Page 1

Kendari Pos Minggu

Kendari Pos | Minggu, 18 Agustus 2013

Harga Eceran Rp. 4.500,-

Siswi Kendari Pembawa Baki Pada Upacara Peringatan Proklamasi di Istana Jakarta, KP Kepala SMA Negeri 4 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Tryanto mengaku bangga dengan Adelana Tesalonika Riswantyo. Anak didiknya itu berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai pembawa baki duplikat Bendera Pusaka pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (17/8). “Ini kebanggaan yang luar biasa. Bisa menyempurnakan tugasnya. Dia (Adelana) memang siswi yang beprestasi di sekolah, sehingga lolos di tingkat nasional, masuk di kelompok delapan dan pasukan inti,” kata Tryanto kepada JPNN di Jakarta, Sabtu (17/8). Usai penaikan bendera di Istana, Tryanto mendapatkan ucapan selama dan pujian. Pujian itu datang dari koleganya setelah melihat siswi kelahiran 9 Juni 1997 di televisi yang disiarkan live.”Saya banyak mendapat SMS (Short Message Service). Mereka mengucapkan selamat,” katanya. Tryanto berharap prestasi yang ditorehkan Adelana di tingkat nasional ini memompa semangat siswa lainnya. Sebab, untuk bisa masuk pasukan inti pada Paskibraka butuh kemampuan dan mental. Dea -sapaan akrab Adelana Tesalonika Riswantyo- didampingi Mohammad Rayhan Akbar asal Jawa Barat dan Gilbert Karamoy asal Sulawesi Utara yang masing-masing bertindak sebagai pengerek dan pembentang bendera. Sementara komandan Upacara 17 Agustus kali ini dipercayakan kepada Kolonel Penerbang Ronald Lucas Siregar. (awa/jpnn) Cahyo/JPNN

Presiden SBY yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, Sabtu (17/8) menyerahkan duplikat Bendera Pusaka kepada Adelana Tesalonika R dari SMA 4 Kendari, Sulawesi Tenggara untuk dikibarkan oleh pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Megawati Soekarnoputri

Mega Tak Ikut Upacara HUT RI

Jakarta, KP Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tidak mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor DPP PDIP, Jakarta. Mega tidak hadir karena masih dalam suasana berkabung setelah kepergian suaminya Almarhum Taufiq Kiemas. “Mungkin teman-teman bertanya baru kali ini kenapa Bu Mega tidak hadir. Memang yang pertama ibu dalam suasana duka sampai 100 hari,” ujar Sekre-

taris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo usai mengikuti upacara HUT RI di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (17/8). Dalam suasana duka lanjut dia, Mega juga tidak melakukan kegiatan seperti open house. “Ibu Mega sampai 100 hari sementara tidak melakukan wawancara. Beliau (Mega) kemarin juga tidak melakukan open house sebagaimana biasanya sampai 100 hari tanggal 15 September nanti,” ucapnya. Tjahjo menyatakan, tidak ada pesan khusus dari Mega. Ia hanya berpesan agar PDIP melaksanakan upacara bend-

era pada hari ini. “Pesan ibu seperti biasa tiap tahun partai wajib melaksanakan upacara,” kata anggota Komisi I DPR itu. PDIP sekitar pukul 09.50 WIB tadi melaksanakan upacara bendera di Kantor DPP PDIP. Upacara itu dihadiri sejumlah kader, simpatisan dan satgas partai berlogo kepala banteng itu. Kader yang hadir merupakan pengurus ranting PDIP se-Jakarta. Selain itu juga ada anggota fraksi PDIP yang berada di DPR. Tjahjo menjadi inspektur upacara dalam kegiatan itu. (gil/jpnn)

Tiga PNS Pemrov Terima Penghargaan

Rudi Bukan Pemain Tunggal Kasus Penangkapan Ketua SKK Migas Jakarta, KP Komisi Pemberantasan Korupsi merasa yakin banyak ‘pemain’ di kasus Migas. Setelah menangkap Ketua Satuan Kerja Khusus (SKK) Rudi Rubiandini dan kalangan pengusaha sektor migas, KPK akan terus mengembangkan kasus Rudi Rubiandini ini guna menjerat pelaku lainnya. Pada wartawan di Istana Merdeka, kemarin (17/8), Ketua KPK Abraham Samad mengatakan saat ini pihaknya telah memverifikasi barang bukti yang ditemukan dari hasil penggeledahan. Beberapa dokumen dan barang bukti berupa uang, telah disita dari kantor ESDM. “Kita akan lihat apakah ada orang lain yang terlibat dalam kasus ini atau tidak? Kita akan kembangkan terus dari hasil penggeledahan berupa fakta-fakta dan bukti signifikan yang bisa membongkar kasus ini lebih jauh lagi,” kata Abraham. Keinginan KPK kata Abraham, membongkar praktik korupsi di sektor Migas secara utuh dan menyeluruh. Saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Menteri ESDM, Abraham justru melontarkan pernyataan baru. Ia tidak membenarkan namun juga tidak membantah. “Untuk sementara belum bisa disampaikan ke publik karena masih dalam tahap pengembangan,” kata Abraham. Sementara Menteri ESDM Jero Wacik mengaku tidak mengetahui sumber uang 200 ribu dollar AS yang ditemukan KPK saat penggeledahan ruang Sekjen Kementerian ESDM beberapa hari lalu. Menurutnya, ia belum sempat mengkonfirmasi uang itu pada Sekjen Waryono Karno yang saat ini sedang sakit. “Saya belum konfirmasi karena saya

Baca PEMAIN TUNGGAL di Hal 7

INONG/KP

Gubernur Sultra Nur Alam menyematkan anugerah Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI kepada PNS lingkup Pemprov Sultra usai peringatan hari Kemerdekaan RI ke-68 di Kantor Gubernur kemarin.

Kendari,KP Tiga pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra menerima Anugerah Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI. Mereka adalah Burhanudin A HS Noy (Kepala Dinas Perhubungan Sultra), Ir.Zuhuri dan Drs Adri. Penghargaan Satya Lencana Karya Satya tersebut disematkan langsung oleh Gubernur Sultra Nur Alam disela upacara peringatan hari Kemerdekaan RI ke-68 di Kantor Gubernur Sultra, Sabtu (17/8). Gubernur Sultra melalui Kabag Humas Pemrov Sultra, Kusnadi berharap para PNS yang menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya ini tetap mempertahankan kinerja yang sudah berjalan baik. Bahkan, kinerja yang sudah baik itu harus ditingkatkan, terutama yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat. “Apapun bentuk pengabdian ataupun prestasi telah diraih, diharapkan dapat memberi motivasi positif bagi segenap PNS Pemprov. Utamanya, supaya bersama-sama dan bahu-membahu menjalankan roda pemerintahan daerah, guna mewujudkan kebaikan dan kemajuan masyarakat Sultra,” ujarnya. Penghargaan Satya Lencana Karya Satya diberikan pada momen perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-68. Penghargaan ini diberikan pada mereka yang dianggap paling berjasa dalam meningkatkan kinerja, utamanya menyangkut pelayanan pada masyarakat. Sementara itu, upacara peringatan hari Kemerdekaan yang digelar di lapangan Pemrov Sultra berlangsung hikmad. Tak ada yang istimewa dalam seremoni ulang tahun kemerdekaan kali ini. Turut hadir Ketua DPRD Sultra beserta jajaran anggotanya, para veteran, Muspida, dan pejabat pemerintahan lainnya. (cr3)

Tiga Pengerek Bendera Tingkat Provinsi dalam Rangka HUT RI ke-68

Berkat Disiplin dan Bertanggung Jawab, Buktikan yang Terbaik Diamanahkan sebagai pengerek bendera dalam rangka HUT RI ke-68 tingkat Provinsi Sultra tahun 2013, menjadi tantangan tersendiri bagi Rahmad Wijaya, Muh.Ikbal Wicaksana dan Akbar Malik Abdul Karim. Namun berkat kedisiplinan dalam melaksanakan arahan pelatih sehingga mereka bisa membuktikan yang terbaik. INONG, Kendari

inong/kp

Tiga pengerek bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI di Kantor Gubernur Bumi Praja Anduonohu Kendari. Dari kiri ke kanan : Rahmad Wijaya, Muh.Ikbal Wicaksana dan Akbar Malik Abdul Karim.

AURA kepuasaan terpancar dari raut wajah tiga pengerek bendera, Rahmad Wijaya, Muh. Ikbal Wicaksana dan Akbar Malik Abdul Karim pasca melaksanakan tugas. Tanggung jawab besar yang diamanahkan pada mereka berhasil dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Itu tak lepas dari

komitmen dan upaya maksimal yang mereka lakukan selama proses karantina kurang lebih 20 hari di Kendari. Saat ditemui seusai upacara, tepatnya di salah satu hotel tempat mereka menginap ketiga siswa tersebut mengaku sangat senang dan puas dengan apa yang baru dilakukan. Pasalnya, perjuangan dan latihan yang dilakukan selama ini tidak sia-sia, utamanya ketika dipercayakan sebagai pengerek bendera itu. “Ini satu hal yang sangat istimewa buat saya. Mungkin seumur hidup sulit dilupakan. Bagaimana tidak, soalnya hal ini merupakan peristiwa bersejarah yang akan selalu dikenang seluruh masyarakat,” kata Rahmad Wijaya, salah satu pengerek yang bertindak sebagai pengembang

bendera. Siswa yang masih duduk di kelas II SMAN 9 Kendari itu mengaku keinginannya menjadi seorang Paskibraka sudah terpatri sejak dia kecil. Sehingga tidak heran ketika masuk sekolah dasar (SD), ia sudah masuk sebagai anggota pramuka. Begitu juga saat SMP terus berlatih pramuka hingga mahir. “Saat masuk SMA sudah ada kelompok Paskibraka, jadi tinggal kita bergabung. Pengalaman saat menjadi anggota pramuka sebelumnya menjadi modal penting, utamanya dalam hal penguasaan baris-berbaris (PBB),” katanya. Di SMA inilah dirinya bersama temannya mulai latihan Paskibraka secara intensif di sekolah. Dalam sepekan biasanya, satu atau dua kali latihan. Berkat ke-

disiplinan dan keuletan sehingga mengungguli teman-temannya yang lain. Utamanya saat seleksi Paskibraka untuk peringatan hari kemerdekaan. “Sebelum masuk ke tingkat provinsi, kita diseleksi dulu tingkat sekolah. Selanjutnya Kabupaten, baru ke Provinsi. Seleksinya sangat ketat sehingga memang butuh orang yang punya kemampuan lebih dibidang ini,” ujar anak yang hobi main bola tersebut. Senada diungkapkan pengerek bendera lainnya, Muh.Ikbal Wicaksana. Putra Kapolres Kendari tersebut mengaku tak menyangka bisa dipercaya sebagai komandan kelompok (Dampok) pasukan 8. Pasalnya, semua peserta punya talenta dan kemampuan yang hampir sama.

“Tapi ini adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Prinsip saya hanya dua, berdoa dan kerja keras. Alhamdulilah ternyata kami bisa melaksanakan tugas ini dengan baik,” ujar Ikbal. Seperti halnya rekannya yang lain, siswa kelas II SMAN 1 Kendari itu mengaku dipercaya sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi juga tidak mudah. Tetapi melalui serangkaian seleksi yang sangat ketat. Bayangkan saja, selain harus berkompetisi dengan rekan satu sekolah untuk mendapatkan satu tempat sebagai anggota Paskibraka, juga dengan sekolah lain di Kota Kendari yang juga melakukan hal serupa. “Sebenarnya cukup stres juga

Baca DISIPLIN di Hal 7


BU DAYA

2

Kendari Pos | Minggu, 18 Agustus 2013

Pikadawu, Tradisi Menangkal Penyakit

Mengenal Etnis Cia-Cia di Buton Selatan C

ia-Cia, lebih umum dikenal sebagai orang-orang Buton Selatan, wilayah mereka terletak di bagian Selatan Pulau Buton hingga ke sebelah Tenggara Sulawesi. Mereka adalah tetangga-tetangga dekat suku Wolio (juga dikenal sebagai orang-orang Buton) dan orang-orang Muna. Bahasa mereka, Cia-Cia, adalah anggota dari keluarga bahasa Austronesia dan sangat dekat dengan bahasa Wolio. Orang-orang Buton atau Wolio, tinggal di daerah yang dahulu dikenal sebagai Kesultanan Buton. Sekitar abad ke15, para imigran dari Johore mendirikan kerajaan Buton, dengan seorang raja, sebagai penguasa. Raja keenam memeluk agama Islam pada tahun 1540, menjadikan dirinya sultan yang pertama dan kerajaannya menjadi kesultanan. Kesultanan Buton tetap mandiri sampai kematian sultan tera-

khir pada tahun 1960. Pada saat itu, kesultanan dibubarkan dan akhirnya disatukan dalam negara Indonesia. Bagaimanapun, penyatuan ini berakibat pada hilangnya tradisi orang-orang Buton. Seperti Apa Kehidupan Mereka? Suku Cia-Cia menggantungkan mata pencaharian mereka pada pertanian, sebab tanah di pulau-pulau tersebut sangat subur. Hasil bumi utama yang ditanam adalah jagung, beras kering, dan ubi. Banyak orang Cia-Cia juga bermata pencaharian sebagai nelayan atau pembuat kapal. Namun, sejak peluang-peluang ekonomi berkurang, banyak dari mereka yang berlayar ke pulau-pulau yang sangat jauh untuk mendapatkan uang dari usaha komersial atau buruh. Beberapa dari mereka tidak pernah kembali. Saat ini, orang-orang Buton asli hidup di seluruh Indonesia sebelah Timur.

Berlayar dianggap sebagai pekerjaan pria, termasuk pekerjaan perbesian, pembuatan kapal, usaha kuningan dan perak, dan sebagian besar pengusaha ladang. Pembuatan tembikar, pertenunan, penyiapan makan, pekerjaan rumah tangga, dan pengelolaan keuangan keluarga adalah tanggung jawab utama wanita. Rumah-rumah orang CiaCia didirikan di atas tanah dan dibangun dari papan-papan yang kokoh. Atapnya dibuat dari papan-papan kecil, daundaun kelapa, atau besi, dan setiap rumah hanya memiliki sedikit jendela. Hampir semua desa memiliki pasar yang memperdagangkan kain-kain tenun sutra, katun, dan yang lainnya. Banyak desa juga memiliki toko-toko kecil dan penjualpenjual keliling yang menjual berbagai macam barang dari gerobak mereka. Saat ini, hampir semua pernikahan Cia-Cia

adalah monogami (memiliki satu pasangan). Meskipun orang tua terlibat dalam penyelenggaraan pernikahan, orang-orang muda bebas memilih pasangan mereka. Setelah menikah, pasangan tersebut tinggal dengan keluarga mempelai wanita sampai sang suami membangun rumahnya sendiri. Bayi-bayi mereka dibesarkan bersama oleh ayah dan ibu. Pendidikan sangat dihargai baik oleh anak-anak lakilaki maupun perempuan di masyarakat Buton. Penekanan pada pendidikan ini telah menyebabkan seni kesusastraan mereka tumbuh subur, menghasilkan buku-buku dan puisipuisi panjang, yang telah menjadi bagian dari budaya orang-orang Buton. Pembelajaran bahasa asing juga didorong, dan banyak orang Buton mengembangkan posisi-posisi mereka di dalam masyarakat. (net/fya)

Keyakinan Masyarakat Cia-Cia Islam diterima pertama kali oleh bangsawan Buton. Mereka membagikan pengetahuan keagamaan mereka kepada orang-orang biasa, tetapi mereka melakukannya dengan cara yang terbatas, agar penduduk desa tetap bergantung pada mereka. Saat ini, hampir semua orang Cia-Cia adalah Muslim, tetapi kepercayaan pada berbagai makhluk-makhluk supranatural masih memiliki peran dalam kehidupan desa. Makhluk-makhluk tersebut, termasuk roh-roh pelindung, roh-roh panen, roh-roh jahat yang menyebabkan penyakit, dan roh-roh yang memberikan tuntunan. Roh-roh nenek moyang dianggap menolong kehidupan sanak saudara mereka atau menyebabkan penyakit, tergantung dari perilaku dari sanak saudara mereka itu. Orang Cia-Cia juga menganggap alam sebagai bentuk fisik dari ciptaan Allah, dan oleh karena itu

mereka memujanya. Aliran Sufi (bentuk mistis dari Islam) juga ada di tengah-tengah suku Cia-Cia. Orang-orang Sufi percaya bahwa meditasi dapat meno-

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

long mereka mendapatkan penglihatan tentang Allah. Seorang ahli Sufi adalah seseorang yang percaya bahwa ia telah mencapai pengetahuan nurani yang khusus,

langsung dari Allah. Juga, sebagai hasil atas keyakinan Hindu yang masih melekat, banyak orang Cia-Cia yang masih percaya pada konsep reinkarnasi. (net/fya)

Pemimpin Umum : Milwan Lukman Pemimpin Redaksi : La Ode Diada Nebansi Redaktur Pelaksana : Ruslan Amrullah, Manan Rachman Koordinator Liputan : Abdi Mahatma Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin Dewan Redaksi : PP. Bittikaka, Benyamin Bittikaka, Milwan Lukman, M. Djufri Rachim, Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin, Muhammad Sjaiful Redaktur : Luther Bittikaka, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Emilia Ningsih, Yenni Yusuf Reporter : Sulis Setiarini, Linri Merinda, Arifuddin, Ulfah Sari Sakti, Sarfiayanti, Sri Wulaningsih • Koresponden : Awaluddin Usa (Raha-Muna), Syamsuddin (BaubauButon), Eritman Rahmat (Kolaka-Kolaka Utara), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) La Ode Iman (Jakarta) • Fotografer : Suwarjono • Desain Grafis : Muh Hajar Siddiq • Karikatur : Arham Rasyid • Teknologi Informasi : Muh. Sahdar • Pracetak Iklan: Muhrisan (koordinator) • Pracetak Redaksi : Gunawan Candra (koordinator), Yusri Zubair, Samiruddin, Agus Setiawan • Ombudsman : M Djufri Rachim (Ketua), Ariyani Arifin (Sekretaris), Muhammad Sjaiful

PIKadawu adalah salah satu bagian dari tradisi masyarakat Etnik Buton Cia-Cia dalam menankal penyakit. Tradisi tersebut telah dilestarikan masyarakat secara regenerasi. Walaupun banyak masyarakat sudah meninggalkannya namun tetap saja ada sebagian yang tetap setia melaksanakannya setiap pergantian iklim. Tradisi tersebut dianggap mempunyai kekuatan sakral sebab dapat melindungi masyarakat dari segala macam mara bahaya oleh mahkluk-mahkluk halus. Pikadawu atau istilah lain dalam bahasa Buton Cia-Cia dikenal dengan pemberian makanan. Pikadawu berupa saji-sajian yang dipersembahkan kepada roh-roh gaib. Roh itu dapat mendatangkan berbagai macam bencana alam terutama penularan penyakit. Istilah Pikadawu ini juga diambil dari kata Pikaddawu Liwwu, berasal dari kata Piddawu yaitu Memberikan. Dalam hal ini mendekatkan dan Liwwu yaitu Kampung. Pikaddawu Liwwu berarti suatu kegiatan manusia yang berusaha mendekatkan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa untuk melindungi mereka dari ancaman mahluk-mahluk halus yang mendiami alam gaib dengan mendatakan mara bahaya. Pikadawu dilaksanakan dengan maksud untuk melindungi kampung dari segala macam ancaman yang berasal dari mahkluk-mahkluk gaib. Salah satu ancaman tersebut diantaranya mahkluk-mahkluk gaib itu adalah menyebarkan penyakit dalam kehidupan masyarakat Buton Cia-Cia. Pikadawu disepakati oleh masyarakat secara bersama-sama dan bentuk pelaksanaannya tetap tidak berubah secara turun temurun walaupun generasi silih berganti. Waktu pelaksanaannya pada awal setiap pergantian iklim, yakni dari musim timur ke musim barat. Dan diantara pergantian musim itu terjadi musim pancaroba. Musim itulah pikadawu sering dilakukan oleh sebagian komunitas Buton Cia-Cia. Jika dilaksanakan disalah satu kampung yang komunitasnya adalah beretnis buton Cia-Cia, maka tempat pelaksanaannya terdapat diempat tempat sudut kampung yaitu: Tempat pertama adalah kakananao ompuno wuta (tuan tanah) kalimat ini berasal dari kata ka’anano artinya rumah, ompuno artinya tuan, wuta artinya tanah, yang berartis rumah tuan tanah. tempat ini berupa batu besar yang berbentuk persegi yang letaknya berada di belakang kampung bagian timur dan di jadikan sebagai tempat untuk melakukan upacara guna untuk mendekatkan diri dengan “ompuno wuta” artinya tuan-tanah (penguasa darat), atau tempat seperti ini dikondisikan dengan keadaan kampung setempat. Tempat yang kedua adalah ba’atu possu berasal dari kata ba’tu yaitu batu dan possu yaitu pos, yang berarti batu yang berbentuk pos yang letaknya berada di pingiran pantai dan depan kampung yang menuju pada arah barat. tempat itu difungsikan sebagai tempat upacara dengan tujuan untuk mendekatkan diri dengan ompuno tai atau penguasa laut (ratu laut). Batu posu ini bisa berada didikampung tempatnya dimana saja yang penting tempatnya sakral (bisa dikondisikan). Tempat yang ketiga adalah masigi, artinya Mesjid. Yang dihadapkan di arah selatan. Mesjid adalah tempat beribadah dalam memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa. dalam pelaksanaan upacara pikadawu Mesjid juga sebagai suatu tempat untuk meminta doa keselamatan semoga upacara yang telah dilaksanakan dapat diterima dan diampuni oleh Tuhan Yang Maha Esa. Mesjid juga adalah tempat untuk melaksanakan acara tahlilan secara bersama-sama oleh tua-tua ada sebelum ritual pikadawu mulai dilaksanakan. Tempat yang keempat yaitu di Shuku atau pengujung kampung bagian utara. Kegiatan dilakukan juga di bibir pantai. Tempat ini dimaksudkan untuk mendekatkan dengan penguasa darat dan penguasa laut bagian utara. Pikadawu pada mulanya dilakukan di empat pengunjung kampung. Hal ini juga berkaitan antara arah mata angin antara Timut, Barat, Selatan, dan Utara. Pelaksanaanya dimulai dari timur ke Barat, kemudian Utara dan Selatan. Yang diberikan dengan cara “ pato wala pato singku” artinya empat sudut kampung. Yang harus disesuaikan dengan empat nazhar. Menurut persepsi tua-tua adat pelaksana pikadawu Nazhar artinya kompas dalam bahasa Cia-Cia sama halnya dengan sebuah petunjuk. Petunjuk inilah yang semestinya harus diketahui oleh tua-tua adat disaat sedang melaksanakan ritual pikadawu. Dalam pengertian lain dari pemahaman tua-tua adat masyarakat etnis Cia-cia bahwa Nazhar merupakan sebuah petunjuk yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia. Dimana manusia semestinya mengerjakan sesuatu harus berdasarkan petunjuk yang diberikan Tuhan petunjuk tersebut didapatkan lewat mimpi dari para tua-tua adat masyarakat setempat. Dalam memegang jabatan seorang

pemimpin pelaksana ritual Pikadawu dikhususkan kepada orang-orang tertentu dalam masyarakat yaitu penghulu kampung atau tua-tua adat. Dikatakan khusus karena jabatan itu hanya bagi mereka yang berhak melaksanakannya, dan bila berhalangan mengutus salah satu anggotanya atau keluarga yang juga di anggap mempunyai pengetahuan tetang ritual pikadawu untuk mengantikannya agar pelaksanaan ritual berjalan lancar. Persiapan yang hendak dilakukan pada saat memasuki ritual Pikadawu yaitu tuatua adat, penghulu mesjid, dan stap Dusun memberitahukan kepada masyarakat agar tidak berbuat keributan. Setelah itu diminta kerelaanya didalam setiap anggota warga masyarakat menyumbang kebutuhan-kebutuhan Pikadawu seperti “beras, telur ayam kampung, daun siri, siri pinang, rokok, uang koin” hal ini dimaksudkan agar syarat pikadawu tidak hanya dibebankan kepada penghulu-penghulu kampung namun harus ada juga partisipasi dari masyarakat salah satunya dengan menyumbang kebutuhankebutuhan Pikadawu. Pikadawu dilakukan guna melindungi masyarakat etnis buton Cia-cia dari ancaman dan bahaya mahkluk halus penghuni kampung. Dalam menyumbangkan syaratsyarat tersebut para tua-tua adat tidah harus memaksa masyarakat sepenuhnya. Masyarakat harus memberikanya dengan hati yang tulus dan ikhlas tanpa ada unsur paksaan. Syarat-syarat khusus pikadawu yaitu : a. Empat buah ketupat yang berukuran kecil b. Satu buah telur ayam kampung yang sudah matang di belah menjadi empat. c. Empat siur daun siri. d Empat buah pinang e. Empat uang koin pecahan seratus rupiah. f. Empat batang tembakau yang sudah digulung atau rokok. g. Air yang di sediakan dengan tempat minum. Persyaratan yang serba empat ini dalam Bahasa Cica-Cia berkaitan dengan “Alam pato wala” empat atau arah mata angin yang juga sama dengan empat nazhar. Syarat-syarat itu mempunyai tujuan dan manfaat tersendiri untuk kebutuhan pikadawu. Melalui pemahaman tua-tua adat mempercayai bahwa, kehidupan alam gaib yang dihuni oleh mahkluk-mahkluk halus sama dengan kehidupan manusia dialam nyata ini. Kemarahan mahkluk halus itu biasanya dirasakan dengan tertularnya penyakit didalam kampung. Penyakit menular itu seperti Kolera, TBC, Malaria hal ini diyakini oleh masyarakat etnis Cia-Cia didatangkan oleh Kalelei warga masyarakat banyak berbuat dosa di dalam Kampung itu. Kalelei adalah sebutan dari mahkluk-mahkluk halus penguasa kampung yang bermaksud baik namun dapat mendatangkan penyakit ketika masyarakat kampung tidak lagi mematuhi larangan-larangan kampung seperti melanggar ketentuan norma yang berlaku di masyarakat kampung itu. Kalelei dipercayai oleh masyarakat buton Cia-Cia sebagai arwah para leluhur yang telah meninggal dan setiap musim pancaroba atau masa transisi dari Musim Timur ke Musim Barat bisa saja datang. Musim pancaroba merupakan musim dimana mahkluk-mahkluk halus sering datang dan menyebarkan penyakit. Di musim inilah biasanya banyak masyarakat yang terkena penyakit, biasanya berupa penyakit-penyakit menular. Masa pancaroba biasa ditandai dengan tingginya frekuensi badai, hujan sangat deras disertai guruh, serta angin yang bertiup kencang. Pada masa pancaroba biasanya frekuensi orang yang menderita penyakit meningkat. Maka sebelum kedatangan kalelei di musim pancaroba masyarakat mempersiapkan diri untuk menyambutnya dengan memberikan sesajian terlebih dahulu sebelum Kalelei singgah di salah satu dusun di Huamual Barat namun karena adanya sesajian yang mereka berikan itu diyakini Kalelei tidak lagi datang dengan menyebarkan penyakit. Kedatangan Kalelei dapat diketahui oleh tua-tua adat masyarakat etnis Buton CiaCia melalui sebuah mimpi dari salah seorang dari istri Penghulu Kampung. Mimpi itu biasanya ada disetiap masuknya musim pancaroba. Dalam mimpi itu diceritakan bahwa kalelei itu datang dan meminta untuk diberikan makanan atau terkadang dalam mimpi itu ada kapal besar yang akan sandar dikampung setempat yang berpenghuni etnis buton Cia-cia makna mimpi itu adalah kapal tersebut mendatangkan malah petaka besar didalam kampung. Maka dengan mimpinya salah satu dari Istri Penghulu Kampung yang mimpi menceritakan kepada tua-tua adat yang lain agar secepatnya dilakukan pikadawu. Mimpi tersebut biasanya datang ketika tujuh hari sebelum mulai masuknya pergantian musim antara Timur ke Barat, atau awal masuk musim Pancaroba. (net/fya)

Pembina : HM Alwi Hamu, PP.Bittikaka, H.Syamsu Nur • Komisaris Utama : H.Ridwan Arif • Komisaris : Jerry Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Purwanto Sanam • Direktur Utama : Milwan Lukman • Direktur : Haeruddin • Wakil Direktur Bisnis : Hasanuddin • Wakil Direktur Produksi & PSDm : Sawaluddin Lakawa • manager Keuangan : Agus Tranhadi • manager Iklan/Sponsorship : Nursyamsi Abidin• manager Event & Promosi : Muhammad Akhbar • manager Sirkulasi : Victor Bittikaka• manager Umum : St.Ganefo • manager Personalia/Legal : Marjani • Asisten manager : Paulina Tambing (Keuangan), Ratna Sari (Sirkulasi) • Percetakan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari • Penerbit : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. Alamat Redaksi / Tata Usaha : Jl. Malik Raya No. 50 Telp. Red. : (0401) 3126513 • Faks. Red. : (0401) 3126512, Faks. Bisnis & Keuangan : (0401) 3123771 • e-mail : bumianoa@gmail.com (0401)-3126515, Telp. Iklan : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)-3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : BAuBAu: Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)2826129/085241854000 • Radar Kolaka : Jl. Sutomo • Alamat Agen: RAHA: Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538 • POMALAA: Jl. Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105 • KONAWE (Unaaha): Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506 • BOMBANA (Rumbia): Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817 • Kota Kendari : KAMPUNG SALO: Mintarsih • SODOHOA: Hamisu, Tlp. 3125723 • TIPULU: Yusuf Tumora, Tlp.3127924 • WuAWuA: Rusli, Tlp.3193008 • MANDONgA: Theresia, Tlp.3122393 • PuWAtu: Usman, Tlp. 3007069 • PERuMNAS: Incang, Tlp.3192061 • ANDuONOHu: Maxi, Tlp.3125474 • Bank: BRI Cabang Kendari: 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA) • Alamat Perwakilan : • JAKARTA : Doedoe, Graha 19 Fajar Group, Jl. Kebayoran Lama pal 7 No.17 Jakarta Selatan, Tlp/HP 081316555912 • SURABAYA : Jl. Basuki Rachmad 129 - 137, Gedung Mandiri Lantai 5/ Ruangan 501 Surabaya, Telp. (031) 5465239, Fax: (031) 5323674 • MAKASSAR : Dravida, Toddopuli VI, Jl. Borong Indah, Perumahan Mutiara Panakukang No.18 Makassar, Tlp/HP 085241961700 • Biro Baubau-Buton-Wakatobi : Syamsuddin • Radar Kolaka : — • Harga Langganan : Kota Kendari Rp 97.500/Bulan, Luar Kota: Rp 100.000/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota : Rp 4.500,-/Eksp • Eceran Daerah : Rp. —,-/Eksp.


otomotif kendari Pos - Minggu, 18 Agustus 2013

3

Spesif ikasi Motor Yamaha X-Ride Terbaru

Yamaha Indonesia meluncurkan motor skutik dengan desain yang gaul dan keren. Motor Yamaha X-Ride merupakan motor skutik pertama yang mengusung gaya extreme semi offroad yang di pasarkan di Indonesia. Manager Yamaha UD Maju Kota Benua-benua Kendari, Salni, Yamaha X-Ride dilengkapi mesin 4 Stroke, 2 Valve SOHC, Berpendingin Kipas dengan Volume Silinder 113,7 cc dan teknologi sistem bahan bakar yang digunakan ialah sistem injeksi atau Fuel Injection System (YMJET-FI) dan juga telah mengadopsi sistem pengapian TCI (Transistor Control Ignition).

“Untuk mendapatkan Yamaha X-Ride segera kunjungi delaer resmi kami UD Maju Kendari yakni dealer UD Maju Kota Jalan P Diponegoro Kelurahan Benua-benua dan UD Maju Motor Jalan Martandu Kelurahan Kambu Anduonohu. Adapun bicara harganya, Tipe X-Ride Rp 16.810.000, X-Ride Se Rp 17.335.000 dan X-Ride Ase Rp 18.860.000. Menghadapi bulan puasa kita ada promo berkah ramadhan,” jelas Salni. Ditambahakan, Yamaha X-Ride sudah menggunakan Forged Piston dan DiAsil Cylinder yang mampu membuat tarikan terasa lebih ringan namun mesin

masih tetap ding i n . Yamaha X-Ride menggunakan ban belakang dengan ukuran 100/70-14M/C 51P. “X-Ride, pelopor motor matic trendy yang tangguh di segala medan.Desain terbaru bergaya extremen dengan konsep multi layer yang agresif dan futuristic merepresentasikan kekuatan dan ketangguhan. Setiap pembelian unit, dapatkan cash back plus jaket gaul Lorenzo atau Falentino Rossi,” pungkasnya. (yaf)

Suzuki Shooter, Desain B a r u Irit BBM PT Suzuki Indo Sales, kembali meluncurkan inovasi terbarunya. Yakni sebuah sepeda motor bebek terkini, yaitu Suzuki Shooter 115. Jenis baru ini menggunakan chasis atau rangka yang ringan namun kokoh dan mudah dikendarai. Pada Suzuki Shooter terdapat tiga tekhnologi sistem full injection, desain baru sistem pengapian dan desain baru sistem pembakaran mesin. Sistem full injeksi menjadikan bahan bakar semakin lebih irit, respon yang baik, mudah menyalakan mesin di segala cuaca serta ramahlingkungan . Suzuki Shooter 1 liter bensin dapat men-

empuh 63 km. Desain baru sistem pengapian . Sistem pengapian saat ini menggunakan pengapian transistor, serta adaptasi penggunaan busi dengan angka pengapian yang lebih tepat sehingga proses pembakaran lebih baik. Desain baru pembakaran dengan ruang bakar yang ideal dapat dicapai berkat peruabahan sudut katup dan pemilihan tipe busi yang tepat. Penampilan Suzuki Shooter bergaya sportif dengan warna dinamis terinspirasi dari motor gede suzuki ini super luas dapat menyimpan berbagai keperluan belanja. “Suzuki Shooter dalam tiga varian, yakni 115 Fi SR velg casting dan rem depan cakram, Fi R velg jari-jari dan rem depan cakram, serta Fi velg jari-jari dan rem depan teromol. Uang muka minimal Rp 1.500.000 dan subsidi Rp 1.500.000,” jelas Ugas Sales Promotin PT Sinar Galeson Pratama Kendari. (yaf)

Honda Vario Techno 125 Teknologi ISS

Matic Tercanggih Saat Ini honda Vario Techno 125 CBS ISS resmi diluncurkan dengan teknologi idling stop system (ISS) pada t a n g g a l 2 0 M a re t 2013 lalu. Teknologi ISS ini sebelumnya hanya diaplikasikan pada Honda PCX 150. Dengan teknologi ISS maka motor ini akan lebih irit 7% dari versi sebelumnya dan lebih irit 37% dibandingkan Vario 110 karburator. Kepala Cabang Honda Astra Kendari, Ali Usman Teknolo gi Idling Stop System (ISS) adalah teknologi yang dirancang untuk mengurangi emisi dan konsumsi bahan ba-

kar saat kondisi diam. ISS akan mematikan secara otomatis dan menyalakan mesin kembali hanya dengan memutar sedikit tuas gas. Dengan penggunaan teknologi ini maka ketika sepeda motor dalam kondisi aktif berhenti selama 3 detik maka mesin akan mati secara otomatis. Pada saat tuas gas diputar maka mesin akan otomatis menyala. Hal ini akan menmbuat ko n s u m s i bahan bakar lebih efisien. “Dengan teknologi ini Honda Vario Techno 125 CBS ISS mampu mencapai 58,1 km/liter (perhitungan menggunakan metode ECE R40 yang merupakan standar pengukuran dari United Nations Economic Commission for Europe – Organisasi PBB untuk mengukur emisi sepeda motor),”jelasnya. Perubahan tampilah Honda Vario Techno 125 dari tampilan, perbedaan Honda Vario Techno 125 CBS ISS dengan versi sebelumnya adalah: Saklar on/of f di sebelah kanan setang sepeda motor. Lampu hijau berlambang @ pada panel meter ketika aktif. Tambahan stiker bodi samping dengan kata “Idling Stop”. Pilihan warna yakni Black, Red, White Blue, White Red dan White Silve. (yaf)


Ever Green LIFE AFTER 50TH

4 Semangat Hari Kemerdekaan RI

Pengakuan Andi Dita Rianti

nasionalisme Masih Terpatri, Kekompakan Mulai Pudar

K

onsep merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) rupanya berbeda dengan model penerapannya dalam mengisi kemerdekaan itu. Fakta tersebut cukup tampak pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI dari tahun ke tahun. Saat ini, penyambutan HUT Kemerdekaan RI tak semeriah tahun-tahun 1990-an ke bawah. Kala kepemimpinan Soekarno dan Soeharto, setiap warga negara wajib mengibarkan merah pituh jelang HUT Kemerdekaan RI. Namun, kwajiban tersebut mulai kendur dan terbatas warga yang mengibarkan sang saka merah putih saat Hari Kemerdekaan diperingati. Begitu pula pada peringatan HUT ke 68 RI, kemarin. Dengan fakta tersebut, apakah menjadi pertanda jika nasionalisme dan patriotisme sudah pudar? Mantan Koman-

dan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kendari, Letkol Laut (Purn) Mura Husen mengungkapkan, nasionalisme dan patriotisme masih terpatrit kuat dalam sanubari setiap warga Indonesia. Hanya, implementasinya berbeda akibat pengaruh perkembangan globalisasi saat ini. “Dulu memang jiwa Indonesia sangat melekat pada warga. Saling menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI. Empat pilar Bangsa Indonesia yak Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan harga mati. Sampai saat ini, empat pilar tersebut tetap harga mati,” ungkapnya. Implementasi nasionalisme pada generasi sekarang dalam mengisi kemerdekaan, cukup berbeda dengan pola yang digunakan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tersebut. Pengaruh globalisasi, pandangan

Humoris dan Imam dalam Keluarga A

dan pendapat warga sudah beragam dalam mengamalkan dan mengimplementasikan nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun keutuhan NKRI tetap satu tujuan. “Apalagi dengan berkembangnya demokrasi saat ini, masing-masing punya pendapat sendiri. Secara umum, nasionalisme tetap kekal dalam jiwa setiap warga. Namun, mereka tidak kompak. Nah, tidak kompaknya inilah yang rawan karena bisa disusupi oleh oknum-oknum yang bisa merongsong keutuhan negara kita,” terangnya. Dalam mengantisipasi melorotnya nasionalisme, anggota Legiun Veteran Sultra itu mengimbau agar setiap warga negara, sipil, militer, pejabat dan rakyat jelata, jangan hanya menuntut hak saja. “Tapi juga melaksanakan kewajiban yang telah diamanahkan sesuai dengan ketentuan undangundang,” sarannya. (ano/aka)

20 Tahun Hidup di Laut H

idup di lautan luas selama 20 tahun menjadi pengalaman berharga bagi Letkol Laut (Purn) Mura Husen. Waktu yang cukup lama terombang ambing gelombang laut dalam melaksanakan kewajiban, menjaga keamanan NKRI dari ancaman dan rongrongan bangsa lain memang patut mendapat apresiasi. Namun, semua pengalaman tersebut kini hanya menjadi nostalgia dan indah saat mengenangnya kembali. Pria kelahiran Sinabang Provinsi Nangroeh Aceh Darussalam, 13 Juni 1945 itu awalnya seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiahkuala Banda Aceh (Unsia) tahun 1964. Hanya dua tahun kuliah,

68 Tahun Masih Bugar Meski sudah memasuki usia 68 tahun, secara fisik Mura Husen masih sangat bugar di banding teman sebayanya. Itu diakuinya tidak lepas dari pola hidup teratur yang dijalaninya, salah satunya soal makanan. Pria yang memiliki 13 cucu itu mengaku sangat protektif. Bukan hanya soal gizinya, tapi juga kesempurnaan menu yang terkandung di dalamnya. Salah satu menu yang “wajib” ada dalam makanan itu adalah sayuran. “Sayuran hijau akan menjaga kesehatan dan melancarkan saluran pencernaan. Sehingga kita akan terhindar dari penyakit. Jika teratur dikonsumsi akan membuat tubuh kita tetap bugar,” katanya. Meski tidak seintens dulu, namun kebiasaan olahraga juga diakuinya menjadi salah satu hal yang membuatnya tetap bugar. Jalan kaki merupakan salah satu olahraga yang paling murah dan ringan, dan sering dilakukannya. Bahkan untuk urusan tertentu, ia sering jalan kaki. “Saat ini saya masih bisa jalan kaki hingga menempuh jarak 10 kilometer. Kadang kalau ada urusan diluar, dan waktunya lowong, kadangkala saya jalan kaki menuju ke sana,” terangnya. Bukan hanya fisik, psikis juga turut dijaga sebagai upaya menjaga kesehatan itu. Salah satunya sering tersenyum dan berbagi dengan sesama. Kebiasaankebiasaan positif itu menghantarkan pada pikiran yang positif yang pada akhirnya berkorelasi positif pada kesehatan. (cr3/aka)

5

Kendari Pos | Minggu, 18 Agustus 2013

Mura Husen memilih mendaftar pada Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bidang Angkatan Laut dan dinyatakan menjadi taruna tahun 1967. Ia menyelesaikan pendidikannya di AKABRI tahun 1971. Setelah resmi dilantik menjadi personil TNI AL, penempatan pertama pada armada kawasan timur di Surabaya sejak 1972-1992. “Ya saya sebagai perwira kapal. Berbagai jabatan saya emban saat berada di armada kawasan timur. Selama 20 tahun saya hidup di laut,” ujarnya. Sukses melaksanakan tugasnya di armada, tahun 1992, Mura Husen mendapat penghargaan untuk menduduki jabatan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) kendari hingga tahun 1995. Setelah itu, ia ditarik ke Lantamal IV Ujung Pandang (sekarang Lantamal VI Makassar) sebagai Perwira Bagian Operasi dan Latihan (Pabanopslat). “Tahun 1997, saya diutus menjadi anggota DPRD Kabupaten Kendari fraksi ABRI hingga 1999. Saat itu, saya menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendari. Tahun 1999-2002, saya diutus kembali tapi posisi saya bukan lagi Wakil Ketua DPRD, hanya Ketua Komisi dan Ketua Fraksi ABRI kala itu,” terangnya. Kenapa hanya sampai tahun 2002? Padahal, Fraksi ABRI dibubarkan tahun 2004. “Tahun 2002, saya memasuki masa pensiun jadi ditarik dan di-PAW kala itu,” jawabnya. Setelah masa kerjanya selesai, Mura Husen aktif di organisasi kemasyarakatan hingga saat ini. Ia menjabat Wakil Ketua Legiun Veteran Sultra periode 2007-2011 silam. Kini, posisinya hanya anggota biasa di Legiun Veteran. Selain itu, ia menduduki jabatan Wakil Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (PEPABRI) Sultra periode 2007 hingga sekarang. “Untuk PEPABRI, saya merangkap sebagai sekretaris sejak 2012 silam. Saya juga menjadi Wakil Ketua Persatuan Purnawirawan TNI AL atau PPAL Sultra sejak 2003 sampai sekarang,” jelasnya. Masa kecilnya, Mura Husen hidup bersama orang tuanya di Nasruhue Banda Aceh. Menyelesaikan pendidikan dasar di SD Nasruhue tahun 1958, SMP Negeri I bagian B Sinabang Banda Aceh, dan SMAN Moulabu Banda Aceh. (cr3/aka)

Masih Mampu Berenang 300 Meter Kemampuan berenang sejak berada di kesatuan TNI AL masih bisa dipertahankan oleh Mura Husen. Pada usianya ke 68 tahun, ia masih mampu menempuh 300 meter berenang bebas di lautan. Ia pun sering menguji kemampuannya itu di Pantai Nambo, Kendari saat rekreasi bersama keluarga. Jarak tersebut tentu sudah berbeda saat dirinya masih aktif menjadi anggota TNI. “Dulu saya mampu berenang sampai 500 atau 600 meter. Kemampuan bertahan di air minimal 30 menit, itu merupakan kewajiban bagi TNI AL. Bahkan dulu, latihannya adalah berenang antar pulau,” ungkapnya. Berenang, kata dia, merupakan salah satu olahraga terbaik dalam mempertahankan keseimbangan tubuh. Seluruh organ tubuh tampak bergerak saat berenang. “Selain berenang, sama halnya jalan kaki dan lari. Organ tubuh lainnya juga bergerak. Semua itu untuk menjaga keseimbangan tubuh kita,” ujar Mura Husen.

, sebagai seorang purnawirawan TNI, dirinya banyak belajar tentang berbagai jenis olahraga. Seorang anggota TNI harus mempelajari banyak jenis olahraga, minimal pemahaman terhadap olahraga tersebut mampu diketahuinya. “Dulu, olahraga apa saja, saya bisa,” ungkapnya. Awal-awal masa pensiunnya, ia sering main golf. Namun, kegiatan tersebut kini terhenti. Malah lebih intens jogging dan bisa menempuh perjalanan hingga belasan kilometer. Berangkat ke kantornya saja di BTN PEPABRI Lepo-lepo, sering hanya jalan kaki. Bagaimana dengan kecintaannya di dunia sepakbola? “Saya juga senang. Favorit saya itu adalah Barcelona. Sayangnya, kalah saat Liga Champion lalu. Selain klub raksasa, banyak hal yang dapat dipelajari dari klub tersebut. Makanya saya senang. Meski kuat, tidak harus selalu menang. Kadang saya tidur pukul 02.00 dini hari hanya karena menonton pertandingan Barcelona,” katanya. (cr3/aka)

ndi Dita Rianti sangat bahagia memutuskan untuk mengabdikan hidupnya mendampingi Letkol Laut (Purn) Mura Husen. Nilai kebahagian tertinggi yang didapatkan selama menjadi pembina rumah tangga karena sang suami adalah seorang yang romantis dan humoris. Canda dan tawa penuh bahagia mengisi hari-hari mereka. Apalagi pada masa-masa tuanya, romantisme pasangan tersebut tak kunjung pudar. Mereka tak ingin kalah dengan romantika pasangan muda hanya karena persoalan perbedaan usia. Mereka mampu menjaga hubungan tersebut dan berjanji akan terus memupuknya hingga ajal memisahkan. “Bapak itu orangnya baik. Selama menikah, beliau tidak pernah marah. Saya sangat bahagia menjatuhkan pilihan terhadap bapak,” aku Andi Dita Rianti. Meskipun usia Dita-sapaan Andi Dita Rianti jauh lebih muda, namun bukan menjadi jarak dengan sang suami. Usia

Didik Anak Disiplin Militer Tanggung jawab yang paling besar dalam rumah tangga adalah mendidik anak. Untuk urusan pendidikan anak, Letkol Laut (Purn) Mura Husen harus tegas dan disiplin. Bahkan menerapkan disiplin militer dalam mendidik buah hatinya. “Saya tidak memiliki harta warisan yang bisa diteteskan pada keturunan saya. Makanya, urusan pendidikan, saya harus tegas. Mereka harus disiplin belajar, disiplin bermain, dan disiplin tidur,” terang Mura Husen. Bagaimana mengantisipasi pergaulan anaknya agar terhindar dari kenakalan remaja? Dulu, kata dia, seorang anak tentara biasanya terkesan bandel di masyarakat. Namun tidak semuanya seperti itu. Hanya sebagian kecil saja. Mengantisipasi persoalan tersebut, Mura Husen berusaha mengontrol anak-anaknya agar tetap menjaga tatakrama di masyarakat. “Memang ada yang bandel satu orang saat masih remaja, tapi tetap berprestasi di pendidikan. Yang saya kontrol betul ketika anak saya terlibat pergaulan bebas, mengonsumsi alkohol dan sebagainya. Saya tidak tolerir kalau persoalan itu. Makanya, mereka tetap disiplin jam malamnya,” tegasnya. Persoalan dunia pendidikan, Mura Husen memberikan kelonggaran pada anak-anaknya untuk memilih bakat dan minat yang disenangi di dunia pendidikan. Mereka tidak dikekang karena pilihan orang tua untuk mengikuti jejak sang ayah. Kebebasan berekspresi di dunia pendidikan diberikan sepenuhnya kepada anak-anaknya. “Tidak ada yang menjadi tentara. Anak saya yang sulung jadi PNS. Sedang 4 orang lainnya malah berwiraswasta. Kalau persoalan disiplin ilmu, saya serahkan kepada mereka. Malah ada satu orang yang sudah lulus Akmil dan dikirim pendidikan di Magelang, malah memilih pulang dan melanjutkan kuliah. Ya itulah pilihan mereka,” terangnya. (cr3/aka)

Dita baru beranjak 50 tahun sedang Mura Husen sudah 68 tahun. Keakraban keduanya, rasa saling menghargai, menghormati, dan saling percaya, memupuk ukhuwa Islamiah dalam bingkai rumah tangga mereka. “Dalam pengambilan kebijakan, bapak tidak pernah ego dengan keputusannya sendiri. Jika memang itu patut didiskusikan bersama, bapak selalu meminta pertimbangan baik sama saya maupun anak-anaknya. Alternatif terbaik dari sebuah persoalan akan menjadi keputusan bersama,” jelasnya. Untuk mengisi hari-hari tuanya, Dita bersama Mura Husen lebih banyak mengagendakan berkunjung ke rumah anaknya. Lima anugerah Tuhan yang dititip kepada mereka sudah mandiri dan sukses membina rumah tangga sendiri. Dua orang anaknya berdomisili di Jakarta, Satu orang di Surabaya, satu orang di Makassar dan satu orang tinggal bersama mereka di Kendari. “Kami agendakan mengunjungi cucu-cucu kami. Ada memang agenda yang telah kami susun. Jika ada rencana susulan, paling karena ada yang diaqiqah atau acara-acara lainnya,” ujar Dita. (ano/aka)

Gagal Berkebun, Pilih Bertani Rumput Laut SeBeLuM memasuki masa pensiun tahun 2002 silam, Letkol Laut (Purn) Mura Husen sudah membuat perencanaan untuk mengisi hari-hari tuanya. Ia pun merintis lahan perkebunan seluas 5 hektar di Labibia tahun 1998 dengan menanaminya cokelat. Sayangnya, usaha perkebunannya gagal karena lahannya terbakar. Mura Husen tidak putus asa dengan usahanya. Ia kembali membuka lahan perkebunan di Lambuya Kabupaten Konawe seluas 2 hektar dengan komiditi yang sama yakni menanam cokelat. Usaha keduanya pun tidak sukses menjadi pelarian masa pensiun. “Saya akhirnya berpikir, mungkin basic saya di laut. Ya sudah, saya memelihara rumput laut di muara sungai Laonti. Namanya kampung itu, Lolibo. Sampai sekarang, usaha rumput laut saya masih bertahan dan sesekali saya berkunjung

Nama Tempat Tanggal Lahir Jabatan Istri Anak Cucu Alamat

ke sana. Saya membuat rumah-rumah lepas pantai,” terangnya. Bertani rumput laut menjadi hiburan terbaiknya. Saat berada di kawasan tersebut, ia menambah kesibukannya dengan memancing ikan. “Paling asik kalau sudah di rumah-rumah itu. Tinggal buang pancing lalu tidur-tidur. Tapi, ibu kadang sering sakit kepalanya kalau terlalu lama disana,” katanya. Disisi lain, ada hobi yang paling mendasar dimiliki oleh Mura Husen dalam mengisi hari-hari tuanya. Saat berada di kesatuan TNI AL, jiwa adventure selalu melekat. Jejeran pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke telah dijelajahinya. Pulau berpenghuni hingga pulau tak bertuan pernah disambanginya. “Itu hobi saya sebenarnya. Setelah pensiun, saya sudah kelilingi seluruh kecamatan yang ada di Sultra. Mulai dari Kendari hingga pulau-pulau terkecil di Binongko sana, sudah saya datangi,” akunya. (ano/aka)

: Letkol Laut (Purn) Mura Husen : Sinabang (Aceh), 13 Juni 1945 : - Mantan Danlanud Kendari - Wakil Ketua Pepabri Sultra 2002-Sekarang : Andi Dita Rianti : 5 Orang : 13 Orang : Jalan Abunawas VII Kelurahan Bende Kecamatan Kadia Kota Kendari

Foto-Foto Suwarjono / Kp


hobbies Kendari Pos | Minggu, 18 Agustus 2013

Julianto (Komunitas Kendari Street Art)

Hobi lukis dinding atau yang biasa disebut mural, diakui Julianto berawal dari bakat melukisnya. Hobi lukis dinding ini pun dirasakan Banted, sapaan akrab Julianto mulai menghasilkan finansial ketika ditekuni setelah tamat SMA.

“TAMAT SMA mulai hobi melukis dinding, berawal dari basis melukis yang otodidak dengan cukup melihat referensi dari internet, membuat saya cukup percaya diri menerima tawaran lukis dari teman dan orang lain. Menurut bapak, bakat seni saya ini berasal dari kakek,” ujar Banted. Lebih lanjut lelaki berusia 23 tahun ini mengakui hobi yang ditekuninya tersebut sempat dipandang sebelah mata, pasalnya sebagian besar masyarakat menganggap lukis dinding hanyalah hobi corat coret tembok, yang merusak keindahan saja. Meskipun demikian, hal itu tidak membuatnya tersinggung dan putus asa. Malahan semakin membuatnya mengasah kemampuan lukisnya. “Dulu saya hanya melukis mural pemandangan, sekarang berkembang menjadi segala jenis lukisan dengan berbagai wadah, mulai dari kertas, kanvas, dinding hingga seng. Karya lukis saya dengan berbagai wadah semakin dikenal, tatkala melukis wajah teman di dinding kamar, lama kelamaan ada yang memesan lukisan wajah dengan wadah

kertas dan kanvas serta lukisan pemandangan di dinding kolam, kamar tidur anak hingga ruangan tempat usaha,” lanjutnya. Kualitas lukisnya khususnya lukis dinding semakin terasah ketika tergabung dalam komunitas Kendari Street Art. Dalam komunitas ini dirinya bersama rekan lainnya yang juga memiliki hobi sama, saling sharing pengetahauan dan pengalaman. Dirinya berharap hobi lukis dinding dapat berkembang seperti

di daerah lain. Sebaiknya pula sarannya ada wadah umum seperti taman budaya, tidak terkecuali terdapatnya jurusan seni lukis di perguruan tinggi. “Hobi seperti ini di daerah lain sudah mulai ditekuni, pasalnya menghasilkan finansial. Alhamdulillah saya juga sudah menikmati sedikit demi sedikit finansial dari hobi yang mulai digeluti kaum muda Kota Kendari ini,” ungkapnya. Alumni SMA Oikumene Kendari ini merinci ada konsumen yang meminta dirinya untuk melukis dinding teras dengan lukisan pemandangan, begitu pula lukisan pemandangan untuk dinding air mancur. Biasanya dirinya menerima pesanan lukis dinding berukuran 3 x 4 m dengan harga Rp 3 juta. Lukis dinding tersebut dapat diselesaikannya dengan waktu 1 minggu. “Tidak ada yang salah dengan hobi lukis dinding ini, apalagi juga bernilai seni dan finansial. Selain itu remaja yang memiliki hobi serupa pun berkesempatan menyalurkan kreasinya,” rinci Banted. (fas)

Sejarah Lukis Dinding (Mural)

MURAL berasal dari kata “murus”,kata dari bahasa latin yang memiliki arti dinding. Dalam pengertian kontemporer, mural adalah lukisan yang berukuran besar yang dibuat di dinding (interior atau pun ekterior),langit-langit,atau bidang datar lainnya. Asal muasal mural dimulai sebelum peradaban modern,bahkan diduga sejak 30.000 tahun sebelum masehi(SM). Mural mulai berkembang menjadi mural modern di tahun 1920-an di Meksiko dengan pelopornya antara lain Diego Rivera,Jose Clemente Orozco dan David Alfaro. Mural di Indoensia sudah ada sejak zaman perang kemerdekaan.

Pada saat itu,para pejuang mengekspresikan keinginannya melalui graffiti. Walaupun dengan skill dan peralatan yang masih sederhana, konsep tulisan di dinding menjadi paling aman untuk mengekspresikan pendapat secara diam-diam pada saat itu. Penilaian Keindahan Mural Meskipun awalnya mural hanya dilihat dari aspek teknis dalam membentuk suatu karya, namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut mempengaruhi penilaian terhadap keindahan mural. Keindahan berarti kemam-

puan menyajikan lukis dinding menjadi daya tarik dan magnet bagi penikmat lukis dinding. Mural menciptakan keindahan berarti kemampuan mengkomposisikan warna dalam ruangan. Lukis dinding selalu menjadi salah satu andalan demi mempercantik ruangan. Dan sekarang mural menjadi salah satu pilihan bagi pecinta keindahan untuk mempercantik rumah dan ruangan untuk mendapatkan kesan artistik, prestisius dan elegan. Lukis dinding yang di-

maknakan disini jauh berbeda dengan hasil pewarnaan monoton yang mempunyai nilai kejenuhan. Jika dalam satu ruang hanya memiliki dua atau tiga warna, semakin lama suasana dalam hunian akan terasa sempit dan sesak. Akan tetapi dengan adanya lukis dinding, beberapa dimensi akan dimiliki. Lukis dinding akan mengkondisikan dengan berbagai situasi dan suasana sesuai jiwa keindahan pemilik huniannya. Dalam dunia fashion dan bisnis lukis dinding juga dijadikan elemen pendukung untuk menarik perhatian para calon konsumennya. Hal ini menyatakan bahwa lukis dinding juga membantu menyebarkan informasi usaha maupun menuangkan ide. Lukis dinding sebagai sarana penghubung bentuk keindahan yang terdapat di alam lain sehingga tidak perlu bersusah payah untuk mendatangi beberapa tempat dan objek indah yang disukai. Mural lukisan juga disediakan dukungan struktur untuk pria dan wanita muda untuk memperbaiki artistik mereka dalam berketerampilan, memberdayakan mereka untuk mengambil peran aktif dalam lingkungan mereka sendiri. Mempercantik dengan mural yang mereka ciptakan langsung dalam menambahkan warna, keindahan selama puluhan tahun. (Internet/fas)


7

Kendari Pos | Minggu, 18 Agustus 2013

Capres PDIP Tunggu Hasil Pileg TJAHJO KUMOLO

Jakarta, KP Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi memiliki angka elektabilitas yang tinggi menurut sejumlah survei sebagai calon presiden (capres) tahun 2014. Meski begitu PDI Perjuangan belum memutuskan untuk mengusung Jokowi dalam pilpres 2014. Mereka menyerahkan soal pencapresan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Belum tahu (usung Jokowi atau tidak). Hasil Rakernas pertama diserahkan kepada ibu ke-

tum. Siapa nanti yang dicalonkan sebagai capres apakah Ibu Megawati atau calon yang lain dan siapa wapresnya diserahkan kepada Ibu Mega,” ujar Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo usai mengikuti upacara hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor DPP PDIP, Jakarta, kemarin (17/8). Tjahjo menjelaskan, Megawati akan mencermati setiap perkembangan dan dinamika politik nasional untuk menentukan capres PDIP. Sebelum memutuskan mereka akan melihat hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) terlebih

dulu. “Soal siapa nanti yang akan diputuskan tentunya kalau yang kami tangkap akan melihat dulu bagaimana perolehan kursi hasil Pileg,” ucap Tjahjo. Ia menuturkan, pengurus partai menyampaikan hasil survei dan perkembangan yang ada kepada Megawati. Namun pengurus belum mengetahui keputusan apa yang akan diambil Megawati. “Sampai sekarang kami belum tahu. Nanti pada saatnya akan disampaikan oleh Ibu Megawati,” kata anggota Komisi I DPR itu. (gil/jpnn)

TNI Diminta tak Jadi Sumber Masalah Jakarta, KP Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI hakekatnya bentuk penghormatan dan penghargaan kepada pejuang kemerdekaan. “Sebagai generasi penerus, wujud penghormatan dan penghargaan yang paling mulia, yang harus diberikan adalah mewarisi tradisi dan nilai-nilai kejuangan serta melanjutkannya untuk mengisi kemerdekaan,” kata Kasum TNI yang dibacakan Inspektur Upacara (Irup) Pa Sahli Tk-III Banusia Panglima TNI, Mayjen TNI Muhamad Nizam dalam Upacara HUT ke-68 RI, di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Sabtu (17/8). Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 lanjut, adalah tonggak sejarah nasional yang paling monumental, sebagai awal titik tolak bangsa Indonesia meniti kehidupan sebagai suatu bangsa dan negara yang bermartabat. “Pada hari ini, 17 Agustus 2013,

sudah sepatutnya kita berkaca, bercermin diri untuk melakukan koreksi, apa yang telah kita lakukan selama 68 tahun kemerdekaan dan apa yang akan kita kerjakan untuk menyongsong masa depan,” ujarnya. Ada tiga pokok pikiran dalam menyongsong masa depan, yakni perihal keberlanjutan atau kesinambungan, peningkatan kesejahteraan rakyat dan ketahanan nasional dalam rangka menghadapi tantangan global dengan segala isu dan dinamika yang dibawanya. “Ketiga pokok pikiran itu, pada hakekatnya merupakan amanah sekaligus panduan semua komponen bangsa termasuk TNI dalam menapaki dengan pasti, menyongsong hari depan yang penuh harapan,” ungkap Mayjen TNI Muhamad Nizam. Sementara pembangunan adalah satu rangkaian kesinambungan untuk membangun kesatuan dan persatuan. “Ini membawa konsekuensi setiap tahapan seja-

Tindak Pengibar Bendera PKI

Tahun Ini, tak Ada Program Beasiswa ke Mesir Jakarta, KP Konflik berdarah di Mesir hingga saat ini belum usai. Meski sudah banyak memakan korban akibat konflik, Pemerintah Indonesia belum berencana memulangkan para mahasiswa yang belajar di negara tersebut. Termasuk dari Kementerian Agama yang setiap tahun mengirimkan mahasiswa program beasiswa ke Mesir. “Selama ini duta besar kita telah memberikan perhatian kepada mereka dan posisi kemenag itu menunggu apakah kondisi di sana betul-betul sangat mengkhawatirkan bagi mahasiswa kita,” ujar Menteri Agama Suryadharma Ali di kompleks Istana Negara, Jakarta, Sabtu (17/8). Meski belum dievakuasi, Menag mengingatkan para mahasiswa Indonesia untuk tetap waspada dan menghindari lokasi rawan konflik. Selain itu, mahasiswa juga diminta tidak mencampuri urusan dalam negeri Mesir. Termasuk mendukung salah satu kelompok dari pihak yang bertikai di negara itu. Sementara itu, untuk program beasiswa bagi mahasiswa di kemenag, tuturnya, tahun ini ditiadakan hingga kondisi di Mesir kembali normal. “Kita batasi sekarang. Ketika terjadi gejolak politik seperti di Libya kita langsung lakukan evakuasi terhadap mahasiswa karena saat itu kondisi sangat membahayakan,” kata Menag. (flo/jpnn)

rah dan setiap generasi yang lahir sesudah 17 Agustus 1945, tidak harus meletakan pondasi baru terhadap NKRI. Akan tetapi, menyempurnakan yang belum sempurna dan melanjutkan membangun dinding yang kokoh dan kuat, agar NKRI berdiri dengan kebanggaan pada jatidiri semangat kemerdekaan dalam rangka mencapai kesejahteraan yang berkerakyatan dan berkeadilan,” tegas Mayjen TNI Muhamad Nizam. Di akhir amanatnya Kasum TNI berharap prajurit dan PNS TNI di manapun berada dan bertugas senantiasa dapat berperan aktif dalam menghidupkan semangat nasionalisme dan patriotisme dalam membangun. “Minimal mampu mencegah diri agar tidak menjadi beban, apalagi menjadi sumber masalah bagi masyarakat disekelilingnya,” harapnya. Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Kolonel Caj Mardi Siswoyo yang sehari-hari menjabat Kabag Bintalroh Pusbintal TNI. (fas/jpnn)

JPNN/KP

Ribuan massa muslim di Surabaya, melakukan aksi solidaritas atas pembantaian yang dilakukan militer Mesir ke warganya. Massa meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar bersungguh-sungguh dan berupaya penuh dalam membantu menyelesaikan persoalan di Mesir.

Jakarta, KP Anggota Komisi III DPR Ahmad Basarah mengatakan, aparat kepolisian harus menindak tegas pelaku pengibaran bendera PKI (Partai Komunis Indonesia) di kawasan Apartemen Kalibata, Jumat (16/8) pukul 23.00 WIB. Kepolisian harus mencari tahu alasan pelaku melakukan pengibaran. “Saya kira Polri harus mengusut tuntas dan menyelidiki motif pelaku mengibarkan,” ujar Basarah usai mengikuti upacara HUT kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu (17/8). Wakil Sekretaris Jenderal PDIP tersebut menambahkan, kepolisian perlu mengusut kasus itu karena PKI adalah partai politik yang telah dilarang di Indonesia. Namun demikian Basarah mengimbau pada saat mengusut kasus itu kepolisian tidak boleh melakukan tindakan yang melanggar hak asasi manusia (HAM). “Cara-cara penanganan harus demokrasi dan sesuai HAM,” katanya. Seperti diketahui, pelaku pengibaran bendera PKI di kawasan Apartemen Kalibata bernama Gilang Gustya Pratama (25), pria kelahiran Kupang yang tinggal di Jalan Boyolali Nomor 1 Lengkong Gudang Timur, Serpong. Pelaku yang diduga anak salah seorang pejabat kementerian sudah diamankan petugas bersama barang bukti berupa bendera PKI berlambang palu arit kemarin. “Barang bukti yang kita amankan berupa Bendera Palu Arit,” kata Kanit I Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri AKBP Susilowadi. (gil/jpnn)

Banyu Biru Djarot, Pengusaha Muda yang Tangani Proyek Monorel Jakarta

Berkarir 13 Tahun, Tidak Punya Uang, tapi Dipercaya Orang Di Antartika Hanya Ketemu Penguin, di Argentina Kagumi Danau Garam Terjun di dunia usaha pada usia muda membutuhkan keberanian dan mental baja. Setidaknya, hal itu pernah dirasakan Banyu Biru Djarot, direktur salah satu perusahaan penggarap proyek monorel Jakarta. Dia harus berjuang selama 13 tahun sebelum akhirnya bisa eksis seperti sekarang.

KESIBUKAN Banyu Biru makin bertambah pasca-Lebaran ini. Selain mesti menggeber megaproyek monorel Jakarta yang sudah lama ditunggu-tunggu kehadirannya, dia mulai sibuk berkampanye dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya. Banyu termasuk salah satu kandidat kuat ketua umum HIPMI Jaya. Baru-baru ini, sebuah video mengenai rencana pencalonan dirinya diunggah ke dunia maya.

Sejumlah pengusaha muda Jakarta memang mendorong Banyu untuk menduduki posisi penting itu. Karirnya yang meroket membuat Banyu dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi pengusaha muda tersebut. Senin (12/8) dia berdiskusi di sebuah channel televisi berbayar soal perusahaannya dan pembangunan Jakarta. Menurut pandangan dia, pembangunan transportasi Jakarta sudah tertinggal jauh jika dibanding ibu kota negara-negara lain. Karena itu, sudah saatnya Jakarta memiliki sistem transportasi masal yang benar-benar terintegrasi untuk memudahkan mobilitas manusia. Sistem transportasi masal terpadu tersebut kini sedang digarap proyeknya. Banyu pun menjadi salah seorang pimpinan megaproyek tersebut. Pada usia 34 tahun, Banyu sudah dipercaya menjadi direktur pengembangan usaha PT Ortus Holdings Ltd, sebuah perusahaan yang berinvestasi di bidang

energi dan infrastruktur. Perusahaan tersebut kini menjadi penyandang dana proyek monorel di Jakarta setelah mengakuisisi PT Jakarta Monorail. “Kami me-manage asset value hampir 2 miliar dolar (USD),” tutur Banyu saat ditemui dalam sebuah acara HIPMI Jaya awal Agustus lalu. Kepercayaan mengelola proyek besar itu didapat Banyu melalui perjuangan yang panjang. Selepas lulus kuliah di Inggris pada 2001, dia meniti karir sebagai pegawai di perusahaan Danareksa di Jakarta. Di perusahaan tersebut, Banyu yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang international securities investment and banking dipercaya membidangi sektor perbankan serta energi. Sebenarnya karirnya moncer. Tapi, dia malah memutuskan untuk pindah ke perusahaan lain dengan bidang yang sama. Karir Banyu di perusahaan terakhir itu tidak bertahan lama. Dia

Meski tidak menjelaskan secara gamblang soal bagaimana bisa menjadi wakil sekolah dan daerah di tingkat provinsi, namun diakuinya semua melalui proses seleksi yang sangat ketat. Hanya mereka yang punya komitmen kuat dan mau belajar sehingga bisa diakomodir menjadi anggota Paskibraka dalam rangka periingatan kemerdekaan. “Jelasnya, kami bangga dan bersyukur. Ini bukan akhir dari segalanya. Kedepan, kami berupaya untuk bisa lebih baik lagi. Minimal, apa yang kami dapatkan hari ini bisa diwariskan pada teman-teman lainnya,” ungkap siswa SMAN 1 Bau-bau tersebut. Prestasi yang ditorehkan saat ini, diakui ketiga siswa tersebut menjadi pendorong untuk bisa lebih baik

lagi kedepannya. Kalaupun tidak bisa mewakili provinsi ke level nasional, yang pasti ilmu itu bisa diaplikasikan dalam pendidikan mereka nantinya. Ditemui terpisah, Koordinator Pelatih Paskibraka Provinsi Sultra tahun 2013, Pelda Sarmin mengaku pemilihan posisi anggota Paskibraka tidak langsung ditunjuk begitu saja. Namun melalui serangkaian seleksi yang sangat ketat selama proses karantina. “Sebelum menempati posisi Dampok, pengerek maupun lainnya itu tidak langsung main tunjuk, tapi melalui seleksinya sangat ketat. Banyak hal yang menjadi faktor penilaian. Salah satunya tingkat adaptasi dan kemampuan peserta dalam melaksanakan instruksi pelatih,” kata Sarmin.

Selama 20 hari menjalani proses karantina peserta, Sarmin mengakui banyak suka dua didapatkan. Utamanya berkaitan dengan karakter para peserta Paski yang berbeda-beda. Ada yang manja, keras, mudah tersinggung dan sebagainya. “Tapi kita tidak terpengaruh dengan itu. Latihan yang kita berikan sifatnya semi militer. Meskipun tetap proporsional dengan memperhatikan batas-batas kemanusiaan,” terangnya. Sukses penaikan bendera, jajaran pelatih cukup puas dengan apa yang telah ditampilkan para anggota Paskibraka. Mereka berharap hingga upacara penurunan bendera selesai, anggota paski tetap menunjukan kemampuan terbaik mereka. (***)

BAYU PUTRA, Jakarta

Banyu Biru Djarot.

JPNN/KP

Disiplin... jadi komandan kelompok (Dampok). Soalnya tanggung jawabnya besar, namun dengan komitmen yang kuat ditambah kemauan keras dan doa, akhirnya semua itu bisa dilewati,” jelasnya. Diantara ketiganya, Akbar Malik Abdul Karim adalah satu-satunya pengerek bendera dari luar Kota Kendari. Meski ada teman lain yang jadi anggota Paskibraka, namun dipercayakan sebagai salah satu pengerek bendera menjadi kebanggaan tersendiri baginya. “Pastinya kita banggalah bisa dipercaya jadi pengerek bendera. Mewakili sekolah saja sudah cukup bangga, apalagi sampai mewakili Kabupaten seperti ini,” ujar Akbar Malik sambil tersenyum.

memutuskan untuk keluar dan membantu ayahnya, budayawan Erros Djarot, terjun berpolitik. Karirnya di ranah politik pun tidak lama. Dia kembali banting setir menjadi pengusaha. “Waktu kembali menjadi pengusaha itu, modal saya cuma nekat,” lanjut pria kelahiran London tersebut mantap. Tidak main-main, perusahaan yang dia rintis tersebut bergerak di bidang pengeboran minyak. Itu berarti membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu, mau tidak mau, Banyu harus mempunyai dana yang cukup besar sebagai modal. Setelah dana terkumpul, dia mengakuisisi sebuah perusahaan pengeboran minyak yang “sakit” menjadi perusahaan yang bergairah kembali dalam usaha. Masa-masa awal berusaha lagi itulah yang dirasakan susah oleh Banyu. Sebelum mengakuisisi perusahaan minyak tersebut, dia nyaris tidak memiliki modal. “Uang di ATM tinggal Rp 3,8 juta,” ucap sulung dua bersaudara itu. Tidak disangka, Banyu ditawari seorang sahabatnya untuk mengakuisisi perusahaan minyak yang sedang kolaps. Perusahaan itu memang sedang sakit, namun dinilai punya potensi besar untuk berkembang. Hanya, Banyu harus bisa mencari dana segar setidaknya USD 7 juta. Merasa tertantang, dia pun menyanggupi tawaran temannya tersebut. Maka, dia pun harus ke sanakemari mencari dana pinjaman

untuk “menyembuhkan” perusahaan tersebut. Dia menghubungi relasi-relasi bisnisnya maupun kenalan ayahnya. Tapi, sampai tiga bulan tidak membuahkan hasil. Akhirnya, modal awal berhasil didapatkan. Bermodal kepercayaan, pengusaha Arifin Panigoro bersedia meminjamkan equity senilai USD 1,25 juta. “Saya masih ingat, sebelum ngadep (Arifin Panigoro), saya dan teman saya berdoa mulai siang di Masjid Al Azhar,” kenangnya. “Itu hari saya nggak lupa. Saya pikir kami (Banyu dan sahabatnya, Red) udah gila, jadi ketawaketawa sendiri,” tambahnya lantas tertawa. Usaha dan kerja keras Banyu serta kawannya membuahkan hasil. Perusahaan pengeboran minyak tersebut makin berkembang. Namun, dengan satu alasan, Banyu kemudian memutuskan untuk keluar dari perusahaan itu dan mencari partner bisnis baru. Bersama partner barunya itulah karir Banyu sebagai pengusaha makin melesat hingga akhirnya berada di posisinya saat ini. Menurut Banyu, tidak ada kesuksesan yang instan. Dia butuh waktu hampir 13 tahun untuk bisa berada di posisinya saat ini. Sudah 13 perusahaan yang dia dirikan. Jatuh bangun pun sudah dialami berkali-kali. Dia menegaskan, kunci keberhasilan dirinya adalah kenekatan yang terkalkulasi. Jadi, tidak asal

nekat berusaha, namun sudah dihitung benar sebelum memulai. “Jangan takut rugi. Gagal itu hampir pasti. Hahaha”” Selain itu, kata Banyu, jangan pernah berhenti belajar. Dia menjadikan sejumlah pengusaha senior sebagai gurunya. Mereka tidak pernah pelit berbagi ilmu untuk anak-anak muda yang bersungguh-sungguh. Mengapa Banyu tidak tertarik terjun ke bidang yang sama dengan sang ayah” Dia mengungkapkan, pengusaha dan seniman sebenarnya sama saja. Namun, pengusaha merupakan seniman yang menggunakan angka, data, dana, dan kalkulasi dalam berkarya. Banyu merasa bersyukur hidup di keluarga yang toleran. Sang ayah tidak pernah memaksa dirinya untuk mengikuti jejak sebagai politikus dan budayawan. Itu terbukti juga pada sang adik yang akhirnya menjadi banker. Sementara itu, sang bunda merupakan guru besar di bidang hukum internasional. Bagi Banyu, perbedaan itu justru membuat keluarganya menjadi dinamis. Keluarga yang dinamis dan harmonis sangat berpengaruh terhadap kesuksesan anak-anak di dalamnya. Saat ditanya adakah keinginannya yang belum terwujud, Banyu “Dalam doa, saya hanya minta dijadikan manusia yang lebih baik dari kemarin sesuai kehendakNya,” tambah pria yang mengaku masih melajang itu. (*/c5/ari)

orang lain. Jero sendiri mengklaim tidak pernah mengecek semua ruangan di kementeriannya yang berjumlah 90 ruangan. Oleh karena itu, tak tahu soal uang tersebut. Ia pun menyatakan ia tidak perlu menyarankan Sekjen untuk patuh

hukum, karena dengan sendirinya jika dibutuhkan keterangan oleh KPK maka pihak-pihak yang berkait akan dipanggil. “Saya tidak usah saran-saranin karena inikan ranah hukum. Biar hukum yang bekerja. Saya percaya KPK,” tandas Jero. (flo/jpnn)

Pemain Tunggal... belum ketemu Sekjen,” dalih Jero di Jakarta, kemarin. KPK menggeledah ruangan Sekjen untuk penyidikan kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Sejumlah uang untuk Rudi diduga mengalirkan juga ke


8

Kendari Pos | Minggu, 18 Agustus 2013

Gustavo Ke Wolfsburg DITOLAK ARSENAL

W

OLFSBURG-Gelandang tim nasional Brasil Luiz Gustavo akhirnya memutuskan harapan Arsenal. Pemain berusia 26 tahun itu sudah resmi mengikat kontrak selama lima tahun bersama tim Bundesliga WFL Wolfsburg. Die W’lfe-julukan Wolfsburg- memenangkan pertarungan untuk mendapatkan tanda tangan Gustavo dari Bayern Muenchen. Mereka mengalahkan Arsenal dan Napoli yang juga sangat berminat pada Gustavo. “Pemain 26 tahun itu akan bersama tim sampai 2018. Perkenalan pemain secara resmi akan dilaku-

kan hari ini,” tulis pernyataan resmi Wolfsburg di situs resmi klub. Gustavo dibeli dengan harga 17 juta pounds (Rp 273,4 miliar). Memang, mantan gelandang 1899 Hoffenheim tersebut tidak mendapatkan tempat di skuad Bayern musim ini. Kedatangan Thiago Alcantara dari Barcelona dan Mario Gotze dari Borussia Dortmund membuat posisi Gustavo di lini tengah terjepit. “Saya ingin bermain di Piala Dunia tahun depan. Jadi saya harus bermain reguler,” ucap Gustavo kepada Kicker. Gustavo akan langsung bermain saat Wolfsburg berhadapan dengan Schalke 04 di kandang sendiri Volkswagen Arena malam ini. Bergabungnya Gustavo ke Wolfsburg kabarnya membuat Arsene Wenger, manajer Arsenal sangat

frustrasi. Apalagi buruan utamanya seperti bintang Liverpool Luis Suarez hampir juga dipastikan gagal. Sebelumnya, The Gunners juga sangat dekat untuk mendaratkan Gonzalo Higuain dari Real Madrid. Namun negosiasi yang dibangun sejak lama hancur berantakan karena striker Argentina tersebut memilih pindah ke Napoli dengan harga 34,5 juta pounds (Rp 560,4 miliar). Dalam bursa musim panas sejauh ini, Arsenal memang gagal total di pasar pemain. Hanya Yaya Sanogo, 20 tahun, satu-satunya pemain yang bisa dihadirkan Wenger. Itupun dengan status gratis dari Auxerre. Kedatangan Gustavo merupakan ambisi besar Wolfsburg untuk kenbali ke jajaran elit Bundesliga. Sejak menjadi kampiun pada 2009 silam, Wolfsburg tidak pernah lagi menjadi penantang utama tim. (nur)

VALENTINO ROSSI

Dua Motor Jadi Senjata Rossi INDIANAPOLIS - Valentino Rossi belum menunjukkan kehebatannya di dua latihan bebas MotoGP seri Indianapolis, Sabtu (17/8) dini hari. Di latihan pertama, jagoan Yamaha tersebut hanya duduk di urutan kelima dengan catatan 1 menit 41,547 detik. Sementara, di sesi latihan kedua, pembalap berjuluk The Doctor tersebut malah terjungkal ke posisi keenam dengan raihan 1 menit 40,084 detik. Meski begitu, Rossi mengaku tak khawatir. Sebab, dia mampu menipiskan gap dengan Marc Marquez yang menjadi tercepat di dua latihan bebas itu. Jika pada latihan pertama Rossi

berselisih 1,766 detik, di latihan kedua dia mampu menipiskan gap waktu menjadi 0,582 detik. Semua itu tak lepas dari keputusan menggunakan dua motor dalam sesi free practice tersebut. Cara itu dilakukan untuk mencari setingan terbaik di balapan resmi. Terutama mengenai pengereman.

ANDRE VILLAS BOAS

Nah, catatan waktu yang semakin baik itulah yang membuat Rossi optimistis menyambut balapan resmi, hari ini (18/8). “Saya memang tidak senang dengan hasil di posisi keenam. Namun, saya bahagia dengan catatan waktu saya. Saya senang dengan performa saya. Terutama karena saya bisa menipiskan gap waktu dengan Marquez,” terang Rossi seperti dilansir laman Crash, kemarin. “Kami memiliki rencana yang bagus. Kami bekerja menggunakan dua motor yang berbeda. Itu kami lakukan untuk mengetahui motor mana yang paling baik. Besok, kami akan membalap berdasarkan hasil di latihan ini,” ujar pembalap asal Italia tersebut. (jos/jpnn)

Marquez Berada di Jalur Yang Benar INDIANA P O LIS- Marc Marquez menunjukkan tanda-tanda bakal bersinar di balapan

MotpGP seri Indianapolis. Dalam dua latihan bebas yang digelar Sabtu (17/8) dini hari, pembalap Repsol Honda tersebut selalu menjadi yang tercepat. Jika mampu mempertahankan performanya, Marquez memiliki peluang besar untuk semakin meninggalkan para pesaingnya. Marquez mengatakan, dirinya berada dalam konfidensi yang tinggi menyambut balapan resmi, hari ini (18/8). “Hal yang sebenarnya adalah saya merasa sangat nyaman. Saya pikir, saya berada di jalur yang benar. Jadi, di balapan resmi nanti, saya berharap bisa kembali tampil baik,” terang Marquez seperti dilansir laman Crash, kemarin. Marquez tentu harus memanfaatkan kebugaran fisiknya. Sebab, dua pesaing utamanya, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo belum berada dalam kondisi fit 100 persen. Meski sudah membalap, ked-

ua pembalap tersebut membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisinya. Jika bisa menang di balapan resmi nanti, Marquez tentu akan semakin meninggalkan musuh-musuhnya. Saat ini, dia nangkring di pucuk klasemen dengan koleksi 163 angka. Sementara, Pedrosa dan Lorenzo berada di urutan kedua dan ketiga dengan raihan mas-

ing-masing 147 dan 137 angka. “Dalam dua latihan bebas, semuanya berjalan lancer. Setelah libur cukup lama, adalah hal yang penting untuk mendapatkan kepercayaan diri di atas motor. Besok kami akan melanjutkan apa yang sudah kami lakukan sejauh ini,” tegas Marquez. (jos/jpnn)

Masih Ingin Datangkan Pemain MANAJER Tottenham Hotspur Andre Villas-Boas tampaknya masih belum puas dengan komposisi skuatnya sekarang. Kedatangan pemain-pemain hebat tidak juga membuat pelatih asal Portugal tersebut menghentikan perburuan pemain. Pada bursa transfer musim panas ini Spurs sudah membeli gelandang tim nasional Brasil Paulinho dari Corinthians, lalu striker timnas Spanyol Roberto Soldado dari Valencia. Spurs juga berhasil mengikat winger kiri berbakat asal Belgia Nacer Chadli (FC Twente) dan gelandang jangkar asal Prancis Etienne Chapoue dari Toulouse. Empat pemain tersebut sudah lebih dari cukup untuk menggantikan namanama seperti Tom Huddlestone (pindah ke Hull City) atau gelandang serang Clint Dempsey yang kembali ke negaranya, membela Seattle Sounders. Manajer berusia 35 tahun itu masih ingin memaksimalkan sisa waktu transfer window musim panas sampai akhir Agustus mendatang untuk menambah muka-muka baru. Ini di-

lakukan agar target menembus posisi empat besar yang gagal diraih musim lalu bisa terealisasi. “Saya kira, enam pekan (bursa transfer) berlalu dan kami belum mendapatkan apa yang sebetulnya kami inginkan,” ucap Villas-Boas seperti dilansir Goal. Mantan Manajer Chelsea dan FC Porto tersebut juga mengaku beruntung bisa mendapatkan bantuan dari Franco Baldini sebagai direktur teknik tim baru. Sebelumnya,

Baldini adalah direktur AS Roma (2011-2013). “Kehadiran Baldini sebagai penasehat transfer sangat membantu kami untuk terlibat aktif di pasar. Saya berharap, kami bisa merampungkan dua transfer lagi,” paparnya. Pernyataan Villas-Boas tersebut bermakna ganda. Bisa saja perburuan pemain dilakukan karena dia sudah yakin bahwa Bale akan hengkang ke Real Madrid. (nur/ruk)

Kendari pos edisi 18 agustus 2013  

E_Paper Kendari Pos

Advertisement