tetap suarakan, ini tidak pernah mati,” katanya.(awa)


Kendari Pos

8

Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra

Kendari Pos | Kamis, 20 Januari 2011

Rektor Unhalu Berang Tes Urine Dijadikan Syarat Jabatan

FOTO ;WAHYU DWI NUGROHO/RM

Dari Kiri Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Heru Budiargo, Kepala Bapepam-LK Depkeu Ahmad Fuad Rahmani, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati dan Mentri Hukum dan HAM Patrialis Akbar saat mengikuti rapat dengan Tim Pengawas Century.

Timwas Century Tuduh LPS Alihkan Isu Jakarta, KP Sejumlah anggota Tim Pengawas (Timwas) Rekomendasi DPR untuk kasus Bank Century, menilai bahwa hasil term of reference (TOR) audit forensik yang disampaikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jauh dari substansi rekomendasi yang dikeluarkan DPR, 3 Maret 2010 lalu. “Materi yang disampaikan LPS keluar dari koridor hasil Paripurna (DPR). Term of reference audit forensik yang dimintakan DPR ditujukan bukan hanya untuk menelusuri perjalanan dan kapan Bank Century di-merger tahun 2001 sampai 2008,” kata anggota Timwas, Akbar Faizal, usai mendengar paparan Ketua Dewan Komisioner LPS, Heru Budiargo, saat rapat dengan Timwas Century, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1). Bersama Heru Budiargo, rapat yang dibuka oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung itu, juga dihadiri oleh Menkumham Patrialis Akbar dan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anny Ratnawati. Ditegaskan Akbar, TOR audit forensik yang dimintakan DPR dalam rekomendasinya, lebih menekankan kepada aspek menelusuri ke mana saja dana Bank Century itu mengalir, karena uang tersebut adalah uang rakyat. “LPS jangan lagi

mengalihkan substansi rekomendasi paripurna DPR,” tegas Akbar yang berasal dari Fraksi Partai Hanura itu. Senada dengan Akbar, politisi dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo, juga mengatakan hal yang sama. Menurut Bambang, LPS sebagai salah satu pelaku audit forensik, tidak menjawab substansi persoalan Century. “Audit forensik ini seharusnya fokus pada aliran dana Bank Century. Uang Rp 6,7 triliun itu ke mana mengalirnya” Bukannya audit Bank Century merger sampai dinyatakan gagal,” katanya. Keanehan serupa juga dirasakan oleh anggota Timwas Century, Nudirman Munir. Menurut Nudirman, dari awal, paparan itu hanya berkutat pada pengembalian aset di luar negeri dan proses merger Bank CIC hingga melahirkan Bank Century. Sementara untuk pengusutan aliran dana Rp 6,7 triliun tak disinggung. “Paparan LPS ini skenario (untuk) mengaburkan penuntasan skandal Century. Yang kita butuhkan itu aliran dana Rp 6,7 triliun itu ke mana? Tapi kenapa itu tidak ada dalam paparan LPS?,” tegas Nudirman sambil geleng-geleng kepala. Lebih lanjut, anggota DPR asal Sumbar itu mengritik empat instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal penuntasan kasus Cen-

tury. “Kalau dihubungkan dengan empat Instruksi Presiden (Inpres), kenapa tidak dicantumkan juga pengusutan Rp 6,7 triliun itu,” ujarnya. Paparan ini, lanjut Nudirman, sepertinya mengikuti Inpres yang kurang fokus itu. “Saya mohon kepada Bapak Presiden, tolong instruksi Bapak ditambah lagi, untuk aliran Rp 6,7 triliun ini ke mana saja larinya,” pungkasnya. Terkait soal Inpres, Akbar Faizal juga mempertanyakan keputusan Presiden yang menunjuk Wapres Boediono sebagai pengawas pelaksanaan Inpres. “Kok malah Beliau yang ditugaskan memimpin pengawasan” (Padahal) Kita sedang mendakwa beliau,” tegas Akbar. Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDI-P, Pramono Anung, pada akhir rapat Timwas dengan pemerintah mengatakan, materi yang disajikan LPS hari ini sepertinya tidak terjadi masalah dengan dana talangan Rp6,7 triliun untuk Bank Century. Sementara DPR menemukan sejumlah kejanggalan dengan dana talangan itu. Untuk itu, Timwas meminta pemerintah harus memperluas ruang lingkup audit sesuai dengan rekomendasi DPR RI. “Dimulai dari sebelum kebijakan merger sampai dengan aliran dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) sejumlah

Rp6,7 triliun dari LPS di Bank Century, dengan memfokuskan audit forensik pada aliran dana sebesar Rp6,7 triliun,” pinta Pramono. Sebelumnya, perdebatan sempat terjadi di dalam rapat. Paparan LPS, dalam hal ini mewakili pemerintah, mengenai rancangan TOR audit forensik pengusutan aliran dana Century lebih berkutat pada pengejaran aset di luar negeri dan proses merger. Sementara pengusutan aliran dana Rp6,7 triliun justru tidak dipaparkan. Sejumlah anggota Timwas mendesak untuk lebih difokuskan. Dalam pendapat akhirnya, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, mengatakan pemerintah akan melakukan audit secara keseluruhan sebagaimana hasil rapat dengan Timwas terakhir. “Karena ibarat membedah mayat, forensik harus dilakukan secara keseluruhan,” ucap Anny. Sementara Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang pimpinan rapat mengingatkan pemerintah bahwa kesimpulan rapat Timwas yang terakhir digelar ini mengikat anggota Timwas. “Itu keputusan kami di Timwas dan mandat ada di kami. Kalau kami minta difokuskan, sebaiknya diikuti permintaan DPR itu sebagaimanan kesimpulan rapat hari ini,” tukas Pramono.(fas)

Tak Cukup Bukti, Oknum Wartawan Dilepas Ditahan... pemeriksaan terhadap tiga orang yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika jenis ganja kering yakni Dr. Sudirman Zaid MSi, Hasyim Nur Dharma dan Rudi Iskandar telah dilakukan. Sudirman dan Hasyim memenuhi bukti permulaan hingga statusnya menjadi tersangka. “Kedua tersangka tersebut sudah resmi kami tahan. Kedua tersangka (Dr. Sudirman dan M. Hasyim) saat pemeriksaan mengakui jika Rudi Iskandar (oknum wartawan) tidak terlibat dalam kasus tersebut dan kebetulan saja ada di TKP. Rudi telah kami lepas tadi malam (kemarin malam, red) dan dikenakan wajib lapor,” terang AKP Aris Rallang saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Yang menarik, di balik penangkapan narkoba yang melibatkan oknum petinggi Unhalu dan seorang kontraktor serta seorang oknum wartawan ini beredar isu liar jika sejumlah wartawan telah disogok dalam rangka mengamankan kasus ini. Menurut seorang wartawan yang diisukan telah melakukan pemerasan, upaya ini dilakukan salah seorang pejabat di Kota Kendari.

Sementara itu, polisi saat ini masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan kedua tersangka itu. Bahkan, tak hanya jaringan di Kota Kendari, namun jaringan yang ada di Jakarta juga akan menjadi target operasi. “Kami masih akan mengembangkan kasus ini. Siapa pemilik ganja tersebut dan siapa yang mengirimnya ke Kendari. Kami masih akan mengembangkannya ke Jakarta,” jelasnya. Pengiriman narkotika jenis ganja kering seberat 696 gram via biro jasa pengiriman TIKI menggunakan nama dan alamat fiktif pada kemasan paket atas nama Oktavianus dari Jakarta Barat. Begitu pula nama dan alamat yang dituju, juga fiktif. “Saya lupa nama dan alamat yang dituju. Tapi, semuanya fiktif,” ungkap Aris

Rallang. Untuk diketahui, polisi sukses membongkar sindikat penyalahgunaan narkotika jenis ganja kering sekitar 696 gram. Pelakunya kali ini adalah orang berpendidikan tinggi yang telah menyandang gelar doktor dan menduduki jabatan Pembantu Dekan IV Fakultas Ekonomi (Fekon), Universitas Haluoleo (Unhalu) bernama Dr Sudirman Zaid MSi (dinonaktifkan tanggal 18 Januari 2011). Selain Sudirman, polisi juga mengamankan seorang pengusaha (kontraktor) bernama Hasyim Nur Dharma yang diduga pemilik ganja seberat 696 gram tersebut dan oknum wartawan salah satu media cetak di Kendari bernama Rudi. Mereka ditangkap di Jalan Sam Ratulangi Kecamatan Mandonga Kota Kendari, kemarin

sekitar pukul 09.30 wita. Paket ganja dengan berat sekitar 696 gram tersebut dikirim dari Jakarta ke Kendari via biro jasa pengiriman TIKI. Setelah mendapat informasi tentang pasokan barang haram tersebut, polisi langsung melakukan pengintaian. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku adalah pelaku mengirim uang sebesar Rp 4 juta ke bandar narkoba di Jakarta. Kemudian, paket ganja tersebut dikirim ke Hasyim melalui biro jasa pengiriman TIKI. Ganja tersebut dikemas dalam bungkusan kertas, kemudian dimasukkan ke dalam helm standar. Helm tersebut dimasukkan ke dalam dos dan dikemas menjadi satu paket kiriman yang sulit diketahui isinya.(aka)

Kendari, KP Keterlibatan mantan Pembantu Dekan (PD) IV Fakultas Ekonomi (Fekon) Unhalu, Dr. Sudirman Zaid,yang resmi menyandang status tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba, membawa keprihatinan yang mendalam bagi Rektor Unhalu, Prof. Usman Rianse. Ia mengaku kecewa atas tabiat yang ditunjukkan seorang dosen sekaligus man-

tan pejabat di lingkupnya itu. “Saya sudah lakukan tindakan tegas dengan menonaktifkan Sudirman dari jabatannya. Tentu saya sangat prihatin dengan kelakuan dosen seperti ini,” ujarnya, kemarin. Padahal, lanjut Rektor, sebagai tenaga pendidik yang berstatus doktor harusnya yang bersangkutan bisa mengaplikasikan segala keilmuan yang dimiliki untuk kesuksesan pengembangan tri dharma perguruan tinggi. Apalagi pihaknya selalu memberikan warning untuk menjaga “kebersihan” dalam segala aspek, bersih dalam pengelolaan keuangan,

bersih mental dan bersih dari perilaku yang menyimpang dari segala norma yang ada. “Semua ini menjadi pelajaran berharga bagi kita, bukan hanya Unhalu tetapi para orang tua harus memahami bahwa tidak ada lagi tempat yang steril dari Narkoba,” jelas Ketua Forum Rektor se Indonesia tahun 2012 ini. Terakhir, ia berjanji akan memberlakukan tes urine dan psikologi bagi pegawai yang akan menerima jabatan di Unhalu. Aturan tersebut akan diterapkan ke depannya, demi meminimalisir penggunaan dan peredaran Narkoba.(lia)

Anak Petani, Dimudahkan SNMPTN Jakarta, KP Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengungkapkan, pemerintah tidak melarang perguruan tinggi negeri (PTN) mengadakan jalur seleksi mandiri untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010, pemerintah menentukan 60 persen kuota mahasiswa baru PTN dilakukan melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Kemdiknas tidak menetapkan 100 persen mahasiswa diterima melalui jalur SNMPTN. Kementerian sadar perguruan tinggi harus diberikan keleluasaan dalam menerima mahasiswanya menggunakan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh perguruan tinggi tersebut,” ungkap Mendiknas usai menerima serfitikat Angklung Indonesia sebagai Warisan Budaya Nonbenda dari UNESCO di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (19/1). Mendiknas mengatakan, perguruan tinggi dapat menyeleksi calon mahasiswa yang memiliki potensi di bidang olah raga, berasal dari daerah-daerah terpencil, atau anak-anak nelayan. “Maka (perguruan tinggi) harus diberikan keleluasan untuk menerimanya secara khusus,” katanya. Pada kesempatan ini, Mendiknas memberikan apresiasi kepada Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) yang telah memutuskan untuk menerima

Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh mahasiswa baru sepenuhnya melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Yang sudah mengambil 60 persen kami berterima kasih. Apalagi yang mengambil lebih dari itu kami lebih sangat berterima kasih,” ujarnya. Mendiknas menyebutkan, calon yang mendaftar ke PTN diperkirakan sebanyak 700 ribu orang. Adapun daya tampung mahasiswa baru secara nasional melalui jalur SNMPTN sebanyak 120 ribu-150 ribu orang. Lebih lanjut Mendiknas menambahkan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan struk-

tur pembiayaan (cost structure) baru bagi PTN untuk tahun anggaran 2012. Selama ini, kata Mendiknas, sumber pembiayaan PTN sebagian besar berasal dari mahasiswa yaitu SPP dan sumbangan. Di samping itu, juga dari pemerintah dan masyarakat melalui kerja sama dengan lembaga penelitian dan industri. “Dalam struktur baru nanti sumber pembiayaan perguruan tinggi akan lebih difokuskan pada usaha pemerintah untuk mendorong adanya kerja sama antarperguruan tinggi dengan masyarakat dan industri,” bebernya.(cha)


Berawan

Kamis, 20 Januari 2011

23 - 31 °C

Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

“Saya Berjanji Akan Berikan Rekaman Kejahatan Pimpinan” Pengakuan Wa Upe, Staf Kandepag yang Dimutasi Kendari, KP Wa Upe benar-benar nekat mengungkap kebobrokan pimpinannya di Kandepag Kota Kendari. Menurut dia, jangan ada bantah membantah sesama pejabat di Depag. Semua itu ada rekaman kejahatan. “Saya berjanji akan memberikan data dan rekaman kejahatan yang dilakukan

pimpinan saya. Jangan saling bantah antara pejabat di Depag,”tukas Wa Upe yang ditemani rekannya kemarin. Bantah membantah memang makin sering dilakukan pejabat di Depag.Misalnya Kakandepag M Nasir Imran, persoalan mutasi adalah bukan wewenang dia.Namun dirinya hanya menjalankan apa yang sudah ada. Menurut M Nasir apa yang dilakukan atas permintaan Kabag TU Ahmad Lita. Dia juga menyebut Hal ini urusan Kakandepag sebelumnya.

Demikian halnya Ahmad Lita mengaku bahwa mutasi yang dilakukan di Depag sudah disetujui pihak berwenang, dengan beberapa pertimbangan, termasuk pertimbangan kedekatan dengan kantor barunya. Berbeda dengan Mantan Kakandepag Zainuddin, kata dia, persoalan mutasi bukan lagi wewenangnya karena dia sudah menjabat sebagai Kabid Pekapontren di Kanwil Depag Sultra. Nah, Wa Upe berpendapat, pejabat tersebut hanya menutupi kesalahannya.Kata

dia, ada sejumlah bukti yang dikantongi seperti kebobrokan Kasubag TU yaitu Ahmad Lita. Melalui stafnya bernama Rahmat Marsuki, Ahmad Lita melakukan pungli dalam rekruitmen tenaga honorer. Semuanya ada buktinya saat Rahmat yang ditugaskan oleh Ahmad Lita mengambil uang Rp 500 ribu kepada tenaga honorer di Ummusabri Kendari. Saat itu menurut Wa Upe, dia mengetahui persis.Namun karena

Baca KEJAHATAN di Hal. 10

SUWARJONO/KP

WaUpe(kiri)saatmemberikanketeranganperskepada wartawan di salah satu pusat perbelanjaan kemarin.

Pemeriksaan Suhadi Ditunda

SITU

RS Prayoga Lunasi Tunggakan HANYA selang dua pekan, RS Prayoga sudah melunasi tunggakan SITU-nya. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pelayanan Perizinan, Ferrial Bunggasi. “Jadi pihak RS Prayoga telah melunasi denda daftar ulang SITU selama 9 tahun, sebesar Rp 19.544.400. Ditambah dengan pengurusan SITU baru pada 2010 lalu Rp 4.587.750,” ungkap Ferrial. Selain RS Prayoga, terdapat pula RS lainnya yang sementara mengurus proses daftar ulang dan pengurusan SITU baru, yaitu RS Santa Anna dan Abunawas. “Setiap pelaku usaha di Kota Kendari wajib memiliki SITU dengan tarif sesuai Perda yang berlaku. Adapun jika mangkir dalam daftar ulang SITU setiap bulanya, akan dikenakan denda sebesar 2 persen,” jelasnya. (tri / fas )

gundur jadwal pemeriksaan Kendari, KP Jadwal pemeriksaan terhadap tersebut. Namun, menurut Fahroknum anggota DPRD Kota Ken- urrozi akan konsisten dengan dari bernama Suhadi terkait ka- jadwal berikutnya untuk melakusus dugaan penipuan senilai Rp kan pemeriksaan terhadap 700 juta ditunda. Polda Sultra oknum anggota DPRD Kota Kenrencananya melakukan pemer- dari yang diduga melakukan iksaan perdana terhadap Suha- penipuan tersebut. Untuk diketahui, Polda Sultra di, namun tiba-tiba jadwalnya menjadwalkan pemeriksaan perdiundur hingga pekan depan. Kabid Humas Polda Sultra, dana terhadap Suhadi, anggota AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi DPRD Kota Kendari dalam kasus dugaan penipuan sem e n g a t a k a n , nilai Rp 700 juta, Senin penundaan pemerik(17/1). Suhadi masih saan terhadap Suhadi disebabkan adanya MEMBURU berstatus sebagai terlapor. Beberapa orang tugas yang harus disetelah diperiksa sebagai lesaikan oleh penyidsaksi dalam kasus terseik yang menangani kasus tersebut. Pemeriksaan ter- but. Korbannya adalah Rekson S hadap Suhadi kembali dijadwal- Limba, salah seorang dosen di kan pekan depan, pada hari yang Unhalu. Suhadi diduga melakukan sama. “Memang rencananya akan penipuan sekitar awal 2010 sekidiperiksa hari ini (kemarin, red). tar Rp 700 juta dengan imingTapi karena ada sesuatu hal yang iming akan mengenalkan korbanharus dituntaskan lebih dulu oleh nya dengan orang yang bersedia penyidiknya sehingga diundur menjadi donatur untuk menalanpekan depan. Kami akan jadwal- gi kegiatan sosialisasi politik si kan pemeriksaannya pekan korban. Ketika permintaannya dipenuhi, Suhadipun mulai susdepan,” terang Fahrurrozi. Entah apa yang menjadi kenBaca SUHADI di Hal. 10 dala hingga Polda Sultra men-

KASUS

SUHADI

Alokasi Dana Pembangunan Rp 56 M

ULFAH/KP

Walikota di area pertamanan lingkup Pemkot Kendari bersama beberapa kepala sekolah.

Walikota Kumpul Kasek Kendari,KP Sehari setelah rotasi jabatan Kasek TK hingga SMA sederajat se-Kota Kendari, Walikota Kendari Ir Asrun kemarin (19/1) mengumpulkan para Kasek di taman kota. Selain memaparkan potret pembangunan Kota Kendari selama 3 tahun belakangan, orang nomor satu di Metro Kendari ini juga mengajak para Kasek untuk tidak mudah terprovokasi. “Pada pertemuan dengan para Kasek ini, kami mencoba membahas tentang peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kendari. Kami mencoba mengekspose potret keberhasilan pembangunan selama 3 tahun terakhir, apalagi kemarin baru saja dilakukan rotasi jabatan untuk penyegaran di internal masing-masing sekolah,” jelas Asrun. Inti pertemuan adlaah bagaimana menamakan persepsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengajak para Kasek untuk lebih profesional dan tidak terpengaruh dengan provokasi.Misalnya

Baca KASEK di Hal. 10

SUWARJONO/KP

Dua bocah ini ditangkap karena mencuri. Mereka digelandang ke Mapolsek Mandonga.

Mencuri, Dua Bocah Menangis Kendari, KP Polisi mengalami dilema ketika mengamankan dua bocah yang berusia 11 tahun ketika sedang menikmati hasil uang curian Rp 200 ribu. Sampai akhirnya polisi belum memutuskan apakah dua bocah ditahan atau tidak. Guna melakukan penyelidikan saat ini mereka masih berada di Mapolsek Mandonga. Kejadian penangkapan dua bocah masing-mas-

ing berinisial JB dan MK, pada Rabu (19/1) sekitar pukul 11.00 Wita di salah satu swalayan di Kendari. Awal kisah, dua bocah berasal Konsel menuju Kendari dengan menaiki mobil. Mereka tidak sendiri ketika menuju Kendari melainkan bersama keluarganya. Ketika tiba, di Terminal Baruga, keduanya

Baca MENCURI di Hal. 10

Kendari,KP Walikota Kendari Ir Asrun merasa tersudut sorotan dewan terhadap pembanguan Pasar Sentral Kendari. Menurut Asrun, alokasi dana pembangunan cuma Rp 56miliar. “Jadi bukan total dana Rp 143 miliar, dengan rincian 106 miliar, ditambah Rp 30 miliar dan Rp 7 miliar. Kita baru mendapatkan Rp 56 miliar,”katanya. Menurut Asrun dana yang dialokasikan jelasnya baru Rp 56 miliar, dari total Rp 106 miliar, maka lima puluh persen saja pembangunan sudah lumayan. Sebab 20 persen yang menyangkut uang muka, dengan begitu dilaksanakan 30 persen saja sudah memenuhi syarat. “Karena itu yang ada baru sampai tiang, sudah cukup besar dari yang dianggarkan. Karena 0 persen pembangunan sudah punya hak 20 persen uang muka. Olehnya itu jangan salah artikan,” jelasnya.

Mengenai banyaknya kontraktor dalam pembangunan pasar, diungkapkannya bukan menjadi persoalan, karena memiliki trik tertentu dalam percepatan penyelesaiannya. “Yang jelas masa kontrak pembangunan pasar tiga tahun dan kalau pun tiga tahun tidak terealisasi, maka kontraktor akan didenda. Kembali lagi kami ingatkan meskipun ditargetkan rampung selama tiga tahun, tetapi kembali lagi dengan alokasi keuangan kita, mengingat alokasi Rp 106 milliar belum ada karena keuangan terbatas,” ungkapnya. Sehubungan dengan pembayaran uang muka dari pedagang sebesar 50 persen, dituturkannya merupakan salah satu cara untuk membangun kota, agar tidak terlalu berharap dengan dana retribusi. Karena mengharap retribusi untuk penuhi Rp 106 milliar,

Baca ALOKASI di Hal. 10


Metro

10

Kendari Pos |Kamis, 20 Januari 2011

Tidak Rasional Alasan Mutasi Kejahatan .................. ingin menyelamatkan pimpinannya saat itu Jamil Malimpo, sehingga tak sempat terekspos. Menurut dia, mutasi tersebut dilakukan karena ketakutan Ahmad Lita terhadap dirinya. “Mereka takut jangan sampai saya mengungkap pungli Rp 500 ribu itu,sehingga akhirnya mereka mutasi saya dan re-

kan-rekan,”tukasnya. Ia juga menyebut keterlibatan Hasriyani Yusuf, Rini Puji Astuti dan Asmawati Syarif yang biasa di sebut sebagai tiga diva di Kantor Depag Kota Kendari.Mereka ini,kata Wa Upe yang membuat cerita jelek sehingga enam staf dimutasi. “Saya bersumpah tidak memfitnah orang dan apa yang saya katakan semua benar. Silahkan lihat rekaman perbuatan orang-

orang itu,” jelas Wa Upe didampingi Sitti Junaeda. Sementara Sitti Junaeda mengatakan dirinya juga difitnah sehingga ia dimutasi. Dimana cacatnya dalam menjalankan tugas, ia mengaku sangat loyal dengan pimpinannya. Selama ditugasnya dirinya selalu menyelesaikan pekerjaan itu. Bahkan, pernah Sitti Junaeda mendapat pekerjaan pada pukul 23.30 Wita dan lang-

sung dikerjakan didampingi dengan suaminya. Jika alasan pemutasian jarak rumah dengan kantor jauh, dirinya membandingkan dengan rumah Asmawati Syarif. Rumah Asmawati lah yang paling dekat dengan kantor KUA Kecamatan Baruga. “Kalau membuat kebijakan harus rasional. Bilang saja kalau rahasia pungli tidak mau dibongkar,” katanya. (ano/ema)

Tidak Transparan Bisa Diproses Hukum Kasek ........................ tunjangan profesi yang sengaja terlambat dibayarkan untuk tujuan tertentu. Karena pada dasarnya Pemkot Kendari tetap konsisten dengan pengelolaan keuangan. “Mengenai rotasi Kasek

SMPN I Kendari, lebih untuk menciptakan suasana kondusif, meskipun hal yang prinsip belum tentu kebenarannya. Apalagi saat ini menjelang UN sehingga membutuhkan kekompakan diantara para pendidik, demi kelulusan para siswa,” bebernya. Persoalan lain adalah pen-

gelolaan keuangan. Sehingga akuntabilitas dan pertanggung jawaban yang transparan masih perlu ditingkatkan. Kadang, karena pertanggung jawaban yang tidak transparan dapat masuk ke ranah hukum. “Ada keinginan besar untuk mengkader dan menambah tata usaha (TU) dan bagian keuan-

gan, tetapi permasalahan yang dihadapi KTU tidak ada eselonnya. Karena itu saat ini kami mencoba mewujudkan eselonisasi minimal IV B, sembari menunggu ketetapan dari Mendagri, dengan begitu pegawai lingkup Pemkot dapat diperbantukan di sekolahsekolah,” tuturnya. (fas)

BK Ancam Sanksi Suhadi Suhadi ....................... ah dihubungi. Korban baru sadar tertipu saat coba mencari Suhadi tapi tak terlihat. BK Ancam Suhadi Badan Kehormatan (BK) DPRD Kendari mulai bernyali. BK yang dipimpin Muh. Yahya berjanji akan memberi sanksi pada Suhadi. Padahal sepanjang tahun 2010 hingga saat ini, Suhadi nyaris tidak pernah

masuk kantor. “ Masalah Suhadi yang jarang masuk kantor, akan kita rapatkan secara internal di DPRD Kota Kendari. Kalau masalah sanksi, sudah pasti akan kita berikan, baik terkait kode etik, etika atau moral. Terkait masalah hukum yang dihadapi Suhadi, biarlah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Sepulang dari kunker, BK akan rapatkan masalah sanksi terhadap Suhadi. Masalah PAW

bisa saja terjadi, tapi hal ini kita kembalikan ke partainya,” ujar Muh. Yahya. Masih dari masalah Suhadi, selain diduga menipu uang sekitar Rp 700 juta dan kini kasusnya sedang bergulir di Polda Sultra, ternyata Suhadi juga meminjam uang Rp 300 juta, dari salah seorang anggota DPRD Kota Kendari. Pada koran ini kemarin anggota DPRD Kota Kendari Hj.Nurdin Surunudin mengata-

kan, sekitar tahun 2009 pernah meminjam uang Rp 300 juta, tapi sampai sekarang belum dikembalikan. Suhadi pernah mengatakan akan mengembalikan uang tersebut sekitar pertengahan tahun 2010, tapi hingga kini belum dikembalikan. “Kasus ini telah saya laporkan ke pihak berwajib. Saya sudah berikan wewenang pada pengacara saya untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya. (aka/ tri )

Anggota DPRD Kendari kunker di Paddy's Market. Mereka memantau perkembangan pasar yang diperuntukan bagi pedagang kaki lima itu. ULFAH/KP

Pembangunan Inovatif, Mewirausahakan Birokrasi Alokasi ...................... maka dibutuhkan perampungan pasar kurang lebih 10 tahun.

“Ingat proses pembangunan saat ini harus inovatif, yaitu mewirausahakan birokrasi. Pasalnya kalau diserahkan ke investor, maka sama halnya kita

mengorbankan masyarakat, karena nanti penawaran yang terjadi akan mahal sehingga yang beli hanya ritel besar saja,” tuturnya. (fas)

Sempat Dikejar Warga Mencuri ..................... langsung ditinggal begitu saja dan hanya diberikan ongkos sebesar Rp 20 ribu. Jumlah dana tersebut digunakan mencari keluarganya yang berada di sekitar Kecamatan Mandonga. Sayang mereka tidak menemukan keluarganya yang dicari. Akhirnya mereka pun memilih tidur di salah satu swalayan di Kendari. Saat itulah bertemu dengan seorang lelaki tua bernama Zainal Abidin. Karena tidak ada kerja, maka selama dua hari dua bocah tersebut membantu pekerjaan Zainal

sebagai tukang parkir. Karena mendesak meminta pulang akhirnya Zainal memberikan uang hasil parkiran untuk pulang ke Konsel. Namun, keduanya saat berada di rumah Zainal, nekad mengambil uang Rp 200 ribu dan digunakan untuk bermain game. Keduanya langsung kedapatan saat bermain game dan sisa uang hasil curian Rp 50 ribu. Ketika ditanya, kedua bocah tersebut mengakui perbuatanya. Saat itu juga kedua langsung melarikan diri, security bersama warga melakukan pengejaran. Untung saja saat itu ada

seorang polisi bernama Bripka Yusuf yang sedang melakukan tugas patroli. Keduanya langsung ditangkap. Ketika berada di Mapolsek Mandonga, dua bocah yang meninggalkan sekolahnya dan duduk di baku sekolah dasar tersebut hanya bisa menanggis. Setiap kali ditanya, mereka selalu menjawab dengan jujur jika uang yang dicuri digunakan bermain game. Kapolsek Mandonga, Kompol Samin Sik mengatakan diduga dua bocah tersebut diterlantarkan kedua orang tuanya. “Kami masih melakukan penyidikan,” katanya, kemarin. (ano/aka)


Kendari Pos |Kamis, 20 Januari 2011

Perda Inisiatif Dewan Akan Digodok Kendari, KP Masyarakat di Sultra harus berbangga hati. Pasalnya, dalam waktu dekat Perda inisiatif soal penerimaan CPNSD di Sultra akan lahir. Meski baru sebatas wacana, namun dewan benar-benar serius. “Ini akibat carut maruknya soal penerimaan CPNSD di Sultra, akhir-akhir ini,” jelas Hasid Pedansa. Menurutnya, untuk saat ini sementara bersurat kepada anggota dewan dan diharapkan ada inisiatif untuk lakukan itu. Ketua DPRD Sultra, LM Rusman Emba mengatakan jika Perda inisiatif akan dibicarakan dulu di badan legislasi (Baleg). Sepakat untuk dilahirkan Perda inisiatif atau tidak. Namun jika sepakat, sudah pasti Perda tersebut lahir. Tinggal kedepannya dibicarakan aturan-aturan kedepannya bisa

bersifat umum dan tidak ada rekayasa di dalamnya. “Misalnya, dalam penerimaan CPNSD lalu, masih banyak yang diakalakali, namun kali ini setelah akan dilahirkan Perda inisiatif, itu tidak ada lagi. Artinya, kita butuh kejelasan sesuai dengan asas keadilan agar bisa di transparankan,” jelasnya. Bagi masyarakat untuk menjadi PNS, ada ruang untuk komunikasi. Kemudian, dalam Perda inisiatif nanti juga akan dibicarakan soal sanksi. Saknsi akan diatur yang pastinya tidak melanggar UU yang lebih tinggi. “Kalau ini sudah ada, saya kira sudah dapat mengantisipasi kegeliasahan masyarakat. Apalagi nantinya kalau penerimaan disesuaikan dengan kebutuhan, sudah pasti transparansi menjadi dasar utama,” katanya lagi. (yaf)

Metro

11

Polda Tawarkan Program Komunitas Korban Lakalantas Kendari, KP Polda Sultra menggulirkan program komunitas korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Sultra. Program yang rencananya akan dikemas bersama Harian Kendari Pos tersebut bernuansa memberikan pemahaman, wawasan dan pendidikan terhadap masyarakat akan pentingnya mewaspadai terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut disampaikan saat Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sultra, Kombes Pol. Drs. Edi Setio Budi Santoso bersama Dir Reskrim Polda Sultra, Kombes Pol.

Drs. M. Iswandi Hari didampingi Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi dan Kasat Lantas Polres Kendari, AKP Santiadji bertandang di Graha Pena Kendari Pos, kemarin sore. Kehadiran pejabat utama Polda Sultra tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Redaksi Harian Kendari Pos, Milwan Lukman bersama beberapa redaktur. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang kemasan program komunitas korban lakalantas yang akan menjadi salah satu topik bahasan pada rubrik yang ada di Harian Kendari Pos. “Kami berharap agar liputan

masalah korban lakalantas dapat diberi ruang khusus di Kendari Pos. Kasus-kasus lakalantas, korban lakalantas termasuk keluarganya dapat bercerita soal musibah yang pernah dihadapinya,” pinta Edi Setio Budi Santoso. Apalagi, bila korban lakalantas mengalami luka berat hingga menyebabkan meninggal dunia, bisa menjadi catatan kewaspadaan bagi pengendara lain agar lebih berhati-hati dalam berkendara. “Outputnya nanti bisa dikumpulkan menjadi buku. Angka lakalantas saat ini yang paling tinggi terjadi di tiga kabupaten/

kota yakni, Kendari, Konawe dan Kolaka,” jelasnya. Pempred Kendari Pos yang sekaligus menjabat Dirut PT. Media Kita Sejahtera, Milwan Lukman memberikan apresiasi terhadap tawaran tersebut. Persoalan penekanan angka lakalantas apalagi menyebabkan meninggal dunia, dinilai membutuhkan perhatian yang serius. “Nanti kita akan lihat seperti apa kemasannya. Mudah-mudahan melalui program ini, dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara,” jelasnya. (aka)


Hiburan

Kendari Pos |Kamis, 20 Januari 2011

13

Ahmad Dhani Akui Once Keluar Miley Cyrus, Artis Paling Tajir MILEY Cyrus begitu bangga dengan keberhasilannya di dunia hiburan. Berbekal penghasilan yang hingga jutaan dolar AS, Cyrus mengaku bisa membeli apapun yang hanya diimpikan oleh wanita seusianya. “Aku telah membeli rumah beserta perabotan yang aku pilih sendiri. Aku bangga bisa mandiri di usia muda,” cetus Cyrus dikutip ShowbizSpy. Cewek berusia 18 tahun ini memang dinobatkan sebagai aktris remaja terkaya dengan penghasilan mencapai 1 miliar dolar. Lewat serial Hannah Montana, nama Cyrus kian berkibar dengan sejumlah proyek iklan dan produk terkenal. “Aku telah mencapai banyak hal yang tak bisa kubayangkan. Yang saat ini kupikirkan bagaimana menggunakan semua uangku yang melebihi penghasilan orang dewasa dengan baik,” curhat Cyrus. Meski sudah tajir, Cyrus tak lupa memperhatikan kehidupan masyarakat kurang mampu. Selain mandiri, Cyrus juga belajar untuk bisa beramal di manapun. “Dengan semua yang sudah kudapat, tak adil rasanya jika orang lain tak ikut merasakan seperti apa yang kudapatkan saat ini. Aku kasihan melihat orang lain kelaparan, sedang-kan aku hanya bersenang-senang,” pungkasnya. (jpnn/lia)

Elfonda Mikela

Jakarta, KP Isu soal hengkangnya Once dari Dewa 19, akhirnya terjawab juga. Pentolan grup Dewa 19, Ahmad Dhani, mengakui jika frontman pengganti Ari Lasso tersebut tidak lagi bersama band mereka. Sebagai gantinya, mantan suami Maia Estianty itu mengaku kini tengah mencari vokalis baru. Ditemui di Palmerah, Jakarta Barat, kemarin (18/1), Dhani enggan membeber kapan tepatnya Once keluar dari Dewa 19. Namun, dia menegaskan bahwa keluarnya vokalis dengan nama lengkap Elfonda Mikel tersebut, bukan karena persoalan internal. Once, sambung Dhani, menyatakan diri untuk keluar. “Dia yang kirim surat pengundurannya,” tukasnya. Pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972 itu pun menyatakan, saat ini pihaknya belum menemukan sosok pengganti Once. “Kita belum dapat, sedang mencari,” tukasnya. Lebih jauh, Dhani menyebut bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru (mencari vokalis baru). Pasalnya katanya, sampai saat ini juga belum ada rencana mereka (untuk) menyiapkan lagu baru. “Kita pasti mencari vokalis dulu. Baru buat album,” pungkasnya. Sebagaimana bisa disimak di berbagai kesempatan, belakangan beberapa di antara personil Dewa 19 memang lebih sibuk dengan urusan atau proyeknya masingmasing. Selain Dhani bersama Republik Cinta Manajemen (RCM) dan para penyanyinya, Andra Ramadhan juga lebih sibuk di band Andra and The Backbone. Sementara Once, kadang tampak suka tampil solo, termasuk membawakan lagulagu rohani. (jpnn/lia)

Anang-Aurel, Anang-Aurel, Nunggu Undangan Undangan KD KD Nunggu BERITA soal pernikahan Krisdayanti dengan Raul Lemos sudah ramai. Anang Hermasnyah juga sudah mengetahui rencana bekas istrinya itu untuk menikah lagi. Tapi hingga kini Anang mengaku belum mendapat undangan. “Sekarang belum ada (undangan pernikahan KD-Raul). Kalau ada undangannya, Insya Allah pasti datang kok,” jelas Anang usai manggung di Studio Dahsyat RCTI, kemarin. Untuk pernikahannya dengan Raul, KD sudah meminta izin kepada Anang dan kedua anaknya, Aurel dan Azriel. Mereka pun mengizinkan ibunya untuk menikah lagi. “Aku mengucapkan selamat dan mendukung. Dari awal aku memang mendukung dia (KD) kok, jadi tinggal nunggu (undangan pernikahan) aja,” tambah Anang yang ditemani Aurel.

Tahu ibunya akan menikah lagi, Aurel juga mendukung Anang segera mendapatkan pendamping hidup. Aurel yang duet dengan Anang dalam lagu Tanpa Bintang ini, memiliki kriteria wanita yang akan menjadi pendamping ayahnya. “Yang penting cantik, pintar dan tidak sombong. Baik kayak mimi (KD),” kata Aurel disambut tawa Anang. Meski ia sangat mendukung ayahnya segera mencari pendamping, Aurel minta ayahnya tetap minta izin. “Kalau punya pacar nggak izin aku, aku marah, iya kan,” ucapnya sambil melihat ke arah Anang. Anang hanya tertawa mendengarkan celotehan putrinya tersebut. Saat disinggung soal apakah ia telah menemukan pengganti KD di hatinya, Anang terlihat grogi. “Pendamping saya tetap Aurel,” seloroh Anang. (jpnn/lia)


Edukasi

14

Kendari Pos |Kamis, 20 Januari 2011

Patroli Siswa Libatkan Polisi

Kendari, KP Berbeda dari tahun sebelumnya, mulai tahun 2011 razia siswa lebih diperketat. Selain personil polisi pamong praja (Pol PP), aparat kepolisian juga akan dilibatkan untuk melakukan penertiban siswa pada jamjam efektif belajar. Koordinator Patroli Siswa Dinas Diknas Kota Kendari, Drs Nuryanto M Pd mengatakan, keterlibatan polisi pada razia siswa merupakan salah satu program institusi kepolisian dalam rangka penertiban dan keamanan di lingkungan pelajar. Meskipun terkesan resmi, namun pada kegiatan patroli siswa, polisi hanya berfungsi untuk melakukan pengamanan terhadap keterlibatan orangorang luar sekolah yang berniat memberikan pengaruh buruk kepada siswa. Sedangkan sanksi, sepenuhnya akan diambil alih tim patroli yang terdiri dari pengawas pendidikan di Kota Kendari. “Rencananya tahun ini kegiatan patroli akan diefektifkan kembali. Bukan hanya penga-

was dinas yang terlibat, tetapi aparat keamanan juga akan membantu kami dalam tugas itu. Koordinasi tetap di bawah kendali kami, karena mereka lebih fokus pada penertiban masyarakat yang kemungkinan menjadi penyebab siswa bolos belajar,” terangnya. Kegiatan patroli kata Nuryanto, akan dilakukan minimal dua kali dalam sebulan. Jika ada laporan terkait tindakan siswa yang bolos atau melakukan kegiatan lain di luar sekolah pada jam efektif belajar, tim akan turun lapangan untuk melakukan razia. “Untuk razia pertama akan dimulai Februari, tanggalnya tetap kami rahasiakan demi efektivtas kegiatan patroli nanti,” ungkapnya. Pengawas Olahraga Dinas Diknas Kota Kendari itu mengatakan, siswa-siswa yang pernah masuk dalam daftar hitam tim patroli karena kedapatan bolos pada jam sekolah harus lebih hati-hati. Pasalnya, mereka yang sudah masuk dalam catatan itu, jika kembali ter-

tangkap tim patroli bolos belajar, akan dikenakan sanksi tegas. Bukan hanya dari sekolah, tetapi juga dari dinas. Terkait rencana tersebut, Kepala SMKN 2 Kendari (STM, red) Drs Ansyari Umirtun memberi respon positif. Keterlibatan aparat kepolisian kata mantan Sekretaris Pengawas Diknas Kota Kendari itu selain memberikan rasa takut pada siswa untuk bolos belajar, juga dapat memberikan keamanan pada intitusi pendidikan, terkait intervensi pihak luar yang mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Pengawasan pendidikan bukan hanya tanggung jawab dinas selaku penyelenggara pendidikan di daerah, tetapi juga tugas seluruh komponen masyarakat, termasuk aparat kepolisian,” katanya. Senada dengan Ansyari, Kepala SMPN 17 Kendari, Milwan M Pd menilai kegiatan patroli siswa melibatkan polisi sangat positif. Bukan hanya dalam penertiban, tetapi siswa

juga akan berpikir dua kali untuk berkeliaran di luar jam belajar karena takut mendapat razia. Olehnya itu kata kepala sekolah berwawasan lingkungan tingkat nasional itu, kegitan patroli siswa harus lebih diintensifkan lagi. Ia berharap, dengan adanya polisi dalam setiap kegiatan patroli siswa, akan memberikan efek jera bagi siswa untuk melakukan pelanggaran tata tertib dan kedisiplinan yang berlaku di sekolah. Salah seorang pemerhati pendidikan di Kota Kendari sepakat dengan niat dinas melibatkan unsur kepolisian dalam patroli. Namun sebaiknya kerjasama itu diperluas dengan cara dinas pendidikan bekerjasama dengan Polres Kendari. Maksud kerjasama itu, supaya setiap polisi bertanggungjawab secara moril apa bila melihat siswa yang bolos saat jam belejar, tanpa di komando pun polisi bisa bertindak sesuai aturan yang diterapkan dinas, tanpa harus memboyong ke kantor polisi. (fya)

Kepala Sekolah Tak Boleh Egois Kendari, KP Mutasi kepala sekolah yang terjadi dilingkup Dinas Diknas Kota Kendari, mengakibatkan pergeseran pimpinan di berbagai tingkat satuan pendidikan. Tentu akan berpengaruh pula pada pengembangan kualitas di tigkat sekolah, baik itu siswa maupun sumber daya pendidik. Berkaitan dengan itu, Wali Kota Kendari yang diwakili Kepala Dinas Diknas Kota Kendari, Drs Kasman Arifin M Si, menegaskan, untuk menjadi seorang pimpinan yang profesional, kepala sekolah tak boleh bersikap egois. Hal itu di-

ungkapkannya, saat melantik kepala sekolah, guru dan pengawas, Selasa, (18/1). Menurut dia, ada lima hal yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah sebagai pejabat, antara lain kepala sekolah harus ahli dan menguasai bidangnya. Hal itu dapat ditunjukkan dengan kinerja yang baik dan benar-benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu kata Kasman, kepala sekolah harus disiplin waktu, mampu memberikan teladan kedisiplinan kepada bawahannya maupun bagi

murid-muridnya. Kasman juga mengurai, bahwaseorangkepalasekolahharus memelihara reputasi dan rahasia pekerjaanya. Tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi hingga mengorbankan kepentingan orang lain. Intinya kata mantan dosen FKIP Unhalu itu, tidak memelihara ego dan mau mendengarkan saran dari guru maupun komite sekolah dalam hal peningkatan kualitas dan pengembangan mutu pembelajaran di sekolah. “Untuk menjadi seorang pimpinan itu bukanlah hal yang

mudah. Kita harus memiliki sifat yang amanah dalam segala hal. Bukan hanya bisa memberikan arahan kepada bawahan saja, tetapi bagaimana kita mampu memberi contoh dan teladan positif kepada bawahan, itulah pimpinan yang profesional,” ungkapnya. Dikatakan,kepalasekolah yang baru harus dapat meningkatkan kompetensinya. Baik dalam hal pengetahuan maupun kemampuan memanage lingkungan sekolah yang baru sebagai tempat untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang dimiliki. (fya)

WULAN/KP

Pose bareng peserta sosialisasi KTSP jenjang teman kanak-kanan.

TK Pembina, Contoh Penerapan KTSP Kendari, KP Taman Kanak-kanak (TK) Pembina Provinsi di Kendari yang terletak di gugus Kecamatan Bende memang tampil beda. Selain asri dan terlihat menarik untuk pembelajaran siswa, sekolah tersebut juga memiliki kelengkapan sarana dan prasarana. Dari segi pembelajaran, TK Pembina tersebut telah menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jika lembaga pendidikan sekelasnya, baru mendapat sosialisasi dan akan mulai menerapkan. Justru Kepala TK Pembina, Hadrinai, S. Sos., M. Pd., hadir sebagai penyuluh penerapan KTSP. Sejumlah guru dan kepala sekolah dari kelompok kerja guru (KKG) gugus Kecamatan Wua-Wua mengakui keberadaan TK Pembina. Ketua Gugus WuaWua, Hj. Hartian, A. Ma., mengatakan setelah mendapat sosialisasi beberapa waktu lalu, ia bersama guru dari TK lainnya yang terdiri dari delapan sekolah mengunjungi TK Pembina untuk melihat secara lang-

sung penerapan KTSP. Hartian mengatakan, kunjungan bersama rekan-rekannya tak lain untuk mengetahui secara langsung KTSP yang telah diterapkan. Hal itu dikarenakan setelah sosialisasi, ada tawaran dari kepala TK pembina untuk mengunjungi secara langsung bagaimana metode dan rancangan pembelajaran di sekolahnya, sehingga dengan antusias yang besar mereka langsung mengadakan silaturahmi. “Dari sosialisasi yang lalu memang kami masih sedikit mengambang, tetapi setelah itu kami permantap dengan kunjungan sehingga kami ingin mendapatkan pengalaman secara langsung di lapangan,” kata Hartian. Secara umum, selain metode dan pembelajaran di kelas, yang dibutuhkan KKG Kecamatan Wua-Wua adalah melihat kondisi sekolah. Setelah itu, yang perlu ditingkatkan dan diketahui program mingguan, semester, tahunan, serta cara penjabarannya, mulai dari rencana kegiatan harian hing-

ga tahunan. “Ini adalah kunjungan dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas melalui silaturahmi dan kunjungan secara langsung di lapangan. Fokus tujuan kami, penerapan KTSP di jenjang pendidikan TK,” katanya. Sedangkan menurut Hadriani, kunjungan tersebut merupakan bentuk apresiasi para guru yang ingin belajar lebih banyak tentang KTSP. “Saya sangat salut dengan kepedulian mereka terhadap pendidikan TK. Ini adalah bukti bahwa mereka benar-benar ingin tahu sistem KTSP diterapkan, khususnya di TK Pembina, ”kata kepala sekolah yang sudah lima tahun menjabat itu. Meski baru tahun ini KTSP resmi digunakan, TK pembina telah menerapkan dan menggunakannya. Kepala TK Pembina yang juga sebagai ketua kelompok kerja kepala sekolah TK (K3TK) se-Kota Kendari turut aktif memberikan penyuluhan dan pemahaman penerapan KTSP pada beberapa gugus TK di Kendari. (p2)


Kendari Pos |Kamis, 20 Januari 2011

Edukasi

Ratusan Mahasiswa Ikut Pembekalan KKP Kendari, KP Ratusan mahasiswa Unhalu yang memprogramkan kuliah kerja profesi (KKP) kemarin (19/1) mengikuti pembekalan. Mereka adalah mahasiswa yang berasal dari fakultas ekonomi, hukum, MIPA, perikanan, pertanian, fisip, dan teknik. Para mahasiswa tersebut secara serentak menerima arahan dan materi dari para Ketua Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Unhalu, Dr. Ansir S.E., M. Si.. Pemateri lain adalah Drs. Saifuddin S. Kasim, Dr. Ir. H. Sarawa Mamma M.S. dan Dr. Jamhir. Secara umum, mereka mendapatkan arahan berupa teknik penyusunan program kerja KKP. Selain itu juga arahan berupa pendekatan yang digunakan dalam kegiatan KKP, seperti yang disampaikan Sayifuddin mengenai pendekatan sosial yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Sehubungan dengan hal itu, ketua LPPM Unhalu, Dr. Ansir S.E. M. Si., justru lebih menekankan pada motivasi pada semua mahasiswa yang hendak KKP. Ia mengungkapkan, terdapat lima poin yang sangat berharga dalam sejarah mahasiswa. Pertama adalah ketika seseorang dinyatakan lulus sebagai mahasiswa. Kedua, ketika usai melaksanakan ospek, saat KKP, ujian sarjana, dan wisuda. Lima hal itu menjadi moment penting dan sangat berharga jika seseor-

WULAN/KP

Mahasiswa peserta KKP Unhalu saat menerima pembekalan di Auditorium Mokodompit. ang melaluinya dengan hebat dan benar. Dalam artian dilalui dengan cara sehat dan sebaik mungkin. Seperti saat KKP mampu menggunakan momentum waktunya untuk mengabdikan ilmunya di lapangan. Selain mengabdikan bidang ilmu yang digeluti di bangku kuliah, dalam KKP juga terdapat ilmu yang tak akan pernah ada di bangku kuliah. “Itu adalah motivasi untuk mahasiswa agar menjadi benar. Memberi pandangan bahwa KKP jangan dijadikan sebagai seremonial belaka, tetapi harus diingat, bahwa ilmu yang sesungguhnya bukan di tem-

pat kuliah, melainkan di lapangan,” kata Dr. Ansir. Masih menurut Ansir, mahasiswa yang akan KKP itu menjadi duta yang akan diwakilinya, yaitu duta bagi lembaganya (Unhalu), keluarga atau orang tua, dan dirinya sendiri. Dengan mengacu pada tiga hal itu, diharapkan mereka memberi kesan yang baik, manfaat, sehingga pada akhirnya akan membawa kebaikan pada diri sendiri. “Orang yang berhasil itu adalah mereka yang memberikan manfaat dan kebaikan kepada orang lain,” katanya. (p2)

15

Pendidikan Gratis, Bukan Segratis-Gratisnya Kendari,KP Masih banyaknya orang tua murid yang mengadukan banyaknya pungutan di sekolah. Padahal saat ini pemerintah sedang giat-giatnya mencanangkan pendidikan gratis. Diantaranya melalui dana BOS dan BOP, membuat Wali Kota, H. Asrun dan Kadiknas Kota Kendari, Kasman Arifin, angkat bicara. “Sekolah gratis tentunya tidak sepenuhnya gratis, mengingat berdasarkan UU, pelaksanaan pendidikan perlu juga adanya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu tidak dilarang melakukan tambahan biaya, asalkan disepakati semua pihak dengan penggunaan yang transparan dan akuntabel,” kata Asrun. Dengan begitu lanjutnya, juga diperlukan adanya subsidi silang, sehingga kualitas pendidikan pada suatu sekolah lebih meningkat lagi. “Sangat penting dilakukan sosialisasi item pengangaran yang digratiskan oleh pe-

merintah, misalnya dana BOS. Apalagi tahun ini dana Bos langsung ditansfer ke kas daerah, sehingga penggunaanya dapat lebih diarahkan dan tidak overlaping,” lanjutnya. Senada dengan itu Kadiknas Kota Kendari, Kasman Arifin menuturkan item-item yang dibiayai dana BOS telah jelas. Dalam tahun 2011 terdapat 12 item yang digratiskan. Di antaranya penambahan bahan ajar, sarana, serta biaya operasional sekolah. “Diluar komponen itu bisa saja sekolah meminta persetujuan komite untuk membantu. Contohnya pembelian LKS yang dananya tidak memadai, sehingga meminta penambahan dana dari orang tua siswa,” tuturnya. Selain penambahan bahan ajar dan biaya operasional sekolah yang digratiskan, dana BOS juga mengakomodir insentif guru. Seperti insentif untuk kelebihan mengajar dan guru honor, termasuk les. “Khusus untuk masalah

SMPN 9, lihat dulu konteksnya jika melebihi dari kemampuan dana BOS, bisa saja meminta bantuan orang tua melalui komite sekolah,” lanjutnya. Mengenai subsidi pemkot, dijelaskannya diperuntukkan bagi dana rutin misalnya untuk biaya listrik, ATK dan operasional sekolah lainnya. Karena itu kedepannya hal ini akan kembali disosialisasikan ke sekolahsekolah, pasalnya dapat menjadi temuan keuangan. “Masalah yang tidak kalah penting untuk dicarikan solusi, yaitu tenaga administrasi pengelola keuangan yang masih sangat kurang. Apalagi saat ini dana BOS langsung ke kas daerah, sehingga sekolah harus lebih dulu menyiapkan RAPBS dan mengusulkan kebutuhan real selama 3 bulan, sehingga penyaluran dapat segera dilakukan, karenanya mengubah kerangka berpikir menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” jelasnya. (fas)

Rencana Pendirian SBI Harus Dipertimbangkan Kendari, KP Rencana Pemerintah Provinsi Sultra untuk mendirikan sekolah bertaraf internasional (SBI) mendapat tanggapan dari Kabid Pendidikan Menengah Dinas Diknas Kota Kendari, M Jafar M Pd. Menurut dia, seharusnya rencana itu dipetimbangkan pemda, mengingat di Sultra masih ada beberapa sekolah yang berstatus RSBI. Sekolah-sekolah yang berstatus RSBI kata dia, harus didorong untuk meningkatkan mutu. Pasalnya, masih ada beberapa item dari standar SBI yang harus dipenuhi. Jika pemda lebih memilih untuk mendirikan sekolah baru ketimbang

mengefektifkan sekolah yang ada, itu akan berpengaruh besar pada eksistensi RSBI yang ada dalam upaya peningkatan kualitas yang mengarah pada standar SBI. “Rencana untuk mendirikan SBI memang cukup positif. Namun, ada baiknya kita mendorong dulu sekolah rintisan yang ada. Meskipun ada anggaran daerah yang dialokasikan untuk mendanai proses pembelajaran di RSBI yang ada sekarang, namun itu tidak akan cukup jika tidak didorong dengan spirit dan motivasi dari pemerintah daerah,” terangnya. Meskipun keberadaan SBI tidak akan mengurangi perhatian pem-

da terhadap rintisan SBI yang ada, namun sudah dapat dibayangkan, pemerintah akan lebih fokus mengurusi SBI yang didirikan, karena seluruh proses pendidikan, mulai dari penyediaan tenaga pendidik, bangunan fisik, kurikulum pembelajaran, sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab pemda sepenuhnya. Meski demikian menurut mantan Kepala SMAN 9 Kendari itu, pendirian SBI sudah menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan. Ia berharap, meskipun sudah ada SBI, tetapi sekolah lain yang berstatus RSBI maupun reguler juga tetap diperhatikan. (fya)


16

Xpresi

Kamis, 20 Januari 2011

Sahabat..Penting Ngga sech??

12

Zhoel Putera Sevenfold zulhijahputerajava@yahoo.com SMAN 1 Kendari setuju banget tuh sahabat lebih penting daripada pacar...kalo disuruh milih sahabat atau pacar??so pasti aku lebih memilih sahabat...LEBIH SUSAH CARI SAHABAT DARIPADA CARI PACAR....

TEMA kita kali ini, tampaknya akan menimbulkan pro kontra di kalangan sobat expresi. Coz, ada yang beranggapan sahabat tuh, pentiiiiing banget, tapi disisi lain ada juga yang beranggapan bahwa sahabat ngga penting-penting banget..

Yuptzzz...kalo dari pengalaman kebanyakan orang nech, kayaknya keberadaan seorang teman, sahabat or biasa disingkat sobat tuch sangat berarti. Apalagi di saat kita ngga punya siapa-siapa untuk berbagi, otomatis, sahabat menjadi satu-satunya pilihan kita un-

tuk membagi kisah, baik itu yang sedih atau yang membahagiakan. But, mungkin nggak semua orang merasa kehadiran sobat tuch penting banget. Tak sedikit malah yang ngaku trauma asahabat gimana yah dengan komen sobat xpresi seputar

arti sahabat, punya sobat. Soalnya, sobatnya ngkhianatin pertemanan di antara mereka sehingga yang munculmalah kebencian. Nach guys...kalo dah gini,mending intropeksi diri n say sorry dech, itu langkah terbaik ko. Dijamin halal!!!

Echa Chyk Ir’one Chelaluw ircha_one@yahoo.co.id SMAN 5 Kendari “Shbt it pnting donk ! smua org eank msh pny akal fkiran psti pny shbt, pny mslh ddh tntu prnh lah .. Rheiskhy Fitrianingsih krheis_fitria@yahoo.co.id SMUN 5 Kendari “sahabat adlh bgaikn saudara sendiri.. Sahabat tmpat brbagi canda tawa dn tangis,,, dan jika ada masalah dselsaikn bersama dan saling terbuka.. Dan sahabat tmpat mncurahkn sgla pra...saan dhati... Aishiteruuu my best friends :) Lhulu Princes Phink B’ghousst lhuluprinces@ymail.com SMAN Angkasa “Owchh...zhbAt? Pztilah puxa tp tU dlu,, bwtq zkrg zhbt tUCch g pnting lg krn g zmw org bz d’jdiin zhbAt, cmN org yg bner2 bAik ja m’qt yg pntez d’jdiin zhbt. . .cz Prcuma kLo mizalx qt px zhbt truz ujung2x jg bkal xkitin dan mrbut org2 yg qt... zyangi... Megha Manopo Hutapea puspita.megha@yahoo.co.id SMAS Kartika “Sahabat memang lebih pntg dr pda pcar , ...Krna shbt lbih mngtahui sifat* kita lbih dlam , Shbt jg slalu ad buat kita disaat suka dan duka :). Ninie Maniest ninie.maniezt@yahoo.com SMAN 1 Unaaha “weee , , ,jLass pntingg d0enk shbt ! !pcarr takk slama.x ad utkk kt tp shbt weee jLas slalu ad d0enk . . ....Manfaat.x eaa dptt brbagii n bsaa kykk jd s0dara sndr . . .Prnh px mslh bhkan mslah ygg seriius ! ! QueenBee Meryy Bee meybelaend@yahoo.co.id SMAN 2 Raha ( XI Ipa 2 ) “Sahabaat sngat pnting lah bgi hidup stiap manusia... Manfaatnya ,, kta sling berbagii ..Sdiih,susah,senang,dukaa ...Punyaa tpi klu c ma sahabat2 lainnya punya komitmen,,klu ada msalah stu sma lain ya di adaka...n rapaat .. Nink Kecce andhinyrizzer@yahoo.com Mahasiswi Kesmas Unhalu “sahabat penting banget bwt saya....karna cuman sahabat yg mau dengerin semua keluhan, mau menemani qt setiap saat, dan lebih mengerti keadaan qt dibanding pacar. sering sih punya masalah dgn sahabat tapi it’s oke lah... ANdhiny MiraihesakyuratetzQumiqo andhinyrizzer@yahoo.com Akbid Kendari “Shbat bagi Aq adlh bgian dr duniaku.merk sllu mendkungku n mmbr smgt.shbt mmbuat kt ngerasa pux saudara tnpa iktn darah...” Ayha Aprilia Al Thereis’n Ayhafunny@yahoo.co.id Analis Kesehatan Bina Husada “::hmMmmM Law nMAX SahbAT BWatq,pnTiG BAuNGEeDdtT,COs krNa sHBat bwT hri2q sLlu tRsxuM,smgAT JlanI hdUp,n shAbAT SlLu aD dsaT Kta snanG,MAwpuN DuKa...... Windhye-wiiwhyend AzsriyanhiieAdhiie Muntoo Wiwinasriani@yahoo.co.id STIK Avicenna “Shabatt ?? Iylah, q psti puxa.... Tpi clo mw blag shbat lbih pntig dri pcar, q kurag stuju... Clo bwt q, tuk sat ne pcar lbh pntg dri shbat ! ...Krna q lbh xaman curht ma pcar ktmbag ma shbat ! PcarQ lbh bsa ngrti q.. Try Fitriah Fitriahpoltek@yahoo.co.id Poltek Pertanian “Memiliki sahbt sgtlah pnting,indahx bershbt ketika qt brsm,sling bntu membntu dlm segla apapun.sahbt adl seorg yg mau dtang menghampiri disaat sluruh dunia menjauh,saat sdg terpuruk,saat sdg diatas,dialah... yg sll ad buat qt...

share Hadriani, S. Sos.,M.Pd (Kepala TK Pembina)

Bantu Nyelesaian Masalah MEMILIKI seorang sahabat memang suatu hal yang patut disyukuri. Nnggak hanya nemenin di saat susah doang, kehadiran sahabat juga bisa menjadi teman yang dapat memecahkan masalah. Sahabat adalah teman yang lebih dari segalanya, bahkan sahabat bisa dikatakan adalah saudara kita. Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang di sekitarnya, termasuk sahabat. Jadi jangan pernah menyepelekan arti kehadiran sahabat. Karena sahabat adalah sosok yang sangat penting, maka kita juga harus mejaga persahabatan itu agar terjalin hubungan yang sempurna. Jangan pernah membuat masalah apa lagi menyakiti sahabat kita. Soalnya, merekalah tempat berbagi sekaligus memberi pandangan positif bila ada problem. Tentunya sobat yang harus dipertahankan adalah mereka yang memberi pengaruh positif buat kamu. (Ka’ Wulan/lia)

Nach, supaya nggak pada penasaran, simak yuk..comment sobat expresi tentang seberapa penting perang seorang sahabat di kehidupan kamu. Nur, siswi SMAN 4 Kendari mengaku kalo sahabat tuh penting banget. Apalagi dimasa remaja seperti sekarang. Keberadaan seseorang di samping kita sangat kita dibutuhkan. Terlebih kalo lagi punya problem, bawaannya pasti sedih en cemberut. Nah, kalo ngga ada sahabat, kita akan memendam sendiri masalah yang ada, rasa tertekan dan sedih udah pasti kita rasakan..ngga enakkan?? Tapi jangan salah, kata Nur, sahabat ngga hanya kita libatkan saat sedih aja, tapi ketika hati lagi gembira alias berbung-bunga, sahabat juga harus merasakan itu, karena sebagai teman dia juga pengen berbagi suka dan duka dengan kita, tapi kalo kita hanya ingat dia saat sedih, itu namanya egois..mau dibilang egois?? Ngga khan.. Irlyn pun demikian. Siswa SMAN 2 Kendari itu, ngakunya sahabat sama pentingnya dengan keluarga. Kalo kita lagi sedih, pasti sahabat akan jadi pilihan untuk tempat berbagi. Meskipun mungkin itu ngga menyelesaikan masalah, tapi setidaknya dengan nasehat dan pandangan positif yang diberikan. “Sahabat tuch penting banget buat saya, kalo ngga ada doi, ngga tau deh musti curhat ma siapa kalo lagi ada masalah, “ ungkap dara berkulit sawo matang itu. Sebenarnya, pada dasarnya sobat ama temen tuch sama saja. Bagi Didik, siswa SMAN 3 Kendari, nyang membedakan hanya namanya doang. Kalo sahabat tuh penting bagi semua orang, tapi kata didik sech yang namanya kenalan sama pentingnya. Karena tanpa orang lain dalam hidup kita nggak bakalan jadi tuh. teman yang pengertian buat didik itu bisa kok dikatakan sahabat. Makanya menurut didik dengan kata teman cukup dech, hehehe. “Aku nggak punya sahabat, tapi teman yang pengertian dan dekat ama aku banyak banget. Emank sech teman tuh penting, tapi buat aku bukan hanya teman, yang kita baru kenal atau apalah penting kok. Setiap orang kan nggak bisa tuh tanpa bantuan ama orang lain.”, ucap Didik. (p2/fya/lia)

Bagi sobatsobat Xgenk yang pengen gabung ngasih komentar via Facebook di rubrik kesayangan kamu ini, silahkan add Facebook X-Presi :

expresikp @yahoo.com

Model X-presi

Pengin wajahmu tampil sebagai model X_presi ? Gampang kok, gratis lagi.Info lebih lanjut hubungi

0852 418 82 818. Ayo, buruan...!

cuap-cuap Icha (Anggota HMPS PBSID Unhalu)

Sahabat Yes.. Musuh No!! SAHABAT penting apa gak??? Wah.. penting banget lah!! Sejak TK, SD, SMP, sampai SMA saya udah punya sahabat. Kalo ada sobat durasi yang gak punya sahabat hmmmm.... parah banget tuch??? Kehadiran seorang temen yangs elalu bersama dalam suka maupun duka atau biasa disebut sobat, tentu akan sangat membantu ketika menghadapi hal-hal yang membutuhkan share dengan orang lain. Saat senang, ataupun susah, bisa dibagi dengan sobat. Pokoknya, hmmm... tanpa sobat, Nggak berwarna banget dech hidup ini!!! Yang bikin asyik tuch kalo punya sahabat yang bisa hang out bareng. Udah gitu kita bisa ngadain acara ramai-ramai... trus kalo udah lama gak ketemu, bisa reunian, uhhh... seru dech. Terpenting guys, jalin persahabatan yang mendatangkan energi positif buat hidup kalian. Jangan sekali-kali membeci seseorang hingga harus bermusuhan, ingat musuh mendatangkan musibah, so saya punya prinsip sahabat yes, musuh no..!!! (Ka’ Wulan/lia)


Kendari Pos | Kamis, 20 Januari 2011

Real Madrid v Atletico Madrid

AMBISI MELAJU Madrid, KP Keunggulan agregat 3-1 dari hasil first leg perempat final Copa del Rey, tidak membuat Real Madrid menyurutkan tekanan ketika meladeni Atletico Madrid pada second leg, dini hari nanti. Mereka berambisi merebut tiket lolos ke semifinal. Memang, tugas Real bakal lebih ringan dalam El Derbi Madrileno di Santiago Bernabeu, markas Real. Dengan modal dari first leg, asalkan tidak kalah 0-2 atau lebih, Real dipastikan akan melenggang mulus menuju babak berikutnya. Meski begitu, Real dipastikan tetap serius mengatasi Atletico. Musim ini, di tangan entrenador Jose Mourinho, Real serius di semua ajang. Mereka tak lagi menganggap Copa del Rey sebagai ajang sampingan. Target mereka menang di semua ajang. “Kami menginginkan merebut treble winners, salah satunya menjuarai Copa del Rey. Kami belum pernah mencapainya, tapi kami sangat serius di musim ini. Kami memiliki pel-

uang besar lolos ke semifinal,” bilang Esteban Granero, gelandang Real, seperti dikutip Soccernet. “Bila menang, maka kami hanya terpisah tiga laga dari gelar. Fans di Vicente Calderon selalu merespons dengan baik, kami kesulitan. Real dapat merebut kemenangan di sana, tapi Copa del Rey selalu menyulitkan,” tutur Granero. Ya, Real banyak belajar dari kegagalan mereka pada musimmusim sebelumnya di ajang Piala Raja Spanyol itu. Ketika itu, mereka bisa dibilang tidak serius. Selain tidak menurunkan pasukan terbaik, banyak pemain yang tampil setengah hati. Akibatnya, dalam dua musim terakhir Real selalu tersingkir di babak 32 besar dari lawanlawan tidak sepadan. Musim lalu mereka tersingkir di kaki klub kasta ketiga Alcorcon. Begitu juga pada 2008-2009, di mana Real tersingkir dari klub kasta ketiga Real Union. Bila menilik pada rekor El Derbi Madrileno, sepertinya Los Blancos, julukan Real,

masih akan melajutkan dominasinya. Selain tidak terkalahkan dalam 12 tahun terakhir, Real juga selalu menang dalam empat duel terakhir kedua tim. Melawan Atletico, Mourinho kemungkinan besar kembali memainkan Karim Benzema sebagai ujung tombak setelah eksperimennya saat melawan Almeria gagal. Mereka ditahan seri 1-1 (16/1). Cristiano Ronaldo dan Mesut Oezil dikembalikan ke posisi semula di winger kiri dan kanan. Di sisi lain, kubu Atletico menyadari tidak akan mudah untuk menang 2-0 atas Real. “Kami khawatir akan kesulitan menghadapi mereka, lebih lagi kami harus mencetak dua gol agar bisa lolos,” bilang David De Gea, penjaga gawang Atletico, seperti dilansir Associated Press. Lebih berat lagi tugas mereka karena tidak bisa turun dengan kekuatan terbaik seiring dengan cedera yang menerpa Sergio “Kun” Aguero. Pemain

Baca AMBISI Hal 18

AFP PHOTO/ PIERREPHILIPPEMARCOU

Gelandang Real Madrid Cristiano Ronaldo dkk tetap berambisi menang atas Atletico Madrid pada laga kedua merebut tiket lolos ke semifinal Copa del Rey dini hari nanti.

AFP PHOTO / CRISTINA QUICLER

Striker Sevilla Frederic Kanoute (tengah) bersama rekan-rekannya saat merayakan golnya usai membobol gawang Villarreal pada second leg perempat final, Copa del Rey, dini hari kemarin.

3 Sevilla v Villarreal 0 (Sevilla Lolos dengan Agregat 6-3)

Juara Bertahan Belum Terbendung Sevilla, KP Tiket semifinal Copa del Rey telah digenggam juara bertahan Sevilla. Itu menyusul kemenangan telak tiga gol tanpa balas atas Villarreal di Ramon Sanchez Pizjuan, markas Sevilla, pada second leg perempat final, kemarin dini hari. Kemenangan telak itu membuat mereka unggul agregat 63, lantaran pada first leg, kedua tim berbagi hasil 3-3. Sejatinya, dengan modal tersebut Sevilla hanya butuh imbang di bawah tiga gol, tapi malah mampu melibas habis Villarreal. Bagi Sevilla, ini menunjukkan konsistensi penampilan mereka pada ajang Piala Raja Spanyol itu. Sebab, dalam lima

musim terakhir, Sevillistas, julukan Sevilla, empat kali menembus semifinal Copa del Rey. Musim lalu tampil sebagai juara. Kendati bermodal tiga gol tandang, Sevilla tetap ngotot menang. Gol cepat langsung mereka dapatkan ketika laga baru berjalan tujuh menit lewat Renato. Kemudian, pada babak kedua, mereka semakin unggul melalui gol Frederic Kanoute (47') dan Alexis (49'). Berikutnya, Sevilla tinggal menunggu pemenang antara Real Madrid versus Atletico Madrid yang akan menjadi lawan mereka di semifinal Copa del Rey. “Kemenangan yang membuat kami semakin dekat

dengan partai puncak,” kata Alexis, seperti dikutip Goal. Bagi Villarreal, kekalahan itu sangat mengecewakan. Membuat kans mereka untuk mengakhiri musim ini dengan gelar semakin tipis. Di Liga Primera Spanyol, mereka hanya menjadi baying-bayang bagi dua raksasa Spanyol Barcelona dan Real. Kans mereka sekarang tinggal di Europa League di mana Villarreal menembus babak 32 besar. Namun, lawan mereka tidaklah ringan. Kapal Selam Kuning, julukan Villarreal, akan berhadapan dengan FC Porto pada 17 dan 23 Februari nanti.

Baca JUARA Hal 18

Milik Wakil Premier League Putaran Tiga Piala FA Manchester, KP Tiga laga replay putaran ketiga Piala FA kemarin dini hari dikuasai kontestan Premier League. Manchester City, Wolverhampton Wanderers, dan Stoke City sukses mengalahkan lawan-lawannya dari klub satu kasta di bawah (Championship). Jika Arsenal mengalahkan Leeds United di sisa replay putaran ketiga dini hari tadi WIB, lengkap sudah dominasi itu. Di City of Manchester, City mendapat perlawanan sengit dari Leicester City seperti saat dipaksa seri 2-2 pada 9 Januari lalu. Kendati unggul lebih dulu melalui Carlos Tevez pada menit ke-15, Leicester menyamakan kedudukan empat menit berselang melalui penalti Paul Gal-

lagher setelah Lloyd Dyer dijatuhkan di kotak terlarang. Terkejut dengan gol balasan lawan, City memforsir serangan. Upaya itu membuahkan hasil melalui gol beruntun Patrick Vieira (37') dan Adam Johnson (38'). Skor 3-1 untuk City bertahan sampai turun minum. Di babak kedua, City terkesan puas dengan skor yang ada. Efeknya, hadiah penalti pada menit ke-59 gagal dimaksimalkan Tevez. Ketika laga kurang tujuh menit, City dibuat panik ketika Dyer memperkecil kedudukan 2-3. Tuan rumah akhirnya bernapas lega setelah Aleksandar Kolarov mencetak gol keempat City pada menit ke-90. Kendati lolos, pelatih City Roberto Mancini kesal dengan buruknyakordinasipertahanan timnya seiring kebobolan dua gol. Mancini wajar kesal karena

di laga sebelumnya, dia uringuringan ketika City kebobolan tiga gol dari Wolverhampton di ajang Premier League (15/1) sekalipun menang 4-3. “Di sepuluh menit terakhir, para pemain berpikir laga sudah selesai sehingga mereka membuat kesalahan. Jika kami kebobolan gol, gol, dan gol di setiap pertandingan dan tidak bisa mencetak tiga atau empat gol, kami tidak akan meraih sesuatu di akhir musim,” omel Mancini sebagaimana dilansir ESPN. “Saya tidak suka dengan skor 4-3 atau 4-2. Itu hanya bagus untuk media dan suporter. Saya lebih suka 4-1, 1-0, atau 20,” tambahnya. Kemenangan City diikuti Wolverhampton dan Stoke. Bermain di kandang sendiri, Molineux, Wolves - sebutan Wolverhampton menang lima gol tanpa balas atas Doncaster

Rovers. Sedangkan Stoke harus melalui babak tambahan waktu sebelum menang 2-0 di kandang Cardiff City. Sayang bagi Wolves dan Stoke, keduanya harus bentrok di putaran keempat. Wolves sedikit diuntungkan karena bermain home pada laga 29 Januari nanti. Di sisi lain, City mendapat lawan lebih ringan karena hanya menghadapi klub dua kasta dibawah (League One) Notts County di Meadow Lane (29/1). Bagi Mancini, duel kontra County mempertemukan dirinya dengan Paul Ince. Keduanya pernah terlibat persaingan sebagai pemain ketika berlaga di pentas Serie A Italia pada 1995. Mancini membela Sampdoria, sedangkan Ince berkostum Inter Milan. “Saya tidak terlalu ingat pertemuan dulu, tapi pertemuan kami nanti pasti menarik,” ujar Mancini. (dns)


20

Kendari Pos | Kamis, 20 Januari 2011

UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

BAHAS POLITIK PEREMPUAN

Ketua Umum PP Fatayat NU, Ida Fauziyah (tengah) saat diskusi refleksi awal tahun dan harapan perempuan Indonesia 2011, di gedung PBNU, Jakarta, belum lama ini. Fatayat NU menyesalkan tidak adanya sanksi tegas dalam undang-undang parta politik bagi partai politik yang tidak memenuhi keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen.

KPU Pusat Sudah Tahu Gerindra Segera Rekrutmen Caleg Soal Pilkada Bombana DPC di Sultra Diminta Bekerja Keras

Jakarta, KP Pilkada Bombana yang sudah sampai empat kali ditunda dari lima kali penetapan jadwal menjadi keprihatinan banyak pihak. Kabar kurang sedap ini bahkan sudah didengar pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta. Anggota KPU, Syamsul Bahri sudah mendengar laporan soal Pilkada Bombana itu tapi baru secara lisan, belum ada laporan tertulis. “Tidak ada laporan tertulis, hanya dilaporkan secara lisan,” kata Syamsul Bahri kepada Arawan Manaungeng dari Kendari Pos, di Jakarta, Rabu (19/1) lalu. Hanya saja, Syamsul mendukung langkah KPU Bombana yang melakukan penundaan karena alasan tidak adanya dana. Menurutnya, tindakan itu sudah tepat sebab KPU hanya bisa mengajukan jumlah anggaran yang digunakan dalam Pemilukada. “Ya memang, karena penundaan itu bisa terjadi apabila dananya belum tersedia,” ucapnya. Apakah jika tidak tersedianya dana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana dana darurat yang tersedia di APBD? Syamsul mengatakan tidak tahu karena bukan urusan KPU. Tugas KPU adalah mengajukan anggaran, mau darimana asalnya, itu wewenang pemerintah. Terhadap adanya dugaan persekongkolan yang dilakukan KPU Bombana dengan pemerintah daerah, Syamsul mengatakan KPU Pusat siap melakukan supervisi apabila ada laporan dari masyarakat atau Panwaslu. “Kalau ada laporan dari masyarakat dan Panwaslu tentu kita lanjuti, kami akan mengawasnya dan melakukan supervisi. Laporkan dulu ke provinsi dan nanti ke pusat,” katanya. Selama proses tahapan Pemilukada Bombana dimulai tahun 2010, KPUD Bombana sudah melakukan empat kali penundaan. Pertama tanggal

DOK/KP

Pj Bupati Bombana, Hakku Wahab (kiri) dan Ketua DPRD Bombana adalah dua tokoh utama yang saat ini ditunggu ketegasannya di daerah itu agar Pilkada bisa digelar. Pj Bupati adalah pihak yang sekarang amat diharapkan mengambil sikap bijaksana dan memikirkan harapan masyarakat Bombana dan KPU Bombana yang sangat ingin Pilkada putaran kedua digelar secepatnya. Sayangnya, Pemkab Bombana belum mau mencairkan anggaran Pilkada di Bulan Januari atau Februari sehingga harus ditunda lagi 8 Oktober 2010, 10 Nopember 2010, 12 Desember 2010, dan terakhir 23 Januari 2011. KPU kemudian mengagendakan ulang tanggal 13 Maret nanti. Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow mengatakan selayaknya memang KPU Pusat harus turun tangan melakukan supervisi. Menurutnya, dugaan tarik ulur kentingan dengan dilakukan penundaan empat kali memang besar. “Empat kali penundaan sudah wajar KPU Pusat melakukan supervisi untuk memastikan bahwa proses Pemilukada berjalan. KPU harus bersikap, jangan dibiarkan,” katanya. Menurut Jeirry alasan tidak ada anggaran karena KPUD juga menganggarkan anggaran Pemilukada yang besar memang sering dijadikan modus untuk mendapatkan keuntungan. Karena itu, kata dia Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) perlu melakukan pengawasan terhadap Pemerintah Daerah yang melakukan Pemilukada. “Anggaran yang digunakan perlu dihitung lagi. KPUD sering menambah anggaran karena dan sewenang-wenang mengaju-

kan dana yang akan digunakan Pemilukada karena mungkin mendapat keuntungan jika dikabulkan. Tetapi memang kewajiban negara yang menyiapkan anggaran,” katanya. Syamsul Bahri dan KPU pusat tak perlu dulu langsung melakukan supervisi ke Bombana. Minggu ini, KPU Sultra berniat mengajak KPU Bombana, Pemkab Bombana dan DPRD Bombana untuk berangkat ke Jakarta melaporkan masalah ini ke pusat. Salah seorang anggota KPU Sultra, Dr Eka Suaib bakal konsultasi ke KPU pusat terkait masalah Pilkada Bombana putaran kedua yang tak kunjung tewujud. “Sehubungan penundaan, KPU Sultra telah supervisi ke Bombana. Atas dasar tersebut, KPU provinsi akan minta petunjuk dan pendapat hukum terhadap penundaan Pilkada putaran 2 ke KPU pusat. Intinya melaporkan hasil supervisi. Gimana pendapat hukum tentang pnundaan itu, apalagi sudah ditetapkan 13 Maret. Bisakah itu terlaksana,” kata Eka, kemarin. Korda Pilkada Bombana, Kolaka dan Kolut itu, mengatakan, dia telah turun supervisi selama

2 hari, mulai 12-13 Januari lalu. Menurutnya, kasus di Bombana itu cukup rumit dan kompleks. Jadi, pihaknya memutuskan untuk ke pusat karena hirarkinya demikian. “Saya tunggu KPU Bombana, DPRD dan Pemdanya, baru kami berangkat. Minggu ini, supaya jangan berlarutlarut,” jelasnya. Komite untuk Demokrasi dan Transparansi Anggaran (Kudeta) Bombana, lembaga yang getol menyuarakan berbagai masalah di Bombana belakangan ini punya pandangan sendiri mengenai penundaan Pilkada Bombana. Menurut salah satu aktivisnya, Andi Mashap, penundaan ini disinyalir terkait dengan kepentingan elit-elit pejabat di Bombana. “Dugaan saya begini, Pemkab bilang baru bisa lowong anggaran April nanti. Nah, bulan itu sebenarnya masa tender proyek-proyek di Bombana. Saya curiga, kalau Pilkada digelar Januari, maka bupati terpilih sudah akan ada Februari. Otomatis, pemerintah saat ini tidak akan bisa mengendalikan lagi pemerintahan apalagi mengatur proyek, makanya dibawa sampai April ini Pilkada,” kata Mashap kemarin.(dri/awa)

KPUD Wakatobi Maksimalkan Pendataan Wangiwangi, KP Untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat Wakatobi di Pilkada yang akan digelar 27 Maret mendatang, KPUD setempat melakukan salah satu strategi pendataan wajib pilih secara maksimal, yakni selama dua bulan sebagaimana amanah aturan berlaku. Makanya, pendataan terus menerus dilakukan sampai masa proses penetapan wajib pilih.

Ketua KPUD Wakatobi, La Ode Suryono mengatakan, pendataan penduduk Wakatobi yang masuk kategori wajib pilih terus menerus dilakukan, agar semua warga Wakatobi tidak kehilangan hak pilihnya dalam Pemilu Kada mendatang. Pendataan yang dilakukan memakai waktu maksimal, sebagaimana yang tertuang dan dalam Permendagri No 5 Tahun 2009, pendataan maksimal selama dua bulan.

Alasan memakai waktu maksimal lanjutnya, agar potensi wajib pilih Wakatobi maksimal terdaftar sebagai pemilih yang akan ditetapkan KPUD. Ketika wajib pilih mengetahui dirinya terdaftar, maka itu salah satu wujud memotivasi warga untuk berpartisipasi dalam menyalurkan hak pilihnya di Pilkada 27 Maret mendatang. Apalagi, Wakatobi sebagai daerah transit, memberi kontribusi terhadap arus masuk

dan keluar warga Wakatobi, jangan sampai warga yang sementara keluar tidak terdaftar, saat kembali lagi di Wakatobi begitu memasuki masa pemilihan. Termasuk, warga Wakatobi yang sementara menempuh pendidikan di luar daerah, dimaksimalkan untuk didata, karena mereka juga warga Wakatobi yang mempunyai hak pilih, seperti warga Wakatobi secara umum.(cr1)

Hasan Mbou Berniat Jadi Bupati Buton Kendari, KP Setelah gagal jadi calon Bupati di Bombana, Hasan Mbou tak patah arang. Ketua Partai Patriot Sultra ini membidik Pilkada Buton sebagai arena pertarungan politiknya. Ia mengakui rencananya untuk maju dengan alasan semangat menjadi bupati, masih mengakar di hatinya. Menurut anggota DPRD Sultra Dapil Buton itu, kesiapannya maju sudah bulat. Semua atribut yang diperlukan dalam kampanye sudah ia siapkan. “Saya sudah cetak kalender 15 ribu, baliho dan kartu nama 25 ribu. Atribut sudah siap. Semua partai politik yang belum digunakan calon lain akan kita ajak bergabung,” kata Hasan Mbou, kemarin. Ia lalu menyebut PPP dan

PKS sebagai partai yang sudah ia lobi untuk diajak kerja sama. Hasan Mbou memastikan, meski ia dekat dengan pengurus partai itu di level propinsi, ia tetap akan membicarakan niatnya tersebut dengan pimpinan DPC di level kabupaten, supaya tidak merasa dilangkahi. “PPRN yang punya 2 kursi di dewan termasuk Hanura juga sudah saya hubungi,” katanya, kemarin. Ketua DPW Patriot Sultra itu, mengatakan, dia akan maju sebagai calon Bupati Buton. Jabatan itu, sudah jadi impiannya sejak lama. Karenanya, kalau dari hasil komunikasi dengan partai pemilik kursi di DPRD Buton, diputuskan dia hanya cocok di posisi 02, pria yang identik dengan kacamata dan kumis tebal itu, lebih baik

mundur dari pencalonan. Hasan Mbou ternyata sudah punya pilihan soal calon wakilnya nanti. Dia telah memilih Buton Ahmad sebagai wakilnya di Pilkada Buton. “Beberapa bulan lalu, saya sudah adakan pembicaran politik dengan Buton Ahmad untuk jadi pasangan saya. Seat di DPRD Buton akan saya rangkul, termasuk partai non seat,” tandasnya. PPP Tunggu DPC Dilantik Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang punya kursi 2 di DPRD Buton, rupanya belum berpikir serius soal siapa calon mereka di Pilkada Buton. “Sampai hari ini belum ada yang final. Mungkin faktor pertama, karena kepengurusan baru musyawarah. Secara kepengurusan belum ada SK,” kata Wakil Ketua

DPW PPP bidang politik dan otonomi daerah, Abd Rasyid Sawal, kemarin. Lalu siapa yang akan maju sebagai calon dari PPP? pria bertubuh subur itu, lagi-lagi mengatakan, belum ada calon. Hanya informasi lisan dari DPC, sudah ada beberapa calon yang menawarkan diri maju lewat pintu partai berlambang ka’bah itu. Bahkan, dari kader sendiri sudah ada. Siapa dia, anggota DPRD Sultra itu, tidak menjawab. “Komunikasi informal sudah ada dengan para calon, yang tahu DPC. Sampai hari ini kita belum tetapkan, kader atau dari luar yang diusung. Saya tidak bisa tebak siapa kader yang akan maju. Yang pasti kader cukup banyak. Tapi harus ada analisa,” jelasnya.(dri)

Kendari, KP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terlihat amat serius membenahi internal organisasinya. Ancaman recall bagi pengurus yang tidak bekerja efektif dan hanya melemahkan partai rupanya serius akan dilaksanakan. Sebagai langkah awal, sejak kemarin, Ketua DPC Gerindra se Sultra termasuk anggota DPRD dipanggil ke Kendari oleh Gerindra Sultra untuk mendengarkan arahan-arahan soal organisasi dari Ketua Gerindra, Yani Muluk. Mereka diberikan penjelasan soal rencana dan agenda Gerindra seperti yang dibahas di Rakernas, tiga hari lalu di Jakarta. Tidak hanya itu, ketua-ketua Gerindra di daerah itu diberikan ketegasan sikap, apakah masih serius membesarkan partai atau tidak. “Kalau masih mau sama-sama,

Yani Muluk mari kita kerja dari sekarang. Pemilu 2014 adalah tantangan besar bagi Gerindra,” kata Yani Muluk, Ketua Gerindra Sultra semalam. Selain itu, Yani juga menyampaikan kepada semua Ketua DPC yang hadir untuk melakukan evaluasi terhadap pengurus yang ada. Mereka yang dianggap sudah tidak layak lagi dan kinerjanya tidak serius di partai, harus segera diganti. “Saya sampaikan, kalau ada yang mau jadi ang-

Pergantian Ketua DPRD Muna Hak Mutlak Golkar Kendari, KP Di Muna, konstalasi politiknya sejak dulu terkenal cukup panas. Ada-ada saja yang dijadikan isu politik di daerah itu termasuk yang sebenarnya adalah urusan internal partai. Lihat saja ketika Partai Golkar Muna memutuskan mengganti Hj Wa Ode Zainab Hibi sebagai Ketua DPRD Muna dan menunjuk Uking Djasa sebagai pengganti, ada juga orang diluar Golkar yang protes dan ikutikut sewot. “Heran juga kita di Raha ini, biar urusannya Golkar, ada juga orang di luar Golkar yang uring-uringan, padahal mengganti kader di parlemen itu kewenangan mutlak partai tentu dengan sudah melewati mekanisme yang ada,” kata Wakil Ketua DPD Golkar Muna, Muh Ridwan, semalam lewat surat elektronik yang dikirimnya kepada Kendari Pos. Menurut Ridwan, masalah itu tidak usah dipolemikan lagi apalagi oleh orang luar Golkar karena pergantian itu merupakan kebutuhan Partai Golkar yang dituangkan dalam sebuah keputusan partai. “Jadi tolong, jangan dipolemikan oleh orang di luar Partai Golkar karena hal itu adalah urusan rumah tangga Golkar,” katanya yang ia kembali perkuat semalam lewat telepon seluler. Ridwan mengakui, DPRD adalah milik publik Muna, tapi Ketua DPRD dan anggota fraksi yang berasal dari Partai Golkar adalah hak mutlak par-

tai Golkar yang diatur dalam AD/ART serta peraturan organisasi Partai Golkar sebagaimana aturan main partai lain, jadi janganlah menghasut kader Golkar karena yang rugi kader itu sendiri. “Kalau kader itu sendiri terhasut dan benar–benar mau coba melakukan perlawanan terhadap keputusan partai, itu adalah hak pribadi tapi sesama kader partai Golkar perlu saya ingatkan bahwa perlawanan seorang kader secara langsung maupun tidak langsung adalah pembangkangan terhadap partai dan itu merupakan pelanggaran peraturan organisasi partai Golkar Nomor PO-01/ DPP/GOLKAR/XII/2005 BAB II tentang disiplin organisasi pasal 3 point B dan D, ancamannya pencabutan keanggotaan,” katanya. “Ini bukan menakut–nakuti, tapi ini aturan yang berlaku di Partai Golkar. Jadi saya harapkan pada teman–teman dan saudara–saudara saya untuk tidak usahlah berkomentar atas sesuatu yang tidak dimengerti karena publik Muna lebih tahu akar masalah dan realita yang sebenarnya,” tegas Ridwan yang mengaku dimandat partai untuk menyampaikan ini. Selain bicara soal Golkar, Ridwan juga sedikit menyoroti kinerja pemerintahan saat ini khususnya terkait soal rekonsiliasi yang dijadikan target pemerintahan H. LM. Baharuddin dan Malik Ditu. Menurut Ridwan, rekonsiliasi yang ada

sekarang ini sudah melenceng dari “kodratnya”. Saat ini sepertinya adalah rekonsiliasi kepentingan bukan penyatuan seluruh masyarakat Kabupaten Muna. Padahal, kata dia, rekonsiliasi yang diharapkan adalah penyatuan seluruh masyarakat Muna tanpa melihat latar belakang suku, budaya, agama, ras, pendukung atau bukan pendukung. Inilah sebenarnya yang diharapkan masyarakat Muna saat ini. “Mereka yang bicara soal rekonsiliasi, tolong pahami ini baikbaik,” katanya. Soal devisit anggaran di Muna saat ini hingga kemudian Pemkab Muna berutang pada pihak ketiga kurang lebih 40 Milyar, harus diakui bahwa itu adalah warisan dimasa pemerintahan Ridwan BAE dalam era kepemimpinannya selama 10 tahun tapi semua itu dapat dilihat dalam wujud nyata pembangunan yang merubah Muna secara drastis. “Utang itu harus diselesaikan Pemkab karena utang itu terwujud dalam pembangunan bukan masuk di kantong pribadi pejabat sebelumnya. Saya sepakat pengusutan dugaan korupsi berjamaah yang melibatkan 22 saksi harus sama–sama kita dorong untuk dituntaskan supaya jelas siapa yang salah dan siapa yang benar, termasuk temuan Inspektorat Muna tahun 2008 di Dinas Kesehatan soal Alkes dan pengadaan obat–obatan fiktif,” tukasnya.(abi)

Tiga Cawali Dekati Hanura Kendari, KP Partai-partai yang memiliki kursi di DPRD Kota Kendari apalagi dengan jumlah yang besar dipastikan jadi rebutan para kandidat calon Wali Kota Kendari periode 2012-2017. Partai Hanura dengan komposisi empat kursi di dewan kota membuktikan itu. T iga bakal calon wali kota diklaim sudah mulai melakukan komunikasi dengan partai besutan Wiranto itu. Mereka adalah Ir Asrun, wali kota incumbent, Tony Herbiansyah yang kini jadi Kepala BKD Sultra dan Thamrin Patoro, Pj Bupati Konawe Utara. Klaim soal ini disampaikan Sekretaris DPD Hanura Sultra, Slamet Durasim, beberapa hari lalu. Ketiganya, kata Slamet sudah melakukan pembicaraan dengan partainya. Toh meski dilirik dengan

Slamet Durasim tiga tokoh tersebut, Hanura belum menentukan siapa yang bakal didukung. Hanura terang Slamet, akan tetap melakukan penjaringan bakal calon sesuai mekanisme partai. “Kita akan lakukan penjaringan sekitar

Juni atau Juli. Belum ada kepastian calon yang didukung,” terangnya. Hanura juga tidak menutup kemungkinan mendorong calon internalnya untuk bertarung. Saat ini nama Ketua DPC Hanura Kendari Muh. Yahya sudah santer disebut maju di Pilwali. Namun akan diusung atau tidak lewat Hanura, semuanya dikembalikan ke atensi publik yang terjaring di survey partai nantinya. “Saya kira semua partai sama, ingin maju untuk menang. kalau memang masyarakat memberikan perhatian pada pencalonan Pak Yahya, kita akan usung. Tapi kalau elektabilitasnya tidak mendukung, kita realistis saja, yang penting calon lain juga berkomitmen membesarkan partai ini,” tandasnya.(ema)


kendari pos edisi 20 januari 2011