Issuu on Google+

Jumat, 11 Maret 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendaripos.co.id

Atiku Pindah Rutan

SELEBRITI

Sewot Digosipin Nyabu AYU Azhari mendadak jadi pemberitaan karena narkoba. Entah siapa yang memulai, kemarin, beberapa media online, mengabarkan Ayu Azhari ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena nyabu. Tapi, kabar itu justru dibantah langsung Ayu Azhari. Dihubungi wartawan, Ayu Azhari terkaget-kaget diisukan tertangkap polisi karena menggunakan narkoba. Ayu menilai isu tak bertanggungjawab itu bagian dari pembusukkan karakternya. "Saya keberatan dengan isu itu di media. Ini namanya pembusukan karakter," ujar Ayu Azhari saat dihubungi, Kamis (10/3) seperti dikutip Tribunnews.com. Ayu minta media tak mempercayai isu begitu saja. Seharusnya, lanjut Ayu, media yang mempunyai kode etik jurnalistik bisa mengkonfirmasi kabar tersebut ke sumbernya, terutama pihak kepolisian. Sehingga dirinya tak hanya jadi bulan-bulanan dan komoditas media. (tia) SYAMSUDIN/KP

Mantan Bupati Bombana, Atikurahman bersama seorang wanita cantik saat tiba di pelabuhan Baubau, kemarin. Atiku dipindahkan dari Rutan Punggolaka Kendari ke Rutan Baubau.

Baubau, KP Mantan Bupati Bombana, Atikurahman yang kini menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD Bombana 2007/2008 sebanyak Rp 7,6 Milyar dipindahkan tempat penahanannya dari Rutan Punggolaka Kendari ke Lapas Klas II A Baubau, (10/3) Kemarin. Tiba di Pelabuhan Murhum Baubau sekitar pukul 14.00 dengan menumpang MV Sagori Ekspress, Atiku yang mengenakan kemeja putih dan celana jeans langsung dikerubuti sejumlah wartawan yang hendak mengambil gambarnya. Saat hendak diambil gambarnya, sejumlah kerabat mantan Bupati Bombana ini berusaha menghalangi wartawan dengan menutupi wajah Atikurahman menggunakan bantal dan tangan, namun Atiku sendiri terlihat santai. Begitu menginjakkan kaki di pelabuhan Murhum, Atiku memang tampak santai dan berjalan dengan menggandeng seorang wanita cantik. Tak diketahui persis, siapa wanita cantik itu. Tapi dilihat dari tampilan dan keakrabannya, bisa jadi wanita cantik tersebut adalah kerabat dekat Atikurahman. Dari pelabuhan Murhum Baubau, Atiku digiring ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau. Sebelum naik ke mobil jemputan yang telah disiapkan, Atiku sempat melemparkan beberapa kata kepada sejumlah wartawan yang terus memotretnya. “Sudah puas, foto saja terus, kita kan artis,” ucap Atikurahman. Setibanya di Kejari Baubau, Atiku langsung masuk di ruang Kasubsi Penuntutan, Kantor Kejaksaan Negeri Baubau sambil menunggu penyelesaian dokumen untuk dititipkan ke Lapas

Baca RUTAN di Hal. 7

Keputusan MK Dipertanyakan Karena Terima Keberatan Sudiro-Siti Halna Kendari, KP Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menerima keberatan pihak kedua yaitu Sudiro-Siti Halna, membuat banyak pihak bertanya, termasuk KPU Konut. Sebab, MK yang memerintahkan KPU Konut menggelar Pemilihan Suara Ulang (PSU), tapi pada akhirnya justru menerima keberatan pasangan nomor urut 5 itu, yang kemudian berubah status dari pihak terkait 2 menjadi pemohon. Sayangnya, KPU Konut tidak punya kewenangan menanyakan hal tersebut pada MK. “Jadi waktu sidang itu banyak pertanyaan cukup alot. Bukan dari kami (KPU Konut-red), tapi ditanyakan kuasa hukum pihak terkait pertama yang juga ditanyakan pihak pemohon (Hery Asiku-red). Itulah yang saya tidak mengerti, apa yang jadi pertimbangan MK, sehingga keberatan pihak terkait dua diterima, yang akhirnya menjadi pemohon,” kata Ketua KPU Konut, Indra Supriadi, saat dihubungi via telepon, kemarin. Jawaban MK saat itu, kata Indra, di luar dugaan. MK mengatakan, itu sudah jadi ketetapan mereka. Makanya, keberatan Sudiro-Siti Halna atas hasil pleno PSU Konut, dikabulkan MK. Karena itu pula, Indra tidak bisa memprediksi

Baca MK di Hal. 7

Kisah Murid-Murid Abu Bakar Ba’asyir yang Setia Mengawal sang Guru Jalani Persidangan

Agar Ada Pemasukan, Eksepsi Ustad Dijual Rp 20 Ribu

RIDLWAN/ JAWA POS

harjo, Jawa Tengah, itu dilaksanakan setiap Senin dan Kamis. Pada dua hari itulah polisi selalu sibuk melakukan pengamanan. Di luar sidang juga dipadati ratusan orang, kebanyakan pria, yang mengenakan pakaian muslim: berkopiah dan ada yang bersorban. Mereka inilah para murid Ba’asyir yang selalu setia mengawal sang ustad menjalani persidangan. Jumlah mereka yang mencapai ratusan itu, membuat jalan di depan PN macet setiap kali sidang Ba’asyir digelar. Kepada Jawa Pos beberapa murid Ba’asyir itu menyatakan kekecewaannya terhadap polisi. Menurut mereka, pengamanan yang dilakukan polisi terlalu berlebihan. “Lihat itu, di atap-atap ada sniper. Seakan-akan kami ini berbahaya,” kata

Sonhadi,jurubicaraJamaahAnsharutTauhid(memegangkertas).Sonhadibertanggungjawab atas keamanan massa JAT yang datang ke persidangan Abu Bakar Baasyir.

Baca DIJUAL di Hal. 7

Selama menjalani persidangan kasus terorisme di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Abu Bakar Ba’asyir selalu “dikawal” ratusan muridnya. Tak sedikit yang datang dari Solo hanya berbekal nekat.

Hilmi Ridlwan, Jakarta

Ayu Azhari

PAGI itu (7/3) PN Jakarta Selatan di Jl Ampera Raya seperti dikepung polisi. Jumlah mereka sekitar 3.000 orang. Bukan hanya itu. Di beberapa sudut lokasi yang tak seberapa jauh dari PN, ada para sniper yang selalu siaga. Seperti itulah pemandangannya, setiap kali digelar sidang kasus terorisme dengan terdakwa Abu Bakar Ba’asyir. Sidang dengan terdakwa pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Suko-


2

Kendari Pos |Jumat, 11 Maret 2011

Dua Eks Ajudan Susno Tewas Jakarta, KP Dua mantan ajudan Susno Duadji diketahui tewas. Keduanya menghembuskan nafas terakhir setelah diduga menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Kejadian pertama menimpa Ipda Anjar Saputro yang tewas akibat kecelakaan di Jalan Raya Bogor pada 16 Oktober 2010. Belum lama berselang, Rabu (9/3) lalu, ajudan mantan Kabareskrim Susno Duadji yang juga menjadi ajudan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Bripka Doni Rahmanto juga tewas

mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan DI Panjaitan, Jakarta. Baik Anjar maupun Doni, sama-sama menjadi saksi yang meringkan Susno Duadji di pengadilan. Namun keterkaitan ini langsung dibantah tegas Kapolri Timur Pradopo. Pada wartawan di Jakarta, Timur menegaskan kematian dua mantan Ajudan Susno Duadji merupakan hal yang wajar dan murni akibat kecelakaan lalu lintas biasa. “Tidak ada kaitannya sama sekali. Itu murni kecelakaan biasa. Sampai saat

ini belum ada kaitannya,” tegas Timur. Timur pun meminta agar kematian dua pengawal pribadi petinggi Polri tersebut tidak saling dikait-kaitkan dengan perkara Susno. Namun Timur berjanji penyelidikan tetap akan dilakukan oleh jajarannya terkait insiden kecelakaan lalu lintas tersebut. “Semua masih dalam proses penyelidikan. Tapi ini standart ya untuk sebuah kecelakaan lalu lintas. (Doni) bukan hanya ajudan Pak Susno, tapi dia juga ajudan saya,” tegas Timur.(afz)

RANDY TRI KURNIAWAN/RM

Terdakwa kasus penerima suap dan kasus dana pengamanan Pilkada Provinsi Jawa Barat Susno Duaji menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan duplik oleh terdakwa sendiri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/3). Dalam dupliknya terdakwa merasa di fitnah karena tidak pernah menerima suap dari Syahril Johan dan terdakwa menganggap kasusnya ini adalah sebuah rekayasa belaka.

Menpora Siap Semprit Nurdin SBY Merasa Dipaksa Rombak Kabinet Jakarta, KP Polemik menjelang pemilihan ketua umum PSSI 2011-2015 semakin memanas. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi A. Mallarangeng menegaskan, pemerintah akan menjalankan aturan FIFA maupun KONI/KOI untuk menyelesaikan kisruh pencalonan sebagai orang nomor satu di tubuh PSSI itu. Pernyataan Andi itu menyikapi sikap ngeyel dari Nurdin Halid dkk yang meragukan laporan Dubes RI untuk Swiss Djoko Susilo dan Ketua Umum KONI/ KOI Rita Subowo dengan Presiden FIFA Sepp Blatter. “Ya terserahlah orang mau bilang apapun, siapapun mau bicara apa, yang jelas pemerintah pokoknya sesuai aturan yang berlaku,” kata Andi sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, kemarin (10/3). Sesuai dengan ketentuan, lanjut Andi, pemerintah memiliki tugas melakukan pembinaan, pengembangan, dan pengawasan olahraga tanah air. “Kalau ada yang offside, ya disemprit,” ujar mantan

juru bicara presiden itu. Ditanya tentang maksud disemprit itu, Andi menjelaskan, pemerintah memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan. Namun lagi-lagi dia tidak menyebut secara tegas tindakan itu. “Kalau ada yang perlu dikartu merah atau kartu kuning,” katanya. Menurut Andi, seharusnya saat ini fokus pada penyelenggaraan kongres PSSI dengan mengacu pada statute FIFA versi bahasa Inggris. “Yang aslinya, bukan statuta PSSI yang maknanya jauh berbeda,” tegas Andi. “Jadi jangan kalau tidak suka, tidak menguntungkan tidak dipakai. Electoral code (FIFA) itu semangatnya sama dengan semangat dari aturan perundangan Republik Indonesia maupun aturan KONI/ KOI,” kritik Andi. Menurut dia, nantinya tetap hanya ada satu kongres PSSI. Meski begitu, hingga saat ini Andi baru menerima laporan via telepon dari Djoko Susilo dan Rita Subowo. “Kalau mau tahu lengkapnya, tentu kalau Bu Rita sudah kembali ke tanah air,” katanya.(fal/iro)

Jakarta, KP Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta media untuk menghentikan pemberitaan reshuffle kabinet. Menurutnya, reshuffle kabinet akan dilakukan jika diperlukan. Selain itu, SBY juga meminta agar masyarakat tetap sabar dan tidak mengembangkan isu pergantian kabinet dengan persepsinya sendiri. “Saya akan lakukan resuffle manakala itu diperlukan. Tidak perlu dipaksa-paksa harus minggu ini, atau harus minggu depan. Semua itu ada tujuan, ada alasan dan ada aturan manakala reshuffle harus saya lakukan,” kata SBY sebelum memimpin rapat kabinet di Istana Negara di Jakarta, Kamis (10/3). SBY pun menegaskan, kabinet bukanlah tempat untuk menggilir para menteri secara sembaran-

gan. Karena isu reshuffle dinilai begitu santernya, SBY meminta agar seluruh menteri yang tergabung di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II tidak terpengaruh dengan isu reshuffle dan tetap berkonsentrasi pada tugas kerja masing-masing. “Saya sudah menahan diri untuk tidak merespon, apalagi bereaksi terhadap isu politik sehari-hari. Tapi dalam perkembangannya sering menyentuh para menteri yang menurut saya, kalau tidak dijelaskan bisa mengganggu konsentrasi kerja kita,” tegas SBY. SBY pun memandang penggiringan isu ke arah terjadinya reshuffle sebagai pemikiran yang kurang logis. Dirinya merasa seolah-olah ada pihak yang seolaholah memaksa dan mendikte Presiden untuk segera melakukan re-

shuffle. SBY pun tidak terima bila disebut lamban mengambil tindakan, karena memang baginya resuffle tidak termasuk agenda kerjanya saat ini. SBY mengakui, dirinya memang pernah mengancam bisa melakukan reshuffle bilamana dari hasil evaluasi Parpol koalisi dinilai tidak lagi relevan. Tapi bukan berarti, resuffle begitu mudah untuk dilakukan. “Tentu tidak bisa juga, disetiap acara, tiap talkshow terus menodong agar Presiden melaksanakan reshuffle segera. Reshuffle akan dilakukan manakala ada alasan dan urgensi. Tapi mengharuskan presiden harus reshuffle, harus cepat dengan jadwal sendiri itu sesuatu yang kurang logis,” katanya. SBY pun memastikan, namanama yang muncul ke permukaan

sebagai calon menteri baru dan bakal dicopot dari jabatan menteri, sama sekali tidak pernah keluar dari mulutnya. SBY pun meminta agar masyarakat berhenti berspekulasi, termasuk di mediamedia. Hal ini dinilai penting, karena SBY tidak ingin mengulang sejarah saat ramainya perombakan kabinet lalu. “Waktu itu, banyak beredar nama, ini calon menteri X, ini calon menteri Z, calon menteri Z dan sebagainya. Saya tidak tahu sama sekali itu. Suatu ketika, beliau-beliau yang diramaikan itu ternyata tidak jadi menteri, jadi sangat tidak senang. Bahkan ada yang mengirim sms pada saya (bertanya) mengapa mempermainkan saya? Mengapa berbohong? Mengapa ini dan itu? Padahal saya sendiri juga tidak tahu,” kata SBY.(afz)

Ketua MA Tantang ICW Jakarta, KP Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Tumpa mengatakan munculnya nama Anwar Usman dan Irfan Fachruddin sebagai calon pengganti Arsyad Sanusi sebagai hakim konstitusi sudah dipertimbangkan. Bukan hanya didasarkan pada latar belakang pendidikan tetapi yang paling utama adalah jejak hakim. “Tentu salah satunya pendidikan, keduanya Doktor (Anwar dan Irfan), pengalamanya menjadi hakim panjang dan selama ini

tidak ada sama sekali track record-nya jelek,” kata Harifin kepada wartawan usai menghadiri seminar di Hotel Milenium, Jakarta, Kamis (10/3). Harifin menjelaskan untuk menentukan satu dari dua nama calon hakim konstitusi, pihaknya akan melakukan tes wawancara yang dilakukan secara tertutup. "Kami akan memanggil keduanya untuk wawancara," katanya. Sebelumnya, ICW bersama dengan koalisi LSM lainnya

mendesak MA mengulang proses pemilihan hakim konstitusi yang dicalonkan dari lembaga peradilan itu. Pemilihan dua orang calon hakim konstitusi dari MA, Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA Anwar Usman dan Hakim Tinggi PT TUN Medan Irfan Fachruddin tidaklah transparan. Terhadap permintaan itu, Harifin mengatakan lebih baik ICW saja yang melakukan seleksi sendiri. “Biarin aja, suruh aja seleksi sendiri. Mahkamah

Agung mengetahui hakimhakim yang baik, sekarang kalau ICW mempunyai catatan buruk mengenai orang itu silahkan sampaikan kita akan adakan semacam klarifikasi," katanya. Selain itu, kata Tumpa, pihaknya tidak mengumumkan proses seleksi hakim konstitusi ke publik karena tidak memiliki uang untuk membayar iklan. “Kalau mengumumkan dengan iklan perlu duitnya mahkamah agung,” tandasnya.(kyd)


3

Jumat, 11 Maret 2011

PLN Bebaskan Biaya Tambah Daya Listrik Khusus Pelanggan 450 VA dan 900 VA

sulis/kp

Sejumlah fasilitas disiapkan Palm Mas Waterpark, mulai sarana rekreasi, hiburan hingga sarana pendidikan. Kini hiburan modern itu sudah bisa digunakan lagi setelah sempat beberapa hari dibenahi

Palm Mas Waterpark Kembali Beroperasi Kendari,KP Hiburan modern Palm Mas Waterpark Kendari sudah diresmikan 2 Maret lalu. Namun pengurusnya sempat menutup sementara, karena memperbaiki beberapa fasilitas seperti ketersediaan air bersih. Tapi kini pembenahan itu sudah rampung. Palm Mas Waterpark sudah bisa dinikmati kembali dengan tarif masuk Rp 50 ribu per orang. Manager Palm Mas Waterpark Kendari, Panggih Rahardjo yang ditemui kemarin menjelaskan bila saat ini sejumlah fasilitas sudah siap digunakan. Katanya beberapa murid-murid taman kanak-kanak (TK) maupun SD mulai menggunakan fasilitas tersebut. “Pengunjung belum banyak karena sosialisasi belum maksimal,” terangnya kemarin. Panggih sempat merinci bila di Palm Mas Waterpark bukan

hanya sekadar pusat rekreasi maupun hiburan. Tapi juga bisa digunakan sebagai sarana pendidikan. “Bagi pengunjung terutama siswa-siswa yang dikoordinir oleh gurunya atau dalam jumlah banyak, harga tiket masuk bisa dinego,” kata Panggih. Kini manajemen Palm Mas Waterpark mulai memperkenalkan sarana tersebut pada sejumlah instansi perkantoran, juga pada lembaga pendidikan. Sejumlah fasilitas seperti Ball Room yang bisa digunakan sebagai acara pertunjukan maupun pesta pernikahan sudah bisa diorder, termasuk meeting room serta sejumlah fasilitas tempat jajanan juga sudah bisa difungsikan. “Kami berharap masyarakat Kendari memanfaatkan Palm Mas Waterpark sebagai sarana hiburan, rekreasi juga edukasi pada putra putrin-

ya,” pungkas Panggih. Sekadar diketahui sarana waterpark dilengkapi dengan sejumlah fasilias diantaranya restorant siap saji Texas Chiken, Food corn untuk menjual sejumlah menu makanan. Selain itu sarana wisata semisal Mobil Gokart dan beberapa fasilitas permainan air lainnya

yang disediakan. Di areal Waterpark, terdapat perumahan Palm Mas, yakni perumahan mewah dua lantai. Kompleks perumahan tersebut didesain modern dengan interior menawan. Lebih spesial lagi, warga perumahan mendapat diskon 50 persen untuk memasuki sarana Water Park. (lis/awl)

Pajero dan Strada Kian Diminati Mitsubishi Target 500 Mobil Terjual Kendari, KP Pertumbuhan ekonomi yang dialami daerah ini membuat PT Bosowa Berlian Motor selaku dealer mobil Mitsubishi meningkatkan target penjualan. Tahun 2010 lalu sekitar 300 unit mobil Misthubishi laku terjual. Tahun ini Bosowa menargetkan bisa mencapai 500 unit mobil terjual. Kepala Cabang PT Bosowa Berlian Motor Kendari, Hasanuddin Dachlan yang ditemui kemarin optimis meraih target tersebut. Katanya di bulan Februari saja penjualan melebihi target. Realisasi penjualan 70 persen didominasi oleh mobil truck colt diesel. Sisanya seperti mobil pick up dan pasengger. “Ada juga produk terbaru Mitsubishi, namanya Pajero, jenis ini sudah mulai diminati masyarakat,” terangnya. Hasanuddin yakin bila prospek bisnis otomotif di tahun ini sangat bagus di Sultra. Rencana gubernur tentang program kawasan ekonomi khusus (KEK) khusus untuk pertam-

sulis/kp

Kepala Cabang PT Bosowa Berlian Motor Kendari, Hasanuddin Dachlan memperlihatkan mobil Mitsubishi yang tersedia di show room, kemarin bangan membutuhkan kendaraan proyek. Apalagi produk Mitsubishi erat kaitannya dengan kebutuhan proyek. “Produk seperti Strada 4 WD sangat cocok untuk distribusi di daerah tambang. Seperti di Pomala dan Bombana produk kami dominan digunakan,” paparnya. Banyaknya permintaan masyarakat terhadap mobil

Mitsubishi juga mempengaruhi stok mobil Mitsubishi. Kemarin tampak di Showroom hanya beberapa saja terpajang, itu pun tinggal jenis pick up. Tapi Hasanuddin memastikan daftar tunggu (inden) tidak akan sampai lama, paling lama tiga minggu stok tersedia. Apalagi distribusi kendaraan kian mudah. Malah untuk wilayah Bau-

bau bisa didatangkan langsung melalui Pelabuhan Baubau dari Makassar, tidak melalui Kendari lagi seperti sebelumnya. Lebih jauh Hasanuddin mengatakan, selama ini Kendari mendominasi penjualan. Tapi kedepan dengan banyaknya proyek yang terselenggara di sejumlah daerah, tentunya akan memberikan harapan. (lis/awl)

Tekan Inflasi, Bunga Bank Dinaikkan Kendari,KP Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tim pengendalian inflasi daerah (TPID) se Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) dilangsungkan 7 Maret lalu. Diakhir pertemuan dilaksanakan deklarasi yang salah satu pointnya yakni adanya koordinasi antara tim se-Sulampua. Rakerda tersebut akan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPID di Jakarta, 16-17 Maret 2011 nanti. Humas BI, Taufik yang masuk salah satu panitia pelaksana mengatakan, bila dalam pertemuan tersebut mencermati inflasi Sulampua. Inflasi tahunan Sulampua tahun 2010 tercatat 6,40 persen, lebih ren-

dah dari nasional sebesar 6,96 persen. Laju inflasi Sulampua secara tahunan disebabkan oleh komponen bahan-bahan makanan yang mencapai angka realisasi sebesar 16,14 persen. “Pada Desember 2010, sebagian besar berasal dari kenaikan harga kelompok bahan makanan antara lain beras, gula pasir, telur, dan bawang merah,” katanya mengutip hasil rekomendasi pertemuan tersebut. Sementara inflasi inti (core inflation) dan administered price secara tahunan hanya mencapai sebesar 4,57 persen dan 4,35 persen. Pada tahun 2011 Bank Indonesia memperkirakan inflasi Sulampua akan mencapai 6,2 persen.

Salah satu penyebab inflasi di Sulampua tidak terlepas dari pengaruh peningkatan tekanan inflasi secara global. Peningkatan tekanan inflasi global didorong setidaknya oleh tiga hal yaitu kenaikan harga komoditas internasional, buruknya kondisi cuaca dan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara. Selain itu terdapat faktorfaktor domestik yang memberi tekanan inflasi pada komoditas pangan di Sulampua. Faktorfaktor tersebut dibahas oleh Kabid Harga Pangan,Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Herena Pudjihastuti), Kabid Disperindag Sulsel (Nadi Basalamah), dan Komisioner KPPU (Erwin Syahril). “Diskusi

tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa diperlukan koordinasi antar daerah di Sulampua untuk mengatasi permasalahan inflasi yang dipicu oleh pasokan, distribusi, dan struktur pasar yang diakibatkan struktur pasar yang monopoli dan oligopoli,” tuturnya. Secara nasional upaya menekan laju inflasi telah direspon dengan peningkatan suku bunga acuan dari 6,50 persen menjadi 6,75 persen yang diputuskan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 4 Februari 2011. “Keputusan tersebut ditetapkan sebagai langkah antisipatif untuk mengendalikan ekspektasi inflasi yang cenderung meningkat ke depan,” pungksanya. (lis)

Kendari, KP PT PLN (Persero) melalui unit pelayanannya saat ini telah menyediakan layanan tambah listrik (tambah daya) tanpa dipungut biaya. Layanan ini hanya bisa dinikmati bagi pelanggan 450 VA (Volt-Ampere) dan 900 VA yang naik daya ke 1300 VA atau 2.200 VA. Hal itu dikemukakan Manajer PLN Cabang Kendari, Moh Andy Achiminoeddin kemarin. Katanya saat ini tercatat sekitar tiga ribu pelanggan yang menggunakan daya 450 VA dan 900 VA. Para pelanggan tersebut mempunyai jam nyala sekitar 400 jam sebulan. ‘’Sebenarnya sesuai aturan yang tiba pada kami yakni biaya tambahan daya yang gratis diperuntukkan bagi pelanggan yang menggunakan daya 450 VA dan 900 VA yang mempunyai jam nyala 600 jam, tapi kami toleransi bagi pelanggan yang mempunyai jam nyala 400 jam sebulan,’’ terangnya. Andy Achiminoeddin menambahkan bila layanan tambah daya tanpa dipungut biaya baru saja diteruskan ke ranting-ranting. Katanya toleransi 400 jam nyala karena biasanya pelanggan dibawah jam nyala tersebut merasa sudah cukup dengan kebutuhan listrik yang ada. Selama ini katanya PLN memang mendahulukan melayani penyambungan baru bagi calon pelanggan yang sudah menunggu lama agar bisa dialiri listrik, tapi kali ini PLN bergerak lebih jauh lagi untuk memberikan kenyamanan penggunaan listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA terutama bagi pelanggan rumah tangga.

Moh Andy Achiminoeddin ’’Kita harapkan lewat program ini, PLN memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk dapat menikmati listrik dengan daya yang lebih besar, sehingga pelanggan bisa lebih bebas dan nyaman dalam menggunakan listrik untuk berbagai kebutuhan,’’ imbuhnya. Hal senada diutarakan Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN, Bambang Dwiyanto melaui siaran persnya, pekan lalu. Ia menjelaskan layanan tambahan daya gratis berlaku dari Maret hingga Juni 2011 nanti. ‘’Mulai awal Maret ini PLN sudah melayani pelanggan 450 VA dan 900 VA yang ingin menambah daya ke 1300 VA atau 2.200 VA secara gratis,’’ ucap Bambang. Lebih lanjut Bambang menjelaskan, berdasarkan data pemakaian listrik pelanggan pada setiap bulannya, terlihat banyak sekali pelanggan 450 VA dan 900 VA yang pemakaian listriknya tinggi sekali. Hal ini tidak terlepas dari semakin banyaknya peralatan listrik ru-

mah tangga yang harganya relatif murah. Bambang mencontohkan, saat ini di pasaran sudah ada penyejuk ruangan AC yang kebutuhan daya listriknya rendah, harganya terjangkau, sehingga tidak heran bila pelanggan 900 VA sudah memakai AC di rumah. Akibatnya, apabila daya listrik yang dipergunakan pelanggan melampaui daya tersambungnya, maka listrik pun langsung “jepret”. ‘’ Kondisi yang demikian, selain mengganggu kenyamanan juga dapat menyebabkan peralatan listrik tidak bekerja optimal. ‘’Jadi solusinya adalah memperbesar daya menjadi 1300 VA atau 2200 VA,’’ terangnya. Bambang menambahkan program tersebut juga untuk menjawab keluhan dari masyarakat bahwa biaya tambah daya listrik masih dianggap relatif mahal. Bila dari 900 VA, diperlukan biaya Rp 300.000 untuk bisa menjadi 1300 VA, sedangkan untuk menjadi 2.200 VA di perlukan biaya Rp 975.000. ‘’Menjawab permasalahan tersebut, kini PLN menggratiskan biaya tambah daya. Memang disamping itu PLN nantinya akan mendapatkan tambahan pendapatan, sebab harga listrik 1300 VA atau 2200 VA lebih tinggi dibandingkan dengan 450 VA atau 900 VA. Tambahan pendapatan ini dampak positif juga bagi masyarakat, karena dengan demikian subsidi listrik yang diberikan pemerintah dapat berkurang dan dialihkan untuk perbaikan sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, dan lainnya,’’ pungkasnya. (jpnn/awl)

Emas 24 Karat Harga beli Rp 403.903 per gram Harga jual Rp 414.259 per gram Sumber : Pegadaian Cabang Kendari.


Jumat, 11 Maret 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Tak Bayar Pajak, Kontraktor Diblack List

Amirul Lantik 184 Pejabat Baubau, KP Struktur birokrasi dalam komposisi pemerintahan Wali Kota Baubau, H. MZ. Amirul Tamim, berubah. Kemarin, 184 pejabat dari berbagai jenjang eselon dilantik. 15 pejabat diantaranya adalah level eselon II seperti Kepala Dinas Tata Kota dan Bangunan, La Ode Zam-zam kini digeser sebagai Kadis Kebudayaan dan Pariwisata menggantikan Muhamad Djudul yang diplot sebagai Kadis Perikanan dan Kelautan. Sedangkan jabatan Kadis Tata Kota dan Bangunan diisi La Ode Arsyad Hibali. Selain itu, jabatan Kepala Kesbang dan Linmas kini dipegang Yusuf Hibali. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Feto Daud didapuk menjadi Asisten II Sekretariat Kota Baubau. ‘’ Sekali lagi, pelantikan ini adalah hal biasa dalam struktur organisasi pemerintahan. Diharapkan bagi mereka yang dilantik agar segera melakukan konsolidasi dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan. Baubau saat ini memasuki tahap pemantapan dalam 10 tahun menjadi daerah otonom dan 470 tahun sebagai daerah kota dalam sejarahnya, sehingga masih banyak yang harus dibenahi,” jelas Amirul Tamim dalam seremoni pelantikan yang juga dihadiri Ketua DPRD Baubau, Hasidin Sadif dan Sekot, Suhufan. Amirul juga menegaskan, pelantikan tersebut didasari atas beberapa alasan, yakni adanya perubahan sturuktur organisasi pemerintahan Kota Baubau baik di sekretariat, PPKAD dan peningkatan status beberapa SKPD. Termasuk perubahan nomenklatur dari beberapa organisasi pemerintahan kota Baubau. (k1)

Raha, KP Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sultra yang melansir adanya piutang pajak kontraktor sebesar Rp 9,6 miliar mulai disikapi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Terlebih piutang tersebut bisa menjadi suntikan keuangan bagi Pemkab Muna yang saat ini terlilit utang sebesar Rp 83,6 miliar. Meski begitu, pemerintah tidak gegabah menjustifikasi kesalahan tersebut kepada para kontraktor karena menunggak membayar pajak. “ Hasil audit BPK itu masih akan Kami klarifikasi dulu,” kata Sekretaris DPPKAD Muna, Ahmad Yani. Apakah kontraktor yang menunggak pajak sudah menerima mencairkan dana 100 persen atau belum. “ Jika belum dibayarkan

Baca PAJAK di Hal 6

Muna Dapat 1900 Sertifikat Prona SYAMSUDDIN/KP

Wali Kota Baubau, H. MZ. Amirul Tamim (kiri) memberi selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantiknya, kemarin.

Mitra PT. BSM Pakai Merkuri Dalam Produksi Pengolahan Emas Bombana

Rumbia, KP Nyatanya, memang tak ada pengolahan tambang emas di Bombana yang ramah lingkungan. Beberapa perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi disinyalir

sudah menggunakan merkuri saat mengolah emas di lahan konsensinya. PT. Tunas Jaya Tamamas salah satunya. Mitra PT. Bahtera Sultra Mining (BSM) ini menggunakan bahan kimia air raksa untuk mendapatkan emas. Parahnya, penggunaan zat berbahaya itu tak didukung dengan instalasi pengolahan air limbah yang baik serta tidak terdapat dalam dokumen analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Penggunaan merkuri di konsesi perusahaan daerah itu diungkapkan oleh Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra bersama Dinas Pertambangan dan Energi serta pihak Kantor Lingkungan Hidup Bombana saat melakukan pengawasan kegiatan usaha pertambangan di lokasi PT. BSM, Desa Wumbubangka, Selasa (22/2) lalu. Selain penggunaan air raksa, juga ditemukan 13 pelanggaran lain yang di-

lakukan anak Perusahaan Daerah (PD) Utama Sultra dan mitranya. Plh Kepala ESDM Sultra, Wa Ode Nuryani merinci belasan temuan anggotanya di lokasi PT. BSM. Pertama, kegiatan penambangan yang dilakukan PT. Indominas sebagai mitra PT. Bahtera Sultra Mining ternyata disubkontrakkan lagi ke pihak PT. Tunas Jaya Tamamas tanpa

Baca MERKURI di Hal 6

Raha, KP Bagi masyarakat Muna di kecamatan tertentu yang belum memiliki sertifikat tanah dan berkeinginan memiliki hak hukum atas tanahnya namun terkendala biaya untuk mengurus sertifikat, tidak usah khawatir. Tahun ini, Badan Pertanahan nasional (BPN) Muna mendapat jatah 1900 percil (bidang) tanah yang dapat disertifikasi dengan gratis. “ Untuk program Prona, Kami mendapat dana bantuan sertifikasi tanah sebesar Rp 1 miliar dari APBN,” ungkap Kepala BPN Muna, Sunaryo. Untuk tahun ini, program tersebut tersebar di 14 kecamatan dan 20 desa. Kategori lahan yang bisa masuk program Prona yaitu, tanah pertanian maksimal seluas dua hektar dan perumahan maksimal seluas 2000 meter persegi. Pertanahan menanggung biaya pengukuran tanah, pemeriksaan, pendaftaran dan transport petugas yang mengukur tanah. Bila muncul item pembiayaan, itu di luar dari tanggungjawab pertanahan. Misalnya, kewajiban masyarakat untuk melengkapi data pendukung tanah yang diperlukan seperti KTP, surat keterangan tanah di kelurahan dan kecamatan. Termasuk juga, pen-

Baca PRONA di Hal 6


6

Kendari Pos |Jumat, 11 Maret 2011

Musda KNPI Konawe Diundur Unaaha, KP Agenda Musyawarah Dewan (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Konawe diundur hingga Mei mendatang. Padahal seharusnya, digelar Maret ini seperti pernah dirilis Ketua Umum DPK KNPI Konawe, Ujung Lasandara, awal Februari lalu. Ujung mengatakan pengunduran jadwal Musda itu mengacu dari surat keputusan kepengurusannya yang baru akan berakhir Mei mendatang. “ Memang selama ini biasanya digelar Maret tapi pemilihan lalu juga digelar sampai Mei. Dan kita juga mengacu di SK yang menyatakan kepengurusan kami berakhir Mei,” jelasnya, kemarin sambil men-

gaku pihaknya belum membentuk panitia Musda. Pengunduran waktu itu juga setelah pengurus KNPI Sultra sekaligus Korlap wilayah Konawe, Yusran bertandang di kediamannya untuk konsolidasi terkait pelaksanaan Musda DPK, Mei mendatang. Informasi yang dihimpun koran ini, ada nama baru, Asran Lasahari yang menyatakan diri siap tampil di bursa Musda nanti. Sebelumnya santer terdengar bakal kandidat yakni Parinringi, Sulsalman Moita (Sekum KNPI saat ini), H.Alauddin (Anggota DPRD Konawe), Faisal, Jahiuddin, Mustaring (Ketua PKB Konawe), Dedet Ilnari Yusta dan Irwan Nur (mantan DP Kecamatan KNPI Bondoala). (din)

Pajak ..................

pembayaran atau tidak. Meski kemungkinannya kecil, jangan sampai kontraktor sudah membayar pajak, namun bendahara belum memasukan dalam laporan. Terakhir, klarifikasi ke bendahara, jangan sampai ada kelalaian dalam melakukan pemotongan pajak. Untuk mempermudah penagihan, instansinya sudah berkoordinasi dengan bendahara Bank Pembangunan Daerah untuk melakukan pemotongan pajak, bila ada pencairan dana bagi perusahaan yang masuk daftar penunggak pajak. Berapa jumlah perusahaan, Ia tidak tahu persis. Namun besaran Rp 9,6 miliar piutang pajak itu terdiri dari 113 kegiatan. Proyek itu terdiri dari kegiatan tahun 2010 sebesar Rp 6 miliar dan sisanya Rp 3 miliar pada tahun 2009. (awn)

secara keseluruhan, maka saat pencairan akan langsung dipotong untuk pembayaran pajak. Kalau sudah cair 100 persen, kita akan melakukan tagihan pajak. Jika rekanan itu ingkar, perusahaannya dicoret (black list),’’ tegasnya. Soal mengapa pajak tak dipotong saat pencairan termin pertama, Yani punya argumen jamak. Pencairan tahap pertama menjadi modal bagi para kontraktor untuk melakukan pekerjaanya. Lagipula, biasanya pemotongan pajak dilakukan saat pencairan termen kedua atau 100 persen. Langkah berikutnya adalah dengan melakukan klarifikasi ke bendahara dan kontraktor. Apakah sudah melakukan

SMK Kelautan dan Pertanian Digagas

Andoolo, KP Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga terus mengembangkan inovasi untuk memajukan kelimuan di Konawe Selatan. Setelah berhasil membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di berbagai kecamatan, kini lembaga pendidikan spesifik lainnya seperti kejuruan kelautan dan pertanian mulai digagas untuk didirikan. Lokasi penempatan, termasuk alokasi penganggarannya juga telah disiapkan di Kecamatan Kolono untuk SMK Kelautan dan Pertanian di Mowila. Tujuan pendirian sekolah tersebut untuk mencetak sumber daya manusia handal dan menciptakan lapangan kerja pasca tamat belajar. Pendirian SMK Kelautan di Kecamatan Kolono juga dilatarbelakan-

Merkuri .................... sepengetahuan Pemkab Bombana. Kegiatan penambangan yang dilakukan PT. Tunas Jaya Tamamas tidak dilakukan dengan benar, sehingga diindikasi daerah yang ditambang tak dilakukan eksplorasi terlebih dulu. Selain itu, daerah olahan belum diupayakan untuk direklamasi dan hanya meninggalkan lubang-lubang galian yang cukup dalam serta tidak diberi pengaman. PT. BSM juga belum melaporkan hasil produksi emas termasuk menyelesaikan pembaya-

gi potensi daerah yang ada di pesisir, termasuk akan didirikannya industri galangan kapal tradisional. Begitu juga dengan di Kecamatan Mowila, pendirian SMK Pertanian itu mengingat wilayah tersebut merupakan daerah pertanian, perkebunan dan persawahan potensial. “ Pendirian dua sekolah itu akan dimulai tahun ini, dengan harapan 2012 mendatang sudah dapat melaksanakan penerimaan siswa baru,” ungkap Kadis Pendidikan, Pemuda Olahraga Konsel, Beangga Haryanto, kemarin. Menurutnya, pendirian dua sekolah kejuruan tersebut itu juga sekaligus mendukung visi Pemkab Konsel sebagai otorita minapolitan. Selain itu infrastruktur program pendidikan nasional juga memang diar-

ran royalti. Temuan lain, menurut Nuryani dalam suratnya yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Bombana yakni, PT. Tunas Jaya Tamamas mempekerjakan tenaga asing dari Cina, namun keberadaannya tidak pernah dilaporkan kepada Pemkab Bombana. Dari segi karyawan atau pekerja, pihak perusahaan tidak melengkapinya dengan APD yang standar serta tidak memiliki tempat tinggal layak. Sedangkan pelanggaran dari aspek tehnik dan administrasi, PT. BSM tidak membuat peta wilayah tambang, peta perencanaan tam-

Prona ................

ahkan pada pendirian SMK. “ Hingga saat ini sekolah kejuruan di Konsel masih sangat minim, karenanya Dinas Pendidikan tidak lagi mendirikan SMA, tetapi SMK,”tandasnya. Camat Kolono, M. Yusuf yang ditemui terpisah mengaku, pendirian SMK Kelautan di Kecamatan Kolono sangat diharapkan segera terwujud. Pasalnya 31 desa yang ada di distrik itu memang daerah pesisir. Selain itu, khususnya di Desa Lambangi, industri kapal tradisional sudah sejak lama ada, sehingga bila sudah ada SMK Kelauatan tersebut, tempat praktek dan bahkan pembuatan kapal dapat dikerjakan oleh siswa dan alumninya ke depan. (era)

bang, peta kemajuan tambang yang seharusnya peta tersebut merupakan acuan dalam melakukan kegiatan produksi pertambangan. Tidak hanya itu, PT. BSM ternyata belum juga membuat dokumen rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), dokumen reklamasi dan pasca tambang, progran keselamatan dan kesehatan kerja serta lindung lingkungan, program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan empat pelanggaran lain yang jadi temuan di lokasi PT. BSM adalah perusahaan belum menyetorkan dana jaminan reklamasi, laporan triwulan kegiatan produksi tidak dilaksanakan, dokumen lingkungan tidak ada serta mitra PT. BSM tidak mengikuti aturan mengenai K3 yang telah dibuat oleh

gadaan patok batas tanah, itu menjadi kewajiban masyarakat untuk mengadakan. Soal proyek daerah, Sunaryo mengaku bila Muna sudah cukup lama tak mendapatkan program Proda karena Pemkab setempat tak mampu. “ Proda itu dibiayai oleh APBD, “sebutnya. Selain Prona, tahun ini Muna juga mendapat program sertifikasi tanah transmigrasi sebanyak 441 bidang dan program redistribusi sebanyak 1000 bidang. “ Redistribusi, pemberian sertifikat tanah kepada petani yang sudah bertahuntahun mengolah tanahnya namun belum memiliki sertifikat tanah,” jelasnya. Sumber pembiayaan kedua program tersebut berasal dari APBN. (awn)

Kepala Teknik Tambang PT. BSM. Kepala Seksi Mineral Dinas ESDM Sultra, Kamrullah yang juga menjadi tim pengawasan mengatakan, semua temuan itu merupakan hasil pengawasan yang dilakukan bersama Distamben Bombana. Terkait penggunaan merkuri di lokasi PT. BSM, Kamrullah yang hadir dalam rapat bersama DPRD Sultra dan Muspida Bombana di kantor bupati, Rabu (9/3) lalu mengakui hal itu. ‘’ Atas temuan penggunaan air raksa oleh PT. Tunas Jaya Tamamas di lokasi PT. BSM maka diharuskan investor ini melakukan Amdal ulang. Tidak ada dalam Amdal yang menyebutkan penggunaan air raksa. Makanya harus dilakukan Amdal ulang,” tegas Kamrullah. Dari berbagai pelanggaran tersebut, Wa Ode Nuryani bersurat di Distamben Bombana. Intinya, Dia meminta agar aktivitas penambangan PT. BSM termasuk PT. Lammora Trading Company dihentikan sementara. (nur)


7

Kendari Pos |Jumat, 11 Maret 2011

Dua Anak Kalapas Nusakambangan Ditahan Jakarta, KP Meski telah ditahan dan diinterogasi tim Badan Nasional Narkotika (BNN) sejak Selasa (8/3) lalu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Nusakambangan, Marwan Adli belum mau mangaku salah. Pria ubanan berbadan tinggi semampai itu ngotot tak ada hubungannya dengan sindikat pengedar narkoba di dalam lapas. Seperti diketahui, Marwan ditahan karena dugaan ikut mendukung aktivitas Hartoni, bandar narkoba yang mengedarkan barangnya dari dalam lapas. Tim BNN yang dipimpin Direktur Narkotika Alami, Brigjen Pol Benny Mamoto telah memperoleh sejumlah bukti keterlibatan Marwan yang ikut menerima bagian dari hasil penjualan Hartoni. Mamoto mengatakan, Marwan dalam kasus ini menjadi pelindung bagi aktivitas Hartoni di dalam lapas. Bahkan, aksi Hartoni ditunjang dengan

diberikannya berbagai fasilitas seperti rumah yang dibangun di luar tembok lapas. "Saya pikir seharusnya Kalapas tak mengelak lagi karena makin hari buktinya terus bertambah," kata Mamoto, Kamis (10/3) malam. Ia menambahkan, Marwan menerima upeti dari Hartoni melalui transferan dana. Untuk menghilangkan jejak, Kalapas itu memakai nomor rekening cucunya dan keluarga lainnya. "Ini yang akan terus kami lacak, siapa saja yang dipakai nomor rekeningnya," paparnya. Dijelaskan Mamoto, kini BNN telah menahan dua orang wanita di Banjarmasin. "Mereka berdua adalah orangnya Hartoni yang rekeningnya dipakai untuk mentransfer uang ke Marwan. Keduanya kini sudah ditahan di kantor BNN di Jakarta," ungkap putra Sulut ini. Dijelaskannya, salah satu dari wanita itu adalah mantan

pembantunya Hartoni. "Selama ini sabu-sabu milik Hartoni memang banyak diedarkan di Banjarmasin. Di sana pula Hartoni ditangkap kedapatan membawa obat terlarang 2006 lalu," paparnya. "Ada sejumlah bukti otentik yang kami dapat dari dua wanita ini. Dan dengan itu Kalapas tak bisa mengelak lagi," katanya. Tak hanya itu, Mamoto juga berencana menahan dua anak Marwan, yang sebelumnya kedapatan memakai nomor rekening cucunya Rinaldi Kurnia untuk menerima transferan uang. "Malam ini kemungkinan akan kami tahan. Kami yakin Marwan juga memakai nomor rekening keluarga lain untuk menerima uang," tambah Mamoto. Rencananya, kedua anak Marwan akan ikut dibawa ke Jakarta untuk pengembangan penyelidikan. Sebelumnya, 6 orang lain juga telah ditahan dan terus diperiksa intensif di

Cilacap, Jawa Tengah hingga tadi malam. "Jadi total yang akan kami bawa dari Cilacap menjadi 8 orang. Itu diluar 2 orang yang dibawa dari Banjarmasin," ujarnya. Mereka yang sudah ditahan BNN adalah tiga pejabat Kalapas yakni Marwan sendiri, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Iwan Syaefudin, Kepala Seksi Binadik Fob Budhiyono. Tiga lagi yakni Hartoni si Bandar narkoba, Rinaldi Kurnia cucunya Marwan. Satu lagi Hadi Sunarto alias Yoyo, tahanan Lapas Besi Nusakambangan yang juga Bandar narkoba. Kasusnya terpisah dengan Hartoni di Lapas Narkotika. Ia dibawa karena juga telah terbukti mengedarkan narkoba dari dalam lapas. “Masih banyak bandar pengedar dan pemakai di tujuh lapas di Nusakambangan. Jadi kami tak akan berhenti sampai di sini,” tegas Mamoto.(sto)

Ba’asyir Ditahan, Jamaah Anshorut Tauhid Tetap Hidup Dijual ........................ Muhammad Umar, murid Ba’asyir yang juga anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), sambil mengarahkan telunjuk tangannya ke arah atap bangunan, tak jauh dari PN Jakarta Selatan. “Hei, itu sniper turun saja, “ teriak Umar. Hari itu (7/3) agenda sidang yang digelar adalah jawaban jaksa atas pembelaan Ba’asyir. Sidang sempat panas setelah salah seorang anggota kuasa hukum Baasyir, Munarman, bersitegang dengan jaksa penuntut. Umar mengatakan, demi memberikan dukungan kepada gurunya, hari itu (7/3) dia tiba di Jakarta sejak subuh. Pria 27 tahun itu datang dengan 50 orang temannya dari Solo. Dua jam sebelum sidang dimulai (pukul 10.00), Umar dan temantemannya yang juga murid Ba’asyir sudah tiba di depan PN Jaksel. Semula mereka berniat masuk ke ruang sidang. Tapi, upayanya gagal. “Ada orang-orang misterius yang sudah duduk di kursi pengunjung,” katanya. Selama persidangan, Umar selalu waspada dan memasang telinga tajam-tajam. Setiap kali Ba’asyir atau pengacaranya menyebut polisi dan Densus 88 Antiteror musuh Allah, Umar dan puluhan rekannya membalas dengan pekikan Allahu akbar. Umar menjelaskan, keputusannya dengan beberapa rekannya sesama anggota JAT datang

ke Jakarta adalah bentuk dukungan. “Dukungan dari seorang murid kepada guru atau ustadnya,” paparnya. Dia sangat kecewa karena guru yang sudah mendidiknya ilmu agama itu didakwa sebagai otak dan penggerak pelatihan teroris. Berangkat dari Solo ke ibu kota, Umar merogoh kocek sendiri. “Kami menggunakan bus. Kami mulai menabung sejak ustad kali pertama ditangkap,” katanya. Ba’asyir ditangkap di Banjar, Ciamis, Jawa Barat, 9 Agustus 2010. Untuk datang ke Jakarta, Umar mengatakan perlu sedikit perjuangan. Terutama persoalan ongkos transportasi. Dia menjelaskan, meluncur dari Ngruki ke Jakarta menggunakan bus dan kereta api. Umar mengatakan, dirinya cukup beruntung karena tidak mengalami kesulitan soal kuangan. Beberapa rekannya mengaku meniru gaya suporter Persebaya Surabaya ketika datang ke Jakarta. Bondo nekat alias bonek. “Motivasi utama, kami harus bisa datang dan memberikan semangat kepada ustad, guru kami,” tandas Umar. Dia memaparkan, beberapa rekannya ada yang berbekal pinjaman dari rekan lain untuk bisa meluncur di Jakarta. Atau, menumpang kenalan yang akan berangkat ke Jakarta. “Ada yang ikut truk,” katanya. Tiba di Jakarta, mereka tidak menginap atau beristirahat di hotel. Sebaliknya, mereka menumpang meluruskan kaki di rumah anggota JAT yang

tidak jauh dari PN Jakarta Selatan. Misalnya, di kawasan Blok M dan Mampang. Kondisi keuangan yang paspasan tersebut dibenarkan oleh Direktur JAT Media Center Son Hadi. Bahkan, untuk menambah pemasukan organisasi, para aktivis JAT hari itu (7/3) menjual fotokopi materi eksepsi Ba”syir. Materi setebal 120 halaman itu dijual Rp 20 ribu kepada wartawan lokal maupun wartawan asing yang meliput sidang. Sonhadi memimpin JAT Media Center yang tugasnya memantau setiap detik persidangan Ba’asyir. Setiap kali persidangan, mereka membuka gerai JAT Media Center, persis di depan PN Jakarta Selatan. “Kami mencatat secara detail lika-liku persidangan,” katanya. Hasilnya di antaranya diunggah ke situs www.ansharuttauhid.com Sonhadi menjelaskan, selama menempuh pendidikan di JAT dia mendapatkan ilmu tentang berbagi bersama. “Kami ibarat satu keluarga,” katanya. Menurut Sonhadi, JAT tidak tepat jika disebut organisasi massa seperti Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah. Hadi lebih suka JAT disejajarkan dengan jamaah tabligh yang sering keliling masjid. Atau jamaah-jamaah dakwah yang tersebar di kampung-kampung.

JAT didirikan Ba’asyir setelah menyatakan keluar dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pada September 2008. Setelah sang amir dipenjara, aktivitas JAT tidak langsung otomatis terhenti. “Dakwahdakwah berkala tetap ada. Pesantren juga masih jalan,” tandas Hadi. Terkait dengan penjagaan polisi, Hadi mengatakan sudah terlalu kelewatan. “Kami punya tim yang mengawasi orangorang misterius. Bahkan ada yang berjilbab, itu sudah kami rekam video,” katanya. Bagaimana bisa tahu “Kami terlatih membedakan. Gerak-geriknya kan kelihatan. Kalau tidak biasa pakai kerudung pasti kikuk,” katanya. Dia menjamin, anggota JAT yang setiap persidangan memadati halaman PN Jakarta Selatan tidak akan berbuat anarkis. Apalagi, sampai melawan polisi yang dilengkapi persenjataan lengkap. “Lalu mengapa harus ada sniper?” katanya. Di antara anggota JAT yang datang ke persidangan tak sedikit yang membawa istri dan anak-anaknya. Karena itu, untuk berbuat kekerasan harus berpikir seribu kali. Pasalnya, hal itu bisa berbalik membahayakan anggota keluarga mereka. “Kami juga punya tim khusus untuk antisipasi provokasi,” katanya.(kum)

Polisi Buru 12 Pemasok Narkoba Artis Jakarta, KP Pascapenangkapan Yoyo drummer grup band Padi dan artis Ratna Fairuz alias Iyut Bing Slamet, polisi kini terus memburu sejumlah pemasok narkoba ke kalangan artis. Setidaknya polisi telah mengidentifikasi 12 pemasok/pengedar narkoba ke kalangan selebrity baik dari kalangan artis maupun dari luar. “Dalam pengejaran ini kita mencari orang-orang yang benar dicurigai berdasarkan informasi. Jadi kemungkinan banyak profesi, ada artis ada yang lain,” ujar Kabid Penerangan Umum Div Humas Polri Kombespol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kamis (10/3). Namun demikian Boy membantah adanya kabar polri kini menarget sejumlah artis dalam kasus narkoba. Pernyataan ini juga sekaligus digunakan Boy untuk membantah tudingan upaya pengalihan isu yang dilakukan polisi dengan menangkap para publik figur itu. “Yang dibidik bukan artis (saja), tapi yang terindikasi bandar, pengedar pengguna,” tambahnya. Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap Yoyo dan Iyut dalam rentang waktu yang berdekatan. Yoyo ditangkap sekitar dua pekan lalu di salah satu apartemen di kawasan Sudirman, Jakarta karena kepemilikan sabu. Sementara Iyut diringkus di salah satu hotel di kawasan Mangga Dua, Jakarta Selasa (8/

FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Ratna Fairuz Albar atau Iyut Bing Slamet saat dipindahkan dari Unit V Direktorat IV, Bareskrim Mabes Polri ke sel Tahanan di Gedung BNN, Jakarta, Kamis (10/3). Iyut Bing Slamet resmi ditahan diduga atas kepemilikan shabu-shabu. Iyut ditangkap menggunakan narkoba di Penthouse, Taman Sari, Jakarta Barat, di kamar 208 Selasa (8/3). 3) dalam kasus yang sama. Namun demikian polisi memastikan dua artis itu bukan dalam satu jaringan peredaran yang sama. “Berbeda. Mereka kan peng-

guna. Belanja dari orang-orang. Sedangkan pengedar yang terindikasi oleh petugas itu cukup banyak berada di tengahtengah masyarakat,” tambah Boy Rafli.(zul)

Atikurahman Dipindah ke Lapas Baubau Rutan ........................ Baubau. Selain dikawal oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra , mantan orang nomor satu Bombana ini juga didampingi sejumlah kerabat

dan keluarganya. Kasi penuntutan dan Humas Kejati Sultra, Asrul Alimina SH mengatakan, berkas kasus Atikurahman kini telah dilimpahkan dari penyidik Kejaksaan ke tahap Penuntutan. Jika tidak ada kendala, berkas

perkaranya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Baubau. “Untuk Kabupaten Bombana masuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Baubau, makanya Atikurahman kita pindahkan penahanannya ke Baubau,” ujarnya.(k1/lia)

Ketua KPU Konut Soroti Putusan MK MK ........................... kapan MK mengeluarkan keputusan pemenang PSU Konut yang pada akhirnya menjadi Bupati-Wakil Bupati Konut definitif. Setahu dia, kalaupun MK mengeluarkan rekomendasi, bukan untuk menetap-

kan pemenang PSU, melainkan hanya pemenang dalam sengketa Pilkada. “Masalahnya sampai hari ini saya belum dapatkan info kapan MK keluarkan keputusan. Jadi kemungkinan kalau saya bisa prediksi, keputusan keluar minggu depan. Tapi baru pemenang dalam sengketa saja. Untuk pe-

menang PSU belum ada. Ini yang kemudian menjadi pertanyaan kita semua, kira-kira apa yang jadi keputusan MK nantinya. Saya juga belum dapat info dari panitera, apakah keterangan KPU Konut masih dibutuhkan di sidang nanti, sidangnya kapan dan agenda selanjutnya apa,” ujarnya.(dri)


Jumat, 11 Maret 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

86 Persen Warga Kota Bekerja

Sesosok Mayat Gegerkan Kantor Gubernur Diduga Dikeroyok, Tewas Lalu Dibuang Kendari, KP PNS lingkup sekretariat Pemprov Sultra digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang tergeletak di halaman Kantor Gubernur Sultra, kemarin (10/3). Sesosok tubuh tanpa nyawa tergeletak tepat di Palang jalan pintu keluar (Portal) Kantor Gubernur. Wajahnya bersimbah darah, dan diduga kuat adalah korban pembunuhan. Setelah diidentifikasi, korban bernama Asrun (29), yang sehari-hari bertugas sebagai guru honorer di SDN Tambeanga Kecamatan Laonti Kabupaten Konsel. Beberapa luka di tubuh korban, terutama di bagian wajah dan kepala penuh darah. Korban diprediksi dianiaya lalu mayatnya dibuang di kantor Gu-

Kendari,KP Geliat ekonomi Kota Kendari yang terus tumbuh khususnya di sektor perdagangan dan jasa perlahan-lahan berdampak luar biasa pada angka angkatan kerja di kota ini. Khusus 2009 lalu, BPS menyebutkan bahwa sudah 86,17 persen dari total penduduk 290.867 jiwa masyarakat Kota Kendari yang sudah memiliki pekerjaan. Artinya, hanya tersisa 13 persen lebih yang menganggur alias belum punya pekerjaan tetap. Kepala BPS Kota Kendari, Hasyuril Hadini menjelaskan, konsep ketenagakerjaan yang didata lembaganya yaitu penduduk dengan usia kerja 15 tahun keatas. Mereka itu diketahui bekerja minimal satu jam dalam seminggu. Atas dasar itu warga kota yang bekerja pada 2008 sebesar 86, 19 persen dengan total penduduk 254.239 jiwa dan 2009 sebesar 86,17 persen dengan

Baca mayat di Hal 10

Sebelum Tewas, Sempat Menelepon Kolega Selama ini, Asrun, yang jasadnya ditemukan malam kemarin di sekitar kantor gubernur dikenal sebagai guru honorer SDN Tambeanga Kecamatan Laonti Kabupaten Konsel. Kehadirannya di Kota Kendari sudah dua hari dalam rangka mengurus kelengkapan berkas permohonan tunjangan fungsional non PNS. Kebetulan, atasannya, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (KUPTD) Diknas Kecamatan Laonti berada di Kota Kendari. Sebelum ditemukan tak bernyawa, sekitar pukul 23.30 Wita, kemarin malam, Asrun masih sempat menelpon koleganya bernama Selni, salah seorang guru SDN Tambeanga Kecamatan Laonti-Konsel. Namun, korban hanya mengomunikasikan masalah pengurusan tunjangan fungsional yang sedang dikonsultasikan ke KUPTD

Drainase Dalam Kota Dianggarkan Rp 6,2 M Realisasi April, Target Rampung Tiga Bulan

Baca sebeLum di Hal 10

Kendari,KP Salah satu potret buram kota ini adalah masih banyaknya ruas-ruas jalan dalam kota yang belum memiliki drainase memadai. Itu belum ditambah dengan saluran air yang membelah pemukiman ataupun kompleks pe-

SUWARJONO/KP

Jasad Asrun di ruang jenazah RS Bhayangkara, Kendari. Lelaki ini ditemukan tewas di sekitar kawasan kantor Gubernur Sultra

Truk Dilarang Melintas Depan Rujab Gubernur

Kendari, KP Rujab Gubernur Sultra ditetapkan sebagai daerah yang steril dari lalu lintas truk. Tanda larangan melintas sudah dipasang di depan tempat tinggal orang nomor satu di Sultra tersebut. Sayangnya, tetap saja ada truk pengangkut material tambang galian golongan C yang nekat melintas. Padahal Rujab memiliki aktivitas khusus, sehingga jalur lalu lintasnya tidak boleh macet. Makanya, Dishub Kota Kendari ber-

inisiatif membuat rute tengah untuk truk pengangkut material, yaitu Jalan Watumohai keluar ke By Pass dan setelah itu menuju titik penimbunan masing-masing. “Kami juga sudah menempatkan petugas di setiap perempatan, pada rute tersebut,” terang Kabid Perhubungan Darat, Paminuddin. Petugas itu nantinya bertugas melakukan pengawasan sejak pukul 07.00-12.00 Wita, serta 12.00-16.30 wita. Namun ia menyadari memiliki keterbatasan baik

waktu maupun pembiayaan, selain terdapatnya masyarakat yang merusak rambu rute yang terpasang. awaSi TruK Tambang Masih banyak pengusaha tambang galian golongan C belum memfasilitasi para sopirnya, agar menutup truk materialnya dengan terpal, padahal hal tersebut bertentangan dengan Perda No 4 Tahun 1996 tentang kebersihan, keindahan dan ketertiban (K3), serta instruksi Wali Kota Kendari tertanggal 24

Telat Dapat Raskin, Warga Gunung Jati Berunjuk Rasa

rumahan penduduk. Inilah yang jadi prioritas utama Dinas PU Kota tahun ini, khususnya di bidang Cipta Karya, yakni membenahi sebagian bahkan seluruh drainase di Kota Kendari. “Alokasi anggaran bidang cipta karya 2011, yang meliputi drainase sebesar Rp 6,2 miliar, penyehatan lingkungan pemukiman (PLP) Rp 7,2 miliar dan air

Baca Drainase di Hal 10

Januari 2011. Dishub Kota Kendari Rabu (9/3) lalu kembali turun melakukan sosialisasi ke areal tambang yaitu di Kelurahan Tobuuha dan Alolama, dengan dipimpin langsung Kabid Perhubungan Darat Dishub Kota Kendari, Paminuddin. “Kendala yang dihadapi dalam pengimplementasian Perda dan instruksi Wali Kota ini, yaitu mental para sopir untuk

Baca truK di Hal 11

LPJKD Bekukan Aklindo Sudirman

Kendari,KP Sejak Januari 2011 hingga sekarang, puluhan kepala keluarga di Kelurahan Gunung Jati mengaku belum menerima Beras Miskin alias Raskin. Gara-gara itu, belasan orang yang mengaku dari kelurahan di Kecamatan Kendari itu menggelar aksi unjuk rasa di di gedung DPRD Kota Kendari, sekitar pukul 11.00 Wita, kemarin. Massa yang dipimpin seorang bernama Alim Musabag, meminta agar dewan merepon aspirasi mereka, terkait molornya pembagian raskin di Kelurahan Gunung Jati. “Kita heran Pak, kenapa pembagian raskin di Kelurahan Gunung Jati, selalu terlambat. Tapi anehnya sebagian Rumah Tangga ada yang sudah terima Raskin,” katanya. Selain mengeluhkan soal Raskin, massa juga memprotes program pemberian sertifikat gratis alias Prona. Versi massa, warga tidak mampu yang mengurus Prona dikenakan kutipan antara

Baca teLat di Hal 10

total penduduk 290.867 jiwa. Itu berarti terjadi sedikit penurunan jumlah tenaga kerja. Hal itu karena penurunan tenaga kerja di tambang emas Bombana dan waktu survey. “Misalnya pada saat nelayan tidak melaut karena musim keras ombak, serta petani pada saat musim penghujan. Mengingat pada saat itu mereka tidak lagi bekerja minimal satu jam dalam seminggu, meskipun pada hari-hari berikutnya kembali bekerja normal,” jelas mantan Kepala BPS Kolaka ini. Mengenai tenaga kerja terbanyak dipungkaskannya sektor jasa sebesar 48,49 persen, perdagangan 34,44 persen dan transportasi 16,67 persen. “Sehubungan dengan data 2010 lalu, baru data kependudukan berdasarkan jenis kelamin yang kami selesaikan, sedangkan data lainnya sedang diolah tetapi dalam tahun ini akan rampung serta segera diekspose,” pungkasnya. (fas)

Kendari,KP Meskitidak berdampak pada kinerja para anggota asosiasi kontraktor kelistrikan Indonesia (Aklindo) Sultra, tetapi kepengurusan Aklindo yang sah yaitu Ketua DPP, Andi Amir dan Ketua DPD, Abbas Salim merasa perlu meluruskan dualisme kepengurusan di internal Aklindo. “Kita mau menetralisir terjadinya dualisme kepengurusan yang membingungkan masyarakat, yaitu kepengurusan sah DPD di bawah Abbas Salim, berdasarkan hasil Musda 15 April 2010 lalu yang dikukuhkan oleh Ketua DPP Andi Amir,” tutur Sekretaris Aklindo Sultra, Jumriati Nur. Sarankan kepada anggota agar meskipun terdapat konflik di DPD tetapi 74 anggota harus bersatu. Dengan begitu masyarakat tidak dirugikan, begitupula nama baik Aklindo Sultra ditingkat pusat. “Karena itu hari hari ini LPJKD sebagai perpanjangan tangan dari LPJKN akan rapat hari ini, untuk selanjutnya memutuskan Aklindo yang syah. Pasalnya berhubungan dengan pemberian sertifikasi badan usaha (SBU) dan sertifikat layak operasi (SLO), bagi sambungan instalasi listrik,” ungkapnya. ULFA/KP

Belasan warga Gunung Jati yang berunjuk rasa menuntut penyaluran Raskin dan mempertanyakan mekanisme Prona

Baca beKuKan di Hal 11


Metro

10 Sebelum... Diknas Kecamatan Laonti yang berdomisili di Lorong SMPN 10 Kendari. “Dia masih telpon saya tadi malam (kemarin malam). Ada sekitar 30 menit kami bicara. Tapi yang dibahas hanya masalah pengurusan tunjangan fungsional itu. Apalagi ada beberapa teman-teman kami yang menitip dikonsulkan ke Pak Kadis (KUPTD Diknas Kecamatan Laonti, red). Katanya sih, dia ada di rumah pak Kadis tadi malam (kemarin

Mayat... bernur. Anehnya, tak ada yang mengetahui kejadian tersebut, termasuk Satpol PP yang ditugaskan piket malam. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang anggota Satpol PP Sultra bernama Sulhaji Diru. Ia bersama 6 orang rekannya ditugaskan piket, kemarin malam di Kantor Gubernur Sultra. Sekitar pukul 05.30 wita, Sulhaji Diru hendak membuka portal belakang. “Saat saya mau buka portal belakang, saya melihat ada orang tergeletak pas di bawah palang jalan. Saya langsung memanggil temanteman yang lain untuk melihat orang tersebut. Setelah kami lihat, ternyata sudah meninggal. Kami langsung melaporkannya ke pos piket penjagaan Polda Sultra,” terang Sulhaji Diru. Saat ditemukan, mayat

malam),” terang Selni. Korban mengaku kepada Selni jika malam itu, Asrun bersama teman-teman prianya. Selama dua hari, Asrun bermalam di rumah kakaknya di Kecamatan Abeli Kota Kendari. “Ada suara-suara ramai saya dengar tadi malam. Tapi, saya yakin bukan di rumah Pak Kadis. Soalnya, saya konfirmasi ke Pak Kadis, dia tidak ada,” jelasnya. Kapala UPTD Diknas Kecamatan Laonti membenarkan jika korban tidak berada di rumahnya kemarin malam.

“Korban baru dua kali ke rumah. Termasuk kemarin siang (Rabu, 9/3) sampai pukul 16.00 wita. Katanya mau ke rumah tadi malam (kemarin malam), tapi ternyata tidak datang-datang,” terang KUPT Diknas Laonti-Konsel saat ditemui di RS Bhayangkara, kemarin. Selain Selni, korban ditengarai menghubungi rekannya yang lain sekitar pukul 01.30 Wita sebelum jasadnya ditemukan meregang. Belum diketahui siapa yang dihubunginya itu. Para keluarga korban saat

membesuk jasad Asrun di RS Bhayangkara sangat yakin jika keluarganya itu menjadi korban pembunuhan. Asrun ditengarai dikeroyok, setelah tewas, mayatnya dibuang di halaman Kantor Gubernur Sultra. Sayangnya, mereka tak mengetahui permasalahan apa yang dihadapi Asrun hingga harus dibunuh. Mereka pun tak tahu dengan siapa Asrun bersama pada malam itu. Mereka hanya berharap agar pelaku yang membunuh keluarganya itu bisa cepat terungkap.(aka)

dalam posisi telentang. Wajahnya penuh darah yang diduga mengalir dari mulut, hidung, dan telinga. Pada bagian punggung tangan, terdapat luka dan berdarah. Punggung korban juga penuh luka gores seperti bekas diseret. Uniknya, pelaku membuang mayat korban di Kantor Gubernur dan juga membawa kendaraan korban. Pelaku mencoba mengalihkan perhatian dengan mendesain seakan-akan korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Sepeda motor jenis Yamaha RX King bernomor polisi DT 3297 FB milik korban tergeletak sekitar 27 meter dari tubuh korban. Namun, usaha untuk mendesain keadaan tersebut terbaca. Tidak ada bekas terseret dari kendaraan tersebut dan posisi jatuhnya cukup berbeda dengan posisi korban. Darah yang keluar dari luka korban tidak berhamburan dan hanya pada

wilayah kepala korban saja. Kematian Asrun dipastikan tidak wajar dan kuat dugaan dibunuh lalu dibuang. Sulhaji Diru menambahkan, selama satu malam, ia bersama rekan-rekannya tidak mendengar adanya suara kendaraan baik motor maupun mobil. Ia juga tidak mendengar ada suara-suara ribut di sekitar kantor Gubernur Sultra, termasuk suara jatuh dan semacamnya. “Kami hanya mendengar suara lolongan anjing yang sangat ramai jelang subuh. Selain itu, saya lihat darah yang ada di sekitar mulut korban sudah sedikit mengering. Tidak banyak darah, hanya disitu dekat kepalanya korban,” jelas personil Satpol PP Sultra tersebut. Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Irwan Andy Purnawan mengatakan, setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung

ke TKP dan melakukan olah TKP. Korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk divisum. Irwan Andy menilai, penemuan mayat di halaman kantor Gubernur Sultra, kemarin pagi, kematiannya tidak wajar. Banyak kejanggalan yang ditemukan saat olah TKP. Salah satunya, TKP penemuan mayat dinilai sangat tidak logis jika bukan karena kasus pembunuhan. “Posisi motor tidak sesuai dengan jatuhnya korban. Kendaraannya juga masih utuh dan tidak mengalami kerusakan fatal. Untuk kondisi tubuh korban, kami masih menunggu hasil visum dari pihak RS Bhayangkara. Kesimpulan sementara, kematian korban sangat tidak wajar. Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban dan mengungkap pelakunya,” terang Irwan Andy Purnawan.(aka)

Telat... Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu di kantor kelurahan. Massa yang diterima Ketua DPRD Kota Kendari Abdul Rasak, Wakil Ketua Suri Zamzam, Ketua Komisi II Hermina Andi Baso, Ketua Komisi III Alwi Genda, dan Kepala Badan Pertanahan Kota Kendari Ruslam Emba kemarin. Menanggapi aspirasi masyarakat Gunung Jati ini, Lurah Gunung Jati La Ode Ganiru, dan Ketua LPM Muhari mengatakan, bahwa Raskin telat dibagikan kerena ada sebagian masyarakat belum bayar uang raskin. Selain itu, memang ada pengurangan jatah penerima Raskin di Kelurahan Gunung Jati sebanyak 55 orang. “ Di Kelurahan Gunung Jati ini ada 55 KK atau 492 jiwa yang terima Raskin. Tapi tahun 2011 memang ada pengurangan jatah raskin sebanyak 55 orang dari Pemkot Kendari. Kalau masalah terlambat hal ini disebabkan ada beberapa RT

Drainase... bersih Rp 761 juta. Anggaran ini meningkat dari tahun 2010 lalu, yaitu Rp 4, 2 miliar untuk drainase, Rp 4,6 miliar untuk PLP dan Rp 352 juta untuk air bersih,” jelas Kabid Cipta Karya, Akrim Kurdin. Menurutnya dengan dana tersebut pihaknya dapat merealisasikan sekitar 60 persen usulan masyarakat, baik yang diusulkan melalui Musren-

Kendari Pos | Jumat, 11 Maret 2011

yang belum bayar uang Raskin. Terkait masalah prona yang katanya dipungut Rp 500 sampai Rp 700 ribu, bagi masyarakat yang mau urus sertifikat, memang belum ada aturan bakunya yang mengatur pembayaran tersebut,” ujar Lurah Gunung Jati itu. Ketua DPRD Kota Kendari Abdul Rasak meminta agar pihak Kelurahan Gunug Jati, tidak lagi menunda pembagian raskin. Ia berjanji akan mengawal masalah tersebut. Katanya, Masalah raskin di Gunung Jati ini adalah potret masalah kemiskinan di Kota Kendari. “Saya minta agar pihak kelurahan tidak lagi menunda pembagian Raskin. Kalau memang ada pengurangan jatah, coba pihak kelurahan diatur dengan baik, agar semua terima. Terkait pengawasannya, saya akan instruksikan komisi I,” ujar Ketua Dewan Kota Abdul Rasak. Di tempat yang sama terkait masalah prona, Kepala BPN Kota Kendari Ruslam Emba mengatakan bahwa Prona me-

mang masih ada unsur yang harus dibayar yakni tiga hal yaitu patok, materai dan surat keterangan kepemilikan tanah. Kalau masalah patok, dapat dibeli di BPN, harganya Rp 100 ribu perpatok. Tapi jika masyarakat siapkan sendiri juga bisa. “Kalau materai bisa beli sendiri, cuma masalah biaya kepengurusan surat kepemilikan tanah di kelurahan, belum ada regulasi yang mengatur besaran biayanya. Kami minta agar dewan dan Pemkot merespon hal ini, agar dapat dibuat regulasinya. Tujuannya agar tidak membebani masyarakat yang kurang mampu,” ujar Kepala BPN Kota Kendari ini kemarin. Menanggapi hal ini Ketua DPRD Kota berjanji akan berdiskusi dengan Pemkot Kendari, terkait masalah Prona, termasuk membuat payung hukumnya. Aksi demo sempat panas karena belasan masa dan pihak kelurahan bersikukuh dengan masing masing argumen, dan tidak mau ada yang mengalah.(tri)

bang, dewan kota maupun ajuan langsung ke Kantor Dinas PU Kota Kendari. Meski demikian, kata dia, perlu diingat jika realisasi infrastruktur bidang cipta karya ini, akan terwujud pada bulan April atau Mei nanti, dan ditargetkan rampung selama 3 bulan karena Februari masih dalam tahap perencanaan konsultan dan Maret baru akan ditender. Mantan Kasi Tata Arsitektur

Dinas Tata Kota ini menuturkan karena dana yang terbatas, maka realisasi pembangunan tersebar merata pada 10 kecamatan dengan prinsip skala prioritas. “Misalnya untuk dana PLP meliputi pengaspalan jalan lingkungan telah include dengan pembangunan deuker. Tentunya dengan syarat pengaspalan jalan pemukiman yang padat penduduk, sepanjang 250 meter dengan jumlah deuker 25 unit,” tuturnya.(fas)


Kendari Pos | Jumat, 11 Maret 2011

Metro

11

KNPI Siap Gelar Dialog KEK Kendari, KP Keinginan Pemprov membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Wacana penolakan bukan saja muncul dari aktivis lingkungan. Anggota DPR dan beberapa DPRD Sultra juga menyuarakan. Namun yang pro dengan KEK tak sedikit jumlahnya, baik dari anggota DPR maupun dari DPRD Sultra. Agar persoalan tak berlarut-larut, KNPI Sultra berencana menggelar dialog. Gubernur Nur Alam, Anggota DPR RI Wa Ode Nurhayati, Departemen Kehutanan dan Pertambangan akan diundang sebagai pemateri. Selain itu Ketua DPRD Sultra dan Bupati yang wilayahnya masuk KEK akan dihadirkan termasuk stakeholder lainnya. ‘’Kami

Bekukan... Lebih lanjut dirinya kembali mengurai jika DPD Aklindo dibawah kepengurusan Sudirman, yang dilantik oleh M Sitanggang telah diperkarakan perdata melalui pengadilan negeri (PN) Jakarta Selatan, tertanggal 1 Maret 2011 lalu. “Dalam gugatan perbuatan melawan hukum, M Sitanggang telah diberhentikan kedudukannya sebagai anggota badan pendiri, sehingga tidak berwenang melakukan tindakan

Truk... mematuhi aturan tersebut, pasalnya hanya mematuhi ketika ada petugas,” kata Paminuddin. Selain melakukan sosialisasi kepada para sopir truk, pihaknya sementara mendiskusikan penertiban penutup truk kepada pemilik usaha. Pasalya sopir juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan, selain itu menurutnya pemilik usaha juga seharusnya menyiapkan personil pengawasan.

juga akan menghadirkan berbagai elemen semisal Walhi dan mahasiswa agar persoalan KEK dibahas tuntas. Mudah-mudahan dialog yang akan diselenggarakan pekan depan itu bisa terlaksana,’’ ujar Sekretaris KNPI Sultra, Hasidin Samada kemarin. Hasidin berharap dialog tersebut menjadi titik temu agar dikemudian hari lagi tak ada yang menurunkan massa, apakah itu untuk menolak atau menerima kehadiran KEK. ‘’Dialog itu diadakan karena KNPI merasa berkewajiban untuk memfasilitasi pendapat publik tentang KEK yang berujung dengan solusi yang mengenakkan hati publik. Selama ini isu KEK liar kemana-mana sehingga membingungkan masyarakat luas,’’ tukasnya. (awl)

Terbentuk, Carateker Karang Taruna Sultra

ULFA/KP

Di Kawasan inilah rencananya akan dibangun sebuah kompleks perumahan Villa Cantika Permai, yang berlokasi di Kelurahan Padelu Kacamatan Kambu Kota Kendari. Warga protes karena kehadiran hunian ini berpotensi menyebabkan banjir bagi warga sekitar, apalagi ditengarai pengembang belum mengantongi izin UPL. Kemarin, anggota DPRD Kota meninjau lokasi ini

apa pun, untuk mengatasnamakan pendiri Aklindo,” lanjutnya. Selain itu tandasnya dari segi bentuk logo terdapat perbedaan, yang mana logo Aklindo legal berbentuk bulat, sebagaimana logo Aklindo lainnya seluruh Indonesia. Sementara itu seusai rapat putusan kepengurusan Aklindo Sultra yang sah, Ketua lembaga pengembangan jasa konstruksi daerah (LPJKD) Sultra, Yusuf Hamilu menjelaskan jika pihaknya tidak pernah menyetujui pelaksanaan Musda Aklindo dibawah

kepengurusan Sudirman. “Karena itu pada hari ini kami mengadakan rapat, hasilnya Aklindo dibawah kepengurusan Abbas Salim yang sah. Dengan demikian kami akan langsung menyurat ke PLN dan Konsuil, sehubungan dengan sekitar lima kontraktor yang bernaung dibawahnya,” kata Yusuf. Pasca hasil putusan tersebut, menurutnya kepengurusan yang tidak sah otomatis akan dibekukan, yang berarti tidak akan diterbitkan SBU dan pengambilan SLOnya. (fas)

“Jika tetap mangkir untuk menutup truk materialnya, maka kami akan bekerja sama dengan aparat kepolisian guna tindakan tilang ditempat. Meskipun langkah penyadaran sebagai solusi ampuh tetap kami lakukan,” jelasnya. Sementara itu di lokasi penambangan galian golongan C di Kelurahan Tobuuha, salah seorang sopir truk PT Alam Baru, Wahid menuturkan perusahaan tempatnya bekerja mewajibkan keenam unit truk pengangkut material menggunakan

terpal, sejak pertama kali pemberlakuan aturan. “Ukuran terpal yang difasilitasi perusahaan pun menutupi semua isi truk, yaitu ukuran 4x6 meter. Meskipun demikian, tidak bisa dihindari jika musim hujan ban truk penuh dengan lumpur dan tetap mengotori jalan,” tutur Wahid. Karena itu jika musim penghujan tiba, frekuensi pengangkutan truk menjadi berkurang bahkan perusahaan sering melarang untuk mengangkut material.(fas)

Kendari, KP Kepengurusan karang taruna Sultra periode 2005-2010 dibawah kepemimpinan Abdul Rajab Silondae telah berakhir. Sayangnya, hingga sekarang belum ada temu karya daerah yang menetapkan komposisi pengurus baru, untuk melanjutkan program keja masa bakti 2011-2015. Hal itu, mendasari terbentuknya caretaker. Caretaker karang taruna Sultra tersebut, dipimpin oleh Eduar Lenohingide, SE. Dalam waktu dekat, perantara dalam organisasi karang taruna itu, akan membentuk kepengurusan baru, yang dilaksanakan melalui temu karya daerah melibatkan pengurus dari seluruh kabupaten/ kota se Sultra. “Sebenarnya tidak perlu ada careteker jika pengurus baru sudah terbentuk. Tapi sampai sekarang belum ada yang bisa melanjutkan pogram kerja karang taruna, karena pengurus yang lama tidak melaksanakan temu karya daerah sebagai ajang pemilihan pengurus baru,” terang Eduar Lenohingide. Dalam masa enam bulan, careteker diberikan kesempatan untuk memfasilitasi temu karya daerah yang terdiri dari panitia pengarah dan panitia pelaksana. Selain itu, bertugas pula untuk melakukan pengawasan dan supervisi terhadap keseluruhan penyelenggaraan temu karya di wilayah Sultra. “Nantinya kami akan melaporkan kepada pengurus tingkat nasional terkait kegiatan yang sudah terlaksana,” kata Eduar.(fya)


Hiburan

Kendari Pos |Jumat, 11 Maret 2011

13

Dituding Mencuri, Lindsay Lohan Balik Menuntut

Nicole Scherzinger,

Nyetir

Diajari Sama Hamilton

Hubungan asmara pebalap F1, Lewis Hamilton dengan model seksi Nicole Scherzinger semakin lengket. Bahkan, pebalap McLaren itu tidak sungkan-sungkan mengajari sang kekasih cara mengemudi. Scherzinger mengaku, senang karena diajari tatacara mengemudi dengan baik dan aman. “Saya tidak tahu harus menempatkan dua tangan pada stir mobil selama mengemudi,” kata Scherzinger kepada Loose Women, kemarin. “Siapa yang menyetir dengan kedua tangan selama mengemudi? Sebelumnya saya tidak pernah melakukan itu. Kadang-kadang saya menukar po--sisi tangan ketika sedang berbelok, semua suka-suka saya,” tambah penyanyi asal Amerika Serikat itu. Memberikan kursus stir mobil sengaja dilakukan Hamilton, karena dia kerap keluar keringat dingin saat Scherzinger mengemudi. Padahal, pembalap asal Inggris itu sudah terbiasa mengendarai mobil balap di lintasan. Kata Scherzinger, Hamilton sering mengingatkan dirinya cara mengemudi yang benar. “Dia lebih takut kalau saya yang mengemudi dari pada saat dia sedang berlomba,” gurau Scherzinger. “Dia juga memberi saya petunjuk, tetapi pada akhir dia berkata. ‘Sayang, kamu harus mengemudi dengan benar!,” tambah Scherzinger yang baru memiliki lagu berjudul Baby Can I Drive itu. (jpnn/lia)

Lindsay Lohan

GERAH dituding mencuri, aktris Lindsay Lohan balik mengancam. Ia berniat menuntut balik Kamofie & Company, perusahaan perhiasan yang menuduhnya telah melakukan pencurian. Lohan merasa dirugikan setelah perusahaan itu menjual rekaman CCTV yang menampilkan Lohan saat mencuri. Sebelumnya, Kamofie & Company menjual video tersebut dengan harga Rp 350 juta. Video itu ditayangkan di acara Entertainment Tonight pada 8 Maret lalu. “Kita berharap semua orang mengerti kalau

semua ini sudah di luar kendali. Kami menerima banyak sekali permintaan yang ingin melihat video CCTV itu,” ujar juru bicara Kamofie & Company. Rencananya, Lohan akan menuntut perusahaan itu karena telah menggunakan gambar dirinya untuk mendapatkan keuntungan tanpa izin. Sebelumnya, dalam persidangan yang digelar di Los Angeles, Amerika, Lindsay mengaku tak bersalah di depan hakim. Lindsay dituduh telah mencuri perhiasan di salah satu butik Kamofie & Company yang berada di California. (jpnn/lia)

Kotak Ditinggal Drumer Posan Memutuskan Resign Jakarta, KP Berita mengejutkan datang dari grup musik Kotak. Band yang saat ini tengah naik daun itu kehilangan salah seorang personel. Posan Tobing, drumer, resmi mengundurkan diri setelah tujuh tahun bergabung dengan band yang dikenal lewat lagu Pelan-Pelan Saja itu. Cella, Tantri, dan Chua pun harus lapang dada, berjalan tanpa Posan. Keputusan yang diambil oleh Posan tentu sangat disayangkan. Apalagi, selama ini tidak pernah terdengar isu konflik yang terjadi dalam band yang dinaungi oleh Warner Music Indonesia tersebut. Selain itu, Kotak saat ini tengah berada di puncak karir. Mereka memiliki jadwal manggung sangat padat. Namun, sepertinya, Posan sudah berbulat tekad. Walau berat, dia berharap agar keputusannya memiliki dampak baik bagi kelangsungan Kotak ke depan. “Berat ya untuk mengambil keputusan ini. Soalnya, saat ini Kotak lagi bagusbagusnya setelah merilis album ketiga. Namun, keputusan ini sudah saya pikirkan jauh-jauh hari,” ungkap drumer terbaik versi SCTV Award itu kemarin (9/3). Apa sebenarnya yang menjadi alasan

Posan? Adakah konflik di Kotak? Posan menegaskan tidak ada. “Tidak ada konflik sama sekali. Saya masih berhubungan baik dengan anak-anak (Kotak),” tegasnya. Penyebab dia mundur adalah side project yang harus ditangani. Di luar Kotak, Posan tergabung dalam band Winner. Dia tercatat mengisi posisi drumer juga di band tersebut. Selain itu, Posan tengah menangani band baru, yaitu The Sign. “Ada proyek lain yang saat ini sedang berjalan dan memerlukan konsentrasi saya. Di The Sign, saya berada di balik proses kerja mereka. Agak dilematis, tapi saya harus memilih untuk lebih fokus,” terangnya. Menurut Posan, Kotak sudah besar dan dewasa. Dia yakin, tanpa dirinya pun, Kotak masih bisa berjalan. Dan saat ini, lanjut dia, merupakan waktu dia mengembangkan karir. “Kotak sudah dalam koridor bermusik yang tepat. Jadi, ketika saya mengambil keputusan untuk mundur, ada step lagi yang harus saya lakukan. Itu bagian dari mimpi saya di musik,” paparnya. Dengan mundurnya Posan, otomatis Kotak pincang. Tapi, band yang terbentuk melalui ajang reality show Dream

Band tersebut berupaya lebih berlapang dada dengan apa yang terjadi. “Terkejut sih pasti. Namun, kami menghargai keputusan Posan. Pasti dia sudah memikirkan itu masak-masak. Jadi, bukan kenapa lagi yang harus kami hadapi. Tapi, lebih memikirkan bagaimana melanjutkan langkah Kotak dengan personel yang ada,” ujar Tantri, vokalis yang dijuluki next lady rocker itu. Sepertinya, masa bersedih sudah mereka lewati. Sebagai band yang sudah dewasa dan mandiri, kembali melanjutkan perjuangan bersama penggawa tersisa adalah hal yang lebih penting. “Kami berharap, Posan akan tetap sukses meski tidak dengan Kotak. Karena kondisi seperti ini adalah hal yang biasa terjadi pada band mana pun, kami berharap Kotak juga bisa berjalan,” lanjutnya. Band yang pernah terpilih menjadi most favorite breakthrough artis di ajang MTV Indonesia Award (2009) itu pun segera membuktikan ucapan mereka.

Posan Tobing Minggu ini mereka tetap melanjutkan rencana merilis single baru Cinta Jangan Pergi. “Sebenarnya empat orang ini sudah punya posisi masing-masing pada setiap sudut Kotak. Dengan hengkangnya Posan, agar tiap sudut itu masih tetap terisi, posisi Posan akan ditempati oleh fans kami. Kerabat Kotak,” lanjut Tantri. Untuk sementara posisi drumer diisi oleh additional player sembari menanti keputusan terbaik. (jpnn/lia)


Edukasi

14

OSIS SMPN 1 Kendari Programkan Pengembangan Diri

Lima Paket Soal UN, Perkecil Kecurangan Kendari, KP Sosialisasi pelaksanaan ujian nasional (UN) sudah kerap kali digaungkan. Warning itu dilakukan Dinas Diknas Kota Kendari, maupun Unhalu selaku panitia lokal. Namun, UN 2011 tampaknya berbeda dengan sebelumnya. Jika tahun lalu paket soal hanya ada dua macam, maka tahun ini paket soal terdiri dari lima macam, yaitu paket A, B, C, D, dan E. Kebijakan baru itu tentu ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, utamanya UN. Apalagi selama ini disinyalir banyak kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan, baik itu kerjasama yang dilakukan siswa, kebocoran soal atau transaksi jual beli kunci jawaban. Kasi Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sultra, La Ami Rahman, mengatakan, paket soal yang diperbanyak merupakan cara yang tepat sebagai peningkatan mutu pendidikan. Meskipun saat ini UN bukan sepenuhnya penentu kelulusan. Namun dengan metode seperti itu diharapkan tak terjadi lagi kerjasama antarsiswa. “Saya rasa ini langkah yang tepat. Dengan adanya lima macam paket UN, tentu akan diramu sedemikian rupa agar dalam kelas tak semua paket itu digunakan, sehingga tak ada lagi siswa bekerjasama dan melakukan kecurangan,” katanya. Senada dengan itu, guru mata pelajaran SMAN 1 Kendari, Drs. Nafaruddin menanggapi positif kebijakan tersebut. Meskipun harus bekerja lebih berat lagi, namun guru fisika tersebut telah mempersiapkan peserta didiknya. “Tentu kami akan mempersiapkan anak didik kami sebaik mungkin. Memberikan pemahaman mengenai kompetensi yang harus mereka miliki, dan juga memberi semangat agar mereka tidak stres. Kami yakin dengan metode seperti ini akan susah mereka menemukan jalan untuk melakukan kecurangan,” kata Nafaruddin. (P1)

Kendari Pos |Jumat, 11 Maret 2011

WULAN/KP

Rapat OSIS SMAN 1 Kendari yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Kendari, KP Program pengembangan diri di bawah kendali organisasi siswa intra sekolah (OSIS) SMPN 1 Kendari, sepertinya akan menempuh langkah baru. Rencana pelaksanaan progam tersebut akan dilakukan melalui rapat kerja yang akan dilaksakan di salah satu tempat Kampung Baru Anduonohu (12/3). Menurut Wakil Kepala SMPN 1 Kendari Bagian Kesiswaan, Hasdiana, S.Pd, kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari para pengurus OSIS dan guru pembina. Sesuai dengan tema kegiatan, hal yang paling utama diagendakan adalah membahas program selama satu tahun ke depan. Kepala SMPN 1 Kendari, Mahdin, M. Pd., mengharapkan, dengan adanya pengurus yang baru dapat meningkatkan

kinerja sesuai dengan bidang masingmasing. Namun yang paling penting agar OSIS dapat bermanfaat sebagai wadah untuk mengembangkan diri. “Kami mengharapkan melalui OSIS, kegiatan ekstrkurikuler akan kembali berjalan, karena tahun lalu, drum band yang menjadi ikon sekolah sempat terhenti. Mudah-mudahan dengan adanya pengurus yang baru semua kembali berjalan normal,” kata mantan Kepala SMPN 2 Kendari itu. Tak hanya sampai di situ, generasi baru OSIS tersebut telah merencanakan untuk mengadakan lomba-lomba tingkat sekolah. Hal itu ditujukan untuk mempersiapkan kompetensi para siswa ke depannya, sehingga siswa yang berbakat dan memiliki potensi dapat mewakili sekolah dalam lomba-lomba eksternal, seperti olimpiade sains atau penelitian remaja. (p1)

SMK Harus Sesuai Kebutuhan dan Guru Kendari, KP Kebijakan pemerintah mengenai program satuan pendidikan yang lebih menekankan 70 persen untuk sekolah kejuruan (SMK) dan 30 persen untuk sekolah menengah atas (SMA) telah lama digaungkan. Namun, Program yang berjalan hingga 2014 itu sepertinya belum berjalan sepenuhnya di Sultra.

Menurut Kasi Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sultra, La Ami Rahman, keberadan SMK memang tepat untuk mendidik generasi yang memiliki keterampilan. Namun, untuk mempersiapkan SMK di Sultra, apalagi memenuhi jumlah yang telah diporsikan memang belum terlaksana. Dikatakan, keberadaan SMK

yang akan diperbanyak harus sesuai dengan minat masyarakat terhadap sekolah kejuruan. Artinya, jurusan yang ada harus sesuai dengan potensi daerah sekitar, sehingga mendukung tenaga terampil agar dapat menyalurkan keahlianya di dunia kerja. “Saya melihat minat masyarakat di Sultra masih kecil untuk masuk

ke SMK. Walaupun belum pernah saya lakukan penelitian, tetapi saya bisa menyimpulkan. Mereka masih lebih cenderung memilih sekolah umum, ketimbang SMK,” katanya. Dijelaskan, jika keberadaan SMK akan diperbanyak, tenaga pendidik di Sultra khususnya guru SMK harus pula lebih banyak. Bukan hanya guru normatif, yang leb-

ih diutamakan bagi SMK adalah guru bidang keahlian yang saat ini masih minim. ‘’Seperti diketahui, sebagian besar SMK masih kekurangan guru bidang keahlian. Dalam beberapa perekrutan calon pegawai negeri sipil pun formasi bagi guru SMK masih jauh lebih sedikit ketimbang guru bidang normatif lainnya,’’ katanya. (p1)

Kemendiknas Akui Kegagalan Penyaluran Dana BOS Jakarta, KP Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) harus bekerja keras untuk mendesak pemerintah daerah (Pemda) agar secepatnya mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pasalnya, hinga saat ini masih sekitar 373 kabupaten/kota dari 497 kabupaten/kota yang belum mencairkan dana bos ke masing-masing sekolah. Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal

menilai mekanisme baru penyaluran dana BOS yang diterapkan pemerintah saat ini tidak semulus yang dibayangkan. “Masalah penyaluran BOS saat ini seharusnya hasilnya baik, karena kita memberikan otonomi kepada daerah untuk mengelola dana BOS di daerahnya. Akan tetapi pada kenyataannya, pelaksanaan penyaluran dana BOS ini menuai banyak masalah,” kata Fasli saat ditemui usai Simposium RSBI/

SBI di Hotel Atlet Century, Jakarta Rabu (9/3). Menurutnya, proses penyaluran dana BOS yang menggunakan mekanisme baru ini harus dikuatkan dengan regulasi yang mewajibkan Pemda untuk mempercepat penyalurannya. “Regulasi ini nantinya bisa berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tata kelola keuangan khusus penyaluran dana BOS ke masing-masing sekolah,” paparnya.

Sebelumnya, Plt. Dirjen Pendidikan Dasar Kemdiknas, Suyanto ketika ditemui JPNN di ruangannya, menyebut dua solusi untuk mengantisipasi keterlambatan penyaluran dana BOS. Alternatif pertama, kembali ke sistem sentralisasi, yaitu dana BOS dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diserahkan kepada Kemdiknas, kemudian ditransfer kepada masingmasing sekolah di seluruh daerah di Indonesia.

Sedangkan alternatif kedua, diterbitkan regulasi berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) ataupun Peraturan Pemerintah (PP) tentang percepatan penyaluran dana BOS. Di dalam PP ataupun Perpres tersebut nantinya akan diatur bahwa sekolah tidak perlu lagi menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). Dengan demikian, dana BOS dapat lebih lebih cepat disalurkan ke daerah. (cha/jpnn)


Kendari Pos |Jumat, 11 Maret 2011

Edukasi

15

Lambat Cairkan BOS, Mendiknas Surati Daerah Murid SDN Anngalohipo Kecamatan Asera Kabupaten Konawe Utara saat istirahat. LUTHER/KP

Rendah Pendidikan, Minim Kontrasepsi Kendari, KP Persentase penggunaan kontrasepsi pada wanita yang telah menikah di Sultra hanya sekitar 51 persen. Padahal, persentase nasional mencapai 61 persen (tahun 2007-red). Pencapaian persentase itu menunjukan bahwa masih banyak masyarakat di Bumi Anoa yang belum menggunakan alat kontrasepsi. Menariknya, persentase penggunaan alat kontrasepsi menurut kajian pendidikan, bahwa masyarakat yang berpendidikan rendah (tidak sekolah dan tidak tamat SD) yang menggunakan alat kontrasepsi hanya 37 persen. Lebih rendah ketimbang mereka yang berpendidikan tinggi (SLTA ke atas) mencapai 56 persen (tahun 2007-red).

Minimnya masyarakat berpendidikan rendah yang menggunakan alat kontrasepsi itu, terungkap saat seminar sehari bagi program tingkat manager tingkat provinsi. Seminar yang diselenggarakan dalam rangka optimalisasi pemanfaatan hasil SDKI tahun 2007 yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sultra, kemarin (10/3). Salah satu pemateri dalam seminar adalah, Ramadhan Tosepu, SKM. M.Kes, mengatakan, sejak tahun 1991 hingga 2007, tidak ada peningkatan angka penggunaan alat kontrasepsi di Sultra. Secara umum, minat masyarakat, baik yang tinggal di kota maupun di desa, yang berpendidikan rendah dan tinggi

masih kurang menggunakan alat kontrasepsi. “Padahal, penggunaan alat kontrasepsi sangat besar manfaatnya bagi masyarakat khususnya dalam pengendalian angka kelahiran dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Semakin banyak jumlah anak, kebutuhan keluarga juga akan meningkat. Bila tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan keluarga, dapat menambah angka kemiskinan. Imbasnya ke masalah gizi dan pendidikan akan rendah,” tandas Ramadhan Tosepu. Pada kesempatan itu,pemateri dari Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Pusat, Kasmiyati menjelaskan tentang grand design kependudukan dan revitalisasi program KB. Menu-

rut Kasmiyati, dukungan BKKBN dalam program prioritas nasional peningkatan kualitas dan jangkauan layanan KB melalui 23.500 klinik pemerintah dan swasta selama 2010-2014. Seminar yang melibatkan pemerhati KB, LSM, akademisi, pihak BKKBN dan pers ini, juga dimaksudkan untuk menyosialisasikan Undang-Undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Kepala BKKBN Sultra, Siswanto berharap, penyajian grand design dan sosialisasi UU tersebut masyarakat dapat memahami arah program kependudukan, segingga tak ada lagi pertanyaan tentang pil KN dan alat kontrasepsi. (lia)

Jakarta, KP Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengingatkan kembali bupati/walikota agar segera mempercepat pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia mendesak dengan mengirimkan surat edara kepada 373 dari 497 kabupaten/kota di Indonesia yang belum mencairkan. Hal itu disampaikan Plt. Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional , Suyanto. Menurutnya, surat edaaran tersebut dikirimkan pada hari Rabu (9/3). “Dikirimnya surat edaran itu, adalah suatu bentuk desakan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemdiknas agar pemerintah daerah (pemda) segera mencairkan dana BOS ke sekolah-sekolah di daerahnya,” ungkap Suyanto kepada wartawan di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (9/3). Adapun isi dari surat edaran tersebut terdiri dari lima poin. Pertama, penyaluran dana BOS triwulan I di wilayah penerima surat edaran sudah sangat terlambat sehingga menganggu kegiatan belajar mengajar di SD dan SMP di wilayah setempat. Kedua, pemerintah daerah diminta untuk segera memproses pencairan dana BOS triwulan I sebelum tanggal 15 Maret 2011 karena sekolah sangat membutuhkan dana BOS untuk operasional

sekolah dan persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (Unas). Ketiga, setelah melakukan transfer dana BOS ke masing-masing sekolah, pemerintah daerah diminta untuk segera melaporkannya kepada Kemdiknas melalui telepon atau fax ke nomor 021-5725645 , 5731070, 5725632, 5725641 atau melalui email dengan alamat kegiatanbossmp@gmail.com . Keempat, agar tidak terjadi keterlambatan penyaluran dana BOS pada triwulan I, maka pemerintah pusat (Kemdiknas) meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mempersiapkan proses pencairan sedini mungkin. Yang kelima, jika pemerintah daerah tidak segera menyalurkan dana BOS tersebut,maka pemerintah pusat akan melakukan evaluasi terhadap programprogram dan kegiatan di wilayah setempat. Suyanto menyebutkan, hingga per tanggal 9 maret 2011, sudah ada sekitar 124 kabupaten/kota yang sudah melakukan transfer dana BOS kepada masing-masing sekolah di daerah setempat. “Kami berharap, dengan adanya surat edaran ini dapat semakin mempercepat kinerja Pemda untuk segera mencairkan dana BOS. Karena molornya sudah terlalu lama,” tandasnya. (jpnn)


20

Kendari Pos |Jumat, 11 Maret 2011

Koordinator Muswil PPP Ragukan Intervensi DPP Kendari, KP Perebutan kursi Ketua DPW PPP Sultra, bakal berlangsung panas. Amirul Tamim (Walikota Baubau) dan Buhari Matta (Bupati Kolaka) bakal menjadi pesaing kuat Yusran Silondae, di Muswil VII PPP Sultra yang akan dilaksanakan Minggu (13/ 3) nanti. Karenanya, panitia Muswil mengharapkan, sejumlah pengurus teras DPP PPP yang hadir nantinya, bisa bersikap netral. Rencananya, Ketum PPP, Suryadharma Ali, Sekjen DPP PPP, Irgan Chairul Mahfiz, Ketua OKK DPP PPP, Emron Pangkapi dan Wakil Ketum, Chozin Chumaidy serta Korwil Sulawesi dan pejabat teras DPP lainnya, akan menghadiri

Muswil tersebut. “Terkait kehadiran DPP, mudah-mudahan dapat memberikan masukan yang sangat berarti tentang konstalasi politik di tingkat nasional. Kehadiran mereka mutlak sangat dibutuhkan dan kami berharap para tokoh elit DPP yang datang betul-betul dapat memainkan peran kelembagaannya dan mampu menjadi wasit dan tidak menjadi bagian tim sukses dari calon Ketua DPW PPP yang ada. Kami yakin DPP akan jadi wasit yang adil. Biarkan proses ini lahir secara fair. Toh yang terpilih juga adalah kader PPP,” kata Koordinator panitia pengarah Muswil VII, Dahris Djuddawie, kemarin. Dia menjelaskan, agenda

Muswil yaitu pembukaan dilanjukan sidang Muswil yang akan membahas beberapa hal diantaranya laporan pertanggungjawaban pengurus DPW PPP, program perjuangan PPP, sidang komisi dan pemilihan pengurus baru DPW PPP Sultra periode 2011-2016. Katanya, khusus perjuangan PPP Sultra, akan dibahas mengenai program yang akan dijadikan landasan selama 5 tahun dengan mempersiapkan agenda kerja bidang sosial, ekonomi, politik, hukum dan HAM, gender, agama dan lainnya. Di samping itu, kata dia, akan dibicarakan beberapa hal yang menyangkut sikap partai terhadap kebijakan pemerintah dan sikap PPP Sultra terhadap muktamar VII PPP Juni 2011.

“Mengenai calon ketua DPW PPP, kita buka seluas-luasnya pada semua kader tanpa ada diskriminasi. Semua kader berhak untuk tampil. Hanya dalam proses pelaksanaannya senantiasa mengedepankan nilainilai luhur dan moralitas dan sejuah mungkin menghindari terjadinya money politic. Kita berharap Muswil kali ini tidak dikotori oleh permainan dan ambisi yang menjauhkan dari nilai-nilai Islam,” jelasnya. Sementara itu, Ketua panitia Pelaksana Muswil, Drs Muh. Yasin Togala, mengatakan, persiapan teknis pelaksanaan Muswil hampir seluruhnya telah rampung dan dipastikan sehari sebelum pelaksanaan acara pembukaan, semua sudah beres.(dri)

Enam Cabup Paparkan Visi Misi Wangiwangi,KP Enam pasangan calon bupati/ wakil bupati Wakatobi, kemarin melakukan pemaparan visi misi, melalui Rapat Paripurna istimewa DPRD Wakatobi di Gedung Darma Wanita WangiWangi. Tensi paparan visi misi itu, sedikit meninggi karena sentilan calon dan aksi keluar ruangan sejumlah pihak, saat salah satu calon menyampaikan visi misinya. Paparan visi misi yang dimulai sekitar Pukul 09.00 WITA itu, diawali oleh pasangan nomor urut satu Drs. Aslaman Sadik-Andi Hasan (AMANAH). Melalui paparannya yang disampaikan Drs. Aslaman Sadik, AMANAH mengusung visi menuju kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkeadilan. Misi itu akan dicapai dengan menjalankan beberapa misi yakni, mengunggulkan pariwisata bahari dan industri berbasis kelautan, kesejahteraan masyarakat, program pembangunan berpihak pada masyarakat dan pemerintahan bersih. Pasangan berikutnya adalah dr. Sudil Baenu – Halimudin Adam (SUB-HAN). Melalui dr. Sudil Baenu, pasangan nomor dua ini, menyampaikan visi yang mengusung pembangunan Wakatobi lebih produktif, maju, sejahtera dan memiliki daya saing. Visi pasangan ini kemudian akan dicapai dengan menjalankan misi peningkatan pembangunan sarana prasarana dari desa hingga kota, potensi sumber daya ekonomi rakyat desa digerakkan, peningkatan kehidupan religi, damai, aman dan sehat, SDM profesional, kawasan pariwisata sehat, peningkatan mutu pendidikan dasar, menengah dan tinggi, pengawasan dan pelestarian lingkungan sehat. Ediarto Rusmin, BAE - La Ode Hasimin (ESHA), mengusung visi terwujudnya kemandirian menuju masyarakat sejahtera yang berkeadilan. Visi ESHA itu kemudian akan diwujudkan dengan menjalankan misi utama yakni, Triple Step meliputi peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pemerataan kese-

jahteraan rakyat. Pasangan keempat H. La Ode Bawangi, SE – H. La Ode Bahasani, SH (LABA), mengusung visi terwujudnya Wakatobi sebagai sentral ekonomi maritim di kawasan timur Indonesia. Terkait visi itu, Pasangan LABA akan menjalankan misi yang mewujudkan masyarakat Wakatobi yang sejahtera lahir batin, berdasarkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang maha esa, mewujudkan pemerintahan dan kehidupan masyarakat mandiri dan produktif. Pasangan berikutnya adalah Ir. Hugua - H.Arhawi Ruda, SE (SURGAWI) yang mengusung visi terwujudnya surga nyata bawah laut di pusat segitiga karang dunia. Untuk mewujudkan visi itu, maka misi yang akan diemban SURGAWI yakni, mengembangkan kualitas SDM, melakukan pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi daerah. Pasangan yang diusung empat partai besar ini juga berjanji akan meningkatkan pelayanan publik, pemeritahan yang baik, penegakan hukum, perlindungan HAM, meningkatkan sarana prasarana, teknologi komunikasi, informatika, dan meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan dalam mengeksplorasi dan meningkatkan nilai tambah SDA. Pasangan terakhir yang memaparkan visi misi adalah

Prof.Dr.H.La Onu La Ola SE.Ms - Drs.Ec.H.La Ode Boa Sardiman BC.Kn.M.Si. Pasangan berakronim OBOR ini mengusung visi terwujudnya proses pelaksanaan pembangunan satu tubuh menuju Kabupaten Wakatobi yang unggul di segala bidang. Visi OBOR itu kemudian didukung misi melanjutkan pembangunan, revitalisasi pelaksanaan pembangunan serta memperkuat dimensi

keadilan di semua bidang. Sentilan calon melalui pemaparannya dan aksi keluar ruangan sejumlah pihak, saat salah satu calon sementara membeberkan visi misinya, sempat membuat ruangan bergemuruh dengan sorakan masing-masing pendukung. Namun, suasana itu tidak berlangsung lama dan pemaparan visi misi tetap berlangsung secara tertib sampai usai.(cr1)

IST/KP

Tim Sukses pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Bombana, H Tafdil-Masyhura Ila Ladamai melakukan doa bersama dan yasinan demi Pilkada Damai di Bombana.

Tim TAMASYA Doakan Pilkada Damai Rumbia, KP Tim pasangan calon bupatiwakil bupati Bombana, TafdilMasyhura (TAMASYA) menggelar doa bersama yang dipusatkan di Posko pemenangan TAMASYA di Kelurahan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, tadi malam. Doa ini dimaksudkan agar Pilkada Bombana berlangsung damai dan kemenangan berada di pihak mereka. Salah seorang Tim Sukses TAMASYA, Akmal menjelaskan, selain untuk Pilkada Dam-

ai, doa ini juga merupakan acara selamatan untuk seluruh Posko TAMASYA yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan se Kabupaten Bombana. “Acara selamatan ini juga kita rangkaikan dengan yasinan yang diiikuti tokoh-tokoh agama, pemuka masyarakat dan masyarakat umum,” terang Akmal, tadi malam. Dalam kesempaten itu, H.Tafdil juga menyerukan Pilkada damai. Menurut dia, acara yasinan memang sudah menjadi rutinitas para tim

suksesnya di setiap Posko yang ada seperti di Boepinang, Kasipute, Kabaena dan Bambaea. Kesempatan yang sama, Tafdil juga menyerukan kepada seluruh tim suksesnya dan simpatisannya untuk tidak menjelek-jelekkan calon lain. “Kita menginginkan kedamaian. Kita ingin merebut kemenangan secara santun dan terhormat. Karena itu, segala hal yang bisa menciptakan potensi konflik tolong dihindari,” tutur Tafdil.(nur)


Kendari Pos Edisi 11 Maret 2011