Issuu on Google+

Sabtu, 16 April 2011

Harga Eceran Rp. 3.500,-

http://www.kendarinews.com

Kajati: Tak Ada Penangguhan Ini Risiko Jabatan, Saya Hanya Takut Azab Allah Kendari, KP Tekanan demonstrasi tidak menyurutkan Kajati Sultra AR Nashruddien untuk mengelurkan dua tersangka perluasan lahan kantor gubernur Sultra. Nashruddien berkomitmen dalam menjalankan tugas sebagai Kajati maupun sebagai hamba Allah adalah menegakkan hukum. Karena itu, pihaknya tidak akan pernah mengeluarkan surat penangguhan hukuman pada dua tersangka Amarullah Sekot Kendari dan

Wali Kota Ajukan Surat Penangguhan

Sudah Tak Muntah Lagi Ketika Menggosok Gigi

Kendari,KP Janji Wali Kota Kendari Ir Asrun menjaminkan dirinya untuk penangguhan penahanan Sekot Amarullah dibuktikan kemarin. Sekitar pukul 08.00 Wita surat

Sejak awal 2010, sejumlah penyakit degeneratif hinggap di tubuh Hajah Dedeh Dahniar. Penyakit apa saja? “Maag, kolesterol tinggi, dan tensi darah tid-

Baca GIGI di Hal. 2

INTERNASIONAL

Dunia Perketat Pengamanan Nuklir Wina,KP Krisis nuklir Jepang mengundang keprihatinan sedikitnya 70 negara di dunia. Keprihatinan itu muncul dalam Konvensi Keamanan Nuklir (CNS) selama 11 hari di Kota Wina, Austria. Pertemuan yang berakhir kemarin (14/4) itu menghasilkan kesepakatan untuk memperketat prosedur pengamanan nuklir. “Kami segera ambil langkah nyata untuk mencegah terjadinya insiden semacam itu pada reaktor yang ada di negara-negara lain,” ung-

Bagaimana mungkin, lanjut Kajati, LM Ruslan Emba Kepala BPN Kendari. pihaknya akan terpengaruh oleh desakan Komitmen tersebut disampaikan Kajati saat demonstrasi PNS. Siapapun, pejabat manamenghubungi Kendari Pos melalui ponsel, pun di mata husekitar pukul kum sama status20.25 Wita, Jumat “Kalau setiap tersangka dibebaskan hanya nya. “Kalau semalam (15/4). karena didemo, tentu itu presiden buruk bagi tiap tersangka AR Nashruddipenegakkan hukum di Indonesia. Sekarang dibebaskan hanen yang tengah persoalannya, apakah maling atau jambret yang ya karena dimelakukan kunmencari hidup terus ketangkap massa, PNS juga demo, tentu itu jungan kerja di mau tuntut pembebasannya? Nah, apa yang presiden buruk Wakatobi, mendisangkakan jaksa kan risiko jabatan,” tandas bagi penegakkan egaskan dirinya pengganti Donny Kadnezar Irdhan ini. hukum di Indotidak akan pernah nesia. Sekarang memberikan penpersoalannya, apakah maling atau jambret angguhan sebagaimana tuntutan demostrasi yang mencari hidup terus ketangkap massa, PNS Pemkot dan BPN Kendari, termasuk dari pejabat manapun. Langkah penahanan kedua tersangka memenuhi standar yuridis. Baca KAJATI di Hal. 7

permintaan penangguhan dibawa ke Kejati. “Pemkot Kendari sudah mengajukan surat yang ditujukan kepada Kepala Kejati Sultra, berisi tentang permintaan pengalihan penahanan yang ditanda tangani langsung Wali Kota Kendari, Asrun,” terang Kabag Hukum Pemkot, Yusrianto SH MH. Pengajuan surat pengalihan

penahanan tersebut dilayangkan Pemkot, dengan alasan Amarullah memegang jabatan penting, sehingga jika ditahan terlalu lama mempengaruhi roda pembangunan Kota Kendari. Begitu pula dengan Kepala BPN Ruslan Emba, jabatannya bersentuhan langsung dengan administrasi sertifikat tanah. BPN adalah penyumbang PAD terbesar Kota Kendari. “Bisa kita bayangkan sejak penahanan mereka, pelayanan di Kantor Sekretariat Kota Kendari dan BPN menjadi terganggu.

Baca AJUKAN di Hal. 2

Penahanan Tak Berdasar RASA kaget tidak hanya dirasakan keluarga besar Sekot Kendari, Amarullah dan juga PNS lingkup Pemkot, tetapi juga kuasa hukum tersangka Nur Ramadhan SH. Menurut dia, penahanan tanpa alasan mendasar. Menurut Nur Ramadhan, penahanan terhadap kliennya tidak miliki landasan hukum karena dalam hukum acara yang dapat ditahan yaitu akan

AR Nashruddien

Baca PENAHANAN di Hal. 2

Baca DUNIA di Hal. 7

SELEBRITI

Seriusi Fashion PESINETRON Naysila Mirdad, 23, semakin serius menggeluti bidang fashion. Putri pasangan artis senior Lydia Kandau dan Jamal Mirdad itu mengatakan ingin menjadi pengusaha di bidang fashion. Karena itu, dia memilih kuliah di Lasalle College jurusan bisnis fashion sekaligus membuka butik bernama Deer Store di Grand Indonesia. “Dari dulu sebenarnya sudah tertarik. Tepatnya kapan saya juga enggak tahu. Cuma dulu lebih ke mengamati aja,” katanya saat ditemui di Dragon Fly, Gatot Subroto, Jakarta, Kam i s ( 1 4 / 4 ) . B i n tang sinetron Intan itu b a r u p e r c a y a d i r i setel a h

Naysila Mirdad

Baca FASHION di Hal. 2

Percepat Pelimpahan Perkara SIKAP Kejati Sultra rupanya tetap pada komitmen awal alias tidak ingin terintervensi oleh pihak manapun, terkait penahanan dua tersangka indikasi korupsi perlausan lahan kantor Gubernur, yakni Amarullah (Sekot

Kendari) dan LM Ruslan Emba (Kepala BPN). Institusi yang dipimpin AR Nashruddien SH MH ini, lebih memilih percepat proses pelimpahan perkara dari penyidikan ke penuntutan. Asrul Alimina SH MH, Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra, menegaskan pihaknya segera memproses percepatan pelimpahan perkara yang telah memancing aksi demonstrasi PNK Pemkot dan BPN Kendari sejak tanggal 14-15 April di Kejati. “Saya sudah menkonfirmasikan masalah ini kepimpinan, hasilnya tim penyidik akan mempercepat proses penyidikan ke penuntutan (dilimpahkan di Kejari Kendari-red),” tandasnya, kemarin. Ia menjelaskan bahwa perkara alokasi dana perluasan

Baca PERCEPAT di Hal. 8

Nur Ramadhan

Menelusuri Misteri Tanah Perluasan Kantor Gubernur

Mengaku Pemilik Tanah Tapi Tak Dibayar, Ada Juga Yang Hanya Tutup Mulut Banyak warga yang berdomisili di sekitar lokasi yang menjadi kawasan perluasan Kantor Gubernur Sultra, tidak mengetahui siapa pemilik lahan yang dibebaskan panitia 9 dengan menggunakan dana dari Pemprov Sultra. Kendari Pos coba menelusurinya.

ARIFUDDIN/KP

but hanya sekitar 100 meter dari kawasan yang dibebaskan oleh tim sembilan yang diketuai oleh Sekretaris Kota Kendari, Amarullah, SE dan La Ode Muh. Ruslan Emba sebagai sekretarisnya. Jalan yang melintang di belakang Kantor Gubernur (Kampung Baru) memiliki panjang sekitar 500 meter menghubungkan Jalan Haluoleo dengan Jalan Imam Bonjol. Seratusan rumah warga yang berjejer bermukim di Kampung Baru. Dengan berbagai latar pendidikan dan profesi menempati kawasan tersebut. Ada yang mengaku masih tercatat sebagai warga baru, ada pula yang sudah tinggal hingga puluhan tahun. Sayangnya, diantara mereka, jarang yang mengetahui, siapa pemilik lahan (tanah) yang terletak tepat di belakang Kantor

Sania, warga Kampung Baru yang mengaku memiliki lahan tapi sampai kini pembayaran yang janjikan belum dipenuhi.

Baca MENGAKU di Hal. 7

Arifuddin-Emilia Ningsih JALAN yang menghubungkan antara Jalan Haluoleo (samping Kantor Gubernur Sultra ke Jalan Imam Bonjol (poros Andounohu lama) saat ini sudah ramai penghuninya. Daerah tersebut selama ini dikenal dengan nama Kampung Baru, Kelurahan Andounohu, Kecamatan Poasia-Kota Kendari. Kampung Baru terletak tepat di belakang Kantor Gubernur Sultra. Pemukiman terse-


2

Kendari Pos |Sabtu, 16 April 2011

Pemprov Selaku Pihak Pembayar Apa Sudah Diperiksa ? Penahanan ................. melarikan diri, dan Sekot tidak mungkin melakukannya karena dirinya merupakan pejabat Eselon I dan pejabat publik. Selain itu kekhawatiran Kejati jika Sekot akan menghilangkan barang bukti, juga tidak mendasar. Sebab semua barang bukti yang dimiliki Sekot selaku ketua tim sembilan sudah disita dan disimpan di Kejati oleh penyidik.Misalnya notulensi rapat, SK Pemda dan SK panitia sembilan. “Demikian pula halnya dengan mengulangi perbuatan tersebut, tentunya tidak masuk akal. Lagi pula klien kami selalu patuh memenuhi panggilan jaksa baik sebagai saksi maupun tersangka,” kata Nur Ramadhan. Karena itu selaku kuasa hukum yang tergabung dalam lembaga konsultasi bantuan hukum (LKBH) KORPRI Kota Kendari, pihaknya menyatakan jika penahanan Sekot Amarullah bertentangan dengan hukum acara. Selain itu pihaknya juga mempertanyakan apakah kasus ini sudah

diperiksa sedetail mungkin, apakah hanya ketua tim sembilan yang bertanggung jawab terhadap perluasan areal kantor gubernur? Sebab Sekot telah menjalankan tupoksi untuk mempertemukan warga dengan Pemprov sebagai akad pengguna lahan, juga telah ferivikasi melalui tim-timnya. Seperti surat-surat tanah telah diferivikasi BPN, ganti rugi pertanian dan bangunan oleh Distan dan PU, “Anehnya pada saat pembayaran, ketua tim sembilan tidak diundang oleh pihak pemilik dana yaitu Pemprov. Padahal penentuan harga telah disepakti antara warga dengan Pemprov, sehingga karena telah melaksanakan tugas maka tidak cukup bukti dan berdasar hukum untuk melakukan penahanan terhadap klien kami,” jelasnya. Ditanya kira-kira siapa yang bersalah pada kasus ini, jawabnya tergantung penelitian jaksa. Jika masyarakat yang berbohong atas kepemilikan tanah, maka masyarakat yang ditahan. Sebaliknya jika proses pembayaran yang salah, maka pihak pembayar yang ditahan. “Karena itu kami kaget tatkala

Bisnis Untuk Menghasilkan Uang Besar

langsung dilakukan penahanan, sementara unsur-unsur sesorang harus ditahan dalam KUHP, tidak mungkin akan dilakukan klien kami. Dengan demikian menurut kami penahanan sangat terburu-buru dan tidak berdasar hukum,” katanya lagi. Atas hal itu sangkaan melanggar UU korupsi, seharusnya ditinjau kembali karena harus tetap berpedoman pada asas praduga tak bersalah, sehingga tidak mencederai proses hukum. “Pada saat pemeriksaan, jaksa bertanya kenapa klien kami tidak menghadiri proses pembayaran, tentu saja klien kami kaget karena tidak diundang Pemprov. Olehnya itu seharusnya kejaksaan memeriksa dulu siapa yang membayar dan menerima uang,” ungkapnya. Selaku kuasa hukum, pihaknya juga akan mempertanyakan apakah Pemprov selaku pihak pembayar telah diperiksa atau belum. “Kami juga berharap jika masalah ini menyeruak atas laporan pihak tertentu, selayaknya diteliti dulu keakuratannya sebelum akhirnya seseorang dijadikan saksi dan tersangka,” katanya lagi. (fas)

Gigi .......................... ak stabil,” jawab pegawai Bagian Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, ini saat ditemui 30 September 2010 yang lalu di kantornya. Bahkan, pada Januari 2010 itu kadar kolesterol totalnya 235. Dan untuk diketahui, supaya sehat, sebaiknya angka tersebut di bawah 200. Lalu, apa gejala? “Dari kolesterol tinggi dan tensi tak stabil itu, tengkuk sering sakit, kepala sering pusing, dan badan sering lemas,” jawabnya seraya

Fashion ..................... mendalami ilmu bisnis fashion. Bersama teman, akhirnya Nay memberanikan diri membuka butik. Apalagi, kekasihnya yang bernama Oscar Stefanus Setjo juga mendalami bisnis. Karena itu, Nay bisa bertukar pikiran dengan Oscar. “Sering saya tanya sama dia. Dia kan mendalami bisnis juga,” ucap perempuan yang mengaku sudah hampir tiga tahun menjalani hubungan dengan Oscar itu.

Sekarang ini konsentrasi adik kandung Nana Mirdad memang masih terpecah. Sebab, selain harus mengurus butik, dia harus kuliah dan syuting sinetron. Tetapi, tahun depan, setelah lulus kuliah, dia bisa fokus mengelola Deer Store. Nay mengatakan tidak mendesain bajubaju di butiknya tersebut. Untuk desain, dia memercayakan kepada desainer lokal. Dia hanya mengurus masalah penjualan dan pemasaran. “Desain, kalau sekarang, ada desainernya sendiri. Saya lebih mengurus ke bisnisnya. Dengan begitu, kan saya juga bisa men-

dukung desainer lokal. Makanya saya ingin cepet-cepet lulus kuliah supaya bisa mengembangkan Deer Store,” ungkapnya. Mengetahui Nay merintis menjadi pengusaha di usia muda, orang tuanya sangat mendukung. Sebab, semenjak Nay terjun ke entertainment, dia sudah memiliki penghasilan sendiri. Penghasilannya bisa dibilang cukup besar. Berbisnis adalah salah satu cara agar uang yang dihasilkan selama bekerja di dunia hiburan bisa dikelola dan menghasilkan keuntungan lebih besar. (jan/c4/any)

Berharap Tak Demo ke Kejati Ajukan ...................... Karena itu harapan kami, Kajati Sultra dapat mempertimbangkan agar keduanya kembali melaksanakan tugasnya sembari pemeriksaan hukum tetap berlangsung,” katanya. Lebih lanjut diungkapkannya bahwa pihaknya tetap yakin kalau keduanya tak bersalah, sehingga

menambahkan bahwa dari sakit maag-nya itu ia sering merasa perih dan kembung di perut, serta muntah-muntah di saat menggosok gigi. Untuk rajin berobat, tentu saja penduduk Gang Lestari I, Jalan Ibrahim Singadilaga, Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, ini ogah. Untunglah dulu ia pernah mengonsumsi Kedelai Bubuk Instan MDL-525, meski tak rutin. Maka, sejak ia dirongrong ketiga penyakit itu, ia rutin mengonsumsi produk yang telah berganti nama dengan New Mandala 525 tersebut dua kali sehari. Dan hasilnya ternyata tak terlalu lama ia raih. “Lima bulan meminumnya, kolesterol total saya sudah 205 dan tensi

Kejati perlu melakukan penelusuran akar masalah sebenarnya, seperti aliran dana ganti rugi yang sama sekali dananya tidak pernah dilihat tim sembilan yang diketuai Sekot Kendari. “Selaku Ketua lembaga konsultasi bantuan hukum (LKBH) KORPRI Kota Kendari, kami pun sejak awal penahanan lalu telah mengajukan usulan penangguhan

saya stabil di angka 130/70. Sedangkan maag saya tak sering mengganggu lagi. Bahkan, muntah-muntah di saat menggosok gigi itu sudah tidak pernah terjadi lagi,” ungkapnya. Kompletnya manfaat kedelai telah banyak diteliti oleh para pakar, bahkan sejak zaman dahulu. Konon, bangsa Mesir kuno pun sudah paham dengan manfaat kedelai untuk perbaikan kesehatan mereka. Berkaitan dengan itu, majalah Healthy Life Edisi Oktober 2007, memuat berita sebagai berikut. “Kedelai merupakan bahan pangan yang kaya akan isoflavon, seperti ganestein, daidzen, formanetin, dan biochanin A. Tak heran kedelai telah diteliti banyak ahli di berbagai negara. Tengoklah

penahanan. Karena itu sekarang tinggal menunggu jawaban, atas kedua permohonan tersebut mengingat Kajati masih berada di luar Kota,” lanjutnya. Sehubungan dengan aksi solidaritas PNS Pemkot yang terus berlanjut di depan Kantor Sekretariat Wali Kota Kendari, pihaknya mengharapkan agar para PNS tidak usah turun ke Kejati lagi. (fas)

tulisan Wisnu Adi Yulianto, seorang dosen Teknologi Pangan dari Universitas Wangsa Manggala, Yogyakarta, di Harian Kompas tanggal 28 Oktober tahun 2004 silam. Mengutip berbagai laporan ilmiah, Wisnu mengungkapkan bahwa kedelai bermanfaat untuk mencegah kanker payudara, mencegah osteoporosis, menurunkan kolesterol jahat, mengontrol diabetes, hingga perbaikan memori dan ginjal. Untuk para lelaki, isoflavon kedelai diyakini dapat membantu pencegahan kanker prostat. Tapi, tahukah Anda, manfaat yang banyak itu tampaknya sulit dicapai penduduk Indonesia? Dan mengapa? Soalnya, konsumsi kedelai masyarakat kita hanya 13,3 gram per hari”. Sebagai pembanding, penelitian fakultas kedokteran dari perguruan tinggi negeri paling terkemuka di Jakarta terhadap MDL-525 ta-

hun 2008 bisa dijadikan acuan. Dalam penelitian itu, tim peneliti memberikan 60 gram kedelai bubuk itu setiap hari kepada para wanita perimenopause yang jadi subjek penelitian, agar kolesterol jahat mereka turun. Ternyata terbukti, meskipun hasilnya belum bisa dipublikasikan. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun New Mandala 525 laku karena manfaatnya nyata. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko-toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan.Distributor Sulawesi Tenggara 08124135934. (*)


3

Sabtu, 16 April 2011

XL Tambah 3000 Menara BTS Bagikan Dividen Rp 911 M

Jakarta, KP Pemegang saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah menyetujui rencana untuk membagikan dividen tahun buku 2010 senilai Rp 911,48 miliar. Itu setara dengan 31,5 persen dari laba bersih 2010 yang mencapai Rp2,89 triliun. “RUPS tahunan menyetujui penetapan laba bersih 2010 sebesar Rp2,89 triliun dengan pembagian dividen tunai Rp911 miliar,” ujar Head of Corporate Communication EXCL, Febriati Nadira dalam keterangan resminya. Bagian laba bersih senilai Rp 100 juta (0,003 persen) dialokasikan sebagai cadangan umum, dan sisanya Rp 1,979 triliun ditempatkan dalam saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan. Dalam RUPS tersebut juga disetujui rencana penerbitan Saham Insentif tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang termasuk dalam Program Insentif Jangka Panjang perseroan (Long Term Incentive) periode 2010-2015. “Saham ini akan dibagikan kepada anggota direksi dan karyawan untuk jenjang tertentu. Pendistribusian saham insentif akan dilakukan dalam enam

ist/kp

XL berencana memperbesar Komposisi BTS 3G dari sebelumnya. Tahun ini rencananya sebanyak 3000 BTS XL akan dibangun. Tampak salah satu pengguna XL Grant Date dengan persyaratan dan ketentuan yang ada,” tuturnya. Saham insentif yang akan diterbitkan dalam Grant Date I, II, dan III, dengan jumlah sebanyak-banyaknya 85 juta saham (Rp100 per saham) dan

harga pelaksanaan sebesar Rp5.600 per saham. Selain itu, pemegang saham menyetujui juga pengunduran diri Dato Yusof Annuar bin Yaacon sebagai Komisaris dan mengangkat M Chatib Basri se-

bagai Komisaris serta Yasmin S Wiryawan sebagai komisaris Independen. Sementara susunan dewan direksi tidak mengalami perubahan. Untuk strategi bisnis ke depan, EXCL menyiapkan dana investasi Rp5 triliun untuk pengembangan jaringan dimulai tahun ini. Pendapatan ditarget mencapai Rp 19,19 triliun pada tahun ini atau tumbuh 10 persen dari tahun 2010. Pendapatan EXCL sepanjang tahun lalu Rp 17,458 triliun atau naik dari sebelumnya hanya sebanyak Rp 13,706 triliun. Pertumbuhan juga berlaku untuk jumlah pelanggan yang hingga Desember 2010 menyentuh angka 40,4 juta. “Pendapatan tahun ini bisa melebihi dari industri 89 persen, bisa di atas 10 persen. Jumlah pelanggan juga sama bisa tumbuh 9 sampai 10 persen,” ungkap Direktur Utama EXCL, Hasnul Suhaimi. Direktur EXCL, Dian Siswarini, mengatakan perseroan akan melakukan investasi sebesar Rp 5 triliun itu sebagian besar untuk peningkatan jaringan, anak usaha, dan penambahan jumlah menara BTS hingga sebanyak 3 ribu unit di tahun 2011. Penambahan ini meningkat dari tahun sebelumnya 2800 BTS. “Komposisi BTS 3G akan kita perbesar dari sebelumnya. Kita rencanakan 45 persen dari penambahan adalah 3G,” paparnya. (asw)

Mari Elka Pangestu ribu ton, Perum Bulog sebanyak 20 ribu ton, PT Perkebunan Nusantara (PT PN) X sebanyak 20 ribu ton, dan PT PN XI sebanyak 15.700 ton. Sebagian di antaranya sudah direalisasikan. Perusahaan penerima izin impor gula kristal putih yang lain belum memi-

liki kontrak impor gula kristal putih dan merealisasikannya. Sebelumnya Kementerian Perdagangan sudah mengeluarkan izin impor gula kristal putih sebanyak 450 ribu ton kepada PT PN IX, X dan XI, PT PPI, Perum Bulog, dan PT Rajawali Nusantara Indonesa (RNI). Alokasinya berturut-turut, untuk PT PN IX sebanyak 70 ribu ton, PT PN X sebanyak 90 ribu ton, PT PN XI 90 ribu ton, PT RNI 50 ribu ton, PT PPI 90 ribu ton, dan Perum Bulog sebanyak 60 ribu ton. Pemerintah meminta perusahaanperusahaan tersebut merealisasikan impor gula kristal putih mulai 1 Januari-15 April 2011, sebelum masuk musim giling tebu. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh sebelumnya mengatakan, walaupun tidak semua izin impor bisa direalisasikan, stok gula kristal putih nasional diperkirakan masih aman sampai

musim giling tebu yang biasanya tiba sekitar Mei. Menurut Mari, pada Januari 2011, stok gula kristal putih nasional sebanyak 781.840 ton. “Konsumsi rata-rata per bulan sekitar 250 ribu ton, stok yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan gula sampai musim giling yang diperkirakan tiba Mei mendatang. Apalagi selama bulan ini juga sudah ada beberapa pabrik gula di Lampung yang sudah mulai giling,”kata Mari. Harga gula sendiri, menurut dia relatif stabil, meskipun masih bertahan tinggi. Menurut laporan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok Kementerian Perdagangan, harga rata-rata gula pasir yang selama Januari 2011 mencapai Rp 11.178 perkilogram, turun menjadi Rp 11.093 perkilogram pada Februari dan Rp 10.986 per kilogram pada Maret. Pada pekan pertama April, harga komoditas itu kembali turun menjadi Rp 10.884 per kilogram.(jpnn/awl)

Kartu Fasilitas BBM Mulai Diberlakukan Pangkal Pinang, KP Pemberlakuan kartu fasilitas Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di provinsi Bangka Belitung saat ini sudah di mulai. Namun, permberlakuan kali ini sifatnya masih uji coba. Hal tersebut di tandai dengan acara launcing kartu fasilitas di SPBU 24.331.76 Kampung Dul, Bangka Tengah. Hadir dalam acara tersebut kepala BPH Migas, Tubagus Haryono dan juga wakil Gubernur Bangka Belitung, Syamsuddin Basari. Pantuan di lapangan, bahwa saat ini di setiap SPBU yang ada di Bangka Belitung di lengkapi dengan perangkat teknologi (perangkat computer-red) yang on line ke seluruh Babel, sehingga bisa melacak seluruh jenis kendaraan yang mengisi BBM ke SPBU. Dari hasil pantauan kemarin, dari SPBU Kampung Dul tersebut, petugas berhasil melacak satu buah kendaraan yang melakukan pengisian BBM berulang kali di salah satu SPBU di Bangka Barat. Bahkan, dari sana juga petugas bisa mengetahui kalau kendaraan tersebut juga mengisi melebihi kuota yang telah di tentukan. Tubagus Haryono, kepala BPH Migas menjelaskan bahwa dengan adanya kartu kendali tersebut, maka pemerintah bisa mengetahu berapa sebenarnya kebutuhan BBM untuk Bangka Belitung sendiri. “Kuota BBM untuk Bangka Belitung saat ini setiap tahunnya mencapai 476.065 kiloliter. Namun, masih saja kurang. Oleh karena itu dengan diberlakukannya kartu fasilitas ini diharapkan kita semua mengetahui berapa sebenarnya kebutuhan BBM di Babel ini,” jelasnya. (jpnn/awl)

ulfah/kp

PT Satria Nusantara Sultra

REI Expo yang dihelat di lapangan MTQ Square menjadi ajang promosi yang menguntungkan bagi para developer. Tidak heran kegiatan yang baru pertama kali dihelat ini, diharapkan sesering mungkin dilakukan atau dapat menjadi kalender tahunan. Manager PT Satria Nusantara Sultra, Muh Ali yang ikut REI Expo menjelaskan Ajang promosi seperti ini sudah lama mereka nantikan. ‘’Karena itu kami berharap dapat dilaksanakan tiga kali setahun. Ratusan pengunjung telah melihat-lihat contoh perumahan dan rumah toko (Ruko) yang kami tawarkan,” ungkap Muh Ali. Lebih lanjut dirincinya perumahan dan Ruko yang ditawarkan pihaknya yaitu untuk Kota Kendari terdapat perumahan Graha Satria Nusantara, Ruko tiga lantai di Jalan Supu Yusuf sebanyak 11 unit dan Ruko tiga lantai di Jalan Saranani sebanyak delapan unit. Sedangkan di Konawe terdapat perumahan Satria Nusantara. “Type yang kami tawarkan mulai dari type 45/105, 54/120, 70/120 hingga 36/126. Selama pameran berlangsung, kami berlakukan diskon,” rincinya. (fas/awl)

Bangun Perumahan Khusus Polri UntUK yang pertama kalinya Real Estate Indonesia (REI) Sultra melaksanakan Diklat pengembangan perumahan skala menengah dan kecil. Kegiatan yang masih rangkaian REI Expo itu dihadiri Kepala Badan Diklat Pusat, H Sujadi. Ketua Panitia Diklat, M Yunus P Jaya berharap dengan adanya diklat, developer yang tergabung dalam REI Sultra, dapat lebih cerdas dan profesional. Sementara itu Kepala Badan Diklat Pusat, H Sujadi menuturkan hidup akan maju dengan berilmu. Karena itulah Diklat ini sangat dibutuhkan, untuk memberikan kiat-kiat yang baik bagaimana menjadi developer yang handal dan profesional. “Diklat ini sangat penting mengingat anggota REI se-Indonesia cukup banyak yaitu 2.500 orang dan 40 persen merupakan anggota baru. Meningkatnya jumlah anggota baru terjadi karena banyak pengembang musiman, misalnya baru memiliki satu hektar lahan, telah menjadi developer. Selain itu menjadi anggota REI karena persyaratan saja,” tutur Sujadi. Pria paruh baya ini juga mengingatkan jika properti dan real estate, merupakan lokomotif perekonomian yang sangat besar, mengingat tidak kurang dari 130 industri ikutan yang bergerak kalau perumahan maju, seperti industri kecil hingga pabrikan, yang tentunya mempengaruhi sektor tenaga kerja. Ia berharap pemerintah tidak menjadikan retribusi pembangunan sebagai tulang punggung PAD. Tetapi seharusnya lebih melihat efek domino yang ditimbulkannya. Karena itu sistem perizinan jangan dipersulit. Selain itu mengingat belum terdapatnya perumahan TNI/ Polri di Sultra, padahal merupakan prospek yang bagus, maka setiap developer yang berminat boleh menghubungi REI setempat. Pasalnya REI pusat telah menandatangani MoU dengan Kapolri. Menanggapi hal itu Kepala BTN Cabang Kendari, Kasmawati mengungkapkan BTN telah berpengalaman dalam melayani perumahan Asabri TNI/Polri aktif maupun yang telah pensiun. “Dengan begitu kami sangat respon jika REI Sultra juga berinisiatif demikian, diharapkan Diklat ini dapat menjadi inspirasi bagi pencapaian target tersebut. Sekaligus menjadi pekerjaan rumah mewujudkan pembangunan perumahan TNI/Polri bagi kepengurusan REI yang baru,” ungkap Kasmawati. (fas)

suwarjono/kp

Pelabuhan kontainer sangat dibutuhkan pedagang untuk mengirim hasil-hasil produksi ke daerah lain. Di Pelabuhan Kendari aktivitas bongkar muat cukup padat. Makanya Pemerintah berencana mewujudkan pelabuhan khusus Kontainer di Bungkutoko. Tampak aktivitas bongkar muat di pelabuhan kontainer Kendari. Gambar diambil beberapa hari lalu

Harga Gas Industri Naik 15 Persen Jakarta, KP Harga energi kini kian mahal. Seiring dengan melambungnya minyak mentah dunia, harga gas ikut menanjak 15 persen. Kenaikan harga gas industri ini akan memaksa pelaku usaha merogoh kocek lebih dalam karena harga gas industri bakal melonjak. Naiknya harga gas industri itu sebagai konsekuensi meroketnya harga di sektor hulu. “Dalam waktu dekat, harga jual gas PGN ke pelanggan bakal naik 15 persen. Kami sudah mencapai kesepakatan dengan pelanggan industri,” ujar Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Hendi P. Santoso Rabu (13/4) lalu.

Stand PT Satria Nusantara Sultra

Tawarkan Perumahan dan Ruko

Izin Impor Gula Tak Diperpanjang Jakarta, KP Pemerintah tidak akan memperpanjang waktu impor gula kristal putih yang sebelumnya ditetapkan berakhir 15 April 2011. “Impor gula tidak akan diperpanjang. Yang penting pengapalan sampai dengan 15 April (kemarin, red). Dan saya pikir semua sudah masuk dari yang direncanakan,” ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat menyampaikan keterangan mengenai perkembangan harga bahan pangan pokok di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (14/4) lalu. Menurut data Direktorat Impor pada Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, hingga 13 April 2011 total realisasi impor gula kristal putih mencapai 78.236 ton. Hingga akhir Maret 2011, penerima izin impor gula yang sudah memiliki kontrak impor gula kristal putih terdiri atas PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebanyak 30

Serba-serbi REI Expo

Selain harga dari produsen gas yang naik, lanjut dia, suplai kepada PGN pun sangat terbatas. Karena itu, PGN tidak bisa melayani seluruh permintaan pasokan gas dari pelanggan industri. “Pasokan gas domestik kita masih defisit,” katanya. Data PGN menunjukkan, tahun ini dari kebutuhan gas untuk pembangkit listrik yang mencapai 2.093 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), baru terpenuhi 800 MMSCFD. Sedangkan untuk pelanggan industri, dari kebutuhan 2.700 MMSCFD, baru terpenuhi 500 MMSCFD. Dari sisi harga gas hulu, saat ini PGN memperoleh dari beberapa perusahaan migas. Misalnya PT Pertamina Hulu En-

ergi Offshore North West Java dengan harga USD 5,4 per juta British thermal unit (MMBTU), kemudian dari Medco dengan harga USD 5-USD 5,4 per MMBTU. Berdasar data PGN, harga jual rata-rata gas kepada pelanggan industri per 1 Januari 2011 lalu USD 6,58 per MMBTU. Jika dibandingkan dengan energi lain seperti BBM industri, harga gas memang jauh lebih murah. Hendi mengakui, dengan tren harga minyak yang terus menanjak, ke depan gas bakal terus mengikuti kenaikan energi fosil itu. “Tren tahun lalu kan juga naik,” imbuhnya. Tahun lalu, per 1 April 2010 PGN menaikkan harga gas rata-rata 15 persen, dari USD 5,6 per MMBTU menjadi USD 6,5 per MMBTU. Tarif itu berlaku un-

tuk pelanggan industri yang berada di wilayah Jawa bagian barat, seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. “Tahun ini, rencananya kenaikan harga hanya berlaku untuk pelanggan di Jawa bagian barat,” timpalnya. Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Evita H. Legowo mengatakan, dalam penentuan harga gas domestik, pemerintah hanya bisa ikut campur dalam menetapkan harga untuk kebutuhan rumah tangga dan transportasi, listrik, serta pupuk. Namun untuk industri, pemerintah tidak bisa ikut campur. “Itu B to B (business to business), pemerintah hanya memfasilitasi,” ujarnya. (jpnn/awl)


Sabtu, 16 April 2011

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

RUSLAN/KP

Gapura kompleks perkantoran Kabupaten Konawe Utara (Konut) nampak tak terurus, dengan tumbuhnya rumput ilalang sepanjang jalan kompleks perkantoran.Maklum daerah yangkaya sumber dayaalam inibelum memiliki bupati definitif, sejak berdiri Juli 2007 lalu.

Gubernur Berkantor di Baubau Selama Perayaan HUT Sultra Baubau, KP Gubernur Sultra, Nur Alam akan berkantor di Kota Baubau selama perayaan HUT Sultra yang ke-47. Diperkirakan, Nur Alam akan berada di Kota Baubau sejak 22-27 April. Hal itu diungkapkan Walikota Baubau MZ Amirul Tamim MSi, saat ditemui sejumlah wartawan di Aula MAN Baubau, beberapa waktu lalu. Amirul menjelaskan pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan ruangan untuk gubernur di kantor Walikota Baubau di Palagimata. Gubernur akan menempati ruang khusus di lantai dua yang berdampingan dengan ruang Walikota Baubau. “Dalam rangka HUT Sultra Gubernur akan berkantor di Kota Baubau selama seminggu,” ujar Amirul. (p13)

Polres Siagakan 500 Personil Amankan HUT Sultra Baubau, KP Polres Baubau menyiagakan sekitar 500 personil untuk mengamankan perayaan hari jadi Sultra ke-47 yang diselenggarakan di Kota Baubau. Jumlah tersebut diperbantukan dari anggota Polres Muna dan Polres Buton. Kapolres Baubau, AKBP Daniel Aditya Jaya SIk mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan operasi rutin dan patroli untuk merazia penyakit masyarakat seperti miras dan judi. Upaya tersebut untuk menetralisir semua tindakan yang berpotensi menganggu Kambtimas menjelang HUT Sulta. “Anggota kami sudah mulai melakukan patroli setiap harinya,” kata Daniel Aditya Jaya. Dalam pengamanan, Polres Baubau juga bekerjasama dengan anggota TNI, Pol PP dan instansi terkait. Diharapkan selama perayaan HUT Sultra yang disertai pameran potensi daerah itu, masyarakat bisa bekerjasama menjaga suasana tetap kondusif. (p13)

BPR Bahteramas Konsel Mulai Operasi Andoolo, KP Untuk pertama kalinya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas Cabang Konawe Selatan resmi beroperasi. Itu setelah dilakukan peresmian oleh Bupati Konsel, H Imran, di Tinanggea, kemarin. Saat peresmian, bupati didampingi Direksi Bidang Pengawasan kantor BI Kendari, Haryo K Pamungkas, Koordinator BPR Bahteramas, Abdul Razak dan Direktur BPR Bahteramas Cabang Konsel, Ahmad SE. Dalam kesempatan itu, Bupati Konsel, H Imran mengatakan, pembukaan BPR Bahteramas yang pertama di Sultra itu membuktikan bahwa perekomian masyarakat Konawe Selatan semakin meningkat. Hal itu dilihat dengan semakin banyaknya pendirian bank di Konawe Selatan dankini BPR Bahteramas, sejak 2008 digagas pemerintah provinsi untuk didirikan di seluruh kabupaten/kota se-Sultra. “Selaku pemerintah daerah menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pembukaan BPR Bahteramas cabang Konawe Selatan,” ujarnya. Sementara itu, Koordinator BPR Bahteramas Sultra, Abdul Razak mengatakan, peresmian BPR Bahteramas dari tujuh cabang yang dibuka se Sultra tersebut adalah Konawe Selatan yang pertama kali dibuka pengoperasionalnya. Dengan beroperasinya BPR yang pemilik sahamnya kepala desa, lurah dan camat ini diharapkan menjadi salah satu bank yang diminati masyarakat sebagai tempat menyimpan uang dan untuk kebutuhan lainnya. “Pendirian bank BPR ini sebenarnya sudah lama dirancang, namun demikian perizinan dari Bank Indonesia baru terbit sejak awal 2010. Hari ini (kemarin) yang pertama kali diresmikan dari tujuh cabang yang telah ada,” ujarnya. (era)

Pemkot Baubau Dituding Kuasai Tanah Warga Kendari, KP Pemkot Bau-bau dituding menguasai tanah warga di Kota Bau-bau. Tepatnya, pihak Pemkot menguasai IMB tanah seluas 656 meter persegi yang beralamat di Jalan Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, yang dimiliki mantan Bupati Buton pertama, Alm Laode Abdul Halim. Padahal, tanah tersebut telah dimenangkan oleh ahli waris Laode Abdul Halim melalui PTUN Kendari tanggal 22 Februari 2011. Itu disampaikan Kol CKMK Purnawirawan Hj Waode Taslimah S. Sos, ahli waris, saat menyambangi Harian Kendari Pos, kemarin. Menurutnya, setelah melalui proses hukum yang berkekuatan hukum tetap (inkra) yang memutuskan pihak ahli waris dimenangkan atas kepemilikan tanah tersebut. “Mestinya Pemkot Baubau menyerahkan sepenuhnya

Waode Taslimah

tanah itu, termasuk IMB,” ujar Waode Taslimah. Apalagi, lanjut Waode kepemilikan tanah tersebut telah melalui proses yang panjang. Selain dimenangkan di PTUN Kendari, tanah yang letak berada di depan Hotel Deborah Baubau itu, telah melalui rekomendasi sejumlah pihak terkait, DPRD Kota Baubau, DPRD Buton melalui paripurna sehingga bupati Buton Syafei Kahar memutuskan tanah tersebut diberikan pada ahli waris. Sebelumnya, Bupati pun meminta petunjuk Gubernur Sultra yang saat itu dijabat Ali Mazi, dan hasilnya (Sesuai surat yang diperlihatkan pihak ahli waris-red), surat tertanggal 8 Juni 2004 menyebutkan bahwa gubernur mempertimbangkan jasa-jasa Laode Abdul Halim terhadap pemerintah Kabupaten Buton dan masyarakat Buton baik selaku mantan bupati maupun tokoh

masyarakat. Mengingat sejarah tanah lokasi eks kantor pemerintah masyarakat Kabupaten Buton, maka dapat direalisasikan ataupun memberi tanah tersebut sebagai hadiah kepada Laode Abdul Halim dan prinsipnya kami mendukung penyerahan tersebut, tulis Gubernur Ali Mazi saat itu. “Bahkan, Bupati Buton telah meminta pendapat hukum ke Kajati Sultra yang dijabat Donny Kadnezar Irdhan saat itu. Beliau pun menjelaskan melalui suratnya bahwa putusan majelis hukum PTUN telah berkekuatan hukum tetap maka perlu segera dilaksanakan amar putusan demi adanya kepastian hukum. Jadi, bagaimana mungkin Pemkot bisa menahan IMB tanah tersebut. harusnya tanah itu diserahkan pada

Baca TANAH di Hal 6

Hakku Wahab Kunjungi Daerah Rawan Banjir Rumbia, KP Hakku Wahab memperluas kunjungan kerja di wilayahnya. Kemarin, Pj Bupati Bombana ini mengunjungi dua wilayah sekaligus yang kerap ditimpa bencana banjir. Dua daerah itu yakni Desa Mambo, Kecamatan Poleang Timur dan Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu. Kunjungan kerja Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra diawali di Desa Mam-

bo dengan bertemu tokoh-tokoh masyarakat di halaman kantor desa Mambo. Setelah itu dilanjutkan dengan meninjau langsung kali Mambo yang kerap meluap. “Untuk mengantisipasinya (banjir), kalinya harus dinormalisasi secepatnya. Kami upayakan tahun 2012 sudah dilaksanakan,” kata Hakku Wahab. Usai meninjau kali Mambo, Bupati melanjutkan kunjungannya di Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu. Di daer-

ah terpencil itu, Hakku Wahab tercengang begitu melihat langsung kondisinya. Selain infrasturktur jalannya memprihatinkan, pegawai yang berkantor di kantor kecamatan dan Puskesmas juga mengejutkan Bupati karena setiap hari hanya 5 orang yang masuk. Tidak hanya itu, fasilitas air bersih dan listrik ternyata belum menyentuh daerah tersebut. “Saya perintahkan Asisten II agar pegawai di Setda yang memang be-

rasal dari sini (Tontonunu) diberdayakan di daerah asalnya,” kata Hakku Wahab. Terkait kondisi jalan, air dan listrik, Bupati berharap agar siapapun Bupati defenitif nanti kiranya bisa memperhatikan daerah Tontonunu. Pasalnya, daerah Tontonunu merupakan sentra produksi pertanian. Saat berkunjung di Tontonunu, bupati menyerahkan bantuan pembangunan mesjid serta rumah korban banjir. (nur)

Kajati Warning Pejabat Baubau-Buton Serahkan Makalah Tentang Korupsi Baubau, KP Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Drs AR. Nashruddien SH MH mewarning pejabat lingkup Pemkot Baubau dan Kabupaten Buton agar tidakmencoba-coba melakukan korupsi. Warning tersebut disampaikan di selasela pertemuan rombongan Kajati Sultra bersama Pemkot Baubau di Auditorium Palagimata, Kamis malam (14/4) dan Pemkab Buton, Jumat (15/4) di Aula eks Kantor Bupati Buton. Dalam tatap muka tersebut, Kajati menegaskan, tidak akan segan-segan menjobloskan para pejabat di dalam ruang pesakitan jika ada yang tersandung kasus korupsi. “Saya yang diamanahkan Kejaksaan Agung sejak 9 November 2010 untuk menertibkan semua permasalahan hukum dan menaikan citra kejaksaan yang ada dikawasan wilayah hukum Sultra,” tegasnya. Mantan Kajari Kota Makassar itu menjelaskan pertemuan tersebut bertujuan untuk mengenal wilayah dan masyarakat yang ada di wilayah hukum Kejati Sultra dan bersilaturahmi dengan pemerintah daerah. Sehingga terjalin hubungan baik dan kesepa-

ASWAN/KP

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, AR. Nashruddien di acara tatap muka dengan Walikota Baubau MZ Amirul Tamim di Auditorium Palagimata, Kamis malam (14/4). haman dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Dalam kegiatan tersebut, Kajati AR. Nashruddien menyerahkan makalah yang berisi 30 poin kasus korupsi. Makalah tersebut diserahkan kepada

Walikota Baubau MZ Amirul Tamim, Ketua DPRD Baubau Hasidin Sadif, Kepala Kejaksaan Negeri Baubau Telly Tumondo, Bupati Buton Ir. Sjafei Kahar, Ketua DPRD Buton LM Yamin, dan Kepala Kejaksaan Negeri Buton Siti

Nursina SH Mh. Kegiatan yang dihadiri para kepala SKPD dan Muspida itu, ditutup dengan penyerahan cendramata masing-masing, baik Kejati Sultra, Pemkot Baubau dan Pemkab Buton. (p13/p14)


6

Kendari Pos |Sabtu, 16 April 2011

Tari Lariangi dan Adat Mombesara Tampil di HUT TMII

RUSLAN/KP

Jajaran Polsek Asera yang berada di ibukota Konawe Utara, Wanggudu, siap melayani laporan masyarakat.

Muna Keciprat Dana Rp 42 Miliar Program Kota Terpadu Mandiri

Raha, KP Pemerintah kabupaten (Pemkab) Muna tengah merintis pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Program yang tahun ini mendapat kuncuran anggaran sebesar Rp 42 milia dari APBN tersebut, ditempatkan di Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi. Menurut Kadis Nakertras, Ruslan Ibu,

program itu turun setelah Ia bersama Bupati Muna meyakinkan Kementerian Transmigrasi, sehingga kegiatan tersebut jatuh di Muna. Tahap awal anggaran yang turun direncanakan sebesar Rp 42 miliar, untuk biaya desain, pembuatan jalan boulevard, tugu dan gapura. “Prinsipnya tahun ini akan jalan,” tegasnya. Terkaitkendalalahanmasyarakatyang digunakan, Ruslan mengatakan, hanya kendala pemahaman masyarakat akan program itu. Bila masyarakat memahami

pentingnya program tersebut bagi mereka, dirinya yakin tidak akan ada masalah. Makanya, Ia melakukan sosialisasi dan meminta bantuan kepada DPRD, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Bila program KTM ini berjalan, tidak menutup kemungkinan Marobea cikal bakal ibu Kota Muna Barat, bila terjadi pemekaran. Dimana-mana, KTM menjadi Ibu Kota wilayah bila ada pemekaran, “ terangnya. Ruslan menghimbau agar masyarakat di Marobea ikut berpartisipasi dalam

pembangunan KTM. Karena manfaat program ini cukup besar bagi masyarakat di desa itu. Saat ini instansinya juga sedang merencanakan usulan anggaran tanhun 2012 sebesar Rp 65 miliar, di Kementerian Trasmigrasi, sebagai lanjutan program tersebut. “KTM dibangun secara bertahap,” timpalnya. Diperencanaanya, anggaran tersebut diantaranya digunakan untuk membangun sekolah, kantor kepolisian dan Puskesmas rawat inap. (awn)

Warga Haka Butuh Bibit Sayur Wangiwangi, KP Meski Desa Haka, Kecamatan Togo Binongko, Kabupaten Wakatobi, berada paling ujung di Pulau Binongko, namun desa itu memiliki kandungan tanah lebih di banding tempat-tempat lain di Togo

Binongko, sehingga desa itu potensial di pusatkan sebagai desa budi daya sayur mayur. Sampai kini, warga setempat hanya bisa memanfaatkan kemampuan sendiri, untuk mengadakan bibit sayur mayur. “Perkampungan kami di pu-

satkan di tepi pantai, tetapi meski kelihatannya kampung ini tandus dan dipenuhi batu cadas, tapi di bagian pegunungan, potensial dikembangkan tanaman sayur mayur,” kata Abd Hada, tokoh masyarakat setempat.

Abd Hada mengaku, pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan bibit sayur mayur ke dinas Pertanian setempat dan pihaknya mengharapkan dapat terealisasi. “Desa kami sangat potensial jika dikembangkan budi daya

sayur mayur. Jika itu dilakukan, kami bisa mendistribusi kebutuhan sayur mayur di Pulau Binongko yang terdiri dari Kecamatan Binongko dan Togo Binongko, bahkan bisa sampai di Pulau Tomia,” paparnya. (cr1)

BKKB-PP dan IBI Gelar Pengobatan Gratis Pasarwajo, KP Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKKB-PP) Kabupaten Buton bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menggelar pelayanan KB dan kesehatan gratis di Puskesmas Desa Wajah Jaya, Kecamatan Lasalimu Selatan, kemarin. Kepala BKKB-PP Buton, La Rahimi, S.Ip, M.Si saat membuka pencanangan pelayanan KB

Tanah ................... pemiliknya kini, Ny Nelly Tan, selaku pembeli tanah tersebut,” tandas putri kelima Alm Laode Abdul Halim ini. Mantan anggota DPRD Kota Baubau itu, menjelaskan setelah hasil paripurna DPRD Buton dan rekomendasi bupati Buton untuk menyerahkan tanah tersebut pada ahli waris, maka pihak keluarga pun mengajukan sertifikat kepemilikan tanah melalui berita acara penyerahan sertifikat Nomor 28 tahun 1999. Nah, dasar inilah yang diajukan ke BPN untuk balik nama menjadi hak milik tanggal 23 Apriul tahun 2008. Setelah terjadi hak milik ahli waris Laode Abdul Hamid, maka tahan tersebut dijual pada Nelly Tan. Hasil penjualan dipergunakan untuk merenovasi rumah kediaman almarhum yang didiami istri Almarhum, Hj Siti Zainab Halim, hingga saat ini. “Kami sudah mengajukan permohonan tertulis maupun lisan pada Pemkot Baubau. Penjelasannya melalui surat yang ditanda tangani Sekot Suhufan atas nama walikota Baubau, 22 Februari 2011 bahwa tanah tersebut milik Pemkot. Ini kan aneh, status tanah itu sudah jelas kepemilikannya bahkan putusannya sudah inkra dari PTUN. Anehnya lagi justru tanah tersebut diperkarakan ke Polda dengan tuduhan gratifikasi Bupati Buton. Kami justru berterima kasih karena beliau (Sjafei Kahar,red) melaksanakan apa yang menjadi hak ahli waris. Intinya, kami hanya menuntut hak kepemilikan yang sudah dipatenkan secara hukum,” pungkas Waode Taslimah yang didampingi sejumlah kerabatnya. (lia)

dan kesehatan gratis mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan hingga puncak perayaan HUT Sultra, tanggal 27 April nanti. Tujuannya tak lain untuk memberi pelayanan kepada calon akseptor KB se-Kabupaten Buton. Dari hasil pendataan, pihaknya akan memberikan melayanan kepada calon akseptor baru

dengan rincian, 37 orang calon akseptor tubektomi atau MOW (Medik Operasi Wanita), 21 orang akseptor fasektomi atau MOP (Medik Operasi Pria), 300 orang KB implant atau susuk, 600 orang KB suntik, KB pil 568 orang dan 250 orang calon akseptor kondom. “Kami selalu memotivasi staf

agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Sehingga nantinya pelaksanaan program ini dapat sukses mencapai target,” tutur mantan staf ahli Bupati Buton Bidang Pemerintahan ini. Pelayanan KB dan kesehatan gratis itu dilaksanakan dalam rangka HUT ke-7 Pasar-

wajo, dirangkaikan dengan HUT ke-47 Sultra, Bulan Bhakti IBI tahun 2011 serta Hari Kesatuan Gerak PKK. (p14)

Andoolo, KP Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mendapat suatu kehormatan untuk menampilkan tarian Lariangi dan adat Mombesara di hari jadi Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta. Dua budaya khas Tolaki tersebut akan tampil bersama seluruh jenis tari dan adat lainnya di Indonesia, Senin (18/4) depan. Bupati Konsel, H Imran yang melepas duta Wisata dan Budaya Konsel itu berharap, tari lariangi dan mombesara akan menjadi bagian promosi wisata dan buadaya Konawe Selatan dan Sultra di event nasional. “Ini merupakan kesempatan yang baik untuk memperlihatkan, bahwa tarian dan adat istiadat di Sultra, khususnya di Konsel sangat berpotensi untuk mengangkat budaya dan kepariwisataan. Untuk itu kepada yang ditunjuk dalam hal ini Sanggar Seni Wulele Sorumba untuk mengikutinya secara baik dan memperagakan dengan baik,” kata Imran, kemarin. Bupati berharap salah satu adat istiadat Tolaki yang hampir dilupakan dengan pesatnya teknologi modern itu untuk tetap dipertahankan. Salah satunya adalah adat mombesara. Dalam adat ini ada beberapa tingkatan yang harus dilaksanakan, karena itu peragaan dan cara pelaksanaannya untuk dipertahankan kesempurnaannya. “Petuah adat dan juru adat yang harus mempersembahkan dengan baik dan benar, termasuk untuk diartikan pada saat pementasannya,” katanya. Saat melepas duta wisata dan budaya Konsel tersebut, Bupati juga memintah kepada pelaksana adat untuk menyajikan terlebih dulu untuk mempraktekkan tata cara pelaksanaan mombesara, khususnya dihadapan Puutobu (Penguasa-atau pemerintah setempat-red). Begitu juga tari Lariangi tak luput diperagakan. “Tetenggano tolea ano petai-tainoki, iamo nonia teaso kinolupe. (Tingkatan dan pelaksanaan adat harus berdasarkan susunannnya jangan sampai ada yang terlupakan-red). Ini semua dimaksudkan, pemerhati dan budayawan untuk mengetahui, bahwa untuk meminang atau melamar, banyak proses yang harus di lalui,” tandasnya. (era)


7

Kendari Pos |Sabtu, 16 April 2011

Keberatan, Silahkan Tempuh Jalur Hukum Kajati ........................ PNS juga mau tuntut pembebasannya? Nah, apa yang disangkakan jaksa- kan risiko jabatan,” tandas pengganti Donny Kadnezar Irdhan ini. Apa yang disangkakan Sekot maupun Kepala BPN, sepenuhnya melalui telaah yuridis. Tentu, kata Nashruddien, tidak boleh ada diskriminasi penegakkan hukum di dalamnya. Bukankah selama ini, Kejati Sultra dituntut tidak tebang pilih. “Aneh juga,

disaat kami ingin menyamakan status seseorang di hadapan hukum, ada pihak yang keberatan. Bukankah setiap saat saya tegaskan, pejabat siapapun, tidak ada kaitannya dengan perkara hukum. Asalkan penyidik punya alat bukti kuat, saya jamin memprosesnnya. Itu komitmen saya sebagai Kajati Sultra maupun selaku hamba Allah SWT,” tambahnya. Terkait pengrusakan pintu masuk kantor Kejati, tentu kejaksaan tidak akan diam. Menurut Mantan Kajari Palopo ini,

ia sudah memerintahkan stafnya untuk mengumpul barang bukti yang ada supaya diproses sesuai hukum yang ada. Soal keamanan sepenuhnya diserahkan pada kepolisian. Pastinya, tegas Nashruddien, pihaknya tidak akan pernah mundur selangkah pun. Ancaman, desakan ataupun demonstrasi adalah hal biasa yang ditemuinya selama aktif di kejaksaan. “Ini risiko jabatan, saya sampai sekarang hanya takut pada azab Allah. Bukan pada manusia siapapun. Apa yang kami

tempuh dasar hukumnya jelas dan telah memenuhi unsur-unsur hukum yang ada. Kalau dikatakan mencari popularitas, itu hak orang. Sejauh ini kami kerja sesuai Tupoksi kami. Kalau ada yang keberatan, silahkan tempuh jalur praperadilan. Nanti saya akan lihat perkembangan perkara ini, apakah mereka yang demo masuk dalam upaya menghalang-halangi proses penyidikan, kalau ada indikasi ke sana, saya proses, “ tukas Mantan Kajari Makassar ini. (lis)

Masih Banyak Tanah Warga yang Belum Terbayarkan Mengaku ................... Gubernur Sultra itu. Apalagi jika bertanya soal siapa pemilik tanah pada kawasan yang dibebaskan oleh panitia sembilan? Beberapa warga hanya bisa geleng-geleng kepala, bahkan tampak bingung kawasan yang dimaksud. Cukup banyak penduduk di Kampung Baru yang tidak mengetahui lokasi dibebaskan panitia sembilan untuk perluasan kawasan Bumi Praja Kantor Gubernur Sultra. Ada pula yang hanya mampu menyampaikan bahwa lokasi yang dibebaskan oleh panitia sembilan itu cukup banyak pemiliknya, tapi tidak mengetahui siapa orangnya. “Itu banyak sekali pemiliknya. Tapi saya tidak tahu siapa yang punya,” terang salah seorang warga yang berdomisili di Kampung Baru. Uniknya, saat wartawan bertanya lebih mendalam soal para pemilik tanah, warga itu malah tampak resah dan bertanya balil. “

Anda dari mana, buat apa tanya-tanya soal itu, dan mau diapakan,”kata warga tersebut. Namun, setelah menelusuri deretan rumah dipemukiman itu, koran ini menemui satu warga yang mengaku salah seorang pemilik tanah. Warga itu bernama Sania (63) seorang janda yang telah berdomisili di lokasi tersebut sekitar 35 tahun. “Pemilik tanah untuk perluasan kantor gubernur itu hanya dua orang yang tinggal di kampung ini. Saya dan La Apo. Pemiliknya memang banyak, tapi mereka tidak tinggal di sini (Kampung Baru),” ujar Sania. Wajar saja warga lainnya banyak yang tidak mengetahui pemilik tanah pada lokasi yang dibebaskan oleh panitia sembilan itu. Sania pun menguraikan lebih rinci soal konflik pembebasan lahan tersebut. Ia sendiri memiliki tanah sekitar 1.500 meter persegi (30 x 50 meter) yang masuk dalam kawasan pembebasan lahan perluasan kantor gubernur. Daerah terse-

but telah terkapling dan pemiliknya cukup banyak. Permintaan yang dilakukan oleh tim sembilan hanya bisa menggantikan tanah itu senilai Rp 25 ribu per meter. “Harganya sebenarnya berfariasi, mulai Rp 25 ribu sampai Rp 75 ribu permeter. Ada juga tawarannya Rp 45 juta perkapling, termasuk tanah saya yang hanya terhitung satu kapling. Uangnya dijanjikan sejak tahun 2010, tapi sampai sekarang belum diberikan,” jelas Sania yang mengaku permasalahan tanahnya juga terkatung-katung. Namun, pihaknya mengaku masih mempertahankan tanahnya itu karena harga yang ditawarkan padanya dinilai sangat rendah (hanya terhitung Rp 30 ribu permeter). Selain itu, harga pembebasan tanah versi Sania, cukup variatif dan ada yang ditawari hingga Rp 75 ribu permeter. “Masih banyak yang belum dibayar tanahnya. Ada juga saya dengar, sebagian dari pe-

milik tanah itu sudah dibayarkan. Tapi, tak sedikit diantara kami yang belum dibayar-bayar. Sudah ada satu tahun dijanji-janji tapi uangnya belum diberikan. Kami pun akhirnya tetap bertahan,” ungkapnya. Tanah seluas 1.500 meter persegi milik Sania selama ini digarap menjadi lahan pertanian dan digarap anak dan menantunya. (***)

PLTN Pompa Aliran Air yang Terkontaminasi Dunia ........................ kap jubir CNS dalam jumpa pers seusai pertemuan. Salah satunya adalah meninjau ulang prosedur pengamanan nuklir. Jepang pun mulai merevisi aturan pembangunan reaktor dari yang semula hanya tahan gempa ditambah antitsunami. Sebenarnya, forum CNS yang diikuti negara-negara anggota badan pengawas nuklir PBB (Badan Energi Atom Internasional atau IAEA) itu bertemu setiap tiga tahun. Tahun ini pertemuan sengaja digelar lagi terkait insiden nuklir di PLTN Fukushima Daiichi. Apalagi, Senin lalu (11/ 4) Jepang menaikkan level krisis Fukushima dengan bencana nuklir Chernobyl pada 1986. “Dunia menyadari signifikansi krisis nuklir Fukushima bagi negara-negara lain yang menggunakan nuklir sebagai pembangkit energi.

Karena itu, harus dirumuskan prosedur keamanan dan keselamatan baru pada sektor ini,” papar pernyataan CNS. Saat ini, mereka menunggu Jepang tuntas menganalisis krisis mereka. Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Naoto Kan berjanji melaporkan detail investigasi di PLTN Fukushima. Rencananya, CNS akan kembali bertemu pada 2012. Pertemuan itu bakal khusus membahas krisis Fukushima, tragedi nuklir terburuk sepanjang sejarah Jepang. Bersamaan dengan usainya pertemuan CNS itu kemarin, Greenpeace berunjuk rasa menentang penggunaan nuklir sebagai energi. “Fukushima dan Chernobyl sudah cukup membuktikan bahwa nuklir tak pernah menjadi pembangkit listrik yang aman meski pemerintah telah melakukan segala upaya untuk mengamankan,” seru Aslihan Tumer, aktivis Greenpeace. Sementara itu, polisi Jepang mulai melakukan pencarian

jenazah korban tsunami di area rawan radiasi pada radius 10 km di sekitar PLTN Fukushima kemarin. Pencarian itu dinilai mendesak karena dikhawatirkan jenazah membusuk setelah lebih dari sebulan terkubur pasca-gempa. Polisi berpakaian tertutup warna putih guna menghindari efek radiasi. Mereka menggali berbagai titik di sekitar PLTN. Sebanyak 330 personel polisi yang turun itu adalah kelompok pertama yang dikerahkan di wilayah tanpa penghuni. Sebelumnya polisi dan tim penyelamat hanya mencari jenazah korban di lokasi aman dari radiasi pada radius 20 km dari PLTN sejak 3 April lalu. Di dalam PLTN, tim penyelamat coba menghentikan kebocoran radioaktif ke perairan Samudera Pasifik. Mereka membangun pagar di dasar laut untuk memperlambat penyebaran radioaktif ke laut dan kemudian memompakan air yang terkontaminasi ke tangki-tangki. (AP/AFP/hep/cak/dwi)


8

Kendari Pos |Sabtu, 16 April 2011

Bom di Masjid, Menag Minta Umat Islam Tak Terpancing SALIMAH FOR KENDARI POS

Berpose bersama setelah penyerahan Al-Qur’an kepada pihak rumah sakit jiwa.

Penghuni RSJ Diterapi Religi Kendari, KP Sudah melekat dalam stigma masyarakat selama ini bahwa penghuni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) identik dengan orangorang berbahaya yang layak dijauhi. Jangankan mengharap perhatian berlebih dari pemerintah atau masyarakat, keluarga sendiripun tak jarang yang mengabaikan keberadaan mereka. Mungkin karena alasan tersebut, kunjungan Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Sultra ke RSJ Kendari, Rabu (13/4) lalu menjadi momen yang cukup istimewa. Beragam ekspresi tampak dari wajah para penghuninya. Sebagian tampak gembira, tapi tidak sedikit yang justru menangis karena mengingat sanak keluarga yang jarang datang berkunjung. Direktur RSJ Kendari, H. Sumardin SIP, turut membenarkan bahwa mereka selama ini hampir tak pernah dikunjungi oleh siapapun. Kurang lebih 100 pasien ru-

mah sakit, beserta perawat, dokter dan pihak manajemen bergabung dalam acara terapi religi dan pembagian AlQur’an dari PW Salimah Sultra. Dalam kegiatan perdana ini PW Salimah Sultra memilih RSJ Kendari serta Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Sultra untuk menyelenggarakan kegiatan Gerakan Membaca Al Qur’an Bersama Salimah (Gema Salimah). Dalam Sambutannya, Ketua PW Salimah Sultra, Drg. Syafriani mengatakan, Gema Salimah bertujuan mengatasi problem masyarakat di Indonesia, terutama permasalahan rendahnya persentase tingkat kemampuan membaca Al Qur’an. Untuk mendukung program ini salimah bekerjasama dengan yayasan wakaf Musyaf Al Qur’an Sahm Al Nour mendistribusikan al Qur’an ke sejumlah rumah sakit, hotel dan majelis takim. Menurut Direktur RSJ, kegiatan ini sangat membantu pihaknya. Dalam proses

penyembuhan pasien rumah sakit memberikan berbagai macam terapi. Salah satunya adalah terapi religi yang diadakan secara rutin setiap bulan di Masjid Raudatul Jannah. Diharapkan melalui kegiatan ini pasien akan dekat dengan Al Qur’an dan dapat menjadi obat bagi jiwa mereka yang selama ini kering dari nilai– nilai agama. Dalam kesempatan tersebut Direktur RSJ juga mengharapkan adanya kepedulian dari masyarakat terhadap para pasien RSJ ini, karena sesungguhnya penanganan bagi mereka tidak bisa hanya mengandalkan pihak rumah sakit dan pemerintah, tetapi lebih kepada peran masyarakat dan keluarga. Sementara itu dalam kunjungan Salimah ke RSUP Sultra, HJ. Aswiati yang mewakili direktur RSUP mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting, mengingat masih sangat jarang rumah sakit yang menyediakan Al Qur’an di ruang perawatan. (ham)

Jakarta,KP Menteri Agama Suryadharma Ali mengutuk aksi pengeboman bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon Kota, Jawa Barat, saat salat Jumat kemarin (15/4). Suryadharma sekaligus meminta umat Islam tak terpancing provokasi tersebut. “Saya minta umat Islam tetap tenang dan menyerahkan pengusutan pada pihak keamanan,” katanya ketika membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III PPP di Jakarta kemarin (15/4). Terpisah, anggota DPR dari F-PKB yang juga Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa) M Hanif Dhakiri menduga tin-

dakan tersebut merupakan salah satu upaya sistematis untuk mengadu domba umat beragama di Indonesia. Bom tersebut dinilai Hanif bagian dari rentetan kasus penusukan pendeta di Bekasi, serangan terhadap Jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, kerusuhan yang disertai upaya perusakan gereja di Temanggung dan sebagainya. “Ujungnya jelas, mengadu domba sesama muslim dan membenturkan umat Islam dengan umat beragama yang lain,” ujarnya. Menurutnya, jika melihat polanya, tidak menutup kemungkinan itu adalah by design dari sebuah operasi intelijen yang tidak diketahui siapa dalangnya. “Ada indikasi kuat

ingin menjadikan Indonesia seperti Afghanistan dan Irak. Jika sebelumnya teror bom dilakukan di hotel-hotel, tempat hiburan, dan kantor kedutaan sekarang mereka langsung ke jantung tempat ibadah,” tegasnya. Anggota DPR yang lain, Muhammad Nasir Djamil, juga sangat menyesalkan terjadinya aksi bom bunuh diri di Masjid Mapolres tersebut. Menurutnya, hari Jumat yang suci telah ternodai dengan aksi itu. “Komisi III mengutuk kejadian itu, terlebih dilakukan pada hari Jumat dan di dalam masjid. Ini sangat biadab dan telah melecehkan umat Islam,” ucap Nasir. Menurut Nasir, meskipun masjid itu milik Mapolres Cire-

bon Kota, bagaimanapun juga tempat itu adalah rumah ibadah umat Islam. Bahkan, politikus PKS itu menduga, pelaku teror bom ingin memberi sinyal bahwa dia dan jaringannya bisa meledakkan Mapolres. Apa pun motifnya, teror bom di masjid adalah kejahatan terhadap agama dan manusia. “Kita meminta agar polisi bisa mengusut dengan cepat dan mengetahui siapa pelakunya dan juga jaringannya,” tandasnya. Selain itu, teror bom di Cirebon tersebut nampaknya juga ingin menjauhkan masyarakat dengan polisi. “Masyarakat akan berpikir dua kali untuk salat Jumat di masjid yang berada di dalam Mapolres,” pungkasnya. (dms/jpnn/ttg)

Massa yang Turun Lebih Tertib Percepat .................... kantor gubernur Sultra yang diduga diselewengkan Rp 2,1 miliar dari total anggaran Rp 2,3 miliar akan terus diintensifkan. Setelah ditingkatkan ke status penyidikan (Dik), sebanyak 27 orang sudah dimintai keterangan. Selain panitia 9, warga yang mengaku pemilik lahan di atas tanah seluas 46.731 meter persegi tersebut juga telah dimintai keterangan. Menyangkut pemeriksaan Thamrin Patoro sebagai saksi atas perkara yang anggarannya bersumber dari APBD Sultra tahun 2010 itu, Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra ini, mengatakan pihaknya masih menunggu pemberhentian

Thamrin Patoro dari jabatan Pejabat Bupati Konawe Utara. “Kalau hari ini di-non aktif, besoknya kami layangkan surat pemeriksaan sebagai saksi,” tambah Asrul. Sementara itu, sekitar pukul 15.00 Wita, Kantor Kejati Sultra kembali disambangi demonstran yang menginginkan kepastian pembebasan PNS Pemkot dan BPN Kendari. Walau jumlah massa jauh lebih sedikit ketimbang sebelumnya, demonstran tetap menuntut supaya Kajati Sultra segera membebaskan dua pejabat Pemkot tersebut. Bahkan demonstran meminta jaksa mengeluarkan SP3 atas perkara perluasan tanah kantor gubernur karena tidak cukup bukti dan inprosedural.

Berbeda dengan aksi sebelumnya, massa sempat menerobos masuk ke Kantor Kejati Sultra yang berpintu besi setinggi empat meter. Kali ini, demonstran lebih terib dan hanya menyampaikan orasi sekitar 10 menit di depan pintu masuk Kantor Kejati Sultra. Usai menyampaikan aspirasi di depan kantor Kejati, massa pun secara tertib meninggalkan gedung Adhiyaksa menuju kantor wali kota Kendari. Tak ingin kecolongan dengan aksi sebelumnya, pihak kepolisian lebih menyiapkan pengamanan di sekitar kantor Kejati. Selain mendatangkan satu unit mobil water canon, tiga ajing pelacak, Polres Kendari diback up Polda Sultra

dan Satuan Brimbobda Sultra telah mengantisipasi adanya pergerakan tersebut. Sebanyak 300 personil atau tiga kompi diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut. “Kami menurunkan sebanyak 300 personil yang terdiri dari Polres Kendari dan jajaran (semua Polsek), diback-up Polda Sultra dan Sat Brimobda Sultra. Kami akan selalu mengawal dan berusaha memediasi setiap aksi unjuk rasa berlangsung dengan harapan, penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan tertib, aman, dan tetap menjunjung norma-norma yang berlaku,” terang Kompol Siswoyo Adi Wijaya, Kabag Ops Polres Kendari.(aka/lia)


Sabtu, 16 April 2011

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

ABDI MAHATMA/KP

Nelayan ini pulang dari melaut dan hendak melabuhkan perahu kecilnya di bibir Teluk Kendari. Ia masih bisa menikmati tenangnya laut di Teluk Kendari saat ini, tapi suatu saat jika pendangkalan teluk terus terjadi, maka hamparan air tempatnya ia mencari nafkah sudah akan berubah jadi daratan.

Asrun Restui PNS Demo Kejaksaan Kendari, KP Unjuk rasa besar-besaran PNS Pemkot Kendari di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra memprotes tindakan penahan terhadap Sekot Kendari dan Kepala BPN, rupanya mendapat restu dari sang Wali Kota, Ir Asrun. Pemimpin Kota Kendari itu menganggap, demonstrasi itu sebagai reaksi spontan dari para pegawai yang susah dibendung. “Itu (demo) merupakan bentuk empati dan solidaritas terhadap Sekot Kendari, Amarullah, yang kini ditahan di Rutan Punggolaka,” kata Asrun, kemarin. Menurutnya, ia tidak bisa larang PNS untuk

demo karena mereka yakin Amarullah dengan Kepala BPN tidak bersalah. Bagi Asrun, Amarullah adalah orang yang lurus dan selalu bertindak sesuai aturan. “Waktu saya putuskan pasar harus pindah, pertanggung jawabannya tinggi. Tugas saya menjelaskan pada masyarakat dan saya berusaha apa yang saya putuskan untuk kepentingan masyarakat. Saat itu saya siap didemo, begitu juga Kajati. Saya tidak pernah ajak mereka demo. Kita dinilai, bukan mencari popularitas,” kata Walikota, kemarin. Baginya, pihak Kejati Sultra, tak perlu panik didemo. Sebab, itu resiko dari

keputusan yang telah diambil. Keputusan jaksa, kata dia, merupakan stimulus yang melahirkan reaksi dari PNS terhadap respon tersebut. Dari proses pembebasan lahan yang melibatkan Sekot Kendari dan Kepala BPN Kendari itu, walikota menilai, tidak ada yang dilanggar panitia. Justru, sudah dilakukan sesuai prosedur UU agraria. Calon kuat Ketua PAN Sultra itu menjelaskan, pemerintah provinsi yang akan melakukan ganti rugi, meminta panitia 9 mengadakan negosiasi ke masyarakat.

Siswa SMAN 4 Kendari Ditikam Teman Sekelas Kendari, KP SMAN 4 Kendari geger pagi kemarin. Dua orang siswa di sekolah itu terlibat keributan yang berakhir tragis. Salah satu siswa kelas 1 sekolah tersebut bernama MR nyaris meregang nyawa karena ditikam pisau rekan sekelasnya berinisial MH. Dua tusukan di dada dan punggung dialami remaja tersebut. Darah segar mengucur dari dua bekas tusukan itu hingga ia harus dilarikan ke RS Bhayangkara.

Kejadian itu berlangsung di kantin sekolah sekitar pukul 09.00 wita, kemarin (15/4). MH tersulut emosinya karena MR menamparnya. Remaja itu langsung mencabut pisau dari balik sakunya.Satu tusukan di dada membuat MR nyaris ambruk, lalu satu kali lagi di dada, siswa SMA 4 Kendari itu tersungkur. Keduanya ternyata sudah lama punya ma-

Baca DitiKam di Hal 10

Baca aSrun di Hal 10

MI dan MTs Swasta Darul Bathni

Bagikan Seragam Gratis, Transportasi Siswa Ditanggung Usaha keras dan niat yang kuat untuk membangun sebuah lembaga pendidikan berbasis Islam sukses diwujudkan para Madratsah Ibtidaiah (MI) dan MTs swasta Darul Bathni. Nama sekolah yang dikutip dari bahasa Arab dan Buton dengan arti “kerajaan yang dibangun diatas perasaan cinta kasih,” itu kini berdiri di Jalan Malaka Lorong Mata Air I No 20.

SUWARJONO/KP

Aparat kepolisian saat mengamankan MH, siswa SMA 4 Kendari yang diduga melakukan aksi penikaman terhadap rekan sekelasnya.

Berkelahi di Kelas Saat

Tak Ada Guru

Ulfah Sari Sakti

M

eski harus memasuki Lorong Mata Air sejauh 600 meter, tidak begitu sulit menemukan MI dan MTs Swasta Darul Bathmi yang dibangun satu kompleks itu. Madrasah yang baru berdiri pada 2006 lalu ini masih tampak baru, dengan seng biru dan tembok bercat orange muda. Bangunan yang terdiri dari dua ruangan dengan sekat tripleks ini tampak menyolok, meskipun terletak pada bagian ujung

Baca Seragam di Hal 10

Murid-murid di MIS Darul Bathni, yang dengan kesederhanaan keterbatasannya, tetap rajin menuntut ilmu di sekolah ini.

dan

ULFA/KP

segala

MR kini terbaring lemas di RS Bhayangkara. Remaja berusia 18 tahun itu baru saja mengalami peristiwa yang nyaris menghilangkan nyawanya. Ia ditikam oleh rekan sekelasnya, pagi kemarin di kantin sekolah mereka di SMA 4 Kendari. Entah berapa lama ia akan di rumah sakit, kemudian menjalankan kembali aktivitasnya seperti semula. Ketika ditemui, MR bercerita sedikit soal kejadian yang dialaminya. MR mengaku bahwa antara dia dan MH memang sudah lama terlibat cekcok. Penyebabnya memang tidak begitu

jelas, yang pasti kelompok MR dan MH sudah sering terlibat adu mulut. “Tapi bukan saya yang suka hina-hina dia (MH), tapi temanku, itu mi saya heran kenapa saya yang dia tuduh suka ejek dia,” katanya, kemarin. “Kita sudah lama saling jengkel. Sebelum saya ditikam, kita sudah berkelahi di kelas, memang saya duluan yang pukul mukanya lalu kita berkelahi sekitar jam 08.30 Wita, saat itu kebetulan tidak ada guru yang mengajar. Kita lalu dipisahkan,” tutur MR. Setelah itu, ia menerima SMS, ajak berkelahi dari MH yang menunggunya di kantin sekolah. Sebagai laki-laki, ia pun menerima tantangan itu. Ia lalu ke kantin sekolah, ternyata di lokasi itu, teman-teman MH sudah berkumpul, meski tidak melibatkan diri. Keduanya pun siaga berduel lagi. Entah bagaimana awalnya, ia dirangkul orang lain. “Saat itulah dia tusuk saya den-

Baca berKeLahi di Hal 10


Metro

10

Kendari Pos | Sabtu, 16 April 2011

Artis Papan Atas Meriahkan Halo Sultra Jakarta, KP Tenggara Pemerintah Provinsi Sulawesi dalam mem(Sultra) melakukan terobosan yang promosikan potensi seni dan budaya Sultra’, dimilikinya. Melalu program ‘Halo tkan Gubernur Sultra, Nur Alam menarge an yang akan menggaet 120 ribu wisataw dijuluki akan berkunjung di daerah yang bumi anoa itu. Halo Untuk menyuskseskan program peringaSultra yang dirangkaikan dengan i ini selatan hari jadi ke 47 tahun Provins

2011 di Kota ma 5 hari, tanggal 23-27 April artisBaubau, Pemprov menggandeng anya, artis papan atas Indonesia. Diantar The Virgin, Drive Band, Aura Kasih, Once, penyanyi Armada, Trio Singo Edan serta Indonedangdut jebolan konteks dangdut sia (KDI). diwujudini “Setiap tahun, Halo Sultra kegiatan kan dalam bentuk rangkaian untuk memyang dilaksanakan sekaligus Sultra peringati hari ulang tahun provinsi ketiga,” tahun kan merupa yang saat ini

n di di MU kata Nur Alam kepada wartawa 4/4) lalu. Cafe, Sharina, Thamrin, Kamis(1 PAN Sultra Nur Alam yang juga Ketua DPW tempat menjelaskan Baubau dipilih sebagai tersebut penyelenggara karena kawasan daerah a. Selain terkenal akan pesona wisata bahariny tan kesempa itu, setiap daerah perlu diberikan . “Sesecara bergatian sebagai tempat perayaan belumnya selalu di Kendari,” katanya. an event Program Halo Sultra merupak ikan pentas seni dan budaya yang dirangka Produkkegiatan pameran multi produk.

diperkenalproduk unggulan Sultra akan wi wisata kan berupa jasa unggulan destinas a pelunggulan serta sarana untuk membuk

uang investasi di Sultra. akan Kegiatan yang akan dilaksan berbagai antara lain, pawai budaya dari y yang etnik di Sultra, opening ceremon anak-anak dimeriahkan penampilan 2500 bambu sekolah, dan penampilan musik untuk menserta perkusi. “Ini dilakukan i kerakyingkatkan pertumbuhan ekonom atan,” tukasnya.

merupaKata Nur Alam pula, Bau-Bau situskan daerah yang memiliki banyak sendirsitus bersejarah sehingga dengan n. wistawa para inya akan lebih dikenal oleh t dan “Even tahun lalu kita mampu menggae wisatawan menggundang sebanyak 80 ribu tahun ini manca negara, dan khusus even meningsaya perkirakan jumlahnya akan mancanegakat menjadi 120 ribu wisatawan dipercaya ra. Apalagi Provinsi Sultra juga a 2011 bersebagai tuan rumah Sail Indonesi .(awa) sama dengan Belitong,” katanya

Warga Tiga Kecamatan Minta Revisi TNRAW Kendari, KP Mungkin saja peruntukannya berbeda dengan motivasi revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Sultra. Tapi warga Konsel khususnya yang berdiam di Kecamatan Baasala, Lalembuu dan Benua ternyata juga menuntut wilayah yang telah mereka diami sejak 1980an dibebaskan dari kawasan hutan lindung Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW). Pasalnya sudah beberapa kali mereka bersitegang dengan staf Dinas Kehutanan maupun TNRAW karena dianggap menyerobot TNRAW. Bahkan warga juga mengklaim bahwa tanaman mereka yang telah berproduksi ditebang para petugas. Makanya ketika anggota DPRD Konawe Selatan, Camat Benua, Baasala, Lalembuu, kepala desa di tiga kecamatan itu serta para tokoh masyarakatnya rapat bersama di DPRD Sultra, masalah itu mereka adukan secara detail. Mumpung bertemu langsung Wakil ketua DPRD Muh.Endang, mereka mendesak agar Pemprov dan DPRD ikut beraksi terhadap keluhan itu. Sukarto, salah satu warga Lalembuu, meminta DPRD membantu mereka agar tanah yang sudah dikelola namun diklaim masuk ke dalam kawasan TNRAW, bisa “diberikan” pada mereka. Sebabnya mereka telah memegang sertifikat kepemilikan tanah sejak tahun 1982. “Kami juga meminta kepada staf dinas kehutanan, jangan kasar kalau di lapangan. Tanaman jeruk dan coklat kami juga ditebang pak. Jangan langsung main tebang,” ujarnya. Keluhan itu ditujukan Sukarto kepada Kadishut Sultra Amal Jaya yang juga hadir dalam pertemuan itu. Ino Karsono, salah Kades yang hadir juga mengatakan kengoto-

tan masyarakatnya untuk tetap bermukim di daerah terlarang itu. Disebut terlarang karena berdasarkan UU kehutanan, segala bentuk kegiatan di areal hutan lindung diharamkan. Menurut Ino, warga transmigran yang mayoritas menetap di Lalimbuu menolak untuk dipindahkan. “Lebih baik kami mati disini,” ungkapnya. Satu hal yang membuat warga bertahan di TNRAW. menurut mereka, tanah tersebut lebih dulu mereka kelola dibandingkan penetapannya sebagai TNRAW. Berdasarkan surat keputusan menteri kehutanan tahun 1989 ditetapkan sebagai TNRAW, sedangkan masyarakat telah mendiami daerah itu awal mulanya sejak tahun 1950-an, meskpiun masih sangat jarang dan sebagian besar nomaden. Ino juga mengatakan bahwa ada indikasi patok TNRAW dipasang jauh diluar batas areal yang telah ditentukan. Katanya banyak petugas TNRAW yang memasang petok pembatas tanah TNRAW di dekat jalan, meskipun di luar areal. “Alasannya karena hutan, mereka takut masuk. Itulah yang dijadikan patokan sehingga tanah kami disebut masuk ke dalam wilayah TNRAW,” tambahnya. Anggota DPRD Konsel juga mempertegas hal itu. Menurutnya Pemkab konsel juga kebingungan mencarikan areal relokasi jika harus memindahkan penduduk tiga kecamatan itu. Kalaupun nanti ada tempatnya, ia ragu masyarakat mau pindah karean tanamannya sudah berproduksi dan telah beranak pinak di daerahnya. “Maaf, masih mending kalau ada yang bilang bisa tidur di kolong jembatan, tapi kalau mereka jadi perampok, siapa yang mau tanggung?,” ketusnya. Amal Jaya mengatakan bahwa Pemprov sudah men-

gusulkan revisi RTRW ke pemerintah pusat. semangat RTRW itu salah satunya memang untuk mengakomodir permintaan penurunan lahan oleh masyarakat. Tapi yang namanya aturan tetaplah aturan yang harus ditepati. Pemprov saat ini tidak bisa mematenkan posisi masyarakat sebagai pemilik areal di TNRAW karena terikat aturan pemerintah pusat sebagai pengelola TNRAW. Karena itu, sertifikat yang dimiliki masyarakat bisa saja dimentahkan oleh keputusan menteri kehutanan. Namun hal itu bisa saja berubah jika sertifikat yang dimiliki itu lebih tua dibanding penetapan TNRAW. “Kalau kejadiannya begitu, bisa kita minta dikelaurkan dari TNRAW,” ungkapnya. Perwakilan Bappeda yang juga hadir dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa meskipun Rusa yang menjadi salah satu binatang endemis TNRAW telah berkurang drastis, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan Pemprov untuk mengusulkan penurunan status TNRAW. Pasalnya yang menjadi areal taman nasional bukan hanya Rusa saja, tetapi justru wilayah TNRAW itu sendiri. “Tapi masak harus usir manusia dari pada usir bintanang yang ada di situ,” ketus salah satu warga. Muh.Endang menimpali pertemuan yang berlangsung di sekretariat DPRD Sultra itu. Katanya Kecamatan Baasala seluruhnay telah diusulkan untuk penurunan status dari kawasan hutan lindung. Sedangkan untuk kecamatan Lalembuu, sebagian besar berstatus APL dan bagian lainnya juga sudah diusulkan ke pemerintah pusat. “Kita harus lakukan sinkronisasi secapatnya atas hal ini. Data yang diusulkan Pemprov ke pemeritnah pusat, itu adalah data yang dimasukkan Pemkab,” tandasnya. (ema)

Sekolah Siapkan Sanksi Ditikam... salah pribadi. Selama ini, MH selalu jadi bahan olok-olokan MR. selain dihina, ia juga sering diancam. MH ternyata menyimpan dendam, setelah kesabaranya habis. Puncaknya pagi kemarin, kebetulan keduanya bertemu di kantin, dan MR tetap mengolok MH yang dilanjutkan dengan tamparan. Karena sudah tak tahan, MH pun menikam MR. Guru SMAN 4 Kendari, Hariansyah mengatakan, dirinya cukup mengenal MH sebagai sosok siswa yang pendiam. Pasalnya, ia bertetangga dengan pelaku sehingga bisa mengetahui sikap dan perilakunya selama ini. Suaranya terdengar hanya saat ditanya, itupun biasanya dijawab seperlunya saja. “Menurut cerita teman-temannya, MH ini sering diancam dan dihina oleh si korban. Bahkan sebelum kejadian penikaman itu, ia sempat ditampar oleh korban. Mungkin karena emosi, ia langsung menikam. Mengenai darimana

pisau itu diperolehnya, saya juga tidak tahu persis, karena tak berada di TKP saat kejadian itu,” terangnya. Humas SMAN 4 Kendari, Liyu S Pd menambahkan kejadian itu terjadi di kantin sekolah. Dari keterangan teman-teman pelaku, MH sering mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari rekannya itu. Sayangnya, sampai peristiwa tersebut terjadi, baik korban maupun pelaku belum pernah menyampaikan atau mengeluh kepada guru, sehingga tak satupun tenaga didik di sekolah itu mengetahui jika diantara keduanya ada permasalahan. “Kami juga tidak tahu masalah apa sebenarnya antara dua siswa ini. Yang jelasnya, meraka sama-sama berada dalam satu kelas. Dari keterangan yang kami peroleh, barang bukti (pisau, red) dibawa sendiri oleh pelaku, entah untuk tujuan apa, namun itu terjadi karena pelaku tidak terima dengan sikap korban yang sering menyinggung perasannya,” katanya. Meski demikian, selain di-

ancam pidana umum melalui proses hukum, tak ada toleransi bagi MH atas pelanggaran tata tertib sekolah yang juga turut mengganjarnya. Siswa, jika ketahuan membawa senjata tajam ke sekolah akan mendapat sanksi yang cukup keras, yakni dikeluarkan dari sekolah. “Membawa sajam sudah melanggar tata tertib sekolah, karena itu merupakan pelanggaran berat, pasti ada sanksinya. Setidaknya itu memberikan pelajaran kepada siswa yang lain, agar tidak mencoba-coba untuk membawa sajam ke sekolah, karena jika dibiarkan, bisa saja hal serupa terulang lagi,” terangnya. Kapolsek Baruga, AKP Efrannedy SIK mengatakan, MH telah diamankan di Mapolsek Baruga. Pihaknya masih melakukan penyidikan lebih mendalam terhadap tersangka dan masih akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. “Kita akan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pelaku saat ini telah diamankan dan akan diperiksa lebih mendalam,” jelasnya. (fya/aka)

Penetapan Tersangka Itu Tidak Logis Asrun... Setelah tercapai kesepakatan antara panitia 9, dimana Amarullah bertindak selaku ketua panitia) dan masyarakat, maka Pemprov membayar ganti rugi. “Kewenangan panitia 9 hanya sampai disitu. Bagaimana uang ganti rugi dan transaksinya,

panitia tidak tahu,” tukasnya. Karenanya, walikota menganggap penetapan Amarullah dan LM Ruslan Emba, sebagai tersangka dalam kasus pembebasan perluasan lahan kantor Gubernur, sangat tidak logis. “Gubernur mau membangun, saya pikir tidak salah. Yang dipermasalahkan sertifikatnya.

Sekarang apakah logis, kalau ada rumah yang terkena pelebaran jalan, sementara mereka tidak punya sertifikat. Bagaimana kalau sertifikatnya ada 100 tahun kemudian? Apakah pemerintah harus menunggu sampai 100 tahun. Tidak mungkin. Itu sama saja menghambat pembangunan,” tandasnya. (dri)

suwarjono/kp

Seorang instruktur di SSDC Polda Sultra sedang mengarahkan seorang pengendara yang menjalani praktek ujian pengambilan Surat Izin Mengemudi (SIM)

Panti PSKW Masih Terlantar Kendari,KP Sejak dibangun pada 2005 lalu, panti sosial karya wanita (PSKW) Puuwatu belum juga dioperasikan. Padahal keberadaan panti ini sangat dibutuhkan, guna merehabilitasi ratusan pekerja seks komersial (PSK), untuk diberikan keterampilan kerja agar tidak lagi “bekerja” di jalanan. Mubazirnya penggunaan panti sosial karya wanita ( PSKW) ini, membuat Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari Alwi Genda prihatin. Baginya, tidak ada alasan bangunan tersebut tidak digunakan. Apalagi jika alasan belum ada alat keterampilan dan sebagainya. “Kalau terkendala dana, di Kementrian sosial banyak

dana, tinggal bagaimana kita menangkap peluang itu,” ujar Alwi Genda kemarin ketika dikonfirmasi hal ini. Menurut legislator asal PDIP Kota Kendari ini, PSKW ini sangat dibutuhkan, terutama untuk menampung dan membina para pekerja seks komersial di Kota Kendari. “Kalau Pemkot berani bangun lokalisasi, itu lebih baik. Tapi apa bisa itu dilakukan di Kota Kendari. Namun demikian kita harus peka terhadap keberadaan mereka,” katanya. Bangunan PSKW ini, lanjut Alwi jangan hanya digunakan sebagai tempat untuk menampung para PSK, tapi tempat pelatihan menjahit atau salon. Pemerintah diharpakan bisa

memberi binaannya itu modal, dan awasi mereka, agar masalah PSK bisa diminimalisir di Kota Kendari. Ditempat terpisah Sekretaris Dinsosnakertrans Kota Kendari, Suhardin ketika dikonfirmasi hal ini mengatakan, bahwa PSKW bukan untuk menampung para PSK hasil razia, tetapi sebagai tempat untuk memberikan keterampilan kepada para PSK tersebut, tepatnya selama kurang lebih enam bulan, kata Suhardin. Menurut pria berkumis ini belum difungsikannya PSKW tersebut, selain karena bangunannnya baru berjumlah dua unit, bangunan tersebut juga belum dilengkapi dengan

sarana keterampilan misalnya peralatan salon dan jahit menjahit. “Kami pernah mengajukan proposal ke pusat pada 2009 dan 2010 lalu, sebesar Rp 8 miliar untuk tambahan pembangunan panti serta pengadaan peralatan keterampilan. Tetapi hingga saat ini belum ada respon,” ungkapnya. Karena itu jelasnya langkah-langkah yang telah ditempuh pihaknya tahun 2011 yaitu membangun pondasi, guna pembangunan pagar pada 2012 nanti. Pasalnya karena belum difungsikan dan agar terjaga dari pengrusakan oknum tidak bertanggung jawab, pagar tersebut sangat dibutuhkan. (fas/ tri)

Juni, Listrik di Rusunawa Terpasang Kendari,KP Bangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunuawa) di Tobuuham Mandonga sudah rampung dibangun setelah dikerja selama tiga tahun. Sayangnya, hingga kini belum bisa ditempati. Pasalnya 96 unit kamar yang bakal disewakan pada masyarakat berpenghasilan menengah kebawah ini, ternyata belum memiliki fasilitas listrik. Tidak adanya kejelasan dari pihak Dinas Tata Kota Kendari tentang pemasangan aliran listrik di Rusunawa ini, menimbulkan keprihatinan dari DPRD Kota Kendari. Pada koran ini kemarin anggota komisi III Misbahuddin mengatakan, akan

memanggil pihak pihak yang berkompoten, terkait hal ini. “Kita akan undang Dinas PU, Dinas tata Kota, PLN dan pihak pihak yang berkompoten lainnya, terkait masalah ini. Bagaimana masyarakat bisa menempati Rusunawa, jika fasilitas seperti listrik belum terpasang. Hal ini harus direspon cepat, agar masyarakat bisa menempati Rusunawa. Kita akan pertanyakan kejelasan pemasangan lisrikk tersebut, “ ujar legislator asal PKS Kota Kendari ini kemarin. Terkait masalah ini, Kabid Aset dan Investasi Dispenda dan Aset Kota Kendari, Yusuf Djato menjelaskan bahwa in-

stalasi listrik dalam gedung sebenarnya telah rampung, tinggal menunggu masuknya sambungan daya listrik dari PLN sebesar 105 ribu KVA. “Kami targetkan pada Juni nanti, listrik telah masuk ke Rusunawa, mengingat sejak 2010 lalu kami telah mengusul ke PLN,” katanya. Ditanya tentang sorotan beberapa pihak jika Pemkot terkesan lamban menangani listrik Rusunawa, dibanding para developer perumahan dan Ruko, Yusuf mengungkapkan listrik Rusunawa dimasukan dalam kategori listrik pemerintah, beda halnya dengan perumahan dan Ruko yang ter-

masuk listrik bisnis. “Perlu diingat kuota listrik pemerintah dan bisnis berbeda, apalagi untuk pemasangan listrik Rusunawa, termasuk penyambungan besar dengan dukungan travo. Karena itu masih harus melalui prosesproses lainnya,” ungkapnya. Pria yang dikenal disiplin oleh bawahannya ini menandaskan saat ini Rusunawa telah dialiri air PDAM dan memiliki genset, dengan kapasitas 50 ribu KVA. “Genset tersebut rencananya akan difungsikan, pasca masuknya listrik nanti. Mengingat biaya operasionalnya yang cukup besar,” tandasnya.(fas/tri)

Sebelum Ditikam, Terima SMS Ajakan Berkelahi Berkelahi... ga pisau di dada dan pinggang. Saya langsung terbaring, saya juga kaget karena darah, sudah mengalir dan tidak tahu dari

mana asal pisau itu,” kisah MR. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara, MR mengalami dua tusukan di bagian pinggang dan dada, pada bagian dada korban

mengalami luka yang cukup serius karena mengganggu aktivitas pernafasanya. “Saya juga baru datang, dan yang parah bagian dadanya. Karena sampai sekarang dia masih sesak bernafas dan se-

lang yang dipasangkan terus mengeluarkan darah. Sekarang kami serakan semuanya kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas,” ucap Muhamad Hariansyah Guru SMU 4 Kendari.(p2)

Tiap Tahun Terima Siswa 10 Orang Seragam... lorong dan bersebelahan dengan Kali Wanggu. Sebelum normalisasi Kali Wanggu, jika hujan turun, sekolah ini sering dilanda banjir hingga pinggang orang dewasa. Saat Kendari Pos menyambangi sekolah ini kemarin, tampak suasana asri terlihat di lahan seluas 2 hektar itu. Selain karena berdiri di bibir sungai, pepohonan pun masih rimbun. Pemandangan lain yang menarik di sekolah itu karena anak-anak MIS Darul Bathni memilih membuka alas kaki sederhana mereka, tatkala memasuki ruang kelas yang berlantaikan tegel putih. Selain itu pada sebuah ruang kelas yang diberi sekat, tampak sekitar belasan santri berpakaian merah putih asyik menyimak pelajaran dari

guru dengan wajah penuh semangat. “Banyak sekali anak usia sekolah di sekitar kampus Unhalu, yang karena alas an biaya tidak bias mengenyam pendidikan. Makanya, saya dan rekan-rekan berkongsi untuk membeli tanah dan mengajukan proposal bantuan ke Kemenag Kota Kendari,” kata Pendiri Yayasan Darul Bathni, Drs La Ode Muh Syahartijan. Pasca mengantongi izin operasional dari Kemenag Kota, pihaknya mulai merekrut siswa yang tidak hanya anak warga sekitar tetapi juga warga kelurahan lainnya seperti Kemaraya dan Mandonga. Sedangkan untuk tenaga guru, pihaknya tidak memiliki kendala pasalnya banyak alumni STAIN dan Unhalu yang bersedia menjadi guru. “Alhamdulilah hingga saat ini kami telah memiliki 5 orang guru MIS dan 9 orang guru MTs,

meskipun mereka belum berstatus PNS tetapi ikhlas mengabdi. Adapun jumlah siswa MIS dan MTs yaitu 55 orang dan 36 orang, dan MIS telah dua tahun menamatkan siswa, dengan penerimaan siswa baru setiap tahunnya mencapai 10 orang,” lanjut Dosen Komunikasi Fisip Unhalu ini. Berbeda halnya dengan madrasah dan sekolah lainnya, yang sering mengaku tidak tercukupi alokasi dana BOS, BOP maupun DIPA Kemenag-nya, MIS dan MTs Darul Bathni di tengah keterbatasannya masih sempat membelikan pakaian seragam siswanya dan memberikan sewa Rp 4 ribu per siswa, untuk ongkos transportasi tiap siswa. “Kalau operasional siswa dan honor guru, kami merasa cukup. Tetapi kami pun masih mengharapkan bantuan tambahan ruang kelas baru (RKB)

dan ruang perpustakaan beserta meubelernya, baik dari Pemkot maupun Kemenag Kota. Dengan begitu tidak ada lagi siswa yang masuk siang, selain itu kami pun menerima guru untuk mengajar guna pemenuhan jam sertifikasi,” jelasnya. Dengan dukungan dari para pendiri lainnya dan donatur tetap, yaitu salah satu perusahaan ikan di Kabupaten Buton, membuat pihaknya menargetkan MIS dan MTs Darul Bathni dapat sejajar dengan madrasah unggulan lainnya di Kota Kendari. “Kami bermimpi menjadi madrasah swasta unggulan sekaligus percontohan. Lagi pula harapan kami memilih mendirikan madrasah dibanding sekolah reguler, karena berharap memiliki anak-anak bermoral sekaligus menguasai ilmu agama islam,” tutup Dosen Bahasa Inggris ABA Barakati Kendari ini.(***)


Konsultasi

Kendari Pos |Sabtu, 16 April 2011

KENDARI POS “KONSULTASI PSIKOLOGI”

Konsultasi Kesehatan Oleh : Chadidjah D Selomo, S.Psi . Psikolog

Renovasi Rumah Type 36/80 M2 KONSULTASI ARSITEKTUR

(Home,House,Exterior,InteriorandUrbanPlanner)

ALIM BAHRI, ST., IAI Dosen Teknik Arsitektur Univ. Haluoleo

Anda punya masalah yang perlu dikonsultasikan dengan psikolog, silakan kontak dengan pengasuh rubric ini pada nomor : 085299406065

KETUA IKATAN ARSITEK INDONESIA (IAI) DAERAH SULTRA Permasalahan dapat dikirim ke : Jl. Made Sabara III No 99, telp :081341554165,

email : alimbhr@yahoo.com

Meyakinkan Orang Tua dengan Bakat Dimiliki Tanya : Saya siswa SMU yang menyukai music, bukan hanya sekedar mendengarkan tetapi menguasai alat music seperti gitar dan drum. Tapi yang membuat Saya kesal karena orang tua tidak mendukung bakat Saya tersebut. Apalgi jika Saya mengungkapkan keinginan setelah tamat melanjutkan pendidikan di Sekolah music. Yang ingin Saya tanyakan bagaimana menyakinkan orang tua agar merestui cita-cita Saya tersebut. Dan apakah bakat music Saya ini merupakan bawaan dari orang tua atau hanya sekedar hobby? Makasih atas pertanyaanya.. 081241934xxx Jawab : Adik yang baik..trima kasih atas pertanyaannya..,Saya salut dengan keterampilan Adik dalam menguasai alat music sebab tidak semua orang mempunyai kemampuan yang seperti Adik miliki. Mengenai konflik dengan orang tua yang disebabkan adanya perbedaan keinginan merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, bukan berarti perbedaan ini tidak menemui titik temu. Orang tua pasti mempunyai maksud dan tujuan mengapa Adik kurang direstui masuk di Sekolah music. Sedangkan dilain pihak itu merupakan hobby Adik. Ada baiknya orangtua dan Adik duduk bersama membicarakan masalah ini. Tentunya dengan situasi yang rileks sebab suasana sedikit banyaknya dapat mempengaruhi hasil dari diskusi yang dilakukan. Silakan Adik kemukakan semua uneg-uneg dan keinginan Adik demikian juga halnya dengan orag tua. Setelah itu, untuk keputusan bersama diambil yang dapat meyenangkan kedua belah pihak seperti Adik tetap melanjutkan pendidikan kebangku kuliah dengan tetap menyalurkan hobby yang Adik miliki. Bisa dengan mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bergerak dibidang seni music. Dengan demikian kuliah tetap berjalan dan hobby Adik pun tersalurkan. Nah, antara Adik dan orang tua dapat terwujud keinginanya tanpa ada yang merasa dirugikan. Mengenai apakan hobby bermusik Adik termasuk factor genetic atau hobby? Bisa kedua-duanya..coba Adik liat apakah Kakek-Nenek, Ayah atau Ibu menyukai music..jika ya bakat Adik dibidang seni tentunya berasal dari factor genetic. Dapat juga karena factor kebiasaan yang diterapkan orang tua, seperti sejak kecil Adik sudah diperkenalkan dengan alat music atau sering melihat teman yang memainkan alat music sehingga timbul keinginan untuk mempelajari alat music dan akhirya Adik bisa memainkannya. Dari mana pun asalnya patut diacungin jempol atas bakat yang Adik miliki. Demikian saran dari Saya..semoga bermanfaat, Salammm. (*)

KENDARI POS

“KONSULTASI GIGI”

Konsultasi Kesehatan Oleh : Drg.Erni Sunubi, M.Kes.

TTL Anak Kerja

: Denpasar6Desember1968 : 2 Putri : Poli Gigi Puskesmas Lepo-lepo Kendari

Gigi Ngilu Tapi Tidak Berlubang Tanya : As wr, Dokter saya Arini, 29 tahun, akhir-akhir ini gigi bagian belakang saya terasa ngilu sekali padahal gigi saya tidak berlubang, kadang kadang terasa nyeri sampai kepala. Bila terselip sisa makanan kadang-kadang saya korek, saya sudah minum obat tapi masih belum reda ngilu/nyerinya. Apa gigi saya bisa dicabut saja dokter? Terimakasih Jawab : Rasa ngilu / nyeri pada gigi jika tidak melalui proses karies atau gigi tidak berlubang, maka kemungkinan bisa disebabkan adanya kerusakan pada gusi dan jaringan penyanggah gigi, bukan kerusakan pada gigi tersebut. Tempat melekatnya gusi pada gigi merupakan daerah yang sangat sensitif. Apabila terjadi kerusakan pada daerah tersebut maka perlekatan antara gigi dan gusi akan terlepas dan berpotensi tertimbunnya sisa makanan pada daerah tersebut, sehingga gigi sangat sensitif terhadap rasa asam, manis, panas dan dingin. Terjadinya kerusakan bisa disebabkan oleh pemakaian tusuk gigi, mengorek dengan menggunakan kuku apabila terselip sisa makanan pada daerah tersebut, atau dapat juga disebabkan karena adanya karang gigi. Namun untuk lebih jelasnya sebaiknya dilakukan rontgen foto untuk melihat keadaan gigi dan jaringan penyangganya. Perawatan gigi masih dapat dilakukan dan saya sarankan sebaiknya jangan dicabut jika kerusakan terjadi pada jaraingan penyangga gigi masih dapat dirawat begitu pula apabila terjadi lubang gigi pada daerah dekat gusi. Penggunaan obat harus teratur terutama golongan antibiotik karena sifatnya yang membunuh kuman. Apabila dikonsumsi tidak teratur dapat menimbulkan kekebalan pada kuman tersebut. Saya sarankan sebaiknya terapi obat atau golongan antibiotik harus diberikan secara rasional (resep dokter). Ingat jika gigi dalam keadaan ngilu / nyeri tidak boleh disentuh/dikorek dan jangan sesering mungkin disikat pada waktu sakit karena justru akan memperparah sakitnya. Sebaiknya segeralah ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan agar kondisinya tidak bertambah parah. (*)

11

Pertanyaan: yang Terhormat : Bapak ALIM BAHRI, ST. IAI (Pengasuh kolom GRIYA Kendari Pos) Dengan Hormat, Kami mempunyai rumah yang baru kami beli dengan luas tanah 7 m x 12 m tipe 36/84. Namun sebelum menempatinya kami masih membutuhkan beberapa ruangan lagi yang seiring dengan perkembangan aktifitas dan bertambahnya anggota keluarga. Adapun ruang yang kami perlukan adalah sebagai berikut. 1. Ruang tamu (ruang tamu yang sudah ada digunakan sebagai ruang yang lain atau digabung dengan ruang keluarga, sehingga dibutuhkan ruang tamu yang baru) 2. Dapur (dapur eksisting saya anggap sangat kecil, mohon bantuan Bapak apakah dibuatkan dapur baru atau dikembangkan saja dapur yang sudah ada sebelumnya) 3. Ruang makan 4. Kamar tidur utama dan kamar mandi di lantai atas 5. Ruang jemur/seterika 6. Ruang terbuka/taman di belakang rumah jika memungkinkan

mengusulkan kamar mandi digeser ke arah depan sebesar 50 cm, dengan tujuan memperluas ruang dapur (juga untuk ruang tidur utama di atasnya). Dengan demikian, Bapak memiliki dapur sekaligus ruang makan yang cukup luas ditambah dengan letaknya yang berdekatan dengan taman sebagai ruang terbuka untuk area suplai udara dan cahaya alami, sengaja area ruang makan/dapur dengan taman tidak diberi dinding pemisah agar kesannya lebih terbuka, luas dan elegan. Hanya saja bapak harus berhati-hati untuk memilih desain taman yang cocok dengan kondisi taman dalam rumah, agar tampak bersih dan asri sebaiknya bapak memilih taman kering dengan lantai koral atau batuan alami dan dapat dipadukan dengan kolam ikan hias kecil di dekat dinding. Kemudian ruang tamu sekaligus ruang keluarga sedikit diperbesar dengan membuat dinding depan menyadi lurus; ini untuk ruangan tangga. Tangga, saya letakkan di depan agar lantai 2 nanti tidak terlalu terlihat bertingkat, karena bentuknya menjadi mezzanin dengan void ke arah ruang keluarga di bawahnya. Untuk ruang keluarga dan ruang tamu akan lebih berkesan luas karena terdapat void dibagian atasnya, hal ini juga menguntungkan bagi pertukaran sirkulasi udara dan cahaya alami, selanjut-

Kami menginginkan renovasi tanpa mengubah banyak bangunan yang sudah ada. Karena letak rumah kami lebih tinggi 80 cm dari jalan, kami mohon dibuatkan carport yang sejajar dengan jalan, serta desain pagar dan desain fasad yang seakan-akan tak terlihat seperti bertingkat (2 lantai) dari muka jalan. Kami mohon saran dan masukan dari Bapak bagaimana bentuk desain terbaiknya. Atas sarannya, kami ucapkan banyak terimakasih. Achmad Athari Kota Kendari

nya bukaan ini akan menutupi kesan berlantai dua dari arah tampak depan. Ruang tamu dan ruang keluarga serta ruang makan yang berhubungan langsung tanpa adanya dinding penyekat, disamping memberi kesan luas juga dapat digunakan sewaktu-waktu jika Bapak sekeluarga membutuhkan ruang yang cukup lapang, untuk menjaga privacy di ruang makan dan ruang keluarga sebaiknya bapak menggunakan sekat ruang berupa dinding yang dapat digeser atau dipindahkan, seperti dinding lipat, partisi atau lemari perabot yang memakai roda sehingga dapat dibuka sewaktu-waktu. Lantai 2, sesuai permintaan Anda, terdiri dari kamar tidur utama dengan kamar mandi pribadi juga terdapat hall, hal ini dapat dijadikan ruang kerja mini, yang tentunya bapak menyesuaikan dengan pemilihan perabot yang tepat (tidak membutuhkan ruang yang banyak) atau cukup dengan menggunakan 1 set meja komputer beserta dengan perangkat-perangkatnya. Letak kamar mandi dan wc di lantai 2 sejajar dengan kamar mandi di lantai 1, hal ini di maksudkan untuk memudahkan utilitas perpipaan sehingga menghemat biaya, dan memudahkan perawatan dan perbaikan bila terjadi kebocoran pipa. Untuk septictank sebaiknya bapak gunakan pada area taman terbuka di bagian belakang atau taman bagian depan Di lantai 2 juga terdapat tambahan ruang untuk mencuci dan menjemur yang saya letakkan di atas kamar-kamar tidur di lantai 1, Namun demikian, jika Bapak merasa risih atau terganggu dengan penempatan posisi tangga yang berada di ruang tamu dan ruang keluarga, maka bapak dapat menempatkan tangga titik (putar) pada area taman terbuka bagian belakang sehingga aksesibilitas servis ke lantai jemur lebih efektif karena berhubungan langsung dengan ruang-ruang

servis lainnya seperti dapur dan ruang makan. Jika hal ini bapak lakukan, maka tangga bagian depan hanya diperuntukkan untuk kamar tidur utama dan ruang kerja di lantai 2 dan sifatnya privat. Pemintaan kebutuhan ruang yang Bapak ajukan dengan kondisi bangunan eksisting yang sudah ada termasuk pola ruangnya, usulan desain saya kali tidak mengalami banyak perubahan, namun tetap diperhatikan struktur bangunan yang sudah ada. Untuk menopang beban bangunan di lantai 2, bapak akan membuat struktur baru, akan tetapi hal ini hanya dilakukan pembenahan atau pembongkaran pada titik-titik tertentu, sebaiknya dalam penentukan titik-titik tiang utama tersebut bapak menkonsultasikan langsung dengan tukang yang berpengalaman atau arsitek maupun dengan ahli struktur bangunan. Dengan renovasi ini, Bapak masih memiliki taman depan dan belakang dan sebuah carport sesuai keinginan Bapak. Untuk mensejajarkan carport dengan muka jalan, bapak dapat mengeruk tanahnya pada bagian carport saja, sehingga dari arah carport ke main entrance (pintu utama) terdapat perbedaan level lantai sekitar 80 cm, dan teras depan dicapai dengan menggunakan tangga, hal ini akan lebih menunjukkan hunian bapak tampak lebih asri. Dengan kondisi ini maka untuk pagar, Bapak dapat menggunakan pagar yang rendah saja atau pagar hidup dari tamanan yang beranting keras dan berdahan lebat. Tak usah menggunakan pagar yang tinggi karena akan menghalangi sebagian tampak depan bangunan Bapak. Semoga penjelasan ini dapat menjawab permasalahan yang Bapak hadapi dan saya ucapkan selamat mencoba. terima kasih atas atensi Bapak terhadap rubrik Griya Kendari Pos.

sehinggagurupuntidakkewalahanpada saat mereka masuk sekolah, di usia yang seharusnya mereka ada di sekolah,” papar wanita lulusan Master of Health Conseling, Curtin University of Technology, Perth, Australia Barat ini. Gayatri juga menjelaskan bahwa orangtua tidak perlu buru-buru menjalan terapi autisme yang mahal-mahal, karena kunci utama untuk terapi autisme adalah membuat anak mampu berkomunikasi. “Boleh ikut terapi lumbalumba, tapi setelah tiga terapi dasar autisme sudah bisa dijalani. Terapi seperti lumba-lumba itu adalah terapi tambahan dan berfungsi untuk membuat anak relaksasi bukan menjadi mandiri,” jelas Gayatri. Tiga terapi dasar autisme yang dimaksudkan adalah Terapi perilaku (Applied Behavioral Analysis), mengajarkan anak agar patuh, Terapi okupasi, untuk melatih kemampuan motorik halus atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan otot-otot kecil yang ada di dalam tangan, misalnya menulis, mengancing baju, memegang sendok, dan sebagainya serta Terapi wicara Selain itu anak autis juga butuh dukungan yang kuat. Tidak hanya dari orangtua atau keluarga, melainkan dari

lingkungan sekitarnya termasuk dukungan media. Gayatri menuturkan bahwa dalam merawat anak autis, orangtua sebaiknya saling berbagi tugas. Pembagian tugas ini bisa dijalankan sesuai dengan kelebihan dari masingmasing karakter ibu atau ayah serta waktu yang mereka miliki. Semisal jika ayah pandai matematika, maka tugas mendampingi anak membuat pekerjaan rumah matematika dilakukan sang ayah. Sama halnya dengan ibu, jika ibu lebih mahir dalam hal berkomunikasi, ibulah yang menjadi manajer dan juru bicara (jubir) anak untuk urusan sekolah. Idealnya, dilakukan komunikasi yang jujur dan terbuka. Atau ibu juga bisa membantu agar ayah lebih percaya diri dan mau lebih dekat dengan anak, misal dengan melakukan tugas menyenangkan, seperti bermain video game bersama. Di saat ayah bermain dengan anak, ibu bisa menggunakan waktu senggang untuk beristirahat. Buatlah daftar dari pekerjaan atau tugas yang diperlukan untuk mendidik anak. “Dengan penanganan terpadu, anak penyandang autis punya masa depan. Harapan selalu ada, pasti ada kemajuan jika orangtua mau terlibat,” pesannya. (jpnn)

Jawaban Rencana penambahan ruangan untuk pengembangan rumah Bapak tidak memerlukan pembongkaran besar-besaran. Ruang-ruang yang ada tidak perlu dibongkar banyak, namun tetap ada yang harus diubah dan diperbaiki. Beberapa ruang seperti dua kamar tidur yang berdekatan tidak mengalami perubahan, begitipun kamar mandi dan wc, untuk ruang tamu hanya mengalami perubahan letak pintu dan jendela karena adanya penambahan tangga di sudut ruangan. Salah satu keuntungan Bapak dalam memilih rumah ini adalah ketinggian lantai 80 cm dari muka jalan sehingga tidak mengalami banyak perbaikan atau perubahan ketinggian lantai atau ketinggian plafond, sehingga keadaan eksisting tetap dipertahankan bentuk aslinya. Untuk lantai 1, ruang-ruang tidur tidak mengalami perubahan. Saya

Autis Bukan Penyakit SELAMA ini begitu banyak stigma negatif tentang autis beredar di masyarakat. Ada yang bilang autis disebabkan santet, autis itu sama dengan gila, penyakit menular, dan prasangka-prasangka miring lainnya. Stigma tersebut muncul karena pemahaman masyarakat tentang autis ini masih sangat minim. “Autis bukan penyakit, autis itu kondisi. Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan dalam perkembangannya,” kata pendiri Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) Gayatri Pamoedji SE MHc saat temu media di seminar Pola Asuh Tepat Bantu Anak Autis Hidup Mandiri, di Jakarta. Untuk itu, disarankan oleh Gayatri, segera tangani anak autis dengan benar, pastikan bahwa mereka mendapatkan pengasuhan yang tepat. inti dari penanganan anak autis itu ialah diagnosa akurat, pendidikan tepat, dan dukungan kuat. “Membentuk anak autis memang butuh kesabaran ekstra,” ujarnya. Dalam hal diagnosa, dibutuhkan diagnosa yang tepat dan akurat oleh dokter ahli. Di mana yang bisa dijadikan patokan bahwa seorang anak mengalami autis, bisa dilihat dari tujuh ciri anak autis, dan jika anak mengal-

ami dua atau lebih dari ciri tersebut, maka bisa dikatakan anak tersebut alami autis. “Lakukan sedini mungkin karena gejala autisme biasanya terlihat sebelum anak mencapai usia tiga tahun,” tutur wanita yang juga pendiri Sekolah Pantara untuk pelatihan para guru dan membuat kurikulum sekolah untuk anak-anak dengan AD/HD. Selain itu, pendidikan tepat juga harus diberikan untuk membentuk anak autis menjadi mandiri. Gayatri menuturkan, jika anak autis diberikan pendidikan yang tepat, maka mereka mampu mandiri, dapat mengerti dan mengikuti perintah, mampu untuk duduk mendengarkan, serta patuh menunggu giliran.“Dan itu semua merupakan kemampuan dasar yang sebaiknya dikuasai anak autis sebelum masuk sekolah,” ujarnya Gayatri menyarankan, apabila ingin memasukkan anak ke sekolah, maka lakukan penanganan dini jauh sebelum anak ini pergi sekolah dan sebelum masuk pada usia sekolah. Ajarkan hal-hal kecil terlebih dahulu, seperti buang air sendiri, makan dan minum sendiri, hingga mampu memasang kancing baju sendiri. “Ini sangat membantu gurunya kelak


Hiburan

Kendari Pos |Sabtu, 16 April 2011

13

Agnes Monica, Berduet dengan Michael Bolton PENYANYI Agnes Monica sangat serius menggapai mimpinya bisa go international. Demi mimpinya itu, penyanyi cantik ini rela menolak tawaran main film. Menurut Agnes, alasan menolak tawaran main film karena ingin fokus pada apa yang menjadi mimpinya sekarang. “Tawaran film ada, tapi masih lihat entar gimana. Soalnya aku di sini ingin prioritaskan mimpi aku (go international),” kata Agnes saat ditemui di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, kemarin. Penyanyi bernama lengkap Agnes Monica Muljoto ini berharap terus memperbaiki penampilan bernyanyi dan menari. Dia tidak ingin kehabisan energi untuk sesuatu yang bukan menjadi prioritasnya. “Yah sekarang ingin lebih dibenahin apa yang menjadi kekurangan aku. Dan apa yang sudah menjadi kelebihan aku. Dan itu juga tak mudah, membutuhkan waktu yang sedikit dan memakan energi,” ujar Agnes. Ditanya apakah jika mendapat tawaran film di Amerika akan diterima, pelantun lagu Matahariku

itu masih menimbang-nimbang. “Untuk masalah itu kita lihat saja nanti. Pertimbangannya apa yang aku dan manajemen aku butuhkan saat ini,” ujarnya. Agnes baru pulang dari Amerika Serikat, belum lama ini. Selama dua bulan di negeri Barack Obama itu, dia ditawari menjadi salah satu artis yang mengisi album terbaru Michael Bolton dengan menyanyikan lagu Said I Love You But I Lied. Agnes mengaku sangat bangga bisa terpilih menjadi teman duet penyanyi ternama itu. “Itu kebanggaan luar biasa ya. Di dalam album itu juga ada beberapa nama besar seperti Elton John,” celoteh Agnes dengan wajah sumringah. (jpnn/lia)

Michael Bolton

Agnes Monica

Dian Sastro, Tetap Aktif Selama Hamil Jakarta, KP Saat ini Dian Sastrowardoyo, 29, tengah berbahagia menanti kehadiran anggota keluarga baru. Kehamilannya kini sudah memasuki lima bulan. Meski kondisi fisiknya berubah, kegiatan istri pengusaha Indraguna Sutowo itu tetap banyak. Dia masih aktif melakukan banyak hal. Salah satunya menyiapkan konser seni bertajuk Tentang Perempuan. Konser yang diselenggarakan Minggu, 17 April mendatang, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, itu merupakan konser yang bertujuan menggalang dana dan mengumpulkan sumbangan buku. Dana dan buku tersebut bakal disumbangkan untuk kemajuan pendidikan dasar dan pemberdayaan perempuan. Menjelang konser, Dian terlebih dahulu berbincang dengan media. Mengenakan dress selutut warna hitam, bintang film Ada Apa Dengan Cinta tersebut terlihat antusias ketika hadir di Area Level One Grand Indonesia kemarin (14/4). Bahkan, dia setengah berlari ketika maju ke panggung.

Dian Sastro “Saya lagi senang karena sedang menunggu anggota keluarga baru yang akan hadir ke dunia ini. Tapi, alhamdulillah kehamilan saya ini baik-baik saja. tidak ada komplikasi atau apa. Jadi, ya,

tidak mengganggu. Saya masih tetap beraktivitas seperti biasa. Malah saya masih bisa mengurus konser seni ini,” ceritanya. Selain mengurus masalah teknis, karena konser itu diprakarsai oleh Yayasan Dian Sastrowardoyo, peraih Piala Citra 2004 sebagai aktris terbaik tersebut juga akan terlibat sebagai narator di konser nanti. Selain Dian, ada beberapa pelaku seni lain yang akan tampil. Di antaranya, Adella dan Aletta (penari balet), Ananda Sukarlan (pianis), Andara F. Moeis (koreografer), Tamara Bleszynski (narator), Eka Deli (penyanyi), Aimee Saras (penyanyi), Heidi Awuy (pemain harpa), Mesty Ariotedjo (pemain harpa), serta Warna (kelompok vokal). Dian menjelaskan, memang tidak semua pengisi konser adalah perempuan meski konsernya bertema Tentang Perempuan. Dia menggunakan momen April yang bertepatan dengan bulan kelahiran RA Kartini. “Kami meminjam semangat Kartini. Karena nanti, selama 1,5 jam, kami ingin menyuguhkan pertunjukan musik, tari, dan

membacakan surat-surat RA Kartini,” jelasnya. Acara sejenis sebenarnya pernah dilakukan pada 2009. Ketika itu Dian dan yayasannya juga menggunakan media seni, yaitu pembacaan puisi, untuk menggalang sumbangan buku. “Ketika itu kami berhasil mengumpulkan 14 ribu buku yang kemudian disumbangkan. Sekarang semoga bisa lebih banyak,” harapnya. Konser seni itu, kata Dian, hanya menyediakan sekitar 242 tempat duduk. Sebab, kapasitas venue terbatas. “Tapi kalaupun ada yang ingin datang dan menyumbang meski tidak duduk, ya tidak apa-apa. Kami ingin mengunpulkan buku pelajaran sebanyak-banyaknya. Bekas juga tidak apaapa. Tidak harus yang baru, yang penting ikhlas. Karena pasti akan berguna buat anakanak yang tinggal di daerah yang akses terhadap bukuny a susah,” tut u r n y a . (jpnn/lia)

Ahmad Dhani, Foto :kapanlagi

Rossa

Rossa, Kini

Pengusaha Tempat

Karaoke

SEMAKIN banyak artis yang menginvestasikan penghasilannya untuk berbisnis. Penyanyi Rossa termasuk di dalamnya. Janda satu anak itu menjajal peruntungan menjadi pengusaha tempat hiburan karaoke keluarga. Kemarin (14/4) Rossa memperkenalkan tempat usaha yang dinamainya Diva Family Karaoke kepada publik. Gerai pertama dibuka di daerah Mangga Besar, Jakarta Pusat. “Ini salah satu produk terbaru dari aku. Tempat karaoke keluarga. Insya Allah ini jadi awal dari cabang Diva Karaoke yang lain. Ini gerai pertama dari saya. Dalam beberapa bulan ke depan dibuka di tempat lain,” tutur Rossa di sela acara pembukaan tempat usaha barunya. Pelantun Ku Menunggu itu menargetkan dalam setahun bisa membuka 15 cabang di Jakarta, Bandung, Bogor, Palembang, dan Manado. Melihat rencana yang sudah dipaparkan oleh mantan istri Yoyo Padi tersebut, terlihat bahwa perempuan bertubuh mungil itu tidak main-main dalam berbisnis. Sebab, modal yang harus dia gunakan sangat besar. Sebelum tempat karaoke keluarga, Rossa sudah lebih dulu berbisnis properti. “Bisnis propertinya masih jalan terus sejauh ini. Sekarang merambah bidang baru,” ucap Rossa yang menyatakan belum mengajak teman sesama artis untuk bergabung di bisnis itu. Dia ingin membuktikan terlebih dahulu. Jika memang hasilnya dirasa bagus, baru dia akan mengajak teman sesama artis untuk bergabung. “Sekarang ini join sama temen-temen bisnis dulu,” imbuhnya. Usaha tempat hiburan karaoke dipilih oleh penyanyi kelahiran Sumedang, Jawa Barat, itu karena sesuai dengan profesinya yang seorang penyanyi. “Kalau karaoke kan saya ngerti. Tahu cara menyanyi yang bagus. Peralatan yang oke seperti apa, itu saya lebih paham,” jelasnya. Rossa lebih merasakan soul ketika menata gerainya. Bagian lobi diberi warna putih serta ungu. Sedangkan untuk keseluruhan lebih didominasi warna ungu. “Ungu kan bisa ke perempuan dan laki-laki. Kalau pink, kesannya perempuan banget. Tapi lucu kan. Berasa masuk mal deh kalau saya bilang. Terang benderang,” katanya bangga. (jpnn/lia)

Malu-malu Konsultasi Masalah Anak BERDASARKAN keputusan Mahkamah Agung tanggal 12 Januari 2011, hak asuh Ahmad Gazali (Al), El Jalaluddin Rumi (El), dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani (Dul) jatuh ke tangan Maia Estianty. Tetapi hingga detik ini, Ahmad Dhani belum bisa legowo menerima kenyataan tersebut dengan ‘menahan’ ketiganya. Musisi asal Surabaya, Jawa Timur itu seringkali melarang mereka bertemu ibunya. Tetapi sikap keras Dhani sepertinya melunak. Kemarin, pentolan Dewa 19 itu mendatangi kantor Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk berkonsultasi mengenai anak. Datang bersama Al, El, dan Dul, dia berada di sana selama sejam. ”Dia berkonsultasi bagaimana pengasuhan anak yang baik dengan kondisi orang tua seperti ini (bercerai, Red),” ungkap Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait. Tetapi saat dikonfirmasi Dhani justru terkesan malu-malu mengakui perubahan sikapnya tersebut. Kedatangannya ke kantor Komnas PA diakuinya untuk mendaftarkan diri menjadi salah satu pengurus, bukan berkonsultasi mengenai pengasuhan anak. ”Nggak ada masalah (anak). Aku

Kim Kardashian

Kim Kardashian, Siap Adu Seksi rencananya jadi pengurus karena Komnas Anak butuh sosok yang lantang,” katanya lantas masuk ke dalam mobil Toyota Alphard hitam bernomor polisi B 1 RCR miliknya. Sore itu, pihak Komnas PA tak langsung memberikan penjelasan atas pertanyaan Dhani. Saran baru akan diberikan setelah menganalisa hasil wawancara terhadap Al, El, dan Dul. ”Kita nggak memberikan alternatif masalah itu (hak asuh, Red) karena nggak fair, pengasuhan itu ada di tangan kedua belah pihak. Makanya tadi kita menguji lewat psikolog anak, dengan metode indepth interview

untuk mengetahui bagaimana (seharusnya) mendidik anak dengan kondisi orang tua berpisah,” tambah Arist. Dalam waktu dekat, lanjut dia, Maia rencananya akan dipanggil ke kantor Komnas PA. Pihaknya akan memberitahu penyanyi berusia 35 tahun itu mengenai hasil wawancara yang dilakukan pada ketiga buah hatinya. ”Kita akan memberi tahu isi dari indepth interview, karena sekali lagi ditegaskan bahwa pengasuhan melekat pada kewajiban orang tua, nggak bisa dipisahkan karena tidak ada mantan orang tua,” imbuhnya. (jpnn/lia)

BINTANG reality show Kim Kardashian lagi terlibat di ajang pencarian bakat untuk mencari anggota baru grup vokal wanita The Pussycat Dolls (PCD). Sosialita cantik yang belum lama ini merilis single Jam (Turn It Up) itu akan bertindak sebagai produser. Sang pencetus The Pussycat Dolls, Robin Antin mengatakan, pihaknya sangat antusias dan banyak berharap bisa menemukan penyanyi yang pas. “Acara ini akan mencari keseksian terbaru dari PCD. Kami akan mencari wanita dengan bakat luar biasa, penyanyi bagus, dan penari handal. Intinya, wanita yang cantik luar dalam,” ungkap Robin seperti dilansir Aceshowbiz.com. Ajang bertajuk Looking For The Most Beautiful Lead Singers & Amazing Dancers itu akan mencari penyanyi sekaligus penari untuk menggantikan posisi Nicole Scherzinger dan anggota PCD lainnya. Bulan lalu, Robin juga mengundang anggota PCD untuk melihat audisi itu di Center Staging Studio, California. (jpnn/lia)

Abbey Clancy, Akhiri Kumpul Kebo MODEL seksi Abbey Clancy dan pesepakbola Peter Crouch akan meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Pasangan yang baru saja dikaruniai anak pertama itu menetapkan 31 Juni 2011 sebagai tanggal pernikahannya. Dikabarkan The Sun, resepsi pernikahan mereka rencananya digelar di Hotel Stapleford Park di Leicestershire, Inggris. Sebelumnya, prosesi akan nikah dilakukan di gereja. “Mereka sudah mengirimkan undangan pernikahan yang detailnya diukir di lilin,” kata sumber yang de-

kat dengan keduanya. “Untuk meramaikan resepsi, Abbey juga telah memesan sebuah band. Dia mencari seorang tukang sulap dan akan ada juga acara karaoke,” lanjut sang sumber tersebut. Clancy-Crouch telah berpacaran selama enam tahun, kemudian bertunangan pada 2009 dan sudah dikaruniai akap perempuan bernama Sophia Ruby bulan lalu. Hubungan mereka sempat retak, setelah bekas pemain timnas Inggris itu kepergok selingkuh dengan seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Span-

yol tahun lalu. Aksi mesum pemain Tottenham Hotspurs itu terungkap setelah ada pengakuan dari sang PSK, Monica Mint (19. Mint yang berpenampilan seksi ini menyebutkan, dirinya dibayar seharga 829 pound atau sekirat Rp 11,5 juta oleh Crouch, untuk berkencan di sebuah hotel murahan di Madrid. Ironisnya, saat kejadian tersebut, Clancy sedang hamil. Kini kebahagian mereka terasa lengkap setelah lahirannya Sophia Ruby dan menjadi obat luka hati Clancy. (jpnn/lia)

Abbey Clancy


GEMA UNIVERSITAS TERBUKA KENDARI

14 Kendari Pos

Informasi lengkap Universitas Terbuka Klik : www.ut.ac.id

Mahasiswa Baru siap Belajar Mandiri KEGIATAN Orientasi Study Mahasiswa Baru (OSMB) di pokjar Lainea Konawe Selatan berlangsung dengan mengesankan. Peserta OSMB sangat antusias menerima penjelasan-penjelasan yang terkait dengan bagaimana proses belajar di UT dengan sistem belajar jarak jauh. Sebagian dari mereka ada pula yang pernah menjadi mahasiswa dan lulus dari D2 PGSD, dan melanjutkan kuliah lagi ke tingkat sarjana. Acara OSMB dibuka oleh kepala UPBJJ UT Kendari, Drs. Wawan Ruswanto, MSi. Dalam kesempatan itu, Beliau mengharapkan bahwa mahasiswa baru ini harus pandai-pandai mengatur waktu belajar karena kuliah di UT tidak ada pihak yang bisa memaksa mahasiswa untuk belajar. Mahasiswa perlu menjaga motivasi dan memaksa dirinya serta memupuk semangat belajar dengan belajar kelompok. Bahkan mahasiswa UT dimohon untuk sering mencari informasi apapun melalui internet. “Jangan hanya bermain facebook, tapi juga lihat informasi pengetahuan bagaimana menjadi pengajar yang baik� pesannya. Selain pembahasan mengenai proses dan strategi belajar di UT, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai sistem registrasi, sistem tutorial, dan pelaksanaan ujian. Selamat mengikuti perkuliahan di UT, semoga sukses.

Pustakawan Masih Dibutuhkan

oreintasi studi

DARI saat ini ke depan, kebutuhan akan informasi telah menuntut masyarakat untuk memilih, memilah berbagai sumber informasi baik melalui media komunikasi dan teknologi seperti media cetak atau pun noncetak. Media cetak seperti buku, koran, majalah dll. merupakan sumber informasi bagi masyarakat yang datang setiap saat. Namun demikian, hampir di semua lembaga, yang belum mempunyai ruang perpustakaan dan pengelola perpustakaannya, bkubuku hanya tersimpan sebagai tumpukan buku dan majalah, tetapi tidak tersimpan sebagai tumpukan/kumpulan informasi yang mudah diakses olah siapapun yang membutuhkannya. Dalam kondisi demikian, jauh sebelumnya telah terduga bahwa kebutuhan akan seeorang yang pandai mengatur dan menata informasi seperti itu menjadi mutlak perlu bagi masyarakat informasi. Dengan demikian setiap informasi dapat ditata dengan baik dan dapat diakses oleh khalayak dengan mudah. Sejalan dengan itu pula, Seperti dikatakan Kepala UT Kendari bahwa sebetulnya ada keinginan pemerin-

tah ke depan itu di tempat-tempat tertentu khususnya sekolah-sekolah harus memiliki perpustakaan yang baik, dan dikelola oleh orang yang profesional. Begitu pula setiap kantor desa harus memiliki perpustakaan yang terkelola dengan baik dan mudah diakses oleh warga masyarakatnya. Sebuah perpustakaan (sumber informasi) akan terkelola dengan baik bilamana ada orang yang bertugas secara khusus dan tahu bagaimana mengelola perpustakaan dengan baik. Bahkan BKAN telah merinci kompetensi pengelola perpustakaan ke dalam beberapa jenjang, yaitu pustakawan tingkat trampil hingga pustakawan

tingkat ahli. Untuk kebutuhan pengelolaan perpustakaan minimal agar terkelola dengan baik perlu adanya seorang pustakawan tingkat trampil dari kategori terendah yaitu Pustakawan Pelaksana. Kebutuhan pustakawan pada era komunikasi dan teknologi ke depan nampaknya belum sepenuhnya menjadi perhatian masyarakat secara luas, padahal ke depan ini merupakan peluang untuk pekerjaan. Namun akan menjadi hal membanggakan, ketika kebutuhan tersebut perlu direalisasikan oleh pemerintah kapanpun maka masyarakat telah memiliki atau telah siap menyediakan calon pustakawan trampil. Sejalan dengan kebutuhan tenaga Perpustakaan Trampil tersebut di masa depan, Universitas Terbuka masih tetap diberikan mandat untuk melaksanakan program pendidikan D2 Perpustakaan yang ditempuh selama 4 semester. Program diploma ini secara khusus ingin mencetak para lulusan yang mampu: menguasai teori, konsep, dan metode perpustakaan, serta mengelola perpustakaan dengan baik, baik cetak ataupun digital. Syarat menjadi calon mahasiswa D2 Perpustakaan adalah minimal berijasah SLTA atau yang sederajat. (*)

Kesempatan Terakhir Bagi Mahasiswa D2 Pendor MASA registrasi 2011 merupakan semester terakhir bagi mahasiswa Program D2 Pendor FKIP-UT. Untuk itu, menurut Kepala UPBJJUT Kendari, para mahasiswa harus benarbenar dapat merencanakan belajarnya dengan baik sehingga dapat lulus semua matakuliah yang masih tertinggal (belum lulus). Mahasiswa diharapkan selain harus lebih rajin

belajar sendiri juga perlu banyak berdiskusi dengan sesama teman, sehingga pemahaman terhadap materi akan lebih baik. UPBJJ UT Kendari memberikan pula fasilitas berupa kesempatan untuk mengikuti tutorial (Tutorial Atas Permintaan Mahasiswa/Atpem) untuk matakuliah tertentu yang dianggap sulit oleh mahasiswa, dan fasilitas ujian melalui

online. Oleh karena itu, mahasiswa perlu secepatnya: 1. Membicarakan perlunya tutorial Atpem ini bersama teman-teman dan pengurus pokjar dan mengusulkannya ke UPBJJUT. 2. Menghubungi UPBJJ untuk persiapan pelaksanaan UAS melalui Sistem Ujian On-

line (SUO) dan mendaftarkan nama matakuliah yang hendak di-SUOkan. Para pengurus pokjar yang kebetulan masih mempunyai tanggungan mahasiswa Program D2 Pendor diminta untuk segera dan secara intensif berhubungan dengan pihak UPBJJ. (w)


Kampus

Kendari Pos |Sabtu, 16 April 2011

Unhalu Kerjasama Universitas La Rochelle Dalam Bidang Riset Internasional

Kendari, KP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unhalu) terus mengembangkan kerjasama baik skala nasional maupun internasional. Teranyar, fakultas yang dipimpin Prof Dr Laode M Aslan ini, bekerjasama dengan Universitas La Rochelle, Prancis. Untuk mengoptimalkan kerjasama tersebut, berkunjung langsung ke FPIK tanggal 14 April. Menariknya, pihak La Rochelle Prancis menghadirkan Rektornya, Prof. Dr. Gérard Blanchard, yang juga pakar ekologi kelautan. Tak hanya rektor, turut bersamanya lima pakar Universitas La Rochelle, yakni Dr. Gilles Radenac, Dr. Denis Fichet, Dr. Jacques Pigeot, Dr. Philippe Grance (pakar linguistik maritim), Dr. François-Xavier Ricaut (pakar genetika populasi sejarah maritime) serta ditemani juga oleh pakar biologi kelautan dari Universitas Diponegoro, Dr. Ita Widowati. Dekan FPIK Unhalu,mengatakan bahwa kunjungan rektor pertama dari luar negeri ke fakultas yang dipimpinnya tentu saja terkait dengan antusias melakukan kerjasama riset dengan Universitas La Rochelle yang sudah dipersiapkan beberapa bulan lalu dan akan mulai direncanakan tahun depan. Untuk mendukung kegiatan penelitian internasional tersebut, telah mempersiapkan tim peneliti yang dipimpin langsung oleh Dr. Yusnaeni DEA

EMILIA NINGSIH/KP

Dekan FPIK Prof Laode M Aslan bersama Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Internasional, Unhalu, Dr Yulius B Pasolon, saat pose bersama dengan para peneliti dari Prancis, yang juga alumni Perancis. “Agar kegiatan ini dipersipakan dan mampu menghasilkan temuan penelitian yang berguna untuk masyarakat Sultra seperti kebijakan pengelolaan Teluk Kendari yang merupakan tumpuan kiprah masyarakat Ibukota Provinsi Sultra,” tandas Aslan, kemarin. Dalam pemaparan rencana keg-

iatan riset internasiona ini, Dr. Gilles Radenac memaparkan peluang untuk pengembangan riset kelautan di Perancis termasuk rencana penelitian kerjasama yang melibatkan tiga universitas yaitu Unhalu, Uundip dan Universitas La Rochelle. Penelitiannya akan terfokus di Teluk Kendari khususnya pada

pengamatan kontaminasi logam berat yang ada hubungannya dengan organisme laut yang ada di teluk kendari seperti ikan, dan kerang hingga tingkat kontaminasinya. Ia pun menyinggung hasil penelitian mereka yang sudah dilakukan di Flores Timur NTT. Dalam kunjungan di FPIK, juga disosialisasikan peluang kerjasama antaruniversits dalam pelaksanaan program dua gelar akademik (Double Degree program) untuk program S2 yang dipaparkan langsung oleh Dr. Ita Widowati. Program Double Degree ini terbuka buat dosen Unhalu dan alumni berprestasi yang berminat menjadi dosen dengan melampirkan syarat IPK minimal 3,25 dan TOEFL minimal 500. Program Double Degree ini akan menggunakan jalur kuliah pada 2 universitas yaitu di UNDIP. Setelah berkunjung ke FPIK dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium yang dimiliki oleh FPIK untuk mengecek kesiapan mitra penelitian dengan FPIK dan dilanjutkan dengan survey awal di Teluk Kendari melibatkan dosen senior yang dipimpin langsung oleh Dr. Yusnaeni, dan ditemani oleh beberapa dosen lain termasuk Emiyarti S.Pi., M.Si termasuk dosen yunior dan mahasiswa tingkat akhir. “Survei awal di teluk ini dilakukan dalam bentuk pengamatan kondisi substrat, dan organisme pada beberapa lokasi di daerah Mata, Purirano, Tondonggeu dan Tambak Anggoeya,” tambah Aslan. (lia)

Besok, Pertemuan Forum Senior GMKI Kendari, KP Tindaklanjut dari Keputusan Kongres GMKI di Makassar tahun 2010 lalu tentang pembentukan Perkumpulan Senior GMKI pada cabang/daerah, mendapat respon dari sejumlah senir GMKI Kendari. Rencana pembentukan forum tersebut dianggap penting untuk dijadikan wadah para senior paling tidak sebagai ajang diskusi.

Salah seorang senior GMKI Kendari, Yonathan Kondorura SP., mengatakan, pihaknya telah menyebar sejumlah undangan. Rencana pelaksanaan pertemuan untuk pembentukan forum, akan dilaksanakan besok (Minggu 17/4) di Pendopo Sinode Gepsultra. Dikatakan, hasil kongres di Makassar harus menjadi perhatian bagi senior di sejumlah daerah, ter-

masuk di Kota Kendari. Munculnya ide seperti itu, mengingat perjalanan GMKI dewasa ini tidak lagi sama dengan masa lalu yang senantiasa tampil sebagai organisasi kader yang cerdas. Berkaitan dengan kondisi itu, dipandang perlu untuk tidak membiarkan masalah berlarut terus-menerus. Masalah yang dihadapi GMKI sekarang perlu mendapat

perhatian dari para senior di berbagai daerah agar kepengurusan GMKI ke depan kembali akan menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang mampu membina kader calon pemimpin masa depan. ‘’Kami harapkan para rekan senior members/friends agar dapat menghadiri pertemuan untuk membentuk pengurus,’’ kata Yonathan. (lut)

15 Karateka Unhalu Siap Tampil di Pomnas Kendari, KP Sukses mengukir prestasi gemilang di Kejuaraan Nasional Karateka Tingkat Mahasiswa di Solo bulan lalu, yang juga menempatkan Unhalu pada posisi enam besar dari 70 lebih universitas di Indonesia, tim karatekadari Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Sultra itu, kembali mempersiapkan diri untuk tampil di Pertandingan Olahraga Mahasiswa Tingkat Nasional (Pomnas, red), di Batam Kepulanan Riau, Juli mendatang. Iven bergengsi di kalangan mahasiswa pencinta olahraga karate itu rencananya akan diikuti oleh beberapa karateka terbaik dari Unhalu. Saat ini, seluruh peserta tengah menggenjot persiapan, dengan melakukan katihan ekstra, untuk bisa memberikan hasil maksimal bagi almamater pada kejuaraan tersebut nantinya. “Saat ini, tim karateka Unhalu tengah melakukan persiapan, dengan berlatih maksimal khususnya untuk latihan fisik. Hal itu dilakukan, untuk menunjang latihan teknik, yang merupakan strategi dalam bertanding nantinya,” ungkap La Ode Maliki, asisten pelatih, sekaligus kareteka terbaik Unhalu saat ini.

Untuk latihan fisik kata mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhalu itu, selain gerakan, juga didukung dengan pemulihan stamina. Untuk bisa maksimal kata dia, latihan fisik harus didukung dengan tubuh yang sehat, dengan pola makan dan instrahat yang teratur. Sementara untuk latihan teknik, akan dilakukan minus satu bulan sebelum pertandingan. Rencananya, jika anggaran universitas memadai, seluruh tim akan diturunkan pada kejuaraan itu. Untuk putri, ada lima kelas, yakni 48, 55, 56, 61 dan 68. Sedangkan untuk putra, kelas 55, 67, 90 dan kelas bebas. “Jika ada dana, kita akan turun full tim,” kata Maliki. Mahasiswa yang juga menjabat Ketua Forum Mahasiswa Pemerhati Olahraga itu mengaku, untuk bisa maksimal tampil di kejuaraan, seluruh hal harus dipersiapkan. Mulai dari latihan fisik, dukungan juga sangat diharapkan untuk menambah spirit dan motivasi tim. “Kami berharap kesuksesan kami dua tahun lalu bisa terulang. Untuk itu kami mengharapkan dukungan dari pihak kampus agar latihan kami bisa maksimal, dan bisa memberikan yang terbaik bagi kampus Unhlau,” harapnya. (fya)

Pekan Sastera, Ajang Tunjukkan Bakat Kendari, KP Perlombaan sastera melalui momen pekan sastera untuk mengenang sastrawan Indonesia yang punya karya fenomenal. Tokoh tersebut tak lain adalah Charil Anwar. Untuk itu mahasiswa Bahasa dan Sastera Indonesia FKIP Unhalu tak pernah absen untuk menggaungkan acara tersebut setiap tahunnya. Namun, selain menjadi ajang untuk mengingat kembali bahwa sastera juga berkembang di Indonesia, pekan sastera dimaksudkan untuk menunjukkan bakat generasi muda Sultra yang cinta sastera. Ketua panitia pekan sastera, Haryono Usman mengatakan, sebagai mahasiswa bahasa Indonesia harus memiliki andil yang besar untuk menggalakkan berbagai ajang kesasteraan. Hal itu tak lain untuk menghidupkan sastera sebagai budaya Indonesia dan memiliki makna dan sarat akan pesan moral.

Ia melihat, saat ini banyak pelajar yang gemar dalam bidang sastera, hanya saja tempat untuk menyalurkan bakat dan ide mereka masih minim. “Melalui pekan sastra kami berharap bisa mewadahi karya dan kreativitas pelajar semisal puisi atau cerpen. Bagi mereka yang belum tahu di mana akan menyalurkan bakatnya, kami perkenalkan momen tahunan ini,” ujarnya. Ia menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan tanggal 18 s.d 21 Mei itu akan diramaikan dengan bermacam-macam perlombaan. Diawali dengan simposium sastra dan budaya, dan akan dilanjutkan dengan pelatihan menulis naskah drama, puisi dan cerpan. Selanjutnya kompetensi sastra meliputi lomba musikalisasi puisi tingkat SMA, lomba tulis puisi dan cepen untuk umum dan diakhiri pertunjukan seni dari berbagai Universitas di Sultra. (p1)

Tujuh Belas Kesalahan Dalam Penangan Sumber Daya Manusia Oleh : Dr. Ansir, S.E.,M.Si. INDONESIA adalah negara keempat terbesar di dunia, dilihat dari jumlah penduduknya, setelah China, India dan Amerika Serikat. Dengan hampir 240 juta penduduk, seyogyanya Indonesia dapat tampil sebagai salah satu negara adidaya, yang mampu menebarkan pengaruh di belahan dunia manapun. Bila hari ini, bangsa besar ini bukan hanya tidak mampu tampil sebagai penentu dalam berbagai percaturan politik bangsabangsa, bahkan tidak jarang kita diperlakukan tidak setara oleh bangsa lain, termasuk oleh bangsa tetangga kita yang lebih kecil. Semua ini karena fakta bahwa potensi besar dengan penduduk besar itu, hingga kini tidak mampu kita kelola untuk menjadikannya sebagai kekuatan besar. Bahkan sebaliknya, penduduk besar itu justru mayoritas berpendidikan rendah karena terkungkung kemiskinan berkepanjangan, sehingga bukannya menjadi kekuatan bagi upaya membangun, membesarkan dan memajukan bangsa, tetapi justru menjadi kelemahan yang membebani bangsa sepanjang sejarah kelahirannya. Kenyataan ini tentu saja memilukan dan bahkan memalukan. Karena ternyata, setelah hampir 66 tahun kita menikmati kemerdekaan sebagai bangsa, ternyata masih begitu banyak kerabat dan sahabat kita yang belum dapat menikmati kemerdekaan bangsanya, karena terbiarkan dalam kehidupan yang dikendalikan oleh mekanisme pasar, siapa yang kuat, dia yang dapat, siapa yang perkasa, merekalah yang berjaya. Dengan hukum pasar yang sebenarnya juga adalah hukum rimba, maka kerabat dan sahabat kita yang tidak berdaya itu, terus hidup dalam berbagai kesulitan. Sehingga potensi besar yang mereka miliki, sama sekali tidak mampu didayagunakan secara optimal. Kondisi ini diperparah oleh kenyataan, bahwa kerabat dan sahabat kita yang hari ini berkesempatan untuk mengemban amanah dalam memimpin, justru tidak benar-benar memiliki kepedulian yang sungguh-sungguh untuk menjadikan sumber daya manusia bangsa sebagai asset utama dalam menggerakkan pembangunan bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Akibatnya, kerabat dan sahabat kita yang hari ini hidup dalam berbagai kesulitan, tidak mampu mengambil peran optimal secara bersama-sama dalam membangun bangsa, justru sebaliknya, kerabat dan sahabat kita itu malah menjadi beban bagi bangsa ini. Tetapi apakah kerabat dan sahabat kita yang hari ini berpendidikan rendah dan hidup dalam belitan kemiskinan itu, hanyalah satu-satunya yang menjadi masalah

sehingga bangsa besar ini tidak segera mampu mengantarkan bangsanya ke arah kemajuan ? Jawabannya tidak. Karena ternyata, ada tujuhbelas kelompok sumber daya manusia yang tidak optimal dalam pengelolaannya. Kelompok pertama adalah kerabat dan sahabat kita yang hari ini menduduki bangku sekolah dan bangku kuliah pada semua jenjang pendidikan, tetapi tidak dibelajarkan secara sungguh-sungguh dan optimal, untuk menjadikan mereka sebagai sumberdaya unggul bagi kemajuan bangsa dan bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Kelompok kedua adalah kerabat dan sahabat kita yang hari ini telah menamatkan pendidikan pada semua jenjang sekolah dan perguruan tinggi, tetapi dibiarkan menjadi pengangguran, sehingga kerabat dan sahabat kita ini tidak diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, dengan membiarkan kerabat dan sahabat kita ini menganggur. Sesungguhnya kita telah menempatkan anak-anak muda hebat bangsa ini menjadi beban, bukan saja bagi bangsa dan negaranya, tetapi juga beban bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Kelompok ketiga adalah kerabat dan sahabat kita yang hari ini dibiarkan tidak sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan pada jenjang lebih tinggi, sementara potensi kecerdasan mereka belum tentu lebih buruk dari pada kerabat dan sahabat kita yang hari ini mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan lebih tinggi. Kondisi ini menyebabkan masa depan bangsa ini tidak akan pernah terlepas dari potensi ancaman pengangguran, kemiskinan, dan bahkan kerabat dan sahabat kita yang dibiarkan tidak sekolah ini, sangat rentan untuk berbuat kejahatan. Kelompok keempat adalah kerabat dan sahabat kita yang hari ini dibiarkan bekerja ala kadarnya setiap hari, sehingga kontribusi mereka sangat kecil dalam pembangunan bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, bahkan boleh jadi, justru kerabat dan sahabat kita ini juga menjadi beban, karena sebagian mereka dibayar dengan imbalan penuh, tetapi hanya dapat bekerja seadanya. Kelompok kelima adalah kerabat dan sahabat kita yang bermalas-malasan dalam bekerja, sehingga hasil yang mereka peroleh tidak sebanding dengan potensi besar dalam diri mereka. Yang paling memprihatinkan, karena kelompok ini justru terdapat pada semua bidang pekerjaan, termasuk juga pada kalangan kerabat dan

Dr. Ansir, S.E.,M.Si sahabat kita yang hari ini masih bekerja pada berbagai institusi formal, dan tentu saja juga termasuk dari kerabat dan sahabat kita yang hari ini masih “berprofesi” sebagai penganggur. Kelompok keenam adalah kerabat dan sahabat kita yang hari ini suka menghindari pekerjaan dan tanggung jawab, sehingga mereka tidak mampu membangun kapasitas pribadinya secara optimal. Akibatnya, kehidupan dan karir kerabat dan sahabat kita yang demikian, juga akan sangat sulit untuk berkembang. Kelompok ketujuh adalah kerabat dan sahabat kita yang hidupnya dibiarkan miskin, sehingga mereka tidak mampu berkontribusi optimal dalam pembangunan bangsa, sementara pada setiap keluarga miskin, bukan hanya jumlahnya yang banyak, tetapi juga banyak memiliki potensi besar yang sangat pantas untuk mengambil peran dan tanggung jawab lebih besar dalam pembangunan bangsa. Kelompok kedelapan adalah kerabat dan sahabat kita yang dibiarkan tidak berpendidikan, sehingga terus saja menjalani kehidupan apa adanya, karena pengetahuan dan pengalaman mereka yang sangat terbatas. Akibatnya, sebagian kerabat dan sahabat kita ini juga hidup apa adanya, bahkan hidup miskin tidak berdaya, meski di hadapan mereka tersedia banyak sumber daya untuk diolah, termasuk sumber daya alam, tetapi seluruhnya dikerjakan secara tradisional. Kelompok kesembilan adalah kerabat dan sahabat kita yang dibiarkan takut mengambil risiko, sehingga mereka kurang berani

mengambil pekerjaan-pekerjaan besar dan menantang, meski mereka sangat paham bahwa hanya mereka yang berani mengambil pekerjaan besar dan menantang yang pantas untuk meraih hasil yang besar pula. Kelompok kesepuluh adalah kerabat dan sahabat kita yang duduk pada posisi terbalik, yaitu kerabat dan sahabat kita yang seharusnya pantas menjadi pemimpin, tetapi justru hanya menjadi orang biasa, serta kerabat dan sahabat kita yang hanya pantas menjadi orang biasa, tetapi malah “beruntung” menjadi pemimpin. Akibatnya, kedua pihak dari kerabat dan sahabat kita ini tidak ada yang dapat bekerja secara optimal, akibat tertukarnya kedudukan dan peran dari keduanya. Kelompok kesebelas adalah kerabat dan sahabat kita yang kita biarkan menjalani kehidupan hari-harinya dengan kebiasaan buruk, bukan saja merusak alam dan fasilitas yang ada di atasnya, tetapi juga seringkali merusak sesamanya, dan bahkan membunuh, bukan saja binatang, tetapi juga membunuh sesamanya manusia. Kelompok keduabelas adalah kerabat dan sahabat kita yang lebih banyak membicarakan keburukan orang lain dan mengurus urusan orang lain, sementara kerabat dan sahabat kita ini tidak pernah berupaya untuk memperbaiki keburukannya sendiri, apalagi mengurus pekerjaannya sendiri secara optimal. Kelompok ketigabelas adalah kerabat dan sahabat kita yang hari-harinya hanya menunggu perubahan nasib dan kehidupannya, karena dibiarkan dalam ketidaktahuannya, sehingga potensi mereka terkikis oleh waktu yang mereka habiskan untuk menunggu, karena semua menjadi penantian yang sia-sia. Kelompok keempatbelas adalah kerabat dan sahabat kita yang terlalu mengutamakan kemapanan, sehingga tidak berani memasuki arena pertarungan besar. Akibatnya, bila kerabat dan sahabat kita ini telah berada di jabatan tinggi, maka mereka tidak berani untuk mengejar mimpi lebih besar, meski seungguhnya usia mereka masih relatif muda dan potensi mereka masih sangat besar. Akibatnya, hidupnya menjadi datar, karena jabatannya mandeg di tempat, karena pada organisasi di mana dia berada, tidak ada lagi jabatan lebih tinggi yang memungkinkannya untuk menjalankan amanah dan tantangan baru yang lebih hebat. Dalam banyak kasus, kerabat dan sahabat kita dalam kelompok ini, akhirnya menjalani kehidupannya selama puluhan tahun dalam jabatan setingkat, yang menjadikannya tidak berkembang sebagaimana potensinya.

Kelompok kelimabelas adalah kerabat dan sahabat kita yang pikirannya dipenuhi pikiran negatif, sehingga bukannya mampu menumbuhkan hal-hal positif dalam dirinya guna menunjang perkembangan masa depannya, tetapi justru terbawa arus pemikiran negatif yang yang menguasai hidupnya untuk tumbuh dan berkembang, sehingga mereka bukan hanya berjalan di tempat, tetapi justru makin menurun dari hari ke hari. Kelompok keenambelas adalah kerabat dan sahabat kita yang menghabiskan waktunya untuk mengejar peruntungan hidupnya, baik dengan mempekerjakan para ahli supranatural maupun melalui upaya-upaya tertentu untuk mendapatkan harta, kekayaan dan kehormatan secara instan. Akibatnya, mereka tidak berdaya untuk melakukan apapun, bila tanpa rekomendasi para ahli supranatural atau siapapun juga yang mereka andalkan, karena jiwa mereka telah digantungkan kepada orang-orang “pintar” itu. Pada akhirnya, kelompok ketujuhbelas adalah kerabat dan sahabat kita yang terlalu membanggakan prestasi kecilnya, sehingga seluruh upayanya untuk mencapai prestasi yang lebih besar, justru tertutup oleh keangkuhan jiwanya. Akibatnya, kerabat dan sahabat kita ini tidak mampu mengoptimalkan seluruh potensi dalam dirinya secara efektif. Begitu banyak hal yang menjadikan generasi bangsa ini terkungkung dalam berbagai kesulitan, meski sesungguhnya potensi mereka sangat besar bagi upaya membangun dan memajukan bangsanya. Karena itu, diperlukan penataan ulang dalam cara kita menangani bangsa besar ini, sehingga kita mampu memilih prioritas utama dalam memajukan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena, tidak seorang pun mampu berargumen untuk membantah, bahwa asset utama bagi setiap bangsa adalah manusianya. Bila keseluruhan sumber daya manusia yang tidak terkelola dengan optimal ini ditingkatkan kapasitasnya, sehingga mampu mengambil peran optimal dalam pembangunan bangsa, maka kita tidak harus menunggu berlama-lama untuk memajukan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bangsa besar ini. Semoga kita semua lebih membangun kepedulian yang tingga untuk berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, karena hanya dengan demikianlah kita mampu mencapai kemajuan secara berarti. (*) Penulis, Dosen Fekon yang juga Ketua LPPM Unhalu.


16

Xpresi

Sabtu, 16 April 2011

Belajar Efektif Minus Stress....

12

Utho Sii Thestfriver utopricillia@yahoo.com SMPN 1 Raha klw mnrutq...qt hrus pandai’’ untk mmbgi wktu.. soalx apabila otak qt bila trus d’pksakan mka akan stres dan bisa’’ qt jtuh skit...selain i2. qt hrus lebih berkonsentrasi dari pada sblum untk mnghdpi ujian... jd untk yg akan mngikuti ujian good luck aja ea....... Echa Febrianty Ircha_one@yahoo.co.id SMA 5 Kendari “qlo menurut cc belajar yg asyik itu sambil dengarkan musik yh qlo gag belajarnya di tempat terbuka ajjh , bljrkan gag prlu d kmar atw diruangan. coba deh suasana bljar yg baru spya gag jenuh juga. hehh_

Ipul Sanggala Ssanggala@yahoo.com SMKN 1 Kendari Wah blajar yang efektif ,? Hem bnyak cara sich , Seperti blajar kelmpk . Sama teman2 , yakni menjawab soal2 , belajar dengan guru. Mapel. Sich menrtq yg lebih efektif. . . Racka Younkk KillingmeStreetteam Anggitbimadiluhung02@yahoo.co.id SMKN 4 Kendari Hmmmpp..Mnrut aq sehhh blajar yg efektif n mxenangkan ntuhh....belajarr bareng ama temen2....blajar tuh jd nggk mdah jenuh n bosen krn kta bsa mnta bantuan ama temen kta yg mengerti tntng plajrn yg lg d plajari......yahhh bsa d selingin dgan canda2 dikit spya nggk mdah jenuh lahhh.... Lisda Scc Nagg Yuchuluchu scc_lisda@yahoo.com SMA Kartika Kendari “Klo mnurt z,,,bljar yg plig efktif dan tntux tdk bwt stress...bljar brsma tman2 krna,dgn blajr brsma kta bsa slig brtukr fikirn,dan humor brsma,,,hehehe wlwpun nge gossip sdkit ndk apa lah,,,!!! Riny Alwsslove rinyalwslove@yahoo.co.id SMAN 2 kolaka “Menrutq sic lauw blajr jgn dipaksain,yg intnx kt pntr2 sj membg wkt..untk blajr dan main nah lauw udh gt kan gmpng blajrx..And jgn dibwa strezz ya sntai2 ajalah.. Fendy Skateboard Navas SMA 1 Moramo “belajar/bermain/ ingat pelajran yg di tdk di mgerti diskUskan mah teman” sabil bermain jgn angp pelajarn Ssah i2 msuh semua da jlnnya,” Rifan Laswitadewi Addforlove Rifan_18addcour@yahoo.com SMAN 1 Palangga “Ehm.... Menurutq ni cr blajar x efektif ntoe.. Blajar breng tmn alias diskusi breng or qt ngerjain soal2 ujian taon lalu,....n hrs diselingi dgn refreshing jg,biar otak qt fresh... Btul,btul,btul...” Syifa CeEmbem syifha_kindly@yahoo.co.id USN Kolaka “klw nrut z sich...jgn pksakn dri untk bljr klw tdk mw msuk n kt jg hrus lht situasix,kpn sj kt bs bljar asl ad kemauan Anitha Yuliani anithapoenx@yahoo.co.id “Mnurut z bljr eank plg efktif end gk bwT strez....i2 bljr d tmpt eank SEPI atw t4 eank gk d ganggu siapapun...jd lw bljrkn lebih nyaman... Echa Sary Hasse Dich SMKN 1 Kendari “Belajar efektif ntu gug usah di forsir,,,, blajar dikit2 tapi teratur akan lebih mudah dicerna ketimbang blajar sharian full.... wah bisa gila jg tuch!! inti.a nyicil pelajaran ajha, jgn tiba masa tiba akal.....^^ Rhia Hasyim Rhiachayank_90@ymail.com STIK Avicenna “Bljar efktif tu bljar yg sungguh2 klo saatx mw bljar ya bljar jgn da ksbukan lainx yg mnyertaix biar bljarx bz fokus n mdah d’pahami..So, bwt adik2q yg mw mnghdapi ujian bljar yg giat yaah tp jgn smpe d’bwa strez, santai ja... Brhubung tgl 18 dah mw ujian, tu2p bku, tnangkan fkiran truz prbaxk dzikir n d0a biar ujianx lancar, amin

KATA belajar pasti udah nggak asing lagi di telinga sobat Xpresi khan? Ya iyalah..secara nich, hampir setiap hari kita sobat kita disibukkan dengan aktivitas itu, apalagi bagi mereka yang masih duduk di bangku studi, en sebentar lagi bakalan ngikutin ujian nasional (UN). Tapi, sobat Xpresi ngerti nggak seh, apa itu definisi belajar efektif, tentu nggak sama dengan pelajaran asal-asalan donk, Yup...menurut pendapat ahli nich (cie..so’ ilmiah niye..) belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Hmm..ngomong-ngomong tentang aktivitas yang dilakukan secara sadar, pasti ada sobat Xpresi yang kadang nggak mampu apalagi belajar dengan kesadaran penuh, karena dipicu dengan stres..Terkait hal itu, kira-kira gimana yach tanggapan sobat Xpresi, simak yukk.. Menurut Rian, belajar efektif itu harus benarbenar dipahami. Jangan asal baca buku aja, tapi sama sekali nggak ngerti apa maksudnya. Tapi, untuk bisa belajar dan memahami apa yang kita

pelajari itu, harus dilakukan dengan konsentrasi penuh, so..materi bakalan cepat masuk ke otak dech.. Ada beberapa cara kata cowok yang hobi travelling itu agar kita bisa sukses belajar, antara lain mau bertanggung jawab atas diri sendiri. Coz kata cowok yang join di club model Exis Kendari itu tanggung jawab merupakan tolak ukur sederhana, di mana kita bisa mulai berusaha tuk nentuin sendiri mana yangprioritas, termasuk waktu dan sumbersumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar. Selain itu, harus menentukan mana yang penting bagi diri kita... Versi boys bertubuh kekar itu, kita harus mengerjakan prioritas-prioritas yang udah kita tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu. Kalo itu terjadi, otimatis, akan memicu terjadinya stres.. Untuk menghindari stres dalam belajar, Jessica juga punya strategi sendiri. Cewrk yang duduk di bangku kelas IX SMP Frater

Kendari itu mengaku, lebih baik mencari solusi yang terbaik dalam menyelasaikan materi pelajaran yang nggak dipahami. kalo memungkinkan, kita bisa meminta bantuan kepada orang lain, asal ngga mengganggu yang bersangkutan en nyaman bagi kita, why not?? setidaknya menurut cewek berkulit kuning langsat itu, agar belajar bisa maksimal kita harus serius, kkarena itu juga bisa memicu berkurangnya stress. Teteptning kata Jessy, kita harus embuat situsi belajar yang membuat kita nyaman, bisa sambil dengar musik, atau sambil ngemil. Karena jika pelajaran dapat kita pahami dengan baik, tentu nggak ada yang namanya stres. Nah, udah dapat gambaran khan gimana teknis belajar efektif agar nggak stres?? So tunggu apa lagi?? (fya)

cuap-cuap Cici (Model Eksist Community)

Nonton Film Komedi BELAJAR yang efektif dan mengurangi stress menurut saya sich gampang. Saya gak perlu repot harus berkreasi atau mencari suasana baru. Saya cukup nonton film lucu yang asyik yang membuat susana lebih relax. Eh... tips ini katanya manjur lho... berdasarkan pendapat para ahli emang film lucu bisa mengurangi stress dan pikiran cemas alias was-was. Dari pada kita harus keluar jalan-jalan, nguras

kantong, mending putar channel yang ada film kartun atau drama komedi. Sudah pasti kita bakal merasa asyik dan pikiran kita segar kembali. Namun jangan lupa juga, kalo sudah belajar, dan cari cara yang jitu buat ngilangin stress, kita juga harus rajin berdoa, biar keinginan kita dikabulkan Tuhan, amin.. selamat mencoba...! (Ka' Wulan/lia)

share Drs. H. Suparman, M.Pd (Kepala SMAN 3 Kendari)

Hindari Berhura-Hura BELAJAR efektif, utamanya menjelang ujian nasional seperti ini memang sangat dibutuhkan. Bukan hanya untuk mencegah stres, tapi mengefektifkan waktu yang tinggal sesaat. Namuh bagi sobat Expresi, mari gunakan waktu sebaik mungkin tanpa beban sedikitpun sehingga jauh dari stres. Nah, salah satu kunci yang harus dimiliki untuk menghindari stress menjelang ujian adalah memanfaatkan waktu sebaik mungkin, jangan terlalu banyak menggunakan waktu untuk berhura-hura dan

melakukan hal yang kurang bermanfaat. Selain memanfaatkan waktu, yang terpenting adalah hindari cara belajar menghafal, tapi gunakan cara memahami yang baik. Jika cara memahami materi, maka kita akan jauh dari stress dan pastinya belajar kita efektif, baik dari segi waktu maupun pemahaman bidang studi yang dipelajari. (Ka' Wulan/ lia)

Bagi sobat-sobat X-genk yang pengen gabung ngasih komentar via Facebook di rubrik kesayangan kamu ini, silahkan add Facebook X-Presi :

expresikp @yahoo.com


Kendari Pos | Sabtu, 16 April 2011

2 Bahteramas Junior v Kendari Abadi 2

Nyaris Dipermalukan Madrid, KP Melawan Barcelona layaknya mimpi buruk bagi entrenador Real Madrid, Jose Mourinho. Bukan karena pada bentrok pada paruh pertama Liga Primera, Real dihajar 0-5, melainkan karena tim asuhan Mourinho seringkali harus bermain dengan sepuluh orang. Tidak hanya ketika takluk dari Barca pada 29 November tahun lalu saja. Ketika itu, Sergio Ramos diusir keluar lapangan lantaran menekling keras striker Barcelona Lionel Messi jelang laga berakhir. Saat masih melatih Chelsea dan Inter Milan, Mourinho juga mengalami problem serupa. ‘’ Sepertinya saya harus melatih tim saya bermain dengan sepuluh orang di lapangan jelang menghadapi Barca. Saya harus tahu caranya bermain dengan sepuluh orang, karena selama ini hal itu selalu terjadi,’’ ketus Mourinho, seperti dikutip Goal. ‘’ Ketika melatih Chelsea, Saya harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh orang, ketika saya melatih Inter saya juga harus mengakhiri laga dengan sepuluh orang. Jadi, saya harus mengantisipasinya,’’ lanjut tactician asal Portugal itu. Tentu saja, serangan itu bagian dari psywar Mourinho jelang empat laga el clasico dalam 18 hari ke depan. Bila melihat posisi Real di klasemen sementara Liga Primera, maka peluang mereka tetap berat meski menang. Makanya, yang paling dibidik Mourinho adalah Liga Champions.

Baca REAL Hal 18 AFP PHOTO/DOMINIQUE FAGET

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho dalam sesi latihan bersama pemainnya, Karim Benzema dan penjaga gawang sekaligus kapten, Iker Casillas mempersiapkan laga semifinal Liga Champion.

AFP PHOTO/ PAUL ELLIS

Bomber Manchester City asal Argentina Carlos Tevez (kiri) berhadapan dengan defender Liverpool, Fabio Aurelio dalam liga Premier beberapa hari lalu. Ia kini tak bisa diturunkan dalam laga derby melawan Manchester United di kompetisi Piala FA.

Tanpa Tevez di Derby Manchester, KP Kekuatan Manchester City tereduksi jelang bertarung di semifinal Piala FA melawan rival sekotanya Manchester United, hari

Baca TEVEZ Hal 18

Kendari, KP Membawa nama besar klub, PS Bahteramas Junior belum bisa menunjukkan kelasnya. Setelah hanya mengemas satu poin dalam laga lanjutan Wali Kota Cup II kemarin, maka satu tiket menuju perempat final belum bisa dipegang lebih cepat. Dilaga menghadapi PS Kendari Abadi, klub asuhan Mansur Saman itu hanya mampu bermain imbang 2-2. Bahkan, mereka harus keteteran menghadapi serangan PS Kendari Abadi yang dimotori Isman. Striker Boby Tukino menjadi pahlawan PS Bahteramas. Dua gol indahnya melalui tendangan bebas, berhasil menyelamatkan timnya dari kekalahan sekaligus mempertahankan kedudukannya klubnya di pool C, sebagai juara group. Sejak babak pertama dimulai, PS Kendari Abadi menunjukan performa baik. Duet striker Resa dan Ade benar-benar membuat barisan pertahanan PS Bahteramas yang dikomandoi Satber kewalahan. Faktanya, Suhardin menit 25 behasil membuat timnya unggul setelah memperdaya pergerakan dari Kurniawan, penjaga gawang PS Bahteramas. Tert-

inggal, Boby Cs mulai menggencarkan serangan, namun dari beberapa peluang yang diperoleh gagal dimanfaatkan dengan sempurna. Baru dibabak kedua PS Bahteramas mulai mengambil alih inisiatif serangan. Hasilnya, dimenit ke-66 Boby Tukino berhasil menyarangkan bola melalui tendangan bebasnya yang tidak bisa dijangkau kiper Kendari Abadi. Namun, gol tersebut bukan menambah semangat. Karena PS Bahteramas harus kembali kebobolan setelah Isman dimenit ke-73, kembali memaksa Kurniawan memungut bola di dalam gawangnya. Tapi, kemenangan PS Kendari Abadi buyar. Pelanggaran keras didekat daerah pinalti tak disia-siakan Boby Tukino. Menit 88, striker sarat pengalaman kompetisi lokal itu kembali memperlihatkan keakuratan tendangan bebasnya yang langsung merobek gawang Resa. “ Boby adalah pahlawan pertandingan kali ini. Saya sangat senang karena Ia mampu membuat gol yang indah dan membawa klub lepas dari kekalahan. Saya akan upayakan laga terakhir nanti untuk menang,” komentar Mansur Saman. (p2)

Yellow


19

Kendari Pos | Sabtu, 16 April 2011

Perempuan di Jendela Oleh : Jusuf AN

KITA pernah menyimpan mimpi, atau lebih tepatnya angan-angan kosong tentang rumah itu. Rumah yang sekarang kau huni itu. Dulu, ketika kau masih sering bertandang ke kamar kos yang terletak di lantai dua yang sampai sekarang masih aku tempati ini, kerap kau membuka jendela, lalu menatap rumah itu lama-lama. Kau mengetahui kalau rumah bergenting biru itu tak ada penghuninya, menunggu ada yang mau menyewa. Dan kau mengungkapkan keinginanmu: ingin menikah denganku lalu tinggal di rumah itu. Rumah mungil sederhana yang dikelilingi sawah, “Berdua tinggal di sana, pastilah nyaman dan indah,” katamu. Sekarang, apakah kau benar merasa nyaman dan indah? Hanya sebatas itu aku berani bertanya, dan itu semua aku tanyakan lewat tatapan mata. Sudah seminggu ini, setiap pagi mata kita selalu berjumpa di udara. Kau dari jendela rumahmu, aku dari jendela kamarku. Apakah kau pandai menerjemahkan bahasa mataku, Hany? Kita memang pernah melewati waktu bersama selama lebih dari dua tahun lamanya. Aku tahu banyak hal tentangmu; apa yang biasa kau lakukan sejak bangun tidur hingga tidur lagi semuanya sudah kau ceritakan. Aku tahu kau tidak suka belanja, alergi dengan mall dan supermarket, tidak senang menonton televisi, penggemar novel petualangan dan senang makan ikan segar. Seperti aku, kau juga senang bersepeda santai, dan seringkali mengutuki asap knalpot ketika sedang berjalan. Tapi tetap, akan sulit rasanya bagi kita untuk bercakap-cakap dengan bahasa mata dengan jarak kurang lebih dari tiga puluh meter. Tak ada gerak bibir, lambaian, senyuman, atau cibiran. Tak ada yang bisa aku tangkap dari matamu kecuali keasingan. Dan kini, pada pagi yang mendung ini, aku kembali menemukanmu. Aku kembali menjumpai keasingan dalam tatapan matamu. Aku tidak membuka gorden dan hanya mengintipmu. Kulihat kau bersandar pada kayu jendela yang memiliki engsel di bagian samping. Kau telah buka lebar-lebar daun jendela itu hingga kesiur angin mengibarkan rambut pirangmu. Hei, setahuku kau tak pernah memakai anting, tapi benda apakah yang mengerlip di

dua cuping kupingmu itu. Ah, mungkin kau tidak lagi seperti kau yang dulu. Mungkin kini kau telah senang berdandan dan memakai perhiasan. Ya, bukankah itu wajar bagi seorang perempuan? Bukankah kau telah menempuh hidup yang baru. Aduh, kenapa aku seperti tidak rela dengan takdir yang membelitku? Kenapa kau mendadak penting untuk aku pikirkan, penting untuk kukenangkan? “Aku tahu kau masih jauh untuk memikirkan pernikahan. Dan aku tak akan lagi mempermasalahkan itu,” katamu, ketika suatu hari kita tengah bersama menikmati udara senja di alunalun kota. “Aku rasa akan lebih menyenangkan jika kita tidak setiap hari berjumpa.” Kenapa kini aku begitu menyesali kalimat itu? Kalimat yang entah kenapa membuatmu tak lagi berkunjung ke kamar kosku selama seminggu. Sungguh, Hany, aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu. Dugaanku kalau kau benar-benar siap menunda atau membuang pikiran untuk menikah sementara waktu, ternyata keliru. Segera setelah menyadari kesalahan kalimat itu aku berkunjung ke kamar kosmu, tapi kata kawan-kawanmu kau sedang pulang ke Magelang. Dan aku hanya meninggalkan pesan pada kawan-kawanmu, jika kau kembali ke Jogja suruhlah datang ke tempatku. Dan seminggu kemudian, pagi-pagi sekali kau mengetuk pintu kamarku, membawakanku sebungkus nasi gudeg yang masih panas. “Orang tuaku menyuruhku pulang,” terangmu, setelah terlebih dulu menyuruhku sarapan. “Aku kira kau sedang sibuk garap proyek penghijauan, jadi aku tidak memberitahukanmu.” Tidak biasanya, pikirku. Tidak biasanya kau merasa takut untuk mengganggu kesibukanku. Tidak biasanya pula kau sanggup menahan diam selama lebih dari sepuluh menit. Biasanya kau akan bercerita banyak hal, tentang kawan-kawan satu kos denganmu yang senang menghambur-hamburkan listrik dan kosmetik, atau tentang pembimbing skripsimu yang selalu menyalahkan kerja-kerjamu, juga ayahmu yang tidak bisa berhenti merokok. Tapi waktu itu, kau terdiam lama, duduk

selonjor dengan kepala menunduk. Ketika aku sebut namamu, kau geragapan, seakan pikiranmu baru saja terseret arus yang kencang. “Kau kenapa, Hany?” “Mhh, baru saja aku mau bertanya begitu, eh kau sudah tanya duluan. Kau yang kenapa? Kenapa kau tidak menanyakan tentang orangtuaku yang menyuruhku pulang?” “Jadi, kenapa orang tuamu menyuruhmu pulang?” “Sangat berat untuk menjawabnya.” “Orang tuamu sehat-sehat saja, kan?” Kau mengangguk. “Apa mereka tidak berbicara tentangku?” “Mhh…” “Sebenarnya aku ingin main ke rumahmu lagi, tapi aku tidak enak dengan ayahmu. Kelihatannya ayahmu tidak senang denganku.” “Itulah, kenapa aku berat menerangkan padamu tentang kenapa orang tuaku menyuruhku pulang.” “Benar kan, ayahmu tidak suka denganku, dengan penampilanku, juga pekerjaku yang tidak jelas? Aktivis LSM. Ha..ha..ha.. Pasti orang tuamu menertawakan pekerjaan macam itu.” “Bukan itu.” “Lalu?” Kau kembali menunduk. Di kepalamu aku menebak ada sesuatu yang berkecamuk. “Orangtua jaman dulu, tentu kau tahu seperti apa.” Aku belum dapat menebak arah pembicaraanmu. “Sejak dalam kandungan, mereka telah menentukan hidup takdirku.” Suaramu terdengar sumbang. Dan ketika kulihat matamu berkaca-kaca, aku segera merangkulmu, menyandarkan kepalamu di dadaku. Saat itulah, dengan suara isak, kau mulai membuka semuanya. Bahwa kau sudah dijodohkan sejak dalam kandungan dengan seorang putra dari kawan dekat ayahmu. Kau mengaku baru tahu akan hal itu. Kau yang sadar benar seberapa besar pengorbanan orangtua merasa tak sanggup untuk membantah mereka. Lalu kau meminta maaf padaku seperti merasa sangat berdosa. “Akan lebih berdosa jika kau tidak menuruti orang tuamu,” kataku. “Su-

dahlah, hidup ini terlampau singkat untuk bersedih. Jalani dan nikmatilah.” Meski aku bersikap setegar pohon beringin tertua di alun-alun kota, tetapi kau seakan dapat membaca air mukaku yang mungkin merah padam. Kau memelukku kian erat. Lama dan semakin erat. Dan aku tidak menyadari, bagaimana kemudian diriku menjelma menjadi seekor kumbang yang kehausan, sementara bunga-bunga penuh madu bermekaran di atas tubuhmu. Bau keringatmu masih tertinggal di kamarku, Hany. Baju yang kau tumpahi dengan air matamu juga belum aku cuci ketika aku dengar kabar dari kawanmu bahwa kau telah benar-benar melangsungkan pernikahan. Segera setelah mendengar itu, aku membersihkan kamarku, sesuatu yang jarang aku lakukan. Tembok yang dulunya aku cat dengan warna hijau kesukaanmu kini aku ganti warna hitam legam. Aku semprot parfum autotheraphy yang sebenarnya tidak aku sukai. Aku buang semua fotomu dari dompet dan di komputerku. Aku cuci karpet dan semua pakaianku dengan deterjen yang berlimpah-limpah. Berharap aku dapat melupakanmu. Aku juga banyak menghabiskan waktu bersama kawan-kawan di kedai kopi, naik gunung, dan mulai kembali konsentrasi dengan buku-buku dan kerja-kerjaku. Beberapa nomor telepon perempuan juga sudah aku dapat, dan aku mulai rajin menulis SMS. Hampir saja, ya hampir saja aku dapat melupakanmu jika aku tidak pernah membuka jendela kamarku kemudian melayangkan mata ke jendela yang lain. Kau masih di sana sekarang. Bersandar di jendela yang memiliki engsel di bagian samping dan telah kau buka lebar-lebar itu. Kau tetap tak berpaling dari menatap jendela kamarku. Sementara aku masih mengintipmu dari balik gorden dengan kepala yang berat, sesak oleh tanya. Kenapa kau memilih tinggal di rumah itu bersama suamimu? Aku tahu, kau memang harus merampungkan skripsimu baru setelah itu pulang ke Magelang, tetapi bukankah kampusmu jauh di jalan Solo, dan banyak rumah kontrakan di sekitar sana? Mengapa kau memilih kontrakan di jalan daerah Kasongan? Mungkin saat ini kau sedang berusaha keras untuk menerangkan pertanyaan-pertanyaanku itu lewat tatapan matamu. Tapi, bagaimana caraku menerjemahkan bahasa matamu, kecuali jika aku langsung berkunjung ke rumahmu dan menanyakan langsung. Berkunjung? Bukan suamimu aku takuti, Hany. Aku hanya takut apabila setelah kunjunganku ke rumahmu, perahu keluargamu goyah, lalu pecah terbelah. Ah, apakah aku harus menyamar sebagai pencatat rekening listrik seperti di film-film komedi hanya untuk melihatmu dari dekat kemudian diam-diam menanyakan alasanmu tinggal di rumah itu? Konyol sekali! Kau masih di sana sekarang. Tidak seperti biasanya, tak aku lihat suamimu merangkulmu dari belakang sebelum kemudian kau menutup jendela dan melangkah entah kemana. Cukup lama kau berdiri di sana. Sampai kemudian, aku melihat punggungmu terguncangguncang, mulutmu terbuka mengeluarkan cairan. Kau muntah? Mendadak aku jadi teringat saat terakhir kali kau bertandang ke kamarku pagi-pagi sekali dengan membawa nasi gudeg kesukaanku. Aku seperti dihentakkan dari peristiwa yang tidak pernah sebelumnya aku sadari akan terjadi. Peristiwa di mana diriku menjelma kumbang yang kehausan sementara di tubuhmu bermekaran bunga-bunga penuh madu. Mendadak aku bertanyatanya, apakah kau sedang masuk angin, sampai muntah-muntah begitu? Atau kau, hamil? Mendadak aku sangat mencemaskanmu, Hany. Apakah suamimu tahu bahwa kau tak suci lagi saat dinikahi lalu mencampakkanmu yang kini hamil? Ah, mudah-mudahan kau hanya masuk angin.(**)

Jusuf AN, lahir di Wonosobo, 2 Mei 1984. Alumnus Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Guru MTs Negeri Wonosobo. Cerpen ini dikutip dari Riau Pos (Grup Kendari Pos)

Puisi Karya : Arza Ditya Baubau Kota yang Kucintai Baubau kotaku yang kucintai Disitulah tanah kelahiranku Tempat tinggalku Dan kota dimana tempatku menuntut ilmu saat ini Betapa indahnya panorama kotaku Disebelah selatan Palagimata Berdiri megah kantor Walikota Disebelah timur Bukit Kolema Dan diutara Pantai Kamali Inginku menjaga kotaku Agar selalu bersih dan aman Marilah kita menjaga kota kita bersama Agar kota kita tetap aman, damai, nyaman, bersih, dan tentram (*)

Mamaku Mama, engkau melahirkanku antara dua pilihan Antara hidup dan mati Tapi syukur alhamdullillah, saat mama melahirkanku, mama masih bisa hidup Untuk merawat, menjaga, dan memberi ASI untukku Pada saat mama tengah terlelap, tiba-tiba aku terbangun dengan tangisan yang besar, yang membuat mama terbangun, mungkin mama tidak bisa tidur lelap, karena aku Pada saat mama tengah mengerjakan pekerjaan didapur, dan aku tertidur, tiba-tiba menangis kehausan, mama datang memberi ASI kepadaku Pada saat mama ingin beristirahat, mama tidak dapat beristirahat, karena aku menangis dengan suara keras, dan bapak sedang mencari nafkah untuk kita semua Pada saat mama ingin pergi berbelanja, mungkin mama keberatan meninggalkan aku dirumah bersama kakak, jadi makan apa adanya dirumah, hanya gara-gara aku, mama tega melakukannya Saat ini mama sedang mencari nafkah Agar kami mendapatkan makanan yang sehat Dan pendidikan yang sangat tinggi Semua itu mama lakukan demi kami Trima kasih yang sebanyak-banyaknya mama Telah merawat, menjaga, dan memberiku pendidikan dengan baik, sejak kecil sampai sekarang Berkat engkau aku bisa sampai saat ini Aku berjanji akan membalas semua jasa-jasa mama, walaupun menurut mama tidak sebanding dengan pengorbanan yang mama berikan. (*)

Pagi yang Indah Saat kubuka jendela Sungguh sejuk udara pagi Kicauan burung yang merdu Keindahan taman yang memukau Menyambut pagiku yang indah Saat kulangkahkan kaki Angin sepoi-sepoi menghampiriku Tanaman-tanaman berayun-ayun Seakan mengajakku untuk menikmati pagi yang indah Lapisan embun belum terlepas dari dedaunan Bunga-bunga mulai bermekaran Langit-langit tampak cerah Seakan semua menyambutku dengan ucapan “Selamat Pagi”

Kepergian Adikku Tersayang Ketika aku mendengar dia telah lahir Aku sangat senang sekali Aku ingin segera melihat wajahnya Tapi, tiba-tiba rasa itu berubah menjadi kesedihan Orang-orang berkata Bahwa ia telah meninggalkanku Pada saat itu Aku sangat sedih dan bertanya-tanya Tuhan, kenapa dia harus meninggalkanku Kenapa engkau langsung memanggilnya Padahal aku belum melihat wajahnya Apakah aku tak pantas memilikinya Tuhan. . . . Tolong katakan padanya Aku ingin bertemu dengannya Melihat wajahnya dan mencium pipinya Mungkin ini adalah kehendakmu Mungkin aku tak pantas memilikinya Sekarang aku harus terima kenyataan ini dengan ikhlas Dan aku hanya bisa berdoa Agar kamu selalu tenang disana wahai adikku sayang (*)

Bagi pembaca Kendari Pos yang memiliki karya berupa cerpen, resensi dan puisi bila ingin dimuat di kolom ini dapat mengantarkan karyanya ke staf redaksi Kendari Pos Lt.3 Graha Pena atau mengirim lewat email: nurjadin@gmail.com. atau arhamkendari@yahoo.com. Syaratnya karya tersebut belum pernah dipublikasi di media lain


20

Kendari Pos |Sabtu, 16 April 2011

10 PK Golkar Kota Dukung Ir Asrun Sebagai Cawali Kota Kendari 2012-2017 Kendari, KP Ir Asrun menjadi magnet tersendiri bagi partai politik. Setelah Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan “mengikat” Ir Asrun lewat pemilihan Ketua DPC PAN Kota secara aklamasi, giliran 10 Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar kota, yang menawarkan dukungan. Tujuannya sama, melapangkan jalan pasangan Musadar Mappasomba itu, ke panggung Pilwali tahun depan.

Kemarin, 10 PAC Golkar kota menyatakan dukungannya secara resmi terhadap Ir Asrun, setelah sebelumnya mencapai kata mufakat pada pertemuan di rumah Ketua PAC Poasia, Zainuddin Monggilo, 2 pekan lalu. “Calon Golkar bukan kader, tapi tetap kita melihat hasil survey. Sampai hari ini, kami masih dibolehkan dukung siapa saja, sebelum DPD II tentukan calon. Olehnya itu, hasil kesepakatan 10 PAC, kita dukung pak Ir Asrun jadi calon untuk kedua kali,” kata Zainuddin, kemarin. Ada 4 poin yang jadi catatan, sehingga 10 PAC partai kuning tersebut, memutuskan mendukung Ir Asrun. Menurut ang-

gota DPRD Kota Kendari itu, Ir Asrun sosok pemimpin cerdas, punya sifat jujur, berani mengambil keputusan yang tidak populis, tapi kalau untuk kepentingan masyarakat dia berani dan berpikiran nasional. Penempatan orang-orangnya di birokrasi, menurut Zainuddin, tidak berdasarkan suku. “Empat 4 poin itu yang membuat 10 PK mengusung kembali Asrun jadi Wali Kota Kendari. DPD II membolehkan, dengan catatan setelah nanti ada yang dikukuhkan partai sebagai calon, maka 10 PK harus mendukung,” ujarnya. Dukungan senada diungkapkan Ketua PK Mandonga, Muh.

Yasin. Katanya, selama 3 tahun memimpin kota, Ir Asrun membawa Kota Kendari meraih piala adipura 2 kali berturut-turut, membangun Paddy’s Market dan laporan keuangan yang sangat baik. Namun, dia mengatakan, semua kembali lagi pada hasil survey. Adapun 10 PK yang mendukung Asrun itu adalah PK Poasia diketuai Zainuddin Monggilo, PK MAndonga, Muh. Yasin, PK Kadia, Samsul, PK Abeli, Pamasona, Ketua PK Wuawua dijabat Darson, Kendari Barat, Rasidin Uta dan PK Kambu, Andi Baso. Semuanya telah sepakat mendukung pencalonan Ir Asrun untuk periode kedua.(dri)

PPP Resmi Percepat Muktamar Jakarta, KP Pernyataan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali yang menghendaki muktamar dipercepat benar-benar bakal terealisasi. Agenda Muktamar PPP yang semestinya baru digelar pada 2012, direncanakan dipercepat pada bulan Juli mendatang. Pemilu 2014 menjadi alasan mendasar dimajukannya agenda suksesi ini. “Muktamar ke-VII PPP kita percepat. Normalnya seharusnya muktamar diselenggarakan 2012 tapi dengan berbagai pertimbangan kita majukan tahun ini,”kata Ketua DPP PPP yang sekaligus menjadi Ketua Stering Committee Muktamar, Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan keterangan pers di kantor PPP, Jakarta Pusat, kemarin (14/4/2011). Wakil Ketua MPR ini menegaskan, percepatan muktamar PPP bukan karena desakan beberapa faksi di internal partai yang menolak kepemimpinan Suryadharma Ali sebagaimana santer dihembuskan belakangan. Percepatan muktamar menurutnya resmi diputuskan melalui Musyawarah Nasional PPP ke-II di Medan akhir tahun lalu. “Menyongsong Pemilu 2014 pastinya membutuhkan waktu yang cukup untuk menyiapkan kekuatan politik partai. Guna perpersiapan jelang pemilu ini alasan PPP mempercepat Muktamar,”• terangnya. Menurut Lukman Hakim, Muktamar keVII PPP sebagaimana rencana bakal dilaksanakan di Bandung. Kisaran waktunya pun sudah ditetapkan antara akhir Juni atau awal Juli 2011. Dia memastikan, akan ada beberapa hal mendasar yang dibahas dalam Muktamar selain agenda pertanggungjawaban Ketua Umum lama dan pemilihan Ketua Umum Baru. “Intinya kami akan merevitalisasi partai menghadapi 2014. Soal apa pembahasan pokok dalam Muktamar akan dibahas di forum Mukernas pra Muktamar minggu depan,” tuturnya. Terpisah, terkait persiapan muktamar ini, Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfidz mengatakan, anggota baru PPP Muchdi PR yang sempat digadanggadang bakal menggantikan posisi Suryadharma Ali, belum memenuhi syarat untuk maju

DOK/KP

Gambar ini diambil saat Muktamar PPP digelar tahun 2007 lalu. Saat itu, rombongan besar PPP Sultra masih dipimpin Yusran Silondae yang kala itu menjabat sebagai Ketua PPP Sultra. Muktamar PPP yang akan digelar Juli nanti, tentu saja rombongan dan kepengurusan yang berangkat sudah pasti berubah. sebagai calon Ketua Umum. “Persyaratannya kan anggota untuk jadi pimpinan itu di AD/ ART harus aktif sebelumnya selama beberapa tahun di struktur kepengurusan partai. Jadi kalau pak Muchdi sepertinya masih belum memungkinkan,”

paparnya. Seperti diberitakan, beberapa nama sudah santer bakal mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PPP, tak terkecuali mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Mayjen (Purn) Muchdi PR yang baru saja men-

yatakan hijrah ke PPP. Beberapa nama lain yang juga ikut meramaikan bursa calon ada Ahmad Muqowam, Soeharso Monoarfa, Arif Mudatsir Mandan, dan belakangan muncul juga nama Khofifah Indarparawangsa. (jpnn)

IST/KP

Pekan depan, tepatnya Kamis 21 April, Aswad Sulaiman akan dilantik jadi Bupati Konawe Utara definitif. Gambar ini diambil, saat Aswad (kanan) dan Sudiro (kiri) masih “bersama”, saat keduanya menjadi Pj Bupati dan Sekretaris Daerah. Saat Pilkada, keduanya jadi rival namun dimenangkan oleh Aswad.

Kamis Nanti, Aswad-Ruksamin Dilantik Pengangkatan Pejabat Diserahkan ke Bupati Jakarta, KP Calon bupati dan wakil bupati Konawe Utara (Konut) terpilih, Aswad Sulaiman P-Ruksamin akan dilantik Kamis (21/4), pekan depan. Kepastian pelantikan ini dinyatakan langsung Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam ketika ditemui di Kantor Penghubung Pemrov Sultra, Gedung Menara Global, Jakarta, Kamis (14/4) lalu. “Tanggal 21 hari Kamis. Sudah menjadi protap (prosedur tetap), demi keserasian dan integrasi anatara pemeintah porvinsi dan kabupaten. Kita lantik di ibu kota pronvinsi. Nanti masing-masing yang bersangkutan akan kembali ke daerahnya dan bersilaturahmi dengan masyarakat. cara for-

mal tetap akan kita lakukan di Gedung DPRD provinsi,” katanya. Nur Alam mengatakan dengan dilantiknya Aswad-Ruksamin, persoalan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Konut sudah selesai. Karenanya, ia berharap agar masyarakat Konut dan pemerintahan yang akan terbentuk bersatu padu untuk membangun. “Sudah selesai pilkada, (dan) inilah realitas politik yag harus kita terima. Saatnya sekarang kita bersatu padu untuk mempercepat pembangunan di sana karena maju mundurnya Konut tergantung pada masyarakatnya dan bersama pemerintah,” katanya. Terkait dengan kebiasaan pejabat yang baru dilantik akan melakukan mutasi besar-besaran, Nur Alam tidak mempersoalkannya. Menurutnya, Aswad merupakan birokrat yang

senior yang mengetehui prinsip kepatutan dan ketaatan dalam mengangkat penjabat eselon II di Konut nantinya. “Aswad ini kan penjabat senior. Dia sudah tentu mengetahui prinsip the right man in the right place, prinsip kepatutan dan ketaatan. Minimal kompetensi dan profesional penjabat yang masing-masing diangkat dikedepankan supaya mampu melaksanakan tugas dan fungsinya agar bias berjalan dengan efektif,” katanya. Tapi apapun itu, Nur Alam tidak akan mengintervensi terhadap pengangkatan penjabat. Sebab, pengangkatan eselon II merupakan otoritas kepala daerah. “Itu otoritas kepala daerah dan dalam tata birokrasi sudah ada pengaturannya. Kalau ada yang menyimpang tentu Pemrov punya kewanangan akan melakukan pembinaan,” pungkasnya. (awa)


Kendari Pos Edisi 16 April 2011