Issuu on Google+

Kendari Pos Minggu

Kendari Pos | Minggu, 19 Mei 2013

TNI Boleh Jadi Penyidik KPK

SELEBRITI

Seperti Mimpi

JAKARTA—Penyidik dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara hukum bisa diangkat sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui keputusan Ketua lembaga superbody itu. Pakar Hukum Tata Negara, Margarito mengatakan, secara hukum TNI bisa diangkat jadi penyidik. “Praktis pimpinan KPK mengangkat TNI menjadi penyelidik

Baca TNI BOLEH di Hal 7

Pertahankan Tahta LONDON - Kompetisi liga domestik Inggris sudah akan berakhir hari ini, Minggu (19/5). Chelsea telah menetapkan pemain terbaiknya tahun ini. Bukan produk lokal seperti Frank Lampard atau John Terry. Bukan juga produk impor seperti David Luiz ataupun Eden Hazard. Gelar itu lagi-lagi jadi milik gelandang Spanyol, Juan Mata. Gelandang berusia 25 tahun itu mempertahankan gelar se-

Baca PERTAHANKAN di Hal 7

Juan Mata

Novita Dewi Marpaung

JAKARTA - Penampilan grand finalis X Factor Indonesia, Novita Dewi Marpaung sangat memukau juri ketika membawakan lagu berjudul “Feelin’ Good” milik Cy Grant. Pujiaan dari dewan juri Rossa, Anggun, Ahmad Dhani, dan Bebi Romeo memberikan support bagi perempuan berambut pendek ini. “Kami semua tahu suaramu bagus, teknik prima, tapi malam ini aku lihat suaramu kaya

Harga Eceran Rp. 4.500,-

banget. Kaya harmoni dengan improvisasi yang tepat. Malam ini pas banget, sampai sebelum akhir lagu kamu bikin aku merindingnya lama banget,” kata Anggun C Sasmi, saat mengomentari penampilan Novita Dewi, Jumat (17/5) malam lalu. Tak berbeda dengan Rossa dan juri lain

Baca SEPERTI MIMPI di Hal 7

Lima “Penyakit” Anggota DPR JAKARTA—Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan, ada lima penyakit yang dimiliki oleh institusi DPR selama empat tahun belakangan ini. “DPR suka studi banding, ricuh, pada saat ikut rapat tidak konsentransi, tukang bolos, dan praktik korupsi,” ujar Ray di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/5). Kelima penyakit itu menggambarkan DPR seperti tidak ada prestasi lagi. Hal itu berbanding terbalik ketika tahun 2009 lalu. Tahun itu DPR memiliki prestasi. “Tahun 2009, DPR getol perjuangkan Century. Setelah itu muncul penyakit yang lima ini,” ucap Ray. Munculnya persoalan tingkat kehadiran anggota DPR dalam Sidang Paripurna makin memojokan institusi DPR. Hal itu memberikan efek kepada anggota dewan yang sering tidak hadir dalam rapat. “Memberikan efek elektoral karena tukang bolos, sehingga ada keterpengaruhan publik,” kata Ray. Ia menerangkan, ada dua dampak bagi anggota DPR yang sering tidak hadir dalam rapat. Pertama datang dari konstituen. Mereka kata Ray, akan mempertanyakan sudah dipilih kenapa anda malah bolos. Kedua sambung Ray, berasal dari lawan politik yang bersaing dengannya. Lawan politik itu berasal dari satu partai. “Misalnya yang nomor urutnya berada di bawahnya, pada saat kampanye mengatakan sudah sering bolos masa mau dipilih lagi,” pungkasnya. Sementara itu,

Tedy Kroen/JPNN

LAGI, ANGGOTA DEWAN MANGKIR SIDANG : Seorang anggota asyik bermain dengan Handphonenya saat mengikuti rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, awal pekan ini. Dalam rapat paripurna pembukaan Masa Persidangan IV Tahun 2012-2013 dengan agenda mendengarkan pidato Ketua DPR Marzuki Alie, tercatat sebanyak 233 dari total 560 orang anggota dewan mangkir dalam sidang tersebut.

• Suka Studi Banding • Ricuh • Pada Saat Ikut Rapat Tidak Konsentransi • Tukang Bolos • Praktik Korupsi

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (PD), Saan Mustopa menyatakan bahwa anggota DPR ibarat etalase bagi partai politik. Karenanya, perilaku anggota DPR akan berpengaruh terhadap partai. “Anggota dewan kan etalase. Kalau perilaku positif, memberikan pengaruh positif bagi partai. Kita ingin anggota DPR berprilaku baik sebagai etalase dari partai politik,” ujar Saan dalam diskusi tentang absensi anggota DPR di Jakarta, kemarin. Saan menjelaskan, partainya memberlakukan audit kinerja terhadap para kader PD di DPR. Hasil audit itu disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Mereka

bisa menjadikan audit tersebut sebagai pertimbangan dalam menentukan anggota, apakah tetap atau dirolling. Ini bagian evaluasi partai,” ucap Wakil Sekjen PD itu. Sementara itu politikus PDI Perjuangan, Arief Budimanta mengatakan, tingkat kehadiran di rapat perlu untuk menilai kinerja anggota DPR. Sebab, dalam rapat bisa terlihat gagasan-gagasan yang mereka miliki terhadap suatu persoalan. “Mereka menyampaikan gagasan-gagasan pas rapat, misalnya saja bahas topik kenaikan BBM. Selain itu melakukan proses pengawasan berdasarkan penglihatan di lapangan,” terang Arief. (gil/jpnn)

57 Koruptor

Belum

Lolos dari Hukuman

Dipenjara

DEBUTAN Repsol Honda, Marc Marquez akhirnya dinyatakan lolos dari hukuman atas manuver agresif terhadap Jorge Lorenzo di Jerez, Spanyol dua pekan lalu. Insiden itu membuat Lorenzo harus puas finis ketiga dan merelakan Marquez merebut posisi finis kedua. Dalam pertemuannya dengan para pebalap dan Race Direction (pengawas balap) di MotoGP Perancis (16/5) lalu, Lorenzo kembali menegaskan pendapatnya bahwa Marquez seharusnya dijatuhi hukuman atas manuver tersebut. Sistem hukuman pengurangan poin mulai diperkenalkan musim ini di kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3. Hukuman ini dijatuhkan apabila seorang pebalap dinilai membahayakan pebalap lain. Meski begitu, Race Direction yang terdiri dari sang ketua, Mike Webb serta dua Penasehat Keselamatan MotoGP, Loris Capirossi dan Franco Uncini, berpendapat bahwa manu-

JAKARTA—LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mendesak Kejaksaan Agung segera memasukkan 57 terpidana perkara korupsi ke penjara. Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi adalah gabungan lima LSM, yaitu Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesian Legal Rountable (ILR), Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) dan PUSAKO Universitas Andalas. Koordinator ICW bidang Hukum dan Peradilan Emerson Yunto menyatakan, pihaknya akan terus menagih janji Kejagung untuk melakukan eksekusi itu. “Jika tidak ada perkembangan berarti, kami akan turun aksi lagi,” katanya, kemarin. Menurut Emerson, 23 terpidana belum dieksekusi karena melarikan diri atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Antara lain bekas Bupati Lampung Timur Satono, Samadikun Hartono (BLBI), Sudjiono Timan (BPUI), Djoko S Tjandra (Bank Bali), Adelin Lis, Nader Taher dan Syarief Abdullah. “Sedangkan 30 terpidana korupsi lainnya belum dieksekusi karena sejumlah alasan lain,” katanya. Menurut Emerson, 57 terpidana yang belum dieksekusi itu tersebar di 12 wilayah hukum kejaksaan tinggi. Terpidana korupsi yang paling banyak belum dieksekusi berada di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, yakni 22 terpidana. “Contoh lainnya, di Kejati DKI Jakarta enam terpidana, Kejati Riau lima terpidana dan Kejati Jawa Timur dua terpidana,” tandasnya. Kata Emerson, alasan yang disampaikan pihak kejaksaan adalah masalah administrasi, seperti salinan putusan belum diterima, menunggu putusan peninjauan kembali, koordinasi dengan pihak internal dan eksternal, pertimbangan kemanusiaan, pertimbangan situasi politik serta keamanan

Baca LOLOS di Hal 7 AFP PHOTO

Debutan Repsol Honda, Marc Marquez akhirnya dinyatakan lolos dari hukuman atas manuver agresif terhadap Jorge Lorenzo di Jerez, Spanyol dua pekan lalu

Baca KORUPTOR di Hal 7

Bersepeda Ikuti Tour of California, Event Balap Terbesar di Amerika (2)

Kabel Elektrik Sepeda Tergunting, Terpaksa Menyewa Program cycling rombongan Indonesia secara resmi dimulai Kamis lalu (16/5). Semangat, kehebohan, dan “cobaan” sudah dialami saat belanja, merakit, dan fitting sepeda. Berikut catatan AZRUL ANANDA, direktur utama koran Jawa Pos, dibantu YUDY HANANTA dan DIPTA WAHYU.

S

elesai jalan-jalan dan berwisata, rombongan cyclist Indonesia mulai menjalani program Tour of California (ToC) 2013 pada Kamis lalu (16/5). Begitu mendarat di San Francisco International Airport (SFO) sebelum tengah hari, rombongan sepeda langsung berpisah dengan rombongan keluarga. Bila rombongan keluarga melanjutkan wisata di

kota di bagian utara negara bagian California tersebut, rombongan sepeda langsung ke tempat yang sudah diburu dan ditentukan. Kamis sore itu, rombongan dijadwalkan melakukan bike fitting di Sports Basement, sebuah toko sepeda (dan perlengkapan olahraga) superluas di kawasan Presidio, dekat Golden Gate. Tempat itulah yang ditunjuk oleh Cannondale Tours, pengelola program VIP sepeda Tour of California, untuk melayani kebutuhan-kebutuhan perakitan dan servis rombongan dari Indonesia. Tapi sebelum ke sana, rombongan yang beranggota 17 cyclist (plus satu fotografer) itu mampir dulu ke Rapha Cycle Club di Filbert Street. Bagi penggemar cycling, nama

Baca KABEL di Hal 7

Dipta Wahyu/Jawa Pos

ANGKAT SEPEDA Tatang Marthadinata, salah seorang peserta Jawa Pos Cycling mengangkat sepedanya di tepi jembatan Golden Gate Bridge San Francisco, Jumat (17/5).


2

Kendari Pos Minggu, 19 Mei 2013

BU DAYA Sejarah Tari Lumense Pada masa lampau sekitar tahun 1691, Kabaena merupakan suatu daerah pemukiman yang penduduknya hidup terpisah-pisah. Saat ini Kabena tidak memiliki raja, yang ada hanya kepala suku. Kondisi itu mengncam keamanan dan pertahanan masyarakat, apalagi sifat gotong royong antar sesama masyyarakat tidak tampak sebab mereka lebih senang tinggal sendiri dan mengelola tanamannya, ketimbang hidup berbaur dengan orang lain. Keondisi demikian merupakan pola hidup tradisional masyarakat pedesaan dimana saja khususnya Kabaena. Dalam kondisi yang demikian itu penjajahan di Indonesi makin merajalela. Pada masa imperialisme Belanda di Indonesia sudah semakin meluas di seluruh kepulauan Nusantara. Seperti kita ketahui bahwa kedatangan Bangsa Belanda di Indonesi pada umumnya adalah untuk mencari rempah-rempah yang sasaran utamanya seperti Maluku, sebagai penghasil ceng-

keh dan pala,Sumatera sebagai penghasil lada,Nusa tenggara sebagai penghasil kayu cendana dan lain-lain. Kedatangan bangsa Belnda di Maluku tersebar kepelosok-pelosok daerah Maluku yang juga sampai di daerah Tobelo yang merupakan awal mula terjadinya kekacauan dan terbentuknya seni tari Lumense. Perkembangan jumlah penduduk dengan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi adalah tuntutan secaa alamiah dan manusiawi untuk dipenuhi. Pemenuhan tersebut hanya dapat dilaksanakan manakala masyarakat terintegrasi dalam bentuk organisasi sosial yang terpusat pada suatu ruang atau tempat. Dengan terbentuknya organisasi sosial masyarakat Kabaena membawa mereka untuk saling hubungan komunikasi yang menciptakan suasan harmonis sehingga dalam suasana seperti itu kesenian Lumense mulai tercipta,namun pada saat itu kesenian Lumense belum bernama, namun lama kelamaan menjadi kebiasaan. (net/ fya)

Net/kp

tarian Lumense yang diperagakan pada suatu acara.

Tari Lumense

Tradisi Menyambut Tamu Masyarakat Bombana

Tari Lumense atau Tarian Lumense adalah tarian yang berasal dari Tokotu’a, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kata lumense sendiri berasal dari bahasa daerah setempat yakni lume yang berarti terbang dan mense yang berarti tinggi. Jadi, lumense bisa diartikan terbang tinggi. Tari lumense sendiri berasal dari kecamatan Kabaena. Suku Moronene merupakan penduduk asli dari wilayah ini. Nenek moyang suku ini adalah bangsa melayu tua yang datang dari Hindia Belanda pada zaman pra sejarah. Secara geografis, Kecamatan Kabaena merupakan pulau terbesar setelah Buton dan Muna di Sulawesi tenggara. Menurut sejarah, dahulu Kecamatan Ka-

baena berada di bawah kekuasaan kerajaan Buton sehingga hubungan kekerabatan antara Kabaena dan buton pun sangat erat. Hal ini juga mempengaruhi perkembangan kebudayaan di wilayah Kabaena termasuk Tari Lumense. Tari Lumense merupakan salah satu tradisi masyarakat Kabupaten Bombana dalam menyambut tamu pada pestapesta rakyat. Tarian ini dilakukan oleh kelompok perempuan yang berjumlah 12 orang, 6 orang berperan sebagai lakilaki dan 6 lainnya berperan sebagai perempuan. Para penari menggunakan busana adat Tokotu’a atau Kabaena. Untuk para penari yang berperan sebagai perempuan memakai rok berwarna merah maron dan

atasan baju hitam. Baju ini disebut dengan taincombo dengan bagian bawah baju mirip ikan duyung. Untuk penari yang berperan sebagai laki-laki memakai taincombo yang dipadukan dengan selendang merah. Kelompok laki-laki memakai korobi (sarung parang dari kayu) yang disandang di pinggang sebelah kiri. Tarian ini diawali dengan gerakan maju mundur, bertukar tempat kemudian membentuk konfigurasi huruf Z lalu berubah menjadi S, gerakan yang ditampilkan merupakan gerakan yang dinamis yang disebut moomani atau ibing. Klimaks dari tarian ini adalah ketika para penari terus melakukan moomani kemudian menebaskan parang kepada

pohon pisang, sampai pohon pisang itu jatuh bersamaan ke tanah. Penutup dari tarian ini adalah para penari membentuk konfigurasi setengah lingkaran sambil saling mengaitkan tangan lalu menggerakannya naik turun sambil mengimbangi kaki yang maju mundur. Tarian ini diiringi oleh musik yang berasal dari alat musik gendang dan gong besar (tawa-tawa) dan gong kecil (ndengu-ndengu). Untuk mengiringi tarian ini hanya dibutuhkan tiga orang penabuh alat musik tersebut sementara dalam memainkan tarian ini dibutuhkan beberapa anakan pohon pisang sebagai properti pendukung. (net/fya)

Makna Tari Lumense Pada masa lalu Tari Lumense dilakukan dalam ritual pe-olia, yaitu ritual penyembahan kepada roh halus yang disebut Kowonuano (penguasa/pemilik negeri) dengan menyajikan aneka jenis makanan. Ritual ini dimaksudakan agar Kowonuano berkenan mengusir segala macam bencana. Penutup dari ritual tersebut adalah penebasan pohon pisang. Tarian ini juga sering ditampilkan pada masa kekuasaan Kesultanan Buton. Seiring dengan perkembangan, fungsi tari Lumense pun mulai bergeser. Ada pendapat yang mengatakan bahwa tari Lumense bercerita tentang kondisi sosial masyarakat Kabaena saat ini.

Gendang dan gong yang mengiringi tarian Lumense.

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

Net/kp

penari Lumense berpose bersama menggunakan busana adat tokotu’a atau kabaena. Corak produksi masyarakat Kabaena adalah bercocok tan-

am atau bertani, masyarakat masih melakukan pola tradis-

ional yaitu membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian. Sementara parang yang dibawa oleh para pria menggambarkan para pria yang berprofesi sebagai petani. Simbol pohon pisang dalam tarian ini bermakna bencana yang bisa dicegah. Oleh karena itu klimaks dari tarian ini adalah menebang pohon pisang. Artinya, setelah pohon pisang tumbang bencana bisa dicegah. Saat ini Tari Lumense sudah tidak lagi menjadi ritual pengusiran roh. Akan tetapi, Tari Lumense masih dianggap memiliki nilai spiritual. Masyarakat setempat menganggap tarian ini adalah tari “ penyembuh”. (net/fya)

Net/kp

Pemimpin Umum : Milwan Lukman Pemimpin Redaksi : La Ode Diada Nebansi Redaktur Pelaksana : Ruslan Amrullah, Manan Rachman Koordinator Liputan : Abdi Mahatma Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin Dewan Redaksi : PP. Bittikaka, Benyamin Bittikaka, Milwan Lukman, M. Djufri Rachim, Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin, Muhammad Sjaiful Redaktur : Luther Bittikaka, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Emilia Ningsih, Yenni Yusuf Reporter : Sulis Setiarini, Linri Merinda, Arifuddin, Ulfah Sari Sakti, Sarfiayanti, Sri Wulaningsih • Koresponden : Awaluddin Usa (Raha-Muna), Syamsuddin (BaubauButon), Eritman Rahmat (Kolaka-Kolaka Utara), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) La Ode Iman (Jakarta) • Fotografer : Suwarjono • Desain Grafis : Muh Hajar Siddiq • Karikatur : Arham Rasyid • Teknologi Informasi : Muh. Sahdar • Pracetak Iklan: Muhrisan (koordinator) • Pracetak Redaksi : Gunawan Candra (koordinator), Yusri Zubair, Samiruddin, Agus Setiawan • Ombudsman : M Djufri Rachim (Ketua), Ariyani Arifin (Sekretaris), Muhammad Sjaiful

Pembina : HM Alwi Hamu, PP.Bittikaka, H.Syamsu Nur • Komisaris Utama : H.Ridwan Arif • Komisaris : Jerry Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Purwanto Sanam • Direktur Utama : Milwan Lukman • Direktur : Haeruddin • Wakil Direktur Bisnis : Hasanuddin • Wakil Direktur Produksi & PSDm : Sawaluddin Lakawa • manager Keuangan : Agus Tranhadi • manager Iklan/Sponsorship : Nursyamsi Abidin• manager Event & Promosi : Muhammad Akhbar • manager Sirkulasi : Victor Bittikaka• manager Umum : St.Ganefo • manager Personalia/Legal : Marjani • Asisten manager : Paulina Tambing (Keuangan), Ratna Sari (Sirkulasi) • Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari • Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Alamat Redaksi / Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 Telp. Red. : (0401) 3126513 • Faks. Red. : (0401) 3126512, Faks. Bisnis & Keuangan : (0401) 3123771 • e-mail : bumianoa@gmail.com (0401)-3126515, Telp. Iklan : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)-3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : BAuBAu: Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)2826129/085241854000 • Radar Kolaka : Jl. Sutomo • Alamat Agen: RAHA: Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538 • POMALAA: Jl. Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105 • KONAWE (Unaaha): Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506 • BOMBANA (Rumbia): Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817 • Kota Kendari : KAMPUNG SALO: Mintarsih • SODOHOA: Hamisu, Tlp. 3125723 • TIPULU: Yusuf Tumora, Tlp.3127924 • WuAWuA: Rusli, Tlp.3193008 • MANDONgA: Theresia, Tlp.3122393 • PuWAtu: Usman, Tlp. 3007069 • PERuMNAS: Incang, Tlp.3192061 • ANDuONOHu: Maxi, Tlp.3125474 • Bank: BRI Cabang Kendari: 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA) • Alamat Perwakilan : • JAKARTA : Doedoe, Graha 19 Fajar Group, Jl. Kebayoran Lama pal 7 No.17 Jakarta Selatan, Tlp/HP 081316555912 • SURABAYA : Jl. Basuki Rachmad 129 - 137, Gedung Mandiri Lantai 5/ Ruangan 501 Surabaya, Telp. (031) 5465239, Fax: (031) 5323674 • MAKASSAR : Dravida, Toddopuli VI, Jl. Borong Indah, Perumahan Mutiara Panakukang No.18 Makassar, Tlp/HP 085241961700 • Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin • Radar Kolaka : — • Harga Langganan : Kota Kendari Rp 97.500/Bulan, Luar Kota: Rp 100.000/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota : Rp 4.500,-/Eksp • Eceran Daerah : Rp. —,-/Eksp.


seluler

Kendari Pos

MINGGU, 19 MeI 2013

3

ponsel android Masih Menjadi pilihan Terlaris android adalah salah satu OS yang sedang populer saat ini di kalangan para pemakai smartphone, sejak Google meluncurkan OS Android, banyak perusahaan

handphone memproduksi handphone android, para perusahaan ini berlombalomba merancang smartphone dengan beragam spesifikasi, desain, fungsi

serta dari harga android murah sampai harga yang mahal. Android menjadi populer dan digemari banyak pendukungnya antara lain karena,

G o o g l e m e r i l i s A n d ro i d s e b a g a i O S o p e n - s o u rc e di bawah naung an Open Handset Alliance. Hal lainnya Android adalah OS yang sangat baik, cepat dan kuat

III

Bila Anda mencari sebuah handphone Android, pilihan terbaik untuk Anda adalah Samsung Galaxy S III karena handphone ini memiliki spesifikasi terbaik. Samsung S III ‘Designed For Human’, Dengan tagline yang diusung oleh seri terbaru Galaxy S, smartphone ini begitu mengerti kita. Anda tetap dapat aktif namun juga tetap terhubung dan ter-up-

Android terus di update. Salah satu keunggulan Android juga, handphone Android tersedia dengan beraneka macam jenis, ada yang touchscreen, QWERTY,

layar besar, keindahan layar untuk menikmati film dan berbagai game, Semua jenis kebutuhan itu terjawab oleh handphone Android yang tersedia di pasaran. (int)

Sony Xperia ion

date dengan orang terdekat Anda. Samsung Galaxy S III, melampaui kecerdasan dan memenuhi kebutuhan Anda dengan berpikir seperti yang Anda pikirkan, dan bertindak seperti yang Anda lakukan. Reviewnya secara singkat Antara lain: Ukuran Layar 4.8-inch, RAM 1GB, Kecepatan CPU 1.4 GHz, Prosesor Quad-core CortexA9. (int)

Bila Anda penggemar handphone dengan desain yang premium sekaligus OS Android, maka Sony Xperia Ion adalah pilihan yang sangat cocok untuk Anda. Sony Xperia Ion merupakan smartphone pertama yang mengusung teknologi LTE & HSPA dari Sony yang hadir di Indonesia. Tak hanya itu, salah satu keunggulan dari smartphone ini adalah kamera 12 megapiksel yang menakjubkan dan layar HD Reality Display ditenagai Mobile BRAVIA Engine. Kombinasi tersebut semakin hebat ditambah kinerjanya yang mengagumkan dengan dukungan prosesor dual core serta fitur multimedia yang begitu lengkap. Teknologi NFC (Near Field Communications) juga sudah disertakan di dalam Xperia

lG optimus l7

lG optimus L7 cocok u n t u k A n d a yang sering kehabisan baterai, karena keunggulan LG a d a l a h b a t e r a i n ya ya n g b e rk a p a s i t a s 1 . 7 0 0 m A h siap menemani Anda beraktifitas lebih lama. Pe n g g u n a a n l aya r I P S pun membuat tampilan l ayar i ni san g at n at u ra l, l ay a r I P S a d a l a h l ay a r yang digunakan jug a pada produk iPhone 4S. Nikmati smartphone dengan tampilan layar bes ar 4. 3 ? yang t ajam, memb er ika n Anda kenyamanan ketika melihat gambar atapun menonton video. Dide sain super slim 8.7 mm

serta memiliki antarmuka pengguna intuitif yang dikemas dengan pilihan dan fleksibilitas. Dan sampai saat ini Google terus mengembangkannya, sehingga OS

dengan aksen metalik premium dan casing bel a k a n g ya n g b e r t e k s t u r menambahkan kesan ele gan dari smartphone ini. LG Optimus L7 merupakan bu k t i b a h w a “ B i g g e r i s Better”. LG Optimus L7 dilengkapi dengan kamera 5 MP yang memiliki kemampuan merekam video. Fitur auto fokus memungkinkan Anda untuk mengambil g ambar yang jelas dan ta ja m . K a m e r a p a d a L G Optimus L7 dilengkapi dengan fitur Geo-tagging yang memungkinkan Anda menambahkan infor masi lokasi di mana gambar itu diambil. (int)

Ion, memungkinkan akses ke dalam rangkaian aplikasi dan layanan NFC yang saat ini terus berkembang, termasuk Xperia SmartTags.

Dengan desain yang stylish dan elegan, handphone ini dapat menjadi pilihan bagi A n da p rofe s ion al mu d a. (int)

HTC one V

Samsung Galaxy Mini 2

HandpHone Android samsung yang satu ini menawarkan bentuk yang mungil. Samsung Galaxy Mini 2 hadir dengan desain yang ramping dan trendi, cocok bagi Anda yang berjiwa muda. Dilengkapi dengan layar 3.27? untuk tampilan terbaik dalam melihat file multimedia, web

surfing, mengakses situs jaringan sosial dan lebih mudah mengelola aplikasi. Samsung Galaxy Mini 2 menawarkan kecanggihan smartphone dengan bentuk mini. Walaupun berbentuk mini, handphone ini memiliki kinerja yang jauh dari mini karena telah dilengkapi dengan kamera 3.15

MP, sistem operasi Android 2.3 Gingerbread, prosesor 800 MHZ, dan RAM 512 MB. Fitur multimedia juga sudah dilengkapi untuk menemani keseharian Anda. Tak ketinggalan, kemampuan internet juga

sudah mendukung agar Anda tetap selalu update. (int)

Untuk Anda yang ingin tampil beda dengan handphone berbasis Android pilihlah HTC One V, bentuknya yang unik karena terdapat lekukan pada bagian bawah membuat smartphone ini berbeda dari yang lain. Kualitas, fitur dan spesifikasi yang jauh diatas harganya yang terjangkau membuaat HTC One V pilihan terbaik bagi jiwa muda seperti Anda. HTC One V merupakan salah satu serian dari HTC One lainnya yang mengusung Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Smartphone ini tak kalah bertenaga dengan serian lainnya karena telah didukung prosessor 1 GHz dan RAM 512 MB. Hadir dengan layar 3.7? beresolusi

480 x 800 piksel, smartphone ini telah dilengkapi dengan memori internal 4 GB plus slot memori eksternal hingga 32 GB. Tak hanya itu, dengan

kamera 5 megapiksel, WiFi dan baterai berkapasitas 1500 mAh, smartphone ini siap untuk menemani aktivitas Anda yang dinamis. (int)


EVER GREEN GREEN EVER 4

5

LIFE AFTER 50TH LIFE LIFEAFTER AFTER50TH 50TH

Kendari Pos |Minggu, 19 Mei 2013

Kendari Pos |Minggu, 19 Mei 2013

Mantan “Panglima PNS”

Terbiasa Hidup Sederhana

Sibuk Urus Kebun

Memasuki usianya yang ke 57, H. Amarullah SE M.Si terbebas dari tanggung jawabnya sebagai abdi negara. Posisi Sekretaris Kota (Sekot) Kendari baru saja diserahkan kepada Alamsyah Lotunani untuk dilanjutkan. H. Amarullah memasuki usia pensiun. Lalu apa yang akan dilakukannya mengisi hari tuanya? “Lima tahun sebelum pensiun, saya sudah mempersiapkan diri lahir dan batin. Banyak pejabat yang sulit meletakkan jabatan dan merasa tak akan pernah meninggalkan jabatan itu. Namun, itu prinsip yang keliru,” ungkap Amarullah.

D

irinya sudah mematangkan diri 5 tahun silam. Ia sudah mempersiapkan secara psikis untuk melepas “tongkat kekuasaan” yang dimilikinya. Persiapan itu sudah dilakukan sebelum Amarullah dilantik menjadi Sekot. “Begitu pensiun, kan terlihat santai. Persiapan paling utama pada akhir masa jabatan PNS dan akhir hidup kita,” terangnya. Kegemaran mantan Kadis DPPKAD Kota Kendari itu adalah berkebun. Setelah

memasuki masa pensiun, mantan “panglima PNS” Kota Kendari itu akan disibukkan mengurus kebun. Sepuluh ribu pohon jati miliknya, butuh perawatan dan perhatian khusus. Tak hanya itu, lahan persawahan juga menanti untuk diolah. “Jangan karena sudah menjadi PNS, apalagi sudah pegang jabatan, lantas lupa dengan jati diri. Saya sudah terbiasa bertani. Bahkan, waktu menjabat saja, setiap Sabtu dan Minggu saya jadwalkan turun ke sawah. Sekarang, banyak waktu saya tersita di kebun dan mengurus ternak,” akunya.

Empat titik di Kota Kendari menjadi lahan perkebunan jatinya yakni di Lalombaku dan Alon, Kelurahan Watubangga (Hombis, red). Ia turun tangan langsung dalam membersihkan kebun jati tersebut. “Terkadang tidak sendiri. Kalau saya bawa 50 parang, 12 cangkul, itu habis semua terpakai. Banyak yang datang membantu saya. Baik masyarakat yang ada di dekat rumah saya, maupun masyarakat yang ada di dekat kebun,” jelas Amarullah. Area persawahan yang dimiliki di Wawotobi (kampung halamannya) seluas

3,2 hektar are. Ia mengaku pernah mengolah sendiri lahan tersebut. Bahkan, sampai saat ini, Amarullah masih terus mengolah persawahan itu. Meskipun menggunakan jasa orang dalam proses pengolahannya. “Jadi memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Malah, ada toko saya di depan (Jalan poros Mandonga-Puuwatu) yang sudah siap. Ya, kalau tidak mempercayakan ke orang lain menjaganya, saya sendiri yang turun tangan menjaganya,” terangnya. (aka)

MENCAPAI puncak jabatan tertinggi di PNS sebagai “panglima” tak membuat Amarullah harus lupa diri. Ia tetap menjaga jati dirinya dengan berupaya mengimplementasikan hidup sederhana dalam kehidupan sehari-harinya. “Kadang warga disini heran. Saya biasa bergabung dengan mereka tanpa pakai baju. Seadanya saja. Mereka kadang bilang, kayak bukan pak Sekda. Tapi, dengan praktik hidup sederhana ini, saya malah lebih dekat dengan masyarakat,” terang Amarullah. Saking dekatnya, suami Hj. Rosmiwati Sulaeman itu menganggap tetangganya sebagai keluarga sendiri meskipun beda suku. Warga sekitar tak sungkan membuat teh sendiri di rumah Amarullah. “Mereka anggap rumah

sendiri disini,” ujarnya. Apa yang membuat Amarullah terbiasa hidup sederhana? “Saya ini dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga yang sederhana. Saya juga berasal dari kampung, sekolah di Kendari dengan kemampuan pas-pasan. Tapi, justru kehidupan ala kampung yang masih mempertahankan konsep persaudaraan, kerjasama, dan integritas sosial yang tinggi,” ungkapnya. Hidup sederhana ternyata dia terapkan pula, dalam mendidik dan membesarkan keempat anaknya. “Anak-anak saya, saya tidak pernah manjakan, termasuk membatasi dalam menggunakan fasilitas yang saya miliki. Saya tidak ingin mereka manja dengan segalah kemewahan. Tapi saya ingin didik mereka dalam konsep kehidupan yang selalu bersyukur dan menerima apa adanya,” jelasnya. (p2)

Indahnya Sepakbola Ada di Barcelona

Meniti Karir dari Golongan Dua PERJUANGAN Amarullah menjadi abdi negara penuh lika-liku. Ia meniti karirnya mulai dari golongan dua. Namun, akhir pengabdiannya, Amarullah mampu mencapai punjak jabatan sebagai “panglima PNS”. Sebuah jenjang karir yang cukup gemilang. “saya diangkat menjadi PNS pada Bagian Pembangunan Pemprov Sultra tahun 1983. Bahkan, sebelum PNS, saya menjadi Kepala BAK Unhol, tapi masih karyawan, bukan PNS. Selama 12 tahun menjadi staf di Bagian Pembangunan, saya pindah ke Kotip Kendari dan diangkat menjadi Kasi Pembangunan,” terang Amarullah. Tahun 1997-2003, Amarullah menduduki posisi Kabag Umum Pemkot Kendari. Karirnya semakin mulus. Tahun 2003-2008, ia mendapat kepercayaan menjadi Kepala Dinas PPKAD Kota Kendari. Puncak kejayaan sebagai PNS digapainya setelah terpilih dan dilantik menjadi Sekot Kendari tahun 2009. “Tanggal 17 Mei 2013, saya resmi pensiun dan digantikan oleh Alamsyah Lotunani. Selama menjadi Sekot Kendari, saya sangat terbantu dengan bawahan baik di staf sekretariat maupun di seluruh SKPD, kecamatan dan kelurahan. Saya mohon pamit dan mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama

dan bantuannya selama ini. Saya pun menghaturkan permohonan maaf jika selama ini ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” pamitnya. Amarullah tidak pernah bermimpi menjadi Sekot. Bahkan menjadi kepala dinas pun tak pernah terlintas di pikirannya. Pasalnya, karir yang dirintisnya harus dimulai dari golongan terendah. “Saya masih teringat saat pertama kali menjadi staf di Bagian Pembangunan. Sering mengantar teh kalau ada rapat,” kenangnya. Namun, dengan kerja keras dan semangat yang tinggi, Amarullah mampu mencapai kesuksesan yang tinggi. Pensiun dengan pada posisi Sekretaris Daerah menjadi prestasi yang sangat luar biasa bagi seorang PNS. (p2)

H. Amarullah SE M.Si berpose bersama keluarga besarnya.

Ajarkan Kejujuran pada Anak KETERBUKAAN dalam rumah tangga menjadi kunci sukses membina keluarga. Tak hanya terbuka kepada istri, namun jujur kepada “si buah hati” pun sangat penting. Menanamkan kejujuran terhadap sang anak sejak dini, itu sangat penting. Seperti yang dilakukan oleh Amarullah, mantan Sekot Kendari. “Harus mengajarkan anak, kejujuran. Caranya, kalau minta uang saya sering suruh sendiri ambil di saku celana saya. Jadi disitu akan teruji kejujuran anak, apakah dia ambil sesuai permintaanya atau tidak. Inilah resepnya saya untuk menciptakandan kejujuran anak,” ungkap Amarullah. Bukan hanya itu, biasanya kebutuhan dan permintaan anak sangat banyak. Jika sekolah, harus difasilitasi dengan kendaraan. Namun, berbeda dengan anak Amarullah. Persoalan mendidik anak tidak harus dimanjakan. Tapi biasakan hidup sederhana, sehingga bisa mandiri. “Di masa SD hingga SMA, mereka (anak Amarullah) tidak pernah saya beri fasiltas kendaraan. Jadi kalau ada waktu, saya sendiri yang antar mereka ke sekolah. Itu sebagai bentuk motivasi dan menghindarkan akan malas sekolah,” katanya lagi. Sejak menikah 1981 lalu, ia dikaruniai empat orang anak yakni dua laki-laki dan dua perempuan. Masa depan ke-empat anaknya sangat cemerlang, karena mereka telah ada menempuh pendidikan strata dua, yang lainnya sudah sarjana. Termasuk anak bungsunya masih menjalani pendidikan strata satu. Guna menciptakan kecerdasan anak, jangan pernah menekan anak untuk berekspresi pada hal-hal yang positif. “Termasuk fasilitas negara, anak tidak bisa bebas menggunakannya. Olehnya itu, kalau karakter anak sudah terbentuk, mudah dikontrol dan bisa diberi

kepercayaan mengambil kepuutusan sendiri,” ujarnya. Sama halnya memperlakukan istri dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip keterbukaan, kata dia, menjadi kunci keharmonisan rumah tangga. Pasalnya, kekacuan rumahnya tangga karena tidak adanya rasa kejujuran. “Perempuan itu suka laki-laki yang terbuka dan jujur. Jadi saya selalu terbuka dan tidak pernah sembunyi-sembunyi. Apalagi masalah keuangan. Gaji saya tidak ada yang saya tahu, istri yang urus,” aku Amarullah. Kisah romantisnya, istri yang dicintainya merupakan pilihan orang tua. Tapi, semua itu telah diatur yang Maha Kuasa. Selain itu, rasa saling pengertian juga harus dibentuk. Amarullah mengaku, meskipun pulang kerja tidak ada makanan, tapi harus sabar dan memahami istri. “Istri biasanya mempersiapkannya. Tapi karena anak yang menghabiskannya, jangan jadikan istri sebagai korban. Toh, kita bekerja juga semua untuk anak. Segala tindakan harus diselesaikan dengan akal sehat dan sabar,” katanya. (m1)

H. Amarullah bersa ma putrinya dan cu cunya.

Nama : H. Amarullah SE M.Si Tempat Tanggal Lahirq : Wawotobi, 17 Desember 1955 Pekerjaan : Mantan Sekot Kendari Istri : Hj. Rosmiwati Sulaeman SKM Anak : 4 Orang Cucu : 3 Orang Alamat : Lorong Suzuki 2 Jalan Poros Puuwatu-Mandonga, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu-Kendari

Foto-foto: Basyarun

Belajar jadi Pengembala Amarullah kini menambah jadwal kesibukan. Tak hanya mengurusi area perkebunan, namun mantan Sekot Kendari itu kembali belajar menjadi pengembala. Sepasang sapi telah diambil untuk dikembangbiakan sendiri. “saya punya 7 ekor sapi di Taipa. Dua ekor saya ambil untuk saya pelihara sendiri. Itu sepasang, jantan dan betina,” terang Amarullah. Ia juga memiliki sapi yang dipelihara oleh orang lain di Alon, Kelurahan Watubangga Kecamatan Baruga. Tak hanya sapi, beragam ternak juga menjadi peliharaannya. Seperti, ayam, itik, kambing dan jonga. “Kambing saya pernah ada 40 ekor. Tapi kini sisa 4 ekor. Ada yang mati karena pengaruh cuaca, ada juga diambil keluarga untuk acara akikah. Kadang keluarga yang datang ambil, tidak pamit lagi sama saya,” ungkapnya dengan senyum kecil tersungging di bibirnya. Ternak Jonga dipelihara tak jauh dari rumahnya sendiri. Puluhan ekor Jonga menjadi hiburan saat Amarullah suntuk. Jonga-jonga itu diternak di belakangan rumahnya sendiri. “Kadang kalau Jonga saya lepas, yang sibuk malah warga. Mereka berusaha mencarinya. Pernah juga, ada yang bawakan saya Jonga, ternyata bukan punya saya. Itulah kedekatan saya dengan masyarakat disini,” jelasnya. Selain Jonga, mantan Kadis PPKAD Kota Kendari itu beternak ayam dan manila. Ternaknya itu berhamburan di sekitar rumah penduduk. “Kalau dipotong sama tetangga, ya tidak masalah. Terkadang juga, telur manila berhamburan di sekitar rumah warga. Kalau saya dapat, saya bawa pulang,” terangnya. (p3)

MESKIPUN Barcelona gagal meraih tiket ke final Liga Champions, namun tidak menggugah pendirian para fansnya. Mereka masih tetap setia mengandalkan kemampuan anak asuh Tito Vilanova itu. Seperti pengakuan Rifai Lamuse yang selalu mengagungagungkan keperkasaan Lionel Messi dkk. Lalu apa yang membuat Amarullah begitu fanatik terhadap FCB? “Kalau mau melihat indahnya permainan sepak bola, tonton Barcelona. Kerjasama yang terbangun dalam tim tersebut sangat luar biasa. Tidak ada keegoan diantara para pemain dalam mencetak gol,” ungkapnya. Bahkan, saat Lionel Messi yang menguasai bola, kata dia, meskipun sudah ada peluang mencetak gol namun dianggapnya masih sulit masuk, akan dioper kepada rekannya yang lain. “Kekompakan dan ker-

Lionel Messi

Hargai Bawahan MENJADI pimpinan tak harus “gila” hormat. Amarullah malah sangat menghargai posisi bawahannya. Wajar saja, ia meniti karirnya dari golongan terendah sehingga mampu memahami karakter bawahannya tersebut. “Saya mengunakan strategi kubus dalam bekerja. Menjaga sisi bawah, depan, belakang, kiri, kanan dan atas. Kalau penyanggah roboh (bagian bawah, red) maka kita akan jatuh. Kalau sisi depan, belakang dan samping diabaikan, senggol sedikit jadi masalah. Apalagi kalau bermasalah dengan sisi atas, maka akan lepes kayak pisang epek,” kelakar Amarullah. Menghargai bawahan, kata dia, akan membangun solidaritas yang tinggi. Ia merasa lebih aman jika memberikan kepercayaan dan saling menghargai dengan “anak buahnya”. Apalagi jika berbicara masalah aturan, Amarullah lebih dulu menaatinya lalu menerapkannya kepada bawahan. “Kalau saya lewat penjagaan dengan menggunakan sepeda motor, ya saya harus turun dan jalan kaki masuk. Itu saya lakukan, karena aturan kami yang buat. Masa buat aturan, langgar sendiri? Makanya, saya harus menaati dan menjunjung sendiri aturan itu,” terangnya. Jika pun Amarullah menggunakan mobil ke kantor, setiap melewati pos penjagaan, ia harus berhenti sejenak.

Menurunkan kaca mobil, lalu memberi hormat dan mohon izin kepada Satpol PP yang sedang piket. “Saya harus menghargai mereka,” katanya. Banyak konsep gaya kepemimpinan demokratis dan pola kesederhanaan yang diterapkan dalam kehidupan Amarullah. Dengan kesadaran tersebut, ia mampu menciptakan empati dari para bawahannya, termasuk warga sekitar rumahnya. “Soal mobil misalnya, kalau sopir saya tidak ada, saya bawa sendiri. Kalau sopir saya terlambat bawa mobil, saya naik motor. Kadang juga kalau mau pulang, saya minta dibonceng sama staf saya. Jangan hanya karena persoalan seperti itu, lantas marah-marah,” imbaunya. (aka)

jasama tim sangat solid. Jika diimplementasikan dalam dunia kerja pun, sangat mendukung dalam mencapai kesuksesan,” terang Amarullah Pemain favorit yang diandalkan yakni Lionel Messi (striker). Ia sangat senang dengan skill Lionel Messi. Lionel Messi menjadi kunci kemenangan tim perkasa Spanyol tersebut. Amarullah, mengaku banyak mengambil pelajaran dari tontonan sepakbola maupun olahraga tinju. Menurutnya, ada filosofi hidup yang terkandung pada setiap laga. “Saat mereka bermain dalam tim, menunjukkan kerjasama yang sangat baik. Saling mengoper bola dan berlari. Kemudian mencetak gol dan saling berpelukan. Sebenarnya di situ mengandung sebuah filosofi. Kalau kita ingin mencapai sebuah hasil maka butuh kerja keras dan kerjasama yang baik,” katanya. (p2)


hobbies Kendari Pos | Minggu, 19 Mei 2013

Adam (Alumni Fakultas Teknik Unhalu)

Berkreasi dengan Butiran Pasir HobinyA mengoleksi kerang-kerangan membuat Adam tanpa sengaja menemukan hobi lain, tepatnya membuat lukisan dari pasir pantai atau yang dikenal dengan kriya pasir. Hobi barunya ini kemudian semakin membuatnya berkreasi menciptakan produk tertentu, mulai dari lukisan wajah, lukisan butterfly (kupu-kupu), kaligrafi, vas bunga hingga plakat penghargaan. “Hobi kriya pasir ini mulai saya tekuni di tahun ketiga tatkala masih menjadi mahasiswa Tehnik Unhalu, atau sekitar semester Vi. Awalnya saya hobi mengumpulkan kerang-kerangan untuk dibuat pajangan dinding koleksi pribadi, tetapi karena melihat di internet tentang kriya pasir, saya tertarik untuk membuatnya. Apalagi modalnya sangat terjangkau yaitu cukup dengan menggunakan lem, tetapi hasilnya cukup memuaskan sehingga akhirnya hobi ini terus berlanjut hingga sekarang,” terang Adam. Dirinya berharap kemampuan otodidak yang

Cara membuat lukisan dari pasir Material yang dibutuhkan :

- PASiR dengan bermacam warna. Meskipun pasir dapat diwarnai dengan berbagai macam warna tapi dikhususkan dengan warna alami tanpa pewarnaan, karena tiap jenis pasir dari lokasi yang berbeda mempunyai warna warna yang berbeda pula dan hasil gambarnya akan tampil lebih natural. - LEM KAyU, Triplek (bisa juga kertas tebal, kanvas atau media lainnya), sedikit air dan lain-lain. Alat - alat yang diperlukan: - bermacam ukuran kuas, saringan, tulis, pisau palet dan lain-lain. Cara membuat: - Keringkan pasir benar - benar kering supaya tidak menggumpal pada waktu ditaburkan - Saring pasir yang sudah kering supaya butirannya seragam. Saringan yang digunakan bisa bermacam macam ukuran bila butiran yang dikehendaki bervariasi. - bikin pola yang dikehendaki di atas media yang akan digunakan. Alat tulis yang digunakan harus waterprof, untuk memcegah pola hilang pada

waktu dilapisi lem. - olesi pola dengan lem sesuai dengan warna yang direncanakan. - Taburi pasir sesuai warna yang diinginkan. - Pisahkan pasir yang sudah ditabur dengan cara media dimiringkan atau dipukul perlahan, maka pasir yang tertinggal hanya pasir yang menempel di lem. - Ulangi sampai pola tertutup seluruhnya. Pelapisan pasir dilakukan setahap demi setahap sesuai dengan warna pasir. Selesaikan dulu satu warna semuanya sebelum pindah warna, supaya warna tidak bercampur. bila diperlukan pelapisan dilakukan berulang ulang sampai ketebalan yang dikehendaki, minimal 2 kali untuk menutup permukaan. Pengulangan lapisan diulangi bila lapisan sebelumnya sudah kering. Pada proses ini untuk mendapat hasil yang bagus diperlukan kesabaran yang lebih, sehingga mungkin untuk membikin gambar seperti contoh diatas (ukuran 50x50cm) bisa memakan watu 4 hari. - bila dianggap sudah beres keringkan sampai benar benar kering dan lem mengering dengan sempurna. (internet/fas)

dimilikinya dalam seni kriya pasir ini suatu saat akan dapat menjadi ole-ole khas Sultra. Karena itu sekarang dirinya berinovasi menciptakan sesuatu yang berbeda dengan seni kriya pasir ini, misalnya lukisan dan plakat penghargaan. “Saya bersyukur karya sederhana saya, dari awalnya hanya diketahui melalui informasi mulut ke mulut, akhirnya semakin dikenal melalui promosi via akun facebook Adham Art. baru-baru ini saja saya mendapat pesanan 70 plakat sebagai hadiah kejuaraan yang diselenggarakan salah satu bank, selain itu pada HUT Sultra 2013 beberapa waktu lalu, karya saya juga sempat dipamerkan di stand Disperindag,” ungkapnya. Lelaki berusia 27 tahun ini juga mengingatkan yang terpenting dalam pembuatan seni kriya ini yaitu motif pasir yang digunakan. bahkan diakuinya untuk mendapatkan pasir bermotif bagus dirinya sampai ke Wakatobi dan buton. Misalnya pasir pantai berwarna putih di ambil di Wakatobi, pasir hitam di buton dan cokelat di Kessilampe Kendari. “Saat ini saya terus berlatih membuat variasi produk dengan kualitas lebih, apalagi kriya pasir ini tidak membutuhkan modal besar karena cukup membeli lem pasalnya media dan pasirnya tersedia di alam. Hal ini pula yang membuat saya ingin mempelajari lebih banyak lagi tentang kriya pasir ini, diantaranya dengan mencari beasiswa studi S1 Seni,” ingatnya. (fas)

beberapa Karya Adam


7

Kendari Pos | Minggu, 19 Mei 2013

Program KJS Jokowi Terancam Gagal JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Dwi Rio Sambodo membenarkan adanya rumah sakit (RS) swasta yang mengundurkan diri dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS). Setidaknya ada 16 RS yang mengundurkan diri sehingga program Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo terancam gagal. Menurut Dwi, mereka mundur karena tidak setuju dengan penerapan standar harga yang diterapkan dalam KJS. Pihak RS menilai standar harga KJS terlalu rendah sehingga mereka merugi. “16 RS tersebut merasa keberatan dengan tarif harga versi INACBG nya Askes,” kata Dwi melalui pesan pendek kepada JPNN, Sabtu (18/5). Dwi mengungkapkan, baru dua yang menyampaikan pemutusan hubungan kerjasama. Keduanya yakni RS Thamrin dan RS Admira. Masalah ini, sambung Dwi, harus segera diselesaikan sebelum semakin banyak RS yang mundur dari program KJS. Ia mendorong

agar pemerintah daerah memanggil pihak-pihak terkait termasuk Menteri Kesehatan (Kemenkes) Nafsiah Mboi segera turun tangan. Dwi berharap Dinas Kesehatan DKI Jakarta bisa meyakinkan pihak RS untuk menerima stand-

ar tarif KJS. Pasalnya, KJS adalah bentuk pelayanan publik dan tidak profit oriented. “Dinkes sebagai pihak berwenang pengelola ijin, evaluasi dan pembinaan RS diharapkan untuk memberikan penekanan kepada rumah sakit tersebut. Karena bagaimanapun juga RS memiliki fungsi sosial yang harus ditegakkan sesuai amanat undang-undang,” papar politisi PDIP itu. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas kesehatan DKI Jakarta Dien Ermawati membenarkan adanya 16 RS yang angkat dari program KJS. “Yang mundur 16 RS karena pembayaran klaim kecil dan ada pembatasan alkes (alat kesehatan, red),” ucap Mien. Disebutkan, belasan rumah sakit itu adalah RS Thamrin, RS Admira, RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Sukmul, Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros dan RS Restu Mulya. (dil/jpnn)

terpidana yang sakit seperti kena stroke. Itu tentu jadi pertimbangan kami,” alasannya. Menurut Wakil Jaksa Agung Darmono, tuntutan koalisi LSM itu, akan menjadi pekerjaan rumah bagi lembaganya. Namun, Pengajar hukum pidana Universitas Padjajaran (Unpad) Yesmil Anwar menyatakan, 57 terpidana kasus korupsi yang belum dieksekusi merupakan pekerjaan rumah yang berat bagi kejaksaan. Kata Yesmil, belum dieksekusinya narapidana biasanya karena masalah-masalah teknis. Seperti surat putusan yang belum diterima, sampai terpidana sakit. Namun, lanjutnya, yang menjadi masalah serius adalah jika proses eksekusi terhambat karena tebang pilih. “Yang perlu dicermati, apakah ada terpidana tidak dieksekusi karena kejaksaan sengaja tidak mengeksekusi. Ini yang menjadi catatan,” tegasnya. Yesmil mengingatkan, proses eksekusi merupakan salah satu bagian dari proses peradilan yang diamanatkan undang-undang. Apalagi, kata dia, masyarakat saat ini lebih kritis dalam melihat masalah-masalah yang terkait masalah hukum. “Adanya peradilan cepat dan murah termasuk di dalamnya proses eksekusi,” ucapnya. Dia mewanti-wanti, jika tidak ada tindakan konkret dari kejaksaan untuk mengeksekusi para terpidana itu, maka kejaksaan semakin tidak dipercaya masyarakat. Kejaksaan yang memiliki daya paksa sebagai pihak eksekutor seakan mandul. “Kalau dulu masyarakat mungkin sudah puas jika su-

dah ada vonis kepada terdakwa, tapi sekarang tidak lagi. Masyarakat juga melihat eksekusinya bagaimana,” ucap Yesmil. Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan menilai, belum dieksekusinya 57 terpidana kasus korupsi oleh kejaksaan, merupakan lemahnya sistem kearsiapan dan pengawasan Kejaksaan Agung. Menurut Trimedya, seharusnya Kejaksaan Agung punya data inventaris terpidana yang sudah memiliki putusan tetap atau inkracht tapi belum dieksekusi kejaksaan di berbagai daerah. Dengan begitu, Kejagung bisa mengkategorisasi, mana yang harus dieksekusi oleh kejaksaan negeri, kejaksaan tinggi atau Kejaksaan Agung. “Sehingga untuk mendapatkan data terpidana yang belum dieksekusi, tidak menunggu laporan dari masyarakat, tapi sudah ada di Kejagung,” kata Trimedya, kemarin. Bahkan, kata Trimedya, Kejagung yang seharusnya mengumumkan bahwa ada sejumlah terpidana belum dieksekusi. “Tapi ini sepertinya ditutup-tutupi,” ucap politisi PDIP ini. Dia berharap, kejaksaan segera melakukan eksekusi kepada para terpidana kasus korupsi tersebut. Mengenai DPO, Trimedya menyatakan bahwa sistem intelijen yang dimiliki kejaksaan sudah sangat modern untuk bisa melacak keberadaan para terpidana yang buron. “Anggaran intelijen itu Rp 150 miliar. Dengan kecanggihan sistem spionase yang dimiliki, menemukan buronan bukan lagi pekerjaan sulit,” ucapnya. (jpnn)

hebat. “Kami punya 24 atau 25 pemain top dan salah satu dari mereka memenangkan gelar ini. Saya bangga bisa main di klub ini,” ujar Mata dikutip dari Goal. Hanya, pemain yang sudah tiga musim berkostum birubiru ala Chelsea ini menganggap pencapainnya ini tidak lepas dari dukungan rekan-rekan setimnya. Tak heran, begitu dia dinobatkan sebagai pemain terbaik, pertama dia mengucapkan terima kasih kepada rekan setimnya di Chelsea. Tiga trofi dalam tiga musim bagi Chelsea tidak membuat Mata berpuas diri. Malahan, seperti yang dilansir dari Daily Mail, Mata berhasrat untuk kembali menambah daftar koleksi trofi Chelsea. Salah satunya trofi liga domestik yang selama ini belum pernah dipersembahkan Mata. “Saya

ingin meraih banyak trofi lagi salah satunya trofi Liga Primer. Itu akan menjadi hadiah special bagiku,” ungkapnya. Selain Mata, ada beberapa pemain Chelsea lain yang mendapat penganugerahan. Untuk kategori pemain muda terbaik menjadi milik Nathan Ake. Pemain yang berkebangsaan Belanda itu masih berusia 18 tahun. Gelar ini special bagi Ake. “Ikut menjuarai Europa League menjadi pengalaman besar bagiku,” jelas Ake. Sementara, Oscar mendapat anugerah sebagai pencetak gol terbaik Chelsea musim ini. Gol itu diciptakan Oscar saat Chelsea melawan Juventus di ajang Liga Chempios Eropa. Kemudian Lampard juga mendapat penghargaan khusus dari Bobby Tambling, mantan pemain yang rekornya dipecahkan Lampard musim ini. (ren)

ongan bagi kalangan TNI untuk menjadi penyidik. Anggota DPR Komisi III Eva Sundari mengatakan TNI bukan bagian dari lembaga penegak hukum. Karena itu KPK jangan memaksa diri untuk tetap memasukkan TNI dalam jajaran penyidiknya. “TNI itu bukan penegak hukum, kok maksa ya KPK,” ungkap Eva. Politisi PDI Perjuangan itu menyesalkan langkah KPK terse-

but. Pasalnya, masuknya TNI ke institusi hukum merusak tatanan hukum Indonesia. “Ini merusak tatanan untuk membenarkan sistem integrated criminal justice kita,” pungkas Eva. KPK membuka lowongan 149 penyidik baru. Berbeda dengan sebelumnya, KPK tak hanya mengundang anggota Polri, tapi juga membuka peluang bagi anggota TNI untuk mendaftar. (jpnn)

nya tersebut seperti mimpi yang menjadi kenyataan. “Ini anugerah yang terbesar dalam hidupku, seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ucapnya, Sabtu, (18/5), dini hari di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Wanita batak itu, memang punya cita-cita menjadi seorang penyanyi. Ia ingin berkiprah di blantika musik Indonesia. Per-

jalanannya di ajang pencarian bakat tersebut, jadi pintu gerbang untuk merealisasikan cita-citanya. “Aku ingin jadi penyanyi yang berhasil di Indonesia,” ucapnya. Novita telah berjalan di jalur yang tepat. Dan, sekarang ia berada di posisi dua besar. Pekan depan di hari yang sama, ia berhadapan dengan Fatin Sidqia Lubis untuk memperebutkan gelar juara. (rmo)

Dwi Rio Sambodo

Koruptor... di tingkat lokal. “Selain itu, ada upaya pihak tertentu menghalang-halangi proses eksekusi terhadap terpidana,” ucapnya. Dia mencontohkan, Bupati Kepulauan Aru Teddy Tengko, terpidana kasus korupsi dana APBD gagal dieksekusi pada 12 Desember 2012 lalu karena dihalang-halangi sekelompok orang di Bandara Soekarno Hatta. “Hingga kini, terpidana 4 tahun penjara itu belum mendekam di penjara,” tandasnya. Emerson menambahkan, lambannya proses eksekusi terhadap para terpidana, membuka peluang bagi mereka melarikan diri. Dari kasus korupsi yang diamati koalisi LSM ini, eksekusi umumnya baru dilakukan 1 sampai 4 tahun setelah vonis telah berkekuatan hukum tetap. “Padahal jika terjalin kerja sama yang baik antara kejaksaan dengan institusi lain seperti Mahkamah Agung dan kepolisian, setidaknya 14 hari setelah berkekuatan hukum tetap, terpidana bisa dieksekusi,” tegasnya. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi itu. Tapi, sebelum melakukan eksekusi, Kejagung akan mengkros cek data dari koalisi LSM itu terlebih dahulu. “Belum ada yang dieksekusi, karena baru kemarin laporannya. Kami harus kroscek dulu,” kata Untung saat dihubungi, kemarin. Untung beralasan, eksekusi 57 terpidana itu membutuhkan waktu karena tersebar di seluruh Indonesia. “Belum lagi ada

Pertahankan... rupa dalam dua musim secara beruntun. Musim lalu, Mata juga menyabet gelar sebagai pemain terbaik. Musim ini, dia bermain di delapan kompetisi berbeda bersama The Blues dan membukukan 19 gol dan 28 assist. Bulan lalu, dia juga diberi gelar pemain terbaik Liga Inggris bulan April. Penganugerahan gelar bagi Mata ini diberikan hanya berselisih sehari pasca membawa Chelsea mengangkat trofi juara Europa League. Walaupun, Mata tak ikut berjuang pada perebutan juara itu lantaran masih dibekap cedera. Secara keseluruhan, total Mata sudah menyumbangkan tiga trofi untuk Chelsea. Mata menyebut, dirinya bangga bisa dianugerahi gelar itu kembali. Karena, di Chelsea dia berada di tengah-tengah banyak pemain

TNI Boleh... dan penyidik,” ungkap Margarito, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (18/5). Menurutnya, TNI tidak hanya bisa menyidik di area TNI saja. “TNI yang ada di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menurut saya memiliki pengetahuan dasar dalam menyidik,” pungkasnya. Meski begitu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap tak tepat kalau membuka low-

Seperti Mimpi... seperti Ahmad Dhani dan Bebi Romeo ketiganya terlihat memberikan pujian terus menerus bagi Novita. “Kamu punya kemampuan yang kuat, secara level kamu naik. Papa bangga sama kamu,” puji Bebi Romeo sang mentor. Novita Dewi Marpaung tentu saja tampak bahagia. Ia telah berhasil lolos ke babak dua besar di ajang X Factor Indonesia. Pencapaian-

Itjen Rekomendasikan Wamendikbud Dicopot JAKARTA - Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menemukan indikasi korupsi yang merugikan negara hingga Rp.700 miliar dalam penggunaan APBN-P 2012 di Direkrotar Jenderal Kebudayaan. Namun informasi lain yang diperoleh JPNN.COM dari internal Kemdikbud menyebutkan, rekomendasi yang diberikan Itjen tidak hanya temuan indikasi korupsi agar dilaporkan ke KPK, tapi juga rekomendasi agar Wamendikbud bidang kebudayaan dicopot dari jabatannya. Saat informasi ini dikonfirmasi ke Irjen Kemdikbud Haryono

Umar, dirinya membenarkan adanya rekomendasi itu. “Iya, saya rekomendasikan para pejabat yang bertanggungjawab di kebudayaan (dicopot),” kata Haryono, Sabtu (18/5). Hanya saja saat ditanya apakah yang direkomendasikan itu termasuk Wamendikbud Kebduayaan Windhu Nuryanti, Haryono mengaku tidak bisa menyebutkan nama. Yang jelas, tegasnya, rekomendasi itu sudah diserahkan ke Mendikbud Mohammad Nuh. Bahkan, Haryono juga mengatakan rekomendasi pencopotan yang dia berikan tidak hanya satu, tapi banyak. “Rekomendasi pencopotannya banyak,” tegasnya. (jil/jpnn)

Haryono Umar

Obat Kedaluwarsa Beredar di Rumah Sakit KARAWANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang dinilai telah melanggar Undangundang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Indikasi pelanggaran dibuktikan dengan beredarnya obat yang diduga sudah kedaluwarsa di RSUD yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat. “Obat tak layak konsumsi ini tercatat sebagai persediaan obat di rumah sakit pemerintah itu, sebagaimana dalam catatan LHP BPK Jawa Barat Buku II Tahun 2010,” kata Ketua Forum Perlindungan Konsumen (FPK) Karawang Eddy Djunaedy kepada Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group), akhir pekan ini. Eddy menyesalkan obat kedaluwarsa yang menjadi persediaan obat di rumah sakit besar sekelas

RSUD Karawang. “Obat kadaluarsa tentu dapat membahayakan pasien bila dikonsumsi. Bila obat demikian diberikan kepada pasien, bukan malah menyembuhkan. Justru sebalikanya, akan memperburuk kondisi kesehatan para pasien,” tegasnya. Lebih jauh Eddy mengemukakan bahwa persediaan obat kedaluwarsa itu melanggar Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Dan, sesungguhnya RSUD dapat saja dijerat UUPK karena indikasinya antara lain RSUD telah melanggar Pasal 8 ayat (1) butir a UUPK yaitu, memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundangundangan.

“Mengapa melanggar” Karena, barang atau persediaan obat yang kedaluwarsa itu sudah habis masanya edarnya. Jadi, obat kadaluarsa itu tidak sesuai lagi dengan standar mutu yang dipersyaratkan dan membahayakan bila dikonsumsi,” kata Eddy. Ia lantas mengemukakan, atas penyediaan obat kedaluwarsa tersebut bila memang ada buktinya sebagai bukti hukum maka RSUD Karawang dapat saja dibawa ke pengadilan dengan ancaman hukuman 5 tahun denda maksimal hingga Rp2 miliar, sebagaimana tertuang di UUPK Nomor 8 Tahun 1999, Pasal 60 ayat (2). Atas temuan ini, Eddy menyatakan siap memperarakan RSUD Karawang bila didapati bukti otentik tentang adanya penyediaan atau penjualan obat yang

kedaluwarsa kepada pasien. “Ya kalau memang masih kita temukan obat kadaluarsa diperuntukkan kepada pasien, tenu saja Fotum Perlindungan Konsumen Karawang siap memperkarakannya ke jalur hukum,” tuturnya. Dengan adanya temuan ini, kata Eddy, Dinas Kesehatan Karawang dinilai lemah dalam hal pengawasan. “Fungsi pengawasan Dinas Kesehatan sepertinya tidak berjalan baik. Sehingga seolaholah dinas ini kecolongan. Ya, kalau pengawasan dinasnya berjalan bagus saya pikir hal itu tak terjadi. Ini kan mengesankan kalau Dinas Kesehatan Karawang melakukan pembiaran, padahal ada kewajiban RSUD Karawang melakukan laporan secara priodik ke dinas terkait,” tegasnya. (nof/lsm)

masa lalu. Jika insiden ini terjadi dalam latihan bebas, maka penalti bisa dijatuhkan, namun ini terjadi di lap terakhir balapan,” tutur Webb. Webb pun menyadari bahwa Lorenzo dan Yamaha Factory Racing merasa kecewa atas keputusan yang diambil oleh Race Di-

rection. “Sangat jelas bahwa Jorge kecewa dan tidak setuju atas keputusan kami. Saya menghormati pendapatnya dan saya tahu ia akan berseberangan dengan pendapat kami dan Marc. Saya tidak menerima protes dari Yamaha, namun saya sangat pa-

ham bahwa mereka kecewa,” tutupnya. Sejatinya, Marquez bukan orang asing lagi di Race Direction. Selama membalap di kelas yang lebih rendah, ia berulang kali dihukum menjalani start dari posisi paling buncit karena gaya balapnya yang dianggap berbahaya. (mcn/kny)

nama dari “Eddy Merckx”, yang banyak dianggap orang sebagai pembalap terbaik dalam sejarah. Secangkir Merckx dihargai sekitar Rp 35 ribu. Barang-barang yang dijual” Semua mengandalkan desain minimalis dengan kualitas bahan dan jahitan terbaik. Tentu saja harganya mahal. Harga selembar jersey sepeda bisa mencapai Rp 3 juta. Jaket sepeda bisa Rp 4 juta. Jins bersepeda di atas Rp 2 juta. Kaus kaki Rp 250 ribu. Kaus Rp 350 ribu. Sarung tangan bersepeda pun di atas Rp 1,5 juta sepasang. Item paling diburu: jersey dan merchandise resmi Team Sky, salah satu tim paling populer di ajang balap sepeda dunia. Rapha merupakan sponsor apparel tim pemenang Tour de France 2012 tersebut. Para anggota rombongan pun memborong gila-gilaan. Untuk diri sendiri maupun titipan dan oleh-oleh. “Manajer Rapha San Francisco mungkin bakal shock. Kok hari ini tiba-tiba penjualan meroket tinggi,” kelakar Teddy Moelijono, ketua Surabaya Road Bike Community (SRBC), yang memprakarsai program ini bersama Jawa Pos Cycling. Dari Rapha, barulah rombongan menuju Sports Basement di Presidio. Di sana, rombongan disambut Sam Hughes dari Cycling Sports Group (induk perusahaan Cannondale), yang paginya terbang khusus dari kantor pusatnya di negara bagian Connecticut, di pantai timur Amerika. Rombongan disambut pula oleh Lyne Bessette, 38, eks pembalap profesional kelas dunia, yang pernah menjadi juara nasional time trial dan road race di negara asalnya, Kanada. Bessette akan bertindak sebagai guide utama rombongan Indonesia didampingi Ryan Fowler dan Jen Slowey. Di salah satu sudut luas Sports Basement yang biasa dijadikan tempat berkumpulnya komunitas sepeda, tertata rapi 14 sepeda termutakhir Cannondale (jenis SuperSix Evo) yang akan jadi tunggangan mayoritas rombongan selama di California. Hanya tiga anggota yang membawa sepeda sendiri, yaitu Bambang Poerniawan membawa Colnago Extreme-C, Sony Hendarto membawa sepeda custom eksotis, Parlee Z1. Satu lagi Prajna Murdaya, juga bawa sepeda sendiri, tapi merek dan tipenya juga Can-

nondale SuperSix Evo. Tertata pula berbagai aksesori yang didapatkan para peserta sebagai fasilitas ekstra dari tur ini. Setiap peserta mendapatkan sebuah helm Cannondale Teramo warna matching biru-putih. Semua juga mendapatkan bottle cage karbon serta bidon Cannondale. Tidak ketinggalan sejumlah stiker nama untuk ditempel di helm dan sepeda. Yang paling bikin senang: setiap peserta mendapatkan satu setel jersey dan bibshort Cannondale Procycling Team. Sama seperti yang dipakai tim yang berlomba! Rencana awal, sore itu rombongan melakukan fitting “mengepaskan sepeda dengan badan, memasang komponenkomponen sesuai selera masingmasing” lalu bersepeda 10”20 km untuk memastikan sepeda-sepeda itu berfungsi baik dan nyaman. Segera saja, Bessette dan sejumlah mekanik bekerja bersama para peserta untuk “menyelesaikan” sepeda masing-masing. Bagi penggemar road bike, banyak yang sudah tahu bahwa fitting bukanlah hal mudah. “Kami akan memaksimalkan semua sepeda agar semaksimal mungkin sesuai dengan keinginan dan harapan pengendaranya. Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dalam satu dua menit,” kata Bessette. Sayang, pekerjaan itu tidak bisa dilakukan secepat yang diharapkan. Lebih dari dua jam, tidak semua pekerjaan bisa diselesaikan. Maklum, ada banyak komponen tambahan yang dibawa peserta, yang harus dipasangkan pada sepeda. Mulai wheelset, handlebar, sadel, pedal, sprocket (gir belakang), dan sebagainya. Sadar pekerjaan tidak akan selesai, sementara tim harus segera melakukan briefing program, Bessette pun menghentikan dulu semua pekerjaan. “Mari kita tulis semua pekerjaan yang ingin dilakukan di kertas, lalu kertas itu ditempel di sepeda masing-masing. Para mekanik akan memastikan semua pekerjaan beres malam ini sehingga besok pagi (Jumat pagi, Red) semua sepeda siap dikendarai,” ujarnya. Dengan kata lain, rencana bersepeda singkat dibatalkan. Tapi, karena pada dasarnya sepeda-sepeda yang akan dipakai 90 persen sudah siap, rombongan tidak terlalu mengeluhkan. Kebanyakan

mungkin justru merasa lega. Sebab, semua memang sudah lelah mengingat semua praktis belum istirahat sejak harus bangun dini hari di Las Vegas, bersiap terbang ke San Francisco. Setelah sempat belanja lagi di Sports Basement (borong lagi!), semua siap kembali ke hotel untuk makan dan istirahat. Sebab, Jumat pagi besoknya (17/5), kegiatan bersepeda sudah menanti. Semua akan mengikuti rute ToC sekaligus menyaksikan aksi para pembalap kelas dunia. Kecuali untuk satu orang yang mungkin mengakhiri hari persiapan ini dengan perasaan sedih dan galau. Dia adalah Sony Hendarto. Mungkin karena terlalu bersemangat, Sony justru terancam tidak bisa menggunakan sepeda kesayangannya di ToC 2013. Ketika membongkar koper sepeda dan melepas plastik-plastik pelindung, Sony melakukan sesuatu yang sangat, sangat, sangat, disesali sendiri. Ketika menggunting plastik pembungkus rear derailleur (mekanisme pemindah gigi belakang), secara tidak sengaja dia ikut menggunting kabel elektriknya! Sepeda Parlee Z1 yang dia bawa memang dilengkapi perangkat pemindah gigi elektrik, tipe Shimano Dura Ace Di2. Bessette, ketika melihat masalah tersebut, ikut berteriak keras karena shock. Kontan seluruh peserta program terkejut dan menoleh. Apes buat Sony, toko tersebut tidak memiliki stok komponen kabel yang dibutuhkan. Ketika ditelepon, toko-toko utama lain di berbagai penjuru San Francisco juga tidak punya barang yang ready stock. Prajna Murdaya, yang pernah tinggal 20 tahun di San Francisco dan memiliki kerabat di sana, mencoba menelepon semua relasinya. Beruntung, ada komponen bekas yang bisa dipakai. Tapi, Sony tetap tidak bisa menggunakan Parlee-nya di hari pertama program karena akan butuh waktu untuk menata ulang sistem elektriknya. “Aduh-aduh Mas, saya tidak tahu harus bicara apa. Tidak tahu besok ini gowes (bersepeda, Red) atau tidak”,” rintihnya kepada Dipta Wahyu, fotografer harian ini. Untuk sementara, Sony pun harus rela menyewa dulu sepeda dari Sports Basement. Padahal, sudah jauh-jauh dan repot-repot menenteng sepeda dari Indonesia”. (bersambung)

Lolos... ver Marquez tidak berbahaya. “Semua pihak setuju bahwa itu hanya insiden balap biasa. Kami telah melakukan evaluasi dari segala sudut, termasuk dari kamera helikopter. Insiden itu terjadi di lap terakhir dan tikungan terakhir, yakni insiden yang sudah kita lihat berulang kali di

Kabel... “Rapha” sama menggetarkannya dengan nama “Louis Vuitton” bagi perempuan penggemar tas. Dengan kata lain, Rapha adalah “Louis Vuitton”-nya pakaian dan aksesori sepeda. Toko di San Francisco ini sangatlah spesial. Sebab, di seluruh dunia, hanya ada tiga butik Rapha. Selain di SF, dua lainnya di Osaka, Jepang, dan London, Inggris. Brand Rapha sendiri berasal dari Inggris. Dan kunjungan itu menunjukkan bahwa para cyclist Indonesia ini benar-benar hardcore cyclist. Ketika jalan-jalan sebelumnya di Los Angeles dan Las Vegas, mereka tidak terlalu excited dengan tempat-tempat wisata kondang. Kalau waktu kunjungan shopping di outlet, yang diburu justru gerai Oakley untuk beli kacamata sepeda. Ketika di Las Vegas, tidak ada satu pun yang berminat bermain di berbagai fasilitas perjudian. Kalau dipikirpikir, bersepeda ini hobi yang sangat positif! Ketika masuk tokotoko sepeda, apalagi yang seperti Rapha, baru “setannya” keluar. Rapha Cycle Club di SF dari luar tampak sangat sederhana, seperti “toko” biasa. Ukuran tokonya tidak terlalu luas, mungkin kalau di Indonesia seluas ruko standar. Tapi, nuansanya cycling banget. Interior putih minimalis. Memorabilia sepeda (jersey, poster, foto, dan lainnya) terpajang di berbagai sudut ruangan. Kutipan-kutipan kondang cycling tersebar di mana-mana. Termasuk di dalam toilet! Di dalamnya ada kafe dan dua meja untuk nongkrong. Buka setiap hari mulai pukul 07.00 pagi (sampai 19.00), Rapha Cycle Club memang dirancang sebagai tempat bagi para cyclist untuk bertemu dan ngopi. Di salah satu dinding terpasang layar LCD besar. Siang itu ditayangkan siaran ulang etapeetape awal Tour of California 2013. Sorenya, mulai pukul 14.00, banyak orang datang “nonton bareng” tayangan live etape hari yang sama. Kebetulan, etape penutup ToC 2013, dari San Francisco menuju Santa Rosa, akan dimulai dekat toko Rapha ini pada Minggu (19/5). Kopinya pun spektakuler! Biji kopinya merek Four Barrel, merek lokal San Francisco. Suguhan yang paling ditonjolkan adalah minuman panas kopi, cokelat, dan susu bernama “Merckx”, mengambil


8

Kendari Pos Minggu, 19 Mei 2013

MADRID--Setelah mengunci sukses di final Copa del Rey (Piala Raja), Diego Simeone memuji para pemain Atletico Madrid yang berhasil membuang rasa gentar mereka atas sang rival, Real Madrid. Kemenangan itu punya makna tersendiri. Itulah kali pertama Atletico bisa mengalahkan rival sekotanya sejak tahun 1999. Gol di babak tambahan dari Joao Miranda mengakhiri rangkaian 25 laga tanpa kemenangan Los Rojiblancos atas sang tetangga. Lebih krusial kemenangan 2-1 itu juga memberi mereka trofi Copa del Rey pertama nyaris dalam dua dekade. Dan Simeone termasuk salah satu yang paling berbahagia. “Ini pertandingan yang luar biasa. Kami punya keberuntungan yang diperlukan untuk memenangi trofi. Apa yang dilakukan para pemain ini selama satu tahun setengah sungguh mengagumkan. Mereka akhirnya membuang rasa takut dan hati para pemain bersatu untuk memenangi laga, itu luar biasa,” tutur pria Argentina itu. Meski begitu, Simeone juga mengaku keberhasilan mereka juga dibantu oleh dewi fortuna, selain pengorbanan setiap pemain di atas lapangan. “Kami beruntung karena dalam sepakbola, tim yang juara memang punya sepenggal keberuntungan. Kami yakin kami bakal menang,” tandasnya. Ekspresi lain diperlihatkan Manajer Real Madrid, Jose Mourinho yang mengatakan bahwa Atletico Madrid hanya “beruntung” berhasil meraih trofi Copa del Rey. Mou juga mengatakan bahwa kekalahan timnya merupakan pencapaian terburuk selama karirnya menangani sebuah klub. Dalam laga tersebut selain kalah, Mourinho juga harus dikartu merah wasit akibat ulahnya. Tidak berhenti di situ, pelatih asal Portugal tersebut menyebutkan bahwa hasil dari laga final itu tidak merefleksikan dari kinerja Los Blancos selama ini. “Saya tidak berpikir Atletico layak menjadi juara. Tapi mereka memenangkan gelar. Kami memiliki dua peluang emas, dan tiga kali membentur tiang gawang,” ujarnya. “Itulah kenapa saya sebut ini tidak adil. Penampilan kiper Atletico fantastis tapi dia juga beruntung malam ini,” cetus Mourinho. (esp/gag)

C AFP/SHARON GOETCHLI

para Diego Simeone memuji di final Copa del Rey, rid dengan membekuk 2-1. etelah mengunci sukses l Mad RAJA BARU SPANYOL--Sng rasa gentar mereka atas sang rival, Rea yang berhasil membua

pemain Atletico Madrid

i t a H n a g n e D g n a Men

14 Gaya Rambut Beckham

Puncak Frustrasi MADRID---Cristiano Ronaldo harus diusir dari lapangan saat Real Madrid dikalahkan Atletico Madrid di final Copa del Rey. Kartu merah itu melengkapi kegagalannya dalam memberi gelar untuk Los Blancos. Madrid dan Atletico saling berhadapan di final Copa del Rey di Santiago Bernabeu, Sabtu (18/5) dinihari WIB. Itu merupakan satu-satunya kans Madrid untuk mengakhiri musim dengan gelar. Dengan fakta itu dan ekspektasi yang dibebankan padanya dan juga tim, Ronaldo bertekad memenangi laga kontra Atletico itu. “Pendekatan saya terhadap pertandingan ini sama dengan laga-laga lainnya, tapi dengan tanggung jawab yang lebih. Ini pertandingan yang spesial tapi ambisi saya selalu sama, untuk membantu Madrid sebaik mungkin yang bisa dilakukan, dengan bermain bagus, mencetak gol, assist,” kata Ronaldo sebelum pertandingan. Tekad Ronaldo kemudian dibuktikannya dengan membawa Madrid unggul lebih dulu di menit ke-14. Namun Atletico mampu menyamakan kedudukan lewat gol Diego Costa hingga laga akhirnya dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Atletico kemudian justru berbalik unggul lewat gol Miranda di menit keempat babak pertama masa extra time. Hingga laga berakhir, tak ada gol lagi yang tercipta dan Atletico keluar sebagai juara. Sebelum laga berakhir, di menit ke-115, Ronaldo justru harus diusir dari lapangan. Dia mendapat kartu kuning kedua usai dianggap menghantam wajah Gabi dengan kakinya. Kartu merah itu bisa jadi merupakan puncak dari rasa frustrasi Ronaldo. Usai mencetak gol pembuka, pemain asal Portugal itu gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang didapatnya untuk kembali mencetak

gol. Salah satu peluangnya lewat tendangan bebas tak membuahkan hasil setelah bola hanya menerpa tiang gawang. Sepanjang kariernya di Madrid, Ronaldo amat jarang mendapat kartu merah. Kartu merah di laga ini merupakan yang ketiga setelah yang sebelumnya didapat di laga melawan Almeria di tahun 2009 dan Malaga di tahun 2010. Ronaldo pun gagal mempersembahkan trofi untuk Madrid di musim ini. Dia dan Madrid harus men-

gakhiri musim ini dengan tangan hampa. Laga antar rival sekota ini berjalan sangat panas. Total, wasit Carlos Clos Gomez mengeluarkan masing-masing tujuh kartu kuning dan satu kartu merah untuk kedua kubu. Satu kartu kuning Atletico bahkan berbuah merah pada menit 120, yaitu untuk Gabi. Namun, yang jadi perhatian adalah kartu merah El Real beberapa menit sebelum Gabi keluar arena. (nds)

Yaya Toure

The Goldenballs David Beckham memutuskan untuk pensiun menutup perjalanan karirnya yang gemilang. Beckham sudah memenangkan gelar di 4 negara berbeda, yang terakhir ketika menjuarai Ligue 1 bersama Paris Saint-Germain. Melakukan debut bersama Man United di 1995, Beckham sudah mengoleksi 6 Trofi Liga Premier Inggris, 2 Trofi FA dan 1 Trofi Liga Champions sebelum

hijrah ke Real Madrid di tahun 2003. Bersama Madrid, Beckham memenangkan Trofi La Liga hingga akhirnya hijrah ke MLS untuk memenangkan trofi bersama LA Galaxy. Sebagai salah satu pesepakbola tersohor, penampilan Beckham kerap menjadi panutan fans, terutama gaya rambutnya. Berikut gaya rambut Beckham dari masa ke masa seperti dilansir talkSport. Mana yang menjadi favorit Anda ? (dns)


Kendari Pos Edisi 19 Mei 2013