Issuu on Google+

KEBUMEN EKSPRES

KEBUMEN EKSPRES

Senin Kliwon 2 Desember 2013

Mahasiswa Yogyakarta Kecam Pekan Kondom Nasional

PBNU:

Dari Hal. 1

Sosialisasi kondom dengan dalih menyelamatkan masyarakat dari HIV & AIDS, juga membenci rokok dengan dalih menjaga kesehatan masyarakat, itu terdengar indah, namun sesungguhnya manipulatif dan tendensius,” ujar Sulton. Lebih jauh Sulton mengatakan, Pekan Kondom Nasional akan menambah panjang daftar langkah kontroversi yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan di bawah kepemimpinan Nafsiah Mboi. Selain menggagas Pekan Kondom Nasional, Menkes sebelumnya disebut menunjukkan kebencian yang demonstratif terhadap rokok, menolak ser-

MUSTAHIL

tifikasi halal terhadap obatobatan, dan mendukung demonstrasi dokter yang berujung pada banyaknya temuan kerugian oleh masyarakat. “Cobalah lebih arif dalam mengambil kebijakan, mau mendengar saran, dan bisa bekerja lebih substantif. Kami mencatat, sejak dilantik pada bulan Juni tahun 2012 lalu, apa-apa yang dikerjakan Menkes tak lain hanya sebuah kontroversi,” pungkas Sulton. Puluhan Mahasiswa di Yogyakarta menggelar aksi mengecam Pekan Kondom Nasional yang digelar pada 1-7 Desember di 12 kota besar di Indonesia. Pekan Kondom Nasional dinilai sebagai cara

untuk melegalkan seks bebas. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus(FSLDK) Yogyakarta menggelar aksi unjukrasa di perempatan kantor Pos Besar Yogyakarta, Minggu (1/12). Aksi digelar, bersamaan dengan aksi peringatan Hari AIDS yang dilakukan ratusan pemuda di kawasan yang sama. Mereka membentangkan poster-poster antara lain bertuliskan, ‘Stop Legalisasi Seks Bebas di Jogja Istimewa’,’Menkes Cipta Bangsa Binatang’, ‘Stop Free Sex’, ‘Kondomisasi Bukan Solusi’. Dengan mengenakan topeng Menkes, mereka menggelar aksi

teatrikal, yang menggambarkan Menkes membagi-bagikan kon dom kepada warga. Ketua FSLDK Yogyakarta, Jamhari mengatakan, program pembagian kondom hanya akan menyebabkan seks bebas. Apalagi kondom ini, dibagibagikan juga dikalangan kampus. Program bagi-bagi kondom, menurut para mahasiswa menggunakan duit Rp 25 Miliar. Hal ini dinilai sangat tidak bermanfaat. “Kami sangat menentang program Kemenkes ini. Duit sebesar itu, lebih baik utnuk pendidikan atau untuk membantu korban bencana gunung Sinabung, dari pada buat bagibagi kondom,” katanya. (jpnn)

Selisih 9 Poin dari Arsenal

Adalah Kyle Walker yang kali pertama membuat suporter tuan rumah bersorak. Di menit ke-18, dia berhasil menceploskan bola ke gawang David De Gea melalui tendangan bebas cantik dengan bola menyusuri tanah. Tapi, keunggulan itu berubah di menit ke-32. Rooney bersahasil memanfaatkan kesalahan antisipasi yang dilakukan pemain belang The Lily Whites, julukan Tottenham. Dengan mudah Rooney mencetak gol ke gawang yang dijaga Hugo Lloris. Tentu saja para suporter tuan rumah terdiam. MU makin garang dan terus menguasi pertandingan. Di babak kedua, Tottenham kembali unggul. Kali ini gol tercipta dari kaki Sandro di menit ke 53. De Gea yang dan para pemain belakang terhenyak

dengan tendangan jarak jauh Sandro yang cantik. Tendangan melengkung ke sudut atas tiang jauh membuat De Gea hanya terdiam tanpa melakukan reflek apapun. 2-1. Tapi tiga menit kemudian petaka bagi tuan rumah datang. Poin tiga angka yang sudah di depan mata hilang seketika saat kiper Lloris menjatuhkan Danny Welbeck di kotak terlarang. Rooney yang menjadi eksekutor dengan tenang menyelesaikan tugasnya. Kedudukan 22 pun berakhir hingga peluit akhir dibunyikan tanda pertandingan usai. Bagi Tottenham, hasil imbang tersebut membuat mereka gagal comeback atas tim Manchester. Akhir pekan lalu, Tottenham dipermak Manchester City dengan skor enam gol tanpa balas.

Sementara bagi MU, hasil itu merupakan ulangan di pekan ke12 akhir pekan lalu. Ketika itu, MU juga bermain imbang atas tuan rumah Cardiff City dengan skor identik. Kebobolan dua gol juga menjadi bukti lemahnya pertahanan MU di laga away. Dalam sepuluh partai tandang terakhir di tahun berjalan 2013, MU sudah kemasukan 20 gol. Laga itu menjadi sangat spesial bagi Rooney. Tambahan sepasang gol membuat striker berjuluk Wazza itu sangat akrab dengan Tottenham. Itu adalah gol kesepuluh Rooney ke gawang Tottenham, sekaligus yang kedelapan dalam tujuh laga terakhir. Rooney kini membukukan 149 gol bagi MU. Setan Merah -julukan MUsebenarnya mendominasi pe-

Dari Hal. 1

nguasaan bola. Mereka membukukan prosentase penguasaan bola sebanyak 60 persen. Sementara Tottenham hanya 40 persen. Namun, MU hanya melakukan delapan tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan tuan rumah mencatat empat shot on goal dari sepuluh percobaan. Ya, dengan hasil itu MU yang mengemas 22 poin memiliki jarak yang cukup jauh dari pemimpin klasemen sementara Arsenal. The Gunners, julukan Arsenal unggul sembilan poin dari musuh bebuyutannya itu. Moyes dan anak buahnya kini harus banting tulang dan bekerja ekstra keras jika ingin targetnya di tahun baru itu tercapai. (mas/ jos/jpnn)

Wakapolri: Polri Organisasi Resmi, Bukan Arisan Ibu-ibu RT

IPW MINTA

Dikatakan Neta, alasan dikeluarkannya TR tersebut karena penggunaan jilbab itu tidak seragam sungguh sangat tidak mendasar. Seharusnya, Mabes Polri cukup mengeluarkan TR ketentuan pemakaian jilbab, baik dari sisi bentuk, warna atau model sehingga ada keseragaman. “Jika polri punya dana yang cukup, pengadaan jilbab tersebut bisa diberikan oleh institusi. Jika polri tidak memiliki dana (anggaran), biarkan masing-masing polwanyangmembeliataumembiayainya,” kata Neta. Ia menambahkan, ketiadaan biaya dan kekurangteraturan seharusnya bukan menjadi alasan bagi elit polri untuk melarang para polwan-nya menggunakan jilbab. “Apalagi Kapolri Sutarman sudah mengijinkan para polwan untuk menggunakan jilbab,” tegasnya. IPW menilai penggunaan jilbab di lingkungan polwan menjadi hal yang sangat penting di tengah terpuruknya citra polri saat ini. Dengan

Dari Hal. 1

banyaknya para polwan menggunakan jilbab, publik akan menilai bahwa ada perubahan moral yang signifikan di lingkungan kepolisian. “Minimal warga yang berurusan dengan polisi merasa nyaman, tidak ada kekhawatiran akan disiksa atau dipungli,” ujarnya. Bahkan publik akan merasakan nilai-nilai agamis dan kemanusiaan akan melekat di tubuh korps kepolisian. Sebab itu, kata Neta, TR penundaan penggunaan jilbab harus segera dicabut dan biarkan para polwan menggunakan jilbab. “Jika sekarang penggunaan jilbab belum teratur justru tugas pimpinan polri untuk mengaturnya dan bukan menunda atau melarang polwan menggunakan jilbab,” pungkasnya. Wakil Kapolri Komjen Oegroseno tegas menyatakan penundaan penggunaan jilbab di kalangan Polwan hingga ada payung hukum yang mengatur hal tersebut. Penundaan itu dikarenakan polisi merupakan organisasi resmi negara.

“Polri itu organisasi resmi negara, bukan organisasi arisan ibu-ibu RT/RW,” ujar Oegro dilaman detik, Minggu (1/12). Bukankah bisa mengacu pada tata cara penggunaan jilbab di Polda Aceh yang sudah lama berlaku? “Mengacu pun itu juga harus pakai peraturan Kapolri (Perkap),” jawab Oegro. Komjen Oegro membandingkan peraturan tersebut dengan aturan-aturan lain yang mengikat setiap personel Polri. “Sama dengan anggota Polri boleh bersenjata api, apakah anggota Polri diizinkan beli senjata sendiri dan menyimpan sendiri?” tanya Oegro. “Kan harus ada aturan yang mengatur, yaitu peraturan Kapolri,” imbuhnya. Komjen Oegroseno membenarkan pihaknya mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan jilbab di kalangan Polwan. Surat tersebut berisi mengenai ketentuan penggunaan jilbab nanti di lingkungan kepolisian. “Bukan larangan, tapi pe-

nundaann sambil menunggu keputusan Kapolri yang baru,” ujarnya pada Sabtu (31/11) kemarin. Penundaan jilbab ini, kata Oegro, karena banyak ketidakseragaman jilbab yang dia temukan di lapangan. “Mulai saat ini sudah terlalu bermacammacam jenis atau model dan warna jilbabnya,” kata Oegro. Dia berharap dari aturan yang tengah digodok Polri dan akan ditelurkan dalam bentuk Perkap, nantinya dapat menyeragamkan jilbab-jilbab di kalangan Polwan. Anggota Komisi Hukum DPR Saan Mustofa mengatakan bahwa soal telegram rahasia (TR) penundaan penggunaan jilbab bagi polisi wanita hanya persoalan teknis untuk mempersiapkan pengadaan jilbab. “Secara prinsip Polri tidak melarang, namun Polri mengizinkan. (TR) ini kendala teknis untuk menyiapkan pengadaan jilbab, ini soal anggaran,” kata Saan kepada wartawan di Ja karta, Minggu (2/12)..(jpnn)

Kerap Dipakai untuk Foto Pre Wedding

SAKSI BISU

Sementara itu, kaisar lebih menjalankan fungsi pengambilan kebijakan secara umum dan simbol negara. Masa berkuasa keluarga Shogun Tokugawa juga disebut sebagai era Edo karena pusat pemerintahannya berada di Edo (Tokyo). Benteng Goryokaku yang bentuknya persis seperti bintang segi lima sengaja dibuat untuk melindungi Selat Tsugaru”dari invasi musuh. .Goryokaku secara harfiah juga berarti benteng bintang lima. Nah, bentuk benteng yang unik itu akan terlihat jelas dari Menara Goryokaku. Menara Goryokaku berdiri sejak 1965. Setelah menjalani renovasi total pada 2006, kondisi menara setinggi 107 meter itu semakin cantik dengan beragam fasilitas di lantai dasar seperti toko suvenir, kafe, atrium, dan taman bunga. Tersedia dua lift berkapasitas masing-masing 30 orang yang bisa mengantarkan pengunjung ke lantai observasi pertama di ketinggian 86 meter yang memiliki luas 314 meter persegi. Kemudian, ke lantai observasi kedua di ketinggian 90 meter yang luasnya mencapai 464 meter persegi.

Dari Hal. 1

Untuk naik ke ruang observasi, pengunjung dewasa ditarik 840 yen (sekitar Rp 97.440, 1 yen = Rp 116). Harga karcis yang lebih murah diberikan kepada siswa SMP dan SMA, yakni 630 yen (Rp 73.000), dan 420 yen (Rp 48.000) untuk siswa SD. “Benteng Goryokaku merupakan situs yang sangat bernilai penting bagi bangsa Jepang,” jelas Furukawa. Benteng itu menjadi simbol berakhirnya Perang Boshin atau Perang Naga, tragedi perang saudara yang terjadi pada 1868"1869. Disebut Perang Naga karena terjadi di tahun Naga. Rangkaian konflik itu bermula dari keluarnya keputusan shogun untuk mengakhiri kebijakan sakoku atau menutup diri dari dunia luar yang berjalan sejak 1635. Salah satunya dengan terciptanya kesepakatan antara Jepang dan Amerika Serikat pada 1854 (saat era Shogun Tokugawa Iemochi) untuk memfungsikan pelabuhan Hakodate sebagai pelabuhan internasional. Karena itu, tidak heran bila sampai sekarang sentuhan gaya bangunan Barat masih

terlihat di Hakodate. “Hakodate menjadi tempat yang terkenal untuk foto-foto pre wedding. Banyak calon pengantin dan fotografer yang datang ke sini,” kata Khristian Agus Arianto, guide yang mendampingi rombongan jurnalis asal Indonesia dalam kunjungan ke Benteng dan Menara Goryakaku itu. Dibutuhkan waktu 1 jam 20 menit dari Bandara Haneda, Tokyo, ke Bandara Hakodate. Dalam perjalanannya, sebagian bangsawan dan samurai memandang pemerintahan shogun menjadi semakin lunak terhadap kehendak asing. Tidak puas, mereka lantas menuntut shogun yang saat itu baru berkuasa, Tokugawa Yoshinobu, untuk mengembalikan kekuasaan politik sepenuhnya ke tangan Kaisar Meiji. Belakangan, aliansi samurai dari bagian selatan yang disokong sejumlah pejabat istana berhasil memengaruhi Kaisar Meiji yang saat itu masih belia untuk menentang pemerintahan shogun. Menurut sejarah, Tokugawa Yoshinobu yang sadar posisinya lemah langsung menye-

rahkan kekuasaan politik ke tangan kaisar pada 9 November 1867. Dia berharap kelangsungan klan Tokugawa masih bisa dilanjutkan. Namun, sebagian pasukan yang loyal kepada shogun ternyata terus melakukan perlawanan.Belakangan, pimpinan Shinsengumi (kepolisian), yaitu Toshizo”Hijikata, ikut bergabung. Puncaknya, pada Oktober 1868 Hijikata dan pasukannya berhasil menduduki Benteng Goryokaku. Di situlah, tepatnya pada Desember 1868, mereka mendirikan Republik Ezo dengan Takeaki Enomoto sebagai presiden. Setelah berhasil menciptakan stabilitas di Jepang daratan, pemerintahan Meiji mulai bergerak dengan mengirimkan 7.000 pasukan ke Hokkaido. Mereka kemudian mengepung Benteng Goryokaku yang juga menjadi kantor pemerintahan Republik Ezo. Pertempuran pun terjadi selama sepekan, mulai 20 Juni hingga 27 Juni 1869. “Benteng Goryokaku inilah pertahanan terakhir sisa-sisa kekuatan shogun,” ujar Khristian. (*/c10/ari)

7

2.447 Pemilih Tak ber-NIK KPU Kegiatan verifikasi ini dilakukan oleh PPS dengan cara mendatangi pemilih untuk mendapatkan informasi tentang NIK dan NKK dari yang bersangkutan. Juga memvalidasi data pemilih terkait nama, tanggal lahir, jenis kelamin dan status kawin. “Selain itu, PPS juga mencoret pemilih yang meninggal dunia, pindah domisili, menjadi TNI/ Polri, belum cukup umur, tidak dikenal atau tercatat ganda,” kata Paulus Widyantoro didampingi Anggota KPU Divisi Mutarlih Yulianto SKom MKom, dan Divisi Pemungutan-Penghi-

Dari Hal. 1

tungan Sua ra, Data dan Informasi Khusnul Khotimah SSos, usai rapat pleno terbuka penyempurnaan DPT di Kantor KPU, Sabtu (30/11). Paulus menegaskan, hasil dari kegiatan verifikasi tersebut ditemukan pemilih yang NIKnya dapat diperbaiki sebanyak 4.854 pemilih. Namun, dari jumlah tersebut terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 523 orang. Sementara ditemukan juga pemilih tidak memenuhi syarat diluar NIK invalid sejumlah 1.488 orang, sehingga total pemilih yang tidak lagi me-

menuhi syarat sejumlah 2.011 orang. Sedangkan pemilih yang belum ditemukan NIKnya sebanyak 2.447 orang. “Saat ini KPU Kabupaten Kebumen sedang melakukan kordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk menginventarisir pemilih tak ber-NIK tersebut di Data Base Kependudukan. Besar kemungkinan bahwa pemilih tersebut bukan penduduk Kebumen tapi bertempat tinggal di wilayah Kebumen atau karena tidak mempunyai dokumen kependui) dukan,” terangnya. (or ori)

Di Kebumen, Penderita HIV/AIDS Terus Meningkat HARI AIDS Perlu diketahui, penderita HIV/ AIDS di Kabupaten Kebumen saat ini sudah menjangkau seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten “Beriman” ini. Jumlah penderitanya juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Cokroaminoto SIP MKes, beberapa waktu lalu menyatakan, sebelum September 2013 lalu, di Kecamatan Padureso masih belum ditemukan adanya kasus HIV/AIDS ini. Namun, akhirnya wilayah itupun menyusul penderita HIV/AIDS di

Dari Hal. 1 25 kecamatan lainnya. Menurut dia, selama kurang dari dua tahun terakhir, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Kebumen menemukan 122 kasus. Sejak awal 2013 hingga bulan September 2013 ditemukan 50 kasus. “Pada September lalu, di seluruh kecamatan tercatat sudah ada penderita HIV/AIDS,” ujar Cokroaminoto. Cokroaminoto mengungkapkan, penderita HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Kabupaten Kebumen pada 2003 sebanyak satu kasus. Hingga 2013, temuan paling tinggi pada 2012 yang mencapai 72 kasus.

Sedangkan pada 2013, hingga September sudah ditemukan sedikitnya 50 kasus. Dari 287 kasus HIV/AIDS selama sepuluh tahun terakhir, sebanyak 68 persen merupakan kasus AIDS, sisanya 32 persen kasus HIV. Dan dari 287 kasus tersebut, sebagian besar sudah meninggal dunia. Tak main-main, untuk melindungi warganya dari resiko penularan dan untuk memberikan pelayanan terhadap penderita HIV/AIDS, Pemkab Kebumen telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV/AIDS. (ori)

Di Eropa Serasa Pulang Kampung PUNYA PENGALAMAN Menurutnya, dengan mengetahui bagaimana rasanya men jadi minoritas yang sering dipandang sebelah mata, Marrisa yang dalam film berperan sebagai Maarja mengaku menjadi lebih toleran dengan yang lain. “Film ini menceritakan perjalanan spiritual pasangan, bisa jadi inspirasi buat semua orang. Banyak belajar kita bisa lebih melihat dan toleran terhadap

Dari Hal. 1

agama lain. Saya pernah me rasakan bagaimana rasanya jadi minoritas di negara lain, jadi bisa lebih toleran dan lebih damai,” ujarnya saat premier ’99 Cahaya di Langit Eropa’, di Grand Indonesia, Jakarta. Ia sendiri mengatakan pernah dianggap bukan orang Jerman, padahal ia lahir di Jerman. Marissa menuturkan dirinya mengerti kesulitan

yang dialami oleh setiap imigran di Eropa. “Aku melihat dua sisi yang berbeda, gimana rasanya aku yang sudah lama tinggal di Eropa, tahu kehidupannya di sana, tahu gimana rasanya seorang imigran di Eropa. Saya orang Jerman juga nggak dianggap orang Jerman, tau jadi minoritas,” tuturnya. (vn/jpnn)

Diduga Ada Oknum Pejabat Ikut Bermain PENELITI “Penambang akan patuh dan tunduk pada aturan, apabila pihak yang punya kewenangan menegakan aturan (Satpol PP) bisa tegas menjalankan aturan. Justru karena setengah hati dalam menegakan aturan, maka aturan itu jadi tidak berjalan dan selalu dilanggar oleh para penambang. Bahasane sudah tahu sama tahu,” sindirnya. Dia mengaku khawatir jika Satpol PP sebagai aparat penegak perda tidak bisa bersikap tegas, maka para penambang akan semakin nekat. Disisi lain, sikap tidak tegas Satpol justru akan membuat aparat berbaju coklat itu tak lagi dihargai di mata para penambang. Dia juga kembali mengingatkan adanya aktifitas penambangan pasir yang membuka usaha penambangan di tebing sungai

Dari Hal. 1 yang rawan longsor. Sementara diatasnya terdapat jalan raya, tepatnya diperbatasan desa Widoro kecamatan Karangsambung dan Kemangguhan kecamatan Alian. “Kalau tidak dihentikan akan memutus jalan raya Karangsambung,” tandasnya. Sementara Camat Karangsambung Rianto Setyo Hartono S Sos, sudah berupaya melapor ke Satpol PP Kebumen, ternyata, penambang tetap masih nekad beroperasi. ”Satu-satunya jalan, kami akan segera berkordinasi dengan dinas terkait, seperti LH dan SDA Kebumen, untuk melaporkan permasalahan ini ke tingkat Provinsi,” tegasnya. Dia juga mensinyalir, ada oknum pejabat yang ikut bermain di lokasi penambangan yang rawan longsor tersebut. ”Kami

menyesalkan kalau memang hal itu benar-benar terjadi. Karena pejabat public yang seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, ternyata ini tidak,” sesalnya. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Pimpinan Daerah Satpol PP Kebumen, Sumaryo SH, mengaku tidak mengetahui, penambang yang telah dirazia ternyata beroperasi lagi. “Padahal kami sudah merazia dan melakukan pembinaan terhadap penambang tersebut. Bahkan penambang sudah menandatangi surat perjanjian tidak akan menambang lagi di lokasi tersebut,” terangnya sembari mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penertiban lagi terhadap penambang tersebut. (har)

Kemplu Ndarani Atlet Marathon ORA TEYENG “Aduh.... jan ayu-ayu pisan,” kata Daplun. Setelah puas melihat-lihat alat-alat di lokasi fitnes, Kucluk pun diajak Mr Daplun untuk pemanasan dulu. Alat yang digunakan pemanasan adalah alat Treadmil ituloh alat untuk olahraga jalan di tempat atau lari-lari kecil. “Plu... latihan nganggo kie ndisit,” ucap Daplun. “Carane kepriwe..” tanay Kemplu. Kebetulan alat Treadmilnya serba otomatis, tinggal pencet bisa jalan pelan atau lari. Setelah tombol dipencet oleh Daplun, Kemplu pun mulai berjalan pelan. Dengan didampingi Mr Daplun diapun berjalan di tempat Treadmil. Kebetulan di sebelah Kemplu juga ada cewe seksi yang sedang mencoba treadmil, sebut saja Lady Markonah. Bukan Kemplu namanya kalau ngga pamer... “Ben ketone wis biasa fitnesan mandan dicepetilah,” batin Kemplu. “Plu, mandan dicepeti ya,” Kemplu meminta agar Daplun

Dari Hal. 1

mengatur tombol otomatisnya dengan berbisik. Treadmil tersebut pun bertambah cepat sampai-sampai Kemplu pun berlari. “Mesti nyong ndarani wis biasa, he.... he..,” batin Kemplu. Mulailah Kemplu mengajak ngobrol Lady Markonah. “Mau senam ya... ,” tanya Kemplu. “Iya mas... ,” ujar Markonah Setelah 15 menit berjalan di treadmil, Markonah pun langsung menuju ke tempat senam. “Aku senam ndhisit ya mas... “ pamit Markonah. “O iya... silahkan,” ujar Kemplu. “Mas-e ora fitnes apa?” “Ora mengko bae ..” jawab Kemplu sembari terus berlari di tempat Treadmil. Markonah pun menuju ke tempat senam. Tinggallah Kemplu seorang diri. “Asem kie... aku dewekan... Daplun nang ngendi ya? aku ora teyeng mandek,” batin Kemplu. Kemplu pun mengutak-atik alat Treadmil tersebut. Bukannya pelan, alat treadmil tersebut bertambah cepet. Mau minta tolong orang-or-

ang yang ada di tempat fitnes dia gengsi. Apalagi banyak cewe cakep. Akhirnya.... setelah 15 menit menunggu Mr Daplun pun datang. “Lah ket mau playon bae kuat temen ya ko,” kata Daplun yang merasa kagum. “Kuat mbahmu... genah ora ngerti matenine koh,” kata Kemplu. “Cepetan kie dipateni sikilku wis gemeteran banget koh, rasane arep semaput,” kata Kemplu. “Ola...hhhh.. sory ujarku ya wis mudeng mateni treadmile,” kata Daplun. Kontan saja, orang-orang yang mendengar jawaban Kemplu pada tertawa. Bahkan ada nyletuk. “O alahhhh... ket mau playon kaya atlet maraton jebul ora teyeng mandek,” celetuk salah satu pengunjung. Sontak Kemplu makin isin sepol-pole. Dia pun segera mengajak Daplun pulang. Dan sejak saat itu Kemplu tak lagi mau diajak Daplun untuk fitnes. (hry)


Sambutan utamaa