Page 1

Selasa, 20 Desember 2011

Tahun XVI Edisi 38-Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Oknum Polisi Itu Benar-benar Tak Manusiawi Kendari, KP Ade Candra kini terbaring di RS Bhayangkara Kendari. Mukanya masih terlihat lebam-lebam. Bibirnya membiru di beberapa tempat. Masih terlihat bengkak. Batang hidungnya juga masih terlihat bengkak. Di bagian kening hingga hidung terlihat membiru, menutupi bekas luka. Betis hingga telapak di kedua kakinya juga masih terlihat bekas-beka luka, sebagian seperti luka akibat terbakar. Yang parah, kedua tangannya diperban, tangan kanannya patah. Setiap orang melihat, spontan memberi komentar: orang yang menganiaya anak ini benar-benar sadis. Dan memang, itulah yang dialami oleh Ade Chandra, siswa kelas 3 SMP di Konawe. Jangan salah. Orang yang menganiaya Ade Chandra ini ternyata seorang anggota polisi. Dia oknum polisi berinisial R berpangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu). Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Moch Fahrurrozi menjelaskan, Briptu R melakuSUWARJONO/KP

Baca OKNUM di Hal. 7

Ade Chandra saat mendapatkan perawatan di RS Bhayakara, Kendari.

Nasruan Mutasi

La Ode Ida :

Sekali Transfer, 66 Pejabat Anggota DPR Terima Miliaran Rupiah Semakin Kuat Mengayuh Sepeda Hampir semua pakar menyatakan bahwa kedelai adalah bahan makanan bergizi tinggi. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang telah berusia

Baca SEPEDA di Hal. 2

SELEBRITI

Tertipu Rp 1,5 M PEDANGDUT ini nampaknya tak berbakat untuk berbisnis. Kembali, Annisa harus berurusan dengan banyak orang yang telah mempercayakan sejumlah uang kepadanya. Menurut Annisa, dirinya diajak seorang teman untuk berbisnis investasi. Namun dari beberapa bisnis investasi yang dia jalankan, kali ini rupanya ada yang tidak beres. Alhasil, keuntungan yang seharusnya diterima tidak kunjung datang. "Aku diajak teman. Di antara bisnis investasiku semuanya benar. Tapi yang ini nggak beres. Dalam hitungan hari dia sudah mengeruk uang dan kabur jadi aku pikir ini penipuan dengan berkedok investasi," ujar Anissa. "Karena aku sering. Aku suka main investasi seperti ini. Dan itu benar. Tapi kali ini aja yang nggak. Itu aku dikenalkan sama teman dan tanggal 2 November sudah mulai. Awalnya lancar tapi pas tanggal 16 eh malah

Baca TERTIPU di Hal. 7

Annisa Bahar

Jaklarta, KP Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), La Ode Ida mengatakan praktek mafia anggaran di DPR adalah fakta. Kesimpulan itu diperoleh setelah membuka Pos Pengaduan Mafia Anggaran (P2MA). Bukan hanya sejumlah nama anggota DPR yang dilaporkan, tapi bukti-bukti tranfer uang juga diterimanya. “Saya tidak mau menyebut nama, tapi sejumlah nama dan laporan lengkapnya ada. Ada bukti transfernya yang disampaikan kepada kami. Ini adalah fakta yang tidak terelakkan. Jangan lagi dibantah bahwa tidak ada permainan mafia anggaran di DPR,” kata La Ode Ida pada diskusi di Jakarta, Kemarin. P2MA yang dibentuk La Ode Ida bersama dengan Zainal Bintang, politisi senior Partai Golkar hingga saat ini masih dibuka. Sejauh ini kata dia, sudah ada 20 daerah yang menyampaikan laporan. Namun sebagian laporan ini tidak dilampirkan dengan bukti karena takut menjadi saksi. “Itu jadi soal karena tidak ada

Pasarwajo, KP Pergeseran jabatan di Kabupaten Buton bergerak lagi. Untuk kali kedua, Bupati Buton, H Nasruan SH merombak kabinetnya. Sebanyak 66 orang pejabat eselon II, III dan IV dimutasi dan dipromosi untuk menduduki sejumlah jabatan penting. Pelantikan 18 pejabat eselon II, 35 eselon III dan 13 eselon IV itu berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton di Pasarwajo, kemarin (19/12). Pejabat eselon II yang dilantik antara lain H. La Ode Darmin, SH MSi (Kepala Badan Kominfo PDE Arsip dan Perpustakaan) dilantik

sebagai Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Drs La Ode Rahman MSi (Kadis Perindustrian dan Perdagangan) dilantik sebagai Kepala Badan Kominfo PDE, Arsip dan Perpustakaan, Tasrim S Pd dilantik sebagai Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Drs. Abdul Hakim, MS (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan) dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah, Drs Steldin (Staf Ahli) dilantik sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.

Baca MUTASI di Hal. 2

Komisi III Yakini Video Penggal 7 Kepala Manusia Betul MUHAMAD ALI/JAWAPOS

Hasyim Muzadi dan La Ode Ida saat menghadiri refleksi akhir tahun tokoh agama, Senin (19/12) di PP Muhammadiyah. yang mau jadi saksi. Saksi dari dalam tidak pernah diakui di Indonesia, justru akan menjadi korban, sehingga praktek mafia anggaran atau korupsi sulit terbongkar,” katanya. Senator dari Sulawesi Tengga-

ra (Sultra) ini menyebutkan dalam proses transaksi, anggota DPR menerima dana miliaran. Dan terendah Rp 800 juta sekali transfer ke rekeningnya. “Bay-

Baca TRANSFER di Hal. 7

Jakarta, KP Anggota Tim Komisi III DPR, Taslim yang melakukan kunjungan kerja ke Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan berkeyakinan bahwa pemenggalan 7 kepala manusia memang pernah terjadi di Desa Sodong dalam bulan April 2011. "Tim sudah ke Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan bertemu dengan masyarakat dan pejabat

setempat. Intinya mereka semua membenarkan bahwa pemenggalan 7 kepala manusia di situ memang terjadi dan khusus tayangan video pemenggalan kepala itu mengandung kebenaran," tegas Taslim, saat dihubungi, di Jakarta, Senin (19/12). Dengan adanya informasi langsung dari masyarakat persis di lokasi kejadian tersebut lanjutnya, maka Komisi III DPR dalam

Baca VIDEO di Hal. 2

Menikmati Panorama Marine Education Park Bintang Samudra di Soropia

Berharap Jadi Tempat Wisata Internasional Marine Education Park Bintang Samudra, sebuah tempat wisata baru di Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Lokasinya merupakan tempat wisata edukasi laut. Tempat tersebut merupakan wahana pembelajaran bagi mahasiswa dan pelajar. Beberapa turis mancanegara sudah berkunjung. Seperti apa bentuk pengelolaannya?

Sulis Setiarini MENUJU Bintang Samudra, tidaklah terlalu sulit. Dari perempatan Pantai Toronipa, belok simpang kiri. Dari perempatan tersebut sekitar lima kilometer, melewati jalan beraspal. Di Pintu masuk lokasi tertera papan nama, pusat diving, snorkling

Baca WISATA di Hal. 7

SULIS SETYARINI/KP

Marine Education Park sekaligus obyek wisata yang terletak di Soropia, Konawe (gambar kiri). DR Baru Sadaru, ahli terumbu karang Indonesia memegang terumbu karang hasil temuannya.

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


2

Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

Kasus Mesuji akan Dibawa ke Pengadilan Internasional

Bupati Buton Rolling 66 Pejabat Mutasi ...................... Selanjutnya Rajlun SH (Kadis Pertambangan dan Energi) dilantik sebagai Kepala Inspektorat, Ir. Abdul Mansur Amila M.Pp (Sekretaris Badan lingkungan Hidup) di promosi sebagai Kadis PU, Ir Edi Sunarno dilantik menjadi Kadis Pertambangan dan Energi, serta Drs. La Ode Mustari MSi dilantik sebagai Sekretaris DPRD. Sementara itu untuk pejabat Eselon III yang dilantik diantaranya Nurlaila dilantik sebagai Kepala Kantor Penghubung Kabupaten Buton, Taufik Tombuli, S.Pd dilantik sebagai Kabag Humas dan Protokol, Drs.Hasan Bakry (Kabag Kesra) dilantik sebagai Kabag Perekonomian dan SDA, La Ode Kamaluddin dilantik sebagai Kabag Kesra, Drs Muhidin Mahmud dilantik menjadi Kabag Umum Sekretariat DPRD. Sedangkan La Pulo SH dilantik sebagai Camat Sampolawa, La Ode Safiu, SE diangkat sebagai Camat Gu, Safaruddin SH dilantik menjadi Sekretaris Inspektorat, Dra Wa Aena di-

lantik sebagai Sekretaris Dinas Kehutanan, Ir. La Ode Baharuddin dilantik sebagai Kepala Bidang perencanaan Dinas Perhubungan. Di jajaran eselon III lainnya yang dilantik yakni H. La Angga SPd MSi diangkat sebagai Inspektur Pembantu I Inspektorat, Mahmuddin SE dilantik sebagai Kepada Bidang Pengairan Dinas PU, Muh Rajulan ST MSi diangkat sebagai Sekretaris Dinas PU, Eli Muhammad Nur SP MSi dilantik sebagai Kabid Survey Dinas PU, DR La Renda dilantik sebagai Sekretaris Badan Lingkungan Hidup, Ir Sudirman diangkat sebagai Sekretaris BP5K, Ir Muh Ridha Sidin dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pertanian, Rasmin SPi MMA diangkat sebagai Sekteraris Dinas Kelautan dan Perikanan, Muh Mas’ad SE MSi dilantik sebagai Kabid penanaman Modal BAPPEDA, La Ode Muhammad Jabal SPT dilantik sebagai Kabid Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan, Hasrun diangkat sebagai Kabid Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan. Drs La Naji dilantik menjadi Kabid Perencanaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah-

raga, Drs Harmin, MM dilantik sebgai Kabid Pendidikan Pra Sekolah dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga. Dalam sambutannya Bupati Buton, H. Nasruan SH mengatakan pelantikan pejabat struktural merupakan hal yang biasa karena setiap saat dapat dilakukan. Pelantikan dan mutasi jabatan merupakan pemenuhan aspek-aspek pemerintahan. Mutasi jabatan juga dimaksudkan sebagai upaya penyegaran pejabat struktural dalam suatu lembaga dan merupakan wahana dalam meningkatkan kinerja aparat. “Bila suatu pekerjaan dilaksanakan secara monoton dan terus-menerus dalam kurun waktu yang lama, dapat saja menimbulkan kejenuhan dan kebosanan, sehingga mutasi dipandang sebagai kebutuhan dalam organisasi,” ujarnya. Mantan Asisten I Provinsi Sultra itu, juga berharap agar pejabat yang baru dilantik semakin meningkatkan disiplin dan etos kerja, serta mampu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat. Sebagai pimpinan suatu unit kerja diperlukan semangat, mental dan kesadaran yang tinggi dalam mengabdi. Kepada para pejabat yang baru dilantik diharapkan agar dapat berbuat jujur dan amanah, serta mampu mempelajari bidang tugas dan jabatannya yang baru. Terobosan pemikiran, serta kemampuan mengelolah informasi sebelum menjadi sebuah produk kegiatan maupun kebijaksanaan pemerintah adalah prasyarat bagi keberhasilan tugas-tugas para pejabat. Disamping itu juga, tentu membutuhkan kemampuan memimpin, membangkitkan motivasi bawahan, serta kemampuan membangun team kerja yang solid dan padu adalah tantangan dalam menghadapi era reformasi dan globalisasi dewasa ini.(p1/p2/ong)

Video ........................ kesempatan pertama usai reses akan memanggil gubernur, bupati dan kepolisian setempat ke DPR. "Pemanggilan serupa juga akan dilakukan terhadap penanggung jawab PT SWA di desa Sodong, Mesuji Sumatera Selatan karena tindakan sadis pemenggalan kepala itu terjadi di atas lahan PT SWA,"

tegas politisi Partai PAN itu. Pemanggilan terhadap para pihak, menurut Taslim, tidak perlu harus menunggu Panitia Kerja (Panja) DPR kasus Mesuji terbentuk. "Proses pemanggilan oleh Komisi III DPR akan terus jalan tanpa harus menunggu Panja terbentuk," pungkasnya. Sementara itu, budayawan dan tokoh Betawi, Ridwan Saidi menilai, kasus penggusuran lahan yang

berujung pembantain warga di Mesuji, Lampung dan Sungai Sodong, Sumatera Selatan, merupakan kejahatan kemanusian yang cukup besar. Karenanya, dia mendesak kasus ini dibawa ke Pengadilan Internasional. "Saya minta kasus kejahatan kemanusiaan dan Etnic Cleansing yang dilakukan pemerintah Indonesia dibawa ke International Court," kata Ridwan. (kyd)

Rumah Sewaan Nunun, Fasilitas Lengkap, Per Bulan Rp 10,5 Juta Rumah ...................... Jawa Pos, rumah yang ditempati Nunun memang layak digunakan sebagai persembuyian. Sebab, letaknya di sudut jalan buntu. Tak hanya itu, suasana perumahan tersebut sangat sunyi. Siang kemarin tak ada aktivitas yang tampak dari rumah tetanggatetangga depan dan sebelah rumah yang ditempati Nunun. “Di sini memang sunyi,” ujar petugas yang sudah berjaga di depan rumah tersebut atas perintah rekannya di pos penjagaan. Petugas itu lalu mengatakan bahwa rumah tersebut sudah tidak berpenghuni beberapa hari lalu. Namun, dia tidak mengetahui ke mana para penghuninya. Berdasar pantauan Jawa Pos, kondisi ruangan di dalam rumah tersebut sangat bersih. Kaca-kaca jendela di lantai 1 dan 2 juga tampak tidak berdebu. Yang tampak sangat bedebu dan kusam adalah bagian teras rumah tersebut. Dua kursi dan sebuah meja besi tidak tertata beraturan di teras luar. Catnya mulai mengelupas. Selain itu, sebuah kursi goyang dan meja yang terbuat dari kayu yang berada pas di depan pintu

Sepeda ...................... lanjut, melainkan juga yang mudamuda atau anak-anak. Majalah Healthy Life Edisi 10, Oktober 2007, memuat

utama juga terlihat kusam seperti tak terawat. Sekuriti itu mengatakan bahwa tidak pernah ada aktivitas mencolok di rumah tersebut. Seingat dia, orang-orang di rumah tersebut hanya keluar dengan menggunakan mobil. “Tapi, saya tidak hafal apa mobilnya. Tugas saya luas dan selalu bergantian,” katanya saat ditanya apa jenis mobil yang biasa keluar masuk rumah itu. Begitu pula saat ditanya apakah pernah melihat seorang perempuan berkerudung keluar rumah, dia mengatakan tidak pernah melihat. Jawa Pos berusaha meminta izin masuk rumah tersebut. Tapi, seorang staf petugas di sana tidak bisa mengabulkan lantaran harus seizin pemilik rumah. Kun Nan, manajer kantor perumahan, menuturkan bahwa rumah tersebut memang disewakan. Lantas, dia menjelaskan bahwa tarif sewa rumah itu THB 35 ribu per bulan atau setara dengan Rp 10.500.000 per bulan. Dia menerangkan, rumah tersebut terdiri atas tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi. Bagi seorang pelarian seperti Nunun, rumah tersebut termasuk rumah yang mewah. Selain dengan fasilitas mewah, di dalam rumah itu terdapat perabotan lengkap. Apal-

berita sebagai berikut. “Kedelai merupakan bahan pangan yang kaya akan isoflavon, seperti ganestein, daidzen, formanetin, dan biochanin A. Tak heran kedelai telah diteliti banyak ahli

agi, Nan mengatakan bahwa perabot di dalam merupakan perabotperabotan mewah. Belum lagi fasilitas perumahan yang memanjakan para penghuninya. Misalnya, kolam renang, fitness center, ruang pertemuan, dan lainnya. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni juga tidak perlu bersusah-susah. Pasalnya, perumahan tersebut berada di pinggir jalan utama dan di sana berjejer ruko-ruko yang menjual segala macam kebutuhan. Mungkin dalam benak seorang buron, hal yang paling penting dalam memilih tempat bersembunyi adalah akses untuk melarikan diri. Ya, mungkin itu menjadi salah satu alasan pihak Nunun memilih rumah tersebut. Pasalnya, ada akses dari perumahan tersebut menuju Bandara Internasional Suvarnabhumi. Begitu keluar perumahan, sekitar satu kilometer adalah gerbang tol. “Kalau tidak macet, perjalanan hanya memerlukan waktu 15 menit,” kata Nan. Namun, saat ditanya apakah dirinya mengetahui ada penghuni bernama Nunun Nurbaeti, dia mengatakan tidak. Tentang adanya penangkapan di rumah itu pada Rabu pagi, Nan juga tidak mengetahui.(kum)

di berbagai negara. Tengoklah tulisan Wisnu Adi Yulianto, seorang dosen Teknologi Pangan dari Universitas Wangsa Manggala, Yogyakarta, di Harian Kompas tanggal 28 Oktober tahun 2004 silam. Mengutip berbagai laporan ilmiah, Wisnu mengungkapkan bahwa kedelai bermanfaat untuk mencegah kanker payudara, mencegah osteoporosis, menurunkan kolesterol jahat, mengontrol diabetes, hingga perbaikan memori dan ginjal. Untuk para lelaki, isoflavon kedelai diyakini dapat membantu pencegahan kanker prostat. Tapi, tahukah Anda, manfaat yang banyak itu tampaknya sulit dicapai penduduk Indonesia? Dan mengapa? Soalnya, konsumsi kedelai masyarakat kita hanya 13,3 gram per hari”. Sebagai pembanding, penelitian fakultas kedokteran sebuah universitas terkemuka di Jakarta terhadap MDL525 (sebelum berganti nama menjadi New Mandala 525) bisa diperhatikan. Dalam penelitian itu, tim peneliti memberikan sebanyak 60 gram kedelai bubuk itu setiap hari kepada para wanita perimenopause yang jadi subjek penelitian agar kolesterol jahat di tubuh mereka bisa menurun. Ternyata memang terbukti, meskipun hasilnya, atas pertimbangan tertentu, belum bisa dipublikasikan. Dan yang menjadi permasalahan wanita perimenopause ini bukan hanya kolesterol. Asam urat, diabetes, maag, dan beberapa penyakit lainnya juga sering mengganggu mereka. Dan manfaat kedelai bubuk itu telah dibuktikan pula oleh Drs. Ratma Budi Priatna. Dosen mata kuliah Akuntansi di Kampus Politeknik Komputer Niaga LPKIA Bandung ini sejak enam bulan sebelum wawancara ini berlangsung rutin mengonsumsi New Mandala 525 dua kali dalam sehari hanya untuk menjaga vitalitas dan kebugaran tubuhnya. Menurut ayah dua anak yang sering mengayuh sepeda sejauh 30 kilimeter pulang-pergi ke kampusnya ini, dengan bantuan kedelai bubuk itu kesehatannya kini semakin baik dan kebiasaannya minum kopi menjadi berkurang. “Dulu, saya sampai tiga gelas dalam sehari minum kopi, tapi sekarang cukup satu gelas,” ujar penduduk Blok Pasi Panjang, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, ini saat ditemui di tempat kerjanya 2 Oktober 2010 lalu. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun, sebagai perintis keberadaan kedelai bubuk komersial di Indonesia, New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya nyata dan produknya diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko-toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (*)

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


Selasa, 20 Desember 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

APBD Konsel 2012 Capai Rp 674 M Kendari, KP Terget Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan untuk segera merealisasikan Penetapan APBD tahun 2012 di penghujung 2011 terwujud. Kemarin (19/12) melalui sidang paripurna DPRD dengan agenda pemandangan akhir fraksi terhadap RAPBD Konsel untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Peraturan Daerah. Sidang Paripurna yang dipimpin Irham Kalenggo S.Sos dan Djuharuddin tersebut, ke enam fraksi yang ada di DPRD Konsel memberikan persetujuan atas RAPBD untuk menjadi Perda APBD 2012. Fraksi Demokrat melalui juru bicaranya I Ketut Winarso dalam pemandangannya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah merealisasikan penyusunan APBD 2012 sesuai prinsip penyusunan APBD 2012 secara tepat waktu sesuai tahapan dan Jadwal yang telah ditetapkan Permendagri Nomor 22 Tahun 2011 tentang pedomoan penyusu-

nan APBD tahun 2012. Berdasarkan nota kesepakatan KUA PPAS yang dituangkan dalam APBD tahun 2012 yang diserahkan ke DPRD untuk selanjutnya dibahas bersama dan hasilnya dievaluasi oleh Pemprov Sultra tentang persetujuanataspenjabaranRAPBDtahun2012. “Untuknya itu Fraksi Demokrat menyampaikan menerima dan menyetujui Raperda tentang RAPBD tahun 2012 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Pemerintah tentang APBD tahun 2012 Konawe Selatan,” ujar I Ketut Winarso, kemarin. Begitu juga yang disampaikan juru bicara Fraksi Bintang Perjuangan Nasional Abdul Malik Silondae, berdasarkan UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dijelaskan APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa satu tahun anggaran terhitung 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember. Dengan dasar itu Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan telah menyerahkan RAPBD tahun 2012 di

akhir tahun 2011 untuk kemudian dibahas dan dievaluasi di Gubernur untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Perda. Ketepatan waktu penyerahan untuk seterusnya ditetapkannya ABPD tahun 2012 ini perlu mendapat apresiasi. “Untuk itu Fraksi BPN dengan ucapan Bismilahirahmaniurhim Raperda RAPBD disetujui untuk ditetapkan menjadi Perda APBD tahun 2012,”ungkapnya. Senda dengan juru Bicara Fraksi PKS Andi Mansur SS, menyetujui RAPBD untuk ditetapkan menjadi APBD tahun 2012. Dengan harapan anggaran tahun 2012 nantinya dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan berkontribusi positif terhdapa peningkatan kesejahteraan masyarakat.TermasukjuruBicaraFraksi Amanat Nasional Hasan Mangidi, juru Bicara Fraksi Golkar Haruddin dan juru Bicara Fraksi Persatuan Kebangkitan Nurani Indonesia Syarifuddin Pariwusi menyampakan persetujuan yang sama

untuk ditetapkannya RAPBD Konsel tahun 2012 menjadi Peraturan Daerah APBD Konsel tahun 2012. Bupati Konsel H Imran dalam kesempatannya mengatakan, penetapan APBD 2012 di akhir tahun 2011 ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen antara pemerintah dan DPRD. Hasil ini merupakan langka awal yang baik, untuk semakin memantapkan dan mengoptimalkan sistem perencanaan dan penganggaran daerah yang lebih efisien dan efektif. Diharapkan pula agar pelaksanaannya di tahun 2012 sesuai dengan waktu dan mekanisme perencanaan yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan. “Ditetapkannya RAPBD Konsel tahun 2012 menjadi Perda APBD Konsel 2012 hari ini adalah menjadi catatan, bahwa Pemerin-

H. Imran

Baca APBD di Hal 6

Aktivitas Aliran Khalwatiyah yang Dinilai Meresahkan Masyarakat Konawe (3- Habis)

Dianggap Menyimpang, Aktivitas Aliran Dihentikan Majelis aliran Khalwatiyah yang beraktivitas di Kelurahan Palarahi, Kecamatan Wawotobi direkomendasi dihentikan. Itu setelah MUI dan Kemenag Konawe menggelar dialog bersama pengurus majelis tersebut di Kantor Kesbangpol Konawe, beberapa waktu lalu.

Ruslan Amrullah dan Hasruddin Laumara, Konawe

Tatar (paling kanan, berpeci hitam) bersama Pengurus Majelis Khalwatiyah yang ditemui beberapa waktu lalu.

HASRUDDINLAUMARA

TERLEBIH lagi pengurus belum bisa menjelaskan secara detail substansi ajaran mere-

Baca ALIRAN di Hal 6

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


6

Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

Aliran .......................... ka. Dialog berlangsung panas dan diwarnai debat panjang. Baik majelis aliran Khalwatiyah maupun tokoh agama yang berhimpun dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Konawe, saling mengutip ayat suci Alquran dan hadist sebagai dalil pembenaran. Diakhir dialog, beberapa elemen diminta menyampaikan kesimpulannya. Tiga lembaga, MUI, Kemendag Konawe dan Kesbangpol dan Linmas Konawe memerintahkan aktivitas aliran tarikat Khalwatiyah di Kelurahan Palarahi, itu dihentikan. Alasannya, agar tidak terjadi konflik ditengah-tengah umat muslim. “Kesimpulan pertemuannya, kita sudah disampaikan ke MUI dan Kemendag Konawe bahwa untuk sementara aktivitas aliran Khalwatiyah kita hentikan dulu. Tetapi tidak berarti kegiatan umat Islam dihentikan, tapi syiarnya dihentikan sambil menunggu keputusan atas kajian yang dilakukan MUI baru kita rekomendasikan lebih lanjut,” ujar Kepala Kesbangpol dan Linmas Konawe H. Gamus dalam dialog bersama MUI Konawe, bersama jamaah aliran Khalwatiyah, Kesbangpol Konawe , Polres Konawe, TNI dan Kemendag Konawe di kantor Kesbangpol Konawe, beberapa waktu lalu. H. Gamus mengaku pertemuan tersebut tidak berhenti disitu saja. Jika diperlukan masih akan memanggil majelis aliran Khalwatiyah. “Ini dijadikan momentum untuk tidak saling menyalahkan sehingga tuduhan kita ini hanya semata-mata untuk me-

luruskan dan mengingatkan apa yang kurang pas. Sehingga dalam pelaksanaannya dilakukan dengan benar. Karena itu keamanan dan ketertiban dalam umat beragama senantiasa di pupuk, khususnya dari majelis Khawatiyah,” pinta mantan Camat Anggaberi ini. Ketua MUI Konawe, Yakub Moita mengajak jamaah aliran khalwatiyah untuk berpikir jernih. Menurutnya, sejak awal MUI tidak pernah menyatakan apa yang dilakukan adalah sesat. “Hanya saja setelah melihat informasi yang masuk dalam rujukannya ternyata banyak hal yang memerlukan penjelasan dan sampai sekarang belum bisa dijelaskan secara detail dan ini adalah prinsip. Ada penafsiran ayat yang tidak sesuai,” tukas mantan Kepala Kemendag Konawe itu. Kata dia, jika menyimak pernyataan KH Mulyan Efendi, SH Dewan Pembina Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al-Mu’tabaroh AnNahdliyyah Sultra, yang ikut dalam pertemuan tersebut bahwa yang masuk tarikat adalah yang mantap syariatnya, telah mantap pemahaman dan pengamalan syariat Islam-nya. “Kalau ada yang belajar tarikat dan belum mantap syariatnya, biasanya ditempat lain, atau sudah gila karena tidak sesuai pemikiran,” katanya. Mantan Kepala Kantor Kemendag Konawe itu menegaskan kesangsiannya atas Tarikat Tannazur An Biya’i yang dijelaskan dalam buku tersebut bahwa adalah tarikat khusus bagi ahlul bait Nabi Muhammad SAW dinegeri

Al Butuni dan Al Munajati. “Ternyata ada tarikat yang dijalankan keluarga nabi di negeri Al Butuni dan Al Munajati. Ternyata ada keluarga Rasulullah disana. Ada lagi, (dalam biografi itu) pengarang mengatakan bertemu secara rohaniah dan nyata dengan Rasulullah dua kali. Satu kali di negeri Al Butuni dan satu kali di Jakarta. Apa ini masuk akal?,” tukasnya. Yakub Moita juga mempertanyakan doktrin soal waktu shalat. Dalam tarikat Khalwatiyah dipercaya bahwa bukan waktu yang mengatur umat melainkan umatlah yang mengatur waktu (sholat,red). Begitu juga masjid (milik Khalwatiyah) yang sedang dibangun tidak boleh dilanjutkan pembangunannya. “Karena itu ada aturannya. Ada IMB, dan untuk dapat IMB harus ada rekomendasi dari Kepala Kemendag, dilihat persyaratannya. Coba berpikir. Tarikatnya tadi sudah dijelaskan secara ideal, bagus tujuannya tetapi kenyataannya dalam ajaran itu ada yang tidak sesuai,” timpal Yakub Moita. Sementara itu, Kepala Kemendag Konawe, Alihudin mengatakan berdasarkan pertimbangan dari keterangan kyai dan tokoh ulama bahwa tarikat ini terdapat penyimpangan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari masyarakat. “Hanya sayang sekali ketika kita minta dijawab hanya berbelit-belit pada keteranganketerangan dan argumen-argumen,” ujarnya. Di tempat yang sama, anggota Badan Iintelijen Negara (BIN) Sultra, Guntur mengatakan soal aliran di Indonesia sangat banyak

dan kadang-kadang meresahkan masyarakat. Contohnya, Ahmadiyah sampai sekarang ada SKB tiga menteri. “Untuk menghindari seperti itu dan untuk menjaga kondusifitas daerah, saya mohon dari komunitas tarikat untuk menjaga kondusifitas agar tidak menyiarkan lebih jauh aliran tersebut sebelum MUI dan pemkab Konawe mengambil keputusan,” tegas Guntur. Kepada tokoh masyarakat dan agama, Guntur meminta agar menjaga dan menahan diri supaya tidak terprovokasi masalah ini. Agar kasus Ahmadiyah tidak terulang dan terjadi di Sultra. MUI dan Kemendag Konawe memastikan selebaran yang dianggap “tiket” masuk surga bagi Jamaah Tarikat Khalwatiyah hanya azimat (jimat) semata. Ketika Yakub Moita meminta jemaah membaca letter dalam “tiket” itu, jemaah mengaku tidak bisa membacanya. Kepala Seksi Penerangan Kemendag Konawe, Drs Nusbah SY menegaskan ayat yang tertera dalam “tiket surga” itu, ayat panjangnya sebagian diambil dari ayat lima (kumpulan dari beberapa surat). “Itupun ada yang salah tulis. Saya sendiri sulit baca. Ternyata setelah saya baca ternyata tulisan lontar,” rincinya. Tatar, pengurus tarikat Khalwatiyah membantah tiket masuk surga itu. Kata dia, tidak ada yang namanya tiket masuk surga. “Tidak pernah kami diajarkan dan tidak ada. Dan tidak ada (waktu) sholat kita yang atur. Itu fitnah,’jelasnya. Pengurus lainnya, Iwan Djamhir, S.Pdi berlaku sama. Ia pertan-

“Selisih antara belanja tidak langsung dan langsung adalah Rp 3,5 miliar. Meskipun secara normatif, besarannya lebih besar belanja tidak langsung, tetapi dalam implementasinya belanja langsung lebih besar dari pada belanja tidak langsung. Ini disebabkan terdapat beberapa komponen pembiayaan yang sebenarnya langsung dialokasikan untuk kepentingan publik, seperti sharing PNPM, Rp 5 miliar, ADD Rp 29 miliar,”terangnya. Suami Hj Suryani ini menambahkan APBD tahun 2012 secara implementatif dan alokatif, ditu-

jukan untuk pencapaian beberapa agenda penting pembangunan baik secara makro maupun mikro. Secara makro pembangunan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 15,64 persen, PDRB Perkapita atas dasar harga berlaku mencapai 3,91 dolar perhari dan untuk menurunkan tingkat kemiskinan pada angka 13 persen. “Untuk pembangunan secara makro diarahkan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan yang tersebar dalam Satuan Kerja Pemerintah Daerah untuk mencapai dan melaksanakan Visi

Kabupaten Minapolitan,” terangnya. Bupati periode kedua itu menambahkan, terakait penetapan APBD tahun 2012 ini diminta kepada seluruh jajaran pemerintah Daerah agar mengelola APBD secara lebih cermat, hati-hati, transparan dan akuntabel. “Kebocoran anggaran tidak boleh terjadi, setiap rupiah dibelanjakan, harus digunakan untuk kegiatan dan program yang benar-benar produktif dan mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” tandasnya. (era)

yakan siapa penyebar fitnah itu. Kata dia tidak ada ajaran seperti itu dalam tarikat Khalwatiyah. “Foto guru dipasang ditempat sholat saya minta tunjukkan siapa yang menyampaikan hal itu. Tidak ada itu. Begitu juga soal dua buku panduan. Kedua buku ini tidak pernah kami praktekkan. Setahu saya yang dikatakan sesat apabila keluar dari lima rukun Islam,” bantah Iwan Djamhir. Iwan juga meminta MUI dan tokoh agama menunjukkan pelaku fitnah yang menyebarkan ada tiket masuk sura seharga Rp 200 ribu. Iwan membantah adanya soal mereka memisahkan diri umat muslim lain ketika sholat dengan mendirikan mesjid sendiri. “Memang ada pondasi untuk mesjid. Apa kami salah membuat mesjid. Lalu bagaimana dengan tokoh masyarakat kita Abd Razak Porosi (mantan Bupati Konawe,red) yang membangun Masjid Bairrazak Nur Aminah di Abuki dan Wuata Saranani (mantan Camat Pondidaha) di Pondidaha,” beber Iwan ketika Alihudin menanyakan eksistensi mesjid mereka yang sedang dibangun. Ketika ditemui kembali, Kepala Kan-

tor Kemendag Konawe, Drs. H. Alihudin, MA Alihuddin menegaskan untuk sementara aktifitas tarikat Khalwatiyah dihentikan sesuai instruksi Bupati Konawe, Lukman Abunawas. Termasuk kegiatan dzikirnya. “Karena untuk didaerah ini belum tepat tarikat itu dikembangkan. Kalau didaerah lain kan kita tidak tahu. Untuk skop kabupaten ini cukup meresahkan. Ya, meresahkan, karena kalau banyak yang melapor begini berarti meresahkan,” ujar Alihuddin saat ditemui akhir pekan lalu . Dia menambahkan dalam waktu dekat akan keluar keputusan terkait eksistensi tarikat khalwatiyah. Saat ini sedang dalam proses pengkajian MUI Konawe. Setelah keluar itu MUI akan mengeluarkan fatwa. Yang jelas kajian MUI nanti tidak bertetangan dengan MUI Provinsi. Nantinya, fatwa MUI itu jadi payung hukumnya kemendag terkait eksistensi tarikat Khalwatiyah. “Saat ini belum ada fatwa MUI. Masih dalam proses pengkajian. Yang ada sekarang adalah penghentian kegiatan,” tukasnya. (***)

APBD .......................... tah Kabupaten Konawe Selatan dan DPRD-nya yang pertama menetapkan APBD tahun 2012 dari seluruh Kabupaten Kota, termasuk Sultra,” kata H Imran dihadapan seluruh anggota DPRD dan kepala SKPD lingkup Pemkab Konsel kemarin. Disebutkan APBD Konsel 2012 tersebut itu sebesar Rp 674,9 miliar yang bersumber dari PAD, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sementara untuk besaran Belanja untuk membiayai berlanja tidak langsung dan belanja langsung mencapai Rp 678,4 miliar.

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


7

Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

Main Hakim Sendiri, Oknum Polisi Dianggap Sadis La Ode Ida : Mafia Anggaran Fakta Oknum ...................... kan penganiayaan itu karena mendengar keterangan dari istrinya bahwa anaknya yang masih balita, berusia 4 tahun, akan dicabuli oleh Ade Chandra. Hanya informasi itu yang menyebabkan Briptu R menyikda Ade Chandra yang menurut keluarga Ade Chandra benar-benar tak manusiawi. “Terlepas dari benar tidaknya Ade Chandra akan melakukan pencabulan, kenapa harus main hakim sendiri? Adik kami (Ade Chandra) merawat anak Briptu R itu sejak usia 8 bulan dan sekarang sudah berusia 4 tahun. Dia kencing dikasi cebok, dia (maaf) berak dikasi cebok. Kenapa tidak dilaporkan sejak usia 8 bulan jika kasi cebok bayi itu merupakan pencabulan?” begitu pertanyaan salah seorang keluarga korban. Peristiwa sadis itu terjadi pada Sabtu (17/12) sekitar pukul 09.00 Wita. Siang kemarin, Ade Candra hanya bisa berbicara pelan, itupun harus dipaksa. Tubuhnya tak bergerak sama sekali karena mengalami sakit di tulang rusuknya. Di kedua tangannya terlihat dua perban. Ade menceritakan kejadian yang dialaminya. Anak usia 15 tahun ini, begitu polos menceritakan kesadisan mantan “tuannya” yang tercatat sebagai anggota polisi. “Saya selalu memandikan dan mera-

wat (anak Briptu R) sejak usia bayi. Saya merawat sejak usia delapan bulan anak itu jadi seperti adik saya sendiri karena buang air (kecil-besar) sudah tidak ada lagi rasa jijik. Saat kejadian, anak itu dia buang air kecil dan saya spontan mengantikan celananya. Saat mengganti popok tersebutlah ibu (istri Briptu R) Yanti muncul karena mendengar anaknya menanggis. Dia menangis karena saya paksa agar anak itu tidak gatal dan hal itu sering saya lakukan tapi saya tidak ada hasrat untuk mencabuli. Demi Allah,” tutur Ade. Usai melafalkan “Demi Allah”, Ade menanggis. Saat menangis itu, Yanti mengancam akan melemparkan botol kepadanya. Karena takut, Ade Chandra menghindar dan lari ke sawah. Ketakutan makin jadi setalah mendengar informasi jika Briptu R mencari-cari dirinya. Saat itu tanpa berpikir Ade lari hingga ke sebuah ladang padi (sawah). Rupanya, persembunyian Ade diketahui oleh Briptu R dan saat itulah pukulan dan tendangan dengan menggunakan sepatu menghujani tubuh dan mukanya. Rupanya, Briptu R tidak sendiri melakukan penganiayaan melainkan dengan seorang lelaki yang tidak dikenali Ade. Belum puas Briptu R melampiaskan amarah kepada Ade, pukulan bertubi-tubi dilakukan lagi olehnya. Namun

bukan di sawah melainkan di rumah sang oknum polisi. “Saya ditarik seperti binatang dari sawah ke rumahnya (Briptu R, red),” terangnya. Di rumah, Briptu R telah mempersiapkan alat pemukul lainnya. Terbukti, ada sebuah balok yang sudah dirancang dan ditancapkan beberapa paku besi. Belum puas menyiksa Ade dengan kayu hingga patah, Ade pun diberikan pukulan lagi dengan kayu basah. Nah saat itulah Ade berusaha menangkis pukulan kedua dengan kayu berbeda. Rupanya tangkisan itu membuat tangannya mengalami patah tebu. Belum juga puas menyiksa, Briptu R mengikat Ade dengan tali dan kemudian dipaksa meminum air got bercampur air garam secara berulangulang. Setelah minum ari got, Ade disiram dengan air cabai (lombok) ke seluruh tubuhnya. “Saya beberapakali pingsan saat kejadian. Dalam keadaan pingsan, saya (sadar) merasa diri berada di dalam mobil rupanya saat itu om R (Briptu R, red) membawa saya ke Polres Konawe,” terang Ade. Dalam kondisi telanjang bulat tubuhnya dijemur di terik matahari beralaskan bak mobil yang terbuat dari besi. Nah dari situlah beberapa luka bakar kecil nampak di tubuh Ade saat ini. Neng, keluarga dekat Ade meminta agar polisi tidak tebang pilih dalam menye-

lesaikan kasus ini. “Seharusnya jika adik saya melakukan pencabulan maka laporkanlah ke pihak Kepolisian, jangan disiksa seperti binatang. Kenapa jasa adik saya yang telah merawat anaknya dibalas dengan siksaan,” tutur Neng. Untuk diketahui pihak keluarga akan menghubungi ibu Ade Candra yang saat ini berada di Arab Saudi menjadi Tenaga Kerja Wanita dan bapak korban di Malaysia. Neng bersama keluarga lainnya akan melaporkan kejadian tersebut ke Propam Polda Sultra. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Fahrurrozi mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polda Sultra. Siapapun anggota kepolisian yang melakukan kesalahan maka Polri tatap akan memberikan sanksi tegas, yaitu sanksi disiplin dan kode etik. Memang perbuatan yang dilakukan Briptu R terhadap Ade Candra sangat disayangkan namun kasus ini jangan hanya dilihat dari keluarga korban penganiayaan. Berdasarkan keterangan dari Briptu R, dirinya mendengar cerita dari istrinya yang melihat secara langsung anaknya hendak dicabuli. Usai istri menceritakan apa yang dilihat, saat itu juga Briptu R naik pitam dan mencari Ade Candra. “Ya tanpa berpikir panjang melihat anaknya hendak dicabuli maka saat itu juga dirinya melakukan pen-

ganiyaan kepada korban. Saya rasa wajar karena anak dia akan dicabuli makanya dirinya menganiaya Ade,” kata Fahrurrozi saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Kendari, kemarin. Lalu bagaimana dengan penyiksaan yang dilakukan di dua tempat yaitu di sawah dan di rumah Briptu R? Kabid Humas Polda Sultra ini mengatakan penganiayaan tersebut masih didalami, pihaknya masih mencari saksi yang melihat korban dianiaya. Informasi dari korban Ade, mengatakan jika dirinya diinjak dan dipaksa meminum air got oleh Briptu R. Memang ada yang melihat dan membantu Briptu R mencari Ade Candra saat itu. Nah, dari situlah nanti lanjut Fahrurrozi akan terungkap bagaimana kasus penganiayaan tersebut terjadi. Melihat kondisi korban Ade mengalami patah tulang di tangan kanan saat itu juga pihak Polda meminta agar korban yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP tersebut dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan. Dimungkinkan, Briptu R akan melaporkan kejadian yang dialami oleh anaknya yang hendak dicabuli. “Silahkan juga keluarga Ade Candra melaporkan kejadian tersebut juga ke kepolisian jika keberatan dengan kejadian tersebut,” pungkas Kabid Humas Polda Sultra, Fahrurrozi.(P3/ano)

Transfer ..................... angkan satu kali ngambil, miliaran rupiah. Dianggap apa uang ini, saya sendiri (menganggap) ini diperas betul, bajingan betul saya pikir orangorang ini,” katanya. Target Pos P2MA sendiri saat ini belum menyerahkan laporan yang diterima ke aparat penegak hukum. Kata La Ode, pihaknya masih memediasi agar uang yang diterima oleh oknum di DPR dikembalikan ke pemiliknya. “Mengembalikan uang

yang sudah terlanjur diserahkan. Dan saya sudah menghubungi sejumlah pimpinan partai politik terkait,” ucapnya. Sebelumnya, deklarator P2MA, Zainal Bintang mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menerima 20 laporan dari masyarakat. Dari laporan itu, ada 10 nama anggota DPR yang disebut terlibat dalam mafia anggaran. “Dari pengaduan yang masuk, ada yang menyebut 10 anggota DPR. Ada dari Badan Anggaran (Banggar), ada juga yang bukan,” kata Zainal. (awa)

Tertipu Bisnis Berkedok Investasi tutup. Dia sudah nggak bisa dikontak. Aku invest, misal naruh uang 10 juta. Lalu kita dapat 3,5 persen per hari dari situ. Dan hitungannya dolar AS," sambung Annisa. Akibat penipuan berkedok bisnis investasi tersebut, Annisa mengaku menderita kerugian Rp 1,5 miliar. Kerugian yang diderita tidak semua uang miliknya tetapi uang dari rekan-rekannya yang menaruh kepercayaan kepada dirinya. "1,5 miliar. Tapi bukan uangku sendiri, uang grup, down line aku. Ada yang naruh 75, 80 juta, total 1,5 m. Teman-teman nanya. Karena mereka kan percaya aku," terang Annisa.

Gara-gara ditipu, bekas istri seorang perwira polisi ini mengaku langsung stres. Apalagi Annisa sedang hamil enam bulan. “Aku tertekan secara psikologis. Hidungku suka mimisan. Perut juga sakit banget kalau lagi tegang. Kata doktre mungkin karena stres, pikiran berlebih,” bebernya. April lalu, pelantun lagu Pedih ini juga bernasib sial. Dia merugi Rp 400 juta karena bisnis perdananya gulung tikar. Makanya Annisa jadi trauma, pikir-pikir lagi untuk berbisnis. “Mungkin bisnis bukan bidang aku. Aku kurang kontrol dan nggak bisa mengelola. Bisnis itu kan milik-milikan. Kalau bukan jodohnya, ya pasti nggak bagus,” tutupnya.(tia)

lam, tidak satupun yang tertarik, padahal potensi tersebut ada di daerah ini. "Di Samudra Bintang ini,saya harap generasi muda lebih banyak belajar tentang laut," katanya. Bahkan untuk membuat lokasi tersebut lebih menarik, Sadaru akan membangun aquarium yang isinya terumbu karang. Nantinya di lokasi tersebut siapapun bisa melihat jenisjenis terumbu karang beserta proses pertumbuhan terumbu karang. Sehingga siapapun yang

mengunjungi Bintang Samudra akan lebih paham tentang ekositem laut. "Orientasi utama kami, bagaimana generasi muda Sultra, paham akan kekayaan bawah laut. Jangan hanya memanfaatkan ikan tangkap, tapi banyak hal lain dari laut yang bisa mendatangkan uang, dengan cara tidak mengeksploitasinya. Tapi melalui proses pelestarian, ternyata bisa menjadikan lokasi ini tempat wisata yang bisa memperkaya daerah kita," pungkasnya.(*)

Tertipu ......................

Ternyata, Soropia Punya Lokasi Wisata Pendidikan Bawah Laut Wisata ...................... dan sweeming. Lokasinya masih terkesan natural, karena kanan kiri masih ditumbuhi pepohonan hutan. Tarif masuk saat ini dikenakan tarif Rp 10 ribu perorang. Fasilitas di dalamnya cukup menarik. Terdapat belasan gazebo serta Musholla yang dilengkapi tempat berwudhu, toilet yang cukup bersih. Sarana tempat menyeduh teh atau mie instant di cafe kecil juga tersedia. Nah menuju bawah laut ada lima dermaga disiapkan. Nama dermaganya masing-masing Dermaga Cumi 1 dan 2, dermaga Kerapu 1 dan 2, serta Dermaga Hiu. Setiap dermaga memiliki tiga kamar yang bisa digunakan untuk menginap, aula yang luasnya sekitar 10x15 meter, serta tempat diskusi. Dermaga-dermaga tersebut yang sering disewa banyak pihak untuk berwisata atau melakukan kegiatan rapat sambil liburan di atas laut. Adanya sarana itu bisa menjadi wahana edukasi bagi siswa dan mahasiswa yang berkunjung. Apalagi adanya sarana menyelam termasuk pelatihnya juga stand by membantu pengunjung. Peralatan seperti tabung oksigen, baju pelampung termasuk arena laut cukup membantu. Dari dermaga satu ke dermaga lainnya disiapkan tali bagi mereka yang ingin belajar berenang. Menariknya lagi, di arena seputar dermaga terdapat beraneka terumbu karang serta bermacam ikan, yang oleh pemiliknya disiapkan untuk sarana penelitian. Jadi bagi yang ingin menyaksikan keunikan terumbu karang, cukup melihat dari atas atau bagi yang ingin menyentuhnya terjun ke laut, yang tidak terlalu dalam. Pengunjung yang ingin menikmati air laut juga terdapat sarana tersebut, yakni di ujung dermaga dengan menikmati anak ikan berkejaran. Sarana edukasi lainnya di seputaran dermaga terdapat satu kawasan tumbuhan laut. Tempat penangkaran kepiting yang dilengkapi dengan pohon mangrove, tumbuhan lamun serta terumbu karang. Fasilitas ini pun sering mendapat rujukan turis manca negara karena masuk di satu kawasan mereka sudah bisa mempelajari empat jenis mahluk laut yakni mangrove, lamun, terumbu karang dan kepiting. Sebuah pemandangan yang jarang dinikmati. Tak heran sejumlah wisatawan asing sering singgah di Bintang Samudra. Asal para turis mulai dari Australia, Amerika, Malaysia serta Jepang. Bahkan diantaranya banyak yang menginap karena ingin lebih lama menikmati panorama laut serta keunikan fasilitas selam yang disediakan. Sarana lain di Bintang Samudra pemilik juga menyediakan tempat sumur air tawar, yang bisa dinikmati secara bebas tepat di ujung dermaga. Tak

heran sejumlah pengunjung sekali datang, mereka selalu ingin berlibur di tempat ini. Lokasi ini didesain oleh pemiliknya Dr Baru Sadaru. Dia adalah seorang dosen Fakultas Perikanan di Unhalu. Baru Sadaru sebelumnya adalah staf di Kementrian Kelautan RI. Saat melakukan penelitian kala mengambil studi S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB), yang ditelitinya soal terumbu karang. Tapi latar belakangnya memang sejak jenjang S1 sudah mendalami ilmu kelautan dan saat S2 di IPB juga mengambil studi tentang kelautan. Melakukan penelitian terhadap terumbu karang bukan hanya dilakukan di Indonesia, tapi di beberapa wilayah laut seperti di Raja Ampat (Papua) maupun Australia. Kemudian saat meneliti di Indonesia, dan tepatnya di Soropia di jumpainya jenis rumput laut yang belum terdapat di wilayah laut lainnya. Bersamaan dengan penelitian yang masih berlanjut sampai saat ini, dirinya didaulat menjadi dosen di Unhalu. Tapi ketika mahasiswanya hendak melakukan penelitian mereka kesusahan.

Saat ditemui Baru Badaru merunut bila pembangunan tempat wisata itu dilatarbelakangi karena sarana penelitian yang ada di Kendari dan sekitarnya sangat minim, untuk terumbu karang walaupun ada, tapi harus ke Wakatobi dengan biaya yang tidak sedikit. Timbullah niatan Sadaru untuk membuat fasilitas tersebut. Tercetuslah dibenaknya untuk mengembangkan Soropia. Dari survei yang dilakukan sebelumya di Soropia, ekosistem lautnya masih lengkap, sehingga mahasiswa bisa meneliti banyak hal dengan biaya yang tidak mahal. Tahun 2007 mulailah Sadaru berjuang, yaitu memulai dengan membeli lokasi lahan pinggir laut milik masyarakat yang luasnya sekitar 10 hektar. Dahulu konon lokasi tersebut tidak layak, bahkan angker karena sering dijadikan membuang jin. Tapi Sadaru mencoba bagaimana lokasi itu dibuat menjadi layak dan bersih. Lalu dengan dana sekitar Rp 100 juta, ''disulaplah'' lokasi itu menjadi tempat wisata. Ia mulai membangun sarana di darat hingga kemudian sarana diatas laut. Tapi sebelumnya Sadaru sudah melakukan studi

banding di beberapa negara. Versinya belum ada tempat edukasi laut yang lengkap. Untuk itu segala kekurangan itu yang akan diwujudkan di Bintang Samudra tersebut. "Saya mau bukan hanya menjadi tempat pembelajaran orang lokal atau nasional, tapi kalau bisa internasional," kata pria asal Kabupaten Muna ini. Sadaru yang tercatat sebagai ahli terumbu kedua di Indonesia ini, semula memikirkan bila sumber daya alam kelautan di daerah ini baru dimanfaatkan dari sisi perikanan tangkap. Yakni prosesnya masih butuh waktu, dan bila tidak habis ikan akan busuk. Kemudian munculah ide bila sumber daya alam laut itu yang dikembangkan adalah panoramanya, tentu manfaatnya lebih luas. Ia yakin bila ekosistem laut yang dijual, bisa membuat turis mendatangi potensi tersebut, dengan begitu multi player efeknya akan lebih luas. Lapangan kerja akan tercipta dan usaha lain juga akan bermunculan. "Keindahan laut dengan segala potensinya itu ciptaan Allah SWT yang harus kita syukuri dan dikembangkan bukan dipunahkan.

Orentasi kita bagaimana turis itu membawakan uang untuk kita," kata doktor yang telah membuat beberapa buku tentang terumbu karang ini. Baginya Sultra memang tidak punya karateristik lain seperti Bali dan lainnya, tapi Sultra punya keindahan laut. Itulah potensi yang bisa dijual. Dengan menjaga kelestarian laut semua itu tentunya akan mendatangkan berkah tersendiri. Dari Lokasi Bintang Samudra ini, Sadaru sudah bisa mempekerjakan 11 orang dengan gaji diatas UMR yang ditetapkan pemerintah. Rencana ke depan, pria yang sudah masuk di beberapa majalah internasional, karena kepiawiannya dengan terumbu karang ini, masih punya obsesi lain. Ia berkeinginan agar generasi muda di Sultra mencintai laut. Dia menyayangkan dalam olimpiade nasional ataupun internasional, yakni Sultra tidak ikut andil dalam olah raga laut selain dayung. Seperti menye-

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


8

Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

Mencari Rumah Sewa Nunun Nurbaeti di Bangkok Pasca Dia Ditangkap

Ideal untuk Bersembunyi karena Ada di Sudut Jalan Buntu Setelah bertanya ke beberapa kantor polisi di Bangkok, Thailand, Jawa Pos (Kendari Pos group) akhirnya berhasil menemukan rumah yang disewa Nunun Nurbaeti. Di rumah yang berada di kawasan elite itulah Nunun ditangkap.

THOMAS KUKUH, Bangkok “ALAMATNYA di 98/43 Nantawan Housing, Jalan Ramkhamhaeng 94.” Itu adalah pesan singkat yang masuk ke BlackBerry Messenger (BBM) Jawa Pos yang berada di Bangkok, akhir pekan lalu. Pesan itu berasal dari salah seorang sumber yang layak dipercaya. Menurut sumber tersebut, alamat itu adalah rumah sewaan yang ditempati Nunun hingga ditangkap aparat Thailand. “Hati-hati, penyewa rumah itu adalah pengusaha penting di sana (Bangkok). Dia teman Nunun,” lanjut sumber tersebut. Memang, meski Nunun sudah ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu lalu (10/ 12), tidak mudah memperoleh alamat rumah persembunyian Nunun. Semua pihak, baik di Jakarta maupun Bangkok, terkesan sangat menutupi kejadian penangkapan tersebut. Sejak Senin (12/12) Jawa Pos berusaha mencari rumah tersebut dengan mendatangi berbagai kantor polisi yang berdekatan dengan Distrik Saphan Sung, tempat Nunun ditangkap. Beberapa kantor polisi yang didatangi Jawa Pos itu, antara lain, Royal Thai Police Distrik Bangkok Division 3 yang berada di Min Buri dan Royal Thai Police Distrik Bangkok Division 4 yang terletak di Bangchan. Jawaban para polisi di dua kantor polisi tersebut ketika ditanya nama Nunun sama. Yakni, tidak tahu. “Tidak ada catatannya di sini,” kata Sersan Nanthawat setelah mencari dalam database di jaringan komputernya. Mereka lalu menyarankan Jawa Pos mencari data tersebut ke pihak Interpol Thailand yang berkantor di Mabes Royak Thai Police, Bangkok. Setali tiga uang dengan polisi wilayah, Interpol Thailand juga seakan menutup diri atas peristiwa penangkapan Nunun. Di markas Interpol Thailand,

THOMAS KUKUH/JAWA POS

Rumah yang ditinggali Nunun selama di Bangkok, Thailand. seorang perwira perempuan yang biasa berhubungan dengan KBRI (Kedutaan Besar RI) dan tidak mau namanya dikorankan mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan informasi apa pun terkait hal tersebut (penangkapan Nunun, Red). Alasannya, Interpol Thailand tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam operasi penangkapan itu. Menurut dia, pihak Interpol baru diberi laporan setelah penangkapan Nunun. Laporan itu pun datang dari pihak KBRI. “Mungkin, ini operasi intelijen atau kejaksaan,” tegasnya. Di tengah sulit mendapatkan alamat yang jelas tempat Nunun ditangkap, muncul pesan yang

masuk lewat BBM tadi. Alamat tersebut merupakan salah satu perumahaan elite di Distrik Saphan Sung, sekitar 18 kilometer arah timur laut dari Bangkok. Perumahan itu berada di pinggir jalan utama Ramkhanghaeng. Selain itu, dalam pencarian di internet, perumahan Nantawan juga dikenal sebagai salah satu perumahan yang memiliki banyak stok rumah sewa. Saphan Sung sendiri adalah sebuah distrik yang sedang berkembang. Distrik tersebut memang lebih banyak dimanfaatkan untuk pengembangan properti mewah. Jadi, tidak hanya perumahan tempat Nunun yang termasuk mewah. Setidaknya ada

sekitar sepuluh lebih perumahan mewah yang berada di distrik seluas 28 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 88 ribu jiwa itu. Layaknya perumahan mewah, penjagaan di perumahan Nantawan Housing cuga cukup ketat. Tiga petugas keamanan berpakaian putih hitam tampak berjaga-jaga di pos penjagaan. Nah, agar tidak dicurigai, Jawa Pos datang dengan mengaku ingin menyewa salah satu rumah seperti yang tercantum dalam sebuah situs persewaan properti. Dua petugas keamanan itu meminta kartu identitas sebelum memperbolehkan masuk. “Kami ingin melihat rumah 98/43. Katanya ada yang disewakan,” ujar salah seorang pendamping koran ini (sebut saja Abidin). Petugas tersebut memperbolehkan masuk. Namun, sebelumnya dia mengontak rekan penjaga lainnya bahwa ada tamu yang ingin melihat rumah dengan alamat tersebut. Perumahan itu begitu asri. Didominasi warna krem dengan gaya bangunan mediterania semakin membuat perumahan itu berkesan mewah. Rumah sewaan Nunun berjarak sekitar 500 meter dari gerbang penjagaan utama. Setelah melewati lima gang, belok ke kanan. Berdasar pengamatan

Baca RUMAH di Hal. 2

Ratusan Ilmuwan Diminta Pulang ke Tanah Air Jakarta, KP Saat ini ada ratusan ilmuwan yang bekerja di sejumlah negara lain. Mereka minimal bergelar doktor dengan beragam latar belakang keilmuan. Menteri Riset dan Tekhnologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta berharap mereka pulang ke tanah air. “Banyak orang pintar bertebaran di luar negeri. Mungkin karena kita (yang di tanah air) sibuk, nggak sempat memanggil. Kita berharap mereka pulang,” ujar Gusti Muhammad Hatta saat membuka diskusi yang digelar Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT), Jakarta, Senin (19/12). Namun, mantan menteri Lingkungan Hidup itu mamaklumi,

para ilmuwan itu bekerja di luar negeri karena gaji yang jauh lebih tinggi dibanding kerja di dalam negeri. Hanya saja, Gusti yakin, rasa cinta tanah air tetap mengalahkan persoalan gaji. “Saya yakin, pasti ada rasa benih rindu, sayang Indonesia,” ujar Gusti. Dia mengaku telah memerintahkan pada anak buahnya untuk mencari data, berapa persisnya jumlah ilmuwan Indonesia yang kerja di luar negeri. Di tempat yang sama, Deputi Riset dan Tekhnologi bidang Sumber Daya IPTEK Freddy Permana Zen mengaku khawatir jumlah orang pintar Indonesia semakin banyak yang direkrut negara-negara lain. Untuk mencegah hal itu, Fred-

dy mengatakan, pihaknya terus berusaha menjaring komunikasi dengan jaringan ilmuan Indonesia di luar negeri. “Kita tak mau Indonesia terus kehilangan ilmuan karena direkrut negara lain,” ujarnya. Sementara itu, ilmuan kedokteran asal Indonesia di Universitas Leiden, Belanda, Ahmad Aditya mengatakan, pihaknya terus membangun pertemuan-pertemuan dengan ilmuan lain melalui organisasi Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional. Menurutnya, forum pertemuan ini penting untuk memikirkan persoalan-persoalan di tanah air. Pada pertemuan pertama, sudah berkumpul 400 ilmuwan Indonesia yang berkerja di sejumlah negara.(sam)

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


Selasa, 20 Desember 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Para Cagub Mulai Saling Sindir Nur Alam Klaim 62 Persen Suara Kendari, KP Konstalasi politik menjelang Pilgub Sultra makin hangat saja. Bakal calon gubernur periode mendatang kini makin aktif turun lapangan melakukan sosialiasi, bahkan dalam perjalanan politik mereka itu, tak jarang mereka saling menyindir program dan kinerja masing-masing. Mereka yang masih menjabat disindir kinerjanya, yang sudah purna bakti disebut-sebut karyanya yang dianggap kurang maksimal.

Potret itulah yang terbaca saat Nur Alam, saat melakukan kunjungan kerja dalam kapasitasnya sebgaai Gubernur Sultra, di di Kecamatan Mowewe, Kolaka pekan lalu. Dihadapan masyarakat Mowewe, Nur Alam secara terang-terangan menyatakan siap untuk maju kembali merebut kursi kepemimpinan di Sultra. “Saya sudah terbukti memperjuangkan kepentingan kita semua. Saya tidak perlu berbasa basi, demi rakyat demi negeri saya ingin katakan saya tetap ingin akan maju,”tegasnya yang disambut teriakan “lanjutkan” dari ribuan masyarakat. Ia juga membeberkan dari hasil pemeriksaan kese-

hatan yang dilakukan beberapa calon Gubernur, tim dokter mengatakan Alhamdulillah pejabat Gubernur saat ini, sebagai calon yang paling sehat, diantara caloncalon lain. Lalu, dari hasil survey dukungan, 62 persen rakyat Sultra masih menginginkan Nur Alam sebagai gubernur. “Saya merasa dilecehkan, dengan adanya isu dari daerah ini bahwa saya tidak mempunyai pembangunan. Saya menghargai, pemimpin lokal menjalankan roda pemerintahan. Sangat naif dan sangat sedih kalau ada diantara kita melakukan propaganda dengan cara memfitnah saya. Ini harus diklirkan, agar masyarakat Kolaka tahu yang

sebenarnya,” katanya, mengutarakan kekecewaannya. Gubernur sangat menyesalkan terkait adanya isu yang berkembang kemasyarakat seolah-olah terjadi intervensi terhadap pengelolaan tambang di Kolaka. Sementara, pemprov tidak pernah melakukan itu. Apalagi sampai melakukan penjualan tanah. Pemerintah kata Nur Alam tidak menginginkan tanah leluhur Kolaka habis terjual oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. “Saya baru saja, Kunker didaerah Kolaka. Disitu saya melihat pulau kita sudah habis digarap, tanah dan tambang kita dijual sementara masyarakat tidak mendapat-

kan apa-apa, coba kita hitung berapa kali pengapalan sudah dilakukan mana hasilnya. Demi Allah, saya selaku Gubernur tidak pernah menjual tanah Kolaka ini yang harus diklirkan, coba kita lihat bersama tanah Kolaka sudah mulai habis,”sindirnya dengan nada lantang. Bukan hanya itu kata Gubernur, Pemkab Kolaka seharusnya memperhatikan jalan-jalan kecamatan termasuk di Mowewe, dalam pengalokasian anggaran. Tapi, kenyataannya sama sekali tidak ada perhatian, jalan-jalan masih berlubang se-

Baca CAGUB di Hal. 11

-Teras Metro-

DW Sultra Genap 12 Tahun PERJALANAN organisasi Dharma Wanita (DW) Sultra sudah genap berusia 12 tahun. Diusia itu, DWP harus lebih meningkatkan kualitas dan kwantitas diri, dalam menghadapi peran pembangunan nasional maupun daerah yang kian beragam. Wagub Sultra didaulat memberi sambutan saat peringatan HUT DW Sultra yang digelar kemarin di di aula Badan Diklat Sultra. Wagub mengatakan, Saleh Lasata keberadaan DWP harus bisa menjadi suri tauladan yang baik terhadap masyarakat dan keluarga. Terlebih lagi, dalam menjalankan programnya DWP harus memiliki strategis khusus dengan merangkul lembaga-lembaga yang memiliki tujuan yang sama, serta sinergis dengan program pemerintah dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Sementra itu ketua DWP Sultra Hj Dachriani Zainal Abidin mengungkapkan didalam menjalankan peran, DWP sebagai organisasi kemasyarakatan bernaung di bawah pemerintah, diharapkan dapat berperan aktif untuk menyukseskan program kemasyarakatan bersamasana dengan Tim Penggerak PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah dimana kedua institusi tersebut dapat bekerjasama dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. Dijelaskannya, pada peringatan HUT ke-12 tahun 2011 adalah DWP mengambil temah pengembangan aliansi strategis dengan mitra kerja pemerintah dan swasta untuk suksesnya pembangunan berkelanjutan. Tema tersebut klata dia sangatlah tepat untuk mencapai target kuantitatif tujuan pembangunan milenium dan menjadikan bangsa yang berkualitas. (m1)

METRO

Tahun Depan, Pelabuhan Kontainer Dioperasikan Kendari, KP Program primadona Pemkot Kendari, untuk memudahkan jalur lalu lintas barang di Kota Kendari sedang dirampungkan. Jika tidak ada aral melintang, ditargetkan akhir 2012, pelabuhan kontainer di Kelurahan Bungkutoko sudah bisa dioperasikan. Walikota Kendari, Ir Asrun yang ditemui usai penyer-

Baca PELABUHAN di Hal. 10

Zukri A Alyafie

Thamrin Tene

Ditetapkan Jadi DPO

SARFIAYANTI/KP

Walikota Kendari saat menyerahkan bantuan kepada sejumlah kelompok nelayan yang ada di Kota Kendari.

Asrun Makin Rajin Bagi-bagi Bantuan Kendari, KP Ir Asrun, Walikota Kendari saat ini terlihat makin murah hati belakangan ini. Meski sudah punya banyak kebijakan pro rakyat selama 4 tahun terakhir menjabat, tetap saja itu dirasanya belum cukup. Belakangan ini ia kian rajin turun ke masyarakat, bahkan membagi-bagikan bantuan. Kalau ada yang menganggap itu punya motivasi politik, meski boleh tapi tidak bisa dianggap tabu, karena faktanya rakyat senang. Kemarin (19/12) misalnya, para pelaut itu mendapatkan bantuan perikanan tangkap, dari Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kota Kendari. Bantuan yang diserahkan langsung oleh Walikota Kendari Ir Asrun itu, berupa sarana perikanan untuk beberapa kelompok nelayan yang ada di kota Kendari. Masing-masing kelompok, mendapatkan bantuan sesuai ke-

butuhan dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan. Jenis bantuan yang diberikan kepada nelayan, antara lain kapal purse seina tiga unit, diperuntukkan untuk kelompok Madani di Kelurahan Lapulu, kelompok mutiara di Kelurahan Poasia, dan kelompok Surya Mandiri di Kelurahan Puday. Kapal Tonda, dua unit untuk kelompok Cahaya Rahmat dan Sumber Bahari masingmasing di Kelurahan Talia. Kapal Gill Net lima unit, perahu bermesin 20 unit, rumput laut dalam dua unit, mesin dalam dua unit, mesin katinting 5,5 pk 11 unit, bagang perahu dua unit, jaring purse seine satu unit, peralatan pakan ikan tiga unit, sero tujuh unit dan bubu 750 unit. Walikota Kendari Ir Asrun mengatakan, wilayah laut Kota Kendari, sangat potensi dengan sumberdaya, sayangnya sampai sekarang belum

dikelola secara optimal. Hal itu kata Asrun, disebabkan kualitas sumber daya manusia dan keterbatasan sarana perikanan. Disamping itu, juga masih ditemui adaanya maslah dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan, salah satunya adanya ilegal fishing ataupun praktik penangkapan ikan yang berpotensi merusak ekosistem perairan. Bukan itu saja, menurut pasangan Musaddar Mapasomba itu, kesulitan memperoleh bahan bakar dan kegagalan panen hasil budidaya serta terjadinya penurunan hasil tangkapan menjadi salah satu penyebab kurangnya produksi perikanan. “Ada beberapa program yang bertujuan untuk menanggulangi permasalahan itu, misalnya pengembangan perikanan tangkap, program pengembangan peri-

Baca BANTUAN di Hal. 11

Calon PPS Tinggal Tunggu Pengumuman Kendari, KP Tuntas sudah kerja KPU Kota Kendari, merekrut penyelenggara yang akan bertugas dalam hajatan pemilihan walikota-wakil walikota Kendari (Pilwali) 2012. Setelah menuntaskan perekrutan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) beberapa waktu lalu, giliran rekrutmen Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang diselesaikan komisioner KPU kota, Sabtu (17/12) lalu. Kini, calon PPS tinggal menunggu pengumuman tanggal 21 Desember. Korwil II yang meliputi MandongaPuuwatu, Hayani Imbu mengatakan, untuk daerah tugasnya, diikuti 64 peserta yang dibagi per kecamatan. Hari pertama seleksi, Jumat (16/12) lalu, peserta yang ikut sebanyak 34 orang dari Kecamatan Mandonga. Sedangkan hari kedua pelaksanaan seleksi atau Sabtu (17/12) lalu, diikuti 32 peserta dari Kecamatan Puuwatu.

ABDI MAHATMA/KP

Baca CALON di Hal. 11

Calon-calon anggota PPS saat menunggu antrian dipanggil anggota KPU untuk ikut seleksi wawancara

Palsukan Sertifikat Rumah Kendari, KP Pihak Kejaksaan Negeri Kendari (Kejari) tak mau diremehkan soal kasus pidana murni, apalagi soal hak seseorang. Dengan terpaksa Kasipidum Kejari Zukri A Alyafie, mengeluarkan segera surat Daftar Pencarian Orang (DPO) kepada Thamrin Tene pelaku penggelapan dalam pekerjaan melawan Lay Charmanto dan telah di jatuhkan vonis enam bulan penjara. Kejari sudah melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali namun sampai saat ini belum juga ada sikap kooperatifnya. Jika panggilan ketiga pihak kejaksaan tidak digubris maka pihaknya akan mencari dan mamaksa menangkap paksa serta mengeksekusi lokasi rumah yang di miliki Thamrin Tene. “Kami harus tegas dalam menegakan hukum, kasus antara Thamrin dan Lay ini sudah cukup lama dalam kasus sengketa lahan dan lokasi tersebut kembali ke pemilik sesungguhnya yaitu Lay,” katanya sembari menambahkan Thmarin Tene melawan hukum, kemarin. Kasus sengketa lahan ini sudah berakhir setelah pihak Mahkamah Agung mengeluarkan putusan Kasasi yang dimenangkan oleh Lay Charmanto. Zukri menerangkan jika kasus tersebut terbukti Thamrin telah melakukan pembalik namaan sertifikat rumah dari Lay Charmanto menjadi milik Thamrin. Saat itu di sidang PN Kendari, Thamrin Tene melakukan banding namun banding tersebut dimenangkan lagi oleh Lay. Terakhir PN Kendari menuntut dua tahun namun saat sidang terakhir jatuh palu enam bulan. Saat akan dilakukan penahanan Thamrin langsung berangkat ke

Baca DPO di Hal. 11

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


10

Metro

Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

Disnakertransos Bagi Mesin Jahit

100 Meter Sudah Rampung Pelabuhan .......... ahan bantuan kepada sejumlah nelayan di Kelurahan Talia kemarin, (19/12) mengungkapan, sebenarnya, saat ini pelabuhan itu sudah bisa berfungsi, kapal sudah bisa sandar karena dermaga yang dibuat 100 meter sudah rampung. Tapi, masih butuh pengerasan lagi untuk penumpukan material barangnya. Apalagi untuk kepadatan harus diperhatikan, karena barang yang diangkut adalah barang dalam jumlah besar. “Sejak saya mencalonkan diri sebagai walikota Kendari, saya sudah prediksi, kedepan daerah ini, permasalahnnya adalah pelabuhan makanya saya berusaha untuk membangun itu, dan Alhamdulillah sudah bisa terwujud, meskipun kita terhambat satu tahun kedepan ini,” terang Asrun. Ia mengatakan, saat ini kebutuhan untuk beberapa stok barang cukup langka, salah satu alasannya sekarang kontainer tidak ada penampungan, kapasitas yang dibawapun sangat minim, padahal barang yang harus masuk di Kendari besar sekali. “Ini tantangan kita, jelasnya kita upayakan tahun depan sudah bisa oparasional. Untuk itu, saya harap dukungan dari semua pihak agar program ini dapat rampung sesuai target,” harapnya. (fya)

SUWARJONO/KP

Sejumlah buruh sedang mengerjakan proyek kabel optik instalasi telekomunikasi di wilayah Watubangga, kemarin.

Kendari, KP Pemkot Kendari makin “sayang” pada warganya. Berbagai kebijakan pro rakyat termasuk bantuan diobral. Selain dari Dinas Perikanan dan Kelautan, adapula bantuan mesin jahit dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Kota Kendari. Bantuan tersebut, diberikan kepada tiga kelompok warga di kelurahan Anggoeya, Abeli dan Nambo. Masing-masing kelompok yang terdiri dari 10 orang warga, mendapatkan lima unit mesin jahit. Kadis Nakertransos Kota Kendari, As’ad Pagala mengatakan, bantuan itu diberikan untuk membantu warga mengembangkan usaha dalam bidang jahit menjahit. Kriteria penentuan warga yang memperoleh bantuan itu, ditentukan oleh pihak kelurahan masing-maisng, dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat setempat. “Yang lebih tahu mengenai kondisi wilayah dan warga adalah pihak kelurahan. Jadi mereka yang melakukan pendataan, kami hanya menyerahkan bantuan, kepada mereka yang sudah dimasukkan dalam kelompok penerima bantuan itu. Jelasnya, mereka dipilih berdasarkan usaha rumahan yang dijalankan,” terang As’ad. Mantan Kadis Perhubungan

Kota Kendari itu menjelaskan, dana yang digunakan dalam bantuan itu, seluruhnya bersumber dari APBD 2011. Meski tidak menyebutkan berapa total anggarannya, namun ia mengatakan, dalam waktu tiga bulan, pihaknya akan melakukan evaluasi, untuk melihat sejauh mana keberadaan mesin jahit itu dalam membantu usaha rumahan yang dijalankan oleh warga. Secara terpisah, Lurah Anggoeya, Tumpak Sihombing yang dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi mengenai hal itu. Meski bersyukur warganya kebagian bantuan, namun ia menyayangkan tidak adanya konfirmasi dari Dinsos terkait bantuan untuk warganya. Padahal kata dia, sebelumnya sudah ada pelatihan jahit menjahit, itupun diperoleh informasinya dari warga. “Saya berterima kasih, tapi sama sekali tidaka ada kordinasi dengan kami. Kalau ada yang mengatakan kelurahan yang memberikan data mengenai warga yang menerima bantuan, itu salah, karena kami tidak disampaikan untuk itu,” terangnya. Ia berharap, untuk kedepan jika ada bantuan dari pihak manapun untuk warga, baiknya dikomunikasikan terlebih dahulu kepada kelurahan setempat, agar bantuan yang diberkan betul-betul sampai ke tujuan, tidak salah sasaran. (fya)

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

Metro

Faktanya Rakyat Senang Bantuan ................... kanan budidaya, optimalisasi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, dan program pengembangan usaha mina pedesaan serta pengawasan sumberdaya perikanan dan kelautan,” terangnya. Hal yang sama dikemukakan Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Kendari Agus Salim Safrullah. Menurutnya, selain sarana perikanan tangkap, adapula sarana perikanan budidaya, yakni bantuan

bibit ikan jenis ikan lele, ikan mas, ikan nila, benur dan nener untuk 21 kelompok. Jumlah bibit yang diterima antara 1.000-5.000 ekor perkelompok. Bantuan sarana fisik kolam dan alat pakan satu paket di Kelurahan Tipulu. Selain itu kata Agus, ada bantuan sarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, bantuan dangau-dangau (sarana pengolahan ikan kering) sebanyak tiga unit, penerimanya kelompok Bajo Indah di Kelurahan Lapulu. “Bantuan sarana perikanan tangkap itu

Pengumuman Tanggal 21 Desember bersumber dari APBD, ada juga bantuan yang berasal dri APBN yakni bantuan alat pengemas vakum sebanyak dua unit dan bantuan peralatan pengasapan ikan dua unit. Selain itu ada bantuan pengembangan usaha mina pedesan sebesar Rp 1 miliar untuk 10 kelompok,” terangnya. Melalui bantuan tersebut kata Agus Salim, diharapkan nelayan dapat meningkatkan usaha dan hasil perikanan. Serta meningkatkan kualitas dalam melakukan usaha penangkapan ikan. (fya)

Mahkamah Agung Keluarkan Putusan Kasasi DPO ............... Makassar tanpa meminta izin pihak kejaksaan. Pihak penyidik telah melacak keberadaanya. “Rencananya jika dia (Thamrin) telah masuk

ke Rutan Punggolaka maka saat itu juga kami akan mengeksekusi lahan tersebut,” terangnya. Untuk diketahui, pihak PN Kendari sudah pernah akan melakukan eksekusi lahan tempat tinggal

Thamrin Tene pada awal Tahun 2011 ini namun karena permintaannya melakukan banding maka niat mengeksekusi secara total di urungkan hingga Putusan Kasasi (PK) ada. (ano)

Sultra Punya Potensi PAD Rp. 9,6 Triliun Cagub ................... hingga akses transportasi terganggu. “Saya ingin sampaikan, saya akan bantu pembangunan jalan ini. Tapi, bukan dari uang hasil jual tanah. Ini murni APBD Sultra, saya perintahkan Kadis PU untuk segera memperioritaskan jalan ini. Seharusnya, ini menjadi program dari Pemda,” paparnya yang disambut tepuk riuh masyarakat. Kalau Nur Alam sepertinya menyindir pemerintah Kolaka yang dianggap kurang memperhatikan masyarakat, lain dengan Ridwan ketika berkunjung ke Kolaka, akhir pekan lalu. Ketua Golkar Sultra yang

juga berniat maju di Pilgub ini juga menyindir kepemimpinan Sultra saat ini yang tidak maksimal menggarap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat mengelar temu kader di Kolaka, Ridwan mengatakan bahwa Sultra semakin mengarah pada keterpurukan. Sebabnya, para pemimpin memang tidak bersungguh-sungguh untuk mensejahterakan rakyat. Ridwan membeberkan bahwa sebenarnya Sultra memiliki potensi PAD hingga Rp 9,6 triliun di luar Dana Alokasi Umum. Namun hal itu tidak terealisasi karena pemangku kebijakan yang tidak menginginkannya. Pasalnya, jika PAD itu dimaksimalkan, maka para pemangku kebijakan akan ke-

11

hilangan pundi-pundi pribadi dari PAD tersebut. “Saya tidak akan membicarakan hal itu secara detail di sini. Nanti saya ditetapkan jadi calon gubernur, baru saya akan beberkan siapa sebenarnya yang rusak Sultra,” katanya. Tidak ketinggalan, Ridwan kembali mengkritik Gubernur Nur Alam karena hanya berjanji tanpa bisa merealisasikan janjinya. Ia lagi-lagi menyebut dana Rp 39 miliar yang dianggarkan sebelum Gubernur Ali Mazi mundur, dijanjikan Nur alam pada pemerintah Muna dihadapan 30 anggota DPRD Muna akan direalisasikan oleh Pemprov. “Janjinya tahun 2010 akan dicairkan, sampai sekarang itu tisak terwujud,” ketusnya. (m1)

Calon .................. Peserta dari kecamatan Mandonga sebenarnya 45 orang. Rinciannya, Kelurahan Mandonga 8 orang, Korumba 11 orang, Labibia 6 orang, Wawombalata 8 orang, Alolama 6 orang dan Anggilowu 6 orang. Tapi ada calon yang tidak ikut tes, berjumlah 11 orang yakni dari Kelurahan Mandonga 1 orang, Korumba 4 orang, Labibia, Alolama dan Wawombalata masingmasing 2 orang. Sedangkan dari Kecamatan Puuwatu, sejumlah 8 orang yang tidak hadir yakni dari Kelurahan Lalodati 1 orang, Punggolaka dan Tobuha masing-masing 2 orang dan Abeli Dalam 3 orang. Khusus seleksi peserta yang tinggal di Kecamatan Mandonga-Puuwatu, Teo di “back up” Ketua KPU Kota Kendari, Syam Abdul Djalil. Keduanya membagi tugas, masingmasing 3 kelurahan untuk tiap kecamatan. “Peserta dari kelurahan Puuwatu, Abeli Dalam dan Watulondo, dites Pak Ketua. Kalau saya peserta dari Kelurahan Lalodati, Punggolaka dan Tobuha. Kelurahan Lalodati 6 peserta, Punggolaka 9 orang dan Tobuha 7 orang,” katanya. Teo menjelaskan, materi pertanyaan yang diberikan panitia yakni terkait tugas-tugas PPS yang diatur dalam UU nomor 22 tahun 2007 tentang penyelenggara Pemilu dan UU

nomor 15 tahun 2011 atau pengganti UU nomor 22. Materi penguasaan wilayah seperti jumlah penduduk, proyeksi jumlah wajib pilih dan jumlah RT/RW di kelurahan tempat peserta tinggal, tak luput ditanyakan panitia. Hasilnya, mereka cukup gembira, karena sebagian besar peserta menguasai tugas PPS yang diatur dalam UU tersebut. “Rata-rata tahu dan rupanya mereka sudah persiapkan diri ikut tes wawancara. Jumlah RT/RW kita tanyakan juga, karena itu sangat penting. Kenapa? karena dalam pengangkatan petugas pemutahiran data pemilih, jumlahnya berdasarkan jumlah RT, sehingga mereka harus tahu,” ujarnya. Sementara itu, Korwil Kecamatan Abeli-Kambu-Poasia, Hidayatullah, menjelaskan, di kecamatan yang jadi bagiannya, calon PPS sebanyak 30 untuk Kecamatan Poasia, 67 untuk Kecamatan Abeli dan 32 untuk Kecamatan Kambu. Tapi, dari keseluruhan yang ikut hanya 25 untuk Kecamatan Poasia, 64 orang untuk Kecamatan Abeli dan 26 peserta untuk Kecamatan Kambu. Rinciannya, urai Ketua badan Ad Hock KPU Kota Kendari itu, Kecamatan Poasia yang meliputi Kelurahan Poasia pesertanya 4 orang namun 1 tidak ikut tes, Anggoeya dari 7 orang 2 tidak hadir, Rahandouna 8 orang tapi 2 tidak hadir,

Matabubu 4 orang ikut semua dan Anduonohu 7 orang ikut semua. Kecamatan Abeli meliputi Kelurahan Benua Nirae, dari 8 calon 1 tidak hadir, Tobimeita 5 calon ikut semua, Nambo 4 peserta ikut semua, Tondonggeu 4 calon hadir semua, Anggalomelai 6 orang hadir semua, Lapulu 4 orang hadir semua, Puday 4 hadir semua, Sambuli 5 orang hadir semua, Talia 3 orang hadir semua, Kelurahan Poasia 5 hadir semua, Bungkutoko 9 orang hadir semua, Abeli 7 orang tapi 2 tidak hadir dan Kelurahan Petoaha 3 calon ikut semua. Kecamatan Kambu meliputi Kelurahan Kambu, pesertanya 7 orang tapi 1 tidak hadir, Mokoau 5 hadir semua, Padaleu 7 orang, tapi 2 tidak ikut tes dan Kelurahan Lalolara calon PPS sebanyak 13 orang, namun 3 yang tidak ikut. “Tinggal satu PPS yang dianulir untuk diperpanjang yaitu Kelurahan Benu-benua. Dari 4 calon hanya 1 yang lolos, karena 3 tidak ikut wawancara sampai 17 Desember. Kami akan perpanjang waktunya,” tandasnya. Untuk Kecamatan Kadia, Wuawua, Baruga, Kendari dan Kendari Barat, Dayat tidak bisa menyebutkan berapa calon anggota PPS-nya. Sebab, Daming (Korwil Kadia, Wuawua dan Baruga) dan Laode Abdul Natsir Muthalib (Korwil Kendari-Kendari barat) belum merampungkan data di wilayah mereka. (dri)

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


Edukasi

14

Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

Pentas Seni Dimeriahkan Rocket Rockers

Tim Kemenag akan Verifikasi Nominator

Kendari,KP Pentas seni SMPN 1 Kendari, resmi dibuka Kadiknas Kota Kendari, Drs Kasman Arifin MSi pada Minggu (18/12) lalu. Ajang prestasi tahunan itu, dimulai dengan aksi jalan santai dan dimeriahkan drumb band, mengambil star di Mesjid Agung dan finish di SMPN 1 Kendari. “Selain menghelat pentas seni yang bermitra dengan salah satu operator seluler serta diikuti 18 SMP dan Mahdin SPd MPd SMA se-Kota Kendari, kami pun menghelat porseni dan lomba sains sejak 20 s.d 26 Desember 2011,” ungkap Kepala SMPN 1 Kendari, Mahdin SPd MPd. Iven Pentas Seni serta Porseni dan lomba sains diharap dapat menjadi ajang refreshing seusai ulangan semester, sekaligus wadah peningkatan kreativitas siswa. Apalagi pentas seni band yang diselenggarakan pengurus OSIS SMPN 1 Kendari, menghadirkan bintang tamu band ibu kota yaitu Rocket Rockers. “Khusus siswa kelas akslerasi setiap semester melakukan rekreasi dalam bentuk camp sains, kegiatan seperti ini penting untuk menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan siswa, sekaligus melepas kejenuhan rutinitas kegiatan belajar mengajar (KBM),” bebernya. Untuk diketahui jenis lomba yang dipertandingkan di Porseni dan lomba sains sejak 20 s.d 26 Desember 2011 yaitu atletik untuk lomba olahraga, cipta puisi dan cerpen untuk lomba seni, serta bidang studi Biologi, Matematika, Fisika, dan story telling untuk bidang sains. (fas)

Kendari,KP Akhir bulan Desember ini, SMAN 6 Kendari akan kedatangan tim Kemenag RI, karena kepala SMAN 6 Kendari masuk nominator kelima jenjang SMA. Kepala sekolah tersebut masuk nominator dalam program apresiasi Abdul Rahman kepala sekolah berprestasi peduli pengembangan pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat nasional tahun 2011. “Pada tanggal 10 s.d 11 Desember lalu di Jakarta kami telah mempresentase kegiatan pengembangan PAI di sekolah. Jika tak ada aral melintang, bulan ini tim Kemenag RI akan berkunjung ke SMAN 6 Kendari untuk memverifikasi presentasi saya,” kata Kepala SMAN 6 Kendari, Abdul Rahman. Topik yang dipresentasekan katanya meliputi kegiatan pembinaan keagamaan di SMAN 6 berdasarkan visi dan misi sekolah yaitu beriman dan bertakwa, seperti salat duhur dan Jumat bersama serta pelatihan siswa menjadi imam dan khatib, dengan cara menggilir mereka praktik setiap hari dan setiap jumat. “Inilah perbedaan pembinaan agama di sekolah kami dengan sekolah lain, karena sekolah lainnya hanya menerapkan shalat duhur dan Jumat. Tujuan kami melatih mereka karena kadangkala di masyarakat kekurangan imam. Selain itu dengan menjadi imam dan khatib berarti mereka telah memiliki keterampilan dan dapat berguna bagi masyarakat ketika menjadi alumni nanti,” katanya. Pasca ulangan semester nanti (20 Desember 2011, red) tim Kemenag RI mengunjungi SMAN 6, tim akan kembali ke Jakarta untuk melihat nilai dari portofolio yang dikirim para kepala sekolah nominator, hasil presentase dan verifikasi lapangan. “Juara 1 s.d 3 akan mengikuti upacara peringatan Hari Amal Bhakti ke-66, pada 3 Januari 2012 nanti di Kantor Kemenag RI Jakarta. Menjadi juara merupakan harapan kami, demikian pula menjadi nominator menjadi kesyukuran kami, mengingat baru tahun 2011 ini Sultra masuk nominator,” tutup mantan Kasek SMAN 2 Kendari ini. (fas)

ULFAH/KP

Lomba tarik tambang pada porseni dan PAIS SDN 12 Baruga Kendari.

Porseni dan PAIS dengan Berbagai Lomba Kendari,KP Berbeda dengan sekolah lain yang hanya melaksanakan pekan olahraga dan seni (porseni), SDN 12 Baruga tidak hanya melaksanakan porseni, tetapi juga pentas pendidikan Agama Islam (PAIS). Porseni dan PAIS SDN 12 Baruga dibuka Kepala UPTD Kecamatan Kadia, Ismail Talibi S, S.Pd. “Porseni dan PAIS kami laksanakan sejak 19 s.d 27 Desember 2011, yang diikuti semua siswa dari 22 rombongan belajar. Adapun jenis

lomba yang dipertandingkan yaitu tarik tambang, lari karung, sepakbola, bulu tangkis dan senam untuk olahraga, fashion show, nyanyi solo dan baca puisi untuk seni, serta ceramah, hafalan surat pendek dan adzan untuk lomba PAIS,” kata Ketua Panitia, Muhammad Rasyid SPd. Ia berharap, dengan terlaksananya porseni dan PAIS ini semakin memasyarakatkan berbagai kegiatan olahraga, seni dan agama di kalangan siswa. “Poseni dan PAIS ini juga sebagai

wadah pengembangan bakat dan kreativitas siswa, selain untuk mencari bibit unggul di bidang olahraga, seni dan agama untuk perlombaan mulai dari tingkat kota hingga nasional,” ungkapnya. Meskipun demikian prestasi tidak menjadi prioritas utama, yang penting para siswa dapat berpartisipasi. “Untuk menghargai partisipasi mereka dan sebagai penyemangat, kami memberikan hadiah alat tulis kepada juara 1 s.d 3 setiap lomba,” ujarnya. (fas)

Pendidikan Non Formal Segera Diakreditasi Jakarta, KP Maraknya satuan pendidikan non formal dan informal yang tidak memenuhi syarat dan standar kualitas pendidikan, mengudang reaksi keras pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk segera melakukan akreditasi terhadap pendidikan non formal, yang biasanya berbentuk kursus-kursus, seperti kursus bahasa Inggris dan komputer. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengatakan, akreditasi ini bertujuan untuk meningkatkan penjaminan mutu dan daya saing. “ Kurangnya mutu dan kualitas satuan

pendidikan non formal dan informal yang diselenggarakan oleh pihak penyelenggara saat ini masih jauh dari standar yang ada. Maka dari itu, untuk bisa mengukur standar kualitas satuan pendidikan itu, pemerintah akan melakukan akreditasi untuk pendidikan non formal dan informal,” ungkap Musliar di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (19/12). Rencana akreditasi pendidikan non formal dan informal ini tentunya harus diawali dengan suatu kajian. Oleh karena itu, kata Musliar, Kemdikbud saat ini tengah menggelar suatu lokakarya pengkajian akreditasi pendidikan non formal dan informal yang akan berakhir pada Selasa (20/12). Lokakarya akan membahas empat topik.

Yakni perkembangan permasalahan dan tantangan akeditasi pendidikan non formal, penetapan standar nasional dalam pelaksanaan akreditasi satuan program pendidikan non formal, harmonisasi pelaksanaan akreditasi dengn pelaksanaan penilaian kinerja. Terakhir, peran pemerintah propindi dalam pembentukan panitia Ad Hoc akreditasi pendidikan non formal. Mantan Rektor Universitas Andalas ini mengatakan, sarana dan prasarana pendikan non formal dan informal bukanlan menjadi suatu ukuran. Akan tetapi, mutu dan kualitas pendidikan dan tenaga pendidiknya. “Terihat di Nigeria, ada SMA itu bangkunya masih seperti di SD di Indonesia. Teta-

pi, ketika tamat langsung bisa diterima di universitas di Amerika. Artinya,mereka lebih mengutamakan mutu kualitas pendidikannya,” tukasnya. Musliar menambahkan, para penyelenggara satuan pendidikan non formal dan informal diimbau jangan hanya mencari untung besar. Karena, lembaga non formal itu dibeli oleh masyarakat. Misalnya,seperti kursus bahasa inggris, menjahit, mengetik, computer. “Jangan hanya melakukan untuk mencari uang. Tetapi, ini tanggung jawab kita bersama. Mungkin suatu saat akreditasi penting dan yang lebih penting lagi adalah kesadaran penyelenggara dan masyarakat,” jelas Musliar. (jpnn)

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

Edukasi

15

Try Out Bersama 2012 Ditiadakan Kendari,KP Berdasar masukan dari para kepala sekolah untuk try out bersama ujian nasional (UN) tahun 2012 akan datang tidak dianggarkan dulu. Hal ini diungkapkan Kadiknas Kota Kendari, Drs Kasman Arifin MSi akhir pekan lalu, seusai membuka suatu kegiatan di aula Dinas Diknas Kota Kendari. “Tidak dianggarkannya try out berdasarkan saran dari para kepala sekolah, sehingga kami mencari strategi baru pengganti try out bersama. Mengingat selama ini hasil try out bersama kurang ditindaklanjuti sekolah, dan try

out sekolah dirasakan lebih efektif,” kata Kasman Arifin. Selain alasan manfaat dan keterbatasan anggaran 2012, pihaknya melihat respon analisis nilai terlambat dilakukan sekolah, selain tim try out terlambat menginput data dengan segala kendala waktu dan biaya. “Lagi pula masalah pada setiap sekolah berbeda-beda, sehingga lebih bagus sekolah mandiri melakukan try out, karena lebih mengetahui kondisi sekolah,” lanjutnya. Ditanya jika tidak melaksanakan try out maka pihaknya tidak dapat memetakan mutu penDrs Kasman Arifin MSi didikan di Kota Kendari, mantan Dosen Unhalu ini menjawab kementerian juga setiap saat telah melakukan pemetaan. “Seperti yang baru-baru dilakukan tentang uji daya serap UN, telah dapat menunjukan kualitas pendidikan di Kota Kendari berdasarkan hasil kelulusan. Selain itu beberapa waktu lalu Disdik Sultra juga telah melakukan peningkatan uji kompetensi guru, khususnya bidang studi yang di UN-kan,” jawabnya. (fas)

ULFA/KP

Drumband SMPN 2 Kendari meriahkan pawai devile pelaksanaan O2SS.

Devile dan Drumband Meriahkan O2SS SMPN 2 Kendari,KP Seperti tahun-tahun sebelumnya pasca ulangan semester, SMPN 2 Kendari menghelat olimpiade olahraga dan seni sekolah (O2SS). O2SS dimulai dengan pawai deville sekitar pukul 07.30 wita dari lapangan Benu-Benua menuju SMPN 2 Kendari, serta dimeriahkan tampilan drumb band sekolah. Tercatat 928 siswa antusias mengikuti pawai deville dan upacara pembukaan yang dipimpin Kepala SMPN 2 Kendari, Drs Ahmad Hamdan. “Hari pertama pelaksanaan O2SS ini, hanya diisi dengan upacara

pembukaan dan pendaftaran ajang lomba yang akan diikuti setiap kelas. Pada hari kedua, perlombaan telah mulai dihelat mengingat O2SS akan berlangsung sejak 19 s.d 30 Desember 2011,” terang Wakil Kepala SMPN 2 Kendari Urusan Kesiswaan, Ld Ndohali. Melalui ajang O2SS ini ungkapnya pihaknya sekaligus mencari siswa berpotensi untuk mengikuti ajang serupa, pasalnya SMPN 2 Kendari unggul dalam olahraga Futsal serta seni fashion. “Ajang semesteran pasca ulangan semester ini juga bertujuan sebagai kegiatan refresh-

ing bagi para siswa, setelah satu semester mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM),” ungkapnya. Untuk hadiah juara 1 s.d 3 masingmasing lomba tandasnya yaitu bulu tangkis, tenis meja, bola voly dan futsal untuk lomba olahraga, serta karaoke, nyanyi solo, seni lukis dan pidato bahasa Inggris untuk lomba seni, akan diberikan piagam plus alat tulis dan kamus bahasa Inggris. “Kami lebih memilih memberikan hadiah berupa peralatan tulis menulis dan kamus dibanding uang tunai, karena lebih bersifat mendidik,” tandasnya. (fas)

Ratusan Ilmuwan Diminta Pulang ke Tanah Air Jakarta, KP Saat ini ada ratusan ilmuwan yang bekerja di sejumlah negara lain. Mereka minimal bergelar doktor dengan beragam latar belakang keilmuan. Menteri Riset dan Tekhnologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta berharap mereka pulang ke tanah air. “Banyak orang pintar bertebaran di luar negeri. Mungkin karena kita (yang di tanah air) sibuk, nggak sempat memanggil. Kita berharap mereka pulang,” ujar Gusti Muhammad Hatta saat membuka diskusi yang digelar Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT), Jakarta, Senin (19/12). Namun, mantan menteri Lingkungan Hidup itu mamaklu-

mi, para ilmuwan itu bekerja di luar negeri karena gaji yang jauh lebih tinggi dibanding kerja di dalam negeri. Hanya saja, Gusti yakin, rasa cinta tanah air tetap mengalahkan persoalan gaji. “Saya yakin, pasti ada rasa benih rindu, sayang Indonesia,” ujar Gusti. Dia mengaku telah memerintahkan pada anak buahnya untuk mencari data, berapa persisnya jumlah ilmuwan Indonesia yang kerja di luar negeri. Di tempat yang sama, Deputi Riset dan Tekhnologi bidang Sumber Daya IPTEK Freddy Permana Zen mengaku khawatir jumlah orang pintar Indonesia semakin banyak yang direkrut negara-negara lain. Untuk mencegah hal itu, Freddy

mengatakan, pihaknya terus berusaha menjaring komunikasi dengan jaringan ilmuan Indonesia di luar negeri. “Kita tak mau Indonesia terus kehilangan ilmuan karena direkrut negara lain,” ujarnya. Sementara itu, ilmuan kedokteran asal Indonesia di Universitas Leiden, Belanda, Ahmad Aditya mengatakan, pihaknya terus membangun pertemuan-pertemuan dengan ilmuan lain melalui organisasi Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional. Menurutnya, forum pertemuan ini penting untuk memikirkan persoalan-persoalan di tanah air. Pada pertemuan pertama, sudah berkumpul 400 ilmuwan Indonesia yang berkerja di sejumlah negara. (jpnn)

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


16

Xpresi

Putus... Nggak Ngaruh Tuch!!

10

Ulandheightcist AutiskosongkosongDua s s e k P e s s e k k Ule_uye@yahoo.com SMPN 5 Kendari “Klo sya nda usah dpikirkan. Klo bkan jdoh mu yah mw d’apa ?? lbih bgus klo lg ptah hati qt curhat ma shbat atau sma org2 trdekat .. :D

Pwhepiit AryaNti ‘mocHii’ phipit_ajha@yahoo.co.id SMAN 2 Kendari “Wahh...klw punya tmn gtuu,bgsx qt ksh saran aja spy gk boros gtu.cz klw mw nyalon tiap hari wah..gawat jg tuh !mnding duitx di pke buat ssuatu yg lebih brmanfaat . Apalgi cwe gk usah lah nyalon mulu,c...” Jhein Anisa Ramlan Ijhein@yahoo.com SMAN 3 Kendari “Hmmp...t’akhr PATAH HATI 3 thn yg lalu. Udah lma tdk d’rasakn,tp msih d’ingt rsa SAKIT HATIx! Qlo ptah hti psti nangis dlu smbil ingt ksah2 yg dlu..smpai BOSAN!! Qlo sdh B O S A N , , p l i n g ngemil2..ngumpul ma tman2 & yg pling pnting m’rehab diri biar k’lhatn lbih cantik dri yg dlu...”

Selasa, 20 Desember 2011

“TIADA kisah paling indah..kisah kasih di sekolah, tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah,” Masih ingat nggak petikan lagu itu? Udah lama banget yach..tapi mengena dengan apa yang sobat Xpresi rasain khan?? Hehehe, nostalgia lagi nich guys... Tapi gimana donk kalo di tengah jalan, ternyata harus bubaran dengan doi? Nah, pasti pada bete, kesal en bawaannya nggak mood. Padahal, yang namanya temen dekat alias pacar atau kekasih di masa sekolah, itu hanya sekedar iseng aja..belum ada orientasi untuk berhubungan secara serius, iya khan guys? So kenapa harus bete??

Itulah yang menjadi pegangan Cahya saat putus ama doinya. Sebenarnya kata cewek berjilbab itu, ia nggak pacaran sech, tapi yach ada rasa ketertarikan yang lebih antara dia en doi. Meski nggak resmi mengikrarkan hubungan mereka, tapi masing-masing udah nganggap “Dekat”. Ujung-ujungnya..ada masalah yang tidak dapat terselesaikan diantara mereka berdua..jadiny pada saling menjauh.. Tapi untung aja, mahasiswi Kesmas Unhalu itu nggak merasakan sedih yang berkepanjangan. Meski udah

jarang ketemu si doi, tapi ia tetap semangat belajar..terbuktu tugas kuliahnyapun tak ada yang terbengkalai. Malahan selalu dapat IPK diata 3,0..wah..hebat yach?? Bukan itu saja sech, ia juga nggak bapres (terbawa perasaaan) terlalu mendalam dengan retaknya hubungan ama doi. Malahan ia berpikir positif. Pengen nunjukin kalo itu bukan kendala bagi dia, justru jadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi. I t u

Anii Poethree Prakoso Anhie_jie23@yahoo.co.id SMKN 4 Kendari “Yah.yah,yah,,,,cinta mmng bukan lh sgala.a...biasa.a lw S g ptah hti s sibuk’kn diriQ dgn brbagai mcm aktivitas,,wlaupun dag pnting* amat sihhh,, supya rs skiit htiqq tdk trus*n brlarut*........ En 1 lg yg pnting,, cri hiburan,,, supya nda GALAU”

juga yang dilakukan Irlyn. Cewek manis berambut panjang itu juga nggak pengen hubungan asmara merusak semangat belajarnya. Apalagi kalo hanya sebatas pacar. Menurutnya, di usia yang masih remaja, bukan saatnya untuk memastikan hubungan dengan seseorang. Dijalanin apa adanya..kalo emang nggak cocok ngapain dipaksa? Mungkin itu jalan terbaik untuk keduanya. So..daripada bete mikirin putus nyambung..mending jauhin dulu tuch yang namanya pacaran, setidaknya kita bisa menceah yang namanya patah hati..Masih sekolah tentu banyak urusan sekolah yang perlu diurus ketimbang harus pacaran..Apalagi kalo nggak bisa mengendalikan pergaulan, bisa-bisa jadi korban perasaan..en ujungujungnya bisa terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan..So guys, waspadalah..waspadalah (Piyan)

Eryzah Dian Astharina eryzahastha@yahoo.co.id SMAN 1 Angkasa “Hmhm..menurut aq siy patah hati tuch dah biasa dlm hal percintaan.... Jangan pacaran lw gk mw patah hati..hhe jadikan pelajaran bwt hari esok spy gk terulang lg n bisa lbh selektif mencari pasangan” Yhani Cwabi Sangat SMAN 1 Lainea “Pth hati emng mxktkn,tp bnr lwo pth hti jgn d rskn,anggp aj i2 adl jln hdp yg t’baik u/ km & mrpkn kbhgian”

Ussy Chylssa Siimunyimunyi sulsiani@ymail.com SMAN 1 Sampara “Biazax tho lw z agy patah hati hmm paling 1 hri aja,. ngapaeeen lama2 emg d’dnia nhe cman dia aj cwokx bxakx mhe pwaa...mkax toh nda usah qta ingat msa lalux qmu dan dia” Agassy-Rahmasrisafhira K h e k e Rahma_imutczz@yahoo.co.id SMAN 1 Wawotobi “Hmmm..btul bnget tuh. Dunia blump brakhir bila kau ptuskan aqu... Hahaha..s7 skali sm lgu itu. Prnah patah hati..rasax tuhh kaya jatuh dri atas menara..bhkan lbih skit. Hahaha.. Tpi bngkit dri ksedihan itu lbih baik..mngkin dy bkan yg trbaik untk qt,,diluar sna tuhan sdh mnyiapkan yg trbaik..jdi fine ja...mnangis psti soalx hati prempuan itu sensitif tp jgn brlarut2" Wana Mayang Sari Wanacutez@rocketmail.com SMAN 1 Wundulako Kata sakit hati rasa’y udah lumrah di kalangan remaja skrang,, so kbnyakan semua udh pu’y pcr n pemicu sakit hati jg kbnyakn dr pcr.. Tp gk usah trlalu larut dlm kesedihan kalo lg patah hati.. Di bawa fine ajahh, tohh pacar bkn segala’x khan.. Hehehe Rostitiawati Itha itharostitiawati@yahoo.co.id Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kendari “Gara2 patah hati aQ ga bisa makan nasi 2 hari,trlalu ingat truz,klo d pikir hal trsbt ga pnting,tpi npa sllu mncul d hti”

share

cuap-cuap

Indha Rahmayani (Juara Pidato Bahasa Arab Kota Kendari/Siswi MTsN 2 Kendari)

Andi Suman Ikhsan (Guru Pembimbing Karya Tulis MTsN 2 Kendari)

Terus Berprestasi

Fokus Belajar....

SEBAGAI generasi muda, apalagi masih duduk di bangku SMP tugas kita harusnya belajar untuk masa depan cerah. Kalau pun ada siswa yang sudah berpacaran dan putus, hal itu bukan merupakan akhir dari segalanya alias kiamat. Perjalanan masih panjang, raihlah cita-citamu setinggi mungkin, dengan terus belajar dan berprestasi. Putus cinta membuktikan kalau usia kita belum terlalu dewasa untuk berpacaran. (Wulan)

PERGAULAN remaja saat ini sangat bebas, sehingga rentan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi terdapat siswa usia SMP yang telah berpacaran padahal belum cukup umur. Karena itu lebih untung putus karena dunia belum kiamat. Putus berpacaran merupakan awal dari kesadaran, jika belajar merupakan tugas utama dibanding aktivitas lain yang tidak bermanfaat. Tanpa pacaran, seseorang akan menemukan jodohnya juga, lagi pula dalam hukum negara usia pernikahan 20 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Fokuslah untuk belajar sekeras mungkin untuk masa depan cerah. (Wulan)

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀ iiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀ i“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

1 Man City v Arsenal 0

Arsenal Frustrasi

Luis Enrique

1 Napoli v AS Roma 3

Rebut Simpati Tifosi Naples,KP AS Roma yang selalu gagal meraih kemenangan dalam tiga laga sebelumnya, kini kembali mendapat simpati dari tifosinya. Itu seiring kemenangan yang diraih Roma ketika melawat ke San Paolo menghadapi Napoli kemarin dini hari WIB. Roma yang diprediksi akan sulit mencuri poin dari markas Napoli, justru meraih kemenangan 3-1 (0-1) “Ini adalah hari paling bahagia saya selama di Roma. Itu merupakan pertandingan yang benar-benar gila. Kami beruntung dan bekerja keras, tapi terus terang, hasil apa saja bisa terjadi di akhir pertandingan,” kata Luis Enrique, pelatih Roma seperti dikutip Football Italia. Roma kini berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 21 poin dari 15 laga. Namun, bukan raihan tiga angka yang membuat Enrique senang, melainkan cara Roma memenangkan pertandingan. “Kali ini tim kami menang dengan memainkan sepak bola modern. Karena kalau Anda melawan Napoli dengan strategi yang tidak ofensif dan lebih memilih defensif, maka Anda akan mati. Para pemain harus bersedia mengorbankan diri,”

Baca SIMPATI Hal 18

Manchester,KP Manchester United hanya empat jam memuncaki klasemen Premier League di pekan ke-16. Itu setelah rival sekota mereka, Manchester City, merebut kembali singgasananya menyusul kemenangan tipis 1-0 atas Arsenal di Stadion Etihad kemarin dini hari WIB (19/12). City harus berterima kasih kepada David Silva. Gol semata wayang Silva pada menit ke-53 itu membuat gap The Citizens - sebutan City dengan United kembali dua angka (41-39). “Kami menginginkan kemenangan dan kami menginginkan kembali ke puncak (klasemen) karena tahu kompetisi masih panjang,” kata pelatih City Roberto Mancini seperti dilansir The Sun. “Jika kami bekerja keras, kami bisa mempertahankannya. United di puncak hanya karena bermain lebih dulu, hanya itu alasannya. Kami tahu United adalah tim yang sangat kuat dan kami tidak boleh berpikir memenangi gelar tanpa bersaing dengan mereka? imbuhnya. Persaingan duo Manchester kembali berlanjut midweek ini (21/12). Jika City menjamu Stoke City, United away ke Fulham. Kemenangan atas Stoke akan menggaransi City tetap bertakhta saat Natal dan itu adalah kali pertama sejak 1929. “Kami ingin memuncaki klasemen sampai akhir musim dan bukan saat Natal saja. Stoke, saat ini, seperti Arsenal. Mereka menang beruntun di empat laga dan menghadapi mereka bakal berat,” jelas Mancini. Tapi, kemenangan atas Arsenal disebut Mancini akan kembali menaikkan moral timnya setelah down saat menyerah 1-2 dari Chelsea (12/12). Hasil di Stamford Bridge itu sekaligus

kekalahan pertama City di Premier League musim ini. “Setelah kalah dari Chelsea, sangat penting mengalahkan Arsenal. Kami juga layak memenangkannya karena saat menghadapi Chelsea, kami tidak layak kalah,” tutur mantan pelatih Inter Milan dan Lazio itu. Berbeda dengan Mancini, pelatih Arsenal Arsene Wenger menilai timnya seharusnya pulang dengan satu angka. Wenger juga menilai timnya pantas mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-79 seiring handball bek kanan City Micah Richards dari crossing Laurent Koscielny. “Handball!!!!!!”. Demikian respons gelandang Arsenal Jack Wilshere di akun Twitter-nya seketika itu. Kekalahan dari City membuat frustrasi Arsenal. Dengan tertinggal 12 poin dari City, Wenger merasa The Gunners - sebutan Arsenal - sudah terlempar dari jalur juara. “Akan sulit mengejar City karena menghadapi mereka adalah sebuah laga yang tidak boleh berakhir dengan kekalahan. Tapi, kami akan berusaha,” jelas pelatih berjuluk The Professor itu. Kekalahan Arsenal makin lengkap seiring cedera pangkal paha yang dialami Johan Djourou. Defender internasional Swiss itu diprediksi absen tiga pekan. Absennya Djourou menambah panjang daftar cedera Arsenal, khususnya di lini belakang setelah Bacary Sagna dan Andre Santos (keduanya engkel), Carl Jenkinson (punggung), dan Kieran Gibbs (hernia). “Cedera Johan sangat disayangkan dan membuat kami semakin minim opsi di full back karena kami harus menjadikan Johan, Koscielny, dan (Thomas) Vermaelen sebagai full back saat menghadapi City,” jelas Wenger. (dns/bas)

David Silva

Gregorio Manzano

Nasib Manzano di Ujung Tanduk Madrid,KP Jabatan Gregorio Manzano sebagai pelatih Atletico Madrid berada dalam ancaman. Tuntutan pecat sudah keluar dari mulut para fans saat mereka kalah dari Real Betis 0-2 (0-2) pada pekan ke-16 Liga Primera Spanyol, kemarin dini hari. Bermain di Vicente Calderon, Atletico justru kehilangan dukungan dari para fansnya. Mereka yang memadati tribun Vicente Calderon lebih sibuk meneriakkan tuntutan pemecatan terhadap Manzano yang dianggap gagal menjaga performa tim. Los Rojiblancos, julukan Atletico, kalah beruntun dalam dua

Baca MANZANO Hal 18

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi° /œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“


CMY

20

Kendari Pos |Selasa, 20 Desember 2011

PAN Belum Pastikan Koalisi dengan PD TEDY KROEN/RAKYAT MERDEKA

Salah seorang warga dari Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamatan Pulau Padang, Riau melakukan aksi jahit mulut di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/12). Aksi jahit mulut yang dikuti oleh delapan dari 73 warga ini merupakan puncak kekesalan warga, agar pemerintah segera mencabut SK. 327 Menteri Kehutaanan Tahun 2009 tentang izin jalan aktivitas PT. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)/APRIL yang dianggapnya secara tidak langsung dapat mengancam kehidupan masyarakat Pulau Padang.

Warga Meranti Jahit Mulut Jakarta,KP Warga Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau menggelar aksi jahit mulut di depan gerbang gedung DPR/MPR RI. Aksi warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penyelematan (FKP) Pulau Padang itu dilakukan untuk menuntut agar pemerintah mencabut SK Menhut Nomor 327 tahun 2009 tentang izin Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas 41.000 hektare milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di daerah tersebut.

“Kami masyarakat Pulau Padang tidak akan pernah tinggal diam melihat sikap pemerintah Indonesia yang tidak pro kepada rakyatnya. Kami tidak akan menghentikan aksi kami ini sampai ajal menjemput. Jika pemerintah tidak segera menghentikan operasional PT RAPP di Pulau Padang,” ujar Kordinator FKP-Pulau Padang M Ridwan kepada wartwan, Senin (19/12). Menurut Ridwan, keberadaan kawasan konsensi HTI di Pulau Padang akan mengancam keberlangsungan

hidup bagi masyarakat setempat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian. Karena izin HTI yang diberikan PT RAPP tahun 2009 itu telah terbukti sebagian besar tumpang tindih dengan lahan milik masyarakat lokal yang sudah dimanfaatkan sebagai areal perkebunan karet, sagu dan perkenunan lainnya. Selain itu, kebijakan tersebut juga mengancam eksistensi pulau terdepan di Indonesia yang sangat strategis dalam aspek pertahanan dan keamanan. “Tingkat kerusakan

hutan juga yang begitu tinggi, sehingga mengakibatkan menurunnya daya kemampuan hutan untuk menjalankan fungsi ekologisnya,” tambahnya. Ridwan juga menambahkan keberadaan HTI itu juga dapat menimbulkan dampak pada lingkungan yang serius, seperti perubahan iklim, berkurangnya keanekaragaman hayati, ketersedian sumber daya air dan erosi tanah. “Oleh karena itu, tidak ada alasan pemerintah untuk tidak menghentikan operasional PT RAPP di wilayah itu,” ungkap Ridwan. (yud/jpnn)

Target Prolegnas 2011 Gagal Tercapai Jakarta,KP Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) menegaskan, pada Prolegnas RUU prioritas tahunan 2011, DPR dan pemerintah kembali merencanakan penuntasan 70 RUU usulan baru di 2011, ditambah 23 RUU luncuran dari 2010 sehingga total 93 RUU. Namun, hingga 16 Desember 2011, DPR dan Pemerintah baru menyelesaikan 24 RUU menjadi UU. "Perlu diingat bahwa jumlah 24 UU per 16 Desember 2011, merupakan akumulasi termasuk jenis RUU Akumulatif Terbuka, seperti RUU penetapan APBN dan Perubahan APBN (APBNP), RUU ratifikasi Perjanjian Internasional, dan lain-lain," kata Direktur Advokasi dan Monitoring PSHK, Ronald Rofiandri, Senin (19/12), di Jakarta. Selain itu, kata dia, sebagian besar capaian 24 UU merupakan sisa luncuran dari 2010. Dia menilai, kalau dari aspek kuantitas capaian hingga 24 UU sudah lebih baik, setidaknya dibandingkan dengan 2010, yang hanya menghasilkan 16 UU. "Ingat, ini hanya dari aspek kuantitas, yang tentu saja tidak mencerminkan substansi yang terkandung. Untuk itulah sekali lagi, PSHK mengajak kita semua untuk menyasar pada evaluasi terhadap kualitas proses dan substansi UU," katanya. "Pada aspek kuantitas, pada akhirnya kita akan selalu berhadapan dengan persoalan yang sama, yaitu kegagalan DPR maupun Pemerintah mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya," tambah Ronald. Menurut dia, ada banyak kendala yang ditemui antara lain banyaknya jumlah RUU yang diprioritaskan, kurangnya tingkat validitas informasi kesiapan RUU dan proses penyiapan bahan dan pembahasan RUU di internal Pemerintah

maupun DPR belum optimal. Ia menambahkan, kinerja legislasi setahun ini telah menunjukan beberapa praktik yang merefleksikan kualitas substansi dan proses yang dijalani. Misalnya, bagaimana ketentu-

an pembatasan durasi pembahasan suatu RUU sebagaimana yang diatur dalam Pasal 141 Tata Tertib DPR diuji konsistensinya. Hingga kemudian diakui adanya fleksibilitas DPR sendiri dalam menentukan jang-

ka waktu pembahasan RUU sesuai dengan dinamika yang terjadi. "Setidaknya ini praktik yang terjadi pada pembahasan RUU Bantuan Hukum, RUU Rumah Susun, RUU BPJS, dan RUU OJK," paparnya. (boy/jpnn)

Jakarta,KP Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menegaskan tidak ada jaminan PAN pada Pemilu 2014 mendatang berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD). “Kedekatan Hatta dan SBY tidak jaminan PAN nantinya akan berkoalisi dengan Demokrat. Itu wallahualam,” ujar Amien Rais, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (19/12). Menurut mantan Ketua MPR itu, jika PAN mampu meraih perolehan suara hingga dua

digit dalam Pemilu Legislatif 2014, itu tentu akan menjadi modal bagi PAN untuk mengusung Hatta Rajasa sebagai calon presiden (capres). “Kalau PAN bisa memperoleh suara dua digit pada Pemilu 2014, itu mantap. Tapi kalau hanya dapat 7 persen seperti Pemilu 2009 lalu, ya jelas kurang mantap. Karena itu pencapresan Pak Hatta Rajasa tergantung perolehan suara PAN dalam pemilu legislatif,” ujar Amien. PAN memiliki peluang besar memenangi pertarungan pada

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 jika memang PAN memiliki bekal yang cukup, yaitu dapat memperoleh suara di atas dua digit. Selain menggadang-gadang Hatta Rajasa untuk dicapreskan, Amien juga menjagokan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai kendidat presiden pada Pemilu 2014. “Pak Ical adalah one of the strong candidate saat ini. Ia kandidat kuat dan punya partai besar. Termasuk juga Surya Paloh dengan Nasdemnya,” imbuh Amien Rais. (fas/jpnn)

Abraham-Rahimin Katjong Menang di MA Jakarta,KP Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa Pemilukada Provinsi Papua Barat yang digugat tiga pasangan calon yaitu, pasangan Dominggus Mandacan-Origenes Nauw, Wahidin PuaradaHerman Donatus Pelix Orisoe, dan George Celcius AuparayHassan Ombaier. Menurut Mahkamah, pokok permohonan para penggugat tidak terbukti menurut hukum. “Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,” kata ketua majelis hakim, Mahfud MD saat membacakan amar putusan di ruang sidang Pleno gedung MK, Jakarta, Senin (19/12).

Dalam pertimbangan Mahkamah, setelah mencermati bukti dan fakta persidangan serta keterangan dari masingmasing pihak, ternyata gugatan yang diajukan para pemohon tidak disertai dengan bukti-bukti kuat. “Pokok permohonan para penggugat tidak terbukti mempengaruhi hasil perolehan suara Pemilukada Provinsi Papua Barat,” kata hakim Hamdan Zoelva. Dengan keputusan ini, MK menyatakan keputusan KPU Papua Barat yang menetapkan pasangan Abraham Octavianus Ataruri-Rahiming Katjong dengan perolehan 186.040 suara (43,77 %), telah sah dan mengikat.

Seperti diketahui, para penggugat menuding telah terjadi pelanggaran terstruktur, sitematis, dan masif selama pelaksanaan Pemilihan Gubernur Papua Barat yang dilakukan oleh KPU Papua Barat maupun pasangan terpilih yang tak lain sebagai incumbent. Menurut pemohon, pelanggaran yang terjadi karena KPU Papua Barat melakukan pembiaran terhadap pelanggaran pasangan Abraham Octavianus AtaruriRahiming Katjong. Pemohon juga menuding adanya politik uang di seluruh kabupaten/kota Papua Barat, dan adanya keterlibatan aparat birokrasi. (kyd/esy/jpnn)

`ˆÌi`Ê܈̅ʘvˆÝÊ* Ê `ˆÌœÀÊ ‡ÊvÀiiÊvœÀʘœ˜‡Vœ““iÀVˆ>ÊÕÃi°

CMY

/œÊÀi“œÛiÊ̅ˆÃʘœÌˆVi]ÊۈÈÌ\Ê ÜÜÜ°ˆVi˜ˆ°Vœ“É՘œVŽ°…Ì“

Kendari Pos Edisi 20 Desember 2011  

E_Paper Kendari Pos