Page 1

CALL CENTER Event & Promosi : 0853 3553 1111 Email : intermedia_kp@yahoo.com Redaksi : 0401-3126515 Email: bumianoa@gmail.com Langganan Koran : 082193377789 Email : sirkulasi_kp@yahoo.com Iklan : 0853 9887 0996 Email: kendariposiklan@yahoo.com Fax : 0401-3123771

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Harga Eceran Rp. 3.500,-

empat Calon Gubernur Dianggap Sah Kecuali Sabaruddin Labamba dan La Ode Asis DPT Tidak Diverifikasi jakarta, KP Kesaksian mantan komisioner KPU Sultra kembali menguntungkan

gugatan para calon. Misalnya soal sah tidaknya empat calon dan tiga calon. Tiga mantan komisioner mengangap sah karena sesuai dengan hasil verifikasi. Eka Suaib lebih dahulu diberi kesempatan. Menurutnya, pada tanggal 1 Oktober telah dilakukan pleno penetapan calon dan menghasilkan empat pasang calon. Pasangan Ali Mazi masuk sebagai calon secara resmi. Nah

berbicara Parpol, setelah dilakukan penelitian tahap kedua kemudian dilanjutkan verifikasi Parpol melalui koordinasi dengan pihak Panwas, untuk pasangan Ali Mazi mempunyai 20 Parpol pendukung yang dipersentasekan mencapai 15,11 persen. “Kita sudah lakukan konsultasi pada KPU Pusat, yang jelas empat pasangan

pada keputusan melanjutkan proses yang sebelumnya yang telah dinyatakan lima komisioner harus diberhentikan secara tetap. “Kok bisa dilanjutkan, mestinya kan kalau diberhentikan dari awal semua batal, kira-kira kan begitu. Tapi tentu ada logika lain, misalnya tingkat kes-

alahan apa, itu harus dijelaskan. Pokok masalah ini hanya itu. Kalau KPU bisa menjawab berarti bisa dipertanggungjawabkan. Kalau tidak berarti pihak pemohon yang menang. Jangan dijawab sekarang karena pasti tidak

Baca gubErnur di Hal 11

KPU Dicecar Soal Putusannya Melanjutkan Pilkada

foto-foto:la ode iman/kp

Lima mantan komisioner KPU Sultra siap-siap disumpah sebelum menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi kemarin. foto kanan, setelah disumpah, mereka menyampaikan apa yang diketahui saat menjadi komisioner, termasuk penetapan calon dan verifikasi Parpol.

KPU Mulai Jalankan Putusan DKPP

Ke$ha

Ingin Tidur dengan Bieber Baca ingin di Hal 11

jakarta, KP Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menjadi bulan-bulanan di arena sidang sengketa Pilgub Sultra. Pimpinan sidang Mahfud MD meminta KPU menjawab dua persoalan yang dianggap krusial. Pertama, mengapa KPU Pusat mengambil alih Pilgub Sultra, atau berdasarkan apa sehingga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melakukan pemecatan komisioner KPU Sultra. Selanjutnya pengambilalihan itu, berdasarkan

Perampok 10 Kg Emas Didoor

jakarta,KP Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak punya pilihan selain melaksanakan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dua Tahun Buron, Polisi Baru Tangkap 1 Tersangka

Baca kpu di Hal 11

Kendari,KP Kerja keras jajaran kepolisian Polda Sultra sedikit membuahkan hasil. Buronan dua tahun lalu di Bombana (31 Mei 2010), kawanan rampok membawa kabur 10 Kg emas dilumpuhkan tanpa perlawanan. Polisi baru berhasil mengamankan satu tersangka yang dicokok di kediamannya di Makassar 23 November lalu. Nama tersangka yang didoor adalah Ali (30). Hasil kejahatannya ditaksir capai Rp3, 8 miliar. Nilai itu sudah dibagi bersama delapan tersangka lainnya. Polisi hanya berhasil mengamankan uang tunai Rp 30 juta, sebuah HP, televisi dan barang elektronik lainnya. Dihadapan penyidik DitReskrim Polda Sultra, Ali menuturkan kronologis perampoakan. Kata dia korban adalah

Verifikasi Faktual

18 Parpol Tercoret (Sesuai putusan DKPP) Verifikasi tingkat pusat dan provinsi : 5-7 Desember 2012 Penyampaian hasil verifikasi : 8-10 Desember Perbaikan verifikasi : 11-17 Desember Verifikasi perbaikan : 18-20 Desember Penetapan verifikasi pusat dan provinsi : 20-22 Desember Verifikasi kabupaten/kota : 5-11 Desember Penyampaian hasil verifikasi : 12-13 Desember Perbaikan verifikasi: 14-18 Desember Verifikasi perbaikan : 11-28 Desember Pembahasan hasil verifikasi: 30 Desember

Sumber: KPU, 2012

Kandungan Kulit Manggis yang Membuat Kulit Mulus MeNjADi tua adalah suatu keniscayaan. Anehnya,banyakorang yang takut dengan itu. Sehingga, berbagai upaya mereka lakukan untuk mencegah tua itu datang. Operasi plastik dan senamsenam tertentu pun mereka lakoni. Salahkah itu? Tidak. Tapi, yang jelas, penuaan itu adalah hal yang alami dan pasti akan terjadi. Kalau yang diharapkan adalah tak datangnya ketuaan, tentu itu sangat mustahil. Tapi, bila yang diharapkan adalah perlambatan ketuaan, itu adalah sangat wajar. Dan memang tak ada salahnya memperlambat penuaan. Salah satu efek penuaan yang muncul adalah kerutan di kulit. Tak jarang kerutan-

Baca manggis di Hal 11

Baca pilkada di Hal 12

Baca pErampok di Hal 12

Lulusan Setingkat SD, tapi Jadi Jujukan Arkeolog Tawaran harga fosil gajah purba yang jauh lebih mahal di pasar gelap tak menggiurkan hati Sinyur. Ratusan temuan purbakala dengan telaten dia setorkan ke Museum Sangiran, meski rumahnya masih gedek dan berlantai tanah. Anggit Satriyo Nugroho-Guslan Gumilang, Sangiran DUA batu berbentuk silinder sepanjang 50 cm berdiameter sekitar 10 sentimeter itu dikeluarkan Sinyur dari dalam karung. Tanpa cemas atau khawatir, dia lalu menjemur dua batu tersebut di kebun bela-

kang rumahnya di Desa Grogol Ledokan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Padahal, batu tersebut bukanlah batu biasa. Sinyur meyakini temuan itu adalah gading gajah purba (Stegodon trighonochepalus) yang telah membatu dan berubah menjadi fosil. Gajah purba tersebut diperkirakan hidup di kawasan Sangiran 700 ribu tahun silam. Selama zaman itu, di Sangiran hidup tiga jenis gajah, yakni Stegodon, Mastodon, dan Elephas. Sangiran merupakan situs arkeologi yang sejak 1996 tercatat sebagai Situs Wari-

Baca Fosil di Hal 11

Sinyur, 14 Tahun Tekun Memburu Fosil Gajah Purba di Situs Sangiran

Guslan Gumilang/Jawa Pos

TEMUAN BARU: Asmorejo, 67 tahun yang dikenal warga Grogol Kecamatan Plupuh Jawa Tengah dengan sebutan Pak Sinyur sedang memperlihatkan temuan fosil berupa lutut Gajah Purba beserta gading yang tidak utuh di rumahnya.


2

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

IUP Datang, Nelayan Gantung Jaring Oleh : M. Djufri Rachim

Ulfah/KP

Uddin Maranaung gantung jaring di halaman rumahnya.

PENDAPATAN Uddin Maranaung (53) sebagai nelayan penangkap ikan di perairan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, turun drastis sejak empat tahun terakhir. Bila sebelumnya bisa mendapat sedikitnya Rp 5 juta per bulan dari hasil tangkapannya, namun kini sudah paling beruntung bila mendapatkan Rp 1 juta per bulan. Uddin, nelayan desa pesisir Hakatutobu itu mengaku penyebab kurangnya tangkapan ikan disebabkan air laut yang keruh, kekuning-kuningan. Hal ini terjadi saat perusahaan tambang nikel sudah banyak yang masuk di Kabupaten Kolaka, khususnya di Pomalaa. Sebelumnya, pengelola nikel di Pomalaa hanyalah PT. Antam –perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Penambangan nikel di Pomalaa dimulai 1942 oleh perusahaan Jepang bernama Sumitomo Mining Company. Hingga akhirnya setelah merdeka diambil alih pemerintah Indonesia melalui PT Antam, pengolahan logam putih berlambang kimia Ni tersebut jarang menimbulkan keluhan dari masyarakat nelayan seperti saat ini. Catatan KendariNews.com (Group Kendari Pos) menyebutkan di Kolaka saat ini terdapat 22 IUP (Izin Usaha Pertambangan) yang dinyatakan clear and clean. Kabid Migas Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Sultra, Andi Azis belum lama ini menjelaskan di Sultra sudah ada 438 IUP, tetapi yang dinyatakan clear and clean sebanyak 253

IUP, 22 diantaranya terdapat di Kolaka. Dari 253 IUP itu, baru 17 perusahaan yang berhak melakukan ekspor. Uddin tidak sendiri mengalami masa-masa sulit sebagai nelayan, melainkan nasib serupa juga dialami para nelayan yang ada di desanya, serta nelayan di desa-desa pesisir lain yang masuk dalam zona “ring satu” terkena dampak pencemaran. Sebanyak 12 desa di Kecamatan Pomalaa masuk kawasan “ring satu.” Pantauan media ini, sepanjang kawasan pesisir pantai Pomalaa dikuasai penambang. Para “pendatang baru” di dunia pertambangan itu rata-rata memilih lokasi yang tidak jauh dari pantai. Mereka mengeruk tanah di sekitar pantai. Tanah merah yang kaya nikel tersingkap oleh aktivitas alat-alat berat. Sementara di laut sudah menunggu kapal-kapal berkapasitas hingga 50 ribu ton untuk memuat tanah yang kaya akan nikel, selanjutnya menuju China untuk dimurnikan. China mengimpor nikel mentah dari Indonesia dan Filipina. Menurut Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Syawaluddin Lubis, pilihan lokasi pertambangan dekat pantai dimaksudkan untuk menekan biaya angkut. Sebab pertambangan besar membutuhkan infrastruktur, membangun jalan sendiri. Namun yang terjadi di Kolaka justru mobil-mobil pengangkut tanah yang mengandung nikel itu menggunakan jalan publik. Tidak terkendalinya pertambangan yang semakin ramai itulah penyebab utama keruhnya air. Akibat pengerukan tanah, pada musim hujan terjadi erosi, membawa endapan lumpur ke laut, sehingga dapat mematikan bakau sebagai tempat pemijahan ikan dan udang. Demikian pula dengan biota laut lain seperti teripang dan rumput laut. Dampaknya nelayan seperti Uddin akan terus merugi. Uddin kini sudah gantung jaring, berupa jaring tenggelam dan jaring terapung masingmasing untuk ikan besar dan untuk jaring ikan kecil. “Modal membuat alat-alat tangkap ini sekitar Rp 20 juta,” kata Uddin menunjukkan jaring yang tergantung di samping rumahnya. Ia juga memiliki sero, alat tangkap ikan yang terbuat dari jaring, bambu dan kayu. Akibat tidak maksimal lagi menangkap ikan, Uddin pun kini kewalahan membiayai sekolah terapung yang dibangunnya bersama sejumlah tokoh masyarakat Desa Hakatutobu empat tahun lalu. Sekolah swasta itu adalah Madrasah Ibtidaiyah setara SD dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara dengan SMP. Para pendiri sekolah belum pernah mengajukan permohonan bantuan kepada PT Antam, walaupun desa mereka adalah binaan perusahaan tersebut. Alasannya, karena ada perusahaan tambang lain, salah satu pemegang IUP baru, yang pernah menjanjikan mau memberi bantuan sebesar Rp 200 juta namun kenyataannya cuma cair Rp 7 juta. “Akibatnya, sejumlah guru pun tidak mau lagi mengajar karena pikirnya uang Rp 200 juta itu sudah cair dan tidak diberikan kepada mereka,” katanya. PT Antam menjadikan Desa Hakatutobu sebagai desa binaan. Di sana telah dibangun sejumlah fasilitas desa, diantaranya rumah sanggar terapung, polindes, masjid, dan jembatan lengkap dengan titian penghubung rumah-rumah warga yang berdiri di atas laut. Bantuan itu merupakan corporate social responsibility alias CSR. **

Ulfah/KP

Penanaman pohon di lahan bekas tambang PT. Antam Tbk.

Antam Berprinsip Profit, Planet dan People Oleh : Ulfah Sari Sakti & M. Djufri Rachim

J

UMAT pagi, 23 November 2012, puluhan pegawai PT Antam Tbk, Pomalaa, olahraga bersama di halaman kantornya. Tepat pukul 07.30 Wita, mereka bergegas mengenakan alat keselamatan kerja berupa helm, sarung tangan, dan masker lalu naik sebuah bus yang segera mengantarkan mereka ke lahan bekas galian tambang nikel. Di bagian depan bus duduk Vice President Human Resources and Corporate Social Responsibility PT Antam UBPN Sultra, Guntur Tjora. Juga sejumlah pejabat penting seperti, Operation Devision Head Tri Hartono. Di bagian tengah bus ada External Relation Bureau Head Muhammad Rusdan. Sekitar setengah jam perjalanan, bus tiba di pebukitan, hamparan tandus, bekas areal pertambangan selatan Lejje. Di sebelah barat bukit itu tampak laut Pomalaa yang teduh, tempat kapalkapal pengangkut tanah nikel berlabu. Luas lahan bekas galian tambang itu 20 Ha. Selama tahun 2012 tanah ini menjadi perhatian Antam untuk “dipulihkan.” Sebanyak 330 ribu aneka jenis pohon akan ditanam di sana. Jumat pagi itu, kembali ditanami 200 pohon, terdiri sengon laut, jati putih, manggamangga, trembesi, dll. Dengan demikian maka, “sudah ditanam sebanyak 286 ribu pohon dari target 330 ribu pohon, atau tinggal 19 persen yang belum

ditanam,” kata Tri Hartono. Penanaman pohon sebanyak itu merupakan kebijakan Antam secara nasional untuk menanam 1,250 juta pohon pada tahun 2012, dan tahun 2013 ditargetkan penanaman 1,5 juta pohon. Namun di wilayah area bekas tambang Pomalaa tahun 2013 akan menanam 300 ribu pohon karena area reklamasi berkurang, hanya 13 Ha. Aktivitas penanaman pohon tersebut merupakan tanggung jawab Antam dalam melakukan praktik pertambangan yang baik, yakni peduli lingkungan serta kesehatan dan keselamatan. Ahli lingkungan dari Fakultas Kehutanan Universitas Haluoleo, Dr Nur Arafah, menjelaskan sudah sepantasnya pemegang kuasa pertambangan mengembalikan tanah sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat sekitar. Eksplorasi bahan galian nikel merupakan kegiatan pertambangan terbuka. Artinya, mengadakan kegiatan di permukaan lahan dan bahan galian diambil dari atas dengan kisaran kedalaman 10 hingga 30 meter. Kendati tidak terlalu dalam “mengupas” tanah yang mengandung nikel, namun struktur tanah tetap rusak sebab pucuk tanah (top soil) otomatis hilang selama proses eksplorasi tersebut. Menurut Nur Arafah, untuk merehabilitasi lahan bekas tambang diperlukan reklamasi, mengembalikan kondisi lahan

terbuka dengan tanaman penutup berupa tumbuh-tumbuhan menjalar, seperti jenis centrosema. Tujuannya mengembalikan jaring makanan seperti pengurai kembali terbentuk. Secara sederhana, Nur Arafah menjelaskan tahapan revegetasi diawali dengan: 1). Site preparation, yakni penyiapan lahan dengan cara pengembalian top soil. 2). Soil amandemen, yakni pengembalian unsur hara, peningkatan Ph tanah, dll. 3). Planting techniques, yakni teknik penanaman meliputi jarak tanam, pembuatan lubang, pemupukan. 4). Maintenance, pemeliharaan. 5) Monitoring, untuk memantau pertumbuhan tanaman, berapa yang mati untuk diganti. Nur Arafah yakin perusahaan besar seperti Antam akan mempunyai komitmen mengembalikan kondisi lingkungan bekas areal olahannya. “PT Antam sebagai milik BUMN harus memberi contoh bagi pemegang IUP di Sultra,” kata Nur Arafah ketika ditemui media ini di ruang kerjanya di Fakultas Kehutanan Unhalu, Rabu (28/11/2012). Vice President Human Resources and Corporate Social Responsibility PT Antam UBPN Sultra, Guntur Tjora, Antam melakukan aktivitas pertambangan mempunyai panduan tata nilai untuk berinteraksi dengan para pemangku kepentingan. Untuk memaksimalkan nilai-nilai itu maka Antam tidak hanya mengejar keun-

tungan melainkan memperhatikan kelestarian lingkungan dan penghuni lingkungan itu sendiri. “Kita kenal dengan 3 P, yakni profit, planet, dan people,” kata Guntur kepada Kendari Pos dan KendariNews.com di Pomalaa, Kamis (22/11/2012) malam. Sejumlah perusahaan sektor publik kelas dunia mulai menerapkan pendekatan 3 P sejak tahun 2007, untuk menilai kesuksesan dengan tiga kriteria yakni ekonomi, lingkungan dan sosial. Corporate sosial responsibility atau CSR merupakan salah satu bentuk implementasinya. CSR Antam diarahkan pada beberapa sektor kebutuhan dasar masyarakat seperti; kesehatan, pelestarian lingkungan, pembangunan sarana publik dan bantuan sosial lainnya. Untuk tahun berjalan 2012, Antam telah menganggarkan CSR yang meliputi community development (Comdev) sekitar Rp 33 miliar dan dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) sekitar Rp 12 miliar. Demikian pula pada tahuntahun sebelumnya. Tahun 2011 dengan realisasi dana comdev Rp 17 miliar, program kemitraan Rp 6,8 miliar, serta bina lingkungan sebesar Rp 5,6 miliar. Tahun 2010 dana comdev sebesar Rp 31.922.902.697 dengan Rp 801.944.250 untuk pelestarian lingkungan, sedangkan PKBL telah teralokasikan sebesar Rp 3.225.984.851 dengan sektor pelestarian alam sebesar Rp 593.575.009. **


3

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

PT Pos Andalkan PoseExpress Kiriman Paling Lama Tiba Esok Hari Kendari, KP Persaingan antar jasa pengiriman yang kian beragam menawarkan produk keunggulan, membuat PT Pos Cabang Kendari berbenah. Sejak pekan lalu, PT Pos Cabang Kendari menghadirkan layanan unggulan yakni PosExpress. Layanan istimewa dari Pos Indonesia untuk kota tujuan tertentu mengedepankan akurasi pengiriman, cepat, tepat, mudah dilacak dengan harga kompetitif. Manager Pemasaran PT Pos Indonesia cabang Kendari, Muh.Subhan, SE menjelaskan jenis layanan PosExpress terdiri dari Sameday Service yakni kiriman hari ini, tiba di tempat tujuan di hari yang sama dan Nextday Service bila mengirim hari ini, tiba di tempat tujuan keesokan

harinya. ‘’Layanan ini sebenarnya sudah lama, namun untuk Kota Kendari baru dimulai sejak seminggu yang lalu. Untuk saat ini layanan pengiriman baru melayani tiga Kota yakni Tujuan Jakarta (Jabodetabek), Bandung dan juga Makassar,”jelasnya. Walaupun masih dalam tahap uji coba, kata Subhan layanan ini mendapat antusias dari masyarakat. Jangkauan layanan yang masih terbatas karena sesuai dengan jaringan primer atau jaringan penerbangan langsung. Hal itu disebabkan standar waktu yang diberikan dari pusat adalah H plus satu, atau hari ini kirim, besok sampai, ‘’Untuk tahun 2013 layanan ini akan menjadi salah satu program kami,” tambahnya. Dikesempatan itu, Subhan juga menjelaskan bisnis jasa pengiriman PT Pos Indonesia cabang Kendari mengalami peningkatan sebesar 30 persen di tahun 2012. Pertumbuhan bisnis badan usaha milik

negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa ini, ditopang oleh jasa keuangan atau SOPP (System Online Payment Point) sebesar 20 persen dan pengiriman paket atau surat sebesar 10 persen. “Untuk pengiriman paket sebagian merupakan sumbangan dari usaha ritel dan untuk pengiriman dokumen merupakan hasil kerja sama dengan beberapa perusahaan atau instansi,”katanya. Terkait dengan persiapan peak season menjelang akhir tahun pihaknya sudah menyiapkan enam unit mobil yang akan melakukan antar jemput kiriman dari dan ke bandara, serta menyiapkan 12 SDM khusus di Kota Kendari. “Biasanya mengiriman mengalami peningkatan hingga 50 persen dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. Namun semua itu kami akan kami antisipasi dengan menambah jam kerja tiga hingga lima jam sesuai dengan jumlah kiriman,” tukasnya. (p12/awl)

AJB Bumi Putera Luncurkan Deposito Kendari, KP AJB Bumi Putera kembali meluncurkan produk terbaru dalam bentuk deposito. Bentuknya yakni mitra deposito dan mitra eksekutif deposito untuk pemenuhan target sisa anggaran tahun berjalan. Produk yang hanya dipasarkan hingga akhir Desember menawarkan suku bunga sebesar 6-7 persen pertahun. Kepala AJB Bumi Putera Cabang Kemdari, Haji Soppong mengatakan produk yang resmi dipasarkan Oktober lalu memiliki beberapa keunggulan dengan besaran jaminan asuransi

tertentu diakhir periode pertanggungan. Selain tingkat suku bunga yang diklaim melebihi nilai bunga pada lembaga perbankan secara umum, produk ini juga memberi jaminan jika nasabah (tertanggung) meninggal dunia. “Kedua produk ini nilai depositonya minimal Rp 50 juta dengan periode 5 tahun, yang membedakan hanya besar bunga pertahunnya,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya. Ia mengurai manfaat dari kedua produk deposito tersebut jika nasabah (tertanggung) meninggal dunia dalam masa asuransi maka akan dibayar-

kan santunan sebesar 15 juta, ditambah akumulasi dana yang dibayarkan sampai tertanggung meninggal dunia. Jika tertanggung hidup hingga berakhirnya masa asuransi maka dibayarkan akumulasi dana yang besarnya sesuai dengan perhitungan habis kontrak dengan total Rp 65 juta. “Saat ini kita terus sosialisasi karena minat masyarakat terhadap produk ini tergolong tinggi. Sejak awal pemasaran puluhan nasabah sudah masuk yang didominasi pengusaha dan pegawai baik instansi pemerintah maupun swasta,” tukasnya. (p8/awl)

Transaksi Capai Rp 2,5 Miliar Pasar Lelang Disperindag Sultra Kendari, KP Pasar lelang kembali digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, kemarin. Komoditi agro ke-37 yang dipasarkan di aula Disperindag itu membukukan jumlah transaksi senilai Rp 2,5 miliar. Meski sedikit menurun jika dibandingkan lelang sebelumnya yang mencapai Rp 3 miliar, tapi angka tersebut terbilang cukup tinggi dibanding empat kali lelang sebelumnya yang dilaksanakan di tahun 2012. Terlebih lagi dalam lelang tersebut terdapat variasi komoditi yang berbeda jika dibanding lelang sebelumnya. “Jumlah lelang keenam di tahun ini mencapai jumlah transaksi senilai Rp 2,568 miliar dimana saat lelang terdapat komoditi baru seperti abon ikan dari Poasia, madu lebah hutan dari Kolaka dan bibit ikan kerapu dan ikan putih,” ujar juru lelang Ir Muhamad Ali. Selain abon ikan tuna, madu lebah hutan, dan benih ikan, dalam lelang tak ketinggalan komoditas ikon Sultra yang paling banyak menyumbang transaksi. Antara lain rumput laut, udang lobster, arang batok kelapa, beras santana, kopra, minyak nilam, bahan baku nilam, dan sagu basah. Ali berharap dengan adanya

wuLan/KP

Suasana pasar lelang yang digelar Disperindag Sultra. Tercatat jumlah transaksi yang dibukukan senilai Rp 2,5 miliar. Komoditi baru hadir di transaksi itu semisal abon ikan dari Poasia, madu lebah hutan dari Kolaka, serta bibit ikan kerapu dan ikan putih. lelang tersebut memberikan peluang para petani selaku penjual dan pelaku usaha agar bisa bertransaski secara bebas dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Selain itu, diharapkan dengan lelang tersebut bisa menghadirkan ragam komiditi baru sehingga bisa terekspos.

“Harapan kami dengan adanya lelang ini semakin banyak komoditi yang bisa kita dagangkan, utamanya dari segi ragam. Hal yang tak kalah pentingnya adalah membuka transparansi harga dan memperpendek mata rantai pemasaran antara penjual dan pembeli sehingga ada

transparasi harga sekaligus memberi keuntungan pada penjual” tukasnya. Hal senada juga diutarakan H Sukardi dan Jufri selaku penjual. Dengan adanya pasar lelang itu, mereka menjadi lebih leluasa untuk memilih dan menawar barang untuk menyuplai usahanya. (m2/awl)


Opini

4

K

Kendari Pos  Jumat, 30 November 2012

Intaian Demam Berdarah Dengue

etika musim hujan tiba, selain banjir di beberapa wilayah Indonesia, seperti di ibukota dan daerah-daerah lain yang memiliki penataan wilayah yang tidak berbasis kesehatan lingkungan, masalah lain yang timbul adalah penyakit. Di antara beberapa jenis penyakit yang datang dengan musim penghujan, salah satu yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus baru (insidensi) dari tahun ke tahun adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Di samping itu, penyakit DBD cenderung menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini berkembang sangat cepat dalam dekade terakhir. WHO (2009) memperkirakan sekitar 50 juta – 100 juta penduduk terinfeksi virus dengue yang mengakibatkan 250.000 – 500.000 kasus DBD dan 22.000 kematian setiap tahunnya terutama di kalangan anak-anak. Penanggulangan masalah DBD di Indonesia masih cukup kompleks. Sehingga tidak heran kita masih menduduki kasus terbesar di Asia Tenggara dengan 10.000 kasus di tahun 2011. Trend DBD di daerah provinsi Sulawesi Tenggara pun menunjukkan kecenderungan peningkatannya. Dalam data terakhir (2011), provinsi Sulawesi Tenggara termasuk 12 propinsi yang memiliki prevalensi DBD klinis di atas nilai angka nasional. Pada tahun 2009, sebanyak enam kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Tenggara melaporkan adanya kejadian DBD. Salah satunya Kota Kendari yang memiliki insidensi kasus DBD 117 per 100.000 penduduk dan sebesar 1,34 persen jumlah kasus menyebabkan kematian. Angka bebas jentik di Kota Kendari masih dibawah angka nasional yaitu 82 persen. Kinerja Program Pemerintah Daerah Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan

Oleh : Al Asyary bukannya acuh terhadap permasalahan DBD yang mungkin tahun ini bisa bertambah. Sederat program berdasarkan kebijakan yang telah disusun dari level nasional telah dilaksanakan. Penaburan bubuk abate (abatisasi), pengasapan (fogging), dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sudah barang tentu dilakukan. Namun, pertanyaannya apakah ini cukup efektif dalam mencegah dan mengatasi penyakit dengue yang sebentar lagi mengintai. Fakta bahwasanya Dinas Kesehatan hanya sekedar supervisial menjalankan amanat dari Kementerian Kesehatan yang diejawantahkan dengan prosedur-prosedur yang harus terlaksana tanpa melihat kekhasan daerah. Hal ini membuat Dinas Kesehatan hanya bertindak secara reaktif dalam menangani masalah DBD. Dinas Kesehatan cenderung melakukan fogging di suatu wilayah ketika sudah ada korban yang terinfeksi. Di sisi lain, kurangnya fasilitas, insektisida, dan tenaga kesehatan yang profesional yang hulunya berujung dana sebagai masalah klasik adalah faktor dari sisi politis sebagai rendahnya komitmen pemerintah daerah. Salah satunya disebabkan manjanya pemerintah terhadap bantuan asing, menganggap hal ini sudah didanai atau di bawah kontrol sehingga pemda hanya sekedar me-manage dan tidak perlu lagi dianggarkan. Akibatnya pengkomersilan bubuk abate dan fogging pun dianggap menjadi hal yang wajar. Faktor lain seperti letusan penduduk daerah diser-

tai perkembangan transportasi membawa kontribusi tersendiri terhadap penyebaran penyakit DBD. Kepadatan penduduk Kota Kendari tahun 2009 sebesar 882 jiwa/ km2 dengan laju pertumbuhan penduduk selama kurun waktu tahun 2007 – 2009 sebesar 1,87 persen per tahun, menjadikan mobilisasi antar daerah untuk membawa virus dari satu tempat ke lain semakin mudah. Sanitasi yang buruk yang potensial untuk sarang nyamuk serta didukung dengan hilangnya kebiasaan – yang menyebut diri sebagai masyarakat kota – di daerah untuk gotong royong dalam membersihkan lingkungan, sudah jarang bahkan tidak pernah sama sekali lagi dilakukan. Kebiasaan 3M plus yang sudah semakin jarang dilakukan oleh masyarakat. Apalagi dengan instruksi menggunakan kelambu ketika tidur, karena penelitian terbaru menunjukkan adanya aktivitas malam hari nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya hanya pada pagi dan sore hari, di samping program pemerintah unuk mencegah malaria. Peran Aktif dan Pemberdayaan Masyarakat Sebenarnya program PSN dengan peran serta aktif masyarakat terbukti berdampak positif dalam menurunkan angka bebas jentik (ABJ) nyamuk DBD di beberapa daerah di Indonesia. Seperti di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam tesis Nur Alvira (2009), terbukti dengan Gertak PSN dengan pemberdayaan Jumantik, menjadi solusi sederhana dalam pemberdayaan masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam

mengawasi dan memberantas jentik nyamuk Aedes sp. Kegiatan rutin tiap musim penghujan yang dibantu perangkat desa untuk menemukan suspek tempat-tempat perindukan nyamuk. Salah satunya mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan. Sehingga, secara tidak langsung ini akan mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya rasa bergotong royong dan melaksanakan kembali program 3M plus. Kekurangpahaman masyarakat secara umum terhadap penyakit DBD juga tidak kalah penting. Persepsi masyarakat bahwa seakan-akan faktor penyakit DBD di bawah kontrol Dinas Kesehatan sepenuhnya merupakan hal yang keliru. Perlunya masyarakat, bukan hanya untuk sekedar mencari tahu, namun juga secara praktis melalui tindakan nyata. Olehnya, peran serta masyarakat bersama Dinas Kesehatan setempat dalam PSN merupakan hal yang mulai harus dirintis. Salah satunya sudah mulai bisa digalakkan dalam mengawasi jentik nyamuk. Mengaktifkan kembali jumantik bersama warga akan sangat memberikan kontribusi menarik dalam menekan ABJ sesuai dengan target nasional. Konsistensi masyarakat untuk menjadikan penanggulangan DBD sebagai bukan hanya kebiasaan namun budaya, seperti mengubur barang bekas, menguras secara rutin dan menutup penampungan air plus menggunakan obat nyamuk, diupayakan menjadi rutinitas setiap menghadapi musim hujan. Penulis adalah Mahasiswa Program Doktoral di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia


email : bumianoa@gmail.com

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Tiga Residivis Curas Dibekuk Selama Operasi Sikat Anoa 2012 Baubau, KP Operasi Sikat Anoa yang digelar jajaran Polres Baubau, selama bulan Oktober-November 2012, berhasil mengungkap sejumlah kasus kriminal. Salah satu kasus yang berhasil diungkap yakni dibekuknya tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), akhir pekan lalu. Ketiga pelaku yakni, La Ompi, La Mbodo dan La Bima. Kapolres Baubau, AKBP Daniel Adityajaya melalui Kasat Reskrim PolresBaubau, AKP Lerry R Tutu, mengungkapkan, ketiga tersangka tersebut sudah menjadi target operasi (TO) pihak kepolisian. Dalam penangkapan tersebut dilakukan oleh Tim Opsnal

Lerry R Tutu dan dipimpin Kanit Opsnal Sat Reskrim olres Baubau, Bripka Anto WI.

Polisi membekuk tiga residivis tersebut di tempat berbeda. La Ompi dibekuk anggota Opsnal usai melakukan aksinya diseputaran SMAN 1 Baubau. Berdasarkan keterangan dan informasi yang dikembangkan dari La Ompi, kedua tersangka lainnya kemudian dibekuk. La Bima dibekuk di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Lipu, Kota Baubau. Sementara La Mbodo ditangkap dikediamannya di Desa La Ompo, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton. “Tersangka La Ompi kami bekuk saat sementara dikejar oleh massa karena kedapatan melakukan aksi penjambretan,” kata Lerry Tutu, kemarin. Dijelaskan, tersangka La Ompi dan La Mbodo merupakan spesialis penjambretan. Tercatat, ada lima tempat kejadian

perkara (TKP) yang menjadi aksinya. Sementara, tersangka La Bima merupakan spesialis pencurian dirumah-rumah warga. “La Bima dalam menjalankan aksinya juga selalu dibantu oleh La Ompi. Dari hasil keterangan kedua tersangka ini sudah delapan rumah yang sudah menjadi sasarannya. Ketiga tersangka kami tangkap tanpa ada perlawanan,” jelasnya. Dari tangan ketiga tersangka, pihak kepolisian hanya mengamankan satu unit kendaraan bermotor jenis Honda Beat berwarna merah yang digunakan untuk menjalankan aksinya. Sementara, barang-barang lain hasil jarahan mereka telah dijual. “Barang yang mereka jual

Baca Dibekuk di Hal 6

Imran Evaluasi Desa Siaga Andoolo, KP Sejak pencanangan Desa Siap Antar Jaga (SIAGA) tahun 2007 di desa Sindang Kasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, gaung desa siaga meredup. Untuk itulah Bupati Konsel H Imran mengumpulkan camat dan kades dalam rangka mengevaluasi perkembangan desa siaga. Kemarin bertempat di Aula Bappeda Konsel H Imran didampingi Kepala Bappeda Arsalim Arifin, Kepala Dinas Kesehatan memberikan warn-

ing kepada seluruh camat dan kades agar desa Siaga terus dikembangkan dan disiapkan di seluruh desa dan kelurahan di Konawe Selatan. Desa Sindang Kasih yang menjadi tempat pertama pencanangan desa siaga yang juga pernah dikunjungi Presiden RI SBY, tetap akan menjadi rujukan dalam penyiapan fasilitas desa siaga, khususnya fasilitas pelayanan kesehatan. Begitu juga di desa Tirto Martani, Kecamatan Buke, desa Marga Cin-

ta, Kecamatan Moramo yang tetap eksis dengan Desa Siaganya agar tetap dipertahankan dan ditingkatkan. “Terkait Desa Siaga yang meredup perkembangannya itu, diintruksikan kepada seluruh camat dan kepala desa untuk menjadikan daerahnya sebagai desa Siaga dan ini akan terus dievaluasi,” ujar Imaran, kemarin saat membuka lokakarya Multipihak (Comstat) Revitalisasi Desa Siaga dan Desa Sehat Cerdas di aula Bappeda.

Dikatakan, dengan fasilitas yang ada di desa, seperti Balai, gedung PKK desa dan lainnya itu dapat digunakan sebagai tempat penyedian kelengkapan desa siaga, khususnya fasilitas kesehatan dan pendidikan. “Di desa itu dapat dijadikan seperti Puskesmas Pembantu. Di desa itu juga dapat dihimpun bidan-bidan desa, termasuk dukun bersalin dalam rangka pelayanan, khususnya bagi ibu-ibu yang hendak melahirkan,” ujarnya. (era)

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Hanya Rp 200 Juta untuk Mesjid Al Munajab Raha, KP Di era pemerintahan Ir Ridwan Bae, membangun mesjid yang sangat megah dengan anggaran puluhan miliar.

Bangunan yang diberi nama Al-Munajab tersebut terletak di by pass Raha dan bangunannya cukup mencolok. Namun sampai masa pemerintahan

Ridwan berakhir, bangunan mesjid tersebut tak juga rampung. Bahkan bangunan terse-

Baca Hanya di Hal 6


6

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Dewan Desak BKA Atasi Pencemaran Udara Keluhan Siswa SMA Motui

Suasana pelaksanaan pelatihan Budidaya Tanaman Holtikultura dan Ternak Sapi di aula SMKn 5 Pertanian Kota Baubau.

HAriMAn/KP

Gapoktan Dilatih Ternak Sapi Baubau, KP Dalam rangka memenuhi permintaan dan konsumsi beberapa komoditas, berupa daging dan produk-produk holtikultural di Kota Baubau. Pihak Bappeda menggelar pelatihan Budidaya Tanaman Holtikultura dan Ternak Sapi, selama tiga hari, 28 - 30 November bertempat di SMKN 5 Pertanian Baubau. Dalam pelatihan itu, selain melibatkan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kota Baubau, Bappeda juga melibatkan para guru bidang studi dan siswa. Panitia penyelenggara, Muh Rizky Sadif SE MSi dalam laporannya mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi yang terjadi baik skala nasional maupun lokal, berdampak langsung pada peningkatan pendapatan perkapita pen-

duduk. Ini juga berdampak pada meningkatnya permintaan dan konsumsi berupa danging dan produk-produk holtikultura lainnya. Dikatakan, setiap orang Indonesia mengkonsumsi daging sapi sekitar 1,7 kg/orang/tahun, dimana untuk memenuhi danging sapi diperlukan 1,5 juta ekor sapi lokal untuk menghasilkan danging sebanyak 350 ribu ton ditambah dengan impor dari Australia sebanyak 350 ribu ekor yang menghasilkan 30 ribu ton. “Untuk Kota Baubau menurut publikasi BPS di tahun 2011 produksi danging sapi terus meningkat setiap tahunnya dimana untuk tahun 2011 mencapai 55.680 kg. Jumlah itu masih sangat kecil sehingga kuota untuk Kota Baubau masih mengandalkan impor dari daerah sekitar,” jelasnya.

Begitu juga dengan tanaman holtikultura atau tanaman kebun. Produksi hortikultura di Kota Baubau masih sangat minim, sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, sebagian besar dipasok dari daerah lain. Jika dipandang dari sisi ekonomi, hal tersebut sangat merugikan karena dalam rangka pemenuhan kebutuhan, jumlah uang yang beredar akan berkurang karena terserap keluar daerah. “Disisi lain hal tersebut merupakan peluang usaha dan pasar yang cukup menjanjikan bila dikelola dengan baik,” ungkapnya dihadapan puluhan peserta. Selain pelatihan budidaya tanaman hortikultura dan budidaya ternak sapi, dalam pelatihan tersebut juga dirangkaikan dengan focus group discussion (FGD) serta pemberian

bantuan peralatan praktek, bantuan dari kementerian riset dan teknologi RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Baubau melalui Bappeda. Dalam pelatihan itu menghadirkan empat orang narasumber, masing-masing Ir Safril Kasim MSi, dosen Fakultas pertanian Universitas Haluoleo yang membahas tentang peluang usaha peternakan sapi dan tanaman holtikultura serta teknik budidayanya, Ir Bahara MSi Kepala dinas Pertanian Kota Baubau membehas tentang pengembangan budidaya peternakan sapi, Drs Amrin Taone MPd tentang perubahan iklim dan lingkungan dalam kaitannya dengan kondisi ketahanan pangan. Sementara narasumber terakhir yakni Sutomo SP, membahas teknik-teknik budidaya hortikultura. (m5)

Hanya...

Pembangunan mesjid AlMunajab, lanjutnya, awalnya melekat di Sekretariat daerah. Tahun ini, anggarannya dilekatkan di Dinas PU. “Makanya kita perlu evaluasi apa saja

yang sudah dikerjakan,” sebutnya. Untuk tahun ini, dana yang disiapkan yang masuk di APBD-P baru sebesar Rp 200 Juta. “Dana Rp 200 Juta itu, untuk memperbaiki apa yang ru-

sak dulu,” sambungnya. Awalnya di APBD induk dana yang disiapkan Rp 1 miliar lebih, namun saat perubahan anggaran dananya dipangkas tersisa Rp 200 Juta. (awn)

but sebagian sudah mulai terlihat rusak. Pemda Muna berniat kembali melanjutkan pembangunan mesjid tersebut. Namun untuk tahap awal, dana yang disiapkan untuk pembangunan mesjid cukup minim, hanya Rp 200 Juta. Namun sudah menjelang akhir tahun, Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang menjadi leading sektor belum juga melakukan pembangunan. “Kita masih melakukan evaluasi, sebelum melakukan pembangunan. Evaluasi yang dilakukan, untuk menghitung apa saja yang sudah dikerjakan Pemerintahan sebelumnya dan apa yang akan kita kerjakan,” ungkap Arif Yusuf Budiono, Kadis PU Muna. Menurutnya, PU tidak serta merta langsung melanjutkan pembangunan. Pelaporannya harus jelas, sehingga dapat dihitung biaya yang dikeluarkan untuk memulai melanjutkan pembangunan mesjid Al-Munajab.

Dibekuk... uangnya digunakan untuk membayar cicilan motor yang digunakan untuk melakukan aksinya dan sisanya digunakan dengan berfoya-foya,” tambahnya. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat 2 tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 penjara. Selain itu, selama operasi sikat anoa digelar, pihak Sat Reskrim Polres Baubau telah mengungkap 2 kasus curas dan 6 kasus senjata tajam. Lerry Tutu menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Baubau, agar dalam berkendara tas yang berisi barang-barang berharga supaya disimpan secara baik dan aman sehingga tidak memancing para pelaku untuk melakukan aksinya. “Himbauan kami agar berhati-hati dalam berkendara, mengingat yang menjadi sasaran mereka adalah perempuan,” tutupnya. (m5)

Wanggudu, KP Keluhan siswa dan para guru SMAN Motui yang dilayangkan ke DPRD Konut, beberapa waktu lalu, terkait dugaan pencemaran udara di sekitar sekolah mereka akhirnya ditanggapi. Rabu (28/11), komisi C DPRD Kabupaten Konawe Utara melakukan hearing dengan pihak manajemen PT Bumi Konawe Abadi (BKA). Dalam pertemuan itu pihak perusahaan ditekankan agar segera melakukan upaya serius untuk mengatasi pencemaran udara di lingkungan sekitar SMA Motui, kantor kecamtan dan sekitarnya. Jika hal ini dibiarkan akan berdampak buruk pada keseha-

tan yang bisa menyerang siswa dan guru serta pegawai kantor kecamatan setempat terutama Inpeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Ketua Komisi C, Abdul Hakim, saat dihubungi kemarin mengatakan, ada enam kesimpulan yang sifatnya sementara dan merupakan solusi atas permasalahan ini. Diantaranya, pihak perusahaan harus melakukan penyiraman setiap hari secara rutin di lingkungan sekolah SMA Motui, melakukan penanaman pohon penghijauan dilingkungan sekolah, kantor kecamatan Motui, dan sekitarnya pada Desember 2012. “Kita tekankan agar perusahaan tambang ini menambah armada mobil tangkinya yang setiap hari melakukan penyiraman. Jika selama ini hanya

tiga unit maka harus ditambah menjadi empat unit. Dan juga melakukan koordinasi secara rutin antara pihak pimpinan SMA, pemerintah kecamatan dan pimpinan daerah,” kata Abdul Hakim. Untuk kegiatan pengajaran, dewan menekankan agar perusahaan memberikan bantuan kepada pihak sekolah berupa masker,sarana olahraga, baju olahraga dan pembuatan MCK. “Selain itu dewan akan mengadakan koordinasi kepada Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan dan kembali turun lapangan untuk mengetahui langkah-langkah yang paling tepat untuk menanggulangi debu dalam waktu singkat. Waktunya belum kita pastikan,” ujar politisi PKS ini. (p16)

Bombana Tercepat Rekam e-KTP Rumbia, KP Ditengah keterbatasan peralatan yang diterima, Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil) Bombana ternyata mampu memenuhi target perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) dari kementrian dalam negeri. Bahkan pencapaian perekaman e-KTP kabupaten Bombana, tercatat sebagai Kabupaten tercepat di Indonesia, dengan persentase 224 persen dari target yang diberikan. Keberhasilan Disduk Capil merealisasikan target perekaman e-KTP itu, membuat Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi kagum. Sebagai apresiasi, pagi kemarin, bertempat di hotel Sahid Jakarta, Mendagri memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Bombana, H. Tafdil, dengan didampingi Kadis Disduk Capil Bombana, Abdul Azis. “Terima kasih kepada kadis capil dan jajarannya serta semua pihak yang telah menyukseskan program ini (e-KTP),” tulis Tafdil dalam pesan singkatnya usai menerima penghargaan dari Mendagri. Tafdil mengaku, penghargaan dari Mendagri diterima karena hasil kerja keras dari Dis-

duk Capil. Bayangkan dengan peralatan perekaman e-ktp yang hanya diporsikan dienam Kecamatan, instansi pimpinan Abdul Azis mampu menjangkau hingga 22 Kecamatan di Bombana. Bahkan waktunya tidak cukup 100 hari untuk merekam 26 ribu warga. Sementara Abdul Azis mengatakan, target perekaman e-KTP yang cepat dan melebihi target yang diberikan bisa tercapai berkat, upaya keras pemerintah dan tingginya perhatian dan komitmen bupati dalam memantau proses perekaman disemua kecamatan. Mantan kepala bagian umum ini mengaku, sejak diluncurkan perdana awal Juli lalu sampai kemarin, pihaknya sudah melakukan perekaman kepada 56 ribu lebih warga Bombana. Sedangkan target 26 ribu dari Kementrian dalam negeri sudah dipenuhi sejak September lalu. Abdul Azis menambahkan, penghargaan yang diterima Bupati Bombana kemarin, merupakan bentuk terima kasih pemerintah pusat atas komitmen Pemerintah daerah dalam mensukseskan program kependudukan secara nasional. (nur)


Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Jarmusda Sultra Bahas Penggunaan Jilbab Kendari,KP Setelah sukses menyelenggarakan seminar nasional, dengan menghadirkan salah satu artis sekaligus bintang film nasional, Oki Setiana Dewi (OSD). Jaringan Muslimah Daerah (Jarmusda) Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sultra, Kamis(29/11), menyelenggarakan kegiatan lanjutan dalam bentuk silaturahmi. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Fakultas Pertanian Unhalu itu dilakukan sebagai upaya menyegarkan kembali tentang pentingnya jilbab bagi perempuan, sebagaimana yang disampaikan pemateri beberapa waktu lalu. “Kita inginkan ilmu yang didapatkan saat seminar tetap fresh dan terjaga, bahwa memakai jilbab bagi kaum hawa memiliki banyak manfaat, bukan hanya tuntutan agama, namun dari sisi kesehatan juga punya peran signifikan. Lebih dari itu, perempuan berjilbab akan semakin cantik,” kata Ketua Jarmusda Sultra, Indah Nurhinayah. Dikatakan, silaturahmi itu dilakukan dengan semua peserta seminar, yang pada saat bersamaan pula dikukuhkan sebagai sahabat OSD. Semua itu bertujuan memberi motivasi pada mahasiswa dan perempuan secara umum untuk bisa menggunakan jilbab dengan kesadaran, tanpa unsur paksaan. “Kita harapkan melalui silaturahmi ini, kami bisa saling menjaga dan mengingatkan. Utamanya menyangkut penggunaan jilbab. Biar bagaimanapun, kemajuan zaman serta era keterbukaan informasi dan globalisasi saat ini menuntut kehati-hatian dalam menjalaninya,’’ katanya. (p6)

Kampus Usman Rianse Imbau Dosen Rajin Buat Jurnal Kendari,KP Lembaga Penelitian Unhalu, kemarin (29/11) menggelar seminar tentang pengelolahan dan penulisan artikel Ilmiah pada jurnal nasional terakredasi. Pada kegiatan tersebut Rektor Unhalu,Usman Rianse mengimbau para dosen agar rajin membuat jurnal. Dalam sambutannya Rektor Unhalu mengharapkan kepada semua peserta yang merupakan dosen-dosen Unhalu agar rajin membuat karya ilmiah. Alasanya jurnal merupakan suatu kebutuhan bagi sebuah universitas. ‘’Bukan hanya keuntungan bagi institusi saja, tetapi juga bagi individu yang yang bersangkutan, karena untuk mendapatkan gelar, salah satu syaratnya adalah membuat artikel Ilmiah, ‘’ terangnya di hadapan peserta seminar. Usman Rianse juga mengimbau baik kepada pembuat jurnal atau ar-

tikel ilmiah maupun kepada tim penilai agar menilai jurnal atau karya ilmiah yang sesuai dengan ketentuan. Setidaknya syarat penulisan jurnal yang benar. ‘’Jangan melihat bahwa jurnal yang dinilai merupakan milik salah seorang atasan atau keluarga sehingga takut untuk melakukan koreksi. Begitupun bagi yang punya jurnal atau artikel ilmiah harus bisa menggoreksi tulisannya sebelum dikoreksi orang lain,’’ paparnya. Prof.Dr. Edi Cahyono, sebagai pemateri sekaligus ketua panitia mengungkapkan, kegiatan ini sangat penting mengingat saat ini akreditasi pembuatan karya ilmiah masih kurang. Dan hal ini bukan hanya terjadi di Unhalu, namun semua universitas mengalami hal yang sama. ‘’Dari berapa jurnal yang biasa dikirim, yang terpilih hanya satu atau

Kampus USN Kolaka. dok/kp

wulan/KP

Suasana wisuda Unhalu di Auditorium Mokodompit yang diikuti 1.310 mahasiswa, Senin 26 November lalu.

UU Perguruan Tinggi Diseminarkan Kendari,KP Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang telah disahkan DPR RI pada tanggal 13/8/2012 lalu, menimbulkan kontroversi. Di tengah berbagai penolakan yang belum tuntas mengenai masalah pendidikan tinggi, UU ini disahkan dan harus dilaksanakan paling lambat dua tahun sejak diundangkan. Banyak kalangan menilai UU tersebut masih memiliki kelemahan, serta merugikan pihak tertentu. Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Kimia FKIP Unhalu, Rabu(28/11), menyelenggarakan seminar nasional. Kegiatan bertajuk “Problematika UU Perguruan Tinggi” dirangkaikan dengan Musyawarah Wilayah VI Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia (IKAHIMKI), dilaksanakan di Auditorium Mokodompit Unhalu. “Tujuannya, untuk memberi pemahaman yang utuh pada mahasiswa menyangkut isi UU perguruan tinggi. Makanya kita hadirkan pemateri yang kapabel di bidangnya, dari DPD RI, Ir. H. Abdul Jabar Toba dan dari Dirjen Dikti, Prof. Dr. Ir. H. Munir. Mudah-mudahan ada pencerahan baru pada mahasiswa tentang implementasi UU tersebut,” kata Ketua HMPS Pendidikan Kimia, Tasrun, sambil menyebut peserta berjumlah 500-an orang, terdiri dari alumni, anggota IKAHIMKI, dan mahasiswa Unhalu secara umum. Ditempat yang sama, Ketua Prodi Pendidikan Kimia, Dr. Hj. Sri Wahyuni,M.Si., mengaku merespon positif kreatifitas anak didiknya melaksanakan dua kegiatan sekaligus dalam satu waktu, seminar nasional dan Muswil IkAHIMKI. Ia mengharapkan semangat kratifitas mahasiswa dalam melahirkan ide-ide brilian harus terus dipupuk, supaya menjadi modal dimasa mendatang. “Saya percaya banyak kendala dan tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Namun dengan kebersamaan dan semangat kerja keras semua bisa terlaksana, termasuk didalamnya menghadirkan pemateri nasional tentu sesuatu yang membanggakan. Mudah-mudahan , semangat itu tetap terjaga, dan bisa menyerap ilmu yang diberikan,”ungkapnya. Sekertaris Rektor Unhalu, Prof. Dr. Ir. H. La Karimuna, M.Agr.,Sc., saat memberikan sambutan, mengaku mengapresiasi kreativitas yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, seminar yang dilakukan bisa menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan ide-ide kreatif dalam bidang pendidikan. “Kemajuan teknologi informasi menuntut kita semua agar kreatif dan memiliki kompetensi, agar tidak menjadi penonton di daerah sendiri. Namun semua itu tidak akan tercapai tanpa didukung SDM berkualitas. Ini kami harapkan dipahami mahasiswa supaya terus belajar dan berkreasi,” tandasnya. (p6)

7

dua saja.Untuk itu melalui kegiatan ini, kami berharap dari pemateri bisa memberikan solusi agar para penulis jurnal bisa menghasilkan karya karya ilmiah yang bisa terakriditasi baik nasional maupun internasional,’’ Tuturnya Guru Besar Matematika Terapan dan Industri Unhalu ini, berharap agar para peserta bisa memiliki pengetahuan yang meningkat terutama dalam pembuatan jurnal. Dengan demikian, bisa terakreditasi secara nasional maupun internasionl. ‘’Pemateri yang kami hadirkan merupakan orang-orang yang ahli dibidangnya. Kami berharap dari mereka nanti bisa mengenalkan hasil karya dosen unhalu ke jaringan mereka sehingga hasilnya nanti Unhalu bisa di kenal di dunia internasional,’’ paparnya. Seminar ini menghadirkan dua nara sumber dari Kemendikbud,

yakni DR.Budhi Arta dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memaparkan materi tentang pengelolahan jurnal dalam memperoleh akreditasi internasional.Kemudian DR. Siana Halim dari Universitas Petra Surabaya membawakan materi kiat-kiat penyampaian artikel ilmiah jurnal internasional. Selain menghadirkan kedua pemateri dari luar, pemateri dari Unhalu seperti lembaga penelitian Unhalu menyelenggarakan pelatihan. pelatihan itu adalah pengelolaan dan penulisan artikel ilmiah pada jurnal nasional terakredasi dan internasional di salah satu hotel ternama di Kota Kendari. Prof. Dr. Edi Cahyano, MSi., dan Prof. Ir. H. Sahta Ginting, M.Ag. Sc.,Ph.D., yang membawakan materi proses review artikel pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional. (p12)


Edukasi

8

Tunjangan Non Sertifikasi Guru SLB Tak Dibayar Kendari, KP Nasib guru sekolah luar biasa se-Sultra harus sabar menunggu pengelola keuangan Dinas Pendidikan Sultra yang terkesan lelet. Sudah enam bulan, sejak April sampai September 2012, tunjangan non sertifikasi atau tambahan penghasilan guru SLB masih mengendap. Hingga kini Dinas Pendidikan Sultra belum membayar, namun pengelola berdalih bahwa kater-

lambatan itu disebabkan SK gubernur yang belum terbit. Akibatnya, puluhan guru SLB di Sultra mempersiaokan diri untuk mendemo Dinas Pendidikan Sultra. “Masih sementara diproses. Nanti ada SK gubernur baru bisa dibayarkan tunjangannya. Itu kendalanya, dan sekarang SK itu sudah sampai di Biro Hukum Pemprov Sultra,” ungkap Abdul Haris SilondaE, Humas Dinas Pendidikan Sultra, kemarin (29/11).

Ia mengaku, sebenarnya pencaiaran itu sejak lama akan dilakukan melalui SK Kadis Dinas Pendidikan Sultra, Drs. H.Damsid, M.Si. Namun ditolak Biro Keuangan Pemprov Sultra, karena harus SK gubernur. Perlu diketahui bahwa pembayaran tunjangan tambahan penghasilan itu, untuk Januari hingga April 2012 telah dibayarkan dinas kabupaten/ kota masing-masing. “Tunjangan itu sebanyak Rp 250

ribu perbulan dengan penerima sebanyak 83 orang guru dari sembilan kabupaten/kota yang punya SLB. Sedangkan tiga daerah lainnya yakni Kolaka Utara, Buton Utara dan Buton belum mempunyai SLB,’’ katanya. Ditambahkan, jika SK tersebut telah ditandatangi gubernur, tunjangannya akan segera dibayarkan,” katanya dan itu dibenarkan, Ahmad S.Sos, pengelola dana sertifikasi Dinas Pendidikan Sultra. (p2)

DPRD Tunggu Usulan Perubahan Nama Kendari,KP Wacana perubahan nama Dinas Pendidikan Provinsi Sultra menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra disambut positif anggota DPRD Sultra. Perubahan itu, selain menyesuaikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, juga banyak manfaat positifnya. Saat ini legiaslatif sedang menunggu kapan ada usulan pe-

rubahan nama. Rupanya pemangku jabatan di istansi terkait sangat lambat berbuat. Bagaimana dengan urusan lain pasti lebih lambat. “Bagus itu, akan ada efisiensi tenaga dan biaya. Tidak ada lagi dinas tersendiri yang menangani bidang kebudayaan, sehingga bisa menghemat anggaran. Itu juga bukan sesuatu yang luar biasa, karena sebelumnya juga namanya Dikbud,” kata Ketua Komisi IV

DPRD Sultra, Abu Bakar Lagu, Selasa (27/11). Wacana perubahan nama itu, sudah muncul beberapa waktu lalu. Namun sayangnya hingga kini pemerintah provinsi belum menyampaikannya pada dewan, selaku pihak yang berwenang memberikan persetujuan tentang perubahan itu. Kekhawatirannya, jangan sampai ketika pergantian menteri, namanya juga akan kembali ber-

ganti. Walaupun dampaknya tidak terlalu signifikan, namun kurang baik jika dilihat dari sisi estetika lembaga. “Untuk pembahasan perubahan nama, kami masih menunggu usulan dari Pemprov Sultra, dalam bentuk raperda. Rancangan itu dalam bentuk usulan struktur organisasi yang menjadi perubahan.Jika sudah ada usulannya, kami upayakan secepatnya dibahas,” ujarnya. (p6)

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Raih Prestasi bukan karena RSBI Kendari, KP Tak dapat dipungkiri, SMAN 1 Kendari telah banyak menoreh prestasi. Tak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga Sultra. Seperti prestasi yang terakhir diraih, salah satu siswa SMAN 1 Kendari bersama tim lain di Jakarta terpilih sebagai utusan yang mewakili Indonesia dalam lomba robot Internasional di Malaysia. Berbagai prestasi lain juga tak kalah banyaknya. Demikian dikatakan Kepala SMAN 1 Kendari, Drs. H. Basri Madjid. Namun mantan Kepala SMAN 4 Kendari itu menepis bahwa keberhasilan SMAN 1 Kendari karena sekolah tersebut menyandang RSBI. Bahkan ia menilai RSBI belum bisa diterapkan secara utuh. Jika aturan RSBI diterapkan, paling banyak sekolah hanya bisa menampung siswa dua kelas. RSBI adalah tempat bagi siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. “RSBI hanya aturannya yang bagus, pelaksanaannya tidak. Apa lagi saat ini saya masih menunggu putusan MK bagaimana nasib RSBI selanjutnya. Kami cenderung yang reguler saja,” paparnya.

Apa lagi jika dipertimbangkan kembali, siswa yang mempunyai kompetensi di atas rata-rata jumlahnya sedikit. Sementara pemerintah menujuk sekolah-sekolah besar, jika RSBI mau diterapkan, misalnya hanya dua kelas, mau dikemanakan siswa dan guru yang jumlahya banyak? Oleh karena itu, ia kembali mempertegas bahwa prestasi bukan karena RSBI. Prestasi bisa diperoleh karena kompetensi yang berkesinambungan antara siswa dan guru. Siswa yang memiliki potensi dan kemauan yang bagus serta ketika mereka meminta guru untuk membimbing guru menyahuti kemauan mereka. “Jadi seperti itulah. Prestasi itu karena bertemu antara kompetensi siswa banyak yang bagus, dan disambut oleh kemauan guru untuk membina sehingga melahirkan prsetasi. Alhamdulillah banyak guru kami yang memiliki kepedulian yang besar untuk membina anak-anak. Banyak anak yang meminta bimbingan, permintaan mereka disahuti,” tukasnya. (m2)


Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Perkara

Sama, PutuSan

Beda

Kendari, KP Muh Hasyim Nur Dharma Raona, terpidana penyalahgunaan Narkoba, terus berjuang mencari keadilan. Kejanggalan atas keputusan Mahkamah Agung RI yang menghukumnya dengan pidana lima tahun penjara dianggap dramatis. Pasalnya, dalam perkara serupa dengan objek yang sama, rekannya, Dr. Sudirman Zaid, oknum pengajar di Universitas Haluoleo hanya diganjar hukuman selama dua tahun. Abd. Rahman, MH, salah seorang kuasa hukum Muh Hasyim Nur Dharma Raona,

Firdaus Tahrir

Mengaku “Malas”

Abd Rahman, MH :

Kendari, KP Nama Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Sultra, Firdaus Tahrir masuk dalam listing 20 wakil rakyat malas masuk kantor dan mengikuti sidang-sidang paripurna. Dengan besar hati, Ia pun mengakui hal tersebut. Firdaus punya alasan untuk “kemalasannya” itu karena mengaku sedang melanjutkan studi akademiknya. “Saya salah, BK juga salah. Saya ini sekolah, jadi tidak semua rapat bisa saya ikut. Saya sudah ada izin dari pimpinan (DPRD). Kalau saya dikatakan malas, lalu bagaimana teman-teman yang lain,” tanyanya, kemarin. Menurut Firdaus, dia sedang mengambil program doktor di Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar, Sulsel pada konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia sejak 2010 lalu. Dia mengakui, kehadirannya masuk kantor atau mengikuti agenda rapat dewan di

Kemungkinan Oknum Jaksa “Bermain” menelaah hasil keputusan kasasi MA RI tersebut. Dengan berkas perkara yang sama, satu orang dinyatakan kasasinya diterima oleh MA dan lainnya ditolak. Sanksi Muh. Hasyim bertambah tiga tahun dari keputusan PN Kendari dan Pengadilan Tinggi Sultra yang hanya mengganjarnya dua tahun penjara. “Ada ketidakadilan dalam perkara ini. Klien saya (Muh. Hasyim) dinaikkan hukumannya menjadi lima tahun. Sedang Sudirman Zaid hanya dihukum dua tahun. Padahal, mereka ditangkap bersama, barang bukti, pasal yang dikenakan sama, JPUnya sama (Mardiono SH), hakimnya sama dan vonis di PN Kendari dan PT Sultra juga sama,” ungkap Abd Rahman. Setelah meng-

Baca perKara di Hal 14

Baca maLas di Hal 14 GOOGLE.COM

Program konversi minyak tanah ke gas LPG 3 kilogram akan segera terealisasi pertengahan Desember 2012 nanti. Tahap awal, Sultra mendapat kuota 407.138 paket yang diperuntukan bagi enam daerah di provinsi ini

Medio Desember, LPG Dibagikan Kendari, KP Program Konversi Minyak Tanah (Mitan) ke gas LPG 3 kilogram akan segera terealisasi pertengahan bulan Desember nanti. Sebagai tahap awal, Sultra mendapat kuota sebanyak 407.138 paket yang diperuntukan bagi enam daerah, Kota Kendari, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan dan Konawe Utara. Sementara bagi enam kabupaten/kota lainnya diusahakan awal tahun 2013 mendatang. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan daerah lain juga bisa mendapat jatah pada tahap pertama, sebab sesuai

hasil perhitungan, ada kuota beberapa daerah yang diperkirakan kelebihan. Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/11), Kabid Ketenagalistrikan dan Energi Baru Dinas ESDM Sultra, Andi Azis mengatakan program konversi minyak tanah ke gas LPG telah masuk tahap pendataan dan pencacahan yang selesai pada tanggal 8 Desember mendatang. Setelah masuk pada tahapan edukasi dan sosialisasi beberapa hari, maka pembagian paket LPG 3 Kg akan dilakukan pada pertenga-

Baca Lpg di Hal 15

Kendaraan Pelajar Terjaring OPerasi Zebra DEDY FINAFISKAR/KENDARI POS

Hingga beberapa waktu ke depan, aparat kepolisian dari Direktorat Lalulintas menggelar Operasi Zebra. Selain memberi teguran dan sosialisasi, aparat juga akan menindak tegas pengendara yang melakukan pelanggaran berat.

Kendari,KP Sehari pelaksanaan Operasi Zebra 2012, jajaran Polda Sultra berhasil menemukan ratusan pelanggaran lalulintas. Bahkan dari jumlah itu ada puluhan kendaraan pelajar

Baca zebra di Hal 15

Listrik Padam,Hakim Mengeluh Kendari, KP Jumlah perkara hukum yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kendari terus bertambah. Kasus perdata maupun pidana yang ada, bahkan disidangkan hingga malam hari. Namun, dalam beberapa pekan ini para hakim mulai mengeluhkan hambatan akibat adanya pemada-

man listrik yang dilakukan PLN. Cara kerja PLN itu berbias pada lambannya proses persidangan di lembaga peradilan tingkat pertama itu. Humas PN Kendari, Yudi Prasetia mengakui hal tersebut. “Seringnya pemadaman listrik memang tak se-

Baca ListriK di Hal 15

DARWIN SIHOMBING/KENDARI POS

Wali Kota Kendari, Dr. H. Asrun ketika berbincang-bincang dengan saudara madani-nya, beberapa waktu lalu. Pemkot terus menggugah berbagai kalangan untuk mengikuti program tersebut, termasuk BUMN

Permadani Bidik BUMN Kendari, KP Upaya Pemkot Kendari mengurangi angka kemiskinan terus dilakukan. Salah satunya melalui program persaudaraan madani (Permadani). Selain instansi pemerintah dan swasta, program sosial yang diluncurkan tahun 2007 kini sudah mulai membidik badan usaha milik negara (BUMN) yang ada di metro ini. Langkah tersebut digagas dalam rapat tim mediasi Permadani yang digelar di kantor Badan PemHal lain yang tidak berdayaan Masyarakat kalah penting, (BPM) Kota Kendari, bagaimana kemarin. memberdayakan Kepala Bidang kembali keluarga Ekonomi BPM Kota madani yang kini Kendari, Hj. Ratna kehilangan Dewi mengatakan, saudaranya sebenarnya program Permadani sudah berkembang. Bahkan selama lima tahun berjalan, sekitar 815 pasang keluarga dipersaudarakan. Itupun belum semua tercatat karena ada juga saudara madani yang menolak untuk dibuatkan akta, sehingga tak tercatat dalam daftar. “Dengan melibatkan BUMN nantinya, mudah-mudahan jumlah keluarga madani bisa bertambah,” harapnya.

Baca permaDani di Hal 15


Metro

14

Perkara... kaji putusan kasasi MA RI nomor 2224 K/Pid.sus/2011, kata dia, hakim agung menyatakan menolak kasasi yang diajukan oleh jaksa untuk terpidana Dr Sudirman. Alasannya, pengajuan memori kasasi terlambat diserahkan jaksa. Sedang Muh. Hasyim diterima karena dianggap tepat waktu. “Ini kan aneh. Perkara tersebut putus di PN Kendari sama-sama. Begitu pula di PT Sultra saat banding, putusannya ditetapkan tanggal 12 September 2011. Mereka satu berkas. Kok satu terlambat, satunya tidak,” kesalnya. Pengajuan kasasi oleh jaksa ke MA RI melalui PN Kendari, lanjutnya, dilakukan secara bersamaan untuk terpidana Muh. Hasyim dan Dr Sudirman Zaid tanggal 30 September 2011. Namun, penyerahan memori kasasi Muh Hasyim dilakukan tanggal 14 Oktober 2011, sedang Dr Sudirman dilakukan tanggal 17 Oktober 2011. “Seakan-akan ada oknum jaksa yang sengaja mengulur-ulur penyerahan memori kasasi Sudirman. Klien saya yang dikorbankan. Ini kan sangat jelas. Memori kasasi Dr Sudirman ditolak oleh MA karena dianggap terlambat 2 hari. Kemungkinan ada oknum jaksa bermain-main. Mana mungkin Hakim Agung menyatakan penyerahan memori kasasi telat tanpa dasar yang kuat. Artinya, potensi adanya permainan dalam perkara ini cukup terang,” sindir Rahman saat ditemui usai penyerahan barang bukti pengajuan Peninjauan Kembali (PK) kilennya di PN Kendari, kemarin. Kejanggalan tersebut dijadikan bukti baru melakukan upaya hukum luar biasa tersebut. JPU pada pengajuan PK, Djainuddin SH membenarkan bahwa dalam putusan kasasi MA RI, kasasi Dr Sudirman Zaid ditolak dengan pertimbangan terlambat atau melewati tenggang waktu pemasukan memori menurut undangundang. “Waktu itu, bukan saya JPUnya. Namun, setelah saya teliti berkas perkara yang menjadi arsip di Kejari Kendari, pemasukan memori kasasi dilakukan secara bersamaan. Tidak ada

yang bertentangan dengan undang-undang atas pengajuan kasasi kedua terdakwa tersebut,” bantah Djainuddin yang selama ini menjabat KTU Kejari Kendari. Jaksa pun berkelit bahwa memori kasasi Muh. Hasyim Nur Dharma Raona dan Dr Sudirman Zaid dilakukan secara bersamaan karena keduanya satu split berkas perkara. Pertanggungjawaban jaksa pun berdasar arsip di Kejari Kendari memiliki tanggal yang sama. Informasi yang dihimpun, kejanggalan tersebut dapat terjadi pada empat area tertentu. Pertama, oknum jaksa yang menangani perkara tersebut “bermain-main” atau oknum jaksa kerjasama dengan oknum di PN Kendari saat pengiriman berkas. Ketiga, ada oknum di MA RI yang juga mencoba bermain-main atau hakim agung yang tidak teliti. Kajari Kendari, Yendi Kusyendi MH lebih cenderung membela personilnya. Ia menilai, bertambahnya hukuman Muh Hasyim Nur Dharma Raona atas hasil keputusan kasasi MA RI adalah sebuah kesuksesan bagi pihak kejaksaan mengajukan kasasi. Persoalannya, perbedaan keputusan kasasi tersebut cukup kontras karena kedua terdakwa satu berkas perkara namun pemasukan memori kasasi Dr Sudirman Zaid malah dianggap melewati tenggang waktu sesuai yang ditentukan dalam KUHAP. “Pengiriman memori kasasi itu bukan kewenangan jaksa tapi tanggung jawab Pengadilan Negeri Kendari. Pengacaranya pun, kapan membuat kontra memori kasasi. Itu kan tertanggal 14 Oktober 2011. Memori kasasi diajukan tanggal 10 Oktober, kenapa dianggap terlambat?,” argumen Yendi Kusyendi. Seperti diketahui, Dr Sudirman Zaid dan Muh. Hasyim Nur Dharma Raona dibekuk Tim Reskrim Narkoba Polres Kendari, 17 Januari 2011 sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka ditangkap di salah satu kantor jasa pengiriman barang, jalan Dr Sam Ratulangi, Mandonga. Polisi menemukan satu paket ganja kering seberat 696,3 gram dibungkus rapi bersama helm standar dan dikemas dalam kardus. (p16/aka)

Malas... tahun lalu memang sangat kurang. Ketua Fraksi Golkar itu juga menyesalkan kinerja staf sekertariat DPRD yang tak memperhatikan surat izinnya dari pimpinan DPR. Dia mengatakan, tiap ada agenda rapat selalu meminta izin pimpinan via Hand Phone. Harusnya, itu diperhatikan agar Ia tidak perlu harus selalu meminta izin. “Toh, ketika ada rapat yang berkaitan dengan publik, Saya selalu hadir seperti pembahasan APBD,” sambungnya. Meski demikian, dia berjanji, untuk kembali konsentrasi menjalankan tugas sebagai anggota dewan Sultra, sebab, studinya hampir berakhir. Saat ini dia tinggal penelitian, sehingga ketika ada rapat akan selalu hadir. “Soal rapat di BK, saya hanya terima surat satu kali. Itu pun waktu ditelepon, saya berada di Makassar. Staf yang menghitung rekap absensi itu yang tidak lihat surat izin saya. Tapi nanti saya akan rajin. Mata kuliah saya selesai sejak dua bulan lalu. Sekarang sisa penelitian,” tandasnya. Setidaknya, Firdaus Tahrir dengan berbesar hati mengakui ketidakhadirannya. Bagaimana dengan 19 oknum anggota dewan lainnya ?. (dri)

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012


11

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Prosesnya Lebih Pendek KPU ....... Bahkan, kemarin (29/11) KPU mulai menyiapkan mekanisme pelaksanaan verifikasi faktual terhadap 18 parpol yang sempat dicoret pada verifikasi administrasi. Yakni dengan mengatur trek kedua tahap verifikasi faktual yang ditargetkan tuntas pada Desember. “Ada dua trek verifikasi faktual saat ini. Parpol yang sudah dinyatakan lolos verifikasi lalu dan parpol berdasar putusan DKPP,” ujar Komisioner KPU Hadar Navis Gumay setelah melakukan sosialisasi verifikasi faktual kepada 18 parpol putusan DKPP di gedung KPU kemarin. Menurut Hadar, putusan DKPP mewajibkan KPU tidak mengubah tahap verifikasi faktual yang sudah ditetapkan. Dari pemahaman itu, konsep tidak mengubah jadwal adalah

tidak mengubah pengumuman hasil verifikasi faktual, namun bisa mengubah proses subtahap verifikasi di dalamnya. Pemahaman itu juga sudah disampaikan kepada Bawaslu. “Bawaslu juga sudah memahami,” ujarnya. Secara rinci, proses verifikasi faktual untuk 18 parpol akan dimulai pada Rabu mendatang (5/12). Verifikasi faktual di tingkat pusat dan provinsi akan dilaksanakan hingga 7 Desember. Pada 8-10 Desember KPU bakal melakukan verifikasi di dua tingkat itu. “Kalau diperlukan, akan ada masa perbaikan,” ujar mantan direktur eksekutif Cetro tersebut. Masa perbaikan verifikasi faktual adalah 11-17 Desember. Hadar menyatakan, proses verifikasi di kabupaten-kota menjadi agak sulit dengan keterbatasan waktu yang ada. KPU menetapkan bahwa proses verifikasi itu dilakukan pada

DPT Tidak Jelas Gubernur ....... calon itu sah kecuali Sabaruddin Labamba dan La Ode Asis. Lalu, yang terjadi keluar dua berita acara. Berita acara pertama ditanda tanganni dua komisioner yaitu Bosman dan Masudi yang meloloskan tiga calon. Yaitu ARbae, NUSA dan BM-Amirul. Saya tidak mengetahui dasarnya apa dan saya tidak pernah membaca kalau ada UU yang menyatakan keputusan itu benar. Sedangkan berita acara kedua kedua diteken tiga komisioner memutuskan empat calon yang satunya Ali Mazi, dan itu sesuai dengan UU,”ungkapnya. Mantan komisoner lainya La Ode Ardin mengungkapkan, berkaitan dengan pasangan calon dia mengakui membuat penetapan calon pada 1 Oktober dan saat itu telah qorum yang dihadiri empat komisioner dan setujui. Akan tetapi Masudi membuat keputusan calon bersama Bosman yang menetapkan tiga pasangan yang sangat melanggar hukum. “Yang mulai jadi memang

telah terjadi kekisruhan. Dan kami sudah melakukan hal yang benar,”tegasnya. Sedangkan Syahir membeberkan, pada tanggal 8 September KPU pusat telah memanggil untuk meminta keterangan soal Ali Mazi-Wuata Saranani namun justru berkembanglah pembahasan menyangkut pergantian antara waktu Ali MaziWuata, partai pendukung dan ketiga Logistik. Hanya saja, ada dua item mendadak tidak dibahas yaitu pergantian pasangan calon Ali Mazi dan logistik padahal ini bertentangan dengan norma standar. Justru kata Sahir, lebih urgen pembahasan pada parpol-parpol yang beririsan antara NA dan Ali Mazi. “PSI itu yang dibahas, padahal yang harusnya adalah persoalan. Nah kalau kita melihat, PSI itu masih mengikuti pemilihan pada 2009. Yang mulia, persoalan KPU Sultra tidak disikapi oleh KPU Pusat sehingga keputusan selama ini keputusan yang kami jalankan dan kami anggap benar-benar saja,”ucapnya. Sementara itu, kesaksian lain datang dari La Ode Mu-

Manggis .......

5-11 Desember. Proses tersebut tentu jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan verifikasi terhadap 12 parpol. Untuk verifikasi kepengurusan dan keanggotaan, KPU mempersiapkan waktu lebih dari satu minggu. “Kami meminta kepada Bawaslu terkait ini, jika memang ada molor satu atau dua hari, mohon dimaklumi,” terang dia. Hal yang tak kalah penting terkait dengan anggaran. Hadar tidak menampik bahwa anggaran verifikasi faktual saat ini telah disedot untuk proses verifikasi 12 parpol sebelumnya. Menurut dia, hal itulah yang harus diupayakan betul agar proses verifikasi tidak terhenti karena terkendala anggaran. “Apakah mungkin melalui adendum, saya tidak bisa menjawab. Kalau otorita, dalam hal ini adalah Kemenkeu, kami harap bisa membantu,” ujarnya.

Meski begitu, Hadar mengapresiasi kesiapan KPU daerah. Secara lisan, KPU daerah telah menyampaikan kesiapan masing-masing untuk melaksanakan verifikasi faktual “tahap kedua” tersebut. Rencananya, Senin (3/12) KPU akan mengundang seluruh perwakilan KPU provinsi untuk melakukan sosialisasi. “Esoknya (4 Desember, Red) giliran KPU provinsi melakukan sosialisasi ke KPU kabupatenkota,” ujarnya. Meski saat ini ada proses pergantian pejabat di kesetjenan KPU, Hadar berharap hal itu tidak menjadi persoalan. Staf Setjen KPU yang ada saat ini akan diinstruksikan untuk membuka lagi berkas-berkas verifikasi parpol yang sebelumnya dicoret itu. “Dipilih-pilih mana yang akan dikirimkan ke daerah,” ucap dia. (bay/c11/ agm)

hamad Muharam salah satu anggota KPPS di Muna dan La Ode Muhamad Idris sebagai ketua PPK. Keterangan yang disampaikan melalui teleconference menyebutkan, selama proses pemilihan mereka tidak melakukan verifikasi, tidak ada pemberitahuan menyangkut penetapan DPT karena tidak pernah disampaikn oleh KPU Kabupten. “Yang mulia, telah terjadi kesembrawutan dalam tahapan DPT. Artinya mereka tidak jelas dalam pemutakhiran data, lalu tidak ada jadwal penyelenggara Pilkada, kami selalu diinfromasikan secara mendadak hanya lewat SMS,”ujarnya saat memberikan keterangan dari kampus Unhalu yang disaksikan langsung oleh tiga hakim beserta seluruh pihak di dalam ruang sidang MK, kemarin. Saksi lainnya berasal dari pasangan BM-Amirul. Ia menghadirkan Abdullah Arsad dan Slamet Durasin sebagai tim dari kandidat tersebut. Penjelasannya, dalam proses penyelenggara Pilkada telah terjadi pelanggaran Undang-Undang (UU) oleh KPU, sehingga

pihaknya tidak menerima keputusan hasil rekapilasi karena tahapan dari KPU tidak sah. Kemudian diantaranya pleno DPT itu tidak dihadiri oleh tiga komisioner sementara secara hukum menyatakan minimal harus empat, lalu penetapan pasangan calon itu ditetapkan dengan satu penetapan dan dua berita acara yang mempunyai makna berbeda dari isi yang tertuang. Sehingga, menimbulkan ketidak pastian hukum. Kemudian penetapan pasangan didasari oleh berita acara yang melanggar hukum karena disetujui oleh dua komisioner sehingga tim pasangan BM mengajukan keberatan mempertanyakan, keabdsahan tahapan yang dilakukan oleh KPU Sultra yang berimplikasi pada cacat hukum. “Jadi yang mulia, saya tidak menandatangani hasil rekapitulasi tersebut. Termasuk saksi dari pasangan ARbae, karena kami anggap telah terjadi pelanggaran dan Pilgub di Sultra itu sangat jauh dari ketentuan perundang-undangan,”beber Durasin (cr2/nan)

Temuan Gading Hanya Dihargai Rp 250 ribu Fosil ....... san Dunia UNESCO (badan PBB yang mengurusi pendidikan, sains, dan kebudayaan). Wilayah seluas 56 kilometer itu terletak di lembah Bengawan Solo dan secara administratif masuk Kabupaten Sragen dan Karanganyar, sekitar 15 kilometer sebelah utara Solo. Adalah Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, seorang paleontolog sekaligus geolog, yang memulai penelitian di Sangiran pada 1934. Di kawasan itu pula ditemukan fosil nenek moyang manusia pertama, Phitecanthropus erectus, yang lantas membuat nama Sangiran mendunia. Pada zaman 700 ribu tahun lalu, Sangiran masih berupa kawasan hutan terbuka sebelum perubahan iklim mengubahnya menjadi sabana yang luas. Kini kontur alam di Sangiran berupa tebing-tebing dan tanah yang tandus. Sinyur menemukan batu yang diduga gading tersebut di sebuah tebing tak jauh dari rumahnya. “Ini tadi baru saya temukan. Sayang, baru saya angkat, sudah putus jadi dua,” kata suami Surati itu ketika ditemui Senin lalu (27/11). Dia lalu membawa masuk fosil gading ke rumahnya yang berdinding gedek alias anyaman bambu. Tanpa perawatan khusus, fosil gading tersebut diletakkan pria 67 tahun itu di lantai rumahnya yang masih berupa tanah. Di rumah tersebut, dia hanya tinggal bersama sang istri. Kebanyakan anaknya menjadi tenaga kerja di Malaysia. “Ini harus cepat-cepat saya setorkan ke museum. Ini sudah jadi kewajiban. Ini aset negara,” tegas bapak lima anak tersebut. Museum yang dia maksud adalah Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS) di Kecamatan Kalijambe, Sragen. Jarak museum tersebut dari rumahnya sekitar 7 kilometer. Karena itu, Sinyur pun harus menembus hutan jati dengan jalanan rusak berkelok. Di pojokan rumahnya, dia memiliki banyak temuan. Namun, tidak berupa tulang-

tulang satwa purba yang utuh. Fosil-fosil tersebut lebih tepat disebut remukan tulang, sehingga agak sulit diidentifikasi jenis fosil satwa yang dimaksud itu. Namun, temuan paling dahsyat, ungkap Sinyur, terjadi dua tahun silam. Ketika itu, dirinya menemukan gading gajah yang masih utuh berukuran 2,5 meter. Gading tersebut sudah diserahkan ke museum. Dia mengaku mendapat imbalan Rp 5,5 juta gara-gara penemuan tersebut. Gara-gara penemuan itu pula, Pak Sinyur diliput sejumlah media massa di Jawa Tengah. Ya, saban hari, selain bertani di kebun yang tak jauh dari rumahnya, Sinyur adalah pemburu tulang belulang gajah purba di kawasan situs Sangiran. Aktivitas tersebut dia rintis sejak 14 tahun silam. Nama asli Sinyur sebenarnya Asmorejo. Namun, karena pandai memperbaiki radio warga yang rusak, warga desa setempat memanggilnya Pak Insinyur alias Pak Sinyur. Padahal, dia sebenarnya hanya tamatan sekolah rakyat (SR, setingkat SD atau sekolah dasar) di Semarang. Saat berburu tulang-tulang purba tersebut, modal Sinyur cukup peralatan sederhana, yakni dua linggis dan kuas besar. Dia lantas menembus belantara hutan di kawasan situs Sangiran yang berupa tebing dan jurang. Menurut dia, di setiap tempat yang digali, pasti ditemukan tulang-tulang hewan purba. “Kangge kulo mboten angel. Wong kulo nduduk tanah mesti nemu (Bagi saya, menemukan fosil itu bukan pekerjaan sulit. Sebab, saat menggali, saya selalu menemukannya),” ujarnya. Kemampuannya mengidentifikasi tanah yang menyimpan fosil purba tersebut berawal 14 tahun silam. Yakni, ketika Sinyur membeli sebidang lahan tak jauh dari rumahnya. “Tanahe menika kulo paculi pasire, terus disade (tanah itu saya cangkuli pasirnya, terus dijual),” ungkapnya. Rupanya, di balik timbunan pasir tersebut tersimpan banyak fosil purba. Dia sering menemukan potongan tulang

kerbau purba (Bubalus Paleo Karabau), kudanil (Hippopotamus), hingga gajah purba. Namun, yang paling sering ditemukan adalah fosil gajah. Tak heran, selain lewat temuan tulang belulang manusia purba, Sangiran dikenal karena banyaknya penemuan tulang satwa purba berupa gajah. Saat ini, pintu gapura di kawasan museum tersebut juga berupa gading gajah berukuran besar. Gara-gara pengalamannya itu, Sinyur jadi mengenal tanah yang menyimpan fosil tersebut. Selama ini, tanah yang menyimpan fosil selalu ditandai dengan adanya batu padas, yakni batuan putih yang keras dan sedikit pasir. Bila sudah menemukan tanah dengan ciri seperti itu, dia yakin di bawahnya tersimpan fosil. Namun, Sinyur selalu menyerahkan semua temuannya yang berjumlah ratusan ke museum. Padahal, kalau mau “nakal”, dirinya bisa saja menjual temuan tersebut kepada pedagang gelap. Tentu, imbalan yang didapat jauh lebih besar. Banyak kawan Sinyur yang menempuh jalan tersebut. Kehidupan mereka pun kini sudah lebih mapan. Bahkan sampai memiliki rumah keren, mobil mewah, dan bisnis suvenir yang mapan. Akhir-akhir ini, kawasan Sangiran memang dirundung persoalan perdagangan gelap fosil. Warga yang menemukan fosil diam-diam tak menyetorkannya ke museum, melainkan menjualnya ke makelar, lalu ditransaksikan dengan pihak asing. Warga nekat melakukan itu karena dibekap persoalan ekonomi. Hal tersebut tak lepas dari kondisi lahan di Sangiran yang tidak terlalu subur untuk bercocok tanam. Jadilah satusatunya jalan untuk mendapat uang dengan cepat adalah berdagang fosil. Pihak berwenang sebenarnya sudah memasang banyak papan pengumuman berisi ancaman pidana bagi warga yang nekat berdagang fosil. Papan-papan tersebut terpacak di sudut-sudut kampung kompleks situs Sangiran seluas 56 km persegi itu. Tapi, tetap saja pasar gelap perdagangan fosil terus berlangsung.

Namun, Sinyur tak mau menempuh langkah itu. Bagi dia, berburu fosil lalu menyerahkannya kepada pihak berwenang lebih memuaskan batin ketimbang mencari materi. Bahkan, uang yang diterima dari museum kerap dibagibagikan kepada teman-temannya sesama penggali fosil. “Kalau langsung dijual ke pedagang gelap, sebenarnya saya bisa langsung membikin tembok rumah. Tapi, apa ya harus begitu, Rasanya kurang pas,” ucapnya. Oleh museum, fosil gading gajah dihargai tak sampai Rp 1 juta. Padahal, bila dijual kepada pedagang gelap fosil, harganya berlipat-lipat sampai menembus Rp 50 juta. Gara-gara ketekunannya menyetorkan fosil ke museum itu, pihak museum menyebut Sinyur sebagai kontributor alias penyetor fosil paling banyak. Namanya juga masuk dalam sebuah buku perjalanan Museum Sangiran. Kemampuan Sinyur mengidentifikasi tanah yang menyimpan fosil tersebut juga dimanfaatkan para mahasiswa arkeologi untuk belajar. Sejumlah peneliti arkeologi juga kerap bertandang ke rumahnya sekadar untuk berdiskusi soal penemuan fosil tersebut. Para peneliti itu ingin belajar mengidentifikasi tanah yang di dalamnya menyimpan fosil. “Kalau ikut terus, pasti capek. Ada yang pernah ikut, lalu kakinya keseleo. Sebab, naik turun jurang,” ujarnya. Sutanto, seorang warga di kawasan Kalijambe, Sangiran, mengungkapkan, selama ini museum cukup rendah menghargai temuan fosil. “Saya pernah dengar, temuan gading hanya dihargai Rp 250 ribu dan diberi piagam. Padahal, untuk mengangkutnya ke permukaan tanah, butuh waktu sampai dua hari. Ya warga langsung bereaksi, piagamnya langsung disobek-sobek,” ucapnya. Dia menambahkan, menemukan fosil di situs tersebut memang serbadilematis. Selama ini, museum tak selalu mau menerima fosil yang tak utuh. “Namun, bila pecahan fosil dijual ke pedagang gelap, justru jadi masalah. Kami warga jadi serbasalah,” katanya. (ttg)

kerutan itu muncul sebelum waktunya. Dan ini biasanya lebih ditakuti oleh wanita ketimbang pria. Pada saat inilah antioksidan diperlukan. Tapi, apa itu antioksidan? Dalam jurnal kesehatan dijelaskan, antioksidan adalah zat yang berfungsi melindungi sel tubuh dari serangan pengganggu dengan cara menetralkan serangan itu. Serangan itu bisa datang dari luar, seperti dari sinar matahari, polusi, temperatur yang ekstrem, dan cuaca yang ekstrem. Tapi, bisa juga dari dalam tubuh, seperti ketidakstabilan emosi, stres, dan metabolisme tubuh itu sendiri. Bila Anda sering berkontak dengan perubahan cuaca dan polusi, serta sering menerapkan gaya hidup kurang sehat, mengonsumsi antioksidan merupakan hal yang wajib untuk Anda lakukan. Bukan hanya untuk mengobati penyakit yang mungkin muncul, melainkan juga mencegah penuaan dini. Dari mana antioksidan bisa didapat? Cukup banyak makanan, bahkan yang lezat, yang mengandung antioksidan tinggi. Contohnya, buah manggis, beri, apel, plum, kiwi, dan nanas. Juga sayuran segar, seperti bayam, kol merah, brokoli, kentang, kacangkacangan, almond, pistachio, dan kenari. Pada buah manggis, yang sangat tinggi kadar antioksidannya bukanlah daging buahnya, melainkan kulit buahynya.

Menurut hasil penelitian, kandungan kulit buah manggis itu bernama xanthone. Sejumlah peneliti, baik di luar maupun di dalam negeri, telah membuktikan bahwa senyawa tersebut tergolong ke dalam antioksidan tingkat tinggi. Tak hanya untuk mencegah munculnya kerutankerutan pada kullit, senyawa tersebut juga efektif digunakan untuk mencegah kepikunan, inflamasi atau peradangan, serangan bakteri, serangan kanker, bahkan serangan kolesterol tinggi, asam urat tinggi, dan gula darah yang tinggi. Kalau begitu, jika memakan buah manggis, apakah kita mesti memakannya sampai dengan kulit-kulitnya? Tidak begitu. Sebab, sekarang sudah banyak tersedia ekstrak kulit manggis yang mengandung xanthone tersebut. Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi itu, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak

kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di nomor telepon 08124135934 Atau bisa juga mendapatkannya langsung di apotek-apotik di kota Anda. Kendari : Apotik Wua-wua Farma Jl. MT Haryono, Apotik Saranani Jl. Saranani, Apotik Bumi Farma Bundaran Mandonga, Apotik Zafira samping Nusamart Sebelum PLN Wuawua, Apotik Surya Komp. Pasar Baru, Apotik Palopo Komp. Pasar Mandonga. Subdis Unaaha : Apotik Waraka 085241984014, Subdis Konsel: 082195198708, Apotek Salsabila Ranomeeto, Aptk Fahriza Punggaluku, Subdis Baubau: Apotik Trikusuma, 0402-2821207, Raha: Apotik Binter Farma Jl. Yos Sudarso No. 39 Raha (Dpn Bank BNI Raha), Subdis Kolut: 085231246853. Bombana Aptk. Gaskas Kasipute. Subdis Kolaka: 081342605642, Apotik Khaerul Bariah psr baru Kolaka. Pomalaa: Apotik 19 November, Kolaka Utara: Apotik Salsabilah dpn pasar Lasusua, DICARI SUBDIS TIAP KABUPATEN. Konsultasi Bebas Pulsa Hubungi: Dr. Purwati Hp: 08001401430.

Ingin Tidur dengan Bieber Ingin ....... PENYANYI berusia 26 tahun, Ke$ha ingin tidur bersama dengan bintang 18 tahun karena usia pelantun ‘Baby’ tersebut sudah memenuhi aturan hukum. Tapi, ungkapannya ini hanya bercanda. Dia juga ingin melakukan beberapa hal sensasi lainnya dengan penyanyi asal Kanada tersebut yang mana sudah diizinkan sejak ulang tahun terakhirnya. Ketika ditanya Rolling Stone apakah dia akan tidur dengan seorang bintang, Ke$ha menjawab dengan tegas. “Tentu. Tapi tunggu dulu, dia sudah legal belum?

Aku nanti dipenjara tidak?” serunya. Namun, ketika dirinya mengetahui bahwa Justin sudah berusia 18 tahun, maka dia semakin nakal menjawabnya. “Oke, aku mau. Kami akan pergi bersama-sama dan membeli tiket lotre, mengundi, main putt-putt golf. Pokoknya semua hal yang dilegalkan untuk anak usia 18 tahun,” paparnya. Pelantun ‘Die Young’ ini sebelumnya tertawa ketika mendengar bahwa dirinya dikaitkan dengan putusnya Justin dengan Selena Gomez. Dia mengakui, tidak pernah berpikir untuk mencari di luar sana hanya karena ‘hot’nya hubungan Justin yang putus nyambung dengan kekasihnya, Selena Gomez. (cha/ jpnn)


12

Kendari Pos |Jumat, 30 November 2012

Ditangkap Saat Tidur Pulas di Rumahnya Perampok ....... Samsuddin. Aksi mereka diback up seorang aparat keamanan di Kendari. Cerita Ali bermula saat dirinya ditawari oleh rekannya tak lain satu dari tersangka yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO), mengajak untuk mendulang emas secara manual di Bombana. Hanya selang beberapa hari dilokasi ia dibujuk rekannya untuk mencuri emas milik Samsuddin yang berprofesi sebagai penadah emas butiran. Rencana busuk sudah matang. Ternyata Ali tidak mengetahui jika dalam aksi itu rupanya melibatkan delapan orang. Stategi sudah matang, Ali pun tetap melaksanakan tugasnya untuk merampok. Dirinya diberi tugas membantu membuntuti target dengan mengendari sepeda motor. Tepat di Desa Tatangge, Kecamatan Rarowatu Utara Ali menghubungi rekannya yang sudah standbay di pinggir jalan. Target sudah di depan mata, rekan Ali berinisial A dibantu dengan empat lainnya sengaja memasang batang kelapa ditengah jalan. Tujuannya agar mobil yang ditumpangi Samsuddin bisa berhenti. Rencana itu berhasil. Mobil tersebut berhenti dan saat itulah para perampok melakukan aksinya. Ada yang bertugas sebagai pemecah kaca mobil dan ada yang menarik orang yang ada di dalam mobil. Untuk diketahui, dalam mobil tersebut selain Samsuddin ada

juga Musliadi rekan dekat korban dan Ardi alias Copa yang berprofesi sebagai sopir. Dengan mudah para korban dilumpukan. Perempok bersenjatakan kayu dan besi termasuk satu pucuk senjata api milik salah satu aparat keamanan. Seluruh korban berhasil dilumpuhkan dengan cara dianiaya. Untung saja saat itu salah satu pelaku hanya menembakan senjata apinya ke atas dengan maksud agar Samsuddin segera mengeluarkan emas yang dibelinya seberat 10 Kg. Sukses merampas emas, Ali dan rekannya membawa kabur mobil yang digunakan Samsuddin. “Kami sengaja membawa kabur agar korban tidak bisa melapor kejadian itu ke polisi. Rekan saya juga sempat merampas handphone milik korban agar tidak ada komunikasi keluar,” katanya, kemarin sambil merintih menahan sakit di paha kiri karena proyektil yang bersarang. Lebih dari dua kilometer tempat perampokan terjadi para pelaku meninggalkan mobil dan melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor. Pengakuan Ali, uang hasil penjualan emas dibagi sembilan dan masing-masing orang mendapatkan Rp 350 juta. Uang tersebut Ali gunakan untuk menghidupi keluarganya yang ada di Makassar sedangkan dirinya lebih banyak melakukan aktivitas di luar Kota Makassar karena dirinya takut jika polisi akan menangkapnya. Usai membagi rata uang

hasil kejahatan, masing-masing rekannya mengurus diri masing-masing dengan cara pergi ke provinsi lain. Kabid Humas Polda Sultra AKBP Abdul Karim didampingi Kasubdit III DitReskrim AKBP Sugeng Widodo mengatakan, proses penangkapan sangat panjang karena hampir dua tahun tim yang dibentuk Polda Sultra baru saja berhasil menangkap satu dari sembilan orang pelaku. Sebeluma Ali dibekuk, polisi lebih dulu menangkap dua pelaku, jelang dua hari setelah kejadian. Sayang, dua tersangka itu yang kini menjadi DPO berhasil membobol ruang tahanan Mapolres Konawe Selatan. Dari situ kata Karim, polisi mendapat identitas Ali dan seluruh pelaku lainnya. Mendengar informasi dari kepolisian yang berada di Makassar, tim yang telah dibentuk langsung melakukan penangkapan. Proses penangkapan dilakukan pada pukul 04.00 Wita saat pelaku sedang tidur p di rumahnya. Istri dan anak Ali tidak mengetahui jika lelaki yang telah dikaruniai dua orang anak itu melakukan perampokan di Kabupaten Bombana. “Nanti kami tangkap barulah kami menyampaikan kepada keluarga tersangka,” katanya, kemarin. Delapan orang masih dalam pengejaran sementara Ali sendiri diancam hukuman sembilan tahun penjara. Ia melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. (ano/p15)

Jangan Bertele-tele, Diberi Waktu 4 Desember Pilkada ....... bisa tuntas karena waktu. tukas Mahfud yang didampingi dua hakim lainnya, Maria Farida Indrati dan Anwar Usman masing -masing anggota. Pertanyaan ini menurut Mahfud sebuah kesimpulan dari keterangan beberapa saksi yang diajukan penggugat. Mahfud tidak ingin keterangan atau penjelasan baik oleh kuasa hukum maupun saksi disampaikan bertele-tele. Sebab, harus fokus pada inti sehingga bisa dicapai kesimpulan. Intinya, apa yang diketahui itu yang harus

dijelaskan. Menyikapi hal tersebut kuasa hukum KPU Pusat Fadli Nasution mengaku akan menyiapkan semua jawaban terkait permintaan majelis hakim. Katanya, KPU menjalankan pemilihan sesuai dengan UU yang mempunyai dasar hukum kuat. Misalnya terkait keputusan DKPP dalam pengambilalihan yang dilanjutkannya proses tahapan. “Pasti kita akan memberikan jawaban dan itu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh majelis hakim,”tuturnya. Dikatakannya, dua opsi yang diberikan hakim MK memang bisa dikatakan inti dari proses gu-

gatan yang dilakukan. Sehingga pihaknya akan memberikan keterangan berdasarkan UU dan aturan-aturan yang ada dalam Pemilu. Sebab, majelis hakim memang mempertanyakan dasar atau aturan dari proses yang dijalankan sementara lima komisioner dipecat karena melakukan pelanggaran. “Tadi kan Pak Arif Budiman sudah mau jawab, tapi hakim bilang nanti saja pada sidang selanjutnya,”ucapnya. Sidang ketiga akan berlangsung Selasa 4 Desember. Nah di situ pihak termohon akan memberikan keterangan dari semua tudingan. (cr2/nan)

HUT ke-47, Munir Diabadikan Nama Jalan dan Monumen Jakarta,KP Pemerintah kota (pemkot) Batu, Jawa Timur memenuhi komitmennya untuk memberikan simbolisasi bentuk penghargaan kepada warga kebanggaannya, aktivis Hak Azasi Manusia (HAM) alm Munir Said Thalib. Dalam peringatan hari ulang tahun ke-47 Munir pada Desember nanti, akan dihelat pagelaran budaya sekaligus peresmian jalan dan monumen untuk Munir di kota Batu. Kepastian untuk merayakan HUT Munir dengan sejumlah pagelaran seni dan budaya itu disampaikan mantan Koordinator Kontras Usman Hamid di Wisma Aria, Jakarta, kemarin (29/11). Usman menyatakan, perayaan ini sengaja diinisiasi para aktivis HAM dan para seniman untuk memberikan penghargaan kepada Munir. “Ini usaha agar para anak muda terus mengingat, mengetahui dan mengambil inspirasi dari Munir,” ujar Usman. Bersama Usman, tampak istri alm Munir Suciwati, seniman Butet Kartaredjasa, Koordinator Kasum Hendardi, budayawan Goenawan Mohamad dan walikota Batu Eddy Rumpoko. Hari ulang tahun Munir dirayakan setiap 8 Desember. Namun, untuk pagelaran seni dan budaya itu direncanakan digelar pada 2-3 Desember. Menurut Usman, sejumlah seniman Jogjakarta serta musisi seperti Glenn Fredly dan Melani Subono akan tampil dalam pagelaran tersebut. Budayawan Goenawan juga akan menyamapaikan petisi online terkait monumen Munir. “Walikota Batu juga akan mengeluarkan peraturan daerah terkait jalan dan monumen untuk Munir,” kata Usman. Butet menambahkan, latar belakang kegiatan pagelaran seni dan budaya untuk Munir tidak jauh berbeda dengan perjuangan untuk menuntas-

kan kasus pembunuhan aktivis HAM itu. Menurut dia, para seniman ingin mengingatkan kembali akan komitmen pemerintah untuk menuntaskan kasus Munir yang juga menyita perhatian dunia. “Kami ini adalah debt collector kultural. SBY punya utang, pemerintah punya utang. Mereka janji menyelesaikan kasus Munir dengan mengungkap dalangnya,” kata Butet. Menurut Butet, partisipasi anak-anak dan remaja akan dilibatkan dalam pagelaran ini. Setidaknya 5.000 siswa SD akan dilibatkan untuk mewarnai outline wajah Munir. Hasil karya anak-anak itu yang akan dipajang selama pagelaran. “Harapannya, ketokohan Munir akan dikenal anak. Supaya tidak lupa,” ujarnya. Sejumlah pelukis asal Jogjakarta, Joko Pekik dan Nasirun

juga akan terlibat bersama pelukis profesional lainnya. Mereka akan melukis 48 frame outline wajah Munir sesuai ekspresi mereka masing-masing. Lukisan itu nantinya akan dipajang di sejumlah sekolah serta institusi pemerintahan di kota Batu. Goenawan menyatakan, dirinya memiliki pengalaman tersendiri betapa sosok Munir ternyata memunculkan kesalahpahaman. Dalam sebuah momen, dirinya kaget adanya pembicaraan bahwa Munir justru adalah meracun Pollycarpus. Hal semacam itulah yang perlu diluruskan kepada generasi muda. “Kalaun kejahatan tidak diingatkan. Ini akan cenderung berulang,” kata pria yang akrab disapa GM itu. Menurut Goenawan, kekerasan 65 memunculkan pen-

gulangan dalam kasus Munir, dimana seseorang dibunuh tanpa alasan kriminal. Menjadi tanggung jawab kepada siapapun pihak, jika hal semacam itu tidak diapa-apakan. “Mudah-mudahan ini menjadi awal dari banyak hal. Monumen tidak usah besar, tapi yang penting mengingatkan pada generasi muda,” jelasnya. Eddy sendiri mengaku merasa terhormat karena proses sejarah yang akan terjadi. Sosok Munir selama ini menjadi spirit dan motivasi bagi siapapun yang mengetahuinya. Penetapan jalan dan monumen Munir di kota kelahirannya juga akan mempertegas posisi Batu. “Batu selamainiadalahkotawisata,kami ingin menggali potensi sejauh mungkin,” kata Eddy. Saat ini, kata Eddy, memang belum ditentukan dimana akan ditempatkan jalan dan monumen bagiMunir.Namun,dirinyamempersilahkan kepada siapapun pihak untuk memberikan masukan. “Silahkan mau ditetapkan di jalan yang mana,” ujarnya. Tak lupa, Suciwati juga memberikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada mendiang suaminya. Tidak hanya aktivis, kali ini banyak pihak yang berkomitmen melawan lupa dalam kasus Munir. Suciwati memberi apresiasi kepada keterlibatan pemkot yang berencana memberikan simbolisasi kepada Munir. “Ini tidak kalah dengan walikota Den Haag yang juga membuat nama Munir,” ujarnya. Suciwati juga berharap agar proses penegakan hukum atas kasus Munir bisa dilanjutkan pemerintah. Saat ini, terhitung delapan tahun sejak Munir diracun pada 7 September 2004 silam, proses penegakan hukum belumsepenuhnyamengungkap kasus yang sebenarnya. “Meski keadilan masih jauh, ini bagian untuk mendorong supaya diungkap di sisi dalangnya,” tandasnya. (bay/tri)


Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Metro

LPG...

Zebra...

han Desember nanti. Paket konversi yang dibagikan terdiri dari 1 unit kompor, tabung gas ukuran 3 kilogram, selang serta regulator. Sesuai persyaratannya, maka hanya rumah tangga maupun usaha mikro yang belum menggunakan LPG yang kebagian paket konversi sesuai Perpres 107 tahun 2007. Untuk mempersiapkan penyaluran, Rabu (27/11) lalu pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder seperti Pertamina, Pemkot/ Pemkab yang mempunyai kuota, Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas Sultra, konsultan, calon agen LPG dan sejumlah LSM untuk membahas mekanisme pelaksanaanya. Seperti diketahui, dari 407.138 paket konversi minyak tanah ke gas, Kolaka mendapat jatah 82.525 paket, Kolaka Utara 38.011 paket, Konawe 72.237 paket, Konawe Selatan 69.770 paket, Bombana 38.009 paket, Konawe Utara 14. 484 paket, Buton Utara 18.171 paket dan Kota Kendari 73.931 paket. (p1)

yang terpaksa diamankan karena kedapatan tidak membawa surat kelengkapan berkendara. Pengemudi berusia 15 sampai 20 tahun berada diposisi teratas melakukan pelanggaran. Kabidhumas Polda Sultra melalui Dirlantas, AKBP Herukoco mengatakan operasi zebra pertama berhasil memberi teguran tilang pada 54 pengemudi dan 140 pengendara lainnya mendapat teguran karena hanya beberapa asesoris kendaraanya tak lengkap. “Jumlah itu hampir diseluruh jajaran lalulintas Polda Sultra,” katanya, kemarin. Dari pantauan personil yang ada di lapangan dalam operasi zebra tahun ini, cukup banyak pelanggaran dilakukan para penggendara sepeda motor. Dugaan sementara kata mantan Kapolres Cirebon ini pelanggar yang usia remaja pada dasarnya sudah mengetahui jika melakukan pelanggaran. Buktinya, ketika personil menanyakan pelanggaran mereka, rata-rata menjawab, tidak membawa surat kendaraan dan izin mengemudi. “Semestinya, orang tua tidak membiarkan anaknya membawa kendaraan jika belum cukup usia dan memegang izin mengemudi. Kejadian ini sangat fatal karena nyawa anaknya bisa saja melayang percuma karena tidak memahami aturan berlalulintas,” himbau Herukoco, bijak. Sesuai program Mabes Polri khususnya unit kerja Lalulintas, angka pelanggaran tahun lalu naik 20 persen dan tahun ini sudah dilakukan upaya untuk menekan dengan sosialisasi undang-undang berlalulintas di sekolah, pangkalan ojek dan berbagai tempat umum lainnya. (p15/ano)

Hari Ini Natal PGPI Kendari, KP Anggota Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kendari, sore nanti (Jumat 30/11) akan merayakan natal bersama. Ibadah tersebut dilaksanakan di gedung Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Yesus Gembla di Jalan Saranani, Kota Kendari. Menurut Sekretaris Panitia, Pdt. Sri Ekasari Sidupa, S.Th., dalam natal tersebut menghadirkan pengkhotbah dari Surabaya, Pdt. Ronny Daud Simeon, S.Th., MPM bersama penyanyi rohani Maya Uniputty. Sri Ekasari Sidupa Ditambahkan, panitia berharap segenap umat Kristen di Kota Kendari dan sekitarnya menghadiri perayaan natal tersebut. “Tiada yang indah selain bersekutu di rumah Tuhan tanpa melihat denominasi gereja. Kita adalah satu adanya yang senantiasa hidup berdampingan dalam medan pelayanan. Mari kita bersyukur atas karunia Allah lewat perayaan kelahiran Yesus Kristus,” ajak Sri Ekasari. (lut)

15

Permadani... Hal lain yang tidak kalah penting, bagaimana memberdayakan kembali keluarga madani yang kini kehilangan saudaranya. Sebab kata dia, ada juga pihak-pihak yang terpaksa meninggalkan Kota Kendari karena alasan tugas, secara otomatis keluarga yang sudah dibina terputus. Bukan hanya itu, ada juga yang kurang giat mengembangkan diri setelah mendapatkan bantuan dari saudaranya. Padahal kata Dewi, sebanyak apapun materi yang diberikan, jika yang bersangkutan tidak berupaya merubah dirinya, maka nasibnya tetap sama saja. “Kami juga sangat mengharapkan, keluarga madani yang sudah dibantu, lebih giat mengembangkan diri agar bisa meningkatkan taraf hidupnya kearah yang lebih baik,” katanya. (fya)

Listrik... cara langsung membuat proses persidangan terganggu. Namun aktivitas kerja kepaniteraan sangat mengalami hambatan. Seperti proses pengetikan berita acara persidangan yang sudah dilaksanakan,” katanya, kemarin. Keluhan senada juga diungkapkan Hakim PN Kendari, Posman Bakara, SH. Ia mengakui, pemadaman listrik bahkan kerap terjadi saat persidangan masih berlangsung. “Pemadaman selalu terjadi pada pagi hari, sejam kemudian lampunya menyala lagi. Namun tidak cukup berapa jam, padam mati lagi, sehingga membuat para pencari keadilan turut mengalami gangguan,” katanya Humas PLN Kendari, H. Muh Arsyad menjelaskan, terjadinya pemadaman listrik akibat gangguan hujan disertai petir hingga menyebabkan salah satu pembangkit listrik mengalami kerusakan sejak pekan lalu. “Kami lagi menunggu perbaika. Mudah-mudahan dalam seminggu ini rampung sambil menungu protektor pembangkit baru,” jelasnya. (p16)


16

KOMUNIKASI BISNIS

Kendari Pos JUMAT, 30 NOVEMBER 2012

Info Komunikasi Bisnis Hubungi: 0813 4183 3363 / 0852 1931 2198

rumah Kreatif Berkualitas di Kendari

Besok, Suzuki let’s Tampil Perdana di Sultra

Spesialis Desain Interior, Eksterior, Sofa dan Furniture

Pameran di Lippo Plaza Kendari dengan Berbagai Lomba Berhadiah Menarik

Anda yang ingin mendesain rumah, kantor, hotel, ruko, atau penginapan (kost-an) sangat tepat jika langsung menghubungi kami PT. SEI Kendari, spesialis desain interior dan eksterior. Jadikan kualitas pribadi anda lebih bernilai dengan penataan ruang tempat tinggal, aktifitas kerja, dan usaha anda yang elegant, indah serta nyaman. Kami siap membantu anda mengerjakan sesuai keinginan, mendesain lalu mengerjakan dari awal hingga finishing dengan harga fleksibel dan hasil yang berkualitas. Selain itu kami juga menawarkan berbagai produk-produk sofa, dan furniture sesuai pesanan. Sudah banyak kami kerjakan seperti; ruang meeting, kitchen set, kamar tidur, ruang keluarga, kamar anak, ruang toko, dan

SuzuKI Let’s akan tampil perdana dalam pameran eksklusif Suzuki di Lippo Plaza Kendari hari Sabtu (1/12) besok. Tidak hanya Suzuki Lets, pameran tersebut juga akan menampilkan seluruh matic produksi Suzuki. Selain menampilkan berbagai produk andalannya, pihak Suzuki melalui main dealernya PT Sinar Galesong Pratama Cabang Kendari juga akan menggelar berbagai event menarik. Berbagai acara yang akan

lainnya. Hubungi kami PT. SEI Kendari, Jl. A. Yani No. 111 B Lepolepo Kota Kendari. Tim kerja kami sangat berpengalaman dan berasal dari pulau Jawa. Telp. 0401-3196666, 0811400706, 08524237143, 085342530201. (adv)

Water Stick, Kian digemari Masyarakat Sebagai Terapi Air Minum untuk Segala Macam Penyakit

WATEr STICK telah digunakan lebih dari 39.500 orang, Water Stick diakui sebagai terapi air berteknologi Nano Jepang yang berfungsi menyembuhkan berbagai penyakit berat seperti; kencing manis (diabetes), tekanan darah tinggi, kolesterol, kanker, asam urat, batu ginjal, stroke, asma, maag, dapat mencuci darah, membuang racun,

digelar oleh Suzuki, adalah lomba model pasangan serasai Suzuki Let’s dan lomba fotografer model. Pendaftaran kedua lomba ini, gratis dan masing-masing berhadiah uang tunai serta sertifikat dari Suzuki. Untuk lomba model remaja ber pasangan, juara I akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 1.750.000, juara II Rp 1,5 juta, dan juara III Rp 1 juta. Sementara untuk fotografer model Suzuki, juara I akan mendapat uang tunai Rp 1

juta, juara II Rp 750 ribu, dan juara III Rp 500 ribu. Pendaftaran lomba tersebut, bisa langsung menghubungi Event Organizer Intermedia Kendari Pos. Dalam pameran Suzuki itu, juga akan dimeriahkan dengan berbagai games dan kuis berhadiah souvenir. Termasuk, aneka programprogram penjualan menarik lainnya. Suzuki Let’s tersedia dalam dua tipe yakni Let’s Premiun dengan harga Rp 15.470.000 dan Let’s Sporty dengan harga 15.329.000. (adv)

Krishna, Klinik Herbal Mata Dan Ambeien AMBEIEN adalah penyakit yang terjadi pada anus, dimana bibir anus mengalami pembengkakan yang disertai pendarahan. Penyakit ini tidak hanya memberi rasa sakit pada penderita, tapi juga memberikan perasaan minder atau malu. Amebien terbagi dua; ambeien dalam dan ambeien luar. Gejala ambeien dalam, darah yang keluar saat BAB, serta terasa panas dan perih saat BAB. Sedangkan ambeien luar mempunyai gejala keluarnya benjolan saat BAB yang kadang juga disertai darah dan lendir. Ambeien terjadi bisa disebabkan beberapa hal seperti terlalu banyak duduk, diare menahun, kehamilan yang diakibatkan

dan mencegah kanker/tumor. UNTUK KHASIAT NYATA, gunakan Water Stick sebagai alat olahan air minum seharihari karena bisa merubah air minum biasa menjadi air alkalin (basa) sehingga terjaga KESEIMBANGAN ASAM BASA DALAM TUBUH. Harga Water Stick Rp 960 ribu + 1 pch Power Ring (alat terapi Mr.P) dan botol air minum. Pemasaran Villa Ibis Blok B1/5 Kendari, CP: Syaiful Tamburaka 085241673992. Pemesanan luar kota via transfer paket langsung ke alamat. (adv)

Pusat layanan Interior Sehat ala Pijat Refleksi Keluarga Termurah dan Termewah Telah Buka Cabang Gallery Interior Kendari (GIK)

Bombana

PIjAT Refleksi (Pirleks) adalah salah satu pengobatan alternatif yang ampuh, aman, praktis, murah, dan tanpa efek samping. Selain mencegah dan menyembuhkan, juga dapat mendeteksi apakah salah satu organ kita terganggu atau masih sehat. Pengobatan ini menggunakan penekanan pada titik syaraf ditelapak kaki, tangan, badan, wajah dan kepala dengan teknik kekuatan jari-jari yang dapat memperlancar saraf tersumbat dan menormalkan peredaran darah dan fungsi organ tubuh Di kota Kendari, ada 4 cabang Pijat Refleksi yakni, di Jl. Ir Alala (By Pass) No.147 (samping dosmering teratai), di belakang Hotel Horison, di Jl Sao-Sao N0. 289 (depan BTN 1). Dan saat ini cabang baru telah beroperasi di poros A Yani ( samping Lorong Bahagia)

No. 111 A, lepolepo. Selain itu, kini Pijat Refleksi kembali membuka cabang barunya di Bombana, Jl Jend A yani Kelurahan Kasipute (depan Bank Muamalat Bombana). Bandrol pijatan mulai dari Rp 35.000 - Rp 45.000/jam. Untuk layanan pijatan panggilan rumah Rp 55.000/jam. CP: 085299674074, 085396946103. (adv)

layanan Prima, Sulam Alis dan Bibir

AlIS merupakan bagian dari wajah yang sangat mempengaruhi ekspresi maupun kepercayaan diri seseorang dalam penampilan. Seiring perkembangan zaman, membuat alis dalam bentuk ideal dan alami bukan lagi menjadi hal yang sulit. Dengan sulam alis tidak perlu lagi membuang waktu menggunakan

pensil alis. Bangun pagi dengan alis yang sudah indah membingkai wajah dan tak perlu khawatir alis terhapus kena keringat atau air saat mandi. Sulam alis berbeda dengan tato alis, Sulam alis lebih aman dan alami dimana proses pengerjaannya menggunakan alat khusus sehingga hasilnya sangat halus dan tidak kaku, sedangkan tato alis selain kaku juga menggunakan pigmen warna yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, Salon Prima juga melayani Sulam Bibir, bibir lebih indah dan merah tanpa lipstik, sangat cocok bagi anda yang memiliki bibir hitam atau pucat bisa menggunakan jasa ini dan dapat bertahan selama tiga tahun. Salon Prima juga melayani tata rias rambut dan kecantikan. Hubungi Salon Prima Jl. Bunggasi (Poros Anduonohu). (adv)

Cantik Instan Tanpa Operasi

Dengan alat Radio Frequency (RF)

AdA beberapa cara instan yang bisa dilakukan untuk memiliki wajah cantik tapi aman. Caranya, lakukan dengan benar, dan sebaiknya dikerjakan oleh dokter. Al-Ishlah Oriental Medical Clinic adalah Pusat pengobatan dan perawatan kecantikan yang dikelola oleh dr. Ismail. Ditempat ini tak henti-hentinya menyediakan alat canggih dan teranyar demi memanjakan anda dalam pemilihan terapi. Terbaru Al-Ishlah menyiapkan alat Radio Frequency (RF) adalah suatu alat yang menghasil-

kan energi panas yang dapat menembus ke dalam lapisan kulit dalam. Sehingga, kolagen di bawah kulit mengerut lalu mengencang. Selain itu, RF dapat pula membentuk kontur wajah. Misalnya, meniruskan pipi yang chubby, membuat wajah menjadi lebih simetris bagian kiri dan kanan, serta dapat menghilangkan lemak pada leher dan bagian bawah mata yang kendur. Buat Anda yang takut oleh jarum suntik, dapat mencoba treatment ini. RF juga sangat efektif untuk menghilangkan lemak pada perut, lengan, paha, punggung, betis, panggul, bokong, serta untuk pengencangan payudara dan

kebotakan. Al-Ishlah Oriental Medical Clinic, Jl. AM Nasution Poros Andounohu - Pasar Baru, Telp: 0401-3196576. Praktek pukul 09.00-19.00 Wita. (adv)

Hotel Aprilia, Tarif Ekonomi, Fasilitas Ok HOTEl Aprilia adalah akomodasi yang murah, bersih dan nyaman yang berlokasi di tengah kota Kendari. Dengan akses yang sangat strategis, akan memudahkan langkah anda kebanyak fasilitas umum baik itu lembaga pemerintahan, pendidikan, kesehatan, atau pusat perbelanjaan, serta pusat-pusat bisnis lainnya. Dengan konsep minimalis dan modern serta sentuhan natural yang bisa memberikan anda rasa nyaman dan tenang di dalam kota. Hotel Aprilia menghadirkan berbagai fasilitas seperti; TV, AC, Wifi, springbed, lemari, kamar mandi dalam, tarif super

ekonomis sudah termasuk sarapan pagi, free Hot Spot, insentif taxi/ojek Rp 20 ribu setiap antar tamu. Aprilia

berlokasi di Jl. Kosgoro No.25 Baruga, Kendari, Telp: 04013373088, 3193510. Cp: Andi 082190822727. (adv)

Gallery interior kendari adalah distributor wallpaper terlengkap, juga memasarkan lantai kayu, lantai vinyl, karpet tail serta sebagai pusat pembuatan interior ruangan paling murah dan mewah di Kendari. Menariknya, jika anda memesan selama bulan promosi berjalan (hingga 31 Desember 2012) akan mendapatkan potongan harga 10 %. Ditempat ini bahan baku seperti multipleks didatangkan langsung dari surabaya sebagai jaminan kualitas bahan dan bergaransi. Selain harga yang relatif terjangkau, sebagai jaminan kemewahan finishing interior menggunakan bahan stenles still yang akan mempercantik dan memperindah interior

perubahan hormon, faktor keturunan, atau pola makan yang tidak teratur. Kini anda tak perlu khawatir, segera konsultasikan di Klinik Herbal Mata dan Ambeien Krishna yang berpengalaman puluhan tahun. Selain ambeian, krishna juga dapat mengobati penyakit mata katarak, minus, plus, mata berlemak, silinder, dan semuanya dapat disembuhkan tanpa operasi. Klinik Krishna Jl. A Yani No. 24A (depan Planet Elektronik) Hp: 081269669308, 0401-3907716. Hati-hati penipuan yang mengatasnamakan sales dari Krishna, bila ingin berobat langsung kunjungi alamat Krishna. (adv)

anda. GIK siap mengerjakan interior ruangan rumah, kantor, hotel, kafe, restaurant, display pameran, butik, dan lainnya untuk produk kitchen set, partisi, lemari pakaian, lemari arsip, meja kantor, meja rias, meja resepsionist, minibar, display, counter, dan sebagainya. GIK juga menjual berbagai accessoris interior seperti kristal bohemia asli dari ceko, kristal turki, kristal china, lampu-lampu cantik, pot dan guci dari kaca, kayu, keramik, cermin mewah serta berbagai hiasan bunga. Kami beri bukti bukan janji, silakan datang langsung ke showroom GIK di Jl AH Nasution (Poros Anduonohu - Pasar Baru) Tlp: 0401-3194062, 082189424242 ,082191696979, 081342342659. (adv)


Kendari Pos | Jumat, 30 September 2012

Teror Malaysia LAGA penuh gengsi dan pertarhan harga diri antara Indonesia versus Malaysia dilanjutan penyisihan Piala AFF 2012 baru akan berlangsung Sabtu besok (1/12). Tapi, tensi laga kedua negara sudah mulai terasa panas sejak dua hari terakhir ini. Suporter Malaysia sudah mulai menebar terror fisik kepada para pendukung Indonesia yang juga hadir di Kuala Lumpur. Pemukulan terhadap Ketua KNPI Cabang Malaysia, Cabang Malaysia, Sagir Alva yang ikut menonton laga Timnas lawan Singapura Rabu (28/11) lalu. Belum habis cerita soal penyerangan itu, kabar tak elok kembali datang. Kemarin, pendukung Malaysia yang menamakan dirinya Ultras Malaya dikabarkan menghadang dan menyerang suporter Indonesia. Baca INDONESIA di Hal. 18

awa Pos Angger Bondan/J ara Indonesia pertandingan antStadion Bukit onesia sebelum Cup di Para suporter Ind ura dalam kompetisi AFF rajin menebar ini t gap saa ah Sin an rum n tuan melaw Malaysia. Kubu onesia bahkan menganiayaa Jalil, Petaling, orter Ind teror kepada sup

Para pemain melakukan selebrasi, setelah pertandingan melawan Singapura dalam kompetisi AFF Cup di Stadion Bukit Jalil, Petaling, Malaysia, kemarin (28/11). Andik berhasil mencetak gol tunggal kemenangan Indonesia. Angger Bondan/Jawa Pos

Kemenpora Bagi-bagi Alat Olahraga Kendari, KP Kementrian Pemuda dan Olahraga punya gagasan cerdas guna memperkenalkan olahraga sejak dini kepada murid-murid SD di Indonesia. Salah satu bentuknya adalah dengan pembagian paket alat-alat olahraga kepada sekolah-sekolah dasar di seluruh Nusantara, termasuk di Sultra. Sayangnya, jatah untuk Sultra hanya akan dinikmati sekolah di Kota Kendari. Ada sembilan SD di Sultra yang kebagian alat-alat olahraga itu, yakni SDN 7 Kendari, SDN 1, 7, dan 14 Kendari Barat, SDN 1 dan 2 Baruga, SDN 1 Poasia dan SDN 3 dan 10 Mandonga. Kemarin, para calon penerima alat-alat olahraga itu mengikuti sosialisasi terkait 10 paket Peralatan Olahraga Anak Usia Dini (Sport Kids), yang akan dialokasikan untuk Sultra, di sekretariat KONI Sultra. Jenal Aripin, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemenpora RI yang menjadi pembicara di acara itu menjelaskan bahwa peralatan olahraga anak usia dini itu nantinya digunakan untuk melakukan berbagai jenis aktifitas jasmani dan rohani. Katanya, paket Sport Kids itu terdiri dari 14 jenis yakni tas peralatan, bola tonis, bola mini, bola ayun, roket/ rudal, raket tonis, gawang aman, petak lompat, clapper, bilah, cones, gelang raja, buku dan DVD. Dalam sosialisasi tersebut tiap sekolah mengutus sebanyak lima orang yakni satu kepala sekolah dan guru serta tiga orang siswa khususnya kelas V. Selain, penyampaikan teori, teknikteknik dan cara penggunaan perlatan Sport Kids juga diurai termasuk melakukan praktek secara langsung di lapangan. “Alat tersebut, sebagai pendasaran cabang olagraga pada anak. Sehingga, perlu dilakukan pembinaan dan pengembangan anak melalui berbagai kegiatan jasmani dengan gerak dasar umum dan dasar gerak olahraga. Agar anak mendapatBaca MENPORA di Hal. 18

Puji Gol Indah Andik Sukses Andik Vermansyah membawa Indonesia unggul dari Singapura, Rabu (22/11) lalu, tak lepas dari perhatian Vicky Vette. Bintang film dewasa asal Norwegia ini juga menyampaikan harapan spesialnya agar Andik bisa terus mencetak gol. “@andik_vermansah ..... Keep scoring goals xo,” tulis wanita kelahiran 12 Juli 1965 ini melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya, @vickyvette. “#AFF #SuzukiCup #Garuda # Congrats # ~ #Indonesia 1 vs. #Singapore 0 ~ bagus ~ retweet!,” tulis Vette sebelumnya, memuji Vicky Vette kemenangan Skuad Garuda dalam laga tersebut. Sebelumnya, jelang laga antara Indonesia versus Singapura, Vette juga sempat menyampaikan dukungannya pada perjuangan Andik Vermansyah dan kawan-kawan. Melalui kicauannya, Vette berharap Indonesia bisa menang di laga berat ini. “Pagi #Indonesia ~ hope you kick #Singapore’s ass today ~ #SuzukiCup #AFF ~ rt,” tulisnya. Dukungan Vette juga diberikan pada Skuad Garuda jelang pertandingan mereka versus Malaysia, Sabtu (01/12) mendatang. Vette yakin bahwa di laga ini, Andik Vermansyah dan kawan-kawan akan kembali memetik kemenangan. “#BreakingNews #SuzukiCup #AFF #Garuda ~ #Indonesia is going to beat #Malaysia on Saturday ~ rt!!,” Vette menulis. (den/row)

Siapkan Tiga Pemain Pengganti Wahyu JAKARTA-Timnas Indonesia sampai saat ini belum menentukan siapa pengganti Wahyu Wijiastanto pada pertandingan terakhir penyisihan grup B AFF Cup, 1 Desember mendatang. Tapi jajaran pelatih tidak terlalu pusing karena ada beberapa pemain pelapis yang disiapkan di posisi tersebut. Seperti diketahui Wahyu Wijiastanto dipastikan tidak bisa membela timnas saat berhadapan dengan Malaysia nanti. The Big Monster -julukan Wahyu- terkena larangan satu pertandingan akibat akumulasi kartu kuning. Setidaknya ada tiga pemain yang bisa melapis Wahyu di posisi defender. Mereka adalah Handi Ramdhan,

Valentiono Telaubun atau Nopendi. Tapi jika dilihat dari pengalaman bertanding, sepertinya timnas lebih berani memasang Handi Ramdhan. Sementara Valentino bisa dijadikan pelapis Handi, jika cederanya tiba-tiba kambuh. Nopendi sebenarnya juga bisa mengisi defender. Tapi kemungkinan akan dijadikan pelapis bagi Raphael Maitimo yang bisa saja cedera di tengah pertandingan. “Semua pemain sudah ada cadangannya. Wahyu bisa digantikan, Handi, Nopendi dan Valentino,” kata Manajer Timnas PSSI, Habil Marati saat dihubungi via telepon, Kamis (29/11). (abu/jpnn)


18 Indonesia ................ Salah seorang suporter Indonesia yang melihat penyerangan tersebut menceritakan kepada Jawa Pos-grup Kendari Pos-bahwa penyerangan terjadi saat penonton Indonesia hendak pulang dengan menggunakan kereta rel listrik. Saat keluar dari Stadion Nasional Bukti Jalil ke arah stasiun, penonton yang berjumlah belasan tersebut dihadang pendukung Malaysia. “Suporternya langsung dipukul. Mereka cedera-cedera ringan,” ujar Amrizal Pahlevi, salah seorang suporter Indonesia. Selain melakukan pemukulan, suporter Malaysia merampas barang yang dibawa para suporter Indonesia. Untung, mereka bisa melarikan diri dari kejaran para pendukung Malaysia dan segera menghampiri petugas keamanan. “Ada yang diambil jam tangannya. Ada juga yang akan dirampas telepon selulernya. Untung, dia langsung lari,” jelas Amrizal. Sebelumnya, saat laga perdana,

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

suporter Indonesia dan Malaysia memang sempat saling lempar. Untung, petugas keamanan langsung melokalisasi kedua pendukung dan mengamankan mereka saat kembali meninggalkan stadion. Gara-agara anak buahnya dipukuli di Malaysia, Ketua Umum DPP KNPI Taufan EN.Rotorasiko menyesalkan kasus pemukulan dan pengeroyokan terhadap Sagir Alva. “Kami menyesalkan kejadian ini. Bukan karena faktor organisasi, karena kita tidak pernah bermusuhan dengan suporter Malaysia. Ini dikarenakan atas memanasnya suhu supporter saja, dan kita berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali,” katanya dalam pesan elektronik yang diterima JPNN, Kamis (29/11). Menurutnya, pemukulan tidak hanya dialami Sagir semata. Namun juga dialami beberapa supporter warganegara Indonesia yang menonton laga tersebut. Untuk itu menyikapi peristiwa ini, Taufan berharap pihak panitia dapat memperketat pengamanan selama berlang-

sungnya Piala AFF. Terutama terhadap para suporter, baik di dalam stadion maupun di luar stadion. Memanasnya situasi di Malaysia, membuat PSSI khawatir akan keamanan suporter Indonesia yang akan menonton laga Merah Putih versus Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu, 1 Desember mendatang. Untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan, Sekjen PSSI Halim Mahfudz menemui Sekjen Football Associaton of Malaysia (FAM) untuk membangun kerjasama keamanan dan keselamatan supporter. “PSSI juga membahas masalah keamanan dan keselamatan supporter ini dengan Dubes Indonesia di Malaysia,” terang Halim Mahfudz dalam rilis yang disampaikan ke media, Kamis (29/11). Halim juga meminta pendukung timnas yang hadir di stadion untuk menaati aturan dan tata tertib. Ia berharap suporter timnas tidak bertindak provokatif dan tidak terpancing dengan provokasi pihak lain. (abu/gir/aam/jpnn)

Januari, Kejurda Karate Digelar Kendari, KP Indonesia Karate-do (Inkado) Sultra akan melaksanakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) antar Federasi Karate-do Indonesia (FORKI) Kabupaten/Kota se-Sultra yang recananya akan digelar 14-16 Januari 2013 medatang, di Kabupaten Konawe Utara. “Minggu kedua Januari 2013, Kejurda atar FORKI Kabupaten/Kota secara terbuka akan digelar. Iven ini bertujuan, untuk memacu dan memotivasi generasi karate, agar meningkatkan kualitas dan intensitas latihan. Sebab, saat ini prestasi

karate di Sultra makin krisis,” ungkap Sensei, Achmad Wahab, Ketua Shotokan Karate International Federation (SKIF) Sultra. Pendiri Inkado, Forki dan SKIF Sultra ini menilai, jika perguruan karate di Sultra tidak dilakukan pembinaan secara baik, maka perkembangan dan kemajuan karate di Sultra akan sulit dicapai. Sensei mengaku bahwa lemahnya tim karate dapat terlihat pada PON Riau yang tidak medapat medali apapun. Sehingga, itu merupakan bukti bahwa kemajuan karate Sultra masih jauh dari harapan. Dengan iven itu,

dapat melahirkan generasi baru karate dan memacu perguruan karate agar dapat meningkatkan intensitas latihan. Sebab, pesertanya akan diikutkan mulai usia pemula sampai tingkat senior. “Kejurda karate ini, akan diikuti peserta dari semua jenjang. Mulai usia sembilan sampai 39 tahun yakni mulai usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior sampai senior. Olehnya itu, diharapkan pada tiap perguruan karate ditiap kabupaten/kota agar mempersiapkan diri untuk berpartisipasi mengukuti kejurda tersebut,” katanya lagi. (p2)

Persimuna Taklukkan PS Konsel Kendari, KP Tim Persimuna sukses mengalahkan Tim Konsel dengan skor tipis, 2-1 dalam lanjutan babak penyisihan kompetisi divisi 3 Liga Indonesia Wilayah Sultra yang berlangsung di Wanggudu, Konawe Utara. Kemenangan tersebut menjadikan

Persimuna memimpin pool A dengan mengumpul 6 poin selama dua kali berlaga. Salah seorang pengurus Persimuna, Darwi, melalui ponselnya menjelaskan, tim Muna lebih awal unggul pada babak pertama lewat gol yang dicetak Muis, di menit 38. Gol kedua

lahir pada babak kedua melalui kaki gelandang Knan Karva. Sedangkan gol balasan Konsel lahir pda menit ke-85 melalui tendangan pemain dengan nomor pnggung 17. Hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap 2-1 untuk Persimuna. (lut)

Menpora ............. kan pondasi gerak yang lebar dan dapat memiliki keterampilan bergerak secara menyeluruh dan menjadi dasar potensi anak selanjutnya dalam bidang olahraga,” jelas Jaenal. Selain itu, anak buah Andi Malarangeng ini menegaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan untuk menginformasikan adanya produk-produk olagraga usia dini kepada penyedia dan pengguna barang produk peralatan olahraga usia dini baik di sekolah maupun di masyarakat. “Terpenting, dengan alat itu dapat menumbuhkan budaya olagraga kepada anak usia dini di Sultra,” tutupnya. (p2)


Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Kesehatan

19

Enam Mainan yang Baik Buat Anak Jangan sembarangan memberi mainan pada anak Anda, terutama bila mereka masih usia bayi hingga dua tahun. Berilah bayi Anda mainan yang bisa memberikan keterampilan dan mengasah kecerdasannya. Berikut ini mainan yang baik bagi perkembangan anak seperti dikutip dari healthmeup: 1. Blok Blok atau balok selama ini dikenal sebagai mainan yang baik bagi perkembangan anak. Karena blok mampu meningkatkan keterampilan gerak bayi. Umumnya blok dibuat beraneka warna agar mampu menarik perha-

tian bayi. Bahan pembuatnya pun beraneka ragam, dari kayu atau yang berbahan halus. Selain blok, cangkir tumpuk aneka warna juga bisa Anda berikan 2. Baby Mobile Baby mobile adalah mainan yang biasa digantung di boks bayi dan mengeluarkan musik. Mainan ini bermanfaat bagi bayi untuk merangsang penglihatan dan pendengarannya. Selain itu mainan ini akan meningkatkan konsentrasi bayi dan kemampuan mengenali suara. Karena bayi berusaha menyentuh

objek mainan yang bergerak berputar, maka bisa membantu merangsang kemampuan motoriknya. 3. Cermin Bayi suka melihat bayi lain maupun diri mereka sendiri. Karena itu berikan bayi Anda cermin yang terbuat dari bahan aman. Cermin menjadi sumber hiburan dan bisa meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenal wajah dan keterampilan aktivitas sosial. Cermin juga baik untuk meng embangkan

fokus visual. 4. Musik Mainan Mainan yang bisa mengeluarkan musik lembut mampu mempengaruhi perkembangan otak bayi. Jadi Anda bisa memberikannya piano mainan atau menggantungkan wind chime atau genta angin di tempat tidur bayi. Sehingga bayi akan lebih rileks saat tidur, dan siapa tahu saat besar nanti dia akan menjadi musisi. 5. Bola Bola adalah mainan favorit bayi. Berikanlah bayi Anda bola mainan berwarna cerah yang terbuat dari bahan lembut. M e lempar b o l a b i s a meningkatkan kemampuan bayi mengam-

bil sesuatu, serta meningkatkan koordinasi fisik dan penglihatan. Mainan yang terbuat dari bahan lembut dan memiliki aneka warna dengan desain beragam yang menarik juga bisa diberikan. Misalnya mainan berbentuk kupu-kupu atau bunga. Mainan ini akan meningkatkan kemampuan indra peraba dan kemampuan memegang sesuatu.

6. Tikar aktivitas Tikar warna-warni dengan aneka gambar atau huruf dan tekstur ini baik untuk perkembangan bayi Anda. Kenalkan mainan ini saat bayi Anda mulai belajar duduk dan berdiri. Tikar aktivitas ini akan membantu mengembangkan koordinasi tangan dan mata, ketajaman penglihatan, kontrol otot dan kemampuan motorik lainnya. Tikar ini juga bisa menguatkan otot lantaran bayi sibuk bergerak di atasnya.(dtc)


20

Kendari Pos | Jumat, 30 November 2012

Mama Sumber Inspirasi SoSok seorang ibu merupakan sumber inspirasi bagi Amalia. Ibunda Amalia adalah pahlawan bagi keluarganya, khususnya setelah Ayahnya meninggal, tentunya wanita yang mengandung dan melahirkannya adalah segala galanya. Keberadaan ibu membuat Amel berpikir bila perempuan jangan hanya tergantung kepada suami. Memang wanita secara kodrat menjadi pendamping suami dan mengurus keluarga. Toh tidak ada salahnya perempuan berpenghasilan. “Contohnya setelah Ayah saya meninggal, mama saya harus banting tulang membesarkan kami dengan segala keterbatasannya. Hal itu yang menginspirasi saya dikemudian saya harus bekerja dan “Mama yang berpenghasilan sendiri,” hanya seorang ibu kata Amalia bersemangat. rumah tangga dan Sepenginggal ayahnya, Amalia bisa merasakan harus membesarbeban yang ditanggung kan ke tiga ibundanya. “Mama yang anaknya hanya seorang ibu rumah tangga dan harus membesendiri sarkan ke tiga anaknya sendiri. Inilah tekad saya bahwa saya ingin menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua dengan membahagiakan ibu saya, walapun saya harus menjadi tulang punggung keluarga,”ucapnya. Dalam mengambil keputusan dalam hidupnya dirinya tidak pernah berpikir untuk melakukannya sendiri tapi selalu melakukan diskusi dengan ibunya. Bila ibu Amalia tidak memberikan izin, Amalia pun tidak melakukannya. “Kesuksesan saya adalah ridho dari mama. Mama juga yang paham tentang saya sejak lahir, jadi apa yang menjadi keputusannya adalah hal terbaik bagi saya,” katanya. (Strilda/Sulis)

Amalia Astrid Regina

Lahir : Kendari, 22 Juni 1991 Kerja : Reception Hotel Horison Kendari

Prilaku Buruk Pengaruhi Kecantikan Sebagian orang secara fisik terlihat cantik, tapi bila prilakunya tidak baik, akan nampak pada kecantikan fisiknya itu. Apalagi sebagai pekerja yang selalu berkomunikasi dengan orang banyak, prilaku dan tutur kata yang baik menjadi tuntutan. Menurut Amalia kecantikan itu harus seimbang. Kecantikan dari dalam maupun luar, saling mengisi. Apalagi dengan bekerja sebagai receptionis tentunya semua itu menjadi keharusan bagi Amalia. “Walau cantik fisik, tapi tidak dibarengi dengan cantik dari dalam melalui cara bertutur kata, pikiran yang selalu negatif tentunya akan mempengaruhi kecantikan fisik. Begitupun sebaliknya, walaupun kecantikan dari dalam sudah bagus namun tampilannya acak-acakkan tentunya akan membuat penampilan tidak menarik,” ungkapnya sambil tersenyum. Untuk menjaga kebugaran Amalia menjaga kesehatannya. Menjalani pola hidup sehat selalu dilakukannya agar bisa bekerja sesuai tanggung jawabnya. Misalkan menkonsumsi makanan yang cukup dan bergizi, termasuk banyak mengkonsumsi air putih. (Strilda/Sulis)

Pilih Hotel, Karena Menjanjikan Setelah tamat SMP, Amalia Astrid Regina, sudah punya niat untuk bersekolah kejuruan. Nah melihat geliat perhotelan bakal menjanjikan, dia memilih sekolah di SMK N 3 Kendari, jurusan perhotelan. Sesuai keinginannya selesai tamat dari SMK, keberuntungan menyapanya. Hotel Horison Kendari melakukan perekrutan karyawan yang secara khusus dilakukan di sekolahnya. Saat itu dirinya ikut mendaftar. “Alhamdulilah saya diterima dan diberangkatkan pelatihan selama satu bulan di Hotel Horison Makassar. Setelah itu kami langsung kembali ke Kendari dan bekerja, saat Hotel Horison Kendari resmi beroperasi pada

September 2009,” ungkapnya bangga. Bisa berkarir bagi Amalia adalah sebuah keuntungan. Toh itu yang menjadi orentasinya selama ini. Dirinya memang ingin Mandiri sehingga bisa membantu perekonomian keluarga. Terlebih ayah Amel sudah meninggal sejak dirinya duduk di bangku SMP. Terlebih ibu Amel bukan wanita karir, sehingga lumayan berat untuk membesarkan anak-anaknya. “Hal inilah yang memotivasi saya untuk melanjutkan ke SMK N 3 Kendari dengan mengambil jurusan perhotelan. Harapan saya bisa membantu perekonomian keluarga,” paparnya. Bekerja sebagai reseption, keseharian Amel harus berhubungan dengan tamu hotel baik yang hendak cek in, cek out atau reservation. Semuanya dijalani Amel untuk bekerja dengan setulus hati. “Jadi kita bekerja enak. Bahkan tak jarang ada tamu yang menawarkan untuk kerja di tempat lain, tapi saya menolak karena saya merasa nyaman kerja di Horison. Menjadi recetionis di hotel juga,bisa membuay saya memiliki relasi yang luas,”ujarnya. (Strilda/ Sulis)


JUMAT, 30 NOVEMBER 2012

Iklan

21


22

Iklan

JUMAT, 30 novemBer 2012


23

Kendari Pos | jumat, 30 NOVEMbEr 2012

Partisipasi Perempuan Dalam PnPM MPd di Persimpangan (Opini dalam Perspektif Autokritik Program)

Seiring dengan berkembangnya dinamika sosial, PNPM Mandiri Perdesaan sebagai salah satu program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat juga melakukan perubahan-perubahan kebijakan untuk merespon dinamika tersebut. Sebagai program yang manganut prinsip transparansi dan partisipasi, maka program ini sangat terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat untuk memberikan kontribusi serta berpartisipasi dalam upaya perbaikan implementasi program agar pencapaian tujuan program dapat lebih efektif (tepat sasaran, waktu dan tepat guna) PNPM MPd termasuk salah satu program yang cukup lama, sehingga tidak heran, entah itu kebetulan atau memang begitu adanya, di saat mencoba mangangkat tema pembicaraan informal tentang PNPM, khususnya pada level masyarakat, maka akan menuai respon entah itu positif atau negatif. Dalam perjalanan dinas menujua ke salah satu kabupaten lokasi PNPM MPd dengan menggunakan transportasi umum, di atas kendaraan menuju Kabupaten Konawe Utara kami berbincang dengan pak supir,,,,,,,, Supir :Bapak orang baru yach di kendari, Saya :Ya,……. Supir :Kerjadimana Pak,.. Saya : PNPM Mandiriperdesaan Supir :Istri saya minjam dana SPP di Kecamatan Sawa Saya : Oh ya,,,,, sudah lama minjam SPP Supir :dua bulan lagi baru lunas,,…. Dan nanti kami pinjam lagi Rp 5 jt, apa boleh Pak ? Saya : Boleh,……….. yang penting sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mengembalikan, nanti Bapak dan keluarga susah, bukannya SPP membantu Supir :Iyapak, kami mintatambahkarenamenurutistritidakcukupkalauhanyaRp 2 jt Saya : Apausahaistrinya,,,,,,,,, Supir :Jualankecil-kecilpak, tapi Pak,,,,,,,,, sayadengardariistri,, di Kecamatan Sawa banyak menunggak SPPnya, Ibu-ibu tidak mau mengembalikan……….. ibu guru lagi yang tidak mau mengembalikan, pegawai negeri yang ada penghasilan tetapnya setiap bulan Saya :Ooooo,…..begitu pak,,,,,,,,, bagaimana menurut Bapak tentang kelakuan ibu-ibu yang tidak mau mengembalikan pinjaman SPP ???? Supir :Tidak benar itu pak,,,,,, dana SPP tidak sama dengan KUT dan bantuan pemerintah yang lain selama ini Saya :maksudnya….! Supir : PNPM ada pengurusnya di Desa dan kecamatan, ada pengawasnya atau………. Bapak PENGAWASNYA. Susah Pak,,,,kalau yang minjam orang “gede” tidak mau mengembalikan mungkin mereka tahu aturannya Saya : “Bukan”,……..saya tugas di Propinsi, sekali-sekali melihat kegiatan di desa dan kampung dan selanjutnya karena cara bawa kendaraan pak supir tadi tergolong tenang sehingga di tengah-tengah pembicaran tidak terasa saya tertidur, hingga sampai di tujuan, sehingga tidak ada kelanjutan pembicaraan tadi. Dari cerita dengan Pak supir menunjukkan bahwa kegiatan SPP masih dibutuhkan oleh masyarakat, terutama kaum perempuan. Peranan modal usaha melalui kegiatan SPP ini masih dirasa cukup membantu menopang keluarga atau suaminya

yang kebetulan berprofesi sebagai supir. Secara kuantitatif, data yang tercatat sebagai pemanfaat aktif pada tingakat Propinsi Sulawesi Tenggara sampai dengan periode Oktober 2012 yaitu sebanyak 12.757 kelompok. Bila asumsi dalam setiap kelompok memilii keanggotaan minimal 5 orang, maka paling tidak terdapat 63.785 perempuan atau istri yang turut membantu menopang keluarga. Sementara bila kelompok ini dikategorikan menurut jenis kegiatannya, maka data menunjukkan bahwa kegiatan Simpan Pinjam terdiri dari 1.006 kelompok, Aneka Jasa 798 kelompok, Perdagangan Umum 1.488, Industri RumahTangga 104 kelompok, Pertanian 164 kelompok, Peternakan 31 kelompok da n Perikanan 166 kelompok. Total dana /aset produktif pada tingkat provinsi sebesar Rp 250.279.727.789 yang tersebar di 176 UPK kecamatan lokasi PNPM MPd. Nilai ini memang tergolong cukup fantastis bagi sebuah lembaga keuangan mikro berbasis pemberdayaan masyarakat dengan model pengelolaan masih konvensional, akan tetapi terlepas dari kelemahannya prosentase pengembaliannya masih tergolong cukup baik, yakni mencapai 86,9 %. Apalagi kalau melihat data dalam skala nasional, tentusaja juga akan mengunandang perhatian seluruh pihak untuk menysun strategi pengendalian dan pengamanan aset-aset negara dan masyarakat. Nilai dana bergulir kegiatan SPP dalam skala nasional sudah mencapai angka kurang lebih 7 triliun. Prestasi dan Prosentase pengembalian yang relatif cukup baik tersebut tentunya juga tidak terlepas dari berbagai dinamika permasalahan pada tingkat implementasi lapangan, baik yang terkai dengan keslahan prosedur, penyalahgunaan wewenang hingga pada permasalahan penyalahgunaan dana oleh oknum-oknum tertentu. Realitas inilah yang mengundang pihak pemangku kepentingan di tingkat nasional untuk merevitalisasi aturan-aturan main dalam pengelolaan dana bergulir tersebut yang dalam bahasa program disebut sebagai “Errata” dalam upaya meminimalisasi terjadinya penyimpangan-penyimapngan yang terjadi dalam pengelolaannya. Pada bulan September 2012 National Management Consultan (NMC) telahmengeluarkan Draft Petunjuk TeknisTambahan Usulan kegiatan SPP dan Pengelolaan Dana Bergulir (ERRATA PTO PENJELASAN 10). Latar Belakang dikeluarkannya Errata ini yaitu: 1) Lemahnya kinerja keuangan 2) Refitalisasi kelembagaan UPK 3) Penguatan kelembagaan pendukung 4) Penataan system perguliran 5) pengendalian Tujuan dari Errata PTO Penjelasan 10 yaitu: 1. Menguatkan status kepemilikan oleh masyarakat terhadap kegiatan dana bergulir. 2. Penyempurnaan PTO Bab : KebijakanPokok - Point 1.7.3 Mekanisme Usulan Program, PTO Penjelasan IV Bab: 4.5 – Kegiatan Simpan Pinjam untuk Kelompok Perempuandan Penjelasan X : Pengelolaan Dana Bergulir. 3. Menegaskankebijakanpelestarian program PPK dan PNPM Mandiri Perdesaan tentang pengelolaan dana bergulir. 4. Mendorong penguatan kelembagaan UPK untuk lebih meningkatkan cakupan pelayanansesuai dengan jumlah dana yang dikelola dan jumlah kelompok yang dilayani. 5. Mengurangi permasalahan akibat kurangnya kapasitas pengelola dana ber-

gulir terkait dengan jumlah dana yang dikelola. 6. Meningkatkan akuntabilitas UPK pengelolaan dana bergulir terkait dengan jumlah dana yang dikelola. Errata PTO Penjelasan 10 memuat halhal sebagai berikut: 1. Pendanaan usulan SPP a. Persyaratan pendanaan usulan SPP b. Mekanisme Proses Keputusan Pendanaan 2. Penataan Pengelolaan Kelembagaan UPK a. Cara-cara pengelolaan administrasi keuangan dan pelaporan di UPK khususnya untuk UPK dengan Permodalan diatas 2 Milyar. b. Penyesuaian terhadap struktur / Bagan Organisasi UPK. c. Sumber Pembiayaan operasional UPK. 3.Sistem Pengangkatan dan pemberhentian pengurus UPK 4. Masa Kerja kepengurusan di UPK 5. Ketentuan Honor dan Tunjangan Pengurus UPK 6. Tata cara penyaluran dana bergulir 7. Supervisi fasilitator 8. Pelaksanaan audit eksternal kegiatan dana bergulir 9. Penataan AD/ART dan SOP UPK Dengansegalaketerbatasan kami memberikan beberapacatatan yang terkaitdengan Errata Penjelasan 10 danbagaimanaimbasnyakhususuntuk PNPM MPdPropinsi Sulawesi Tenggara. 1. Masa kerja Pengurus UPK 2. Pembayaran honorarium dan tunjangan pengurus UPK 3. Pra syarat untuk mengakses dana BLM untuk kegiatan SPP (idle capital tidak lebih dari 15 % dan Non PerformanceLoan tidak lebih dari 10 %) 4. UPK yang sudah memiliki dana perguliran minimal 2 miliar maka “diwajibkan” menggunakan jasa Akuntan Publik sebagai pra syarat untuk mengkases dana BLM PNPM MPd Apapun itu alasannya sebagai konsultan harus mengawal dan memastikan kebijakan ini disosialisasikan serta diimplementasikan, namun tidak ada salahnya jika mencoba menyampaikan opini terhadap hal ini, meliputi : a. Kerangka berpikir penyusunan Errata ini berangkat pada sebuah realitas hasil supervisi negatif, sehingga ada upaya penjegalan dan pembelengguan kreatifitas UPK, baik UPK dalam dimensi lembaga keuangan mikro maupun UPK sebagai lembaga sosial kemasyarakatan.Aturan ini terkesan seolah-olah menjadi sebuah “trap” atau perangkap atas ke-frustrasi-an melihat fenomena dan fakta UPK secara nasional mengelola dana yang jumlahnya cukup fantastis, nyaris menembus nilai alokasi BLM PNPM MPD Tahun Anggaran 2012. b. Mungkin ada benarnya bila melihat fenomena yang ada bahwa kecenderungan pemgurus UPK yang sudah lama makin cerdas saja untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan dogma, nilai-nilai dan prinsip PNPM yang selama ini menjadi doktrin, akan tetapi dengan membatasinya juga bukan merupakan jaminan akan terhindarkan dari ancaman itu. Saya sepakat dengan pesan Bang NAPI bahwa “kejahatan itu muncul bukan karena ada niat dari pelaku akan tetapi karena ada kesempatan”. Semoga saja tidak disimpulkan bahwa makin lama seseorang menjadi Fasilitator, Konsultan dan atau pengurus UPK makin mempunyai banyak kesempatan dan niat

untuk melakukan kejahatan. Jika demikian adanya, berarti persoalannya bukan pada lama atau tidaknya seseorang bekerja pada suatu organisasi atau lembaga yang membuat seseorang cenderung berbuat kriminal. Olehnya itu, jika pembatasan masa kerja pengurus UPK hanya didasarkan pada kasus-kasus negatif misalnya penyalahgunaan dana, penyalahgunaan wewenang dan sebagainya, itu kurang tepat. Beberapa kasus yang terjadi memang kebetulan oknum pelakunya adalah pengurus UPK lama, akan tetapi di beberapa kecamatan juga pengelolaan dana bergulirnya cukup baik yang dikelola oleh juga pengurus UPK lama. Jadi sebenarnya apa yang menjadi pokok permasalahan ??????? Saya berpendapat bahwa ada benar memang pesan Bang napi, perihal Niat, sudah pasti hampirsemua orang berpotensi memilikinya dengantidak mengenal baru atau lama, yang paling menentukan adalah masalah kesempatan. Kesempatan itu bisa tercipta karena memang sistim pengendalian dana yang masih rapuh, kelembagaan lainnya belum berperan aktif atau bahkan mungkin justru lebih disebabkan oleh kelalaian dan lemahnya Fasilitator/konsultan dalam pengendalian dana. Adalah tidak fair dalam perspektif pemberdayaan masyrakat,…… kelemahan, kelalaian dan atau kesalahan fasilitator/konsultan itu kemudian dilemparkan ke orang lain. Mudah-mudahan saya tidak terlalu berhalusinasi dan paranoid yang berlebihan terhadap impact yang akan muncul ketika kebijakan pembatasan masa kepengurusan UPK. Jika dihubungkan dengan fenomena pembatasan masa jabatan Kepala Daerah secara umum pada periode pertama digunakan untuk balas jasa, balas dendam, mengembalikan modal dan tebar pesona agar dapat terpilih pada periode berikutnya. Pada periode kedua, menjadi ajang gambling, mengumpul harta, korup dan sebagainya karena tidak ada lagi harapan serta hak untuk ikut dipilih kembali. Ketika realitas ini menular ke cara berfikir masyarakat tentang jabatan pengurus UPK, maka dari sekarang kita sudah harus mempersiapkan armada dan kru pemadam kebakaran. c. UPK dalam dimensi sebagai lembaga keuangan mikro, dengan segala bentuk keunikan dan keterbatasannya, tentu saja diharapkan dapat bertumbuh kembang dan dikelola secara profesional oleh pengurusnya. Saya sepakat bila kebijakan program memberikan pembatasan UMP kepada pengurus UPK dalam dimensi jabatan UPK sebagai Social worker. Akan tetapi, ketika kita mengharapkan mereka bekerja profesional, maka tidak ada pembatasan maksimal lagi terhadap istilah UMP. Jika menggunakan rujukan legal formal UMP berarti semangatnya adalah jangan sampai ada orang yang bekerja dibayar dibawah upah yang ditetapkan provinsi, setahu saya tidak ada pembatasan maksimalnya, karena akan jadi rancu penerapannya. Seperti yang pernah saya diskusikan, untuk mendorong peningkatan kinerja pengelolaan dana bergulir secara profesional dan proporsional mungkin lebih arif bila dasar pembayaran tunjangan dan honorarium pengurus adalah total pendapatan (jumlah dana yang dikelola), kinerja idle money dan NPL. Efisiensi belum tentu efektif. d. Dalam upaya mendorong peningkatan kinerja pengelolaan dana bergulir secara profesional, kebijakan syarat mengkases dana BLM untuk kegiatan SPP berbasis nilai atau prosentase idle money dan NPL, menurut saya setuju dengan hal tersebut. Namun bila penerapannya dilakukan pada

Tahun Anggaran 2013, maka gambaran kondisi Provinsi Sultra sekarang ini setelah dianalisis oleh FMS Sultra dari 176 kecamatan, hanya 54 kecamatan (30 %) yang memenuhi syarat aspek idle money, dan 43 kecamatan (24 %) yang memenuhi syarat aspek NPL. Bila menggabungkan kedua aspek syarat tersebut, maka hanya 15 kecamatan (8 %) yang memnuhi syarat untuk mengakses dana BLM untuk kegiatan SPP. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan kegiatan PNPM MPd, kegiatan SPP merupakan salah satu kegiatan yang memberikan kontribusi tertinggi dalam mendorong tingkat partisipasi perempuan. Bila kebijakan ini diterapkan dan tidak ada langkah-langkah strategis yang dilakukan pada tingkat lapangan untuk keluar dari kemelut ini, maka sudah dapat dipastikan bahwa tingkat partisipasi perempuan dalam pelaksanaan kegiatan PNPM mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2013 akan menurun drastis. Pertanyaan kemudian muncul bahwa apakah kebijakan ini justru tidak berdampak pada pembatasan partisipasi perempuan ? Seyogyanya sebelum kebijakan ini diterapkan, program telah mempersipakan infrastruktur aturan yang memberi kesempatan kepada perempuan untuk keluar dari masalahnya, misalnya kebijakan bilamana suatu kecamatan tidak dapat mengakses dana BLM untuk kegiatan SPP karena terkena penalty, maka ada “subtitue activiies” bagi perempuan contohnya kegiatan penguatan kapsitas bagi kelompok perempuan yang alokasinya menjadi mutlak sebagai bentuk keberpihakan program kepada perempuan.. Bahwa persyaratan bagi UPK yang telah memiliki dana perguliran lebihdari 2 milyar untuk mengakses kegiatan SPP melalui dana BLM (bantuan Langsung Masyarakat) adalah UPK ini terlebih dahulu hasur diaudit oleh Akuntan Publik yang pembiayaannya bersumber dari dana Operasional UPK. Kebijakan ini, dalam dimensi UPK sebagai sebuah lembaga keuangan mikro, sangatlah tepat, oleh karena program telah memberikan peluang pengembangan UPK lebih lanjut. Akan tetapi , dalam bingkai UPK sebagai lembaga sosial berbasis pemberdayaan masyarakat, pelibatan dan optimalisasi peran kelembagaan yang telah dibentuk juga harus dipikirkan. Pada dasarnya, secara infrastruktur kelembagaan yang dibangun dalam organisasi / kelembagaan UPK sudah cukup baik, dengan membentuk Badan pengawas (BP) UPK, Tim verifikasi, dan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), namun pada tataran impelemntasi tupoksi masih sangat kurang keterlibatannya. Rendahnya keterlibatan dan pelibatan kelembagaan lainnya disebabkan oleh bebrapa faktor, antara lain, ketidaktepatan personil atau pengurus, proses penguatan melalui pelatihan-pelatihan yang kurang tepat, alokasi pembiayaan untuk operasional masih dinilai rendah dan sebagainya. Olehnya itu, dalam rumusan kebijakan Errata ini, aspek-aspek tersebut juga seyogyanya menjadi perhatian untuk diatur lebih lanjut. Sebagai pemerhati sekaligus penggiat pemberdayaan masyakat, opini ini diharapkan dapat mendapatkan respon dari seluruh pihak untuk peningkatan kualitas kinerja pengelolaan dana bergulir pada khususnya dan PNPM Mandiri Perdesaan pada umumnya. Penulis : Suwardi Abubakar (FMS PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Sulawesi Tenggara)


24

Iklan

JUMAT, 30 novemBer 2012

Kendari Pos Edisi 30 November 2012  

E_Paper Kendari Pos

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you