Issuu on Google+

CALL CENTER Event & Promosi : 0853 3553 1111 Email : intermedia_kp@yahoo.com Redaksi : 0401-3126515 Email: bumianoa@gmail.com Langganan Koran : 0813 4151 2090 Email : sirkulasi_kp@yahoo.com Iklan : 0853 9887 0996 Email: kendariposiklan@yahoo.com Fax : 0401-3123771

Harga Eceran Rp. 3.500,-

Kamis, 11 Oktober 2012

KPU Tetapkan Enam Pasang Cawali Baubau Baubau, kP Dua Pilkada bakal digelar bersamaan 4 November mendatang, Pilgub maupun Pilwali Baubau. Namun yang lebih siap baru Pilwali. Kemarin, KPU Baubau sudah menetapkan enam calon yang akan bertarung di Pilwali. Mereka adalah Drs AS Tamrin MH - Wa Ode Maasra Manarfa SSos MSi (Tampil Mesra) yang didu-

kung tiga partai politik PBB, PAN dan PPN (19,98 persen), Drs H Ibrahim Marsela MM - Drs H Muirun Awi MSi (IMAM) dengan dukungan tiga parpol, Golkar, PKS dan PDIP (16,16 persen). Sementara, Drs La Ode Mustari MSi - Ikhsan

Baca kpu di Hal 7

Besok

SELEBRITI

Ketemu Malam Hari keSiBukkan Nikita Willy sebagai pesinetron dan Diego Michiels sebagai pesepakbola memang tak perlu lagi diragukan. Keduanya pun jarang bisa bertemu. Nikita bahkan mengaku hanya bisa bertemu Diego saat malam tiba. Setelah Nikita selesai syuting, begitu juga dengan Diego yang meniti karier sepakbolanya. “Diego masih main bola, biasa ketemunya malam hari, dinner bareng,” ungkap Nikita saat ditemui di DahSyat RCTI, Jakarta Barat, Rabu (10/10/2012). Nikita mengaku sejak berpacaran dengan Diego pada Januar i lalu, hubungannya terjalin sangat baik. Mereka punsama-sama mengerti kesibukan masing-masing pihak. “Diego support sampai terjadi album ini. Mama juga kan manajer jadi bantu banget,” tutur Nikita yang tak lama lagi akan meluncurkan album. Dalam album perdananya itu, Nikita menyuguhkan 10 lagu. Beberapa di antaranya adalah lagu lama yang diaransemen ulang. (bas)

Penetapan

Calon Gubernur kendari,kP KPU Sultra optimis 12 Oktober akan digelar penetapan calon gubernur. Sedangkan esok harinya 13 Oktober digelar pencabutan nomor urut. Hal itu ditegaskan Sekretaris KPU La Ode Andi Pili kemarin. Menurutnya,sekretariat KPU termasuk perangkatnya sudah siap. begitu pula KPU kabupaten / kota sudah sangat siap, sehingga tinggal doa saja yang dibutuhkan. Adapun riak-riak komisioner bu-

kan merupakan urusan sekretariat KPU, karena yang terpenting adalah sekretariat siap melaksanakan tugas untuk menyukseskan Pilgub 4 November 2012. “Perlu diketahui juga bahwa komisioner (hari ini,red )balik dari KPU Pusat, tetapi saya sudah diperintahkan membuat undangan untuk pelaksanaan tahapan penetapan calon tanggal 12 OktoAndi Pili

Baca bEsok di Hal 7

BPKP Anggap Tender Logistik Sesuai Prosedur kendari, kP Polemik tender logistik di KPU Sultra bakal berakhir. BPKP yang diminta komisioner untuk melakukan pendampingan, dianggap sudah clear. Artinya tender tersebut dianggap sudah sesuai prosedur sehingga bisa dilanjutkan. Kepala Bidang Investigasi BPKP Sultra, Purwo Utomo mengatakan, pihaknya sudah memberikan arahan terkait tata cara

23

pengadaan logistik dan juga mengaudit besaran jumlah yang diperlukan. Purwo menilai, selama proses pendampingan ada kekeliruan dalam pelaksanaannya. Misalnya saja terkait spesifikasi surat suara. “Saat kami melakukan audit pengadaan logistik, sebenarnya patokan terkait jenis ker-

Polisi Bentrok dengan Demonstran

Hariman/KP

Bentrok massa demonstran dengan pasukan huru -hara di lapangan upacara Pasar Wajo kemarin. Aksi ini hanyalah simulasi pengamanan Pilgub yang digelar Polres Buton.

Sejak dua tahun lalu, wanita paruh baya ini kerap mengalami nyeri sendi dan sakit kepala, yang membuatnya sulit tidur. Menurut ibu 4 anak ini, untuk mengatasinya ia minum obat tidur. Namun, ia malah keracunan obat itu dan dirawat di rumah sakit. Setelah diperiksa dokter, ternyata kolesterol tinggi bersemayam di tubuh nenek dua cucu ini. Sekembalinya dari sana, obat resep dokter pun dibelinya. Tak hanya itu. Pijat refleksi dan akupuntur dijalaninya. Tertanganikah? “Cukup meredakan keluhan,” jelas wanita bernama Magdalena ini

Baca manggis di Hal 7

Baca bEsok di Hal 7

Baca bpkp di Hal 7

Nikita Willy

Nyeri Sendi, Sakit Kepala, dan Susah Tidurnya Kini Teratasi

ber di KPU Sultra dan pencabutan nomor urut tanggal 13 Oktober pada salah satu hotel di Kendari. Dengan begitu tahapan lainnya tidak terganggu karena waktunya cukup,” jelasnya. Bagaimana dengan polemik tender logistik? “Kalau Pilgub ini halal di depan Tuhan dan aman di depan hukum. Tidak segampang itu kami melakukan tender logistik, jika aturannya tidak jelas,”

Pasarwajo, kP Tidak ada korban Pilgub belum digejiwa dalam insiden lar tapi massa dan tersebut, hanya mepihak keamanan sumar di tangan dan kaki dah mulai bentrok kena lemparan batu. di Baubau, kemarin. Nah, aksi ini adalah Penyebabnya pulusebuahsimulasi dalam han massa ingin merangka pengamanan nyampaikan aspirasPilgub yang digelar inya di kantor KPU Polres Buton. Simusoal Pilgub. Namun lasi digelar di lapangan Fahrurozi pasukan huru-hara upacara Kecamatan menghalangi,sehingga bentrok Pasarwajo sekira pukul 08.00 pun tak terhindarkan. Wita. Sebelum melakukan aksi Massa pun dengan kayu dan demontrasi, beberapa kelompok batu memukul petugas penga- pemuda juga sempat melakukan manan. Insiden tersebu tidak penyerangan terhadap salah semembuat polisi mundur, justru orang anggota PPS yang bertugas makin menekan massa hingga di salah satu TPS di Kelurahan menjauh dari sekretariat KPU. Pasarwajo. Insiden terjadi saat Polisi pun berhasil memukul saksi dari salah seorang pasangan mundur, konsentrasi massa pun Baca bEntrok di Hal 7 bubar.

Jamaah Haji Asal Sultra yang Meninggal di Mekkah (bagian I)

Dokter Anggap Tidak Ada Masalah Kesehatan Almarhum Bakir bin H Mustari Pettarani merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kota Baubau. Setelah resmi pensiun sejak Januari 2012 lalu, almarhum langsung mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji setelah empat tahun mendaftar sebagai calon jamaah haji.

Andi Musdar bersama Andi Musriani memperlihatkan foto almarhum Bakir Bin H Mustari Pettarani, di kediamannya Kota Baubau.

Hariman, Baubau RumaH duka almarhum Bakir bin H Mustari Pettarani yang merupakan calon jamaah haji asal Kota Baubau terlihat tampak sepi. Meski sebelumnya,

Hariman/KP

banyak berdatangan keluarga, kerabat, tetangga almarhum yang melakukan ta’ziah di rumah yang terletak di kawasan pertokoan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio. Di Kediaman almarhum sudah nampak ramai. Toko penjualan menjual alat-alat motor yang sering dijaga almarhum juga dibuka. Di ruangan depan tampak salah seorang karyawan sedang sibuk mengatur barang-barang yang hendak dijual. Ada juga tumpukan kursi plastik yang mungkin digunakan orang yang datang melakukan ta’ziah. Raut wajah terlihat sedih seolah tak bisa disembunyikan

Andi Musdar dan Andi Musriani, anak pertama dan anak ketiga almarhum. Dengan suara lirih, koran ini dipersilakan masuk ke ruang tamu. Ruang tamunya berderet fotofoto almarhum. Ada yang berdampingan dengan sang istri,ada pula sendiri mengenakan pakaian seragam Dinas Perhubungan. Semua ukuran besar Andi Musdar yang didampingi sang adik mulai bercerita tentang keseharian almarhum. Menurutnya, Almarhum Bakir Bin H Mustari Pettarani lahir 56 tahun silam, 31 Desember 1955.

Baca jamaaH di Hal 7


2

Kamis, 11 Oktober 2012

Rektor Dilapor ke Panwas

PUTU WAHYU RAMA/RM

Ketua Umum PKS Hidayat Nurwahid (Kiri) dan Wakil Ketua umum PKS Mustafa Kamal saat menggelar konfernsi pers di Ruang Tamu pimpinan Fraksi PKS Gedung Nusantara I MPR/DPR/DPD RI Senayan Jakarta. Dalam konfernsi pers tersebut membicarakan penyataan sikap Fraksi PKS mengenai Konflik KPK-Polri.

Terlalu Mahal kalau Pilgub Ditunda Kendari, KP Molornya penetapan cagub dan cawagub Sultra memunculkan berbagai tanggapan, termasuk dari balon wagub Amirul Tamim. Menurutnya penundaan akan membebankan anggaran dan itu terlalu mahal. “Saya kira, terlalu mahal kalau Pilgub ditunda. Karena, rakyat yang rugi dan juga daerah akan rugi. Masih banyak kerja lain yang harus diselesaikan. Sebab, kalau kita bercermin pada Pilwali Kota Kendari kemarin, bisa menjadi pembelajaran yang paling berharga dalam pelaksanaan Pilgub nanti,” ungkap Amirul yang juga Wali Kota Baubau. Bagi Amirul, KPU harus diberi kesempatan dan kepercayaan untuk bekerja agar secara makasimal, tenang dan nyaman dari desakan. Memberikan kepercayaan itu bagian dari kehatian-hatian KPU sendiri, sehingga sampai hari ini belum ada penetapan cagub dan cawagub. “Tapi saya berharap agar kehatian-hatian KPU ini, untuk mencegah agar Pilgub jangan sampai ditunda,” katanya. Politisi PPP itu menilai bahwa kinerja KPU belum terlambat. Pasalnya, masih ada waktu jika KPU ingin bekerja serius untuk mensukseskan Pilgub pada 4 november 2012 nanti. Tapi, kalau KPU selalu terlambat melaksanakan tahapan sesuai jadwal, dipastikan Pilgub akan molor. (p2)

Kendari, KP Direktur Pengaduanan dan Pelaporan Lembaga Kebiajakan Publik Sultra, Setiawan, mengadukan Rektor Unhalu, Prof Ir Usman Rianse, ke Panitia Pengawas Pemilukada Sultra. Laporan yang dilayangkan pada Rabu (10/10), terkait pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil dan pelanggaran kampanye pemilukada Sultra. Adapun dasar hukum yang menguatkan laporan adalah Undang-Undang No. 32 tahun 2004 dan PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Laporan tersebut diterima staf Panwaslukada Sultra, Santy Marsaid di Sekretariat Panwaslukada Sultra, tepat pukul 15.30, dengan cap stempel garuda. Dalam surat laporan itu terperinci kronologis yang

dilaporkan bahwa pada hari Minggu, 30 September 2012, Masyarakat Muna Kota Kendari (MMKK) mengadakan silahturahmi bersama calon gubernur Sultra Ridwan BAE di Hotel Kubra yang dihadiri Prof Usman Rianse. Dalam acara itu Prof Usman menyampaikan pidato politik yang intinya memberikan dukungan politik dan imbauan untuk memenangkan Ridwan BAE sebagai calon gubernur periode 2013-2018, seperti yang dilansir koran ini. Menurutnya, tindakan Prof Usman secara nyata telah melanggar aturan kampanye dalam pemilukada sebagaimana diatur UU nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Bahkan juga melanggar disiplin pegawai negeri sipil sebagaimana diatur dalam PP

nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri. Diperjelas dalam laporan itu bahwa sesuai pasal 79 ayat (5) UU nomor 32 tahun 2004, disebutkan bahwa pasangan calon dilarang melibatkan PNS anggota TNI dan Polri sebagai peserta kampanye dalam pemilukada. Mengenai pasal 4 ayat 15 huruf d PP nomor 53 tahun 2010 bahwa PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon kepala daerah dengan cara mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama dan sesudah kampanye meliputi pertemuan, ajakan, imbauan, seruan atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat. (lut)


3

Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

Sultra Keciprat Bantuan Rumah Swadaya setiap kabupaten Lebih Seribu Unit

SULiS/KP

Tampak Pesawat Sriwijaya Seri 200 beberapa waktu lalu di Bandara Haluoleo Kendari. Kini Siwijaya mendatangkan pesawat baru Boeing 737500W, yang akan mulai beroperasi 12 Oktober 2012.

Sriwijaya Tambah Jadwal Penerbangan Berlaku Mulai Besok, Gunakan Boeing 737-500W Kendari,KP Jasa penerbangan Sriwijaya terus melakukan inovasi. Untuk rute Kendari - Makassar misalnya mulai Jumat (12/10) besok, Sriwijaya melayani dua kali penerbangan. Menariknya penambahan jadwal terbang untuk Kendari -

Makassar dan rute sebaliknya, akan dilayani pesawat Boeing 737-500 W. Penerbangan baru ini dilakukan pukul 14.40 Wita dari Kendari. Untuk penerbangan pagi hari yaitu pukul 07.15 Wita tetap terbang seperti biasanya. TTO Sriwijaya Kendari, Muh Shobri mengatakan penerbangan baru ini kapasitas seatnya sebanyak 120 dengan rincian 112 untuk ekonomi dan sisanya ekskutive. Kemudian dalam masa promo tarif

dibuka mulai dari Rp 310 ribu untuk kelas ekonomi. “Tapi untuk kelas eksutive juga sedang promo yakni pembelian satu tiket memperoleh satu tiket lagi,”terangnya. Penerbangan baru ini sudah direncanakan sejak lama, hanya baru disetujui. Meskipun saat ini bukan pick season (musim ramai-red) tapi dipastikan tidak akan mengganggu penerbangan sebelumnya. “Karena jadwal terbangnya

berbeda, sehingga punya market tersendiri,” terang Shobri. Menurutnya pesawat baru ini merupakan pesawat terbaru dari Sriwijaya.Pasalnya tahun depan pemerintah sudah mengintruksikan untuk tidak menggunakan seri 200 seperti pesawat Sriwijaya untuk jadwal terbang pagi. “Pastinya di tahun 2013 nanti kami sudah tidak menggunakan seri 200 lagi,sesuai himbauan pemerintah,”pungkasnya. (lis)

LPJKD Sultra Imbau Penggunaan Logo Sah

Andi Asing Samad Kendari,KP Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Sultra, menyerukan kepada badan usaha di daerah ini untuk menggunakan logo LPJK yang sah. LPJK pun telah menyurat kepada instansi terkait untuk segera menyelesaikannya. Ketua LPJKD Sultra, Ir Andi Asing Samad menjelaskan, sesuai aturan sudah sangat jelas, penggunaan logo tersebut menjadi kewajiban bagi badan usaha yang

bernaung di bawah asosiasi. “Ini kan sudah sangat jelas, negara kita adalah negara hukum. Kita patut menghormati keputusan pengadilan yang inkra. Apalagi surat pencabutan banding yang diajukan sudah dicabut oleh penggugat. Jadi saya mengimbau kepada asosiasi dan badan usaha yang tanpa hak dan masih memakai nama dan logo LPJK yang tidak terdaftar pada SK No. 61, untuk segera meregistrasi SBU nya ke LPJKD Sultra, Jl. Sorumba No. 31 Kota Kendari. Semua itu sesuai dengan SBU Perlem 11 A UU 18 tahun 1999,” terangnya kemarin. Menurutnya hal tersebut menjaga agar proyek yang sudah ditenderkan tidak menjadi batal, karena menyangkut penyerapan anggaran untuk pembangunan. “Di Sultra masih banyak Asosiasi perusahaan yang terdaftar di SK No. 61 Tersebut diatas. Ada 12 Asosiasi, silahkan badan usaha bergabung pada Asosiasi tersebut,” katanya. Menurutnya untuk mengi-

Retribusi Jasa Ketatausahaan Dihapus Kendari, KP Pemberlakuan Perda nomor 2 Tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha yang menghapus jasa ketatausahaan, diprediksi menyebabkan sumbangan retribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sultra berkurang. Kabid Retribusi Dinas Pendapatan Daerah Sultra, Ismail Tompi mengatakan pemberlakuan aturan tersebut dikeluarkan sejak April lalu, namun terdapat tahapan sosialisasi beberapa bulan. “Aturannya baru efektif sekitar Juli, namun dibebarapa daerah kabupaten dan kota aturan itu belum sepenuhnya dijalankan,’’ jelasnya kemarin. Retribusi Jasa Ketatausahaan kata Ismail sebelumnya Rp menyumbang Rp 2,7 Miliar untuk PAD. Namun setelah pemberlakuan ini PAD dari retribusi dipastikan berkurang. PAD yang masuk khusus dari item ini dalam tahun ini hanya sampai Juli sebelum waktu pemberlakuan aturan itu. Mungkin penurunannya bisa sampai 70 persen bahkan lebih atau mungkin dibawah Rp 1 Miliar,” ungkapnya. Sebelumnya ada tiga item retribusi yang menjadi kewenangan Dispenda dalam pemungutan. Selain Jasa Ketatausahaan, juga terdapat retribusi parkir di tepi jalan dan retribusi atas aset sewa rumah dinas bagi PNS yang pensiun. (p8/awl)

kuti aturan tidak susah, tinggal berkordinasi dengan ketua dan pengurusnya. “Yang jelasnya

pemakaian nama dan logo LPJK tanpa hak merupakan tindak pidana,” tandasnya. (lut)

Kendari, KP Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sultra melansir jumlah penduduk yang tak memiliki rumah sekitar sembilan persen. Selain itu terdapat 30 persen pemilik rumah dikategorikan tidak layak huni, serta berada di lokasi kumuh seluas enam ribu hektar. Itulah yang membuat PU berjuang mendapat alokasi rumah swadaya. Hasilnya tahun ini semua kabupaten/kota seSultra minus Kota Kendari dan Konawe Utara mendapat bantuan. Rata-rata perkabupaten mendapat alokasi pembangunan rumah swadaya diatas seribu unit. Kasie Perencanaan Teknis Dinas PU Sultra, Abu Bakar menjelaskan tidak dialokasinya bantuan pusat untuk rumah swadaya di Kota Kendari dan Konawe Utara karena dua daerah tersebut kondisi perekonomiannya dikategorikan berada diatas rata-rata penduduk Sultra. ‘’Secara nasional bantuan perumahan swadaya sebanyak 250 ribu unit. Alhamdulillah jumlah itu akan tersebar juga di Sultra,’’ terangnya saat ditemui disela-sela kegiatan pembinaan teknis verifikasi bantuan stimulan perumahan swadaya disebuah hotel ternama di Kendari, Selasa (9/10) malam. Abu Bakar mengurai tahun ini angka bantuan perumahan meningkat cukup tajam dibanding tahun lalu dimana tiap kabupaten/kota hanya mendapat sekitar seratus unit saja. ‘’Untuk tahun ini setiap penerima ban-

strilda/kp

Suasana pembinaan teknis verifikasi bantuan stimulan perumahan swadaya, yang dihelat Selasa (9/10) malam. Dipertemuan itu terungkap hanya Kota Kendari dan Konawe Utara yang tak mendapat bantuan rumah swadaya. tuan akan langsung menerima dana sebesar RP 6 Juta yang akan langsung di kirim ke rekening penerima. Penggunaanya nanti akan diawasi untuk membangun perumahan yang tidak layak huni serta melakukan perbaikan agar terjadi peningkatan kualitas perumahan,’’ jelasnya seraya merinci pengawasan dilakukan agar program tersebut betul-betul tepat guna dan tepat sararan. Senada dengan itu, Ir Atik Nine Niraeni MS selaku Asisten Deputi bidang perumahan Swadaya Kemenpera mengatakan hingga saat ini secara nasional pencairan dana untuk pembangunan 250 ribu unit rumah sudah mencapai 25 persen dari total dana yang telah di

siapkan oleh pemerintah. “Kalau dilihat dari segi waktu, memang agak terlambat karena melalui beberapa proses yang cukup panjang. Namun kami berkeyakinan dengan adanya bantuan seperti ini, masyarakat bisa memanfaatkan bantuan yang ada sehingga rumah mereka bisa menjadi tempat yang layak huni,” katanya. Jumlah dana yang diberikan pada masyarakat kata Atik jumlahnya sama yakni Rp 6 juta per unit. Jumlah itu berbeda dengan tahun lalu dimana penerima bantuan sebelumnya jumlahnya berbeda-beda tergantung keperluan. ‘’Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat misalnya melalui APBD,’’ tukasnya. (p12/awl)


Opini

4

Kendari Pos l Kamis, 11 Oktober 2012

L KPU Sultra buka borok J Makin kentara itu kepentingan L Pertumbuhan ekonomi capai 8,66 persen J Tapi masih banyak yang miskin ces L MV Cantika berhenti beroperasi J Kasihan rakyat jadi korban

Tajuk Rencana Tawuran Antar Pelajar JiKa di Palestina anak-anak muda mati karena berjihad membela agama dan mempertahankan negaranya, di Indonesia para remaja mati karena berkelahi. Bahkan, kini di Sultra sudah dianggap masuk kategori darurat perkelahian pelajar. Pekan lalu saja, terjadi perkelahian antar-pelajar yang melibatkan SMKN 1 Kendari dan SMKN 2 Kendari. Sejatinya, perkelahian antar-pelajar walaupun belum sampai memakan korban jiwa adalah tindakan kriminal. Sebab itu banyak yang berpendapat agar aparat kepolisian didorong untuk segera menangkap dan menindak pelakunya sesuai aturan hukum. Tindakan tegas harus dilakukan agar menimbulkan efek jera di kalangan pelajar yang gemar membuat onar dengan cara berkelahi. Mengapa para remaja kita terjerumus dalam hal-hal negatif seperti ini? Salah satu penyebabnya adalah kian longgarnya moral dan akhlak anak-anak kita. Sekolah masa kini telah didesain dengan kurikulum yang berat dengan banyaknya mata pelajaran dan mengabaikan pendidikan budi pekerti dan akhlak mulia. Padahal, tiada gunanya menjadi orang yang pintar dalam ilmu dunia jika moralnya buruk. Tipe orang seperti inilah yang nantinya akan mudah tergiur untuk korupsi. Anehnya, di sisi lain, kegiatan positif para remaja di sekolah seperti kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) kerohanian Islam (Rohis) malah dituduh menjadi sarang teroris. Padahal, justru ekskul inilah salah satu jalan untuk membimbing para remaja untuk memiliki akhlak mulia. Anak-anak sebenarnya adalah cerminan dari orang dewasa. Cerminan dari orang tua, guru dan lingkungannya. Selama ini, perilaku seperti apa yang lebih kerap kita pertontonkan di depan mereka? Apakah kita sebagai orang tua kerap bertengkar? Apakah para guru lebih menyukai anak-anak yang berprestasi tapi akhlaknya tidak baik? Apakah para politisi sudah berhenti memperebutkan jabatan dengan cara-cara yang tidak benar? Apakah kita semua masih sanggup menegakkan kepala dengan begitu banyak karut-marut korupsi di negeri ini? Sebab itu, keputusan Kemendikbud membentuk satuan tugas untuk mencari cara mencegah terulangnya aksi perkelahian antar-pelajar harusnya diikuti oleh upaya yang lebih nyata. Masukkan kembali pendidikan budi pekerti di sekolah dan beri penekanan penting. Bahwa akhlak mulia sangat penting bobotnya dalam memberi penilaian terhadap siswa. Misalnya, mereka tetap bisa naik kelas dengan nilai pas-pasan asal mampu menunjukkan budi pekerti yang baik. Kejahatan yang dilakukan oleh orang yang pintar bisa memberikan dampak yang sangat besar. Itu karena hilangnya moral dalam hidup mereka. Sebaliknya, orang yang pintar dan ditopang oleh akhlak mulia akan memberikan kemaslahatan bagi semua. (*)

Aksara Cia-Cia Vs Aksara Korea “Setiap 14 hari, satu bahasa punah..” National Geographic Indonesia (Juli 2012, hal. 64) National Geographic Indonesia (NGI) sebagai salah satu majalah paling informatif menerbitkan satu artikel yang mencengangkan pada edisi bulan Juli 2012 yang lalu. Di sampul depan tertulis Suara-Suara yang Sirna. Bisa ditebak bahwa isi artikel di dalamnya sedang mengangkat tema krusial yakni bahasa-bahasa yang terancam punah. Bahasa, dalam kacamata kebudayaan adalah unsur paling penting yang melahirkan kultur sebuah masyarakat. Dengan bahasa, manusia berkomunikasi. Dengan bahasa, manusia mengamati, berekspresi, menuangkan ide, berinteraksi, belajar. Dengan bahasa, manusia hidup. Dengan bahasa, manusia menciptakan kehidupan. Dalam kacamata keagamaan, Tuhan menurunkan kitab suci bagi hamba-Nya sebagai perantaraan kalam. Kalam, tak lain tak bukan adalah bahasa Tuhan yang memuat pesan-pesan suci tentang makna dan tujuan penciptaan manusia beserta seluruh unsur kesemestaan alam. Dari kacamata Linguistik, bahasa adalah sumber kajian keilmuan. Oleh sebab itu, urgensi bahasa merupakan sebuah keniscayaan. Satu hal yang dilansir NGI edisi Juli lalu adalah prediksi para Linguis (ahli bahasa) bahwa dalam setiap 14 hari hitungan waktu, satu bahasa punah. Ini tentu saja bukan kabar yang menggembirakan. Hal ini bisa diibaratkan dengan bom waktu yang kelak disadari ketika bom itu sudah meledak. Bahasa sebagai produk budaya adalah hal yang wajib dipreservasi, diproteksi dari ancaman kepunahan dengan metode yang tepat dan tentu saja berkesinambungan. Dalam konteks kekinian, upaya untuk meminimalisir punahnya bahasabahasa telah dilakukan dalam berbagai cara. Pada bulan Juli 2010 lalu misalnya, sebuah Seminar Internasional Bahasa Daerah diselenggarakan di Palagimata, Kota Bau-Bau. Sebagian besar peneliti, akademisi, pemerhati bahasa, dan pejabat pemerintah, baik dalam maupun luar negeri hadir pada acara tersebut. Salah satu tujuan besar seminar internasional tersebut adalah mencari solusi dalam upaya penyelamatan bahasa-bahasa daerah yang hampir atau terancam punah. Dalam forum yang sama, bahasa daerah menghiasi banyak makalah yang disajikan pemateri. Tak terkecuali bahasa Cia-Cia. Bahasa

Oleh : Wa Ode Nahla Nurhidayah Cia-Cia yang dituturkan secara minoritas di Pulau Buton sangat menarik perhatian peserta seminar. Setelah melalui penelitian ilmiah secara fonetik oleh dua Linguis Korea Selatan, masyarakat Cia-Cia secara faktual menggunakan aksara Korea (HanGeul) untuk melambangkan bunyi bahasa mereka. Sebelum membahas kontroversi dibalik penggunaan aksara asing pada masyarakat bahasa Cia-Cia, mari terlebih dahulu bersama memahami perbedaan bahasa dan aksara. Dalam kajian Linguistik, bahasa adalah bunyi yang mengandung ide atau pikiran manusia, sedangkan aksara melambangkan bunyi bahasa itu sebagai sistem tulisan. Sebagai contoh, aksara Latin yang digunakan untuk menuliskan bunyi bahasa Indonesia disebut aksara Indonesia. Hal ini dikarenakan aksara Latin tersebut dipakai untuk menuliskan bahasa di negara Indonesia, bukan aksara Latin di negara Inggris atau Italia. Contoh lain, aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Wolio, dikategorikan sebagai aksara Wolio karena meskipun menggunakan aksara Arab tetapi sistem tulisan tersebut dipakai untuk melambangkan bahasa Wolio, bukan bahasa Arab. Dalam konteks masyarakat Cia-Cia, aksara HanGeul yang digunakan untuk melambangkan bunyi bahasa Cia-Cia patut menjadi aksara Cia-Cia, bukan aksara HanGeul. Ide penggunaan aksara asing ini masih menuai banyak kontroversi. Banyak pihak yang mempertanyakan penggunaan HanGeul. Mengapa HanGeul? Mengapa harus menggunakan sistem tulisan yang secara historis-kultural tidak berhubungan dengan Cia-Cia? Dalam hemat saya, seyogyanya pertanyaan seperti ini tidak akan lahir apabila ada upaya akademisi dan pemerintah lokal yang sungguh-sungguh menyelamatkan bahasa Cia-Cia, jauh sebelum proyek HanGeul diterapkan. Tetapi perlu dipahami bahwa sebelum ide penggunaan HanGeul dicanangkan, tidak ada satupun upaya pemerintah lokal untuk menyelamatkan bahasa yang jumlah penuturnya semakin terbatas ini. Tidak ada satupun upaya pengaksaraan yang ditujukan untuk melambangkan bunyi bahasa Cia-Cia. Sehingga, kita perlu mengapresiasi penggunaan HanGeul sebagai upaya menyelamatkan bahasa Cia-Cia.

Penjajahan aksara Satu hal yang perlu dicermati adalah unsur-unsur yang melatarbelakangi dijalankannya proyek pengadaptasian aksara Korea pada masyarakat CiaCia. Benarkah hanya semata-mata untuk menyelamatkan bahasa yang tidak memiliki aksara? Atau dalam kacamata radikal, bukankah proyek ini dapat dikategorikan sebagai bentuk penjajahan aksara? Negara-negara di dunia yang tidak menggunakan aksara Latin sebagai aksara nasional, begitu mudah dikenali bentuk dan kandungan nilainya. Aksara Cina, Jepang, Arab, misalnya telah membangun peradaban aksara mereka yang begitu mudah dikenali hanya dari visualisasi bentuk aksaranya. Sehingga, penggunaan aksara minoritas ini secara langsung mewakili peradaban yang membangunnya. Pendek kata, bahasa Cia-Cia yang di-aksara-Korea-kan begitu kental meng-image-kan peradaban Korea. Pertanyaan lain adalah apakah proyek ini bermuatan politik? Yang jika kepala daerahnya diganti, maka keberlangsungan proyek ini juga akan berangsur-angsur mati? Meminjam kutipan Noam Chomsky seorang Linguis besar dunia, “Language is a weapon of politicians, but language is a weapon in much of human affairs”. Jelas terkandung makna dalam kutipan ini bahwa bahasa adalah senjata, baik bagi politisi maupun kepentingan manusia lainnya. Tentu saja kita tidak menginginkan proyek penggunaan aksara Korea bagi masyarakat Cia-Cia ini dimuati kepentingan politik yang hanya menguntungkan segelintir pihak saja. Sebab pada hakekatnya proyek ini seharusnya dilatarbelakangi oleh terdesaknya kebutuhan akan aksara bagi bahasa yang tidak memiliki sistem tulisan dan jumlah penuturnya semakin berkurang dari hari ke hari. Di sisi lain, para Linguis sepakat bahwa setiap bahasa memiliki nilai yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bahasa Cia-Cia, secara empiris mengandung nilai yang berbeda dengan bahasa manapun di dunia ini. Pengekspresian bahasa Cia-Cia dalam aksara Korea, meskipun bertujuan merekam bunyi bahasa mereka, namun secara visual sangat melambangkan budaya Korea. Terlebih, aksara ini hanya bisa

Layanan Publik

dibaca oleh mereka yang paham dengan HanGeul. Sehingga mau tak mau, pengajaan HanGeul pun harus dilakukan sebelum menghantar peserta didik memahami aksara Cia-Cia. Refleksi Tiga Tahun Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa aksara Korea yang digunakan untuk melambangkan bahasa Cia-Cia telah menjadi aksara Cia-Cia, bukan lagi aksara Korea. Bahasa sebagai entitas suatu masyarakat selalu dimaknai keberadaannya sebagai Universal Ownership, yakni sesuatu yang dimiliki secara universal. Keberadaan bahasa Cia-Cia yang tergolong dalam bahasa yang terancam punah karena tidak memiliki aksara pun menjadi milik kita bersama. Sesuatu yang wajib dilestarikan keberadaan dan identitasnya. Merefleksi tiga tahun penerapan proyek ini, pemerintah Kota Baubau sewajarnya lebih transparan dalam menjawab kontroversi yang mewarnai alasan penggunaan aksara Korea. Di samping itu, keberlanjutan proyek ini pun tidak pernah dikemukakan secara terang kepada masyarakat. Apakah seluruh masyarakat Cia-Cia sudah dapat membaca huruf HanGeul? Bagaimana cara memberi pemahaman aksara ini pada kaum paruh baya jika pengajaran hanya dilakukan pada tingkat sekolah dasar dan menengah saja? Apakah benar aksara HanGeul dapat secara penuh mewakilkan bunyi bahasa CiaCia? Bagaimana langkah meminimalisir kesan budaya Korea yang secara visual tampak jelas pada aksara CiaCia? Ketimpangan dan ketidakjelasan pemerintah Kota Bau-Bau atas pertanyaan-pertanyaan di atas semakin memberi kesan bahwa proyek ini telah dipolitisasi. Nasib penggunaan aksara ini pun belum dapat dipastikan apakah akan selamanya menggunakan HanGeul atau mungkin ke depannya akan mengadopsi dan mengadaptasi aksara lain yang secara geografis lebih bersentuhan historis-kultural dengan masyarakat Cia-Cia sendiri. Oleh sebab itu, masyarakat Cia-Cia, akademisi, dan pemerintah Kota BauBau mengemban tanggung jawab besar untuk melestarikan aksara Cia-Cia, meskipun kelak tidak lagi dilambangkan dengan aksara Korea. (*) Penulis adalah Asisten Dosen Fak. Sastra Universitas Hasanuddin (Unhas)

bagi anda yang ingin menyampaikan kritik, saran dan masukan terkait layanan publik dapat memanfaatkan rubrik ini. Kirimkan melalui sms ke 0816246000 (berlaku tarif nomor)

Keluhkan Macet di Wuawua

Sorot Kinerja PDAM

085241524899 Kami masyarakat yang setiap hari melintas di depan Wua Wua Jaya dari arah Pasar Baru Wuawua. Kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari karena banyak kendaraan pribadi di parkir dibadan jalan. Tolong pihak terkait tertibkan.

08219308658 Wali Kota Kendari kami msyarakat lebih memerlukan air bersih PDAM mengalir setiap hari dari pada adipura yang diperoleh setiap tahun. Semoga realisasi air bersih mengalir setiap hari bisa terwujud di periode bapak yang kedua.

Pembina : HM Alwi Hamu, PP.Bittikaka, H.Syamsu Nur • Komisaris Utama : H.Ridwan Arif • Komisaris : Jerry Bittikaka, Denny Ari, Benyamin B, Purwanto Sanam • DireKtUr Utama : Milwan • DireKtUr : Haeruddin • ombUDsman : m Djufri rachim (Ketua), ariyani arifin (sekretaris), muhammad saiful, sH, mH. PemimPin reDaKsi / PenanggUngjawab : Milwan Lukman • waKil PimPinan reDaKsi : Sawaluddin Lakawa, Hasanuddin • reDaKtUr PelaKsana : La Ode Diada Nebansi • KoorDinator liPUtan : ruslan amrullah

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, semua wartawan Harian Pagi Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Untuk menghindari aksi-aksi tidak bertanggungjawab dari oknum tertentu, masyarakat yang merasa ragu atau mencurigai seseorang yang mengatasnamakan wartawan Kendari Pos segera menghubungi Kantor Redaksi Harian Kendari Pos.

reDaKtUr : Luther Bittikaka, Manan Rachman, Abdi Mahatma, Awal Nurjadin, Darwin Sihombing, Emilia Ningsih • rePorter : sulis setiarini, linri merinda, arifuddin, Ulfah sari sakti, sarfiayanti ; Koresponden : awaluddin Usa (raha-muna), syamsuddin (baubauButon), Eritman Rahmat (Kolaka-Kolaka Utara), Hasruddin Laumara (Konawe), Herman (Konsel), Nuryadi (Bombana) Arwan Mannaungeng (Jakarta) • FotograFer : Suwarjono • Design graFis : Muh Hajar Siddiq • KariKatUr : Arham Rasyid • reDaKtUr KHUsUs : la Paa, M Djufri Rachim • Sekretaris Redaksi : Ariyani Arifin • teKnologi inFormasi : Muh. Sahdar • PracetaK iKlan: Muhrisan (koordinator) • PracetaK reDaKsi : Gunawan Candra (koordinator), Yusri Zubair, Samiruddin • manager KeUangan : agus tranhadi; ass. manager KeUangan : Paulina Tambing • manager iKlan/sPonsorsHiP : Nur Syamsi Abidin • ASS. MANAGER IKLAN : Muhammad Akhbar • manager sirKUlasi : Victor Bittikaka • ASS. MANAGER SIRKULASI : Ratna Sari • manager event organizer : • manager UmUm : St.Ganefo • manager Personalia/legal : Marjani • PercetaKan : PT Fajar Utama Intermedia Cabang Kendari • Penerbit : Pt media Kita sejahtera, siUPP : sK/menpen no.191/sK/menpen, siUPP/b.i/1986/tanggal 25 juni 1986 no.131/Ditjen PPg/K/1995 tanggal 3 agustus 1995, no 42/Ditjen/PPg/K/1996 tanggal 12 april 1996, terbit sejak tanggal 6 juni 1970. • alamat reDaKsi / tata UsaHa : jl. malik raya no. 50 telP. reD. : (0401) 3126513 • FaKs. reD. : (0401) 3126512, FaKs. bisnis & KeUangan : (0401) 3123771 • e-mail : bumianoa@gmail.com (0401)-3126515, telP. iKlan : (0401)-3126110, sirkulasi : (0401)-3126515, Fax (0401)-3126512. alamat biro : baubau jl. imam bonjol no. tlp (0402)-2826129/085241854000; radar Kolaka jl. sutomo alamat agen: raha jl. lakilaponto, tlp (0403)-21538, Pomalaa jl.nusantara no. 28 tlp.(0405)-310105; Konawe (Unaaha) Halide, jl. sandela no.129 tlp.(0408)-21506; bombana (rumbia) tajudin tlp/HP:085241659216, aswin HP:085241605817. Kota Kendari : Kampung salo mintarsih, sodohoa Hamisu, tlp. 3125723, tipulu Yusuf tumora, tlp.3127924, wuawua rusli, tlp.3193008, mandonga theresia, tlp.3122393, Puwatu Usman, Tlp. 3007069, Perumnas Incang, Tlp.3192061, Anduonohu Maxi, Tlp.3125474. Bank: BRI Cabang Kendari: 2.0192.01.008593.50.1 (BRITAMA) • alamat PerwaKilan : jakarta : mu’min rolle, Komp widuri indah, blok a1-2, jl. Palmerah barat no.353 telp (021) 5330976, Jakarta 12210 • SURABAYA : Jl. Basuki Rachmad 129 - 137, Gedung Mandiri Lantai 5/ Ruangan 501 Surabaya, Telp. (031) 5465239, Fax: (031) 5323674 • biro baUbaU-bUton-waKatobi : Syamsuddin • raDar KolaKa : – • Harga langganan : Kota Kendari dan luar Kota (sultra) rp 65.000/bulan, luar Kota rp 67.500/bulan termasuk ongkos kirim, eceran dalam Kota rp 3.500,-eksemplar-eceran Daerah rp. 3.500,-.


5

Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

Mundur... lam membina dan menindak peserta didik. Ya, karena memang Kepseknya (Armin, red) malas datang, sehingga guru dan siswa pun juga ikut-ikutan malas,” ungkap Abdul Naim. Terkait pengeroyokan, Wakasek Kesiswaan MAN Konda, Muhkar Ruddin menjelaskan ika pelaku pengeroyokan diduga

Ditolak... logam makmur),” kata Bachrul Effendi. Meski sudah berupaya melakukan negosiasi, baik Bachrul Cs dan Raja Moronene Cs, tetap tidak diperbolehkan masuk. Mereka pun akhirnya bertahan di pintu palang pertama, bahkan Bachrul dan tiga manajemen pemegang saham terbesar bertahan sambil berdiri hingga dua jam lebih. Upaya purnawiran perwira tinggi Polri ini untuk masuk juga coba diutarakan melalui Kapolres Bombana, AKBP Arief Dwi Koeswandhono, begitu di lokasi PT PLM sekitar pukul 14.30 wita. Namun tetap tidak berhasil. Puncaknya, kelompok manajemen pemilik saham terbesar meminta Kapolres untuk memberi police line atau garis polisi di pintu masuk pertama PT PLM. Permintaan tersebut dilakukan, agar manajemen minoritas yang saat ini menduduki dan menguasai PLM tidak bisa keluar, sedangkan PT PLM dibawah manajemen mayoritas tidak bisa masuk di dalam kawasan yang mereka perebutkan. Namun sampai pukul 20.00 wita malam itu, Kapolres tidak berani melakukan hal tersebut, padahal sesaat setelah diminta oleh kelompok Surabaya, Kapolres telah menelpon Kapolda. “Saya telepon Kapolda dulu,” kata Kapolres setelah mendengar permintaan dari kelompok Surabaya. Kecewa dengan upaya tersebut, sekitar pukul 21.30 wita,

bukan hanya siswa MAN Konda, tapi dibantu siswa dari sekolah lainnya. Akibatnya, Salah seorang siswa MAN Konda, Sarman saat ini telah diamankan di Polsek Konda sedangkan siswa lainnya melarikan diri. “Kami juga bingung menangani masalah seperti ini, disisi lain kami ingin dilakukan pembinaan khusus pada siswa, tapi sulit dilakukan karena kepala

sekolah jarang hadir. Setiap, dikonfirmasi keberadaannya, selalu mengatakan sedang mengikuti pelatihan, inikan aneh. Kami sudah bersurat ke Kanwil Sultra agar dia (Armin) di ganti sebagai kepala madrasah,” ujar Muhkar. Sementara Kepala Bidang Mapenda Kemenag Sultra, Samsuri, M.Pd mengaku jika pihaknya telah melakukan panggilan terkait

laporan para guru-guru di MAN Konda. “Kita sudah panggil, tapi dia (Armin) menyangkal. Namun, kami sangat sesalkan, karena tidak melaksanakan tugasnya, sehingga itu melanggar disiplin PNS. Maka, akan diberikan sanksi tegas mulai teguran lisan, tertulis. Bahkan sampai pemecatan jabatan melalui pertimbangan pimpinan (Kanwil),” kata Samsuri. (p2)

pemegang saham mayoritas serta SPSI dan para pemilik lahan, memilih mengalah dan meninggalkan PT PLM. Langkah ini, juga diikuti ratusan Polisi yang sudah bersiap dan bermalam melakukan pengamanan di lokasi PT PLM. Ditemui di PT PLM, Bachrul Effendi mengatakan, kehadiran mereka tidak lain untuk menuntut hak mereka sebagai pemilik saham mayoritas. Katanya, selama 9 bulan, PT PLM dibawah kendali Suhandoyo, tidak pernah melaporkan hasilnya. Padahal, peralatan yang digunakan mulai mobil, alat berat semuanya dibiayai Surabaya termasuk pajak-pajaknya. Selain itu, mereka datang untuk mengambil alih PT PLM, karena Pls dirut Panca Logam saat ini sudah dipecat. Bachrul mengaku, kehadiran mereka di Bombana dengan cara baik-baik dan elegan. Mulai Kapolda hingga Kapolres Bombana ditemui untuk menyampaikan itikadnya. Namun karena tidak ada solusi, pihaknya masih mengalah, dan tetap berupaya merebut apa yang menjadi hak mereka sebagai pemegang saham mayoritas. Sementara Alfian Pimpie, ditemui pagi kemarin mengaku, apa yang dialami didepan pintu masuk Panca Logam Makmur, Selasa dua hari lalu, merupakan pelecahan kepada keluarga yang dilakukan oleh manajemen PLM minoritas. Olehnya itu, dia juga berjanji akan turun kembali dengan

massa yang lebih besar untuk merebut kembali lahan yang kini diolah manajemen minoritas. Suhandoyo, Dirut PT PLM saat ini menjawab santai keinginan dan tuntutan para pemilik saham tersebut. Terkait tidak ditemuinya para pemilik saham terbesar, mantan Kepala pusat penerangan kejaksaan agung (Kapuspenkum) ini mengatakan, bagaimana mau ditemui, keberadaannya saja di PT PLM tidak diakui oleh pemilik saham mayoritas. Meski begitu, sebagai Dirut di saham minoritas, dia berjanji akan tetap menemui pimpinan manajemen Surabaya dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan dilaksanakan di bulan Oktober ini. Begitu juga dengan tuduhan hasil produksi emas yang tidak dilaporkan selama sembilan bulan. Suhandoyo mengatakan, hal tersebut memang tidak dilaporkan kepada pemilik saham Surabaya yang tidak mengakuinya, namun kepada pemilik saham minoritas yang mengangkat dirinya rutin dilaporkan. “Bagaimana mau dilaporkan, aku ini tidak diakui. Iya kan,” sambungnya. Terkait raja atau Mokole Moronene Alfian, I Pimpie yang tidak diperbolehkan masuk, Suhandoyo mengatakan, kehadirannya sama sekali tidak diketahui dan tidak ada pemberitahuan lebih dulu kepadanya. Padahal, jika Raja datang dan disampaikan lebih dulu, dirinya selalu meneri-

ma dengan baik dan dijamu khusus diruang kerjanya. Selain itu, jika benar Alfian hadir di PLM bersama demonstran, apa yang dia lakukan, padahal selama ini pihak perusahaan sudah melakukan kerja sama yang baik bersama rumpunnya dibawah yayasan Puu Wonua. Kapolres Bombana, AKBP Arief Dwi Koeswandhono mengatakan, polemik yang terjadi di PT Panca Logam Makmur menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian. Olehnya, personil yang dilibatkan tidak hanya jajaran Polres Bombana, namun ada juga bantuan pengamanan dari Polres Kolaka dan Brimob. Rencananya, Selasa malam lalu, Dia bersama Wakapolres dan para petinggi Polres Bombana akan bermalam di pintu masuk PT PLM bersama pasukan jika demosntran dan pemilik saham terbesar juga bertahan dan bermalam di pintu palang pertama PLM. “Hal ini kami lakukan untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan. Pantauan koran ini dikawasan PT PLM mulai pagi hingga sore kemarin, tidak ada lagi aktivitas demo yang disuarakan SPSI di PT PLM. Pemilik saham mayoritas juga sudah tidak berada di pintu PLM. Yang terlihat ramai hanya personil polisi berpakai dinas atau preman. Mereka tidak lagi berada diluar pagar PT PLM, namun sudah masuk di dalam kawasan PT PLM. (nur)

(Lagi) Utang Pemda Bertambah Tagihan Baru Rp 2,1 M Raha, KP Selama lima tahun pemerintahan LM Baharuddin-Ir Malik Ditu, harus berpikir eksta keras. Selain merealisasikan visi-misi membangun Muna, pasangan berakronim DAMAI itu juga harus menyelesaikan sejumlah utang. Tagihan utang baru yang masuk ke Pemda Muna adalah lelang kayu jati tahun 2007/2008 sebesar Rp 2,1 Miliar. H Haris, Kadishut Muna mengungkapkan, dirinya mendapatkan surat dari Dirjen di Kementerian Kehutanan, terkait dengan lelang jati tahun 2007/2008. Uang hasil lelang kayu jati sebesar Rp 2,1 miliar yang seharusnya masuk ke kas negara, tapi

Daya... DAK Kesehatan yang baru terealisasi 30 persen, PU khususnya infrastruktur jalan desa yang baru terealisasi Rp 1,2 M dari Rp 4,5 M. “Saya harapkan semua SKPD bisa mengejar waktunya. Kita ini susah, tidak

masuk ke kas daerah. “Suratnya baru saya terima kemarin, “sebutnya. Pelelangan kayu jati tersebut dilelang dalam tiga paket. Ia sebetulnya hari ini (kemarin red) di undang ke Kementerian Kehutanan, untuk membicarakan hal tersebut. Namun karena ada pertemuan (rapat evaluasi DAK), sehingga tidak berangkat. Namun Ia sudah mendapat pemberitahuan secara lisan hasil pertemuan itu, Pemda diminta agar memasukan uang hasil lelang jati tersebut ke kas negara. “Sekarang sementara menyusun konsep surat, yang akan disampaikan ke DPPKAD. Agar disiapkan anggaran Rp 2,1 M, untuk dibayarkan ke kas negara, “ujarnya. Sementara itu, Bupati Muna LM Baharuddin mengungkap-

kan, Pemda juga mendapat pemberitahuan dari Mahkamah Agung, untuk membayar sebesar Rp 1,6 M ke Haji Satria, atas penggusuran SPBUnya, yang berada di alun-alun Kota Raha. Di MA kita kalah, sehingga berkewajiban membayar ganti rugi sebesar Rp 1,6 M, “ujarnya. Bupati mengatakan, sepanjang ada bukti-bukti administrasi utang Pemda, akan dibayarkan. “Profesi saya sebelumnya adalah dokter, terbiasa menyembuhkan orang sakit. Saya ingin, selama lima tahun pemerintahan ini berjalan, semua utang bisa kita lunasi. Sehingga Bupati yang baru, bisa memulai pembangunan tanpa memikirkan utang lagi,” katanya. Utang Pemda Muna saat ini, total Rp 90 M. “Secara bertahap akan kita lunasi,” tukasnya. (awn)

ada uang pusing. Banyak uang bingung, untuk menyerapnya, “katanya. Sementara itu, Drs La Ode Ndibale, Kadiknas Muna, mengungkapkan, keterlambatan realisasi DAK Diknas disebabkan tarik menarik antara Diknas dan DPPKAD. Kemudian pen-

etapan dari DPRD nanti tanggal 20 September. Namun Diknas cukup optimis bisa merealisasikan pembangunan yang dibiayai oleh DAK sampai 24 Desember nanti. “Untuk SMP sudah berjalan, hari ini kita memanggil para Kepala SD yang mendapat alokasi DAK,” katanya. (awn)


Kamis, 11 Oktober 2012

email : bumianoa@gmail.com

Raja dan Pemilik Saham Ditolak Kisruh di Lokasi Tambang PT PLM Rumbia, KP Aksi mogok yang dimotori Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) terus berlanjut. Bahkan Selasa dua hari lalu, aksi demonstrasi di kawasan pertambangan emas PT Panca Logam Makmur (PLM) makin seru. Selain dihadiri manajemen pemilik saham mayoritas 70 persen (kelompok Surabaya), Raja Moronene Alfian I Pimpie dan rumpun keluarga selaku pemilik lahan, juga turun memprotes manajemen PT PLM minoritas (kelompok Jakarta) pimpinan Suhandoyo. Meski berlangsung dari pagi sampai malam hari, aksi demo yang menuntut Suhandoyo pengendali PT PLM saat ini mundur dari jabatannya sebagai Dirut, tidak membuahkan hasil. Selain tuntutan tidak terpenuhi, empat petinggi pemilik saham mayoritas diantaranya, Bambang Raya, Wakil Direktur Utama, Bachrul Effendi Direktur Operasional, Raja Alfian Pimpie bersama keluarga dan mokole penyangganya, tidak mampu menembus konsesi PT PLM yang diblokade satuan pengamanan (Satpam). Bahkan Suhandoyo, pelaksana Direktur PT PLM, juga tidak keluar

Kepsek MAN Konda Dituntut Mundur Diduga Malas Berkantor Andoolo, KP Sejumlah guru maupun tata usaha di MAN Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), kecewa atas kinerja kepala sekolahnya, Armin L Tarang. Pasalnya, selama menjadi memimpin MAN Konda, Maret 2012 lalu, kehadirannya di sekolah tersebut bisa dihitung jari. “Beberapa kali guru-guru dan siswa melakukan mogok mengajar karena, malasnya Kasek masik sekolah,” ujar Kepala TU MAN Konda, Abdul Naim, saat ditemui di ruangannya kemarin. Selain kaseknya malas berkantor, Naim juga mengaku tidak adanya tanggung jawabnya dari Kapsek dalam menyelesaikan masalah perkelahian antar siswa. “Lima bulan terakhir ini perkelahian antar siswa sering terjadi. Bahkan, Senin (8/10) lalu, terjadi pengeroyokan pada seorang siswa (Muh. Wibisono). Ini karena lemahnya pengawasan pihak sekolah daBaca Mundur di Hal. 5

Daya Serap DAK Baru 11 M Raha, KP Daya serap Dana Alokasi Khusus (DAK) disejumlah SKPD di Muna masih sangat rendah. Padahal, tenggak waktu tutup anggaran tahun 2012 tinggal dua bulan lagi. Kemarin, Bupati Muna LM Baharuddin mengevaluasi kinerja sejumlah SKPD yang memiliki DAK. Dari hasil evaluasi itu, Dinas Pendidikan (Diknas) menjadi perhatian khusus, karena daya serapnya yang paling minim. Dari Rp 26 M DAK, realisasi masih nol persen. Kadis PPKAD Muna Ratna Ningsih mengungkapkan, dari total DAK Muna sebesar Rp 80 miliar daya serap baru sekitar Rp 11 miliar. “Masih ada sisa anggaran sebesar Rp 68 M,” sebutnya. Untuk menyerap dana tersebut, Pemda masih memiliki tenggak waktu sampai 24 Desember. Bila sampai

tenggak waktu, DAK tidak bisa dihabiskan. Maka akan ada konsekwensi bagi Pemda Muna. “Ada MoU yang ditandatangani oleh Bupati dan Pemerintah Pusat,” sambungnya. Dari sejumlah SKPD, Diknas yang masih rendah daya serapnya. Di Diknas alokasi DAK SD sebesar Rp 26 M, namun daya serap masih nol persen. Bupati Muna LM Baharuddin, mewanti-wanti agar semua SKPD segera melakukan proses realisasi peggunaan dana DAK. “Sejauh ini kita belum ada teguran dari Pusat. Namun saya inginkan agar dana tersebut di maksimalkan. Karena dampaknya besar, bila kita punya daya serap rendah,” instruksinya. Misalnya, untuk DAK Diknas tahun 2010 Pemda sudah ada sisa utang sebesar Rp 22 miliar. Bila tahun ini DAK Diknas sampai tutup tahun daya serap-

nya masih rendah, akan menjadi tambahan utang bagi Pemda. “Diknas punya tanggung jawab besar, karena realisasi masih nol, “katanya. Bupati lalu bertanya ke para Kepala Sekolah yang hadir, apa dengan waktu dua bulan pembangunan yang dibiayai oleh DAK bisa terealisasi. Para Kepsek koor menjawab bisa. “Diknas agar memulai prosesnya mulai hari ini. Jangan lagi menundanunda,” sambungnya. Untuk DAK Diknas, kata Bupati, sesuai dengan petunjuk teknis dilakukan swakelola oleh sekolah penerima. Bukan saja Diknas yang menjadi sorotan pasangan Ir Malik Ditu itu. Semua SKPD ditanyai satu persatu realisasi DAKnya. Dari Pertanian yang DAKnya masih tersisa Rp 4 M, Baca Daya di Hal. 5

DPRD Konsel Tetapkan 25 Perda NuryaDi/KP

Para karyawan dan ahli waris melakukan demo di lokasi tambang PT PLM, Selasa (9/10) kemarin. Mereka menuntut pengelola saham minoritas yang saat ini mengelola bisnis pertambangan emas segera keluar. menemui mereka. Dari siang hingga malam hari, manajemen kelompok Surabaya bersama rumpun I Pimpie yang mengaku sebagai pemilik lahan, bertahan di depan pintu palang pertama. Sedangkan SPSI yang sudah berhari-hari demo menyuarakan perubahan manajemen PT PLM saat ini, juga tidak mampu mendekat di pos penjagaan

karena tidak bisa menerobos brikade aparat polisi dari Polres Bombana, Polres Kolaka dan Polda Sultra yang membentuk tiga lapis pengamanan. Sebelum bertahan di palang pertama yang dijaga ketat puluhan Satpam, Bambang Cs dan Alfian, sempat berupaya masuk di dalam PT PLM. Mereka beralasan, sebagai pemilik saham terbesar, dia bersama

tiga rekannya berhak masuk ke lahan emas yang dikelola bersama pihak Jakarta. “Kami ini pemilik saham terbesar. Kami ini yang gaji saudara-saudara. Ini aneh kalau kami dilarang masuk. Padahal, kami ini adalah utusan manajemen dari pemilik saham terbesar di sini (panca Baca Ditolak di Hal. 5

Anggota Brimob Tewas Tabrakan Pasarwajo, KP Salah seorang anggota Satuan Brimob Batauga, Kabupaten Buton, Briptu Muhamad Arnol (24), kemarin, tewas menggenaskan setelah mengalami kecelakaan di sekitar Jalan Poros Baubau-Batauga. Pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Nganganaumala, Kota Baubau, meninggal dunia saat perjalanan menuju RSUD Palagimata setelah bertabrakan dengan La Sidi (43) di Desa Lawela Induk Kecamatan Batauga Km 12. Kasat Lantas Polres Buton, AKP Haeruddin S.Sos menjelas-

Langganan Luar Kota Rp. 67.500,-

kan kejadian naas itu berlangsung sekira pukul 06.45 Wita, saat itu korban dalam perjalanan dari Batauga menuju Kota Baubau dengan mengemudikan kendaraan jenis Yamaha Vizion warna hitam Nopol DT 3424 JG. Dari arah berlawanan La Sidi dengan mengemudikan sepeda motor jenis Yamaha Vega Nopol DT 3102 KC yang hendak menuju ke rumahnya di Lingkungan Wasambua Kelurahan Lakambau Kecamatan Batauga langsung bertabrakan dengan korban setelah melambung salah satu mobil yang ada

disisi kirinya. “Tabrakan tak terhindarkan setelah tersangka melambung salah satu mobil, sementara disaat bersamaan korban juga melintas diarah yang berlawanan dengan tersangka,” jelasnya. Akibat kecelakaan tersebut korban terpental hingga beberapa meter. Selain itu, juga mengalami sejumlah luka disekujur tubuhnya. Setelah kejadian, korban sempat ditolong warga sekitar dengan membawa ke rumah sakit. Namun nyawa anggota polisi itu tidak dapat tertolong dan menghembuskan nafas terakhir dalam perjalan-

an menuju rumah sakit. Saat ini barang bukti berupa dua unit kendaraan yang digunakan masing-masing pengemudi sudah diamankan di kantor Satlantas Polres Buton. Selain itu polisi juga telah mengamankan pelaku untuk diproses lebih lanjut. Tersangka dikenakan pasal 310 ayat 4 UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. “Tersangka kondisinya tidak apa-apa hanya ada beberapa luka memar, yang bersangkutan sudah kami amankan,” tutupnya. (m4)

Andoolo, KP Sebanyak 25 dari rangcangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan pihak eksekutif ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) tahun 2012 oleh DPRD Konsel melalui rapat badan Legislasi, kemarin. Ke 25 Raperda itu diantaranya Perda Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pejak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Parkir, Pajak Mineral Bukan logam dan Batuan, pajak biaya pengganti pembuatan KTP dan Akta Capil, Retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat, retribusi biaya penggantian cetak Peta, retribusi tera ulang, retribusi tempat rekreasi dan olahraga. Selain pajak dan retribusi, juga ada beberapa izin usaha, RPMJD, Perda Kota Terpadu

Mandiri, pemberian insentif dan pemberian kemudahan penanaman modal, pengukuhan perusahaan sebagai wajib pajak dan retribusi daerah termasuk perubahan ketiga atas perda Nomor 13 tahun 2007 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Dinas Daerah. “Dari 28 Raperda yang diajukan Pemda Konsel, 25 diantaranya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Penetapannya itu setelah melalui pembahasan di tingkat badan Legislasi dan dinggap sudah memenuhi syarat untuk menjadi Perda,” ujar Abdul Malik Silondae saat memberikan penjelasan dihadapan rapat Badan Legislasi yang dihadiri Wakil Bupati Konsel H Sutoardjo Pondiu, kemarin. Sementara ketiga Raperda

yang belum ditetapkan menjadi Perda, masih dibutuhkan pengkajian dan pembahasan lebih mendalam, termasuk dikonsultasikan di Pemprov Sultra sebagai bahan evaluasi. “Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama, raperda tersebut dapat ditetapkan menjadi Perda,”tandasnya. Sementara itu, Kabag Hukum Setda Konsel Mujahidin, SH, MH menyebutkan diantara ketiga Raperda yang belum dapat ditetapkan menjadi Perda itu adalah peningkatan status Kantor Satuan Polisi menjadi Dinas. “Ini yang belum dapat ditetapkan, mudah-mudahan pada tahun ini tiga Raperda yang diajukan dapat dijadikan menjadi Perda, untuk selanjutnya dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” ujarnya. (era)


7

Kendari Pos |Kamis, 11 Oktober 2012

Novel Digarap Setelah Kasus Simulator Jakarta,KP Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, proses penyidikan kasus penembakan tersangka pencurian sarang burung walet di Bengkulu, yang diduga melibatkan Kompol Novel Baswedanm tetap akan dilanjutkan. Namun, kata Sutarman, waktunya bisa jadi akan dilakukan setelah penanganan kasus simulator SIM selesai.

“Kemarin kan ada pandangan penanganan kasus hukum Novel ini dikait-kaitkan posisi dia sebagai penyidik yang menangani kasus simulator. Makanya mungkin setelah penanganan kasus itu selesai, kasusnya Novel diteruskan,” kata Sutarman di gedung DPR, Senayan Jakarta, Rabu (10/10). Penanganan kasus hukum Novel lanjut Sutarman, jika dilakukan saat ini waktunya

tidak tepat. “Seperti yang saya katakan kemarin, siapa pun harus tunduk di hadapan hukum. Harus mematuhi aturan hukum yang berlaku. Kalau kita dianggap tidak tepat, penyidik dari Bengkulu misalnya, ya kita evaluasi, karena Mabes Polri punya kewenangan pengawasan,”katanya. Menyikapi pandangan banyak pihak bahwa Polri membuka kasus delapan tahun lalu sebagai upaya mencari-cari

Polisi Lebih Siap Bentrok ....... masalah, menurut Sutarman pandangan tersebut tidak tepat. “Kasus-kasus seperti itu banyak. Tapi kita hanya bisa menyelesaikan kasus yang dilaporkan masyarakat kepada Polri dan itu tidak sampai 60 persen. Sisanya nggak mampu. Kita kan bukan Ksatria Baja Hitam. Tidak seluruh kasus yang dilaporkan masyarakat itu mampu ditangani Polri,” ungkap dia. (fas)

Hari ini Pencabutan Nomor Urut KPU ....... Ismail (MUSTIKA) didukung 11 parpol, Hanura, Kedaulatan, PDP, Gerindra, PPRN, PNBKI, PPDI,PKB,PPI,PMBdanPelopor (19,83 persen). Drs MZ Amril Tamim MSi - Agus Feisal Hidayat SSos MSi (AMANAH) didukung tiga parpol, PPP, Demokrat, PBB (25,97 persen). KPU juga meloloskan dua pasangan dari calon independen. Mereka adalah Drs H Faimuddin -ArifuddinSSosmendapatdukun-

gan suara 12.582 dan pasangan Sairu Eba SE - Drs La Ode Hadia MSi mendapat dukungan 11.758 dari syarat minimal dukungan yang telah ditetapkan sebanyak 11.287 suara. Divis Humas KPU Baubau, LM Aslan Helmi S.Sos mengungkapkan, setelah dilakukannya ferivikasi faktual ditingkat pusat ada beberapa partai dukungan ganda terhadap beberapa kandidat. Seperti pasangan AMANAH, Tampil Mesra serta pasangan MUSTIKA. “Pasangan AMANAH saat

melakukan pendaftaran memasukkan sembilan partai pendukung.Namunsetelahdilakukan ferivikasiternyatahanyatigapartai yang mendukung pasangan ini. Begitu juga dengan pasangan lainnya,” kata Aslan dalam konfrensi persnya usai pleno penetapan calon. Selanjutnya KPU Baubau akan menggelar pencabutan nomor urut bagi keenam pasangan ini. Pencabutan nomor urut akan dilakukan, Kamis (11/10) di Gedung Metro. Dalam agenda tersebut, seluruh pasangan calon akan

diundang beserta ketua dan sekretaris tim kampanye. “Seluruh calon nanti akan datang. Sedangkan untuk tim kami batasi hanya dua orang yakni ketua dan sekretaris saja,” tambahnya. Rapat pleno penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Baubau periode 2013 -2018 tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KPU Baubau, Dian Anggraeni yang dihadiri seluruh anggota, La Ode Ijidman, Wa Ode Yani Haerani, LM Aslan Helmi dan Harmin. (m5)

Sempat Ajak Istri Jalan -jalan Jamaah ....... Sementara istri almarhum, Andi Suraida Binti Dapi Pettalawa lahir pada 16 September 1962. Almarhum pensiun sejak Januari 2012 lalu. Untuk mengisi kekosongan almarhum selalu membantu menjaga toko milik anaknya. Almarhum bersama istri mulai mendaftar untuk menjadi calon jamaah haji sejak empat tahun yang lalu di Kantor Kementrian Agama Kota Baubau. Nanti ditahun 2012 baru terakomodir dan masuk dalam kloter 25bersamadengan calon jamaah haji dari Kota Kendari, Kabupaten Buton dan Wakatobi. Selama proses persiapan keberangkatan, pasangan suami

istri ini selalu rutin memeriksa kesehatannya. Bahkan dokter kadang diminta langsung datang di rumah hanya untuk memeriksa kesehatan almarhum bersama istri. Kondisi kesehatan almarhum dan istri tidak ada masalah untuk melakukan perjalanan haji. “Bapak kondisinya sehat-sehat saja meski memang ada penyakit gula yang diderita tapi selalu diberikan vitamin dan obat untuk menormalkan sakit gulanya. Justru yang dikhawatirkan Ibu karena lemah fisiknya,” kata Andi Musdar yang sesekali tak dapat membendung air matanya. Senin (8/10), almarhum Bakir Bin H Mustari Pettarani, Andi Suraida Binti Dapi Pettalawa beserta calon jamaah haji lainnya

usai melaksanakan tawaf kembali ke penginapan. Almarhum selanjutnyamelaksanakansalatMagrib dan Isya. “Usai mandi dan makan malam, almarhum selanjutnya sempat mengajak istri jalan-jalan keluar. Pulang dari jalan-jalan mungkin karena pengaruh terlalu cape Bapak tiba-tiba meninggal dunia,” ungkap Andi Musdar. Pihak keluarga yang berada di Baubau tidak langsung mendapat kabar. Kabar itu justru disampaikan olehparatetanggaalmarhumyang datangmemberitahusekitarpukul 05.30 Wita atau pukul 23.30 WAS (waktu Arab Saudi). Keluarga yang mendengar kabar duka merasa tidak percaya. “Terasa seperti mimpi waktu tetangga datang kasih kabar kalau

Bapak sudah meninggal. Saya langsungpastikanlagisamatantekusoal berita itu dan ternyata benar sudah meninggal,” paparnya. “Saat kejadian memang ibu sempat menelpon kerumah tapi susah tersambung,” tambahnya. Setelah almarhum dimandikan dan, Selasa, (9/10), sekitar pukul 13.00 WAS atau pukul 19.00 Wita, jenazah disemayamkan di tempat pemakaman umum. Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak. Selain almarhum Bakir Bin H Mustari Pettarani. Salah seorang jamaah haji asal Kota Baubau yang meninggal dunia yakni, Suhaini Abdul Gani Lariki (60) yangmerupakanwargaKelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio. (bersambung)

Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek-apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul ekstrak kulit manggis. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah Garcia, bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang terkandung

di dalamnya. Untuk konsultasi kesehatan, hubungi dokter kami pada jam kerja di telepon bebas pulsa 08001401430 atau di e-mail purwati-s@centrin. net.id. Bila ingin mendapatkan ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi distributor kami di nomor telepon 08124135934. Atau bisa juga mendapatkannya langsung di apotek-apotik di kota Anda. Kendari : Apotik Wua-wua Farma Jl. MT Haryono, Apotik Saranani Jl. Saranani, Apotik Bumi Farma Bundaran Man-

donga, Apotik Zafira samping Nusamart Sebelum PLN Wuawua, Apotik Surya Komp. Pasar Baru, Apotik Palopo Komp. Pasar Mandonga. Subdis Unaaha : Apotik Waraka 085241984014, Subdis Kolaka: 085231246853, Apotik Mekongga, Subdis Konsel: 085240687594, Subdis Baubau: Apotik Trikusuma, 0402-2821207, Raha: Apotik Binter Farma Jl. Yos Sudarso No. 39 Raha (Dpn Bank BNI Raha), Subdis Kolut: 085231246853. DICARI SUBDIS TIAP KABUPATEN.

Manggis ....... 5 Juli 2012. Karena belum menampakkan hasil yang signifikan, warga Jalan Swakarya I–Dwikora, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, ini mencari alternatif. Kebetulan, ia membaca artikel tentang khasiat kulit buah manggis di sebuah tabloid. Tertarik, ia beli buah itu, ia rebus kulitnya, lalu ia minum air rebusannya. Selama seminggu ia melakukan itu. Namun, karena ribet, asisten manajer di Bank Sumsel Babel KCP Kertapati, Palembang, ini mencari yang praktis. Beruntung, ia mengenal Garcia dari koran, lalu mengonsumsi kapsul food supplement itu dua kali sehari. Apa yang dirasakannya? “Kolesterol turun dari 267 ke 161 setelah mengonsumsi 1 botol. Tidur jadi nyenyak sehingga badan segar dan fit. Nyeri di perut bekas operasi pun menghilang,” beber wanita 52 tahun ini. Steinberg, seorang peneliti kesehatan, menyatakan, tingginya LDL (kolesterol jahat) bisa menyebabkan aterosklerosis. Semakin tinggi LDL, semakin banyak ia terinfiltrasi ke arteri sehingga menumpuk di sana. Bila ini dibiarkan terus, tak mustahil terjadi serangan jantung koroner, meski hal ini banyak terjadi pada pria lanjut usia dan berbadan gemuk. Di samping itu, kelebihan LDL bisa pula menimbulkan penyakit diabetes, asam urat, hipertensi, obesitas, dan beberapa penyakit lainnya. Lalu, apa solusinya? Mengubah pola makan dan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), hal ini akan menurunkan kadar LDL. Selain itu, banyak mengonsumsi antioksidan juga dapat menurunkan kadar LDL. Apa saja contoh antioksidan itu? Vitamin C, vitamin B, dan vitamin E adalah contoh-contohnya. Namun, kini ada yang lebih efektif. Namanya xanthone, yang terdapat dalam kulit buah manggis. Zat ini merupakan antioksidan tingkat tinggi, yang berfungsi sebagai pelindung sel pada proses oksidasi dalam tubuh. Bahan aktifnya melindungi sel dari serangan radikal bebas, termasuk dari serangan kolesterol yang merugikan itu. Bila ingin mendapatkan informasi lengkap tentang khasiat manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku

calon gubernur tidak menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan di TPS tersebut. KapolresButonAKBPFahrurozi mengatakan, simulasi tersebut bagian dari rencana pengamanan pemungutan suara di Kabu-

paten Buton dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sultra pada 4 November mendatang. Dalam skenario selanjutnya juga diperagakan kesiagapan anggota yang melakukan pengamanan di TPS disaat ada massa yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara yang mengakibatkan terjadi kerusu-

han di TPS. Tahapan pertama tentu oknum yang melakukan keributan ditangani linmas yang ada di TPS, manakala petugas linmas yang ada tidak mampu menangani kemudian anggota polisi yang sudah melaporkan kepada petugas patroli, langsung turun tangan dan melakukan pengamanan.(m4)

Sekretariat dan Komisioner Harus Saling Mendukung BPKP ....... tas suara apa yang akan dipakai belum terlalu jelas. Karena belum ada keputusan berapa calon yang betul-betul terdaftar sebagai kandidat cagub. Lima atau tiga calon kan itu mempengaruhi bersarnya suratsuara.Sehinggaberpengaruh juga pada harga kertas perlembarnya,” terangnya. Ia juga menyebut, saat itu belum ditentukan berapa jumlah kertas suara yang akan dipesan, karena penetapan DPT belum

ada. Sehingga dalam melakukan audit pihaknya menggunakan data DP4 untuk mematok jumlah kertas suara yang akan dicetak. Sedangkan dalam urusan lainnya, menjadikan Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai patokan untuk memberikan arahan kerja KPU. Hal ini karena apa yang ada di Sulteng itu mirip yang terjadi di Sultra. Humas BPKP Sultra ini juga berharap, komisioner dan sekretariat bisa bekerja sesuai tupoksinya masingmasing. Sehingga, tidak terjadi

permasalahan seperti yang terjadi sebelumnya. “Dalam pengadaan logistik ini, sekretariatlah yang berhak melakukan tender dengan pihak menyedia logistik. Sedangkan untuk masalah kebutuhan itu menjadi urusan dari komisioner, karena merekalah yang tahu berapa kertas suara yang dibutuhkan dan menggunakan kertas berukuran berapa. Agar pengadaan logistik ini bisa berjalan baik, maka kaduaduanya saling mendukung,” katanya. (p4)

KPU Sultra Mencurigakan Besok ....... katanya. Lebih lanjut dibeberkannya sejauh ini sudah ditenderkan semuanya misalnya pencetakan kertas suara, dan saat ini sementara melakukan negosiasi dengan salah satu stasiun tv nasional untuk kontrak debat kandidat. “Semua tugas kami telah dilakukan dan tidak semuanya harus menunggu pleno. Ini merupakan tugas kami untuk menyiapkan segala perangkat kesiapan pelaksanaan Pilgub,” katanya lagi. Sementara itu, langkah Abdul Syahir, salah seorang komisioner KPU Sultra mengungkap borok kinerja mendapat reaksi dari salah seorang anggota DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh SH MSi. “Penjelasan itu justru semakin membuat kecurigaan ketidakberesan kinerja KPU Sultra semakin besar,” kata Abdurrahman Shaleh, yang juga Sekretaris Umum DPW PAN Sultra, melalui peryataan persnya kemarin (10/10). Pelelangan logistik, misalnya, telah berulang kali dipersoalkan komisioner KPU Sultra ke pihak sekretariat KPU Sultra yang melakukan pelelangan. Atas hal ini pihak sekretariat telah melakukan konsultasi ke Sekjend KPU Pusat, yang akhirnya membenarkan langkah yang dilakukan oleh sekretariat KPU Sultra dan menganggap tender dimaksut tidak bermasalah.

Anehnya, segelintir anggota KPU Sultra terus mempersoalkan legalitas pelangan logistik dimaksud. “Kita jadi heran mengapa komisioner KPU Sultra begitu care dengan pelelangan logistik ini sampai menghilangkan kosentrasi mereka terhadap tugas pokoknya, diantaranya melakukan penetapan DPT dan penetapan pasangan calon secara benar dan tepat waktu. Hingga wajarlah kalau masyarakat menduga jangan-jangan ada udang di balik batu, jangan-jangan oknum komisioner KPU Sultra telah ada yangmelakukandeal-dealtertentu dengan pihak-pihak lain terkait pelelanganpilgub,”kataAbdurrahman Shaleh, seraya berharap agar pihak kepolisian dan kejaksaan serta unsur masyarakat sipil di daerah ini untuk memonitor gelagat buruk segelintir komisioner KPU Sultra dimaksud. Terkait pleno penetapan DPT yang tidak kourum juga mengherankan Abrurrahman Shaleh. Pasalnya, pada saat penetapan hanya ada satu orang komisioner KPU yang berada di luar daerah karena menghadiri sidang di MK, sedang empat orang komisioner lainnya masih berada di Kendari. Hal itu patut dicurigai sebagai tindakanyangdisengajakanuntuk membuat pilgub cacat hukum, sehingga bisa berdampak pada PSU ulang. “Langkah ini tentu sangat mengherankan mengingat semua komisioner, bahkan doktor, dan mereka juga berpengalaman melakukan pemilu. Olehnya

kejadian ini bukanlah yang terjadi begitu saja, namun lagi-lagi ada udang di balik batu, janganjangan ada pesan sponsor untuk sengaja menunda pilgub atau bahkan sengaja membuat pilgub cacathukum,”tuturAbdurrahman Shaleh. Lebih lanjut Ketua Tim Pemenangan Nur Alam - Saleh Lasata (NUSA) ini juga mencurigai langkah KPU Sultra yang tidak memberitahukan kepada bakal pasangan calon untuk melengkapi berkas pencalonannya sesuai dengan peraturan KPU Nomor 13 tahun 2010. “Menurut hemat kami hal itu terjadi bukan karena KPU Sultra tidak memberitahukan, tetapi kuat dugaan adaoknumkomisionerKPUSultra yang sengaja memaksakan salah satu pasangan calon untuk lolos, walaupun persentasi dukungannya tidak memenuhi syarat dan tidak memenuhi peraturan KPU Sutra,” katanya. Tiga kebobrokan KPU Sultra sebagaimana yang diakui Abdul Syahir tersebut, maka Abdurrahman Shaleh memandang bahwa, sudah sepatutnya Abdul Syahir Cs untuk legowo mengundurkan diri. “Kalau kita ingin menciptakan pemilu bersih, yang sejalan dengan komitmen DKPP, maka komisioner KPU Sultra harus mengundurkan diri. Ini juga didukung anggota KPU Kota Kendari dan seluruh PPK se Kota Kendari yang meminta seluruh komisioner KPU mengundurkan diri,” papar Abdurrahman Shaleh. (fas/wal)


8

iklan

kamis, 11 oktober 2012


kamis, 11 OktOber 2012

Langganan Dalam Kota Rp. 65.500,-

HELMIN/KENDARI POS

13 mantan anggota DPRD Kota Kendari periode 1999-2004 yang kini menjadi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kendari mengajukan permohonan PK di Pengadilan Negeri Tipikor Kendari, kemarin.

13 Mantan Senator

Ajukan PK Tujuh Novum Jadi “Senjata Baru” Kendari, KP Merasa tak puas dari hasil putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) RI nomor 1784 K/

Pid.Sus/2010 tanggal 23 Maret 2011, 13 mantan anggota DPRD Kota Kendari periode 1999-2004 yang kini menjadi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kendari mengajukan permohonan Peninjauan

Baca ajuKan di Hal 10

Waspada penipuan

berkedok kabar Anak kecelakaan Kendari,KP Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukan perkembangan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Sama dengan daerah lain yang sedang berkembang, modus penipuan berkedok kecelakaan siswa juga mulai marak di Kota Kendari. Seperti yang dialami Theresia, Orang Tua Siswa SDS Pelangi Kendari, Nes. Sekitar pukul 10.00 kemarin (10/10), Ther-

Salah satu tugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kendari adalah menjadi pembimbing dan pengawas bagi klien yang sedang menjalani hukuman. Ketika ingin mendapatkan keringanan dari pidana yang telah dijalankan, napi harus menunjukan sikap serta tingkah laku baik sehingga bisa mendapatkan kompensasi seperti pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), cuti menjelang bebas (CMB), asimilasi maupun pidana bersyarat. Dari data yang dirilis akhir September 2012 oleh Balai Pemasayarakatan (Bapas) Kendari, jumlah

kilen yang menjalani bimbingan sebanyak 337 orang. Untuk rencana kompensasi (PB) ada 311 orang, 303 dewasa dan delapan anak-anak. Sementara untuk CB ada 21 orang, CMB sebanyak dua orang serta tiga orang untuk proses asimilasi. Kepala Bapas Kelas II Kendari, Abdul Samad Dama menuturkan, untuk mendapatkan pembebasan bersyarat adalah narapidana (Napi) yang telah menjalani masa tahanan sepertiga dari hukuman di lembaga pemasyarakatan, kemudian diusulkan untuk mendapat pembebasan bersyarat. Tetapi

untuk mendapatkan remisi tersebut Napi harus memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan. “Seperti telah menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang menyebabkan dijatuhi pidana, memperlihatkan perkembangan budi pekerti dan moral positif, berhasil mengikuti program kegiatan pembinaan, tekun dan bersemangat,” paparnya. Selain itu, para narapidana atau anak pidana tak pernah mendapat hukuman disiplin sekurangkurangnya dalam waktu sembilan bulan terakhir. Untuk asimilasi, Abdul

Samad menjelaskan, narapidana telah menjalani setengah dari masa hukuman, setelah dikurangi masa tahanan dan remisi, terhitung sejak putusan pengadilan yang sudah memperoleh kekuatan hukum tetap. Dan untuk cuti menjelang bebas, narapidana telah menjalani duapertiga dari waktu hukuman setelah dikurangi masa tahanan dan remisi, dihitung sejak putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap dan jangka waktu cuti sama dengan remisi terakhir, paling lama enam bulan,” pungkasnya. (p16)

esia, mendapat telepon dari orang tak dikenal yang mengabarkan anaknya terluka parah akibat terbentur di dinding sekolah saat bercanda dengan temannya. Suntikan penahan kucuran darah plus perlakuan operasi harus segera dilakukan. “Penelepon mengatakan semua biaya untuk perawatan di Rumah Sakit Abunawas dan pembelian suntikan penahan darah yang dibeli di

Baca waspaDa di Hal 10

Baca waspaDa di Hal 10

Jaksa Siap Usut Proyek RS Abunawas Kendari, KP Dugaan adanya penyimpangan dalam pembangunan Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari terus disuarakan. Sayang, DPRD sebagai lembaga dalam fungsi pengawasan yang sudah melakukan tinjauan lapangan justru tak memperlihatkan sikap tegas untuk menindaklan-

juti persoalan tersebut. Padahal, diakui sendiri oleh para legislator yang datang pada 1 Oktober lalu, memang ada indikasi pelanggaran terkait kesalahan bestek pada pembangunan rumah sakit. Termasuk banyaknya tembok retak, tower miring, serta penggunaan kayu selasar yang tak bermutu pada bagi-

an atap rumah sakit. Namun demikian, Anggota Komisi III DPRD Kota, Djayadi Said menampik semua tuduhan tersebut. Pihaknya sama sekali tidak ada niat untuk membiarkan persoalan tersebut, apalagi jika dikatakan diam saja. Sebab, kata senator Partai Gerindra itu, mereka telah mengagen-

dakan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait untuk membahasnya, namun belum menemukan waktu tepat. “Makanya dengan adanya desakan ini, Jumat (12/10) kami akan mengundang kontraktor,

Baca jaKsa di Hal 10

Korban Tabrak Lari Meningkat Kendari, KP Takut dihakimi massa, berurusan dengan aparat kepolisian atau memang karena tak memiliki kelengkapan surat resmi berkendara, hingga para pelaku penabrakan memilih melarikan diri usai kecelakaan. Terlebih jika tak ada saksi yang melihat kejadian tersebut. Data kepolisian

menunjukan untuk tahun 2012 mulai Januari hingga 9 Oktober kemarin, sebanyak 77 kasus tabrak lari terjadi di Sultra, dengan 103 korban. 13 orang meninggal dunia, 44 luka berat dan 105 luka ringan. Data tersebut memang menurun dibanding tahun

Baca Korban di Hal 10

SARFIAYANTI/KENDARI POS

Harapan penghuni Rusunawa untuk membayar tarif listrik lebih rendah, sulit terwujud. Pasalnya, yang diberlakukan PLN kepada seluruh pelanggan adalah tarif dasar

Tarif Listrik Rusunawa Tak Bisa Turun Kendari, KP Harapan penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk membayar tarif listrik lebih rendah dari biasanya, sulit terwujud. Pasalnya, tarif tenaga listrik yang diberlakukan PLN kepada seluruh pelang-

gan, berpedoman pada Peraturan Presiden RI Nomor 08 tahun 2011, tentang tarif dasar listrik (TDL) yang disediakan PLN, tidak terkecuali untuk rumah susun. Manajer Area PLN Ken-

Baca tarif di Hal 11


Metro

10

Ajukan... Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Tipikor Kendari. Mereka adalah tervonis korupsi DPRD Kota jilid II, Hj. Siti Arfah Panudariama, Ahmad H Hasan, H. Hasan Batek, Hj. Dewiyati Tamburaka, A. Yani Muluk, Lodewijk Sonaru, H. Asmarani Edy Sul, H. Andi Ahmad, Thamrin Taherong, Haskar Hafid, Salahuddin, Abdul Kadir Samad dan La Ode Rusli Rais. Dalam permohonan PK yang digelar kemarin, (10/10), Ketua Majelis Hakim, Moch. Mawardi, SH bersama dua anggotanya Nendi Kusnendi, SH dan Yudi Parasetya, SH menerima tujuh tambahan alat bukti baru (novum) yang dijadikan penasehat hukum sebagai “senjata baru” untuk membela jika 13 mantan senator itu tidak bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Salah satu diantaranya adalah dua salinan putusan pengadilan yang sama dengan perkara serupa, tetapi dibebaskan dan terdakwanya juga merupakan anggota dewan. Selain itu, laporan pertanggungjawaban keuangan APBD tahun 2003-2004 yang didakwakan, sudah disahkan DPRD untuk menggunakan anggaran tersebut yang disertakan hasil audit dari inspektorat, tak ada kerugian negara. “Selanjutnya PP 110 yang menjadi acuan yang didakwakan Jaksa

Penuntut Umum terhadap terpidana sudah tidak berlaku lagi. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran MA nomor 4 tahun 2005 tanggal 28 Februari 2005 tentang penegasan tidak berlakunya PP 110. Selain itu ada surat keputusan Kejagung RI yang menyatakan demikian bahwa PP 110 tentang kedudukan keuangan DPRD sudah dijudicial review yang membatalkan PP tersebut,” versi Herman Kadir, SH, pengacara 13 mantan anggota dewan itu. Mendengar pembelaan yang disampaikan pengacara, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arifuddin, SH menegaskan, pihaknya akan membuat pendapat dari novum baru tersebut. “Harus dilihat dulu perihal yang diajukan untuk menanggapi bukti-bukti baru atau tidak,”katanya saat dikonfirmasi. Ia mengatakan, untuk PP 110 sesuai dengan surat edaran Kejaksaaan Agung RI nomor B-224 /F/F.2.1/4.2003 memang sudah tidak berlaku. Tetapi masih ada aturan-aturan yang dilangkahi, karena bukan PP 110 saja yang dilanggar. Rencananya, persidangan selanjutnya akan kembali digelar pada Rabu 17 Oktober mendatang. Penasehat hukum 13 mantan anggota dewan itu juga akan menghadirkan tiga saksi ahli dari Inspektorat, Departemen Dalam Negeri dan Mantan Wali Kota Kendari. (p16)

Korban... 2011 lalu yang direkap sebanyak 84 kasus tabrak lari dengan jumlah 105 korban, 14 meninggal dunia, 43 luka berat dan 129 luka ringan. Meski demikian, Dirlantas Polda Sultra, AKBP Herukoco mengaku, trend penurunan angka Lakalantas secara umum tersebut belum bisa dipastikan. Sebab pada tahun 2011 lalu

Jaksa... termasuk pihak Rumah sakit Abunawas, Dinas PU Kota Kendari, Inspektorat, termasuk pihak konsultan perencaaan dan pengawasan serta panitia tim penerima barang dan tim pembebasan lahan jika diperlukan. Kalaupun ada yang berhalangan hadir hari Jumat, kita akan agendakan pertemuannya Senin pekan depan,” argumen Djayadi. Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Kendari, Abd. Razak mengatakan dari awal pembangunan rumah sakit Abunawas, sebenarnya sudah menuai sejumlah pertanyaan. Salah satunya disebabkan karena lokasi pembangunan rumah sakit itu yang berada di wilayah tambak. Tapi, setelah beberapa kali pembahasan, RS Abunawas diputuskan untuk dibangun menggunakan angga-

Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

total ada 1921 kasus kecelakaan terjadi dengan 3045 korban. 338 meninggal dunia, 829 luka berat dan 1847 luka ringan. Dibanding tahun ini, meski baru memasuki bulan Oktober, jumlah kecelakaan sudah mencapai 1260 kasus dengan 2101 korban. Sebanyak 212 tewas, 623 luka berat dan 1230 luka ringan. “Bayangkan saja, bulan Oktober mulai tanggal 1 sampai 9 ini sudah 38

terjadi kasus kecelakaan dengan 62 jumlah korban, lima meninggal dunia, 26 luka berat dan 30 luka ringan. Data ini total kecelakaan yang terjadi di seluruh Sultra. Tak bisa dipungkiri angka kecelakaan terus terjadi, ini juga akan membuat kepolisian terus memberikan pemahaman tatacara berkendara dan menindak para pelanggar lalulintas,” pungkas mantan Kapolres Cirebon itu. (p15)

ran yang bersumber dari APBN. “Dalam pertemuan nanti kita akan perjelas semua. Mulai dari indikasi kesalahan bestek sampai pada pembebasan lahannya,” kata Razak. Terkait amburadulnya pembangunan RSUD Abunawas Kota Kendari, mulai dari kayu koridor lapuk, beberapa bagian gedung yang retak sampai tower yang miring, sudah sampai ditelinga penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Olehnya itu, pihak Kejati akan melakukan penyelidikan atas kerusakan tersebut. Jika terbukti dan ditemukan ada pembangunan tidak sesuai spesifikasi, akan diberikan tindakan karena hal itu sudah melanggar aturan yang ada. “Itu terjadi karena lemahnya pengawasan. Sehingga, dari awal pembangunannya memang sudah tidak sesuai bestek. Misalnya, adanya informasi tentang pembangunan tower yang

miring itu. Harus ada yang bertanggung jawab atas cepatnya kerusakan pembangunan RS Abunawas. Kalaupun ditemukan ada kesalahan, itu berarti telah melanggar hukum dan harus ditindak,” ungkap Baharuddin, Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra. Meski demikian, yang memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penyelidikan di RSUD Abunawas kata Baharudin adalah Kejari Kota Kendari. Walaupun disisi lain Kejati juga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan investigasi. “Sebenarnya ini wilayah Kejari Kendari, tapi bukan berati kita (Kejati) tidak akan melaksanakan penyelidikan, tetap bisa. Namun, tidak bisa tumpang tindih, sehingga kalau Kejari sudah melakukan penyelidikan maka Kejati tinggal memonitoring dan melakukan supervisi,” katanya lagi. (p2/fya)

Waspada... apotek sebesar 12 juta rupiah,” ceritanya. Pelaku segera memerintahkan korban untuk mentransfer dana pengobatan itu ke rekening Bank Mandiri atas nama Rima Lestari dengan nomor 6870834041. Sebagai ibu, tentunya dirinya sangat khawatir menerima informasi itu, terlebih si penelepon sempat menyuruhnya menelepon dokter yang menangani buah hatinya. Dari skenario itu, bahkan sang dokter mengatakan waktu yang dibutuhkan untuk menolong puterinya hanya 10 menit. Tetapi begitu mengingat seharusnya anaknya dibawa ke RSUD Sultra, karena letaknya yang dekat dengan sekolah apalagi langsung meminta transferan uang, Theresia langsung sadar dan menjadi tidak yakin dengan informasi itu. Ia lalu memutuskan berangkat ke sekolah anaknya. Ia pun bersyukur karena sang anak tetap sehat dan sedang mengikuti pelajaran di kelas. “Semoga hal seperti ini tidak menimpa orang tua siswa lainnya, sekaligus menjadi pembelajaran agar tidak lekas percaya terhadap informasi pihak lain, apalagi sampai meminta sejumlah dana,” himbaunya, berbagi kisah. (fas)


Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

Metro

11

Pemprov Dukung Program BKKBN Rp 1,5 Miliar Kendari, KP Program peningkatan keluarga sejahtera yang digulirkan BKKBN perwakilan Sultra mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi. Bukti upaya tersebut dengan terbentuknya 1346 Bina Keluarga Balita (BKB), 347 Bina Keluarga Remaja (BKR), 319 Bina Keluarga Lansia (BKL), 420 PIK mahasiswa dan remaja. Itu termasuk terbentuknya 530 Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Hal tersebut disampaikan

Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata saat meresmikan Pusat Pelayanan Kesehatan Keluarga (PPKS) oleh BKKBN Sultra, Rabu (10/10) kemarin. “Setelah membantu Pemprov Sultra dalam mensukseskan program KB, BKKBN telah memberikan kontribusi pada pengembangan keluarga sejahtera. Hadirnya lembaga-lembaga yang membantu masyarakat patut diapresiasi. Bahkan pendirian PPKS di Sultra akan membantu dalam pelayanan kesehatan dan konseling

KB maupun peningkatan ekonomi warga,” terangnya. Sultra-2 itu menambahkan, kesuksesan pelaksanaan suatu program, bukan hanya kerja keras Pemprov semata namun andil semua pihak baik pemerintah kabupaten/kota, instansi terkait, termasuk semua pihak yang terlibat didalamnya. Salah satunya, keberhasilan Sultra dalam program KB adalah hasil koordinasi terpadu dengan BKKBN perwakilan. Direktur Peningkatan Ekonomi Keluarga BKKBN

Pusat, Siswanto yang hadir dalam seremoni itu menyambut baik kebijakan Pemprov yang mengalokasikan anggaran Rp1,5 miliar dalam usaha-usaha peningkatan kesejahteraan keluarga. Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Subagyo mengatakan latar belakang pendirian PPKS untuk mendukung program BKKBN yang bukan hanya melayani kesehatan namun peningkatan ekonomi warga dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia berkualitas.(p1)

Tarif...

yang bisa dilakukan pemerintah selaku pengelola. Opsi pertama adalah yang berlaku saat ini dengan tarif R3, dan opsi kedua memasang KWH meter di masing-masing kamar penghuni dengan daya bervariasi 450 VA-5.500 VA, sehingga tarif yang dikenakan adalah R1 atau R2. Namun, jika itu dipilih, tetap ada konsekuensinya, masingmasing instalasi listrik per kamar terpisah, sehingga jika itu dilakukan pengelola Rusunawa mesti melakukan rehabilitasi dengan mengubah instalasi, menghentikan penggunaan listrik yang berdaya 66 ribu VA, dan memasang jaringan baru. Itu bisa jadi akan menghabiskan anggaran yang lebih besar. Mengenai biaya beban listrik setiap bulan, ia mengatakan, sejak tahun 2010, tidak ada lagi istilah itu, yang ada adalah energi minimum. Nah, untuk Rusunawa yang memiliki instalasi berdaya 66 ribu VA yang digu-

nakan saat ini kata Andy, biaya energi minimum yang mesti dibayar setiap bulan sekitar Rp 2,1 juta. Rencana Pemkot untuk mengusulkan penurunan TDL di Rusunawa langsung ke PLN pusat kata Andy belum tentu akan terealisasi, jika di rumah susun itu masih menggunakan daya 66 ribu VA. Sebab, TDL itu diatur oleh pemerintah pusat, jadi PLN di daerah pun menjalankan sesuai aturan yang ada. Ia juga mengatakan, meteran yang terpasang pada setiap kamar di Rusunawa itu bukan berasal dari PLN. Yang dipasang hanyalah meteran induk saja. “Kalau berdasarkan histori pemakaian energi, trend pemakaian energi di Rusunawa cenderung mengalami peningkatan, namun masih dalam batasan wajar. Hal itu dapat disebabkan karena bertambahnya penghuni atau adanya penambahan peralatan elektronik yang mem-

dari, Moch. Andy menjelaskan, berdasarkan Pepres itu, TDL dibagi dalam beberapa tarif, yakni sosial, rumah tangga, industri, pemerintah dan penerangan jalan umum. Khusus untuk tarif rumah tangga dibagi dalam beberapa golongan menurut besarnya daya. “Ada tiga skala kategori untuk rumah tangga, yakni R1 itu masuk dalam skala kecil dengan daya 450VA-2.200 VA, R2 skala sedang dari daya 3.500VA-5.500 VA dan R3 masuk skala besar dengan daya 6600 VA. Nah, rusunawa itu masuk dalam golongan rumah tangga kategori R3, karena dayanya mencapai 66 ribu VA. Jadi sama sekali tidak masuk dalam kelas bisnis,” tegasnya. Soal keluhan penghuni Rusunawa yang menginginkan tarif listrik turun, Moch. Andy mengaku ada dua opsi


14

SMKN 1 Kendari

Siap Jadi

RSBI

Kendari,KP Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kendari siap beralih status menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Hal ini diungkapkan Kepala SMKN 1 Kendari, Drs. Asrun P saat ditemui di ruang kerjanya. “Walau masih sebatas wacana dari pusat, namun kita sudah siapkan segala sesuatunya. Baik dari segi SDM (tenaga pengajar), kesiapan administrasi, maupun sarana prasarana. Kalaupun saat ini diterapkan kita sudah siap,” ujarnya. Sambil menunggu kepastian itu, katanya saat ini terus menggenjot sarana pendukung. Utamanya selalu melakukan koordinasi dengan orang tua siswa, supaya jika ada kebijakan baru pihak sekolah setelah beralih menjadi RSBI nantinya tidak ada kesalah pahaman. Biar bagaimanapun tentu akan ada sedikit perubahan setelah adanya perubahan status tersebut, baik pembiayaan ataupun yang lainnya. “Setiap kebijakan sekolah yang berhubungan dengan siswa pasti kita libatkan orang tua mereka. Kita tidak inginkan kejadian kurang menyenangkan sebagaimana kejadian di sekolah lain. Ini efektif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (p6)

Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

Kepala MIN Kendari Wakili Sultra Kendari, KP Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MIN) Kendari, Supriadi S.Ag.,M.A berhasil menjadi juara pertama lomba Kepala Madrasah Berprestasi tahun 2012 yang dilaksanakan Mapenda Kemenag Sultra. Tentu saja, mantan guru SMPN 9 Kendari ini akan menjadi perwakilan Sultra ke tingkat nasional yang akan dilaksanakan Oktober ini. “Saya sangat bersyukur bisa meraih penghargaan sebagai juara pertama dalam lomba Kepala Madrasah Berprestasi tahun 2012 yang dilaksanakan 5 s.d 8 Oktober,” ujarnya. Sebagai juara terbaik, tentu saja bukan masalah kemampuan akademik yang menjadi indikator nomor satu. Namun apa yang telah dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sekolah, dalam hal ini MIN Kendari. Ia menuturkan, seleksi yang dilakukan dalam pemilihan tersebut meliputi empat tahap yakni tes tertulis atau tes kompetensi kepala madrasah, tes karya tulis, wawancara, dan tes portofolio. Instruktur guru PAIS SMP Sultra ini menjelaskan, karya ilmiah yang diangkat berjudul Peningkatan Mutu Madrasah Melalui Grand Design. Grand Design sendiri berarti pola perencanaan besar. Karya tulis ini juga biasa diistilahkan dengan penelitian tindakan madrasah (PTM). Masalah pertama dilakukan dalam Grand Design adalah observasi lapangan yakni melihat sekolah mau dibawa seperti apa. Kedua, tahap perencanaan, yakni melihat apa yang sudah kita lakukan di tahun 2010, 2011, dan tahun 2012. Setelah itu, dilakukan tindakan dan evaluasi, mana yang berhasil dan mana yang tidak, mana yang terlaksana dan tidak, mana yang efektif dan mana yang tidak. Terakhir adalah merefleksi. “Prinsipnya adalah merefleksi kejadian setahun itu. Saya analisa apa yang menjadi kekuatan dan apa yang menjadi kelemahan kami, serta apa yang

saat ini MIN Kendari telah memiliki dua orang guru dengan kualifikasi S2. Tentu saja dengan pendidikan yang semakin tinggi diharapkan pelayanan juga lebih baik. Saat ini, kontribusi dan animo masyarakat terhadap MIN Kendari terus meningkat 10 persen dari tahun ke tahun. “Tahun 2010 jumlah siswa kami 225, tahun 2011 meningkat 240, dan tahun 2012 jumlah siswa kami 270,” ujarnya. Selain itu, dari segi sarana MIN Kendari memiliki peralatan yang mungkin saja belum dimiliki sekolah lain di Sultra, yakni CCTV. Teknologi tersebut telah terpasang di semua kelas termasuk ruang guru dan perpustakaan. Tak hanya itu, dari segi peningkatan mutu siwa, MIN Kendari menerapkan ekstrakurikuler berantas baca tulis Alquran yang dilaksanakan dua kali sepekan. “Tak hanya peningkatan kualitas dari sisi agama, kami juga menerapkan ekstrakurikuler olah raga. Hal ini agar kami juga tak ketinggalan dengan sekolah umum lainnya,” katanya. Sebagai satu-satunya peserta yang akan mewakili Sultra ia optimis untuk menampilkan yang terbaik. Namun sebagai tugas, ia tetap melakukan perbaikan dan pembenahan terhadap karya tulis dan portofolionya. (m2)

wulan/KP

Kepala MIN Kendari, Supriadi S.Ag.,M.Pd saat menunjukkan piagam penghargaanya sebagai Kepala MIN Berprestasi 2012. menjadi peluang di sini. Itulah yang saya buat dalam grand design,” papar tenaga pengajar LPBM Indotech School itu. Terkait pengembangan sekolah, guru berprestasi nasional itu menjelaskan, dari sisi tenaga pendidik,


Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

Kampus

Jurusan Teknik Elektro Pelatihan Robot Pelajar Kendari, KP Setelah berhasil mengikuti kontes robot nasional tahun 2011 lalu, kini mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik (Fatek) Unhalu kian meningkatkan eksistensinya. Aktivitas akademik itu ditandai dengan pelatihan robot pelajar tahun 2012 yang diikuti sejumlah utusan SMA dan SMK. Pelatihan yang akan dilaksanakan, Senin (15/10) mendatang, tetapi pembukaan resmi telah dilakukan kemarin (9/10). Hadir dalam acara yang dimeriahkan mahasiswa asal Papua, adalah Wakil Wali Kota Ken-

dari, Musadar Mappasomba, PR III Unhalu Dr. Bahtiar, Dekan Fakultas Teknik Ir. H. Ridway Balaka M.Eng, dan Kaprodi Teknik Elektro. “Pelatihan robot pelajar ini akan kami laksanakan mulai tanggal 15 s.d 31 Oktober. Sasaran pelatihan adalah pelajar jenjang SMA dan SMK,” ujar Ketua Panitia, Ali. Meski terbilang cukup lama, namun pelatihan ini hanya akan dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Selebihnya peserta akan diberikan kebebasan untuk mengembangkan idenya dan tetap mendapat bimbingan. Sementara mentor adalah tim

dosen teknik elektro dan para mahasiswa yang pernah mengikuti lomba robot nasional di ITS tahun lalu. Ir. Ridway Balaka dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang bernuansa akademik tersebut. Karena ini tak lepas dari bidang akademik yang digeluti. Sesuai dengan fungsinya kampus adalah wadah untuk profesional murni akademik. Ia berharap dapat menjadi motor kegiatan akademik lainya. Selain itu menjadi sarana untuk mengembangkan sumber daya manusia di Sultra dan di fakultas teknik pada umumnya. (m2)

Peserta Final OSNP Didominasi Unhalu Kendari, KP Seleksi tahap final Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2012 telah dilaksanakan kemarin (8/10) di aula FMIPA Unhalu. Dilihat dari pesertanya yang merupakan peserta terbaik sembilan besar dari tiap bidang, tampaknya masih didominasi mahasiswa Unhalu. “Seleksi final tingkat provinsi ini diikuti sembilan besar untuk bidang matematika, biologi, kimia, dan fisika, jadi jumlah pesertanya ada 36 orang,” kata Ketua Person in Charge Sultra, Dr. La Ngkoimani M.si. Dijelaskan, untuk bidang biologi, kimia, dan fisika, semua mahasiswa yang berhasil lolos sembilan besar dan mengikuti seleksi tahap final adalah mahasiswa Unhalu. Sementara

untuk bidang matematika, delapan orang mahasiswa Unhalu, dan satu orang mahasiswa dari Universitas Dayanu Ikhsanuddin Bau-Bau. “Sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Peserta masih didominasi mahasiswa Unhalu,” imbuhnya. Untuk diketahui, seleksi tahap final provinsi tersebut untuk menjaring terbaik I, II, dan III masing-masing bidang. Terbaik I akan mewakili seleksi tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Jakarta, pada 26 s.d 30 November mendatang. Sebelumnya, seleksi tahap pertama dilakukan untuk menjaring sembilan besar masing-masing bidang yang dilaksanakan (1/10). Seleksi tersebut diikuti 540 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sultra. (m2)

15 UKKI akan Datangkan Penulis Nasional Kendari, KP Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Unhalu berencana akan mendatangkan salah seorang penulis nasional, Solikhin Abu Izzudin. Buku yang perna ditulis berjudul Zero to Hero dianggap para pembacanya sangat fenomenal. “Ini merupakan bedah buku yang kedua kali untuk Zero to Hero. Kali ini kami mendatangkan langsung penulisnya,” ujar Ketua UKKI Unhalu, Imran. Dijelaskan, bukan hanya bedah buku, juga training for trainer para anggota UKKI dan mahasiswa secara umum. Bedah buku akan dilaksanakan tangagl 13 s.d 14 di aula Fakultas Pertanian Unhalu. Seperti diketahui, buku karya Solikhin Abi Izzudin merupakan buku motivasi yang sangat inspiratif. Isinya mengisahkan sang penulis menjadi sosok trainer motivasi. Berkaitan dengan itu, walau Solikhin Abu Izzudin sangat jarang berkunjung di Unhalu, tetapi pengurus UKKI berinisiatif mendatangkan sebagai motivasi bagi semua mahasiswa. (m2)


16

Xpresi Facebookers Febrhy Ikhsan ebhy.lhuvhiea@facebook.com SMAN 3 Kendari

Kalau saya hanya bisa ngasiihh solusi yah !! Law mau di ceritaa gk bsa alx dia dlu shbtkuh wktu SMa ! Klw tx sya gmna cara menghadapi org bgtuu yaa diamin ajjj nntii juga dia capekk jgaa sihh atw tdkk tegur ajj atw langsung jgn miii gubriss org bgttuu ! Klw beri pelajaran bsa jga tpiii gk pkee kekerasan ya ! :))) ... Alahmduliilah stelah sya diamin itu shbatkuh dan tdk ajak ngomong akhirx dia sadar sndiriii !! Ini fakkta loh Misna Aquariuzgirl’s misna.aquariuzgirls@facebook.com SMAN 1 Ranomeeto “Menurut sy klw pnya teman sprti itw mnding cuekin aja,ga usa ambil pusing lgipula yg dy blng itwkn gak benar.,Iyakn??:) Anna Cipitzz andi.beleronizty@facebook.com SMAN 1 Sampara “JeLek skaLii pu.y sifat begitu. .paztii ndak ada iiank mau berteman ma dyaa. . .baguz.y tho di cuekiin zaja org begitu ato di diamkan so dya kan capek jhii” Zhurhy Nizz zhurhy.nizz@facebook.com SMAN 1 Wawotobi ‘’yahh . . Gimana mau diceritaiin kalo yg jsering jadii iblis di klas itu saya ><’’. . LOL” Rhysma Wiendyantary Syarif rhysma.wiendyantarysyarif.7@facebook.com SMAN 1 Wundulako “Kasi tau gak yaaahhhh????? Hehehehehe” Zaskya Zaa Mahasiswi zaskya.veenhella@facebook.com Fekon unhalu “Dikelas sy ada tman yg sering jadi biang kerok. Suka bergosip dn memprov0kasi.. Tips nya adalah cuek aja, dan hati2 berbicra dgn dy apalagi masalah yg penting” Ipul Sanggala ipul.sanggala.75@facebook.com Fekon Akuntansi Unhalu “Saya selalu berprasangka baik,, dengan dia... dan menganggap bahwa biang kerok itu,, penyakit yang unikk” Rhia Hasyim Analaki rhiachayank@ymail.com STIK Avicenna “Sy pux tmn sprti itu, tp org bgitu tdk sy ladenin, diamin ajah. skrg dy tdk pux tmn akrab” Evhy Ariany evhy.ariany@facebook.com Alumni SMAN 1 Angkasa “Mnurut aq sih sah2 aja klo misalx dy mw blg apa aja ttg kt,cuma gmana cara nanggapinx aja”

Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

Drs. Masnin Salam (Kepala SMPN 6 Kendari)

Bertentangan dengan Pendikan Karakter Di sekolah manapun pasti sudah tidak asing lagi dengan pendidikan karakter yang harus diitegrasikan melalui semua mata pelajaran. Nah, kalau kalian menjadi trouble maker sepertinya sangat bertentangan dengan pendidikan karakter. Padahal dalam aplikasinya, kita semua harus memahami tentang sopan santun, tata krama, etika, saling menyayangi, dan masih banyak poin lainnya yang jika kita ketahui pasti bertentangan dengan menjadi biang kerok. Poin-poin pendidikan karakter ini juga bukan hanya dipahami saja, tapi harus diaplikasikan. Pengaplikasiannya juga bukan karena kamu takut sama guru, misalnya kalau kamu ketahuan menjadi sumber keributan bakal diskorsing. Tapi karena kalian memang memiliki kesadaran bahwa hal-hal negatif itu tidak semestinya dilakukan. Ini semua bukan untuk kebaikan orang lain, tapi untuk kebaikanmu sendiri. Pelajaran yang kamu mulai dari hal-hal kecil ini sangat bermanfaat lo untuk membangun karakter positif kamu.(Wulan)

Share

Israwati Hamid (Mahasiswi Stikes Mandala Waluya)

Dihadapi Kepala Dingin Punya teman si trouble maker sih kayaknya gak pingin banget. Tapi seumur hidup tentu saja saya sudah pernah bertemu dan berada dalam satu lingkungan bersama doi. Biasanya nih, namanya trouble maker alias biang kerok ya paling suka mencari masalah. Tapi bagi saya, menghadapi teman si tipikal seperti ini harus berani. Kalo jadi korbannya, jangan cengeng dan pasrah saja, kamu bakalan terus dikerjai. Mendingan telusuri saja baik-baik dan cari tahu alasan dia sering mengerjaimu. Kalau kamu sudah yakin doi yang jadi biang kerok, tanyakan kebenaran alasan doi melakukan itu. Gak perlu marah-marah sih, tapi dengan begitu kan semua jadi jelas. Kalo si trouble makernya cowok, berarti dia ada hati kalee. Tapi kalo sama-sama cewek, nah ditanya langsung masalahnya apa berbuat seperti itu. Kalo gak berubah dilaporkan saja sama guru BK atau wali kelas, biar dapat pembinaan langsung. Hehehe....met nah (Wulan)

Cuap-cuap

Ketemu

Si Trouble Maker.... PUNyA teman yang doyan ngebuat masalah alias si trouble maker? Huufftt... malas banget kali! Hadapi orang yang selalunya buat masalah, tentu eneg banget guys. Apalagi kita pun ikut menjadi korban di dalamnya. Orang yang cenderung jadi trouble maker, biasanya susah dapet teman. Malah teman-teman di dekatnya pada menjauh, lah iyalah, gimana modekat, ntar dikerjai ma yang bersangkutan. Misalnya nich guys, dalam kelas nich guys, ketika semuanya lagi konsentrasi dengerin penjelasan guru, eh tiba-tiba dikejutkan ma bunyi ponsel yang super nyaring. Tak hanya itu, kadang-kadang, si trouble maker kerap ngerjai temannya dengan menyembunyikan tugas rekannya, ato melakukan pembangkangan dengan sengaja, seperti sengaja datang terlambat supaya kena hukuman. Yang

paling sadis nich guys, si trouble maker berani lawan guru. Hiiii....serem khan? So, gimana cara menghadapinya? Selain peran guru BK nih tuk memberikan pencerahan. Jangan-jangan yang bersangkutan punya problem di rumah sehingga maunya Caper gitu. Nach, bagi sobat expresi jangan langsung mutusin tuk gak temenan ma si trouble maker. Justru didekati, bisa saja dia gitu karena gak punya teman. Tapi kalau modipikir-pikir kayaknya buang waktu juga ya, ngadapin si biang kerok itu. Nah ini juga warning bagi si toruble maker, masalah gak harus diselesaikan dnegan problem juga. Sudah menanamkan perbuatan buruk, juga gak bakal disukai teman dan orang-orang di sekeliling kamu. Penilaian orang lain terhadap sibiang kerok pasti jelek lo, jadi gak usah bangga ya kalau kamu jadi biang kerok. (Wulan)


Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

PECAT ALLEGRI DOK/KP

Ketua PODSI Sultra, Abdurrahman Saleh saat memberikan motivasi kepada para atlet Dayung sebelum berlaga di PON Riau. Tiga medali emas sukses diraih dan akan diganjar bonus, Rp 25 Juta

Atlet Dayung Dijanji Bonus Rp 25 Juta Kendari, KP Ketua pengprov Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PODSI) Sultra H Abdurrahman Saleh memberikan apresiasi kepada seluruh atlet binaanya, meski hanya meraih tiga medali emas dan satu medali perunggu di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau. Hasil tersebut merupakan upaya maksimal, apalagi soal kepengurusan masa kepemimpinannya baru

berjalan beberapa bulan. “Itu sudah cukup maksimal dengan waktu yang cukup singkat, kita berhasil meraih medali emas,”ucapnya. Problem utama pada even empat tahunan ini kata Abdurrahman, berada pada anggaran yang tidak dianstisipasi lebih awal. Untung saja, jajaran pengurus Pengprov PODSI kreatif mengambil langkah sehingga bisa menanggulangi, beberapa kebutuhan pokok dalam proses

persiapan hingga keberangkatan menuju PON. Evaluasi dalam jajaran kepengurusan baik KONI maupun PODSI harus dilakukan dan mencermati secara obyektif dari sisitim penganggaran yang ada. Artinya, perlu pemikiran yang matang jauh hari sebelum even berlangsung. “Kita saja sempat kelabakan, tapi Alhamdulillah Baca ATLET di Hal. 18

Sukses Setelah Menang di Athena KArIEr Medina Warda Aulia semakin bersinar setelah menuai sukses di Kejuaraan Catur Dunia U-20 di Athena, Yunani, beberapa waktu lalu. Pecatur manis yang baru berusia 14 tahun itu membidik target besar di ajang Indonesia Open Chess Championship (I0CC) 2012 di Jakarta, 10-17 Oktober 2012. Pada Kejuaraan Catur Junior Dunia, tim catur cilik wanita Indonesia yang diwakili Medina, Chelsie Monica Sihite, dan Dewi Ardiani Chitra mampu menorehkan sejarah. Mereka mampu menjadi juara grup dan mengatrol posisi Indonesia yang hanya ditempatkan sebagai ung-

gulan 54 setelah masuk 24 besar dunia. Gelar prestisius individu juga ditoreh Medina dengan meraih norma kedua Grand Master Wanita (GMW). Pecatur ABG ini berhasil meraih prestasi itu lewat pertandingan panjang dan melelahkan melawan para pecatur andal asal Yunani, Rusia, dan Turki. Atas prestasi itu, Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) melalui Ketua Umum, Hashim Djojohadikusumo memberikan apresiasi berupa uang pembinaan. Ketiganya pun sangat kaget dengan hal ini.

“Saya sengaja menyembunyikan hadiah dan tidak pernah menjanjikannya. Saya ingin menguji idealisme dan patriotisme mereka dan melihat apakah atlet kita berjuang tanpa pamrih. Hasilnya, saya bangga mereka telah menunjukan kecintaan, tanpa dorongan uang,” ujar Hashim. (vvn)

PELATIH AC Milan, Massimiliano Allegri kini berada di ujung tanduk. Pria yang kini berusi 45 tahun tahun itu terancam akan dipecat dari kursi kepelatihan I Rossoneri jika kalah lagi saat menantang Lazio pada lanjutan pertandingan Seri A di Stadio Olimpico 20 Oktober mendatang. Kabar pemecatan ini ramai diberitakan media Italia. Kemarin, Rabu (10/10), Gazzetta dello Sport memberitakan bahwa hasil pertandingan AC Milan melawan Lazio akan menjadi penentu karir pelatih Allegri. Sejauh ini, Allegri memang mendapat sokongan dari skuad AC Milan. Namun, rumor pemecatan itu kembali mencuat Stephan El Shaarawy dan kawan-kawan kalah dari FC Internazionale di Derby della Madonnina. Saat ini, Milan dikabarkan ditangani asisten pelatih Mauro Tassotti sampai akhir musim. Untuk musim depan, manajemen Milan sudah mengincar Pep Guardiola dan Luciano Spalletti. Milan, runner-up musim lalu dan juara satu musim sebelum itu, kini memang tengah tertatih-tatih mengawali musim. Dari tujuh laga awal, Rossoneri baru bisa meraih 7 poin hasil dari dua kemenangan, satu kali imbang, dan empat kali kalah. Sebelum kekalahan atas rival sekota Inter Milan, Allegri sebenarnya masih terus didukung oleh pihak klub. Tetapi paska kekalahan itu posisinya diyakini sudah di ujung tanduk. Dilaporkan La Gazzetta dello Sport, Allegri bahkan bisa saja dipaksa berkemas jika pada tanggal 20 Oktober nanti tidak bisa mempersembahkan hasil memuaskan di kandang Lazio, ketika Seri A mulai bergulir lagi. Masih menurut La Gazzetta dello Sport, jika itu yang terjadi maka Milan selanjutnya akan mendapuk asisten pelatih Mauro Tassotti untuk menangani tim sampai akhir musim. Setelah musim selesai, Milan akan berusaha mendatangkan pelatih baru, yang mana ada dua nama yang disebut sebagai calon kuat; Pep Guardiola dan Luciano Spalletti. Nama Guardiola, yang tengah beristirahat paska mundur dari Barcelona, sebelum ini juga sudah sempat muncul dan dikabarkan segera pindah ke Milan. Satu hal yang mungkin jadi kendala adalah, untuk merekrutnya Milan butuh dana 6 juta euro per musim sebagai gaji. Konon, Guardiola juga meminta 80 juta euro lain dianggarkan untuk belanja pemain. Rumor bertambah seru karena surat kabar Italia lainnya, La

Kejuaran Futsal Nur Alam Terhenti Peserta Mulai Bertanya-tanya Kendari, KP Kejuaraan akbar bertajuk Nur Alam Futsal Champion (NAFC), dengan peserta mencapai 301 klub kini terhenti pelaksanaannya. Padahal, kompetisi berhadiah besar itu sudah sempat digulirkan beberapa waktu lalu dan sudah memiliki banyak kontestan yang maju ke babak selanjutnya. eberapa klub yang turut berpartisipasi mulai risau dengan pihak panitia pelaksana sebab tidak memberikan kepastian kapan kejuaran tersebut akan berlangsung. Pemilik klub Halilintar, lail menuturkan, sangat menyesalkan kinerja dari panitia.

DOK/KP

Suasana pembukaan NA Futsal Competition, Mei lalu. Kejuaraan berhadiah utama mobil ini sekarang tak jelas kelanjutannya. Sementara ratusan klub peserta bertanyatanya kapan berlanjut.

Sebab, janji melanjutkan kejuaraan setelah lebaran tidak kunjung datang. Apalagi, saat technical meeting mereka mengum-

bar bahwa kejuaraan ini yang termegah di seluruh Indonesia dan membawa nama Gubernur. “Saya lihat kejuaraan ini sudah tidak diperhatiakn lagi,” etusnya. Kejuaraan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur H Nur Alam SE pada 11 Mei 2012 lalu. Seluruh klub yang bertanding dibagi dalam empat zona. Pertama, berlaga di lapangan Benu-benua, kedua di lapangan Puuwatu, ketiga di KONI dan zona keempat di Anduonohu, dengan sistim pertandingan setengah kompetisi. Setiap zona dijanjikan akan mendapatBaca FUTSAL di Hal. 18

Massimiliano Allegri

Repubblica, memberitakan bahwa Milan bukan saja telah telah melakukan komunikasi dengan Guardiola, tetapi juga telah menyodori kontrak berdurasi empat tahun. Disebutkan, kontrak itu bernilai 6 juta euro per musim untuk Guardiola, persis seperti gaji yang dikabarkan ia minta. Selain itu, mantan bek legendaris Milan, Paolo Maldini, juga dimunculkan sebagai calon asisten pelatih untuk Guardiola. Lantas bagaimana dengan opsi lain, yakni Spalletti? Milan mungkin bisa merekrutnya dengan harga lebih murah ketimbang Guardiola. Namun, satu hal yang menjadi kendala adalah ia kini masih terikat kontrak dengan Zenit St Petersburg sampai Desember 2015. Rumor lainnya, Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi bahkan sudah menjalin komunikasi langsung dengan mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola. Tawaran kontrak pun telah diajukan. Seperti dilaporkan La Repubblica, Berlusconi sudah menelpon langsung Guardiola yang sedang berada di New York, Amerika Serikat. Berlusconi menyodorkan tawaran menggiurkan berupa kontrak 4 tahun senilai €6 juta (Rp74 miliar) per musim. Belum diketahui apakah Guardiola menerima tawaran menggiurkan itu. Sebab, pelatih sukses Barca Baca PECAT di Hal. 18


18

Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

Kaka Dapat Kesempatan Kedua RIO DE JANEIRO-Mendapatkan kesempatan kedua. Itulah yang dirasakan Kaka dengan pemanggilannya ke timnas Brasil. Makanya dia bertekad memberikan yang terbaik pada friendly game melawan Irak (11/10) dan Jepang (16/10). “Bisakah Anda membayangkan start baru setelah apa yang

saya lewati? Cedera dan operasi, tanpa mengetahui bagaimana situasinya. Setelah dua tahun dan beberapa bulan tanpa panggilan, kini saya kembali. Rasanya seperti panggilan pertama,” kata Kaka, seperti dikutip Goal. Kali terakhir Kaka bermain untuk Brasil ketika kalah dari Belanda 1-2 pada perempat final Piala

Dunia 2010. Setelah itu, jabatan pelatih berganti dari Dunga ke Mano Menezes dan Kaka kehilangan posisi. Menezes lebih suka memakai pemain muda. Sejatinya, Kaka pernah mendapat panggilan dari Menezes pada 27 Oktober 2011 dalam uji coba melawan Gabon dan Mesir. Hanya, belakangan dia harus rela dicoret

dari Samba, julukan Brasil, karena mengalami cedera. Setelah itu, Menezes tidak lagi melirik Kaka. Selain karena jarang mendapat tempat di Real Madrid, Menezes juga memiliki banyak pilihan di lini tengah. Masih ada Oscar, Ganso, dan Lucas Moura yang piawai memainkan peran sebagai gelandang serang dan masih muda. (ham)

Futsal ..................

futsal. Jika saja akan berlanjut, panitia segera mengambil sikap. Jika tidak, segera diumumkan agar tidak menjadi tanda tanya bagi seluruh klub yang telah lolos kebabak 32 besar. “Kami mau, segera direalisasikan kembali pertandingannya. Kami ini sudah banyak mengeluarkan biaya mulai dari komsusmsi, transportasi dan biaya lainnya,”kesalnya. Ditempat terpisah pemilik atlet klub Valia FC Bahar juga meminta panitia segera mengambil

sikap kapan pertandingan akan berlangsung. Sebab, perjuangan klub sudah menembus babak selanjutnya. Nah, jika saja mengalami penundaan harus diumumkan atau disampaikan secara resmi kepada masingmasing klub. “Janji panitia selesai lebaran Idul Fitri. Tapi sampai sekarang belum juga berlangsung, dan kalau mau difikir kita akan menghadapi Pilgub dan mustahil akan berlangsung secepatnya. Seharusnya ada kepastian,”paparnya.

Ditempat terpisah, Ketua Panitia kejuaraan yang dihubungi melalui telepon selulernya, Adi Awaludin Takahasi tidak memberikan komentar banyak kapan pertandingan akan berlangsung. Alasannya, saat ini terdapat kesibukan Nur Alam, sebab kegiatan ini tergantung dari Gubernur kapan akan kembali dihelat menuju ke babak selanjutnya. “Insya Allah akan kita lanjutkan,” ucapnya, tanpa memberikan kejelasan dimulainya pertandingan NAFC. (m1)

kan hadiah Rp 50 juta, sehingga ditotalkan Rp 200 juta. Lalu, setiap klub yang bisa menembus delapan besar akan mendapatkan uang pembinaan. Dan jika melaju kebabak final dan meraih juara pertama, mendapatkan hadiah mobil bersama tiga unit motor juga akan menjadi hadiah utama. Islail mengatakan, harus ada kejelasan dari pihak panitia bagaimana nasib dari kejuaraan

Pecat ..................

Atlet ..................

tersebut pada akhir musim lalu sudah mencanangkan untuk beristirahat dari dunia sepakbola setidaknya untuk satu musim ke depan. Aksi Berlusconi ini ditengarai sebagai bentuk ketidakpuasaannya terhadap kinerja Allegri. Mantan perdana menteri Italia itu sejak beberapa pekan lalu sudah ingin memecat Allegri. Hanya saja bisa dicegah oleh Adriano Galliani yang merupakan Wakil Presiden klub. Namun Berlusconi tidak bisa menahan kekecewaannya pada akhir pekan lalu saat AC Milan timbang 0-1 dari rival sekota, Inter Milan. Kekalahan ini membuat Milan masih terpuruk di posisi 11 klasemen sementara Serie A musim ini. (irb/awa/krs/jpnn)

kita diberikan pertolongan oleh Allah SWT. Hasilnya, dari 14 cabang yang berlaga hanya Dayung yang pulang membawa medali emas,”tandasnya. Ia juga menyindir dalam meraih prestasi gemilang tidak boleh dalam kepengurusan berorientasi pada pada keuntungan, atau hanya memikirkan anggaran. Sementara, keberhasilan atau prestasi yang harus diperjuangkan untuk cabor menjadi terbengkalai sehingga menjadi sorotan bagi masyarakat. Nah, soal bonus khusus atlet Dayung Sekretaris DPW PAN Sultra ini akan menepati janji, memberikan bonus Rp 25 juta bagi peraih medali. Bahkan, seluruh peserta yang berpartisipasi juga akan mendapatkan namun besarannya akan berbeda. “Kapan waktunya itu sedang kita agendakan. Yang jelas, penting kita mengoreksi diri masing-masing, dengan cara duduk bersama baik Pengprov, pelatih dan atlet. Kita membuat program sebagai cambuk kedepan. Kita harus menciptakan olahraga menuju prestasi bukan mengarah pada anggaran,”tegasnya. Sementara itu, Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sultra Muh Endang SA mengungkapkan, harus ada evaluasi atas merosotnya prestasi. Berbicara dana kata dia, tidak bisa hanya mengharapkan dari APBD sebab bukan hanya olahraga yang menjadi fokus utama dalam proses pembangunan. Sehingga perlu langkah sedini mungkin mempersiapkan, beragam kebutuhan sebelum kejuaraan berlangsung. Sementara itu, Kadispora Sultra H Tasman Taewa mengakui beberapa faktor menjadi penyebab kegagalan misalnya anggaran yang sangat minim, kemudian kualitas pelatih sebab beberapa PON yang berlangsung torehan medali hanya diberikan oleh beberapa cabor unggulan saja. Misalnya, Dayung, Silat, Kempo, Karate, Takraw. Padahal, jika kita melihat semua cabor melakukan latihan yang sama, lalu kualifikasi pra PON bahkan Kejurnas. Penjelasannya kata Tasman, prestasi memang mahal. Namun, tidak semua bisa dibayar mahal sebab yang terpenting bagaimana manajemen pembinaan pelatih apakah berjalan dengan baik. “Saya ingin memaparkan, mengapa dana PON terlambat dicairkan itu karena cabor yang lolos pra PON tidak memberikan data secepatnya padahal sudah diminta pada setiap cabor, agar bisa dibuat SK, beberapa bulan sebelum Pelatda. Kemudian soal honor memang tidak dianggarkan karena semua yang berbentuk honor telah dihapus, lalu bonus saya tidak berani sebab itu otoritas Ketua KONI, dan Alhamdulillah semua sudah dimasukan dalam APBD perubahan, termasuk uang saku. Kita tidak akan tutup mata dengan semua ini,” ucapnya. (m1)


19

Kendari Pos |Kamis, 11 Oktober 2012

Ibu Galak, Anak-anak Kalem

JAKArtA-Orangtua adalah pedoman dan teladan bagi anak saat berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Jika orangtua mengajarkan perilaku yang baik atau cenderung kooperatif dengan anaknya maka si anak juga akan berperilaku lebih baik terhadap orang lain dan lebih mudah diatur, begitu juga sebaliknya. Senada dengan hal itu, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa ibu yang galak dan memperlakukan anaknya yang beranjak remaja secara ketat tak hanya akan mempengaruhi perilaku anaknya tapi juga teman-teman si anak. Faktanya, teman-teman seorang anak yang ibunya galak cenderung 40 persen tidak mabuk, 38 persen tidak suka minum-minum, 39 persen tidak

merokok dan 43 persen tidak menghisap marijuana ketimbang teman-teman anak yang ibunya tak begitu galak. “Orangtua yang otoritatif dan menggunakan metode pengasu-

han yang menyeimbangkan antara kehangatan dan komunikasi dengan pengawasan dan kontrol yang tepat tak hanya dikaitkan dengan berkurangnya kecenderungan untuk menyalahgunakan obat-obatan pada anak mereka tetapi juga pada teman-temannya,” ungkap ketua tim peneliti, Holly Shakya, peneliti dari Gates Foundation Social Networks Project, San Diego School of Medicine, University of California. Untuk mencapai kesimpulan tersebut, Shakya dan rekan-rekannya menganalisis data yang diperoleh dari National Longitudinal Study of Adolescent Health. Studi ini memang khusus mempelajari perilaku remaja di penjuru AS. “Kami menemukan bahwa efek

IDI Minta Tarif Dokter Naik JAKArtA--Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta kenaikan tarif jasa dokter saat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diberlakukan 2014 mendatang. Alasannya, tarif yang diberlakukan sekarang sangat rendah sementara para dokter dibatasi layanannya, maksimal delapan jam. “Jasa dokter di Indonesia tidak seragam dan hanya didasarkan pada jasa medik. Ini banyak dikeluhkan dokter-dokter terutama di daerah-daerah seperti Gorontalo karena tarif jasanya ditentukan oleh gubernur,” kata Ketua Umum IDI Dr Prio Sigit Pratomo dalam rapat dengar pendapat Panitia Kerja (Panja) Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Komisi IX DPR RI, beberapa hari lalu. Dijelaskannya, tidak adanya kejelasan tarif jasa medik di setiap puskesmas, rumah sakit (kelas A, B, dan C), klinik, membuat seorang dokter spesilis untuk penyakit sama mendapatkan bayaran berbeda. Dengan berlakunya BPJS, dokter harus memberikan layanan sama pada semua pasien tanpa terkecuali, sehingga perlu pemerataan tarif. “Kalau di luar negeri, jasa dokter diperhitungkan dengan remunerasi. Tidak seperti di Indonesia yang hanya disesuaikan dengan jasa medik sehingga pendapatan dokter rendah,” tuturnya. Permintaan IDI ini didukung Rieke Dyah Pitaloka. Anggota Panja Jamkesmas dari Fraksi PDIP ini mendesak agar dokter harus mendapatkan remunerasi agar dapat melayani masyarakat secara maksimal “Bagaimana bisa maksimal melayani masyarakat kalau kesejahteraan dokter tidak terpenuhi. Karena itu dokter harus secepatnya diberikan remunerasi. Kenapa TNI Polri sudah mendapatkan remunerasi, sedangkan dokter belum. Padahal mereka adalah bamper dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya. (Esy/jpnn)

otorisasi orangtua juga tersebar hingga ke lingkungan jaringan dimana anaknya bersosialisasi. Dari awal perilaku orangtua mempengaruhi anak-anaknya dan hal itu ternyata juga berdampak pada teman-teman si anak,” tambah Shakya seperti dilansir dari MSN, Selasa (9/10/2012). Menanggapi studi tersebut, Simon Rego, direktur pelatihan psikologi Montefiore Medical Center/Albert Einstein College of Medicine di New York City menyatakan, “Gaya pengasuhan anak yang otoritatif ini tampaknya dapat menciptakan manfaat jangka panjang yang paling optimal terhadap remaja seperti menentukan keberhasilan akademis anak, membentuk hubungan yang positif antara anak dengan teman-temannya, meminimalisir kenakalan remaja, termasuk mengurangi kecenderungan anak

untuk menjalin pertemanan dengan anak-anak nakal hingga mempermudah proses adaptasi psikososial anak.” Pakar lain, Bruce Goldman, direktur Substance Abuse Services di Zucker Hillside Hospital, Glen Oaks, New York juga

mengakui bahwa hasil studi ini seharusnya dapat mendorong kepercayaan diri para orangtua yang terkadang merasa lepas kontrol dan tak dapat mempengaruhi anak-anaknya, padahal faktanya justru sebaliknya.(ir)


20

Kendari Pos | Kamis, 11 Oktober 2012

Berupaya Untuk Mandiri meSKi keinginan Rezky Ulfa Ramadhani untuk kuliah belum terwujud, tapi bukan hal yang disesalkannya. Bisa bekerja menghidupi diri sendiri menjadi sebuah kebanggaan bagi Rezky. Menjadi wanita karir sudah dilakoni Rezky Ulfa Rahmadani R. sejak November 2007 setelah menamatkan pendidikan di bangku SMA. Awal karirnya di mulai sebagai Sales Promotion Girls (SPG) , kemudian tahun 2008 berubah status menjadi karyawan tetap sebagai Sales Counter hingga saat ini. “Sebenarnya niat awalnya ingin melanjutkan kuliah.Tapi saya tidak ingin membebani orang tua. Apalagi orang tua saya sudah berpisah, sehingga saya harus mandiri dengan memiliki pekerjaan, kebetulan saat itu ada tawaran kerja,”tutur wanita berjilbab ini. Bekerja sebagi sales Counter kesehariannya berhubungan dengan para pelanggan yang datang ke kantor baik yang hendak membeli motor, mengabil STNK hingga komplain konsumen. Jika mereka yang datang hendak membeli motor, akan diberikan penjelasan kepada mereka tentang keunggulan motor, harga hingga menawarkan berbagai hal yang dapat memberikan kemudahan kepada para calon pelanggan pembeli motor. Suka duka bekerja selama beberapa tahun bergabung di Honda sudah di rasakan oleh wanita yang akrab di sapa Ulfa. Ulfa ,mengaku senang menjalani aktifitasnya saat ini karena rekan-rekan kerja mereka merupakan orang-orang yang mengutamakan sikap kekeluargaan serta solid, sehingga dirinya merasa nyaman bisa bekerja di lingkungan orang-orang yang mengutamakan sikap kekeluargaan. Hal lain yang membuat Ulfah betah bekerja di Honda, yaitu bisa bertemu banyak relasi. Walau duka dalambekerja pasti juga ada sebagai tantangan. Misalkan ketika bertemu dengan pelanggan yang hendak melakukan komplain. Bahkan pernah ada salahs atu pelanggan datang sampai menyumpahi dirinya. “Sabar dan menghadapi mereka dengan senyum.Karena semua ini sudah resiko kerja. Sesuai dengan peraturan yang ada kami melayani dengna 5 S , yaitu senyum salam, sapa, sopan dan santun,” ujarnya.(Strilda/Sulis)

Rezky Ulfa Rahmadani R. Lahir : Kendari, 18 April 1989 Kerja : Sales Counter Honda Suami : Muh Taufan Bachtiar, ST.MTP Anak : Alisha Ramadhani Taufan

Ingin Lanjut Kuliah Keterlambatan Ulfah untuk kuliah tidak kandas begitu saja. Suatu hari ketika anak-anaknya sudah besar, niatan itu tetap menjadi semangatnya. Baginya pendidikan hal yang penting, sehingga tidak ada salahnya mencari ilmu, toh kuliah tidak dibatasi dengan usia. Kini Ulfa sedang mengandung anak ke duanya. Tapi semua itu tidak menjadi penghalang bagi seluruh aktivitasnya. Baik urusan keluarga atau pekerjaannya tetap dilakoninya tanpa keluhan. Aktivitas Ulfa mulai senin hingga jumat, dari pukul 07.30 Wita hingga sore hari dan sabtu hanya setengah hari. Bahkan ada kalanya pulang malam, kala ada pekerjaan yang harus diselesaikan. “Alhamdulillah semuanya lancar, tapi keluarga sangat mensuport terutama suami,”katanya. Untuk menyeimbangkan waktu, Ulfah pun menggunakan jasa penitip anak di sekolah khusus penitipan anak,dan diambilnya setelah pulang kantor. Kegiatan itu dilakukan bergantian dengan suami. Di tengah kesibukannya Ulfa mengaku tidak punya waktu untuk mengunjungi salon. Perawatan diri cukup dilakukan sendiri di rumah. “Yang penting bersih sehat, tampil rapi saat bekerja busana yang sopan, sudah cukup bagi saya,” pungkasnya. (Strilda/Sulis)


Kendari Pos Edisi 11 Oktober 2012