Issuu on Google+

CALL CENTER Event & Promosi : 0853 3553 1111 Email : intermedia_kp@yahoo.com Redaksi : 0401-3126515 Email: bumianoa@gmail.com Langganan Koran : 082193377789 Email : sirkulasi_kp@yahoo.com Iklan : 0853 9887 0996 Email: kendariposiklan@yahoo.com Fax : 0401-3123771

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Harga Eceran Rp. 3.500,-

PTUN:

Ali Mazi Harus Ikut Pilkada

Ridwan Bae

KPU Sejak Awal Memang Salah

Putusan PTUN Kendari Dihadiri Nur Alam dan Dua Wakil Bupati

Kendari, KP Keputusan PTUN Kendari tidaklah mengagetkan Ridwan Bae. Sejak awal, ia memang sudah menduga bahwa keputusan yang diambil KPU dengan menetapkan tiga calon dengan mekanisme yang salah-hanya dengan dua komisioner-itu cacat hukum. Ia hanya menyesalkan, kenapa tidak sejak awal hal ini disadari dan diakui KPU, sehingga bisa mengeliminir persoalan, dengan cara menunda proses Pilgub. “Pertama, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para hakim di PTUN yang sudah dengan objektif mendudukan persoalan yang gugatannya diajukan saudara Ali Mazi. Hakim di pengadilan manapun, saya yakin, jika rujukannya sama yakni UU Nomor 15 tentang penyelenggaran Pemilu, maka akan sepakat bahwa lahirnya penetapan 3 calon itu cacat hukum dan cacat prosedur. Itu jelas dan terang benderang,” kata Ridwan, salah satu Cagub Sultra yang dilahirkan KPU. Untuk diketahui, Ridwan bersama pasangannya Haerul Saleh sejak awal memang meributkan masalah ini. Tanggal 13 Oktober lalu misalnya, ketika dilakukan proses pengundian nomor urut yang ikut dihadiri Ali Mazi, ia lagi-lagi mempertanyakan keabsahan keputusan KPU karena lahir dua versi. Ada yang memutuskan 4 calon, sedangkan dua komisioner lainnya hanya memutuskan 3 calon. Ridwan kala itu amat getol bertanya. Ujung-ujungnya, Mas’udi yang menjadi Ketua

Kendari, KP Ali Mazi menang selangkah. Perjuangan panjang mantan gubernur Sultra itu kemarin berbuah manis. Gugatannya di PTUN Kendari terhadap proses Pilgub dikabulkan. Dengan begitu, PTUN memandang penggugat sangat dirugikan, sehingga apa yang menjadi produk KPU Sultra selama ini dibatalkan. Ali Mazi-Bisman Saranani harus mengikuti Pilkada. “Pencabutan nomor urut juga harus kembali diulang dan mengikutsertakan penggugat karena semua persyaratan secara hukum telah dipenuhi oleh penggugat, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikutsertakan penggugat dalam Pilkada Sultra,” tukas hakim PTUN Baharuddin saat membacakan putusan.

Baca PTUn di Hal 11

KPU Kecewa, Siap Banding PUTUSan PTUN Kendari yang mengabulkan gugatan Ali Mazi direspon negatif KPU Pusat sebagai pelaksana Pilgub Sultra. Komisioner KPU Pusat Hadar Navis Gumay menegaskan, pihaknya sangat kecewa. Karena itu, seluruh komisioner langsung menggelar rapat untuk mebahas langkah berikutnya. “Terusterang KPU merasa kecewa dengan apa yang menjadi hasil akhir dari sidang tersebut. Kami berencana banding atas hasil itu, “kata Hadar sesaat setelah mendapat kabar tentang gugatan Ali Mazi diterima.

Baca kPU di Hal 11

Nyctagina

Buka

Lowongan

Pacar Baca bUka di Hal 11

Baca ridwan di Hal 11

Rektor Fokus Pengembangan Tri Dharma

Usman Rianse

Berbagai Keluhan Akibat Diabetesnya itu Kini Berangsur Hilang Serangan diabetes yang dialami lelaki 52 tahun ini amat merisaukannya. Apa yang dirasakannya? Kesemutan di tangan dan kaki, bercakbercak merah di kaki, buang air kecil 8 kali dalam semalam, dan nyeri di persendian lutut. Kakek satu cucu ini pun ke dokter. Setelah sekian lama minum obat, apa yang dirasakannya? “Tidak ada perubahan,” keluh ayah empat anak ini, 5 Juli 2012. Lalu, diam sajakah pegawai yang bekerja sebagai tenaga clearing di sebuah bank swasta di Trade Mall Palembang ini? Tidak. Lelaki bernama Syarpawi Mat ini mencari alternatif. Beruntung, ia membaca khasiat kulit buah

Baca manggis di Hal 2

Jakarta, KP Prof. Dr. H. Usman Rianse, M.S, resmi memimpin Unhalu periode 2012/2016. Itu setelah dilantik Mendikbud RI, Muhammad Nuh di Aula Lantai III Kemendikbud Jakarta, kemarin (23/11). Pelantikan yang berlangsung tepat pukul 14.00 WIB tersebut dirangkaikan dengan sumpah jabatan Rektor Syah Kuala Banda Aceh, Prof.

Dr. Samsul Rizal, M.Eng dan sejumlah pejabat di lingkup Kemendikbud. Saat melantik, Nuh ingatkan supaya pejabatnya termasuk pimpinan universitas ataupun politeknik mampu menjawab tantangan dan persoalan yang ada. Ada tiga hal penting yang harus dihadapi, yakni pimpinan perguruan tinggi harus fokus pada bidang tri dharma perguruan tinggi, kampus harus lebih terbuka pada kegiatan akademik dan harus membuka diri pada

semua persoalan di kampus. “Tiga hal tadi adalah langkah menjawab tantangan dan persoalan di universitas yang tidak semakin ringan. Pimpinan perguruan tinggi harus fokus pada tri dharma, jangan lagi terlibat hal yang tidak akademis. Semisal politik praktis. Kegiatan akademik harus digiatkan hingga malam, dan semua persoalan tadi tidak mungkin hanya bisa

Baca rEkTor di Hal 11

Johana Jembise, Perempuan Pertama Papua Bergelar Guru Besar

Perjuangan Paling Berat Masuk Jurnal Internasional Johana Jambise membuktikan bahwa perempuan Papua bisa berprestasi di bidang akademik. Sepuluh hari lalu dia dinobatkan sebagai guru besar Universitas Cendrawasih, Jayapura. Jadilah dia perempuan pertama Papua yang berhasil meraih gelar profesor.

Prof. Dr. Johana Jembise, MA Perempuan Papua Pertama yang menyandang Gelar Profesor memberikan keterangan kepada wartawan usai pengukuhan guru besar Universitas Cenderawasih. Prof. Dr. Johana Jembise, MA dilkukuhkan bersama dosen Uncen wanita lainnya Prof. Dr. Onnie Mentang Lumintang, M.Si.

Marthen Boseren, Jayapura Tanggal 13 November 2012 menjadi hari bersejarah bagi Prof Dr Johana Jambise MA. Saat itu karir dia di dunia akademik mencapai puncaknya. Gelar profesor kini tersemat di depan namanya. Johana mengaku sangat bang-

(Marthen Boseren/Cenderawasih Pos)

ga menjadi perempuan pertama Papua yang meraih gelar guru besar. Meski begitu, gelar tersebut harus diraihnya dengan jalan berliku. Menurut perempuan kelahiran Manokwari, 1 Oktober 1958 itu, masalah terberat yang harus dilalui adalah memuat karya ilmiah di jurnal internasional. Sebab, berkali-kali dia mengirim tulisan ke jurnal internasional, tapi selalu ditolak. Beberapa kali tulisan yang dia kirim dikembalikan. Pihak dewan redaksi meminta tulisan direvisi agar memenuhi standar internasional dan bisa diterima publik internasional. “Itu yang membuat saya men-

galami kendala beberapa kali penundaan untuk meraih guru besar karena harus merevisi jurnal-jurnal ini,” kata Johana di kampus Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura. “Untuk mendapatkan jurnal internasioanal sangat susah. Karena itu, kebayakan calon guru besar lari ke akreditasi pendidikan tinggi yang ada Jakarta jika tidak berhasil meraih akreditasi internasional,” sambung ketua Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Uncen tersebut. Johana mengaku, setelah berjuang delapan bulan, baru empat jurnal yang dihasilkannya bisa

Baca joHana di Hal 11


2

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Diunggah di Website, Harta Irjen Kemendikbud Rp 2,6 M Jakarta,KP Transparansi pengelolaan anggaran di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) cukup penting. Sebab anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari APBN. Langkah Irjen Kemendikbud Haryono Umar memampang laporan harta kekayaan di website Itjen patut dicontoh pejabat lain. Laporan kekayaan yang dia pajang untuk publik itu merupakan hasil dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 2012 yang diterbitkan KPK. Dalam laporan tersebut, terungkap jika Haryono memiliki harta kekayaan sebesar Rp 2,6 miliar dan USD 68.236. Harta kekayaan mantan pimpinan KPK itu beragam. Mulai sejumlah bidang tanah dan bangunan, mobil, hingga tiga unit motor. Haryono mengatakan, dirinya merupakan pucuk komando pengawasan internal

Kemendikbud. Menurutnya, upayanya mengunggah laporan harta kekayaan itu bisa dicontoh pegawai Kemendikbud lainnya. Khususnya di internal auditor Itjen Kemendikbud. “Tapi data kekayaan ini sifatnya pribadi. Tidak bisa dipaksakan,” tuturnya kemarin (23/11). Dia menegaskan jika transparansi pengelolaan anggaran pendidikan adalah mutlak. Caranya bisa dimulai dari lingkungan kantor pusat Kemendikbud dulu. Dengan cara ini, bisa membangun tingkat kepercayaan di masyarakat. Haryono berjanji akan terus mengunggah laporan harta kekayaannya secara berkala sesuai jadwal pelaporan LHKPN di KPK. Haryono mengatakan pembenahan di Kemendikbud tidak sebatas urusan transparansi saja. Tetapi penyakit yang akan dia basmi adalah malasnya pejabat Kemendikbud melapor-

kan gratifikasi. Dia mengatakan jika laporan gratifikasi ini wajib bagi seluruh penyelenggara negara. Terutama untuk semua pejabat mulai dari eselon III hingga I dan menteri. Dia mengakui jika penyakit malas melaporkan gratifikasi ini harus segera diobati. Terlebih mereka sudah memiliki satgas pelaporan gratifikasi. Pejabat kelahiran Prabumulih 8 September 1960 itu menuturkan, gerakan aktif melaporkan gratifikasi ini tidak akan ditegakkan di kantor pusat Kemendikbud saja. Tetapi hingga ke satuan kerja (satker) yang ada di daerah. Seperti perguruan tinggi negeri (PTN) dan satker-satker lainnya. Khusus di PTN diharapkan budaya aktif melaporkan gratifikasi dijalankan mulai dari para rektor, pembantu rektor, hingga para dekan dan ketua jurusan. Dengan pelaporan gratifikasi ini, tudingan suap atau koru-

psi bisa dicegah. “Lebih baik dilaporkan, dari pada nantinantinya malah tersandung pidana (korupsi, red),” jelas Haryono. Menjelang akhir tahun, Haryono akan membuat rekapitulasi indeks kepatuhan pelaporan gratifikasi di lingkungan Kemendikbud. Selain itu, dia juga sedang berkonsultasi dengan sejumlah pihak terkait pemberiaan yang tidak masuk dalam kategori gratifikasi wajib lapor. “Misalnya setiap rapat kan ada uang sakunya, itu masuk gratifikasi yang harus dilaporkan atau tidak,” kata dia. Haryono lantas mengatakan, meski PNS tidak dilarang menerima uang saku rapat, tetapi ia tidak pernah mengambilnya. Haryono berharap, gairah Kemendikbud mengembangkan zona integritas bebas korupsi tidak memudah karena pejabatnya tidak transparan dan malas melapor gratifikasi. (wan)

Muncul Wacana Duet Mega-JK Wacana ....... laritas Pak JK kan juga bersaing dengan Pak Ical. Saya kira, itu

bisa dipahami karena dia punya basis dukungan yang kuat di Indonesia Timur. Dia juga masih punya basis di Golkar,” katanya.

Maruarar menegaskan, PDIP memang menganggap duet Megawati-JK masih sekadar wacana. Namun, segala kemungkinan dalam politik bisa

terjadi mengingat komunikasi Megawati dengan JK sangat baik. Mereka juga saling menghargai dan pernah bekerja sama dalam satu tim. (fas/jpnn/c1/agm)

Kemendikbud Berkilah Terkendala Verifikasi TPP ....... terserap, uangnya kembali ke kas negara. Surapranata mengakui jika masih banyak daerah yang tidak kunjung mencairkan TPP ke guru. Dia mengatakan kendala utamanya adalah proses verifikasi yang mereka lakukan

tidak selesai-selesai. Pemkab maupun pemkot yang diberi tugas mencairkan TPP memang terkesan mengulur-ulur proses verifikasi ini. Proses ini diantaranya untuk memastikan guru penerima TPP harus mengajar selama 24 jam pelajaran (tatap muka) per pekan. Selain itu mata pelajaran yang diajarkan harus sesuai

dengan di sertifikat. Terakhir juga untuk memastikan guru bersangkutan usianya kurang dari 60 tahun. Terkait sikap pemkot maupun pemkab yang seperti itu, pihak Kemendikbud tidak bisa berkutik. Mereka memasrahkan sepenuhnya penjatuhan sanksi kepada Kemenkeu. Celakanya sanksi dari Kemenkeu selama ini juga tidak efektif. Terbukti masih banyak

daerah yang tetap terlambat mencairkan TPP. Dia berjanji tahun depan akan lebih tegas mendorong pemkab atau pemkot supaya mencairkan TPP tepat waktu. Diantara cara yang disiapkan adalah mempublikasi secara berkala pemkab atau pemkot yang nakal menuda pencairan TPP. Sistem ini berlaku hampir sama dengan pertanggungjawaban pencairan dana operasional sekolah (BOS). Setelah dipublikasi rutin, pencairan dana BOS saat ini agak lebih tertib. (wan)

DPR Serahkan Boediono ke KPK Jakarta,KP Wacana pengajuan hak menyatakan pendapat (HMP) oleh DPR atas kasus bailout Bank Century bakal sulit digolkan. Selain Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PDIP sebagai fraksi terbesar ketiga di parlemen juga akhirnya memberikan sinyal untuk tidak ikut mendorong pengajuan hak yang mengarah ke pemakzulan tersebut. Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani menegaskan, sebaiknya kasus Century diselesaikan lebih dulu di KPK. “PDIP belum ingin menggunakan HMP. Jadi, saat ini kami menolak. Kami tidak akan ikut mendukung proses,” ujar Puan di gedung parlemen kemarin (23/11). Puan menambahkan, partainya menginginkan kasus Century dibuktikan dulu secara hukum. Terutama terkait dugaan keterlibatan mantan Gubernur BI Boediono yang saat ini menjabat Wapres. Putri Megawati Soekarnoputri itu menegaskan, pihaknya memandang bahwa yang disampaikan KPK dalam rapat tim pengawas (timwas) DPR untuk kasus Bank Century beberapa hari lalu baru sebatas laporan

awal. “Jadi, KPK harus diberi kesempatan untuk membuktikan data dan informasi terkait kasus tersebut,” imbuhnya. Dukungan fraksi pemilik 94 kursi di parlemen itu menjadi sangat signifikan dalam pengajuan HMP. Sebab, sesuai dengan ketentuan di UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), proses yang harus dilalui cukup berat. Usul penggunaan HMP bisa lolos jika sidang paripurna DPR dihadiri sekurang-kurangnya tiga perempat jumlah anggota dan disetujui paling sedikit tiga perempat jumlah anggota yang hadir. Berdasar aturan itu dan melihat komposisi di DPR saat ini, peluang usul tersebut bisa lolos di atas kertas sangat kecil. Fraksi Partai Demokrat dengan total 148 kursi (26,4 persen) yang sudah pasti akan menolak plus FPDIP yang memiliki 94 kursi (16,78 persen) sudah sangat cukup untuk menghadang. Di tempat terpisah, meski tidak secara tegas menolak usul pengajuan HMP, Fraksi PKS juga memberikan sinyal lebih mendahulukan proses di KPK. “Secara prinsip, kami menghormati keinginan HMP.

Tapi, sekarang bolanya ada di KPK,” kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid. Menurut dia, penetapan dua tersangka oleh KPK plus koreksi pernyataan sebelumnya bahwa Boediono tidak bisa disentuh harus dijadikan pijakan. KPK, papar dia, justru sekarang harus terus didorong untuk menuntaskan kasus Bank Century hingga akarakarnya. “Prinsipnya, kami lebih mendahulukan KPK melaksanakan kewenangannya, mendukung KPK menindaklanjuti dua deputi itu dan membongkar ke akar-akarnya. Tapi, jangan menutup HMP juga,” ucap dia. Hingga saat ini, salah satu fraksi di parlemen yang getol mendorong pengajuan HMP adalah Fraksi Partai Golkar. Sebagian politisi partai pemilik kursi terbesar kedua di DPR itu terus meyakinkan bahwa pengajuan hak pemungkas dewan tersebut justru membantu Boediono. Yaitu, agar tidak terusmenerus terbelit kasus Bank Century dengan mengujinya di Mahkamah Konstitusi sebagai proses lanjutan HMP. (dyn/ c11/agm)

kaki yang kadang memerlukan amputasi, stroke, gangguan saraf, danimpotensi pada pria. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Tentu banyak cara. Tapi, salah satunya adalah dengan rutin mengonsumsi senyawa yang bernama xanthone, yang terkandung di dalam kulit buah manggis. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan oleh dr. Purwati, seorang dokter dan praktisi kesehatan di Jakarta, terhadap tujuh pasien penderita kencing manis selama sepuluh hari mengnsumsi esktrak kulit buah manggis, terbukti bahwa esktrak ini mampu menurunkan gula darah tujuh orang pasien dari 205,0 menjadi 119,86 mg/ dl. Tapi, tapi penurunan itu bervariasi di antara semua pasien itu. Bervariasinya penurunan kadar gula itu disebabkan oleh berbedanya respons sistem metabolisme tubuh tiap-tiap pasien terhadap ekstrak kulit buah manggis yang diberikan. Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul

ekstrak kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang terkandung di dalamnya. Untuk konsultasi kesehatan, hubungi dokter kami pada jam kerja di telepon bebas pulsa 08001401430 atau di e-mail purwati-s@centrin. net.id. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di nomor telepon 08124135934. Atau bisa juga mendapatkannya langsung di apotek-apotik di kota Anda. Kendari : Apotik Wua-wua Farma Jl. MT Haryono, Apotik Saranani Jl. Saranani, Apotik Bumi Farma Bundaran Mandonga, Apotik Zafira samping Nusamart Sebelum PLN Wuawua, Apotik Surya Komp. Pasar Baru, Apotik Palopo Komp. Pasar Mandonga. Subdis Unaaha: Apotik Waraka085241984014,SubdisKonsel: 082195198708, Apotek Salsabila Ranomeeto, Aptk Fahriza Punggaluku, Subdis Baubau: Apotik Trikusuma, 0402-2821207, Raha: Apotik Binter Farma Jl. Yos Sudarso No. 39 Raha (Dpn Bank BNI Raha), Subdis Kolut: 085231246853. Bombana Aptk. Gaskas Kasipute. Subdis Kolaka: 081342605642, Apotik Khaerul Bariah psr baru Kolaka. Pomalaa: Apotik 19 November, Kolaka Utara: Apotik Salsabilah dpn pasar Lasusua, DICARI SUBDIS TIAP KABUPATEN. Konsultasi Bebas Pulsa Hubungi: Dr. Purwati Hp: 08001401430.

Manggis ....... manggis yang telah diekstrak dalam sebuah produk bernama Garcia, di sebuah surat kabar. Karena menyukai bahan alami yang tak memiliki efek samping, warga Jalan Damai, Blok L-8, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, ini merutinkan diri minum kapsul itu setiap sehari. Setelah habis dua botol, apa hasil yang rasakannya? “Bercak-bercak merah mulai mengering, kesemutan berkurang, nyeri hilang, luka di ujung kaki yang dulu lambat sembuh sekarang cepat, frekuensi buang air kecil turun jadi 3 kali dalam semalam, dan badan fit. Karena manfaatnya itu, saya selalu membawa Garcia dalam tas,” tuturnya. Penderita diabetes berasal dari semua lapisan. Pada orang yang telah berumur, gejalanya adalah seringnya muncul haus, sering buang air kecil, badan lemas, banyak makan tapi berat badan turun, kesemutan, kulit kering, berkeringat, gatal-gatal, dan sebagainya. Bila penyakit ini dibiarkan, lama-lama timbul komplikasi kronis, seperti penyakit jantung, terganggunya fungsi ginjal, kebutaan, pembusukanpada


3

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Benua Hotel

Helat Diskon Khusus Kamar Standard Kendari, KP Untuk menggenjot jumlah pengunjung, Benua Hotel Kendari menghelat promo. Bagi pelanggan yang ingin menginap di hotel yang terletak disamping lapangan Benu-benua, Kendari itu dapat menikmati diskon sebesar Rp 50 ribu khusus untuk kamar standard. ‘’Harga kamar standard biasanya Rp 350 ribu, namun kali ini pelanggan cukup membayar Rp 300 ribu saja,’’ kata Edo, Manager Benua Hotel Kendari saat di temui kemarin. Pemberian diskon tersebut kata Edo berlaku hingga akhir Desember 2012. Jumlah kamar standard yang tersedia di Benua Hotel sebanyak tujuh buah. ‘’Kami juga menyediakan tempat parkir yang luas, restoran yang terbuka untuk umum, serta internet gratis bagi tamu, baik yang menginap maupun yang melakukan aktivitas di hotel,’’tuturnya. Selain promo itu kata Edo pihaknya juga memberikan kemudahan bagi para pelanggan yang ingin menikmati hiburan dengan memberikan akses muda untuk masuk ke Taman Wisata Teluk (TWT) Kendari. ‘’Benua hotel dan TWT satu grup, sehingga ke depannya kami akan upayakan agar tamu Benua

Kendari KP Untuk lebih meyakinkan konsumen tentang keunggulan dan fitur pada Suzuki Ertiga, Suzuki melalui seluruh Main Dealer termasuk PT. Megah Putra Kendari (MPK) kembali memperpanjang periode test drive hingga Maret 2013. Program yang juga memberi kesempatan kepada masyarakat umum menyediakan grand prize enam unit Ertiga dan puluhan hadiah kejutan lainnya. Head Promotion PT. MPK, Rahmat La Dae mengatakan peluang untuk mendapatkan undian grand prize Ertiga hanya diberikan pada konsumen yang

melakukan test drive dan indent. Sedangakan hadiah kejutan lain seperti 12 unit Suzuki Nex dan belasan kamera, iPad, emas dan sepeda ditujukan untuk calon konsumen yang melakukan test drive. “30 ribu peserta test drive pertama yang berlaku mulai 1 November mendapat hadiah langsung sebuah topi khusus Ertiga,” terangnya. Sejak dipasarkan Juni lalu, total 303 unit Ertiga telah terjual dengan inden perbulan mencapai puluhan unit. Banyaknya unit Ertiga yang mulai ramai terlihat di jalan khususnya Kendari menandakan kepercayaan masyarakat terhadap salah satu

produk unggulan Suzuki ini terus meningkat. Penjualan mobil jenis low MPV ini menyumbang 30 persen dari total pasar kendaraan Suzuki di Sultra. “Agustus kemarin penjualan Ertiga bahkan melampaui jenis Pick Up yang selalu menyumbang penjualan tertinggi Suzuki,” lanjut Rahmat. Kendaran yang dipasarkan dalam tiga tipe GA, GL dan GX diakui Rahmat memiliki fitur kenyamanan yang lengkap dengan air bag, side impact yang memudahkan bukaan pintu mobil saat tabrakan dan dukungan sistem pengereman ABS-ABD yang stabil. Desain dan spesifikasi mesin serta tambahan fitur lainnya

juga menjadi tambahan dayatarik bagi konsumen. Walaupun pada pengundian periode 6 Oktober lalu belum ada konsumen asal Sultra yang mendapatkan hadiah, namun undian tersebut terbuka lebar dan setiap konsumen mendapat peluang yang sama. Hingga saat ini sebanyak 141 nasabah telah melakukan test drive di PT MPK. “Undian periode sebelumnya, nasabah asal Sulsel berhasil mendapatkan grand prize, mudah-mudahan undian yang masih akan berlangsung 5 kali hingga Maret mendatang, ada konsumen Sultra yang mendapat hadiah,” tukas Rahmat. (p8/awl)

LG Hadirkan Cinema 3D LM 4610

strilda/kp

Benua Hotel menggelar promo hingga akhir desember nanti. potongan harga diberikan pada pengunjung yang menginap di kamar kelas standard. Hotel bisa masuk gratis. Untuk sementara kami akan memberikan kemudahan dengan memberikan akses yang mudah untuk masuk, ‘’pungkasnya.

Benua Hotel Selain memiliki fasilitas tipe kamar standard, tersedia juga tipe kamar Superior, Delux, Junior Suite serta Executive Suite. (p12/awl)

KUR BRI Capai Rp 75 M Kendari, KP PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kendari hingga akhir September berhasil menyalurkan Kredit Usaha rakyat (KUR) senilai Rp 75,8 Miliar. Jumlah tersebut berasal dari KUR ritel senilai Rp 27,2 Milar dan KUR Mikro senilai Rp 48,6 Miliar. Andi Muh Rizal, AO program BRI Cabang Kendari menjelaskan jumlah tersebut telah melebihi target yang diberikan oleh pusat. Khusus untuk KUR ritel tahun 2012 kata Rizal diberi target penyaluran senilai Rp 11 Miliar. Jika dibandingkan dengan tahun 2011, jumlah penyaluran nilai KUR tahun ini mengalami peningkatan. ‘’ Tahun 2011 penyaluran KUR ritel hanya mencapai Rp 16,4 Miliar dan KUR mikro senilai Rp 34,3 miliar. Khusus untuk KUR ritel 80 persen didominasi oleh usaha perdagangan, dan sisanya merupakan usaha jasa, industri dan pertanian,’’ jelasnya.

Test Drive Ertiga Diperpanjang

Peningkatan penyaluran nilai KUR menurut Rizal, karena beberapa kemudahan yang diberikan oleh BRI. Diantaranya minimal waktu usaha berjalan selama enam bulan, selain itu penyaluran KUR BRI dapat dilayani disemua Unit-unit BRI maupun kantor Cabang BRI. “Jika dibandingkan dengan bank lain, minimal usaha berjalan satu tahun sedangkan untuk BRI cukup enam bulan berjalan sudah bisa mendapatkan fasilitas KUR, proses lebih cepat yakni maksimal satu minggu bisa langsung cair. Kantor kami juga didukung oleh banyaknya kantor Unit yang turut melayani penyaluran KUR,” tambahnya. Rizal juga menambahkan bahwa syarat untuk memperoleh KUR Mikro untuk individu yang melakukan usaha produktif yang layak yang memiliki legalitas yang lengkap semisal KTP/SIM, Kartu Keluarga, Lama usaha mini-

mal enam bulan. Sementara KUR Ritel, calon debitur adalah individu (perorangan/badan hukum), Kelompok, Koperasi yang melakukan usaha produktif, memiliki legalitas yang lengkap semisal KTP dan untuk Kelompok seperti Surat Pengukuhan dari Instansi terkait atau Surat Keterangan dari Kepala Desa/Kelurahan atau Akte Notaris, Koperasi/ Badan Usaha Lain yang Sesuai ketentuan yang berlaku, lama usaha minimal enam bulan dan Perizinan. Sulu Paladuk, selaku Asisten Manager Bisnis Mikro BRI cabang Kendari menambahkan penyaluran KUR BRI dapat dilayani disemua unit-unit maupun kantor cabang BRI. Katanya hingga kini khusus untuk Cabang kendari terdiri dari 17 unit BRI, 11 teras serta kantor cabang. ‘’Hal ini kami lakukan guna mempermudah calon nasabah untuk memperoleh fasilitas KUR,’’ pungkasnya. (p12/awl)

Kendari, KP Sebagai salah satu produsen elektronik khususnya televisi tiga dimensi (3D), LG kembali menghadirkan varian Cinema 3D LM 4610 hasil pengembangan dari tipe sebelumnya yakni LM 3410, merupakan televisi 3D termurah dari LG yang dipasarkan di Sultra. Marketing Communication PT. LG Electronics Cabang Kendari, M. Fajar mengatakan kehadiran TV 3D menawar-

kan sensasi tayangan film 3D dirumah seperti halnya di bioskop. Ia pun mengurai beberapa keunggulan dan fitur yang ditawarkan pada tipe tersebut. Selain bersistem dual play yang bisa memainkan dua jenis game sekaligus dalam satu layar, TV jenis ini juga dapat mengkonvers film dari 2 dimensi, menjadi 3 dimensi. Kelebihan lain dari varian ini lanjut Fajar juga dilengkapi dengan USB yang dapat mem-

baca film dari hardware tertentu, serta full HD dengan kontras gambar yang dihasilkan terlihat lebih cerah. Pembelian tipe LM 4610 juga disertakan dengan kacamata 3D yang nyaman karena lebih ringan, tidak menggunakan baterai dan tidak memiliki efek radiasi serta bebas kedipan. Dari data penjualan, untuk tipe LM 3410 ukuran 32 inchi yang dipasarkan dengan harga Rp 3,1 juta sejak Juli telah ter-

jual 101 unit, sedangkan untuk tipe baru yakni Cinema 3D LM 4610 yang dipasarkan dengan harga Rp 11,5 juta untuk ukuran 47 inchi dan Rp 17,2 juta ukuran 55 inchi masih dalam tahap promosi dengan stok telah tersedia. “Pemasaran TV 3D di Sultra masih tergolong sedikit karena harga yang relatif tinggi, konsumen televisi jenis ini kebanyakan dari konsumen menengah keatas,” terang fajar. (p8/awl)


Opini

4

Kendari Pos  Sabtu, 24 November 2012

 UMP Sultra 2013 Naik  Kalau pengusaha tidak mau, bagaimanami?  Penimbun solar dibekuk  Cari yang besar jangan ecek-ecek ces  Puluhan motor pelajar dirazia  Harus rutin pak, biar kecelakaan berkurang

Tajuk Rencana Menuju Kolombia Kedua PEREDARAN dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah sampai ke level mengkhawatirkan. Bahkan peredarannya dikendalikan jaringan mafia lokal hingga kelas internasional. Sebenarnya, ini bukan hal yang mencengangkan. Sebab, peredaran narkoba di Indonesia memang dikendalikan jaringan internasional. Hampir 70 persen narkoba yang beredar di dalam negeri merupakan kiriman dari luar negeri. Hanya 30-40 persen narkoba asal lokal, utamanya ganja. Pintu Indonesia menjadi negara narkoba semakin terbuka luas. Jumlah pecandu dan (tentu saja) jumlah narkoba yang beredar terus bertambah. Bahkan, Indonesia dikhawatirkan bisa menjadi seperti Kolombia, negara yang memproduksi narkoba terbesar di dunia. Prediksinya itu didasari adanya keinginan sindikat untuk menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar terbesar peredaran gelap narkoba. Dari jumlah pecandu saja, yang saat ini mencapai 5 juta jiwa, Gerakan Anti Narkoba (Granat) memprediksi tak kurang dari 1 ton narkoba berbagai jenis lolos dan sampai ke tangan mereka, yang jika dinominalkan berkisar Rp 1 triliun per hari. Artinya apa? Narkoba yang lolos ke Indonesia, masuk bebas, sampai ke konsumen dengan mudah. Selain itu, kurangnya penegakan hukum menjadikan produsen narkoba luar negeri tertarik masuk ke Indonesia. Sampai Juli 2012, jumlah terhukum mati perkara narkoba di Indonesia tercatat 58 orang. Dari jumlah tersebut ada 11 terpidana mati yang seharusnya sudah dieksekusi. Namun hingga kini eksekusi belum juga dilaksanakan dengan dalih ada desakan pelanggaran HAM. Padahal di tingkat MA sudah memenangkan perkara, hukuman mati berlaku bagi kejahatan narkoba. Narkoba adalah salah satu dari tiga kejahatan kemanusiaan paling keji selain korupsi dan terorisme. Narkoba tak hanya merusak tatanan sosial, politik dan ekonomi sebuah negara, bahkan bisa meruntuhkan generasi mudanya. Sebab itu, pemberantasannya harus benar-benar dilakukan secara persisten dan konsisten. Apalagi, kini Indonesia telah masuk negara keenam yang memproduksi narkoba terbesar di dunia setelah Kolombia, Cina, Brazil, Iran, dan Meksiko. Indonesia dikenal sebagai produsen ekstasi nomor satu di dunia. Sebagai pengedar, Indonesia dikenal sebagai pengedar ganja terbesar di dunia. Hal itu memungkinkan karena ganja dari Indonesia merupakan mariyuana dengan kualitas nomor satu di dunia. Sayangnya, upaya penegakan hukum terhadap pengedar narkoba berulang kali dikangkangi sendiri oleh presiden. Setelah Mei 2012, SBY memberi grasi berupa pengurangan lima tahun hukuman penjara kepada terpidana kasus narkotika, Schapelle Corby, November ini hal serupa kembali dilakukan terhadap Meirika Franola (Ola). Banyak pihak menilai grasi ini penuh kejanggalan dan kekeliruan. Apalagi Ola ternyata masih sempat mengendalikan peredaran narkoba jaringan internasional selama mendekam di penjara. Fakta persidangan dan pertimbangan hukum putusan hakim mulai dari pengadilan negeri, pengadilan tinggi, hingga MA sama-sama menyatakan bahwa Ola merupakan bagian dari sindikat peredaran narkoba, bukan hanya kurir. Ini tak hanya mencederai rasa kemanusiaan dan keadilan atas jutaan korban narkoba dan keluarganya. Atau, inikah indikasi Indonesia menuju Kolombia kedua? (*)

Memperluas Segmen Dakwah Muhammadiyah (Kado Milad 100 tahun Muhammadiyah)

S

ejak kelahirannya pada tanggal 18 November 1912 yang bulan ini memasuki usia 100 tahun, organisasi Muhammadiyah telah menegaskan dirinya sebagai organisasi dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Penegasan itu diwujudkan oleh pendirinya KH. Ahmad Dahlan dengan gerakan dakwah yang tergolong unik dan memiliki gaya yang khas. Gerakan dakwah yang tergolong unik itu meskipun pada zamannya terasa asing, namun modivikasi dakwah Ahmad Dahlan telah relevan dengan kebutuhan zamannya Modivikasi dakwah Muhammmadiyah pada dasarnya adalah dakwah yang selalu melihat tuntutan zaman. Hal itulah yang menjadi substansi mengapa Muhammmadiyah diberikan label organisasi pembaharuan. Label pembaharuan seharusnya menjadi beban sejarah dan menjadi beban psikologi dakwah Muhammadiyah yang menuntut pelaksanaan dinamisasi gerakan dalam berbagai segmen yang menyentuh seluruh kehidupan umat. Dalam hal ini Muhammadiyah dalam melaksanakan gerakan tidak boleh hanya terpaku pada tradisi yang diusung para pendiri Muhammadiyah. Dalam konteks Sulawesi Tenggara, Muhammadiyah perlu mencari formulasi gerakan yang bersentuhan kebutuhan umat di daerah ini. Kebutuhan umat yang dimaksud adalah umat yang merasakan kehadiran Muhammadiyah dikala umat tertindas secara politik, sosial maupun budaya. Peran ini perlu menjadi kontemplasi bersama pengurus Muhammadiyah, sebab sejauh ini peran Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara berkibar hanya sebatas pada gerakan pendidikan yang ditandai dengan keberadaan Universitas Muhammadiyah pada dua Kabupaten yakni Universitas Muhammadiyah Kendari dan Universitas Muhammadiyah Buton. Untuk memperluas segmen dakwah Muhammadiyah, bukanlah hal yang sulit bagi persyarikatan ini. Pontensi dan kapasitas pengurus Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara saat ini sudah sangat cukup untuk melakukan sebuah terobosan. Hal ini dapat dilihat dari komposisi pengurus yang didominasi para intelektual, ulama, birokrasi dan politisi. Bila dipetakan secara detail, pengurus Muhammadiyah hari ini adalah dua orang Profesor, 1 orang Bupati, 1 orang Wakil Walikota, 1 orang Rektor dan beberapa orang yang pantas

Oleh : Yasir SPd disebut sebagai ulama. Pemetaan potensi pengurus ini adalah untuk melihat potensi sebuah gerakan Muhammadiyah yang dimotori oleh mereka yang berasal dari berbagai latar belakang dalam kesatuan kepemimpinan kolektif kolegial. Persoalan yang terjadi adalah apakah potensi yang cukup dahsyat itu sudah dimaksimalkan untuk gerakan persyarikatan? Hal ini akan terjawab dengan peran Muhammadiyah dimasa yang akan datang. Berbagai agenda keumatan akan menunggu penyelesaian dan solusi. Isu-isu keumatan Sulawesi Tenggara saat ini belum sepenuhnya mendapat respon yang memadai dari ormas Islam termasuk di dalamnya adalah persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini muncul sebagai akibat dari pengkerdilan pemahaman doktrin tauhid Muhammadiyah yang hanya berkutat pada persoalan tahyul, bid’ah dan khurafat secara sempit. Pemahaman doktrin tauhid yang sempit membuat pergerakan Muahammadiyah ini hanya berorientasi pada program kerja yang yang telah menjadi tradisi dan terlembagakan. Kondisi ini menyebabkan persyarikatan Muhammadiyah banyak absen dari berbagai persoalan umat yang bersifat mendesak dan memiliki efek jangka panjang. Secara nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah berhasil menggugat Undang-Undang pertambangan gas dan mineral. Peristiwa ini, seharusnya menjadi spirit bagi persyarikatan Muhammadiyah Sulawesi Tenggara untuk memperluas segmen dakwah yang belum menjadi perhatian utama ormas Islam. Segmen dakwah tersebut antara lain kerusakan lingkungan yang berimplikasi pada munculnya kerawanan sosial. Untuk memahami lebih mendalam mengenai persoalan ini, maka penulis akan menguraikan sisi dakwah dan implikasi kemunkarannya. Penemuan berbagai jenis tambang di daerah Sulawesi Tenggara menyebabkan investor tambang mengeksplorasi kekayaan alam di perut bumi Sulawesi Tenggara. Dengan modal izin Bupati

Layanan Publik Kecewa Kinerja PLN Kolaka 085394212894 PLN Kolaka, terlalu cepat memberikan kartu pencabutan lampu pada warga. Padahal dalam bulan berjalan, belum habis pembayarannya. Harap PLN Kolaka mengevaluasi kinerja.

atau Gubernur investor berupaya mengkapling tanah masyarakat, hutan lindung, pulau dan lautan. Tanah masyarakat yang dibeli dengan harga mahal menurut pemikiran masyarakat meyebabkan mereka dengan mudah melego tanah pertanian yang mungkin merupakan milik mereka satu-satunya. Proses ini, apabila tidak diikuti dengan pemberdayaan masyarakat penjual tanah oleh pihak investor maka akan berimplikasi munculnya masalah sosial. Munculnya masalah sosial tersebut sebagai akibat dari pengelolaan harga tanah yang tidak cerdas sehingga tidak memiliki nilai tambah pada pemilik lahan. Muhammadiyah sebagai organisasi sosial memiliki tanggung jawab tidak hanya pada penanganan masalah tersebut seperti pendirian panti Asuhan dan pemberdayaan masyarakat miskin. Lebih dari itu persyarikatan Muhammadiyah juga harus melihat dan mencegah masalah sosial mulai dari akarnya. Peran dakwah Muhammadiyah dalam upaya mengatasi kerusakan lingkungan adalah merupakan hal yang tidak dapat ditunda-tunda. Merumuskan konsep dakwah hjiau atau advokasi dan kajian ilmiah izin tambang adalah merupakan peran yang dapat dimainkan. Dakwah hijau harus digalakkan sebagai manifestasi kepoloporan Muhammadiyah dalam menghijaukan bumi. Realisasi dari gerakan ini yaitu adanya upaya Muhammadiyah mencegah kerusakan hutan dan mengadvokasi kasus ilega logging yang tidak tertangani secara maksimal oleh lembaga hukum. Upaya ini merupakan sebuah kristalisasi nilai dakwah Islam bersifat rahmatan lil ’alamin, kasih sayang Islam meliputi segenap alam termasuk lingkungan sekitar. Umat Islam harus diberi pemahaman, bahwa perilaku ramah lingkungan adalah bagian kewajiban agama yang harus dijalankan. Menurut KH Ali Yafie manifestasi umat Islam sebagai umat rahmatan lil ’alamin yakni mencintai alam sekitar, dalam konteks luas menjaga kelestarian bumi tempat hidup kita, karena

menurut Islam bumi ini milik Allah yang diamanatkan kepada kita untuk memeliharanya ( QS. 2 : 29). Muhammadiyah tidak boleh tinggal diam menyaksikan kerusakanlingkungan diwilayah ini, karena ini menyangkut kepentingan generasi yang jauh kedepan. Dibutuhkan rumusan etika dan tanggung jawab moral serta kepekaan terhadap lingkungan. Karena lingkungan hidup yang lestari bukan saja untuk kepentingan daerah semata tapi juga nasional bahkan dunia. Sementara itu kondisi lingkungan yang lestari sangat dibutuhkan untuk keperluan ibadah Mahdoh seperti sholat, mutlak adanya dukungan alam yang dapat menyediakan air bersih untuk berwudlu sebagai bagian tak terpisahkan ibadah sholat sebagai tiang agama Islam. Secara syar’i sesungguhnya Allah sudah melarang segala perbuatan yang merusak alam sebagaimana tersebut dalam QS Al-Araf ayat 56. Karena jika alam rusak manusia juga yang merasakan akibatnya, sebagaimana tertera pada QS. Ar-Rum ayat 41 yang artinya :”Telah tampak kerusakan di darat dan laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar”. Upaya penting lainnya yang harus dilakukan Muhammadiyah adalah bagaimana merubah perilaku manusia agar lebih ramah lingkungan, dalam hal ini peran lembaga pendidikan Muhammadiyah sangat strategis dalam memotivasi tingkah laku peserta didiknya untuk ramah lingkungan. Disamping itu juga Muhammadiyah bersama pemerintah harus secara serius membuat program dakwah lingkungan atau dakwah hijau. Materi dakwah yang diformulasikan harus dilengkapi dengan”Ayat-ayat lingkungan” sebagai bagian pendidikan lingkungan yaitu upaya mengubah perilaku dan sikap untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai dan isu permasalahan lingkungan. Disinilah titik tekannya mengapa kerusakan lingkungan perlu dilihat sebagai bentuk kemungkaran baru bagi persyarikatan Muhammadiyah. (*) Penulis adalah Guru SMAN 9 Kendari, aktivis Pemuda Muhammadiyah Sultra

Bagi anda yang ingin menyampaikan kritik, saran dan masukan terkait layanan publik dapat memanfaatkan rubrik ini. Kirimkan melalui sms ke 0816246000 (berlaku tarif nomor)

Keluhkan PDAM Konawe 085241618121 PDAM Konawe, mohon tekanan airnya ditambah. Biar yang ditempat ketinggian bisa dapat aliran air. Kami warga BTN Puosu setiap jadwal mengalir air hanya dapat seperti tetesan air itu pun sudah dibantu dua mesin penyedot. Padahal kalau tekanan kencang, warga yang di dataran cepat penuh dan menutup krannya, sehingga warga di ketinggian kebagian air.

PEMBINA : HM Alwi Hamu, PP.Bittikaka, H.Syamsu Nur • KOMISARIS UTAMA : H.Ridwan Arif • KOMISARIS : Jerry Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Purwanto Sanam • DIREKTUR UTAMA : Milwan • DIREKTUR : Haeruddin • OMBUDSMAN : M Djufri Rachim (Ketua), Ariyani Arifin (Sekretaris), Muhammad Saiful, SH, MH.

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

PEMIMPIN REDAKSI / PENANGGUNGJAWAB : Milwan Lukman • WAKIL PIMPINAN REDAKSI : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin • REDAKTUR PELAKSANA : La Ode Diada Nebansi • KOORDINATOR LIPUTAN : Ruslan Amrullah REDAKTUR : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Emilia Ningsih • REPORTER : Sulis Setiarini, Linri Merinda, Arifuddin, Ulfah Sari Sakti, Sarfiayanti ; Koresponden : Awaluddin Usa (Raha-Muna), Syamsuddin (BaubauButon), Eritman Rahmat (Kolaka-Kolaka Utara), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) Arwan Mannaungeng (Jakarta) • FOTOGRAFER : Suwarjono • DESIGN GRAFIS : Muh Hajar Siddiq • KARIKATUR : Arham Rasyid • REDAKTUR KHUSUS : La Paa, M Djufri Rachim • Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin • TEKNOLOGI INFORMASI : Muh. Sahdar • PRACETAK IKLAN: Muhrisan (koordinator) • PRACETAK REDAKSI : Gunawan Candra (koordinator), Yusri Zubair, Samiruddin • MANAGER KEUANGAN : Agus Tranhadi; ASS. MANAGER KEUANGAN : Paulina Tambing • MANAGER IKLAN/SPONSORSHIP : Nur Syamsi Abidin • MANAGER EVENT & PROMOSI : Muhammad Akhbar • MANAGER SIRKULASI : Victor Bittikaka • ASS. MANAGER SIRKULASI : Ratna Sari • MANAGER UMUM : St.Ganefo • MANAGER PERSONALIA/LEGAL : Marjani • PERCETAKAN : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari • PENERBIT : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. • ALAMAT REDAKSI / TATA USAHA : Jl. Malik Raya No. 50 TELP. RED. : (0401) 3126513 • FAKS. RED. : (0401) 3126512, FAKS. BISNIS & KEUANGAN : (0401) 3123771 • E-MAIL : bumianoa@gmail.com (0401)-3126515, TELP. IKLAN : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)-2826129/085241854000; Radar Kolaka Jl. Sutomo Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA) • ALAMAT PERWAKILAN : • JAKARTA : Doedoe, Graha 19 Fajar Group, Jl. Kebayoran Lama pal 7 No.17 Jakarta Selatan, Tlp/HP 081316555912 • SURABAYA : Jl. Basuki Rachmad 129 - 137, Gedung Mandiri Lantai 5/ Ruangan 501 Surabaya, Telp. (031) 5465239, Fax: (031) 5323674 • MAKASSAR : Dravida, Toddopuli VI, Jl. Borong Indah, Perumahan Mutiara Panakukang No.18 Makassar, Tlp/HP 085241961700 • BIRO BAUBAU-BUTON-WAKATOBI : Syamsuddin • RADAR KOLAKA : – • HARGA LANGGANAN : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-Eksemplar-Eceran Daerah Rp. 3.500,-.


Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

email : bumianoa@gmail.com

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Kades Pemilik Kayu Ilegal Ditangkap diduga dari Hutan lindung Kendari, KP Jajaran kepolisian daerah (Polda) Sultra, berhasil menangkap 142 batang kayu jenis rimbah campuran, kemarin malam. Kayu yang diduga ilegal itu, milik Rasmin, Kepala Desa (Kades) Amotowo, Kecamatan Landono, Kabupaten Kolaka. Kabid Humas Polda melalui Kasubbid PID AKP Dolfi Kumaseh menjelaskan, kayu tanpa dokumen resmi itu dimuat menggunakan truk Tim observasi pemekaran dari Kemendagri saat disambut pemerintah daerah Kabupaten Muna kemarin.

AwAluddin usA/KP

Kemendagri Observasi Calon Daerah Baru Raha, KP Peluang pemekaran Muna Barat dan Kota Raha, menjadi daerah otonom baru belum habis. Malah peluang tersebut masih terbuka lebar. Kemarin (23/11), tim observasi pemekaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkunjung ke Kabupaten Muna. Tujuannya, ingin melakukan observasi terhadap dua calon wilayah yang akan di mekarkan menjadi daerah otonom baru (DOB) tersebut. Kedatangan tim pemekaran dari Mendagri,

disambut antusias oleh Pemda Muna dan tim pemekaran bersama masyarakat Muna. Pemda dan tim pemekaran, mengantar langsung untuk melihat kesiapan pemekaran dari Muna Barat dan kota Raha. Setelah diajak berkeliling Kota Raha, dilanjutkan dengan mengunjungi daerah Muna Barat lalu berakhir di Tongkuno (calon Ibu kota Muna, bila pemekaran terjadi). Perjalanan memakan waktu sehari, karena harus berkeliling pulau Muna. Bupati Muna LM Baharud-

din, mengungkapkan, komitmennya akan menyerahkan semua aset Pemda Muna ke Kota Raha, bila pemekaran terwujud. “Tarik menarik aset antara kabupaten induk dan pemekaran baru seperti yang terjadi di daerah lain, tidak akan terjadi di Muna. Semua aset akan kami serahkan. Kecuali rumah jabatan Galampano, karena rumah tersebut memiliki historis,” ujarnya. Untuk daerah pemekaran baru, lanjut Bupati, terus dilakukan peningkatan pemban-

Camat dan Kades Diwarning lahan APl Tak dibagi-bagi ke warga Andoolo, KP Rencana pengusulkan di kementerian Kehutanan atas penurunan hutan produksi menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) di Konawe Selatan seluas 21.994 hektar, menjadi perhatian serius bagi Dinas Kehutanan. Pasalnya, saling klaim dan sengeta lahan baik antar warga maupun perusahaan tambang dalam beberapa tahun terakhir, selalu saja terjadi. Nah, sebelum turun pengesahan dari kementrian itu, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kehutanan, mewarning kepada 12 Camat dan 30 desa se Konsel untuk tidak mengolah atau membagi-bagikan kepada warganya.

“Hari ini (kemarin) tapal batas kecamatan dan desa soal hutan produksi yang turun status menjadi areal penggunaan lainnya sudah didefinitifkan, setelah melalui pengukuran. Untuk itu kepada seluruh Camat dan kepala desa untuk

tidak membagi-bagikan lahan tersebut kepada masyarakat atau menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT), sebelum adanya pengesahan dari Kementrian Kehutanan RI,” ujar

Baca Camat di Hal 6

gunan infrastruktur. “Di Muna Barat ada pelabuhan Tondasi, yang menghubungkan Muna dan Sulawesi Selatan. Di Raha ada pelabuhan Nusantara dan di Tongkuno akan kami bangun dermaga baru,” terangnya. Untuk sektor pendapatan, kata pasangan Ir Malik Ditu itu, di Tongkuno akan dibangun pabrik semen. Muna Barat telah masuk investasi tebu dan pembangunan pabriknya. Sementara untuk Kota Raha akan

Baca Observasi di Hal 6

tronton dengan nomor polisi DD 8482XX. Awalnya, polisi mulai curiga saat mobil tersebut melitas dari arah, Andoolo, Kebupaten Konawe Selatan menuju Kota Kendari. Polisi kemudian mencegat dan meminta dokumen, namun sayangnya para sopir yakni Faisal dan dua orang rekannya, Alamsyah dan Alan tak bisa menunjukan dokumen resmi dari Dinas Kehutanan. Merasa curiga ilegal, ratusan kayu tersebut langsung diamankan di Mapolda Sultra, beserta sopir dan anak buahnya. Saat dimintai keterangan, ketiganya mengaku, mereka hanya

diperintahkan oleh pemilik kayu, Rasmin, untuk diangkut menuju Kota Kendari. Dari pengakuan ketiga saksi, polisi langsung bergerak ke rumah Rasmin di Landono, dan menggiringnya ke Mapolda Sultra. Dihadapan penyidiki, kata Dolfi, tersangka mengakui jika kayu yang ditangkap polisi adalah miliknya. Kayu yang berasal dari hutan lindung itu, belinya dari lima lima orang rekannya, yakni Tangga, Muhammad Uni, Ramli, Manan, dan Yunus dengan harga Rp. 600 ribu per kubik.

Baca Ditangkap di Hal 6

BPKAD Optimis Target PAD Tercapai Baubau, KP Badan Pendapatan Keuangan Asli Daerah (BPKAD) Pemkot Baubau, optimis akan mencapai target perolehan pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. Hingga bulan Oktober, capaian target PAD yang dikelolah BPKAD Baubau sudah mencapai posisi 94,47 persen atau berkisar senilai Rp 9,16 miliar dari target Rp 9,69 miliar. Kepala BPKAD Kota Baubau, Abdul Rajab menjelaskan pihaknya optimis sampai dengan akhir tahun sisa capaian PAD yang ditargetkan akan terpenuhi karena masih ada

dana setoran PAD untuk bulan November dan Desember yang belum masuk. “Jika kita liat posisi capaian saat ini kami optimis sampai dengan Desember capaian target akan kita penuhi bahkan melewati dari jumlah yang ditargetkan,” kata Abdul Rajab optimis. Dengan pencapaian tersebut, BPKAD Kota Baubau juga berhasil meningkatkan pencapaian dibanding tahun 2011. Tercatat sampai dengan Desember 2011 BPKAD Kota Baubau sebelumnya hanya mampu mencapai target PAD sebesar 71,60 persen atau sekitar Rp 9,6 mil-

iar dari jumlah Rp 13,51 miliar yang ditargetkan. Diakui pada tahun 2011 memang BPKAD diberikan capaian PAD cukup tinggi, hal itu dikarenakan PAD untuk pengurusan IMB dan retribusi jembatan batu masih dikelolah oleh BPKAD. Sayang target yang ditentukan menurun, karena pendatapan pajak IMB dan retribusi jembatan batu telah dikembalikan kepada instansi masing-masing. Dari seluruh sektor pendapatan yang dikelolah BPKAD, sek-

Baca Optimis di Hal 6


6

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Sopir Angkutan Umum Mengeluh Warga Mampu Nikmati Raskin Puluhan Mobil Pribadi Nyambi Muat Penumpang Rumbia, KP Sopir angkutan umum Kendari-Kasipute diresahkan dengan banyaknya kendaraan pribadi yang berprofesi ganda menjadi angkutan umum. Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari mobil plat hitam yang mengakut penumpang ditrayek itu sekitar 40-an unit, termasuk diantaranya mobil non DT dari luar luar Sulawesi Tenggara. Mobil pribadi yang berubah fungsi menjadi angkutan umum kebanyakan berasal dari Kendari dan star pagi menuju Bombana. Sedangkan yang dari Bombana pagi jumlahnya tidak cukup 10 unit. “Ada datanya sama saya termasuk nomornomor polisinya. Jumlahnya

sekitar 40-an unit termasuk mobil non DT,” kata Barhanuddin, salah seorang sopir. Saat beroperasi, mobil pribadi itu biasanya menggunakan dua nomor polisi. Selain plat resminya (hitam), ada juga plat kuning dimana nomornya disesuaikan dengan nomor aslinya. Dua plat itu tinggal dicopot sesuai dengan situasi dan kondisi diperjalanan. Jika tidak ada petugas berwajib maka dipakai plat kuning dengan nomor palsu, namun bila ada petugas atau razia, maka dipasang plat hitam. Aktivitas mobil plat hitam yang mengangkut penumpang ini, seakan dibiarkan petugas di jalan raya. Di terminal Baruga misalnya, meski ada petugas, mobil-mobil itu leluasa mencari penumpang di sekitar terminal dan bersaing dengan sopir angkutan umum yang resmi. Menurut pengakuan bebera-

pa sopir yang ditemui, petugas melakukan pembiaran terhadap mobil angkutan pribadi mengangkut penumpang, karena para pemilik mobil plat hitam itu didominasi oknum aparat. “Jadi petugas juga takut menindak,” sambung salah seorang sopir lainnya. Begitu juga diterminal Kasipute. Mobil plat hitam yang nyambi jadi angkutan umum, juga sering menunggu penumpang diterminal. Hal ini membuat beberapa sopir angkutan umum resah, karena sangat mengurangi pendapatan mereka, apalagi kehadiran mobil angkutan umum dadakan itu tidak sesuai aturan. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Syafiuddin Kube mengaku, telah mengetahui adanya mobil pribadi yang berubah fungsi menjadi mobil angkutan umum. “Itu tidak boleh dan

melanggar aturan,” tuturnya saat dikonfirmasi. Namun begitu, sepengetahuan Syafiuddin, beberapa diantara mobil plat hitam itu memang akan difungsikan sebagai angkutan umum, tapi izin trayeknya dari Dinas Perhubungan provinsi belum keluar. Mantan kepala bagian organisasi Setda Bombana ini juga telah mengetahui adanya mobil non DT berplat hitam yang memuat penumpang dari Bombana Kendari atau sebaliknya. Namun sampai kemarin Dinas Perhubungan Bombana sebagai penguasa wilayah beroperasinya mobil tersebut belum memberikan tindakan tegas termasuk mobil plat hitam yang tidak memiliki izin. Dishub belum melakukan hal tersebut, karena Syafiuddin beralasan dia akan lebih dulu berkoordinasi dengan aparat lalu lintas Polres Bombana. (nur)

Mobil Internet Sekolah Masuk di Konsel Andoolo, KP Para siswa di seluruh sekolah tingkat SMP dan SMA se Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dalam waktu dekat akan menikmati layanan internetan gratis. Itu setelah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infokom Konawe Selatan mendapat bantuan empat unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) dari Kementrian Infokom. “Insya allah awal bulan desember, empat unit MPLIk

sudah dapat dioperasionalkan dan akan melayani internet ditiap sekolah dengan cara berkeliling. Dari 21 kecamatan akan dibagi empat Zona, sehingga setiap zona 1 unit mobil dengan menjadwal setiap sekolah,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Konsel Budi Yuliarto Silondae, kemarin. Menurut Budi, layanan internet melalui MPLIk sudah komplit. Di dalammnya sudah terdiri dari beberapa unit

komputer dilengkapi dengan server, termasuk perangkat lainnya. Setiap MPLIk juga disiapkan tim operator yang akan membimbing bagi siswa-siswi yang akan menggunkan media internet. “Harapan kami, dengan MPLIK ini, para siswa mulai dari tingkat SMP, SMA sederajat sudah dapat menggunakannya. Penggunaan fasilitas internet ini gratis,” jelkasnya. Mantan Camat Andoolo itu mengaku, pelayanan internet

keliling di sekolah itu, hanya ada satu Kecamatan yang tidak dapat dilayani, yakni Kecamatan Laonti. “Tidak dilayaninya satu kecamatan itu dikarenakan tidak adanya akses jalan darat menuju Laonti. Selama ini warga menggunakan jalur laut jika keluar dari Kecamatan Laonti,” ujarnya. Dari data yang dipegang Dishub, ada sekitar 80an SMP dan 20-SMA sederajat akan mendapat pelayanan internet secara bergilir. (era)

Optimis...

penghasilan setiap minggu oleh petugas. Selain retribusi restoran, pendapatan dari sektor hotel juga memberikan kontribusi positif. Dari target pendapatan sebesar Rp 100 juta BPKAD telah berhasil mencapai posisi 107,53 persen atau senilai Rp 100,9 juta. Selanjutnya retribusi kebersihan dan pelayanan persampahan yang mencapai 103,51 persen atau senilai Rp 124 juta dari target Rp 120 juta. “Sampai dengan Desember nanti tentu akan meningkat lagi karena masih ada pendapatan bulan November dan Desember yang belum masuk,” tambahnya.

Mantan Camat Wolio Kota Baubau ini menambahkan sektor pendapatan yang masih harus digencot lagi adalah retribusi tempat rekreasi dan olahraga yang dikelolah oleh dinas pariwisata Kota Baubau (masuk DPA BPKAD). Pasalnya sampai saat ini pendapatan dari sektor pariwisata baru mencapai Rp 43 juta dari jumlah Rp 65 juta yang ditargetkan. Sektor ini justru dikalahkan dari pendapatan jasa parkir khusus dari jumlah yang ditargetkan sebesar Rp 50 juta malah telah tercapai target dengan persentase 165 persen. Keberhasilan BPKAD da-

lam pencapaian PAD tidak terlepas dari konsistensi dan ketatnya pengawasan dalam pemungutan retribusi dilapangan. Olehnya itu, diharapkan masyarakat turut serta dalam melakukan pengawasan dalam peningkatan PAD di Kota Baubau. Jika ada temuan dilapangan yang berdampak pada bocornya pendapatan daerah diminta untuk dilaporkan ke BPKAD untuk ditindak lanjuti. “Pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, peran serta masyarakat tentu sangat dibutuhkan untuk menghindari kebocoran pendapatan daerah,” tutupnya. (m4)

tor restoran memberikan kontribusi cukup besar. Dari target pendapatan retribusi restoran sebesar 84,30 persen sampai dengan Oktober sudah berada pada posisi Rp 573,93 juta. Keberhasilan dalam pencapaian target retribusi restoran dikarenakan ketatnya pengawasan di lapangan yang mana setiap restoran dilakukan uji petik

Ditangkap... “Kayunya diperoleh dari lima rekan tersangka, yang baru saja ditebang dari hutan lindung, di kawasan Kecamatan Landono,” ujar Dolfi. Penetapan tersangka berdasarkan bukti-bukti dan kesaksian dari beberapa orang. untuk tersangka dikenakan pasal 78 ayat (5) dan ayat (7) jo pasal 50 ayat (3) huruf E,F dan H UU no 41 tahun 1999 tentang kehutanan. “Kasus ini masih ditindak lanjuti oleh penyidik, dimana penyidik akan melayangkan surat panggilan kepada oknum-oknum tempat tersangka membeli kayu. Penyidik juga akan menghadirkan saksi ahli dari Dinas Balai Planologi Kehutanan (Biphut) Sultra,” ujarnyai. (p15)

Observasi... dibangun pabrik rumput laut. Terkait calon Ibu Kota Muna Barat, panitia dan Pemda sudah menyiapkan di daerah antara Lawa dan Tiworo Kepulauan dan Kabupaten Muna ibu kotanya akan bergeser ke Tongkuno. Koordinator tim observasi dari Kemendagri Rio, mengatakan, kedatangan mereka untuk meninjau calon Ibu Kota Muna Barat, Kota Raha dan Kabupaten Muna. Selain itu cakupan wilayah Muna, termasuk Kota Raha. “Kita ingin melihat apakah wilayah untuk calon ibu kota sudah ada, atau hanya wacana saja. Termasuk infrastruktur dan penunjang lainnya,” terangnya. Gambaran umum hasil amatan mereka, dari segi infrastruktur jalan, sekolah, pertokoan, bank, cukup menunjang untuk pembentukan daerah otonomi baru. “Kesiapan secara fisik layak untuk dimekarkan,” tukasnya. Selanjutnya, pihaknya akan melaporkan ke Menteri Dalam Negeri. “Bila ada kekurangan Bupati atau birokrasinya akan kami undang untuk memberikan persentase pada 3 Desember. Selanjutnya pada 6 Desember akan dilakukan sidang pembahasan di DPR. Bila disetujui untuk di mekarkan, di bulan Januari 2013 UU pembentukan Muna Barat dan Kota Raha, sudah bisa diterbitkan,” kata Rio. (awn)

Raha, KP Pembagian beras miskin (Raskin) di Desa Lambelu, Kecamatan Pasikolaga, Kabupaten Muna ditenggarai bermasalah dan terjadi diskriminasi. Beberapa warga yang harusnya layak mendapatkan justru tidak kebagian. Malah warga yang dapat berkecukupan dan memiliki fisik yang masih kuat, mendapat jatah tersebut. Salah satu warga yang tidak mendapatkan La Sengo (65). Pria dengan tubuh yang cacat tersebut, dengan raut wajah sedih mempertanyakan, diskrimanasi pembagian raskin di desanya tersebut. “Tahun-tahun sebelumnya selalu saya dapat. Nanti tahun ini saya tidak kebagian,” keluhnya. Dirinya tidak sendiri tidak mendapatkan beras murah tersebut, namun beberapa re-

Camat... Kadis Kehutanan Konsel Doner SH, kemarin saat menggelar rapat bersama dengan 12 Camat dan 30 Kepala Desa di Aula Bappeda Konsel kemarin. Menurut Doner, informasi adanya hutan produksi yang turun status di Konsel sudah diketahui masyarakat, sehingga sudah ada yang mencoba melakukan pengkaplingan dan pemasangan patok untuk menguasainya. “Inilah yang harus diawasi kita semua, khususnya para camat dan Kepala Desa yang ada kawasan hutan produksinya yang turun status,” terangnya. Mantan Kepala Inspektorat Konsel itu mengaku, setelah adanya tapal batas defintif

kannya yang tua dan tidak mampu lagi bekerja juga tidak mendapatkan pembagian. “Ada Wa Naandi (janda tua), La Engko, La Udi, La Wasa, yang tahun ini tidak dapat,” katanya, didampingi salah seorang kerabatnya. Ia juga menyebutkan, beberapa orang yang dinilainya berkecukupan dan masih mampu berusaha, malah mendapatkan pembagian raskin, misalnya Anwar, yang baru pulang dari Malaysia. Selain itu, orang yang sudah meninggalkan pun masih mendapatkan bantuan raskin. “Wa Konta sudah meninggal, tapi masih mendapatkan raskin. Yang terima anaknya,” sebutnya. La Sengo bingung dengan pendataan yang dilakukan oleh Desa. “Kenapa ada diskriminasi. Kami yang tidak

mampu, harusnya mendapatkan,” sedihnya. Sementara itu, La Suti, Kades Lambelu yang dikonfirmasi, mengatakan, untuk penentuan mereka yang mendapatkan pembagian raskin, bukan Kepala Desa yang mengatur. Desa memiliki tugas mengirimkan namanama daftar penerima raskin. Daftar nama yang dikirim sebanyak 237 KK, namun setelah kembali, daftar nama yang berhak menerima raskin sebanyak 109 KK. “Dia (La Sengo,red), masuk daftar nama yang kami kirim untuk penerima raskin. Daftar nama itu sudah dikirim ke pusat. Setelah daftar nama itu dikembalikan ke Desa, daftar namanya berkurang dan La Sengo sudah tidak masuk lagi, “ ujarnya. Pihak desa membagi raskin, berdasarkan namanama yang terdaftar penerima raskin. (awn)

tersebut, lahan tersebut belum secara serta merta dapat dikuasai atau diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah Daerah, Kecamatan dan desa untuk kepentingan masyarakat. Tetapi masih ada lagi legalitas yang harus dipenuhi, yakni pengesahan dari kementrian. “Nanti setelah ada surat pengesahan, baru lahan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerintah Kecamatan dan desa untuk kemudian digunakan untuk kepentingan masyarakat,” katanya. Ditambahkan, sebelum adanya pengesahan tersebut, dan telah terjadi pengaplingan, pengusaan lahan, maka masih dikategorikan ilegal atau me-

langgar hukum. Terlebih lagi bila pemerintah camat dan kades turut terlibat membagikan langsung atau mengeluarkan SKT. “Jadi kita masih menunggu penurunan statutnya dari kementrian. Jika sudah turun maka pemerintah daerah melalui Dinas Kehutanan akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah di kecamatan dan desa,” tandasnya. Untuk diketahui, sejumlah kecamatan di Konsel yang mendapat penurunan status lahan tersebut masing-masing. Kecamatan Baito Buke, Angata, Konda, Laeya, Lainea, Landono, Mowila, Palangga, Palangga Selatan, Ranomeeto dan Wolasi, dan tersebar di 30 desa. (era)


Konsultasi

Sabtu, 24 November 2012

Konsultasi Psikologi Oleh :

Chadidjah D Selomo, S.Psi . Psikolog Anda punya masalah yang perlu dikonsultasikan dengan psikolog, silakan kontak dengan pengasuh rubric ini pada nomor : 085299406065

Ubah Penampilan Goda Pasangan

7

DESAIN RUMAH TINGGAL DENGAN KEBUTUHAN RUANG YANG BANYAK DI AREA TERBANGUN 6 X 8 M2 (KONDISI LAHAN MIRING)

Pertanyaan : Sebelumnya saya ucapkan terima kasih bila Bapak berkenan menjawab surat yang saya kirimkan, dan semoga Bapak juga dapat memberikan solusi dan sketsa grafis atas permasalahan yang saya hadapi tersebut. Adapun permasalahan yang saya kemukakan adalah sebagai berikut : Beberapa tahun yang lalu, saya membeli sebuah unit rumah type 21 dengan ukuran tanah 6 x 14 meter persegi dalam suatu kompleks perumahan. Dengan bertambahnya anggota keluarga maka saya merasa dengan luas ukuran rumah sudah tidak layak huni lagi dan saya berencana untuk membangun kembali

KONSULTASI ARSITEKTUR (Home, House, Exterior, Interior and Urban Planner)

ALIM BAHRI, ST., IAI Dosen Teknik Arsitektur Univ. Haluoleo KETUA IKATAN ARSITEK INDONESIA (IAI) DAERAH SULTRA Permasalahan dapat dikirim ke : Jl. Made Sabara III No 99, telp :081341554165, email : alimbhr@yahoo.com RENOVASI RUMAH TYPE 36/80 M2

Tanya : Assalamualaikum bu, saya seorang ibu berusia 28 tahun dan baru menikah. Saya punya masalah cemburuan sama suami baik cuma bercanda, saya sudah ambil hati dan anehnya khayalanku juga saya cemburukan. Apalagi kalau sampai jadi nyata tidak tau mau jadi apa nantinya. Dulunya tidak seperti ini, tidak tahu sekarang kenapa saya jadi cemburuan. Apa sikap saya seperti ini masih normal atau bagaimana bu ?. Dan apa yang harus saya lakukan. Mohon bantuannya, terima kasih bu. 085241991xxx Jawab : Waalaikumsalaam Warahmatullahi Wabarakatuh, trima kasih ibu atas pertanyaannya. Disetiap hubungan pasti ada yang namanya cemburu. Cemburu bisa dimaknai sebagai bumbu dalam setiap tali kasih dan sudah menjadi hal normal. Akan tetapi cemburu bisa menjadi malapetaka jika sudah berlebihan atau tidak terkendali. Sehingga cemburu dapat mengakibatkan rusaknya keharmonisan dalam sebuah hubungan bahkan terjadinya perpisahan. Kebanyakan, bila seseorang sudah dilanda cemburu, maka akan sangat kecil baginya untuk berpikir positif. Oleh karenanya, sebaiknya jika diri kita dilanda cemburu yang berlebihan untuk sesegera mungkin menyadarkan diri dengan melakukan beberapa hal berikut : 1). Cari tahu kenapa Anda cemburu, 2). Diskusikan dengan teman / keluarga Anda mengenai sosok pasangan Anda, dengan demikian kita akan memperoleh referensi terbaru mengenai pasangan, 3). Hadapi ketakutan Anda dengan bergaul serta berkomunikasi bersama teman pasangan, sehingga Anda lebih bisa menerima dan belajar berpikir lebih rasional, 4). Ekspresikan rasa penasaran Anda, utarakan dan komunikasikan dengan baik apa yang menjadi penyebab Anda cemburu, 5). Ubah penampilan dengan menggoda pasangan, perhatikan penampilan Anda tunjukkan rasa percaya diri sehingga pasangan akan semakin yakin telah memilih Anda, 6). Positive thinking, sebelum kecurigaan serta kecemburuan Anda terbukti, ada baiknya pikirkan hal-hal yang positive yang dapat membangkitkan gairah hidup Anda bersama pasangan. Awal untuk mencoba akan terasa berat, namun jika dihati ibu ada niat untuk menepis rasa cemburu yang selama ini sudah menyiksa keseharian ibu sebaiknya segeralah untuk merubah diri. Sebab, pasangan juga akan merasa jenuh jika kesehariannya hanya dipenuhi oleh rasa cemburu dari pasangan. Demikian ibu, yang dapat saya sampaikan, semoga dapat membantu mengatasi problem rasa cemburu yang ibu alami. Salammm. (*)

Konsultasi

Gigi Ada Gigi Tumbuh di Antara Gigi Seri Pertama Tanya: Ass wr, Saya Yustin ibu rumah tangga, saya mempunyai anak umur 5 tahun.Yang saya ingin tanyakan dok, antara gigi seri pertama anaksaya bagian atas ada tumbuh gigi, saya heran dok apak-

Oleh : Drg.Erni Sunubi, M.Kes.

ah itu sudah gigi tetap, dan apa bisa dicabut dok? Karena tumbuhnya di bagian dalam langit-langit. Saya khawatir nanti susunan giginya tidak bagus. Jawab: Masa pertumbuhan gigi tetap/permanen pada anak biasanya dimulai saat usia anak 5 tahun ke atas. Gigi permanen yang pertama tumbuh adalah gigi geraham pertama pada bagian atas dan bawah sebelah kiri dan kanan, kemudian diikuti oleh pertumbuhan gigi seri permanen pada rahang bawah, kemudian gigi seri permanen rahang atas biasanya disaat anak berusia 7-8 tahun. Pencabutan gigi susu pada anak sebaiknya direncanakan sesuai masa pertumbuhan gigi permanennya. Tetapi jika kondisi gigi susu sudah rusak dan tidak dapat dipertahankan lagi maka gigi susu terpaksa harus dicabut dengan risiko kemungkinan berefek pada pertumbuhan dan susunan gigi permanennya. Tumbuhnya gigi diantara gigi seri susu bagian atas kemungkinan adalah kelebihan gigi susu (supernumerary) gigi tersebut dinamakan mesiodens yang tumbuh pada garis tengah langit langit (mid line) Biasanya kasus ini jarang terjadi Namun utk memastikannya sebaiknya ibu memeriksakan ke dokter gigi. Jika benar gigi tersebut adalah mesiodens sebaiknya gigi tersebut dicabut untuk mencegah terjadinya celah ditengah saat gigi seri permanen tumbuh. Sehingga tidak ada celah antara gigi seri permanen dan berada dalam satu titik kontak. (*)

rumah secara vertical, dalam arti bahwa rumah yang lama tidak dapat dipertahankan lagi/dibongkar saja karena baik dari segi fungsi, estetika maupun dari segi ketahanan struktur bangunan dianggap sudah tidak layak lagi. Dengan ukuran tanah tersebut diatas, yang efektif digunakan sebagai area terbangun hanya 6 x 11 meter (sisanya bagian depan diperuntukkan sebagai sempadan/daerah resapan air) dan bagian belakang agar disisakan 3 meter untuk tahapan juga sebagai area masuknya cahaya dan udara alami. Disamping hal tersebut saya mempunyai keinginan agar lantai dasar ditinggikan untuk mengantisipasi banjir dikemudian hari. Dengan luas area terbangun tersebut satu kesulitannya adalah karena lahan tersebut berada pada daerah yang berkontour. Konsep ruang yang minimalis dan diusahakan efektif dalam penggunaan ruang agar menjadi prioritas utama. Ruang-ruang yang saya inginkan antara lain : 3 (tiga) unit kamar tidur minimal ukuran 3 x 3 meter persegi dan tidak usah didesain ruang keluarganya dengan ukuran yang luas, karena saya berencana dikemudian hari rumah tersebut akan disewakan perkamarnya untuk kalangan menengah keatas. Dari ketiga ruang tidur tersebut, hanya 1 kamar saja yang mempunyai kamar mandi, sisanya menggunakan kamar mandi luar saja. Pada bagian depan dan belakang agar dibuatkan balkon dan taman. Beberapa taman dapat digunakan sebagai ruang interaksi penghuni rumah. Untuk dapur agar didesainkan konsep dapur modern, minimalis dan semi mini bar, sehingga dapat diletakkan berbatasan dengan ruang tamu. (saya pernah membaca disebuah majalah, disebuah apartemen dapurnya diletakkan berbatasan dengan ruang tamu dan dapat juga digunakan sebagai ruang interaksi keluarga sekaligus ruang nonton. Bagaimana menurut bapak hal tersebut dari segi pendekatan arsitekturalnya). Disamping kebutuhan ruang tersebut, agar dibuatkan juga carport dan garasi untuk menampung kendaraan penghuni rumah jika disewakan kelak. Demikian pertanyaan yang dapat saya kemukakan, terima kasih atas bantuan Bapak. MUHAMMAD NUR HIDAYAT mnurhidayat@gmail.com (catatan narasumber) : pertanyaan tersebut diatas telah melalui proses editing guna menyesuaikan kolom Tanya jawab yang tersedia tanpa mengurangi subtansi permasalahan

Jawaban : Mencermati dan mempelajari pertanyaan bapak via surat yang demikian panjang redaksinya, saya berkesimpulan bahwa bapak mempunyai beberapa ide-ide rancangan yang didapat dari beberapa sumber bacaan seperti majalah dan lain-lain juga beberapa pengalaman-pengalaman yang pernah dilihat ingin bapak sadur dalam desain rumah bapak . Sebelumnya menjawab pertanyaan Bapak, terlebih dahulu saya memberikan penjelasan tentang sebuah karya desain yang bagus, karena akhir-akhir ini desain lebih banyak mengedepankan estetika daripada fungsi. Membangun sebuah hunian, tentunya yang pertama harus diketahui adalah permasalahan apa yang dihadapi seseorang sehingga ingin membangun sebuah hunian dengan konsep-konsep pilihannya. Karena sebuah karya desain yang dianggap sukses, tidak terletak hanya sematamata menyelesaikan atau memberi-

kan tampilan estetika yang bagus akan tetapi bagaimana karya tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh owner sehingga hunian tersebut sesuai dengan jiwa dan keinginan pemilik rumah. Estetika tidak akan berguna jika dari segi fungsi bangunan tersebut tidak dapat digunakan secara optimal mewadahi unit-unit kegiatan yang berlangsung didalamnya (setiap hunian akan berbeda tipikal kegiatan yang terselenggara didalamnya). Berdasarkan penjelasan singkat saya tersebut diatas yang hubungannya dengan pertanyaan bapak adalah desain rumah yang bapak inginkan pada dasarnya (1) rumah tersebut akan dipersewakan dikemudian hari sehingga tidak diperlukan ruangruang yang tidak bersifat ekonomis. (2) adanya beberapa perletakan ruang yang bapak inginkan yang tidak lazim bagi kalangan tertentu (dapur berdekatan dengan ruang tamu). (3) keinginan kebutuhan ruang yang

banyak tetapi disisi lain area terbangun yang sangat sempit hanya 6 x 8 meter atau (48 m2 saja!) Solusi desain yang dapat saya tawarkan adalah sebagai berikut : Untuk menyiasati kebutuhan ruang yang banyak dengan luas lahan yang digarap relatif sempit dengan kondisi tofografi yang miring, maka salah satu cara yang dapat dilakukan dengan menggunakan lantai split level. Pada lantai dasar ditinggikan 2,35 meter, dibuat semi basement untuk ruang garasi dan area servis. Untuk membuat area semi basement dan menghemat biaya, bapak dapat mengeruk bidang yang pada bagian depan dan menimbun bidang yang miring/bagian belakang (system cut and fill) sehingga lantai dasar menjadi rata. Sesuai dengan keinginan bapak agar dapur berdekatan dengan ruang tamu yang sekaligus berfungsi sebagi ruang interaksi hal tersebut tidak menjadi masalah. Di beberapa kalangan masyarakat tertentu hal tersebut sudah menjadi hal yang lumrah terutama dibeberapa apartemen atau kondominium juga sudah lama diaplikasikan dalam desain ruang. Namun, dikalangan tertentu menjadi hal yang tabu karena sifat ruang tamu sebagai ruang public sedangkan dapur sifatnya ruang prifat/service. Akan tetapi yang perlu diperhatikan kebersihan dapur, perabot (kitchen set yang digunakan), warna ruang dan thema ruang yang akan disampaikan. Halhal tersebut menjadi penting untuk menyesuaikan atau menyatukan kedua ruang yang berbeda fungsi sehingga dapat berfungsi dan berguna secara optimal. Dapur semacam ini lebih baik digunakan pada sebuah keluarga kecil dengan bahan makanan yang akan diolah lebih banyak yang instant (siap saji). Untuk kamar tidur pada lantai dasar terdapat satu dilengkapi kamar mandi dalam yang berada dibawah tangga, 2 kamar tidur lainnya berada dilantai dua dengan kamar mandi luar. Penempatan ruang-ruang tidur tersebut disesuaikan dengan perencanaan bapak yang dikemudian hari kamar-kamar tidur tersebut akan disewakan. Untuk tampilan depan, lebih mengekspos tampilan minimalis modern dengan tampilan jendela yang tinggi agar suplai cahaya dan udara maksimal. Pada bagian depan dan belakan terdapat taman dan balkon sebagai ruang interaksi dan istrahat. Demikian penjelasan yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.. selamat mencoba. salam


8

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Nasi Goreng Mendunia Konon, nasi goreng berasal dari provinsi Yangzhou, di timur Cina dan mulai populer saat Dinasti Siu (581-671M). Cerita lain mengatakan bahwa sebetulnya nasi goreng ini adalah hasil olahan juru2 masak Yangzhou yang berdomisili di Hongkong dan kemudian menyebar ke pelosok dunia seiring dengan menyebarnya bangsa Cina yang bermigrasi ke belahan dunia lain. Tak heran, nasi goreng mempunyai banyak kesamaan, hanya dibedakan oleh nama. Umumnya nasi goreng yang populer adalah yang berasal dari negara dengan makanan pokok nasi. Di Cina; sebutan nasi goreng adalah chao fan. Daging babi panggang menjadi ciri khasnya. Di Indonesia; punya banyak jenis nasi goreng yang dibedakan dari bumbu dan bahan isiannya. Tapi biasanya disajikan dengan telur mata sapi, acar dan kerupuk. Nasi goreng khas Jepang menggunakan nasi dari jenis beras Jepang yang bulirannya lebih bulat dan tekstur nasinya lengket. Ciri khasnya tidak menggunakan kecap manis sehingga nasi gorengnya berwarna putih. Sedang di Thailand; khao phad nama nasi goreng khas Thailand termasuk hidangan yang populer. Ciri khasnya adalah paduan daun ketumbar dan kecap ikan.

Manfaat Mengkonsumsi Nasi Goreng

Nasi Goreng Seafood nasi goreng, sebagai salah satu makanan khas dari Indonesia, menjadi pilihan makanan yang cepat dan mudah dibuat. Nasi goreng merupakan makanan yang enak disantap saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Menu ini digemari banyak orang bukan hanya karena mudah dibuat tapi juga karena nasi goreng dapat dimasak dengan berbagai resep. Terkadang campuran bumbu dan bahan pelengkap nasi goreng yang dibeli di pinggir jalan tidak sesuai atau tidak pas dengan selera kita. Maka itu, lebih baik kita membuat sendiri nasi goreng kreasi kita sendiri. Nasi goreng seafood bisa menjadi salah satu pilihan memasak nasi goreng. Dengan menggunakan campuran bahan-bahan seperti udang dan cumi ke dalam nasi goreng mu, akan membuat nasi goreng mu tidak hanya enak namun juga menyehatkan. Mengkonsumsi udang selain bisa menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kecerdasan otak, ternyata udang sangat cocok untuk menu diet karena kalori energinya yang rendah. Penyakit darah rendah (anemia) juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi

Bokeumbap adalah sebutan nasi goreng khas Korea. Yang paling populer adalah kimchi bokeumbap yaitu nasi goreng dengan irisan acar sawi. Sedang di Peru, Arroz chaufa adalah sebutan nasi goreng khas Peru, yang dipengaruhi oleh imigran dari Asia. Ma-

udang karena dengan mengkonsumsi udang juga dalam membantu pembentukan sel darah merah karena udang memiliki kandungan besi dan zincnya yang tinggi. Mengkonsumsi udang juga dapat menjaga kesehatan mata karena adanya kandungan vitamin A dalam udang. Selain udang, ada juga hewan laut yang banyak diminati masyarakat yaitu cumi-cumi yang selain lezat tapi juga tak kalah menyehatkan seperti udang. Bagi penggemar seafood, cumi-cumi adalah hewan laut yang wajib disertakan dalam menu makanan. Cumi-cumi kaya akan gizi, selain mengandung protein, mineral, dan macam-macam vitamin, daging cumi-cumi juga memiliki kadar lemak yang relatif rendah. Mengkonsumsi cumi-cumi juga baik untuk pertumbuhan tulang bagi anak-anak maupun mencegah osteoporosis bagi orang dewasa. Bahan membuat nasi goreng seafood antara lain 2 piring Nasi, 2 sdm minyak goreng atau margarin, 25 gr udang yang telah dicuci dan dikupas, 25 gr cumicumi yang diiris tipis, 3 siung bawang putih dan bawang merah yang dirajang halus, buncis dan kacang polong,

Nasi Goreng Stroberi

kanya telur orak arik untuk pelengkap nasi gorengnya di bubuhi dengan susu. Ya..apapun namanya yang jelas makanan yang terdiri dari nasi yang di goreng dan di beri bumbu ini memang luwes di terima semua selera. (net)

Bahan: 1 piring nasi 2 siung bawang putih, cincang 3 butir bawang merah, iris halus 4 buah stroberi, iris memanjang jadi 3 2 sdm saus tomat botol 1 butir telur ayam, kocok lepas 2 sdm mentega Garam, merica secukupnya

Nasi Goreng Buah-buahan Bahan-Bahan: 30 gr Mentega tawar 10 gr Bawang putih cincang 10 gr 1 batang Daun bawang, iris halus 60 gr atau 6 lembar Smoked, iris halus 200 gr Nasi putih 40 gr Mangga, iris halus 30 gr Anggur merah, belah dua dan buang bijinya 30 buah Stroberi, belah dua 40 gr Nanas, potong-potong 1/2 sdt Garam 1 sdt Kaldu bubuk instant rasa ayam 1/4 sdt Merica bubuk 2 sdm Kecap asin Maggi seasoning, dan saus sambal 2 sampai 3 sdm Saus sambal Cara Membuat: 1. Panaskan mentega dan tumis bawang putih dan daun

Nasi Goreng Ijo

bawang sampai harum. 2. Tambahkan garam, kaldu bubuk, merica bubuk, kecap asin, magi seasoning, dan saus sambal. Aduk rata dan masak

sampai bumbu meresap. 3. Masukkan nasi, mangga, anggur, stroberi, nanas, dan buah naga. Aduk sampai rata. 4. Angkat dan sajikan. (net)

1 butir telur ayam yang telah dikocok, garam dan merica sesuai selera. Bagi yang suka, bisa menambahkan kecap manis atau saos tiram. Cara membuatnya panaskan minyak goreng atau margarin, tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum, masukkan kocokan telur ayam dan aduk, masukkan udang dan cumi-cumi, masak hingga matang, masukkan nasi, garam, dan merica lalu aduk hingga merata. Jika mau, bisa ditambahkan saos tiram atau kecap manis, buncis, dan kacang polong sesuai selera lalu aduk lagi hingga bahan semua tercampur. Agar dapat mengkonsumsi nasi goreng seafood yang sehat dan enak, dapat menggunakan margarin rendah lemak untuk menggoreng bahan-bahan nasi goreng. Selain itu dapat juga menambahkan penyedap rasa Royco rasa kaldu ayam atau sapi. Royco yang diciptakan dari bahan-bahan pilihan bermutu tinggi dapat menambahkan rasa nikmat pada nasi goreng kreasimu sekaligus menjadi makanan yang menyehatkan dan bermanfaat bagimu dan keluarga. Selamat memasak dan berkreasi dengan makanan yang sehat untuk dikonsumsi. (net)

Bahan: 700 gr nasi putih 100 gr sawi hijau, ambil daunnya, potong halus 50 gr brokoli, potong sesuai kuntum 50 gr lorjuk, goreng 2 lembar daging asap, potong tipis - tipis 1 batang daun bawang, potong halus 1/2 sdt gula pasir 1 sdt garam 1/2 sdt merica bubuk 1 sdt kecap asin 2 sdm minyak goreng, untuk menumis Bumbu Halus:

3 siung bawang putih 6 butir bawang merah 1 sdm ebi, sangrai Cara Membuat : Tumis bumbu halus hingga harum Tambahkan brokoli dan daging asap, aduk rata Masukkan sawi, garam, gula, merica dan kecap asin, masak hingga layu Masukkan nasi putih, aduk - aduk hingga matang dan tercampur rata Tambahkan daun bawang dan lorjuk, aduk sebentar hingga rata, angkat dan sajikan. (net)

Cara Membuat:: 1. Bawang merah dan putih ditumis dengan mentega sampai harum. Tambahkan telur. Masak setengah matang. 2. Beri bahan lain. Masak sampai nasi panas. Angkat dari api. Langsung dihidangkan. (net)


11

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Muncul Wacana Duet Mega-JK Jakarta,KP Penentuan kandidat caprescawapres yang diusung PDIP menjadi hak prerogatif ketua umum Megawati Soekarnoputri. Hal itu sesuai dengan keputusan rakernas PDIP di Bandung, Jawa Barat. “Siapa yang bakal maju dari PDIP untuk Pilpres 2014, kami berpegang pada keputusan rakernas di Bandung. Keputusannya diserahkan kepada ketua umum DPP PDIP,” kata Puan

di gedung perlemen kemarin (23/11). Pernyataan Puan menyikapi mencuatnya wacana menduetkan pasangan capres MegawatiJusuf Kalla (JK) menghadapi Pilpres 2014. Hingga saat ini, kata Puan, PDIP lebih fokus pada pemilu legislatif (pileg). Hal-hal di luar itu, termasuk munculnya wacana duet Megawati-JK, masih sebatas wacana. Menurut dia, semua wacana akan terhenti

dengan sendirinya kalau persyaratan untuk mengajukan capres dan cawapres tidak terpenuhi. Menyikapi wacana pasangan Megawati-JK yang mungkin diusung PDIP, Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait menilai hal yang wajar. Alasannya, JK selama ini memiliki popularitas yang memadai. “Dari sisi elektabilitas partai, PDIP bersaing dengan Golkar. Kalau elektabilitas di pilpres,

pesaingnya Ibu Mega hanya Pak Prabowo. Sementara di luar pimpinan partai sampai saat ini yang paling populer Pak JK. Jadi, wajar mengapungnya wacana Mega-JK,” kata Maruarar. Menurut dia, JK memang bukan pimpinan parpol lagi. Namun, kekuatan figurnya masih mumpuni dan dipandang sebagai salah satu tokoh potensial untuk pilpres. “Popu-

Baca wacana di Hal 2

Gubernur Maluku Utara Tak Ditahan Jakarta,KP Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri kembali memeriksa Gubernur Maluku Utara Thaib Armayn. Namun, politisi Partai Demokrat yang diberhentikan dari posisi Ketua DPD Maluku Utara itu tidak ditahan. Sekitar pukul 16.30 dia diperbolehkan meninggalkan Gedung Bareskrim Polri. “Tanya ke polisi saja, ke penyidiknya, no comment saya,” ujar Thaib sesaat sebelum mobilnya melaju keluar kompleks Gedung Mabes Polri. Pemeriksaan berlangsung sekitar 7,5 jam sejak pukul 9 pagi. Kuasa hukum Thaib, Bungaran, membeberkan, kliennya diperiksa dalam kasus dugaan korupsi Dana Tak Terduga (DTT) Anggaran Pendapatan

dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 6,7 miliar. Kasus ini sudah disidik sejak tahun 2009 saat posisi Kabareskrim masih dijabat Komjen Susno Duadji. “Tidak ada masalah, berbagai dokumen yang diminta sudah diserahkan dan klien kami kooperatif,” katanya. Bungaran tidak mau berspekulasi seputar dugaan unsur politis di balik penetapan kliennya sebagai tersangka. “Tidak sampai sejauh itu,” katanya. Thaib datang ke kantor Bareskrim pukul 9 dan langsung masuk melalui pintu depan Bareskrim Polri. Dengan mengenakan batik coklat, dia memilih untuk diam terhadap semua pertanyaan wartawan. Pada panggilan pertama, Thaib sempat tidak hadir karena sakit. Pada pemeriksaan

selanjutnya pada 8 November, Thaib diperiksa selama 4,5 jam, dan penyidik masih belum menetapkan penahanan kepada yang bersangkutan. Thaib ditetapkan sebagai tersangkaolehBareskrimPolridengan nomor Pol: Pgl/1040/2012/ TIPDIKOR. Dugaan korupsi Thaib mencapai sekitar Rp 6,7 miliar dari total DTT APBD Provinsi Maluku Utara sekitar Rp24 miliar pada 2004. Sebelum Thaib, sejumlah pejabat di Pemerintah Provinsi Maluku Utara lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka yakni RZ, JN, RA dan RA. Thaib juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri melalui penerbitan surat pencegahan dari Bareskrim Polri bernomor R/2036/X/2012. Selama enam bulan Gubernur Maluku Utara

tidak diperbolehkan ke luar negeri tanpa seizin Mabes Polri. Thaib telah dipecat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utarapada Juni 2012 gara gara ada insiden penghadangan terhadap Ketum dan Sekjen Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Ibas Yudhoyono. Saat itu, baik Anas dan Ibas batal menghadiri acara dan langsung terbang pulang karena bandara diduduki masa terkait konflik internal Partai Demokrat di Maluku Utara. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Suhardi Alius menjelaskan, Thaib masih kooperatif sehingga tidak diperlukan upaya penahanan. “Kewenangan menahan ada pada penyidik, kalau tersangka kooperatif ya tidak harus semuanya ditahan,” katanya.(rdl)

Amanah Ini Harus Didukung Civitas Akademika Rektor ....... diatasi rektor, tapi kebersamaan seluruh komponen di kampus menjadi modal yang luar biasa.

Persoalan jika hanya dihadapi sendirian akan terasa berat, karena kemampuan sendiri akan terbatas.Namun akan menjadi ringan jika dikerjakan bersama,” tandas Mendikbud.

Sementara itu, Prof. Usman yang baru saja dilantik sesuai SK Mendikbud RI No 225/MPK.A4/ KP/2012 menyampaikan bahwa pelantikan dirinya sepenuhnya bukan atas nama pribadi Prof.

Usman. Tapi atas nama institusi Unhalu sehingga amanah yang diberikan harus didukung civitas akademika dalam rangka melaksanakan tiga hal tadi untuk membesarkan institusi. (lia)

Nur Alam: Serahkan pada Proses Hukum PTUN ....... Sejak pukul 10.00 Wita, kantor PTUN sudah dipenuhi massa yang tergabung dalam Forum Pemantau Peradilan (Formappi) Sultra. Mereka mempresure PTUN agar tetap menjalankan peraturan hukum yang sebenarnya. Massa yang dipimpin Herman tak ingin jika hakim PTUN mendapat intimidasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga tidak menjalankan hukum sesuai mekanismenya. Sekitar pukul 13.50, Cagub incumbent Nur Alam hadir di PTUN untuk menyaksikan sidang. Ia ditemani Sabarudin Labamba (wakil ketua DPRD Sultra) dan Eka Paksi (Rektor Unsultra). Ada juga dua Wakil Bupati asal PAN, Arhawi Pudi (Wakatobi) dan Sutuardjo Pondio (Konsel). Kedatangan Nur Alam sempat membuat massa yang berada di luar gedung PTUN bergejolak. Mereka mempertanya kehadiran Nur Alam, jangan sampai dapat menginterfensi jalannya sidang. Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara massa

dengan pihak kepolisian di gerbang masuk PTUN. Tak lama kemudian, pengacara Ali Mazi, Muh. Yusuf datang dengan mengendarai mobil jeep. Awalnya, dia tidak diizinkan masuk dengan mobilnya untuk diparkirkan ke halaman PTUN, demi alasan keamanan. Jangan sampai massa aksi juga ikut masuk halaman saat mobil Yusuf Masuk. Merasa tak terima jika mobilnya diparkirkan di luar, pengacara Ali Mazi itu kemudian keluar dan meminjam mic massa aksi untuk berbicara. “Saya pengacara penggungat pada sidang ini. Jadi biarkan mobil saya masuk karena saya akan menghadiri sidang,” tegasnya yang disambut sorak pengunjuk rasa. Yusuf pun diperbolehkan memasukan mobilnya ke halaman PTUN dengan tetap mendapatkan pengawalan kepolisian. Pada pukul 14.30 sidang baru digelar. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Baharuddin dan dua hakim lainnya, M. Noor Halim dan Arifudin. Amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Baharuddin, menyatakan bahwa mengab-

ulkan tuntutan Ali Mazi sebagai salah satu pasangan calon yang harus diloloskan dalam Pilgub karena memenuhi syarat perundang-undangan. Selain itu, pleno anggota KPU dalam menetapkan tiga pasangan calon dianggap menyalahi aturan karena tidak korum. “Putusan KPU Sultra dengan No. 270/344 dinyatakan cacat secara yuridis karena tidak memenuhi ketentuan syarat korum. KPU Sultra memutuskan tiga pasangan calon dan hanya ditanda tangani oleh dua komisioner saja, sementara No. 344/270 juga dibatalkan karena dalam putusan tersebut tidak disertai dengan tanda tangan Ketua KPU Sultra,” kata Baharuddin dalam persidangan. Ali Mazi-Bisman Saranani harus mengikuti Pilkada. Pencabutan nomor urut juga harus kembali diulang dan mengikutsertakan penggugat karena semua persyaratan secara hukum telah dipenuhi oleh penggugat sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikutsertakan penggugat dalam Pilkada Sultra. Saat pembacaan putusan yang memenangkan Ali Mazi, Nur Alam sesekali menoleh

kiri dan kanan. Ia juga sesekali mengusap wajahnya, sembari sesekali berbicara dengan orang yang berada disampingnya. Saat hakim mengetuk palu, pendukung Ali Mazi di ruang sidang langsung bersorak meluapkan kebahagiaannya. Sementara itu, Nur Alam langsung bergegas keluar ruangan sidang. Saat dicegat wartawan terkait tanggapannya terhadap sidang yang baru saja terjadi, ia menanggapinya datar dan enggan berkomentar banyak. “Kita serahkan saja pada proses mekanisme hukum yang ada,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan gedung PTUN. Massa aksi yang mengetahui jagoannya menang, langsung sumringah. Mereka melakukan konvoi dari PTUN dan kemudian mengelilingi Kota Kendari sambil berorasi. Konvoi mereka berakhir di Graha Pena, Kendari Pos. Mereka menjambangi kantor media cetak terbesar itu untuk memberikan penyataannya. Jurni, koordinator Ali Mazi Center mengapresiasi putusan PTUN yang dianggapnya masih menjunjung azas-azas hukum yang adil. (p4/nan)

Cari Pria Sejati Yang Suka Laki -laki Buka ....... Presenter kocak Nyctagina memang sempat sedih. Sebab, dia batal menikah dengan Rizal Diansyah yang sudah dipacari selama bertahuntahun. Sejatinya mereka berencana melangkah ke jenjang pernikahan tahun ini. Tapi, hubungan mereka kandas di tengah jalan. Meski begitu, perempuan bernama lengkap Rizna Nyctagina itu mengaku tak trauma untuk berpacaran lagi. ”Trauma? Nggak ada. Saya

mah sekarang terbuka untuk umum,” ungkap dia dengan suara khas. Gina yang juga dikenal dengan sebutan Jeng Kelin itu bilang, pascaputus cinta, hidupnya tidak lantas merana. Dia juga tidak lantas menjadi selektif dalam mencari pria sebagai pendamping. ”Nggak (selektif ). Justru makin terbuka untuk umum seperti yang tadi saya bilang. Siapa aja, saya mau,” katanya, lalu nyengir. Malah dia sempat melontarkan banyolan di depan awak media. ”Kalau ada cameraman yang mau nikahin saya sekarang, ayo, kita naik ke

atas panggung, nikah di sana,” lanjut dia. Gina putus cinta setelah muncul kasus hukum yang melibatkan Rizal. Rizal dilaporkan menggelapkan uang Rp 90 juta Maret lalu. Setelah muncul kasus tersebut, tak berapa lama hubungan Gina dan Rizal selesai. Meski begitu, Gina masih berharap bisa kembali lagi dengan sang mantan kekasih. Itu tersirat dari perkataannya. ”Kalau dikasih balik sama yang dulu, alhamdulillah. Kalau dikasih yang lebih baik lagi, juga alhamdulillah,” ucapnya.

Yang pasti, sekarang Gina siap menerima proposal para pria di luar sana yang serius untuk menjalin hubungan dengan dirinya. ”Kirim saja proposal. Nanti biar dipelajari sama mama saya. Kalau oke, nanti di-acc, langsung nikah deh,” jelas perempuan yang mulai merambah dunia tarik suara lewat duet dengan Ruben Onsu itu. Kriteria yang dicari Gina cukup mudah. Yang penting laki-laki sejati, suka dengan perempuan. ”Jangan yang suka sama laki-laki juga,” sahutnya. (jan/c11/any)

Kurang Sreg dengan UU No 21 Tahun 2001 Johana ....... diterima publik internasional. Beruntung, empat jurnal itu masing-masing akhirnya mempunyai nilai 40. Hal ini yang membuat dia dengan mudah mengumpulkan nilai 850 sebagai syarat memperoleh gelar guru besar. Setelah nilai 850 diraih, bukan berarti langkah menggapai gelar profesor berjalan mulus. Saat pertama mengajukan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, permohonannya tak langsung ditanggapi. Dia membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk menunggu

lampu hijau dari Ditjen Dikti. “Permohonan tidak serta merta langsung dijawab. Kami butuh waktu lama. Ini bukan hal yang gampang,” kata Johana. Bagi Johana, gelar guru besar merupakan cita-cita terakahirnya di dunia akademik. Setelah itu, dia tidak punya keinginan lain selain memajukan Uncen, almamater yang telah membesarkannya. Ya, Johana memang tergolong produk asli Uncen. Dia menyelesaikan jenjang sarjana di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Uncen, 1985. Setelah itu, dia melanjutkan studi ke Singapura

(diploma), Kanada (magister), dan Australia (doktor). Setelah lulus, dia mengabdikan ilmunya di kampus negeri pertama di bumi Papua tersebut. Johana lahir di Manokwari, Papua. Sekolah jenjang pendidikan dasar dia selesaikan di SD Padang Bulan Abepura 1971. Kemudian, dia melanjutkan ke SMP Negeri Nabire, lulus 1974. Adapun jenjang SMA dia tamatkan di SMA Negeri Persiapan Nabire 1979. Dalam orasi ilmiah saat pengukuhan gelar profesornya, dia mengangkat tema tentang penerapan pengajaran bahasa Inggris yang salah di sekolah. Hal itu membuat siswa sulit

menguasai bahasa internasional tersebut. Dia juga mengaku kurang sreg dengan isi Undang-Undang No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa kedua setelah bahasa Indonesia. “Sangat susah karena di sekolah ngomong bahasa Inggris campur bahasa Indonesia, kemudian pulang ke rumah ngomong juga pakai bahasa Indonesia. Jadi, sangat susah mengubahnya. Untuk mengubahnya, perlu konsep tersendiri atau konsep khusus,” ungkap Johana. (nw)

Ridwan:

Insya Allah PSU Ridwan ....... KPU kala itu, dan dengan otoritas palu sidang di tangannya menetapkan kembali bahwa yang sah itu hanya tiga calon dan itulah yang boleh menarik nomor urut. Kendati tak mendapat jawaban memuaskan, Ridwan “mengalah” dan ikut proses KPU versi Mas’udi. Setelahnya, saat digelar proses debat kandidat Cagub, yang digelar pasca lima komisioner KPU Sultra dipecat DKPP, Ridwan juga mempertanyakan masalah itu kepada komisioner KPU Pusat yang datang melanjutkan proses Pilgub di Sultra. Ridwan meminta keabsahan proses Pilgub yang hanya diikuti 3 calon yang penetapannya ia anggap bermasalah. Sayangnya, KPU pusat pun tak sanggup memberikan jawaban pasti. Buntutnya, Ridwan memilih walk out dari arena debat kandidat. “Sekarang, benar kan apa yang saya

persoalkan. Kalau sejak awal KPU mau berbesar hati menerima kritikan, tidak akan seperti ini akhirnya. PTUN sudah memutuskan, SK itu melanggar hukum. Artinya, tiga calon itu kemarin bermasalah dan tidak sah. Makanya di Pilgub kemarin, Arbae jadi serba salah. Serius bertarung, ujung-ujungnya energi habis, Pilkada diulang. Tidak serius juga, nanti malah dianggap kita tidak punya kekuatan bersaing,” urainya. Dengan lahirnya putusan PTUN itu, Ridwan yakin bahwa gugatannya yang masuk di MK bersama calon lainnya akan dikabulkan hakim karena sudah ada fakta hukum yang baru yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan KPU Sultra sebelumnya itu salah. Ketua Golkar Sultra ini makin yakin bahwa apa yang ia perjuangkan selama ini, yakni penyelenggaraan Pilkada yang bersih dan sesuai mekanisme akan terlaksana dengan diulangnya semua tahapan. “Insya Allah PSU,” tukasnya.(abi)

KPU Berpandangan Sudah Benar Menggelar Pilkada KPU ....... Bagiamana dengan pengacara Ali Mazi? Muh. Yusuf mengaku hak banding yang kemungkinan besar akan dilakukan pihak KPU adalah wajar. Menurut dia itu menjadi hak tergugat dan pihaknya tidak terpengaruh. “Perjuangan kami masih ada di MK. Terkait PSU, nanti MK juga yang memutuskan. Namun keputusan dari sidang ini bisa menjadi alat bukti untuk dipertimbangkan,” katanya. Semnentara itu, sidang perdana gugatan calon di MK akan digelar Rabu 28 November 2012. Kepala bagian penerimaan perkara MK Bambang Sugito menjelaskan, kepastian sidang itu berdasarkan gugatan yang telah dimasukan beberapa waktu lalu. Katanya, proses sidang perdana segera akan berjalan dan semua pihak melalui masing-masing kuasa hukum akan menjelaskan dalil l perkara. Adapun jika waktu memungkinkan saat persidangan majelis hakim akan melanjutkan pada keterangan dari tergugat dalam hal ini pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika tidak, maka MK akan melanjutkan sidang selanjutnya pada hari berikut. Lalu, dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

“Kalaupun ada yang mengajukan saksi ahli atau saksi lainnya, itu pasti dipersilahkan. Untuk perdana ini masih menyangkut perkara,”ucapnya. Mengenai waktu penyelesaian gugatan, jika yang dimaksudkan gugatan kecurangan atau pelanggaran Pilkada biasanya 14 hari selesai. Sementara jika yang digugat menyangkut pelanggaran Undang-Undang, itu tergantung bagaimana proses nanti dan akan melibatkan saksi ahli. Ia juga mengatakan, dalam pemeriksaan syarat-syarat penambahan dokumen MK pemohon dapat menambah berkas atau dokumen yang berkaitan dengan suatu perkara. Pasca rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU Pusat, kecuali incumbent sebagai peraih suara terbanyak seluruh cagub baik yang terkafer sebagai calon maupun tidak, langsung memasukan gugatan di MK. Kuasa hukum ARbae Abu Hanifah SH mengungkapkan, pihaknya kini menunggu undangan sidang. Kata dia, dari seluruh laporan perkara yang masuk, cagub mempersoalkan perselisihan Pemilukada di Sultra. “Kami sudah siap, apalagi sidang di PTUN mengabulkan permohonan dari penggugat, yang menandakan pelang-

garan aturan secara jelas. Itu sebuah bukti yang nyata dan pasti akan diajukan di MK nanti,”tuturnya. Sementara itu komisioner KPU Pusat Hadar Navis Gumay menegaskan, menghadapi proses sidang nanti jajaran komisioner sudah menyiapkan diri dan tidak ada yang terlalu istimewa. Katanya, sudah menjadi kewajiban dari KPU untuk menghadapi proses sidang dari para penggugat. Ia menjelaskan, dalam menjalankan proses Pilgub di Sultra pihaknya sudah sesuai prosedur dan UU. Sehingga apapun bentuknya KPU akan mengikuti dan mengadapi. Lalu, persoalan kuasa hukum jika memang sangat dibutuhkan, pihaknya pasti akan menggunakan melalui biro hukum di KPU. Namun kata Hadar, ada beberapa sidang gugatan yang melibatkan KPU Pusat di MK, dimana jajaran komisioner tidak menggunakan jasa pengacara. “Kami berpandangan bahwa kami benar kok. Toh ada pengadilan akhir di MK, kalau memang kami dinilai keliru. Tapi kan sidangnya saja belum. Kalau soal memang butuh kuasa hukum pastilah kalau tidak ya berarti tidak,”ujarnya, ditemui di kantor KPU Pusat, kemarin. (cr2)


12

Kendari Pos |Sabtu, 24 November 2012

Presiden Belum Terima Surat Yamanie

DOK/KP

Pimpinan KPK Busyro Muqodas, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief saat Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI.

Kejagung Lindungi Basrief Arief

Jakarta,KP Kejaksaan Agung (Kejagung) kebakaran jenggot. Nama orang nomor satu di korps Adhyaksa disebut dalam sidang kasus suap proyek PON Pekanbaru. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru Rabu (22/11) lalu, nama Jaksa Agung Basrief Arief disebut dalam rekaman pembicaraan yang dibeber jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain Basrief, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono juga disebut ikut terlibat. Namun, Kejagung membentengi Basrief. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Ari Muladi mengatakan pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi tersebut. “Ini masih berita. Kami akan

mengkroscek dulu kebenarannya,” kata Untung usai rapat kerja Kejaksaan di Hotel Yasmin, Cianjur, Jawa Barat, kemarin (23/11). Untung mengungkapkan, pihaknya tak ingin menanggapi informasi yang belum jelas sumbernya. Dia ingin mendapatkan informasi tersebut sebagai fakta hukum di persidangan. “Kami juga ingin meluruskan informasi yang sementara ini masih simpang siur. Nanti akan kami telusuri di persidangan mengenai kejelasannya. Semua pihak agar bersabar,” katanya. Seperti diketahui, dalam rekaman penyadapan yang dibeber penyidik KPK, terdapat pembicaraan antara Kadispora Lukman Abbas dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Ramli Walid. Di sela-sela suara rekaman, nama Agung Laksono

dan Basrif Arief disebutkan. Dalam rekaman tersebut, Ramli menyebutkan namanama yang harus “diamankan” dengan memberikan duit. “Ya. Pak Gubernur (Rusli Zainal) hendak men-sounding”dululah jangan sampai ada gangguan. Di Jakarta pertemuan besok malam. Itu berapa yang diapakan itu. Ini untuk Agung Laksono ini. Disuruhlah saya sama Pak Yanto satu M (miliar) berdua,” kata Ramli kepada Lukman dalam rekaman tersebut. Terkait nama Basrief, rekamannya juga dibeber. “Itu pak, itu pak. Siap itu pak kemarin. Oe Basri. Ya dia minta,” kata Ramli. Ketika JPU KPK Agus Salim meminta kejelasan nama Oe Basri, Ramli langsung menjawab, “Itu Kepala Kejaksaan Agung, Pak,” kata Ramli dalam rekaman. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK

menghadirkan sebanyak lima orang saksi. Di antaranya Ramli Walid, Iwa Sirwani Bibra, Bambang Pamungkas, dan Adji Satmiko. Ramli membenarkan adanya pertemuan dengan beberapa pejabat pada 2 April 2012. Diduga pertemuan tersebut terkait persiapan proyek PON Pekanbaru. Namun, Lukman mengaku tidak tahu menahu mengenai aliran dana suap sebesar Rp 1 miliar kepada Agung. Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Riau, seperti Gubernur Riau Rusli Zainal, Kadispora Lukman Abbas, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Riau SF Haryanto, dan Kepala Bappeda Ramli Walid diduga hadir dalam pertemuan tersebut. Agung Laksono dan sejumlah anggota DPR diduga hadir dalam pertemuan tersebut.(aga)

Jakarta,KP Komisi Yudisial (KY) tidak boleh menyianyiakan kesempatan untuk segera mengusut tuntas kasus mafia hukum yang melibatkan Hakim Agung Achmad Yamanie. Sebab, hingga kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menerima surat pengunduran diri Yamanie. Jadi, kesempatan untuk segera memeriksa terbuka lebar. Belum adanya surat yang mampir di meja presiden itu dipastikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Dia mengatakan presiden belum memutuskan apapun karena surat itu belum sampai. “Kalau ada permohonan dari Mahkamah Agung (MA), pasti kami tindaklanjuti,” ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, kemarin. Nah, belum adanya surat tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi KY untuk melakukan pemeriksaan. Sebelumnya, institusi pengawas etik hakim

itu memang ngotot ingin ikut memeriksa Achmad Yamanie secepatnya. Mereka khawatir, kalau pengunduran diri diterima dan statusnya tak lagi hakim, KY bakal sulit memeriksa. Apalagi, KY menerima lima aduan terkait mantan wakil ketua Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin itu. Meski dua di antara laporan itu tak bisa diteruskan, masih ada tiga aduan yang cukup kuat. KY juga yakin kalau diubahnya putusan Hanky Gunawan, pemilik pabrik narkoba asal Surabaya itu bukan karena lalai. Wakil Ketua KY, Imam Anshari Soleh sendiri memastikan kalau pihaknya bakal memanfaatkan momen tersebut. Rencananya, Senin (26/11) petinggi KY lengkap dengan komisioner akan mengunjungi MA. “Nanti masih ada pertemuan dengan MA, masyarakat ingin pangkal masalah kami selesaikan,” katanya. Saat ini, KY tetap mengumpulkan berbagai bukti pen-

dukung untuk bisa menjerat Yamanie. Maklum, instansi pimpinan Eman Suparman itu sangat geram karena merasa dikelabui. Yamanie sendiri adalah hakim agung produk KY, saat dilakukan seleksi dikatakan tak terlihat ada keanehan. Terpisah, sumber koran ini di Mahkamah Agung mengatakan kalau Achmad Yamanie sudah tak lagi ngantor. Meski status pengunduran dirinya belum ada keputusan tetap, hakim agung tersebut sengaja dirumahkan. “Khawatirnya kalau dia masuk dan menghilangkan beberapa bukti perkara,” katanya. Oleh sebab itu, pihaknya tak mau mengambil resiko dengan tetap mengizinkan Yamanie masuk kantor. Selain sudah tak bisa mengakses tempat kerjanya, hakim agung 68 tahun itu juga dipastikan sudah tidak memiliki hak-hak lagi. Termasuk gaji dan berbagai tunjangan. (dim/nw)

Rp 60 M Duit TPP Tidak Disalurkan Kemendikbud Berkilah Terkendala Verifikasi Jakarta,KP Wajar banyak guru penerima tunjangan profesi pendidikan (TPP) uring-uringan terkait sistem pencairan tunjangan yang seret. Sebab setiap tahun anggaran TPP yang tertunda atau tidak disalurkan ke mereka cukup besar. Jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan miliar rupiah. Dalam sistem penganggaran negara, uang untuk TPP itu bersumber dari dua pos. Yakni, dari dana transfer daerah yang dikelola Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan

dana dekonsentrasi (dekon) yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sejak dikucurkan pada 2007 lalu, komposisi terbesar TPP adalah untuk tunjangan guru pendidikan dasar (SD dan SMP). Pencairan TPP tahun ini sudah masuk triwulan keempat atau yang terakhir. Hasil laporan pencairan TPP triwulan ketiga (31 Oktober), uang yang belum tersalurkan masih banyak. “Yang saya pegang datanya sementara ini khusus yang TPP dari dana dekon. Yang transfer daerah ada di Kemenkeu,” tutur Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Sumarna Surapranata kemarin (23/11).

Surapranata mengatakan, total TPP dari dana dekon yang belum dikucurkan sampai 31 Oktober mencapai Rp 60 miliar lebih. Jumlah ini masih jauh lebih sedikit dari TPP pos dana transfer daerah yang juga tersendat pengucurannya. “Yang jelas masih banyak daerah yang belum mengucurkan TPP,” katanya. Menurutnya, khusus untuk TPP yang diambil dari dana dekon Kemendikbud tahun ini adalah Rp 4,109 triliun. Jadi menurutnya, uang TPP sebesar Rp 60 miliar yang belum dikucurkan tadi tergolong kecil. Dia berharap, tunggakan pencairan TPP bisa dikebut pada periode triwulan keempat ini. Jika masih belum

Baca tpp di Hal 2


metro

Maintenance Komunikasi

K E N D ARI—Kondisi keamanan di Gunung Jati dan Jati Mekar saat ini sudah terkendali. Polres Kendari menyiagakan 100 personil berjaga pada daerah tersebut selama 24 jam. Pengamanan kawasan rawan konflik itu Yuyun Yudhantara akan berlangsung sejak tanggal 15 November lalu hingga 3 Desember mendatang. Namun, pengamanan akan diperpanjang jika kondisi dianggap belum

Baca maintenance di Hal 10

La Mouhari

La Ode Rasiddin

Ekspansi Warga Kabupaten yang Masuk ke Gunung Jati

Awalnya Hanya Lima KK, Kini Sudah Capai 1.548 KK Perkembangan penduduk di Kelurahan Gunung Jati dan Jati Mekar kian padat. Pemukiman warga semakin berderet menggantikan rimbunnya gugusan Taman Hutan Raya (Tahura) Murhum. Padahal, kaki hutan itu awalnya hanya dihuni lima kepala keluarga (KK) pada tahun 1920-an. Kini, kepala keluarga sudah mencapai 1.548 dengan jumlah penduduk 6.570 jiwa. Arifuddin Mangka

KEluRAhAN Gunung Jati dan Jati Mekar sering dijadikan miniatur keberadaan warga Kabupaten Muna di Kota Kendari. Seluruh penduduk di Kabupaten Muna masing-masing memiliki perwakilan di dua kelurahan tersebut. Tak heran, jika banyak kalangan menilai, keberadaan warga kabupaten Muna di Kendari adanya di Gunung Jati dan Jati Mekar. Lokasi Kelurahan Gunung Jati berjarak sekitar dua kilometer dari poros Kota Lama. Medan jalan yang terjal dan tikungan

KENDARI—Ketua LPM Kelurahan Jati Mekar, La Ode Rasiddin menilai, konflik-konflik yang terjadi antara Lorong Barat versus Lorong Timur bukanlah karena faktor minuman keras semata. Namun juga muncul akibat ego anak muda yang tak didukung dengan latar belakang pendidikan memadai. “Persoalan Miras itu faktor kedua. Yang

fokus metro

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Arifuddin Mangka/KP

tajam harus dilalui untuk menuju lokasi tersebut. Posisinya masih berada di kaki bukit Tahura Murhum. Sebelum tiba di Gunung Jati, lebih awal harus melewati Jati Mekar. Kedua kelurahan tersebut awalnya satu kesatuan bernama Kelurahan Gunung Jati dan “berpisah” tahun 2004 silam. Versi La Suara, Ketua RW 03 Kelurahan Gunung Jati, kehadiran warga Muna di wilayah tersebut dimulai sejak tahun 1950-an. Ketika itu, hanya sekitar 10 unit rumah yang bermukim di Kelurahan Gunung Jati. “Orang Muna yang pertama berdomisili di sini (Gunung Jati) bernama La Ode Sudaha. Beliau dulu menjadi Kepala Desa Gunung Jati dan sudah meninggal dunia,” ungkap La Suara. Sementara, La Suara sendiri merantau ke Kendari sejak tahun 1968. Setibanya di Kendari, La Suara langsung memilih tinggal di Kelurahan Gunung Jati.

Suasana di perbatasan Lorong Barat (Kelurahan Jati Mekar) dan Lorong Timur (Kelurahan Gunung Jati) pasca bentrok, 15 Nopember lalu. Kini, dua kelurahan tersebut dijaga ketat tim pengamanan dari Polres Kendari dan jajaran.

pertama itu karena ego anak muda. Ditambah lagi dengan latar belakang pendidikan yang tidak mendukung. Harus dicari solusi terbaik hingga dapat mencegah munculnya tawuran,” terang La Ode Rasiddin. Terkait perjanjian damai dan proses mediasi yang dilakukan semua pihak, Rasiddin tetap meminta agar proses hu-

KENDARI—Bara perseteruan antar kelompok warga yang berdomisili di Lorong Timur (Kelurahan Gunung Jati) dan Lorong Barat (Kelurahan Jati Mekar) belum padam seutuhnya. Dua kali perjanjian yang diteken kedua belah pihak di Mapolres Kendari untuk kesepakatan damai masih saja dilanggar. Tanggal 15 November 2012 lalu, suasana di dua kelurahan serumpun itu kembali mencekam. Bentrok lagi-lagi terjadi. Motifnya pun sama dengan konflik sebelumnya. Balas dendam !. Korban

kum tetap berjalan bagi pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana. Saat ini, polisi telah mengantongi nama-namanya. “Semua orang berharap bisa mendapatkan kenyamanan dan kedamaian dengan harapan jangan lagi

Baca ego di Hal 14

berjatuhan. Bahkan yang tidak mengetahui masalah pun harus menerima biasnya. Bibit konflik di Gunung Jati disebut mulai tumbuh sejak tahun 1980-an. Saat itu, Gunung Jati dan Jati Mekar belum pisah. Namun, bentrok yang terjadi hanya karena perselihan kecil dan melibatkan antar individu. Rekan-rekan yang lain cepat mendamaikan dan tidak terbawa pada persoalan kelompok. Kemudian tahun 1998, pertikaian dua blok pemukiman itu sudah mulai melibatkan kelompok-

Baca awalnya di Hal 14

Ego PElETuP AmArAh kelompok kecil, walaupun sekadar lintas karib saja. Konflik pun tidak sampai menyerang membabi buta karena masih memandang kharismatik tokoh masyarakat saat itu. Pertikaian semakin membesar pada tahun 2006. Lorong Timur dan Barat saling melakukan aksi

Baca bara di Hal 14

Bara Seteru yang Tak Pernah Padam Persuasif, Libatkan yang Bertikai

Butuh Kesadaran Dari Dalam

K E N DA R I —Minimnya peran kepolisian untuk dekat dan membangun komunikasi dengan warga menjadi sorotan utama. Dalam persoalan yang terjadi antara Lorong Timur dan Barat, peran pihak keamanan melakukan pendekatan persuasif La Suara pada kedua belah pihak tanpa memandang sebelah persoalan, sebenarnya menjadi harapan. “Kadang, persoalan yang muncul hanya berawal dari pergesekan antar individu kemudian

KENDA R I —Pertumbuhan penduduk di Ke l u r a h a n Jati Mekar terus meningkat setiap tahunnya. Namun, b a n y a k warga yang Paminuddin tak teridentifikasi pemerintah setempat. Pasalnya, mereka masuk tanpa ada pemberitahuan sehingga legalitas kependudukannya belum resmi. “Kami akan menginventarisir kembali data penduduk. Soalnya, b a n y a k yang tidak diketahui secara resmi perpindahannya ke kelurahan ini (Jati Mekar). Mungkin akan La Ode Abd Djalil

Baca persuasif di Hal 14

Polisi Slow Respon KENDARI—Rawannya keamanan antar lorong di Gunung Jati dan Jati Mekar tak lepas dari tanggung jawab kepolisian. Institusi Bhayangkara kembali menuai sorotan karena dianggap tak profesional menyelesaikan perkara. Bahkan, munculnya konflik berkepanjangan yang terus berulang pada Lorong Timur dan barat dianggap akibat lambannya kepolisian melakukan penindakan. Tokoh masyarakat Lorong Timur, La Suara mengungkapkan, konflik muncul karena komitmen untuk mempros-

Baca polisi di Hal 14

Arifuddin Mangka/KP

Penandatanganan perjanjian damai yang ketiga kalinya antara warga Lorong Barat (Kelurahan Jati Mekar) dan warga Lorong Timur (Kelurahan Gunung Jati) di Kantor Kecamatan Kendari, Rabu (21/11) lalu.

Bentuk Tim Perdamaian KENDARI—Perseteruan yang terjadi pada dua kelurahan di Kecamatan Kendari itu telah berlangsung sejak lama. Namun Alwi Genda, senator Kota Kendari asal PDIP itu tidak menyebutnya sebagai pertikaian, namun konflik antar lorong. Sebelum kedua kelurahan tersebut mekar, konflik sudah terjadi. Hanya sebuah persoalan

anak muda yang tak terselesaikan dengan baik hingga menjadi besar dengan pelibatan kelompok. “Tapi, kita jangan lagi membahas masalah pertikaiannya. Lebih baik mencari solusi atas persoalan tersebut. Kami sudah kumpulkan tokoh

Baca bentuk di Hal 14

dilakukan pemeriksaan KTP lalu mendata secara akurat lagi warga yang ada,” gagas La Ode Abd Djalil, Lurah Jati Mekar. Jika nantinya ditemukan ada penduduk ilegal, Ia menilai, paling tidak pihaknya akan meminta siapa warga resmi yang harus bertanggung jawab atas keberadaan orang tersebut. Warga itulah yang akan diberi tanggung jawab melakukan pembinaan

Baca butuh di Hal 14


fokus metro

Kendari Pos Sabtu, 24 November 2012

Bara...

merembet ke konflik kelompok. Misalnya, pemuda kita minum-minum, lalu muncul saling ketersinggungan dan melebar pada kelompok masingmasing,” ungkap La Suara, tokoh masyarakat Kelurahan Gunung Jati. Pendekatan persuasif harusnya dilakukan aparat kepolisian untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Bukan hanya sekadar mendiamkan lalu ketika terjadi persoalan lebih besar baru bereaksi. “Saya selalu ingatkan anak-anak muda di sini (Lorong Timur), jangan pernah mengganggu orang lain. Tapi, kalau misalnya kalian sudah berdiam diri di rumah lalu ada yang datang mengganggu, apa boleh buat. Kita juga harus jaga diri,” kata Ketua RW 03 Kelurahan Gunung Jati itu. Jamaluddin menambahkan, persoalan yang terjadi di dua kelurahan tersebut pada dasarnya bermula dari sebuah tindak pidana murni, baik pemalakan, penganiayaan dan pengeroyokan. Semestinya, kepolisian melakukan respon cepat menyelesaikan persoalan tersebut. Selain itu, dalam proses membangun kebersamaan, perdamaian dan silaturahmi, harusnya melibatkan kelompok pemuda yang terlibat langsung dalam konflik tersebut. Mereka harus saling memaafkan dari hati ke hati dengan menyimak poin-poin perdamaian. “Ini, kita diundang pihak kecamatan hanya tokohtokoh masyarakat saja. Sangat terbatas. Harusnya mereka yang terlibat konflik diikutsertakan sehingga dapat menjalankan poin perjanjian damai itu seutuhnya,” harap Jamal. Pendapat senada juga dilontarkan Sirida dan Alimin, tokoh masyarakat di Lorong Barat (Jati Mekar). Dengan keberadaan semua komponen yang terlibat dalam konflik saat kesepakatan damai dibuat, bisa melahirkan tujuan sesungguhnya. “Ini yang mau damai hanya orang-orang yang tidak bertikai (tokoh masyarakat dan tokoh pemuda). hadirkan langsung pemudanya jika ingin melahirkan perdamaian seutuhnya. Supaya mereka dapat saling menerima dan menjadikan pertemuan tersebut sebagai salah satu media mempererat silaturahmi,” ungkap Sirida diamini Alimin. Meski demikian, mereka cukup komitmen untuk menjalankan kesepakatan yang dibuat jika kedua belah pihak menjunjung tinggi kesepakatan yang telah ditandatangani bersama itu. Bahkan, mereka bersedia transparan kepada pihak berwenang jika tindak pidana dilakukan oleh warga yang berdomisili di Lorong Barat. “Jika memang ada yang melakukan tindak pidana, malah orang tuanya yang berinisiatif menyerahkan anaknya ke polisi untuk menjalani proses hukum. Namun harus dilakukan secara adil sehingga tak menimbulkan kecemburuan sosial lagi,” jelasnya. Dalam aksi saling serang, saling balas dendam antara kedua kelompok tersebut, kata dia, terkadang kelompok pemuda tidak lagi mengidentifikasi korban. “Kadang hanya melihat orang yang lewat, jika berjalan lurus dianggap orang Lorong Timur. Kalau dia belok, dianggap orang Lorong Barat. Akhirnya, orang yang tidak tahu persoalan jadi korban. Inilah yang harus dicegah sehingga anak-anak kita jangan lagi melakukan hal-hal seperti itu,” harap Sirida. Ia pun meminta mobilisasi pengamanan tetap berjalan intensif. Pasalnya, kadang polisi hanya turun ke lapangan setelah konflik mulai besar. Sehingga, pertikaian tidak terhindarkan lagi. (aka/cok)

Awalnya... Ketika itu, ia masih bujang dan berhasil mempersunting gadis idamannya tahun 1971. “Saya datang di Kendari, waktu itu masih Pak Edi Shabara, gubernurnya. Kondisinya masih hutan. Rumah masih sangat sedikit. Tahun 1971, warga mulai bertambah dan membuka akses jalan untuk naik ke Gunung Jati yang sangat sulit kala itu,” terangnya. Nama Gunung Jati sendiri diberikan sebagai ciri khas warga Muna yang memang daerahnya penuh dengan Jati. Bahkan, Jati Mekar pun tetap menggunakan kata Jati sebagai simbol mayoritasnya penduduk asal Kabupaten Muna di kelurahan tersebut. Perkembangan penduduk mulai bertambah terus tahun 1980an. Pertambahan penduduk mulai memadat. Hingga saat ini, untuk Kelurahan Gunung Jati terdiri dari enam RW, 14 RT, 905 KK dan 3.835 jiwa penduduk. Sedang Jati Mekar terdiri dari enam RW, 16 RT, 643 KK dan 2.735 jiwa. Sebanyak 90 persen dari jumlah penduduk tersebut berasal dari Kabupaten Muna. Ketua LPM Gunung Jati, La Mouhari menambahkan, pemukiman di Kelurahan Gunung Jati dan Jati Mekar pertama kali dibuka oleh penduduk etnis Tolaki pada tahun 1920-an. Hanya sekitar lima kepala keluarga yang membuka akses pemukiman di daerah tersebut. Kemudian, tahun 1932, warga Mandar dari Sulawesi Selatan (Sulawesi Barat, sekarang) juga masuk bermukim di kawasan tersebut. “Ya, sekitar tahun 1950-an baru masuk dari Kabupaten Muna. Tapi sekarang, yang menjadi penduduk mayoritas dan mencapai 90 persen lebih adalah warga dari Muna. Kami semua sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan,” ujar La Mouhari. Berbagai profesi yang digeluti warga Gunung Jati dan Jati Mekar. Mulai dari kuli pelabuhan sampai pada level eksekutif dan legislatif. Namun, mayoritas mereka bekerja sebagai buruh pelabuhan. (*/cok)

Maintenance... kondusif maksimal. Kapolres Kendari, AKBP Yuyun Yudhantara mengungkapkan, dalam kondisi yang sangat rawan, bukan hanya 100 personil yang diturunkan, tapi bisa mencapai 200 bahkan 300 aparat gabungan satuan Dalmas, Reskrim, Intelkam, Binmas, Lalulintas dan back-up personil Brimobda Sultra. “Kami berencana membangun Pos Polisi pada perbatasan Lorong Barat dan Lorong Timur untuk mengantisipasi munculnya konflik di masa datang. Tapi, kami masih akan membahasnya dengan warga. Jika memang diberi peluang membangun Pospol, kami akan realisasikan itu,” harapnya. Soal peredaran Miras, mantan Kapolres Konawe itu mengatakan, selama ini pihaknya telah rutin melakukan razia melalui operasi pekat. Tak hanya di Kecamatan Kendari, namun seluruh wilayah di Kota Kendari. Ia sepakat, Miras menjadi sumber pemicu berbagai tindak kriminal. Meski demikian, Yuyun mengaku aparatnya memang belum maksimal melakukan razia Miras di dua kelurahan jiran itu. Apalagi diketahui, dua wilayah tersebut menjadi kawasan home industri pembuatan Miras tradisional. “Kami akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, pemuda dan stakeholder terkait dalam melakukan razia di dua wilayah itu,” janjinya. Ia juga menjamin akan melakukan pembinaan kemitraan lebih intensif dengan warga Gunung Jati dan Jati Mekar. Alasannya, personil yang melakukan penjagaan saat ini adalah anggota Dalmas yang memiliki protap ikatan peleton sehingga tak terpisah-pisah melakukan pendekatan ke masyarakat. Langkah pendekatan diamanahkan pada anggota Polsek terdekat dan sekitarnya hingga Polres Kendari. “Saya telah mengimbau seluruh jajaran melakukan patroli dialogis sehingga terbangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat,” ungkap Yuyun sambil berjanji pula untuk meningkatkan mobilitas patroli di Kelurahan Gunung Jati dan Jati Mekar. Wakil Wali Kota Kendari, H. Musadar Mappasomba juga berpendapat, kondisi sosial kemasyarakatan di dua zona itu memang tak cukup hanya dengan pernyataan damai di masyarakat. “Kondisi ini harus dimaintenance agar damai terus terpelihara. Hal itu dapat dilakukan dengan cara membangun komunikasi intens, silaturahim terus menerus dan ini juga akan dititip pada aparat pemerintahan terbawah yakni kelurahan. Saya apresiasi tindakan Camat Kendari yang proaktif membangun komunikasi. Ini harus pelihara sehingga tak ada lagi celah yang bisa memicu potensi konflik. Karena ada juga orang tidak senang dengan kondisi damai. Ada oknum-oknum yang menginginkan konflik. Nah, ini yang harus diantisipasi. Caranya, tentu dengan membangun komunikasi,” terang Musadar Mappasomba. Tim mediasi perdamaian antara Kelurahan Jati Mekar dan Gunung Jati yang mengutus masing-masing 7 perwakilan tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama, dapat dijadikan sebagai tim mediator dalam membangun dan mempererat komunikasi antar warga pada kedua kelurahan tersebut. Tentu, tim tersebut dibawah koordinasi camat dan lurah setempat. (aka/cok)

arham/KP

Masjid Muadz bin Jabal berhasil meraih juara II lomba masjid teladan mewakili Kota Kendari yang diselenggaran oleh Kementrian Agama. Piagam dan trophy juara diserahkan langsung oleh Ketua Panitia Drs.H.Mursyidin,MSi yang diterima oleh ketua pengurus masjid Muadz bin Jabal Kendari, Drs.H.Justawan,MSi, Kamis (22/11) lalu. Dalam perhelatan ini masjid Nurul Iman Pomalaa Kolaka meraih juara I, sedangkan juara III diraih oleh masjid Haqqul Yakin, Rumbia, Bombana

Butuh... agar dapat mereduksi terjadinya konflik. “Selain itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat sendiri. Soalnya, konflik muncul sering berawal dari pengaruh minuman keras. Ini yang menjadi pemicu awal dan harus menjadi tanggung jawab bersama dalam menanganinya,” jelasnya. Mantan Kasi Trantib Kelurahan Gunung Jati itu menambahkan, persoalan lapangan kerja, semua warga sudah memiliki aktivitas masingmasing. Warganya dominan bekerja sebagai tenaga buruh di pelabuhan. Banyak pihak yang menilai bahwa maraknya peredaran Miras di Gunung Jati dan Jati Mekar menjadi pemicu awal terjadinya bentrok warga. Camat Kendari, Paminuddin sekaligus

Bentuk... masyarakat, tokoh pemuda, lurah, camat, dan Kapolsek Kendari (Kapolsek) untuk mencari jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” ungkap Alwi Genda. Dalam pertemuan tersebut, masingmasing kubu mengutus 5 orang yang dituakan untuk merumuskan secara optimal poin-poin yang akan disepakati dalam perjanjian damai. Namun, berkali-kali dilakukan penandatanganan pernyataan damai antara kedua

Polisi... es hukum pemicu konflik tidak dilakukan. Akibatnya, perjanjian damai yang pernah ditelorkan sebanyak dua kali di Mapolres Kendari jadi tak berarti apa-apa. “Seharusnya komitmen, jika ada yang memulai melakukan tindak pidana, maka polisi akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, bahkan siap tembak di tempat. Tapi tidak dilakukan,” ungkapnya. Jamaluddin, tokoh pemuda Lorong Timur juga sepakat memberi raport merah bagi kinerja kepolisian di teritori hukum itu. Lambannya proses penegakan hukum mengakibatkan muncul inisiatif pemuda melakukan

Ego... muncul konflik di masa-masa mendatang,” jelasnya. Ketua LPM Gunung Jati, La Mouhari berpendapat, konflik dua lorong di dua kelurahan akibat sebuah miskomunikasi. Kesalahpahaman inilah yang menimbulkan munculnya konflik besar melibatkan kelompok. “Awalnya, terjadi penikaman, katanya. Saya sebagai Ketua FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat) mulai bertindak awal. Saya tan-

Bara... balas dendam dan menyasar rumah penduduk. Namun, akhirnya persoalan itu terselesaikan dan kondisi aman selama dua tahun. Bentrok kembali terjadi tahun 2008 dan kondisinya jauh lebih parah. Persiapan perang kedua kubu semakin lengkap. Bentrok saat itu dipicu oleh aksi pemalakan tukang ojek. Kejadian serupa kembali terulang tanggal 7 Januari 2009. Warga Lorong Barat dan Lorong Timur kembali bertikai dan lagi-lagi saling serang. Karena kerawanan tersebut, akhirnya Polres Kendari dalam kendali AKBP Erfan Prasetyo saat itu menginisiasi

pelaksana Lurah Gunung Jati pun mengakui hal itu. Langkah solutif yang akan dilakukan adalah meminta pihak keamanan selalu meredam peredaran Miras dengan razia. “Kalau Mirasnya tidak berizin, diambil lalu dimusnahkan. Kemudian pelakunya ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya. Dalam menciptakan kondisi damai di Gunung Jati dan Jati Mekar, pihaknya berjanji akan memperbanyak kunjungan ke masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan remaja. Menggelar kegiatan-kegiatan positif yang ada di sana. Mantan Kabid Darat Dinas Perhubungan Kota Kendari itu telah mengimbau Lurah Jati Mekar dan Gunung Jati untuk membangun komunikasi yang intensif di masyarakat.

“Saya akan segera melapor ke Pak Wali Kota agar lurah Gunung Jati segera dilantik supaya bisa membangun kekuatan-kekuatan sendiri di masyarakat dalam rangka meminimalisir hal tak diinginkan. Termasuk Lurah Jati Mekar saya sudah imbau untuk melakukan hal tersebut,” jelasnya. Ketua RW dan RT pun diharapkan proaktif membangun komunikasi di masyarakat, mempererat hubungan kekeluargaan. “Mudah-mudahan dengan perjanjian damai ini, dapat menjadi media bagi masyarakat untuk menciptakan perdamaian seutuhnya,” harap Paminuddin. Efek alkohol ditegaskan menjadi salah satu sumbu picu konflik berkepanjangan antara warga. Yasin Idrus, Legislator asal Dapil I (Kecamatan Kendari-Kendari Barat) memberi

penekanan atas fakta itu. “70 persen tindak kejahatan itu berawal dari pengaruh Miras. Jadi, kepolisian juga harus pro aktif membasmi peredaran Miras di Kelurahan Gunung Jati dan Jati Mekar. Awasi dan minimalisir,” ungkap Yasin Idrus. Pria yang akrab disapa Mandor Aco itu menambahkan, berbagai kegiatan yang lebih positif dapat dikembangkan pada dua daerah itu sehingga dapat meningkatkan aktivitas serta kreativitas pemuda. Jika rutinitas terpenuhi secara maksimal, maka para pemuda dan remaja akan disibukkan dengan kegiatan lebih bermanfaat sehingga dapat meminimalisir terjadinya pertikaian. Termasuk memperhatikan sistim penerangan jalan yang optimal untuk meminimalisir terjadinya konflik. (aka/cok)

kubu itu, tetap saja bentrok terjadi. “Informasinya, ada yang mengusul agar perjanjian damai itu ditandatangani di Kodim 1417 Kendari. Bagi saya, jika memang perjanjian damai itu didasari dengan niat yang ikhlas, biar di warung kopi juga akan bagus hasilnya. Meskipun diteken dimana perjanjian damainya jika tak disertai niat yang ikhlas, juga tidak akan berarti. Jadi, marilah kita tanamkan niat yang tulus dan ikhlas dalam membangun kebersamaan dan perdamaian itu,” ajaknya. Untuk meredam konflik sebelum

perjanjian damai berlangsung, semua warga, khususnya para pemuda dilarang melakukan aktivitas untuk sementara waktu. Apalagi kegiatan di luar rumah saat malam hari. Pandangan lain datang dari wakil rakyat Dapil tersebut, Bachrun Konggoasa. Menurutnya, mempererat tali silaturahmi menjadi salah satu senjata paling ampuh meningkatkan stabilitas keamanan suatu daerah. terlebih, warga Kelurahan Jati Mekar dan Gunung Jati berasal dari rumpun yang sama sehingga sangat ideal menem-

puh cara-cara kekerabatan dalam menyelesaikan konflik. “Jika ada persoalan yang terjadi, seharusnya dikembalikan ke porsinya. Selesaikan persoalan tersebut secara profesional tanpa mengait-ngaitkan persoalan lain. Akibatnya, yang tidak tahu menahu persoalan itu pun, akhirnya dilibatkan dan banyak yang menjadi korban,” ungkap Bahrun Konggoasa. Penyelesaian persoalan tidak mesti harus mengungkit-ungkit perkara lama yang berimbas pada pertikaian lebih panjang. (aka/cok)

aksi serang balik. Situasi tersebut tidak diperhatikan kepolisian sehingga menjadi potensi terjadinya konflik antar kelompok. “Saya sudah mengambil langkah awal dengan melakukan koordinasi antar tokoh masyarakat dan pemuda serta pemerintah setempat. Tapi tidak berjalan efektif. Termasuk laporan korban yang tidak disikapi secara maksimal oleh Polsek Kendari akhirnya terjadilah aksi serangan balik. Inilah yang menjadi awal munculnya konflik atau tawuran antar kelompok,” kesal Jamal. Ironinya, saat pencarian pelaku tindak pidana, kadang kepolisian (Polsek Kendari) justru membawa keluarga korban melakukan pengejaran.

“Bahkan keluarganya korban yang menggeledah di rumah pelaku dan polisinya hanya menonton. Ini kan rawan menjadi potensi pertikaian,” jelasnya. Keluhan yang sama diungkapkan oleh Alimin dan Sirida, tokoh masyarakat dan pemuda Lorong Barat, Kelurahan Jati Mekar. Mereka pun menilai, profesionalisme kepolisian dalam mengambil langkah tegas menindak pelaku tindak kriminal masih sangat lambat. Tak hanya dalam proses penanganan perkara, merespon laporan masyarakat pun dianggap mengecewakan. “Kami berharapnya, kepolisian harus merespon cepat laporan masyarakat. Mereka harus berposisi netral

tanpa harus melihat pelaku itu dari lorong mana,” ujar Sirida diamini oleh Alimin. Kapolres Kendari, AKBP Yuyun Yudhantara berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatnya di Polsek Kendari. Ia pun sepakat jika pelayanan prima terhadap laporan masyarakat harus menjadi prioritas. Jika Polsek Kendari tidak bisa menanganinya, maka akan diback-up langsung oleh Polres Kendari. “Kami akan memperbaiki SDM di Polsek Kendari. Seharusnya memang, kalau ada laporan masyarakat, direspon cepat. Saya sampaikan pada masyarakat, jika memang laporannya tidak direspon cepat atau diabaikan anggota Polsek, silakan laporkan kepada saya,” janjinya. (aka/cok)

ya siapa korban dan pelakunya. Kami identifikasi dulu,” terang La Mouhari. Bahkan satu orang yang diduga pelaku langsung diserahkan ke Polsek untuk proses hukum. La Mouhori menilai tugasnya sebagai Ketua FKPM hanya sampai pada batasan tersebut. Tidak adakah upaya pencegahan terhadap bentrok antar warga ? Ia menegaskan, tindakan itu harusnya dilakukan aparat Polsek Kendari. Begitu ada laporan, kepolisian bisa langsung mengambil langkah pencegahan.

“Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan, pertama, mencari ciriciri pelaku berdasar keterangan dari korbannya. Kedua, mencegah orangorang di sekitarnya ini (keluarga korban yang akan melakukan aksi balas). Ttu tugas Polsek seharusnya,” jelasnya. Namun, La Mouhari menilai, kepolisian, khususnya Polsek Kendari lamban merespon persoalan-persoalan yang terjadi di Gunung Jati dan Jati Mekar. Tingkat pelayanan tidak berjalan sesuai Renstra Polri terkait Quick Respon (respon cepat).

“Saya juga melihat, fasilitas mereka tidak mendukung, terutama kendaraan operasional. Masa mau ke gunung memobilisasi personil hanya dengan mengandalkan sepeda motor ?. Kami juga tidak menyalahkan sepenuhnya. Naik mobil saja, kalau mendaki kadang-kadang mogok di tengah jalan, kan kasihan juga mereka. Saya mengimbau Kapolres menyediakan sarana kendaraan yang layak sehingga pelayanan dapat dilaksanakan dengan cepat,” sindirnya. (aka/ cok)

perdamaian antar kedua kelompok. Pakta damai pun dilaksanakan di Mapolres Kendari dan dihadiri Wali Kota Kendari, H. Asrun serta unsur Muspida lainnya. Bahkan, pemuda yang terlibat bentrok saat itu saling salaman dan mengucapkan maaf satu sama lain. Sayangnya, perjanjian damai tersebut tidak dijadikan azas membangun kebersamaan. Pasalnya, bentrok kembali terjadi tahun 2010 yang juga hanya melibatkan dua lorong tersebut. Proses mediasi dan damai pun kembali dilakukan di Mapolres Kendari dibawah komando AKBP Yuyun Yudhantara. “Gencatan senjata” kembali sia-sia. Sebab nyatanya, 5 November

lalu, aksi serupa terulang lagi. Rabu, 21 November 2012, sejumlah perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lurah, camat, Kapolsek Kendari, Koramil, Anggota DPRD Kota, Kapolres dan Wakil Wali Kota berkumpul di aula kantor kecamatan. Mereka mencetuskan satu maklumat perdamaian terbaru. Semuanya berharap, pernyataan damai kali ini menjadi yang terakhir serta membangun kebersamaan antara Lorong Timur dan Lorong Barat dengan penuh rasa kekeluargaan. Apa yang menjadi pemicu awal setiap bentrok tersebut ? Informasi yang dihimpun, pertikaian dua kubu tersebut tak lep-

as dari pengaruh minuman keras (Miras). Sekelompok pemuda yang sedang mabuk kadang melakukan pemalakan dan penganiayaan terhadap warga dari lorong berbeda. Persoalan tersebut tidak disikapi secara cepat pihak kepolisian hingga akhirnya menimbulkan keinginan balas dendam dari kubu korban. Kadang juga, hanya persoalan ketersinggungan individu pemuda usai pesta Miras. Kemudian menjadi peletup amunisi emosi untuk melakukan aksi balas dendam hingga terjadi penyerangan berdarah pada momentum berikutnya. Aksi saling balas itulah yang kemudian menjadi bentrok kelompok. (arifuddin mangka/darwin sihombing)


Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

Ilmu Jurnalistik Penting Bagi Mahasiswa Kendari,KP Mahasiswa Pecinta Mushallah Saelanul Ilmi (MPM-SI) FKIP Unhalu tidak ingin disebut sebagai lembaga yang hanya fokus di bidang dakwah. Berkembangnya teknologi informasi menuntut setiap mahasiswa agar bisa berdaptasi, tidak terkecuali MPM. Untuk itu, lembaga yang dipimpin Ahmad Salido tersebut, Sabtu (24/11) akan memberikan pelatihan jurnalistik pada anggota dan mahasiswa secara umum. Tujuannya, memberikan pemahaman tentang dasar-dasar penulisan, khususnya menulis opini. “Kami sadar ternyata ilmu jurnalistik itu penting. Kalau mau berdakwah lewat tulisan, itu lebih efektif dari sekadar bahasa atau retorika. Selain itu, juga memberikan latihan pada mahasiswa, bagaimana berpikir terstruktur dan cerdas lewat analisa penulisan itu,” kata Ahmad Salido. Kegiatan itu katanya, akan mengundang pemateri dari unsur jurnalis atau pers. Semua itu dalam rangka memberikan pemahaman yang utuh, supaya selesai pelatihan mahasiswa bisa mengaplikasikan dengan menulis artikel. “Siapa tahu kalau ada yang tertarik jadi wartawan bisa belajar dari sekarang. Nanti kalau sudah masuk dipoles saja, karena dasarnya sudah ada. Kami berharap, banyak manfaat positif yang akan didapatkan dari pelatihan ini,” ujar mahasiswa jurusan matematika itu. (p6)

Wisudawan Terbaik Dijanji Beasiswa S2 Kendari,KP Sebanyak 1.086 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dari berbagai fakultas, akan mengikuti wisuda, pada hari ini, Sabtu(24/11). Jumlah wisudawan tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, hanya 997 orang. “Tren wisudawan kita setiap tahun terus meningkat. Wisudawan terbanyak dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 500 orang. Selebihnya terbagi pada beberapa fakultas. Peningkatan ini tidak lepas dari pertimbangan kualitas dosen dan sarana prasarana penunjang,” kata Rektor UMK, Dr. Rifai Nur, M.Hum., didampingi beberapa pejabatnya, saat ditemui di ruangannya, Rabu(21/11) lalu. Dalam serimoniitu kata Dr. Rifai, ada tiga orang wisudawan terbaik. Komitmen universitas tetap sama, mereka akan diberi beasiswa untuk lanjut studi. Jika sudah selesai, dan mereka mau, akan ditarik menjadi dosen di almamaternya. “Komitmen ini sering kami sampaikan. Hanya untuk wisudawan terbaik tahun ini, rata-rata sudah bekerja semua. Jadi kembali pada mereka, apakah memanfaatkan itu atau tidak. Ini semua kami lakukan untuk memotivasi mahasiswa agar giat belajar dan berlomba-lomba menjadi yang terbaik,” tandasnya. (p6

LSIP akan Laksanakan Lomba Penulisan Kendari, KP Sebagai ajang tahunan Lingkar Studi Ilmiah Penalaran (LSIP) Unhalu akan kembali menyelenggarakan lomba penulisan. Kegiatan yang akan dilaksanakan (27/11) s.d (1/12) ini mengangkat tema Grand Scientific and Festival of Haluoleo Unversity. Menurut panitia, Ranti Widiastuti penulisan yang akan dilombakan di tahun 2012 ini antara lain karya tulis ilmiah, menulis esay, dan ilmiah untuk siswa SMA dan mahasiswa. Selain itu pidato bahasa Inggris dan orasi ilmiah tingkat mahasiswa. Pada hari pertama (27/11), akan dibuka dengan seminar nasional bagi pelajar, mahasiswa, dan umum. Di forum ini akan menghadirkan narasumber dari Kemenristek RI, dan Balitbal Sultra, serta Birokrasi Unhalu di Auditorium Mokodompit. Selanjutnya pelaksanaan lomba mulai 28 s.d 30 November dan berakhir (1/12) yang bertepatan dengan peringatan hari anti AIDS se-dunia LSIP dan seluruh peserta lomba akan mengadakan pawai yang akan ditutup dengan pengumuman lomba. Dikatakan, melalui kompetisi diharapkan menjadi upaya untuk menciptakan nuansa ilmiah di kalangan pelajar dan mahasiswa untuk membangun budaya akademik di masyarakat. Selain itu untuk mendorong jiwa kompetitif dan meningkatkan daya saing bangsa secara regional, nasional, maupun internasional. (m2)

Akademika 15 FPIK Genjot Kemandirian Kendari,KP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unhalu terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa. Kompetisi yang semakin ketat, mengharuskan fakultas yang dinahkodai Prof. Muh.Aslan tersebut, untuk mencari terobosan agar tetap eksis dan mendapat simpati dari masyarakat. Pembantu Dekan III, FPIK Unhalu, Wa Iba, S.Pi., M.App.Sc., saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu(21/11), men-

gatakan berbagai terobosan telah dilakukan, dan hasilnya sudah kelihatan. Salah satu indikatornya, dalam satu tahun terakhir mahasiswa baru yang mendaftar meningkat 100 persen dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu pendaftar hanya sekitar 200-an orang, sedangkan tahun ini, ada 400-an. Peningkatan ini, berkorelasi dengan pembukaan prodi konsentrasi agrobisnis. Di dalamnya tidak hanya menerima pendaftar dari IPA, tapi juga men-

gakomodir pendaftar dari IPS. Jadi peluang dari non IPA terbuka lebar, sehingga menarik minat calon mahasiswa baru,” ujarnya. Selain itu, hal yang dikembangkan mengenai pendidikan karakter dan motivasi serta program kemandirian mahasiswa. Dua aspek, berupa soft skill dan hard skill mahasiswa terus digenjot. Selain diberi motivasi agar hebat secara akademik, juga diberi spirit jiwa wirausahanya. Itu semua untuk

memunculkan kebiasaan, dan menekankan bahwa bekerja tidak hanya sektor formal, tetapi juga non formal. “Itulah sebabnya kalau sudah semester lima, mahasiswa harus memprogramkan mata kuliah kewirausahaan, agar jiwa wirausahanya terasah. Kita juga menjalin kerjasama dengan sesama alumni untuk mencari solusi dari berbagai problem yang berkaitan dengan alumni,” ungkap alumni Magister James Cook Univercity Australia itu. (p6)

Ketua Majelis Rektor Hadir Saat Wisuda Kendari, KP Unhalu akan kembali menyelenggarakan wisuda yang sempat tertunda pada Oktober lalu. Menurut Kepala Humas Unhalu, Alim Harhadi, wisuda akan dilaksanakan pada (26/11) mendatang. Namun wisuda kali cukup berbeda, karena akan dihadiri Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indone-

sia (MRPTNI), Prof. Dr. dr. Idrus Paturusi. Rektor Universitas Hasanuddin Makassar ini akan membawakan orasi ilmiah di hadapan wisudawan. “Tak hanya itu, wisuda kali ini juga akan diikuti orang nomor satu di Sultra, Nur Alam SE.,M.Si, yang juga telah menyelesaikan pendidikan S2,” ujarnya. Hingga hari Kamis (22/11), jum-

lah wisudawan yang akan mengikuti wisuda berjumlah 1.269 orang. Mereka yang akan diwisuda terdiri atas FKIP 382, Fekon 166, FISIP 175, Faperta 71, FMIPA 26, Fakultas Teknik 124, FKM 29, FH 58, FPIK 47, Fakultas Peternakan 3, Pasca Sarjana 178, dan MM 10 wisudawan. Dikatakan, setelah Rektor Unhalu,

Prof. Dr. H. Usman Rianse MS menutup rapat senat, akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Bank Tabungan Pensiun Negara (BTPN) dengan Unhalu. MoU ini berkaitan dengan kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, dan early advance recruitment program. (m2)

Faperta Sumbang RSU Abunawas Kendari, KP Memperingati Hari Hutan sedunia, Mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Unhalu melakukan penanaman pohon di areal Rumah Sakit Abunawas Kendari. Sebanyak 150 anakan pohon jenis tanjung dan mahoni disumbangkan mahasiswa untuk program penghijauan lingkungan di rumah sakit berplat merah itu. Dirut RS Abunawas Kota Kendari, dr. Asridah Mukkadim mengatakan, bantuan yang diberikan mahasiswa sangat berguna bagi rumah sakit.

Apalagi kata dia, saat ini pihaknya sedang melakukan penataan lingkungan, penanaman pohon yang disumbangkan secara sukarela sangat membantu dalam upaya penghijauan lingkungan, sekaligus menjadi sumber oksigen di areal rumah sakit. “Kami sangat bersyukur dengan bantuan ini. Mudah-mudahan kedepan kami kembali mendapatkan bantuan serup, karena sejujurnya kami masih butuh pepohonan untuk ditanam di sekitar rumah sakit ini. Selain menjadi tempat meresapnya air, keberadaan pohon juga menjadi

sumber O2 yang sangat berguna bagi pasien yang di rawat di RS ini,” ungkap Asridah. Mengenai perawatan pohon kata Asridah, pihaknya tetap akan berupaya semaksimal mungkin agar pohon yang sudah ditanam bisa tumbuh subur dan terlihat hingga dewasa. Sebab, areal RS memang masih butuh pepohonan yang bisa menjadi pelindung sekaligus bisa memperindah pemandangan RS. Di tempat yang sama, Ketua Jurusan Kehutanan Unhalu LD. Alimuddin SP. MSi mengatakan, program

pemberian pohon merupakan salah satu upaya untuk penghijauan lingkungn. Selama ini kata dia memang banyak diporsikan untuk instansi pemerintah. Selain untuk melestarikan tanaman, keberadaan pohon juga diharapkan dapat menjadi salah satu tempat resapan air, sehingga mencegah terjadinya erosi. “kami berharap mudah-mudahan keberadaan pohon ini bisa menghijaukan RS Abunawas, dan dirawat sebaik-baiknya sebagai pelindung maupun sumber o2,” katanya. (fya)

Mahasiswa STAIN Jangan Terjebak Kendari,KP Mahasiswa agar jangan terjebak dengan rancangan undang-undang keamanan nasional (RUU Kamnas), saat ini dibahas di DPR RI, menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Sejumlah kalangan menilai, sebagian pasal dalam RUU tersebut mengandung makna ambigu dan kontroversial, serta berpeluang besar melemahkan pihak tertentu. Untuk itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, Rabu(21/11) melaksanakan acara seminar nasional, bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Indonesia Sultra (IKAMI Sultra). Kegiatan bertajuk “Kontroversi Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional dalam Menata Keutuhan dan Kedaulatan NKRI” tersebut di aula STAIN Kendari, dengan peserta seluruh mahasiswa STAIN dan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Sultra. “Kita undang pemateri yang dianggap kapabel, seperti, Mayjend. TNI. Hartind Asrin (Staf Ahli Kemenhankam RI), Dr. H. Nur Alim,

INONG/KP

Pemateri dalam kegiatan seminar nasional di aula stain kendari. M.Pd (Ketua STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, dan Joko Asis Westoni (Ketua Ikami Sultra). Ketiga pemateri menjelaskan secara terperinci tentang berbagai aspek RUU dari sudut pandang keilmuan masing-

masing,” kata Ketua BEM STAIN Kendari, Arman. “Kami berharap lewat seminar ini, mahasiswa yang hadir bisa tercerahkan, utamanya menyangkut pemahaman keliru RUU Kamnas selama ini.

Juga tidak terjebak dengan beragam asumsi yang berkembang, yang belum tentu benar,” ujarnya, sambil menyebut seminar itu, baru pertama kali sekaligus sebagai ajang silaturahmi antar mahasiswa. (p6)

Habiburrahman akan Launcing FLP di Unhalu Kendari, KP Kedatangan Habiburrahman El Shirazi di Kampus Bumi Tridarma Unhalu, bukan hanya sekadar memenuhi undangan dari Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Unhalu. Penulis buku Ayat-Ayat Cinta ini, juga akan melauncing Forum Lingkar Pena (FLP) Kota Kendari yang didirikan oleh para mahasiswa yang ada di Unhalu.

Seperti dikatakan Humas FLP, Didul, kedatangan Habiburrahman dalam rangka workshop yang bertemakan Karya Cinta Kang Abik dijadwalkan pada (2/12) di Auditoroum Mokodompit Unhalu. Kegiatan ini diperuntukan bagi pelajar, mahasiswa, dan umum. Di acara yang sama ini pula, penulis tersebut akan melauncing FLP di akhir acara. Selanjutnya dialog bersama Habiburrahman akan dilaksakan pada

malam harinya. Hal itu juga dibenarkan Ketua UKKI Unhalu, Imran. Ia menjelaskan, siang adalah acara Dialog Karya Cinta Kang Abik. Sementara malam adalah dialog bersama anggota baru FLP. Untuk diketahui, FLP Kota kendari yang baru dirintis ke depan memiliki visi yang besar untuk mendidik para calon penulis produktif. Secara khusus FLP Kota Kendari juga akan

melakukan pembinaan terhadap para pelajar di sekolah-sekolah dan mendirikan komunitas penulis remaja. “Seperti diketahui, FLP sudah tidak asing lagi. Namun di Kota Kendari belum ada komunitas tersebut. Padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kota Kendari. Untuk itu kami berharap FLP menjadi wadah yang tepat bagi para calon penulis muda,” tukas Didul. (m2)

Wa Iba, S.Pi., M.App.Sc,

Penerima Beasiswa Fullbright dari Amerika Program beasiswa Fullbright-Dikti Kemendikbud, bekerjasama dengan Universitas of Rhode Island (URI), USA, diperuntukan dosen-dosen yang memenuhi standar TOEFL. Baru satu dosen yang bisa mendapatkan beasiswa tersebut. La Inong-Kendari Rabu (21/11) mimik Wa Iba, S.Pi., M.App. Sc, tak seperti biasa, padahal hanya kebetulan bertemu dengan seorang jurnalis baru. Di wajahnya tampak perasaan, senang, gundah, dan was-was . Sedikit kurang ikhklas untuk mempublikasikan prestasinya. Namun dengan sedikit argumen, agar prestasi yang diperoleh bisa memberi motivasi bagi orang lain, akhirnya wanita berkerudung tersebut mau bercerita. Memperoleh beasiswa dari luar negeri menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap insan yang bergelut di dunia pendidikan. Bayangkan, kita bisa ke negeri orang tanpa mengeluarkan biaya banyak, sekolah ditanggung, dan berbagai kebutuhan lainnya. Begitu juga yang dialami pembantu Dekan III FPIK Unhalu tersebut.

Sebenarnya, ia belum sepenuhnya ikhklas untuk berbagi cerita mengenai beasiswa itu. Hanya, melihat sisi positifnya lebih besar, akhirnya mau agar orang yang membaca koran ini bisa memperoleh inspirasi. “Sebenarnya rencana awal nanti ada tiket baru mau dipublikasi, tetapi tak apalah karena anda sudah datang. Demi kebaikan dan berbagi pengalaman dengan orang lain, adalah baik adanya,’’ ujarnya. Wa Iba, mengaku diterima dalam program beasiswa Fullbright Dikti bukan tanpa hambatan. Butuh kesabaran dan penantian panjang, hingga dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa, yang tergolong salah satu yang bergengsi di dunia tersebut. Penerima pun tidak sembarang orang, banyak persyaratan dan mekanisme yang dilalui. Seperti cerita, Wa Iba, ia memulainya dari melamar secara on line ke Dikti Kemendikbud. Setelah dinyatakan lulus administrasi baru mendaftar. Salah satu syarat kelulusan yang dianggap berat adalah lulus TOEFL minimal 560. “Alhamdulillah saya punya TOEFL 597, sehingga dinyatakan lolos. Saya bersyukur, karena modal ini saya dapatkan saat kursus

Wa Iba, S.Pi., M.App.Sc

TOEFL gratis yang diselenggarakan Unhalu beberapa waktu lalu,” jelasnya. Setelah dinyatakan lulus, ternyata tidak langsung ke tahap berikutnya. Menunggu lagi selama enam bulan, baru dipanggil wawancara. Bisa dibayangkan, pendaftaran awal mulai April 2011, dan dipanggil wawancara bulan September tahun yang sama, dan pengumuman lulusnya Desember 2011. Nanti bulan Juli 2012 baru dinyatakan diterima di Universitas of Rhode Island (URI), USA. “Jika tidak sabar pasti akan ditinggalkan. Saya dulu sudah tidak terlalu berharap, karena saking lamanya. Namun ternyata bisa lulus, dan saya anggap mungkin ini sudah jalan yang diberikan Tuhan. Sebelumnya juga pernah tes di tempat kuliah sebelumnya (Magister James Cook Univercity Australia), namun tidak kunjung dikabulkan,” tambahnya. Universitas of Rhode Island, terletak di negara bagian paling kecil Amerika dekat New York yang memiliki banyak pantai. Universitas ini memang khusus membidangi masalah pantai dan sumber daya laut. Wilayahnya banyak dikelilingi laut, sehingga tidak mengherankan jika diberi julukan

negara bagian laut (ocean state). “Salah satu sisi positifnya, saya pernah berkunjung di universitas itu beberapa waktu lalu. Saya merasa dimudahkan untuk diterima,” katanya, sambil tersenyum. Mengenai persiapan keberangkatan, Ia mengaku, sesuai kontrak tertulis, tanggal 22 Januari 2013 harus sudah tiba di sana. Saat ini berbagai kebutuhan telah disiapkan, baik visa, maupun surat tugas dari dikti. Sebagai PNS, wajib menyertakan surat tugas jika ingin melanjutkan studi keluar daerah, apalagi antar negara. Tapi berdasarkan informasi, semua itu dalam proses perampungan. “Mudah-mudahan minggu ini keluar surat tugasnya. Nanti saya ketemu pak rektor dulu, untuk finalisasinya,” katanya. Tanggungjawab yang diemban mungkin agak berat, mengingat ia adalah seorang ibu, yang tentu jika itu terlaksana akan meninggalkan buah hati dan suami tercinta. Namun, baginya itu adalah tantangan yang harus dilewati. Kesuksesan tidak didapat dengan keajaiban, tetapi melalui usaha, kerja keras dan kemauan yang sungguhsungguh. Itu filosofi yang dipegang agar bisa sukses, dunia dan akhirat. (*)


16

iklan

Kendari Pos | sABTU, 24 NOVEMbEr 2012


Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

INDONESIA

Top Laga Sabtu, 24 November 2012 22:00 WIB

Global TV

Manchester United vs QPR

Minggu, 25 November 2012 00:30 WIB 04:00 WIB 17:00 WIB 20:30 WIB 23:00 WIB

MNCTV Aston Villa vs Arsenal TransTV Real Betis vs Real Madrid RCTI Indonesia vs Laos Global TV Swansea City vs Liverpool MNCTV Chelsea vs Manchester City

Senin, 26 November 2012 02:45 WIB

TVRI Milan vs Juventus

Akhirnya Cair Juga Senin Sudah Bisa Terima Kendari, KP Setelah lebih dua bulan menunggu, atlet-atlet yang berlaga di PON Riau, akhirnya menerima kabar membahagiakan. Uang saku yang mereka tuntut dicairkan pemerintah. Sebanyak 163 atlet, pelatih, manajer dan mekanik akan diberikan uang saku, termasuk 36 orang panitia PON. Namun, atlit belum bisa menerima uang itu hari ini (24/11), karena hari libur. “Uang saku telah cair dan kami sudah ambil dari Pemprov Sultra sebanyak 1,7 Milyar. Tapi, nanti Senin (26/11) baru dibayarkan pada atlit, karena besok (hari ini red) tidak bisa keluarkan uang, sebab hari libur,” ungkap Kasman, bendahara kontingen PON Riau, saat Baca CAIR di Hal. 18

VS

LAOS

TIGA POIN INdoNeSIA akan memulai debut perdana di Piala AFF 2012, Minggu (25/11) besok sore di Kuala Lumpur Malaysia. Timnas merah putih akan menghadapi Laos di laga perdana grup B. Di grup ini, juga ada tuan rumah Malaysia dan Singapura. Bambang Pamungkas dkk kini sudah berada di negeri jiran, siap memulai perjalanan merebut mahkota juara sepakbola Asia Tenggara itu. Diatas kertas, Laos adalah lawan paling ringan di grup ini. Hanya saja Indonesia belum punya gambaran soal kekuatan lawan. Namun begitu, ‘Skuat Garuda’ dipastikan tak akan mengangap remeh sang lawan. Laos menjadi tim yang paling tidak diunggulkan di Grup B untuk lolos ke semifinal. Dibanding Indonesia, Malaysia dan Singapura, kekuatan Laos selama ini memang selalu berada di bawah. Meski hingga kini belum punya gambaran atas kekuatan lawan, Indonesia memastikan tidak akan memandang remeh. Kesempatan meraih tiga poin di laga pertama tidak akan disia-siakan. “Tidak ada kabar khusus mereka bagaimana. Kami juga tidak dapat kabar liga mereka bagaimana. Tapi mereka juga sama, mereka juga tidak dapat banyak informasi soal kami. Yang jelas tidak ada pikiran-pikiran anggap enteng. Sama semua,” ungkap asisten

Live On

pelatih timnas Indonesia, Fabio Oliviera saat ditemui di Hotel Palace of Golden Horses, Kuala Lumpur, Malaysia. Yang jelas, jelang laga perdana itu BP dkk terus mempersiapkan diri. Mereka terus mengasah taji demi memetik poin penuh di laga perdana mereka. Kata Fabio Oliveira, seluruh penggawa Timnas Indonesia saat ini fokus mempersiapkan diri, menghadapi laga versus Laos. Untuk itu, Skuad Garuda melakukan latihan rutin pagi dan sore di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Fabio menambahkan bahwa sejauh ini tim pelatih belum menentukan starting line up untuk laga menghadapi Laos. Tim pelatih menanti detik-detik akhir jelang laga, sebelum mengambil keputusan. “Kita lihat kondisi terakhir pemain. Baru, kita akan tentukan starting line-up,” sambungnya. Sejak kemarin, timnas memulai latihan perdana di lapangan Inspen. Dalam latihan di lapangan perdana selama di Malaysia itu, Timnas hanya berlatih ringan. Pelatih Timnas Nilmaizar menyebut bahwa latihan saat ini hanya dalam tahap pematangan. Dia mencoba memberikan menu yang tak terlampau berat tetapi langsung fokus kepada masalah yang telah dievaluasi dari dua laga uji coba terakhir Timnas. “Kami hanya latihan ringan. Tapi kami fokuskan untuk mengasah sentuhan bola anak-anak saja. Bia mereka rileks,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Jawa Pos-grup Kendari Pos-kemarin. Selain mengasah passing dan pergerakan dengan game kecil antar pemain yang dibagi dalam beberapa kelompok. Timnas juga memaksimalkan komunikasi. Nil melihat komunikasi adalah hal mendasar yang harus ditingkatkan agar pemain-pemain yang baru bergabung bisa cepat menyatu. “Mereka (pemain) perkembangannya bagus. Komunikasi mereka juga terbangun dengan baik. Ini kami matangkan lagi agar maksimal di pertandingan,” tutur pelatih 42 tahun tersebut. Pada sesi latihan kemarin, Timnas melakoni latihan berbeda antara pagi dan siang. Jika pagi hari mereka berlatih satu jam lebih. Maka pada sore hari timnas hanya berlatih ringan dan tak lebihd ari satu jam. Penyebabnya, cuaca yang kurang bersahabat. Sementara itu, Direktur Pengembangan Usia Muda PSSI, Timo Scheunemann menyebutkan jika peluang skuad Garuda, terbuka lebar. Menurut Timo, keyakinannya ini berdasar peta kekuatan Grup B, tempat Indonesia tergabung di ajang Piala AFF. Tahun ini, selain Indonesia, di Grup B bakal diisi Laos, Malaysia dan Singapura. “Di atas kertas, kita bisa menang melawan Laos. Minimal, kita juga bisa seri melawan Malaysia dan Singapura,”

Minggu, Pukul 17:025 Nov 2012 0 Wita

Baca PASTI di Hal. 18


18

Kendari Pos | Sabtu, 24 November 2012

AC Milan

Juventus

SAN SIRO MEMBARA Akhir pekan ini Seri A akan menyajikan salah satu partai besar di Italia, saat AC Milan bertemu pemuncak klasemen, Juventus, di San Siro. Siapa pemenang laga yang dihelat, Senin (26/11) dinihari nanti? Kemenangan tentu jadi hal yang diidamkan Milan untuk menyempurnakan pekan impresif mereka usai hasil imbang di Napoli dan kelolosan ke 16 Besar Liga Champion. Tapi kalau kalah, Rossoneri akan kembali menjejak bumi. Milan memang belum benar-benar membaik, tapi atas apa yang mereka raih dalam sepekan terakhir membuat skuat besutan Massimiliano Allegri itu kini layak menyimpan optimisme. Dasarnya adalah hasil yang didapat di dua pertandingan terakhir, di ajang Seri A dan kompetisi Liga Champions. Akhir pekan lalu Milan melakukan comeback hebat di kandang Napoli, dua gol Stephan El Shaarawy membuat Rossoneri pulang dengan hasil 2-2 setelah lebih dulu tertinggal dua gol. Sementara di tengah pekan, sukses mengandaskan Anderlecth dengan skor 3-1 mengantar Milan melangkah ke fase knock out Liga Champions. Sebuah pencapaian yang sangat melegakan jika mengingat kembali hasil buruk di matchday pertama serta kekalahan di kandang Malaga. Diavolo Rosso kini punya kesempatan untuk menyempurnakan pekan keempat November ini saat harus menjamu Juventus dalam lanjutan Seri A, Senin (25/11/2012) dinihari WIB. Menundukkan sang juara bertahan, yang kini masih bertengger di puncak klasemen, jelas bukan perkara mudah, tapi jika tiga poin didapat, Milan bisa menatap sangat optimistis di sisa musim ini. “Itu belum merupakan titik balik. Kami sudah mencapai target pertama kami di musim ini. Saya pikir ini sebuah hadiah yang sepadan buat para pemain, mereka layak mendapatkannya,” sahut Allegri usai kemenangan di Liga Champions. “Juve lebih kuat saat ini, mereka sangat percaya pada diri sendiri, pemain-pemainnya berkembang denan luar bi-

sulit terutama setelah apa yang terjadi pada tahun lalu (terkait ‘gol hantu’ Muntari),” ungkap bek muda Milan Mattia De Sciglio kepada Milan Channel. “Juventus adalah salah satu tim terbaik di Italia. Kami akan mengerahkan 100 persen untuk membuat mereka sangat kesulitan,” imbuh dia. Hasil apapun selain kemenangan tentunya akan kian menyulitkan perjalanan Milan di sisa musim ini. Tekanan pada Massimiliano Allegri akan kian membesar terkait performa Milan yang masih inkonsisten sejauh ini. Namun, berbekal kemenangan 3-1 atas Anderlecht di Liga Champions lalu yang meloloskan mereka ke babak 16 besar, mental serta motivasi para pemain boleh jadi sedang berada di atas dan bisa mengejutkan Juve. Sementara itu Juve juga tengah dalam kondisi mental yang baik usai mengalah-

Stephan El Shaarawy asa. Itu akan menjadi pertadingan yang spesial dan kami tahu kami harus memberi 110 persen untuk mendapatkan kemenangan,” lanjut Allegri mengomentari pertemuan dengan Juventus. Sekali lagi, Milan akan berharap pada El Shaarawy untuk bisa meraih hasil yang ditargetkan. Sejauh ini, pesepakbola 20 tahun itu menjadi penyelamat Rossoneri dengan gol-golnya, yang di Liga Italia saja sudah berjumlah 10. Tapi El Shaarawy tak akan mudah menjebol gawang Gianluigi Buffon karena Juventus kini merupakan tim dengan pertahanan paling baik. Dari 13 pertandingan, jala Bianconeri baru sembilan kali dijebol lawanlawannya, dengan tiga di antaranya dibuat Inter Milan saat memberi ‘Si Nyonya Tua’ kekalahan 1-3. Pasca kekalahan atas Inter tersebut Juventus juga sudah menunjukkan grafik menanjak. Mereka mencetak 13 gol dalam empat pertandingan, dengan berturut-turut men-

Pasti .............. ungkap pemegang Lisensi A Kepelatihan dari UEFA ini. “Dengan raihan ini, minimal kita bisa mendapat lima poin. Ini cukup untuk lolos ke babak semifinal. Dari semifinal, kita memiliki peluang besar untuk melakukan apapun,” sambungnya. Sementara itu, Timo sempat menyebut beberapa modal yang dimiliki oleh Timnas Indonesia di ajang ini. Mantan pelatih Persema Malang ini menyebut motivasi Irfan Bachdim dan kawan-kawan sebagai salah satu amunisi utama Skuad Garuda. “Selain itu, setelah mengalami proses adaptasi, tim ini sekarang berada dalam kondisi dan kekompakan yang sangat baik,” dia menandaskan.(aam/din)

Cair .............. ditemui di sekretariat KONIkemarin (23/11). Terkait jumlah besaran uang saku masing-masing atlit telah ditentukan dan Kasman langsung memperlihatkan daftar nama penerima dan jumlah rupiah besaran uang saku. Namun, wakil bendahara KONI Sultra itu menegaskan bahwa uang saku tidak langsung diberikan pada atlit, melainkan melalui pelatih pada cabang olahraga (Cabor) masing-masing untuk dibagi pada atlitnya. “Uang saku masing-masing atlit dan mekanik sebanyak Rp 1.500.000 juta, sedangkan pelatih dan manajer Rp 1.750.000 juta dan panitia PON mendapat Rp 2.000.000 juta,” katanya lagi. (p2)

galahkan FC Nordsjelland (4-0), Menghantam Pescara (6-0), mendominasi laga kontra Lazio meski kemudian cuma imbang 0-0 dan terakhir menggilas Chelsea 3-0 di Liga Champions. Meski punya catatan bagus, Antonio Conte tak mau lengah saat harus bertandang ke San Siro. Dalam kondisi terpuruk, Milan disebutnya punya skuat dengan kualitas bagus. “Kami punya pertandingan penting di hari Minggu menghadapi Milan, yang saat ini tidak bertarung di papan atas tapi tetap punya skuat dengan kualitas. Kami berada di posisi puncak, tapi kami belum meraih apapun dan masih harus berjuang untuk lolos ke (16 besar) Liga Champions,” tegas Conte seperti dikutip dari Times. Yang jelas, Milan yakin akan sangat sulit meraih kemenangan. Meski begitu, Rossoneri siap untuk menyulitkan sang juara bertahan guna memperoleh hasil yang diharapkan. “Pertandingan melawan Juventus akan menjadi sebuah pertandingan yang berat dan

Live On

Senin, 2 Pukul 03:45 Nov 2012 5 Wita

kan Chelsea 3-0 di Matchday V lalu dan dengan penampilan yang sejauh ini terbilang stabil, bukan pekerjaan sulit untuk Bianconeri meraih kemenangan. Tiga poin jelas dibutuhkan demi mempertahankan kejaran dari Inter Milan yang menguntit dengan selisih empat poin. Musim lalu Juve berhasil menahan imbang Milan 1-1 dan bakal berakhir seperti apa laga nanti? Kita tunggu saja. Yang pasti, laga antara dua musuh klasik itu akan bermakna spesial bagi Andrea Pirlo, karena si deep lying playmaker ini pernah begitu identik dengan Rossoneri. “Menghadapi Milan selalu spesial bagi saya, namun saya hanya ingin Juventus menang dan terus seperti itu,” ucapnya di situs resmi klubnya. “Sejauh ini Juve sudah bagus sementara Milan mengalami beberapa masalah, namun kami hanya peduli dengan progres kami sendiri.(rin/nds)


19

Kendari Pos |Sabtu, 24 November 2012

Boneka Cantik

Puisi oleh : Lasinta ari nendra wibawa

Oleh : Riza Multazam Luthfy

Darwin putus asa. 35 tahun bukanlah usia muda lagi. Rasanya, tiada puan yang mau dengannya. Siapa pula hendak kawin dengan lulusan SMA, yang belum mengantongi pekerjaan tetap. Sekarang pengamen. Lusa menjelma pengecer koran, cleaning service, buruh, kenek, atau kuli bangunan. Didukung dengan tampang lumayan amburadul, penampilan compang-camping, bertato cacing, serta berjenggot tebal. Puan mana yang tega menadah cintanya. Kalau pun toh ada, mungkin nenek tua yang sececah lagi nyemplung kuburan. Paling mentok, perawan renta dengan otak tengah terganggu. Atau janda yang butuh sandingan, demi menghindarkan diri dari setan. Darwin mulai berburu hiburan guna menundukkan stres. Stres merencah nasib. Stres menyambut julukan yang terlanjur lengket di tubuhnya, ‘bujang lapuk’. Melamun di teras berteman secangkir kopi, ia teringat Nanang, tetangga yang rumahnya teronggok di ujung gang. “kalau gak ada kerjaan, main-main aja ke sini.” Kalam yang muncrat dari lidah Nanang, terakhir kali dikunjungi Darwin. *** Awalnya, Darwin urung membongkar perasaan. Dalam benaknya, jika nekat mengatakan, pasti si gondrong bergigi mancung itu menertawakannya atau menggunjing habis-habisan: “edan!”, “eiy, kamu ngomong apa?”, “masih waras kan, Dar?”. Lambat laun Darwin tak sanggup menahan perasaan yang kian meluap. Berulang kali ia berusaha membakar perasaan terkutuk tersebut. Bukannya lenyap, justru malah menguat. Melebihi perasaannya pada Jariyah, Atun, Dewi, Henik, dan Siti. Puan-puan yang sempat menempel di kepalanya. Akhirnya, ia mentransfer sms ke Nanang. Sms singkat: “lg ngapain?”. Hingga ayam berkokok, HP-nya mematung, tanda sms tak berbalas. Darwin kecewa berat. Berhari-hari ia meringkuk di kamar. Badannya dingin panas. Bibirnya menggigil. Giginya pening. Kepalanya pusing sebab sibuk memikirkan sms yang dilayangkan. Selasa malam, selingkar jam 8, HPnya meraung. Di inbox muncul identitas ‘N’. “Maaf, baru punya pulsa. Da pa?”. Seketika, ia bangkit dari ranjang. Sakitnya seakan hilang. Peluang ia manfaatkan sebaik-baiknya dengan menyerang pengirim sms sampai kira-kira jam 1 dini hari. Setelah itu, kata-kata Darwin rajin sekali menyerbu nomor Nanang. Terkadang, sengaja ia gunakan nomor baru; pura-pura nyasar.

Esai Bongkahan batu berterbangan kemana-mana. Laksana burung camar yang menyambar-nyambar di langit biru nan cerah. Menghantam kaca jendela, membuatnya hancur menyerpih. Tak jauh dari sana ada asap mengepul hitam. Gemeretak api itu diselingi sumpah serapah dari beberapa orang yang katanya kaum intelek. Saling memaki dengan lantang. Tak ubahnya seperti binatang jalang. Mencekam. Begitulah kondisi jika sekelompok orang bergelar mahasiswa atau mereka yang mengaku aktivis, turun ke jalan. Citra anarkis,tampaknya sudah sulit dilepaskan dari diri mahasiswa. Sepertinya mereka sudah kehabisan cara untuk mengekspresikan kekesalannya. Padahal jika mau bersabar dan sedikit berpikir dingin, masih banyak solusi yang lebih intelek dan humanis yang bisa ditempuh. Naluri perubahan memang mambara di dada orang muda, mahasiswa. Namun memperjuangkannya bukan dengan segenggam batu atau bom molotov. Bukan dengan hardikan kasar, memekakan telinga. Namun dengan ketajaman gagasan intelektual. Ketajaman pemikiran itu tak mungkin terpancar, jika ia hanya dipendam. Gagasan intelektual itu juga tidak boleh dinikmati sendiri. Harus ada proses transformasi ide kepada orang lain. Sehingga bila tiba waktunya, gagasan itu akan menjadi opini umum.

Perjuangannya berbuah. Nanang berhasil ia ajak malam Minggu-an di alun-alun kota Salgita. Memandangi wajah bulan serta menikmati jagung rebus Pak Simo. *** Darwin menjalin hubungan dengan Nanang, layaknya sepasang sir-siran. Dalam HP-nya, entah berapa ratus sms yang tersimpan. Sms dari lelaki yang sungguh ia sayang, juga menyayanginya. Sms yang kalau dibaca lekas membuat hati terbang ke angkasa. Sms yang berujar: “met bobok. Mimpi indah, ya”, kala waktu mengisyaratkan jam 10 malam. Juga rayuan sedikit menggombal: “uda makan lum? Sini sy suapin.” Atau semacam pertanyaan

yang pura-pura iseng: “uda mandi lum?”. Dan banyak lagi sms mesra yang kurang pantas jika dituturkan di sini. Ya, Darwin tahu ini cinta terlarang. Cinta sesama jenis. Cinta sesama makhluk Adam. Begitu pula sebaliknya dengan Nanang. Tapi apa boleh buat. Darwin memilih Nanang, karena hanya Nanang yang siap menerima dirinya apa adanya. Nanang pun demikian. Ia menjatuhkan pilihan pada Darwin, bukan miskin pertimbangan. Darwin ia kenal selaku sosok sederhana, agak nyeleneh, dan setia menampung curhat-curhatnya. Memang, selama ini tiada yang bersedia mendengar keluh-kesah yang dipelihara. Maklumlah, pelukis kelas kambing ini hidup

TELEPON terkoteng-koteng. (Hal ini dikecualikan dengan kucing loreng-loreng yang ia asuh). Tak seorang pun hafal seluk-beluk keluarganya, berapa jumlah saudaranya, di mana kota kelahirannya, termasuk ia sendiri. Persis makhluk buangan. Makanya, batin Nanang acap melempar tanya: “apa aku ini anak jadah?” *** Berpacaran 3 tahun, Nanang bosan menenggak gunjingan. Alangkah sukar mempertahankan cinta yang jarang dicerna logika. Usai berdebat panjang dengan hatinya, ia goreskan pena pada sehelai kertas lusuh dan menaruhnya di gardu dekat kebun Pak Lurah, loka dimana ia beranjangsana dengan Darwin. “Jalan ini yang harus kutempuh, Sayang. Kuharap kau mengerti keputusanku.” Itulah kalimat pemungkas surat Nanang. Melankolis namun tragis. *** Meraup recehan di perempatan Jalan Pattimura, Darwin—dengan keringat masih mengucur deras— Bergegas menuju sebiji mall. Gitar kesayangannya dititipkan ke Pak Munal, penjahit sol sepatu di samping toko buku Gramedia. Sebenarnya, Darwin hendak memborong 2 kardus mie instan—tipe makanan murah meriah yang jadi idola. Saat mata berayun ke sana kemari, ia dapati boneka cantik tergolek dalam etalase, bercampur dengan asesoris remaja. Entah apa yang nongkrong di otaknya, tiba-tiba saja Darwin membatalkan hasrat dan menyambar boneka bergaun merah berbandrol 30.000 rupiah. Tentu, harga yang tinggi bagi pengobral suara sepertinya. Tiba di rumah, Darwin langsung membaringkan tubuh boneka, mengepang rambut boneka dengan karet nasi bungkus yang dibeli dari Mbok Sri. Belum pernah ia temui boneka semenawan itu. Darwin memberinya nama Lily, boneka yang kelak ia persunting sebagai istri. Menggantikan Nanang, yang terburu-buru meninggalkan dunia. Yogyakarta, 2011

Riza Multazam Luthfy Menulis puisi, cerpen dan esai. Karya-karyanya bertebaran di beberapa media, seperti Kompas, Jawa Pos, Seputar Indonesia dan masih banyak lagi. Cerpennya juga tergabung dalam antologi Negeri Sejuta Fantasi (2012). Ia adalah ahlul ma’had Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Sedang melanjutkan studi di program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Gerakan Mahasiswa Menulis Maka mengglais menkomunikasijadi wasiat kan gagasan yang menitu dengan ginspirasi menuliskangenerasi nya, adalah s e t e l a h n y a. pilihan bijak. Banyak toMelawankoh perubalah dengan han Prancis menulis. yang terinMenulis spirasi dari adalah pertulisannya. juangan. Sebut saja Ia tak bisa D ’A n t o n , dipandang Marat, dan Oleh : Adi Wijaya remeh. TenRobespierre. goklah sejaDikemudian rah Yahudi Raya. Yang kini hari merekalah yang menberdiri dengan kepongah- jadi tokoh sentral Revolusi annya. Yahudi raya mampu Prancis, 14 Juli 1789. bersatu karena terinspirasi Ada juga Sayyid Quthb dari dua buku, hasil gura- dengan bukunya “Ma’lim fi tan pena seorang Theodore Ath-Thariq”. Pemerintah MeHetzl. Sebuah buku tipis, na- sir tempo itu pun bingung. mun menggugah perasaan Banyak perlawanan yang dan mengubah pemikiran. terinspirasi dari tulisannya. Der Judenstaat (the Jew- Generasi muda Mesir berani ish State). Dan sebuah buku melawan saat terbangkitkan fiksi altneuland (Old New semangatnya melalui rangkaLand). Dua buku inilah yang ian kata Sayyid Quthb. Maka disebut-sebut penyulut se- lewat bukunya itu pula, Sayymangat orang Yahudi untuk id Quthb menjemput impian menjajah negeri Palestina tertingginya. Meregang nyadan menguasai dunia. wa di tiang gantungan. Gugur Memberontaklah lewat syahid di jalan perjuangan. menulis. Karena “Pena lebInilah kisah-kisah tentang ih tajam daripada pedang”, perlawanan lewat tajamnya itu kata Voltaire. Voltaire, pena. Banyak perubahan bedia seorang pujangga be- sar muncul darinya. Memsar Prancis. Saat Prancis bendung lajunya tampaknya masih dalam sistem kera- sulit. Karena menulis adalah jaan, kehidupan tercekam perjuangan yang bisa dilakuoleh tirani penguasa. Vol- kan dimana saja. Dan dalam taire melawan, ia menulis. suasana apapun juga. Bahkan Tulisan-tulisannya seperti dalam keterbelengguan di bal’ingenue, zadig, dan Lettres lik jeruji besi, menulis tetap philosophiques sur les An- mampu menjadi jalan per-

lawanan dan perjuangan. Ibnu Taimiyah telah mencontohkan. Walaupun dipenjara, tak diberi kertas dan pena, semangatnya menulis tidak pernah menipis. Dijadikannya arang sebagai pena dan dinding penjara sebagai kertasnya. Lahirlah sebuah karya, kitab berjudul “Risalatul Hamawiyah”. Kalau di Indonesia, kita punya Hamka. Penjara baginya bukan penindasan. Melainkan tempat istirahat untuk melepas penat. Dan tempat terbaik untuk mengalirkan kata dalam tulisan. Dua tahun mendekam di penjara. Masa itu adalah waktu yang terbaik untuk menyelesaikan karya ilmiah terbesarnya. Tafsir Al-Azhar. Selain sarana pengabadian ide dan jalan perlawanan, menulis adalah aktifitas berberkah. Banyak yang jalan rejekinya dari menulis. Rejeki dalam bentuk materi dan ketersohoran nama. Dengan ide yang tidak muluk-muluk, tapi sederhana. Keluh kesah hati yang dituliskan, bisa datangkan rejeki. Raditya Dika dengan “Kambing Jantan” nya. Membuat namanya melambung. Akun twitternya memiliki follower hingga jutaan orang. Termasuk salah satu akun twitter yang terbanyak pengikutnya di Indoensia. Atau Arif Muhammad dengan “Pocong Juga Pocong” yang konon omset penjualan bukunya mencapai Rp 7,2 M hanya dalam dua bulan. Sayang di Indonesia, banyak yang abai pada budaya menulis ini. Tak terkecuali

aku selalu meneleponmu langsung terhubung tanpa nada tunggu dengan sinyal jernih sepanjang waktu tanpa pulsa yang menguras uang saku kali ini aku juga meneleponmu seperti rutinitas yang telah lalu tanpa memilah-milah waktu tanpa menunggu promo terbaru Surakarta, 2012

EVOLUSI CINTA kerlingan nakal menebar wangi-wangi bunga yang dahaga akan belaian kumbang kelana. matahari redupkan pelangi menjadi cahaya aurora, dengus napas memburu di antara percumbuan daun dan ranting urat-urat malu menyerpih di udara! kesuburan dihargai dari kuantitas pengairan daun gugur menjadi rutinitas kerapuhan sebuah flora lentera stomata redup lantaran kehabisan sumbunya yang dijalin dari khusuknya doa dan titian vertikal cinta denyut persandingan mulai rendah usianya pertautan daun dan ranting tak mampu meredam badai yang keluar dari bibir armada awan. tunastunas hijau kehilangan kasih sayang dari induknya yang dihasilkan dari percangkokan dua tanaman di luar fotosintesa Surakarta, 2012

JENDELA YANG MEMIMPIKAN SENJA seberkas sinar pagi rutin menyapa jendela yang tirainya kerap memimpikan senja senja nan indah, yang dikemas dalam cerita burung-burung kecil di pohon mangga yang daunnya kerap jatuh menempel kaca pagi dan senja tak terpaut lama hanya dipisah siang beberapa jam saja tapi menjemukan bagi jendela yang bermukim di arah sebaliknya dalam penat harap ia berdoa sejenak dilihatnya senja seperti cerita hingga tanah yang iba mengirim gempa membantunya sejenak melihat senja untuk kali pertama dan terakhirnya Surakarta, 2012

MENANTANG LANGIT pada generasi muda. Jangankan menulis, membaca pun belum jadi kegemaran dan budaya. Reading index Indonesia ada pada angka 0,0001. Artinya dari seribu penduduk hanya satu yang memiliki semangat membaca tinggi. Bandingkan dengan Singapura yang mencapai angka 0,45. Jika budaya membaca saja sudah rendah, maka pasti budaya menulis pun jauh lebih rendah. Maka sudah saatnya. Generasi mudah tampil sebagai penggagas perubahan. Jangan torehkan perjuangan itu diujung belati. Tapi goreskanlah ia diujung pena. Jangan pula warnai dunia ini dengan tetesan darah. Tetapi penuhilah dengan percikan tinta yang menginspirasi. Perjuangan kaum muda bukanlah pada otot, tapi ada di otak. Tuliskan isi otak itu,agar ia lestari. Walau sang pemilik isi otak telah sirna berkalang tanah. Mari sejenak kita merenung, apa yang didapatkan dari jamaknya tingkah anarkis? Ya, hanya kerusakan dan kesengsaraan. Ceritanya akan lain jika perubahan itu diawali dari kejernihan ide. Tumbuhkan kuncupkuncup ide cemerlang. Pupuklah ia dengan data dan argumentasi tak terbantah. Dan jangan lupa. Tuliskanlah. Agar abadi perlawananmu. Dan biarkan dunia membacanya. Mari menggagas, gerakan mahasiswa menulis. (*)

bumi menjerit menantang langit dengan tubuh berdekil berseru: “Tuhan tak adil!” Jepara, 2011

USAI CINTA, BERTUNAS BENCI usai cinta melapuk tunas benci tumbuh dan berbunga akar-akar kokohnya menghunjam setara cinta yang dulu pernah kau tanam Surakarta, 2011

Penulis kelahiran Sukoharjo ini adalah mahasiswa Teknik Mesin UNS. Karyanya pernah dimuat di 32 media massa lokal-nasional, 22 buku antologi yang terbit skala nasional-internasional, dan meraih 20 penghargaan. Sekarang ini aktif di Komunitas Sastra Pawon.

Bagi pembaca Kendari Pos yang memiliki karya berupa cerpen, resensi dan puisi bila ingin dimuat di kolom ini dapat mengantarkan karyanya ke staf redaksi Kendari Pos Lt.3 Graha Pena atau mengirim lewat email: nurjadin@gmail.com. atau arhamkendari@yahoo.com. Syaratnya karya tersebut belum pernah dipublikasi di media lain


show & selebriti 20 Luna Maya

Spesialis Lagu Galau LUNa Maya bisa dibilang sebagai artis yang suka menjajal semua profesi di dunia hiburan. Mulai berakting dalam film, menjadi host acara musik, hingga ikut serta berolah suara melalui beberapa single. Cewek 29 tahun itu juga terlibat dalam pembuatan klip video musisi indonesia sebagai model. Yang terbaru, dia membintangi klip video milik band d’bagindas. Kali ini, dia beradu akting dengan Vicky Nitinegoro. d’bagindas menuturkan, mereka memilih Luna Maya sebagai model karena merasa perempuan kelahiran denpasar, Bali, tersebut mewakili aura untuk lagu yang berjudul hidup Tapi Mati. single keempat band itu memang terasa galau. ”Nggak tahu ya, mungkin spesialisasi lagu-lagu galau nih,” komentar Luna ketika ditemui di sela pembuatan klip video di Jakarta. Meski begitu, dia merasa senang karena band tersebut juga banyak digemari masyarakat. Jadi, kalau dibilang d’bagindas numpang tenar dengan menggaet Luna, kenyataannya sebaliknya. ”sebenarnya, saya yang nebeng,” ucapnya. dandy, salah seorang personel band, menyatakan bahwa merayu Luna sangat susah. ”susah banget nge-rayu Luna jadi model video klip ini. Tapi bersyukur dia mau,” tuturnya. single baru d’bagindas itu bercerita tentang seseorang yang sangat mencintai pasangannya. Tapi, pasangannya justru masa bodoh dan cuek. Membintangi klip video bukanlah hal baru bagi mantan kekasih ariel NOah tersebut. Namun, untuk sekarang, tidak semua tawaran dia terima. Untuk membintangi klip video, dirinya harus selektif. ”Kalau bisa, setahun sekali atau dua kali saja,” ucapnya. Kenapa” supaya band atau penyanyi dan juga klip videonya menjadi spesial. Kalau terlalu sering muncul, jadinya bukan spesial tetapi pasaran. dulu, Luna tidak akan berpikir banyak untuk menerima tawaran. ”awal-awal (berkarir) siapa saja yang nawarin di terima. Pokoknya kerja. Kalau sekarang sih lebih selektif,” tegasnya. (jan/c14/any)

Kendari Pos | Sabtu, 24 Nopember 2012

Dilamar Gading, Gisel Tunggu Restu Papa Kisah cinta Gading Martin dan Gisella anastasia atau Gisel kian menemui titik terang. Gading menyatakan sudah melamar Gisel saat penyanyi asal surabaya itu merayakan ulang tahun ke-22 pada 16 November lalu. Lamaran tersebut juga sudah mendapat dukungan dukungan dari orang tua Gading, Roy Marten. Menurut Gisel, seluruh anggota keluarga Gading mendukung. “Orang tua Gading baik, pokoknya dukung semuanya,” kata Gisel saat ditemui di studio RCTi Kebon Jeruk Jakarta Barat,kemarin. Gisel mengungkapkan, soal lamaran tersebut harus dibicarakan lagi dengan papanya yang masih berada di surabaya. saat lamaran tersebut terekspose media, ayah Gisel belum berkomentar apa-apa. “Papa mesti diajak ngomong lagi karena masih di surabaya. sejauh ini baik-baik aja, enggak ada komentar apa-apa,” jelasnya. saat ditanya apakah sudah punya gaun pengantin untuk pernikahannya nanti, Gisel mengaku belum menyiapkannya. “Belum. aku ngomong dulu, baru beli gaun,” ujar Gisel. (abu/jpnn)

Indah Kalalo

Ingin Banyak Anak MOdeL dan bintang film indah Kalalo tengah menikmati serunya menjadi ibu. Putrinya, ayana, sudah berusia enam bulan dan bisa diajak jalan-jalan. Karena tak merasa kerepotan, indah dan suami ingin punya anak lagi. indah ingin tiga anak, sedangkan sang suami minta dua kali lipatnya. ’’Paling jauh (ayana) dibawa ke eropa,’’ kata indah ketika ditemui di senayan City, Jakarta, Rabu (21/11). indah dan Justin, suaminya, mengajak ayana ke Paris, Jerman, Monte Carlo, dan Monaco tanpa membawa pengasuh. Jadi, mereka berdua bergantian mengurus si kecil. ’’saya kan nggak bawa nanny. Jadi, ganti-gantian sama Justin. Padahal, kami berkeliling naik kereta, naik mobil, berbelasan jam,’’ ungkapnya. Karena masih menyusui, indah yang lebih banyak menggendong si kecil. sementara itu, barang-barang bawaan bagian Justin. alhasil, selama tiga minggu di eropa, berat badan indah langsung turun 5 kilo gram. ’’sampai Jakarta, saya langsung bisa show lagi nih, nggak perlu ngurusin badan,’’ ujarnya. Keseruan menikmati hidup setelah punya anak membuat indah dan Justin ingin menambah momongan. ’’Udah usaha. Udah nyoba. Tapi, belum dapat,’’ lanjutnya. Mereka berencana untuk menambah momongan supaya jarak usia anaknya tidak terlalu jauh dan anak pertamanya mendapatkan teman. ’’saya sih maunya tiga dulu deh biar ada jedanya. Kalau kangen pengin punya baby, baru nambah lagi,’’ ucap dia. soal jenis kelamin, mereka juga berbeda keinginan. Justin ingin punya enam anak perempuan semua, sedangkan indah ingin punya anak laki-laki. ’’Ya, biar ada laki-lakinya,’’ lanjutnya. (jan/c7/any)


Kendari Pos | sABTU, 24 NOVEMbEr 2012

iklan

21


22

iklan

Kendari Pos | sABTU, 24 NOVEMbEr 2012


23

Kendari Pos

SABTU, 24 nOVEMBER 2012

Hotel Horison Kendari

tersedia live Music, Spa, dan Massage

Hotel Plaza Inn Kendari

Siapkan anEka MEnu TRadiSiOnal

Hotel Plaza Inn Kendari memiliki 73 kamar yang terbagi atas 4 tipe yakni Superior, Deluxe, Junior Suite, dan Executive Suite dengan harga mulai dari Rp 400 ribuan hingga Rp 1,4 jutaan. Selain fasilitas kamar, juga tersedia fasilitas restoran yang menyediakan menu-menu tradisonal. Menu tersebut, disesuaikankan dengan lidah masyarakat Indonesia. Demikian pula dengan aneka panganan ringan, seperti kue-kue tradisional dengan harga yang kompetitif. “Hal inilah yang membedakan hotel kami dengan hotel lainnya. Kami juga memiliki lima meeting room yakni Orchid, Azalea, Chrysant, Flamingo, serta Tulip,” ujar Chief Accounting Plaza Inn Kendari, Yuyun. Selain restoran, juga terdapat cafe pepito cofee shop yang buka selama 24 jam, paparons pasta dan pizza yang buka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Di Hotel Plaza Inn juga menyediakan fasilitas sepeda untuk tamu yang ingin menikmati Kota Kendari sambil bersepeda ria. Fasilitas lainnya adalah, loundry dengan hasil yang berkualitas, harum, serta rapi yang ditangani oleh tenaga profesional.

SalaH satu yang menjadi andalan dari Hotel Horison Kendari, adalah menu restorannya. Menu restoran di Horison, setiap bulan mengalami pergantian yang disesuaikan dengan selerah konsumen. Pada bulan November ini, pihak hotel menghadirkan menu butut. Menu yang bertajuk Oxtail Offer disajikan dalam berbagai varian rasa. Sales Executif Hotel Horison Kendari, Eka Yulianti mengatakan menu tersebut dikreasikan berdasarkan selerah pengunjung. Kalau selama ini masyarakat hanya mengenal sup butut, namun di Horison ada berbagai varian yaitu butut bakar, nasi goreng butut, griel, balado, dan manado seasoning. Selain memanjakan lidah para tamunya, Horison juga memiliki longue dengan live music, spa, dan massage. Fasilitas lainnya, adalah para tamu yang menginap bisa menggunakan fasilitas fitnes secara gratis serta memberikan pelayanan gratis antar jemput bandara dan pelabuhan. “Kami juga memiliki dua unit ruang meeting, yaitu kabaena room dengan kapasitas 40 orang dan ball room berkapasitas 300 orang,” ungkap Eka. Di Horison, para tamu bisa memilih kamar dengan berbagai tipe fasilitas yang berbeda-beda. Tipe yang disediakan, yaitu Superior, Dulux, Excutive, dan Junior Suite dengan total kamar berjumlah 58 unit.

Menurut Eka, selain menawarkan berbagai fasilitas berkelas, pihak Horison juga berada tepat di depan jalan poros utama Wuawua-Kota Lama. “Hotel kami lebih dekat dengan pusat perkantoran, sehingga ini memudahkan bagi instansi-instansi yang hendak melakukan kegiatan di hotel,” paparnya. Khusus untuk weeked, pihak Horison memberikan harga promo untuk kamar mulai dari harga Rp 450 ribu. Sementara pada hari-hari normal lainnya, harga kamar dipatok mulai dari Rp 500 ribu. (adv/ strilda/yen)

“Kami memiliki koneksi dengan pier 29 restourat dan aroma fajar Suki. Tempat parkir yang luas, serta letak yang strategis menjadi daya tarik tersendiri karena mudah dijangkau,” tandasnya. (adv/strilda/yen)

Benua Hotel Kendari

BERikan layanan TERBaik, HindaRi kOMplain daRi pElanggan

Hotel Athaya

JunJung pROfESiOnaliSME kERJa Hotel Athaya merupakan salah satu hotel bintang tiga yang terletak di Jalan Syech Yusuf Kendari. Hotel yang memiliki fasilitas 60 kamar ini, terdiri dari empat tipe kamar dengan harga mulai dari Rp 495 ribu hingga Rp 1,9 jutaan. Selain fasilitas kamar, tersedia juga fasilitas meeting room sebanyak empat unit. Masingmasing memiliki kapasitas yang berbeda, yaitu 70 orang, 50 orang, dan dua lainnya rata-rata menampung 15 orang. Fasilitas lainnya, adalah dua unit ball room yang dapat menampung 400 orang per unit. SPV Athaya Hotel, Rika mengatakan setiap kamar memiliki fasilitas AC, TV, minibar, kamar mandi baik air panas maupun air dingin. “Bagi yang menginap, kami juga memberikan fasilitas gratis menggunakan fitnes center serta gratis antar jemput bandara maupun pelabuhan,” katanya. Hal yang membedakan Hotel Athaya dengan hotel lainnya, adalah hotel ini berbasis syariah serta dalam pelayanannya lebih mengutamakan kekeluargaan. Dengan demikian, antara tamu dan karyawan tidak ada sekat tetapi tetap menjunjung tinggi profesionalisme kerja. (adv/ strilda/yen)

Hotel bIntang dua yang terletak disamping lapangan sepak bola Benu-benua ini, memiliki 39 kamar dengan lima tipe berbeda. Kelima tipe kamar tersebut, adalah tipe Standar 7 buah, Superior 5 kamar, Dulux 10 kamar, Junior Suite 13 kamar, dan Executive Room 4 kamar. Hotel berlantai lima ini, juga memiliki fasilitas restoran yang menyediakan menu-menu khas untuk memanjakan para pelanggannya. Harga kamar yang ditawarkan, sangat murah untuk kategori hotel berbintang. Harganya mulai

dari Rp 300 ribu-an untuk kamar standar, dengan harga itu pelanggan sudah dapat menikmati seluruh fasilitas kamar seperti TV 28 inch, wardrop lemari, meja, dan pemanas air. Fasilitas ini, mungkin sama dengan fasilitas yang ada pada hotel lain tapi untuk tipe Dulux. Fasilitas antar dan jemput ke bandara dan pelabuhan, diberikan secara gratis oleh pihak manajemen hotel. Termasuk, fasilitas mandi dengan air panas atau dingin juga telah tersedia. Manajer Benua Hotel Kendari, Edo mengatakan pihaknya juga menyediakan area parkir yang luas, nyaman, dan terjamin keamanannya. “Akses internet/wifi gratis yang menjangkau semua kamar,” katanya. Ia juga mengatakan, setiap tamu yang baru datang akan disambut dengan wellcome drink. “Hal inilah yang berbeda dengan hotel lain, karena kami memberikan pelayanan yang maksimal kepada para tamu. Bahkan, kami selalu berupaya semaksimal mungkin untuk menghindari komplain dari pelanggan dengan melakukan servis yang maksimal dengan memperkerjakan orang-orang yang profesional dibidangnya,” jelas Edo. Pihak Benua Hotel, juga akan memberikan akses yang mudah bagi pelanggan yang hendak keluar mencari tempat hiburan jika mer asa suntuk tinggal di hotel. Sebab, Benua Hotel satu group dengan TWT, maka khusus untuk tamu akan diberikan kemudahan seperti tiket masuk gratis. “Kami mempunyai fasilitas roof top yang bisa digunakan sesuai dengan permintaan konsumen. Ruangannya berbentuk mini bar, namun untuk saat ini penggunaannya disesuaikan dengan permintaan pengunjung. Bagi yang ingin menikmati sajian masakan atau menyelenggarakan kegiatan di lantai 5 ini kami akan dilayani,” pungkasnya. (adv/strilda/yen)


24

iklan

Kendari Pos | sABTU, 24 NOVEMbEr 2012


Kendari Pos Edisi 24 November 2012