Page 4

Senin, 7 Mei 2012

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

email : bumianoa@gmail.com

Gaji Honorer Membengkak Rp 20 M APBD 2011 Dianggarkan Rp 11 M Rumbia, KP Pemerintah kabupaten Bombana telah merasionalisasi gaji pegawai honorernya dari Rp 17 miliar menjadi Rp 11 miliar di APBD 2011 lalu. Namun setelah

dilakukan verifikasi honorer hingga keluar SK Bupati awal Januari 2012 lalu, pemerintah setempat justru nombok Rp 9 Milyar, karena gaji honorer membengkak menjadi Rp 20 miliar lebih. Pembengkakan diketahui setelah terbit nama-nama honorer di Pemkab Bombana mulai dari Desa, Kelurahan, Kecamatan hingga Kantor, Badan, dan

Dinas yang totalnya berjumlah 3.221 orang. “Dana dua puluh milyar tujuh ratus enam puluh tiga juta rupiah itu, didapat berdasarkan total tenaga kontrak di Bombana yang berjumlah 3.221 orang,” kata kepala Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD), Nasir HS Noy, akhir pekan lalu. Kecamatan, Kelurahan dan

Desa, merupakan instansi terbanyak yang memiliki honorer atau tenaga kontrak. Dari 22 Kecamatan, 22 Kelurahan dan 116 desa, jumlah honorernya sebanyak 439 orang. Untuk menggaji 439 tenaga kontrak ini selama setahun, dibutuhkan dana sekitar Rp 2,7 milyar lebih. Diposisi kedua ditempati Dinas Kehutanan. Jumlahnya,

275 orang dengan gaji yang dikeluarkan sebesar Rp 1’6 milyar lebih. Disusul Kantor Polisi pamong praja dengan jumlah tenaga kontrak 251 orang. Gaji yang disiapkan selama setahun Rp 1,5 M. Dinas Kesehatan (Dinkes) diposisi keempat dengan jumlah tenaga kontrak 241 orang. Dinkes juga tidak sedikit Baca Gaji di Hal 6

Ratusan Guru Tingkatkan Kapasitas

RuSlAn/KP

General Affair PT BKA, Joni Sulaiman (kedua dari kiri) bersama sejumlah anggota dewan Konut, meninjau lokasi yang akan di talud oleh PT BKA di sepanjang pantai Desa Motui, Kecamatan Motui, beberapa waktu.

PT. BKA Setor PAD Rp 1,2 M Wanggudu, KP PT Bumi Konawe Abadi (BKA), salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut), mengungkapkan sejumlah fakta terkait pengeluaran keuangan yang dibayarkan ke pemerintah daerah maupun kepada kas negara dan masyaraat sekitarnya. Hingga April 2012, pihak PT BKA mengaku telah melakukan pembayaran sejumlah tagihan pajak melalui kas pemerintah kabupaten Konut sekitar Rp 1,2 miliar lebih dengan jumlah pengiraman ore sebanayak 27 kali pengapalan. General Affair BKA, Joni Sulaiman, menjelaskan setoran ke kas Pemkab Konut berupa dana jaminan reklamasi Rp 850 juta, dana kompensasi pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas sumber daya lingkungan kurang lebih Rp

Solar Subsidi Sulteng Masuk ke Konut Wanggudu,KP Penjualan solar subsidi secara illegal kini marak terjadi di kabupaten Konawe Utara (Konut) khususnya di Kecamatan Wiwirano dan Langgikima. Solar tersebut berasal dari daerah tetangga, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Para oknum pebisnis itu menjual solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan untuk rakyat itu justru dipasok ke sejumlah perusahaan tambang di daerah itu dengan harga Rp 8 ribu per liter. Penjualan solar subsidi ke perusahaan tambang itu ditemukan langung ketua DPRD Konut, Raup, saat melakukan kunjungan kerja (kunker) pekan lalu di dua wilayah kecamatan itu. Bahkan Raup mengaku melihat langsung praktek penjulan solar subsidi itu oleh sejumlah oknum dari Sulteng. “Sebenarnya dengan adanya adanya pasokan solar dari Morowali masyarakat sangat terbantu. Tapi sekarang justru menimbulkan gejolak di masyarakat karena oknum penjual solar tak mau lagi menjualnya ke masyarakat melainkan ke perusahaan tambang. Itu karena jualnya cukup tinggi,” kata politisi PAN itu, Sabtu pekan lalu. Menurut laporan warga, kata Raup, setiap hari belasan hingga puluhan mobil penumpang jenis APV dari Morowali masuk ke kecamatan Wiwirano Baca SoLar di Hal 6

300 juta, dengan dasar perhitungan 0,5 persen dan sekarang berubah menjadi 1,5 persen dari nilai ekspor. Jenis setoran lainnya, tambak labuh pelabuhan Rp 500 ribu per kapal dan penarikan retribusi cargo kurang lebih Rp 3 juta per kapal. Jika dihitunghitung, maka untuk tambak labu dan retribusi cargo dengan 27 kali pengapalan, maka jumlahnya bisa mencapai Rp 94 juta lebih. Jika ditotalkan setoran setoran dana reklamasi dan kompensasi pencemaran lingkungan, maka bisa mencapai Rp 1, 245 miliar. “Lain lagi setoran royalti ke pemerintah pusat yang kami bayarkan sebesar Rp 495 juta per satu kali pengapalan. Sekarang kami sudah mengapalkan Ore nikel 27 kali, berarti kami telah menyumbang devisa ke kas Negara lebih dari Rp13 miliar lebih,” papar Joni Sulaiman saat ditemui akhir pekan lalu.

Selain setoran ke kas Pemkab dan negara, BKA juga telah banyak mengeluarkan dana yang cukup besar untuk masyarakat di sekitar tambang. Antara lain CSR tahun 2011 Rp 300 juta dan tahun ini diperkirakan naik tiga kali lipat, bantuan sumur gali di Sembilan desa, kompensasi kebisingan Rp.50 juta, bantuan bagi orang tua jompo, iman masjid dan janda-janda Rp.25 per bulan. “Untuk saat ini kami sedang membangun talud atau penahan gelombang air laut sepanjang 400 meter dengan alokasi anggaran kurang lebih Rp 400 juta. Jadi sekarang kami kurang apa lagi, kami berharap Pemda juga harus terbuka ke masyarakat soal setoran perusahaan tambang. Janganlah kami terus jadi bulan-bulanan didemo dan dikritik, seolah-olah kami tidak ada kontribusi,” harapnya. (p16/lan)

Pasarwajo, KP Rangkaian peringatan hari pendidikan nasional ke-104 ratusan tenaga pendidik dan pengawas tingkat sekolah SeKabupaten Buton mengikuti seminar pendidikan yang dipusatkan di aula Wakaka akhir pekan lalu. Kegiatan yang dibuka Pj Bupati Buton Nasruan, bertajuk mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu menyongsong era persaingan global memperluas akses pendidikan dari usia dini sampai keperguruan tinggi. Dalam sambutannya, Nasruan memberikan apresiasi dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Selain memberikan efek positif dalam perluasan wawasan tenaga pendidik dan pengawas sekolah, kegiatan tersebut juga dapat bermanfaat besar terhadap pembangunan dunia pendidikan di daerah. “Pembangunan dunia pendidikan dimulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi diharapkan tidak terpengaruh dengan peradaban kebudayaan

yang semakin kompleks,” ujarnya. Mantan asisten I Pemprov. Sultra ini mengharapkan kegiatan tersebut dapat diikuti dengan baik dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan guna meraih masa depan bangsa yang lebih maju. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buton, Tasrim menambahkan melalui seminar tersebut baik tenaga pendidik maupun peserta didik bisa meningkatkan ilmu pengetahuan, khususnya tenaga pendidik terampil guna membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Sehingga dengan demikian peserta didik nantinya akan memiliki kualitas yang baik pula. “Dalam kegiatan ini dihadirkan dua guru besar perguruan tinggi sebagai pematerinya, mereka yakni Prof Dr La Ode Masihu Kamaludin Msc dan Prof Dr Laturi MPd,” tutupnya .(m4)

Sekolah Dilarang Pungut Biaya Apapun Raha, KP Para pelajar se Kabupaten Muna, dari tingkat SD sampai SLTA, kini bisa tersenyum lebar. Mulai tahun ini, diharamkan bagi sekolah untuk memungut biaya sepersen pun dari aktifitas kegiatan belajar mengajar. “Sekolah dilarang untuk memungut biaya apapun dari para pelajar,” kata Samahu, SPd, M Pd, manajer BOS Muna. Pelarangan memungut biaya oleh sekolah dituangkan dalam bentuk

Agribisnis Expo 2012

Keputusan Menteri Pendidikan no 60 tahun 2012. Semua biaya sekolah, kata Dia, telah ditanggung oleh pemerintah melalui dana BOS. Bila dulu hanya SD dan SMP yang mendapat dana BOS, tahun ini SMA atau sekolah sederajat juga mendapatkan Baca SeKoLah di Hal 6

WulAn/KP

Stand Kecamatan Kolono dengan memamerkan sejumlah potensi dan ciri khas potensi daerahnya di Agribisnis Expo 2012 Konawe Selatan.

Discapil Kependudukan Layani Pelayan di Stand Andoolo, KP Memanfaatkan kegiatan pameran Agribisnis Expo 2012, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Konawe Selatan melayani pembuatan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran di stand pameran. Sejak di buka 2 Mei lalu, warga yang berkunjung di arena pameran telah mencapai puluhan warga yang dilayani penerbita KTP dan Kartu Keluarga. Dibukanya pelayanan tersebut memudahkan warga yang belum memiliki KTP dan langsung dalam waktu singkat dapat dikantongi. “Momentnya sangat pas untuk melakukan pelayanan di stand pameran ini untuk menerbitkan KTP dan Kartu Keluarga, kepada setiap warga yang menyambangi stand pameran, petugas langsung menawarkan pembuatan KTP dan Kartu Keluarga, termasuk akta kelahiran,”ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil H Muh Arfa, saat Baca Layani di Hal 6

Buah Kelapa Sawit Dipamerkan Stand Kecamatan Benua Andoolo, KP Dua investor perkebunan kelapa sawit di Konawe Selatan masing-masing PT Sultra Sawitindo dan PT Merbau Jaya baru tahap mendapatkan izin untuk areal penanaman. Tetapi oleh warga Kecamatan Benua, buah kepala sawit yang telah ditanami sejak empat tahun lalu telah membuahkan hasil. Buah kepala sawit tersebut dipamerkan di areal stand pameran Kecamatan Benua di Agribisnis Expo 2012. Dipamerkannya salah satu potensi hasil perkebunan tersebut, pemerintah Kecamatan dan masyarakat Benua berharap ada investor yang melirik wilayah tersebut untuk pengembangan, penanaman dan pembangunan pabrik. Buah sawit tersebut adalah hasil tanaman warga di Kecamatan Benua, khususnya di desa Awalo. Hanya saja tanaman itu tidak berguna, jika tidak ada investor yang mengembangkan, termasuk pendirian pabrik pengolahanBaca DiperiKSa di Hal 6

Kendari Pos Edisi 7 Mei 2012  

E_Paper Kendari Pos

Kendari Pos Edisi 7 Mei 2012  

E_Paper Kendari Pos

Advertisement