Page 1

Kamis, 17 Februari 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendaripos.co.id

Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Mobil Dinas Gubernur-Wakil Gubernur

Tersangka Bertambah Kendari, KP Setelah menetapkan Beby Manuhutu sebagai tersangka indikasi korupsi penyimpangan pengadaan kendaraan bermotor roda empat berupa mobil dinas (Mobdis) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, tim penyidik Kejati Sultra kembali menetapkan tersangka tambahan. Kemarin (16/2), jaksa penyidik menetapkan Chandra Liwang, pihak perusahaan yang mengadakan Mobdis merek Toyota land cruis-

er dan Mitsubishi Pajero, sebagai salah satu tersangka dugaan penyimpangan pengadaan Mobdis yang dianggarkan Rp 2,5 miliar tahun 2008. Melalui surat perintah Kajati Sultra, AR Nashruddien SH MH tertanggal 16 Pebruari, tim penyidik memutuskan Chandra Liwang sebagai tersangka tambahan. Agenda pemeriksaan tersangka akan ditetapkan setelah perampungan pemeriksaan saksi perkara Beby Manuhutu. Itu dis-

ampaikan Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra, Asrul Alimina SH MH, kemarin. “Yang bersangkutan terkait dengan pengadaan Mobdis merek Toyota type land cruiser dan Mitsubishi type Pajero dengan menggunakan perusahaan istrinya, CV Mulya Aditama Pusat Kendari. Sementara, jaksa menduga ada kesalahan prosedur dan lainnya,” ujar Asrul. Pengganti Idris Gani ini, juga menyampaikan bahwa tim peny-

idik akan memeriksa seorang pejabat penting di Pemprov sebagai saksi perkara Beby Manuhutu. Mengingat sebelumnya, tanggal 9 Pebruari lalu, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan jaksa tanpa alasan yang jelas. Rencananya, jaksa akan memanggil yang bersangkutan dalam kapasitas sebagai saksi pekan depan. “Total saksi yang sudah dimintai keterangan untuk perkara Mobdis (Beby Manuhutu) sudah mencapai 13 orang,”

Dua Usulan Angket Pajak Digabung

HUMANIORA

Gubernur Gagal Awasi Rekrutmen CPNS Sejumlah gubernur dinilai gagal melakukan pengawasan terhadap bupati/walikota dalam proses rekrutmen CPNS 2010. Kegagalan itu dilihat dari banyaknya kasus kecurangan dalam seleksi CPNS yang terjadi di 40-an daerah kabupaten/kota. Angka ini meningkat tajam dibanding 2009 yang hanya 20-an daerah. “Peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah sebenarnya sangat saya harapkan, terutama dalam memperbaiki sistem rekrutmen CPNS. Karena itu sejak 2010, pengawasannya dikoordinasikan oleh gubernur. Sayangnya langkah awal ini belum dapat terlaksana

Baca CPNS di Hal. 8

SELEBRITI

8 Bulan Ngumpet PELAN tapi pasti, Cut Tari mulai sering hadir di tengah masyarakat lagi. Dia sudah bosan tiarap dari dunia entertainment yang membesarkan namanya. Delapan bulan sudah Cut Tari ngumpet dari sorotan publik setelah dihantam kasus video mesum Ariel. Kini artis cantik asal Aceh itu sudah punya nyali dan bertekad kembali ke dunia entertainment, bulan depan. Apa yang membuat Tari lekas bangkit dan tidak malu dengan video pornonya bersama Ariel? "Karena ada dukungan dari semuanya. Dari keluarga, infotainment, teman-teman. Jadi kenapa enggak? Kenapa harus selalu ngumpet? Mendingan kembali ke Tari. Tapi tetap ada yang harus diubah lagi. Pokoknya, jangan mundurlah," tegas Tari. Si seksi ini mulai berani hadir di acara yang digelar di ruang publik. Salah satunya saat menonton konser Sheila Madjid di Plenary Hall, JCC, Jakarta, Selasa (15/ 2), Tari terlihat penuh percaya diri. Dia datang menonton konser tanpa ditemani suami, Y u s u f Subrata.(tia)

FERY PRADOLO/INDOPOS

Sekretariat Gabungan (Setgab) yang merupakan Partai Koalisi Pendukung Presiden SBY kemarin (16/2) menggelar pertemuan di kantor Setgab, Jalan Diponegoro No. 43, Jakarta. Pertemuan yang membahas Hak Angket Mafia Perpajakan di DPR RI tidak membahas reshuffle kabinet.

Firdaus Tahrir :

Firdaus Tahrir justru tidak tahu. “Mahluk seperti apa KEK itu, kita tidak tahu. Makanya, ketika ditanya wartawan atau ditanya teman-teman

Baca PAJAK di Hal. 2

KEK Program Brilian

KEK Itu Program Gelap Kendari, KP Nada minor tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus bermunculan. Tidak hanya anggota DPR RI asal Sultra, Wa Ode Nurhayati, DPRD Sultra pun ikut menyoroti program yang dirancang Gubernur Nur Alam itu. Anggota Komisi II DPRD Sultra, Firdaus Tahrir menilai, dimata DPRD Sultra, KEK boleh dikata sebagai program gelap. Alasannya, KEK yang selama ini ramai dipolemikkan di koran bahkan dari koran pula diketahui bahwa KEK telah dipromosikan di Jakarta, ternyata lembaga yang wajib mengetahuinya (DPRD)

Jakarta, KP Sidang Paripurna DPR yang dipenuhi hujan interupsi menyepakati angket pajak untuk dijadwalkan dalam Badan Musyawarah. Angket pajak yang semula diusulkan oleh sejumlah anggota dewan dari Komisi III DPR, ternyata bertambah satu versi angket lain dari usulan sejumlah anggota Komisi XI. Paripurna DPR yang dihadiri

Abdurrahman Shaleh :

di Jakarta, kita dengan enteng menjawab kalau KEK itu program yang masih berada di alam kegelapan,” tutur Firdaus, kemarin. Disamping dianggap masih gelap, dimata anggota Fraksi Golkar DPRD Sultra ini, KEK patut dicurigai sebagai program akal-akalan dalam rangka perebutan kekuasaan lahan tambang. Kata Firdaus, jika memang gubernur betul-betul memperjuangkan penertiban lahan tambang yang muaranya demi untuk kesejahteraan rakyat, DPRD akan

Baca KEK di Hal. 7

Abdurrahman Shaleh Kendari, KP Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dimotori Gubernur Sultra, Nur Alam dinilai anggo-

ta DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh SH MSi sebagai program brilian, mulia dan demi optimalisasi kawasan yang salah satunya menyangkut hasil dan usaha tambang. Menurut dia, sorotan seputar usaha pertambangan di daerah ini yang dikaitkan dengan KEK, sesungguhnya salah satu bagian dari beberapa penting yang mutlak dioptimalkan. “Langkah gubernur yang gigih memperjuangkan KEK ini sesungguhnya ditriger oleh akumulasi aspirasi rakyat Sultra terhadap optimalisasi hasil-ha-

Baca BRILIAN di Hal. 7

Ironi Pegiat Antikorupsi di Jember; Sweeping Mobil Dinas Pejabat, 9 Tahun Berurusan dengan Hukum

Dua Kali Tantang Kejaksaan Minta Dieksekusi, Malah Disuruh Pulang Jember dan juga di lembaga lain. Salah satu aktivitas Sudarsono yang membuatnya tersandung masalah hukum adalah ketika dia bersama teman-temannya mensweeping mobil-mobil dinas milik pejabat. Mobil pelat merah yang di-sweeping adalah yang digunakan untuk keperluan pribadi atau dibawa keluar di luar jam kerja atau pada saat hari libur. Ketika melakukan sweeping pada Juli 2002, Sudarsono mengajak beberapa wartawan untuk menjadi saksi jika ditemukan adanya mobil dinas yang berkeliaran pada Sabtu, Minggu, dan juga malam saat jam kerja usai. Jika ada mobil dinas yang melanggar, para aktivis IBW yang digerakkan Sudarsono itu tak segan-segan menempeli kendaraan itu dengan poster bertulisan: Mobil

Gara-gara men-sweeping mobil dinas pejabat, seorang aktivis LSM antikorupsi di Jember, Jawa Timur, dipolisikan, lalu dimejahijaukan hingga MA. Hasilnya, dia dinyatakan bersalah dan harus ditahan. Tetapi, sudah empat tahun ini terpidana yang berstatus buron itu tak juga dieksekusi. Padahal, dia tidak kabur dan malah sering tampil di hadapan umum.

NUR FITRIANA, Jember

Cut Tari

tambahnya. Terakhir, Asrul menegaskan bahwa jumlah tersangka sangat berpotensi bertambah bila perkembangan perkara menemukan adanya alat bukti yang mengarah pada siapapun. Yang pasti, para tersangka Mobdis dijerat dengan tiga pasal sekaligus, yakni pasal 2, pasal 3 dan pasal 9 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(lia)

AKTIVIS LSM antikorupsi itu bernama Sudarsono. Di Jember, namanya sudah tak asing lagi. Melalui LSM Indonesia Bureaucracy Watch (IBW) yang didirikannya pada 2002, dia dikenal sebagai aktivis yang sering tampil di hadapan umum. Tak jarang dia memimpin aksi demonstrasi yang membuka borok korupsi di lingkungan Pemkab

HERU PUTRANTO/RADAR JEMBER

Meski ditetapkan sebagai DPO, Sudarsono tetap bisa bebas dalam aksi-aksi kritisnya.

Baca PULANG di Hal. 7


2

Kendari Pos |Kamis, 17 Februari 2011

Sanksi Anggota Setgab Pro Hak Angket Dibahas Pajak ........................ 310 anggota itu sejatinya tidak mengagendakan pembacaan usulan angket pajak. Dalam jadwal yang dibacakan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Paripurna DPR kemarin (16/2) mengagendakan pembacaan laporan Komisi XI tentang IILM, Laporan Badan Kehormatan tentang kode etik, dan penetapan Sekjen Komisi Yudisial sebagai mitra kerja Komisi III DPR. Ketiadaan jadwal pembacaan usulan angket itulah yang menyebabkan hujan interupsi bermunculan. Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo yang pertama kali melancarkan protes di interupsi. “Kalau kita baca agenda, ini ada yang kurang ketua. Kami inisiator angket mafia pajak sudah mengajukan. Ini menjadi keanehan, Apakah pimpinan sudah masuk angin” kata Bambang. Anggota Komisi III lainnya, Syarifudin Sudding juga melakukan interupsi. Menurut dia, patut diingat bahwa usulan angket mafia pajak sudah memasukkan 114 nama anggota yang mendukung. Patut dipertanyakan mengapa hingga Paripurna kemarin tidak kunjung diagendakan. “114 anggota itu termasuk Ketua, saudara Priyo. Ada apa di unsur pimpinan,” ujarnya. Anggota Komisi III Nasir Jamil menilai gelagat pimpinan untuk memperlambat kerja angket mafia pajak. Ini terlihat karena usulan hak angket tidak dijadikan agenda. “Sudah saatnya pimpinan membaca agenda pembahasan untuk hak angket,” kata Nasir. Anggota Fraksi PDIP Aria

Bima menilai pimpinan sudah menyalahi tata tertib. Dia mengingatkan, rapat Paripurna sebelumnya menyatakan bahwa hak angket akan dibahas terlebih dahulu di rapat pimpinan. Tidak ada mekanisme yang mewajibkan usulan angket harus dibahas di rapim. “Saya meminta mekanisme itu dihapuskan, karena tidak sesuai dengan tatib,” kata Aria. Mencoba mendukung pimpinan, sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat berusaha menegaskan agenda Paripurna. Anggota Fraksi Partai Demokrat Agus Hermanto menyatakan, Paripurna harus menyesuaikan agenda berdasarkan aturan Undang Undang 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Dimana sebelum masuk paripurna, usulan apapun dalam bentuk surat harus dibahas terlebih dahulu di Rapat Badan Musyawarah. “Saya rasa yang dilakukan Ketua sudah benar,” bela Agus. Berbagai interupsi terus bermunculan. Priyo memutuskan untuk meredam hujan interupsi itu dengan menjelaskan duduk persoalan sebenarnya. Bahwa di rapat Bamus sebelumnya, memang ada interupsi yang sama karena usulan hak angket tidak dibacakan. “Saat itu, rapat Bamus dipimpin (Wakil Ketua DPR) Pak Taufik Kurniawan,” kata Priyo. Karena interupsi desakan untuk membacakan usulan hak

angket lebih banyak, Priyo pun akhirnya membacakan satu persatu surat terkait hak angket. Ada beberapa surat yang masuk. Selain usulan hak angket mafia pajak, ternyata juga muncul usulan angket pajak dari 35 anggota Komisi XI. “Ada pak Melchias Mekeng (Anggota Komisi Xi) disini,” kata Priyo. Tak lupa, Priyo juga membacakan sejumlah surat terkait penarikan dukungan angket dari sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat, PKB dan PAN. Usulan hak angket itu pun secara resmi dibacakan oleh Sudding di mimbar utama Paripurna. Rencananya, hari ini usulan hak angket pajak dari Komisi III dan XI akan diagendakan di Bamus. Demokrat Klaim Angket Pajak Berhenti via Setgab Di luar proses paripurna, Partai Demokrat nampaknya terus berusaha agar usulan hak

angket mafia pajak tidak bergulir. Pada sore hari, Demokrat kemarin mengundang partai anggota koalisi untuk khusus membahas hak angket dalam Sekretariat Gabungan (Setgab). Usai pertemuan, Sekretaris Setgab yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarig Hasan menyatakan, Setgab koalisi menyepakati untuk menghentikan usulan hak angket mafia pajak. Setgab sepakat untuk memberi kesempatan pada Panja Pajak di Komisi III dan penegak hukum untuk menjalankan tugasnya. “Setgab saat ini memiliki pandangan bahwa untuk hak angket ini terlalu dini,” kata Syarif di sekretariat Setgab, Jakarta, kemarin (16/2). Menurut Syarif, Setgab memandang usulan angket terlalu

dini, karena mendahului proses yang ada. Saat ini kerja Panja Pajak Komisi III belum lama bekerja. Hasil kerja panja itu nantinya bisa disandingkan dengan hasil kerja Komisi XI. “Setelah proses itu selesai baru bisa dilihat apakah pemerintah melanggar konstitusi atau tidak,” ujarnya. Jika memang melanggar konstitusi, baru nanti hak angket bisa digulirkan. Syarif menyatakan, saat ini belum terbukti bahwa pemerintah telah melanggar sebuah aturan, karena terbukti telah ada sejumlah kasus pajak yang merebak luas. Meski demikian, dia mengaku, saat ini memang ada dinamika di dalam tubuh Setgab terkait Hak Angket. Namun, lanjut Syarif, dinamika itu akan semakin kecil dan semangat yang dimiliki itu

sama, yakni memberantas mafia pajak. “Kasus ini (mafia pajak) sudah ditangani aparat hukum, di sisi lain memberi kesempatan kepada Komisi III menjalankan tugasnya,” ujar Syarif. Apakah sanksi bagi anggota koalisi yang tetap mengusulkan Hak Angket? “Kita kembalikan kepada Ketua Umum Setgab (Susilo Bambang Yudhoyono),” ujar Syarif. Dia mengingatkan, Setgab merupakan forum komunikasi, sehingga tidak berwenang memberikan sanksi. Forum komunikasi itu untuk membangun komitmen bersama. Usai rapat, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mementahkan klaim Syarif. Dia mengatakan, Golkar tetap pada sikapnya untuk mengusulkan hak angket. “Kami tetap konsisten untuk menggunakan

Hak Angket,” kata Idrus secara terpisah. Dia mengatakan, rapat hanya menyepakati bahwa mafia pajak harus diberantas. “Masing-masing partai punya cara masingmasing melakukan itu,” tandasnya. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan partai anggota koalisi. Selain Syarif dan Idrus hadir pula Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustopha, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah. Dari Golkar juga hadir Ketua Fraksi Setya Novanto. Hadir pula perwakilan PAN, Ketua Fraksi Tjatur Sapto Edi dan Wakil Ketua Fraksi Viva Yoga Mauladi (PAN). Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuziy juga hadir, sementara PKS diwakili oleh Eki Awal Muharam (PKS).(bay)


Kamis, 17 Februari 2011

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

email : bumianoa@gmail.com

Mantan Kadis Capil Konut Masuk Bui Terkait Indikasi Korupsi Dana Rutin Rp 1,4 Miliar Kendari, KP Mantan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil) Konawe Utara (Konut), Gusti Mashud, akhirnya dijebloskan ke Rutan Klas II A Kendari,

kemarin. Sekitar pukul 16.30 Wita, Mashud ditahan pada tahap penyidikan oleh jaksa Kejati Sultra karena cukup bukti diduga bertanggung jawab atas korupsi dana rutin Rp 1,4 miliar di Setkab Konut tahun 2009. Sebelum masuk tahanan, tersangka yang didampingi kuasa hukumnya, Muzuni Andi, SH menjalani pemerik-

saan yang dipimpin langsung Aspidsus Kejati, Tumpak Simanjuntak sejak pukul 11.30 Wita. ‘’ Penahanan dilakukan atas dasar adanya kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya selama tahap penyidikan,’’ jelas Kasi Penkum dan Humas

Kejati Sultra, Asrul Alimina, MH. Untuk diketahui, Mashud yang beralamat di jalan Bunga Cempaka No. 12 Kelurahan Kemaraya, Kendari Barat itu, kini tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkup Setprov Sultra dan ditahan sesuai surat perintah penahanan bernomor Print03/R.3/Fd.I/02/2011. (lia)

SUWARJONO/KP

Pengerukan isi perut bumi di Konut terus berlangsung dalam aktivitas tambang. Meski hingga kini tak juga memperlihatkan efek positif dalam kehadiran investor itu untuk menyejahterakan masyarakat. Jembatan yang

Warga Mengeluh, Dewan Kembali Berjanji

dibangun PT Antam di Konut ini tak dapat lagi dinikmati warga Molawe, Konut

Rumbia, KP Seremoni penjaringan aspirasi masyarakat di tingkat bawah tetap menjadi format pemerintah untuk menyusun program pembangunan ke depan. Dan seperti jamaknya, dalam pertemuan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) terdengar hanyalah keluhan masyarakat dan mimik serius anggota DPRD sebagai wakil rakyat yang berapi-api melontarkan janji, ‘’ akan memperjuangkan aspirasi konstituennya,’’. Hal seperti itu juga terlihat dalam Musrenbang tingkat Kecamatan. Di Tontonunu, salah satunya. Kerusakan jalan yang menghubungkan daerah itu dengan Kecamatan Poleang Tengah sangat parah. Selama Bombana menjadi daerah otonom, jalan di daerah itu belum pernah sekali pun diperbaiki. “ Kami minta agar jalan sepanjang 15 kilometer yang menghubungkan dua wilayah ini bisa diperjuangkan untuk dilakukan pengerasan,” pinta Kepala

akibat putus saat investor tambang lain membawa alat berat. Kini penduduk harus menggunakan rakit agar sampai di seberang desa.

Baca DEWAN di Hal 6

SUWARJONO/KP

Pasokan Minim, Solar Kembali Langka Unaaha, KP Antrian panjang kendaraan yang membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin sering saja terlihat. Bahkan, beberapa hari terakhir ini hingga kemarin pemandangan seperti itu ada di SPBU Ilham Samudera, Kelurahan Ambekairi. Umumnya kendaraan roda empat berbahan bakar solar. Nasdar, salah seorang karyawan SPBU Ilham Samudera mengatakan kelangkaan ini terjadi sudah sejak sebulan terakhir. “ Stok solar ini pasokan Sabtu (12/2) lalu. Yang mau datang sore ini (kemarin) hanya lima ton. Biasanya, jatah maksimum 16 ton sehari, tetapi saat ini akibat kurangnya pasokan solar dari Depo Pertamina Kendari, Kami hanya dapat lima ton untuk jatah empat hari,” ujar Nasdar sambil mengaku bila Manajer SPBU Ilham Samudera tidak pernah masuk bekerja karena sedang mengajar di SMKN I Kendari.

Baca SOLAR di Hal 6

73 PNS Penyetaraan Kepangkatan Raha, KP Sebanyak 73 PNS lingkup Pemkab Muna mengikuti penyetaraan izasah yang digelar Badan Kepegawain Daerah (BKD). Penyesuaian itu sendiri dimaksudkan untuk penyetaraan tingkat pendidikan dengan golongan kepangkatan. “ Ini merupakan cara efektif untuk mengangkat tingkat kesejahteraan PNS,’’ kata Kepala BKD Muna, La Palaka. Di lingkup Pemkab, masih banyak PNS yang sudah sekian lama bekerja, namun golongan kepangkatannya masih rendah. Bila mengikuti aturan, untuk mencapai posisi golongan III dari golongan II, butuh waktu belasan tahun. Namun dengan mengikuti penyetaraan izasah, waktunya menjadi singkat. “ Hanya butuh empat tahun bersekolah, sudah bisa naik golongan kepangkatan sesuai dengan strata pendidikannya,” sambung Palaka. Kemudahan PNS yang diperoleh dengan mengikuti penyesuaian izasah itu karena tidak perlu lagi mengikuti ujian dinas. “ Dari 73 orang itu, paling banyak dari golongan I dan II. Untuk biaya penyesuaian izasah, ditanggung oleh masingmasing pamong. Dengan kondisi keuangan daerah yang defisit, fokus penganggaran lebih banyak untuk peningkatan infrastruktur daerah,’’ tandas Kepala BKD. (awn)

Massa Muna Barat Serbu Kantor DPRD Tuntut Keseriusan Pemkab Perjuangkan Pemekaran Raha, KP Pendapat dan janji Bupati Muna, H. LM Baharudin sepertinya tak begitu saja bisa meredam gejolak di masyarakat. Buktinya, meski Muna-1 itu telah menyatakan dukungannya terhadap langkah mendukung pemekaran daerah, namun tetap saja masyarakat yang tergabung dalam solidaritas rakyat Muna Barat tak yakin. Kemarin, ratusan warga Muna Barat menggelar aksi di DPRD. Massa itu bahkan mengancam akan bermalam di rumah rakyat tersebut hingga memperoleh komitmen Pemkab dalam memperjuangkan mekarnya Muna Barat. Beberapa tenda untuk persiapan tempat menginap telah didirikan. Menurut demonstran, cita-cita perjuangan menuju Muna Barat yang otonom telah dirintis sejak 2003 melalui pertemuan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo, meski kemudian baru pada tahun 2006 dideklarasikan. Saat itu Pemkab dan DPRD Muna mendapat persetujuan Gubernur dan DPRD Sultra. Muna Barat yang terdiri dari 11 kecamatan tersebut bahkan menempati urutan pertama dari paket 11 calon daerah otonom baru. Namun begitu pemerintahan berganti, posisi pemekaran daerah menjadi tak jelas. Bahkan tahun 2010 lalu, masalah pemekaran tidak masuk dalam program legislasi nasional.Lama melakukan orasi, Anggota Komisi I DPRD Muna yang dipimpin Harmini bersama anggotanya Fatahillah Taate dan dua legislator asal Dapil Muna Barat, La Ode Koso dan LM Taufan Besi mengajak massa berdialog. Harmini menyarankan agar forum masyarakat Muna Barat menyampaikan surat resmi kepada DPRD untuk kemudian menjadi dasar memanggil eksekutif. “ Kita akan konsultasikan kepada pimpinan DPRD. Soal komitmen DPRD, jangan disangsikan dalam mendukung pemekaran Muna Barat. Kita sudah anggarkan di APBD 2011, dana persiapan pemekaran sebesar Rp 3 miliar,” ungkap senator Demokrat tersebut. (awn)

Cabuli ‘’Brondong’’, Gay Dihajar Massa Kolaka, KP Nyawa Basri (24) nyaris saja melayang sia-sia. Pria yang beralamat di jalan Kali Merah, Kelurahan Laloeha, Kolaka ini babak belur dihajar massa Sakuli. Pria kemayu tersebut diketahui telah mencabuli HRD, anak lelaki dibawah umur yang merupakan warga Sakuli. Aparat Polres Kolaka yang turun ke lokasi keributan berupaya menyelamatkan pelaku setelah terkurung dalam sebuah rumah yang telah dikepung massa dengan cara mengenakan seragam polisi sehingga pelaku berhasil diamankan. Peristiwa pencabulan itu sendiri bermula saat pelaku tengah berpesta minuman keras di Sakuli. Saat hendak pulang Basri meminta tolong pada HRD untuk diantar pulang ke rumah sepupunya di jalan Kali Merah. Tanpa curiga, HRD yang sebel-

umnya telah mengenal pelaku, langsung menyanggupi. Namun saat tiba di tujuan, libido Basri yang memiliki prilaku seks menyimpang (menyukai sesama jenis) ini tiba-tiba saja bangkit melihat HRD yang masih ‘’brondong’’ itu. Berpura-pura memiliki ilmu menghilangkan rasa takut terhadap mahluk halus, pelaku lalu

menawarkan untuk mengajarkannya pada korban. Syaratnya HRD harus telanjang bulan. Korban awalnya sempat tertarik untuk mempelajari ‘’ ilmu tak takut setan’’ tersebut. Namun saat alat vitalnya mulai ‘’dikerjai’’ Sang Gay, HRD akhirnya menolak dan berhasil meloloskan diri meski dalam keadaan tak berbusana. Ia langsung me-

laporkan hal yang baru saja dialami kepada orang tuanya. Sementara itu pelaku yang merasa belum sempurna menurunkan ilmunya pada korban, nekat mendatangi rumah HRD di Sakuli. Saat itulah pelaku dihakimi massa. Polisi yang turun ke tempat kejadian perkara langsung menahan Basri untuk menjalani proses hukum. (ndi)

Muscab Pramuka Deadlock Andoolo, KP Musyawarah Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Konawe Selatan periode 2010-2015 berakhir tanpa hasil. Dua kandidat yang mencalonkan, Rustam Silondae yang juga incumbent dan Beangga Haryanto tidak dapat dipilih oleh kwaran (pemilik suara). Muscab yang berakhir dan dinyatakan deadlock tersebut membuat panitia harus mengagendakan kembali pemilihan ulang. 12 pemilik suara sama-sama mempertahankan kedua calon untuk memimpin Kwarcab Konsel selama lima tahun kedepan.

Sebelum penentuan bakal calon, pendaftar terdiri dari Rustam Silondae, Beangga Haryanto, Lintje Indrawati dan Wallam. “ Dua nama terakhir menyerahkan kepada peserta untuk memilih dua kandidat saja,” ujar Darma salah seorang panitia. Sementara itu Rustam Silondae yang ditemui mengaku, pemilihan Ketua Kwarcab Konsel tidak dapat dilanjutkan karena 12 kwaran tetap pada pendirian untuk tak memilih dua calon yang telah ada. “ Muscab akan kembali digelar termasuk mengonsultasikan ke Kwarda Provinsi Sultra,” tandasnya. (era)

Pengurus PAN Konawe Siap Pimpin KNPI Unaaha, KP Perebutan kursi Ketua Umum DPK KNPI Konawe baru akan dihelat Maret mendatang. Namun tensi pertarungan jelang Musda itu kian memanas. Kini, satu lagi kandidat yang menyatakan siap untuk maju memimpin organisasi kepemudaan itu, Wakil Sekretaris DPD PAN Konawe, Irwan Nur. Motivasi yang mendorongnya untuk tampil dalam bursa Ketua KNPI Konawe karena Ia hendak mem-

beri warna baru. Selama ini terbangun stigma, figur Ketua Umum DPK KNPI selalu berasal dari kalangan menengah keatas. “ Tidak melulu hanya anak pejabat, anak mantan pejabat maupun dari golongan lainnya,” sindir kader HMI Cabang Kendari itu, kemarin. Soal nama Wayung Lasandara (Ketua KNPI Konawe sebelumnya) dan Ujung Lasandara

Baca PIMPIN di Hal 6


6 Solar .................... Diakui Nasdar, pihaknya kerap kecolongan dengan masuknya sejumlah kendaraan yang membeli solar untuk kemudian dijual lagi dengan harga industri. Sementara itu, seorang petani, Rahmat mengaku antri sejak pagi hingga pukul 17.00 Wita menengarai kelangkaan ini akibat pasokan solar berkurang karena digunakan diindustri. Ia berharap pemerintah turun tangan mengatasi kelangkaan itu dengan menambah pasokan solar. “Apalagi kami dari masyarakat kecil ini sangat terhalang untuk kegiatan kami. Utamanya pertanian,” tambahnya. Sementara itu, Bandi, pengemudi asal Kalimantan yang hendak melintasi jalur trans Sulawesi mengaku mengantri selama empat jam. Sejak pukul 14.00 Wita hingga 18.00 Wita kemarin. “ Ya, mau pulang ini pak. Mau ngisi solar. Harapan saya, kalau bisa jangan seperti ini. Kita ini kan antar provinsi. Ada yang dari Sulsel dan Sulteng,” keluh sopir perusahaan tambang itu. (din)

Kendari Pos |Kamis, 17 Februari 2011

Teror Diduga Bermotif Politik Pelemparan Rumah dan Kendaraan Penggagas Hak Angket DPRD Raha, KP LM Taufan Besi menduga, aksi pelemparan rumah dan kendaraannya baru-baru ini, sarat dengan motif politik. Namun upaya teror terhadap diri legislator Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) itu ternyata tak akan mengendorkan semangatnya untuk terus melakukan pengawasan terhadap kinerja kksekutif. “ Saya tidak pernah ada musuh pribadi. Semua kawan. Bila Saya keras (vokal) di dewan, itu karena tugas sesuai tupoksi Kami di DPRD,” datar Anggota Komisi III Parlemen Muna itu. Makanya, Ia memprediksi, memang bisa saja musibah yang menimpanya terkait dengan kegetolan menyuarakan hak angket dan perjuangan pe-

mekaran Muna Barat. Namun Taufan tetap tak mau jauh berburuk sangka. Bilapun ada kaitan dengan hak angket memanggil Bupati Muna, H. LM. Baharudin terkait indikasi kolusi dan nepotisme dalam pengangkatan sejumlah pejabat serta kelulusan CPNSD yang diprakarsai, termasuk perjuangan pemekaran, Taufan, merasa, harusnya dijawab dengan cara demokratis dan bermartabat. “ Pelemparan rumah saya, adalah cara yang tidak elegan. Saya serahkan semua kepada proses hukum. Semoga polisi bisa mengusut,’’ sambungnya. Ia mengaku, dalam beberapa hari ke depan akan terus meminta dukungan koleganya di DPRD untuk meloloskan hak angket mutasi pejabat dan CPNSD itu. Soal siapa rekannya yang sudah menyatakan dukungan, Taufan belum mau membeberkan. ‘’ Yang jelas, Saya yakin hak angket ini akan mendapat dukungan dari teman-teman di DPRD,’’ tandasnya. (awn)

Pimpin ............... (pimpinan periode ini), Irwan Nur melihat itu hanya faktor kebetulan semata. Sebab saat pemilihan lalu tidak ada figur yang mampu menandingi Ujung Lasandara sehingga terpilih menjadi ketua umum. Irwan Nur mengaku ingin melakukan perubahan signifikan dalam mengeksiskan KNPI Konawe. “ Saya tidak ingin organisasi ini hanya

Dewan ..................... Desa Tongkoseng, Suherman kepada anggota DPRD Bombana, Abady Makmur dalam acara tersebut. Selain mengeluhkan jalanan, warga di Tontonunu juga mengeluhkan kondisi empat jembatan dari Molone menuju Tontonunu. Kondisi jalur penghubung itu sudah tidak layak karena konstruksi atas yang terbuat dari kayu, sudah lapuk. Mendengar keluhan itu, Abady Makmur yang juga Ketua Komisi I DPRD Bombana bersama beberapa rekannya berjanji akan memperjuangkan anggarannya di APBD 2012 nanti. “ Semua yang dikeluhkan ini, insya allah kami perjuangkan di tahun anggaran berikutnya,” janjinya. Menurut Abady, selain wilayah Tontonunu, kebutuhan sarana jalan yang sangat mendesak untuk dibangun terletak di Kecamatan Poleang Barat, tepatnya antara Wambamolingku-Balasari,

milik segelintir orang. Selama ini KNPI belum membasis sampai ke akar rumput dan belum menampung aspirasi,’’ konsepnya. Perubahan lain yang hendak dilakukan yakni selama ini KNPI terjebak dalam kegiatan seremonial belaka, seperti kejuaraan olahraga sesaat. Untuk memuluskan jalannya, Irwan Nur mengklaim telah menggalang konsolidasi dengan merangkul elemen pemilik hak suara. (din)

Toari-Wambamolingku serta BalasariRakadua. Kegiatan Musrenbang itu juga menjadi ajang curhat beberapa Kades di Poleang yang mengeluhkan Alokasi Dana Desa (ADD) mereka yang tak kunjung dibayar oleh Pemkab. Kades Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Syamsu Alam mengaku, tahun anggaran 2009 lalu, dana untuk desanya masih tersisa Rp 5 juta. Sedangkan 2010 lalu, masih tersisa 12,5 juta. Syamsul mengaku, sampai saat ini sudah ada permintaan pengajuan proposal dari bagian pemerintahan. Namun karena belum ada petunjuk teknis bupati, sisa anggaran itu belum juga diterima. Sekadar diketahui, kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan se-Kabupaten Bombana dimulai sejak 8 Februari lalu. Namun khusus di Dapil II Poleang, dari 12 wakil rakyatnya yang ikut kegiatan hanya H. Rasyid, Abady Makmur, Juntas, Sudirman, H. Rusdi dan Nurfatmawati. (nur)


7

Kendari Pos |Kamis, 17 Februari 2011

Tidak Gampang Meyakinkan Presiden Brilian ....................... sil dari investasi pertambangan selama ini. Yang jauh lebih penting adalah, pengelolaan sumber daya alam lainnya,” tutur Abdurrahman. Menurut dia, jeritan rakyat Sultra di pesisir perusahaan tambang sudah lama disuarakan oleh Gubernur Sultra, Nur Alam dalam rangka mengatasi masalahnya. Sebagai pemimpin di daerah ini, tentu Nur Alam akan berada di tengah-tengah aneka ragam kepentingan. “Aspirasi masyarakat dijawab dan ke-

pentingan investasi daerah juga terjaga. Inilah yang menjadi titik tumpu Nur Alam dalam membangun Sultra,” tuturnya. Persoalan kenapa Gubernur dan jajaran eksekutif belum menyampaikan program KEK di DPRD, Abdurrahman Shaleh belum berani menjawab. “Saya tidak dalam konteks untuk menjelaskan hal itu dan memang, saya tidak punya kapasitas. Itu ranah eksekutif. Boleh jadi, eksekutif memandang bahwa, membicarakan KEK dengan DPRD belum saatnya. Yang perlu diketahui, memperjuangkan

KEK ini sama dengan berjuang merebut keyakinan Jakarta. Apa gunanya kita bersepakat jika kemudian Jakarta yang memiliki otoritas tertinggi tidak memberikan kata “ya”,” terang mantan Ketua PAN Kota Kendari ini. Menurut dia, pergerakan Gubernur Sultra dalam hal optimalisasi hasil-hasil tambang di daerah ini tak bisa dipandang remeh. Alasannya, tidak sedikit pendapatan yang diraih dari sektor tambang setelah Nur Alam “turun tangan”. Kalau pun pendapatan dari sektor pertambangan yang kit sudah dapat selama ini dianggap

Firdaus : KEK Hanya Dipolemikkan Orang-orang PAN masih berada di bawah pendapatan lain, apalagi jika dibanding dengan pendapatan sebelum diusahakan. Mestinya, pertanyaannya dibalik seperti itu,” terangnya. Kesempatan sama, dia meminta semua pihak untuk tidak apriori terhadap langkah-langkah yang dilakukan gubernur selama ini. “Tolong hilangkan semua purbasangka negatif. Sejauh ini, kita berkeyakinan, langkah-langkah pemerintah masih sangat positif. Merebut kepercayaan dan meyakinkan presiden itu tidak gampang,” pungkasnya.(ema)

LSM Sweeping Mobil Plat Merah Setiap Sabtu dan Minggu Pulang ....................... ini dibeli dengan uang rakyat. Salah satu mobil yang ditempeli poster karena kedapatan melanggar adalah mobil dinas milik Suhardianto yang saat itu menjadi kepala dinas PU pengairan. “Kami waktu itu memang bersemangat mencatat setiap mobil dinas yang digunakan pejabat eselon II. Sebab, ratarata mereka adalah kepala dinas yang selain mobil dinas juga punya mobil pribadi,” tutur Sudarsono ketika ditemui Radar Jember (Jawa Pos Group) di dekat Kantor Pemkab Jember Kamis pekan lalu (10/2). Sudarsono masih ingat, mobil dinas milik Suhardianto yang kena sweeping adalah Soluna. “Saya masih ingat, waktu itu Minggu siang sekitar pukul 11.00. Mobil itu lewat di Jalan Samanhudi. Mobil dinas kan seharusnya hanya digunakan pada hari kerja. Tapi, ini dipakai pas hari libur,” cerita pria 49 tahun itu. Ternyata, aksi sweeping Sudarsono tersebut berbuah masalah. Gara-gara mobilnya ditempeli poster oleh IBW dan diliput pers setempat, Suhardianto, si pejabat pemilik mobil dinas, tidak terima. Dia melaporkan Sudarsono ke polisi karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik. Sejak saat itu, Sudarsono terlibat proses hukum. Saat itu, satusatunya kelemahan yang dimiliki Sudarsono adalah saat sweeping dia tak memiliki dokumentasi berupa foto. “Sebenarnya saat itu si pejabat (Suhardianto) sempat raguragu untuk membawa persoalan ini ke proses hukum. Tapi, saya menduga dia saat itu ditekan oleh bupati (kala itu dijabat Bupati Syamsul Hadi Siswoyo) untuk melaporkan saya ke polisi,” papar pria yang pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Filsafat UGM itu. Kala itu, Sudarsono menjadi target bupati karena dia getol sekali menyoroti dugaan korupsi eks gedung BHS senilai Rp 5 miliar dan kasus korupsi Best FM milik Pemkab Jember. Kasus Sudarsono akhirnya dibawa ke meja hijau. Pengadilan Negeri Jember memutuskan bahwa dia bersalah, dijerat dengan pasal 310 KUHP, dan dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. Namun Sudarsono bersikukuh tidak bersalah dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur. Majelis hakim PT menolak banding itu sehingga Sudarsono mengajukan kasasi. Sialnya, hakim MA juga menolak permohonan kasasi Sudarsono. Melalui keputusan yang dikeluarkan pada 2007, MA malah menguatkan putusan Penga-

dilan Tinggi Jawa Timur. Bapak dua orang putra dan putri itu juga menolak meminta maaf. Tidak berapa lama setelah turun kasasi, Sudarsono mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Jember. Maksudnya, dia menantang untuk segera ditahan. Anehnya, oleh petugas di kejaksaan, Sudarsono malah disuruh pulang. “Padahal, saat itu saya sudah dibawakan pakaian oleh istri saya,” tuturnya mengenang. Yang lebih aneh, setahun berikutnya (2008) nama Sudarsono malah masuk DPO (daftar pencarian orang). “Saya sudah mendatangi kejaksaan, tapi tak juga ditahan. Saya malah ditetapkan sebagai buron. Padahal, saya tak ke mana-mana,” ujarnya, seraya tersenyum geli. Memang, meski berstatus buron, Sudarsono tetap bebas berkeliaran di Jember. Seharihari dia juga tinggal bersama istri dan dua anaknya di kediamannya, Perumahan Kodim V, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember. Pada 14 Desember 2009, dengan status buron yang disandangnya, Sudarsono kembali mendatangi Kejari Jember untuk menyerahkan diri agar dieksekusi. Kala itu, dia digotong di dalam keranda mayat, diiringi ratusan aktivis LSM dan mahasiswa. Pada aksi itu, para aktivis tersebut membubuhkan cap jempol darah di lantai keramik depan pintu masuk Kantor Kejari Jember. Untuk kali kedua, saat Sudarsono berniat menyerahkan diri agar dieksekusi, petugas kejaksaan tak juga mengeksekusi. Mereka memilih menunda mengeksekusi. Hingga kemarin pun, eksekusi terhadap Sudarsono tak kunjung dilaksanakan. Padahal, pria yang pernah malang melintang di dunia politik lokal itu kerap tampil di depan umum. Bahkan, setiap ada aksi unjuk rasa, dia hampir selalu hadir. Pada 5 Januari lalu, dia ikut aksi menyegel gedung DPRD Jember. Kemudian, pada 9 Februari lalu, dia kembali berorasi di depan umum dalam aksi teatrikal memperingati Hari Pers Nasional. Meski sering tampil di hadapan umum, dia tak juga dieksekusi. Kejaksaan Negeri Jember ketika dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Achmad Sujayanto mengatakan, pihaknya saat ini memberikan toleransi kepada Sudarsono untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis MA. Namun, dia mengatakan belum mengetahui yang bersangkutan telah mengajukan PK ke MA atau belum. “Hingga saat ini, kami belum tahu apa ada PK atau tidak. Yang pasti, kami belum diundang oleh pengadilan untuk menghadiri sidang PK Sudar-

sono,” ungkapnya. Karena itu, Kejari Jember menilai, Sudarsono tidak mengajukan PK atas putusan dari MA tersebut. Achmad Sujayanto beranggapan, pengajuan PK tidak akan menghentikan kegiatan eksekusi. “PK tak menghentikan eksekusi,” tambahnya. Karena itu, pihaknya menegaskan akan langsung berkoordinasi dengan aparat Polres Jember untuk mengeksekusi Sudarsono. Nama Sudarsono memang cukup dikenal di kalangan aktivis Jember. Sebelum mendirikan IBW, dia malang melintang di dunia politik. Sejak 1987, dia bergabung dengan PDI. Saat partai tersebut berubah menjadi PDIP, dia juga aktif di partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri itu. “Pada 1999 dan 2004, saya menjadi caleg PDIP untuk DPRD provinsi,” ujarnya suatu ketika. Tetapi, dia gagal menjadi anggota legislatif. Pada 2008, dia berpindah partai dan bergabung PAN. Pada Pemilu 2009, dia mencalonkan diri sebagai caleg untuk partai tersebut. Lagi-lagi dia gagal menjadi anggota dewan. Sejak mendirikan IBW pada 2002, sudah banyak kasus yang berhasil dia bawa hingga diproses secara hukum. Selain kasus dugaan korupsi eks gedung BHS dan Radio Best FM milik Pemkab Jember, dia juga mengungkap kasus korupsi lain. Di antaranya, kasus dugaan korupsi sekoci senilai Rp 1 miliar, kasus korupsi dinsos soal Losisi (lokalisasi prostitusi) Puger, kasus pembangunan sekolah di Ponpes Al Qodiri, kasus pemalsuan surat kenaikan pangkat di dinas tenaga kerja, kasus plesterisasi, dan kasus korupsi dana operasional DPRD Jember. Sudarsono mengatakan, di-

rinya sudah melaporkan apa yang dialaminya itu ke Komnas HAM di Jakarta. “Komnas HAM menilai, kasus saya ini adalah kasus pelanggaran HAM,” katanya. Dia berjanji segera menempuh upaya PK dan menyertakan bukti-bukti konkret mengenai penistaan nama baik yang ditujukan kepada dirinya. Namun, dia tetap bersikeras dengan pendiriannya untuk tetap lantang menyuarakan kebenaran yang diyakininya. Jika dia diciduk, semua yang terdaftar sebagai DPO dan pelaku-pelaku korupsi harus segera ditindak tegas. Penegakan hukum tidak boleh pandang bulu. “Ada beberapa pejabat yang jelas-jelas korupsi dan berstatus DPO, tapi sampai sekarang belum juga dieksekusi,” ungkapnya. Meski masuk DPO, Sudarsono bersikeras tak mau diam jika melihat ketidakadilan. Pria yang kini menekuni profesinya sebagai guru pengajar teologi di sebuah pesantren dekat rumahnya itu tidak pernah gentar selama menyuarakan kebenaran yang sejati demi martabat bangsa dan perbaikan negeri tercinta. Dia secara tegas menyebutkan bahwa yang dilakukannya adalah perjuangan ideologis. Sang istri, Nurwati, ketika ditanya Radar Jember menyatakan bahwa dirinya akan selalu berada di belakang suami. “Anak saya pernah ditanya oleh temannya yang kebetulan membaca koran. Mengapa ayahnya ditetapkan masuk DPO oleh Kajari. Anak saya justru menjawab, bapak saya bukan penjahat, bukan juga tukang korupsi, tapi justru membela rakyat,” ujar perempuan 47 tahun yang selalu setia menemani Sudarsono dalam suka dan duka itu.(kum)

KEK .......................... mendukung. Tetapi, sampai dengan hari ini, pihaknya masih mencium aroma yang kurang sedap di balik perebutan kekuasaan lahan tambang antara para bupati dan gubernur. “Siapakah yang merasakan kekayaan tambang ini. Siapa yang kaya dengan investasi tambang. Para bupati yang memiliki kekuasaan di daerah hampir tak terkendali mengeluarkan izin-izin pertambangan. Gubernur tidak punya kewenangan dalam pengeluaran KP ini, kecuali di wilayah-wilayah lintas kabupaten. Padahal, izin KP itu sama dengan kekayaan yang luar biasa. Ironisnya, rakyat tidak dapat apa-apa. Hari ini para penguasa itu merasakan kekayaan dan kenikmatan sendirian, besok mereka akan merasakan dampak berupa bencana alam bersama-sama rakyat. Nikmatnya mereka rasakan sendiri, bencananya kita rasakan bersama-sama,” tutur Firdaus. Atas dasar ini pula, Firdaus khawatir jangan sampai program KEK mempunyai misi terselubung dalam rangka menggapai sebagian kekuasaan dalam mengeluarkan izin atau kuasa pertambangan. “Selama ini kan gubernru tidak punya kekuasaan,” ulangnya. Dia juga menyingkap kemungkinan dana hasil pertambangan yang harusnya masuk di kas daerah ditilep. “Coba lihat di dinas pendapatan, dia punya pendapatan lain-lain dari pertambangan itu tidak ada. Padahal kita ketahui banyak penyumbang-penyumbang. Banyak perusahaan yang sudah menyetor mungkin yah, tapi tidak jelas uangnya kemana. Tidak masuk kas daerah, tidak tercatat dalam APBD. Contoh kasus di Kolaka, di sana tidak jelas dari mana, masuk kemana,” bebernya. Firdaus mengatakan jika gu-

bernur ingin KEK dirancang sebaik-baiknya, paling tidak harus diekspos juga di DPRD. “Masak DPRDnya tidak tahu, ini presiden sudah, kita tidak tahu, apa itu modelnya. Beda kalau kantor (dinas) kalau kepala dinasnya sudah dikasi, bawahannya pasti tahu. DPRD beda, kita hadir dari wilayah-wilayah, bukan anak buahnya ketua, misalnya. Jadi kalau kita tidak pahami secara langsung, kalau presentasenya tidak langsung, kita tidak tahu apa itu maksudnya KEK. Tidak satupun dokumen diterima di DPRD,” tukasnya. “Kalau kita mau bagus, sebaiknya kita semua tahu tentang KEK itu bagaimana modelnya. Paling tidak, yah harusnya itu presentase di sini dulu, supaya kita sama-sama tahu bagaimana sih gambarannya tentang KEK itu,” imbuh politisi utusan dapil Kolaka-Kolaka Utara. Kenapa KEK harus dipresentasekan di DPRD? Karena sejak munculnya pertambangan di Sultra tidak ada pengaruh signifikan yang diterima daerah. Perbandingan yang dikemukakan Firdaus, pendapatan terbesar yang dikumpulkan Dinas Pendapatan justru berasal dari sektor non pertambangan. “Dampak yang muncul khusus tambang di Sultra ini, apa? Coba?. Lihat, daerah mana yang signifikan pendapatannya dengan tambang? Tidak ada,” terangnya pasca hearing dengan Dinas Kehutanan. Di luar konteks usaha pertambangan, Firdaus curiga bahwa polemik KEK selama ini adalah polemik yang sengaja dirangkai khusus dalam rangka menaikkan popularitas Partai Amanat Nasional (PAN). “Kenapa hanya Wa Ode Nurhayati dengan gubernur yang polemikkan. Kita mau mengomentari KEK tidak punya data. Tidak ada dokumen yang dimiliki DPRD,” ujarnya. Dengan tegas ia menyebut selama ini memang tidak ada dampak positif signifikan yang bisa dipetik dari pertambangan di

Sultra. “Kita semua sepakat bahwa dampak positif dari pertambangan di Sultra ini apa sih?. Kita tidak pernah dengar berita baiknya,” katanya. Oleh karena itu ia memberikan apresiasi jika niatan gubernur untuk program KEK dalam rangka mengonsolidasikan semua kepentingan rakyat dan semua stake holder. Hanya masalahnya, gubernur bertindak sendiri tanpa melibatkan DPRD sebagai perwakilan masyarakat. “Tapi inikan kita tidak ngerti, bagaimana sih modelnya itu KEK. Ini jadi lucu barangnya. Lucu kan, DPRDnya tidak tahu. Itu harus kita godok, apa sih KEK itu. Saya tidak tahu bagaimana maksudnya gubernur dengan KEK itu,” tandasnya. Beberapa waktu lalu ketika menjelaskan mengenai KEK, gubernur mengatakan selama ini pola penambangan di Sultra tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan kemasyarakatan di Sultra. Karena itu dirancang program KEK. Ia menganggap KEK merupakan konsep yang tepat untuk penataan pertambangan. “Kawasan Ekonomi Khusus itu adalah jalan keluar dari pengelolaan lingkungan yang tidak terkendali, dari penerbitan KP yang tidak terkendali dan dari eksploitasi sumberdaya alam kita yang tidak memberikan manfaat untuk kesejahteraan rakyat,” ujar gubernur. “Oleh karena itu melalui penataan secara terpadu, terencana dan terkendali, semuanya ini akan kita berikan solusinya. Jadi, dalam membangun ekonomi, kita juga tetap perhatikan ekologi. Tetapi ada hal-hal yang harus kita teliti secara cermat karena itu tidak cukup hanya dengan cara-cara yang serampangan seperti penerbitan IUP dan pengelolaan tambang kita selama ini,” pungkasnya.(ema)


Kendari Pos

8

Susu Formula Berbakteri Wajib Dibuka Jakarta, KP Komisi Informasi Pusat (KIP) merekomendasikan agar daftar susu formula yang terkontaminasi bakteri enterobacter sakazakii dibuka kepada publik. KIP menilai, pengumuman daftar tersebut sejalan dengan Undang Undang KIP yakni agar masyarakat mendapatkan perlindungan dan jaminan atas informasi yang dimiliki oleh pemerintah. UU KIP jeals mengatur bahwa informasi mengenai susu yang mengandung bakteri sakazakii termasuk dalam informasi yang wajib diumumkan oleh Badan Publik. “ Karena itu mengancam hajat hidup orang banyak dan kepentingan umum,” kata Komisioner KIP Abdul Rahman Makmun dalam di Jakarta Rabu (16/2) kemarin. Rahman mengatakan, pada saat kasus ini terjadi yakni pada 2008, UU KIP belum berlaku. Sehingga dalam kasus ini, KIP tidak dalam posisi untuk melakukan penyelesaian sengketa informasi publik. Namun KIP mengapresiasi langkah MA yang telah mengambil putusan sejalan dengan UU KIP. Dalam waktu dekat KIP akan akan melakukan komunikasi intensif dengan tiga Badan Publik terkait dengan temuan susu berbakteri itu yakni Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kemenkes, dan pihak peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB). “Kami akan membahasnya dari perspektif Undang-undang KIP,” ujarnya. Mengenai kemungkinan digunakannya Pasal 52 UU KIP terkait ancaman pidana, sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. Karena dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa badan publik yang dengan sengaja tidak tidak menerbitkan informasi publik dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain akan dikenakan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 5 juta. Kasus ini bermula dari penelitian IPB dalam rentang waktu 2003-2006. Dalam penelitian itu, ditemukan sejumlah susu formula yang mengandung bakteri yang berbahaya. Berbekal penelitian itu, seorang pengacara David L Tobing meminta pengadilan membuka daftar

merek susu itu. David lantas mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 17 Maret 2008. Pengadilan mengabulkan gugatannya agar Menkes dan tergugat lainnya mengumumkan secara transparan susu formula yang tercemar. Dalam putusannya, Majelis Kasasi MA memerintahkan merek susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi bakteri itu diumumkan. Putusan ini dibacakan 26 April 2010 dengan maje-

lis kasasi yang diketuai Harifin A Tumpa dan anggota Muchsin serta I Made Tara. Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Irgan Chairul Mahfiz berencana memanggil Menkes, BPOM, YLKI, dan IPB terkait hal tersebut. Rapat akan dilakukan pada hari ini. DPR akan meminta sikap yang jelas karena hal ini menyangkut kesehatan masyarakat. “Ini kan putusan MA, ini inkrah. Kalau tidak dilakukan akan ada konsekuensi hukum-

nya,” kata Irgan. Irgan juga mendesak pemerintah mengumumkan hasil penelitian IPB. Dia menganggap masalah susu yang mengandung bakteri bukanlah hal yang sepele. Apalagi, ada kegelisahan dalam masyarakat. Secara terpisah, Menteri Negara Perlindungan Perempuan dan Anak (Meneg PPA) Linda Gumelar membenarkan pernyataan Menkes yang mengatakan bahwa penelitian merupakan hak peneliti. (zul)

Kendari Pos |Kamis, 17 Februari 2011

Menpan : Rahasia Umum, Bupati Menyepelekan Gubernur CPNS ........................ optimal,” sesal Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) EE Mangindaan di Jakarta, Rabu (16/2). Menurut mantan gubernur Sulut itu, kegagalan tersebut terjadi karena masih ada gubernur yang belum siap mengkoordinasikan dan ada juga bupati/walikota yang memang tidak mau diajak koordinasi. “Saya maklum mungkin para gubernur ini kesulitan mengawasi bawahannya karena mas-

ing-masing daerah punya aturan sendiri. Apalagi sudah rahasia umum, ada tren sekarang bupati/ walikota lebih senang maju sendiri ke pusat dan terkesan menyepelekan gubernur,” tuturnya. Persoalan ini, lanjutnya, menjadi salah satu dari tujuh area perubahan dalam grand design reformasi birokrasi, yang sudah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010. “Banyak sekali fungsi pengawasan gubernur yang tidak jalan karena tidak adanya dukungan bupati/walikota. Karena itu kami membahas masalah ini dengan Kementerian Dalam

Negeri,” tandasnya. Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan Mangindaan menyatakan, Kemenpan-RB dan BKN (Badan Kepegawaian Negara) telah mengeluarkan surat edaran pada gubernur dan bupati/walikota terkait rekrutmen CPNS. Dalam surat edaran tersebut, pemda diminta melaksanakan rekrutmen dengan mengedepankan aspek objektivitas, transparan, kompetitif, dan bebas KKN. Sebagai wakil pemerintah pusat, gubernur diminta proaktif untuk mengawasi bupati/walikota selama rekrutmen berlangsung.(esy)


Kamis, 17 Februari 2011

Hujan Ringan

24 - 32 °C

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Siswa Bolos Dirazia di Warnet Kendari, KP Realisasi budaya disiplin dikalangan pelajar tampaknya masih jauh dari harapan. Kemarin, (16/2) tim patroli Diknas Kota Kendari kembali mengamankan puluhan siswa yang kepergok sedang berkeliaran di luar sekolah, pada jam efektif belajar. Dari 11 yang terjaring, enam g kedapatan sedang asyik on line di warnet. Dari dua warnet yang diperiksa, salah satu merupakan tempat yang sama ditemukannya siswa pada patroli sebelumnya. Sementara yang lain dipergoki sedang berkeliaran di jalan umum menggunakan seragam sekolah, tanpa izin dari guru piket di sekolah masing-masing. Siswa yang berhasil dijaring oleh tim patroli, berasal dari beberapa sekolah menengah di kota Kendari, yakni SMA 1 Kendari, SMA 9 Kendari, SMK 1 Kendari, SMA 5 Kendari, SMP 9 Kendari dan SMP 17 Kendari. Tidak berbeda jauh dari razia sebelumnya, siswa yang kedapatan tim patroli siswa, beralibi bahwa keberadaan mereka di luar sekolah, karena terlambat, sakit perut dan sedang mengurus sesuatu. Kepala SMAN 5 Kendari, Tenggarud-

Baca boLos di Hal 10 sarfiayanti

Siswa-siswa yang terjarin razia pada patroli siswa Diknas Kota Kendari kemarin.

Dewan Minta Peresmian Pasar Bonggoeya Ditunda Kendari,KP Meskipun Pemkot berencana akan meresmikan Pasar Bonggoeya tanggal (18/2), namun hal ini mendapat reaksi dari DPRD Kota Kendari. Saat menggelar hearing bersama Forum Solidaritas Pedagang Pasar Wuawua kemarin di dewan, Ketua Komisi III Alwi Genda bersama Ketua Komisi II Hermina Andi Baso, menghimbau pihak Pemkot agar menunda peresmian. Dalam hearing, Ketua Forum Solidaritas Pedagang Pasar Wuawua Hendra meminta agar dewan fasilitasi mereka bertemu Pemkot. Kata Hendra sebelum Pemkot meresmikan pasar Bonggoeya, harusnya ada konsultasi dengan pihak pedagang pasar korban kebakaran. “ Kita siap dipindahkan, tapi bagaimana dengan janji pak wali akan menyiapkan semua fasilitas, seperti air, listrik, mck, trayek, mushola dan lods, bagi semua pedagang korban kebakaran. Pihak Pemkot harusnya memikirkan para pedagang pelataran seperti pedagang pakaian bekas ( RB ). Ada sekitar 300 orang pedagang RB yang belum memiliki lapak di Pasar Bonggoeya. Saat ini mereka tetap berjualan di Pasar Wauwua,” ujar Hendra. Menurut Hendra saat ini baru 720 lpak yang dibangun Pemkot Kendari di Pasar Bonggoeya. “ Jangan kita dipaksakan pindah, sementara fasilitas yang dijanjikan belum siap. lapak yang dibangun baru 720 lods, sementara jumlah pedagang korban kebakaran termasuk pedagang pelataran sekitar 1000. Kita tawarkan dua opsi bagi Pemkot, pertama kita minta tetap berjualan di Pasar Wuawua selama tiga tahun, dan kedua kami siap pindah, tapi fasilitas di Bonggoeya dilengkapi semua,” tambah Hendra. Menanggapi aspirasi belasan pedagang Wuawua ini, Ketua Komisi III Alwi Genda menghimbau agar Pemkot merealisasikan semua infrastruktur mulai dari air, trayek, musholah, listrik, mck dan lods, bagi semua pedagang pasar. “ Permintaan para pedagang pasar Wua wua wajar saja. Sebelum Pemkot merelokasikan dan meresmikan pasar Bonggoeya tanggal ( 18/2), semua falilitas harus disiapkan. Kalau infrastruktur belum siap, kami himbau agar peresmian itu ditunda dulu,” tukas r Alwi Genda kemarin. Hal senada juga dikatakan Ketua Komisi II Hermina Andi Baso. Semua aspirasi pedagang akan mereka bicarakan dengan Pemkot Kendari. “ Kita akan undang pihak Pemkot sebelum peresmian digelar. ( tri )

BK DPRD Kehilangan Nyali Suhadi hanya Diminta Aktif, Didemo karena Kinerja Tak Ada Hasil Kendari,KP Sikap Badan Kehormatan (BK) DPRD terhadap kasus disersi Suhadi bagai kehilangan nyali. Padahal sebelumnya BK sangat ngotot ingin memberhantikan Suhadi. Lihat saja pernyataan Alwi Genda, Ketua Fraksi DPRD tempat Suhadi berkantor mengaku, inti surat yang diterima dari BK tentang permintaan agar Suhadi kembali aktif. “ Surat dari BK sudah saya terima pekan lalu. Intinya meminta agar Suhadi kembali aktif. Surat ini akan saya kirimkan ke partainya,” ujar Alwi Genda kemarin. Akan mengirim menurut Alwi Genda berarti surat itu belum juga dikirim. Padahal sudah sepekan diterima. Ini menggambarkan ketidak seriusan DPRD. Hal yang sama juga dikatakan Ketua BK Muh Yahya. Menurut dia, pihaknya melayangkan surat ke ketua fraksi Suhadi, meminta agar kembali aktif. “Ingat BK itu punya kewenangan untuk memberhentikan anggota dewan, baik sebagai anggota dewan maupun dari alat kelengkapan dewan. Hal ini jelas diatur dalam tatib dan kode etik dewan.” ujar Muh Yahya tapi mengaku BK cuma meminta Suhadi aktif kembali. Melemahnya kontrol BK terhadap anggota DPRD ini apakah berkaitan dengan ancaman Tajudin, pengacara Suhadi yang akan memproses hukum pihak yang merugikan kliennya? Hal ini belum diketahui persis. Namun lemahnya BK juga menjadi pemicu Barisan Mahasiswa Pemerhati Hukum (BMPH) Sultra melakukan demonstrasi kemarin. Menurut mereka, kinerja BK belum ada hasil. Ada beberapa kasus di DPRD Kota Kendari yang melibatkan

Baca nyaLi di Hal 10

Bocah 4,5 Tahun Diembat Pamannya Kendari, KP Sebagai paman, perilaku Supriadi alias Pelli (25) jangan dijadikan contoh.Lihat saja kelakuannnya bejat, keponakan sendiri pun diembat. Keponakannya Pelli berusia 4,5 tahun bernama Melati-nama samaran. Libido Supriadi yang tak

Ribuan liter arak disita Polres Kendari.

tertahankan harus dilampiaskan pada anak bawah lima tahun (balita). Supriadi yang tak lain adalah warga Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu kini mendekam

Baca Diembat di Hal 10

suwarjono

Miras Illegal Bebas Masuk Kendari

Muh Yahya

Kendari, KP Diprediksi minuman keras (Miras) ilegal cukup banyak yang masuk di Kendari. Anehnya instansi terkait yang bertugas memantau keluar masuknya barang tersebut hanya bisa diam. Buktinya, Senin (14/2) anggota Ditnarkoba Polda Sultra dan Dinas Perindagkop dan UKM Kota Kendari hanya bisa diam, saat ratusan Miras merk Bir

Bintang tanpa label tiba di gudang Toko Tunas Bakti. Kedua instansi tersebut sekitar pukul 20.00 Wita saling lempar tanggungjawab soal Miras yang lebih 300 karton jumlahnya. Entah mengapa, namun yang pasti pihak Ditnarkoba Polda Sultra yang dipimpin langsung Kasat 1 Polda Sul-

Baca miras di Hal 11


Metro

10

Siswa Bolos juga Meresahkan Warga Bolos... din M Pd yang dikonfirmasi terkait siswanya yang kedapatan berada di luar jam belajar, mengaku bahwa pihak sekolah sudah tegas memberlakukan aturan dan tata tertib agar siswa tidak berkeliaran di luar sekolah. Namun, karena kurangnya kesadaran siswa, masih saja ada yang melanggar, dan itu diluar sepengetahuan guru piket dan pihak seklah. “Patroli siswa merupakan upaya Diknas untuk menertibkan siswa yang lalai pada jam belajar, dan saya sangat mendukung kegiatan ini. Terkait konsekuensi ataupun sanksi bagi siswa yang terjaring razia, itu merupakan kebijakan internal kami. Tentunya mereka yang sudah beberapa kali terjaring patroli akan kami tindaki secara tegas, dengan cara mengembalikannya ke orang tua masing-masing,” terangnya. Mantan guru SMAN 2 Kendari itu menuturkan, jika siswa yang kemarin terjaring patroli adalah salah satu siswa yang sudah masuk dalam daftar hitam di sekolah itu. Bahkan orang tua yang bersangkutan seringkali dipanggil untuk menghadap ke sekolah. Bahkan, ketika dirinya mencoba menghubungi orang tua siswa itu, dirinya tidak mendapat respon apapun, malahan teleponnya dimatikan. “Kemungkinan

siswa kami ini kurang maksimal dibina di lingkungan keluarga, buktinya telepon dari saya dimatikan begitu saja oleh orang tuanya setelah mengetahui jika anaknya kembali bermasalah,” ungkapnya. Koordinator Tim Patroli Siswa, Nuriyanto mengatakan, kegiatan razia siswa akan terus dilakukan secara kontinyu. Untuk memaksimalkan kegiatan itu, pihaknya membuat jadwal secara acak. Hal itu sebagai bentuk antisipasi agar patroli siswa efektif dan optimal. Menurutnya, menurunnya jumlah siswa yang terjaring razia kemarin, belum bisa dijadikan patokan jika siswa sudah mulai taat dengan aturan sekolah. Namun, berkurangnya jumlah itu, setidaknya bisa memberikan sedikit gambaran bahwa kegiatan patroli sudah mulai efektif. Apalagi mendapat dukungan penuh dari sekolah, sehingga patroli siswa berjalan lancar. Ia berharap, dukungan tak hanya datang dari pihak sekolah, tapi juga masyarakat. Siswa yang bolos sekolah bukan hanya berpotensi menurunkan prestasi belajar mereka, tapi juga meresahkan warga bila melakukan aksi yang berbenturan dengan hukum. “Mudah-mudahan kegiatan patroli bisa memberikan motivasi bagi siswa, agar lebih taat dan patuh pada aturan serta tata tertib sekolah,” harapnya. (fya)

Banyak Anggota Dewan Terjerat Hukum

Tersangka Sempat Bersembunyi di THR

Nyali...

di tahanan Mapolsek Mandonga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolsek Mandonga, Kompol Samin mengatakan, peristiwa pencabulan itu terjadi Jumat (12/2) sekitar pukul 12.00 wita. Ketika itu, Melati sering bermain di rumah neneknya yang juga tempat tinggal tersangka. Entah apa yang mempengaruhi dirinya hingga melampiaskan nafsu bejatnya pada seorang balita. “Pelaku membawa korban masuk ke kamar dan mengeksekusi. Perbuatan tersangka terbongkar, saat korban bercerita ke orang tuanya jika ada sesuatu yang mirip ingus di kelamin korban. Setelah diperiksa, ternyata cairan itu adalah cairan sperma dan pelaku yang ditunjuk gadis kecil itu adalah pamannya sendiri bernama Supriadi,” terang Kompol Samin saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Saat perbuatan bejatnya terbongkar, Supriadi sempat melarikan diri ke THR dan bersembunyi di salah satu rumah keluarganya. Namun, Tim Buser Polsek Mandonga melakukan pencarian secara intensif hingga berhasil membekuk.“Tersangka sudah ditangkap dan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Tersangka terancam dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 297, 290, 292 KUHP tentang perbuatan cabul serta pasal 81 dan pasal 82 Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” jelas mantan Kabag Ops Polres Wakatobi itu. (aka)

para anggota dewan, seperti kasus Suhadi yang nyaris tidak pernah masuk kantor. Kemudian kasus La Ode Arifaid yang diduga terlibat kasus penyelundupan unggas, hingga kasus Muh Amin alias Boby Razak yang diduga terlibat kasus korupsi pengadaan mobil dinas fiktif di Bombana. Dalam tuntutannya BMPH mempertanyakan kinerja BK yang hingga sekarang belum memberikan sanksi apapun terhadap para anggota dewan yang diduga terlibat berbagai kasus tersebut. “ Kami minta agar BK segera memberikan sanksi terhadap para anggota dewan yang namanya disebut di atas. Apa BK sudah tidak profesional lagi bekerja, hingga tidak satupun sanksi yang diberikan pada para anggota dewan seperti Muh. Amin dan La Ode Arifaid dan anggota dewan lainnya, yang melanggar tatib dan kode etik dewan,” tegas Aken Palangga Putra dan Taha Ramadhan dalam orasinya. Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi III Alwi Genda mengatakan, urusan hukum yang menimpa Suhadi, La Ode Arifaid atau Muh Amin, dewan tidak bisa mencampuri, kerena telah masuk ranah hukum. Sedangkan internal dewan, kasus ini tetap diproses oleh BK. Usai mendengar penjelasan dewan, BMPH akhirnya membubar diri. Sebagaimana diketahui, Muh Yahya beberapa kali mengungkap kalau BK akan memberhentikan Suhadi.Suratnya akan dilayangkan ke ketua fraksi di mana Suhadi berada di DPRD.Selanjutnya ke Ketua DPRD Abd Razak dan surat dilanjutkan ke gubernur. ( tri )

Diembat...

Kendari Pos | Kamis, 17 Februari 2011

Pengedar Kupon Putih Diringkus Kendari, KP Kasus judi kupon putih alias togel kembali marak di Kota Kendari. Buktinya, setelah beberapa kali berhasil membekuk satu pengedar, tim Buser Polsek Mandonga kembali meringkus pengedar lainnya, kemarin. Tersangkanya bernama Arman alias Aman (30), warga Taman Soropati Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Kapolsek Mandonga, Kompol Samin mengatakan, pengungkapan pengedar kupon putih tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas yang dilakukan oleh tersangka. Tim Buser Polsek Mandonga pun langsung bereaksi menyelidiki kebenaran informasi tersebut. “Tersangka dibekuk saat melakukan perekapan nomor kupon putih di rumahnya. Kami pun langsung memboyong tersangka ke Mapolsek Mandonga untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Samin di ruang kerjanya. Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kertas rekapan 5 lembar, uang tunai Rp 320 ribu, serta satu buah handphone. Tersangka akan dijerat Undang-Undang RI nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian dan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. “Kami masih akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap bandar-bandar kupon putih yang ada di Kota Kendari. Kami berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi memberantas judi jenis kupon putih dan menginformasikan kepada kami jika melihat adanya aktivitas pelaku peredaran,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Kendari itu. (aka)


Kendari Pos | Kamis, 17 Februari 2011

Metro

11

Jaringan Listrik Bonggoeya Terpasang Kendari, KP Menjelang dua hari peresmian Pasar Bonggoeya, jaringan listrik mulai di pasang Pemkot Kendari. Seperti yang tampak kemarin (16/2) di kawasan Pasar Bonggoeya. “Selama dua hari ini kami menargetkan pemasangan jaringan listrik di Pasar Bonggoeya dapat rampung, minimal 60 persen. Untuk tahap awal ini kami akan memasang 50 titik lampu jalan, dari total 100 titik,” ujar Kabid

Aset dan Investasi Dispenda Kota Kendari, Yusuf Djato. Ia mengaku belum rampung semua lampu karena masih banyak pedagang yang belummenempati kiosnya. “Anggaran pengadaan lampu jalan ini diambil dari pos anggaran lampu jalan APBD 2011, Rp 1 juta untuk satu titik. Demikian pula dengan daya listriknya yang diambil dari sebagian daya lampu jalan sepanjang Bay pass- Pasar Wuawua hingga Lepolepo,” tuturnya.(fas)

Distibutor Bir Bintang Minta Polisi Bersikap Miras... tra Kompol Pambudi, sempat berdiskusi dengan pemilik miras. Beberapa anggota kepolisian dari Polda dan Polres Kendari sempat masuk didalam gudang Tunas Bakti. Beberapa menit seluruh anggota kepolisian keluar dari gudang tersebut menuju toko Tunas Bakti. Di toko tersebut terlihat perdebatan cukup tegang antara Pambudi dengan Henky (pemilik toko). Selang setengah jam pertemuan itu kepolisian langsung meninggalkan lokasi dan hanya tersisa Pambudi, kala itu. Entah apa yang didiskusikan namun Pambudi saat keluar langsung menemui awak media dan menjelaskan soal miras yang tidak bisa disita kepolisian. Pambudi, mantan Kabag Ops Polres Kendari menjelaskan jika barang tersebut adalah bir bintang. Sesuai dengan undang-undang (UU) miras tersebut termasuk golongan A. Di dalam UU tidak ada aturan yang jelas tentang peredarannya. “Kami mengacu kepada undang-undang sehingga kami berikan status quo,” katanya. Dari kutipan pemilik Tunas Bakti mengaku jika barang tersebut dibeli dari Makassar dan masuk ke Kolaka. Bagaimana dengan status Miras tersebut, Pambudi mengatakan memang seluruhnya tak satu pun yang terdapat label. Soal ada label dan tidaknya, lanjutnya semua ada di tangan disperindagkop Kendari. “Soal mana yang tinggi antara undang-undang dan Peraturan Daerah (Perda), kepolisian hanya mengacu pada undang-undang. Mirasnya tidak ada dokumennya pastinya,” katanya, sembari menambahkan dirinya akan memanggil Henky ke Polda Sultra secepatnya. Sementara Kadis Perindagkop dan UKM Kota Kendari, Syam Alam melalui Kabid Pedagangan Dalam Negeri, Haerun mengatakan pihaknya malam itu tidak bisa bergerak untuk melakukan pemeriksaan karena tidak ada surat resmi dari pimpinan. Seharusnya polisi saat itu bisa bertindak jika pemiliknya tertangkap tangan membawa miras ilegal, merekalah yang sangat berkompoten. “Institusi penyidik ada pada kepolisian hal ini sesuai dengan KUHAP, jadi ketika mereka mencurigai sesuatu dan ada indikasi pelanggaran maka mereka bisa menangkapnya langsung,” katanya. Tunas Bakti memang bukan distributor untuk produk Bir Bintang, seharusnya sesuai dengan aturan yang ber-

laku membeli dari distributor yang tertunjuk di Sultra atau di Kendari. Di Sultra distributor resmi untuk penjualan Bir Bintang hanya PT Cinta Damai Insani (CDI). Soal 300 karton miras yang tak berlabel pihak Disperindagkop akan melakukan pengecekan nanti dan hingga barang tersebut masuk di Kendari belum ada laporan. Mendengar ada 300 karton Bir Bintang yang masuk di Kendari, PT CDI berang. Pimpinan PT CDI, Hansen Layunwira ketika dikomfirmasi tentang kasus tersebut langsung membeberkan aturan yang berlaku untuk pendistribusian miras. Menurutnya sesuai dengan surat dari PT Multi Bintang Indonesia, Jakarta sangat jelas. Untuk di Sultra hanya satu distributor yang berhak menjadi distributor. Pada surat tersebut menerangkan PT CDI sesuai dengan perjanjian pada tanggal 1 Maret 2009 distributor hanya satu. “Jadi kalau ada yang membawa miras Bir Bintang dari luar Sultra maka hal itu sudah salah,” katanya. Tunas Bakti seharusnya membeli Miras tersebut dari PT CDI karena pihaknya sudah membayar pajak dan label legal yang dikeluarkan oleh Disperindag Kota Kendari. Pertanyaan sekarang lanjut Hansen, jika barang tersebut masuk di Kendari tanpa ada dokumen, berarti terindikasi tidak membayar pajak dan tidak mememiliki label. Berarti miras tersebut berstatus illegal dan institusi serta lembaga terkait yang mengatur masalah miras ini segera menyita dan memberikan sanksi tegas. Jika tidak maka toko atau perusahaan lainnya akan seenaknya saja memasukan miras di Kendari dan yang rugi pastilah kabupaten dan kota setempat. (aka)

ulfah

Pemasangan lampu jalan Pasar Bonggoeya.


Hiburan

Kendari Pos |Kamis, 17 Februari 2011

Zhang Ziyi, Kencan Misterius

Selena Gomez, Cinta Justin Bieber Sebatas Kakak-Adik AKHIRNYA, teka-teki hubungan Justin Bieber dengan Selena Gomez terjawab. Gomez membuat pengakuan, dirinya mencintai penyanyi remaja itu. Dengan pedenya, Selena ngaku memiliki perasaan mendalam terhadap Beiber. Tapi anehnya, dia bingung mendefinisikan level hubungan mereka. “Aku mencintainya. Dia sudah lama masuk dalam kehidupanku. Dia temanku,” ungkap Selena dikutip Showbizspy. Pada perayaan Valentine kemarin, aktris ini tak merayakannya bersama Beiber karena kesibukan. “Aku bekerja sepanjang hari. Hari Valentine kali ini

aku habiskan bersama fans,” katanya. Bintang Wizards of Waverly Place ini pernah mengungkapkan status hubungannya dengan pelantun Baby itu. Gomez menganggap, Beiber tak lebih dari seorang adik dan tak mungkin baginya memacari penyanyi berwajah imut itu. “Dia itu aku anggap sebagai adik kecil. Aneh sepertinya kalau aku pacaran dengannya,” kata bekas pacar Taylor Lautner ini. Beiber mengungkapkan sedang pacaran dengan seseorang, tapi tak menyebutkan nama Selena Gomez. “Iya, aku pacaran. Aku memacari orang-orang berbeda. Aku baru 16 tahun, jadi aku ingin senang-senang dulu,” ujar Beiber. (jpnn/lia) Justin

Selena Gomez

Gandeng Pacar di Single Baru

Alice Norin

AKTRIS asal China Zhang Ziyi dikabarkan punya kekasih baru. Perempuan berambut panjang itu terlihat berlibur bareng seorang pria misterius di Tokyo, Jepang. Dilansir Xin MSN, Zhang Ziyi menghabiskan banyak waktu menjelang Hari Valentine bersama pria tersebut. Selama bintang film itu berada di Tokyo, sang pria selalu mendampingi dan mewujudkan semua keinginannya. Bekas tunangan miliuner asal Israel Vivi Nevo itu sampai ke Hotel Villa Fontaine Roppongi sekitar pukul 3 petang. Keduanya makan siang dengan menu wagyu dan menghabiskan uang sampai Rp 4,5 juta. Sang pria yang membayar semua tagihan tersebut. Sang pria tak lupa membantu Ziyi memakai mantelnya sebelum meninggalkan restoran. Keduanya berjalan keluar bersamaan. Sementara Ziyi sibuk memakai scarf, sang pria membawakan tas tangan perempuan berusia 32 tahun tersebut. Hubungan bintang film Memoirs of a Geisha dan Vivi berakhir pada akhir 2010 lalu. Saat merayakan ulang tahunnya di Beijing, 8 Februari lalu, Ziyi curhat lewat blog-nya. Ziyi kala itu mengaku jomblo. Sementara media Hong Kong melaporkan, sang aktris telah menemukan tambatan hati baru. Hingga kini si bintang House of Flying Daggers dan manajemennya belum mau berkomentar. (jpnn/lia)

Zhang Ziyi

Alice Norin GAGAL membangun rumah tangga bersama DJ Riri, tidak membuat Alice Norin menutup hati. Perempuan kelahiran Stavanger, Norwegia, 21 Juni 1987 itu, kini menemukan kekasih barunya yakni Alvin. Tidak hanya mesra dalam urusan cinta, Alice mengajak pacarnya untuk menggarap single perdananya yang bertajuk Dan Kita. “Orang tahunya aku main sinetron, film dan DJ. Tapi sekarang aku mau fokus di dunia musik,” tukasnya Alice di Rolling Stone, Jakarta Selatan, Sabtu malam (14/2). Dia mengaku, hampir semua persiapan single perdananya dibantu pacarnya yang berasal dari Bandung tersebut. Bintang sinetron Amanah Dalam Cinta ini berharap hubungan cintanya membawa semangat baru dalam kehidupannya. Terlebih, selama satu tahun menjalin hubungan, keduanya bisa saling mendukung satu sama

13

lain. “Insyaallah kali ini serius dan respon dari masing keluarga, Alhamdulillah pada setuju, pada senang,” ungkapnya seraya tersenyum. Alice mengaku banyak hal positif yang bisa mereka berdua lakukan untuk menata karirnya di dunia hiburan. “Kita bisa melakukan hal yang sama. Misalnya dia sekarang ngebantu memproduseri lagu dan banyak hal yang bisa dilakukan positif secara bersamaan. Jadi, bukan cuma sekedar hubungan pacaran saja,” terangnya. Meski saling mendukung, Alice menampik jika keputusannya terjun ke musik karena kekasihnya. Ini murni keinginannya untuk mengembangkan talentanya. “Aku nggak mau setengah-setengah, pinginnya maksimal. Mungkin ada yang berpikir kok kelihatan banyak kegiatan. Ada sinetron, ada ini, ada itu, sebenarnya semua nggak sekalian berjalan memang dibagi waktunya,” pungkasnya. (jpnn/lia)


14

Edukasi

Kelompok Pertukaran Pemuda Kunjungi Sekolah Kendari, KP Anggota pertukaran pemuda Indonesia-Australia berkunjung ke SMAN 4 Kendari, Senin, (14/2) itu disambut meriah. Sekitar 30 mahasiswa Australia dan Indonesa itu membawakan aneka budaya bangsanyamasing-masing. Budaya Australia yang banyak dibesarkan suku Aborigin itu tak surut dari tatapan para siswa. Begitu juga dengan budaya Indonesia yang ditampilkan mahasiswa Indonesia, seperti tarian saman dari Aceh, musik angklung dan aneka budaya Nusantara lainnya. Selain itu, ditampilkan pula karya kolaborasi antara budaya Indonesia dan Australia yang diolah manjadi tarian yang menarik. Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala SMAN 4 Kendari, Drs. Triyanto mengatakan, sangat positif untuk membangun generasi muda bangsa yang cinta pada budaya bangsanya. Pada kesempatan itu, siswa SMAN 4 Kendari turut menampilkan budaya Sulawesi Tenggara yang khas, yaitu tari lulo. “Kami sangat bangga dengan apa yang mereka bawa. Itu merupakan wujud kecintaan mereka pada Indonesia. Semoga ini menjadi nilai positif tersendiri bagi siswa kami,” katanya. (p1)

Kendari Pos |Kamis, 17 Februari 2011

Beasiswa Korpri Segera Diusul Kendari, KP Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Selain pegawai golongan I dan II, putra-putri para pegawai juga mendapat perhatian. Bentuknya diberikan dalam bantuan besiswa, untuk siswa SMA dan mahasiswa. Dalam 2011 menurut Ali Kibu, Kepala Sekretariat Korpri Kota Kendari, beasiswa tersebut masih dalam tahap pengusulan. Meski belum diketahui secara pasti jumlah penerima tahun ini, tetapi dipastikan anak anggota korpri yang sudah memasukkan berkasnya akan diusulkan ke pusat.

“Belum ada kepastian berapa jatah beasiswa korpri untuk kota Kendari tahun ini. Rencananya dalam waktu dekat saya akan berangkat ke Jakarta, untuk melakukan konfirmasi. Mudah-mudahan secepatnya ada kejelasan,” terangnya. Menurut Ali Kibu, pada 2010, kota Kendari mendapat jatah 14 orang, 10 siswa SMA dan empat mahasiswa. Total dana yang dikucurkan sebesar Rp 54 juta, setiap siswa memperoleh bantuan belajar Rp 3 juta pertahun, dan mahasiswa Rp 6 juta. Ali mengungkapkan, bantuan belajar itu merupakan salah satu bentuk kerjasama antara PT Askes pusat, dengan Korpri yang sudah terlaksana selama dua tahun. Sejauh ini,

bantuan itu kata dia, memberikan kontribusi cukup besar bagi kelangsungan pendidikan anak pegawai golongan I dan II. Lebih-lebih bagi mereka yang berprestasi, tapi terkendala biaya studi. “SD dan SMP tidak diprogramkan dalam beasiswa ini, karena biaya pendidikan di jenjang itu sudah digratiskan. Tidak perlu mendapat bantuan untuk bersekolah, karena tidak ada lagi pembayaran wajib,’’ katanya. Untuk optimalisasi program itu, ia mengharapkan agar putra-putri anggota Korpri golongan I dan II segera memasukkan berkas, jika sudah mendapat kejelasan, berkas itu akan segera diusul. (fya)

Mahasiswa Dicoret dari Beasiswa Bidik Misi WULAN/KP

AnggotapertukaranpemudaunjukkebolehankebudayaanIndonesiaberupa vokal dengan iringan angklung.

Kendari, KP Peringatan keras yang disampaikan Prof H La Sara, PhD, Pembantu Rektor I Unhalu, bahwa penerima beasiswa bidik misi yang tidak menaati aturan akan diberi sanksi. Tercatat sebanyak 21 mahasiswa Unhalu angkatan tahun 2010/2011 pun dicoret dari daftar penerima beasiswa bidik misi, kemarin (16/2). Prof La Sara menegaskan, telah menerima usulan pencoretan 21 mahasiswa yang mengabaikan aturan yang ditetapkan dalam bidik misi. Hasil verifikasi pengelola Asrama Ibnu Sina Unhalu, mereka teridentifikasi melakukan kesalahan yang tidak boleh ditunjukkan sebagai penerima beasiswa yang diprioritaskan bagi yang berlatar ekonomi lemah dan berprestasi. Aturannya, lanjut dia, penerima

beasiswa bidik misi harus masuk asrama selama setahun awal masa studi, aktif kuliah, dan berlatar belakang ekonomi lemah. Bila diabaikan, tanpa pandang bulu siapapun harus dicoret. Tentu saja kata dia, sebelum diganti dari daftar penerima bidik misi, mahasiswa sudah diberikan peringatan khususnya bagi yang belum masuk asrama dan tidak aktif kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Fakultas Pertanian. “Ketika yang bersangkutan tidak pernah aktif kuliah, tidak mau masuk asrama dan berlatar ekonomi kaya, tentu menyalahi mekansime bidik misi. Solusinya, kita ganti dengan yang benar-benar memenuhi standar,’’ katanya. Dikatakan, mahasiswa yang dihentikan dananya, status mereka kembali sebagai mahasiswa reguler. Pengelola akan akan lebih esktra ketat menjaring penerima beasiswa, tidak hanya men-

gandalkan rekomendasi dari kepala sekolah. Harus dikros chek ke orangorang terdekatnya untuk memastikan apakah mereka layak. Di tempat yang sama, Ketua Pengelola Asrama Ibnu Sina Unhalu, Fitriaman SE., M.SA, mengatakan calon pengganti pun telah diusul. Mereka dihadirkan kemudian diseleksi ulang sesuai mekanisme. Artinya, jumlah 177 penerima angkatan tahun 2010 tanpa perubahan dan berhak atas beasiswa sekitar Rp 1 juta setiap bulan (selain pembayaran SPP, biaya almamater serta biaya administrasi lainnya). “Penerima diasramakan setahun, setelah itu mereka dicarikan asrama di luar kampus tanpa lepas binaan (kepemimpinan, perubahan mental dan perilaku, pendalaman agama). Tentunya selama di asrama akan dipantau, apakah ada yang sakit karena dokter sudah disiapkan. Termasuk memantau mahasiswa, apakah mereka masih sesuai dengan komitmen awal,’’ pungkasnya. (p1/lia)


Kendari Pos |Kamis, 17 Februari 2011

Edukasi

HMPS-BDP FPIK Review Kritik dan Dialog Terbuka Kendari, KP Ketua Program studi BDP, Ir. Asnani, M.Si juga memberi apresiasi Dalam rangka mendorong nuansa akbahwa salah satu metode pengajaran ademik di Fakulatas Perikanan dan adalah perlunya mahasiswa yang lebIlmu Kelautan Unhalu, Himpunan Maih aktif dalam membahas topik penhasiswa Program Studi Budidaya, mergajaran dan mendiskusikannya eview kritik dan dialog terbuka. Kegdalam kelas. Karena hal ini sesuai iatan yang diketuai Harianto itu berdengan format Kurikulum berbasis tujuan untuk mereview segala aktvikompetensi. tas akademik yang telah berlangsung selama ini. Dari hasil dialog terbuka antara ma‘’Mungkin saja masih banyak hasiswa bersama civitas akademika kekurangan selama ini. Dengan adanprogram studi budi daya perairan ya pertemuan dan dialog tersebut, di(BDP) menghasilkan beberapa isu pentharap dapat mewujudkan niat dan koing seperti, perlunya perbaikan fasilitas perkuliahan, laboratorium proses mitmen mahasiswa BDP menuju Properkuliahan, dan standar penilaian gram Studi BDP yang terakreditasi A,’’ WULAN/KP dosen mata kuliah terhadap nilai akhir kata Dekan FPIK, Prof Dr La Ode M. Suasanareviewkritikdandialogterbukamahasiswa mahasiswa. Fasilitas gedung FPIK Aslan yang membuka acara. FPIK Unhalu. yang sudah rusak parah pun tak luput Pada kesempatan itu, Aslan secara dari usulan mahasiswa agar segera langsung memberi apresiasi yang bemelakukan perbaikan. Pengusulan persar kepada lembaga kemahasiswaan hadapan seluruh dosen, pengurus BEM, khususnya HMPS-BDP yang telah mewadalangkoe diving, dan mahasiswa, orang nobaikan tersebut layak ditindaklanjuti karehi kegiatan review kritik dan dialog terbumor satu di FPIK itu mengharapkan acara na dikhawatirkan, plafon yang jatuh segka antara mahasiswa dan dosen yang pada tersebut menjadi acar rutin agar hasilnya era diperbaiki agar tidak menimbulkan kali pertama dibuka di FPIK Unhalu. Di dapat dievaluasi secara terus menerus. kecelakaan pada mahasiswa. (p1)

15

Siapkan Rapor Elektronik Kendari, KP Meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan menjadi tujuan utama dari setiap satuan pendidikan. Tak hanya siswa yang harus berkembang, sarana pun menjadi salah faktor penentu tercapainya pendidikan bermutu. SMAN 5 Kendari yang akan melakukan terobosan baru dengan suatu metode baru dalam meningkatkan kualitas. Menurut Wakasek Kurikulum, Andi Nurdin, S. Pd., pihaknya telah

berencana untuk menciptakan rapor elektronik. Upaya itu dilakukan karena Hal itu karena SMAN 5 Kendari merupakan sekolah model yang mengacu pada pusat sumber belajar (PSB). Penggunaan sarana IT dan PSB mulai direalisasikan. Adanya rapor elektronik katanya, akan memudahkan semua pihak, khusunya siswa dan wali murid. Semua siswa dan wali murid dapat mengakses laman (website) yang tersedia untuk mencari informasi sepu-

tar nilai rapor. Tak hanya rapor, nilai ujian final pun tak perlu lagi diumumkan seacra manual. Guru dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk berbagai keperluan seputar penilaian peserta didik. “Kami berharap program ini dapat segera terlaksana. Mudah-mudahan tahun ajaran barusudahkamigunakan.Karena saat ini perangkat kami sudah tersedia, hanya saja teknisinya masih kurang,” kata Andi. (p1)


16

Xpresi

Kendari Pos | Kamis, 17 Februari 2011

Koment Seputar Xpresi Lover’s Kegiatan Expresi lover’s yang dilaksanakan, Sabtu (12/2) lalu, ternyata sukses memboyong para pelajar/mahasiswa se Kota Kendari menjadi komunitas baru yang kreativ dan inovatif, namanya Xpresi Lover’s. Nggak hanya seru-seruan karena dihadiri puluhan siswa dan siswi yang super gaul, yang terpenting adalah wadah yang dibentuk sepenuhnya menjadi pendorong untuk terus kreatif di bidang masing-masing. Diharapkan sech...mereka bisa menjadi inspirasi baru bagi pelajar maupun mahasiswa di Sultra. Expresi Lover’s yang terbentuk dibawah Kendali Nurcahya, siap eksis mengisi kegiatan positif remaja. So guys...Cahya, sapaan akrab Nurcahya yang juga mahasiswi dari program studi Kesehatan Masyarakat Unhalu dah mengantongi sejumlah kegiatan yang bakalan memberikan spirit bagi remaja or sobat Xpresi. Nggak perlu khawatir dech...semua kegiatan mereka pun akan diekspose Kendari Pos, harian pertama dan terbesar di Sultra. Pingin tau comment pengurus Xpresi Lover’s yang kepilih. Simak yuuuuk!!!

Kumala Dewi (Siswi SMAN 2 Kendari) Hmm... kegiatan ini so’ pasti sangat sesuai dengan jiwa kita-kita. Di sini kami bisa belajar berbagai hal yang bermanfaat. Selain itu kita juga bisa ketemu dengan teman dari berbagai SMP,SMA, bahkan mahasiswa. Yah.. pengetahua kami akan diramu jadi sebuah event yang bermanfaat.

Muhamad Fajrin (Siswa SMAN 9 Kendari) Senang bisa ketemua banyak teman di sini. Tapi yang lebih menggembirakan lagi adalah event yang akan diadakan ke depannya.

Xpresi Lover’s Wadah Kreativitas Pelajar

tau ngga sobat xpresi?? Baru-baru ini Kendari Pos bersama puluhan pelajar dan mahasiswa sepakat untuk membentuk lembaga Xpresi Lover’s. Organisasi ini beranggotakan siswa-siswa dari berbagai sekolah dan mahasiswa perguruan tinggi di Kendari. Emang sech, bukan hal baru, coz organisasi serupa udah pernah terbentuk beberapa tahun silam, yang diberi nama Durlov, alias Durasi Lovers. But, karena komunikasi antar sesama pengurus mandek, lembaga tersebut vakum, jadi mati suri dech..so’ untuk melanjutkan kemitraan dan silaturahmi dengan seluruh sobat xpresi, maka dibentuklah lembaga Xpresi Lover’s yang berorientasi penuh untuk mewadahi pengembangan potensi dan kreativitas pelajar. Saking menariknya kegiatan-kegiatan yang bakalan dihelat, banyak loh sobat xpresi yang gabung jadi pengurus. Bukan hanya mahasiswa yang terlibat pelajar SMP dan SMA juga ikut

menjadi pengurus inti masa bakti 2011/2012. Suasana pemilihan Sabtu (12/2), berlangsung seru, soalnya hampir setiap sekolah mengusulkan calon ketua. So pasti donk, untuk menjadi pemimpin organisasi itu harus orang yang capabel, sehingga masing-masing peserta mencalonkan pilihan yang dianggap layak. Ngga ribet koq syarat menjadi ketua, selama doi berprestasi, memiliki pengalaman menjadi pengurus lembaga en punya komitmen kuat untuk ngembangin X-lov dijamin bakalan kepilih jadi ketua. Dari kriteria itu, Nurcahya Aswindo yang berasal dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Unhalu, mendapatkan polling suara terbanyak en kepilih jadi ketua. Untuk diketahui neh, Nurcahya tuh selalu rengking di sekolahnya saat SMA dulu. Bahkan dia juga sempat menyandang gelar juara umum lho. Bukan itu saja Cahya, sapaan akrab cewek berjilbab itu, juga aktif diberbagai kegiatan in-

tra dan ekstrakurikuler. Selain tercatat sebagai pengurus OSIS, ia juga aktif di sanggar seni. En kalo prestasi akademik, selama kuliah ia selalu meraih IPK diatas 3,50. Selain ketua, saat itu juga terpilih beberapa orang pengurus inti X-lov. Syafaat, siswa SMPN 9 Kendari dipercaya untuk menjadi Sekretaris. Sedangkan dua cewek manis, Nurmina dari SMP 17 Kendari dan Jessica asal SMP Frater menjabat posisi bendahara. Sabtu (19/2), komunitas X-lov bakal ngadain pertemua susulan. pada kesempatan itu, akan dibahas seputar rencana penyelenggaraan iven Xpresi party yang bakal digelar Maret tahun ini. Sobat X-lov yang belum sempat terjaring dalam kepengurusan, ngga perlu khawatir, kalian bisa berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan X-lov koq, yang jelas semuana berkomitmen untuk menjalin silaturahmi dan mengembangkan potensi dan kreativitas yang dimiliki. (fya/lia)

Wah.. pasti seru n nambah wasasan kita tuh.. Semoga kegiatannya berjalan lancar dech.. dan saya akan bekerja semampu dan seaktif mungkin.

Christye Angelina (Siswi SMP Frater Kendari) “Kegiatan Expresi Lover’s ini sangat bagus untuk mengembangkan kemampuan para pelajar di berbagai bidang. Gak hanya melulu di sekolah. Kami ingin mendapat pengalaman yang lebih kreatif dan inovatif. Selain pengen terkenal, kami juga pengen jadi jurnalis cilik,”

Arul (Siswa SMA Kartika) “Saya sangat bangga akan terbentuknya Expresi Lover’s yang sarat dengan activity. Kami dapat mengembangkan wawasan. Bukan sebatas hal-hal umum semata, tapi kami berharap dari kegiatan ini dapat menjadi ajang kreativitas para pelajar se-Sultra,”

Kartika)

4

Tri Sutrisno (Siswa SMA

ini bisa jadi sebua organisasi yang berada di luar lembaga pendidikan. Namun kami ingin dari organisasi tersebut kami mendapat pengetahuan yang lebih. Jadi gak cuma wawasan aja yang bertambah, tapi kami juga makin eksis.. Intinya kami ingin ini beda dengan yang ada di sekolah-sekolah. Yah.. Chay-Chay Aswindo chayank90@gmail.com Kesmas Unhalu “Pengurus X-Lover ayo buat program yg t’baik... Smga expressi-lover bs menjadi wadah u/ generasi muda sultra tuk brkreasi....

mungkin karena disini kami dipertemukan dengan siswa lain se Kota Kendari.

Dwi Ayu (Siswi SMP 9 Kendari) Saya senang, tapi saya ingin acara ini lebih besar dan semua siswa dapat berpartisipasi. Gak hanya di kota Kendari saja, tapi di Sultra. Wah.. pasti

Ipul Sanggala Ip’skillz rasya_kopkit@yahoo.com SMKN 1 Kendari “Brikan yg terbaik aja.. Buat org lain.. dgn ide kreativ agar para anggotax bisa menjadi member ,. yg bisa memberi motivasi bg org laen, hdup the young people.sultra .me always. Prayer for you,” Anggasianak Apa Adanya angga_magic2000@ yahoo.com SMAN 1 Kolaka “mga aja, dgn trbntukx expresi, anak2muda, skrng bsa mngembangkn apa yg mreka bsa kmbangkan.. Setuju,” Rhirien Dhika’poly SMP 1 Ranomeeto “Smoga, pengurus2 expresi yg baru , dpt membawa expresi lebih maju lg,”

seru n dapat meningkatkan Expresi Lovers kita.

Kendari)

Apriliani (Ketua Osis SMP 17

acara ini pasti bermanfaat banget, khususnya untuk memotivasi anak-anak di kota Kendari agar mampu berekspresi dan menunjukkan kemampuannya.

Evy (Mahasiswi Kesehatan Masyarakat Unhalu) WaH.. saya rasa kegiatan ini sangat keren untuk anak-anak muda maupun pelajar di Sultra. Dan yang pastinya kegiatan ini pasti besar banget. Secara siapa sich yang gak kenal Kendari Pos.. Good luck dech dari kami para anggota baru. Semoga kegiatan ke depannya bermanfaat n dan berlanjut..(p1/lia)


Kendari Pos | Kamis, 17 Februari 2011

1 Valencia v Schalke 1

Bikin Seri, Samai Inzaghi

AFP PHOTO / OLIVIER MORIN

Striker Tottenham Hotspurs Peter Crouch (kiri) mencetak gol tunggal saat melawat ke kandang AC Milan pada leg pertama 16 besar Liga Champions dini hari kemarin. Aksi Crouch saat dihalau pemain belakang Milan Alessandro Nesta.

0 AC Milan v Tottenham 1

SULIT LOLOS

Milan, KP AC Milan memang memiliki sederet striker top dunia. Sebut saja Zlatan Ibrahimovic, Robinho, dan Alexandre Pato. Tapi, itu tidak mengaransi gol bakal datang. Ketika menjamu Tottenham Hotspur di San Siro kemarin dini hari, Milan justru

tumpul. Milan bahkan dipaksa menyerah 0-1 lewat gol Peter Crouch pada menit ke-80. Kekalahan itu memperberat langkah Rossoneri - sebutan Milan - lolos ke perempat final. Milan butuh menang dengan margin dua gol di kandang Tottenham, White

Hart Lane, bulan depan (9/2). Itu termasuk pekerjaan sulit mengingat track record Milan di ranah Inggris tidak bagus. Jawara tujuh kali itu tidak pernah menang dalam enam tahun terakhir. Di babak 16 besar musim lalu, Milan dihajar empat gol tanpa balas dari Man-

1981-1983 itu. “Saya kehilangan kontrol. Itu karena sepanjang pertandingan, dia mengatakan yang buruk kepada saya,” ungkap Gattuso kepada Reuters. “ S a y a tidak akan menyebutkan apa yang dia ucapkan dan kami perdebatkan. Tapi, kami berbicara dalam bahasa Skotlandia,” sambung pemain yang per-

chester United di Old Trafford setelah kalah 2-3 di San Siro. Pengalaman tim sekota Milan, Inter, menghadapi Tottenham di fase grup juga bisa menjadi pelajaran. Inter diperdaya 1-3 di White Hart Lane berkat kontribusi Gareth Bale. Perlu diingat, Bale tidak bisa turun kemarin karena cedera punggung. Meski begitu, allenatore Milan Massimiliano Allegri belum mau melempar handuk. “Peluang kami masih terbuka. Di London, kami akan bermain dengan cara yang berbeda. Kami terlalu berhati-hati di babak pertama dan serangan kami tidak mengalir seperti biasanya,” kepada Sky Italia. Tidak bisa diturunkannya Antonio Cassano karena sebelumnya sudah tampil bersama Sampdoria merupakan faktor seretnya kreativitas serangan Milan. Allegri juga menyebut Ibrahimovic tengah off day. Beberapa detik sebelum bubaran, overhead kick Ibra - sapaan akrab Ibrahimovic - mengoyak gawang Tottenham. Namun, wasit tidak mengesahkannya sebagai gol karena menganggap striker pinjaman dari Barcelona itu lebih dulu mendorong Michael Dawson. “Dia (Ibrahimovic) berusaha keras dan tidak adil menilainya hanya dalam satu laga. Selain itu, sulit mendapatkan ruang menghadapi tim yang bertahan dengan disiplin,” jelas Allegri. Kiper Milan Marco Amelia juga optimistis dengan kans klubnya. Kemarin, Amelia turun sebagai pemain pengganti

Baca GATTUSO Hal 18

Baca SULIT Hal 18

AFP PHOTO / OLIVIER MORIN

Beginilah aksi gelandang AC Milan Gennaro Ivan Gattuso (kanan) saat mencekik asisten pelatih Tottenham Hotspur Joe Jordan.

Gattuso Mencekik, Gattuso Menanduk AC MILAN merugi dua kali kemarin. Selain kalah, kapten Milan Gennaro Gattuso berulah. Gattuso terlibat gesekan dengan asisten pelatih Tottenham Hotspur Joe Jordan. Masing-masing di pertengahan babak kedua dan di akhir laga. Pada insiden pertama, Gattuso menghampiri Jordan di pinggir lapangan depan bench Tottenham. Itu setelah Jordan mempermainakn bola yang akan di-

ambil Gattuso. Keduanya lantas terlibat adu mulut sebelum Gattuso mencekik Jordan. Hanya, insiden tidak berlanjut setelah Gattuso ditarik rekan setimnya ke tengah lapangan dan Jordan ditarik pelatih Tottenham Harry Redknapp Ketika bubaran, Gattuso dan Jordan terlibat adu mulut lagi. Gattuso yang sudah panas menanduk kepala pria yang pernah menjadi striker Milan pada

Valencia, KP Raul Gonzalez memang klik dengan Mestalla. Raul telah membukukan 14 gol dalam 26 laga di kandang Valencia itu. Gol ke-14 Raul tercipta ketika mengantarkan Schalke 04 menahan seri 1-1 tuan rumah di leg pertama babak 16 besar Liga Champions kemarin. Gol Raul pada menit ke-64 tidak hanya sekadar membalas gol Roberto Soldado pada menit ke-17. Sebiji gol striker 33 tahun itu sekaligus membawanya sebagai top scorer Eropa dengan 70 gol. Raul pun bersanding dengan striker AC Milan Filippo Inzaghi. Ada versi yang menyatakan Raul telah mengoleksi 71 gol. Tapi, itu termasuk satu gol yang dicetak Raul untuk memenangkan Real Madrid 2-1 atas Vasco da Gama di Piala Interkontinental 1998. Padahal, Piala Interkontinental yang kini bernama Piala Dunia Antarklub itu bukan ajang dibawah naungan Eropa (UEFA), melainkan FIFA. “Saya meninggalkan Mestalla dengan perasaan positif,” ungkap Raul tentang golnya kemarin di situs resmi UEFA. “Harus diakui, Valencia bermain lebih bagus dibandingkan kami dan mereka bisa menjadi tim yang sangat berbahaya di Jerman nanti,” tambah striker yang telah mengemas 13 gol dari 13 laga bersama Schalke itu. Aksi Raul kemarin tak pelak mendapat sanjungan dari timnya. Salah satunya dari der trainer Schalke Felix Magath. “Golnya bukan kebetulan. Raul adalah seorang pencetak gol genius karena dia sangat paham dengan tugasnya sebagai striker. Yang lebih spesial, dia bekerja keras bagi tim yang dibelanya,” ungkapnya.

Top Scorer Eropa (Lima Besar) Pemain Raul Gonzalez Filippo Inzaghi Gerd Mueller Andriy Shevchenko

Gol 70 70 69 64

Ruud van Nistelrooy 6 2

Laga 141 112 69 130 88

Klub Real Madrid, Schalke 04 Juventus, AC Milan Bayern Munchen Dynamo Kiev, AC Milan, Chelsea PSV, Man United, Real Madrid, Hamburg

AFP PHOTO / JOSE JORDAN

Striker Schalke Raul Gonzalez (depan) menyelamatkan timnya dari kekalahan saat bertandang ke kandang Valencia pada leg pertama 16 Liga Champions dini hari kemarin. Raul Gonzalez dibayangi pemain Valencia, David Navarro. Entrenador Valencia Unai Emery ikut-ikutan menyebut Raul sebagai pemain yang membuat perbedaan dalam laga kemarin. “Sepanjang laga, kiper kami (Vicente Guaita, Red) melakukan banyak penyelama-

tan dan kami memiliki banyak peluang. Schalke beruntung memiliki Raul. Jika bukan karena dia, kami bisa meraih hasil lebih baik. Tapi, kami yakin akan lebih baik di leg kedua,” tuturnya di AS. (dns)


20

Kendari Pos |Kamis, 17 Februari 2011

Yusran Tak Pantas Lagi Pimpin PPP “Sebenarnya yang banyak Raha, KP Penolakan atas kepemimpi- rasakan langsung dari kabupatnan Yusran Silondae di PPP en/kota. Tapi, memang di bermakin kencang. Mantan Wakil bagai kabupaten kota terjadi Gubernur Sultra itu dianggap penurunan jumlah kursi. Kasudah tak pantas lagi lau saya, tidak adil juga kita memimpin partai berlambang salahkan satu sisi. Artinya tidak kabah itu jika Muswil PPP dige- bisa disalahkan secara total pak lar dalam waktu dekat ini. Sela- Yusran. karena persoalan kurma menjadi Ketua PPP, Yusran si, itu kerja tim bukan perseorsangat jarang membangun ko- angan. Seperti Kota Kendari munikasi dengan para kader di tidak mungkin Pak Yusran berdaerah, bahkan sangat birokrat- tanggungjawab sendiri dalam is karena hanya ingin dilayani. hal itu,” katanya, kemarin. Hanya saja, Rasyid tak mau “Yusran saya anggap gagal membangun sosialisasi dan memungkiri bahwa Yusran Sikomunikasi dengan masyara- londae berperan besar dalam kat, ” argumen Kasmin Taeda, kegagalan PPP di berbagai iven kader PPP di Raha yang dalam politik di Sultra. Menurut dia, Muscab PPP Muna memperoleh sebagai pimpinan PPP Sultra, suara terbanyak namun tak Yusran harusnya melakukan kunjung di SK-kan oleh DPW langkah-langkah yang sifatnya PPP Sultra. Kata Kasmin, keg- dinamis terhadap pengembanagalan tersebut, membuat rating perolehan kursi PPP di Sultra anjlok. Padahal, lanjut dia, cita-cita awal mendudukan mantan Kasmin Taeda, Kader PPP Muna wakil Gubernur Sultra itu sebagai Ketua PPP, adalah untuk membesar- gan partai ke depan seperti kan partai. Kata mantan anggota benar-benar menjalankan atuDPRD Muna itu, Yusran adalah ran main partai dengan baik. Tujuannya, supaya kader jadi tipe birokrasi yang tertutup, yang ingin selalu dilayani. “Dari termotivasi untuk ikut membestruktur budaya maupun per- sarkan partai. Tentunya, di tunjalanannya di irokrasi, beliu se- jang oleh kinerja para calon yang lalu dilayani,” terangnya. ada di kabupaten/kota. Sementara di partai itu ber- “Tidak bisa pak Yusran berdibeda, apalagi di era demokrasi, namis sendiri tanpa ditunjang pemimpin partai itu harus me- anak buahnya di bawah. Melayani pengurus kabupaten, mang dari apa yang saya lihat, kecamatan dan ranting-rant- pak Yusran kurang mengitari ing. Selain itu harus rajin mem- wilayah kabupaten/kota. Tapi bangun komunikasi dan gen- lagi-lagi jangan disalahkan full car melakukan sosialisasi den- ke dia. Boleh jadi juga terjadi gan kader dan pengurus. kelemahan di tingkat kader “Hand Phonenya Pak Yusran partai yang lain,” jelasnya. itu jarang aktif. Dalam satu hari Rekan Yusran di DPRD Sultra itu, hanya berapa menit saja itu, menjelaskan, komunikasi aktif,” terangnya. politik harus ditunjang turun Kesuksesan memimpin par- ke lapangan mengunjungi kadtai itu, kata Kasmin, harus er di tingkat bawah. “Bagaimamelakukan tiga hal pokok yaitu, na road show ke bawah itu yang membangun sosialisasi, komu- harus diperbaiki. Harus ada nikasi dan implementasi. Dalam langkah-langkah di daerah yang implementasi itu, ada variabel- kosong kursi PPP disitu. Mananya, yakni, pendanaan, kesia- jemen partai harus dikelola pan ruang untuk membangun dengan dinamis,” kata legislakomunikasi. “Komunikasi itu tor dari Dapil Buton itu. harus dilakukan, orang politik Mantan Ketua HMI Cabang pasti tahu itu. Kita lemah disi- Kendari itu menekankan, agar ni,” tegasnya. partai dinamis, maka harus Kemudian selama Yusran jalankan aturan partai yang memimpin, belum ada pengkade- sebenarnya yang ada di AD/ ran yang dilakukan. Kelemahan ART, khittah perjuangkan parKetua PPP Sultra saat ini, lanjut tai dan memfungsikan Korda Kasmin, belum menuntaskan di tiap daerah. Jadi, tiap pengumusyawarah cabang. Padahal rus bertanggungjawab dengan tenggak waktunya Desember daerah binaannya. 2010. DPC yang sudah menyeleYang menarik, Rasyid mensaikan musyawarah, sampai saat gaku sebagai kader dia siap ini SKnya belum diterbitkan. mencalonkan diri pada Muswil Di Muscab PPP yang dilaku- mendatang, tapi dengan catakan tahun lalu, ia yang terpilih tan tidak akan mencederai casebagai Ketua DPC PPP Muna. lon lain. Menurutnya, setiap Namun sampai saat ini SKnya kader PPP yang memenuhi belum diterbitkan. Buntutnya syarat, boleh mencalonkan diri. dua midformatur mengundurSayang sekali, Yusran Sikan diri. “Jadi, kita belum bisa londae yang berusaha dikonbicara banyak soal muswil, kare- firmasi via Hand Phone, tidak na pengurus PPP di Muna masih bias diperoleh. Beberapa kali masa transisi, “tegasnya. dihubungi, mantan Plt GuberKritik terhadap Yusran bu- nur Sultra itu, seperti disebut kan saja datang dari para pen- Kasmin Taeda, telepon selulgurus dan kader di daerah tapi ernya tidak aktif atau ketika juga dari internal kepenguru- dihubungi kali berikutnya, san DPW PPP Sultra yakni nada dari balik HP berbunyi, Rasjid Sawal yang juga Wakil sedang dialihkan. Ketua Bidang Politik dan OtoSedangkan Rusiawati Sida DPW PPP Sultra, Rasyid londae, yang tak lain adalah isSyawal. Hanya saja, Rasyid tri Yusran, ketika coba dihubunmemilih menyampaikannya gi untuk dimintai nomor Yusran dengan lebih halus. yang lainnya melalui Short

Message Service (SMS), menjawab, nomor suaminya hanya satu. Dan, khusus pernyataan di koran, mengenai kegagalan suaminya dalam memimpin PPP Sultra, dia meminta tidak usah dipolemikkan. Buhari dan Amirul Diunggulkan Sekiranya Yusran tak lagi dikehendaki memimpin PPP, lantas siapa yang pantas menggantikannya? Ada dua figur yang dianggap paling layak untuk posisi Ketua DPW PPP Sultra yakni Buhari Matta dan Amirul Tamim. Keduanya, adalah Ketua PPP di Kolaka dan Kota Baubau. Mereka juga adalah kepala daerah di dua wilayah tersebut. “Saya anggap, keduanya paling pantas karena mereka bisa membesarkan PPP di Sultra,” kata Muh Kasim, mantan Ketua PPP Kota Kendari. Menurut Kasim, baik Amirul maupun Buhari sudah sudah teruji dan bisa membesarkan partai di daerah mereka masing masing, bahkan PPP menjadi Ketua DPRD di Kolaka dan Baubau karena PPP menjadi pemenang Pemilu. Kata Kasim, kedua figur tersebut juga punya track record bagus selama mereka memimpin daerah serta mampu membangun dan termasuk daerah termaju di Sultra. Keduanya juga sejauh ini belum pernah disangkutpautkan dengan masalah hokum apalagi kasus korupsi. “Ini yang jadi tolak ukur bagi kami kader PPP untuk mengusung keduanya dalam Muswil nanti karena bisa membangun citra PPP di mata masyarakat dan politisi yang ada di sultra,” tukas mantan Wakil Ketua DPRD Kota Kendari itu. Kasim berharap agar Yusran Silondae legowo untuk tidak mencalonkan diri lagi di Muswil nanti dari pada citranya tercederai oleh peserta Muswil karena Kasim memprediksi akan banyak suara sumbang yang dilontarkan di arena Muswil soal kepemimpinan gagal dari Yusran. “Saya yakin semua Ketua DPC pasti tidak memilih dia (Yusran), cukuplah dia istrahat sebagai anggota DPRDsaja,” katanya. (p10/awn/dri)

“Hand Phonenya Pak Yusran itu jarang aktif. Dalam satu hari itu, hanya berapa menit saja aktif,”

Maret, Asrun Mulai “Turun Gunung” Kendari, KP Saat calon-calon Wali Kota Kendari yang lain sudah gencar melakukan sosialisasi dengan turun lapangan memperkenalkan diri, Ir Asrun memilih menyibukan diri dengan bekerja dan memikirkan pembangunan kota agar terus berjalan. Maklum, ia adalah Wali Kota Kendari saat ini. Dengan cara itu pun, ia sudah cukup dikenal dan elektabilitasnya tetap yang tertinggi. Hanya saja, untuk menjaga citra serta meyakinkan para pendukungnya, mulai akhir Februari ini atau awal Maret, Asrun sudah akan “turun gunung”, melakukan sosialisasi langsung terkait pencalonannya lagi sebagai Wali Kota Kendari periode 2012-2017. “Kami sudah mulai siapkan persiapan penggalangan massa. Persiapan ekspos apa yang sedang kita lakukan. Karena Pilwali nanti, berbeda dengan 2007. Dulu baru kita perkenalkan diri. Oleh karena itu, kita akan ekspos program yang kita capai. Akhir Februari atau awal Maret sudah all out, kita mulai turun lapangan galang dukungan masyarakat sambil perkenalkan apa yang sudah dan akan kita lakukan,” kata Asrun. Untuk melanjutkan rencana besarnya itu, Asrun mengatakan, akan memperkokoh barisan yang saat Pilwali 2007 lalu mendukungnya dan menambah pasukan yang baru lagi. Hitungan dia, pendukungnya yang dulu pasti sudah ada yang pindah ke daerah lain. Sehingga, perlu diperbaharui lagi. Soal dukungan, kata pasangan Musadar Mappasomba ini, pihaknya akan berusaha mengajak masyarakat agar mau gabung dan mensolidkan barisan untuk memenangkan Pilwali. Diakui Wali Kota Kendari itu, langkahnya kali ini agak telat dibanding waktu dirinya mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat walikota Kendari 2007 silam. Bedanya, dulu tidak ada yang mengenal atau yang dikenalnya, sehingga dia harus t u run dari 1 tempat kita ke tempat lain untuk perkenalkan dirinya. Sekarang, Asrun sudah sangat PeDe menuju ring Pilwali dengan bekal sebagai Wali Kota Kendari yang cukup sukses. Katanya, tinggal bagaimana menjelaskan ke masyarakat, apa yang sudah dilakukannya dalam memimpin Kota Kendari selama 3 tahun ini. Supaya masyarakat tidak miss informasi tentang dirinya. Bagaimana soal Partai? Menurut mantan Kadis Tata Ruang Kota itu, hingga saat ini antara dirinya dengan partai politik, baru sebatas komunikasi. “Kita omong-omong dulu. Politik kita tidak boleh langsung patok. Dengan PKS, PAN, PDIP , Gerindra, kita sudah komunikasi. Demokrat belum, tapi akan kita komunikasi. Prinsipnya saya akan jelaskan di masyarakat apa yang kita hadapi diawal pemerintahan dan apa solusi yang akan kita pecahkan,” jelasnya. Asrun sedikit menerawang untuk memutar memorinya, di saat pertama akan maju sebagai salah satu kandidat wali Kota Kendari. Dulu enaknya dia tidak punya beban dan tidak jadi sasaran tembak. Sekarang dia jadi sasaran tembak rival politiknya. Tapi, dia sangat mahfum, bahwa itulah politik. Terlebih, dia punya modal besar sudah dikenal sebagai walikota dan dia sangat terbantu dengan posisinya kini. Makanya, sambil berkelakar, Asrun berdiplomasi, daripada cari yang belum jelas, mending melanjutkan apa yang sudah dirintis. “Saya tidak omong doang, tapi saya pelaku pembangunan. Saya pernah bekerja di Dinas PU selama bertahun-tahun. Jadi, saya tidak susah untuk membangun infrastruktur dan jaringan. Karena yang paling penting dalam kita bekerja adalah networking,” katanya. “Bandingkan 3 tahun saya pimpin Kota Kendari, dengan waktu yang sempit saya bisa bangun jalan dan pasar Sentral, Paddy’s Market, Pasar Anduonohu, Pasar Baruga dan Jembatan TaliaBukutoko. Saya orang yang serius bekerja, tidak putar-putar. Orang bilang berpolitik harus bohong-bohong, tapi saya nda. Apa adanya,” tandasnya.(dri)

Asrun

Kendari Pos Edisi 17 Februari 2011  

E_Paper Kendari Pos

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you