Issuu on Google+

Kamis, 19 Agustus 2010

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendaripos.co.id

Insiden pengibaran Bendera Merah Putih saat peringatan HUT RI ke-65 di Lapangan Barosi Manokwari tingkat Provinsi Papua Barat. LAODE MURSIDIN/RADAR SORONG

Pilgub Kembali ke DPRD Wacana Mendagri dengan Alasan Uang Terkuras, Kewenangan Gubernur Kecil Jakarta, KP Mendagri Gamawan Fauzi menyodorkan alasan teranyar terkait wacana perlunya guber-

nur cukup dipilih oleh DPRD. Gamawan merasa kasihan dengan seorang gubernur terpilih hasil pemilukada. Pasalnya, kata Gamawan, seorang cagub harus mengeluarkan biaya besar untuk bertarung di pemilukada, namun saat menjabat ternyata kewenangannya kecil. Menurut mantan gubernur Sumbar itu, kewenangan gubernur tidak sebesar kewenangan

bupati/walikota. Bahkan, Gamawan menyebut kewenangan bupati/wako sepuluh kali lipat kewenangan gubernur. Karena kewenangan gubernur yang kecil itulah, maka pemilihan gubernur cukup dipilih DPRD agar lebih irit, namun tetap demokratis. “Biaya pemilukada gubernur itu bisa sepuluh kali biaya bupati. Sementara kewenangannya

mungkin dalam hal perijinan dan sebagainya itu sepersepuluh bupati. Karena semua perijinan di bupati semua, di walikota. Perijinan itu sangat sedikit di provinsi,” ujar Gamawan Fauzi di kantornya, kemarin (18/8). Gamawan menjelaskan, kewenangan provinsi itu yang menonjol ada empat saja yakni koordinasi, pembinaan, pengawasan, dan memelihara ideologi Pan-

BULAN Ramadhan bukan merupakan bulan untuk bermalas-malasan. Malah di bulan yang penuh rahmat itu menjadi moment untuk meningkatkan etos kerja. Hal itu diungkapkan anggota DPD RI asal Sultra, Drs H Kamaruddin MH saat ditemui di kediamannya. Mantan Pj Bupati Kolut itu menegaskan bila

Baca PUASA di Hal. 7

Baca PILGUB di Hal. 7

Bupati Muna Kalah Lagi

Mahkamah Internasional Lemahkan Klaim Malaysia Jakarta, KP Penyanderaan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP oleh Marine Police Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Kepri menyulut lagi isu perbatasan kedua negara yang kerap memanas. Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyatakan, pada perbatasan kedua negara tidak ada area abu-abu atau grey area yang dijadikan dalih Malaysia ketika melanggar teritori Indonesia. “Tidak ada itu (gray area, Red) di wilayah perbatasan dengan Malaysia. Wilayah kita jelas,” tegas Marty dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (18/8) kemarin. Marty menyatakan, penangkapan tujuh nelayan Malaysia? oleh DKP maupun penyanderaan tiga PNS oleh MPM itu terjadi di teritori Indonesia. Mantan

casila, NKRI, ketentraman dan ketertiban umum di wilayahnya. Sementara, untuk urusan perijinan, mulai ijin SIUP, bangunan, surat miskin, tambang, dan perkebunan, itu sudah berada di tangan bupati/walikota. “Sekarang dengan kewenangan yang sedikit, kemudian dipilih langsung dengan biaya yang

Terkait Kasus Penutupan SPBU Milik H Satria Russa

Namun, di mahkamah internasional, posisi Indonesia lebih kuat. Marty menjelaskan, Indonesia mengklaim

Kendari, KP Bupati Muna kembali dikalahkan dalam gugatan terkait penutupan SPBU milik H Satria Russa yang terletak di sekitar alunalun-alun Kota Raha, Kabupaten Muna. Sidang Mahkamah Agung (MA) terkait perkara kasasi tata usaha negara (TUN) memutuskan menolak permohonan kasasi Bupati Muna, dan menghukumnya membayar biaya perkara sebesar Rp 500 ribu. Keputusan bernomor 429 K/TUN/2007, itu diambil dalam rapat permusyawaratan majelis hakim agung pada hari Kamis, 11 Pebruari 2010. Salinan keputusannya telah diterima oleh H Satria Russa pada awal Agustus 2010. “Kami minta Pemkab Muna melaksanakan semua keputusan hukum yang telah sampai di tingkat MA,” kata H Satria Russa via telepon selularnya, kemarin. Putusan MA dimaksud memang melengkapi daftar kekalahan Bupati Muna dalam

Baca MAHKAMAH di Hal. 7

Baca BUPATI di Hal. 2

MUHAMAD ALI/JAWAPOS

Meski 3 Petugas DKP RI telah dilepaskan, Pengamanan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta masih dijaga ketat Kepolisian RI, Rabu (18/8). duta khusus RI untuk PBB itu mengatakan, Malaysia kerap mengklaim memiliki wilayah yang sama dengan Indonesia. “Memang terjadi overlapping klaim antara kedua negara,” ujarnya.

Ulang Tahun Ke-57, Kesehatan Franky Sahilatua Malah Drop

Dibesuk Adik dan Ibu, Tak Ada Acara Tiup Lilin Kondisi penyanyi balada legendaris Indonesia Franky Sahilatua yang dirawat di Singapore General Hospital, kemarin mendadak drop. Padahal, hari itu merupakan ulang tahun ke-57 penyanyi asal Surabaya itu.

AHMAD AINUR ROHMAN, Singapura WAJAH Harwantiningrum sore kemarin terlihat pucat. Saat ditemui di lobi Singapore General Hospital (SGH), ekspresi Anti “panggilan istri Franky Sahilatua” menunjukkan kekhawatiran. “‘Franky drop lagi. Panasnya tinggi sekali. Semoga ini hanya gara-gara telat makan,” ujarnya kepada Jawa Pos (Kendari Pos Group). Anti menuturkan, kondisi fisik Franky kemarin pagi sebenarnya sangat sehat.

Dia menyambut hari dengan antusias. Maklum, kemarin Franky berulang tahun ke-57. Franky lahir di Kampung Kebalen, Surabaya, 16 Agustus 1953. Untuk memberikan kejutan, beberapa anggota keluarga dari Indonesia datang secara khusus untuk membesuk Franky. Ada Jane Sahilatua, adik sekaligus teman duetnya pada era 1970-an. Dia datang bersama suami dan ibunya, Dora Sahilatua. Agak siang datang rombongan yang terdiri atas Wakil Sekjen Nasional Demokrat Melkiades Laka Lena, ekonom Faisal Basri, dan Letjen (pur) Kiki Syahnakri. Kedatangan mereka seolah menjadi kado perayaan ulang tahun Franky. Benar-benar surprised bagi penyanyi yang terkenal dengan lagu Bus Kota itu. Bahkan, Anti tidak tahu bila akan kedatangan tamu-tamu istimewa tersebut. Aki-

ROHMAN/JAWAPOS

Franky ditemani sang istri, Harwantiningrum.

batnya, ketika para pembesuk itu datang, dia tidak sempat bersiap-siap. Malah, dia tidak bisa menemui mereka karena sedang berpindah tempat tinggal. Selama mendampingi Franky berobat di Singapura, Anti menumpang di apartemen teman lamanya, Lily Sudarsono. Nah, kebetulan apartemen Lily kini ada yang menempati, sehingga Anti harus pindah. “Saya baru datang dari pindahan rumah. Jadi, tidak mengetahui bahwa Franky dibesuk banyak orang di hari ulang tahunnya ini,” tutur Anti tampak menyesal. Kendari Pos juga tidak bersua dengan rombongan pembesuk dari Indonesia itu. Sebab, sebelumnya Franky minta dijen-

Baca DIBESUK di Hal. 7


2

Kendari Pos |Kamis, 19 Agustus 2010

Terorisme Lumayan, Korupsi Nanti Dulu Pilih .......................... hatian utama masyarakat harus dihadapi Polri. BHD dan jajarannya bisa dibilang hampir tak sempat bernafas lega. Pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada Maret 2009 menjadi pertaruhan besar bagi jajaran reserse Polri. Saat itu, alur dan bukti-bukti menga-

rah pada keterlibatan Antasari Azhar, Ketua KPK. Sontak, masyarakat kaget. Antasari bersama seorang perwira polisi Kombes Wiliardi Wizar dan pengusaha Sigit Haryo Wibisono dijerat dalam tudingan pembunuhan berencana. Motifnya sama sekali tak terduga, asmara kedi golf bernama Rani Juliani. Debat-debat panjang antara pengacara

dan polisi mewarnai kasus ini. Saat ini, Antasari Azhar masih ditahan. Dia sudah divonis 18 tahun penjara dalam kasus ini. Pengacara Antasari Ari Yusuf Amir mengatakan pihaknya masih menunggu proses kasasi di mahkamah Agung. “Kita akan terus memperjuangkan keadilan untuk pak Antasari,”katanya. Kejadian besar lainnya yang

sangat memukul kinerja kepolisian adalah saat jajaran anti teror Polri kecolongan oleh aksi kelompok teroris melakukan pengeboman hotel JW Marriott dan hotel Ritz Carlton. Sembilan orang tewas, tujuh diantarannya warga asing. Sebanyak 61 orang luka ringan hingga berat. Wajah BHD saat itu sangat muram karena pengeboman ini

Jika Susno Dipenjara, Borok Kasus akan Sulit Diungkap Bupati ....................... Jakarta Selatan untuk mengeluarkan sementara Susno dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Seperti diwartakan, melalui tim pengacaranya mantan Kapolda Jawa Barat itu mengajukan uji materi pasal 10 ayat 2 UU Perlindungan Saksi dan Korban ke MK. Mereka meminta MK menghapus ayat tersebut karena bertentangan dengan UUD 1945. Alasannya, apabila ayat 2 itu tetap ada, mereka yang menjadi whistleblower takut membongkar borok berbagai kasus. Selain itu, bila MK menilai pasal

itu tidak bertentangan, para pengacara meminta MK memberikan tafsiran konstitusional. Yakni, seorang saksi yang menjadi tersangka dalam kasus sama mendapatkan perlindungan hukum dengan dibebaskan dari tuntutan pidana. Pasal tersebut memang menyatakan hanya memberi kekebalan hukum pada saksi, korban, dan pelapor. Namun, pasal tersebut mengecualikan pelapor yang juga tersangka dalam kasus yang sama. Dihubungi terpisah, kuasa hukum Susno, Maqdir Ismail mengakui rencana kedatangan Susno dalam sidang. Dia mengatakan, Kejari Jakarta Selatan sudah menyatakan kesanggupannya memberi waktu Sus-

no hadir dalam sidang. “Kejari sudah bilang iya. Insya Allah beliau akan hadir besok (hari ini, Red.),” katanya. Sejak awal, kata Maqdir, tim pengacara meminta MK menghadirkan Susno. Alasannya, eks Wakapolwiltabes Surabaya itu yang lebih tahu kerugian konstitusional yang dialami garagara pasal tersebut. Selain itu, Susno pula yang bisa menjelaskan alasan pengajuan uji materi itu. Selama ini, dengan sidang hanya dihadiri para pengacara, majelis hakim konstitusi kesulitan memahami permohonan Susno. “Suasana kebatinan dan kerugian yang dialami Pak Susno akan lebih baik kalau

beliau sampaikan sendiri kepada majelis hakim. Kami ini kan hanya penyambung lidah saja,” kata Maqdir. Maqdir berharap dengan kehadiran mantan Wakil Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) itu, posisi kasus semakin jelas. Susno, kata dia, adalah whistleblower yang dikriminalkan. Dia adalah orang yang melaporkan praktek mafia kasus ke DPR dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Bukannya diusut, Susno malah diganjar status tersangka dalam dua kasus, yakni penyelesaian perkara PT Salmah Arwana Lestari dan penggunaan dana hibah di pilkada Jawa Barat.(aga)

terjadi hanya selang sepuluh hari dari pemilihan presiden 8 Juli 2010 yang berjalan sukses. Serangkaian operasi besar-besaran pun dilakukan. Hasilnya, cukup lumayan. Bahkan gembong teroris Noordin M Top bisa ditembak mati di Solo 17 September 2009. Pengamat terorisme dan intelijen Dr Wawan H Purwanto menilai langkah-langkah Polri dalam memberantas terorisme layak diapresiasi. “Prosedurnya berjalan baik, bertahap dan sistematis,” kata Wawan yang juga menjadi dosen tamu di UI dan ITB itu. Rangkaian pengungkapan Densus 88 Mabes Polri bahkan bisa masif hingga jejaring Dulmatin dan jejaring kelompok teroris di Aceh bisa diungkap. Kepercayaan publik pada Polri sempat drop pada titik terendah saat polisi memenjarakan dua pimpinan KPK Bibit Samat Riyanto dan Chandra Hamzah, Oktober 2009. Keduanya dituding terlibat perkara suap. Kekuatan facebookers berhasil mendesak SBY membentuk tim delapan untuk menginvestigasi kasus ini. Lantas muncullah sosok Ang Tju Nek alias Anggodo Widjojo. Masyarakat semakin tidak percaya pada

polisi saat Mahkamah Konstitusi memperdengarkan rekaman pembicaraan Anggodo dengan sejumlah pejabat November 2009. Akhirnya, Bibit dan Chandra berhasil bebas dan kembali aktif. Salah satu pengacara Bibit, Ahmad Rivai menilai bulanbulan September- Desember 2009 benar-benar merupakan perjuangan anti korupsi. “Akhirnya terbukti, kekuatan anti korupsi unggul ,” kata Rivai kemarin. Usai ribut-ribut Bibit-Chandra, publik juga disibukkan dengan perdebatan CicakBuaya yang dicetuskan oleh Komjen Susno Duadji. Pada bulan Januari-Februari 2010, langkah Susno benar-benar membuat kontroversi. Dia juga berani datang tanpa izin dalam sidang Antasari Azhar sebagai saksi meringankan. Tambah heboh lagi, ketika Susno membuka skandal kongkalikong antara mafia pajak Gayus Tambunan dengan sejumlah jendral polisi pada Maret 2010. Gayus pun dijemput bak raja dari Singapura pada 30 Maret 2010. Hingga saat ini, persidangan kasus ini masih berlangsung. Belum ada satupun jaksa yang jadi tersangka, juga belum ada satupun jenderal

yang masuk daftar tersangka. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman menilai kasus Gayus sama sekali belum tuntas. “Banyak yang lolos dari jerat hukum dan sama sekali belum clear,” katanya. Misalnya, hingga saat ini belum ada satupun penyuap Gayus yang jadi tersangka. “Padahal, jelas-jelas Gayus mengakui uangnya dari penyuapan,” katanya. Belum juga usai kasus Gayus, muncul isu rekening gendut sejumlah perwira Polri. Kasus ini juga “masuk peti es” setelah Polri mengumumkan tidak ada masalah pada 23 rekening dari 831 laporan PPATK yang masuk ke kepolisian. Apalagi, kasus ini juga makan korban. Aktivis ICW Tama Strya Langkun dipukul sekelompok orang. Tama adalah pengungkap rekening untuk pertamakalinya saat melapor ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. “Kami mendesak Kapolri segera menuntaskan pengungkapan pemukulan Tama dan penyerangan Tempo sebelum pensiun. Kalau itu tak bisa, berarti kepemimpinan BHD gagal,” ujar aktivis ICW Danang Widoyoko kemarin.(rdl)

MA Perintahkan Pemkab Muna Ganti Kerugian Satria Russa Kemendiknas akan Nilai Proses Bupati ....................... serangkain persidangan terkait sengketa penutupan SPBU milik H Satria Russa, baik di tingkat PTUN Kendari maupun di Pengadilan Tinggi TUN di Makassar. Dalam serangkain persidangan tersebut pengadilan satu suara, menyatakan tidak sah dua objek sengketa yaitu, surat Sekda Muna atas nama Bupati Muna no. 511/1469 tanggal 2 Agustus 2004 tentang relokasi SPBU atas nama H Satria Rusa, dan surat perintah Sekda Muna atas nama Bupati Muna No.090/1964 tanggal 10 Agustus 2004 tentang perintah penutupan beroperasinya SPBU 740505. Karenanya, Pemkab Muna diperintahkan untuk mencabut kedua surat

tersebut. Sebelumnya, H Satria Russa juga telah berhasil memenangkan sidang perkara perdata sengketa dimaksud hingga di tingkat MA. Dalam putusan bernomor 13 K/Pdt/ 2007, majelis hakim agung yang diketuai Dr Harifin A Tumpa SH MH, menolak permohonan kasasi Bupati Muna dan menghukumnya membayar biaya perkara sebesar Rp 500 ribu. Putusan MA tersebut sekaligus merupakan penguatan terhadap putusan Pengadilan Tinggi Sultra. Adapun putusan dimaksud yakni, menyatakan sebidang tanah Sertifikat Hak Milik No. 139, GS No. 289 Tahun 1981, dengan batas-batas sebelah Utara berbatasan

dengan alun-alun Kota Raha, Selatan berbatas dengan Jalan Wolter Mongonsidi, Timur berbatas dengan alunalun Kota Raha, dan Barat berbatas dengan Jalan S Sukowati, yang di atasnya berdiri SPBU 740505 adalah milik sah H Satria Russa. Pemkab Muna juga diputus melakukan perbuatan melawan hukum, membayar ganti rugi tanah sebesar Rp 500 juta, dan membayar kerugian investasi pembangunan SPBU 740505 sebesar Rp 942.762.530, dan membayar kerugian kehilangan keuntungan SPBU senilai Rp 150 juta dengan total

hampir Rp 1,6 Miliar (Rp 1.592.762.530). Permohonan peninjauan kembali juga telah diajukan Pemkab Muna, namun ditolak karena tak memenuhinya syarat pengajuan PK, atau tak adanya bukti baru sebagai syarat pengajuan PK. Walau telah dikalahkan baik secara perdata maupun perkara TUN, namun hingga kini Pemkab Muna belum mematuhi keputusan hukum yang t e l a h berkekuatan hukum tetap dimaksud. (ong)

Penerimaan Siswa Baru Mendiknas ................. dinilai dari persentase kenaikan kelas, nilai ujian nasional (unas), dan kemampuan akademik lain di sekolah. “Itu untuk menilai apakah sekolah tersebut masih pantas menyandang gelar RSBI atau perlu perbaikan lagi,” terang ba-

pak satu anak itu. Nuh mengatakan, kemendiknas juga menilai proses penerimaan siswa baru (PSB). Jumlah siswa yang diterima harus sesuai dengan kapasitas fasilitas, sarana, dan prasarana yang tersedia. “Sehingga anak-anak itu bisa belajar cepat. Soalnya fasilitas yang ada sudah pas dengan jumlah siswa,” ujarnya.

Terakhir, lanjut Nuh, evaluasi RSBI juga termasuk menilai persyaratan infratruktur bangunan sekolah. Antara lain, memiliki aula, toilet, ruang guru, dan laboratorium. “Lebih utama RTSBI harus sudah punya school sister untuk menjalin kerjasama dengan sekolah di luarnegeri.,” pungkasnya. (nuq)


3

Kamis, 19 Agustus 2010

HASIL SENSUS 2010

Penduduk Sultra Saat Ini 2,2 Juta Jiwa

Kendari,KP Proses sensus penduduk yang dilaksanakan serentak secara nasional sejak 31 Mei lalu dan berakhir Juni, sudah diumumkan hasilnya oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra. Dalam 10 tahun terakhir ini, penduduk Sultra naik sekitar 300-an ribu orang atau 2,07 persen. Jika 10 tahun silam penduduk Sultra jumlahnya 1.820.379 jiwa, kini naik menjadi 2.230.569 jiwa. Pertumbuhan penduduk Sultra juga di atas pertumbuhan nasional yang hanya 1,49 persen dari total penduduk Indonesia 237.556.363 jiwa saat ini. Tingginya pertumbuhan penduduk di daerah ini karena banyaknya pendatang yang masuk ke Sultra, apalagi dua tahun terakhir, pasca ditemukannya potensi-potensi mineral bernilai ekonomi tinggi di Sultra. Kepala BPS Sultra, Mawardi Arsyad menjelaskan dari angka 2,2 juta jiwa itu, penduduk laki-laki 1.120.225 jiwa dan perempuan 1.110.344 jiwa. Dari data tersebut menunjukkan bila sex ratio di Sultra

menunjukkan angka 101 yakni setiap 100 perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki. “Data yang dapat kami himpun baru jumlah penduduk dan sex ratio. Untuk item lainnya termasuk pendidikan akan diumumkan pada April 2011 mendatang secara nasional, termasuk data keseluruhan untuk Sultra. Data sensus penduduk ini yang akan menjadi acuan pemerintah dalam men-

jalankan program-program pembangunan selanjutnya,” terang Mawardi akhir pekan lalu di hadapan sejumlah wartawan. Menurutnya, dari data yang ada tiga wilayah yang penduduknya terbanyak yaitu Kolaka, Kendari dan Muna. Rinciannya Kolaka 314.812 jiwa, Kendari 289.468 jiwa dan Muna 268.140 jiwa. Meskipun jumlah penduduk terbesar di Kolaka namun kepa-

Produk di Ramadhan Fair Wajib Murah Kendari,KP Acara Ramadhan Fair yang digagas Kendari Pos dengan menggandeng sejumlah instansi pemerintah di lingkup Pemprov Sultra dipastikan digelar, 25 Agustus mendatang. Salah satu konsep penting dalam hajatan ini adalah, semua produk yang dijual di arena itu nantinya harus bernilai murah dan terjangkau masyarakat. Tidak boleh lebih mahal dari tempat transaski lainnya seperti di pasar dan swalayan. Kemarin, di kantor Dinas Koperasi Sultra, panitia Ramadhan Fair menggelar rapat pemantapan bersama 12 BUMN di daerah ini yang bakal berkontribusi dalam hajatan serba murah itu. Dalam rapat yang dipimpin oleh Kepala Disperindag Sultra, Saemu Alwi dan Kepala Dinas Koperasi Abdul Majid, dikoordinasikan soal pelaksanaan. BUMN yang berpartisipasi diharapkan berkontribusi dalam pemberian voucher belanja, kepada masyarakat tidak mampu. Kepala Disperindag Sultra, saat ditemui usai rapat mengatakan, Ramadhan Fair dipastikan digelar pada 25 Agustus mendatang. Kemudian BUMN dari berbagai bidang bersedia memberikan voucher belanja bagi masyarakat yang membutuhkan. “Voucher belanjanya per kupon senilai Rp 25 ribu dan akan ditukarkan kepada distributor berbentuk barang. Kemudian distributor lah yang akan menukar ke bank yang ditunjuk,” terangnya kemarin. Para BUMN itu nantinya menyetorkan data ke Dinas Koperasi untuk dibuatkan voucher berdasarkan lebel instansinya. Kemudian pendistribusian voucher akan dilakukan melalui PKK kepada masyarakat miksin yang ada. Voucher itulah yang akan ditukar kepada distributor. Jadi orentasinya memang masyarakat bisa menikmati produk dengan harga murah yang disiapkan di arena Ramadhan Fair. Saemu juga menekankan agar produk yang dijual di Ramadhan Fair baik itu Sembako termasuk sandang dibawah harga pasar. Sejumlah distributor dalam rapat sebelumnya di Disperindag diharuskan menjual harga gudang ke masyarakat. Demikian pihak lain seperti Bulog penyedia beras dalam perkulakan serba murah itu diwajibkan menjual di bawah standar. Hanya saja kemarin dalam rapat, Bulog sempat mengutarakan, bila harga jual bulog selama ini diatas harga pasaran. Namun dalam rapat itu diambil kesimpulan, bila bulog harus menjual sesuai harga mitra. “Nanti bulog koordinasikan dengan mitranya, pokoknya di kegiatan ini tidak ada harga jual yang diatas harga pasar, semuanya harus murah. Termasuk Pertamina juga akan menyediakan minyak tanah sesuai harga depot,” ujar Saemu.(lis)

2011, Tarif Listrik Naik Lagi 15 Persen Jakarta, KP Pemerintah kembali melakukan strukturisasi tarif dasar listrik (TDL) pada 2011. Jika tak ada aral melintang, rencananya tahun depan pemerintah menaikkan TDL hingga 15 persen. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, kenaikan TDL itu dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011. “(Kenaikan) itu asumsi kita,’’ ujarnya setelah upacara HUT Ke-65 RI di Kantor Menko Perekonomian, kemarin (17/8). Meski rencananya diberlakukan mulai 2011, Agus menyebut asumsi tersebut masih dibahas lagi dengan DPR lewat pembahasan RAPBN 2011 sampai Oktober nanti. Setelah itu baru final. Dia menyatakan, kenaikan TDL 15 persen merupakan asumsi perhitungan subsidi listrik pada 2011 yang dipatok Rp 41,0 triliun. Angka itu menurun dibanding subsidi listrik dalam APBNP 2010 Rp 51,1 triliun. “Penurunan subsidi itu salah satunya terkait dengan rencana kenaikan TDL 15 persen tersebut,” terang mantan Dirut Bank Mandiri itu. Dia mengakui, tarif listrik menyangkut hajat hidup orang banyak serta terkait dengan perekonomian. Karena itu, perlu pembahasan komprehensif dengan DPR mengenai timing (kapan saatnya dinaikkan) maupun jumlahnya (berapa persen kenaikan). “Pokoknya, nanti kami bicarakan lagi,” tegasnya. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan, rencana kenaikan TDL pada awal 2011 tersebut baru asumsi awal yang akan dibahas pemerintah bersama DPR. Ia berharap, masyarakat maupun pelaku usaha tidak perlu langsung panik. Dia meminta semua pihak melihat struktur TDL secara komprehensif. Tidak hanya fokus pada kenaikan tarif, tapi juga harus melihat

BOY SLAMET/JAWA POS

Model feat Raider 500- Peragaan busana tak harus di atas cat walk. salah satunya di markas pasukan batalyon Raider 500 sikatan. kemarin sebanyak empat model dengan pakaian Army Look memamerkan rancangan busana dari Annyta Purnomo

Limbah Kelapa Diolah Jadi Bernilai Ekonomi Kendari,KP Usaha mengolahan kelapa yang dilakukan para petani kelapa maupun mereka yang bergerak di bisnis buah nyiur ini selalu hanya memanfaatkan daging kelapa saja sebagai komoditi bernilai ekonomi. Tak banyak yang tahu dan paham, bagian lain dari buah kelapa itu juga memiliki nilai ekonomi yang tak kalah tingginya. Makanya, pihak Asosiasi Pengolahan Kelapa Olahan (APKO) Sultra melihat itu sebagai peluang untuk berbagi ilmu soal pengolahan kelapa kepada para pelaku usaha yang selama ini aktif di bisnis ini, seperti usaha pembuatan nata de coco, virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa tanpa proses pemanasan yang ada di di Buton, Moramo dan Buton Utara, termasuk pemilik industri yang menggunakan banyak kelapa seperti abon ikan, dan kue juga ikut serta dal Konsep berbagi ilmu APKO itu dilakukan dengan menggelar pelatihan di rumah industri Ponpes Umushabri Kendari, kemarin dan diikuti puluhan orang dari pelaku bisnis berbasis buah kelapa. “Mereka setiap hari melakukan produksi, dan puluhan bahkan ratusan kelapa mereka gunakan. Tapi limbahnya yaitu air kelapa di buang percuma. Padahal air kelapa bila dibuat nata de coco nilai jualnya sangat tinggi,” terang Ir Muh Ali, Sekretaris APKO

datan penduduk tertinggi di Kendari bila dilihat dari luas wilayahnya. Laju pertumbuhan penduduk di Kendari tertinggi di Sultra yakni 3,52 persen. Pasalnya Kendari merupakan ibu kota provinsi, sehingga banyak pendatang dari daerah lain maupun wilayah lain di daerah ini. Kemudian pertumbuhan berikutnya disusul oleh Bombana sesesar 3,29 yang

meningkat di banding sepuluh tahun sebelumnya yang hanya 1,33. Peningkatan ini dipicu oleh prospek pertambangan di wilayah tersebut. Kemudian pertumbuhan penduduk terkecil terjadi di Wakatobi yang hanya mencapai 0,33 persen. Alasannya di daerah tersebut penduduk laki-lakinya banyak yang merantau ke daerah lain. Bahkan sex ratio di Wakatobi 92, artinya dari penduduk perempuan 100 kemudian penduduk laki-lakinya hanya 92. Begitu dengan Buton pertumbuhan penduduknya sangat kecil, yakni hanya 0,35 persen. Padahal sepuluh tahun yang lalu pertumbuhan nya mencapai 4,6. Penyebabnya karena adanya pemecahan wilayah dan banyak juga penduduknya yang merantau ke daerah lain. “Di Kabupaten Muna pertumbuhan penduduknya juga kecil, hanya 1,36 karena banyak warga lokal yang merantau. Termasuk di Konawe hanya 1,71 karena sebagaian penduduk yakni PNS, berdomisili di Kendari,” pungkasnya.(lis)

Syaiful Azmi, pelatih pembuatan nata de coco memberikan arahan soal pengolahan limbag kelapa kepada para pelaku usaha kecil Sultra. Syaiful Azmi, pelatih pembuatan nata de coco dalam kegiatan yang akan berlangsung dua hari itu juga memberi pemahaman bila produk dari kelapa selain air kelapanya juga banyak item dalam komoditi itu yang bisa dimanfaatkan. Bahkan kosmetik pun banyak yang berbahan baku kelapa, baik itu sabun, atau lotion. Untuk itu kelapa olahan Indonesia sering dibutuhkan pengusaha luar negeri dengan harga murah dan dibuat beragam produk yang kemudian masyarakat Indonesia juga yang mengimpor produknya. “Kalau kita bisa produksi sendiri, kenapa kita harus ambil dari luar

negeri dengan harga mahal,” ujarSyaifulmemberipenjelasan. Diantara peserta dalam pelatihan itu adalah Wa Ode Supiana pemilik UD Anugrah Jaya, dari Ereke, Buton Utara. Ia mengaku sudah memproduksi VCO sekitar 100 botol, sejak memulai usaha ini dua bulan silam. Bahkan saat ini produksi akan lebih banyak lagi, tapi air kelapanya hanya menjadi limbah. Dengan pelatihan kemarin, dijadikannya media pembelajaran untuk menciptakan produk olahan lainnya di daerahnya. Sementara itu, Abdul Rasyid dari Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera juga mengaku bila selama ini ia juga memproduksi ratusan bot-

ol VCO yang didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia Timur, seperti Maluku dan Merauke. Omzetnya cukup lumayan karena dalam sehari bisa berproduksi 500 botol VCO dengan kapasitas per botol 500 mg. Bahkan dia juga banyak order dari Surabaya, walaupun terhambat karena produknya belum ada setifikat halal dan kemasannya masih tradisional. Namun ke depan bila semua itu sudah dipenuhi, akan banyak produksi VCO. Dengan begitu ratusan liter air kelapa yang selama ini harus terbuang bisa dimanfaatkan. “Saya akan trainingkan kepada kelompok kami, yang jumlahnya ratusan orang untuk membuat produk sampingan yaitu nata de coco. Bila kemasannya bagus, saya yakin dari pada membeli produk daerah lain, akan lebih baik bila menikmati olahan daerah sendiri,” ujarnya. Masni, koordinator program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) di Buton ini mengaku di 55 desa yang dikelolanya, banyak juga sektor kelapa yang dibiayai. Selama ini mereka juga kurang paham dengan produk nata de coco itu. Selama ini bantuan dari Kementrian Pertanian sudah sekitar Rp 5 miliar lebih tersalur. “Bila nata decoco ini dijadikan produk sampingan, tentunya akan lebih bisa memanfaatkan dana PUAP pada binaan kami,” ujar Masni.(lis)

upaya pemerintah untuk mendorong rasio elektrifikasi (rasio daerah yang teraliri listrik). Katanya, bila struktur TDL dibenahi, pemerintah punya kemampuan lebih untuk membangun infrastruktur listrik. Dengan begitu, pasokan akan makin lancar dan elektrifikasi naik. Secara matematis, sambung dia, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi, pasokan listrik juga harus tumbuh 1,25-1,5 kali dari angka pertumbuhan. Hatta mencontohkan, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6 persen, dibutuhkan tambahan pasokan listrik 1,5 kali dari 6 persen atau 10 persen. “Jika kapasitas pembangkit listrik saat ini 30 ribu megawatt, setiap tahun setidaknya harus ada tambahan 3 ribu megawatt,” paparnya. Walau begitu, dalam strukturisasi tarif listrik, pemerintah akan tetap berpegang pada dua hal utama. Yakni, tetap memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu dan tetap menjaga competitiveness atau daya saing sektor industri. “Intinya, pemerintah akan membahas ini bersama DPR untuk mencari skema terbaik,” ujarnya. Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy menegaskan kalangan pengusaha pasti menolak jika pemerintah kembali menaikkan TDL pada 2011. Sebab, tahun ini saja pengusaha sudah terbebani dengan kenaikan TDL rata-rata 18 persen. “Kalau tahun depan naik lagi, bagaimana nasib kita,” katanya. Dia yakin jika TDL naik secara beruntun daya saing produk Indonesia akan menurun. Sebab, ongkos produksi (cost of production) pasti meningkat. Dengan begitu, pengusaha akan membebankan kenaikan itu ke harga jual. “Itu tentu akan memberatkan masyarakat karena daya beli kita belum tinggi,” bebernya. (jpnn)


4

Kendari Pos | Rabu, 19 Agustus 2010

Tiga Kantor ditukar guling Asal jangan tukar merugikan bos Pemprov kejar Opini WTP Kejarlah daku, Disclaimer menunggu Badan Perizinan belum bisa kelola IMB Jadi jangan tuntut PAD tinggi dong

Pelajaran Ground Zero SALAH satu fakta yang tak bisa ditolak dari negara Republik Indonesia yang Selasa (17/8) lalu kita peringati kelahirannya yang ke-65 adalah keberagaman atau kemajemukannya. Kita terpisah-pisah oleh ribuan pulau (besar dan kecil) tapi disatukan oleh ‘’laut’’ yang sama. Kita memang berada di nusa yang berbeda tapi tetap bisa berlabuh dan berbagi di pelabuhan yang sama. Kita terlahir dalam berbagai suku, adat istiadat, dan bahasa daerah tapi juga mempunyai lingua franca yang mempersatukan: bahasa Indonesia. Demikian juga, kita memiliki agama dan kepercayaan beragam. Namun, sejak dulu kita memiliki toleransi yang besar untuk menerima saudara-saudara yang berbeda agama. Konstitusi kita menjamin warga negara untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan agama yang dianut. Sebaliknya, tidak boleh ada pemaksaan dan kekerasan atas nama agama. Dalam kaitan inilah kita merasa prihatin. Setelah 65 tahun merdeka, masih ada sebagian komponen bangsa yang bertindak di luar nilai-nilai yang sudah kita sepakati. Nilainilai yang diletakkan para pendiri bangsa (the founding fathers) saat mendirikan Indonesia dulu. Yakni, kekerasan terhadap tempat ibadah dan para pengikut Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada pengujung Juli lalu. Demikian pula, pemukulan terhadap beberapa jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang hendak beribadah di Ciketing, Kabupaten Bekasi, 8 Agustus lalu, menjadi sebagian contoh bahwa masih ada yang mencoba mencederai hal-hal yang kita sepakati dalam bermasyarakat dan berbangsa. Yang kita sesalkan, dalam dua peristiwa itu, aparat negara -baik pemerintah daerah maupun kepolisian- terkesan tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal, kekerasan tersebut terjadi di depan mata mereka. Dalam bahasa Din Syamsuddin, ketua umum PP Muhammadiyah, negara telah melakukan pembiaran sehingga kekerasan itu terjadi. Implikasi ketidakhadiran negara dalam peristiwa itu sangatlah besar: tidak tegaknya hukum, perasaan ketidakpastian masyakat, dan yang kita khawatirkan adalah makin meningkatnya kekerasan atas nama agama. Sebab, dengan pembiaran tersebut, kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan itu merasa dirinya benar. Tidak peduli apa yang mereka lakukan sebetulnya merusak kebebasan beragama, melanggar hukum, dan mengganggu kerukunan beragama yang selama ini kita pelihara. Kita perlu belajar dari kontroversi rencana pembangunan masjid di dekat Ground Zero, tempat terjadinya tragedi 11 September 2001 di New York. Sebagian keluarga korban tewas serangan menara kembar WTC tersebut (yang juga didukung sebagian besar warga New York) menentang rencana itu. Alasannya, pembangunan tersebut dianggap tidak sensitif terhadap perasaaan mereka yang kehilangan anggota keluarga karena serangan kelompok Islam radikal. Di tengah kontroversi itulah, Wali Kota New York Michael Bloomberg yang kemudian didukung Presiden Barack Obama tampil lantang mengingatkan warga New York agar kembali ke nilai-nilai Amerika yang sangat menjunjung hukum serta kebebasan beragama. Bloomberg menyatakan, setiap warga Amerika bisa membangun tempat ibadah asal bangunan itu di tempat yang sesuai dengan zoning-nya serta dibeli dan dibangun dengan uang yang legal. Keduanya mengingatkan agar warga yang menentang umumnya kelompok konservatif Kristen dan Yahudi- tidak terjebak pada pandangan sempit. Harus diingat bahwa Al Qaidah atau kelompok radikal yang melakukan serangan 9/ 11 itu bukanlah representasi Islam yang sebagian besar berpandangan moderat. Kita di Indonesia membutuhkan pemimpin seperti itu yang berani menyuarakan kebenaran, meski hal itu berarti bertentangan dengan pandangan sebagian besar ‘’konstituennya’���. Nilai-nilai bangsa yang luhur seharusnya tidak boleh dikalahkan oleh tekanan kelompok atau kepentingan sesaat. (*)

Refleksi HUT Kemerdekaan dan Puasa Ramadhan

Suatu Tinjauan Iman dan Taqwa Oleh : Drs La Kota

E

nam puluh lima tahun Indone sia menikmati kemerdekaan nya. Umur yang cukup sebuah negara untuk menata negaranya. Kita hidup di negara yang merdeka. Kemerdekaan yang menjadi hak kita tidak akan mendatangkan keuntungan kalau tidak disertai dengan kerja keras. Kemerdekaan itu sesungguhnya hanyalah merupakan modal untuk membina bangsa yang sejahtera. Kemerdekaan wajib kita isi dengan pembangunan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan rakyat. Rakyat Indonesia terdiri dari berbagai ragam suku, agama, ras, budaya. Keragaman ini tidak boleh menyebabkan kita bercerai berai. Kita wajib menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai kekayaan dan kekuatan Bangsa Indonesia. Rahmat Allah terlah tercurah kepada Bangsa Indonesia dalam wujud negara yang merdeka, bersatu dan berdaulat. Motivasi keyakinan, semangat berkorban karena Allah merupakan modal dasar yang dimiliki dalam perjuangan, sehingga Negara Indonesia tegak dan jaya, teriring harapan memperoleh ampunan dan ridho Allah SWT. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius meyakini bahwa berdirinya Negara Indonesia bukan sematamata hasil dari perjuangan fisik semata, melainkan dengan berkatrahmat Allah SWT. Oleh karena itu, sungguh adil dan bijaksana para pendiri negara kita menyusun fundamen berdirinya Negara Indonesia yang merdeka. Hal ini tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke3 : Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorongkan oleh keinginan luhur supaya kehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Ini berarti pernyataan kemerdekaan itu diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa dan Bangsa Indonesia menambahkan kehidupan yang berkesinambungan materil dan Spritual, kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Bangsa Indonesia kebanyakan beragama Islam, Negara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, jumlah umat Islam di Indonesia adalah jumlah terbesar dari segala negara-negara Islam di dunia. Umat Islam yang demikian besar adalah Bangsa Indonesia yang memiliki latar belakang berasal dari berbagai suku,

kedaerahan dan bahasa yang berbeda, mereka juga mempunyai latar belakang sosial, ekonomi dan budaya yang berbeda, namun tetap Berbhineka Tunggal Ika, Umat Islam diikat oleh Kalimat Syahadat, sebagaimana Allah berfirman : Sesunggungnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (QS.Al Hujarat: 10). Persaudaraan sesama mukmin adalah persaudaraan tanpa membedakan suku atau bahasa semuanya harus saling membantu apakah petani, pedagang, karyawan, TNI, POLRI, PNS, buruh dan sebagainya, semua adalah saudara dunia akhirat. Menggalang persaudaraan umat Indonesia adalah penting karena demi tegaknya negara dan persaudaraan yang kokoh. Dengan demikian perlu digalang terus Ukhuwah Islamiyah dalam rangka terwujudnya Ukhuwah Wathaniyah dan Basyariyah, sebagaimana penegasan Allah : Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diatara kamu di sisi Allah ialah orantg yang paling taqwa (QS. Al Hujarat : 13). Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65 Tahun 2010, tahun ini mengandung nilai historis, spritual dan konstitusional yang dalam, karena peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah. Dimana sejarah telah mencatat bahwa kemerdekaan RI yang diproklamasikan pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, pada saat itu juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Tema peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65 Tahun 2010 adalah Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Sukseskan Reformasi Gelombang Kedua, Untuk Ter-

Saluran di Sodoha Bermasalah 085824651018 Saluran air sepanjang SD 2,3 dan 4 Kendari selalu penuh lumpur dan sampah kalau hujan.Karena saat hujan warga kelurahan RW 06 Kelurahan Sodoha Kecamatan Kendari Barat, mengalirkan sampahnya ke got.

Kendari Pos Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

wujudnya Kehidupan Berbangsa yang Makin Sejahtera, makin Demokrasi, dan makin Berkeadilan. Tema tersebut sangat urgen dan beralasan kita wujudkan, kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara seiring dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius yang mengakui adanya Tuhan pencipta alam semesta sehingga kita harus taat dan patuh pada ajaran Allah dan setia kepada Rasulullah. Bukannkah Allah telah membimbing kita melalui firmannya dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatan dan bersabarlah (QS. Al Anfal:46). Ketaatan kepada Allah dan Rasulnya terkait dengan pelaksanaan bulan suci Ramadhan adalah kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa sebagaimana firmannya : Hai orang-orang yang beriman diwajibkanlah kamu untuk berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan oleh orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS. Al Baqarah: 183). Bulan Ramadhan biasa juga disebut bulan kesabaran, sehingga dituntut untuk melaksanakan puasa, untuk bersabar yaitu sabar menahan kesusahan, sabar menahan kesukaran-kesukaran dalam melaksanakan ibadah, sabar dari maksiat, menahan dari hawa nafsu, menahan diri mengerjakan kemungkaran dan kedurhakaan. Sabar dalam menderita, ditimpa bencana yang menimpa diri kita terima dengan hati yang ikhlas, ketabahan tiada mengeluh dan tiada mengutuk nasib. Sebagai warga negara yang bertanggung jawab patut meningkatkan rasa kasih sayang terhadap orang lain terutama mereka yang sangat memerlukan bantuan karena masih terbelakang dalam pendidikan, miskin, lapar dan haus ataupun karena dijauhi olah

Distribusi PDAM Kacau 08193176017 Sejak tanggal 9 Agustus hingga sekarang di Jalan Mekar Kendari tidak teraliri air PDAM. Kenapa saat ini air PDAM mengalir tidak menentu, terkadang empat hari sekali sampai lima hari sekali. Padahal sebelumnya per dua hari sekali. Kami tidak memiliki sumber air lain selain PDAM. Pemkot bagaimana ini, kenapa dibiarkan, seolah-olah tidak ada masalah. Direktur PDAM kenapa? ada apa dengan semua ini.

Pemimpin Umum : PP. Bittikaka Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab : Milwan Redaktur Pelaksana : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin Koordinator Liputan : La Ode Diada Nebansi Redaktur : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Ruslan Amrullah, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Yenni Yusuf, Reporter : Sulis Setiarini, Emilia, Linri Merinda, Arifuddin, Awaluddin Usa; Koresponden : Yafruddin Yaddi, Syamsuddin (BaubauButon), Fitri Ashari (Buton Utara), Eliazer Alex Tato (Kolaka-Kolaka Utara), Arwan Mannaungeng (Jakarta), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) ; Fotografer : Suwarjono ; Design Grafis : Muh Hajar Siddiq ; Karikatur : Arham Rasyid; Redaktur Khusus : La Paa, M Djufri Rachim; Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin; BPSDM : M Djufri Rachim; Teknologi Informasi : Sahdar ; Pracetak : Muhrisan (koordinator), Aser Rerung, Gunawan Chandra, Yusri Zubair, Samiruddin; Telepon Redaksi : (0401) 326513, Faks. Redaksi : (0401) 326512, Faks. Bisnis dan Keuangan : (0401) 323771; E-mail : bumianoa@plasa.com; Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari; Alamat Perwakilan : Jakarta: Mu’min Rolle, Komp Widuri Indah, Blok A1-2, Jl. Palmerah Barat No.353 Telp (021) 5330976, Jakarta 12210; Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin, Kolaka-Kolaka Utara :Eliazer Alex Tato; Harga Langganan : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-Eksemplar-Eceran Daerah Rp. 3.500,-.

masyarakat. Bulan Ramadhan adalah bulan kasih sayang kepad sesama dengan cara meningkatkan bantuan terhadap fakir miskin. Apabila sepuluh piring dihidangkan di hadapan kita untuk berbuka maka sekurangkurangnya dua atau empat dari sepuluh piring tersebut diperuntukan fakir miskin. Memberi makanan berbuka puasa kepada fakir miskin adalah merupakan rahmat dan mensyukuri nikmat Allah yang diperuntukkan kepada orang-orang yang saleh, bukankah Allah telah membimbing kita melalui firmannya: Sesungguhnya jika kalian bersyukur (atas nikmatKu), niscaya Aku akan menambah (nikmat-Ku), kepada kalian, seandainya kalian ingkar (atas nikmat-Ku) sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Kemerdekaan yang kita peroleh wajib kita isi dengan berbagai kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing. Generasi muda adalah harapan bangsa, jangan terlalu banyak menuntut dan menonton, tetapi lebih banyaklah berperan aktif membangun bangsa, renungkanlah apa yang dikemukakan oleh mantan presiden Amerika Serikat John F. Kenedy; jangan engkau berhitung berapa engkau disumbangkan kepada negara, tetapi engkau berhitung sudah berapa engkau sumbangkan tenagamu kepada negara. Setiap warga negara harus mempunyai program, rencana, cita-cita dan semangat dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional yang dicita-citakan, renungkan pula moto ; Christopher Colombus: Sekali Layar Berkembang Pantang Digulung (**) Penulis tinggal di Muna

TERIMA OPINI Redaksi Kendari Pos menerima opini dengan foto penulis. Panjang opini minimal 24 maksimal 28 karakter, dalam bentuk file flashdisk atau copy ke CD. Opini dimaksud adalah pendapat penulis. Referensi ilmiah/buku hanya sebagai pembanding.

Jalan Di By Pass Penuh Lubang 08134198998 Walikota Kendari, tolong diperbaiki jalan di seputaran By Pass Kendari, kenapa semua pada berlubang. Akibatnya pengguna jalan sering mengalami kecelakaan.

Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/ K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Pembina : HM Alwi Hamu; Komisaris Utama : Syamsu Nur, Komisaris : PP.Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Ridwan Arief Direktur Utama : Milwan; Direktur : Purwanto Sanam ; Ombudsman : Ramli Akhmad (Ketua), M Djufri Rachim, La Paa, Muhammad Saiful, SH, MH, Ariyani Arifin (Sekretaris) Manager Keuangan : Agus Tranhadi; Manager Iklan/Sponsorship : Haeruddin; Manager Sirkulasi : Muji Suwarno ; Manager Event Organizer : Rustam, Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 (0401)-3126515, Iklan: (0401)-3126110, Sirkulasi :(0401)3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Kamali (Samping Istana Ilmiah Kampus Unidayan Baubau) Tlp.(0402-2826600) HP.(081341752473) Kolaka Jl. Pramuka No.5 Tlp (0405)-24211. Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 1.00000192-01-000428-30-4 (Rec. Giro), 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA)


email : bumianoa@gmail.com

Kamis, 19 Agustus 2010

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Mantan Pj Bupati Butur jadi Kadisbudpar Pasarwajo, KP Karir Kasim sebagai pamong daerah belum tamat. Lengser dari jabatan sebagai Pj Bupati Butur dan tersandung kasus hukum, mantan wakil bupati Buton itu kini mendapat posisi baru dalam tatanan birokrasi lingkup pemerintahan yang pernah dinahkodainya beberapa tahun lalu. Tervonis satu tahun penjara kasus korupsi dana hibah Rp 4 miliar pada lembaga peradilan tingkat pertama di PN Raha beberapa waktu lalu itu baru saja dilantik menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) oleh Bupati Buton, LM Sjafei Kahar. Kasim didapuk menggantikan

posisi Fidu yang telah memasuki masa pensiun. Selain mantan calon bupati Buton itu, Sjafei juga melantik sejumlah pejabat eselon berbagai level lainnya. La Suwu yang sebelumnya menjabat Staf Sekretariat Kabupaten Buton dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik menggantikan EC. LM. Mashyur, termasuk lima pejabat eselon III seperti Aminah yang kini dilantik sebagai Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM, La Ode Anamu sebagai Sekcam Siompu Barat, LD. Djumain Dini sebagai Kasubdin Bina Marga Dinas PU, Safaruddin kini pada posisi Kabid Aset Daerah BPKAD dan Rasyid Se-

hong menjadi Kasubdin Koperasi Dinas Koperasi. ‘’ Amanat yang diberikan itu menjadi mulia, sepanjang tugas tersebut dijalankan penuh ketulusan dan ikhlas. Kepada para pejabat yang baru dilantik Saya berharap agar dapat berbuat jujur dan amanah. Mampu mempelajari bidang tugas dan jabatannya yang baru. Terobosan pemikiran, serta kemampuan mengelola informasi sebelum menjadi sebuah produk kegiatan maupun kebijaksanaan pemerintah adalah prasyarat bagi keberhasilan tugas pejabat,’’ kata Sjafei Kahar memberi wejangan usai melantik sejumlah pejabat tersebut. (k1/cok)

Amirul Janji Terus Benahi Daerah Baubau, KP Kesan progres pembangunan pada arah yang menggembirakan memang pantas disematkan pada H. MZ. Amirul Tamim. Wali Kota Baubau dua periode itu terus melakukan penataan infrastruktur, meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjalin kerjasama global dengan berbagai pihak untuk kepentingan pengembangan teritorialnya. ‘’ Tapi semua itu bisa terlaksana jika masyarakat Kota Baubau juga punya pemikiran serupa. Karena keberhasilan ini pun ditentukan sendiri oleh masyarakat Baubau. Makanya, setiap saat Kita harus memperbaharui tekad, semangat dan kebersamaan dalam membangun daerah ke depan,’’

Amirul Tamim kata Amirul dalam rangkaian prosesi kenegaraan usai HUT ke-65 RI di rumah jabatannya, (17/8) malam lalu yang dihadiri Muspida, pemimpin organ-

isasi, veteran, para kepala SKPD, Paskibraka dan undangan lainnya. Memasuki usai delapan tahun kepemimpinannya, Amirul mengaku akan terus menyempurnakan tahapan pembangunan yang telah dilakukan bersama-sama itu. Termasuk membenahi infrastruktur dasar seperti prasarana jalan, drainase, penataan sungai dan pantai, Bandara, pelabuhan laut, perkantoran, pasar, pelayanan Pendidikan, kesehatan, hingga air bersih. ‘’ Selama 2010 ini, Baubau juga telah sukses menyelenggarakan berbagai event nasional maupun internasional. Pemkot juga dipercaya Asian Development Bank

Baca JANJI di Hal 6

Perda Tambang Baru Digagas Kolaka,KP Baru setelah memunculkan konflik dan terus mendapat sorotan berbagai elemen masyarakat, Pemkab Kolaka mulai merespon pentingnya rancangan peraturan daerah (Raperda) pertambangan mineral dan batu bara. Padahal, Raperda itu sebenarnya telah lebih dulu diajukan parlemen sebagai hak inisiatif DPRD. Tetapi belakangan, eksekutif pun ternyata sudah membuat draft serupa yang kemudian diserahkan bersamaan dengan 13 rancangan produk hukum daerah lainnya oleh Wakil Bupati, H. Amir Sahaka dalam sidang paripurna DPRD Kolaka, kemarin. ‘’ Sesuai aturan

jika dalam satu masa sidang, DPRD dan Pemkab menyampaikan Raperda yang sama, maka yang akan dibahas adalah disampaikan oleh dewan. Sedangkan Raperda yang diajukan pemkab akan digunakan sebagai bahan untuk dipersandingkan,’’ jelas Ketua DPRD Kolaka, Parmin Dasir saat memimpin sidang. Raperda lainya yang resmi diajukan diantaranya Laporan Pertanggungjawaban APBD tahun 2009, Retribusi Pemeriksaan Ternak dan Izin Usaha Pertanian serta Peternakan, Tata Bangunan, Pemakaian Kekayaan Daerah, Pengelolaan Barang Milik Daerah, Pemberantasan Buta Baca Tulis Al

Quran, Penamaman Modal Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, termasuk Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal Daerah. Wakil Bupati Kolaka, H. Amir Sahaka sendiri saat memberi sambutan mengakui bila pihaknya memang terlambat dalam mengajukan Raperda Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Argumennya, sebab meski

Baca TAMBANG di Hal 6

MUNANDAR/KP

Instrumen kelengkapan prosesi adat Kabuenga yang dipersiapkan Pemkab Wakatobi dalam menyambut turis peserta Sail Indonesia, dirusak massa yang marah karena pelaksanaannya dianggap tidak menghargai suasana ramadhan.

Warga Mengamuk, Turis Kalang Kabut Tolak Manga-Manga dalam Prosesi Kabuenga Wangiwangi,KP Kesan buruk ‘’dinikmati’’ sejumlah turis saat berkunjung ke sentrum pariwisata Sultra di Wakatobi, awal pekan ini. Sambutan yang mereka dapatkan dari acara budaya kemasan Pemkab setempat ternyata menjadi masalah. Warga marah. Gelaran Manga-Manga yang merupakan rangkaian prosesi adat Kabuenga untuk menyambut peserta Sail Indonesia, menuai kontroversi. Manga-manga yang menyuguhkan menu hidangan dinilai mencoreng

kesucian bulan ramadhan. Sebelum insiden itu, kelompok warga dari Koalisi Antar Lembaga (KAL) sebenarnya sudah menyuarakan aspirasi penolakan dan mempertanyakan penyelenggaraan acara itu. Pen-

tolan KAL, Lilis mengaku tak ada keuntungan mau pun kerugian dari penyambutan peserta Sail dengan menyuguhkan acara Manga-Manga pada bulan puasa. Barulah setelah pertemuan bersama Sekab Waka-

tobi, Hardin La Omo, MangaManga batal diselenggarakan dan diganti dengan buka bersama di lapangan parkir Pelabuhan Pangulubelo dalam penga-

Baca TURIS di Hal 6


6

Kendari Pos |Kamis, 19 Agustus 2010

Pertumbuhan Penduduk Melaju Pesat Andoolo, KP Pertumbuhan penduduk Konawe Selatan (Konsel) selama satu dasawarsa terakhir sejak 2000 hingga 2010 mencapai 2,28 persen per tahun. Laju tersebut dianggap cukup pesat jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Sultra yang berada pada angka 2,07 persen per tahunnya. Namun demikian, pertumbuhan penduduk di Konsel itu ternyata bukan disebabkan oleh pesarnya angka kelahiran, tetapi karena proses perpindahan penduduk dari daerah lain ke

Janji ........................ untuk mendapat bantuan membangun kawasan pemukiman baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan tujuan mengurangi kawasan kumuh yang ada di Kota Baubau,’’ beber wali kota yang dalam acara itu sekaligus memberi penghar-

Turis ........................ wasan personil Polres Wakatobi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP). Meski demikian, warga tetap tidak puas. Mereka tetap melakukan sweeping dan berjaga di sepanjang jalan masuk ke tempat pelaksanaan Manga-Manga Kabuenga agar tidak ada masyarakat yang masuk mengikuti pelaksanaan penjemputan peserta Sail Indone-

wilayah itu. Hasil sensus penduduk Badan Statistik ditahun ini menyebutkan, jumlah jiwa di Konsel mencapai 264.197 jiwa. Padahal sebelumnya dan pada tahun 2000 jumlah penduduk sebanyak 211.194 jiwa. ‘’ Hasil pendataan itu semua telah Kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Konsel untuk menjadi data resmi. Hasil sensus penduduk Konsel sebanyak 264.197 jiwa terdiri dari 135.949 laki-laki dan 128.248 perempuan,’’ jelas Kepala BPS Konsel, Muhlis, kemarin. Dari data tersebut

pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Benua yang bahkan mencapai 5,31 persen per tahun. Itu disebabkan banyak pendatang baru dari Provinsi Sulawesi Selatan yang membuka perkebunan kakao dan memilih menetap. ‘’ Urutan kedua ada pada Kecamatan Ranomeeto Barat dan paling kecil laju pertumbuhannya itu di Kecamatan Laonti yang hanya mencapai 0,95 persen per tahun. Sementara pada Ibu Kota Kabupaten di Andoolo hanya mencapai 2,03 persen per ta-

hun. Jadi pertumbuhan penduduk di ibu kota tidak signifikan,”tambahnya. Untuk jumlah penduduk kecamatan yang terbanyak ada di Kecamatan Tinanggea mencapai 21.320 jiwa, disusul Kecamatan Laeya 19.006 jiwa. Dan yang terkecil jumlah penduduknya ada di Kecamatan Wolasi sebanyak 4.732 jiwa. “ Penyebaran penduduk di Tinanggea dan Laeya disebabkan karena dua kecamatan tersebut merupakan daerah perdagangan dan termasuk pesisir,” tandasnya. (era/cok)

gaan kepada dua siswa peserta Paskibraka. Pemkot Baubau juga disebutnya sukses meraih sejumlah penghargaan seperti MIPI Award dibidang pemerintahan. Di bidang pendidikan, berhasil mendelegasikan 10 siswa dari 24 perwakilan Sultra dalam lomba Olimpiade

Sains Nasional (OSN) di Medan dan satu diantaranya meraih medali perunggu pada pelajaran Matematika SMP atas nama Muh. Wardiman Manan. ‘’ Kita juga berhasil mengutus lima siswa pada Pembinaan Olahraga Siswa (POS), satu diantaranya berhasil menjadi juara dua na-

sional atas nama Salmia Adri dari SMAN 4 Baubau. Namun kita tidak boleh puas diri degan segala yang telah diraih. Sebab masih banyak hal yang harus kita tuntaskan dimasa mendatang. Kerja keras Kita semua tetap dibutuhkan,” sambung Amirul, bangga. (k1/cok)

sia tersebut. KAL meminta persyaratan agar ada perwakilan mereka yang masuk ke tempat pelaksanaan acara itu untuk membuka semua fasilitas yang berhubungan dengan MangaManga Kabuenga seperti tiang ayunan yang menjadi tradisi acara tersebut. Massa baru membubarkan diri setelah membongkar tiang ayunan yang telah terpasang sejak beberapa hari lalu. Pas-

ca bubar, suasana ricuh dan aksi perusakan tetap berlanjut di beberapa sudut lapangan Pangulubelo hingga membuat para turis dalam rombongan, kocar-kacir. ‘’ Makanya Kami menghimbau agar ke depan Pemkab bisa lebih membuka koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat mau pun tokoh agama untuk bisa memberikan pengertian dan pemahaman pada masyarakat

mengenai tujuan dan esensi kegiatan dimaksud tanpa mencederai nilai budaya dan kesucian ramadhan. Dengan demikian pada saat kegiatan berlangsung, tidak ada lagi masyarakat yang protes, apalagi menghalangi kegiatan yang merupakan program pemerintah dan menunjang kepariwisataan Wakatobi,’’ datar Anggota DPRD Wakatobi, Lamoane Sabara. (cr1/cok)

THM Tutup Hingga Idul Fitri Wangiwangi,KP Aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) di Wakatobi selama bulan ramadhan juga diharamkan. Antisipasi itu dilakukan pihak kepolisian untuk menjaga adanya ancaman dan kerawanan yang berpotensi mengganggu kelancaran ibadah Puasa warga. ‘’ Penutupan itu sampai H + 1. Kami sudah mengeluarkan himbauan sejak

tanggal 8 Agustus 2010 lalu,’’ tegas Kapolres Wakatobi, AKBP Pitra A Ratulangi, kemarin. Meski Wakatobi pada umumnya dianggap aman dan kondusif, namun untuk kepentingan pengawasan dan pengendalian, pihaknya tetap akan menggelar razia THM dalam waktu yang tidak ditentukan pada wilayah hukum Polres. ‘’ Kita semua harus tetap pre-

ventif mencegah hal-hal yang dapat mengganggu warga saat melaksanakan ibadah puasa. Warga juga diminta mendukung terciptanya ketertiban agar kenyamanan dapat dicapai. Apalagi Wakatobi sebagai daerah kunjungan wisata dunia harus selalu mencerminkan diri sebagai wilayah yang nyaman bagi pengunjungnya,’’ tandas Ratulangi. (cr1)

Raperda Retribusi Pajak Dibahas Pasarwajo, KP Kata sepakat DPRD menjadi respon positif dalam pembahasan awal rancangan peraturan daerah (Raperda) retribusi dan pajak yang diinisiasi pihak Pemkab Buton. Empat fraksi yang ada di gedung parlemen tersebut menyetujui penjelasan umum Bupati Buton, Sjafei Kahar terhadap draft produk hukum daerah itu. Fraksi Bintang Demokrasi Kebangkitan Umat melalui Juru Bicaranya, Mutalib mengaku, dari pengajuan beberapa Raperda tentang pajak dan retribusi itu nantinya dapat memaksimalkan sumber PAD. ‘’ Hanya saja, pemerintah da-

pat menyosialisasikan Raperda itu kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek sosial udaya yang berlaku,’’ katanya. Pernyataan serupa juga disampaikan anggota Fraksi Hati Nurani Amanat Demokrasi Rakyat Nasional, Djufri Ore. Pemerintah juga didesak menyediakan sarana dan prasarana sehingga Perda itu nantinya berjalan sesuai harapan. Fraksi Persatuan Demokrasi Keadilan Daerah yang disampaikan Safrin Singga meminta agar dalam pengajuan Raperda dilengkapi dengan referensi pokok yang berhubungan langsung dengan pencapaian Perda tersebut se-

bagai dasar hukumnya. Fraksi Golkar melalui Wa Ode Nurnia pun menyatakan persetujuannya dengan alasan Raperda tersebut memberikan kepastian hukum bagi peningkatan investasi di daerah. ‘’ Agar pemanfaatan penerimaan masingmasing jenis retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan. Prinsip dan sasaran dalam penetapan besaran tarif retribusi jasa usaha harus didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan,’’ pintanya. (k1/cok)

Tambang ................

sorotan elemen masyarakat soal pertambangan, Raperda ini yang nantinya ditetapkan menjadi Perda bisa menjadi payung hukum dalam pelaksanaan kegiatan dan terutama dalam peningkatan PAD dari sektor tambang,’’ terang mantan Kadis

Dikmudora Kolaka ini. Raperda pertambangan versi Pemkab sendiri sebelum diajukan telah melalui perumusan bersama lembaga pengkajian hukum dan kebijakan Universitas Hasanuddin Makassar. (cr3/cok)

undang-undang Minerba telah ditetapkan tahun 2009 lalu, namun payung hukum dari peraturan pemerintah baru diterbitkan tahun 2010. ‘’ Mengingat urgensi dan banyakanya


7

Kendari Pos |Kamis, 19 Agustus 2010

Fraksi PKB dan Golkar Setuju Gubernur Dipilih DPRD Pilgub ....................... sepuluh kali dari bupati, orang mungkin boleh berpikir, efektif nggak ini kalau kewenangan yang sekecil ini lalu kita pilih secara langsung dengan biaya besar,” ujar Gamawan. Kewenangan gubernur yang kecil, dengan gaji yang tidak sebanding dengan biaya yang dikelu-

arkan saat pemilukada, membuat Gamawan merasa kasihan kepada gubernur. Gamawan mengaku pernah bertanya kepada salah seorang gubernur terpilih dalam pemilukada 2010 ini, yang menyebutkan menghabiskan Rp60 miliar saat pemilukada. Model seperti itu merangsang gubernur untuk korupsi agar bisa balik modal. “Bayang-

kan, Rp60 miliar, dengan gaji Rp10 juta per bulan saja, kalau Rp60 miliar berarti harus Rp10 miliar setahun itu,” kata Gamawan. Gamawan mengatakan, dukungan terhadap wacana gubernur dipilih DPRD terus mengalir. Antara lain dari Ketua MK Mahfud MD, dan juga dari Fraksi PKB dan Fraksi Partai Golkar di DPR. “Saya kira, semakin

menguat untuk ini melalui perwakilan (DPRD, red),” ujar Gamawan. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Saut Situmorang menambahkan, pemerintah terus melakukan kajian terhadap aspirasi penghapusan pilgub secara langsung. Kajian fokus untuk melihat aspek untung ruginya.(sam)

Setiap Hari Harus Mengeluarkan Uang Rp 2.500 SGD Dibesuk ..................... guk selepas pukul 17.00 waktu setempat. Tapi, ketika jam itu Jawa Pos kembali datang, kondisi kesehatan Franky melemah. “Untuk sementara, dokter menyeterilkan Franky dari kunjungan,” tandas perempuan 54 tahun itu. Meski berulang tahun, tak ada pesta khusus untuk hari bersejarah bagi bapak dua anak tersebut. Itu sebabnya, hari itu Anti justru keluar dari RS dan konsentrasi untuk pindahan apartemen. “Memang tiap ulang tahun tak ada perayaan khusus. Kami sudah terbiasa begitu,” tutur Anti. *** Tidak mudah untuk bisa menjenguk Franky. Pihak rumah sakit mengharuskan pengunjung mendaftarkan diri ke petugas di pintu masuk. Pengunjung harus menjelaskan maksud kedatangannya, termasuk latar belakang pengunjung serta hubungannya dengan pasien. Pengunjung luar negeri harus menunjukkan paspor. Sehari sebelumnya Jawa Pos memang sempat kesulitan masuk SGH. Sebab, nama Franky Sahilatua ternyata tidak ada. Setelah ditelusuri, Franky menggunakan nama aslinya: Franklin Hubert Sahilat. Tapi, setelah mengaku sebagai saudara Franky, Jawa Pos akhirnya mendapatkan stiker pengunjung warna merah muda. Di stiker itu tertulis nama blok, nomor kamar, dan tempat tidur pasien. Franky dirawat di blok 7, lantai 2, kamar 72, dan tempat tidur nomor 2001. Stiker itu wajib ditempelkan di dada pengunjung. Wartawan dilarang masuk tanpa mendapatkan surat izin khusus. Dokter juga tidak boleh melayani wawancara soal penyakit pasien. Aturan rumah sakit itu betul-betul ketat. Menurut Anti, selama ini suaminya tidak pernah mengeluhkan penyakitnya. Padahal, penyakit kanker sumsum tulang (myeloma) yang dideritanya diperkirakan sudah puluhan tahun.?Paling banter dia hanya merasakan punggungnya nyeri bila kecapekan. Kalau sudah begitu, biasanya Franky mengganjalnya dengan bantal. “Jadi, kalau saya, bantal itu bukan di kepala, tetapi di punggung,” kata Franky, Minggu (15/8). Selama ini Franky juga alergi kepada dokter. Dia hampir tidak mau bila harus berurusan dengan dokter. Karena itu, tak heran bila penyakit Franky baru ketahuan belakangan. Itu pun setelah Anti memaksa suaminya melakukan general check-up. Saat ditanya soal ketakutannya

kepada dokter, Franky enggan memberikan alasan. Untuk mengurangi rasa sakit di punggung, Franky biasanya minta dipijat. Bahkan, hampir tiap hari. Selain itu, dalam 10 tahun terakhir, pelantun lagu Perahu Retak itu menjalani terapi tradisional dengan sengatan lebah di daerah Cibubur. “Terapi tersebut sebetulnya sangat sakit. Tapi, Franky menikmatinya,” kata perempuan yang dinikahi Franky pada 1982 itu. Franky tidak pernah tahu pencetus awal penyakitnya tersebut. Baru setelah diuruturut, Franky sadar bahwa pemicunya mungkin sudah ada ketika dia kelas I SD pada 1960. Saat itu Franky yang masih tinggal di kampung Kebalen, Surabaya, meloncat dari trem yang melaju di sekitar Jembatan Merah, Kembang Jepun. Nahas, Franky jatuh dengan pantat terlebih dulu membentur bantalan rel trem. “Saat itu saya ikut temanteman yang sudah kelas 2 dan 3. Mereka sudah berpengalaman, sedangkan saya belum. Peristiwa itu mungkin yang menyebabkan penyakit saya ini. Saya menahan sakit ini bertahun-tahun,” tutur Franky. Suaranya mulai melemah. Kemudian air matanya membasahi pipi. Dia teringat masa lalu di kota kelahiran. Puncak penyakit menahunnya itu kambuh lagi pada 20 Juli lalu. Saat itu Franky jatuh sakit parah. Dia dilarikan ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Dokter menyatakan bahwa trombosit darahnya turun hingga tinggal sekitar 25 ribu. Padahal, trombosit orang normal berkisar 150 ribu sampai 500 ribu. Setelah diperiksa, ternyata

pembuluh darah Franky pecah. Kemudian muncul benjolan sebesar kepalan tangan dan keras di perut bagian kiri. Awalnya dokter mengira penyakit Franky adalah batu ginjal. Tapi, sampai lebih dari 10 hari, dokter Indonesia tidak menemukan penyakit Franky sesungguhnya. Maka, dengan bondo nekad (bonek), keluarga membawa Franky ke Singapura untuk berobat lebih lanjut. Dia pun mendapat kepastian penyakitnya setelah dirawat di SGH. “Di sini (SGH) saya cepat mendapat kepastian. Seperti orkestra, semua saling berhubungan. Jadi, penyakitnya bisa langsung ketahuan,” katanya. Franky mengaku pelayanan rumah sakit di bawah grup kesehatan raksasa SingHealth (Singapore Health Services) itu sangat memuaskan. Para perawat memantau pasien 24 jam penuh nonstop. Saat Jawa Pos membesuk Franky Minggu lalu, memang ada lima perawat yang terus memantau kesehatan Franky. Masing-masing memiliki peran berbeda. Ada yang khusus memantau infus, ada yang memberikan obat, mengantarkan makanan, mengecek tensi darah, dan bahkan ada yang membantu Franky buang air besar. Sementara itu, tim dokter terus memberikan report tentang kondisi Franky teranyar. Dokter tidak terkesan merahasiakan kondisi pasien kepada keluarga. Bahkan, Franky dan keluarga kerap diajak rapat bersama tim dokter dan perawat soal perkembangan terbaru penyakitnya. “Sebagai pasien saya tenang dan senang. Lebih baik bayar Rp 100 tetapi hasilnya jelas ketimbang Rp 80 tetapi nggak

ada kepastian,” katanya. Untuk biaya perawatan, setiap hari keluarga Franky harus mengeluarkan sekitar SGD 2.500 atau setara dengan Rp 16.500.000 (dengan kurs 1 SGD = Rp 6.600, Red). Itu termasuk biaya kamar, suntik, obat, makan, dan perawatan lain. Franky masuk SGH pada 2 Agustus lalu. Pada hari-hari awal masa perawatannya, keluarga Franky sudah harus mengeluarkan biaya SGD 30 ribu atau sekitar Rp 264 juta. Biaya itu untuk banyak hal karena harus mendapat perawatan khusus. Sekarang Franky opname di kamar kelas 1 bagian haematologi. Sebetulnya juga ada kelas 3 yang sekamar berisi tiga orang atau kelas 4 yang berisi enam orang. “Kami sebetulnya ingin di kelas 3 saja untuk mengirit biaya. Tetapi, dokter menyuruh di kelas 1 karena penyakit Franky katanya cepat sekali menular,” kata Anti. Sebelum kondisi Franky mengetuk perhatian banyak pihak di Indonesia, tagihan biaya perawatannya terus membengkak. Depositnya jadi minus (merah). Namun, setelah ada upaya penggalangan dana oleh sejumlah tokoh di Cafe SCBD, Jakarta Selatan Kamis lalu (12/8), serta perhatian para koleganya, kini (16/8) saldo tagihan Franky menjadi biru. Bahkan, di “tabungan” SGH ada duit Franky sekitar SGD 2 ribu sampai SGD 2.300. “Saya berharap saya bisa segera sembuh. Saya memang tidak sugih bondo (kaya harta), tetapi sugih konco (kaya teman). Saya ingin kembali nyanyi. Karena nyanyi adalah maqam saya,” tutur kawan dekat Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf itu. (ari)

Setahun, Sudah 9 Nota Protes Dilayangkan ke Malaysia Mahkamah ................. memiliki perairan Kepulauan Riau yang menjadi lokasi insiden penangkapan tersebut berdasarkan peta Nomor 349 Tahun 2009. Sedangkan Malaysia mengklaimnya berdasarkan peta yang lebih tua, yaitu tahun 1979. “Jadi posisi Indonesia lebih jelas,” ujar Marty. Untuk itu menyelesaikan masalah perbatasan, kata Marty, diperlukan perundingan lebih lanjut antara kedua negara, Tapi, Malaysia belum siap karena masih menunggu keputusan batas wilayah dengan Singapura dari Mahkamah Internasional yang tertunda sejak tahun 2002. Padahal Indonesia sudah siap kapanpun untuk berunding. “Saya mendengar masukan banyak pihak untuk mendesak Malaysia berunding, tapi ini bukan sesuatu yang bisa kita desak,” ujar Marty .

Menurut dia, masih ada sejumlah wilayah di perbatasan dengan Malaysia yang perundingannya belum selesai, antara lain Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, dan perairan Kepulauan Riau . “Wilayah itu lebih kompleks karena juga menyangkut Singapura,” kata Marty. Di sisi lain, Kemenlu kemarin menyatakan telah melayangkan Nota Protes resmi kepada Malaysia terkait insiden penangkapan nelayan Malaysia dan penyanderaan petugas DKP itu. Sepanjang 2010, kata Marty, Indonesia sudah 9 kali menyampaikan nota protes ke Malaysia atas pelanggaran yang dilakukan. Nota protes, kata Marty, memang tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Semisal, kejadian di Tanjung Barikat pada Jumat 13 Agustus 2010 lalu. Terkait hubungan diplomatik, pemerintah butuh pengecekan, baik lewat titik koordinat mau-

pun data lainnya menyangkut lokasi insiden. Semua data harus akurat, apalagi masalah perbatasan di wilayah itu belum ada persetujuan antara Indonesia dengan Malaysia. “Jadi tidak bisa muncul anggapan Indonesia tidak peduli. Kami sangat rinci. Setiap ada pelanggaran kita sampaikan nota protes dengan data akurat, begitu juga sebaliknya,” kata Marty. Jika pelanggaran hanya klaim tanpa data, ia meyakinkan akan sulit mempertanggungjawabkannya. Dalam insiden kali ini, misi utama pemerintah sebelum melayangkan nota protes adalah memastikan tiga petugas DKP itu dipulangkan. “Dan kedua, memastikan kedaulatan dan keutuhan negara kita tidak diganggu dan dikompromikan oleh pihak mana pun juga. Jadi kedaulatan kita betul-betul dihormati dan tidak dikompromikan sejengkal pun,” tegas Marty.(zul)

Pahala Berlipat Ganda Puasa ........................ di bulan Ramadhan, Allah menjanjikan pahala berlipat ganda bagi yang berbuat kebajikan. Makanya etos kerja harus ditingkatkan karena hal itu bahagian dari amalan yang akan mendapat pahala berlipat ganda. ‘’Kalau sebelum puasa etos kerja hanya setengah-setengah maka saatnya ditingkatkan. Apalagi kalau yang berhubungan dengan

pengabdian pada masyarakat, khususnya untuk Sultra,’’ jelasnya. Kamaruddin mencontohkan saat pembahasan usulan pemekaran di DPD RI beberapa hari lalu, dirinya bersama anggota DPD RI lainnya, getol mengawal perjuangan beberapa pemekaran daerah di Sultra. Dari 33 daerah yang diusulkan se-Indonesia hanya 11 yang direkomendasikan untuk dibahas bersama dengan DPR dan Mendagri. Dalam 11

daerah tersebut termasuk Kolaka Timur, Muna Barat, Kota Raha, Buton Selatan dan Buton Tengah. Untuk Kabupaten Wawonii dan Provinsi Buton Raya belum dimasukkan dalam usulan dengan alasan masih ada kekurangan persyaratan. ‘’Dengan datangnya bulan ramadhan mari bersama-sama berdoa agar pemekaran kelima daerah itu secepatnya terealisasi. Tentu demi kesejahteraan rakyat Sultra,’’ harapnya. (awl)


8

Kendari Pos |Kamis, 19 Agustus 2010

Hari Ini Susno Keluar Penjara Jakarta, KP Jika tidak ada aral melintang, hari ini (19/8) Komjen Pol Susno Duadji bakal merasakan udara bebas untuk sementara. Mantan Kabareskrim yang menjadi tersangka kasus PT Salmah Arowana Lestari dan dana hibah pilkada Jawa Barat itu akan dihadirkan dalam sidang uji materi Undang-Undang nomor 13/2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban di Mahkamah Konstitusi (MK). “Majelis hakim konstitusi sudah mengabulkan permintaan kuasa hukum untuk menghadirkan beliau. Besok (hari ini, Red.) rencananya beliau akan hadir dalam sidang,” kata Panitera MK Zainal Arifin Hoesein kepada Jawa Pos di Jakarta kemarin (18/8). Bahkan, MK sudah melayangkan surat ke Kejaksaan Negeri

Baca HARI di Hal. 2

Susno Duadji

Mendiknas Evaluasi RSBI Akhir Agustus Jakarta, KP Kementerian Pendidikan Nasional (kemendiknas ) tak kunjung mengevaluasi Rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dan SBI. Akhir Agustus mendatang kemendiknas berjanji akan mengeluarkan hasil evaluasi RSBI dan SBI. Menteri Pendidikan Nasional (mendiknas) M. Nuh mengatakan, evaluasi RSBI dan SBI memang dijadwalkan selesai pada Agustus. Namun, hingga pertengahan bulan ini Kemendiknas masih melakukan pembahasan internal dari hasil evaluasi yang dilakukan di

setiap sekolah tersebut. “Kemungkinan besar Agustus baru akan kami selesaikan,” tutur Nuh saat ditemui di kantornya, kemarin. Mantan menteri komunikasi dan informasi (menkominfo) itu mengakui, biaya pendidikan di RSBI dan SBI tergolong mahal. Nuh juga melaporkan adanya sumbangan sukarela yang dipungut sekolah kepada orangtua murid mencapai puluhan juta rupiah. Sumbangan tersebut bekisar Rp 70 juta sampai Rp 80 juta. “Tidak boleh dipungkiri masih ada yang mengenakan Rp 3 juta saat pertama kali masuk

sekolah,” terangnya. Evaluasi itu diantaranya melihat perkembangan akuntabilitas sekolah. Melihat kemampuan komite sekolah dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS). “Kami juga melihat sejauh mana sekolah mengelola sumber daya tenaga pendidikanya,” paparnya. Alat ukur evaluasi lainnya, kata Nuh, mempertimbangankan adanya penghargaan akademik. Dimana status RSBI dan SBI bukan sekedar pengakuan terhadap sekolah. Melainkan

Baca MENDIKNAS di Hal. 2

Pilih Nanan Atau Oegro? TAK sampai dua bulan lagi, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pensiun. Hingga kini Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masih menggodok calon pemilik sandi TB 1 (Tribrata -1) itu. Namun, kabar yang beredar di lingkungan Mabes Polri , dari delapan nama yang diusulkan kini tinggal dua nama yang ditimang-timang. Yakni Komjen Nanan Soekarna, Irwasum Mabes Polri. Dan, Irjen Oegroseno, Kapolda Sumatera Utara. Dari sisi angkatan, keduanya adalah Akpol 1978, ideal karena waktu pensiun masih panjang. Memang ada Irjen Bambang Suparno (Akpol 1980) yang disebut juga jadi kandidat kuat, namun posisinya sekarang (staf ahli Kapolri) dinilai belum cukup “kuat” untuk mengangkat bursa akseptibilitasnya. Sinyal dua jenderal itu “dekat” dengan Istana juga cukup kuat. Komjen Nanan Soekarna misalnya, mewakili Kapolri dalam upacara pen-

gukuhan Paskibra di Istana 15 Agustus 2010. Kenapa bukan Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani ? Pertanyaan ini hanya dijawab senyum oleh Nanan. Saat ditanya wartawan soal pencalonan dirinya sebagai kandidat kuat Kapolri baru, Nanan selalu berujar dengan jawaban klasik. “Kita serahkan pada pimpinan dan serahkan pada Yang Di Atas,” katanya. Lalu, Irjen Oegroseno. Saat Kapolri BHD absen mendampingi SBY dalam upacara hari Pramuka 14 Agustus 2010 lalu, yang tampil adalah Oegroseno. Bahkan, Kapolda Sumatera Utara itu mendapat penghargaan yang disematkan langsung oleh presiden. Sama dengan calon-calon lain, saat ditanya soal pencalonan dirinya, Oegro selalu hemat komentar. Dia tidak ingin berpolemik dan berandai-andai. “Kalau bicara soal Sumatera Utara oke-oke saja,” kata Oegro.

Aktivis Kontras Usman Hamid menilai baik Nanan maupun Oegro sama-sama berpeluang. “Dari sisi kepangkatan, Nanan sudah pas karena dia sudah bintang tiga,” kata Usman. Nanan juga komunikatif dan dikenal piawai membangun lobi. Saat masih menjabat sebagai Kadivhumas, Nanan rajin turun ke lsm-lsm dan komunitas yang getol mengkritik Polri. “Dari sisi itu (komunikasi) Nanan memang punya nilai lebih,” katanya. Namun, Oegroseno juga punya rekam jejak positif di kalangan lsm. Saat menjabat sebagai Kadivpropam Mabes Polri Oegro dikenal sangat tegas. Saat Kontras dan sejumlah lsm melaporkan dugaan rekayasa kasus Aan dalam kepemilikan narkoba, Oegro langsung merespon. Namun, tiba-tiba Oegro dimutasi sebagai Kapolda. “Integritas Oegroseno lumayan teruji dan tidak mudah dipengaruhi oleh kekuasaan,” katanya.

Neta Sanusi Pane dari Indonesia Police Watch menilai dalam bulan ini, manuvermanuver antar kandidat bakal tambah seru. “Sebab, posisi Kapolri sangat menentukan gerbong di bawahnya. Jadi, wajar kalau ada aksi saling dukung mendukung,” katanya. Penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi itu menyebut dari hitung-hitungan angkatan, 1978 lebih berpeluang dibanding 1977 atau 1980. Di angkatan 1977 ada Kabareskrim Komjen Ito Sumardi, namun dari sisi usia hanya akan menjabat kurang dari dua tahun sebelum pensiun. “Memang yang seru adalah antar 78 dan 80,” katanya. Terorisme Lumayan, Korupsi Nanti Dulu Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kepemimpinan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri benar-benar diuji publik. Bertubi-tubi masalah yang menjadi per-

Baca PILIH di Hal. 2


Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Kamis, 19 Agustus 2010

Pengurus Kwarda “Melawan” Tolak Ruislag yang Digagas Gubernur

SUWARJONO/KP

RAZIA BURUH: Jelang lebaran pihak kepolisian melakukan razia buruh pelabuhan Kendari kemarin (18/8). Para buruh yang dianggap ilegal mendapat pembinaan dari kepolisian.

Puluhan Buruh Pelabuhan Ilegal Ditangkap Operasi Antisipasi Arus Mudik Lebaran Kendari,KP Menjelang arus mudik Lebaran tahun ini,

Polsek Kawasan Pelabuhan Kendari, melakukan operasi buruh ilegal kemarin (18/8). Hasilnya, puluhan buruh di Kendari berhasil ditangkap. Polisi hanya melakukan pembinaan kepada mereka agar tidak memaksa penumpang untuk diangkat

barangnya. Operasi yang dilakukan pada pukul 12.30 Wita tersebut bukan hanya personil Polsek Kawasan Pelabuhan Kendari yang dulu

Baca BURUH diHal. 10

Kendari, KP Rencana Gubernur Sultra Nur Alam melakukan ruislag (tukar guling, red) gedung Kwarda Pramuka Sultra dengan investor mall, mendapat tantangan. Yang menolak tentu saja pengurus Kwarda Pramuka. Alasannya tanah itu bukan milik Pemprov. Selain itu, deadline 14 hari mengosongkan lokasi dianggap tindakan pemprov terlalu otoriter. Hal itu diungkapkan Sekretraris Kwarda Pramuka Sultra, Janinuddin Landasa saat ditemui kemarin di kantor Kwarda Pramuka kemarin (18/8). Katanya penolakan dilakukan karena hingga kini tak ada kejelasan tempat kantor yang akan digunakan untuk kegiatan Pramuka. Sesuai rapat tanggal 11 Agustus lalu yang dipimpin Wagub Saleh Lasata saat mem-

bahas ruislag kata Jainuddin, Kwarda Pramuka meminta agar kantor baru harus disediakan dulu. ‘’Pembangunan gedung Kwarda Pramuka semua dilakukan Kwarnas, bukan pemprov. Satu-satunya bangunan yang dibiayai APBD Sultra hanya pembuatan aula. Intinya ini bukan tanah pemprov, beda statusnya dengan tempat gedung KNPI, Kantor PU Sultra dan KONI Sultra yang hendak di ruislag. Bukti konkritnya hingga saat ini tak ada plang yang menjelaskan tanah milik pemprov terpasang di kantor Kwarda Pramuka,’’ jelasnya didampingi Andalan Hukum Kwarda Pramuka Sultra, Safarullah SH. Yang lebih menyakitkan kata Jainuddin, ruislag itu akan dilakukan untuk kepentingan investor. Artinya kalau investornya bonafit harusnya dituntaskan dahulu gedung Pramuka yang baru.

Baca MELAWAN diHal.10

Instruksi Kapolda “Mandul”, Bisnis Petasan “Menjamur” Bantah Perjualbelikan Izin Penjualan Petasan Kendari, KP Jauh sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan 1431 Hijriah, Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan telah mengeluarkan instruksi kepada jajarannya untuk merazia penjualan petasan dan kembang api yang mengelu-

arkan bunyi ledakan. Petasan dan sejenisnya dilarang diperjualbelikan selama bulan puasa dengan alasan akan mengganggu ketenangan pelaksanaan ibadah puasa dan shalat tarawih. Awalnya, penjualan petasan dan kembang api sangat terbatas di Kota Kendari. Namun, pekan kedua Ramadhan, penjualan petasan dan kembang api semakin “menjamur” seakan tak terbendung. Instruksi Kapolda Sultra yang

melarang penjualan petasan tersebut terkesan “mandul”. Beberapa lokasi penjualan petasan dan kembang api yang mengeluarkan ledakan belum mendapat perhatian dari kepolisian. Tempat-tempat penjualan petasan dan kembang api tersebut biasanya mengambil lokasi di depan swalayan seperti depan Swalayan Salsa, depan Swalayan Ade, depan Mall Mandonga, Pasar Basah Mandonga dan beber-

apa tempat lainnya belum ditertibkan. Ironinya, pengakuan beberapa penjual petasan dan kembang api, mereka diizinkan menjual kedua komoditi tersebut, asalkan membeli izin dari kepolisian. Bahkan, izin penjualan petasan dan kembang api diduga diperjualbelikan dengan seharga Rp 5 juta - Rp 7 juta. Masih banyaknya penjualan petasan dan

Baca INSTRUKSI diHal.10

APBD Rp 120 M untuk Bangun Jalan DIES NATALIS

Hari Ini, Unhalu Berumur 29 Tahun HARI ini, 19 Agustus, Unhalu resmi menyandang usia 29 tahun. Itu artinya, universitas terbesar di Sultra ini diharapkan selalu memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan di Bumi Anoa. Seperti tahun sebelumnya, puncak perayaan hari jadi universitas yang didirikan tahun 1981 ditandai dengan rapat senat terbuka. Tahun ini sedikit berbeda, seremoni dirangkaikan dengan penyampaian laporan tahunan rektor yang baru pertama kali dilaksanakan di Unhalu. Tak hanya itu, pada hari jadi tersebut, direncanakan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU). Kerjasama yang digagas, adalah penandatanganan MoU itu antara Unhalu dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di bidang pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian, serta penandatanganan MoU dengan Universitas Indonesia tentang pembukaan pascasarjana seni dan budaya. Asril S.Sos, M.Si, Humas Unhalu, menjelaskan peringatan dies natalis Unhalu telah

Baca UNHALU diHal.10

Kendari, KP Pekerjaan jalan di Sultra seperti tidak ada hentinya. Beberapa titik mengalami kerusakan bergantian. Kerusakan tersebut terjadi mulai dari tingkat jalan nasional (Jalan yang menghubungkan antara provinsi), jalan provinsi (Menghubungkan ibukota provinsi dengan kabupaten dan menghubungkan antar kabupaten) hingga jalan kabupaten (dalam lingkar kota/kabupaten). Kadis PU Sultra Dody Djalante mengatakan untuk poros jalan nasional di Sultra saat ini sepanjang 1.397.05 Kilometer (km). Hanya 428.39 km (30.66 persen) yang berada dalam kondisi baik, kondisi sedang sepanjang 506.26 km atau 36.24 persen, rusak ringan 138.97 km (9.95 persen) dan rusak berat 323.43 km (23.15 persen). Tahun ini, untuk menanggulangi jalan nasional yang rusak termasuk pembangunan poros Tinanggea-Kasipute dan Kasipute-Bambaea pemerintah mengalokasikan APBN sekitar Rp 180 miliar. ‘’Tiap tahun untuk jalan nasional ada anggaran rutin yang diturunkan dari APBN. Nanti penempatannya tergantung dari tingkat kerusakan di masing-masing titik poros,’’ ujarnya. Beberapa ruas jalan provinsi diusulkan menjadi jalan nasional dan diakomodir pemerintah pusat seperti poros BaubauPasarwajo-Lasalimu. Alasan pemprov mengusulkan peningkatan status tersebut, selain mengurangi beban APBD untuk pem-

bangunan jalan, juga memberikan pemeliharaan ekstra untuk jalan tersebut karean mendapat porsi anggaran rutin tahunan. ‘’Jalan Baubau-PasarwajoLasalimu Untuk perhitungan tahun lalu, jalan provinsi yang mengalami kerusaDody Djalante kan sekitar 78 persen dari total 1130 km. Untuk menanganinya dianggarkan sebesar Rp 120 miliar dari APBD. Namun kata Dody, tahun ini jumlah tersebut bakalan menurun. Penyebabnya, selain tengah dilakukan pembangunan, beberapa ruas jalan provinsi naik status menjadi jalan nasional. ‘’Total poros jalan yang naik jadi jalan nasional 115 km. Rancangan kita tahun ini jalan provinsi sepanjang 823 km,’’ terangnya. Khusus jalan provinsi, tahun ini telah dibangun dan diperbaiki sepanjang 140 km. Namun ruas jalan sepanjang itu juga mencakup beberapa ruas jalan kabupaten yang seharusnya menjadi domain Dinas PU Kabupaten/kota. ‘’Jalan tersebut kita bangun juga karena menunjang program pembangunan Pemerintah Provinsi dan memiliki akses ekonomi tinggi,’’ ungkap Kadis penggemar sepakbola ini. (cr2)

SUWARJONO/KP

BEBAS NAPI: Gubernuru Sultra Nur Alam saat memberikan ucapan selamat dan surat pembebasan sejumlah narapidana di Lapas II Kendari, saat perayaan HUT Proklamasi RI beberapa waktu lalu.

219 Napi di Sultra Dapat Remisi Kendari, KP Makna kemerdekaan RI 17 Agustus lalu, mungkin makin terasa spesial bagi 219 tahanan di tiga Lembaga Pemasyarakatan di Sultra. Mereka mendapatkan potongan masa tahanan (remisi). Bahkan sembilan diantaranya dinyatakan bebas karena remisinya melebihi masa tahanan mereka. Berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan HAM RI (Menkumham) bernomor PAS.153.ot.03.01 tahun 2010 tanggal

10 Agustus 2010, remisi umum 1 (RU 1) diberikan kepada 201 orang tahanan dengan kasus pidana umum, RU 2 diberikan kepada delapan mantan pejabat dan pidana kasus narkoba. Selain itu, sebanyak 10 orang narapidana yang terkait dengan PP no 28 yakni anak-anak dan perempuan langsung dinyatakan bebas karena masa tahanannya habis setelah dikurangi remisi.

Baca REMISI diHal.10


Metro

10

Kendari Pos | Kamis 19 Agustus 2010

Tiga Daerah di Sultra Bebas Buta Aksara

Tujuh Alumnus Dapat Penghargaan

Kendari, KP Sulawesi Tenggara (Sultra) patut mendapat apresiasi pemerintah. Bayangkan, dari 33 provinsi di Indonesia, 3 diantaranya dinyatakan bebas buta aksara oleh pemerintah. Hebatnya, ketiga daerah tersebut semua dari Sultra. Ketiga daerah itu adalah Kota Kendari, Kota Baubau dan Kabupaten Konawe Selatan. Karena itu, Dinas P dan K Sultra mengusulkan pimpi-

Unhalu ....................

nan di daerah tersebut termasuk gubernur mendapatkan penghargaan dari Mendiknas Bambang Sudibyo. Menurut Kabid Pendidikan non Formal dan Informal, Drs Suhardin MSi, pengusulan dilakukan Dinas P dan K Sultra, dan nantinya penghargaan diberikan bertepatan menuru dengan Hari Aksara Internasional yang direncanakan berpusat di Kolaka Utara (Kolut). Untuk Sultra, hari aksara

digelar November mendatang. “Jadi bupati dan walikota termasuk gubernur kami akan usulkan untuk mendapatkan penghargaan,”tukas Suhardin di ruang kerjanya kemarin. Buta aksara di Sultra, menurut dia capai 37278, yang terbagi di yang sembilan kabupaten. Konawe sendiri penyumbang terbesar buta aksara tahun 2010, dengan jumlah 7897. Menyusul Konawe Utara 5857 orang.

Menyusul Kolaka 5249 dan Muna 4613. Selain itu, Buton Utara 4102, Kolaka Utara 3211, Wakatobi 2367, Buton 2881 dan Bombana 1101. Menurut Suhardin, kendati tiga daerah tersebut bebas buta aksara, bukan erarti pemerintah tidak memberikan bantuan program kesetaraan. “Mereka masih akan mendapatkan program kesetaraan,”kata mantan dosen Unhalu ini. (nan)

Hanya Napi yang Berkelakuan Baik Dapat Remisi Remisi ..................... Diantara yang mendapatkan remisi tersebut adalah mantan Bupati Kolaka Adel Berty. Ia yang selamainimendekamdirutanklas II B Kolaka, diberikan remisi selama empat bulan. Hal yang sama dirasakan Wa Ode Hasriyah. Tah-

anan kasus pengadaan komputer fiktif di Kanwil Depag Sultra itu mendapat remisi satu bulan. Saat membacakan keputusan Menkumham, Gubernur Nur Alam mengatakan narapidana tidak semestinya mendapat sanksi sosial dari masyarakat. Justru harus diberikan kesempatan yang luas untuk tetap

berada dalam lingkungan masyarakat. ‘’Pada dasarnya pemenjaraan cenderung mengakibatkan dehumanisasi serta kelemahan dalam manajemen penjara membuat pelanggar hukum tidak menjadi lebih baik daripada sebelum dipenjarakan bahkan mereka dapat menjadi lebih kriminal,’’ ujarnya.

Pemberian remisi ini merupakan salah satu instrumen yang dianggap mampu memodifikasi perilaku narapidana. Dengan iming-iming remisi, narapidana diharapkan selalu berbuat baik selama menjalani pidana. ‘’Salah satu persyaratan untuk mendapatkan remisi harus berkelakuan baik,’’ imbuhnya. (ano/cr2)

Izin Penjualan Petasan dari Kepolisian Instruksi ................. kembang api yang mengeluarkan bunyi ledakan belum bisa diatasi di Kota Kendari. Informasi tersebut dibantah keras oleh Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs.Moch. Fahrurrozi. Ia mengungkapkan, tidak ada pelayanan izin penjualan petasan dan kembang api baik di Polda Sultra maupun seluruh jajaran. Pelarangan penjualan petasan dan

kembang api yang mengeluarkan bunyi masih menjadi komitmen Polda Sultra dan jajarannya. “Jika ada oknum yang mengaku anggota Polri dan menjanjikan izin penjualan petasan dan kembang api, apalagi dengan harga Rp 5 juta - Rp 7 juta, harap dicatat nama lengkapnya, tempat tugas, kapan memberi janji, lalu laporkan pada kami. Jika ada oknum polisi yang melegalkan penjualan petasan dan kembang api, silakan

masyarakat tangkap oknum tersebut,” terang AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi saat ditemui diruang kerjanya, kemarin. Pernyataan beberapa pedagang petasan dan kembang api, lanjutnya, dinilai tidak benar sama sekali. Pihaknya berjanji, dalam waktu dekat akan menertibkan penjualan petasan dan kembang api yang mengeluarkan bunyi, termasuk di swalayan-swalayan jika ada yang berani menjual. “Kami tidak akan meminta-

dirangkaikan dengan berbagai kegiatan perlombaan olaraga di internal Unhalu. “Masih rangkaian dies natalis Unhalu, akan diberikan

merintahan Harmin Hari dan La Jiru, serta bidang kewirausahaan adalah Hernina P Purba,” jelasnya, kemarin. Peringatan Dies Natalis Unhalu juga bakal dihadiri mantan Rektor Unhalu Soleh Solahudin. (lia)

Buruh Ilegal Dilakukan Pembinaan Buruh ...................... bernama Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) melainkan dibantu dari jajaran Polsek Kemaraya dan Samatpa Polsekta Kendari. Banyak buruh ilegal langsung berlarian melihat puluhan polisi masuk didalam kawasan pelabuhan. Rupanya, para buruh itu sudah menge-

tahui jika mereka akan ditangkap. Namun, mereka ketahuan juga karena sebelum polisi dengan pakaian preman masuk lebih awal untuk melakukan pantauan. Rupanya, dari sekian buruh ilegal kebanyakan dari mereka masih berusia anak-anak. Ini diketahui ketika mereka terlihat menawarkan jasa pikul. Operasi yang dipimpin langsung Kapolsek Kawasan Pela-

buhan Kendari, AKP Sulle itu mendapat perhatian dari masyarakat. Pasalnya, operasi tersebut sangat jarang dilakukan sejak dulu. “Dulu para buruh tidak sebrutal saat ini,” katanya, kemarin usai melakukan operasi. Sementara usai operasi puluhan buruh pelabuhan langsung diberikan pembinaan oleh AKP Sulle dan kemudian dilepaskan. (ano)

Gedung Kwarda Pramuka Dibangun Kwarnas Melawan ................

minta uang pada masyarakat hanya untuk melegalkan penjualan petasan dan kembang api. Persoalan ada yang mengaku mengantongi izin, itu tidak benar. Sebab yang berhak mengeluarkan izin penjualan petasan dan kembang api adalah kepolisian dan itu tidak diperbolehkan. Soalnya, masalah penjualan petasan dan kembang api berkaitan dengan bahan peledak dan izinnya hanya bisa diterbitkan oleh kepolisian,” ungkapnya. (aka)

penganugerahan alumnus terbaik bagi 7 tokoh yang dianggap layak menerima penghargaan. Mereka yang memperoleh penghargaan di bidang sosial politik adalah La Pili, La Nika, Hj. Masyurah, dan Endang S.Sos. Bidang Pe-

‘’Pemprov beralasan bahwa tanah tempat Kwarda Pramuka statusnya hanya hak pakai sesuai surat tahun 1987. Sementara tanah ini dihibahkan sejak tahun 1976 yang sudah diserahkan pengelolaannya pada Kwarnas. Makanya beberapa gedung yang dibangun dibiayai Kwarnas termasuk pengadaan 100 ranjang tempat tidur yang digunakan setiap ada kegiatan Pramuka,’’ tegasnya. Hal senada diungkapkan Andalan Hukum Kwarda Pra-

muka Sultra, Safarullah SH. Katanya rencana ruislag serupa pernah digulirkan tahun 2003 lalu saat gubernur dijabat Ali Mazi. kala itu juga yang berencana melakukan ruislag adalah investor. Namun tak jadi dilakukan karena birokrat pemprov saat itu paham bila tanah Kwarda Pramuka aset Kwarnas, bukan pemprov. ‘’Hasil rapat yang dipimpin saat itu oleh Pls Sekda, Badrun Raona arsipnya masih kami simpan. Jadi kalau Pemprov memaksa mengosongkan gedung Kwarda Pramuka kami akan menggugatnya,’’

jelasnya. Safarullah juga meminta agar pemprov tak sewenangwenang. Apalagi ruislag itu dilakukan demi kepentingan investor. Katanya bangunan Kwarda yang ada saat ini hampir satu hektar terletak ditempat sangat strategis. ‘’Beberapa pengurus Kwarcab se-Sultra sudah menyatakan tak setuju bila Kwarda Sultra hendak melakukan ruislag, terkecuali pemprov sudah membangun gedung Pramuka yang baru. Malah kalau bisa lebih representatif dari yang ada sekarang,’’ pintanya. (awl)


Kendari Pos | Kamis 19 Agustus 2010

Metro

Uang Piket Honorer Satpol PP Belum Dibayar Kendari, KP Sebanyak 100 honorer dari total 263 honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Kendari, belum menerima uang piket yang besarnya Rp 100 ribu per orang. Hal itu jadi temuan anggota komisi I DPRD Kota Kendari, saat konsultasi ke kantor tersebut, beberapa waktu lalu. Di catatan strategis dewan kota terhadap LKPJ Wali

Kota tahun 2009, anggota komisi I DPRD kota, melalui Hj Nurhan Baharumin, merekomendasikan agar pemkot segera membayarkan uang piket 100 honorer yang belum menerima haknya. Apalagi, PAGU Satpol PP tahun lalu, cukup besar yakni Rp 4,4 miliar lebih. Ketika dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Kota Kendari, Ridwansyah Taridala, mengatakan,

belum dibayarkan karena tidak ada anggaran. “Belum dialokasikan dananya. Kalau sudah ada anggaran kita bayar. Bukan persoalan belum dibayar, tapi dananya belum ada,” jelasnya. Penjelasan Ridwan kontras dengan kenyataan yang ada. Anggota komisi I DPRD Kota, menemukan data, jumlah tenaga honorer di Satpol PP adalah 263 orang. Padahal, dari jum-

lah itu, yang belum menerima uang piketnya sisa 100 orang. Tapi, mantan Camat Kendari Barat itu berkilah, bahwa 100 orang tenaga honorer tersebut baru direkrut tahun ini. “Mereka anggota baru (honorer-red) yang diangkat tahun ini. Jumlah honorer kita ada 263 orang. Yang belum terima ada 100 orang, tapi itu karena tidak ada anggarannya. Kalau sudah ada, kita akan bayar,” ujarnya. (dri)

Pembangunan Pelabuhan Bungkutoko Terhenti? Kendari, KP Pembangunan pelabuhan kontainer Bungkutoko sampai saat ini sudah memasuki tahap kedua. Pelabuhan yang dibiayai APBN ini, tahap pertama sudah menghabiskan anggaran Rp 23 miliar. Tahap dua yang sedang dikerjakan saat ini mendapat porsi Rp 19 miliar. Pelabuhan yang akan menggantikan fungsi pelabuhan NusantarainidianggarkandiAPBN sebesar 180 miliar. Masa kontrak tahap kedua berlaku sam-

pai November 2010. Tahap ketiga akan dimulai Januari 2011. Kepala Bidang Pengembangan Sistem Departemen Perhubungan Sultra Ir.Hj.Yusda mengatakan pekerjaan tahap dua meliputi pekerjaan coast way berupa perkerasan base dan pemasangan batu, serta pekerjaan trestel seluas 150 x 8 meter persegi. ‘’Sampai 15 Agustus lalu, pekerjaannya sudah 60 persen,’’ ujarnya. Namun yang santer terdengar pembangunan pelabuhan

tersebut dihentikan dari pusat karena izin Amdalnya belum ada. Mendengar itu, Yusda menampiknya. Ia semakin yakin setelah menelepon koleganya di Kemenhub. ‘’Saya tidak bisa mengatakan hal itu tidak ada, tapi sampai saat ini belum ada keputusan pemberhentian itu di Kementrian Perhubungan,’’ katanya. Ia merinci jika pelabuhan tersebut dihentikan pembangunannya Sultra akan mengalami kerugian yang sangat be-

sar. ‘’Proyek di Dephub itu kalau sudah dibilang berhenti, maka tidak akan ada peninjauan kembali. Jadi tidak mungkin semudah itu dikatakan berhenti,’’ terang wanita berjilbab ini. Mengenai amdal pelabuhan Bungkutoko katanya saat ini tengah dilelang senilai Rp 300 juta. Pembiayaannya dianggarkan melalui APBD Perubahan. Diperkirakan akhir Oktober proses penelitian amdal sudah dilakukan dan Desember sudah keluar hasilnya. (cr2)

11

Hari Ini, Sertijab Kapolda Sultra Kendari, KP Pengunduran serah terima jabatan (Sertijab) sembilan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), termasuk Kapolda Sultra akhirnya dilaksanakan. Rencananya, serah terima jabatan 9 Kapolda akan digelar di Mabes Polri, hari ini (19/8). Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan telah berangkat ke Jakarta, kemarin, untuk mengikuti sertijab Kapolda tersebut. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi mengatakan, usai serah terima jabatan yang akan dilaksana-

kan langsung oleh Kapolri, Jenderal Pol. Drs. Bambang Hendarso Danuri masing-masing Polda akan menggelar sambut pamit. Untuk penyambutan Kapolda Sultra yang baru, Brigjen Pol. Drs. Sigit Sudarmanto, SH., MM., akan digelar, Senin (23/8). “Senin malam, akan digelar pisah sambut antara Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan dengan Brigjen Pol. Drs. Sigit Sudarmanto, SH., MM di aula Merah Putih Rujab Gubernur Sultra,” terang AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Selasa mendatang, Brigjen Pol. Drs. Sukrawardi Dahlan akan diantar untuk melanjutkan karirnya sebagai Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar). Sukrawardi Dahlan menggantikan posisi Brigjen Pol Erwin PL Tobing. Sementara, Sigit Sudarmanto yang sebelumnya menjabat posisi Direktur Akademik Sespim Polri dipercayakan menggantikan posisi Sukrawardi Dahlan. Sigit Sudarmanto dikenal sebagai peraih Adi Makayasa Akabri Kepolisian tahun 1985 atau lulusan terbaik diangkatannya. (aka)

Disnakertrans Buka Posko Pengaduan THR Kendari, KP Untuk memastikan para karyawan swasta mendapatkan tunjangan hari raya (THR), jelang lebaran nanti, pihak Dinas Transmigrasi Sultra berencana membuka posko pengaduan. “Saat ini di Sultra terdapat kurang lebih lima ribu perusahaan, tetapi yang terdaftar sebagai anggota Jamsostek sebanyak 1.500 perusahaan. Dengan didominasi perusahaan perorangan di banding perusahaan besar, tentunya semua perusahaan ini wajib memberikan tunjan-

gan hari raya (THR),” ujar Asruddin, Kabid Hubungan Industrial (HI) dan Pengawasan Ketenagakerjaan (PK) Disnakertans Sultra, Senin (16/8) lalu. Asruddin merinci sesuai peraturan semua perusahaan wajib memberikan THR sebanyak satu bulan gaji, baik berupa natura atau uang tunai. “Posko pengaduan akan kami buka pada 23 Agustus nanti, sehingga jika terdapat aduandarikaryawanperusahaan maka pihak kami akan langsung mengcros cek ke perusahaan. Berdasarkan pengalaman tahun-

tahun sebelumnya, semua perusahaan sadar untuk membayarkan THR, meskipun masih juga terjadi keterlambatan pembayaran,” ujarnya. Dirinya menambahkan bagi perusahaan yang tidak mampu memberikan THR karyawannya sebesar satu bulan gaji, dapat memberikan THR dengan jumlah seadanya. “Intinya THR tetap diberikan kepada karyawan, sehingga kami menghimbau kepada para karyawan perusahaan agar memanfaatkan posko pengaduan nanti,” tambahnya. (cr6)


Hiburan

Kendari Pos | Kamis, 19 Agustus 2010

Duo Mahadewi

Ikut Lomba Joget Balon PERAYAAN ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia selalu identik dengan lomba. Itu juga yang terjadi di program musik Dahsyat Selasa (17/8) lalu. Pagi, area studio RCTI Kebon Jeruk, tempat berlangsungnya acara, sudah ramai oleh penonton. Host acara Raffi Ahmad, Olga Syahputra, Deni Cagur, dan Laura Basuki berdandan seperti pejuang masa penjajahan. Mereka mengenakan baju safari warna cokelat. Selain memandu acara, mereka diwajibkan ikut lomba bersama para artis pengisi, salah satunya Mahadewi. Duo beranggota Tata dan Puri itu diminta lomba joget balon. Mereka berdiri berhadapan sambil menahan se-

buah bola besar. Penilik hit Ayang Ayangku itu diminta berjalan ke garis finis sambil berjoget dengan diiringi musik. Meski sederhana, kemeriahan lomba sangat terasa. Teriakan lepas para peserta beradu dengan suara ramai suporter. Bagi Tata, lomba tersebut mengingatkananya akan masa kecil. ‘’Seharusnya 17-an itu identik banget sama lomba makan kerupuk. Saya dulu paling rajin ikut. Cuma sayangnya ini lagi puasa ya, jadi lomba makan kerupuknya nggak ada. Mungkin diundur setelah puasa kali. Tapi, seru lah walaupun lombanya nggak di kampung,’’ kata Tata lantas tertawa. Puri pun mengungkapkan hal sama. Dia sangat antusias ketika diminta mengikuti lomba. ‘’Buat obat kangen,’’ ucapnya. Dulu saat masih kecil, Puri tak pernah absen ikut lomba. Mulai memasukkan belut dalam ember, memasukkan benang dalam lubang jarum, makan kerupuk, balap karung hingga tarik tambang. Di antara banyak kenangan 17 Agustusan, satu yang paling diingat Tata adalah ketika dia mengikuti jalan santai pagi bersama warga tempat tinggalnya. Di akhir acara, dia mendapat door prize kompor gas. “Kompor itu kebetulan sedang diidamkan sekali sama ibuku. Jadi, senang luar biasa,” tutur Tata. Sementara itu, Laura Basuki mengatakan bahwa dirinya bukan tipe anak yang suka mengikuti lomba 17-an. Meski begitu, gadis berdarah Vietnam itu pernah melakukannya. ‘’Pernah sih ikut, malah sampai berdarah-darah,’’ katanya. “Pas itu saya terjatuh saat mengikuti lomba jalan bakiak,” katanya. (jpnn/awl)

13

Lukman Sardi

Puaskan Sang Sutrada DI antara puluhan orang yang bermain dalam film Sang Pencerah, sutradara Hanung Bramantyo menyebut Lukman Sardi sebagai salah seorang bintang yang aktingnya mampu memuaskan dirinya. Bagi Hanung, pria 39 tahun itu termasuk aktor tanah air berkualitas yang pernah ditemuinya. Dalam lima tahun terakhir, banyak peran yang dimainkan Lukman. Pria yang kerap dipanggil Memet itu pernah berakting dalam beragam jenis film. Mulai yang dicap ‘’laris’’ dan ‘’berkualitas’’ hingga film komedi. Kelihaiannya dalam berakting memang tak diragukan. Maklum, jam terbangnya sudah tinggi. Sudah 32 tahun dia berkiprah di industri film. ‘’Saya main film sejak 1978. Sudah lama banget,’’ katanya saat ditemui di Foodism, FX Plaza. Kala itu usianya masih tujuh tahun. Beberapa film yang dia mainkan adalah KembangKembang Plastik (1978), Pengemis dan Tukang Becak (1979), Dinginnya Hati Seorang Gadis (1979), serta Anak-Anak Tak Beribu (1980). Namun, karena alasan ingin fokus pada pendidikan, saudara tiri penyanyi Shelomita itu a kh i rny a mundur lama dari

dunia perfilman. Pada 1990-an dia bermain sinetron yang berjudul Enam Langkah. Tapi, kemudian namanya tenggelam lagi. Sosoknya muncul kembali setelah tampil bersama Nicholas Saputra dalam film Gie (2005). Setelah itu, dalam kurun waktu lima tahun terakhir tak kurang dari 20 judul film dia bintangi. Jika dirata-rata, dalam setahun putra violis ternama Idris Sardi tersebut syuting untuk empat film. Yang terbaru, Lukman memerankan tokoh pahlawan nasional KH Ahmad Dahlan dalam film Sang Pencerah garapan Hanung yang diproduksi dengan bujet Rp 12 miliar. Ketika menerima peran itu ternya-

ta Lukman tak melalui proses casting seperti pemain lain. Hal itu diungkapkan Hanung. ‘’Lukman itu langsung dipilih tanpa casting. Dia satu-satunya aktor muda yang tersisa di Indonesia. Dengan kemampuan akting yang tidak perlu diragukan lagi. Dia yang paling cocok untuk memerankan tokoh utama ini,’’ jelas Hanung. (jpnn/awl)


Edukasi

14

Kendari Pos | Kamis, 19 Agustus 2010

Setoran Beasiswa PLB Harus Diklarifikasi Kendari, KP Keluhan sejumlah kepala sekolah pendidikan luar biasa (PLB) di Sultra terkait isu setoran wajib sebesar 10 persen dari total beasiswa diterima setiap sekolah mendapat reaksi keras dari anggota DPRD Sultra. Tindakan yang seakanakan menakuti, sehingga kepala sekolah tertekan dianggap menyalahi aturan dan para pengelola harus secepatnya mengklarifikasi. Wakil Ketua DPRD Sultra La Pili S Pd, secara tegas mengatakan, setoran beasiswa SLB harus segera diklarifikasi kebenarannya dan kalau benar uang harus dikembalikan ke sekolah untuk dimanfaatkan anak cacat. Setoran wajib yang diberlakukan pengelola proyek dalam pencairan beasiswa bagi anak berkebutuhan khusus, sangat menyalahi aturan. Meskipun dilakukan atas unsur kesepakatan, namun masih ada indikasi paksaan, karena dirasa berat pihak sekolah. Seharusnya kata politisi asal PKS itu, pengelola harus ber-

syukur jika pemerintah memberikan bantuan kepada anak cacat atau anak yang kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak. Malahan kalau memungkinkan seharusnya ditambah dari uang saku sendiri, jangan malah digerogoti. “Kami mengimbau kepada Kadis Pendidikan Sultra, H Damsid M Si, agar segera melakukan klarifikasi terhadap pengelola proyek tersebut, apakah benar mereka memberlakukan setoran wajib 10 persen kepada kepala sekolah, karena itu sangat menyalahi aturan. Cobalah belajar prihatin dengan anak berkebutuhan khusus (cacat red), kenapa harus dicacati lagi hak mereka,’’ ujar La Pili dengan perasaan ibah. Dikatakan, bila setoran itu diselidiki dan terbukti, berarti itu sudah terindikasi penyimpangan, dan harus ada langkah tegas dari pimpinan. Setidaknya pejabat pembuat komitmen (PPK) dan bendahara pengelola proek (BPP) yang harus bertanggungjawab atas indikasi

tekanan itu. Pasalnya kata dia, setoran kepada pengelola proyek sama sekali tidak memiliki landasan hukum, sehingga bisa terindikasi korupsi. “Kalau memang diakui bahwa setoran itu adalah keikhlasan dari kepala sekolah, tidak boleh ditetapkan berapa besaran atau nominal yang harus disetor. Jika kondisinya seperti itu, berarti itu bukan lagi ikhlas, tetapi ucapan terima kasih yang dipaksakan,’’ kata La Pili. Data yang diperoleh koran ini di Dinas Pendidikan Sultra tentang penetapan sekolah penerima subsidi beasiswa pada kegiatan perluasan dan peningkatan mutu pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus dengan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar lebih. Dana itu dibagi ke sekolah penerima yang terdiri dari SLB, sekolah inklusi, anak cardas istimewa dan berbakat istimewa, serta PK/PLK dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK. Penyaluran beasiswa tersebut tersebar kepada 61 sekolah berbagai jenjang selain SLB

selaku penyelenggara PK/PLK, juga sekolah umum. Besaran dana beasiswa setiap anak berkebutuhan khusus Rp 600 ribu. Dana itu masuk ke rekening kepala sekolah yang kemudian disalurkan sesuai jumlah siswa penerima di sekolah bersangkutan. Informasi yang diperoleh koran ini, kemarin (18/8), berkaitan dengan setoran wajib, salah seorang kepala sekolah penyelenggara inklusi mengembalikan slip setoran di ruang proyek PLB. Sumber yang enggan ditulis identitasnya yang disodori bukti slip sebagai kewajiban menolak menerima lembaran dari Bank Mandiri Kendari itu. ‘’Mungkin sudah kewajiban mereka untuk menyetor kembali bukti setoran. Padahal sebelumnya sudah sebagian langsung menyetora tanpa via bank setelah berita yang dilansir koran ini (16/8) beredar. Dasar kepala sekolah yang takut tidak terima tahun depan sehingga dengan luguhnya mengembalikan bukti slip setoran,’’ ungkap sumber. (cr5)

Pesantren Kilat, Peningkatan Kualitas Moral Kendari, KP Sesuai program Dinas Pendidikan Nasional Kota Kendari, sejak Senin (16/8) sekolah mulai melaksanakan pesantren kilat. Di SMPN 4 Kendari, dimanfaatkan sebagai salah satu momen untuk meningkatkan kualitas moral dan akhlak siswa. Kepala SMPN 4 Kendari, Drs Supion Bake, kemarin (18/ 8) mengatakan, dalam momen

pesantren Ramadhan yang diikuti siswa kelas IX, berorientasi pada pembinaan nilai-nilai rohani, yang berkaitan dengan moral, akhlak dan kaidah. Terlebih kata dia, di era globalisasi sekarang ini, remaja sangat rentan terpengaruh dengan budaya-budaya asing tanpa adanya agama sebagai benteng iman, potensi untuk terpengaruh lingkungan sangat besar.

“Ada beberapa agenda yang kami prioritaskan dalam penyelenggaraan pesantren Ramadhan tahun ini, antara lain pemberantasan buta aksara Alquran, pengajaran nilai-nilai puasa, pendalaman materi Islam serta pembinaan tingkah laku, yang bermuara pada mental siswa sebagai generasi muda penerus bangsa,” terangnya. Kegiatan yang rencananya

berlangsung satu minggu itu, merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan selama bulan ramadhan. Hasilnya kata Supion, akan nampak pada sifat dan tingkah laku siswa sehari-hari. Untuk itu, diharapkan seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama, dan dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan pesantren. (cr5)

SMKN 1 Kendari Berbagi Fakir Miskin Kendari, KP Bulan Ramadhan selalu menjadi ajang untuk beramal. Bertepatan dengan HUT Indonesia ke65, kemarin (17/8) SMKN 1 Kendari membagi-bagi sembako kepada para fakir miskin. Mereka adalah, para janda, jompo, pemulung, dan anak-anak yatim piatu yang tersebar di Kota kendari. Acara yang berlangsung

SMKN 1 Kendari dimulai dengan sambutan Kepala SMKN 1 kendari, Drs. Asrun P. Ia menjelaskan, pemberian bantuan tersebut bertujuan mengakrabkan persaudaraan sekaligus silaturahmi dengan masyarakat. Selain itu, sebagai bentuk rasa syukur SMKN 1 atas rezeki, karena bertepatan dengan bulan cuci Ramadhan, Sesuai kes-

epakatan mereka, mampu menyumbang sebanyak 60 fakir miskin. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 12 kilo gram, dan mie instan, bajubaju bekas layak pakai. Menurut Asrun, Kegiatan sosial, sudah dilakukan SMKN 1 Kendari sejak lima tahun lalu. Harapannya, kagiatan tersebut dapat terus dilakukan, karena

selain untuk membantu juga bermanfaat bagi orang lain. Suyati (60), salah seorang janda yang menerima sembako mengaku senang dengan bantuan tersebut, Setidaknya untuk mencukupi kebutuhan selama Ramadhan. Warga Kelurahan Mandonga itu mengaku sudah dua tahun menerima bantuan dari SMKN 1. (p2)

DOK/KP

Siswa SLB Mandara yang sedang merangkai bunga di ruang keterampilan

BPKB Sultra Juara II Nasional Kadis Pendidikan Sultra: Perlu Alokasi APBD untuk Tunjang Kegiatan BPKB dan SKB Kendari, KP Utusan BPKB Sultra mengikuti jambore 1000 pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK) pendidikan non formal (PNF) tahun 2010 menuai hasil yang memuaskan. Meski hanya satu lomba yang sempat melambung, tetapi merupakan suatu keberhasilan yang patut diperhitungkan. Kepala BKPB Sultra, Drs LM Husen Tali M Pd, usai bertemu dengan Kadis Pendidikan Sultra, Drs H Damsid M Si, kemarin (18/8) mengatakan, kontingen yang mengikuti 16 cabang lomba harus diakui tidak semua meraih prestasi terbaik. Paling tidak para utusan Sultra sudah tampil terbaik sesuai dengan kemampuan mereka pada jambore 1000 PTK-PNF di Surabaya 28 Juli s.d 2 Agustus lalu. Dikatakan, satu dari 16 cabang lomba yang dikuti kontingen BPKB Sultra yang mebuahkan hasil yang dapat diperhitungkan. Adalah lomba Cipta Lagu Hymne PTK-PNF yang sempat melambung ke urutan

kedua nasional, setelah utusan dari BPKB Jawa Tengah. Menurut Husen Tali, pertarungan instruktur kursus seni musik Kota Kendari, Drs Max Rhein Takalumang, dengan utusan 33 provinsi di Surabaya sudah maksimal. Kemampuan memainkan alat musik sesuai dengan lagu ciptaannya telah menarik perhatian para tim juri. ‘’Bahkan karangan Max Takalumang diminta untuk dimasukkan dalam kumpulan lagulagu perjuangan. Sayang alat musik yang dimainkan pada saat lomba yang tidak sesuai standar, sehingga utusan Sultra hanya puas pada urutan kedua,’’ kata Husen Tali. Secara terpisah Kadis Pendidikan Sultra, H Damsid M Si, yang dikonfirmasi kemarin via ponselnya memberi apresiasi kepada para peserta lomba, walau tidak semua berhasil meraih juara. Paling tidak kata H Damsid, utusan Sultra untuk semua jenis lomba, mereka bukan berada di urutan terakhir. Menurut dia, apa yang diraih di lomba tingkat nasional merupakan suatu keberhasilan proses pembinaan yang dilakukan tingkat kota/kabupaten hingga ke provinsi. Perlu didukung keberadaan SKB-

SKB daerah, sehingga sukses melakukan pembinaan karier kepada PTK-PNF yang punya talenta di bidangnya. ‘’Saya melihat antara BPKB Sultra dengan sejumlah SKB di 12 kabupaten/kota sudah mampu menjalin koordinasi yang baik, sehingga setiap ada kegiatan tingkat nasional senantiasa mengutus peserta setelah seleksi. Kerjasama yang baik perlu terus ditingkatkan masa mendatang dengan harapan PTKPNF akan mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi dalam rangka pelaksanaan wajib belajar dan peningkatan keterampilan hidup warga belajar,’’ kata H Damsid. Berkaitan dengan upaya pembinaan kata mantan Dekan FISIP Unhalu itu, BPKB dan SKB perlu suntikan dana dari APBD Sultra. Dinas pendidikan dan BPKB serta SKB adalah bagian tak terisahkan, pihaknya akan mengusulkan pengalokasian dana APBD untuk menunjang berbagai kegiatan setiap lembaga. Damsid juga mengimbau kepada para wali kota/bupati bersama DPRD agar memerhatikan serta mendukung berbagai kegiatan PLS yang dikelola SKB setiap daerah. Perlu ada dana khusus dari APBD. (lut)


Edukasi

Kendari Pos | Kamis, 19 Agustus 2010

Kekeliruan Penggunaan Bahasa Pada Media Luar Ruang Ramlah Mappau KAIN rentang atau yang lazim disebut spanduk, papan nama ataupun reklame merupakan media luar ruang yang ditempatkan di tempat umum untuk dilihat dan diketahui orang. Ini adalah satu bentuk kreativitas yang ditampilkan secara beragam, baik warna, bentuk, tulisan, maupun bahasanya, sehingga tidak jarang bahasa yang tampak dalam media luar ruang dijadikan contoh dan patokan karena dianggap menarik dan benar. Hal ini dimungkinkan karena kehadiran media lebih diutamakan fungsi informatifnya, petunjuk ataupun ajang promosi. Sesungguhnya tidak demikian. Bahasa yang tampak menarik belum tentu benar. Penyampaian petunjuk ataupun tawaran kepada khalayak tidak lepas dari faktor finansial dengan pengabaian bahasa yang sesuai dengan rambu-rambu ejaan. Padahal, penggunaan bahasa yang benar tidak menyulitkan pemakai bahasa untuk menyampaikan atau mengkspresikan ide, opini, maksud, atau keinginan kepada khalayak sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini justru akan membantu pengguna bahasa apalagi anak-anak yang mulai belajar membaca dengan cepat. Pemakaian bahasa tidak hanya menyangkut

persoalan komunikatif saja, tetapi ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu bahasa yang sesuai dengan kaidah yang telah dirumuskan oleh para pakar/ ahli bahasa. Pemakaian bahasa yang baik dan benar dapat menunjukkan jati diri bangsa dan pemakai bahasa sebagai orang yang berprestise, terdidik, orang yang memiliki ilmu yang jauh lebih tinggi dibandingkan pemakaian bahasa yang asal-asalan. Tarigan mengungkapkan bahwa indikasi kemajuan suatu bangsa dapat dilihat maju tidaknya komunikasi tulis bangsa itu. Papan nama atau reklame tidak hanya dijadikan sebagai papan petunjuk atau promosi – jika dimungkinkan - tetapi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak sekolah. Belum lepas dari ingatan kita, seorang anak tidak lulus ujian akibat mata pelajaran bahasa Indonesia tidak mencapai nilai standar yang ditentukan oleh Mendiknas dan ketidaklulusan siswa yang dikambinghitamkan adalah guru yang tidak kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran atau dengan kata lain guru dianggap tidak mampu mengajar siswanya. Padahal, secara akademik seorang guru telah memiliki kompetensi,

yang perlu dipahami adalah pembelajaran bahasa pada anak bukan hanya tugas guru dan orang tua, tetapi tugas kita semua termasuk pihak swasta dan penentu kebijakan. Oleh karena itu, perlu penyediaan pembelajaran yang secara tidak langsung terhadap siswa yang mudah, murah, dan intens, sehingga siswa mampu menggunakan bahasa yang tepat baik kosakata maupun ejaan yang benar. Alangkah mulianya jika tindakan atau perbuatan yang kita lakukan dapat bernilai bagi orang lain atau semua kalangan. Oleh karena itu, sebagai orang Indonesia, kaum intelek perlu kiranya mengupayakan untuk mencerdaskan anak Indonesia dengan biaya yang tidak mahal hanya membutuhkan perbaikan ruang atau pun kebijakan dari pihak-pihak tertentu. Salah satu upaya pencerdasan anak bangsa dapat dilakukan dengan cara penulisan papan nama dengan menggunakan kosakata atau tanda baca yang benar. Ada beberapa kesalahan berbahasa mungkin pernah Anda baca atau lihat pada papan nama sebuah usaha yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu penulisan kata salon seperti ini, S.A.L.O.N. Kata salon pada

dasarnya adalah istilah bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, jadi kata salon bukanlah istilah bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, kata salon berarti rumah kecantikan, tetapi orang Indonesia lebih condong pada istilah asing sehingga istilah ini lebih membumi. Penulisan kata salon yang tampak di atas tidak demikian. Kata salon bukanlah singkatan, ia adalah sebuah kata sehingga tidak seyogyanya menggunakan tanda titik (.). Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah “salon”. Jika semua kata menggunakan huruf besar maka perlu diseragamkan. Kesalahan tampak pula dalam penulisan TOKO. KEMBAR JAYA. Kata toko adalah kata bukan singkatan sehingga tidak memerlukan tanda titik setelah kata toko. Selain Itu, terdapat pula kesalahan pola pengurutan kata pada penulisan papan nama SABILA HOTEL. Ketika anak belajar hukum DM (diterangkan menerangkan) maka anak akan memilih bahwa yang menjadi D adalah Sabila, padahal yang benar adalah kata hotel dan kata Sabila adalah M. (bersambung)

Staf Kantor Bahasa provinsi Sulawesi Tenggara

Peski Ramadhan, Permantap Religi Siswa Kendari, KP Bulan Suci Ramadhan 1431 Hijriah menjadi momen menarik bagi seluruh tingkat satuan pendidikan di Kota Kendari dalam mempermantap nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan (religi) siswa. Dalam waktu yang hampir bersamaan, seluruh tingkat Baca UPACARA di Hal 6satuan pendidikan di Kota Kendari meresmikan pelaksanaan pesantren kilat (peski) Ramadhan, Senin (16/8). Seperti halnya SMAN 4 Kendari yang membuka peski Ramadhan yang diresmikan langsung oleh Wakil Walikota Kendari, H. Musadar Mappasomba, SP., MP. Pendalaman kemampuan membaca Tadarus AlQuran, berdakwah, pelaksknaan sholat dan berdiskusi tentang pengetahuan agama akan menjadi materi dalam pesantren tersebut. Kepala SMAN 4 Kendari, Drs. H. Muh. Ali Rachman, M.Si., mengatakan, pesantren kilat pada dasarnya merupakan kegiatan rutin dalam mengisi hari libur bulan Suci Ramadhan. Program tersebut dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan dan pengembangan wawasan agama bagi siswa. “Tentu harapan yang kita inginkan adalah peningka-

tan kualitas iman dan takwa siswa. Dengan kualitas tersebut diharapkan dapat memperbaiki sikap, perilaku, etika, moral, dan estetika siswa sehingga dapat meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual seluruh peserta didik,” ujar H. Muh. Ali saat ditemui usai pembukaan pesantren kilat di SMAN 4 Kendari. Kegiatan bermuatan religi tersebut akan berlangsung sejak 16 s.d 21 Agustus 2010. Khusus SMAN 4 Kendari, peski Ramadhan diikuti oleh siswa kel-

as X dan XII. “Kami tak hanya mendidik siswa yang berlakang belakang agama Islam, namun juga memberi kesempatan pada siswa non muslim memperdalam nilai keimanannya dengan melaksanakan kegiatan agama mereka setiap sore dalam satu kelas,” ungkap mantan Kepala SMAN 5 Kendari itu. Wakil Wali Kota Kendari, H. Musadar Mappasomba mengatakan, kehadiran Bulan Suci Ramadhan diharapkan dapat memberikan hikma bagi seluruh umat muslim, khususnya

peserta pesantren kilat. Berbagai ujian dalam menapaki kehidupan dinilai sangat penting dalam mencapai kesuksesan hidup. Selain membuka pesantren kilat di SMAN 4 Kendari, Wakil Wali Kota Kendari juga meresmikan kegiatan yang sama di SMAN 9 Kendari. Dalam kesempatan tersebut, pasangan Ir. Asrun, M.Eng.Sc., itu memberikan wejangan yang sangat spektakuler dalam “membakar” semangat siswa menuju perubahan yang lebih baik. (p1/aka)

15

Dana Bos Mulai Cair Kendari, KP Penantian seluruh kepala sekolah untuk memperoleh biaya operasional sekolah (BOS) triwulan III Juli-September akhirnya terkabul. Mulai pekan ini, dana bantuan dari APBN itu sudah masuk di rekening sekolah. Sekretaris Dinas Diknas Kota Kendari, Makmur M Pd yang juga sebagai manajer BOS di Kota Kendari menjelaskan, minggu ini, para kepala sekolah sudah bisa melakukan pencairan karena sudah masuk ke rekening. Hanya untuk proses pencairan sekolah harus memperoleh rekomendasi dari man-

ajer kabupaten/kota, tentunya setelah mereka menyetor laporan penggunaan periode sebelumnya. “Dana BOS sudah masuk di rekening sekolah. Hanya mereka yang sudah menyetor laporan penggunaan dana yang bisa mencairkan dana itu. Berdasarkan ketentuan pemerintah, agar dana yang digunakan terealisasi sesuai dengan peruntukkannya. kalau tidak ada laporan pertanggungjawaban, pihak sekolah akan seenaknya menggunakan dana, tanpa ada bukti realisasinya,” terangnya. Untuk diketahui, periode ini Kota kendari memperoleh dana

BOS sebesar Rp 5 miliar lebih. Dana itu diperuntukkan untuk SD/SDLB sebesar Rp 3,5 miliar lebih dan SMP/SMPLB/SMP Terbuka lebih dari Rp 1,8 miliar. Anggaran tersebut akan diperuntukkan bagi 35 SMP dan 123 SD termasuk SD satu atap. “Dengan terealisasinya dana BOS ini, kami harapkan sekolah dapat melaksanakan program yang telah di rancang. Bagi mereka yang belum menyetor laporan penggunaan dana, agar segera memasukan laporan dimaksud, agar dapat menikmati BOS periode ini,” harapnya. (cr5)

Saudara Madani Peroleh Bantuan Kendari, KP Bulan Ramadhan kali ini, merupakan berkah tersendiri bagi 25 warga miskin di SMAN 3 Kendari, yang dipersaudarakan secara madani pihak sekolah. Pada hari Rabu (17/8), mereka memperoleh bantuan dari saudaranya berupa bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari. Pemberian bantuan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, merupakan rangkaian peringatan bulan Ramadhan di sekolah itu. Bahkan, selain guru yang memiliki saudara madani, siswa yang tergabung dalam OSIS, juga mempunyai program serupa bagi warga miskin lainnya di sekitar sekolah

dan panti asuhan. Menurut Nengah Negara M Hum, Kepala SMAN 3 Kendari, pemberian bantuan itu merupakan salah satu upaya pihak sekolah, untuk meningkatkan rasa silaturahmi dengan sesama warga sekolah, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Selain itu kata dia, juga untuk membertikan pelajaran kepada siswa, indahnya berbagi dengan sesama, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. “Untuk bantuan dari guru, kegiatan ini perdana dilakukan. Sedangkan OSIS, hal ini merupakan agenda rutin setiap tahun. Selain meningkatkan silaturahmi, kegiatan ini juga memberikan dampak positif

bagi peningkatan kualitas moral siswa, apalagi di tengah-tengah kita, masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan,” terangnya. Sebelumnya kata Nengah, pihaknya juga telah memberikan bantuan bagi warga miskin dalam bentuk fisik. Salah satunya perbaikan rumah. Meskipun belum seluruh saudara madani mendapat bantuan itu, namun bagi yang sangat membutuhkan, sudah mendapat bantuan. “Untuk perbaikan rumah, baru beberapa yang kami bantu, tentunya tidak secara keseluruhan, karena kondisi kami yang juga terbatas. Apa yang kami bisa, itulah yang kani bantu,” katanya. (cr5)

Masuk SMP, Bebas Uang Seragam Surabaya, KP Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya merancang aturan untuk membantu siswa yang berasal dari keluarga miskin (gakin). Dispendik mengusulkan, siswa gakin yang hendak masuk SMP dibebaskan dari keharusan membayar uang seragam sekolah. Selama ini, keharusan membayar biaya tersebut merupakan salah satu faktor yang menghambat siswa gakin un-

tuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab, kendati biaya sekolah untuk siswa SMP di Surabaya gratis, jumlah yang harus dikeluarkan oleh orang tua untuk uang seragam itu bisa mencapai ratusan ribu rupiah. “Setiap tahun selalu ada yang seperti itu. Setiap tahun, kami berusaha membantu dengan meminta sekolah-sekolah untuk membebaskan siswa itu dari uang seragam,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar

(Kabid Dikdas) Dispendik Surabaya Eko Prasetyoningsih ketika ditemui Jawa Pos di ruang kerjanya Senin lalu (16/8). Agar bantuan tersebut lebih terkoordinasi, dispendik berencana menjadikannya aturan tertentu. Dengan begitu, siswa SMP gakin bisa memperoleh kemudahan seperti halnya siswa SD gakin, yang sudah menikmati bebas uang seragam sejak 2009. “Kalau dibuat program, kan bisa lebih terkoordinasi,” kata Eko.(rum)


16

Xpresi

11

Kamis, 19 Agustus 2010

Jauhi Godaan Selama Puasa PUASA itu identik dengan menahan lapar dan haus. Sejak subuh sampai tiba maghrib, makan dan minum jadi haram bagi yang berpuasa. Puasa atau shaum juga kudu ngehindarin marah, menjaga pandangan, pendengaran dan ucapan. Kalau cuman sekedar nahan lapar atau haus sih, kayaknya gampang banget. Tapi kalo sudah berhubungan dengan menjaga pandangan, pendengaran dan ucapan, biasanya nih banyak yang nggak mampu. Kenapa? karena kebiasaan dan faktor lingkungan coy. Coba saja ke pusat keramaian, meski puasa tapi masih banyak juga mahluk bening yang berkeliaran. Diantaranya banyak juga yang ngegunjing dan akhirnya memancing emosi.. Hwaduuh ribet banget. Padahal sadar gak sih? semua itu khan cuman godaan yang kudu dilawan atawa dijauhi. Ilustrasinya nih, andaikata puasa nilai pahalanya 100 dapat berkurang bahkan habis kalau nggak kuat nahan godaan. Buntutnya pas maghrib cuman dapat lapar dan haus karena pahalanya udah habis hihihihi. Tapi kalau berhasil nahan godaan, pahala dan seabreg kelebihan lain dari Allah, bakalan jadi milik kamu. Amiien. Para X_genk juga punya pendapat tersendiri

TENGSIN

untuk nanganin godaan saat berpuasa. Buat Yhuni, pelajar SMAN 4 Kendari, bulan

puasa memang banyak godaan, terutama godaan agar puasanya batal. ‘’Dimana saja pasti ada godaan. Tapi aku hanya perbanyak beribadah sebab dengan begitu saya tidak mudah terpengaruh,’’ katanya. Tapi tampaknya Yhuni punya jurus jitu nih buat nangkal godaan saat sedang berpuasa. Mau tahu jurus andalannya itu? tidur..(haaa??!). Dengan tidur, pelajar berkulit putih ini men-

gaku tidak ada godaan sama sekali yang menghampiri. ‘’Perbanyak tidur aja hehehe,, Soalnya kalo kemakan godaan, berarti iman kita nggak kuat, jadi mendingan tidur biar imannya kuat,’’ candanya. Hal senada dikatakan Rini. Siswa SMAN 9 Kendari ini memilih tidur agar puasanya bebas godaan. Nggak tahu kenapa yah, tapi dia berasumsi mengisi puasa dengan belajar atau ngabuburit, bisa membuat dia terbawa emosi yang cenderung ngajak berbuka sebelum waktunya. ‘’Selama puasa, aku paling menghindari tempat yang namanya dapur. Ngerti khan, baunya saja bsia menggoyahkan iman,’’ katanya sambil terkekeh. Oh ya, satu laga caranya ngindarin godaan selama puasa. kalau nggak tidur, Rini ngindarin tempat rame atau perbanyak amal dengan cara ngaji. ‘’Menurut aku itu sangat bermanfaat untuk menghadapi godaan yang datang menghampiri,’’ tandasnya. Tapi kayaknya nih, perkara iman memang menjadi alasan utama agar puasanya pol. Toh, meski udah terbiasa dengan pola makan yang “teratur” kadang makan kadang enggak (piss), tapi bisa juga loh tergoda ngebatalin puasa hanya karena sebatang rokok. Iiih, tega yah? padahal rokok itu khan racun.

Hal itu pernah dialami oleh Madan. Cowok yang kuliahan di Unhalu ini mengaku pernah batal demi rokok. ‘’Saya menyesal sekali waktu itu,’’ jelasnya. Ada dua penyesalan utama Madan. Pertama karean batal demi sebatang rokok, kedua karean saat batal, jam sudah menunjukkan pukul 12 teng. ‘’Sejak itu, aku nggak mau lagi jalan dengan orang yang sengaja nggak puasa dan ngajak buka puasa sebelum waktunya,’’ imbuh si gondrong ini. Apapun itu, ngejauhin godaan selama puasa memang nggak gampanggampang amat. Tergantung niat, tekad dan kedewasaan seseorang gitu. Seperti kata Tiwi yang ngeskul di SMAN 4 Kendari, kalo emang niat untuk berpuasa dengan khusyu apa pun godaannya pasti bisa dijauhin. ‘’Godaan itu kan tergantung dari iman kita,’’ ungkapnya. Tiwi berujar selama menjalankan puasa aktifitasnya nggak pernah seret. Meski puasa ia tetap saja membantu nyokapnya membereskan pekerjaan rumah dan ngurus adiknya. ‘’Tapi alhamdulillah, puasa aku lancar-lancar aja tuh. Yang penting niatnya,’’ jelas Tiwi. Masih menurut Tiwi, ada beberapa halyang kudu dihindari selama puasa diantaranya tempat ramai, ngerumpi dan hiburan yang bisa membuat puasa batal. ‘’Hal yang biasa aku lakukan sech ngaji, belajar, dan ikut kegiatan kerohanian kalo lagi nggak sibuk bantu ortu,’’ tukasnya. (p1/p2/ ka’_eyko)

SHARE

Abdul Majid (Ketua Osis SMAN 1 Kendari)

Nyuheri Slamet (Kepala MTsN 1 Kendari)

Hampir Tergoda

Perbanyak Ibadah

PUASA emang salah satu ibadah yang berat tantangannya. Mulai dari menahan emosi, rasa lapar, haus hingga ucapan dan tingkah laku, harus dikontrol sedemikian rupa agar puasanya ngga batal. Saking beratnya tantangan itu, saya pernah hampir tergoda saat sedang berpuasa. Saat itu saya sedang capek banget bis dari skul..udah panas, gerah eh tambah lagi kerongkongan kering..serasa udah ngga tahan, hampir aja minuman di kulkas jadi sasaran. Tapi, tiba-tiba saya sadar, bahwa apa yang saya rasakan saat itu hanyalah godaan yang akan membatalkan puasa saya. Padahal udah hampir full lho.. Akhirnya dengan istighfar, saya berusaha untuk melawan godaan itu, en mengalihkan pikiran ke hal yang lain. Daripada kepikiran untuk berbuka, mending saya wudhu en membaca Alquran. Alhamdulillah, puasa saya bisa penuh sampe berbuka. (k-piyan)

GODAAN saat puasa, bukan cuma menahan lapar, haus, dan emosi saja. Kita akan menemukan banyak perubahan pada tubuh, terutama disaat kita lagi khusu’ berpuasa. Makanan yang lezat, bujukan teman untuk berbuka, atau kegiatan yang kita lakukan dalam sehari, kadang membuat kita tergoda untuk membatalkan puasa. Padahal, tanpa kita sadari, hal-hal seperti itu hanyalah godaan untuk merusak ibadah yang sudang kita laksanakan. So’sebelum tergoda, perbanyaklah beribadah. Melaksanakan ibadah di bulan puasa dengan porsi yang lebih besar dari hari-hari biasanya, merupakan salah satu benteng kita untuk menghadapi beratnya tantangan di bulan ramadhan. Banyak membaca Alquran, tarawih atau melakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti aktif dalam kegiatan pesantren ramadhan akan lebih baik ketimbang bermalas-malasan di rumah, atau tiduran seharian. Kita juga dapat membagi waktu dengan melakukan olahraga secukupnya. Misalnya jogging, atau melakukan aktifitas membantu ortu di rumah. Selain bernilai ibadah, juga membuat tubuh kita tetap semangat. Ada beberapa trik juga yang bisa dilakukan, misalnya pastikan menu makanan sahurmu memenuhi 40 persen dari porsi total sehari. Bukan dilihat dari jumlahnya, melainkan kadar gizinya. Perbanyak juga minum air putih saat sahur. Bisa mencegah dehidrasi dan bikin tubuh segar. Hindari makanan yang bisa menimbulkan bau mulut saat puasa. Selamat berpuasa yach..(k-piyan)

1.Fun-d Hasib Komunikasi Fisip Unhalu www.fandihasib@yahoo.com ‘’Yg namanya berpuasa pasti sarat yg namanya godaan, terutama pada siang hari sekitar jam 12an, krn biasanya wktu trsbt saatnya qta mrasa lapar dan haus, apalgi klau cuacanya panas menyengat, biasanya sy akn stop nontn TV, krna biasanya iklan2 makann & minuman pd bermunculan, jgn smpai sy tergoda dgn iklan2 tsb. mendingan wktu luang yg ada qta manfaatkn dgn tadarus Al-quran, atau membaca buku yg berkaitan dgn agama’’ 2.Apong Husen Unhalu Faperta apong_husein92@yahoo.com ‘’dlm brpuasa tntu.a ada sj godaan2 yg mesti qt hindari bkn hanya menahan haus n lapar tp jg hawa nafsu. . hal yg gw lakukan u/ mghndari godaan tsbt ad/ melakukan hal2 yg brbau positif spy qt... g trgoda oleh hal2 dmikian. . hmm mnurut gw t4 yg msti d hindari i2 t4’maksiat yg mengundang hawa nefsong. . hehehe,’’ 3.Andiat SMAN 1 Angkasa iyadpooex@rocketmail.com ‘’Klo yg namax godaan dlam bulan puasa pastii adaa ditiaap menit n detik , apalagi dihumz ada adik yg polax bwat quuw gregetaan pgenx marah ... plink bwt ngindaari smuaax ,, kug lbiecg sriink... ngunci diri di dalam kamar , tadarus al_quran , ma maen FB . truuz lw dacg bozen plink tduur,’’ 4.Ameht Chamboet AMIK Catur Sakti Kendari Amehtcs@yahoo.co.id ‘’Godaan dlm brpuasa sering lah...namanya juga kbaikan pasti ada tantangan. Klau menjahui godaan utk saya pribadi dgn tdk brpikiran yg dapat mengundang membatalkan puasa, klau utk drum...ah tempat yang harus d’hindari yah...”DAPUR” sebab sbagai tempat atau membwt makanan keluarga. Dan saya merasakan godaan itu datang pada saat sedang Lengah,’’ 5.Fitri Ulfi suci Ayu SMA N 1 Lainea Uchy_chereztt@yahoo.com ‘’Yang nama.a berpuasa pasti bwanyak g0daan.a! Utk menghindari i2 biasa baca buku, kerja tugas, n ngaji. Yg haruz dhindari i2 n0ntn tv yg siaran.a makanan get0. Hampir setiap saat g0daan ...i2 ada, terutma pd siang hri,’’ 6.Adrhy zig SMKN 1 Lainea adrhyzigxerho@yahoo.co.id ‘’klo godaan dalam berpusa tentu aja ada.tpi tergantung dari orangx ndiri,mau menghindari atau g.biasanya aq cr kgtan lain aja biar g terasa laparx.hehehehehe, hmhmhmhm hri pertama puasa byak bget... godaan yg datang menghampiriku, buat aq sich nyantai aja.hehehehehe,’’ 7.Agusmal Fekon Unhalu agusmal70@yahoo.com ‘’yg nmax puasa psti baxk godaan yg harus kta hadapi. sy prnh d ajak ma tmn2 tuk bka puasa siang hari, ktax nnti d ganti d hari laen. Tapi untungx sy tdk ikut2tn, z blng ja ma mreka law puasa bln ramadhan itu hax sbulan dlm 1 thn, jdi jgn sia2in. n biasax tmpt2 yg harus d jauhin tuk mnghndari godaan i2 sperti rmh2 makan n kta tdk blh jln ma tmn yg tdk puasa... godaan i2 biasax dtg pda saat kita sdh terlihat tk berdaya mnahan lapar,’’ 8.Setiawan Jhe MAS Pesri Kendari wawanqman@rocketmail.com ‘’sudah tentu lah dlm berpuasa bxk godaanx. . .biasax shi smkn mendekatkan diri kpd allah swt agar kt terlindungi dr godaan syetan. . .sbnrx bkn tempatx yg hrs d’hindari tp pergaulan kt yg... harus d’batasi krn pergaulan yg bebas bs mmbw kt k’tempat yg maksiat. . .saat hati mulai d’terpa godaan syetan,’’ 9.Andri Saturnus SMAN 1 Wundulako amdri77236@ovi.com ‘’Gue s’lalu digoda zaat berpuasa aplg law siang hari kxk udah ngak bisa tahan dech Z s’lalu tdr paya tdk digoda oleh makanan. law berpuasa, gue ngak pnh prg ke rmh makan aplg dipasar. pd siang hari gue pengen buanget makan a/ pun minun. hehehe’’ 10.Liwatul Haq tom_heng@yahoo.com FH Unhalu 09 ‘’Manusiawi bgt jika melihat yg Indah2, mata menjadi melotot. Tapi berhubung bulan puasa.. maka harus dikontrol. Gampang sj... cukup sibukkan diri dgn pekerjaan yg positif, nyapu halaman kek, baca buku, main catur, apa sj dah.. tpi klo udah terlanjur terpesona dgn si sexy, dalam hati ucapkan “ subhanallah ya Allah Alangkah Indah mahluk Ciptaanmu” bernilai Ibadah khan ??? huehehehe’’ 11.Ninie SMAN 1 Unaaha ninie.maniezt@yahoo.com ‘’AKu SiiewH NgejaauhiiN dgN caRa NahaaN naFsuu aJee yEe, wLwpN kdaNg perUt sDh keRoncoNgaN mao tdk mao eaa hRs d’thaN SiiewHh !! .BraNteem maa pCaar SiiewH::kdaNg2 siiewh mRah.x lNgsNg meLedak tp cmaN beNtaar doaNk beaZt i2 eaa mNtaa maaf lagH !!!!!!!Xixixi’’


Kamis, 19 Agustus 2010

Kuis Walikota Jadi Rebutan

Tim Suzuki-Kendari Pos Disambut Qasidah Kolaka, KP Siar Islam tim safari Ramadhan Suzuki-Kendari Pos sudah memasuki Kota Kolaka. Di sana rombongan disambut dengan pertunjukan Qasidah SMPN 2 Kolaka. Ada juga beberapa spanduk selamat datang tim safari Ramadhan Suzuki-Kendari Pos. Ini jelas membuat rombongan terenyuh, apalagi yel, yel para santri Mesjid AtTakwa. Hari pertama, tim langsung

menggelar lomba tadarus AlQuran dan Adzan. Puluhan anakanak dari berbagai Taman Pengajian Al-Quran, SD serta SMP ikut ambil bagian. Dihari kedua (hari ini red), rencananya akan dipertandingkan lomba qasidah dan da’i cilik. Drs Saifuddin Ahmad, Ketua Pengurus Masjid At-Takwa menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan Suzuki-Kendari Pos. Katanya, safari Ramad-

han dengan menyelenggarakan berbagai lomba, merupakan salah satu wadah siar Islam bagi generasi muda. “Anak-anak saat ini lebih terbuai oleh kegiatan yang tidak bernuansa religi, “timpalnya. Ia berharap banyak, kegiatan safari Ramadhan dilakukan secara rutin saban tahun. Namun kata dia, lebih baik lagi bila perusahaan-perusahaan lain ikut berpartisipasi. “Jangan hanya 2 perusahaan saja,

baiknya bila semua perusahaan melakukan apa yang dilakukan Suzuki-Kendari Pos, “terangnya. Ugas, ketua tim safari Ramadhan mengaku kegiatan ini sudah masuk agenda tahunan. Hal tersebut semata-mata untuk siar Islam dan pengembangan pendidikan agama anak-anak. Dimalam harinya, seperti biasa, tim safari Ramadhan menggelar doorprize dan pemutaran film religi. (awn)

Kendari, KP Jamaah Masjid Miftahul Ni’mah di Watulondo sumringah. Ini karena masjid mereka mendapat kunjungan dari orang nomor satu di Pemkot, Walikota Ir Asrun beserta rombongan. Kunjungan Asrun tentunay berkaitan erat dengan safari Ramadhan yang dilakukan, termasuk beberikan bantuan dan bingkisan bagi masjid dan jamaah. Penuh guyonan, Asrun memberikan beberapa pertanyaan kepada jamaah, khususnya siswa pelajar dan santri pengajian setempat. Bapak dua anak ini memberikan kuis yang kemudian jadi rebutan remaja masjid dan jamaah anak-anak. Walikota memberikan beberapa kuis seperti kewajiban orang tua kepada anaknya, keharusan sholat, menuntut ilmu, sampai dengan program Pemkot jadi fokus kuis. “Apa nama program yang mempersaudarakan orang kaya dan miskin,” Asrun memberi pertanyaan yang jadi rebutan jamaah. Tak pelak, beberapa santri TPA di Masjid Miftahul Ni’mah berebutan mengangkat tangan. “Program Madina, Pak,” terdengar jawaban dari shaf akhwat, yang kemudian disambut gelak tawa jamaah lainnya. Tak berapa lama, suara bersahutan. “Program Persaudaraan Madani, Pak Wali Kota,” timpal santri lain meluruskan. Sesuai dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan, maka lima santri yang mampu menjawab benar pertanyaan dari mantan pimpro Bina Marga PU Sultra itu, berhak mendapat kompensasi berupa hadiah, dan bingkisan lebaran. Tidak hanya itu, walikota juga memberikan bantuan pembangunan masjid Rp 5 juta. Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari (Zainuddin S,Ag), memberi siraman rohani, yang menitik beratkan akan kewajiban orang tua. Khususnya dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai spiritual kepada buah hati mereka. (cr6)

Danamon Hibur Pedagang Pasar Kendari, KP Danamon Simpan Pinjam (DSP) Kendari menggelar acara ngabuburit di komplek Pasar Sentral Kota Kendari. Kegiatan yang bertajuk DSP Bedug Merdeka diwarnai berbagai macam lomba. Misalnya busana muslim, menghafal surat-surat pendek, menyanyi pop religi. Selain itu juga pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Cluster Manager Bank DSP, Junaedi Sentono R didampingi Manajer Religional Sales marketing DSP (Indonesia Timur) Bahtiar Darwin mengatakan,

setiap tahun DSP di tingkat koordinator menggelar acara kegiatan seperti ini, khusus di bulan puasa bertajuk Bedug Merdeke karena waktunya bersamaan dengan HUT RI. Tujuannya tentu untuk mendekatkan DSP kepada masyarakat sesuai tema sedekat sahabat sehangat keluarga. “Pada bulan puasa tahun ini DSP Kendari kebagian tempat untuk menyelenggarakan acara DSP Bedug Merdeka,” katanya, kemarin. Kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan HUT RI ke -

Ass.Pak Ustaz. Sah sholat kita sebagai makmum jika tidak baca do’a hanya niat dan ikut gerakan imam saja? Sempurnakan shalat, itulah yang tepat, bagaimana dengan makmun, yang mutlak makmun ikut kepada Imam, bagaimana kalau hanya niat tidak do’a, yang pertama penilaiannya adalah niat, niat shalat, niat ikuti imam itu tepat. Bagamana tidak baca do’a,? Do’a tidak masuk dalam rukun shalat. Ass.Pak Ustaz,saya mau tanya apakah merokok dapat membatalkan puasa? Merokok membatalkan puasa, sekalipun ada argumennya orang yang hobbi merokok mengatakan tidak batal karena tidak dimakan dan tidak mengenyangkan, pada hal merokok melalui tenggorokan, dan kebanyakan perorokok, lebih tahan tidak makan dalam beberapa jam atau tahan tidak makan satu hari daripada tidak merokok. Ass.Cunk (comunitas untuk nak kreatif) bertanya.Ustaz,apa perbedaan makruh dan batal ? Apakah boleh kita melanjutkan puasa walaupun sudah

65. Dalam kegiatan ini kemasan acara untuk menghibur warga pasar dan sekitarnya, khususnya lingkungan pasar berupa hiburan organ tunggal. Acara juga diselingi permainan yang pesertanya masyarakat. Untuk memancing animo masyrakat panitia menyediakan bingkisan menarik. Junaedi menuturkan, kegiatan ini bekerjasama dengan kerukunan pasar sentral kota. “Kegiatan ini untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat pasar. Di Kendari ini adalah lokasi ketiga selama

makruh dan apabila boleh masih kah kita mendapatkan pahala? Batal artinya rusaknya ibadah secara hukum, sesuatu yang batal berarti tidak sah secara hukum.Kalau ada orang yang puasa lalu ia makan maka namanya puasanya batal tidak ada lagi puasanya, tapi kalau ia menggunjing makruh puasanya tapi secara hukum tidak batal, puasa tetap, hanya kualitas, nilai puasanya berkurang., tidak utuh atau tidak sempurnah. Itulah sebabnya berbuat makruh dalam puasa juga harus dihindari. Ass.Pak Ustaz,bagaimana caranya mengganti puasa saya yang selesai operasi kista? Yang jelas cara menqadha, puasa itu dilaksanakan diluar bulan ramadhan, diganti sesuai yang ditinggalkan, selama operasi sampai sembuh mungkin seminggu maka gantilah puasanya sebanyak yang ditinggalkan Ass.Pak Ustaz,Saya mau tanya : Adakah do’a iftitah yang pendek? Gimana lafaznya? Selain itu, betulkah dalam satu malam tidak boleh dua kali

tiga tahun terakhir. Pertama di Pasar Sentral Wuawua dan Pasar Sentral Mandonga dan berakhir di Pasar Sentral Kota,” teranganya. Ketua Panitia, Muliati mengaku kegiatan ini sudah masuk agenda tahunan DSP. Muliati yang juga Kepala Unit Manager DSP Pasar Sentral Kendari mengungkapkan kalau masyarakat cukup antusias dengan kegiatan tersebut. “Kami juga melakukan buka bersama dan dilanjutkan pemberian santunan ke panti asuhan, ”tandasnya. (ano)

sholat witir,trus gimana kalau kita tahjud apa tidak boleh witir lagi,Terima kasih atas Jawabanya Wass Do’a Iftitah hukumnya sunnat, tanpa dibaca sah shalat, tapi karena sunnat, memang sebaiknya di baca, dan ada beberapa yang dicontohkan Rasulullah yang paling pendek, Allahumma inni auzubika minaddaeki yaumal hisab. Shalat witir shalat ganjil itulah sebabnya tidak bisa witir dua kali satu malam, karena kalau dua kali witir maka akan jadi genap tidak witir lagi. Tahajjud dan witir kalau ada orang yang sebelum tidur ia shalat witir maka saat ia bangun tahajud tidak witir lagi, tapi kalau belum witir lalu ia tidur maka sesudah tahajjud ia boleh shalat witir. Ass.Pak Ustaz,selama bulan ramadhan bolehkah suami istri melakukan hubungan badan? Dan mulai jam berapa yang bisa dilakukan? Tidak ada larangan bagi suami isteri berhubungan di bulan ramadhan sesudah keluar dari waktu berpuasa, Pauasa itu mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.Disitulah larangan untuk melakukan hubungan, sama dengan makan. Jadi selepas berbuka itu juga sudah

tidak berlaku larangan untuk melakukan hubungan. Jangan satu bulan puasa terus menerus. Ass.Pak Ustaz,bagaimana hukumnya kalau memaikai obat mata tetes apa membatalkan puasa? Wasalam... Memakai obat tetes mata tidak dilarang walaupun sedang berpuasa, karena meteskan obat di mata tidak akan tembus sampai kerongkongan, makanya obat tetes tidak membatalkan puasa. Ass.Pak Ustaz,apakah setiap akan melekukan sholat tahajud harus diawali dengan sholat witir? Bagaimana hukumnya jika melaksanakan sholat tahajud tanpa sholat witir terlebih dahulu ? makasih,taty. Shalat witir dan tahajud berbedah tidak berkaitan, yang ada adalah ada yang mengatakan shalat witir adalah shalat penutup, sehingga ada orang jika selesai shalat isya tidak shalat witir karena mau tahajud, nanti setelah tahajut baru ditutup dengan witir. Tapi ada orang yang apabila mau tidur witir terlebih dahulu, kalau ia bangun tahajud, maka setelah tahajud tidak witir lagi, itu semua benar karena itu yang dilakukan oleh sahabat yang

dipersaksikan oleh Nabi..Pernah nabi tanya kepada Abu Bakar kapan kamu shalat witir, Abu Bakar menjawab awal waktu, maka kata Rasulullah Hai Abu Bakar kamu orang yang amat hati hati. Lalu beliau tanya kepada Umar, Umar kapan kami shalat witir ? Umar menjawab akhir waktu, Rasulullah menjawab kamu orang tekun. Ass. Pa Ustas. Apakah sah menikah melalui telekomunikasi ( telepon )? Dalam pernikahan ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni, Ijab qabul dilasanakan dalam satu majlis, mempelai, wali dan saksi satu majlis. Sekarang melalui telpon berarti mungkin mempelai berjauhan, atau saksi berjauhan. Tetapi dengan teknologi, kalau dengan alat itu bisa menjadikan untuk transaksi, maka transaksinya sah, sehingga ada yang mengatakan menikah lewat telpon itu sah. Seorang saksi yang jauh, tetapi ia bisa medengar pembicaraan dari jauh, dan betul mengenal dan tahu persis siapa yang bersuara, maka ada yang mengatakan persaksiannya sah, sebagaimana sahnya saksi seorang buta dengan mengenal dan mengetahui persis suara yang disaksikan.


18

Kendari Pos | Kamis, 19 Agustus 2010

Yamaha-Rossi Perang Dingin Brno, KP Kesepakatan dan keputusan sudah dibuat oleh Valentino Rossi seputar masa depannya. Di MotoGP selanjutnya, dia tak lagi bersama Yamaha Valentino Rossi berharap Yamaha memberi izin dirinya mencoba motor Ducati yang akan digunakan pada musim MotoGP 2011 usai seri Valencia, 7 November mendatang. Demikian Autosport memberitakan hari ini, Selasa (17/8). Menurut Rossi dirinya merasa perlu mencoba motor yang akan membawanya ke pengalaman baru. Motor Ducati Desmosedici GP11 itu, menurut Rossi, perlu dicoba lebih awal agar siap pada musim tahun depan. “Filippo Preziosi (general manager Ducati) telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bekerjasama mengembangkan Ducati. Saya pikir Ducati tahun ini sedikit lebih mudah diperbaiki setting-nya, dan saya yakin mampu memodifikasinya sesuai yang saya inginkan,” kata Rossi seperti dikutip Autosport. Pembalap 31 tahun itu juga berharap Yamaha bisa memberi kesempatan kepadanya saat sesi latihan di Valencia, Spanyol atau setelah musim 2010 berakhir. “Saya memperkirakan Yamaha akan memberikan waktu kepada saya mencoba Ducati di Valencia, sebab sejarah kami adalah sejarah yang berbeda (saat Rossi pindah dari Honda ke Yamaha),” katanya. Kenangan pahit memang pernah dirasakan oleh Rossi saat berganti pabrikan menjelang musim 2004. Saat itu Honda tak mengizinkan Rossi untuk segera mencoba motor Yamaha di akhir musim. “Saya telah memberikan banyak hal untuk Yamaha sejak 2004 sampai sekarang, saya banyak meningkatkan kemampuan motor dan seluruh tim. Jadi, itu sangat adil bagi Yamaha mengatakan “yes” untuk uji coba di Valencia,” tambah pemilik julukan The Doctor itu. Rossi memang telah memberikan empat gelar juara dunia bagi Yamaha di kelas utama.tapi, hubungan kedua pihak

Anelka Disanksi 18 Laga

mulai merenggang sejak awal musim ini seiring segera habisnya masa kontrak Rossi. Apalagi, Yamaha memperlihatkan lebih memperhatikan Jorge Lorenzo untuk dipertahankan. “Situasinya sudah banyak berubah dibandingkan pada 2004. Yamaha sekarang memiliki banyak pembalap hebat jadi kelihatannya mereka tak membutuhkan saya lagi. Kini saya menatap petualangan baru, terutama karena saya pikir tugas saya di Yamaha sudah selesai,” beber Rossi seperti dikutip Reuters.

Tapi, keputusan Rossi untuk menyepakati kontrak dua tahun dengan Ducati terlihat makin merenggangkan hubungannya dengan Yamaha. Buktinya sudah terlihat saat Yamaha menjalani sesi uji coba pasca balapan di Brno. Meski diberi kesempatan untuk mencoba motor baru untuk sisa musim 2010, komponen yang diberikan pada Rossi tak sama dengan yang dipakai Lorenzo. “Saya mencoba mesin baru untuk motor 2010 dan tak terlalu berbeda. Tapi ada beberapa hal kecil yang saya

kira akan membantu. Saya harap itu akan dapat kami pakai segera,” ungkap Rossi setelah tes. Dalam tes yang berlangsung Senin (16/8), Rossi memakai motor dengan suspensi lama. Sementara, sebenarnya Yamaha memiliki komponen baru berupa suspensi dari Ohlins. Kelihatannya, suspensi tersebut juga melekat pada motor prototipe Yamaha untuk musim 2011. Karena alasan itulah, kemungkinan Yamaha tak memberikannya pada Rossi saat uji coba. (ady)

Paris, KP Sanksi berat dijatuhkan terhadap striker timnas Prancis Nicolas Anelka. Akibat protes yang dilancarkan kepada pelatih timnas Prancis di Piala Dunia 2010 Raymond Domenech, Anelka dijatuhi larangan membela Prancis dalam 18 laga. Berawal dari pemulangan Anelka dari Piala Dunia 2010 lalu, insiden boikot latihan yang dilakukan Patrice Evra dkk dilakukan. Domenech ambil keputusan memulangkan Anelka lantaran menilai sang pemain telah memaki dia di ruang ganti. Nah, insiden boikot plus performa buruk Les Bleus (julukan Prancis) membuat Presiden Prancis Nicolas Sarkozy sampai ikut mengecam. Menurut dia, Patrice Evra dkk melakukan hal yang memalukan bagi Prancis dan itu harus diusut. Setelah menjalani pengusutan, ternyata terbukti bahwa terdapat lima pemain yang dianggap sebagai biang keladi. Mereka adalah Anelka, Evra, Franck Ribery, dan Jeremy Toulalan. Namun, sanksi yang dijatuhkan pada mereka tidak seberat Anelka. Bila Anelka harus absen 18 laga, maka Evra hanya lima laga, Ribery tiga laga, dan Toulalan hanya satu laga. Sedangkan, lima pemain lainnya yang sempat diperiksa empat jam oleh komisi disiplin FFF (asosiasi sepak bola Prancis) bisa lolos, termasuk Eric Abidal. Larangan selama 18 laga itu artinya striker Chelsea itu akan absen sekitar dua tahun. Dengan begitu, membuat peluang dia bermain di Euro 2012 makin tertutup. Selain karena sanksi, usianya juga sudah mencapai 33 tahun saat itu. “Para pemain memang merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi. Apalagi aksi yang mereka lakukan sangat berpengaruh bagi kami di even itu. Saya meyakini mereka tidak akan melakukannya lagi,” bilang JeanLouis Valentin, direktur tim Prancis, seperti dikutip Reuters. Terkait sanksi yang diterimanya, Anelka mengecam keputusan komisi disiplin FFF. Menurut dia, keputusan itu terlalu dilebih-lebihkan. Namun, dia tidak terlalu peduli karena baginya karir di sepak bola internasional telah habis sejak diusir Domenech. “Ini hanya keputusan untuk menyenangkan publik, untuk membuat agar awal baru Laurent Blanc bisa berjalan dengan tenang. Mereka semua adalah badut. Saya akan tertawa hingga mati mendengar hukuman saya,” urai Anelka. Ya, ketika Prancis bermain melawan Norwegia pada laga uji coba, Blanc sengaja tidak memboyong 23 pemain dari skuad Piala Dunia 2010 lalu. Meski dia memastikan tetap akan memanggil mereka nantinya untuk kualifikasi Euro 2012. Blanc memang tetap membutuhkan tenaga para pemain senior. Tapi, pada pertandingan pertama di kualifikasi Euro 2012 melawan Belarusia pada September mendatang, Blanc tidak bisa memainkan Anelka, Evra, Ribery, dan Toulalan. (ham)


19

Kendari Pos | Kamis, 19 Agustus 2010

Jamu, Efektif Seduh Sendiri SEJAK lama jamu atau herbal diyakini perempuan mampu menjaga kecantikan. Tidak hanya menjaga kelangsingan, herbal juga bermanfaat untuk memelihara kulit. Jenisnya, antara lain, kunyit, jeruk nipis, mentimun, sirih, pegagan, sambiloto, jahe, lidah buaya, dan kencur. Kunyit, misalnya. Kandungan kimia dari rimpang kunyit adalah minyak atsiri sebanyak enam persen dan zat warna kuning (kurkuminoid) lima persen. Selain itu, dalam kunyit terdapat protein, fosfor, kalium, besi, dan vitamin C. Rimpang tersebut bisa dimanfaatkan sebagai jamu bersama asam atau jamu serbuk (kapsul). Kunyit juga sering digunakan wanita untuk memperlancar haid. Selain itu, kunyit berguna meringankan nyeri haid dan gangguan menopause.”Jamu ini mengandung banyak vitamin A, C, dan E. Respons lainnya, kulit lebih halus. Manfaat lainnya, tubuh tetap segar, tak mudah sakit,” tutur Husin Rayesh Mallaleng. Mengonsumsinya sehari

cukup satu gelas. “Jika minum empat sampai lima gelas dalam sehari, mag bisa sakit,” ujarnya. Namun, dampak tersebut tak bisa digeneralisasi pada semua orang. Sedangkan Kencur memiliki kandungan minyak atsiri. Manfaatnya, peluruh dahak atau pembersih tenggorok. Kencur juga bisa menghangatkan badan dan menghilangkan lendir yang menyumbat hidung. Rimpang itu juga baik untuk menangkal radikal bebas sebagai salah satu penyebab penuaan dini. “Untuk ramuan awet muda, bisa minum jamu beras kencur. Karena rasanya agak getir, disarankan menambahkan gula aren yang harum,” tutur dosen fakultas farmasi di Ubaya tersebut. Untuk mengatasi nyeri haid, ada jamu campuran temulawak dan kunyit. Campuran keduanya mengandung analgesik (pereda nyeri). “Minum tiga kali sehari, saat menstruasi akan mulai hingga tuntas,” ucap Husin. Setelah masa tersebut, jamu sangat disarankan untuk

dihentikan. Berdasar penelitian, konsumsi jamu temulawak dan kunyit dalam jangka panjang membuat remaja kelak sulit punya anak. “Kalau orang awam mengistilahkan rahim kering,” tuturnya. Husin mengatakan, banyak bahan jamu di pasaran yang bisa dikonsumsi. Namun, lihat dulu bahan isiannya. Jangan sampai mengandung bahan kima obat (BKO) yang berbahaya bila dicampur herbal. “Perhatikan pula tanggal kedaluwarsanya,” katanya. Bila ragu, boleh konsultasi dengan pakar herbal. “Akan diajari cara membuat jamu sesuai kebutuhan. Karena membuat sendiri, tak akan khawatir saat mengonsumsinya,” kata dia. Sebaiknya, jamu dikonsumsi sesudah makan untuk mencegah gangguan lambung. Agar lebih efektif, konsumsi jamu disertai pola hidup sehat. Yakni, menghindari makanan tinggi lemak, kalori, dan olahraga teratur. “Setelah jam enam sore, stop makan,” tegas Husin. (ai/ c8/nda)

Konsultasi:

Penasaran Kuteks Oleh: dr Ni Putu Susari W. SpKK, Spesialis Kulit Kelamin RS Husadaa Utama Surabaya Saya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Teman-teman saya senang sekali memakai kuteks. Sebetulnya, saya juga ingin punya kuku cantik berwarna-warni. Tapi, ada yang bilang bahwa kuteks memicu kuku kusam kekuningan. Betul, Dok? Kalau pada akhirnya saya memakai kuteks, perawatan seperti apa yang harus saya lakukan agar kuku tidak kusam dan tetap sehat? Nabila, Surabaya — SAAT ini cat kuku sama esensialnya dengan lipstik sebagai bagian dari make-up. Jika memakai cat kuku, keseluruhan permukaan kuku akan tertutup oleh lapisan cat kuku.

Bahan itu tidak tembus udara sampai berharihari. Sampai akhirnya dilarutkan dengan pelarut yang sedikit banyak bersifat degreasing. Tak ada bagian tubuh lain yang sanggup seperti itu. Komplikasi memang jarang terjadi. Tetapi, kuku wanita yang memakai cat kuku lebih rentan terhadap infeksi pada matriks kukunya. Itu terjadi mungkin karena pembengkakan dan pelunakan matriks tersebut. Juga, kondensasi uap air yang disebabkan oleh penutupan permukaan kulit oleh cat yang tak tembus udara tersebut. Untuk mengatasi masalah itu, sebaiknya, pemakaian cat kuku dibatasi hanya 1-3 hari. Setelah itu, dianjurkan dibersihkan menggunakan nail lacquer remover yang mengandung aseton. Untuk perawatan, krim kuku (nail cream) bisa diberikan. Itu bertujuan menghaluskan kuku yang kasar. Sedangkan pemakaian vernis kuku bisa menutupi warna kuku yang kurang baik/kusam. (*/c10/nda)

Fisik Tak Gambarkan Orientasi Seksual Ada Dua Jenis Homoseksual

Tak Semua Herbal Direbus FLU (common cold) bisa disebut penyakit sejuta umat. Tak hanya menyiksa karena demam, pilek yang disertai hidung mampet tak kalah menjengkelkan. Obat-obatan kimia memang menyembuhkan penyakit tersebut. Namun, kalau ingin lebih natural, manfaatkan obat herbal. Menurut Rachma Pantja Fadjarwati Hermin Rochmajanti, obat-obatan kimia memang akan mengurangi gejala flu lebih cepat. Tapi, karena hanya mengurangi, begitu efek obat hilang, gejala flu bisa muncul kembali. “Lain halnya bila memanfaatkan tanaman obat,” ucapnya. Tanaman obat merangsang sistem imun dan memberi kekuatan tubuh untuk melawan virus influenza. Maka, flu bakal lebih cepat sembuh jika diobati dengan herbal. Selain itu, efek samping penggunaan herbal lebih ringan. Meskipun jarang, pada beberapa orang, herbal memicu reaksi alergi. “Salah satu caranya, mengonsumsi herbal menjadi minuman hangat. Dengan begitu, tubuh lebih mudah menyerap,” jelas asisten apoteker Poliklinik Obat Tradisional Indonesia RSUD dr Soetomo Surabaya itu. Rachma mencontohkan membuat wedang jahe dan serai. Dua bahan tersebut cukup dikeprak (ditumbuk kasar), lalu dituangi air mendidih. “Jan-

gan direbus. Sebab, kandungan bahan bermanfaatnya bisa menguap,” jelasnya. Kita juga bisa menggunakan tanaman herbal yang memiliki efek imunomodulator (merangsang sistem imun tubuh). Misalnya, meniran atau ceplukan. “Dua tanaman itu diolah dengan cara yang sama,” ujar Rachma. Ambil sekitar lima gram meniran atau ceplukan kering, tambahkan dengan empat gelas air (4 x 200 cc), lalu rebus dengan api kecil. Konsumsi sehari tiga kali. Tidur yang cukup juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kalau memang susah tidur lantaran hidung mampet, tanaman pala bisa membantu. Rachma menjelaskan, tanaman pala mengandung miristin. Bahan tersebut memberi efek menenangkan. Hanya dengan mengusapkan biji pala di kening, rasa mengantuk langsung datang dan tidur pun nyenyak. Selain diusap, pala bisa dibuat minuman hangat. Caranya, seperlima biji pala disiram dengan air mendidih. Bisa ditambahkan gula bila suka. Yang perlu diingat, baik untuk dioles maupun diminum, jangan gunakan biji pala terlalu banyak. “Kalau kebanyakan, tidur bisa sangat nyenyak sampai susah dibangunkan,” tegas perempuan berjilbab itu. (ai/c8/nda)

PERILAKU homoseksual sering dikaitkan dengan kondisi genetik. Banyak kasus, seperti gay, ketika diteliti, gennya tetap XY. Artinya, dia tetap pria tulen. Namun, untuk orientasi seksual, dia tertarik kepada sesama jenis. Menurut dr Susanto Suryaatmadja SpAnd MKes, ada dua jenis homoseksual, yakni ego sintonik dan ego distonik. Dikatakan ego sintonik bila seorang homoseks tidak terganggu oleh orientasi seksualnya. Dia tidak mengalami konflik bawah sadar serta tidak ada desakan, dorongan, atau keinginan untuk mengubah orientasi seksual. “Kalangan homoseks ego sintonik itu masih bisa disembuhkan,” terangnya. Bahkan, bisa juga dia memiliki pacar dan menikah dengan lawan jenis. Syaratnya, dia dijauhkan dari kehidupan yang membuatnya ingat akan perilaku homoseksual. Misalnya, A dipenjara lima tahun. Selama dipenjara, dia mengalami pelecehan seksual dari sesama tahanan yang membuatnya menjadi seorang homoseksual. “Dia harus dijauhkan dari kelompok-kelompok homoseksual tersebut. Itu hampir sama dengan orang yang sudah kecanduan narkoba,” imbuh androlog dari RSUD dr Soetomo tersebut. Sedangkan homoseksual ego distonik merasa orientasi seksualnya terganggu karena konflik psikis. Dia tidak atau sedikit sekali terangsang oleh lawan jenis. Hal itu menghambatnya dalam memulai dan mempertahankan hubungan heteroseksual yang sebetulnya didambakan. Secara t e r u s terang, dia menyatakan dorongan homoseksual itu. Hal terse-

but mengakibatkan orang itu merasa tidak disukai, cemas, dan sedih. “Konflik psikis tersebut berdampak perasaan bersalah, kesepian, malu, cemas, dan depresi,” ucap Susanto. Kalangan ego distonik juga benci terhadap orientasi seksualnya dan berupaya mengubahnya. Bahkan, tak jarang kelompok itu ingin mengubah jenis kelamin. “Saya pernah didatangi pasien perempuan tulen yang ingin menjadi laki-laki. Itulah yang dikatakan homoseksual ego distonik,” tegas dokter lulusan FK Unair tersebut. Dalam kondisi itu, kalangan tersebut sulit disembuhkan. Bisakah membedakan kaum homoseksual dan heteroseksual dari ciri fisik? Susanto mengatakan, penampilan fisik terkadang menjebak. Tampilan fisik tegap, dada bidang, bahkan six pack, ternyata orang itu gay. Ada juga perempuan yang sangat tomboi, tak pernah pakai rok, dan berpotongan rambut selalu pendek, tapi belum tentu lesbian. Bisa jadi dia perempuan tulen. “Memang ada beberapa tampilan fisik yang menandakan gay atau lesbian. Misalnya, gay umumnya berpenampilan rapi dan terlihat seperti perempuan. Ciri lain, mereka selalu tertarik terhadap aktivitas yang biasanya dilakukan oleh perempuan,” paparnya. (ai/c11/nda)


20

Kendari Pos |Kamis, 19 Agustus 2010

KPU Pusat Malu Dengar KPU Konsel Dilapor

Mega-Puan Kritik SBY Lagi Jakarta, KP Dua tokoh sentral PDIP, Megawati Soekarnoputri dan putrinya, Puan Maharani, tak pernah bosan mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kali ini sorotan tajam diarahkan kepada pidato kenegaraan presiden di gedung parlemen pada 16 Agustus. Mega maupun Puan memandang pidato itu belum menyentuh permasalahan rakyat secara konkret. “Saya sudah membaca, tidak ada satu pun hal yang baru. Kalau saya perhatikan, itu merupakan suatu masukan secara garis besar saja. Justru sangat disayangkan, banyak permasalahan yang sama sekali tidak diucapkan,” kata Megawati , kemarin. Menurut ketua umum DPP PDIP itu, pidato kenegaraan seharusnya menjawab berbagai problem bangsa yang tengah berkembang. Dalam soal perekonomian, kata Megawati, seharusnya presiden bisa memberikan solusi terhadap kenaikan harga-harga pokok. Termasuk permasalahan yang mewarnai proses konversi minyak tanah ke tabung gas. Megawati menambahkan, dalam soal keamanan dan geopolitik, presiden juga sama sekali tidak menyebutkan kasus ditangkapnya tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh patroli Malaysia. “Hal-hal seperti itu sebenarnya harus diberikan jawaban secara formal pada pidato 16 Agustus,” ujar Megawati. Dengan begitu, lanjut dia, rakyat dapat mengetahui apa saja yang akan dilakukan pemerintah. Megawati kemudian menyoroti rencana kenaikan gaji pokok PNS, TNI, dan Polri sebesar sepuluh persen. Dia khawatir penyampaian rencana itu, apalagi menjelang Lebaran akan terus memancing kenaikan-kenaikan harga. “Yang sekarang saja, dalam pengamatan saya, sudah sangat tidak bisa distop,” katanya. Secara keseluruhan, Megawati menganggap pidato kenegaraan itu belum berpihak ke-

MUSTAFA RAMLI/JAWA POS

SARASEHAN : Ketua Umum PDI-I, Megawati Soekarno Putri, (kanan) didampingi Puan Maharani (kiri) dan Sekjen PDI-P, Cahyo Kumolo (tengah) saat membuka sarasehan PDI-P, Selasa(1 Juli 2010) di Jakarta. Sarasehan tersebut membahas soal lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. pada kesejahteraan rakyat. “Malah, menurut saya, (pidato) itu datar sekali,” tegasnya. Puan Maharani yang menjabat salah satu ketua DPP PDIP juga mengatakan presiden gagal memberikan arah dan strategi yang jelas terhadap permasalahan bangsa melalui pidato kenegaraannya. “Sepertinya hanya retorika dan teatrikal saja,” kata Puan di gedung DPR, Senin lalu. Dia menyindir klaim presiden bahwa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang semakin kuat. Sebab, kenyataannya masih jauh dari itu. “Panen banyak tidak berhasil, hama wereng terus merajalela. Sementara yang terus disalahkan petani, padahal ini membuktikan ketidaksiapan pemerintah,” paparnya. Dia menambahkan, penjelasan presiden mengenai reformasi gelombang pertama dan reformasi gelombang kedua juga tidak menjelaskan efeknya terhadap kesejahteraan rakyat. “Arahnya apa juga tidak kelihatan secara jelas,” sindir Puan.

Dalam pidatonya, presiden mengatakan, dalam sepuluh tahun pertama reformasi, Indonesia telah melangkah jauh dalam melakukan transisi demokrasi. Di antaranya, telah melakukan tiga pemilu yang jurdil, mempunyai badan legislatif yang sangat independen, dan TNI kembali menjadi tentara profesional yang tidak lagi berpolitik dan berbisnis. Selain itu, lanjut SBY, kebebasan pers dan bependapat kini terjamin. Bahkan, undang-undang yang diskriminatif telah dihapus. Setelah sukses pemilu nasional pada 2009 lalu, Indonesia kini telah memasuki reformasi gelombang kedua. Menurut SBY, tujuan reformasi gelombang kedua bukan mengubah haluan, namun mempertegas haluan. Meski demikian, SBY mengaku prihatin dan mencemaskan berkembangnya demokrasi berbiaya tinggi, khususnya dalam pemilihan umum kepala daerah. “SBY seharusnya bisa lebih jelas, strategi dan arah kebijakannya ingin seperti apa,” tegas Puan.

Terpisah, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menanggapi enteng kritik Megawati dan Puan Maharani. “Tidak semua hal perlu dan bisa dipidatokan,” kata Anas. Meski begitu, Anas memastikan substansi pidato presiden adalah urusan serta kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. “Ada yang berkaitan langsung dan nyata. Ada juga yang tidak langsung, tetapi mendasar,” terangnya. Selanjutnya, Anas balik menyindir Megawati. “Saya yakin pandangan Ibu Mega akan berubah kalau beliau sesekali berkenan memenuhi undangan presiden untuk hadir di istana,” kata mantan ketua umum PB HMI itu. Sejak lengser dari kursi presiden pada 2004, Megawati memang tidak pernah menghadiri upacara kenegaraan peringatan kemerdekaan di Istana Negara. “Saya yakin silaturahmi akan menjernihkan keadaan, termasuk cara pandang. Silaturahmi ini akan baik bagi beliau-beliau dan kita sebagai bangsa,” tegas Anas.(tof)

Tamasya Akan “Garap” Kabaena Kendari, KP Meski memenangkan putaran pertama Pemilukada Bombana, tapi pasangan TafdilMasyura (Tamasya) tampaknya tidak tenang. Penyebabnya, suara yang berhasil diraih usungan PAN ini di Kabaena, turun drastis dibanding survey yang mereka lakukan sebelum hari H pemungutan suara. Masyura mengatakan, seminggu sebelum pemungutan suara, Tamasya menurunkan tim survey untuk menilai elektabilitas mereka di Kabaena. Hasil survey tersebut menyebutkan mereka akan memper-

oleh suara lebih dari 40 persen. Tapi kenyataannya mereka hanya berada di posisi ketiga dengan 21,61 persen di bawah Amin (32,60 persen) dan Serasi (24,42 persen). Kondisi itu harus disikapi dengan serius. Menurut anggota DPRD Sultra ini kekalahan mereka di Kabaena lebih disebabkan faktor non tekhnis seperti kampanye hitam dan politik uang. ‘’Kita harus lihat apa kendalanya. Kita harus rumuskan apa yang akan dilakukan dan kita harus kembali bertarung dan menang di Kabaena,’’ katanya saat dite-

Anas :Djafar Hafsah Lebih Baik dari Saya Jakarta, KP Ketua Fraksi Partai Demokrat resmi dijabat Djafar Hafsah. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum membeberkan alasan dipilihnya Djafar untuk menggantikan dirinya memimpin fraski terbesar di DPR itu. “Pak Djafar memenuhi satu kriteria, yakni lebih baik daripada ketua fraksi sebelumnya,” jelas Anas kepada wartawan di gedung parlemen, Jakarta, kemarin. Tampak mendampingi Anas, Djafar bersama sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat. Menurut Anas, terpilihnya Djafar secara spesifik adalah hasil kesepakatan DPP dan Dewan Pembina Partai Demokrat. Harus diakui, Djafar merupakan salah satu kader senior. Sementara itu, komposisi DPP Demokrat saat ini dihuni sejumlah kader muda. Namun, dikotomi kader senior-junior itu tidak berlaku di Demokrat. “Kader senior ataupun muda, semua memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya. Selama memiliki potensi dan kemampuan memimpin, siapa pun pantas duduk sebagai ketua fraksi. “Pak Djafar saat ini pantas berada di situ,” tegas Anas. Keputusan Dewan Pembina dan DPP Partai Demokrat memilih Djafar juga melalui pertimbangan dan data. Anas menyatakan, terpilihnya ketua DPP Demokrat bidang kesra itu juga didasarkan atas kinerja. Djafar yang kini menjabat ketua De-

partemen Bidang Kesra itu memiliki rapor kinerja yang dinilai bagus. “Semua anggota FPD memiliki rapor dan catatan,” jelasnya. Tugas padat kini menanti Djafar. Anas menyatakan, seorang ketua fraksi harus mampu mengonsolidasikan fraksi secara internal maupun eksternal. Secara internal, Djafar harus mampu memimpin 147 anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR agar tidak terpecah belah. Secara eksternal, Djafar juga harus membangun hubungan dengan fraksi lain di DPR. “FPD harus menjadi fraksi pemerintah yang ekselen,” pesannya. Djafar secara terpisah mengungkapkan akan melanjutkan kebijakan ketua fraksi sebelumnya, Anas Urbaningrum, dalam memimpin Demokrat di parlemen. Menurut dia, yang dilakukan Anas sudah tertata dan akan dikembangkan. “Saya akan melanjutkan apa yang telah ditata sebelum ini,” ujarnya. Dia menyatakan, penunjukan dirinya sebagai ketua fraksi adalah tugas dan amanat berat dari Partai Demokrat langsung kepada dirinya. Namun, dia berjanji akan melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya, termasuk membangun komunikasi politik yang lebih baik dengan fraksi-fraksi lain di parlemen. “Tentu dengan dukungan anggota fraksi secara bersamasama,” tandasnya.(bay)

mui di Kendari. Ada beberapa alasan yang membuat Masyura tidak terima dengan kekalahannya di Kabaena. Salah satunya karean dia menetap di Kabaena selama proses Pemilukada. Hal itu seharusnya membuat Tamasya semakin familiar di mata konstituen Kabaena. ‘’Ada apa disana? Kenapa kita harus kalah?. Itu yang harusnya kita

perbaiki,’’ katanya. Tapi di luar pertempuran memenangi Kabaena, ia mengisyaratkan sudah siap bertarung ulang di putaran dua Pemilukada Bombana. Salah satu strategi yang sudah dilakukannya dengan melakukan silaturahmi dengan kandidat lain. ‘’Tentunya untuk meminta dukungan dari mereka,’’ katanya.(cr2/ong)

Jakarta, KP Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Syamsul Bahri mengaku malu mendengar kabar dugaan korupsi yang dilakukan KPU Konawe Selatan (Konsel). Menurutnya, laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang disampaikan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah pernah terungkap dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR. ”Kami kan malu juga, saya sempat dipanggil waktu itu untuk mengklarifikasi di Komisi II, ” kata Syamsul yang juga koordinator wilayah Sultra di sela-sela diskusi di Jakarta, Selasa (17/8). Karena itu kata dia, usai permasalahan itu dibahas di Ko-

misi II pihaknya sudah mewanti-wanti kepada para anggota KPU di Sultra untuk lebih hatihati menggunakan anggaran KPU. ”Kalau tidak mengerti harus ditanyakan. KPU Pusat selalu siap membantu dan melakukan supervisi. Saya sampaikan kepada Ketua KPU Sultra (Bosman),” katanya. Sebagaimana diketahui, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengendus ketidakberesan pengelolaan keuangan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara. Temuan ICW, sekitar Rp 1,7 miliar dana untuk Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2008-2009 dikelola langsung ketua dan anggota KPU

Konsel. Dana itu pula tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena kasusnya sudah ditangani Polres Konawe Selatan, ICW melaporkan dugaan itu ke Badan Pengawas Pemilu. ICW mendesak Polres Konawe Selatan agar penanganan kasus tersebut segera dituntaskan dan mendesak Bawaslu untuk mendorong pembentukan Badan Kehormatan (BK) oleh KPU dan memecat anggota KPU Konsel. Menurut Syamsul, tidak dibenarkan anggota KPU mengelola langsung uang yang ada di KPU. Kata dia, dana tersebut dikelola sekretariat kalau KPU di daerah. ”Makanya ada sekretariat. Tapi saya belum terima laporan dari Bawaslu,” pungkasnya.(awa)

Hasrat Dana Asprasi Muncul Lagi Jakarta, KP Golkar ternyata tak hilang harapan untuk merealisasikan dana aspirasi yang mereka usulkan. Setelah sempat tenggelam karena dikecam berbagai kalangan, kini asa politisi partai berlambang beringin itu berkibar lagi. Mereka yakin, proyek tersebut lolos setelah mendengar pidato RAPBN 2011 yang disampaikan Presiden SBY. Walaupun presiden tak menyebut langsung dana aspirasi, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menangkap peluang usul mereka akan masuk APBN. Apa alasannya” “Empat sampai lima kali, presiden berulang-ulang menyampaikan pidato terkait anggaran untuk daerah. Ini positif,” kata Priyo di Jakarta, kemarin. Dana aspirasi ini muncul dua bulan lalu. Golkar mengusulkan agar setiap anggota DPR bisa merekomendasi proyek senilai hingga Rp 15 miliar untuk konstituen di dapil masing-masing. Proyek itu lewat usul anggota DPR, tapi pelaksanaan tetap pemerintah. Usul tersebut langsung dikritik berbagai pihak karena khawatir muncul potensi korupsi lewat kolusi pemberi proyek. Golkar tetap yakin, proyek itu tetap untuk kepentingan rakyat. Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, para petinggi Golkar menjamin tak ada korupsi karena dana tidak lewat anggota DPR. Menurut Priyo, pascapidato nota keuangan presiden, tugas

setiap fraksi ialah membahas isi RAPBN 2011 yang diajukan pemerintah. Menurut rencana, DPR kembali menggelar paripurna pada Kamis hari ini. Paripurna itu menjadwalkan tanggapan setiap fraksi atas RAPBN 2011 pemerintah. “Kami akan pelajari, mudahmudahan dalam salah satu lembaran ada,” ujar politikus yang juga wakil ketua DPR itu. Harry Azhar Azis, wakil ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, juga berkeyakinan sama. Menurut dia, rencana kenaikan transfer anggaran ke daerah merupakan sinyalemen bahwa dana aspirasi bisa masuk APBN 2011. “Walaupun tidak menyebut khusus, saya menangkap ada sebagian (dana aspirasi),” kata Harry. Dalam pidatonya, SBY memang menyatakan bahwa alokasi anggaran transfer ke daerah direncanakan mencapai Rp 378,4 triliun atau naik 9,8 persen dari APBNP 2010. Menurut Harry, kenaikan anggaran itu merupakan bukti mulai ada perhatian lebih dari pemerintah kepada daerah. SBY menyinggung bahwa kenaikan terbesar anggaran daerah melalui pos dana alokasi umum (DAU). Harry menegaskan, itu sudah sesuai dengan konsep dasar dana aspirasi yang digulirkan Golkar. “Konsep khusus dana aspirasi adalah memeratakan,” ujarnya. Karena konsepnya sama, dana aspirasi tetap akan dibicarakan di Badan Anggaran

(banggar) DPR dan Komisi XI DPR. “Yang jelas, kami tidak melihat pemerintah menyatakan menolak atau tidak. Pemerintah sepakat bahwa dana daerah lebih besar,” tegasnya. Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto menegaskan, fraksinya tak terpengaruh dengan tidak ditanggapinya usul dana aspirasi secara terbuka oleh presiden. “Meskipun tidak ada respons, itu akan tetap menjadi perjuangan Golkar bersama teman-teman yang lain sebagai suatu program jangka panjang,” katanya. Menurut Setya, usul dana aspirasi berangkat dari kesadaran bersama semua anggota dewan, fraksi, dan parpol, bukan hanya Golkar. Pada akhirnya, tegas dia, program dana aspirasi itu diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat di daerah-derah. Setya berkeyakinan, pintu untuk meloloskan gagasan tersebut masih terbuka lebar. Salah satu di antaranya melalui pembahasan RUU APBN 2011 di Banggar DPR. “Jadi, masih punya kesempatan. DPR kan punya hak bujet. Jadi, tidak perlu harus kecewa. Harus tetap berjuang karena itu perjuangan yang baik,” tandasnya. Ketua Departemen Perekonomian DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, Presiden SBY memang tidak menanggapi usul dana aspirasi. Dan, itu sudah tepat. Sebab, DPR sendiri belum satu suara dalam menyikapi usul dana aspirasi. (bay)


Kendari Pos Edisi 19 Agustus 2010