Issuu on Google+

CALL CENTER Redaksi : 0401-3126515 Email: bumianoa@gmail.com Langganan Koran : 0813 4151 2090 Email : sirkulasi_kp@yahoo.com Iklan : 0853 3553 1111 Email: kendariposiklan@yahoo.com Fax : 0401-3123771

Selasa, 18 September 2012

Harga Eceran Rp. 3.500,-

eksekusi Tanpa Tangis

Pemekaran Kabupaten Kian Jauh jakarta, KP Komisi II DPR kemarin (17/9) menegur Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pasalnya, realisasi 19 daerah otonomi baru (DOB) kembali tertunda karena Mendagri terkesan mengulur waktu dalam memberikan lampu hijau tanda pengesahan. Perbedaan pandangan yang memunculkan sikap tak puas seluruh anggota komisi II terekam saat rapat kerja bersama Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Djohermansyah Djohan. Djohermansyah mengatakan, di antara 19 usul DOB itu, Kemendagri baru mampu membuat penilaian syarat teknis atas satu kabupaten saja. Keterbatasan dana menjadi alasan atas kesulitan untuk menilai persyaratan 18 DOB lainnya. “Masalah ketersediaan dana belum sempat kami usulkan pada tahun anggaran 2012,” kelitnya. Menurut Djohermansyah, sesuai dengan PP Nomor 78/2007, sebelum melakukan penilaian teknis, observasi lapangan harus dilakukan terlebih dahulu. Setelah itu, pembahasan dilangsungkan dalam sidang dewan pertimbangan otonomi daerah (DPOD). (agm)

SELEBRITI

Hamil Muda ayu Dewi cukup antusias dengan kehamilannya yang sudah berumur 13 minggu. Presenter acara musik dahSyat RCTI ini mengaku tetap aktif di masa kehamilannya yang masih muda. “Orang hamil harus tetap tampil cantik. Enggak bisa bisa lodong, enggak boleh malas-malasan,” kata Ayu Dewi saat ditemui di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta Barat, Senin (17/9). Meski tetap harus aktif, namun Ayu Dewi mulai mengurangi gerakangerakan yang sebelumnya sering dilakukan. Satu hal lagi yang dikurangi Ayu Dewi penggunaan highheels. “Saya Insya Allah enggak akan melakukan hal yang ekstrem. Suami juga percaya, saya harus makam lebih banyak. Sekarang saya enggak bisa lagi akrobat-akrobat. Highhells mesti dikurangi,” terangnya. (abu)

Kandungan Kulit Manggis yang Membuat Kulit Mulus Menjadi tua adalah suatu keniscayaan. Anehnya, banyak orang yang takut dengan itu. Sehingga, berbagai upaya mereka lakukan untuk mencegah tua itu datang. Operasi plastik dan senam-senam tertentu pun mereka lakoni. Salahkah itu? Tidak. Tapi, yang jelas, penuaan itu adalah hal yang alami dan pasti akan terjadi. Kalau yang diharapkan adalah tak datangnya ketuaan, tentu itu sangat mustahil. Tapi, bila yang diharapkan adalah perlambatan ketuaan, itu adalah sangat wajar. Dan memang tak ada salahnya memperlambat penuaan. Salah satu efek penuaan yang

Baca manggis di Hal 7

Helmin/KP

H. Andi Ahmad, H. Hasan Batek, Abdul Kadir Samad, Thamrin Taheron dan Haskar Hafid saat menuju mobil tahanan.

Kendari, KP Kejari Kendari telah mengeksekusi 11 orang dari 13 terdakwa jilid II, kasus korupsi berjamaah APBD 20032004 di DPRD Kota Kendari, kemarin. 11 terpidana korupsi itu yakni Lodewijk Sonaru, Ahmad H Hasan, H. Hasan Batek, Abdul Kadir Samad, H. Andi Ahmad, Thamrin Ta- Dewiyati herong, Haskar Hafid, La Ode Rusli Rais, Hj. Tamburaka Siti Arfah Panudari- Siapkan Spring ama, Hj Dewiyati Tamburaka, dan Hj. Asma- Bed, Asmarani rani Edy Sul. Mereka Edy Sul Lempar langsung digiring ke Lapas Kelas II A Ken- Senyum dari untuk menjalani proses hukum. Nampaknya, para terpidana sudah siap menyiapkan diri dengan eksekusi kali ini. Berbeda dengan awal suasana penahanan para terpidana ini pada awal dugaan kasus ini disidik yang ketika mereka sempat merasakan ruangan di Rutan Punggolaka. Saat itu, ketika mereka akan dibawa ke Rutan Punggolaka, Kejari Kendari

Baca EksEkusi di Hal 7

Kajati: 11 Terdakwa Cukup Kooperatif Kendari, KP Disaat 11 terdakwa memenuhi panggilan pelaksanaan putusan MA RI jilid II, Yani Muluk dan Salahuddin masih berada di Kota Makassar. Yani Muluk sedang melakukan ziarah ke makam orang tuanya, Sedangkan Salahuddin mengantar orang tuanya berobat. Kejaksaan masih menolerir alasan mereka. Pasalnya, keduanya berjanji akan menjalani hukuman tersebut dan segera berangkat ke Kendari, hari ini. Namun, jika tidak menepati janji, mereka akan dijemput paksa dan dijebloskan ke Lapas. Kajati Sultra, Andi Abdul Karim, SH MH mengungkapkan, Yani Muluk dan Salahuddin segera

menyerahkan diri. Jika dalam batas waktu yang ditolerir namun belum menyerahkan diri, maka akan dijemput paksa. “Dalam 1-2 hari ini akan menyerahkan diri. Jika tidak, mereka akan dijemput paksa. Mungkin saat surat panggilan dilayangkan, mereka tidak berada di Sultra. Namun mereka tetap memberikan informasi keberadaannya dan bersedia segera memenuhi panggilan tersebut,” terangnya. Mantan Wakajati Sulselbar itu memberikan apresiasi terhadap 11 terdakwa yang dinilai sangat kooperatif dalam memenuhi panggilan jaksa. Pelaksanaan eksekusi berjalan tertib dan lancar dengan

Baca kajati di Hal 7

Mereka Memenuhi Panggilan Lodewijk Sonaru Ahmad H Hasan H. Hasan Batek Abdul Kadir Samad H. Andi Ahmad Thamrin Taherong Haskar Hafid La Ode Rusli Rais Siti Arfah Panudariama Hj. Dewiyati Tamburaka Hj. Asmarani Edy Sul Yani Muluk Salahuddin

Hari Ini

MMA Ikut Menyambut

Kendari, KP Pelaksanaan eksekusi hari pertama terhadap 11 orang yang berhasil dieksekusi, diboyong ke Lapas Kelas II A Kendari melalui 3 tahapan. Tahap pertama sebanyak 2 terpidana yakni Lodewijk Sonaru dan Ahmad H Hasan. Gelombang kedua sebanyak 5 orang yakni H. Hasan Batek, Abdul Kadir Samad, H. Andi Ahmad, Thamrin Taherong, dan Haskar Hafid. Sementara gelombang Masyhur Masie Abunawas ketiga terdiri 4 terpidana yakni La Ode Rusli Rais, Hj. Siti Arfah Panudariama, Hj Dewiyati Tamburaka, dan Hj. Asmarani Edy Sul. “Tahap pertama tiba sekitar pukul 10.10 Wita, tahap kedua tiba pukul 12.15 Wita dan tahap ketiga tiba pukul 22.00 Wita,” ungkap H. Muslim, Kepala Lapas Kelas II A Kendari.

Baca mma di Hal 7

Rendy Ahmad dan Simponi, Juara II Kompetisi Musik Antikorupsi Sedunia

Siapkan Baju Munir untuk Pentas di Brasil Bagi Rendy Ahmad dan rekan-rekannya di Simponi, cara paling efektif memberantas korupsi adalah dengan menanamkan semangat antikorupsi di kalangan anakanak muda. Rendy juga tak segan berorasi langsung di KPK. aHMad BaidHOWi, Jakarta We are making a movement We are not a silent generation Share your wild imagination We are building a revolution RanGKaian kalimat di atas adalah penggalan lagu berjudul (Foto : SIMPONI for Jawa Pos) Vonis karya Rendy Ahmad dan grup Sindikat Musik Penghuni Rendi Ahmad (dua dari kanan) bersama grup anggota SIMPONI.

Bumi (Simponi). Itulah lagu yang mengantarkan Rendy dan Simponi menuju prestasi membanggakan pada 2 September lalu: runner-up di ajang kompetisi “Fair Play 2012: Anti Corruption Music Competition” di Belgia. Membanggakan karena kompetisi itu diikuti 75 musisi dari 35 negara. Vonis hanya kalah oleh Youssra El Hawary, musisi asal Mesir. Posisi ketiga ditempati S3, musisi asal Kongo. “Kemenangan Vonis adalah kemenangan kita bersama. Suatu saat nanti kita juga pasti menang melawan korupsi,” ujar Rendy ketika ditemui Jawa Pos di base camp Simponi, di Depok, Jawa Barat, Selasa lalu

(11/9). Rendy yang dilahirkan di Belitung, 24 Desember 1992, barangkali, mewakili kegelisahan dan kemuakan anak-anak muda melihat maraknya praktik korupsi di negeri ini. Sebuah kemuakan yang wajar. Sebagai gambaran, berdasar indeks negara gagal yang dirilis Fund for Peace Juni lalu, Indonesia berada di posisi ke-63 dari 182 negara yang disurvei. Salah satu indikatornya adalah persepsi korupsi. Itu artinya, tugas Indonesia masih sangat berat untuk memberantas kejahatan yang menjadi pemicu berbagai ke-

Baca musik di Hal 7

2

Selasa, 18 September 2012

Kepindahan Lukman tak Pengaruhi Golkar Kendari, KP Ketua Bidang Organisasi DPD II Partai Golkar Sultra, Muh Basri menilai keputusan mantan Ketua Golkar Konawe, Lukman Abunawas yang “baru saja” mundur dari Ketua Golkar Konawe lalu pindah dan memilih jadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Konawe Muh Basri merupakan hal wajar dan tak ada yang istimewa. “Saya juga baru tahu melalui media kalau dia (Lukman Abunawas) pindah ke PAN. Itu sah-sah saja. Hubungan Lukman Abunawas dengan Golkar sudah usai. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang memilih dan yang menilai kan masyarakat ,” jawabnya. Walau begitu, sebagai kader yang baik, mestinya Lukman tetap konsisten dengan partai yang telah membesarkannya. “Mestinya sebagai mantan pimpinan partai, beliau berpikir yang terbaik untuk kemajuan partai ke depan. Tetapi kami pun menyadari di politik tidak ada yang abadi, lagi-lagi dikembalikan kepada pilihan masing-masing individu karena merupakan hak mereka,” pungkasnya.(fas)

Panwaslukada : Pilgub Harus Ditunda Lapor Bawaslu, Panwaslukada Ingin Pilgub Ditunda Kendari, KP Sikap tegas Panwaslukada Sultra makin ditunjukan. Adanya beberapa tahapan Pilgub yang tidak diawasi, Panwaslukada khawatir tahapan yang telah berjalan, penuh dengan pelanggaran dan kecurangan. Karena itu, Panwaslukada berencana akan melapor pada Bawaslu agar merekomendasikan penundaan jadwal Pilgub 4 november 2012. “Kami akan meporkan pada Bawaslu dan dewan kehormatan

penyelenggara pemiluh (DKPP), terkaid ada beberapa tahapan pilgub yang tidak diawasi. Waktu dekat kami akan segera melakukan pleno guna kelengkapan dokumen laporan,” tegas La Ode Darmono, devisi pengawasan Panwaslukada Sultra melalui teleponnya. Ia sangat curiga terhadap sikap Pemprov dan DPRD Sultra yang memperlambat pencairan dana Pilgub. Padahal tahapan terus berjalan, tidak menuggu anggaran keluar. Namun, meski anggaran Panwaslukada telah ditetapkan Rp 12 milyar, Darmono tetap mempunyai keyakinan, dana itu tidak akan cukup.

“Saya mulai curiga, kelihatannya ada upaya dan skenario terstruktur dan masif agar pengawasan Pilgub ini tidak jalan. Dengan cara memperlambat pencairan dana penyelenggara yakni KPU, Panwaslukada, termsuk dana pengamanan (Polisi),” katanya lagi. Tidak ada anggaran menyebabkan pelantikan Panwascam dan perekrutan panitia pengawas lapangan (PPL) Desa/Kelurahan juga terlambat. Itu menjadi alasan kuat Panwaslukada untuk menunda jadwal Pilgub, karena pengawasan tidak berjalan. Yang mengherankan kata Darmono, porsi anggaran sekretariat panwas dan panwascam juga tidak

PPK Seluruh Muna Ancam Mogok Raha, KP Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Muna, mengeluhkan dana operasional dan honor mereka, yang belum terbayarkan. Ancaman mogok tidak akan bekerja keluar dari mereka, bila dana operasional, tak kunjung dicairkan. Nur Arduk, Ketua PPK Tiworo Utara, mengeluhkan, sudah sebulan ini mereka bekerja menggunakan dana pribadi. Seperti melakukan verifikasi Data Pemilih Sementara. “Kita pertanyakan di KPU Muna, anggarannya belum turun, “ujarnya. Anggotanya pun mulai mempertanyakan dana operasional dan honor, yang belum juga turun sampai saat ini. “Kawan-kawan saya, mengancam tidak bekerja. Bahkan teman-te-

man PPK yang dari Kecamatan lain, mengungkapkan hal serupa. Mengancam mogok kerja, bila dan tidak juga turun bulan ini, “terang aktifis Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Sultra itu. Almunardin, Ketua KPU Muna, memaklumi sikap dari PPK. “Sudah dua belas PPK yang datang kesini, mempertanyakan kapan dana operasional dan honor mereka turun, “ujarnya. Dana yang turun dari KPU Sultra, kata Dia, baru tahap pertama. Itupun angaran yang turun hanya dua bulan. Sudah berulangkali KPU Muna menyampaikan ke KPU Sultra, terkait kebutuhan dana. Namun sampai saat ini, tidak ada tanggapan. “KPU Muna tidak memiliki wewenang soal anggaran, semuanya ada di KPU Sultra,” ungkapnya. Power sapaan Almunardin, berharap dana operasional untuk KPU Kabupaten segera dicairkan. Agar dalam setiap tahapan penyelenggaran Pilkada, berjalan sesuai dengan jadwal.(awn)

ada, padahal dalam UU itu wajib terpenuhi. “Anggaran Rp 12 milyar itu pasti tidak cukup. Hitungannya, baru gaji PPL tiga bulan sebanyak 2.300 Desa/Kelurahan dan Panwascam enam bulan sebanyak 206 Kecamatan, sudah menghabiskan Rp 7 milyar. Kejanggalan lain, termsuk tidak adanya anggaran sekretariat panwascam, kalau tidak ada itu, mereka (panwas, panwacam dan PPL) akan berkoordinasi dimana?,” tanya Darmono dengan serius. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Sultra, Slamet Riyadi mengakui bahwa keterlambatan anggaran menjadi penghalang

utama jajaran panwaslukada untuk melakukan pengawasan. Olehnya itu, panwas tidak bisa disalahkan dan semua pihak harus sadar bahwa jadwal pilgub perlu ditinjau ulang. “Ada sisi keterlambatan yakni keuangan. Jadi wajar, panwacam terlambat dilantik, karena tidak ada uang. Padahal, lembaga ini dibiayai negara/daerah untuk mensukseskan pilgub. Jadi mestinya, untuk kualitas Pilkada, maka KPU harus menyatakan sikap bahwa kami akan menunda tahapan karena tidak ada pengawasan. Jangan jalan terus,” tegas Slamet Riyadi, Ketua DPW PNBK Sultra, akhir pekan lalu.(p2/ong)

10 Kelurahan Tidak Umumkan DPT Kendari, KP Di pertengahan tahapan pemilihan gubernur (pilgub) Sultra, panwas Kota Kendari telah menemukan adanya indikasi pelanggaran. Berdasarkan temuan Panwas Kecamatan di sejumlah wilayah, ada 10 kelurahan yang ditemukan tidak mengumumkan daftar pemilih tetap (DPT) pada tanggal 13 September lalu. Kelurahan dimaksud berada di tiga kecamatan. Kecamatan Poasia, Kelurahan Anggoeya, Matabubu dan Anduonohu, Kecamatan Kambu yakni Kelurahan Mokoau, Padaleu dan Lalolara, Kecamatan Puuwatu yakni Kelurahan Watulondo, Punggolaka, Puuwatu dan Tobuha. Divisi Pengawasan Panwas Kota Kendari, Joko Purnomo mengatakan DPT mestinya diumumkan secara luas kepada masyarakat, a g a r masyarakat tahu apakah dirinya sudah masuk dalam DPT atau belum. Itu bisa ditindaklanjuti oleh warga yang bersangkutan

agar dirinya bisa menyalurkan hak pilihnya pada pilgub nanti. “Nah, kalau mereka tidak melihat pengumuman itu, bagaimana mereka bisa tahu keberadaan mereka dalam DPT,” ungkap Joko. Akibat tidak diumumkannya DPT kata Joko, terjadi pelanggaran peraturan KPU No 12 tahun 2012 tentang Pedoman Tata Cara Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. “Khusus untuk kelurahan Anggoeya, Matabubu dan Anduonohu, pada tanggal 13 September lalu, DPT belum disahkan, belum diplenokan dan belum pula diumumkan. Makanya pelanggaran itu masuk dalam pasal 22 ayat 2 dan 3,” terang Joko. Sementara di Kecamatan Puuwatu, empat kelurahan yang tidak mengumumkan DPT, malahan mengumumkan DPS pada tahapan pengumuman DPT. Itu kata dia terindikasi melanggar SK KPU No 12/KPTS/KPU Prov 027/IV/2012 tentang tahapan program dan jadwal waktu penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. “Petugas di kelurahan itu tidak cermat dalam menjalankan tahapan dan jadwal pilgub yang ada. Makanya, atas indikasi pelanggaran yang terjadi, kami merekomendasikan ke divisi pelanggaran untuk ditindaklanjuti. Seperti apa hasilnya, mereka yang akan memutuskan,” pungkas Joko.(fya)

3

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Viar 3 Roda Kian Diminati Kendari, KP Penjualan motor tiga roda oleh PT. Karya Lancar Mandiri Dinamika (KLMD), distributor motor Viar di Kendari mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir sejak 2011 lalu jumlah unit terjual khusus motor tiga roda rata-rata mencapai 20 unit lebih. Peningkatan ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi menggunakan produk tersebut dan tidak ada distributor lain yang juga memasarkan produk sejenis. Manager Cabang PT. KLMD, Yanti Hamka mengatakan banyaknya permintaan dari beberapa instansi dan perusahaan distributor sembako mengakibatkan naiknya jumlah unit ter-

jual. “Dari tahun lalu rata-rata barang yang masuk untuk motor tiga roda 3-4 kontainer yang tiap kontainer berisi 6 unit motor. Yang paling banyak pesan itu dari Dinas Kebersihan untuk pengangkut sampah. Pedagang kecil seperti penjual sayur dan pengantar galon pun banyak yang memakai kendaraan ini karena bisa menjangkau loronglorong kecil,” ujarnya. Pada tahun 2010 kata Yanti penjualan hanya sekitar 10 unit karena termasuk produk baru dan belum familiar dimasyarakat. Produk yang terdiri dari 4 jenis ini yakni Karya 150 R, Karya 150 R Long, Karya 200 dan Karya 200 Long tersebut dibandrol dengan harga antara 20,5 Juta sampai 23,7 juta per unitnya. “Disamp-

ing harganya yang murah dan sistem kerjanya yang mudah sehingga saat ini sudah banyak yang pakai, jadi banyak juga yang tertarik,” lanjut Yanti. Yanti juga mengungkapkan bahwa penjualan untuk di daerah kabupaten dan kota sudah tersedia melalui kerjasama dengan pihak pembiayaan. Dibeberapa daerah seperti Baubau, Muna, Kolaka, Konsel dan daerah lain yang ada cabang pembiayaan Adira, mereka menyediakan layanan jual. ‘’Bagi masyarakat yang ingin memesan langsung berhubungan dengan Adira Finance dan barangnya akan segera dikirim. Harganya bisa dibayar tunai dan bisa pula melalui sistem kredit,” pungkasnya. (p8)

Dian Nugraha Pimpin BI Sultra wilda/kP

Sebanyak tiga nasabah asal kendari beruntung mendapatkan hadiah dalam promo yang digeber PT Pos kendari. Tampak ketiga nasabah saat menerima hadiah dari Yonatan Barung, Manager Penjualan kantor PT Pos area Makassar, kemarin.

Promo PT Pos, 3 Nasabah Sultra Beruntung Kendari, KP PT Pos Indonesia baru saja menggeber promo undian berhadiah senilai Rp 1 miliar. Perusahaan BUMN itu memberikan undian pada masyarakat pengguna jasanya sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih. Untuk Sultra tercatat tiga pelanggan PT Pos yang

beruntung pada saat diundi 16 Agustus lalu. Penyerahan hadiah dilakukan Yonatan Barung, Manager Penjualan Kantor PT Pos Area Makassar, kemarin. Ketiga nasabah PT Pos yang beruntung itu adalah PT Radio Gema Kendari, PT Adira finance dan seorang warga bernama Amirul Sabara. ‘’Gebyar

hadiah 1 milyar merupakan kali pertama diadakan oleh PT Pos Indonesia sebagai bentuk apresiasi kami terhadap kepercayaan masyarakat yang menggunakan jasa kami dalam segala bentuk kiriman mereka baik surat kilat khusus maupun paket kilat khusus,’’terang Yonatan Barung di sela-sela pe-

nyerahan hadiah. Saat ini kata Yonatan, PT Pos Indonesia telah melakukan pengembangan pelayanan. Selain pos kilat khusus, pos ekspres, express mail service (ke luar negeri), Pos Indonesia juga melayani jasa keuangan yang dapat diakses oleh seluruh warga Indonesia. (p12)

Target 30 Ribu Ton Beras Persiapan Bulog Sultra Kendari, KP Untuk menjaga ketersediaan beras, Divre Bulog Sultra siap menampung 30 ribu ton beras. Target itu optimis diraih, karena realisasi hingga Agustus 2012 sudah mencapai 20 ribu ton. Kadivre Bulog Sultra, Imran Abdullah menjelaskan untuk bulan September prognosa yang ditargetkan sebesar 25 ribu ton. Paling lambat jum-

DKP-PKK Sultra

Rangsang Minat Konsumsi Ikan Kendari, KP Potensi sumberdaya perikanan yang berlimpah di Sultra, harus diimbangi dengan tingkat konsumsi ikan. Untuk meningkatkan minat masyarakat mengkonsumsi ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Sultra menggelar lomba masak di sebuah hotel ternama di Kendari pada akhir pekan lalu. Ketua panitia lomba, Ir Resky MSi yang juga Kabid P2KP DKP Sultra mengatakan tujuan lomba adalah untuk meningkatkan minat mengkonsumsi ikan melalui penganekaragaman jenis olahan berbahan dasar ikan. “Lomba masak yang diikuti delapan tim PKK se-Sultra menyajikan tiga menu makanan yakni menu keluarga, kudapan dan menu balita. Juri penilai pun didatangkan dari kalangan praktisi kuliner dan ahli gizi dari RSUD,’’ jelasnya seraya merinci pemenang lomba akan mewakili Sultra dalam lomba masak ikan nasional Oktober mendatang di Jakarta. Ketua PKK Sultra, Tina Nur Alam yang didaulat membawakan sambutan mengatakan lomba masak serba ikan diharapkan merangsang minat masyarakat untuk berkreasi menciptakan menu baru. Selain itu sebagai media meyakinkan masyarakat mengkonsumsi ikan sekaligus mendukung program ketahanan pangan untuk mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas. ‘’Ikan merupakan sumber protein hewani yang baik dan bergizi banyak seperti vitamin, mineral, dan asam lemak omega 3. Meningkatnya konsumsi ikan berarti meningkatkan permintaan, mendorong produksi dan pemasaran yang secara keseluruhan akan menggerakan perekonomian masyarakat,” jelasnya. (p8)

lah itu akan terpenuhi pada minggu depan. ‘’Kami optimis meraihh jumlah itu karena saat ini sejumlah wilayah Sultra sedang panen raya,’’ jelasnya. Tingginya target penyerapan kata Imran merupakan arahan dari Dirut Bulog di pusat. “Dirut Bulog mengharapkan agar Sultra menjadi Divre Bulog yang mandiri,”paparnya. Apabila pengadaan di Sultra tinggi, tentunya Bulog bisa mensuplai daerah lain, meski jumlahnya belum signifikan. ‘’Untuk Sultra sejak Bulan Mei

sudah menolak Suplai dari daerah lain mengingat space kita yang terbatas. Space yang ada saat ini merupakan space atau gudang filial yang difungsikan dan ini sudah tersebesar di beberapa daerah di Sultra. Saat ini saja boleh di kata stoknya kejar-kejaran karena jumlah yang keluar sama dengan jumlah yang masuk,’’tuturnya. Imran berharap masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersedian stok, karena dengan stok 25 ribu ton saja bisa mencukup untuk 10 bulan kedepan.

Untuk penyaluran raskin, menurut Imran hingga saat ini pihaknya sudah menyalurkan raskin hingga 80 persen, dengan total jumlahnya sebanyak 36 ribu ton. ‘’Setiap bulannya penyaluran raskin sebanyak 3700 ton. Kami berharap agar penyalurannya tidak mengalami hambatan, dan kami juga akan meminta pengawalan dari petugas kepolisian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama untuk daerah-daerah tertentu yang dianggap rawan,’’pungkasnya. (p12)

Kendari, KP Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra kini dijabat Dian Nugraha. Ia resmi menggantikan Lawang M Siagian yang kini mendapat tugas baru di Departemen Perencanaan Stategis dan Hubungan Masyarakat di Kantor BI Pusat. Serahterima jabatan berlangsung di aula BI Sultra, kemarin. Deputi Gubernur BI, Ardhayadi Mitoarmojo yang memimpin seremoni pelantikan mengatakan alih tugas pimpinan BI merupakan bagian dari proses regenerasi dan pembelajaran talenta SDM di BI. Dengan kualitas SDM yang baik dan didukung kepemimpinan handal serta kemampuan manajerial yang mumpuni, ia mengharapkan organisasi BI Sultra bisa tumbuh dan berkembang untuk meningkatkan kinerja. ‘’Saya berkeyakinan bahwa bekal utama kepercayaan yang telah diberikan oleh lembaga kepada Dian Nugraha dapat melaksanakan tugas dengan baik, dan terus menjalin hubungan kerja sama dengan pihak terkait agar perekonomian Sultra semakin

wilda/kP

deputi Gubernur Bi, ardhayadi Mitoarmojo saat memimpin Serahterima jabatan pimpinan Bi Sultra dari lawang Siagian pada dian Nugraha maju,’’harapnya. Ardhayadi juga menitipkan pesan pada pimpinan baru BI Sultra agar tetap menjaga inflasi didaerah ini melalui kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah. Selain itu terus mendorong pembangunan perekonomian daerah untuk meningkatkan fungsi internal perbankkan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Mendorong perkembangan sektor rill seperti pemberdayaan UMKM, menjaga peredaran uang agar jumlah yang beredar cukup untuk kebutuhan masyarakat ser-

ta komunikasi dan koordinasi dengan kantor pusat dan kantor perwakilan lainnya harus terus dijalin,’’ tambahnya. Mantan kepala perwakilan BI Sultra, Lawang M siagian yang akan bertugas di BI pusat mengharapkan pimpinan yang baru bisa melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi. ‘’Kerjasama dengan pihakpihak terkait harus terus terjalin, baik pemerintah di Kota Kendari maupun stakeholder agar pembangunan Sultra terus meningkat dan berkualitas,’’ ungkapnya. (p12)

Selasa, 18 September 2012

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Oknum Anggota Dewan Diduga Main Proyek

La Ode aswarLin/KP

Pagar sdn 1 wajo Kota Baubau masih terlihat dalam kondisi baik rencananya akan dilakukan rehabilitasi dengan anggaran senilai rp 80 juta (kiri). Kontras dengan sdn 3 Lamangga yang belum memiliki fasilitas pagar justru tidak mendapat perhatian dinas pendidikan Kota Baubau (kanan).

Kelulusan CPNS K1 Terancam Dianulir Menpan, BaKn Verifikasi Khusus CPnsd Buton Pasarwajo, KP Sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Buton yang dinyatakan lulus melalui jalur data base katagori satu (K1) terancam dianulir kelulusannya. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buton, Hasmin Ilmih menjelaskan menindak lanjuti kasus mafia CPNSD di Kabupaten Buton pihaknya telah menggelar rapat bersama dengan instansi terkait antara lain BKDD, Kejaksaan, dan kepolisian melalui Polres Buton. Selain itu, dewan juga telah

melakukan konsultasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi, untuk mempertanyakan terkait masalah honorer siluman yang terjadi di Kabupaten Buton. “Dalam konsultasi dewan diketahui bahwa K1 Kabupaten Buton akan dilakukan verifikasi khusus Menpan, BAKN dan melibatkan BPK. Rencananya tim tersebut akan turun di Kabupaten Buton sebelum akhir 2012 ini,” jelas Hasmin Ilmih, kemarin. Terkait sejumlah nama yang terindikasi sebagai honorer siluman, DPRD Kabupaten Buton sendiri pada prinsipnya menyepakati akan melakukan rapat kerja khusus dengan

BKDD dan Inspektorat. Nantinya masalah tersebut akan didudukan bersama untuk mengetahui ujung pangkal persoalannya. Sementara kepala SKPD yang juga diduga terlibat dapat upaya meloloskan sejumlah honorer siluman sebagai CPNSD di jalur K1, legislator Golkar ini menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan upaya hukum kepada oknumoknum yang diduga kuat terlibat kasus tersebut. Kata Hasmin, pihaknya juga tidak lagi membentuk pansus untuk mengusut tuntas terkait masalah honorer siluman, namun pihaknya telah menyepakati akan melakukan rapat kerja

khusus dalam rangka menuntaskan persoalan tersebut. Namun rapat belum diagendakan karena masih harus menyelesaikan sejumlah agenda dewan yang juga prioritas. “Kami DPRD masih menunggu tim yang datang nanti dari perwakilan Menpan, BAKN dan BPK,” tuturnya. Terkait masa sangga untuk melakukan komplen, para CPNS yang dinyatakan lulus, Hasmin Ilmih menjelaskan dalam konsultasi yang dilakukan di kementerian memang untuk Kabupaten Buton sudah tidak ada masalah. Namun jika ada komplen terhadap sejumlah nama yang terindikasi menggunakan jalur siluman maka dipastikan nama tersebut akan dilakukan penganuliran. (m4)

Kery Ancam Pending Anggaran SKPD Jika Pimpinan sKPd Tak Hadir Unaaha, KP Kebiasaan pimpinan SKPD menghindari rapat pembahasan anggaran di DPRD Konawe dan mewakilkan kepada stafnya, menjadi perhatian khusus Ketua DPRD Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Dalam rapat paripurna DPRD Konawe dengan agenda penyerahan rancangan KUA-PPAS dan Raperda APBD perubahan anggaran 2012, Kery Saiful Konggoasa menegaskan kepada seluruh SKPD lingkup Pemkab Konawe agar dalam konsultasi dan pembahasan APBD perubahan jangan diwakilkan. “Bila diwakilkan kepada stafnya maka pem-

Kery Saiful Konggoasa bahasan anggaran perubahan SKPD yang bersangkutan akan dipending,” ancam Kery Saiful Konggoasa saat memimpin rapat paripurna di ruang Wonua I DPRD Konawe, kemarin. “Un-

Sail Morotai, Tingkatkan Ekonomi Wakatobi Wangiwangi,KP Sail Morotai diselenggarakan di Maluku saat ini, akan membawa kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wakatobi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pasalnya peserta rally yatch, akan menjadikan Wakatobi sebagai salah satu rute perjalannya, sehingga perputaran ekonomi akan meningkat. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Wakatobi, Drs Tawakkal mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah dipastikan akan meningkat, saat peserta Rally menyinggahi Wakatobi. Pendapatan akan tinggi, Sail Morotai akan sama dengan Sail Wakatobi yang diselenggarkan beberapa waktu lalu, Kendati tidak dipusatkan di Wakatobi, tetapi agenda Sail Morotai juga menyinggung Wakatobi, karena peserta Rally Yatch akan singgah di Wakatobi. “Tentunya, memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung daerah,” jelas Tawakkal kemarin. Dampak Sail ini juga, akan memberi peningkatan yang cukup tinggi kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri untuk menikmati keindahan daerah Wakatobi. Dan bagi masyarakat Wakatobi, yang memilih membuka usaha untuk keperluan tamu dan wisatawan khususnya makanan daerah, hasil perikanan dan penyewaan penginapan mendapatkan pendapatan yang cukup signifikan. Dari sisi pembangunan, anggaran pusat yang masuk ke daerah Wakatobi dalam rangka menunjang peningkatan infrastruktur akan sangat besar. Sejumlah sarana dan prasarana infrastruktur daerah untuk kepentingan umum dan pemerintahan telah banyak dibangun dari adanya pelaksaan sail. (cr1)

tuk menghindari hal itu maka saya minta jangan diwakilkan dalam pembahasan,” sambung Ketua DPD PAN Konawe itu. Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Konawe Lukman Abunawas, Wakil Ketua DPRD Sunaryo Mondawa, Sekab Konawe H.Irawan Laliasa, unsur Muspida, sejumlah anggota dewan dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Konawe. Ditempat yang sama, Bupati Konawe Lukman Abunawas mengatakan sesuai ketentuan peraturan yang ada, sebelum pembahasan APBD perubahan harus diawali pembahasan KUAPPAS. Dalam perubahan APBD tahun 2012 ini ada yang dilakukan pergeseran anggaran dan ada penambahan anggaran. Utamanya pada program-program

kegiatan prioritas menyangkut kepentingan masyarakat. “Seperti sektor pendidikan, kesehatan dan sektor-sektor lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Bupati Lukman di hadapan sidang paripurna DPRD Konawe. Menurutnya dalam pengelolaan keuangan tetap berpedoman pada prinsip efisiensi anggaran dan tepat sasaran. Olehnya itu ia meminta DPRD Konawe untuk terus mengawasi, baik pengelolaan keuangan maupun pelaksanaan kegiatan fisik. “Dengan cara ini kita dapat menghasilkan kegiatan yang betul-betul sesuai harapan kita semua, demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Konawe,” pinta bupati. (din)

Baubau, KP Oknum anggota DPRD Kota Baubau disebut-sebut namanya ikut bermain dalam proses pengerjaan proyek pembangunan pagar SDN 1 Wajo yang melekat pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Kota Baubau. Proyek penunjukan langsung kadis pendidikan dengan nilai Rp 80 juta itu ditenggarai merupakan paket pekerjaan politisi Golkar, Joni Munadi. Namun terkait pengerjaan proyek tersebut dibantah keras

oleh Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Baubau, Drs H Masri. Ditemui kemarin, Masri menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah sama sekali memberikan paket proyek pengerjaan kepada oknum anggota DPRD Kota Baubau. Katanya, komunikasi yang dibangun dengan anggota dewan hanya sebatas pada pembahasan dan pengusulan angggaran pembangunan rehabilitasi pagar sekolah di SDN 1 Wajo. “Memang ada usulan dari dewan saat rapat kerja untuk

melakukan rehabilitasi pagar sekolah di SDN 1 Wajo, tapi untuk pengerjaannya itu tidak dilakukan dewan, melainkan ada mekanismenya yang diikuti oleh sejumlah perusahaan yang mendaftar,” ujarnya. Masri menambahkan dalam pembahasan bersama dewan memang benar banyak anggota DPRD mengusulkan sejumlah pembangunan berdasarkan hasil reses dewan. Namun khusus untuk pengerjaan proyek, Baca Oknum di Hal. 6

Dirut RSU Harus Tindaki Dokter “Nakal” Bebankan Pasien Jamkesmas Unaaha, KP Ulah oknum dokter “nakal” di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSU Unaaha yang kerap meminta bayaran dari pasien Jamkesmas tercium Komisi III DPRD Konawe. Begitupun ulah oknum dokter “nakal” yang kerap meminta pasien menebus resep diapotik pribadinya dengan harga tinggi. Ketua Komisi III, Thalib Taora mengatakan pihaknya meminta dirut BLUD RS Unaaha untuk melakukan pembinaan. “Kalau sudah dilakukan pembinaan dan masih melakukan juga, maka itu adalah pelanggaran. Kalau dia dokter PNS maka akan dikenakan sesuai aturan pembinaan PNS. Kalau pembinaan pertama tidak juga membuat jera dan dokter tersebut masih melakukan pelanggaran maka dapat dikenakan hukuman lebih berat,” ujar Thalib Taora ketika ditemui dikantor DPRD Konawe, akhir

pekan lalu. Untuk meminimalisir sikap dan ulah oknum dokter-dokter “nakal” itu, menurut Thalib Taora salah satu solusi yang ditempuh yakni pembayaran jasa dokter atau honor daerah itu akan ditingkatkan menjadi Rp 7,5 juta sebulan yang semula hanya Rp 5 juta. “Mudah-mudahan bisa diterapkan 2013. Mudah-mudahan kenaikan honor daerah bagi dokter itu dapat mengurangi sikap dokter untuk pungutan atau memberikan pembayaran atas obat-obatan terhadap pasien Jamkesmas,” tambahnya. Belakangan Thalib Taora mengatakan sesungguhnya bukan pungutan melainkan dokter-dokter kerap memberikan obat kepada pasien diluar dari apotik di RS Unaaha. Padahal sesungguhnya jika obat-obatan tersebut diadakan pihak rumah sakit maka pasien tidak perlu mencari obat diluar apotik rumah sakit. “Namun karena ada suatu permainan, oknum dokter ini menyiapkan obat pribadinya dan ketika

pasien membutuhkan, dokter langsung berikan dengan harga sekian. Atau terkadang merekomendasikan (pasien) ambil obat diapotik pribadinya. Itu yang terjadi,” bebernya. Thalib mengaku pihaknya telah meminta dirut BLUD RS Unaaha untuk menegur dan dilakukan pembinaan terhadap dokter “nakal” itu. “Supaya tidak terulang, sebab ini sudah menjadi kebiasaan yang berjalan sejak beberapa tahun ini. Dirut berjanji akan menegur dokter yang bersangkutan melalui surat teguran yang ditembuskan ke DPRD dan Pemda,” imbuh. Ditempat berbeda, Dirut BLUD RSU Unaaha, dr.Giat B.Silalahi membenarkan ulah oknum dokter di RSU Unaaha itu. Sebelumnya, ia meluruskan bahwa pihak RSU Unaaha tidak pernah menagih terhadap pasien Jamkesmas melainkan perbuatan oknum-oknum tertentu yang meminta dan itu tidak masuk di RSU Unaaha. Baca Dokter di Hal. 6

Polisi Amankan Kayu Tak Bertuan Kendari, KP Operasi Hutan Lestari Anoa 2012 yang dilakukan jajaran Polda Sultra yang dimulai sejak pekan lalu, berhasil mengamankan ratusan kubik kayu di Kabupaten Konawe. Sayang, polisi hanya mengamankan kayu yang diduga illegal itu tanpa membekuk pemiliknya. Ratusan kubik kayu hasil dugaan pembalakan liar tersebut diamankan jajaran Polres Konawe, berada di tiga lokasi berbeda. Lokasi penangkapan pertama dilakukan di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kecamatan Abuki, Aparat Polres Konawe berhasil mengamankan 180 batang kayu rimba campuran tanpa pemilik. Penangkapan kedua dilakukan masih di daerah sama sebanyak 180 batang kayu campuran.Sedangkan dilokasi ketiga tepatnya di Desa Mendikonu, Kecamatan Amonggedo, sebanyak 160 batang kayu diamankan. Kabid Humas Polda Sultra AKBP Abdul Karim Samandi menjelaskan berhasilnya polisi mengamankan kayu illegal

tersebut setelah Polda Polda mencanangkan operasi Hutan Lestari Anoa 2012. “Saat ditemukan, kayu dalam kondisi ditinggal pemiliknya sehingga tak satupun tersangka yang berhasil ditangkap,”: ujar Abdul Karim kemarin. Mantan Kasat Intelkam Poltabes Makassar ini mengaku jika dalam waktu dekat tidak ada orang mengakuinya, maka ratusan kubik kayu tersebut akan menjadi milik pemerintah daerah untuk kemudian dilelang. Dana yang dihasilkan dari pelelangan akan masuk ke kas negara. “Kalau ada warga yang merasa pemilik kayu, silakan mengurusnya, tapi jangan lupa harus diikutsertakan surat izin. Kalau tidak bisa menunjukkan, kita akan kenakan aturan yang berlaku,” ujarnya. Abdul Karim menjelaskan kayu berbagai jenis itu ditemukan dalam kawasan HTI, hutan lindung dan kawaasan hutan lainnya yang ditinggali pemiBaca Kayu di Hal. 6

inOng/KPO

acara halal bilhalal yang dilakukan Kerukunan Keluarga wakatobi (KwK) di Kota Kendari dihadiri para pejawat dan warga wakatobi, akhir pekan lalu.

Kerukunan Wakatobi Gelar Halal Bihalal Kendari,KP Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat dan warga masyarakat menyemarakan kegiatan halal bihalal yang diadakan Kerukunan Keluarga Wakatobi (KKW) di Kendari, di salah satu hotel di Kendari, akhir pekan lalu. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sultra Saleh Lasata, Bupati Wakatobi Hugua, Wakil wali kota Kendari Musadar Mappasomba, serta seluruh tokoh-tokoh masyarakat wakatobi yang berdomosili di Kendari dan sekitarnya. “Masyarakat yang hadir melebihi perkiraan kami. Undangan yang disebar sekitar empat ribuan, tapi yang hadir melebihi itu. Sehingga ada yang

tidak mendapat tempat duduk. Ini wujud apresiasi dan semangat dari masyarakar wakatobi untuk tetap menjalin kebersamaan dan ukhwah di daerah orang,” kata Ketua Panitia H.Laode Malik,S.Km,M.Kes saat ditemui seusai pelaksanaan kegiatan. Bupati Wakatobi Hugua punya pandangan tersendiri mengenai makna ukhwah sebagaimana tema yang diangkat dalam kegiatan halal bihalal tersebut. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa sebuah persaudaraan lebih penting daripada kepemilikan p a n g k at , j ab at a n , ke k aya a n dan lainnya. Sehingga sangat diperlukan dalam membangun suatu peradaban daerah. “Selaku bupati saya

menghimbau kepada kita semua untuk selalu menjaga ukhwah dan persaudaraan. Keduanya menjadi modal utama dalam membangunan daerah, wakatobi pada khususnya dan Sultra pada umumnya,” imbaunya. “Bagi saya pembangunan memiliki dua dimensi,pembangunan fisik dan mental. Keduanya harus bersinergi supaya bisa maksimal. Melalui momen halal bi halal ini, mari kita jaga persatuan dan keakraban serta persaudaraan. Doakan kami (NUSA) supaya bisa menyelesaikan masa jabatan kami hingga 2013 nanti dan hasilnya bisa dirasahakan semua elemen masyarakat Sultra,” kata Wagub Saleh Lasata. (p6)

6

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Kejari Muna Dapat Tekanan Terkait Penetapan Tersangka Dermaga Butur Raha, KP Tiga panitia lelang pembangunan tujuh dermaga di Buton Utara (Butur), telah ditetapkan menjadi tersangka. Menjadi pertanyaan, kenapa hanya tiga panitia lelang? Padahal jumlah panitia lelang ada lima orang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Raha pun mendapat sorotan, karena dianggap membedabedakan status panitia lelang. Bukan hanya itu, Kadis perhubungan Darwin Kunu (DK) sebagai penanggung jawab anggaran (PA) didesak, agar Kejaksaan segera menetapkan sebagai tersangka. “Ada yang ganjal dalam penetapan tiga tersangka, dalam perkara pembangunan derma-

Dokter... “Ada memang oknum dokter. Katanya sih, sejak ada rumah sakit ini,” jawab dr.Giat B.Silalahi ketika ditanya sejak kapan praktek itu terjadi di RSU Unaaha. Dirut mengaku pihaknya kerap memberi tindakan kepada oknum dokter tersebut. Semisal teguran tertulis. Namun diakuinya praktek semacam itu masih juga terjadi sampai

Oknum... pihaknya tidak pernah memberikan paket proyek kepada anggota DPRD. “Yang meminta memang banyak atas usulan dari konstituennya tapi untuk pekerjaannya tentu ada mekanisme,” tuturnya. Kata Masri, saat ini tahapan pengerjaan rehabilitasi pembangunan pagar SDN 1 Wajo belum dilakukan penetapan pemenang. Karena berkas perusahaan yang mengikuti pendaftaran di Dinas Pendidikan sementara dilakukan verfikasi. “Info itu tidak benar, karena pemenang pengerjaan proyek itu pun baru akan diumumkan minggu ini,” tambah Masri.

Kayu... liknya. “Kuat dugaan kalau kayu ini hasil illegal logging yang memang marak di tempat ini,” ungkapnya, “Operasi akan terus berlan-

ga. Karena panitia lelang itu ada lima orang. Kenapa hanya tiga yang jadi tersangka, “tanya Ahmad Afif Darfin, mantan aktifis Mahasiswa Anti Korupsi (MAK) Sultra. Padahal, kata Afif yang divonis bersalah terkait aksi yang berujung pembakaran kantor Bupati Butur itu, panitia lelang memiliki peran yang sama dalam proses tender dermaga Butur. Namun yang menjadi perhatian seriusnya adalah belum tersentuhnya Darwin Kunu (Kadishub) yang menjadi PA dalam kegiatan tersebut. Yang perlu diketahui Kejaksaan adalah panitia lelang diangkat oleh Kadishub. Panitia lelang bekerja atas instruksi dari Kadishub. Mana berani, panitia lelang menunjuk langsung pemenang konsultan, tanpa ada instruksi dari atas.

Harusnya, kata Afif, Kejaksaan juga harus menetapkan Darwin Kunu sebagai tersangka. “Jangan sampai hanya berhenti di panitia lelang. Sudah hal yang lumrah, dalam perkara-perkara besar hanya berhenti pada bawahannya saja,” curiga Afif. Sementara itu, Triyana SP, Kasipidsus Kejari Raha, mengatakan, Kejaksaan dalam menetapkan tersangka mendahulukan analisis yuridis, dengan fakta-fakta yang ada. Dari pemeriksaan awal, dua panitia lelang tidak ditemukan tanda tangannya dalam dokumen. Dalam perjalanan penyidikan, dokumen yang berisi tanda tangan dua panitia lelang itu telah ada. “Kita tidak buru-buru menetapkan sebagai tersangka, jangan sampai tanda tangan itu palsu. Maka perlu dibuktikan lagi,”

terangnya. Bagaimana dengan keterlibatan Kadishub? Kata Kasipidsus, Kejaksaan masih terus melakukan penyidikan. “Kita masih melakukan pemanggilan saksisaksi. Dari awal saya katakan, tidak menutup kemungkinan masih akan ada tersangka tambahan, “ujarnya. Senada hal itu, Kasi Intel LM Musril mengatakan, dalam penetapan tersangka harus ada fakta-fakta yang mendukung. “Kita dalam menetapkan tersangka, bukan dengan pengandaian, seandainya, kemungkinan. Namun harus ada bukti yang kuat. Kalau buktinya kuat, kenapa tidak kita jadikan,” katanya. Musril menegaskan, siapapun dia kalau fakta sudah mengarah dengan bukti yang kuat, Kejaksaan akan menetapkan sebagai tersangka. (awn)

saat ini. “Memang, kenyataannya begitu. Soal tidak mempan bergantung orang masing-masing. Pribadi-pribadi,” tambah dr.Giat B.Silalahi saat ditemui dirujab bupati, Kamis (13/9) malam lalu. dr.Giat B.Silalahi juga membenarkan adanya praktek-praktek oknum dokter “nakal” yang memberi resep obat kepada pasien Jamkesmas yang tidak ada dalam apotik rumah sakit dan diminta menebus di apotik

pribadi atau apotik rekanan sang dokter. “Memang ada juga dokterdokter tertentu. Terus terang saja ada, yang memberikan resep. Mungkin dengan pertimbangan harus obat itu yang dipakai, saya juga tidak tahu. Tetapi memang ada praktek itu,” tukasnya. Dirut membantah dirinya

lemah dalam memberikan tindakan tegas kepada oknum dokter “nakal” karena praktekpraktek seperti itu masih saja terjadi. dr.Giat B.Silalahi juga membantah pihaknya kecolongan atas ulah oknum dokter “nakal”. “Bukan kecolongan karena kita udah tegur. Kalau kita biarkan terjadi, itu baru kecolongan,” tutupnya. (din)

Sementara itu, Joni Munadi yang dikonfirmasi membantah terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dirinya merasa tidak pernah terlibat ikut main proyek seperti isu yang berkembang dilapangan. “Tidak benar itu, yang jelas saya tidak pernah ikut main proyek bisa dicek kalau benar ada nama saya,” tegasnya. Amatan koran ini pagar SDN 1 Wajo yang hendak direhabilitasi melalui proyek Dikmudora Kota Baubau masih terlihat bagus. Proyek rehabilitasi pagar sekolah ini dinilai tidak tepat sasaran karena di SDN 3 Lamangga yang justru tidak memiliki pagar malah tidak mendapat sentuhan dinas pendidikan. (m4) jut hingga 1 Oktober nanti, sambil memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan perambahan hutan untuk dijadikan lahan perkebunan atau sejenisnya,” tambahnya. (p15)

Fraksi PKNI Absen Sampaikan Pandangan

Dalam Paripurna APBD-P 2012

Andoolo, KP Jabatan ketua Fraksi Persatuan Kebangkitan Nurani Indonesia (PKNI) Wawan Suhendra mendadak “dikudeta” oleh rekan-rakannya sendiri. Kudeta ditengah jalan itu dilakukan setelah dalam rapat paripurna pemandangan fraksi atas perubahan-APBD tahun 2012, FPKNI tidak memberikan tanggapan atau pemandangan yang ditandai dengan tidak hadirinya Ketua FPKNI Wawan Suhendra dan Sekretarisnya Awaludin ST. Tidak adanya tanggapan dari fraksi yang beranggotakan tujuh wakil rakyat itu abstain. “Ini yang membuat kami tidak tahu apa yang dikerja ketua bersama sekretaris. Kenapa sampai tidak ada pemandangan fraksi yang disampaikan dalam rapat paripurna pemandangan Fraksi atas APBD-P. Tidak ada kejelasan atas kejadian ini, kami bersepakat untuk mengganti ketua dan sekretaris,”

ujar Andi Achmad, kemarin. Menurut Andi Achmad, tidak adanya tanggapan atas atas perubahan APBD-P sangat disayangkan. Pasalnya ada beberapa hal perlu mendapat kritikan dan masukan atas APBDPerubahan tahun 2012 yang disampaikan eksekutif. Tidak adanya tanggapan ini ditandai dengan tidak hadirnya Ketua Fraksi Wawan Suhendra dan Sekretarus Awaluddin ST, bahkan tidak ada pemberitahuan kepada anggota lainnya. “Inilah yang disesalkan, dan kami berlima telah bersepakat untuk mengganti ketua saja,” tandasnya. Sementara itu, Wawan Suhendra saat dikonfirmasi terkait ketidak hadirannya dalam rapat paripurna Fraksi DPRD mengaku, tidak tahu adanya kegiatan di DPRD. “Saya ini tidak tahu jika ada agenda paripurna pemandangan fraksi di DPRD. Oleh sekretariat tidak memberikan jadwal atau penyampaian baik lisan maupun tertulis tentang kegiatan di DPRD,” ujar Wawan. Menurutnya, soal tidak

adanya tanggapan atau pemandangan dari Fraksi PKNI itu juga bukan kesalahannya semata bersama sekretarisnya, tetapi semua anggota yang terdiri Wawan Suhendra (Ketua) Awaluddin (Sekretaris), Sarifuddin Pariwusi, Arisyanto, Sahrun, M Syukri dan Andi Achmad. “Harusnya mereka juga menyampaikan kepada saya agar pemandangan itu dapat dibuat bersama. Terlebih lagi staf ahli Fraksi hingga saat ini belum pernah diketahui keberadaannya,” kata Wawan. Sementara dalam pandangan fraksi di DPRD yang dihadiri Wakil Bupati Konsel H Sutoardjo Pondiu itu, seluruh fraksi menerima dan menyetujui perubahan anggaran yang diajukan eksekutif. “Hari ini semua fraksi minus Fraksi PKNI telah memberikan tanggapan atas perubahan dengan berbagai catatan. Saran-saran itulah yang kemudian akan mendapat perbaikan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Perda,” ujar Ketua DPRD Ansyari Tawulo, kemarin. (era)

7

Kendari Pos |Selasa, 18 September 2012

Tampil di Forum Antikorupsi Internasional Musik ....... mudaratan tersebut. Sebab, dalam bahasa Rendy, korupsi tak ubahnya jamur: dipotong muncul lagi, ditebas tumbuh lagi. Musik pun akhirnya dia pilih sebagai jalur berekspresi untuk menyuarakan kegerahan terhadap segala bentuk rasuah. Kebetulan, Rendy memang sudah mantap memilih musik dan seni sebagai jalan hidup. Gemar bermusik sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), anak sulung dari tiga bersaudara itu yakin dengan pilihan hidupnya tersebut ketika terpilih memerankan sosok Arai dalam film Sang Pemimpi, sekuel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang digarap Riri Riza. Rendy pun tahu, bertahan di Belitung tak akan banyak membantunya mengepakkan sayap di dunia seni. Maka,

seperti tokoh Arai di novel Sang Pemimpi, setelah lulus dari SMA Negeri 1 Manggar, Belitung, pada 2010, dia langsung merantau ke Jakarta. Berbekal pengalaman aktingnya, Rendy kemudian berhasil mendapatkan peran di beberapa film, seperti Laskar Pelangi The Series, Semesta Mendukung, dan Jakarta Hati. Akting natural dan suara khasnya ketika menyanyikan lagu Fatwa Pujangga di film Sang Pemimpi juga menjadi jalan bagi Rendy untuk masuk ke dunia seni musik. Nasib mempertemukannya dengan M. Berkah Gamulya, manajer sekaligus pentolan Simponi, pada Januari 2011. “Kami kebetulan butuh vokalis yang sekaligus bisa bermain gitar. Jadi, pas sekali ketika Rendy bergabung,” kata Gamulya. Simponi adalah kumpulan musisi muda yang biasa berkumpul dan bermain musik di Taman Ayodya, Blok M, Jakarta

Selatan. Jumlahnya lebih dari 20 orang. Rata-rata usianya di bawah 30 tahun. Dan, yang membanggakan, mereka sangat peduli akan isu-isu sosial. Pada 28 Oktober 2010, memperingati 82 tahun Sumpah Pemuda, Simponi menghelat Rock N’ Green Tour di 82 sekolah di Jabodetabek, Bandung, dan Lampung selama 82 hari nonstop. Pentas musik yang mengusung tema bahaya pemanasan global, penghijauan, dan pendidikan itu kemudian masuk catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Semangat dan konsistensi mereka dalam mengusung isuisu pendidikan dan lingkungan hidup juga diakui di mancanegara. Buktinya, Simponi dua kali terpilih mewakili Indonesia dalam ajang “Asia Pacific Environmental Youth Forum” di Korea Selatan pada Agustus 2011 dan Agustus 2012. Tema yang diangkat Simponi kemudian mulai menyentuh isu antikorupsi.

Menurut Gumulya, itu hal yang tak terhindarkan. Selain karena pertemanan mereka dengan beberapa aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), sengkarut soal lingkungan, pendidikan, dan kesehatan pada akhirnya juga memiliki benang merah dengan korupsi. “Misalnya, kerusakan lingkungan, penggundulan hutan, itu pasti ada unsur pejabat yang korupsi. Lalu, kalau ada orang miskin yang tidak bisa sekolah dan tidak bisa berobat, itu juga karena masih adanya korupsi,” jelasnya. Dari sana pula ide lirik Vonis bermuara: Semua karna korupsi Negeri kaya anak kurang gizi Rakus pejabat politisi Bangsa kaya anak tak sekolahPengusaha rakus hutan gundul Bencana datang tak henti Vonis hakim bisa dibeli Koruptor dilindungi Oleh Rendy dan personel Simponi, lirik tersebut dibalut

Dewiyati Tamburaka Datang dengan Spring Bed Eksekusi ....... benar-benar banjir tangisan. Sanak keluarga seolah tanggup melepaskan pada terpidana ini untuk ditahan. Kali ini, baik para terpidana maupun sanak keluarga seperti sudah mempersiapkan diri menghadapi eksekusi. Buktinya, tak ada tangisan di Kejari Kendari saat para terpidana akan dimasukkan dalam mobil tahan menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Baruga, Kendari. Sebaliknya, tak jarang para terpidana ketika berpapasan dengan wartawan atau fotografer mereka melempar senyum. Pelaksanaan eksekusi terhadap 11 terpidana korupsi tersebut berjalan lancar. Dari 13 terdakwa, pertama kali memenuhi panggilan yakni Lodewijk Sonaru dan Ahmad H Hasan. Mereka tiba di Kejari Kendari sekitar pukul 07.30 wita. Kedatangan mereka lebih awal dari jadwal panggilan yakni dimulai pukul 10.00 wita. Bahkan, pihak kejaksaan masih melaksanakan apel pagi. Sekitar pukul 09.00 wita, Lodewijk Sonaru dan Ahmad H Hasan langsung diboyong ke Lapas setelah mengisi prosedur administrasi pelaksanaan eksekusi di ruang Pidsus Kejari Kendari. Mereka dikawal oleh pihak Kejari Kendari dan keluarga mereka menyusul ke Lapas mengantarkan pakaiannya. Tak lama setelah Lodewijk Sonaru dan Ahmad H Hasan dibawa ke Lapas, tiba-tiba berhenti sebuah mobil Kijang

Innova berwarna hitam di samping Kantor Kejari Kendari, sekitar pukul 10.11 Wita. Empat orang yang turun dari mobil pribadi itu. Dua diantaranya adalah mantan anggota DPRD Kota Kendari periode 19992004. Mereka adalah H. Hasan Batek dan Abdul Kadir Samad. Keduanya langsung bergegas menuju ke ruang Pidsus. “Jangan ambil gambar saya kalau belum ada izin,” bentak H. Hasan Batek sambil bergerak cepat menghindari kamera dan menuju ruang Pidsus. Sambil berjalan, H. Hasan Batek mengomel dan meminta agar tidak didokumentasikan oleh wartawan. Namun, persoalan tersebut tidak digubris hingga mereka tiba di ruang Pidsus mengisi adminitrasi pelaksanaan eksekusi. Lima menit kemudian, muncul tiga mantan legislator Kota Kendari lagi. Mereka adalah H. Andi Ahmad, Thamrin Taherong, dan Haskar Hafid. Mereka pun langsung bergabung bersama H. Hasan Batek dan Abdul Kadir Samad untuk melengkapi administrasi eksekusi. Mereka pun akhirnya pasrah diambil dokumentasinya. Sekitar pukul 11.00 wita, proses administrasi di Kejari Kendari selesai. Lima terpidana korupsi itu langsung dibawa ke Lapas Kendari dengan menggunakan Toyota Kijang bernomor polisi DT 7271 E, mobil tahanan milik Kejari Kendari. Mereka dikawal oleh beberapa staf kejaksaan. Setelah 7 orang diboyong ke Lapas Kendari pukul 11.00 wita, kedatangan terdakwa berikutnya memiliki jeda yang

cukup lama. Proses eksekusi berlanjut pukul 20.21 Wita yang dimulai dengan kedatangan La Ode Rusli Rais. Ia ditemani keluarganya dengan menggunakan Totoya Kijang Krisna bernopol DT 7088 AG. La Ode Rusli Rais langsung menuju ke ruang Pidsus menunggu rekan-rekannya yang belum datang. Hanya berselang 7 menit, tepatnya pukul 20.28 Wita, muncul Siti Arfah Panudariama dengan menggunakan Toyota Innova bernopol DT 8888 IS. Ia ditemani oleh anak dan suaminya. Turut pula mengantar anggota DPRD Sultra fraksi Golkar ini tadi malam adalah Kadis Kebersihan Kota Kendari, Agussalim. Siti Arfah Panudariama memilih “bersembunyi” di ruang Intelejen Kejari Kendari agar tidak disorot kamera. Sedang terpidana lainnya berkumpul di ruang Pidsus. Pukul 20.34 Wita, tiba-tiba muncul sebuah mobil Kijang pick up bernopol DT 8732 EE. Ternyata, disana ada Dewiyati Tamburaka bersama sang suami dan seorang putrinya. Dewiyati terlihat lebih mempersiapkan diri. Di mobil pick up yang ditumpanginya sudah tersedia sebuah spring bed berwarna merah maron yang cukup untuk memuat satu orang saja. Selain itu, beberapa bungkusan yang diduga berisi pakaian maupun kebutuhan lain Dewi saat berada di lapas. Dewiyati disusul oleh Hj. Asmarani Edy Sul sekitar pukul 20.45 Wita. Ia diantar oleh suami dan anaknya dengan menggunakan mobil sedan merah bernopol DT 1191 EE. Setibanya di Kejari Kendari,

keempat terpidana itu langsung melengkapi administrasi pelaksanaan eksekusi. Pukul 21.10 Wita, mereka pun dibawa ke Lapas Kendari untuk menjalani hukumannya dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Kendari bernopol DT 7271 E. Proses eksekusi jilid II dilakukan lebih tegas. Persiapan eksekusi tampaknya telah dirancang dengan matang. Terlihat dari aspek pengamanan, Kejari menghadirkan belasan personil polisi untuk menjaga keamanan di lingkup Kejari Kendari. Sebagian diantara mereka ada pula yang berjaga di sekitar kantor kejaksaan. Kajari Kendari, Yendi Kusyendi mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi sikap kooperatif dari para terdakwa yang memenuhi panggilan tersebut. Pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap 2 orang yang tersisa, jika tidak memenuhi janjinya untuk memenuhi panggilan kejaksaan hari ini. “A. Yani Muluk dan Salahuddin berjanji akan datang besok (hari ini, red). Jika dalam batas waktu tertentu mereka tidak memenuhi panggilan, maka kami akan lakukan jemput paksa. Di luar daerah sekali pun. Kan sudah ada biaya operasionalnya kalau mereka harus dijemput di luar daerah. Pokoknya, kami akan melakukan tindakan tegas jika tidak memenuhi panggilan,” jelasnya. Kepada pers, Yani Muluk berjanji akan segera memenuhi panggilan kejaksaan. Hanya, kemarin ia mengaku masih berada di Surabaya menuju Makassar untuk berziarah ke makam orangtuanya.(p16/aka)

mencegah munculnya kerutankerutan pada kullit, senyawa tersebut juga efektif digunakan untuk mencegah kepikunan, inflamasi atau peradangan, serangan bakteri, serangan kanker, bahkan serangan kolesterol tinggi, asam urat tinggi, dan gula darah yang tinggi. Kalau begitu, jika memakan buah manggis, apakah kita mesti memakannya sampai dengan kulit-kulitnya? Tidak begitu. Sebab, sekarang sudah banyak tersedia ekstrak kulit manggis yang mengandung xanthone tersebut. Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi itu, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh

Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang terkandung di dalamnya. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di nomor telepon 08124135934 Atau bisa juga mendapatkannya langsung di apotek-apotik di

kota Anda. Kendari : Apotik Wua-wua Farma Jl. MT Haryono, Apotik Saranani Jl. Saranani, Apotik Bumi Farma Bundaran Mandonga, Apotik Zafira samping Nusamart Sebelum PLN Wuawua, Apotik Surya Komp. Pasar Baru, Apotik Palopo Komp. Pasar Mandonga. Subdis Unaaha : Apotik Waraka 085241984014, Subdis Kolaka: 085231246853, Apotik Mekongga, Subdis Konsel: 085240687594, Subdis Baubau: Apotik Trikusuma, 0402-2821207, Raha: Apotik Binter Farma Jl. Yos Sudarso No. 39 Raha (Dpn Bank BNI Raha), Subdis Kolut: 085231246853. DICARI SUBDIS TIAP KABUPATEN. Konsultasi Bebas Pulsa Hubungi: Dr. Purwati Hp: 08001401430.

Manggis ....... muncul adalah kerutan di kulit. Tak jarang kerutan-kerutan itu muncul sebelum waktunya. Dan ini biasanya lebih ditakuti oleh wanita ketimbang pria. Pada saat inilah antioksidan diperlukan. Tapi, apa itu antioksidan? Dalam jurnal kesehatan dijelaskan, antioksidan adalah zat yang berfungsi melindungi sel tubuh dari serangan pengganggu dengan cara menetralkan serangan itu. Serangan itu bisa datang dari luar, seperti dari sinar matahari, polusi, temperatur yang ekstrem, dan cuaca yang ekstrem. Tapi, bisa juga dari dalam tubuh, seperti ketidakstabilan emosi, stres, dan metabolisme tubuh itu sendiri. Bila Anda sering berkontak dengan perubahan cuaca dan polusi, serta sering menerapkan gaya hidup kurang sehat, mengonsumsi antioksidan merupakan hal yang wajib untuk Anda lakukan. Bukan hanya untuk mengobati penyakit yang mungkin muncul, melainkan juga mencegah penuaan dini. Dari mana antioksidan bisa didapat? Cukup banyak makanan, bahkan yang lezat, yang mengandung antioksidan tinggi. Contohnya, buah manggis, beri, apel, plum, kiwi, dan nanas. Juga sayuran segar, seperti bayam, kol merah, brokoli, kentang, kacangkacangan, almond, pistachio, dan kenari. Pada buah manggis, yang sangat tinggi kadar antioksidannya bukanlah daging buahnya, melainkan kulit buahynya. Menurut hasil penelitian, kandungan kulit buah manggis itu bernama xanthone. Sejumlah peneliti, baik di luar maupun di dalam negeri, telah membuktikan bahwa senyawa tersebut tergolong ke dalam antioksidan tingkat tinggi. Tak hanya untuk

dengan irama yang nge-beat, diwarnai riff gitar yang ngerock. Vonis juga diperkaya sentuhan tradisional melalui irama lagu Jawa yang dinyanyikan seorang sinden. Selain Vonis, Rendy dan Simponi memiliki satu lagu lagi bertema antikorupsi, yakni Cicak Buaya yang terinspirasi kasus perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia yang dikenal publik dengan istilah Cicak v Buaya. Berbekal lagu-lagu yang dimiliki, Rendy bersama Simponi kemudian melakukan tur pentas musik antikorupsi di berbagai sekolah di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Brebes, Salatiga, Jogja, dan Solo. Total, lebih dari 1.500 siswa yang dilibatkan dalam pentas tersebut. Tujuannya jelas: menyasar anak-anak muda. Sebab, jelas Rendy, cara paling efektif untuk mengikis korupsi di Indonesia adalah menanamkan semangat antikorupsi kepada mereka yang kelak memegang kendali negeri ini. “Generasi muda harus dibentengi karena merekalah harapan kita. Karena itu, menyesakkan sekali ketika saya melihat politikus muda yang tadinya kita harapkan bisa menjadi pendobrak, kini justru tersangkut korupsi,” ujarnya berapi-api. Selain lihai bernyanyi, Rendy memang piawai berorasi. Karena itu, di sela-sela konser, dia tak lupa mengampanyekan

gerakan antikorupsi. Tidak jarang Rendy muncul di gedung KPK bersama para aktivis antikorupsi. Di sana dia juga berorasi. Salah satunya ketika mendukung gerakan Koin untuk Pembangunan Gedung KPK. “Saya bersama Simponi memulai petisi www.change.org/saveKPK karena khawatir dengan masa depan perjuangan antikorupsi di Indonesia,” ujarnya. Orasinya tersebut sempat dimuat di beberapa media massa beberapa waktu lalu. Agar semangat antikorupsi yang terkandung di dalamnya kian luas menyebar, Vonis pun dibuatkan klip video yang digarap Dandhy D. Laksono bersama kru Wacthdoc. Klip itu mengontraskan generasi muda zaman prakemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Trimurti, Tan Malaka, dan lain-lain dengan politisi muda era kiwari semacam Angelina Sondakh, M. Nazaruddin, dan Gayus Tambunan. Kalau Soekarno dkk rela dibui demi memperjuangkan kemerdekaan, Gayus cs masuk penjara karena terjerat kasus korupsi. Klip tersebut lantas diunggah ke YouTube per 21 Juli 2012. Hingga kemarin klip tersebut tercatat sudah ditonton lebih dari 5 ribu kali. Sambutan publik itu membuat Rendy dan Gamulya bungah. Apalagi, mereka juga mendapat banyak dukungan yang disampaikan melalui media sosial Facebook

dan Twitter. “Kemenangan ini hanya bonus, sebab kami bermusik bukan menjuarai kompetisi. Harapan terbesar kami adalah lagu ini bisa didengar masyarakat, pemerintah, anggota DPR, atau bahkan koruptor. Mudahmudahan, teriakan kami yang masih muda-muda ini bisa membantu perjuangan gerakan antikorupsi,” ujar Gamulya. Sebagai hadiah atas posisi runner-up yang mereka raih, JMI Foundation, World Bank Institute, dan the Global Youth Anti-Corruption Youth Network sebagai pemrakarsa ajang Fair Play 2012: Anti Corruption Music Competition mengundang Simponi dan dua pemenang lain untuk pentas secara live di Forum Voice Against Corruption dan Konferensi Antikorupsi Internasional di Kota Brasilia, Brasil, 10 November mendatang. Sebenarnya, Gamulya ingin mengajak 11 anggota Simponi yang terlibat dalam lagu Vonis. Selain Rendy, ada Bunky Sofee, Fani Caster, Veny Irawan, Miralda Genny Sofee, Rama Prayudha Aruman, Denis Arwindra, Abuy Baksberry, Ipoer Sapto Poernomo, Imron Budiman, dan Hendra Yulfi. Sayang, panitia membatasi maksimal enam orang. “Kami sudah menyiapkan kaus bergambar almarhum Munir. Kaus itu akan kami pakai saat pentas nanti. Ini bagian dari peringatan sewindu pembunuhan Munir, seorang pejuang keadilan dan kemanusiaan, dan gerakan antikorupsi adalah bagian dari perjuangan beliau,” ujar Gamulya.(ttg)

Yani Muluk Masih Ziarah Kubur Orang Tua Kajati ....... menyerahkan diri ke kejaksaan untuk menjalani putusan kasasi MA. “Kejaksaan akan terus melaksanakan tugas-tugas ke depan, khususnya tindak pidana korupsi. Kepada rekan-rekan wartawan, tolong bantu kami dalam mendapatkan informasi tentang terjadinya tindak pidana korupsi di Sultra. Dalam waktu dekat, akan ada lagi

tersangka baru untuk kasus dugaan korupsi,” ungkap Andi Abdul Karim usai pelaksanaan eksekusi gelombang ketiga, tadi malam di Kejari Kendari. Kajati didampingi oleh Wakajati, Agus Sutoto, Aspidsus, Tomo dan Kajari Kendari, Yendi Kusyendi. Sayangnya, pengganti Bambang Setio Wahyudi itu belum “membocorkan” calon tersangkanya dan jenis kasusnya. Namun, dalam waktu dekat, penetapan tersangka baru itu akan dipublis. Ia pun mengim-

bau, jika ada kesalahan terkait keuangan negara maka ada dua langkah yang ditempuh yakni pencegahan dengan pengembalian keuangan negara dan tindakan refresif terhadap pelaku. “Penegakan hukum akan tetap berjalan. Kami berharap dukungan media terutama dalam menyajikan pemberitaan yang objektif, selektif dan tidak memanasi situasi sehingga stabilitas nasional tetap terjaga,” pintanya.(p16/aka)

Masyhur Masie Abunawas Ikut Menyambut MMA ....... Sebelum dijebloskan ke Blok Tipikor, kata dia, mereka akan ditempatkan di kamar transit atau ruangan masa pengenalan lingkungan (Mapenalin) selama satu minggu. Setiap blok akan dihuni delapan orang tapi bila tidak memungkinkan, pihaknya telah mempersiapkan sebuah blok khusus. “Saat ini blok khusus tipikor dihuni napi berjumlah 25 orang, dua dian-

taranya perempuan,” jelasnya. Ia menambahkan, pada setiap ruangan pihaknya telah menyiapkan baik tempat tidur dan fasilitas lainnya. Para terpidana diperbolehkan menambah fasilitas yang ada misalnya peralatan tidur seperti spring bad. Namun untuk perangkat elektronik tak akan diperkenankan. “Kami tidak akan memberikan perlakuan istimewa terhadap mereka. Semua warga binaan akan diperlakukan sama.

Yang berbeda hanya bloknya saja. Bila yang lain diblok umum dan kriminal, sementara terpidana korupsi ditempatkan di blok tipikor,” tegasnya. Kehadiran mereka di Lapas disambut oleh rekan-rekannya yang masuk lebih awal seperti Zainuddin Monggilo, Pamasona, Ilham Thalib dan terpidana lainnya. Selain itu, mereka juga sempat bercengkerama dengan mantan Wali Kota Kendari, Masyhur Masie Abunawas. (p1/aka)

8

IKLAN

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

selasa, 18 september 2012

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

AMAL FADLY SENGA/KENDARI POS

Hingga petang kemarin, aktivitas prostitusi di poros jalan Mekar Indah, Kendari masih terus berlangsung. Zona itu merupakan salah satu titik dari sejumlah lokalisasi ilegal yang ada. Wali Kota Kendari, DR.H. Asrun baru akan membentuk tim terpadu untuk menangani persoalan tersebut.

Pemkot Baru Bentuk Tim Kendari, KP Aroma mesum yang terendus pada beberapa titik dalam zona kota Kendari baru mendapat respon dari pemerintah. Desakan DPRD juga semakin mem-

buat langkah Pemkot untuk melakukan tindakan tegas, mantap memberantas lokalisasi ilegal tersebut. Kemarin, Wali Kota Kendari, DR.H. Asrun membentuk tim terpadu untuk menangani persoalan

tersebut. “Setelah ini, saya akan mengumpulkan semua instansi terkait untuk membentuk tim terpadu memberantas keberadaan lokasi mesum yang tersebar di beberapa

titik. Termasuk kafe tenda di sekitar Teluk Kendari, akan saya perintahkan untuk ditertibkan. Suasananya yang remangremang sangat mencurigakan, bisa saja dijadikan tempat transaksi ilegal. Kalau

memang tidak ada yang mencurigakan kenapa tidak dinyalakan lebih terang,� ungkap Asrun dengan nada tanya.

Baca pemKot di Hal 10

Urus Paspor

Murah dan Mudah Kendari, KP Kantor Imigrasi Kelas I Kendari terus merubah imej sebagai salah satu instansi yang marak dengan Pungli, terutama dalam pengurusan paspor dan dokumen lainnya. Sejak dua tahun lalu saat diberlakukannya kawasan bebas korupsi di kantor tersebut, nyaris tak ada lagi suara sumbang warga soal pembengkakan biaya yang sering dialami para pemohon paspor dan surat izin keluar negeri lainnya. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kendari, Tafsil Juned mengatakan, saat ini masyarakat yang mengurus paspor hanya dikenakan biaya sebesar Rp 255 ribu tanpa tambahan biaya lain. Waktu pengurusan pun lebih efisien, hanya dalam empat hari saja. Masyarakat yang bermohon dan telah melengkapi berkas administrasi serta tahapan lainnya dapat menerima paspor. “Waktu dulu banyak praktek Pungli oleh sebagian oknum pegawai kita, namun sekarang jika ditemukan lagi maka lang-

Baca paspor di Hal 10

Dugaan Korupsi

Lampu Jalan

Diusut

Kendari, KP Kejaksaan Negeri Kendari (Kejari) akan mulai melakukan pengusutan dugaan korupsi pajak penerangan lampu jalan di Kota Kendari. Saat ini, penyidik korps adhyaksa itu terus mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) dan meminta audit kerugian negara serta izin dari Badan Pengawasan Keuangan

Baca Dugaan di Hal 10

AMAL FADLY SENGA/KENDARI POS

Penyidik Kejari Kendari mulai serius mengusut dugaan korupsi pajak penerangan lampu jalan di metro ini. Jaksa terus mengumpulkan bahan keterangan dan meminta audit kerugian negara dari BPKP

Metro

10

Propam Harus Tegas Tindak Polisi Nakal Kendari, KP Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sultra didesak mengambil peran utama dalam penanganan tingkah aparat kepolisian nakal di Sultra. Penegasan itu disampaikan langsung Kapolda Sultra, Brigjend. Pol. Tubagus Anis Angkawijaya, Senin (17/9) kemarin. “Saya menghimbau kepada Propam tak segan-segan memproses anggota Polri yang melanggar aturan. Propam harus segera bertindak menuntaskan kasus tersebut, jangan digantung-gantung,” tegas jen-

Dugaan.. dan Pembangunan (BPKP). Kajari Kendari, Yendi Kusyendi, SH mengaku, setiap tahun pembayaran pajak dari item tersebut tak mengalami peningkatan. Padahal jumlah hotel dan Ruko terus mengalami peningkatan. “Setiap tahun pembayaran itu sama, padahal kalau kita lihat ada penambahan hotel, Rukoruko. Kan, 10 persen pembayaran dari konsumen. Kok, sama saja pembayaran,” katanya sambil mengaku telah

Pemkot... Mantan Kadis Tata Kota dan Perumahan Kota Kendari itu mengakui, telah mendapat masukan dan desakan dari masyarakat. Makanya, pemerintah wajib menindaklanjuti. Terlebih praktik ilegal tersebut berkaitan dengan masalah sosial yang berimbas pada citra Kota Kendari di mata masyarakat luas. Soal mekanismenya, Ketua DPC PAN Kota Kendari itu menyebut, untuk warung remang-remang, Pemkot akan

deral berbintang satu itu. Cita-cita Tubagus Anis untuk menciptakan polisi sebagai mitra masyarakat, dan mengikis segala bentuk sifat arogan, angkuh dan menakut-nakuti dengan seragam yang dimiliki, memang tak dapat ditawar-tawar lagi. “Paradigma baru korps itu diharapkan lahirnya polisi sipil yang humanis, terutama di jajaran Polda Sultra. Sebab terciptanya simpati masyarakat ini hanya bisa diraih dari keberadaan polisi humanis di berbagai lini kehidupan sosial masyarakat. Polisi adalah sa-

habat masyarakat,” jelasnya. Hingga saat ini, dari 10 perilaku anggota Polri yang paling dibenci masyarakat diklaimnya mulai menurun. Tersisa lima kelakukan bhayangkara yang masih melekat di tubuh sebagian anggota polisi seperti mengonsumsi miras, berjudi, selingkuh, atur damai pelanggaran lalulintas dan tindak pidana. “Saya sangat harapakan semua perilaku buruk ini ditanggalkan demi tercapainya bhayangkara sejati yang diidamkan masyarakat,” harap Kapolda. (p15)

mengumpulkan data terkait indikasi praktik merugikan keuangan negara itu sejak tahun 2006, 2007 hingga 2008 . Meski demikian, Kajari belum bisa memprediksi berapa besar jumlah kerugian negara. “Yang jelas banyak perumahan, Ruko yang dibangun dan penambahan daya. Tetapi, tetap saja pembayaran tidak mengalami peningkatan. Misalnya, setiap bulan pembayarannya 800 juta rupiah. Kok, sama tidak ada peningkatan pembayaran dari PLN ke Pemda sebagai uang titipan un-

tuk pembiayaan lampu jalan,” tanyanya. Yendi menjelaskan, setiap konsumen yang berlangganan listrik, diwajibkan membayar tambahan 10 persen dari jumlah tagihan. “Seperti saya, bayar 100 ribu rupiah menjadi 110 ribu. Yang 10 ribunya dititipkan ke PLN nanti kembali ke pemerintah kota untuk pemeliharan lampu jalan yang putus, sehingga kembali lagi kepada PLN. Sementara Pemkot ada anggaran pemeliharaan lampu yang putus dan sebagainya,” jelas Kajari. (p16)

melayangkan surat teguran. Jika tiga kali berturut-turut tak ada respon dari pihak pengusaha kafe, tim diperintahkan melakukan penertiban. “Sebelum bertindak kita akan sampaikan pemberitahuan. Prosedurnya memang seperti itu, kalau tak diindahkan, baru kita eksekusi,” kata Asrun. Ketika disinggung mengenai pusat rehabilitasi sosial Asrun mengatakan, itu akan menjadi fokus dalam penganggaran di tahun 2013. Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) yang ada saat

ini menurutnya, tidak layak untuk dijadikan pusat rehabiliatsi. Jika memungkinkan, kedepan akan didirikan bangunan baru, ataupun masih bisa diupayakan, PSKW yang ada akan didesain bisa lebih layak dari saat ini. “Itu kendala kita, saat melakukan penertiban, tidak ada wadah yang bisa dijadikan tempat penampungan sekaligus pemberdayaan para PSK, kalau sudah ada panti rehabilitasi pembinaan akan lebih mudah,” pungkas Asrun. (fya)

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Wali Kota Tantang Kubu Kontra Revitalisasi Kendari, KP Upaya hukum yang digagas Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari dan Walhi Sultra soal proyek revitalisasi teluk karena dinilai inprosedural, mendapat tanggapan keras dari Wali Kota Kendari, DR.H. Asrun. Kendari-1 itu menganggap, proses revilitasasi teluk telah berjalan sesuai mekanisme, sehingga tak ada pelangaran hukum didalamnya. “Itu bukan melanggar. Jadi jalur hukum apa yang mau ditempuh

dan apa peran mereka (LBHWalhi) di situ. Sebab, mekanismenya sudah dalam proses. Saya tidak punya kepentingan apaapa di situ (proyek revitalisasi),” ungkapnya. Asrun menegaskan, untuk menyelamatkan teluk tidak bisa dibiarkan begitu lama, namun harus ada langkah cepat dan tepat dengan cara revitalisasi. Pasalnya, sendimentasi Teluk Kendari sudah sangat memprihatinkan. Asrun ber-

harap masyarakat di metro ini bersyukur dengan adanya investor yang ingin mengerjakan revitalisasi itu. “Kalau ingin menyelematkan teluk, tidak bisa hanya bicara saja. Jadi tidak ada jalan keluar, selain melakukan revilitasi. Kalau ada investor yang mau bergerak cepat tanpa menunggu izin, sebenarnya tidak ada masalah. Karena total investasinya bukan sedikit,” katanya lagi. Tetapi, bila keinginan

masyarakat harus menunggu izin Mendagri, maka Asrun pun menganggap bukan suatu masalah. Namun, Ia berharap semua masyarakat berpikir positif. Sebab menurutnya, tujuan revitalisasi demi untuk menyelamatkan ikon Kota Kendari itu. “Semua sudah dalam proses, tinggal menunggu waktu keluarnya izin Mendagri. Karena kalau terus dibiarkan Teluk Kendari akan menjadi daratan,” tegasnya. (p2)

Digagas Kawasan Car Free Day Kendari, KP Ide baru Satuan Lalulintas Polres Kendari menggagas setiap hari minggu akan diramaikan dengan olahraga sepeda santai. Area eks MTQ rencananya akan menjadi kawasan untuk bebas kendaraan bermotor. Ide tersebut disambut baik masyarakat Kendari. Buktinya, Minggu (16/9) lalu, para pecinta fun bike (sepeda santai) sudah melakukan aktivitas tersebut.

Paspor... sung ditindak dan dilaporkan ke aparat berwajib. Kita sudah terapkan sistem kawasan bebas korupsi, jadi kalau ada oknum bermain, langsung lapor di kantor saja,” tegasnya. Menyangkut persyaratan administrasi yang harus dipenuhi untuk mengurus keimigrasian, Tafsil menjelaskan hanya KTP dan Kartu Keluarga termasuk

Pihak Polres Kendari pun mengaku akan meminta pemerintah agar area MTQ pada waktu tertentu di hari minggu diatur unruk menjadi arena olah raga. Kasatlantas Polres Kendari, AKP Wiraga Dimastama mengatakan hari pertama fun bike rupanya sudah menyedot pecinta olahraga sepeda santai. Padahal pihaknya belum melakukan sosialisasi secara penuh. “Ternyata antusias warga sangat banyak, ini dibuktikan hampir

seratus unit sepeda datang. Dan bukan hanya itu saja jalan santai pun banyak yang melakukan,” katanya, kemarin. Pihak Polres Kendari sangat yakin jika area MTQ Square setiap minggu pagi akan ramai digunakan untuk berolahraga. Buktinya di bundaran HI Jakarta yang semula tak ramai namun karena pemerintah setempat mendukung, setiap libur akhir pekan dipadati aktivitas olah raga. Pihak Polres Kendari sendiri belum berani

mematok agenda setiap minggu area MTQ akan dijadikan hari bebas kendaraan bermotor karena belum mendapat restu atau izin pemerintah kota atau provinsi. “Semoga saja nanti Kendari Car Free Day bisa tercipta di MTQ,” ungkapnya. Jika itu terjadi Wiraga yakin banyak waktu yang bisa dimanfaatkan satuannya untuk melakukan sosialisasi berlalulintas dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. (ano)

tambahan salah satu dokumen kependudukan lainnya seperti ijazah, surat nikah atau akte kelahiran. “Yang penting KTP dan KK harus ada. Sedang yang lain bisa diwakili salah satunya saja. Setelah dokumen lengkap dan sah dalam pemeriksaan, maka pemohon diarahkan berfoto dan mengidentifikasi sidik jari lalu diproses dan tinggal menunggu pencetakan sampai penandatanganan untuk diserahkan ke yang

bersangkutan,” rincinya. Sampai periode Agustus 2012, pihak Imigrasi Kendari telah menerbitkan 5678 paspor atau yang lazim dikenal dengan Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI). Jumlah itu terbagi menjadi, 5587 paspor 48 halaman untuk perjalanan biasa dan 91 paspor 24 halaman sebagai izin bekerja TKI. “Paspor perjalanan biasa umumnya diminta untuk izin berlibur, kunjungan kelu-

arga, umrah dan haji serta kunjungan lain di luar izin kerja. Sedangkan paspor 24 halaman biasanya oleh para TKI yang sebelumnya harus memperlihatkan dokumen persetujuan lain dari Depnaker. Pengurusannya dijamin cepat dan mudah asal semua dokumen administrasi tadi lengkap dan sah. Tidak ada pungutan di luar biaya pengurusan tadi,” ulangnya, menegaskan. (p8)

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Metro

Lurah Rahandouna Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Tanah Kendari, KP Lurah Rahandouna, Kecamatan Poasia, Mahmud Kaido ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan surat tanah. Ia tak sendiri dalam kasus tersebut. Kepolisian juga menetapkan La Mika, pemilik tanah yang tertera namanya dalam surat tanah yang diduga palsu itu. Penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut ditangani Polsek Poasia. Kapolsek Poasia, Kompol Abdullah D membenarkan jika pihaknya menetapkan Lurah Rahandouna sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan surat tanah. Penetapan tersebut dilakukan berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan terkait terbitnya dua surat pernyataan fisik tanah pada objek yang sama dan atas nama dua orang berbeda. “Penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan berawal dari laporan Aprianus JJ Berelaku, menantu almarhum Badaruddin sebagai pihak ahli waris. Dalam laporan, ayah mertuanya

telah membeli tanah seluas 3.392 meter persegi di Jalan Ramadhan Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia dari La Mika tahun 2004. Tentu pelapor memperlihatkan bukti transaksi jual beli dan kepemilikan sah atas tanah tersebut,” ungkap Abdullah. Salah satu surat dalam transaksi jual beli antara La Mika dengan Badaruddin kala itu adalah pernyataan fisik tanah seluas 3.392 meter persegi tertanggal 12 Agustus 2004. Surat tersebut diterbitkan Lurah Rahandouna kala itu, Syamsukwan Haris dan saksi Mahmud Kaido (posisinya masih Seklur Rahandouna saat itu) saat La Mika menjual tanahnya kepada Badaruddin. Anehnya, kata Abdullah, tahun 2009, Mahmud Kaido (sudah menjadi Lurah Rahandouna) menerbitkan surat pernyataan fisik tanah pada objek yang sama dengan luas tanah 800 meter persegi. Lalu, La Mika menjualnya kepada dua orang, diantaranya La Oke. Pihak Badaruddin mengklaim jika 800 meter persegi itu masih masuk dalam area 3.392 meter persegi yang dibelinya dulu. Ditetapkanlah La Mika dan Mahmud Kaido sebagai tersangka dengan dug-

aan melakukan pemalsuan surat tanah. “Kasus ini sudah kami limpahkan ke Kejari Kendari untuk proses penuntutan (P-21),” jelasnya. Kasi Pidum Kejari Kendari, Muh. Irsan, MH membenarkan ada pelimpahan kasus tersebut. Pihaknya telah menerima berkas pelimpahan dengan tersangka Mahmud Kaido dan La Mika. Soal proses penahanan, jaksa masih mempertimbangkannya. “Masih dalam proses. Mereka mengajukan permohonan tidak ditahan. Selain itu, kasus ini kan tidak ditahan di kepolisian,” terangnya. Saat ditemui di Kejari Kendari, Mahmud Kaido merasa kaget dengan tindakan kepolisian yang menetapkan dirinya sebagai tersangka. Ia merasa jika selama ini, dirinya hanya menjalankan tugas dan fungsi melayani masyarakat, bukan melegitimasi pemalsuan surat tanah. “Ini yang membuat saya bingung. Kok belakangan ditetapkan sebagai tersangka. Dalam surat pernyataan itu, saya cuma meneken sebagai pihak yang mengetahui atas nama pemerintah kelurahan Rahandouna. Pada pernyataan surat keterangan fisik tanah seluas 20 kali 40 meter yang berada di belakan-

gan Lapangan Rahandouna. Sekadar mengetahui sebagai pihak berwenang, harusnya hanya saksi, kenapa jadi tersangka,” bela Mahmud Kaido. La Oke, saksi dari pihak pembeli tanah pada surat yang diduga bermasalah itu pun turut angkat bicara. Ia menilai, tindakan kepolisian tidak objektif dalam perkara tersebut. Ia pun merasa heran dengan munculnya kasus itu disaat almarhum Badaruddin telah meninggal dunia. “Transaksi jual beli antara Pak La Mika dengan saya kan terjadi pada tahun 2009. Almarhum Badaruddin meninggal tahun 2012. Kok waktu almarhum Badaruddin masih hidup, tidak pernah disoal masalah itu. Nanti setelah meninggal baru diungkitungkit,” jelasnya. La Oke pun membela La Mika dan Lurah Rahandouna. Sepengetahuan dia, tanah yang dijual oleh La Mika kepada Badaruddin memang seluas 3.392 meter persegi. Namun, luas tanah La Mika secara keseluruhan seluas 4.192 meter persegi. “Masih ada 800 meter persegi yang tersisa dan itulah yang dijual kepada saya dan teman saya,” bela La Oke. (p16/aka)

untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum. Nah, kalau mereka masih bandel, kami akan rekomendasian kepada penyidik pegawai negeri sipil untuk melakukan tindakan sesuai prosedur,” kelit Zainal. Diakuinya, melihat kepemilikan lahan, memang warga yang melakukan penimbunan mengantongi bukti sertifikat tanah. Tapi, dalam mendirikan bangunan, hal itu tak boleh dilakukan begitu saja, sebab ada aturan yang

mesti ditaati, apalagi di wilayah teluk Kendari itu masuk kawasan strategis, sedangkan pinggir pantau, masuk RTH sesuai RTRW Kota Kendari. “Wilayah strategis maksudnya tetap akan dimanfaatkan, tapi jelas difokuskan untuk apa. Kalau memang menjadi areal perdagangan, harus jelas dagangannya jenis apa dan model bangunannya. Itulah yang akan dibicarkan lebih detail,” ungkap mantan Kadispenda Kota Kendari itu. (p2/fya)

Timbun RTH, Sanksi Menanti Kendari, KP Kawasan Segi Tiga Tapak Kuda yang selalu digaungkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Kendari, nyaris kehilangan bentuk. Pohon mangrove yang sebelumnya tumbuh subur di lokasi itu, kini lenyap dengan adanya penimbunan yang dilakukan warga. Padahal, lokasi itu ditetapkan sebagai kawasan strategis pemerintah Kota Kendari. Kadis Tata Kota dan Perumahan Kota Kendari, Zainal Arifin beralasan,

pihaknya sama sekali tak membiarkan aktivitas penimbunan yang dilakukan warga tersebut. “Kegiatan itu dilakukan ketika libur pegawai. Saat itu, pengawasan sempat terhenti, sehingga warga bebas melakukan penimbunan tanpa berkoordinasi dengan pemerintah. Pelaku penimbunan sudah kami berikan teguran, baik lisan maupun tulisan sebanyak tiga kali, tapi belum ada efek jera. Makanya, kami memberikan ancaman sanksi

11

Rencana BOT RSUD Ditolak Kendari, KP Rencana Pemprov yang akan menawarkan kawasan RSUD Sultra kepada investor Cina untuk dikelola dengan sistem Build Operate Transfer (BOT) atau bangun guna serah terus mendapat penolakan dari kalangan legislatif. Yang terbaru, suara penampikan itu dilontarkan Ketua Komisi IV, Abu Bakar Lagu. Alasannya, alat kelengkapan dewan membidangi masalah kesehatan itu telah menggagas dan merencanakan rumah sakit umum daerah lama itu difungsikan sebagai RS Rawat Inap Kelas III (bagi pasien kurang mampu). Apalagi langkahlangkah menuju wacana itu telah dibahas. Legislator PKS ini mengatakan, rencana ruslaig RS ataupun istilah BOT yang digunakan Pemprov tak akan semudah itu disetujui dewan. Sebab ini menyangkut alih fungsi aset daerah ke pihak ketiga. “Kepada pihak Pemkot saja butuh pembahasan berbulan-bulan, apalagi kepada pihak swasta,” sindir Abu Bakar Lagu, kemarin di ruang kerjanya. Terlebih, sebelumnya, komisi IV telah melakukan studi banding ke Makassar untuk melihat langsung pelayanan kesehatan gratis di daerah tersebut. Dari kunjungan itu, pihaknya menggagas untuk menerapkan pelayanan serupa bagi masyarakat Sultra. “Kebetulan kita punya bangunan RS lama, bila RSUD baru difungsikan. Namun bila tiba-tiba aset itu diruislag kepada pihak ketiga, rencana tersebut akan gagal total. Seharusnya, Pemprov jangan gegabah melakukan ruislag. Apalagi rencana ini yang kami gagas ini untuk menyukseskan salah satu pilar program Bahteramas, pelayanan kesehatan gratis,” tandas anggota DPRD Sultra dari Dapil Kolaka-Kolaka Utara itu. Seperti dijelaskannya, hingga kini Komisi IV telah berkoordinasi dengan Dinkes Sultra mempelajari Perda RS bagi pasien kurang mampu. Jika terlambat, DPRD Sultra siap membuat Perda inisiatif, tetapi harus melibatkan Pemprov dan pemerintah daerah lainnya. Sebelumnya, Gubernur Sultra, H. Nur Alam yang ditemui punya hitung-hitungan dan argumen sendiri soal kebijakan dalam rencana melakukan pengalihan aset daerah ke pihak ketiga. “Bicara keuntungan, tidak selalu harus dilihat dari sisi materiil, tapi juga menyangkut penggunaan dan nilai. Keuntungan tidak bisa dihitung seperti membuat neraca rugi laba. Tidak harus dihitung 100 rupiah, besoknya jadi 150 rupiah. Yang pasti keuntungan itu besar,” argumen gubernur, saat ditemui Rabu (12/9) lalu. Ia menggambarkan dari proses tukar guling (ruislag) gedung Pramuka dan KNPI. Menurutnya, dua gedung tersebut sudah hampir tak bisa digunakan. Saat ini pemerintah telah memiliki bangunan baru yang didirikan dari hasil kompensasi lahan untuk dua bangunan itu menjadi Pusat Perbelanjaan di Wuawua. Keuntungan lainnya, aset tanah Pemprov yang disewa swasta selama 30 tahun dan diatasnya dibangun Mall. (p1)

14

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Inggrid Amanda Persiapkan Cerita Rakyat Konawe Sepintas, mendongeng merupakan seni yang cukup rumit, karena pencerita harus membawakan dengan maksimal. Untuk memikat hati para penonton dan juri, pendongeng menyampaikan dengan mimik, intonasi, ekspresi, suara, dan pelafalan yang sempurna. Namun Inggrid Amanda Muharramah, siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pesri ini justru sangat menikmati seni tersebut. Wulaningsih, Kendari MeMiliKi bakat yang sangat besar dalam keterampilan berbicara, tidak menjadi-

kan Inggrid Amanda Muharramah berbeda dengan murid lainnya. Di usianya yang baru memasuki 11 tahun, ia tak ubah dengan murid lain yang masih gemar bermain dan berlari-larian. Bertempat di ruang guru MI Pesri, wartawati koran ini pun lantas menemui Inggrid yang tengah menikmati istirahat jam pertama. Di balik wajah polosnya, anak pertama dari dua bersaudara ini memang memiliki prestasi yang luar biasa, utamanya keterampilan berbicara. Diakui Inggrid, ia memang hobi berbicara. Saking hobinya, sehabis bangun tidur dan salat, ia tak lupa belajar mendongeng atau berpidato. “Saya sering berlatih di depan Ayah dan Ibu atau di kamar sendirian. Paling sering mengajari saya adalah ayah, karena ibu super sibuk,” katanya. Tak heran, hampir semua prestasi yang ia raih adalah juara pidato dan juara mendongeng. Mulai juara terfavorit pidato Laskar Merah Putih tahun

wulan/KP

Inggrid Amanda Muharramah didampigi Kepala Mi Pesri Dra. Nuhera MA dan Ibu Ernida Hamid M.Pd.

2009, juara I pidato yang diselenggarakan Kemenag Kota Kendari tahun 2010, juara I mendongeng tingkat Kota Kendari yang dilaksanakan Unhalu tahun 2010, juara I pidato tingkat Kota Kendari tahun 2011, juara I pidato dalam Festival Anak Soleh oleh

BKPRMI tahun 2012, dan masih banyak lainnya. Ia memperoleh juara I mendongeng tingkat Sultra yang dilaksanakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sultra beberapa waktu lalu. Kini tengah menunggu informasi selanjutnya, karena ditunjuk untuk mewakili Sultra ke tingkat nasional dalam lomba yang sama. Hal yang paling unik adalah dongeng yang dibawakan merupakan cerita asli daerah Sultra. Lomba tingkat provinsi ia membawakan cerita rakyat Konawe Utara yang berjudul Liu dan Mawar Kuning. Di tingkat nasional nanti ia pun masih membawakan cerita yang sama dengan tambahan satu cerita lagi yakni berjudul Kera dan Ayam yang merupakan cerita rakyat daerah Konawe. Tantangan yang harus ia lakoni dengan cerita-cerita tersebut adalah, harus bisa menyesuaikan suara semua tokoh yang ada, misalnya suara nenek-nenek, anak laki-laki, gadis, dan pangeran. Tentu saja, ekspresi, mimik, dan intonasi tak boleh ia lupakan. Begitu juga properti, harus dipersiapkan dengan maksimal.

Di balik senyum manisnya, Inggrid ternyata memiliki impian untuk menjadi yang terbaik. Ia optimis bisa meraih tiga besar nasional. Cukup sulit jika dibayangkan, karena bukan hanya lomba mendongeng, semua peserta harus menghafal buku cerita rakyat minimal tiga. Setelah tampil di atas panggung secara langsung juri akan mengajukan pertanyaan seputar isi buku yang telah dibaca. “Di tingkat nasional nanti, saya menyiapkan cerita rakyat Nusantara yakni Malin Kundang, Timun Mas, dan Girl Story,” kata anak dari mantan peserta Top Model Media Kita itu. Menurut putri pasangan Ernida Hamid M.Pd dan Mustafa Hakim S.Pd ini, kunci dalam setiap kemenangan adalah percaya diri dan berani dalam keadaan apa pun. Namun persiapan juga yang paling utama. Untuk menjadi juara, harus rajin berlatih, belajar, berdoa, dan patuh kepada orang tua dan guru. “Bukan sekadar juara, yang paling penting saya harus bisa membuat penonton bangga dan puas dengan penampilan. Saya harus berusaha agar bisa membawa nama baik daerah, sekolah, orang tua, dan guru,” tukasnya. (*)

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Kampus

15

Ilmu Hukum, Bukan Hanya Hukum Pidana Kendari, KP Fenomena mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang lebih cenderung memilih konsentrasi hukum pidana sebagai ilmu pendalaman, bukanlah sesuatu yang baru. Di setiap angkatan, FH Unhalu lebih banyak mennamatkan sarjana hukum pidana. Menjawab fenomena itu, PD 1 FH Unhalu, Muh. Satria Muldjabar, SH. M.Kn., mengungkapkan belum ada alasan pasti. Namun asumsi mahasiswa yang menilai kajian hukum pidana (HP) lebih mudah dipelajari dibanding jurusan kukum keperdataan (HK) dan hukum tata negara (HTN) masih menjadi alasan kuat. “Dari ketiga jurusan di FH, HP masih mendominasi. Jurusan lain

kajiannya dirasa sulit. Kenyataannya tidak begitu, itu kan asumsi yang salah, harus diluruskan. Mereka berpikir dalam mempelajari HP, hanya soal KUHP dan KUHAP. Kalau begitu, itu bukan SH titelnya,’’ katanya. Menurutnya, ilmu hukum dan ilmu pengetahuan hukum itu sangat berbeda. Ilmu hukum luas aspeknya, bicara asa, landasan filosofis dari sisi hukum materiil, hukum formil. Ilmu pengetahuan hukum biar bukan SH dengan membaca KUHP dan KUHAP saja sudah bisa tahu. “Kalau cuma sekadar baca UU, KUHP dan KUHAP saja, yah siapapun juga bisa. Namun mereka tidak memahami isinya, apa maksudnya, bagaimana interprestasinya itu

yang mereka tidak bisa pahami,’’ katanya. Bahkan kata dia, ada orang yang menganggap jurusan lain tidak penting. Padahal mempelajari ilmu hukum itu harus komprehensif. Bayangkan saja kalau SH hanya pelajari pidana tanpa menguasai perdata, HTN dan hukum lainnya dan ketika jadi pengacara mana laku,” tuturnya sambil tertawa. Sebagai ahli keperdataan, Satria mengungkapkan itulah salah satu sebab di FH susah untuk mengadakan prodi lain, selain ilmu hukum, karena antara jurusan satu dan lainnya sangat berkaitan. Mahasiswa jangan salah asumsi mengatakan HP itu mudah. (p7)

Ratusan Mahasiswa PPL Dilepas Kendari,KP Sebanyak 381 mahasiswa FKIP Unhalu akan mengikuti program praktik lapangan (PPL) di sejumlah sekolah lingkup Kota Kendari. Para mahasiswa akan disebar di setiap jenjang satuan pendidikan yang telah ditentukan dari universitas. mengatakan jumlah tersebut akan disebar pada berbagai level satuan pendidikan yang telah ditunjuk oleh pihak universitas. “Hari ini (kemarin,red) pelepasan dari pihak universitas. Jumlah 381 orang tersebut, merupakan gabungan dari 12 program studi lingkup FKIP dan akan disebar dibeberapa

sekolah. Dua kelompok di SD, 4 kelompok SMP, dan selebihnya di SMA/ SMK,” ujar Penanggungjawab PPL FKIP Unhalu, Drs.La Ode Baenawi,M. Pd. Mengenai wacana PPL di luar kota, La Ode Baenawi mengaku, itu bagian dari perencanaan ke depan. Saat ini masih mengomunikasikan dengan berbagai pihak tentang kemungkinan itu. Dulu itu pernah dilakukan, tetapi tidak ada MoU, sehingga hasilnya kurang efektif. “Saat ini FKIP baru pergantian dekan, sehingga belum ada fokus ke arah itu. Lagian PPL di kota atau luar daerah itu tergantung kebijakan pimpinan. Walaupun saat

ini kita sedang usahakan MoUnya, namun tetap kembali pada putusan pimpinan selaku pengambil kebijakan,’’ katanya. Mantan ketua jurusan IPS tersebut mengatakan persoalan efektivitas PPL dalam dan luar kota tergantung dari mahasiswa. Hanya dari sisi pendanaan luar kota tentu akomodasinya lebih mahal dibanding dalam kota. “Intinya kami berharap mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus pada tempatnya PPL. Persoalan lokasi itu menjadi domain pimpinan yang menentukan, tugas kita hanya menjalankan kebijakan,” pungkasnya. (p6)

Prosesi Yudisium di Stikes Mandala Waluya. Wulan/KP

STIKES MW Yudisium 333 Mahasiswa Kendari,KP Pertama kali dalam tahun 2012, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya (Stikes MW) Kendari menamatkan 333 mahasiswa. Sejumlah mahasiswa tersebut mengikuti proses yudisium, kemarin (17/9) di gedung Stikes MW. Wisuda yang akan dilaksanakan Oktober mendatang. Ketua panitia Moh Guntur Nangi, SKM.,M.Kes menjelaskan, dari 333 mahasiswa terdiri dari prodi S1 kesmas 223 orang dan S1 keperawayan 110 orang. Sebagai bentuk kemajuan, tahun ini dua prodi tersebut menelorkan calon wisudawan dengan pedikat pujian lima orang. Untuk S1 kesmas, indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata mencapai 3,21 dengan IPK tertinggi 3,65 dan terendah 2,93. Sedangkan prodi S1 keperawatan, IPK ratarata 3,18 dengan IPK tertinggi 3,69

dan terendah 3,00. “Yudisium ini sangat sakral sebagai proses menjadi alumni dari sebuah perguruan tinggi. Ibarat menikah, ini adalah akad, sementara wisuda adalah resepsi,” paparnya. Di kesempatan yang sama, Ketua Stikes MW, Drs. H. La Ode Hamiru M.Sc., mengatakan, mahasiswa harus bisa menjadi sosok yang bermanfaat. Meski banyak di antara mereka yang mendapatkan predikat pujian atau sangat memuaskan, itu harus sejalan dengan kenyataan di lapangan. Melihat masih ada mahasiswa yang memperoleh IPK di bawah 3,00, tahun depan harus ada peningkatan. Bahkan IPK terendah minimal harus 3,0. Meski begitu ia berharap mahasiwa tidak hanya berpacu mengejar IP. Namun lebih dari itu harus bisa membuktikan profesionalisme yang sebenarnya di lapangan.

“Jangan bangga dengan IP, karena IP hanya sampai di kampus. Harus mengutamakan pembuktian di masyarakat sebagai sarjana yang bisa berbuat dan bermanfaat,” katanya. Meski telah merampungkan pendidikannya, calon wisudawan itu tak berhenti belajar. Harus mencari apa yang menjadi kekurangan dan berusaha memperbaiki. Dalam implemantasi di lapangan, harus mengetahui pengkajian yang benar dan perlu mengkaji secara terusmenerus ilmunya. “Kelemahan mahasiswa adalah kurang membaca literatur. Setelah yudidium ini saya berharap tutupi kekurangan-kekurangan itu. Buktikan bahwa anda bisa mendapat pengakuan masyarakat. Jika anda sudah dibutuhkan dan dicari, itu bisa membuktikan bahwa anda sudah mendapat pengakuan,’’ katanya. (m2)

16

Xpresi

Pelajar Modis?? Gak Masalah.... TaMPil oke, fashionable, modis, stylis atau istilah keren lainnya tentu bukan hanya buat mereka yang sudah bekerja dan bisa menghasilkan uang khan? Kite-kite sebagai pelajar juga butuh modis khan guys? Ya iyalah, stylis itu indah lo. Apa lagi kalau baru masuk sekolah baru. Hmm... pengen dech penampilanku adalah yang terbaik. Apalagi waktu baru masuk kuliah, pokoknya pusing banget dech menentukan pakaian yang mana. Rasanya, mau banget kalau saya yang jadi pusat perhatian semua teman baru satu ruangan. Bahkan kalau bisa sewaktu pra ospek saya yang tenar dulu karena penampilan yang oke. Mimpi kali??? Tapi ngomongin soal modis nich, memang ini nich salah satu alasan sobat Expresi kita Fifit Aryanti. Kata dia nich, kebanyakan cewek yang modis itu tampil dengan semua aksesoris yang bersih dan enak dilihat. Mulai dari bajunya yang rapi dan bersih, rok atau jeansnya, jam tangan, jilbab, dan masih banyak lainnya. Mahasiaswa Unhalu ini ngaku sebagai perempuan harus memberikan penampilan yang terbaik. Kalau cewek gak feminin dan kurang modis, suka dandan sembarangan alias asal jadi itu sih gak mencerminkan fitrah seorang perempuan. Cie.. memang sudah kodratnya perempuan kali ya? Coba saja kalau kalian ngeliat cewek yang asal dandan. Bajunya kusut dan rambut awut-awutan. Hmm bisa dibayangkan nih kayak gimana ya orang-orang di sekitar kita bakal saling lirik. Tapi, buat kamu guys, sobat expresi, jangan asal modis ya? Sebagai pelajar tugas kita khan harus belajar. Ingat, yang nomor satu adalah belajar. Tampil modis boleh-boleh saja. Tapi di kelas atau di ruang kuliah biarpun modis kita juga harus pandai menyesuaikan. Jangan tampil oke di luar tapi hasil belajar nol. Hmm malu-maluin aja deh. Eitss ada satu hal lagi nih yang gak boleh dilupakan soal modis. Menurut psikolog, penampilan itu mencerminkan kepribadian kita lho. Ehem-ehem... Awas nih, kalo penampilan kamu awut-awutan kayaknya persepsi ke kamu juga bakal kurang baik. Tapi yang gak kalah penting sebenarnya sih karena dengan modis kita juga memprioritaslan masalah kebersihan, jadi banyak untungnya ya kalau kita modis. Tapi pertimbangkan juga penampilan kamu dan tampil sewajarnya saja. (Wulan)

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Inti Nathaya (Guru SMPN 2 Kendari)

asal Sopan ModIS memang gak bisa lepas dari anak remaja maupun orang dewasa. Misalnya saja mereka yang duduk di bangku SMP, SMA, dan mahasiswa. Bahkan orang tua pun masih banyak yang ingin tampil modis agar terlihat lebih muda. Berarti modis ini untuk semua orang ya? Sebenarnya modis bagus-bagus saja. Orang yang berjilbab saja saat ini bisa tampil modis kok? Jadi apa salahnya kita juga tampil modis? Kan bisa disebut fashionable...keren kan?

Share

Nach...yang biasa jadi masalah ini adalah yang tampil super stylis tapi kurang sopan. Atau berjilbab tapi tidak mematuhi syariat Islam. Kan bisa merusak kaidah agama itu sendiri. Untuk itu, tampil modis boleh saja asal sopan dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Karena jika tidak itu bisa menimbulkan persepsi yang negatif. Oke khan? (Wulan)

Mulyani (Siswi SMAN 3 Kendari)

Mempercantik Diri ModIS bagi saya sangat penting. Alasannya hanya satu, untuk mempercantik diri. Tau sendiri khan? Saya ini kan cewek. Pasti maklum lah kenapa anak muda suka sekali mengutamakan penampilan.

Cuap-cuap

Kalau kaitannya dengan pelajar sih saya kira tidak mengganggu lah. Pelajar kan juga manusia yang ingin tampil indah di mata orang lain. Menurut saya modis itu kan kebutuhan. Sementara belajar itu kewajiban. So saya selalu berusaha tampil modis tapi tetap belajar. Hehee... Dengan penampilan yang oke, menurut saya akan menambah rasa percaya diri saya. Kalau sudah percaya diri pastilah kita merasa cantik. (Wulan)

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Real Madrid

Manchester City

DUEL BINTANG

Jose Mourinho

LAgA 32 besar Liga Champions akan mulai bergulir Selasa sore atau Rabu dinihari waktu Indonesia. Duel di grup D adalah yang paling ditunggu-tunggu publik sepakbola sejagad karena mempertemukan semua juara liga musim 2011/2012 di empat negara berbeda. Real Madrid dari Spanyol, Manchester City dari Inggris, Borusia Dortmun dari Jerman dan Ajax Amsterdam, Belanda. Bentrok di grup ini akan diawali dengan laga Madrid kontra City di Stadion Santiago Bernabeu. Ini menjadi duel perdana antara dua jawara Spanyol dengan sang kampiun Inggris. Ketat, menarik, teknik tinggi dari gensi akan mewarnai jalannya laga yang akan disiarkan langsung RCTI pukul 01.30 WIB, dini hari nanti.

Kendatipun akan menjadi pertemuan pertama antara Madrid dengan City, sejumlah sosok yang terlibat di dalam pertandingan tersebut sebenarnya sudah tidak terlalu asing lagi satu sama lain. Antara Jose Mourinho dengan Roberto Mancini, misalnya. Kendati minim pengalaman tampil di kancah Eropa, pelatih City, Roberto Mancini optimis jika anak asuhnya bakal meraih hasil maksimal di kandang lawan. Mancini tetap mengusung misi mencuri tiga poin penuh. Padahal, lawan yang akan mereka hadapi adalah jawara Eropa sembilan kali. Bukan tugas ringan, tetapi Mancini mengaku tak gentar. “Mental kami adalah tidak pergi ke Madrid, atau kemana pun, untuk bermain imbang apalagi kalah. Kami selalu ingin menang. Kami tahu ini bakal be-

rat, kami menghadapi tim terbaik dunia, tapi kami ingin melakukan tugas kami dengan baik dan menang,” tegasnya. Mancini juga menolak anggapan jika timnya disebut amatir di Eropa. Dengan beberapa pemain yang sudah pernah mencicipi kerasnya kompetisi Eropa, ia yakin timnya Baca DUEL di Hal. 18

Roberto Mancini

Data dan Fakta Duel PEKANBARU - RIAU

Gulat dan Atletik Pulang Kosong Pekan Baru, KP Setelah enam cabang lainnya dipastikan pulang tanpa medali, Sultra kembali mengirim pulang atlet-atletnya dari tiga cabang lain yakni Atletik, Bulutangkis, dan Gulat, dengan nasib yang sama yakni tangan kosong. Pasalnya, beberapa nomor andalan yang diharapkan bisa meraih prestasi kandas di tengah jalan, diajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau. Atletik, harapan pada laga terakhir melalui nomor jalan cepat 20 kilmeter putra, Sulfahri hanya mampu berada pada posisi kelima. Ia tidak dapat melampaui atlet dari Jawa Tengah, yang berhasil merebut emas, kemudian perak diraih oleh tuan rumah Riau dan perunggu atlet dari Jawa Barat. Pelatih kepala atletik Asrif menuturkan, segala kemampuan atletnya telah diberikan dari tujuh nomor yang diikuti. Namun, kemampuan daerah lain sangat maksimal, karena ditunjang dengan beragam persiapan maupun nutrisi yang dikomsumsi selama latihan. “Saya kira tidak saya ngomong apa penyebabnya kita kalah, kalau daerah lain menang wajarlah karena mereka banyak dukungan dan penuh perhatian,”ucapnya, kemarin. Sementara Gulat, harus pulang lebih awal setelah pada babak penyisihan Nur Alim yang turun pada kelas 120 kilogram putra, tidak bisa berbuat banyak sebab lawannya Isak dari Papua Barat berhasil unggul dengan skor 5-1. Hasilnya, pegulat Sultra harus pulang lebih awal sebab hanya satu atlet yang berpartisipasi. Satu cabor lagi yang harus angkat kaki menyusul enam cabor lainnya adalah Bulutangkis. Dari tiga nomor putri yang diikuti, tidak satupun yang berhasil meraih medali. Sebab harapan satu-satunya pada Sesaria, harus kalah dibabak delapan besar. "Kita masih menunggu empat cabor yang akan berlaga yaitu, Billiar, Takraw, Kempo dan Dayung,” terang wakil sekretaris KONI Sultra, Soetoyo Lenohingide. (m1)

Empat Atlet Dayung Pingsan di Finish Pekanbaru, KP Harapan Sultra untuk menambah medali emas sepertinya sudah tertutup dan raihan tiga emas dari Cabor Dayung sulit bertambah lagi. Asa terakhir untuk meraih emas dari cabor Dayung di tiga nomor dragon boat, yang

kembali dipertandingkan kemarin, Sultra gagal meraih prestasi apapun. Di nomor 500 meter putra dengan 12 pendayung, medali emas direbut Kalimantan TenBaca PINgSAN di Hal. 18

Iman/KP

Atlet Takraw Sultra saat bertanding kemarin melawan NTB dan menang, sementara tim biliar Sultra kalah lagi

Takraw Menang, Billiar Kalah Pekanbaru, KP Tanpa diperkuat tekong andalannya yang dicoret dari daftar atlet PON, tim takraw Sultra masih bias memberikan perlawanan kepada rival-rivalnya. Buktinya, tim beregu putra Sultra berhasil meraih dua kemenangan beruntun. Pertama, menghadapi NTT dengan skor 3-1, kemudian menumbangkan

DKI Jakarta 3-2. Tim putra ini selanjutnya akan menghadapi laga penentuan menuju juara pool A menghadapi Sumatera Barat. Sedangkan beregu putri akan memperebutkan tiket runner up dengan Jawa Barat, setelah mengalami kekaBaca KALAH di Hal. 18

- Di Liga Champions musim lalu, Madrid sempat memenangi enam laga kandangnya secara beruntun seraya mengemas 24 gol. Madrid memiliki rekor kandang 5 kali menang, 4 kali imbang, dan 2 kali kalah saat melawan klub Inggris, termasuk kemenangan 4-0 atas Tottenham Hotspur di perempafinal 2010-11. - Dari keikutsertaannya di ajang Eropa musim lalu, Liga Champions lalu turun ke Liga Europa, City mencatatkan tiga kekalahan dari total lima laga tandang yang dilakoni. Namun, salah satu kemenangan tandang itu dicatatkan City di markas Villarreal, yang mana menjadi kemenangan pertama The Citizens di tanah Spanyol dalam empat lawatan. - Pada tahun 2008 Jose Mourinho, entrenador Madrid saat ini, menggantikan Roberto Mancini, kini manajer City, untuk menjadi allenatore Inter Milan. Sebagai peracik tak-

Madrid Vs City tik, keduanya pernah berhadapan ketika FC Porto yang ditangani Mourinho mengalahkan Lazio besutan Mancini di semifinal Piala UEFA 2002-03. - Saat memanajeri Chelsea kekalahan pertama untuk Mourinho diberikan oleh City, 0-1 pada Oktober 2004. - Mourinho punya rekor bagus atas klubklub Inggris di Liga Champions. Dimulai dari kemenangan agregat 3-2 untuk Porto atas Manchester United di babak 16 besar musim 2003-04. Pada musim 2008-09, Inter yang ia tangani memang kalah agregat 0-2 dari MU di babak yang sama tapi semusim setelah itu mampu menang agregat 3-1 atas Chelsea. Lalu pada musim 2010-11 bersama Madrid, Mourinho menggasak Tottenham 5-0 Baca FAKTA di Hal. 18

18 Duel .................. tak bakal gemetar menghadapi atmosfernya. Selain itu, ia merasa pengalaman ini juga bakal berguna bagi pemain lainnya. “Jika Anda melawan Real atau Barcelona, Anda menghadapi 100 tahun sejarah. Mereka memenangi segalanya, jadi laga ini bakal sulit. Namun ada rasa gembira, ini momen indah dalam karir seorang pemain ketika menghadapi tim macam ini. Ini bagus untuk semuanya di klub ini,” tandas Mancini. Bmber Manchester City, Sergio Aguero juga mengklaim timnya dapat mengalahkan Real Madrid. “Aku tak pernah berada di tim pemenang ketika berhadapan dengan Madrid. Jadi, mari berharap City dapat mengalahkan mereka,” sebutnya kepada Daily Express, Rabu (12/9/2012). Sewaktu berkostum Atletico Madrid, Aguero mengaku tak pernah merasakan kemenangan ketika berlaga melawan Madrid. Praktis, bomber Argentina itu berambisi mengais poin penuh pertamanya atas “El Real” kali ini. “Pertandingan bakal ketat. Saat ini, Madrid dan Barcelona adalah tim terbaik dunia, tapi kami juga punya skuad berkualitas,” tegas Aguero. Sementara itu, entrenador Madrid, Jope Mourinho menyebut dua nama di kubu City yang akan menjadi fokusnya di pertandingan nanti, yakni Carlos Tevez dan Mario Balotelli. “Saya tak suka membicarakan lawan

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

secara individual tapi tak masalah mengatakan kami sangat menghormati Carlos Tevez. Saya juga kenal Mario Balotelli dan seperti apa dia karena kami pernah bersama-sama di Inter Milan,” katanya. Pelatih kontroversial asal Portugal itu juga menyebut City ‘dibentuk untuk mengangkat trofi Liga Champions’ dengan dana besar yang dikucurkan pemilik klub asal Timur Tengah. Itulah sebabnya mengapa ia perlu memata-matai secara langsung sepak terjang City. “Saya menyaksikan mereka bermain karena saya ingin kinerja saya dilakukan sesempurna mungkin. Saya ingin menganalisa lawan bukan hanya dari video atau statistik, tapi melihatnya langsung. Saya tahu mereka punya pemain yang sangat bagus - tim yang sangat kuat,” pungkasnya. Sementara itu, bek Real Madrid, Marcelo meminta ajang Liga Champions dijadikan pelipur lara timnya. “Kami dalam tren yang buruk, semuanya bersedih akan laga tersebut (kontra Sevilla).” imbuhnya di laman resmi El Merengues. Tidak ada gunanya terus-terusan tertunduk lesu, karena hal itu tak akan mengubah keadaan.” ujar pemain berambut kriwil itu. Ia jelas menyorot kinerja Los Blancos yang masih negatif di La Liga. “Saatnya memikirkan Liga Champions, kami sadar jika menang ini bisa membantu moral kami. Maka itu harus didapatkan.” (rmc/lex/sun/row)

Fakta ............... di perempatfinal. - Inter di tangan Mancini pernah disingkirkan klub Spanyol, Villarreal, di perempafinal Liga Champions 2005-06. - Saat masih membela MU, Cristiano Ronaldo sudah tampil dalam 11 laga derby lawan City dengan catatan 7 kemenangan dan 3 kekalahan. Ia juga mengemas 4 gol dan mengoleksi dua kartu merah. - Alvaro Arbeloa, Xabi Alonso (saat masih membela Liverpool), Ricardo Carvalho, Michael Essien (saat masih bermain untuk Chelsea) dan Luka Modric (saat masih di Tottenham) juga pernah menghadapi City di Liga Primer. - Saat masih membela Atletico Madrid, Sergio Aguero tak per-

Pingsan ............... gah, Perak Jawa Barat perunggu Riau. Lalu, nomor 500 meter putri 12 pendayung emas diambil oleh Papua, perak Jawa Barat dan perunggu Jambi. Sedangkan pada nomor 22 pendayung putra jarak 500 meter, posisi terdepan digasak oleh Jawa Barat, kedua Riau dan ketiga Kalimantan Tengah. Dalam pertandingan tersebut, seluruh atlet Sultra yang turun

nah bisa meraih kemenangan di laga derby lawan Madrid kendatipun mampu bikin tiga gol. Aguero mencatat 8 kekalahan dalam 11 laga kontra Madrid. - DDavid Silva (saat masih bermain untuk RC Celta de Vigo dan Valencia CF) dan Pablo Zabaleta (semasa di RCD Espanyol) juga pernah berhadapan dengan Madrid. - Karim Benzema akan kembali berhadapan dengan Joe Hart, Joleon Lescott, dan James Milner menyusul hasil 1-1 antara Prancis dengan Inggris di Euro 2012. - Mario Balotelli akan kembali berhadapan dengan Iker Casillas, Sergio Ramos, Xabi Alonso, dan Arbeloa menyusul pertemuan Italia dengan Spanyol di Euro 2012.

langsung mengerahkan seluruh kemampuannya sehingga terjadi persaingan yang sengit dari seluruh peserta. Bayangkan saja, hingga memasuki garis finish jarak 500 putri dengan peringkat pertama Papua durasi 2.31.913 sedangkan Sultra yang berada pada posisi keempat tiba dengan waktu 2.33.428. Namun, yang memprihatinkan untuk lomba pertama putri, Adriati dan Ratih langsung pingsan ketika tiba digaris finis. Kondisi tersebut membuat pelatih Dayung Sultra panik.

Kalah ............... lahan dari Jawa Timur 3-0. Jika takraw masih memberi harapan, beda halnya dengan regu biliar Sultra yang kembali menelan kekalahan di dua nomor yang diandalkan Sultra yakni pool-10 men single dan pool-9 men. Jika sebelumnya, Richo lebih dulu kandas dibabak penyisihan pada pool-9 single, kemarin Senin (17/9) Joxcim Patty harus gugur di tangan atlet Jawa Tengah Ricky Yang di babak 16 besar. Langkah Joxcim sempat memberi harapan, sebab dibabak 32 besar ia sukses menumbangkan Bengkulu dengan skor 10-9. Namun, babak berikutnya dalam pencabutan undian lawan yang dihadapi merupakan salah satu atlet andalan Indonesia yang memiliki prestasi hingga ketingkat interna-

sional. Sejak awal pertandingan, atlet Sultra langsung tertinggal 6-0. Namun, perlahan Joxcim mulai bangkit dan posisi poin 3-6. Namun, dari segi pengalaman, tehnik bermain serta ketenangan yang dimiliki Ricky Yang, membuat ia sukses menutup game skor 10-3. “Dia (Ricky Yang) memang pemain luar biasa, dan saya memuji penampilannya. Ini pertemuan pertama saya dengan dia. Kita masih ada satu nomor lagi pada beregu putra, semoga kita bisa tampil kompak dan maksimal,”ujar Joxcim usai pertandingan, kemarin. Sesuai jadwal, hari ini Selasa (18/9) Richo dan Joxcim akan menghadapi atlet Papua, Agus pasangan Hamka pada nomor beregu. Joxcim menuturkan, akan mengupayakan yang terbaik agar bisa memberikan medali buat Sultra. (m1)

Kedua pendayung tersebut langsung dijemput menggunakan kapal SAR, dengan kondisi muntah-muntah. Bahkan, harus mendapatkan bantuan oksigen. Kondisi yang sama juga dialami oleh pendayung putra Dedi dan Jumrin ketika digaris finis langsung pingsan. Jaraknya posisi pertama Kalteng 2.19.155 dengan Sultra yang kembali pada urutan keempat 2.19.970. “Mereka sudah berupaya, dan saya sampaikan untuk berjuang harus bisa mendapat medali sebelum pertandingan dimulai. Saya bangga dengan mereka, dengan pertarungan yang sengit dan berhasil tiba pada posisi keempat,”terang pelatih dragon boat

Sultra Herman, kemarin. Ia menjelaskan, kondisi pingsan yang dialami atletnya disebabkan minimnya persiapan menghadapi PON. Katanya, jika dibandingkan dengan daerah lain mereka siap secara fisik, gizi maupun keperluan lainnya. Sementara Sultra sangat terlambat. Untung saja kata dia, ketua PODSI yang baru terpilih Abdurrahman Saleh mengambil langkah cepat sehingga beberapa keperluan Dayung bisa diantisipasi. “Kita masih akan mengikuti lomba tiga nomor lagi pada hari ini yaitu, 200 meter putra dengan 12 pendayung, 200 meter putri 12 pendayung dan 200 meter putra 22 pendayung. (m1)

19

Kendari Pos |Selasa, 18 September 2012

10 Tips Taklukan Flu dan Batuk Saat Malam JakarTa-ketika terserang radang tenggorokan, hidung mampet dan batuk-batuk, tentu yang Anda inginkan hanyalah naik ke ranjang dan tidur selama mungkin, bahkan hingga 1-2 minggu. Tapi gejala flu itu takkan membiarkan Anda beristirahat dengan tenang. Ketika Anda sakit flu, kondisinya justru akan memburuk di malam hari. Ketika Anda berbaring, saluran pernafasan akan cenderung semakin dipenuhi dengan lendir,” terang Dr. Neil Schachter dari Mount Sinai Medical Center di New York City dan penulis buku The Good Doctor’s Guide to Cold and Flu. Untuk itu, Dr. Schachter pun merekomendasikan 10 cara yang bisa Anda lakukan agar tetap bisa tidur dengan nyenyak tanpa terganggu flu seperti dilansir dari health24, Senin (17/9/2012) berikut ini. 1. Minum Teh Sebelum tidur, minumlah secangkir teh. Minuman yang kaya antioksidan bernama theobromine ini merupakan pereda batuk alami dan panasnya akan menipiskan gumpalan lendir yang menyumbat saluran pernafasan. Untuk membantu mengatasi hidung mampet, Anda bisa menambahkan lemon atau madu untuk meringankan tenggorokan. 2. Bilas hidung yang Mampet Bersihkan lendir yang mengganggu pernafasan Anda dengan membilas hidung secara rutin. Perangkat bilas hidungnya dapat ditemukan di hampir semua toko obat dan mudah digunakan. Lebih baik lagi jika Anda membilas hidung dengan menggunakan campuran air sulingan dan garam. Keduanya dapat membantu menjernihkan saluran pernafasan sekaligus membuatnya tetap lembab. Tapi jika Anda tak merasa nyaman dengan metode itu, cobalah semprotan garam untuk hidung (saline nasal spray). Alat ini juga dapat membantu membilas hidung sehingga Anda bisa lebih mudah bernafas, kata Dr. Schachter. 3. Berkumur dengan Air Garam “Tenggorokan terasa meradang jika terkena infeksi karena lendir yang memenuhi tenggorokan sarat dengan senyawa-senyawa yang menyebabkan munculnya peradangan,” ungkap Dr. Schachter. Tambahkan setengah sendok makan garam ke dalam air hangat, gunakan untuk berkumur selama 10 detik lalu muntahkan. Cara ini dapat menghilangkan lendir yang sarat virus penyebab infeksi dan mereda-

kan radang tenggorokan sekaligus batuk. 4. Buat Kamar Tidur Jadi Gelap Saat terserang flu, Anda perlu menciptakan lingkungan yang sehat untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Karena cahaya yang masuk dari luar dapat ‘membangunkan’ otak Anda maka cobalah untuk menghambat masuknya cahaya matahari ke kamar Anda. Anda dapat melakukannya dengan menggantungkan tirai yang berwarna gelap atau mengenakan masker tidur untuk menutupi mata Anda. Jika jam beker Anda berwarna terang, usahakan juga agar tidak menghadap ke wajah Anda sepanjang malam. 5. Dinginkan Kamar Saat terkena flu, aturlah agar suhu kamar Anda tetap rendah. National Sleep Foundatin merekomendasikan agar suhunya berkisar pada 1224 derajat Celcius. Hal ini mendor-

ong agar suhu tubuh Anda juga ikut turun yang pada akhirnya membuat otak berada pada modus tidur (sleep mode). 6. Mandi Air Panas Sebelum naik ke ranjang, himpun tenaga Anda untuk mandi air panas. Setelah itu, suhu tubuh akan

menurun dan cara ini akan membantu membuat otak Anda agar dapat tertidur. Bonusnya, uap dari air panas yang Anda gunakan akan melegakan hidung yang mampet serta membasahi saluran hidung dan tenggorokan. 7. Pakai Kaus Kaki Pakailah sepasang kaus kaki sebelum tidur. Menurut sebuah studi dari Swiss, menghangatkan kaki akan membantu tubuh menjadi rileks dan menempatkan Anda dalam modus tidur. 8. Minum Obat Sejumlah gejala flu seperti batuk dan hidung mampet dapat membuat Anda susah tidur. Meminum obat-obatan pereda batuk dan pilek yang dijual bebas di apotek akan membantu meringankan gejala-gejala itu sehingga Anda bisa tidur dengan nyenyak. 9. Tinggikan Kepala Saat Tidur Ketika Anda sakit, tidurlah dengan kepala yang ditinggikan dengan memakai

bantal tambahan atau bantal sofa. Tidur dalam kondisi seperti ini membantu meredakan tekanan sinus dan membuat Anda lebih mudah bernafas. 10. Tenangkan Pikiran Bahkan ketika Anda merasa kelelahan dan tak enak badan, terkadang Anda juga akan memiliki

beban pikiran tambahan yang mencegah Anda tertidur dengan mudah. Untuk mengatasinya, cobalah cara-cara seperti meditasi, menulis jurnal atau diari, mendengarkan musik yang menenangkan atau membaca buku favorit.(ir/dtc)

20

Perubahan Terjadi Saat Berada di Lingkungan Kerja Perubahan dalam diri seseorang bisa terjadi tiba-tiba. Terutama bila semua itu terkait dengan aktivitas keseharian seseorang. Seperti yang dialami Nuraini Hamsah, setelah memasuki dunia kerja,kehidupannya tentunya mengalami perubahan. Baik dari prilaku ataupun pola hidup tentunya terbawa oleh mobilitasnya dalam bertugas. Setelah menamatkan kuliah di Fakultas Pertanian Unhalu, wanita yang akrab disapa Eni ini kemudian diterima bekerja di Bank Muamalat Kendari. Setelah melewati berbagai tes akhirnya Eni dinyatakan lulus pada posisi awal sebagai Customer Service (CS) penempatan Konawe. Setelah dua bulan bertugas, kembali ditugaskan ke kendari, dan menduduki posisi RM Funding Bank Muamalat Cabang Kendari. Sarjana Pertanian ini, mengaku sangat menikmati pekerjaannya walau terkadang ada kendala,hal itu dianggapnya tantangan. Terutama dengan profesinya yang selalu bertemu dengan mitra kerja, seperti nasabah, terutama bila mereka adalah orang baru, semua itu dilalui dengan kesabaran dan keiklasan. “Kerja keras itu harus, tidak ada pekerjaan yang bisa dinikmati dalam waktu sekejap, semua itu membutuhkan proses,”terang wanita yang akrab disapa Eni ini. Semua itu menjadikan Eni mengalami banyak perubahan. Baik dari sisi prilaku yang lebih meghargai serta memahami orang lain. “Banyak perubahan baik sikap dan penampilan sejak saya bekerja. Dulu waktu masih kuliah, seadanya saja, pakai baju simple saja. Sikap yang dulu kalau ngomong ceplas ceplos, sekarang lebih terjaga. Lebih mengharagi orang lain, Karena sekarang yang ada dalam diri saya itu membawa nama baik perusahaan tempat saya bekerja, jika salah bertindak maka besar resikonya,” ucap wanita berkerudung ini. (Yeni/Sulis)

Kendari Pos | Selasa, 18 September 2012

Wanita Itu Sosok Keindahan Wanita adalah mahluk Allah SWT yang mulia, merekapun selalu dijadikan ikon keindahan. Nah untuk mensyukuri keindahan ini lah yang seharusnya disempurnakan dengan tingkah laku dan pribadi yang terpuji. Hal ini lah yang membuat Eni untuk bersikap dan berbuat menghargai wanita lain termasuk dirinya. “Keindahan itu sendiri lahir dari anugrah Allah kepada perempuan dan alangkah baiknya bila dijaga dan dirawat dengan baik,”jelas alumni SMAN 4 Kendari ini sambil tersenyum. Selain menjaga sikap sebagai muslimah, merawat diri juga dibutuhkan. Walaupun cantik bagi perempuan versi Eni, tidak harus menggunakan kosmetik dengan harga mahal. Namun tidak harus pelit mengeluarkan biaya untuk diri sendiri guna merawat kecantikan dengan tepat. Rutinitas mengunjungi salon juga menjadi agenda mingguan Eni. “Kalau make up setiap hari tentunya kita gunakan karena tuntutan pekerjaan yang harus bertemu dengan nasabah. Berkunjung ke salon seperti facial atau luluran tetap saya lakukan bila ada waktu senggang yang penting jangan sampai menguras gaji,”tutur putri pasangan Hamsah Sahabudin dan Arlina Aburaerah ini. Begitu pula untuk menjaga kebugaran berolahraga. Jenis olah raga pun tidak harus yang ekstrim, cukup melakukan gerakan ringan asalkan rutin. Begitu juga dengan pola makan harus menjadi perhatian termasuk istirahat yang cukup. “Rajin sholat dan berwudhu, insya Allah muka bersinar, kecantikan juga akan terpancar alami. Saya juga tidak suka memilihmilih makanan, yang penting makanannya sehat saya lahap,” ucapnya. (Yeni/Sulis)

Nuraini Hamsah, SP

Lahir : Kendari, 13 Desember 1989 Kerja : RM Funding Bank Muamalat Cabang Kendari


Kendari Pos Edisi 18 September 2012