Page 1

CMY

CMY Kamis, 18 Agustus 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Eka Suaib Buka Rahasia

Satu Suara Rp 200 Juta Kendari, KP Masalah di KPU Sultra sepertinya belum berhenti. Setelah pengunduran diri Bosman dari jabatan Ketua KPU, kini ketua terpilih Masudi yang jadi sorotan. Terpilihnya dia sebagai pengganti Bosman disinyalir kental beraroma politik uang. Tidak main-main karena hal itu dilontarkan sendiri oleh DR H Eka Suaib, lawan yang dikalahkan Masudi dalam pemilihan ketua KPU. Indikasi tersebut kata Eka berawal ketika ia menjalin komunikasi dengan salah satu anggota KPU Sultra bernama La Ode Ardin. Eka menghubungi Ardin untuk meminta dukungan menjadi ketua KPU Sultra. Versi Eka, setelah membaca berita

Bosman Sangkali Semua Tuduhan Hasan Mbou

Pernah Bentol-bentol Karena Alergi Obat Menurut penduduk Jalan Merbau Utara Dalam II, Perumnas Banyumanik, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Provinsi Jawa

Baca ALERGI di Hal. 2

Kendari Pos yang berisi Ardin akan mendukung dirinya, ia segera menindaklanjuti dengan menelepon Ardin. Bukannya jawaban positif yang ia terima, malah Ardin menyebut suaranya telah “ditawar” calon lainnya senilai Rp 200 juta. “Saya telepon dia, saya katakan kalau mau mendukung jangan hanya lewat koran, tapi dukung saya di rapat pleno. Dia bilang, eh pak, ada calon yang mau membayar saya 200 juta jika mau memilih dia, saya lantas katakan saya tidak bisa lakukan itu,” katanya. Sayangnya, Eka tidak mau menyebut siapa orang yang siap membeli

Eka Suaib

Baca RAHASIA di Hal. 7

Wanita Dalam Foto Syur Siap Bersaksi di MK

Bosman

Kendari, KP Mantan Ketua KPU Sultra, Bosman akhirnya menjawab semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya, selama ini. Dia telah siap menghadapi Abdul Hasan Mbou, salah satu kandidat bakal calon Bupati Buton, termasuk memperkarakan anggota DPRD Sultra itu, ke jalur hukum. Saat diwawancarai kemarin, Bosman, menyangkal semua tudingan Hasan Mbou.

Baubau, KP Foto syur seorang wanita bersama seorang laki-laki mirip Ketua KPU Buton yang disebut sebagai hadiah dari salah satu pasangan calon Bupati Buton karena telah dimenangkan dalam Pilkada, ternyata salah seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial Ls. Kabar terbaru para kandidat yang menggugat atas dugaan adanya kecurangan dalam penyelengga-

Baca BOSMAN di Hal. 8

Baca FOTO di Hal. 8

Membanggakan, Siswa Sultra di Barisan Paskibraka Jakarta, KP Cukup membanggakan siswa dan siswi asal Sulawesi Tenggara (Sultra) berada dalam barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Negara, Rabu (17/ 8). Keduanya masuk dalam tim inti di antara 66 anggota Paskibraka yang diseleksi dari siswa seluruh Indonesia. Mereka adalah Uswatun Hasanah Safitri, siswi SMAN 1 Baubau dan Hamsir, siswa SMAN 1 Lasusua. Saat pengibaran bendera, Uswatun masuk Tim Sabang. Sedangkan saat penurunan bendera siswi

kelahiran Baubau, 29 Oktober 1995 ini masuk Tim Merauke. "Senang dan bangga. Bisa punya banyak teman. Tapi sedikit gugup juga," kata Uswatun usai melakukan penurunan bendera di Hotel Sriwijaya, Jakarta, Rabu (17/8). Uswatun menjelaskan, dirinya sudah berada di Jakarta sejak 20 Juli 2011 bersama siswa yang terpilih dari seluruh Indonesia. Sejak saat itu, ia digembleng dan di karantina untuk mempersiapkan pengibaran sang saka merah putih di Istana

Baca PASKIBRAKA di Hal. 7

Uswatun Hasanah Safitri

Berawal dari Derita Selalu Terlambat Sampai Rumah Kemacetan di Jakarta sudah menjadi santapan sehari-hari bagi warga ibu kota. Pemerintah pun seolah tak berdaya mengatasinya. Tapi, di tangan Hendry Soelistyo, seorang pengusaha software IT, kemacetan superparah itu justru menjadi lahan bisnis menjanjikan dan membawanya meraih penghargaan internasional.

T. KUKUH-DHIMAS G., Jakarta BEGITU membuka situs lewatmana.com, tampak enam layar kecil yang menayangkan kondisi jalanan di beberapa titik Kota Jakarta. Itu adalah titiktitik rawan kemacetan di ibu kota yang ditangkap dari closed circuit television (CCTV). Misalnya, Jalan Thamrin, Rasuna Said, dan Sudirman, Grogol. Pengunjung situs tersebut juga bisa memi-

Hendry Soelistyo menunjukkan website lewatmana.com ciptaannya.

lih titik jalan lain yang ingin dilihat. ’’Sekarang kami sudah memasang 72 CCTV di beberapa tempat di Jakarta,’’ kata Hendry Soelistyo, penggagas lewatmana.com, kepada Jawa Pos. Dia menceritakan, pembuatan situs tersebut dilatarbelakangi pengalaman pribadi. Dia mengaku tiada hari tanpa terjebak kemacetan saat hari kerja. Apalagi saat pulang kantor. Hampir setiap hari pria yang berkantor di kawasan Gatot Subroto itu harus menderita karena perjalanan pulang kerja terhambat. Hendry pun selalu terlambat sampai di rumahnya di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Nah, di tengah kebosanan tersebut, tebersit sebuah ide soal cara mengurangi kemacetan Jakarta. Karena sehari-hari Hendry berkecimpung di dunia information tech-

Baca BERAWAL di Hal. 2

CMY

CMY


2

Kendari Pos |Kamis, 18 Agustus 2011

Hendry Soelistyo, Melihat Peluang Bisnis dari Kemacetan Jakarta Berawal .................... nology (IT), ide itu pun tak jauh-jauh dari pekerjaannya. ’’Simpel saja, saya kepikiran untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang gambaran kondisi jalan di Jakarta melalui internet,’’ ucapnya. Dia sebenarnya menyadari bahwa memberikan informasi tentang kondisi jalan bukanlah hal baru. Sebab, sudah ada media radio serta televisi dan bahkan polisi memiliki program TMC (traffic management center). Media

CCTV pun bukan hal baru. Tapi, menurut Hendry, dalam hal ini, belum ada pihak yang secara spesifik menggunakan CCTV dalam jumlah banyak, apalagi swasta. ’’Sepengetahuan saya, yang sudahsudah adalah milik pemerintah. Bahkan, punya polisi tidak sebanyak kami,’’ ucapnya. Bapak tiga anak itu mengungkapkan, ide tersebut tercetus sejak 2006. Tapi, karena saat itu harga perlengkapan CCTV masih sangat mahal, ide tersebut masih disimpan saja. Selain itu, waktu itu perkembangan teknolo-

gi belum begitu mendukung. Pengguna internet belum terlalu banyak. Hendry pun menyimpan keinginannya sembari menunggu waktu yang tepat dan menunggu turunnya harga-harga perangkat canggih yang dibutuhkan. Akhirnya, pada 2008, dia mulai melangkah. ’’Awalnya, saya hanya memasang 15 CCTV di titik rawan macet,’’ jelasnya. Dengan sedikit bercanda, dia menyatakan, CCTV yang dipasang waktu itu diprioritaskan hanya di titiktitik kemacetan jalur kantor dan rumahnya. Daerah pertama adalah Kebonjeruk, Gatot Subroto, Grogol, Serpong, dan Kemayoran. ’’Ya jelas dong, kan itu punya (jalur, Red) saya sendiri,’’ ucapnya lantas ngakak. Hendry tidak berjalan sendiri. Dia menggandeng beberapa kolega di tempat kerjanya. Sedikit demi sedikit dia terus menambah CCTV dan membenahi serta meng-up grade perangkat lunak untuk mendukung programnya. Harga satu unit kamera mungil itu, kata

Hendry, mencapai USD 500. Berarti, untuk membeli 72 CCTV, dirinya harus merogoh kocek sekitar USD 36.000 atau setara Rp 306 juta. Belum lagi pembelian peralatan lain. Harga itu pun, kata dia, adalah untuk kualitas CCTV menengah atau tidak terlalu baik tapi juga tidak terlalu buruk. Hendry beralasan, dengan menggunakan CCTV, pengguna jalan bisa mengetahui mana saja jalan yang padat dan macet. Bila tahu macet, mereka akan menghindari jalur tersebut. Dengan demikian, sudah satu kendaraan berpartisipasi mengurangi kemacetan. ’’Bayangkan, kalau puluhan kendaraan tidak melintas di jalan macet itu, macetnya tidak berkepanjangan,’’ tuturnya. Keringat yang dikeluarkan lulusan University of Manitoba, Kanada, tersebut ternyata tidak sia-sia. Sedikit demi sedikit pengunjung situsnya semakin melonjak. Pada hari-hari kerja, 23 ribu hingga 30 ribu orang menilik lewatmana.com. Tapi, Hendry mengakui bahwa jumlah tersebut masih sangat jauh bila dibanding jumlah kendaraan di Jakarta. Berdasar data Polda Metro Jaya 2010, kendaraan di jalanan Jakarta mencapai 11.362.396 unit. Terdiri atas, 8.244.346 unit kendaraan roda dua dan 3.118.050 unit roda empat. ’’Tapi, saya yakin, meski yang memanfaatkan situs saya masih sedikit, itu sudah membantu,’’ tegasnya.

Alergi ....................... Tengah, ini, kedua lututnya ngilu-ngilu sejak umurnya 52, terutama di kala cuaca dingin. Karena saat wawancara ini, 22 Juli 2010, umur wanita bernama Agustin Muryono ini sudah 62, tentu sudah sepuluh tahun ia menderita penyakit itu. Selain itu, ia juga menderita vertigo sehingga sering sekali ia pusing dan mual. Untuk itu, pernah suatu kali ia coba berobat secara medis, na-

Bahkan, Hendry yakin, dengan masih kecilnya angka peminat situsnya, potensi untuk terus berkembang masih terbuka lebar. Karena itu, dia menegaskan akan serius mengarahkannya untuk bisnis. Misalnya, menjualnya kepada pemasang iklan. Selain itu, Hendry membangun kerja sama dengan para pengelola gedung-gedung bertingkat di Jakarta yang ingin gedungnya dipasangi CCTV untuk memantau jalanan di sekitar gedung tersebut. Tak hanya itu. Yang tak kalah banyak menghasilkan keuntungan bagi dia adalah menggaet provider-provider telekomunikasi untuk menjalin kerja sama. Menurut Hendry, kini beberapa provider berlomba-lomba untuk memberikan layanan jasa pemantauan kondisi jalanan. ’’Sebenarnya, sejak dulu punya niat untuk bisnis dalam membangun ini (lewatmana.com), namun tidak terlalu menggebu. Tapi, sekarang saya ingin lebih serius,’’ katanya lantas tersenyum. Bahkan, tanpa diduga sedikit pun, situs lewatmana.com berhasil meraih penghargaan internasional Netexplorateur Award of the Year 2011 di Prancis pada 3 Februari 2011. Hendry langsung terbang ke negara tersebut dan menerima penghargaan di kantor pusat UNESCO di Paris. ’’Saya sangat kaget. Apalagi, Netexplorateur bukan organisasi sem-

mun setelah itu ia kapok. Pasalnya, setelah minum obat itu, seluruh permukaan kulitnya betolbentol. Ternyata, ibu empat anak ini alergi obat. Setelah itu, nenek dua cucu ini mengatasi keluhannya itu dengan tusuk jarum. Tapi, di akhir 2006, ia mengenal MDL525, lalu rutin mengonsumsi kedelai bubuk yang kini berganti nama dengan New Mandala 525 itu dua kali sehari. Ternyata cocok. “Secara berangsur-angsur kedua penyakit saya tadi hilang. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini sudah jarang s e k a l i muncul,” ungkapnya. Ada seb u a h

buku yang berjudul Air. Di dalam buku terbitan Gramedia tahun 2007 itu, pengarangnya mengatakan mengonsumsi obat itu adalah memberikan racun ke dalam tubuh. Pengarang Amerika yang juga seorang dokter dan peneliti itu mengatakan, selama ini telah terjadi semacam “kesepakatan” terselubung antara pabrik-pabrik obat raksasa dan para dokter di seluruh dunia, sehingga seorang dokter kadangkadang begitu “tega” memberikan obat yang ia tahu tak diperlukan, bahkan berbahaya, bagi pasiennya. Pendapat ini sejalan dengan yang dikemukakan Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme. Dalam buku terbitan Mizan 2008 itu dokter Jepang yang tinggal di Amerika Serikat itu mengatakan, mengonsumsi obat berarti membunuh enzim-enzim yang bermanfaat bagi perkembangan dan pemuli-

barangan,’’ ucapnya. Dia menjelaskan, itu adalah organisasi yang didukung senat dan perdana menteri Prancis. Setiap tahun, sekitar 200 peneliti, jurnalis, akademisi, pakar teknologi, dan ahli bidang lain akan memperhatikan penggunaan media digital serta internet untuk sesuatu yang baru dari seluruh dunia. Nanti, tim tersebut memilih seratus kandidat yang dinilai paling menjanjikan. Seratus kandidat itu ditetapkan sebagai The Netexplorateur 100. Dari seratus tersebut, disaring lagi hingga menjadi sepuluh. Hendry merupakan satu-satunya orang Asia Tenggara yang menerima penghargaan tersebut. Dia mengungkapkan, dirinya menang dalam kategori social impact. Lebih lanjut, Hendry menceritakan, dirinya sempat mengabaikan pengumuman atas kemenangannya yang dikirim via e-mail. ’’Saya kira itu hoax, tapi ternyata sungguhan,’’ katanya lantas ngakak. Akhirnya, dia percaya setelah menelusuri lebih lanjut. Yang membuat dia semakin percaya adalah semua akomodasi ditanggung panitia. Tentu saja Hendry tidak menyianyiakan kesempatan emas tersebut. Dia mempersiapkan diri dengan baik. Bahkan, yang lebih membanggakan, ternyata dirinya diberi kesempatan untuk berpidato di depan undangan, termasuk para petinggi UNESCO dan pemerintah Prancis. (nw) han kondisi tubuh. Karena itu, sejumlah pakar kesehatan modern saat ini bersepakat untuk menganjurkan kepada penderita penyakit untuk beralih ke terapi herbal plus mengatur pola makan, meminum air dengan cukup, berolahraga dengan cukup, beristirahat dengan cukup, dan mengonsmsi suplemen yang bermanfaat. Meminum New Mandala 525 ini termasuk ke dalam kategori mengonsumsi suplemen yang bermanfaat. Banyak kedelai bubuk beredar, namun New Mandala 525 laku karena manfaatnya nyata. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (*)


3

Kamis, 18 Agustus 2011

Izin BPR Raha Dicabut Raha, KP Izin usaha Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Raha dicabut oleh Bank Indonesia. Pencabutan izin Bank yang terletak di jalan Sukowati (depan alunalun red), dilakukan sejak tanggal 15 Agustus 2011. Kemarin, tim Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) datang melakukan inventarisasi aset dan simpanan nasabah. Alfian MH, anggota tim LPS mengatakan, pencabutan izin

BPR dilakukan karena ada permasalahan yang menyebabkan bank tersebut rugi. Oleh Bank Indonesia (BI) setelah dilakukan proses penyehatan, tidak sehat-sehat juga. BI kemudian mencabut surat izin operasinya dan diserahkan ke LPI. “LPS disini berfungsi sebagai penjaminan simpanan nasabah, “terangnya. Kelanjutan penyeleaian BPR, lanjut anggota LPS itu, dilakukan proses likuidasi. Saat

ini masih dalam proses masa persiapan likuidasi dan masa pengamanan aset BPR. “Di BPR ada aset dan kewajiban kepada nasabah. Kita lakukan inventarisasi semuanya, “ujarnya. Khusus untuk simpanan nasabah, LPS menjamin akan menyelesaikan. Menurut UU untuk simpanan nasabah akan diselesaikan 90 hari kerja. “Dua minggu ini sudah berjalan rekonsiliasi dan verifikasi simpanan yang layak bayar

dan tidak, “tuturnya. Setelah verifikasi dilakukan, kata Alfian, untuk pembayaran dana nasabah akan menunjuk satu bank pembayar. “Bank pembayar yang ditunjuk juga bank yang bertempat di Muna. Nanti kita umumkan bank mana yang ditunjuk untuk melakukan pembayaran, “sebutnya. Untuk pembayaran dana nasabah, bisa dilakukan bertahap, satu sampai tiga tahap. (awn/awl)

Perusahaan Tambang Gelar Pasar Murah Rumbia, KP Menjelang menjelang hari raya Idul Fitri 1432 H, harga sembilan bahan pokok (sembako) mengalami peningkatan sehingga masyarakat merasa terbebani. Tiga perusahaan tambang di Bombana, masingmasing PT Sultra Utama Nikel (SUN), PT Cahaya Gemilang Sentosa dan PT Ganesha Deltra Pratama rupanya jeli melihat permasalahan ini. Ketiga investor emas di Kabupaten Bombana ini pun mengambil inisiatif dengan membuka pasar murah di Kecamatan Rarowatu Utara. “Pasar murah ini merupakan acara acara tahunan yang diselenggarakan Artha Graha Peduli menjelang hari raya besar keagamaan,” Ferdinand, Direksi PT SUN mewakili rekan-rekannya. Tujuannya kata Ferdinand, untuk membantu warga kurang mampu di sekitar wilayah izin usaha pertambangannya. Ada lima desa yang menjadi sasaran pasar murah tersebut yakni, Satuan Pemukiman (SP) tiga meliputi kelurahan Aneka Marga, Desa Marga Jaya, Desa Wuwubangka, Desa WatuWatu dan Desa Tinabite di SP

Suasana pasar Murah di Rarowatu Utara. Tiga perusahaan tambang masingmasing PT Sultra Utama Nikel (SUN), PT Cahaya Gemilang Sentosa dan PT Ganesha Deltra Pratama turut berpartisipasi

Ferdinand mengaku, Artha Graha Peduli, memiliki berbagai program sosial. Diantaranya, pengobatan gratis, bakti sosial, penghijauan dilokasi pertambangan dengan menanam 1.200 pohon trambesi, 200 pohon rambutan serta 100 pohon durian. Khusus untuk pasar murah ini, Arta Graha menyelenggarakannya serentak di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melaksanakan program membangun desa. Salah satu bentuknya adalah pemeliharaan sapi. Menurut Ferdi-

Kepala Cabang Hadji Kalla Kendari, Alimuddin Yusuf (kiri) saat menyerahkan emas batangan 50 gram pada Suprayitno, kemarin. Suprayitno adalah konsumen Toyota yang menggunakan Avanza

Toyota Beri Hadiah Emas Batangan nuryadi/kp

sembilan. Perusahaan yang ada dalam naungan Artha Graha, PT SUN menyiapkan berbagai paket sembilan bahan pokok seperti gula pasir, mentega, tepung terigu masing-masing satu kilogram, sirup serta mie instan 10 bungkus. “Semua sembako ini disimpan dalam satu paket,” kata Ferdinand. Jika dirupiahkan, setiap paket sembako yang dijual itu setara dengan harga Rp 52.500. Namun, di pasar murah itu, harga yang diberi masyarakat sebesar Rp 20 ribu perpaket.

sulis/kp

nand, kegiatan tersebut, mendapat apresiasi dari masyarakat di Lima Desa tersebut. Syahrullah, Lurah Aneka Marga Jaya mengatakan, tahun ini merupakan kali ketiga bagi PT SUN melakukan kegiatan sosial pada masyarakat kurang mampu. Khusus masyarakat Aneka Marga Jaya, pasar murah tahun ini ada 206 KK yang mendapat paket murah. “Kami berharap, kegiatan ini tetap berkelanjutan karena sangat membantu masyarakat yang kurang mampu atau hidup serba kecukupan,” ungkapnya. (nur/awl)

Pada Dua Konsumen Hadji Kalla Kendari, KP Selama periode Januari April 2011, Toyota menggelar program Pesta Emas. Dari promo nasional itu, dua konsumen Toyota Kendari memperoleh hadiah emas batangan. Mereka adalah Suprayitno dari Unaaha yang memperoleh 50 gram dan Sukardin S mendapatkan 10 gram. Kepala Cabang Hadji Kalla Kendari, Alimuddin Yusuf selaku dealer Toyota menyerahkan hadiah pada konsumen yang mendapatkan emas batangan, kemarin. Menurut Alimuddin, kedua konsumen masing-masing Suprayitno dan Sukardin adalah pembeli mobil Avanza periode Janu-

ari - April. Saat itu mereka mendapat kupon undian dan dikirimkan ke Jakarta. ‘’Saat pengundian, nama mereka yang muncul. Untuk periode berikutnya kami juga punya promo Gemilang ke 40 Toyota yang berhadiah Grandprize Alphard, yang diundi pada Juli lalu, hanya saat ini pemenangnya belum diumumkan,” terangnya. Alimuddin menambahkan bila saat ini penjualan Toyota di Sultra cukup bagus. Dari target 1500 unit, sudah terealisasi 60 persen. Tipe yang paling laris adalah Avanza dimana 60 persen penjualan diperoleh dari Kendari. ‘’Saat ini Toyota memiliki banyak varian terbaru baik dari Innova, Yaris maupun Fortuner,’’ jelasnya. Antusias masyarakat memilih produk Toyota melalui PT

Hadji Kalla Kendari cukup tinggi. Hingga kemarin saja inden (daftar tunggu) mencapai 180 unit. Tapi dipastikan semua itu akan segera terpenuhi, bahkan pada September nanti tidak akan ada lagi daftar tunggu. “Pertumbuhan untuk tahun ini terjadi peningkatan 30 persen dari tahun sebelumnya,” paparnya. Gelar Khataman Alqur’an Sebelum penyerahan Emas batangan pada dua nasabah Toyota, di PT Hadji Kalla menggelar Khataman Alqur’an yang dihadiri karyawan Kalla Group. Moment tersebut bersamaan dengan perayaan HUT RI. “Acara ini merupakan wujud kesyukuran atas apa yang kami peroleh dan mendoakan negeri ini agar selalu dalam lindungan pencipta,” pungkas Alimuddin. (lis/awl)


Kamis, 18 Agustus 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Ribuan Petasan Disita Baubau, KP Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan anggota Satpolres Baubau telah menangani berbagai macam kasus penyakit masyarakat (Pekat). Dalam operasi Pekat yang dipimpin Kabag OPS Polres Polres Baubau, Kompol ADG Sinaga, Kasat Reskrim AKP Lerry Ronal Tutu, Kasat Narkoba AKP Bagus Wibowo, dan Kasat Intel AKP Rafiuddin ber-

Jajaran Satres Narkoba Polres Baubau berhasil mengamankan minuman keras (miras) jenis arak di beberapa tempat pada operasi yang dilakukan Rabu, (16/8). LAODEASWARLIN/KP

hasil mengamankan ribuan bal petasan berbagai jenis. Kepada Kendari Pos, Kapolres Baubau AKBP Daniel Adityaja SIk melalui Kabag OPS ADG Sinaga mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari operasi Pekat pengamanan bulan suci ramadhan. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang menjalankan aktivitasnya di bulan ramadhan. “Jumlah petasan yang berhasil diamankan sebanyak 3.165 bal yang disita dari para pedagang disekitar pasar Laelangi, pasar Karya Nugraha dan pasar Wameo Kota Baubau,” jelas Sinaga. Selain mengamankan petasan, anggota Satpolres Baubau juga ber-

hasil mengamankan puluhan jerigen miras tradisional jenis arak yang disita dibeberapa lokasi yang disiyalir merupakan distributor disekitar kawasan tersebut. Selain itu, Polres Baubau juga berhasil mengamankan beberapa premanisme yang berkeliaran disekitar Pantai Kamali. Sebelumnya, Kapolres Baubau AKBP Daniel Adityajaya SIk mengatakan, mendekati hari raya Idul Fitri, aktivitas masyarakat yang melakukan kegiatan ekonomi semakin meningkat. Olehnya itu, untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas pengamanan polisi berseragam ditempatkan dititik pusat-pusat keramainan dan pusat kegiatan ekonomi. (p4)

Nakertrans Buka Posko PLN Abuki Diduga Pengaduan THR Mainkan Tarif Pasang Baru Raha, KP Para karyawan perusahaan di Muna yang tidak mendapatkan haknya berupa Tunjangan Hari Raya (THR), dapat mengajukan aduan melalui Dinas Tenaka Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans). Institusi pimpinan Rusla Ibu SH itu, membuka posko pengaduan THR. Ruslan Ibu, Kadis Nakertrans mengatakan, kewajiban dari perusahaan untuk memberikan THR kepada para karyawan dan sebaliknya karyawan berhak meminta THR. Untuk pemberian THR diinstruksikan berdasarkan surat edaran yang diterima dari Nakertrans Sultra, diberikan

Dewan Konut BerangDana Operasional Ditahan BUD Wanggudu, KP Habis sudah kesabaran anggota DPRD Konawe Utara (Konut) menantikan dana operasional mereka yang hingga kini tak kunjung dicairkan. Penyebabnya dana operasional sekitar Rp.1 miliar yang tertahan di Bendahara Umum Daerah (BUD), sejumlah anggota dewan mencak-mencak dan berang atas ulah BUD, Gina. Akibat tertahannya dana operasional itu, dana perjalanan dinas dewan dan operasional sekretariat DPRD serta honor Pegawai Harian Lepas (PHL), juga tak kunjung dibayarkan selama beberapa bulan ini. Karena itu dewan mendesak BUD segera mencairkan dana tersebut. Sekretaris komisi B, Sawi Lapalulu, menyayangkan sikap BUD yang tidak segera mencairkan dana operasional dewan. Padahal dana tersebut sangat dibutuhkan untuk kegiatan operasional sehari-hari di sekretariat dewan dan juga ada hak-hak PHL yang harus segera diberikan. “Sudah dua bulan ini dana kami ditahan di BUD, sementara kegiatan dewan dan sekretariat setiap hari berjalan. Ini ada apa sampai anggaran kami ditahan,” kata Sawi Lapalulu, Selasa (16/8). Menurut Sawi, kinerja BUD sudah sering kali dikeluhkan. Bahkan sejumlah dinas dan bagian di sekretariat daerah juga mengeluhkan hal yang sama. “Kami menerima laporan bahwa saudari Gina sering kali tidak berada di ruang kerjanya. Bahkan sering kali berada di luar daerah. Dia selalu berasalasan tidak ada dana sementara dia (Gina) sudah benyak mencairkan uang pada kegiatan yang tidak urgen,” paparnya. Karena itu, lanjut politisi PNBKI itu, ia bersama rekanrekannya di dewan mendesak Bupati Konut Aswad Sulaiman segera mencopot jabatan Gina, dan menggantinya dengan orang yang tepat menduduki posisi itu. Ia meminta kedepan BUD harus memiliki kinerja dan integritas yang baik, paham soal keuangan dan selalu berada ditempat untuk member pelayanan yang maksimal. (p2/lan)

satu minggu menjelang lebaran. “Bagi karyawan yang perusahaanya tidak memberikan THR, dapat mengadu kesini (Nakretrans red),” katanya. Pihaknya, lanjut pria berkumis tersebut, sudah mengirimi surat kepada perusahaan dan

Baca POSKO di Hal 6

Unaaha, KP Kepala Unit PLN Abuki, M.Amin Jawas, diduga memainkan tarif biaya pemasangan listrik. Ruslewan, instalator CV.Cirgo yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Konawe membeberkan praktek M. Amin Jawas itu. Pemicunya, permintaan dua pelanggan Ruslewan bernama Wahyudin, warga Pungga-

luku dan Rasda, warga Desa Sambaosu, tidak disetujui PLN Abuki apabila hanya membayar Rp 675 ribu untuk KWH 900 volt. “Biaya pemasangan normal Rp 675 untuk KWH 900 Volt. Namun kenyataannya, PLN Unit Abuki tidak mau memberikan KWH sesuai permintaan pelanggan kalau hanya mem-

Baca TARIF di Hal 6

RUSLAN/KP

Ketua DPRD Konut, Raup SAg, bersama Bupati Konut Aswas Sulaiman dalam rapat paripurna istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, di aula Pemkab Konut, Selasa (16/8) lalu.

Dewan Dukung Program BMW Sejuk Wanggudu, KP DPRD Konawe Utara (Konut) sangat mendukung program unggulan Pemerintah Kabuapten (Pemkab) Konut “Bangun Masyarakat dan Wilayah Sejahtera untuk Kita (BMWSejuk)”. Hal itu dikatakan ketua DPRD, Raup, pada sidang paripurna istimewa mendengarkan pidato presiden menyambut HUT RI ke-66 di aula Pemkab Konut, Selasa (16/8). Raup mengatakan, program BMW Sejuk adalah program yang sangat bagus yang diarahkan untuk mensejahterakan

masyarakat. Karena itu, Ia meminta semua pihak terutama stakeholder mendukung penuh program unggulan ini. Ia juga meminta kepada Pemda untuk segera menjalankan program ini agar segera dapat dirasakan hasilnya oleh masyarakat. “Di zaman orde baru banyak sekali program unggulan pemerintah pusat, salah satunya adalah Rencana Pembangunan Lima Tahun atau yang populer disingkat Repelita. Program ini berajalan sukses, dan kita

Baca DEWAN di Hal 6


6 Dewan .................. harapkan program MBW Sejuk juga bisa sukses,” kata politisi PAN ini. Program BMW ini meliputi reformasi aparat organisasi/lembaga dan tatalaksana, pemberdayaan otonomi desa, pembangunan rumah layak huni, sekolah gratis paripurna dan kesehatan gratis. Sebelumnya, Bupati Konut Aswad Sulaiman mengatakan, untuk mendukung keberhasilan dari program unggulan tersebut maka dituntut partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat Konut, terutama DPRD sebagai partner pemerintah untuk berperan aktif sesuai tugas dan fungsi yang diembangnya. “Karena itu kami mengharapkan dukungan kepada seluruh masyarakat dan terutama DPRD untuk menjalankan program ini agar sukses demi mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” kata Aswad dalam suatu kesempatan. Peringati HUT RI Sementara itu, dalam rangka memperingati HUT RI ke-66, Aswad Sulaiman bertindak langsung sebagai inspektur upacara yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Wanggudu, Rabu (17/ 8) pagi. Dalam upacara tersebut dihadiri wakil bupati, ketua DPRD, Sekda, para SKPD, Muspida, tokoh pejuang, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para pimpinan parpol dan sejulamlah undangan lainnya. (p2/lan)

Tarif .................. bayar tarif normal. Mereka mintanya Rp 2,5 juta untuk biaya penyambungan. Yang minta itu adalah Kepala Unit PLN Abuki, M.Amin Jawas,” ujar Ruslewan, beberapa waktu lalu. Dihadapan Ruslewan, M. Amin Jawas mengaku jatah pemberian KWH dari PLN Ranting Unaaha terbatas dan telah habis. “Biar kita butuh (penyambungan) kalau tidak ada kita mau apa. Sedangkan kemarin saya minta untuk pelanggan yang sudah terdaftar semua tetapi tidak di ACC juga (oleh PLN Ranting Unaaha, red). Jadi, saya pulang dengan kecewa kemarin,” ujar M.Amin Jawas menyalahkan PLN Ranting Unaaha. Sementara Kepala PLN Ranting Unaaha, Aco Jamaiyah membantah tudingan M.Amin Jawas itu. “Salah itu, dua hari lalu dia kesini ambil,” tukas Aco Jamaiyah diruang kerjanya. Ruslewan menambahkan setelah ia bersedia membayar sesuai tarif yang mereka tentukan yakni RP 2,5 juta untuk KWH 900 Volt barulah berikan. “Tadi saya sudah diberikan KWH karena sudah membayar Rp 5 juta untuk dua KWH,” tukas Ruslewan. (din)

Kendari Pos |Kamis, 18 Agustus 2011

Ratusan Napi Dapat Remisi Baubau 209 Napi, Raha 53

Baubau, KP Hari ulang tahun kemerdekaan RI ke66, membawa berkah bagi 209 Lapas Klas II A Kota Baubau mendapat potongan massa tahapan (remisi). Dari jumlah tersebut 15 diantaranya langsung bebas karena massa tahanannya tinggal beberapa bulan lagi. Kepala Lapas Klas II A Baubau, LM Makmur Raja Ika mengatakan remisi tersebut berdasarkan surat keputusan Menkuham No. W25.90-PK-01.02 tahun 2011 perihal pemberian remisi kepada Napi Lapas Klas II A Baubau. “Jumlah keseluruhan 209 orang dan bebas 15 orang,” ujarnya. Dalam surat tersebut ditetapkan 2 napi mendapat remisi enam bulan, 16 orang mendapat remisi 5 bulan, 23 orang dapat remisi 4 bulan, 62 orang dapat remisi 3 bulan, 42 orang mendapat remisi 2 bulan dan 53 orang mendapat remisi 1 bulan. Selain mendapat remisi dalam rangka hari kemerdekaan RI, para napi juga mendapat remisi khusus dalam rangka peringatan hari besar keagamaan. Dibulan Agustus ini, lanjut Kalapas, para napi yang beragama muslim

SYAMSUDDIN/KP

Walikota Baubau Amirul Tamim menyerahkan remisi kepada Kepala Lapas Baubau LM MakmurRajaIkapada upacarapemberianremisikepadawargabinaanpemasyarakatan dalam rangka peringatan HUT Proklamasi kemerdekaan RI ke-66 tingkat Kota Baubau di halaman kantor LP Baubau, Rabu (17/8). juga mendapat remisi hari raya Idul Fitri. Massa potongan tahanan yang diperoleh antara 15 hari hingga 1 bulan. Remisi yang sama diberikan para Napi di Lapas Raha. Sebanyak 53 napi mendapat remisi, lima diantaranya,

mendapatkan remisi langsung pulang atau bebas. Wakil Bupati Muna Ir Malik Ditu, yang memberikan secara simbolis remisi kepada 53 narapidana. Malik Ditu, mengatakan, remisi merupakan hak dari Napi untuk mendapatkan

pengurangan masa tahanan. “Pemberian remisi dapat mengurangi dampak pemenjaraan kepada orang. Jangan dilihat pemberian remisi sebagai bentuk pemanjaan kepada narapidana,” katanya. Pemberian remisi tahun ini, sangat istimewa karena dilakukan dalam bulan Ramadhan, bulan pengampunan. Sementara itu, Kepala Rutan Raha, Iskandar Tato mengatakan, remisi yang diberikan kepada 53 napi paling rendah satu bulan dan paling tinggi lima bulan. Napi yang berhak untuk mendapatkan remisi adalah mereka yang telah menjalani separoh dari hukuman. Ia mengungkapkan syarat yang harus dipenuhi agar napi mendapat remisi yaitu, berkelakuan baik, menunjukkan rasa penyesalan, tidak pernah melanggar tatatertib, bertanggungjawab, dan memiliki hubungan sosial yang baik dengan sesama teman, serta rajin beribadah. Bagi lima napi yang mendapat remisi langsung bebas, Iskandar, berharap, agar masyarakat dapat menerima dan bisa memperlakukan mereka dengan baik. Sebelum meninggalkan Rutan Raha, Wakil Bupati Ir Malik Ditu menyempatkan diri mengunjungi setiap ruang tahanan dan melakukan dialog. (p4/awn)

Cegah Radikalisme dengan Dialog Kendari, KP Kasus kekerasan dengan mengatasnamakan agama masih marak belakangan. Itulah yang membuat Lembaga Indonesia Satu (LeNSA) Sultra berencana menggelar dialog yang membahas persoalan tersebut, Sabtu (20/8) besok di Baubau.

Dialog yang bertemakan ‘’“Membangun Nilai-Nilai Aktualisasi Islam dan Penguatan Idiologi Pancasila terhadap Ketahanan Nasional Bangsa” itu akan menghadirkan tiga pemateri yakni Komandan Komando Distrik Militer 1417 Buton, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau dan seorang akademisi Drs. LM.

Syaifuddin, M.Pd. Ketua Panitia penyelenggara, Mastri Susilo menjelaskan dialog itu bertujuan membangun kesadaran kolektif dan antisipatif nilai-nilai Islam di Sultra Khususnya di Baubau. Selain itu penguatan terhadap Idiologi Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan

bernegara serta merefleksikan kesadaran publik terhadap pentingnya ketahanan nasional. ‘’Peserta dialog akan diikuti oleh tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, pesantren, OKP Islam, dan organisasi islam lainnya yang berjumlah sekitar 100 orang, terangnya kemarin. (lis)

Posko ..................

mua perusahaan di Muna sanggup untuk membayar THR, karena belum ada yang melapor (perusahaan red), “ujarnya. Bagi perusahaan yang tidak memberikan THR, sanksinya sudah jelas ada di Permenakertrans Nomor 4 tahun 1994. Sebelum sanksi diberikan, terang Dia, tim Nakertrans terlebih dahulu melakukan telaah terhadap persoalan THR itu. Jika berdasarkan hasil telaah tersebut,

perusahaan yang bersangkutan memang terbukti melanggar aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan, baru sanksi diberikan. “Bentuk sanksi bisa berupa teguran keras,” tegas Ruslan. Untuk di Muna, kata Ruslan, kendala yang dialami karyawan tidak menuntut keperusahaan untuk memberikan THR, pemahaman mereka atas hak mereka berupa THR sangat minim. Apalagi sistem

perekrutan karyawan tanpa disertai dengan perjanjian kerja. “Kalau tanpa perjanjian kerja, sulit untuk menuntut perusahaan yang bersangkutan,” timpalnya. Terkait besaran THR yang diterima oleh karyawan, Ruslan Ibu menyebutkan, satu kali besaran gaji pokok bagi karyawan tetap, sementara karyawan magang dihitung berdasarkan gaji yang diterima dibagi 12. (awn)

toko terkait kewajiban untuk memberikan THR kepada pekerjanya. Bagi perusahaan yang tidak mampu memberikan THR, terangnya, untuk secepatnya melaporkan ke Nakertrans. Namun kata Dia, setelah mengirimkan surat ke perusahaan belum ada perusahaan yang melapor. “Asumsi kita sementara, se-


7

Kendari Pos |Kamis, 18 Agustus 2011

Istri Pengurus Partai, Ketua KPU Sultra Terpilih Diprotes Suara ........................ suara Ardin hingga Rp 200 juta. “Saya tidak bisa sebutkan, tapi salah satu calon ketua KPU,” terangnya. Eka, ia hanya bisa menjanjikan Ardin ke Jakarta jika ia memilihnya dan ditetapkan sebagai ketua. “Paling yang saya bisa lakukan kepada kamu adalah ketika saya terpilih, saya ajak kamu ke Jakarta untuk urus ini barang,” bebernya menirukan percakapannya di telepon dengan Ardin. Eka pun tidak tinggal diam atas kekalahannya di pemilihan ketua KPU. Karena menganggap ada unsur politik uang di dalamnya, ia akan mengadu pada KPU pusat. “Saya anggap ini suatu hal yang aneh. Saya akan membuat kronologis ini pada KPU pusat bahwa ada hal yang seperti ini dalam pemilihan ketua KPU Sultra,” ungkapnya. “Saya harapkan Masudi ini jangan jadi bonekanya Bosman dan bonekanya siapa-siapa. Dia harus bergerak bekerja atas nama undang-undang,” tambahnya. Mantan dosen Unhalu ini

juga menyatakan keraguannya pada netralitas Masudi memimpin KPU Sultra ke depan. Pasalnya, ia menyebut istri Masudi adalah anggota DPRD Sultra dari salah satu partai. Memang, istri Masudi adalah Rahmawati Badalah yang saat ini menjabat ketua komisi III dari PAN. “Saya terus terang bahwa sosok Masudi itu ada hal yang tidak nyaman saya bekerja, karena istri dia itu adalah anggota DPR dari salah satu partai, dan saya pikir itu parsial. Saya agak risau kalau partainya itu mengusung calon gubernur. Komitmen saya adalah saya tidak persoalkan siapa ketua yang terpilih, tapi prinsip parsialitas kelak akan bisa menjadi problem jika dia menakhodai kita,” ketusnya. Selain membeberkan indikasi politik uang di pemilihan ketua KPU Sultra, Eka juga mengungkapkan, terjadi perpecahan pandangan yang sangat tajam di KPU Sultra, terhadap masalah di KPU Buton. “KPU Buton tidak melaksanakan perintah KPU provinsi yang memerintahkan bahwa KPU Buton jangan mengako-

Siswi SMA 1 Baubau dan SMA 1 Lasusua Masuk Tim Inti Paskibaraka ............... yang dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Sangat berkesan karena sedih bersama, capek bersama. Mudah-mudahan ke depan saya bisa lebih baik dari apa yang saya dapatkan sekarang ini," kata Uswatun saat menceritakan pengalamannya selama dikarantina sembari mengatakan ia akan pulang ke Kendari Jumat (27/8) nanti. Sayang, selama di Jakarta, Uswatun mengaku tidak didampingi orang tuanya. Meskipun begitu kata dia, semangatnya untuk latihan dan membawa nama di Sultra tidak pernah surut. "Orang tua sibuk. Nggak bisa ninggalin adik," pungkasnya. Sementara itu, Andy, siswa asal Riau terpilih sebagai Komandan Kelompok Delapan (8) yang merupakan pengawal bendera duplikat yang diterima langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku inspektur upacara. Putra dari Sofyan Djomly kelahiran Pekanbaru 10 Februari 1994 ini terpilih, karena dinilai bisa memberikan aba-aba dengan jelas, bisa mengendalikan langkah dan menjaga keserasian antara pembentang dan penggerek. Kesuksesan Andy yang siswa SMAN 1 Karimun ini, pun diikuti oleh rekan satu provinsinya, Al Zenoerica yang terpilih menjadi pembawa baki saat penurunan bendera di Istana Negara. Sebagaimana Andy, siswi SMA Negeri 1 Tanjung Pinang ini bertugas di hadapan Presiden SBY, Wapres Boediono, berikut para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, petinggi negara, para duta besar dan hampir 10.000 tamu undangan lainnya. Putri dari Al Azhar kelahiran Jakarta, 23 November 1995 ini, berbaur dengan Paskibraka yang bertugas dengan nama tim Merauke. Al Zenoerica terpilih dengan alasan wajah mendukung, pembawaan baki relatif tenang di antara rekan-rekan lainnya, memiliki pandangan mata yang tajam, serta senyum yang menawan. Adapun yang bertindak sebagai Komandan Kompi Paskibraka saat upacara penurunan bendera adalah Kapten Laut I Gde Eka Sukarma Putra. Formasi yang digunakan tetap 17, 8 dan 45, sesuai Hari Kemerdekaan RI. Yang bertindak sebagai Danpok 17 adalah M Fahkri Rahman Mardha dari Sulawesi Tengah, Danpok 8 Adi Putra dari Bangka Belitung, sementara sebagai penggerek bendera terpilih Agus Willian dari Kalimantan Tengah dan pembentang bendera adalah Fazrin H Abdul dari Gorontalo. Sebelumnya pagi hari, pengibaran bendera Merah Putih juga sudah sukses terlaksana. Muvida Pratiwi Fallugah asal Gorontalo terpilih sebagai pembawa baki (duplikat bendera pusaka), di mana siswi SMAN 1 Gorontalo tersebut terpilih lewat seleksi cukup ketat. Muvida tercatat lahir di Gorontalo pada 26 April 1995 dengan orang tua bernama Siti Zubaidah dan Madjowa. Paskibraka pengibar bendera ini menamakan tugas mereka dengan nama tim Sabang.

Tercatat bertugas sebagai Komandan Kelompok 17 adalah Afena Dian Hertanto asal Jawa Tengah, Komandan Kelompok Delapan (8) Andy Ardiansyah dari Kepulauan Riau, penggerek bendera Hario Wibowo dari DIY, dan pembentang bendera Angga Gerylan Luempow dari Sulawesi Utara.(afz/awa)

modir salah satu pasangan calon. Tapi anehnya ada surat yang dibuat dan ditengarai bukan dibuat oleh KPU Buton, saya tidak tahu siapa yang buat surat itu, sampai sekarang surat itu tidak masuk di KPU Provinsi. Dari konteks piranti undang-undang, KPU buton itu jelas melanggar. Ini pelanggaran tapi kita tidak bisa buat apa-apa,” terang Eka. Lalu kenapa KPU Sultra tidak bisa berbuat apa-apa? Menurut Eka, hal itu disebabkan oleh kemunduran diri Bosman yang sangat tiba-tiba. “Bosman tiba-tiba mundur sehingga dibiarkan ini barang terus berjalan. Hemat saya, ini adalah pembiaran politik.

Membiarkan semua bentuk pelanggaran di Pilkada Buton. Bosman itu membiarkan KPU Buton melanggar. Awalnya, sebenarnya di situ perbedaan antara saya dan dia. Ini harus ada tindakan dari DPRD Provinsi. Saya ingin himbau bahwa DPRD provinsi jangan membiarkan hal seperti ini, DPRD harus turun tangan membentuk panja mafia Pilkada Buton. Ini ada problem serius, ada oknum tertentu yang terlibat di KPU provins,i ada oknum KPU Buton dan ada hal-hal serius yang terlibat. DPRD harus intervensi ini barang, jangan dibiarkan begini terus,” ungkapnya panjang lebar.(p2/dri)

Ilustrasi Menyogok Polisi Membuat Kapolri Tertawa Benny ....................... oleh berbagai hiburan keseniaan yang mewakili dari Aceh sampai Papua. Sepanjang acara kemeriahan terasa, dengan diiringi oleh orkestra Gita Bahana Nusantara, dengan menampilkan aubade yakni lagu-lagu nasional dan juga nyanyian. Di antaranya adalah tembang Hari Merdeka ciptaan HS Mutahar, Hmyne Kemerdekaan ciptaan Ibu Sud, Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita ciptaan Susi-

lo Bambang Yudhoyono, dan Syukur ciptaan HS Mutahar. Juga ditampilkan nyanyian Nusantara aransemen Singgih Sanjaya, yang terdiri dari Zapin Budi dari Provinsi Riau, Marencong-rencong dari Sulawesi Selatan, Leleng dari Kalimantan Timur, Buka Pintu dari Maluku, dan Apuse dari Papua. Khusus untuk saat penaikan bendera, juga sudah ditampilkan musik Panting dari Kabupaten Tapin, Karawitan Pelajar dari Jawa Timur, serta musik daerah Papua dan musik bambu Sulawesi Tenggara. Sedang-

kan saat penurunan bendera, ditampilkan musik Sumatera Selatan 'Batanghari Sembilan', Karawitan Bali, persembahan lagu-lagu patriotik dan nasional, marching band Madah Bahana Universitas Indonesia, marching band Semen Gresik, kesenian massal 'Tor-tor Sigalegale' dari Sumatera Utara, kesenian massal 'Gempita Khatulistiwa' dari Kalimantan Barat dan kesenian massal 'Mentari Bersinar di Papua' dari Papua yang juga dimeriahkan oleh Funky Papua, jebolan ajang Indonesia Mencari Bakat. (afz)


C M Y K

8

Kendari Pos |Kamis, 18 Agustus 2011

C M Y K

Polisi 'Disogok' di Depan SBY dan Kapolri MOHAMAD QORI/RM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi istri Ani Yudhoyono bersama Wakil Presiden Boediono didampingi Herawati Boediono melambaikan tangan usai upacara penurunan Sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8).

Tunjangan Guru, Kemdiknas Siapkan Rp 30,6 Triliun Jakarta, KP Di dalam pemanfaatan anggaran RAPBN 2012 Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), pemerintah direncanakan akan mengalokasikan sebanyak Rp 30,6 triliun untuk dana tunjangan profesi guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD). Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh, saat konferensi pers usai menjadi pembina upacara pada Upacara Peringatan HUT RI ke-66 di Kemdiknas, Jakarta, kemarin.

“Pemerintah menyediakan dana tunjangan profesi guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD) sebanyak Rp 30,6 triliun, atau naik Rp. 12,1 triliun (65 persen) dari APBN-P 2011,” ujar Nuh. Selain itu, Nuh juga menyebutkan bahwa pemerintah turut menyediakan dana tunjangan tambahan penghasilan guru PNSD yang belum memperoleh tunjangan profesi guru (sebesar) Rp 2,9 triliun, rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang tidak layak, dan penyediaan beasiswa siswa miskin pada

semua jenjang pendidikan. Mendiknas menjelaskan, pembayaran tunjangan profesi dan tambahan ini merupakan arahan langsung dari presiden. Presiden sendiri mengarahkan pembangunan pendidikan di 2012 harus meningkatkan akses dan pemerataan layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau, baik di jalur formal dan informal. “Ada lima poin kebijakan pemanfaatan anggaran pendidikan 2012, dan kesejahteraan guru ada di poin kelima,” sebutnya. Terpisah, Kepala Badan

Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemdiknas, Syawal Gultom menambahkan, tahun ini Kemdiknas berjanji akan membayar seluruh tunjangan pofesi yang belum dibayarkan. Total yang dibayar merupakan tunjangan profesi per tigabulanan. Namun tidak semua guru mendapat tunjangan profesi, karena hanya guru yang sudah memegang sertifikat pendidik saja yang akan diberikan. (cha)

Bosman Ancam Laporkan Hasan Mbou Bosman ..................... Katanya, tidak sekali pun dia melakukan pertemuan dengan beberapa calon bupati-wakil bupati Buton seperti yang dituduhkan Hasan Mbou kepadanya. “Tudingan pak Hasan Mbou, bahwa tanggal 12 Juli terakhir dia lihat saya melakukan pertemuan dengan pasangan calon kepala daerah, itu tidak benar. Tanggal 11 Juli hari Senin, saya masuk kantor. Tanggal 12 saya masuk kantor. Bagaimana mungkin beliau melihat saya di Buton? Kecuali kita sudah bisa jadi wali itu. Kedua, tudingan bahwa saya melakukan pertemuan dengan calon. Saya tegaskan, saya sama sekali tid-

C M Y K

ak pernah ketemu dengan salah satu pasangan calon pun. Sama sekali tidak benar,” katanya, kemarin. Menurut Bosman, hanya sekali dia bertemu dengan satu calon yakni H Akalim. Itu pun tempatnya di Baubau, tanggal 9 Juli sebelum penetapan calon. Karena keduanya masih terhitung keluarga, Akalim meminta saran pada Bosman yang tidak diloloskan oleh KPU Buton sebagai salah satu pasangan calon. Setelah itu, Bosman tidak pernah lagi ke Buton atau pun Baubau, sejak dia mengundurkan diri. Kata Bosman, selama setahun terakhir, dia hanya dua hari ke Buton tepatnya tanggal 9 dan 10 Juli lalu, setelah selesai di wisuda tanggal 5 Juli di Makassar.

Karenanya, lanjut dia, tudingan Hasan Mbou semuanya tidak benar. “Upaya saya, lagilagi itu adalah hak saya. Apakah saya dan keluarga saya tercemar, apakah saya gunakan hak saya atau tidak, nanti kita lihat. Insya Allah kita tempuh kalau tidak bisa selesai dengan jalur kekeluargaan. Kalau beliau menyampaikan permintaan maafnya di koran baik person maupun di publik, saya terima. Kalau tidak, saya akan pertimbangkan untuk gunakan hak saya tadi, untuk gunakan upaya hukum,” ujarnya. Kenapa mesti dipertimbangkan? Alasannya, Bosman hendak mempelajari berita di koran, karena dia baru dengar kabar itu. Tapi, dia memastikan, akan menempuh jalur

hukum terkait pencemaran nama baiknya. “Saya lihat dulu korannya, apakah unsur pidananya terpenuhi atau tidak. Kalau sudah ada unsur pidana pencemaran nama baik, baru saya lakukan upaya. Kalau negeri ini berdasar hukum, silahkan saja diajukan ke hukum. Kalau terbukti, sudah pasti bukan cuma mundur, tapi saya pasti diberhentikan,” tandasnya.(dri)

Jakarta, KP Seorang polisi tiba-tiba meniup peluitnya dengan panjang. Tangannya langsung meminta seorang pengendara sepeda motor untuk berhenti. Karena tidak mentaati aturan lalu lintas, surat tilang pun disiapkan. Si pengendara motor langsung mengeluarkan uang Rp 50 ribu untuk menyogok polisi. Karena ditolak, tak putus asa, si pengendara menambah uang sogokan. Namun tetap saja si polisi tidak peduli dan surat tilang pun dikeluarkan. Semuanya terjadi di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Tentu saja polisi itu bukan polisi sungguhan. Sogok-

menyogok karena ditilang juga bukanlah kenyataan. Melainkan hanya salah satu ilustrasi yang ditampilkan oleh kesenian massa "Tor-Tor Sigale-gale" dari Sumatera Utara (Sumut), saat acara hiburan dalam upacara penurunan bendera di Istana Negara, Selasa (17/8). Meski hanya sebuah ilustrasi, namun aksi sogok-menyogok pada polisi ini mampu membuat sekitar 10.000 tamu undangan tertawa. Bahkan ketika 'polisi' dalam aktingnya menolak sogokan, tawa dari tamu undangan semakin terdengar. Dari podium utama, Presiden SBY beserta Ibu Negara dan Wapres Boediono beserta istri, juga tampak ikut tertawa. Kapolri Timur Pradopo yang duduk di belakang Presiden

sampai harus berdiri dan tak dapat pula menyembunyikan tawanya. Sementara beberapa menteri yang duduk di samping Timur, terlihat melepaskan candaan ke arah Kapolri. "Saya kira yang ditampilkan itu pelajaran yang baik. Itu membuat kita harus bisa lebih dipercaya lagi oleh masyarakat," kata Timur yang ditemui usai acara, demi menanggapi atraksi tersebut. Atraksi Kesenian dari Aceh Hingga Papua Secara umum, penyelenggaraan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-66 di Istana Negara, bisa disebut berlangsung sukses dan meriah. Kemeriahan acara antara lain karena diisi

Baca POLISI di Hal. 7

Wanita dalam Foto Syur Itu Ditengarai PSK Bosman ..................... raan Pemilukada Buton, bakal menjadikan Ls sebagai salah satu saksi di Mahkamah Konstitusi (MK). Kepada Kendari Pos, Koordinator Kuasa Hukum Uku-Dani, Muhamad Mirajtullah Mahyuddin SH MH mengatakan foto syur itu ternyata tidak hanya diabadikan dalam HP milik oknum di KPU Buton berinisial LB, adegan-adegan hot mereka juga didokumentasikan oleh wanita yang beralamat di Kebayoran Baru Jakarta itu. “Dia (Listin, Red) sudah kami amankan untuk memberikan kesaksian di MK dalam sidang perkara UkuDani. Yang bersangkutan juga sudah kami daftarkan di Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) agar dilindungi”

ungkap Mirajtulah saat dihubungi melalui telepon selelurnya di Jakarta. Miraj menambahkan foto syur itu diambil dari kamar hotel Pressent Park Mangga Besar Jakarta, hal itu dikuatkan dengan hasil printout data tamu milik hotel tersebut yang kini sudah diserahkan di MK sebagai barang bukti. Selain itu, pihaknya juga menyimpan visual asli perbuatan oknum anggota KPU Buton yang berhura-hura di Diskotik Stadium, Jakarta. Kata dia, dalam sidang di MK nanti pihaknya akan membeberkan segala perbuatan KPU Buton yang melakukan pelanggaran hukum yang terstruktur dan masif demi untuk memenangkan satu pasangan calon, termasuk penyebab tidak diakomodirnya pasangan Uku-Dani sebagai calon Bupa-

ti Buton. Padahal sudah jelas perintah dari KPU Provinsi Sultra yang diperkuat surat Ketua KPU pusat untuk mengakomodir Uku-Dani sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton pada pemilukada Buton. Kuat dugaan KPU Buton sengaja tidak menetapkan pasangan Uku-Dani sebagai calon bupati dikarenakan kekuatan massa rill dan basis yang jelas dari pasangan Uku-Dani di Ibukota Kabupaten Buton disiyalir akan menghalangi upaya kecurangan yang dilakukan KPU. “Pada saatnya nanti akan kami paparkan seluruh perbuatan asusila itu di MK dalam perkara Uku-Dani, termasuk oknum anggota KPU Buton yang menerima uang dari orangorang yang berkepentingan dalam Pilkada Buton,” pungkasnya.(p4)

C M Y K


Kamis, 18 Agustus 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Empat Mahasiswa Unhalu Dikeluarkan Kendari, KP Janji Rektor Unhalu Prof Usman Rianse memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terlibat kerusuhan,mulai dibuktikan. Melalui rapat yang dihadiri sekitar 60 anggota senat universitas, diputuskan empat mahasiswa yang terbukti terkait dengan kerusuhan dikeluarkan dari Un-

halu. Usman Rianse menegaskan, pihaknya tidak main-main dalam menyikapi kerusuhan yang mengakibatkan meninggalnya Ahmad Ardiansyah (17), siswa SMAN 4 Kendari dan sejumlah kerusakan di sekitar kampus. Konflik yang juga mengarah pada Bhineka Tunggal Ika tersebut tidak layak diper-

tontonkan dan bukanlah pekerjaan mahasiswa sehingga 100 persen senat memutuskan untuk mengeluarkan empat mahasiswa yang terkait kerusuhan. Keempatnya adalah: 1 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 1 mahasiswa adari Fakultas Pertanian dan 2 dari Fakultas Hukum. “Jadi bukan Drop Out (DO). Ka-

lau DO diberhentikan dari aktivitas akademik, tapi keempatnya dikeluarkan dari status mahasiswa Unhalu. Keputusan ini jauh lebih tegas,” tukas Usman Rianse, kemarin. Alasan pemberian hukuman keluar dari Unhalu, menurut Usman Rianse

Baca empat di Hal 10

1.247 Napi Dapat Remisi Kendari, KP Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tenggara memberikan 1.247 napi dari 1.565 menerima remisi umum dan remisi tindak pidana khusus. Khusus tindak pidana korupsi ada tiga orang koruptor diberikan bonus bebas bersyarat, karena penghuni rutan kelas II A Kendari itu belum membayar ganti rugi kepada negara. Berdasarkan rekapitulasi remisi umum tahun 2011 yang dikeluarkan Kementeri Hukum dan HAM, khusus di Lapas Kelas II A Kendari 239 orang napi yang mendapatkan masa pemotongan hukuman sendangkan empat

Aisyah Khaldun Ibnu Candra A. Abubakar Ogo

siapa menyusul ?

6 Buku 12 Buku 100 Buku

516

buku mi !

HUT RI Wajib Dimeriahkan Sepertinya, semangat nasionalisme warga Sultra memperingati HUT RI makin luntur. Gubernur Nur Alam pun menyadari hal itu. Apakah karena bertepatan dengan Ramadhan? Menurut Nur Alam tidak ada alasan untuk tidak memeriahkannya. Dia menilai rasa nasionalisme memang sudah mulai memudar belakangan ini di Sultra. Karenanya tahun depan ia sudah tidak akan menghimbau lagi kepada masyarakat, tetapi langsung mewajibkan untuk menyemarakkan HUT RI. “Tidak cukup hanya dihimbau, tapi mewajibkan pada seluruh masyarakat,” jelasnya. Bentuk yang paling nyata hilang dari Sultra adalah pengibaran bendera merah putih di masing-masing rumah. Padahal pengibaran itu merupakan bukti kecintaan pada NKRI dan penghormatan pada para pahlawan. Dihari ulang tahun kita ini, bendera merah putih harus dikibarkan, bukan hanya sehari, bahkan seminggu sebelum dan sesudahnya, bendera merah putih harus mulai berkibar. Penegasannya itu tidak sekadar agar Sultra dipenuhi merah putih pada 17 Agustusan. Tapi untuk lebih meningkatkan rasa nasionalisme di Bumi Anoa. “Kita akan evaluasi, yang tidak melaksanakan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tukasnya setelah menjadi inspektur upacara peringatan HUT RI ke 66 di pelataran kantor gubernur. Peringatan HUT RI di kantor gubernur berjalan khidmat dan lancar. Meski dalam kondisi berpuasa, tapi antusias para paskibraka cukup tinggi dalam menjalankan tugasnya. Setelah upacara pengibaran bendera, gubernur, Wagub Saleh Lasata dan pimpinan muspida melakukan dialog bersama warakawuri dan veteran. Anggota DPRD Sultra Yani Muluk juga pesimis dengan perayaan 17 Agustus di Sultra, khususnya di Kendari.

Yani Muluk: Valentine Day Lebih Ramai Dari 17-an

Baca hut di Hal 11

Baca napi di Hal 10 foto: iman/kp

Napi wanita di Rutan Punggolaka saat merayakan HUT RI kemarin. Upacara begitu khidmat, termasuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Yang menjadi inspektur upacara Wawali Musadar Mapasomba.

Lima Bebas

2006 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. “Seperti tahun lalu, menyambut kemerdekaan kita rangkaikan dengan pemberian remisi atau pengurungan hukuman untuk napi. Alhamdulillah, semua yang diusulkan mendapat pengurangan hukuman dari Kemenhukham,”ujar kepala Rutan Kendari Joko pritiatno usai melaksanakan upacara bendera bersama seluruh tahanan maupun narapidana kemarin. Dikatakanya, dari 29 narapidana terbagi dalam dua bagian. Usulanya, 24

Sebanyak 29 narapidana (napi) di Rumah Tahan Negara (Rutan) kelas II A Kendari mendapat remisi di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 66 dari Kementrian Hukum dan HAM. Kasusnya, ilegal looging, korupsi, penganiayaan, pencurian, judi dan penggelapan. Pemberian remisi tersebut merupakan ketentuan, sebab diatur dalam peraturan pemerintah nomor 28 Tahun

Baca lima di Hal 11

CSR Pertambangan Dipertanyakan Kendari,KP Corporate social responsibility (CSR), yang familiar dengan nama tanggung jawab sosial sebuah perusahaan tampaknya masih perlu disosialisasikan dengan baik. Pelaksanaan CSR selama ini seakan kabur dari arti sebenarnya dan terkesan tidak dilakukan perusahaan, khususnya perusahaan pertambangan baik tepat jumlah maupun sasaran. Hal ini terungkap dalam dialog dan buka puasa bersama Focil Indonesia dan YPSHK Sultra. “Menurut saya CSR yaitu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan perusahaan. Bukan hanya memberikan bantuan tanpa memperhatikan dampak dari kegiatan perusahaan, misalnya dalam hal pengelolaan limbah yang maksimal agar tidak mempengaruhi lingkungan sekitar, utamanya berhubungan dengan mata pencaharian masyarakat sekitar,” ujar Education and Comunication Divi-

Baca csr di Hal 11

Suasana dialog CSR pertambangan dengan Focil Indonesia dan YPSHK Sultra, dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

foto:ulfah/kp


Metro

10

Dewan Dukung Inisitif Pemkot Perbaikan Jalan Kendari, KP Rencana Pemkot mengerjakan dua ruas jalan provinsi ternyata mendapat apresiasi dari DPRD Kota Kendari. Tak hanya mendukung, dewan menilai Pemprov lambat, sehingga kewenangannya untuk melakukan perbaikan jalan diambil alih Pemkot. Ketua Komisi III DPRD Alwi Genda mengatakan, mengenai perbaikan jalan Matta-Purirano, tahun 2010 sudah pernah dianggarkan oleh Pemkot Kendari. Sayangnya, kala itu, Pemprov mengklaim bahwa itu milik mereka, sehingga dana yang sebenarnya sudah disiapkan Pemkot untuk ruas jalan tersebut dialihkan pada program lain. Namun hingga memasuki tahun 2011, belum ada langkah-langkah Pemprov untuk melakukan perbaikan jalan yang sudah menjadi keluhan masyarakat. Olehnya itu, Pemkot berinisiatif untuk melakukan perbaikan meskipun dengan dana yang cukup terbatas. “Memang APBD kita terbatas, tapi bukan berarti kita menutup mata dengan kebutuhan warga. Jalan merupakan akses yang penting dalam hal pembangunan dan kelancaran roda perekonomian masyarakat. Kalau terus biarkan, tentu masyarakat menderita,” terangnya. Ia mengakui sekitar 90 persen jalan dalam Kota Kendari sudah mulai bagus. Meskipun mengerjakan jalan Provinsi, dipastikan jalan dalam kota tidak akan terbengkalai. (fya)

DPRD Minta Biro Umum Bertanggung Jawab Terkait Izin Pembukaan Pasar Malam di MTQ Square Kendari, KP Menjamurnya pedagang kaki lima di MTQ Square, menjadi perhatian serius DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka memanggil kepada biro umum pemprov Sultra, yang telah mengeluarkan izin hingga membuat sejumlah pedagang merasa dirugikan. “Izin itu dikeluarkan biro umum gubernur. Kami sudah memanggil instansi terkait karena mengeluarkan izin pasar malamdi lokasi pameran. Kami minta mereka bertanggung jawab, “tukas Wakil Ketua DPRD La Pili kemarin. Dalam pertemuan itu, DPRD menekankan tiga hal. Pertama, biro umum harus menertibkan kesembrawutan para pedagang yang ada di MTQ Square dan konsisten dengan apa yang dijual. Selanjutnya pemanfaatan waktu agar tidakmerugikan pedagang di pasar dan terakhir jangan lampau izin yang dikeluarkan.

“Sekarang kita lihat bagaimana realisasinya. Biro umum harus komitmen tempat itu adalah pameran publik jadi tidak bisa dijadikan pasar. Kalau dijadikan pasar murah kita lihat waktunya, jika mereka minta jam sembilan malam silakan itu kita maklumi. Asalkan, jangan mulai sore, karena itu menyalahi aturan,”katanya. Lapili juga berharap, pada seluruh komponen pedagang agar menahan diri dari segala perbuatan negatif. Pasalnya, DPRD sudah melakukan pemanggilan untuk menertibkan semua yang dikeluhkan pedang. Di tempat terpisah, seorang pedagang di Mall Mandonga, Dahlan menyesalkan izin yang dikeluarkan pemerintah Sultra. Sebab barang dagangkan mereka sepi dari pembeli akibat munculnya pasar malam di MTQ Square. “Seharusnya izin itu dicabut karena merugikan kami yang membayar berbagai macam retribusi. Itu jelas menyalahi aturan. Kalau memang pameran ya pameran. Tapi ko pameran dijadikan pasar, itu kan pembodohan masyarakat,”kesalnya. (p2)

Unhalu Inginkan Kedamaian Empat... karena DO ternyata tidak memberikan efek jera. Sebab beberapa waktu lalu, pihaknya sudah pernah mengeluarkan

sanksi DO tapi ternyata tidak jera. Unhalu menginginkan kedamaian selayaknya institusi pendidikan, tidak akan memberikan ruang bagi mereka yang menginginkan kampus dalam konflik yang sudah mengarah pada instabilitas.

Ketua Forum Rektor se Indonesia ini, kembali menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh langkah yang sama bila konflik berulang dan terbukti melibatkan mahasiswa Unhalu. Kalaupun ada pihak yang protes atas kebijakan tersebut, itu

hak mereka. “Unhalu bukan area hukuman tapi area akademik. Kita berusaha bangun citra Unhalu, malah mereka memicu konflik yang mendorong instabilitas kampus. Prinsipnya, kami menginginkan kedamaian,” pungkasnya. (lia)

Kendari Pos | Kamis, 18 Agustus 2011

Idul Fitri Ada Lagi Remisi Napi... napi bebas tanpa syarat karena setelah dihitung dengan vonis dikurangi remisi, habis masa hukumannya. Sedangkan untuk tindak pidana khusus (korupsi) empat orang napi mendapat potongan masa hukuman sedangkan yang mendapat remisi bebas, Kadir, Amardin dan Alimun. Untuk di Lapas Kelas II A Baubau, total napi yang mendapat remisi 189, 13 napi bebas tanpa syarat sedangkan remisi bagi pelaku tindak pidana korupsi lima mendapat pemotongan masa hukuman. Rutan Kelas II A Kendari Napi yang mendapatkan remisi umum sebanyak 24 orang dan bebas tanpa syarat tiga orang napi. Sedangkan koruptor yang mendapatkan remisi yaitu hanya satu orang bernama Darmawan. Rutan Kolaka, 42 napi mendapatakan remisi dan satu napi kasus korupsi diberikan dibrikan remisi atas nama Muhamad Nurasid. Rutan Raha, 48 napi mendapatan potongan satu bulan kurungan dan bebas lima napi. Kasus korupsi, Drs Samadin mendapatakan remisi 1 bulan. Terakhir Rutan Unaaha, 37 napi mendapat potongan dan dua napi bebas. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Syamsiar Badron SH mengatakan, pihaknya setiap tahunnya menerima usulan dari masing-masing lapas dan rutan yang ada di Sultra. Data usulan tersebut lalu diteruskan ke Kementerian Hukum dan HAM Pusat. Dari sanalah seluruh keputusan remisi diberikan. Semua napi di hadapannya sama dan berhak menerima remisi namun nama-nama yang dikirim ke pusat sudah melalui proses pendataan yang ketat. “Kami tidak sembarang juga memasukan nama yang memang belum layak atau banyak pelanggarannya selama berada di Lapas atau di Rutan,” katanya, kemarin. Meski napi tersebut masuk bui karena kasus tindak pidana korupsi namun mereka juga dikabulkan oleh menteri untuk mendapatkan remisi. Syamsiar menambahkan, remisi ini hanya hari kemerdekaan namun bisa jadi saat Idul Fitri akan ada remisi. “Nama-nama napi sudah diserahkan, sekarang tinggal menunggu hasilnya dan keputusan,”k atanya.(ano)


Kendari Pos | Kamis, 18 Agustus 2011

Metro

CSR Tidak Sinkron dengan Program Masyarakat CSR... sion WWF Kendari, Amar Ma’ruf di depan peserta buka puasa bersama yang terdiri dari akademisi, instansi terkait, jaringan guru hijau dan biru serta para mahasiswa. Menurut dia CSR kadang bukan solusi, maka perlu penerapan personal social responsibility (PSR). Apalagi perusahaan terdiri dari keluarga dan korporasi, yang cenderung hanya menguntungkan pemilik perusahaan dibanding masyarakat. Padahal perusahaan pertambangan telah mengeruk sumber daya alam (SDA). “CSR saat ini tidak dapat dibedakan lagi dengan promosi, karena CSR merupakan bagian dari politik. Ini adalah senjata untuk melawan penggiat-penggiat LSM

dan berujung pada promosi,” ungkapnya. Senada dengan itu Perwakilan Solidaritas Perempuan (SP), Husnawaty mengatakan, dari semua perusahaan pertambangan di Sultra, hanya PT Antam Tbk yang tampak telah memberikan CSR meskipun jumlah dan sasaran penerimanya masih perlu ditingkatkan. “CSR tentunya harus menyentuh langsung masyarakat, serta dibutuhkan kontrol yang seksama dari pemerintah. Karena itu sosialisasi CSR harus terus dilakukan, apalagi masih ada aparat desa yang tidak begitu familiar dengan CSR,” kata Husnawaty. Sementara itu hasil jurnalist trip Focil Indonesia dan YSHK Sultra di Kabupaten Kolaka beberapa waktu lalu, dengan tujuan melihat implementasi CSR pertambangan

dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan menyimpulkan, masyarakat Kolaka hanya PT Antam Tbk yang telah banyak memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses bagi dunia kesehatan, pendidikan dan lingkungan melalui CSR-nya. Selain itu CSR dari perusahaan tambang yang biasanya diberikan kepada masyarakat, kadang-kadang tidak sinkron dengan program yang ada di masyarakat. “Kami juga menemukan belum adanya pemahaman yang sama dari perusahaan-perusahaan tambang, mengenai konsep CSR bagi masyarakat dan kebanyakan CSR hanya berupa fisik. Beberapa perusahaan memberikan CSR berupa program yang insidential, dan tidak berkelanjutan,” beber Direktur Yayasan Focil Indonesia, La Ode Wahidin. (fas)

Upacara Berlangsung Khidmat Lima... orang mendapat remisi umum satu, hukumannya terjadi pengurangan satu sampai tiga bulan. Kedua, bebas langsung dari narapidana. “Jadi yang bebas itu, ada lima orang. Tapi, baru tiga yang resmi yaitu, Ardi Bin Merah, Sanifu Bin Rasali dan Adi Prana Jaya. Sedangkan duanya tindak pidana khusus. Berkasnya sudah ada tapi belum ada surat keputusan resmi dari pusat,”katanya.

Untuk mendapatkan remisi menurut Joko, seorang napi harus berkelakuan baik, tidak pernah memiliki catatan buruk selama menjalani masa hukuman. Penilaiannya, dilakukan selama menjalani hukuman di Rutan Kendari. Selain itu kata dia, ada prosedur yang harus dilaksanakan. “Remisi itu diberikan jika pidananya mencapai enam bulan, dan pemberian remisi bukan berarti pemerintah memanjakan narapidana, tapi ini adalah tekad untuk mengembalikan para napi ke masyarakat

sebagai tempat pembinaan terbaik dalam rangka membentuk jadi diri, sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila dan Undang Undang Dasar 1945,”ucapnya. Upacara kemerdekaan di Rutan Kendari, bertindak sebagai inspektur upacara wakil walikota Musadar Mapasomba, sedangkan aktivitas lainya dilakukan sejumlah narapidana bersama petugas yang ditunjuk. Dalam pelaksanaan, semua berlangsung khidmat meski dalam suasana Ramadhan. (p2)

11

Warga Puosu Jaya Merasa Dibohongi Kendari, KP Warga Puosu Jaya tampaknya sudah hilang kesabaran. Mereka merasa dibohongi kepolisian saat menggelar aksi 25 Juli lalu. Kala itu pihak Polda Sultra berjanji akan mediasi pertemuan dengan Polda Sultra, Brimobda dan Pemprov awal Ramadhan. Namun ternyata halk tersebut bohong belaka. Karena itu, warga Puosu Jaya kembali berdemonstrasi di DPRD Sultra. Mereka minta agar lahan yang diatasnya berdiri Mako Bromob segera di bayar. Sebab tuntutan ganti rugi sudah disetujui Presiden, dengan mengeluarkan surat perintah kepada gubernur Sultra untuk menyelesaikan pembayaran lahan masyarakat seluas 30 Ha. Demonstran mendesak dewan untuk

memediasi adanya pertemuan bersama, menyelesaikan masalah tersebut. Dalam wantu 3x24 jam massa meminta agar guberur, Polda dan masyarakat pemilik lahan dipertemukan. Menurut Dedy, sudah 31 tahun mereka memperjuangkan dan mempertanyakan ganti rugi lahan mereka. Hingga detik ini, belum ada upaya dari Pemprov ataupun Polda untuk melakukan ganti rugi seperti apa yang diharapkan warga. “Sebagai perwakilan rakyat, kami harapkan anggota DPRD dapat memediasi pertemuan kami dengan pihak terkit. Jika ini terus dibiarkan, tentu masalahnya akan berlarut-larut, sementara kami sama sekali belum mendapatkan ganti rugi lahan. Jika tuntutan kami ini tidak terpenuhi, maka kami akan

mendatangkan massa yang lebih banyak untuk menduduki kantor ini,” tandasnya. Ketua Komisi I DPRD Sultra Yasin Togala yang menemui massa mengatakan, terkait masalah itu pihaknya akan menelaah dan fasilitasi adanya pertemuan. Setelah lebaran kata dia, akan mengundang pihak terkait untuk membahas. “Untuk masalah ini, saya harap kami tidak didesak, karena akan kami pelajari dan mengundang pihak terkait untuk membicarakan,”katanya. Meski sudah diterima, massa tampaknya belum puas karena tidak ada tanggal pasti kapan pertemuan itu akan dilakukan. Mereka mengancam akan terus mempertanyakan sampai ada kepastian ganti rugi lahan. (fya)

Perayaan 17 Agustus Harus Dievaluasi HUT... Menurut dia,rumah-rumah tidak lagi menghargai dengan mengibarkan Bendera Merah Putih. Padahal seminggu sebelum 17-an sudah diramaikan umbul-umbul dan bendera. Ia justru berpikir bahwa pemerintah,khususnya di Kendari tidak aktif menyiapkan pesta HUT RI. “Bisa jadi juga lemahnya aparat di kelurahan karena pasif dengan kondisi warga yang tidak kiberkan bendera.

Saya sangat sayangkan sehingga ada kesan rasa nasionalisme masyarakat Kendari sudah pudar,”tukas mantan Ketua KNPI Kota Kendari ini. Ia melihat perayaan 17-an justru lebih meriah valentine day. Kawula- muda menyambutnya dengan pesta. Tapi untuk HUT RI, menurut ketua FKPPI ini sangat mundur ke belakang. Lantas,apa yang salah? Apakah akibat Ramadhan sehingga HUT RI terabaikan. Kata Yani Muluk bukan suatu alasan mendasar. Sebab beragam cara untuk menye-

marakan tanpa harus bentuk fisik. “Sesuaikan saja perayaan HUT RI dengan moment Ramadhan. Tapi yang saya lihat sama sekali tidak ada perayaan di masyarakat. Jangankan merayakan, bendera sebagai lambang negara juga tidak dikibarkan.Padahal pahlawan kita dahulu sampai mati berjuang untuk kemerdekaan. Karena itu, pemerintah harus evaluasi persoalan ini. Terus terang saya hanya ragukan jangan sampai nilai-nilai nasionalisme generasi kita pudar,”katanya lagi.(ema)


Kendari Pos |Kamis, 18 Agustus 2011

Politika

13

DOK/KP

TOLAK HASIL PILKADA BUTON - Delapan calon Bupati Buton menolak hasil Pilkada yang memenangkan Agus Sjafei - Yaudu Salam Ajo. Namun KPU setempat tetap melanjutkan tahapan. Jika rencana itu mulus, Agus - Yaudu akan dilantik pada bulan Oktober, sesudah masa jabatan Sjafei Kahar berakhir. Tampak delapan calon bupati Buton saat menggelar konferensi pers menolak hasil Pilkada.

Puan Tunggu Restu Mengawati Jakarta, KP Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Hubungan Antar-Lembaga Negara, Puan Maharani belum mau berspekulasi tentang kesiapannya maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Menurutnya, keputusan siapa kandidat yang bakal diusung PDIP itu tergantung dari pilihan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berdasarkan dinamika politik.

“Kita punya mekanisme dan hasil dari kongres Bali lalu yang menyatakan itu wewenang ketua umum. Apakah akan maju atau akan memberikan kesempatan itu kepada salah satu calon terbaik dari kader partai. Itu kita berikan kesempatan kapada ketua umum untuk berpikir dan melihat dinamika politik sejauh ini,” kata Puan saat ditanya seputar kesiapannya mencalonkan diri pada Pilpres 2014

di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8) lalu. Menurut Puan, sampai saat ini PDIP belum memastikan calon presiden yang akan diusung dalam pemilihan presiden 2014 mendatang. Namun, pembicaraan itu akan segera dilakukan di internal PDIP. “Sampai saat ini PDIP belum membicarakan soal capres atau cawapres. Kami punya mekanisme yang sebentar lagi akan dibicarakan,” beber Puan.

Apakah Megawati kembali mencalonkan atau memutuskan kader lain yang akan diusung di Pilpres? Lagi-lagi Puan menyerahkan keputusan itu kepada Megawati. Namun, apapun keputusan dari ketua umum, Puan memastikan pilihan Megawati akan didukung semua kader PDIP. “Kita semua solid apapun yang diputuskan ketua umum. Tentu akan kita dukung,” pungkasnya. (jpnn/awl)

Optimis Peningkatan Kursi Demokrat Sultra di Pemilu 2014 Kendari, KP Partai Demokrat tengah mengalami beragam guncangan di tingkat nasional. Namun polemik itu tak menyurutkan langkah Demokrat Sultra untuk terus bersosialisasi. Mereka optimis perolehan kursi yang dicapai saat ini dapat meningkat di Pemilu 2014 nanti. Keoptimisan itu disampaikan Ketua Demokrat Sultra, Endang SA saat ditemui di sela-sela kegiatan safari Ramadhan Partai Demokrat di Konawe Senin (15/ 8) malam. “Partai demokrat sedang diguncang beragam persoalan, namun polemik tersebut jangan dijadikan beban bagi pengurus, kader ataupun simpatisan.

Ketua Demokrat Sultra, Endang SA (kiri ) saat menyerahkan bantuan kala safari ramadhan di Konawe IMAN/KP

Sebab, semua pasti ada jalan keluarnya dan itupun masih memerlukan pembuktian yang solid. Artinya, jika terbukti itu bukan partai, tapi pribadi yang melakukannya. Kita harus satukan tekad untuk terus mengembangkan demokrat,” terangnya. Safari Ramadhan Partai

Demokrat Sultra dilakukan di Desa Asou, Kecamatan Tongauna. Dihadapan simpatisan dan kader Demokrat, Endang menjelaskan pada tahun 2004 lalu, Demokrat hanya memperoleh satu kursi di DPRD Konawe. Lalu, berkembang menjadi empat kursi di Pemilu 2009. Hal itu menurutnya meru-

pakan sebuah kemajuan yang cukup signifikan. ‘’Kepada simpatisan maupun masyarakat kami meminta doa dan dukungan, agar perolehan kursi partai Demokrat bisa terus meningkat dan terhindarkan dari segala macam cobaan,’’ pintanya. Wakil Ketua DPRD Sultra itu menambahkan safari Ramadhan Partai Demokrat akan dilakukan di 12 Kabupaten/kota se-Sultra. Acara itu akan dirangkai dengan buka puasa bersama para kader, pengurus dan simpatisan. Lalu, dilanjutkan dengan shalat tarawih dan witir bersama. Saat di Konawe, Endang menyerahkan dana Rp 10 juta yang diperuntukkan bagi pembangunan masjid Babul Iman di desa Asao. “Ini adalah wujud silatuhrahmi antara sesama,’’ tambahnya. (p2)

Angelina Sondakh

Anggun di Paripurna Jakarta, KP Meski didera oleh tudingan bahwa dirinya menerima dana suap dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, anggota Komisi X DPR RI dari F-PD, Angelina Sondakh, tetap tidak terlihat murung. Bahkan, dia mencoba menunjukkan ke publik bahwa dirinya terlihat santai dan ceria. Hal itu terlihat saat dirinya menghadiri sidang Paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden SBY tentang Hari Kemerdekaan dan Nota Keuangan RAPBN 2012 di Gedung Parlemen RI, Selasa (16/8) lalu. Angie, begitu panggilan akrabnya, terlihat anggun dengan balutan kebaya Hijau dengan rambut di sanggul. Senyum sumringah pun diperlihatkan dirinya saat disapa oleh wartawan. “Cantik dan seksi yah,” ucap salah satu wartawan yang mengaku heran saat melihat Angie. Padahal, Angie bisa dibilang sedang didera masalah yang bisa dimungkinkan akan memenjarakan dirinya terkait adanya uang suap yang diberikan oleh Nazaruddin terkait kasus proyek Wisma Atlet Sea Games Palembang. Sebelum sidang dimulai, Angie pun sempat dihadang wartawan dengan mempertanyakan pendapatnya terkait tertangkapnya Nazaruddin. Angie pun langung mengucapkan bahwa dirinya turut senang atas penangkapan itu. “Senang sekali,” tuturnya. Dia mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum yang telah bersusah payah

telah menangkap mantan koleganya di Demokrat itu. “Kita harus menghargai usaha-usaha kepolisian, sampai akhirnya Nazar bisa berada di Indonesia,” ucap istri almarhum Adjie Massaid ini. Menurutnya, dengan tertangkapnya Nazar maka proses hukum diharapkan dapat berjalan secara objektif. “Saya senang karena karena bisa membuktikan proses hukum di Indonesia itu bisa dilakukan dengan baik. Alhamdulillah biar semuanya makin terang,” ucapnya. Dia sangat berharap semua pihak dapat menghormati setiap proses hukum terhadap Nazaruddin. Dia juga berharap tak ada lagi yang saling menuding. “Kan proses itu juga sedang berjalan. Jadi harus kita hargai,” tandasnya. Sayangnya Angie tidak mau berkomentar lebih teknis ketika ditanyakan terkait pengakuan salah satu staf keuangan Nazaruddin, Yulianis, yang dikemukakan saat sidang di Pengadilan Tipikor, bahwa Angie sering meminta uang ke salah satu rekannya di perusahaan Nazaruddin, Mindo Rosalina. Angie mengaku bahwa dirinya tidak akan takut untuk memberikan keterangan ke KPK dalam kasus suap wisma atlet itu. “Kita jalani saja proses hukum yang ada. Kalau misalkan saya diminta untuk memberikan keterangan, saya siap untuk itu,” tegasnya yang mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima surat pemanggilan di oleh KPK. (jpnn/awl)

MK Tuding Politisi Senayan Tak Tahu Aturan Karena Jenguk Nazaruddin Tanpa Izin Jakarta, KP Mahkamah Konstitusi (MK) menilai langkah anggota pimpinan dan anggota Komisi III DPR ke menjenguk M Nazaruddin di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, sebagai tindakan yang berlebihan. Juru bicara MK, M Akil Mochtar menganggap pimpinan dan anggota Komisi Hukum DPR yang menemui tersangka kasus suap Proyek Wisma Atlet itu tak tahu aturan. “Itu tak tahu aturan. Tidak seharusnya dilakukan oleh para wakil rakyat,” kata MK Akil Mochtar saat ditemui di kantornya, Selasa (16/8) lalu. Menurut Akil, ada aturan untuk menjenguk tahanan dan tidak bisa begitu saja asal menerobos masuk ke Mako Brimob. “Tindakan mereka itu dengan menerobos masuk, tak patut dicontoh.

Padahal datang baik-baik dan melaporkan juga akan diizinkan,” tandas Akil yang pernah duduk di Komisi III DPR itu. Seperti diketahui, kemarin Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin dengan didampingi sejumlah angota komisi III lainnya seperti Nudirman Munir, Ahmad Yani, Herman Heri, dan Muhammad Nasir yang juga sepupu M Nazaruddin, berkunjung ke Mako Brimob. Dengan menggunakan bus, mereka masuk untuk menemui M Nazaruddin. Kunjungan mereka sempat ditolak petugas. Selain karena tidak memiliki izin, rombongan juga membawa wartawan yang naik bus terpisah. Akhirnya, lima anggota Komisi Hukum DPR tersebut berhasil bertemu Nazaruddin. Namun dari kunjungan Komisi hukum DPR itu terungkap bahwa kini Nazaruddin dalam kondisi linglung, belum stabil, dan terlihat ketakutan. (jpnn/awl)


Edukasi

14

LKBHI STAIN Bantu Pelayanan Hukum Kendari,KP Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) STAIN Sultan Qaimuddin Kendari berdiri pada tahun 2010 lalu. Lembaga itu dilandasi kepentingan yaitu banyaknya alumni ilmu hukum Islam yang membutuhkan wadah pemaksimalan fungsi pengabdian pada masyarakat, sebagaimana amanah Tri Dharma perguruan tinggi (PT). “Selain itu latar belakang didirikannya LKBHI di bawah Jurusan Syariah, yaitu adanya kebutuhan masyarakat berkaitan dengan hukum Islam misalnya perceraian dan ahli waris. Sebagai lembaga pendidikan Islam, tentunya sudah menjadi tanggung jawab kami,” kata Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LK-

BHI) STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, Ahmadi SHI MH. Sebagai langkah awal ungkapnya pihaknya telah memberikan pelayanan perkara pernikahan dan warisan, kedepannya ditargetkan pihaknya dapat langsung menjadi pengacara (lawyer), karena pihaknya telah bekerja sama dengan institusi pemerintah, seperti pengadilan agama dan pengadilan negeri, serta departemen Kehakiman. “Kerjasama dengan pengadilan agama dalam bentuk pos bantuan hukum (Posbakum) pelayanan gratis, yaitu bertugas memberikan pelayanan terhadap masyarakat kurang mampu misalnya perceraian dan pengesahan nikah. Apalagi saat ini pembuatan surat gugatan cukup mahal,

sedangkan di Posbakum gratis untuk masyarakat yang kurang mampu,” ungkapnya. Mengenai anggota LKBHI dirincinya meliputi alumni dan dosen dari dua Prodi yaitu Akhwalul Syahsyiah dan Muamalah, serta terdapat pula pengacara LBHI, karena ke depan pihaknya tidak hanya memberi pelayanan administrasi. Bisa juga menjadi fasilitator pihak yang berperkara hingga ke pengadilan. Mengingat sekarang pihaknya hanya sebatas membuat gugatan perdata Islam, dan akan masuk mendampingi menjadi lawyer murni. “Karena itu saat ini yang perlu kami lakukan yaitu semakin memfamiliarkan lembaga ini, serta tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain meningkatkan

kualitas SDM anggota melalui kemitraan,” katanya. Ditanya target LKBHI ke depannya, Konsultan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Agama Negeri Kelas IA Kendari ini menuturkan akan menjadi lembaga penampung alumni yang berpotensi dan profesional, sekaligus menampung alumni yang memiliki kemampuan mengabdi kepada masyarakat. “Selain itu kami manargetkan akan memasyarakatkan hukum Islam, mengingat ada beberapa masalah yang seharusnya masuk ke pengadilan agama tetapi saat ini masuk ke ranah pengadilan negeri. Ini tugas kami agar kewenangan penegak hukum Islam menjadi efektif,” tuturnya. (fas)

MTsN 2 Kendari Santuni 58 Siswa Kendari,KP Kegiatan Ramadhan di MTsN 2 Kendari tahun ini sangat lengkap, karena selain melakukan pesantren kilat (sanlat), juga dilakukan pemberian santunan kepada 58 siswa, tepatnya Selasa (16/8) pada saat buka puasa bersama. “Sanlat kami lakukan sejak tang-

gal 8 s.d 20 Agustus, dengan waktu empat hari per jenjang kelas. Untuk melengkapi kegiatan tersebut, setiap hari keempat atau penutupan kami buka puasa bersama dan diisi dengan pemberian santunan,’’ ujar Kepala MTsN 2 Kendari, Drs Muh Rustam MPd. Diharapkan dengan buka puasa

bersama, tuturnya tali silaturahim antara siswa dengan guru semakin erat, sedangkan melalui pemberian santunan berupa sembako dan pakaian layak pakai kepada 58 siswa kelas VIII dan IX, diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak merasakan kebahagiaan di bulan Ramadhan ini. “Kami memilih untuk menyan-

tuni siswa dan tidak anjangsana ke luar, mengingat 75 persen siswa kami berasal dari keluarga tidak mampu. Selain itu santunan ini sebagai wujud partisipasi sekolah dalam program persaudaraan madani Pemkot Kendari, karena yang memberi bantuan adalah siswa dan guru,” tuturnya. (fas)

Kendari Pos |Kamis, 18 Agustus 2011

USAID Sosialisasikan IMACS di Unhalu Kendari, KP Tim dari USAID Indonesia (United States Agency for International Development) untuk Indonesia menyosialisasi program Indonesia Marine and Climate Support (IMACS) di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unhalu, beberapa waktu lalu. Sosialisasi tersebut diketuai Dr Alfred Nakatsuma, disertai anggota rombongan Dr. Dwight Watson, Dr. Peter J. Mous, Dr. Ben Stoner, Dr. Heru Setyoko dan Dr. Kun Praseno, Dr. Syarif Maulana. Program IMACS merupakan bantuan USAID yang akan mendukung program kerja Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan melaksanakan Rencana Strategi KKP lima tahun (2010-2014). Program ini akan mendukung usaha-usaha KKP dalam mencapai ketahanan sektor kelautan dan perikanan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat pesisir terhadap bencana dan dampak perubahan iklim jangka panjang. Prof Dr Laode Muh Aslan MS, Dekan FPIK Unhalu menuturkan program IMACS akan melaksanakan pendekatan yang inovatif dalam empat tugas teknis. Yakni pengembangan kelembagaan KKP, manajemen perikanan berkesinambungan, adaptasi perubahan iklim dan kesehatan masyarakat pesisir, dan program Integrasi, koordinasi dan dukungan administrasi, asistensi teknis IMACS dalam kegiatannya akan meningkatkan pelaksanaan rencana strategi KKP. “Program ini secara efektif akan berjalan selama 45 bulan, atau sejak tahun ini hingga September 2014 dan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap Awal atau tahun pertama yaitu penentuan kegiatan program kerja, penentuan provinsi pilot sebagai tempat memperlihatkan hasil proyek, pembentukan informasi awal, mobilisasi para advisor dan orientasi stakeholder. Tahap dua pelaksanaan (tahun 2 & 3) yakni pelaksanaan kegiatan progran kerja sehubungan dengan pemberian dan pengawasan hibah, mempersiapkan kurikulum pelatihan nasional dan panduan topik-topik utama; melaksanakan pelatihan, dan memberikan asistensi secara terus-menerus kepada pamerintah Indonesia, universitas, organisasi masyarakat dan sektor swasta serta tahap tiga Institusionalisasi (tahun 4), yaitu standarisasi pengetahuan

dan keaklian baru di KKP dan organisasi conterpartnya serta meratifikasi instrumen hukum yang mendasari aplikasi metodologi nasional. “Jalur yang strategis sudah dibentuk dalam rencana kerja tahunan pertama guna memandu pelaksanaan kegiatan IMACS dalam setiap tugasnya selama keseluruhan jangka waktu proyek. Untuk mencapai tujuan dari proyek ini, kegiatan khusus dalam setiap strategis ditentukan setiap tahunnya, berkonsultasi dan berkolaborasi dengan stakeholder proyek untuk dilaksanakan oleh para mitra IMACS,’’ katanya. Dikatakan, substansi dari rencana kerja akan diperbaharui setiap tahun sesuai dengan tahun fiskal Pemerintah Amerika yang berjalan selama Oktober sampai 30 September, dan disesuaikan dengan rencana tahunan KKP,organisasi donor, dan anggota program sumberdaya kelautan USAID/Indonesia (CTSP, DOJ, NOAA). Pihak FPIK yang dihadiri langsung oleh Dekan FPIK dan didampingi para pembantu dekan termasuk Pembantu Dekan Bidang Kerjasama Dr. Maruf Kasim sangat mengapresiasi kedatangan dari tim USAID ke FPIK Unhalu. “Dukungan terhadap implementasi program IMACS dilakukan di Sultra. Program IMCS ini sejalan dengan program BAHTERAMAS yang dilakukan oleh Pemprov Sultra yang saat ini dinakhodai oleh gubernur Nur Alam SE dibidang kesejahteraan rakyat. Saya berharap pelibatan pihak perguruan tinggi khususnya Unhalu dalam program IMACS ini,’’ katanya. Berkaitan dengan wujud dukungan dari institusi perguruan tinggi di bidang perikanan ini, ia berjanji untuk memback up program IMCS dengan hasil hasil riset yang telah dilakukan oleh FPIK Unhalu dalam hubungannya dengan tema khususnya pada data penangkapan dan dampak perubahan iklim. Dalam sosialisasi yang diiringi dengan diskusi yang juga dihadiri para dosen FPIK, Dr. Alfred dari USAID memberikan apresiasi atas dukungan dari FPIK Unhalu serta beliau juga memberikan beberapa masukan dan harapan agar ke depan peluang kerjasama ini tidak hanya melalui program IMACS tetapi juga melalui program program lain yang dilaksanakan dan difasilitasi oleh USAID. (lia)


Kendari Pos |Kamis, 18 Agustus 2011

Tunjangan Guru Sebesar Rp 30,6 Triliun Jakarta, KP Di dalam pemanfaatan anggaran RAPBN 2012 Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), pemerintah direncanakan akan mengalokasikan sebanyak Rp 30,6 triliun untuk dana tunjangan profesi guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD). Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh, saat konferensi pers usai menjadi pembina upacara pada Upacara Peringatan HUT RI ke-66 di Kemdiknas, Jakarta, Rabu (17/8). “Pemerintah menyediakan dana tunjangan profesi guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD) sebanyak Rp 30,6 triliun, atau naik Rp. 12,1 triliun (65 persen) dari APBN-P 2011,” ujar Nuh. Selain itu, Nuh juga menyebutkan bahwa pemerintah turut menyediakan dana tunjangan tambahan penghasilan guru PNSD yang belum memperoleh tunjangan profesi guru (sebesar) Rp 2,9 triliun, rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang tidak layak, dan penyediaan beasiswa siswa miskin pada semua jenjang pendidikan. Mendiknas menjelaskan, pembayaran tunjangan profesi dan tambahan

ini merupakan arahan langsung dari presiden. Presiden sendiri mengarahkan pembangunan pendidikan di 2012 harus meningkatkan akses dan pemerataan layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau, baik di jalur formal dan informal. “Ada lima poin kebijakan pemanfaatan anggaran pendidikan 2012, dan kesejahteraan guru ada di poin kelima,” sebutnya. Terpisah, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemdiknas, Syawal Gultom menambahkan, tahun ini Kemdiknas berjanji akan membayar seluruh tunjangan pofesi yang belum dibayarkan. Total yang dibayar merupakan tunjangan profesi per tigabulanan. Namun tidak semua guru mendapat tunjangan profesi, karena hanya guru yang sudah memegang sertifikat pendidik saja yang akan diberikan. Syawal menjelaskan, mekanisme penyalurannya ada yang akan dibayar melalui dana transfer daerah dan dana dekonsentrasi. Dirinya menerangkan, dalam hal ini, sebanyak 734.000 guru sudah selesai tersertifikasi. (jpnn)

Edukasi

15

Pelaksanaan Sanlat Hingga Makan Sahur Kendari, KP Pada umumnya pesanten kilat yang dilakukan beberapa satuan pendidikan hanya pada jam belajaran dan ditambah hingga sore hari. Khusus Pesantren Al Fath, di Jalan Orinunggu, Mokoau, Kambu, melaksanakan pesanten kilat (sanlat) hingga sore hari. Bahkan selama enam hari berturutturut dilaksanakan hingga saat berbuka dan makan sahur. “Kegiatan ini kami laksanakan

sejak 8 s.d 14 Agustus. Dalam rangkain sanlat yang di pondok kami tak hanya pada siang hari, namun hingga makan sahur,” ujar pembina pesanten Al Fath Kendari, Erlina Elyza, S. Psi. Ia menambahkan, untuk Raudhatul Athfal kelas I s.d IV, pesanten kilat yang dilaksanakan sampai berbuka puasa. Sedangkan untuk kelas V s.d VI Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah sanlat dilaksanakan sampai ber-

malam selama enam hari. Dalam sanlat tersebut, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain kegiatan salat duha, tadarus Al Quran, iqra, tahfidz, tajwid, buka bersama, dan sahur bersama. Selain itu, kemah santri, lomba religius, dan penyantunan untuk fakir miskin di di sekitaran Nambo dan Abeli. “Terpenting dalam sanlat ini adalah evaluasi diri para santri. Agar dalam diri mereka terbentuk jiwa

yang soleh, cerdas, kreatif, serta membangun hubungan tali silaturahmi yang lebih erat antara guru, orang tua, santri, dan masyarakat atau kaum yang masih membutuhkan uluran tangan kita,” ujarnya. Tentu tujuan kami juga tak jauh berbeda yaitu untuk membangun ukhuwah, menambah wawasan, dan memberdayakan waktu dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, serta melatih kemandirian,” tukasnya. (p1)

Kendari dalam Sorotan Tajam Mata Kamera (Bagian II Habis) Syaifuddin Gani KESAN kedamaian dan kesentausaan segera menyergap ketika menatap saksama karya Zabur, “Manusia Sampan”. Ada seorang yang mendayung sampan sendirian, berlatar deretan rumah-rumah sederhana di atas tepi laut. Mungkin ini para Suku Bajo yang mengidupi kosmologi pesisiran. Suasana sepi dan arome sore menyempurnakan kelengangan sejati. Rumah yang berderet, angin yang diam, dan laut yang tenang adalah wujud persekutuan antara alam dan manusia. Seakan-akan sebuah dunia Yang Lain. Dunia tanpa “suara”. Kearifan lokal adalah suatu keniscayaan. Rumah yang terbuat dari serba alam itu (kayu, bambu, rotan), bentuk dan ukurannya yang “minimalis” adalah wujud kompromi atas kosmologi laut. Mereka tidaklah mungkin mendirikan rumah dari bahan semen dan besi, den-

gan ukuran besar dan menjulang. Ia akan merusak ekosistem laut dan keseimbangan alam. Hal ini berbeda secara nyata dengan pembangunan ruko di sebagian pinggir jalan By Pass, Kendari. Demi kehadiran ruko, hutan bakau harus diberangus, empang harus ditimbun! Apa boleh buat, kapitalisme, tengah merangsek dan mendapatkan tempatnya. Salah satu foto yang menjadi. Sebuah foto menawarkan ide menarik dengan objek yang unik: empat daun pintu jendela yang terbuat dari seng, terpasang di kedua sisi dinding rumah. Tiga buah daun jendela tertutup sedangkan satunya lagi terbuka. Foto hitam-putih yang berjudul “Menolak Seragam” karya Arman ini lahir dari ide bahwa keberagaman itu indah dan niscaya. Kebalikannya, keseragaman adalah pemberangusan potensi keunikan

dan keindahan. Jika ditarik ke wilayah sosial yang lebih jauh, akhir-akhir ini muncul banyak gerakan “penyeragaman”. Ironisnya, upaya penyeragaman dan keberagaman bertemu dalam dua kutub yang keras dan selalu melahirkan gesekan. Penyeragaman bisa lahir dari penguasa dan dari masyarakat yang “mencintai” singularitas. Meminjam istilah penyair Wan Anwar, jika sebuah identitas terlalu mengeras maka ia bisa menjelma batu, menggelinding, dan dapat mengancam identitas yang lain. Sederhananya, pelangi indah karena beragam warna. Foto ini terkesan klasik atau lumrah. Akan tetap berhasil menarik mata saya. Di bagian depan, terhampar pasir putih, di tengah terbujur laut, dan di belakang/ atas terpampang kebiruan langit. Keberhasilan foto ini adalah karena ia mampu menghadirkan pasir yang benar-benar putih yang berlatarkan langit yang sepenuhnya biru. Kita merasakan kelapangan dan keluasan alam yang tak terbatas. Inilah kesan saya ketika memelototi “Pasir Putih Toronipa” karya Yudhi. Begitu pula dengan karya Yudhi yang lain “Petir di atas Rumahku” terkesan magic. Petir yang melata di atas rumah itu, bagi saya seumpama akar cahaya yang merambati alam raya. Kecepatan dan ketepatan cahaya kamera dan kecepatan kilatan petir, saya kira beradu di sini. Dan sang fotografer berhasil mengabadikannya dengan indah. Seandainya saya diberi kesempatan untuk melabeli foto ini, saya akan beri judul “Akar Cahaya”. Kritik sosial sangat kuat pada pameran ini. Dan Teluk Kendari selalu menjadi objek para fotografer untuk disorot. Kejelian mata kamera dan kepekaan mata batin fotografer, sangat menentukan di dalam mengadirkan fotret buram dan legam teluk yang konon akan dikeruk agar keluar dari kutukan pendangkalan.

Adalah Danny K kembali meng’klik’ teluk ke dalam medium fotografi bertajuk “Semerbak Sendiri”. Sebuah pohon bakau yang semerbak, mekar daunnya, berdiri di atas ladang lumpur Teluk Kendari. Sepertinya, pemerintah Kota Kendari dan masyarakatnya harus “meninjau ulang” ikon kebanggaannya itu. Foto ini (bersama beberapa foto lainnya) seakan ingin mengatakan bahwa teluk ini sudah tidak layak disebut sebagai Teluk Kendari, tetapi Lumpur Teluk. Foto, sebagai karya seni, selalu mengandung hal dan makna yang terduga. Jika dilihat dengan matakasatiabisamenawarkankeindahan. Jika ditelisik lebih dalam, ia bisa mengandung kritik tajam. Masih banyak karya foto yang luput dari tangkapan mata hati saya dan mata pena saya. Sayang sekali, saya hanya sekali ke sana untuk menikmati karya temanteman fografer Kendari. Masih banyak karya yang bagus tapi belum saya sentuh, terutama yang berobjek Tugu Persatuan dengan beragam warna dan sudut pandang pemotretan. Para seniman fotografi Kendari telah memberikan “sesuatu” bagi kotanya. Tentunya, sebagai seniman, sesuatu yang diberikan itu tidak bisa diandaikan dengan pemberian kue dari ibu kepada anaknya. Fotografer memberikan sesuatu dalam kacamata seni. Hasilnya, pemberian itu bisa berupa kritikan tajam bagi pemerintah dan masyarakat. Pemberian itu dibalut dalam bungkusan kesenian sehingga menjadi indah. Apa boleh buat, sebagai pemerintah dan masyarakat yang cerdas dan bersedia berubah, harus rela menerima pemberian itu dengan dada lapang. Di balik kegembiraan Penghargaan Adipura terdapat pekerjaan rumah yang besar: sampah masih berserakan dan Teluk Kendari semakin dangkal saja. Yah, kebudayaan hanya bisa lahir dari masyakarat yang cerdas, kreatif, dan arif. Masyakarat yang terkebelakang pendidikannya (dalam arti yang luas) hanya bisa melahirkan kebudayaan yang dekaden. Kecerdasanlah yang membangkitkan Peradaban Islam dan Renaissance di Eropa. Sebaliknya, untuk bertahan dan menyiasati hidup, masyakarat harus kreatif.Diujungilmupengetahuan, sains, teknologi, dan ekonomi, tergolek kearifan. Sebab jika kearifan absen, hanya akan melahirkan manusia dan peradaban yang sombong, rapuh, dan brutal. Apa yang dilakukan seniman fotografi Kendari adalah bagian dari upaya untuk tidak sekadar to live atau sekadar hidup, bernafas, bergerak, dan bekerja, sebagaimana manusia pada umumnya. Tetapi upaya agar to exist yakni membikin hidup lebih hidup, berkarya, memaknai dan melihat kehidupan dengan kritis. Eksis!***


+

16

IKLAN

Kendari Pos | Kamis 18 Agustus 2011

+

yan

nta ow

ac k ack

C

Mage

Yel

Bl

+

C

yan

Mage

nta

Ye

ow

B

ac k ack

+ +


Kendari Pos | Rabu, 18 Agustus 2011

1 Arsenal v Udinese 0

AFP PHOTO / IAN KINGTON

Gol tunggal Theo Walcott mengantarkan Arsenal menuju peluang besar masuk kualifikasi Liga Champions setelah menekuk Udinese 1-0 pada laga play off yang dihelatdiLondon, dinihari kemarin. London, KP Arsenal berhasil menancapkan satu kaki ke babak penyisihan grup Liga Champions Eropa. Menjamu Udinese pada leg pertama babak play-off, Rabu (17/8) WIB kemarin, The Gunners unggul tipis 1-0. Gol semata wayang di pertandingan tersebut dicetak Theo Walcott pada menit 4. Gol Walcott berawal saat Aaron Ramsey lolos darijebakanoffside.Ramseyyang melihat sisi kosong di dalam kotak penalti, dengan cerdik memberikan umpan dan diselesaikan secara sempurna oleh Walcott. Meski sudah unggul 1-0, Arsenal terus mencoba menekan pertahanan Udinese. Namun, klub Italia itu mampu memberi perlawanan yang sesekali mengancam gawang Arsenal. Pada menit 12, Antonio Di Natale nyaris menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas. Beruntung bagi Arsenal, bola masihmembenturmistargawang. Serangan balik Udinese pada menit 26 juga membuat pertahananTheGunnerspontang-panting. Pablo Armero dengan aksi individunya berhasil melewati beberapa pemain dan tinggal berhadapan dengan kiper Arsenal, Wojciech Szczesny. Namun, peluang emas itu terbuang sia-sia.

Pada babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Tertinggal satu gol membuat Anotino Di Natali Cs bernafsu membobol gawang The Gunners. Serangan Arsenal pun tak kalah dahsyat. Beberapa kali Gervinho dan Walcott mendapatkan peluang emas. Namun, hingga laga berakhir skor tetap 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Hasil ini meringankan langkah Arsenal saat bertandang ke markas Udinese pada leg kedua, 24 Agustusmendatang.TheGunnershanya perlu hasil seri untuk lolos ke babak selanjutnya. Tentu (kemenangan ini mengangkat moral tim). Namun, hal terpenting adalah tidak kebobolan dan pertahanan kami solid lagi, seperti akhir pekan lalu (melawan Newcastle),” ujar Walcott. “ Menyenangkan rasanya mencetak gol. Namun, Udinese adalah tim kuat dan kami kami akan mengalami pertandingan sulit (di leg kedua nanti). Kami yakin, jika bermain seperti tadi, kami bisa mendapatkan hasil yang diperlukan,” tambahnya. Kehilangan Cesc Fabregas dan tak tampilnya Samir Nasri memang begitu terasa bagi Arsenal. Lini tengah mereka yang ditempati oleh Aaron Ramsey dan Tomas Rosicky terlihat tak mem-

berikan kontribusi. Ini terlihat dari lebih seringnya Arsenal membangun serangan dari sisi kanan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan betul oleh Udinese untuk mematikan serangan Arsenal. Jadi, tak mengherankan jika akhirnya Thomas Vermaelen dan kawan-kawan kerap gagal menciptakan peluang hingga akhir babak pertama. Pada awal babak kedua, Udinese su-

dah membuat pertahanan Arsenal kelabakan. Menerima umpan Armero, Di Natale menendang bola dengan kaki kanannya. Beruntung, pemain pengganti Johan Djourou bisa memblok bola. Permainan Arsenal tak berkembang. Justru Udinese yang berhasil mengambil kendali permainan dan beberapa kali men-

gancam gawang lawan. Salah satu ancaman Udinese dihasilkan dari tendangan bebas Di Natale pada menit ke75, tetapi upaya ini kembali digagalkan oleh Szczesny. Pelatih Udinese, Francesco Guidolin mengaku timnya saat ini berada pada posisi bahaya. Dengan kebobolan 0-1 di Emir-

ates, Udinese memang hanya butuh kemenangan 2-0 di kandang sendiri. Namun, sinyal bahaya bagi Il Zebrette jika kebobolan lebih dulu di Stadion Friuli. “ Saya bilang kepada anak-anak, jangan puas dengan apa yang kami raih. Kami tak melakukan hal yang penting karena skor 0-1 masih sangat berbahaya,” tutur Guidolin seperti dikutip Sky Sport. Sang allena-

tore sendiri menyadari meski Arsenal bermaterikan pemain muda, namun pengalaman di kompetisi Eropa jauh lebih banyak dibanding Udinese. “ Dan mereka meraih hasil kandang bagus. Kami sendiri sulit mencetak gol meski mendapat beberapa peluang. Jika mereka mencetak gol di kandang kami, akan mempersulit kami untuk lolos,” pungkas Guidolin. (bas/cok)


CMY

CMY

20

Kendari Pos |Kamis, 18 Agustus 2011

Potret Ramadhan “Gepeng” di Kota Kendari

Lutut Gemetar, Memulung dan Puasa Jalan Terus Setiap manusia tentunya tidak ingin dilahirkan dari keluarga miskin, apalagi harus mengabaikan rasa malu dengan berkeliling mencari barang bekas yang tak terpakai. Namun apa daya, himpitan ekonomi yang demikian berat, sebagaian orang terpaksa menjadi gelandangan dan pengemis (Gepeng). Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, Gepeng pun tetap beraktivitas sebagaimana hari-hari biasanya.

TARAWEH TANGGAL 18 AGUSTUS DIMANA ANDA TARAWEH MALAM INI..? No NAMA MASJID

PENCERAMAH

ALAMAT

1 2. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Dr H Hilaluddin Hanafi M Pd Drs H Muslim M Si Drs Muhiddin S Pd Abd Halil S Pd I DrsNurkolis H Mahfud Idrus Muhammad Rahim Ir H Zuhri Rustan Ahmad Sukardi Drs H Abd Kadir Wahab SH MM Drs H Muh Yahya Obaid Muh Anwar Obeid S Ag M Si Nurdin S Ag Bahrin S Pd Sufiyani S Ag M Pd Wahid Nursalim S Ag Abd Rahman S Pdi Ust. Muh. Yasin, S. Pd

MANDONGA MANDONGA PDAM MANDONGA KOMPLEKSBTNDPR KOREM SODOHOA TIPULU PUUNGGALOBA KEMARAYA MANDONGA WATU-WATU WATU-WATU WAWOMBALATA MANDONGA PUUWATU GRAHA ASRI KOTA LAMA

AGUNG AL-KAUTSAR DARUL MUTTAQIN AR-RAHMAN PDAM AL-IKHWAN NURULJANNAH AL-ASKARIYAH AT-TAQWA BABUT TAQWA AKBAR AL-HIDAYAH AL-IRSYAD JABAL UHUD AT-TARBIYAH BABUSSALAM AL-MAGFIRAH MUJTHADDIN AL IKHLAS MASJID RAYA

SUMBER: IKATAN MASJID SULTRA

Ulfah Sari Sakti MATANYA yang redup. Ekspresi kelelahan terpencar di wajahnya. Badannya kurus dan dekil, tak terawat. Hitam. Kaki dan tangannya kecil, kurus, hanya tulang yang terbalut dengan kulit. Bajunya yang lusuh. Giginya tampak menguning, itulah sosok Arwan, pria yang kesehariannya beraktivitas sebagai pemulung di Kota Kendari. Terik matahari sangat terasa, ketika Arwan bersama anaknya mendorong gerobak berisi barang-barang bekas mengitari Jalan Ahmad Yani. Tak peduli sengatan matahari, pria berusia 48 tahun itu, terus mendorong hasil mengumpulkan barang bekas, ia bermaksud menjual barang-barang hasil memulung seperti gardus, kaleng dan plastik botol air mineral pada seorang pengumpul yang tinggal di kawasan Jalan Sao-sao. Karena kelelahan seharian mencari barang-barang bekas yang tampak dari penuhnya gerobak sederhana miliknya, membuat dirinya bersama

ULFAH/KP

Arman bersama anaknya saat akan menjual hasil pulungannya. anaknya memilih beristirahat sejenak di bawah pohon. Saat wartawan koran ini menghampirinya, pria yang mengenakan tutup wajah dari pakaian bekas layaknya ninja untuk melindungi wajahnya dari sengatan matahari ini, langsung tersenyum dan bersedia untuk diwawancarai seputar caranya menjalani ibadah puasa, sembari tetap mencari nafkah. “Saya terpaksa berprofesi sebagai pemulung, lantaran kecelakaan sewaktu menjadi buruh bangunan, sehingga menyebabkan lutut saya gemetar kalau terlalu lama berdiri sambil memikul beban berat. Karena itu sejak tiga tahun lalu saya memilih untuk memulung, meskipun hasilnya kurang mencukupi,” ujar Arwan sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan potongan kardus bekas.

Mengenai penghasilan yang diperolehnya, pria paruh baya ini menuturkan beberapa minggu ini harga tukar kardus dan kaleng menurun, dari Rp 1.000 per kilo menjadi Rp 900 per kilo. Meskipun demikian dirinya tetap bersyukur karena kardus, kaleng dan plastik botol mineral tetap laku terjual. “Alhamdulillah kalau gerobak penuh saya bisa dapat Rp 30 ribu, cukup untuk makan sehari-hari. Untuk buka puasa, kalau kemalaman di jalan, saya dan anak saya berbuka puasa di mesjid terdekat,” tutur pria yang mengaku bersama isteri dan keenam anaknya tinggal pada salah satu lorong di sekitar SMKN 3 Kendari. Saat ditanya penghasilannya di bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya, dirinya mengungkapkan tidak ada perubahan yang berarti karena se-

muanya terletak dari keberuntungan di setiap harinya. “Kalau hasil pulungan banyak, uangnya pun lumayan untuk makan. Kalau puasa sambil memulung, sangat terasa ketika matahari mulai terik, sehingga mau tidak mau yang tadinya kita bisa bolak balik memulung, hanya bisa sekali memulung saja karena banyak istirahat,” jawabnya sambil mengatakan dirinya merupakan penerima Raskin dan tahun lalu telah mendapat sedekah. Senada dengan itu salah seorang warga Kelurahan Tobuuha, Wa Tia mengaku karena hanya membantu suaminya memulung di malam hari, tidak ada pengaruh berarti dengan ibadah puasa yang dijalaninya. “Setiap habis berbuka puasa di rumah, saya membantu suami memulung, tetapi suami memulung di tempat yang jauh

dengan menggunakan motor kreditan ojeknya, sedangkan saya hanya memulung di tempat yang dekat saja dan langsung pulang kalau satu karung sudah penuh,” ungkap perempuan berkulit hitam ini. Karena itu hasil yang diperolehnya bersama suami baru dapat ditukarkan keesokan harinya, jumlahnya pun bervariasi tergantung banyaknya barang bekas yang diperoleh. “Kalau hasil pulungan kami banyak bisa dapat Rp 50 ribu per hari, ini sangat kami syukuri untuk tambah-tambanya kredit motor dan biaya sekolah dua orang anak saya di SD dan SMP,” terangnya sambil meminta izin bergegas pergi karena karungnya belum terisi penuh barang bekas. Selain berbaur dengan sampah setiap harinya, para pemulung inipun harus bersabar saat menghadapi tatapan penuh curiga yang kerap ditunjukkan warga saat mereka beraktivitas. Itu hal biasa, sebagaimana disampaikan tirah, salah seorang pemulung yang ditemui disekitar pelataran eks MTQ. “Yang pentingt kita niat mencari barang bekas untuk dijual, bukan mencuri, pasti orang akan percaya. Kan ada juga yang berpura-pura memulung padahal niatnya mencuri. Ini yang bikin kita kena akibatnya mi, malah ada yang usir begitu melihat saya. Saya anggap ini cobaan dari pekerjaan memulung. Dari pada mencuri, mending mencari sampah yang bisa dijual untuk dipake sahur bersama anak-anak saya,” ungkap wanita yang berusia sekitar 45 tahun ini berlalu. (*)

Gontor Sultra Helat TRT

SUWARJONO/KP

Saifudin berikan santunan ke anak yatim.JPG

Inkindo Berbagi dengan Anak Yatim Kendari, KP Momen Ramadhan dimanfaatkan Ikatan konsultan Indonesia (Inkindo) Sultra untuk berbagi dengan anak yatim, kemarin di kantor Inkindo Sultra. Kegiatan sosial dalam bentuk pemberian santunan yang digelar Inkindo tersebut, bersumber dari dana yang dikumpul dari anggota Inkindo dan keluarga besar Inkindo Se Sultra. Saifudin, Ketua Inkindo, memberikan apresiasi pada anggotanya atas santunan yang diberikan secara suka rela tersebut. Ia berharap kekompakan dalam kegiatan religi bisa dipertahankan, jangan hanya saat Ramadhan saja tapi akan selalu terpatri sebagai bagian dari kegiatan anggota Inkindo di Sultra.

"Saya berharap kedepan kegiatan seperti pemberian santunan dan buka bersama dengan anak yatim selalu dilakukan dengan penuh ke iklasan," kata Ketua Inkindo. Pada tahun ini inkindo memberikan santunan pada anak yatim sebanyak 50 orang, termasuk pembina panti asuhan Al Amin. Santunan ini sebagai bentuk sosial dan amanah bagi ummat Islam. Harapannya di sebelas bulan diluar bulan Ramadhan untuk mencari nafkah, di dalam dari reski yang diberikan ada hak bagi kaum fakir miskin. Keluarga besar Inkindo berharap juga bukan hanya pihaknya melaksanakan kegiatan mulia tersebut melainkan lembaga atau instansi lain juga melakukannya. (ano)

Anda Bertanya, Ustaz Menjawab Jangan biarkan keragu-raguan mengurangi nilai ibadah Ramadhan kita. Tanyakan jika ada persoalan seputar ibadah Ramadhan. Insya Allah kami akan mencoba membantu menjawabnya. Kiirm pertanyaan anda ke H. Muslim

Nomor

081245835111

Tanya: Pak sy Kurniawan tinggal di Konda Kab. Konsel mau menanyakan gimana hukumnya ada seorang imam shalat melaksanakan shalat witir rakaat pertama dia baca qulhuallahu, rakaat kedua qul auzu birabbil falak rakaat ketiga qul auzu birabbinnas, biasanya ketiga surat ini dibaca berurutan setelah akhir shalat witir, tapi ini lain dibaca secara terpisah bagaimana ini pak, apa tidak salah ? (085399978xxx ) Jawab: Tidak salah, karena membaca surah dalam shalat hukumnya sunnat dan Rasulullah memerintahkan bacalah salah satu atau beberapa ayat dari salah satu surah. Namun untuk shalat witir memang berdasarkan Hadits Rasulullah saw. Dalam Shalat witir pada rakaat pertama setelah al; Fatihah membaca surat al A’la dan rakaat kedua surat al Kafirun kemudian rakaat ketiga membaca surat al Ihlas dan al Muawwizatain (qul auzu birabbil falaq dan qul auzubirabbinnas ) Tanya: Dari hamba Allah di desa Amoito Kec. Ranomeeto pertanyaannya sekarang pak ustaz ada 3 cara menguburkan orang meninggal; 1. Dibuka tali pengikatnya, 2. Tidak dibuka tali pengikatnya, 3. Ada yang memakai peniti, cara yang mana kami harus ikuti ? (0852341507xxx )

Harian Pagi Kendari Pos,” kata Pembimbing, M Khairul Amal via press releasenya. Lebih lanjut dirincinya selain Harian Pagi Kendari Pos, kru Govens juga akan mengunjungi sejumlah media di Kota Kendari, mulai dari media cetak, radio hingga TV. “Study tour Govens and techno ramadhan trip 2011 berlangsung sejak 16 s.d 20 Agustus, dan setiap harinya dua perusahaan media kami kunjungi dimulai pukul 10.00 wita pada perusahaan media pertama dan pukul 14.00 di perusahaan media kedua,” rincinya. (fas)

WULAN/KP

Salah satu kelompok peserta lomba sholat Safari Ramadhan di Mesjid Baitul Makmur, Kabupaten Muna.

Membludak, Peserta Safari Ramadhan di Muna ULFAH/KP

Finance Senior Manager JNE Pusat, Nur Rizal dan Kepala Cabang JNE Kendari, Ratna Sari saat memberikan santunan kepada anak panti asuhan Al Huda, saat buka puasa bersama.

JNE Buka Bersama Anak Panti Kendari,KP PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) seluruh Indonesia, tidak terkecuali Cabang ke-18 di Kota Kendari menghelat buka puasa bersama anak panti asuhan, seperti yang berlangsung Kamis (11/8) di Gedung Islamic Centre Kendari. PT JNE Cabang Kendari berbuka puasa bersama puluhan anak Panti Asuhan Al Huda dan dihadiri Finance Senior Manager (SM) JNE Pusat, Nur Rizal. “Tujuan dilakukannya buka puasa bersama ini yaitu untuk mempererat tali silaturahim, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat bernilai manfaat dan ridho dari Allah swt,” ujar Kepala Cabang JNE Kendari, Ratna Sari. Dalam pemaparannya di depan para agen dan counter JNE seKota Kendari, Finance Senior Manager (SM) JNE Pusat, Nur Rizal memberi pesan kepada semua karyawan PT JNE Cabang Kendari agar memaksimalkan pelaksanaan visi misi perusahaan yaitu bukan hanya sebatas mengantar barang tapi juga ibadah. “Pekerjaan kita dapat memberikan kebahagiaan kepada masyarakat, karena ketika barangnya diantar tepat waktu tergambar jelas kebahagiaan di

wajah konsumen. Selain itu pekerjaan kita bernilai ibadah tatkala lemparan sortiran barang dan pengantaran barang dilakukan sembari berzikir,” kata Nur Rizal. Tidak hanya itu tuturnya nilai dasar yang harus dimiliki karyawan PT JNE yang saat ini memiliki 18 cabang se-Indonesia, yaitu jujur, visioner, tanggung jawab dan disiplin. “Dengan demikian PT JNE optimis dapat mencapai target yaitu tahun 2015 menjadi tuan rumah perusahaan kurir, 2020 bentuk perusahaan logistik, 2025 tuan rumah logistik di Indonesia, serta 2030-2050 menjadi perusahaan kelas dunia,” tambahnya. Dalam tauziahnya, Giro Amrullah mengungkap mengingat bulan puasa merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, sudah selayaknya umat muslim meningkatkan ibadahnya karena pahala dilipatgandakan. Buka puasa PT JNE diselingi dengan pemberian santunan berupa uang tunai kepada anak panti, tampak wajah kebahagian di wajah puluhan anak Panti Asuhan Al Huda tatkala menerima amplop dari JNE Pusat oleh Nur Rizal dan JNE Kendari, Ratna Sari. (fas)

Muna, KP Meski pada malam pertama kunjungan di Mesjid Baitul Makmur, Kabupaten Muna, sempat terganggu akibat hujan. Namun, tetap tidak menyurutkan antusias warga untuk memeriahkan Safari ramadhan Suzuki-Kendari Pos. Warga setempat ramai-ramai ikuti lomba yang disiapkan panitia, seperti lomba da’i cilik, shalat berjamaah, dan lomba tilawatil Quran. Peminat lomba terus bertambah. Hari pertama, lomba diramaikan dari tiga kecamatan dengan puluhan peserta, hari kedua masih banyak para pembina Taman Pendidikan Al Quran yang hendak mendaftarkan anak didiknya. Panitia dan tim Suzuki Kendari Pos tetap memberikan kesempatan bagi para santri untuk memeriahkan lomba yang sarat dengan pengetahuan religi tersebut. “Kami bersukur, karena di tempat ini masyarakat sangat antusias. Sampia pada kunjungan kali ketujuh ini, peserta yang mengikuti lomba di Kabupaten Muna memang paling banyak jumlahnya. Untuk lomba dai cilik diikuti kurang lebih 45 peserta. Untuk lomba tilawah sekitar 25 peserta, dan yang terbanyak adalah lomba solat

berjamaah yang diikuti 14 kelompok. Karena dalam tiap kelompok lomba ini minimal sepuluh orang,” ujar ketua panitia safari ramadhan, Ugas, S.sos Tak hanya dalam tiga bidang lomba yang digelar, saat doorprize pun, tim Safari Ramadhan disambut oleh ratusan orang yang ingin memenangkan hadiah. Akibatnya seratus kupon yang disediakan panitia pun ludes oleh jamaah. Begitu pula dengan dalam promo Suzuki yang menghadirkan kredit dengan uang muka ringan. Promo ini juga dibanjiri peserta yang hendak mendapatkan informasi dan pembelian. Pada malam kedua (16/8), promo ini akan kembali dihadirkan hingga malam kedua. Beberapa type motor yang ditawrkan dalam program tersebut antara lain Shogun Axelo, Suzuki Titan dan Sky Drive, uang muka hanya Rp 750 ribu. Shogun Axelo dengan subsidi sebesar Rp 1.650.000, Suzuki Titan, subsidi sebesar Rp1.250.000, dan type Sky Drive sebesar Rp 1.350.000. Sementara itu untuk Suzuki Spin dengan dengan uang muka Rp 850 ribu, akan mendapat subsidi sebesar Rp1.150.000. (p1)

Gubernur Buka Puasa Bersama Anak Yatim Kendari, KP Sepertinya sudah menjadi kebiasaan keluarga Gubernur Nur Alam untuk berbuka bersama anak panti dan yatim piatu. Seperti akhir pekan lalu, dihadiri Muspida dan para pejabat tingkat Pemprov, gubernur, ibu gubernur Tina Nur Alam serta anak-anaknya berbuka puasa bersama 390 anak yatim dan panti. Selain berbuka puasa bersama, setelah Shalat Magrib, keluarga besar gubernur memberikan santunan kepada anak yatim dan panti yang hadir

beserta pembinanya. Raut keceriaan tampak di wajah mereka yang hadir saat itu. Hal tersebut mungkin saja karena motivasi yang diberikan oleh gubernur kepada anak yatim dan pesantren. Katanya, anak yatim tidak seharusnya berkecil hati dengan kondisinya. Pasalnya menjadi anak yatim bukan berarti segala kesempatan untuk sukses tertutup. Contoh nyatanya ada pada diri gubernur sendiri yang juga menjadi yatim sejak masih belia. "Jangan pernah putus asa. Saya ini juga

anak yatim. Saya ditinggal bapak saat masih kelas satu SMP. Tidak ada yang menyangka, anak yatim ini bisa tumbuh dan menjadi gubernur seperti saat ini. Jadi jangan berkecil hati," ujarnya. Ibu gubernur Hj.Tina Nur Alam mengatakan buka bersama anak yatim dan pesantren sudah mulai ditanamkan ke keluarganya jauh sebelum Nur Alam menjadi gubernur. Hal tersebut ungkapnya merupakan kewajiban dalam agama untuk saling bersedekah. (ema)

CMY

CMY

Jawab: Hukum penyelenggaraan jenazah yang wajib ada empat, dimandikan, dikapani, dishalati dan dikuburkan. Untuk mengapani agar ia rapi untuk diantar ke kubur ya di ikata setelah tibah dikubuir dimasukkan ke dalam lahat dibuka pengikatnya, adapun yang memakai peniti tidak ada larangan tetapi yang sebaiknya diikat, kalaupun memakai peniti, maka saat didalam liang lahat tetap peniti dibuka. (*)

Kendari,KP Sebagai pondok pesantren modern, Pondok Modern Gontor 7 Ridayatul Mujahidin Sultra tentunya tidak ingin melewatkan bulan suci Ramadhan. Selain melaksanakan amaliah Ramadhan, Pondok Modern Gontor 7 menghelat Gontor Seven News (Govens) and Techno Ramadhan Trip (TRT) 2011. “Ramadhan di Tahun 2011 ini, pondok memiliki kegiatan Govens and techno ramadhan trip 2011. Sehubungan dengan rencana itu rencananya pada 20 Agustus nanti, kami akan studi tour kru Govens di Redaksi

Kendari Pos Edisi 18 Agustus 2011  

E_Paper Kendari Pos

Advertisement