Issuu on Google+

Selasa, 14 Juni 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Nasrep Sultra Unjuk Kekuatan Kendari, KP Walau tergolong partai baru, namun Partai Nasional Republik (Nasrep) sudah mulai menunjukkan kekuatan dan kesolidannya. Salah satu kekuatan yang dia ingin tunjukkan adalah kesiapan menghadapi verifikasi. Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014 partai besutan putera bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putera ini mantargetkan tak hanya akan jadi pelengkap dalam Pemilu mendatang, namun harus menjadi pemenang. Demikian ditegaskan Ketua Umum DPD Partai Nasrep Sultra, Guanwan Yiedri kepada Kendari Pos tadi malam.

Tak Lagi Mudah Pusing dan Nyeri di Lambung Sejak dua tahun yang lalu Nyonya Imbarmi Surono sering mengalami pusing dan nyeri di lambung. “Kebetulan, saya menderita hipertensi dan maag,” kata ibu empat

Baca LAMBUNG di Hal. 2

Menurut Gunawan, tekad itu sudah disampaikan Hutomo Mandala Putera yang akrab disapa Tommy Soeharto, ketika melakukan pertemuan dewan pendiri partai Nasrep bersama ketua beberapa DPD. Langkah awal yang harus dilakukan adalah, bagaimana melengkapi persyaratan administrasi partai agar dapat lolos dalam verifikasi Kementerian Hukum dan HAM. ‘’Pak Tommy sudah meminta kepada seluruh DPD dan kader partai di seluruh Indonesia agar segera menyiapkan segela kelengkapan untuk memenuhi syarat verifikasi di

Baca NASREP di Hal. 7

ISTIMEWA/KP

Ketua Partai Nasional Republik (Nasrep) Sultra, Gunawan Yiedri bersama Ketua Dewan Pembina DPP Partai Nasrep Hutomo Mandala Putera dalam pertemuan yang berlangsung akhir pekan lalu di Jakarta.

Gubernur Pesilakan KPK, Polisi atau Jaksa Untuk Mengusut Carut-marutnya Perusahaan Tambang di Kabupaten Kolaka Kendari, KP Gubernur Sultra, Nur Alam tampaknya tidak main-main terhadap kesalahan manajemen us-

aha pertambangan di Sultra. Temuannya di Kolaka terkait pengeluaran izin tambang maupun ulah para pengusaha tambang yang tidak sesuai prosedur serta dianggap merugikan pemerintah dan masyarakat, ditindaklanjuti dengan pelaporan ke aparat hukum. Bentuk keseriusannya kata orang nomor satu di Sultra ini, praktek kotor para pengusaha

tambang dilaporkan ke polisi, jaksa dan KPK. “Setelah kita melakukan teguran, evaluasi, monitoring dan peringatan tetap tidak didengar, maka kita wajib menyampaikan pada yang berwajib, dalam hal ini seluruh aparat pengawas dan aparat hukum. Ya kepolisian, ya kejaksaan, ya KPK, tergantung siapa yang lebih awal memberikan respon atau atensi atau konsen ter-

hadap masalah yang kita temukan di lapangan,” jelasnya. Sesuai aturan Izin Usaha Pertambangan (IUP), pemberian izin dilakukan oleh kepala daerah sesuai batasan wilayahnya. Bupati/walikota berhak mengeluarkan IUP di daerahnya masingmasing, sedangkan gubernur baru bsia mengeluarkan IUP jika areal pertambangan melewati dua atau lebih kabupaten/kota.

SELEBRITI

a s a Farrel menyenangk a n . Mereka sering bersama di sela-sela syuting dan Farrel mengajaknya keluar selepas kerja," jelas sang sumber.(tia)

Jessica Biel

Baca GUBERNUR di Hal. 7

Terdakwa Korupsi Bombana Pingsan

Gonta-Ganti Cowok SI CANTIK Jessica Biel kayaknya benarbenar tak ingin menghabiskan waktu sia-sia pasca putus dengan Justin Timberlake. Setelah mesra bersama Gerard Butler, Biel lagi-lagi 'tebar jaring' dan dekat dengan aktor lain. Artis yang kembali jomblo awal tahun ini, kabarnya sedang PDKT dengan Colin Farrell, bintang asal Irlandia. Biel dan Farell sendiri bermain bersama dalam satu film, Total Recall, di Toronto. Mendukung kabar ini, seorang sumber menyatakan bahwa Biel sudah siap meninggalkan masa lalunya dengan Timberlake, yang sempat berpacaran dengannya selama empat tahun. "Biel suka aksen dan kepribadian Farrel. Dia sudah benar-benar melupakan Timberlake. Dia bersenang-senang dengan masa lajangnya d a n mer-

Untuk kasus temuan gubernur di Kolaka, IUPnya diterbitkan oleh bupati Kolaka. Bisa jadi, laporan gubernur ke aparat hukum tersebut akan berkembang dan menyerempet nama bupati Kolaka. Ketika ditanyakan hal tersebut, gubernur tampak mengelak menjawab tegas. “Saya tidak ingin mempertentangkan

LA ODE ASWARLIN/KP

Baubau, KP Terdakwa kasus korupsi pengadaan fiktif tiga unit mobil operasional dinas kesehatan Kabupaten Bombana senilai Rp 900 Juta, Neneng jatuh pingsan usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Baubau, kemarin. Diduga, istri Muhammad Amin Razak alias Boby yang tak lain anggota DPRD Kota Kendari itu mengalami stres berat. Neneng bersama suaminya terjerat kasus korupsi pengadaan dua unit mobil Puskes-

Anggota polisi, staf Kejaksaan Negeri Baubau membopong Neneng, terdakwa kasus Korupsi pengadaan tiga unit kendaraan roda empat fiktif di Dinkes Kabupaten Bombana. Neneng jatuh pingsan usai mengikuti persidangan di PN Baubau, kemarin.

Baca TERDAKWA di Hal. 7

Advetorial

Ribuan Orang Hadiri Deklarasi AYO di Mawasangka dan Batauga

Pasarwajo, KP Untuk memperkenalkan diri secara resmi di masyarakat atas majunya pasangan Agus Feisal Hidayat SSos MSi dan Yaudu Salam Ajo SPi atau lebih tren dikenal dengan sebutan ‘AYO’ melakukan deklarasi akbar di zona I Kecamatan Mawasangka (Buton Tengah) yang merupakan Dapil III pada pemilihan nantinya. Pasangan muda ini ketika tiba di Kecamatan Mawasangka disambut ribuan pasang mata dari anak-anak hingga orang tua. Selain itu, turut hadir juga Ketua DPW PKS Sultra, Muhammad Poli SPd MSi, Ketua DPD Golkar Buton Ir H LM Sjafei Kahar, Ketua DPD PKS Buton dan para petinggipetinggi partai ditingkat daerah. Ketua DPW PKS Sultra Muhammad Poli

Baca RIBUAN di Hal. 7

SYAMSUDIN/KP

Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Buton, Agus Feisal-Yaudu dalam acara deklarasi (gambar kiri). Ketua Golkar Sultra, Ridwan BAE berorasi di hadapan ribuan warga yang menghadiri deklarasi Agus-Yaudu (gambar kanan).


2

Kendari Pos |Selasa, 14 Juni 2011

Istri dan Adik Fadel Jadi Broker Proyek Jakarta, KP Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Demokrat Rosyid Hidayat yang melontarkan indikasi kolusi keluarga Fadel Muhammad dalam sejumlah proyek di Kementerian Kelautan dan Perikanan, tidak lagi sendirian. Aji Sularso, mantan Dirjen di kementerian tersebut ikut angkat bicara. “Memang ada keluarganya Pak Fadel seperti yang disebut Pak Rosyid itu, berhubungan dengan para dirjen terkait proyek,” kata Aji di Jakarta, kemarin (13/6). Aji adalah Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) priode 2007-2010. Namun, kini dia tidak aktif lagi setelah mengajukan pensiun dini. Sebelumnya, dalam raker resmi komisi, Rosyid membeberkan dugaan keterlibatan Hana Hasanah, istri Fadel dan Rahma, adik Fadel sebagai broker proyek di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurut Ari, indikasi keterlibatan mereka dalam beberapa proyek memang ada. Misalnya, dengan ikut memberi penawaran ke pihak-pihak tertentu. Tapi, dia mengaku tidak tahu apakah prosesnya sampai dengan memenangkan peserta tender tertentu atau telah terjadi pelanggaran peraturan. Untuk itu diperlukan pembuktian secara hukum. “Nah, itu tergantung dari pembuktian, bisa benar kalau ada fakta atau saksi yang menyampaikan.” Ari sendiri tidak mau terburu -buru menyimpulkan telah terjadi penyelewengan. Pada

Istri Fadel Muhammad, Hana Hasanah prinsipnya, keluarga menteri juga berhak melakukan bisnis. Tapi, semua harus kembali kepada undang -undang yang berlaku. “Cuma mungkin ada masalah etika yang harus dilihat,” tegasnya. Dia juga menyampaikan dukungan terhadap Rosyid Hidayat. Ari menyebut telah mengenal Rosyid sejak DPR periode lalu. “Beliau itu politisi yang punya visi dan integritas. Jadi kalau ngomong pasti hati -hati, tidak mungkin sembarangan,” cetus Ari.

Sewaktu ditemui, Rosyid Hidayat menanggapi juru bicara KPK Johan Budi yang memintanya jangan “berkoar koar” di media dengan segera membuat laporan resmi ke KPK. “Siapa yang berkoar -koar di media. Saya ini bicara di dalam rapat kerja DPR. Itu forum resmi,” protesnya. Rosyid menyebut KPK pasti sudah mendengar persoalan yang disuarakan dan seharusnya segera melakukan penelusuran. “Saya memberi statement yang nggak mungkin ng-

gak ada isinya. Adalah tugas KPK untuk mencari bukti -bukti materiil yang saya dugakan terhadap Fadel dan keluarganya,” kata Rosyid. Bila KPK maupun LSM anti korupsi, seperti ICW ingin mendalami, dia memastikan siap membantu untuk mendapatkan bukti materiil tersebut. “Saya ada sumber -sumbernya. Tapi, bukan tugas saya untuk melakukan itu. Pokoknya saya tahu siapa yang dipanggil ke rumah dinas menteri, kapan, dan dari perusahaan mana. Mohon maaf, ini juga bukan untuk saya sampaikan ke media, melainkan ke lembaga penegak hukum,” kata Rosyid. Dia mencontohkan ada informasi yang menyebut kalau Rahma, adik Fadel Muhammad, kerap datang ke daerah untuk mengatur proyek -proyek kementerian. Kepala dinas yang ditemui tak berani menolaknya. “Bagaimana prosesnya bisa profesional kalau main di ladang kakaknya sendiri. Kalau main di kementerian PU, kementerian kehutanan, mungkin lain,” kata Rosyid. Dia juga membantah keras selentingan Fadel kalau sekarang tengah ketakutan, karena banyak yang “memarahi” sikapnya. “Seratus persen itu bohong. Saya justru didukung banyak orang dan kawan -kawan,” ujar Rosyid. Dia juga memastikan dirinya tidak sedang menyerang institusi Partai Golkar. “Saya bukan tipe penjilat air ludah sendiri. Kalau tarung kita harus bisa sampai terbukti mana yang benar dan tidak,” tandasnya.(pri)

tahun 2004, alokasi dana untuk daerah terdiri dari Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil. Sesuai sifatnya, DPID adalah dana penyesuaian. Bisa saja DPID dimasukkan dalam DAU. Namun, Banggar bersama Menkeu justru memasukkannya dalam alokasi yang terpisah. “Dana ini dikelola tidak konsisten, kalau mau terstruktur, dana ini tidak boleh berubah,” jelas Roy. Berdasarkan catatan IBC,

Lambung .................... anak ini. Dan biasanya, menurut nenek seorang cucu ini, kedua keluhannya itu kambuh secara

Jakarta, KP Satu per satu pihak yang terkait kasus penyuapan Gayus Halomoan Tambunan diancam hukuman penjara. Kemarin (13/6), konsultan pajak PT Metropolitan Retailment, Robertus Santonius giliran diadili di Pengadilan Tipikor atas dakwaan melakukan penyuapan Rp 925 juta kepada Gayus. Dalam sidang yang dimulai sekitar pukul 09.00 tersebut terungkap bahwa uang pelicin itu diberikan dengan maksud tertentu. Yakni, untuk mempengaruhi putusan keberatan pajak kliennya di Pengadilan Pajak atas nama wajib pajak PT Metropolitan Retailment pada 2004 silam. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heru Widarmoko membeberkan, perilaku Robertus telah merugikan negara. Sebab, negara harus mengembalikan kelebihan pajak yang dibayar sebesar Rp 537 juta, pengembalian kelebihan pajak penghasilan (PPh) Rp12,626 miliar dan pengembalian bunga Rp 2,62 miliar. “Ditjen Pajak akhirnya mengeluarkan keputusan kelebihan pembayaran kepada PT Metropolitan Re-

tailmart,” kata jaksa Heru. Keputusan itu, katanya, merupakan hasil banding pengadilan pajak beberapa waktu yang lalu. Tidak hanya itu, Heru juga menyebut terdakwa telah memberikan sesuatu atau janji kepada Gayus selaku pegawai negeri sipil (PNS). Dibuktikan dengan bukti transfer uang suap Rp 900 juta pada 28 Maret 2008. Termasuk dana tambahan Rp 25 juta yang disetor ke rekening Gayus pada Agustus 2008. Bukti transfer tersebut menyebutkan bahwa dana tersebut dialirkan terdakwa melalui Bank BCA Suryopranoto dan BCA Harmoni, Jakarta Pusat. “Saat itu (28 Maret 2008, red) terdakwa dan Gayus Tambunan datang bersama-sama ke kantor BCA Suryopranoto,” jelasnya. Fakta-fakta tersebut membuat JPU mendakwa Robertus dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor dan dakwaan subsidair Pasal 13 UU UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor. “Terancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda

paling banyak Rp 250 juta,” tegasnya. Dakwaan tersebut tentu tidak diterima begitu saja oleh Robertus, tim kuasa hukum langsung menyampaikan nota keberatan atau eksepsi. Inti dari nota keberatan itu adalah menolak seluruh dakwaan yang disampaikan JPU. “Banyak hal yang dipaksakan dalam kasus ini,” ucap pengacara Robertus, Mario Bernardo. Dia meminta kepada majelis hakim pimpinan Tjokorda Rai Suamba untuk membebaskan Roberto. Alasannya, kliennya hanya korban dari penyelidikan Mabes Polri. “Itu terbukti dengan adanya lima laporan berbeda dan dijadikan dasar oleh JPU untuk melakukan dakwaan,” ungkapnya. Dengan tegas dia juga menyebut jika tidak ada satupun dakwaan JPU yang jelas. Semuanya dianggap masih terlalu global dan tidak fokus. Padahal, jelas tidaknya dakwaan berpengaruh pada hukuman yang bisa dijatuhkan. “Tidak jelas disebutkan peranan terdakwa. Apakah sebagai pelaku, pelaku peserta atau hanya pembantu,” tuturnya.(dim)

PKS Desak Polisi Tuntaskan Kasus Andi Nurpati

alokasi dana penyesuaian seperti DPID telah dianggarkan sejak 2008. Pada tahun pertama, dana penyesuaian itu diberi nama Dana Infrastruktur Sarana dan Prasarana. Di tahun berikutnya, alokasi dana penyesuaian berubah-ubah namanya dan kerap mengalami penambahan anggaran. Dari catatan IBC itu, kata Roy, Banggar dan Menkeu tidak memiliki kriteria yang jelas atas syarat daerah yang layak mendapatkan DPID. Terdapat ruang politik yang luas dalam pengelolaan DPID, karena tid-

ak melibatkan Kementrian maupun Komisi yang terkait dengan daerah. “Daerah yg punya infrastruktur baik, masih bisa mendapatkan dana ini, asal bisa melakukan lobi kepada DPR,” duga Roy. Dengan kewenangan Banggar yang besar dalam DPID, patut diduga terdapat mafia anggaran dalam perencanaannya. KPK harus masuk dalam alokasi DPID ini, untuk memeriksa anggota Banggar ataupun Kementrian yang terlibat. “Ini jadi pintu masuk adanya problem penentuan kebija-

kan,” jelasnya. Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPR Pramono Anung membantah terjadi perubahan alokasi DPID sebagaimana dugaan IBC. Menurut Pram, surat Menkeu terkait DPID hanya menegaskan proses pencairan alokasi dana penyesuaian sebagaimana keputusan Banggar. “Tidak ada perubahan kesepakatan, semua sudah sesuai pembahasan Banggar dan Menkeu,” kata Pram. Dirinya mempersilahkan jika KPK nantinya masuk untuk melakukan penyelidikan atas alokasi DPID.(bay)

Jakarta, KP Anggota Komisi III DPR RI fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyie, mengingatkan kepolisian agar menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum dengan baik dan bukan terkesan menjadi alat pemerintah. “Kalau laporan MK itu lama ditanggapi, tapi kalau presiden berkeluh kesah polisi cepat polisi menanggapinya,” kata Aboe Bakar, saat rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Kapolri, di Senayan, Senin (13/6). Dia menyesalkan karena polisi lamban menanggapi laporan dugaan pemalsuan surat MK, terkait hasil pemilu 2009 yang dilakukan oleh mantan anggota KPU, Andi Nurpati. “Laporan itu sudah lama, tapi baru-baru sekarang ini ditanggapi polisi,” ungkap Abu Bakar. Dia berharap, Polri segera menindaklanjuti kasus Andi Nurpati ini. “Kalau tidak rusak di DPR ini, ada kursi-kursi tidak jelas. Saya pikir tidak perlu lama-lama. Ini perlu menjadi perhatian, agar jangan terkesan polisi sebagai alat penguasa,” kata Abubakar. Kapolri Jendral Timur Pradopo sebelumnya dalam raker tersebut menjelaskan, bahwa

seiring-sejalan. Untuk itu, sejak saat itu pula wanita 50 tahun ini tak pernah lepas dari obat hipertensi dan obat maag. Tentu hal itu membuat penduduk

Dukuh banyon, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, ini gamang juga. Maka, ketika ada yang men-

genalkan MDL-525 kepadanya, ia pun tertarik. Sejak saat itu, ia pun rutin mengonsumsi kedelai bubuk instan yang telah berganti merek dengan New Mandala 525

tersebut. “Dulu dua kali sehari saya minum, tapi akhir-akhir ini hanya sekali,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya 23 Juli 2010 lalu. Dan hasilnya? “Setelah enam

DPID Jadi Sasaran Empuk Mafia Anggaran KPK ..........................

Sogok Gayus, Konsultan Pajak Terancam 5 Tahun

RANDY TRI KURNIAWAN/RM

Kapolri Timur Pradopo (kanan) bersama Wakapolri Nanan Sukarna saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (13/6). Rapat ini membahas Anggaran POLRI, Jaringan Teroris, pastikan Nunun jadi buronan. kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan laporan Ketua MK tersebut. “Kita masih lakukan penyelidikan,” ungkap Timur. Dia menegaskan, kepolisian masih terus mencari keterangan baik dari pihak MK, KPU, maupun Bawaslu. “Ini semua untuk mengungkap tindak pidananya,” kata Kapolri. Timur Pradopo menambahkan kepolisian segera menggelar perkara kasus tersebut.

Andi Nurpati dilaporkan polisi oleh Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD terkait dokumen palsu soal putusan sengketa Pemilu yang dikeluarkan MK pada 2009 lalu. Andi diduga memalsukan surat MK. Andi diduga merekayasa surat yang memenangkan Dewi Yasin Limpo, politikus Partai Hanura. Padahal sebenarnya MK ‘memenangkan’ Mestariyani Habie, politikus Partai Gerakan Indonesia Raya.(boy)

bulan meminumnya, pusing dan sakit di lambung itu sudah jarang muncul. Selain itu, buang air besar lancar, berat badan turun, dan lutut yang dulunya sakit setiap saya menlakukan salat sekarang tidak lagi,” ungkap wanita yang berjualan minuman di Pasar Gayamprit ini. M e m a n g , berkurangnya aktivitas tubuh, apalagi ditambah dengan kian merambatnya usia, dapat memancing sejumlah penyakit untuk bercokol, tak terkecuali pada mereka yang dulunya rajin berolahraga. Dr. Ir. Hery Winarsi, dosen Biokimia yang mengarang buku Isoflavon menulis, isoflavon yang banyak terdapat pada kedelai memegang peranan penting dalam meningkatkan proses metabolisme dan menjaga kebugaran tubuh seseorang.

Menurutnya, isoflavon itu merupakan penyusun fitoestrogen, yaitu hormon tubuh yang sangat berpengaruh pada vitalitas dan daya pikir seseorang. Dan bagi wanita, hormon ini merupakan hormon utama sehingga kekurangan estrogen bisa menyebabkan “kewanitaan” wanita akan berkurang. Orang yang mengonsumsi isoflavon secara rutin atau terus-menerus akan segera mengalami pergantian sel-sel yang rusak sehingga tubuhnya lebih bugar dan tuanya lebih lama ketimbang yang tak melakukannya. Menurut badan kesehatan PBB, bangsa Jepang dan Cina relatif lebih sehat ketimbang bangsa lain akibat kebiasaan mengonsumsi kedelai sejak kecil. Banyak kedelai bubuk beredar, namun New Mandala 525 laku karena manfaatnya nyata. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (*)


3

Selasa, 14 Juni 2011

Axis Investasi Rp 11 Triliun Bangun 9000 BTS Surabaya, KP Potensialnya pasar internet broadband di tanah air, memicu sejumlah penyedia jasa selular atau operator kian serius menggarap pasar data. Salah satunya PT Natrindo Telephone Cellular. Untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat jaringannya di tanah air, secara khusus pemegang merek Axis ini mengucurkan dana sebesar USD 10,2 Miliar atau setara Rp 11 triliun. Head of Corporate Communications Axis, Anita Avianty menjelaskan, dana tersebut Anita Avianty bakal digunakan untuk pengembangan jaringan dan penanaman 9000 Base Transceiver Station (BTS) di berbagai wilayah. “Kami kian serius menggarap pasar data, apalagi melihat komposisi revenue data sangat signifikan yakni sebesar 30 persen. Kami harap tahun ini revenue data mencapai peningkatan double grade dibandingkan tahun lalu,” ujarnya saat dihubungi Minggu (12/6) kemarin. Anita menyebutkan, pihaknya akan semakin intensif untuk mengembangkan jaringan data di wilayah-wilayah dengan okupansi traffic data tinggi, misalnya Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Selain itu pihaknya juga kian agresif untuk ekspansi ke daerah dimana jaringan Axis masih minim, dengan memasang BTS kombinasi 2G dan 3G. “Jika pada kuartal pertama (Q1) 2010 penguasaan jaringan kami masih 60 persen, periode yang sama tahun ini sudah mencapai 80 persen. Ini menunjukkan kami cukup ekspansif,” ujarnya. Axis juga kian melebarkan sayap broadbandnya ke berbagai wilayah. Dia menerangkan, pembangunan jaringan berupa HSPA (high speed packet access) saat ini sedang dilakukan dengan menggandeng vendor Huawei. HSPA sendiri menyuguhkan kecepatan unduh data

atau downlink mencapai 84 Megabit per detik, dan mencapai 22 megabit per detik untuk kecepatan unggah atau uplink (per 5 MHz carrier). Anita memprediksi, pada awal Q4 2011 jaringan HSPA Axis sudah dapat dirasakan para netter di Jatim. Sedangkan mulai akhir pekan lalu, HSPA sudah dapat dinikmati di Bandung, Jabar. “Kondisi jaringan di Bandung yang sudah siap. Selain itu wilayah yang memang lebih kecil dibandingkan Surabaya atau Jakarta, membuat proggress pembangunan jaringan cepat rampung,” paparnya. Pada saat yang sama, Axis juga merilis layanan mobile broadband berupa kartu perdana Axis Broadband khusus untuk akses data. Kartu perdana yang dibanderol Rp 50 ribu untuk jangka waktu 30 hari ini, pada tahap awal masih terdistribusi di wilayah Bandung saja. “Kami menyarankan kartu Axis broadband ini khusus akses data. Sedangkan untuk voice atau sms lebih menggunakan kartu yang regular,” tuturnya. Selain itu, dia manambahkan, Axis juga melakukan kesiapan handset HSPA dengan cara bundling modem, smartphone, hingga tablet. Sementara itu, jumlah pelanggan Axis per periode Mei mencapai 11 juta pelanggan. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu tercatat peningkatan double grade terhadap jumlah pelanggan Axis, seiring proyek korporasi yang semakin agresif memperkuat pangsa pasar. “Banyak program yang kami lakukan sebagai upaya peningkatan jumlah pelanggan. Misalnya merangkul komunitas pelajar lewat program komunitas sekolah Axis. Kami sadar pasar pelajar yang sangat besar tersebut masih sensitif terhadap harga. Oleh karena itu kami berikan solusi berkomunikasi yang hemat dan ramah kantong bagi pelajar. Termasuk penawaran khusus gratis akses data,” paparnya. (jpnn/awl)

BLUD Prioritas Usaha Mikro Siap Salurkan Rp 8 Miliar Kendari, KP Badan Lembaga Umum Daerah (BLUD) milik Pemkot Kendari fokus membantu usaha yang tergolong berskala mikro. Sejak berdiri 2008 silam tercatat sebanyak Rp 14,5 miliar dana yang sudah tersalur. Untuk tahun ini, BLUD siap menyalurkan dana Rp 8 Miliar. Kepala BLUD Kendari, Syahrir menjelaskan bila tahun ini pihaknya lebih fokus kepada usaha mikro yang bisa dibina, karena orentasi lembaganya yakni membantu mereka agar layak dibiayai perbankan. “Pinjaman yang kami berikan rata-rata Rp 500 ribu hingga Rp 4 juta per usaha. Mereka meminjam secara berkelompok dengan tenggang waktu pengembalian 100 hari atau tiga bulan,” terangnya. Target Rp 8 miliar itu versi Syahrir lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Secara rinci dari Rp 14,5 miliar yang telah tersalur pada tahun 2008 sebanyak Rp 1,4 miliar yang diperuntukkan bagi 1765 orang, tahun 2009 sebanyak Rp 5,5 miliar untuk 4737 orang serta tahun 2010 Rp 7,9 miliar pada 6 ribu nasabah. “Saat ini realisasi per bulan sudah mencapai target dan tahun 2011 ini kami menargetkan lima ribu nasabah, karena kami konsen pada

suwarjono/kp

PT Garuda Indonesia Kendari turut berpartisipasi dalam menyambut Hari Lingkungan Hidup. Kegiatannya berupa melestarikan lingkungan di Pulau Hari, Konawe

Garuda Peduli Terumbu Karang Kendari, KP Menyambut Hari Lingkungan Hidup, PT Garuda Indonesia Kendari turut berpartisipasi. Bentuk kegiatan berupa pelepasan penyu dan transplantasi terumbu karang di Pulau Hari. Selain itu membagikan sembako pada masyarakat sekitar. District Manager PT Garuda Kendari, J.Walker Rieuw Passa menjelaskan bila kegiatan tersebut merupakan bagian dari

program Corporate Social Reponsibility (CSR). Ia berharap kegiatan melestarikan lingkungan khususnya terumbu karang di laut tetap terjaga. “Jika bukan kita yang jaga dan lestarikan, siapa lagi,” katanya. Dalam kegiatan itu kata Walker, Garuda mengusung tema ‘’Indonesia Save Our Coral’’. Alasannya tidak sedikit daerah di Indonesia termasuk Sulawesi Tenggara yang terumbu karangnya sangat memprihatinkan. Untuk itu dalam kegiatan kali

ini, Garuda selaku pihak penyelenggara sengaja mengundang beberapa organisasi dan pemerintah yang bisa ikut berpartisipasi melestarikan keindahan biota laut. Untuk diketahui selama rentang 1996-2006, kondisi terumbu karang di Tanah Air memperlihatkan adanya kecenderungan gerakan perbaikan. Bila kondisi seperti ini ditingkatkan maka keberadaan terumbu karang akan bertambah. (ano/awl)

Astra Tetap Andalkan Daihatsu Xenia Jakarta, KP Daihatsu Xenia tetap jadi andalan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Kiprah Xenia tak pernah terkalahkan dan penyumbang terbesar penjualan Daihatsu sebesar 49 persen atau 5.347 unit dari total ritel nasional. ADM mengklaim berhasil meningkatkan penjualan wholesales dari 8,160 unit di bulan April menjadi 10.453 unit pada penjualan Mei 2011 atau meningkat sebesar 28,1 persen. Di pasar otomotif nasional, Daihatsu menguasai market share sebesar 17,2 persen. Pasalnya, pasokan komponen Daihatsu cuma enam persen dari Jepang. Kandungan lokal komponen Daihatsu mencapai 85 persen sehingga tidak terlalu mengalami gangguan yang berarti dalam pasokan komponen. “Sisanya sembilan persen dipasok dari pasar ASEAN,” ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor di Jakarta, baru-baru ini. Sekalipun begitu, Amelia tidak menepis jika volume penjualan otomotif nasional masih terpengaruh dampak bencana alam di Jepang. Volume penjualan otomotif nasional secara wholesales bulan Mei masih sama dengan bulan April yakni pada kisaran 60.000 unit. Sementara volume penjualan ritel pada Mei mencapai angka 10.803 unit atau

ist/kp

Penjualan ritel Daihatsu kini mengalami pertumbuhan sebesar 125 persen. Selain Xenia, Terios juga berkontribusi pada penjualannya yang mencapai 15 persen

17,1 persen dari penjualan ritel nasional. Kenaikan itu tidak luput dari kiprah Xenia yang terus mengukir varian Daihatsu paling laris. Kontribusinya mencapai 49 persen atau 5.347 unit dari total penjualan Daihatsu. Kontributor kedua diduduki Daihatsu Gran Max sebagai produk kelas low commercial sebesar 30 persen atau 3.285 unit. Kontributor berikutnya adalah Daihatsu Terios mewakili produk kelas medium sport utility vehicle (SUV). Kontribusi penjualannya mencapai 15 persen atau

1.646 unit. Selanjutnya, Luxio dan Sirion mencatat angka penjualan masing-masing sebesar 471 unit dan 54 unit. Periode Januari Mei 2011, penjualan ritel Daihatsu mencapai angka 53.854 unit atau 15,5 persen dari pangsa pasar ritel nasional. Daihatsu masih tetap menduduki posisi kedua market share retail nasional. “Jika dibandingkan periode Januari-Mei 2010, penjualan ritel Daihatsu mengalami pertumbuhan sebesar 125 persen,” kata Amelia.(jpnn/awl)


Selasa, 14 Juni 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

BPR Raha Bangkrut ?

HARIMAN/KP

Tampak beberapa kapal layar milik warga Desa Tira Bahari yang sedang berlabuh didermaga sambil menunggu musim berlayar.

MinatPembuatanKapalLayardiDesaTiraBahari,MulaiMenurun

Mahal dan Sulit Menemukan Bahan Baku Kayu Minat masyarakat Desa Tira Bahari, Kecamatan Sampolawa dalam pembuatan kapal layar tradisional kini mulai berkurang sejak 10 tahun yang lalu. Ini diakibatkan jenis kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal layar semakin sulit diperoleh. Hariman, Pasarwajo DESA Tira Bahari memiliki jumlah penduduk kurang lebih 438 kepala keluarga (KK) yang tinggal di pesisir pantai teluk Sampolawa. Mayoritas penduduknya desa ini adalah berprofesi sebagai pelaut dan nelayan. Dengan menggunakan kapal buatan sendiri para penduduk kampung ini khususnya pria melakukan perdagangan antar pulau-pulau yang dilewatinya. Beberapa puluh tahun yang lalu, sekitar tahun 1980-1990an ketika bahan kayu yang digunakan untuk pembuatan kapal tidak terlalu sulit didapatkan dan jika dibeli bisa didapat dengan harga yang murah warga kampung ini rutin membuat kapal layar dan perahuperahu kecil yang digunakan untuk berdagang dan menangkap ikan. Jenis perahu yang digunakan untuk melakukan perdagangan, mereka menggunakan kapal pinisi (layar, red) dengan ukuran kapal bervariasi mulai ukuran 6 GT hingga 8 GT dengan kapasitas muatan hingga 20 ton lebih. Waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan barangbarang dagangan mereka tidak ditentukan. Terkadang memakan waktu 1-2 bulan berlayar hingga barang dagangan mereka habis terjual. Namun seiring berjalannya waktu, sejak 10 tahun yang lalu minat warga kampung ini sudah mulai menurun yang

dikarenakan selain harga bahan baku kayu untuk pembuatan kapal yang begitu mahal. Sebelumnya juga warga setempat dalam pembuatan kapal terkadang membeli kayu sampai di Maluku karena harga kayu di daerah tersebut relatif murah. Kayu yang digunakan dalam membuat kapal pinisi ini adalah jenis buppasa. Kayu jenis ini ada di Buton namun karena mahalnya kayu tersebut membuat warga terpaksa harus memesan ke Maluku. Di Maluku harga kayu bisa didapat dengan harga dikisaran Rp 1 juta rupiah per kubik, sementara di Buton harga kayu bisa mencapai Rp 2 jutaan per kubik. Sekretaris Desa Tira Bahari, La Ode Rahimu ketika ditemui di kediamannya, menjelaskan karena sulitnya bahan baku tersebut sebagian warga terpaksa membeli kapal-kapal bekas dengan harga yang terjangkau

maksimal per kapal 30 juta rupiah sudah termasuk mesin kapal tersebut. “Kalau dibuat sendiri bisa memakan biaya hingga ratusan juta dikarenakan mahalnya bahan baku kayu yang digunakan, belum lagi bayar tenaga bantuan,” kata Rahimu yang juga mantan pelaut sebelum menjadi PNS. Dijelaskan, kapal-kapal bekas yang dibeli warga di wilayah Kabupaten Buton seperti Talaga Raya dan Siompu dan terkadang hingga ke Kabupaten Wakatobi dengan harga maksimal Rp. 30 jutaan. Setelah itu, jika ada yang ingin diubah warga tinggal menambah sedikit anggaran. Barang-barang yang hendak dijual ke daerah-daerah kepulauan adalah barang kebutuhan rumah tangga. Sebelum kapal-kapal tersebut berangkat

Baca KAYU di Hal 6

Raha, KP Sejumlah nasabah Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Raha, yang ingin menarik uangnya terpaksa gigit jari. Pihak manajemen Bank, tidak mampu membayarkan dana nasabah yang disimpan di Bank yang didirikan oleh pengusaha nasional Habil Marati tersebut. Para nasabah yang ingin menarik dananya di bank tersebut, tidak sanggup dibayarkan oleh bank tersebut meski beberapa kali ingin melakukan penarikan. Hanya saja, selama ini pihak manajemen bank masih menjanjikan akan membayarkan dana nasabah. La Ode Daerah, Ketua Aliansi Perjuangan Guru (APG) Muna mengatakan, sudah menerima banyak aduan nasabah BPR, yang ingin menarik dananya tapi tidak diberikan dengan alasan tidak ada uang di bank tersebut. “Kemarin, ada 7 nasabah yang mengadu. Mereka yang mengadu, mayoritas guru-gura. Makanya APG melaku-

kan advokasi, meminta agar BPR untuk mengembalikan uang nasabahnya,” terangnya. Guru SMK II Raha itu mengungkapkan, tujuh nasabah BPR yang mengadu di APG, mayoritas memiliki simpanan uang di bank Rp 50 juta. “Mereka (nasabah BPR, red) sudah lama mencoba menarik, namun jawaban dari BPR belum ada uang,” ungkapnya. Guru-guru yang memiliki simpanan uang di BPR, kian bertambah panik. Karena empat hari lalu, mereka mendengar kabar BPR telah ditutup. Bila BPR tutup, lanjut APG, Bank Indonesia (BI) sebagai bank Penjamin harus bertanggung jawab untuk mengembalikan dana nasabah yang tersimpan di Bank tersebut. Uang nasabah yang tertinggal di BPR, ungkap Erat, -sapaanya-, diperkirakan Rp 2 miliar. Ironisnya, BI pada bulan Mei 2011 lalu telah melakukan evaluasi, namun hasilnya tidak disampaikan

kepada para nasabah BPR, jika bank yang letaknya berhadapan dengan alunalun Kota Raha tersebut, sudah tidak layak lagi. Menurut pengaduan sebagian nasabahnya, kata La Ode Daerah, sudah ada indikasi bank itu, bakal tutup. Karena saat mereka (nasabah,red) yang ingin mengambil uang, pihak manajemen bank mengatakan tidak ada uang. “Ini berarti sama saja dengan kita dipersulit dengan uang sendiri,” tuturnya. Karena itu, para nasabah sangat berharap BI serius menangani kasus tersebut dan segera mengembalikan uang nasabah BPR. Ketua APG Muna itu lalu menyarankan, para nasabah untuk segera melaporkan kasus tersebut kepada polisi. “Kita juga membuka Sekertariat Pengaduan, “ ungkapnya, Sementara itu, kemarin aktivitas di BPR terlihat lenggang. Ketika koran ini

Baca BANGKRUT di Hal 6

Warga Wawonii Tolak Penambangan Nikel Unaaha, KP Aliansi Masyarakat Wawonii Peduli Lingkungan (AMWPL) secara tegas menolak aktivitas penambangan nikel PT Kreasi Gema Perdana di Pulau Wawonii. Itu terlihat dalam hearing Komisi II DPRD Konawe, Distamben, BLH, Dishut, dan m,assa AMWPL di ruang rapat komisi DPRD Konawe, Senin (13/6) kemarin. Aspirasi mahasiswa dan masyarakat Wawonii itu didukung anggota Komisi II DPRD Konawe asal Dapil Wawonii, Musdar, dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap penambangan di Pulau Wawonii, mengingat dampak yang ditimbulkan akibat penambangan itu. Kata dia, masyarakat Wawonii memiliki peradaban. Jangan sampai akibat ulah calo tambang daerah ini hancur.

“Kalau penambangan masuk, justru yang habis adalah peradaban dan budaya masyarakat Wawonii akibat broker. Saya tidak mau bicara normatif dan bicara aturan, karena kalau dipaksakan pasti akan lolos. Tetapi kalau ada kearifan didalamnya maka kita akan jernih melihat. Saya tegaskan, atas nama masyarakat Wawonii saya nyatakan menolak penambangan di Wawonii,” tegas Musdar. Hearing nyaris batal setelah, ketua Komisi II, Gusli Topan Sabara mengancam akan mengeluarkan secara paksa, anggota aliansi Ilham, yang ngotot menolak pembacaan pernyataan sikap. Sementara Gusli, ngotot agar dibacakan karena umumnya dinas terkait yang diundang belum memahami persoalan

yang jadi substansi aspirasi mahasiswa. “Secara teknis dinas terkait telah diberikan undangan. Jadi mereka sudah tahu lebih awal,” Ilham bersikukuh. Meski begitu, mahasiswa mengalah karena Gusli Topan Sabara mengancam akan mengeluarkan paksa. “Sebagai pimpinan sidang saya berhak untuk mengeluarkan orang yang dianggap mengganggu karena ini forum resmi DPRD,” ancam Gusli. Sebelumnya, mahasiswa menolak jika hearing dilanjutkan karena kali keduanya hearing ini, Kepala Dinas masingmasing yang berkompoten kembali tidak hadir. Justru hanya diwakilkan kepada kepala-kepala bidang Dishut, Distamben

Baca TOLAK di Hal 6


6

Kendari Pos |Selasa, 14 Juni 2011

Program PNPM di Muna Berlanjut Raha, KP Pemerintah kabupaten Muna kini bisa bernafas lega. Pemerintah Pusat tidak akan memberikan sanksi, akibat kelalaian tidak membayarkan cost sharing PNPM tahun 2010 sebesar Rp 11 miliar. Itu artinya tahun 2011, Muna masih akan mendapatkan program pemberdayaan masyarakat tersebut. Kepastian tidak dijatuhkannya sanksi pemberhentian program PNPM di pulau yang terkenal akan jatinya itu, diungkapkan, Ketua DPRD Muna Uking Djasa, setelah bertemu dengan Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kementerian Dalam Negeri. “Niat baik Pemkab Muna untuk membayar dana sharing PNPM tahun 2010, mendapat respon positif dari Dirjen PMD, “ kata Uking Djasa, kemarin. Ketua Golkar Muna itu menjelaskan, dari utang dana saring PNPM ditahun 2010 sebesar Rp 11 miliar, baru dibayarkan Rp 1,2 miliar. Di APBD 2011, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk cost sharing PNPM. “Dari Rp

5 miliar itu, kita baru gunakan Rp 1,2 miliar. Masih tersisa Rp 3,8 miliar. Untuk mencukupkan Rp 11 miliar, di APBD-P akan dialokasikan kembali dana saring PNPM sebesar Rp 6 miliar. Jadi totalnya Rp 11 miliar, “urainya. Untuk cost sharing PNPM tahun 2011, kata Uking, Pemkab Muna diberi kelonggaran sampai April 2012, untuk membayarkan. Kesepatan untuk membayarkan cost sharing PNPM, dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis antara eksekutif dan legislatif Muna di Pemerintah Pusat. “Perjanjin itu, berisi kesanggupan Pemkab Muna untuk membayarkan dana saring,” tukasnya. Dengan langkah itu, Dirjen PMD tidak memberikan sanksi berupa pemberhentian program pemberdayaan di Muna. “Yang pastinya, PNPM tetap lanjut, “ tukasnya. Kedepannya, lanjut pengganti Wa Ode Zainab Hibi tersebut, cost sharing PNPM Pemda Muna tidak lagi sampai 20 persen. Dengan kondisi keuangan Muna yang belum maksimal, cost sharing hanya akan

dianggarkan 5 sampai 10 persen dari anggaran yang akan diturunkan di Muna. Ketua DPRD Muna itu, paham betul manfaat dari PNPM. “Proyek PNPM adalah program yang bisa membantu pembangunan masyarakatDesa.Programiniharus tetap jalan di Muna, tidak boleh tidak,” tegasnya. Ketua Golkar Muna itu lalu menitip harapan kepada pengelola dan pelaku PNPM agar bisa memaksimalkan program pemberdayaan tersebut. Dengan kondisi APBD Muna yang tidak bisa mengakomodir semua kebutuhan pembangunan yang diusulkan masyarakat, maka PNPM diharapkan tampil memberikan solusi. “Hasil Musrenbang dari desa sampai kota, hanya bisa mengakomodir sebagian kecil. Lewat PNPM, kegiatan yang belum diakomodir dalam APBD, bisa diakomodir. Pengelola PNPM jangan membuat program sendiri,dalammenjalankanprogram harus menyelaraskan dengan visimisi Bupati Muna. Sehingga ada kesinambungan antara visi bupati dan PNPM, “ harapnya. (awn)

KPHP Kendari-Konsel Siap Direalisasikan Kendari, KP Jika tak ada aral, hari ini sosialisasi pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kota Kendari-Konawe Selatan akan dilakukan di sebuah hotel ternama di Kendari. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) itu merupakan Unit ke-24 dari 25 unit yang ada di Sultra. Jika KPHP KendariKonsel terwujud, maka akan menjadi KPH kedua di Sultra yang mempunyai struktur lengkap setelah KPH Buton. Kepala Bidang Inventarisasi dan Tata Guna Hutan Dinas Kehutanan Sultra, Suhendro A.Basori S.Hut menjelaskan, dari 25 KPH yang

ada, empat diantaranya dipersiapkan untuk menjadi pilot project (percontohan, red). Keempatnya adalah KPH Buton, KPHP KendariKonsel, KPH Bombana dan KPH Konawe Utara. ‘’Untuk KPH Buton sudah terealisasi, KPH Kendari-Konsel mudahmudahan dalam waktu tidak terlalu lama. Sementara KPH Bombana sudah diusulkan ke Menteri Kehutanan. Namun untuk KPH Konut belum ada tanda-tanda dari Pemda setempat,’’ jelasnya. KPHP Kendari-Konsel kata Suhendro nantinya berada dalam naungan Gubernur dibawah Sekda. Untuk itulah dalam sosialisasi nanti

selain menghadirkan Dinas Kehutanan dan anggota DPRD, juga mengundang Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Selain itu Direktur Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planalogi Kementrian Kehutanan, Ir Ismugiono MM dipastikan hadir memberi pemaparan, termasuk Kajian pakar Unhalu. ‘’KPHP bisa saja didalamnya ada hutan lindung, hutan produksi bahkan tambang. Mudah-mudahan KPHP KendariKonsel terwujud dalam waktu yang tak cukup setahun,’’ ujar Suhendro optimis. (awl)

Kayu .....................

orang tua yang sudah tidak mampu lagi untuk ikut berlayar, tetapi sebelum diberangkatkan maka dilakukan upacara terlebih dahulu” terang Rahimu. Ketika disinggung masalah suka-duka menjadi pedagang antar pulau, Rahimu mengatakan, selama melakukan pelayaran se-

jak taman SMA adalah dirinya bisa berkunjung ke banyak daerah, bertemu dan mengenal banyak suku. “Kalau dukanya biasanya bertemu dengan angin puting beliung, parahnya lagi pernah dihadang oleh perompak, namun tidak sampai dirampok,” kenang Rahimu. (***)

masuk di Pulau Wawonii. “Alasannya, investor tidak memiliki Amdal dan ada klaim masyarakat Wawonii lainnya yang seolaholah menyetujui masuknya penambanga sementara sebagian masyarakat juga menolak. Harapan kami ada kajian analisis lingkungan strategis. Karena Wawonii salah satu pulau penyangga daratan. Kalau ini dieksploita-

si maka Pulau Wawonii terancam hilang,” ujarnya. Diakhir pertemuan itu disepakati pembentukan pansus diinternal DPRD Konawe. Pansus akan turun ke lapangan terkait aspirasi masyarakat yang menolak penambangan yang melingkupi Kecamatan Wawonii Tengah, Tenggara dan Wawonii Selatan itu. Meski jadwalnya belum ditetapkan. (din)

koran ini di ruang tersebut, namun mereka tidak melakukan pelayanan. “Pimpinan kami sedang berada di Kendari,” kata salah seorang karyawan bank tersebut, ketika koran ini mempertanyakan keberadaan Direktur BPR Raha. Saat ini, lanjut perempuan berjil-

bab itu, ada petugas dari BI yang sedang melakukan pemeriksanaan. “Pemeriksaan dilakukan dilantai dua, “katanya sembari membantah bahwa kantornya sudah tutup. Sementara itu, Direktur BPR Raha, Safaat, yang coba dikonfirmasi Hpnya tidak aktif. (awn)

maka terlebih dahulu diadakan ritual adat ‘angkat jangkar’ yang bertujuan agar selama perjalanan aman tanpa ada gangguan. “Jika sudah mulai musim berlayar, terkadang yang tinggal dikampung hanya ibu-ibu, anak-anak dan

Tolak ..................... dan BLH. Hearing dilanjutkan setelah keinginan Gusli Topan Sabara dituruti, yakni pembacaan tuntutan mahasiswa. Ditempat yang sama, Nursalam, salah seorang anggota aliansi mahasiswa menegaskan mahasiswa dan masyarakat menolak apabila tambang Nikel

Bangkrut................ bertandang, tidak tampak ada aktivitas seperti bank-bank pada umunya yang melayani nasabah. Di meja teler, tidak membuka pelayanan. Ada dua karyawan perempuan dan satu pria yang dijumpai


7

Kendari Pos |Selasa, 14 Juni 2011

Tetap Didampingi Klub Motor yang Tak Cacat Biker ......................... lar yang melumpuhkan kemampuan fisik penderitanya. Karena itu, sepeda motor yang mereka tunggangi harus didesain sedemikian rupa agar mereka tidak perlu menjejak tanah saat berhenti. Beberapa pilihan desain adalah model sespan dan trike. Sespan, kata Asep, lebih membutuhkan banyak ongkos karena harus membuat bak dari besi. Sedangkan model trike lebih umum digunakan karena ongkosnya murah dan praktis. “Sekitar Rp 3,5 juta,” kata Asep. Mekanik Modif Club Acex Supriatna menambahkan, model trike dengan dua roda di belakang memang sangat standar. Penyandang cacat bisa dengan gampang mengoperasikan kendaraan itu. Namun, trike model tersebut masih mempu-

nyai kelemahan. Setiap berbelok tajam atau dengan kecepatan tinggi, salah satu roda akan terangkat. Pengendara bisa jatuh jika tidak biasa. Soal kenyamanan, model dua roda di belakang juga kurang. Sebab, model itu cukup kasar. Shockbreaker yang menyangga swing arm terasa kurang lembut. Karena itu, Modif Club kini mengembangkan desain baru trike. Salah satu di antaranya, matik roda empat. Dua roda diletakkan di belakang menempel pada satu roda penggerak. Acex lantas mengeluarkan bebek matik. Seperti dalam adegan serial MTV Pimp My Ride, sejumlah mekanik mengepung kendaraan mungil tersebut. Jok diambil, sebuah rangka besi plus slebor roda di kanan-kiri dipasang. Ujung buritan dipasang rangka tempat boks

menempel. Belakang jok dipasang dudukan buat bayi plus seat belt. Motor itu, rencananya, diikutkan lomba inovasi kreatif. “Motor ini dipesan bapak yang difabel juga. Ini bongkar pasang, bisa dikembalikan lagi ke motor biasa. Soalnya kadang-kadang kan motornya juga dipakai anaknya buat main,” tutur Acex. Model roda empat tersebut masih dalam pengerjaan. Jika sudah selesai, mereka akan mengetes kenyamanannya. Acex sendiri punya obsesi membuat motor untuk difabel bukan dengan tiga roda, tetapi empat roda. Yakni, dua roda di depan dan dua roda di belakang. Desain itu mengingatkan kepada motor All Terrain Vehicle alias ATV yang banyak dipakai balapan di trek off road. “ATV menggunakan teknologi hidrolis. Jadi, ketika belok, roda-roda menyesuaikan med-

an. Belok seperti apa saja roda tetap menempel di tanah. Shockbreaker-nya juga lebih nyaman dan empuk,” urai Acex. Acex mengatakan, mendesain sepeda roda tiga tidak bisa sembarangan. Sebagai mekanik, dia harus mempertimbangkan tingkat kecacatan pengendaranya. Jika cacat yang diderita cukup memengaruhi mobilitas fisiknya, kompresi motor dibuat agak rendah. Dengan begitu, kecepatannya tidak terlalu tinggi. Seperti motor milik Mahmud, anggota Modif Club lainnya. Karena Mahmud penderita cerebral palsy, motor miliknya dibikin agak ceper dengan electric starter. “Biar tidak menyusahkan pengendaranya,” katanya. Juru Bicara Modif Club Arya Wira Yudha menuturkan, usia Modif Club sangat muda. Baru

hitungan bulan. Namun, komunitas tersebut cepat berkembang karena kebutuhan para difabel Bandung untuk berkumpul dan memiliki komunitas. Saat ini mereka memiliki anggota sekitar 30 orang dan terus bertambah. Lelaki yang akrab dipanggil Yudha itu menuturkan, Modif Club juga menjadi sarana bagi para difabel yang ingin memodifikasi motor. Memang, bengkel-bengkel umum bisa menggarap sepeda motor biasa menjadi trike. Tapi, karena harus antre dengan motor-motor biasa, trike khusus difabel sering dipinggirkan. Sering mereka harus menunggu sampai dua bulan baru bisa menggunakan motornya. “Padahal, mereka kan butuh banget untuk mobilitas,” katanya. Lajang 32 tahun itu mengatakan, bengkel di Modif Club bisa merampungkan order trike

dalam dua minggu. Ongkosnya juga ditentukan secara kekeluargaan. Bahkan, anggota juga bisa utang kalau kantong lagi tipis. “Bisa dicicil juga,” kata Yudha, lantas terbahak. Di Modif Club, para difabel juga bisa menjadi biker. Mereka kerap mengadakan touring ke sejumlah daerah pinggiran Bandung dan luar kota. Di antaranya, Kuningan, Jawa Barat, dan Sentul, Bogor. Rencananya, tahun ini mereka touring ke Bali. Yudha menambahkan, setiap touring, para biker difabel akan didampingi beberapa personel dari klub motor lain yang bukan penyandang cacat. Mereka akan mengikuti semua rangkaian touring hingga selesai. Tugas mereka ialah membantu jika ada apa-apa di jalan. “Bagaimanapun sempurnanya alat yang kami buat, kemampuan fisik mereka tetap terba-

tas,” kata Yudha. Yudha mencontohkan motormotor yang mereka buat. Karena beroda tiga dengan swing arm custom, bobot motor bertambah. Padahal, motor tersebut tidak memiliki gear reverse alias mundur. “Yang bukan penyandang cacat harus bantuin,” katanya. Para difabel, kata Yudha, sama dengan masyarakat yang lain. Mereka juga memiliki mimpi dan hasrat bertualang menjelajahi daerah baru. Mereka juga memerlukan mobilitas untuk bekerja dan mencari penghidupan. “Mereka tidak ingin ke mana-mana harus diantar dan dikhawatirkan keluarganya. Mereka juga ingin berupaya sendiri. Motor roda tiga ini adalah salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan mereka,” kata penunggang motor lawas Macless 350 cc keluaran 1954 itu.(nw)

Ibu Muda yang Jadi Terdakwa itu Pingsan di Pengadilan Tata Kelola Tambang Terdakwa .................. mas Keliling ditambah dengan satu unit kendaraan instalasi farmasi yang diduga fiktif. Dalam persidangan tersebut Neneng hadir sendiri sedangkan Amin Razak tidak menghadiri persidangan dengan alasan sakit. “Muhamad Amin Razak tidak bisa hadir karena kondisinya saat ini lagi drop pak, jadi dia kira sidangnya tanggal 18 ternyata hari ini,” ujar Neneng. Di hadapan majelis hakim,

Neneng juga mengaku kondisi kesehatannya terganggu namun berusaha untuk menghadiri persidangan tersebut. “Kalau boleh jujur saya juga ini lagi drop pak hakim yang mulia,” tambahnya. Karena terdakwa Muhamad Amin Razak tidak menghadiri persidangan tersebut, majelis hakim terpaksa menunda persidangan hingga Senin pekan depan (21/6). Rencananya, dalam sidang pekan depan, terdakwa akan membacakan pledoi. “Kami beri kesempatan sampai

minggu depan untuk menyiapkan pledoinya, baik disampaikan secara lisan maupun tertulis sebelum kita lanjutkan dengan agenda putusan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Sutarno SH Mh. Setelah sidang ditutup, Neneng kemudian meninggalkan ruang persidangan dan menuju ruang sel tahanan pengadilan bergabung dengan tahanan lain. Saat para tahanan dikumpulkan untuk dipulangkan di Lapas Klas II Baubau, Neneng tiba-tiba jatuh pingsan hingga terban-

ting di atas lantai depan pintu masuk PN Baubau sesaat hendak menumpangi mobil tahanan. Kejadian tersebut sontak mengagetkan tahanan lain termasuk staf pengadilan dan beberapa jaksa yang berada di PN Baubau. Neneng selanjutnya dibopong beberapa anggota polisi dan staf PN Baubau dan dipindahkan ke atas meja piket di PN Baubau. Setelah beberapa saat Neneng selanjutnya dibawa di Rumah Sakit Murhum untuk diperiksa kesehatannya.(p13/lan)

Ridwan BAE "Kampanyekan" AYO Ribuan ...................... SPd MSi dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa pihaknya akan bertekad untuk memenangkan pasangan AYO pada pemilukada mendatang, mengingat Agus-Yaudu merupakan pasangan muda yang memiliki tekad yang kuat dalam membangun Buton melanjutkan pemerintahan Bupati Sjafei Kahar yang telah menjabat selama 2 periode. “Saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Buton khususnya masyarakat Mawasangka agar pada tanggal 4 Agustus nanti jangan salah pilih,” teriak Poli yang juga anggota DPR Provinsi Sulawesi Tenggara dihadapan ribuan massa. Sementara Agus Feisal Hidayat SSos MSi yang didampingi Ketua DPD Golkar Buton Sjafei Kahar dalam sambutannya tidak berbeda dengan Muhammad Poli yakni jika dirinya dan Yaudu terpilih nantinya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buton akan menjalankan amanah seluruh masyarakat Kabupaten Buton. “Tanpa ada dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Buton saya yakin tidak cukup dalam menjalankan program-program yang telah kami rancang,” kata Agus dengan lantang. Program-program yang dimaksudkan adalah pembangunan infrastruktur seperti jalan yang akan dilakukan hingga ke desa-desa, menciptakan lapangan pekerjaan mengingat banyaknya pengangguran di Kabupaten Buton. “Yang ketiga adalah memberikan bantuan uang tunai 150-250 juta pertahunnya. Anggaran tersebut untuk pembangunan di desadesa,” tambah Agus. Sebelum menutup orasinya, Agus berharap kepada seluruh sahabat ‘AYO’ yang berada di Mawasangka semoga kehadiran dan kebersamaan dapat dibuktikan pada tanggal 4 Agustus mendatang. Usai Agus, giliran Yaudu yang diusung oleh PKS untuk menyampaikan orasi singkatnya yakni tekad dengan kesungguhannya untuk maju dalam pemilukada dan mendukung penuh program-program yang telah disusun bersama Agus. “Untuk itu saya akan melakukan pendampingan hingga program yang dimaksud bisa terealisasi,” kata Yaudu. Untuk deklarasi di zona kedua yang dipusatkan di Batauga turut dihadiri oleh Ketua Golkar Sultra, Ridwan BAE bersama Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Sultra Andi Mansur SSi juga turut menyampaikan orasi dan dukungannya kepada ribuan masyarakat Buton di Dapil I khususnya Batauga. Mantan Bupati Muna itu

menyampaikan bahwa alasan pihaknya mengusung dan mendukung pasangan ini adalah selain merupakan putra terbaik Kabupaten Buton dalam pemilihannya juga telah dilakukan sesuai dengan mekanisme dan pertimbangan dari partai Golkar bukan kehendak pribadi maupun orang lain. “Setelah melalui prosedur maka yang berhak melanjutkan pembangunan Buton adalah pasangan Agus-Yaudu karena mempunyai motivasi untuk memberikan kemajuan untuk daerah ini,” kata Ridwan dengan lantangnya. Deklarasi yang dilakukan oleh Agus-Yaudu di tiga zona tiap-tiap dapil (Mawasangka, Batauga dan Pasarwajo) menggandeng beberapa artis guna menghibur sahabat-sahabat AYO yakni Trio Singo Edan,

Cacan KDI dan Ageng Kiwi dan mendapat respon positif baik di Mawasangka dan Batauga. Resmi Mendaftar di KPUD Pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Buton Agus Feisal Hidayat SSos MSi dan Yaudu Salam Ajo SPi yang diusung oleh Partai Golkar dan PKS Senin (13/6) pukul 10.10 Wita secara resmi mendaftarkan diri di Kantor KPUD Buton di Pasarwajo. Sekretaris II DPD Golkar La Hidjira SH ketika dikonfirmasi mengatakan, pasangan AgusYaudu telah melakukan pendaftaran di KPUD Buton dan langsung diterima oleh ketua KPU La Biru dan 3 orang anggota lainnya yakni La Ode Endang, Sumarno dan Salam. Untuk partai-partai pendukung lainnya, Hidjira menjelaskan sementara ini baru

partai Golkar dan PKS yang secara resmi mendukung AgusYaudu. Namun, saat ini pihaknya sementara melakukan komunikasi dengan partai PDIP dan partai Demokrat. “Insya Allah akan menyusul partai pendukung PDIP karena telah melakukan komunikasi dengan ketua DPW, sementara Demokrat saat ini belum final dengan Golkar,” ujarnya. Saat melakukan pendaftaran, pasangan Agus-Yaudu didampingi oleh Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar dan DPD PKS. Sementara untuk jumlah simpatisan yang turut mendampingi mencapai ribuan orang. “Jumlah simpatisan diluar perkiraan kami, ini merupakan pertanda baik bahwa antusias dan dukungan terhadap pasangan ini cukup besar,” tutupnya.(adv)

Kolaka Mengecewakan Gubernur ................... antar pemerintahan, sebab pemerintah pasti selalu mengarahkan yang benar. Masalahnya kita harus lihat, apakah memang pengusaha ini tidak taat. Kalau memang mereka tidak taat, ya sudah, kita tarik izinnya,” jelasnya. Lebih lanjut ketua KONI Sultra itu menjelaskan bahwa proses pelaksanaan kegiatan penambangan, tidak hanya terkonsentrasi pada pasca tambangnya. Tapi, untuk menciptakan “good minning practise” harus dimulai dari proses peninjauan umum, eksplorasi, eksplotasi, reklamasi, reboisasi dan rehabilitasi. “Ini semua satu rangkaian yang bergerak secara simultan. Jadi

tidak bisa bilang nanti setelah selesai baru kita tangani. Tugas kita mengawasi penyelenggaraan itu agar sesuai tata kelola tambang yang baik,” bebernya. Pada titik itulah peran pemerintah menjadi sangat sentral. Pasalnya, beberapa perusahaan pertambangan terkesan “nakal” seperti yang temuan gubernur di Kolaka. Pemerintah kata gubernur harus melakukan pengawasan, monitoring dan mengevaluasi tiap IUP yang diterbitkan. “Kalau sudah ada diantara mereka yang tidak lagi patut di dalam prosedur pertambangan, maka kita punya kewajiban dan kewenangan untuk menegur,” ungkapnya. Jika teguran yang dilakukan pemerintah juga belum mem-

berikan efek jera, maka wajib dilakukan pemutusan IUP. Hal itu terang gubernur harus dilakukan pemerintah agar tidak terjebak dalam pembiaran. “Sebab, begitu kita melakukan pembiaran, dalam ketentuan perundag-undangan kita termasuk orang yang akan ikut bertanggung jawab karena dianggap ikut membiarkan,” jelasnya. “Proses pembiaran ini tidak boleh dilakukan pemerintah karena semua yang dikelola ini aset negara. Itu barang negara Walaupun berada di hutan. Tata kelola aset negara itu harus diatur sebaik-baiknya agar bisa memberikan manfaat buat negara, masyarakat dan pengusaha. Bukan berarti itu tidak bisa ditegur, tetap harus ditegur,” tandasnya.(ema)

Gunawan Yiedri: Nasrep Siap Jadi Kontestan Pemilu 2014 Nasrep ...................... Kemenkum HAM. Beliau juga minta kepada semua kader agar partai ini tak hanya sekedar jadi peserta Pemilu tahun 2014 lalu hilang, tetapi harus jadi pemenang. Kunci awalnya adalah lolos verifikasi terlebih dahulu,” kata Gunawan Yiedri. Untuk Sultra sendiri menu-

rut Gunawan Yiedri, pihaknya kini sudah menyiapkan segala kelengkapan untuk keperluan verifikasi. Bahkan tak hanya di level DPD provinsi tetapi hingga ke kabupaten-kota. Apalagi, saat ini kepengurusan di level kabupaten-kota juga sudah terbentuk. ‘’Untuk Sultra sendiri saya kira tak ada masalah. Kita sudah penuhi kelengkapan yang

dibutuhkan dalam proses verifikasi. Demikian halnya untuk kepengurusan di level kabupaten-kota. Bahkan SK kepengurusan untuk DPD provinsi dan kabupaten-kota sudah ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, prosesnya kita sudah lakukan,” tegas Gunawan yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha ini.(han)


8

Kendari Pos |Selasa, 14 Juni 2011

Klub Biker Para Penderita Cacat Fisik yang Gemar Touring

Kejar Kenyamanan, Rancang Motor seperti ATV

Mobilitas para penderita cacat fisik kini tidak lagi terbatas. Mereka juga bisa melancong ke berbagai daerah dengan menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi. Motor Difabel Club (Modif Club) menyediakan sarana modifikasi plus ramai-ramai touring ke luar kota.

AGUNG PUTU ISKANDAR, Bandung

LA ODE ASWARLIN/KP

Suasana persidangan dugaan korupsi APBD Bombana senilai Rp 5,160 miliar yang menjerat mantan Bupati Bombana, Atikurahman. Tampak Atiku duduk di kursi terdakwa.

Haikal Tak Hadiri Sidang Atikurahman

Baubau, KP Sidang perkara kasus korupsi APBD Kabupaten Bombana senilai Rp 5,160 Miliar yang menjerat mantan Bupati Bombana, Atikurahman ditunda. Hal itu dikarenakan saksi Muhammad Haikal dan saksi ahli asal Universitas Air Langga (UNAIR) Surabaya, Nur Basuki tidak dapat menghadiri persidangan. Plt Kasi Pidsus Kejaksaan

Negeri (Kejari) Baubau, Jolfis Sambou mengatakan sampai saat ini belum ada konfirmasi terkait kehadiran saksi ahli tersebut. Pihaknya berencana akan menyurati kembali saksi agar dapat menghadiri persidangan. Sedangkan saksi lainnya, Haikal yang tak lain putra Atikurahman juga tidak hadir karena tengah berada di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Kota Baubau.

“Kalau Muhammad Haikal kami konfirmasi terakhir kemungkinan bisa tiba di Baubau nanti pukul 18.00 Wita, karena jadwal penerbangannya yang direncanakan pukul 16.00 diundur hingga 17.00 Wita,” tambah Jolfis. Karena saksi tidak dapat hadir di Pengadilan Negeri (PN) Baubau untuk memberikan keterangan, terpaksa sidang perkara mantan orang nomor

satu di Kabupaten Bombana itu ditunda hingga hari ini. Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sutarno SH MH, Andy Edy Fiata dan Herry Kurniawan (anggota), terdakwa didampingi kuasa hukumnya Muhamad Ilyas Ismail SH MH. Sedangkan dari tim jaksa dihadiri Plt Kasi Pidsus Jolfis Sambou SH Mh dan Muhamad Nizar.(p13/lan)

Penyimpangan DPID Dilaporkan ke KPK Jakarta, KP Indikasi penyimpangan Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah terkuak pasca pengakuan anggota badan anggaran DPR RI Wa Ode Nurhayati. LSM pemerhati anggaran publik, Indonesia Budget Center (IBC) berencana melaporkan dugaan terjadinya praktek transaksional DPID itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. “Kami sedang mempersiapkan waktu untuk melaporkan dugaan pelanggaran ini ke KPK,” kata Arif Nur Alam, Direktur Eksekutif IBC dalam keterangan pers di Bakoel Koffie Jakarta, kemarin (13/6). Menurut Arif, kejanggalan pengadaan DPID adalah munculnya surat Menkeu yang mempertanyakan pencairan anggaran DPID. Pada 13 Desember 2010, Menkeu melalui surat nomor S-662/MK.07/2010 yang mempertanyakan hilangnya jatah 32 daerah (3 provinsi dan 29 kabupaten/kota) yang memenuhi kriteria namun tidak mendapatkan alokasi DPID. Dasar surat Menkeu adalah, bahwa 32 daerah itu telah disepakati mendapatkan alokasi DPID berdasarkan kesepakatan Banggar. Namun, dalam surat balasan pimpinan DPR bernomor AG/9473/DPRRI/XII/ 2010, terkait klarifikasi Menkeu, hanya dijawab singkat bahwa alokasi DPID telah bersifat final. “Data semacam ini harus diklarifikasi secara proaktif oleh KPK,” kata Arif. Peneliti IBC Roy Salam menambahkan, alokasi DPID memiliki potensi besar terjadinya penyimpangan ang-

garan. Sifat DPID adalah anggaran adhoc, dan dibahas tidak dengan kementrian dan komisi terkait. DPID murni merupakan kesepakatan

antara Banggar dan Menkeu. “Dana (bersifat adhoc) ini lemah pertanggungjawabannya, karena tidak memiliki landasan hukum dalam Un-

dang Undang Pemerintah Daerah (Pemda),” kata Roy. Dalam UU Pemda nomor 32

Baca KPK di Hal. 2

MINGGU pagi (12/6) para anggota Modif Club nongkrong di sekretariat mereka di Jalan AH Nasution Km 1, Nomor 1, Bandung. Mereka memajang motor tunggangan di pelataran sekretariat yang juga sekaligus bengkel modifikasi itu. Semua motor khusus difabel itu menggunakan tiga roda atau yang kondang disebut trike. Dua roda di buritan dan satu roda di depan. Ada motor yang bergaya Harley-Davidson dengan sespan di samping. Ada juga yang bermodel off road dengan kakikaki panjang. Motor bergaya Harley-Davidson terlihat lebih gahar tanpa slebor belakang. Bahkan, roda belakang terlihat hampir menyentuh jok. “Bukan hanya soal gaya. Soalnya,

AGUNG PUTU ISKANDAR/JAWA POS

Para biker difabel mejeng dengan tongkrongan masing-masing. kalau mundur, biar enak. Tinggal didorong rodanya. Jadinya kami nggak perlu turun atau meminta bantuan orang lain buat mundurin motor,” kata Sekretaris Modif Club Asep Hidayat, lantas memundurkan motor bergaya preman Amerika itu. “Ini gayanya aja yang kayak Harley. Aslinya mah RX King,” imbuh Asep, lantas terkekeh. Lain lagi dengan motor bergaya off road. Untuk shockbreaker depan, motor tersebut menggunakan as milik Honda Win yang cukup jenjang. Di buritan, dua roda diapit swing arm yang cukup tinggi. Arm bikinan sendiri itu menyangga

dua roda dengan dua shockbreaker. “Dibikin tinggi biar segala medan bisa dilintasi. Saya kan sering ke desa-desa di Bandung. Kalau banjir, kan repot. Busi terendam air bisa mogok,” kata Yanwar Nugraha, wakil ketua Modif Club, yang bekerja di kantor Kecamatan Gedebage, Bandung Timur. Para difabel fisik memiliki kelemahan di dua kaki mereka. Ada yang disebabkan penyakit polio saat bayi. Namun, ada juga yang disebabkan sejumlah penyakit cerebral palsy. Yakni, penyakit tidak menu-

Baca BIKER di Hal. 7


Selasa, 14 Juni 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Sekab Bombana Lolos dari Penahanan Padahal Tiga Malam Diperiksa Polisi

Kendari, KP Rustam Supendi pantas berterima kasih terhadap standar gandanya penegakan hukum di negeri ini. Sekab Bombana itu bisa lolos dari penahanan penyidik Polda Sultra meski selama tiga malam berturut-turut, sejak Kamis hingga Sabtu, pekan lalu, ia menjalani pemeriksaan di Polda Sultra, karena menjadi tersangka korupsi Pos Dana Bantuan Kabupaten Bombana tahun 2009. Tanpa bermaksud membandingkan, di instansi hukum yang lain, bila seorang tersangka dipanggil dan diperiksa dalam tempo lama apalagi sampai tiga malam, sudah hampir dipastikan,

usai diperiksa langsung digelandang ke tahanan. “Soal penahanannya, semua tergantung penyidik,” kata AKBP Moch. Fahrurrozi, Kabid Humas Polda Sultra, saat ditanya kenapa Rustam tak ditahan. Sabtu (11/6) lalu, Rustam Supendi diperiksa mulai pukul 15.30 Wita hingga pukul 22.00 Wita di ruang Tipikor Polda Sultra. Kata Moch. Fahrurrozi, pemeriksaan terhadap Rustam akhir pekan lalu itu dianggap sudah selesai. Namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan tambahan jika berita acara pemeriksaan dinilai masih kurang. “Berkasnya kini sedang dianalisa oleh penyidik untuk memastikan kelengkapan berita acara pemeriksaan. Jika dianggap masih ada yang perlu untuk ditambah, maka yang bersang-

kutan akan dipanggil lagi. Jika dianggap sudah cukup, maka penyidik akan membuat resume dan melengkapi BAP untuk persiapan tahap I atau masuk penelitian jaksa,” terang, Fahrurrozi saat ditemui di Mapolda Sultra, kemarin. Meskipun tidak ditahan, kata dia, namun dari hasil penyidikan yang dilakukan, Rustam Supendi dipastikan tidak akan lolos dari jeratan hukum. Pasalnya, laporan adanya kerugian negara sebesar Rp 412 juta diperoleh dari hasil

Rustam Supendi

Baca SeKab di Hal 10

Menikam Dua Pemuda, Pelaku Tak Diproses

_Akpol_

141 Pendaftar Lolos Berkas ReKRuitmen calon taruna Akademi Polisi (Akpol) tahun 2011, kini memasuki fase pemeriksaan kesehatan tahap pertama. Peserta yang berkompetisi pada pemeriksaan kesehatan tersebut berjumlah 141 orang yang terdiri dari 123 pria dan 18 wanita. Mereka itulah yang lulus dari tahap pemeriksaan administrasi tahap I dan terus akan disaring hingga tahapan seleksi terakhir. Persaingan mendapatkan status siswa Akpol memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Penerimaan Taruna Akpol tahun sebelumnya, Polda Sultra hanya mengirimkan 4 peserta dari 6 kuota untuk wilayah Sultra. Bahkan, dari 4 peserta yang dikirim, hanya 2 orang yang dinyatakan lulus menjadi siswa Akpol. Apalagi saat ini, Mabes Polri belum menentukan jumlah kuota yang akan diterima oleh Polda Sultra. Secara keseluruhan, kuota yang akan diterima skala nasional sebanyak 400 orang yang terdiri dari 350 calon polisi laki-laki (Polki) dan 50 orang calon polisi wanita (Polwan). “Penentuan kuota akan disesuaikan dengan animo yang berkembang. Mabes Polri biasanya menyampaikan kuota masing-masing Polda pada tahap-tahap akhir seleksi. Mabes Polri langsung memonitoring proses rekruitmen ini,” jelas AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi saat ditemui di Mapolda Sultra, kemarin. Rekruitmen calon taruna Akpol tahun ini, kata dia, masih akan diproses dalam beberapa tahapan dengan menggunakan sistem gugur. Pihaknya menjamin, proses seleksi dilakukan secara jujur, transparan, dan akuntabel tanpa adanya kongkalikong. Peserta yang ketahuan melakukan pembayaran akan digugurkan. (aka)

LUTHER/KP

Pengurus PTMI saat beraudiance dengan Gubernur Sultra, Nur Alam, kemarin

_orgAnisAsi_

PMTI Sultra Diminta Sukseskan Pesparawi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) nasional bakal digelar di Kendari, tahun 2012 nanti. Hajatan besar umat Kristiani itu diharapkan Gubernur Sultra, Nur Alam bisa sukses dan masyarakat bisa memberikan dukungan. Panitia dan umat Kristiani agar bekerjasama dalam penye-

Baca SuKSeSKan di Hal 10

temuan BPK. Artinya, Rustam Supendi dinilai tidak pernah melakukan pengembalian. “Biasanya kalau audit BPK dan menemukan adanya penyimpangan dari hasil audit, maka yang bersangkutan disarankan untuk memperbaiki penyimpangan tersebut, atau mengembalikan kerugian ne-

Kendari, KP Enak benar hidup seorang warga Kolaka bernama Mirwan. Kendati sudah menikam dua orang dan kini dua korbannya itu tergolek lemah di RS dengan luka tikaman, sang pelaku tetap bebas berkeliaran. Jangankan ditangkap, diproses hukum juga tidak. Tentu saja

Baca meniKam di Hal 10 SUWARJONO/KP

Giant terbaring lemah di RS Ismoyo didampingi ayahnya. Pemuda ini ditikam di bagian dada oleh seorang yang ia kenal. Anehnya, sampai sekarang kasusnya tak diproses hukum

PDAM Butuh Perubahan Total

Komitmen Wali Kota Ditagih Kendari, KP Nyaris tak ada cerita yang baik soal PDAM di kota ini. Yang ada hanya keluhan bahkan cacian atas buruknya kinerja dan layanan lembaga pengurus air minum itu. DPRD Kota Kendari sudah

berkali-kali “berteriak” mengenai masalah ini, tapi tetap saja tidak ada yang berubah. Wakil Ketua DPRD Kota Kendari Suri Zam zam pun mempertanyakan komitmen Wali Kota Kendari untuk menuntaskan permasalahan air bersih di daerah ini. Menurut Suri, untuk memperbaiki teknis operasional PADM, mestinya dilakukan perbaikan dan pembenahan di

tubuh manajemen perusahaan daerah itu. Pasalnya, dalam setiap kegiatan, yang menentukan hasil di lapangan itu adalah sistem yang ada di dalamnya. Jika manajemennnya saja rusak, bagaimana dengan kinerjanya? Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Hj Harmi-

Baca pDam di Hal 11

Awas, Bibit Sawit “Palsu” Masuk Sultra Kendari, KP Para petani di Sultra sebaiknya waspada terhadap bibit kelapa sawit yang ditanam di lahan pertanian mereka. Saat ini, banyak bibit yang ditemukan Balai Karantina Pertanian Sultra tidak sesuai standar bahkan terkesan “palsu”. Jika lolos dari pengawasan, maka benih yang ditanam EKO/KP

Bibit-bibit kelapa sawit yang ditengarai “palsu” alias diklaim sebagai bibit unggul lalu dipasarkan kepada petani ternyata tak bisa berbuah

itu tidak akan bermanfaat untuk petani. Kemarin, Balai Karantina Pertanian Sultra memusnahkan 18 ribu bibit kelapa sawit yang diamankan saat akan memasuki Sultra melalui bandara Haluoleo. Kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia, Ir.Banun Harpini, mengatakan bibit yang berasal dari Costarika (10 ribu bibit) dan Malaysia sebanyak delapan ribu biji bibit, itu dimusnahkan karena bukan jenis penghasil kelapa sawit. “Kalau ditanam, sawit-

Baca awaS di Hal 11


Metro

10

Tarif Masuk Pelabuhan Amat Mahal Pelindo Ngotot Diangka Rp 8000 Kendari, KP Masyarakat pengguna Pelabuhan Nusantara Kendari siap-siap saja merogoh kocek lebih dalam. Untuk masuk ke pelabuhan yang terletak di kawasan kota lama itu, para mengantar dan menjemput penumpang kapal yang pergi dan datang, harus menyiapkan dana minimal Rp 8000. Uang itu hanya untuk membayar karcis masuk kawasan pelabuhan. Angka ini lebih mahal dari

asanya yang selama ini sebenar nya sudah cukup tinggi yakni Rp 4000. Usulan kenaikan ini sudah dibawa PT Pelindo Kota Kendari ke ke DPRD Kota Kendari. “Kita akan bahas kembali usulan PT Pelindo itu. Kami hanya Alwi Genda berharap agar harga bikenaikkan jangan sampai 100 persen.

Paling tinggi 10 sampai 20 persen saja. Kalau dikonversi, cukup Rp 5.000 saja perpenumpang,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari Alwi Genda kemarin ketika dikonfirmasi hal ini. Masih dari Alwi, ketika disinggung alasan PT Pelindo menaikkan tarif pas masuk ini, akan digunakan untuk memperbaiki sarana infrastruktur yang ada di pelabuhan, legislator PDIP Kota Kendari ini, enggan berkomentar banyak hal tersebut. Katanya, jika alasan itu yang digunakan, maka ia mempertanyakan dana yang dipungut Rp 4.000 perpenumpang selama ini digunakan untuk apa saja. “Saya lihat tida ada perbaikan apa apa selama ini di sana. Kursi banyak yang rusak, WC tidak terawat baik,” tambah Alwi.

Ditempat terpisah belum lama ini Manager PT Pelindo Cabang Kota Kendari Edy Paulus ketika dikonfirmasi adanya usulan kenaikkan tarif pas masuk dari Rp 4.000 menjadi Rp 8.000 beralasan, dana ini akan digunakan untuk memperbaiki berbagai sarana di Pelabuhan Nusantara Kendari. “Dana yang masuk ke PT Pelindo, akan kita gunakan untuk memperbaiki sarana yang ada di pelabuhan. Tahun ini saja kita gunakan dana sekitar Rp 1 milyar untuk memperbaiki dan perawatan under deck dermaga pelabuhan. Kalau tidak diperbaiki, nanti bisa ambruk dan kapal tidak bisa bersandar,” ujar Edy Paulus belum lama ini.(tri)

Keributan di Festival Musik Jadi Pemicu Menikam... keluarga para korban protes keras. Dua lelaki yang jadi korban Mirwan itu namanya Giant Prasetio dan Riswal. Mereka berdua berasal dari daerah yang sama, di Kolaka. Keduanya kini tergolek tak berdaya di RS Ismoyo dan RSUD Sultra. Keduanya ditikam Mirwan, dibantu tiga orang rekannya yang identitasnya belum diketahui. Meski pelaku telah diketahui dan kini masih beraktivitas namun pihak kepolisian masih belum menangkapnya. Jika Giant pemuda yang berusai 21 tahun mengalami luka tusuk di bagian kiri pinggang dan tangannya, Riswal

lebih parah. Ia mengalami luka tusuk yang cukup lumayan di bagian perut dan dadanya. Informasi yang diperoleh, Riswal belum sadarkan diri di ruang ICU RSUD Sultra. Dengan kata terbata-bata Giant menceritakan yang menimpanya pada Sabtu (4/6) sekitar pukul 21.30 Wita di rumahnya Kelurahan Dawidawi, Kolaka. Sebelum kejadian dirinya dan Mirwan manggung di sebuah acara festival musik di Kecamatan Pomalaa. Usai pentas grub bandnya turun dari panggung dan terjadi saling dorong sesama pemuda. Tak tega melihat aksi brutal pemuda-pemuda yang telah dipengaruhi minuman keras, Giant datang melerai. Usai melerai, Giant langsung pulang

di rumahnya yang tak jauh dari lokasi festival musik karena rekan bandnya berbisik ada yang tersinggung atas aksi lerai tersebut. Selang sejam dari lokasi dirinya didatangi oleh dua orang pemuda, salah satunya bernama Mirwan. Saat itu korban berada di teras rumahnya namun atas jemputan Mirwan, Giant pun keluar dari rumah. Tanpa basa-basi Giant langsung dihujani pukulan hingga membuatnya tak berdaya dan tersengkur. Saat itulah Mirwan mencabut sebilau pisau serta menikamnya. “Saat itu saya langsung berusaha lari masuk ke dalam rumah,” kata Giant, kemarin. Melihat rekannya ditikam, Riswal mendatangi Mirwan yang saat itu masih berada dilokasi kejadian. Dir-

inya bermaksud menanyakan apa sebab sehingga Giant ditikam. Terjadi adu mulut antara Riswal dan Mirwan pun menghujani tikaman kepada Riswal sebanyak dua kali. Bukan hanya itu saja, dua rekan Mirwan datang juga serta menganiaya korban hingga tak bisa bergerak. Kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Gunawan Syah, orang tua Giant menyangkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian pun sampai saat ini belum menangkap pelaku meski pelaku sendiri sering muncul dan beraktivitas dengan rekannya di Kelurahan Dawidawi. AKBP Fahrurrozi, Kabid Humas Polda Sultra mengatakan pihaknya akan menanyakan kasus tersebut di Polres Kolaka. (ano)

Kendari Pos | Selasa, 14 Juni 2011

PMTI Terbentuk Diprakarsai A.R. Allorante Sukseskan... lenggaraan iven nasional itu. “Kita ingin sukseskan Pesparawi seperti iven-iven lain yang pernah dilaksanakan di Sultra,” kata Nur Alam, saat menerima pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sultra, kemarin (13/6) di ruang kerjanya. Gubernur meminta agar PMTI Sultra terlibat dalam menyukseskan Pesparawi nasional. Pengurus PMTI Sultra yang baru terbetuk tanggal 28 Mei lalu di Kendari, mengharapkan agar organisasi tersebut segera didaftar di Badan Kesbang Sultra. Semua organisasi sosial kemasyarakatan wajib mendaftarkan diri di Kesbang untuk didata. Para pengurus yang melaporkan hasil Musyawarah I PMTI Sultra terdiri dari anggota dewan pertimbangan Drs A.R. Allorante dan Ketua Formatur Ir Simon Mantong serta para pengurus inti terdiri dari ketua umum Prof Dr Ayub M Padangaran MS, Sekretaris Umum Luther P Bittikaka dan Dewi Kartika ST. Pada kesempatan itu Prof Ayub menjelaskan kepada gubernur bahwa keberadaan PMTI Sultra, diharapkan dapat menjadi wadah segenap organisasi kemasyarakatan warga Toraja yang ada di kabupaten/kota di Sultra. Salah satunya adalah Kastor Kota Kendari yang berdiri setahun lebih awal dari Provinsi Sultra dengan wilayah kerja khusus Kota Kendari. Ditambahkan bahwa terbentuknya PMTI Wilayah Sultra, karena atas permintaan sejumlah tokoh masyarakat Toraja pada peringatan HUT Kastor Kota Kendari beberapa waktu lalu. Oleh Drs A.R. Allorante berupaya memprakarsai, sehingga dapat dilakukan musyawarah pertama tanggal 28 Mei lalu di Kendari. (lut)

Penetapan Tersangka Berkat Temuan BPK Sekab... gara yang ditemukan selama 3 bulan berikutnya. Jika tidak dilakukan, maka pihak BPK akan melaporkannya sebagai sebuah tindak pidana,” jelasnya. Mantan Wakapolres Kebumen itu menilai, BPK adalah lembaga yang menentukan adanya kerugian negara yang dilakukan oleh seseorang. Penetapan terhadap Sekab Bombana sebagai tersangka dalam kasus tersebut merupakan hasil temuan BPK, bukan kepolisian.(aka)


Metro

Kendari Pos | Selasa, 14 Juni 2011

SUWARJONO/KP

Puluhan pengurus dan anggota PW Salimah Sultra saat mengikuti Rakorwil di Kendari, kemarin. Organisasi ini membahas program kerja mereka setahun kedepan

PW Salimah Gelar Rakorwil Kendari, KP Pimpinan Wilayah (PW) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Sultra melaksanakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), kemarin. Pada agenda tersebut Salimah Sultra mengharapkan seluruh pengurusnya dapat meningkatkan profesioalitas dirinya dan membangun tim kerja yang solid, efektif dan handal dalam melahirkan serta melaksanakan program yang bermamfaat bagi masyarakat. Mulawati, Ketua Panitia dalam

Rakorwil kali ini mengatakan Salimah Sultra telah membuat visi dan dirumuskan menjadi program yang aplikatif oleh pengurus pusat Salimah serta disosialisasikan pada rakornas beberapa bulan lalu, sebagai wujud kontribusi Salimah untuk membantu pemerintah mencapai target pembangunan milinium. Target pencapaian di tahun 2005 untuk menurunkan tingkat kemiskinan ekstrim, kemiskinan obsulut dan kelaparan, menurunkan jumlah

kematian anak balita, pemberdayaan perempuan serta memerangi narkoba dan HIV AIDS. Khusus dalam bidang pendidikan yang berkwalitas dicanangkan satuan unit kegiatan terkecil dan bentuk kelas-kelas terbuka. “Kami namakan sekolah ibu salimah terpadu (Sister) sedangkan untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan ibu dibuatlah program Perempuan sadar gizi serta kelompok muslimah sehat dan peduli lingkungan,” kata Mulawati, kemarin.(ano)

Pemkot Fokus Tahun Depan Urus Air PDAM... na Andi Baso. Selain menyoroti kelambanan Pemkot mengatasi masalah air bersih, ia juga menilai satu hal yang harus disikapi di tubuh PDAM adalah penerimaan tenaga honorer. Pasalnya, kata Harmina, itu berpotensi menambah beban perusahaan daerah. Gaji pegawai yang ada saja, masih sulit dicairkan tepat waktu, bagaimana dengan membayar honor para pegawai tidak tetap yang ada. “Mestinya PDAM tidak perlu menerima tenaga honorer terlalu banyak, Berdayakan saja pegawai yang ada, agar manajemen lebih tertata baik. Apa gunanya memper-

banyak honorer kalau kinerjanya juga tidak bisa diandalkan, mending dioptimalkan saja yang ada,” ungkapnya. Di kesempatan terpisah, Wali Kota Kendari, Ir Asrun yang dikonfirmasi mengenai air bersih di kota Kendari mengatakan, tahun ini akan fokus menangani masalah air bersih. Entah bagaimana teknisnya, yang jelasnya, pasangan Musadar Mappasomba itu mengatakan pihaknya sudah menyiapkan Rp 18 M untuk menangani masalah itu. Rp 15 m dari kota dan sisanya bersumber dari DAK. “Tahun 2012 saya upayakan masalah air bersih bisa tuntas. Saat ini kita prioritaskan untuk penjernihan sungai Pohara. Tahun

2013 kita tunggu penjernihan Kali Anggoeya, karena di sana sudah ada air tapi masih kabur,” terangnya. Untuk penjernihan saja kata Asrun, Pemkot butuh dana Rp 10 miliar. Kalau langsung diporsir untuk Pohara dan Anggoeya tentu akan kewalahan. Jadi akan dilakukan satu persatu. Dalam masa pembenahan ini, Asrun mengharapkan kepada masyarakat agar bersabar, karena untuk menangani masalah air bersih itu tidak mudah. Terlebih banyak kendala yang dihadapi, termasuk kerusakan jaringan yang sudah puluhan tahun tidak terurus. Termasuk majamenen di tubuh PDAM, Asrun beranji akan melakukan perbaikan.(tri/fya)

11

Pemilihan BEM Unhalu Dianggap Gagal Lima Kandidat Minta Pemilihan Ulang Kendari, KP Meski pemilihan BEM Unhalu kedua kalinya yang diselenggarakan (9/6) lalu telah usai, namun beberapa kandidat mengaku masih mensinyalir adanya kejanggalan pada pihak KPUM. Mereka masih belum terima dengan kemenangan yang diraih pasangan nomor satu, Ermilian Modo dan Zulfakar. Para calon yang gagal menjadi pimpinan lembaga kemahasiswaan di universitas terbesar di Sultra itu meminta pihak KPUM menyelenggarakan pilihan ulang ketiga kalinya. Lima kandidat yang terdiri atas pasangan nomor urut dua (La Ode Agus dan Aftar), pasangan nomor tiga (Mulgani dan Muh Haris), lima (Muhamad Riski dan Ali Said), enam (Marjanuddin dan Samsul Bahri), dan kandidat nomor tujuh (Asman dan Harjono),

menggelar konferensi pers yang intinya mendesak KPUM agar melaksanakan pemilihan ulang. “Kami sudah mengirimkan surat gugatan ke KPU. Mudah-mudahan mereka sudah membacanya,” kata kandidat nomor tiga, Maul Gani. Dalam gugatannya, mereka mengungkapkan bahwa pada pemilihan kedua, kertas yang digunakan di Fakultas Teknik dan Hukum tidak menggunakan stempel PPS. Sedangkan proses pemilihan di enam fakultas lainnya menggunakan stempel PPS, dan berjalan sesuai mekanisme pemilihan. Parahnya terdapat mahasiswa yang melakukan pemilihan hingga lima sampai enam kali, terutama mahasiswa yang memilih pasangan nomor satu. Selain itu, kartu hasil studi (KRS) yang digunakan di Fakultas Teknik adalah KRS rekapan, bukan KRS pegangan mahasiswa sendiri. Di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), terdapat perbedaan yang siginifikan antara

surat suara di PPS dan di KPU. Di PPS kertas suara berjumlah 466, tapi saat tiba di KPU berubah drastis menjadi 507 kertas suara. “Kami menganggap pemilihan BEM tahun ini gagal. Olah karenanya kami meminta pihak KPUM dan Panwas untuk membatalkan dan segera melakukan proses pemilihan Ketua/Wakil Ketua BEM Unhalu di Fakultas Teknik, Hukum dan Fisip untuk menciptakan situasi yang kondusif. Jika ini tidak diindahkan maka KPUM sengaja menciptakan suasana yang tidak kondusif dan melegitimasi berbagai kecurangan,” kata salah satu kandidat. Salah satu kandidat, Riski, menegaskan bukan berarti dirinya tidak terima dengan pasangan nomor urut satu. Namun pasangan yang memiliki akronim Moral itu menginginkan pemilihan yang objektif dan tak ada kecurangan. Karena hal tersebut justru dianggap mencederai proses pendewasaan oleh mahasiswa Unhalu.(p1)

Bibit Sawit “Palsu” Langsung Dimusnahkan Awas... nya itu tidak akan berbuah, hanya tumbuh meninggi,” jelasnya. Hal itu terang saja merugikan petani Sultra. Wanita berjilbab ini mengatakan jika benih tersebut ditanam, dalam waktu empat tahun yang seharusnya sudah bisa dilakukan pemanenan, malah petani akan merugi hingga Rp 1,5 miliar. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa bibit yang tidak berbuah seperti yang dimusnahkan kemarin itu bisa masuk dengan leluasa ke Indonesia. Banun menjelaskan saat ini tim intelijen

Badan Karantina Pertanian Indonesia tengah melakukan investigasi untuk menjawabnya. “Kita sedang pelajari apakah memang ada unsur sabotase, kesengajaan. Bibit inikan masuk memang memiliki label bertuliskan Malaysia, tapi tidak ada registernya,” tandasnya. Gubernur Nur Alam yang melakukan pemusnahan bibit tidak produktif itu menyatakan sangat khawatir. Bukan hanya para petani yang dirugikan, tapi juga Sultra secara global karena pertanian merupakan salah satu konsen pembangunan di Bumi Anoa. “Kita akan terus menjalin sinergitas untuk melakukan pengawasan. Hal ini bisa sangat

merugikan jika terus berlarutlarut. Saya memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan ini,” ketusnya pada acara yang juga dihadiri Kadis Perkebunan Ahmad Chaidir. Dalam laporannya, Kepala BKP Sultra, Ld Muh Mastari mengatakan selain bibit kelapa sawit, mereka juga mengamankan benih kakao dari Medan dan Surabaya masing-masing seberat 200 gram, lada dari Jakarta sebanyak dua stek serta beras vietnam sisa impor seberat 2600 gram. “Semuanya ini hasil penahanan sejak Februari 2011 yang ditemukan di bandara,” tukasnya.(ema)


Kendari Pos |Selasa, 14 Juni 2011

Hiburan

13

Sheila Marcia Keguguran karena Forsir Kerja

Sandra Dewi, Tolak Film Horor Dan Esek-esek

HASRAT Sheila Marcia untuk punya momongan dari pernikahannya dengan Kiki Mirano terpaksa harus tertunda. Perempuan yang mengikat janji sehidup semati di Gereja Katedral Denpasar, Bali, 29 April ini mengalami keguguran saat usia kandungannya baru berjalan dua minggu. “Sheila Marcia sempat terlambat dua minggu, tapi karena belum rejeki dia keguguran,” ujar ibunda Sheila Marcia, Maria Joseph saat dihubungi INDOPOS (grup JPNN) kemarin. Aktivitas yang cukup padat ditengarai menjadi salah satu faktor penyebab keguguran. Bahkan dirinya nyaris drop saat menjalani syuting sinetron terbarunya.”Karena kecapekan. Malah sampai didatangkan dokter ke lokasi syutiing. Tapi setelah itu dia langsung disuruh istirahat kok sama produsernya,” katanya. Meski begitu, kejadian ini tidak membuat mantan narapida kasus narkotika itu kecewa. Dia berusaha mengambil hikmah atas peristiwa yang dialaminya dengan

Sandra Dewi mau film yang berbobot, bukan komedi seks. Sayangnya, belum ada tawaran main film serius kecuali sinetron.Sandra Dewi mengaku enggan bermain di film horor bergenre seks. Selain tak ingin imejnya menjadi buruk, Sandra mengaku tidak suka. “Aku nggak suka film seks komedian, itu bukan genre aku karena aku takut horor,” ujar Sandra di Jakarta, akhir pekan lalu. Sandra mengaku sempat bermain film bergenre komedi. Hanya saja, ia tak terlalu suka dengan film-film seperti itu. “Nggak suka banget, kebanyakan yang ditawarin film horor lagi, aku ikut sinetron

tetap menjalani program memiliki anak. “Sekarang dia lebih tenang dan masih terlihat bahagia. Yang penting kondisi kesehatannya terjaga,” tuturnya. Kehadiran buah hatinya, Leticia Charlotte Agraciana dan keluarga barunya diyakini sebagai obat atas masalah ini. “Mereka benar-benar pasangan yang kompak. Mau membangun rumah tangga dari nol. Tante salut dengan mereka,” jelasnya. Sheila dan suaminya, lanjutnya, saling berbagi tugas satu sama lain, baik untuk menjaga anak atau mencari uang. “Tante kadang di sini kadang di Bali. Kalau dulu tante harus temanin Sheila tapi sekarang nggak lagi, mereka saling berbagi satu sama lain,” ucapnya. (jpnn/lia)

Sheila Marcia

aja dulu. Soalnya kalau film horor aku ikut takut,” paparnya. Sebagai pemain film, Sandra ingin perfilman Indonesia maju di negeri sendiri. “Aku mau film yang berbobot, seperti film kehidupan sehari-hari, atau ceritacerita baru. Ada kepuasaan tersendiri kalau film itu berguna buat orang banyak,” paparnya. Keseksian model bernama lengkap Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri ini memang mengundang rasa penasaran. Tidak hanya para produser film, laki-laki biasa juga setengah mati mendekatinya. Artis yang melejit sejak main di Quickie Express ini mengakui jika di tengah kesendiriannya banyak para pria yang berusaha mendekatinya. Namun, Sandra

hanya menganggap semua pria itu masih sekadar teman. “Kalau yang ngedeketin memang banyak. Namanya juga masih single,” katanya. Menurutnya, jika selama ini pria yang dekat dengannya tidak lebih dari sekadar teman. Wanita kelahiran Pangkal Pinang, 8 Agustus 1983 itu, berjanji akan memperkenalkan tambatan hatinya jika merasa sudah mantap. Apalagi, lanjut Sandra, dirinya bukan tipe wanita yang suka bergonta-ganti pasangan. “Aku bukan cewek yang suka gonta-ganti pacar. Bukannya aku mau nutupin siapa, takutnya nanti nggak jadi terus dibilang ganti-ganti pacar terus. Jadi aku akan umumin masalah pacar siapa kalau nanti sudah mau nikah,” janji bintang Tarzan Ke Kota ini. (jpnn/lia)


Edukasi TK Kemala Tamatkan 79 Siswa Kendari, KP TK Kemala Bayangkari 25 menelorkan alumninya. Berbeda dengan TK kebanyakan, binaan Kemala terbilang banyak, yaitu 79 siswa. Mereka dengan riang gembira melaksanakan perpisahan di Swiss Bel Hotel Kendari, kemarin (13/6). Menurut Kepala TK Kemala Bayangkari 25, Indah Harwati, jumlah siswa yang ditamatkan terdiri dari tujuh kelas. Dari tiap kelas terdapat tiga siswa yang dinyatakan berprestasi dan mendapatkan bingkisan berupa alat tulis sekolah. Ia menambahkan, siswa yang berprestasi memang disediakan bingkisan berupa alat pelajaran. Hadia itu dimaksudkan untuk memotivasi semangat para siswa agar lebih giat melanjutkan pendidikannya ke sekolah dasar. “Kami berpikir hadiah ini pasti lebih bermanfaat bgai mereka, utamanya memberi motivasi,� katanya. Di akhir acara, para siswa turut meramaikan acara. Mereka menampilkan berbagai budaya Sulawesi, yaitu jenis-jenis tarian dari daerah Sulawesi Selatan, Gorontalo dan dan Sulwesi Tenggara. Bahkan para siswa juga menampilkan tarian Briptu Norman, dan juga fashion. (p1)

Kendari Pos |Selasa, 14 Juni 2011

Pemerintah Diminta Terus Bantu PAUD Kendari, KP. Rupanya bukan saja lulusan SMP yang tidak tertampung lembaga pendidikan setingkat di atasnya, sebagaimana dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Sultra, Drs H Damsid, M,Si, yang dilansir Kendari Pos (13/6/ 2011). Namun juga pendidikan anak usia dini (PAUD) atau taman kanakkanak (TK) masih butuh perhatian serius. Ketua Lembaga Pendidikan Gotong Royong Indonesia (LPGRI) Sultra, Dr. Dr. Aris Aris Badara, via press releasenya bahwa masih banyak anak usia dini belum terlayani melalui lembaga pendidikan. Mereka juga perlu perhatian dari pemerintah terutama melalui perluasan akses. Alasan yang mendasar itulah, sehingga LPGRI mendirikan lembaga PAUD/TK Melati Puri Tawang Alun di Kompleks Puri Tawang Alun Kota Kendari. PAUD atau TK ini merupakan wahana untuk pembentukan karakter ser-

ta pengembangan potensi anak usia dini. Salah seorang pakar pendidikan di Unhalu Kendari ini melihat, kendati usia TK dan PAUD Melati Puri Tawang Alun belum genap setahun, namun selalu berusaha berbenah diri, terutama pada kurikulum. Dalam pembinaan setiap hari, oleh pengelola lembaga akan memberikan kebebasan kepada anak agar berkembang berdasar potensinya. Menurutnya, potensi Badara anak yang perlu dibebaskan berkembang adalah kemampuannya berpikir, berbahasa, berinteraksi sosial, kemampuan emosional, dan kemampuan untuk hidup sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku. Dikatakan, pengembangan potensi tersebut dianggap sangat penting dirangsang dengan lingkungan yang postif. Kemampuan-kemampuan tersebut katanya, akan berkembang apabila mendapat dukungan yang positif dari lingkungan

anakbersangkutan. Hanya katanya, yang menjadi persoalan di TK tersebut adalah guru yang bisa menerjemahkan atau mengaplikasikan kurikulum tersebut. Menurutnya, kompetensi tenaga pendidik yang tidak bisa mengejawantahkan kurikulum yang ditetapkan dan telah menjadi acuan di TK/PAUD Melati Puri Tawang Alun ini. Sampai saat ini, TK/PAUD ini baru memiliki dua guru tetap yang diangkat LPGRI. Itupun hanya satu orang yang aktif. Malah, kedua guru tersebut pendidikannya tidak linear dengan masalah ke-PAUD-an dan ke-TK-an. Itu pulalah yang menjadi kendala utama dari lembaga ini. Aris Badara juga mengimbau pada orang tua yang masih memiliki anak usia dini agar menyadari pentingnya memasukkan anaknya ke lembaga PAUD/TK. Imbauan itu disampaikan karena sering orang tua mendidik anaknya sebagai manusia dewasa kecil. Perlakuan terhadap anak sebagai orang dewasa kecil menjadi beban bagi anak karena harapan orang tua

terhadap anak terlalu tinggi. Banyak harapan orang tua yang tidak sesuai dengan perkembangan anak. Pembinaan karakter orang tua seperti itu dianggap merugikan anak karena anak dipaksa untuk mencapai kemampuan seperti yang dituntut orang tuanya dan PAUD/TK-lah solusinya. “Kami berharap agar pihak Dinas Diknas Kota Kendari bisa menempatkan satu guru TK di sekolah kami,� kata Marhaeni, Kepala PAUD/TK taman Kanak-kanak tersebut. Menurut Marhaeni, kendati biaya operasional TK dan PAUD masih berasal dari uang pribadi Ketua LPGRI, namun pada hari Sabtu selalu mengusahakan adanya makanan tambahan yang dianggap bisa menambah asupan gizi anak binaannya. (fri)


Edukasi 15 O2SN, Persiapkan Atlet Nasional Pendidikan Berkarakter Harus Dipraktikkan Kendari Pos |Selasa, 14 Juni 2011

Kendari, KP demikian, siswa dapat mengimplementasikan Pelaksanaan olimpiade hasil kegiatan pembelajaolahraga siswa nasional ran dalam rangka pen(O2SN) SD merupakan ingkatan kesehatan jassuatu usaha peningkatan mani dan daya kreativitas. mutu peserta didik sejak Masih kata Mustakruddini. Khususnya pada din, sebelumnya juga tebidang olahraga adalah lah menyelenggarakan bagian dari upaya memlomba seni yang terdiri persiapkan anak bangsa dari lomba menyanyi solo agar memiliki kemampuan keterampilan. yang diraih utusan SD ‘’O2SN juga sekaligus Swasta Kristen Kendari. sebagai evaluasi pelakSedangkan juara bercerita gambar adalah SD Pelsanaan pendidikan angi Kendari dan juara pikhususnya di bidang Mustakruddin dato bahasa Indonesia disolahraga di tingkat SD/ abet SDN Baruga, semuanya dari Kota MI. Peningkatan mutu pendidikan ini Kendari. tidak hanya terfokus pada pencapaian ‘’Para peserta sebelum berangkat ke kualitas akademik, tetapi juga kegiaMakassar untuk lomba tingkat nasional, tan ekstrakurikuler,’’ kata Kasi TK dan terlebih dulu akan diberi pembinaan. PPK Dana Dekon SD Dinas Pendidikan Harapan kita dengan pembinaan, akan Sultra, Drs Mustakruddin,M.Pd,.M.Si, kemarin (13/6). memaksimalkan siswa secara akademik Menurut dia, penyelenggaraan O2SN dan mental,’’ katanya. SD/MI merupakan bagian dari pada proSecara terpisah ketua panitia penyelenggara O2SN SD/MI Sultra, Drs H Abd gram pembinaan kesiswaan yang bersifat Azis, M.Pd,mengatakan. lomba akan bere k s t r a k u r i k u l e r . langsung tanggal 14 s/d 16 Tujuannya,menghasilkan juara olimpide Juni.Pembukaan akan dilakukan di SD tahun 2011. Taman Budaya Sultra hari (14/6). Selain itu katanya, tujuan O2SN adalah Para serta yang terdiri dari 180 orang mengembangkan bakat siswa SD/MI dengan pendamping sebanyak 60 orang. dalam bidang olahraga serta mempersiapPeserta adalah utusan dari kabupaten/ kan sejak dini atlet olahraga berprestasi kota di Sultra. Cabang olahraga yang nasional maupun tingkat internasional. dipertandingkan terdiri dari tenis meja, Dijelaskan, pada hakekatnya makna O2SN bertujuan untuk peningkatan kualcatur,atletik,sepak bola mini dan bulu itas peserta yang komperehensif. Dengan tangkis. (lut)

Kendari,KP Perilaku generasi muda yang kadang menunjukan kebrutalan dalam menyikapi suatu permasalahan dengan ungkapan tak sopan perlu disikapi. Kemungkinan penyampaian sebenarnya bersifat membangun, tetapi karena sudah tidak adanya saling percaya, sehingga perilaku tak etis dianggap wajar. ‘’Masalah etika berbicara dan berperilaku yang tidak wajar membuat pentingnya pendidikan berkarakter perlu diajarkan dan dipraktikkan. Kebrutalan penyampaian pendapat para generasi muda erat kaitannya dengan karakter, utamanya terkait dengan akhlak dan budi pekerti para individu, dan karakter dalam pengertian komitmen kebangsaan yang saat ini dua-duanya sudah hancur-hancuran,” ujar Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Prof Dr H Abdullah Alhadza MA. Menurutnya, kalau tidak seg-

era didalami perubahan akhlak dan budi pekerti ini, bangsa Indonesia bisa dicap tidak punya karakter dan adat. Bahkan dapat menjadi ancaman perpecahan bangsa, dari disintegrasi yang telah dibangun selama ini. “Dengan demikian diperlukan pendidikan karakter yang terintegrasi, mengingat karakter tidak cukup hanya diajarkan, tetapi juga harus dibentuk. Pembentukan itu porsinya di luar sekolah, sehingga semua stakeholder turut berperan di dalamnya,’’ lanjutnya. Pendidikan dan pembentukan perlu dilakukan ungkapnya, karena pendidikan termasuk pengetahuan dan kesadaran, kogniktif, afektif dan hati nurani, yang dapat dibentuk melalui pendidikan. Ketika telah sampai pada tataran perilaku di masyarakat, harus diimbangi dengan sistem yang kondisional. Misalnya kejahatan terjadi karena ada niat dan juga

kesempatan. Niat lebih banyak dibentuk melalui pendidikan, sedangkan kesempatan oleh lingkungan sekitar. “Perlu diingat pendidikan karakter dapat dibentuk melalui pendidikan formal, non formal dan informal, yang berawal dari pendidikan keluarga. Dilanjutkan dengan penanaman nilainilai di sekolah (formal) dan lingkungan sekitar (non formal), khusus di sekolah cukup diintegrasikan pada semua mata pelajaran,” ungkapnya. Meskipun telah menerapkan pendidikan berkarakter, tuturnya masyarakat dan pemerintah juga perlu mewaspadai keberadaan media, mengingat media layaknya pisau bermata dua yang di satu sisi dapat mencerdaskan bangsa, tetapi di sisi lain dapat menjerumuskan seseorang untuk melakukan tindakan pelanggaran. “Karena itu hendaknya media juga selektif dalam mem-

beritakan sesuatu, sebagai wujud tanggung jawab moral. Tentunya melalui pengawasan pemerintah terhadap kebebasan pers, khususnya media internet,” tuturnya. Kadisdik Sultra, Drs H Damsid, M.Si yang ditemui terpisah mengatakan untuk Sultra pendidikan berkarakter telah mulai diterapkan di SMAN 1 Kendari. Nanti akan dilihat sejauh mana keberhasilan penerapannya di sekolah sampel tersebut. “Pendidikan karakter tidak cukup dengan penanaman nilainilai pengetahuan, tetapi pengondisian, mengingat pengaruh di luar cukup besar. Apalagi pemerintah pusat juga telah melaunching program serupa, seperti kantin kejujuran. Dalam keberhasilan penerapan karakter ini, semua pihak harus terlibat, sehingga bersifat gerakan massal dan akan menjadi budaya,” kata mantan Dekan Fisip Unhalu ini. (fas)


16

Xpresi 6

A’DeWi Lestari andidewi57@ymail.com FKIP Unhalu “Nyontekpernah sich... tpi g sering kok.. hmm, baikx kebiasaan nyontek tuh harus di hilangkan, alx bikin males belajar...” Fhara Sanjaya fadillaarfan86@yahoo.com Akademi Kebidanan “NyoNTek....Gag dEch!! Psti.a lw mw ulgn blJr yg gIAt nD SNgGUH2. .Aq lbh bAik dr pda mw xNTEk tw lhat kisi. Plng tkuT THu. Bru niat aj udah gmETARn. Aplg mw gtU. Aplg lw ktahuan, mALU BNgeEd thu” ‘Mietha’ mietha_egenk@yahoo.com SMAN 5 Kendari “jiahh,, k.dapatan nyontek, pzty malu pisan euyy.. pa lag. ktahuan ma guru yg kejam, kebawa” dech ampe tdur mlamp. hehe:) Megha Manopo Hutapea Puspita.megha@yahoo.co.id SMA Kartika “Gk ada gunanya kita nyontek karena blum tentu jawaban teman yg kita nyontek benar. Belajar dan yakin ajjh klo kamu bisa jawab soal.y dgn benar :) Agassy-Rahmasrisafhira Kheke rahma_imutczz@yahoo.co.id SMAN 1 Wawotobi “HmMm, , ,law aqU mslah nyoNtek sich pRnah. Wakt i2 kpe2t sx krn wakt dah hbiz jd trPaksa dEh nyoNtek pu.y tman. Hehehe untUng sja tmanq i2 gak pelit jd mw q nyoNtek” Fajar Vilbra Ayu Lestari fajarvilbraayulestari@yahoo.com alumni SMAN 1 KOLAKA 2011 “Law q sihh pstinya sblum mnghdapi ujian wjib tuh yg nmnya belajar. nah pas wktu ujian ad yg q nggak tahu bru dehh q mnt jwbn tmna. tpi kalau tmn jga ngga thu yahh pasrah aja. intinya jgn mnta jwbn bnyak2 sdar diri jga dong. yg nda d thu sja kra2 1 atw 2 nmor lah”

Selasa, 14 Juni 2011

Ketahuan Nyotek...Serem!!! TEMA Xpresi kali ini, kayaknya bukan hal yang tabu lagi dech buat sobat Xpresi. So pasti diantara kalian ada donk yang pernah ketahuan nyontek oleh pengawas saat lagi ujian, ayo ngaku...heheh. Tradisi nyontek emang bukan hal yang baru, makanya jangan heran kalo hal itu udah jadi budaya di kalangan pelajar maupun mahasiswa, so yang ada bukannya, yang rajin belajar lagi yang dinobatkan sebagai siswa or mahasiswa berprestasi, tapi yang pintar nyonteklah yang jadi juara..benar nggak sech? Menurut Ivan, ketahuan nyontek emang hal yang sangat memalukan. Meski hal itu belum pernah kejadian ma dirinya, tapi siswa SMPN 8 Kendari itu bakal merasa malu banget kalo itu menimpanya. Secara nich ya..sebagai pelajar kita emang dituntut tuk belajar yang giat. Kalo ujung-ujungnya kita juga lebih mengandalkan nyontek ketimbang belajar, itu namanya malu-maluin, mau dibawa kemana nich muka? Emang sech kata boys yang murah senyum itu, belajar harus kita dahulukan ketimbang kegiatan yang lain, agar nggak ada tuch sejarah ketahuan nyontek..tapi kalo udah dalam keadaan terpaksa..yach mau gimana lagi, terpaksa dech itu dilakuin..”ini kata teman saya lho, jangan dikira pengalaman pribadi saya,” kata Ivan. Biasanya nich versi Ivan, dalam hal nyontek kadang seorang pelajar punya stretegi khusus. Mulai dari letak tempat duduk, penyimpanan buku, sampe penyediaan “jimat”..nach, kalo ketemu pengawas ujian yang super cuek, mungkin itu nggak bakal ketahuan, tapi kalo dapat yang super killer..ngak akan diberi kesempatan tuk nyontek. Apa yang diungkapin Ivan nyaris pernah dialami Zabar. Siswa SMP 5 itu ngaku kalo dia juga hampir ketahuan saat nyontek. Sebenarnya sech kata cowok bertubuh tinggi itu, dia nggak maksud nyontek, tapi menanyakan kejelasan soal ma teman kelas yang duduk tepat disebelahnya. Eh..ternyata niatnya itu ketahuan ma pengawasnya, terpaksa dech dia ditegur. Pengalaman itu kata Zabar membuatnya sadar, kalo emang dalam kondisi ujian itu nggak boleh membuat hal yang mencurigakan. Meski nggak niat nyontek kalo gerak-gerik kita menimbulkan kecurigaan bisa dikira lagi nyontek. So sebelum ketahuan nyontek, mending dari sekarang hindari donk kebiasaan nyontek..ok (fya)

share Ahmadi S.Pd (Guru Kimia SMAN 1 Kendari)

Tidak Jujur dengan Diri Sendiri

KARAKTER tidak hanya perlu dibina dengan pembinaan dan teori semata. Dengan nyontek sekalipun, kita dapat belajar untuk membangun karakter. Terkait masalah nyontek, saya pikir jika seorang siswa suka nyontek ini menunjukan bahwa ia tidak jujur. Berarti dia tidak memiliki karkter yang baik dan masih perlu dibina. Rasanya siswa yang suka nyontek perlu dikasih pelajaran yang benar biar bisa mengubah kebiasaannya. Nah, jika bagi sobat expresi yang gak suka nyontek, ini perilaku yang

positif banget lho. Karena gak cuma nilai kejujuran saja yang ada dalam sifat ini. Tapi bisa membangun jiwa kita untuk mandiri dengan tidak mengandalkan orang lain. Kemudian sikap jujur, percaya diri, dan sikap mau berusaha. Iya kan? kalo kalian mau belajar berarti kita harus berusaha. Dengan begitu kita jadi jujur dan percaya akan hasil dan jerih payah sendiri, oke? (Wulan)


Kendari Pos | Selasa, 14 Juni 2011

4 Meksiko v Kosta Rika 1

KONI Sengaja Tunda

Porprov

Kendari, KP Kerja tak maksimal KONI Sultra dalam mengorganisir perhelatan Porprov XI Konsel hingga berakhir dengan pengunduran jadwal pembukaan menyiratkan adanya sebuah skenario kesengajaan. Penundaan dari agenda 19 Juni menjadi 6 Juli jadi satu kedok karena minimnya anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi melalui KONI untuk masing-masing Pengprov Cabor. Ketua KONI Sultra, H. Nur Alam pun tak menampik hal tersebut. Ia mengakui penundaan pertandingan memang sengaja dilakukan, termasuk penganggaran yang minim. ‘’ Ada hal yang perlu dipertimbangkan, seperti melihat kesiapan daerah di 12 kabupaten kota, termasuk tuan rumah pelaksana. Kita tidak perlu terburu-buru. Porprov ini hanya molor 20 hari. Jadi, bukan soal KONI lamban. Kita ingin cepat tapi berbagai kesiapan di lapangan harus disinergikan dengan daerah yang akan berlaga. Kan percuma kalau terlaksana baru tidak sesuai. Saya juga paham kita semua ingin cepat. Tapi setiap kegiatan tidak sama dengan motor yang begitu di kontak, stater langsung jalan,” argumen Gubernur Sultra itu saat ditemui dalam sebuah kegiatannya di Puwatu. Soal dana minim yang dialokasikan bagi masing-masing cabang olahraga, Nur Alam beralasan, porsi tersebut diberikan sesuai kemampuan daerah. “ Anggarannya memang minim, itu karena pendanaan daerah kita terbatas. Masih banyak hal lainnya juga yang harus diporsikan. Sehingga, tidak bisa kalau semua permintaan mereka harus diikuti. Pencairan anggaran saja tidak semudah yang kita bayangkan karena butuh pertanggungjawaban, ada prosedur yang harus dikuti,” ujarnya. Ketua KONI dua periode tersebut pun berharap agar jajaran Pengprov memaklumi kondisi keuangan yang dimiliki dan kemoloran Porprov karena semua itu demi kesuksesan bersama. (p2)

Real Siapkan Nomor 10 Madrid, KP Tradisi Real Madrid menggaet pemain bintang bakal berlanjut. Setelah sukses mendapatkan Nuri Sahin (Borussia Dortmund) dan Hamit Altintop (Bayern Munchen), klub raksasa Spanyol itu tengah menyiapkan operasi transfer yang lebih besar. Yakni memboyong penyerang Atletico Madrid Sergio Aguero. Kehadiran Aguero diharapkan menambah kekuatan lini depan Real. Los Merengues - julukan Real sejatinya sudah punya barisa penyerang andal seperti Karim Benzema, Gonzalo Higuain, dan Emmanuel Adebayor. Tapi, bagi klub dengan ambisi besar seperti Real, skuad yang ada sekaran belum cukup. Berbagai jurus pun dilakukan untuk menggaet Aguero. Tidak tanggung-tanggung, Real menyiapkan 45 juta euro atau setara Rp 547 miliar untuk mendapatkan menantu legenda sepak bola Argentina Diego Maradona itu. Untuk menambah ketertarikan Aguero, Real bahkan menyiapkan kostum nomor 10 untuk sang pemain. Nomor keramat itu kini mennadi milik Lassana Diarra. Namun, Real kemungkinan bakal melego Lass.

Baca REAL Hal 18

Chicago, KP Kasus doping tidak menghalangi Meksiko meraih hasil positif di Piala Emas Concacaf 2011. Buktinya, sekalipun kehilangan lima pemain karena penggunaan obat terlarang jenis clebuterol, Meksiko meraih kemenangan ketiga beruntun kemarin. El Tri—sebutan Meksiko— mengungguli Kosta Rika 4-1 di Stadion Soldier Field untuk menahbiskan diri sebagai juara grup A. Juara bertahan Piala Emas itu juga finis dengan agregat gol mentereng, 14-1. Dalam dua laga sebelumnya, Meksiko menang 5-0 masing-masing atas El Salvador (5/6) dan Kuba (9/6). Lawan Meksiko dalam perempat final di Rutherford Minggu pagi WIB (19/6) masih harus menunggu antara tim peringkat ketiga grup B atau grup C. Sebagai catatan, kuota perempat final diisi dua besar teratas dari tiga grup plus dua terbaik dari tim peringkat ketiga grup. Kemenangan Meksiko atas Kosta Rika kemarin terbilang mudah. Parameternya, El Tri sudah mencetak gol keempat via Pablo Barrea setelah laga baru memasuki menit ke-38. Rafael Marquez membuka skor pada menit ke-17 yang disusul dua gol dari Andres Guardado (19? dan 26?). Di babak kedua, Meksiko mulai mengendurkan tekanan sehingga Kosta Rika mampu mencuri satu gol. Pada menit ke-69, Marcos Urena menjadi pemain pertama di Piala Emas tahun ini yang mampu menjebol gawang Meksiko. ‘’ Benar apabila kami telah bermain bagus. Tapi, tetap ada ruang improve bagi

AFP PHOTO / TASOS KATOPODIS

Penyerang Mexico, Javier Hernandez (kanan) beraksi di depan gawang Kostarika yang dikawal Keylor Navas dalam laga Piala Emas CONCACAF di Chicago, Illinois. kami,’’ ungkap Manuel de la Torre, pelatih Meksiko, kepada Associated Press. De la Torre memang berusaha mengingatkan apabila sukses Meksiko memuncaki grup dengan

tiga kemenangan beruntun bukan akhir dari segalanya. Sebab, target timnya adalah juara dan masih ada tiga fase yang harus dilalui untuk memenuhinya.

Ricardo La Volpe, pelatih Kosta Rika, meyakini apabila Meksiko memang hanya menunggu waktu meraih gelar

Baca MEKSIKO Hal 18

PSSI Sultra Layak Helat Pra PON Kendari, KP Kepercayaan pengurus kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sultra untuk menggelar Pra PON, patut menjadi kebanggaan. Sebab untuk menjadi tuan rumah pelaksana pertandingan rayon Sulawesi Grup II, Sultra harus lolos penilaian sesuai program PSSI. Mulai dari adanya pembinaan sepakbola selama dua tahun terakhir yang diikuti pelak-

sanaan kompetisi secara normal, keberhasilan melaksanakan peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan wasit dan pelatih, termasuk penyegaran wasit di Pekan Olahraga Nasional (Porprov) XI dengan standar nasional, dan apresiasi masyarakat terhadap sepakbola menuju prestasi nasional. “ Jadi, Sultra itu ditunjuk langsung sebagai tuan rumah. Hasil manager meeting yang dihad-

iri seluruh panitia Pra PON dan dipimpin langsung Ketua Komite Normalisasi PSSI, Agung Gumelar. Tidak mudah untuk menjadi

Baca PSSI Hal 18


20

Kendari Pos |Selasa, 14 Juni 2011

Nur Alam Ingin Cepat Dilantik Jadwal Musda PAN se-Sultra Tak Bisa Ditentukan

RANDY TRI KURNIAWAN/RM

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Effendy Choirie (kiri) dan Lily Wahid kedua memberikan keterangan kesejumlah wartawan mengenai pengajuan gugatan lanjutan Partainya ke PN Pusat di Gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (13/6). Kedua anggota dewan ini sebelumnya mendapatkan surat Pergantian Antar Waktu (PAW) menyusul keputusannya mendukung pansus mafia pajak setelah sebelumnya PN Jakarta Pusat menyatakan kasus tersebut masih menjadi wewenang Majelis Tahkim PKB.

Aswad Pimpin Demokrat Konut Rusda-Suhariah Ikut Gabung di Demokrat Kendari, KP Ketua Partai Demokrat di beberapa kabupaten/kota di Sultra, sudah terpilih. Yang mengesankan, beberapa petinggi daerah di kabupaten seperti Konawe Utara (Konut) dan Kolaka Utara (Kolut) memilih bergabung dengan partai berlambang segitiga mercy itu. Di Konut, ketua DPC-nya dijabat Aswad Sulaiman yang tak lain adalah Bupati Konawe Utara. Sedangkan di Kolut, meskipun tidak secara langsung memegang jabatan ketua DPC Demokrat, tapi Bupati

Kolut, Rusda Mahmud dan Wakil Bupati Kolut, Hj Suhariah, sudah masuk struktur kepengurusan di Demokrat. Bedanya, Rusda langsung di level DPD Demokrat Sultra, Suhariah memilih bermain di level kabupaten. “Baru-baru ini, Kolaka, Kolut dan Konut sudah Musda. Aswad terpilih aklamasi, karena tidak ada saingan. Kolaka masih tetap Harun Rahim. Mayoritas PAC masih menginginkan dia. Kalau Kolut, ketua terpilih Surahman. Wakil bupati Kolut, Suhariah sudah gabung di pengurus DPC. Komposisi belum di SK-kan. Kemungkinan dewan pengawas DPC Kolut. Bupatinya juga sudah, hanya dia di DPD,” kata Jubir Demokrat, Yusuf Talla-

ma, kemarin. Menurut Yusuf, kabupaten yang dalam waktu dekat akan menyusul melaksanakan Muscab adalah Kabupaten Buton Utara (Butur), Muna dan Baubau. Informasi dari PAC yang didapat Yusuf, di Butur nama Ketua Demokrat periode sebelumnya, Salam Sahadia masih menguat untuk dijagokan pada Muscab yang rencananya digelar 14 Juni nanti. Katanya, Salam masih didukung PAC. Begitu pun di Baubau, Wawan (anggota DPRD Baubau-red) yang juga ketua Demokrat Baubau periode lalu, masih berada di urutan teratas yang paling diinginkan PAC pada 16 Juni mendatang. Anak Sjafei Kahar itu, dianggap sangat berhasil memimpin Demokrat

Baubau, dengan mengantarkan 4 kursi untuk Demokrat di DPRD Baubau. Yang masih kabur, lanjut dia, yakni Kabupaten Muna. Sebab, ada 3 nama yang bersaing menjadi Ketua Demokrat Muna pada Muscab 17 Juni. Mereka adalah La Ode Ndoloma (anggota DPRD Sultra), Abdul Malik Ditu (Wakil Bupati Muna) dan La Harmini SSos (anggota DPRD Muna). “Konawe sudah selesai. Terpilih sebagai ketua adalah wakil ketua DPRD Konawe, Drs Mustakin. Yang lain masih akan tunggu kesiapan DPC masing-masing dan DPP. Tinggal berapa kabupaten saja. Kota Kendari, belum kita tentukan jadwal Muscabnya,” tandasnya. (dri)

Penjaringan Cawali Kendari, Gerindra Sepi Peminat Kendari, KP Partai Gerindra Kota Kendari, rupanya sangat pesimis menghadapi pertarungan Pilwali. Pasalnya, hingga kini baru Tony Herbiansyah yang mendekati Gerindra. Calon lain, belum ada yang berminat. “Balon (bakal calon-red) yang serius baru pak Tony. Sudah komunikasi, hanya kami belum rapat internal. Sifatnya masih informal dan masih verifikasi partai. Siapa tahu kita tidak lolos verifikasi, baru kita sudah terima calon. Lebih baik kita konsentrasi dulu di verifikasi,” kata Ketua DPC Gerindra Kota Kendari, Ishak Ismail, kemarin. Gerindra sadar dengan kursi

yang dimiliki saat ini, tidak mungkin untuk mengusung 1 calon. Karena itu pula, Gerindra tidak berinisiatif menjemput bola. Kata Ishak, kursi Gerindra di DPRD Kota tidak terlalu strategis, karena hanya 1 wakil rakyat di sana. “Tidak inisiatif, karena tidak terlalu strategis. Pak Asrun sudah ada PAN, PKS dan Demokrat. Kalau pak Asrun ajak kita, mungkin ada bahan evaluasi. Tapi kalau menawarkan, itu ngelacur namanya. Kita duduk manis saja. Toh masih 2011. Biar 1 Januari 2012, belum juga apaapa. Trus, kita kaji mana yang lebih penting, verifikasi atau Pilwali. Ternyata menurut kita,

verifikasi. Jadi itu yang didahulukan,” ujarnya. Ishak menceritakan, pada awalnya Gerindra sudah ada inisiatif membentuk koalisi permanen dengan partai non seat untuk membulatkan satu pintu. Sayangnya, belum sempat terealisasi, keburu didahului Partai Golkar Kota Kendari yang membuat Koalisi Bougenville (KB) bersama 6 partai kecil lainnya. Gerindra kota hanya bisa berlapang dada. Apalagi, Tony Herbiansyah sudah memberikan sinyal, bakal menggunakan partai bentukan Prabowo Subianto itu pada Pilwali yang direncanakan KPU kota berlangsung 7 Juli 2012. Kemungkinan besar, Ger-

indra hanya akan memberikan pintunya kepada Tony. Sebab, Hamdani Piabang yang telah mendeklarasikan diri bakal maju, sepertinya tidak serius mendekati Gerindra. “Ada Hamdani Piabang, tapi tidak serius. Karena belum secara resmi. Yang dianggap serius yang benar-benar datang melamar seperti Tony Herbiansyah dan Thamrin Patoro. Tapi pak Thamrin sudah meninggal, tinggal pak Tony saja. Nanti, dia (Tony-red) tinggal ikuti tahapan formal masukan CV (curriculum vitae). Dari bahan itu, kita rapat. Tapi kalau sudah tidak ada calon lain, berarti kita tidak usah rapat,” tandasnya. (dri)

Gerindra Kecewa pada PBR Prabowo Sudah Cairkan Dana Milyaran ke Bursah Zarnubi Jakarta, KP Partai Gerindra kecewa dengan sikap Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi yang membatalkan MoU kedua partai untuk berfusi di bawah payung Gerindra. Padahal, sejumlah anggaran sudah diberikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada Bursah Zanubi untuk keperluan konsolidasi. “Jumlahnya miliaran-lah. Bukan untuk membeli PBR. Tapi, setelah ada kesepakatan

Pak Prabowo mengeluarkan sejumah dana kepada PBR,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Jakarta, kemarin (13/6). Menurut Fadli, uang itu seharusnya digunakan PBR untuk melakukan konsolidasi internal. “Cuma anehnya sama Bursah ini tidak diberikan kepada DPW,” keluhnya. Dia menyebut Partai Gerindra tidak pernah meminta -minta PBR untuk bergabung. Keputusan untuk membangun MoU dengan Partai Gerindra diputuskan sendiri oleh PBR dalam Rapimnas ke-9, pada 15 Februari 2011. Selanjutnya, komitment penggabungan PBR ke Partai Gerindra dideklarasikan secara meriah pada 18 Febru-

ari 2011. “Saya kira ini manuver politik Bursah. Jelas ada indikasi kepentingan tertentu,” katanya. Keputusan untuk membatalkan MoU dengan Partai Gerindra itu diputuskan dalam Rapimnas ke -10 PBR, pada 8 Juni 2011, lalu. Selanjutnya dibuka opsi untuk membangun komunikasi dengan partai lain, terutama PAN. Keputusan ini masih lonjong. Sejumlah Ketua DPW PBR dimotori Wakil Ketua Umum PBR Raden Muhammad Syafii keras mempersoalkannya. Mereka tetap menyatakan dukungan untuk bergabung ke Partai Gerindra. “Kami tidak terima. Pembatalan ini adalah manuver politik yang tidak punya

etika dan moral,” kata Syafii di Restoran Riung Tenda, Jalan Raya Benhil, Jakarta Selatan, hari minggu lalu. Fadli menyebut terungkapnya informasi “tidak mengalirnya” dana konsolidasi dari Prabowo di internal PAN belum lama diketahuinya. “Ya ada beberapa DPW PBR yang cerita,” ujarnya. Benarkah elit Gerindra memutus komunikasi dengan PBR? “Saya kira itu sama sekali tidak benar,” tegas Fadli. “Pak Prabowo sedang di luar negeri. Bursah sempat menelpon saya satu kali, kebetulan sedang mengajar di UI. Masak gara -gara alasan itu membatalkan komitment, ini cuma suatu dalih,” imbuh Fadli. (pri)

Kendari, KP Musyawarah daerah Partai Amanat Nasional (PAN) se-Sultra, makin tak jelas kabarnya. Bahkan, Nur Alam saja yang jelas-jelas menjabat Ketua DPW PAN Sultra, tak tahu kapan Musda akan terlaksana. Ditemui di acara pemusnahan bibit kelapa di Balai Karantina Pertanian Sultra, Nur Alam mengaku tak bisa memastikan kapan pelaksanaan Musda. Alasannya, Musda akan dihadiri langsung Ketua DPP PAN, Hatta Radjasa dan dirangkaikan dengan pelantikan dirinya sebagai Ketua DPW PAN Sultra periode 2011-2016. Maklum saja, sejak dipilih

Nur Alam secara aklamasi pada saat musyawarah wilayah (Muswil) PAN Sultra Januari lalu, Nur Alam yang sudah terpilih ketiga kalinya sebagai Ketua DPW PAN Sultra, se-

cara resmi belum dikukuhkan statusnya. Nah, karena akan dihadiri Hatta itulah, makanya Musda dan pelantikan, tertunda terus. “Kalau dibilang telat, memang telat. Itu karena masih banyak hal-hal yang harus disesuaikan dan disusun. Belum tahu kapan akan dilantik, karena dirangkaikan Musda PAN se-Sultra,” katanya, kemarin. Gubernur Sultra itu mengaku, ingin secepatnya dilantik. Sayangnya, karena belum ada kepastian dari DPP PAN, makanya dia hanya bisa bersabar. “Kalau saya maunya cepat. Itu mau saya, tapi kan bukan hanya saya yang menentukan itu. Sampai saat ini, kita masih menunggu kesediaan dari DPP. Karena yang melantik saya nantinya, adalah Ketua DPP PAN,” tandasnya.(dri)

Anggaran Pilkada Konawe Diprediksi Rp 18 Miliar Unaaha, KP Pilkada Konawe memang baru akan ditabuh 2013 mendatang. Namun KPU Konawe telah mematangkan kebutuhan anggaran pemilukada. Draft sementara saat ini menurut Ketua KPU Konawe, Sukiman Tosugi, anggaran Pilkada Konawe diestimasi Rp 18 miliar. KPU Konawe akan melaksanakan tahapan Pilkada terhitung Oktober 2012. “Tetapi mengacu peraturan KPU ada yang namanya pra tahapan seperti penyiapan penyelenggaraan dan regulasi-regulasi. Jadi tahapan kami bisa mulai Agustus 2012. Untuk itu draft anggaran dibutuhkan Rp 18 miliar,” ujar Sukiman, akhir pekan lalu.

Rasionalisasinya yakni sebaran PPS sekitar 375, 30 PPK dan KPPS 500. Penyelenggara di tingkat PPS sekitar tujuh orang plus pengamanan dua orang. “Sedangkan PPS beranggotakan tiga orang ditambah tiga orang sekretariat. Pada PPK, satu PPK lima orang ditambah tiga orang sekretariat. Dalam hal ini, ada peningkatan honorarium penyelenggara,” rinci Sukiman Tosugi. Oleh karena estimasi ini masih berupa rancangan, maka masih akan dibahas di tingkat komisi dan paripurna DPRD Konawe lalu akan diperdakan dalam APBD. “Ini masih dalam bentuk draft dan belum dikomunikasikan pihak terkait

baik DPRD maupun Pemkab Konawe,” tukasnya. Untuk itu, terkait penyelenggaraan pemilukada Konawe 2013 nanti, Sukiman berharap mendapat dukungan dari DPRD dan Pemkab Konawe. Termasuk kepolisian dan kejaksaan. “Yang jelas draft anggaran Rp 18 miliar ini belum termasuk Pilukada ulang, masih estimasi tahapan pilkada normal. Besaran ini sudah termasuk pembiayaan logistik pemilukada,” imbuhnya. Untuk pembiayaan logistik termasuk honorarium, pengangkutan, pengadaan barang dan jasa seperti surat suara, biaya perlengkapan KPPS, sosialisasu dan advokasi hukum.(din)

Menurunnya Demokrat Warning Bagi Semua Parpol Jakarta, KP Meningkatnya tren tingkat keterpilihan Partai Golkar dan PDIP berdasarkan data terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tak membuat elit kedua partai itu jumawa. Merosotnya tingkat keterpilihan Partai Demokrat justru dianggap sebagai peringatan serius kepada semua parpol dan elitnya, tanpa terkecuali. “Penurunan signifikan Partai Demokrat itu, mau tidak mau, suka tidak suka, harus diakui tidak begitu saja membuat parpol -parpol lain merasa happy,” kata Wakil Ketua DPR RI dari FPDIP Pramono Anung di gedung parlemen, kemarin (13/6). Menurut dia, fenomena Partai Demokrat itu membuktikan bahwa seluruh parpol dan politisi kini memang tengah mendapat sorotan tajam dari

masyarakat. “Jadi, ini warning bagi semua politisi agar bertindak dengan lebih baik, proper (patut, Red), dan benar,” himbau Pram -begitu dia biasa disapa. Karena itu, Pram mengaku tidak terlalu kaget dengan penurunan tingkat keterpilihan partai pemenang pemilu, yakni Partai Demokrat. Hiruk pikuk kasus hukum yang membawa -bawa anggota Komisi VII DPR dari Partai Demokrat M Nazaruddin telah berimplikasi serius terhadap citra partai tersebut. “Partai yang tengah menghadapi dilema, lalu mengalami penurunan, itu hal yang wajar,” ujarnya. Sebaliknya, parpol yang tidak mengalami gonjang ganjing internal akan mendapatkan insentif atau menerima “pengalihan simpati” dari publik. “Jadi, ini bagaimana

performance masing -masing parpol,” tegas Pram. Artinya, peningkatan tingkat keterpilihan PDIP ini lebih karena faktor eksternal, bukan prestasi internal? “Lho, dengan tidak ada konflik di internal suatu partai saja kan sudah prestasi,” jawab mantan Sekjen PDIP periode 2005 - 2010, itu, lantas tersenyum. LSI pimpinan Denny JA melakukan pengumpulan data selama seminggu, yakni 1-7 Juni 2011. Hasilnya cukup menarik. Dibandingkan data survei mereka sebelumnya per Januari 2011, Demokrat turun dari 20,5 persen menjadi15,5 persen. Kemudian Golkar naik dari 13,5 persen menjadi 15,5 persen dan PDIP naik dari 12 persen menjadi 14,5 persen. Dengan demikian, Golkar berada di posisi teratas. Menyusul Demokrat dan PDIP. (pri)


Kendari Pos Edisi 14 Juni 2011