Page 1

Senin, 5 April 2010

http://www.kendaripos.co.id

Bila “Mind and Heart” Menyatu

Muhammad Hilmi

MATA membelalak berjamaah ketika terdengar pesta pernikahan Nia Ramadhani dan Ardhie Bakrie digosipkan menelan biaya hingga Rp 100 milyar. Akad nikah yang menghadirkan presiden SBY selaku saksi mempelai pria dan Alwi Shihab selaku saksi mempelai wanita itu, ber-

langsung lancar dan khidmat. Pesta pun digelar tiga hari berturut-turut; dua malam di antaranya (01 – 02 April) dilaksanakan di Hotel Mulia dilanjutkan satu malam berikutnya (03 April) berbentuk pesta rakyat di kawasan Senayan. Suasana adat Lampung, daerah keluarga

Harga Eceran Rp. 3.500,Bakrie berasal turut menyemarakkan pesta mewah itu. Terlebih juga, di jari manis mempelai terlingkar cincin berlian berisi campuran darah Nia dan Ardhie pertanda telah menyatunya mind and heart (pikiran dan hati) kedua insan itu. Pesta usai setelah tiga hari, dengan segudang cerita berbalut kemewahan. Ibarat produk, peluncuran sudah digelar. Kembang api sudah padam. Tendatenda sudah diturunkan. Panggung-pang-

gung sudah digudangkan dan pengunjung pun sudah kembali ke rumah masing-masing. Yang tersisa hanya cerita dan prediksi menghiasi perjalanan panjang produk itu di pasaran: apakah mampu berlenggang di panggung atau terkulai layu di bumi kompetisi yang makin panas ini. Produk, ketika diluncurkan terlihat be-

Baca BILA diHal. 7

Inisiator Century Temui JK

INTERNASIONAL

Dipenjara Sebulan Karena Ciuman DUBAI - Pengadilan di Uni Emirat Arab telah menjatuhkan hukuman penjara terhadap sepasang kekasih asal Inggris gara-gara berciuman di restauran. Ayman Najafi dan Charlotte Adams-keduanya berusia 20 tahunan- kemarin (4/ 4) ini dijatuhi hukuman penjara selama sebulan oleh pengadilan tingkat banding atas dasar tuduhan berciuman dengan penuh nafsu di depan umum. Najafi adalah karyawan sebuah perusahaan pemasaran di Dubai, sementara Adams tengah berkunjung ke negeri Muslim yang terkenal dengan pantai berbentuk palem dan menara

Baca DIPENJARA diHal.7

F/MUSTAFARAMLI/JAWAPOS

MENYATAKAN PENDAPAT : Tim 9, penggagas Hak Angket Century, Misbakhun, Lily Wahid, Akbar Faisal, Maruarar Sirait dan Bambang Susatyo, saat menemui mantan Wapres Jusuf Kalla, Minggu (4 April 2010) di kediaman JK di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Tim 9, meminta dukungan JK, untuk mengusulkan Hak menyatakan pendapat di DPR-RI

Jakarta, KP Politisi yang menjadi motor pansus kasus Century, yang juga dikenal sebagai tim sembilan, kini berusaha agar putusan terhadap Century itu bisa menjadi hak menyatakan pendapat. Mereka kemarin (4/4) berkonsultasi dengan mantan Wapres Jusuf Kalla. Sebelumnya, mereka juga berdiskusi dengan Ketua MK Mahfud M.D. soal kelanjutan kasus Century. Mereka yang menemui JK adalah Maruarar Sirait (PDIP), Akbar Faisal (Hanura), Bambang Soesatyo (Golkar), Lily Chadijah Wahid (PKB), dan Muhammad Misbakhun (PKS). Menurut Bambang, meski hasil akhir angket Century menetapkan ada pelanggaran, masih ada misteri yang belum terungkap. Pansus gagal menghadirkan presiden. Terlebih, pansus juga gagal merealisasikan konfrontasi sejumlah pejabat dan man-

Baca INISIATOR diHal.2

17 Kasus Besar Jadi Bancakan SELEBRITI

Biasa Bugil di Depan Ortu SUDAH 20 tahun supermodel Heidi Klum malang melintang di jagad modelling. Seiring dengan perjalanan kariernya di dunia model, selama itu pula peragawati asal Jerman itu sering berpose nudis. Tetapi seringnya Heidi tampil polos itu nyatanya bukan sekedar tuntutan profesi. Supermodel berusia 36 tahun itu ternyata memang sering bugil dalam kesehariannya. Seperti dikutip dari Daily Mail, Heidi bahkan mengaku nyaman-nyaman saja sekalipun tampil nudis di depan orang tuanya. Istri penyanyi Inggris, Seal, yang menjadi model bagi produk pakaian dalam Victoria Secret dengan bayaran 10 juta pounds itu mengaku bahwa keluarganya juga tak mempersoalkan soal tampil nudis. Heidi menyebut orang uanya juga sering nudis. “Aku pikir ini karena aku tumbuh dengan keluarga yang santai, di mana orang tuaku selalu telanjang,” ujarnya. Tapi Klum buruburu menambahkan, maksudnya bukan berarti kedua orang tuanga kaum hippies yang gemar keluar rumah dengan telanjang. “Tetapi (telanjang) jika di ruang ganti atau saat m a n d i , ” ucapnya.(ara)

Jakarta, KP Koordinator Indonesian Police Watch, Neta S Panne menilai pernyataan Kapolri Jendral (Pol) Bambang Hendarso Danuri (BHD) bahwa tidak ada praktek setoran dalam tubuh kepolisian menunjukkan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki BHD. Karena keterbatasan itu, Neta mendesak Presiden SBY sebagai atasan langsung Kapolri meng-

ganti BHD dengan perwira lainnya yang benar-benar mengetahui permasalahan di tubuh Polri. Menurut Neta, dalam banyak hal pemahaman dan persepsi publik terhadap kinerja kepolisian ternyata jauh lebih akurat dibanding Kapolri sendiri dalam memahami kinerja kepolisian. “Saya pikir perbedaan itu sah saja terjadi karena dalam prakteknya masyarakat selalu dijadikan

objek oleh petugas kepolisian mulai dari sebuah persimpangan, pospol, polsek, polres hingga ke Mabes Polri,” tegas Neta S Pane, di Jakarta, Minggu (4/4). Karena itu, Neta mengaku sangat menghargai keterbatasan Kapolri BHD dan mendesak Presiden SBY untuk menggantikannya dengan polisi yang benar-benar memahami dan mengetahui cara membersihkan institusi Polri dari praktek-prak-

Puluhan Perusahaan Besar Setor Uang ke Gayus Jakarta, KP Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terus melebarkan investigasi terhadap aksi mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan. Selain terhadap aparat internal, Ditjen Pajak juga mengincar perusahaan-perusahaan yang diduga menyetor dana ke Gayus. Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo mengatakan, saat ini pihaknya terus mempelajari berkas-berkas kasus yang pernah ditangani oleh Gayus Tambunan. “Kita ingin lihat, kasus perusahaan mana saja yang tidak wajar,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (4/4). Menurut Tjiptardjo, belum tentu semua Wajib Pajak (WP) badan atau perusahaan yang pernah ditangani Gayus ikut terlibat dalam mafia pajak. Saat ini, perusahaan yang sudah terbukti menyetor uang Rp 370 juta ke Gayus adalah perusahaan garmen PT Megah Citra Jaya Garmindo. “Jika mereka (perusahaan) terlibat dalam kasus Gayus, kami akan kejar. Kasus sengketa pajaknya akan kami evaluasi dan kalau memang negara dirugikan, kami akan kejar,” katanya. Terkait nama-nama perusahaan yang dikabarkan pernah ditangani oleh Gayus, Tjiptardjo mengaku belum melihat detilnya. Menurut

HEIDI KLUM

dia, soal itu menjadi bagian pemeriksaan oleh Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA). Direktur KITSDA Ditjen Pajak Bambang Basuki juga mengaku belum mencocokkan informasi perusahaan yang sudah pernah ditangani Gayus. “Yang disebut di beberapa media kan ada 149 perusahaan. Tapi, jika dihitung keseluruhan, termasuk kasus banding yang datang dari Kanwil di daerah, sebenarnya ada 372 perusahaan yang ditangani Gayus,” ujarnya. Beberapa perusahaan yang disebut pernah ditangani Gayus diantaranya adalah PT Exelcomindo Pratama, PT Bukaka, PT Newmont Nusantara, PT Syun Hyundai, PT Prudential, PT Pertamina Dana Sentitas, PT BUMI, PT Tegas Exporindo Java, PT Indah Kiat Pulp and Paper, Indocement Tunggal Prakarsa, Kapuas Prima Coal, dan PT Wijaya Karya. Saat dikonfirmasi apakah memang benar perusahaan-perusahaan tersebut ditangani Gayus, Bambang mengaku tidak hafal detilnya. “Tapi yang jelas, yang ditangani Gayus memang termasuk perusahaan-perusahaan besar,” katanya. Selanjutnya,kataBambang,prosespengusutan lebih lanjut terhadap perusahaan-perusahaan yang ditangani Gayus akan dilakukan oleh Direktorat Intelijen dan Penyidikan Ditjen Pajak. (owi)

tek yang selama ini diketahui oleh masyarakat Indonesia. Kalau SBY tidak segera menggati, Neta S Pane juga mendesak BHD mundur saja dari jabatannya. Yang lebih baik, sebelum presiden melakukan pergantian, BHD mengundurkan diri karena telah gagal memimpin institusi Polri. “Mundur, meru-

Baca KASUS BESAR diHal.7

JK: Mafia Pajak Masalah Klasik Jakarta, KP Terungkapnya kasus mafia pajak, harus menjadi momentum dilakukan reformasi birokrasi di Direktorat Jenderal Pajak. Mantan wakil presiden Jusuf Kalla menyatakan, problem pajak yang melibatkan internal kantor pajak dan wajib pajak adalah masalah klasik yang sudah berlangsung lama. “Itu kan juga diakui oleh Dirjen Pajak,” kata Kalla di sela-sela pertemuan dengan tim sembilan pansus Century di kediamannya, Jakarta, kemarin (4/4). Menurut Kalla, jika melihat kasus mafia pajak, harus dilihat dari dua sisi. Dari sisi oknum penyelenggara negara, ataupun wajib pajak sama-sama memiliki keinginan secara pribadi. “Kita harus fair, bahwa bukan hanya orang pajak yang meminta, wajib pajak juga. Justru dari beberapa pihak. Jadi ini kasus suka sama suka,” ujarnya. Proses suka sama suka inilah yang membuat prakteknya baru terungkap nyata saat ini. Menurut Kalla, reformasi birokrasi yang dilakukan harus dengan penuntasan hukum yang baik. Maksud mantan Ketua Umum Golkar itu, penuntasan harus dilakukan tidak hanya yang terlihat saat ini saja. “Se-

Baca MAFIA PAJAK diHal. 7

Koleksi “Bangkai” Mobil Perang untuk Kemanusiaan Ketika pensiun, Alok Adiranto punya hobi yang tergolong langka. Dia mengoleksi dan memberdayakan “rongsokan” mobil-mobil perang. Selanjutnya, mobil-mobil itu digunakan untuk menolong warga miskin yang menderita penyakit-penyakit berat seperti Lepra, Kaki Gajah dan TBC. Alok ingin hidupnya lebih bermakna di usia senja.

SUGENG SULAKSONO, Jakarta GARASI itu luasnya sekitar 1.500 meter persegi. Letaknya di Jl Ksatrian, Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan. Menyaksikan garasi itu, sekilas mirip sebuah pangkalan militer. Sebab, di sana terparkir dengan gagahnya belasan kendaraan militer, mulai dari jenis truk hingFOTO: SUGENG SULAKSONO / JAWA POS

Baca KOLEKSI diHal. 7

AlokAdirantoberposedengankoleksijipmilitermiliknyadigarasimiliknyakawasanRempoa,JakartaSelatan,Rabu(31Maret2010).

Kpos Halaman Utama  

Halaman Utama Kendari