Page 1

Selasa, 1 Februari 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

DPR Mulai Serang Balik KPK Jakarta, KP Komisi III agaknya mulai menyerang balik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pasca ditahannya 19 politisi penerima suap pada pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) pada 2004, Miranda S Goeltom. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPK, anggota Komisi III ‘mengusir’ dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. “Kami minta dua pimpinan KPK legowo meninggalkan sidang,” kata Nasir Djamil, dalam RDP dengan KPK di Gedung Nusantarta II DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/1).

Baca dpr di Hal 8

internasional

FOTO :WAHYU DWI NUGROHO/RM

Mesir Mencekam KAIRO - Tensi politik di Mesir masih memanas. Krisis di negeri berpenduduk 79,1 juta (estimasi pada 2010) tersebut sepertinya segera menuju titik puncak. Revolusi agaknya menunggu waktu setelah Presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun itu menolak tuntutan mundur yang disuarakan massa demonstran. Ribuan orang terus berunjuk rasa di sejumlah kota, kemarin. Mereka juga bertahan di jalan-jalan dengan mengabaikan larangan ke luar rumah atau jam malam mulai pukul 16.00

Baca mEncEkam di Hal 7

Tak Sering Kencing Malam Lagi SAAT wawancara ini berlangsung, 29 September 2010, umur Sumanta sudah 78 tahun. Dan menurut

Baca kEncing di Hal 8

selebriti

Wajib Tutup Aurat PEDANGDUT Dewi Perssik terus diingatkan menjaga penampilannya di depan publik. Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Salim Alatas menyarankan Depe tobat di tahun 2011. “Harusnya dia (Depe) tetap menjaga agar auratnya tertutup. Masa sih, aurat mau dibuka terus, 2011 harusnya dia sadar dirilah,” tegas Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Salim Alatas kepada Rakyat Merdeka (Kendari Pos Group). Habib Salim menilai aksi Depe banyak mempengaruhi moral anak- anak. “Harusnya dia bisa berpikirlah, apa yang dia lakukan nantinya bisa merusak moral bangsa. Teman-temannya yang lain saja bisa tutup aurat, masa dia enggak sih,” cetus Habib Salim. Bintang film Paku Kuntilanak itu juga didesak serius memperhatikan laporan FPI terhadap foto toplessnya beberapa waktu l a l u . Menurut Habib Salim, laporannya ke Polda Metro Jaya beberapa w a k t u lalu terkait foto topless untuk menyadarkan Depe sendiri. “Kami ingin mengarahkan agar D e w i Perssik

Anggota DPR F. Golkar Bambang Soesatyo (kanan) berdebat dengan Anggota DPR F. Demokrat Ruhut Sitompul ( kiri) saat mengikuti Rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/1).

Serangan Balik DPR

Bibit-Candra Diusir Jakarta, KP Dugaan bakal terjadi serangan balik oleh para politisi Senayan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pascapenahanan 19 politisi, termasuk

kerja komisi yang membidangi hukum itu dengan KPK. Status tersangka Bibit dan Chandra dalam kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan dalam perkara

Lahan Eks INCO Diatur Gubernur Kendari, KP Perseturuan antara Gubernur Sultra versus PT INCO terkait pemanfaatan puluhan ribu hektar lahan eks PT INCO Sultra, berujung manis. Setelah disomasi tiga kali, pihak PT INCO akhirnya merelakan areal konsesinya yang dipersoalkan Pemrov Sultra selama ini. INCO mempercayakan kepada Gubernur Sultra, Nur Alam untuk mencari, menyeleksi dan menentukan mitra strategis di wilayah izin kontrak karya PT INCO, untuk tujuan pembangunan pabrik. “Sudah ada suratnya, sedangkan detail item perjanjian kerjasamanya akan segera ditandatangani,” kata Nur Alam, saat dihubungi via telepon selularnya semalam. Tercapainya kesepakatan mengakhiri memanasnya hubungan Pemrov Sultra dengan PT INCO. Selama ini, Gubernur Nur Alam memang sering mempersoalkan keberadaan PT INCO yang menguasai sekitar 65 ribu hektar lahan yang tersebar di berbagai kabupaten se-Sultra, tetapi tak memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Apalagi, selama 40 tahun PT INCO memegang izin kontrak karya di Sultra, banyak kewajiban yang

Nur Alam

Anggodo Widjojo, meski sudah keluar deponeering dari Jaksa Agung, dijadikan dalih aksi pengusiran itu. “Kami minta

Baca diuSir di Hal 8

Presdir Sidomuncul Mengetuk Langit

tak dipenuhi, sehingga berdampak pada kerugian daerah akibat termanfaatkannya aset Sultra yang seharusnya dapat dimanfaatkan secara ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Sultra. “Sultra lelah menjadi penjaga kebun investor asing,” kata Nur Alam, menyindir keberadaan PT INCO di Sultra pada akhir tahun 2008 lalu. Setelah itu, Nur Alam melakukan lobilobi tingkat tinggi agar INCO mau membangun pabrik di Sultra, dengan harapan akan memberikan nilai tambah bagi pembangunan di daerah dan terbukanya lapangan kerja. Berbagai upaya itu tak membuahkan hasil, Nur Alam lalu menempuh jalur politik dan mengadukan masalah itu ke Presiden RI saat diberi kesempatan untuk memaparkan usulan menjadikan Sultra sebagai Kawasan Ekonomi Khusus di bidang pertambangan. “Terkini kami telah melakukan pembicaraan dengan PT INCO. Hasilnya sangat positif karena mereka mempercayakan kepada Gubernur Sultra untuk mencari, menyeleksi dan menentukan

Jakarta, KP Wahai langit dan semua malaikat penjag anya. Wahai dewa penggetar nurani. Wahai pemimpin negeri, pengusaha, pemilik modal, Irwan Hidayat dan siapa saja yang mendengar jeritan mereka, 2 juta manusia penderita buta katarak di negeri ini. “Mari, kita bersama-sama membantu mereka, melalui PMI dan Yayasan Mata Hati, untuk membuat mereka bisa melihat lagi,”

Baca laHan di Hal 2

Baca prESdir di Hal 2

Pia Akbar Nasution, Penerus Jejak Adnan Buyung Nasution

Minta Bayaran Tinggi saat Dibajak sang Ayah Setiap kali sidang Gayus Halomoan Tambunan digelar, seorang perempuan selalu duduk di antara para pengacara. Kadang dia duduk di samping advokat senior Adnan Buyung Nasution. Dia adalah Pia Akbar Nasution, putri bungsu Buyung. AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta

Baca wajib di Hal 7

anggota Komisi III DPR Panda Nababan, terbukti. Tanpa sungkan, sejumlah anggota Komisi III DPR meminta dua wakil ketua KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, meninggalkan ruang rapat

SEhARI-hari, Pia berkantor di firma hukum Adnan Buyung Nasution and Partners di lantai 3 Menara Global. Ruang kerja berukuran 4 x 5 meter itu cukup lapang. Pada salah satu dindingnya, terdapat jendela besar dengan view kawasan Jalan Gatot Subroto yang selalu ramai. Pia menata ruang kerjanya sedemikian

Foto: Agung Putu Iskandar/Jawa Pos

Pia Ariestiana Nasution mengemban beban penerus cita-cita besar sang ayah, Adnan Buyung Nasution.

rupa untuk mengingatkan dirinya akan suasana rumah. Di meja kerja, perempuan berambut panjang itu meletakkan foto-foto dua jagoan ciliknya, M. Iqbal Fadhilah Akbar, 13, dan M. Alyosha Rizsqullah Akbar, 7. Garis-garis wajah dua cucu Buyung itu sangat persis dengan sang kakek. “Yang paling mirip yang sulung. Mirip banget, ya,” kata Pia, lantas menunjukkan foto Iqbal dan Buyung yang kompak mengenakan kacamata dan jas hitam. Hubungan cucu-kakek tersebut memang sangat akrab. Bahkan, Buyung sering mengajak Iqbal berdiskusi dengan tema-tema serius, seperti korupsi

Baca dibajak di Hal 7


2

Kendari Pos | Selasa, 2 Februari 2011

Irwan Bisa Merasakan Sakitnya Orang Sakit

Harus Ada pabrik, Jangan Hanya Jual “Tanah Air” Lahan... mitra strategis yang akan memanfaatkan lahan PT INCO dan membangun pabrik di Sultra,” katanya. Nur Alam menegaskan, Pemprov akan mengatur dan mengevaluasi investor manasaja yang dianggap layak berin-

vestasi di atas lahan eks INCO. Dan, untuk mendpatkan investor yang sanggup membangun pabrik dan tidak hanya menjual “tanah air”, sudah cukup banyak. “Pemerintah harus mencari terobosan dengan percepatan pembangunan daerah. Pemerintah berkewajiban mengangkat meningkatkan value (nilai tambah) tambang nikel,” tegasnya.(ong)

Presdir... ajak Irwan Hidayat, Presdir PT Sidomuncul, di sela-sela syuting dengan Agnes Monica di Teras Kota, Serpong. Kehilangan indra penglihat, kata dia, itu ibarat mendapat pukulan yang amat telak. Penderita kehilangan kesempatan untuk menyaksikan indahnya negeri ini. Dia juga harus di bawah pengawasan orang lain, digandeng, diarahkan, sehingga satu orang buta membawa satu orang produktif menjadi tidak produktif. “Rata-rata usia mereka 46-50 tahun, umur yang matang dan masih menghasilkan untuk keluarga. Ini menjadi tergantung pada keluarga,” paparnya. Karena itu, membantu mereka itu sedikit banyak akan meningkatkan produktivitas manusia

Indonesia. Kalau 2 juta orang buta katarak, dan pertumbuhannya 240.000 per tahun, per bulan 20.000 orang. Kecepatan pemerintah mengoperasi, apalagi tanpa biaya, sangatlah rendah. “Sikap tenggang rasa, gotong royong dan kebersamaan bangsa ini harus disentuh, untuk bersama-sama membantu. Mereka perlu uluran tangan,” tuturnya. Beberapa instansi yang sudah mengumpulkan supporting sampai hari ini adalah: PT Sidomuncul 5000 operasi, Koperasi Karyawan Sidomuncul 100 operasi, Hotel Tentrem Jogjakarta 100 operasi, Asosiasi Distributor Sidomuncul 300 operasi, Asosiasi Suplier Sidomuncul 500, Indopos (Forum Pemred) Jawa Pos National Network 100, dan SCTV 100. Anda tertarik untuk bergabung? Silakan lihat nomor rekening yang diiklankan di televisi na-

sional, media nasional, dan JPNN, dari Batam Pos, Riau Pos, Sumatera Ekspres, Padang Ekspres, Lampung Pos, Indopos, Jawa Pos, Radar Banjarmasin, Kaltim Post, Fajar, dan Manado Pos, hari ini. Bagi Irwan, membantu sesama itu lebih bermakna untuk membangun spirit cinta tanah air dan negeri. Kalau ada bagian yang sakit, kita pun ikut merasakan perih dan getirnya. “Tidak banyak orang yang bisa berempati, memang. Mungkin ini terkait dengan sejarah hidup pribadi saya. Sejak kecil, saya sering sakit-sakitan. Karena itu, kalau ada orang sakit, saya bisa langsung merasakan sakitnya!” tutur pemilik brand Kuku Bima Ener-G, Rosa-Rosa itu. Berapa target dana yang terkumpul? “Berapapun yang diperoleh dari publik, yang penting kami sudah berusaha. Kalau dir-

espons baik, ya terima kasih. Kalau belum mendapat tempat, ya nggak mengapa? Mungkin Tuhan mengutus saya untuk menggerakkan hati publik, ya saya jalani dengan sebaik-baiknya,” aku Irwan Hidayat. Irwan lagi-lagi mengucapkan terima kasih kepada Wapres Boediono, yang sudah meluncurkan program ini di RS Aini Kuningan, lalu. Dia juga bangga punya kolega Perdami-Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Mata Indonesia, yang membantu aktivitas social ini, sehingga biaya operasinya lebih murah, dan bisa melakukan pembedahan lebih banyak orang. Termasuk IDI-Ikatan Dokter Indonesia dan Yayasan Mata HatiPeduli Kesehatan Mata. Silakan gabung di Rekening PMI Khusus Katarak di Mandiri ac. 070-000700700-3. Atau Yayasan Mata Hati BCA no 012.301.9153.(don)


3

Selasa, 1 Februari 2011

Aman, Stok Pupuk Urea Subsidi Kendari, KP Permintaan pupuk urea subsidi di Sultra, awal tahun ini sudah mulai menunjukkan peningkatan. Kalau tahun lalu rata-rata penyaluran setiap tahun berkisar 800 ton per bulan. Tapi Januari tahun ini sudah mencapai 1400 ton. Peningkatan ini nampaknya karena dipengaruhi kondisi cuaca yang mulai membaik, sehingga penggunaan pemupukan meningkat. Wakil Kepala kantor pemasaran Pupuk Kaltim Sultra sebagai distributor pupuk urea bersubsidi di Sultra, Adang Sasongko menjelaskan, tahun ini target penyaluran pupuk urea subsidi 22 ribu ton. Jumlah tersebut tentunya meningkat dari realisasi tahun 2010 yang hanya 16 ribu ton. “Kalau melihat penyaluran di awal tahun, nampaknya kuota pendisitribusian bisa terealisasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” terangnya. Saat ini stok pupuk urea subsidi di gudang PT Kaltim sekitar 3.600 ton. Jumlah tersebut

mencukupi hingga keperluan sekitar tiga bulan kedepan. Meskipun saat ini terjadi troubel pengiriman lantaran faktor cuaca, tapi sebanyak 2.700 ton sedang dalam perjalanan menuju Kendari, sehingga dijamin tidak akan ada kelangkaan pupuk. Demikian untuk Pupuk NPK Pelangi subsidi tahun ini kuota untuk Sultra sebanyak lima ribu ton. Jumlah tersebut meningkat di banding tahun 2010 yang hanya tiga ribu ton dan realisasinya hanya 126 ton. Soal pemahaman petani di Sultra tentang pupuk NPK kata Adang masih kurang. Padahal bila memahami manfaatnya NPK lebih bagus, karena mengandung tiga unsur yang dibutuhkan tanaman, dibanding urea yang hanya satu unsur saja. Hal ini terbukti dari petani yang menggunakan NPK hasil panennya lebih bagus, walaupun harganya sedikit mahal yakni Rp 2.300 perkilogram. Sementara urea Rp 1.600 perkilogram. Lebih jauh Adang mengata-

kan bila penggunaan pupuk di Sultra masih minim, tidak seperti daerah lain yang sudah banyak. Contohnya di Jawa Timur tahun 2010 lalu mencapai 1300 ribu ton pupuk urea subsidi, sementara di Sultra hanya 16 ribu ton. Padahal areal sawah di daerah ini lebih luas dibandingkan Jatim. Penyebabnya karena di Sultra banyak lahan tidur, pemahaman petani di Sultra akan pupuk belum optimal dan produktivitas penanaman lebih banyak yakni tiga kali dalam satu tahun. “Di Sultra yang banyak penggunaan pupuk di Ladongi (Kolaka), yakni warga trans dari Bali, mereka menerapkan cara-cara yang diterapkan di Bali. Hasilnya terbukti bila penggunaan pupuk yang maksimal, lebih bagus ketimbang yang tidak. Semua itu membutuhkan sosialisasi dan pemahaman dari petugas pertanian, kami sebenarnya juga punya andil, tapi kemampuan kami tentunya sangat terbatas,” paparnya. (lis/awl)

BTPN Salurkan Kredit Hingga Rp 50 M Tawarkan Kredit Agribisnis dan program Productive Poor Kendari,KP Eksistensi Bank BTPN di Sultra baru satu tahun. Tapi lembaga ini sudah bisa menyalurkan kredit kepada usaha menengah mikro di daerah ini sebanyak Rp 50 miliar. Pimpinan Cabang, BTPN Kendari, Jefry Ledder mengatakan, ada tiga jenis produk kredit di lembaganya yakni produk bebas dengan pinjaman di bawah Rp 25 juta. Kemudian ada Flexi dengan jumlah pinjaman diatas Rp 2 juta hingga Rp 100 juta dan Mapan dengan pinjaman Rp 100 juta ke atas. Pembiayaan bagi kalangan sektor mikro menengah itu kemacetan atau non performing loan (NPL) hanya 1,3 persen. Itu membuktikan bila sektor usaha mikro patuh. Ratarata pinjaman setiap nasabah berkisar Rp 50 juta.”Kami menggunakan sistem pendekatan kepada para nasabah sehingga kemacetan bisa kami minimalisir,” terangnya kemarin. Pria asal Sulawesi Tengah

itu menambahkan tingginya penyaluran kredit belum diiringi dengan posisi dana pihak ke tiga (DPK). Di BPTN juga ada tabungan dengan produk Taseto (Tabungan setara deposito) dengan bunga tujuh persen setiap tahunnya dan bisa diambil kapanpun nasabah mau. “Tahun 2010 lalu posisi DPK kami masih tiga persen dari dana penyaluran,” papar Jefry. Untuk produk pinjaman BTPN memberlakukan pembinaan kepada para nasabahnya. Orientasi BTPN bukan hanya menyalurkan dana untuk modal usaha, tapi menciptakan bagaimana usaha nasabah yang kecil menjadi besar dan yang besar menjadi lebih maju. Untuk itu pantauan keuangan dan kegiatan bisnis selalu dilakukan berkala. Lebih mendetail lagi, BTPN juga melakukan intervensi dalam pengembangan kualitas SDM, yakni pelatihan dilakukan setahun dua kali baik dalam hal managemen, skill maupun kepiawaian dalam membina usaha. “Penilain yang dilakukan bukan hanya dari besarnya jumlah kredit namun kualitas nasabah kami, termasuk berapa kali bisa melakukan pelatihan kepada nasabah,” papar pria yang baru satu bulan betugas di Kendari.

Tahun ini, BTPN Kendari menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 80 miliar atau meningkat sekitar 60 persen dari realisasi tahun 2010. Standar tersebut tentunya setelah memiliki beberapa program untuk merealisasikannya. Kredit agribisnis yaitu membiayai produk pertanian ke pelosok desa. Kemudian ada program Productive poor, yaitu BTPN membuka peluang bagi masyarakat yang ingin membuka usaha kemudian dibina serta dibiayai. Dibawah pantauan BTPN, di Jabotabek program Kredit agribisnis dan program Productive poor, sudah berjalan pada enam cabang dan cukup berhasil. “Kami berharap tahun 2011 ini, di Sultra sudah mulai dilaksanakan ke dua program tersebut, sehingga target kami bisa membiayai Rp 80 miliar bisa terwujud,” ujarnya. Lebih jauh Jefry mengatakan, bila saat ini BTPN sudah memiliki enam kantor. Di Kendari selain kantor induk juga ada satu cabang di Wuawua dan empat lainnya berada di Baubau, Kolaka, Raha dan Pasar Wajo. “Kami yakin bila di Sultra ini masih banyak sektor usaha mikro yang bisa dikembangkan,” pungkasnya. (lis/awl)

DOK/KP

Tanggal 31 Maret nanti menjadi hari bersejarah di PLN Kolaka. Di hari itu daftar tunggu untuk pemasangan baru sudah tidak ada lagi. Nampak PLTU Nii Tanasa yang diharapkan menjadi salah satu pemasok kebutuhan listrik untuk Kolaka. Saat ini operasionalnya tengah dirampungkan.

April, Daftar Tunggu PLN Kolaka Dituntaskan Kolaka,KP Ketersediaan tenaga listrik di Kolaka saat ini cukup untuk kebutuhan satu tahun kedepan. Dipastikan tidak akan adalagi pemadaman bergilir. Tanggal 31 Maret nanti daftar tunggu untuk pemasangan baru sudah tidak ada lagi. Hal itu diungkapkan Kepala kantor PLN Kolaka, Meti Piter saat ditemui diruang kerjanya kemarin. Dia memastikan cadangan energi listrik saat ini cukup untuk kebutuhan wilayah kerjanya. Ia menjamin tidak akan ada lagi pemadaman bergilir. Meskipun dia tidak memungkiri jika tiba-tiba ada kerusakan yang dapat menyebabkan pemadaman

Industri furnitur lokal, Gran Eterno, semakin agresif menggarap pasar furnitur menengah ke bawah (middle low). Pasar ini cukup besar dan sulit disasar furnitur impor.

IST/KP

Salah satu produk furnitur yang menjadi andalan Gran Eterno untuk bersaing. terangnya. Ferdy mengakui, saat ini, jumlah pebisnis furnitur sangat menjamur. Itu didorong oleh pertumbuhan properti di KTI, yang tumbuh pesat. Pertumbuhan properti yang diperkirakan masih akan terjadi tahun ini, disikapi Gran Eterno dengan membuat bisnis baru, menjual furnitur dengan mengikutkan pada rumah baru. “Kami sedang jajaki bekerja sama dengan BTN dan mitra-mitranya. Kami melihat ada ada kemungkinan

dengan BP Rp 625 ribu, pelanggan melakukan transaksi di kantor PLN. “Tidak dibenarkan ada petugas PLN yang melakukan transaksi di rumah pelanggan. Kecuali pihak kontraktor dengan pelanggan” ujar pria yang sebelumnya bertugas di kantor PLN Unaaha ini. Selama ini kata Meti, pelanggan banyak yang tertipu. Misalnya saja penutup KWH. PLN tidak menyarankan pada pelanggan untuk memilikinya. Tetapi kemauan pelanggan sendiri yang membelinya pada penjual dilapangan. Sehingga pihaknya banyak menerima keluhan tentang mahalnya kebutuhan pemasangan listrik pelanggan.(p6/awl)

ini menambahkan, jika melihat kondisi politik di Mesir yang masih memanas, ada kemungkinan ke depan harga emas semakin naik. Tren peningkatan harga ini, tentu saja akan dimanfaatkan betul masyarakat yang memiliki modal besar. “Pengaruhnya untuk sektor perekonomian kita memang sangat besar. Kecuali kondisi stabilitas politik di Mesir ke depan sudah berangsur normal, maka harga emas bisa stagnan. Tetapi, kalau berbicara saat ini orang akan berburu emas,” ujarnya. Regional Chief Ekonomis Bank Negara Indonesia (BNI) ini mengatakan, pada situasi sulit, membeli emas bisa menjadi alternatif menyimpan kekayaan (investasi). Situasi seperti sekarang, kata dia, di mana ketidakstabilan politik di Timur Tengah khususnya Mesir, dikhawatirkan menjalar ke

Syarkawi Rauf negara-negara lainnya di Timur Tengah. Hal ini menciptakan ketidakpastian politik yang sepertinya akan berlangsung lama, dalam jangka panjang. Selanjutnya, ketidakstabilan politik menyebabkan ekonomi juga tidak stabil. Menurut Syarkawi, jika ketidakstabilan politik berlangsung lama dan semakin meluas, akan berdampak pada harga minyak

yang memicu kepanikan global. “Tentu saja juga ikut berdampak pada perkembangan harga emas. Kecenderungan harga emas yang meningkat akibat ketidakstabilan politik di Mesir, akan mendorong masyarakat Sulsel khususnya Makassar untuk mengalihkan investasinya dari simpanan bank ke emas,” paparnya. Pengalihan investasi ke emas, tambah Syarkawi, bisa jumlahnya besar jika masyarakat memprediksi bahwa kejadian di Mesir akan berlangsung lama. Dampak langsung terhadap perekonomian Sulsel, lanjutnya, relatif kecil mengingat daerah ini bukan penghasil emas. “Tetapi, untuk daerah penghasil seperti Bombana di Kendari atau Kalimantan Selatan, akan memberikan welfare effect bagi penambang. Khususnya penambang tradisional yang jumlahnya banyak,” tandas Syarkawi. (jpnn/awl)

Pemerintah Evaluasi Importir Gula

Garap Konsumen Kelas Menengah ke Bawah

rah,” terangnya. Meski memproduksi furnitur, Gran Eterno juga tetap memasok produk dari Jawa (Jepara dan Jakarta) serta impor dari China. Produk yang dipasok dari luar ini, diakui Ferdy sasarannya adalah konsumen menengah ke atas. “Furniture China itu setiap saat ada yang baru. Mereka memang sangat kreatif melahirkan desain-desain baru dan tidak ada istilah repeat order. Karena itu, kita menjualnya ke segmen menengah ke atas,”

traktor di rumah tersebut, dan sudah mendapat Sertifikat Layak Operasional (SLO), maka listrik sudah dapat dinikmati hari itu juga. Daftar tunggu untuk wilayah Kolaka saat ini mencapai 2.166 pelanggan. Sementara pemakai listrik di Kolaka sudah 23.960 pelanggan. Saat ini PLN tidak melayani penambahan daya sebab lebih memprioritaskan yang belum menikmati listrik sama sekali. Sementara itu untuk pendaftaran pemasangan baru digratiskan. Meti menambahkan, PLN tidak melakukan transaksi di rumah pelanggan untuk biaya apapun. Misalnya untuk pemasangan baru daya 900 watt,

Emas Jadi Pilihan Investasi Teraman Makassar, KP Harga emas di pasar spot yang melonjak hingga dua persen menjadi USD1.338,39 akibat konflik di Mesir, dianggap memberi keuntungan besar bagi kalangan pengusaha emas di kota ini. Bisnis emas kini menjadi alternatif investasi paling aman. Pengamat Ekonomi Global dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Syarkawi Rauf mengatakan, emas saat ini sudah dapat disejajarkan dengan investasi tanah atau rumah. Sebab, setiap waktu harganya mengalami kenaikan membuat investornya tidak akan merugi. “Kalau memborong emas pada kondisi saat ini, tentunya memberi keuntungan. Bisa jadi, harga emas ke depan semakin naik. Saat ini emas merupakan bisnis menjanjikan dan alat investasi paling aman,” terang Syarkawi. Dosen Ilmu Ekonomi Unhas

Kiat Furnitur Lokal, Gran Eterno Bersaing

“KAMI memiliki produk lokal yang pasarnya kebanyakan ke kawasan timur Indonesia, seperti Papua, Ambon, dan seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi,” tutur Ferdi N, pengelola dua grup Gran Eterno, yakni toko furniture Arjuna, Safari, dan Kijang Perdana. Ferdy menjelaskan produk yang dihasilkan Gren Eterno kemudian disalurkan ke berbagai daerah melalui tiga anak usahanya. “Tiga toko di bawah naungan Gran Eterno ini masing-masing memiliki segmen pasar. Kalau Arjuna dan Safari kebanyakan segmen atas dan Kijang Perdana untuk menengah ke bawah,” tuturnya. Dia mengakui, produk furnitur lokal ini, harganya lebih murah tetapi kualitas bahannya tidak kalah dengan furniture impor. “Furnitur lokal ini tetapi tidak murahan. Bahannya sangat bagus. Kita jual murah karena bahan bakunya kita peroleh dengan biaya mu-

mendadak. “Pemadaman pasti ada. Tapi itu sifatnya kalau mendadak saja misalnya ada kerusakan atau gangguan tiba-tiba. Tapi pemadaman bergilir tidak akan ada lagi” tutur pengganti H. Gentar ini. Dia juga meyakinkan pihaknya akan menyelesaikan target 31 Maret mendatang tidak akan ada lagi daftar tunggu pelanggan. Dirinya menjamin tanggal 1 April sudah langsung melayani pelanggan yang meminta penyambungan baru. Asal sudah membayar biaya pemasangan (BP), paling lambat lima hari KWH sudah terpasang di rumah pelanggan. Jika sudah terpasang instalasi dari kon-

penjualan rumah lengkap dengan perabotnya dan dapat diikutkan dalam fasilitas KPR,” katanya. Pola ini menurut dia, akan memuaskan konsumen. Sebab, ukuran furnitur dapat disesuaikan dengan ukuran rumah. “Banyak konsumen yang sangat mengutamakan perfection (kesempurnaan, red) dan stylish. Termasuk furnitur harus pas dengan ruangan dan model ruangan. Kami memiliki kemampuan menjawab kebutuhan itu,” terangnya. (upi)

Jakarta, KP Kementerian Perdagangan berencana untuk mengevaluasi kinerja importir terdaftar gula kristal putih (GKP). Apalagi, sampai sekarang belum semua importer menuntaskan tugas untuk melakukan impor. Beberapa perusahaan malah masih menyelenggarakan tender. Bahkan karena harga GKP dalam tender relatif tinggi, sehingga belum bisa menemukan pemenang tender. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan wacana untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja importir muncul belum lama ini. Pasalnya, beberapa importer belum menyanggupi untuk mendatangkan GKP impor ke dalam negeri. Dituturkan baru Perum Bulog dan PT PPI yang sudah menyepakati kontrak impor GKP. “Nah Bulog dan PPI kok bisa, mungkin harga yang diminta PTPN terlalu rendah sehingga tidak bisa masuk. Bisa jadi mereka yang sudah melakukan kontrak, dapat ketika harga gula masih rendah,” ucapnya pekan lalu. Rincian, Perum Bulog sudah kontrak sejumlah 20 ribu ton dari India dan PT PPI sebesar 30 ribu ton dari Thailand, sehingga total 50 ribu ton. Sebelum ini, lanjut Deddy, tahun lalu sejumlah perusahaan pun tidak memenuhi semua kontrak gula. Karena itu, pihaknya menegaskan rencana evaluasi tersebut. Tindakan evaluasi tersebut akan sama dengan perusahaan rafinasi. Di perusahaan rafinasi dikenal istiliah past performance ketika melakukan evaluasi. Dan, hal itu memungkinkan untuk diterapkan bagi importer terdaftar GKP. “Untuk itu kami rasa perlu dilakukan evaluasi, sehingga penugasan tersebut supaya berjalan efektif. Saat ini sedang kita pikirkan, ke depan masih bisa diberikan tidak penugasan tersebut ke PTPN kalau

dia selalu gagal melakukan tender. Atau tugas tersebut hanya diberikan ke perusahaan yang mampu,” tegasnya. Harga memang menjadi alasan utama bagi importer terdaftar. Deddy berpendapat, sejak awal harus diketahui secara pasti mengenai neraca gula. Meliputi, kemampuan produksi, jumlah konsumsi sampai kebutuhan impor. Sebab hal itu akan mempermudah dan importer melakukan perencanaan impor. Bahkan negosiasi dengan peserta tender akan lebih leluasa. “Hal itu jadi jalan keluar untuk tahun ini,” ucapnya. Meski demikian lanjut dia perbedaan data mengenai neraca gula kerap menyulitkan untuk melakukan perhitungan dengan akurat. Untuk itu, pabrik gula harus melaporkan angka produksi setepat mungkin. “Angka produksi jangan dibesarkan untuk menghindari impor, tapi ternyata defisit. Malah bahaya lagi kalau harga gula di luar negeri sedang tinggi,” kata dia. Mengenai penurunan bea masuk, kata dia, belum ada kesepakatan untuk itu. Apalagi ketika mengetahui stok di dalam negeri masih mencukupi. Awal bulan lalu stok gula domestik sebanyak 800 ribu-900 ribu ton. Ditakutkan, ketika bea masuk diturunkan dan menambah impor ternyata stok masih besar. “Akhirnya malah mengganggu petani yang akan memasuki musim giling, kalau harga makin drop,” kata dia. September tahun lalu Kementerian Perdagangan memberikan izin impor gula kristal putih total sebanyak 450 ribu ton. Alokasi impor untuk PTPN IX 70 ribu ton, PTPN X 90 ribu ton, PTPN XI 90 ribu ton, PT RNI 50 ribu ton, PT PPI 90 ribu ton dan Perum Bulog 60 ribu ton. Tujuan impor gula untuk memenuhi kebutuhan gula selama lima bulan pertama tahun 2011 sebelum musim giling tebu tiba. (jpnn/awl)


Selasa, 1 Februari 2011

email : bumianoa@gmail.com

Bupati Bingung Cara Lunasi Utang Raha, KP Utang menumpuk yang ditinggalkan pada era pemerintahan Ridwan BAE-La Bunga Baka membuat Bupati Muna saat ini, H.LM Baharudin, kebingungan. Sampai kini, belum ada solusi yang ditemukan untuk memcah kebuntuan tersebut. Apalagi, sejumlah kontraktor yang menjadi rekanan pemerintah dalam pekerjaan proyek pembangunan sudah mulai menebar ancaman agar uang mereka segera dilunasi. Kepada sejumlah anggota DPRD Sultra dari daerah pemilihan MunaButur yang saat ini melakukan reses di Raha, Baharuddin pun mengeluhkan kendala keuangan daerahnya hingga tak mampu membayar ‘’tumpukan’’ utang tersebut. ‘’ Pemkab memiliki komitmen untuk pelunasan utang yang awalnya diestimasi sebesar Rp 34 miliar. Namun

Baca UTANG di Hal 6

Kasus Umar Tebu Mandek Dipenuntut Kolaka,KP Kasus sangkaan penganiayaan yang melibatkan politisi senior Golkar Kolaka, H. Umar Tebu beberapa bulan lalu pada tahun 2010 ternyata belum tuntas juga. Saat ini berkas perkara tersebut masih ‘’nyangkut’’di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka pasca dilimpahkan penyidik Polres setempat. Anehnya, tak ada kepastian kapan perkara itu akan dilimpahkan ke pengadilan. Kasipidum Kejari Kolaka, Efy, SH yang ditemuk di kantornya kemarin membenarkan hal tersebut. Berkas perkara Umar Tebu yang juga anggota DPRD Kolaka itu masih disimpannya dan belum dilimpahkan ke pengadilan. “ Berkasnya ada. Nanti kita akan limpahkan, tapi belum saat ini,” ujarnya sambil mengaku belum dapat memasti-

Baca KASUS di Hal 6

Golkar Siapkan Irham Kalenggo Jadi Wakil Ketua DPRD Konsel Andoolo, KP Ternyata, Wakil Ketua DPRD Konsel, H. Surunuddin Dangga telah mengajukan pengunduran diri dari parlemen. Mundurnya H. Surunuddin tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD I Golkar Sultra, Muh. Basri, akhir pekan lalu. Ketua DPRD Konsel, Edy yang ditemui juga mengakui bila pernyataan mundur koleganya sesama pucuk pimpinan legislatif daerah itu baru diketahui secara lisan. Sebab hingga hari ini tak ada surat resmi yang masuk ke DPRD. “ Beliau masih menjalankan tugas-tugas sebagai wakil ketua DPRD Konsel. Tetapi kalau sudah ada surat yang ditujukan ke Kami, maka akan segera diproses untuk disampaikan ke KPU, bupati dan gubernur,” kata Edy, kemarin di ruang kerjanya. Informasi mundurunya Surunuddin juga diketahuinya saat yang bersangkutan menyampaikan kepada rekan-rekannya di rumah rakyat Konsel, beberapa waktu lalu. “ Kalau wacana itu sudah diketahui DPRD. Itu dilihat dengan adanya pergantian komposisi ketua fraksi Golkar yang sebelumnya dijabat Irham Kalenggo dan digantikan Haeruddin,” sambungnya. Politisi Demokrat itu menambahkan, proses pergantian dengan pernyataan mundur baru dapat dilakukan apabila sudah ada

Baca WAKIL di Hal 6

Gratis, Bersalin di Wakatobi Wangiwangi,KP Penerapan berbagai kemudahan dalam pelayanan medis terus diupayakan di Wakatobi. tahun ini, khusus bagi ibu-ibu yang akan melahirkan bayinya akan dilindungi program jaminan persalinan (Jampersal). Besaran biaya yang dijamin dalam program itu senilai Rp 441 ribu untuk menanggulangi beban pasien yang tergolong prasejahtera. Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi, La Ode Boa mengatakan, tahun sebelumnya program serupa telah ada dalam paket jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Namun tahun 2011 ini, Jampersal akan memberi tambahan jaminan pembiayaan. ‘’ Nilai jaminan yang tertuang dalam Jampersal itu berlaku untuk satu kali melahirkan. Artinya, tidak boleh lagi tenaga medis meminta pembiayaan dari pasien, karena sudah ditanggung. Program ini sebagai wujud perhatian terhadap pengembangan kesehatan di daerah, sehingga semakin mengarah pada peningkatan kualitas kesehatan menyeluruh,’’ terangnya. Jaminan kesehatan yang diberikan itu sebagai salah satu upaya pemerintah memenuhi tuntutan pencapaian baik sesuai pokok-pokok Millenium Development Goals (MDGs). Sebab didalamnya mengusung program penurunan angka kematian anak dan peningkatan kesehatan ibu. (cr1)

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Jaksa Agendakan Periksa Haikal dan Atikurahman Kendari, KP Muh. Haikal boleh saja telah divonis bebas oleh hakim-hakim di Pengadilan Negeri Baubau atas dakwaan korupsi. Namun bukan berarti proses hukum indikasi penyelewengan keuangan daerah yang pernah membelitnya itu dihentikan begitu saja. Selain masih menunggu putusan atas kasasi JPU, saat ini, tim penyidik Kejati Sultra merasa perlu mendatangkan Ketua Komisi II DPRD Bombana yang sudah jarang berkantor itu untuk menjadi saksi atas

kasus dugaan korupsi lain yang membelit Ayahnya, Mantan Bupati Bombana, Atikurahman. Kehadiran Haikal di Kejati Sultra untuk menjelaskan proses pencairan dan penggunaan dana kas daerah Pemkab Bombana tahun anggaran 2007-2008 sebesar Rp. 7,6 miliar yang melibatkan Atikurahman. Hanya saja, untuk memeriksa Haikal yang berstatus legislator membutuhkan izin Gubernur Sultra. Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sultra, Asrul Alimi-

na, MH mengatakan, pihaknya telah mengajukan permintaan izin pemeriksaan Haikal itu sejak pekan lalu. “ Apakah Haekal bersedia memberikan kesaksian atau tidak karena dia adalah anak Atikurahman, nanti ditanyakan saat pemeriksaan,’’ beber Asrul Alimina. Menurutnya, tim penyidik merasa perlu mendatangkan yang bersangkutan, karena menilai kesaksian Haekal sangat diperlukan dalam perkara itu. Terlebih, Ia sebelumnya juga ditetapkan sebagai ter-

Raperda Inisiatif Ditolak, DPRD Balas Eksekutif Lima Usulan Pemkab MasihDikaji Rumbia, KP Tarik ulur dan perang argumen terus dilancarkan oleh eksekutif dan legislatif Bombana dalam pembahasan usulan tujuh Raperda. Legislatif sepertinya ingin merasa impas pasca eksekutif menolak dua rancangan peraturan daerah inisiatif mereka. Dan, kini pihak DPRD belum juga memberikan lampu hijau untuk membahas lima Raperda usulan eksekutif. Akhir pekan lalu, usulan pengajuan sejumlah Raperda baru itu kembali dibahas dalam rapat paripurna dewan. Laode Usman Sandiri yang ditunjuk sebagai juru bicara DPRD men-

gatakan, empat fraksi di DPRD sangat menyayangkan pendapat Pj Bupati Bombana melalui Sekab, Rustam Supendy yang menolak Raperda susunan organisasi tata kerja dinas pengelola keuangan dan aset daerah serta produk hukum pembentukan kantor pelayanan perizinan terpadu. Pasalnya, dengan keberadaan SKPD tersendiri dalam melaksanakan fungsi pengelolaan keuangan dan aset daerah dianggap akan meningkatkan efektivitas pengelolaannya. Sebab selama keuangan dan aset dikelola sekretariat daerah, hasilnya kurang efektif karena tiga tahun berturut-turut mendapat predikat disclemer dari BPK. Soal sarana prasarana serta sumber daya

manusia yang belum memadai, Usman mengatakan, Pemkab Bombana sebenarnya memiliki semua. Buktinya, ada gedung yang dipinjamkan kepada Bank Pembangunan Daerah dan Bank Perkreditan Bahteramas. “ Pemerintah juga banyak memiliki aparatur yang telah memenuhi syarat untuk menduduki jabatan struktural tetapi tidak diberi kesempatan,’’ sindirnya lagi. Pj Bupati Bombana, Muh. Hakku Wahab pada kesmepatan yang sama berharap, dengan berbagai pertimbangan DPRD agar lima Raperda yang diajukan yakni, perubahan Perda nomor 7 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja

Baca TOLAK di Hal 6

Server Rusak, Layanan KTP Terhambat Andoolo, KP Untuk sementara waktu, masyarakat Konawe Selatan tak dapat mengurus pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Piranti lunak yang menjadi sistem dalam pelayanan tersebut di kantor Catatan Sipil dan Kependudukan, tak berfungsi karena server pencetak KTP mengalami kerusakan. “ Perbaikannya harus di Jakarta. Dalam waktu dekat ini, tenaga teknis akan diberangkatkan untuk memperbaikinya. Karena itu belum ada pelayanan hingga

batas waktu yang belum ditentukan,” jelas Kepala Dinas Capil dan Kependudukan Konsel, H. Muh Arfa, kemarin. Mantan Camat Konda itu menuturkan, pelayanan pembuatan KTP saat ini tak dapat dilakukan secara manual seperti sebelumnya. Itu karena input data yang digunakan saat ini menggunakan jaringan online Departemen Dalam Negeri melalui Direktotar Kependudukan dengan sistem SIAK. “ Akibat kerusakan server itu bukan saja menghambat pembua-

tan KTP, tetapi juga surat-surat lainnya seperti akta lahir,” kata Arfa. Untuk pelayanan KTP dan akta lahir serta data kependudukan lainnya, pihak Capil masih mencatat, sambil menunggu perbaikan server. (era)

sangka dalam kasus yang sama, meskipun hakim pengadil di PN Baubau memvonis bebas. Pekan depan juga, penyidik juga telah mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka Atikurahman. Saksi-saksi terkait telah diperiksa sebelumnya berjumlah delapan orang, termasuk Sekab Bombana, Rustam Supendy. “ Surat pemanggilan tersangka sudah disiapkan. Penyidik masih mencari tahu alamat lengkap yang bersangkutan (Atikurahman),” tandasnya. (lia)

Terminal‘’OK’’Bermasalah, JadiTanggunganPLN Kolaka,KP Penyebab kebakaran yang terjadi Kamis ((27/1) lalu di kantor Dinas Pertanian Kolaka, akhirnya diketahui. Terminal ‘’OK’’ instalasi listrik di geedung pemerintah tersebut disimpulkan bermasalah. Hal itu dipengaruhi oleh tingginya pemakaian energi listrik di kantor, sementara komponen yang terpasang tak sesuai standar PLN. Kepala PLN Kolaka, Meti Piter menjelaskan pihaknya sudah mengecek penyebab insiden beberapa hari lalu

Baca PLN di Hal 6

Warga Koraa Bangun Gedung Serba Guna Pasarwajo, KP Sharing swadaya masyarakat dan kucuran dana program block grant yang tak pernah 100 persen dapat dicairkan Pemprov Sultra, dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Koraa, Kecamatan Siontapina. Dari dana-dana itu, pemerintah dan warga setempat berinisiatif membangun gedung serba guna dan kini telah dapat difungsikan. Kepala Desa Koraa, Sumarlin yang ditemui mengatakan, pembangunan gedung serbaguna itu dilakukan sejak awal Oktober dan tuntas pada Desember 2010 lalu. Pembangunan gedung seluas 16 kali 9 meter persegi itu disebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 350 juta. ‘’ Dapat menampung hingga 300 orang. Gedung ini disebut serbaguna karena dimanfaatkan untuk sebagai tempat pertemuan Desa Koraa. Dan bagi warga tak mampu, dapat dimanfaatkan untuk menggelar acara seperti perjamuan pernikahan, pertemuan rapat dan lainnya,’’ tandas Sumarlin. (k1)


6 PLN .................. itu. ‘’ Kemampuan kabel dan tegangan listrik berbanding terbalik. Kami sudah mengganti terminal yang terpakai di kantor itu. Memang masih dalam tanggungan pihak PLN. Gratis” ujarnya saat ditemui di kantornya, kemarin. Meti menambahkan, pihak PLN hanya menangani permasalahan aliran listrik sampai ke meteran pelang-

Tolak .................... perangkat daerah, Raperda pembentukan pengurus Korpri, Raper-

Kasus .................... kan kapan akan melakukan eksekusi rencana penuntutan. Efy beralasan, dua pihak yang bertikai dalam kasus utang piutang

Kendari Pos |Selasa, 1 Februari 2011

gan. Bahkan KWH diberikan oleh pihak PLN secara gratis. Sedangkan instalasi dalam rumah pelanggan ditangani AKLI atau Aklindo sebagai kontraktor resmi PLN. “ Kalau ada masalah diinstalasi itu tanggungan pihak kontraktor yang diberi kepercayaan. Tetapi kalau menyangkut aliran listrik dan tagihan, itu wewenang Kami,” jelas pria yang baru seminggu bertugas di PLN Kolaka ini. Menurut Meti, hingga kini pel-

anggan masih salah memahami tugas dan tanggung jawab PLN yang sebenarnya hanya menanggulangi pemasangan sambungan dan masalah aliran. Sedangkan persoalan teknis instalasi menjadi kewenangan asosiasi kontraktor. Untuk diketahui, kontraktor listrik di Kolaka dibawah naungan AKLI dan Aklindo. Namun menurut Meti Piter, asosiasi-asosiasi tersebut seolah tidak berfungsi menangani

keluhan pelanggan. Padahal seharusnya mereka siaga menangani masalah teknis instalasi pelanggan. Sejauh ini keluhan masyarakat tertuju pada PLN saja. Ini juga karena kurangnya sosialisasi dari pihak AKLI dan Aklindo kepada masyarakat. Sehingga tidak familiar di mata masyarakat. Dia menghimbau kepada kontraktor untuk transparan kepada pelanggan, utamanya mengenai biaya. (p6)

da pembentukan badan narkotika, serta Raperda pembentukan badan penanggulangan bencana daerah dan Raperda bea perolehan hak

atas tanah dan bangunan, agar bisa dibahas sesuai mekanisme dan prosedur sesuai pembahasan disetiap tingkatan untuk selanjutnya

menjadi peraturan daerah. Sebab lima Raperda itu merupakan kebutuhan organisasi dan proyeksi peningkatan PAD Bombana. (nur)

berujung penganiayaan dan pengeroyokan tersebut sudah ber. ‘’ Bahkan dalam berkas tersebut ada juga dilampirkan berita acara perjanjian damai. Diselesaikan secara kekeluar-

gaan dan itu sudah lama,’’ argumennya sambil mengalihkan konfirmasi dengan alasan tak bisa berlama-lama karena menyiapkan diri untuk mengikuti persidangan. Efy berjanji, meski Umar Tebu

dan pihak ‘’lawan’’ telah berdamai, kasus pidananya tetap akan dipersidangkan sesuai aturan. Walaupun sampai kini kasus itu tak juga dilimpahkan ke pengadilan. (p6)

Wakil .................... surat resmi Surunuddin termasuk dari Partai Golkar. “Mengenai siapa calon PAW, termasuk posisinya di wakil ketua DPRD akan diserahkan di internal Golkar dan KPU. Kalau dari kami hanya sebatas mengajukan ke bupati dan

Utang .................... hasil konsultasi di Pemprov Sultra, usulan anggaran tersebut belum diakomodir. Alasannya, bila masuk APBD akan mengganggu kestabilan keuangan Pemkab Muna. Kami betul-betul belum mendapatkan solusi bagaimana cara membayar utang yang ditinggalkan ini. Jika mengharapkan sumber pembiayaan dari PAD Muna, akan sulit direalisasikan,’’ curhat kepala daerah yang akrab disapa Dokter itu. Ia menjelaskan, target pendapatan asli daerah tahun ini diproyeksi hanya Rp 19 miliar. Nominal itu tentu saja masih jauh dari cukup untuk menutupi utang ke pihak ketiga. Bupati telah menginstruksikan pembentukan tim monitoring dan evaluasi

Gubernur,” tandasnya. Anggota KPU Konsel, Khasan juga mengakui belum mengetahui pengunduran diri Surunuddin Dangga. “ Kalau sudah ada surat, KPU akan memproses, termasuk calon PAW-nya akan diajukan di DPRD Konsel,” ujarnya singkat. (era)

(Monef) untuk menghitung kembali utang kepada pihak ketiga yang disesuaikan dengan pekerjaan fisik dan paling rasional untuk dibayarkan. Tak hanya utang pada pihak ketiga yang membuatnya pusing, mantan Kepala Dinas Kesehatan Muna itu juga mengaku bila saat ini ada tagihan utang lain, yakni cicilan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra. Besarannya setelah diakumulasi pokok utang dan bunga sebesar Rp 11 milair. Tak sampai di situ, daftar ‘’bon’’ Pemkab juga masih mengharuskan melunasi utang hibah kepada Kabupaten Buton Utara sebesar Rp 9 miliar. Utang tersebut, merupakan kewajiban daerah induk kepada wilayah otonom baru pecahannya. “ Keterlambatan pelunasan utang kepada Butur membuat Pemkab Muna mendapat teguran dari Kemendagri,” ungkap Baharuddin. Anggota DPRD Sultra dari Dapil tersebut, diantaranya Rahmawati Badala dan Marshudi. Sayang, pun tak ada formula tepat yang bisa diberikan oleh para wakil rakyat provinsi itu. Saran yang dilontarkan seperti pembayaran utang pada kontraktor dilakukan dengan cara memberikan program (proyek) lain kepada mereka, justru hanya akan menambah masalah baru karena bertentangan dengan tata pengelolaan dan lelang paket pekerjaan. (yaf/awn)


7

Kendari Pos | Selasa, 1 Februari 2011

Pia Nasution Mengaku Dibajak Ayahnya Dibajak... dan persoalan hukum. “Saya sampai bilang, Ayah, dia kan masih SMP,” ujar Pia, lantas tersenyum. Pia adalah bungsu di antara empat bersaudara. Dia juga anak Buyung yang paling cantik. Sebab, semua saudara Pia adalah lelaki. Perempuan 42 tahun itu pun merupakan salah seorang di antara dua buah hati Buyung yang menekuni karir di dunia hukum. Kakaknya, Rasyid Nasution, juga menjadi pengacara. Namun, sang kakak lebih berfokus pada bidang perkara konstitusi. Istri M. Djamil Syah Akbar itu tidak termasuk perempuan yang ingin serbagampang. Setelah lulus dari Fakultas Hukum Unika Atma Jaya pada 1987, Pia tidak langsung bekerja bersama sang ayah. Dia merasa lebih baik memulai semuanya dari awal. “Kalau berhasil, kan lebih puas karena itu hasil jerih payah diri sendiri,” papar dia. Setelah lulus, Pia menelusuri gedung-gedung perkantoran di kawasan Jalan Sudirman dan Thamrin. Dia datangi satu per satu lobi gedung-gedung tersebut untuk mencatat namanama firma hukum. “Saya masukkan lamaran saya ke semua firma hukum yang ada. Saya catat itu,” ujarnya. Lulusan pascasarjana Bond University, Gold Coast, Australia, tersebut kemudian diterima di firma hukum Subagyo, Jatim and Djarot. Firma hukum tersebut menangani korporasi multinasional, tidak langsung mengurusi perkara. Buyung kaget ketika diberi tahu Pia bahwa dirinya bekerja di firma hukum tersebut. Sebab, Buyung tidak mengira bahwa ibu dua anak itu benar-benar serius menjadi pengacara. “Ayah bilang, tahu gitu, aku titipin kamu ke teman-teman,” papar dia. Pia memang tidak mau hidup di bawah bayangbayang sang ayah. Bebannya berat. Dia akan selalu dibanding-bandingkan dengan Buyung. Itu dia rasakan sejak kuliah. Saat menggarap tugas, bahkan skripsi, dia selalu dikait-kaitkan dengan Buyung. Kalau hasil tugas Pia baik, para dosen curiga bahwa pengerjaan tugas tersebut dibantu Buyung. Begitu pula kalau hasilnya jelek. “Ini anak Abang Buyung, kok cuma begini hasilnya,” kata Pia, menirukan ucapan mereka. Saat menggarap skripsi, misalnya, Pia kebetulan mengangkat tema franchise alias waralaba. Kebetulan, tema tersebut masih langka. Orang mengenal, waralaba hanya diperuntukkan makanan ce-

FPI Tak Tolelir Artis Berpornografi Wajib... mau kembali ke jalan yang benar, mau untuk malu terhadap diri sendiri kalau selalu pamer aurat di depan orang. Itu sama sekali nggak pantas dilihat,” kata Habib Salim. Di 2011, FPI juga menghimbau seluruh artis menyadari sikapnya sebelum ia melaporkan ke polisi. “Kita nggak akan memberi toleransi buat artis-artis yang dekat dengan pornografi, jangankan tahun depan, sekarang saja kalau ada yang berani (pamer tubuh) akan kita proses ke jalur hukum,” pungkasnya.(gie)

pat saji. “Dosen penguji bilang, yang bikin skripsi ini Abang Buyung, ya” katanya. Karena itu, sebisanya Pia bekerja dengan usaha sendiri, bukan atas campur tangan Buyung. Lagi pula, kalau dibantu sang ayah, paling banter Pia akan bekerja dengan kolega-kolega Buyung. “Akan aneh rasanya, orang yang biasanya saya panggil om menjadi atasan,” ucap dia. Pia benar-benar merasakan hasil kerja kerasnya. Buktinya, di firma hukum Jatim and Djarot tersebut, dia bertahan empat tahun. Pada tahun keempat dia bekerja di situ, kebetulan Adnan Buyung Nasution and Partners sudah berdiri. Buyung berniat “membajak” Pia dari tempat kerja tersebut. Prosesnya tidak gampang. Pia tidak mau pindah karena alasan keluarga. Dia menuntut Buyung menggaji dirinya lebih tinggi daripada firma hukum sebelumnya. Negosiasi pun berjalan. Awalnya, Buyung menolak tuntutan gaji Pia yang terlalu tinggi untuk ukuran orang baru. Tapi, sang ayah akhirnya menurut. “Tiga bulan dulu kau bekerja. Kalau bagus, boleh aku gaji segitu,” ujar Pia, menirukan Buyung. Memang berapa tuntutan gaji Pia saat itu” Pia terseyum. Dahinya berkernyit. Dia berusaha mengingat-ingat. “Lupa ah. Tapi, itu rahasia dapur, dong,” ucap dia, lantas tertawa lepas. Bekerja bersama ayah bukan urusan gampang. Justru lebih berat. Apalagi ketika Pia masih tinggal bersama Buyung, jam dan hari kerja seolah tidak ada. Dia merasa seperti 24 jam menggarap tugas-tugas

kantor. Sebab, hampir setiap saat dia bertemu dengan Buyung. Tiap kali bertemu, Buyung selalu bertanya tentang tugas-tugas yang diberikan kepada Pia. Bahkan, saat malam, Buyung kadang-kadang mengetuk pintu kamar Pia untuk menanyakan perkara yang mereka tangani. “Saat acara keluarga juga, masih saja bertanya tugas kantor,” ungkap Pia. Pia menyatakan, masyarakat saat ini terus membandingkan dirinya dengan Buyung. Beberapa orang bahkan menyebut dia sebagai pengganti Buyung. Dia pun mengakui bahwa beberapa tugas yang biasanya ditangani Buyung mulai dialihkan kepadanya. Untuk sejumlah pernyataan ke media, sering Pia mengambil peran. Namun, Pia menegaskan bahwa dirinya bukan Buyung. Dia hanya meneruskan apa yang menjadi harapan tokoh senior tersebut. “Ayah itu one of a kind. Nggak ada yang bisa meniru dia. Saya tidak bisa seperti dia,” ucap Pia. Bekerja dengan sang ayah juga tidak berarti mendapatkan privilege. Saat sang ayah mengamuk, Pia juga disemprot, sama dengan karyawan lain. Perempuan kelahiran 1969 itu menuturkan, sang ayah sangat berharap dirinya menjadi aktivis hukum di LSM, seperti yang Buyung lakukan dulu. Tapi, Pia menegaskan bahwa dirinya tidak bisa. Dengan pekerjaan sekarang saja, dia kadang kewalahan. Jika harus membagi waktu untuk aktivitas lain, dia khawatir keluarga kecilnya terkena imbas. “Saya katakan kepada ayah, jujur saya tidak

bisa. Keluarga dan pekerjaan harus jalan dua-duanya,” ungkap dia. Figur ayah saat dirinya masih belia terekam jelas di benak Pia. Buyung, terang Pia, adalah ayah yang sangat sibuk. Buyung hampir tidak punya waktu di rumah. Sampai-sampai, sang ayah tidak tahu di mana anak-anaknya bersekolah. Pernah, saat masih SD, Pia berjalan pulang dari sekolahnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Buyung yang lewat dengan menumpang mobil langsung berhenti. “Pia, kamu kenapa mainmain di sini,” ucap Pia, menirukan Buyung kala itu. Pia menjawab balik. “Lho, Yah, ini kan sekolah Pia. Pia habis sekolah, mau pulang,” katanya. Buyung lantas menutup jendela dan mobil kembali berjalan. Karena itu, Pia tak ingin kejadian-kejadian seperti itu menimpa anak-anaknya. Sesibuk apa pun di tempat kerja, dia harus selalu mengontak anak-anaknya. Baik melalui ponsel, internet, maupun pertemuan-pertemuan singkat. Apalagi saat sidang kasus Gayus sedang ramai-ramainya, Pia tetap intensif memperhatikan dua buah hatinya. Pia pernah diprotes salah seorang anaknya gara-gara terlalu sibuk. “Mama, kantornya nggak pernah libur, ya” Kok hari libur, tapi masih kerja” ucap Pia, menirukan komplain anaknya ketika dirinya masih sibuk bekerja pada musim liburan sekolah. “Saya kaget banget saat dia ngomong gitu. Mending gue mati deh daripada dengar anak bilang begitu,” kata dia.(iro)

Penjarahan Marak, Tak Ada Hukum Mencekam... hingga pukul 08.00. Di tengah aksi unjuk rasa itu, Angkatan Udara (AU) Mesir mengerahkan jet tempur di udara Kairo. Sedikitnya, tiga jet tempur terbang rendah di atas Lapangan Tahrir, lokasi utama unjuk rasa massa antiMubarak di pusat Kota Kairo, sore kemarin. Pesawat tempur itu memang tak sampai memuntahkan peluru, tetapi beberapa kali berputar-putar di atas kota. Selain itu, sejumlah helikopter dan truk militer juga disiagakan di Lapangan Tahrir. Unjuk kekuatan militer tersebut memberi sinyal bahwa pemerintahan Mubarak berupaya mengusir dan memulangkan para demonstran sebelum jam malam. Hal itu terjadi setelah Mubarak mengadakan rapat darurat dengan para pet-

inggi militer Mesir beberapa saat sebelumnya. Belasan tank dan panser sengaja ditempatkan pula di Lapangan Tahrir sejak Jumat lalu (28/1) untuk mengendalikan rusuh dan demonstrasi antipemerintah. “Pesawat-pesawat tempur itu tampaknya sengaja menakutnakuti massa. Jelas sekali bahwa militer ada di sini untuk melindungi Mubarak,” kata seorang demonstran di Lapangan Tahrir. Untuk mengantisipasi krisis di Mesir, Mubarak telah bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Omar Suleiman yang baru diangkatnya, Menteri Pertahanan Mohamed Hussein Tantawi, Panglima Militer Sami al-Anan, dan sejumlah komandan militer di markas tentara Mesir. Kendati jet-jet tempur berseliweran di udara Kairo, demonstran justru menyambut. Mereka tak khawatir menjadi

target tembakan pesawat tempur tersebut. “Hidup tentara,” teriak beberapa pengunjuk rasa. “Kami tidak akan pergi. Dia (Mubarak) yang harus dan akan pergi. Dia tidak waras,” kata massa lainnya di Lapangan Tahrir. Menteri Pertahanan (Menhan) Mohamed Hussein Tantawi muncul dalam tayangan televisi pemerintah saat meninjau markas tentara di luar gesung stasiun TV tersebut. “Nasib (pemerintah) Mesir bergantung pada Anda saat ini,” kata Tantawi kepada seorang tentara. Tank-tank dan kendaraan militer juga siaga di titik atau sudut kota. Beberapa dikerahkan berjaga-jaga di bank, gedung pemerintah, dan kantor kementerian dalam negeri. Petugas keamanan menyebut sejumlah bangunan itu coba dibakar demonstran Sabtu malam lalu, tetapi berhasil digagalkan.(afp)


8

Kendari Pos | Selasa, 1 Februari 2011

BJ Habibie Beber Amanat Bung Karno Jakarta, kP Mantan Presiden RI, BJ Habibie, menghimbau DPR untuk membuat payung hukum baru untuk melindungi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, banyak perusahaan plat yang bubar karena adanya kepentingan politis dari pihakpihak tertentu. “Saya prihatin dengan kebijakan pemerintah dalam penanganan badan usaha. Lebih banyak kepentingan politisnya,” kata BJ Habibie dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi I DPR RI, Senin (31/1). Habibie membandingkan

kebijakan pemerintah dalam menangani BUMN dan perusahaan swasta yang sakit. Untuk BUMN yang sakit, Habibie menilai pemerintah sengaja membiarkannya hingga mati dengan sendirinya. Sedangkan unbtuk badan usaha swasta justru diberi subsidi dengan uang rakyat hingga benar-benar sehat. Demikian pula dengan penanganan BUMN dan swasta yang sehat. Pemerintah justru mematikan BUMN sehat agar badan usaha swasta bertambah besar. “Ada yang salah di sini. Kenapa BUMN justru dima-

Foto : Arundono/ JPNN

Komisi I DPR RI mengadakan rapat dengar pendapat dengan Prof. DR. Ing. B.J. Habibie, Senin, 31 Januari 2011. RDP ini terkait dengan masalah pertahanan keamanan NKRI.

Lima Tersangka Menyusul ke Rutan Diusir... dua pimpinan KPK legowo meninggalkan sidang,” kata Nasir Djamil, politisi dari PKS, dalam raker di Senayan, kemarin (31/1). Bibit dan Chandra tidak keluar ruangan. Para pimpinan KPK yang lain, termasuk Busyro Muqoddas, masih tetap tenang. Justru yang terjadi berikutnya adalah perdebatan antaranggota Komisi III DPR sendiri. Suara keras diawali anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan. Rekan Panda di PDIP ini langsung menyodok BibitChandra dengan perkara yang sudah dideponeering oleh Jaksa Agung Basrief Arief pada 24 Januari 2011 itu. Trimed, panggilan Trimedya, menolak lantaran sejak awal Komisi III menolak keluarnya deponeering itu. Suara yang keras juga disampaikan Gayus Lumbuun, juga dari PDIP. Gayus meminta, sebelum raker dilanjutkan, sikap Komisi III DPR harus jelas dulu karena menurutnya status Bibit-Chandra sangat prinsipil. Kubu yang pro KPK, Ruhut Sitompul, angkat suara. Dia meminta rekan-rekannya agar bisa menghormati keputusan pemerintah yang sudah mengeluarkan deponeering. Dia minta rapat tetap dilanjutkan. Dia malah mengatakan, jika dilakukan polling, maka rakyat akan lebih berpihak ke KPK dibanding ke DPR. “Walaupun kita DPR, kita harus jujur. Kalau kita tanya rakyat, KPK pasti masih jadi berlian bagi penegakan hukum. Saya minta, biarkanlah mereka berlima bekerja. Kita harus hormati azas praduga tak bersalah. Tolonglah teman-teman,” ujar politisi Demokrat itu. Suasana makin panas lan-

Kencing... lelaki yang telah punya dua buyut ini, sudah sejak umur 55 tahun ia terdeteksi menderita diabetes. “Waktu itu saya baru pensiun dari bekerja,” tutur lelaki yang dulu bekerja di Istana Bogor ini. Gejala yang dirasakannya adalah: sering lapar, lemas, haus, dan kencing. Dan sejak saat itu pula, sudah dua kali kakek tiga belas cucu ini diopname di rumah sakit, gara-gara penyakitnya tersebut. Oleh karena itu, ayah enam orang anak ini pun rutin berobat ke dokter dan minum obat, meskipun tak sampai mendapatkan suntuk insulin. Selain itu, ia juga tak boleh lupa menjaga pola makan. Dan tentu saja ini butuh disiplin yang tinggi. Ketika MDL-525 dilaunching di Jawa Barat akhir 2006 silam, penduduk Jalan Dalurung I, Perumnas Bantarjati, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, ini

taran Ruhut menyinggungnyinggung Partai Golkar. Bambang Soesatyo dari Partai Golkar langsung menginterupsi omongan Ruhut. “Apa maksudnya sebut-sebut nama Golkar” Jangan bawa-bawa nama partai. Poinnya apa?” seru Bambang. Pimpinan rapat, Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edi, lantas berusaha menengahi. “Sudah... sudah,” katanya. Rapat pun sempat diskors selama 15 menit, untuk memutuskan apakah Bibit-Chandra diterima hadir dalam rapat atau tidak. Namun skors pertama ini tidak juga menemui titik temu. Tjatur Sapto Edi lantas membuka rapat kembali, sebelum kemudian akhirnya memutuskan rapat kembali diskorsing hingga 24 jam. Selama sidang diskors tersebut, pimpinan Komisi III dan kelompok fraksi pun lantas menggelar rapat. Saat itu, seluruh pimpinan KPK sudah meninggalkan gedung DPR. Hasil rapat internal yang tertutup, disimpukan raker dengan KPK akan dilanjutkan hari ini (1/2), namun tanpa dihadiri Bibit-Chandra. “Besok, jam 10. RDP dilanjutkan,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edi. Tjatur mengatakan, BibitChandra tidak diundang lagi karena sudah diputuskan ditolak hadir dalam rapat bersama dengan Komisi III. Kata dia, meskipun dirinya memberikan alasan agar Bibit-Chandra tetap diterima, namun mayoritas fraksi menginginkan menolak. “Saya sudah berusaha berargumen dengan panjang. Tapi karena tidak mencapai titik temu, pemungutan suara, hasilnya ya seperti itu. Kirakira 60 : 40,” katanya. Apakah penolakan ini sebagai bentuk kemarahan DPR

terhadap KPK yang menahan 19 politisi” Politisi PAN ini mengatakan tidak sampai kesana. Alasannya, penolakan itu lebih kepada perdebatan hukum. “ Nggak nggak sampai sana. Itu perdebatan hukum,” katanya. Lebih jauh, Tjatur mengatakan penolakan itu didasarkan pada persoalan etis karena Bibit-Chandra bersatus tersangka, meski telah dikeluarkan deponeering. “Yang dipermasalahkan teman-teman Komisi III itu masalah etis. Etiskah seseorang yang tersangka hadir di Komisi III dan memutuskan sesuatu,” ungkapnya. Hal senada dikatakan Gayus Lumbuun. Dia membantah jika sikap ini dianggap sebagai serangan balik ke KPK. “Kita sudah menolak deponeering sebelum ada penahanan rekanrekan kita,” tegasnya. Dia katakan, status tersangka BibitChandra tidak hilang dengan keluarnya deponeering. “Karena yang bisa menghilangkan status itu hanya pengadilan, bukan kekuasaan,” ucapnya. Disebutkan, tanpa Bibit-Chandra pun, tiga pimpinan KPK yang lain sah untuk memimpin KPK. Sebelumnya, saat skors kedua usai, Ketua KPK Busyro Muqoddas menyatakan pihaknya menghargai sikap Komisi III DPR. “Kami hormati. Kalau diundang, kami datang,” ujarnya. Sementara, Bibit mengaku sudah menduga bakal ada serangan balik seperti itu. Karenanya, dia mengaku tidak kaget. “Dari awal sudah kepikiran,” tukasnya. Hanya saja, dia tak mau mengkaitkan sikap Komisi III DPR ini dengan langkah penahanan massal terhadap 19 politisi dalam kasus TC. Lima Tersangka menyusuL ke ruTan Komisi Pemberantasan Ko-

rupsi (KPK) memastikan, lima tersangka suap kasus travel cek (traveller cheque-TC) yang belum ditahan pada Jumat (28/1) pekan lalu, akan segera ditahan. “Mereka pasti menyusul. Khususnya bagi yang sakit, nanti akan dibantarkan,” jelas Haryono Umar, Wakil Ketua KPK, dalam pesan singkat yang disampaikannya Senin (31/1). Tiga hari lalu KPK memang sudah menahan 19 tersangka penerima suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Sedangkan yang belum ditahan yakni Budiningsih, Rusman Lumbantoruan, William Tutuarima, Boby Suhardiman, dan Hengky Baramuli. Mengenai kapan KPK bakal menciduk kelima tersangka tersebut, Haryono tidak merincinya dengan jelas. Padahal sebelumnya tersiar kabar bahwa pada Senin (31/1), KPK akan menahan sisa tersangka yang tidak datang saat pemanggilan Jumat lalu itu. Juru Bicara KPK Johan Budi SP, ketika dihubungi juga tidak menjelaskan kapan penahanan terhadap lima mantan anggota Komisi IX DPR RI priode 1999-2004 tersebut. Hanya saja dijelaskan, KPK sudah mendatangi Rumah Sakit Pertamina, tempat dimana salah seorang tersangka yang kini masih dalam perawatan lantaran sakit. “Untuk yang sakit akan dibantarkan,” tandasnya. Penetapan pembantaran dilakukan bagi tersangka yang sedang menjalani proses penyidikan biasa dilakukan oleh aparat penegak hukum, baik Kejaksaan, Kepolisian maupun KPK. Bila seseorang berstatus tersangka dibantarkan, maka lama proses perawatan yang dijalaninya tidak akan dihitung dalam rentang waktu penahanan. (mur/awa)

mengenal kedelai bubuk istan tersebut tak lama setelah itu. Karena tertarik pada manfaatnya, ia pun membeli lalu mengonsumsi produk yang kini sudah berganti nama dengan New Mandala 525 itu secara rutin, setiap hari. Ternyata cocok. Dan tak lama setelah itu, secara perlahan kesehatannya semakin membaik. Selain badannya yang makin fit, “Sekarang kencing malam hanya satu kali. Padahal dulu sering,” ujarnya. Diabetes mellitus berasal dari dua kata asing, yaitu diabetes dan mellitus. Diabetes berasal dari bahasa Yunani, yang artinya mengalir terus, dan mellitus berasal dari bahasa Latin yang artinya manis atau madu. Jadi, air kencing penderita diabetes biasanya mengalir terus dan berasa manis. Kenapa manis? Karena penyakit ini disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah, khususnya glukosa. Lalu, apa kaitannya dengan konsum-

si kedelai? Menurut peneltian, sejumlah kandungan gizi yang terdapat pada kedelai mampu mengendalikan status glukosa atau gula yang tidak menguntungkan dalam tubuh. Karena diabetes mellitus merupakan dampak peningkatan kadar gula darah akibat kurang berfungsinya atau terganggunya fungsi insulin, maka asupan kedelai sangat membantu pengendalian gejalanya. Sebagaimana diketahui, protein kedelai kaya akan arginin dan glisin. Kedua asam amino ini adalah penyusun insulin dan glukogen yang disekresi pankreas. Karena itu, makin tinggi asupan kedelai, sekresi insulin dan glukogen ke dalam jaringan tubuh makin meningkat. Dengan itu, glukosa darah akan berkurang karena sebagian diubah jadi energi. Selain itu, isoflavon kedelai dapat meningkatkan daya tahan dan memperbaiki sistem metabolisme, termasuk metabolisme gula darah. Inilah yang

membuat gejala diabetes bisa ditekan. Meskipun demikian, menjalankan pola hidup sehat lainnya tetap penting untuk dilakukan, seperti menjaga pola makan dengan baik, beristirahat dengan cukup, meminum air putih dengan cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, selalu berpikir positif, dan sebagainya. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwati-s@ centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934

tikan, sedangkan yang swasta semakin dihidupkan. Ini terjadi karena apa, karena ada kepentingan politik di sana,” ujarnya. Dia pun menyatakan keprihatinannya pada kondisi PT Dirgantara Indonesia dan PT PAL yang seolah hidup segan mati tak mau. Ironisnya, kata Habibie, pemerintah membiarkan dua BUMN tersebut berdarah-darah. “Tinggal tunggu waktu saja, kedua perusahaan itu dalam posisi nol. Harusnya pemerintah menyehatkan keduanya

karena bagaimanapun kedua BUMN ini merupakan industri strategis. Karena itu saya rasa perlu ada UU untuk melindungi badan usaha milik negara maupun swasta agar tidak bisa dipengaruhi siapapun,” pungkasnya. Dalam Kesempatan itu, Habibie juga mengingatkan DPR dan pemerintah untuk lebih peduli pada pengembangan industri strategis untuk pertahanan. Menurut Habibie, teknologi yang harus dikembangkan dalam memperkuat industri strategis harus mencakup bidang maritim dan kedirgantaraan. “Januari 1950, Bung Karno sudah mengamanatkan agar Indonesia harus memperkuat industri perkapalan dan pesawat terbang. Ini untuk menjaga pertahanan kita,” ungkapnya. Karena amanat Soekarno itulah, agar Indonesia bisa berdikari maka sejak 1950 putra-putra terbaik Indonesia dikirim ke Belanda untuk belajar tentang industri perkapalan dan dirgantara. “Saya masuk angkatan kelima yang dikirim ke Belanda. Di sana kami belajar bagaimana bisa membuat pesawat dan kapal. Ini agar In-

donesia tidak mengimpor kapal maupun pesawat terbang. Bung Karno ingin, kita menjadi negara mandiri,” tutur Habibie. Hanya saja pada 1964, kondisi negara tidak memungkinkan untuk membuat kapal maupun pesawat terbang. Namun karena mendapat amanat Bung Karno, Habibie mengaku semangat untuk itu tetap terjaga. Bersama sesama ilmuwan lainnya, mantan Menristek ini mengembangkan industri kedirgantaraan. “Bukan karena hobi, tapi karena tidak tahan melihat penderitaan rakyat. Kami ingin membuat pesawat terbang sendiri, sehingga uang negara tidak perlu dihabiskan untuk mengimpor pesawat dari luar negeri,” tandasnya. Sayangnya, cita-cita Habibie kandas di tengah jalan menyusul ditutupnya Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) oleh pemerintah pada 2002. Padahal, pesawat produk IPTN sudah siap dijual secara komersial pada 2003. “Inilah kelemahan bangsa kita. Bangsa kita lebih senang mengimpor daripada menggunakan hasil karya putra terbaiknya sendiri,” sesalnya.(esy)

Persoalkan Deponeering Bibit-Chandra, RDP Deadlock DPR... Permintaan ini diawali oleh anggota Komisi III lainnya, Trimedya Panjaitan, yang mempersoalkan kehadiran Bibit-Chandra. Alasannya, kasus Bibit-Chandra soal dugaan pemerasan dan penyalahgunaan kewenangan terhadap Anggoro Widjojo belum selesai, meskipun sudah dilakukan deponeering (oleh) Jaksa Agung, Basrief Arief. Kehadiran Bibit-Chandra lantas juga dipersoalkan oleh Gayus Lumbuun. Menurutnya, perlu ada kejelasan sikap dari Komisi III DPR, karena status Bibit-Chandra sangat prinsipil. Hujan interupsi tetap saja berlangsung antara yang menolak dan menerima BibitChandra hadir di RDP. Ruhut Sitompul dari Partai Demokrat tampil sebagai pihak yang menerima kehadiran BibitChandra. Menurutnya, rapat

lebih baik tetap dilanjutkan, dan ia meminta agar keputusan deponeering yang diambil oleh pemerintah dihormati. Ruhut mengaku memahami penolakan rekan-rekannya. “Saya minta teman-teman juga bisa menghargai langkah pemerintah. Semangat reformasi mengatakan perlu adanya KPK. Walaupun kita DPR, kita harus jujur. Kalau kita tanya rakyat, KPK pasti masih jadi berlian bagi penegakan hukum. Saya minta, biarkanlah mereka berlima bekerja. Kita harus hormati azas praduga tak bersalah. Tolonglah temanteman,” katanya. Namun, bukannya terjadi kesepakatan dalam rapat, suasana sidang pun mulai memanas. Bambang Soesatyo dari Partai Golkar bahkan sempat tersinggung dengan omongan Ruhut yang menyebut-nyebut Partai Golkar, meski mereka duduk sejajar dan tidak berjauhan. Keduanya hanya diantarai

oleh Edi Ramli Sitanggang. “Apa maksudnya sebut-sebut nama Golkar” Jangan bawabawa nama partai. Poinnya apa?” seru Bambang pula. Pimpinan rapat, Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edi, lantas berusaha menengahi. “Sudah... sudah,” katanya. Rapat pun sempat diskors selama 15 menit, untuk memutuskan apakah Bibit-Chandra diterima hadir dalam rapat atau tidak. Namun skors pertama ini tidak juga menemui titik temu. Tjatur Sapto Edi lantas membuka rapat kembali, sebelum kemudian akhirnya memutuskan rapat kembali diskorsing hingga 24 jam. Selama sidang diskors tersebut, pimpinan Komisi III dan kelompok fraksi pun lantas menggelar rapat. Hasilnya baru akan disampaikan pada pukul 14.00 WIB, serta akan dibahas (secara) internal, apakah Bibit-Chandra diperkenankan ikut RDP atau tidak. (awa)


Selasa, 1 Februari 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Suhadi Akan Dijemput Paksa SUWARJONO/KP

Duaterdugapengedarnarkobadiperiksapolisikemarin. Jaringankedua diyakinimasihbanyak.Iniyangmembuat polisi terus mengembangkan penyelidikan.

Kendari, KP Sudah kali kedua Suhadi, anggota DPRD Kota Kendari yang diduga melakukan penipuan tak memenuhi panggilan pihak penyidik Polda Sultra. Jadwal pemeriksaan seharusnya kemarin 31 Januari,namun pemilik lem-

baga pendidikan Hikari Jeindo mengaku maih sakit usus buntu. Alasan sakit Suhadi untuk mengelak dari pemeriksaan polisi masih akan diselidiki Polda Sultra. Direktur Reskrim Kombes Pol. Drs. M. Iswandi Hari akan mengeluarkan surat perintah

san dari terlapor. Tentu, membawa (jemput panggilan ketiga itu paksa) terhadap Suhadi. sudah dilengkapi surat MEMBURU “Saya akan menguperintah membawa,” terang Iswandi Hari saat tus personil bersama seorang dokter (dari ditemui di ruang kerjanBidang Dokkes Polda Sultra) un- ya, kemarin. Personil dan dokter bertutuk memastikan kebenaran ala-

KASUS

SUHADI

Dua Pengedar Sabu Dibekuk

Baca PAKSA di Hal. 10

Pelaku Jambret Depan PMI Diringkus

Kendari, KP Tim Idik narkoba Polres Kendari kembali menunjukkan kesuksesannya dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Polres kembali membekuk dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu, Minggu (30/1) sekitar pukul 17.15 wita. Dua pengedar narkotika tersebut adalah RI (28) dan SAS (23). Polisi berhasil menggalkan transaksi sabu-sabu di Lorong Lasolo (depan Restoran Royal) Kelurahan

Baca DIBEKUK di Hal. 10

PEMKOT

Hari Ini Musrenbang PENETAPAN APBD 2011, Pemkot Kendari segera melakukan Musrenbang Kelurahan diawal Februari 2011 ini. Hal ini seperti yang diungkapkan Kabag Humas Kota Kendari, Trikora Irianto. “Musrenbang kelurahan di Kota Kendari akan dimulai 1 Februari 2011 ini, selama 20 hari. Rencananya setiap hari dilaksanakan Musrenbang di enam kelurahan, dengan waktu mulai pukul 08.00-11.00 dan 14.00-17.00 wita,” ungkap Trikora. Rencananya besok (hari ini Trikora Irianto maksudnya Wawali Musadar Mappasomba akan membuka kegiatan tersebut di Kelurahan Dapu-dapura Kecamatan Kendari Barat. SUWARJONO/KP

Baca MUSRENBANG di Hal. 10

gas mengecek apa Suhadi sedang dalam perawatan medis atau tidak. Bahkan ia menilai, operasi usus buntu termasuk dalam operasi ringan. “Akan ada bukti yang jelas jika me-

Cuasa ekstrim membuat banyak nelayan memilih tak melaut. Nah,untuk mengisi waktu, seperti dua nelayan membersihkan kapalnya sembari mencat agar indah di pandang mata. Selain itu juga menambal beberapa bagian yang bocor.

Kendari, KP Setelah lama menjadi buron, pelaku penjambretan yang menyebabkan korbannya tewas di depan RS PMI Kendari, 19 Juli 2010 lalu akhirnya terungkap. Pelakunya bernama Supardin alias Aju alias Lion (22), warga Lorong Jambu Jalan Gerbang SMPN 18 Kendari, Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari. Ia dibekuk di Jalan Ir Sukarno (samping kantor RRI Lama) Kelurahan Sodoha Kecamatan Kendari, Minggu (30/1) sekitar pukul 07.30 wita. Pengakuan Supardin, aksi jambret yang selama ini dilakukan secara tim. Ia menjambret korbannya minimal dikerjakan oleh dua orang dengan menggunakan sepeda motor. Supardin melakukan aksi jambret pada 9 TKP, salah satunya yakni di depan RS PMI yang menyebabkan seorang ibu muda bernama Ani Saputri Wonua Halif (35), seorang staf PNS sekretariat DPRD Konawe tewas akibat terjatuh dari sepeda motor. Supardin membuntuti korban sebelum masuk ke Kelurahan

Baca PELAKU di Hal. 11

BERSIH

MTQ Square Bersih tapi Kadis Kebersihan Kesal

ULFAH/KP

Area MTQ Square sudah berih. Dinas Kebersihan Kota Kendarisedikit-demisedikitmengangkattumpukansampah. SEPERTINYA pihak Dinas Kebersihan Kendari tak rela membersihkan areal MTQ Square. Lihat saja Kadis Kebersihan Agussalim, dia mengaku akan menjaga ketat areal MTQ dari keremaian. “Kali ini kami masih toleransi untuk melakukan pembersihan. Setelah pembersihan rampung, kami akan menjaga dengan ketat areal tersebut. Kalau ada pelaksanaan kegiatan, harus jelas dulu penanganan kebersihannya. Kalau tidak jangan harap kegiatan akan berlangsung. Kalau perlu kami akan menumpahkan sampah di depan pintu gerbang MTQ,” katanya. Areal MTQ Square ternyata pengelolaannya masih di pihak Pemprov. Halitu ketika persoalan sampah

Baca KESAL di Hal. 10

Demonstran Minta La Ode Arifaid Disanksi Kendari,KP Senin ( 31/1) pukul 11.30, belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Mahasiswa Pemerhati Hukum Sultra ( BMPH ) Sultra, menggelar aski demo di DPRD Kota Kendari. Dalam aksinya dikomandoi La Halini, BMPH Sultra meminta agar Badan Kehormatan DPRD Kota Kendari, berani mengeluarkan peryataan dan sangsi terkait kasus hukum yang dialami salah seorang anggota DPRD Kota Kendari dari Partai Hanura, La Ode Arifaid. “ Kami minta agar Ketua BK Muh. Yahya berani mengeluarkan peryataan atas sanksi BK, terhadap kasus hukum dugaan penyelundupan unggas yang menimpa La Ode Arifaid. Apalagi saat ini La Ode Arifaid telah ditetapkan sebagai tersangka. Kenapa Ketua BK cuma berani mengeluarkan stetmen terhadap Suhadi, sedangkan La Ode Arifaid tidak,” tukas korlab aksi La Halini kemarin dihadapan Ketua BK Muh. Yahya.

Menangapi aspirasi BMPH Sultra ini, Muh. Yahya mengatakan, kasus La Ode Arifaid sudah masuk ranah hukum. BK tidak bisa mengintervensi masalah ini. Namun jika terbukti dalam persidangan nanti bersalah, ketua BK berjanji akan menjatuhkan sangsi terhadap La Ode Arifaid. “ Baik sebagai Ketua Partai Hanura , Ketua Fraksi Hanura dan Ketua BK, jika La Ode Arifaid nanti terbukti bersalah dalam persidangan, secara internal partai, ketua fraksi dan ketua BK, pasti kita akan memberikan sangsi tegas terhadap La Ode Arifaid. Namun saat ini kasus sudah masuk ranah hukum, jadi kita tinggal menunggu putusannya. Terkait sangsi di BK,tetap akan kita kaji dan proses sesuai mekanisme yang ada,” tukas Muh. Yahya kemarin. Sayanganya agenda dengar pendapat antara DPRD dengan BMPH sempat panas, dan terjadi

Baca DISANKSI di Hal. 10

SUWARJONO/KP

Seorang demonstran saat berbicara di hadapan anggota dewan yang menerima saat menyampaikan aspirasinya kemarin, tentang kasus anggota DPRD terkait UU karantina hewan.

Arifaid: Kasus Unggas Dipolitisir LAODE Arifaid makin merasa tersudut. Unggas miliknya yang oleh Balai Karantina Kendari dianggap terinfeksi flu burung sudah dimusnahkan. Tapi, masih saja ada demo yang meminta di-

rinya di PAW sebagai anggota DPRD Kota Kendari. Dia pun tak habis pikir, kasusnya dibesarbesarkan seperti itu. “Saya sayangkan demo karena tidak substansi. Mereka demo

supaya saya di PAW. Belum ada keputusan, sudah mau di PAW? Yang didemo harusnya penerbangan dan karantina. Saya korban

Baca KASUS di Hal. 10


Metro

10

Korem Siap Bantu Jika Diminta

Usus Buntu adalah Operasi Ringan Paksa ........................ mang yang bersangkutan sedang dalam perawatan akibat sakit usus buntu. Jika tidak, maka terlapor (Suhadi) akan dibawa ke Polda Sultra untuk kepentingan

penyelidikan dan penyidikan,” jelasnya. Lalu, kapan surat panggilan membawa dikeluarkan? Iswandi Hari belum membeberkan jadwal penerbitan surat perintah membawa tersebut. Namun, ia berjanji, jika momennya sudah tepat dan dalam waktu

yang tidak terlalu lama, surat perintah membawa yang diawali dengan pengecekan kebenaran alasan terlapor akan dikeluarkan. “Kami akan mengecek dulu kebenaran alasanya yang akan dilakukan oleh dokter dari Bidang Dokkes serta personil

yang dilengkapi dengan surat perintah membawa. Soalnya, pada panggilan kedua, ada alasan resmi yang disertai keterangan dokter. Kami juga belum mengetahui keberadaan terlapor saat ini. Informasinya ada di Jakarta,” terang Iswandi Hari. (aka)

Polisi Masih Kembangkan Untuk Bongkar Jaringannya Dibekuk ..................... Sauna Kecamatan Kendari Barat. Saat hendak melakukan transaksi, polisi langsung meringkus satu diantara dua tersangka. Kasat Narkoba Polres Kendari, AKP Aris Rallang menga-

takan, saat penggeledahan dan penangkapan dilakukan, pihaknya menemukan satu paket bungkus kecil narkotika jenis sabu-sabu. Pengedar yang pertama dibekuk berinisial RI. Dari kasus tersebut dikembangkan dan berhasil membekuk satu pengedar lainnya berini-

sial SAS sekitar pukul 20.00 wita pada hari yang sama. “Kedua tersangka pun langsung dibekuk dan dibawa ke Polres Kendari untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Mereka telah lama diintai terkait maraknya kasus peredaran gelap narkotika di Kota Kendari,” ter-

ang Aris Rallang saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kendari. Kasus tersebut masih akan dikembangkan untuk mengungkap jaringan penyalahgunaan narkotika di Kota Kendari. (aka)

Mengaku Jadi Korban Dua Institusi Kasus ........................ pembodohan karantina dan penerbangan di Jakarta. Karena saya sudah berikan biaya dokumen perjalanan sebesar Rp 1,4 juta,” katanya, saat ditemui di DPRD Kota Kendari, kemarin. Arifaid lalu mengurai kronologis yang menimpa dirinya. Januari lalu, dia ke Jakarta untuk urusan dinas. Rekannya di DPRD Kota, Muhammad Amin atau yang akrab disapa Boby Razak, menunjukan padanya tempat penjualan ayam Bangkok. Dari petunjuk

Amin, Arifaid lalu membeli 8 ekor (4 pasang-red) ayam Bangkok. Singkat cerita, untuk pengurusannya dia telah menyerahkan uang Rp 1,4 juta pada pihak penerbangan dan Karantina Jakarta. Arifaid tinggal tahu beres, menunggu unggasnya di Bandara Soekarno Hatta. Bahkan, kata anggota komisi III DPRD Kota itu, dia dijanjikan hanya sehari, ayamnya sudah tiba di Bandara Haluoleo Kendari. Ternyata molor hingga 4 hari. Dia pun masih ditunggu untuk bersabar, karena penjelasan dari pihak di Makassar, dokumennya akan diurus. Seh-

ingga, ia dijanjikan 1 hari lagi 8 ekor unggas miliknya sudah ia terima. Satu hari yang dijanjikan tiba, Arifaid ke Bandara Haluoleo. “Setelah saya mau terima, saya dicekal Karantina. Kalau memang dokumennya tidak jelas, ambil saja itu ayam. Setelah di karantina saya dipanggil. Dokumen harus dilengkapi, saya bilang harus karantina dan penerbangan Jakarta yang lengkapi. Karna saya sudah serahkan uang. Anehnya, kalau virus flu burung, harus serentak matinya. Tapi ini malah bertahap,” jelasnya. Arifaid mengaku sangat bin-

Kendari Pos |Selasa, 1 Februari 2011

gung dengan kasusnya itu. Sebab, tidak ada orang yang merasa dirugikan, tapi sampai sekarang masih saja dibesarbesarkan. Dia mengatakan sangat yakin kasusnya itu sudah dipolitisir oknum tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya dari kursi DPRD. “Lucunya tidak ada aduan orang yang merasa dirugikan dan lagipula barang bukti dimusnahkan. Saya korban dua institusi. Ini hanya dibesarkan secara politik. Saya tahu orangnya yang mau jatuhkan saya itu,” tandasnya sembari menyebutkan oknum yang ia maksud. (dri/p4/tri)

Kesal ........................ yang menumpuk di MTQ, ternyata bukan urusan Kopersasi Korem,namun masih tanggung jawab kebersihan Pemkot. “Statement saya di koran beberapa waktu lalu, yaitu butuh koordinasi dengan Korem untuk menangani permasalahan kebersihan di Eks MTQ, terjadi

karena adanya miskomunikasi. Dulu secara resmi Gubernur Nur Alam mengatakan menyerahkan pengelolaan MTQ Square kepada Korem tepatnya di bagian Barat dan Polda di bagian Timur.Tapi ternyata masih menjadi tanggung jawab Pemprov,”katanya. Sementara itu KapenRem 143 HO Mayor Inf Gidion Skoda menuturkan, pihaknya selalu

siap sedia membantu pembersihan areal MTQ, jika sewaktuwaktu dinas kebersihan meminta kesediaan pihak Korem. “Kami selalu terbuka dengan permintaan pembersihan areal MTQ, jika hal tersebut diminta dinas kebersihan. Sebagaimana yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu, jelang HUT TNI 2010 lalu,” tutur Gidion. (fas)

Usulan Peningkatan SDM Penting Musrenbang ............... Sebelumnya Pemkot telah melakukan pra Musrenbang kelurahan, sejak 15 hari sebelum Musrenbang kelurahan dihelat, yang dihadiri RT/RW dan stakeholder terkait.

“Olehnya itu diharapkan masyarakat tidak hanya menyampaikan usulan pembangunan fisik saja, tetapi juga peningkatan SDM seperti keterampilan, manajemen usaha dan peningkatan usaha produktif. Usulan tersebut sangat penting, mengingat usulan peningkatan

SDM pada Musrenbang di tahuntahun sebelumnya kurang dari 15 persen, padahal terdapat tiga aspek yang dibahas dalam Musrenbang, yaitu bidang sosial budaya (Sosbud), ekonomi serta fisik dan prasarana (Fispra),” ungkap mantan Sekretaris Bappeda Kota Kendari ini. (fas)

Alidin Anggap Arifaid Tak Bersalah Disanksi .................... adu mulut dan pukul meja kerena salah seorang anggota dewan Aladin, terkesan membela La Ode Arifaid. Aladin mengaku bahwa rkannya tidak bersalah. “ La Ode Arifaid itu tidak bersalah, saya sama -sama dia dari Jakarta waktu itu. Yang salah itu yang kirim itu unggas, La Ode Arifaid tidak membawa unggas. Lagi pula ada UU membawa ayam itu melanggar hukum,” tukas Aladin dengan nada tinggi sambil memukul meja. Tak urung peryataan Aladin

ini memancing La Halini dari BMPH Sultra balas mengertak anggota dewan, dengan memukul meja. “ Kami merasa tersinggung dengan peryataan pak Aladin tadi. Bicara aturan hukum, silahkan kita baca UU no 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, ikan dan tumbuhan,” balas La Halini sambil memukul meja. Untunglah ajang pukul memukul meja dan saling gertak ini tidak berlarut setelah Ketua DPRD Kota Kendari Abdul Rasak, turun tangan. “ Tidak ada gunanya kita saling ngotot dan bertahan para prinsip masing masing. Sebagai Ketua DPRD

Kota Kendari saya keluarkan peryataan, bahwa siapapun anggota dewan yang bersalah baik terkait melanggar tatib dewan dan kasus hukum, akan diproses sesuai mekanisme yang ada. Kita tidak pandang bulu,” ujarnya. Aksi demo BMPH Sultra diterima Ketua DPRD Kota Kendari Abdul Rasak, Wakil Ketua Dewan Suri zamzam, Ketua BK Muh. Yahya, Wakil Ketua BK Aladin dan beberapa anggota dewan lainnya. Usai mendengar peryataan ketua dewan kota, ahirnya para demonstran membubarkan diri dan dikawal sekitar 50 personil polisi. (tri)


Metro

Kendari Pos |Selasa, 1 Februari 2011

11

Selama Ini Tersangka Sembunyi di Raha Pelaku ....................... Tipulu. Pelaku berboncengan dengan rekannya berisial LS yang kini masih buron. “Kami mendekat ke motor yang dikendarai ibu itu (Ani Saputri Wonua Halif). Ia berboncengan dengan anak gadisnya. Teman saya (LS) berusaha merebut tas dan menendang motornya hingga terjatuh,” aku Supardin. TKP lain yang menjadi lokasi penjambretan Supardin Cs yakni di sekitar MTQ Square, jalan poros Lepo-Lepo, Pasar Wuawua, Torobulu dan lokasi lainnya. Dalam melakukan aksinya, pelaku selalu mengamati situasi sekeliling agar lebih leluasa mengeksekusi korbannya. Saat polisi gencar mencari pelaku penjambretan, Supardin Cs berusaha mengamankan diri di Kabupaten Muna. “Saya menggunakan motor Honda Revo. Saya melakukan semua ini untuk mendap-

atkan pembeli baju, selebihnya untuk membeli beras. Pekerjaan saya sebagai tukang ojek. Saya tinggal sendiri di Kendari. Orang tua saya ada di Raha,” ungkap Supardin. Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Irwan Andy Purnawan mengatakan, pihaknya kini masih mengembangkan kasus pengungkapan pelaku jambret yang selama ini meresahkan warga Kota Kendari. “Untuk pelaku lainnya berinisial LS, kami masih dalam proses pengejaran. Kami berharap agar masyarakat yang mengetahui keberadaan oknum tersebut agar bisa memberikan informasi kepada polisi,” terang Irwan Andy Purnawan saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Kini, Supardin alias Aju ditahan di Mapolres Kendari. Tersangka jambret tersebut diterus diperiksa secara intensif untuk mengungkap pelaku-pelaku penjambretan yang merajalela di Kota Kendari selama ini. (aka)

Ada berbagai cara untuk “menghibur” konstituen di daerah pemilihan (Dapil) saat turun reses, salah satunya adalah menggelar lomba domino seperti yang dilakukan anggota DPRD Prov. Sultra, H.Abdurrahman Shaleh. Tak kurang 400 orang berebut mendapatkan hadiah total Rp 5 juta. Acara ini digelar di tanah lapang Jalan Cendana, sabtu (29/1) akhir pekan lalu. ARHAM/KP


Hiburan

Kendari Pos |Selasa, 1 Februari 2011

13 Cindy Crawford

Titi Kamal, Jadi Jablay TITI Kamal lagi bete. Ia sering ditinggal suaminya, Cristian Sugiono hingga larut malam. Titi pun merasa jadi jablay alias jarang dibelai suami. Christian Sugiono sedang sibuk syuting stripping alias kejar tayang. Pulangnya tak tentu. Ditinggal kerja suaminya mencari nafkah, Titi pasrah sendirian tanpa belaian suami tercintanya. “Jadi kita ketemunya malam aja pas udah mau tidur. Kadang sampai pagi dia (Tian) baru pulang. Dibilang bete ya bete, tapi mau gimana,” curhat Titi saat dijumpai di Jakarta, baru-baru ini. Tapi, Titi tak kurang akal menghibur diri. Tanpa suami, bintang film Barbie ini mengobati rasa kesalnya dengan jalan bareng bersama teman-temannya. “Untungnya masih ada teman-teman aku yang nemenin (jalan). Jadi nggak terlalu bete sih, udah biasa juga (dicuekin suami),” katanya. Meski kesal dicuekin suami, tapi hal itu tak sampai mengganggu rumah tangganya. Untuk memelihara keharmonisan, setiap ada kesempatan, menurut Titi, suaminya selalu menjalin komunikasi lewat telepon. “Meskipun suami aku sibuk, setiap kegiatannya dia tetap bilang ke aku kok. Aku juga begitu. Kita berdua pasti saling terbuka ke manapun kita pergi. Makanya nggak sampai jadi masalah di rumah,” jelas pemilik nama lengkap Kurniaty Kamalia ini. Selesai syuting, baru deh pasangan yang menikah di Australia pada 6 Februari 2009 ini berencana pergi liburan bareng. Kata Titi, suaminya pernah berjanji untuk mengajaknya liburan ke luar negeri usai menjalani syuting stripping. Gara-gara janji itu pula, Titi sanggup menahan rasa kesalnya sering ditinggal sendirian di rumah. “Ya pokoknya kalau bisa saat ada waktu break, kita berdua jalan-jalan lah. Pinginnya sih ke Paris atau ke Hong Kong gitu,” pungkasnya. (jpnn/lia)

Rina Diana

Rina Diana, Berbikini Yes, Vulgar No...! RINA Diana siap mengeksplor kemampuannya di dunia akting. Film apa pun yang ditawarkan bakal diterima, asal nggak yang buka-bukaan. “Kalau disuruh buka-bukaan aku nggak mau. Tapi kalau cuma pake bikini dan ciuman nggak apa-apa,” kata Diana saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini. Diana yang dikenal lewat sinetron Mariam Mikrolet ini baru kelar membintangi film Domino. Bersama Tora Sudiro dan Gary Iskak, gadis 19 tahun ini siap mengembangkan kariernya di jagat film. “Setiap film adalah tantangan,” katanya. Tapi, soal peran yang ditawarkan, gadis kelahiran 8 Mei 1992 ini selalu berkonsultasi dengan kedua orang tuanya. “Di film ini aku pakai bikini, kata bokap terserah kamu, kalau karier mau maju silahkan. Yang penting jangan mempermalukan keluarga,” kata Rina. Rina mengaku beruntung, saat ini ia tidak memiliki kekasih. Jadi, katanya, tidak ada yang melarangnya untuk melakukan adegan apapun. “Kalau punya pacar ribet, mending fokus ke karier. Aku juga masih mau kuliah,” ucapnya. (jpnn/lia)

Titi Kamal

Peduli Penderita Leukemia MANTAN supermodel dan aktris Cindy Crawford, 44, tak melupakan nasib yang menimpa keluarganya. Adiknya, Jeff, meninggal pada 1975 karena kanker darah (leukemia) akut. Itu terjadi sebelum sang adik merayakan ulang tahun keempat Mungkin karena nasib yang dialami sang adik itu pula, Crawford mengunjungi Cincinnati Children”s Hospital Medical Center di Corryville, Cincinnati, Ohio, AS, Jumat lalu (28/1). Selain melihat fasilitas laboratorium kanker di sana, perempuan yang punya tahi lalat di atas ujung kiri bibir tersebut bertemu seorang pasien bocah perempuan 6 tahun. Crawford terlihat antusias saat berbincang dengan Hannah Rumping. Apalagi, bocah asal Mason, Ohio, itu bertahan dan selamat dari leukemia setelah empat tahun dirawat. Mereka tampak sangat akrab. Selanjutnya, bintang film Fair Game (1995) itu menyumbangkan USD 20 ribu (sekitar Rp 180 juta) untuk rumah sakit tersebut. Sumbangan itu berasal dari penjualan merek perabot rumah buatan Crawford yang dipasarkan di Morris Home Furnishings, dekat Springdale.

CindyCrawford Mantan istri aktor Richard Gere tersebut menghadiri grand opening toko itu. Kepada para keluarga pasien, Crawford menyebutkan bahwa hampir 90 persen anak penderita leukemia kini bisa disembuhkan. “Kami membantu dana untuk riset (penyakit itu). Jumlahnya akan terus ditambah,” janji ibu dua anak dari pernikahannya dengan suami kedua, Rande Gerber, tersebut. (jpnn/lia)


Edukasi

14 Sertifikasi Guru Dinilai Kurang Maksimal Kendari, KP Tujuan pemerintah menelorkan program sertifikasi bagi tenaga pendidik sejak tahun 2006 sampai saat ini belum menunjukkan pencapaian yang maksimal. Hal itu tampak pada perkembangan pendidikan di daerah ini yang belum mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitas. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kendari, Makmur M Pd mengatakan, program sertifikasi bagi guru merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui jalur pendidikan. Sayangnya, masih banyak guru yang tidak memahami arti dari program tersebut, sehingga lebih mementingkan kesejahteraan, ketimbang melaksanakan tugas secara profesional. “Berdasarkan pengamatan saya, program sertifikasi menyimpang dari sasaran. Guru yang telah disertifiasi masih banyak yang belum menunjukkan peningkatan kualitas mengajar. Justru beberapa diantaranya mementingkan ego karena merasa sudah memenuhi syarat sebagai guru yang profesional,” terangnya. Menurut Makmur, akan lebih baik jika program sertifikasi digantikan dengan pemberian reward (pengargaan, red) bagi guru yang berprestasi. Penghargaan itu bisa diberikan dalam berbagai bentuk, missalnya kedisiplinan, kompetensi mengajar serta peran aktif dalam segala kegiatan pengembangan satuan pendidikan. Sertifikasi guru versi mantan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Kendari itu, merupakan salah satu program yang sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik oleh tenaga pendidik. Lebih-lebih pemerintah sudah menyuntik dana yang cukup besar untuk program tersebut. Jadi kalau memang guru merasa sertifikakat profesi ang dimiliki sebagai amanah, tugas menjadi guru harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. (fya/lia)

Kendari Pos |Selasa, 1 Februari 2011

PGAUD UMK Gelar Festival Kendari, KP Sebagai calon pengajar, mahasiswa Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGAUD) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dituntut untuk kreatif dalam menciptakan media pembelajaran. Hal itulah yang membuat mereka mengadakan Festival Gerak dan Lagu Anak akhir pekan lalu di aula Baruga Sapta Pesona, Dinas Pariwisata Sultra. Ketua Panitia pelaksana, Ilmawati Riah yang ditemui mengatakan bila kegiatan tersebut adalah merupakan bahagian dari tugas akhir Mahasiswa. Katanya pagelaran anak yang bertema ‘’Hadirkan keceriaan dalam warnawarni kreatifitas anak’’ bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas anak sehingga tercipta generasi yang cerdas dan kreatif. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Oktrisman Ballagi sebagai dosen pembimbing sekaligus sebagai dewan juri. Dekan FKIP UMK, Dr Hilaluddin Hanafi, MHum yang membuka kegiatan berharap agar para mahasiswa dapat memanfaatkan moment tersebut sebelum terjun berhadapan langsung dengan anak didik. Katanya menjadi guru bagi pendidikan taman kanak-kanak adalah hal yang sangat bermanfaat, karena pada usia tersebut adalah masa-masa mendapatkan pembelajaran utama. Dikegiatan itu yang mendapat Juara I adalah TK Kartika dan Juara II yakni TK Assadiyah serta juara III adalah PAUD Asoka. Untuk harapan I diraih PAUD Asoka, Harapan II LKMD Pembina dan harapan III adalah TK Adi Permai. (p2)

Pengetahuan Agama Harus Ditingkatkan

WULAN/KP

Salah satu TK di Kendari yang mengikuti Festival Gerak dan Lagu Anak yang diadakan mahasiswa PGAUD UMK Kendari

SMP Frater Dikritik Siswa Saat HUT ke-41 Kendari, KP Jika pada umumnya sekolah menyambut hari ulang tahun dengan acara suka ria, SMP Frater Kendari justru tampil beda. Saat merayakan HUT ke-41 yang jatuh pada Jumat (28/1), para siswa justru memiliki ide untuk mempresentasekan perkembangan sekolah yang dipimpin FR. Felix, N. HHK, S. Pd. Menariknya, setiap siswa menyampaikan kritik atas perkembangan tempat studinya. Bukannya khawatir atas kritikan yang disampaikan langsung oleh siswa, apa yang diapresiasikan justru dianggap sebagai hal yang membanggakan para guru, utamanya kepala sekolah SMP Frater, FR. Felix, N. HHK, S. Pd. “Kami menyambut baik ide dari siswi kami itu. Karena kritikan dari siswi itu bukan hanya berguna untuk meningkatkan kualitas pendidikan kami, tapi juga untuk melatih keberanian dan intelegensi mereka. Karena secara tidak langsung dalam diri para siswa akan terbentuk rasa keberanian dan percaya diri

untuk mengungkapkan gagasannya,” beber FR. Felix. Benar saja, presentase yang dibawakan oleh Brigitta, Madeline, dan Michelle berjudul disiplin dalam kehidupan. Tiga siswi cantik itu menjelaskan bahwa SMP Frater saat ini telah menerapkan disiplin pada para siswanya, seperti larangan pada siswa untuk membawa alat komunikasi Handphone, majalah, atau barang-barang lain tak boleh dibawa karena akan mengganggu pelajaran. Selian itu, SMP Frater juga menerapkan disiplin untuk hadir di sekolah lma menit sebelum jam belajar dimulai. Sebagai wujud keberhasilannya, SMP Frater kini kerap meraih prestasi baik di tingkat kota, provinsi maupun di tingkat nasional. Namun, menurut pengakuan tiga siswi tadi, apa yang diraih sekolahnya belum memuaskan. Mereka menggambarkan saat jam pelajaran di SMP Frater masih sering ribut dan tidak tenang. Selain itu, kurangnya kesadaran para siswa untuk membuang sampah di tempatnya mengganggu

lingkungan di SMP Frater. “Kita harus menjaga perilaku dan lingkungan kita. Jangan hanya merasa sudah berbuat baik tapi orang lain masih merasa terganggu,” kata salah satu siswi. Tak hanya kritikan itu saja, mereka juga menggambarkan kerapihan cara berpakaian siswa SMP Frater masih kurang. Meski sudah diterapkan siswa masih banyak yang melanggar, masih ada siswa yang tidak memakai topi, dasi, atau kaos kaski yang berlogo sekolah. Selain siswa, guru juga menuai kritik agar datang tepat waktu mengajar. Begitu pun tamu yang datang berkunjung ke SMP Frater sebisa mungkin menjaga tindakannya agar tak mengganggu pelajaran yang sedang berlangsung. Menanggapi hal tersebut, FR Felix justru senang, karena itu membuktikan bahwa siswi di SMP Frater memiliki antusias yang besar untuk belajar. Hal itu menuntut dirinya untuk meningkatkan kualitas di SMP Frater menjadi lebih baik. (p2/lia)

Kendari, KP Tak dapat dipungkiri, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menciptakan banyak perubahan di seluruh sendi-sendi kehidupan. Untuk itu, perlu adanya suatu filter yang bisa menjadi benteng agar pengaruh buruk kemajuan iptek tidak merusak moral dan mental. Salah satu bentuknya dengan meningkatkan pemahaman keagamaan. Kadis Pendidikan Kota Kendari, Drs Kasman Arifin, beberapa waktu lalu, mengatakan, peningkatan ilmu agama telah menjadi perhatian Pemkot Kendari. Bahkan pemerintah telah menginstruksikan beberapa hal yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan keagamaan, salah satunya dengan program penutasan baca tulis Alquran. “Mengenai implementasi Perda No 17 tahun 2005 tentang penuntasan buta aksara Alquran, saya perlu tegaskan agar sekolah menjadikan sebagai kegiatan utama yang melibatkan seluruh komponen pendidikan. Kegiatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Tidak hanya siswa, tetapi juga guru, saf tata usaha dan kepala sekolah,” tegasnya. Mantan Dosen Unhalu itu mengatakan, ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah harus seimbang dengan ilmu agama yang diperoleh. Kepala sekolah dan guru, harus memberikan contoh serta teladan yang positif bagi siswanya, baik dalam bersikap, bertutur kata maupun bertingkah laku. “Awal januari lalu, kota Kendari memperoleh penghargaan pembangunan keagamaan dari presiden RI. Hal itu tentunya kebanggan bagi kita sebagai masyarakat, karena daerah kita dianggap berhasil membangun bidang keagamaan. Meskipun begitu, kita tak boleh berbangga hati, karena selain penghargaan itu merupakan tantangan untuk lebih meningkatkan pemahaman keagamaan bagi seluruh komponen di daerah ini,” katanya. Berkaitan dengan peningkatan keimanan siswa serta kalangan bawah, salah seorang pemerhati sosial mengatakan, para pejabat pun harus ditingkatkan keimanan mereka. Bukan apa-apa, mereka yang sering diperhadapkan dengan masalah yang bersentuhan dengan kebijakan. Tentu kalau iman tidak kuat, akan mudah goyah dan rawan penyimpangan aturan. “Iman pejabat juga harus kokoh agar mereka tidak terjerat dengan kasus hukum. Pasalnya setiap pasal dalam penegakan hukum bisa bernilai rupiah dan sasarannya adalah kalangan pejabat kalau yang lain tidak kebagian,” katanya. (fya)


Kendari Pos |Selasa, 1 Februari 2011

SMPN 1 Kendari Gratiskan Les Kendari, KP Berbeda dengan SMKN 1 Kendari yang meniadakan LES untuk menghindari pungutan, SMPN 1 Kendari justru mengadakan les secara gratis. Itu dilaksanakan mulai Senin (31/1) di rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) khususnya kelas IX. Proses pembelajaran tidak hanya dilakukan pagi hari, tapi kegiatan serupa juga dilanjutkan hingga sore hari. Ini merupakan salah satu tindakan antisipasi pihak sekolah, dalam menghadapi agenda tahunan pendidikan, yakni Ujian Nasional (UN). Kepala SMPN 1 Kendari, Mahdin M Pd mengatakan, untuk mempelajari materi esensial menjelang ujian, belajar pagi hari saja tidak akan cukup. Untuk itulah pihaknya sepakat menambah jam belajar siswa, tanpa memungut biaya sepeserpun untuk mendanai kegiatan itu. “Kami tetap melaksanakan kegiatan belajar tambahan, tapi tanpa pungutan. Selain berpotensi memberatkan siswa, kami juga tidak mau ambil resiko, karena kegitan tersebut sudah kami anggarkan melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS),� terang Mahdin. fya/lia)

Edukasi

15

Keciprat Beasiswa Bidik Misi Kendari, KP Universitas Haluoleo (Unhalu) kembali menerima beasiswa bidik misi bagi 150 mahasiswa baru tahun ajaran 2011 yang masuk kategori berprestasi dan berlatar belakang ekonomi lemah. Program beasiswa dari Kementrian Pendidikan Nasional ini, bermaksud memberikan harapan kepada anak-anak bangsa dengan kemampuan akademik yang baik tapi berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Di Sultra, Unhalu dipercaya sebagai penyelenggara program beasiswa bidik misi sejak tahun 2010. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya membatasi pada mahasiswa baru fakultas pertanian dan fakultas perikan-

an dan ilmu kelautan, tahun 2011 beasiswa bidik misi diberikan pada semua mahasiswa angkatan tahun 2011 dari semua jurusan yang ada di universitas yang dikenal dengan kampus hijau ini. Prof. Ir. H. La Sara, M.S., PhD., Pembantu Rektor I Unhalu, menjelaskan bahwa beasiswa bidik misi sepenuhnya membantu mahasiswa miskin yang punya kemampuan akademik untuk studi di Unhalu. Beasiswa tersebut diterima Rp 6 juta pertahun atau Rp 500 ribu per bulan. Penerima beasiswa bidik misi diasramakan di dalam kampus. Mereka pun dalam binaan, sehingga segala tingkah lakunya benar-benar dalam pantauan. Hasil studi mereka tidak boleh turun, minimal tetap stabil karena

penerima beasiswa setiap semester dievaluasi. “Selain tidak mampu secara ekonomi dan berprestasi akademik, mereka yang berminat memperoleh beasiswa tentu saja harus mendaftar secara on line dengan jalur undangan versi lain. Syarat utama adalah orang yang penghasilanya minim yang kriterianya tergantung standar miskin yang akan digunakan kelak,� bebernya. (p2/lia)


16

Xpresi share

Drs. Nengah Negara, M.Hum (Kepala SMAN 9 Kendari)

Tunjukkan Kamu Bisa.. YAKINLAH, setiap yang dilahirkan pasti punya kemampuan yang dianugerahkan Sang Khalik. Potensi diri yang dimiliki emang nggak akan pernah muncul, kalo nggak pernah digali. Apalagi kalo kamunya nggak confident alias rendah diri untuk mengekspresikan potensi yang ada. Hmm...guys, nggak harus nyaingin Rini IDOL atau Einstein yang jago Fisika. Cukup kembangkan minat dan bakat didirimu, insya Allah itu akan menjadi potensi yang bisa membuatmu mengukir prestasi. Semisal, bagi mereka yang jagi nulis cerpen, silahkan latih terus kemampuan menulismu. Untukmengujinya, ikut lomba nulis cerpen. Intinya... banyak cara untuk berprestasi, kalau nggak di bidang akademik, bisa ko bidang ekstrakurikuler. Tanpa mengabaikan tanggung jawabmu sebagai pelajar,asalkan ada peluang raih impian dengan ngebuktiin bahwa kamu pun tak kalah dibanding siswa lainnya. Kalau bakat kamu dah diseriusin, nggak menutup kemungkinan talenta itulah yang akan menjadi masa depanmu kelak. Wach...bisa tajir dong nantinya, hehehe. (Ka’ Wulan/lia)

cuap-cuap Ekha (Penyiar Radio Hijau Unhalu)

Asal Jangan Kelewatan! MEMILIKI kemampuan? Hmmm... kayaknya sih biasa ajha ya... tapi, tetaplah membanggakan kalau bisa memberikan yang terbaik bagi orang lain. Suatu hal yang aku sukai dan mungkin gak semua orang punya adalah kemampuan dalam bidang komunikasi, hehee... Saya paling hobi menyiar, dan sampai saat ini udah sering banget hijrah dari satu radio ke radio yang lain, soalnya penasaran sich. Udah gitu pernah nich sobat expresi, gara-gara saya saking hobinya, waktu masih semester awal nilai kuliah hampir jeblok... masahnya ya gara-gara keasyikan menyiar. Akhirnya, saya sempat keluar dan gak menyiar sama sekali. Tapi karena pengen, nggak tahunya sekarang terjun lagi dech! Yang paling utama sich kita boleh saja ngebuktiin ‘n’ mengembangkan talenta kita, tapi jangan lupa sama kewajiban, kalo sekolah ya jangan lupa belajar, kalo kuliah ya harus konsen juga ke materi kuliah... oke? (Ka’ Wulan/lia)

C M Y K

Selasa, 1 Februari 2011

Ayo...Buktiin Kemampuan Kamu!!! SAKING kurang PDnya (percaya Diri), kadangkala ngga tahu potensi apa yang kita miliki. Sampai-sampai nich orang lain yang harus mengingatkan kalo kita tuch punya kemampuan di bidang tertentu.. Emang ngga bisa dipungkirin guys, kalo talenta yang ada dalam diri seseorang tuch butuh spirit dulu supaya bisa ngeluarinnya. Padahal kalo digali dari kecil, mungkin aja saat dewasa bakat yang dimiliki bisa lebih berkembang (bunga kali, heheh) So..mending dari sekarang buktiin kalo kamu tuch bisa kreatif! Ngomong-ngomong soal potensi diri nich, sobat ekspresi kayaknya punya cerita about bakat yang dimiliki. Bukan hanya itu, kita juga bakalan intip apa mereka berani unjuk gigi menunjukkan kemampuannya?? Fany, alumni SMA Satria punya cerita tentang ngembangin potensi diri. Kata cewek manis itu, kalo kita punya kemampuan, ngapain harus dipendam, mending tunjukkin aja, biar bakat kita ngga terpendam. Girls yang pernah menyabet juara modeling pada iven Yamaha Fiesta itu, ngakunya kalo ngembangin potensi diri tuch, bukanlah perkara yang susah. Yang penting katanya, punya kemauan, kalo itu udah ada psti potensi yang dimiliki bis terus dikembangin.

Terbukti lho guys, cewek bertubuh tinggi semampai itu udah berap kali meraih prestasi. Baik dalam kegiatan seni, maupun olahraga saat sekolah dulu. Kalo udah berani unjuk gigi, bukan hanya bakat yang dikeluarkan, tapi kita juga bakalan familiar di kalangan teman-teman, heheh... Try, siswa SMA Kartika Kendari ngaku, mengenai bakat itu potensi alamiah yang dimiliki seseorang sejak lahir. Tapi ngga jarang lho bakat yang ada itu hanya dipendam aja, so ngga ketahuan dech kalo doi ternyata punya talent. Meski memiliki bakat yang luar biasa, kalo ngga diekspresikan mana ketahuan, tul ngga?? Kalo bakat sendiri, Try merasa kalo bakatnya ngga banyak-banyak amat. Itupun ngga terlalu menonjol juga lho. Tapi sebisa mungkin ia tunjukkan, baik di sekolah maupun dalam ajangajang pengembangan bakat remaja. Paling sering kata boys berkacamata itu, ia ngomporin teman-temannya buat nunjukkin bakat mereka. Katanya seh, kalo ngga di panas-panasin, teman-teman pada nyembunyiin kemampuannya. Padahal khan banyak yang pengen tahu. Dengan melihat bakat yang dimiliki teman, ngga sedikit juga lho orang terpancing untuk mencoba kembangin potensi dirinya. Bahasa gaulnya, terinspirasi..heheh So, daripada bengong, buktiin dech kalo kamu tuch bisa. Jangan malu, rendah diri, apalagi bermalasmalasan menyembunyikan potensi diri, sebelum terlambat ayo buktikan..! (fya/lia)


Kendari Pos | Selasa, 1 Pebruari 2011

0 Atl. Madrid v Bilbao 2

Kursi Pelatih Makin Panas Madrid, KP Kekalahan terus menghantui Atletico Madrid di Liga Primera Spanyol. Sudah empat laga beruntun tim berjuluk Los Rojiblancos tersebut kalah. Itu menyusul kekalahan dari Athletic Bilbao 0-2 (0-1) kemarin dini hari (31/1).

Sanchez Flores Akibatnya, posisi Atletico terus melorot di klasemen sementara dan sekarang berada di luar zona Eropa. Mereka berada pada peringkat ketujuh dengan 30 poin. Jabatan pelatih yang diduduki Quique Sanchez Flores mulai digoyang. Apalagi, sebelumnya Atletico sudah tersingkir dari Europa League di mana mereka menjadi juara berta-

han dan juga tersingkir di perempat final Copa del Rey dari rival sekotanya Real Madrid. Dengan begitu, ambisi yang tersisa adalah finis di zona Eropa. Tak ingin situasi internal memanas, presiden Atletico Enrique Cerezo mengklarifikasi kabar yang beredar tentang nasib Sanchez Flores. Cerezo menyatakan, masih memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih berusia 45 tahun itu. “Quique merupakan pelatih Atletico dan dia masih terikat kontrak hingga akhir musim. Kami sama sekali tidak berencana memutus kontrak tersebut. Tak ada alasan untuk berpikir bahwa kalau kalah, dia dipecat,” jelas Cerezo, seperti dikutip Tribalfootball. Sebelumnya sempat tersiar kabar, seperti laporkan Cadena SER bahwa petinggi Atletico mulai membidik entrenador Espanyol Mauricio Pochettino sebagai suksesor Sanchez Flores. Alternatif lainnya adalah pelatih Athletic Bilbao Joaquin Caparros. Namun, Sanchez Flores sendiri tidak gentar dengan rumor pemecatan. “Saya sosok yang optimistis dan saya tidak merasa masa depan saya hanya bergantung pada dua atau tiga laga saja. Saya yakin, tim ini akan merengkuh hasil bagus,” kata Sanchez Flores, kepada AS. Hanya, sikap optimistis saja tidak cukup. Sanchez Flores harus mulai menunjukkannya di lapangan. Apalagi, pada kemarin dini hari, mereka kalah di hadapan publik sendiri di Stadion Vicente Calderon dari Bilbao dengan skor 0-2. Sejatinya, Atletico mengawali laga dengan baik. Hanya, kartu merah

Baca KURSI Hal 18

4 Fulham v Tottenham 0

Kalah Plus Krisis Bek Tengah London, KP Derby London di putaran keempat Piala FA berlangsung timpang. Duel Fulham versus Tottenham Hotspur di Craven Cottage kemarin dini hari sepenuhnya milik tuan rumah. Bagaimana tidak, Fulham menggilas Tottenham empat gol tanpa balas. Keempat gol itu sudah dikoleksi Fulham di babak pertama. Danny Murphy yang baru saja diperpanjang kontraknya sampai 2012 memborong dua gol awal tuan rumah. Kedua gol gelandang sekaligus kapten Fulham itu berasal dari eksekusi penalti, masing-masing pada menit ke-11 dan 14. Penalti pertama buah dari pelanggaran Alan Hutton kepada Clint Dempsey, sedangkan gol kedua karena Michael Dawson menjatuhkan Moussa Dembele. Dawson bahkan dikartu merah. Unggul jumlah pemain, Fulham menambah dua gol melalui Brade Hangeland (23) dan Dembele (45). “Kemenangan fantastis ini bisa memotivasi kami di liga,” kata Mark Hughes, pelatih Fulham, sebagaimana dilansir Evening Standard. Di Premier League, Fulham me-

mang masih berkutat di papan bawah dengan hanya empat poin terpisah dari zona degradasi. Tidak hanya itu, masih bertahan di Piala FA memperpanjang napas Hughes dalam upaya mempertahankan jabatannya. Sementara dari Spurs, pelatih Harry Redknapp tidak bisa menutupi kekecewaannya atas hasil memalukan timnya. “Kami melakukan kesalahan besar di babak pertama. Anda bakal sulit merespons setelah kebobolan dua gol di awal laga dan harus kehilangan satu pemain,” omel Redknapp seusai laga kepada Soccernet. Redknapp makin kesal karena Spurs krisis bek tengah setelah kalah dari Fulham. Dengan Dawson bakal menjalani skors dan William Gallas cedera menyusul Ledley King, Jonathan Woodgate, serta Younes Kaboul, Spurs hanya memiliki Sebastien Bassong dan defender baru Bongani Khumalo. “Saya mungkin mencoba Vedran Corluka (bek kanan Spurs, Red) sebagai bek tengah karena menurunkan Khumalo terlalu berisiko,” jelas Redknapp. (dns)

AFPPHOTO/OLLYGREENWOOD

Striker Osasuna Javier Camunas (kanan) merayakan golnya setelah menjebol gawang Real Madrid pada lanjutan Liga Primera Spanyol dini hari kemarin.

1 Osasuna v Real Madrid 0

MAKIN TERTINGGAL Pamploma, KP Real Madrid tersandung lagi. Mereka kalah tipis 0-1 (0-0) dari tuan rumah Osasuna pada pekan ke-21 Liga Primera di Stadion Reyno de Navarra, Pamploma, kemarin dini hari (31/1). Akibatnya, Real tertinggal makin jauh dari Barcelona. Ya, sekarang Real mengemas 51 poin dan tertinggal tujuh angka dari sang penguasa klasemen Barcelona (58 poin). Perjalanan kompetisi memang masih panjang, tapi tertinggal tujuh angka di belakang Barca yang konsisten adalah perkara gawat. Bahkan, ketika masih dilatih Manuel Pellegrini, Real tidak tertinggal sejauh itu. Paling banter, mereka hanya tertinggal lima angka. Nyatanya, itu sudah membuat mereka gagal mengejar dan membendung Barca merengkuh gelar Liga Primera. Tinggal 17 partai yang tersisa dan selama paro kedua musim ini Real telah kehilangan empat angka. Selain kalah dari Osasuna, kemarin

dini hari, sebelumnya Iker Casillas dkk ditahan imbang Almeria 1-1 pada pekan ke-19 (16/1) lalu. Namun, Real ogah menyerah. “Masih banyak poin tersisa yang dapat kami raih, kami akan tetap berjuang hingga akhir. Memang tak akan mudah bagi kami, tapi peluang masih terbuka. Perjalanan masih panjang,” ujar Xabi Alonso, gelandang Real, seperti dilansir Reuters. Senada dengan Alonso, direktur umum Real Jose Valdano juga masih yakin Los Blancos, julukan Real, mampu mengejar ketertinggalan dari Barca di sisa musim ini. Asalkan, Real tetap fokus pada periode menentukan jelang musim berakhir. “Ini memang bukan hasil yang kami inginkan, tapi kami harus tetap tegap berdiri. Kompetisi masih berjalan dan kami memiliki banyak talenta untuk berjuang di tiga kompetisi sekaligus. Hanya sebuah ganjalan kecil,” jelas Valdano, seperti dikutip Goal. Melawan Osasuna, tim asuhan

Jose Mourinho itu memang mengalami kesulitan sejak awal laga. Banyak peluang yang mereka miliki, tapi tak ada yang menghasilkan gol. Performa kiper Osasuna Ricardo juga patut diacungi jempol, empat penyelamatan gemilang dilakukan. Serangan dahsyat yang dibangun Real selalu gagal membuahkan gol, justru mereka kebobolan pada menit ke-62 oleh gol Javier Camunas. Setelah itu, tiga pergantian sekaligus dilakukan entrenador Real Jose Mourinho agar meningkatkan daya serang. Xabi Alonso, Kaka, dan Emmanuel Adebayor dimasukkan sebagai pengganti Lassana Diarra, Raul Albiol, dan Angel Di Maria pada menit ke65. “Laga menjadi lebih terkontrol ketika Adebayor masuk ke lapangan,” komentar Valdano. Sayang, tidak cukup ampuh untuk menjebol gawang lawan supaya tidak pulang dengan tangan kosong. Bahkan, beberapa kali Osasuna sempat punya peluang menjebol gawang

Real. “Mereka membuat kami kesulitan,” bilang Mourinho, seperti dikutip Tribalfootball. “Ini adalah kekalahan kedua kami di Liga Primera dan situasi menjadi lebih sulit bagi kami,” kata Mourinho. “Namun, Osasuna tim yang tangguh dan fansnya luar biasa. Kami punya beberapa peluang, tapi benar-benar sulit untuk menjadi gol,” lanjutnya. Di sisi lain, kemenangan itu menunjukkan ketangguhan Osasuna saat bermain di hadapan publik sendiri. Selama musim ini, hanya sekali mereka kalah di Stadion Stadion Reyno de Navarra, saat ditaklukkan Barca 0-3 pada 4 Desember tahun lalu. “Kami kesulitan menguasai bola. Makanya, yang kami lakukan adalah bekerja keras dan tidak memberikan banyak ruang bagi Real memanfaatkan peluang mereka,” kata Josantonio Camacho, entrenador Osasuna, seperti dikutip Marca. (ham)

Ingin Kembalikan ke Jakarta Laga melawan Turkmenistan

AFP PHOTO/GLYN KIRK

Gelandang Fulham, Danny Murphy (kiri) memborong dua gol melalui eksekusipenaltisaatmenjamuTottenhamHotspurdiputarankeempatPiala FA dini hari kemarin.

Jakarta, KP Keingian PSSI yang ingin menggelar pertandingan leg pertama Pra Kualifikasi Olimpiade 2012 di Gelora Jakabaring Palembang pada 23 Februari mendatang tidak sejalan dengan keinginan manajer dan tim pelatih timnas U-23. Menurut manajer timnas Adjie Massaid, jika pertandingan tersebut dipaksakan digelar di Palembang, maka akan lebih besar ruginya dari pada untungnya buat timnas. Karena itu Adjie kini berjuang meminta agar federasi (PSSI) mengubah keputusannya itu menggelar pertandingan melawan Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung

Adjie Massaid

Karno ( SUGBK). Animo penonton adalah alasan utama kenapa manajer dan tim pelatih ngotot pertandingan digelar di Jakarta. “Akan sangat pas jika pertandingan digelar di Jakarta. Sebab saat ini momennya tepat karena animo masyarakat terhadap timnas sangat tinggi,” kata Adji Massaid usai menyaksikan latihan timnas kemarin sore di Lapangan C Senayan. “Jika penonton yang menyaksikan jalannya pertandingan banyak otomatis pemasukan untuk timnas juga besar. Itu sangat berguna,” lanjut politisi Partai Demokrat. Jika pertandingan dipaksakan digelar di Palembang, timnas terancam tidak akan mendapat pemasukan besar. Itu jika berkaca kepada pertandingan ujicoba antara timnas

Piala AFF melawan Timor Leste dan Taiwan di Gelora Jakabaring pada medio November lalu. Saat itu jumlah penontonnya hanya ratusan. Terlepas dari minimnya animo penonton di Palembang, alasan PSSI yang menggelar pertandingan di Palembang juga terkesan mengadaada. Kepada wartawan Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan keputusan menggelar pertandingan di Jakabaring adalah bagian dari adaptasi tim untuk menyongsong SEA Games yang rencananya grup Indonesia akan dimainkan disana. Alasan itu patut dipertanyakan. Pertama SEA Games 2011 masih lama. Yaitu pada November. Kedua pemain yang turun melawan Turkmenistan belum tentu akan bermain

Baca INGIN Hal 18


20

Kendari Pos | Selasa, 1 Februari 2011

Tunggu Kejutan Berikut di Demokrat Kota Kendari, KP Akhir Januari 2011, konstalasi politik di Sultra tercengang dan agak kaget. Partai Demokrat (PD) Sultra yang tampak aman dan nyaris tanpa konflik dibawah kepemimpinan Imran ternyata meletupkan fakta berbeda. 12 DPC Demokrat di Sultra lebih menyukai Endang SA memimpin Partai Demokrat untuk lima tahun ke depan di arena Musda. Sedangkan Imran, yang tak siap dengan kondisi itu memilih mundur dari Demokrat. Akhir bulan ini, giliran Demokrat Kota yang akan menggelar Muscab. Saat ini, PD Kota dibawah kendali Andi Rahmat, yang kini menjadi anggota DPR RI. Tentu, agak mustahil jika Andi Rahmat masih berminat meneruskan kepemimpinannya sebab levelnya sudah di nasional. Lompatan politiknya minimal sudah harus ke eksekutif, entah itu 2012 di Kota Kendari atau di Pilgub 2013 nanti. Lalu siapa yang akan menggantikannya? Inilah yang layak ditunggu. Dua kader terbaik Demokrat kota sudah membuat pengakuan ingin maju di Muscab. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Kota Kendari, Suri Zamzam, dan Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari Hermina Andi Baso. “Setiap kader Partai Demokrat, punya

kesempatan yang sama. Sebagai kader, kita harus siap bersaing dengan kader lainnya, untuk menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kendari,” ujar Suri Zamzam kemarin. Tidak mau kalah, Hermina Andi Baso, juga mengatakan kesiapannya. Sebagai kader, ia harus siap. Namun menurut kedua srikandi di DPRD Kota Kendari ini untuk merebut kursi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kendari, tidak gampang. Pasalnya ada 13 suara yang harus mereka perebutkan. 10 suara dari PAC, satu suara DPC, satu suara dari DPD, dan satu suara dari DPP Partai Demokrat. Persoalannya kemudian, bahasa ini mereka sampaikan dua hari sebelum Musda Demokrat Sultra yang berakhir dramatis dan penuh kejutan itu. Saat ini, konstalasi itu berpeluang berubah karena secara psykologi, keduanya punya kedekatan emosional dengan Imran, Ketua Demokrat Sultra sebelumnya. “Jangan salah, kemungkinan besar juga akan ada kejutan di Demokrat Kota, pengurus yang baru sekarang ini cenderung tidak akan memberikan posisi ketua PD Kota sama anggota dewan, kemungkinan besar akan ada orang luar, mungkin kader atau seseorang yang punya kekuatan politik lebih

besar,” kata seorang kader Partai Demokrat Kota, yang namanya tidak ingin ditulis. Makanya, ia bahkan berani menggaransi, akan sulit bagi Suri Zamzam, Hermina Andi Baso, Ilham Hamra dan Muh Amin Razak untuk diamanahi tugas sebagai Ketua PD Kota. “Tapi, ini spekulasi awal saya, siapa tahu nanti benar-benar akan ada kejutan. Kita tunggu saja 29 Februari nanti, saat Muscab,” kata mantan Caleg Demokrat tahun 2009 lalu ini. Dari sisi politik, peluang Suri lebih besar jikalau Imran yang kembali terpilih saat itu. Pasalnya, wanita cantik itu punya hubungan kekerabatan dengan Bupati Konsel tersebut. Secara financial, ia juga cukup kuat dan bisa diandalkan untuk membesarkan PD Kota. Tapi, peluang itu bisa saja berubah karena saat ini Endang SA yang memimpin Demokrat. Supaya jalannya agak lempang, Suri langsung merapat. Ia sudah memberikan dukungan politik kepada Endang SA yang terpilih jadi Ketua Demokrat Sultra. B a g i Suri, dia menghargai Imran sebagai mantan Ketua Demokrat Sultra, tapi dia juga tidak bisa menolak keputusan Musda yang menginginkan Endang sebagai ketua yang baru. “Saya hargai pak Imran. Memang kelu-

Suri Zamzam arga, tapi siapa pun ketua terpilih, itu kita dukung. Demorkat harus lebih baik dari sekarang. Tidak ada pengaruhgnya. Memang dia keluarga, tapi keputusan sudah begitu. Siapa pun pemimpinnya kita harus dukung,” katanya, kemarin. Menurut Suri, sebenarnya apa yang akan terjadi di Musda pekan lalu, sudah ia ketahui. Hanya saja, dia tidak punya hak suara. Sebab, suara DPC Demokrat Kota Kendari ada di tangan Andi Rahmat. Sehingga, dia tidak tahu

apa yang diputuskan ketuanya. Apalagi, selama ini Demokrat Kota tidak pernah menggelar rapat yang dihadiri Andi Rahmat. Hanya sebatas rapat evaluasi kerja di partai dan kedewanan. Karena sehari-hari, Andi adalah anggota DPD RI yang berkantor di Jakarta. Dia mengatakan, apa yang jadi keputusan Musda, itulah yang harus dilaksanakan, termasuk mendukung Endang. “Saya bisa pisahkan antara keluarga dan partai. Kita harus terima kepemimpinan Endang. Di Musda tidak ada pemilihan, tapi aklamasi. Jadi, kita dukung siapa saja yang jadi ketua yang penting kader,” jelasnya. Suri tidak sepenuhnya menerima jika keberadaan dirinya di DPRD Kota Kendari, dikaitkan karena Imran. Katanya, dia pengurus PD yang tidak ada pengaruhnya dengan hubungan keluarga. Suaranya di Pilcaleg tahun 2009 lalu, sebanyak 1982. Artinya, suara yang diraih itu karena kemampuannya, bukan karena Imran. Pendapat senada diungkapkan Wakil Ketua Bidang Kesra DPC Demokrat Kota Kendari, Hermina Andi Baso. Dia menghimbau, kader Demokrat jangan terlena dengan masa lalu yang telah berlalu. Tapi, tetap berpikir ke depan untuk kemajuan partai. Toh, lanjut dia, waktu Musda tidak ada yang kalah dan menang.(dri)

Golkar Tetap Andalkan Hasil Survey Gorontalo, KP Partai Golkar nampaknya tidak akan main-main dengan penentuan calon gubernur yang akan diusung dalam Pilkada di semua daerah di Indonesia. Partai berlambang pohon beringin ini tetap konsisten dan menggunakan hasil survey untuk penentuan calon gubernur nanti. Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Agung Laksono, secara tegas menyatakan hasil survey menjadi penentu utama calon gubernur dan wakil gubernur yang akan di usung Partai Golkar mendatang. Agung mengatakan, DPP Partai Golkar akan memberikan respon positif terhadap calon yang dihasilkan melalui mekanisme survey. “Survey adalah hal yang mendasar dan fundamental dalam tubuh Partai Golkar. Tentunya DPP tidak mengenal calon yang tidak melalui mekanisme survey, disamping itu juga DPP tidak akan melakukan intervensi terhadap hasil survey dalam menentukan siapa figur yang akan diusung partai,” paparnya. Lanjut katanya, DPP Partai Golkar justru akan pasang badan terhadap figur yang dihasilkan melalui mekanisme survey. “DPP akan mengintruksikan kepada seluruh kader tanpa terkecuali harus dengan sepenuh hati mendukung dan memenangkan

SUWARJONO/KP

Anas Urbaningrum, Nur Alam, Asrun dan Umar Arsal saat Musda Demokrat Sultra, 28 Januari lalu. Kehadiran Anas, selain membuka Musda juga menyaksikan kejutan di PD Sultra dimana Imran secara tak disangka, “dikudeta” oleh sekretarisnya, Endang SA yang secara aklamasi dipilih jadi Ketua Demokrat Sultra yang baru

Tim ESHA Janji Hadirkan Anas Saat Kampanye Wangiwangi,KP Berbagai upaya meraih simpati masyarakat pemilih Wakatobi di momen Pilkada mendatang, dilakukan tim pemenangan pasangan Ediarto-Hasimin (ESHA). Salah satunya bakal meminta waktu Ketua Umum DPP Demokrat, Anas Urbaningrum (AU), untuk hadir di masa kampanye Pemilu Kada Wakatobi. Diharapkan, kehadiran pimpinan partai penguasa itu, dapat menyedot perhatian konstituen dan semakin semangat dalam meraih pundi-pundi suara mendatang. “Kehadiran pak AU akan lebih mendekatkan konstiuen dengan beliau, sehingga sekaligus menja-

wab keinginan para konstituen untuk bertatap muka langsung dengan beliau. Itu bisa menjadi spirit dalam perjuangan Pilkada ini,” terang Subardin Bau, Ketua DPC Partai Demokrat Wakatobi. Selain ketua umum lanjutnya, akan diupayakan juga agar didampingi anggota DPR pusat asal Sultra, seperti Umar Arsal dan Andi Rahmat. “Sekaligus dapat melihat langsung daerah kita ini. Dan di momen itu juga, dapat disampaikan aspirasi daerah agar bisa diperjuangkan di pusat, sehingga pemerintah pusat dapat lebih memberikan perhatian dari segi anggaran pembangunan yang dibutuhkan,” kata pria yang juga ang-

gota DPRD Wakatobi itu. Wakatobi sedapat mungkin harus dipimpin oleh pemimpin yang memiliki akses besar dengan partai penguasa, itu sebagai modal dalam memudahkan daerah bekerjasama dengan pemerintah pusat, dari sisi memperjuangkan kebutuhan anggaran pembangunan. Dan ESHA memiliki kans itu, karena salah satu partai pendukungnya adalah Partai Demokrat. “Kesempatan ini jangan disia-siakan, makanya pemenangan ESHA di Pilkada harus dimaksimalkan, dengan menggerakkan segala potensi yang ada, demi kepentingan perubahan Wakatobi semakin lebih baik di masa-masa mendatang,” tandasnya. (cr1)

Agung Laksono calon yang dihasilkan melalui mekanisme survey. Ketika ada kader ataupun pengurus yang kemudian tidak loyal maka tentu ada mekanisme AD/ART partai yang akan mengaturnya,” tuturnya.(jpnn)

Koalisi TK Klaim Cukup 15 Persen Sudah Bisa Usung Satu Paket Cawali Kendari, KP Bakal calon Wali Kota Kendari yang masih bingung mencari kendaraan politik dan partai pengusung di Pilwali 2012 nanti, tak usah khawatir. Bila berminat membangun kerja sama, kini ada Koalisi Teluk Kendari (KTK), koalisi partai-partai non seat yang mengklaim diri sudah cukup 15 persen atau lolos syarat awal pencalonan. Koalisi ini terbentuk 22 Januari lalu dan baru beranggotakan 11 partai. Saat itu, barulah 13 persen suara yang terkumpul. Nah, dua hari lalu, koalisi ini digenapkan 4 partai lainnya sehingga mencukupi syarat 15 persen. Partai yang dimaksud yakni Partai Pelopor Sultra, Persatuan Daerah (PPD), Partai Matahari Bangsa dan Partai Nasion-

al Indonesia Marhaenisme Sultra. “Waktu koalisi pertama, baru 11 partai, lalu ada tambahan menjadi 15 partai. Sekarang kami sudah penuhi persentase suara 15,37 persen dan perolehan 19.827 suara. Sekaligus kami buka diri untuk mengusung walikota-wakil walikota Kendari,” kata Jubir KTK, Agus Salim Sapri, diamini Ketua KTK, H Nurfa Talib, kemarin. K i n i KTK membuka diri bagi calon yang akan maju dalam bursa pencalonan Kendari 1 dan Kendari 2. “Saat ini, belum ada calon, baru komunikasi. Istilahnya penjajakan dulu. Off the record, karena baru internal. Yang jelas sudah ada yang komunikasi dengan kita. Nanti saatnya akan kita buka,” ujarnya diamini rekan-rekannya. Hasil rapat KTK kemarin, lanjut Agus, sekaligus menyepakati sekertariat KTK bertempat di markas DPW PKB, Jl MT Haryono Pasar Baru-Wuawua.(dri)

Nasional Demokrat Ingin Bangun Aliansi dengan Parpol Jakarta, KP Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasional Demokrat tidak menutup mata jika masa depan organisasi masyarakat itu bakal terjun dalam persaingan politik. Konsep transformasi itu baru akan terjadi jika jumlah keanggotaan Nasdem sudah menembus angka 10 juta kader. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Nasdem Syamsul Muarif usai pembukaan Simposium Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Nasdem di Jakarta Convention Center, Minggu (30/1) malam lalu. Menurut dia, ada dua opsi transforma-

si Nasdem di masa depan. Selain membentuk parpol sendiri, Nasdem juga tengah memikirkan opsi membangun aliansi dengan parpol yang sudah ada saat ini. “Untuk membangun kebijakan di kekuasaan, karena kita ormas, maka dibangunlah aliansi itu,” kata Syamsul kepada wartawan. Konsep aliansi itu, kata Syamsul, menjadi salah satu opsi pertama Nasdem dibandingkan membentuk parpol sendiri. Pemikiranpemikiran Nasdem yang menjadi grand strategi nasional tentu harus menjadi masukan kebangsaan. Nah, untuk menjadi masukan kebang-

saan, Nasdem tentu tidak bisa bekerja sendiri. Nasdem harus menggandeng Parpol, DPR, termasuk pemerintah untuk bisa mengimplementasikan haluan kebangsaan itu. “Kita (ormas) kan tidak berhak untuk melaksanakan sendiri,” sebut Syamsul. Syamsul menyatakan, pada titik tertentu, Nasdem tentu harus menjadi ormas yang mampu berbicara banyak. Ketika konsep restorasi Indonesia ala Nasdem mendapat apresiasi publik, saat itu Nasdem bisa menjajaki kemungkinan melakukan aliansi dengan parpol. Apresiasi tinggi itu dibuktikan dengan tingginya jumlah kader Nasdem yang selama

ini didaftar secara on line. “Saat ini (kader) masih satu juta, apresiasi belum kami anggap tinggi kecuali di atas 10 juta,” kata Syamsul. Aliansi dengan parpol mana? Syamsul menyatakan, aliansi parpol itu akan dilakukan dengan parpol yang memiliki kesamaan visi, misi, dan strategi perjuangan Nasdem. Dia menjanjikan, secara berkesinambungan akan ada ruang diskusi antara Nasdem dengan pimpinan-pimpinan parpol yang ada. “Suatu saat nanti, bisa dengan Golkar, bisa PAN, bisa PKB, bisa yang lain. Itu tidak masalah,” sebutnya. Syamsul menegaskan, upaya aliansi itu bukan sebuah tujuan, namun sebuah keni-

cayaan. Akan ada sebuah referendum dari seluruh kader nantinya, jika masa depan Nasdem nantinya bakal terjun di kancah politik. “Jadi bukan pengurus pusat, bukan kongres yang menetapkan,” tandasnya. Ketua Umum Nasdem Surya Paloh juga tidak menampik bahwa masa depan Nasdem nantinya bakal terjun ke dunia politik. Menurut Surya, Nasdem memiliki proses yang berlangsung dinamis. Dinamisasi itu bukan tidak mungkin menuju ke proses Nasdem melakukan aliansi dengan parpol. “Dinamika ini tentunya bagian yang tidak terelakkan,” kata Surya secara terpisah.(jpnn)

Kendari Pos Edisi 1 Februari 2011  

E_Paper Kendari Pos

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you