Page 1

Selasa, 17 Januari 2012

Catatan Politik____

Pemerintahan Bayangan HARI itu, saya diundang sebagai Ketua Harian K A H M I menghadiri pelantikan PW NU Sultra. Saat h e n d a k memasuki Eka Suaib ruang pelantikan, saya bertemu dengan Milwan Lukman, sahabat jauh (Pemimpin Redaksi Kendari Pos) yang juga akan dilantik sebagai PW NU Sultra. Pun, ia berucap, :’bang kapan waktunya untuk menulis untuk topik politik’. Ucapan itu sederhana, tetapi amat menyentuh hati saya. Soalnya, saat menjadi anggota KPU Sultra, banyak kegiatan hanya berkutat pada soal-soal elektoral pemilu, tata kelola pemilu, dan mengu-

Baca BAYANGAN di Hal. 7

Tahun XVI Edisi 38-Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Wa Ode Nurhayati Menangis di KPK Jakarta, KP Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menjadi tersangka korupsi, Wa Ode Nurhayati, untuk pertama kalinya menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (16/1). Wa Ode yang datang di KPK sekitar pukul 10.00, baru kelar pemeriksaan pukul 18.00. Ia mengaku mendapat sembilan pertanyaan. Namun menurut

Wa Ode, dirinya sama sekali tidak melakukan perbuatan seperti yang disangkakan KPK, yakni menerima uang terkait alokasi anggaran Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011 untuk tiga kabupaten di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) yaitu Aceh Besar, Pidie dan Bener Meriah. Sebaliknya, Wa Ode menyebut peran empat pimpinan Banggar DPR yang telah meloloskan dana PPID untuk

Wa Ode Nurhayati

kabupaten di NAD. “Anggota Badan Anggaran seperti saya itu tidak punya kewenangaan mengalokasikan anggaran. Yang mengalokasikan bukan saya, tapi empat pimpinan Banggar,” kata Wa Ode usai menjalani pemeriksaan. Karenanya, anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara itu akan membeberkan peran para pimpinan Banggar pada pemeriksaan selanjutnya. “Fak-

ta-fakta itu sudah saya siapkan dan akan saya serahkan pada pemeriksaan selanjutnya,” ucapnya. Seperti diketahui, awal Desember tahun lalu Wa Ode ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana PPID tahun anggaran 2011. Ia diduga menerima “hadiah” sebesar Rp 6 miliar dari seorang pengusaha.

Baca MENANGIS di Hal. 7

Dituntut Empat Tahun, Dharnawati Meraung-raung Jakarta, KP Terdakwa kasus suap dana Percepatan pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) kawasan transmigrasi, Dharnawati, dituntut dengan hukuman penjara selama empat tahun. Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Dharnawati telah terbukti menyuap pejabat Kemenakertrans. Pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (16/1) sore, JPU KPK Malino Pranduk menyatakan, Dharnawati telah terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan pertama. Yakni menyuap pejabat negara yang ancaman hukumannya diatur Pasal 5 ayat 1 huruf b UU UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca DITUNTUT di Hal. 7

SELEBRITI

Marah Disebut Penghibur Kelas Atas ENTAH dari mana datangnya dan kenapa ada julukan Lady Escort (wanita penghibur kelas atas) kepada Syahrini, baru-baru ini. Namun, julukan itu sampai di telinga sang penyanyi dan bikin dia murka. Bekas teman duet Anang Hermansyah, tak habis pikir dengan julukan yang berkonotasi negatif tersebut. "Syahrini masih marah dan kesal sampai saat ini. Syahrini merasa dikecewakan," beber manajernya, Reindhy. Keterlibatan Syahrini dalam penyambutan bintang-bintang kelas dunia yang datang ke Indonesia, seperti Hyun Bin, David Beckham dan terakhir Jorge Lorenzo, menurut Reindhy bukanlah permintaan Syahrini. Justru, pihak Lorenzo yang meminta Syahrini untuk menemaninya. Tentang julukan Lady Escort sempat ditanya langsung kepada Syahrini, akhir pekan lalu. "Ganti ah pertanyaannya. Tidak ada yang menemani. Ini semata bentuk pekerjaan, siapa pun bintang tamunya saya pasti menghormatinya," kata dia dengan nada kesal. Bahkan setelah mendengar kata itu, wajahnya langsung berubah marah dan pergi meninggalkan wartawan infotainment. "Tahu nggak sih artinya 'lady escort' itu apa? Sudah, saya nggak mau wawancara lagi," ujarnya sambil memasuki mobil. (ins)

Syahrini

ARUNDONO/JPNN

Tersangka kasus suap Kemenakertrans Dhanarwati menghadapi sidang dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (16/1). Dhanarwati dituntut hukuman penjara 4 tahun, denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Agus-Yaudu Surati MK Hakim MK Spontan Menjawab, Putusan MK Tak Bisa Dirubah Dengan Surat Jakarta, KP Pasangan calon bupati Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, Agus Safei-Yaudu Salam Ajo menyurati Mahkamah Konstitusi (MK). Pasangan yang diusung oleh Partai Golkar ini meminta agar MK memberikan tenggat waktu pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Buton kepada KPU. Penegasan itu disampaikan Kuasa Hukum Agus-Yaudu, Rudi Al-

fonso ketika dihubungi Kendari Pos dari Jakarta, Senin (16/1). Menurut dia, kliennya sangat dirugikan atas putusan MK karena dalam amarnya tidak disebutkan tenggat waktu pelaksanaan Pemilukada Buton. “Kami dirugikan karena ini dimanfaatkan untuk mengulur waktu pelaksanaan Pemilukada. Harusnya sekarang sudah dilaksanakan. Jangan karena ada masalah di internal KPU Buton terus Pemilukada diulur-ulur. Kami melihat ada yang tidak beres,” kata Rudi Alfonso. Rudi menginginkan agar putusan MK memberikan batas waktu pelaksanaan Pemilukada di Buton sama dengan di Pemilukada Pekanbaru, Riau. “Kita surati aja. Kan dananya ada dan sudah siap. Ini memang ada upaya untuk me-

nunda,” ucapnya. Dijelaskan pula Rudi, pemecatan atas komisioner KPU Buton karena dianggap melanggar kode etik seharusnya tidak menghalangi Pemilukada Ulang. Kata dia, dengan adanya pemecatan itu, KPU Sultra yang memiliki wewenang bisa langsung mengambil alih. “Kami sudah menyampaikan suratnya. Kami meminta agar tidak adanya kejelasan pelaksanaan Pemilukada Buton ini jangan sampai ada yang memanfaatkan,” kata Rudi. Ketika ditanya pengiriman surat ke MK, ia mengaku lupa. Apalagi kata dia, stafnya yang diperintahkan untuk mengurus administrasi.

La Biru Cs Sayonara Kendari, KP Pintu KPU Buton akhirnya ditutup untuk La Biru Cs. Segala legalitas La Biru Cs di KPU Buton gugur setelah KPU Sultra mengeluarkan surat pemecatan bernomor 02/KPTS/KPU Prov.027/ I/2012. La Biru Cs tinggal punya kekuatan untuk mempertahankan diri

Baca LA BIRU di Hal. 7

5 Alasan KPU Sultra Memecat La Biru Cs Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima

Baca SURATI MK di Hal. 7

sebagai anggota KPU Buton lewat jalur hukum yang sedang mereka tempuh di PTUN Kendari saat ini. Rekomendasi Dewan Kehormatan (DK) yang memerintahkan agar lima komisioner KPU Buton itu dipecat akhirnya diikuti KPU Sultra. Secara res-

: SK pembentukan DK tertanggal 5 Desember. : Keputusan Sekjend KPU perihal pembentukan dan pengangkatan sekretariat DK KPU Sultra. : Rekomendasi Bawaslu tertanggal 22 Desember perihal pembentukan DK KPU Sultra. : Surat DK tertanggal 30 Desember perihal rekomendasi pemecatan : Berita Acara pleno KPU Sultra tanggal 2 Januari tentang pemberhentian La Biru Cs.

Rekam Jejak Suku Taaluki di Muna (3-Habis)

Bahasa Mirip Tolaki, Tradisi Mirip Muna Keturunan suku Taaluki di Maligano, Kabupaten Muna semakin berkembang. Kini ada sekitar 200 KK suku Taaluki asli di kampung yang dulu bernama Motewe tersebut. Jumlah tersebut makin bertambah, bila dihitung dengan keturunan suku Taaluki yang berasal dari perkawinan campuran. Di sisi lain dengan makin berkembang pesatnya suku Taaluki, tradisi dan budaya mereka ikut tergerus zaman.

dalam masyarakat Taaluki mengatur dan menjadi panutan masyarakat. “Setiap keputusan senantiasa melalui pertimbangan Mokole, Bhonto dan Iman,” tutur Aris Baaya. Untuk membedakan ketiga orang yang dalam struktur suku Taaluki menempati derajat tinggi, dilihat dari rumahnya. Kata Samudi, bila didepan rumah terdapat teras yang disebut Galampa, maka itu adalah rumah para tetua adat suku Taaluki. Teras rumah tersebut menjadi tempat melayani masyarakat, mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah di kampung saat itu. Kemudian dalam strata suku Taaluki, memiliki kesamaan dengan Muna. Dalam strata mereka terdapat juga ka-

Awaluddin Usa, Raha DALAM kehidupan masa lalu suku Taaluki, Mokole, Bhonto dan Iman memiliki peranan besar dalam kehidupan masyarakat. Ketiga orang yang menempati struktur tertinggi

AWALUDIN/KP

Tugu Maligano, simbol pemersatu antara suku Taaluki dan suku Muna.

Baca BAHASA di Hal. 7


2

Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

Kehadiran SPPBE Sambuli Untungkan Warga

SUWARJONO/KP

Tabung gas harus melalui proses penyiraman untuk menghindari panas terlalu tinggi.

Kendari, KP Kehadiran SPPBE di Kecamatan Abeli, benar-benar membawa dampak positif. Bukan hanya serapan tenaga kerja dari masyarakat setempat, keberadaan perusahaan itu, menjadi peluang warga sekitar untuk membuka usaha. “Perusahaan ini melayani beberapa daerah di wilayah Indonesia Timur. Nah, tentu itu bisa menjadi salah satu media untuk mempromosikan Kota Kendari, khususnya Kelurahan Sambuli kepada pihak-pihak luar. Apalagi, jika kedepan sudah beroperasi secara maksimal, tentunya daerah kita bisa terkenal,” ungkap Fadlil Suparman, Camat Abeli. Dampak lain yang ia amati dengan kehadiran stasiun gas di wilayah binaannya itu, harga tanah yang mulai tinggi. Awalnya, di daerah itu, untuk

mencari tanah murah tidak terlalu sulit. Namun, dengan berdirinya stasiun gas, sudah mulai banyak yang menawar tanah, wargapun sudah mulai pasang harga yang tinggi. “Harga tanah di sini sudah mulai mahal sejak pendirian SPPBE itu. Belum lama ini ada perusahaan penampungan solar yang datang untuk membeli tanah dengan tujuan membangun pabrik. Itu membuktikan, bahwa tanah memang sudah punya nilai jual,” tukasnya. Melalui kehadiran perusahaan maupun pabrik di wilayahnya itu, Fadlil tidak menepis, jika nantinya perbaikan infrastruktur akan menjadi prioritas pemerintah di Kelurahan Sambuli. Terutama, akses jalan. Kalau ada fasilitas umum, pasti aksesnya diperhatikan. Peluang untuk membuka usahapun kata Fadlil terbuka leb-

ar. Warga bisa menjadi sub agen gas, untuk melayani masyarakat, tentu itu bisa menjadi salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Sementara itu, Lurah Sambuli, Muh. Ilyas menilai, keberadaan stasiun gas di Kelurahan Sambuli Kecamatan Abeli, berdampak besar bagi masyarakat. Selain dari aspek ekonomi, pendirian stasiun gas di daerah itu juga memberi kesempatan bagi warga setempat untuk menikmati penghasilan yang layak karena diberday-

akan sebagai karyawan. “Mewakili warga di Kelurahan Sambuli, saya bersyukur stasiun gas didirikan di wilayah ini. Apalagi, komitmen untuk mempekerjakan warga setempat sebagai karyawan, direalisasikan oleh pihak perusahaan. Alhamdulillah, sudah cukup banyak warga saya yang bekerja di SPPBE sejak dioperasikan September lalu,” ungkap Muh. Ilyas, Lurah Sambuli. Bukan hanya pemberdayaan

Baca KEHADIRAN di Hal. 7


3

Selasa, 17 Januari 2012

Subsidi Rumah Sejahtera Dihentikan Sementara Kendari, KP Terhitung 11 Januari lalu, fasilitas liquiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi bunga kredit perumahan sederhana dari pemerintah terhenti. Kini para developer yang menjual rumah mulai kurun waktu tersebut tidak memperoleh subsidi bunga, melainkan bunga bank umum. Tapi terhentinya FLPP ini tidak akan lama, pemerintah berjanji akan kembali memberlakukan dalam waktu dekat. Hal itu ditegaskan Ketua DPD Real Eastate Indonesia (REI) Sultra, Amiruddin Massa kemarin. Katanya peraturan tersebut tertuang dari UU no 1 tentang perumahan dan kawasan pemukiman (PKP) tahun 2011. Dalam aturan baru itu, setiap tahun FLPP harus ada pembaharuan, dan harus ditandatangi oleh Menteri Perumahan. “Dari perubahan tersebut sistematika di dalamnya tentunya ada yang berubah atau pergantian disesuaikan dengan perkembangan keadaan,” terang Amiruddin sembari memperlihatkan tembusan surat Menteri Perumahan Rakyat. Dalam surat Menteri Perumahan tertanggal 6 Januari 2012 salah satu pointnya menyebutkan pelaksanaan akad KPR sejahtera tahun 2012 menunggu setelah

penandatanganan PKO yang baru. Surat itu diterima DPP REI tertanggal 10 Januari 2012 yang ditembuskan ke semua DPD REI se-Indonesia. Amiruddin sempat merinci dengan adanya surat itu berarti 11 Januari 2012 FLPP tahun 2011 terhenti. Katanya sesuai hasil rapat DPP REI se-Indonesia yang dihadirinya nanti di penghujung bulan ini Menteri Perumahan baru akan menandatangani Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) tentang FLPP. Selama PKO belum ditandatangani, tentunya developer yang menjual perumahan dalam kurun waktu tersebut tidak bisa memperoleh subsidi bunga. ‘’Yang jelas kementrian sudah menghimbau bank pelaksana untuk segera menyerahkan pelaporannya. PKO yang baru, tentunya sistematikanya juga baru, beda dengan tahun 2011. Walaupun sebelum ada penandatanganan FLPP bukan berati developer tidak bisa beroperasi, namun bunga bank terus berjalan, tapi mana ada user yang mau rugi, membeli rumah RSH tanpa subsidi bunga,” papar Amiruddin. Pemilik Perumahan Maleo itu sempat merinci peraturan terdahulu subsidi bunga hanya diberikan selama empat tahun, untuk berikutnya user sudah harus mengikuti bunga umum. “Tapi sejak ada undang-undang baru

tersebut subsidi akan diberlakukan selama kontrak kredit berlangsung,” kata Amiruddin yang didampingi Sekretaris DPD REI Sultra, Iwan Setiawan. Demikian dalam item undang-undang tersebut, bagi developer yang melakukan pembangunan perumahan harus menyelesaikan 20 persen dari kontrak, baru bisa melakukan penjualan. Misalkan dalam proposal akan membangun 100 unit rumah, berarti developer harus menyelesaikan 20 unit rumah terdahulu. Peraturan lainnya lagi, yakni dalam peraturan minimal 40 persen lahan digunakan sebagai fasilitas publik dan 60 persen adalah perumahan. “Kalau ada yang melanggar, mereka bisa dikenai sanksi pidana. Di Sultra itu belum ditemukan, tapi kalau Makassar sudah ada developer yang tersangkut kasus tersebut,” timpal Iwam Setiawan. Masih kata Amiruddin, di tahun ini realisasi perumahan di Sultra baru 1200 unit. DPD REI Sultra juga akan membangun kantor sekretariat di awal Februari. Demikian Musyawarah Daerah (Musda) juga akan dilakukan di Februari 2012. “Rencananya Menteri Perumahan akan hadir dalam Musda, tapi karena waktu tersebut ada kegiatan, sehingga tidak jadi datang,” pungkas Amiruddin. (lis/awl)

Ratusan Ribu Rumah Berpotensi Hilang MORATORIUM (pemberhentian sementara) penyaluran kredit Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) berdampak luar biasa dalam penyerapan rumah sejahtera tapak. Surat moratorium FLPP yang dikeluarkan Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat atas nama Menteri Perumahan Rakyat (Kemenpera) dinilai para pengembang dan perbankan dapat menghilangkan potensi penyerapan 8 ribu unit rumah atau setara dengan Rp 500 miliar dana FLPP tak terserap. “Penyaluran KPR FLPP sementara ditunda karena menunggu penetapan suku bunga baru yang diharapkan dapat lebih rendah dari sebelumnya (8,15 persen),” kata Deputi Pembiayaan Perumahan Kemenpera, Sri Hartoyo. Dia berdalih Kemenpera saat ini menghentikan FLPP yang lama dengan bunga 8,15 persen karena tengah mencari formula baru agar bunganya bisa lebih rendah. Sri Hartoyo menegaskan moratorium itu tidak akan lama, hanya sampai akhir Januari 2012 ini. Meski demikian, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo mengatakan selama moratorium 4 minggu ini, pontential loss perumahan bisa mencapai 8 ribu unit rumah sejahtera tapak. “Dari kami (Apersi) mayoritas pembelinya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang menggunakan fasilitas KPR FLPP,” kata Eddy di Jakarta.

Eddy menyebutkan Kemenpera beralasan melakukan moratorium karena berusaha untuk menurunkan suku bunga 8,15 persen dan itu diprediksi tidak mungkin. Pasalnya saat ini komposisi pembiayaan rumah adalah 60 persen FLPP (pemerintah) dan 40 persen perbankan. “Bank sulit merealisasikan bunga turun di bawah 8,15 persen, jadi penghentian ini justru menyusahkan rakyat,” tegasnya. Potensi kehilangan 8 ribu unit rumah sejahtera tapak setara dengan Rp 500 miliar dana FLPP yang harusnya terserap. Kemudian, kata Eddy, dengan tertundanya pelaksanaan KPR FLPP, banyak konsumen MBR yang menyangsikan apakah subsidi perumahan melalui FLPP itu masih ada di 2012 sehingga mereka banyak yang mengundurkan diri untuk membeli rumah. “Tolonglah, Menpera, jika beliau memang pro rakyat, seharusnya segera menetapkan kebijakan transisi agar tidak menimbulkan korban yang lebih besar serta bank pelaksana segera mengajukan Perjanjian Kerja Operasional (PKO) yang baru ke Menpera,” katanya. Eddy menambahkan pihaknya meminta agar sambil menyelesaikan PKO yang baru, Kemenpera tetap menyalurkan FLPP bersama bank pelaksana dengan PKO yang lama. “Jadi tidak ada kevakuman di lapangan,” katanya. Setelah adanya PKO baru, kata Eddy, akad kredit selama masa transisi dilakukan perhitungan atas resiko bunga yang menjadi beban masyarakat, kepada perbankan. (vit)

Target Ekspor Pertanian Naik PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan nilai ekspor produk pertanian pada 2012 meningkat sekitar 15 persen. Pencapaian tersebut berlaku terhadap semua komoditas, termasuk hortikultura. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Dirjen PPHP) Kementan Dr Zaenal Bachruddin mengatakan, pihaknya berharap ekspor pertanian pada tahun ini mengalami peningkatan. ”Ya paling tidak maksimal dan ambisius sekitar 15 persen dari semua komoditas, termasuk hortikultura,” ujarnya usai meresmikan packing house Kelompok Tani Ki Gebang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pembangunan packing house yang berasal dari APBN ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mendukung implementasi peningkatan ekspor produk pertanian ke berbagai negara. ”Ini merupakan salah satu Program Strategis Kementan 2009-2014, yakni Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, dan Ekspor,” jelas Zaenal yang didampingi Direktur Pemasaran Internasional Mesah Tarigan dan Direktur Pengolahan Hasil Pertanian Nazaruddin. Mantan Wakil Rektor UGM tersebut menambahkan, sejak lama, mangga dari Kabupaten Cirebon sangat dikenal masyarakat Indonesia, terutama mangga Gedong Gincu. Saat ini mangga jenis itu pengembangannya meluas ke wilayah Majalengka dan Indramayu. ”Mangga Gedong Gincu banyak diminati konsumen dari dalam dan luar negeri seperti Singapura, Hongkong, China, dan Timur Tengah,” ujar Zaenal. Ke depan, lanjut dia, diharapkan produksi buah-buahan terus dipacu dengan tetap menjaga kualitas buah dan kontinuitas pasokan untuk mendukung akselerasi ekspor. Data Ditjen PPHP Kementan, pada 2010, produksi mangga di Jabar sebesar 137.104 ton. Sementara secara nasional mencapai 1.287.287 ton, sedangkan ekspor mangga Indonesia sebesar 1.626 ton. Terkait dengan ancaman iklim? ”Saya kira tetap ada, karena iklim merupakan sesuatu yang alamiah. Tapi berdasarkan prakiraan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) iklim tahun ini tidak terlalu ekstrem. Namun kita tetap perlu mengantisipasi keadaan,” kata Zaenal. Sementara Direktur Pemasaran Internasional, Mesah Tarigan mengaku pihaknya akan semaksimal mungkin menaikkan ekspor produk pertanian yang setiap tahun ditarget sekitar 15 persen. Berdasarkan neraca perdagangan tahun ini nilai ekspor mencapai 18 miliar dolar AS dan ke depan harus melonjak nilainya. ”Kalau mencapai di atas target ya lebih bagus,” tandasnya. (aro)

Venera Ego 307

Ponsel Musik dengan Speaker Jumbo KONSENTRASI Venera untuk segmen ponsel musik kembali didengungkan lewat Ego 307. Keberadaan speaker berukuran jumbo di bodi belakang pada ponsel anyar Venera ini menjadi buktinya. Venera Ego 307 memang menonjolkan suara yang nyaring. Targetnya memenuhi kebutuhan pengguna ponsel yang doyan dengan musik. Melihat kekuatan speakernya, ponsel ini cukup untuk digunakan bergoyang. Selain speaker, Venera yang merupakan brand Teletama Artha Mandiri (TAM) ini juga mengandalkan memori eksternal berkapasitas hingga 4 GB, untuk menyasar kelas menengah ke bawah Fitur multimedia juga menjadi andalan ponsel Dual GSM ini, yakni dengan dibenamkannya kamera 1,3 megapixel dan aplikasi multimedia lainnya. Meski terbilang sangat standar, kamera tersebut nyatanya dapat dipakai pula untuk mereka video. Demikian penegasan Teddy Chan, Direktur Marketing Venera, dalam rilisnya akhir pekan lalu. Kemudahan mengoperasikan juga coba digagas dengan menempatkan tombol musik lengkap di sisi layar bagian bawah. Dengan demikian, pengguna tidak kesulitan karena tinggal menekan tombolnya tanpa perlu mengakses menu. (jpnn)

Swiss Belhotel for Kendari Pos

Suasana cuci mobil amal yang diselenggarakan Swiss BelHotel Kendari. Hasil penjualan tiket disumbangkan langsung ke Panti Asuhan Shabri Kendari. Kegiatan Car Wash for Charity itu merupakan salah satu bagian Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh karyawan Swiss-Belhotel.

Swiss Belhotel Kendari Helat Cuci Mobil Amal Kendari, KP Untuk kedua kalinya, Swiss-Belhotel Kendari menggelar kegiatan cuci mobil untuk amal. Kegiatan yang bertajuk ‘’Cash Wash for Charity’’ dihelat Sabtu (14/1) lalu di halaman parkir Swiss-Belhotel Kendari. General Manager Swiss Belhotel Kendari, Fauzi Firdaus menjelaskan bila acara yang dihelat pukul 09.00 – 12.00 WITA menawarkan harga Rp 100 ribu

pertiket. “Kegiatan Car Wash for Charity merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh karyawan – karyawati Swiss-Belhotel Kendari sebagai wujud kepedulian terhadap sesama,” ujar Fauzi melalui release yang diterima Kendari Pos, kemarin. Pada kegiatan itu kata Fauzi tiket yang terjual lebih dari 30 tiket. Hasil dari penjualan tiket Car Wash tersebut,

disumbangkan langsung ke Panti Asuhan Shabri Kendari. Fauzi Firdaus berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan dikemudian hari. Adapun bantuan yang diberikan berupa bahan makanan serta bantuan dana yang diserahkan langsung kepada pimpinan Panti Asuhan Shabri Kendari. Penyerahan bantuan dana juga turut disaksikan oleh penghuni

panti asuhan tersebut dan jajaran manajemen Swiss-Belhotel Kendari. “Besar harapan kami bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi mereka sebagai wujud kepedulian Swiss-Belhotel Kendari,” terang Fauzi Firdaus seraya menambahkan ucapan terima kasihnya pada sebuah perusahaan rokok dan jasa variasi ternama yang turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. (lis/awl)

Nattaya Salon yang Menghadirkan Layanan Pasca Melahirkan

Adopsi Kemampuan Dukun Beranak, Tapi Dikelola Modern Salon tak hanya hadir untuk memberikan layanan pangkas dan cuci rambut. Itulah yang membuat Nattaya Salon selalu berkreasi. Terkini salon yang mempunyai slogan sebagai ‘’Salon Keluarga’’ memiliki jasa terbaru, yaitu pelayanan Pasca persalinan. Sulis Setiarini NAMA Nattaya Salon cukup terkenal. Pelanggan yang datang bukan hanya sekedar merias wajah atau mempercantik diri. Kini beberapa diantaranya datang untuk mengembalikan bentuk tubuh pasca melahirkan. Tentu hal itu menjadi idaman para wanita. Tidak sedikit, lantaran malas ribet para ibu membiarkan badannya membesar setelah persalinan. Produk pasca melahirkan dicetuskan pemilik Nataya Salon, Hernina Purba melalui pengalaman pribadinya yang melahirkan beberapa waktu lalu. Setelah persalinan tentunya bentuk tubuh membesar, ibarat kendaraan habis bongkar mesin. Banyak sel-sel tubuh yang rusak dan harus diperbaiki. Pada bagian perut, kulit, serta bagian lain yang harus mendapat perawatan. Produk dari pasca persalian itu seperti pilis yaitu untuk mengantisipasi kekurangan darah. Kemudian pijat untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang

rusak, termasuk lulur dan boreh perut untuk memperbaiki otot perut yang mengendur serta mengecilkan rahim kembali. “Kalau dulu semua ini dilakukan dukun beranak, tapi dengan cara yang lebih modern semua ini bisa dilakukan di Nataya. Kamilah satu-satunya salon yang menyediakan jasa pasca persalinan,” paparnya. Tarif untuk produk pasca persalinan ini juga bervariasi. Dari paket Srikandi yaitu pijat, lulur, mandi uap, masker lumpur, mandi rempah, ratus V, boreh dan pilis mata dibandrol Rp 300 ribu. Kemudian ada juga paket Anjani dengan fasilitas pijat, lulur, mandi uap, mandi rempah, boreh perut dan pilis mata tarifnya sedikit lebih murah yaitu Rp 250 ribu. Degan perawatan yang sebanyak itu, wanita habis melahirkan tidak perlu takut, mereka bisa mengembalikan bentuk tubuh ideal seperti saat sebelum melahirkan. Untuk perawatan tubuh memang dilakukan di Nataya Sekar Rini Andounohu, karena fasilitas untuk semua perawatan. Dari perawatan keseharian, pengantin hingga pasca persalinan plus pelayanan umum salon lainnya. Biasanya yang berkunjung di Nataya Sekar Rini, selain masyarakat umum, juga para pejabat, untuk melakukan perawatan. Di Cabang lain seperti Nataya Salon

sulis/kp

Salon Nattaya kini menyiapkan pelayanan pasca melahirkan. Tampak layanan Salon Nattaya untuk pemangkasan rambut. di kompleks Ahmad Yani Square, menjadi rujukan para tamu asing. Pasalnya banyak tamu investor internasional yang menginap di sebuah Hotel ternama yang tak jauh dari lokasi itu datang melakukan perawatan di salon terdekat. Demikian di cabang Pasar Wuawua dan Unaaha, tentunya konsumennya juga

langganan dan masyarakat sekitar. Di tahun ini Hernina yakin, bila bisnis salon masih menjanjikan. Apalagi dengan investasi yang sedang tumbuh di daerah ini, tentunya akan semakin banyak pendatang. “Dengan begitu pengguna jasa salon pun bertambah banyak,” pungkasnya. (*)


Selasa, 17 Januari 2012

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

email : bumianoa@gmail.com

21 Honorer Dinkes Dipecat Rumbia, KP Pengangguran di Kabupaten Bombana dipastikan bertambah. Sebab mulai tahun 2012 ini, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Bombana mulai memberhentikan sejumlah pegawai honorer tidak tetapnya. Dinas Kesehatan tercatat sebagai SKPD pertama yang mengambil kebijakan tersebut. Sejak 4 Januari 2011 lalu, instansi pimpinan dr Sunandar tersebut, telah memecat 21 dari 56 pegawai honorernya. Padahal hampir semua PHTT yang di PHK itu sudah mengabdi sejak 2006 silam. Kepala Dinas Kesehatan Bombana, dr Sunandar mengatakan, pengurangan pegawai honorerlingkup Dinkes dilakukan sebagai bentuk rasionalisasi anggaran. Pengurangan tidak dilakukan begitu saja, tetapi diambil berdasarkan hasil verifikasi kehadiran honorer yang dilakukan tim dari inspektorat Bombana. “Jadi yang dirasionalisasi itu mereka yang malas berkantor. Bayangkan selama 247 hari

SYAMSUDDIN/KP

Walikota Baubau Amirul Tamim meninjau bantuan kapal kepada nelayan Baubau dari BNPB kemarin.

15 Kelompok Nelayan Dapat Bantuan Kapal Baubau KP Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sultra memberikan bantuan 15 unit kapal kepada nelayan di Baubau. Penyerahan bantuan pusat ini dilakukan Walikota Baubau H Amirul Tamim di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Baubau, kemarin. Walikota Baubau Amirul Tamim mengatakan, bantuan kapal dengan kapasitas 5 gross

ton itu telah dilengkapi peralatan GPS sebagai pendeteksi ikan, jaring, pancing serta teropong. “Dengan menggunakan alat ini (GPS,red) para nelayan bisa dengan cepat mengetahui lokasi keberadaan ikan, sehingga nelayan tidak lagi keliling menghabiskan bahan bakar untuk mencari lokasi ikan. Cukup menggunakan GPS keberadaan ikan bisa didetek-

si,” jelas Amirul. Walikota berharap dengan bantuan kapal dan alat tangkapnya ini akan merubah nasib warga nelayan di Baubau menjadi lebih baik. “ Semoga bantuan ini tidak sekedar di terima sebagai seremoni saja tetapi diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin agar perekonomian nelayan lebih meningkat lagi,” harapnya. Sementara Kepala Dinas

Kelautan dan Perikanan (DKP) Baubau, Muh Djudul mengatakan dengan bantuan kapal tersebut nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapannya, sekaligus dapat meningkatkan produksi ikan di Kota Baubau. Selain itu juga dapat memberikan kontribusi sebagai pencapaian target Indonesia sebagai penghasil Ikan terbesar tahun 2015. (k1)

Pasar Laino Dibangun Modern Bupati Resmikan Pasar Peyangga Empang Raha, KP Warga empang dan sekitarnya, kini tidak harus jauh-jauh untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangga. Kini di wilayah mereka telah hadir pasar penyangga, yang diresmikan Bupati Muna dr LM Baharuddin, bersama Kapolres Muna, AKBP Sunarto dan sejumlah SKPD, kemarin. Pasar empang sebelumnya telah ada, namun terkesan kumuh karena tidak tertata dengan baik. Apalagi bangunannya dibuat swadaya pedagang. Pemkab Muna lalu merehabilitasi pasar tersebut, dengan membuat bangunan induk permanen. “Bangunannya masih akan kita tambah dua lokal lagi, plus pembangunan pagar,” janji LM Baharuddin, Bupati Muna. Pasar empang, kata Dia, akan menjadi pasar peyangga bagi masyarakat yang berdiam di sekitar wilayah tersebut. Dengan hadirnya pasar EmAWALUDIN USA/KP

Bupati Muna, dr LM Baharuddin meresmikan Pasar Penyangga Empang kemarin.

Baca PASAR di Hal 6

Harga Semen Capai Rp95 Ribu Per Sak Raha, KP Semen menjadi barang langka di Raha. Kelangkaan semen sudah berlangsung tiga bulan terakhir ini. Kalaupun tersedia, harganya pasti melonjak naik dikisaran Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu per sak. Dinas Perindustrian dan

Perdagangan Muna, seakan tidak dapat berbuat apa-apa atas kelangkaan dan meloncaknya harga semen tersebut. “Kita sudah melakukan upaya, senantiasa berkoordinasi dengan distributor,” kata Zainal SE, Kabid Perdagangan, Disperindag Muna.

Koordinasi dengan distributor, ungkap Dia, semen akan tiba kemarin (Minggu 15/1), tapi sampai saat ini belum tiba. Alasan para distributor, cuaca yang tidak bersahabat (hujan red) sehingga mengganggu pengiriman semen dari makassar. “Hujan yang menghambat pen-

giriman,” timpalnya. Informasi terakhir dari distributor, Senin (24/1) semen akan kembali masuk di Raha. Jangan sampai ada penimbunan ditingkat distributor? Zainal membantah. “Tidak

Baca SEMEN di Hal 6

Bupati Didesak Cabut IUP Tak Aktif Andoolo, KP Banyak izin usaha pertambangan (IUP) tidak aktif di Konawe Selatan mendapat perhatian dari LSM Konsorsium Pengawas Pertambangan Indepent Konsel yang diketuai Abdul Kadir. Dari data 27 IUP yang telah dikeluarkan Bupati Konsel, Imran, terdapat beberapa pertambangan yang tidak aktif dan dinilai menyengsarakan warga lokal dan pemerintah yang mengambil keuntungan. Karenanya mereka mendesak agar pemerintah segera mencabut IUP yang tidak produktif itu. Salah satu perusahaan tambang yang dinilai tidak

produktif adalah PT WIN. Perusahaan yang sejak 2008 mengantongi IUP, hingga kini belum sama sekali memberikan kontribusi bagi daerah dan masyarakat lokal. “Kami mendesak agar bupati segera mencabut Izin Usaha Pertambangan yang tidak aktif ini,” ujar Abdul Kadir dalam orasinya di depan kantor Bupati, kemarin. Aksi unjuk rasa yang mendapat pengawalan dari anggota Polres Konsel itu menyebutkan, dari 27 IUP yang dikeluarkan bupati, kebanyakan dimiliki para broker. Kehadiran broker inilah yang menelantarkan sumber daya mineral yang ada di Konsel, setelah dikeluarkan

izin usaha pertambangannya. “Kami juga minta agar pemerintah memberi kesempatan pada masyarakat dan pengusaha lokal untuk melakukan usaha pertambangan rakyat,” pinta Adi Yusuf, rekan Abdul Kadir. Bupati Konsel yang di wakili Sekda Konsel H Sardjun Mokke yang menerima pengunjuk rasa mengapresiasi apa yang disampaikan dari LSM Konsorsium Pengawas Pertambangan Independent. Apa yang disampaikan akan menjadi perhatian dari pemerintah. “Kita akan turun bersamasama ke lapangan untuk mengevaluasi, perusahaan mana yang sudah mengantongi izin, tetapi tidak produktif dapat

direkomendasi untuk dicabut izinnya,” terang Sardjun di hadapan pengunjuk rasa, kemarin. Menurutnya, untuk mengawasi kegiatan pertambangan di Konsel, bupati juga telah membentuk lembaga yang mengawasi kegiatan investasi di Konsel. “Saya yang ditunjuk sebagai ketua pengawas tersebut akan menggandeng saudara-saudara untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan pertambangan ataupun izin investasi lainnya. Jika dalam waktu dekat dapat ditemukan, maka kita dapat rekomendasi kepada bupati untuk pencabutan izinnya,” tandasnya. (era)

kerja dalam setahun, mereka berkantor hanya 6 hari, ada yang 12 hari, 24 hari dan 36 hari,” beber Sunandar. Sayang rasionalisasi honorer yang dilakukan kepala Dinas Kesehatan ini ternyata tidak diberlakukan kepada honorer di 22 Puskesmas di Bombana. Sampai kemarin, dari 271 orang yang honor, semuanya masih tetap dipertahankan. Sunandar beralasan, hal tersebut belum dilakukan karena tingkat kehadiran honorer di Puskesmas belum diverifikasi. Meski demikian, dia telah mendapat masukan bahwa tingkat kehadiran honorer di Puskesmas cukup disiplin dan dianggap bagus. Selain itu, kata Sunandar, 205 honorer yang terdaftar di Puskesmas, hanya 66 diantaranya yang mendapatkan gaji honorer selama satu tahun kedepan. Jadi, bila ditambah 35 orang dari Dinkes, maka total pegawai honor yang mendapat porsi anggaran di APBD 2012 sebanyak 101 orang.

Baca PECAT di Hal 6

Awas! Demam Berdarah Wangiwangi, KP Memasuki musim hujan pada Januari-Februari ini, masyarakat diminta mewaspadai berbagai macam penyakit yang bisa timbul, utamanya, penyakit demam berdarah. Kadis Kesehatan, La Ode Boa menjelaskan, bersamaan dengan datangnya musim hujan, masyarakat harus mewaspadai timbulnya berbagai penyakit, antara lain Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), influenza, batuk dan tidak enak badan. Sedangkan penyakit yang harus diwaspadai pasca-hujan adalah

penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti. “Masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan seperti genangan air yang dijadikan berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti dan pola makan yang sehat,” ujarnya. La ode Boa menambahkan, untuk mencegahan penyakit-penyakit di musim hujan dengan cara mengenali gejalanya. “Yang pasti jika terdapat gejala yang merisaukan, segeralah konsultasi ke dokter,” pungkasnya. (cr1)


6

Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

BNK Berkantor di Rumah Warga Andoolo, KP Sangat ironis, hingga kini lima badan/dinas lingkup Pemkab Konawe Selatan masih numpang berkantor. Kelima badan/dinas yang dibentuk dua tahun lalu itu, yakni Dinas Perkebunan yang berkantor di UPT Perkebunan Sultra, Badan Ketahanan Pangan, berkantor di Rumah Dinas, Badan Narkotika Kabupaten berkantor

di rumah warga, Badan Perizinan Terpadu berkantor di eks Rumah Jabatan Bupati dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah menumpang kantor di rumah sakit kabupaten. “Pembangunan kantor lima badan/dinas ini baru kita rencanakan pada 2013 nanti. Karena saat ini belum ada anggaran untuk membangun kantor baru,

termasuk fasilitas lainnya,” ujar Sekda Konsel H Sardjun Mokke, kemarin. Meski masih numpang kantor, namun pelayanan tetap berjalan normal dan efektif. “Walau kantor masih menumpang, namun yang terpenting pelayanan tetap berjalan, termasuk melaksanakan program pemerintah,” terangnya. Terkait fasilitas kendaraan di-

nas, Sardjun menambahkan, kelima SKPD tersebut akan diberikan sesuai dengan kemampuan daerah, termasuk persetujuan dari DPRD. “Untuk sementara baru kendaraan roda dua. Untuk roda empat juga diberikan, tetapi bukan mobil pengadaan baru. Nantilah tahun depan baru bisa disiapkan untuk kendaraan dinasnya,” tandasnya. (era)

Lukman Lantik 21 Kades Unaaha, KP Bupati Konawe, Lukman Abunawas melantik secara massal 21 kepala desa (Kades) hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun 2011 lalu. Pelantikan massal itu di pusatkan di Balai Pertemuan Kecamatan Pondidaha, akhir pekan lalu yang disaksikan Sekab Konawe, Irawan Laliasa dan Ketua DPRD Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Kabag Humas Setkab Konawe, La Ode Sahidi, menjelaskan dari 21 Kades yang lantik itu tiga diantaranya dari gender. “Ada tiga kades perempuan yang dilantik, yakni Rutiatin sebagai Kades Langgonawe, Kecamatan

Wonggeduku, Ice sebagai Kades Pebunooha, Kecamatan Bondoala dan Sumartin.B sebagai Kades Baruga Kecamatan Uepai,” rinci La Ode Sahidi. Sementara Bupati Konawe, Lukman Abunawas mengatakan, mulai tahun 2012 pelantikan kepala desa dilakukan secara serentak. Artinya, tidak lagi di laksanakan di desa masing-masing. “Dengan adanya pelantikan serentak para kepala desa yang dilantik akan saling mengenal. Dan sekaligus sebagai ajang tukar pikiran terkait perkembangan pembangunan yang telah di laksanakan suatu desa dengan desadesa lainnya,” ujar Lukman.

Rumbia, KP Musyawarah daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bombana dibuka kemarin oleh ketua KNPI Sultra, Muhammad Endang, SA. Hingga sore kemarin, pemilihan ketua di organisasi pemuda itu masih berlangsung cukup alot. Ada dua nama yang bersaing memperebutkan ketua KNPI Bombana periode 2012-2015. Mereka adalah Heriyanto A Nompa dan Andi Firman. Dua pemuda di Bombana ini memperebutkan 60 -an OKP yang ada. “Saya siap maju. Dukungan OKP sudah ada, tinggal menunggu hasil verifikasi,” kata Andi Firman, disela-sela pembahasan tata tertib Musda. Sejak beberapa waktu lalu hingga kemar-

in, Firman mengaku telah melakukan konsolidasi dengan OKP yang ada serta pengurus kecamatan. Tidak hanya itu, Firman mengaku jika dirinya terpilih, Dia akan memberikan warna bagi KNPI Bombana sebagai rumah bersama. Tidak hanya itu, Dia bersama pengurus KNPI nya nanti akan melibatkan diri terhadap pembangunan di Bombana dengan membuat MoU bersama Pemda. Tidak hanya itu, sekretaris forum pasca sarjana Universitas Hasanuddin ini berjanji akan memberikan harapan pada anggota sehingga memiliki kesadaran ber KNPI serta menciptakan organisasi pemuda itu menjadi milik semua OKP di Bombana. Heriyanto A. Nompa juga tak mau

Pasar .................. pang, masyarakat tidak harus jauh-jauh membeli kebutuhan pokok. Selain di Empang, di Kelurahan Watonea juga akan dibangun pasar serupa. Bagaimana dengan Pasar induk Laino? kata pasangan Malik Ditu itu, Pasar Laino akan ditingkatkan kualitasnya. Tahun ini, Pemkab Muna akan merenovasi pasar tersebut lebih baik lagi. “Rencananya saya Pasar Laiono akan menjadi pasar tradisional modern se Sultra,” ujarnya. Pasar Laino akan dibangun tiga lantai dengan menghabis-

HASRUDDIN LAUMARA/KP

Bupati Konawe, Lukman Abunawas saat melantik 21 kades yang terpilih di Pilkades lalu. Lukman juga menekankan tiga hal pokok yang harus di emban seorang kepala desa, yakni kades

sebagai administrator pemerintah, admistrator pembangunan, dan kemasyarakatan. (din)

Heriyanto dan Andi Firman Bersaing Pada Musda KNPI Bombana

Semen .................. ada penimbunan. Kita sudah kroscek semua gudang distributor, semua kosong. Tidak ada semen,” tepisnya. Pihaknya juga, kata Dia, memantau jalur masuknya semen, baik via darat maupun via laut. “Sampai saat ini belum ada yang masuk,” timpalnya. Terkait kenaikan harga semen yang mencapai Rp 95 ribu, kata Zainal, Pemkab tidak bisa mengintervensi kenaikan harga semen. Dalam hal ini yang berlaku

kalah dengan rivalnya. Heriyanto mengaku siap maju karena memiliki niat menyatukan semua tokohtokoh pemuda di Bombana. “KNPI ini merupakan wadah berhimpun semua generasi. Olehnya itu saya berniat untuk memberikan warna tersendiri untuk menyatukan pemuda sehingga tidak ada sekat ataupun pengkotak-kotakan karena slogan saya Pemuda menjadi agen pemersatu,” katanya. Mantan ketua PPNI Sultra ini menyatakan, kesiapannya untuk maju menggantikan Ridwan S.Sos, ketua KNPI Bombana demisioner di dasarkan atas banyaknya dukungan OKP kepadanya. Menurut Heriyanto, dari 60-an OKP, kurang lebih 50 sudah digenggamnya bersama Surat Keputusan dan

pengangkatannya. “Insya Allah kita pegang ini KNPI Bombana dengan niat yang baik,” katanya. Sementara ketua KNPI Sultra, Endang, SA berpesan agar ketua KNPI terpilih nantinya bisa menjadikan organisasi pemuda ini menjadi rumah bagi semua pemuda serta mampu bersinergi dgn program pemerintah. Wakil ketua DPRD Sultra ini juga berpesan agar ketua terpilih nanti jangan lagi menempatkan pengurus yang mau diurus, tapi pililah pengurus yang bisa mengurus atau menjalankan organisasi KNPI. “Program yang disusun jangan juga seperti visi misi Gubernur atau Bupati, tapi susunlah apa yang menjadi kebutuhan organisasi kedepan,” ungkapnya. (nur)

Pecat .................. “Yang kami tahu setiap Puskesmas hanya tiga yang diberi honor. Selebihnya tinggal kebijakan kepala Puskesmas yang mengaturnya,” kata Sunandar. Dari 35 honorer Dinkes yang dipertahankan saat ini, mantan direktur RSUD Bombana ini menjamin tidak ada satupun wajah baru. Bahkan Sunandar memberi jaminan bahwa, pacsa pemecatan 21 honorer, pihaknya tidak lagi menerima honorer baru. Sementara Kepala Inspektorat Bombana, Mohammad Sabur, mengakui adanya verifikasi kehadiran yang dilakukan instansinya. “Inspektorat ada enam dinas yang diverifikasi kehadiran PHTT nya,” katanya. Subur menjelaskan, verifikasi kehadiran PHTT dilakukan mulai Januari sampai September. Dari verifikasi absensi selama sembilan bulan, memang banyak ditemukan tingkat kehadiran honorer

hukum pasar, barang langka, harga jual tinggi. Namun ditingkat distributor, Disperindag tidak mengizinkan menjual diatas harga standar antara Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu. Alasan penjual menaikan harga semen, karena didatangkan dari Bone. Apa sudah melakukan koordinasi dengan pabrikan? jawab Zainal, instansinya belum melakukan itu. Namun langkah yang diambil, senantiasa berkoordinasi dengan distributor. “Kita berhubungan dengan distributor agar mempercepat pengiriman,” tutupnya. (awn) kan anggaran sekitar Rp25 miliar. Rencananya, ujar dokter, -begitu Ia disapa-, pasar Laino akan dibangun secara bertahap. “Kita bangun bertahap, sebelah kanan atau sebelah kiri dulu,” katanya. Sementara itu, Fajaruddin Sekertaris Nakertrans, mengatakan, pembangunan pasar penyangga empang dibiayai melalui dana APBN yang melekat di instansinya. “Namanya program padat karya infrastruktur,” sebutnya. Anggaran yang digunakan kurang lebih Rp 100 Juta. “Program padat karya infrastruktur ini, bukan saja pasar yang bisa dibangun, tapi termasuk jalan,” katanya. (awn)

dibawah 50 persen. Verifikasi kehadiran honorer dilakukan sebagai pemutahiran jumlah honorer untuk 2012 nanti. Dari sini nanti lalu dilaporkan kepada bupati untuk selanjutnya dibuatkan rekomendasi untuk menyusun regulasi honorer yang baik. Subur membantah keras bila hasil verifikasi honorer yang dilakukan menjadi salah satu rekomendasi untuk memecat honorer di SKPD manapun. “Bukan begitu (verifikasi kehadiran honorer untuk memecat). Tapi sebagai laporan kepada bupati, sebelum diberlakukan plat form yang baik seperti apa. Verifikasi ini juga bisa menjadi warning bagi kepala dinas, bagaimana mengurusi honorernya. Kalau sudah main pecat, itu jadi tanggung jawab sendiri kepala dinas yang bersangkutan. Sebab kami (inspektorat) tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pemecatan dari verifikasi tersebut,” ungkapnya. (nur)


7

Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

5 Anggota KPU Buton Resmi Dipecat La Biru ...................... mi, La Biru Cs sudah diberhentikan oleh KPU Sultra. Pemberhentian itu dilakukan setelah lima orang anggota KPU Sultra menggelar pleno, tanggal 2 Januari lalu. Dalam pleno itu, meski tidak semua meneken kesepakatan, tapi lembaga sudah memutuskan untuk memecat La Biru dan kawan-kawan. Ada lima hal yang dipertimbangkan KPU Sultra dalam SK yang diteken Mas’udi selaku ketua KPU itu sehingga mengeluarkan keputusan pemecatan. Pertama, SK pembentukan DK tertanggal 5 Desember. Kedua, keputusan Sekjend KPU Nomor 561/Kpts/Sekjen/2011 tanggal 13 Desember perihal pembentukan dan pengangkatan sekretariat DK KPU Sultra. Ketiga, rekomendasi Bawaslu tertanggal 22 Desember perihal pembentukan DK KPU Sultra.

“Ke empat, surat DK tertanggal 30 Desember perihal rekomendasi pemecatan, dan terakhir berita acara pleno KPU Sultra tanggal 2 Januari,” kata Mas’udi, Ketua KPU Sultra dalam SK tersebut. Mas’udi selalu Ketua KPU kemudian memutuskan, memberhentikan dengan tidak hormat anggota KPU Buton masing-masing, La Biru, Sahiruddin, La Ode Abd Salam, La Ode Endang dan Sumarno. “Dengan berlakunya SK ini, maka SK KPU Sultra Nomor 44/SK/KPUD/tahun 2008 tanggal 27 Juni 2008 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota KPU Buton dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi,” lanjut Mas’udi. Sayangnya, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak KPU Sultra mengenai SK tersebut, tapi pengacara KPU Sultra, Abd Rahman yang dihubungi semalam mengakui adanya SK

tersebut dan ia sudah menerima salinannya, bahkan semua yang bersangkutan sudah dikirimkan salinan putusannya. Beberapa waktu lalu, anggota KPU Sultra, Eka Suaib mengakui adanya pleno pemecatan itu yang memang digelar 2 Januari. Pada dasarnya, apa yang sudah diputuskan DK, dapat mereka terima. “Kita sepakat, bahwa rekomendasi DK kita tindaklanjuti. Itu kewajiban, sebab kalau tidak ditindaklanjuti, ada problem. Hanya memang ada perdebatan kemarin. Pertama, konstruksi UU yang digunakan, apakah UU nomor 15 tahun 2011 atau UU nomor 22 tahun 2007. Soalnya ada implikasi hukum di belakang hari,” katanya. Perdebatan kedua, kata Eka, ada salah seorang anggota KPU yang hadir yakni Bosman. Menurut dia, pleno tersebut harus bulat diikuti oleh 5 komisioner KPU Sultra. Sebab, itu bukan pengambilan keputusan biasa, sehingga

harus dihadiri semua anggota. Tapi Eka mengaku, menghargai rekomendasi DK tersebut. Dalam pleno Senin (2/1) lalu, Eka juga sempat menanyakan, bagaimana proses selanjutnya setelah 5 anggota KPU Buton diberhentikan semua dan langkah-langkah apa yang perlu diambil KPU provinsi. Dia menambahkan, ada 3 opsi yang berkembang yakni mengambil alih sebagian atau seluruh tahapan, lalu dilaksanakan oleh sekertariat Buton atau mengangkat komisioner baru. “Setelah saya baca UU, tindak lanjut dari rekomendasi DK itu, seperti apa? Apakah pemberhentian tetap, sementara atau kah teguran lisan. Jangan kita berempat, lalu ada hal dibelakang hari. Itu yang belum kita putuskan sebetulanya dan saya kira memang, harus dirembukan berlima. Ini sebetulnya menjaga soliditas juga di internal kami,” tandasnya.(abi)

Perempuan Kaya Menangis di Sidang Tipikor Dituntut ..................... Menurut JPU, Dharnawati telah terbukti memberikan buku rekening BNI berisi dana Rp 2,001 miliar beserta kartu ATM dan PIN kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Sesditjen) P2KT, I Nyoman Suisnaya dan anak buahnya, Dadong Irbarelawan. Penyerahan kartu ATM beserta PIN itu sebagai jaminan commitment fee PT Alam Jaya Papua yang diwakili Dharnawati, sebagai kontraktor akan mengerjakan proyek PPID di empat kabupaten di Papua dan Papua Barat. Selanjutnya, Dharnawati menyerahkan uang Rp 1,5 miliar ke Nyoman dan Dadong pada 25 Agustus 2011. “Bahwa unsur

memberi sesuatu kepada pejabat negara untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu telah terbukti,” kata Malino. Karenanya, JPU meminta majelis menyatakan Dharnawati bersalah telah menyogok pejabat negara. “Menjatuhkan hukuman oleh karenanya dengan pidana penjara selama empat tahun dikurangi selama dalam tahanan, serta denda Rp 250 juta subsidair enam bulan kurungan,” kata JPU Rini Triningsih saat membacakan tuntutan hukuman dalam surat tuntutan setebal 284 halaman. Hal yang dianggap memberatkan, karena Dharnawati dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. “Khususnya praktik suap-menyuap,” kata JPU. Sementara hal yang merin-

gankan, karena perempuan yang karib disapa Nana itu belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga. Majelis hakim yang diketuai Eka Budi Prijanta, memberi kesempatan kepada Dharnawati maupun tim penasihat hukumnya untuk menyusun pembelaan (pledoi) pada persidangan yang digelar 25 Januari mendatang. “Saya harap pembelaan sudah siap. Jika pada persidangan mendatang pembelaan belum siap, kami anggap tidak ada pembelaan dan kami lanjutkan dengan pembacaan putusan,” kata Eka Budi Prijanta. Sementara atas tuntutan hukuman dari JPU, Dharnawati tak kuasa menahan emosi. Perempuan yang biasa dipanggil dengan nama Nana itu merasa tuntutan hukuman itu tak adil.

Usai majelis menutup persidangan, Dharnawati langsung menangis sekeras-kerasnya. Tuntutan hukuman itu dianggapnya tidak adil. “Nggak adil, saya ini dibohongi Pak Dadong dan Pak Nyoman,” ucapnya sembari sesenggukan. Perempuan yang selalu mengenakan jilbab sejak dijerat KPK itu beralasan, dirinya selalu dihubungi Dadong yang selalu menagih commitment fee. “Mereka selalu minta. Saya awalnya tak mau melayani mereka, karena saya tak pernah seperti itu (menyuap),” katanya. Dharnawati yang dipeluk salah satu kerabatnya, terus menangis di ruang terdakwa. Bahkan hingga digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Pondok Bambu, Dharnawati masih sesenggukan.(ara)

Bagaimana Menata Pemerintahan Bayangan? Bayangan .................. rus internal KPU Sultra. Tentu saja, ucapan Milwan tantangan dan kehormatan bagi saya. Tantangannya, karena ditengah urusan tetek bengek di KPU, mengasa dan menjaga tradisi menulis menjadi penting. Kehormatannya, karena banyak yang bisa jadi pengamat politik, tapi saya yang diberi kepercayaan untuk hal itu. Topik politik yang menjadi perhatian saya adalah fenomena pemerintahan bayangan. Sejak reformasi 2008, di Sultra kini tumbuh ‘orang kuat’ baru sebagai hasil dari pemilu legislatif dan pilkada. Kini, untuk menjadi orang penting, tidak perlu punya koneksi kuat di Jakarta. Cukup masuk ke parpol, bertarung di arena pemilu, selanjutnya terpilih menjadi anggota legislatif. Dahulu, tidak bisa seperti itu. Mau jadi orang kuat, perlu koneksi kuat dan menguasai jaringan sampai di Jakarta. Persaingan di pemilu legislatif dan pilkada, amatlah ‘lokal’ dari sisi isu, aktor, jaringan, dan mesin pemenangan. Masing-masing calon bertarung baik perang udara (pencitraan) dan perang darat (jaringan organisasi pemenang) untuk merebut hati pemilih. Mungkin yang banyak luput dari pengamatan yakni bekerjanya negara bayangan (shadow state) di daerah ini. Pelembagaannya bisa terwujud baik itu duduk dalam struktur formal (bersifat kelembagaan) dan tidak for-

mal (tidak melembaga). Dalam struktur formal, misalnya terlihat dari staf khusus pemimpin bersangkutan. Sementara yang tidak melembaga yakni berasal dari pengusaha, mantan aktivis, mantan tim sukses saat pilkada. Peran mereka amat kuat dalam menentukan arah kebijakan pemimpin di suatu daerah. Misalnya, menentukan siapa yang boleh dipromosikan menjadi pejabat daerah. Kadang kala juga, distribusi proyek banyak ‘didiskusikan’ dan ‘dimatangkan’ pada tim ini. Bisa juga memainkan peran sebagai negosiator dengan para pengusaha, menjadi aktor mediasi antara LSM, ormas, orpol dengan pimpinan daerah. Jika ada seorang pengusaha yang ingin mendapatkan tender, tidak perlu banyak ‘menyiram’ dan berhubungan dengan banyak pihak, tapi cukup dengan satu pintu. Peran yang dimainkan oleh orang yang di belakang layar yakni memang cukup jitu karena sudah dapat memperkirakan berbagai kemungkinan dan peluang yang dapat dikerjakan. Dengan kata lain, informasi yang diberikan adalah masuk kategori ‘A1’. Bagaimana Menatanya? Bekerjanya pemerintahan bayangan karena proses tranformasi politik di daerah ini tidak berlangsung secara terukur dan melembaga. Karena itu, kita harapkan proses politik di Sultra dapat lebih demokratis sehingga terlembaga dengan baik. Jika itu berjalan, salah satu implikasinay yakni

munculnya orang kuat di Sultra hendaknya dapat lebih longgar, lebih samar, dan lebih terbuka.Yang pasti, bahwa warna politik lokal di Sultra tetaplah berevolusi. Jika pemilu dan pilkada sudah selesai, maka hendaklah mengurangi kompetisi di antara parpol dan elite politik. Dibutuhkan adalah konsolidasi elite politik untuk menciptakan stabilitas politik. Dengan kata lain dibutuhkan koordinasi untuk meminimalkan persaingan, mengontrol harga, dan memaksimalkan keuntungan di kalangan elite. Memang pada akhirnya yang terjadi adalah stabilitas elite. Agaknya ini pas untuk menggambarkan karakter politik lokal di Sultra, dalam melihat sistem kepartaian, tingkah laku elite, maupun koalisi yang dibangun di DPRD (Supriatma, 2009). Bekerjanya mekanisme politik seperti di atas, yang dirugikan adalah rakyat. Karena, sistem politik dikendalikan oleh para elite yang melakukan konsolidasi sedemikian rupa untuk saling pengertian. Akibatnya, kekuasaan menjadi tidak akuntabel. Implikasi dari itu ada dua. Pertama, suasana politik sangat pragmatis. Tidak terlalu mengherankan, para aktivis yang sebelum terjun di politik sarat dengan idealisme, tetapi kini ‘dipaksa’ untuk menyesuaikan diri dengan iklim pragmatis ini. Kedua, sistem ini akan mengebiri partisipasi politik rakyat. Memang ada stabilitas di kalangan elite, namun ini diba-

yar mahal dengan abainya nilai representasi dari rakyat dalam proses demokrasi. Jadi akan timbul paradox baru lagi. Jika di kalangan elite saling berangkulan, tetapi untuk rakyat terjadi penyingkiran. Harap diingat, penyingkiran tidak dilakukan dengan represif, melainkan dengan mematikan sejumlah institusiinstitusi masyarakat. Memang terjadi perubahan, tetapi hanya pada konteks, bukan pada subtansi. Jika dahulu para elite memanfaatkan dominasi dilakukan dengan memanfaatkan sentral negara, tetapi kini dilakukan melalui institusi, seperti parpol, pemilu, parlemen, dan birokrasi pemerintahan. Jika dahulu, kelompok dominan tidak dimungkinkan untuk bertahan lama dan dipaksa untuk tunduk pada negara. Tapi, kini perubahan yang terjadi setelah reformasi yakni para elite melakukan metamorfosis di dalam sistem. Intinya, keterbukaan politik di masa reformasi tidak menghasilkan kesempatan yang sama untuk maju bagi semua lapisan masyarakat. Hanya orang yang memiliki uang dan mampu menyebarkan pengaruhnya pada semua lapisan yang mampu menjadi elite. Tentu saja, ini rute yang mengkhawatirkan. Sebab, jika hanya digerakkan oleh logika itu maka arah politik lokal Sultra tidak menemukan jalan pasti untuk mewujudkan demokrasi sesungguhnya. Apakah itu benar, wallahu alam bish shawab.(*)

Tradisi Taaluki Mulai Memudar Tergerus Zaman Bahasa ...................... omu dan walaka. “Suku kami hanya mengenal dua strata kaomu dan walaka,” ujar Samudi. Mokole masuk golongan Kaomu. Dalam penamaan pun sama, menggunakan La Ode untuk laki-laki dan Wa Ode untuk perempuan. Seiring perkembangan zaman, ketiga jabatan tersebut dalam struktur Suku Taluki sudah tidak ada lagi. “Sebutan Bhonto, Mokole dan Imam, hanya bertahan sampai generasi ke empat Taluki di Maligano,” sambung Aris Baaya lagi. Pria yang saat ini menjabat sebagai Kades Maligano itu dan merupakan keturunan generasi ke enam Suku Taaluki, tidak tahu jawaban pastinya. Jawaban rasional yang diberikan, generasi muda Taaluki yang enggan meneruskan tradisi

tersebut atau pengaruh dari faham demokrasi yang sudah masuk di desanya. Begituhalnya tradisi suku Taaluki pun perlahan ikut memudar. Tradisi dzikir keliling kampung yang biasa dilakukan saat pergantian musim, memang masih dipertahankan. Namun konteksnya kini berbeda. “Kita hanya tahlilan saja di masjid,” ungkap Aris Baaya. Mandi di kali Motewe usai berdzikir, kini sudah jarang dilakukan. Yang tersisa dari tradisi suku Taaluki di Maligano, menurut pria yang hampir satu periode menjabat Kades tersebut, tradisi membuka lahan baru, adat perkawinan dan Taluk (bahasa daerah Taaluki). Membuka lahan baru tradisinya sama dengan suku Muna, yang membedakan adalah bahasa mantranya. “Mantranya kita menggunakan bahasa Taaluki,” sebutnya.

Untuk tradisi perkawinanpun sudah terpengaruh dengan budaya Muna. Kalau dulu dalam perkawinan suku Taaluki, adatnya dihitung dengan uang ringgit, di Muna disebut boka. “Saat ini bisa menggunakan ringgit, bisa juga menggunakan boka,” ujar Aris Baaya. Yang membedakan, kata Samudi, soal tata cara pelamaran. Kalau orang Taaluki melamar disebut “mekapanga”, dengan menyerahkan uang ringgit. Kalau uang ringgitnya dikembalikan, berarti lamaran ditolak. Begitu sebaliknya. Untuk bahasa Taluk, masih menjadi bahasa komunikasi sehari-hari warga Taaluki. “Kalau sesama orang Taaluki, kita menggunakan bahasa Taluk. Kalau dengan orang Muna, kita gunakan bahasa Muna. Namun paling sering menggunakan bahasa Indonesia,” ujarnya. Bahasa Taluk berbeda dengan bahasa Muna,

Buton dan Bugis. Ia mencontohkan kalimat “mau kemana” lebih memiliki kesamaan dengan bahasa daerah Tolaki ketimbang Muna atau Buton. “Mau ke Mana” dalam bahasa Taluk “mantau lako”, bahasa Tolaki “Mbe Lakoamu”, bahasa Buton “yapau linka”, bahasa Muna “okumala nehamai”. Saat ini keturunan generasi ke enam suku Taluki asli di Maligano, kata Kades Maligano, Aris Baaya, lebih kurang 200 KK. Kalau ditambah dengan keturanan dari perkawinan campuran ada sekitar 300 KK. Keturunan suku Taaluki yang berasal dari Maligano, sudah menyebar ke wilayah lain. Bahkan diantara mereka, menduduki jabatan struktural di pemerintahan. Namun paling dominan masyarakat Taaluki bekerja di kebun atau nelayan, ada juga sebagai pemecah batu di sungai Motewe.(*)

Din Anggap Polri Bela Pengusaha Jakarta, KP Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengatakan terungkapnya aliran dana dari sejumlah perusahaan kepada petinggi kepolisian, semakin menguatkan kecurigaan masyarakat terhadap keberpihakan kepolisian dalam menyikapi berbagai kasus yang melibatkan pengusaha versus masyarakat. “Dugaan aliran dana yang diterima Polri dari PT Freeport beberapa waktu lalu makin menguatkan kecurigaan dari masyarakat bahwa Polri mem-

bela kepentingan pengusaha untuk melawan rakyat,” tegas Din Syamsuddin, usai menemui Ketua MPR Taufiq Kiemas, di gedung Nusantara III, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (16/1). Selain telah menguatkan kecurigaan masyarakat terhadap keberpihakan kepolisian lanjut Din, sikap kepolisian dalam menangani koflik lahan di Mesuji Lampung yang terkesan tidak sungguh-sungguh juga memberikan kontribusi citra negatif terhadap institusi kepolisian.

“Citra kepolisian telah tercoreng akibat tidak bersikap profesional dalam tugas,” tegasnya. Karena itu, Din mendesak Polri agar segera berbenah dan menghentikan praktik menerima uang dari pengusaha dalam melaksanakan tugasnya. “Tindakan segera berbenah diri itu penting agar Polri tidak terus-terusan terjebak oleh kepentingan pengusaha sekaligus upaya strategis dalam memperkecil rusaknya sistem di institusi Polri,” tegas Din.(fas)

Wa Ode Bakal Seret Pimpinan Banggar Menangis ................... Uang itu diduga sebagai syarat agar Banggar menggolkan proyek DPPID 2011 sebesar Rp40 miliar untuk 3 kabupaten di NAD, yakni Aceh Besar, Bener Meriah dan Pidie. Hanya saja Wa Ode yang ditanya soal aliran uang itu langsung membantahnya. Ia menjamin transaksi perbankan di rekening miliknya bebas dari dana haram. “Silahkan klarifikasi ke

PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), karena saya tahu tidak ada transaksi mencurigakan. Semuanya transaksi normal, transaksi usaha bahkan terjadi dari sebelum saya menjadi anggota DPR,” tandasnya. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, baru kali ini Wa Ode diperiksa. Apesnya, pemeriksaan perdana itu harus diulang lantaran laptop penyidik KPK sempat error. Akibatnya, Wa Ode menjalani pemeriksaan ulang dengan

materi pertanyaan yang sama. “Tadi sebenarnya sudah selesai dari jam tiga, Tapi karena laptop teman-teman di dalam (penyidik) erorr jadi diulang lagi dari nol,” keluh Wa Ode yang baru keluar dari ruang dalam KPK sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum keluar dari ruang dalam KPK, Wa Ode sempat terlihat menangis di ruang tunggu lobi KPK. Kakak sekaligus penasihat hukum Wa Ode Nurhayati, Wa Ode Zaenab, terlihat mendampingi.(ara)

Investor Masuk, Harga Tanah Melambung Kehadiran .................. masyarakat wujud komitmen dari perusahaan berskala regional itu, namun dalam bentuk partisipasi sosial atau yang biasa dikenal dengan istilah CSR juga sudah diwujudkan. Dua masjud yang ada di wilayah itu kata Ilyas, sudah mendapatkan suntikan dana untuk

pembangunannya. Meski tidak seluruhnya dibiayai, namun sumbangan yang bernilai puluhan juta sudah banyak membantu fasilitas ibadah yang memang sangat dibutuhkan warga setempat. Namun demikian, Ilyas mengakui awalnya banyak warga yang menolak pendirian stasiun gas di daerah tersebut. Namun, dengan melakukan sosial-

isasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, akhirnya kehadiran perusahaan itu diterima warga. “Kami berharap, dengan keberadaan stasiun gas ini, bisa memudahkan perolehan gas. Bukan hanya untuk warga Sambuli, tapi kota Kendari secara umum. Percuma kita punya stasiun gas kalau harus kesulitan memperolehnya,” pungkasnya. (fya)

Agus-Yaudu Minta MK Pertegas Jadwal Pemilukada Ulang Buton Surati MK .................. Sekadar diketahui, dugaan suap terhadap KPU Buton terungkap dalan sidang sengketa Pemilukada KPU Buton di Mahkamah Konstitusi (MK). Sumarno dituding menerima uang Rp 84 juta dari tim sukses calon. Dalam persidangan juga terungkap bila KPU Buton tidak melakukan verifikasi administrasi kepada calon independen. Atas pertimbangan ini, MK dalam amar putusannya, pada seng-

keta Pemilukada Buton dengan Nomor Perkara No. 9192/PHPU.D-IX/2011, memerintahkan KPU melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh Kabupaten Buton. Terpisah, Juru Bicara MK, Akil Mochtar mengakui surat dari Agus-Yaudu belum diterima. Makanya ia menolak mengomentarinya. “Kalau soal itu, kita tidak bisa komen, kita belum terima suratnya,” katanya. Tapi yang pastinya kata Akil yang juga salah seorang ang-

gota hakim MK, putusan itu bersifat final dan mengikat dan wajib dilaksanakan. “Tidak bisa dirobah dengan surat-surat seperti itu,” katanya. Lanjut Akil, jika semua sudah siap maka Pemilukada ulang sebaiknya dilakukan. Sebab, jika tidak dilaksanakan maka KPU bisa saja diberhentikan dengan alasan melanggar kode etik. “KPU wajib melaksanakan pemungutan suara ulang, jika tidak dilaksanakan, KPU-nya bisa diberhentikan karena melanggar kode etik,” pungkanya. (awa)


8

PerempuaN

Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

Mantan Qoriah Sultra Sukses Bisnis Salon Jilbab S

empat menjadi qoriah mewakili Sultra di ajang MTQ XVIII pada tahun 1997 di Provinsi Jambi, tepatnya ketika masih duduk di bangku SMEA Kolaka membuat Cahaya Irwan Adi dapat melenggang mulus meluncurkan album religi. Berbekal suara merdu, dirinya

mulai merilis album Islami pertama pada 2009 lalu. Pada tahun 2011, ibu tiga anak ini, kembali mengeluarkan album religi kedua berisi delapan lagu, yang kesemuanya merupakan ciptaan sendiri. “Dengan memiliki berkah suara merdu karena sering berti-

lawah, membuat saya memiliki bekal bernyanyi dan alhamdulillah dapat mengeluarkan album dengan sharing pendanaan bersama suami,” kata Cahaya Irwan Adi saat ditemui di kediamannya di Jalan Sao-sao, Kendari akhir pekan lalu. Menjadi seorang penyanyi reli-

gi bukan merupakan target utama dirinya, tetapi baginya yang terpenting yaitu memanfaatkan potensi dengan semaksimal mungkin. “Syukur-syukur jika potensi tersebut dapat membantu ekonomi keluarga, sehingga kerja keras dengan kualitas semakin bermanfaat,” ujarnya.(ulfah/ruslan)

Cahaya Irawan Adi

Seimbangkan Karier dan Keluarga MENELORKAN dua album dan telah dikenal masyarakat sebagai artis religi Kota Kendari, serta memiliki bisnis salon Jilbab dengan hasil yang memuaskan tidak lantas membuat Cahaya Irwan Adi melupakan kodratnya sebagai isteri dan ibu bagi ketiga buah hatinya. “Saya diuntungkan dengan tempat usaha yang bersebelahan dengan rumah, bahkan toleransi suami menjadikan saya semakin terbantu menyeimbangkan karier dan keluarga. Mengingat anak-anak saya masih kecil, tentunya perhatian dan kasih sayang dengan waktu lebih bersama mereka sangat dibutuhkan,” terang Cahaya. Tidak ada kelelahan dalam menjalani rutinitas bisnis dan

Cahaya Irawan Adi DATA DIRI Nama TTL Profesi

: Cahaya Irwan Adi : Kolaka, 2 April 1978 : Pemiliki Salon Jilbab Aulya Sao-sao, Kota Kendari Suami : Irwan Adi Anak : 1. Pricilla Aulya Rizky 2. Glacio Revarian Muhammad 3. Raynard Revansyah Muhammad

Manfaatkan Potensi Diri MENYADARI cara berbusana, khususnya mengenakan jilbab sering mendapat perhatian orang lain menjadi latar belakang Cahaya Irwan Adi membuka Salon Jilbab Aulya bertempat di Jalan Sao-sao Kendari. Meskipun baru dibuka tahun 2011 lalu, tetapi karena ibu tiga anak ini menjalankan bisnis dengan enjoy karena merupakan hobi, membuat bisnis rintisannya terus mengalami perkembangan. “Seiring berjalannya waktu dan sistem promosi via online, Salon Jilbab Aulya semakin dikenal masyarakat Sultra dan luar Sultra. Bahkan saat ini saya pun sering dipanggil konsumen dalam suatu komunitas, untuk melakukan hijab class tentang tata cara mempraktikan berbagai pemasangan jilbab,” ungkap Cahaya Irwan Adi. Bertambahnya masyarakat khususnya remaja puteri yang berjilbab, membuat dirinya berupaya untuk lebih profesional dalam berbisnis, dengan tidak henti-hentinya mengamati dan mempraktikan perkembangan fashion jilbab, serta membaca selera pasar. “Saya sangat ingin memiliki brand jilbab sendiri, sehingga mulai saat ini saya harus bekerja profesional dan mengkreasikan model jilbab sesuai perkembangan trend fashion jilbab,” optimisnya.(ulfah/ruslan)

keluarga, dan sebagai pemilik Salon Jilbab dirinya sadar penting untuk selalu terlihat cantik dan fresh. “Agar terlihat cantik dan fresh biasanya saya menyempatkan waktu 3-4 kali seminggu mengikuti fitness. Karena fitness bagi saya sudah menjadi kebutuhan, pasalnya manfaat fitness langsung terasa bagi saya,” beber anak keempat dari enam bersaudara ini. Ditanya impian terbesarnya,

perempuan berkulit putih ini menandaskan ingin melihat bisnis Salon Jilbabnya lebih berkembang, dengan memiliki cabang tidak hanya di dalam tetapi juga luar Sultra, plus memiliki brand jilbab sendiri. “Selain itu saya pun menginginkan kelak anak-anak saya juga dapat memanfaatkan potensi yang mereka memiliki, baik untuk dirinya maupun orang lain. Tentunya bermanfaat positif,” tandasnya.(ulfah/ruslan)


Selasa, 17 Januari 2012

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Buruh Ngadu ke Dewan Kendari, KP Tak mampu memendam kesedihannya, Rahman akhirnya mengadu ke DPRD Kota Kendari. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di Toko Mega Jaya itu merasa tak dipedulikan pihak toko, tempat dia bekerja. Padahal, sudah dua hari, ia terserang penyakit dan muntah darah, tapi tak ada bantuan sama. Di mediasi Ketua Asosiasi Buruh, Sugianto, dan AP2 Sultra ( Aliansi Pemuda Dan Pelajar ) Sultra, kemarin Rahman berkunjung ke dewan mengadukan nasibnya. Menurut Sugianto, seharusnya pihak toko bertanggung jawab atas musibah yang menimpa karyawannya. Ini dibiarkan tanpa ada perhatian sedikitpun. “Kami minta agar pihak perusahaan bertanggungjawab atas nasib yang dialami Rahman. Sudah beberapa hari menderita sakit muntah darah, tapi tidak mendapat asuransi kesehatan oleh pihak perusahaan,” ungkap Sugianto. Menanggapi tuntutan dari Asosiasi Buruh Kota Kendari dan AP2Sultra, pihak PT Mega Jaya yang diwakili kuasa

Baca BURUH di Hal 10

foto:suwarjono/kp

Tim perindakop ketika melakukan sidak di beberapa distributor semen, namun tak ditemukan penimbun semen. Perindakop menyimpulkan semen benar-benar langka karena stok di distributor habis, seperti gambar ini, salah satu gudang semen kehabisan stok.

Perindakop Tak Temukan Penimbunan Semen Kendari, KP Diam-diam, Perindakop dan UKM Kota Kendari melakukan sidak di beberapa distributor semen. Namun sayang, dugaan penimbunan tak ditemukan. Seluruh gudang distributor baik Tonasa, Bosowa dan Tiga Roda benar-benar kosongan. Pemerintah pun memprediksikan strok semen diperkirakan Februari baru aman.

Awalnya Perindagkop membidik gudang PT Senturi, distributor resmi Semen Tonasa. Namun operasi dadakan tersebut tak menemukan kejanggalan. Operasi dilanjutkan di PT Karya Daya Indah Kendari, distributor semen Tiga Roda. Digudang hanya ditemukan belasan semen yang sudah rusak. Pihak PT Karya Daya Indah mengatakan, kelangkaan kali ini disebabkan cuaca yang membuat kapal terham-

PKS Belum Putuskan Duet Asrun-Musadar Kendari, KP Musadar Mappasomba ternyata belum mendapat restu positif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kembali berpasangan dengan Ir Asrun. Menurut Pengurus teras La Pili, partai belum melakukan rapat internal. Sebab mengusung calon itu harus dikaji, termasuk banyak faktor yang menjadi dasar pertimbangan. Kendati begitu, angLa Pili gota DPRD Sultra ini tidak menapik keberhasilan duat mereka, banyak memberikan kontribusi terhadap masyarakat, maupun proses pembangunan. Ia juga masih melihat masih ada beberapa program

Baca PKS di Hal 11

bat. “Kami belum bisa prediksi kapan semen Tiga Roda masuk Kendari,” kata Rudi Gunawan, penanggungjawab PT Karya Daya Indah. Menurut dia, Untuk mengangkut semen, kapal harus berlabuh berhari-hari di sekitar pabrik di

Pembantai Keluarga Jhon Mulai Disidang Kendari, KP I Gede Swastika,terdakwa pembunuh keluarga Jhon Kusuma Wijaya, pemilik Toko Planet Elektronik mulai disiang di Pengadilan Negeri Kendari, kemarin. Swastika didamping tim pengacaranya sambil mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum. Dakwaan yang dibacakan JPU Rina Christina T SH menyebut Swastika dihadang pasal berlapis. Dia melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Melang-

Baca PEMBANTAI di Hal 10

Baca PERINDAKOP di Hal 10

Tony Pinang Yani Kasim Marewa Kendari, KP Tony Herbiansyah, balon wali kota ternyata kepincut manuver politik Muh Yani Kasim Marewa. Mantan Wabup Konawe itu pun diam-diam memilih untuk meminang pimpinan Wirawan Gas itu menjadi wakilnya di Pilwali mendatang. Bagai gayung bersambut, Yani pun manggut bertanda setuju. Kekompakan Tony Herbiansyah dan Yani Kasim Marewa mulai tampak pada saat mereka mendaftarkan diri pada penjaringan Balon wali kota di

KPU Tetapkan 15 Juknis Pilwali Kendari, KP KPU Kota Kendari membentuk kelompok kerja penyusunan keputusan dan pedoman teknis (Pokja Juknis) penyelenggaraan Pilwali. Pokja Juknis tersebut beranggotakan 10 orang dengan ketua Pokja Juknis yakni Hidayatullah. Dalam pelaksanaan tupoksinya, Pokja Juknis telah menghasilkan 15 Juknis yang bersifat pengaturan dan 5 Juknis bersifat penetapan. “15 Juknis yang bersifat pengaturan tersebut telah ditetapkan oleh keputusan KPU Kota Kendari mulai keputusan nomor 01 tahun 2011 sampai dengan nomor 15 tahun 2011. Juknis tersebut mengatur tahapan, program dan jadwal waktu, pembagian devisi dan korwil, tata kerja, rekruitmen badan ad hoc, pemantau dan tata cara pemantauan,” ungkap Hidayatullah, kemarin. Selain itu, 15 Juknis juga mengatur masalah pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, termasuk laporan dana dan audit dana kampanye,

Baca KPU di Hal 11

Sekretariat Partai Hanura, kemarin. Meskipun mereka tidak bersamaan datang, namun kakraban dan kekompakan mereka dipertontonkan pada panitia seleksi penjaringan. Saat ditanya siapa yang bakal menjadi pasangannya pada Pilwali ini? Tony langsung menunjuk Yani Kasim Marewa yang sedang duduk satu deretan kursi di ruang tamu sekretariat Partai Hanura. Tanpa banyak basa-basi, Yani Kasim Marewa hanya mangguk-mangguk pertanda setuju. “Kami akan berpasangan. Belum

ada akronim nama bagi kami. Masih dikaji. Kami sudah sepakat untuk berpasangan dalam menghadapi Pilwali mendatang,” terang Tony Herbiansyah. Kenapa memilih Yani Kasim Marewa?. “Pak Yani sudah teruji. Pendukungnya sudah punya militan dan basis sudah kokoh,” ujarnya. Tony

Herbiansyah merasa yakin bisa memenangkan perebutan kursi 01 Kendari kali ini. Ia menilai, semua bakal calon yang akan bertarung pada Pilwali 2012 cukup yakin bisa menang, termasuk calon incumbent

Baca TONY di Hal 11

Tony Herbiansyah

KPU Abaikan Permintaan Gubernur Rencana Penundaan Jadwal Pilwali Kendari, KP Permintaan Gubernur Sultra Nur Alam tentang penundaan jadwal Pilwali belum mendapat respon positif KPU Kota Kendari. Menurut Hidayatullah, Koordinator Devisi Hukum KPU, pihaknya belum mengambil keputusan, apakah tetap berpedoman pada jadwal atau mengikuti keinginan pemerintah. Nur Alam mengaku, pelaksanaan Pilwali bersamaan dengan kegiatan nasional Pesparawi, dan Kota Kendari menjadi tuan rumah dalam hajatan tersebut. Pilwali akan digelar 7 Juli 2012. “Sampai saat ini, KPU belum mengambil keputusan. Meskipun keinginan Pak gubernur menunda Pilwali karena bertepatan dengan acara Nasional Pesparwi. Penundaan bisa dilakukan kalau ada bencana alam, kerusuhan yang tak terkendali, anggaran Pilkada tidak tersedia, atau hari H pemungutan suara bertepatan dengan hari-hari besar agama. Sepanjang bukan karena faktor tersebut, jadwal Pilwali yang semula ditetapkan akan tetap menjadi acuan pelaksanaan Pil-

wali,” ungkap Hidayatullah. Meski demikian, kata dia, jika pihak keamanan tidak mampu memberikan jaminan keamanan pada dua hajatan

besar dalam waktu yang hampir bersamaan, maka situasi tersebut tetap dianggap sebagai bagian dari gangguan. Tentu, Kapolda Sultra harus bersurat ke Kapolri terkait ketidaksanggupannya dalam memberikan jaminan keamanan untuk menghadapi dua kegiatan tersebut. Surat Kapolda Sultra ke Kapolri itulah yang akan dijadikan dasar dalam melakukan penundaan Pilwali. “Kami akan tetap berkoordinasi dengan KPU Pusat terkait persoalan tersebut. Tapi, kalau bisa, Pesparawi lah yang ditunda. Jangan ganggu hajatan kami. Jika tidak, keduanya bisa berjalan bersamaan dengan ketentuan pihak keamanan dalam hal ini Kapolda Sultra bisa memberikan jaminan keamanan atas berlangsungnya dua kegiatan tersebut,” terang Hidayatullah. (aka)


Metro

10

Kendari Pos | Selasa, 17 Januari 2012

Gunung Jati Longsor (Lagi) Kendari, KP Hujan yang mengguyur Kota Kendari mulai makan korban. Rumah di Gunung Jati tertimbun tanah longsor, di RT RT 02 RW 04. Satu rumah di Kelurahan Jati Mekar di RT 03 RW 03. Meski tak ada korban jiwa, namun membuat korban kehilangan tempat tinggal. Warga yang tertimpa musibah tak dapat berbuat banyak. Sampai kemarin mereka belum bisa menaksir kerugian. “Musibah ini terjadi sekitar pukul 05.30 sore pada (15/1) saat hujan turun. Pada waktu itupula, kami melihat tanah di samping rumah berjatuhan dan menimpa rumah

kami. Meksi tidak roboh, tapi musibah ini membuat saya dan keluarga tidak nyaman lagi berada di dalam rumah. Kami takut jangan sampai hujan kembali turun dan memperparah kondisi,” ungkap La Desa, salah seorang korban tanah longsor. Kejadian serupa terjadi di Gunung Jati Juni tahun 2011 lalu. Penyebabnya tanah terkikis air hingga membuat longsor. Tak ada korban jiwa namun warga mengalami kerugian materi. Hingga kemarin siang, menurut dia belum ada bantuan yang turun dari pemerintah kota. Namun beberapa anggota DPRD komisi III sudah sempat menyambangi warga di

lokasi tanah longsor itu. Mereka berharap, ada bantuan dari pemerintah minimal untuk pembangunan kembali rumah warga yang sudah rusak tertimpa bencana. “Kalau saya lihat kondisi rumah saya, sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Apalagi tiang utama sudah patah. Mau tidak mau, terpaksa harus bangun yang baru. Itupun jika ada bantuan,” ungkap La Desa. Lurah Jati Mekar, La Fala mengatakan, di wilayahnya memang rawan longsor. Topografi tanah yang tidak rata, membuat kemungkinan semakin besar. Apalagi di musim penghujan saat ini, warga dihara-

pkan lebih waspada untuk mengantisipasi terjadinya musibah yang bisa datang sewaktu-waktu. “Kejadian yang sama juga pernah dirasakan warga di RT 02 RW 03. Memang beberapa lokasi di kelurahan ini rawan longsor, termasuk di RT 02 Rw 06,” ungkapnya. Kepala Seksi Rehabilitasi dan Konstruksi Badan Penanggulangan Bencana Kota Kendari, Tofa Ismail yang sempat berkunjung ke lokasi tanah longsor mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan bantuan. Namun, akan didata secara riil kondisi yang terjadi akibat musibah itu, lalu koordinasi dengan

Kewalahan Kontrol Harga Perindakop... Kalimantan. Rupanya kondisi hujan yang menyebabkan kapal pemuat semen harus memberlakukan buka-tutup saat memasukan semen kedalam kapal. Jika dipaksakan tentu akan merusak semen.

Setiap hari para pelanggan semen Tiga Roda selalu menghubungi distributor karena stok semen di toko terancam habis. PT Karya Daya Indah terakhir menerima suplai semen Tiga Roda Desember 2011 lalu. Hingga saat ini pihaknya belum bisa menginformasikan kepada konsumen kapan semen tersebut akan

tiba di Kendari. Soal harga, Tiga Roda dilepas ke pasaran Rp 60 ribu/ sak. “Bisa saja semen Tiga Roda datang cepat tetapi harus mengunakan kapal yang sewanya cukup besar. Nah sasarannya jika ongkos angkutan kapal naik maka mau tidak mau harga semen kami naikan. Tetapi kami tidak melakukan hal itu

karena,” ungkapnya. Kadis Perindahkop dan UKM Syam Alam, harga semen melonjak karena semen di distributor kosong. “Kami kewalahan juga menggontrol harga. Kami tidak bisa memberikan sanksi kepada pengecer karena aturan tidak membahas soal naiknya harga,” katanya. (ano)

but dipimpin oleh Moh Mawardi SH MH selaku ketua majelis hakim, dan sebagai anggotanya Sirande Palayukan SH M,Hum dan Posman Bakara SH MH. Terdakwa telah menghilangkan nyawa tiga sekaligus: Jhon Kusuma Wijaya, Inge Kwesti Setyadi dan Nhatalia Kusuma Wijaya. Ketiga korbannya adalah ayah, ibu dan anak. Selain itu,

terdakwa juga melakukan pencurian. Setelah melakukan pembunuhan sadis, di dalam tasnya ditemukan barang bukti tiga handphone, dua botol kecil minuman beralkohol yang diambil tanpa sepengathuan pemiliknya. Swastika bisa diancam hukuman mati. Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan oleh JPU, penasehat hukum tidak memberikan tanggapan. “Tang-

gapan kami nanti kalau sudah ada pemeriksaan saksi baru bisa kami tanggapi atau saat pledoi,” kata Adnan SH MH, selaku penasehat hukum terdakwa saat ditemui usai sidang berlangsung. Agenda sidang ini ditunda dan akan dilanjutkan Rabu, 25 Januari, pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. (p3)

Hadirkan Saksi Pembantai... gar pasal 338 KHUP tentang pembunuhan dan pasal 365 ayat (3) KHUP tentang pencurian yang disertai perbuatan menghilangkan nyawa orang. “Terdakwa dikenakan pasal berlapis. Pasal 340, 338 dan 365 ayat (3) KUHP,” ujar Rina. Persidangan terse-

SKPD terkait untuk pemberian bantuan. “Kalau lihat kondisi rumah, kami bisa menaksir kerugiannya mencapai puluhan juta. Namun, kapasitas kami sebagai badan hanya untuk koordinasi. Sedangkan mengenai bantuan akan kami kordinasikan dengan pihak terkait, termasuk akan kami laporkan langsung kepada wali kota Kendari,” terangnya. Menurut Tofa, Kelurahan Gunung Jati dan Jati Mekar adalah wilayah rawan longsor. Itu disebabkan karena tanah yang tidak rata. Termasuk di beberapa titik di daerah di kampung salo. (fya)

Belum Terdaftar di Jamsostek Buruh... hukumnya Nasruddin SH, mengungkapkan, bahwa status Rahman hanya buruh lepas di toko itu. Bahkan selama sakit ia juga tak pernah melaporkan, makanya pihak toko tidak tau nasib Rahman. “Rahman ini cuma buruh lepas angkut semen di PT Mega Jaya, lagi pula yang bersangkutan tidak pernah lapor masuk kantor atau tidak, jadi kami tidak tahu,” ungkapnya. Di tempat yang sama, Syahrir Bahtiar, Kepala Bidang Kepengawasan mengatakan, PT Mega Jaya itu belum masuk sebagai anggota Jamsostek. Jika terjadi musibah yang menimpa karyawnnya, itu menjadi tanggung jawab perusahaan, sebaliknya, jika sudah terdaftar sebagai anggota Jamsostek, akan ditanggulangi PT Jamsostek. Ketua DPRD Abd. Rasak mengatakan, Disnakertransos harus segera melakukan penanganan. Perusahaan yang ada di Kota Kendari harus dievaluasi agar melakukan kewajiban mereka, untuk melindungi hakhak karyawan, termasuk menjadi peserta Jamsostek yang juga sudah menjadi kebutuhan. “Hal ini jangan dibiarkan, jangan sampai muncul korban lagi. Kalau sudah masuk Jamsostek, tentunya seperti itu sudah menjadi jaminan dan tanggung jawab dari PT Jamsostek untuk memberikan jaminan pada karyawan yang bekerja di Perusahaan,” katanya. (fya)


Kendari Pos | Selasa, 17 Januari 2012

Dukungan Masih Sebatas Pertimbangan PKS... yang belum menyentuh langsung. “Saya kira sangat banyak faktor kalau PKS akan mempertimbangkan duet pasangan incumbent. Tapi, itu belum kita putuskan,”paparnya. Jika melihat secara politik pertimbangan kembali mengusung duet incumbent, bisa memberikan pengaruh yang signifikan. Pasalnya, beberapa program pembangunan telah dijalankan bisa berkesinambungan. Artinya, apa yang selama ini dikerjakan tetap berkelanjutan, sehingga kesejahteraan mapun pembangunan di Sultra kian berkembang. “Mereka saat pertama maju, mempunyai visi dan misi yang sama. Toh kalau mereka berpisah, tidak menutup kemungkinan banyak program yang telah disusun tidak berjalan,”tuturnya. Lantas bagaimana dengan calon lain yang ingin melamar PKS ? La Pili sekali lagi mengatakan, dukungan terhadap duet incumbent masih sebatas mempertimbangkan. Namun, ia enggan memberikan komentar terkait calon lain yang ingin bersama PKS. “Yang jelas sekarang PKS semakin menguatkan semangat tentang dukungan, terhadap calon yang akan diusung. Kita ingin lebih awal bekerja dan lebih baik dalam mengawal Pilwali 2012 ini,”tandasnya. (m1)

Metro Calon Perseorangan Harus Didukung 16.232 Pemilih KPU... pemungutan dan penghitungan suara. Tata cara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara, sampai penetapan calon terpilih, pengesahan pengangkatan dan pelantikan. “Untuk 5 keputusan yang bersifat ketetapan juga telah ditetapkan oleh KPU Kota Kendari. Lima ketetapan tersebut meliputi penetapan dan pengangkatan PPK serta PPS se Kota Kendari, penetapan syarat jumlah minimal dukungan parpol/ gabungan parpol dan calon perorangan serta penetapan lembaga pemantau Pilwali. Sedang 10 penetapan lainnya masih bersifat rancangan karena akan ditetapkan sesuai dengan tahapan dan jadwal waktu pelaksanaan Pilwali Kota Kendari 2012,” jelasnya. Dalam penetapan jadwal Pilwali, KPU Kota Kendari terkendala dengan permintaan Gubernur Sultra untuk melakukan pengunduran jadwal

pemungutan suara. Alasannya, jadwal Pilwali bertepatan dengan pelaksanaan hajatan Nasional untuk perayaan Pesparawi. Namun, pihak KPU tetap berkomitmen pada jadwal semula yakni tanggal 7 Juli 2012 dan belum mengambil keputusan lebih lanjut. Persoalan data pemilih, kata dia, pihaknya masih terus melakukan pemutakhiran data pemilih. KPU akan lebih ekstra ketat dalam menyeleksi data pemilih. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi munculnya data pemilih ganda yang bisa dimanfaatkan oleh pasangan calon. “Penetapan persyaratan paling sedikit jumlah dukungan bakal pasangan calon perseorangan (independen) sebagai syarat pendaftaran Balon walik ota dan Wawali pada Pilwali 2012 yakni jumlah penduduk Kota Kendari sebanyak 324.636 jiwa. Persentase minimal dukungan yakni 5 persen dari jumlah penduduk. Sehingga untuk pasangan perseorangan harus mampu mengumpulkan

dukungan paling sedikit 16.232 pemilih,” terang Hidayatullah. Sedang jumlah paling rendah perolehan kursi partai politik atau gabungan partai politik untuk Balon Walikota dan Wakil Walikota yang menggunakan gerbong partai, jumlah kursi dalam pemilu anggota DPRD Kota Kendari tahun 2009 sebanyak 30 kursi. Persentase paling rendah perolehan kursi 15 persen. Sehingga, jumlah paling rendah perolehan kursi sebagai syarat pendaftaran bakal pasangan calon sebanyak 5 kursi. “Untuk Balon Wali kota dan Wawali yang menggunakan partai non seat dihitung dari jumlah suara sah pada pemilu anggota DPRD Kota Kendari tahun 2009. Jumlah suara sah yakni 125.628 suara. Persentase paling rendah dari suara sah yakni 15 persen. Sehingga jumlah paling rendah perolehan suara sah sebagai syarat pendaftaran pasangan calon sebanyak 18.884 suara,” ungkapnya. (aka)

11

Hak Warga Negara Untuk Bertarung Tony... sendiri, Asrun-Musaddar. “Jika tidak yakin, untuk apa kita maju,” ungkapnya. Lalu, bagaimana dukungan Gubernur Sultra, Nur Alam terhadap dirinya dalam pertarungan politik di Pilwali Kota Kendari ini? Tony memilih diam dan tak ingin berkomentar soal itu. Namun, Tony menganggap bahwa pilihannya untuk maju adalah hak sebagai warga negara. Komitmen tersebut diamini oleh Yani Kasim Marewa. Ia sangat yakin jika pertarungan tersebut dapat dimenangkan. “Untuk melawan incumbent (Asrun-Musaddar, red), dudukkan orang yang siap melawan,” ungkap Yani Kasim Marewa menunjuk Tony Herbiansyah sebagai calon Walikota yang bisa melawan incumbent. Yani merasa terpikat dengan kesederhanaan Tony Herbiansyah. Pasalnya, mereka menilai menjadi pemimpin bukan untuk dilayani, namun untuk melayani masyarakat. “Makanya motto yang dipublis adalah berubah untuk sejahtera,” jelasnya. (aka)


Hiburan

Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

Rianti Cartwright

Arumi Bachsin, Ribut Lagi Sama Ibunda

Dulu VIP Member, Sekarang Manajer ung itu bilang jujur kepada suami. TetaSEBAGAI perempuan, Rianti Cartwright suka denpi, lama-lama, karena terlalu sering, dia gan perawatan tubuh. Dua minggu sekali dia rutin tidak enak sendiri. Setelah meyakinkan mengunjungi tempat spa. Sampai-sampai dia menjadi suami bahwa dia ingin serius mengurus VIP member. bisnis spa, Cas menyetujui. Lama-kelamaan, saking sukanya dengan peraRianti sendiri menyiapkan bisnis watan tersebut, Rianti membuka sendiri tempat spa. Sabtu lalu (14/1) dia membuka tempat tersebut kurang lebih tujuh bulan spa yang sekaligus menjadi bisnis pertamanyang lalu sampai akhirnya resmi ya. Spa milik Rianti tersebut bernama Bale dibuka. Setelah tempat spa itu Bale Spa. resmi dibuka, dia justru merasa “Ini sebetulnya waralaba. Kebetulan, sejak deg-degan. “Iya. Deg-degan. ada rasa cedulu aku ngefans sama treatment Bale Bale mas, tapi bahagia juga. Ini kali Spa. Sudah tiga tahun belakangan aku selalu pertama. Memang saya sempat kulidatang ke situ. Sampai-sampai menjadi VIP ah bisnis, tapi sama sekali belum permember. Terus, aku diajak untuk memnah mencoba. Melihat sudah jadi sepbuka cabang yang baru, jadilah Bale erti ini, ya senang lah,” ungkapnya. Bale Spa Cikajang ini,” ucap dia saat Dia juga cemas, apakah ada tamu ditemui di Jalan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. yang datang. Perasaan seperti itu Membuka bisnis spa, Rianti didukuwajar dimiliki oleh orang yang ng penuh oleh suaminya, Cas Alfonbaru kali pertama berbisnis. Tetaso. Bintang film Ayat-Ayat Cinta itu pi, bukankah setiap orang yang dibantu sang suami dalam proses berbisnis harus siap dengan segala risiko? awal memulai bisnis. Mulai kon“Ya betul. Itu semua memang risisep, modal, hingga lainnya. ko bisnis. Harus berani menghadapCuma, untuk proses produksi, Cas inya. Saya beruntung banget karetidak turun langsung. “Kalau runna di sini ada sahabat-sahabat. Jadi, ning-nya sih, nggak ya. Dia bantu kalau yang satu lagi khawatir, ada proses awalnya,” tutur dia. yang menguatkan,” lanjutnya. Cas kemudian menambahkan, saat Sekarang dia bakal sering datang ke proses awal, istrinya sering bertanya tentang konsep kreatif kepadanBale Bale Spa miliknya. Sebab, terang ya. Namun, kalau Rianti sudah berdia, di tempat itu ada sistem yang menlama-lama di Bale Bale Spa, Cas empatkan setiap investor menjadi duty komplain. manager. “Kalau saya, Senin dan Sela“Soalnya, terkadang kelewat sa,” katanya. Tentang usaha itu, karena merupalama. Saya suka nanya, ngapain kan waralaba, Rianti dkk tidak terladi sana lama-lama. Lagi lulur lu pusing mendirikan tempat terseatau ngapain?” ucap Cas. but. Sebab, sudah ada sistem yang Rianti lalu menambahkan, katerbentuk. lau dirinya meeting di tempat spanya, bawaannya memang ingin “Treatment-nya sudah ada, trainmelakukan treatment. “Kalau ing center sudah ada, semua bahan meeting di sini, kan bawaannya gitu. sudah ada. Jadi, ini mungkin jadi ajang Aduh, badan agak pegal-pegal nih, mau buat saya belajar juga, sih. Pressurenya mungkin nggak sama dengan yang memulai treatment ah, makanya jadi agak lama di semuanya dari awal,” ucap dia. (jpnn/lia) luar rumah,” ucap dia, membela diri. Rianti Awal-awal, perempuan kelahiran Band-

Cartwright

13

SIKAP tegas sang ibunda terhadap Arumi Bachsin masih berlanjut. Setelah dulu melarang putrinya pacaran sama Miller, kini ibunda marah karena Arumi tampil hot di film terbaru KK Dheeraj, Kafan Sundel Bolong. “Ya emang buat peran kali ini, aku harus berani tampil seksi. Mama sempat nggak ngasih izin (ditentang). Lama berdebat, tapi setelah diberi tahu, pelan-pelan ngerti juga tuh,” ungkap Arumi. Selama ini, film-film garapan KK Dheeraj dikenal sering mengumbar keseksian pemain wanitanya. Makanya Arumi sadar, begitu teken kontrak, dia harus berani beradegan seksi dan panas. Apalagi ini kali pertama dia main layar lebar setelah lama vakum. “Mamaku paham juga. Itu kan tuntutan peran. Kalau dia membatasi semua, kan aku nggak bisa mengembangkan diri. Apalagi kerjaanku artis, ya main film juga. Mama

sempat khawatir, tapi dia sendiri bilang aku harus fokus karena itu memang duniaku,” jelasnya. Tak cuma tampil seksi, Arumi juga harus mendalami peran horor. Ingin maksimal, Arumi pun belajar banyak dari akting ratu horor Indonesia (alm) Suzanna. “Saya penggemar berat Suzanna. Banyak masyarakat Indonesia mengidolakannya. Suzanna juga pernah memerankan tokoh sundel bolong. Jadi, sebagai bentuk penghormatan saya kepada almarhumah,” paparnya. Dari dulu, KK Dheraaj mengaku ingin menawarkan peran sundel bolong ini pada Arumi. Namun belum kesampaian karena Arumi terlibat masalah dengan orangtua hingga kabur dari rumah. (jpnn/lia)

Arumi Bachsin

Pemanasan Nomine Golden Globe Los Angeles, KP Hari ini ajang penghargaan bergengsi untuk insan perfilman dan televisi, Golden Globe Award Edisi 69, dihelat. Acara yang berlangsung di Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills, California, Los Angeles, Amerika Serikat, itu cukup diperhitungkan karena kerap menjadi gambaran pemenang Piala Oscar, supremasi tertinggi dunia film, pada Februari mendatang. Sebelum malam penghargaan tersebut, beberapa nomine hadir pada tea party yang diselenggarakan BAFTA (British Academy of Film and Television Arts) Perwakilan Los Angeles pada Sabtu lalu (14/1). Empat selebriti yang masuk dalam nominasi Best Actress dan Supporting Actress, Michelle Williams (My Week with Marilyn), Viola Davis (The Help), Meryl Streep (The Iron Lady), dan Charlize Theron (Young Adult), berbaur dengan para filmmaker serta nomine lainnya di Hotel Four Seasons, Los Angeles. Sesi toast dalam acara 18th Annual Awards Season Tea Party itu dipimpin Chairman BAFTA Los

Angeles Neil Stiles. Dia berharap, para nomine Golden Globe mendapatkan keberuntungan pada malam penghargaan yang diadakan hari ini. Williams mencuri perhatian pada acara tea party tersebut dengan memakai gaun hitam dan putih rancangan Victoria Beckham. Pemeran Marilyn Monroe di film My Week with Marilyn itu juga tampak serasi dengan high heels dari Chanel dan geometric bag. Theron tidak kalah stylish. Aktris 36 tahun tersebut terlihat colorful dengan gaun rancangan Stella McCartney. Aksen bunga dan jaring-jaring berpadu dengan belahan yang cukup berani di bagian samping. ”Tea party ini bisa dikatakan sebagai ritual untuk mempersiapkan diri di acara besar sekaliber Golden Globe Award. Ajang penghargaan itu bisa memompa adrenalinmu. Penyebabnya bukan hanya karena filmmu yang ikut dinominasikan, melainkan juga orang-orang yang ikut hadir dalam acara tersebut,” ujar Kenneth Branagh yang dinominasikan untuk kategori Best Supporting Actor di film My Week with Marilyn. Di film itu, dia memerankan aktor dan sutradara legendaris Inggris, Laurence Olivier. Film arahan Angelina Jolie, In the Land of Blood and Honey, juga dijagokan dalam Golden Globe Award untuk kategori Best Foreign Language Film. Dia memulai debutnya sebagai sutradara dengan film berlatar belakang perang di Bosnia tersebut. (jpnn/lia)

Acha Septriasa

Belum Mau Mikir Cowok HUBUNGAN percintaan antara Acha Septriasa dengan kekasihnya Dennis kandas di tengah jalan pada pertengahan 2011 lalu. Acha mengaku untuk saat ini belum mau mikirin soal cowok. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Malaysia, aktris kelahiran 1 September 1989 itu pun siap kembali berkiprah di dunia akting. Acha mengaku sudah mendapatkan beberapa tawaran untuk membintangi FTV dan sinetron. “Aku ingin fokus ke karier aku dulu karena kemarin kan aku fokus di kuliah, nanti juga kalau soal cowok kalau udah waktunya nanti juga ada,” ucapnya santai saat ditemui di Studio Hanggar, Pancaran, Jakarta Selatan. Bintang ‘Love is Cinta’ itu mengaku selalu mengambil pelajaran dari setiap hubungannya yang kandas. Acha pun menjadi lebih selektif dalam mencari pasangan. “Kadang-kadang aku lebih ke memikirkan orangtua, kalau orangtua udah oke, baru aku jalanin serius,” tuturnya. (jpnn/lia)


Edukasi

14

Siapkan UN, Optimis Tak Ada Pungutan Kendari, KP Ujian nasional (UN) yang akan dihadapi semua satuan pendidikan kini mulai dirancang setiap sekolah, termasuk SMPN 6 Kendari. Meski semua sudah direncanakan, pihaknya optimis bahwa UN tahun 2012 ini tak akan pungutan biaya. “Setiap tahun di sekolah kami memang tidak memungut untuk biaya UN. Kami masih yakin tahun ini juga tak akan ada pungutan terhadap orang tua siswa,” ujar Kepala SMPN 6 Kendari, Drs. Masnin Salam. Sejauh ini persiapan yang dilakukan sudah maksimal, bahkan rapat interen pun telah dilaksanakan. Hasilnya, tanggal (20/1) para siswa kelas IX SMPN 6 Kendari mulai mengikuti jam tambahan berupa pengayaan yang akan dilakukan selama delapan minggu. Tambahan jam pelajaran itu juga telah disepakati semua pihak. Paga guru yang bertugas untuk memberi pengayaan pun sepakat untuk tidak pulang setelah jam pelajarn usai.

Pengayaah itu sendiri akan dimulai setiap hari mulai pukul 14.00 s.d 15.00. “Sekolah kami meberi pengayaan untuk semua mata pelajaran baik itu yang diuankan maupun yang hanya diuaskan. Namun tentu saja porsi untuk mata pelajarn yang diuankan lebih banyak,” imbuhnya. Mantan guru SMPN 1 Kendari itu juga menambahkan selain setiap tahun tidak memungut biaya les, ia juga melihat kondisi peserta didiknya yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Tahun ini sebanyak 145 siswa akan ikut ujian. Ia berharap dengan pengayaan tersebut akan menambah pengetahuan para siswa untuk menghadapi UN. Selain itu hasil ujian dari tahun ke tahun pun akan semakin baik. “Tahun sebelumnya sudah baik, tetapi kami tetap berharap dengan pengayaan hasilkan akan bertambah baik. Setidaknya bisa unggul di tingkat Kota Kendari,” pungkasnya. (m2)

PAUD, Bekal Masuk Sekolah Dasar Kendari, KP Pendidikan anak usia dini (PAUD) atau yang biasa disebut taman kanakkanak, rupanya lembaga itu cukup penting. Saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak, anak memang tak dibebani untuk bisa membaca atau menulis hingga mahir. Namun taman kanak-kanak memiliki peran yang cukup penting. Hal itulah yang diungkapkan oleh salah seorang guru taman kanakkanak yang kini menjabat staf di PG PAUD Universitas Muhamadiyah Kendari, Merry Aslina Aziz. “Untuk bisa lulus dari taman kanakkanak siswa memang tak harus bisa membaca atau menulis,” ujarnya. Namun sisi penting dari pendidikan taman kanak-kanak adalah kare-

na anak dibekali persiapan memasuki sekolah dasar. Hal itu dilakukan dalam suasana bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Semua persiapan tersebut terangkum dalam perencanaan pembelajaran yang sedang berlaku pada masing-masing tempat. “Pada umumnya semua sama. Namun perencanaan pembelajaran ditentukan oleh tiap taman kanakkanak,” imbuhnya. Pembelajaran di taman kanakkanak penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Dengan begitu siswa butuh pendidikan taman kanak-kanak tak hanya dari segi akademik, tetapi pendidikan ini pun akan membentuk pribadi siswa di lingkungan sosial. (m2)

Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

Tingkatkan Pendidikan Kualitas dengan Akreditasi DPRD Sultra Genjot Anggaran Pembinaan Dewan Pendidikan Sultra Kendari,KP Sepanjang tahun Dewan Pendidikan Sultra melakukan pemotretan terhadap pendidikan di Sultra. Hasil potretan tersebut selain disampaikan ke dinas pendidikan dan kepala daerah setiap kabupaten/ kota, Dewan Pendidikan Sultra pun menghelat rapat dengar pendapat dengan DPRD Sultra, khususnya Komisi IV Bidang Pendidikan, seperti kemarin (16/1) di ruang rapat Sekretariat DPRD Sultra. Dalam pemaparannya Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Prof Dr H Abdullah Alhadza MA mengungkapkan catur pilar peningkatan mutu pendidikan berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 meliputi evaluasi pendidikan, akreditasi, sertifikasi dan standarisasi. Karena itu Dewan Pendidikan Sultra mencermati kondisi atau potret pendidikan berupa data profil pendidikan persekolahan dan madrasah berdasarkan hasil akreditasi serta standar nasional pendidikan. “Data profil akreditasi persekolahan dan madrasah se-Sultra tahun 2006 s.d 2011 berdasarkan jenjang pendidikan menunjukan dari 566 SMP/MTs se-Sultra, 113 SMP/MTs kategori tidak terakreditasi (TT), sedangkan dari 376 SMA/SMK/MA se-Sultra, 87 SMA/SMK/MA yang tidak terakreditasi (TT),” ungkapnya. Selain itu bebernya data profil akreditasi persekolahan dan madrasah se-Sultra tahun 2006 s.d 2011 berdasarkan kabupaten / kota terlihat Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang paling besar jumlah sekolah dan madrasah

Pertemuan antara Dewan Pendidikan Sultra dengan Komisi IV DPRD Sultra tentang potret pendidikan di Sultra. ULFAH/KP

yang tidak terakreditasinya yaitu mencapai 60,95 persen, menyusul Kabupaten Bombana 46,69 persen, Buton 26,68 persen dan Wakatobi 23,44 persen. Data akreditasi tersebut jelasnya juga mengisyarakat sekolah yang tidak terakreditasi yaitu sebanyak 914 sekolah merupakan sekolah dan madrasah yang tidak layak operasi serta kelulusan ujian nasional (UN) hanya 55 persen ke bawah, kecuali hasil UN tersebut tidak jujur. Sedangkan untuk 1.793 sekolah dan madrasah yang terakreditasi C peluang kelulusan UN hanya 75 persen, 1.338 sekolah dan madrasah terakreditasi B peluang kelulusan UN sebesar 76 persen dan 155 sekolah terakreditasi A memiliki peluang kelulusan 76 persen ke atas. “Bandingkan hasil akreditasi sejak 2006 s.d 2011 ini dengan kenyataan di lapangan, yang mana hampir semua sekolah di Sultra selalu meluluskan 100 persen siswanya, ini menunjukan hasil UN belum jujur,” jelasnya. Selain itu karena minimnya respon dan penggunaan data akreditasi dalam pengambilan kebijakan

peningkatan kualitas, serta belum adanya dukungan dana pembinaan dari Pemkab/ Pemkot serta Pemprov Sultra, membuat Dewan Pendidikan Sultra mengharapkan adanya pertemuan berkala dengan Komisi IV DPRD Sultra serta dukungan dana pembinaan rutin. “Pertemuan berkala kami harapkan agar permasalahan pendidikan di Sultra, dapat dicarikan solusi bersama, sedangkan dana pembinaan bermanfaat mendukung pencapaian target kami, mengingat selama ini kami hanya menerima dana visitasi dari pusat,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Sultra Rhya Madi didampingi anggota Komis IV lainnya yaitu Suriyani Imran, Nasrawaty Djufri, Soekarno, Ruslimin Mahdi dan Sabri Manomamng mengatakan pihaknya setuju dengan pertemuan berkala yang diusulkan Dewan Pendidikan Sultra, demikian pula permintaan dana pembinaan untuk mendukung kinerja Dewan Pendidikan dalam menuntaskan sekitar 4.500 sekolah dan madrasah se-Sultra serta melakukan reakreditasi. “Kami sependapat masalah pen-

didikan di Sultra antara lain meliputi belum memadainya sarana prasarana (Sarpras), standar pendidikan, manajemen sekolah dan sertifikasi, sehingga dibutuhkan sinkronisasi dengan Pemkab/ Pemkot. Karena data ini terlambat diserahkan, sebaiknya diserahkan sebelum pembahasan anggaran maka kedepannya perlu dilakukan pertemuan berkala sebelum anggaran diketuk palu,” kata Rhya Madi. Senada itu Sabri Manomang mengatakan mengingat arti penting dari potret pendidikan yang dilakukan Dewan Pendidikan Sultra melalui fungsi dan peran sebagai advisor, support, kontrol dan mediator, maka kinerja Dewan Pendidikan Sultra harus diberi ruang tersendiri demikian pula denga pendanaan. “Secara pribadi saya sangat mendukung diberinya ruang dan pendanaan terhadap kinerja Dewan Pendidikan Sultra, mengingat fungsi dan peran Dewan Pendidikan Sultra dalam menjalankan catur pilar peningkatan mutu pendidikan, berdampak pada peningkatan kualitas generasi bangsa,” kata Sabri. (fas)


Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

Waktu Pelantikan Pengurus

Edukasi

SDN 3 Kendari Barat Tergenang Air

KT Sultra Dipertanyakan

Eduar Lenohingide Kendari, KP Kepengurusan Karang Taruna (KT) Sultra periode 2010-2015 yang dinakhodai Hery Alamsyah SE., M.Si, hingga Januari belum dilantik. Serimoni organisasi yang belum terlaksana mendapat sorotan dari sejumlah pengurus KT Sultra dan pengurus KT kabupaten/kota. Sorotan itu muncul didasari dengan rencana program kerja yang belum disusun. Layaknya sebuah organisasi tentu butuh serimoni dalam hal ini pelantikan. Sedangkan dalam SK pengurus yang bertandatangan adalah Gubernur Sultra, H Nur Alam SE. Berarti yang akan melantik adalah gubernur. Sejumlah unsur pengurus mendesak agar Hery Alamsyah segera mempersiapkan rencana pelantikan, sekaligus meminta kesediaan gubernur. Menurut mereka bahwa organisasi KT dinakhodai unsur generasi muda yang dipandang mampu bekerja cepat, kenapa harus lambat. Sekretaris KT Sultra periode 2010 s/d 2015, Eduar Lenohingide yang dikonfirmasi berkaitan dengan sorotan lambatnya pelatikan menampik dengan kepala diningin. Ia mengakui bahwa pelanti-

kan itu penting dalam sebuah organisasi sebagai sebuah pertanda untuk menjalankan roda organisasi seperti KT. Menurut Edu, sapaan akrab Eduar Lenohingide bahwa kritikan teman-teman itu bagus dan perlu diterima dengan kepala dingin untuk ditindaklanjuti. Namun demikian, pihaknya bersama ketua akan berupaya agar serimoni itu segera dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. ‘’Sebelum rakernas KT, tentu akan didahului dengan rakerda guna penyusunan program kerja selama satu periode ke depan. Dalam program tentu akan disinkronkan dengan MoU antara KT Pusat dengan empat kementerian. Dijelaskan, MoU dengan empat kementerian itu terdiri dari Kementerian Kehutanan, Koperasi, Peternakan dan Perikanan. Tujuan dari MoU itu adalah dalam rangka pemberdayaan anggota karang taruna di daerah. ‘’Untuk itu saya imbau para pengurus KT di daerah agar segera menyusun program kerja sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah untuk pemberdayaan generasi muda. Pengurus di daerah pun perlu terus berkonsultasi dengan desa/ kelurahan dalam pembentukan KT yang belum ada,’’ katanya. Mengenai rencana pelantikan, Edu belum bisa memastikan kapan karena masih harus berkoordinasi dengan ketua yang selanjutnya akan meminta kesediaan gubernur untuk pelantikan. Pelantikan dilakukan gubernur karena sesuai dengan Permensos nomor 77 tahun 2010, termasuk dalam penerbitan SK kepengurusan ditandatangani gubernur. Menurut dedengkot KT Sultra itu bahwa hingga sekarang tercatat sebanyak 860 KT di Bumi Anoa. Organisasi ini perlu disuport dalam rangka pemberdayaan generasi muda yang ada di daerah. Adanya banyak peluang usaha pemberdayaan sesuai dengan MoU antara PB KT pusat dengan empat kementerian. (lut)

15

ULFAH/KP

Siswa SDN 3 Kendari Barat sibuk membersiihkan lantai kelas dari genangan air banjir.

Kendari,KP Hujan yang turun tanpa henti sejak dua hari terakhir di Kota Kendari membuat SDN 3 Kendari Barat digenangi air setinggi 20 cm. Genangan air yang masuk ke kelas membuat proses belajar mengajar (PBM) terpaksa dihentikan. Tampak para siswa dan guru sibuk mengeluarkan air. “Genangan air setinggi 20 cm atau setinggi betis orang dewasa seperti ini sudah tiga kali kami alami sepanjang tahun 2012 ini, disebabkan badan jalan raya yang lebih tinggi dari bangunan sekolah. Selain itu kecilnya drainase dalam pakarangan sekolah, tidak dapat menampung debit air dari drainase jalan,” kata Kepala SDN 3 Kendari Barat, H Sabudin SE. Sebagai solusi pihaknya telah mengajukan proposal bantuan ke Diknas Kota Kendari pada APBD-P 2011 lalu. Bahkan anggota DPRD Kota Kendari dan PNS Bappeda Kota Kendari pada akhir tahun 2011 lalu telah melihat lang-

sung kondisi SDN 3 Kendari Barat. “Kami berharap bantuan rehab gedung dengan peninggian pondasi dan penambahan ruang kelas akan segera terwujud,” lanjutnya. Ditanya akan kembali terulang terdapatnya genangan air di SDN 3 Kendari Barat pada saat ujian akhir sekolah bertaraf nasional (UASBN) nanti, karena masih musim hujan, dirinya menjelaskan akan mensiasatinya dengan permintaan bantuan ruang kelas SDN 2 Kendari Barat yang tidak tergenang air. “Jika hujan turun selama 1 jam, sekolah kami langsung tergenang banjir, karena itu di musim penghujan seperti ini kami khawatir sekolah akan sering tergenang air yang berakibat pada PBM siswa,” ujarnya sambil mengatakan di kompleks SDN 3 Kendari Barat juga terdapat tiga SDN lain yaitu SDN 2, 4 dan 13 Kendari, dengan SDN 2 Kendari Barat jarang tergenang air. (fas)


16

Xpresi 12

Ditra Rps Reedy ditrareedy@ymail.com SMKN 4 Kendari “Sm tuch ma tmanku... Gayax gak trtandingi ...ea biasax sich klu org kyk g2 BAGUS banget...BAGUS banget tuk d musnahkn....!? Hehe...” Marlian Thejhanchocommunitiy marlianmangidi@yahoo.co.id SMAN 1 Andoolo “Lw punya teman yg nyebalin or tebar posona ma’siapa sj.... Hmmmm lw sy ngak s’gan2 kerjain abis2san orang tersebut m’skipun dia tdk beruba2 jg... Yg jelasX sy harus puas kerjain dia yg akhirX sikafX beruba dikit..!

Ussy Chylssa Siimunyimunyi sulsiani@ymail.com SMAN 1 Sampara “Ya tgur aj dia,,truesss blng zma dia,jgan trllu klebihan gya nnkey mhy guyz :) IfDaar Nagg Brandalanznyaandepaly ifdar_rudifsan@yahoo.co.id SMAN 1 Sampara “Hump pling jengkel punx tmn kayak gitu end buat aqu seh bgusx tumbuh rahangx #P

Cziie Marwah ShercEllzz Dchyaidhowwey Sittimarwahsarabitu@yahoo.com SMAN 1 Tongkuno “Lempar pakek sandal. Hehehe,...orng kyak gtu emang bkind ngesel’in, tpi syukur dhe, di kelas aku nda ada . Klo ada makh, udh dri dlu ta’ lmpar muka’x pakek sandal :D AlFitry Thee Exactaa alfitryanti@yahoo.co.id SMAN 1 Wundulako “Iya she ngeselin buanget, orng kxk gtu dklzq jga ad hmm prlu di skak mat tuh spya tobat, alx TP buangetz mmbwt qta smw risih, yah untungan klo cakep klo standar huu ngak bnget ddhe” Wana Mayang Sari wanacutez@rocketmail.com SMAN 3 Wundulako “Kalo yg kayak gitu sechh harus di bina,, BINASAKAN. Hehehehehehe”

Iwith Chum’chum Miligh’na Rosady dwhy.astuty@yahoo.co.id Ilmu Komunikasi Unhalu “Langsung stek aja....biarr dyaa tau diri....hehehehe” RafCka Pareza Nesiousz rafckayagami@yahoo.com Pendidikan Ekonomi Unhalu “Klo z sich org yg suka tbar pesona dpan guru pling q nda suka aplgi tdk m.pnyai kmampuan akademik yg baik yg menang d.gya aja mending d.sndir scra haluss. Spya tdk t.lalu over yg bsa bwtq tmbah illfeel am dy” AnNa Love Green Penjaskre-rek Unhalu “Qluw menurut aQ d biarin ajha, tu khan namaX usaha dya tuk dket ma guru,,, qluw dya makaì cara yg baik pazti baik pula yg akan dya dapati,, s0 slagi gag membuat 0rg rizih segh, d biarin jha”

Syifa CeEmbem syifha_kindly@yahoo.co.id Pendidikan bahasa Inggris USN Kolaka “Mnurutq cuekin aj,tdk ush d.ladengi or d.prhkatin,smkn d.prhatikan smkn menjd2 aj tuch,entr jg dya bosan or cpe,klw tmn2 “ IkHa Chii MiCkey Akbid Pelita Ibu Kendari “Bete banget pux tmn seklas kyk gtu, Bgusx tuch lgsg di labrak aja, Sok2 tebar pesona ke sma org, Toh dy bkan yg terindah kok”

Selasa, 17 Januari 2012

Stop Tebar Pesona!!

PUNYA gaya sendiri itu wajar, en malahan lebih bagus karena menjadi ciri khas kepribadian kita. Tapi jangan terlalu over guys, apalagi kalo udah mengarah ke ajang tebar pesona.. Orang lain yang ngeliat kita pasti bakalan bete. Belum lagi kalo kita kemana-mana cari sensasi tuk menjadi pusat perhatian..ih malu-maluin dech!!! Punya teman sekelas or segank yang always tebar pesona di sana sini bukan hanya buat sebel., tapi juga bikin kita merasa nggak nyaman. Belum lagi kalo di bawaannya selalu pengen dipuji..hmm..yang gini ini nich kata Sari, yang bikin kita repot. Kata Sari, sebagai cewek kita memang pengen dilihat menarik dengan orang lain, apalagi untuk teman-teman cowok. Tapi bukan dengan melakukan halhal yang berlebihan, kemanamana harus make-up, pake perhiasan, dandan yang keren abis..cukup dengan menjadi diri sendiri, orang-orang pasti bakalan menganggap kita lebih manarik, intinya sech tampil apa adanya aja, bukan ada apanya.. Untuk bisa tampil menarik kata cewek berambut panjang itu, nggak hanya kecantikan di luar yang perlu. Kecantikan dari dalamlah yang paling penting, alias inner beauty. Meski udah pake make-up yang super tebal, kalo kita nggak ditunjang dengan kepribadian yang baik, itu juga nggak akan ada artinya. Karena nggak semua orang menilai penampilan orang lain hanya dari fisik, tapi juga dari sikap en prilakunya. Komentar Ria juga seperti itu. Siswi SMAN 2 Kendari itu ngaku, secara fisik ia memang nggak punya kelebihan apapun. Tapi bukan berarti ia harus cari sensasi untuk menarik perhatian orang lain. Sebab, tanpa ditebarpun pesona itu akan kelihatan juga. Sebaliknya, biar

ditebar kalo dasarnya kita emang nggak punya pesona, nggak bakalan ada yang simpati ama kita. Tampil sederhana, apa adanya en mengurangi action akan lebih bernilai, ketimbang banyak bicara en selalu melakukan hal-hal yang kurang penting. Itu hanya buang-buang energi kita Sari. Cewek yang hobi baca buku itu,

juga nggak pengen dibilang tebar pesona, makanya ia mengku lebih banyak diam, en mengintropeksi diri. Mana yang lebih layak ia lakukan, ia akan kerjakan, Sebaliknya yang nggak penting ditinggalin. So guys, sebelum membuat orang lain bete dengn prilaku kita, mending dari sekarang stop tebar pesona. (Piyan)

cuap-cuap

share

Icha (Mahasiswi Unhalu)

Chadidjah D. Selomo S.Psi (Psikologi)

Biar Banyak Teman

Cari Jati Diri

TEBAR pesona alias cari muka sih emang biasa saya lakukan, hehee.. gak di tempat kuliah, di rumah, atau bahkan sama teman-teman. Gak ingin apa-apa sih cuma sekadar narsis dan alay aja kok, xixixiii... Soalnya siapa yang bisa narsis pasti bakal lebih dikenal lho... coba saja. Dengan begitu kita pasti bakal banyak teman. Lagian kalo kita bisa berbuat yang begituan kan lebih banyak tebar pesonanya dengan hal-hal yang lucu, biar menghibur teman gitu loh... Tapi kalo ketemu sama teman yang suka tebar pesona dengan cari perhatian? Ihh.... jengkel banget dech. Pokoknya kalo doi suka cari perhatian pasti dech bakal kita jauhi dan yakin saja, teman pada menjauh. Gak pede banget dengan kemampuannya kali ya, harus caper segala. (Wulan)

REMAJA memang kebanyakan suka mencari perhatian. Mungkin di dalam ligkungan sekolah, di lingkungan pertemanan maupun di lingkungan keluarga. Tapi jangan jengkel ya dengan kelakuan dan tingkah mereka. Karena hal itu masih wajar saja, pada usia mereka memang suka mencari perhatian dengan berperilaku agak norak. Itu karena umumnya remaja masih dalam proses pencarian identitas diri. Tak heran bila mereka banyak melakukan sesuatu hal yang agak berlebihan, dengan tujuan untuk diperhatikan dan mencari sensasi. Hal itu dilakukan karena mereka ingin menjadi ikon di kalangan teman-temannya, iya pa gak? (Wulan)


Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

0 AC Milan v Inter Milan 1

Milan, KP Inter Milan membuka kembali jalan menuju Scudetto mereka setelah mengalahkan AC Milan 1-0 dalam Derby Della Madonnina yang berlangsung di Stadion San Siro Milan, Senin dini hari (16/1) WIB kemarin. Walau dalam hitungannya di laga ini Inter bertindak sebagai tim tamu, namun mereka tak gentar untuk menyerang rival sekota mereka itu sejak awal pertandingan. Hal itu berbuah hasil. Saatlagamemasukimenit kelima, Nerrazzuri mampu mencetak gol terlebih dahulu melalui sundulan Thiago Motta memanfaatkan situasitendanganbebas.Namun, gol ini dianulir karena Motta dinilai offside. Il Diavollo Rosso—sebutan lain AC Milan—memang menguasai jalannya babak pertama. Akan tetapi, tak satu pun gol yang mampu diciptakan duet Zlatan Ibrahimovic dan Alexandre Pato, sehingga skor kacamata bertahan hingga jeda. Diego Milito akhirnya membungkam Milanisti yang memenuhi San Siro saat laga babak kedua berjalan 8 menit. Dalam sebuah situasi serangan balik, ia mampu memanfaatkan kesalahan Ignazio Abate dalam usahanya memotong bola silang dari Javier Zanetti. Milito yang mendapatkan bola tersebut langsung membawanya ke kotak penalti

Milan, dan Abate mencoba mengejar. Unggul sekitar tiga langkah dari Abate membuat striker Argentina ini mampu menaklukkan Christian Abbiati dan membuat La Beneamata unggul 1-0. Kemenangan ini menjadi penting bagi Inter. Meski tetap tertahan di peringkat kelima, namun mereka kini memperkecil jarak ketertinggalan menjadi enam angka saja dengan pimpinan klasemen Juventus, yang di laga sebelumnya malah ditahan Cagliari 1-1. Sedangkan bagi Milan, ambisi mereka untuk menyalip Juve gagal. Dengan hasil itu, Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri mengaku menyayangkan banyaknya peluang terbuang. Soal kegagalan timnya bikin gol, itu disebut Allegri lantaran sang lawan tidak memainkan sepakbola dan cuma bertahan. “ Jika Anda melihat pertandingannya, Inter hanya menunggu untuk melakukan serangan balik dan menempatkan 10 pemain di belakang bola, jadi tak mudah buat kami mencari ruang. Kami harus mencetak gol cepat atau menghadapi tembok. Kami punya beberapa kesempatan untuk menyamakan kedudukan, tapi kami tak cukup tajam dan performa kiper (Inter) juga baik dengan

melakukan beberapa penyelamatan. Jelas kalau Milan bermain dan Inter bertahan,” kata Allegri usai laga dilansir Football Italia. Sementara itu pelatih Inter Milan, Caludio Rannier mengatakan, hasil tersebut merupakan kemenangan pertama Inter setelah selalu kalah dalam tiga laga derby sebelumnya. Hasil ini juga sekaligus menjadi kemenangan keenam secara beruntun yang dibukukan. “ Kami membuat langkah besar dan penting untuk mengalahkan Milan, pertama dalam head-to-head. Tiga kekalahan dari Juventus, Napoli dan Udinese memberi kami pelajaran,” ujar pelatih yang dijuluki The Tinkerman itu kepada Football Italia. Meski demikian, Ranieri masih enggan berbicara tentang scudetto. Ia hanya ingin membawa Inter menjalani laga demi laga untuk perlahan merangkak naik. “ Sejak hari pertama datang, saya katakan scudetto berada di luar kami. Juventus melambat dan kami menghentikan Milan akhir pekan ini. Hal pertama adalah meraih tiket Europa League, sekarang langkah selanjutnya adalah Liga Champions. Anda tahu ini ada di DNA Inter, berjuang untuk gelar. Tapi musim ini kami harus menjalaninya laga demi laga,” rendahnya. (bas/dwi)

AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE

Pergerakan lincah gelandang Inter Milan Yuto Nagatomo (kiri) membuat defender AC Milan asal Ghana Prince Kevin Boateng harus bekerja ekstra mempertahankan area penjagannya dalam laga derby, dinihari WIB kemarin. Inter menang 1-0.

4 Barcelona v Real Betis 2

Mental Pemenang

AFP PHOTO/ ADRIAN DENNIS

Meski berhasil mencetak gol cepat, namun mesin gol Arsenal Robin van Persie (kiri) tak dapat menyelamatkan klubnya dari kekalahanketikameladeniSwanseaCitydilanjutanpartaiLiga Premiership di The Liberty Stadium. Swansea menang 3-2.

3 Swansea v Arsenal 2

Meriam Memble London, KP Arsenal tak mampu membendung kolektivitas permainan Swansea dan harus mengakui keunggulan si Angsa dengan skor 3-2 dalam laga yang berakhir dinihari WIB,

Baca MEMBLE Hal 18

Barcelona, KP Empat gol dilesakkan Barcelona ke gawang Real Betis sebagai sebuah pembuktian dari para nominator mereka di Ballon d’Or, Xavi dan Lionel Messi dalam lanjutan La Liga Primera Spanyol di Nou Camp, Senin dini hari (16/6) WIB kemarin. Laga ini diawali dengan prosesi pemberian Ballon d’Or kepada Lionel Messi. Namun, justru Xavi lah yang unjuk gigi pertama kali. Ketika laga baru memasuki menit ke-9, Xavi membuktikan bahwa dirinya sebenarnya juga layak mendapatkan gelar tersebut. Memanfaatkan bola muntah tendangan Cesc Fabregas yang membentur tiang gawang, Xavi dengan mudah membawa Blaugrana unggul 1-0. Lionel Messi tak mau kalah. Dua menit kemudian, giliran Pemain Terbaik Dunia FIFA 2011 ini menggedor jala gawang Betis. Berawal dari umpan terobosan Andres Inesta, tanpa kontrol Alexis Sanchez langsung mengirimkan umpan terukur kepada Messi di tengah kotak penalti.

Sontekan pemain Argentina ini pun membawa Barca unggul dua gol. Pelan tapi pasti, Betis mencoba bangkit. Setelah hampir menahan alur serangan Blaugrana selama sekitar 20 menit, mereka akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Ruben Castro. Sontekannya menipu Victor Valdes ini tak lepas dari through pass yang dikirimkan oleh Salva Sevilla. Skor 2-1 ini bertahan hingga babak pertama usai. Betis akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-53. Sebuah tendangan keras dari kaki kanan Roque Santa Cruz memanfaatkan bola sodoran Ruben Castro. Masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua, Cruz mampu melepaskan tendangan ke sudut kiri atas gawang Victor Valdes. Nou Camp terhenyak karena skor berubah menjadi 2-2. Barca pun kembali meningkatkan serangan mereka dan mencoba mencari celah dari pertahanan Betis yang kini kian rapat. Namun, petaka bagi Betis datang pada menit ke-70. Mario diusir keluar karena mendapatkan

AFP PHOTO/ JOSEP LAGO

Pemain terbaik FIFA 2011 yang juga striker andalan Barcelona, Lionel Messi (kanan) mengontrol bola sebelum mencetak gol ke gawang Real Betis pada pertandingan di Stadion Camp Nou. kartu kuning keduanya di laga ini. Dengan 10 pemain, mereka pun tak kuasa menahan Barca yang kian leluasa mengobrak-abrik mereka. Kaki kanan Alexis Sanchez membuat

Barcelona unggul 3-2 di menit ke-75. Memanfaatkan umpan matang Xavi ia mampu memperdaya Casto. Sepuluh menit jelang laga ditutup, giliran Li-

Baca MENTAL Hal 18


18

Kendari Pos | Selasa, 17 Januari 2012

Baru 14 Cabor Lolos Pra PON Anggaran Hanya Rp 6,8 milliar Kendari, KP Delapan bulan lagi, event empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, akan berlangsung di Riau. Saat ini, Sultra sudah meloloskan 14 cabor yaitu, Sepakbola, Softball, Kempo, Angkat Berat, Karate, Billiard, Tinju, Atletik, Bulu Tangkis, Balap Sepeda, Wushu, Gulat, Balap Motor dan Takraw. Sekum KONI Sultra, Erickson Ludji menerangkan, 14 cabor itu telah memastikan tiket lolos menuju PON. Sayang, jatah anggaran yang diplot daerah sebesar Rp 6,8 miliar dianggap jauh dari harapan. Terlebih sangat banyak kebutuhan untuk pembiayaan menuju PON nanti. Ada beberapa cabor yang atletnya banyak seperti sepakbola, dayung dan softball. “ Sekarang kita sedang mem-

Erickson Ludji persiapkan diri untuk mengantisipasi itu semua,” katanya. Langkah awal yang dilakukan kini hanya dengan mengadakan rapat intern antar pengurus KONI demi menghimpun data beberapa cabor yang telah masuk pada sekertariat,

Ingin Dua Tahun Lagi

sehingga estimasi angggaran bisa diperketat. “ Kita harus menyusun misalnya, tim anggaran untuk mengetahui berapa kontingen, lalu kegiatan seperti apa. Kemudian tim teknis, mengantisipasi apakah kita harus melalui TC berjalan atau TC kampus. Semuanya akan digabung apakah anggaran kita ini cukup. Jika tidak, kita harus memiliki beberap alternatif. Misalnya, waktu TC yang kita kurangi atau lainnya,” terangnya. Lebih lanjut Erickson menjelaskan, data 14 cabor itu belum final karena ada beberapa cabang lainnya yang diprediksi bisa lolos pada PON nanti. Misalnya, dayung yang sudah memastikan 70 atletnya lolos namun belum memasukan data, Silat yang baru akan Pra PON 19 Januari ini. “ Yang jelas semua harus kita antisipasi. Hasil rapat ini, akan kita laporkan pada Ketua KONI untuk tindaklanjutnya,” tandas Erickson. (m1)

Jakarta, KP Akhir musim ini kontrak Jorge Lorenzo bersama Yamaha akan habis. Tak ingin pergi dari Tim Garpu Tala, Lorenzo pun berencana tinggal dua tahun lagi di sana. Lorenzo pertama kali tampil di panggung balapan motor kelas primer pada 2008 setelah dua kali berjaya di kelas 250 cc pada tahun 2006 dan 2007. Penampilan impresif langsung ditunjukkan Lorenzo di musim perdananya. Menyelesaikan musim di posisi keempat klasemen, Lorenzo, berhasil merengkuh gelar Rookie of The Year. Di musim berikutnya statusnya berubah jadi penantang serius juara bagi rekan setimnya, Valentino Rossi, meski akhirnya cuma mendapat gelar runner-up. Barulah di musim 2010 Lorenzo membuktikan dirinya adalah pembalap MotoGP papan atas dengan merengkuh titel juara dunia untuk pertama kalinya. Musim lalu nasibnya kurang beruntung saat performa Yamaha jeblok dan ia pun harus puas finis di bawah juara dunia, Casey Stoner. Di musim 2012 adalah masa terakhir Lorenzo mengunggangi motor Yamaha. Apakah artinya ini Lorenzo ingin memberikan persembahan terakhir berupa gelar juara dan mencari petualangan baru di tim lain ?. Untuk hal satu itu Lorenzo menegaskan jika dirinya tak berpikir untuk meninggalkan Yamaha dan ingin memperbaharui kontraknya hingga 2014, sekaligus mengembangkan motor 1.000 CC yang kompetitif. “ Memang tahun ini adalah kontrak terakhir saya bersama Yamaha. Tapi saya tak ada keinginan untuk meninggalkan tim ini. Tim ini sudah memperlakukan saya dengan sangat baik sejak pertama kali gabung ke sini. Keinginan saya adalah memperpanjang kontrak untuk dua tahun ke depan dan mengembangkan motor

Memble .................. kemarin. The Gunners—julukan Arsenal— sebenarnya terlihat akan menang besar di pertandingan ini setelah ketika laga baru berjalan lima menit, sudah berhasil unggul melalui mesin gol mereka, Robin van Persie. Pemain Internasional Belanda tersebut berhasil memanfaatkan umpan terobosan Andrei Arshavin dan dengan sedikit menggiring bola, RvP berhasil menempatkan bola di sudut sempit gawang, 1-0 untuk Arsenal. Meski unggul cepat, namun pertandingan tampaknya belum didominasi oleh Arsenal, bahkan Swansea juga tetap tampil percaya diri dan meny-

erang. Sebuah kesalahan dilakukan oleh Aaron Ramsey di dalam kotak penalti Arsenal, Ramsey secara tak sengaja menjatuhkan Nathan Dyer, wasit pun langsung menunjuk titik putih. Scott Sinclair yang menjadi algojo penalti, dengan tenang berhasil menaklukkan Wojciech Szczesny dan mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1. Pertandingan pun berjalan terbuka, Arsenal benar-benar mendapatkan lawan yang kuat di pertandingan ini. Di babak kedua, baik Swansea dan Arsenal masih tetap memainkan permainan yang terbuka, pertandingan ini

benar-benar menarik. Permainan cepat dan umpan-umpan jauh ala Arsenal berhasil diimbangi oleh permainan satu dua sentuhan yang diperagakan oleh Swansea. Hasilnya, di menit ke58 sebuah tendangan keras dari Nathan Dyer berhasil membuat Swansea berhasil membuat Szczesny memungut bola dari gawangnya untuk yang kedua kalinya, dan membawa Swansea unggul 2-1. Arsenal baru berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-68, umpan terobosan Johan Djourou berhasil diselesaikan dengan cukup manis oleh Theo Walcott, se-

buah penyelesaian akhir yang cukup istimewa. Namun, Swansea bukanlah tim yang pantas dianggap remeh di Liga Premier Inggris musim ini, meski berstatus tim promosi, mereka mampu menampilkan sepak bola indah. Hasilnya, sebuah serangan balik yang sangat cepat berhasil membuat Swansea kembali unggul 3-2, gol ketiga Swansea ini dicetak oleh Danny Graham. Hingga wasit meniup peluit panjangnya, keunggulan 3-2 berhasil dipertahankan oleh Swansea, dan membuat Arsenal pulang dengan tangan hampa. Sang Professor tim Meriam itu, Arsene Wenger mengaku

kecewa dengan kekalahan anak asuhnya yang menurutnya berlangsung singkat di Stadion Liberty. “ Saya rasa kami sangat bersalah saat menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Kami merasa masih ada waktu luang untuk memenangkan pertandingan. Kami langsung kalah 3-2! Mereka langsung berjuang di saat kami merasa mereka masih akan memberikan semangat pada kiper mereka. Kami gagal memaksimalkan beberapa peluang emas dan dipertandingan seperti ini anda tidak akan mendapatkan kesempatan berikutnya, ,” kata Wenger pada Sky Sports usai laga. (bas/dwi)

Jorge Lorenzo 1.000 CC bersama Yamaha,” tutur Lorenzo dalam kunjungannya ke Indonesia, akhir pekan lalu. (dc/dwi)

Mental ........ onel Messi yang mencetak gol melalui titik putih. Penalti diberikan Chechu Dorado kedapatan hands ball di kotak terlarang dan skor 4-2 mengakhiri laga ini. Hasil ini bukan hanya membawa Barcelona menguntit Real Madrid di puncak klasemen dengan marjin lima angka saja. Namun menjadi pembuktian tersendiri bagi Xavi yang baru saja menjadi nominator termasuk dalam penampilan ke-400-nya di La Liga, serta Messi yang merebut Ballon d’Or lalu. Sementara bagi Betis, kekalahan ini menyebabkan mereka terlempar dari 10 besar dan menghuni peringkat 11 klasemen sementara La Liga. Josep Guardiola memberikan pujian kepada timnya meski sempat membuang keunggulan 2 gol dari Betis. Menurutnya keinginan kuat untuk menang pada akhirnya membuat mereka berhasil mengemas 3 angka. “ Hasil ini adalah konsekuensi dari keinginan kuat untuk tidak kalah yang sudah terbentuk dalam waktu bertahun-tahun,” kata Pelatih yang terus membawa Barcelona memenangi sejumlah gelar itu. Dalam kesempatan itu, Guardiola juga mengatakan jika Barcelona ingin mengajukan banding atas kartu kuning Andres Iniesta saat tim Catalan itu menjamu Real Betis di Camp Nou. Iniesta didakwa wasit melakukan diving di dalam kotak penalti pada babak kedua sekalipun pada tayangan ulang pemain asal Spanyol itu memang terlihat dilanggar oleh Jefferson Montero. Guardiola lantas memberikan konfirmasi jika pihak klub akan melakukan banding atas kartu kuning yang diterima Iniesta. (bas/dwi)


19

Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

Stroberi Bikin Gigi Putih

BANYAK orang mencoba memutihkan gigi dengan cara bleaching atau menggunakan pasta gigi yang mengandung pemutih. Sayangnya, tidak semua orang suka melakukan cara tersebut. Buah-buahan

tertentu sebenarnya juga bisa membantu memutihkan gigi, yang paling ampuh stroberi. Selain untuk dikonsumsi sebagai minuman, stroberi juga bermanfaat untuk kecantikan kulit karena men-

gandung vitamin B1, B2, C dan provitamin A yang dapat membantu menghaluskan kulit, membuat kulit lebih cerah, dan mencegah pengeriputan.

Tak hanay itu, stroberi juga merupakan salah satu makanan yang secara alami dapat memutihkan gigi. Asam malat yang terkandung dalam stroberi bertindak sebagai zat yang

akan mengikis dan menghilangkan beberapa noda pada permukaan gigi. Caranya, buah stroberi yang dijus, ampasnya diambil dan digosokkan ke gigi, lalu diamkan beberapa saat dan berkumurlah. Jika dilakukan secara teratur maka bisa untuk merawat gigi. Ada juga cara lain, yaitu stroberi yang dicampur dengan setengah sendok teh baking soda bisa bertindak sebagai pemutih gigi. Oleskan campuran tersebut ke seluruh permukaan gigi selama 5 menit untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, seperti dilansir Livestrong. Namun perlu diperhatikan, jangan menggunakan stroberi terlalu sering, karena asam dapat merusak enamel gigi. Sebaiknya, penggunanan metode ini tidak lebih dari satu kali dalam seminggu. Stroberi merupakan buah yang mengandung banyak vitamin C dan mangan. Stroberi juga dikualifikasikan sebagai sumber yang bagus untuk diet fiber, iyodin, potasium, folat, riboflavin, vitamin B5, asam lemak omega 3, vitamin B6, vitamin K, magnesium,dan besi. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal, sebaiknya buah stroberi yang telah dipotong, dicuci dan dikeringkan, bisa untuk disimpan pada suhu 41 derajat F atau 5 derajat C. (dc/rel)

Kopi Pahit Cegah Kencing Manis TAK sekedar menghangatkan suasana pagi hari, secangkir kopi juga bermanfaat bagi kesehatan. Jika selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kesehatan jantung, kini kopi juga terbukti bermanfaat untuk mencegah kencing manis atau diabetes. Manfaat kopi dalam mengurangi risiko diabetes sebenarnya sudah dikenal lama, meski secara pasti mekanismenya belum diketahui. Kini sebuah penelitian terbaru di Huazhong University of Science and Technology kembali menguatkan dugaan tersebut. Dalam penelitian yang juga dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tersebut terungkap, konsumsi 4 cangkir kopi setiap hari bisa mengurangi risiko diabetes hingga 50 persen. Tiap penambahan 1 cangkir kopi, risiko kembali berkurang 7 persen. Menurut para peneliti,

sedikitnya ada 3 kandungan senyawa alami yang terkandung di dalam kopi dan berkhasiat mengurangi risiko diabetes. Seperti dikutip dari WebMD, kemarin, ketiganya adalah kafein itu sendiri, asam kafeat dan asam klorogenik. Risiko diabetes atau kencing manis yang bisa dikurangi melalui konsumsi kopi adalah diabetes melitus tipe-2 (DM Tipe-2). Tipe diabetes ini paling banyak ditemukan, jumlahnya sekitar 90-95 persen dari total seluruh pengidap diabetes termasuk yang tipe 1. Diabetes tipe 2 pada umumnya diderita oleh orang dewasa, meski kadang-kadang anak-anak juga bisa mengidapnya. Jika diabetes tipe 1 biasanya diperoleh sebagai kelainan bawaan sejak lahir, diabetes tipe 2 lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Pada diabetes tipe ini, kemampuan tubuh untuk mengolah gula

berkurang atau bahkan tidak berfungsi sama sekali sehingga kadar gula dalam darah menumpuk. Kompilasi dari gang-

guan ini cukup beragam, mulai dari gagal ginjal, kerusakan retina mata serta impotensi pada lakilaki. (dc/rel)


20

Kendari Pos |Selasa, 17 Januari 2012

Anggaran Sedikit, KPU Meradang

Tiga Balon Gubernur Dekati PKS Kendari, KP Punya lima kursi di DPRD Sultra membuat PKS menjadi “gadis cantik” yang didekati banyak bakal calon gubernur, meminta dukungan politik di Pilgub 2012 ini. Sejauh ini, sudah ada tiga calon yang berkomunikasi intens dengan partai berbasis ideologi Islam itu. Mereka adalah Buhari Matta, Ali Mazi dan calon incumbent Nur Alam. “Diantara ketiga calon ini sudah ada yang membuat permohonan secara tertulis berupa profil, untuk meminta dukungan. Untuk saat ini, tiga nama itu sudah memasukan niatnya secara resmi terhadap partai kami,” jelas La Pili, Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Sultra, kemarin. Kata La Pili, hingga saat ini hampir semua kandidat yang telah menyatakan sikap maju di Pilgub nanti, terus melakukan pendekatan dengan PKS.

Lebih lanjut wakil ketua DPRD Sultra ini mejelaskan, PKS saat ini sedang melihat secara jeli, dari seluruh calon yang telah menggaungkan diri maju di Pilgub. Sebab, dari seluruh calon itu pasti ada yang memiliki keunggulan dan kelemahan. Nah, semua itu kata dia akan melalui proses pengkajian yang akan diputuskan pada musyawarah bersama. “Kalau mau menyampaikan siapa yang terbaik belum saatnya. Nanti, kalau sudah resmi kepada calon yang bersangkutan dan kita sampaikan kenapa kita memilih dia,”ujarnya. Lantas bagaimana jika dari seluruh kandidat itu, ada yang telah sukses menjadi pemimpin menggunakan partai PKS baik di kabupaten ataupun di provinsi ? La Pili menegaskan, untuk konteks itu bukan sebagai patokan. Dukungan langsung, biasanya diberikan jika calon telah paten didapatkan.

Sebab, masing-masing daerah mempunyai pertimbangan, untuk dijadikann rujukan. Misalnya, Kokala mengatakan calon ini, belum tentu di Kota Kendari langsung setuju. “Untuk konteks Pilgub, kita akan tanyakan semuanya pada daerah masing-masing. Tentu kita punya mekanisme yang akan diputuskan secara bersama-sama,” katanya. Legislator Dapil Muna ini menambahkan, untuk menentukan siapa calon yang bakal diusung pada Pilgub nanti, PKS memilih mekanisme tersendiri melalui jalur silaturahim terhadap para kandidat. Itu, melalui tim khusus yang dibentuk pada wilayah di Sultra dalam melakukan komunikasi. Semua calon nantinya akan dipersepsikan sama namun akan dilihat sejauhmana tingkat elektabilitas maupun pembangunan terhadap daerah dan masyarakat.(m1)

Pilgub Terancam Molor Kendari, KP Alokasi anggaran Pilgub Sultra yang jauh sekali dari usulan yang disodorkan KPU Sultra membuat lembaga penyelenggara pemilu itu meradang. Dari angka Rp 140 M yang mereka sodorkan ke Pemprov, hanya setenganya yang disetujui. Gara-gara itu, dengan alasan sudah rasional menghitung, dana Rp 70 M yang diberikan itu hanya akan cukup sampai empat bulan tahapan, atau berdasarkan jadwal yang sudah mereka susun, hanya akan sampai tahapan pencalonan perseorangan saja. “Jadi, jangankan pencoblosan, pencalonan dari parpol saja kita sudah tidak bisa. Kami sudah sepakat, bahwa anggaran Rp 70 M yang diberikan Pemprov itu hanya akan dipakai sampai empat bulan tahapan, selanjutnya akan kami lanjutkan setelah diberi tambahan anggaran,” kata Abd Syahir, komisioner KPU Sultra, kemarin. Ia lantas menyodorkan berita acara hasil pleno anggota KPU tertanggal 10 Januari, mengenai masalah ini. Dalam pleno itu diputuskan, anggota KPU akan meminta waktu untuk bertemu Gubernur Sultra guna mengkonsultaskan soal anggaran tersebut. Para anggota KPU juga menyepakati, hanya akan melaksanakan tahapan Pilgub sesuai besaran anggaran yang sudah dialokasikan dengan mengacu pada jadwal yang sudah ditetapkan KPU. “Tahapan

ini akan kami mulai April nanti,” lanjut Syahir. Nah, berdasarkan draft tahapan dan jadwal yang sudah disusun, dengan melihat alokasi anggaran yang hanya Rp 70 M, KPU setelah merinci item kegiatan dan pembiayaan, anggaran itu hanya dapat membiayai tahapan dan jadwal selama 4 bulan. Setelah itu, KPU Sultra akan menghentikan dan menunda semua tahapan yang sudah disusun, sambil menunggu penambahan anggaran. “Kami juga sepakat sebelum meneken Nota Hibah Daerah nanti, akan dilakukan kajian bersama lebih awal guna mengetahui secara jelas jumlah anggaran dan batas pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran yang dimaksud,” tambah mantan anggota KPU Kota Kendari itu. Bahkan, lanjut Syahir, sebelum NPHD dan tahapan diteken, akan dikonsultasikan dulu ke KPU Pusat. “Kalau anggarannya ini tidak ditambah, maka Pilgub yang kami jadwalkan November 2012 nanti, pasti akan bergeser,” kata Syahir lagi. Pasalnya, anggaran yang ada hanya akan sampai di tahapan pencalonan perseorangan, belum masuk di pendaftaran calon dari parpol, apalagi kampanye dan pencoblosan. Itu berarti masih sangat banyak tahapan yang akan tertunda jika anggaran tidak ditambahkan lagi. Menurut Syahir, jika nanti penambahan anggaran akan dialokasikan di APBD Perubahan, maka KPU tetap akan menghentikan tahapan sembari menunggu dicairkannya anggaran di APBD Perubahan, yang diperkirakan bulan November.

Dengan begitu, jika nanti tahapan dihentikan bulan Agustus, maka baru akan dimulai lagi November atau Desember nanti, yang berarti tahapan memang akan bergeser. “Sejak awal, kami ingin agar KPU dimintai penjelasannya mengenai usulan ini, agar kita bisa sama-sama merasionalkan ini, yang mana yang penting dan yang mana yang bisa dikurangi. Jangan gelondongan dikasih Rp 70 M, ini kan kandang paksa namanya,” tuturnya. Korda KPU Buton, Wakatobi ini menambahkan, banyak pembiayaan yang sulit dipotong begitu saja, khususnya berkaitan dengan pembiayaan badan-badan ad hock seperti PPK/PPS dan PPDP khususnya di kabupaten/kota. Para penyelengara di tingkat masyarakat itu, tentu akan menolak bekerja jika honorariumnya berbeda dengan alokasi anggaran yang diberikan KPU kota/kabupaten yang memang mengalokasikan anggaran berdasarkan Permendagri. “Kalau hanya dianggarkan Rp 300 ribu perbulan, percaya saja mereka tidak akan kerja. Dipotong Rp 20 ribu saja waktu Pemilu, banyak yang protes,” tandasnya. Makanya, ia berharap agar Pemprov dan DPRD Sultra meninjau ulang keputusan mereka yang hanya mengalokasikan anggaran sangat kecil itu, apalagi masih ada kesempatan memperbaharui mengingat APBD 2012 belum ditetapkan, masih dalam tahap evaluasi Kemendagri. Syahir yakin, Pilgub tidak akan berjalan sesuai jadwal tahapan yang sudah mereka susun jika anggarannya tidak mencukupi.(abi)

PDS akan Gugat UU Pemilu ke MK

Buhari Matta

Nur Alam

Ali Mazi

Kadispora Sultra Bidik Kursi Bupati Konawe dalam melakukan sosialisasi harus berjalan normal tanpa saling merusak satu sama lain. “Saya akui gaung Pilkada seantero Konawe mulai berhembus, saya ingin maju tapi tunggu saja tanggal mainnya. Insya allah, niat untuk maju memimpin terkabulkan,” paparnya. Sayang, kapan waktu mendeklarasikan diri maupun

Tasman Taewa Kendari, KP Satu persatu nama-nama calon pemimpin Konawe untuk periode 2013-2018 bermunculan ke publik. Berbagai atribut sosialisasi para calon itu kini bertebaran di tiap sudut wilayah Konawe. Salah satu yang disebut-sebut akan menjadi pesaing dan punya peluang menggantikan Lukman Abunawas adalah Tasman Taewa, yang kini menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra. Tidak seperti bakal calon lainnya yang secara terbuka sudah memperkenalkan diri, Tasman masih memilih hati-hati membicarakan soal ini. Kendati begitu, ia tidak menampik adanya niat untuk maju di Pilkada Konawe. “Saya tidak mau terburuburu menyatakan sikap untuk maju di Pilkada Konawe,” kata Tasman Taewa, kemarin. Ia mengatakan, masih menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan diri maju di Pilkada. Katanya, dari beberapa calon yang sudah menampakan diri memiliki peluang sebagai pemimpin. Sebab, mereka semua adalah kader terbaik. Hanya saja semua harus mengikuti aturan pemilukada. Misalnya,

melalui partai apa, Tasman memilih no coument. Ia hanya menyatakan pasti akan maju bertarung, untuk melanjutkan kepemimpinan seniornya yaitu Bupati yang terpilih dua kali Lukman Abunawas. Dikatakannya, untuk menjadi seorang pemimpin serang kandidat harus mampu mencurahkan segalanya untuk mema-

jukan daerah. Lalu, memperjuangkan apa yang diaspirasikan oleh masyarakat harus didengarkan, dengan baik sektor pembangunan maupun tingkat perekonomian. “Intinya saya siap tapi semuanya saya masih bungkus. Tunggu saja, yang jelas saya akan maju untuk melanjutkan maupun membangun Konawe,” tukasnya.(m1)

Jakarta, KP Ketua umum Partai Damai Sejehtera (PDS), Dr Denny Tewu menegaskan berapapun Parliamentary Threshold (PT) yang ditetapkan nantinya oleh Undang-Undang (UU), partainya harus tetap siap sebagai partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2014. “Ini merupakan now or never dan PDS tetap siap termasuk apakah akan menggunakan sistem PT empat persen ataupun sistem demokrasi lainnya yang lebih sesuai dengan Empat Pi-

lar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara,” kata Denny Tewu, kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/1). Namun jika nantinya PT ditetapkan empat persen, itu sama artinya para pihak yang membuat UU tidak paham azas Kebhinekaan Tunggal Ika dan NKRI. Karena itu, kata dia, PDS akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), ujarnya. Dari sisi internal PDS lanjutnya, tetap melakukan konsolidasi secara optimal.

”Tentunya tetap mempersiapkan konsolidadi partai secara optimal serta harus berjuang secara maksimal agar tetap tampil mewarnai kemajemukan politik dan budaya serta keragaman di Indonesia. “PDS adalah representasi pluralisme,” tegasnya. Denny mengaku awal reformasi sedikitnya ada 19 Partai Kristen berkompetisi untuk melanjutkan Perjuangan Parkindo dan Partai Katolik yang fenomenal pada masa di awal kemerdekaan Republik Indonesia. (jpnn)


Kendari Pos Edisi 17 Januari 2012  

E_Paper Kendari Pos

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you