Page 1

Jumat, 11 Februari 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

524 Jamaah Ahmadiyah se Sultra Dijaga Polisi

Jantungnya Sampai Mengalami Pembengkakan Kebiasaan merokok dan pola makan yang tak teratur telah membuat Setiawan pernah bermasalah serius den-

Baca sampai di Hal 8

selebriti

Tolak Diet Demi anak, artis Wulan Guritno rela badannya melar. Wulan memang berkomitmen memberi ASI eksklusif bagi anaknya, London Abigail Dimitri. “Selama enam bulan itu hak bayi mendapatkan ASI dari ibunya. Kalau setahun itu lebih baik, dan dua tahun juga sangat lebih baik. Makanya badan aku agak gede,” jelas Wulan usai menonton konser Janet Jackson bersama sang suami, Rabu (9/2) malam. Kini usia anak kedua Wulan sudah 7 bulan. Wulan kembali mentargetkan kembali diet. “Kalau kemarin saya mau diet juga mikir karena masih menyusui dan kasihan. Tapi sekarang saya sudah nggak beban dan bisa kembali diet,” terang wulan yang bobotnya sudah turun sebanyak 10 kg. Tinggal 5 Kg lagi tubuh Wulan bisa kembali sedia kala. Apalagi di hadapannya sudah ada dua tawaran film yang menuntutnya langsing kembali. “Saya sedang berusah a menurunkan berat lagi. Baru satu bulan ini bebas dari memberikan ASI, kalau ASI saya makan banyak banget jadi susah turun. Untung sekarang udah nggak jadi nggak ada beban,” tutup Wulan.(aal)

Kendari,KP Pasca insiden penyerangan beberapa jamaah Ahmadiyah di Pendeglang, Banten pekan lalu, Polda Sultra terpaksa juga melakukan penjagaan terhadap 524 orang jamaah Ahmadiyah. Pihak kepolisian selain menjaga rumah dan tempat beribadahnya jamaah Ahmadiyah, mereka pun rutin melakukan patroli pada malam hari. Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Fahrurrozi mengatakan sebelum terjadi insiden di Banten, Polda Sultra sudah sering melakukan penjagaan di titik-titik tempat jamaah Ahmadiyah. Setelah kejadian di Pandeglang, Polda Sultra

Baca diJaga di Hal 2

Status Ahmadiyah Diputuskan Pekan Depan FOTO : DONI KURNIAWAN/BARAYA POST

PANDEGLANG - ANTI AHMADIYAH - Ratusan ulama, santri dan jawara, anti Ahmadiyah berunjuksara di depan Mapolres Pandegalng di Jalan Bhayangkara, Kota Pandegalang, Kamis (10/2). Selain meminta membubarkan Jemaah Ahmadiyah, mereka juga meminta tujuh kiyai yang di tahan karena diduga tersangka atas bentrokan pada Minggu (6/2) lalu, untuk segera di bebaskan.

suwarjono/kp

Baca diputuskan di Hal 8

Beberapa jamaah Ahmadiyah di Konsel bersama aparat kepolisian.

Sudah Divonis Belum Dipenjara Mantan Bendahara Bombana Buka Kartu. Saya Diminta Banding Tapi Saya Sudah Habis, Sudah Dihabisi, Orang Lain Nikmati Uang, Saya yang Dipenjara

La Ifa

Kendari, KP Mantan Bendahara Bantuan, Setkab Kabupaten Bombana, La Ifa SE boleh jadi menjadi terpidana langka di negeri ini. Bayangkan, sudah divonis tapi belum juga dimasukkan penjara. Wartawan koran ini sempat meminta ketegasannya hingga tiga kali untuk memastikan bahwa La Ifa mengungkapkan “peristiwa” hukum yang langka ini benar-benar

Baca divonis di Hal 7

Susno Kecewa Jakarta, KP Persidangan Komjen Pol Susno Duadji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memasuki tahap akhir. Kemarin (10/2), sidang mengagendakan pemeriksaan terakhir, yakni pemeriksaan terdakwa. Selanjutnya, sidang mantan Kabareskrim itu akan masuk pada pembacaan surat tuntutan jaksa penuntut umum. Kesempatan diperiksa dalam persidangan, dimanfaatkan Susno untuk menSusno Duadji yampaikan bantahannya atas dakwaan jaksa terkait kasus korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jabar 2008. Tidak hanya itu, mantan Kapolda Jabar itu juga menumpahkan kekecewaannya telah menjadi korban kriminalisasi. Misalnya terkait kasus Arowana di mana dirinya justru menjadi pengungkap (whistle blower) adanya dugaan permainan perkara. “Di sini saya yang mengungkapnya, kok saya malah

Baca kEcEwa di Hal 2

Gelar Resepsi Pernikahan, Sekda Nganjuk Justru Jadi Tersangka

Usai Akad Nikah, Banyak Pejabat Diperiksa Polisi Sumarlan, sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, mungkin tak akan pernah menyangka dirinya dijadikan tersangka gara-gara terop untuk acara resepsi pernikahan anaknya roboh. Yang menjadi masalah, terop roboh itu menewaskan seorang pengendara. Ketika ditangani polisi, Sumarlan ternyata juga salah mengurus izin untuk acara resepsi tersebut. aGUs DWi PRaseTYO, nganjuk

Wulan Guritno

Jakarta, KP Pemerintah tampak sulit memutuskan langkah yang tepat untuk mengatasi polemik seputar Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) . Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan masih butuh waktu sebelum mengeluarkan keputusan yang krusial terkait keberadaam Ahmadiyah. Mulai pekan depan Kemenang akan akan mulai berdialog dengan pemangku kepentingan tentang Ahmadiyah dan merumuskan solusi permanen agar kasus kekerasan yang mengatasnamakan perbedaan keyakinan ini. “Ini tidak bisa diputuskan degan tergesa-gesa. Insya Allah pekan depan baru akan dima-

PaGi (9/2), jarum jam menunjuk pukul 08.00. Tak seperti biasa, ruang Unit Reskrim Polsek Nganjuk tertutup rapat. Dua pintu, yakni di depan dan di belakang, terkunci. Ternyata, di dalam ruangan tersebut sedang ada pemeriksaan. Yang diperiksa adalah

f-agus dwi prasetyo/radar kediri

BAWA PETAKA: Polisi memeriksa terop (tiang penyangga untuk tenda) yang menewaskan seorang pengendara motor.

Sumarlan, Sekda Nganjuk, yang sudah berstatus tersangka kasus terop roboh. Wartawan yang sejak pagi menyanggong di mapolsek itu terpaksa puas mengintip jalannya pemeriksaan melalui sebuah kaca di samping ruang unit reskrim. Itu pun tidak bisa leluasa karena dijaga beberapa polisi. Tampak dari kaca yang terbatas itu, Sumarlan menghadap salah seorang penyidik. Wajah pejabat penting di Nganjuk berumur 60 tahun tersebut terlihat serius. Sesekali dia tersenyum sekadar untuk meredakan ketegangan. Hari itu adalah hari pertama Sumar-

Baca dipEriksa di Hal 7


2

Kendari Pos | Jumat, 11 Februari 2011

Jamaah Ahmadiyah Terbanyak di Konsel Dijaga... lebih intens melakukan penjagaan karena bisa saja orangorang yang tidak bertanggungjawab memanas-manasi situasi agar terjadi keributan.

Jumlah personil yang diturunkan lebih ratusan orang dan semua personil berasal dari Polres dan Polsek yang ada di kabupaten-kota. Sesuai dengan data yang diperoleh pihak kepolisian yang ada di lapangan jumlah jamaah Ahmadiyah sebanyak 524 orang yang terdiri dari pasangan suami istri dan anaknya. Jumlah tersebut hanya 60 KK di beberapa kabupaten dan kota di Sultra. Khusus masjid tempat beribadahnya sebanyak enam buah. Untuk di Kota Kendari kata Fahrurrozi, 184 orang serta bernaung di 48 kepala keluarga (KK) dan 4 masjid. Kabupaten Konawe Selatan sebanyak 248 jiwa dan 1 masjid, Kolaka sebanyak 42 jiwa satu masjid serta Buton 50 jiwa didalam 12 KK dan satu masjid. “Daerah lain belum diketahui apakah ada atau tidak, namun yang pasti kami melakukan penjagaan kepada jamaah ahmadiyah,” katanya. Tentang pengamanan jamaah Ahmadiyah ini langsung perintah Kapolri kepada Polda di seluruh Indonesia. Tujuaanya lanjut Fahrurrozi agar tercipta suana yang aman, harmonis sesuai dengan harapan seluruh warga Indonesia. Tugas kepolisian tidak untuk membubarkan melainkan hanya melakukan pengamanan saja dan mengambil data seluruh jamaah Ahmadiyah di provinsi masing-masing. Kapolda Sultra melalui Fahrurrozi meminta seluruh warga masyarakat Sultra untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan korban jiwa atau pun kekerasan karena seluruh agama tidak dibenarkan untuk melakuan kekerasan.(ano)

Susno : Saya Bisa Buktikan Kecewa... yang ditahan selama sembilan bulan, dijadikan terdakwa,” kata Susno dengan nada meninggi. Dia mengaku telah menyampaikan adanya dugaan permainan mafia hukum dalam perkara penggelapan modal Arowana itu. ketika itu, Susno menyebutkan adanya Mr. X di depan Komisi III (bidang hukum) DPR. Namun hingga kini, menurut Susno perkara itu tidak jalan. “Ini yang saya sesalkan. Sampai sekarang belum ada tersangka mafia perkara Arowana dan saya belum pernah diperiksa untuk kasus ini,” keluh Susno. Malah sebaliknya, kata Susno, dirinya didakwa menerima Rp 500 juta dari Sjahril Djohan terkait perkara Arowana. Saat menjabat sebagai Kabareskrim, Susno mengaku menangani perkara-perkara besar. “Banyak kasus-kasus besar yang saya tangani. Terlalu kecil kalau benar saya menerima Rp 500 juta,” tegas Susno. Jenderal bintang tiga kelahiran Pagar Alam, Sumsel itu mencontohkan kasus Bank Century dan Bank Indover. Bahkan dia termasuk yang melacak dana triliunan rupiah milik Bank Century yang ada di luar negeri. “Bodoh sekali kalau saya terima uang dari Sjahril Djohan lalu saya yang membongkar perkara (Arowana) ini,” tegas Susno. Dia juga memberikan bantahan terkait dengan

uang Rp 500 juta yang kabarnya diantar Sjahril Djohan di rumah Jalan Abuserin, Cilandak. Susno membeberkan kejanggalan-kejanggalan pengakuan penyerahan uang itu. Misalnya pengakuan Sjahril yang melihat Susno menggendong cucu saat dia datang pada Desember 2008. Padahal, menurut Susno, cucunya lahir pada 24 Februari 2009. “Bagaimana mau nggendong cucu kalau cucunya saja belum lahir,” katanya yang disambut tawa pengunjung sidang. Kemudian pengakuan Sjahril yang bertemu dengan Samsurizal Mokoagow, seorang penyidik, saat berada di rumah Susno. Padahal Sjahril mengaku datang pada tanggal 4 Desember, sementara Samsurizal pada 27 Desember. “Saya tidak pernah menerima dua tamu pada saat bersamaan,” ungkap Susno. Karena itu, Susno membantah bahwa Sjahril pernah mengantarkan uang Rp 500 juta dalam bungkusan coklat ke rumahnya di Abuserin. “Sama sekali tidak pernah, yang mulia,” tegas Susno menjawab pertanyaan hakim ketua Charis Mardiyanto. Selain kasus Arowana, Susno juga mengeluhkan penanganan perkara mafia pajak Gayus Tambunan yang juga diungkapnya. Menurut dia, kasus itu bermula dari temuan rekening Rp 28 miliar hasil. “Lalu diganti di berkas jadi hany Rp 370 juta, ganti lagi Rp 16 juta. Masih kurang apalagi,” keluh Susno yang pernah bertugas di PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) itu.(fal)


3

Jumat, 11 Februari 2011

Biaya Pendidikan Pacu Kenaikan Inflasi

SULIS/DOK/KP

Antrian mobil yang berbahan bakar solar sudah menjadi pemandangan keseharian. Itulah yang membuat Pertamina menambah kuota solar bersubsidi. Nampak Depot Pertamina Kendari yang melayani puluhan SPBU meliputi Kota Kendari, Konsel hingga Konawe.

Kuota Solar Subsidi Ditambah

Salahgunakan Penyaluran Solar, Dua SPBU Kena Sanksi

Kendari, KP Kelangkaan solar yang terjadi di sejumlah SPBU membuat Pertamina melakukan penambahan kuota. Solar subsidi kini jumlahnya dinaikkan sekitar 20 persen dari kuota sebelumnya. WP Depot Pertamina Kendari, Daniel yang memastikan hal itu kemarin. Katanya selama ini jumlah solar subsidi yang dibagikan pada 21 SPBU yang dilayani Depot Kendari sebanyak 80 KL. Pertamina melakukan penambahan sehingga kuota saat ini yakni 100 KL setiap harinya. Jumlah tersebut diharapkan bisa memenuhi kekurangan selama ini. “Permintaan setiap SPBU bervariasi, kita akan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,”

terangnya kemarin saat ditemui usai pertemuan TPID di aula Teporombua BI Kendari. Antrian panjang kendaraan yang menggunakan solar menurut amatan Daniel diduga terjadi penyalahgunaan BBM tersebut. Diantaranya terdapat mobil tangki dengan kapasitas 200 KL setiap harinya menyerap BBM subsidi. Hal itu tentunya merugikan masyarakat yang seharusnya tidak antri. ‘’Akibatnya terjadi kekurangan. Kalau dalam sehari terjadi penyerapan 20 tangki dengan kapasitas 200 liter masing-masing bisa membuat sehari sudah 6 KL yang didistribusikan. Sementara selisih antara BBM bersubsidi dan non subsidi sekitar tiga ribu lebih. Berapa keuntungan yang diperoleh mereka dalam sehari,” paparnya. Akibat dari adanya oknum yang memanfaatkan subsidi BBM kata Daniel dua SPBU yakni di Saranani dan Lambuya harus dikenai sanksi. Sesuai

laporan polisi, SPBU Saranani telah melayani mobil tangki rakitan. Kemudian di SPBU Lambuya melayani jerigen dalam jumlah banyak. “Kami berikan sanksi selama satu minggu masing-masing tidak disuplai solar. Setelah itu kami akan berikan lagi, kasihan masyarakat sekitar SPBU yang sulit mendapatkan solar. Ini tentunya perhatian bagi SPBU lainnya,” katanya. Daniel menduga terjadinya penyaluran solar subsidi yang tak sesuai peruntukkannya, bukan karena pihak SPBU dengan sengaja menyalurkannya. Kemungkinan pihak operator yang diberikan fee atas pengisian tersebut. Bisa jadi karena ada pengancaman yang dilakukan oleh pelaku kepada operataor. “Ini baru prediksi saya, yang jelas kami sudah memberikan sanksi kepada SPBU yang bersangkutan agar mereka melakukan binaan pada para operatornya,” pungkas Daniel. (lis/awl)

Tujuh BPR Bahteramas Siap Beroperasi Target Himpun Dana Rp 22,4 M Kendari, KP Setelah lama digodok, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas akan segera dilaunching. Saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di ruang rapat kantor gubernur kemarin, Koordinator BPR Bahteramas, Abdul Razak Yusuf menjelaskan bahwa sejak 7 Februari 2011, izin operasional, kendala terakhir launching BPR sudah diteken oleh Bank Indonesia pusat. Gubernur Nur Alam yang memimpin RUPS tersebut, menyambut gembira hal itu. Ia menerangkan bahwa BPR Bahteramas yang akan dibangun di 12 Kabupaten/Kota di Sultra, tujuh diantaranya sudah siap beroperasi. “BPR ini sudah resmi ditetapkan BI untuk bisa beroperasi tujuh dari 12. Tujuh yang sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Lima lainnya terus kita genjot karena memang target kita di 12 Kabupaten/Kota,” terangnya. Dengan ditekennya izin operasional itu, maka launching BPR pun sudah dipersiapkan. “Kita tingal menunggu penyerahan sertifikatnya dari deputi Bank Indonesia, karena itu akan diserahkan langsung,” tandasnya. Sementara itu Koordinator

Kendari, KP Tim pengendali inflasi daerah (TPID) Sultra melakukan rapat kerja (rakerda), kemarin. Di acara tersebut mendatangkan sejumlah nara sumber terkait kenaikan inflasi yang sedang terjadi saat ini. Dari pertemuan itu menyimpulkan tingginya inflasi karena naiknya biaya pendidikan. Selain itu kenaikan harga ikan dan antrian BBM yang panjang memicu naiknya harga sejumlah kebutuhan. Dalam pertemuan, Dr Azhar Bafadal didaulat sebagai moderator. Nara sumber dari BPS, Kadisperindag Sultra yang juga ketua TPID Sultra termasuk Pemimpin BI Kendari sebagai pengarah TPID hadir bersama WP Pertamina Kendari. Kepala BPS Sultra, Mawardi Arsyad memaparkan bila inflasi di Kendari pada bulan Januari 2011 merupakan peringkat ke tujuh di Indonesia. Pengaruh tertinggi terdapat pada biaya pendidikan diantaranya bimbingan belajar, biaya masuk perguruan tinggi dan masuk sekolah yang kontribusinya mencapai 80 persen. “Selain itu komoditi ikan juga cukup mensuport, hal itu karena ikan dipasaran sempat langka, sehingga harganya naik. Meskipun begitu daya beli masyarakat tetap konstan,

karena ikan merupakan konsumsi pokok masyarakat Kendari,” terang Mawardi Arsyad kemarin, dihadapan para peserta rapat. Demikian menurut pengarah TPID Sultra, Lawang M.Siagian mengatakan, bila inflasi yang terjadi sifatnya diprediksi hanya sementara. Itu dilihat dari pemicu inflasi adalah biaya pendidikan, karena terkait momen ajaran baru. Sehingga diprediksi bulan-bulan berikutnya inflasi bisa ditekan. Pihak terkait dalam TPID sebenarnya bukan berarti vakum, karena mereka juga terus melakukan pantauan, contohnya tahun 2010 lalu inflasi Kendari selalu dibawah rata-rata nasional. “Pada pertemuan TPID mendatang, kami juga akan mendatangkan nara sumber dari asoiasi lain, untuk menekan inflasi yang kemungkinan terjadi pada sektor tersebut,” papar Lawang. Sebelumnya dalam diskusi yang digelar, pihak pertamina cukup mendapat sorotan. Khususnya mengenai kelangkaan solar yang terjadi saat ini disinyalir juga menjadi pemicu kenaikan harga ikan. Itu karena nelayan sulit mendapatkan BBM, sehingga pengoperasian kapal terhambat dan produksi ikan berkurang, sehingga harga ikan juga melonjak. “Kami minta kepada pertamina untuk me-

nambah solar kepada sejumlah SPBU nelayan, karena selama ini solar yang disubsidikan masih kurang,” kata Ir Rizki Rahman dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra. WP Pertamina yang hadir siang itu pun akan mengupayakan penambahan pada SPBU nelayan. WP Pertamina Kendari pun memaparkan bila selama ini antrian yang terjadi karena terbatasnya kuota dari pusat. Seperti kuota tahun 2011 ini diberikan 38 ,5 juta liter. Sementara tahun 2010 lalu sebsar 38,2 juta liter. Hanya ada penambahan sedikit dari kuota sebelumnya. Pasalnya BBM itu dianggarkan berdasarkan APBN yang ada, bukan berdasarkan kebutuhan konsumsi. “Kami di Pertamina hanya menerima kuota dari pemerintah mengenai subsidi yang diberikan melalui persetujuan DPR RI. Jadi kami hanya mendistribusikan subsidi tersebut, dengan mengatur agar stok yang ada itu mencukupi,” paparnya. Saat disinggung mengenai banyaknya BBM yang dijual pengecer, Pertamina menyatakan bahwa mereka seharusnya tidak ada. Lantaran mereka tidak memiliki izin penjualan, namun Pertamina tidak bisa berbuat apa-apa. Kalaupun harus ada pelarangan, seharusnya itu dilakukan serempak

antara instansi terkait. “Kami tidak punya senjata, kami tidak mungkin berbuat sendiri melakukan pelarangan terhadap mereka, seharusnya stakeholder terkait berkerja secara team untuk melakukannya,” katanya. Sementara itu menurut Kepala Disperindag Sultra, Saemu Alwi mengatakan, bila pihaknya sudah melakukan evaluasi dan kontrol pasar setiap hari. Adapun kenaikan harga yang terjadi saat ini pihaknya tidak bisa intervensi, lantaran itu sudah mekanisme pasar. Produk yang harganya naik itu karena didatangkan dari luar Sultra, seperti bawang merah dan kebutuhan lainnya. “Kalau kebutuhan seperti beras ataupun gula yang mengalami kenaikan terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan harga pokok pemerintah, tentunya kami langsung bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengatasinya dalam hal ini bulog maupun distributor gula,” terang Saemu. Diakui Saemu, bila di Sultra terdapat black market, itu artinya masih banyak transaksi yang tidak bisa tercatat keseluruhan, baik barang masuk maupun keluar. “Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap semua itu, agar semua bisa teratasi,” ujarnya. (lis/awl)

Flexi Center Hadir di GMT Kendari Kendari,KP Mulai 14 Februari mendatang, Flexi Center akan hadir di Graha Mediatama (GMT) Kendari. Fungsi dari sarana tersebut sama seperti pelayaan di gerai Flexi, yakni untuk memberikan kemudahan pelayanan terkait Flexi pada konsumen untuk tidak harus mengunjungi gerai Flexi di kantor Telkom, namun bisa dilakukan di GMT saja. Manager Divisi Telkom Flexi Kendari, Veny Rahardja memaparkan, bila di Indoensia timur baru terdapat Flexi Center pada tiga daerah. Diantaranya Makassar, Ambon dan Kendari. Fasilitas itu didirikan mengingat animo masyarkat terhadap produk Flexi. “Layanan ini memudahkan pelanggan Flexi, mereka bisa melaku-

SULIS/KP

Gerai Flexi Center di Graha Mediatama (GMT) Kendari yang akan beroperasi 14 Februari nanti. kan pembelian, aktivasi kartu dan semua tentang Flexi di center GMT ini. Pelanggan tidak perlu mendatangi kantor Flexi, seperti yang selama ini mereka lakukan. Langkah itu kami tempuh karena alasan konsumen bila mengunjungi Kantor Flexi terkesan formal, makanya ke-

hadiran Flexi Center ini kami harapkan memberikan kemudahan,” terangnya. Kehadiran Flexi center di GMT diharapkan dapat meningkatkan penjualan Flexi di Kendari. Bahkan bila memungkinkan ada mitra yang bersedia menyediakan lokasi sep-

erti GMT, pihaknya bersedia menyiapkannya. Veny merinci pihak toko seluler yang menyediakan lokasi dan perangkat lainnya termasuk customer service (CS) pihak Flexi yang menyediakan. “Kalau ada Flexi Center lagi, tentunya akan melihat jaraknya dan keefektivannya. Untuk saat ini di Kendari satu center dan kantor induk masih mencukupi,” papar Veny. Lebih jauh Veny memaparkan, penjualan Flexi di Kendari diawal tahun 2011 ini cukup memberikan hasil yang fantastis. Dari target penjualan bulanan telah tercapai 180 persen. “Apalagi dengan kehadiran Flexi Android pada pertengahan Februari ini, kami harapkan dapat meningkatkan penjualan kami,” pungkasnya. (lis/awl)

Sultra Kebagian Tabung Gas 3 Kg Program Konversi Minyak Tanah ke Elpiji EKO/KP

Para Direksi BPR Bahteramas usai rapat bersama gubernur kemarin. BPR Bahteramas, Razak menjelaskan kesiapan BPR untuk beroperasi sudah sangat siap. Selain izin operasional, perlengkapan peralatan yang selama ini menjadi kendala juga telah lengkap sesuai dengan standar dari BI. “Genset, alat pendeteksi uang palsu dan alat penghitung uang semuanya sudah siap. Termasuk semua perlengkapan IT dan mobiler,” jelasnya. Ia juga membeber proyeksi penghimpunan dana BPR Bahteramas. Untuk tujuh kabupaten/kota tahun ini, bank yang sahamnya juga dimiliki oleh pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan se Sultra menargetkan proyeksi penghimpunan dana lebih dari 22,4 miliar. Rinciannya di Kendari sebesar Rp 4,6 miliar, Baubau Rp 4,3 miliar, Wakatobi Rp 3,4 miliar, Konawe Rp 1,1 miliar, Kolaka Rp 2,7 miliar, Konawe Selatan Rp 2,8 miliar dan Bom-

bana Rp 3,9 miliar. “Saat ini semua modal di simpan di BPD. Untuk pencairannya kita tinggal menunggu setelah izin operasional dikeluarkan oleh BI,” tukasnya. (ema/awl)

Jakarta, KP Pemerintah mengklaim sudah mendistribusikan 48,2 juta tabung gas kemasan 3 kilogram sejak program konversi minyak tanah ke elpiji dicanangkan pada 2007. Puluhan juta tabung itu telah didistribusikan ke berbagai wilayah

di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimatan dan Sulawesi. “Program konversi mitan (minyak tanah) ke elpiji tiga kilogram sampai dengan 31 Januari 2011, sudah mencapai 48,2 juta paket perdana,” kata Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo di Gedung DPR, Rabu (9/2) lalu. Menurutnya, pada tahun 2011 ini pemerintah akan menyebarkan sekitar 9 juta lebih tabung gas elpiji 3 kilogram.

Pendistribusian 9 juta tabung elpiji paket perdana itu terdiri dari 3,8 juta untuk tahun ini, ditambah 5,4 juta sisa tahun 2010 lalu. Ada pun wilayah yang akan di konversi untuk tahun 2011 ini adalah kelanjutan dari konversi tahun lalu, ditambah dengan lima wilayah baru yaitu, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Evita menyebutkan, rencananya pendistribusian

paket perdana 9 juta elpiji kemasan 3 kg ini dilaksanakan sampai dengan akhir tahun 2011. Dalam kesempatan itu Evita juga merincikan, peghematan subsidi dari konversi mitan ke elpiji hingga 31 Januar 2011 sudah mencapai Rp39,43 triliun. Angka itu terdiri dari Rp 0,6 triliun pada 2007, Rp9,15 triliun pada 2008, Rp 12,79 triliun pada 2009, Rp15,6 triliun pada 2010, serta Rp1,30 triliun hingga Januari 2011. (yud/jpnn)


Jumat, 11 Februari 2011

email : bumianoa@gmail.com

Aset Tanah dan Randis Sarat Masalah Solar Langka, Lahan Kantor Bupati Bombana Masih Milik Pemprov Rumbia, KP Wajar jika Pemkab Bombana terus ‘’meraih’’ predikat disclaimer (tidak menyatakan pendapat) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyebabnya, selain bobrok dalam mengelola keuangan daerah, birokrat di wilayah penghasil emas itu juga amburadul mengelola aset-asetnya.

Bukti-buktinya terungkap saat rapat bersama antara badan khusus (Bansus) pengelolaan aset daerah bersama para kepala SKPD dan bendahara barang di gedung DPRD, kemarin. Dalam rapat itu terbukalah masalah jika banyak aset yang dibangun namun salah peruntukkannya. Mulai dari tanah yang sudah didirikan gedung perkantoran tapi belum ada ganti rugi, tanah Pemkab yang dibangunkan rumah oknum pejabat tertentu, serta ada kendaraan dinas (Randis) yang

Pemkab Usul Sekab Definitif Kendari, KP Masa kerja Kahar Pagala sebagai Plt Sekab Konawe Utara berakhir bulan ini. Dan Pj Bupati, Thamrin Patoro tidak ingin berlama-lamauntukmenuntaskanmelengkapikomposisibirokrasi tersebut dengan status definitif. Dia pun mengusulkan tiga nama untuk dipilih menjadi ‘’Jenderal PNS’’, termasuk kemungkinan masuknya Kahar Pagala dalam bursa nominator. Meski tak menyiratkan dengan tegas dukungannya, namun staf ahli Gubernur Sultra ini mengatakan Kahar Pagala memenuhi semua unsur yang disyaratkan sebagai seorang Sekab. Thamrin sendiri memang belum mau menyebut pasti ketiga nama calon itu. “ Februari ini Saya usulkan ke gubernur nama-nama PNS di Konawe Utara yang berdasarkan pengamatan Saya, cakap, mapan dan memenuhi kepangkatan,” ujarnya. Dirinya juga menjelaskan bahwa Ia sama sekali tidak menitipkan satu orangpun untuk dijadikan prioritas. Sebagai buktinya, dari tiga nama yang diusulkan tidak diberi nomor urut. “ Jangan sampai kalau diberikan nomor urut, itu dianggap prioritas pertama, kedua dan ketiga. Semuanya sama. Tidak ada orang titipan,” jelasnya. Hal yang sama juga dia lakukan untuk kategori kedaerahan. Katanya ia tidak mengenal istilah putra daerah asli atau pendatang. Sebab menurutnya siapapun yang mau mengabdi di wilayah itu adalah putra daerah. (ema)

sudah diubah menjadi milik pribadi, bahkan ada yang dijadikan mobil operasional tambang. Ketua Bansus Aset DPRD Bombana, Ahmad Yani mengatakan, pihaknya banyak menerima aduan dari para pemilik tanah yang menuntut ganti rugi. Contohnya lahan yang digunakan untuk pembangunan kantor Camat Mataoleo. Pemilik tanah mengancam akan menyegel kantor tersebut jika Pemkab tak segera membayar ganti rugi. Selain itu, tanah kantor bu-

pati juga masih menyimpan masalah. Sebab, sebagian lokasi menjadi aset Pemprov, luasan tanahnya juga masih simpang siur meski sudah dibeli melalui APBD. Begitu juga dengan tanah untuk pembangunan kantor Kodim, kejaksaan, perkantoran Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD), RSUD, pasar kabupaten, pasar Kabaena, kantor Polsek Kabaena, mess Pemkab di Sikeli, tanah pembangunan pelabuhan Feri

Baca TANAH di Hal 6

Langgar KTL Sanksi Dua Kali Lipat Rumbia, KP Satuan lalulintas (Satlantas) Polres Bombana mulai menerapkan Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) untuk mengurangi kecelakaan di wilayahnya. Lokasi percontohan yang dipilih yakni di Rumbia, sepanjang satu kilometer terhitung dari pertigaan tugu Home Base (Kantor Bupati) hingga jembatan Talabente. Kasatlantas Polres Bombana, AKP Taurus J. Soeliaman mengatakan, pelaksanaan tertib lalulintas di kawasan itu karena jalur tersebut merupakan salah satu ruas dengan volume kendaraan terpadat. Soeliaman mengaku, dalam pelaksanaan KTL ini, pihaknya akan bekerja sama dengan instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan akan melakukan pembenahan serta perbaikan segala sesuatu yang menjadi masalah berlalulintas. Mulai dari perbaikan dan pemasangan rambu-rambu, marka, perbaikan jalan berlubang serta berbagai sarana lainnya. “ Dalam waktu dekat, Kami akan meminta surat keputusan bupati terkait penetapan KTL ini,” kata Soeliaman. Mantan Baca SANKSI di Hal 6

Mobil Diesel Mengantri

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Kolaka, KP Antrian panjang kendaraan bermesin diesel kembali terjadi di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kolaka. Hingga kemarin, deretan kendaraan yang umumnya didominasi oleh truk itu terlihat hingga ratusan meter. Kepala Bidang Sumberdaya Mineral dan Air Tanah Distamben Kolaka, Anhar Mendong mengata-

Baca SOLAR di Hal 6


6 Solar ....................... kan, kondisi ini dipicu kebijakan Depo Pertamina yang melakukan pembatan distribusi BBM jenis solar ke SPBU. ‘’ Setiap harinya Depo hanya mengeluarkanlimahinggasepuluhkiloliter.Inimerupakan bagian dari survei untuk menghitung kebutuhan normal BBM jenis solar di Kolaka,’’ terang Anhar. Kebijakan itu dikeluarkan depo menyusul seringnya terjadi

Tanah ................ Pulemo, Rujab Ketua DPRD dan Rujab Wakil Bupati hingga tanah Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan pembuangan sampah seluas 35 hektar di Lantawonua, Rarowatu Utara. Berbagai masalah harta otorita pemekaran kabupaten Buton itu hampir sama, proses pembeliannya tidak diser-

Sanksi ................... Kapolsek Asera, Konawe Utara ini berjanji akan menindak tegas segala jenis pelanggaran lalulintas yang terjadi di daerah KTL. Harapannya, tidak ada pelanggaran sekecil apapun seh-

Kendari Pos |Jumat, 11 Februari 2011

pembelian solar bersubsidi dalam jumlah tidak wajar dan diduga kuat untuk dijual kembali ke perusahaan tambang maupun ke luar daerah. Distamben sendiri sudah beberapa kali menangkap tangan sejumlah mobil yang memodifikasi tangki BBM mereka. Sayang, saat kasusnya diserahkan ke aparat berwajib, seringkali tidak jelas proses hukumnya. Terkait maraknya praktek pembelian BBM bersubsidi di SPBU untuk penim-

bunan, Anhar mengaku Distemben akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya termasuk unsur Muspida seperti TNI dan Polri untuk mengawasi penjulan BBM bersubsidi. ‘’ Apalagi Pemkab Kolaka telah menandatangani nota kesepakatan dengan BPH migas tentang pelimpahan kewenangan pengawasan dan penindakan terhadap pihak yang terlibat dalam penyelewengan BBM bersubsidi,’’ tandasnya. (ndi)

tai bukti administrasi legal. Akibatnya, banyak masyarakat pemilik tanah melayangkan gugatan, padahal diatasnya sudah berdiri bangunan. Asisten III Setkab Bombana, Siti Saleha menjelaskan, khusus polemik lahan kantor bupati yang menjadi aset Pemprov, Pemkab sudah bersurat ke provinsi terkait permohonan penyerahan. Namun sampai sekarang belum

ada tanggapan sehingga statusnya tidak jelas. ‘’ Aset tanah milik Pemkab yang tidak jelas itu akan selalu menjadi temuan BPK dalam laporan keuangan tiap tahun. Kami berjanji akan mengubah kebiasaan itu dengan cara setiap pembelian tanah harus melibatkan tim khusus, RT dan RW serta mengeluarkan sertifikatnya,’’ timpal Asisten I Setkab Bombana, Mushaddad. (nur)

ingga bisa menekan jumlah kejadian Lakalantas di wilayah hukum Polres Bombana. Penindakan pelanggaran akan dilaksanakan secara bertahap dan dimulai dari sosialisasi, himbauan, teguran hingga sanksi tilang. Sementara untuk pengguna kendaraan, juga akan

ditertibkan. Misalnya tidak menggunakan helm standar, menyalakan lampu pada siang hari serta tidak menggunakan sabuk keselamatan. “Mereka yang melanggar di kawasan tertib lalu lintas itu diberikan sanksi berat, tilang dua kali lipat,” tegasnya. (nur)

Tiga PNS Tertangkap Berjudi Wangiwangi,KP Tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemkab Wakatobi kini mendekam dalam Rutan Polres setelah tertangkap sedang berjudi. Satu diantara trio pamong daerah itu adalah LI, pejabat eselon yang menduduki posisi sebagai kepala bidang di Dinas Perhubungan. ‘’ Yang bersangkutan ditahan karena tertangkap main judi bersama beberapa orang lainnya. Mereka kedapatan main kartu dengan

memakai taruhan uang,’’ kata Kapolres Wakatobi, AKBP Pitra Andreas Ratulangi ketika dikonfirmasi, kemarin. Sementara itu, Kadis Perhubungan dan Informasi Wakatobi melalui Sekretarisnya, Abdul Karim Arefi mengaku sangat menyesalkan keterlibatan oknum aparatnya dalam tindakan tak terpuji itu. ‘’ Saya juga baru tahu tentang hal itu. Memang yang bersangkutan (LI) sudah tiga hari tidak masuk kan-

tor. Informasinya, Dia keluar kota, namun teryata lagi ditahan,’’ sesalnya. Kepala Badan Kepegawaian Daerah melalui Sub Bidang Pembinaan Disiplin, La Ode Moane dengan tegas mengatakan akan memberikan teguran pembinaan terhadap PNS yang melakukan tindakan pidana melanggar pasal 303 KUHP tersebut. ‘’ Bisa sampai penurunan jabatan. Kami akan melakukan teguran tertulis dulu,’’ tandasnya. (cr1)

Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT Sultra Baubau, KP Seremoni ucapara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra 27 April mendatang akan dipusatkan di Kota Baubau. Berbagai atraksi untuk menyemarakkan suasana mulai dipersiapkan, termasuk menggelar terjun payung. Kadis Ops Lanud Wolter Monginsidi Kendari, Kapten Indra yang ditemui di kantor Wali Kota

Baubau kemarin menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan survei lokasi strategi untuk melakukan pendaratan terjun payung. ‘’ Apakah cocok untuk melakukan demo di udara. Dalam kegiatan ini, Kami tetap akan koordinasikan dengan pimpinan,’’ ujarnya. Sementara itu Kepala Badan Infokom Baubau, Sadarman juga menjelaskan, Pemkot dan masyarakat setempat harus dapat melihat peluang yang dapat

diraih dalam penyelenggaraan HUT Sultra di kota tersebut. ‘’ Segala sarana dan prasarana telah disiapkan termasuk menyiapkan lokasi untuk paripurna DPRD Sultra usai pelaksanaan upacara HUT termaksud rapat kerja desa (Rakerdes) yang diikuti oleh seluruh kepala desa dan lurah se-Sultra. Sedangkan untuk kegiatan hiburan dan pameran lokasi yang dibidik adalah Kota Mara,’’ timpal Sadarman. (k1)


7

Kendari Pos | Jumat, 11 Februari 2011

Ba’asyir Menolak Disidang Jakarta,KP Surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus terorisme dengan terdakwa Abu Bakar Ba’asyir batal dibacakan dalam sidang pertama kemarin (10/2). Penyebabnya, terdakwa dan tim kuasa hukumnya menolak menjalani persidangan karena keterlambatan surat panggilan yang dilayangkan jaksa. Tak pelak, sidang pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang dimulai tepat pukul 09.00 dengan penjagaan ketat itu berlangsung tak lebih dari 20 menit. Keberatan dimulai sesaat setelah ketua majelis hakim Herri Swantoro mengetuk palu

tanda persidangan dibuka. Kuasa hukum Ba’asyir Achmad Michdan mengungkapkan, panggilan jaksa yang baru diterima pada 8 Februari 2011. “Padahal, sharusnya dipanggil selambat-lambatnya tiga hari (sebelum sidang) sesuai KUHAP. Kami keberatan untuk dilaksanakan hari ini. Kami minta ditunda,” kata Michdan saat sidang. Pernyataan Michdan tersebut disambut teriakan takbir pendukung Baasyir yang memenuhi ruang sidang Prof. H. Oemar Seno Adji dan halaman PN Jakarta Selatan. Ketua majelis hakim lantas meminta pengunjung sidang bersikap

tertib. Setelah tim kuasa hukum, giliran Ba’asyir yang membacakan surat keberatannya dan menolak menjalani sidang. Alasan pemanggilan yang tidak sesuai dengan KUHAP juga dikemukakan pengasuh pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo tersebut. “Saya merasa dipaksa dan hak saya dilanggar oleh jaksa penuntut umum dan PN Jakarta Selatan dengan adanya panggilan sidang secara mendadak,” tutur Ba’asyir yang mengenakan baju gamis serba putih dan kopiah dengan warna yang sama. Menerima keberatan dari terdakwa dan kuasa hukum-

nya, Herri lantas menskors sidang untuk berdiskusi dengan empat hakim anggotanya. Lima menit berselang, hakim kembali membuka sidang dan menyatakan penundaan sidang. Pertimbangannya adalah pasal 146 ayat (1) KUHAP yang mengatur ketentuan surat panggilan dilayangkan selambatlambatnya tiga hari sebelum sidang. “Sesuai fakta, tertera tanggal 8 Februari (surat panggilan) baru diterima,” kata Herri. “Protes pengacara dan terdakwa diterima, maka sidang ditunda hingga Senin, 14 Februari,” sambung Herri yang juga ketua PN Jakarta Selatan itu.(fal/agm)

Izin Pernikahan Diterbitkan Dishubkominfo Diperiksa... lan diperiksa sejak dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus terop roboh. Dia dijerat pasal 359 subsider pasal 360 KUHP tentang tindak pidana. Sebab, kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dan terluka berat. Selain itu, bapak dua anak tersebut dijerat pasal 263 juncto pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP karena turut serta dalam tindak pidana pemalsuan surat atau dokumen. Dalam beberapa hari ini, kasus terop roboh yang menimpa Sumarlan menjadi berita hangat yang diperbincangkan luas oleh warga Nganjuk. Kasus tersebut bermula dari hajatan pernikahan putri pertamanya yang dihelat pada 26 Januari lalu. Untuk hari bahagia tersebut, apalagi itu adalah kali pertama menikahkan anaknya, Sumarlan benar-benar telah menyiapkan segala sesuatunya. Persiapan untuk resepsi pernikahan tersebut sudah dilakukan sejak dua bulan sebelum hari H. Kepanitiaan pun dibentuk. Jumlah orang yang turut menjadi panitia bahkan mencapai ratusan. Yang dilibatkan di dalamnya pun bukan sembarang orang, tapi para pejabat di lingkungan Pemkab Nganjuk. “Hampir semua kepala dinas terlibat dalam kepanitiaan,” kata salah seorang sumber di internal Pemkab Nganjuk. Tiga hari menjelang akad nikah yang dilaksanakan di rumah Sumarlan, Jalan Lurah Surodarmo, Kelurahan Bogo, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, terop sudah dipasang. Terop itu bahkan sampai menutupi jalan raya. Pada 24 Januari, dua hari sebelum hari H, sekitar pukul 23.00, sebuah bus yang hingga kini masih belum diketahui namanya menyenggol salah satu sisi terop yang didirikan untuk acara resepsi tersebut. Akibat disenggol bus, salah satu tiang terop miring dan hampir roboh. Beberapa bautnya lepas. Menurut keterangan beberapa saksi, ketika mengetahui terop yang hampir roboh itu, Sumarlan pun membetulkannya. Caranya, bagian terop yang hampir roboh diikat dengan kain, lalu ditegakkan lagi. Sekitar satu jam kemudian, seorang pengendara motor yang belakangan diketahui bernama Imam Fauzi, 22, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Nganjuk, melintas di bawah terop itu. Kebetulan, hujan sedang deras-derasnya. Tanpa diduga, terop yang sejak awal nyaris roboh dan diikat dengan kain seadanya itu akhirnya benar-benar roboh. Tiang terop yang terbuat dari besi tersebut menimpa tubuh Imam hingga

membuatnya roboh. Imam lalu dilarikan ke RSUD Gambiran, Kediri. Setelah menjalani perawatan empat hari, korban mengembuskan napas terakhirnya pada 28 Januari. Kasus ini lantas ditangani polisi. Ketika melakukan penyelidikan, polisi menemukan bahwa pembuatan izin pendirian terop itu tidak prosedural. Surat izin yang seharusnya dibuat sebelum pendirian terop, ternyata baru jadi dua hari setelah terop didirikan. Selain itu, izin yang seharusnya diajukan ke kepolisian, justru diterbitkan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Nganjuk. Selain itu, ada dugaan bahwa tanggal surat diganti dari 25 Januari menjadi 24 Januari sebelum kejadian robohnya terop.

Dua minggu melakukan penyelidikan, polisi telah memanggil beberapa pejabat untuk dimintai keterangan. Mereka, antara lain, Plt Kepala Dishubkominfo Zabanudin, Camat Nganjuk Suharono, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga ketua panitia resepsi pernikahan, Tri Wijoso Putra. Dari hasil keterangan beberapa saksi tersebut, penyidik kemudian menetapkan Sumarlan, pemilik hajatan, sebagai tersangka. Kemarin dia diperiksa polisi untuk kali pertama. Sempat muncul desas-desus bahwa Sumarlan akan ditahan. Tapi, sekitar pukul 21.45 Sumarlan keluar dari ruang Unit Reskrim Polsek Nganjuk. Ini berarti dia diperiksa hampir 14 jam. Sayang, ketika menuju ke mobilnya, Sumarlan tak menjawab satu pun pertanyaan

wartawan, termasuk wartawan Radar Kediri (Kendari Pos Group). Dia lebih memilih berjalan cepat menuju mobilnya, lalu pergi. Selama ini Sumarlan memang dikenal sebagai pejabat yang tertutup terhadap orang lain. Tidak semua pejabat di lingkungan Pemkab Nganjuk memiliki nomor ponselnya. Orang yang mengetahui nomor pribadinya di lingkungan kerjanya bisa dihitung dengan jari. Bahkan, pejabat seperti kepala dinas dan Kabag Humas juga tidak memiliki nomor Sumarlan. Sumarlan juga sulit sekali dikonfir masi wartawan. Sebisanya dia menghindar setiap ditanya. Biasanya dia selalu melarang wartawan untuk memasukkan keterangannya. (**)

Peradilan Langka Terjadi di Baubau Divonis... dalam keadaan “sadar”. “Apakah tidak takut jika masalah ini terungkap di koran justeru anda langsung dijebloskan penjara?,” tanya koran ini. La Ifa dengan mata berlinang menjawa singkat. “Saya sudah siap..... (menerawang sejenak) Saya sudah habis. Saya sudah dihabisi. Saya diminta banding oleh jaksa tapi saya tidak mau. Saya tidak punya uang lagi,” tuturnya. Kepada wartawan koran ini, La Ifa tampak sangat menghafal pasal yang didakwakan. Buktinya, berkali-kali ia menyebut nama pasalnya sekaligus isi pasal itu. “Saya dikenakan Pasal 55. Turut serta bersama-sama. Yang saya pertanyakan, dimana keadilan dan rasa keadilan. Saya dikenakan pasal bersama-sama tapi kenapa kami tidak dipenjara bersama-sama. Siapakah yang saya turuti. Mana yang saya turuti itu,” ungkap La Ifa saat menemui koran ini. “Sudah lama saya kenal nama anda. Sudah lama saya cari, alhamdulillah baru kali ini Tuhan mempertemukan saya dengan anda. Saya ingin sekali mau curhat, karena setiap saya baca tulisan anda seperti saya terdorong untuk mau curhatkan masalahku,” tambah La Ifa sambil membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke arah wartawan koran ini. Saat memberikan keterangan pers, La Ifa mengaku sudah siap lahir batin dengan segala risiko yang akan terjadi. “Saya sudah persiapkan segalanya. Anak-is-

tri saya sudah beritahu kalau sewaktu-waktu saya dijemput. Tapi sampai sekarang saya belum dipanggil-panggil. Sudah cukup lama juga vonisnya,” tutur La Ifa. Untuk mengetahui pengakuan Bendahara Bantuan di era pemerintahan Atikurrahman-Subhan Tambera di Bombana, inilah pengakuan La Ifa kepada wartawan koran ini; Saya diperiksa dipanggdil di Kejaksaan Babau. Orang lain diperiksa di hotel di Bombana. Tidak ada yang saya sesali dengan kasus ini karena saya pegawai negeri. Andai uang yang dituduhkan korupsi itu saya nikmati, maka saya akan menyesal kenapa saya nikmati uang yang tidak halal itu. Tapi saya ini kan bekerja, karena tugas negara saya jadi seperti ini dan karena itu saya tidak menyesal. Saya dianggap terlibat dalam kasus korupsi dana bantuan pengurusan hak-hak Pemda yang melibatkan Sekda dan Wakil Bupati. Dalam dakwaan itu hanya tiga orang, tapi yang menerima banyak orang diantaranya ... (La Ifa menyebutkan beberapa nama pejabat secara jelas namun demi privasi disampaikan dalam bentuk inisial) At, Abt, Hna, ZA, SK, IJ, PR (alm) dan lain-lain. Semua yang menerima itu punya bukti kas. Ini juga saya sampaikan kepada jaksa. Di persidangan juga diperlihatkan kepada majelis hakim. Jaksanya, AY. Yang saya pertanyakan, kalau saya dikatakan turut serta kenapa yang saya turuti tidak ada yang kelihatan. Bahkan ada yang be-

lum disentuh dengan hukum. Belum disentuh berarti belum diperiksa. Saya sudah divonis. Pertama yang tersangka Sekda (inisial IEK), saya saksi. Setelah berjalan, proses.. proses.., Pak IEK divonis bebas. Sementara dia KPA (Kuasa Pnegguna Anggaran) sekaligus dia juga pengguna dan itu ada bukti kas. Kok dia divonis bebas, sementara saya hanya bekerja mengikuti arahan KPA justeru saya yang dihukum. Yang memerintahkan saya tiga orang, Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Ketiga tiganya ini juga penerima. Bukti bahwa saya diperintah itu ada semua dalam bentuk nota dan disposisi. Ini kwitansi penerimaan dan ini notanya, ini disposisinya. Ternyata kalau pergawai kecil itu, orang yang tidak punya siapa-siapa, hanya dibebani dengan pekerjaan yang banyak tapi selalu dijadikan korban. Divonis satu tahun, subsider denda Rp 50 juta dan mengembalikan keuangan negara Rp 150 juta subsider tiga bulan. Saya pernah melaporkan dan mengadu ke Kejaksaan Tinggi. Laporan pemerasan. Anggota DPRD yang terlibat dalam panitia anggaran menikmati uang uang itu. Di persidangan sebagian mengakui padahal pada waktu penyidikan tidak mengakui dan itu saya curiga stelannya jaksa. Saya dijemput oleh dua orang, “Zn” dan “It” menemani saya mengantar uang ke pejabat penting di Bombana. Di persidangan mereka mengakui, di penyidikan tidak.(ong)


8

Kendari Pos | Jumat, 11 Februari 2011

Gubernur Resmikan Hotel dan Sekretariat KKSS Kendari,KP Meningkatnya persaingan dunia bisnis nampak semakin terasa, apalagi sektor pariwisata yang bergerak di bidang perhotelan. Dimana, selain memberi kontribusi bagi pemilik usaha, juga memberi PAD bagi provinsi yang menaungi. Seperti yang terjadi di Kendari. Hotel Putri bersama Sekretariat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) akhirnya mulai beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Gubernur Sultra tadi malam. Dalam Sambutanya Nur Alam langsung memberikan apresiasi tentang kemajuan penginapan di Sultra, karena hampir setiap tahun pembangunan di Kota Kendari meningkat. Apalagi sektor perhotelan

yang merupakan kebutuhan pokok bagi setiap tamu wisata. “Kita harus terus mendukung setiap pembangunan hotel di Sultra. Selagi sarana yang dibangun tidak menyimpang dan menyesakkan, bagi masyarakat Sultra,” ujarnya di hadapan Walikota, Muspida dan anggota KKSS. Soal hotel Putri, mantan wakil Ketua DPRD Provinsi ini memberikan pujian karena selama jangka 10 tahun hotel ini sudah bisa masuk level kelas menengah, dari 9 kamar naik menjadi 47 dengan standar kenyamanan dan fasilitas yang memadai. “Saya sudah berkeliling di dalam kamar-kamar, ternyata didalam sangat mewah. Dan, kalau dibandingkan dengan hotel kelas menengah kebawah

di Jakarta, hotel ini masih jauh lebih unggul, nyaman apalagi terletak di pusat kota, saya rasa pasti banyak tamu yang datang. Nah, disini tentu juga kita dapat PAD,” tuturnya. Soal sekretariat KKSS, Nur Alam mengungkapkan, KKSS yang mempunyai struktur berjenjang dari pusat, provinsi dan daerah sangat erat kaitannya dengan pengusaha, masyarakat lokal, mempunyai visi dan misi yang sinergi, demi efisien dan efektifitasnya. Disamping itu, kantor kesekretariatan maupun hotel seperti ini bertujuan untuk mengangkat sumber daya produk, pengusaha, kearifan lokal, untuk selanjutnya dapat berkontribusi pada ekonomi nasional yang berbasiskan ekonomi daerah.

Evaluasi SKB Harus Komprehensif Diputuskan... tangkan,” ujarnya Suryadharma di Jakarta Kamis (10/2) kemarin. Menteri asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini masih dirancang konsep yang akan dibawa pemerintah dalam forum tersebut. Namun, yang jelas, pemerintah akan mengakomodir empat opsi yang beredar tentang Ahmadiyah. Keempat opsi tersebut adalah menjadikan Ahmadiyah sebagai sekte baru, mengembalikan jamaah Ahmadiyah ke dalam Islam, membubarkan Ahmadiyah, dan membiarkan Ahmadiyah. “Pertemuan memang sudah dilakukan beberapa kali namun hanya untuk mematangkan langkah dan mencari perspektif lain, hingga kini pemerintah belum bersikap,” kata dia. Dalam pertemuan itu rencananya Kemenag akan menghadikan sejumlah unsur. Antara lain, wakil Ahmadiyah, Lembaga Swadaya Masyarakat yang pro dan kontra terhadap Ahmadiyah, tokoh agama dan unsur pemerintah. Demi menjaga netralitas, lokasi dialog akan digelar di kantor Kementerian Agama (Kemenag). Di tempat terpisah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, mengatakan pemerin-

Sampai... gan kesehatannya. Sakit maag yang kronis dan sakit jantung sempat membuatnya tak bisa bekerja selama dua pekan. Dan itu terjadi bulan April 2010 yang lalu. Saat itu, lelaki 41 tahun ini mengalami mual-mual secara terus-menerus, dan napasnya sesak. Tentu saja hal itu membuatnya sangat terganggu. Namun, karena tuntutan profesi, ia memaksakan diri untuk tetap bekerja. Ternyata, fisiknya tak bisa diajak berkompromi. Maka, ayah dua anak ini pun dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa ini dan itu, terdeteksilah bahwa jantung lelaki yang mencari nafkah dengan membuat pigura ini sudah mengalami pembengkakan. Oleh dokter, ia disuruh berhenti merokok, dan ia terpaksa patuh. “Ternyata ada hikmahnya. Sampai sekarang saya tidak pernah merokok lagi,” ungkapnya sambil tertawa saat ditemui 1 Oktober 2010 lalu. Dan untuk memulihkan kesehatannya, sejak Mei 2010 lalu–sebulan setelah ia masuk rumah sakit itu–ia rutin mengonsumsi New Mandala 525 dua kali dalam sehari. “Selain itu, saya juga menjalankan terapi jus,” ujar penduduk Gang Paeman, Jalan Kopo, Kelurahan Situ Sauer, Keca-

tah sedang mencari solusi yang tepat terkait Ahmadiyah. Dia sepakat dengan rencana dialog yang akan digelar di Kemenag. Gamawan berharap akan ada hasil signifkan dari pertemuan pekan depan itu. “Apapun keputusan pemerintah itu akan lebih baik kalau mendengarkan semua pihak,” katanya. Lebih lanjut, Gamawan menyampaikan, pemerintah sedang melakukan evaluasi yang mendalam terhadap pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Mendagri, dan Jaksa Agung soal Ahmadiyah. Namun, hingga saat ini, SKB masih menjadi pedoman bagi semua pihak, terkait dengan keberadaan Ahmadiyah.” “SKB masih menjadi pedoman. Karena itu, pegangan kita untuk menghadapi persoalan yang berkembang. Kalau SKB tidak ada akan lebih sulit,” ujarnya. Gamawan membuka kemungkinan bahwa materi SKB dinaikkan menjadi undangundang. Menurut dia, itu bisa terjadi setelah substansi mendasar dari SKB yang harus dikaji mendalam. Gamawan menghormati setiap pendapat dan masukan yang disampaikan berbagai pihak tentang sikap yang harus diambil oleh pemerintah. Ia berharap ada solusi yang terbaik yang bisa diterima dan dihormati oleh

semua pihak, sehingga masalah yang sama tidak terjadi kembali di masa mendatang. “Alangkah indahnya kalau lahir solusi yang bisa diterima semua pihak, itu yang paling ideal,” kata dia. Gamawan mengatakan, tindakan tegas terhadap ormas anarkis akan dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku. Karenanya, harus ada bukti dan fakta yang menunjukkan ormas tertentu melakukan pelanggaran tindak pidana. Ia sudah menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, dan meminta catatan tentang semua ormas yang pernah melanggar tindak pidana. “Kami inventarisasi, evaluasi, dan kita lihat skalanya,” kata dia. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, evaluasi SKB tentang Ahmadiyah harus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh. Dia meminta agar semua pihak tidak menyalahkan SKB. Karena SKB dibuat bersama-sama dan melalui proses yang cukup matang. Djoko mengatakan, jangan sekadar melihat isi SKB yang kemudian membubarkan Ahmadiyah begitu saja karena hal itu menyangkut keyakinan.(zul)

matan Bojong Loa Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, ini. Dan hasilnya? Dengan bantuan kedelai bubuk instan itu, recovery kesehatannya ternyata lebih mulus. Buktinya? “Selain sakit jantung dan maag itu sudah tidak mengganggu lagi, buang air besar saya pun makin lancar. Dulu sampai tiga atau empat hari sekali. Sekarang tiap hari,” tuturnya. Dalam biji kedelai terkandung karbohidrat, serat, protein, flavonoid, vitamin, mineral, dan lain-lain. Karbohidrat merupakan sumber energi penting, dan serat berperan dalam memperlancar pencernaan. Kekurangan serat membuat orang sulit buang air besar. Protein berguna untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan yang rusak, dan penambah imunitas. Protein kedelai tersusun atas lesitin, arginin, dan lainlain. Asam-asam amino ini dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan, terutama lesitin. Selain pada kedelai, lesitin terdapat pada susu dan telur. Sedangkan flavonoid pada kedelai adalah isoflavon. Senyawa ini pertama dikenal sebagai obat awal 1990-an oleh ahli Amerika. Selain sebagai antioksidan, ia juga sebagai antiosteoporosis, antiaterosklerosis, penambah imunitas tubuh, dan pendorong lancarnya metabolisme. Nagata, peneliti Jepang, pada 1998 men-

ganjurkan setiap manusia mengonsumsi isoflavon 50-100 mg/ hari. Pada kedelai juga terdapat vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin E, kalsium, zat besi, fosfor, dan sodium. Entah yang mana yang berperan dalam mengatasi masalah di atas itu, tentu diperlukan penelitian jelimet. Meskipun demikian, menjaga pola hidup sehat lainnya tetap dianjurkan untuk dijadikan prioritas, seperti berolahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, dan sebagainya. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun, sebagai perintis keberadaan kedelai bubuk komersial di Indonesia, New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya nyata dan produknya diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko-toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934.

iman/kp

Gubernur Sultra, Nur Alam (kiri) bersama para pejabat dalam acara peresmian Hotel Putri, Kota Kendari, tadi malam. Acara ini juga dirangkaikan dengan pengresmian kantor Sekretariat KKSS Sultra. “Sekretariat seperti ini sangat membantu, karena selain menjadi tempat pertemuan se-

luruh masyarakat Sulsel yang berada di Sultra, juga sebuah jalur koordinasi, atau wadah

untuk mengeluarkan aspirasi, konsolidasi organisasi bagi KKSS,” ucapnya.

Munculnya sekretariat KKSS kata Gubernur merupakan kantor perwakilan bagi masing-masing kabupaten/kota, yang menggunakan system regional sebagai jejaring informasi secara makro khususnya, baik masyarakat KKSS yang di rantau, maupun sebaliknya. “Termasuk memberi kemudahan para investor ke daerah, setidaknya sebagai guide, atau informasi bisnis, kebutuhan pemasaran komoditi dan tenaga kerja,” terangnya. Sementara itu, pemilik hotel, Nurdin Tompo mengatakan, setelah peresmian, hotel akan langsung dioperasikan, dengan tarif kamar kelas menegah Rp 295 ribu dengan fasilitas kamar mandi, kamar tidur 4 X 4 meter, air panas dan televisi. Kemudian, untuk tempat tidur yang digunakan berkelas hotel bintang empat “Untuk pembangunan hotel ini saya menghabiskan anggaran Rp 7 milliar dengan jumlah kamar 47, dan yang terpenting disini adalah mengutamakan kenyamanan bagi konsumen,” terangnya.(p2/ong)


Hujan Ringan

Jumat, 11 Februari 2011

25 - 31 °C

Langganan Dalam Kota Rp. 65.000,-

DPRD Masih Seterukan Ayam Bukan Unggas DOK/KP

Inilahduatersangkapencurimeteranlistrik.Merekaternyata bekerja di perusahaan yang menjadi naungan AKLI.

KRIMINAL

Pencuri Meteran Tenaga Lepas yang Diketahui AKLI PENGUNGKAPAN kasus pencurian meteran listrik kini masih terus dikembangkan pihak kepolisian. Termasuk adanya indikasi keterlibatan internal Asosiasi Kontraktor dan Mekanikal Listrik Indonesia (AKLI) Kendari dalam kasus tersebut. Faktanya, dari empat tersangka kasus pencurian meteran listrik yang berhasil dibekuk Polsek Baru-

Baca PENCURI di Hal. 10

MAHASISWA KKP FOR KENDARI POS.

Mahasiswa PGSD yang akan PPL berpose bersama di ruang kerja Prodi PGSD.

MAHASISWA

PGSD Gelar Pembekalan PPL PROGRAM Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unhalu mulai melakukan kegiatan pembekalan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) angkatan II, dengan jumlah peserta 47. PPL berlangsung mulai 10 hingga 18 Februari 2011 yang bertempat di gedung PGSD Wuawua. Ketua Prodi PGSD Dorce Banne Pabung mengatakan, mahasiwa calon peserta PPL harus mampu mengaplikasikan ilmu dan teori yang mereka terima di bangku kuliah ke sekolah tempat mereka PPL. “Peserta PPL akan dibagi menjadi empat kelompok.Mereka akan PPL di SDN 1 Baruga, SDN 2 Baruga, SDN 3 Baruga dan SD kuncup,”katanya. (KKP)

Kendari,KP Hebat dengan hak imunitas, tapi ternyata tidak juga dibarengi SDM berkualitas sebagai wakil terhormatdi DPRD Kendari. Lihat saja seteru ayam bukan unggas masih saja jadi polemik. Padahal sebenarnya wakil rakyat sudah menghadirkan pihak teknis untuk membantu menjelas-

HINGGA tahun ketiga penyaluran block grant, belum pernah tercapai angka penyaluran 100 persen alias Rp 100 juta. Untuk mensiasatinya, tahun ini Pemprov mengubah kebijakan proses pencairannya dari empat tahap masing-masing Rp 25 juta menjadi dua tahap sebesar Rp 50 juta pertahap. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sultra Askabul Kijo mengatakan perubahan itu untuk memudahkan pencapaian target pencairan 100 persen. “Sekarang kita sudah gunakan dua kali pencairan masingmasing Rp 50 juta,” terangnya. Untuk pencairan tahap pertama, Askabul berujar direncanakan pada April 2011. Pencairan itu katanya akan diberikan kepada seluruh desa, kelurahan dan kecamatan penerima. “Kita mulai dari baru lagi. Kita berikan semua desa dan kelurahan,” katanya. Jika berjalan lancar, maka diprediksi pencairan dan pelaporan tahap pertama akan rampung pada Juli 2011. Saat itu diharapkan semua penerima telah melaporkan pengunaan keuangannya ke BPMPD. Hasil pelaporan tersebut akan dilanjutkan dengan rekomendasi pencairan tahap kedua di biro keuangan Setda Sultra. “Kita harapkan tahun ini semuanya lancar,” tandasnya. (ema)

“ Sesuai UU di atas, ayam memang termasuk unggas. Kalau ayam yang dibeli dipasar dan dipotong, memang tidak melanggar UU karantina hewan. Tapi kalau ayam sudah dibawa antar pulaukan, itu harus dilengkapi dokumennya dan itu sudah masuk ranah karatina hewan. Dari Raha dibawa ke Kendari saja,

ayam harus ada dokumennya,” ujar Musdiantoro saat menjelaskan di DPRD bersama massa dari BMPH Kendari dan Aladin,anggota dewan. Hadir dalampenjelasan tersebut adalah Ketua DPRD Abdul Rasak. Meskipun sudah mendapat

Baca UNGGAS di Hal. 10

Dua Operator SPBU Disanksi Manajemen Tak Bolehkan Isi Tangki Modifikasi Kendari, KP Pengisian tangki modifikasi di SPBU Yusaradia, ternyata tanpa sepengetahuan manajemen. Bahkan manajemen SPBU yang terletak di jalan Saranani itu kaget ketika mengetahui di koran bahwa operatornya menaikkan harga solar sebagai fee. Penanggungjawab SPBU Yusaradia, Nurlaela mengatakan ketika mengetahui marak terjadi modifikasi tangki kendaraan, ia langsung membuat surat perjanjian yang diteken oleh seluruh operatornya. Dalam surat perjanjian itu, karyawan SPBU di perintahkan untuk tidak mengisi tangki modifikasi. “Tapi banyak karyawan kita tidak bisa fokus melakukan pemeriksaan tiap saat pada mereka,” ujarnya. Mungkin karena tidak bisa intens mengecek kepatuhan operatornya itu, ada oknum operator yang entah sengaja atau lalai mengisi tangki modifikasi. Nurlaela menjelaskan bahwa secara kasat mata, manajemen memang tidak bisa membedakan kendaraan yang telah memodifikasi tankinya, hal itu hanya diketahui oleh operator. Karena adanya operator yang tersangkut kasus pengisian tangki modifikasi, manajemen telah menjatuhkan sanksi kepada dua operator terserbut. “kita memang telah melarang pengisian tangki modifikasi. Kalau ada yang melanggar mungkin itu diluar pengawasan. Yang pasti manajemen ketat melaksanakan aturan,” tukasnya. Begitupula mengenai fee yang diberikan kepada operatornya. Nurlaela menjelaskan sudah menginterogasi karyawan tersebut. Jawaban yang ia terima, operatornya tidak pernah meminta uang kepada pelanggan. “Ka-

Baca SPBU di Hal. 10

SUWARJONO/KP

Bayi ditemukan Suharto dirawat istrinya Poni. Ia pun membawa bayi tersebut ke puskesmas.

Bayi 50 Hari Dibuang Kendari, KP Warga Desa Langgea, Kecamatan Ranomeeto sekitar pukul 21.00 Wita, Rabu (9/2) digegerkan penemuan seorang bayi lelaki yang berusia 50 hari. Diduga yang membuang adalah orang tua kandung bayi. Bayi ditemukan di depan rumah seorang pekerja batu merah, disimpan dalam dos bekas. Dalam dos juga terdapat kebutuhan bayi dan sepu-

cuk surat bertuliskan nama bayi dan ibu kandung bayi. “Nama bayi itu adalah Muhamad Ali Heru, lahir 22 Desember 2010. Ibu kandungna bernama Herlina.Namun dalam wasiat itu tak ada tulisan nama ayah bayi,”tukas Suharto, warga yang menemukan bayi itu. Menurut Suharto, sebelumnya dia sempat mendengar sepeda motor

berhenti sejenak depan rumahnya. Selang setengah jam kemudian, terdengarlah tangisan bayi tersebut. Semula ia tak percaya kalau suara itu tangisan dari depan rumahnya, namun istrinya, Poni keluar rumah memastikan tangisan itu. “Istri saya teriak histeris. Saya pun lari menuju depan rumah. Tern-

Baca BAYI di Hal. 10

Pasar Bonggoeya Jelang Relokasi 15 Februari

PEDESAAN

April, Block Grant Dicairkan

Aladin

kan, tapi, lagi dan lagi ayam bukan unggas. Kabid Perternakan Dinas Kota Kendari Musdiantoro membenarkan bahwa ayam termasuk jenis unggas. Hal ini tertuang dalam UU nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, serta UU nomor 18 tahun 2009, tentang peternakan dan kesehatan hewan.

Pedagang Sudah Siap, Fasilitas Listrik, MCK dan Angkot Belum Siap Pro dan kontra masih saja menyelimuti rencana relokasi pedagang Pasar Baru Wua-wua, ke lokasi Pasar Bonggoeya. Meskipun demikian Pemkot Kendari tetap menggenjot pembangunan sarana pendukung pasar, begitu halnya dengan sebagian pedagang yang telah mulai berjualan.

di belakang BTN kami, dengan begitu cukup dengan berjalan kaki saja bisa sampai. Apalagi di pasar ini lengkap semuanya, mulai dari penjual bahan makanan hingga pakaian, tetapi saya juga berharap para pedagang tidak menaikan harga,” tutur Jenarsih sambil memilih bumbu dapur yang akan dibelinya. Senada dengan itu seorang warga Lepolepo, Rima mengaku dapat menghemat sewa ojek karena relokasi tersebut. “Tadinya sewaktu berbelanja di Pasar Wuawua saya harus mengeluarkan ongkos ojek Rp 10 ribu, tetapi di Bonggoeya cukup Rp 5 ribu saja. Karena itu saya berharap relokasi dapat segera dilakukan, agar pilihan jualan juga semakin bervariasi,” kata perempuan berkulit putih ini. Keinginan masyarakat untuk segera merelokasi pedagang lainnya juga diungkapkan para pedagang yang telah

Ulfah Sari Sakti, Kendari SEKITAR pukul 08.00 wita, kawasan Pasar Bonggoea telah mulai ramai dengan para pedagang, baik yang telah mulai berdagang maupun hanya memperbaiki lodsnya. Pemandangan yang mulai ramai, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar untuk sekedar jalanjalan hingga singgah membeli. Seperti halnya seorang warga BTN Bonggoea, Jenarsih yang pagi itu berbelanja berbagai bumbu dapur di lods Abdul Karim. “Saya bersyukur karena pasar pindah

ULFAH/KP

Pasar Bonggoeya mulai dihuni pedagang.Pedagang sayur dan ikan ini mulai beraktivitas.

Baca PEDAGANG di Hal. 10


Metro

10

DPRD Diberi Hadiah Buku Tentang Peternakan dan Hewan Unggas ...................... pejelasan panjang lebar, Aladin belum puas. “ Begini maksud peryataan saya itu, bahwa tidak ada UU yang mengatur membawa ayam dilarang. Karena ayam bukan masuk jenis unggas. Kalau ayam masuk unggas, kenapa ayam bisa dibeli dan dipotong, “kata Aladin.

Tak urung penjelasan legislator asal PAN Kota Kendari ini kembali memicu perdebatan antara dirinya dengan massa BMPH pimpinan Sidin dan Aken Palangga Putra. Massa ini getol berdemo soal sikapAladin yang dinilai berlebihan dan tanpa etika. Untunglah hal ini dapat teratasi karena peran Ketua DPRD Kota Kendari Musdiantoro. “ Sebetulnya hal ini cuma

berbeda presepsi saja, tapi sudah dijelaskan oleh pihak dinas peternakan, bahwa ternyata ada dua UU yang digunakan terkait masalah ayam masuk sebagai unggas, yaitu UU nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, dan UU nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Jadi tidak perlu kita permasalahkan lagi,” kata Abdul Rasak.

Pantauan koran ini usai memberi penjelasan, Kabid Dinas Peternakan Kota Kendari memberi sebuah buku tentang UU nomor 18 tahun 2009, tentang peternakan dan kesehatan hewan pada DPRD dan diterima oleh Ketua Dewan Abdul Rasak. Hal ini bertujuan agar semua pihak memahami bahwa ayam memang termasuk unggas karena diatur dalam UU tersebut. (tri)

Tersangka adalah Keponakan Pemilik CV Ayuba Teknik Pencuri ...................... ga, dua diantaranya mengaku sebagai instalator yang bekerja di bawah naungan AKLI Kendari. Mereka adalah Andri (pelaku pencurian meteran di rumah dan ruko) dan Adit (yang melakukan pemasangan jaringan listrik ke pembeli meteran curian). Pengakuan Andri dan Adit tersebut dibantah oleh Ketua DPC AKLI Kendari, I Nyoman Suardika. Setelah dilakukan kroscek ke Polsek Baruga, ternyata Andri adalah oknum yang bekerja di bawah naungan CV Ayuba Teknik Kendari dan Adit adalah oknum yang ditengarai bekerja di bawah naungan CV Megatec. Kedua perusahaan tersebut adalah salah satu anggota AKLI Kendari. “Akli itu adalah asosiasi dari beberapa perusahaan kontraktor. Yang kami naungi adalah

badan usahanya, bukan tenaga kerjanya. Tenaga kerja masingmasing perusahaan adalah tanggung jawab dan kewenangan masing-masing perusahaan,” ungkap I Nyoman Suardika. Saat dikonfirmasi ke pihak CV Ayuba Teknik Kendari diakui, Andri pernah dipekerjakan di perusahaan tersebut. Namun, keberadaan Andri hanya sebatas tenaga lepas, bukan karyawan di CV Ayuba Teknik Kendari. Pemilik CV Ayuba Teknik Kendari, Asrul mengatakan, keterlibatan Andri dalam perusahaan hanya sebatas tenaga lepas. Persoalan kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka, kata dia, itu adalah tindakan personal, bukan komando perusahaan. “Tidak ada perusahaan yang meminta karyawannya mencuri. Apalagi, Andri itu bukan karyawan tetap kami, hanya sebatas tenaga lepas sehingga setelah

proyek selesai, kami tidak punya lagi kewajiban mengontrol dia,” terangnya saat ditemui di Kantor DPC AKLI Kendari, kemarin. Asrul mengungkapkan, Andri sudah tidak dipakai lagi sebagai tenaga lepas di CV Ayuba Teknik Kendari sejak bulan Agustus 2010. Beberapa karakter Andri dinilai tidak sesuai dengan harapan pihak perusahaan sehingga tidak digunakan. “Selain sebagai tenaga lepas, Andri itu sebenarnya keponakan saya. Tahun 2007, dia diajak dari Makassar ke Kendari untuk ikut diperusahaan sebagai tenaga lepas. Jadi dulua, ada proyek jaringan yang kami tangani, kami ajak dia menjadi tenaga lepas dengan gari Rp 50 ribu perhari selama 3 bulan. Namun, setelah sekian lama, malah sikapnya kurang sejalan, meskipun itu keluarga sendiri dan akhirnya tenaganya tidak

dipakai lagi. Sebagai keluarga, kami pun kesal atas perbuatannya yang tidak terpuji itu,” jelas Asrul. Pemilik CV Ayuba Teknik Kendari tersebut bersyukur atas terbongkarnya kasus pencurian meteran listrik itu. Pasalnya, kasus pencurian yang selama ini dilakoni Andri Cs, cukup meresahkan warga. “Biar dia jera. Dia itu selera entertainnya cukup tinggi. Bahkan istrinya kaget karena begitu besar penjualan meteran curian yang dilakukan, tapi tidak pernah kelihatan memegang uang banyak di rumah,” terangnya. Disisi lain, Adit ditengarai sebagai pekerja di bawah naungan CV Megatec. Sedang Bayu dan Bambang tidak dikenal dan dianggap tidak pernah berhubungan dengan pihak perusahaan kontraktor listrik di bawah naungan AKLI Kendari. (aka)

Kendari Pos |Jumat, 11 Februari 2011

Karyawan Tak Pernah Minta Fee SPBU ......................... tanya mereka tidak pernah minta uang. Kalau dikasih mereka ambil, kalau tidak, mereka

juga tidak pernah minta, apalagi mau tentukan besarannya,” jelas wanita berjilbab ini. Seperti diketahui, sehari sebelumnya pihak kepolisian berhasil mendeteksi mobil

yang melakukan modifikasi tangki. Polisi juga menangkap basah pelaku dan menyita mobil dan jerigen. Penangkapan itu berlangsung di SPBU Saranani. (ema)

Bayi Sehat, Beratnya 4 Kg Bayi .......................... yata ada bayi dalam dos,”tukas Suharto yang mengaku mengangkat anak tersebut. Baiu dirujuk ke Puskesmas

untuk memastikan kersehatannya. Hasil pemeriksaan, bayi dinyatakan sehat dan beratnya 4 kg. Kapolsek Ranomeeto, AKP Irawan mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan siapa orang tua

yang tega membuang bayinya tersebut. “Saya sudah memerintahkan kepada penyidik mencari informasi tentang orang tua bayi lelaki tersebut,” katanya saat berada di Puskesmas Ranomeeto. (ano)

Air Sumur Keruh, WC Masih Disegel Pedagang ................... menempati lodsnya. Mereka berharap semakin banyaknya pedagang yang berjualan, dapat memancing jumlah kunjungan masyarakat yang tentunya berdampak pada pembelian barang dagangan mereka. “Saya sudah 20 hari berjualan di pasar ini, mungkin saya mi orang pertama yang berjualan. Meskipun laku jualanku tidak seberapa, karena hanya Rp 300 ribu per hari dari normalnya Rp 2 juta, tetapi saya tetap bertahan karena berharap cepat diresmikan,” ungkap salah seorang penjual sayur dan ikan, Halija. Lebih lanjut perempuan berjilbab ini mengusulkan agar para pedagang ikan seperti dirinya tidak mengalami kerugian awal beroperasinya Pasar Bonggoeya. Karena itu dia berharap

Pemkot dapat memberikan bantuan peti es yang dinominalkan pembuatannya Rp 3,5 juta. “Dengan begitu ikan-ikan yang tidak laku dijual dapat kembali diberi es biat awet. Bantuan ini sama halnya untuk perbaikan lods bagi penjual pakaian,”tukasnya. Pengakuan Halija juga dikatakan salah seorang penjual sembako dan bumbu dapur, Abdul Karim. Lelaki yang menempati lods campuran bernomor 9 ini mengatakan sejak Rabu (9/2) telah mulai berjualan. Sejak dua hari berjualan dirinya baru mengantongi keuntungan sekitar Rp 300 ribu lebih, dari normalnya keuntungan berjualan di Pasar Wuawua yaitu Rp 500 ribu per hari. “Dengar-dengar peresmian akan dilakukan pada 15 Februari ini, sebenarnya kami senang tetapi harap-harap cemas dapat

terealisasi. Mengingat masih banyaknya lods yang belum terisi, selain belum difungsikannya fasilitas WC umum dan belum adanya aliran listrik,” katanya. Belum berfungsi optimal WC umum, membuat para pedagang harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menumpang di WC warga sekitar. Misalnya untuk mandi membayar Rp 3 ribu, sedangkan untuk buang air besar dan kecil masing-masing Rp 2 ribu dan Rp 1.000,” aku Abdul Karim. Pantauan koran ini, WC umum beserta sumur telah rampung. Hanya saja sekitar 4 unit WC masih disegel dan air sumur keruh. Disisi lain beberapa tiang lampu jalan telah dipasang, meskipun hingga saat ini belum teraliri listrik, begitu pula dengan rambu-rambu lalu lintas yang berkenaan dengan trayek kendaraan telah terpasang. (**)


Kendari Pos |Jumat, 11 Februari 2011

Metro

Pencairan Dana Pengungsi Timtim Tak Jelas Kendari, KP Tuntutan dana dari pengungsi Timtim sampai kini tak jelas. Namun DPRD Sultra kemarin kembali menggelar pertemuan dengan perwakilan pengungsi. Ketua forum pengungsi Timtim Arsyid Arsyad secara tegas mengatakan bahwa dana yang jumlahnya Rp 6,440 M tidak terealisasi secara langsung kepada pengungsi dan oleh pemerintah

mengembalikan dana tersebut. Padahal, dari data yang ada seharusnya bakal menerima dana tersebut sebanyak 2619 kk atau sebesar Rp 13,95 M. “ Yang menjadi pertanyaan kami, sisa jumlah kk dari 2619 kk dananya mau diambilkan kemana?, “ tegasnya. Arsyid menyebut juga proses pembayaran seandainya pemerintah menyahuti sebanyak

1288 kk atau Rp 6,440 M, berapa perorang yang harus dibagikan dengan berdasarkan jumlah data yang falid sebanyak 2619 kk. “ Dari Rp 5 juta perorang bisa menjadi sekitar kurang lebih Rp 2 juta perorang. Ini yang harus kembali diperjelas terutama dalam pertemuan ini, “tegas Arsyid.” Ketua Komisi IV DPRD, Yaudu mengatakan

bahwa masalah ini akan dibahas lebih lanjut ke tingkat DPR RI khsusunya Komisi VIII, Menteri Keuangan, dan Menko Kesra, serta melakukan koordinasi untuk menanyakan stastus, posisi keuangan Rp 6,440 M yang diendapkan dan bagaimana hak-hak dari pengungsi sebanyak 1288 kk. “Ini yang perlu dipertanyakan, “tegasnya Yaudu sembari menyebutkan bahwa dewan dan Pemprov serta perwakilan pengungsi akan berangkat pertanyakan ke pusat. (P6/yaf)

11

MKGR-Walhi Tolak KEK Kendari, KP Alasan gubernur Sultra yang menyatakan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bisa menertibkan kawasan pertambangan, menciptakan multiplayer efect dan menciptakan lapangan kerja masih saja diragukan sejumlah elemen masyarakat Sultra. Beragam argumen dilontarkan Walhi maupun Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) yang menganggap, tidaknya adanya kejelasan terhadap masyarakat Sultra, yang mengenai KEK yang kini menjadi komsumsi publik. Inui karena adanya efect negatif yang akan ditimbulkan. Dewan Daerah Walhi Sultra Solihin mengatakan, seharusnya pemerintah melakukan pengkajian lebih mendalam. Pengalaman sebelumnya saja masyarakat sangat disengsarakan oleh pihak pengelola tambang. “Sekecil apapun proses kinerja dalam se b ua h wilayah Indonesia yang bisa merusak

lingkungan dan kelangsungan ekologi, Walhi akan tolak, “katanya dalam jumpa pers kemarin. Dalam konteks lain kata Solihin, pemerintah harusnya melihat ketakutan yang dirasakan masyarakat Sultra karena dengan masuknya sebagai kawasan pertambangan, bisa berdampak pada sistem sosial yang ada, kultur, sektor ekonomi masyarakat, sektor sosial dan ekologi. “Tidak ada dalam wacana KEK saja, masyarakat sudah menderita mulai dari lahan yang dipermainkan pelaku penambangan, terkait tenaga kerja masyarakat kita kalau bukan menjadi seorang buruh paling menjadi supir. Intinya kita hanya dapat kulitnya sementara mereka yang datang dari luar memakan isinya, “tukasnya. Ditempat yang sama Sekretaris MKGR Ahmad Sahrul menyatakan, pihaknya bersama LSM maupun masyarakat terkait akan meminta unsur partai politik yang berada di DPRD melakukan desakan mengenai KEK dan pembahasan RTRW . “MKGR akan mendesak partai khususnya Golkar untuk menolak, biarpun kita demonstrasi kalau kaki tangan partai politiknya tidak bergerak semuanya tidak akan jalan, “katanya. (p2)


Kendari Pos |Jumat, 11 Februari 2011

Hiburan

Dewi Sandra, Ogah Bebani Pacar

Dewi Sandra

SETELAH bercerai dengan Glenn Fredly, Dewi Sandra agak tertutup bicara soal kehidupan pribadinya. Ditanya siapa pendampingnya sekarang, artis yang pernah menikah dua kali ini banyak mengumbar senyuman. “Kalau tanya itu, waktu deh yang akan menjawab nanti,” kata Dewi yang sedang sibuk syuting sinetron Nada Cinta bersama Luna Maya. Soal asmara, pelantun lagu I Love You ini tak mau terbebani. Dia merasa sudah bahagia tanpa ada pendamping hidup. “Salah kalau kebahagiaan kita dibebanin ke orang lain. Padahal kebahagiaan itu untuk diri kita sendiri. Saya nggak menggantungkan kebahagiaan saya ke orang lain,” tutur Dewi dengan raut wajah serius. Tanpa pacar, wanita berdarah Inggris dan Betawi ini banyak menghabiskan waktu dengan bekerja.“Ternyata di lokasi syuting itu bisa menghilangkan rasa trauma. Sekarang ini saya sudah cukup bahagia,” senyumnya. (jpnn/lia)

Cut Tari, Bangga Suami Tetap Lengket CUT Tari patut bahagia sekaligus Yusuf, Cut Tari juga ogah bicara bangga punya suami setia seperti banyak mengenai kasusnya. Cut Yusuf Subrata. Bangga, karena Yusuf Tari juga tak ingin berkomentar mengenai vonis yang dijatuhkan sangat setia menemani istrinya terkepada Ariel “Peterpan”. kait kasus video porno. Padahal jelasjelas, Cut Tari bersalah dan sudah “Nggak mau ngomongin itu. Saya jadi tersangka. Bahkan berkas Cut nggak mau komentar masalah itu,” Tari siap masuk ke kejaksaan untuk ujar Cut Tari singkat saat acara disidangkan. Apa rahasianya Yusuf ulang tahun Olga Syahputra, di begitu setia dan lengket? bilangan Kemang, Rabu dini hari. “Nggak ada rahasia apa-apa. MeCut Tari hanya berharap mendamang begini saja. Saya juga nggak patkan yang terbaik saat menjalani tahu, memang begini keadaannya,” kasusnya. “Berdoa aja yang terucap Yusuf saat ditemui di Brawibaik untuk semua pihak. Mohon jaya Woman and Childern Hospital, doanya saja dari semuanya,” paJakarta Selatan, Selasa malam. par artis kelahiran Aceh ini. Sebelumnya, Mabes Polri meYusuf tampak tegar menghadapi masalah istrinya. Dia juga tak mamastikan akan melengkapi berkas Cut Tari dan Suami Cut Tari dan Luna Maya agar bisa rah meski istrinya bersalah. Yusuf tetap membuka hati memaafkan istrinya. dikirim ke Kejaksaan (P21). Bekas presenter acara “Saya begini-begini aja. Kalau memang perjalaInsert itu dianggap melanggar UU Pornografi dennannya seperti ini, ya jalanin. Saya bukan manusia gan ancaman penjara di atas enam tahun. yang cengeng, yang lari dari permasalahan. Kita “Sekarang kan berlakunya Undang Undang nosebagai manusia yang punya akal harus bertangmor 44 tahun 2008. Kita mau masyarakat paham gung jawab,” serunya. dengan Undang Undang ini, karena (Luna dan Tari) bisa kena sanksi di atas enam tahun penjara, yang Pengusaha muda ini juga bertekad tetap membinonton saja bisa kena apalagi yang memproduksi na rumahtangganya. “Saya punya keluarga, saya punya anak, dan itu yang harus saya jaga,” imbudan menjadi objek,” jelas Kadiv Humas Mabes hnya. Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Soal kasus istrinya yang bakal masuk persidanAlam di Jakarta beberapa waktu lalu. (jpnn/lia) gan, Yusuf enggan bicara banyak. Dia hanya berharap semua akan berjalan lancar. “Saya nggak terlalu ngikutin juga. Kita lihat saja ke depannya bagaimana. Buat saya, saya nggak berubah dan tetap menginginkan yang terbaik buat semua pihak,” tambah Yusuf. Senada dengan

13

Titi Sjuman Enek Lihat Diri Sendiri Susah Mainkan Peran Jahat Jakarta, KP Titi Sjuman (29) mendapatkan peran antagonis di film terbarunya yang berjudul Rindu Purnama. Dalam peran itu Titi memainkan karakter Monik, perempuan dari keluarga kaya yang sangat membenci anak kecil. Itu peran antagonis pertama yang dimainkan Titi. Ketika ditemui di FX Cone, FX Plaza, Selasa malam (8/2), Titi mengungkapkan bahwa perannya di film yang disutradarai Mathias Muchus itu sangat berbeda dari perannya sebelum-sebelumnya. “Biasanya di film saya yang ditindas. Sekarang malah saya yang menindas,” kata istri penggebuk drum Aksan Sjuman itu. Menjadi perempuan dari keluarga kaya dan menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan keinginan bukanlah karakter pribadi Titi. “Ternyata susah banget ya main jadi orang jahat. Padahal, kalau melihat di sinetron, sepertinya gampang,” lanjutnya. Saat syuting pun peraih penghargaan aktris terbaik Festival Film Indonesia 2009 itu sering berdiskusi dengan Mathias Muchus. Terutama mengenai cara agar akting yang keluar tidak berlebihan. “Bagaimana caranya ketika marah tidak sampai melotot. Tapi, malah itu susah banget. Sempat deg-degan juga. Bisa enggak ya meranin tokoh ini,” tambahnya. Meski peran yang dimainkan bertentangan dengan karakter pribadi, ibu seorang anak tersebut menyatakan tidak khawatir akan dampaknya. Apalagi dampak terhadap anak-anak. Mengingat, film Rindu Purnama lebih

cenderung ke film keluarga. “Kalau anakku dan sepupuku, pasti mereka tahu bahwa itu hanya peran. Tapi, anak-anak yang lain belum tahu ya,” katanya. Sebab, Titi cukup diidolakan anak-anak, apalagi setelah dirinya menjadi juri di Indonesia Mencari Bakat. Ketika ditanya tentang perasaannya setelah melihat akting sendiri di film itu, menantu sutradara kenamaan Sjuman Djaja itu menyatakan enek. “Setelah melihat, langsung berpendapat bahwa betapa tidak menyenangkan pribadi si Monik ini,” ungkapnya. Meski begitu, sang suami tetap setia memberikan pujian. Kata Aksan, akting Titi di film tersebut oke. (jpnn/lia)

Titi Sjuman


14

Edukasi

Kendari Pos |Jumat, 11 Februari 2011

Sekolah Dilarang Rekayasa Rangking!

Jadikan Matematika Pelajaran Menyenangkan

Rektor Unhalu, Saat Sosialisasi SNMPTN

Kendari, KP Primagama Quantum Kids yang kini hadir di Kendari mulai membuat gebrakan baru. Jika selama ini matematika menjadi pelajaran yang menakutkan dan penuh tantangan, Quantum Kids punya cara yang diyakini bisa mendorong siapapun untuk menyukai bidang studi yang terkait dengan angka-angka itu. Caranya, terungkap melalui seminar matematika dengan menggunakan otak kanan. Selama ini, pembelajaran yang memancing nalar otak kanan masih dalam skala yang sangat kecil, seperti bidang seni dan olah raga. Metode primagama quantum kids itulah yang akan menempatkan bidang matematika sebagai bagian dari pembelajaran otak kanan. Instruktur Primagama Pusat, Ali Rochman, menjelaskan, seminar matematika yang akan dilaksanakan di aula manunggal (13/2) merupakan pembelajaran matematika yang sangat menguntungkan karena menggunakan metode cepat tepat. Siswa tidak akan merasa takut oleh hafalan dan cara-cara yang menyulitkan bahkan membebani siswa, sehingga siswa akan mudah menangkap pelajaran. “Kami ingin menghilangkan pengaruh angka yang selama ini ditakuti oleh anak-anak. Metode ini bahkan dapat digunakan sambil bermain seperti saat main play station, jadi anak tidak akan merasa tertekan, tapi cepat memahami penyelesaian soal matematika,” ujar Ali. (p1)

Kendari, KP Mekanisme Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2011, kini ditempuh tiga jalur, yakni ujian tertulis, undangan dan program penelusuran minat dan potensi (PPMP). Perubahan tersebut, tentu saja terkait perbaikan seleksi sebelumnya dengan harapan calon mahasiswa yang dinyatakan lulus benar-benar memiliki kemampuan akademik. Terkait dengan kemempuan akademik siswa, Rektor Unhalu, Prof Dr Ir H Usman Rianse, MS, mengingatkan supaya pihak sekolah tidak main-main, utamanya rangking siswa yang kadang direkayasa demi memuluskan siswanya masuk di perguruan tinggi negeri. Mulai tahun 2011, tidak boleh lagi ada rekayasa rangking di kelas dan manipulasi pendapatan penghasilan orang tua siswa. “Saya yakin tidak ada lagi tahun ini. Kalaupun ada sekolah yang ditemukan melakukan rekayasa tadi, maka sekolah tersebut akan menerima sanksi minimal selama tiga tahun tidak diperbolehkan mengikuti SNMPT jalur undangan dan PPMP,” tukas Prof Usman, didampingi Prof La Sara, MS PhD, Pembantu Rektor I Unhalu, saat sosialisasi SNMPTN yang diikuti Kepala

WULAN/KP

RektorUnhaludidampingiPembantuRektorI,KadisDiknas Kendari, saat sosialisasi SNMPTN yang dihadiri seluruh Kepala SMA, MA dan SMK di Kota Kendari, kemarin. SMA/MA/SMK se kota Kendari, kemarin. Warning yang disampaikan tersebut, tentu saja diharapkan tidak terjadi di sekolah manapun di Sultra. Mengingat, Rektor Unhalu adalah koordinator monitoring dan evaluasi SNMPTN se Indonesia. Harapannya, saat hasil SNMPTN dievaluasi nama Sultra tidak masuk kategori yang bermasalah. Hal yang sama diingatkan Prof La Sara pada para Kepala Sekolah tingkat atas itu.

Katanya, SNMPTN tahun 2011 harus benar-benar dipahami pihak sekolah. Jangan lagi mengulang kesalahan sebelumnya. Tiga jalur pendaftaran mahasiswa tadi, SNMPTN Jalur Undangan sudah awal Pebruari sampai dengan tanggal 12 Maret. Undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis/keterampilan. Jalur undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat. Kepala Sekolah mendaftarkan siswa terbaiknya untuk diseleksi menjadi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri yang diminati. Lebih lanjut dijelaskan La Sara, persyaratan siswa pelamar yaitu siswa SMA/SMK/MA/MAK yang sedang duduk di kelas 12 dan akan mengikuti ujian nasional tahun 2011. Siswa yang memperoleh rekomendasi dari kepala sekolah dan memiliki prestasi akademik terbaik dengan peringkat, sebagai berikut. Jika akreditasi sekolah A dan jenis kelasnya akselerasi maka 100 persen (semua siswa) dalam kelas boleh didaftarkan. Untuk sekolah akreditasi A kelas RSBI/ unggulan siswa yang didaftarkan adalah 75 persen siswa terbaik dalam kelas, jika akreditasi sekolah A jenis kelas reguler siswa yang didaftarkan 50 persen siswa terbaik dalam kelas. Sedangkan untuk sekolah berakreditasi B maka siswa yang didaftarkan adalah 25 persen siswa terbaik dalam kelas, dan untuk sekolah akreditasi C siswa yang didaftarkan adalah 10 persen dari siswa terbaik dalam kelas. (p1/lia)

Penyelenggaraan UN Harus Didukung Kendari, KP Ujian nasional (UN) merupakan salah satu momentum penting yang digunakan untuk mengukur kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah. Sayangnya, kadang perhelatan itu tidak berlangsung lancar seperti apa yang diharapkan. Ada saja kendala, misalnya naskah yang tertukar, kebocoran soal maupun pengawasan yang lemah. Untuk itu seluruh puhak diharapkan mendukung sepenuhnya kegiatan UN kali ini, agar memberi gambaran obyektif kualitas anak didi di Sultra. Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Sultra, Jabaruddin M Pd yang ditemui di ruang kerjanya Selasa (8/ 2), mengatakan, untuk memperoleh hasil yang maksimal pada UN, bukan hanya peserta didik saja yang berupaya. Pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat, diharap bisa memberikan sumbangsi dalam bentuk dukungan untuk memotivasi siswa dalam mempersiapkan diri di UN. Lebih-lebih kata dia, hampir setiap tahun isu kebocoran mencuat kepermukaan, sehingga konsentrasi peserta ujian dalam mengerjakan soal terganggu. Parahnya, ada diantara mereka yang ikut terpengaruh dengan jawaban-jawaban yang belum pasti kebenaranya, sehingga menyebabkan nilai mereka

anjlok. Olehnya itu kata dia, guru harus meyakinkan siswa untuk lebih percaya diri dalam menyelesaikan soal. Jangan terpengaruh dengan hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri. “UN sukses tentu harus mendapatkan dukungan dari seluru pihak. Bukan hanya guru dan kasek, tapi seluruh warga masyarakat,” katanya.

Senada, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kendari, Makmur M Pd menuturkan, untuk UN, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah. Selain membahas mekanisme penyelenggaraan UN, para pimpinan sekolah itu juga diberikan peringatan untuk mensukseskan UN, baik dalam hal persiapan maupun penelenggaraannya nanti. (fya/lia)


Kendari Pos |Jumat, 11 Februari 2011

Edukasi

STIK Avicenna Praktik Menu Eropa Kendari, KP Memiliki laboratorium kesehatan terpadu (Labkesdu) terlengkap, tentu saja membantu mendorong kreativitas mahasiswa STIK Avicenna Kendari. Itu ditunjukkan mahasiswa Prodi Gizi (S1) STIK Avicenna saat praktikum menu oriental dan kontinental. “Tujuan praktikum untuk memperkenalkan menu makanan oriental termasuk menu Indonesia, serta kontinental misalnya Eropa, Eropa Timur dan Tenggara

termasuk Jepang. Kegiatan ini dilakukan setiap akhir semester bagi mahasiswa semester III dan IV, dengan begitu diharapkan mereka dapat mempraktikan teori yang telah dipelajari sebelumnya pada mata kuliah kuliner,” terang Ketua Prodi S1 Gizi STIK Avicenna Kendari, Ruwiah SP MKes. Mengenai kandungan gizi yang lebih mendetail, lanjutnya akan dipelajari pada mata kuliah lainnya, sehingga lebih melengkapi menu kuliner yang disajikan. “Dengan dilaku-

kannya praktikum ini, diharapkan para mahasiswa tidak akan kagok dalam praktik di hotel internasional. Apalagi saat ini sarana dasar labaoratorium gizi telah lengkap, sehingga memudahkan para mahasiswa dalam melakukan praktikum,” lanjutnya. Hal yang sama disampaikan Kepala Labkesdu STIK Avicenna Kendari, Jafriati Jazuli SSi MSi. Katanya, para mahasiswa melakukan praktikum kuliner Eropa, pihaknya serasa berada di Eropa.(fas/lia)

15

Memperihatinkan, Perpustakaan SMPN 9 Kendari Kendari, KP Pemanfataan perpustakaan sebagai salah satu gudang ilmu tampaknya belum terealisasi sepenuhnya di SMPN 9 Kendari. Pasalnya, kondisi sentral baca di sekolah itu sangat memprihatinkan. Bangunan yang dijadikan sebagai perpustakaan tidak proporsional dengan jumlah siswa yang ada. Kepala SMPN 9 Kendari, Nurdin Tinggila M Pd mengatakan, selain laboratorium, media pembelajaran efektifyangbiasadimanfaatkansiswa adalah perpustakaan. Sayangnya, ruangan itu sudah tidak mampu lagi menampung siswa yang berjumlah 1.210, ditambah dengan guru yang berjumlah 98 orang dan staf 11 orang.

“Perpustakaan kami sangat sempit. Jangankan menampung seluruh siswa dan guru, siswa satu kelas saja tidak akan cukup jika semuanya masuk ke perpus, karena ruangannya hanya bisa menampung 10 orang. Selain ukurannya yang kecil, ruangan itu juga sudah dipadati dengan buku dan rak, sehingga sangat padat dan sesak,” terangnya. Untuk mengantisipasi kondisi darurat itu, pihak sekolah melakukan penjadwalan bagi siswa yang akan masuk ke perpustakaan. Meskipun kurang efektif, tapi tetap diupayakan agar seluruh siswa dapat menikmati buku bacaan dan referensi yang ada.

Untuk referensi kata Kepala SMP Berprestasi tahun 2009 itu, sudah mencukupi. Baik buku berjenis fiksi maupun nonfiksi tersedia. Demikian pula buku-buku pelajaran dan pengetahuan umum lainnya sudah mencukupi. Terkait kondisi itu, Nurdin mengaharapkan bantuan dari pemerintah untuk menganggarkan penambahan ruangan perpustakaan. Memperbesar kapasitas ruangan kata dia, masih memungkinkan, karena lahan masih tersedia. “Mudah-mudahan perpustakaan kami bisa diusulkan dalam anggaran dana alokasi khusus (DAK) kota Kendari tahun ini,” harapnya. (fya/lia)


KOMUNIKASI BISNIS

16

Kendari Pos | Jumat 11 Pebruari 2011

Info Komunikasi Bisnis Hubungi 081341772227

Aneka Buku Baru dan Best Seller Khusus Pelanggan Halo Diskon 10% Tersedia Lengkap di Gramedia Kendari

jauh di rantau, nikmat dan cobaan berat menghantam silih berganti, sementara impian tinggi menjejak Amerika terus menggelegak walau dia tak tahu caranya menggapainya. Hampir-hampir dia menyerah, sampai kapan dia mampu teguh bersabar ? Apa hadiah Tuhan buat kesabaran yang kukuh ? Siapa Raisa dan Dinara ? Ada apa dg Randai dan sahibul menara ? Dapatkan bukunya di Gramedia Kendari

GRAMEDIA Pustaka Utama adalah perusahaan penerbitan buku yang selalu menerbitkan buku-buku bermutu jenis fiksi dan non-fiksi, baik terjemahan maupun karya asli dalam negeri. Selain itu ditempat ini tersedia ragam buku bacaan umum, novel, buku cerita, buku agama, sejarah, budaya, buku pelajaran sekolah perguruan tinggi dan lainnya.

* Pameran Buku Murah-Berkualitas di Rabam Mal Lantai 3 Sejak 7 februari 2011, Gramedia Kendari menjalankan promo ‘Pesta Buku Murah‘ yang dibandrol mulai Rp 5.000. Selain harga yang terjangkau semua kalangan, bukubuku yang disiapkan tentunya berkualitas dan beragam. (adv)

* Resensi Buku Baru Ranah 3 Warna karya A Fuadi, merupakan buku kedua dari Trilogi Negeri 5 Negara RANAH 3 WARNA adalah judul sekuel N5M. “ Ikuti jatuh bangun Alif setamat PM, kuliah

Sehat, Segar dan Nikmat ala Pijat Refleksi Keluarga Melayani Pijat Panggilan Rumah PIJAT refleksi merupakan salah satu pengobatan alternatif yang ampuh dan aman, praktis serta murah tanpa efek samping. Selain mencegah dan menyembuhkan, pengobatan ini juga dapat mendeteksi apakah salah satu organ kita terganggu atau masih sehat. Pengobatan ini menggunakan tekanan pada titik syaraf pada telapak kaki, tangan, badan, wajah dan kepala dengan tehnik kekuatan jari-jari (tanpa alat), sehingga dapat memperlancar simpul saraf yang tersumbat menormalkan peredaran darah dan fungsi organ tubuh. Pusat Pijat Refleksi Keluarga adalah yang pertama dan terbesar serta ternikmat pijatannya di kota Kendari yang berlokasi di Ahmad Yani Square (belakang Hotel Horison) Blok C11, dengan bandrol pijatan Rp 25.000 untuk setengah jam, dan

Rp 45.000 per jam. Cp: 082193155193 – 085241841352. Selain itu, Pijat Refleksi Keluarga juga memiliki cabang di Jl. Ir Alala (By Pass) No.147 samping Ayam Goreng Silvana. Ditempat ini biaya jasa lebih ringan yakni, Rp 20.000 setengah jam, dan Rp 35.000 per jam. CP: 082193155193. Dan juga terdapat cabang di Kolaka, tepatnya di Jl. Pemuda KM 4 (samping Kampus USN) Rp 20.000 setengah jam, dan Rp 35.000 per jam, CP: 085239888761. Pijat Refleksi Keluarga memiliki tenaga-tenaga terlatih bersertifikat Internasional dan nasional yang mengunakan tehnik Refleksi dengan Double Massage. Ditempat ini juga melayani pijat panggilan rumah, menyiapkan tenaga pijat khusus perempuan dan Ibu-ibu muslimah (ahwat). Layanan harga terjangkau sehingga menampung semua strata sosial. Telah banyak masyarakat umum dan pejabat yang merasakan kenikmatan Refleksi ala Pijat Refleksi Keluarga. (adv)

Makan di SRIKANDI Gratis Martabak Bandung Berlaku Selama Februari 2011 JIKA rumah makan lainnya menawarkan menu yang itu-itu saja, beda dengan rumah makan Srikandi yang saat ini menghadirkan menu-menu baru bervariasi diantaranya, Ikan Steam, Soup Ikan, aneka Steak dan menu-menu lainnya yang lezat dan tentunya bercita rasa Srikandi. Selain itu, Srikandi menyiapkan spesial PAHE (paket hemat) 1 hingga 3 yang berharga mulai Rp 20-ribuan dengan menu yang lengkap namun berharga hemat seperti; menu Ayam Kampung, Bebek, dan Ikan, semua lengkap dengan nasi, soup, tahutempe, sambal, lalapan dan minuman. Khusus bulan Februari 2011, Srikandi menghadirkan promo pembelian diatas

Rp 100 Ribu akan mendaptkan ‘Gratis Voucher‘ yang bisa ditukar dengan Martabak Bandung mapun Terang Bulan Spesial khas Bandung. Voucher ini dapat ditukar dilseluruh outlet Martabak Bandung Bang Awal yang berlokasi di depan RM. Srikandi, depan Bank Panin, dan samping Bharata Saranani. RM Srikandi juga menerima pesanan untuk acara-acara tertentu seperti; nasi tumpeng, aneka prasmanan, acara tasyakuran, meeting, serta melayani ketring untuk pesta pernikahan maupun acara ulang tahun, juga menerima order aneka martabak dan terang bulan Bandung. Segera kunjungi RM Srikandi di Jl. MT Haryono No. 102 A Wuawua (depan Toko Mega Matahari) Tlp: 0401-3195260. (adv)

Ahli Pengobatan Mata Tanpa Operasi Ditangani Langsung Tabib Ranjit Singh dari INDIA RANJIT Singh seorang ahli pengobatan alternatif penyakit mata, juga berpengalaman menyembuhkanambeien,lemah syahwat dan berbagai penyakit lainnya. Ranjit yang asli India sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun memiliki keahlian menyembuhkan penyakit mata tanpa operasi. Ilmu pengobatan tersebut diperoleh leluhurnya dari India. Dengan keahlian yang jarang dimiliki orang banyak, Ranjit Singh membuka klinik

dengan Izin dari Dinkes No.0644.1999 bertujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki berbagai keluhan penyakit dengan biaya yang terjangkau.

Ranjit Singh membuka Klinik Mata India diberbagai daerah dan salah satunya berada dikota kendari. Dengan pengalaman puluhan tahun tersebut, Ranjit Singh telah berhasil menyembuhkan puluhan ribu pasien keluhan mata diantaranya; glaukoma, katarak, radang kornea, iritasi mata minus, cylindris, plus pada remaja, retinitis pigmentosa, pendarahan retina, syaraf

mata rendah, dan tretionphaty diaebetic, dan lainnya. Ranjit Singh juga mengobati penyakit ambeien baru atau lama tanpa operasi, lemah syahwat dan kecing manis. Metode yang digunakan, dengan menggunakan ramuan herbal murni dari India dan tumbuh-tumbuhan dari Indonesia tanpa menggunakan obatobatan kimia sehingga tanpa efek samping dengan jaminan sekali berkunjung penyakit akan sembuh. Kunjungi langsung Klinik Mata India cabang Kendari di JL. R Suprapto No.18 (depan PO. Hasnur) Mandonga, Kendari. (adv)

Pusat Tenunan Terlengkap Khas Sulawesi Tenggara Hanya Ada di Toko Mahkota Mall Mandonga

Artis nasional Raslina Rasyidin adalah ikon tenunan Sultra yang rutin memamerkan koleksi tenunan khas Sultra diberbagai ivent nasional dan internasional.

TOKO tenunan Mahkota sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Kendari, apalagi bagi mereka yang mencintai tenunan. Berbagai macam corak dan warna bisa anda dapatkan di tempat ini. Hampir setiap hari Mahkota ramai dikunjungi konsumen dari dalam dan luar daerah yang mengagumi koleksi kain tenun. Selain itu, wisatawan asing yang berkunjung di Sultra pasti mendatangi Mahkota untuk berburu oleh-oleh. Selain tenunan khas daerah, juga disiapkan berbagai macam kain sutra polos dan sutra yang bermotif kualitas super dan standar dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 400 ribu.

Mahkota juga menawarkan berbagai macam warna kain sifon. Yang paling tren saat ini, Mahkota juga menyediakan ‘bordir tempel’ sebagai pemanis busana. Bila kantor atau instansi membeli dalam jumlah banyak untuk seragam dinas tentunya Mahkota akan memberikan diskon. Mulai Februari 2011 ini, Mahkota juga menyediakan sejumlah produk tenunan baik tenun Tolaki, Buton, Muna dan sejumlah daerah di Sultra di beberapa Hotel yang ada di Kendari. Diantaranya Hotel Swis-Belhotel, Horison, Plaza Inn dan Dewa Bintang. Semua ini untuk memudahkan para tamu yang sementara bertandang di kota Kendari dan tidak sempat bekunjung ke Toko Mahkota yang berlokasi di Mall Mandonga Kendari Block C no 32/33 Lantai 1, CP: 081341701901. (adv)

Di RM. Ratu Jimbaran

KONSUMEN yang ingin bersantap dengan suasana dan cita rasa berbeda, tak salah mencoba rumah makan Ratu Jimbaran dengan menu andalannya yang tidak terdapat di rumah makan manapun, walaupun ada yang sama yang membedakan sudah pasti cita rasanya, seperti menu kerang saus padang, ikan bakar rica-rica, kepiting saus ulam, udang goreng dan masih banyak lagi menu-menu andalan dengan cita rasa yang akan membuat Anda ketagihan seperti ikan goreng asam manis, ikan steam, ikan bakar-goreng, udang, cumi dan menu lainnya. Telkomsel Kendari sebagai Provider seluler terbesar di Sultra, melalui divisi Community And Segmented Costumer saat ini bekerjasama dengan Rumah Makan Ratu Jimbaran memberikan diskon 10% khusus kepada pengguna kartu Halo yang bersantap ditempat ini. Untuk mendapatkan diskon sangatlah muda, anda cukup memperlihatkan red-light (cellbrodcast) pada henphone (logo Telkomsel) pada kasir atau re-

sepsionis saat membayar belanjaan atau layanan jasa yang anda gunakan. Program ini berlaku untuk semua pelanggan pengguna Telkomsel. Adapaun merchant-merchant yang bekerja sama dengan Telkomsel: Fresh House, Pusat Distro Red Light, Salon Nattaya, Rumah Makan Ratu Jimbaran, Rendy‘s Salon dan Executive Lounge bandar udara Haluoleo. (adv)

SHARP Imlek Fair 2011 Di Rabam Mall Lantai 1

Kunjungi Stand pameran Sharp di Mal Rabam lantai 1.

SHARP Kendari saat ini menjalankan program bertajuk “Sharp Imlek Fair 2011”. Selama periode berjalan Sharp membagikan `Ang Pao` senilai jutaan rupiah berupa voucher belanja dan hadiah hiburan lainnya. Untuk mendapatkan `Ang Pao` konsumen harus belanja Sharp (produk apapun) senilai minimal Rp. 1 juta. Untuk lebih memudahkan konsumen, Sharp menggandeng Toko Top Elektronik dan pembiayan FIF Spektra yang memberikan diskon angsuran, hadiah langsung, tanpa DP, tanpa survey dan tanpa dokumen penunjang lainnya (syarat dan ketentuan berlaku). Manfaatkan promo ini segera. Untuk info lebih lanjut, silakan mengubungi CP: 085241858949 (Dedi), 081245999890 (Emil). (adv)

Sehat dan Cantik dengan Akupuntur SIAPA bilang untuk sehat dan cantik harus mengeluarkan biaya yang mahal, sekarang tidak lagi dengan kehadiran AL-Ishlah Oriental Medical Clinic yang menawarkan facial laser Rp.30.000, totok wajah Rp.30.000, facial laser dan terapi wajah Rp.50.000, serta paket kecantikan hanya Rp.150.000, yang terdiri dari facial laser, totok wajah, masker, vitamin kulit dan akupuntur kecantikan/wajah. Fungsi akupuntur kecantikan; mengencangkan otot wajah, menghilangkan flek, mengatasi jerawat, kerutan diwajah, kulit kusam dan kantong mata. Selain itu memperbaiki bentuk hidung dan dagu. Penanganan paket kecantikan di ALIshlah dilakukan secara holistic atau menyeluruh. Disamping untuk kecantikan akupuntur dapat pula mengatasi berbagai penyakit seperti: stroke, hipertensi, maag kronis, asma, diabetes, sinusitis, polip, rhematik, asam urat, kolesterol, batuk menahun, alergi, vertigo, sakit kepala menahun, sakit Pinggang, kaku kuduk, obesi-

tas, kebotakan, rambut rontok, lever, ginjal, prostat, gondok beracun, tumor, kanker, stress, depresi, penanganan narkoba dan lainnya. Klinik AL-Ishlah juga melayani bekam, terapi telinga, gurah tradisional, totok payudara, totok vagina, massage full body (khusus pria), terapi obesitas, kebotakan dan rambut ronto. Tersedia herbal dalam bentuk kapsul, untuk paket hemat ditawarkan terapi tiga orang gratis orang keempat dan terapi 5 kali gratis yang keenam dengan terapi yang sama. Untuk kenyamanan anda seluruh ruang terapi ber-AC. Praktek mulai pukul 09.00 - 19.00 Wita. Hubungi kantor pusat AL-Ishlah Makassar Jl.A.P.Pettarani 33 No.9, Telp-0411435365, AL-Ishlah KENDARI Jl.A.H.Nasution Poros Anduonohu, Telp. 0401-3196576. ALIshlah KOLAKA, Jl.Pramuka No.68E Telp. 04052324068. (adv)

Valentine Day ‘Romantic BBQ Dinner‘ Swiss-Belhotel Kendari TUNJUKKAN rasa sayang anda kepada kekasih (pasangan) hanya di Romantic BBQ Dinner Swiss-Belhotel Kendari. Bagi anda yang merayakan Valentine Day 14 Februari 2011, tentunya berharap momen istimewa ini tidak ingin dilewati begitu saja. Jika anda memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai dengan makan malam romantis yang lezat dan suasana yang sangat istimewa, salah satu pilihannya dapat anda temukan di SwissBelhotel kendari. Dalam momen Valentine Day ini, Swiss-Belhotel mengusung tema ‘Romantic BBQ Dinner‘, anda akan merasakan hidangan Valentine ala Eropa hasil racikan para chef berpengalaman. Executive Chef SwissBelhotel Kendari, Ricky Yustianus melalui PR-nya Karin mengatakan, timnya telah mempersiapkan menu spesial yang lengkap mulai appetizer hingga dessert dengan nuansa Valentine yang khas. “Kami akan menyajikan menu Valentine yang special karena ini adalah Valentine pertama di Swiss-Belhotel Kendari, dan kami yakin semua tamu kami akan puas,” ungkapnya. Ditempat ini harga yang ditawarkan pun cuk-

up terjangkau, hanya dengan Rp.150.000,-net/orang, sudah termasuk segelas Mocktail Pink Valentina, setangkai bunga Mawar, coklat dan sesi foto pada saat acara berlangsung. Tidak hanya itu, hibu-

ran berupa Cha Cha Dance turut meramaikan perhelatan tersebut, dan ada banyak Lucky Draw yang disediakan. Dapatkan tiketnya hanya di Swiss-Belhotel Kendari. (adv)


Kendari Pos | Jumat, 11 Pebruari 2011

1 Jerman v Italia 1

2 Argentina v Portugal 1

Rossi Bikin Seri

MILIK MESSI Jenewa, KP Menentukan siapa yang lebih hebat di antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo memang tidak mudah. Ketika Argentina menghadapi Portugal di Stade de Geneve kemarin dini hari, kedua pemain sama-sama mencetak gol. Hanya, gol Messi lebih signifikan karena menjadi penentu kemenangan 2-1. Messi mencetak gol pada menit krusial alias menit ke-90 melalui penalti. Tendangan 12 pas dihadiahkan wasit Massimo Busacca setelah Javier Pastore dilanggar Fabio Coentrao di kotak terlarang. Si Kutu - julukan Messi - juga mengkreasi gol pertama Argentina yang dicetak Angel Di Maria pada menit ke-14. Sedangkan Ronaldo mencetak golnya pada menit ke-21. “Saya menikmati aksi dua pemain terbaik dunia di lapangan hari ini (kemarin, Red) dan saya menyukai keduanya. Tapi, dalam pandangan saya, Lionel berada di level yang sedikit lebih tinggi,” ungkap pelatih Argentina Sergio Batista kepada AFP. Tapi, Messi merendah menanggapi pujian yang diterimanya. Bintang penyerang Barcelona itu juga tidak merasa bersaing dengan Ronaldo sekalipun keduanya tengah beradu subur di Liga Primera Spanyol setelah sama-sama membukukan 24 gol. Sedangkan dari keseluruhan gol di klub maupun timnas sepanjang musim ini, Messi tercatat unggul lima gol (42-37) dari Ronaldo. “Ini bukan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Tidak ada persaingan siapa yang lebih baik. Kami hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk tim yang dibela,” ucap Messi kepada Eurosport. Messi menambahkan apabila dirinya sangat enjoy dalam laga kemarin. Bukan karena mencetak gol kemenangan Argentina, melainkan karena menempati posisi yang sama seperti di Barcelona. “Saya mendapat lebih banyak bola sepanjang 90 menit,” jelas striker 23 tahun itu. Messi pun terlihat antusias membicarakan tren positif Argentina seusai gagal di Piala Dunia 2010. Dalam lima uji coba yang dijalani, Tango - sebutan Argentina - menang empat kali dan hanya kalah sekali dari Jepang. Raihan itu tentu sangat penting menuju Copa America Juli mendatang. Argentina berstatus tuan rumah dan membidik gelar ke-15. “Kami sangat memahami taktik dan strategi yang dimainkan. Saya berharap tren kami terus berlanjut,” ujar pemilik 16 gol dari 54 laga (caps) bersama Argentina itu. Sebaliknya, Ronaldo kecewa gagal memberikan hasil positif bagi negaranya. Kapten Portugal itu menganggap hasil akhir laga tidak mencerminkan jalannya pertandingan yang sesungguhnya. Apalagi Portugal terlihat seperti bermain sebagai tuan rumah dengan dukungan ekspatriat Portugal di seantero Swiss, khususnya Jenewa. “Sangat disayangkan kami kalah karena Argentina tidak lebih superior. Saya juga puas dengan permainan saya dan memiliki kesempatan mencetak lebih dari satu gol,” jelas bintang Real Madrid itu kepada Ole. Seperti Messi, Ronaldo tidak menganggap duel kemarin sebagai arena persaingan individu dirinya dengan pemain terbaik dunia 2010 itu. Apalagi menganggap kekalahan Portugal sama mengecewakannya dengan kekalahan Real 0-5 dari Barcelona dalam El Clasico (29/11/2010). “Kami tetap menegakkan kepala setelah pertandingan. Laga kami sebenarnya adalah di kualifikasi (Euro 2012, Red),” tandas pemain berjuluk CR7 itu. (dns)

Dortmund, KP Revans semifinal Piala Dunia 2006 yang diusung Jerman kepada Italia gagal terpenuhi kemarin. Der Panzer - sebutan Jerman - harus puas berbagi hasil seri 1-1 dalam uji coba di Westfalenstadion, Dortmund. Padahal, demi revans sempurna, Jerman sengaja memilih uji coba di tempat yang sama ketika kedua tim bentrok lima tahun lalu. Kala itu, kedua tim juga bermain sama kuat (0-0) sampai waktu normal. Azzurri - sebutan Italia - akhirnya mengubur am-

AFP PHOTO / SEBASTIEN FEVAL

Striker Argentina Lionel Messi (depan) menyumbang satu gol melalui penalti dalam laga uji coba melawan Portugal dini hari kemarin. Messi dibayangi pemain Portugal Joao Moutinho.

bisi tuan rumah setelah mencetak dua gol melalui Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero di babak tambahan waktu. Misi Jerman sebenarnya nyaris menjadi kenyataan setelah Miroslav Klose mencetak gol awal. Striker Bayern Munchen itu sudah membobol gawang Gianluigi Buffon pada menit ke-17. Tapi, striker pengganti Giuseppe Rossi membuyarkan asa Panzer lewat golnya sembilan menit jelang bubaran. Gol Rossi sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahan

Italia dari Jerman dalam 16 tahun terakhir. “Saya mendedikasikan gol itu kepada ayah saya yang meninggal tahun lalu,” ucap Rossi kepada Raisport. Fernando, ayah Rossi, meninggal dunia pada 23 Februari 2010 pada usia 60 tahun. Fernando dikenal sebagai pendiri tim sepak bola SMU Clifton di New Jersey selama 23 tahun. Rossi pun lahir di New Jersey 24 tahun lalu. Tapi, kendati lahir di AS, dia memilih membela negara ke-

Baca ROSSI Hal 18


20

Kendari Pos | Jumat, 11 Februari 2011

Pemkab Bombana Mulai Menagih Utang Biar Bisa Cepat Gelar Pilkada Rumbia, KP Hearing bersama antara KPU, DPRD Bombana serta Pemkab Bombana sepekan lalu guna membahas soal masa depan Pilkada putaran kedua sampai sekarang belum punya hasil menggembirakan. Kesepakatan untuk membentuk tim ad hoc yang bekerja seminggu merumuskan masalah Pilkada, sejauh ini baru jadi catatan notulensi hearing. Jangankan bekerja, tim dari tiga pihak itu belum pernah bertemu. Padahal, ketiga pihak saat itu sudah berkomitmen di hadapan anggota KPU Pusat, I Gusti Putu Artha bahwa tim itulah nantinya yang akan membicarakan soal asal dana Pilkada itu termasuk menentukan kembali tanggal pelaksanaan Pilkada. Alih- menentukan tanggal, siapa saja anggota tim itu tidak pernah diketahui sampai kemarin. Padahal tenggat kerjanya hanya sampai hari ini, Jumat (11/2). Permasalahan ini membuat Ashar, anggota KPU Bombana pusing dan tak tahu harus mengambil sikap apa. Katanya, pasca rapat bersama di gedung DPRD, Jum’at lalu, idealnya harus ada pertemuan bersama antara tiga lembaga (DPRD, eksekutif dan KPU) untuk membahas dan mencari solusi masalah pilkada putaran kedua. Namun kenyataannya, menjelang sehari sebelum batas akhir waktu yang disepakati, belum sekalipun tim menggelar rapat. “Tidak tahu kalau antara Pemda dan DPRD, yang pasti KPU belum pernah sekalipun dipanggil rapat. Jadi kalau tidak pernah rapat, apa yang menjadi dasar nanti untuk rapat besok (hari ini),” kritik Ashar, di kantornya, kemarin. Tidak hanya itu, tim yang bekerja membahas permasalahan Pilkada kata Ashar juga tidak memiliki legalitas karena sampai kemarin Surat Keputusan (SK) pengangkatannya belum ada. Padahal di KPU ada tiga orang yakni, Alpian, (ketua), Iskandar dan Nasaruddin (sekretaris KPU), yang diusul masuk tim itu. “Saya sudah konfirmasi sama pak ketua (Alpian), SK tim tidak ada dan belum pernah sekalipun dilaksanakan rapat bersama,” tambah Ashar. Sementara itu Ketua KPU Bombana, Alpian mengatakan, pihaknya akan tetap menagih janji Pemda sesuai putusan rapat bersama Jum’at lalu bahwa jadwal Pilkada putaran kedua akan diputuskan oleh tim bersa-

ma hari ini. Ia menuturkan, sesuai penuturan Sekda Bombana Rustam Supendy, SK bersama tiga lembaga memang ada, dimana “jendral” PNS itu bertindak sebagai sekretaris tim. Namun begitu, Alpian mengaku dirinya tidak pernah diperlihatkan wujud material SK itu. “SK-nya belum saya terima, namun saya dengar SK itu dikeluarkan oleh Pj Bupati Bombana,” katanya. Meski SK tidak dilihat dan belum pernah rapat sekalipun, namun Alpian memastikan bahwa hari ini tetap harus ada rapat untuk memastikan kesiapan dana Pilkada. Sebab,

pihaknya tidak bisa melangkah jauh jika dana itu belum dijamin ketersediaanya oleh Pemda. Jika sampai hari ini Pemda belum dapat memastikan kesiapan dana Pilkada, maka KPU akan meminta alasan secara tertulis tentang ketidakjelasan jadwal pilkada putaran kedua. Sementara itu, Sekda Bombana, Rustam Supendi yang dikonfirmasi semalam mengaku bahwa Pemkab sangat serius memikirkan soal Pilkada putaran kedua itu. Katanya, usai rapat bersama sepekan lalu, ia langsung diperintahkan Pj Bupati, untuk memanggil semua Kepala

Rustam Supendy

SKPD, bendahara bahkan mantan bendahara guna mempertanyakan informasi akurat mengenai pinjaman-pinjaman yang bersumber dari APBD. “Saya perintahkan, semua kepala SKPD dan aparat yang punya keterkaitan dengan dana untuk mencari, memanggil dan bersurat kepada pihak-pihak yang telah meminjam dana dari APBD untuk mengembalikan dana tersebut secepatnya. Jadi, sebenarnya tim itu bukan tidak bekerja, tapi sebelum tim ad hoc ini bertemu, kami dari Pemda dulu yang harus bekerja, mencari sumber-sumber dana itu,” kata Rustam, semalam.

Jadi, kata dia, tim tri partit bukanlah yang akan menentukan darimana sumber keuangan Pilkada karena itu adalah tugas Pemda. Nanti setelah sumber dana sudah jelas dan terkumpul, barulah tim tersebut menggelar pertemuan menentukan jadwal. “Nda ada juga gunanya ketemu kalau uang belum jelas, jadi kami perjelas dulu sumber dananya, baru kita gelar rapat menentukan jadwal,” tukasnya. Seminggu lalu, I Gusti Putu Artha, anggota KPU Pusat memang berkunjung ke Bombana guna memantau jalannya hearing bersama antara Pemkab,

KPU dan DPRD Bombana guna membicarakan soal Pilkada Bombana. Sayangnya, kehadirannya tidak banyak membantu Pemkab mengambil sikap berani. Saat itu, hanya diputuskan pembentukan panitia bersama yang bertugas dan bekerja memastikan kesiapan dana pilkada. Timnya terdiri dari tiga lembaga yakni DPRD, eksekutif dan KPU. Tim ini bertugas sampai Jum’at, hari ini. Tim tersebut nantinya akan memastikan kesiapan dana, dilanjutkan dengan penggodokan penandatanganan MoU dana pilkada diteruskan dengan penetapan jadwal Pilkada.(nur)

Kendari Pos Edisi 11 Februari 2011  

E_Paper Kendari Pos