Issuu on Google+

Senin, 16 Agustus 2010

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendaripos.co.id

Rekapitulasi KPU

Tafdil 26,7 Persen, Subhan 25 Persen Kasipute, KP Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bombana berakhir semalam. Hasilnya, dari enam pasangan calon Bupati yang bersaing di Pemilukada Bombana Minggu (8/8) lalu, ternyata tidak satupun yang memenuhi target 30 persen lebih suara sesuai yang disyaratkan agar Pemilukada berlangsung satu putara. Artinya, Pemilukada Bombana akan berlangsung dua putaran. Rapat yang dipimpin ketua KPU Bombana Drs Alpian, dihadiri empat anggotanya, Iskandar, Ashar, Hamid Munsir dan Ashari Usman serta 22 Panitia Pemungut Kecamatan (PPK) dan saksi dari enam pasangan calon, menetapkan pasangan Tafdil-Masyura (Tamasya) sebagai peraih suara terbanyak pertama. Kandidat calon Bupati nomor urut dua ini mengumpulkan 19.909 atau 26,7 persen dari

Demokrat Tunggu Hasil Survey

74.451 suara sah. Di posisi kedua ditempati Muhammad Subhan Tambera-Aziz Baking (Serasi). Pasangan calon Bupati nomor urut lima ini meraih 18.665 suara atau 25 persen dari suara sah. Disusul AtikurahmanHasmin Marunta (Amin) dengan 15.866 suara atau 21,3 persen serta Muhtar Aliehasan-Ahmad Yani (Murni) diposisi keempat. Pasangan calon Bupati nomor urut satu ini meriah 12.943 suara atau 17,3 persen. Sedangkan Bustam-Abdul Rauf Abidin (Absar) berada di posisi kelima dengan perolehan suara 5.655 atau 7,5 persen dan pasangan yang menjadi juru kunci adalah Syamsahril-Mansur Lababa (Sama). “Sama” hanya meraih 1.413 suara. Ketua KPU Bombana Drs Alpian mengatakan, dari perolehan rekapitulasi suara di 22

Kendari, KP Partai Demokrat Sultra sangat hati-hati menyikapi hasil Pemilukada Bombana. Pasalnya pemilukada yang harus dilangsungkan hingga dua putaran, menandakan persaingan antara calon berlangsung ketat. Karena itu, ketua DPD Demokrat Sultra, Imran menegaskan, partainya akan betul-betul menerapkan mekanisme survey untuk mendukung pasangan calon apakah Subhan Tambera-Asiz Baking (Serasi) atau Tafdil-Masyura (Tamasya). ‘’Kita akan lihat elektabilitasnya yang tertinggi berdasarkan hasil survey untuk menentukan mendukung yang mana,’’ ujarnya. Sampai saat ini, Demokrat Sultra belum melakukan pertemuan membahas hasil pemilukada Bombana. Namun dalam waktu dekat hal tersebut harus dilakukan menjelang dilangsungkannya putaran kedua. Mengenai beredarnya berita bahwa Demokrat sudah mengarahkan dukungan pada SERASI, ia menampiknya. ‘’Belum ada dukungan ke calon manapun. Kita tunggu hasil survey dan rapat nanti,’’ tukasnya.(cr2/ong)

Baca TAFDIL di Hal. 8

RI-Malaysia Memanas Abuhanifa Pahege SH PEMAKNAAN puasa tetap sama dari ujung dunia yang satu ke ujung dunia yang lain. Muslim yang tinggal mulai dari kutub Afrika, kutub Eropa, Amerika sampai di Kendari memberikan pengertian tetang puasa seperti yangsama, yakni, menyangkut dua hal: zohir dan bathin. Halhal zohir hampir semua orang telah memahami bahwa ketika seseorang menjalankan ibadah puasa maka ia diwajibkan menahan lapar, dahaga, menjaga tutur kata, mengawasi pandangan, pendengaran dan hal-hal apa saja yang dilarang oleh agama. Kaitan dengan bathin, ini menyangkut hablunminallah. Hubungan setiap muslim dengan tuhannya. Kualitas keimanan dan ketakwaan dalam hal ini kualitas ibadah puasa yang dijalankan setiap Ramadhan sangat tergantung pada individu masing-masing. Yang pasti, Allah telah mewahyukan kepada umat yang beriman tentang kewajiban puasa. Kalau kita tidak beriman, Allah tidak mewajibkan untuk berpuasa. Allah hanya mewajibkan kepada orang-orang yang beriman. Kalau kita semua mengklaim diri sebagai orang beriman, maka tegakkanlah puasa. Kata Allah, yaa ayuhallazina amanu, kutiba alaikumushiam...(*)

Asriadi

Erwan

Seivo Grevo Wewengkang

Jakarta, KP Penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) RI yang sedang berpatroli di perbatasan laut oleh Marine Police Malaysia (MPM) berbuntut panjang. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana melakukan protes keras kepada pemerintah Negeri Jiran. Penangkapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu dinilai tidak relevan. Karena, para petugas itu ditodong senjata dan disandera MPM pasca bertugas mengamankan tujuh nelayan Malaysia yang menerobos batas laut Indonesia.

Tadi malam, pihak Kemenlu telah mengupayakan pembebasan tiga petugas yang bertugas di DKP Provinsi Kepulauan Riau tersebut. Bahkan, Menlu Marty Natalegawa telah berkomunikasi dengan KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Johor Baru untuk menangani kasus tersebut. “Untuk saat ini kami mengupayakan akses kekonsuleran bagi tiga petugas itu dalam waktu dekat,” ujar Juru Bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah di Jakarta kemarin (15/8). Tiga petugas itu ditangkap di perairan Tanjung Berakit, Bintan, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Jumat (13/8) kemarin.

Mereka adalah Asriadi ,40; Erwan ,37; dan Seivo Grevo Wewengkang, 26. Ketiganya ditangkap ketika sedang melakukan patroli di area perbatasan Indonesia-Malaysia. Penangkapan itu terjadi tidak lama setelah petugas DKP menahan tujuh nelayan Malaysia yang melakukan aktivitas mencurigakan di kawasan perbatasan laut. Mereka sempat diberikan tembakan peringatan dan ditodong oleh MPM. Karena petugas DKP tidak dibekali persenjataan maka terpaksa mereka menyerah dan disandera. Selain upaya pembebasan, Kemenlu juga menyampaikan

IMAN WACHYUDI/ BATAM POS

Nelayan Malaysia yang menangkap ikan di perairan Tanjung Berakit diamankan di Polair Polda Kepri. nota protes kepada Malaysia jika terbukti penangkapan itu melanggar prosedur. Kini, Kemenlu masih menunggu data koordinat tempat peristiwa terjadi untuk memperkuat bukti bahwa penangkapan dilakukan di wilayah Indonesia. Dihubungi terpisah, Menteri KKP, Fadel Muhammad mengecam keras penangkapan petugasnya Malaysia itu. Padahal, menurut Fadel, berdasarkan laporan dari lapangan bahwa apa yang dilakukan oleh petugas DKP

sudah benar. Mereka malam itu sedang bertugas dan berhasil menangkap nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Indonesia. “Mereka kurang ajar dan memasuki teritori kita, sebagai petugas wajib keras terhadap hal itu,” kata Fadel. Mantan Gubernur Gorontalo itu mengatakan, saat ini KKP sedang mengirim tim untuk menuntaskan kasus ini. Sebab, jika dib-

Baca RI di Hal. 7

Mengunjungi Ikon Kota Perth, Magnit Baru Pariwisata

Kulkul Bali Menjadi Daya Pikat Swan Bell Tower nangka, kayu keras, atau bambu, dibalut sarung di ujung bawahnya berwarna khas dewata, kotak-kotak putih hitam. Lalu ada kain kuning keemasan yang membawa suasana sangat Bali. Agak kontras sebenarnya. Di satu sisi, sosok gedung Swan Bells Tower itu sangat futuris, dengan arsitektur modern. Kombinasi struktur besi dan kaca, di bawahnya dibalut tembaga, dari samping bentuknya mirip kapal layar. Ramping, tinggi menjulang. Kisi-kisi jendela dan pintu dirancang kedap suara, untuk meredam kebisingan suara lonceng yang langsung menghadap kota di Barrack Square. Tetapi di sisi lain, ada kentongan Bali sebagai lonceng khas Indonesia yang dipamerkan bersama dengan lonceng-lonceng bersejarah yang dikirim dari Lon-

Ada yang menyentak saat masuk ke Swan Bells Tower, salah satu ikon Kota Perth, Australia Barat. Gedung berdesain modern, tinggi 82.5 meter dengan 18 lonceng raksasa itu menjadi tujuan wisata wajib. Tetapi, apa yang dipamerkan? Kulkul, kentongan khas Bali dari kayu atau bambu, dengan sarung kain hitam putih kotak-kotak dan selendang kuning.

Don Kardono, Perth KOTA terbesar di Western Australia itu serasa dekat di hati. Paling tidak, dengan Pulau Dewata, Bali. Bukan hanya karena Perth bisa diterbangi hanya dalam 3 jam dari Denpasar, tetapi ada ikon objek wisata andalan di sana yang menampilkan karya budaya asli Bali. Namanya kulkul, kentongan yang terbuat dari kayu

Don Kardono ketika berada di Perth, Australia.

Baca KULKUL di Hal. 7


2

Kendari Pos |Senin, 16 Agustus 2010

Bangga Mengayuh Sepeda Sejauh 3.538,5 Km Bermalam .................. hajat, anjing tersebut tersentak dari tidurnya yang tidak jauh dari tenda. Anjing bagus itu rupanya bukan anjing liar. Mungkin ia tertinggal oleh pemiliknya saat buang air di daerah itu. Melihat dia tidak rakus dan bulunya bersih, kemungkinan belum lama juga ia berada di situ. Saat saya memasak mi, aroma makanan itu mengundang penciuman anjing tersebut untuk mendekat. Selangkah demi selangkah akhirnya ia sampai di depan tenda. Karena tak tega, aku beri makan dari sebagian sarapanku. Dia mulai menunjukkan sikap bersahabat dan manja. Saat saya menggulung tenda, ia mulai berusaha menarik perhatian dengan manarik-narik ujung tenda yang saya gulung dengan menggunakan giginya. Saat saya melanjutkan perjalanan, anjing yang tidak mengerti bahasa Jawa atau Inggris itu mengikuti saya. Kalau saya berhenti, ia menjauh. Tapi, saat saya mengayuh, ia lari mengikuti. Kalau ada kendaraan melintasi hutan, si hitam beringsut ke sisi jalan sebentar. Tak tega meninggalkan, saya berusaha menggendong dan meletakkan di atas barang. Tiga kali sudah saya mecoba. Tapi, begitu sepeda bergerak, ia meloncat

kembali. Anjing itu terus mengikuti. Saat sepeda saya meluncur di jalan menurun, anjing itu mencoba mengejar sekuat tenaga. Saya lihat ia kelelahan. Saat istirahat, saya lalu membuat tempat minum dari bekas botol air kemasan untuk si hitam. Saya sendiri kekurangan air. Tapi, dalam perjalanan itu, senang rasanya kami bisa saling berbagi. Setelah lebih dari sembilan kilometer anjing itu berlari mengikuti, kami akhirnya tiba di sebuah permukiman. Saya berharap, ada seseorang yang mau menerima anjing itu. Apalagi, ia jenis anjing bagus dan pintar. Kami berdua istirahat dan berbagi kue di pinggir jalan. Ia terlihat mulai nyaman dengan situasi baru di permukiman itu. Dari seberang jalan, beberapa ekor anjing menyalak melihat kedatangan kami. Itu terbukti, saat saya mulai bergerak untuk melanjutkan perjalanan, si hitam memandang acuh tak acuh. Mungkin kecapekan. Tapi, itu lebih baik daripada ia harus mengikuti saya terus. Saya berdoa semoga ia mendapatkan majikan baru. Sampai sekarang saya masih teringat kenangan bagaimana ia berlari beringsut jika didekati dan kegirangan saat diberi air minum. Setelah menyelesaikan rute Andalusia (wilayah selatan Span-

yol yang dahulu pernah menjadi bagian wilayah kekhalifahan Islam), saya menyeberangi Selat Jibraltar (Jabal Al Tarik) di Laut Mediterania yang memisahkan Spanyol dan Maroko (Afrika). Seperti yang terjadwal sejak berangkat, salah satu tempat yang menjadi obsesi saya di Maroko adalah Gunung Toubkal (Jbel Toubkal) yang merupakan gunung tertinggi (4.167 meter di atas permukaan laut) di kawasan Pegunungan Atlas, Afrika Utara. Tapi, karena beberapa kendala, saya pesimistis bisa mendaki gunung ini. Salah satu penyebabnya adalah ransel yang tidak bisa saya ambil dari Kantor Pos Ceuta, Spanyol. Namun, peluang itu akhirnya datang juga. Pada Senin (9/8), saya bermaksud mengunjungi kota Marrakes dan Casablanca dengan diantar anggota PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Maroko, yaitu M. Sabiq Al Hadi, 25, dan Islahudin Fahmi, 18. Dalam perjalanan menuju Marrakes dengan menggunakan kereta api selama hampir 5 jam itulah, hasrat melakukan pendakian muncul lagi. Kebetulan saya sendiri sudah hafal luar kepala kota maupun rute yang bakal kami lalui. Setiba di Marrakes, kami bertiga makan malam di sebuah kafe di kawasan lapangan Jemaa el Fna (Jemaa el Fna Square), lalu men-

cari warung internet buat melengkapi data yang kami perlukan. Setelah itu, kami bermalam di salah satu kamar kontrakan mahasiswa Indonesia di kota tersebut. Sebelum memejamkan mata, pikiran saya masih dipenuhi rencana apa yang harus dilakukan. Semua peralatan untuk pendakian (telanjur dikirim Paimo, Red) ke Rabat (ibu kota Maroko). Namun, ada peluang di depan pelupuk mata. Tidak sekadar bonek (bondo nekat). Tapi, semua sudah saya perhitungkan. Dengan pemikiran, kalaupun tidak punya tenda, setidaknya bisa bermalam di hut (pondok pendaki) Keesokan harinya, dengan menumpang taksi, kami menuju Imlil. Dari sana kami berjalan kaki sekitar enam jam sampai hut terakhir yang dinamai Refuse du Toubkal (3.207 meter). Kami berkemah dengan tenda sewaan dari hut dan menggunakan selimut tebal sebagai pengganti sleeping bag. Malam itu hujan lebat diawali hujan es. Suhu udara meluncur drastis ke kisaran 12 derajat Celsius. Tapi, kami bertiga bertahan di dalam tenda, meringkuk dalam selimut. Baru keesokan harinya kami bertiga melanjutkan pendakian ke puncak Jbel Toubkal. Walaupun tertatih-tatih, akhirnya kami sampai juga di puncak gunung terse-

but. Pemandangan alam yang menakjubkan dari puncak membayar seluruh jerih payah upaya pencapaiannya. Bagi saya, Gunung Jbel Toubkal merupakan gunung ke- 57 yang pernah saya daki. Ini sekaligus gunung ketiga di Afrika yang pernah saya daki setelah Gunung Kilimanjaro (5.896 meter) dan Gunung Kenya atau Point Lenana (4.985 meter). Kalau dulu saya mendaki Gunung Kilimanjaro sebagai gunung tertinggi di Benua Afrika dengan mengendarai/membawa sepeda hingga puncak (Uhuru Peak), kali ini tidak. Sebab, saya sadar sudah tidak muda dan setangguh dulu lagi. Namun, saya tetap bangga bisa sampai di Maroko dengan mengayuh sepeda sejauh 3.538,5 kilometer. Ini bukan sekadar mengandalkan kekuatan dengkul, tapi juga determinasi yang tinggi. Saya bangga ketika sampai di batas kota Rabat (7/8) sudah ditunggu oleh sepuluh pembalap sepeda nasional Maroko dan ketua Federasi Sepeda Kerajaan Maroko. Setelah itu, kami bergabung dengan Bapak Tosari Wijaya selaku duta besar RI dan para stafnya. Saat kami sampai di halaman KBRI, selawat badar dan marhaban berkumandang diiringi tetabuhan rebana bertalu-talu. Ini adalah akhir perjalanan yang indah dan sangat mengharukan saya.(el)

Bertengkar Sesama Satgas Mafia Hukum Satgas ....................... dipastikan turun tangan mengatasi kekisruhan di internal satgas,” tuduhnya. Sebelumnya, pada rapat internal Rabu (11/8), anggota Satgas Yunus Husein menyatakan internal satgas baikbaik saja. Hal itu dilihat dari kehadiran Herman di dalam rapat internal. “Pak Herman tadi ada kan, tidak mundur,” ujar Yunus. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan itu menambahkan, bahwa Herman dan Denny Indrayanakeduanya terlihat akur saat bertemu sebelum rapat dimulai. “Tadi ketemu dan salaman. Mereka baikbaik saja, ngobrol sebelum rapat tadi, kami bertemu dulu. Karena Pak Darmono sedang ke luar negeri, jadi ya sudah damai di langit damai di bumi lah, aman,” imbuh Yunus. Sebelumnya, Herman dibertakan berencana pengunduran diri karena tidak cocok dengan anggota lainnya. Isu itu dibenarkan Mabes Polri melalui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang. Edward menyatakan Mabes tidak menarik Herman, melainkan dia sendiri yang ingin mengundurkan diri. Erward tidak membantah bahwa kemunduran itu terkait perkataaan Denny yang menyinggung Herman. “Keluar kata-kata (dari Denny kepada Herman), kalau Anda tidak sepaham berarti anda mafia dong!” kata Edward, Jumat 30 Juli lalu. Edward juga tidak menepis bahwa rencana pengunduran diri Herman juga terkait dengan beban kerja yang berat. (dil)


3

Senin, 16 Agustus 2010

Bosowa Tawarkan Diskon Besar Khusus Mobil Mitshubishi Colt T120SS dan L300

15 undangan langsung menyatakan kesiapannya untuk melakukan inden (membayar uang muka, red) di acara yang dihelat Kendari, KP PT Bosowa Berlian Motor Ken- tak cukup tiga jam. Head Dept. Marketing PT dari selaku dealer resmi kendaraan Mithubishi, kembali Bosowa Berlian Motor Makasmenggelar acara ‘’Light Commer- sar, Hisbullah Akib yang hadir cial Vehicle (LCV) Gathering di acara tersebut, menjelaskan 2010'’. Acara yang bertema ‘’ Kum- saat ini mobil Mitsubishi Colt pul Bareng Juragan Mitshubishi’’ T120 SS memiliki market 26 perdihelat Sabtu (14/8) lalu di sebuah sen di Sultra. Persentase itu merestoran ternama di Kendari lebihi target nasional yang ditetamenawarkan paket khusus bagi pkan sebesar 25 persen. Untuk pembelian mobil Mitshubishi Mitsubishi Colt L300 memiliki Colt T120 SS dan L300. Karena pangsa pasar sekitar 38,5 persadanya paket khusus itu, tercatat en. Persentase itu tinggal sedikit

dari target yang ditetapkan yakni 40 persen. ‘’Secara nasional saat ini kami berada di peringat kedua menguasai market. Program LCV Gathering ini adalah yang pertama kali di Kota Kendari dalam suasana ramadhan. Rencananya akan berlanjut ke Kota-Kota lainnya di Indonesia bagian timur,’’ terangnya. Hal senada diungkapkan Kepala Cabang PT Bosowa Berlian Motor Kendari, Hasanuddin Dahlan. Katanya dalam program kali ini pihaknya menawarkan cash back senilai Rp 4 juta atau paket leasing bagi setiap pembe-

lian Mitshubishi Colt T120 SS. Selain itu bagi yang melakukan transaksi untuk pembelian Mitsubishi T120 SS dan Colt L300 dihari itu akan mendapatkan bonus sebuah Mini Compo. ‘’Setiap pembelian Mitsubishi T120 SS di bulan Agustus sudah dilengkapi dengan audio system model JVC, CD dan MP3,’’ jelas Hasanuddin Dahlan. Saat acara dihelat, PT Bosowa Berlian Motor juga menampilkan materi produk dan bagaimana merawat kedua kendaraan andalan Mitsubishi, serta memberi doorprize bagi pengunjung. (awl)

APKO Gelar Pelatihan Pembuatan Nata de Coco Kendari,KP Untuk menumbuhkan kreativitas usaha kecil di daerah ini, Asosiasi Pengolahan Kelapa Olahan (APKO) Sultra, akan memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha kecil mengenai pengolahan kelapa menjadi beragam makanan. Pelatihan yang rencananya akan berlangsung dua hari di rumah pengolahan industri, VCO Ponpes Umu

Shabri Kendari ini, akan melatih puluhan pelaku usaha kecil. Sekretaris APKO Sultra, Muh Ali mengatakan, bila kegiatan yang akan berlangsung, 18-19 Agustus ini akan spesial pada pembuatan nata de coco dan sirup berbahan kelapa. Produk yang akan dilatihkan sehat dan tanpa bahan pengawet. Apalagi saat Ramadhan seperti saat ini, produk tersebut sedang banyak dikonsumsi masyarakat.

“Pelatihan ini kami batasi hanya 30 pelaku usaha kecil, yang selama ini belum pernah mendapat binaan dari dinas manapun. Mereka pun gratis tanpa dipungut biaya apapun untuk mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini merupakan keinginan pengurus APKO untuk berkontribusi kepada para pelaku usaha di Bulan Ramadhan ini,” terang Muh. Ali yang juga Konsultan dan pembina industri

Disperindag Sultra ini. Pelatihan ini di hari pertama akan diberikan teori tentang proses pembuatan ke dua produk dimaksud. Kemudian akan dilanjutkan dengan praktek pembuatan yang peralatannya sudah disediakan. Pelatihan ini akan dibimbing langsung oleh Konsultan UMKM Sultra, Syaiful Azmi dan Muh.Ali sendiri sebagai pengurus APKO. (lis)

44 Koperasi di Sultra Keciprat Dana APBN Kendari,KP APBD Sultra tahun ini sama sekali tidak menganggarkan pemberian bantuan untuk koperasi, usaha yang terbukti bisa menggerakan ekonomi masyarakat kecil. Anggaran daerah ini lebih banyak diserap untuk sektor pembiayaan Bahteramas dan proyek mercusuar lainnya. Untung saja, Kementrian Koperasi dan UMKM memberikan dana bantuan sekitar Rp 2,2 Miliar terhadap 44 koperasi di daerah ini. 44 koperasi tersebut terdiri dari 30 unit koperasi wanita dan 14 koperasi pemuda. Nilai bantuan masing-masing adalah Rp 50 juta. Dana itu wajib digunakan sebagai usaha pengolahan. “Dana itu sedang dalam proses pencairan kepada Dinas Koperasi masing-masing kabupten/ kota. Setelah itu masing-masing dinas yang menyalurkannya kepada koperasi yang bersangkutan,” terang Abdul Majid, Kepala Dinas koperasi dan UMKM Sultra, akhir pekan lalu Dana bantuan tersebut menu-

rut Abdul Majid adalah hibah, tapi pihak koperasi yang bersangkutan yang bertanggung jawab. Meski hibah, namun dinas akan melakukan evaluasi, sehingga koperasi yang jadi sasaran bantuan tidak serampangan menggunakan dana tersebut. Artinya dana itu harus diberikan kepada koperasi yang anggotanya mempunyai usaha. Diutamakan mereka yang melakukan usaha pengolahan, sehingga mereka bisa menciptakan lapangan kerja. Dalam pengelolaan dana ini, managemen koperasi yang berhak mengatur semuanya. Karena dana itu diharapkan bisa berkembang dan terus menjadi modal semua anggota. Diharapkan ke depan dana ini bisa membesarkan usaha, sehingga usahanya besar dan layak mendapatkan bantuan bank. Pasalnya selama ini mereka kurang mendapat sentuhan lembaga keuangan, karena dianggap kurang kredibel. Saat ini Kementrian Koperasi juga cukup antusias terhadap

eksistensi koperasi. Bahkan bila ada koperasi yang memiliki unit usaha, pusat terbuka untuk melakukan penambahan pembiayaan melalui dana pinjaman bergulir. Caranya koperasi yang bersangkutan mengusul kabupaten/kota. Setelah diusul ke provinsi, untuk kemudian diusulkan ke pusat. “Syaratnya koperasi yang bersangkutan harus sudah dua tahun, memiliki usaha, dan sudah melakukan rapat anggota tahunan. Dinas yang akan melakukan survei kelayakannya,” papar Majid. Selain kepada para pengelola UMKM dan koperasi, kementrian juga perhatian kepada koperasi pesantren. Saat ini sudah enam pesantren di Sultra yang mendapatkan usaha. Untuk di Ponpes Gontor Putra, awal Ramadhan lalu juga koperasinya mendapat bantuan untuk usaha percetakan. Nilainya sebesar Rp 100 juta. Kemudian di Wakatobi akan diberikan bantuan untuk pembelian kapal wisata di kepulauan Hoga.(lis)


email : bumianoa@gmail.com

Senin, 16 Agustus 2010

Pemkab Konut Lecehkan BPK Bersama Bombana Belum Setor Laporan Keuangan Kendari, KP Saat menyerahkan LHP BPK terhadap laporan keuangan Pemprov Sultra tahun 2009, Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat menye-

but Konawe Utara dan Bombana belum menyetorkan laporan keuangan tahun 2009. Gubernur Sultra, Nur Alam pun berjanji akan segera menegur dua pimpinan daerah tersebut. Kalang kabut dengan desakan tersebut, Pemkab Konut pun akhirnya berusaha menuntaskan laporan keuangannya. Namun saat menyerahkan lapo-

ran tersebut, Pemkab Konut justru terkesan melecehkan BPK. Sebab hanya laporan keuangan dalam bentuk fotokopian dan belum ditandatangani Pj Bupati, Hery H. Silondae. ‘’Itu juga yang antar hanya staf biasa,’’ ujar Humas BPK Sultra, Dherys Virgantara.

Baca KEUANGAN di Hal 6

Dua Investor Sawit Resmi Dipolisikan Unaaha, KP Ancaman Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (FMPLH) Konawe untuk mempolisikan dua investor perkebunan kelapa sawit di daerahnya ternyata bukan hanya bualan semata. Tiga pentolan organisasi itu, Hirman Lasariwu, Kasman, dan Siswanto (Himpunan Mahasiswa Hukum Unilaki) bersama Ilham dari Lingkar Studi Konawe melaporkan pihak PT. Tani Prima Makmur (TPM) dan PT. Damai Jaya Lestari (DJL) ke Mapolres, akhir pekan lalu. Hirman Lasariwu menegaskan lahan investasi PT.

Kapolres Pamit Sambil Buka Puasa Bersama Unaaha, KP Gerbong mutasi yang bergerak di jajaran Polda Sultra membuat AKBP Yuyun Yudhantara harus meninggalkan posisinya sebagai Kapolres Konawe. Jabatan itu kini diemban AKBP Hartoyo, mantan Kasat I Dir Intelkam Polda Sultra. AKBP Yuyun Yudhantara dipromosikan menduduki kursi Kapolresta Kendari, menggantikan AKBP Erfan. Acara melepas dan menyambut Kapolres itu, digelar siang hari dan dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama di Aula Mapolres Konawe, akhir pekan lalu. Drs Nusba, dari Depag Konawe tampil memberikan ceramah soal makna dan manfaat berpuasa. Secara umum puasa itu berarti membuka pintu bagi umat muslim untuk berlomba-lomba berbuat kebajikan. Seluruh personil Polres Konawe, para Kapolsek dan perwira terlihat hadir dalam buka puasa bersama yang dilan-

Buhari Matta

Masjid Hibah Keluarga Manomang Diresmikan Kolaka, KP Bupati Kolaka, H. Buhari Matta meresmikan Mesjid Hajja Golafatmi, Sabtu (14/8) lalu di Desa Keisio, Kecamatan Lalolae. Seremoni peresmian masjid tersebut terbilang istimewa sebab dua mantan bupati pendahulu Buhari Matta yakni H. Sangkalla Manomang dan H. Andi Pangerang Umar turut berbaur dengan masyarakat dan pejabat Pemkab lainnya. Usai peresmian oleh bupati, Sangkala Manomang selaku inisiator pembangunan masjid kemudian menyerahkan rumah ibadah tersebut kepada masyarakat Keisio untuk difungsikan. Sangkalla Manomang pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa ide pembangunan masjid di Desa Keisio terinspirasi dari amanah Hj. Golafatmi, mendiang istri Sangkalla Manomang yang merupakan penduduk asli desa tersebut. ‘’ Pemerintah dan masyarakat Kesio hendaknya dapat menjaga, memelihara dan memanfaatkan masjid ini sesuai peruntukannya sehingga selain warga sekitar, juga bagi mereka yang bepergian dari Kolaka dan Kendari dapat memanfaatkannya apalagi letak yang sangat strategis di pinggir jalan poros,’’ kataSangkallaManomang. Usai menandai peresmian, Buhari Matta selaku bupati Kolaka menyatakan terima kasih kepada keluarga besar Manomang yang telah menghibahkan masjid kepada masyarakat. ‘’ Amanah almarhumah yang dilaksanakan oleh keluarga merupakan hal mulia yang patut diteladani. Sekarang tinggal masyarakat menggunakannya untuk tujuan ibadah seperti memperbanyak dzikir maupun ibadah lainnya,’’ himbau Buhari Matta. (zer)

jutkan dengan salat magrib berjamaah. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Yuyun Yudhantara juga berpamitan kepada para jurnalis yang bertugas di Konawe selama ini. “ Saya cukup terbantu dengan pemberitaan teman-teman selama satu tahun delapan bulan ini. Saya berharap komunikasi ini dilanjutkan,” ujarnya sembari melirik AKBP Hartoyo, penggantinya. (din/cok)

Langganan Langganan Luar Kota Luar Kota Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

HASRUDDIN LAUMARA/KP

Mantan Kapolres Konawe, AKBP Yuyun Yudhantara .

TPM seluas 19.500 hektar sesuai izin bupati Konawe di delapan kecamatan merupakan milik negara dan berdasarkan peta tata guna tanah yakni semak belukar, tumbuhan perdu, tanaman campuran yang dibudidayakan masyarakat dan perempangan bertentangan dengan data penggunaan lahan areal pencadangan seluas 27.877 hektar. Selain itu, SK Bupati Konawe dan rekomendasi penunjukkan lokasi tersebut juga tidak sesuai prosedur yang diatur Peraturan Menteri Pertanian tahun 2007

tentang pedoman perizinan usaha perkebunan dan Kepmen No.357/KPTS/HK.350/ 5/2002. Ilham dari Lingkar Studi Konawe juga menambahkan, pihak PT. TPM hingga kini telah melakukan kegiatan di lapangan termasuk sosialisasi, sementara persoalan syarat administrasi sesuai peraturan yang berlaku belum diselesaikan. Dalam izin lokasi nomor 370/2008 itu PT.TPM hanya diberi rekomendasi pada delapan kecamatan saja. Namun dalam

dokumen KA-AMDAL, saat seminar dan sosialisasi di masyarakat disebutkan 12 kecamatan. “ Dengan tambahan Kecamatan Wawotobi, Meluhu, Sampara dan Kapoiala. Sehingga izin lokasi dari 19.500 hektar akan bertambah dan tidak sesuai lagi dengan izin itu,” tambah Ilham. Sementara PT. DJL juga belum menuntaskan syarat administrasi namun telah melakukan aktivitas di lapangan. PT. TPM dan PT.DJL disinyalir be-

Baca INVESTOR di Hal 6


6

Kendari Pos |Senin, 16 Agustus 2010

Angin Kencang, Berkas Honorer Belum Disetor Wangiwangi,KP Sampai batas penyetoran berkas data base berakhir (10/8) lalu, ternyata masih banyak administrasi tenaga honorer asal Wakatobi II (Kaledupa, Kaledupa Selatan, Tomia, Tomia Timur, Binongko dan Togo Binongko) yang belum diserahkan. Faktor cuaca karena angin kencang di wilayah kepulauan itu

menjadi hambatan utama dan mendapat permakluman dari pihak panita daerah. '’ Tapi pertimbangan waktu yang terlalu sempit jadi ada toleransi selama tiga hari hingga Jumat (13/8) lalu. Jika ada yang datang menyetor sampai Sabtu (14/8), panitia masih bisa menerimanya. Karena pertimbangan kondisi wilayah Wakatobi II,’’

kata Kepala BKD Wakatobi, H. Zubair, akhir pekan lalu. Ketua Panitia Penerimaan Berkas Pendataan Verifikasi dan Validasi Honorer 2010 Kabupaten Wakatobi, La Nee Tauf D juga mengatakan, meski batas waktu penyetoran sudah diperpanjang hingga tiga hari, tapi ternyata masih banyak saja tenaga honorer yang belum bisa

menyetor. ‘’ Berkas yang masuk hingga hari ini didominasi dari wilayah ibu kota. Sedang untuk tenaga honorer yang tersebar di wilayah Wakatobi II, masih minim. Untuk mengantisipasi tenaga honorer yang ada di wilayah Wakatobi II, panitia penerima berkas masih memberikan toleransi hingga Sabtu ini, terangnya. (cr1)

HUT Pramuka, Amirul Beri Penghargaan ke Istri Baubau, KP Kwartir cabang (Kwarcab) Baubau menggelar peringatan Hari Pramuka ke-49 di Buper Samparona, kemarin. Acara tersebut dirangkaikan dengan penyematan penghargaan kepada sejumlah pengurus, langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang Baubau, H.MZ Amirul Tamim. Penghargaan itu diberikan karena para pengurus dinilai telah memberikan pengabdian kepada Pramuka minimal lima tahun yakni kepada Hj. Yusni Amirul yang tak lain adalah istrinya dan beberapa pengurus lainnya. Kwartir Daerah (Kwarda) Sultra juga memberikan penghargaan Panca Warsa kepada 30 Gugus Depan (Gudep) Pramuka Baubau.

SYAMSUDDIN/KP

Ketua Mapicab Baubau, H.MZ Amirul Tamim saat memimpin upacara peringatan HUT ke-49 Pramuka di bumi perkemahan Samparona, kemarin. Ketua Kwarcab Baubau, Konstantinus Bukide mengatakan, pihaknya telah mengusulkan para pimpinan Gudep untuk mendapatkan Satya Lencana Dasa Warsa tersebut. “ Khusus

Nyonya Yusni, Beliau berhasil meraih penghargaan berdasarkan hasil penilaian mendharmabaktikan dirinya dalam menyukseskan Perkemahan Putri Nasional (Perkempinas) di Kota

Baubau tahun lalu. Makanya Kwarcab mengusulkan untuk diberi Satya Lencana Dharma Bhakti dari Kwarnas,” ungkap Konstantinus Bukide. Sementara itu Amirul mengatakan, Pramuka bisa terus menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan. ‘’Gerakan pramuka yang dibangun beberapa tahun terakhir sudah memperlihatkan kemajuan pesat dalam diri anak-anak kita. Itu bisa dilihat, walau pun dalam suasana puasa adik-adik begitu bersemangat dan antusias memperingati HUT ke-49 Pramuka,” kata Wali Kota Baubau tersebut. Usai memperingati HUT, Pramuka Baubau juga menggelar ziarah ke makam yang dianggap berjasa dalam pengembangan organisasi kepanduan di daerah itu. (k1/cok)

Wali Kota Tata Komposisi Birokrasinya Baubau KP Berkah ramadhan dirasakan sejumlah pejabat dalam birokrasi Pemkot Baubau yang mendapat promosi eselon dalam pelantikan, kemarin. Di Auditorium Palagimata, Wali Kota Baubau H. MZ Amirul Tamim mengambil sumpah dan melantik para pejabat dalam jenjang eselon berbeda, termasuk sejumlah kepala sekolah. Amiruddin yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kesbang dan Linmas kini menjadi Kepala Dinas Nakertranssos. Sementara Staf Ahli Pemkot, H. Masri, M.Pd didapuk pada posisi Kadis Pendidikan, Rotasi dan promosi pejabat di struktur eselon III dan IV juga terjadi. Seperti sambutan pada pelantikan umumnya, Amirul Tamim juga mengatakan jika

mutasi atau alih jabatan tersebut disamping sebagai upaya penyegaran juga demi peningkatan kinerja dan pengembangan karier pegawai di lingkup pemerintahannya. Pada pelantikan kali ini ada sejumlah pejabat terkait yang diplot mendongkrak kualitas pendidikan di Baubau. ‘’ Baubau mempunyai program menjadi Kota Pendidikan. Indikator keberhasilan sekolah diantaranya mampu bersaing dengan siswa dari sekolah di daerah lain khususnya di tingkat nasional dalam berbagai ajang. Ketika suatu sekolah tidak mampu bersaing, pasti ada sesuatu yang kurang dan tentunya harus segera dibenahi,’’ kata wali kota saat memberi arahan khusus pada para kepala sekolah yang baru dilantik. (k1/cok)

Investor .................. rada pada lokasi dan wilayah yang sama sehingga akan terjadi tumpang tindih lahan yang diklaim secara bersamaan. Ini juga berpotensi sengketa lahan. “ Badan Lingkungan Hidup Konawe mengakui adanya kekurangan dalam KA-AMDAL yang diajukan PT.TPM dan PT.DJL. Kita sudah laporkan. Tinggal melihat keseriusan polisi dalam menindaklan-

jutinya,’’ sindir Ilo, panggilan akrab Ilham. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Iwan Irmawan yang coba dikonfirmasi mengaku belum bisa memberi komentar resmi soal pelaporan FMPLH pada dugaan pelanggaran dua investor itu. “ Saya baru mau cek dulu,” jawab Iwan Irmawan via pesan singkat, kemarin. (din/cok)

Keuangan ............... Jelas saja laporan keuangan tersebut ditolak mentah-mentah oleh BPK. Terlebih laporan tersebut belum direview oleh inspektorat Konut. ‘’ Biasanya, sebelum laporan keuangannya diserahkan, direview dulu oleh inspektorat. Setelah selesai, bupati akan bertandatangan untuk mempertanggungjawabkan bahwa laporan keuangan tersebut betul sudah direview oleh inspektorat dan milik Pemkab,’’ jelas Dherys. Itu berarti, sampai saat ini Konut dan Bombana belum menyerahkan laporan keuangannya untuk tahun 2009. Hal tersebut sangat menyimpang dari Undang-

undang nomor 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara. Undang-undang itu menyebutkan, pelaporan keuangan harus disetorkan tiga bulan setelah anggaran berakhir. ‘ ’ Asumsinya batas pengelolaan anggaran itu 31 Desember. Berarti Maret, batas penyetorannya,’’ tandasnya. Sayang, tidak ada sanksi yang bisa diberikan untuk pelanggaran tersebut. Pemerintah hanya memberikan reward bagi daerah yang menyetor pelaporan tepat waktu dan hasil pemeriksaannya wajar tanpa pengecualian. (cr2/cok)


7

Kendari Pos |Senin, 16 Agustus 2010

Orang Australia Manfaatkan Karya Budaya Indonesia Kulkul ....................... don. Memasuki level 3 itu, memutar, penuh display sejarah lonceng-lonceng raksasa itu dibuat, termasuk bagaimana struktur gedung Swan Bells Tower itu didirikan, profile Adrian Roberts, Structural Engineer, William Hames, arsiteknya. Lonceng-lonceng Asia juga dipajang, sejarah hubungan antara jam dengan bel, sejarah jam, termasuk Kulkul yang dipasang dengan tiga foto, dan cara pengrajin Bali membuat kentongan itu. Hanya kulkul, dari ribuan bahkan jutaan ragam lonceng di seluruh dunia yang dipajang. Bangga juga memiliki kulkul Bali, rasanya. Padahal, di Indonesia sendiri, ada ratusan alat semacam kulkul yang fungsinya sama, sebagai penanda waktu, penanda peristiwa, pengundang orang-orang, dan alat komunikasi tradisional. Hampir setiap suku di Indonesia punya kentongan khas, berikut atributnya. Di lantai 6, —bisa naik tangga sambil menyaksikan pemandangan Barrack Sqeare dan Old Port, bisa juga naik lift— kita akan bertemu Laura, 76 tahun. Nenek berkacamata yang ramah dan masih sangat sehat. Dia perlihatkan lengannya, yang masih kekar, karena setiap hari ribuan kali mengajari pengunjung untuk membunyikan bel. Menarik tali dengan dua tangan, dengan ayunan yang dalam, searah dengan gaya gravitasi, untuk menggoyang lonceng raksasa, hingga bunyi teng.. tong.. teng.. tong.. Dari 18 lonceng itu itu, ada yang bernilai sejarah. Berasal dari St Martin-in-the-Fields, gereja di Trafalgar Square London. Lonceng ini disumbangkan buat Western Australia sebagai hadiah peringatan dua abad Australia tahun 1988. Menurut dia, lonceng ini dibuat sejak abad ke-14. Pada abad ke-16 Ratu Elizabeth I menghibahkan lonceng itu. ”Ini lonceng terberat, bersejarah, dan setiap hari saya bunyikan dari dini,” kata Laura, orang Inggris yang menikah dan sudah menjadi warga negara Australia Barat. Ke-18 lonceng itu beratnya hampir 9 ton. Sensasi bagi pengunjung adalah bisa ikut membunyikan lonceng, dengan cara menarik tali-tali itu. Jika ber18 orang, maka, bisa dibuat harmoni nada yang bisa didengar nyaring. Pengunjung juga bisa turun satu lantai untuk melihat kerja lonceng-lonceng itu. Bergerak ke kiri dan ke kanan, dengan bunyi yang berbeda nada antar satu dengan lainnya. Karena itu mereka menyebut Swan Bells ini sebagai yang terbesar di dunia, untuk 18 lonceng yang harmo-

ni, memiliki nada. Di lantai 8 gedung yang menghabiskan 5,5 juta Dolar AUS itu ada balkon dengan jari-jari vertikal, bisa melihat ada apa di balik Swan River. Cukup memasukkan coin 2 dolar Australia, sudah bisa mengintip dari balik teleskop. Berfoto-foto di situ, bisa berjalan mengitari gedung 360 derajad, akan mendapatkan background yang oke. Juga cahaya yang maksimal. Jika malam hari, dari downtown Perth kelihatan bersinar. Gedung yang didesain William Hames Sharley, lulus Master of Planning & Urban Design Harvard University, AS, tahun 2001 itu sendiri sudah bersinat di seperempat puncaknya. Ditambah cahaya di landscape-nya mampu menghangatkan dingin kota . Konsul Jenderal RI di Perth, Syarif Syamsuri ketika ditemui menjelaskan, pihaknya memang terus melakukan pendekatan budaya dengan warga dan pemerintah Australia Barat. “Hanya media kebudayaan yang bisa melepaskan belenggu politik, situasional, yang terus berfluktuasi. Kadang panas, kadang dingin, kadang mesra, kadang bersitegang,” ujar Syarif kepada INDOPOS (Kendari Pos Group). “Setiap setahun dua kali, kami melakukan show kultural, teru-

tama dalam Harmony Day. Arakarakan, semua budaya ditampilkan, mobil hias, tari-tarian, dan segala atraksi budaya yang bisa disuguhkan. Konjen Perth selalu tampil di situ, dengan segala keterbatasan yang ada,” kata dia. Semua kebudayaan negeri terus dipopulerkan, di segala acara, untuk memperkenalkan Indonesia. Orang Indonesia yang berada di Perth setiap hari sekitar 16 ribu jiwa, masih jauh dibandingkan dengan yang tinggal di Sydney 30 ribu dan Melbourne 23 ribuan. ”Tetapi di Perth, yang penduduknya 1,5 juta, jumlah itu sudah cukup besar. Apalagi Bahasa Indonesia di Western Australia ini menjadi bahasa nomor dua?” kata dia. Bagi orang Perth, bertamasya ke Gold Coast Brisbane, atau ke Sydney, lebih mahal daripada ke Bali. Karena itu, wajar jika Januari – Juni 2010 ini sudah 70.000 orang Perth yang terbang ke Bali. Hampir 99 persen adalah bule Australia yang tujuannya piknik. Wajar pula jika mereka lebih mengenal Bali, daripada Jakarta? Lebih mengenak kulkul daripada kentongan Jawa? ”Dari Bali, kita buka gates baru pulau-pulau lain, suku lain, daerah lain yang juga kaya akan seni budaya dan keindahan alam. Tidak mengapa, tahap

selanjutnya memperkenalkan sensasi tourism destinations yang lain,” tambah Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Kulkul di Swan Bells itu sudah disaksikan lebih dari 1 juta turis, dengan tiket dewasa 11 dolar AUS. Mungkin yang berasal dari Indonesia sama perasaannya seperti saya. Rupanya orang Australia lebih pintar memanfaatkan karya budaya negeri. Bukan hanya itu, alat siul burung dari bambu yang ditiup lalu digerakkan sumbunya, seperti siulan burung itu juga banyak dijumpai di Frementle Market. Pasar tua di kota tua dan bersejarah di dekat pelabuhan Frementle, 30 menit naik kereta 3,75 dolar AUS dari Perth. Alat siul itu biasa kita temukan di Bandung, depan FO sepanjang Jalan Riau, atau di Kampung Daun, dengan harga Rp 5.000,-. Di Frementle itu harganya 3 dolar AUS. Dengan kurs Rp 8.000,- maka rupiahnya menjadi Rp 24.000,- per biji. Saya tidak terlalu risau dengan perbedaan harga itu, anggap saja terbangnya jauh dan melewati scan scurity yang amat ketat. Yang kami risau, jangan-jangan alat siul dan kulkul itu juga berstiker: Made in Tiongkok? (*)

Polisi Malaysia Sandera Tiga Petugas DKP RI ............................. iarkan akan menjadi preseden buruk di masa mendatang. Fadel menerima laporan bahwa ketiga petugas itu kini diamankan di Johor Bahru. “Saya sudah langsung kirim orang ke Johor dan minta diselesaikan,” terang dia. Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Aji Sularso membenarkan terjadi penembakan dalam proses penangkapan petugas itu. Namun, penembakan itu tidak ditujukan kepada petugas dan hanya tembakan peringatan. “Tidak ada penembakan terhadap petugas kita. Tapi hanya tembakan peringatan saja ke-

pada petugas yang sedang berpatroli,” katanya. Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan, pemerintah akan menempuh jalan diplomasi untuk menyelesaikan masalah di penangkapan tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh kapal patroli Malaysia. “Ini sedang diselesaikan antarkedua negara. Menlu sudah bekerja, kementerian DKP juga sedang bekerja untuk menyelesaikan masalah itu,” kata Djoko di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Djoko mengatakan, presiden telah mengetahui peristiwa tersebut, dan berharap diselesaikan dengan cara baik-baik. “Nanti kita ikuti prosesnya,” kata Djoko. Panglima TNI Djoko Santoso

mengatakan, TNI AL juga tengah membantu menyelesaikan. “Kita telah mengambil langkah-langkah penyelesaiannya,” kata Panglima, tanpa menjelaskan langkah-langkah yang akan ditempuh. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq ikut memberi respon keras atas tindakan patroli Malaysia yang menembaki kapal patroli DKP di wilayah perairan Indonesia. “Ini bukan lagi wujud provokasi, tapi sudah konfrontasi,” kata Mahfudz. Menurut dia, pemerintah Indonesia harus segera bertindak mengumpulkan fakta dan bukti. Dari sana, Mahfudz meminta Kemenlu mengajukan protes resmi. “Pemerintah Malaysia harus meminta maaf kepada pemerintah Indonesia,” ujar politisi PKS itu. (sof/zul/pri)


8

Kendari Pos |Senin, 16 Agustus 2010

Satgas Mafia Hukum "Pecah" Jakarta, KP Satgas Anti Mafia Hukum menggelar rapat internal untuk kali pertama menyusul kekisruhan di tubuh lembaga itu. Luar biasanya, di dalam rapat itu ikut hadir Irjen Pol Herman Effendy, anggota Satgas yang sebelumnya berencana mengundurkan diri karena berseteru dengan Denny Indrayana. Bagi praktisi dan pengamat hukum dari Setara Institute, Hendardi, kembalinya Herman dimungkinkan campur tangan Presiden SBY untuk menjaga citranya. “Kembalinya Herman bukan karena kehebatan Satgas mengatasi urusan internalnya. Tetapi ini ada campur tangan yang lebih tinggi, yakni dari SBY selaku pihak yang membentuk lembaga itu, demi menjaga citranya,” kata Hendardi, kemarin. Menurut Hendardi, keberadaan Satgas Anti Mafia Hukum yang terbentuk melalui Keppres No 37 tahun 2009 selama ini juga tidak mempengaruhi adanya upaya dalam memberantas mafia hukum. “Lembaga ini hanya lips service saja. Tidak ada pengaruh-

nya atas pemberantasan mafia hukum khususnya dalam kasus-kasus besar,” imbuhnya. Hendardi menjelaskan, sebagai lembaga adhoc bentukan presiden, fungsi satgas ini ternyata tidak punya wewenang besar seperti halnya KPK yang berhak melakukan penyelidikan dan penyidikan. Lembaga ini, katanya dibentuk hanya menampung aduan masyarakat. “Intinya, satgas ini hanya memberikan harapan tanpa punya wewenang untuk mengatasi. Jadi lebih baik dibubarkan saja,” tegasnya. Atas dasar itu, Hendardi pun menyindir bahwa Satgas Anti Mafia Hukum hanya difungsikan sebagai bemper presiden dalam mencari pencitraan. Menurut dia, Presiden SBY itu tidak tegas terhadap lembaga penegak hukum yang berada di bawah kendalinya. SBY tidak berani menegur Kapolri ataupun Jaksa Agung jika kasus besar ada yang tidak terselesaikan. “Dia (SBY, Red) justru memakai corongnya satgas untuk mempublikasikan ke publik atas satu kasus. Namun, kasus itu pun banyak yang tidak berlanjut karena satgas tidak punya we-

FERY PRADOLO/INDOPOS

Mantan KASAD Tyasno Sudarto, yang dimoderatori Usmar Ismail, Pengamat Politik UI Boni Hargens, dan Dewan Etik Budaya Pejanten Center Giat Wahyudi kemarin hadir dalam diskusi 'Membangun dan Melindungi Katalis Kepolisian RI di Masa Depan'. Diskusi yang diadakan Lembaga Kajian Poltik & Ketahanan Nasional (LKPKN) membicarakan membicarakan keseriusan dan keinginan institusi Polri dan Satgas Mafia Hukum untuk membersihkan institusi penega hukum. wenang lebih dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan. Jadi tidak ada kata lain selain mendesak agar lembaga ini dibubarkan,” ungkapnya. Hendardi menyindir bahwa keberadaan Satgas Anti Mafia Hukum sebagai lembaga pen-

citraan SBY. Satgas juga hanya berani mengungkapkan kasus Ayin yang mendapat pelayanan lebih di penjara dan kasuskasus kecil. Untuk mencari perhatian masyarakat kecil. Namun, eksistensi lembaga ini untuk memberantas mafia hu-

kum yang melibatkan elite negara tidak terbukti. “Jadi seperti satgas pencitraan. Jika Herman keluar dari satgas, maka bisa jadi citra SBY akan hancur. Untuk itu, SBY

Baca SATGAS di Hal. 2

LSM Desak Rekam Jejak Calon Kapolri Diumumkan Jakarta, KP Masa jabatan Kapolri Bambang Hendarso Danuri tinggal dua bulan lagi. BHD akan pensiun Oktober nanti. Sejumlah nama sudah dikantungi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Agar masyarakat tahu siapa penggantinya, muncul usulan agar nama “nama calon itu diumumkan secara terbuka. “Diumumkan saja di media. Bisa lewat koran atau sarana lain, sehingga masyarakat bisa menilai,” ujar pengajar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Kombes (pur) Bambang Widodo Umar kemarin. Menurut Bambang, Kapolri baru harus punya rekam jejak positif dan track record yang teruji. “Karena itu, masyarakat sebaiknya bisa mengirimkan usulan nama atau kalaupun tidak , memberikan catatan jika ada rekam jejak negatif,” katanya. Berdasarkan informasi, nama-nama itu sudah diserahkan ke Presiden SBY. Saat ini ada 8 nama calon Kapolri, beberapa di antaranya ber-

pangkat bintang dua seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo dan Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno. Sedangkan calon lainnya yang berpangkat bintang tiga yakni, Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani, Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Nanan Soekarna, dan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi. Kompolnas setuju dengan usul Bambangini. “Setuju, kita sangat setuju. Biar masyarakat yang menilai nantinya,” ujar anggota Kompolnas, Novel Ali. Akademisi Undip ini mengakui, dengan diungkap ke publik justru akan banyak laporan yang masuk, termasuk soal rekam jejak para calon. “Itu juga membantu Presiden menggunakan hak prerogatifnya. Nanti kan ada laporan masyarakat yang masuk,”katanya. Namun sayangnya, Novel masih belum bisa mengungkapkan nama-nama calon Kapolri yang sudah dipegang Kompolnas dengan alasan itu kewenangan Polri.(rdl)

buat perih mata. Ban yang sudah dhedhel dhuwel itu saya jahit lagi dengan rapi sehingga jahitan tidak ada yang keluar ban. Saya bersyukur bisa menaklukkan hari yang berat itu sebelum mencapai kota Sevilla. Sekitar pukul 21.30, sebelum matahari menghabiskan sinarnya (di Eropa saat ini siang berlangsung lebih panjang), saya bisa mendirikan tenda. Saya mendapatkan kebahagiaan tak terkira sewaktu menemukan toko dan mendapatkan ban baru yang sesuai dengan ukurannya. Kegirangan saya berlanjut saat disambut keindahaan kota Sevilla. Rupanya Tuhan selalu memberikan hadiah terbaik kalau kita mau berupaya. Terima kasih, Tuhan. Ada pengalaman lain yang saya alami. Suatu saat, situasi memaksa saya harus berkemah di hutan. Tenda saya dirikan dekat dengan tempat pembuangan barang-barang tidak berguna. Menjelang malam terden-

gar suara langkah kaki binatang menginjak dedaunan kering. Terlihat seekor anjing berwarna hitam. Dari tampilannya, saya menduga binatang itu adalah anjing piaraan dan mungkin bersama pemiliknya sedang ke arah tempat saya berkemah. Mungkin untuk buang air besar atau yang lain. Satu”dua jam berlalu, tapi masih terdengar suara anjing tersebut bekeliaran. Itu berarti tidak ada orang datang atau di sekitar tempat saya berkemah memang ada orang yang menetap. Jadi saya harus waspada. Pada tengah malam, anjing terebut tiba-tiba menyalak keras tidak jauh dari tenda. Rupanya ada yang datang. Dari suaranya, saya menduga seekor rusa mendekat. Begitulah, ketika rusa pergi, anjing itu diam lagi. “Ah, lumayan ada yang menjagaku,” gumam saya dalam hati. Menjelang pagi, saat saya harus keluar tenda untuk buat

Bersepeda Melintasi Andalusia dan Mendaki Gunung Tertinggi Afrika Utara

Bermalam di Hutan, Dijaga Anjing Liar Hitam Setelah 48 hari mengayuh pedal, pengelana bersepeda asal Malang yang kini tinggal di Bandung, PAIMO HERTADIMAS, menyelesaikan perjalanan melintasi Belgia, Prancis, Spanyol, Portugal, dan berakhir di Maroko. Berikut laporan Paimo dari solo tur sejauh 3.500 kilometer lebih yang ditulis dari Rabat, ibu kota Maroko. SEPERTI yang saya bayangkan saat start Brussels (Belgia) pada 18 Juni 2010, ini adalah perjalanan yang cukup pan-jang, berliku, dan melelahkan. Tidak sekadar mengandalkan kekuatan otot, tapi juga melibatkan seluruh eksistensi tubuh, keseimbangan, dan sinergi antara fisik, rasio, rasa, dan naluri. Terutama setelah meninggalkan kota Nantes di Prancis sampai akhirnya mencapai kota

Rabat yang berada di Benua Afrika, entah sudah berapa rute jalan menarik yang saya lewati. Rute Wisata Anggur di kawasan Bordeaux (Prancis), kemudian jalur wisata rohani Kristiani (pilgrimage) Camino Santiago de Compostela (Spanyol), dan lain-lain. Sebuah pengalaman menarik bagi saya karena tidak semua jalur kendaraan bermotor boleh dilalui sepeda. Yang sangat membantu pecinta bersepeda solo seperti saya, rambu-rambu lalu lintas di Eropa bagi pengendara sepeda sangat jelas. Memang, kadang saya harus mencari jalan alternatif sehingga saya harus melalui jalanan sepi, melintasi daerah pertanian yang luas, hingga naik turun bukit melawan angin di tengah terik matahari menyengat. Di Prancis saya pernah mengalami suhu maksimum 44 derajat Celsius. Itu hanya terjadi

beberapa jam. Tetapi, siksaan yang tak terkira adalah saat menyusuri jalanan yang menghubungkan kota Lisabon (Portugal) dengan Sevilla, Spanyol. Selama lima hari bersepeda saya dipanggang suhu udara dalam temperatur rata-rata 47 derajat Celsius. Terasa sekali otak rasanya juga ikut memuai, tak bisa berpikir lagi selain ingin berteduh. Tapi, apa daya, saat berteduh di bawah bayang-bayang pepohonan pun suhu udara berada di kisaran 39 derajat Celsius. Sedihnya, udara yang diembuskan angin pun udara panas. Bahkan, untuk minum, air di dalam bidon (botol minum yang diletakkan menempel di sepeda, Red) pun panas sekali. Saya hanya bisa berdoa agar selalu diberi kekuatan di tengah suasana gersang, tandus, dan kering ini. Saat melintasi perbatasan

Portugal-Spanyol, yakni kota kecil Rosal de La Frontera, tibatiba ban belakang meletus. Rupanya ban luar aus tanpa saya sadari. Itu terjadi pada Km 2.700-an. Secepatnya saya ganti dengan ban luar cadangan. Sialnya, ukurannya tidak sesuai. Tidak kehabisan akal, dengan dibantu oleh Jose Emanuel (pengendara mobil mobil yang kebetulan lewat), saya kerat ban cadangan tersebut. Keratan itu saya jadikan pelapis dalam ban luar yang rusak. Ban luar roda depan yang relatif masih bagus saya tukar dengan roda belakang. Hasilnya lumayan, hari itu saya masih mampu bersepeda lebih dari 20 kilometer hingga saat istirahat berkemah. Keesokan harinya dan harihari berikutnya saya berupaya mencari ban luar dengan ukuran yang sesuai. Tapi, kenyataannya, ukuran ban sepeda

Saksi Atikurrahman Tolak Hasil Pleno Tafdil ........................ kecamatan, tidak ada satupun pasangan calon yang memperoleh lebih dari 30 persen suara. “Dengan demikian, sesuai aturan perundang-undangan, maka akan dilanjutkan — pemilu tahap kedua yakni pemenang pertama Tafdil-Masyura dan pemenang kedua Subhan Tambera-Aziz Baking. Sesuai rencana, tahapan itu akan dilaksanakan 10 Oktober mendatang,” kata Alpian. Sesuai hasil rekapitulasi KPU Jumat akhir pekan kemarin, Tamasya unggul di tujuh Kecamatan yakni, Poleang, Poleang Selatan, Poleang Tengah, Poleang Barat, Poleang Tenggara, Tontonunu dan Masaloka Raya. Sedangkan Subhan menang mutlak di enam kecamatan yaitu Rumbia, Rumbia Tengah, Mataoleo, Rarowatu, Kabaena dan Kabaena Timur. Atikurahman mendulang suara di lima kecamatan yakni Kabaena Barat, Kabaena Selatan, Kabaena Tengah, Kabaena Utara dan Matausu. Sedangkan Muhtar Aliehasan unggul di empat kecamatan yakni Poleang Timur, Poleang Utara, Rarowatu Utara dan Lantari Jaya. Terkait hasil pleno tersebut, Sukarman ketua tim pemenangan Tamasya mengatakan, pihaknya menerima hasil rekapitulasi KPU tersebut. “Apa yang diplenokan malam ini, sesuai dengan rekapitulasi kami sesaat setelah pencoblosan dan salah satu lembaga survei. Makanya kami menerima hasilnya,” katanya. Sukarman mengaku, pasca rekapitulasi yang menetapkan pemenang, seluruh timnya akan melakukan konsolidasi lagi sebagai persiapan menuju putaran kedua. Akbar Sagori, tim pemenangan Serasi juga menerima rekapitulasi suara KPU. “Angka-angka yang didapat memang agak sedikit berbeda, tapi kami tetap menerima hasil rekapitulasi tersebut,” katanya. Akbar Sagori menanbahkan, pasca pleno rekapit-

ulasi semalam, pihaknya juga akan merangkul tim-tim yang belum unggul menuju putaran kedua. Ini tidak lain demi menyatukan visi menuju putaran kedua. Dua saksi pasangan calon bupati dan Wakil Bupati juga menerima hasil rekapitulasi suara. “Kami juga menerima hasilnya,” kata Yunus Masse, saksi dari pasangan Muhtar Aliehasan-Ahmad Yani. Satusatunya saksi yang tidak menerima pleno rekapitulasi penghitungan suara KPU, adalah pasangan Atikurahman-Hasmin Marunta. Bahkan salah

seorang saksinya, Harnoto Anas, tidak menandatangani hasil pleno rekapitulasi. “Saya tidak menerima, karena banyak indikasi pelanggaran yang kami terima. Salah satunya formulir C1 yang tidak diberikan saksi-saksi pasangan kami saat penghitungan suara di TPS,” ungkap Noto, di KPU usai pleno. Proses rekapitulasi semalam, berjalan sukses dan aman. Itu berkat kesigapan dari personil polisi dari satuan Brimob, Polda Sultra, dan Polres Bombana. Bahkan Kapolres Bombana AKBP Yan Sultra Indrajaya ser-

ta Mayor Infanteri Buhari (perwira penghubung) Kodim 1413 Buton wilayah Bombana, turun langsung di lapangan melakukan pengawasan dan pengamanan bersama seluruh perwiranya mulai dari awal pleno sekitar pukul 15.00 hingga selesai. “Tidak ada hambatan. Semua berjalan aman dan tertib. Kami berterima kasih kepada seluruh pasangan calon dan tim suksesnya serta masyarakat yang mengawal pesta demokrasi ini dengan aman dan tertib. Mudahmudahan di putaran kedua nanti juga seperti ini,” ungkapnya.(nur/ong)

IST

Paimo di Puncak Jbel Toubkal saya memang tidak lazim dan belum banyak digunakan orang kecuali di kota besar. Puncak dari gangguan ban luar yang cukup melelahkan itu terjadi sehari sebelum mencapai kota Sevilla, Spanyol. Sesaat setelah beristirahat siang saya bermaksud melanjutkan perjalanan. Terlihat ban roda depan menggembung tidak wajar. Saya merasa ditantang berpikir keras untuk mengatasinya. Satu-satunya cara ialah menjahit ban tersebut dengan menggunakan kawat. Dengan solusi itu, roda itu ngambek lagi setelah saya kayuh 12 kilometer. Tidak putus asa, kali ini jahitan saya lapis dengan aluminium. Setelah pedal saya kayuh, ban itu tetap tidak optimal. Padahal, saat itu cuaca panas sekali. Tidak ada tempat berteduh yang layak untuk memperbaiki. Tapi, saya terus berusaha bertahan. Keringat pun tidak lagi menetes, melainkan mengucur deras hingga mem-

Baca BERMALAM di Hal. 2


Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Senin, 16 Agustus 2010

Embarkasi Haji Antara Belum Terwujud NIATAN Pemprov untuk mengembangkan bandara Haluoleo menjadi embarkasi haji antara, sepertinya masih belum bisa diwujudkan. Pengelolaan X_ray bagi para jemaah, counter untuk penerbangan dan beberapa item lainnya harus dipenuhi. Saat ini X-ray yang ditujukan untuk scanning jemaah belum tersedia di ban-

Baca EMBARKASI diHal.10 SUWARJONO/KP

BANDARA HALUOLEO: Belum layaknya bandara Haluoleo menjadi bandara embarkasi haji antara membuat, daftar antirian calon haji (Calhaj) Sultra terus bertambah. Diperkirakan tahun 2018, daftar antrian bisa terpenuhi.

Butuh 18 Tahun Antrian Calhaj Habis Kuota Haji Tetap, Pendaftar Bertambah Setiap Tahun SEBAGAI rukun Islam ke lima, ibadah haji wajib hukumnya bagi umat Islam. Karena itu tak heran jika masyarakat muslim yang telah mampu, dan merasa telah ada panggilan hati untuk menunaikan ibadah ke tanah suci Mekkah itu, berlomba-lomba un-

tuk mendaftarkan diri menjadi calon jamaah haji. Disisi lain kuota haji per wilayah se-Indonesia tidak pernah mengalami penambahan. Hal ini tentunya membuat polemik tersendiri di kalangan masyarakat. “Kuota haji Sultra 2010 sebanyak 1.668 yang tersebar dalam lima kloter ditambah dengan 15 orang tim pendamping haji daerah (TPHD). Kuota 1.668 orang ini merujuk pada umat Islam, satu per seribu umat Islam pada suatu

negara. Sebagaimana kesepakatan dalam pertemuan OKI pada 1986 di Yordania tentang jatah menunaikan ibadah haji,” kata Kabid Penyelenggara Haji, Zakat dan Wakaf Kemenag Sultra, Drs H Tamrin MSi. Pada pertemuan itu disepakati bahwa jatah haji Indonesia sebanyak 207 ribu orang, dengan asumsi 207 juta jiwa umat muslim se-Indonesia. Dengan begitu jika kuota di Sultra 1.668 berarti asumsi umat islam se-Sultra sebanyak

1,6 juta orang. “Kesepakatan itu tetap diberlakukan hingga saat ini, meskipun umat muslim di Indonesia tidak terkecuali di Sultra mengalami peningkatan yaitu 2,3 juta umat Islam. Sehingga jika kembali ke perbandingan awal seharusnya kuota Sultra 2.300 orang, tetapi kuota ini belum berlaku mengingat kuota nasional belum bertam-

Baca ANTRIAN diHal.10

Rebutan Daftar Haji Lewat Online

SOSOK

Senang Belajar Agama SEBAGAI PNS lingkup Kementerian Agama, tentunya seseorang harus paham betul dengan segala permasalahan keagamaan. Tidak terkecuali bidang atau seksi tempatnya mengabdi. Demikian pula yang dirasakan Kasi Penyelenggara Haji Kemenag HjAndiIntangDulung Kota Kendari, Dra Hj Andi Intang Dulung MSi. Menjadi alumni S1 IAIN Alauddin Makassar membuatnya melenggang mulus menjadi PNS Depag Sultra pada 1985. Dengan kinerja yang baik selama tiga tahun di staf Bidang urusan Agama Islam (Urais), membuatnya terangkat menjadi Kasi Pembinaan Kemesjidan kemudian berturut-turut menjadi Kasi Pembinaan

Baca SENANG diHal. 10

MENGINGAT kuota haji nasional tidak mengalami penambahan kuota, membuat daerah pun tetap kebagian kuota yang sama setiaptahunnya. Halinitentusajamengharuskan para calon jamaah haji (Calhaj) untuk bersabar diri, menunggu giliran berangkat. Apalagi saat ini telah diterapkan sistem pendaftaran on line, sehingga setelah para Calhaj melakukan pembayaran uang muka pada bank yang ditunjuk, maka langsung dapat mendaftarkan diri di Kemenag masing-masing kabupaten/kota. Dengan begitu para Calhaj telah masuk dalam daftar antrian. “Meskipun waktu pengurusan masih panjang, tetapi kami tidak henti-hentinya melakukan himbauan untuk pengurusan kelengkapan. Misalnya passport dan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Contohnya seminggu ini kami masih memberikan waktu kepada 20 orang Calhaj yang belum mengurus passport, demikian pula untuk pelunasan BPIH dengan batas waktu 30 Agustus nanti,” ujarKa-

SUWARJONO/KP

PEMBERANGKATAN CALHAJ: Para jamaah calon haji tahun lalu saat pemberangkatan ke tanah suci Mekkah di asrama Haji Sultra, Lepo-lepo, Kota Kendari. si Penyelenggara Haji Kemenag Kota Kendari, Dra Hj Andi Intang Dulung Msi. Mengenai kuota diakuinya tidak ada penambahan, malah sempat turun. Pada 2009 sebanyak 529, turun menjadi 515 pada tahun ini. Penurunan kuota ini dis-

ebabkan adanya pendaftaran secara on line, sehingga semua kabupaten/kota berebut untuk mendaftar. “Walaupun begitu, sebagaimana tahun sebelumnya kemungkinan pada 30 Agustus nanti akan dibuka gelombang kedua,

sehingga bagi yang belum bisa melunasi BPIH maka diberikan kesempatan kedua untuk melunasinya. Untuk diketahui BPIH Sultra embarkasi Makassar turun dibanding tahun 2009 lalu, yaitu dari U$ 3.575 menjadi U$ 3.505,” akunya. (cr6)

Mendengar Keinginan Para Legium Veteran di Sultra

Ingin Sejahterakan Keluarga dan Anak Cucu Hidup diusia tua seorang diri setelah ditinggal isteri beberapa tahun lalu, dan hanya ditemani anak dan cucu tidak membuat veteran perintis Seroja Timur, La Ode Kudus patah semangat. Ini terlihat jelas diraut wajahnya yang dipenuhi keriput, ketika membukakan pintu wartawan koran ini.

Ulfah Sari Sakti DENGAN langkah tergogoh-gopoh dan menggunakan tongkat, La Ode Kudus berjalan menuju kamarnya. Dirinya bermaksud mengambil batik seragam veteran plus topi kebesarannya. Setelah tiba

di ruang tamu tempat wartawan ini menunggu untuk mewawancarainya, dirinya mengatakan dengan suara yang hampir tidak terdengar,” Tunggu sebentar na, saya panggilkan dulu Wa Uli anakku, supaya dia pakekan saya ini baju,” katanya seperti berbisik sambil berupaya berteriak memanggil anaknya, yang kebetulan tinggal disamping rumahnya. Tidak beberapa lama, kakak beradik Ridwan dan Uli datang dan menghampiri ayahnya, dan langsung memakaikan jas veteran yang berada dipangkuan ayahnya. Sambil duduk pria kelahiran Kambara, Muna 1945 mulai bercerita hingga mendapatkan keanggotaan veteran.

Sebelum tahun 1965 dan telah tamat dari sekolah rakyat (SR), dirinya masuk sekolah militer di Malino dan tergabung dalam TNI angakatan darat (AD). “Kalau saya tidak salah ingat pada 1965 pasukan kami menjalani pertempuran dengan tentara Portugis di Teluk Madura. Pertempuran pada saat itu dipicu keinginan Portugis untuk merebut Timor-Timur (sekarang negara Timor Leste, red), dari pangkuan ibu pertiwi. Tetapi dengan semangat juang yang tinggi kami dapat mengusirnya, sebelum

Baca INGIN diHal. 11

LA ODE KUDUS


Metro

10 Sultra Berpotensi Jadi Embarkasi Antara Antrian .................... bah karena Pemerintah Arab Saudi juga belum menambah kuota,” jelasnya. Lebih lanjut alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini mengungkapkan belum adanya penambahan kuota oleh Pemerintah Arab Saudi, lebih dikarenakan keterbatasan tempat jamaah haji. Terutama di daerah Mina, mengingat letak Mina yang sangat riskan yaitu diantara apitan gunung. Yang jika melakukan mabit di luar Mina, maka hajinya tidak sah. “Saat ini saja kuota tidak bertambah, tetapi telah banyak terjadi masalah. Dan untung saja saat ini tempat pelontaran terdiri dari lima tingkat. Berbeda dari 2001 lalu yang hanya berupa tugu kecil, sehingga banyak korban,” lanjutnya. Meningkatnya pendaftar jamaah haji dari tahun ke tahun, menurutnya, disebabkan karena adanya pemberlakuan aturan pendaftaran sepanjang masa. Sehingga yang duluan mendaftar menjadi duluan berangkat. Berbeda dengan aturan sebelumnya, nanti dekat pelaksanaan ibadah haji baru dibuka pendaftaran. Selain itu, semakin banyaknya pendaftar haji juga dipengaruhi perekonomi masyarakat, serta keimanan yang semakin meningkat. “Pemberlakuan aturan pendaftaran sepanjang masa merupakan sistem yang teraman dan bany-

ak unsur keadilan. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang terkesan berebutan sehingga menimbulkan banyak fitnah,” bebernya. Nah, dengan adanya pemberlakukan aturan pendaftaran sepanjang masa, jumlah antrian jamaah haji Sultra mencapai 12 ribu orang, dan karena kuota haji Sultra tetap 1.668 orang per tahun, maka diprediksikan daftar tunggu calon haji (Calhaj) akan habis pada 2018 nanti. Belum lagi jika ditambah dengan jumlah jamaah yang terus bertambah setiap harinya. “Per harinya jumlah pendaftar haji se-Sultra bertambah diatas 10 orang. Pasalnya jika telah memiliki sejumlah uang muka pendaftaran, maka masyarakat dapat langsung di daftar pada Kemenag masingmasing kabupaten/kota. Untuk haji 2010, uang mukanya naik yaitu dari Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta,” rincinya. Sultra Berpotensi Jadi Embarkasi Antara Segala pembenahan yang dilakukan Pemprov Sultra, tentunya diharapkan dapat menunjang terwujudnya embarkasi antara bahkan embarkasi penuh. Yang pastinya sangat menguntungkan para jamaah haji. “Semua jamaah haji Sultra tentunya menginginkan Bandara Haluoleo dapat menjadi embarkasi penuh setidaknya embarkasi antara. Mengingat menjadi embarkasi penuh, masih sulit diwujud-

kan karena harus tujuh ribu jamaah yang diberangkatkan. Yang bisa kita wujudkan pemprov jika dapat melobi jamaah dari provinsi lain,” ungkap Tamrin. Meskipun demikian jalan menunju terealisainya embarkasi antara tidaklah mustahil bagi Bandara Haluoleo, yang saat ini sementara diupayakan Gubernur Nur Alam. “Mudah-mudahan dengan adanya upaya gubernur, maka tahun depan Haluoleo dapat menjadi embarkasi antara. Dengan menjadi embarkasi antara, tentunya sangat menguntungkan jamaah karena jamaah terkonsentrasi di Sultra sehingga tidak perlu lagi bermalam di Makassar,” harapnya. Selain itu, menurut pria berusia 51 tahun ini banyak efisiensi yang bisa dilakukan, dengan terealisainya embarkasih antara tersebut. Dengan demikian segala persiapannya perlu digenjot, mulai dari persiapan infrastruktur seperti pemondokan minimal untuk dua kloter. Rinciannya satu kloter yang diberangkatkan dan satu kloter yang akan diberangkatkan. Disamping tersedianya gudang barang, kantor pelayanan bersama antara kesehatan dan imigrasi, serta peralatan keamanan seperti alat detektor (X-ray). “Kami yakin pemprov dapat menyediakan infrastruktur tersebut. Dan kami optimis jika dengan semangat dan kerja keras bersama, embarkasi haji antara akan segera terealisasi,” pungkasnya. (cr6)

Kendari Pos | Senin 16 Agustus 2010

Selalu Ingatkan Para Calon Jamaah Haji Senang .................... Perkawinan, Kasi Zakat dan Wakaf, Kasi Produk Halal serta Kasi Penyuluhan Haji dan Umrah Depag Sultra. Setelah Maret 2009, dirinya dimutasi ke Kemenag Kota Kendari dan menjadi Kasi Penyelenggara Haji. “Dari serangkaian amanah tersebut, pada urusan haji inilah saya merasa sangat en-

joy dalam bertugas. Meskipun mengurusi orang banyak, tetapi karena kegiatannya menambah pengetahuan misalnya sosialisasi manasik haji membuat saya menjadi enjoy dan ikhlas menunaikan tugas,” katanya. Sehubungan dengan jabatan di bidang haji, wanita berusia 48 tahun ini tidak henti-hentinya menghimbau para calon jamaah haji, untuk melengkapi segala kebutuhan keberangkatannya. Misalnya, melengkapi

identitas passport atau pelunasan Biaya Pemberangkatan Ibadah Haji (BPIH). “Tidak ada kendala berarti dalam pengurusan ibadah haji, hanya saja kami harus selalu proaktif menghimbau percepatan pengurusan segala kelengkapan mereka. Selain itu, kamipun berharap agar pemprov dapat segera mengumumkan formasi tim pendamping haji daerah (TPHD). Mengingat sering terjadi keterlam-

batan yang tentunya mempengaruhi pengurusan kelengkapan oknum pendamping,” jelasnya. Mengenai obsesi yang ingin segera diwujudkannya, ibu empat orang anak ini menandaskan sementara menyelesaikan S3. “Semoga studi S3 saya di UIN Makassar dapat terselesaikan dengan baik, dengan begitu obsesi keilmuan saya di bidang agama akan semakin lengkap,” tandasnya. (cr6)

Target 2011, Jadi Bandara Embarkasi Haji Antara Embarkasi .............. dara ataupun asrama haji Kendari. Counter untuk maskapai penerbangan yang direncanakan terletak di lantai tiga terminal bandara pun belum bsia dirampungkan. Kepala Bidang Perhubungan Udara Dishub Sultra, Ratnaningsih mengatakan potensi bandara Haluoleo untuk menjadi embarkasi haji antara, sangat besar. Hanya kondisi pemenuhan persyaratan saja yang terkendala. Hal tersebut sebenarnya sudah ada titik terang ketika Menteri Perhubungan Fredy Numberi transit di bandara Haluoleo, beberapa waktu lalu. Mantan menteri perikanan dan kelautan tersebut sudah menjanjikan Rp 15 miliar untuk pengembangan bandara dan dua unit garbarata. Untuk menjadi embarkasi haji antara,

bandara yang dulunya bernama Wolter Monginsidi ini harus melengkapi beberapa fitur yang dibutuhkan di asrama haji dan bandara. ‘’Menjadi embarkasi haji antara kita bisa, yang penting persyaratannya asrama haji harus dipenuhi. Waktu check in langsung di asrama haji, ada X-raynya. Jadi jemaah pas keluar dari asrama haji langsung naik bus ke pesawat tanpa perlu ada pemeriksaan lagi karena sudah dilakukan di asrama haji,’’ ujarnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, selain gubernur, juga harus disokong sektor lainnya yakni Kanwil Kemenag dan Dinas Perhubungan. Pasalnya kata Ratnaningsih, meski bandara sudah representatif, tapi jika asrama hajinya belum maksimal maka pemerintah pusat tidak akan meningkatkan status bandara. ‘’Persyaratan ban-

dara tidak ada masalah. Cuma penerbangan minta persyaratan teknis security misalnya pengelolaan X-ray harus ada. Kita juga harus kerjasama dengan Kanwil Kemenag untuk pengelolaan asrama haji,’’ katanya Apalagi kata istri kepala Bappeda Sultra Ali Hanafi ini, pada 2011 bandara Haluoleo sudah mendapatkan persetujuan DPR RI untuk pengembangan termasuk dua unit garbarata yang dijanjikan menteri perhubungan. ‘’Garbarata sudah disetujui pusat dua unit itu dianggarkan 2011. Tahun 2011 juga akan dilakukan penambahan taxy way, appron dan lapisan run way. Kita tidak minta penambahan panjang run way tapi pelapisan ketebalannya dulu,’’ ungkapnya. Untuk panjang lintasan bandara Haluoleo dianggap sudah representatif. Saat ini panjangnya mencapai 2,5 kilometer

sehingga bisa didarati pesawat jenis Boeing seri 300 yang mampu mengangkut 200-an penumpang. ‘’Untuk syarat teknis, kita tidak ada masalah. Kita juga sudah siapkan lantai tiga terminal untuk hotel, perkantoran, meeting dan lounge. Cuma persoalannya itu belum selesai,’’ ungkapnya. Wanita berjilbab ini menambahkan, untuk menjadi embarkasi haji antara, harus melalui usulan gubernur yang sudah dilakukan konfirmasi kesiapan asrama haji kepada Kanwil Kemenag dan bandara Kepada Dishub. ‘’Asalkan diurus dengan sungguh-sungguh, kita bisa jadi embarkasi haji antara tahun 2011. Ada banyak keuntungan yang diperoleh kalau itu terwujud diantaranya mengurangi ongkos jemaah haji karena hanya transit di Makassar. Jemaah juga hemat waktu dan biaya,’’ jelasnya. (cr2)


Kendari Pos | Senin 16 Agustus 2010

Pernah Terkena Stroke Ingin ........................ akhirnya mereka menyerah dengan kedatangan Belanda,” ceritanya sambil ditemani anaknya, Ridwan yang berprofesi sebagai ojek. Dengan wajah serius ayah tujuh anak dan 11 cucu ini, kembali mengingat pertempuran lain yang pernah dialaminya. Yaitu pada 1967 pertempuran kembali berkecamuk di Kalimantan. Tetapi kali ini bukan lagi Portugis yang menjadi lawan TNI AD RI, tetapi Malaysia. “Pertempuran itu dikenal dengan pertempuran dua komando rakyat (Dwikora). Atas komando Dwikora yang didengungkan Presiden Soekarno, semua pasukan bertempur sampai titik darah penghabisan, menentang keberadaan Negara Federasi Malasyia di Kalimantan Utara,” katanya dengan suara terbata-bata. Pertempuran terakhir yang dilaluinya yaitu pertempuran Seroja Timur 1975-1976, ketika Portugis belum menyerah atas serangan di Teluk Madura. “Karena terlibat dipertempuran inilah, saya menjadi anggota veteran dan berhak atas pin Seroja dan bintang angkatan. Sebelumnya saya juga pernah ikut menumpas pemberontakan DI/TII Kahar Muza-

kar, dan diberikan pin bintang gerilya,” jelasnya. Saat ditanya imbalan apa yang pantas diterima para veteran seperti dirinya, diera kemerdekaan seperti sekarang ini. Warga Alolama ini spontan menjawab ingin agar kesejahteraannya beserta anak cucunya, dapat lebih diperhatikan pemerintah. “Meskipun belum menerima dana kehormatan Rp 250 ribu per bulan, tetapi saya masih bersyukur memiliki anak yang masih bisa merawat saya. Tetapi saya menginginkan supaya ada wadah bagi anak veteran, sehingga disana keterampilan mereka dapat diasah dan tidak seperti anak saya saat ini yang sangat kesulitan mencari pekerjaan,” harapnya. Diakhir wawancaranya, dirinya juga mengisahkan jika pada 2009 lalu terkena stroke dan belum memiliki askes veteran, sehingga harus berobat seadanya. “Untung pada 2010 ini askes telah saya terima, sehingga dapat berobat medis dengan layak. Saya juga berharap semoga di Proklamasi 17 Agustus ini, anakanak saya dapat memperoleh pekerjaan yang layak,” tutupnya sambil bersiap-siap difoto, guna kelengkapan peliputan berita. (***)

Metro

11

Revitalisasi Gerakan Pramuka, Hidupkan Gugus Depan Kendari, KP Gerakan praja muda karana (Pramuka) beberapa tahun silam menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sangat diminati oleh peserta didik. Hampir seluruh peserta didik menjadi bagian dari keanggotaan pramuka. Berbagai kegiatan pendidikan yang dapat mengasah kemampuan anggotanya dan kreativitas tak pernah hilang. Sayangnya, momentum tersebut mulai memudar dalam beberapa dekade terakhir. Peserta didik dan sebagian masyarakat memandang gerakan pramuka hanya sebelah mata. Kecenderungan meninggalkan kebesaran pramuka mulai terkikis sedikit demi sedikit. Bahkan, gerakan pramuka tak lagi menempati posisi terbaik untuk menjadi pilihan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kondisi itulah yang berusaha direvitalisasi oleh Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sultra bersama Kwartir Cabang Kota Kendari. Dalam mengembalikan citra gerakan pramuka yang lebih profesional dengan konsep mengikuti modernisasi, Gerakan Pramuka Kwarda Sultra dan Kwarcab Kota Kendari melakukan revitalisasi terhadap internal gerakan pramuka itu sendiri. Komitmen tersebut diperkuat pada perayaan HUT ke 49 Gerakan Pramuka Nasional yang dipusatkan di pelataran Kantor Wali Kota Kendari, 14 Agustus. Pemberdayaan secara sistematis, berkelanjutan, dan terencana untuk men-

WULAN/KP

HUT PRAMUKA: Gubernur Sultra Nur Alam saat memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota Pramuka yang beprestasi. ingkatkan peran, fungsi dan tugas pokok serta memperkokoh eksistensi gerakan pramuka menjadi prioritas dalam memajukan praja muda karana. Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Sultra, Drs. H. Masyhur Masie Abunawas, MSi., mengatakan, gerakan pramuka dipercaya menjadi wahana membentuk watak dan mengembangkan kepribadian kaum muda dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan secara cerdas, gemilang serta dapat menyelesaiakan permasalahan kaula muda. Ritual peringatan Hari Pramuka di Sultra dipimpin langsung oleh Maje-

lis Pembina Daerah Sultra, H. Nur Alam, SE., (jabatan eks-officio Gubernur Sultra). Nur Alam menilai, pramuka sangat dibutuhakan dalam membangun watak dan jiwa kepemimpinan generasi bangsa. Pramuka harus mampu merevitalisasi diri melalui penguatan manajemen organisasi, dengan meningkatkan kurikulum pelatihan, agar diminati oleh delegasidelegasi dan peserta pramuka. Nur Alam mengharapkan, seluruh instansi pemerintahan mendukung dan memfasilitasi gerakan pramuka. Pada tahun 2010/2011 alam dicanangkan program “1000 Pramuka” pada

semua golongan peserta didik, minimal 100 per kwartir cabang. “Pada tahun 2011, pramuka Sultra dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya,” ujar Gubernur Sultra. Gubernur juga menginstruksikan pada Ketua Kwartir Daerah (H. Masyhur Masie Abunawas, red) agar dapat lebih meningkatkan kreatifitas dan memajukan pramuka di Sultra. Pada perayaan Hari Pramuka tersebut, beberapa pengurus mendapat penganugarahan dan tanda penghargaan. Untuk penghargaan Lencana Melati yang diberikan pada Ketua Majelis Pembina Cabang Kabupaten Buton Utara, Drs. H. Muh Ridwan Zakaria, dan Ka Kwarcab Konawe, H. Irawan Laliasa, SE., M.Si. Sedangkan penghargan Darma Bakti diberikan pada Andalan Kwarcab Kota Kendari, Muh. Rasyid, S.Pd. Selain itu beberapa penghargaan lainnya diberikan. Upacara Hari Pramuka tersebut juga dimeriahkan atraksi dari Gugus depan Pondok Pesantren Gontor Putri. Dalam atraksi yang cukup meriah tersebut, telah terangkum isi dasa darma pramuka. Kekompakan, tolong menolong, saling menyayangi, bersahaja, dan tentunya beribadah pada Tuhan yang Maha Esa. Selain Gontor yang memeriahkan acara tersebut, juga ada siswa-siswi pesantren Ummushabri Kendari yang mengolaborasikan antara pramuka dengan bulan suci ramadan. Seperti atraksi kegiatan pramuka dan seni musik dengan nyanyian kasidah rabana. (p2/aka)


Kendari Pos | Senin, 16 Agustus 2010

Gita Gutawa

Luncurkan Album Religi Pertama PENYANYI yang beberapa kali mencatat prestasi internasional itu sekarang beranjak dewasa. Pada Rabu lalu (11/8) usianya genap 17 tahun. ‘’Umur legal,’’ ucap Gita sambil tersenyum malu-malu di FX Sudirman kemarin. Ketika ditanya lagi apa arti usia 17 tahun, dia menjawab bisa memiliki SIM dan KTP. Apa Gita sudah dapat izin pacaran? ‘’Izin sih sudah saya kasih dari dulu,’’ sahut sang ayah, Erwin Gutawa. Di FX Plaza Sudirman, Gita dan keluarganya membuat syukuran kecil atas tiga hal. Ulang tahun, jadi juara umum, serta peluncuran album religi pertama yang berjudul Balada Shalawat. Lelaki Sempurna adalah single pertama di album tersebut. ‘’Lelaki sempurna yang saya maksud adalah Nabi Muhammad SAW. Jadi, di mata saya, seorang lelaki yang sempurna adalah yang memiliki sifat terpuji seperti beliau,’’ katanya. Album religi itu, lanjut dia, merupakan proyek charity bersama ayahnya. Melalui album Balada Shalawat, pemilik nama panjang Aluna Sagita Gutawa itu ingin berbuat kebaikan kepada orang lain. Seluruh hasil penjualan album tersebut akan disumbangkan untuk mereka yang membutuhkan. ‘’Selama ini, Allah sudah baik sama saya. Banyak sekali kesempatan, berkah, dan rezeki yang sudah saya dapatkan. Jadi, sekarang saatnya saya untuk membantu sesama,’’ tuturnya. (jpnn/awl)

Hiburan Zhelebes Band Tembus Pasar Nasional Kendari, KP Musisi asal Sultra tampaknya mulai mengena di hati penggemar musik tanah air. Band Zhivilia memulai hal itu setelah lagu “ai shiteru” booming dan menjadi hits di beberapa tangga lagu. Kini giliran band Zhelebes yang akan coba menaklukkan industri musik. Bulan ini, band asal Kendari yang digawangi Cesar (vokal), Agung, Edo (gitar), Rombe (bass) dan Anto (drummer), akan memulai TV promo di beberapa acara musik televisi nasional. Proses rekaman sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Zhelebes akan bernaung di bawah label Nagaswara record. Manajer Zhelebes Syaiful Hendra mengatakan label record akan melihat respon hits andalan berjudul “Bukan Takdir Kita” dipasaran sebelum merilis hits berikutnya. ‘’Label sudah meminta tiga lagu berikut-

nya, dan kita sudah siapkan itu. Nanti akan dibuatkan album, tidak tahu juga berapa banyak materi dalam satu album itu,’’ ujarnya. Namun kata Syaiful pihak label memberikan respon positif terhadap hits “bukan takdir kita”. Lagu yang diciptakan tahun 2006 tersebut sudah dibuatkan video clipnya dan hanya menunggu promo tv saja. Drummer Zhelebes Anto mengatakan band mereka masih mengusung tema cinta untuk materi hits yang akan dilempar ke pasar. Bahkan seluruh lagu yang mereka buat merupakan pengalaman pribadi personelnya. Drummer berbodi tambun ini mengaku tidak takut dengan persaingan yang ketat di belantika musik tanah air. Katanya mereka menawarkan musik pop progesif yang jujur untuk bersaing dengan jenis musik melayu yang sedang laris saat ini. (cr2)

13 Rossa

Ajak Mantan Suami Buka Bersama TAK lagi menjadi pasangan suami istri tidak memunculkan rasa permusuhan antara Rossa dan Yoyo, drumer Padi. Keduanya masih menjalin hubungan baik. Bahkan, Rossa dan Yoyo kerap terlibat dalam pekerjaan yang sama. Pada Ramadan ini, penyanyi kelahiran Sumedang tersebut telah menyiapkan rencana berbuka puasa bersama pria yang memberinya satu buah hati, Rizky Langit Ramadhan, tersebut. Hal itu diungkapkan penyanyi yang tenar membawakan lagu Nada-Nada Cinta tersebut di Balai Sarbini. ‘’Aku memang ngajakin Yoyo buka puasa bareng. Lewat BBM (BlackBerry Messenger) sih. Aku bilang kapan kita buka puasa bareng,’’ ungkapnya. Pada Ramadan kali ini, Rossa memiliki banyak doa. Dia meminta kepada-Nya agar bisa menjadi ibu yang baik untuk Rizky. Dia juga memohon diberi kelancaran rezeki dan limpahan kesehatan. Bagaimana dengan jodoh? ‘’Wah, kalau itu sudah pasti minta. Semoga aku diberi seseorang yang tulus dan terbaik,’’ kata pelantun Ayat-Ayat Cinta tersebut. Namun, yang terutama, lanjut dia, adalah memohon diberi kekuatan menjadi ibu yang baik bagi anaknya. Pasalnya, putra semata wayangnya itu mulai besar dan banyak bertanya. ‘’Dia sudah mulai kritis. Tahu ibunya puasa aja, dia suka bertanya, ‘Ibu, kenapa nggak makan’,’’ kisahnya. (jpnn/awl)


Edukasi

14

Kepala PLB Wajib Setor 10 Persen Demi Beasiswa Jumlah Anak Cacat di Sekolah Inklusi Bertambah Kendari, KP Realisasi bantuan pemerintah di bidang pendidikan belum maksimal akibat ulah para pengelola proyek. Kali ini, isu miris datang dari beberapa kepala SLB di Sultra. Mereka secara gamblang mengatakan, dalam penerimaan bantuan beasiswa anak luar biasa di SLB, harus disetor sebesar 10 persen dari total anggaran yang diterima. Penyetoran itu dilakukan melalui salah satu rekening staf pengelola dan sebagian kepala sekolah menyetor langsung. Para kepala sekolah mengatakan, kong-kalokong pengelola terlihat dari usulan sebagian proposal dengan mengurangi jumlah murid SLB. Dari pengurangan itu, ternyata jumlah calon penerima bea siswa digelembungkan di sekolah inklusi. Bahkan tiba-tiba saja ada usulan sekolah inklusi dari sekolah umum yang kemungkinan belum pernah mendapat surat penetapan dari pemerintah sebagai penyelenggara. Demi beasiswa, jumlah anak cacat digelembungkan. Seperti SMAN 9 Kendari tidak masuk akal memiliki anak cacat sebanyak 74 orang, SMAN 3 Raha 61 orang, SMAN 4 Kendari 59 orang dan SMAN 1 Raha 55 orang. Bahkan beberapa sekolah reguler memiliki terlalu banyak usulan anak cacat penerima beasiswa sebesar Rp 600 ribu per orang. Padahal SLB yang jelas-jelas ada anak cacat justru dikurangi. Melalui cara penggelembungan para penerima di sekolah inklusi, akhirnya siswa di SLB separuh tidak kebagian beasiswa. Kuat dugaan, para pengelola sengaja memanipulasi data karena sebagian besar para kepala SLB agar rumit melakukan persekongkolan. Kalaupun ada itu terpaksa dilakukan karena takut tidak kebagian tahun akan datang. Berkaitan dengan setoran ‘’UPETI’’ ujar beberapa kepala sekolah bahwa uang yang ditterima masuk rekening sekolah sesuai proposal yang disetujui para pengelola proyek. Namun

Salah satu slip setoran melalui Bank Mandiri dari salah seorang Kepala SLB ke Rekening oknum pengelola proyek saat akan dilakukan pengembilan, terlebih dulu pihak Bank Mandiri menyodorkan blanko slip setoran dengan harapan agar disetor sebesar 10 persen dari jumlah beasiswa yang diterima. ‘’Ya dengan urut dada, terpaksa kami isi 10 persen dari jumlah dana yang masuk rekening sekolah. Tidak mungkin kami tolak karena Bank Mandiri hanya ada di Kendari. Bahkan kami pun pertanyakan, kenapa tidak ditransfer ke bank yang sudah punya cabang di daerah. Ini juga permainan, padahal kami datang menggunakan uang sendiri—tidak mungkin beasiswa dipotong untuk tranport kepala sekolah,’’ katanya. Pemotongan tersebut menurut para kepala sekolah itu, dilakukan dengan sistem transfer melalui rekening bank. Seluruh sekolah, diwajibkan untuk menyetor dana 10 persen dari jumlah nominal yang diterima. Bahkan parahnya, hal itu kata mereka sudah terjadi sejak lama, ketika proses pencairan dilakukan. “Pemotongan ini jelas saja merugikan kami. Apalagi dana yang diterima itu sudah tidak sesuai dengan jumlah siswa yang berhak menerima. Satusatunya harapan kami dari beasiswa itu akan dapat menyupor para murid termasuk orang tua agar mereka tetap sekolah. Kalau terus ditekan agar menyetor, tentu sebagian siswa tidak

kebagian atau paling tidak kami harus rapat dulu dengan pihak orang tua sebelum penyaluran,’’ katanya. Menanggapi hal itu, Drs H Ihtisan Alhajj, M Pd, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek perluasana dan peningkatan mutu PLB Dinas Pendidikan Sultra yang dikonfirmasi membantah. Ia dengan tegas mengatakan bahwa pencairan bantuan beasiswa PLB sama sekali tidak ada potongan. Lebih-lebih mewajibkan kepala sekolah untuk menyetor 10 persen dari dana yang diterima. “Sama sekali tidak ada potongan dalam penerimaan beasiswa PLB. Adapun kalau kepala sekolah meresa terbantu, mereka hanya memberikan “ucapan terima kasih” kepada pengelola, tetapi itu tidak diwajibkan,” terangnya. Bantahan itu dibenarkan Aldi, salah seorang staf administrasi. Pegawai honorer yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga teknis di proyek PLB itu mengaku pernah menerima ucapan terima kasih. Namun, kata dia tidak ada kewajiban bagi kepala sekolah, untuk menyetor 10 persen. Mereka yang merasa terbantu, hanya memberikan ucapan terima kasih seadanya. Kalau disebut mereka memotong 10 persen, itu sama sekali tidak benar. “Namanya juga manusia, kadang memberikan ucapan terima kasih tak hanya mela-

lui kata-kata. Terima kasih itu ada juga yang menyelipkan uang, kadang Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, bahkan ada juga yang mengirimkan pulsa. Kiriman itu bukan kehendak kami. Mereka (para kepala sekolah red) sendiri yang berinisiatif untuk memberikan ungkapan terima kasih seperti itu. Kalau dikatakan kami memotong 10 persen, tentu saja kami bisa kaya dong,” ungkap Aldi. Masih kata Aldi, selain melalui pemberian langsung, ada juga yang memberikan ucapan terima kasih melalui transfer sejumlah dana di rekening. Hal itu diakui pula Aldi. Hanya, kata dia, lagi-lagi itu bukan atas kehendak para pengelola. Biasanya, para kepala sekolah itu iseng-iseng menanyakan nomor rekening, tanpa tahu maksudnya. Setelah di cek, ternyata mereka mengirim sejumlah dana sebagai ungkapan balas budi. Untuk diketahui, beasiswa PLB diporsikan bagi siswa sebesar Rp 600 ribu dalam satu tahun. Namun dana itu tidak diberikan secara langsung kepada siswa, dikelola oleh kepala sekolah sesuai dengan item yang tercantum dalam petunjuk teknis penggunaan dana. Penanggung Jawab Kegiatan (PJK) Proyek PLB Dinas Pendidikan Sultra, H Nasrullah, SE yang perna dikonfirmasi mengaku tidak tahu kalau sebagain usulan para kepala SLB dikurangi dan dialihkkan ke sekolah inklusi. Menurut dia, proposal para kepala SLB sudah diferivikasi semua dan sudah ditetapkan sebagai calon penerima. Nasrullah mengelak keterlibatan dalam penentuan kuota. Pasalnya setelah diferivikasi, Nasrullah tidak pernah diberi kesempatan memeriksa saat akan ditransfer ke rekening sekolah beberapa besar dana setiap sekolah. ‘’Saya tidak tahu karena teknis termasuk pencairan uang yang mengelola adalah bendahara atas persetujuan PPK. Aturannya memang PJK tidak ikut bertanda tangan. Tugas saya hanya memberi pemahaman kepala sekolah tentang keberadaan proyek khususnya beasiswa,’’ katanya. (cr5)

Kendari Pos | Senin, 16 Agustus 2010

Pelajaran Lalulintas, Diintegrasi ke Kurikulum Kendari, KP Pelanggaran lalu lintas merupakan salah satu masalah sosial yang marak terjadi di jalan raya. Rendahnya kesadaran masyarakat, dan minimnya penegakan hukum, kasus tersebut semakin meningkat. Bahkan cenderung memicu terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan. Mengingat pentingnya hal itu, pemerintah membuat terobosan baru, dalam rangka memberi kesadaran masyarakat akan pentingnya patuh berlalu lintas. Menurut Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sultra, Drs H. Ichtisan Alhajj, dilakukan pemerintah dengan

cara mengintegrasikan pelajaran lalu lintas dalam kurikulum pendidikan di tingkat sekolah. Mulai dari SD, SMP hingga SMA sederajat, akan diberikan materi seputar pendidikan berlalu lintas. Pelajaran yang lebih tepat untuk menyisipkan materi itu kata Ihtisan adalah Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn). Pasalnya, dalam mata pelajaran tersebut, memuat pendidikan moral serta aturan negara dan prilaku hidup yang sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan aturan yang berlaku dalam kehidupan bernegara. “Semestinya, materi itu mulai tahun ini dimasukkan dalam

kurikulum di sekolah. Hanya, saat ini belum tersosialisasi dengan baik, sehingga butuh waktu untuk menyesuaikan dengan mata pelajaran yang sudah disusun dalam kurikulum pendidikan. Tahun ajaran akan datang, materi lalu lintas sudah akan dipelajari, dan menjadi bagian dari materi yang diajarkan guru Pkn di sekolah,” terangnya. Disampaikan, selain pelajaran lalu lintas, ada materi lain yang juga perlu untuk dimasukkan dalam pelajaran, misalnya narkoba, pendidikan anti korupsi dan pendidikan mengenai makanan dan minuman yang terlarang. (cr5)

Melatih keberanian anak perlu diajak melakukan pawai di mal

Latih Keberanian Anak, Ajak Pawai di Mal Surabaya, KP Memunculkan keberanian anak bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, pawai keliling mal dengan mengenakan kostum bertema kemerdekaan, seperti yang dilakukan Cinta Kasih School. Nuansa kemerdekaan juga terlihat dari bendera merah putih mungil yang dipegang para siswa. Sambil berjalan beriringan, para siswa tersebut meneriakkan kata “merdeka”. “Cara seperti itu bertujuan mengajari mereka untuk berani menghadapi banyak orang. Tujuan lainnya, menghilangkan bosan saat belajar di dalam kelas,” tutur Friska Arlyany Mastan, 22, guru Cinta Kasih School. Sebanyak 25 siswa mengawali pawai mini tersebut dari atrium Pakuwon Trade Center (PTC). Pawai itu dilakukan di mal karena Cinta Kasih School

berada di dalam PTC. Tiap siswa mengenakan kostum yang berbeda. Ada yang mengenakan seragam polisi, petani, dan kostum dengan nuansa merah putih. Mereka lalu berjalan menuju Supermal Pakuwon Indah (SPI) dan PTC. Mereka berhenti di empat stan. Yakni, Naughty, Advance, Body Shop, dan Excelso. Di empat tempat tersebut, mereka mendapatkan snack. Untuk mendapatkan snack tersebut, setiap siswa harus meneriakkan kata “merdeka” dengan penuh semangat. Namanya saja anak kecil. Tentu ada beberapa kejadian lucu ketika mereka berpawai. Salah satunya dilakukan Javriel Etanim, 2,5. Setiap kali orang memandang dia sambil tersenyum dan tertawa, Javriel justru menangis. Penampilan Javriel memang mengundang perhatian banyak

orang. Dia mengenakan kostum petani lengkap dengan sarung yang diselempangkan di bahu. Wajahnya yang imut bertambah lucu dengan adanya lukisan kumis. ‘’Bagaimana orang tidak tertawa kalau melihat penampilan Javriel yang lucu?’’ ujar Friska. Setelah selesai berjalan-jalan, para siswa kembali ke atrium untuk beristirahat sejenak. Tak lama kemudian, seorang guru memanggil dan meminta para siswa TK itu mengambil bentuk angka yang disebutkan. Mereka kemudian menempel angka tersebut di papan yang telah disediakan. Salah seorang siswa yang terlihat aktif adalah Heidi Bernice, 2. Gadis mungil berkucir dua itu terus mengambil dan menempelkan angka meski gilirannya telah berakhir. ‘’Kami juga ingin menunjukkan aktivitas mereka ketika berada di dalam kelas,’’ kata Friska. (war)


Edukasi

Kendari Pos | Senin, 16 Agustus 2010

15

PNF di Sultra Belum Terakreditasi

Lagu Kemesraan mengalun merdu dari permainan kolintang para guru SMA Dharma Mulya di Multifunction Hall SMA Kristen Dharma Mulya Sabtu (14/8).

SMA Kristen Tukar Ilmu dengan Mahasiswa Korea Surabaya, KP Lagu Kemesraan mengalun merdu dari permainan kolintang para guru SMA Dharma Mulya di Multifunction Hall SMA Kristen Dharma Mulya Sabtu (14/8). Di antara para pemain, terselip empat orang dengan pakaian dan paras berbeda. Mereka adalah mahasiswa pertukaran asal Korea Selatan yang sedang bertugas di SMA tersebut. ‘’ Mahasiswa Korea itu baru berlatih selama empat pertemuan. Yang mengajar ya guru-guru kami juga,’’ tutur Megawati Mulyono, 54, kepala SMA Dharma Mulya. Dalam acara bertajuk Cultural Exchange Dharma Mulya Senior High School & KIV (Korea Internet Volunteer) itu, empat mahasiswa tersebut juga menjadi model dadakan. Sebelum bermain kolintang, mereka tampil berlenggak-lenggok di hadapan ratusan siswa SMA Dharma Mulya untuk memeragakan kostum tradisional Indonesia. Setiap mahasiswa memeragakan kostum dari daerah berbeda. Salah satu mahasiswa Korea itu adalah SunYoung Kim, 20. Mahasiswi

Ewha Womans University Seoul itu dipasangkan dengan salah seorang siswa lokal. Pasangan itu memeragakan baju tradisional asal Lampung. Bak model profesional, tanpa canggung mereka berpose di hadapan siswa SMA Dharma Mulya. Keberanian serupa ditampilkan oleh Sang-Hyun Lee, 19, yang memeragakan baju bodo. Begitu pula dua rekannya, Ji -Eun Baek, 28, dan Cheol Ryu, 24. Masingmasing memeragakan busana tradisional suku dayak dan pakaian tradisional dari Riau. Para mahasiswa asing itu tidak hanya mempelajari kebudayaan Indonesia. Mereka juga bertugas memperkenalkan kebudayaan mereka. Karena itu, tidak lama kemudian mereka bergegas berganti kostum me-

makai busana tradisional Korea berwarna cerah. Mereka menampilkan keahlian memainkan alat musik tradisional Korea. Yaitu sogo, ha gum, dan danso. Sogo adalah alat musik pukul dari kayu, ha gum adalah alat musik petik, dan danso mirip seruling. Dengan alat tersebut, mereka memainkan lagu berjudul Arirang dan Gun Bam Tae Rhyung. Atraksi yang dipertunjukkan mahasiswa asing dan siswa lokal sekaligus merupakan ajang perpisahan. Para mahasiswa asal Korea itu akan kembali ke tanah airnya pada 18 Agustus mendatang. Mereka berada di Surabaya sejak 19 Juli lalu. (war)

Kendari, KP Salah satu indikator penilaian alumni di lembaga pendidikan nonformal (PNF) adalah akreditasi. Sayangnya, di Sultra belum ada lembaga maupun program PNF yang memperoleh penilaian nasional tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua HIPKI Sultra, A Hidayat Hasyim akhir pekan lalu. Menurut Hidayat, salah satu alasan belum terakreditasinya lembaga PNF di Sultra, karena seleksi assesor untuk Sultra baru dilakukan tahun ini. Olehnya itu kata Ketua Yayasan Handayani Indonesia itu, saat ini sedang dilakukan proses sosialisasi, terkait persiapan lembaga untuk melakukan usulan akreditas.

Untuk tim asesi kata Hidayat, sudah ada 14 orang assesor muda yang lolos seleksi Badan Akreditasi nasional (BAN). Masing-masing dari mereka akan menjadi assesor untuk 14 jenis program dan satuan yang ada dalam lembaga PNF. Untuk program, ada tiga kategori lembaga yang termasuk dalam PNF, yakni lembaga kursus, pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM). “Serupa dengan pendidikan formal, akreditasi di lembaga PNF juga sangat penting. Lebioh-lebih untuk tahap ini, biaya pelaksanaan akreditasi masih menjadi tanggungan pemerintah, sehingga sangat disayangkan kalau lembaga PNF melewatkan hal itu, kare-

na kedepan kegiatan akreditasi akan dibiayai sendiri oleh lembaga yang bersangkutan,” terangnya. Untuk akreditasi kata Hidayat, anggaran yang digunakan sebesar Rp 15 juta. Terdiri dari berbagai kriteria penilaian, seperti penilaian mayor, harus dimiliki bagi lembaga PNF berkaitan dengan kurikulum, tenaga pendidik dan peseta didik. Kategori kedua adalah penilaian minor yang menyangkut jadwal perubahan kurikulum serta kegiatan observasi terkait keberadaan fasilitas pembelajaran, seperti perpustakaan. Mengenai pengusulan, pengelola lembaga dapat melakukan usulan setiap saat. Mengenai kelayakan

memperoleh nilai akreditasi, akan diketahui setelah tim assesor melakukan visitasi sesuai dengan data yang dimasukkan. Jika memenuhi standar maka akan diberikan akreditasi, namun jika tidak layak, dinyatakan tidak terakreditasi. Untuk lembaga formal, akreditasi ada empat tingkatan, yakni akreditasi A, B, C dan tidak terakreditasi. Sementara untuk PNF hanya dua kategori, terakreditasi atau tidak. “Lembaga yang terakreditasi tentunya memiliki banyak keunggulan daripada yang tidak terakreditasi, antara lain, memperoleh pengakuan secara nasional, serta akan lebih mudah memperoleh bantuan operasional dari pusat,” katanya. (cr5)

Dana Bopda Rp 1 Miliar Terancam Tidak Cair Surabaya, KP Sejumlah sekolah penerima dana bantuan operasional pendidikan daerah (bopda) harus bersabar. Sebab, pencairan bopda triwulan ketiga yang seharusnya bergulir mulai minggu ini ternyata masih menyimpan kendala. Bahkan, sebagian dana bopda dari nilai total Rp 35,8 miliar tersebut terancam tak dicairkan. Penyebabnya masih bermuara pada banyaknya sekolah yang belum menyetorkan laporan resapan anggaran kegiatan (LRAK) pencairan bopda periode sebelumnya. Senin (9/8), Dinas Pen-

didikan (Dispendik) Surabaya menyebutkan bahwa penyetoran LRAK sudah rampung. Namun, ternyata, yang sudah rampung adalah penyetoran LRAK untuk SMK swasta. Hingga kemarin (11/8), masih ada 31 sekolah yang belum menyetorkan LRAK ke Dispendik. Ada 8 MA dan 23 SMA yang laporannya belum diterima. Seluruhnya merupakan sekolah swasta. Dengan demikian, berarti baru 10 persen di antara 44 sekolah penunggak LRAK yang sudah menuntaskan problem administrasi itu. Sebelumnya, hingga 4 Agustus lalu, ada 10 SMK, 9 MA, dan 25 SMA yang

belum menyetorkan LRAK. Yang sudah menuntaskan baru 10 SMK, satu MA, dan dua SMA. Dispendik menyatakan akan menahan pencairan dana bopda untuk sekolah-sekolah mokong tersebut. Bahkan, Dispendik memaparkan kemungkinan bahwa dana untuk 31 sekolah yang nilainya lebih dari Rp 1 miliar itu terancam tak cair. Sebab, mereka memberikan batas waktu hingga tiba jadwal dana bopda triwulan keempat cair pada Oktober. ‘’Kalau sampai Oktober belum setor LRAK, ya sudah pasti tidak kami cairkan,’’ tegas Kepala Bidang Pendidikan Menen-

gah dan Kejuruan Dispendik Surabaya Ruddy Winarko kepada Jawa Pos di ruang kerjanya kemarin. Kendati demikian, dia mengimbau sekolah-sekolah yang dana bopda-nya ditahan itu tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk memungut biaya kepada siswa kurang mampu. Aturan bahwa biaya pendidikan siswa kurang mampu di-cover bopda harus tetap berlaku. ‘’Sebab, dana itu tidak cair kan bukan karena kesalahan siswa, melainkan sekolah. Karena itu, sekolah tidak boleh memungut sepeser pun,’’ tegasnya.(rum)


KOMUNIKASI BISNIS

16

Kendari Pos | Senin 16 Agustus 2010

PROMOSI TEPAT, USAHA MANTAP: Anda ingin mempromosikan usaha/bisnis anda? pasang iklan dalam bentuk berita + foto di Rubrik Komunikasi Bisnis (Kombis). Dengan biaya promosi yang relatif terjangkau, kami memberi jaminan promosi usaha/bisnis anda akan tepat dan maksimal. Hubungi team Kombis. Call/SMS 081341772227

Bebek Sport Paling Tangguh dan Irit BBM Suzuki New Shogun 125 cc NEW Shogun tentunya memiliki peminat tersendiri, khususnya dari kalangan kawula muda. Motor yang ber-cc 125 ini hadir dengan tampilan penuh modifikasi dan inovasi sempurna karena mengusung teknologi moderen, model keren dan warna yang lebih atraktif. Selain itu, New Shogun dilengkapi spedometer yang didesain lebih lux menjadikan produk ini begitu sempurna, serta mengunakan central key system yang praktis dan multifungsi, bisa digunakan untuk starter dan membuka bagasi. New Shogun juga dilengkapi Tail Light ber-bohlam LED dengan desain modern yang lebih meruncing, lebih terang, hemat listrik, dan bebas perawatan serta memiliki posisi lampu sein yang menyatu sehingga tampak lebih trendi dan lebih jelas. Dengan penggunaan dua lampu depan plus lampu senja, memberikan penerangan lebih maksimal. New Shogun juga dilengkapi dengan combustion chamber modification yang merupakan inovasi pada ruang bakar yang membuat mesin lebih

bertenaga sehingga lebih tahan lama dan tangguh. Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi langsung Dealer-dealer resmi Suzuki terdekat di kota anda. (adv)

Untuk Anda Sound Quality Lover New AW Variasi, Car Acesories Specialist & Audio (Auto Sound) BAGI anda penggemar audio mobil mania yang menginginkan audio berkualitas nangkring mantap di mobil anda, rasanya workshop New AW Variasi adalah tempat yang paling tepat. New AW Variasi siap berkonsultasi dengan anda mulai dari acesories dan audio seperti sound quality, SPL, hingga car audio theater atau instalasi daily use sampai yang ekstrem. Dengan dukungan tenaga handal dan berpengalaman serta perangkat audio berkualitas dari brand-brand ternama, New AW Variasi menjamin seluruh garapan mobil ditempat ini

beda dari yang lain. Walau rumah audio plus acesories New AW Variasi adalah pemain baru di kota Kendari dalam dunia sound quality, namun kepiawaiannya tidak diragukan lagi dengan telah banyak bukti mobil-mobil hasil racikan New AW Variasi melenggang PD dijalan-jalan. New AW Variasi berlokasi di pusat niaga Senapati Land Kendari No.37 A (JL. Laode Hadi, Bay Pass). New AW Variasi juga menyiapkan beragam perlengkapan kendaraan segala merk dan type. Untuk aksesoris mobil (semua merk) meliputi: Audio (lokal dan paket) merk fenom, ameron, JBL, sansui dan lainnya.Kacafilmmerkspectrum,solor screen, sparta dan riben hitam. Selain itu,disiapkanpulaTVmobil,AC,alarm sistem, central lock, kaca film, power window, spoiler, body kit, bumper

depan, belakang dan sayap, cover spion danlampu,antena, spion, lampu, footstep, sarung jok, jok patent, karpet dasar, stabilizer, bamper, garnish, velg impor, velg variasi, stir variasi dan impor, vendertreen, doormirror, ban, rollber, dan lainnya. (adv)

Viar, Motor Hebat Harga Murah Garansi Mesin 3 Tahun, Harga Hanya Rp. 8 Jutaan

VIAR Motor adalah sepeda motor rakitan Taiwan namun berteknologi Jepang yang sudah mendapat tempat ditengah masyarakat. Kualitas motor Viar tak perlu diragukan sebab jenis motor ini lebih mengutamakan kualitas namun berharga ekonomis. Sejak pertama kali diperkenalkan beberapa waktu lalu, produk-produk

Viar kebanjiran inden (pesanan) khususnya untuk pasaran Sultra, khususnya kota Kendari. Banyak keuntungan membeli motor Viar, diantaranya: Cukup dengan uang muka satu jutaan plus angsuran per bulan hanya tiga ratusan. Selain itu, servis gratis selama enam bulan, gratis oli mesin, garansi mesin tiga tahun, serta spare-part tersedia lengkap. Viar hadir dengan empat type, Star Z, Star Cx, Sport Vix-R dan roda 3 (karya). Anda berminat? silakan menghubungi atau mengunjungi langsung delaer resmi motor Viar ALIKHWAN MOTOR yang beralamat di jalan Saranani (samping Barata, Mandonga) HP: 081355027767, atau Bengkel Al-Ikhwan Motor di jalan bunga Kamboja (dekat SMK/Kampus Satria). Anda yang didaerah silakan mengunjungi/menghubungi dealer-dealer. BAUBAU, jalan W Monginsidi No.75 TOMBA (081241754253). RAHA, jalan Sukawati, samping kantor BRI Raha (081341778146). (adv)

Cantik dengan Akupuntur Hubungi Klinik 24 Jam Al-Ishlah

\ SIAPA bilang untuk cantik harus mengeluarkan biaya yang mahal, sekarang tidak lagi dengan kehadiran klinik 24 jam Al-Ishlah yang menawarkan paket facial laser hanya Rp 30 ribu, totok wajah Rp 30 ribu,

facial laser dan terapi wajah Rp 50 ribu, serta terapi kecantikan Rp 150 ribu yang terdiri dari facial laser, totok wajah, akupuntur kecantikan, masker herbal dan kalogen. Akupuntur kecantikan adalah salah satu cara yang alami untuk mengencangkan otot-otot wajah, menghilangkan flek, mengatasi jerawat, kerutan diwajah, kulit kusam, dan kantong mata. Selain itu, dengan akupuntur dapat pula memperbaiki

bentuk hidung dan dagu. Fungsi dari Akupuntur ini untuk merangsang otot-otot wajah, membantu melancarkan sirkulasi darah, menaikkan aliran oksigen ke jaringan-jaringan kulit, serta mempercepat keluarnya racun dari sel-sel kulit, dan memperbaiki fungsi kulit sampai ke tingkat optimal sehingga mengurangi efek-efek penuaan. Penanganan terapi kecantikan di Klinik Al-Ishlah dilakukan secara holistik atau menyeluruh. Klinik Al-Ishlah terletak di jalan jenderal A.H Nasution poros Anduonohu telp (0401) 3196576, Kendari. Praktek mulai pukul 09.00 - 19.00 Wita. Buka setiap hari kecuali hari Senin. (Gratis Konsultasi Dokter). (adv-kp)

Ahli Pengobatan Mata Tanpa Operasi RANJIT Singh seorang ahli pengobatan alternatif penyakit mata, juga berpengalaman menyembuhkan ambeien, lemah syahwat dan berbagai penyakit lainnya. Ranjit yang asli India sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun memiliki keahlian menyembuhkan penyakit mata tanpa operasi. Ilmu pengobatan tersebut diperoleh leluhurnya dari India. Dengan keahlian yang jarang dimiliki orang banyak, Ranjit Singh membuka klinik dengan Izin dari Dinkes No.0644.1999 bertujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki berbagai keluhan penyakit dengan biaya yang terjangkau. Ranjit Singh membuka Klinik

Mata India diberbagai daerah dan salah satunya berada dikota kendari. Dengan pengalaman puluhan tahun tersebut, Ranjit Singh telah berhasil menyembuhkan puluhan ribu pasien keluhan mata diantaranya; glaukoma, katarak, radang kornea, iritasi mata minus, cylindris, plus pada re-

maja, retinitis pigmentosa, pendarahan retina, syaraf mata rendah, dan tretionphaty diaebetic, dan lainnya. Ranjit Singh juga mengobati penyakit ambeien baru atau lama tanpa operasi, lemah syahwat dan kecing manis. Metode yang digunakan, dengan menggunakan ramuan herbal murni dari India dan tumbuh-tumbuhan dari Indonesia tanpa menggunakan obatobatan kimia sehingga tanpa efek samping dengan jaminan sekali berkunjung penyakit akan sembuh. Kunjungi langsung Klinik Mata India cabang Kendari di JL. R Suprapto No.18 (depan PO. Hasnur) Mandonga, Kendari. (adv)

Pelanggan HALO “Special Rate” di Hotel Horison Merchant‘S Priority Telkomsel Kendari NIKMATI kenyamanan istirahat anda di Hotel Horison Kendari. Anda akan disambut dengan keramahan sejak memasuki Hotel sehingga kenyamanan membuat anda merasa seperti dirumah sendiri. Di Hotel ini tersedia pula Hotspot diarea loby dengan berbagai minuman dan makanan yang diracik oleh chief handal dan berpengalaman. Selain itu, terdapat aula atau ruang conventions yang begitu elegan. Khusus bagi anda pelanggan Hotel yang menggunakan kartu Halo, akan memperoleh special rate (tarif khsusu) untuk semua room (kamar) hanya dengan menunjukkan UMB *999# melalui ponsel anda kepada resepsionis Hotel. Telkomsel Kendari sebagai Provider seluler terbesar di Sultra, melalui divisi Community And Segment-

ed Costumer saat ini bekerjasama dengan beberapa tempat usaha dan layanan jasa, memberikan diskon dan penawaran menarik lainnya kepada pelanggan khusus pengguna Telkomsel baik Kartu Halo, Simpati dan kartu As. Untuk mendapatkan discont sangatlah muda, anda cukup mengunjungi beberapa merchant yang tertera logo Telkomsel, lalu anda cukup memperlihatkan red-light (cellbrodcast) pada henphone (logo Telkomsel) pada kasir atau resepsionis saat membayar belanjaan atau layanan jasa yang anda gunakan. Program ini berlaku untuk semua pelanggan pengguna Telkomsel. Adapaun merchantmerchant yang bekerja sama dengan Telkomsel: Toko Buku Gramedia, Hotel Horison, Fresh House, Pusat Distro Red Light, Salon Nattaya, Rumah Makan Ratu Jimbaran, Rendy‘s Salon dan Executive Lounge bandar udara Haluoleo. (adv)

Herbal Alami Ternama di Dunia SAAT ini banyak produk herbal tersebar didunia, namun herbal Intra buatan Lifestyles, Kanada yang menghasilkan nutrisi ekstrak 23 herbal alami, tetap yang terbaik (No. 1). Intra merupakan solusi hidup sehat setiap hari, Intra telah dikonsumsi lebih dari 30 negara termasuk Indonesia. Produk ini memiliki sertifikat HACCP, GMP, IOC, POM, Halal serta memiliki hasil tes ORAC 13.031 mc-

mol TE/L, tertinggi dintara semua suplemen antioksidan. Intra membantu menyembuhkan kista, kanker, thypus, kolesterol, gula darah, trigliserida, tekanan darah tinggi, asam urat, susah tidur, alergi, polyp akut, asma, diabetes, persendian, dengkuran, saraf, otot, haid tidak lancar, penyempitan pembuluh darah, sakit kepala menahun (migrain),

maag akut, obesitas, tidak punya keturunan, menghilangkan toxin (racun) dalam tubuh, ketahanan tubuh dari beragam penyakit, kebugaran, cocok untuk pemulihan orang sakit, aman untuk segala usia dan ibu hamil, dan lainnya. Konsultasi kesehatan gratis Dr. Libbi Ghazali 08129162418. Untuk pemesanan, hubungi L.M RIZAL, Jl. Jati Raya No.60 Kendari. HP: 081341551334. Toko Obat Oriental, Jl. MT Haryono No.4 Wuawua, Kendari 081242409318. Ibu Nila (Hotel 3 Dara, Raha) 081245978543/(0403) 2521179. (adv)

TVS Motor India Kualitas Dunia Bisa MP3, FM Radio Carg HP, Kredit DP mulai 1 Jutaan MOTOR TVS dipersembahkan bukan sekadar motor tapi teknologi lebih diutamakan. TVS Motor Company, produsen sepeda motor asal India ini telah dipercaya lebih dari 13 juta pengendara di seluruh dunia, kini dipasarkan di Indonesia termasuk Kendari. TVS memiliki tiga produk unggulan yakni bebek TVS Neo 110cc, sport TVS Apache RTR 160cc, dan yang teranyar adalah super bebek TVS Rock Z 125cc. Banyak keuntungan memiliki motor TVS, salah satunya bagi anda

yang membeli motor TVS type apapun, akan memperoleh TMC (TVS Motor Card) yang dapat digunakan untuk mendapatkan diskon/potongan harga belanjaan dan layanan jasa di: Honda Remaja Jaya, Hotel Aden, Indosat, pengiriman barang Kerta Gaya Pustaka dan PCP, Win‘s Elektronik, Surya Travel, Silvana Advertising, Raja Motor, RM Ratu Jimbaran, Toko Felicia, Toko Paris, Dior Collection, Strawbery Sweet, Loris, Meubel Jati Jaya, Jati Raya Meubel, Hotel Dewa Bintang, dan Hotel Zamil. Kunjungi segera Auto Rized Dealer TVS Motor kendari (sales-servicesparepart) di Jl. Saranani 126-127, Mandonga Kendari. TVS juga menyiapkan bengkel mitra didaerah

Konawe, Kosnel dan Kolaka. Anda juga dapat mengunjungi pameran TVS motor di depan Hergo Minimarket, pasar baru Kendari. TVS Motor Tlp: 0401-3131039, HP. 085242062300. Motor TVS 10 besar didunia, Garansi mesin 5 tahun. (adv)


Senin, 16 Agustus 2010

Kapolda Minta Maaf dengan Napi Kendari, KP Kapolda Sultra Bigjen Pol Sukrawardi Dahlan dan Direskrim Kombes Pol Iswandi Hari punya pilihan unik dalam bersafari Ramadhan tahun ini. Orang nomor satu dijajaran kepolisian Sultra itu memilih bersafar di Lapas kelas II Kendari. Di sana dia bertemu dengan para napi “Pasti aneh jika orang mendengar Kapolda Sultra pilih Lapas dalam safari Ramadhan,” katanya, semalam. Dia menyebut kegiatan yang dilakukan di Lapas adalah sesuatu paling bermakna dalam hidupnya. Karena hampir semua narapidana pasti akan berurusan dengan pihak kepolisian sebelum di vonis majelis hakim. “Kebetulan ada rezki, jadi bisa buka bersama dengan para napi,”katanya lagi. Namun saat berhadapan dengan para napi, Kapolda Sultra tidak menyebutnya napi, namun temanteman.

Antam Tbk Santuni Anak Panti

JOJON/KP

Kapolda Sultra berceramah di depan Napi, di Lapas kelas II Kendari. Kapolda juga memberikan bantuan bola volly plus “Saya minta maaf jika ada

kesalahan saya delama ber-tugas di Mapolda Sultra. Sebab taklama lagi ia akan bertugas ke Kalimatan

Barat menjadi,” tandasnya di depan Kakanwil Sultra dan Kalapas Kendari. (ano)

Puasa Bermanfaat bagi Kesehatan Kendari, KP Safari Ramadhan Walikota dan rombongan kini tiba di Masjid Nurul Yakin. Masjid yang terletak di Kelurahan Labibia Kecamatan Mandonga itu, Asrun menghimbau seluruh ummat Islam di Kota Kendari agar menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Selain mendapatkan pahala, ibadah puasa juga bermafaat bagi kesehatan. “Dengan berpuasa, lambung kita lebih teratur dalam mengelola makanan sehingga

memudahkan dalam mencerna makanan. Dengan puasa pula, kadar gula darah dalam tubuh akan berkurang, pasalnya pencernaan kita lebih banyak beristirahat dibandingkan bekerja,” kata Asrun. Menurutnya puasa akan menjadikan manusia sebagai insan yang bertakwa. Takwa kata Asrun penting. Sebab dengan beriman saja ummat cuma meyakini akan keberadaan Allah SWT, tetapi ditambah takwa maka ummat manusia berarti telah

Ass. Wr.Wb. Ustadz. Bolekah dalam mendirikan Shalat Tarwih tidak membaca Do”a Iftitah ? Do’a Iftiah dalam Shalat, hukumnya Sunnat, apakah shalat Fardhu atau shalat Sunnat. Jadi dalam melaksanakan shalat tidak membaca do’a iftitah shalatnya tetap sah termasuk shalat tarwih. Ass.Wr.Wb.Ustadz. Kenapa jika melaksanakan shalat sunnat, setelah selesai shalat Fardhu selalu berpindah tempat shalat ? Dalam shalat itu ada empat dimensi hubungan yakni hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, dengan diri sendiri, dan dengan alam semesta. Untuk dimensi hubungannya dengan alam itulah yang kita jadikan dasar untuk memperbanyak tempat sujud di atas bumi ini, makanya kita berpindah pindah tempat untuk melaksanakan Sujud.Juga Rasulullah menganjurkan kita memperbanyak Sujud di atas bumi ini sebagaimana kelak tempat sujud akan menjadi saksi di hadapan Allah Swt. Ass.Bapak.K.H.Muslim.M.Si. Saya mau bertanya Apakah boleh jika kita selesai sahur langsung kita lanjut dengan tidur ? bukan dengan shalat subuh ? Shalat subuh dan sahur merupakan dua amalan yang berbeda dan tidak berkaitan, artinya selesai sahur tidak ada laranga untuk tidur, apalagi waktu Shalat subuh belum masuk, hanya itu merupakaan suatu kelalaian, sebab boleh jadi tertidur sampai masuk waktu shalat subuh sehingga shalat subuhnya terlambat. Itulah sebabnya Rasulullah mengakhirkan sahur menjelang waktu subuh sehingga Shalat subuh kemudian tidur. Bahkan Rasulullah mengatakan Jika selesai sahur ibadahlah dengan tilawah (membaca al Qur’an) sehingga tiba waktu subuh, kamu bisa shalat subuh di awal waktu. Jadi kesimpulannya boleh tidur sesudah sahur sebelum shalat subuh, tetapi waktu shalat subuh harus bangun shalat subuh, kalau khawatir akan ketiduran maka tinggalkanlah kekhawatiran dengan menunggu waktu shalat subuh lalu tidur itu yang terbaik. Allah berfirman “ Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamua bertaqwa “ siapakah yang dimaksud oleh Allah Swt orang orang sebelum kamu ....sedang kita ketahui bahwa perintah puasa ditujukan ke-

KH Drs Muslim M Si pada umat Nabi Muham-

melakukan hal-hal yang bernilai ibadah. “Karena itu orang yang bertakwa adalah orang yang mau menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan mampu memaafkan kesalahan orang lain,” tambahnya. Dirinya juga kembali mengingatkan bahwa untuk menjalankan ibadah puasa kiranya perlu mempersiapkan mental yang baik. Mengingat banyak orang yang merusak citra Islam dengan dalih puasa, dan tidak menjalankan

tanggung jawabnya. “Padahal justru dengan berpuasa harus membuat kita lebih semangat dalam beraktifitas. Apalagi era globalisasi dan kompetisi saat ini, kita harus giat, cerdas, tidak memelihara rasa iri dan dengki, serta senantiasa membersihkan hati,” ingatnya. Asrun juga memberikan sumbangan sebesar Rp 5 juta. Yang diperuntukkan bagi pembangunan mesjid dan diterima langsung ketua pembangunan, Zainuddin. (cr6)

mad SAW. Trima Kasih. Ajaran puasa adalah ajaran yang sangat tua, setua dengan umur manusia, bukan hanya untuk umat Muhammad, sekalipun puasanya berbeda dari segi kaifiatnya atau caranya. Nabi Adam berdasarkan surat Al Baqarah ayat 35 Allah melarang Nabi Adam dan Isterinya mendekati pohon, apatah lagi memakan buahnya, Inilah pertama kali perintah puasa dalam arti menahan diri dari makan buah larangan. Dalam riwayat Nabi Daut

berpuasa selama 7 hari pada saat anaknya jatuh sakit. Nabi Musa menerima perintah Puasa pada saat beraudiensi dengan Tuhan menerima sepuluh perintah dan ia melakukan puasa 40 hari mulai hari Senin dan berakhir pada hari Kamis. Puasa semacam ini masih masih dilakukan para Rohaniawan dan orang orang shaleh diantara orang Yahudi yang puasa hari ke sepuluh bulan ketujuh. dsb. Itulah yang dimaksud puasa dilakukan oleh umat terdahulu.

Kendari, KP Bulan Ramadahan bulan suci, penuh cinta kasih dan tentunya juga berbagi kepada orang tak punya. Nah, Minggu kemarin PT Antam Tbk tidak menyianyiakan kesempatan itu saat berbuka puasa bersama pemprov dan anak panti asuhan di Kendari. Sebanyak 150 anak yatim disantuni, yang terdiri dari lima yayasan. Pamiluddin Abdullah, Humas PT Antam Tbk mengatakan, kegiatan tersebut sudah menjadi agenda tahunan Antam. Bantuan serta bingkisan untuk mengawali kegiatan religi ini dilakukan di Kendari dan kemudian di susul di daerah lain, seperti Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Utara. “Dua daerah yang menyusul

JOJON/KP

Nur Alam saat memberikan santunan kepada anak panti. akan dilakukan kegiatan serupa i memang dilokasi PT Antam melakukan penambangan dan ini sebagai wujud kepedulian sesama masyarakat,” katanya. Tujuan lain kegiatan ini agar terbangun hubungan harmonis antara pemerintah provinsi dan pemerintah yang ada di kabupaten/kota.

Gubernur Sultra H Nur Alam mengatakan, kegiatan buka puasa ini cukup bermanfaat bagi orang yang kurang beruntung dalam segi ekonomi. “Semoga kegiatan seperti akan dilakukan oleh investor lainnya,” jelas Nur Alam. Hadir dalam acara tersebut jajaran pemprov,Antam dan Dirut Kendari Pos, Milwan Lukman. (ano)

Laba Usaha Bantu Pembangunan Mesjid Andolo, KP Komitmen tim safari Ramadhan PT Suzuki Galesong Pratama (SGP)-Kendari Pos, terhadap siar Islam di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan, tidak hanya ditunjukan pada kegiatan kerohanian bagi santri. Peningkatan sarana dan prasara masjid terbesar di Tinanggea itu, tak luput dari perhatian. Tim Suzuki-Kendari Pos sebagai dealer motor terbesar di Sultra, memberikan bantuan dana pembangunan masjid yang nilainya cukup besar. Selain itu juga memberi bantuan Al-Quran. “Sudah menjadi komitmen kami untuk mengembalikan sebagian laba perusahaan kepada masyarakat, “kata Ugas, S Sos, Ketua tim Safari Ramadhan Suzuki-Kendari Pos. Ia berharap, bantuan dana yang diberikan dapat dimanfaatkan pengurus Masjid Nurul Huda, untuk meningkatkan sarana-prasarana rumah ibadah tersebut. Dimalam penutupan juga, Suzuki-Kendari Pos memberikan hadiah bagi peme-

nang lomba. Ada tiga jenis lomba yang dipertandingkan, yaitu tadarus Al-Quran, adzan dan dai cilik. Dikategori, juara tadarus keluar sebagai terbaik I Nirwani, juara II Nirwana dan juara III Abdul Azis. Sementara dikategori Adzan, juara I diraih Fadel, juara II Arman dan juara III Faudzan. Dikategori, Dai cilik, juara I Aswar, juara II Diah Nirhanifa dan juara III Arman. Masing-masing kategori, untuk juara I mendapat hadiah uang Rp 300 Ribu, juara II sebesar Rp 250 ribu dan juara III Rp 150 Ribu. Fredryik Tulaseke SE, Manajer Marketing wilayah Sulawesi, mengatakan, Safari Ramadhan Suzuki – Kendari Pos merupakan bentuk komitmen perusahaan, untuk melakukan siar Agama yang dilaksanakan setiap tahun dibulan Ramadhan. Untuk memotivasi anakanak mendalami Islam, tim Safari Ramadhan menggelar berbagai macam lomba. “Anak-anak harus dimotivasi sejak dini, untuk belajar agama. Salah satu caranya,

menggelar berbagai macam lomba dan memberi award, “kata pria yang juga menjadi Ketua Tim Safari Ramadhan Sulawesi itu via phone. Suzuki juga memberikan diskon pembelian motor baik yang cash dan kredit. Untuk type motor Titan 115, mendapatkan subsidi sebesar Rp 750 ribu. Kemudian, motor type Shogun 125, Suzuki memberikan subsidi Rp 1,1 Juta dan type metic subsidi Rp 600 ribu plus hand phone type HT G10. Hari ini, tim Safari Ramadhan Suzuki-Kendari Pos, akan menggelar serupa di Kabupaten Kolaka Utara. Tepatnya di Masjid Syuhada Ponggiha, Kecamatan Lasusua. Berikutnya Kabupaten Kolaka, mesjid Raya Latambaga 18 sampai 19. Lalu menuju Kabupaten Konawe, di mesjid Badurrahman 20 sampai 21. Terakhir, setelah menuntaskan di daratan Sultra, tim safari Suzuki-Kendari Pos akan menyambangi wilayah kepulauan yaitu, Kabupaten Muna dan berakhir di Kota Baubau. (awn)


18

Kendari Pos | Senin, 16 Agustus 2010

Pertahankan Capello, Tapi Siapkan Pengganti London, KP Jabatan Fabio Capello sebagai pelatih timnas Inggris kembali terancam. Bukan saja terkait buruknya prestasi Three Lions-sebutan Inggris- di Piala Dunia 2010, tapi juga lantaran keputusan kontroverislnya memberhentikan karir internasional David Beckham. Banyak pihak beranggapan, Capello tidak berhak membuat Beckham pensiun dari timnas, dan menuntutnya turun dari kursi pelatih Three Lions. Namun, kemungkinan memecat Capello dalam waktu dekat ditepis oleh asosiasi sepak bola Inggris (FA). Organisasi itu menegaskan bahwa mereka berusaha memperta-

hankan jabatan Capello hingga kontraknya berakhir, yakni usai Euro 2012 mendatang. “Kami bekerja dengan asumsi Fabio tetap bersama kami pada 2012” ujar Adrian Bevington, managing director FA, dalam wawancaranya dengan BBC Radio 5. “Semua punya pandangan berbeda tentang Fabio Capello,

terkait apa yang terjadi dengan timnas belakangan ini. Tapi tugas kami adalah mendukung dia sebaik mungkin,” lanjutnya. Bevington mengakui, tuntutan mundur kepada Capello juga berasal dari tubuh timnas sendiri. Namun, Bevington justru

meminta saling pengertian antara pemain dan Capello. “Mungkin inilah saatnya pelatih meningkatkan komunikasi dengan anggota skuadnya

sendiri,” ucapnya. Saking suportifnya, FA menyetujui usul Capello soal laga perpisahan buat Beckham. Laga itu dihelat 17 November mendatag, yang sekaligus merupakan uji coba melawan timnas Prancis. Kendati tampak mendukung segala keputusan Don Fabio-

panggilan Capello, FA tidak berencana memperpanjang kerja sama dengan pelatih asal Italia tersebut. Saat ini, mereka sudah mencari pengganti, yang diharapkan bisa diumumkan dalam waktu dekat. Penunjukan awal ini penting, jika sewaktu-waktu FA berniat memutus

kontrak Capello lebih dini. “Berdasarkan diskusi-diskusi FA yang saya ikuti, masalah pengganti Capello sudah menemukan titik terang. Kami sudah mengerucutkan kandidat menjadi beberapa nama saja, dan mereka semua asli Inggris,” terang Bevington. (na)


19

Kendari Pos | Sabtu, 16 Agustus 2010

Konsultasi:

Khawatir Istri Baby Blues Oleh: Nalini M. Agung, Psikiater Saya suami berusia 25 tahun, istri berusia sama. Istri baru melahirkan secara caesar, anak prematur. Sebab, saat hamil dia terlalu aktif bekerja. Saat ini anak dirawat di inkubator. Setelah melahirkan, istri saya uring-uringan. Dia langsung menangis tiap ditanya mengenai bayi kami. Istri merasa bersalah dan tak berani memegang bayi kami. Benarkah istri mengalami baby blues? Bagaimana mengatasinya? Rudy, Surabaya — MURUNG, gelisah, atau uring-uringan merupakan keluhan yang kerap dialami perempuan setelah melahirkan. Biasanya, setelah dua mingguan, gejala tersebut akan hilang sendiri. Itu wajar karena kadar hormon estrogen sedang terjun bebas sewaktu bersalin. Itulah yang dinamakan gejala baby blues. Jadi, tidak perlu dicemaskan. Lain halnya dengan depresi pasca melahirkan (postnatal depression atau biasa disingkat PND). Gejalanya lebih lama dan akibatnya serius bagi ibu, bayi, serta keluarganya. Mulainya bisa segera setelah melahirkan, tapi dapat juga beberapa bulan setelah melahirkan. Umumnya diberi batasan sekitar setahun setelah melahir-

kan. Bahkan, ada yang mematok sekitar dua tahun setelah melahirkan. Penyebabnya lebih rumit, bukan sekadar keterlibatan estrogen. Ada interaksi dari faktor biologis, sosial, dan kejiwaan. Istri Anda saat ini tentu sudah lebih dari dua minggu setelah melahirkan. Apakah kondisinya masih seperti itu? Kalau ya, tentu perlu penanganan seksama. Selain faktor biologis, ada hal-hal yang sepertinya ikut mendukung istri kena PND. Di antaranya, bayi lahir prematur, bukan kelahiran normal, dan mungkin ada yang perlu digali lagi. Misalnya, ciri kepribadian perfeksionis dan rasa bersalah yang berlebihan. Faktor sosial tentu mesti dibenahi. Bagaimana dukungan dari keluarga, kondisi finansial, dan kualitas hubungan dengan suami. Banyak yang berperan. Dia jadi uring-uringan, sedih, sering menangis, merasa bersalah, dan enggan menggendong anaknya (tidak terbentuk ikatan intim antara ibu dan bayinya). Dilihat dari gejala tersebut saja, bisa ditebak ada kemungkinan istri menderita PND. Sebaiknya istri Anda mendapatkan penanganan psikiater agar kualitas hidupnya tetap baik, juga bayi Anda. Bukan untuk menakut-nakuti, ibu membunuh anaknya, lantas dia sendiri bunuh diri merupakan fenomena ekstrem yang berawal dari PND berat dan tak tertangani. Padahal, di negara kita banyak modalitas yang bisa kita gerakkan untuk mengatasinya. (*/c13/nda)

ED Tak Selalu Mandul BERKEMBANG anggapan di masyarakat bahwa ejakulasi dini (ED) berkaitan dengan kesuburan. Pria yang mengalami ED dianggap mandul sehingga tak bisa membuahi sang istri. Menurut Dr dr Hudi Winarso SpAnd MKes, dua hal tersebut, ED dan kesuburan, tidak terkait secara langsung. Pria yang tak mampu mengontrol ejakulasi sehingga selalu mengalami ejakulasi yang terlampau cepat memang dikatakan ED. Namun, ED bukanlah gangguan kesuburan. Mungkin saja kondisi spermanya masih baik sehingga bisa menghamili istrinya. “Asal, masih tahap ED ringan dan sedang,” katanya. Dikatakan ED ringan bila ejakulasi terjadi setelah beberapa kali gesekan penis singkat di dalam vagina. Pada ED sedang, ejakulasi terjadi setelah penis masuk ke vagina. Ketika sperma masih bisa masuk ke vagina dan tak ada gangguan reproduksi, terjadinya kehamilan tidak akan terhambat.

“Lain halnya dengan ED berat, yakni mengalami ejakulasi sebelum penetrasi ke dalam vagina. Tentu tidak bisa terjadi kehamilan,” ujar androlog dari RSUD dr Soetomo itu. Kalau pria yang mengalami ED juga terkena gangguan sperma, ada dua gangguan yang terpisah. Itu bukan merupakan sebab akibat. Gangguan sperma dapat disebabkan banyak hal. Antara lain, infeksi pada buah pelir atau bagian sistem reproduksi lain, kekurangan hormon testosteron, pelebaran dinding pembuluh darah di sekitar buah pelir, dan kekurangan vitamin. Hudi mengatakan, ED juga sering dikaitkan dengan gangguan orgasme istri. Ada benarnya soal itu. Dalam kondisi berat ataupun ringan, ED mengakibatkan hubungan seksual tidak harmonis. Sebab, kedua belah pihak mengalami ketidakpuasan. Istri merasa belum mencapai

orgasme, suami sudah mengalami ejakulasi. Suami juga kecewa karena hubungan intim berlangsung singkat dan tidak memberikan kepuasan seksual terhadap istri. “Pria yang mengalami ED sering stres, tidak percaya diri, rendah diri, dan malu terhadap pasangan. Dalam waktu lama, dapat terjadi disfungsi ereksi,” jelasnya. Sang pasangan, menurut Hudi, tentu kecewa, tidak puas, jengkel, marah, dan akhirnya mengalami disfungsi seksual. Misalnya, hilangnya gairah seksual. Suami yang mengalami ED segeralah berobat, apalagi belum memiliki keturunan. Hudi menyarankan sex therapy. Bila perlu, bantu dengan obat-obatan. Pemberian obat bergantung penyebab. “Soal suplemen yang mengklaim bisa mengobati ejakulasi dini, belum ada hasil uji klinis yang melengkapinya. Jadi, jangan percaya,” ucap Hudi. (ai/c11/nda)


20

Kendari Pos |Senin, 16 Agustus 2010

Hanya Gelar SBY Sebaiknya Pasca Berkuasa Kemerdekaan Dinikmati Politisi Presiden SBY diusulkan memperoleh gelar bapak kesejahteraan. Usul itu datang dari Cides (Centre for Information and Development Studies).

ADA banyak pintu bagi seorang tokoh untuk mendapatkan gelar. Ada gelar resmi yang diberikan oleh negara. Ada juga gelar yang disematkan oleh tokoh lain. Ada pula gelar yang merupakan aspirasi masyarakat terhadap jasa dan pengorbanan sang tokoh. Tokoh yang pernah menjabat presiden Indonesia pun menyandang gelar yang sesuai dengan kapasitas dan perjuangannya. Di antara lima mantan presiden, baru dua orang yang mendapatkan gelar kehormatan secara resmi. Mereka adalah Soekarno yang digelari pahlawan proklamator dan Soeharto yang diberi predikat bapak pembangunan. “Gelar Soekarno berdasar penetapan presiden,” kata sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Marwan Adam di Jakarta, kemarin. Penganugerahan gelar pahlawan proklamator kepada Soekarno tersebut didasari Keputusan Presiden (Keppres) No 81 Tahun 1986 yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto kala itu. Selain Soekarno, melalui keppres tersebut, gelar pahlawan proklamator ikut disematkan kepada Mohammad Hatta, yang juga dikenal luas sebagai

Gelar atau Julukan Para Mantan Presiden •

• •

Susilo Bambang Yudhoyono bapak koperasi Indonesia. Sementara itu, mantan Presiden Soeharto dianugerahi gelar Bapak Pembangunan Republik Indonesia melalui Tap MPR No V Tahun 1983. Menurut Asvi, penganugerahan tersebut sebenarnya kurang tepat. Sebab, saat itu Soeharto masih menjabat presiden. “Seharusnya, gelar dikaji dan diberikan sesudah sang tokoh tidak memerintah lagi,” ungkap Asvi. Di luar Soekarno dan Soeharto, gelar-gelar yang diterima mantan presiden lain tidak resmi dari pemerintah. Misalnya, Gus Dur pernah dijuluki Presiden SBY sebagai bapak pluralisme. Bagaimana wacana gelar bapak kesejahteraan bagi Presiden SBY yang dilontarkan oleh Cides” “Ironis juga. Jelas sekali kesejahteraan belum merata,” tegas Asvi. Secara terpisah, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari

Anak Yenny Diberi Nama Madhura ZANNUBA Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) melahirkan anak pertamanya pada Jumat (13/8) sekitar pukul 22.27. Bayi perempuan cucu almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu diberi nama Maica Aurora Madhura. Yenny melahirkan bayinya melalui operasi caesar di Rumah Sakit Medistra, Jl Gatot Subroto, Jakarta. “Semoga napas baru ini membawa keselamatan dan kebaikan dalam kelanjutan peradaban umat manusia,” ujar suami Yenny, Dhohir Farisi, saat dihubungi kemarin. Dhohir merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra. Memasukkan kata Madhura sebenarnya menjadi keinginan Yenny sebelum melahirkan.

Jika anak yang dilahirkan perempuan, Yenny bersiap memberi nama buah hatinya dengan nama salah satu suku bangsa yang juga mengalir dalam darah suaminya. Tapi, jika yang lahir laki-laki, nama yang sudah disiapkan adalah Abdurrahman. Lewat akun Twitter, kakak Yenny, Alissa Qatrunnada Wahid, menyebutkan bahwa kondisi si ibu maupun jabang bayi sehat. “Alhamdulillah, ibu dan anak sehat,” ujar Alissa. Yenny dan Dhohir menikah pada 15 Oktober 2009. Tak lama berselang, kandungan Yenny berisi. Gus Dur yang sempat menerima kabar gembira tentang kehamilan putrinya itu ternyata lebih dulu meninggal dunia pada 31 Desember 2009.(dyn)

Soekarno; Pahlawan Proklamator. Gelar dikukuhkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 81 Tahun 1986. Keppres tersebut secara tidak langsung memperkuat identitas Soekarno sebagai Bapak Proklamator. Soeharto; Bapak Pembangunan. Gelar dikukuhkan melalui Tap MPR Nomor V Tahun 1983. Baharuddin Jusuf Habibie; Bapak Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Predikat ini dimunculkan SBY saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Masyarakat Ilmiah di gedung AIPI Puspiptek, Serpong, Banten, 20 Januari 2010. Abdurrahman Wahid (Gus Dur); Bapak Pluralisme. Predikat ini dimunculkan SBY saat memimpin upacara kenegaraan pemakaman Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Cukir, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 31 Desember 2009. Pada 10 Maret 2004, beberapa tokoh Tionghoa Semarang juga memberi Gus Dur penghargaan sebagai Bapak Tionghoa. Megawati Soekarnoputri; Presiden Perempuan Pertama RI.

mengatakan, lembaga yang bersifat informal, seperti ormas, lembaga studi, atau yayasan sosial, sah-sah saja memberikan gelar kehormatan kepada seorang tokoh. Pada akhirnya, rakyat akan melegitimasi pemberian gelar tersebut, betulbetul kredibel atau tidak. “Rakyat juga akan menilai, apakah itu hanya sebuah langkah politik atau murni penghargaan terhadap seorang mantan presiden. Jadi, bebas-bebas saja kalau mau kasih gelar atau award,” ungkap politikus Partai Golkar tersebut. Sedangkan pemberian gelar secara formal dari negara kini sudah diatur melalui UU No 20

Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Setelah melalui pengkajian oleh dewan, gelar serta tanda jasa dan kehormatan ditetapkan melalui keppres. Yang diatur undang-undang tersebut sebatas gelar pahlawan nasional. Menurut dia, MPR sekarang sudah tidak lagi berwenang mengeluarkan ketetapan pemberian gelar kepada mantan presiden. Pada era Orba, MPR merupakan lembaga tertinggi negara sekaligus menjadi penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. “Konstitusi dulu memberikan kewenangan mengeluarkan ketetapan kepada MPR,” ucap dia.(pri)

Jakarta, KP Pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat, mayoritas bangsa ini belum menikmati kemerdekaan. Dikatakan, para petani dan buruh yang jumlahnya sekitar 82 persen dari seluruh rakyat Indonesia, hidupnya masih dipenuhi kecemasan. Dia memberi contoh, dalam dua tahun belakangan kecemasan mendera para petani karena gagal panen. “Ketika gagal panen, petani tak ada asuransi, habis sudah modalnya. Sedang buruh tak punya job security. Hari ini kerja besok bisa dipecat. Bagaimana mereka bisa merdeka bila hanya untuk memikirkan besok saja, dadanya berdegup,” ujar Faisal Basri dalam diskusi bertema’ Merdeka Tapi Cemas’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta, kemarin. Menurut Faisal, kemerdekaan hanya dinikmati dua kelompok saja, yakni politisi dan orang-orang Orde Baru. Politisi punya kebebasan untuk bersuara dan memperebutkan jabatan-jabatan politik. Dan or-

ang-orang Orde Baru, lanjutnya, karena masih kuat logistiknya, mereka bisa memenangkan perebutan jabatan-jabatan politik. “Dulu mereka menguras uang negara, sekarang berpesta untuk merebutkan jabatan-jabatan politik,” kata Faisal. Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adie Massardie, menambahkan, selain sekitar 82 persen rakyat masih cemas memikirkan kebutuhan sehari-hari, “Yang di dapur pun bisa mati kena ledakan (gas elpiji, red). Kesejahteraan dan keadilan, masih sangat jauh.” Di tempat yang sama, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menilai, bangsa ini sebenarnya baru merasakan kemerdekaan pascagerakan reformasi 1998. Sebelumnya bangsa ini sama-sekali tidak punya kemerdekaan, kebebasan berpendapat, dan sama sekali tak punya akses untuk ikut mengisi jabatan-jabatan publik. “Di masa Orde Baru tak banyak kesempatan bagi masy-

akarat atau aktifis untuk mengisi posisi-posisi publik. Itu yang saya rasakan. Tapi sekarang, siapa pun bisa menjadi bupati, walikota, gubernur, bahkan presiden,” ujar Irman. Namun, lanjutnya, banyak hal yang masih menyedihkan. Dia memberi contoh, hingga saat ini ketimpangan pembangunan masih mencolok antara Jawa dengan Luar Jawa. “Bahkan di sebelah Timur sana (kawasan Indonesia Timur, red), lebih menyedihkan,” ujar senator dari Sumbar itu. Dia mengatakan, sangat mendesak mengubah model pembangunan yang tidak merata dan hanya terkonsentrasi di Jawa. Irman lantas mengajak masyakarat untuk tidak hanya melihat hal-hal yang kurang saja dalam 65 tahun usia kemerdekaan RI ini. “Kita tak boleh menyakiti diri sendiri terus. Perlu juga untuk menghibur diri sendiri. Antara lain, secara demokrasi, kita sudah menjadi bangsa yang besar,” ujar Irman.(sam)


Kendari Pos Edisi 16 Agustus 2010