Issuu on Google+

Rabu, 12 Januari 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Anggota Polisi Terlibat Percobaan Pembunuhan Berencana, Korbannya pun Anak Polisi yang Tengah Hamil Kolaka, KP Belum lagi kasus lain tuntas ditangani, citra kepolisia RI kembali tercoreng oleh tindakan anggotanya sendiri. Salah seorang bintara Polres Kolaka dicokok di kediamannya akhir pekan lalu atas tuduhan

selebriti

Dukung Anang Cari Perempuan KesuKsesan duet fenomenal Anang Hermansyah dan Syahrini, tampaknya, akan tersaingi. Sebab, Anang tengah mencari sosok penyanyi perempuan yang akan dijadikan teman duet baru. Syahrini saat ini bersolo karir. Yang dikabarkan akan menggantikan Syahrini adalah penyanyi pendatang baru yang bernama Ashanti. Rupanya, hal itu diketahui mantan istri Anang, Krisdayanti. Penyanyi yang akrab disapa KD tersebut menyatakan sudah mendengar kabar itu. Bahkan, diva pop Indonesia tersebut mengenal Ashanti. “Saya kenal dengan dia dulu di SCTV Music Awards walaupun saat itu dia tidak nyanyi on air. Dia dulu penyanyinya kawan-kawan saya,” terangnya saat ditemui pada Senin malam (10/1) di Balai Kartini setelah tampil dalam acara peringatan 45 Tahun Tritura. KD memang tidak mengenal semua perempuan yang berada di dekat Anang. Meski begitu, penyanyi yang memiliki puluhan album tersebut menyatakan berusaha mengenal teman perempuan Anang, teman duet maupun teman hidupnya kelak. “Saya tidak bermaksud meraih simpati atau apa. Itu ungkapan teri-

Baca dukung di Hal 2

percobaan pembunuhan berencana. Anggota polisi tersebut diidentifikasi bernama Brigadir Fahmi Sitania (FS) yang kini telah mendekam di balik jeruji Mapolres Kolaka. Informasi yang dihimpun Kendari Pos dari berbagai sumber menyebutkan, oknum polisi tersebut ditangkap setelah sebelumnya mencoba menghabisi nyawa kekasihnya, Hn lalu membuangnya ke jurang di kawasan perbukitan Simbune, Kecamatan Tirawuta. Namun nasib baik masih berpihak

kepada korban. Meski sekarat namun ia masih bisa merangkak naik ke bibir jurang lalu diselamatkan oleh seorang anggota polisi yang kebetulan melintas. Setelah diselamatkan, korban langsung dilarikan ke RSUD Kolaka untuk menjalani penan-

Baca tERlibat di Hal 2

Tender di BPBD Konawe Merembet ke Ranah Hukum

Kinerja 100 Hari Terganggu Rezim Sebelumnya Agar Rakyat Muna Tahu Masalahnya, Polda Harus Mempercepat Pengusutan Dugaan Korupsi Berjamaah di Muna yang Saksinya Sudah Mencapai 22 Orang

unaaha, KP Konsorsium pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Konawe yang menjadi peserta tender proyek milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menempuh jalur hukum. Langkah ini ditempuh setelah melihat jawaban sanggahan mereka. “Kesimpulan kami dari jawaban Kepala Badan ini (BPBD Konawe) hanya asal bunyi. Ala kadarnya menjawab. Banyak kalimatnya tapi tidak menyinggung substansi,” tutur Djainal ST yang kemarin memberi keterangan pers. Djainal mengakui, pihaknya memungkinkan untuk menempuh jalur hukum manakala panitia dan para pihak berkompeten di Unaaha tetap bertahan dengan

Raha, KP Salah satu Ketua Tim DAMAI (Baharuddin-Malik Ditu) Ir La Ode Ota memberi apresiasi terhadap aksi unjukrasa yang menyoroti kinerja 100 hari Bupati-Wakil Bupati Muna yang dianggap tak memberikan perubahan berarti. Walaupun dia akui, bahwa kinerja dari program kerja 100 hari hanya berdampak pada tanggungjawab moral dan tak berdampak pada tanggungjawab negara, tapi Ota sependapat

Baca kinERja di Hal 7

Baca tEndER di Hal 2

Zainab Hibi Diganti Untuk Perkuat DPRD

Wiranto Kritik SBY Jakarta, KP Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Wiranto menilai, pemerintah sudah semestinya siap sedia menerima berbagai kritikan dari berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya, mereka yang berada diluar kekuasaan biasanya lebih bisa objektif melihat berbagai kerusakan di sistem pemerintahan yang ada pada saat ini. Bahkan menurutnya, kritikan itu diperlukan dalam membangun pemerintahan yang demokratis dan fokus pada peningkatan drajat serta martabat hidup rakyatanya “Tentunya kritikan itu konstruktif dan berniat baik dan berguna untuk kepentingan rakyat,” ungkapnya dalam puncak acara ulang tahun Tritura ke - 45 di, Jakarta, Senin malam (10/1) .

Baca wiRanto di Hal 8

FOTO : DWI PAMBUDO/RM

AKSI RICUH BAKAR FOTO Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Indonesia terlibat ricuh dengan seorang anggota polisi saat pembubaran aksi bakar foto di depan Isyana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/1). Mereka menuntut kepada pemerintah turunkan harga sembako dan tangkap koruptor pengemplang pajak.

Raha, KP Golkar boleh saja kalah saat Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada). Namun di Parlement, Golkar tetap menjadi satu kekuatan, yang bisa mengontrol jalannya pemerintahan. Itu sudah terbukti, ketika kader Golkar di Parlement kompak tidak menghadiri paripurna, paripurna tidak quorum. Golkar ingin memperkuat perannya di DPRD, itu bisa diindikasikan dengan usulan mengganti kadernya Wa Ode Zainab Hibi dari jabatan kursi Ketua DPRD. Pergantian Ketua DPRD, bisa menjadi “warning” bagi Eksekutif, agar membangun komunikasi politik dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Baca zainab di Hal 2

Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Aktif sebagai Juru Kampanye Perubahan Iklim

Presentasi ke Kalangan Pengusaha, Manfaatkan Jaringan Orang Tua Darah pengusaha yang mengalir di tubuh Rahayu Saraswati tak lantas membuatnya terjun ke dunia bisnis. Tapi, dia malah larut dalam dunia hiburan. Kini, selain sibuk dalam urusan akting, keponakan Prabowo Subianto itu menjadi juru kampanye untuk masa depan bumi. Mengapa dia mau? M. HILMI SETIAWAN, Jakarta NAMA Rahayu Saraswati mulai dikenal di jagat hiburan tanah air setelah membintangi dua film perjuangan yang berjudul Merah Putih dan Darah Garuda. Tapi, dua film tersebut bukanlah debutnya. Sejak berumur 12 tahun, gadis kelahiran 27 Januari 1986 itu beradu akting. Meskipun, kebanyakan aktivitas tersebut dia lakukan di luar negeri. Kini Sara, panggilan akrabnya, punya kesibukan baru. Dia dipercaya menjadi

Foto; Hilmi Setiawan/Jawa Pos

Rahayu Saraswati, Artis yang Lahir di Keluarga Pengusaha Menekuni Kampanye Perubahan Iklim.

presenter atau juru kampanye untuk isu-isu tentang perubahan iklim. Untuk keperluan itu, selama tiga hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Senin (8/1-10/1), putri kedua pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo tersebut “digembleng” dengan berbagai materi untuk mengampanyekan penyelamatan bumi dari pemanasan global. Tak tanggung-tanggung, Sara mendapatkan ilmu langsung dari Al Gore, mantan wakil presiden AS yang juga peraih Nobel Perdamaian pada 1997. Ditemui di sela mengikuti pelatihan tersebut di Jakarta Convention Center (JCC) Minggu lalu (9/1), Sara menjelaskan targetnya setelah mengikuti penataran The Climate Project Asia Pacific Summit itu. Yakni, dia harus melakukan presentasi minimal sepuluh kali dalam

Baca manfaatkan di Hal 7


2

Kendari Pos | Rabu, 12 Januari 2011

Ternyata, Gayus Masuk Jaringan Kasus Besar Harga... menjalin kontak dengan Gayus. “Orang kaya,” kata Ito via telepon kemarin. “Tapi, bukan tokoh,” tambahnya. Mantan Kapolwiltabes Surabaya itu enggan membeber siapa pengusaha kaya donator tetap Gayus ini. “Tunggu saja,” katanya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos (Kendari Pos Group), donator Gayus ini berinisial D. Pengusaha ini sudah mengenal Gayus jauh-jauh hari sebelum kasusnya terbuka gara-gara pernyataan Susno Duadji. “Dia ini mata rantai utama. Semuanya (uang) putus di orang ini,” kata sumber Jawa Pos kemarin. Posisi D sekarang terdeteksi di Singapura. Begitu pulang ke Jakarta, orang ini akan segera diperiksa. “Keterangan Gayus sangat cukup untuk memanggilnya (untuk diperiksa),” katanya. Dikonfirmasi soal info pengusaha berinisial D ini, Boy Rafli Amar menolak berkomentar. “Saya memang belum mendapat informasinya dari penyidik,” kata mantan kanit negosiasi Densus 88

Polri ini. Yang jelas, kata Boy, fakta kepergian Gayus ke luar negeri menjadi titik awal penyidikan. “Untuk kasus lamanya (sindikasi pajak) kan sudah sidang, sekarang ini untuk yang terbaru, soal perginya itu,” kata mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu. Dihubungi terpisah, pengacara Gayus, Pia Nasution menolak berkomentar soal hasil penyidikan polisi terkait kepergian Gayus ke luar negeri. “Kami hanya membela di kasus pajak, yang itu tidak masuk,” katanya. Gayus selama ini, menurut Pia, tidak pernah bercerita soal aktivitas pelesirnya. “Karena itu, kami berlepas tangan untuk yang ini (pelesir),” ujarnya. Di bagian lain, Menkum dan HAM Patrialias Akbar menyatakan bahwa kasus pelesiran terdakwa Gayus Tambunan, hanya merupakan sebagian kecil dari jaringan kasus yang lebih besar. “Ini (pelesiran) kan hanya ecek-ecek tidak substansial. Masih ada yang lebih besar dari sekedar pelesiran Gayus ,”papar Patrialis ketika ditemui di gedung Kemenkum dan HAM, kemarin.(rdl/ken)

Tanggal Cantik Tak Terbukti Dukung... ma kasih karena mereka (teman duet Anang, Red) juga ikut membantu menjaga anak-anak,” jelas perempuan yang tengah menyiapkan pernikahan keduanya dengan Raul Lemos tersebut. KD juga percaya dengan kemampuan Anang. Dengan siapa pun mantan suaminya itu berduet, KD yakin, karya Anang pasti meledak. “Soalnya, produk dia banyak. Dia juga punya banyak sahabat yang bisa membantu. Saya sih mendukung saja,” ungkapnya. Wajar saja kalau pelantun Kamu di Hatiku Selamanya itu bersikap demikian kepada perempuan yang dikabarkan dekat atau bekerja sama dengan Anang. Sebab, kondisinya sudah berbeda. Mereka bukan lagi suami istri. KD sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan Raul. Sampai sekarang, penyanyi bersuara

merdu itu masih merahasiakan tanggal pernikahannya. Tanggal cantik 11-1-11 yang dikabarkan menjadi tanggal sakral bagi KD dan Raul tidak terbukti. “Pada 11 Januari itu, selain pernikahan putri Bapak Sutiyoso, ada ulang tahun sahabat saya Siti Nurhaliza. Tidak ada hal istimewa yang terjadi pada saya di tanggal tersebut. Saya memang sudah kepingin (menikah, Red), tapi tunggu Raul siap membicarakan semua ini,” paparnya. KD kembali meminta media bersabar menunggu. “Dalam waktu dekat kok (Raul akan berbicara kepada media, Red),” ujarnya. KD yang merupakan orang Jawa menganggap bahwa semua tanggal dan hari adalah baik. Meski demikian, dia tidak menutup diri untuk menanyakan hari dan tanggal baik pernikahan kepada orang yang berpengalaman. “Kalau sudah ketahuan tanggalnya, insya Allah undangan siap disebar,” tuturnya.(tia)

Djainal Cs akan Lapor di BPBN Jakarta Tender...

keputusannya. “Sebenarnya kami memiliki banyak data dan bukti. Ada bukti rekaman, ada bukti transfer dan lembaran-lembaran surat yang lain. Tapi, kami belum akan buka. Pada saatnya nanti, kami akan sampaikan ke teman-teman pers,” ujarnya. Yang dipersoalkan Djainal Cs hanyalah hal-hal tehnis yang

didukung oleh aturan. Misalnya, syrat-syarat perusahaan yang dimenangkan dalam tender proyek talud dan penahan gelombang senilai Rp 1,7 Miliar yang dianggap melanggar ketentuan. “Sederhana kelihatannya tapi tolong, jangan main-main dengan aturan karena risiko hukumnya berat,” tuturnya. Kesempatan sama, Djainal juga menjelaskan bahwa dalam waktu

dekat akan bertolak ke Jakarta untuk menjelaskan berbagai hal tentang perkembangan proyek di BPBD kepada sejumlah Direktur di Badan Pengendalian Bencana Nasional). “Saya kenal baik dengan dua Direktur di Badan Bencana Nasional,” terang Djainal. Kepala BPBD Konawe, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Wayung Lasandara telah menjawab keberatan konsorsium

kontraktor di Konawe ini. Dalam jawaban yang disampaikan kepada kuasa hukum Konsorsium Kontraktor, Amin Manguluang atas sanggahan para kontraktor, Wayung menjelaskan banyak hal mulai dari perusahaan yang melakukan penawaran, posisi rangking masing-masing peserta tender maupun alasan dimenangkannya sebuah perusahaan dalam tender tersebut.(din/ong)

Kelelahan, Zainab Hibi Tak Bisa Temui Wartawan Zainab... Menurut, mantan anggota DPRD Muna, Kasmin Taeda, DPRD memiliki fungsi Budget (penganggaran), Pengawasan dan Legislasi. Partai ingin mengimplementasikan tiga fungsi tersebut di Parlemen, dengan mendorong kader-kader yang kritik, energik dan bisa mengimbangi pemikiran eksekutif. “Kalau saya melihat, usulan Golkar untuk mengganti kadernya di pimpinan Dewan, agar lebih dinamis. Kita lihat, dimana-mana partai mendorong kader (politisi) muda. Bisa jadi, kekhawatiran Golkar, ibu Wa Ode Zainab Hibi, dianggap tidak bisa mengimbangi pemikiran pasangan DAMAI yang lebih muda serta memiliki energi untuk membangung yang dituangkan dalam visi-misi,” terangnya. Partai, kata Dia, memiliki otori-

tas untuk mengganti kadernya di Parlement. “Itu hak mutlak partai,” tegasnya. Pergantian Ketua DPRD, lanjut Kasmin, tidak bisa dikaitkan dengan upaya Golkar untuk meloloskan kebijakan pemerintahan sebelumnya atau mengganjal program yang diusulkan oleh eksekutif saat ini. Bupati memiliki hak budget, untuk memasukan setiap program yang sesuai dengan visi-misinya sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), yang ditetapkan dalam bentuk Perda. “Meski DPRD memiliki fungsi budget, namun usulan program dari eksekutif. DPRD melakukan pembahasan dan menetapkan, apa yang diusulkan eksekutif yang disesuaikan dengan RPJMD. Bila usulan tersebut melenceng dari RPJMD, legislatif bisa mempertanyakan,” jelas Kasmin. Bagaimana dengan meloloskan

program-program kebijakan pemerintahan sebelumnya? Kata Kasmin, itu tidak mungkin karena eksekutif telah memiliki RPJMD. Semua pengusulan disesuaikan dengan RPJMD. Bisa saja, mengakomodir kebijakan pembangunan pemerintahan sebelumnya, namun yang sifatnya sudah diperdakan. Misalnya, pembangunan masjid Al-Munajab yang sudah diperdakan. “Saya juga berharap, bupati melanjutkan pembangunan mesjit tersebut,” sarannya. Apa pergantian Ketua DPRD, untuk memperjelas sikap Golkar sebagai oposisi? Lagi-lagi Kasmin, mengatakan tidak logis “sebutan” oposisi bila dikaitkan dengan usulan Golkar, untuk mengganti kadernya dikursi pimpinan DPRD. Wa Ode Zainab Hibi, meski memiliki kedekatan (ipar) dengan Bupati, pasti akan menjalankan fungsi pengawasannya terhadap eksekutif. “Acuan-

nya pengawasannya jelas yakni, RPJMD,” tegasnya. Ia pun mengingatkan, di DPRD tidak ada istilah oposisi. Oposisi itu, istilah demokrasi liberal. “Kita mengenal musyawarah mufakat,” tukasnya. Dalam pembahasan APBD, pengambilan keputusan musyawarah mufakat dengan berpatokan pada RPJMD. Sementara itu, Wa Ode Zainab Hibi, Ketua DPRD yang dikonfirmasi di kediamannya, tidak bisa ditemui. “Ibu lagi tidak enak badan dan belum bisa ditemui,” ungkap salah seorang keluarga yang ditemui koran ini. Kata perempuan yang kemarin menggunakan seragam PNS itu, Ketua DPRD kelelahan, setelah mengikuti kegiatan Muhamadiyah seharian. “Nanti lain kali, bisa datang kembali,” saran salah seorang pria yang juga ditemui koran ini di rumah tersebut. (awn)

Anak Polisi Itu Dibuang ke Jurang Terlibat... ganan medis. Dari hasil visum diketahui bahwa korban coba dihabisi dengan menggunakan benda tumpul yang dibenturkan ke wajah dan bagian kepala lainnya. Pelaku rupanya mengira korban telah tewas. Dari berbagai sumber, belakangan diketahui korban ternyata adalah anak kandung Briptu JL anggota Polres Kolaka yang bertugas di Mapolsek Watubangga. Saat mengetahui kejadian yang menimpa anaknya, Briptu JL langsung menuju Mapolres Kola-

ka. Dalam keadaan terbakar amarah ia berusaha menemui pelaku, namun dicegah anggota polisi lainnya. Hingga kemarin, belum banyak keterangan yang berhasil dihimpun terkait kronologis kejadian tersebut. Meski demikian, dari data awal yang diperoleh koran ini menyebutkan, ketika hendak dihabisi korban ternyata tengah hamil, dan usia kandungannya lebih dari 5 bulan. Ironisnya, pelaku yang telah bertugas selama lebih dari enam tahun di wilayah Polres Kolaka tersebut ternyata telah beristri. Informasi lebih lanjut menye-

butkan, penangkapan terhadap Brigadir Fahmi dipimpin Wakapolres, Kompol Eko Wahyudi di kediaman pelaku, atas perintah Kapolres. Saat diciduk, pelaku tengah membersihkan mobil yang digunakannya saat ‘’mengeksekusi’’ korbannya. Mobil dan batu yang diduga digunakan untuk melukai serta barang lainnya milik korban ikut diamankan sebagai barang bukti. Begitu rapatnya pengawasan informasi di lingkungan Polres Kolaka, sampai-sampai beberapa anggota polisi setempat yang ditemui, langsung menghindar saat hendak dihampiri warta-

wan koran ini. Saat pertama kali dikonfirmasi melalui Ponselnya, Wakapolres Kompol Eko Wahyudi menolak memberi keterangan. Demikian pula kemarin siang, saat pria yang baru beberapa bulan bertugas di jajaran Polres Kolaka tersebut ditemui langsung, ia menganjurkan wartawan untuk tidak mengekspos ‘’penodaan’’ citra kepolisian tersebut dengan alasan sedang dalam penanganan, dan pelaku sudah ditahan. Ketika didesak, Eko balik menganjurkan wartawan koran ini untuk menemui langsung Kapolres, yang rupanya sedang tidak istirahat.(zer)


3

Rabu, 12 Januari 2011

Sarana Minim, PAD Tak Tercapai Kondisi DKP Konawe

KRIS SAMIAJI/JPNN

ANCAM BLOKIR BLACKBERRY- Kementerian Komunikasi dan Informatika mengancam akan memblokir layanan Blackberry jika Research In Motion (RIM) sebagai produsen ponsel pintar asal Kanada itu menolak mendirikan pusat data pelayanan (server) di Indonesia. Tampak pengguna Blackberry asyik menggunakan layanan di salah satu konter Blackberry di Palembang.

Distributor LPG Illegal Marak di Kolut Kendari, KP Lisensi resmi dari Pertamina Region V yang dikantongi PT Antarixa Kia Pratama sebagai distributor tunggal gas elpiji (LPG) di Kolaka Utara nyaris tak ada gunanya. Hak tunggalnya sebagai pemasar gas di daerah itu diabaikan banyak kalangan. Gas-gas elpiji yang dipasok secara illegal dari Makassar justru lebih banyak menguasai pasar. Perusahaan itu kewalahan menghadapi persaingan. Hj Indrawati, pimpinan PT Antarixa Kia Pratama mengeluhkan soal ini kepada Kendari Pos, kemarin. Katanya, terlalu banyak distributor tidak resmi yang ikut bermain

di pasar gas elpiji di Kolut saat ini. Padahal, hak tunggal untuk memasarkan itu di kantongi perusahaannya. Lisensi diperoleh tanggal 29 November 2010 lalu bernomor 998/F15500/ 2010-s3 berisi pengangkatan PT Antariksa menjadi agen non PSO di Kolaka Utara. “Makanya, kami minta instansi terkait untuk bisa menertibkan keberadaan distributor illegal elpiji di Kolut,” kata Indrawati. Menurutnya, butuh koordinasi yang baik antara instansi guna meminimalisir beroperasinya distributor tidak resmi elpiji di wilayah itu. Tujuannya jelas, selain demi persaingan sehat juga keamanan para konsumen karena perusahaan-

nya saat diberi lisensi sudah disurvey Pertamina soal kelayakan gudang dan peralatan keamanan lainnya. Indrawati juga menghimbau masyarakat Kolut untuk membiasakan diri menggunakan produk resmi dari Pertamina yang bersegel. Khusus di Kolut, berdasarkan surat pengangkatan agen, Pertamina menetapkan gas elpiji yang resmi adalah yang bersegel plastik merah serta tercantum nama dan alamat agen resminya. “Kami mensinyalir ada 10 distributor gelap gas elpiji di Kolut. Mereka ini yang membawa produk gas elpiji hingga ke pengecer, tentu dengan kondisi tanpa segel,” kata Indrawati.

Modus pemasarannya, kata dia, produk diperoleh dari agen di Sulsel dalam jumlah besar melalui angkutan darat dan laut. Padahal itu tidak boleh dilakukan tanpa unit transportasi sah atau rekomendasi Pertamina. PT Antarixa, kata Indrawati, sebenarnya sudah menyampaikan hal ini secara resmi kepada semua instansi mulai dari Bupati, DPRD Kolaka Utara, Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Syahbandar Pelabuhan Tobaku serta Polres Kolaka Utara agar tegas menindak distributor gelap itu. “Tapi sampai sekarang tidak ada respon,” tukasnya. (abi)

Konversi LPG Masih Tertunda Minyak Tanah Mahal, ESDM Janji Lakukan Sidak Kendari,KP Rencana pemerintah untuk bisa melayani program konversi minyak tanah ke elpiji (LPG) di Sultra masih belum terwujud di awal tahun 2011. Itu karena pihak dermaga yang belum bisa merampungkan fasilitasnya. Makanya subsidi minyak tanah di Sultra belum dihentikan. Kasi Migas Dinas ESDM Sultra, Hermiati menjelaskan, bila sampai saat ini belum ada kabar ataupun surat edaran dari Dirjen Migas bahwa konversi dimulai, termasuk BPH Migas

sebagai lembaga yang punya kompeten melakukan sosialisai atau pendataan masyarakat, belum memberikan aba-aba. “Jadi kami juga tim di provinsi menunggu intruksi, kapan rencana ini akan dimulai,” terang Hermiati saat ditemui di kantornya, kemarin. Selain belum ada intruksi, Hermiati menduga kondisi dan fasilitas di dermaga yang juga belum siap. Apalagi untuk dilakukan konversi tentu butuh sosialisasi dan koordinasi pihak yang berhubungan dengan masyarakat. Tetapi hal itu juga belum dilakukan. “Pertengahan tahun ini pun saya belum bisa memprediksinya. Yang jelas tim akan bekerja bila sudah

ada kepastian,” papar Hermiati. Sambil menunggu program konversi kata Hermiati subsidi minyak tanah harus tetap disalurkan kepada masyarakat. Sesuai laporan dari pertamina subsidi hingga akhir 2010 masih ada, demikian saat ini tentunya masih mendapat kuota. “ Subsidi akan berhenti bila konversi sudah jalan, tapi itupun belum serempak, karena program konversi ini dilakukan bertahap,” ujarnya. Saat ini sejumlah masyarakat juga kesulitan mencari minyak tanah. Di pengecer harganya sangat tinggi, minimal Rp 5 ribu per liter. Apalagi dengan adanya isu adanya konversi, nampaknya harga minyak

tanah semakin mebumbung. Melihat kondisi tersebut, ESDM pun akan melakukan sidak di sejumlah pangkalan termasuk pengecer. Jadi bagi pihak-pihak yang mendistribusikan minyak tanah sangat tinggi atau sudah mendekati harga industri, berhati-hati saja. “Kami akan sidak, bila ada yang menjual dengan harga yang tidak wajar akan diambil tindakan. Dalam waktu dekat akan ada penandatanganan MoU untuk pengawasan ini. Tinggal menunggunya kesepakatan dan anggaran cair. Karena fungsi ESDM sebagai lembaga pengawasan akan terus dijalankan,” pungkas Hermiati. (lis/awl)

BRI Beri Kemudahan Pembayaran Listrik Kendari,KP Satu lagi kemudahan yang diberikan BRI bagi masyarakat. Sejak 10 Januari lalu secara serentak BRI yang terletak di Sulsel, Sulbar dan Sultra, BRI melayani pembayaran listrik via online. Asisten Manager Operasional BRI Cabang Kendari, Salmon Tibe saat ditemui kemarin menjelaskan bila mulanya BRI melayani pembaya-

ran listrik via loket. Tetapi saat ini pelayanan semakin dipermudah baik melalui teller, ATM dan mesin edisi, maupun via on line SMS banking. ‘’Semua masyarakat baik nasabah maupun bukan, dapat melakukan pembayaran di kantor BRI yang tersebar hingga pelosok desa. Untuk di Kendari pembayaran listrik dapat dilakukan pada 2 kantor cabang dan 1 kantor cabang

pembantu (KCP), ditambah dengan 13 kantor unit kerja baru,’’ jelasnya. Salmon merinci Khusus nasabah BRI cukup dengan membuka tabungan Rp 250 ribu, untuk Britama dan Rp 100 ribu untuk Simpedes. Dengan begitu ATM pembayaran listrik telah dapat diperoleh. Ditandaskannya semua pelanggan PLN pada semua rayon, dapat melakukan pem-

bayaran pada setiap kantor BRI, yang penting memiliki ID pelanggan. “Karena itu kami berharap masyarakat dapat mengetahui dan terbantu, dengan pembayaran listrik online ini. Apalagi saat ini terdapat sembilan unit ATM se-kantor cabang Kendari, belum lagi ditambah dengan ATM di pusat-pusat perbelanjaan dan ATM Bersama,” tandasnya. (fas/awl)

gan ITB ini direncanakan akan diwujudkan dalam berbagai kerjasama yang meliputi berbagai program/inisiatif di bidang aplikasi mobile lainnya seperti tugas akhir serta inisiatif untuk membangun aplikasi mobile, program pascasarjana untuk mempromosikan pengembangan inovasi-inovasi dalam teori aplikasi mobile, konsep dan arsitektur serta optimisasi jaringan, kesempatan bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria Indosat untuk mendapatkan pengalaman

dalam industri melalui Indosat atau mitra program melalui magang atau kerja praktek, program kerjasama riset dan inovasi antara Dosen/Peneliti dengan Indosat dan lain-lain. ”Kami berharap kemitraan dengan ITB ini akan bisa menjadi kolaborasi yang positif dan efektif antara dunia industri dan dunia akademisi dalam mengembangkan dunia aplikasi mobile bagi dunia kampus dan generasi muda pada umumnya”, tukas Fadzri Sentosa. (lis/awl)

Indosat Gandeng ITB Kembangkan Mobile Applications Developments Kendari, KP Komitmen Indosat untuk turut meningkatkan kreatifitas dan kemampuan dalam bidang aplikasi mobile bagi para developer muda di Indonesia, kembali diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor ITB, Prof Dr. Hasanuddin Z. Abidin dengan Director and Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat Fadzri Sentosa, di kampus ITB di Bandung. Kerjasama itu bertujuan untuk mengembangkan inovasi aplikasi, informasi, penelitian jaringan, sertamemunculkanahli-ahlidalam industri dan teknologi mobile yang dapat menciptakan nilai tambah bagiduniakampusdanmasyarakat secara luas. Salah satu wujud implementasi kerjasama dengan ITB ini adalah pendirian Indosat Innovation Lab di Bandung, sebagai kelanjutan dari program Indosat dalam mengembangkan sistem inkubasi untuk membantu para pengembang aplikasi dan inovator muda, serta memberikan

wadah bagi mereka untuk bereksperimen dan berdiskusi secara intensif. ”Kehadiran Innovation Lab ini akan menjadi pusat pertemuan para inovator muda dalam melakukan eksperimen dalam mengembangkan aplikasi berbasiskan berbagai sistem handset yang ada di pasar. Di Lab ini juga tersedia sarana dan prasarana untuk melakukan komunikasi dan eksperimen bagi masyarakat khususnya generasi muda yang berminat dalam bidang pengembangan aplikasi,” demikian disampaikan Fadzri Sentosa melalui release yang diterima Kendari Pos. Indosat Innovations Lab yang akan dibangun kedua di Bandung akan dilengkapi dengan berbagai sarana antara lain Ruang Demo (demo room), ruang seminar (conference room), ruang pengembang (developer room) serta dilengkapi dengan akses broadband HSPA+ 42 Mbps. Demo Room dapat dimanfaatkan para developer untuk mencoba berbagai aplikasi terkini dari produsen gadget seperti BlackBerry dan lain-lain. Sementara Developer Room sendiri dapat diakses oleh para developer melalui web portal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu. Selain pendirian Indosat Innovation Lab, kesepahaman den-

Unaaha, KP Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Konawe pada 2011 nanti masih konstan dari target PAD tahun sebelumnya yakni dilevel Rp 300-an juta. Kepala DKP Konawe, Djamaluddin B Saosao mengakui pihaknya tidak mencapai maksimal target PAD pada 2010. Hanya kisaran 60 persen saja disebabkan adanya kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan terkait penghapusan retribusi. “Penghapusan ini juga akan kita laporkan dan akan digantikan dari DAK,” ujar Djamaluddin B Saosao, beberapa waktu lalu diruang kerjanya. Selain itu disebabkan terlambatnya pengadaan alat berat Eskavator, yang juga salah satu

sumber PAD DKP terbanyak. Hambatan lain adanya kebocoran PAD. Dimana kapal yang memiliki izin penangkapan ikan dan beroperasi kabupaten Konawe menjual tangkapannya di Kota (Kendari,red) DKP Konawe tidak memiliki pos PAD dilaut. Ditambah lagi TPI di Konawe belum ada pasar, bengkel nelayan, yang ada hanya Solar Paket Dealer Nelayan (SPDN). “TPI kita tidak ada jembatannya, tidak ada pabrik esa. Apakah nelayan mau bertransaksi di TPI kita. Kota Kendari sangat lengkap. Ada pabrik esnya, bengkel nelayan dan sarana lainnya,” tegas Djamaluddin. Target PAD 2011 Rp 300 juta itu disepakatinya dalam pembahasan rancangan APBD 2011 tingkat komisi antara Komisi B DPRD Konawe dan DKP, pekan (28/12) lalu. Asumsinya, retribusi pemakaian kekayaan daerah Rp 200 juta, retribusi tempat pelelangan Rp 17,5 juta, retri-

busi penjualan produksi usaha daerah Rp 45 juta dan retribusi izin usaha perikanan. Salah satu sektor yang dapat menyumbang pundi-pundi PAD DKP Konawe adalah retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). “Disitu paling banyak menghasilkan. Kita sudah punya tetapi sarana dan prasarananya belum memadai. Harus ada pabrik es, bengkel nelayan, harus ada SPDN, dan ada pasarnya. Kalau sudah lengkap jelas kapal-kapal yang menangkap di Konawe harus menjual di TPI kita, yakni di Langara, Wawonii Barat dan TPI Nii Tanasa, Soropia,” tambahnya. Soal pabrik es milik DKP di Langara, Wawonii Barat hanya berproduksi 110 batang setiap tiga hari. Menurut Djamaluddin, produksi itu masih terbatas karena ada alat yang rusak. “Ini yang akan kita benahi. Kalau 110 itu sangat kurang,” tukasnya. (din/awl)

BMT Amanah Tambah Kantor Cabang Tahun Ini Buka Layanan Online Kendari,KP Lembaga Keuangan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Amanah kian eksis di Sultra. Hal itu terlihat dari jumlah nasabah. Dari 10 kantor cabang yang ada di Sultra, jumlah nasabahnya sudah mencapai 8069 orang dengan ratio pinjaman Rp 1,5 juta per orang. Total dana yang tersalur di masyarakat saat ini mencapai Rp 10,5 miliar dan dana pihak ke tiga (DPK) yang diperoleh dari masyarakat juga Rp 10 miliar. Untuk itu tahun ini BMT ingin menambah kantor cabang di sejumlah daerah dan membuka kantor center di Kendari. Kepastian itu diungkapkan Pengawas Managemen BMT Amanah Sultra yang juga salah seorang pemilik Saham, Amaluddin. Katanya BMT Amanah hadir di Sultra sejak tahun 2007 dan kini lembaga keuangan berbasis syariah itu memiliki 10 cabang di daerah. Di Kendari memiliki dua kantor yakni di Jalan Lasandara dan Jalan Saranani. Kemudian yang lainnya berada di Baubau, Buton Utara, Tinanggea dan beberapa daerah lainnya. “Rencana kami di dua bulan pertama tahun 2011 ini akan membuka tiga cabang yaitu di Poleang, Mawasangka dan Pasar Wajo. Untuk memudahkan sistem online awal tahun ini, kami juga akan membuka kantor centre di Kendari. Semua itu untuk memudahkan

Amaluddin sistem online di masing-masing daerah ,” terangnya kemarin. Untuk total aset yang dimiliki kata Amaluddin sudah mencapai Rp 10 miliar, dengan 90 karyawan yang ratarata adalah SDM lokal. Meskipun seluruh nasabah BMT adalah para pemilik usaha mikro kecil, tapi kemacetan atau NPL nya hanya dua persen. “Itulah uniknya di BMT, nasabah kami banyak tapi kemacetan kecil. Membiayai sektor mikro itu justru bisa meminimalisir kemacetan. Contohnya kalau dana Rp 100 juta kita pinjamkan kepada satu orang lebih tinggi resikonya bila macet dibandingkan kalau kita pinjamkan kepada 100 orang,” papar alumnus magister Fakultas Tehnik Unhas Makassar ini. Menurutnya dengan semakin banyaknya jumlah kantor yang didirikan BMT Amanah akan semakin memudahkan masyarakat. Sela-

ma ini sektor usaha mikro identik dengan meminjam dana kepada rentenir ataupun lembaga keuangan dengan bunga mencekik, bahkan sistem ijon. Kehadiran BMT Amanah bukan hanya oriented profit, tapi visi lembaga ini diharapkan bisa menjadi mitra dan patner para usaha mikro. Terbukti dari sejumlah usaha yang dibiayai tidak sedikit yang kemudian lebih berkembang lagi. Bukan hanya dari sisi pembiayaan tapi perolehan DPK di BMT Amanah lumayan tinggi. Dengan posisi yang telah mencapai Rp 10 miliar, itu membuktikan kepercayaan masyarakat untuk menitipkan dananya banyak. Sistem yang berlaku di lembaga tersebut yakni bagi hasil, dengan ketentuan 12 persen dari jumlah dana yang dititipkan setiap tahunnya, tanpa potongan biaya administrasi. Meskipun tidak tergabung di Bank Indonesia, Amaluddin menjamin bila dana yang disimpan adalah aman. Pasalnya saat ini BMT adalah lembaga keuangan yang sudah masuk menjadi anggota MNC (sejenis lembaga penjamin lembaga keuangan di Jakarta). Dari empat ribu BMT yang ada di Indonesia baru 150 unit yang masuk dalam MNC. “Untuk masuk dalam MNC itu tentunya tidak sembarangan, melalui proses survey dan segala persyaratannya. Jadi masyarakat tidak perlu takut, untuk bergabung dengan BMT Amanah, kami adalah lembaga keuangan yang sehat,” pungkasnya. (lis/awl)

RPH Optimis Capai Rp 300 Juta Target PAD Tahun 2011 Kendari, KP Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kendari tahun ini menargetkan akan mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 300 juta. Optimisme itu diungkapkan Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kendari, Abodi. Katanya setiap hari, rata-rata sebanyak 15 ekor sapi dipotong di RPH. Tahun lalu kata Abodi dari target PAD sebesar Rp 260 juta,

pihaknya merealisasikan Rp 220 juta. Capaian target tersebut, merupakan capaian tertinggi selama RPH berdiri. Seiring dengan peningkatan target yang dibebankan kepada RPH, pihaknya telah mengajukan peningkatan retribusi. “Kami bersyukur karena telah terbit Perda baru, yaitu Perda Tahun 2010, dengan jumlah retribusi Rp 62 ribu per ekor. Kami optimis untuk mencapai target Rp 300 juta, karena jika dirata-ratakan per malam dapat memotong 15 ekor sapi, total per tahun sebanyak 5.475 ekor,” tuturn-

ya. Untuk menjamin kebersihan RPH termasuk daging sapi, pihaknya mengharapkan penambahan tenaga honorer kebersihan yang saat ini hanya berjumlah 13 orang untuk luas 2,5 hektar dan 16 gedung. “Dengan terpenuhinya tenaga kebersihan tersebut, salah satu layanan di RPH tentunya semakin optimal. Mengingat tenaga kebersihan merupakan salah penentu kepercayaan masyarakat akan kesterilan pemotongan hewan,” tambahnya. (fas/awl)


PARIWARA

4

Kendari Pos | Rabu 12 Januari 2011

Kabupaten Kolaka

Meretas Jalan Menuju Masa Keemasan Rangkaian Demo Gerbangmastra-Bedah Kecamatan 2010 telah mencapai akhir, Kamis (4/1) lalu. Kehadiran Menteri Sosial RI, Salim Segaf Aljufri dan Gubernur Sultra, Nur Alam menandai berakhirnya program strategis Pemkab Kolaka tersebut dalam sebuah seremoni di Kecamatan Tirawuta, kawasan yang tengah menanti untuk dimekarkan menjadi kabupaten baru bernama Kolaka Timur. Secara umum tingkat keberhasilan seluruh kegiatan terbilang berhasil. Setidaknya hal itu tergambar dari hasil pantauan pada beberapa wilayah yang selama ini menjadi sasaran. Menyimak berbagai pencapaian sasaran sebelumnya, Pemkab Kolaka semakin yakin cita-cita Kolaka Emas akan tercapai.

MENGAWALI sambutannya di hadapan menteri sosial beberapa waktu lalu Buhari Matta mengisahkan perjalanan program Bedah Kecamatan yang merupakan pilar dari dua program terdahulu; Gerakan Pembangunan Kawasan Tertinggal (Gerbangkaster) dan Desa Model Gerakan Pembangunan Masyarakat Sejahtera (Demo Gerbangmastra). ‘’Kolaka kaya akan potensi alam namun di atas bumi yang kaya ini masih terdapat kemiskinan, pengangguran, dan berbagai bentuk ketertinggalan lainnya,” kata Buhari, mengawali sambutannya. Dengan kenyataan tersebut kemudian memotivasi pemerintah kabupaten Kolaka untuk mencari solusi tepat untuk mempercepat pembangunan diberbagai

Masyarakat dan kelompok tani diberi sarana pendukung pengolahan pertanian

sektor. Pada 2003-2004, diawali dengan implementasi kebijakan strategis dengan menciptakan kebangkitan baru, Gerakan Pembangunan Kawasan Keinginan masyarakat Kolaka untuk memiliki bandar udara akhirnya terwujud. Kini dua pesawat milik maskapai penerbangan mendarati Tertinggal (Gerbangkaster). Gerakan Bandara Saniban setiap hari. tersebut diwacanakan untuk membuka akses keterisolasian wilayah. pada peningkatan kualitas hidup dan Bupati memberi piagam melalui Pembangunan dan peningkatan kehidupan masyarakat penghargaan infrastruktur jalan-jembatan mulai pelaksanaan kebijakan strategis kepada dilakukan secara bertahap dan terpadu. pembangunan Gerakan Pembangunan kalangan dunia Dengan jalan tersebut, kantong-kantong Masyarakat Sejahtera (Gerbangmastra). usaha termasuk Gerakan tersebut dijalankan melalui produksi masyarakat dapat terjangkau, perusahaan sekaligus menciptakan tata niaga Desa Model Gerakan Pembangunan pemegang Kuasa Sejahtera (Demo perekonmian. Selain itu masyarakat juga Masyarakat Pertambangan dapat terakses oleh pelayanan publik Gerbangmastra). (KP), PT. Antam Pada program tersebut, desa dan seperti pendidikan, kesehatan dan dan PT. Inco kelurahan dijadikan sasaran pelayanan pemerintahan. yang selama ini Usai keterisolasian wilayah berhasil pembangunan. Selanjutnya pada 2009 menyokong diatasi, pada 2005 kebijakan diarahkan hingga kini pendekatan operasional program GerbangmastraGerbangmastra dilaksanakan melalui Bedah pola Bedah Kecamatan. Kegiatan Bedah Kecamatan Kecamatan sendiri dimaksudkan Kendala energi listrik diarahkan pada penajaman program di bagi masyarakat segala sektor. Gerakan ini sejatinya pedesaan secara diarahkan pada soliditas pemerintah, perlahan bisa teratasi masyarakat dan dunia usaha. berkat pemberdayaan Kegiatan pembangunan dilaksanakan energy PLTS di tiap desa/ melalui Gerbangmastra kemudian Mensos Salim diimplementasi melalui pendekatan kelurahan. Segaf Demo Gerbangmastra-Bedah memberi Kecamatan. Kegiatan-kegiatan tersebut apresiasi antara lain, penguatan dan peningkatan pada pelayanan pemerintahan melalui visualisasi penguatan pemerintahan lini depan, keberhasilan peningkatan dan pembangunan program infrastruktur jalan-jembatan, derajat ‘’jitu’’ Gerbang kesehatan masyarakat melalui Mastra pelayanan kesehatan dan KB, kualitas pendidikan, kualitas lingkungan melalui kegiatan Bedah Lingkungan, peningkatan dan penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan keamanan dan ketertiban guna mendukung iklim investasi yang kondusif, hingga peningkatan produksi pertanian. Kegiatan lain yang dilaksanakan Pembangunan dalam rangka peningkatan kualitas berbasis hidup dan kehidupan masyarakat yaitu, pemberdayaan Apresiasi Pemkab Kolaka bedah rumah ALADIN masyarakat di terhadap aparat pemerintah (Atap,Lantai,Dinding) plus SPAL dan Kolaka menjadi pada lini depan pelayanan PLTS, Gerakan Pemanfaatan lahan/ bahan seminar publiksangat besar. pekarangan melalui kegiatan Bedah publik yang Tambak/Bedah Kolam, dan Gerakan Dibuktikan melalui bantuan dilaksanakan kolaka menanam, Peningkatan kendaraan operasional bagi Litbang keterampilan kerja, pembangunan aparat kecamatan/desa Kemendiknas di karakter bangsa melalui pengembangan Bogor, Jawa jatidiri Kabupaten Kolaka, Barat. Pembangunan akses telekomunikasi

melalui kemitraan dan Bedah Bandara serta pemberantasan penyakit sosial masyarakat seperti judi, prostitusi dan minuman keras. Menurut Buhari Matta, kebijakan strategis Gerbangmastra merupakan penjabaran dari kebijakan pembangunan pemerintah provinsi Sultra, BAHTERAMAS, seperti pelayanan pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan gratis, serta peningkatan pelayanan pemerintahan lini depan melalui dana block grand. Selanjutnya dengan Gerbangmastra, berbagai program pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga juga dilaksanakan, termasuk program kementerian sosial seperti program rehabilitasi sosial daerah kumuh pada kegiatan rehabilitasi Dengan menggandeng Telkomsel, masyarakat di Kecamatan Uluiwoi bisa menembus rumah tidak layak huni dan program hambatan telekomunikasi. Kini Ponsel sudah menjamur pemanfaatannya di daerah yang keserasian sosial.(***) sebelumnya terbelakang.

Selain memberdayakan pertanian, Program Bedah Kecamatan juga telah berhasil mengangkat derajat ekonomi petani tambak

Daerah Tertinggal Telah "Tanggal" PADA seremoni penutupan Demo Gerbangmastra-Bedah Kecamatan 2010, di hadapan menteri sosial, para tokoh dan elemen masyarakat mendeklarasikan Kolaka Emas 2010. Deklarasi tersebut sekaligus menyikapi ‘’upaya” Pemkab Kolaka mengatasi berbagai kendala pembangunan yang telah berhasil memasuki masa keemasannya di tahun 2010. Kini tak ada satu daerah di Kolaka yang masuk

kategori tertinggal. Sebuah hasil kerja keras yang membanggakan. Kolaka Emas mengacu pada kriteria umum nasional dimana Kabupaten Kolaka dalam RPJM 2004-2009 telah dinyatakan keluar dari predikat daerah tertinggal dengan peningkatanpertumbuhan PDRB 2006 sebesar 15,64%, 2007 19,46%, tahun 2008, 16,81% dan 2009 sebesar 1,39%. Selain itu indeks pembangunan

manusia 2009 70,41%. Disamping kriteria tersebut pemerintah Kabupaten Kolaka, mempertajam indikator pencapaian Kolaka Emas dengan kriteria bebas rumah tidak layak huni, bebas penderita gizi buruk dan busung lapar, bebas fasilitas kesehatan yang darurat, bebas anak putus sekolah, bebas sekolah darurat, bebas keterisolasian wilayah dan bebas dari penyakit sosial masyarakat.(***)

Selain megatasi masalah kemiskinan dan keterbelakangan, Program Gerbangmstra-Bedah Kecamatan juga diarahkan pada penataan lingkungan di perkotaan.


Rabu, 12 Januari 2011

email : bumianoa@gmail.com

Tangkap Kayu, Polhut Dianiaya Raha, KP Aksi pembalakan liar kayu kawasan hutan lindung di Muna, tak pernah berhenti. Bahkan, untuk memuluskan aksi para pencuri, jalan kekerasan pun ditempuh. Anggota Polisi Kehutanan (Polhut), kembali menjadi korban saat menangkap truk pengangkut kayu di Desa Wakadia, Senin (10/1) lalu. Ketika itu enam anggota Polhut dibantu dua personil Polisi Militer (POM) melakukan patroli rutin. Sekitar pukul 22.30 Wita, mereka memperoleh informasi adanya pengangkutan kayu jati di kawasan hutan lindung Desa Wakadia yang diduga akan dibawa ke perusahaan kayu. Para petugas itu pun mendapatkan dua mobil truk yang sedang melakukan pengangkutan. Ketika hendak menangkap, pemilik kayu dan kendaraan bernama La Masudi tidak terima dan melakukan perlawanan. Seorang Anggota Polhut bernama Imran (26) menjadi

korban. Ia dipukuli menggunakan kayu oleh pemilik kendaraan. Bahkan seorang anggota POM pun ikut terkena pukulan pada bagian kepalanya. Bila saja tidak menggunakan helm, kepala anggota POM tersebut mengalami cedera serius. Menurut Imran, saat melakukan penangkapan, secara tiba-tiba mereka dihadang oleh sekelompok orang. ‘’ Saya mengalami luka memar pada punggung dan tangan,’’ keluh Imran. Namun perlawanan dari pemilik kayu tidak lama, petugas berhasil menangkap dan menggiring dua mobil truk tersebut ke Kantor POM Raha. Pemilik Kayu, La Masudi beralibi, kayu-kayu tersebut berasal dari kebunnya. Anehnya, Ia tidak mampu menunjukan bukti kepemilikan atas tanah tersebut. Belakangan setelah petugas melakukan penelusuran, tanah yang diklaim sebagai milik La Masudi masuk dalam kawasan hutan lindung. (awn)

Sanjung Guru, Amir Sahaka Dicibir Kolaka,KP kan terliPendidihat melkan membuontarkan tuhkan senkalimat tuhan profes i n i s sional untuk mereka berolah pikisebagai ran, berolah bentuk rasa, sikap ejekan sedan tutur tiap Amir kata. Dan itu Sahaka hanya dapat yang juga dilakukan mantan guru. Rangg u r u kaian kalitersebut mat penyemelontarm a n g a t kan “sanAmir Sahaka tersebut jungan” dilontarkan bagi proWakil Bupati Kolaka, Amir fesi guru. Walau itu dilakukan Sahaka dalam pembukaan pe- secara sembunyi-sembunyi di kan olahraga dan seni (Porse- belakang barisan. Untuk dikeni) memperingati HUT ke-7 tahui, tak kurang dari 2000 angPGRI, akhir pekan lalu. Say- gota PGRI dari 20 kecamatan ang, saat Amir Sahaka men- di Kolaka, mengikuti upacara yampaikan amanatnya itu, se- Porseni hingga Sabtu (15/1) bagian guru atau anggota kelu- mendatang di Kecamatan Bauarga yang hadir justru sibuk la dan turut dihadiri Sekretarmembahas soal hak-hak mere- is kabupaten, Ahmad Safei, unka yang hingga kini tak kun- sur pimpinan DPRD, Muspida jung dibayarkan oleh Pemk- hingga para camat. Pembukaan ab. Beberapa guru bahkan Porseni PGRI diawali devile mempertanyakan sikap dan seluruh kontingen. Amir Safungsi Persatuan Guru Repub- haka pada kesempatan itu menlik Indonesia (PGRI) dalam gatakan, Pemkab menyadari memperjuangkan kepentin- guru adalah faktor penentu utagan anggotanya. ma dalam proses pendidikan Beberapa anggota PGRI bah- dan pembelajaran. (p6)

PNS dan Anggota DPRD Belum Terima Gaji Andoolo, KP Hampir memasuki medio Januari di awal 2011 dijalani para PNS Pemkab Konsel dengan wajah muram. Para pamong daerah di otorita kendali Bupati, H. Imran tersebut ternyata belum juga menikmati gaji mereka. Keterlambatan administrasi pengelolaan keuangan oleh masing-masing bendahara SKPD adalah penyebab hingga upah bulanan tersebut belum disalurkan. Padahal pihak Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) terus meminta perampungan data dan laporan bendahara SKPD untuk disetorkan ke BPD Konsel. Keterlambatan penerimaan gaji ini sebenarnya bukan untuk pertama kali terjadi, melainkan setiap awal tahun baru. Kepala DPPKAD Konsel, Sahlul mengakui, jika gaji PNS dan anggota DPRD yang mencapai Rp 17,3 miliar tersebut belum terbayarkan. “ Keterlambatan pembayaran ini tidak ada hubungannya dengan rencana kenaikkan gaji di tahun 2011. Semua terjadi karena masingmasing bendahara SKPD belum merampungkan laporan keuan-

gan untuk disampaikan di DPPKAD,” ujarnya, kemarin saat ditemui di ruang kerjanya. Padahal versi Sahlul, anggaran untuk gaji pegawai negeri di Konawe Selatan sudah tersedia sejak 3 Januari atau begitu dana alokasi umum Konsel ditetapkan. Begitu juga dengan di Bank Pembangunan Daerah Konsel, anggaran untuk setiap bulannya sudah disiapkan. Hanya saja pihak bank belum dapat membayar gaji, bila Bilyet Giro (BG) dari masingmasing bendahara SKPD belum ditembuskan ke BPD. “ Insya Allah mulai hari ini (kemarin) bila sudah ada laporan keuangan bendahara, DPPKAD sudah dapat menyampaikan ke BPD untuk memulai pelayanan gaji bagi PNS,” katanya. Anggota DPRD Konsel, Awaluddin juga mengakui jika hingga pertengahan Januari 2011 belum menerima gaji. “ Kami juga tidak tahu kenapa hingga saat ini belum dapat diterima. Namun pastinya bendahara di sekretariat sudah mengurusinya dengan harapan dalam satu-dua hari ini dituntaskan dan Kami dapat terima gaji,” harapnya, kemarin. (era)

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Oknum Polisi Mabuk Menganiaya Ibu Muda Kendari, KP Tak ada prestasi membanggakan yang bisa membuat korps bhayangkara di daerah ini membusungkan dada. Terungkap, justru berderetnya tindakan tak bermoral aparat kepolisian dan kian melukai hati masyarakat yang seharusnya dilindungi, diayomi dan dilayani. Insiden paling baru adalah ulah oknum polisi Briptu Herdiansyah yang dilaporkan menganiaya seorang ibu muda bernama Hesri. Akibatnya korban harus mendapat perawatan intensif pihak medis karena mengalami luka lebam dimukanya.

Kejadian itu bermula saat brigadir satu yang bertugas di Polres Kolaka Utara itu mencari suami korban bernama Jumardin untuk diajak pesta minuman keras (Miras) dimalam tahun baru, ketika itu. Kondisi Briptu Herdiansyah saat bertandang memang telah dalam keadaan mabuk berat. Ketika itu Hesri mengatakan jika suaminya tidak berada dirumah. Mendengar jawaban itu, rupanya Briptu Herdianyah kesal dan langsung memukul wajah wanita berusia 20 tahun yang berdomisili di Kelurahan Lapai, Kecamatan Gapa tersebut. “ Padahal

Kasus Korupsi KPU KonselDigelarKembali Andoolo, KP Permintaan penyidik Polres Konsel dalam kepentingan audit penggunaan anggaran Pemilu legislatif dan presiden tahun 2009 oleh KPU di BPK pusat telah berlangsung dalam dua tahap. Meski begitu, data yang diperoleh tetap saja kurang lengkap. Untuk itu Polres Konsel mengaku akan kembali menggelar perkara (ekspos) indikasi korupsi dengan melibatkan tim peAhmadi nyidik Polda Sultra. Kapolres Konsel, AKBP Anjar Wicaksana mengatakan, penyelidikan, penyidikan terhadap dugaan korupsi di KPU Konsel memang telah memasuki beberapa tahapan. Mulai dari pemeriksaan terhadap seluruh anggota KPU, PPK dan PPS. Dari proses itu, baru dua tersangka yang ditetapkan yakni Bendahara dan Sekretaris KPU. “ Untuk permintaan hasil audit, penyidik telah melakukan koordinasi dengan BPK sebanyak dua kali,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Polsek Andoolo, kemarin. Anjar mengakui ada sejumlah data yang kurang dari hasil audit BPK. Namun Ia berjanji pihaknya tetap serius mengusut hingga ada titik terang berapa jumlah kerugian negara, termasuk siapa-siapa yang akan dijadikan tersangka pada tahap berikutnya itu. Untuk mengetahui pastinya, Polres Konsel bersama penyidik dari Mapolda Sultra akan kembali membedah dengan menggelar perkara pada Kamis (13/1) besok. Sementara itu Ketua KPU Konsel, Ahmadi yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui rencana gelar perkara lanjutan atas kasus dugaan korupsi di lembaganya. “ Kami masih menunggu perkembangan, termasuk hasil audit BPK. Untuk itu kami belum bersikap termasuk belum menyiapkan pengacara untuk pendampingan pada saatnya,” ujarnya. Menurut Ahmadi, pemeriksaan dugaan korupsi yang dilakukan polisi telah berlangsung dengan baik terhadap anggota KPU maupun saksi lainnya. (era)

Infokom Terima Bantuan Kendaraan Pasarwajo, KP Bantuan unit kendaraan untuk mobilisasi Badan Infokom PDE Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Buton diterima. Kendaraan roda empat berisi banyak bahan bacaan tersebut nantinya akan menjadi perpustakaan keliling. ‘’ Semoga semakin meningkatkan semangat baca masyarakat, khususnya para pelajar,’’ kata Kepala Kepala Badan Infokom, PDE Arsip dan Perpustakaan Buton, La Halimu. Menurutnya, perpustakaan keliling adalah salah satu perangkat pendidikan non formal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan penyediaan buku-buku bacaan. ‘’ Mobil bantuan ini nantinya akan digunakan untuk menjangkau daerah yang jauh dari perpustakaan dalam lingkup Pemkab Buton,’’ timpal Kepala Bidang Perpustakaan dan Pameran, Syafrin. (k1)

Saya cuma menjawab pertanyaannya, Eh.. Saya langsung dipukuli,” katanya, kemarin. Jumardin, suami korban menimpali, saat kejadian itu, Ia memang masih berada di rumah. Namun begitu mendengar sepeda motor Briptu Herdiansyah, Ia langsung bergegas keluar untuk menghindar sekaligus menolak ajakan pesta Miras. Suami Hesri menyayangkan kejadian itu karena selama menjadi aparat kepolisian, Briptu Herdiansyah sebenarnya tinggal di kediaman Jumardin dan telah dianggap keluarga. Kasus ini telah dilapor-

kan ke Polres Kolaka Utara untuk mendapat sanksi pidana umum serta kode etik kepolisian. Kapolres Kolaka Utara, AKBP Markilat Heru Prasetyo mengakui adanya laporan kejadian tersebut. Kini oknum anggota tersebut sementara menjalani pemeriksaan. Versi pelaku saat itu sesuai berita acara pemeriksaan, ucapan Hesri menyinggung perasaannya sehingga melakukan pemukulan. “ Kami akan proses sesuai dengan aturan serta hukum yang berlaku,” tegas mantan Kasat I Ditnarkoba Polda Sultra itu. (ano)

PenuntasanKasusUmarTebuTakJelas? Gubernur Terbitkan Izin Pemeriksaan Sejak November 2010 Kendari, KP Masih ingat dengan kasus penganiayaan melibatkan Anggota DPRD Kolaka asal Partai Golkar, Umar Tebu yang dilaporkan ke Polres Kolaka ?. Sampai saat ini kasus itu tak jelas lagi perkembangannya. Padahal, alasan utama belum diperiksanya Umar Tebu karena dalam kapasitas wakil rakyat sehingga membutuhkan izin gubernur. Tak ada alasan lagi, karena Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sultra, Andi Baso menegaskan, Gubernur, Nur Alam telah meneken surat izin pe-

meriksaan terhadap Umar Tebu. Bahkan Ia menjelaskan, sejak November 2010 surat tersebut telah dikirim ke Kolaka. “ Surat itu sudah diproses sejak sekitar dua bulan lalu dan telah Kami kirim ke Kolaka,’’ tegas Andi Baso. Hal ini penting Ia jelaskan karena romor berkembang menyebutkan, bila gubernur sengaja menghambat proses pemeriksaan Umar Tebu dengan menundanunda pengiriman surat izin itu. “ Tidak ada niat dari gubernur untuk memperlambat proses itu. Gubernur selalu konsen dengan penegakan hukum. Tidak lama setelah disodorkan, gubernur langsung tandatangan. Sekali lagi, Itu sudah kita tindak lanjuti dua bulan

Baca IZIN di Hal 6


6

Kendari Pos |Rabu, 12 Januari 2011

Dirut PDAM Konawe Mengundurkan Diri Unaaha, KP Jiwa ksatria dan komitmen diperlihatkan Rasyid Anwar T. Tak sanggup lagi menjalankan tugas sebagai Direktur Utama PDAM Konawe, Ia pun mengundurkan diri. Kemarin, Rasyid resmi digantikan Harsono dalam seremoni pelantikan oleh Bupati Konawe, Lukman Abunawas. Dalam surat pernyataan pengunduran dirinya tertanggal 13 Desember 2010 lalu, Rasyid Anwar menyatakan mengundurkan diri karena adanya permasalahan di PDAM Konawe yang menyebabkan Ia tak dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab secara maksimal dalam pelay-

anan air bersih kepada masyarakat. Rasyid menguraikan tiga alasan itu. Mulai dari debit sumber air di Lambuya yang tidak dapat terealisasi sesuai harapan karena semakin menurun, pipa air pada sumber dan transmisi kecil serta tua sehingga banyak yang keropos. Alasan lain adalah Ia tak bisa mewujudkan programnya untuk meningkatkan kualitas air distribusi ke pelanggan karena sarana yang dibangun di Matabondu untuk proses penyaringan belum dimanfaatkan. ‘’ Terdapat sumber air potensial yang belum dapat dioperasikan dan difungsikan di Kecamatan Anggaberi. Terakhir, jumlah karyawan yang

tidak sesuai rasio pelanggan dan tidak efektif. Atas permasalahan dan kondisitersebutsangatmembebanikeuangan PDAM Konawe dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab meelayani kebutuhan air bersih masyarakat,” jelas Rasyid Anwar. BupatiKonawe,LukmanAbunawas akhirnya menunjuk Harsono menggantikan posisi Rasyid Anwar sebagai Dirut PDAM Konawe yang baru. Harsono diyakini mampu menjalankan tugas dengan bekal pengalaman bertugas di birokrasi selama 37 tahun, diantaranya sebagai mantan Camat Abuki dan mantan Kepala Kantor Perizinan Konawe. (din)

Mobil Sampah Minim, Pemkab Bebani Pengusaha Truk HERMAN/KP

Salah satu obyek wisata Pantai Polewali di Konawe Selatan yang belum dikelola maksimal oleh instansi terkait.

Izin .................... lalu,” tandasnya. Sebenarnya, jika menilik aturan berlaku, seharusnya pemeriksaan polisi terhadap Umar Tebu dapat dilakukan meski tanpa izin gubernur. Sebabnya jika polisi telah mengirim surat permintaan pemeriksaan kepada gubernur namun dalam tempo 60 hari belum mendapat respon, maka dengan penuh inisiatif, peny-

idik dapat melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan. Itu berarti, jika merunut dari tanggal pengiriman permohonan izin pemeriksaan yang dilayangkan Polres Kolaka pada 31 Oktober 2010, hingga kemarin (11/1) sudah berjarak 72 hari. Sekedar mengingatkan, masalah hukum yang menyeret Umar Tebu itu bermula dari persoalan utang piutang yang melibatkan rekan H.

Sukri bernama Faisal dan Adi (anak Umar Tebu) senilai Rp 80 juta. Namun karena kesalahpahaman, kedua belah pihak akhirnya terlibat perkelahian. Dua anak Umar Tebu yakni Umar dan Adi serta seorang kerabatnya, Suriadi melakukan pengeroyokan. Ketiganya dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama dan pasal 351 tentang penganiayaan secara perorangan. (ema)

Raha, KP Pemkab Muna menargetkan tahun 2012 mendatang daerahnya meraih predikat daerah terbersih dengan memboyong piala adipura. Langkah untuk meraih penghargaan tersebut mulai digalakkan melakukan kerja bakti Jumat Bersih dengan melibatkan seluruh PNS. Sayang, karena keterbatasan kendaraan operasional angkutan sampah, ‘’hasil’’ kerja itu belum dapat dievakuasi pada tempat pembuangan akhir. Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Muna memberi beban kepada pengusaha angkutan truk untuk

membantu mengangkut sampah di dalam Kota Raha. “ Kami meminta partisipasi pemilik truk, untuk membantu mengangkut sampah dalam kota. Partisipasi mereka memang sangat diharapkan. Dengan kondisi keuangan yang defisit, pemerintah kesulitan membeli kendaraan operasional pengangkut sampah. Kamu sedang melakukan sosialisasi kepada pemilik truk,” kata Wakil Bupati Muna, Malik Ditu, kemarin. Kepala Badan Lingkungan Hidup, L Untu menjelaskan, hingga kini Pemkab Muna memiliki sembilan

unit kendaraan pengangkut sampah, namun hanya tiga yang layak operasional. “ Tidak semua sampah bisa terangkut, utamanya di sekitar Lasalepa,” ungkapnya. Pemkab telah menghubungi para pemilik truk, namun belum sempat melakukan tatap muka. “ Mereka (pengusaha angkutan) masih berada di luar Kota Raha,” tambahnya. Namun Ia berharap ada partisipasi pemilik truk untuk menciptakan Muna Bersih, Hijau dan Indah (Berhati). “Adipura tidak akan bisa diraih kalau tak ada partisipasi masyarakat,’’ tandasnya. (awn)


7

Kendari Pos | Rabu, 12 Januari 2011

Wa Ode Zainab Hibi Disarankan Melawan Kinerja... dengan para pendemo bahwa Baharuddin-Malik harus menunjukkan prestasinya. “Andai pemerintahan dan pembangunan di Muna itu normal, program kerja 100 hari pun harus dipertanyakan. Tapi masalahnya, Muna kan dalam kondisi yang terpuruk. Muna dalam keadaan bangkrut. Harus membayar utang warisan pemerintahan sebelumnya Rp 43 Miliar. Karena kondisi Muna yang tidak normal maka sangat tidak bijaksana kita pertanyakan prestasi 100 hari, sementra kinerja selama 10 tahun sangat merosot,” tu-

tur La Ode Ota. Yang justeru dikhawatirkan mantan Ketua Walhi Sultra ini adalah, jangan sampai masyarakat Muna yang salah memberi kesimpulan dari sejumlah aksi yang ada. Oleh karena itu, salah satu solusinya agar rakyat menarik kesimpulan yang benar adalah mendesak Polda untuk menuntaskan penyelidikan kasus dugaan korupsi berjamaah di Muna yang sudah menyeret 22 orang saksi, termasuk di dalamnya para pejabat. “Polda harus mempercepat pengusutannya. Polda harus cepat memberi kepastian hukum, apakah korupsi berjamaan yang sudah menjadi rahasia

umum di Muna ini benar atau tidak. Apakah pemeriksaan 22 orang saksi itu berisiko hukum atau tidak. Kalau tidak terjadi korupsi, katakan, Muna bebas korupsi. Kalau ada indikasi korupsi, segera umumkan tersangkanya. Kalau tidak kuat untuk menjerat kakap, ya sudah yang teri sajalah agar masyarakat Muna punya kesimpulan yang jelas,” terang Zairin. Hal sama juga disampaikan Ketua Satgas DAMAI, LM Zairin Ombi. Menurut dia, aksi menuntut kinerja pemerintahan DAMAI adalah sesuatu yang wajib. Karena itu, dia mengaku tak khwatir dengan ekses negatif yang bakal di-

terima Bupati Muna, LM Baharuddin maupun wakilnya, Abdul Malik Ditu. Pernyataan ini dia lontarkan karena type kepemimpinan DAMAI memang pro pembangunan. “Saya tahu persis, type Pak Dokter (Bupati Baharuddin) type membangun dan orientasi pembangunan dan kesejahteraan. Pak Dokter itu bukan orientasi uang. Catat bicara saya, selama Pak Dokter yang jadi bupati, tidak akan ditemukan lagi lobi-lobi bersama DPRD untuk meloloskan program atau proyek yang berorientasi uang. Tidak akan lagi proyek menimbun laut yang hanya menyengsarakan dan memiskinkan raky-

at Muna,” tutur Zairin Ombi. “Contohnya, dalam 100 hari kerja jalanan Warangga sudah bagus. Andai tidak ada utang Rp 43 Miliar, tidak ada utang di BPD Kendari, Makassar dan Jawa Timur, kinerja 100 hari itu akan sangat bagus lagi. Bayangkan, uang untuk beli sayur di Rumah Jabatan Bupati saja tidak ada. Ini kan memalukan kalau dibuka di publik. Tapi karena diunjukrasa, terpaksa dibuka supaya masyarakat tahu, oh ternyata begini kondisi keuangan di Muna sekarang,” tambah Zairin lagi. Kesempatan yang sama, terkait pemecatan Ketua DPRD Muna, Wa Ode Zainab HIbi, Za-

Ponakan Prabowo Kampanye Anti Perdagangan Manusia Manfaatkan... setahun. Dia menjelaskan, sistem kampanye perubahan iklim tersebut bersifat getok tular atau dari mulut ke mulut. Dari pelatihan itu, selain ilmu tentang perubahan iklim, Sara mendapatkan bekal tentang cara berkomunikasi dengan berbagai kalangan. Bagaimana dia nanti melakoni sepuluh presentasi tersebut? Sara akan masuk ke bidang yang berbeda-beda. Mulai bidang bisnis, politik pemerintahan, hingga hiburan. Untuk dunia bisnis, dia memanfaatkan jaringan orang tuanya. Selain itu, dengan agak malu-malu, dia menyebutkan beberapa perusahaan yang akan dimasuki. Di sejumlah perusahaan tersebut, dia punya saham. “Saya akan masuki itu semua,” ucapnya dengan penuh semangat. Selain merambah bidang bisnis, Sara siap masuk ke lingkungan politik di sekitarnya. “Pokoknya, untuk urusan itu (perubahan iklim, Red), semua harus bergerak bersama-sama,” papar keponakan pendiri dan pembina Partai Gerindra tersebut. Menurut dia, keluarga di kanan dan kirinya pasti mencintai bumi, selain cinta keluarga. Nah, dari sanalah Sara berharap hasil presentasi di beberapa keluarga berdampak positif. Minimal, keluarganya bisa menyerap informasi yang sudah dia dapat selama menjalani The Climate Project Asia Pacific Summit. Dengan begitu, mereka bisa lebih berpihak kepada kehidupan yang bersahabat dengan lingkungan. Sara pun bakal semakin gencar kumpul-kumpul dengan massa sendiri. “Lingkungan saya itu saya beri porsi besar,” papar dia. Dengan presentasi yang digagas, dia berharap ilmu untuk menangkal perubahan iklim bisa ditularkan kepada banyak orang. Setiap obrolannya nanti tidak dilepaskan dari pesan-pesan menjaga bumi. Untuk kehidupan pribadi, dia mengakui ada kebiasaan yang tidak bisa diubah. Padahal, kebiasaan tersebut sebenarnya tidak mendukung gerakan menangkal perubahan iklim. Yaitu, bepergian dengan menggunakan mobil mewah. Sayang, dia tidak mau menyebut merek tunggangannya itu. “Dengan kondisi Jakarta dan kesibukan lain, sulit meninggalkan mobil,” terangnya, lantas tersenyum. Sambil memperbaiki posisi selendang yang menyelip di leher, Sara menuturkan tidak bisa

menjalankan seabrek kegiatan tersebut dengan menggunakan sepeda angin atau sepeda onthel. Meskipun, sepeda itu menjadi alat transportasi yang ramah lingkungan. “Karena itu, agar tak banyak orang yang pakai mobil pribadi, di Jakarta harus ada transportasi masal yang nyaman,” ujar dia. Dia menyebutkan, perkembangan Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan masih kalah oleh kota-kota di beberapa negara berkembang lain. Di antaranya, New Delhi dan Mumbai di India. “Mereka sudah punya MRT (mass rapid transportation, Red),” jelas Sara. Dia berharap, perkembangan transportasi itu bisa ditularkan ke Indonesia. Menurut dia, pemerintah punya kekuatan untuk mewujudkannya. Sara juga menjelaskan,

ada beberapa kebiasaan baru yang bakal dikerjakannya. Semuanya dilakukan demi misi menjaga bumi dari ancaman perubahan iklim. Salah satunya, tidak membiarkan lubang colokan listrik digunakan tanpa manfaat. “Jika TV mati, harus saya cabut kabel listriknya,” papar artis yang juga aktif dalam gerakan anti perdagangan manusia tersebut. Itu dia lakukan untuk menghemat energi listrik. Selain itu, jika sudah dikaruniai anak, Sara bakal mengenalkan hewan-hewan khas yang tinggal di kawasan dingin atau bersalju. Misalnya, beruang kutub dan penguin. “Biar anak saya nanti tanya terus kepada bapaknya, bagaimana kondisi hewan-hewan itu,” ucap Sara, lalu tertawa lepas. Mo-

tivasi di balik pengenalan tersebut, anaknya nanti bisa prihatin terhadap pemana-

san global yang mengancam kehidupan hewan-hewan tersebut.(kum)

irin Ombi menyarankan agar Zainab melawan. Kata dia, tidak ada syarat yang mendukung pemecatan Wa Ode Zainab Hibi. Dalam UU tentang susunan dan kedudukan Pimpinan DPRD dikatakan bahwa pimpinan DPRD berhenti atau diberhentikan dari jabatannya karena: meninggal dunia, mengundurkan diri, tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap, melanggar kode etik DPRD berdasarkan hasil pemeriksaan badan kehormatan, dinyatakan bersalah berdasarkan putusan

pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dengan ancaman hukuman serendah-rendahnya lima tahun penjara dan ditarik keanggotaannya sebagai Anggota DPRD oleh partai politiknya. “Yang bisa dilakukan adalah poin yang terakhir ini. Keanggotaannya ditarik oleh partai. Tapi kan salah juga karena Ibu Zainab masih menjadi anggota DPRD. Ibu Zainab hanya bisa dilengserkan dari jabatan Ketua DPRD kalau dia dipecat dari keanggotaan DPRD,” terang Zairin.(awn)


Kendari Pos

8

Inspirasi dan Aspirasi Masyarakat Sultra

Kendari Pos | Rabu, 12 Januari 2011

Neneng Iskandar Akan Dituntut Lagi Berkas Pemeriksaan Amin Razak Dinyatakan Lengkap Kendari, KP Setelah Hakim PN Bau-Bau menjatuhkan vonis 5 tahun penjara, denda dan biaya pengganti terhadap Neneng Iskandar, terpidana mobil dinas (Mobdis) fiktif lingkup Dinkes Bombana, ia akan diperhadapkan kembali dengan tuntutan yang baru. Dalam kasus yang sama dengan kontrak yang berbeda, Neneng Iskandar masih akan dituntut. Artinya, hukuman penjara 5 (lima) tahun sangat berpotensi akan bertambah. Kali ini, Neneng Iskandar akan disidang bersama suaminya, Muh. Amin Razak alias Boby, Anggota DPRD Kota Kendari dalam kasus yang sama. Pasangan suami istri tersebut terjerat dalam kasus yang sama yakni pengadaan mobdis fiktif lingkup Dinkes Bombana sebanyak 6 unit yang dibagi dalam tiga kontrak. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi menjelaskan, pengadaan Mobdis Puskesmas Keliling di Dinas Kesehatan Bombana, terbagi dalam tiga kontrak untuk 6 unit kendaraan yakni kontrak nomor 050/001/BJ-DL/2008 tertanggal 9 Mei 2008 sebanyak 3 unit oleh CV Tujuh Dua Bersaudara dengan anggaran Rp 719.805.000,-. Kontrak nomor 050/001/BJ-DL/2008 tertanggal 18 September 2008 sebanyak 2 unit oleh CV Razakti Perkasa dengan anggaran Rp 445.000.000,- dan kontrak nomor 050/002.A/BJ-DL/2008 tertanggal 18 September 2008 tentang pengadaan mobdis puskesmas keliling sebanyak 1 unit oleh CV Razakti Perkasa dengan anggaran Rp 209.715.000,-. “Dari enam unit tersebut, baru satu unit

yang dibayar, yakni kontrak ketiga. Sementara dua kontrak lainnya tidak dibayar (fiktif). Untuk kontrak pertama yang ditangani oleh CV Tujudua Bersaudara dibawah kendali Neneng Iskandar telah disidangkan di PN Bau-Bau bersama terpidana lainnya, termasuk dr Gazali Sjamsuddin (mantan Kadis Kesehatan Bombana) dan Muh. Amin (mantan pejabat di Dinkes Bombana). Kini, penyidikan terhadap CV Razakti Perkasa dibawah kendali Muh Amin Razak alias Boby juga sudah dianggap lengkap alias P-21 dan pekan depan akan dilimpahkan ke Kejati Sultra baik berkas, barang bukti, maupun tersangkanya,” jelas Moch. Fahrurrozi. Dalam kasus CV Razakti Perkasa, tersangka utamanya adalah Muh. Amin Razak. Setelah dilakukan penyidikan, kata dia, ternyata Neneng Iskandar, dr. Gazali, Muhammad Amin, Kasman Masiri, Memeriani, Mahaluin, dan Arnest juga terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka akan menghadapi kembali penuntutan yang berpotensi menambah masa hukumannya yang telah jatuh vonis saat ini. “Untuk kontrak kedua ini, berkas yang telah rampung yakni berkas Muh. Amin Razak, dr. Gazali Sjamsuddin, Muh. Amin, dan Neneng Iskandar. Pekan depan mereka akan dilimpahkan alias tahap II. Sedang Kasman Masiri, Memeriani, Arnes, dan Mahluin lebih awal dilimpahkan ke Kejati Sultra,” jelasnya. Artinya, vonis 5 tahun penjara terhadap Neneng Iskandar akan bertambah. Begitu pula dengan vonis 2 tahun 6 bulan penjara terhadap dr. Gazali Sjamsuddin, dan Muh. Amin divonis 2 tahun 4 bulan penjara juga dapat bertambah. “Kerugian negara dalam kontrak yang ditangani oleh CV Razakti Perkasa sebanyak Rp 900 juta. CV Razakti Perkasa melakukan pencairan anggaran sebanyak dua kali pada kontrak kedua tersebut,” pungkas Moch. Fahrurrozi. (aka)

Wiranto Minta SBY Tegas dan Berani Wiranto... Lebih lanjut, Wiranto yang saat itu hadir bersama tokoh nasional lainya seperti, Ketua Dewan Kehormatan Laskar Ampera Arief Rahman Hakim (LAARH) Angkatan 66 Fahmi Idris, Ketua DPR Marzuki Alie, Anggota DPD yang juga mantan aktivis AM Fatwa, Poli-

tisi senior Bomer Pasaribu, menyebutkan, bukti kerusakan sistem pemerintahan saat ini dapat dilihat dari kasus Gayus Tambunan. “Tidak akan ada Gayus yang berkelanjutan jika semua aparat dan institusi hukum di negeri ini berani melakukan perombakan secara simultan dan menyeluruh. Bukan secara parsial,” katanya.

Namun, ditegaskan Wiranto, semuanya tidak akan berjalan dan hanya akan menjadi wacana semata, jika tidak ada ketegasan dari Presiden yang hari ini duduk sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap Negara. “Semuanya akan kembali pada ketegasan dan keberanian seorang Presiden. Begitu pun soal reshuffle,” tegasnya.(dms)

(F-Mukhtar Lutfi/Radar Semarang)

Kondisi Desa Sirahan Kecamatan Salam Kabupaten Magelang paska diterjang banjir lahar dingin, Minggu (9/1) lalu.

Harga Paspor Gayus Hampir Semilyar Polisi Berhasil Mengungkap Jaringan Sindikat Pembuat Paspor Palsu Jakarta, KP Penyidikan polisi terkait pelesiran Gayus Tambunan ke luar negeri menemukan titik terang. Tim gabungan Direktorat Pidana Korupsi dan Direktorat Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan pembuat paspor palsu Gayus. Tim sekarang fokus mencari oknum Imigrasi yang diduga terlibat. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam menjelaskan, Gayus membeli paspor palsu itu dengan harga USD 100 ribu. Uang sebanyak itu dibagi-bagi oleh jaringan sindikat pemalsu paspor. “Keterangan itu kita dapatkan dari salah seorang tersangka pemalsu yang berhasil kita tangkap,” ujar Anton

kemarin (11/01). Penyidik menangkap Andre alias Hendi di kawasan Tebet Jakarta Selatan pada Senin (10/01) dinihari menjelang subuh. Dia sekarang mendekam di rumah tahanan Bareskrim Polri. “Tersangka A dapat dijerat Pasal 266 jo 55 dan 56 tentang pemalsuan dan turut serta dalam tindakan pemalsuan,” kata Irjen Anton. Menurut mantan Kapolda Jatim ini, A berperan sebagai penghubung atau kontak Gayus saat membuat paspor. Dia menerima jatah USD 2.500 dari USD 100 ribu yang Gayus bayarkan. “Sisanya untuk temannya. Ada dua yang kita masih kejar,” katanya. Irjen Anton memastikan siapapun yang terlibat dalam sindikasi pemalsuan paspor itu akan diperiksa Polri. Termasuk oknum Imigrasi. “Siapapun, sekarang masih didalami,” tegasnya. Kabidpenum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menambahkan, paspor Gayus diduga aspal. “Bukunya asli, tapi datanya

palsu,” katanya. Boy menjelaskan, setelah A mendapat order membuat paspor Gayus, dia memotret mafia pajak itu dengan kamera pribadi. “Dilakukan di luar tahanan,” katanya. Setelah itu, foto Gayus berwig itu diproses dengan data palsu yang belakangan nomor paspor itu teregistrasi atas nama seorang anak Margarita yang batal mengambil. “Tidak menutup kemungkinan ini sindikat yang sudah lama beroperasi. Artinya tidak hanya paspor Gayus yang dibuat mereka,” katanya. Selain menyidik soal paspor, polisi juga fokus mendalami motif pelesir Gayus ke sejumlah negara. Salah satunya, polisi mengincar donator atau becking Gayus yang membiayai perjalanan itu. Termasuk yang menyiapkan dana untuk membuat paspor “aspal”. Kabareskrim Komjen Ito Sumardi menyebut ada seorang pengusaha yang intens

Baca harga di Hal 2


Hujan Ringan

Rabu, 12 Januari 2011

23 - 32 °C

Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

Demokrat Bisa Dikongsikan? Kendari, KP Kongsi Demokat, PAN, PKS dan PBR mulai goyang. Jika kengototan Golkar untuk menempatkan kadernya sebagai ketua di salah satu komisi DPRD terwujud, maka kekuasaan empat partai tersebut bakal pecah. Boleh jadi partai yang tidak mendukung kocok ulang akan kembali dikongsikan. Demokrat misalnya, karena menganggap kocok pimpinan

komisi belum waktunya, bisa jadi senjata untuk memprovokasi kongsinya dengan partai yang lain. Golkar saat ini adalah raksasa parlemen yang justru dijegal oleh keempat partai tersebut. Jadinya, jika Golkar itu mampu melakukuan lobi, maka harus ada yang dikorbankan untuk menenangkannya. Pertanyaanya, siapa yang akan dikorbankan?.

Demokrat saat ini menjadi penguasa komisi karena mendudukkan dua kadernya sebagai ketua komisi, sedangkan dua ketua komisi sisanya diisi PAN dan PKS. Ketua DPRD Sultra Rusman Emba yang juga kader Golkar mengatakan, harus ada prinsip keberimbangan di parlemen. Hal itu diperkuat dengan atu-

Baca DEMOKRAT di Hal. 10

Rusman Emba

Hasid Pedansa

Suwandi Andi

Ryha Madi

Pengungsi Maluku Keroyok Polisi

SUWARJONO/KP

Kendari, KP Demo masyarakat eks pengungsi Maluku dan Maluku Utara di sekitar kantor DPRD Sultra sempat diwarnai aksi pemukulan terhadap polisi, kemarin. Seorang polisi berpakaian preman menjadi bulan-bulanan massa karena berniat mengamankan salah seorang pendemo yang membunyikan petasan di tengah kerumunan. Massa yang tidak terima aksi polisi itu, balik mengejar dan menyerang. Aksi pemukulan pun tidak bisa terhindarkan. Beberapa massa melepaskan pukulan dan tendangan ke arah polisi. Akibat banyaknya massa yang melakukan pngeroyokan. Polisi tersebut terdesak hingga terjatuh di parit. Di dalam parit, polisi masih saja ditendang oleh massa. Beberapa orang dari pendemo berusaha melerai tindakan tersebut dan melindungi polisi yang jadi bulanbulanan. Polisi yang menggenakan jaket biru dan celana panjang cokelat itu berusaha diamankan ke alam taman di kantor walikota. Polisi lainnya terlihat berusaha melerai namun tidak berhasil. Diantaranya hanya berteriak kepada massa menyebut bahwa yang dipukul itu adalah anggota polisi. Setelah aksi pemukulan tersebut, tensi massa semakin meninggi. Mere-

Seorang demonstran pengungsi Maluku dan Maluku Utara memegang panflet bernada kritikan terhadap pemerintah Sultra. Sedangkan foto kanan salah satu pendemo yang murka dengan kebijakan Pemprov.

Bandung Bisa Ditahan

ULFAH/KP

Suasana pedagang di Paddy’s Market yang makin ramai.

SAMPAH

Paddy’s Market Hanya Ada Satu TPS PADDY’s Market (PM) makin ramai. Proses jual beli pun makin lancar. Nah, sudah barang tentu peningkatnya transaksi juga dibarengi produksi sampah yang melimpah. Pihak kebersihan Pemkot tak tinggal diam melihat kondisi ini,hingga menempatkan satu unit tempat pembuangan sementara (TPS). Menurut Kadis Kebersihan Agussalim, pihaknya hanya mampu menyediakan satu TPS karena tak memiliki anggaran. “Saat ini di PM telah tersedia satu unit TPS, dengan kapasitas 10 kubik. Satu TPS kami anggap cukup bagi kawasan PM dengan 800 pedagang,” kata Agussalim.

Baca TPS di Hal. 11

Kendari, KP Bandung L, tersangka penipuan di arena Musda Hanura Mei 2010 lalu ternyata bisa saja ditahan. Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Drs. Moch. Fahrurrozi,kemarin. “Kasus ini adalah tindak pidana murni. Tersangkanya Bandung dapat ditahan,” terang Fahrurrozi. Namun, Polda Sultra belum memiliki komitmen dan sikap tegas dalam melakukan penahanan tersebut. Buktinya, sudah sekitar 7 bulan ditetapkan menjadi tersangka, belum ada tindakan penahanan yang dilakukan. Bahkan, proses hukumnya terkesan lamban. “Ketentuan yang berlaku itu dapat ditahan. Tapi tidak mesti harus ditahan. Tergantung penilaian penyidik. Jika tersangka dinilai dapat menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatan yang sama, maka tersangka tindak pidana akan ditahan. Jika tidak, ya bisa ditahan, bisa tidak. Tergantung penilaian penyidik,” katanya lagi sembari mengaku Bandung koop-

eratif menjalani proses hukum. Sementara Sekretaris DPD Hanura Sultra, Slamet Durasim berharap agar Polda tak terpengaruh dengan presur yang dilakukan sekelompok oknum tertentu dalam kasus ini. Polisi memiliki independensi dalam menangani kasus. “Kami akan mengikuti semua proses hukum yang berlaku. Kami tidak ada kongkalikong dengan penyidik. Bandung pun ditetapkan sebagai tersangka, itu kewenangan penyidik dan kami akan tetap mengikuti prosedur hukum yang ada,” jelasnya. Dalam kasus tersebut, Bandung telah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Ketua Panitia Musda DPD Hanura dan tidak ada indikasi penipuan di dalamnya. “Hanura merasa Bandung tidak bersalah. Uang yang dipungut saat Musda bukan ketentuan yang dibuat oleh Bandung, tapi sesuai dengan ketentuan kepanitiaan Musda. Uang senilai Rp 50 juta adalah kontribusi dari mas-

Baca DITAHAN di Hal. 10

Yaudu Salam Ajo

DPRD Telusuri Dana Rp 7 M Kendari,KP Sepertinya tidur Kabag Ekonomi Anna Susanti bakal tidak nyenyak. Uang panjar Rp 400 ribu yang dipungut dari pedagang Pasar Sentral Kendari akan terus terngiang di benaknya. Apalagi, DPRD Kendari akan menelusuri dana yang capai Rp7 miliar tersebut,apakah dibenarkan secara hukum atau tidak termasuk ke mana dana tersebut disimpan. Menurut H. Djayadi Said, dana tersebut jika tersimpan di BPD Cabang Pembantu Kendari, yang perlu diketahui atas nama siapa. “Jadi kami akan telusuri dana ini,”katanya. H a r u s n y a Pemkot tidak membebankan masyarakat calon pemilik kios, dengan melakukan pungutan uang muka. Apalagi pasar cuma pondasinya yang kelar dibangun dan pungutan tak memiliki dasar hukum. “ Harusnya Pemkot memberi kelonggaran menyangkut kepentingan masyarakat. Pondasi pasar saja belum kelar sudah diminta uang muka. Apala-

Baca KEROYOK di Hal. 10

METRO COVER STORY

Baca DANA di Hal. 11

Lukman v Asrun “Basah” di Matabondu Kendari, KP Polemik sumber air Matabondu, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe tidak hanya melibatkan PDAM kedua daerah itu, tapi juga sudah “membasahi” dua kepala daerah, Bupati Konawe Lukman Abunawas versus Walikota Kendari Ir Asrun. Mereka bermain air Matabondu dengan argumen bagi hasil. Pemkab Konawe ngotot bagi hasil, oleh Pemkot bagi hasil dinilai wewenang gubernur. Artinya, dibagi atau tidak tergantung Pemprov. Nah, Lukman nampaknya tak mau pikir panjang. Jika tak jelas bagi hasil, bupati dua periode itu akan menutup Matabondu. Menurutnya bagi hasil perlu dilakukan karena sumber air tersebut milik Konawe. “Jelas kita akan atur. Pemkot Kendari harus menyesuaikan. Kalau kita mau tutup mau apa. Hak kita kan,” ujarnya sesaat usai melantik Dirut PDAM Konawe yang baru, Harsono, di Aula Pemkab Konawe kemarin. Harsono menggantikan Rasyid

Asrun

Lukman Abunawas

Anwar T, BA. Menurut Lukman, komentar Ir Asrun bahwa bagi hasil wewenang Pemprov itu bukan dimainnya. Matabondu bukan permukaan air, tapi di bawah tanah. Ketentuan kegiatan sumber air, jika air bawah tanah itu merupakan kewenangan mutlak kabupaten di mana berada. Kalau air permukaan seperti sungai maka itu kewenangan gubernur. “Jadi kewenangan gubernur

tidak ada. Ini bukan domainya. Ingat, Matabondu bukan permukaan air tetapi di bawah tanah.Jadi ini adalah kewenangan di mana air itu ada,”tukas alumnus Lemhanas ini. Jadi, sumber air di Matabondu itu adalah aset Pemkab Konawe. Saat ini izin sudah ada. “Yang belum selesai adalah MoU bagi hasil. Pemkab Konawe dan

Baca BASAH di Hal. 11


Metro

10 Awas!, Jangan Sampai Blunder Demokrat .................. ran dalam tata tertib, yang mengatur kemungkinan reposisi ketua dan anggota komisi, maksimal 2,5 tahun. Versi Golkar, itu berarti meski belum 2,5 tahun reposisi sudah dilegalkan. “Dalam Tatib disebutkan untuk pimpinan alat kelengkapan maksimal 2,5 tahun. Memang ada yang interprestasinya berbeda, tapi dalam kajian kami, saya andaikan bupati bisa menjabat maksimal dua periode, tapi kalau satu periode sudah tidak terpilih, berarti ada ruang untuk tidak sampai ke periode kedua,” ungkapnya. Jika memang Golkar merasa harus memiliki wakil, berarti ada diantara Demokrat, PAN atau PKS yang harus terdepak dari posisi ketua komisi. Kemungkinan terbesar adalah Demokrat yang akan “ditendang” karena menguasai dua kursi ketua. Tapi Wakil ketua DPRD Endang yang juga sekretaris DPD Demokrat Sultra menentang itu. Menurutnya tidak ada lagi partai single mayority atau partai penguasa, yang berhak menentukan kocok ulang komisi. Namun Rusman mengatakan bahwa perebutan kursi ketua komisi bukan soal siapa yang hebat atau siapa yang pintar. Semua anggota DPRD katanya harus mempertimbangkan unsur keterwakilan partai dalam setiap komisi. Memang meski sebagai partai penguasa dan menudukkan kadernya sebagai ketua DPRD, tapi Golkar tidak diberikan kedudukan sebagai ketua ataupun sekretaris komisi. “Kita berharap ada harmonisasi karena kami partai terbesar tapi tidak memiliki pimpinan alat kelengkapan. Tidak

rasional, Golkar punya banyak suara tapi tidak punya ketua komisi. Bukan berarti ketua komisi dia lebih pintar atau jago, tapi yang penting ini kan keterwakilan,” terang Rusman. Bahkan mantan anggota DPRD Muna ini menegaskan bahwa dengan berusaha merebut posisi ketua komisi, bukan berarti partainya serakah. Pasalnya Golkar tidak berhasrat untuk merebut semua kursi komisi, tapi hanya mewujudkan prinsip keterwakilan semua partai. “Sebetulnya kita cukup satu saja. Kita berharap ada kebersamaan. Saya harap dari teman-teman, DPR inikan prinsipnya bagaimana kita memperjuangkan nasib rakyat. Jadi kebersamaan dan keseimbangan harus diutamakan,” tegasnya. Rusman pun menjelaskan posisi Golkar yang tidak ingin menjadi otoriter dengan kocok ulang komisi. Golkar katanya tidak mementingkan kadernya duduk di komisi berapa, yang penting ada perwakilan saja, itu sudah cukup. “Komisi berapa? tidak penting itu.Yang penting mari kita bersama-sama, kami berharap kami juga diberikan ruang. Lagian perlu ada penyegaran supaya anggota DPR lebih maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat,” imbuhnya. Sepertinya keinginan Golkar untuk reposisi tidak bertepuk sebelah tangan. PAN juga mendukung wacana reposisi tersebut asalkan dimusyawarahkan seluruh anggota. Menurutnya prinsip keberimbangan yang ditawarkan ketua DPRD,sangat rasional. Sebagai partai penguasa parlemen, Golkar juga perlu diberikan tempat untuk duduk diketua komisi. Ketua fraksi Amanat Bersatu

Sultra Suwandi Andi bahkan rela jika PAN tidak diberikan posisi di ketua komisi. “Fraksi PAN hanya ingin menjaga stabilitas dan harmonisasi antara eksekuti dan legislatif,” terangnya. Namun, hal itu harus dilakukan melalui proses yang musyawarah mufakat oleh anggota DPRD. Ia menganggap proses penentuan unsur pimpinan komisi lebih elegan jika dibicarakan ke dalam, daripada dibahas dengan nada tinggi paripurna. “Hanya saja ini semua domain masing-masing fraksi. Karenanya ini harus tuntas dibahas di fraksi,” jelas ketua Bappilu PAN Sultra ini. Dukungan kocok ulang ketua komisi yang digulirkan Golkar juga datang dari PKS, PBR dan PDIP. Ketua komisi IV Yaudu Salam Ajo menganggap kocok ulang anggota dan ketua komisi itu ada dalam mekanisme internal dewan. Evaluasi bisa dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan fraksi. Fungsinya untuk melihat apakah kadernya sudah sangat efektif bekerja di komisi itu atau tidak. Seperti Suwandi, Yaudu berharap agar prosesnya berlangsung dengan penuh musyawarah. “Siapa saja berpeluang untuk menjadi ketua komisi. Hanya saja semua itu harus dibangun kesepakatan dan kesepahaman agar tujuan kita untuk bekerja di dewan ini bisa tercapai. Jangan terkotak-kotak hanya karena persoalan ini. Sebab, kita ini semua adalah satu,” jelas Yaudu. Sementara meski tidak mengetahui ada proses kocok ulang karena tidak menghadiri paripurna, tapi sekretaris komisi IV, Ryha Madi yang juga kader PBR juga sependapat dengan Golkar. “Kalau bicara

Kendari Pos |Rabu, 12 Januari 2011

Usulan Wagub ke Menkokesra Ditolak soal kocok ulang komisi, saya sependapat dan kalau bisa semua sama. Mari kita dudukkan persoalan ini dengan musyawarah mufakat. Golkar juga bisa untuk mendapatkan satu komisi,” katanya. Hasid Pedansa dari Fraksi Bangun Sultra mengaku kalau kocok ulang komisi itu adalah rasional karena diatur dalam aturan. Ketua dan anggota komisi terangnya paling lama menjabat selama 2,5 tahun. Tapi ini ada kemungkinan setiap tahun bisa diroling. “Mari kita bangun musyawarah mufakat. Saya kira bisa saja masing-masing satu pimpinan yakni, PKS, PD, PAN dan Gorkar,” kata Hasid legislator asal PDIP ini. Sekedar diketahui kalau Fraksi Bangun Sultra tidak terlalu ngotot karena salah seorang anggota Fraksi Bangun Sultra menjadi ketua Badan Kehormatan adalah Yusran Silondae (PPP). Nah,persoalan lolos tidaknya perjuangan Golkar tergantung lobi politik yang dilakukan. Siapa mendukung apa dan tentu bagaimana tawarannya ke depan. Yang jelas, kontribusi politik itu perlu. Lantas, bagaimana jika Demokrat tetap ngotot untuk tidak melakukan kocok ulang pimpinan komisi? Sudah bisa ditebak bahwa kongsi akan pecah. Bisa saja Demokrat justru akan balik dikongsikan partai lain karena sikapnya yang keras. Bola bundar, semua berpeluang tergantung permainan nanti,siapa lebih siap dan jeli menghadapinya. Tentunya harus menyiapkan strikernya, play maker dan tentu defender yang handal. Jangan sampai justru wacana kocok ulang menjadi blunder. Blunder bagi Golkar ataukah Demokrat?. (ema/yaf/nan)

Keroyok .................... ka memaksa menembus blokade polisi yang menghalangi mereka masuk ke halaman DPRD Sultra. Namun setelah melalui proses lobi, akhirnya polisi mempersilahkan pendemo masuk dengan pengawalan ketat polisi dan blokade di pintu masuk gedung DPRD. Meskipun di dalam tengah berlangsung rapat antara ketua dan pengurus Saluran Aspirasi Rakyat (SARA), LSM pendamping eks pengungsi Maluku dan Maluku Utara, tapi massa eks pengungsi tetap berorasi di luar gedung. Mereka menuntut pemerintah memperhatikan nasib mereka seperti nasib pengungsi eks Timor-timur yang mendapat bantuan tahun 2010. “Kita merasa didiskriminasi pemerintah,” teriak salah seorang demonstran. Bentuk Tim Terpadu Di dalam ruang rapat, DPRD bersama Asisten I Nasruan, Kadis Sosial Nuhung Makati dan pimpinan SARA menyepakati membentuk tim terpadu untuk meminta konfirmasi ke Jakarta terkait bantuan eks pengungsi Maluku dan Maluku Utara.

Rapat yang dipimpin langsung ketua DPRD Rusman Emba dan diikuti Ketua Komisi IV Yaudu Salam Ajo dan sekretarisnya Ryha Madi, menyepakati tanggal 18 Januari tim terpadu yang terdiri atas DPRD, Pemprov dan SARA akan berangkat ke Jakarta. “Kita akan klarifikasi sampai ke DPR RI dan ke Menko Kesra. Pastinya bahwa tanggal 18 mendatang kita sudah berangkat ke Jakarta,” jelas Rusman Emba. Dalam rapat tersebut, SARA membeberkan bahwa eks pengungsi Maluku dan Malut di Sultra baru mendapatkan bantuan tanggap darurat terminasi sebesar Rp 3,5 juta/KK. Sementara pada tahun 2001-2002 daerah lain seperti Maluku, Malut, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara mendapatkan bantuan Rp 16,6 juta/KK. Tuntutan masyarakat eks pengungsi Maluku dan Malut di Sultra bermula dari terbitnya Inpres Nomor 06 tahun 2003 tentang percepatan pemulihan pembangunan Maluku dan Malut pasca koflik. Inpres tersebut tidak menyertakan daerah penampungan pengungsi di Sultra. Akibatnya usulan Wagub Saleh Lasata tentang eks pengungsi Maluku dan Malut ke Menkokesra di tolak. (ema/yaf)

Tak Ada Nama Forum Peduli Hanura di DPD Ditahan ..................... ing-masing bakal calon agar bisa maju menjadi calon. Persoalan Gunawan Yiedri gugur dalam proses Musda, itu disebabkan karena yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan dan dinyatakan gugur saat itu, bukan Bandung yang menggugurkan pencalonannya,” jelas Slamet Durasim. Selain itu, DPD Hanura Sultra juga

mengomplain kelompok pemuda yang mengatasnamakan diri Forum Peduli Hanura. Partisan bentukan Hanura dinilai jelas dan tidak ada nama Forum Peduli Hanura. “Ada indikasi, orang dalam sendiri yang menggerakkan. Sebab, mereka yang melakukan unjuk rasa tidak memiliki kepentingan dalam kasus ini. Jika terbukti ada orang dalam di balik itu, maka Partai Hanura akan melakukan tindakan tegas dan memecat oknum tersebut,” tandasnya.(ema/aka)


Metro

Kendari Pos |Rabu, 12 Januari 2011

Rp 10 M Untuk Jaringan Perpipaan Basah ........................ Pemkot Kendari yang saat ini dibahas tim teknis DPRD Konawe dan kabag ekonomi Setda Konawe. Yang jelas itu aset Pemkab Konawe. Pemkot Kendari harus menyesuaikan dan mengikuti kebijakan Pemda Konawe dan DPRD Konawe,” tambahnya. Lukman juga berpesan kepada Direktur PDAM yang baru dilantik dapat bekerja profesional. Artinya mampu menguasai dan memahami aspirasi mayarakat. Dalam hal ini, memahami kebijakan pimpinan daerah dan DPRD. Koordinator Pusat Pengembangan Air Baku (PPK) Sultra, Jafar mengatakan sumber air Matabondu termasuk air permukaan. Nah, untuk memanfaatkannya tidak

membutuhkan pengeboran. “Sumber air Matabondu sama seperti air sungai yang melalui celah tanah, dan untuk memanfaatkannya tidak membutuhkan pengeboran. Apalagi sebelum proyek pembangunan dilaksanakan, pihak Kementerian PU telah meninjau lapangan,” tutur Jafar. BPPK adalah lembaga yang mengurusi bantuan PDAM yang bersumber dari APBN Kata dia, Karena telah ditinjau, usulan Pemkot Kendari untuk membangun sumber air PDAM disetujui, ditandai dengan digulirkannya dana Rp 5,4 milliar dari pengajuan anggaran Rp 6,4 milliar. “Dana sebesar itu telah dipergunakan bagi pembangunan fisik, diantaranya untuk pembangunan wadah pengumpul dan penampung air. Kalau pun terjadi perdebatan pengelolaan antara

Pemkot Kendari dan Pemkab Konawe, seharusnya dapat diselesaikan dengan MoU yang saling menguntungkan,” lanjutnya. Bagaimana rencana Pemkab Konawe yang akan menutup Matabondu? Ia berharap agar kedua pemerintahan itu dapat menjalin kesepakatan untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan. “Apalagi pada 2011 ini Pemkot Kendari akan melakukan MoU jaringan perpipaan dengan Pemkab Konawe. Sebab dana Rp 10 milliar akan dikucurkan untuk pembangunan jaringan perpipaan,” katanya. Sebelumnya, Asrun menegaskan bahwa bagi hasil dengan Pemkab belum diatur. Sebab berbicara bagi hasil adalah wewenang gubernur. “Bagi hasil adalah wewenang gubernur,”katanya beberapa hari lalu. (fas/din)

11

Pedagang di Wuawua Harus Bersihkan Sampah TPS ........................... Agussalim memprediksi, produksi sampah belum akan meningkat kare-

na di PM belum ada aktivitas bongkar muat sayuran. Sayuran kata dia paling banyak produksi sampah di pasar. “Kami hanya sediakan satu TPS karena tak memiliki anggaran. Berbeda di

Pasar Bonggoeya, kami siapkan 4 TPS,”katanya sembari mengatakan agar pedagang yang masih berjualan di Pasar Wuawua juga ikut bekerja membersihkan sampah. (fas)

DPRD Tak Pernah Melihat MoU Pemkot dengan Pedagang Dana ......................... gi dana yang terkumpul saat ini sudah Rp 7 miliar,”katanya. Yang jadi pertanyaan, kalau tersimpan di bank, bunga uang tersebut digunakan ke mana. “Ada laporan yang kita terima dari masyarakat, mereka membayar uang muka itu di Bank BPD Cabang Pembantu di Kota Kendari. Tapi masuk rekening siapa, kita tidak tahu,” ujar legislator asal Partai Gerindra ini. Ia juga miris mendengarkan keterangan Anna Susanti menggunakan

dasar hukum MoU. Kalau MoU, kenapa pihak DPRD tidak mengetahui hal ini. DPRD menurut Djayadi juga tak pernah melihat MoU tersebut. Menurut laporan masyaralat, pedagang yang menyetor uang muka, tidak diberikan surat perjanjian apapun oleh Pemkot. Mereka cuma memegang selembar kwitansi sebagai bukti pembayaran. Ketua DPRD Abdul Rasak membenarkan dewan belum pernah melihat MoU yang dimaksud Anna Susanti. “ Kita belum lihat MoU tersebut seperti apa. Bagaimana isi perjanjian antara Pemkot dengan masyarakat,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Dewi Kartika. Kata legislator asal PDIP Kota Kendari ini, peran Pemkot dalam hal ini perlu dipertanyakan. “ Pasar belum dibangun, tapi uang muka sudah dipungut. Pemkot itu bertindak sebagai developer atau kontraktor ? Bangun pasar itu ada dananya sekitar Rp 100 miliar. Terus dasar hukum pungutan itu apa, apakah dalam bentuk perwali atau MoU seperti apa, itu harus jelas. Dalam waktu dekat kita akan cek ke BPK. Kita akan pertanyakan dana itu masuk kerekening mana, atas nama siapa, serta dibernarkan atau tidak ada pungutan seperti ini,” kata Dewi. (tri)


Kendari Pos

Rabu, 12 Januari 2011

Hiburan

13

Julia Perez, Novelnya Diprotes Gaston Jessica Iskandar

Jessica Iskandar, BB Yes, Pornografi No ANCAMAN pemerintah menutup layanan BlackBerry lantaran belum memblokir situs porno, juga jadi perhatian aktris Jessica Iskandar. Dia minta usaha pemerintah memerangi pornografi jangan sampai merugikan masyarakat. “Yang diblokir ya situs porno, jangan malah BB-nya. BB-nya tidak salah, justru berguna bagi banyak orang orang,” kata ucap Chika, sapaannya, saat ditemui di Studio RCTI, kemarin. Demi kebaikan, Chika mendukung langkah pemerintah yang diwakili Menkominfo Tifatul Sembiring memblokir situs-situs porno BB. Tanpa diminta pun, kata Chika, dia sering membuang gambar gambar porno yang masuk ke BB-nya. “Kadang-kadang kan aku juga suka dikirimin gambargambar kayak gitu (vulgar) sama temen-temen, tapi nggak aku lihat dan langsung aku delete file-nya,” curhat Chika. Chika berharap pemerintah tidak hanya melihat BB dari sisi negatifnya. Sebagai pengguna smartphone seperti BB, ia merasakan banyak manfaat menggunakan alat canggih tersebut. “Karena BB, komunikasi jadi lebih lancar. Sosialisasi dengan orang-orang juga jadi lebih mudah. Sayang banget kan kalau BB sampai ditarik (dari peredaran) cuma garagara penggunanya menyalahi aturan pakai,” protesnya. (jpnn/lia)

RENCANA Julia Perez membuat novel yang mengupas kisah hidupnya terkendala izin pacar. Novel Jupe berjudul Sex, Pray and Love itu sudah rampung hampir 90 persen. Novel yang terinspirasi dari film Julia Roberts, Eat, Pray, Love itu tinggal masuk ke penerbit untuk diedit dan dicetak. Tapi ia belum berani melangkah lagi karena ada protes dari kekasihnya, Gaston Castano. Pasalnya, di novel itu, Jupe juga menceritakan kisah cinta masa lalunya dengan bekas suaminya, Damian Perez. “Dia nggak suka masa lalu dengan Damian diungkitungkit lagi. Buat Gaston, yang namanya masa lalu ya masa lalu, dia nggak mau aku inget-inget lagi,” kata pemilik nama Yulia Rahmawati ini kepada Rakyat Merdeka, kemarin. Demi Gaston, Jupe akan manut. Tak ada izin dari kekasihnya, Jupe terpaksa mengurungkan niatnya mempublikasikan sebagian kisah hidupnya lewat buku. “Kalau dia bilang oke ya jalan. Tapi kalau nggak, ya batal,” jelasnya. Sampai saat ini, Jupe masih merayu Gaston agar memberi izin. Menurutnya, di buku itu, ia tidak hanya menceritakan kisah cintanya dengan Damian Perez. Cerita perseteruan dan konflik dengan keluarga, kisah keluarga yang tak setuju dengan Gaston, sampai rencana pernikahannya dengan Gaston juga diulas. “Tapi semua tergantung dia. Karena aku sadar, dia protes berarti kan dia sayang sama aku,” katanya. Meski demikian, hal itu tak mengganggu jalinan cinta Jupe dengan pesepakbola asal Argentina itu. Menurut Jupe, sampai saat ini hubungannya masih tetap mesra. Lantas, apakah sudah siap untuk menikah dengan Gaston? “Pacaran lebih geregetan. Kami juga belum siap menikah. Tunggu saja nanti,” ujarnya. (jpnn/lia)

Julia Perez

Kim Kardashian

Kim Kardashian, Minder Punya Body Semok SUPER model Kim Kardashian mengaku minder dengan body seksi yang dimilikinya. Kekasih pebasket NBA, Kris Humphries itu menganggap dirinya tidak seseksi yang dibayangkan orang. Hal itu diungkapkan Kardashian di salah satu wawancara dengan Majalah US Glamour edisi awal tahun 2011. “Saya tidak merasa diri seksi, seperti yang dikatakan orang-orang. Tidak seperti yang mereka pikirkan. Justru, saya sering kurang percaya diri saat memilih baju,” ujar Kardashian. Selain berbicara mengenai penampilannya, bintang reality show itu juga curhat seputar perjalanan asmaranya yang kerap kandas di tengah jalan. “Kalau anda bertanya kepadaku lima tahun lalu, apa yang akan aku lakukan di umur 30, saya pasti akan bilang menikah dan memiliki satu atau dua orang anak,” ujarnya. Kardashian memang sering bergonta-ganti pasangan, dan kebanyakan dengan atlet. Atlet yang pernah dikencani model Majalah Playboy itu adalah pemain foot ball, Reggie Bush, lalu Miles Austin, pemain Dallas Cowboys. Bahkan, dia pernah dekat dengan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Kini, Kardashian kembali merajut cinta dengan pria dari kalangan olahragawan. Pria yang menjadi dambaan hatinya adalah pebasket ‘brondong’ berusia 25 tahun, Kris Humphries yang bermain di klub NBA, New Jersey Nets. (jpnn/lia)


Edukasi

14

Kendari Pos

Rabu, 12 Januari 2011

Les Menjelang UN Mirip Bisnis Kendari, KP Menjelang ujian nasional (UN), seluruh tingkat satuan pendidikan memiliki ancangancang menyambut dengan berbagai persiapan. Di antara ada sekolah yang mempersiapkan diri dengan mengadakan les atau try out. Namun SMA Kartika, yang tercatat sebagai sekolah swasta di Kota Kendari justru menghindarkan diri dari les. Hal itu diungkapkan secara tegas Kepala SMA Kartika, NP. Dahlan. Baginya, les sama dengan bisnis yang dilaksanakan di sekolah. Keefektivan les, menurutnya sangat minim, bahkan banyak merugikan siswa.

“Saya menganggap les sebagai persiapan UN adalah kegiatan membisniskan sekolah, karena sekolah pasti akan meminta pungutan kepada siswa dan wali murid,” katanya. Itu hanya sebagian nilai negatif dari les. Alasan lainnya menurut kepala sekolah yang menjabat sejak tahun 1985 itu, les membuat siswa menjadi manja dan merasa akan tertolong. Karena telah mengikuti les setiap hari, siswa tidak mandiri dan ingin dibantu saat ujian. Dalam artian tak ada rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dan tanggungjawab agar belajar lebih giat.

“Menurut saya les sama dengan bisnis. Lain halnya dengan les privat, dapat dirasakan efektifitas dan manfaatnya,” ujarnya. Selama ini, SMA kartika memang tak pernah melaksanakan les. Bagi Dahlan, persiapan les bukan hanya menjelang UN, tetapi sejak hari pertama sekolah sampai hari ke- 360. Dalam artian, siswa harus dibimbing setiap hari. Jadi menjelang UN, guru SMA Kartika hanya menyiapkan prediksi soal yang disesuaikan dengan standar kompetensi lulusan (SKL). Salah satu keuntungan tersendiri bagi SMA Kartika yang memiliki cabang pusat di

kota-kota besar. Dengan begitu, saat ini SMA Kartika telah mengantongi SKL, tanggal ujian, bahkan teknik kelulusan, sehingga guru dapat membuat prediksi soal. “Kami sudah mewajibkan para guru untuk mengintensifkan pembelajaran baik yang melalui sistim, model-model pembelajaran, dan pemberian tugas pada siswa,’’ katanya. Sedangkan tugas peserta didik katanya akan terus digenjot kedisiplinannya, ketertiban, kepatuhan, dan ketaatannya, karena sekali saja siswa kelas XII tak hadir maka orang tua harus mempertanggungjawabkannya. (p2)

STIK Avicenna Tingkatkan Akreditasi Jurusan Kendari, KP Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Avicenna Kendari terus memacu kualitas setiap lembaga pendidikan di dalamnya. Salah satu metode yang dilakukan dengan meningkatkan akreditasi setiap jurusan. Menurut Ketua STIK Avicenna, dr. H. Thamtrin Datjing,

M.Kes., saat ini jurusan di STIK hampir terakreditasi seluruhnya. Dari lima jurusan yang ada, dua di antaranya sudah mendapat pengakuan dari Badan Akrediatasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Jurusan S1 kesehatan masyarakat dengan akreditasi B, dan D3 Keperawatan dengan akrediatasi C.

Sedangkan jurusan D3 kebidanan dan S1 Keperawatan sementara dalam proses pengusulan. Diharapkan, tak lama lagi dua jurusan ini pun mendapat pengakuan yang layak dari BAN-PT, sehingga kualitas STIK Avicenna bukan hanya isapan jempol semata. Dikatakan, untuk jurusan S1

ilmu gizi, yang baru dibuka dua tahun terakhir pun sudah memiliki izin operasional. “Untuk jurusan S1 gizi kan baru tiga semester berjalan, jadi untuk akreditasi belum memenuhi syarat, tapi seiring dengan berjalannya waktu, itu juga akan kami usulkan agar mendapat akreditasi,” kata Thamrin. (p2)

Anak TKI Berhak Nikmati Pendidikan Jakarta, KP Sekretaris Ditjen Mandikdasmen Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Bambang Indriyanto mengungkapkan, anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri, tetap berhak untuk mendapatkan dan menikmati pendidikan. Hal tersebut-lah katanya, yang menjadi dasar pemerintah khususnya Kemdiknas, untuk mendirikan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). “Pembangunan SIKK di atas tanah seluas 1,5 hektar ini ten-

tunya masih di bawah payung pendidikan non-formal. Namun akan diformalkan, mengingat pemerintah Malaysia tidak mengenal pendidikan non-formal,’ terang Bambang di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (10/1). Dijelaskan Bambang, hingga saat ini, cukup banyak anakanak TKI yang tidak diterima untuk mengikuti pendidikan di Malaysia. Dengan kondisi demikian katanya, adalah tugas pemerintah yakni Kemdiknas, untuk memberikan layanan pendidikan kepada siapa

pun warga bangsa Indonesia di manapun berada. “Kita punya kewajiban memberikan layanan pendidikan,” tukasnya. Untuk diketahui, jumlah warga negara Indonesia yang berada di wilayah Sabah mencapai lebih kurang 400 ribu orang, dan di antaranya adalah tenaga kerja Indonesia. Mereka kebanyakan berasal dari Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, serta Nusa Tenggara Barat. Selebihnya ada juga yang berasal dari Jawa, Sumatera, serta pulau lainnya di Indonesia.

Selain itu, terkait pendidikan anak-anak TKI di Sabah, tercatat ada sebanyak 51 ribu anak usia sekolah, dengan 10 ribu diantaranya telah mengikuti pendidikan baik formal maupun non-formal. Untuk SIKK, kata Bambang lagi, saat ini memiliki siswa sebanyak 350 lebih. Gedung SIKK sendiri akan dibangun di komplek Kota Kinabalu Industrial Park (KKIP), untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan, sehingga secara bertahap anak-anak dapat mengenyam pendidikan dasar sewajarnya. (jpnn)

WULAN/KP

Pentas Seni MI Pesri dalam rangka ulang tahun ke 37 Pesri.

Pesri Kendari Rayakan Ultah Kendari, KP Tahun 2011, Pesri memasuki usia yang ke 37. pesantren yang beroperasi sejak 1 Januari 1973 itu didirikan oleh 11 tokoh antara lain, Alm. Mayjen (purn) H. Edy Sabara, Alm. H. Muhtarum, SH, Alm. K.H Silondae, Alm. H. A. Madjied Joenoes, Alm. Drs. H. Abdullah Silondae, H.A. Karim Aburaera, S.H., Drs. H. Djalante P, Drs H.A Zainul Arifin, Alm. Rafiudin, Alm. Nurdin Dg Magasing, Alm. Abd. Rahiem Munir, Alm. Muhammad Amin, dan Ir. Muhammad Saleh. Namun, di hari jadi yang seharusnya membuat bahagia itu, Pesri justru dirundung duka. Keluarga besar Pesri kehilangan tokoh pemimpin, H. Baso Suamir, yang menjabat sebagai pimpinan pesantren sejak 1985. Beliau telah berpu-

lang pada (29/12). Meski begitu, pihak pesantren tak terlalu larut dalam kesedihan. Mereka telah mengagendakan acara untuk memperingati acara ulang tahun pesantren dengan berbagai kegiatan. Hal itu dikatakan sekretaris Pesri, Dr. Supriayanto, M.A., didampingi Kepala MAS Pesri, Dra. Hj. Rosmin Ando. Acara ulang tahun sekaligus reuni ke-8 itu melibatkan seluruh pihak yang ada di Pesri, mulai dari pengurus, pengasuh, pengajar, para siswa hingga alumni. Dimulai pada tanggal 7 s.d 10, mereka mengawali dengan pembukaan porseni antar alumni dan pembina. Acara tersebut selain untuk meningkakan tali silaturahmi, juga untuk mengembalikan rasa cinta dan kerinduan terhadap ses-

ama rekan yang ada di Ummushabri. Selain porseni, juga terdapat pentas seni, yang diisi oleh para siswa dan alumni, terdiri dari seni tari, kasidah, nasyid, nyanyi solo, vokal grup, dan haflah, atau ngaji bareng yang diikuti seluruh alumni, siswa, dan pengurus Pesri. Setelah rangkaian kegiatan tersebut, juga terdapat jalan santai, dzikir akbar, dan ziarah kubur ke makan H. Baso Suamir. “Dengan ulang tahun ini, kami mengharapkan dapat meningkatkan tali silaturahmi antara alumni dan guru atau pengurus. Selain itu kami juga tak lupa untuk mengagendakan acara khusus bagi orang tua kami, yang telah berpulang untuk turut mendoakan dan berziarah kubur. (p2)


Kendari Pos

Rabu, 12 Januari 2011

Sertifikasi Tak Didukung Monitoring Kendari, KP Sebagai salah bentuk bantuan bagi tenaga pendidik, idealnya dana sertifikasi yang telah dikucurkan bagi guru, dievaluasi lebih intens. Sayangnya, untuk melakukan monitoring terhadap optimalisasi kinerja guru di lapangan, pengelola di tingkat provinsi terkendala anggaran. Hal itu diakui pengelola Tunjangan Guru Dinas Pendidikan Sultra, Ahmad S Sos ketika ditemui pekan lalu. Menurutnya, untuk melakukan evaluasi terhadap penggunaan dana sertifikasi, oleh pengelola ditingkat pusat hanya diberikan porsi satu kali dalam setahun, yakni pada akhir tahun, sehingga untuk melakukan pengawasan rutin, pengelola di daerah sangat terbatas. “Untuk melakukan pengawasan setiap bulan terhadap optimalisasi pemberian tunjangan sertifikasi bagi guru memang tidak diprogramkan, karena tak ada anggaran untuk itu. Tapi kami tetap melakukan evaluasi setiap

akhir tahun, untuk melihat bagaimana korelasi antara dana yang diterima guru dengan kegiatan mengajar yang dilakukan, termasuk kemungkinan adanya potongan yang bisa saja dilakukan oknumoknum yang tidak bertanggung jawab,” terangnya. Selain pengawasan tahunan kata Ahmad, pihaknya juga tak tinggal diam melakukan kroschek ketika mendapat informasi terkait adanya laporan pemotongan ataupun masalah dalam hal pencairan dana sertifikasi, karena itu berkaitan dengan keberadaan uang negara yang harus tepat sasaran. Mengenai potongan-potongan yang bisa saja dialamai para guru penerima tunjangan sertifikasi, Ahmad mengingatkan agar para guru lebih waspada. Tidak mengeluarkan dana, tanpa adanya kwitansi yang bisa dipertanggungjawabkan, agar yang melakukan potongan bisa diproses hukum jika melakukan pungutan yang tidak sesuai dengan ketentuan. (fya)

UI-UNJ Pastikan Tak Ada Kenaikan Biaya Jakarta, KP Universitas Indonesia (UI) memastikan bahwa pada tahun ini tidak akan ada kenaikan biaya pendidikan yang dibebankan ke mahasiswa. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Vishnu Juwono, di Jakarta, Senin (10/1). “Untuk menentukan kenaikan biaya pendidikan, harus disesuaikan dan tergantung dari kenaikan inflasi dan sebagainya. Namun, sepertinya tahun ini tidak akan ada kenaikan biaya,” jelas Vishnu. Dirincikannya, kisaran biaya pendidikan per semester yang harus dibayarkan oleh mahasiswa fakultas eksata antara Rp 100 ribu – Rp 7,5 juta. Sedangkan untuk jurusan non eksakta, antara Rp 100 ribu hingga Rp 5 juta. Lebih lanjut Visnu menjelaskan, UI dalam menentukan besaran biaya pendidikan terhadap para mahasiswanya juga melihat pada kemampuan orang tua mahasiswa. Misalnya, lanjut Vishnu, uang pangkal jurusan kedokteran yang mencapai Rp 25 juta tidak akan dikenakan bagi mahasiswa tidak mampu, tetapi akan

dikenakan pada mahasiswa yang berasal dari kalangan atas. Selain itu, UI juga tidak hanya membuka jalur khusus namun juga ada penerimaan lewat Bidik Misi yang menerima hingga 500 mahasiswa. Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Bedjo Sujanto, juga mengungkapkan hal sama. Dikatakannya, kampus yang berada di kawasan Rawamangun tersebut sudah hampir selama lima tahun ini tidak menaikkan besaran biaya pendidikannya. “Para calon mahasiswa yang akan belajar di UNJ hanya cukup membayar uang masuk antara Rp 2 - Rp 4 juta,” sebutnya. Selain itu Bedjo juga mengatakan bahwa jumlah mahasiswa yang akan diterima pada tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu, yakni mencapai 4.200 orang. UNJ sendiri menerapkan dua jalur masuk yakni jalur mandiri yang menerima 30 persen mahasiswa secara keseluruhan dan melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 60 persen. Jurusan favorit di UNJ yakni akuntansi manajemen, pendidikan guru SD, psikologi dan teknik mesin. (jpnn)

Edukasi

15

Abalone Research Center Diresmikan Kendari, KP Pusat Penelitian dan Pengembangan Abalone atau Abalone Research Center Unhalu diresmikan Menteri Perikanan dan Kelautan RI yang diwakili oleh Syariff Widjaja, PhD, Kepala Pusat Pengembangan SDM Kementrian Perikanan dan Kelautan RI, di Desa Tapulaga Kecamatan Soropia, Konawe, kemarin (11/1). Abalone Research Center yang dikelola Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) Unhalu tersebut, diharapkan tidak sekadar pusat penelitian. Menurut Syarief, penelitian tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari sehingga harus diperluas pada masyarakat melalui kelompok-kelompok binaan. “Research ini harus melibatkan masyarakat supaya abalone bisa dikembangkan. Keunggulan ini pun tidak boleh hanya dipublish di lingkungan sekitar saja, tetapi harus masuk dalam komunitas abalone dunia. Pengelola wajib memperkenalkan ke dunia internasional,” terang Syarief, yang juga mantan dosen Teknik Perkapalan ITS ini. Dikatakan, research abalone juga butuh modal, sehingga ikatkan pada lingkungan dunia usaha. Produk yang dihasilkan harus mampu bersaing baik lokal, nasional maupun internasional. “Research tidak sebatas penelitian, tetapi mampu mendatangkan uang. Jadi, research harus menjadi entrepreneur. Alumni FPIK pun bisa mencoba menjadi pengusaha restoran tanpa menjatuhkan harga abalone yang mencapai Rp 3 jutaan per keping di pasar internasional,” tambah Syarief yang didampingi Nyoman Suyasa, Kepala Pusat Pendidikan. Dekan FPIK Unhalu, Prof. Dr. Ir Laode Muh Aslan, M.Sc., menambahkan bahwa pengembangan komoditas abalone diharapkan bisa menjadi jualan FPIK secara nasional. Untuk mencapai itu, pihaknya memaksimalkan alumni agar tidak ada asal-asalan. “Ada 40 poster hasil penelitian mahasiswa berbahasa Inggris yang ditampilkan saat ini. Mereka diberikan pemahaman untuk kreatif di bidangnya sehingga turut memberikan kontribusi, terutama mendukung program pemerintah secara nasional yang manargetkan tahun 2012 Indonesia menjadi produksi perikanan terbesar di dunia,” ungkapnya. (lia)

EMILIA NINGSIH/KP

Syarief Widjaja usai menerima Pin yang terbuat dari Abalone, kemarin.

Komite Sekolah Jangan Hanya “Oke” Kendari, KP Mulai tahun ini, dana bantuan operasional sekolah (BOS) tak lagi dikelola di Dinas Pendidikan Sultra. Berdasarkan ketetapan Kemendiknas RI, bantuan untuk satuan pendidikan akan dialihkan pengelolaannya ke kabupaten/kota. Untuk itu, peran komite sebagai lembaga pengontrol di tingkat sekolah, harus dioptimalkan. Jangan hanya bisa bilang “oke” terhadap setiap kebijakan yang ditetapkan kepala sekolah. Terkait hal itu, Manajer BOS Dinas Pendidikan Sultra, Burhanuddin M Ed, kepada koran ini kemarin (11/1) mengatakan, sebagai lembaga mediator, komite sekolah memiliki peran yang sangat penting terhadap berb-

agai kebijakan sekolah. Beberapa fungsi komite sekolah menurutnya antara lain, mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Komite juga bisa melakukan kerjasama dengan masyarakat dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan pemerintah berkenaan dengan penyelengaraan pendidikan bermutu. Tugas lain katanya, dapat menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat, serta memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai kebijakan dan program pendidikan,

Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS), kriteria kinerja satuan pendidikan, kriteria tenaga kependidikan, kriteria fasilitas pendidikan, dan hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan. “Peran komite sangat penting, lebih-lebih terkait pendanaan di sekolah, komite harus menjalankan fungsinya dengan baik. Jangan hanya bisa menyetujui program kepala sekolah, tetapi juga harus jeli memberikan masukkan, tanggapan ataupun komplain jika program yang diagendakan kasek bertolak belakang dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan di sekolah,” terangnya. Menurut dia, bukan hanya komite yang harus sadar fungsi. Pihak sekolah

juga harus memfungsikan komite sebagai lembaga kontrol dan pemberi masukkan. Kalau memang komite sekolah tidak menyetujui program yang direncanakan sekolah, jangan dipaksakan, karena komite adalah perpanjangan tangan masyarakat yang memiliki peran sebagai pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. Mengenai dana BOS kata Burhanuddin, sekolah melibatkan komite dalam hal laporan pencairan dan penggunaan dana BOS setiap triwulan, agar lembaga itu dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat, terkait realisasi program yang dialokasikan melalui BOS. (fya)


KOMUNIKASI BISNIS

16

Kendari Pos | Rabu 12 Januari 2011

PROMOSI TEPAT, USAHA MANTAP: Anda ingin mempromosikan usaha/bisnis anda? pasang iklan dalam bentuk berita + foto di Rubrik Komunikasi Bisnis (Kombis). Dengan biaya promosi yang relatif terjangkau, kami memberi jaminan promosi usaha/bisnis anda akan tepat dan maksimal. Hubungi team Kombis. Call/SMS 081341772227

Motor Viar Motor Hebat Hanya 8 Jutaan, Subsidi Uang Muka Rp.700 Ribu, Angsuran 3 Ratusan VIAR Motor adalah sepeda motor rakitan Taiwan namun berteknologi Jepang yang sudah mendapat tempat ditengah masyarakat Indonesia, khsusunya di Sultra. Untuk memiliki motor ini, angsuran perbulan sangat ringan, hanya Rp.300.000 (Rp.11.000/hari) tentunya sangat membantu anda yang ingin segera memiliki motor berkualitas.

Ketangguhan motor Viar tak perlu diragukan sebab jenis motor ini lebih mengutamakan kualitas namun berharga ekonomis dan perawatannya pun sangat mudah. Viar memberi garansi mesin selama 3 tahun, selain itu servis gratis sebanyak 6 Kali plus gratis Oli mesin. Hebat kan?. Saat ini, telah hadir pula produk terbaru Viar matic bernama Vio-R yang dibandrol hanya Rp.9 juta. Viar hadir dengan 4 tipe, Star Z, Star Cx, Sport Vix-R dan karya (3 roda). Viar juga menyiapkan spare-part (suku cadang) yang lengkap. Anda berminat? silakan

menghubungi delaer resmi motor Viar AL-IKHWAN MOTOR di Jl. Saranani (samping Barata, Mandonga) HP: 081355027767, Dealer Viar

BAUBAU Jl. Monginsidi No.75, 081241754253, dan Viar RAHA Jl. Sukawati, 081341778146. (adv)

Sehat dan Cantik dengan Akupuntur AL-Ishlah Oriental Medical Clinic SIAPA bilang untuk sehat dan cantik harus mengeluarkan biaya yang mahal, sekarang tidak lagi dengan kehadiran ALIshlah Oriental Medical Clinic yang menawarkan facial laser Rp.30.000, totok wajah Rp.30.000, facial laser dan terapi wajah Rp.50.000, serta paket kecantikan hanya Rp.150.000, yang terdiri dari facial laser, totok wajah, masker, vitamin kulit dan akupuntur kecantikan/wajah. Fungsi akupuntur kecantikan; mengencangkan otot wajah, menghilangkan flek, mengatasi jerawat, kerutan diwajah, kulit kusam dan kantong mata. Selain itu memperbaiki bentuk hidung dan dagu. Penanganan paket kecantikan di AL-Ishlah dilakukan secara holistic atau menyeluruh.

Disamping untuk kecantikan akupuntur dapat pula mengatasi berbagai penyakit seperti: stroke, hipertensi, maag kronis, asma, diabetes, sinusitis, polip, rhematik, asam urat, kolesterol, batuk menahun, alergi, vertigo, sakit kepala menahun, sakit Pinggang, kaku kuduk, obesitas, kebotakan, rambut rontok, lever,

Beli Helm Dapat Motor Risa Pribadi Asal Kendari, Salah Satu Peserta Yang Beruntung

MEMERIAHKAN semarak suasana lebaran Idul Fitri dan Idul Adha tahun 2010 beberapa waktu lalu, Dana Persada selaku produsen Helm-helm SNI berkualitas merk NHK, GM, VOG, MAZ, MIX, dan REX, telah menyelenggarakan program undian SMS Promo dua lebaran sekaligus dengan tagline “ Beli motor dapat helm itu biasa, Beli helm dapat motor baru LUAR BIASA..!”. Program ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi Dana Persada kepada konsumen yg membeli Helm SNI berkualitas produksi perusahaan pembuat Helm ternama ini.

Puluhan konsumen Dana Persada dari seluruh provinsi se-Indonesia yang beruntung mendapatkan hadia Grand Prize berupa puluhan sepeda motor Yamaha Vega ZR-DB. Selain itu, ratusan hadiah hiburan lainnya seperti helm GM Nano, GM Jacket, dan MAZ Jacket Harian. Data peserta SMS yang terkumpul sampai akhir Periode 17 November 2010 telah menembus agka 39.000 SMS dari seluruh Indonesia dalam jangka waktutigabulan.“Walaupunbelummencapai hasil maksimal, dari hasil SMS yang masuk, kami melihat bahwa Helm produksi Dana Persada telah tersebar keseluruh Indonesia termasuk di Sultra,” ungkap Rusdin Saka Agen Resmi Dana Persada Cabang kendari yang menambahkan bahwa helm-helm SNI berkualitas merk NHK, GM, VOG, MAZ, MIX, dan REX akan terus berinovasi serta kualitasnya akan ditingkatkan, “ Dana

ginjal, prostat, gondok beracun, tumor, kanker, stress, depresi, penanganan narkoba dan lainnya. Klinik AL-Ishlah juga melayani bekam, terapi telinga, gurah tradisional, totok payudara, totok vagina, massage full body (khusus pria), terapi obesitas, kebotakan dan rambut ronto. Tersedia herbal dalam bentuk kapsul, untuk paket hemat ditawarkan terapi tiga orang gratis orang keempat dan terapi 5 kali gratis yang keenam dengan terapi yang sama. Untuk kenyamanan anda seluruh ruang terapi ber-AC. Praktek mulai pukul 09.00 - 19.00 Wita. Hubungi kantor pusat ALIshlah Makassar Jl.A.P.Pettarani 33 No.9, Telp-0411-435365, AL-Ishlah KENDARI Jl.A.H.Nasution Poros Anduonohu, Telp. 0401-3196576. AL-Ishlah KOLAKA, Jl.Pramuka No.68 E. (adv)

Persada adalah helmnya anak bangsa, “ Tandas Rusdin. Untuk pemenang undian wilayah Provinsi SULAWESI TENGGARA hadiah GRAND PRIZE 1 unit motor Yamaha Vega ZR DB dimenangkan oleh RISA PARADIBA R dari Kendari. RISA membeli Helm merk GM dan mendapatkan Kartu kupon Undian Promo 2 Lebaran, kemudian RISA mengirim SMS untuk mengikuti Promo ini, yang lalu di hubungi panitia Promo 2 Lebaran Dana Persada. Hadiah secara simbolis telah diserah terimakan di Agen Resmi DANA PERSADA di Toko MULIA JAYA HELM, Jl Ahmad Yani NO.149, Kendari pada tanggal 19 Desember 2010. Anda juga bisa mendapatkan Helm NHK,GM,VOG,MAZ,MIX,REX ditoko Agen ResmiMULIAJAYAHELM-KENDARIatau di SUB AGEN dan toko-toko antara lain BINTANG MOTOR, SARANANI. MULIA JAYA HELM, KOLAKA. INTI MOTOR, KENDARI. MULIA JAYA MOTOR, POMALAA. BINTANG HELM KOTA, RAHMA MOTOR HELM, KENDARI. Serta di toko-toko helm yang tersebar diseluruh kota Kendari dan se-Indonesia. (adv)

Pernah Mencoba Aneka Masakan Kepala Ikan? Hanya Terdapat di Rumah Makan Parahiyangan ANDA salah satu penggemar kepala ikan kakap merah dan sunu? Tampaknya, anda harus mengunjungi Rumah Makan Parahiyangan. Disini anda akan merasakan Sup kepala ikan, Pallu-mara kepala ikan, Pallu-kaloa kepala ikan, serta Gulai kepala ikan yang lezat. Selain itu juga tersedia ayam kampung goreng-bakar yang nikmat, gurih dan renyah serta makanan lainnya yang menggugah selera. Ditambah dengan suasana tempat yang sangat startegis dan mudah dijangkau pasti akan menambah kenikmatan sajian yang disediakan Rumah Makan Parahiyangan yang terletak di

kawasan bisnis Ahmad Yani Square (belakang Hotel Horison). Rumah makan ini selalu ramai saat jam makan siang dan malam hari. Selain itu juga disiapkan menu-menu umum namun bercita-rasa khas Parahiyangan seperti nasi goreng, sup buntut dan menu-menu lainnya. Khusus menu ayam bakar dan

goreng, Parahiyangan menggunakan ayam kampung dengan bumbu yang meresap kedalam daging sehingga terasa lebih renyah dan sesuai selera, apalagi ditambah sambal dan sup pasti anda bisa ketagihan dibuatnya. Walau kualitas cita-rasa tak diragukan, Parahiyangan tetap membandrol harga lebih ekonomis sehingga terjangkau semua kalangan, harga menu makanan ditempat ini hanya berkisar antara Rp.19.000 hingga Rp.23.000, menarik bukan!. Sebagai menu penutup, Parahyiangan juga menyiapkan aneka minuman jus. Rumah Makan Parahiyangan juga membuka cabang di lokasi Kopi Lapiaza, ditempat ini cita-rasa dan harga masakan tetap sama nikmatnya. (adv)

Beli Motor Suzuki Gratis Jalan-jalan 3 Negara Hongkong, Macau dan China Dealer motor Suzuki, PT Sinar Galesong Pratama kembali akan memanjakan konsumen dengan menjalankan promo ‘gratis jalanjalan keluar negeri‘ kepada 40 orang pemenang. Dan promo kali ini merupakan periode ke-2 dengan target kunjungan ke negara Hongkong, Macau dan China. Untuk mengikuti program ini, anda cukup membeli motor Suzuki tipe apa saja cash atau kredit, dan setiap pembelian tersebut akan mendapatkan satu kupon

undian yang nantinya akan diundi dihadapan masyarakat luas dan notaris, lalu akan dipublikasikan di harian Kendari Pos di penghujung periode. Seperti program jalanjalan ke-3 negara periode pertama, di perode kedua ini

seluruh pemenang yang beruntung kembali akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang tidak pernah dinikmati sebelumnya seperti, gratis tiket pergi-pulang 3 negara, gratis pengurusan paspor, gratis biaya fiscal,

asuransi perjalanan, uang saku, menginap dihotel berbintang, hingga tour ke sejumlah obyekobyek wisata terbaik di 3 negara yang akan dikunjungi. Tunggu apa lagi !, info lebih lanjut segera kunjungi dealer resmi Suzuki terdekat di kota anda (berlaku diseluruh delaer resmi Suzuki). Pastikan motor pilihan anda merk Suzuki, dan jadilah salah satu pemenang yang beruntung. Program ini hanya berlaku untuk pembelian motor Suzuki di wilayah Sulawesi. INGAT.. program ini berlaku hingga akhir Februari 2011. Buruan..! (adv)

Waspada Jika Pandangan Anda Mulai Kabur JIKA anda sering gontaganti kacamata, waspadalah, bisa jadi ini indikasi anda terserang kencing manis. Segera periksakan kadar gula darah anda, sebab jika kadar gula darah tinggi secara terus menerus selama bertahuntahun dapat menimbulkan komplikasi pada mata bahkan bisa katarak. Baru-baru ini lmuan Jepang berhasil menemukan cara baru untuk mengatasi kadar gula darah yang naik turun dengan produk Sugloos yang berisi kombinasi nutrisi dari berbagai tanaman yang mampu mengendalikan kadar gula darah. Kestabilan kadar

gula darah dalam batas normal diperlukan untuk mencegah komplikasi yang terjadi. Sugloos mengandung ekstrak pare dan banaba yang didalamnya terdapat senyawa ‘natural insulin herb’ juga mengandung gymnema silvestre (penghancur gula darah), dan camellia sinensi

(pengontrol penyerapan gula darah dalam usus). Hotline Service (SMS Only) : 081806100100. SUGLOOS Tersedia di Kendari: Ap.Surya (085241842109), Ap.Hiba (0816245177), Ap.Teladan (081355884221), Ap.Saranani (3125791), A p . M o n o v a l e n s i (0811400739), Ap.Alfa (3191524), Bau-Bau: Ap.Roza (085341510740), Ap.Asyifa (085232776277), Ap.Aditya (085241615054), Raha: Ap.Binter (085341510740), Kolaka: Ap.Nur Kolaka (081341777999) Distributor: PT.SAPTA SARITAMA Makassar (0411-327545). (adv)

TVS Motor Kualitas Dunia Dilengkapi MP3, Radio FM dan Anti Maling. Garansi Mesin 5 tahun MOTOR TVS dipersembahkan bukan sekadar motor tapi teknologi lebih diutamakan. TVS Motor Company, produsen sepeda motor asal India ini telah dipercaya lebih dari 13 juta pengendara di seluruh dunia, kini dipasarkan di Indonesia termasuk Kendari. TVS Motor telah memiliki 3 produk unggulan, yakni TVS Neo 110 cc, adalah motor bebek yang dirancang khusus dengan keunggulan fitur-fitur berupa I ride, fitur kopling ganda, kopling otomatis dan manual dalam satu motor dan I charge, fitur pengisi baterai ponsel, serta I econo, fitur indikator hemat BBM. Selain itu TVS Apache RTR 160 cc, adalah sepeda motor kategori sport berkapasitas mesin 160 cc, TVS RockZ 125 cc, produk yang paling

sarat fitur inovatif yang belum pernah ada sebelumnya di motor bebek 125 cc. Semua produk TVS meng-garansi mesin selama 5 tahun dan sparepart (suku cadang) tersedia lengkap di dealer 3S (Sales-Servis-Spareparts) TVS Kendari di Jl. Saranani 126-127, Tlp: 04013131039 - 085242062300, TVS BAUBAU Jl. Monginsidi No.75, 081241754253, dan TVS RAHA Jl. Sukawati, 081341778146. (adv)


Kendari Pos | Rabu, 12 Januari 2011

KEMBALI TERBAIK SEJAGAT Messi Hanya Bisa Dihentikan dengan Senapan Mesin

Pemilihan pemain terbaik dunia (FIFA Ballon d’Or) di Zurich, Swiss, kemarin dini hari (11/1) sedikit mengejutkan. Kendati bukan favorit, Lionel Messi mampu menggunguli dua rekan setimnya di Barcelona, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez. ————— PUPUS sudah ambisi pemain Spanyol memenangi pemain terbaik dunia. Kendati berperan mengantarkan Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2010, Iniesta dan Xavi harus mengakui Messi sebagai yang terbaik. Padahal, sebelum pemilihan, hampir semua pihak menjagokan Iniesta maupun Xavi. Messi pun sudah merelakan gelar pemain terbaik sejagat menjadi milik salah satu dari Iniesta atau Xavi setelah ketiga penggawa Barcelona itu terpilih sebagai nomine.

AFP PHOTO/FRANCK FIFE

Striker Argentina Lionel Messi, kembali menyabet pemain terbaik dunia 2011 setelah menyisihkan dua rekannya di klub Barcelona Xavi Hernandez dan Andres Iniesta asal Spanyol.

Baca KEDUA Hal 18

Xavi Hernandez

“Sayabahagia,tapitidakmengharapkannya karena semua orang banyak berbicara tentang Xavi dan Andres. Keduanya memenangi Piala Dunia yang biasanya menjadi kriteria pemenang penghargaan dan keduanyamemilikiperanbesaratasitu,” kata Messi sebagaimana dilansir Associated Press. “Tapi, saya rasa keduanya tidak akan sedih karena bisa berada di sini (masuk nomine, Red) merupakan sesuatu yang hebat bagi kami bertiga dan bagi klub kami. Kemenangan ini untuk semua,” tambah striker 23 tahun itu.

Kemenangan Messi memang menjadi perkecualian sejak kali pertama dihelat pada 1991. Yakni pemenang pada tahun diadakannya Piala Dunia berasal dari penggawa tim juara Piala Dunia. Dimulai dari Romario pada 1994. Pada tahun itu, Romario mengantarkan Brazil memenangi Piala Dunia di Amerika Serikat. Lalu Zinedine Zidane bersama Prancis pada 1998, Ronaldo dengan Brazil (2002), serta Fabio Cannavaro sebagai kapten Italia (2006).

Baca KEMBALI Hal 18

Jawab Kritik di Copa America 2011

Gelombang Kedua Lebih Bagus Jakarta, KP Seleksi tahap II pembentukan timnas yang akan berlaga di pra kualifikasi Olimpiade 2012 mulai digelar kemarin di Lapangan C Senayan. Selaksi diikuti oleh 29 pemain. Jumlah ini lebih banyak dari tahap I yang hanya diikuti 19 pemain (7-9 Januari). Sebenarya di Gelombang II ini ada 35 pemain yang dipanggil. Tapi enam diantaranya masih mendapat dispensasi karena masih harus membela klubnya masing-masing. Mereka adalah pemain Pelita Jaya, yakni gelandang Engelberth Sani, Joko Sasongko, Egi Megiansyah danstriker Jajang Mulyana. Dua lainnya adalah penggawa Semen Padang. Yaitu kiper Dicky Djamalis dan full back Fauzan Djamal. Keenam pemain itu akan bergabung di seleksi tahap III pada 15-17 Januari. Seleksi tahap II ini juga diikuti oleh satu pemain keturunan. Yaitu Ruben Wuarbanaran. Saat ini pemain 20 tahun itu tercatat sebagai pemain FC Den

Andres Iniesta

JPNN/KP

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl saat melakukan seleksi pemain tahap II yang akan berlaga di pra kualifikasi Olimpiade 2012.

LIONEL Messi boleh saja memenangi pemain terbaik dunia 2010. Gelar itu melengkapi penghargaan yang pernah diraih Messi sepanjang berkiprah di lapangan hijau baik tim maupun individu. Meski begitu, koleksi gelar Messi dianggap belum lengkap selama belum mempersembahkan trofi bagi timnas Argentina. Messi memang sudah memberikan medali emas Olimpiade Beijing 2008 bagi negerinya. Namun, itu diraih bersama timnas junior atau Argentina U-23. Bersama timnas senior, Messi belum mampu menghadirkan gelar. Prestasi terbaik Messi hanya mengantarkan La Albiceleste - sebutan Argentina - finis se-

bagai runner-up Copa America 2007. Sedangkan di dua edisi terakhir Piala Dunia yang diikutinya (2006 dan 2010), La Albiceleste kandas di perempat final. Fans Argentina pun kerap membanding-bandingkan performa Messi di timnas dengan di klub. Sepak terjang Messi bersama Albiceleste tidak semengilap ketika membela Barcelona. Messi sadar dengan situasi itu. Karena itu, Copa America 2011 menjadi bidikan Messi. Apalagi Argentina berstatus sebagai tuan rumah dalam ajang yang dihelat pada 1-24 Juli mendatang. “Itu (Copa America 2011, Red) merupakan target besar timnas kami tahun ini. Gelar itu tidak

hanya membanggakan bagi negeri kami dan fans kami, melainkan bagi saya pribadi,” ungkap Messi di situs resmi FIFA. “Saya tertantang meraih sesuatu yang besar bersama timnas. Saya ingin menjawab kritik dan Copa America merupakan kesempatan bagus,” tambahnya. Keputusan AFA atau Federasi Sepak Bola Argentina menunjuk Sergio Batista sebagai pelatih timnas pengganti Diego Maradona bisa membantu ambisi Messi. Batista tak lain pelatih Argentina U-23 di Olimpiade 2008. Kolaborasinya dengan Messi tiga tahun lalu memang diharapkan AFA kembali terulang di Copa America tahun ini. (dns)


20

Kendari Pos | Rabu, 12 Januari 2011

foto : MUHAMAD ALI JAWAPOS

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Tjahyo Kumolo dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pada Peringatan ke-38 tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Senin (10 Januari 2011) di DPP PDIP Lenteng Agung Jakarta. Saat berpidato Megawati banyak melontarkan kritikannya terhadap berbagai kebijakan pemerintah termasuk penegakkan hukum yang masih dilihatnya belum serius.

Ada Persekongkolan di Pilkada Bombana? Makanya Selalu Tertunda Terus Kendari, KP Sekiranya MURI punya kategori award untuk urusan menunda Pilkada, Bombana bisa jadi penerimanya. Bagamana tidak, empat kali sudah agenda yang sudah ditetapkan sebagai hari pelaksanaan Pilkada putaran dua daerah itu harus batal. Alasannya sama, uang tidak ada. Betulkah Bombana sudah “sekarat” sehingga dana untuk Pilkada susah dicarikan solusinya? KPU Sultra punya jawabannya. Meski tidak mewaliki institusi besar itu, tapi salah satu anggotanya, Eka Suib

malah mencium ada aroma persekongkolan antara KPU Bombana, Pemda Bombana mencium adanya aroma persekongkolan antara KPU dan Pemda Bombana, untuk menguntungkan salah satu pasangan calon. Makanya, Pilkada ditunda terus supaya calon tertentu itu bisa memenangkan pertandingan nanti. “Jika KPU Bombana menunda karena desakan pasangan calon atau memihak salah satu calon, kami akan bentuk dewan kehormatan. Kita ingin penyelenggara KPU tidak diintervensi kekuatan mana pun. Saya tidak berani berandai-andai apa hukumannya, tapi sanksi terberat adalah pemecatan, pemberhentian sementara dan teguran ter-

tulis,” kata Eka, kemarin. Doktor politik itu memang menyampaikan kegundahannya dengan situasi politik di Bombana saat ini. Ada kecurigaannya jika lembaga penyelenggara Pilkada di level provinsi itu, ada campur tangan salah satu pasangan calon bupati-wakil bupati Bombana terhadap KPU dan Pemda setempat, untuk terus menunda hari-H pemungutan suara. KPU Sultra, kata Eka akan membentuk tim untuk melakukan supervisi ke Bombana kenapa penundaan bisa terjadi berkali-kali. Menurutnya, dalam rapat koordinasi dengan gubernur minggu lalu, KPU Bombana menyampaikan alasan penundaan yang katanya

Tafdil Ajak Para Kades Perkuat TAMASYA Rumbia, KP Walau Pemilukada Bombana belum jelas kapan hari “H”nya, salah satu kandidat Bupati yang masuk di putaran kedua, H Tafdil, terus saja melakukan sosialisasi. Awal pekan ini, ia mengajak sejumlah tim pemenangannya untuk berkunjung di Kecamatan Rarowatu dengan tujuan bertemu sejumlah kepala desa di wilayah ini. Diakui Tafdil, kunjungan ini bukan kali pertama, tapi untuk yang kesekian kalinya. “Ini silaturrahmi biasa. Komunikasi itu sangat penting. Disamping itu, kami tidak ingin kehilangan setiap momen jelang putaran kedua ini,” tutur Tafdil. “Paling tidak, kata dia, perolehan suara Tamasya di Rarowatu bisa bertambah di putaran kedua nanti,” timpal Gufron, Sekretaris Partai Patriot Bombana yang saat itu hadir. “Mohon maaf, saya di sini kapasitas pribadi bukan kapasitas pengurus partai,” tambahnya. Sebagai warga Rarowatu,

Pasangan TAMASYA Gufron yakin mampu mendongkrak perolehan suara TAMASYA (Tafdil-Masyhura) di Rarowatu). “Saya ini orang yang lahir dan besar di sini. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika peta kekuatan masing-masing kandidat itu sudah diketahui,” tuturnya. Hal sama juga disebutkan salah satu organisasi pemuda pendukung TAMASYA. Ketua Aliansi Rakyat untuk TAMASYA (ARUT), Zulhan Damu

Taulani menjelaskan, pertemuan tersebut diikuti sejumlah kepala desa antara lain, Kades Ladumpi, Lampeantani, Rarowatu, Pangkuri, Lakomea, Watukalangkari dan lurah Taubonto. “Beliau inilah yang paling mengetahui karakteristik masyarakat di sini. Beliau ini masih trah Pimpi (Raja Moronene),” tutur Zulhan sambil menunjuk ke arah Alpian, Lurah Taubonto.(nur)

Golkar Bantah Politisasi PSSI Jakarta, KP Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menepis tuduhan bahwa Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie, telah memolitisasi PSSI. Idrus pun tak kuasa menahan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang terus menyerang Aburizal Bakrie karena memberi bantuan ke PSSI. “Seharusnya kalau mau bantu PSSI, bantu saja. Nggak usah ribut dan menyalahkan sanasini dan memolitisir bantuan Pak Ical (Aburizal Bakrie). Sebenarnya saru (tidak pantas) mengungkap masalah ini, tapi terpaksa kita buka karena ada pihak tidak gentle yang ingin membuat keruh suasana,” kata Idrus Marham dalam konperensi pers Fraksi Partai Golkar di gedung DPR, Senin (10/1) lalu. Karenanya Idrus menuding balik pihak-pihak yang selama

ini menganggap Ical memolitisasi PSSI. Menurut Idrus, hal yang selalu digembar-gemborkan adalah soal bantuan Ical ke Timnas. Idrus yang duduk di Komisi II DPR itu pun menuding ada pihak yang ingin cari muka dengan keberhasilan Timnas PSSI masuk final Piala AFF Suzuki 2010. Pihak-pihak tertentu itu disebut Idrus ingin dianggap berperan dengan keberhasilan Timnas. “Padahal sejak jauh hari keluarga Bakrie telah membantu PSSI tanpa pamrih dan bantuan kepada Timnas beberapa waktu yang lalu itu juga tanpa pamrih apa-apa. Tetapi justru dipolitisir oleh pihak-pihak yang tidak gentle,” tandasnya. Idrus yang dalam kesempatan itu didampingi Ketua FPG Setya Novanto dan Sekretaris FPG Ade Komaruddin, mengaku sulit memahami sikap

pihak-pihak yang menuduh Ical telah memolitisir PSSI. Pasalnya, bela Idrus, Ical sebelum menjadi Ketua Umum Golkar juga sudah sering membantu PSSI tanpa pamrih. “Sebenarnya siapa sih yang mempolitisir PSSI, dan siapa yang dipolitisasi,” katanya dengan nada Tanya. Menurutnya, kalau Ical selalu gentle dan tulus, pihak lain saja yang suka aneh-aneh. Meski tak menyebut pihak tertentu itu secara spesifik, namun Idrus menilai maraknya tudingan miring terhadap Ical selama ini karena ada pihak yang ingin menjadi Ketua Umum PSSI tetapi tidak dengan cara yang gentle. “Kalau mau maju sebagai Ketua Umum PSSI, maju saja secara gentle, jangan bermanuver tidak jelas atau bisik-bisik di bekalang secara tidak fair,” tegas Idrus Marham. (ara/jpnn)

dana tidak cukup. “Kami ingin pastikan, apa memang dana tidak ada peruntukannya atau ada faktor keterlambatan cair. Kita ingin tahu, apa benar faktor itu yang jadi penyebabnya. Sementara kita rapatkan. Kita ingin masalah ini jangan berlarut-larut,” kata Eka. Dalam waktu dekat ini tim akan turun untuk mencari tahu kebenaran alasan yang diungkapkan KPU Bombana di hadapan Gubernur Sultra, Nur Alam, Jumat (7/1) lalu. “Sudah 4 kali ditunda. Kalau 5 kali gagal, berarti proses perencanaan tidak matang. Kita himbau saat penetapan jadwal, sudah harus kuat dan (Pilkadared) tidak keluar dari jadwal

lagi. Karena itu kita akan supervisi dan hasilnya kita laporkan ke Mendagri. Sebelum 17 Januari kita akan ke lapangan,” jelasnya. Eka mengakui, tidak ada UU yang mengatur sanksi terhadap kabupaten/kota yang gagal melaksanakan Pilkada hingga berkali-kali. Tapi, sudah jelas sesuai UU Pemilu, Pilkada bisa ditunda apabila di suatu daerah mengalami 3 gangguan yakni keamanan, bencana alam dan gangguan lain seperti anggaran. Kecurigaan adanya persekongkolan dan kesengajaan dalam penundaan Pilkada ini juga dirasakan seorang tokoh muda Bombana, Masri Said SH yang kini bermukim di Kendari dan berprofesi sebagai pen-

gacara. Menurutnya, ada dua skenario yang diduganya dalam hal penyelenggaraan Pilkada Bombana yang selalu tertunda. “Satu, skenario untuk memperpanjang usia masa jabatan Pj Bupati Bombana saat ini,” kata Masri. Menurutnya, dengan ditundanya Pilkada, jelas semakin membuka ruang bagi Pj Bupati untuk tetap berada di kursi pemerintahan, dengan segala kewenangan yang dimiliki terutama terkait dengan pengelolaan aset daerah di sektor pertambangan. Pj Bupati, menurut Masri, akan semakin berpeluang mengeluarkan ijin-ijin pertambangan yang mana tiap satu lembar ijin yang keluar, semua bernilai ekonomi tinggi. Apalagi

saat ini Hakku disebut-sebut punya niat maju sebagai calon bupati di Kolaka Utara. Sementara carut marutnya ijin yang diterbitkan dan terhadap penolakan masyarakat Bombana terhadap ijin yang telah dikeluarkan justeru tidak diperdulikan. “Skenario kedua, ini bertujuan untuk menguntungkan salah satu kandidat Bupati Bombana yang akan bertarung pada putaran kedua nantinya, apalagi bagi kandidat yang mempunyai elektabilitas minim berdasarkan hasil survey, sehingga untuk mendongkrak elektabilitasnya tentunya membutuhkan waktu dan penundaan Pilkada salah satu pilihannya,” kata Masri sambil menyebut kandidat yang dicurigainya itu.(dri)

Tahapan Pilwali Kota Mulai Disusun Kendari, KP KPU Kota Kendari mulai berbenah. Jauh sebelum hajatan Pilwali yang rencananya akan digelar tahun depan, mereka mulai menyusun segala tetek bengek menuju pesta demokrasi, salah satunya tahapan Pilwali. “Insya Allah pertengahan tahun ini sudah akan ada draft anggaran pemilu dan program tahapan dan jadwal. Produk kita masih tentatif, tapi sudah bisa dirumuskan,” kata salah seorang anggota KPU kota membidangi divisi program, Muhammad Natsir, kemarin.

Dia mengatakan, pelaksanaan Pilwali masa kerjanya 210 hari. Untuk menyusun tahapan berdasarkan hari-H. KPU Kota, kata dia, akan memperhitungkan dalam tahapan tersebut, yang mana saja hari libur. Karena pelaksanaan Pilwali, di hari libur atau yang diliburkan. Menurut dia, apa yang dijelaskan itu, jika dilihat dari sisi waktu. Dari sisi anggaran, KPU akan menyusun dana yang dibutuhkan untuk diserahkan ke Pemkot dan dibahas bersama anggota DPRD Kota

di APBD 2012. Sehingga, penggunaannya bisa dilakukan di awal tahun 2012. “Kira-kira Februari atau Maret bisa kita gunakan. Tapi ini baru ancang-ancang. Persiapan di 2011, kita akan adakan bahan-bahan penyelenggaraan sosialisasi Pemilu. Dalam pertemuan terbatas kita akan lakukan sosialisasi ketentuan penyelenggaraan Pemilukada, ketentuan uang honorarium dan petugas penyelenggara Pemilu, termasuk pengadaan logistik pemilu,” jelasnya. Pria yang akrab disapa La

Ojo itu, menambahkan, KPU Kota mulai membuat buku panduan Pemilu dengan memaksimalkan anggaran rutin yang bersumber dari APBN. Untuk anggaran rutin KPU jumlahnya sangat terbatas, tapi bakal dimaksimalkan, terutama untuk sosialisasi. “Masalah rekrutmen petugas, kita susun dulu jadwal, tahapan dan program antara lain rekrutmen penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan, kelurahan, KPPS dan petugas pemutahiran data berbasis RT dan RW,” tandasnya. (dri)

Hanura Ancam Pecat Gunawan Yiedri Kendari, KP Karir politik Gunawan Yiedri di partai Hanura terancam. Sebagai kader, ia dianggap tidak membesarkan partai, tapi malah merecoki Hanura. Memang itu baru indikasi, tapi jika terbukti, maka pencabutan Kartu Tanda Anggota (KTA) atau pemecatan sudah menantinya. Indikasi tersebut diungkapkan Sekretaris DPD Hanura Sultra, Slamet Durasim. Ia merinci, hanya ada dua kubu yang terbentuk saat pemilihan Ketua DPD Hanura beberapa waktu lalu yakni Sabri Manomang dan Gunawan Yiedri. Saat pencalonan Gunawan tiak berhasil memenuhi kriteria menjadi pen-

Gunawan Yiedri gurus aktif minimal dua tahun, sehingga dinyatakan gugur. Pasca dinyatakan gugur itu, Gunawan mulai melancarkan serangan ke partainya sendiri.

Ketua Panitia Musda, Bandung L, dituntut dengan tuduhan penggelapan dan penipuan. Bahkan setelah itu, mulai bermunculan massa yang menganggap diri dari Hanura mendemo Polda untuk menangkap Bandung L. Karena merasa terus “diserang” oleh aksi demonstrasi dan tudingan kepada Bandung L yang diuga dimotori Gunawan, DPD Hanura pun tidak tinggal diam. Partai yang dipimpin Sabri Manomang, itu akan membentuk tim investigasi. Jika terbukti penggeraknya adalah Gunawan, maka KTA pengusaha itu akan dicabut. “Kalau memang terindikasi benar dia melakukan perger-

akkan ini dan merusak citra partai, tentu kita akan mengusulkan ke pusat, agar beliau dan beberapa orang-orang yang menurut indikasi terlibat, kita sarankan untuk dikeluarkan jadi anggota,” terang Slamet. Indikasi pembelotan yang dilakukan Gunawan Yiedri kata Slamet sudah terbaca dari arah pergerakan yang dilakukan massa dan tuntutannya di polisi. “Kalau melihat kasusnya, yang hasil pressure, tentu pergerakan dari ketidakpuasan pak Gunawan dari kasus yang dia laporkan. Tentu siapa penggerak ini saya kira kita sudah sama-sama tahu, harusnya pak Gunawan menerima hasilnya,” tandasnya. (ema)

Kepala BPN Konsel Mulai “Garap” Parpol Kendaraan Politik Maju Pilkada Konawe Andoolo, KP Kepala BPN Konsel, Hasannuddin memiliki obsesi yang kuat untuk jadi pemimpin masa depan di Kabupaten Konawe. Kepemimpinan Lukman Abunawas yang akan berakhir 2013 nanti sudah siap ia gantikan lewat proses demokrasi bernama Pilkada. Saat ini, selain mulai mengenalkan diri di masyarakat Konawe, ia juga mulai menjajaki partai apa saja

yang bisa mengusungnya. Kabar terbaru, ia sudah membetuk tim pemenangan di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Konawe. Langkah lanjutannya, ia mulai membidik partai politik yang memiliki sheat di DPRD Konawe. Diantaranya Partai Keadilan Sejahtera yang memiliki tiga kursi, PNBK 2 kursi, PDIP 2 kursi dan partai non sheat lainnya. “Saya benar-benar serius untuk maju di Pilkada Konawe. Saat ini sudah ada timtim. Keluarga yang sudah

dibentuk, termasuk tim-tim pemenangan di berbagai kecamatan di Konawe. Selanjutnya adalah melamar di sejumlah partai yang memiliki kursi di DPRD Konawe,” ujar Hasnauddin, kemarin di Andoolo. Menurut Hasanuddin, maju di Pilkada Konawe dengan bidikan kursi Bupati itu bukan saja sekedar mengumbar janji tentang apa yang akan dilaksanakan, tetapi bagaimana visi untuk membangun Konawe yang lebih baik dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

“Keseriusan saya untuk maju di Konawe bukan hanya sebatas wacana, tetapi langsung diproklamirkan sejak dini, termasuk melamar langsung ke Partai Politik,”katanya. Pria kelahiran Unaaha itu mengaku, sejak mendeklarisikan diri maju di Pilkada Konawe tahun 2013 mendatang, sudah banyak kolega baik itu dari partai, pengusaha maupun dari birokrasi di Konawe yang memberikan dukungan, termasuk permintaan untuk mengajukan pasangan calon wakil Bupati.(era)


kendari pos edisi 12 januari 2011