Issuu on Google+

2013

IPMA

Harga Eceran Rp. 4.500,-

Pengaduan dan Langganan 0401-3126515/082193377789

Kendari Pos |Selasa, 28 Mei 2013

Agar OS Tidak Ikut PT Kurang Sukses Bersama

Hidayatullah Ketua KPU Sultra KoMISIoNER KPU Sultra sudah memilih ketuanya kemarin. Dia adalah Hidayatullah. Dia mengalahkan rivalnya La Ode Abdul Nasir Moethalib dan Andi Sahabudin. Proses pemilihan dilakukan voting. Awalnya, empat pasangan berniat maju. Namun, Iwan Rompo mengundurkan diri. Dia pun mengarahan dukungan pada Dayat-sapaan akrab Hidayatullah. Sedangkan Dayat sudah mendapat dukungan dari Tina Dian Ekawati. Posisi ini menguntungkan karena sudah mengantongi 3 suara, dari 5 suara. “Posisi tiga satu, sehingga saya terpilih secara sah. Kawan-kawan kemudian dengan berbesar hati dan dewasa memberikan kepercayaan kepada saya. Ini akan saya terima dengan ikhlas, juga dijalankan penuh rasa tanggungjawab,” tuturnya, setelah terpilih di Hotel Borobudur Jakarta, kemarin. Langkah awal yang akan dilakukan komisioner melanjutkan tahapan Pemilu yang sedang berjalan, kemudian pemutakhiran data pemilih, pencalonan dan kampanye. “ Kita juga akan mengagendakan fit and proper test bagi Kabupaten Kota termasuk terkait tugas tata kelolah organisasi dan menajemen KPU, karena ini pengalihan tugas ke periode yang baru,”katanya. (cr1)

SELURUH direksi BUMN dapat tambahan tugas baru yang sangat rumit: memperbaiki sistem alih daya atau outsourcing (OS). Langkah ini dilakukan sambil menunggu apa yang akan dibahas dan diputuskan panitia kerja (panja) Komisi IX DPR. Sesuai dengan hasil rapat kerja Komisi IX DPR dengan menteri tenaga kerja dan transmigrasi serta

Oleh DAHLAN ISKAN Menteri BUMN

(79)

menteri BUMN dua bulan lalu, komisi IX memutuskan untuk membentuk panja guna membahas seluruh sistem ketenagakerjaan di BUMN. Saya merasa beruntung pernah “disekolahkan” menteri BUMN sebelum saya, Pak Mustafa Abubakar, untuk menjadi Dirut PLN, sebuah BUMN yang juga banyak menggunakan OS. Dengan demiki-

an, saya tidak perlu lagi mempelajari apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan, waktu itu saya merencanakan untuk mengurus OS pada tahun ketiga masa jabatan saya di PLN. Sayangnya, belum lagi genap dua tahun, saya sudah harus meninggalkan PLN. Baca SISTEM di Hal. 11

Gagal (Lagi) Pemekaran jakarta, KP Pemekaran daerah otonom baru (DOB) di Sultra makin jauh dari harapan. Gagal lagi dan lagi. Penyebabnya terjadi deadlock saat membahasan di DPR RI kemarin. Padahal perwakilan Sultra seperti Wagub Saleh Lasata, Ketua DPRD Rusman Emba, Bupati Muna dr Baharuddin, perwakilan Buton dan anggota DPD dari wakil Sultra hadir dalam forum resmi itu. Deadlock karena tiga anggota komisi II penyoal komentar La Ode Ida di berbagai media yang dinilai merugikan. Misalnya soal gagal pemekaran karena ada transaksional. La Ode Ida membantah mengatakan itu. Kendati begitu, tiga anggota komisi II DPR RI keluar dari ruang rapat. Mereka adalah Janun Ahmadi, Miryam S Haryani dan Gamari sehingga menjadi tidak korum. Alasan mereka juga karena risih pemberitaan seolah-olah ditundanya pemekaran Musi Rawas Utara yang mengakibatkan jatuhnya korban karena hambatan dari pihak DPR. Awalnya, ketua Komisi II Agun Sudarsa menyampaikan beberapa persoalan sehingga empat DOB di Sultra belum dimekarkan. Misalnya, polemik tapal batas, penempatan ibu kota, Baca GAGAL di Hal. 11

Bupati Muna (baju abu-abu) berbincang dengan pimpinan komisi ii dPR Ri dalam rapat doB di ruang komisi ii kemarin.

SELEBRITI

kp

Andik -Bonai Diserbu Penggemar

Venna Melinda

Akhirnya Ketemu Anak

Kendari.KP Kedatangan Andik Vermansyah dan Titus Bonai mencuri perhatian ribuan suporter yang memadati Stadion Lakidende, kemarin(27/5). Meskipun kedua pemain Timnas tersebut Baca TIMNAS di Hal. 11

PRoSES perceraian antara Venna Melinda dan Ivan Fadilla membuat model yang juga anggota DPR RI itu sulit menemui anak. Namun setelah melakukan upaya, Venna akhirnya bisa ketemu anak. Sebelumnya pihak Venna Melinda menemui Komisi Perlindungan Anak suwarjono/kp

Suasana jumpa fans dan pers confrence di Aula Graha Pena tadi malam,yang dihadiri penggemar kedua pemain.

Baca ARTIS di Hal. 2

Kolesterol Tinggi Bisa Menimbulkan Kemandulan dan Keloyoan Di tulisan yang lain, kita sudah menjelaskan manfaat kolesterol bagi perkembangan otak Baca SEHAT di Hal. 11 dan kelancaraan kerja usus. Dan sekarang, ayang akan dibahas adalah manfaatnya terhadap organ seksual. Kolesterol juga merupakan substrat penting untuk mensintesis hormon steroid, seperti estrogen, androgen, progesteron, testosteron, dan kortison. Hormon-hormon ini berfungsi untuk mengatur fungsi dan aktivitas tubuh. Bila kadarnya rendah di dalam tubuh, proses menstruasi dan kesuburan akan terganggu. Bahkan, terkadang ia dapat menyebabkan kemandulan, baik bagi pria maupun wanita. Tubuh kita menggunakan kolesterol untuk menghasilkan hormon seks, yang sangat penting bagiperkembangan Baca SEHAT di Hal. 11

suwarjono/kp

Ribuan penonton berdesak melihat dua pemain Timnas (Andik dan Tibo) yang didatangkan Habil Marati dalam ajang sepak bola antar kelurahan.

Kisah Andik Vermansyah dan Titus Bonai hingga Jadi Profesional

Sempat jadi Pengamen, Loper Koran hingga Jualan Kue Meraih sukses memang bukan hal mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk bisa sampai pada titik puncak. Seperti halnya yang dilakukan Andik Vermansyah dan Titus Bonai, meski sempat disindir karena dianggap tak mampu menjadi pesepak bola, namun tekad mereka tak pernah surut. Justru aral dan rintangan yang ada menjadi motivasi untuk bangkit dan mencapai sukses. Seperti apa perjuangan dua pesebakbola asal dua daerah berbeda itu meraih mimpinya? Sarfiayanti, Kendari SEjAK SoRE hari kemarin, (27/5) kantor Graha Pena Kendari Pos tiba-tiba saja menjadi ramai. Ratusan masyarakat berbondong-bondong memadati aula yang rencananya menjadi lokasi jumpa fans dan pers confrence. Kehadiran mereka ternyata ingin meli-

suwarjono/kp

dirut Media Kita Sejahtera Milwan lukman dua (dari kanan) berpose bersama Tibo (kanan) , Andik dua dari kiri dan ld Songko paling kiri di salah satu ruangan Kendari Pos kemarin.

hat secara langsung dua pemain Timnas yang menginjakkan kaki di Kota Kendari dalam rangka penutupan sepakbola lomba kelurahan tingkat Kota Kendari. Sekitar pukul 18.30 wita, rombongan timnas tiba di Graha Pena Kendari Pos. Dua pesepakbola yang menjadi idola itu langsung diserbu fans yang sudah menunggu sejak sore hari. Oleh panitia, dua pesebakbola itu langsung digiring ke dalam kantor Direktur Utama Kendari Pos dan menyempatkan diri untuk mengunjungi dapur redaksi dan melakukan foto bersama dengan para awak media Kendari Pos. Dari postur tubuh kedua pemain Timnas itu, nyaris tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok dengan rata-rata anak muda Kendari. Namun, tidak ada yang meragukan jika keahlian mereka dalam memainkan si kulit bunBaca CERITA di Hal. 2


Kendari Pos |Selasa, 28 Mei 2013

Aneka

Tak Direstui Orang Tua Cerita .............. dar sangat luar biasa. Meski belum genap berusia 25 tahun, namun keduanya memiliki kemampuan yang handal dalam bermain sepakbola. Tapi, semua itu memang tidak diperoleh secara instan. Banyak tantangan yang harus mereka lewati sehingga saat ini menjadi pemain bola yang dielu-elukan semua pencinta olahraga di Indonesia. Andik terlihat sedih saat menceritakan kilas balik karirnya sehingga bisa menjadi salah satu pemain andalan dalam klub kebanggaan Indonesia. Atlet kelahiran 23 November 1991 itu tidak malu mengakui bahwa dirinya berasal dari keluarga yang tidak mampu. Jangankan untuk membiayai kebutuhannya menjadi seorang atlet, untuk biaya hidup sehari-haripun, keluarganya masih kesulitan. Tidak heran jika Andik sempat mendapat larangan keras dari sang ayah untuk melanjutkan hobinya bermain bola. Padahal, sejak SD, Andik sudah mencintai bola dan bercita-cita bisa menjadi pesepak bola handal. Beruntung, pemain Persebaya itu tidak patah arang. Meski harus banting tulang, ia rela agar bisa meneruskan hobinya. Ia bahkan menjadi pengamen untuk membantu ekonomi orang tuanya. Bukan hanya itu, ia juga tidak malu menjajakan kue dari desa ke desa demi membantu nafkah keluarganya. Sambil berjualan kue, ia

Venna Berhak Untuk Ketemu Dengan Anak-anak Artis ............ Indonesia (KPAI). Selain itu, Venna juga menemui Kak Seto. “Akhirnya keluar surat dari KPAI bahwa mbak Venna berhak untuk ketemu dengan anak-anak. Anak-anak juga harus patuh,” ungkap Kemala Dewi, Nudirman, kuasa hukum Venna Melinda di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (27/5). Dewi dalam persidangan juga meminta agar Ivan memberitahukan bila ada kejadian penting tentang anak segera diberitahukan ke Venna. “Misalnya Verrel kemarin keseleo, kenapa Venna enggak dikasih tahu. Bagaimana pun dan sampai kapan pun Venna tetap ibu anak-anak. Kalau takut ribut, bisa via kuasa hukum,” kata Dewi. (abu/jpnn)

juga menjadi loper koran. Pahitnya hidup menjadi orang susah dia rasakan betul saat usia muda. Bahkan disindir oleh rekan-rekannya karena dianggap memiliki mimpi yang terlampau tinggi untuk menjadi seorang pemain bola dengan kondisi hidupnya yang sangat memprihatinkan. Ternyata segala cobaan hidup yang dia alami berbuah manis. Ketekunannya berlatih meski sempat ditentang orang tua membawa Andik mencapai kesuksesan dalam permainan kulit bundar itu. Hinaan dan makian seakan menjadi bumbu hidup bagi pembela timnas U-23 di Sea Games tahun 2011 itu sehingga bisa menjadi salah satu atlet kebanggan Indonesia. Andik yang dulunya hanya seorang anak miskin yang hina, kini menjadi atlit papan atas. Penghasilan di atas Rp 80 juta per bulan yang diraihnya merubah kehidupannya yang hina. Bukan hanya mampu membeli rumah untuk keluarganya, ia bahkan sudah memberangkatkan kedua orang tuanya ke tanah suci. “Dulu saya anak miskin. Banyak yang menghina saya dan menyidnir hobi saya karena dianggap berlebihan. Namun, saya memiliki mimpi untuk menjadi atlit sepak bola handal yang membuat saya tak pernah berhenti berlatih. Alhamdulillah saat ini saya sudah bisa berada di Timnas bersama Tibo dan reka-rekan lainnya. Semua tu berkat ketekunan dan kerja keras,” ungkap Andik menahan air matanya. Perjalanan karir Andik tidak berbeda

2 Lanjut ...............

jauh dengan apa yang dirasakan Titus Bonai. Pesebakbola yang bernama asli Titus Jhon Londouw Bonai yang berasal dari Jayapura itu juga berasal dari keluarga yang serba kekurangan. Ia bahkan sempat berhenti sekolah karena tingginya biaya pendidikan yang tidak mampu dipenuhi orang tuanya. Dalam masa penantiannya untuk bisa kembali bersekolah, ia memanfaatkan waktu untuk melakoni hobinya bermain sepak bola. Layaknya Andik, ia juga bercita-cita menjadi pesepak bola handal sehingga bisa membanggakan kedua orang tuanya. Meskipun tidak pernah mendapat restu dari orang tua untuk menekuni permainan yang mengandalkan kelincahan dalam mengolah bola. Berkat usaha dan kerja kerasnya, harapannya untuk meraih sukses terwujud. Pemuda kelahiran 4 Maret 1989 itu juga sudah mampu menghadiahkan rumah mewah untuk orang tuanya, dan kini telah memiliki dua unit mobil. “Saya berharap pemuda yang ada di Kota Kendari tidak putus asa dalam keterbatasan yang dimiliki. Sebab yang utama adalah niat dan tekad. Kalau semua itu sudah dimiliki pasti mimpi kita akan terwujud,” ungkap Tibo memotivasi para penggemarnya. Decak kagum terlontar dari para fans. Mereka sangat kagum dengan perjuangan para pemain Timnas itu. Makanya, sesi foto yang disiapkan oleh panitia tidak dilewatkan penggemar Andik dan Tibo untuk berpose bersama. (***)

cita tinggi, jika kelak bakal membentuk club yang bisa diperhitungkan hingga level nasional. “Saya benarbenar penggemar sepak bola. Jadi, di Sulawesi Tenggara ini kita bisa bentuk club sepak bola yang bisa masuk level nasional. Itu sangat bisa dilakukan, guna membangkitkan semangat sepak bola pada generasi muda. Hidup Kendari dan Sultra,” tegas Habil yang juga politisi PPP Sultra itu yang disambut teriakan penonton. Dirut Milwan Lukman berterimakasih pada semua pihak khususnya pada Habil Marati yang telah menghadirkan dua Timnas termasuk ucapan terimakasih pada wali kota dan Wawali atas dukungan dan kesuksesan ivent tersebut. “Tidak ada kata selain ucapan terima kasih khususnya pada Habil Marati yang telah menghadirkan dua tim nasional,”katanya. Dalam kesempatan yang sama, Walikota Kendari, Asrun resmi menutup turnamen sepak antar Kelurahan seKota Kendari. Ia berharap hadirnya Andik dan Tibo di Metro ini akan

menjadi awal kebangkitan generasi sepak bola. “Suhunya sepak bola di Indonesai, Habil Marati sebagai tokoh Sultra yang ada di Timnas. Ini kebanggan kita sebagai generasi Sultra, ada yang bisa memimpin Timnas. Jadi saya berharap generasi mudah Kendari dapat menyamai Andik dan Tibo. Terimakasih pada Habil yang telah menghadirkan kedua pemain Timnas,” tutur Asrun. Bentuk Sekolah Bola Perhatian besar terhadap sepak bola ditunjukkan Habil Marati. Saat mengantarkan dua pemain Timnas di Graha pena Kendari Pos kemarin, pengusaha asal Sultra itu mengapresiasi semangat para generasi muda yang ingin mengembangkan bakat dalam dunia sepak bola. Makanya, di hadapan para penggemar Andik Vermansyah dan Titus Bonai, ia berjanji untuk membentuk sekolah bola. “Kalau dulu sepak bola itu hanya dianggap hobi saja. Nah kalau sekarang permainan kulit bundar ini sudah menjadi profesi. Dan seorang atlet Baca SELESAI di Hal. 12


3

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Garuda 7 Besar Terbaik Dunia Jakarta, KP Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Sattar bangga maskapai penerbangan pelat merah yang dipimpinnya masuk daftar “The

20 Best Airlines in The World” versi Business Insider. Garuda bertengger di peringkat 7 dari 20 maskapai yang masuk peringkat. Pemeringkatan

itu berdasarkan pengolahan data dari Skytrax dan FAA. Emirsyah mengatakan, pencapaian ini sesuai dengan target Garuda yang ingin

menjadi maskapai bintang 5 pada tahun 2015. ”Ini hasil kerja keras semua. Alhamdullilah, apa yang kita lakukan diapreasi oleh Skytrax,” kata pria yang biasa disapa Emir

Investasi Emas Tetap Menjanjikan Penjualan Emas Pegadaian Syariah Kendari Capai Rp 1,4 Miliar Kendari, KP Harga emas dunia yang merangkak naik hingga saat ini, tetap menjadi sasaran investasi yang menjanjikan keuntungan masyarakat. Tak heran pihak perbankan, pegadaian maupun lembaga keuangan lainnya berlomba meluncurkan produk yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat akan logam mulia ini. Seperti di daerah lainnya, animo masyarakat Sultra akan investasi emas pun terus mengalami peningkatan. Itu dilihat dari pencapaian penjualan

logam mulia pada PT. Pegadaian Syariah Cabang Kadia yang merupakan Unit Syariah dari PT. Pegadaian (Persero) Cabang Kendari. Hingga kuartal keempat 2013, realisasi penjualan logam mulia mencapai 2,5 Kg yang jika dirupiahkan berdasarkan harga emas saat ini mencapai Rp 1,3 miliar. “Perbandingannya 60 persen kepemilikan dengan pembelaian tunai, sedang sisanya dengan sistem angsuran,” ujar Muh. Rasyidi, Pemimpin Cabang PT. Pegadaian Syariah Kadia saat ditemui kemarin. Nilai penjualan emas yag berhasil dicapai selama empat bulan pertama menurut M. Rasyidi telah mendekati target pencapaian tahunan sebesar Rp 1,7 miliar. Minat masyarakat yang tinggi dengan menjadikan emas sebagai

alternatif investasi dikarenakan sifat emas yang likuid dan tahan terhadap inflasi. Walau mengalami fluktuasi harga, namun nilai jual emas terus mengalami kenaikan tiap tahun. Untuk menarik konsumen, PT. Pegadaian Syariah mengandalkan program Mulia yang memfasilitasi kepemilikan emas batangan dengan penjualan tunai maupun dengan angsuran hingga periode 3 tahun. Program Mulia menawarkan berbagai pilihan berat emas mulai 5 gr hingga satu kg. Dalam transaksi, konsumen tidak lagi dibebankan ongkos kirim dan pajak dengan hanya tambahan margin sebesar persen dari harga dasar emas saat pembelian. “Untuk angsuran, nasabah hanya membayar DP 20 persen. Sisanya diang-

sur dengan harga emas yang berlaku seperti saat akad,” ujarnya sambil menjamin kadar emas yang dijual dari emas Antam yang tersertifikasi. Berbagai kegiatan terus dilakukan untuk memasyarakatkan investasi emas tersebut diantaranya penjualan denngan sistem open table, sosialisasi ke sejumlah instansiserta perluasan jaringan emasaran dengan pembukaan outlet. Hingga saat ini, PT. Pegadaian Syariah Cabang Kadia memiliki 7 outlet pemasaran dalam Kota kendari termasuk kantor cabang dan akan mengoperasikan satu outlet lagi. “Pelayanan konsumen juga dimaksimalkan dengan tetap membuka layanan saat hari minggu sejak pukul 09.0014.00 khusus di kantor cabang,” tukas M. Rasyidi. (m4)

i

Promo Semua Segment Sepanjang Mei Kendari, KP Di usia yang masih mudah, satu tahun, tepatnya pada (9/5) lalu, Inul Vista Kendari tak henti-hentinya memanjakan customer dengan beragam promo menarik. Bulan Mei ini, Invis (singkatan Inul Vista, red) menghadirkan promo tarif mulai Rp 18 ribu per jam dan free F n B. Pada siang hari promo ini berlaku mulai pukul 11.00 -18.00 khususnya pada hari Minggu-Kamis. Sementa-

ra Jumat-Sabtu promo ini berlaku mulai pukul 11.00-16.00. “Promo ini sangat menarik sehingga bisa dinikmati pelajar maupun mahasiswa dan customer non member,” terang Irvandi Syahid, Manager Marketing dan Program Director Inul Vista Kendari. Khusus pemilik member card Inul Vista yang masih berlaku juga mendapat promo khusus yaitu free karaoke sampai 2 Jam pada siang

hari, khususnya hari MingguKamis pukul 11.00 -18.00 dan Jumat-Sabtu mulai pukul 11.00-16.00. “Keunggulan kami selain kami satu satunya rumah bernyanyi yang konsisten mengadakan promo sejak awal hadir di kota ini, kami juga mengandalkan SDM lokal yg telah dibekali dengan standard operational prosedure (SOP),” imbuhnya. Selain memberikan promo, tahun ini Inul Vista terpilih

sebagai perusahaan rumah bernyanyi yang ditunjuk pihak karaoke world championship untuk menyelenggarakan Karaoke World Championship Indonesian Trials 2013. Pemenang tingkat nasional yang sebelumnya bertanding ditingkat oultet akan mewakili Inul Vista dan Indonesia di kancah international yang akan dilaksanakan pada November mendatang di finlandia. (ann)

Koperasi Sultra Keciprat Bantuan Permodalan Kendari, KP Pemerintah terus fokus pada pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi untuk membantu meningkatkan daya saing lembaga ekonomi kerakyatan tersebut. Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UMKM tahun ini, kembali menurunkan dana bantuan sosial yang diperuntukan sebagai tambahan modal kerja bagi koperasi dengan usaha simpan pinjam (KSP). Bantuan permodalan ini diharapkan makin menghidupkan usaha dan kegiatan ekonomi koperasi ditengah kenyataan masih tingginya angka koperasi yang mati suri akibat kesulitan akses permodalan. Hingga kuartal pertama tahun 2013, sebanyak 61 unit koperasi di Sultra dipastikan menerima bantuan permoda-

lan dalam bentuk hibah yang langsung disalurkan kerekening koperasi bersangkutan. Jumlah ini diprediksi terus meningkat karena proposal usulan sebagai salah satu syarat mengakses bantuan itu dari masing-masing koperasi di seluruh kabupaten di Sultra, masih dapat diajukan hingga beberapa bulan kedepan. Kabid Pembiayaan dan Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Como mengatakan bansos simpan pinjam tak hanya ditujukan untuk badan hukum koperasi berbentuk simpan pinjam. Bantuan ini juga dapat diakses oleh koperasi jenis lain yang memilki unit usaha simpan pinjam. Dari data rekapitulasi sementara penerima bantuan yang tercatat di Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, hanya tiga KSP mendapat persetujuan

bantuan dari pusat sedangkan unit simpan pinjam (USP) menyentuh angka 58 unit. “Dananya sebesar Rp 50 juta per unit KSP maupun USP dan ditransfer langsung ke rekening unit usaha,” ujarnya. La Como sempat mengurai beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapat bantuan itu. Syarat utama yakni koperasi harus berbadan hukum, memiliki dan menjalankan usaha simpan pinjam, telah melakukan rapat anggota tahunan (RAT) serta membawahi minimal 20 anggota atau usaha kecil menengah. Setelah menerima bantuan, koperasi tersebut akan dievaluasi melalui monitoring laporan realisasi penggunaan dana serta pengecekan langsung dilapangan. “Dari pengalaman yang ada, pada umumnya koperasi penerima bansos mengalami

perkembangan signifikan utamannya dalam operasional kegiatan, hanya ada beberapa yang kurang maksimal,” ujarnya. Sejak 2010 total Rp 7,45miliar bansos simpan pinjam yang telah digelontorkan kementerian Koperasi dan UMKM untuk koperasi di Sultra. Dana tersebut dimanfaatkan oleh 149 unit koperasi dengan besaran yang sama. Tahun 2010 sebanyak 55 koperasi mendapat bantuan namun sempat menurun tahun setelahnya denngan hanya 44 unit koperasi. Jumlah penerima kembali naik menjadi 50 unit di tahun 2012 dan terus meningkat dalam periode 2013 yang hingga April 2013 telah mencapai 61 unit. “Kita hanya memfasilitasi pengusulan dari kabupaten untuk selanjutnya disampaikan ke pusat karena merekalah yang berhak menetapkan,” tukas La Como. (m4)

ini, akhir pekan kemarin. Dia mengatakan, tidak mudah masuk daftar 20 maskapai terbaik dunia. Empat tahun lalu, Garuda masuk jauh dari itu. Tetapi secara bertahap melakukan perbaikan di berbagai bidang. Kinerja pun makin terdongkrak. Dan kini Garuda berhasil ada di posisi ketujuh dan mendapat bintang 4. Tetapi Emir menegaskan, semua pencapaian itu tidak boleh membuat Garuda puas. Manajemen dan karyawan justru harus semakin termotivasi oleh pengakuan internasional itu untuk melakukan kerja lebih baik. ”Kami akan terus berbenah, salah satunya dengan penambahan

rute dan pesawat baru,” kata Emir. Dia menjelaskan, tahun ini Garuda akan mendatangkan 24 unit pesawat baru. Tersebut terdiri dari tipe Boeing 777 sebanyak 4 unit, Boing 737 sebanyak 10 unit, tipe Airbus 300 sebanyak 3 unit, dan Bombardier HRJ 1000 sebanyak 7 unit. Dikatakan pula, akan ada penambahan rute baru tahun ini yakni Brisbane (Australia), London (Inggris), dan Penang (Malaysia). Untuk peningkatan pelayanan ke konsumen, perseroan juga akan terus mengembangkan fasilitas di semua kelas, khususnya pada post-journey. Hal ini penting untuk mening-

katkan kinerja awak pada perjalanan, dan memantau kepuasan pelanggan Garuda setelah melakukan perjalanan. Sementara Garuda menjadi salah satu maskapai terbaik di dunia, Merpati Nusantara Airlines justru terpilih sebagai salah satu maskapai terburuk dunia versi Business Insider dengan menggunakan data Skytrax. Peringkat tersebut disusun berdasarkan in-flight experience rating, dimana diambil angka rata-rata dari kenyamanan kursi pesawat, in-flight entertainment, kebersihan dan kondisi kabin, kualitas makanan, efisiensi servis, dan juga penilaian dari penumpang. (dri)

Yamaha Fokus Program Konsumen Kendari, KP Pengaruh pemberlakuan uang muka (DP) minimal pada penjualan kendaraan roda dua yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 20 persen sejak April 2013, berimbas pada turunnya pasar penjualan sepeda motor. Dampak lesunya penjualan masih dirasakan oleh seluruh diler motor hingga saat ini. Control Sales Area PT. Hasjrat Abadi Cabang Kendari, Abdinur Udin Abdullah, SE mengatakan selain pemberlakuan DP minimal, turunnya angka penjualan pada April dan Mei dibandingkan dengan periode tiga bulan sebelumnya dalam tahun 2013 juga disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. “Pasar motor secara umum termasuk Yamaha saat ini dibanding Maret memang agak turun, namun kondisinya perlahan mulai membaik,” ujarnya, sembari menyebut bahwa angka penjualan PT. Hasjrat Abadi Cabang Kendari hingga Mei pada minggu ketiga naik 11 persen dibanding April sebelumnya. Melihat kenyataan itu, pihaknya berupaya memaksimalkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai konsumen melalui gelaran show room iven, program after sales serta canvashing pada lokasi strategis dalam area wilayah pemasaran PT. Hasjrat Abadi. Show room ivent kata Abdi akan dilakukan pada sejumlah outlet Yamaha di Kota Kendari yang

akan diisi dengan berbagai perlombaan dan program penjualan dengan paket menarik bekerjasama dengan perusahaan lising sebagai mitra. Program after sales dilakukan dengan pemberian diskon khusus untuk pembelian sparepart dan penggantian oli. “Show room ivent dilakukan minggu ini, Outlet Mandonga dan Sanua tanggal 23 dan 24 Mei, sedang outlet Baruga dan Pasar Baru masingmasing dua hari mulai tanggal 2730 Mei,” rincinya. M e m perkuat jaringan pemasaran dan peningkatan pelayanan konsumen, PT. Hasjrat Abadi cabang Kendari sebagai salah satu main diler Yamaha di Sultra terus mengembangkan jaringan dengan pembukaan beberapa outlet dan berupaya untuk meningkatkan layanan dari sistem 1S menjadi 2S bahkan 3S (sales, servis dan sparepart). Dari total 6 outlet saat ini, layanan 3S tersedia pada dua unit pemasaran yakni Kantor Cabang PT. Hasjrat Abadi dan Outlet Baruga. Empat outlet lain yakni Sanua, Pasar baru, Mandonga dan Puwatu masih bersistem 1S. “Outlet Puwatu sudah bisa terima servis, sedang yang lain akan peningkatan layanan sampai pada servis akan diupayakan dalam tahun ini,” tukas Abdinur. (m4)


Opini

4

Kendari Pos  Selasa, 28 Mei 2013

 - Pecat Sekretaris PAN!  * Tak ada toleransi untuk kriminalisasi!  - Andik Cs di Lakidende  * Semua penonton lupa kalo mereka olahragawan  - Sekprov Sultra Jadi Caleg  * Demi memperluas wilayah pengabdian secara instan?

Tajuk Rencana Hendaknya Lebih Simpatik HINGAR-bingar tahun politik 2013 kini lebih terasa. Indonesia menyongsong Pemilu Legislatif 2014. Seperti yang sudah-sudah, pesta demokrasi sudah barang tentu baliho, spanduk dan poster beragam ukuran bertebaran di berbagai tempat, mulai dari kota hingga ke pelosok. Kita maklumi semua itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk bersosialisasi, mengenalkan diri kepada khalayak. Berusaha merebut hati dan simpati para pemilik hak suara. Jargon dan kalimat yang menyertainya, menyuarakan keinginan membuat rakyat dan negeri ini lebih baik lagi. Hanya saja, sebagian di antaranya dilakukan justru dengan cara yang kurang simpatik. Sebab, tak cukup memanfaatkan fasilitas yang memang disediakan untuk baliho di tempattempat tertentu di sudut strategis, baliho para kandidat maupun atribut partai banyak yang —kalau pun tidak melanggar aturan— merusak estetika, merusak pemandangan dan mengabaikan keelokan lingkungan. Kendati ada dispensasi untuk reklame atribut, semestinya tetaplah mengedepankan estetika. Tidak seenaknya memasang dan meletakkan baliho di antara tiang listrik atau tiang telepon, bahkan pada pohon-pohon pelindung. Semestinya, hal yang kurang patut ini tidak akan terjadi jika semua pihak berangkat dari kesadaran yang sama, untuk kebaikan daerah kita sendiri, seperti yang tersirat di banyak jargon. Nyatanya, baru di tahap awal, belum masuk ke masa kampanye, estetika seakan terabaikan. Tak semestinya pula keluar alasan atau beradu argumen bahwa mereka tak tahu ada aturan yang dilanggar. Seharusnya, setiap kandidat beserta timnya tetap menjaga bahwa apa yang diungkap melalui jargon untuk negeri yang lebih baik, harus segaris dengan tindakan nyata, tidak malah bertindak seenaknya. Kita prihatin, kian dekat puncak helat demokrasi, semakin tak beraturanlah tebaran baliho foto kandidat, apakah itu balon eksekutif maupun legislatif, tercacak di sembarang simpang, diikatkan pada tiang listrik atau telepon, bahkan dipaku atau digantung pada pohon-pohon pelindung. Karenanya, kita berharap pihak terkait proaktif menjalankan aturan, jeli mengawas dan tak ragu menindak jika pemasangan atribut dan baliho tersebut melanggar aturan. Lebih dari itu, kita menuntut para kandidat bersama timnya untuk memberi contoh dan kesan yang simpatik. Tidak arogan dan mau enak sendiri. Rakyat tentu menginginkan figur beserta timnya lebih taat aturan dan memberi contoh sejalan dengan niatnya, berbuat untuk negeri yang lebih baik. (***)

Koruptor Tak Merasa Hina A

llah Yang Maha Perkasa telah menegaskan dalam Alquran, kitab pedoman hidup umat manusia, yang hak niscaya menghancurkan yang batil. Janji Allah ini sekarang semakin jelas. Lihatlah hukum dalam demokrasi sekuler, telah kandas tak berdaya menyelesaikan perkara kehidupan umat manusia. Sementara Syariah Islam yang bersandar kepada Alquran dan Sunnah Nabi SAW semakin tak terbantah kebenarannya. Perhatikanlah kasus korupsi saja. Diperkirakan tidak kurang 150 pejabat setingkat kepala daerah tingkat kabupaten/kota dan provinsi terlibat perbuatan itu. Sebagian telah tertangkap tangan. Sebagian besar masih aman, karena kepandaian koruptor menyamarkan tindak pidana dengan memakai tidak kurang dari 55 cara, menurut temuan PPATK. Korupsi telah dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan iklim kehidupan demokrasi sekuler. Menurut KPK, ada 18 modus korupsi yang dipakai. Perbuatan maksiat ini berawal dari pemberian amplop yakni uang sogok dalam sampul surat. Inilah korupsi yang masih ringan, karena pelakunya masih perorangan dan jumlah sogok belum begitu besar. Setelah dibiarkan begitu lama, kejahatan ini meningkat tak terduga. Pelakunya berubah menjadi berkelompok dan terorganisir bahkan mendapat kemudahan dengan undang-undang. Karena itu, kejahatannya tidak tanggung-tanggung. Dalam masa Orde Baru yang didominasi Golkar selama 30 tahun, kejahatan korupsi terkesan sedikit. Sebab dihalangi membongkar kecurangan itu oleh gaya pemerintahan yang otoriter. Setelah terpuruk oleh korupsi dan

Oleh : UU Hamidy Orde Baru berganti dengan Reformasi, maka KPK dibentuk untuk menghadapinya. Sejumlah koruptor sudah ditangkap dan disidangkan serta disiarkan melalui berbagai media tentang hukuman yang diterimanya. Tetapi anehnya, perbuatan hina itu tetap merajalela. Yang lebih mengherankan lagi, para koruptor ternyata tidak merasa hina dengan perbuatannya. Sebagian hasil korupsi malah dipamerkan sewaktu sidang di pengadilan oleh sang koruptor. Itulah sebabnya semangat menjadi koruptor tak akan berkurang. Inilah kegagalan hukum buatan manusia, yang tetap hendak dipertahankan juga oleh manusia yang membangkang terhadap hukum Allah. Perbuatan maksiat ini tidak akan pernah dapat ditanggulangi oleh hukum thagut tersebut. Sebab pelaku korupsi yang bejat itu tidak merasa malu apalagi merasa hina oleh perbuatannya yang jahat. Ini terjadi karena kejahatan itu dilakukan bersama-sama dengan mempermainkan hukum atau aturan yang mereka buat. Kekayaan yang mereka rampok tidak disita, sehingga mereka tetap kaya raya. Dia hanya paling-paling merasa bersalah melanggar peraturan, bukan merasa berdosa melanggar larangan Allah. Setelah masuk penjara, sang koruptor mendapat berbagai remisi serta dapat pula mempergunakan kekayaannya dari korupsi untuk menyogok petugas penjara, sehingga memperoleh perlakuan istimewa. Wajah dan kenyataan hukum serta keadilan yang demikian tidak akan

Layanan Publik

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

terjadi dalam hukum Syariah Islam. Dengan Syariah Islam, pertama-tama manusia telah diberi jalan hidup yang benar, tidak hidup dengan curang. Siapa saja yang telah diangkat dengan suatu tugas dan ditetapkan pemberian untuknya, maka apa saja yang diambil selain itu adalah harta haram. Jika seseorang berlaku curang, dari pertambahan kekayaan yang tidak wajar, dia harus membuktikan di depan pengadilan bahwa dia tidak bersalah. Jika ternyata tidak dapat dibuktikannya dengan sah, maka dia telah jatuh hina oleh perbuatannya itu. Perbuatan itu dipertanggungjawabkan lagi dengan menyita kekayaan yang tidak sah itu oleh Negara Khilafah. Dimasukkan ke dalam Baitul Mal (Kas Negara) sehingga dapat lagi dipakai untuk kepentingan umum. Kemudian, dengan Syariah Islam, hukuman yang ditimpakan kepada koruptor dapat disaksikan oleh orang ramai dengan cara mencambuk bahkan potong tangan terhadap pelaku. Begitulah hukum buatan manusia dalam kehidupan demokrasi sekuler. Pelaku maksiat hanya sekadar merasa bersalah melanggar peraturan buatan manusia. Tidak merasa berdosa melanggar hukum dari Allah dan RasulNya. Sedangkan hukuman dalam Syariah Islam membuat orang merasa berdosa dan jatuh hina. Perbuatan dosa diyakini akan berbalas dengan siksa dari Allah. Barangsiapa berbuat curang, pada hari kiamat akan datang dengan membawa hasil kecurangannya. Allah tidak akan menerima salat tanpa kesucian, tidak meneri-

ma sedekah dari harta yang curang. Sementara kehinaan di depan mata manusia, membuat pelakunya itu tersingkir dari jamaahnya, tidak dihiraukan lagi. Dengan demikian perbuatan yang mengundang dosa dan kehinaan itu membuat hidup manusia menjadi sia-sia. Itulah sebabnya dengan menjalankan Syariah Islam dalam bingkai Daulah Khilafah, orang akan berpikir berulang-ulang sebelum melakukan perbuatan korupsi. Orang yang berjalan pikirannya menurut panduan iman, niscaya akan menahan dirinya, meskipun taruhannya kemiskinan dan kelaparan. Inilah yang membuat Syariah Islam mampu memberikan dan memelihara ketentraman lahir dan batin sehingga orang dapat merasa tentram hidupnya dengan bertakwa kepada Allah. (***) penulis adalah budayawan

TERIMA OPINI Redaksi Kendari Pos menerima kiriman opini disertai foto penulis. Panjang opini minimal 3 halaman kwarto, spasi 1 Opini dimaksud adalah pendapat penulis. Referensi ilmiah/buku hanya sebagai pembanding. Tulisan opini belum pernah dan tidak akan diterbitkan di media lain Boleh diantar langsung ke redaksi Kendari Pos (Graha Pena Lt.3) dalam bentuk soft copy. Boleh juga via email: bumianoa@gmail.com

Bagi anda yang ingin menyampaikan kritik, saran dan masukan terkait layanan publik dapat memanfaatkan rubrik ini. Kirimkan melalui sms ke 0816246000 (berlaku tarif nomor)

Tertibkan Peminta Sumbangan di Lampu Merah MTQ

Harap Ditindak Aktivitas Judi di Abeli

085342223738 Tolong tertibkan peminta sumbangan yang setiap malam ada di simpang lampu merah Eks MTQ. Mereka tiap malam minta sumbangan dengan mengatasnamakan macam-macam tujuan. Padahal orangnya itu-itu saja. Apakah ini legal?

085241759330 Yang terhormat kapolsek Abeli dan Kapolda Sultra, mohon ditindak adanya aktivitas perjudian yang dilakukan oleh tokoh masyarakat. Apalagi ada salah seorang imam kelurahan dan mantan sekcam. Kami takut generasi muda akan mencontoh dan semakin hancur.

Pemimpin Umum : Milwan Lukman Pemimpin Redaksi : La Ode Diada Nebansi Redaktur Pelaksana : Ruslan Amrullah, Manan Rachman Koordinator Liputan : Abdi Mahatma Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin Dewan Redaksi : PP. Bittikaka, Benyamin Bittikaka, Milwan Lukman, M. Djufri Rachim, Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin, Muhammad Sjaiful Redaktur : Luther Bittikaka, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Emilia Ningsih, Yenni Yusuf Reporter : Sulis Setiarini, Linri Merinda, Arifuddin, Ulfah Sari Sakti, Sarfiayanti, Sri Wulaningsih • Koresponden : Awaluddin Usa (Raha-Muna), Syamsuddin (BaubauButon), Eritman Rahmat (Kolaka-Kolaka Utara), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) La Ode Iman (Jakarta) • Fotografer : Suwarjono • Desain Grafis : Muh Hajar Siddiq • Karikatur : Arham Rasyid • Teknologi Informasi : Muh. Sahdar • Pracetak Iklan: Muhrisan (koordinator) • Pracetak Redaksi : Gunawan Candra (koordinator), Yusri Zubair, Samiruddin, Agus Setiawan • Ombudsman : M Djufri Rachim (Ketua), Ariyani Arifin (Sekretaris), Muhammad Sjaiful

Pembina : HM Alwi Hamu, PP.Bittikaka, H.Syamsu Nur • Komisaris Utama : H.Ridwan Arif • Komisaris : Jerry Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Purwanto Sanam • Direktur Utama : Milwan Lukman • Direktur : Haeruddin • Wakil Direktur Bisnis : Hasanuddin • Wakil Direktur Produksi & PSDM : Sawaluddin Lakawa • Manager Keuangan : Agus Tranhadi • Manager Iklan/Sponsorship : Nursyamsi Abidin• Manager Event & Promosi : Muhammad Akhbar • Manager Sirkulasi : Victor Bittikaka• Manager Umum : St.Ganefo • Manager Personalia/Legal : Marjani • Asisten Manager : Paulina Tambing (Keuangan), Ratna Sari (Sirkulasi) • Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari • Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Alamat Redaksi / Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 Telp. Red. : (0401) 3126513 • Faks. Red. : (0401) 3126512, Faks. Bisnis & Keuangan : (0401) 3123771 • e-mail : bumianoa@gmail.com (0401)-3126515, Telp. Iklan : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)-3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : BAUBAU: Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)2826129/085241854000 • Radar Kolaka : Jl. Sutomo • Alamat Agen: RAHA: Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538 • POMALAA: Jl. Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105 • KONAWE (Unaaha): Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506 • BOMBANA (Rumbia): Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817 • Kota Kendari : KAMPUNG SALO: Mintarsih • SODOHOA: Hamisu, Tlp. 3125723 • TIPULU: Yusuf Tumora, Tlp.3127924 • WUAWUA: Rusli, Tlp.3193008 • MANDONGA: Theresia, Tlp.3122393 • PUWATU: Usman, Tlp. 3007069 • PERUMNAS: Incang, Tlp.3192061 • ANDUONOHU: Maxi, Tlp.3125474 • Bank: BRI Cabang Kendari: 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA) • Alamat Perwakilan : • JAKARTA : Doedoe, Graha 19 Fajar Group, Jl. Kebayoran Lama pal 7 No.17 Jakarta Selatan, Tlp/HP 081316555912 • SURABAYA : Jl. Basuki Rachmad 129 - 137, Gedung Mandiri Lantai 5/ Ruangan 501 Surabaya, Telp. (031) 5465239, Fax: (031) 5323674 • MAKASSAR : Dravida, Toddopuli VI, Jl. Borong Indah, Perumahan Mutiara Panakukang No.18 Makassar, Tlp/HP 085241961700 • Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin • Radar Kolaka : — • Harga Langganan : Kota Kendari Rp 97.500/Bulan, Luar Kota: Rp 100.000/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota : Rp 4.500,-/Eksp • Eceran Daerah : Rp. —,-/Eksp.


5

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Siapkan PAW Panwaslu Konsel, Konut, Bombana dan Kendari

Kendari, KP Proses seleksi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten/Kota telah memasuki tahapan tanggapan masyarakat. Dari sejumlah laporan masyarakat, terindikasi sejumlah anggota panwaslu tidak bersikap netral pada proses pemilihan kepala daerah (pemilukada). Bahkan disinyalir menjadi bagian dari tim sukses pasangan calon kandidat, padahal sebagai selaku pengawas pemilu harus independen. Untuk itulah, kedudukannya sebagai tim pemantau dalam pemilu 2014 dinilai sudah tidak layak untuk dipertahankan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra, Hamiruddin Udu mengatakan sejak dibukanya tanggapan masyarakat mengenai rekam jejak kinerja Panwaslu Kabupaten/Kota, Bawaslu telah menerima berbagai tanggapan masyarakat baik yang mengkritisi kinerja Panwaslu maupun mendukung dan mempertahankan posisi anggota Panwaslu. Dari 12 Panwaslu, terdapat beberapa anggota panwaslu yang dinilai sudah waktunya dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) karena berbagai alasan. Hamiruddin merinci pergantian itu karena integritas beberapa Panwaslu sudah tidak bisa dipercaya dikarena dinilai memihak salah satu calon pada pemilukada, tidak berdomisili di daerah tempatnya bertugas,

sudah menjabat di lembaga lain dan sejumlah pelanggaran lainnya. “Adapun anggota panwaslu yang diusulkan di lakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) yakni anggota panwaslu Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel), Bombana dan Kota Kendari,” ungkap Hamiruddin. Untuk kasus anggota panwaslu Kota Kendari, terdapat adanya laporan masyarakat yang menyebutkan salah seorang oknum disinyalir memihak pada pilwali lalu. Oknum tersebut dinilai mempunyai andil dalam memenangkan calon tertentu dengan menggunakan kedudukannya sebagai panwaslu. Olehnya oknum itu dinilai sudah tidak layak sebab

UA Sambangi Soropia Kendari, KP Perjuangan anggota DPR RI asal Sultra, Umar Arsal (UA) di daerah pemilihannya kembali ditunjukkan Sabtu (25/5) lalu. Menggandeng Sekretaris Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), HM Nurdin mereka mengunjungi Desa Waworaha Kecamatan Soropia, Konawe. Di daerah itu tiga unit kapal penangkap ikan dengan kapasitas 5 GT diserahkan. Di kesempatan itu, Sekretaris KPDT, HM Nurdin berharap bantuan hasil perjuangan Umar Arsal di Komisi V DPR RI itu berasal dari pendanaan APBN 2012 yang merupakan alokasi APBN-P. “Bantuan sosial kapal motor 5 GT diharapkan bisa

Umar Arsal bermanfaat bagi masyarakat nelayan, khususnya dalam rangka peningkatan perekonomian,” kata HM Nurdin.

Sementara itu Anggota DPR RI, Umar Arsal meminta KPDT dapat mengembangkan anggaran tersebut pada APBN-P 2013 nanti. Selain itu Umar Arsal juga meminta kementerian untuk memprioritaskan kabupaten baru di Sultra, misalnya Koltim dan Konawe Kepulauan dalam support dana APBN kedepan. “Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, saya berjanji akan memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur kabupaten pemekaran seperti Koltim dan Konawe Kepulauan, karena di Sultra baru Kota Kendari, Kolaka dan Baubau yang bebas dari ketertinggalan,” tegasnya. (fas)

DP4 Puuwatu Amburadul Kendari, KP Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari harus lebih jeli lagi bekerja. Di Kelurahan Puuwatu misalnya, tak satupun warganya yang terdaftar. Justru di Kelurahan itu yang tercatat adalah warga yang bermukim di Wuawua dan Bonggoeya. Kabar itu diungkapkan anggota PPS Puuwatu, Sainul Latif, kemarin. Katanya ia mendapat aduan dari panitia pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) tentang banyaknya warga Puuwatu yang tidak tercatat dalam

DP4, parahnya terdapat warga Bonggoeya dan Wua-wua di DP4 tersebut. “Keluhan Pantarlih tersebut telah kami adukan ke PPK untuk selanjutnya di laporkan ke KPU, meskipun demikian solusi sementara yaitu mengcroscek data berdasakan data yang diserahkan KPU tersebut,” ujarnya. Sainul Latif merinci jumlah wajib pilih di Kelurahan Puuwatu, berdasarkan DP4 untuk PilCaleg tahun 2014 sebanyak 6.336 pemilih, sedangkan DPT Pilgub sebanyak 4.917 pemilih atau terjadi peningkatan 1.419

ulfAh/KP

SEPAKAT TERTIBKAN BALIHO CALEG--Nota kesepahaman tentang tata letak alat peraga dan lokasi kampanye Di Kota Kendari sudah disepakati. Bahkan Panwas Kendari sudah melakukan koordinasi dengan Pemkot. Jika partai melanggar peraturan Walikota, dipastikan baliho bisa langsung diturunkan. Gambar diatas adalah saat penandatanganan kesepakatan parpol yang dihadiri KPu Kendari. Insert : Baliho yang terpasang di pohon pelindung.

Baca PAW di Hal 8

wajib pilih. “Dari 6.336 wajib pilih di DP4 PilCaleg 2014, tak satu pun warga Puuwatu yang terdaftar, bahkan saya sebagai PPS pun tidak terdaftar, begitu pula lurah dan mantan Sekda, Kaharuddin Hamiaso yang sudah lama bermukim di Puuwatu juga tidak terdaftar,” jelasnya. Setelah berkoordinasi dengan pihak satu tingkat diatasnya, yaitu sesuai peraturan, kata Sainul yang tidak dikenal maka dicoret dan yang tidak terdata dimasukan dalam formuli AA, karena sebagai pemilih baru. (fas)

Nirna Lachmuddin Mundur Sebagai Anggota DPRD Kendari, KP Sikap kestaria ditunjukkan Nirna Lachmuddin. Disaat anggota dewan lainnya yang pindah partai tak gentle mengajukan pengunduran diri, anggota DPRD Sultra asal PBB itu sudah menyampaikan surat pengunduran dirinya di sekretariat dewan. Kabar itu diungkapkan Kabag Persidangan DPRD Sultra, Robert Pieter Raru. Katanya surat pengunduran anggota legislatif yang tengah diproses

pihak sekretariat yakni Nirna Lachmuddin. Alasan pengunduran diri dalam suratnya, sebagai bentuk konsekuensi setelah pindah ke Partai Hanura. Sebelumnya Nirna merupakan utusan Partai Bulan Bintang (PBB) daerah Pemilihan (Dapil) Konawe - Konawe Utara. “Dalam surat itu Nirna mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tinggginya atas kesempatan yang diberikan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi legislatif di pemerintahan daerah maupun provinsi,”ungkap Robert, kemarin. Surat pernyataan mundur

Nirna diserahkan ke Sekretariat pada tanggal 20 Mei lalu. Selain itu, surat ini juga ditembuskan ke Ketua Dewan Pimpinan Partai (DPP) pusat, Sekeretariat DPRD Sultra, Ketua Fraksinya di DPRD Sultra dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sultra. Untuk mempercepat prosesnya kata Robert, pihak sekretariat langsung menindak lanjuti. Sesuai dengan mekanisme, maka pihaknya terlebih dahulu menyurati pimpinan partai politik (parpol) tempat anggota legislatif berasal untuk memberitahukan isi surat itu. “Namun hingga saat ini,

surat rekomendasi yang akan dijadikan persyaratan proses pemberhentian belum diserahkan parpol sehingga sekretariat belum bisa memproses surat pengunduran diri,” jelasnya. Setelah adanya surat rekomendasi parpol, maka proses pemberhentian anggota dewan akan dilanjutkan Sekretariat untuk menyelesaikan permasalahan administrasi. Kemudian diserahkan Kementerian dalam negeri (Kemendagri) namun terlebih dahulu mendapat persetujuan Gubernur. Bagaimana anggota DPRD

Baca Mundur di Hal 8


6

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Poros Raha-Buton Kembali Diblokir Tuntut Perjuangan Pemekaran Muna Barat Raha, KP Gerakan percepatan penuntutan pemekaran kembali disuarakan forum dan Barisan Muda Muna Barat. Titik aksi, masih terkonsentrasi di Tugu Perjuangan La Gadi dan telah dua hari berlangsung sebagai “intro” pembahasan pemekaran kabupaten/kota di DPR-RI yang mulai digelar Senin (27/5) kemarin. Aksi blokir jalan dengan menggunakan batang kayu kembali dilakukan warga yang berdemo. Arus lalulintas yang menghubungkan Raha-Buton itu sempat macet beberapa jam. Blokade jalan dibuka setelah muncul protes keras dari pengguna jalan yang melintas. Massa juga menggalang tanda tangan dukungan perjuangan pemekaran di atas kain putih yang dibentangkan. “Kita mengajak semua masyarakat

Baca Muna Barat di Hal 7

Rumbia, KP Dijelang akhir periode kerja mereka, Anggota DPRD Bombana masih memanfaatkan momentum “refreshing” ke luar dengan tajuk Kajian Antar Daerah (KAD). Tak tanggungtanggung para wakil rakyat ini akan melakukan kunjungan di dua provinsi, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. KAD itu sudah disepakati dalam sidang paripurna yang berlangsung kemarin. Sesuai agenda, kunjungan tersebut mulai dilaksanakan Selasa (28/5) hari ini hingga enam hari ke depan.

Selain Sulsel dan Jawa Timur, KAD 25 anggota dewan di masa kerja triwulan kedua ini direncanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Namun usulan ketua komisi III, Juntas, ditolak dalam rapat paripurna, karena hanya dua anggota yang ikut. Padahal kata Juntas, komisi III penting melaksanakan KAD di pulau Borneo itu, karena ada tiga agenda penting yang dipelajari. Selain penerapan pendidikan berbasis tenaga kerja, dia bersama anggotanya akan mempelajari manajemen keseha-

tan dan wisata di Balikpapan. “Karena agendanya tidak jadi, terpaksa, Saya ke Makassar saja,” kata Juntas, kemarin. Di dua propinsi yang akan dikunjungi, anggota dewan Bombana dibagi dua kelompok. Kelompok pertama diketuai Ambo Rappe, berkunjung di Surabaya, Jatim, sedangkan kelompok kedua diketuai Ahmad Mujahid ke Gowa, Sulsel. La Ode Usman Sandiri, anggota DPRD Bombana mengatakan, KAD di dua provinsi itu diikuti lintas

Baca Melancong di Hal 7

Ratusan Jati HTI Diamankan

AWALUDDIN USA/KENDARI POS

Massa pendukung percepatan pemekaran Muna Barat kembali memblokade jalur transportasi lintas kabupaten untuk menuntut aspirasi mereka berpisah dari induk mereka, Muna.

Pejabat Wajib Tes Kesehatan Pasarwajo, KP Kepala SKPD dan pejabat di lingkup Pemkab Buton wajib melakukan tes kesehatan untuk mengetahui kondisi fisik dalam menjalankan tugas. Tes kesehatan dilakukan oleh tim medis yang ada di RSUD Pasarwajo bekerjasama

Hore, Melancong Lagi

dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton. Sampai kini, baru ada sekitar 18 pejabat eselon II yang bersedia memeriksa kesehatannya. Dalam kegiatan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan HUT perpindahan ibu kota Buton dari Kota Baubau ke Pasar-

wajo, para pejabat itu kembali diingatkan agar mematuhi instruksi bupati tersebut. Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun menjelaskan, dalam kurang waktu satu bulan pada April lalu, ada tiga pejabat yang meninggal dunia karena sakit. Yang pertama al-

marhum La Ode Makmur Raja Ika (Asisten II), sementara dua orang lainnya eselon III. “Tentu penting untuk melakukan tes kesehatan ini untuk mengukur etos kesehatan para pejabat yang memiliki tugas dan keg-

Baca Pejabat di Hal 7

Andoolo, KP Setelah dihitung, ternyata ada 560 batang kayu jati square yang berhasil diamankan Bupati Konawe Selatan, H. Imran dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukannya pada kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Amasara, Kecamatan Baito, akhir pekan lalu. Ratusan tumpukan kayu jati olahan dalam bentuk papan dan balok yang berhasil diamankan tanpa dokumen resmi tersebut kini ditampung di kawasan rumah jabatan (Rujab) Bupati Konsel. “Barang buktinya bukan hanya ratusan batang jati, tapi satu unit chainsaw, motor honda yang diduga milik para pengolah kayu turut disita,” jelas Kabaghumas Pemkab Konsel, Muh. Hisrah, kemarin. Menurutnya, pengolahan di areal kawasan HTI di Kecamatan Baito itu akan berdampak

HELMIN TOSUKI/KENDARI POS

Bupati Konsel, H. Imran ketika mengamankan kayu-kayu hasil inspeksinya yang merupakan hasil olahan dan rambahan masyarakat. negatif pada aspek keseimbangan ekosistem hutan tersebut. Langkah inspeksi yang dilakukan bupati mendapat apresiasi besar dari kalangan

anggota dewan. Ketua Komisi I DPRD Konsel, Rasyid yang ditemui diruangannya men-

Baca Jati di Hal 7


7

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Dua Kelalaian Sopir Pickup Maut

NURYADI/KENDARI POS

Kondisi salah satu ruas jalan di kawasan ibu kota Bombana, tepatnya di jalur utama Yos Sudarso yang memprihatinkan. Sudah dua bupati definitif di daerah pemekaran itu, namun belum juga memperlihatkan peningkatan kinerja dalam pembangunan.

Jalan Ibu Kota Dihiasi Kubangan Lumpur Rumbia, KP Belum ada progres menggembirakan dari pembangunan yang dilakukan kepala daerah di Bombana dalam menata wajah ibu kota menjadi lebih layak. Lihat jalur jalan di wilayah Rumbia, ibu kota Kabupaten Bombana. Di musim penghujan saat ini, hampir semua sudut jalan dihiasi dengan kubangankubangan lumpur. Pemandangan seperti itu tak hanya ditemukan di jalan yang belum diaspal. Sebab yang sudah diaspal pun, kondisinya sama saja. Ruas jalan yang “dihiasi” lumpur hampir ditemukan pada tiap lorong ibu kota seperti di Marunta, samping kantor Lurah Doule. Meski panjangnya jalannya tak sampai satu kilometer. “Dari sebe-

lum merdeka sampai merdeka, jalannya begini-begini terus (berlumpur). Tidak tahu kapan jalan-jalan di ibu kota ini mulus. Padahal sembilan tahun merdeka, sudah lima Bupati yang pimpin ini daerah,” kesal Asri, warga Rumbia. Di lorong Tina Orima juga begitu. Lumpurnya makin ganas, seiring dengan keluar masuknya mobil dump truk yang mengambil bahan galian C untuk material proyek penimbunan laut sebagai lokasi persiapan MTQ. Di jalur ini pengemudi kendaraan roda dua harus ekstra hati-hati. “Sudah banyak yang jadi korban. Kalau tidak, bannya terselip, pengendaranya jatuh dan mandi lumpur. Beginilah Bombana kalau sudah musim hujan. Ini (lumpur) baru di ibu kota,

tidak tahu kalau di kampungkampung terpencil,” keluh Heri, warga Rumbia lainnya. Di jalan Yos Sudarso, jalur utama keluar masuk ibu kota, kerusakannya juga sangat parah. Dari Pasar lama Kasipute sampai tugu Homebase Kasipute yang berjarak sekitar empat kilometeran, banyak lubang berderet dengan diameter lima sentimeter sampai 2 meter dan kedalaman 50 sentimeter. Rekanan yang mengerjakan proyek ini, sudah melakukan penimbunan. Namun material yang digunakan dikritisi setiap warga yang melintas, karena musim hujan saat ini, tanahnya menyerupai lumpur. Ketua DPRD Bombana, Andhy Ardian pun angkat bicara dengan tanah timbunan yang

digunakan kontraktor itu. Andhy meminta pihak rekanan cepat melakukan penimbunan, terutama di jalan-jalan yang lubangnya sudah mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan pengendara. Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum, Asdar Darwis mengaku, jalur di ibu kota yang kini dikepung kubangan dan lumpur hidup akan diaspal tahun ini. Anggarannya sudah diporsikan sebesar Rp 11 miliar dan telah selesai ditenderkan. Namun begitu, Asdar mengaku, tidak semua jalur ibu kota yang sudah lama berlumpur akan diaspal. “Ada beberapa ruas jalan yang belum tersentuh, salah satunya jalur menuju Sangkona, Kecamatan Rumbia,” jelasnya. (nur)

Bocah Tenggelam Ditemukan Kendari, KP Rakil akhirnya ditemukan. Bocah berusia delapan tahun yang hilang di Sungai Konaweeha tersebut ditemukan Tim Gabungan Basarnas, Kepolisian, anggota TNI, Badan Penanggulangan Bencana Konawe dan masyarakat dalam kondisi

Muna Barat... Muna Barat untuk satu langkah berjuang bersama-sama memekarkan daerah,” teriak Nur Arduk, Korlap Aksi. Ia juga meminta masyarakat tak lagi tertipu memberikan sumbangan yang mengatasnamakan panitia pemekaran. “Pertanggungjawabannya tidak jelas. Masyarakat jangan lagi mau menyumbang, kalau ada yang mengatasnamakan perjuangan

Pejabat... iatan padat. Beberapa waktu lalu, hal yang sama juga terjadi pada Bupati Tegal setelah mengikuti beberapa kegiatan kemudian yang bersangkutan pingsan dan meninggal dunia,” prihatinnya.

Melancong... komisi. Perjalanan itu mendapat sorotan dari Aktivis Bombana, Andi Mashap. Menurutnya, anggota dewan daerah itu harusnya lebih fokus menjalankan

Jati... gaku, pelaku ilegal logging di kawasan HTI bukan hanya dilakukan masyarakat setempat, tetapi para cukong kayu yang belum diketahui identitasnya. “Masyarakat hanyalah orang yang mengadu nasib dari hasil ilegal logging, sedangkan big bossnya yang membackup kegiatan tersebut belum teridenti-

tak bernyawa lagi, Sabtu (25/5) akhir pekan lalu sekitar pukul 11.30 Wita, sekitar tiga kilometer dari tempat korban pertama mandi di Desa Grandis, Kecamatan Uepai. Bocah tersebut dalam posisi tengkurap dan tersangkut ranting pohon. “Korban hilang se-

jak empat hari lalu. Mayatnya kami evakuasi ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari lokasi penemuan,” kata Resky, Kepala Jaga Basarnas ketika dihubungi, kemarin. Resky melanjutkan, pencarian bocah yang tenggelam itu, menemui kendala akibat arus sungai

yang cukup deras dan sangat keruh. Itulah yang menyebabkan proses pencarian membutuhkan waktu lama. Sebelumnya, Rakil terseret arus sungai Konaweeha sejak Rabu (22/5) pada pukul 14.30 Wita, saat sedang berenang di sungai bersama teman-temannya. (cr1)

pemekaran,” himbaunya. Ketua Presedium Gerakan Anti Korupsi Sultra itu juga meminta keseriusan Bupati Muna, LM Baharuddin untuk memperjuangkan pemekaran Muna Barat. “Sudah tiga kali agenda sidang pemekaran, namun Muna Barat belum juga mekar,” sindirnya. Senada hal itu, La Ode Agus, mengatakan, pembentukan daerah otonomi Muna Barat merupakan harga mati. Salah satu jalan agar ak-

selerasi pembangunan merata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah melalui pemekaran. Pihaknya mengaku telah mendapat informasi jika Bupati Muna, LM Baharuddin saat ini telah berada di Jakarta dan menghadiri rapat pembahasan pemekaran di komisi II DPR RI. Sementara itu, Bupati Muna LM Baharuddin, yang dihubungi kemarin sore membenarkan jika ia memang su-

Menurut Umar Samiun urusan mati dan hidup seseorang memang kehendak Tuhan. Namun akan sangat penting juga ikhtiar dan upaya manusia dalam menjaga kondisi fisiknya. “Jadi wajib bagi seluruh kepala SKPD untuk mengikuti tes kesehatan itu,” tambahnya. Hasil

tes nantinya dilaporkan untuk menjadi pertimbangan bupati dalam memberikan tanggung jawab jabatan. Dari hasil pemeriksaan awal pada 18 pejabat diketahui, secara umum masih sehat dan tak ada yang terkontaminasi menggunakan Narkoba. (cr4)

dah berada di Jakarta. Bupati meninggalkan Belanda di luar dari jadwal kepulangan. Ia membayar pribadi tiket kepulangannya. “Kehadiran saya di komisi II DPR-RI, sebagai bentuk komitmen Pemkab Muna serius untuk memperjuangkan pemekaran Muna Barat dan Kota Raha,” tegasnya. Dalam sidang di Komisi II DPR RI, lanjut mantan Kadis Kesehatan Muna itu, belum sempat dilakukan pembahasan. Karena terjadi perbedaan pandangan antara komisi I. “Kita cuma mendengar. Selanjutnya, menunggu keputusan agenda pembahasan berikutnya. Kalau sudah ada jadwal baru pembahasan, kita siap untuk hadiri,” jelasnya. (awn)

fungsi pengawasannya dari pada hanya jalan-jalan berlabel KAD atau studi banding. Menurut Mashab, banyak persoalan yang terjadi di Bombana saat ini, tapi lepas dari pengawasan dewan. “KAD tidak ada man-

faat nyata yang dirasakan masyarakat. Dari dulu juga “belajar” ke luar daerah, tapi apa kontribusinya. Mendingan anggota dewan, fokus dengan masalah yang menjadi rintihan rakyat,” sindirnya. (nur)

fikasi,” katanya. Legislatif akan melakukan penelusuran siapa orang dibalik aksi perambahan hutan tersebut. “Kita laporkan ke pidana agar proses hukumnya cepat dilaksanakan,” katanya. Ia menghimbau agar penerbitan surat izin pengolahan kayu yang kerap dikeluarkan kepala desa tak lagi dilakukan. Sebab kenyataan

di lapangan, izin tersebut tak sesuai, karena pengolahannya dilakukan dalam HTI bukan dilakukan di luar kawasan. “Kita juga akan koordinasikan dengan Dinas Kehutanan dan Satpol PP untuk mempertanyakan kinerja dan pengawasan mereka sebenarnya sejauh mana,” tegasnya diamini koleganya sesama Anggota DPRD, Hasan. (cr2)

Unaaha, KP Pengemudi mobil pick up yang mengalami kecelakaan maut dan merenggut tiga nyawa, Asrun disangka dengan dua kelalaian. Pertama karena muatannya over kapasitas (16 orang penumpang di belakang). Kedua, mobil pickup itu memang tak boleh memuat manusia, tetapi diperuntukkan memuat barang. Kesimpulan itu terungkap dalam pemeriksaan tersangka di Mapolres Konawe, kemarin (27/5). Kasubbag Humas Polres Konawe, AKP Turuman Marani mengatakan, sebelum berangkat ke Kendari, Asrun sempat terlibat adu mulut dengan isterinya. Diperkira-

kan, Asrun pun kehilangan konsentrasi saat mengemudi. “Dalam perjalanan ke Kendari, ban belakang mobil yang dikemudikan, pecah dan terjadilah kecelakaan hingga menewaskan tiga orang pengendara motor serta menyebabkan belasan penumpang pickup luka-luka dan patah tulang,” kata Turuman. Saat kejadian, Asrun langsung mengamankan diri ke Polsek Pondidaha. Sejauh ini belum ada tuntutan dan klaim keberatan dari pihak keluarga korban. Namun pihak kepolisian masih akan terus memproses kasus ini. “Asrun tetap sebagai tersangka tunggal. Kami masih akan memeriksa para

korban lainnya,” jelasnya. Seperti diketahui, Sabtu (25/5) lalu, mobil yang dikemudikan Asrun bertabrakan dengan dua sepeda motor. Satu orang pengendara sepeda motor tewas di tempat dan dua lainnya meninggal di rumah sakit. Sementara korban lainnya ialah penumpang Asrun yang mengalami luka-luka dan patah tulang. “Untuk sementara, tersangka dijerat dengan undang-undang nomor 22 tahun 2009, pasal 310 ayat 3 dan 4 tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dan lukaluka. Hukuman maksimal 6 tahun penjara,” tanadas Turuman. (m2)

Warga Curi Besi Jembatan Raha, KP Material besi untuk konstruksi jembatan di Desa Pure, Kecamatan Wakorumba Selatan, hilang. Besi yang ditaksir berharga hingga Rp 500 juta tersebut dicuri Aksan, warga Desa Pure. Belum sempat menikmati hasil kejatahannya, Aksan tertangkap polisi, akhir pekan lalu. “Kita masih melakukan pengembangan. Tak menutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka,” kata AKBP Sempana Sitepu melalui Ka-

subaghumas, AKP Daniel, kemarin. Mantan Kapolsek Katobu itu mengungkapkan, besi jembatan yang dicuri diangkut dengan menggunakan tiga truk. Tersangka menjual besi tersebut kepada seseorang yang disebut bernama Felix seharga Rp 7,5 juta. Dari tangan Aksan, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 4 juta. Sisanya Rp 3,5 juta telah habis digunakan. Dua truk besi curian itu diangkut menuju Baubau

dan satu truknya lainnya dibawa ke Kendari. “Besi itu akan dikirim ke Surabaya,” sambung Daniel. Besi-besi tersebut, setelah tiba di Kendari dan Baubau langsung dimasukan di kontainer. “Kita mengejarnya, tapi tidak mendapatkan lagi,”terangnya. Akibat hilangnya material besi untuk jembatan tersebut, kerugian ditaksir sebesar Rp 500 juta. “Hilangnya besi tersebut dilaporkan oleh pihak Dinas PU Sultra,” tandas Kasubaghumas Polres Muna. (awn)


1

2

3

4

5

7

6

8

9

10

14

15

8

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Elektabilitas Ical Masih Rendah

ulfah/kp

BERGUGURAN--Tiga anggota kpu konawe yakni Sukiman Tosugi, hajaratul aswad dan Rudiasin dipastikan akan mengakhiri tugasnya bulan Juni nanti. ketiganya tak masuk dalam 10 besar yang dihasilkan Tim seleksi kpu konawe. Tampak ketiga anggota kpu konawe saat memprotes kinerja timsel beberapa waktu lalu.

Gita Tunggu Restu SBY Jakarta, KP Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan sudah siap ikut dalam bursa calon presiden (Capres) di Pilpres 2014. Ia pun sudah siap bersaing di konvesi yang akan dilakukan Partai Demokrat (PD). Meski demikian, Gita menyatakan tetap menunggu restu dari sang Ketua Umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Belum ada restu apapun. Tapi nanti kita liat saja

seumpamanya saya diundang dan dipertimbangkan saya akan ikut,” tutur Gita di Jakarta, Sabtu, (18/5) lalu. Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) itu menambahkan, sejauh ini dirinya dan Partai Demokrat juga belum melakukan pembicaraan resmi. Bahkan, Gita mengaku belum pernah membahas soal rencananya maju di Pilpres itu dengan SBY. “Belum ada komu-

nikasi secara resmi jadi kita lihat aja ke depan,” tandas Gita. Bekas Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal itu menegaskan, dirinya masih harus fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri Perdagangan. “Belum ada komunikasi. Untuk sementara saya menceritakan saja bahwa tantangan Indonesia ke depan dari sisi perdagangan dan ekonomi. Ini besar dan kita harus hadapi. Dan harus siap ke depan,” tutur Gita.(flo/jpnn)

Jakarta, KP Persaingan antar partai politik untuk mengusung tokoh calon presiden makin ketat jelang Pemilu 2014. Termasuk dari Partai Golkar. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menyatakan hingga saat ini partainya tetap mencalonkan Aburizal Bakrie sebagai capres. Meski demikian, ia mengakui ketua umum Partai Golkar itu masih kurang mengangkat elektabilitasnya di kalangan anak muda. “Masih tetap, hanya mungkin ada kurang pendekatan di kalangan kaum muda atau kaum pekerja, seperti itu. Tapi tidak merubah keputusan yang

sudah diambil,” tutur Agung di Jakarta, Senin, (27/5) kemarin. Agung juga mengakui elektabilitas Aburizal yang akrab disapa Ical itu tidak menunjukkan kemajuan berarti sejak deklarasi yang dilakukan pada Juli 2012 lalu. Namun Golkar tidak akan menggantinya dengan calon lainnya. Ical tetap menjadi calon tunggal di Golkar. “Memang itu (elektabilitas) agak lambat tapi ada progres. Paling kalaupun dilakukan pembahasan hanya untuk memperkuat, bukan untuk merubah keputusan. Awalnya kan hanya di bawah 5 persen, sekarang sudah di atas 7 persen, ada peningkatanlah,” tandas Agung.

Jokowi Belum Memikirkan Elektabilitas Gubernur Joko Widodo kembali melejit dalam survei politik tentang calon presiden di Pemilu 2014. Salah satunya dari survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS). Namun, seperti biasa pria bertubuh kurus ini enggan menanggapi lebih. Ia lebih memilih menjalankan tugasnya sebagai Gubernur. “Sampai detik ini enggak mikir ke sana, enggak mikir, enggak mikir, enggak mikir, enggak mikir, enggak mikir, enggak mikir. Boleh dong saya enggak mikir,” ujar Jokowi setengah bercanda, di Jakarta, Senin, (27/5) kemarin. Dari survei CSIS terdapat re-

sponden 1.635 orang yang menjadi responden. Dari segi popularitas, Jokowi paling populer di antara pejabat publik atau pejabat negara lainnya. Popularitas politisi PDI Perjuangan itu sebesar 85,9 persen, mengalahkan Ibu Negara Ani Yudhoyono di angka 78,5 persen. Pejabat lainnya, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono X 59,5 persen, Dahlan Iskan 42,6 persen, Mahfud MD 39,6 persen, Pramono Edhie Wibowo 20,2 persen, Djoko Suyanto 15,2 persen, Gita Wirjawan 8,4 persen, dan lainnya. Meski demikian, Jokowi tetap menyatakan tidak terpengaruh dengan hasil survei.”Pokoknya saya enggak mikir,” katanya sambil tertawa. (flo/jpnn)

PAW...

masuk dalam tim sukses calon kandidat Bupati Bombana, sehingga secara integritas persyaratan sebagai panwaslu sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan. ‘’Untuk saudara Andi Pattiroy sudah tidak tepat lagi menjadi anggota panwaslu karena sudah menjabat sebagai Sekretaris KPUD Bombana,’’ jelasnya.

Tanggapan masyarakat mengenai kinerja Panwaslu Konsel dan Konut juga sempat dibeber Hamiruddin. Katanya didaerah itu terdapat anggota panwaslu yang tidak berdomisili didaerahnya bertugas sehingga tidak bisa berkerja maksimal dalam memantau pelaksanaan pemilu 2014. Selain tanggapan negatif,

Bawaslu juga menerima masukan yang positif mengenai kinerja anggota panwaslu. Namun masukan-masukan dari masyarakat ini akan tetap ditampung dan menjadi bahan pertimbangan. Tapi untuk memastikan masukan berimbang, Bawaslu tetap akan meminta klarifikasi sejumlah nama yang dilaporkan tersebut.(m3)

KPUD, mereka sudah menyerahkan surat pengunduran diri itu agar segera diproses. Apalagi salah satu persyaratannya, bagi caleg yang mengundurkan diri harus melampirkan surat salinan keputusan pemberhentian seperti yang tercantum dalam surat edaran PKPU nomor 315 tahun 2013. Sementara itu Ketua KPU Sultra, Hidayatullah yang dikonfirmasi semalam menjelaskan sejatinya sejak

mendaftar dengan mengisi form BB5, anggota DPRD yang pindah partai harus sudah melampirkan bukti pengunduran diri yang telah diproses oleh pimpinan DPRD atau Sekwan. Katanya tugas KPU hanya sebatas administrasi. ‘’Persoalan apakah yang bersangkutan mundur benaran, itu adalah urusan dia dengan parpol asalnya,’’ jelasnya. Pengunduran dari parpol kata Hidayatullah tidak diperlu-

kan bagi anggota DPRD yang menjadi calon DPD RI. Sekadar diketahui beberapa anggota DPRD Sultra dipastikan pindah parpol saat pemilu 2014 nanti. Nama-nama semisal Slamet Riyadi, Tasman Wahid dan Rhya Madi sudah masuk dalam DCS partai berbeda. Begitupun Suryani Imran yang memilih hengkang lebih awal. Sementara Yusran Silondae dan Rusman Emba memilih menjadi calon DPD RI. (m3)

sudah tidak dapat bersikap independen. Masukan keterlibatan panwaslu dalam pemilukda daerah juga dialamatkan ke panwaslu Bombana. Dari laporan itu disebutkan dua anggota panwas ditengarai bermain dalam pemilukada bahkan keduanya

Mundur... lainnya yang sudah masuk Daftar Calon Sementara (DCS) partai lainnya? Robert enggan mengomentari. Menurutnya, cepat atau tidaknya penyerahan mundur semua tergantung anggota dewan itu sendiri, sebab tugas sekretariat hanya menindaklanjuti proses pemberhentian anggota dewan. Namun sebelum mendekati penetapan caleg dalam DCS oleh


Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Internasional

Kecam Penggunaan Cluster Bomb Para Pemimpin Afrika Togo, KP Para pemimpin di negara-negara Afrika secara resmi mengecam penggunaan cluster bomb atau bom rumpun sekaligus mendesak seluruh negara di dunia agar bergabung dalam pelarangan global senjata mematikan itu. Para delegasi konferensi negara-negara Afrika di Lome, Togo yang terdiri dari 36 negara di Afrika, mengaku sangat prihatin pada berlanjutnya penggunaan bom rumpun dan bertambahnya jumlah korban termasuk perempuan dan anak-anak. Menurut laman VoA, Sabtu (25/5) lalu, para delegasi menyatakan bahwa 14 negara Afrika memiliki masalah penggunaan bom rumpun, termasuk yang belum meledak. Mereka mengungkapkan bom-bom tersebut

terakhir digunakan tahun lalu di Sudan Selatan. Para delegasi mendesak pemerintah 12 negara Afrika yang belum bergabung dalam Konvensi Anti-Senjata Rumpun global, untuk menandatangani perjanjian itu. Bom rumpun adalah jenis senjata yang menebar banyak bom kecil di area yang luas. Bom-bom kecil seringkali gagal meledak dan menarik perhatian anakanak yang mengiranya sebagai mainan. Para petani yang bekerja di lahan mereka kerap cidera karena bom-bom itu. Dalam hukum perang internasional, senjata berbahan nuklir, bom kimia, bom biologis termasuk cluster bom dilarang penggunaanya karena efeknya bisa merusak lingkungan, mengakibatkan korban sipil, menimbulkan penderitaan yang tidak semestinya dan berkepanjangan seperti kanker.

Cluster Bomb. Bom cluster atau bom tandan atau bom curah adalah bom yang memiliki mekanisme unik, karena setelah diluncurkan dari pesawat tempur atau bomber, bom akan pecah menjadi ratusan bom kecil berupa kaleng. Pada awalnya bom ini diciptakan untuk menghancurkan landasan pacu pangkalan udara,

IST/KP

konvoi kendaraan lapis baja atau untuk membubarkan konsentrasi pasukan darat. Diproduksi dengan berbagai nama seperti CBU/Cluster Bomb Units (Amerika Serikat), Belouga (Perancis), Excalibur (Amerika Serikat), secara efektif bom ini digunakan dalam perang Iraq, Afganistan dan perang ArabIsrael. (Esy/jpnn)

Unjuk Rasa, Unjuk Ciuman Ankara, KP Para muda-mudi di Ankara, Turki, memilih menyalurkan aspirasi dengan cara-cara yang ’’sedap’’. Alih-alih saling lempar batu atau bakar-bakar ban bekas, mereka berdemonstrasi dengan cara menggelar ciuman masal. Aksi tersebut memang dilakukan untuk memprotes sesuatu yang mereka sebut sebagai ’’pelecehan resmi’’ oleh pemerintah. Demo nyeleneh itu diadakan untuk merespons pengumuman di sebuah stasiun kereta bawah tanah pekan lalu. Saat itu, sepasang mudamudi terlihat sedang beradu bibir di pojok stasiun. Ulah tersebut terekam kamera pengawas. Sejurus kemudian, terdengarlah suara pengumuman dari pengeras suara. Bukan mengabarkan sepur yang akan lewat, pengumuman itu kira-kira berbunyi seperti ini: ’’Para penumpang yang terhormat, mohon tidak berciuman di depan umum. Kami mohon Anda

untuk bertindak sesuai dengan aturan moral yang berlaku.’’ Diluar dugaan, muda-mudi yang lagi kasmaran tersebut ngambek. Mereka mengadu kepada media. Ciuman cinta itu pun berubah menjadi ciuman politik. Partai oposisi, partai sekuler berseberangan dengan

partai penguasa yang berbasis Islam, mempertanyakan hak petugas subway dalam membuat pengumuman tersebut. Puncaknya adalah demo yang dihelat Sabtu (25/5) waktu setempat. Ratusan orang berciuman di depan umum di stasiun-stasiun bawah tanah. Sembari berasyik-

masyuk, mereka juga meneriakkan slogan-slogan. Juga, membawa banner bertulisan ’’Ciuman Gratis’’ dan ’’Pelukan Gratis’’. Aksi tersebut bukan tanpa tentangan. Kelompok pro-Islam mengadakan aksi tandingan. Polisi pun memasang barikade di antara dua demonstran itu. (AP/c18/dos)

9

Pemerintah Jerman Diminta Lindungi Masjid Jerman, KP Dewan Koordinasi Muslim di Jerman (KRM) meminta pemerintah di negeri itu melindungi dan menjamin kebebasan beribadah bagi para pemeluk agama Islam, termasuk sarana ibadah masjid yang disucikan. Peringatan ini disampaikan pascapenyerangan beruntun atas 10 masjid selama 10 hari berturut-turut seiring persidangan kelompok teror neo-Nazi, National Socialist Underground (NSU) di Jerman. Serangan terhadap masjid-masjid itu dianggap sebagai wujud gerakan Islamophobia (anti-Islam) di Jerman yang muncul kembali ke permukaan dengan cara kekerasan. “Demokrasi seharusnya menjamin warga negara untuk melakukan ibadahnya masing-masing, termasuk menjamin keamanan bagi tempat ibadah,” tegas Juru Bicara KRM, Aiman Mazyek Jumat (24/5) ketika mengunjungi salah satu masjid yang diserang di Mainz. Seperti dilansir inagist.com, Sabtu (25/5), masalah Islamophobia di Jerman muncul ke permukaan sekali lagi pasca persidangan atas anggota neo-Nazi Beate Zschäpe dan empat tersangka lainnya atas tuduhan telah melakukan 10 pembunuhan. Delapan korban pembunuhan itu adalah warga keturunan Turki, seorang imigran Yunani dan seorang polisi Jerman. Sesi pertama sidang ini diselenggarakan pada tanggal 6 Mei lalu. Meskipun proses persidangan tengah berlangsung, namun asosiasi Islam di Jerman menyatakan serangan terhadap Muslim di negara itu belum berhenti. KRM mencatat masjid di Bullay di negara bagian Rhineland-Palatinate yang beribukota di Mainz, serta

masjid di distrik Düren, North Rhine-Westphalia Utara diserang antara 10 Mei dan 20 Mei. Para pelaku melakukan vandalisme dan menulisi pintu masjid di wilayah Düren dengan kata-kata “NSU masih hidup dan Anda akan menjadi korban berikutnya.” Sedangkan dalam serangan yang terjadi tanggal 18 Mei, dua orang tak dikenal menempelkan poster anti-Islam di dinding sebuah masjid di Mainz. Serangan baru lainnya ke masjid dilakukan dengan cara melemparkan batu sehingga menyebabkan kerusakan. KRM juga mencatat bahwa sekitar 30 serangan terjadi terhadap masjid di Jerman pada tahun 2012 lalu. Sembilan dari serangan itu termasuk pembakaran. “Aksi perusakan ini hanya yang diketahui, angka sebenarnya mungkin jauh lebih banyak,”lanjutnya. KRM mengutuk insiden itu dan menuntut agar pemerintah Jerman mengayomi para pemeluk agama disana termasuk sarana ibadah yang disucikan seperti masjid. Pihaknya juga menegaskan bahwa sudah saatnya dibentuk sebuah unit dan keamanan negara untuk bersama-sama dengan umat Islam dan perwakilan dari asosiasi Muslim untuk membahas bagaimana masjid bisa lebih terlindungi. Serangan terhadap Muslim dan tempat ibadah mereka telah meningkat selama bertahun-tahun di Jerman. Dan ini menunjukkan bahwa masalah tersebut harus ditangani tidak hanya oleh satuan keamanan, tetapi juga seluruh masyarakat. (Esy/jpnn)


selasa, 28 mei 2013

iKlan

Kendari Pos


Aneka

Kendari Pos |Selasa, 28 Mei 2013

Harusnya Semua Bijak Menilai Gagal ............. anggaran maupun dokumen yang diterima melalui sekertariat, para camat, lurah maupun masyarakat tidak menyetujui pemekaran. Namun, sebelum mendapat klarifikasi dari pihak Pemda Buton maupun Muna, ada instrupsi dari anggota Komisi. Mereka mempertanyakan beragam pemberitaan di media yang dianggap menyudutkan komisi II. “ Pimpinan sebelum dimulai, saya mau tanya Pak La Ode atas pernyataannya yang mengatakan gagal pemekaran karena transaksional,” ujar Janun Ahmadi dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat Komisi II DPR RI, Senin (27/5). Mendengar hal tersebut, Ida terkejut. Ia tidak terima tudingan itu. Ida membantah tidak pernah menuturkan terjadi transaksi dalam pengusulan DOB. Caleg asal PAN ini meminta bukti baik rekaman maupun dokumen media mana yang menerbitkan. Bahkan ia juga menyatakan, silahkan melakukan gugatan dan siap dihadapi dengan pantang menyerah. “ Saya minta dokumennya, dan kalau mau menyelesaikan ini silahkan undang saya dalam sebuah forum saya,” tantangnya. Kengototan La Ode Ida, kembali mendapat sorotan dari Komisi II lainnya Gamari. Ia juga mempertanyakan pemberitaan tewasnya warga Musi Rawas Utara karena kinerja dari Komisi II. Sehingga ia meminta jika memang itu dilakukan segera mencabut pernyataan dan meminta maaf atas semua hal tersebut. Bahkan kata Gamari rapat akan diikuti jika Ida keluar dari ruang Komisi II. “ Saya minta Pak La Ode mencabut laporan dan minta maaf. Pak La Ode kami tidak bermaksud menghambat, jangan bapak mengatakan ini semua karena kami. Komisi II sudah bersungguh-sungguh, itu sasaran tembak yang tidak berasalan. Kami minta jika memang bapak mengatakannya silahkan dilakukan klarifikasi di sini,” terangnya, tapi tidak digubris pihak DPD RI. Kondisi tersebut membuat semua pihak yang hadir, Dirjen Otda Kemendagri, Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri, Dirjen Perundang-Undangan Depkumham, Komite I DPD RI, wakil Gubernur Sultra, Bupati Muna, perwakilan Buton, Ketua DPRD Sultra

maupun beberapa masyarakat, hening. Sebab agenda rapat DOB berubah menjadi pertengkaran elit politik. Anggota Komisi II lain Miryam S Haryani menghimbau kepada pemangku kepentingan jangan asal ngomong. Menurutnya, Komisi II DPR punya aturan, berpegang pada PP No.78 sehingga jangan selalu bola itu dilemparkan pada DPR. “ Untuk itu saya sangat menyesalkan kepada senator yang mengatakan kita yang menjadi penyebab kerusuhan ini,” paparnya. Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa sangat menyesalkan dengan pernyataan yang disampaikan Ida di beberapa media massa. Katanya, interupsi yang diajukan wajar karena memang pernyataan La Ode Ida, yang sangat membuat ketidak nyamanan. “ Bicara La Ode Ida terlalu jauh, melebar dan sifatnya menantang. Saya tetap pada kesimpulan tetap melanjutkan rapat, tapi lainnya tidak mau lagi. Tidak mungkin kita lanjut, kalau seperti ini,” terangnya. Menurut Agun rapat ditunda tanpa batas waktu, karena pihaknya bukan saja mengurus DOB tetapi banyak tugas lain yang harus dijalankan. Ia menginginkan, DPD segera mengadakan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut. Berdasarkan dokumen yang ada wilayah di Sultra masih bermasalah untuk di mekarkan. “Sehingga memerlukan jawaban dari pihak Pemda masing-masing. “Kapan, nantilah kita bahas lagi,” ujarnya. Ketua DPRD Sultra Rusman Emba mengatakan, kedatangan di DPR RI untuk membawa aspirasi masyarakat, namun kenyataan terjadi perdebatan antara DPD maupun DPR. Ia menegaskan berdasarkan keterangan yang didengar, sebuah kewajaran jika terjadi kritik terhadap sesama wakil rakyat. Kemudian, jika ada pernyataan yang merasa dikucilkan seharusnya dibahas pada forum tertentu sehingga tidak merugikan pihak Sultra. “ Kita dirugikan karena sudah datang, saya kira mari kita bijak, kita berharap ada pertemuan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Jangan saling ribut antara sesama. Saya juga tadi mau memberikan saran, namun ketua langsung menutup rapat,” pungkasnya. Sedangkan Wagub Sultra Saleh Lasata yang coba dimintai keterangannya enggan menjawab. (cr1)

Sehat ................ dan fungsi organ seksual. Bahkan, vitamin D pun dihasilkan dari turunan kolesterol karena kolesterol merupakan prekursor utama pembentukan vitamin D serta hormon reproduksi, seperti estrogen dan testosteron. Vitamin D dan hormon tersebut penting guna menjaga keseimbangan pembentukan dan perusakan tulang untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Vitamin D juga berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium ke dalam tubuh. Kolesterol itu banyak jenisnya. Tiga di antaranya adalah LDL (kolesterol jahat), trigilserida, dan HDL (kolesterol baik). Bila kadar ketiganya normal, tak ada masalah yang timbul. Namun, bila kadar LDL dan trigliserida berlebih, barulah timbul masalah. Dan itu merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung serta pembuluh darah otak yang dapat memicu stroke. Penyakit lain pun dapat ditimbulkan oleh LDL yang tinggi, seperti hipertensi, diabetes, aterosklerosis, dan disfungsi ereksi pada pria. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan HDL karena ia mempunyai fungsi membersihkan pembuluh darah dari LDL yang berlebih. Kadar HDL yang tinggi merupakan tanda yang baik sepanjang LDL kurang dari 150 mg/dl. Lalu, bagaimana caranya mengurangi LDL? Tentu banyak cara yang bisa dilakukan. Namun, salah satunya, yang tak memiliki efek samping, adalah dengan rutin mengonsumsi xanthone, senyawa yang terdapat dalam kulit buah manggis. Senyawa itu bisa menjadi pelindung sel pada proses penuaan atau perusakan oleh radikal bebas. Sifat antioksidannya melebihi vitamin E dan C. Karena itu, ia berperan sebagai anti-inflamasi, anti-penuaan, antialergi, dan membantu tubuh menurunkan gula, tekanan, serta kolesterol darah. Berkaitan dengan penurunan kadar kolesterol darah, hasil pengujian dr. Purwati, seorang dokter di Jakarta, menunjukkan angka sebagai berikut. Kolesterol rata-rata 7 pasiennya 201,85 mg/dl sebelum mengonsumsi ekstrak

kulit buah manggis. Tapi, setelahnya turun menjadi 176,86. Normalnya <200. Itulah buktinya bahwa xanthone berhasil menormalkan kadar kolesterol pasien. Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di nomor telepon 08124135934 Atau bisa juga mendapatkannya langsung di apotek-apotik di kota Anda. Kendari : Apotik Wua-wua Farma Jl. MT Haryono, Apotik Saranani Jl. Saranani, Apotik Bumi Farma Bundaran Mandonga, Apotik Zafira samping Nusamart Sebelum PLN Wuawua, Apotik Surya Komp. Pasar Baru, Apotik Palopo Komp. Pasar Mandonga. Subdis Unaaha: Apotik Waraka 085241984014, Subdis Konsel: 082195198708, Apotek Salsabila Ranomeeto, Aptk Fahriza Punggaluku, Subdis Baubau: Apotik Trikusuma, 0402-2821207, Raha: Apotik Binter Farma Jl. Yos Sudarso No. 39 Raha (Dpn Bank BNI Raha), Subdis Kolut: 085231246853. Bombana Aptk. Gaskas Kasipute. Subdis Kolaka: 081341502888, Apotik Khaerul Bariah psr baru Kolaka. Pomalaa: Apotik 19 November, Kolaka Utara: Apotik Salsabilah dpn pasar Lasusua, Subdis Konut: 085299340621, DICARI SUBDIS TIAP KABUPATEN. Konsultasi Bebas Pulsa Hubungi: Dr. Purwati Hp: 08001401430.

11

Bangun Sekolah Sepak Bola Timnas ................ mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, tapi antusias para fans yang ingin melihat secara dekat tak bisa dibendung. Penonton yang asyik menyaksikan pemain kedua tim final (Alolama v Lepolepo), namun saat jeda babak pertama seketika gempar ketika kedua pemain Timnas itu muncul dengan pengawalan ketat. Penggemarnya pun desak-desakan. Menurut Habil Marati, ia mendatangkan dua pemain tersebut karena ingin membangkitkan kembali dunia sepak bola di Sulawesi Tenggara. “Saya sengaja datang kemari dan membawa dua pemain Timnas( Andik Vermansyah dan Titus Bonai) dengan harapan bisa membangkitkan semangat dunia olahraga di Sultra,” kata Habil. Wali Kota Ir H. Asrun bangga dengan kehadiran dua pemain profesional itu. Ia berterima kasih terhadap mantan manager Timnas (Habil Marati) karena

menghadiri sepakbola antar kelurahan itu. Apalagi mendatangkan dua pemain top Indonesia. “Saya sangat berterimah kasih kepada harian Kendari Pos, Bapak Milwan, Pak Habil,Titus Bonai dan Andik Vermansyah. Anak-anak Kendari harus ada yang bisa seperti kedua pemain Timnas tersebut,” harap Asrun. Alolama Juara Turnamen sepakbola antar Kelurahan se-Kota Kendari telah berakhir. Pemenangnya adalah Alolama. Ivent yang digelar Harian Kendari Pos ini diikuti 36 kelurahan dari 64 kelurahan yang ada di Metro ini. Laga final yang berlangsung di Stadion Lakidende, dengan skor 3-1. Kesebelasan Lepo lepo dibuat tak berkutik. olahan bola lebih didominasi Alolama, meski Lepo lepo lebih dahulu menjebol jala gawang Alolama pada menit 13 babak pertama, melalui kaki Anca. Menit 25 Alolama mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan keras Rahmat sebagai pemain pengganti.

Skor imbang makin membakar semangat Alolama untuk menebus gawang Lepo Lepo yang dijaga Kardi. Laga kemenangan Alolama ini dipimpin wasit PSSI Abdul Razak. Laga Eksibisi, Tibo Menangkan Kendari Pos Usai perhelatan laga final antara Kelurahan Alolama vs Lepo-Lepo, dua atlet Timnas, Andik Vermansyah dan Titus Bonai (Tibo) saling unjuk kebolehan di hadapan masyarakat Kota Kendari dalamlaga eksebisi, Kendari Pos versus Pemkot Kendari. Andik memperkuat kesebelasan Pemkot sedangkan Tibo membantu tim Kendari Pos dan keduanya berperan sebagai striker. Kendari Pos menang atas Pemkot dengan skor akhir 3-2. Ketiga gol tersebut, tercipta dari tendangan Tibo. Sedangkan dua gol Pemkot dicetak Andik. Menurut Habil, ia mempunyai citaBaca LANJUT di Hal. 2

Persoalan Utama OS Adalah Ketidakpastian Sistem ................ Saya tidak sekadar merencanakan, tapi juga sudah memikirkan detailnya: problem apa saja yang terjadi, bagaimana memperbaikinya, dan bagaimana caranya praktis sudah matang di otak saya. Waktu itu benar-benar tinggal melaksanakan. Mengapa tidak dilaksanakan di tahun pertama” Ada dua alasan. Pertama, problem utama PLN waktu itu (krisis listrik dan antre listrik) harus diselesaikan dulu. Kedua, saya belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Justru ketika seluruh karyawan dan OS all-out membenahi PLN itulah saya tahu: oh... ini persoalannya! Persoalan utama OS, sepanjang yang saya rasakan, adalah perasaan gelisah akan ketidakpastian apakah tahun depan masih dipakai lagi atau tidak. Tentu soal besar-kecilnya gaji juga masalah, namun yang utama adalah ketidakpastian itu. Persoalan lainnya adalah status. Mereka menginginkan status kekaryawanan yang jelas. Tidak sekadar menjadi tenaga cabutan. Tentu OS juga menginginkan jadi karyawan perusahaan induk, tapi yang lebih utama adalah status kekaryawanan itu, di mana pun tempatnya. Perusahaan OS juga tidak bisa disalahkan begitu saja. Mereka tidak mau mengangkat OS sebagai karyawan tetap perusahaan lantaran ini: kontrak kerja perusahaan itu dengan BUMN hanya berlaku satu tahun. Kalau OS diangkat sebagai karyawan tetap, padahal tahun depan kontrak kerja outsourcing di sebuah perusahaan tidak diperpanjang, perusahaan OS tersebut

mengalami kesulitan. Maka, BUMN akan melakukan perbaikan sistem yang mendasar seperti ini. Pertama, tender untuk perusahaan OS akan diubah. Syarat-syarat tender pun akan diperketat. Misalnya, perusahaan OS baru boleh ikut tender kalau memiliki sistem penggajian yang baik, memiliki sistem kekaryawanan yang menjamin status karyawan, memiliki sistem jaminan kesehatan dan sosial, serta memiliki sistem jenjang karir. Kedua, masa kontrak kerja akan diperpanjang. Tidak hanya setahun-setahun, tapi langsung lima tahun dan bisa diperpanjang lagi lima tahun dan lima tahun lagi. Selama ini ada ketidaklogisan yang mendasar. Tiap tahun ikut tender itu menimbulkan biaya yang mestinya bisa untuk memperbaiki gaji karyawan. Tender tiap tahun juga menimbulkan suasana banting-bantingan di antara peserta tender yang pada akhirnya menekan gaji karyawan. Tiap tahun tender itu juga menimbulkan kelucuan yang mengharukan: mereka, yang tahun ini bekerja untuk PT Sukses Sendiri, tahun depan ditransfer ramai-ramai ke PT Kurang Sukses Bersama. Ini karena pemenang tendernya belum menyiapkan tenaga kerja yang harus langsung terampil di suatu pekerjaan hari itu juga. Pedoman-pedoman pokok seperti itulah yang kini lagi dibahas detailnya di masing-masing BUMN. Tentu ada direksi yang beranggapan bahwa biaya yang dikeluarkan BUMN akan bertambah besar. Ini bisa benar, bisa juga tidak. Semua berpulang pada kecanggihan manajemen masing-masing. Bisa saja dengan sistem baru itu beban kerja terbagi lebih

produktif sehingga tenaga yang diperlukan ternyata tidak sebanyak yang lama, tapi dengan kualitas yang lebih baik. Tingkat kecanggihan manajemenlah yang menentukan. Tentu saya juga tahu banyak BUMN yang karena mewarisi masa lalu yang berat mengakibatkan pemikiran ketenagakerjaannya tersedot ke sana. Misalnya, ada BUMN yang terancam harus membayar gaji pensiunannya lebih besar daripada membayar gaji karyawan yang sedang bekerja. Direksi sebuah BUMN juga harus memikirkan pensiunannya meski itu tidak ada dalam deskripsi job-nya. Ini yang tidak terjadi di swasta. Sistem kekaryawanan yang khusus di masa lalu menjadi bom waktu yang dahsyat sekarang ini. Dengan sistem OS yang baru itu, direksi BUMN juga terpaksa akan mengevaluasi cara kerja karyawan tetap. Selama ini tenaga OS sering merasa diperlakukan tidak adil: mereka melihat sendiri betapa banyak karyawan tetap yang kerjanya malas-malasan dengan gaji yang jauh lebih besar. Mereka merasa ditekan untuk bekerja lebih keras guna meringankan pekerjaan pegawai tetap itu dengan gaji yang jauh lebih kecil. Banyak karyawan BUMN yang tidak mengira bahwa mereka diamati OS. Padahal, di pojok-pojok halaman mereka sering membicarakan kinerja karyawan tetap yang mereka lihat setiap saat. Lebih dari itu, semangat membicarakan UMR/UMP dan OS ini semoga tidak menimbulkan anggapan bahwa kita sudah menyelesaikan persoalan. Jumlah guru madrasah yang gajinya lillahi taala juga luar biasa banyaknya. Apalagi jumlah mereka yang belum bekerja. (*)


12

Kendari Pos |Selasa, 28 Mei 2013

Bensin - Solar Naik Juni Jakarta,KP Kepastian kapan rencana kenaikan BBM bersubsidi mulai terkuak. Rencana kenaikan pada awal Juni 2013 dipastikan mundur karena pemerintah menunggu penyelesaian pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2013. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, pembahasan RAPBN-P 2013 ditargetkan tuntas pada Senin, 17 Juni mendatang dan bisa disahkan menjadi undangundang dalam rapat paripurna DPR. “Itu kan sudah masuk minggu ke tiga, jadi setelah itu bisa ditetapkan soal (kenaikan harga) BBM,” ujarnya di sela rapat kerja dengan Komisi XI DPR kemarin (27/5).

Menurut Mahendra, kenaikan harga BBM tidak bisa diundur lebih lama lagi. Sebab, selain potensi penghematan yang akan makin tipis, mundurnya kenaikan harga BBM juga dikhawatirkan akan bertabrakan dengan masa ta-

hun ajaran baru dan Bulan Puasa yang bakal memicu lonjakan kenaikan harga atau inflasi. “Jadi, jadwalnya harus tepat (pembahasan RAPBN-P 2013, Red), kalau meleset dari itu, risikonya menjadi besar,” katanya. (owi)

Selesai .............. akan memperoleh penghasilan yang sangat besar jika mampu menekuni keahliannya bermain sepak bola. Inilah yang harus didorong oleh pemerintah daerah,” ungkap Habil. Sebagai salah seorang putra daerah Sultra, Habil mengaku prihatin dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan sepak bola di Sultra. Hingga sekarang, belum ada keseblasan dari Bumi Anoa ini yang tembus ke level nasional. Padahal potensi yang dimiliki cukup besar, namun semua itu tidak didukung oleh perhatian dan pengadaan sarana dan prasarana memadai dalam sebak bola. “Melihat kondisi ini, saya merasa terpanggil untuk mendirikan sekolah bola. Padahal kalau pemerintah daerah merespon potensi yang ada, di sini kan banyak tambang. Mestinya itu dimanfaatkan untuk membantu pengadaan fasilitas, misalnya alun-alun maupun sarana lainnya, jangan malahan memperbanyak sarana hiburan yang lain, sebab sepak bola ini bukan hanya sekadar hiburan tapi juga menyehatkan dan mendidik,” kata Habil. Ia juga berharap, upaya Kendari Pos mempelopori kegiatan sepak bola tingkat Kota Kendari memotivasi pemerintah untuk mau peduli dan mengembangkan sepak bola. “Apa yang dimiliki Andik dan Tibo saya rasa tidak jauh beda dengan pemuda di Kendari. Makanya pemerintah jangan menyia-nyiakan kesempatan karena saya tau persis di Sultra ini banyak bibit-bibit muda yang handal dan butuh perhatian untuk mengembangkan potensi mereka,” tandasnya. (p7/m1/fya)

Keluarga Besar PT Media Kita Sejahtera dan Harian Kendari Pos Mengucapkan Belasungkawa Atas Berpulangnya ke Rahmatullah Ibu Mertua La Ode Diada Nebansi (Onggi Nebansi), Pemimpin Redaksi Kendari Pos :

Sayu Alif Sarjono Meninggal di Yogyakarta pada Tanggal 27 Mei 2013 Pukul 01.45 WIB pada usia 85 Tahun.

Semoga Amal Ibadah Almarhumah Diterima Disisi Allah SWT dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan. ttd Milwan Lukman (Direktur Utama)


Langganan Dalam Kota Rp. 97.500,-

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

ORGANISASI

LDII Gelar Workshop

SUWARJONO/KP

Siswi di salah satu SMA di Kota Kendari merayakan kegembiraan mereka usai dinyatakan lolos Ujian Nasional. Secara umum, tingkat kelulusan di Sultra tahun ini menurun sedikit dibanding tahun sebelumnya. Khusus Kota Kendari, ada 52 siswa/siswi yang dinyatakan gagal UN, meski itu tidak lantas menutup peluang mereka untuk lulus SMA karena masih ada pertimbangan di level sekolah

GUNA menciptakan SDM profesional dan religius untuk membangun ekonomi syariah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Workshop pengembangan ekonomi syariah, dua hari lalu. Kata Ketua LDII Sultra L.Kadir, workshop itu tujuannya agar masyarakat memahami dan mengetahui bahwa berusaha, berbisnis dan bertransaksi berdasarkan syariah sangat menguntungkan bermanfaat dan barokah. Ia juga mengungkapkan bahwa problem bangsa saat ini adalah timbulnya berbagai dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta masalah kemiskinan yang masih di temukan dimanamana. Ia pun mengajak seluruh jajaran LDII, Satkar Ulama MDI bersama-sama untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kemasyarakatan, seperti meningkatkan sumberdaya manusia, pelatihan Da’i Kamtibmas, penataran wawasan kebangsaan, membentuk kelompok kerja Ilmu Komunikasi dan Teknologi, pengembangan ekonomi syariah, serta meningkatkan akhlak dan amal ibadah.(p5)

Blanko BPKB, STNK dan SIM Kosong MAUL/KP

Tak ada hujan, drainase di Jalan Abunawas sekitaran eks MTQ arah Polsek Mandonga meluap. Akibatnya kotoran dari dalam selokan itu ikut-ikut tergenang di jalan, dan mengeluarkan bau busuk

INFRASTRUKTUR

Drainase Jalan Abunawas Meluap TIDAK hanya saat hujan turun, luapan air bisa menggenangi jalan. Kemarin (27/5) sekitar sekitar pukul 14.30, drainase sepanjang jalan Abunawas sekitaran eks MTQ arah Polsek Mandonga meluap dan merembes ke badan jalan dengan ketinggian air sekitar 25 cm, sehingga membuat pengguna jalan sedikit berhati-hati melintasi jalan tersebut.

Baca DRAINASE di Hal 14

Kendari, KP Kekosongan stok blanko bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) benar-benar dialami Polda seluruh Indonesia. Polda Sultra malah lebih parah, karena bukan saja dua item itu yang kosong, tapi juga blanko surat izin mengendara (SIM). Guna mengantisipasi hal itu, Polda telah melakukan upaya kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Pengadilan untuk meminimalisir kekosongan tersebut. “Kosongan ini memang hampir terhadi di seluruh Indonesia. Ini akibat dari perubahan Perpres nomor 54 ta-

hun 2012 menjadi Perpres maan. Namun, atas penomor 70 tahun 2013 tenrubahan Perpres tersebut, tang pengadaan barang maka proses pengadaan dan jasa. Stok BPKB April ketiga juga harus dirubah lalu masih ada sekitar 1. dan proses pencetakan000 lebih. Tapi sekarang nya terpusat di Mabes sudah habis juga. Kalau Polri. Sambas Kurniawan mengaku saat ini sudah STNK sudah habis sedalam proses pengadaan, jak April, termasuk stok SIM juga telah habis senamun pemenang tenjak April,” ungkap AKBP dernya belum diketahui. Sambas Kurniawan, WaGuna meminimalisir keSambas Kurniawan dirlantas Polda Sultra saat kosongan, maka pihak ditemui, kemarin (27/5). Polda telah teken perjanKetiga surat kelangkapan menge- jian kerja sama. mudi ini, proses pengadaannya bersa“Kami sudah melaksanakan MOU

Imsak Diduga Dilindungi Seseorang

Baca IMSAK di Hal 15

Baca BLANKO di Hal 15

Antam Bayar Pemprov Rp 100,5 M La Ode Ida Disebut Ikut Menyaksikan

Polisi Akui Imsak Tak Diborgol di RSJ Kendari, KP Polisi mulai kehabisan akal mencari dan menemukan Imsak, lelaki berusia 23 tahun yang jadi kabur dari penjagaan polisi setelah ditetapkan jadi tersangka tunggal pembantaian di Kemaraya, akhir April lalu. Pengerahan personil sampai 70 orang untuk menelusuri jejak Imsak yang buron sejak awal Mei lalu, hingga kini tak membuahkan hasil maksimal. Meski belum menyerah, polisi kini memiliki pikiran yang bisa menimbulkan presepsi bahwa polisi mau

dengan Kejati dan Pengadilan. Solusinya, bahwa tentang keabsahan barang bukti yang disita saat proses tilang, maka pengganti STNK bisa digunakan struk pajak yang ada dibalik STNK itu yang diterbitkan Samsat. Tapi informasinya Juni ini semua sudah mau di dropping,” katanya lagi. Perpres pasal 70 tersebut, pengadaan BPKB, STNK dan SIM harus melalui Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) yang dilakukan secara on line. Kebutuhan blanko Polda Sultra tidak penetap. Tiap bulan tidak

KELUARGA LA BODJO BASRI FOR KENDARI POS

Imsak dengan tangan tak terborgol saat diperiksa di RSJ Kendari. Kelonggaran inilah yang diduga menjadi penyebab utama kaburnya Imsak dan belum tertangkap sampai saat ini.

Kendari, KP Sebuah cerita menarik terungkap di PN Kendari, kemarin saat digelarnya lanjutan sidang korupsi penjualan kadar nikel rendah di Kolaka. Ternyata, tahun 2010 silam, Pemprov Sultra pernah menerima dana CSR dari PT Inco sebesar Rp 100,5 M. Pemkab Kolaka merasa itu tidaklah pantas karena perusahaan tersebut berada di teritori Kolaka, dan harusnya itu diserahkan ke Pemkab. Cerita soal ini dibeberkan Ir. Ishak Nurdin, mantan Kabid Pertambangan Distamben Kolaka, yang dihadirkan jaksa sebagai saksi untuk terdakwa Atto Sakmiwata Sampetoding Managing Director PT. Kolaka Mining Internasional (KMI). Ishak mengatakan, saat penyerahan kesepakatan antara Pemkab Kolaka dan PT. KMI, La Ode Ida turut menjadi saksi, karena pada saat itu sementara berlangsung peresmian Bandara sangia Nibandera di Kolaka, bahkan pada saat kesepakatan itu, diumumkan kepada seluruh pengunjung yang menghadiri peresmi-

Baca ANTAM di Hal 14

Kondisi Terkini Pemukiman Eks-Tapol di Nanga-nanga, Kota Kendari

Jalan Rusak Berlubang, Malam Minim Penerangan 40 kepala keluarga (KK) bermukim di RT 7 Nanga-nanga, Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari. Pada zaman orde baru, nenek moyang mereka dianggap sebagai penghianat negara sehingga dikucilkan. Bagaimana kondisi mereka saat ini, setelah rezim kekuasaan silih berganti sekian tahun? INONG, Kendari

L

etak pemukiman eks tahanan politik (eks tapol) cukup jauh dari jalur transportasi umum. Kalau lewat Lepo-lepo, tepatnya samping SMAN 5 Kendari, jaraknya bisa mencapai 4 KM. Lokasinya berdekatan dengan perumahan PNS Pemrov. Kondisi jalannya sangart rusak.

Hanya ada bebatuan dan genangan air di badan jalan. Rumah warga setempat, meski sebagian sudah ada yang berdinding batu, namun masih dominan rumah papan bahkan masih ada berdinding jelajah atau anyaman bambu. Kondisi ini tentu agak kontras dengan posisi Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi. Jarak rumah satu dengan lainnya juga masih berjauhan sehingga masih rawan dengan berbagai tindak kejahatan. Sekitar sejam perjalanan, akhirnya sampai juga. Lebih lama dari prediksi semula, karena memang sepanjang jalan harus selalu bertanya karena tidak semua masyarakat sekitar itu

Baca JALAN RUSAK di Hal 14

INONG/KP

Beginilah kondisi di pemukiman eks Tapol, Nanga-nanga. Perhatian pemerintah terhadap mereka sejauh ini relatif sedikit. Buktinya, jalan masih rusak, rumah-rumah masih seadanya, listrik pun hanya dinikmati beberapa orang yang mampu membeli “pulsa” listrik


Metro

14

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Antam... an bandara. “Ada beberapa perusahaan tambang yang menyerahkan CSR, salah satunya PT. Antam, yang menyerahkan dana CSR sebanyak Rp. 100, 5 Milyar kepada pihak Pemprov, dimana dana tersebut tak dikelola oleh Pemkab yang seharusnya. Tapi saya tidak tau, dana tersebut dikemanakan dan digunakan untuk apa oleh Pemprov,” bebernya di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Efendi Pasaribu, SH. didampingi Syamsul Bahri, SH, dan Kusdarwanto, S. SE. Selain Ishak Nurdin, ada juga Ir. Iksan (Kabid Pertambangan Umum Distamben Kolaka), Su-

Drainase... warto (Kasi Pengusahaan Distamben Kolaka), Adel Ramba (Staf Operasional PT. KMI), H. Harun (Dirut PT. Akar Mas). Ishak mengatakan, seharusnya Pemkab Kolaka tidak terlibat dalam penjualan nikel karena yang seharusnya adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tapi pada saat itu BUMD sementara terlilit masalah sehingga pemkab langsung mengambil alih peran tersebut. Sementara itu, menurut kesaksian Ir. Iksan, setiap laporan penjualan nikel selalu masuk dalam laporan diterima. “Setiap penjualan laporannya kami terima dan diasripkan, selebihnya saya tidak tau lagi karena saya

baru menjabat pada 31 Januari awal tahun ini, tapi setiap laporan mulai tahun sebelumnya selalu terseimpan dalam arsip,” kata mantan seksi geologi Distamben Kolaka. Dalam saksi sebelumnya, Nasruan SH. (mantan Karo Hukum Pemprov Sultra) menjelaskan, ore nikel kadar rendah dari PT Inco seharusnya dikelola oleh Pemprov Sultra dan Pemkab Kolaka untuk kesejahteraan masyarakat. Petunjuk dari surat Mentri ESDM menyatakan, biji nikel diserahkan ke Pemprov Sultra untuk dikelola bersama Pemkab Kolaka. Penyerahan tersebut bisa dilakukan setelah PT Inco

membayar royalti. Namun, Pemkab Kolaka dianggap tidak mematuhi surat Mentri ESDM tersebut. Malah, Nasruan bersama La Onke SH (Karo Ekonomi Pemprov Sultra) dan Ir Burhanuddin (Pls Kadis ESDM Sultra) diutus oleh gubernur bertemu Bupati Kolaka, Buhari Matta saat itu untuk membahas surat Mentri ESDM. Bahkan, beberapa kali pertemuan yang dilaksanakan Dinas ESDM Sultra yang dihadiri perwakilan Kementrian ESDM, Pemkab Kolaka, Pemprov Sultra dengan rekomendasi mengintensifkan CSR untuk Pemprov Sultra dan Pemkab Kolaka. Faktanya, ore nikel kadar rendah

tersebut hanya dikelola oleh Pemkab Kolaka. Atto dan BM diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 3 junto Pasal 4 junto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 sebagaimana perubahan dari UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Disebutkan, terdakwa menjual tanah nikel kadar rendah tersebut bekerja sama dengan Atto. Dari penjualan nikel kadar rendah tersebut, pemerintah Kolaka sebagai pemilik tanah nikel hanya mendapat sekitar Rp 15 miliar, sedangkan harga nikel yang dijual Atto ke negara Cina mencapai Rp 78 miliar.(cr1)

ua RT setempat, utamanya soal koordinasi dengan pemerintah kota menyangkut bantuan atau perhatian. “Kalau lampu sudah masuk, itu ada tiang listriknya. Tapi belum semua bisa ambil, karena masih terlalu mahal pasangnya,” jelasnya. Pantauan koran ini, memang sudah ada jaringan listrik, namun warga yang punya listrik masih bisa dihitung jari. Akibatnya, kalau malam hari kondisinya sangat menyeramkan, selain jarak rumah yang saling berjauhan, tidak adanya lampu jalan juga semakin menambah keangkerannya. Belum lagi samping kiri-kanan dikelilingi hutan. Itu diakui pria paruh baya tersebut. Kata dia bagaimana bisa menyediakan lampu jalan, untuk kebutuhan keluarga saja, sudah cukup berat.

“Kami memakai listrik pra bayar, jadi sudah terhitung pemakaiannya. Kalau mau ditambah lagi untuk lampu jalan, mau makan apa anak istri,” ungkapnya, sambil tersenyum. Karena kondisi ini pula, sehingga kerap kali terjadi pencurian di pemukiman itu. Bahkan belum lama ini, ada empat ekor sapi warga setempat kecurian. Belum lagi, hewan peliharaan lain. Diakuinya, warga cukup kesulitan mengindentivikasi karena jauh dari kepolisian, termasuk kekhawatiran akan keselamatan jiwa jika harus bentrok dengan pelaku. Bukan hanya soal penerangan, untuk mendapatkan air bersih juga cukup sulit. Dulu pernah ada bantuan dari pemerintah berupa sumur

untuk masyarakat, namun karena kontruksinya kurang baik sehingga umurnya tidak panjang. Alternatifnya mereka mengambil air dari sungai, yang boleh jadi kebersihannya diragukan. Soal pendidikan, mereka akui sudah seperti anak warga pada umumnya. Menempuh pendidikan dan berbaur dengan mereka. Kesan diskrimiansi untuk yang satu ini seolah tidak ada lagi, setidaknya begitu pengakuan mereka. Pantauan koran ini, memang di pemukiman eks tapol itu ada SDN 20 Baruga, sebagai tempat menempuh pendidikan anak-anak setempat. Saat disambangi di sekolah itu, murid-murid kelihatan bermain bersama, tanpa ada perbedaan diantara mereka. Hanya mungkin yang perlu diperha-

tikan soal fasilitas kesehatan, karena sejauh pantauan koran ini belum ada puskesmas atau tempat berobat. “Kalau Posyandu, biasanya ada tiap bulan, tapi kalau fasilitas kesehatan lain, setahu saya belum ada,” ujar Mia, warga lainnya. Kondisi ini memang menyulitkan, apalagi saat malam hari karena tidak bisa cepat ke rumah sakit terdekat, akibat jalan yang rusak. Warga juga mengeluh soal air bersih, penerangan hingga kondisi jalan dan berharap pemerintah memperhatikan soal itu. Sayangnya, hingga koran ini meningalkan lokasi pemukiman itu, Ketua RT, Mangi R Pauru, belum bisa dimintai keterangannya soal sejauh mana perjuangannya mengangkat martabat masyarakatnya. (***)

Jalan Rusak... mau terbuka soal keberadaan Eks tapol itu. “Oh, sudah ini pak, tapi maaf mungkin baiknya tanya ketua RT saja,” kata salah seorang warga singkat, yang enggan namanya dikorankan, sambil masuk kembali ke rumahnya. Saat disambangi dikediamannya, ternyata ketua RT sedang tidak ada di tempat. Meski begitu ternyata ada salah seorang warga yang bersedia berbincang dengan koran ini soal eks tapol itu. Namanya Efron, turunan asli warga setempat, mengaku lahir di tempat itu, meskipun pernah keluar daerah di Makassar dan Timor Leste. Bapak tiga anak itu mengaku saat ini penghuni pemukiman eks Tapol itu sekitar 40 KK. Menurutnya, yang tahu persis kondisi daerah itu adalah ket-

Salah seorang pengguna jalan, Fendi mengatakan air di jalan tersebut semakin hari semakin tinggi, jika dibandingkqan dengan hari-hari sebelumnya. “Kemarin banjir juga tetapi tidak seperti ini, sekarang parahmi, apalagi ada traffic light, pengendara motor yang berhenti saat lampu merah harus menggulung celana,” ungkapnya. Dari pantauan Kendari Pos, saluran air got meluap, sehingga sisa-sisa pembuangan warga juga terbawa ke badan jalan yang membuat air keruh dan mengeluarkan bau busuk. Para penggendara utamanya sepeda motor harus menutup hidung saat melintas. Kadis PU Kota Kendari , Ir Rusnani mengungkapkan banjir di jalan tersebut diakibatkan air laut pasang, mengingat letak saluran drainase langsung mengarah ke laut. “Kita juga belum bisa berpikir solusi, tetapi kita akan coba buatkan rumah pompa di sekitaran aliran air laut, sehingga ketika air pasang, langsung dialihkan ke laut kembali dan tidak lagi mengalir ke luar,” ungkapnya.Rusnani juga menambahkan kondisi ini belum lama terjadi, dan diakibatkan kerusakan sistem drainase yang sengaja ditimbun warga untuk kepentingan pribadi. “Dulu tidak seprti ini (banjir), hanya karena warga sering menimbun, akibatnya banyak terjadi penyumbatan, sehingga sistem drainase tidak mampu lagi menahan air apalagi pada saat air laut pasang dan terjadi hujan,” jelasnya. (p2)


Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Blanko... menentu jumlah permintaan. Namun semua disesuaikan berdasarkan jumalah kendaraan yang baru masuk di pasaran Sultra. “Tapi rata-rata perbulannya, kebutuhan STNK, BPKB itu

mencapai 1.000 lebih. Jadi, tiap bulan ada laporan di Mabes Polri berapa kebutuhan dan sisa bulan sebelumnya,” aku Sambas Kurniawan. (m1)

Imsak... mengelak dari tudingan tidak mampu, yakni menduga adanya pihak tertentu yang sengaja membantu pelarian Imsak dan melindunginya. Pilihan untuk meminta bantuan dari Sat Resmob Polda Sultra. “Ada indikasi dibantu orang lain. Padahal, kami sudah bentuk timnya. Bisa juga melibatkan anggota Brimob Polda Sultra agar menyisir semua hutan,” kata AKBP Yuyun Yudhantara, Kapolresta Kendari itu. Satu hal yang disesali Kapolres adalah, kabar soal tidak diborgolnya Imsak ketika berada di RSJ, seperti foto yang dilansir Kendari Pos edisi Senin (27/5) lalu. Dari foto tersebut, terlihat jelas bahwa kedua lengan Imsak sama sekali tidak tersentuh borgol. Polisi menyebut bahwa mereka hanya “mengikat” kedua ibu jarinya. Padahal itu tidak sesuai prosedur standar, bagi seorang pembunuh berdarah dingin seperti Imsak.

“Coba tanya Kasatreskrim soal ini (tak diborgolnya Imsak di RSJ-red), apakah saat di RSJ pelaku dilepas atau tidak borgolnya. Tapi, memang prosedur tetapnya harus diborgol kedua tanggannya. Jadi tidak mungkin lepas,” tegas Yuyun Yudhantara. Menaggapi hal tersebut, Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Mohammad Faruk Rozi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengakui jika kedua tangan Imsak memang tidak diborgol. “Hanya kedua ibu jarinya yang diborgol dan saat di RSJ di kawal tiga orang anggota Polisi. Saat tensipun di RSJ, tetap diborgol kedua jarinya,” jelasnya dan ia mengaku masih sementara berada dalam hutan melakukan pencarian Imsak. Saat wartawan koran ini menanyakan alasan kepolisian kenapa hanya hari yang diborgol, bukan dengan kedua tangganya? Mohammad Faruk Rozi enggan menjawabnya.(m1)

Metro

15

Polisi Ringkus Kurir Narkoba Kendari, KP Kinerja Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polresta Kendari perlu diajukan jempol. Belum sepekan sukses menangkap tiga pengedar narkoba, kali ini, mereka kembali menangkap satu orang yang diduga sebagai kurir Narkoba, yang informasinya berdasarkan pengembangan dari tiga pengedar yang tertangkap sebelumnya. “Hari Minggu (26/5) kemarin, sekitar pukul 09.00 wita kami menangkap satu kurir narkoba, Muh Paisal Tutu alias Ical bin Zainal Abidin dalam kamar rumah di jalan Suprapto, lorong pengayoman Kelurahan Punggolaka Kecamatan Mandonga Kota Kendari,” ungkap AKP Kasmuddin, Kasatnarkoba Polresta Kendari saat ditemui, kemarin (27/5). Kasatnarkoba memimpin langsung penangkapan itu. Awalnya, Sabtu (25/5) lalu, penyidik berkomunikasi intens dengan tersangka. Pasalnya, saat itu Paisal masih berada Pomala, Kolaka. Polisi melaku-

kan penyamaran soalah ingin membeli paket sabu. Tidak berpikir panjang, malamnya Paisal langsung ke Kendari. Kepolisian telah menyiapkan satu unit rumah yang akan menjadi tempat pertemuan yakni di Lorong Pengayoman. Paginya, proses pertemuan di lanjutkan dan tersangka langsung mendatangi rumah yang menjadi jebakan polisi itu. “Kami berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya agar mendapatkan nomor handphone (HP) tersangka. Setelah dapat, kita pancing agar di bawakan sabu. Malam Minggu kemarin dia langsung datang dan kita sudah tunjukan rumah untuk pertemuan. Sebelum tersangka datang, kita sudah ada dalam rumah. Lalu pelaku masuk dalam rumah, dia cek di sekitar aman dan langsung kembali ambil barang yang disimpan di luar. Saat itu juga kita tangkap dengan mengamankan barang bukti (BB) tujuh paket sabu,” jelasnya lagi.

BASYARUN/KP

Salah seorang kurir Narkoba yang ditangkap polisi dan kini menjalani pemeriksaan serius di depan penyidik

BB yang diamankan berupa, tujuh paket sabu dengan ciriciri cristal bening yang dibungkus plastik yang diduga narkotika dengan berat 7 gram. Setiap paket masing-masing 1 gram. Barang bukti lainnya, dua lebar kertas warna putih dan satu buah HP warna merah. Dalam proses penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Kasmuddin mengaku pada umumnya narkoba yang beredar di Kota Kendari berasal dari Kabupaten Kolaka

yang di kirim melalui bosnya di Makassar, Sulsel. “Rencananya akan di jual Rp 2 juta perpaket, karena ini paket asli. Kalau dipengedar, biasanya satu paket itu dibagi menjadi 4-5 paket dengan harga Rp 500 ribu perket kecil. Tersangka mengaku baru 4 bulan menjadi kurir narkoba. Tapi kami masih akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut dan saat ini, satu kurir lagi yang berada di wilayah Sultra sementara kita lakukan pengejaran,” akunya.(m1)


Edukasi

18

Kualitas Kurikulum 2013 Sulit Diuji Jakarta, KP Praktisi pendidikan, Asep Sapa”at menilai kualitas kurikulum 2013 akan sulit dinilai bila pemerintah hanya menerapkannya di sekolah eks RSBI, sekolah berstandar nasional dan terakreditasi A. “Ini cara pemerintah untuk bermain “aman”. Nanti mereka bisa bilang, tuh kan berhasil Kurikulum 2013. Ya iya lah, sistem di sekolah project sudah mapan, kualitas kurikulum 2013 jelas-jelas tak bisa diuji kualitasnya,” kata Asep saat berbincang dengan JPNN.COM, Jumat (24/5) di Jakarta. Direktur Sekolah Guru Indonesia ini menegaskan, Kurikulum 2013 bisa dikatakan berhasil jika membangun pola kerja yang berorientasi “best process”. Artinya, Kurikulum 2013 cukup adaptif diterapkan di berbagai sekolah di Indonesia. Pihaknya juga memandang kurikulum 2013 ini akan sulit berhasil dalam penerapan di lapangan. Alasannya, konsekwensi perubahan kurikulum yang mendasar ada pada guru. Namun kenyataannya guruguru bukanlah jadi target utama persiapan. “Hasil survei salah satu media nasional, guru SD dan SMP belum memiliki pemahaman tentang kurikulum 2013. Kelompok guru senior, masa mengajar di atas 24 tahun, hanya 22 persen yang paham kurikulum 2013,” kata Asep. Selanjutnya, kata dia, kelompok guru muda, masa mengajar di bawah 8 tahun, hanya 41 persen paham kurikulum 2013. Semakin lama masa kerja guru, tingkat pengetahuan kurikulum semakin rendah. Jika pengetahuan tentang kurikulum rendah, maka guru yang bersangkutan akan bingung bagaimana menjabarkan kurikulum dalam praktik pembelajaran. Selain itu waktu pelatihan 52 jam untuk guru dan 70 jam untuk Kepsek untuk menguasai menurutnya sangat tidak cukup karena pelatihan hanya salah satu cara meningkatkan kualitas kompetensi guru. Yang paling krusial adalah proses coaching di saat guru praktik mengajar. “Kelemahan guru bisa tampak dan bisa dijadikan bahan rekomendasi untuk melakukan tindak perbaikan. Sayang, coaching guru yang sistematis, konsisten, dan berkelanjutan tak dijadikan opsi terbaik untuk membina guru,” kata Asep.(fat/jpnn)

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Indonesia Juara Umum ISPrO Jakarta, KP Kiprah pelajar Indonesia di kancah internasional terus menanjak. Paling baru, kontingen pelajar Indonesia menjadi juara umum dalam 1st International Science Projects Olypiad (ISPrO) 2013 yang berlangsung di Indonesia. Indonesia menjadi juara umum setelah menyabet enam medali emas, serta perak dan perunggu masing-masing empat medali. Pengumuman pemenang kontes ISPrO ini dilakukan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumat (24/5). Sedangkan pagelaran lomba dilaksanakan di Universitas Indonesia, Depok. Rangkaian kontes ini berlangsung sejak 19 Mei lalu hingga kemarin. D e l e g a s i In d o n e s i a y a n g mendapatkan medali emas adalah pasangan Angela Lois Iskandar dan Regina Palma Pranata dari SMA Santa Laurensia Serpong, lalu Vania Erriza dan Shafira Raudya Aidina (SMA Semesta Semarang), Allice Fajri C.S dan Primananda Rahmalida (SMAN 3 Semarang), Amelia Nugrahaningrum dan Krisnanto Wibowo (SMAN 1 Jogjakarta), Jeni Purnamawati dan Queen Votka Rosady (SMK Boedi Oetomo 2 Gandrangmangu, cilacap), serta

Jeffry Wicaksana dan Sheren Devina Soenario (SMA Santa Laurensia Serpong). Angela Lois Iskandar mengaku bangga bisa mendapatkan medali emas dalam kontes ini. Dia melakukan penelitian terhadap penggunaan kulit udang dan bambu untuk menyerap logam berat yang dihasilkan industri tekstil. “Logam berat itu sangat berbahaya jika menengai lingkungan masyarakat di sekitar pabrik,” ujarnya. Penyerahan medali emas ini sedianya dilakukan langsung oleh Mendikbud Mohammad Nuh. Tetapi karena ada rapat bersama Presiden SBY, maka digantikan oleh Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim. Dalam sambutannya tertulisnya, Nuh mengatakan lomba ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kebiasaan penelitian di kalangan akademisi. “Peneliti di Indonesia masih relatif rendah. Bisa dilihat dari jumlah doktornya yang belum banyak,” tutur dia. Nuh mengatakan ke depan Kemendikbud akan memperluas gaung pelaksanaan ISPrO. “Harus mendapat pengakuan luas dari komunitas peneliti dunia,” kata dia. Nuh menegaskan jika kontes ISPrO ini menggunakan pendekatan proyek penelitian yang ramah lingkungan.

Bukan seperti olimpiade yang menyuguhkan pertanyaan-pertanyaan tertulis seperti ujian nasional. Menteri asal Surabaya itu mengatakan jika peningkatan budaya meneliti ini sejalan dengan penerapan kurikulum baru 2013. Dia menuturkan jika sejak SD, para murid sudah dibiasakan dengan aktifitas penelitian. Diantaranya adalah dengan melakukan pengamatan langsung terhadap fenomena alam di sekitar sekolah. Lomba ini sendiri merupakan kerjasama antara Kemendikbud dengan Pasific Countries Social and Economic Solidarity Association Indonesia (Pasiad). Kontes tahunan ini yang baru lahir ini diikuti 270 peserta dari 24 negara. Selain Indonesia ada Macedonia, Belarus, Tajikistan, Kyrgyzstan, Bosnia and Herzegovina, Azerbaijan, Filiphina, Tajikistan, Moldova, dan Turki. Kemudian juga ada Pakistan, Kazakhstan, Turkmenistan, Malaysia, Kamboja, Myanmar, Thailand, Madagaskar, dan Bangladesh. Negara lain yang meraih pedali emas adalah Macedonia, Belarus, dan Tajikistan. Sejak awal persaingan ketat diprediksi akan dijalani kontingen dari Indonesia dengan negara-negara pecahan Uni Soviet. (wan)

Para juara Lomba Berceita Rakyat tingkat SD Se Kota Kendari yang diselenggarakan Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Kendari, beberapa waktu lalu. La ode Gola/KP

Data Kemendikbud Jadi Rujukan Pemprov Jakarta, KP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespons kasus perbedaan data kelulusan ujian nasional (unas) 2013 untuk jenjang SMA sederajat. Mereka menegaskan bahwa data absah adalah yang dikeluarkan Kemendikbud. Jika ada perbedaan, daerah wajib menyesuaikan dengan data yang dimiliki Kemendikbud. Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemendikbud Ibnu Hamad mengatakan bahwa data yang dipaparkan pemprov seharusnya tidak boleh berbeda dengan data yang sudah diumumkan oleh Mendikbud Mohammad Nuh pekan lalu. Apalagi data yang disampaikan Mendikbud itu bukan data lulus unas, tetapi lulus SMA dan sederajat. Artinya data itu sudah hasil penggabungan dengan kriteria kelulusan selain ujian nasional.

Seperti nilai rapor dan hasil ujian akhir sekolah (UAS). “Jadi jika berbeda, tugas pemprov untuk mencocokan dengan data di Kemendikbud,” papar Ibnu. Guru besar ilmu komunikasi Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan jika keabsahan data kelulusan unas ini adalah kebijakan resmi dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud. Meski demikian, Ibnu belum bisa menjelaskan secara detail bagaimana cara pencocokan data jika terjadi perbedaan di daerah dengan di Kemendikbud. Dia berjanji akan mencari informasi lebih detail terkait perbedaan data kelulusan unas itu hari ini. Pihak Kemendikbud sependapat jika urusan perbedaan data kelulusan ini harus segera dibereskan, supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.(wan/agm)


Kampus

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Yusuf/KP Suasana di ruang penyiaran Radio Fajar STAIN Kendari, kemarin (27/5)

Radio Fajar STAIN Siap Jadi Radio Komersil Kendari, KP Dalam rangka mendukung proses pembelajaran mahasiswa Jurusan Komunikasi Islam, STAIN Kendari mendirikan stasiun radio bernama Fajar FM dan berada difrekuensi 107,7 FM. Stasiun radio itu mulai aktif melakukan kegiatan penyiaran sejak tahun 2012 lalu. Saat ini, Radio Fajar FM masih berstatus sebagai radio komunitas dan masih diupayakan untuk menjadi radio komersil. “Awalnya radio ini digunakan sebagai tempat praktik mahasiswa Jurusan Komunikasi Islam. Dalam presesnya banyak mahasiswa yang memiliki bakat untuk broadcast kepenyiaran. Melihat hal itu, Akhirnya diaktifkan untuk menjadi radio komunitas sejak 2012 lalu. Radio ini didirikan untuk membantu mahasiswa melakukan praktek yang sesuai bidang keilmuannya yakni bidang kepenyiaran,” ungkap Endang Rahmawati M.Kom selaku Leader dan Broadcaster Radio Fajar FM. Target kedepannya, Radio Fajar FM dapat memberikan informasi kepada mahasiswa melalui siaran radio. Hal itu

dilakukan karena dia menilai banyak mahasiswa yang masih tertarik untuk mendengarkan siaran radio. Disamping untuk mengembangkan bakatbakat mahasiswa dibidang broadcast dan jurnalis. “Saat ini wilayah yang dapat dijangkau siaran kami cukup jauh yaitu waliyah Andonohu, Wulasi dan Lepo-Lepo sendiri,” urainya. “Mengingat sebagai radio komunitas cuma dapat menempuh jarak siar sekitar 2,5 km saja maka saat ini kami mengusulkan ke KPI untuk menjadi Radio Komersil. Dengan menjadi Radio Komersil, kami dapat menambah jarak siar kami saat ini,” jelas alumni S1 STAIN Kendari itu. Radio Fajar FM masih diupayakan untuk menjadi Radio Komersil. Proses persiapan tersebut sudah sekitar 50 persen memenuhi syarat-syarat KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Untuk menjadi radio kormersil banyak persyaratan yang mesti dipenuhi, terutama masalah penyiar dan alatalat penyiaran. Alumni s2 IAIN Sunan Ampel Surabaya itu tidak memberikan kepastian tentang ka pan Fajar FM STAIN akan menjadi RAdio Komersil. (p3)

23 Proposal Mahasiswa Disetujui Dikti Kendari, KP Tak hanya dosen yang dituntut kreatif dan terus berinovasi dalam berbagai penelitian, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhalu pun terus membuktikan diri dalam berbagai kegiatan ilmiah. Tercatat 23 judul proposal penelitian mahasiswa FMIPA yang telah disetujui Dirjen Dikti untuk program kreativitas mahasiswa kewirausahaan (PKMK) dan program kreativitas mahasiswa dibidang penelitian (PKMP). Pembantu Dekan III FMIPA, Analuddin, S.Si, M.Si, M.Sc., mengatakan, PKMK dan PKMP merupakan kompetisi terbesar yang digelar oleh Dirjen Dikti. Tahun 2012, FMIPA mengajukan proposal bantuan kewirausahaan dan penelitian, setelah beberapa waktu lalu, Dikti mengumumkannya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, FMIPA masuk sebagai peserta dalam kegiatan tersebut. Sebenarnya, mahasiswa mengirim 60 judul kegiatan penelitian dan kewirausahaan, namun hanya 23 judul proposal yang diterima untuk didanai kegiatannya. Umumnya, yang dikirim ada tiga bentuk yaitu kewirausahaan, pengabdian dan penelitian. Namun, yang diterima hanya dua terdiri dari 4 program kewirausahaan dan 19 program penelitian. Tahun 2013, program kerja yang diajukan dan diterima meningkat 100 persen. Tahun lalu, Dikti hanya menyetujui 10 bentuk kegiatan yang diajukan mahasiswa FMIPA. “Mahasiswa yang paling banyak mengikuti pelaksanaan tersebut

berasal dari jurusan Kimia, diikuti Farmasi dan Biologi. Saat ini mereka menjalankan kegiatannya masing-masing baik itu kewirausahaan dan penelitian yang sementara dibimbing oleh masing-masing dosen yang berkompeten dengan keahliannya,” ungkapnya. Pada pertengahan bulan Juni 2013 mendatang, mahasiswa yang lolos proposalnya akan presentase hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dan dihadiri oleh Dikti. Peserta yang berpartisipasi dalam PKMK dan PKMP menyiapkan materi atau tulisan untuk dipaparkan dan dinilai langsung. Mahasiswa yang memenuhi kualitas program kerja akan dipanggil dalam kegiatan Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas). Semua hasil-hasil kegiatan kewirausahaan dan penelitian dievaluasi dan dinilai untuk dijadikan standar kelayakan. Bagi peserta yang proposalnya lulus seleksi maka diberikan dana, sedangkan bagi mereka berminat dalam kegiatan tersebut dapat mengirimkan tulisan ilmiah mengenai gagasan atau ide sebagai respon dari kejadian aktual atau penelitian yang telah dibuat. “Peserta diharapkan bisa berhasil mengikuti kegiatan ini, dan menyiapkan proposal dengan baik terkait bidang kompetisi yang dipilih, Karena ini merupakan salah satu fasilitas mahasiswa bisa berprestasi dan berkreasi dikancah nasional,” tandas Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan ini. (p1)

19

STIKES MW Praktik Kerja Kendari, KP Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan (STIKES) Mandala Waluya (MW) Kendari menggelar Praktik Kerja Nyata tahun ini, terdiri dari mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Angkatan VI tahun 2013 yang diselenggarakan di 3 kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan. PKN merupakan wujud tridharma perguruan tinggi, jawaban terhadap akselerasi pembangunan kesehatan dan kebutuhan Stakeholder PKN. “Saya mengharapkan mahasiswa selangkah lebih maju dan mampu berpartisipasi disetiap momen PKN sebagai media belajar serta mampu menetukan langkah pemecahan masalah kesehatan yang ada didaerah ditempatkan untuk PKN, “ terang Drs. H. La Ode Hamiru, M.Sc Ketua Stikes Mandala Waluya Kendari. Satar, Koordinator PKN Desa Sukamuti, menyampaikan metode pembelajaran di lapangan melalui momen PKN adalah kesempatan bagi mahasiswan dalam mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan dukungan dan partisipasi aktif pemerintah desa dan masyarakat, serta pihak puskesmas peserta PKN dapat bersinergi dalam memprogramkan kegiatan berbasis kesehatan masyarakat. Surya Wirawan, Ketua Panitia kegiatan menambahkan, menyikapi berbagai persoalan kesehatan dikecamatan lalembuu, Khususnya desa Sukamukti mereka merencanakan beberapa kegiatan yang disambut baik oleh masyarakat dan turut serta berperan aktif. Program utama tersebut diantaranya adalah Kegiatan Fisik berupa pembuatan jamban percontohan, Saluran Air Limbah Rumah Tangga, Tempat Pembuangan sampah Percontohan, dan sarana Air bersih dengan pembuatan Saringan Air. Kegiatan Non Fisik, antaralain pendidikan kesehatan pada masyarakat dan sekolah-sekolah berupa penyuluhan kesehatan tentang PHBS, Penyakit menular dan Tidak Menular, Asi Ekslusif, Garam Beriodium, dan sebagainya serta adanya upaya yang kami lakukan berupa Advokasi kepada pengambil kebijakan dan beberapa Stakeholder.(p3)


20

Xpresi Facebookers Safira Fitriyanti Safira.jayapura@ gmail.com SMAN 1 Kendari “Kalau saya pilihnya kuliah dulu karena saya ingin meraih dulu kuliahku sampai selesayy baru namanya kerja yahh supaya dapat kerjaannya cepat dapat tapi alangkah bagusnya juga kalau kuliah sambil kerja karena supaya untuk tidak membani orang tua kita membantu juga untuk kerja dengan hasil keringat kita asalkan kerjaan itu halal bagi kita juga dan kita harus bisa mempertimbangkan namanya kerja dgn kuliah kita” Indrhy Febriyanti Indri3055@yahoo.com SMA Kartika Kendari “Kalo saya sih kuliah karena kalo kerja belum ada pengalaman!

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Drs. Hj Sukmawati M.Hum (Guru MAN 1 Kendari)

Fifit Aryanti (Mahasiswi Unhlau)

Semua Jadi Tantangan

SETELAH menyelesaikan kuliah tantangan yang paling besar adalah menentukan akan kemana kamu selanjutnya. Jangankan menentukan kerja atau kuliah. Memilih jurusan bagi yang akan melanjutkan kuliahpun sepertinya cukup sulit. Maklum kadang anak punya keinginan yang macam-macam dan tidak sesuai dengan keinginan orang tua.Terlebih jika orang tua cukup berlebihan dalam mengontrol dan mengatur anaknya. Bisa jadi seperti itu.Tapi bisa jadi juga karena orang tua takut anaknya hanya ikut-ikut saja dengan teman satu kelas atau sahabatnya. Ingat ya, setiap manusia punya bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Buat kamu yang ingin melanjutkan kuliah jangan sampai salah pilih. Temanmu gak akan kemana kok. Kalian juga pasti bakal punya teman baru. So pilih jurusan sesuai kemampuan dan keinginanmu. Nah, buat yang ingin bekerja, perfect sekali. Karena kalian sudah siap untuk menerima tantangan di dunia kerja. Ini bukan hal yang mudah lo menentukan kalian siap kerja. Tentu saja selain mau kalian juga harus punya keterampilan dan siap bersaing. Apapun pilihanmu, usahakan itu adalah keputusanmu. Agar kalian bisa menjalani dengan sepenuh hati. (Wulan)

Share

Baiknya Kuliah Dulu... DITANYA soal kerja sepertinya buat saya masih ragu ya? Kalau dengar teman lain yang mau bekerja sepertinya wah kita sudah besar nich. Sudah pantas bekerja. Tapi rasanya masih sayang dech kalau mau kerja sekarang. Rasanya masih ingin menghabiskan waktu dengan santai, belajar dan kumpul bersama teman. Untuk itu, bagi saya setelah lulus SMA kuliah dulu dech. Karena bukan hanya keinginan saya, orang tua pun demikian. Mereka ingin saya tetap melanjutkan pendidikan. Setelah selesai, setidaknya S1 barulah kita bersaing melukis masa depan kita, hehee. Lagian kalau baru tamat SMA sepertinya keterampilan yang ilmu masih kurang maksimal. Setelah kuliah mudah-mudahan benar-benar sudah siap. Tapi tentu saja bidang pekerjaan yang kita geluti harus sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni selama ini. Misalnya FKIP ya harus jadi guru, yang kuliah di kebidanan ya jadi bidan atau tenaga kesehatan. Profesional gitu, hehee. (Wulan)

Arhyn Syah Arhyn_yuda@gmail.com SMKN 1 Kendari “Kalo sya mw nyari krja dlu stahun, kalo udh dpat krja sya akan krja slama stahun stelah itu nnti sya akan ambil kuliah mlam ato kuliah d hari lbur krja, biar ngebantu dkit beban ortu itung” blajar mandiri laahh”

Kerja or Kuliah Ya???

Anhy Affrie anhy.affrieanhy@ yahoo.com SMAN 1 Palangga “Kuliah sambil kerja” Izthy NaggAndhepaly Thewanaabepart II izthy.andhepaly@ yahoo.com SMAN 1 Sampara “Krjaa or kuliaaah. Umpp pusing pilih yang manaah. Tpii menurutq seh pendidikaan lebih pentting.. Tpi lebih bgus kuliaah sambil krja. Hehee . Itung2 bntu ortu” Eny Chaerista’harben ebhy_poenyaebhy@ yahoo.co.id SMAN 2 Raha “Kerja atau kuliah???mmm,Lanjut kuliah dulu’lah,,,,klo da slesai baru cari kerjaan yg layak n mnjamin masa depan! Ezra Luvhislamdisini ezra.luvhislamdisini@ yahoo.com Pendidikan Bhasa Inggris, USN Kolaka “Kalau mah fokus kuliah dlu.... mumpung msih hngad2x untuk fikirkn pendidikn..smngd kuliah donk..!! krjax bsa blkngn yg utma itu lnjut scool dlu” Lisda Scc Nagg Yuchuluchu lisda.yuchuluchu@ yahoo.com “Kulia sambil kerja... pendidikan dpat, uang dpat. Sipp Lah”

Cuapcuap

U

jian sudah, pengumuman sudah. Hmmm, lega banget deh rasanya guys. Bisa makan enak, tidur nyenyak. Pokonya seharian bisa menghabiskan waktu buat nonton dan jalan-jalan. Hehehe, asyik banget rasanya ya? Pikiran dah plong, its time to having fun bareng gank! Eits....jangan larut dengan kebahagiaan. Setelah pendinginan, mulai lagi deh, pemanasan otak. Sekarang mulai berpikir kemana ya setelah lulus SMA. Hmmm mau kerja atau kuliah ya? Wah... Pasti lebih asyik kalau bisa duaduanya, kuliah sambil kerja. Yuhuuuu pasti orang tua bakal bangga banget tuh, gak nodong mereka setiap hari buat ongkos naik mobil, jajan, foto copi, de el el, xixixiiii. Iyalah, sekarang bisa kok kerja sambil kuliah. Khan banyak perguruan tinggi yang menawarkan belajar mandiri. Kuliah berbasis IT, jadi gak perlu bertatap muka langsung. So waktu bisa digunakan untuk kerja.

Uangnya bisa buat tambahan kuliah, selain buat memenuhi kebutuhanmu seharihari. Mantap...sekarang khan sudah 17 plus. Maksudnya sudah dewasa bo. Saatnya untuk berpikir mandiri. Tapi harus bisa bagi waktu ya, jangan sampai berat sebelah dan terbengkalai salah satunya. But kalau sobat expresi memang dari keluarga mampu yang gak meresahkan masalah ekonomi plus punya citacita untuk jadi professional gak ada salahnya tuh kuliah dulu. Kosentrasi full deh selama 4 tahun. Setelah itu bisa kerja satu atau dua tahun, trus lanjut lagi sekolah. Hmm sama saja khan dengan opsi pertama, bisa dapat dua-duanya. Pengalaman kerja boleh, ilmu dapat. Sippp deh. Nah, buat sobat expresi lulusan SMK pasti lebih mudah nih menetukan nasibya. Iyalah, mereka khan punya skill yang sudah dilatih selama tiga tahun. Gak hanya keterampilan, ilmu juga gak kalah. So setelah lulus pasti sudah punya ancang-

ancang mau kerja dimana. Atau bisa jadi sudah ditawarkan sejak magang kelas VIII dulu. Wah senangnya. Apa pun pilihanmu semua tetap kembali ke kamu, mau kuliah atau kerja, semua

manusia punya target masingmasing. Intinya yang pentig ada kemauan saja. Kalau mau pasti bisa. Meskipun jago dan banyak uang, tapi kalau gak niat

dan gak sepenuh hati pasti bakal kacau. Bagaimana dengan sobat expresi? Tergantung kalian sendiri. Mau memilih jalan kemana? Yang pasti jangan ikut-ikutan ya? (Wulan)


Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

21

Jerman Bidik Piala Dunia

Muenchen, KP Sukses dua tim Jerman melaju ke final Liga Champions mendongkrak ekspekstasi Franz Beckenbauer. Dalam sesi jumpa pers di Wembley sebelum kickoff, pria yang juga menjabat Presiden Bayern ini menilai, Jerman saat ini sedang memasuki era keemasan di lapangan hijau. Namun, Beckenbauer menegaskan bahwa sukses itu tidak diraih dengan instan. Tapi, proyek itu sudah dimulai sejak tahun 2000. Di mana, seluruh klub profesional di Jerman mulai getol mengorbitkan pemain-pemain akademi

serta memoles pelatih muda. “Hasilnya bisa dilihat sekarang. Sejak tahun 2000, pemain muda potensial di Jerman sudah tumbuh hingga 60 persen. Ini jelas menguntungkan buat tim nasional. Bagi klub, ini juga menguntungkan karena akan mengurangi ketergantungan pada pemain asing,” papar Beckenbauer. “Program itu sangat membantu kami dalam sepuluh tahun terakhir. Akademi sepak bola di Jerman telah melahirkan pemain-pemain seperti Bastian Schweinsteiger, Mario Goetze, Marco Reus, Manuel Neuer. Mereka semua adalah

produk akademi,” ujarnya. Meski menjabat sebagai Presiden Bayern, Beckenbaeur juga salut dengan upaya Dortmund yang kerap mengorbitkan bibit-bibit lokal. Beckenbaeuer pun menilai, Bayern dan Dortmund adalah representasi dari kekuatan timnas Jerman. Karena itulah, dia optimistis Jerman bisa merajai pentas Piala Dunia 2014 di Brasil. “Bayern dan Dortmund sedang melangkah. Timnas Jerman juga sedang melangkah. Saya yakin kami bisa juara di Brasil,” tandasnya. (bas/aka)

Suwarjono/KP

Pemain PS Alolama berjuang mencetak bola dan melewati bek PS Lepo-Lepo dalam kejuaraan sepakbola antar kelurahan se Kota Kendari. Alolama berhasil memboyong tropi Wali Kota Cup I.

Ribery

Barcelona Gaet Neymar Barcelona, KP Neymar da Silva Santos Junior telah resmi menjadi pemain Barcelona. Setelah melakukan pengejaran selama lebih sekitar dua musim, pemain depan berusia 21 tahun itu akan menjadi bagian dari skuat The Catalans musim depan. Dikutip dari Marca, Neymar menjadi pemain Brasil ke-28 yang akan masuk dalam tim utama Barcelona. The Catalans selama ini memang punya hubungan erat dengan pemainpemain asal negara tersebut karena terus mendatangkan pemain-pemain dari sana, termasuk Daniel Alves yang Adriano yang saat ini ada dalam skuat mereka. Adalah Fausto dos Santos yang menjadi pemain Brasil pertama di Barcelona pada musim 1931-1932. Puluhan nama lain kemudian masuk dan keluar dari Camp Nou, dengan hanya sedikit yang mampu memberi pengaruh besar dan punya nama bersinar. Neymar sendiri diharapkan melanjutkan beberapa striker bintang Brasil yang cemerlang kariernya di

Neymar da Silva Santos Junior

Barcelona. Meski keputusan Barcelona banyak mengundang kritik karena si pemain dinilai overrated. Tapi Los Cules yakin kedatangan Neymar akan membuat tim lebih baik. Neymar adalah pesepakbola terbaik Brasil saat ini dengan torehan 20 gol dari 32 penampilan untuk timnas Brasil. Pada usianya ke 21 tahun Neymar memper-

lihatkan bakat besarnya. Banyak yang menilai bahwa ia dan Messi akan sulit bermain bersama karena keduanya punya tipe permainan hampir mirip. Apalagi kualitas Neymar belum terbukti betul di Eropa dengan banderolnya mencapai 100 juta euro (sudah termasuk gaji, fee untuk agen serta pemain). Tapi presiden Barca, Sandro

Rosell, yakin jika pembelian Neymar adalah langkah yang tepat. Bukan sekadar ajang pamer kekuatan finansial kepada pesaing Barca seperti Real Madrid yang juga mengincar Neymar. “Kami tidak membeli pemain untuk mengalahkan tim lain, kami melakukannya untuk membuat tim kami lebih baik,” ujar Rosell di Football Espana. (jpnn/aka)

Pemain terbaik Brazil yang pernah memperkuat Barcelona gan, yang membuatnya jadi top skorer.

1. Evaristo de Macedo Evaristo de Macedo menjadi salah satu generasi pertama dari pemain depan Barcelona asal Brasil yang meraih sukses besar. Pesepakbola kelahiran Rio de Janeiro 22 Juni 1933 itu memperkuat Barca dalam selang 1957–1962. Tampil di 114 pertandingan di semua kompetisi, Evaristo de Macedo total melesakkan 78 gol. Selama lima musim di Barcelona, Evaristo de Macedo berhasil mengantar timnya menjuarai La Liga Primera musim 1958/59, 1959/60 dan Copa del Rey 1959. Selain itu ada juga trofi Inter-Cities Fairs di musim 1955/58 dan 1958–60.

2. Romario Barcelona mendatangkan Romario dari PSV Eindhoven pada tahun 1993. Romario menambah amunisi The Catalans yang saat itu sudah diisi pemain-pemain terbaik seperti Hristo Stoichkov, Jose Mari Bakero, Josep Guardiola, Michael Laudrup dan Ronald Koeman. Menjadi salah satu striker terbaik yang pernah dipunya Brasil dan Barcelona, Romario cuma dua musim bermukim di Camp Nou. Di tahun pertamanya bersama Barca dia mencetak 30 gol dari 33 penampilan di Liga Spanyol, jumlah gol tersebut membantu mengantar Barca menjuarai La Liga 1993-1994 plus Piala Super Spanyol tahun 1994.

3. Ronaldo Sama seperto Romario, Ronaldo tak bertahan lama di Barcelona karena dia cuma semusim berseragam Blaugrana. Namun penampilannya di Camp Nou pada 1996/1997 sudah cukup untuk menjadikannya sebagai salah satu striker terbaik yang pernah dipunya Barcelona. Di The Catalans jugalah Ronaldo dianggap menjalani puncak permainannya, karena dia kemudian dihadang banyak cedera yang membuat kerap menghambat performanya setelah pindah ke klub lain. Selama satu musim di Barcelona itu Ronaldo mencetak 47 gol dari 51 pertandingan kompetitif. Sementara di Liga Spanyol saja torehan golnya adalah 34 dari 37 pertandin-

4. Rivaldo Bersinar bersama Deportivo La Coruna, Barcelona memutuskan untuk membeli Rivaldo di tahun 1997. Selama lima musim berikutnya Rivaldo menjadi bagian tak terpisahkan dari serangkaian sukses yang didapat The Catalans di kompetisi domestik. Performanya yang impresif juga berbuah penghargaan Ballon d’Or dan Pemain Terbaik FIFA tahun 1999.

5. Ronaldinho Karena posisinya yang lebih ke lapangan tengah, Ronaldinho tak bisa mencetak banyak gol seperti misalnya Ronaldo, Rivaldo atau Romario. Namun aksi-aksinya di atas lapangan menjadikan dia pesepakbola Brasil paling menghibur yang pernah dipunya The Catalans. (jpnn/aka)

“Tiduri” Tropi Liga Champions Muenchen, KP GelandangBayernMuenchen Franck Ribery benar-benar kegirangan ketika berhasil merebut gelar juara Liga Champions musim ini. Saking senangnya, tropi tersebut langsung dikeloni pemain asal Prancis itu. “Saya bangun sekitar pukul lima atau enam pagi. Sebelumnya saya membawa tropi itu ke rumah,” terang Ribery seperti dilansir Sky Sport, Senin (27/5). Mantan pemain Marseille tersebut bahkan memperlakukan tropi itu laksana anak kandungnya. Dia mengajak sang istri untuk ngeloni Si Kuping Lebar, sebutan untuk tropi juara Liga Champions. “Saya membawa tropi itu dan istri saya seranjang dengan saya tadi malam,” tambah pemain Timnas Prancis tersebut. Apa yang dilakukan Ribery

Franck Ribery

mungkin terlihat konyol dan gila. Namun, Ribery tak mau memusingkan penilaian banyak orang. Sebab, dirinya sudah sangat lama menunggu tropi juara tersebut. Ribery adalah pemain yang turut merasakan kegetiran ketika Muenchen gagal di dua final sebelumnya. Masing-masing saat dikalahkan Inter Milan pada musim 2009/2012 serta Chelsea musim lalu. Kini, Ribery bisa tersenyum lebar. Sebab, dahaganya akan gelar juara kompetisi antarklub tertinggi di Benua Biru tersebut berakhir. Ribery bahkan bisa menjalani musim ini dengan lebih sempurna. Sebab, Muenchen berpeluang merebut treble winner jika mampu mengalahkan Stuttgart di final DFB Pokal 1 Juni nanti. (jos/aka)


22

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Seedorf Berpotensi Latih Milan Milan, KP Clarence Seedorf menjadi kandidat pelatih baru AC Milan. Ia dianggap kompeten menangani Rossoneri. Masa depan Massmiliano Allegri sebagai pelatih Milan masih belum jelas hingga saat ini, karena Silvio Berlusconi selaku presiden klub masih ingin melakukan pergantian pelatih. Sementara itu Adriano Galliani justru bersikukuh mempertahankan Allegri.

Dalam beberapa hari ke depan diperkirakan nasib Allegri sebagai pelatih Milan akan diketahui. Jika nantinya Allegri dipecat, sejumlah nama sudah dipersiapkan sebagai gantinya. Mulai dari Carlo Ancelotti, Vincenzo Montella, dan eks pemain mereka, Seedorf, yang justru kini masih bermain untuk klub Brasil Botafogo. Meski belum pernah memiliki pengalaman melatih, tapi

Seedorf lama bermain di Milan (selama 11 tahun) dan tentu tahu seluk beluk klub tersebut. “Sebagai pemain Seedorf adalah seorang juara sejati. Dia memenangi segalanya di atas lapangan. Sebagai pelatih? Saya tidak mengomentarinya karena dia belum pernah mencoba itu. Tapi saya pikir dia juga bisa jadi pelatih hebat,” ujar bek Milan, Mattia De Sciglio, seperti dikutip Football Italia. (jpnn/aka)

Podolski Teguh di Arsenal

AFP PHOTO / FILIPPO Monteforte

Gelandang Lazio Antonio Candreva berusaha melewati bek AS Roma, Federico Balzaretti saat final Piala Coppa Italia, 26 Mei 2013 di Stadion Olimpiade di Roma.

1 Lazio Vs Roma 0

Boyong Tropi Coppa Roma, KP Lazio sukses menyabet juara Coppa Italia dengan mengalahkan rival sekotanya, AS Roma 1-0. Pelatih Lazio, Vladimir Petkovic mengaku bangga dengan kerja keras yang ditunjukkan timnya. Pada pertandingan final di Olimpico, Minggu (26/5), kedua tim bermain imbang tanpa gol di sepanjang paruh pertama. Di babak kedua, Lazio memecah kebuntuan lewat gol Senad Lulic di menit ke-71 sekaligus

memastikan kemenangannya. Bagi Biancoceleste, titel ini adalah yang keenam sekaligus berhak atas satu tempat di Liga Europa musim depan. Lazio juga akan dihadapkan dengan Piala Super Italia dengan melawan juara Serie A, Juventus. “Saya sangat puas dengan anakanak ini yang sudah bekerja keras di musim ini dan pantas mendapatkan kemenangan ini,” ucap Petkovic kepada RAI Sport yang dilansir Football Italia.

“Tidak mudah memenangi pertandingan semacam ini dan saya menyesal untuk Roma. Tapi saya bangga dengan para pemain saya. Sedikit keberuntungan dan mentalitas yang bagus membantu kami memenangi trofi ini.” “Di akhir peluit, setelah empat menit injury time, saya tahu kami juara. Sekarang kami akan berlaga di kompetisi Eropa dan Piala Super Italia melawan Juventus,” imbuh pelatih berkebangsaan Swiss itu. (jpnn/aka)

London, KP Lukas Podolski tetap teguh bergabung di Arsenal. Ia membantah spekulasi masa depannya dan isu akan hengkang di musim panas ini. Ditransfer dari Cologne musim panas lalu, Podolski relatif tak kesulitan mendapat tempat di tim inti Arsenal. Meski kerap dirotasi oleh Arsene Wenger, Podolski masih bisa mencetak 16 gol dari 42 penampilan

di seluruh kompetisi. Performa ini bikin puas Podolski dan ia merasa nyaman bermain di bawah arahan Wenger di Arsenal. Apalagi Premier League adalah kompetisi pertama bagi Podolski setelah ia lama bermain di Bundesliga. Tapi tetap saja masa depan Podolski dispekulasi dan ia diklaim akan bergabung ke Galatasaray atau Juventus di musim panas nanti. Po-

dolski kemudian membantah rumor itu sekaligus menyatakan kesetiaannya terus berseragam The Gunners hingga kontraknya habis. “Aku merasa sangat nyaman dan aku sangat puas dengan musim pertamaku di Inggris. Aku tidak ada niatan meninggalkan klub. Rumor tetaplah rumor dan aku tidak bisa mencegah itu,” ujar Podolski seperti dilansir Sky Sports. (jpnn/aka)


23

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

Bahaya Mainan Plastik bagi Anak P aparan phalates (bahan kimia yang dikaitkan dengan efek kesehatan yang merugikan dalam dosis tinggi), yang digunakan dalam kemasan makanan dan barang-barang lainnya seperti gelas plastik, bola pantai dan mainan plastik, diduga menyebabkan metabolisme yang signifikan, kelainan hormonal dan tekanan darah tinggi, terutama selama masa pertumbuhan anak-anak. Laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics, mengatakan bahwa paparan DEHP (di-2-ethyhexylphthalate), yang sering digunakan dalam produksi pangan industri, bertanggung jawab untuk tekanan darah sistolik tinggi (ukuran tekanan dalam arteri saat jantung berdetak) pada anak-anak.

â&#x20AC;&#x153;Phthalates dapat menghambat fungsi sel jantung, dan menyebabkan stres oksidatif yang membahayakan kesehatan arteri pada anak-anak,â&#x20AC;? kata profesor pediatri di NYU Langone Medical Centre, Dr Leonardo Trasande, dilansir laman Daily Mail. Kami ingin meneliti hubungan antara phthalates dan tekanan darah anak-anak, mengingat saat ini kasus tekanan darah tinggi pada anakanak sedang meningkat. Studi kami menggaris bawahi perlunya inisiatif kebijakan pemerintah, yang membatasi penggunaan bahan kimia yang mengganggu, sehingga dapat melindungi kesehatan anaka n a k â&#x20AC;? kata Dr. T rasande. (jpnn/fya)

Pilih Mainan Sehat yang Mencerdaskan Memilih mainan untuk anak perlu melihat usianya, dan pastikan terdapat instruksi yang menjelaskan fungsinya. Jika tidak, balita bisa tak sengaja memasukkan mainan ke lubang hidung atau telinga ataupun menelannya. Secara tidak langsung ini berbahaya pada anak. Mencari dan melakukan aktivitas bermain sangat mempengaruhi psikologis anak. Melalui hal seperti itu terkadang ia belajar mengenal. Kunci memilih mainan dan aktivitas yang tepat untuk melatih perkembangan otak anak adalah dengan memilih yang sesuai level perkembangan si anak itu sendiri. Ketika Anda memilih mainan yang tepat, berarti Anda berbicara yang dengan bahasa yang sama dengan si bayi. Ini penting agar si anak tidak merasakan frustasi. Bayi tertarik pada barang yang bergerak dan

bersuara. Jadi, menggoyangkan mainan berbunyi atau kunci akan menstimulasi mereka. Untuk usia anak di atas satu tahun, selalu pilih mainan sesuai standar. Pilih mainan dengan instruction by age yang tertera di boks mainan tersebut. Ini cara paling aman untuk memberikan mainan kepada balita. Adapun bagi bayi baru lahir, tak perlu memberikan mainan tertentu karena usia ini bayi hanya mengenali warna hitam dan putih. Mulai usia tiga bulan, bayi mulai menyadari perbedaan warna, jadi berikan mainan yang sifatnya hanya mengenalkan warna. Di sinilah uji daya tahan ingatan diberikan pada anak.

Secara tidak langsung mereka terbantu dan kecerdasan pun jauh lebih baik dengan mengenali mainan yang disuguhkan. Bukan itu saja, semakin mereka beranjak dewasa, sebaiknya mainan bertekstur yang bisa disentuh dan remas, seperti boneka lembut. Dimaksudkan agar daya rangsangan anak cepat merespon. Untuk itu, sangat disarankan agar orang tua tidak membiarkan anak bermain dengan mainan yang berisiko tinggi. (net/fya)


24

Kendari Pos | Selasa, 28 Mei 2013

10 Solusi Berbagi Waktu Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan ibu pekerja untuk memastikan kondisi anak-anak di rumah baik-baik saja sementara dia tetap bekerja di kantor. Kepandaian berbagi peran dan mengatur waktu bagi wanita karier mutlak diperlukan. Ini tips ringan bagaimana bisa seimbang bertugas sebagai istri, ibu dan wanita karir : 1.

Biasakan untuk selalu mencatat daftar pekerjaan dan rutinitas sehari-hari. 2. Jujurlah pada catatan tersebut. Apabila ada waktu yang dilewatkan yang tercatat tanpa alasan yang jelas, dimasukan juga. 3. Selalu meluangkan waktu berkomunikasi atau ngobrol dengan cara apapun. Mulai pesan pendek melalui telepon seluler atau blackberry, bisa juga melalui telepon 4. Tentukan prioritas. Sebagai wanita karier, Anda seharusnya bisa dengan bijak memisahkan, mana pekerjaan paling penting untuk segera diselesaikan. Jangan buang waktu. Segera selesaikan, dan bila ada waktu sisa, maksimalkan untuk keluarga. 5. Cobalah mendelegasikan tugas. Sebagai wanita karier, jangan sungkan minta rekan kerja atau bawahan mengerjakan tugas yang biasa Anda lakukan. Dengan begitu, Anda bisa berhemat waktu melalui kerja bersama yang lebih padu. 6. tidak memberikan jadwal terlalu padat kepada anak. Meski saat ini sudah banyak tempat penitipan anak yang berkualitas, jangan paksakan anak mengikuti jadwal ini dan itu jika ia tak suka. Anda, suami dan anak-anak harus kompak memadu padankan jadwal supaya waktu kebersamaan bisa lebih maksimal. 7. pendjawalan waktu bersenang-senang. Berlibur di akhir pekan atau semasa anak liburan sekolah harus benarbenar bisa diatur bersama suami. 8. berkata tidak. Ajakan teman-teman di kantor biasanya sering sangat menggoda, ke mal, ke klub malam, atau ke restoran kesenangan. Cobalah berkata tidak, dan pilihlah waktu lebih untuk keluarga. 9. menjaga kondisi tubuh dan bersikap rileks. Sebagai wanita karier dan ibu di rumah tangga, pastilah banyak pekerjaan yang akan menyita waktu. Untuk itu, kesehatan merupakan hal mutlak yang perlu dijaga. Makan makanan bergizi dan olahraga sejenak akan jadi solusi. 10. Sebaiknya jangan melupakan hal kecil tapi bermakna besar. Yaitu, ciuman hangat saat tidur untuk anak, bahkan meski ia sudah/masih tertidur pulas ketika Anda pulang larut atau pergi pagi hari akan memberikan ikatan batin yang akan menjaga hubungan Anda. (*/net)

Sinergi Karir dan Keluarga E

mansipasi wanita sering dijadikan senjata bagi kaum perempuan untuk berkarier. Meskipun hal itu sah-sah saja, tetapi di peradaban timur, kodrat kewanitaan seperti merawat anak dan suami merupakan suatu kewajiban tanpa alasan apa pun. Soal itu, Mertin Damsar mengaku, karier bagi perempuan di era ini sangat dibutuhkan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga. “Menurut saya manfaat karier bagi diri perempuan itu antara lain sebagai wahana pengembangan diri, pengetahuan dan kecantikan, sedangkan bagi keluarga antara lain membantu ekonomi,” ungkap Mertin. Peremp u a n berusia 37 tahun ini secara detail menjelaskan bahwa wanita karier dibutuhkan karena termasuk bagian dari emansipasi wanita, tentunya dengan tidak mengabaikan peran sebagai ibu dan isteri, atau menyeimbangkan karier dan keluarga. Apalagi dengan bekerja, kemampuan sang isteri bisa bertambah selain adanya tambahan penghasilan keluarga (join income). Terkhusus kariernya, ibu tiga puteri ini merinci telah bekerja selama empat tahun pada salah satu bank pemerintah di Raha, tepatnya setamat kuliah tahun 2000 lalu. Setelah itu memilih pindah ke Bank Mega karena statusnya sebagai karyawan tetap. “Untung saja sebelum menikah dulu, suami telah menyepakati kalau saya bisa tetap bekerja. Bahkan saya bersyukur karena suami komitmen membantu peran saya membesarkan anak-anak,” akunya. Karena sang suami dan dirinya sama-sama bekerja, maka dengan tak mengurangi rasa kebersamaan dengan anak-anak, setiap akhir pekan menjadi hari khusus buat keluarga. Terkecuali jika ada agenda kantor yang mendesak. “Intinya suami mendukung dan isteri tahu diri, paling fatal jika sang isteri tidak menghargai suami karena pendapatannya lebih,” beber alumni FKIP Unhalu ini. (fas)

Mertin Damsar SPd

(Supervisor Operasional PT. Bank Mega Tbk Kendari)

Sukses Dua Arah

Menjaga Romantisme KEHARMONISAN dan kelanggengan rumah tangga sangat penting bagi pengusaha Dewi Motik Pramono. Perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan ini punya cara untuk menjaganya. Menurut Dewi, di sela kesibukan masing-masing, dia dan keluarga selalu menyediakan waktu untuk berkumpul bersama. Hal itu sangat penting untuk dilakukan. Sebab, dengan kebersamaan komunikasi menjadi lancar dan keharmonisan keluarga terjaga. “We try our best untuk bersama,” kata istri Pramono Sukasno ini. Menurut Dewi, kepercayaan dalam berkeluarga harus terus dipupuk. “Makin tua kepercayaan makin dibina,” kata ibu presenter Moza Pramitha itu. Begitu juga dengan kasih sayang dan perhatian terhadap pasangan dan anak-anak. Juga tak lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Dengan begitu, keutuhan pernikahan dan keluarga tak akan mudah goyah. (*/lip)

Dewi Motik Pramono

Masak Bersama Tumbuhkan Harmonisasi

T

ak hanya makan bersama keluarga di meja makan dapat meningkatkan kehangatan dan keharmonisan dalam keluarga, kegiatan memasak bersama pun memiliki dampak yang sama. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia Ricardi S.Adnan, mengatakan, selain membudayakan makan bersama keluarga, sesekali mengadakan kegiatan masak bersama dengan melibatkan anak-anak dan suami per-

lu dilakukan. “Untuk membangun kebersamaan dalam keluarga, bisa dimulai dari dapur dengan memasak. Tapi bukan istri yang masak, melainkan minta anak-anak dan suami yang melakukan, ibu di sini perannya hanya memberi bimbingan. Ini perlu sekali-kali dilakukan,” ujar Ricardi dalam sebuah talkshow. Ini juga bisa menjadi alternatif untuk refresing selain rekreasi

ke pusat hiburan atau tempat wisata. Memberi kesempatan khususnya kepada anak-anak untuk terlibat dalam acara masak memasak, juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri, bangga dan mengenali minat anak. “Misalnya ibu memberi kesempatan kepada kakak untuk menjadi chef, sementara anggota keluarga yang lain tinggal membantu, di lain kesempatan, giliran si adik yang menjadi chef,

ini akan menumbuhkan kepercayaan diri. Ketika mereka menaburkan bumbu-bumbu dan hasil masakan dipuji enak, ini memberikan kebanggaan tersendiri loh,” ujar pria yang juga gemar memasak ini. Kini acara memasak bersama keluarga, diakuinya, bahkan seperti menjadi trend karena banyaknya acara memasak yang juga melibatkan anakanak. (mor)

Setiap wanita, terutama yang telah berkeluarga, bila memilih tetap berkarier di kehidupannya, akan selalu memiliki resiko yang tidak dapat terhindarkan. Harus bisa memanage dua kepentingan. Kariernya, atau keluarganya. Hal ini bukan perkara yang mudah. Namun meski sulit, bagi wanita karier sejati, harus menempuh jalan: Sukses kariernya, tetapi juga harus sukses rumah tangganya. Inilah problem yang sesungguhnya, yang kadang memang sangat sulit terhindarkan. Sehingga banyak juga wanita yang akhirnya menyerah, terpaksa melepaskan salah satunya, meski dirasakan sangat berat. Menurut Psikolog terkenal, Abraham Maslow, sesungguhnya hidup adalah sebuah pilihan. Suka atau tidak suka, kita dihadapkan pada sebuah pilihan, yang kadang sulit. Nah, ketika seorang wanita disuruh memilih satu di antara dua pilihan, meski harus mengambil pilihan yang dinilai memiliki bobot lebih, serta mempersiapkan diri menanggung semua konsekuensi atas pilihan tersebut, tidak ada masalah apapun. Masalah baru muncul, ketika wanita diharuskan menjalani kedua pilihan tersebut secara bersamaan. Hal tersebutlah yang dihadapi banyak wanita saat ini. Menjalani profesionalitas kerja dan memenuhi kewajibannya sebagai istri untuk suaminya serta ibu bagi anak-anaknya. Hal ini tidak mudah, mengingat satu sama lain terkadang menuntut perlakuan lebih pada saat bersamaan. Nah, ketika memilih salah satu dirasa tidak mungkin, lantas apa yang harus dilakukan? Bill Ochkel, Pimpinan Lembaga Penasehat Perkawinan Amerika dalam bukunya “The Strong Women” menyebutkan, seorang istri yang bekerja, harus dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan keluarga, terutama di bidang ekonomi, dan bukan sebaliknya, malah menambah permasalahan keluarga. Oleh karena itu, dia harus pintar membagi waktu antara bekerja dan mengurus rumah tangga. Kepintaran mengelola waktu ini merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Namun demikian, tidak semua wanita pandai melakukannya. Sehingga, bagi mereka yang berperan ganda, bekerja di luar rumah, juga dituntut harus pandai menentukan skala prioritas. Bisa membedakan mana yang penting dan mendesak dan mana yang bukan. Nah.. menjadi istri ideal untuk keluarga, sama sulitnya dengan meniti karier di bidang pekerjaan yang diminati. Oleh karena itu, istri harus bisa meyakinkan pasangannya untuk mendukung dirinya, baik sebagai ibu rumah tangga, maupun sebagai wanita karier, yang harus berjalan secara harmonis. Tanpa dukungan keluarga, yaitu pengertian suami dan anak-anak, sangat sulit, untuk menjalani hidup sukses di bidang keluarga dan sekaligus karier. Biasanya, suami yang baik, akan mendukung dan tahu tujuan positif dari istrinya. Kata kuncinya, kalau seluruh keluarga mendukung dan memberikan semangat, segalanya akan berjalan dengan lancar. Maka bicarakanlah hal itu baik-baik sebelumnya, terutama pada pasangan anda yaitu suami tercinta, harus diberikan pengertian lebih dulu, supaya nanti tidak rewel. (*/net)


Kendari Pos Edisi 28 Mei 2013