Issuu on Google+

CALL CENTER Event & Promosi : 0853 3553 1111 Email : intermedia_kp@yahoo.com Redaksi : 0401-3126515 Email: bumianoa@gmail.com Langganan Koran : 0813 4151 2090 Email : sirkulasi_kp@yahoo.com Iklan : 0853 9887 0996 Email: kendariposiklan@yahoo.com Fax : 0401-3123771

Harga Eceran Rp. 3.500,-

Kendari Pos |Selasa, 13 November 2012

Roti, Sosis, dan Nogosari setelah Radiasi Program menanam sorgum itu, rasanya, seperti baru diputuskan “kemarin”. Makanya, seperti tiba-tiba ketika Sabtu lalu saya sudah diminta untuk melakukan panen pertama. Waktu begitu cepat berlalu. Pantaslah orang yang tidak biasa kerja cepat begitu mudah digilas waktu. Memang, seperti dikatakan Direk

usan. Mereka pilih lahan 7,5 ha di Banyuwangi. Lahan yang marginal. Lahan yang tidak bisa ditanami padi. Lima jenis benih sorgum pun segera ditanam di situ. Inilah uji coba untuk menentukan sorgum jenis apa yang paling cocok untuk iklim dan tanah di Indonesia. Hasilnya akan menentukan jenis mana

Rampungkan Berkas, Tiga Calon Belum Masukan Gugatan Jakarta, KP Ternyata, tumpukan bukti yang dipersiapkan tiga calon belum juga rampung kemarin. Data tambahan pelanggaran Pilgub mulai menumpuk. Baik Ali Mazi, Ridwan BAE maupun Buhari Matta, semuanya memiliki bukti pelanggaran. Inilah yang membuat tiga calon belum meRidwan BAE masukan gugatan karena masih merampungkan keseluruhannya. “Kami masih harus merangkum dari berbagai aspek pelanggaran, sehingga membuat kami sepakat untuk menunda memasukan berkas gugatan ke MK,”tukas Ridwan BAE. Sebelumnya, tiga calon ini akan mendaftarkan gugatan Senin (12/11/12). Namun molor. Apakah hari ini, (Selasa) atau besok

MANUFACTURING

H PE

Oleh DAHLAN ISKAN Menteri BUMN

yang akan ditanam secara besar-besaran mulai Februari nanti. mengapa sorgum? Sorgumlah yang akan bisa mengurangi impor gandum kita yang mencapai 7 juta ton per tahun itu. Kita ini tidak bisa menanam gandum di Indonesia. Iklim kita yang dua musim tidak cocok untuk tanaman empat musim. Padahal, kita

kian doyan mi dan roti. Akibatnya, kita harus terus-menerus impor gandum secara besar-besaran dari negara seperti Amerika Serikat. Kita yang miskin terus menghidupi petani negara maju. Angka impor itu akan naik terus seiring dengan kegema-

Baca roti di Hal 7

Panwas:

Banyak Terjadi Pelanggaran Pilkada Termasuk Pencairan Dana Blockgrant Menjelang Hari H Kendari,KP Temuan Panwas di Pilgub Sultra cukup mencengangkan. Salah satunya adalah pencairan dana blockgrant oleh salah satu bank yang dilakukan diluar jam kerja. Pencairan pun menjelang hari H, Minggu 4 November lalu. Menurut Pokja Pengawasan Pan-

waslukada Sultra, La Ode Darmono, pihaknya banyak menerima aduan sekaligus menemukan Pilgub sewaktu melakukan pengawasan di daerah. Misalnya juga PPK La Ode Darmono yang merupakan seorang camat di Kabupaten Buton, serta beberapa temuan di Kabupaten Wakatobi keterlibatan PNS dibukti-

kan dengan penggunaan baju PNS dalam menghadiri kampanye salah satu pasangan calon. Ada juga pemasangan bendera partai di gedung sekolah, termasuk KPPS menggunakan jam tangan salah satu pasangan calon sewaktu berada di sekretariat KPPS., Yang lebih heran lagi adalah alat peraga yang sengaja dicontreng di tanda nomor urut 2. “Mengenai keterlibatan PNS, sudah jelas dalam peraturan perundang-

Baca banyak di Hal 7

Baca gugatan di Hal 2

Olivia Zalianty

Menikah dengan Pejabat? Baca mEnikaH di Hal 7

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Albert Hasibuan (kiri) didampingi Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja menyampaikan keterangan usai melakukan pertemuan di Jakarta. WAHYU DWI NUGROHO/RM

KPK Sebut Dahlan Punya Bukti Kuat Mengonsumsi Kulit Manggis untuk Mencegah Datangnya Kanker Kembali Tahun 2001, ibu rumah tangga ini menderita kanker kelenjar getah bening. Di samping ke dokter, pengobatan alternatif dilakukannya. Puncaknya, ibu tiga anak ini divonis umurnya hanya tinggal 4 bulan. Operasi pun dijalaninya. “Syukur, kini berada dalam kondisi aman,” ucapnya 6 Juli 2012 lalu. Namun, belum habis rupanya penderitaan wanita 45 tahun ini. Tahun 2010, ia mengalami obesitas. Lalu, asam urat menyerang wanita bernama Mas Suitta ini. Lantaran penyakit asam urat itu, telapak kakinya sering pedih dibawa berjalan. Ia check up ke Malaysia. Dan pengobatan alternatif pun tetap dilakukannya.

Baca manggis di Hal 2

Jakarta,KP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya angkat bicara mengenai oknum anggota DPR yang suka memeras BUMN. Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan kalau Meneg BUMN Dahlan Iskan sebenarnya sudah punya cukup bukti un-

tuk melapor. Dia berharap Dahlan segera membuat laporan resmi ke KPK. Di Hotel Aryaduta, Jakarta, kemarin, Adnan menyarankan agar segera melapor supaya pemeras itu bisa segera diproses. Dia yakin Dahlan mempunyai bukti valid dan tidak terbantahkan karena laporan

itu berasal dari para petinggi BUMN lain. “Dia (Dahlan) dapat daftar (pemeras) dari direksi, jelas sudah,” ujarnya. Disamping itu, dia juga yakin kalau BUMN memiliki pembukuan yang jelas.

Baca kpk di Hal 8

Cerita dari Balik Jeruji para Mantan Anggota Dewan (2)

Dewi dan Melinda Tidur di Lantai, Nonton Pun Harus Antri Jalan hidup tak bisa ditebak arahnya ke mana. Begitupula para mantan srikandi di DPRD Kota Kendari, Dewiyanti Tamburaka dan Melinda Ritonga. Tak ada di benak mereka akan mengisi hari-harinya di balik terali besi. Namun, itulah takdir. Jalan sudah ditentukan olehNya. Suwarjono-Kendari ada delapan kamar di blok wanita Lapas Kendari, lebih 60 orang narapidana sedang menjalani hukuman karena perbuatan melanggar hukum. Di tengah blok wanita ada ruang “ngerumpi” para napi. Ukurannya 2 x 5 meter beralaskan tikar suwarjono/kp plastik. Diruang itu ada televi Berjilbab biru, Dewi dan Melinda saat berada di ruang televisi Lapas Kendari.

berukuran 14 inci yang digunakan untuk melepas kejenuhan. Puluhan napi wanita berada di sana dan dicela-cela mereka ada belasan wanita nampak menggenakan krudung berbagai corak dan warna. Situasi gaduh saat salah satu saluran televisi swasta sedang aksi menayangkan kisah hidup selebriti tanah air. Band Noah, muncul dilayar televisi saat itu suasana semakin ribut namun tak ada yang salah paham. Masing-masing saling ejek. “Bagusnya jika Ariel bisa datang ke sini, kan dia pernah cicipi yang kita rasakan di penjara jadi bisa foto bareng dan bisa yang lain-lainnya,” celetuk seorang napi kepada napi wanita yang lain. Ini membuat KPLP Lapas Kendari, Sahrun datang keru-

angan tersebut nyaris saja tidak digubris, ya wajarlah karena napi wanita masih konsentrasi menyimak perkembangan dunia selebriti. Ucapan salam yang dikeluarkan Sahrun, membuat para napi diam dan menegok ke belakang karena suara KPLP rupanya sudah tidak asing bagi mereka. Hanya beberapa menit saja Sahrun memberikan arahan kepada napi yang berada di blok wanita. Dicela kumpulan napi itu, ternyata ada dua wanita yang menggenakan krudung berwarna biru muda. Dua wanita tersebut tidak lain mantan anggota dewan kota, Dewiyanti Tamburaka dan Melinda Ritonga.

Baca cErita di Hal 7

2

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

TNI AU Selidiki Pesawat Tanpa Awak Milik Asing Jakarta,KP Pihak TNI Angkatan Udara masih menyelidiki sebuah pesawat pengintai tanpa awak (unmanned aerial vehicle) yang jatuh di Bintan, Kepulauan Riau kemarin. Hingga tadi malam belum bisa dipastikan asal negara pemilik pesawat itu. “Saat ini masih diselidiki di Lanud Tanjungpinang Riau oleh tim dari TNI Angkatan Udara,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus kemarin. Pesawat itu dipastikan bukan milik Indonesia. “Dari inventaris kita, tidak memiliki itu,” tambahnya. Sebuah pesawat intai tanpa awak ditemukan jatuh terapung di perairan Tanjung Berakit, Bintan oleh nelayan sekitar, Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Pesawat berukuran pan-

Anggota TNI AU Lanud Tanjungpinang dan anggota Polsek Gunungkijang memeriksa kondisi pesawat tanpa awak yang jatuh di Perairan Berakit, Tanjung Pucung, Bintan. M Noor Kanwa/Batam Pos

jang 3 meter dan lebar 2,5 meter ini ditemukan Mukri, nelan setempat sekitar 1,5 mil dari pantai. Pesawat berbadan merah dan sayap kuning ini memiliki baling-baling di belakang, dilengkapi dengan parasut dan antena kecil di badan pesawat. Sekitar pukul 10.00 WIB pesawat ini dibawa ke

Polsek Gunung Kijang. Setelah berkoordinasi dengan Lanud Tanjungpinang, pihak TNI AU kemudian membawa pesawat ini untuk diidentifikasi. Menurut Azman, tim akan memeriksa apakah ada data data rahasia yang disimpan dalam UAV itu. “Namun, biasanya fungsi pesawat seperti itu tidak menyimpan data di pesawat

melainkan sebagai transmitter dan langsung dikirimkan ke pengendali,” katanya. Jika nantinya dipastikan pesawat itu milik militer negara lain, TNI AU juga akan berkoordinasi dengan Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan. “Kami menyelidiki dulu, sikap resminya nanti mungkin dari Mabes TNI atau Kemhan,” tutupnya. Dari penelusuran di internet, diketahui Banshee adalah pesawat tanpa awak buatan Meggitt Defence Systems, Inggris. Banshee dikembangkan serius oleh Inggris bekerjasama dengan US Air Force. Banshee memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya, bisa tahan mengudara 18 jam, bisa dikendalikan dari laptop, punya sensor laser untuk mengincar target, dan bisa mengirim data real time ke laptop pengendali.(rdl)

Kita Ingin Tegakkan Kebenaran Bukan dengan Tekanan Gugatan ....... (Rabu) memasukan gugatan, belum juga jelas. Tapi para calon hanya mempunyai waktu tiga hari sejak Senin. Hingga pukul 17.00 WIB, unit penerimaan permohonan perkara konstitusi belum menerima gugatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) dari Sulawesi Tenggara (Sultra). “Belum ada yang masuk Pak kalau soal gubernur Sultra. Ada yang masuk tanggal 9 November, tapi itu perkara wali kota Baubau, gugatan dari Amril Tamim-Agus Feisal Hidayat (Amanah),”ujar Cahyo, pegawai bagian penerimaan perkara di kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (12/11). Menurut Ridwan, dalam kesepakatan bersama calon, tidak mesti gugatan diajukan secara bersama-sama. Namun tujuanya sama, diadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) tanpa pasangan NUSA. Seluruh berkas kata Ridwan sedang dirampungkan sambil mengumpulkan data yang sebesar-besarnya. “Kalau ARbae pasti memasukan pada hari Rabu. Dan ini tergantung dari pengacara masing-masing. Yang jelas kami semua sepakat untuk menggugat,”terangnya, kemarin. Ia juga menyikapi KPU Sultra yang siap

menghadapi gugatan. Kata mantan bupati Muna ini, masing-masing pihak memiliki data. Namun Ridwan meyakini MK akan melihat persoalan di Pilgub Sultra secara jeli. Sebab segala bukti yang diajukan berdasarkan data dan fakta di lapangan. Katanya, sebagai lembaga penyelenggara pemilu, komisioner tersebut berhak berbicara. Tapi, dalam pelaksanaan Pilgub Sultra terjadi pembunuhan demokrasi. “Kita ingin menegakan kebenaran bukan dengan tekanan. Benteng terakhir berada di MK, dan kebenaran akan terungkap,”cetusnya. Sementara itu, kuasa hukum Buhari Matta, Dahlan Moga SH menjelaskan, pihaknya akan memasukan gugatan sebelum habis batas waktu yang ditentukan. Saat ini ia masih terus melakukan koordinasi dengan cagub lain terkait seluruh gugatan yang akan dimasukan. “Belum, tunggu saja kita pasti akan segera masukan,”paparnya. Sedangkan kuasa hukum Ali Mazi, Erwin Usman menegaskan berkas dan bukti-bukti gugatan akan dimasukan pada hari Rabu, yang terdiri dari pelanggaran-pelanggaran Undang-Undang (UU) yang dilakukan oleh KPU setelah melanjutkan proses Pilgub yang cacat hukum. (cr2)

Manggis ....... Hasilnya? Sayang, ia tak menyebutkannya. Yang dikatakannya adalah ia terus mencari obat-obatan herbal. Kebetulan, ia membaca advertorial di sebuah surat kabar tentang Garcia, kapsul berisi ekstrak kulit buah manggis. Karena tertarik, ia langsung meminum kapsul itu tiga kali sehari. Dan kini telah habis dua botol. Hasilnya? “Rasa pedih di kaki mulai berkurang. Di samping itu, saya meminumnya sebagai langkah untuk mencegah sel-sel kanker kelenjar getah bening saya kembali lagi,” jelas warga Jalan Pangeran Ayin, Perumahan Bang Sumsel Babel, Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyu Asin, Provinsi Sumatera Selatan, ini. Kanker kelenjar getah bening adalah sel-sel kanker yang ganas pada jaringan payudara. Kenapa, umumnya, yang diserang kaum wanita? Karena payudara wanita terdiri atas

kelenjar yang dapat memproduksi air susu ibu (yang disebut lobulus), saluran kecil yang membawa susu ke puting (yang disebut duktus), lemak dan jaringan ikatnya, pembuluh darah, serta kelenjar getah bening. Menyerang sistem getah bening merupakan cara utama kanker ini melakukan penyebaran. Sel-sel kanker payudara dapat memasuki pembuluh limfe dan tumbuh di kelenjar getah bening. Jika sel-sel itu telah mencapai pembuluh getah bening, akan muncul tanda seperti pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Bila ini terjadi, besar kemungkinan sel-sel kanker itu juga masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lain. Lalu, bagaimana cara melawannya? Penelitian yang dilakukan oleh Moongkarndi tahun 2004 di Mahindon University, Thailand, menunjukkan bahwa pericarp buah manggis dengan ekstrak

kasar metanol (CME) sangat efektif berperan dalam melawan kanker payudara manusia. Dalam hal ini mereka menggunakan sel yang dikultur dengan berbagai konsentrasi, mulai dari 0 hingga 50 mikrogram/ ml selama 48 jam. Ternyata, CME dapat menghambat perkembangan sel kanker pada konsentrasi ED (50) sebesar 9,25+/-0,64 mikrogram/ml. Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan toko-toko

obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang terkandung di dalamnya. Untuk konsultasi kesehatan, hubungi dokter kami pada jam kerja di telepon bebas pulsa 08001401430 atau di e-mail purwati-s@ centrin.net.id. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di nomor telepon 08124135934. Atau bisa juga mendapatkannya langsung di apotek-apotik di kota Anda. Kendari : Apotik Wuawua Farma Jl. MT Haryono, Apotik Saranani Jl. Saranani, Apotik Bumi

Farma Bundaran Mandonga, Apotik Zafira samping Nusamart Sebelum PLN Wuawua, Apotik Surya Komp. Pasar Baru, Apotik Palopo Komp. Pasar Mandonga. Subdis Unaaha: Apotik Waraka 085241984014, Subdis Kolaka: 085231246853, Apotik Mekongga, Subdis Konsel: 082195198708, Apo-

tek Salsabila Ranomeeto, Aptk Fahriza Punggaluku, Subdis Baubau: Apotik Trikusuma, 0402-2821207, Raha: Apotik Binter Farma Jl. Yos Sudarso No. 39 Raha (Dpn Bank BNI Raha), Subdis Kolut: 085231246853. Bombana Aptk. Gaskas Kasipute. DICARI SUBDIS TIAP KABUPATEN. Konsultasi Bebas Pulsa Hubungi: Dr. Purwati Hp: 08001401430.

3

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

BSM Turunkan Margin Pembiayaan Unit Mikro

SuliS/KP

Produk-produk yang ditawarkan Hypermart semakin menjadi banyak peminatnya. Hal ini terbukti dari kartu diskon yang ditawarkan semakin banyak penggunanya.

Hypermart Salurkan 12 Ribu Kartu HiCard Kendari, KP Promo diskon memang selalu menjadi buruan masyarakat untuk kemudahan berbelanja. Media apapun baik kupon maupun kartu khusus yang ditawarkan perusahaan sebagai syarat mendapat fasilitas potongan harga, selalu menjadi rebutan konsumen. Hal yang sama juga berlaku pada kartu HiCard yang dikeluarkan Hypermart. Sejak grand opening beberapa waktu 12 Ribu kartu HiCard telah terdistribusi kepada konsumen. Departement Manager Personalia Hyppermart, Dadang Misbahudin mengatakan berbagai

fasilitas kemudahan dan keringanan yang diberikan melalui kartu ini. Yakni biaya transaksi melalui potongan harga yang berlaku pada pengguna HiCard menyebabkan tingginya minat masyarakat dalam kepemilikan kartu diskon tersebut. “Penyalurannya dimulai sebelum waktu peresmian tepatnya pertengahan Oktober,” katanya saat ditemui diruang kerjanya. Sampai saat ini kata Misbah permintaan konsumen untuk memiliki HiCard tergolong tinggi. Tingginya permintaan konsumen terhadap HiCard menyebabkan stock yang tersedia habis. Pihaknya sedang

menunggu alokasi pembagian dari pusat untuk mencapai target pendistribusian yang ditetapkan 20 Ribu kartu tiap bulannya. Sejak peresmian 2 Oktober lalu, masyarakat pengguna HiCard sudah dapat memanfaatkan kemudahan berbelanja dengan berbagai fasilitas potongan harga yang ditawarkan bahkan sampai sekarang. Promo diskon saat ini sebesar Rp.50 Ribu untuk pembelian senilai Rp 250 Ribu khusus konsumen yang mempunyai kartu Hicard. Promo ini berlaku untuk satu kali transaksi pertama hari itu juga. Selain

itu juga terdapat potongan 10 persen untuk produk tertentu seperti valueplus, nanotec, daging dan seafood dan diskon 5 persen untuk produk vitamin dan obat pemakaian luar. “Promo ini berlaku hingga 2 Desember mendatang,” lanjut Misbahudin. Sistem kartu HiCard saat ini berbeda dengan sebelumnya karena untuk mendapat diskon tidak lagi berorientasi pada hitungan point tetapi langsung pada diskon. “Jika ada promo, maka pemegang kartu yang berbelanja langsung dapat diskon,” pungkasnya. (p8/lis)

Red Party, Ada di Swiss-belHotel Kendari Kendari, KP Di bulan November ini, Swiss-belHotel Kendari kembali menghadirkan acara spesial, bagi para pecinta kemeriahan pesta. Acara yang bertajuk “red party 2012” akan dihelat pada tanggal 17 November 2012 di Swiss-Belhotel Kendari. Kegiatan ini bekerjasama dengan Broadcast Entertainment. Acara yang dikemas dalam nuansa Party ini akan menggunakan Konsep Laser Sonic, yaitu penataan motion grafik spektakuler pertama di Kota Kendari. Dengan pertunjukan laser di Tamborasi pool bar yang siap membuat malam pengunjung berbeda, sekaligus ditemani dengan pertunjukan dari DJ Doell dan FDJ Gicell dari Penthouse Management. Mereka baru pertama kali ini berkunjung dan beraksi di Kota Kendari. Pihak Swiss-Belhotel menyediakan meja khusus VIP dengan jumlah yang terbatas bagi anda yang ingin menikmati suasana pesta. “Paket telah kami kemas dengan 3 macam kategori yaitu diamond package Rp.3.300 ribu sudah termasuk 6 tiket masuk, 1 Botol Fashion Vodka, meja VIP dan Cigarette. Ada juga gold package yang dipatok dengan harga Rp1.800 ribu yang sudah termasuk 4 tiket masuk, 4 minuman Cocktail, meja VIP dan Cigarette,” kata Tenry Ma-

yasari Hinta selaku GM Secretary & PR Executive Swiss-Belhotel Kendari. Bagi yang hanya ingin menikmati suasana party ada paket reguler yang dibandrol dengan harga Rp.150 ribu sudah termasuk 1 tiket masuk dan cigarette. “Dalam momen kali ini juga,

bagi pelanggan yang ingin menikmati party dan menginap di Swiss-belHotel Kendari, pihak Swiss-Belhotel punya harga paket khusus bertajuk “Red party package,” ujarnya. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp.775 ribu. Paket nginap tersebut hanya berlaku pada tanggal 17 November 2012

atau pada saat red party berlangsung. “Harga tersebut sudah termasuk sarapan pagi untuk 2 orang, 2 tiket reguler ke event red party dan cigarette. Bagi yang berminat bisa menelpon atau datang langsung ke SwissbelHotel Kendari,”pungkasnya (p12/lis)

Kendari, KP Bank Syariah Mandiri (BSM) Kendari kembali menurunkan pembebanan biaya pokok (margin). Pada bank konvesional diistilahkan dengan tingkat suku bunga. Penurunan ini terjadi pada 5 produk pembiayaan unit mikro (PUM) yang ditawarkan kepada nasabah. Kelima produk tersebut yakni Pembiayaan Tunas, Madya, Utama, KUR Mikro, dan Pembiayaan Mikro Komersial. Penurunan margin berlaku sejak Oktober hingga akhir tahun dalam rangka menyambut Milad BSM. Mikro Outlet Manager Bank Syariah Mandiri Kendari, Abrianus Tohamba menjelaskan penurunan tingkat margin berlaku pada pembiayaan Tunas, Madya dan Utama dengan kisaran 6 - 8 persen. Tingkat margin flat (pertahun) untuk pembiayaan Tunas yang semula 36 persen saat ini hanya 28 persen, begitupun dengan produk Madya dengan margin hanya 24

persen setelah mengalami penurunan 8 persen. “Hal yang sama juga berlaku pada pembiayaan utama yang turun 6 persen dari margin 28 persen pertahun diwaktu normal,” katanya. Khusus KUR Mikro dan Mikro Komersial, marginnya tetap yakni 20-22 persen pertahun. Produk ini hasil kerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga nasabah yang tidak mempunyai jaminan yang cukup hanya dibebankan 30 persen dari total pinjaman. “Jaminannya bisa dalam bentuk deposito (uang) maupun BPKB kendaraan,” terang Abrianus. Besaran plafon setiap jenis pembiayaan kata Abrianus berbeda berdasarkan klasifikasi jenis dan skala usaha nasabah. Nasabah pembiayaan Tunas bisa mengajukan pinjaman Rp.210 Juta, Madya Rp.10-15 Juta, pembiayaan utama dari toko/ usaha dengan transaksi Rp.3-4 Juta per hari dapat dilayani Rp 50 -100 Juta, sedangkan plafon

KUR Mikro dan Mikro Komersial masing-masing Rp2 - 20 Juta dan Rp.100-200 Juta. Menurut Abrianus penurunan margin berdampak pada peningkatan jumlah nasabah. Jika pada bulan biasa nasabah hanya 13-15 orang, saat ini ratarata 27 nasabah tiap bulan. Peningkatan nasabah juga menaikkan volume pembiayaan dari Rp 700 Juta menjadi Rp1,4 Miliar per bulan dengan rasio kredit macet (NPL) hanya 0,1 persen jauh lebih rendah dengan nilai standar NPL yang umum berlaku sebesar 3 persen. “Sejak awal 2011 total nasabah mencapai 234 orang dengan plafon pembiayaan Rp 9,1 Miliar. Marketing sudah tidak susah lagi mencari karena nasabah banyak yang datang langsung ke kantor. Nasabah bank lain juga banyak yang mengalihkan pembiayaan (take over - red), kepada kami karena selisih pembayaran perbulan yang cukup signifikan,” pungkasnya (p8/lis)

Distan Salurkan 250 Ribu Kg Benih Padi untuk Pertanian lahan Kering Kendari, KP Dinas Pertanian (Distan) Sultra menargetkan untuk tahun 2012 akan menyalurkan bantuan langsung benih unggul (BLBU) untuk lahan kering sebanyak 250 ribu kilo gram. Namun hingga akhir oktober realisasi baru mencapi 46,19 persen. Menurut Kasie sarana produksi dan Teknologi Dinas Pertanian Sultra, Dody Irianto, penyaluran benih lahan kering bukan merupakan perioritas. “Saat ini kami lebih fokus pada penyaluran benih untuk lahan sawah karena sifatnya sudah mendesak. Adapun penyaluran untuk benih lahan

kering akan dilakukan setelah melakukan panen lahan sawah. Itupun jika faktor musim mendukung,”Katanya Dikatakan dari 8 kabupaten hanya dua yang sudah merealisasi keseluruhan target yang diberikan yakni Konawe utara dan kolaka. Untuk Kabupaten Buton dan Konawe Selatan sudah meyalurkan sekitar 60 persen, sisanya bervariasi antara 24 persen hingga 34 persen. Selain menyaluran benih padi lahan kering, Distan Sultra juga menyalurkan Padi Hibrida untuk lahan sawah dengan rencana target penyaluran sebanyak 1.940 ribu kilo gram. “Hingga saat terealisasi sebanyak 90,60 persen atau sekitar 1.757.725 kilo gram yang tersebar di beberapa kota dan

kabupaten seperti Buton, Muna, Kolaka, konawe, Konawe utara, Kolaka Utara, Konawe selatan, serta Bombana,”katanya. Dody juga menambahkan bahwa hingga kini luas lahan sawah Sultra 77.600 hektar dan luas lahan kering sebanyak 10 ribu hektar. Lahan kedelai seluas 4.100 hektar dan jagung seluas 1200 hektar. Untuk penyaluran bantuan benih jagung sudah terealisasi 100 persen sedangkan untuk kedelai hanya mencapai 35,85 persen. “Kami mengharapkan seluruh target penyaluran hingga akhir tahun bisa terealisasi secara keseluruhan sehingga hasil produksi juga bisa optimal. khusus untuk padi normalnya dalam satu hektar mampu menghasilkan 6 ton,”pungkasnya. (p12/lis)

Opini

4

Supu Yusuf dan Pahlawan Sultra

 Tiga Calon Kolaborasi Gugatan  Asal Jangan Korbankan Rakyat Nah

( Bagian Pertama dari Dua Tulisan )

 Abdullah Silondae Diabadikan Nama Stadion Konsel  Biar Jasa-jasanya Tidak Dilupa Anak Muda Ces  Dua Pekan,Sembilan Tewas  Kalau Dihitung Kerugian Material Berapa?

Tajuk Rencana PAN Tak Perlu Kebakaran Jenggot MELODRAMA kasus pemerasan yang disinyalir dilakukan anggota DPR terhadap BUMN seperti yang dilaporkan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke Badan Kehormatan (BK) DPR, nampaknya akan semakin panjang dengan setiap episode yang menarik. Episode yang terkini adalah ketika Fraksi Partai Amanat Rakyat (F-PAN) kebakaran jenggot ketika anggotanya, Ikhlas El Qudsi, dilaporkan Dahlan ke BK. Yang menarik, para petinggi F-PAN sudah yakin bahwa anggotanya tidak terlibat dan malah akan menyomasi Dahlan. Siapa yang berani menjamin mereka tak terlibat? Ketemu BK belum, dibuktikan di pengadilan juga belum. Artinya, jika Dahlan berani membuka persoalan itu, dia juga sudah siap dengan konsekuensi apapun, termasuk jika persoalan ini nanti masuk ke ranah hukum. Dahlan juga bukan orang bodoh yang hanya menduga-duga tanpa bukti, karena dia pasti sudah memperhitungkan jika persoalan ini akan ramai dan bisa masuk pengadilan. Dahlan –sekali lagi— juga pasti sadar bahwa yang dihadapi juga bukan “rakyat” sembarangan, tetapi “wakil rakyat” yang punya banyak jurus, termasuk “jurus mabok” sekalipun. Rencananya hari ini El Qudsi akan didampingi pimpinan F-PAN menemui BK dan meminta fotokopi surat laporan Dahlan ke BK. Kata Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua F-PAN DPR, jika nama El Qudsi ada dalam laporan tersebut, pihaknya akan melakukan somasi kepada Dahlan untuk minta maaf, karena mereka yakin kadernya tak melakukan pemerasan atau minta jatah ke BUMN. Kesimpulan yang tergesa-gesa ini memperlihatkan kalau PAN sedang panik karena selama ini banyak anggota PAN yang terjegal kasus.Salah satunya yang paling dekat adalah Wa Ode Nurhayati dalam Dana Penyesuaian Infrastuktur Daerah. Wa Ode sudah diganjar 6 tahun penjara oleh pengadilan Tipikor. Kasus ini sangat mencoreng muka PAN, partai yang didirikan oleh pendekar Reformasi, Amin Rais. PAN yang sedari awal mengusung semangat Reformasi dan bercita-cita membangun pemerintahan yang bersih dari KKN, ternyata dinodai oleh beberapa kadernya yang masih kemaruk dengan KKN, salah satunya korupsi. Maka, jika El Qudsi benar-benar menjadi salah satu dari anggota DPR yang memang menjadikan BUMN sebagai ATM selama ini, maka posisi PAN sebagai partai reformis anti KKN akan semakin tersudut. Mungkin itu yang melatarbelakangi Viva dan Sekretaris F-PAN DPR Teguh Juwarno yakin kadernya tak seperti itu. Dalam siaran persnya Teguh Juwarno mengatakan bahwa FPAN meyakini anggotanya tersebut tak terlibat pemerasan BUMN. “Saudara M Ikhlas El Qudsi tidak pernah terlibat dalam tindakan pemerasan BUMN. Nama baik saudara M Ikhlas El Qudsi dan Fraksi PAN telah sangat dirugikan akibat perbuatan Dahlan Iskan tersebut,” tegas Teguh seperti dikutip banyak media. Teguh dan Viva lupa, bahwa proses hukum harus dihormati. Keyakinan terlalu tinggi akan membuat blunder. Apa yang dilakukan Golkar dan PDIP yang tak terburu-buru melakukan klarifikasi ketika nama Idris Laena (Golkar) dan Sumaryoto (PDIP) disebut, patut ditiru. Kedua partai itu akan menunggu proses hukum, dan setelah itu baru mengambil keputusan. Sekali lagi, FPAN tak seharusnya terburu-buru melakukan klarifikasi, terlalu yakin kadernya tak salah, dan akan melakukan somasi. Jika percaya dengan proses hukum, maka sebagai partai yang mengaku reformis, PAN mestinya lebih arif. Sekali lagi, lebih arif dan tak terburu-buru.***

Kendari Pos  Selasa, 13 November 2012

T

anpa terasa kita telah memasuki tanggal 10 November. Di dalam tanggal tersebut terdapat momentum hari pahlawan nasional tepatnya tanggal, 10 November. Apakah nilai dan makna yang dirasakan bagi masyarakat Sultra dari momentum tersebut, ditengah kekosongan tokoh yang mendapatkan gelar pahlawan Nasional dari Sultra. Melalui tulisan ini menggugah pemerintah untuk kembali bekerja, berpikir, dan mengusulkan nama tokoh yang layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Salah satu kecenderungan yang secara tidak sengaja sering kita lakukan dalam membahas sejarah perjuangan bangsa adalah mengidealisasikan masa lalu, seolah-olah keterlibatan seorang atau berbagai lapisan masyarakat pribumi dalam perjuangan mengusir penguasa asing merupakan sesuatu yang sudah dengan sendirinya (take for granted). Eksistensi kaum imperialisme di tanah air kita mendapat reaksi, sehingga muncullah tokoh-tokoh pejuang seperti Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Iman Bonjol, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Hasanudin, Cut Nya Dien, Teuku Umar, Patimura, dan sebagainya. Perjuangan patriot dan heroik bangsa Indonesia dalam merebut, mempertahankan, dan menegakan yang diprolakmirkan tanggal, 17 Agustus 1945 telah mewarnai sejarah perjuangan bangsa Indonesia salah satu lembaran emas mempertahankan dan menegakan kemerdekaan itu adalah pejuang termasuk dilakukan patriotpatriot Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap kekuatan tentara Hindia Belanda, dan NICA (Masa Revolusi fisik di Sultra). Secara universal pembicaraan mengenai masalah penjajahan selalu menekankan kaum penjajah sebagai pengambil prakarsa, sedang kaum pribumi di lihat sebagai unsur pasif atau hanya memberi reaksi saja terhadap semua prakarsa itu, pandangan Eropa sentris. Pada pihak lain, di kalangan penulis Indonesia sejarah Indonesia (Indonesia sentris) di tampilkan sebagai rangkaian perlawanan terhadap kolonialisme dan di taburi berbagai tokoh yang di beri predikat pahlawan Nasional. Perilaku sejarah yang dalam sejarah Kolonial di tampilkan sebagai “ pahlawan dan pembela bangsa”. Bahwa para pejuang oleh pemerintah Hindia Belanda di sebut sebagai pemberontak atau ekstremes, sedangkan masyarakat Indonesia memandang sebagai bentuk perjuangan atau pahlawan, apa makna seorang pahlawan bagi kita sekarang ini?, Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya (Bung karno), ungkapan tersebut sering kita dengar dan agaknya siapapun dapat menebak maknanya. Siapakah yang di sebut pahlawan atau pejuang?, pengakuan atau penghargaan itu datang dari orang lain. Seringkali orang terlambat dan terlalu sibuk untuk membisikan pengakuan : “engkau adalah pahlawan “ kepada rekan atau seorang tokoh yang masih hidup. Ketika seorang tokoh itu pergi, barulah orang menjadi sadar akan jasa dan pengorbanannya’ kesadaran itu mendorong mereka untuk mengguratkan kata pahlawan dipusarannya. Hal ini belum cukup karena pengorbanan mereka terlalu besar kalau hanya “di bayar” dengan sebuah nama. Ada hal-hal yang lebih besar yang harus dibuat. Oto biografi maupun biografi para pahlawan telah banyak yang menulis berupa riwayat hidupnya, yang dikumpulkan menjadi buku. Disamping itu, dalam masyarakat tidak henti-

Oleh : Basrin Melamba, M.A. & Suharni Suddin, S.Pd. hentinya para pahlawan di bicarakan karena deretan pahlawan akan terus bertambah mengikuti jalannya roda sejarah. Hal ini wajar karena hidup seorang pahlawan adalah unik dan sekaligus kompleks karena menyangkut banyak segi kehidupan dengan masa dan dimensinya. Eksplanasi tentang para tokoh pejuang pada lokalitas Konawe, Kendari, dan Kolaka yang disajikan berikut ini merupakan renungan pencarian makna dari hidup manusia yang disebut tokoh pejuang. Hal itu di lakukan tanpa mengabaikan fakta dan konteks (setting) sejarahnya. Orang dapat banyak belajar dari riwayat hidup sesamanya. Demikian usaha itu merupakan awal untuk mengisi kembali “kekayaan budaya” lokal dalam hal penghargaan akan hidup dan pengorbanan warganya. Perkembangan historiografi lokal dalam Sulawesi Tenggara, telah menjelaskan sedikit tokoh-tokoh pejuang. Hal ini terdapat pada beberapa karya yang menjelaskan perlawanan terhadap penjajah didaerah ini khususnya Monografi daerah Sultra (1974/1975), Dokumen DPRD Sultra (1977), Husein A. Chalik, dkk, (1977/1978) Beberapa catatan bahan sejarah daerah Kabupaten Kendari, (1983) Sejarah perlawanan terhadap imprealisme dan kolonialisme di Sulawesi Tenggara, (1979/1980), sejarah masa revolusi kemerdekaan (1945/1949) daerah Sultra, dan Rustam E Tamburaka, 2004, Sejarah Sulawesi Tenggara dan 40 tahun Sultra membangun, Gerakan Sosial di daerah Konawe dan Kendari (lihat Basrin Melamba, dkk, 2012). Beberapa karya tersebut di atas mereka hanya menjelaskan iven proses perlawanan terhadap penjajah, mereka tidak secara spesifik menjelaskan riwayat hidup orang-orang yang menentang kaum penjajah seperti Lapadi (1908/1911), Polonui (1910/1912), H. Hasan (1906), Lamboasa (1906), Watukila (1910), Lapotende, Samuale, H. Abdullah, Laanggolo, Matasala, Tie Lete, Opu Taiko, Sangia Nilemba, Kelompok Barisan 20 di Muna, Andi Kamri, Andi Arsyad, Mahaseng, Konggoasa, H. Supu Yusuf (19945-1949), dan sederetan nama pejuang di wilayah ini. Dalam arti belum fokus pada seorang tokoh sehingga kelihatan perannya dan merebut dan mempertahankan wilayah Nusantara. Hal penting lainnya adalah dalam menilai bobot dan daya juang para kusuma bangsa harus sejajar, terlepas dari kesukuan. Kita harus menilai mereka dalam kontek nasional, ada yang mempunyai pendapat bahwa uraian sejarah merupakan riwayat hidup orang-orang besar itu sendiri merupakan sebagian (kemungkinan yang terbesar) dari grand naratif sejarah. Di Sulawesi Tenggara belum adanya pahlawan ditingkat Nasional ini disebabkan oleh pertama, pemerintah masih fokus pada satu sosok yaitu Haluoleo, kedua, belum adanya data mengenai tokoh ataupun tulisan secara lengkap dan tuntas mengenai tokoh pejuang di Sulawesi Tenggara, ketiga, tokoh yang ditonjolkan uraian sejarahnya kurang jelas hal ini disebabkan oleh kekurangan sumber-sumber terhadap tokoh itu. Padahal di daerah ini terdapat banyak tokoh yang berjuang menentang bangsa asing baik itu Portugis, VOC, Hindia Belanda, Jepang, maupun Nica. Mereka ini berjuang mempertahankan daerah dan kedaulatan kerajaannya, merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Diantara sederetan nama tokoh pejuang dan pahlawan di Sulawesi Tenggara terda-

pat nama Kolonel AIB. H. Supu Yusuf beliau adalah tokoh pejuang di Sultra yang wilayah perjuangannya meliputi Palopo (Luwu), Kolaka, Kolaka Utara, Kendari, Kota Kendari, dan Konawe. Sebagai komparasi di Sulawesi Selatan telah memiliki beberapa tokoh yang telah mendapatkan pengakuan atau penganugerahan sebagai pahlawan Nasional diantaranya Sultan Hasanudin, Syeik Yusuf, Lamadukeleng, Andi Jemma, Pong Tiku, dan beberapa nama yang sudah mendapatkan pengesahan melalui kementrian Sosial RI. Secara khusus di Sulawesi Tenggara belum ada tokoh pejuang yang mendapatkan pengakuan atau gelar Pahlawan Nasional, apakah tidak ada tokoh lain selain Haluoleo?, Apakah tidak ada alternatif ? Apakah kesalahan pemerintah? Apakah kesalahan rekonstruksi para sejarahwan Sulawesi Tenggara? Atau kita harus melakukan rekonstruksi dan dekonstruksi ulang pengenai tokohtokoh pejuang di Sulawesi Tenggara?. Untuk itu dalam tulisan awal ini penulis hendak mengentengahkan sisi lain dari rekonstruksi dan dekonstruksi sejarah tokoh pejuang Sultra. Di daerah ini banyak pahlawan yang berjuang dan berkorban demi kecintaan dan rasa nasionalismenya terhadap tanah air Indonesia, tetapi pada akhirnya nilai dari perjuangan mereka tidak dihargai, bahkan dilenyapkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Mereka dapat disebut dengan pahlawan minoritas dengan kisah perjuangannya dianggap sebelah mata oleh pemerintah. Kolonel AIB Supu Yusuf adalah sebuah contoh pahlawan yang belum dikenal luas baik ditingkat Nasional maupun daerah. Nama Supu Yusuf di kalangan masyarakat Sulawesi Tenggara hanya mengenal sepintas pada sebuah nama jalan di Kota Kendari yaitu jalan Supu Yusuf I, dan Supu Yusuf II, selain itu terdapat jalan di ibu kota Kabupaten Konawe Unaaha bernama jalan Supu Yusuf, apakah kita sudah mengetahui riwayat hidup dan kehidupannya sebagai salah seorang tokoh pejuang di wilayah Sulawesi Tenggara?. Tentunya belum banyak yang tahu. Pengungkapan tokoh Supu Yusuf ini bukan maksud mengurangi atau merendahkan peran tokoh pejuang lainnya yang ada di daerah ini.Setidaknya ada tiga kategori pejuang yaitu pejuang kemerdekaan, pejuang pembangunan dan pejuang pergerakan kemerdekaan. Namun sangat disayangkan, ketika sudah banyak tulisan dalam bentuk buku atau hanya dimuat di media tentang para pejuang pembangunan dan pejuang pergerakan kemerdekaan, tulisan tentang pejuang kemerdekaan tidak demikian adanya. Padahal sama-sama pejuang yang memiliki jasa pada negara dan bangsa. Hal ini berarti bahwa pejuang kemerdekaan juga pantas mendapatkan aspirasi dan penghargaan. Meskipun hanya dalam bentuk pengenangan. Sebagai rakyat Indonesia maupun Sultra patut bangga dan lebih percaya diri, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini bukan jatuh dari langit atau hadiah, melainkan atas hasil perjuangan putraputri Indonesia. Salah satu saksi sejarah ialah tercetusnya perjuangan Supu Yusuf dalam membangkitkan semangat kemerdekaan di daratan Sulawesi Tenggara khususnya daerah Kendari dan Kolaka. Dewasa ini, informasi mengenai “Biografi Supu Yusuf ” masih sangat langkah dan kurang. Hal ini disebabkan karena belum mendapat perhatian yang memadai dari para sejarawan. Mungkin karena kesulitan mencari sumber, sebab wawancara untuk sebuah bi-

ografi memerlukan kepercayaan yang tinggi dari nara sumber yang tentu sukar diperoleh dari mahasiswa atau sejarawan muda.(Kuntowidjojo, 2003) Untuk mencapai hal diatas, bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan pengetahuan yang luas atas sosok yang ditulis. Di samping itu, untuk memahami dan mendalami kepribadian seseorang, seorang penulis biografi dituntut untuk memiliki pengetahuan latar belakang, lingkungan sosial-budaya dimana tokoh itu berproses, hidup, bagaimana proses pendidikan formal dan informal yang dialami, dan watakwatak orang yang ada disekitarnya. Keluasan pengetahuan dan wawasan terhadap berbagai hal, termasuk yang menjadi intensi dari sosok yang ditulis, bukanlah merupakan akhir dari sebuah tantangan dalam menulis biografi. Dengan bekal pengetahuan secukupnya dan kesadaran sejarah yang mendalam, maka penulis akan menjadikannya sebagai “bekal perjalanan” dalam penulisan biografi Supu Yusuf ini. Berdasarkan pengamatan saat ini tentang kebanyakan masyarakat Indonesia, dari dulu sampai sekarang yang berkenan dengan perlakuan terhadap tokoh sampai pada kesimpulan bahwa masyarakat Indonesia khususnya di daerah Sulawesi Tenggara khusus Kendari, cepat sekali melupakan sang tokoh setelah tiada. Contohnya tokoh pejuang Supu Yusuf, dimana ribuan orang keluar memberi penghormatan dengan emosi yang cukup mendalam. Namun, setelah beberapa tahun kemudian, gairah semacam itu boleh dibilang hilang. Banyak orang lebih mengingat namanya ketimbang jasanya terhadap masyarakat Sulawesi Tenggara. Bahkan penulis merasa yakin, yang mengenal tokoh Supu Yusuf sekarang di Sulawesi Tenggara khususnya di daerah Kendari hanya segelintir orang saja. Nama-nama mereka memang terpancang menjadi, misalnya nama jalan dimana-mana atau nama sebuah lembaga, tapi boleh dikata tak lebih dari itu. Penulisan biografi Supu Yusuf ini merupakan diantara usaha agar apa yang diperkirakan oleh penulis di atas dapat di minimalkan. Di samping itu, yang terpenting untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dengan mengenal perjuangan Supu Yusuf. Bukan bermaksud untuk eulogi (penghargaan atau pujian yang tinggi) atas sosok Supu Yusuf, akan tetapi berkat jasanya pada masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya di daerah Kendari dan Kolaka, yang telah berjuang mulai dari masa revolusi sampai masa pembangunan mengisi kemerdekaan serta memperlihatkan kesatuan mendalam yang tersembunyi dari seluruh peristiwa dalam hidupnya. Supu Yusuf lahir pada tanggal 5 Desember 1917 di Wawotobi, Sulawesi Tenggara. Hidup ditengah keluarga yang kecukupan dan mendapatkan pendidikan tinggi dari pemerintah Belanda yakni OSVIA. Tamat dari sekolah tersebut, di usia 19 tahun ia memulai karirnya sebagai Menteri Polisi di Onderafdeeling Bone tanggal 1 November 1940 dan menikah dengan Adjie Sarifah Fatimah Maedama Kasuma di Soppeng tahun 1944. Dari hasil pernikahannya, dikaruniai tujuh orang anak. Berkat usahanya dalam mempertahankan kemerdekaan didaerah Sultra ia dianugrahi bintang Gerilya. Selain sukses memimpin suatu daerah, ia juga berhasil dalam membimbing dan mendidik anaknya. Keberhasilan ini tidak lepas dari prinsip-prinsip yang ditanamkan Supu Yusuf terhadap ke tujuh anaknya tersebut ialah kedisiplinan, kejujuran, dan kesabaran.

Bagi anda yang ingin menyampaikan kritik, saran dan masukan terkait layanan publik dapat memanfaatkan rubrik ini. Kirimkan melalui sms ke 0816246000 (berlaku tarif nomor)

Layanan Publik Menagih Janji Gubernur

Audit Block Grant di Wawonii Tengah

085292174444

085241750871

Pak Gubernur, kami warga di Kecamatan Mowewe, menagih fasilitas listrik yang dijanjikan bapak di periode pertama dulu. Kami juga warga Sultra seperti daerah lainnya pak, yang butuh penerangan.

Kami warga Desa Wawoindah Kecamatan Wawonii Tengah, mengharapkan agar dana Block Grant yang disalurkan, di desa desa khususnya, di wilayah kami diaudit. Jangan sampai dana block grant tidak digunakan semestinya.

PEMBINA : HM Alwi Hamu, PP.Bittikaka, H.Syamsu Nur • KOMISARIS UTAMA : H.Ridwan Arif • KOMISARIS : Jerry Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Purwanto Sanam • DIREKTUR UTAMA : Milwan • DIREKTUR : Haeruddin • OMBUDSMAN : M Djufri Rachim (Ketua), Ariyani Arifin (Sekretaris), Muhammad Saiful, SH, MH.

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

PEMIMPIN REDAKSI / PENANGGUNGJAWAB : Milwan Lukman • WAKIL PIMPINAN REDAKSI : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin • REDAKTUR PELAKSANA : La Ode Diada Nebansi • KOORDINATOR LIPUTAN : Ruslan Amrullah REDAKTUR : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Emilia Ningsih • REPORTER : Sulis Setiarini, Linri Merinda, Arifuddin, Ulfah Sari Sakti, Sarfiayanti ; Koresponden : Awaluddin Usa (Raha-Muna), Syamsuddin (BaubauButon), Eritman Rahmat (Kolaka-Kolaka Utara), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) Arwan Mannaungeng (Jakarta) • FOTOGRAFER : Suwarjono • DESIGN GRAFIS : Muh Hajar Siddiq • KARIKATUR : Arham Rasyid • REDAKTUR KHUSUS : La Paa, M Djufri Rachim • Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin • TEKNOLOGI INFORMASI : Muh. Sahdar • PRACETAK IKLAN: Muhrisan (koordinator) • PRACETAK REDAKSI : Gunawan Candra (koordinator), Yusri Zubair, Samiruddin • MANAGER KEUANGAN : Agus Tranhadi; ASS. MANAGER KEUANGAN : Paulina Tambing • MANAGER IKLAN/SPONSORSHIP : Nur Syamsi Abidin • MANAGER EVENT & PROMOSI : Muhammad Akhbar • MANAGER SIRKULASI : Victor Bittikaka • ASS. MANAGER SIRKULASI : Ratna Sari • MANAGER UMUM : St.Ganefo • MANAGER PERSONALIA/LEGAL : Marjani • PERCETAKAN : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari • PENERBIT : PT Media Kita Sejahtera, SIUPP : SK/Menpen No.191/SK/Menpen, SIUPP/B.I/1986/Tanggal 25 Juni 1986 No.131/Ditjen PPG/K/1995 Tanggal 3 Agustus 1995, No 42/Ditjen/PPG/K/1996 Tanggal 12 April 1996, Terbit Sejak Tanggal 6 Juni 1970. • ALAMAT REDAKSI / TATA USAHA : Jl. Malik Raya No. 50 TELP. RED. : (0401) 3126513 • FAKS. RED. : (0401) 3126512, FAKS. BISNIS & KEUANGAN : (0401) 3123771 • E-MAIL : bumianoa@gmail.com (0401)-3126515, TELP. IKLAN : (0401)-3126110, Sirkulasi : (0401)3126515, Fax (0401)-3126512. Alamat Biro : Baubau Jl. Imam Bonjol No. Tlp (0402)-2826129/085241854000; Radar Kolaka Jl. Sutomo Alamat Agen: Raha Jl. Lakilaponto, Tlp (0403)-21538, Pomalaa Jl.Nusantara No. 28 Tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, Jl. Sandela No.129 Tlp.(0408)-21506; Bombana (Rumbia) Tajudin Tlp/HP:085241659216, Aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung Salo Mintarsih, Sodohoa Hamisu, Tlp. 3125723, Tipulu Yusuf Tumora, Tlp.3127924, Wuawua Rusli, Tlp.3193008, Mandonga Theresia, Tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA) • ALAMAT PERWAKILAN : • JAKARTA : Doedoe, Graha 19 Fajar Group, Jl. Kebayoran Lama pal 7 No.17 Jakarta Selatan, Tlp/HP 081316555912 • SURABAYA : Jl. Basuki Rachmad 129 - 137, Gedung Mandiri Lantai 5/ Ruangan 501 Surabaya, Telp. (031) 5465239, Fax: (031) 5323674 • MAKASSAR : Dravida, Toddopuli VI, Jl. Borong Indah, Perumahan Mutiara Panakukang No.18 Makassar, Tlp/HP 085241961700 • BIRO BAUBAU-BUTON-WAKATOBI : Syamsuddin • RADAR KOLAKA : – • HARGA LANGGANAN : Kota Kendari dan Luar Kota (Sultra) Rp 65.000/Bulan, Luar Kota Rp 67.500/Bulan termasuk ongkos kirim, Eceran dalam Kota Rp 3.500,-Eksemplar-Eceran Daerah Rp. 3.500,-.

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

email : bumianoa@gmail.com

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

Ekspres Air Berhenti Beroperasi Subsidi Pemda Muna Habis

Raha, KP Sudah dua bulan terakhir, maskapai penerbangan Ekspres Air, tidak lagi beroperasi di Bandara Sugi Manuru. Subsidi yang diberikan Pemda Muna sebesar Rp 2 miliar tahun anggaran 2012, sudah habis terpakai selama enam bulan. Pemda tidak melanjutkan lagi memberikan subsidi. Sementara waktu, bandara yang dirintis pembangunannya di era Ridwan Bae tersebut, tertutup. Kadis Perhubungan Muna, LM Syarif Andi Muna, mengatakan, subsidi yang diberikan kepada maskapai Ekspress Air

telah berakhir. Sebagai gantinya, Pemda telah melakukan komunikasi dengan beberapa maskapai penerbangan lain yang mau beroperasi di Bandara Sugi Manuru. Salah satu maskapai yang dilakukan komunikasi adalah Wings Air, anak perusahaan dari Lion Air. Wing Air rencananya akan menyiapkan pesawat yang ukurannya lebih besar dari Ekspress Air dengan kapasitas 72 seat. Namun setelah dilakukan peninjauan bandara oleh pihak manajemen Wing Air, belum dapat dilakukan dalam waktu cepat. Manajemen Wing Air, meminta perbaikan landasan pacu. “Tebal dan panjang landasan pacu bandara Sugi Ma-

nuru, belum memenuhi syarat. Dimana ketebalan landasannya hanya 5 Cm dan panjang 1,3 Km,” ujar Andi Muna. Katanya, pesawat Wing Air bisa saja mengudara di bandara Sugi Manuru, bila Pemda sudah melakukan perbaikan landasan pacu. “Minimal tebal aspalnya 10 Cm dan panjang landasan 1,5 Km,” sambungnya. Pemda rencananya akan menambah ketebalan dan panjang landasan pacu bandara Sugi Manuru. Dirinya sudah mengajukan proposal di Kementerian Perhubungan sebesar Rp 9 miliar dan mendapat respon positif. “Tahun depan landasan pacu akan ditambah kapasitasnya, dengan sumber anggaran APBN,” optimisnya. (awn)

DOk/ruSlAn/kP

Debu aktivitas tambang PT. BkA yang berada di atas gunung dinilai telah menggangu proses belajar-mengajar di SMA Motui, yang berada di kaki gunung.

SMA Motui Adukan BKA ke DPRD Debu Bertebaran saat Proses Belajar-Mengajar Wanggudu, KP PT Bumi Konawe Abadi (BKA) kembali mendapat sorotan dari masyarakat. Perusahaan tambang tersebut diadukan pihak SMAN Motui ke DPRD Kabupaten Konawe Utara, karena telah mencemari udara hingga menganggu aktivitas belajar mengajar.

Apalagi sekolah tersebut berada di kaki bukit lokasi kegiatan penambangan PT BKA. Debu yang berterbangan setiap hari hingga ke lingkungan sekolah bisa mengancam sisiwa dan guru terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Ketua komisi B DPRD Konut, Iskandar Mekuo, saat dihubungi kemarin mengatakan telah menerima pengaduan atau laporan dari sekolah terkait aktivitas perusahaan tersebut. Karena itu pihaknya akan segera memanggil manajemen

PT Bumi Konawe Abadi (BKA) untuk dimintai penjelasannya. “Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan rapat dengar pendapat dengan perusahaan terkait kasus pencemaran udara,” kata Iskandar Mekuo, kemarin. Dijelaskan, dalam surat laporan pengaduan, pihak sekolah merasa terganggu dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Bahkan aktivitas belajar mengajar tidak bisa lagi dilaksanakan akibat debu yang dianggap telah membahaya-

kan. “Perusahaan kini telah melakukan aktivitas tambang mendekati sekolah. Jaraknya sekitar 500 meter dari sekolah. Makanya debu dari aktifitas itu langsung ke arah sekolah. Ini jelas mengganggu, apalagi perusahaan melakukan kegiatan pada siang hari,” ujarnya. Tidak hanya sekolah saja yang dapat imbas dari aktivitas tambang PT BKA. Warga sekitar pun juga mendapat imbas dari debu tambang Baca BKA di Hal. 6

TPA Wakonti Bakal Ditutup Pemasangan Jaringan Pipa Gas

Baubau, KP Tempat pembuangan akhir (TPA) yang selama ini dijadikan titik pertama, di kawasan Wakonti, Kecamatan Wolio, Kota Baubau dalam waktu dekat akan ditutup. Hal itu dilakukan menyusul rencana Pemkot Baubau yang hendak

PH Tak Hadir, Perkara Lagasa Tertunda Kendari, KP Perkara dugaan korupsi proyek reklamasi penimbunan pantai Lagasa di Kelurahan Tula, Kabupaten Muna kini terus dilakukan pembuktian kebenaran di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Kendari. Pada sidang lanjutannya, kemarin (12/11) dengan agendapemeriksaan saksi yang dihadirkan jaksa penuntu umum (JPU) dari Kejati Sultra, untuk berkas terdakwa Semol Mustaman dan Aliada. Meski tiga saksi yang dihadirkan JPU sudah siap memberikan keterangan. Namun, persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Aminuddin, SH, harus terhenti. Pasalnya, penasehat hukum (PH) yang selama ini mendampingi kedua terdakwa tidak hadir tanpa alasan jelas. Tidak hadirnya PH kedua terdakwa, membuat JPU, Herlina Rauf,SH kecewa. Usai sidang, Herlina mengarahkan kepada kedua terdakwa kasus proyek Lagasa, Aliada dan Semol Mustaman, agar mereka mencari penasehat hukum lain yang serius membantu menangani terdakwa. “Di Kendari ini banyak pengacara, saudara-saudara bisa menggunakan pengacara lain,” kata Herlina Rauf. Ketidakhadiran penasehat hukum sangat merugikan para terdakwa. Pasalnya, proses persidangan mengalami keterhambatan dan cukup menyita waktu, yang semestinya bisa diselesaikan dengan cepat menjadi tertunda. .Atas dadar itulah, majelis hakim tipikor Aminuddin,SH didampingi Yon Efri, SH dan Kusdarwanto,SH harus menunda persidangan dan akan digelar pada persidangan pekan depan. (p16)

memanfaatkan gas yang terkandung dalam tumpukan sampah dilokasi TPA. Kadis PU Kota Baubau, Ir Sunaryo Mulyo menjelaskan sebelum dilakukan penutupan tentu terlebih dahulu dilakukan penggalian dengan ke dalaman 4 hingga 5 meter. Penggalian itu untuk memasang jaringan pipa dibawah gunung sampah yang sudah menjadi tanah itu. “Dititik pertama ini memang

belum dipasangkan jaringan pipa seperti yang ada di tempat pembuangan dititik kedua. Jadi harus kita gali ulang termasuk memasang pelapis terpal didalamnya,” jelas Sunaryo. Jika jaringan pipa sudah terpasang, selanjutnya ditutup kembali dengan tanah dan diratakan. Pipa yang sudah terpasang tentu akan menyalurkan gas yang dihasilkan oleh sampah yang ada dilokasi pem-

buangan. Namun belum bisa dipastikan berapa kapasitas gas yang akan dihasilkan dari lokasi pembuangan titik satu. “Langkah awal kita investasikan dulu dengan anggaran yang tidak begitu besar untuk mengetahui seberapa besar tenaga gas yang dikeluarkan di TPA pertama,” tambahnya. Terkait pembiayaan proyek Baca TPA di Hal. 6

Bupati konsel H Imran saat meninjau lokasi tambang beberapa waktu lalu.

p

PNS Konsel Tak Gubris Himbauan Bupati Imran Ancam Potong Dana Operasional Pejabat Andoolo, KP Seruan Bupati Konsel H Imran kepada seluruh pejabat dan stafnya untuk menetap di Konsel sepertinya hanya angin lalu. Mobilitas para pejabat dan stafnya yang tinggal di Kota Kendari dengan menggunakan fasilitas daerah terlihat masih tinggi. Parahnya lagi rumah dinas yang dibangun miliaran

dari APBD tidak ditinggali dan dibiarkan terlantar. Melihat kondisi itu, Bupati memerintahkan Kepala DPKAD untuk mengurangi anggaran operasional kendaraan, termasuk memutus aliran listrik di rumah-rumah Dinas yang tidak ditempati. “Saya melihat, mobilitas kendaraan Dinas keluar Konawe Selatan, khususnya di Kota Kendari masih ramai. Ada yang saya lihat parkiran di tempat-tempat belanja, di tempat hiburan dan lainnya. Terkait hal ini, jika masih ada yang dilihat, maka

langka tegas kendaraan Dinas akan ditarik,” katanya. Begitu juga dengan keberadaan rumah Dinas yang tidak berpenghuni, lampunya akan segera diputus, termasuk fasilitas lainnya. Ini dimaksudkan agar, rumah dinas tersebut tidak menghabiskan dana percuma. Atau paling tidak, rumah tersebut akan diserahkan kepada pegawai atau siapa saja yang mau menempatinya dan menetap. Rumah Dinas yang disebutBaca PNS di Hal. 6

6

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

Polisi Bidik Perjalanan Fiktif Kadis di Konawe

IST/KP

Anggota Komite II DPD RI, Abd Jabbar Toba didampingi Kabid Hortikultura Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Rosdiana dan Kepala Desa Duriasi, Rusmawan bersama para petani di Desa Duriasi Kecamatan Wanggeduku, Konawe.

Petani Cabe Keluhkan Harga Anjlok Kendari, KP Salah satu kendala yang sering dihadapi para petani umumnya, adalah pemasaran. Apalagi saat panen dengan hasil berlimpah, bisa dipastikan harga hasil panenan petani akan anjlok. Hal ini dialami para petani cabe dan sayuran organik yang ada di Desa Duriasi, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe. Keluhan petani tersebut diungkapkan kepada salah seorang Anggota Komite II DPD RI, Abd Jabbar Toba yang reses akhir pekan lalu. Menurut para

petani, harga cabe saat panen berlimpah bisa sangat rendah yaitu hanya Rp 2 ribu per kilogram. Selain tidak memiliki jaringan pemasaran yang bisa memberi jaminan harga, petani juga terpaksa menjual murah hasil panennya untuk menghindari kerusakan. Para petani juga mengatakan, belum memiliki sarana dan prasarana untuk mengolah lebih lanjut hasil panennya menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kendala tersebut, juga menjadi alasan petani menjual murah cabenya. Aspirasi lain yang di-

ungkapkan petani adalah, harapan adanya bantuan traktor untuk lahan kering dan bantuan ternak sapi. Traktor tersebut diharapkan agar pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan efisien, sedangkan ternak sapi diharapkan dapat menjadi sumber pupuk kandang. Menanggapi hal itu, Jabbar mengatakan perluasan jaringan pemasaran komoditas pertanian dapat dilakukan dengan membuka akses ke pasar-pasar modern. Sementara peningkatan nilai jual cabe, bisa dilakukan dengan mendirikan indus-

tri pengolahan menjadi produk bernilai jual tinggi. Misalnya, pengolahan cabe menjadi cabe bubuk dan saus cabe. “Dengan cara itu, kelebihan produksi cabe saat musim panen dapat diserap secara maksimal oleh industri pengolahan. Harga jual bisa tetap stabil dan petani bisa menikmati untung yang lebih,” kata Jabbar. Dalam acara tatap muka dengan petani tersebut, juga dihadiri Kepala Desa Duriasi, Rusmawan dan Kabid Hortikultura Dinas Perkebunan Sultra, Rosdiana. (yen)

Warga Banggai - Waara Berdamai Bersedia Ganti Rugi Motor yang Dibakar Raha, KP Polres Muna bergerak cepat memediasi pertemuan antara warga Desa Banggai dan Waara, yang nyaris terlibat konflik. Kemarin, di aula Polres Muna, dilakukan pertemuan antara dua tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari kedua Desa tersebut. Kesimpulan dari pertemuan tersebut, warga Waara bersedia mengganti rugi ken-

BKA... itu.”Tak hanya sekolah, kantor kecamatan yang bersebelahan dengan SMA Motui juga terkena imbasnya. Makanya komisi B bersama komisi C akan segera melakukan hearing perusahaan ini,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Konut, Drs Mili

TPA... tersebut akan menggunakan anggaran APBD Perubahan Kota Baubau sebesar Rp 200 juta. Nantinya gas yang dihasilkan di TPA tersebut akan digunakan pembuatan genset yang melakukan penerangan lampulampu jalan menuju lokasi TPA baru (TPA titik dua). Kedepan selain untuk penerangan dikawasan TPA, gas tersebut juga akan digunakan sebagai pembangkit mesin pengolahan sampah yang dijadikan sebagai pupuk kompos. “Tempatnya sedang pembangun. Selanjutnya tahun depan akan dilakukan pengadaan mesin pengelolahan sampah, sehingga sampah yang ada di TPA bisa langsung dilakukan pemilahan untuk diolah menjadi pupuk kompos,” ujarnya. (m4)

PNS... kan itu, termasuk Rumah Dinas Wakil Bupati, Rumah Dinas Sekda Konsel dan puluhan rumah Dinas Kepala Dinas, Badan dan Kantor. “Daripada dibiarkan terlantar, lebih baik diserahkan kepada pegawai yang mau menempatinya,” tegasnya. Untuk dua perihal tersebut Bupati dua pertiode itu mengaku, dengan mobilitas pejabatnya di luar Konsel membuat anggaran operasional kendaraan semakin tinggi. “Untuk itulah saya perintahkan Kepala DPKAD untuk mengurangi anggaran operasional kendaraan Dinas, termasuk operasional rumah dinas,” tandasnya. (era)

daraan roda dua milik warga Desa Banggai yang dibakar. Warga Waara yang ditahan, dilepaskan. Pertemuan di aula Polres Muna yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Bagus HC, juga menghadirkan dari perusahaan pembiayaan Adira. Adira dimintai kehadirannya, untuk menghitung kerugian atas pembakaran motor tersebut. Karena motor yang dibakar, masih dalam proses kredit. Dari hitungan kerugian, warga Waara harus

mengganti sebesar Rp 6,5 Juta kepada pemilik motor. Hitungannya, kerugian sebesar Rp 5,7 Juta, ditambah dengan cicilan pertama sehingga berjumlah Rp 6,5 Juta. Sementara warga Banggai, juga akan mengganti biaya pengobatan korban tabrakan yang berasal dari warga Waara. Setelah pertemuan damai tersebut. Kompol Bagus HC mengingatkan, agar jangan ada lagi pertikaian atau aksi blokade jalan antara dua Desa. Bila perkelahian antara kelom-

pok pemuda desa terjadi, Polisi tidak segan akan mengungkap kembali kasus tersebut. “Bila kembali terjadi pertikaian, kita akan tindak tegas, menahan dan memproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. Diberitakan sebelumnya, warga Banggai melakukan aksi blokade jalan akhir pekan lalu. Pemicunya, pembakaran motor warga Banggai yang dilakukan oleh pemuda dari Waara. Motor tersebut dibakar, karena menabrak pejalan kaki yang berasal dari Desa Waara. (awn)

membenarkan hal tersebut. Menurutnya, solusi yang bisa diberikan pada SMA Motui ini adalah dengan merelokasi sekolah tersebut. “Debu akibat kegiatan PT

BKA ini sangat parah. Lantai sekolah dan kantor kecamatan Motui sudah tertutup debu. Karena lokasi aktivitas tambang berada di atas gunung, sementara sekolah dan

kantor camat berada dibawa kaki gunung. Jadi solusinya merelokasi gedung sekolah dan kantor kecamatan agar jauh dari lokasi penambangan,” ujarnya. (p15/lan)

Kendari, KP Penyidik Polda Sultra, terus mengusut kasus dugaan korupsi di Pemkab Konawe. Setelah sebelumnya merilis penyidikan kasus penyimpangan dana pemotongan PPn dan PPh 2011 yang tak disetorkan ke kas negara. Kali ini penyidik tindak pidana korupsi Krimsus Polda Sultra, sedang mengusut kasus perjalan dinas para Kadis di Pemkab Kabupaten Konawe tahun 2009. “Jumlah kerugian negara

dalam masih menunggu hasil pemeriksaan BPKP, yang jelas kasus dugaan perjalanan fiktif ini masih terus dikembangkan pihak penyidik,” ujar Kabid Humas Polda Sultra melalui Kasubbid PID AKP Dolfi Kumaseh kemarin. Untuk penyelidikan kasus perjalanan dinas Pemkab Konawe, sejauh ini penyidik belum menetapkan siapa tersangknya, meski telah memeriksa sembilan orang saksi yang terkait dalam kasus tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan saksisaksi, penyidik membidik tiga calon tersangka yang diduga terlibat dalam kasus ini. Namanya belum kita publikasikan, nantilah kalau status mereka sudah jelas,” ujar mantan Kapolsek Moramo ini. Saat ini penyelidikan masih terus berkoordinasi dengan beberapa maskapai penerbangan, untuk meminta print out keberangkatan dan perjalanan para Kepala Dinas di Kabupaten Konawe. (p15)

Mahasiswa Konsel Tuntut Pembangunan Asrama Iri dengan Daerah Lain Andoolo, KP Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Konawe Selatan 22 (Impaks-22), mendatangi DPRD Konsel kemarin. Mereka mendesak agar Pemerintah Kabupaten Konsel membangun asrama mahasiswa termasuk pemberian bea siswa. Para mahasiswa tersebut memulai aksinya di depan SPBU Potoro dan menyampaikan tuntutannya melalui ketiga oratornya. Setelah itu pengunjukrasa yang mendapat pengawalan dari aparat Polres Konsel itu langsung menyambangi Kantor DPRD Konsel. Di depan kantor wakil rakyat itu, Songo, koordinator lapangan kembali meneriakkan tuntutannya. “Konawe Selatan sudah berusia 9 tahun, tetapi pemerintah bersama DPRD belum memberikan perhatian kepada mahasiswa, baik itu pembangunan asrama mahasiswa ataupun beasiswa. Karena itu tahun 2013, pembangunan Asrama dan Beasiswa harus segera direalisasikan,” kata Songo.

Setelah menyampaikan orasinya, perwakilan DPRD I Ketut Winarso keluar menemui pengunjuk rasa. Dihadapan wakil rakyat tersebut, Songo kembali menegaskan, agar DPRD untuk memberikan perhatian dengan menganggarkan pembangunan asrama dan beasiswa. “Kami selaku mahasiswa dari Konawe Selatan sangat prihatin, melihat daerah lainnya di buatkan asrama mahasiswa, termasuk ratusan beasiswa. Tapi mahasiswa Konsel tidak medapat perhatian. Karena itu kami minta DPRD untuk mengalokasikan anggaran tersebut,” pintanya. I Ketut Winarso yang juga ketua Komisi III DPRD itu berjanji akan merealisasikan tuntutan mahasiswa Konsel yang kuliah di Kota Kendari. “Apa yang disampaikan di DPRD, akan menjadi perhatian bagi kami. Namun demikian, perlu diketahui, DPRD hanya sebatas menyetujui anggaran jika diusulkan pemerintah daerah. Untuk itu aspirasi tersebut sebaiknya disampaikan di Dinas Pendidikan, untuk mengalokasikan anggaran pada tahun 2013 dan dapat ditetapkan di DPRD Konsel,” ujarnya. Menurut politisi Demokrat

itu, selama bertahun-tahun Dinas Pendidikan belum pernah mengajukan anggaran untuk pembangunan asrama. Tetapi untuk beasiswa, setiap tahun pemerintah mengalokasikannya kepada ratusan mahasiswa yang mengeyam pendidikan di perguruan tinggi, baik di Kendari ataupun di luar Sultra. “Sekali lagi aspirasinya disampaikan ke Dinas Pendidikan atau di Pemda, agar dialokasikan dan DPRD tinggal menyetujuinya,”tandasnya. Setelah mendengar penjelasan dari anggota DPRD, pengunjukrasa kemudian mendatangi kantor Bupati. Di tempat itu, Aswan, oratir lainnya kembali meneriakkan tuntutannya. Sekda Konsel H Sardjun Mokke yang menerima aksi mahasiswa menjelaskan akan merespon tuntutannya dan akan menindak lanjut untuk penganggarannya di Dinas Pendidikan. “Aspirasi mahasiswa akan menjadi perhatian bagi kami untuk mengusulkannya di APBD,” kata Sardjun. Puas atas penjelasan sekda Konsel, para mahasiswa membubarkan diri dengan pengawalan aparat keamanan dari Polres yang dipimpiin Kasat Samapta AKP Hairuddin. (era)

7

Kendari Pos |Selasa, 13 November 2012

Kita tak Bisa Mengakhiri Impor Gandum Roti ....... ran kita makan mi dan roti yang terus meningkat. Impor daging bisa saja akan berakhir kalau kita mau meningkatkan produksi ternak. Negara kita cocok untuk peternakan. Tinggal mau atau tidak mau. Demikian juga, kita bisa mengakhiri impor beras kalau kita mau meningkatkan produksi kita. Tapi, kita tidak akan bisa mengakhiri impor gandum. Kita tidak bisa menanamnya. Kita hanya bisa menyeruput mi dan melahap rotinya! Harapan baru muncul ketika para ahli sorgum berkumpul di Kementerian Ristek empat bulan yang lalu. Saya dan Menteri Ristek Gusti Muhammad Hatta mengajak para ahli itu berdialog. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi impor gandum yang begitu besar. Muncullah kesimpulan bahwa sorgumlah yang bisa diandalkan. Salah satu ahli sorgum waktu itu, Prof Dr Sungkono, sampai berlinang terharu ketika kemudian diputuskan bahwa BUMN akan menggalakkan sorgum. Secara besar-besaran. Apalagi, BUMN memiliki lahan yang luas yang belum semuanya bisa dimanfaatkan. Terutama lahan yang tidak bisa untuk tanaman padi, sawit, karet, teh, dan kopi. Sang profesor sangat gembira karena ahli lulusan IPB itu merasa tidak sia-sia. Ketekunannya mendalami sorgum sejak muda sampai menjadi profesor akan sangat berarti. Dari hasil panen perdana Sabtu lalu, jelaslah bahwa setidaknya dua jenis sorgum sangat baik hasilnya. “Satu untaian bisa mencapai 1 ons. Ini

melebihi yang tertera di literatur yang menyebutkan satu untaian hanya 0,5 ons,” ujar Irwan Basri, Dirut PTPN XII. Dua benih unggul itu belum punya nama. Untuk sementara disebut Citayam (karena dibenihkan di Desa Citayam) dan Numbu B. Jenis-jenis lain hanya menghasilkan separo dari itu. Yang hebat, benih Citayam dan Numbu B adalah hasil mutasi genetik yang dilakukan para ahli kita sendiri di Batan. Penyilangan-penyilangan genetiknya dilakukan melalui proses radiasi sinar gamma. Yakni, melalui radiasi nuklir Co-60. Ahli-ahli di Batan mencari gen-gen terunggul untuk disilang dan dijadikan benih yang terbaik. Dengan hasil Banyuwangi ini, BUMN sudah memanfaatkan temuan dan fasilitas yang ada di Batan. Yakni, benih sorgum dan proses pembuatan radioisotop untuk kedokteran nuklir. Kerja sama yang erat antara Batan (Ristek) dan PT Batantekno (BUMN) ternyata bisa membuat temuan-temuan dan fasilitas di Batan menjadi komoditas yang secara komersial sangat menguntungkan negara. Berkat fasilitas yang ada di Batan, Dirut Batantekno Yudi Utomo Imardjoko bisa mengaplikasikan temuan termodernnya untuk memproduksi radioisotop yang sekarang mulai berproses untuk menguasai pasar Asia. Berbeda dari padi, sekali tanam sorgum ini bisa untuk tiga kali panen. Begitu panen pertama, batangnya dipotong sampai pangkalnya. Lalu, akan tumbuh batang sorgum lagi. Tiga bulan kemudian, sudah bisa dipanen lagi. “Kami akan lihat berapa hasil panen dari

ratoon pertama. Lalu, akan kami tunggu lagi ratoon yang kedua,” ujar Irwan. Dengan demikian, sebelum penanaman besar-besaran Februari nanti, hasil panen ratoon pertama pun sudah bisa diketahui. Citayam dan Numbu B masih punya kelebihan lain. Batangnya tinggi dan besar. Ketika saya menelusup ke dalam kebun yang siap panen itu, tidak bisa disangkal: ternyata tubuh saya ini pendek. Batang sorgum itu hampir 2 meter. Dengan batang yang tinggi, makanan ternak dari batang itu bisa lebih banyak. Demikian juga niranya. Batang sorgum tersebut bisa menghasilkan nira sebagaimana tebu. Hanya, nira sorgum cuma bisa dipakai untuk gula cair. Tidak bisa untuk gula kristal. Maka, sekali tanam sorgum, kita bisa mendapat tepungnya, niranya, dan makanan ternaknya. Itulah sebabnya dalam panen perdana tersebut Dirut PT Berdikari (Persero) Librato El Arif ikut hadir. Berdikarilah yang akan menjadi pembeli seluruh makanan ternak tersebut. Sebab, PT Berdikari mendapat tugas untuk berfokus mengembangkan ternak secara besar-besaran. Tidak boleh lagi mengerjakan bisnis yang lain. Bisnis lamanya seperti mebel dan asuransi harus dilepas. Tapi, PT Berdikari kelihatannya harus gigit jari. Jauh-jauh datang ke Banyuwangi, dia tidak akan kebagian makanan ternak itu. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang kini lagi mengembangkan ternak sapi rakyat secara masal, minta agar makanan ternak itu digunakan untuk pengembangan sapi di Banyuwangi sendiri. Tentu

Saling Bantu Sesama Napi Cerita ....... Keduanya nampak akrab. Itu bisa dilihat dari posisi mereka duduk bersampingan dan berbaur dengan napi lain. Suasana akrab terjadi juga dengan para napi lainnya. Tidak ada perbedaan kasta di sana,semua sama. “Kami semua di sini sama” kata Melinda sambil memeluk Dewi dan teriakan serentak dari napi lain yang berada di ruangan tersebut. Ditempat terpisah, tiga wanita yang tinggal seblok dengan dua wanita mantan anggota dewan pun bercerita tentang kehidupan Dewi dan Melinda. Waode Ima (43), napi kasus penyalagunaan jabatan ini menjelaskan, kehidupan dua mantan anggota dewan itu tidak seperti diluar penjara yang sering terjadi saling celamencela. Tentang Melinda, Ima yang akrab disapa Nyai ini menuturkan, selama kakinya menginjakan ruang blok wanita mantan anggota dewan itu langsung menyalami dan berpelukan sebagai pertanda jika dirinya warga binaan baru. Di mata Nyai, Melinda memiliki kepribadian dengan yang lain. Jika ada pejabat publik yang menjalani hukuman kadang menangis, namun Melinda tidak. Dia tegar dan tidak mau dibilang sedih atau semacamnya. Dirinya lebih banyak bercanda dengan napi lain. Tidak ada kegiatan yang lain, kecuali ibadah dan ibadah. Saat hidup di jeruji besi sekitar dua Minggu, barulah sikap dan pribadi Melinda muncul. Jika di luar penjara dirinya hidup serba mewah namun dalam penjara hal itu tidak terjadi. “Kalau makan ya kita makan rame-rame, tempat tidur pun sama-sama,” kata Nyai. Pernah kejadian, Melinda sering makan di dalam kamar bersama dengan napi lainnya, tiba-tiba satu napi sudah “kebelet” untuk masuk kamar mandi. Aroma tak sedap dan bunyi air yang masuk dalam kloset membuat Melinda sedikit risih. Namun seiring waktu berjalan maka hal itu sudah dianggap biasa karena jika sudah waktunya masuk dalam kamar maka tidak satupun napi yang boleh keluar. Keakraban makin terasa tak kala antara napi saling tolong menolong, lalu diseling canda. Misalnya saja ketika Melinda Ritonga akan menunaikan salat zuhur, tapi ia berpesan meminta kepada salah satu napi sekamarnya untuk dimasakan

indomie. Namun saat sedang khusyu salat, tiba-tiba saja napi yang memasak indomie tadi bertanya pada Melinda. “Apa mau dimasak pakai telur atau tidak. Melinda yang lagi salat hanya manggut-manggutkan kening bertanda setuju”. Kejadian itulah yang biasanya dijadikan bahan candaan saat napi wanita sedang asik ngerumpi. Tetapi di mata Nyai dan napi wanita lain, Melinda sangatlah sosial. Buktinya saat lebaran, ia membelikan semua baju kepada napi wanita. Bukan hanya itu saja, terkadang Melinda membagikan indomie kepada para napi sebagai makanan cadangan. Malam hari, apa yang napi wanita lakukan? Rupanya, Nyai dan rekan sekamarnya dan salah satunya Melinda harus antri untuk menonton dari cela pintu jeruji besi. Inilah pengalaman yang tidak dibayangkan seorang Melinda. Cerita lain, Melinda sering berdiskusi dengan Napi lain tentang kiat-kiat menjadi orang sukses. Bukan hanya itu saja, Melinda pernah berkata jika

semua napi wanita menghirup udara bebas maka dirinya akan membuat syukuran dan membuat agenda tahunan sebagai ajang reuni mantan napi. Bahkan, ia akan membuatkan tempat karaoke. “Di sanalah nantinya candaan akan berlanjut,” kata Umbu yang dihukum 4 tahun 2 bulan dalam kasus narkotika. Soal tidur, terkadang pada malam hari terasa panas dan membuat badan gerah tidak karuan. Melinda dan teman sekamarnya jika tidak tahan maka membuka baju alias tinggal bra saja yang dikenakan. Karena dengan cara seperti itulah, tidur mereka bisa nyenyak. Bahkan jika tidak tahan karena panas, dengan terpaksa harus tidur dilantai, begitu sudah merasa tak gerah barulah naik diatas untuk melanjutkan istrahat. Sementara cerita Dewiyanti Tambura versi Salmamisi, tak lain rekan sekamar Dewi menceritakan kehidupan sang mantan anggota dewan dan saat ini menduduki jabatan staf ahli di DPRD Sultra. Selama berada

saya mendukung permintaan Pak Bupati ini. Saya lihat beliau sangat serius dalam mengembangkan sapi di sana. Banyuwangi berubah drastis di tangan bupati yang masih sangat muda itu (38 tahun). Semua tahu, hambatan utama pengembangan ternak adalah makanan ternak yang kian mahal. Dengan kebun sorgum yang mencapai ribuan hektare di Banyuwangi, sumber makanan ternak tersebut akan teratasi. Secara nasional, hasilnya sama saja. Sapi itu datang dari Banyuwangi atau dari Sumatera, tidak ada bedanya. Yang penting bisa mengurangi impor sapi yang sangat besar itu. Dan lagi, sorgum akan ditanam secara masal di Sulawesi oleh PTPN XIV dan oleh Berdikari sendiri. Lahan peternakan PT Berdikari di Sulsel yang mencapai 6.000 ha sudah diputuskan juga harus ditanami sorgum dalam skala besar. Tahun depan adalah tahun pembuktian. BUMN harus menanam sorgum hingga mencapai 15.000 ha. Ini bukan kerja sembarangan. Hanya kemauan yang keras yang akan bisa mewujudkannya. BUMN bertekad akan mewujudkan keyakinan bahwa kita ini mampu melakukan apa saja asal kita mau. Kita sering tidak bisa melakukan sesuatu bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau! Ibu-ibu dari PTPN XII pun punya kemauan yang keras. Sabtu lalu itu, untuk suguhan para tamu di Banyuwangi itu, ibu-ibu membuat berbagai macam kue yang semuanya menggunakan bahan berupa tepung sorgum: roti, sosis, nogosari... Saya coba memakan semuanya. Saya rasakan enaknya. (*)

di jeruji besi hampir dua bulan, Dewi pun tak kalah hebohnya dari cerita Melinda. Hanya saja kata Salma, Melinda lebih senior di penjara dengan Dewi. Dewi dan Melinda, jika tidak tahu maka bisa saja orang berpikir jika keduanya saudara kandung. Karena setiap pergi mengambil makanan dan melaksanakan kegiatan lainnya seperti olahraga maka sering bersama-sama. Bahkan, berurusan dengan warna krudung hampir selalu sama. Dewi pun banyak mengajarkan kepada napi wanita lain agar wanita jangan mau kalah dengan kaum lelaki, karena wanita ada yang kemampuannya lebih di atas. Soal make up pun bisanya sering pinjam jika hendak keluar dari kamar atau usai mandi. “Kadang ibu Dewi kasi make up yang sering dipakainya, hal serupa juga biasa dilakukan ibu Melinda,” katanya. Dengan hadirnya dua mantan anggota dewan di Lapas Kendari, suasana menjadi berubah. Jika ada kebutuhan napi wanita maka dua wanita inilah yang selalu merespon. (bersambung)

Ada Juga Pelanggaran Pidana Banyak ....... undangan berlaku jika PNS dilarang terlibat dalam politik praktis. Misalnya penggunaan atribut saat kampanye pasangan calon. Beda halnya ketika hanya datang tanpa menggunakan atribut,” ujar Darmono. Temuan urgen lainnya oleh Panwas Kota Kendari dan Kabupaten Muna, pencairan dana blockgrant diluar jam kas bank. Khusus Kabupaten Muna, telah menyurati BPD setempat atas pencairan dana tersebut. “Karena ditemukan oleh Panwas Kota Kendari dan Muna, maka tindaklanjut persoalan dana blockgrant merupakan kewenangan Panwas bersangkutan. Selain temuan pelanggaran administrasi, Panwas KonseldanKolutmenemukanpelanggaran pidana yang telah masuk dalam sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu),” beber pria berkacamata ini. Tidak hanya Panwas, tim BM juga mengaku menemukan pelanggaran. Arsyad Abdullah selaku koordinator strategi dan pengkajian pemenangan BM mengungkapan, di beberapa daerah tertentu di Sultra, timnya menemukan kejanggalan terkait rekapitulasi hasil penghitungan suara 4 November lalu. “Kami menemukan ada proses yang tidak transparan yang dilakukan PPK dari TPS. Hal inilah yang kemudian sangat merugikan kami. Misalnya saja,

Menikah dengan Pejabat? Menikah ....... Saat usianya tepat diangka 31 tahun, Olivia Zalianty ternyata tak merasa terbebani masalah pernikahan. Diakuinya, ia masih sangat santai untuk masalah seperti itu. Ia juga membantah kabar dirinya telah melangsungkan pernikahan dengan seorang pejabat. “Enggak kalau itu, aku belum ada target menikah kok,” ungkapnya saat ditemui kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2012). Meski usianya sudah memasuki 31 tahun, Olivia mengaku tak ngoyo masalah pernikahan. Namun, berbeda halnya dengan sang ibu, Tety Liz. Olivia menilai sang ibu kerap menyuruhnya untuk cepat-cepat melepas masa lajang. “Santai saja kemarin aku baru saja merayakan ulang tahun

di sebuah TPS pada hari H penghitungan suara, BM Amirul dikatakan menang. Namun, ketika sudah direkap oleh PPK, data itu kemudian berubah dan BM Amirul dikatakan kalah,” ungkapnya sambil mengatakan bahwa semacam ada permainan yang sistematis dari TPS ke PPK dan dari PPK ke KPU kabupaten/ kota untuk tidak tranparan. Arsyad mencontohkan, di Kecamatan Kendari Barat, Mandonga dan Puuwatu, ada beberapa anggota PPK yang katanya tidak transparan dalam memperlihatkan rekapan hasil perhitungan dari TPS. Hal itulah yang selalu diprotes oleh saksisaksi BM Amirul saat menghadiri acara rekapitulasi. Namun kata Arsyad, suara mereka kadang diabaikan. “Kan aneh, yang awalnya BM Amirul dikatakan menang di TPS, tapi setelah rekapitulasi malah kalah. Kecurangan-kecurang ini yang kami sangat tidak terima,” terangnya. Pria yang berprofesi sebagai konsultan itu juga membeberkan kecurangan kandidat lainnya yang kini tengah mereka dalami. Misalnya, banyak menemukan money politik jelang pencoblosan. Selain itu mereka juga menemukan permainan tidak sehat dalam penggunaan dana blockgrant yang menjadi program pemerintah. “Kenapa dana blockgrant dicairkan jelang hari H. Dan kenapa hingga malam hari masih terjadi transaksi blockgrant di BPD?,” tanyanya. (p4/fas)

ke-31 dan si mama memang cerewet banget kalau masalah begitu,” ujarnya. Adik kandung Marcella Zalianty itu juga menuturkan, dirinya tidak menargetkan kapan dirinya akan menikah.

Ia menilai, jodoh akan datang dengan sendirinya cepat atau lambat. “Nggak ada target, pokoknya nanti kalau sudah ada kabar bahagia pasti dikabarin,” jelasnya seraya tersenyum. (bas)

8

Kendari Pos |Selasa, 13 November 2012

Tidak Memeras, Cuma Menanyakan KPK ....... Singkatnya, Dahlan sudah mengantongi bukti nama dan bukti keluarnya uang dari kantong BUMN kepada anggota dewan pemeras. Menurutnya, dari dua bukti itu sudah cukup untuk membuat laporan. Nah, dari laporan itu akan ditelaah KPK, apakah benar pemerasan atau ada tindak pidana lain seperti gratifikasi. Bagaimana kalau pemerasan? Adnan menyebut pihaknya tidak menangani kasus itu dan bisa dilaporkan ke Bareskrim Polri. “Kalau Dahlan memang niat memberantas korupsi, ada baiknya langsung lapor,” imbuhnya. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Ode Ida berharap Badan Kehormatan (BK) DPR bersungguh-sungguh mengungkap dugaan pemerasan yang dilaporkan Dahlan. Untuk lebih memperjelas laporan Dahlan Iskan, dia mengusulkan supaya oknum-oknum politisi Senayan yang menjadi pihak teradu langsung dipertemukan dengan pejabat BUMN yang berupaya diperas.

“Dahlan Iskan juga dihadirkan dalam pertemuan untuk konfrontasi itu. BK DPR bisa menjadi mediator konfrontasi itu,” kata La Ode. Kalau hal itu tidak mungkin dilakukan BK dengan alasan etis, maka KPK atau tim adhoc yang independen bisa melakukannya. “Dengan begitu bisa ketahuan siapa yang benar dan sekaligus yang bohong,” sindir “senator” dari Sulawesi Tenggara, itu. La Ode menambahkan para pimpinan parpol yang merasa anggotanya dituduh seharusnya bersikap proaktif. Para elit parpol itu harus mendorong anggotanya di parlemen yang disebut namanya untuk memberikan penjelasan yang jujur dan berani dikonrontasi. Pihak istana yang dipimpin Presiden SBY, lanjut dia, harus terus memperkuat jajarannya agar melawan terhadap upaya pemerasan dari politisi. Termasuk mencegah upaya suap menyuap. “Akan lebih produktif lagi dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, jika jajaran eksekutif dirangsang untuk bersikap sama dengan Dahlan Iskan,” tandasnya. Terpisah, di gedung KPK,

mantan Meneg BUMN Sofyan Djalil mengaku tak tahu menahu dengan adanya oknum anggota DPR yang suka memeras. Entah kurang dekat dengan bawahan atau bagaimana, dia menyebut selama menjadi menteri tak pernah dilapori adanya pemerasan. “Bukannya tidak ada (pemerasan), tapi saya tidak tahu,” katanya. Sofyan memang cukup lama meninggalkan kantor BUMN, sebab dia menjabat Meneg pada awal 2007 hingga akhir 2009. Meski demikian, dia menyebut kalau pemerasan itu bisa saja terjadi. Sayang, dia enggan menjelaskan lebih lanjut dan lebih memilih untuk menyebut dirinya tak pernah dilapori. Dahlan sendiri mengaku tidak khawatir banyak pihak yang “menyerangnya” karena telah melapor ke BK DPR. Dia menanggapi enteng ketika banyak politikus di Senayan yang mengatakan laporannya kurang bukti. “Kita terima saja, kalau ada yang salah kita perbaiki, nggak apa-apa,” ujarnya disela seminar Kewirausahaan di Bank Indonesia kemarin. Dia mengaku menyerahkan proses selanjutnya ke BK DPR. Jika BK DPR meminta dirinya

mengajukan bukti lagi maka akan dilakukan, kalau nggak maka dirinya akan diam saja. “Terserah BK, kalau mau kita lengkapi ya kita lengkapi, kalau nggak perlu dilengkapi ya nggak kita lengkapi. Yang pasti, menurut kami itu sudah cukup (bukti-red),” sebutnya Mengenai rencana lapor ke KPK, Dahlan mengaku masih memikirkan karena sebagai Menteri BUMN, dia hanya ingin membersihkan BUMN, bukan DPR. Saat melapor ke BK dulu juga semata-mata karena permintaan BK. Terkait upaya beberapa orang untuk mendongkelnya dari Kabinet, Dahlan menjawab sambil tersenyum. “Terserah saja, saya ini orangnya terserah saja,” jelasnya. Politisi DPR Terus Berkelit Daftar anggota DPR yang

“merasa” dituduh melakukan pemerasan terus bertambah. Mereka berinisiatif sendiri untuk tampil di depan media dan membantah telah melakukan pemerasan. Kali ini bantahan datang dari dua anggota dewan. Di antaranya anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Demokrat Idris Sugeng dan anggota Komisi XI dari FPAN M Ichlas El Qudsi. Idris Sugeng secara khusus menolak kalau dituduh meminta upeti dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). “Saya Idris Sugeng dari Fraksi Partai Demokrat menyatakan bahwa tuduhan saudara Ismed Hasan Putro (Dirut RNI) dalam acara Mata Najwa bahwa saya meminta jatah gula dalam rangka CSR (Corporate social responsibility) sebanyak 20 ribu ton adalah tidak benar,”

katanya. Idris menegaskan dirinya tidak pernah berkata meminta 20 ribu ton gula untuk empat kabupaten yang menjadi daerah pemilihannya di Jawa Tengah IX. “Saya hanya menanyakan dua kali apakah ada program CSR untuk dapil. Di mana letak pemerasannya kalau yang saya tanyakan adalah program CSR,” ungkap Idris. Di kemudian hari, lanjur dia, atas arahan Ismed Hasan Putro, dirinya bertemu dengan seseorang dari PT RNI yang bernama Oki untuk membeli gula. Dalam kesempatan itu, Idris membeli 4 juta ton gula secara profesional seharga Rp 48 juta atau 12 ribu/kg. “Itu harga normal. Tidak ada discount sama sekali,” katanya sambil menunjukkan secarik kertas yang disebutnya sebagai bukti pembayaran. “Gula tersebut kami bagikan kepada masyarakat di bulan suci Ramadhan yang lalu,”

tegasnya. Pada 5 November lalu, Ismed Hasan Putro juga diundang ke BK DPR. Kepada wartawan, Ismed Ismed Hasan Putro menceritakan setidaknya dua kali dia coba diperas oknum anggota DPR. Pertama, PT RNI diminta untuk memberikan 20.000 ton gula oleh seorang anggota DPR dengan dalih program CSR. Permintaan itu menjelang Ramadhan yang rencananya akan dibagikan ke konstituen di dapil masing-masing anggota. Karena RNI masih merugi, Ismed menolaknya. “Kalau mau ya beli,” katanya. Akhirnya, anggota DPR itu menyepakati 20 ton gula untuk dibeli secara profesional. “Nah, ketika membeli dalam jumlah 20 ton saya serahkan kepada anak perusahaan untuk di-handle,” terang Ismed sebelum memberikan keterangan kepada BK.(dim/ pri/wir)

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

Kendari Pos | Selasa, 13 Nopember 2012

BK Data Senator MalaS Kendari, KP Hanya ingin menikmati gaji besar dan sejumlah fasilitas, tetapi tugas sebagai wakil rakyat justru malas dilakukan. Itulah tabiat sebagian oknum anggota legislatif Sultra. Bahkan, ketika ada agenda paripurna, ada diantara mereka yang tak masuk kantor. Atas kondisi itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Sultra mengaku akan bersurat ke fraksi masing-masing anggota parlemen. “Juli lalu sudah ada yang kita surati. Terlalu subjektif kalau sebut nama, tapi kalau fraksi bisa. Ada dua orang,” kata Anggota BK Sultra, Abubakar Lagu, kemarin. Oknum legislator yang dimaksud itu berasal dari Fraksi Golkar Hati Nurani dan Fraksi Amanat Reformasi. Sejauh ini

Baca bK Data di Hal 11

INDRI/KENDARI POS

Hanya ingin menikmati gaji besar dan sejumlah fasilitas dengan status sosial sebagai “Anggota Dewan yang Terhormat”. Nyatanya, sebagian wakil rakyat justru malas berkantor, apalagi mengunjungi konstituennya. Bahkan, ketika ada agenda rapat paripurna pun, ada diantara mereka yang tak hadir.

Usut Tender Logistik Pilgub ! Kendari, KP Tahapan pemilihan gubernur Sultra sudah selesai digelar dengan banyak cerita serta catatan. Namun ternyata, dalam prosesnya, selain mempersoalkan hasil perolehan suara calon gubernur, ada pula yang mengungkapkan indikasi penyimpangan lain. Kemarin, sekelompok massa mengatasnamakan mahasiswa mendesak penyidik di Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk mengusut indikasi penyelewengan dalam proyek pengadaan perlengkapan KPPS, PPS, PK dan KPU dengan harga perkiraan sendiri sebe-

Pengadaan segel kotak suara yang segelnya harus dibuat perusahaan khusus dengan izin dari Badan Intelejen Negara (BIN). Seharusnya, pekerjaan itu tidak bisa disubkan atau ditawarkan lagi pada rekanan lain.”

sar Rp 2,4 miliar. Massa aksi menilai rekanan CV. Mutmainah yang merupakan grup PT. Adi Perkasa sebagai pemenang tender logistik Pilgub, tak memiliki instrumen memadai untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Kejanggalan lain dalam proyek itu, karena salah satu kewajiban perusahaan pada paket tersebut adalah pengadaan segel kotak suara yang segelnya harus dibuat perusahaan khusus dengan izin dari Badan

Baca usut di Hal 11

Ruislag Bukan Solusi Berdayakan Aset Kendari, KP Ruislag atau tukar guling aset, atau apapun istilah lainnya, “haram” kembali dilakukan pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra. Anggota DPRD Sultra Firdaus Tahrir menegaskan Sebab langkah itu bukan solusi tepat dilakukan untuk memberdayakan aset daerah yang dianggap tak termanfaatkan. “Rusilag sampai habis kah aset itu. Harus ada kebijakan yang dilakukan Pemprov agar

tidak menghambat pengusaha lokal,” katanya, kemarin. Menurutnya, Pemprov jangan gegabah mengambil sikap. Ada baiknya, Pemprov menjalin komunikasi dengan mitra seperti DPRD atau masyarakat. Memang, tukar guling bukan dalam konteks melepas aset yang tentu saja tidak perlu persetujuan dewan. Tapi tak semua langkah

Baca ruisLag di Hal 10

2013, UMP Naik

Lintas dan Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan” menjadi semangat yang harus digaungkan lebih awal dari lingkungan korps tersebut. Kabidhumas Polda Sultra melalui Kasubbid PID, AKP Dolfi Kumaseh menuturkan, penandatanganan kesepakatan tersebut

Kendari, KP Sedikit. Tapi setidaknya ini menjadi berita gembira bagi karyawan atau buruh perusahaan di Sultra. Dewan Pengupahan Nakertrans melalui keputusan Gubernur, H. Nur Alam, nomor 29/2012 menetapkan Upah Minum Provinsi (UMP) Sultra 2013 naik dari tahun sebelumnya. Seperti diketahui, UMP 2012 pada sektor perusahaan umum sebesar Rp Makner Sinaga 1.032.300, sektor pertambangan Rp 1.083.915, dan konstruksi Rp 1.135.530 juta. “UMP tahun 2013 ditetapkan menjadi 1.125.207 rupiah atau naik sembilan persen. Sedangkan upah minimum sektoral provinsi (UMSP) pertambangan menjadi Rp. 1.192.720 atau naik 10,05 persen dan UMP sektor bangunan sebesar Rp. 1.237.730 atau naik sembilan persen,” ungkap Makner Sinaga, MH, Sekretaris Dewan Pengupahan Sultra, kemarin (12/11). Kenaikan UMP itu seiring dengan perkembangan, peningkatan dan per-

Baca jaDiLah di Hal 10

Baca ump di Hal 10

DEDY FINAFISKAR/KENDARI POS

Kapolda Sultra, Brigjend Pol. Ngadino ketika menandatangani kesepakatan untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas bersama jajarannya, kemarin

Jadilah Pelopor Keselamatan Kendari, KP Jajaran Direktorat Lalulintas Polda Sultra mengajak seluruh aparat kepolisian lintas kesatuan untuk menjadi pelopor dalam meningkatkan kesadaran berlalulintas di jalan raya. langkah itudilakukan agar semua personil bisa menjadi panutan dalam menekan angka kecelakaan yang terus saja terjadi. Slogan “Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu

Metro

10

UMP... tumbuhan ekonomi masyarakat di Bumi Anoa setelah melalui survey standar hidup layak oleh dewan pengupahan di kabupaten/kota. Makner menegaskan, UMP merupakan salah satu aspek paling vital dan sensitif dalam hubungan kerja industrial. Sebab, itulah yang sering mengundang masalah dan pertikaian antara pengusaha dan pekerja termasuk tunjangan, kenaikan, struktur dan skala upah sesuai kebutuhan hidup layak (KHL). “UMP ini mulai berlaku Januari 2013. Namun, UMP ini hanya jaring pengaman untuk menahan merosotnya tingkat upah bagi pekerja ditingkat terendah. Sehingga, UMP bersifat tetap dan bukan merupakan standar. Tapi, gaji pekerja mulai nol sampai satu tahun, tidak boleh di bawah itu. Sedangkan pekerja satu tahun keatas juga harus dinaikan berdasarkan persentase kenaikan UMP,” tegas Kabid Hubungan

Jadilah... dilakukan para pejabat tinggi, perwira menengah dan PNS Polda Sultra. “Untuk menjadi pelopor bukan saja mengajak aparat kepolisian, tetapi juga masyarakat. Itu sangat berperan penting dalam meredam angka kecelakaan. Semua itu

Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Nakertrans Sultra itu. Dengan berlakunya UMP 2013, maka standar 2012 dengan sendirinya tidak berlaku lagi. Jika manajamen tidak mengikuti ketentuan itu, maka sesuai UU nomor 13 pasal 185 tahun 2003, pihak perusahaan mendapat ancaman pidana penjara. “Paling ringan satu tahun dan paling berat empat tahun, dengan denda maksimal 400 juta rupiah,” ancam Makner. Meski tenaga pengawas Nakertrans Sultra hanya 15 orang untuk memantau 74.568 tenaga kerja yang tersebar di 6.329 perusahaan se-Sultra, namun pihaknya tetap akan melakukan pengawasan maksimal. Makner juga berharap agar dalam penerapan UMP nantinya, masyarakat Sultra turut melakukan pengawasan bersama-sama pada perusahaan. Jika ditemukan ada yang tak mengikuti ketentuan itu, maka segera melaporkan pada Disnakertrans setempat untuk ditindak. (p2) bermula dari pelanggaran. Makanya kami mengajak setiap individu atau para pengguna jalan menjadi pelopor keselamatan. Jika semua bisa memahami ini, pastinya akan menekan jumlah kecelakaan secara drastis, Tentu saja, jangan lupa berdoa sebelum bepergian,” himbau Dolfi. (p15)

Kendari Pos | Selasa, 13 Nopember 2012

Bawa Badik 4 Bulan Penjara Kendari, KP Kepergok membawa sebilah badik, Adin alias Cecenk yang sehari-hari berprofesi sebagai calo angkutan harus menghabiskan sebagian waktunya di penjara. Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kendari menjatuhkan pidana kurungan selama empat bulan di Hotel Prodeo atas ulahnya itu. Putusan tersebut dibacakan oleh Posman Bakara, SH terhadap terdakwa yang berdomisili di Ranomeeto karena dianggap terbukti melakukan tindak pidana tanpa hak memasukan, menguasai, membawa dan memiliki senjata tajam. Pemuda kelahiran 20 Juli 1990 itu melanggar ketentuan pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Mendengar putusan itu, Jaksa Penuntut Umum beserta terdakwa tanpa didampingi

penasehat hukum menyatakan menerima. “Jadi, kamu divonis empat bulan. Kamu masih berusia muda, maka lain kali jangan lagi membawa badik,” nasehat Posman Bakara sesaat menutup sidang. Putusan itu sendiri lebih rendah daripada tuntutan jaksa, La Ode Amili, SH yang mengganjarnya semalam lima bulan kurungan. Adin harus berurusan dengan hukum ketika jajaran Polda Sultra melakukan Operasi Pekat Anoa pada 23 Juli 2012 lalu di bilangan jalan MT. Haryono. Razia tersebut digelar untuk menertibkan preman yang kerap membawa senjata tajam dan ditengarai sewaktu-waktu bisa membahayakan nyawa orang lain. Dalam razia itu, terdakwa ikut terjaring karena terbukti membawa Sajam yang diselipkan pad bagian celana yang ditutupi kaos. (p16)

Ruislag... melepas aset, juga tidak berpotensi merugikan daerah. “Walaupun seperti dikontrakkan saja, tapi kan tidak berarti masyarakat sudah diuntungkan setelah itu. Enak pengusaha, dapat untung, kita nanti sudah 30 tahun baru dapat, mana bangunan tidak up to date lagi. Ini ada kongkalikong. Kalau investor tidak diuntungkan, mana mau masuk. Kalau masyarakat lokal, apanya yang diuntungkan,” tanyanya bernada sindiran. Politisi Golkar itu berpendapat, harusnya ada sinergi pengusaha lokal dengan investor dan Pemprov menjadi mediatornya. Ketua Fraksi Golkar Hati Nurani itu melanjutkan, asas pemerataan memang penting dikedepankan. “Jangan lihat kalau ada mall, masyarakat diuntungkan, belum tentu. Sekarang kalau mall itu ada, itu mematikan pengusaha lokal. Bukan berarti anti pemilik modal, tapi Kita harus jaga pengusaha lokal. Jangan investasi itu untuk pengusaha luar saja,” tandas Firdaus. (dri)

Kendari Pos | Selasa, 13 Nopember 2012

Metro

11

Duiker Jebol, Truk Terbalik

Sektor Pertanian Tetap Topang Ekonomi Sultra

Kendari, KP Nasib naas menimpa pria paruh baya bernama Sudirman (52), kemarin. Truk yang dikendarainya dari arah Kota Lama menuju Mandonga tiba-tiba saja terbalik usai menginjak lintasan duiker yang jebol. Tak ada korban jiwa dalam insiden sekitar pukul 09.00 Wita di Kelurahan Benubenua, Kendari Barat itu. Pengakuan Sudirman ketika dimintai keterangan oleh anggota Satlantas Polres Kendari, Ia juga kaget karena tiba-tiba saja truk bernomor polisi DD 9586 AS yang dikendarainya itu terbalik usai menginjak lubang. “Barang-barang yang saya muat, langsung berhamburan seperti gula, beras dan lainnya,” kata Sudirman kemarin di lokasi kejadian. Di tempat terpisah, Kasatlantas Polres Kendari AKP Wiraga membenarkan kejadian tersebut. Saat memperoleh informasi, pihaknya langsung menuju tempat kejadian untuk mengamankan arus lalulintas yang macet. “Sopir hanya mengalami luka ringan karena pada saat kecelakaan itu masih menggunakan sabuk pengaman. Sopir tidak kita tahan karena peristiwa tersebut murni kecelakaan tunggal,” kata Wiraga kemarin. (p15)

Kendari, KP Aktivitas pertambangan mineral di Sultra memang menjadi primadona baru. Namun ternyata sektor pertanian tetap memberikan kontribusi besar dalam struktur perkembangan ekonomi di Sultra. Pada tahun 2011 kontribusi pertanian mencapai 31,71 persen, meski memang mengalami penurunan setiap tahun. Bukan disebabkan jumlah produksi dan produktivitas namun karena kenaikan sektor ekonomi lainnya terutama pertambangan, hotel dan restoran serta jasa lainnya. Kepala Bappeda, Muhammad Nasir Andi Baso mengungkapkan hal tersebut dalam Workshop Temu Komisi Teknologi Pertanian yang digelar Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra, kemarin. “Sektor pertanian merupakan salah satu sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat. Jumlah penduduk yang bekerja di sektor ini pada tahun 2011 mencapai 467.200 orang atau 41 persen dari jumlah yang bekerja. Makanya, pembangunan sektor ini mendapat prioritas pemerintah sebagai wu-

Usut... Intelejen Negara (BIN). Seharusnya, pekerjaan itu tidak bisa disubkan atau ditawarkan lagi pada rekanan lain. Indikasi telah terjadi kongkalikong dalam proses tender yang tidak mengacu pada Perpres 54 tahun 2010 pasal 24 serta peraturan Lembaga Kebijakan dan Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 6 tahun 2012 yang melarang menggabungkan jenis memiliki target berbeda. “Dengan penggabungan itu, dikhawatirkan terjadi kecurangan pada Pemiluka-

MAS JAYA/KENDARI POS

Truk yang dikemudikan Sudirman dari arah Kota Lama menuju Mandonga terbalik usai menginjak lintasan duiker yang jebol di jalur kelurahan Benubenua, Kendari Barat

da. Surat suara yang dibuat dalam satu unit usaha akan mudah terjadi rekayasa,” tuding demonstran dalam orasinya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra juga dinilai terlalu cepat mengumumkan proses pemuktahiran Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilukada (DP4), sementara proses tender sudah dikeluarkan dan menetapkan jumlah surat suara sebanyak 7,2 juta. Pihak Kejati Sultra pun didesak secepatnya melakukan pemeriksaan terhadap Ketua KPU saat itu karena memberikan perse-

tujuan tanpa melalui mekanisme yang telah ditetapkan, meski kini sudah dinonaktifkan. Jaksa juga diminta memeriksa keberadaan pihak PT. Adi Perkasa. Kepala Seksi II Kejaksaan Tinggi Sultra, Moh. Ramli yang menemui massa memberi apresiasi atas aksi itu. “Kami akan sampaikan pada pimpinan. Jika direspon maka Kami segera lakukan tindakan,” katanya sambil berharap para demonstran turut bekerjasama dengan jaksa mengumpulkan bukti akurat penyimpangan tender ligistik Pilgub tersebut. (p16)

Data... baru dua nama itu yang teridentifikasi malas. Namun, tidak tertutup kemungkinan jumlah itu akan bertambah. Sebab, dari beberapa kali paripurna dilaksanakan, banyak wakil rakyat yang tidak hadir. Teranyar, saat agenda mendengar jawaban gubernur atas Raperda 3,4 dan 5 pada Jumat (9/11) lalu. Anggota DPRD yang hadir hanya 14 orang. Memalukan. Pihak eksekutif bahkan sampai kesal akibat ulah wakil rakyat yang terhormat itu karena paripurna sampai tertunda dua jam dari jadwal yang seharusnya dimulai pukul 08.00 Wita. “Akan kita buat hasil evaluasi kehadiran anggota dalam menghadiri rapat-rapat terutama paripurna. Hasilnya direkap, lalu kita berikan

jud usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya. Meski demikian, pembangunan pertanian yang dilaksanakan selama ini diakui belum sepenuhnya berhasil meningkatkan pendapatan petani. Penyebabnya, karena penerapan inovasi teknologi peningkatan produksi masih minim, rendahnya daya olah lahan yang berakibat pada kurangnya indeks pertanian serta sarana dan prasarana produksi masih terbatas. “Untuk itulah, kami menantang sejumlah lembaga kajian untuk menyiapkan program kerja strategis terkait pengembangan di bidang pertanian,” ujar Nasir Andi Baso. Sementara itu, Kepala BPTP Sultra, Muhammad Taufiq Ratule dalam kesempatan yang sama workshop tersebut untuk membahas kelayakan penerapan pemecahan masalah yang dihadapi petani untuk meningkatkan efektifitas program pembangunan di sektor itu. Sekaligus menjalin kerjasama antara peneliti, penyuluh, petani bahkan pengambil kebijakan dalam pembangunan dalam aplikasi teknologi pertanian. (p1)

pada anggota yang bersangkutan dan ditembusan ke fraksinya. Ketentuan jelas dalam Tatib, seorang anggota yang enam kali berturut-turut tidak hadiri paripurna tanpa alasan yang jelas, maka BK bisa merekomendasi ke fraksinya untuk diberhentikan,” tegas Abubakar. Ketua Komisi IV DPRD Sultra itu mengakui, persentase kehadiran anggota dewan memang sangat kurang. Dari semua paripurna yang sudah terlaksana, ketidakhadiran anggota bahkan sampai mencapai 25 persen. Menurut dia, harusnya ada koordinasi. Jika tingkat kemalasan sudah di atas 50 persen, sebenarnya BK sudah bisa merekomendasikan pada fraksi untuk diberhentikan. Tapi BK masih berpedoman pada Tatib, apalagi ada pasal yang mengatur, bahwa enam kali berturut-turut tidak ikut

paripurna, maka sudah bisa untuk dicoret dari absensi sebagai anggota dewan. Soal perilaku lain anggota dewan yang kerap bermain proyek, senator PKS itu tidak mengakuinya secara jelas. Namun Ia menegaskan, seharusnya anggota dewan dilarang jadi pengurus perusahaan, terlebih jika menjadi direktur atau kontraktor sebuah perusahaan yang dananya bersumber dari APBD maupun APBN. “Misalnya kontraktor, itu tidak bisa. Begitu juga jika bekerja di perusahaan tambang. Ada anggota DPR yang lebih utamakan usaha, dibanding tugasnya. Yang jelas kami sudah sepakat, akan evaluasi kehadiran. Paling lambat Selasa kita rapat BK untuk evaluasi kehadiran anggota,” tandasnya. (dri)

14

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

Dana BOS Capai Akbid Menara Bunda Kolaka Wisuda Perdana Rp 289 Miliar Kendari, KP Bantuan operasional sekolah (BOS) tahun ini di Sultra, telah terealisasi seluruhnya. Untuk triwulan keempat sudah dituntaskan pada Oktober lalu. “Tanggal 8 Oktober lalu, dana tersebut sudah direalisasikan sembilan kabupatan. Sedangkan tiga kabupaten, tanggal 15 direalisasi, untuk Muna, Kolaka Utara, dan Bombana,” kata Kadis Pendidikan Sultra, H Damsid, M.Si. Saat ini, pihak dinas hanya menyelesaikan sisa kekurangan dana BOS pada triwulan sebelumnya , karena ada data yang bertambah. Penyebabnya, ada murid pindahan dan siswa baru. Dana tersebut sudah disiapkan. Menurutnya, kekurangan dana pada 12 kabupatan/ kota mencapai Rp 1 miliar. Sedangkan dana BOS yang telah direalisasi mencapai Rp 289.155.750.000 dan akan dijadikan dasar anggaran BOS tahun 2013. Untuk diketahui, dana tersebut disalurkan ke rekening siswa sebanyak 471.523 orang. Murid sebanyak 350.966 dan siswa SMP 120.557 orang. Besaran uang untuk SD Rp 203 miliar lebih, dan SMP Rp 85,59 miliar. Selain dana kekurangan, ada juga yang dikembalikan sebesar Rp 1,5 miliar. Kemungkinan adanya kesalahan data di sekolah atau di kabupaten. (m2)

Kolaka, KP Kebidanan Menara Bunda Kolaka, wisuda perdana di salah satu hotel di Kolaka. Sebanyak 98 mahasiswi menjadi ahli madya kebidanan, karena telah menyelesaiakan studinya angkatan tahun 2009/2010. Ketua panitia wisuda Akbid Menara Bunda Darmawati, S.S.T, SKM., mengatakan program pendidikan DIII kebidanan ditempuh dengan masa enam semester. Beban studi 112 SKS yang terdiri dari 56 SKS teori 60 SKS praktikum dan klinik. “Pendidikan yang diterapkan dengan kurikulum yang berbasis kompentensi. Adapun izin dari Surat Keputusan Departemen Kesehatan RI Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan nomor HK. 03.05/1/4/00308/2009 tanggal 23 Januari 2009 dan Izin Penyelenggaraan Program Studi dari Menteri Kesehatan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Nomor 34/D/O/2009. Telah diakreditasi BAN PT,” terang Darmawati. Dikatakan, untuk peningkatan mutu, setiap tahun Akbid Menara Bunda Kolaka terus berbenah dengan menambah lokal gedung perkuliahan dan lokal laboratorium, perpustakaan dan auditorium yang sementara dalam tahap penyelesaian. “Demikian pula untuk mendukung peningkatan skill dalam praktik laboratorium, saat ini institusi sudah melengkapi peralatan yang standar, serta menyekolahkan dosen tetap dan pengelola ke jenjang S2

Pose bersama Senat Akbid Menara Bunda Kolaka dengan sebagian mahasiswi yang baru diwisuda. yang linear,’’ katanya. Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Sultra Drs. Amin Yohanes, APT. M.Kes, mengatakan saat ini jumlah sumber daya manusia kesehatan yang bekerja

ERITMAN/KP

pada seluruh institusi kesehatan di Sultra sebanyak 9.169 orang. Diperkirakan akan terus bertambahn seiring dengan kebutuhan pelayanan kesehatan. Khusus untuk tenaga kebidanan kata Amin, jika mengacu pada jumlah penduduk Sultra yang saat ini mencapai. 2.277.864, kebutuhan tenaga kebidanan sampai tahun 2011 idealnya harus mencapai 2.277 orang. “Tenaga kebidanan yang bekerja pada institusi kesehatan saat ini baru mencapai 1.861, ata masih kekurangan sekitar 416 bidan,” ujarnya. Khusus di Kolaka lanjut Amin, tenaga bidan saat ini baru berjumlah 180 orang, dan masih kekurangan sekitar 146 orang yang harus ditempatkan secara proporsional di seluruh puskesmas. Dalam wisuda yang dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof. Dr, H Basri Wello, MA. Mahasiswi atas nama Hernariana berhasil tampil sebagai wisudawan terbaik satu dengan IPK 3, 85, disusul Nikmatang 3, 74 dan Muhajirah dengan IPK 3, 73. (ndi)

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

Kampus

Tetap Eksis, English Community FPIK Kendari, KP Geliat Progress English Center untuk membentuk wadah English Community, tetap eksis di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unhalu. Sejak terbentuk awal semester lalu, tes bahasa Inggris kian sering kali dilakukan, seperti tes TOEFL. Tak kurang dari 10 kali pelaksanaan tes dilakukan di FPIK. Bahkan, seluruh mahasiswa baru diwajibkan mengikuti tes hingga dua atau tiga kali. “Mahasiswa FPIK sangat antusias mengikuti tes TOEFL. Mulai 70 hingga 400 mahasiwa yang ikut setiap kali tes,” ujar Direktur Progress English Center,

Setiawan Mangile. Dikatakan, English Community adalah komunitas mahasiswa pencinta bahasa Inggris yang terdiri atas gabungan mahasiswa antarfakultas. Tiap fakultas membentuk english club seperti english meeting club, discussion, dan english competition. “Melalui wadah ini, program pengembangan bahasa Inggris yang dilakukan antara Progress English Center dengan FPIK adalah conversation for job seeker and employee,TOEFL preparation & test for students and lecturers, dan TOEFL-equivalent test,” imbuhnya. Manager Progress English Center, Sam-

suddin Sams menjelaskan, saat ini hampir semua fakultas di Unhalu telah bekerjasama dengan Progress English Center. Program tersebut bukan hanya untuk mahasiwa, tetapi juga kalangan dosen yang ingin melakukan tes kemampuan bahasa Inggrisnya. Dekan FPIK, Prof. H. Muh. Aslan mengatakan, bahasa Inggris saat ini semakin penting bagi semua kalangan. Tak dapat dipungkiri, ada ratusan beasiswa dalam dan luar negeri setiap tahun. Untuk itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri sejak awal untuk memenuhi syarat mutlak skor TOEFL minimal 500 poin. (m2)

15

BEM Stikes MW akan Donor Darah Kendari, KP Dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Ke-6 BEM Stikes Mandala Waluya, pada (2/11) lalu, panitia akan melaksanakan donor darah. Upaya peduli kemanusiaan tersebut dilaksanakan di kampus serta dirangkaian dengan futsal antarclub di Stikes MW. “Donor darah yang dilakukan bukan hanya ulang tahun BEM Stikes MW, tetapi juga dalam rangka memperingati hari kesehatan nasional, tepatnya pada (12/11),” ujar Ketua BEM Stikes MW, Ahmad Mudatsir. Rencananya, donor darah akan dilaksanakan pada (10/11) di aula Stikes MW. Perbuatan amal ini melibatkan seluruh mahasiswa, dosen, dan staf yang ada di Stikes MW. Namun Mudatsir mengimbau kepada

masyarakat umum agar turut berpartisipasi dalam donor darah tersebut. Bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi dilakukan secara rutin minimal tiga bulan sekali untuk kesehatan. “Kami menggandeng Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Kendari. Hasilnya, untuk membantu penyediaan kantong darah agar memudahkan masyarakat yang membutuhkan, “imbuhnya. Sementara itu, futsal yang diikuti 31 club internal telah dilaksanakan sejak 1 s.d 29 November nanti. Diharapkan dengan kegiatan tersebut akan mempererat tali silaturahmi, antar mahasiswa, dosen, staf, dan semua tenaga pendidik dan kependidikan di Stikes. (m2)

16

iklan

Kendari Pos | SElaSa, 13 NOVEMbEr 2012

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

Man City 2

BACAAN PENGGEMAR OLAH RAGA

Tahta Punya Lorenzo, Menang Milik Pedrosa

VS

1 Totenham

BUKAN SUPER SUB M

AFP PHOTO / JAVIER SORIANO

Pembalap Spanyol dari tim Repsol Honda Dani Pedrosa (kanan) memberikan selamat kepada Jorge Lorenzo, pembalap asal Yamaha yang sukses mempertahankan gelar juara dunia MotoGP 2012, kendati gagal finish di seri pamungkas di Valencia, Minggu (11/11) lalu. ValenCia-Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Casey Stoner mendominasi MotoGP 2012. Dari seluruh balapan, kemenangan selalu jadi milik salah satu dari mereka, dengan Pedrosa mencatatkan kemenangan terbanyak kendati takhta juara dunia tetap milik Lorenzo. Pedrosa menyudahi MotoGP 2012 sebagai rider dengan jumlah kemenangan terbanyak,

termasuk di antaranya pada seri penutup di Valencia, Minggu (11/11/2012) malam WIB. Total tujuh kemenangan dicatatkan Pedrosa dari total 18 seri yang berlangsung musim ini. Rider Repsol Honda itu memenangi balapan di Jerman, Indianapolis, Republik Ceko, Baca TaHTa di Hal. 18

Golu Tainment

Gebetan Baru Puyol Carles Puyol tak lagi menjalin cinta dengan model cantik, Malena Costa. Kapten tim Barcelona ini sudah memiliki kekasih baru yang tak kalah seksinya, Adriana Torrebejano. Seperti dilansir Futbolita, Puyol tertangkap kamera sedang kencan dengan Adriana di sebuah restoran di Kota Barcelona, belum lama ini. Dua sejoli yang sedang di mabuk asmara ini tampak begitu mesra ketika duduk berdampingan. Adriana pun sempat mengumbar kebahagiaannya lewat situs jejaring sosial Twitter. “Sedang makan bersama @Carles5puyol sebelum saya pergi ke teater!” tulis aktris belia Spanyol ini. Kedekatan Puyol dengan wanita 21 tahun itu memang sudah lama terembus media massa. Saat liburan musim panas, Juni lalu, keduanya terlihat menghabiskan waktu bersama di sebuah pesta di Kota Madrid. Saat itu, hubungan Puyol dengan kekasih terdahulunya, Malena ternyata sudah kandas. Model seksi itu lebih mencintai profesinya sehingga belum siap melangkah ke jenjang pernikahan. “Saya masih terlalu muda untuk menikah. Saya bekerja keras dan tidak punya waktu untuk menghibur diri sendiri,” imbuh Malena. Puyol (34 tahun) memang dikenal gemar menggaet wanita-wanita muda. Usia bek berambut ikal itu terpaut 11 tahun dengan Malena. Kini, dia menaklukkan hati Adriana yang lebih muda 13 tahun darinya. (umi)

ANCHESTERSetelah menuai hasil seri di dua pertandingan sebelumnya, Roberto Mancini akhirnya bisa kembali tersenyum. Pelatih Manchester City itu sumringah setelah anak asuhnya sukses mengalahkan tim tamu, Totenham Hotspur yang bertandang ke Etihad Stadium, Minggu (10/11) malam lalu. Dua gol kemenangan City dicetak Aguero dan Edin Dzeko. Selama petandingan, Mancio-sapaan Manciniterlihat sangat frustasi. Apalagi saat timnya ketinggalan lebih dulu menit ke-21 melalui tandukan Stephen Caulker. Tertinggal 0-1 membuat Mancini semakin gusar dan tidak tenang duduk di bench pemain. Bayang-bayang kekalahan pun mencuat. Perubahan strategi pun dilakukannya. Demi menambah variasi serangan dari sayap, Mancini memasukkan Baca MenanG di Hal. 18

AVB : City Sulit Dibendung Manajer Tottenham Hotspur, Andre Villas-Boas (AVB), menganggap timnya bermain cukup baik di markas Manchester City. Tapi, setelah City mampu menyamakan kedudukan, dia menganggap situasinya berubah total. “Mereka terus menekan dan melakukan segalanya untuk mendapatkan hasil di menit-menit akhir,” komentar Villas-Boas di BBC. Villas-Boas menambahkan, gol yang dicetak Aguero Andre Villas-Boas benar-benar mengejutkan timnya. Selain itu, gol tersebut juga membuat City makin sulit dibendung. “Kami tampak bagus di babak pertama dan tidak layak kebobolan sehingga skor jadi 1-1. Kami bermain baik dan mereka mencetak gol dari serangan balik. Hal itu mengangkat mental mereka dan itulah momen kunci untuk mereka,” katanya. “Mereka mendapatkan motivasi ekstra dan hal itu menggelorakan seisi stadion. Serangan demi serangan sulit untuk ditahan. Ini tergantung kualitas individu yang mereka miliki,” ujar pria asal Portugal ini. “Kami ingin mencegah skor 1-1. Setelah 1-1, Anda harus berhati-hati. Kami masih punya sejumlah kesempatan, tapi di sekitar menit ke-60 adalah momen kunci. Kami kebobolan dan setelah itu jadi sulit,” tuturnya. (rin)

Adriana Torrebejano

Edin Dzeko

18

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

Hari Ini, Seleksi Atlet Silat Digelar Kendari, KP Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra, melakukan seleksi atlet cabang olahraga (Cabor) pencak silat yang akan digelar, hari ini (13-14/11) di GOR KONI Sultra. Semua kabupaten/kota se-Sultra dikabarkan telah siap berlaga. Ivent ini diselenggarakan untuk menyaring atlet silat terbaik yang dapat mewakili Sultra pada

Menang .................. Maicon menggantikan bek tengah Matija Nastasic. Kehadiran Maicon membuat sayap kanan lebih hidup. Akhirnya gol penyama kedudukan datang di menit ke65 dari Sergio Aguero. Mancini baru benar-benar bisa tersenyum ketika Edin Dzeko yang dimasukkan pada menit ke-73 menggantikan Carlos Tevez, mencetak gol penentu kemenangan The Citizens, julukan City, pada menit ke-88. Rekor tak terkalahkan di Emirates Stadium terus berlanjut. Suntikan tiga angka itu juga membuat City menempel ketat penguasa klasemen sementara Manchester United. City mengemas 25 poin dan United unggul dua angka. Hanya, City punya catatan istimewa sebagai tim yang belum terkalahkan di Premier League. Melawan Tottenham, City sudah kembali menurunkan beberapa pemain yang selama ini absen karena cedera. David Silva bermain sejak awal laga, sedangkan Maicon turun sebagai pengganti. Bagi Dzeko, golnya itu semakin menegaskan dirinya sebagai supersub-pemain cadangan tapi selalu bikin gol-seperti sebutan media-media Inggris. Meski lebih sering turun sebagai pengganti, Dzeko berstatus top scorer City di Premier League dengan lima gol. “Anda boleh memanggil saya dengan sebutan apapun, tetapi jangan supersub. Saya sudah berusia 26 tahun dan bermain di banyak laga penting. Saya pernah juara di Jerman dan mencetak banyak gol. Saya tidak pernah hanya menjadi pengganti,” ketus Dzeko, seperti dikutip Telegraph. Dia mengakui, saat ini kebutuhan pelatih adalah menjadikannya bukan sebagai starter. Dia pilihan ketiga di belakang Aguero dan Tevez. (rin/ham)

Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) IV di Makassar mulai 2-9 Desember 2012 nanti. “Kejuaraan ini, merupakan single event untuk menyeleksi dan simulasi altet silat yang ada di daerah dan hasil terbaiknya dapat mewakili Sultra pada Popwil di Makassar nanti,” ungkap Alimin, ketua panitia pelaksana. Katanya, Peserta seleksi tersebut, merupakan pelajar SMP dan SMA mewakili Kabupaten/Kota masing-masing. Namun, pelatih silat Sultra itu mengaku bahwa dalam seleksi ini, yang menjadi juara akan dipertimbangkan untuk berlaga di Popwil, jika secara fisik dan mental belum terlalu kuat. “Meskipun atlet tertentu meraih juara dalam seleksi ini, tapi kalau masih ada

kekurangan dari segi mental, fisik dan teknik. Belum tentu atlet itu yang akan diikutkan di Popwil nanti,” kata pelatih silat yang mengantar PPLM Unhalu merebut empat medali dalam kejurnas PPLM itu. Seleksi ini, bakal seru. Rombongan atlet di kabupaten/ kota sudah mulai berdatangan. Misalnya, Kabupaten Konawe sejak pagi kemarin (12/11) sudah tiba di Kendari untuk bertanding merebut medali. “Sebanyak 11 atlet kami sudah siapkan untuk berlaga besok (hari ini red) dan kami targetkan dapat meraih dua medali emas pada kelas kecil A dan B untuk dapat mewaliki Sultra pada Popwil nanti,” ungkap Hariono, pelatih silat Kabupaten Konawe, saat ditemui di KONI kemarin (12/11). (p2)

PSSI Sultra Siapkan 25 Wasit Pimpin Laga Divisi III Kendari, KP Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sultra terus mematangkan rencananya untuk menggelar kompetisi sepakbola divisi III yang akan di gelar mulai 25 November mendatang, di Kabupaten Konawe Utara. Guna menyukseskan ivent tersebut, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sultra saat ini melakukan penyegaran pada wasit yang akan mengawal pertandingan nantinya. “Sebanyak 25 wasit telah siap untuk mengawal pertandingan divisi III di Konut nanti. Kini kami sedang memberikan penyegaran pada seluruh wasit tentang

aturan-aturan main sepak bola,” ungkap Sugito, Ketua Komisi Wasit PSSI Sultra saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya, kemarin (12/11). 25 wasit itu, kata Sugito adalah utusan dari 12 Kabupaten/Kota se-Sultra. Ivent ini, kata dia, merupakan seleksi atlet terbaik Sultra yang akan masuk dan berlaga dalam kompetisi divisi III nasional mewakili Sultra nantinya. Terkait kesiapan atlet, semua Kabupaten/Kota dikabarkan telah mendaftar bahkan beberapa kabupaten ada yang menyertakan dua klub. “Kompetisi ini, untuk menjaring pemain terbaik Sultra agar bisa masuk dalam divisi III nantinya. Semua Kabupaten/Kota telah siap berlaga. Untuk Kabupaten Konawe, Konawe Utara dan Kolaka mendaftar dua klub sedangkan lainnya masingmasing satu klub,” jelasnya lagi. (p2)

Tahta ................ Aragon, Jepang, Malaysia, dan Valencia. Jumlah kemenangan Pedrosa, yang menuntaskan musim di posisi dua klasemen dengan 332 poin, tetap tidak mampu membawanya menjuarai musim ini karena titel itu telah dipastikan jadi milik Lorenzo paska balapan di Phillip Island lalu. Dalam balapan yang dihelat di kandang Stoner tersebut, Lorenzo memang cuma finis di posisi dua meskipun itu sudah cukup karena Pedrosa, satu-satunya pebalap yang masih bersaing dengannya, tidak bisa finis. Uniknya, dalam balapan di Valencia gantian Lorenzo yang crash sehingga gagal menambah koleksi angkanya yang berjumlah 350 poin. Lorenzo sendiri merupakan rider dengan jumlah kemenangan terbanyak kedua musim ini, dengan total enam podium pertama. Kemenangan-kemenangan pebalap Yamaha tersebut ia catatkan di Qatar, Prancis, Catalunya, Inggris Raya, Italia, dan San Marino. Lorenzo sendiri memang menyayangkan kegagalannya naik podium, atau bahkan finis sekalipun, di Valencia yang juga salah satu balapan kandangnya. Namun, gelar juara dunia MotoGP nomor dua untuknya, setelah 2010, jelas menjadi pengobat kecewa yang amat mujarab. (krs)

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

Kesehatan

Metode 10 Menit agar Tidur Nyenyak BeBerapa orang seringkali perlu waktu berjam-jam agar dapat tidur nyenyak. Pada penderita insomnia, bisa jadi waktunya lebih lama lagi. Untungnya sebuah penelitian menemukan ada suatu metode sederhana untuk mengurangi ketegangan dan membuat orang cepat tidur pulas. Metode yang dilakukan selama 10 menit ini dirancang dilakukan sebelum tidur. Praktiknya dengan berfokus pada tempat yang tenang dan menyenangkan seperti pantai atau danau yang dikelilingi pohon-pohon tinggi. Setelah itu, tarik napas dalam perlahan-lahan. “Teknik ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa stres negatif dapat mempengaruhi tidur. Kita tahu ada banyak faktor risiko penyakit jantung seperti merokok, diabetes dan kolesterol tinggi. Tetapi baru sedikit yang mengerti tentang stres,� kata Dr Arn Eliasson, konsultan di Walter Reed National Military Medical Center seperti dilansir Health Day, Senin (12/11/2012). Ver ma menjelaskan

bahwa teknik ini memang dapat membantu cepat tidur pulas, tetapi tidak akan menjamin dapat memperoleh kualitas tidur yang baik. Ia menyarankan untuk bersantai sebelum tidur, menyelesaikan masalah yang mengganggu dan mematikan se gala sesuatu yang dapat merangsang kesadaran atau membuat terjaga.(pah/vit)

19

20

Kendari Pos | Selasa, 13 November 2012

Vokalis Band Yang Kini Jadi Pegawai Bank KetiKa masih duduk di bangku SMA, Dayanti Syastrawati menjadi vokalis dari band yang dimiliki bersama rekan-rekannya. Hingga masa kuliah di Fakultas Tehnik Unhalu, Dayanti masih menggeluti hobinya di dunia musik. Bahkan tidak jarang perusahaan rokok yang mengontrak band nya untuk mempromosikan produknya. Yayan pun bukan hanya piawi dalam hal menyanyi, tapi anak ke dua dari lima bersaudara ini juga sering menjadi MC pada beberapa acara. Tak pernah terbesit di benak Yayan untuk bisa menjadi pegawai bank seperti saat ini. Pasalnya hobinya yang bermain musik, dalam pemikirannya pekerjaannya pun tidak jauh dari musik. Namun nasib berkata lain, setamat kuliah Yayan mulai berpikir untuk mencari pekerjaan yang bisa kontinyu. Menjadi penyanyi band memang saat itu menjanjikan baginya, karena banyak perusahaan yang kontrak. Tapi semua itu tidak mungkin bisa berlangsung dalam jangka panjang. “Saya pun malu kalau harus meminta uang sama orang tua untuk keperluan,”katanya. Timbulah niatan Yayan untuk bekerja sesuai disiplin ilmunya, yaitu sebagai arsitek yang bekerja di perusahaan kontraktor. Namun pengalaman teman-temannya bagi pemula masih harus tertatih. Mereka mendapatkan gaji bila ada proyek, itupun harus menunggu selesai. “Makanya saya berpikir tidak masuk di perusahaan kontraktor. Saya juga berpkir tidak apa-apa jika harus bekerja tanpa harus sejalan dengan bidang ilmu yang saya tekuni,”ucapnya. Untuk itu Yayan mulai memasukkan lamaran kerja di perbankkan, pembiayan serta beberapa BUMN lainnya. “Ada tiga bank yang menerima lamaran saya,dan saya memutuskan untuk bergabung dengan CIMB Niaga Kendari,” ujarnya. (Strilda/Sulis)

Dayanti Syastrawati, ST Lahir : Kendari, 4 April 1988 Kerja : Teller CIMB Niaga Kendari

Sempatkan Diri Menyanyi Menjadi wantia mandiri, sudah melekat pada Yayan sejak kuliah, dan bergabung di band. Orang tua Yayan pun sempat melarang anaknya untuk jadi anak band saat itu. Alasannya apa yang dilakukan Yayan erat dengan kenakalan remaja seperti menegak alkohol dan merokok. Walaupun tidak semuanya begitu, banyak anak band yang beraktivitas sehat. Tapi Yayan meyakinkan orang tuanya bila semua itu tidak akan disentuhnya.Terbukti meski menjadi anak band, semua itu bisa dihindarinya. Orang tuanya pun menyadari bahwa kepercayaan yang diberikan kepada anaknya tidak lah sia-sia. “Orang tua selalu memberikan kebebasan kepada kami anak-anaknya. Yang terpenting bahwa kita sebagai anak harus memberikan pembuktian kepada mereka bahwa apa yang kita pilih itulah yang terbaik,”jelasnya. Kini ditengah kesibukkannya sebagai Teler CIMB Niaga, dengan waktu bekerja sejak pagi hingga sore hari,Yayan masih sempat nyanyi. Untuk pergi menyalurkan hobinya, Yayan nongkrong ke salah satu kafe yang menjadi tempat mangkal bersama teman bandnya. Dirinya mungkin tidak bisa lagi menyalurkan hobinya seperti sebelum dia bekerja. “Namun sekali-kali jika ada waktu misalnya hari libur seperti Jumat malam atau Hari Sabtu dan Minggu saya masih bisa manggung bersama teman saya atau kadang-kadang sebagai MC. Tapi saya kadang-kadang menyarankan kepada teman band saya agar mencari vokalis karena saya tidak bisa lagi seintens dulu,”katanya. (Strilda/Sulis)


Kendari Pos Edisi 13 November 2012`