Page 7

C M Y K

8

Kendari Pos |Jumat, 19 Agustus 2011

Berkunjung ke Tanah Merah Papua Tempat Buangan Proklamator M Hatta Memperingati Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus, tak lepas dari perjuangan proklamator Mohammad Hatta, wakil presiden pertama itu. Pada Sabtu 13 Agustus lalu, saya sempat berkunjung ke Tanah Merah ibukota Boven Digoel, Papua, tempat pembuangan Hatta pada 1935 hingga 1936.

M NASARUDDIN ISMAILPapua

C M Y K

SEBUAH monumen nampak bertengger di pertigaan jalan depan kantor Polres Boven Digoel. Monumen dengan tangan menunjuk ke tanah itulah, adalah monumen Mohammad Hatta, proklamator kelahiran Bukit Tinggi 12 Agustus 1902 itu. Monumen yang tak jauh dari bandara Tanah Merah itu, menjadi saksi bisu kalau pejuang kemerdekaan tersebut, pernah dibuang ke pulau hujung timur Indonesia tersebut. “Monumen dengan telunjuk ke tanah ini, menggambarkan bahwa Mohammad Hatta menunjuk kalau dirinya pernah di buang di tempat ini,” tutur salah seorang anggota polisi berpangkat aiptu, sebagai pemandu dalam kunjungan Dirut PLN Dahlan Iskan beserta rombongan, Sabtu pekan lalu. Di belakang monumen tersebut, terdapat kantor polisi. Dan sebelahnya terdapat penjara pada masa jajahan Belanda tersebut. Meski sudah puluhan tahun, namun bekas penjara yang sekarang sering dijadikan sebagai ruang tahanan anggota polisi yang nakal di Tanah Merah itu, nampak terawat rapi. Lantainya bersih, bahkan langit-langitnya pun terawat apik. Begitu juga halamannya, tertata rapi pula. Rumputrumput pun nampak terpotong rapi pula. Ini menunjukkan bahwa museum bekas penjara pada zaman penjajahan Belanda itu terawat dengan baik. Gedung kuno dengan pagar keliling kawat berduri itu, terdapat dua blok. Yang ditengahnya terpisah dengan jalan buntu, dengan satu pintu gerbang. Tempat tidurnya terbuat dari papan, mirip barak tentara pada era 1990-an. Saya katakan demikian, karena ketika tidur di barak Pusdikmar Karang Tekok, mirip dengan bentuk tempat tidur yang terbuat dari papan yang ada di penjara Boven Digoel. Dalam satu ruangan, di bagian tengah diberi lorong, sedangkan samping kiri-kanannya tempat tidur dari papan setingga sekitar satu meter tersebut. Di atas papan itulah mereka tidur rame-rame. Yang memprihatinkan, meski penghuninya cukup banyak, namun hanya terdapat satu kamar WC. Bekas piring dan mok yang terbuat dari seng, masih tersimpan dan tertata rapi di dalam lemari kaca. “Ini dulu piring dan tempat minum para tahanan,” cerita anggota polisi tadi. Di halaman depan pintu masuk penjara itu, juga terdapat ruang tahanan bawah tanah. Ruang tertsebut tak beda dengan tandon air di Jawa. Karena letaknya separoh terbuka, nampak terisi air. Di tempat itulah tahanan politik ini disiksa para penjajah. Sebab, yang dibuang di sana adalah orang-orang yang membangkang dari penjajah. Diantaranya, orang-orang Indonesia yang tidak mau membersihkan halaman sebagai tanda protes terhadap penjajah, juga ikut dibuang ke Papua tersebut. Untung proklamator yang pernah mengenyam pendidikan di Belanda pada 1921 dan kembali ke Indonesia 1932 itu, tidak dimasukkan ke dalam penjara seperti yang lainnya. Dia disuruh tinggal di rumah penduduk. Rumah yang sekarang tinggal tanahnya itu, bersebelahan dengan taman makam perintis kemerdekaan. Di taman makam pahlawan perintis kemerdekaan Tanah Merah ini, gugur 42 pejuang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dari namanama yang tertulis di tembok, para pahlawan perintis kemerdekaan tersebut, empat diantaranyaa berasal dari Surabaya. Mereka adalah Mardjoen, meninggal 2 April 1929, R Soebekti 1 April 1938, Nukandar 10 November 1934, dan Samsuri 2 Maret 1935. Beda dengan di Bandaneira, Maluku Tenggara, tempat pem-

NASARUDDIN ISMAIL/JPNN

Dirut PLN, Dahlan Iskan Mengamati lemari yang berisi piring dan mok yang digunakan 42 pahlawan perintis kemerdekaan saat dipenjara di Boven Digul. buangan Hatta 1936, setelah dari Tanah Merah itu. Di Bandaneira terdapat sebuah rumah, sedangkan di Tanah Merah, hanya terlihat hamparan tanah kosong. “Di sana bekas rumah Pak Hatta dulu,” cerita

polisi tadi, sambil menunjuk ke hamaparan tanah kosong di depan TMP itu. Saya tak bisa membayangkan sepinya di Tanah Merah pada 1935 itu. Saat saya berkunjung Sabtu pekan lalu saja, sua-

sanannya nampak sepi, meski merupakan ibu kota Boven Digoel. Kendaraan yang lalu lalang bisa dihitung dengan jari. Meski demikian, di sana, banyak pendatang asal Jawa maupun Sulawesi.(*)

C M Y K

Gaji PNS Naik, Sanksi Diperberat Jakarta, KP Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri tahun 2012 mendatang akan naik lagi sebesar 10 persen. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) EE Mangindaan menyatakan, keputusan menaikkan gaji PNS, TNI dan Polri ini sudah melalui perhitungan yang matang. Kenaikan gaji juga diiringi dengan ketatnya penerapan aturan dengan memperberat sanksi bagi pegawai yang bermasalah. “Kenaikan gaji itu sudah ada hitungannya sendiri dan sudah dipertimbangkan. Namun ada grand designnya. Dalam Un-

dang-undang, salah sedikit bisa kena sanksi, mereka harus hatihati,” kata Menpan-RB, EE Mangindaan pada wartawan di gedung MPR, kemarin. Menurut Mangindaan, wajar terjadi kenaikan gaji PNS, TNI dan Polri. Namun semua kenaikan tersebut harus diikuti dengan kinerja. “Perhitungannya tidak asal naik begitu saja,” katanya. Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2012, belanja negara dalam RAPBN 2012 direncanakan mencapai Rp1.418,5 triliun. Didalamnya mencakup belanja untuk berbagai Kementrian, Lembaga (KL), non KL dan juga untuk belanja pega-

wai. Kabar gembiranya, anggaran 2012 sudah memuat kenaikan gaji bagi para abdi negara ini. Presiden SBY dalam pidato RAPBN 2012 di DPR, Selasa (16/8) mengatakan Pemerintah akan terus memberikan perhatian pada perbaikan kesejahteraan PNS, TNI, Polri dan pensiunan “Berkaitan dengan itu, pemerintah dalam tahun 2012 mendatang berketetapan untuk menaikkan gaji pokok PNS, TNI, Polri dan pensiunan sebesar rata-rata 10 persen. Pemerintah juga tetap memberikan gaji dan pensiun bulan ke-13 bagi PNS, TNI, Polri dan pensiunan,” kata SBY.(afz)

C M Y K

Kendari Pos Edisi 19 Agustus 2011  

E_Paper Kendari Pos

Kendari Pos Edisi 19 Agustus 2011  

E_Paper Kendari Pos

Advertisement