Issuu on Google+

PENDIRI Pdt. Bigman Sirait PEMBINA Pdt. Bigman Sirait Erwin Wijaya Rudi Hidayat PENASIHAT Dr. Otto Hasibuan, SH Handoko Supranoto Christovita Wiloto PENGAWAS Sugihono Subeno Dr. Victor Silaen Ir. Harry Puspito An An Sylviana, SH, MBL KETUA Hendry Surya

PROFETIK

Pdt. Bigman Sirait

TERANG NATAL DIBENCANA HIDUP

K

EGALAUAN hati menyongsong Natal pasti melanda banyak umat kristiani yang menjadi pengungsi. Mereka penjadi pengungsi akibat bencana yang tak pernah diduga. Porak poranda perjalanan kehidupan. Kehilangan harta, hingga orang yang tercinta. Tak terbilang besarnya duka yang melanda. Tak pula kita mampu mengukurnya, sekalipun coba berempati, tetap saja sangat terbatas apa yang bisa kita bagikan. Bagaimanapun juga Natal telah menjadi warna tersendiri bagi umat kristiani. Kegiatan bergerak, dari belanja, hingga menghias pohon Natal dirumah. Begitu pula aneka asesoris yang mendadak menjadi sangat perlu. Semua kegiatan telah menjadi roh nya Natal. Tak salah berkegiatan, tetapi menjadi masalah besar karena ini telah menjadi roh yang salah. Kesalahpahaman terus membesar, mengakibatkan umat kehilangan makna natal. Dan, ini pula yang mengakibatkan bencana dianggap sebagai duka yang menodai semarak natal. Padahal, jika menelusuri perjalanan Natal, tak ada suasana semarak disana. Bayangkanlah Maria yang hamil tua harus melakukan perjalanan panjang dari Nazaret menuju Betlehem. Jalan yang turun naik

SEKRETARIS UMUM Anis Mubarik Gani BENDAHARA Honggo Wijaya Sulistiani Dharmawan PRODUKSI David Chandra Karly Toindo TEKNOLOGI INFORMATIKA Cahyono Herlambang OPERASIONAL STUDIO Hambar Ramadhan Sekretariat: Wisma Bersama, Jl. Salemba Raya 24 A-B. Jakarta 10430, Telp. 6221. 3924229 Fax. 6221. 3924231 Rek. Bank : BCA Sunter a/n pelayanan media antiokhia no. 419 302 4800 Email : yayasan_pama@yahoo.com Website: www.yapama.org


PROFETIK

Ingat perjalanan Yusuf dan Maria yang sedang mengandung. Dan, bukankah kedukaan menjadi penolong yang baik. Asal tak larut dalam kedukaan, itu bisa jadi alat bantu perenungan yang hebat. Ingatlah kisah Natal pertama, maka belajarlah menikmatinya, karena anda telah memiliki tanpa merancangnya. Banyak orang kota, orang berpunya, coba mendisain suasana, tetapi mereka hanya punya bayangan, bukan keutuhan. Inti Natal adalah mengalami pertemuan yang pribadi dengan Tuhan, merasakan kasihNya secara utuh, maka keadaan tak pernah menjadi penganggu. Natal dibencana hidup adalah sebuah keniscayaan, bukan kenistaan. Sebaliknya, kita yang menduduki kota, yang aman tanpa becana, hati-hati jangan sampai dikemapanan justru kita mengalami bencana terngeri karena kehilangan makna Natal. Harta, kedudukan masih kita miliki, tetapi Yesus Natal yang sejati tak lagi mampu kita imani seutuhnya. Tragedi Natal justru paling banyak terjadi di sana. Ingat, para imam kepala, ahli taurat, yang tokoh agama, memilih tinggal di kenikmatan istana, sehingga tak pernah hadir di Natal sejati. Sebaliknya majus sikafir mengayunkan langkah menuju Betlehem kota kecil, dan bersuka cita karena Natal itu. Seharusnyalah kita terus menggali kebenaran ini. Sayangnya kita justru terbawa arus dunia yang memang semakin menggila. Natal bukan apa yang anda punya, atau apa yang ada disekitar diri. Natal justru ketika kita merasa tak punya, sehingga Tuhan hadir disana, dihati kita. Semoga Natal ada di bencana hidup, supaya anda tak kehilangan untuk yang kedua kalinya. Sebaliknya, berimanlah dalam kesungguhan, supaya anda mendapatkan dikehilangan. Natal dibencana hidup, bagikan mutiara mahal dari lumpur kotor. Selamat hari Natal, selamat memaknainya.

sama sekali tak bersahabat. Belum lagi kesunyian, diantara hiruk pikuk orang banyak, yang berpacu dengan keinginan diri sendiri. Tak saling peduli satu dengan yang lainnya, menjadi kesunyian tersendiri. Maria dan Yusuf tak mendapat prioritas karena kehamilan, bahkan sebaliknya menjadi yang terbelakang tiba di tujuan. Bukan itu saja, efek lanjutan semakin terasa, tak ada tempat untuk mereka di Betlehem. Namun semarak Natal tetap terwujud, bukan karena kemeriahan asesoris atau kumpulan orang banyak. Tetapi terwujud karena hati yang bersukacita, sekalipun tamu hanyalah kelompok kecil gembala kelas bawah. Ya, itulah Natal, Tuhan berpihak pada umat yang diperkenanNya. Sukacita yang datang dari surga. Inilah pesan sejati Natal. Jangan lupa, kesibukan kota, aneka acara, dan rentetan Natal, bisa membuat kita kehilangan momentum sesungguhnya. Sebaliknya, kedukaan yang mendalam bisa menjadi pintu lebar memasuki makna sejati Natal. Saya sangat berharap, kawan-kawan yang mengalami musibah tak tenggelam bersama harta mereka yang hilang. Kesedihan memang rasa yang tak dapat dibohongi. Namun iman juga menjadi kekuatan yang tak terbantah. Bukankah kekuatan Natal adalah perenungan.

02


Warta

PROLOG: dari meja redaksi

M

ELANGKAH menuju penghujung tahun, menyentakkan kami akan kasih dan penyertaan Tuhan. “Terima kasih Tuhan atas pertolongan-Mu untuk PAMA”. Kembali melalui buletin ini, kami mengajak segenap Mitra PAMA yang mengenal atau mengetahui, ada radio swasta di kota–kota di Indonesia, yang bersedia menyiarkan suara kebenaran, kiranya dapat memberitahukan kepada kami melalui sekretariat PAMA (Ibu Sulistiani Dharmawan/Ibu Natiar). Hal ini diharapkan dapat mewujudkan komitmen kami, agar Berita Injil dapat tersiar ke seluruh Indonesia. Terlebih lagi di pelosok–pelosok yang masih sulit dijangkau. Radio dan TV merupakan media yang sangat efektif untuk mewujudkan impian ini. Saat ini PAMA juga sudah menayangkan Berita Injil setiap minggu melalui siaran di Indovision dan Kabel Vision, serta di 30 stasiun radio di berbagai kota. “Sudah waktunya PAMA, merambah sampai ke seluruh Indonesia. Menerobos ke TV umum agar dapat menjadi berkat bagi banyak orang,” sebagaimana harapan bapak Handoko Supranoto, penasihat Yayasan PAMA yang disampaikan dalam profil, di edisi ini. Marilah kita saling bergandeng tangan untuk meningkatkan pelayanan PAMA. Melalui dukungan doa, tenaga dan dana. Terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan selama ini untuk PAMA. Tak terlupakan kami mengucapkan “Selamat Natal (25 Desember 2010) dan Tahun Baru (1 Januari 2011). Kiranya, Tuhan terus memberkati seluruh Mitra PAMA. Gambaran kebutuhan rutin dana untuk pelayanan dan operasional PAMA per tahun adalah sebagai berikut: 1. Biaya produksi untuk TV Rp. 65.000.000 2. Biaya siaran Radio (30 stasiun) Rp. 72.000.000 3. Biaya kantor Rp. 60.000.000 4. Biaya operasional Rp. 40.000.000 5. Biaya pengembangan siaran radio Rp. 60.000.000 (Radio di Jawa: Bandung, Cirebon, Jogyakarta, Surabaya. SUMATERA: Medan, Tebing Tinggi, Pekan Baru, Palembang, Padang. SULAWESI: Kendari. KALIMANTAN: Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya. PAPUA; Biak. BALI: Denpasar, Gianyar, Singaraja. KUPANG) Total kebutuhan per tahun Rp. 297.000.000 Total kebutuhan per bulan Rp. 24.750.000 (dibulatkan) Rencana penerimaan rutin per bulan 1. Komitmen Mitra ( rutin per bulan) 2. Komitmen dana per bulan yang masih diperlukan

Rp. Rp.

11.000.000 13.750.000

Sekali lagi, bagi anda yang mempunyai visi yang sama dengan kami untuk memberitakan Injil Kebenaran melalui media, kami yakin anda bersedia menjadi mitra pelayanan kami dan dapat segera menghubungi salah satu pengurus kami yang anda kenal Salam dan puji syukur dalam Tuhan Yesus Hendry Surya, Ketua

03

1


PROMOSI; mengenal lebih dekat RC hadir dengan penuh keterbatasan. Alat pemancar yang masih rakitan, peralatan siaran yang sangat sederhana dan minim. Listrik yang sering padam, serta tenaga penyiar yang belum konsisten, tidak memupuskan semangat kehadiran RC untuk dapat menggapai misi dan visi mulia. “Melaksanakan penginjilan yang efektif, untuk membawa masyarakat mengenal Kristus�. RC pun kini hadir sebagai

Ilustrasi

Radio Charitas, 103, 3 FM

MELAKSANAKAN PENGINJILAN

R

ADIO Charitas (RC) bisa ditemukan di gelombang 103,3 FM. Jangkauannya radius 23 kilometer dari Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tenggara. Sejak 4 tahun lalu, radio ini telah mengudara dari pukul 05.30 hingga pukul 18.30 WIT. Program siaran yang dirangkai seperti: Jumpa-jumpa (kirim sms), Charitas Family (anggota keluarga untuk siapa), Fokus pada keluarga, Hiburan, serta Renungan pagi-sore. Walau alat yang dipakai masih berupa rakitan, namun benar-benar sangat berguna bagi pendengar. Keberadaan radio/media informasi yang terbatas di Toli-Toli, menyebabkan kehadiran Charitas tidak hanya didengar oleh umat Kristen, namun juga umat yang beragama lain. Respon pendengar terhadap penyiaran ini, terus dirasakan melalui setiap komentar yang datang setiap harinya.

mediator, yang berguna membangun kebersamaan antar-gereja. Info-info pelayanan gereja-gereja, penyiar dengan keunikan dari berbagai gereja, serta berbagai lembaga yang dapat bekerjasama, menjadi kekuatan dan kemajuan kehadiran RC. Di balik RC, ada Pdt. Demaskus. Beliaulah yang menggagas kehadiran radio ini, dengan kerinduan agar dapat memberkati banyak orang. Pdt. Demaskus sebagai direktur utama, tetap setia memikirkan pengembangan eksistensi RC. Tak terlupakan, RC bekerjasama dengan PAMA, dan menyiarkan program PAMA di sore hari pukul. 18.00-18.30. Waktu penyiaran ini berganti dari pagi hari, setelah mendapat respon pendengar. Di sore hari, memberi kesempatan untuk lebih banyak pendengar yang bisa mendengarkan siaran ?Lidya PAMA.

04


PRODUK; CD, DVD, BUKU Karya Pdt. Bigman Sirait

CD KHOTBAH Vol IV 1. Misteri Kebangkitan 2. Dekat dengan Tuhan 3. Umat yang Bertumbuh (A) 4. Umat yang Bertumbuh (B) 5. Manusia Unggul 6. Meminta dengan Tepat 7. Empat Jenis Pelayan 8. Manusia Akhir Jaman (A) 9. Manusia Akhir Jaman (B) 10. Manusia Berdosa (A) 11. Manusia Berdosa (B) 12. Menggali Alkitab 13. Hidup yang Berbuah 14. Benih Israel 15. Israel di Perantauan 16. Israel & Tanah Perjanjian 17. Israel sebagai Kerajaan 18. Kerajaan & Bait Allah 19. Kembali dari Pembuangan 20. Bait Allah 21. Situasi Israel di Pelayanan Yesus 22. Kekayaan, antara Bahagia&Bahaya 23. Pemimpin Besar 24. The Servant Leaders (1) 25. The Servant Leaders (2)

DVD KHOTBAH - 7 Kata Penuh Kuasa (7 DVD) - 7 Fakta Seputar Salib (7 DVD) - 7 Alasan Mengapa Yesus Disalibkan (7 DVD) - 7 Gelar Yesus Dalam Penyaliban (7 DVD) - KenaikanNya Pengharapan Dunia - Kuutus kau - Wanita Bermahkota (7 DVD) - Mujizat Natal (5 DVD) - Natal Berdarah (4 DVD) - Kidung Natal (3 DVD)

BUKU

- Produksi CD Khotbah PAMA kini berjumlah 4 volume. - Tiap Volume terdiri dari 25 tema@4 subtema - Total produksi 100 tema khotbah dengan 400 subtema (@durasi 22 menit) - Volume ke-5 sedang berjalan, dengan 4 tema Informasi dan pemesanan : Sekretariat PAMA ( 021 3924229 ) Dapatkan juga CD dan DVD lainnya (Seluruh keuntungan hasil penjualan dipakai untuk pembiayaan pelayanan PAMA)

05


PRODUK: Pelayanan Radio

Natal, Lahirnya Pengharapan Pdt. Bigman Sirait

N

ATAL memang sudah kehilangan makna sejati. Sekarang Natal dipergelarkan dalam bentuk wah. Itu tidak salah, yang menjadi salah jika hal itu diwujudkan dengan biaya yang luar biasa. Pada saat bersamaan, berapa banyak orang menanti maut karena kelaparan? Berapa banyak orang meratap dan merintih? Damai hanya ada di dalam gedung gereja. Pengharapan hanya ada di dalam khotbah, bukan dalam kenyataan. Bukankah itu suatu kegentingan di mana orang Kristen perlu merenung ulang, apa itu Natal? Coba kita renungkan. Apakah kita harus kasihan kepada orang-orang yang tidak bisa merayakan Natal seperti kita karena mengalami banyak kendala? Mungkin perayaan Natal kita akan membawa kita ke neraka, tetapi mungkin Natal yang dirayakan dalam keprihatinan akan membawa mereka ke sorga. Natal yang serba kecukupan dan luar biasa mungkin membuat kita lupa sungguh-sungguh berdoa. Tetapi Natal penuh tangisan dan airmata, doa yang dinaikkan bisa menjadi gegap gempita di dalam sorga. Bagaimana dengan Natal pertama? Natal yang sangat simbolik dengan kehancuran, Di sana muncul tokoh bernama Herodes. Dia memerintahkan sesuatu yang sangat menakutkan dan mengerikan dan tidak pernah terbayangkan, dan menjadi satu noda yang menyakitkan bagi Betlehem: membunuh anak-anak di bawah usia dua tahun! Kehancuran di Natal pertama itu apa? Yang pertama adalah banjir darah, kematian anak-anak di bawah usia 2 tahun. Mereka harus mengalami pembunuhan,

mati demi ambisi Herodes yang tidak ingin ada saingan. Menakutkan dan mengerikan. Natal pertama harus dibayar dengan darah. Bagaimana jika sekarang ada bom? Marilah berdoa, kalaupun bom itu meledak semoga kita masuk sorga. Kenapa mesti pusing? Kita toh tidak bisa melarang, kita tidak bisa marah. Orang mau marah silakan, itu urusan mereka. Tetapi bagaimana menyatakan cinta kasih, itu tanggung jawab kita. Itu sebab bagi saya tidak terlalu masalah ketika menyikapi apa yang sedang terjadi. Bagi saya, tidak terlalu penting apa yang sedang terjadi di dunia, tetapi bagaimana kita berjalan dan bekerja melakukan apa yang Tuhan mau. Yang kedua, banjir air mata. Di sana ada hawa nafsu. Darah tumpah di mana-mana, maka air mata mengalir pula di mana-mana. Bahwa Natal suka cita itu betul, tetapi sukacita yang belum “titik”, tapi “koma”. Tidak mungkin orang Kristen bersuka cita waktu Natal, tanpa mengeluarkan air mata. Tidak mungkin orang Kristen bersuka cita waktu Natal tanpa menangis. Kenapa? Karena begitu Anda suka cita merenungkan kasih Tuhan, bisakah Anda merenungkan dan merasakan itu tanpa menangis? Tidak mungkin engkau tidak akan menangis di dalam suka cita, “Tuhan, kenapa Kau pilih aku? Kenapa Kau cintai aku?” Maka keluarlah air mata penuh suka cita. Kalau suka cita lalu mabok, itu orang sekarang. Ketiga, banjir amarah. Karena Herodes sudah gelap mata tidak tahu lagi kawan atau lawan. Karena gelap mata, dia tidak berhitung lagi. Baginya, yang penting tidak boleh ada orang lain menjadi raja, sekalipun dia tidak mengerti apa yang dimaksud orang Majus sebagai “Raja Orang Yahudi”.

06


Maka Natal pertama memang porak poranda, hancur berantakan, tetapi justru di situlah paradosks daripada Natal itu. Justru di kehancuran itulah damai bersemi. Justru di kehancuran itulah damai dinyatakan bagi orang yang diperkenannya. Anugerah Natal bukan murahan. Tidak semua orang bisa berbahagia karena Natal kecuali yang diperkenan Tuhan. Anda berhak atas kebahagiaan Natal jika hidup berkenan dan diperkenan Tuhan. Kebahagiaan itu menjadi milik orang yang kuat, sehingga Natal membuat dia teguh di tengah kepahitan. Natal membuat dia teguh di tengah ancaman. Kehancuran memang ada dan tidak ter-

hindarkan. Jangan pernah mimpi akan ada saat di mana tidak ada kehancuran. Itu nanti di sorga. Jangan pernah mimpi akan ada saat tidak ada kesusahan, lalu kita menjadi orang Kristen yang begitu mulus. Kitab Wahyu mengatakan: “Makin lama manusia makin jahat, makin lama manusia makin memberontak�. Itu gambarannya. Tetapi berbahagialah mereka yang teguh berharap kepada Dia, karena di antara puing-puing kehancuran itu muncul pengharapan yang luar biasa dari Yesus, simbol pengharapan. (Diringkas dari khotbah Pdt Bigman Sirait)

PRODUK: Momen Inspirasi

Tidak Jujur, Anda Tersiksa

S

IKSAAN yang paling menyakitkan adalah siksaan yang tidak pernah Anda bisa selesaikan. Penyakit yang paling mengerikan adalah penyakit yang tidak pernah ditemukan penangkal, obat yang bisa menyembuhkan. Oleh karena itu mejadi sangat menyedihkan bukan, kalau hidup terus tersika tanpa bisa diselesaikan. Tetapi ternyata ketersiksaan datang karena kesalahan diri. Ketersiksaan datang karena kita yang menciptakan. Ia menjadi panyakit yang menggelisahkan. Ia menjadi penyakit yang menyiksa diri. Ia menjadi penyakit yang menakutkan karena membuat Anda tersiksa akibat tidak jujur dalam kehidupan. Karena itu, berusahalah untuk selalu jujur dalam hidup supaya tidak merasa tersiksa karenanya. Jujur membuat Anda merdeka dari rasa tersiksa. Bukankah jika Anda tidak jujur pada seorang rekan, Anda bertemu dengannya menjadi sebuah penyiksaan? Anda diliputi rasa ketakutan. Takut dia menggetahui ketidakjujuran Anda, padahal ia mungkin

tidak menyadarinya. Bertemu dengan istri, Anda pun takut. Anda bertemu dengan suami, kegelisahan mengikuti. Ya, betapa tersiksanya. Virus itu terus datang dan tak pernah terselesaikan. Pergi ke toko, Anda tidak menemukan makanan kesehatan untuknya. Masuk ke apotek, tidak ada obat yang terdaftar di sana untuk menyelesaikannya. Anda ke pergi ke penguasa, dia tidak menemukan solusinya. Karena ternyata obatnya ada pada Anda: Jangan berbuat tidak jujur. Karena dengan tidak jujur, Anda akan tersiksa. Selamat menghargai diri dan tidak menyiksa diri. Selamat menjalani hari-hari dalam kebahagian yang sejati. Tidak tersiksa karena Anda orang jujur. Tidak jujur Anda tersiksa.

Bersama saya Bigman Sirait

07


PROFIL; pengurus yayasan

Handoko Supranoto, Penasihat

KONSISTENSI HANDOKO Supranoto, lahir di Banyumas pada 16 April 1958. Sejak 1995, Handoko telah merintis usaha di bidang angkutan, khusus konteiner dengan nama perusahan: Hagajaya Kemasindo Sarana (HKS).

H

ANDOKO dikaruniai istri yang cantik dan anggun bernama Ekarina. Wanita kalem, yang juga baik hati ini, telah memberi kebahagiaan tersendiri dalam kehidupan Handoko. Kesibukan Handoko sebagai pemilik dan pemimpin perusahaan, tidak membuatnya alpa dalam memberi perhatian untuk kedua buah hati: Nixie Pyrena dan Michele Nathaya. Makan malam selalu diupayakan Handoko bersama keluarga tercinta. Hari Sabtu-Minggu, khusus diberikannya untuk keluarga. Menjadi pengusaha yang benar adalah tekad Handoko. Konsistensi adalah sikap yang dilakukannya dalam memimpin 60 karyawan yang saat ini bekerja di perusahaannya. Mengayomi dan memberi teladan adalah upaya untuk selalu dapat diwujudkannya. Handoko menerapkan keteladanan dan konsistensi,dalam membangun kepemimpinannya di perusahaan. Handoko memerhatikan mereka yang terabaikan. Melayani bukan pelayanan, suatu perbuatan nyata bukan kegiatan semata. Tidak memberi yang bekas, melainkan yang terbaru. Inilah prinsipprinsip yang ingin terus diwujudkan Handoko, ketika hadir menjadi saksi Tuhan kepada seluruh karyawannya di HKS, yang sebagian besar bukan Kristen. Handoko terpanggil untuk melayani. Kepercayaan yang dia emban sebagai

penasihat PAMA, disyukurinya dalam kejujuran. “PAMA adalah media pemberitaan Injil, yang dapat mencerdaskan umat Kristen,” ujarnya seraya melanjutkan bahwa inilah yang mendorong keterlibatan, pria pekerja keras ini di lembaga tersebut. Handoko memiliki harapan besar dengan PAMA. “Jika kini, PAMA telah hadir di 30 stasiun radio di berbagai kota, bahkan di Indovision dan Kabel Vision, maka sudah waktunya, PAMA merambah sampai ke seluruh Indonesia, menerobos ke TV umum, seperti: TV One, Metro TV, RCTI, SCTV, dan yang lainnya, agar dapat dinikmati banyak orang,” harapnya. “Mari bergandeng tangan, saling membantu, dan konsisten. Tidak sekadar menyuarakan tapi membuktikannya, sehingga semua mengerjakan pelayanan berarti ini secara bersama, bukan hanya dibebankan pada satu orang saja,” tambah Handoko penuh semangat. Handoko tak lupa memberi pesan: “PAMA perlu meningkatkan SDM. Membangun komunikasi antar tim untuk lebih aktif. Melakukan follow up terhadap seluruh program pelayanan PAMA, agar dapat mengetahui sejauh mana pengaruh/ dampak pelayanan ini, untuk masyarakat Kristen secara luas”. Handoko, sosok bersahaja yang menjadi berkat. Menghadirkan kesaksian nyata, terhadap sesama dalam keseharian. ?Lidya

08


PRODUK; ringkasan acara TV

MAKNA NATAL Dimensi Iman Kristiani di Indovision, Desember 2010 Disari oleh Lidya Wattimena

D

ALAM hinggarbingar natal, kita perlu memaknai natal dengan tepat. Pdt. Bigman Sirait mengajak pemirsa memaknainya dengan menyoroti kitab Injil Yohanes 1:9-11. Natal, kisah Pemilik yang tertolak, dikudeta oleh orang-orang kepunyaan-Nya. Posisi yang tidak menguntungkan. Penolakan dunia yang gelap terhadap Kristus-Sang Terang itu. Gambaran dalam kisah Maria, saat Yesus harus dilahirkan. Tidak ada yang memberi tempat untuknya. Kandang yang kotor dan hina, akhirnya menjadi tempat kelahiran-Nya. Natal, Terang datang ke dalam dunia yang gelap. Kegelapan yang tidak menjanjikan, namun manusia begitu menyatuh dengan kegelapan itu. Gambaran kehidupan manusia dalam dosa, dan menikmati dosa. Manusia kehilangan pengharapan, namun Kristus datang memberi pengharapan, bagi dunia yang gelap itu. Terang yang mengalahkan kegelapan, sehingga dunia yang gelap menjadi terang. Fakta pertama: Gelap menolak terang. Kejahatan yang mengerikan, karena manusia menolak Terang itu. Natal diajak untuk merenung. Betapa jahatnya kita, adakah perhatian kita pada-Nya atau menolak-Nya melalui kehidupan kita? Fakta kedua: Dia adalah Pemilik yang datang kepada milik-Nya. Sediakan waktu untuk duduk diam, natal jadi momentum yang bagus. Kepedulian terhadap Kristus berarti kepedulian kepada mereka yang

diabaikan/ditolak/tersisihkan. Jangan terjebak dengan pesta/glamornya acara natal. Natal, momentum bagi kita untuk berpikir ulang: Hidup yang berorientasi pada diri atau pada Allah? Semangat Natal, adalah memerhatikan orang-orang yang terabaikan. Memberi pengharapan bagi mereka yang putus asah. Berbagi kepada mereka yang kekurangan. Memberi kekuatan kepada yang lemah. Natal adalah transparansi kehidupan kita. Terang itu bersinar menerangi kehidupan. Betapa terangnya orang Kristen yang mengerti arti natal itu. Saling mengoreksi dan bergerak bersama untuk sebuah perbaikan. Melayani orangorang tersisih, untuk menjadi berkat. Biarkan natal itu membawa makna. Renungkanlah: Sudahkah aku terang seperti Dia? Sudahkah aku menerangi orang yang ada sekitarku? Sudahkah terangku terbukti dan tidak terbantahkan?

09


PROSPEK; yang sudah, sedang dan akan dikerjakan

Mari berdoa untuk pelayanan dan dana yang dibutuhkan

SUDAH 1. Penyiaran khotbah di 30 radio dengan rata-rata pendengar 15,000 orang, sekali seminggu. 2. Dalam 1 kali seminggu, melalui radio PAMA melayani 450.000 orang di seluruh Indonesia; dengan khotbah yang terpola. 3. Penyiaran khotbah dan talkshow di 2 televisi dengan rata-rata 100.000 pemirsa, sekali seminggu. 4. Dalam 1 kali seminggu, melalui televisi, PAMA melayani 200.000 orang diseluruh Indonesia, dengan materi yang terpola. 5. Menerbitkan Tabloid Kristen Reformata berwawasan nasional (sebulan sekali), dan mengaktifkan media online (harian) dengan berita gereja terkini. 6. Menerbitkan 3 buku karya Pdt. Bigman Sirait: Teropong Kehidupan; Gerejamu Gerejaku Gereja Kita; Sempurna dalam Keterbatasan.

SEDANG 1. Edit buku untuk diterbitkan. 2. Transfer khotbah ke tulisan, untuk diterbitkan sebagai buku: 7 Kata Penuh Kuasa, 7 Fakta Seputar Salib, 7 Alasan Mengapa Yesus Disalibkan. 3. Penjajakan penambahan siaran radio di berbagai kota. 4. Penambahan alat studio ( komputer, edit dan transfer DVD) 5. Kebutuhan dana bulanan yang masih kurang sebesar Rp. 13.750.000/ bulan

AKAN 1. Penambahan siaran radio di: Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Medan T.Tinggi, Palembang, Padang, Kendari, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Biak, Denpasar, Gianyar, Singaraja, Kupang. 2. Pusat konseling online.

10


PROGRES; Laporan Keuangan

Keterangan

Tanggal

Saldo periode yl

September 2010

Oktober 2010

Penerimaan : - Donatur - Penjualan CD - Lain-lain Pengeluaran : - Biaya Siaran Radio - Biaya Kantor & Operasional Penerimaan : - Donatur - Penjualan CD - Lain-lain Pengeluaran : - Biaya Siaran Radio - Biaya Kantor & Operasional

Total Saldo

D 42.612.385,82

K

16.720.000,00 287.500,00 82.623,00 10.740.000,00 3.940.464,60

8.220.000,00 827.750,00 67.092,16 4.720.000,00 4.334.429,00

68.817.350,98

23.734.893,60 45.082.457,38

68.817.350,98

68.817.350,98

Kami mengucapkan terima kasih kepada para Donatur, yang telah mengirimkan dana bagi pelayanan PAMA selama ini, kiranya Tuhan memberkati setiap pelayanan kita bersama. Kami mohon kesediaan para Donatur untuk dapat memberikan nama dan alamat, untuk kelengkapan data administrasi kami, terima kasih.

11


PROGRAM: Radio, TV, Online, Tabloid

PELAYANAN RADIO 1. JAKARTA, RPK FM, 96,30 FM (Indovision CH.210, website www.radiopelitakasih.com) (SENIN MALAM, Pkl. 20.00-21.00 WIB) (JUMAT PAGI, Pkl. 05.00 - 05.30 WIB) 2. JAKARTA, MG.radio.org (SELASA PAGI, Pkl. 09.00-09.30 WIB) (KAMIS MALAM, PKL. 18.30-19.00 WIB) 3. SEMARANG, Radio Keryxon 107.6 FM (SENIN-RABU-JUMAT, Pkl. 13.00 - 13.30 WIB) 4. KARANG ANYAR, Radio Suara Sion Perdana 1314 AM (SABTU PAGI, Pkl. 10.00 - 10.30 WIB) 5. MALANG JATIM, Radio Solagracia 97,4 FM ( SELASA PAGI Pkl. 06.00-06.30 WIB) 6. P. SIANTAR, Radio Budaya Simalungun,102 FM (SELASA & KAMIS,Pkl. 16.00-16.30 WIB) 7. P.SIANTAR, Radio Suara Kidung Kebenaran 87.8FM ( SELASA &JUMAT Pkl. 19.30-20.30 WIB, MINGGU Pkl. 13.00-14.00 WIB) 8. SIDIKALANG, Radio Swara Berkat, 103,2 FM (SABTU PAGI, Pkl. 05.00 - 05.30 WIB) 9. DOLOK SANGGUL-SUMUT, Radio Pelita Batak 90.8 FM ( SENIN-SABTU Pkl. 10.30-11.00 WIB, MINGGU Pkl. 13.00-14.00 WIB) 10. GUNUNG SITOLI, Dian Mandiri, 100,5 FM (SABTU MALAM,Pkl. 21.00-21.30 WIB) 11. SAMARINDA, One Way/Suara Kasih,95,20 FM ( MINGGU, Pkl 22.00-22.30 WITA) 12. AMBON MALUKU, Radio Sangkakala 96.8 FM (SENIN-RABU-KAMIS-JUMAT, Pkl 05.30-06.00 WITA) 13. AMBON MALUKU, Radio Titasomi 96 FM (MINGGU, Pkl 18.30-19.00 WITA (KAMIS PAGI, Pkl 10.00-10.30 WITA) 14. TOBELO-HALMAHERA UTARA, Radio Syallom 90.2 Mhz FM (MINGGU, Pkl. 14.30-15.00 WITA)

15. JAYAPURA, Swaranusa Bahagia, AM 1170 Khz 16. MANADO- MALALAYANG, Radio CWS 89.40 FM ( MINGGU Pkl 10.00-10.30 WITA & SENIN, Pkl 12.00-12.30 WITA) 17. MINAHASA - SULUT, Radio Anugerah Langowan 107.2fm ( SENIN-MINGGU Pkl 06.00-06.30 WITA ) 18. MANOKWARI - PAPUA, Radio Matoa 102.6 fm ( MINGGU Pkl 06.00-06.30 WIT) 19. MANADO, Swara Gita Citra Sumber Kasih,90,2 FM ( SENIN -SABTU, Pkl 08.05-08.35 WITA) 20. MANADO, ROM2FM 102FM ( MINGGU PAGI, Pkl 07.00 WITA) 21. MAKASSAR, Radio Cristy, 828 AM (SENIN MALAM, Pkl. 22.30 - 23.00 WITA) 22. TOLI-TOLI, Radio Charitas 103.3 FM (SENIN s/d SABTU, Pkl. 18.00 - 18.30 WIB) 23. PALU, Radio Proskuneo, 105,8 FM (SELASA SORE, Pkl. 15.00 - 15.30 WIT) 24. TENTENA-POSO, Radio Langgadopi, 101,2 FM (MINGGU SORE,Pkl 17.00-17.30 WITA) 25. SUMBA-NTT, Suara Pengharapan, 90, 30 FM (SENIN s/d MINGGU MALAM, Pkl 20.00-20.30 WITA 26. SOE-NTT, Radio Mercy 90.4 FM (SETIAP HARI Pkl. 05.00-05.30 PAGI, Pkl. 12.0012.30 SIANG DAN Pkl. 22.00-22.30 WITA MALAM ) 27. JAKARTA- Radio Tona 702 AM ( MINGGU PAGI Pkl 07.00-07.30 WIT) ( MINGGU SORE Pkl 19.00-19.30 WIT) 28. BITUNG, Radio Suara Naviri, 92.2 FM (SELASA - JUMATSORE, Pkl. 21.00 WIT) 29. KUALA KAPUAS-KALTIM, Radio Bahtera Hayat, 91.4 FM 30. KUALA KURUN-KALTENG, Radio Sartika FM (MINGGU PAGI, Pkl. 08.00-08.30 WIT)

PELAYANAN TV Indovision: Live Channel 70: Setiap Hari: Kamis Malam Pkl 19.30 WIB dan Minggu Siang Pkl. 12.30 WIB

Kabelvision: Family Channel Setiap Hari: Rabu Pagi Pkl. 07.00 WIB dan Malam Pkl. 21.00 WIB

PELAYANAN DAILY ONLINE : PELAYANAN TABLOID :

www.reformata.com

REFORMATA Terbit Sebulan sekali


Yapama Edisi Des12 Hal