Page 1

Sketsa oleh: Henk Ngantung


A

d

v

e

r

t

e

n

t

i

e


SUTHIK TUMELUNG TINEMAH PUTUNG


Sketsa oleh : Ledek

“Lihat

betjakkoe

lari,

bagai

ta’kan

berhenti.....”


Boelan Agustus, 1949. Dari seboeah dusun di pelosok pulau Timor, Daniel Abia menoelis seputjuk soerat, tertudju kepada Presiden Republik Indonesia jang berada di iboe kota perdjuangan Jogjakarta. Isterinja, Aranci Johannes-Dirk, sedang sakit. Daniel meminta izin kepada sang presiden untuk

memperbolehkan anak lelakinja jang sedang berada di Jogja untuk dapat menengok ibunja. Adapoen anak lelaki Pak Abia itoe bernama Herman Johannes, salah satoe perintis berdirinja UGM dan kemudian profesor ilmu fisika, serta satu-satunja rektor UGM jang berasal dari kawasan timoer Indonesia –

jakni dari pulau Rote di Nusa Tenggara. Pada masa revolusi kemerdekaan berlangsoeng Herman Johannes ditugaskan oleh Letjen Oerip Soemohardjo dari Markas Besar Tentara memimpin laboratorium dan pabrik sendjata di Jogjakarta.

SOERAT DARI NOESA TENGGARA

Dari lokasi bekas Balai Mataram, memandang ke gedung eks asuransi jiwa NILLMIJ - yang pernah dipakai RRI setelah Agustus 1945.


Sketsa oleh : Henk Ngantung


6 djuni 1949  

Bung Karno dan Pancasila

6 djuni 1949  

Bung Karno dan Pancasila

Advertisement