Issuu on Google+

EDITORIAL

TAHUN PERTARUHAN DAN PEMBUKTIAN

S

“INI MERUPAKAN TANTANGAN BESAR, TAPI JUGA SEBUAH HARAPAN”

elamat berjumpa kembali, pembaca setia KRM. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011, dan Selamat Tahun Baru Imlek 2562 bagi yang merayakannnya. KMI tak lupa mengucapkan terima kasih kepada konsumen yang telah memberikan dukungan kepercayaan terhadap produk sepeda motor Kawasaki yang bermutu. Mengingat penjualan Kawasaki meningkat pesat sampai akhir 2010 lalu sebesar 42% atau sejumlah total 47.000 unit. Melihat peningkatan signifikan itu, KMI akan terus bekerja keras di masa depan demi kepuasan konsumen Kawasaki. Seperti meningkatkan pelayanan penjualan, memberikan servis terbaik bagi Anda, dan akan selalu menawarkan produk-produk yang berkualitas. Dalam kaitan ini pula, sejauh ini unit Kawasaki Ninja 250R dan KLX 150S mendapat predikat terbaik semakin digemari konsumen. Terlepas dari itu semua, KMI tentunya tidak mengesampingkan hal yang berkaitan dengan dunia balap motor. Seperti diketahui, balap motor – lokal maupun global – akhir-akhir ini semakin semarak dan gegap gempita. Tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga di kejuaraan Asia. Oleh karena itu, KMI merasa perlu terlibat dan membuktikannya di dunia motorsport. Tujuan ini bukan sekadar mengejar

brand image belaka. Tapi KMI telah membuktikan memiliki tim balap yang bisa diandalkan. Keberhasilan Ibnu Sambodo dengan tim Manual-tech yang membawa kemenangan Hadi Wijaya dan Reza Pahlevi juara umum di event Petronas Asia Road Racing Championship 2010, adalah bukti konkrit. Pretasi pembalap dan timnya terukir di piala bergilir. Kini, memasuki lembaran baru di ‘tahun kelinci’ 2011 Kawasaki kembali menggebrak. Proyeknya bahkan lebih besar. Membentuk tim baru, Manual-tech Beet Kawasaki. Bentuk penyempurnaan baru tim balap Kawasaki asuhan Begawan 4-Tak Ibnu Sambodo, yang bukan hanya menangani motor bebek Underbone saja. Tapi, juga bertanggung jawab terhadap motorsport tulen ZX-6R yang akan berlaga di kejuaraan Asian GP kelas Supersport 600. “Ini merupakan tantangan besar, tapi juga sebuah harapan,” kata Mitsuhiko Okada, Direktur Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia. Atau boleh juga dibilang, Kawasaki ZX-6R turun di kelas Supersport 600 adalah sebuah pertaruhan sekaligus pembuktian. Mendulang prestasi dan menjadi kampiun di bawah panji Kawasaki memang wajib dibuktikan. Paling tidak, serangkaian tes balap yang telah dilakukan oleh M.Fadli dan Fujiwara di sirkuit Sepang awal Januari 2011, bisa menjadi prediksi dan indikasi target 5 besar Asian GP bisa diraih. Riders Magazine

1

volume

01 04 06 08

KAWASAKI RIDERS MAGAZINE | EDISI 07 / FEBRUARI 2011

EDITORIAL SURAT PEMBACA BISNIS COVER STORY:

18 SPORT:

TES EKSKLUSIF NINJA ZX-6R DI SEPANG

22 INTERVIEW:

16 SPORT:

FINAL INDOPRIX BINUANG

20 SPORT: GREEN TECH CUP IBNU SAMBODO

PETRONAS ARRC 2010 QATAR

24 TROUBLE SHOOTING:

PERAWATAN UNITRACK

26 OUR FAMILY: KAWASAKI TANGERANG

28 MODIFIKASI: NINJA 250R CAFE RACER

30 ADVENTURE: RING OF FIRE 32 HARGA KAWASAKI ON THE ROAD

REDAKSI Penanggung Jawab Mitsuhiko Okada I Staf Ahli Freddyanto Basuki, Reiner Sitorus, Agus Santoso I Redaksi Sucipto Wiyono, Sania Handayani, Michael Chandra, Lionghey Iskandar, Reninta Fauziah I Alamat Redaksi PT. Kawasaki Motor Indonesia, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jakarta Utara 14250 Telp. (021) 4523322 (332), Faks. (021) 4523580/70 I E-mail. kawakzona@gmail.com

2

Riders Magazine

16

HADI WIJAYA (kanan) dan REZA PAHLEVI (kiri) Dua pahlawan road race dari tim NHK Rextor Manual-Tech Kawasaki mengibarkan bendera merah putih di sirkuit Losail

22

IBNU ‘PAK DHE’ SAMBODO Beban tanggung jawab begawan 4-Tak ini semakin besar sebagai manajer tim Manual-tech Beet Kawasaki

08

M.FADLI #162 dan K.FUJIWARA #37 Pasangan resmi kubu Manual-tech Beet Kawasaki yang bakal berlaga musim Asian GP 2011 kelas Supersport 600

26

PT KAWANSAKTI ADHISEJAHTERA Kiprah bisnis roda dealer Kawansakti yang berkantor pusat dan berdiri megah di Kawasaki Tangerang, Cikupa

20

GREENTECH CUP 2011 Salah satu atraksi peserta melompati table top seri grasstrack yang digagas dealer Greentech, Pekanbaru.

28

NINJA 250R CAFE RACER Ide liar terinspirasi kala Eri memodifikasi Ninja 250R miliknya dirombak ala tunggangan custom stock era 1960-an

Riders Magazine

3

SURAT PEMBACA

___________________________________________________

MOHON INFORMASI PRODUK BARU KAWASAKI 2011 Mohon informasi produk Kawasaki yang akan keluar pada tahun 2011 ini setelah generasi Ninja 250R. Terima kasih. Abdul Hakam hakam_abdulhakam@yahoo.com, 081885XXXX, Bekasi Mas Abdul Hakam memang konsen terhadap kami. Betul sekali dalam tahun ini kami akan meluncurkan beberapa tipe terbaru. Salah satunya moge berkapasitas cc cukup besar. Tapi harap maklum, kalau diungkapkan sekarang rasanya kurang surprised nantinya.Tunggu saja berita launching-nya ya… ________________________________________________________ Apa perbedaan antara KLX 150 dengan D-Tracker 150? Apakah tenaga termasuk kurang greng pada saat diajak adventure untuk produk tersebut? Lutfi, lutfi.dwi@bmj-indonesia.com, 081183XXXX, Jakarta Secara umum, perbedaan spesifikasi mesin antara kedua motor tidak ada. Sesuai penggunaanya, KLX 150S lebih dual purposes, jalan offroad maupun on-road. Sedangkan D-Tracker 150 lebih nyaman dan difungsikan untuk jalan on-road.

4

Riders Magazine

Saya ingin menanyakan satu hal soal Ninja 250R. Apakah ada rencana KMI akan menjual Ninja 250R bermesin injeksi? Terima Kasih. Eric Auvino, r.ric@hotmail.co.id, 08571958XXXX, Cikampek Sampai saat ini PT. KMI masih fokus pada Ninja 250R karburator, dan belum ada rencana pada opsi injeksi. Kami berharap Mas Eric mau bersabar menanti. ___________________________________________________ Apakah benar Kawasaki sekarang jual SE KXF 250 seharga Rp 75 juta. Kalau ya, dimana saya bisa mendapatkannya? Ade Candra, titianmotorsport@yahoo.co.id, 0812382XXXX, Sumbawa Besar Benar sekali. PT KMI telah menjual Kawasaki KXF 250, namun tidak semua dealer mendapatkan produk itu. Harganya untuk kawasan Jakarta Rp 80 juta on the road. ___________________________________________________ Dari saya simpel saja. Kenapa Kawasaki enggak berani bikin motor murah tapi bukan murahan lhooo... Maksudnya, motor yang berharga terjangkau masyarakat kelas menengah ke bawah untuk bersaing dengan competitor lain. Sebab, selama ini masyarakat awam mengekenal Kawasaki itu produk sportnya aja. Memang Kawasaki produk yang bagus, tapi untuk masalah harga kalah dengan merk lain. Salam dari Kawasakimania. Tedja Sasongko, anaak_haraaam@yahoo.com, (0351) 7776XXX, Madiun

PT KMI terus berusaha untuk memberikan yang terbaik. Selain motor sport, KMI sudah menjual produk bebek seperti Kawasaki Edge dan Athlete yang harganya cukup terjangkau. __________________________________________________ Kawasaki Ninja RR 150 cc kalau diganti knalpot racing boleh enggak? Soalnya sekarang sudah ada Undang-Undang No. 22 tahun 2009 yang kalau tidak salah tentang knalpot bising. Prian, prian_putra@yahoo.com, 08132197XXXX, Bandung Dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2009 belum mengatur secara jelas mengenai ambang batas kebisingan knalpot. Tapi di beberapa tempat seperti di Bandung sudah ada oknum yang memanfaatkan celah undang-undang ini. Mas Tedja tentunya bisa mempertimbangkan hal ini. __________________________________________________ Saya pengguna KLX 150S, dari pertama beli saya sudah mengalami masalah kopling dan karburator. Sekarang kopling sudah bagus diganti kampas dan per kopling baru di dealer di Bandung. Hanya saja, masalah karburator masih tetap kurang memuaskan. Keinginan saya, apakah Kawasaki mau mengganti kekurangan yang ada di KLX 150S. Terima kasih atas perhatiannya. Roni Maulana Arsy, zhekyda@telkom.net, (022) 93438XXX, Cimahi PT KMI akan menampung keluhan Mas Roni dan mempertimbangkannya. __________________________________________________ Kenapa di kota Langsa, Aceh tidak ada dealer resmi Kawasaki. Mengingat penggemarnya di sana membludak, apalagi untuk motor second laku keras di daerah ini. Mohon dipertimbangkan. I love Ninja. Fachdianursyah,sstp,msp, fachdianursyah@yahoo.com, 08216024XXXX, Langsa Terima kasih atas masukan Pak Fachdianursyah. Untuk harga motor, tiap wilayah memang berbeda tergantung pajak yang berlaku di wilayah itu. Otonomi daerah membuat biaya pajak menjadi tidak seragam __________________________________________________

dari pasar Indonesia. Seandainya benar, apakah sebelum stop produksi PT .KMI menyediakan stock spare part yang cukup untuk pengguna Kawasaki 2-Tak. Mohon penjelasannya. Atas perhatianya kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Sunarto, anc.javaart@yahoo.com, 08571888XXXXX, Jakarta Pusat Selama belum atau sudah melakukan diskontinu produksi motor 2-Tak, PT.KMI masih tetap menyediakan pelayanan purna jual kebutuhan spare-part hingga 10 tahun mendatang. __________________________________________________ Saya mau Tanya? Setelah saya lihat web Kawasaki ada beberapa club yang telah jadi member Kawasaki seperti BARC, BKRC, KNC dan lain-lain. Gimana biar club bisa seperti mereka. Kebetulan saya dan kawankawan bikin sebuah komunitas yang bernama KAOS (Kaskus Athlete Owner Club). Jumlahnya lumayan banyak, bisa mencapai 50 motor sekali kopdar. Kopdar kita setiap Jumat malam di Mega Kuningan. Dimaz, dimaz_r88@yahoo.com, 08569388XXXX, Jakarta Selamat atas keberadaan club KAOS. Untuk lebih dikenal, silakan kirim email proďŹ l KAOS melalui web KMI __________________________________________________ Aku mau kasih masukan kalo bisa disediakan catalog sparepart sekalian dengan price-listnya biar kita gampang kalau mau cari spare part. Arie Wishnu, nduck_amthree_crews@yahoo.co.id , 08564124xxxx, Kudus

Apakah product Nassert Beet dapat dibeli di Kawasaki Medan? Nono, nono.santoso@yahoo.com, 08139655XXXX, Medan

Terima kasih atas masukannya dan akan menjadi pertimbangan PT.KMI __________________________________________________

Seyogianya Nassert Beet telah dijual di seluruh main-dealer Kawasaki. __________________________________________________

Kapan generasi Kawasaki Kaze di luncurkan kembali? Agus Suhendro, picees.love6919@yahoo.co.id, 08573318xxxx, Mojokerto

Mohon diberi penjelasan mengenai issue yang beredar bahwa pada 2011 ini Kawasaki 2-Tak stop produksi dan akan dihapus

Generasi bebek Kaze saat ini digantikan oleh Edge, dan sudah diluncurkan akhir 2010 lalu.

Kontak Redaksi

Kirimkan saran dan kritik Anda ke redaksi Kawasaki Riders Magazine baik surat, kartu pos atau e-mail sertakan pula foto kopi data pribadi Anda (KTP/SIM) ke alamat: PT. KAWASAKI MOTOR INDONESIA Jl. Perintis Kemerdekaan Jakarta Utara 14250 • Fax. (021) 452-3580/70 • E-mail: kawakzona@email.com dan raiderbiker2010@yahoo.com

Riders Magazine

5

BisNis

Penjualan Unit Kawasaki Meningkat Pesat sELama PERiodE TiGa TaHUN BELakaNGaN iNi, PRodUksi sEPEda moToR PT kaWasaki moToR iNdoNEsia (kmi) mENGaLami kENaikaN PENJUaLaN YaNG mENGGEmBiRakaN, HiNGGa mENCaPai 42% (87.004 UNiT) di akHiR PERiodE 2010 LaLU.

P

eningkatan penjualan signifikan ini mulai dirasakan KMI pada periode 2008 lalu. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan, angka penjualannya tercatat 49.472 unit. Di tahun berikutnya, kenaikannya mulai pesat menjadi 61.712 unit (24,48%). Dan puncak pencapaian penjualan sepeda motor Kawasaki terjadi pada tahun 2010, yakni 87.004 unit atau naik 42%. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memang merasakan dampak kenaikan penjualan sepeda motor yang cukup berarti. Seperti diungkapkan Direktur Marketing PT. Kawasaki Motor Indonesia, Mitsuhiko Okada. Bahwa kenaikan pesat penjualan Kawasaki di Indonesia seiring dengan semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen terhadap kualitas sepeda motor Kawasaki. “Kami percaya konsumen Indonesia memiliki pemahaman mengenai produk yang terbaik. Disamping itu, produk yang kami tawarkan pun konsepnya berbeda dengan

merek lain. Kawasaki berupaya sepenuh hati untuk memenuhi keinginan konsumen tersebut,” katanya. Seperti diketahui, PT Kawasaki Motor Indonesia pada 2008 lalu mulai melakukan pembenahan terhadap produk yang mereka tawarkan. Di mana pada akhir Mei di tahun tersebut, KMI meluncurkan 3 produk; Kawasaki Ninja 250R, Athlete dan KLX 150S dan 250S. Produk yang diluncurkan ini memberikan konsep yang berbeda dengan produk yang selama ini beredar di pasaran. Ninja 250R misalnya, motor sport dua

silinder ini memberikan nuansa sporty tulen kepada pemakainya. Sentuhan fairing pada bodi dan performa yang mumpuni, menjadikan sepeda motor ini singgah di hati konsumen yang doyan dengan motor batangan sejati. Konsep motor dual purpose KLX 150S dan 250S juga memberikan nuansa yang unik pada keseluruhan produk Kawasaki. Selain digunakan untuk pengunaan harian, KLX 150S ini punya keunggulan fungsional untuk adventure bermotor. “Bukan produk yang berbeda saja, tapi juga berkualitas,” imbuh Manager

“SANGAT OPTIMIS PENJUALAN DI TAHUN MENDATANG AKAN LEBIH BAIK LAGI” –MITSUHIKO OKADA

PENJUALAN MOTOR KAWASAKI

87.004 unit “SELAIN PRODUKNYA BERBEDA, TAPI JUGA BERKUALITAS” –FREDDYANTO BASUKI.

61.712 unit

Riders Magazine 6

2010

2009

2008

49.472 unit

BisNis

Promosi PT Kawasaki Motor Indonesia, Freddyanto Basuki. Dengan produk yang memiliki kualitas pabrikan, Kawasaki sangat optimis penjualan produk mereka di tahun mendatang akan lebih baik lagi. Secara nasional, indikasi kenaikan penjualan motor Kawasaki dipengaruhi pertumbuhan penjualan sepeda motor di Tanah Air yang mencatat perkembangan signifikan selama periode empat tahun terakhir. Di mana penjualan motor sebesar 4,72 juta unit terjadi pada 2007, naik 32,65% pada 2008 yang mencatat penjualan sepeda motor secara nasional mencapai 6,28 juta unit. Meskipun pada tahun berikutnya penjualan sepeda motor terjadi penurunan sebesar 6,07% menjadi 5,88 juta unit. Namun pencapaian tertinggi terjadi pada periode 2010, di mana angka penjualannya mencapai 7,3 juta unit atau naik sebesar 25,69%.

ikon Ninja Bikin Laba Sukses penjualan Kawasaki Motor Indonesia, tak bisa dipisahkan dari ikon populer sepeda motor Kawasaki bertajuk Ninja. Di Indonesia, Ninja mengawali debutnya pada tahun 1996. Saat itu, mesin Kawasaki Ninja masih andalkan 2-tak (two stroke) dengan kapasitas mesin 150 cc. Namun kehadiran Ninja 250R pada 2008 tidak lantas menghapus kepopuleran pesona Ninja 150 ini. Keduanya justru malah bersinergi saling memperkuat ikon Ninja. Hal ini ditandai dengan penjualan motor Ninja 250R sejak peluncurannya sampai sekarang meningkatkan laba perusahaan. Jika di bulan-bulan awal hanya terdistribusi ratusan unit, pada bulan berikutnya meningkat terus. Permintaan unit penjualan per bulan terhadap Ninja 250R sampai sekarang ini saja berkisar 1.500-2.000 unit. “Kami cukup kewalahan menghadapi lonjakan permintaan dari konsumen, disebabkan pengiriman unit dari Thailand terbatas. Diharapkan penambahan unit import Ninja ini bisa teratasi sepanjang tahun 2011,” tegas Freddyanto Basuki, Manager Marketing dan Promosi KMI.

DATA PENJUALAN MOTOR NASIONAL

4.72 jt

6.28 jt

5.88 jt

7.3 jt

“KAMI PERCAYA KONSUMEN INDONESIA MEMILIKI PEMAHAMAN MENGENAI PRODUK YANG TERBAIK. DISAMPING ITU, PRODUK YANG KAMI TAWARKAN PUN KONSEPNYA BERBEDA DENGAN MEREK LAIN. KAWASAKI BERUPAYA SEPENUH HATI UNTUK MEMENUHI KEINGINAN KONSUMEN TERSEBUT,” 7

Riders Magazine

SPORT

TES EKSKLUSIF: NINJA ZX-6R DI SIRKUIT INTERNASIONAL SEPANG, MALAYSIA

BUKTI KAWASAKI SERIUS DI KELAS SUPERSPORT 600

Keseriusan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) terdaftar di pentas balap kelas Supersport 600cc tahun ini, dibuktikan dalam latihan dan pengetesan tertutup di Sirkuit Sepang, Malaysia 10-14 Januari 2011 lalu. Nama Mohammad Fadli Imammudin pun terpilih resmi menjadi pembalap andalan Ninja ZX-6R. Ia akan berpasangan dengan Katsuaki Fujiwara, pembalap SBK dan Supersport 600 asal Jepang.

M

eskipun bisa menyaksikan langsung di Sepang, namun tidak banyak yang bisa diungkap dalam artikel di majalah KRM ini. Harap bisa dimaklumi, karena banyak hal info teknis yang bersifat confidential. Namun bagi KMI sendiri menyaksikan langsung tes eksklusif para pembalap Kawasaki dunia kelas Supersport dan Superbike merupakan pengalaman berharga. “Untuk pertama kalinya kami boleh datang dan diundang langsung oleh prinsipal kami sejak KMI berdiri. Itu pun karena ada kepentingan khusus KMI terlibat

8

Riders Magazine

dalam persiapan pembentukan tim balap Supersport 600 yang akan meramaikan beberapa kalender balapan Asian GP dan All Japan Championship,” ungkap Freddyanto Basuki, manajer promosi dan marketing KMI. Acara ini tertutup bagi umum, dan hanya diperbolehkan 53 personil dari kalangan internal Kawasaki. Digelar selama lima hari (10-14 Januari) dan melibatkan para tim dan pembalap dunia World Superbike dan Supersport dengan motor keluaran terbaru Ninja ZX-10R dan Ninja ZX-6R. Pastinya, acara yang berlangsung seharian penuh ini dihadiri para tim balap

SPORT

Kawasaki Racing Team (WSBK) dan Team Green (Supersport 1000). Nama-nama pembalap dunia yang sudah tak asing lagi dari KRT seperti Chris Vermeulen, Tom Sykes dan Joan Lascorz. Sementara dari Team Green menurunkan pembalap kawakan Akira Yanagawa. Sedangkan untuk kelas Asian GP nama M.Fadli tidak sendiri, tapi ditemani pembalap Supersport 600 dan Superbike yang telah berpengalaman, Katsuaki Fujiwara. Selain mendatangkan M. Fadli, KMI juga melibatkan kembali Ibnu Sambodo cs dari Manual-tech untuk mendukung secara teknis Ninja ZX-6R sukses merebut tangga juara di event Asian GP tahun ini. Secara resmi pula KMI menetapkan tim balap Supersport 600 ini berada di

bawah naungan tim dengan nama barunya ‘Manual-tech Beet Kawasaki’. Tim ini nantinya tidak bekerja sendiri. Dalam kegiatan seluruh seri Asian GP 2011 akan mendapat pengawasan langsung dan bantuan dari para mekanik prinsipal Kawasaki Jepang. “Prinsipal sangat serius mendukung segala persiapan motor dan pembalapnya. Motornya sendiri didatangkan langsung dari Jepang dengan keluaran terbaru Ninja ZX-6R tahun 2011. Ada tiga unit. Satu unit sudah diseting untuk Fujiwara, satu lagi untuk M.Fadli dan satu unit sebagai motor cadangan,” jelas Freddyanto Basuki, manager promosi dan marketing KMI. Lima hari pengetesan merupakan harihari sibuk. Mekaniknya, pembalapnya dan motornya. Waktu seharian, dari pagi hingga

Riders Magazine

9

SPORT

petang terkadang masih kurang. Karena musim kala itu tak menentu, mirip cuaca di Indonesia. Saat latihan bisa jadi dihadang hujan, atau sebaliknya terang benderang oleh cuaca yang cerah.

Prestasi Fujiwara dan talenta M. Fadli

Dua pembalap Ninja ZX-6R masingmasing telah memilih nomor start sendiri. Mohammad Fadli Imammudin #162 dan Katsuaki Fujiwara #37. Keduanya menjadi partner balap karena strategi dan kepentingan Kawasaki, mengingat mereka punya pengalaman dalam kejuaraan dunia Supersport dan Superbike. Dipilihnya M.Fadli karena prestasi dan pengalaman balap Supersport 600 serta pertimbangan talenta di kelas motor ber-cc besar. Rider asal Cibinong kelahiran Bogor, 25 Juli 1985 ini pernah podium Asian GP tahun lalu di Sentul, Jakarta dan Losail, Qatar. Prestasinya sudah teruji di level balap tingkat Asia. Ia nantinya akan digembleng di kejuaraan ‘kawah candradimuka’ berlomba dengan para rider senior Asia di arena 10

Riders Magazine

All Japan Championship. Bahkan bila prestasinya menanjak terus, besar kemungkinan namanya terdaftar di World Supersport (WSS). Yang pasti, pemuda setinggi 172 cm ini menjadi ikon Kawasaki, seiring rencana KMI bakal memasarkan Ninja ZX-6R di Tanah Air. Katsuaki Fujiwara, rider Jepang yang menjadi partner Fadli lebih banyak pengalamannya. Pria bertubuh atletis setinggi 173 cm ini berpenampilan modis. Potongan rambutnya trendy dan selalu memakai kacamata sun glass. Kelahiran Shimonoseki, Yamaguchi Prefecture, Japan 27 Maret 1975 ini telah berkeluarga dan memiliki satu anak laki-laki. Bakat membalap sudah terlihat sejak bangku kelas 3 SD menjuarai perlombaan minibike sejak 1983. Memasuki 1990-an adalah awal kejayaannya. Katsuaki – nama yang selalu digunakan dalam balapan – pertama kali mencicipi balapan di sirkuit Suzuka di kelas 250cc. Lalu, tahun 1995 ia meraih podium ketiga All Japan Superbike Championship bersama Ninja ZXR-750R. Prestasi dan pengalaman di arena World Superbike dan World Supersport dijalani terus sepanjang tahun 2000-an, meski ia menunggang motor merek lain. Hingga tahun 2008, Kats – sapaan akrabnya di kalangan pembalap waktu itu – kembali bergabung bersama

Ninja ZX-6R dalam setiap agenda World Supersport Championship. Hasil kolaborasi Katsuaki dan Fadli tahun 2011 ini menjadi harapan baik tim Manual-tech Beet Kawasaki ke depan untuk mendulang prestasi dan kemenangan di arena balap Supersport. Masuknya Fadli mengharuskan ia harus beradaptasi dengan ‘mainan’ baru Ninja ZX-6R lantaran berbeda karakter dengan motor yang dipakai sebelumnya. “Ninja ZX-6R is complicated,” kata Fujiwara. “Lebih rumit dari Ninja 250cc bahkan Ninja 1000cc sekalipun. Tapi bagi pembalap yang sudah bisa menyesuaikan karakternya, motor ini luar biasa tenaganya juga kestabilannya,” imbuhnya. Di balik tenaganya yang ganas dan liar, pembalap harus bisa mengendalikan manuver bodi yang bongsor. Begitu juga saat memasuki tikungan panjang, akselerasinya tak bisa

SPORT

“MESIN YANG DIPAKAI STANDAR HARIAN BERDAYA MAKSIMUM 128 PS PADA 14.000 RPM DAN TORSI SEBESAR 66,7 NM PADA PUTARAN MESIN 11.800 RPM DAN PERFORMANYA MASIH BISA DITINGKATKAN, JADI BISA DIBAYANGKAN MESIN STANDAR NINJA ZX-6R INI SUDAH SANGAT KENCANG,” dipaksakan dengan membuka gas penuh. Jika dipaksakan, akibatnya akan fatal. “Motor pasti terlempar keluar trek,” katanya lagi.

Tiga faktor: sasis, suspensi, dan roda

Karakter Ninja ZX-6R sangat berbeda dengan merek lain. Mesin yang dipakai standar harian berdaya maksimum 128 PS pada 14.000 rpm dan torsi sebesar 66,7 Nm pada putaran mesin 11.800 rpm. Oleh tim mekanik prinsipal Kawasaki di Sepang, performa mesin ini masih bisa ditingkatkan hingga di atas 130 PS.

“Jadi bisa dibayangkan mesin standar Ninja ZX-6R ini sudah sangat kencang,” ujar salah seorang tim mekanik asal Jepang. Oleh karen itu, soal mesin Ninja ZX-6R bukan fokus utama. Tapi yang menjadi perhatian adalah tiga faktor, yakni sasis, suspensi dan ban. Tahun ini kelas 600 Asian GP wajib menggunakan ban Dunlop. Ban yang dipakai sudah ditentukan tipe Unbeaten 01 berjenis medium compound. Ukuran diameter ban 17 inci namun berbeda profil 120/70 (depan) dan 180/55 (belakang). Untuk urusan suspensi, melibatkan pihak

Showa. Hal itu terkait dengan Ninja ZX-6R keluaran terbaru yang sudah menggunakan jenis Big Piston Fork berukuran 41 mm. Keunggulan suspensi depan ini lebih praktis dalam penyetelan rebound damping dan stepless compression karena telah dilengkapi sistem top-out spring serta penyetelan tinggi rendah posisi suspensi sampai 4,7 inci. Begitu pula dengan sistem supensi tunggal atau dikenal Bottom-link Uni-Trak Kawasaki dengan sistem sokbreker gas di roda belakang. Memiliki keunggulan ganda dual-range compression damping pada kecepatan rendah maupun tinggi saat motor melaju. Juga, terdapat 25 penyetelan rebound damping hingga 5,3 inci. Menurut salah seorang mekanik suspensi asal Jepang, sistem suspensi yang diterapkan pada Ninja ZX-6R sangat menentukan kestabilan motor di sirkuit. Baik saat melakukan manuver di tikungan atau trek lurus sistem suspensi harus bisa meredam ride and handling dari pembalap. “Beban kerja suspensi akan menjadi semakin maksimal ketika terjadi pengereman, karena seluruh bobot motor dan pembalap akan bertumpu pada kinerja suspensi depan,” jelasnya. Ditambahkan pula, titik berat Ninja ZX6R berada di tengah struktur bodi. Persisnya center of gravity dari motor ini terletak di sekitar bawah tangki bensin. “Jadi ketika motor bermanuver di tikungan, beban terbesar mayoritas berada di bagian depan Riders Magazine

11

SPORT

motor, tapi saat berlari kencang di trek lurus seluruh bobot motor pindah ke bagian belakang. Jadi jika diibaratkan keseimbangan motor ini mirip permainan papan jungkatjungkit,” papar tim mekanik Jepang. Bisa dibayangkan, jika pembalap yang tak memahami karakter dari Ninja ZX-6R ini akan mendapat kesulitan saat melakukan pengereman, membelok di tikungan tajam atau melintasi trek menurun atau menanjak. Begitu pula saat gas pol di trek lurus, bila telat mengantispasi bisa kebablasan karena telat tarik rem.

Uji ketrampilan tim Manual-tech Beet Kawasaki

Terbentuknya tim Manual-tech Beet Kawasaki, tidak hanya ditandai dengan stiker yang menempel pada fairing Ninja ZX-6R Fadli dan Fujiwara. Namun kedatangan Ibnu Sambodo dan rekannya Novel Faisal beserta dua anak buahnya, di acara tes ini mengharuskan mereka diuji ketrampilannya menangani Ninja ZX-6R siap balap.

12

Riders Magazine

“Pada awalnya kami kewalahan dan canggung karena sudah terbiasa dengan motor berukuran kecil kelas underbone. Tapi latihan singkat dan cepat menyiapkan motor kelas 600 cc ini lambat laun bisa kami pahami. Semua ada aturannya dan semua ada sistemnya di motor Ninja ZX-6R ini. Setiap detik dan menit harus dicatat waktu pemakaian motor ini,” kata Ibnu Sambodo. “Ini sebuah tantangan yang menarik. Karena kelas Supersport bekerja dengan sistem dan mengajarkan kami bekerja professional. Apalagi, semua aktivitas motor yang berkaitan dengan mesin, sasis, suspensi, ban, rem hingga knalpot terekam dalam data logger yang akan menjadi evaluasi para mekanik,” ungkap Novel Faisal. Seperti sensor yang terpasang di suspensi depan dan belakang, rem depanbelakang dan gir rasio yang diletakkan pada sprocket rantai belakang. “Semua sensor ini akan merekam seluruh aktivitas selama latihan. Seperti data kecepatan motor, data pengereman, membuka dan menutup gas, sensor supensi merekam

terjadinya chattering pada ban saat di tikungan, sensor pengapian atau pembakaran pada mesin,” jelas Ibnu yang semakin paham dengan Ninja ZX-6R. Data logger yang sudah merekam seluruh aktivitas motor tadi, akan diolah di komputer untuk evaluasi. Data logger ini sangat membantu mekanik dalam melengkapi pendataan secara manual yang dicatat langsung di lembaran kertas berisi kolom-kolom tanggal dan waktu pengetesan, kondisi cuaca (temperature dan kelembaban), nama rider, riding distance, jenis course (full or short). Hal teknis lain juga tercatat, seperti jenis oli dipakai, suspensi (spec & compression) , rem (brake pad), jenis ban (soft, med, high), ukuran tekanan angin ban, kapasitas tangki bahan bakar, jenis bahan bakar, settingan ecu, injection dan terakhir jumlah lap yang dipakai. “Semua kolom harus diisi sebagai panduan dan evaluasi,” kata tim mekanik Jepang. Program ini harus berjalan sesuai aturan dan sistem yang berlaku di balapan supersport. “Dan sudah menjadi

SPORT

“INI SEBUAH TANTANGAN YANG MENARIK. KARENA KELAS SUPERSPORT BEKERJA DENGAN SISTEM DAN MENGAJARKAN KAMI BEKERJA PROFESSIONAL” standarisasi jenis balapan supersport di mana pun,” katanya lagi. Selain diajarkan meng-input data ke dalam komputer, Ibnu juga melakukan pengawasan kepada dua anak buahnya Budi dan Tangguh. Keduanya hampir setiap hari latihan dasar cara bongkar roda depan dan belakang. Meski kelihatannya gampang, tapi saat dikerjakan terbilang sulit. “Ban depan paling rumit, karena pasangnya tidak boleh bongkar kaliper rem. Jadi, masuknya roda harus presisi dengan kedua piringan rem dan caliper. Waktunya pun harus sesingkat mungkin sekitar 10 detik,” ujar Tangguh yang juga diangguki Budi.

Ketrampilan saja belum cukup. Para mekanik harus dibekali pula pengetahuan teknis tentang komponen Ninja ZX-6R. Salah satunya, sistem suspensi. “Per dan peredamnya adalah faktor penting lain setelah sasis dan ban. Karena peranannya menunjang keamanan, kestabilan dan kenyamanan motor. Dan sangat dipengaruhi pada kinerja suspensi,” kata seorang mekanik yang mewakili suspensi merek Showa. Menurutnya, peranan paling besar suspensi pada Ninja ZX-6R atau motor sejenis di kelas Supersport 600 adalah terletak pada kinerja suspensi depan. Fungsi dan tugasnya sangat berat

menahan beban motor paling besar saat terjadi pengereman, katanya. Hitungan tekanan oli, damping dan rebound, pemilihan per sokbreker yang tepat serta penyetelan yang tepat menuntut perhatian ekstra para mekanik Manual-tech Beet Kawasaki. Alhasil, latihan dan tes balap Kawasaki di Sepang pada minggu kedua Januari lalu menjadi awal sinergi antara mekanik dan pembalap Supersport 600. Belajar memahami bekerja dengan sistem dan waktu yang cepat, tepat dan cermat. Semoga saja tim Manual-tech Beet Kawasaki disinari bintang terang dan dewi fortuna selama musim balap Asian GP 2011 ini.

JUNICHI NOMURA

THE GODFATHER SIAPAKAH ORANG PALING senior dan perannya besar di balik pengetesan Ninja ZX-6R di Sepang? Dia adalah Junichi Nomura. Pria berusia 63 tahun ini bertanggung jawab penuh dalam persiapan pembentukan tim balap Supersport 600. Walau sudah lama pensiun, oleh KHI ia dipanggil kembali menjadi konsultan tim balap Ninja ZX-6R selama musim Asian GP 2011. The Godfather. Barangkali julukan itu tepat bagi pria yang sudah berpengalaman 30 tahun di Kawasaki Heavy Industries (KHI). Selain pernah bekerja di bagian produksi roda dua KHI, ia telah banyak berjasa mengembangkan tim

balap kelas dunia World Superbike. “Di kalangan pembalap dan mekanik All Japan Supersport ia bahkan sangat dihormati dan tunduk kepala kepadanya,” kata Mitsuhiko Okada, Direktur Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia. Bergabungnya Nomura di tim Manual-tech Beet Kawasaki tugasnya memberikan nasihat dan pengerahan kepada tim. “Bahwa ada tiga faktor yang perlu diperhatikan pada Ninja ZX-6R. Sasis, kaki-kaki dan suspensi. Karena itu balapan Supersport 600 harus mendapat perhatian yang teliti, cermat, cepat dan tepat,” tandas Nomura.

Riders Magazine

13

SPORT

TEST ZX-6R M.FADLI

TARGET LIMA BESAR BISA TERCAPAI

H

“KALAU MELIHAT CATATAN WAKTU BAGUS SETIAP HARI, SAYA OPTIMIS TARGET 5 BESAR BISA TERCAPAI”

asil jerih payah PT Kawasaki Motor Indonesia patut disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Pasalnya, selama dua tahun terakhir progress KMI di bidang motorsport terbilang berhasil dan sukses. “Kami mengembangkan olah raga balap motor karena memang terbukti motor Kawasaki yang dipakai bermutu dan bagus. Awalnya target kami juara underbone Asia. Hasilnya sudah tercapai dan memuaskan. Kini kami melangkah ke jenjang lebih tinggi, juara Supersport 600 Asian GP. Cukup lima besar saja dulu,” kata Freddyanto Basuki, manajer marketing dan promosi KMI. Optimisme Freddyanto cukup beralasan. Karena selama M.Fadli latihan di Sepang menunjukkan progress yang baik dan sesuai target tim. Dari hasil pertama pengetesan, Fadli memperbaiki waktunya satu detik setiap hari. Hingga hari kelima ia membukukan best lap dalam latihan short course setengah trek sirkuit yakni 1 menit 7,29 detik. Waktu ini lebih cepat dari juara Asia GP 1 menit 7,5 detik. Jika dilihat secara berurutan hari pertama latihan, hasilnya adalah sebagai berikut; Sesi pertama latihan full course 7

lap membukukan waktu terbaik 2:31,31 detik (di lap ke-6); sesi tes kedua 10 lap 2:20,90 (lap ke-9), dan siang hari sesi tes ketiga 4 lap 2:19,15 (lap ke-4). Sementara untuk pengetesan short course sebanyak 10 lap Fadli mencatat waktu 1:8,48 detik (lap ke -10), waktu itu bisa diperbaiki pada sesi latihan kedua sebanyak 5 lap dengan waktu 1:8,41 detik di lap ke-1. Hari ketiga, pagi hari cuaca di Sepang habis tersiram hujan. Kondisi trek setengah basah (half wet) dilanjutkan pengetesan short course. Di 6 lap waktu terbaiknya 1:7,98 (lap ke-5); sesi kedua 10 lap waktu terbaik 1:7,82 (lap ke-7); sesi ketiga 5 lap waktu terbaik 1:8,18 (lap ke-4). Usai merampungkan latihan short course, lanjut latihan full course (sirkuit full 5,543 km) dalam cuaca ideal dry condition di Sepang. Dengan temperature mencapai 30 derajat C dan kelembaban 53%. Untuk sesi pertama 6,5 lap waktu terbaik mulai bagus 2:17,36 (lap ke-5); sesi kedua 4,5 lap waktu terbaik 2:16,28 (lap ke-3); dan sesi ketiga 7 lap waktu terbaik 2:16,27 (lap ke-2). Tiga sesi berikutnya di hari ketiga ini, Fadli merampungkan latihan full course 7 lap dan waktu terbaiknya 2:14,73 (lap ke-

SPORT

7). Catatan pada sesi ini terjadi penyetalan rantai (adjust drive chain). Jelang sore Fadli hanya menyelesaikan 10 lap short course dengan catatan waktu terbaik 1:7,78 detik yang terjadi di lap ke-4. Memasuki hari keempat (13/1 2011) Fadli hanya berlatih enam sesi karena siang menjelang sore hujan turun lebat. Diawali dengan sesi full course pertama dengan kondisi trak kering sebanyak 5,5 lap 2:16,71 pada lap ke-5; dilanjutkan sesi kedua short course 5 lap waktu terbaik 1:17,26 detik (lap ke-5); sesi ketiga sebanyak 5 lap full course waktu terbaiknya 2:16:16 (lap ke-5). Sesi keempat hari yang sama full course 5,5 lap waktunya 2:15,53 (lap ke5); sesi kelima short course 10 lap waktunya 1:7,86 (lap ke-4) dengan catatan setelah melakukan penggantian disc pad roda depan. Sesi terakhir keenam full course hanya berlangsung 3 lap dan waktunya

2:17,53 (lap ke-2). Hari terakhir kelima (14/1 2011) Fadli banyak mengalami kemajuan. Kebetulan pula cuaca sangat bagus dan kondisi trek kering. Hari terakhir latihan dimanfaatkannya lebih maksimal. Memperbaiki riding style serta teknik balap lainnya yang diajarkan Fujiwara. Motornya juga lebih disiapkan lagi mengganti ban baru depan-belakang, juga penggantian rear suspension. Catatan waktu fantastis pun terjadi. Sesi pertama 5 lap full course waktunya yakni 2:16,75 (lap ke-4); sesi kedua 7 lap waktunya semakin baik 2:15,04 (lap ke-5); dan sesi ketiga 7,5 lap waktunya 2:14,84 (lap ke-2). Sementara itu catatan waktu short course dari dua sesi latihan, 10 lap pertama waktu terbaiknya 1:7,86 (lap ke-4) meningkat di sesi kedua 10 lap membukukan waktu tercepat 1:7,29 detik! (lap ke-9). Jika menyimak catatan latihan Fadli yang signifikan perkembangannya dari hari ke hari, sangat dimungkinkan ia akan masuk 5 besar Asian GP. Perhatikan saja catatan waktu terakhir short course 1 menit 7,29 detik, masih lebih cepat dari juara Asian GP yang best lap 1 menit 7,5 detik. yang lebih menggembirakan selama lima hari sesi latihan, Fadli berhasil menyingkat best lap 5,2 detik atau rata-rata satu detik setiap hari berhasil memperbaiki catatan waktunya. “It is a big step!” seru Katsuaki Fujiwara. “Kalau melihat catatannya bagus setiap hari, saya optimis target 5 besar bisa tercapai,” timpal Ibnu Sambodo. Riders Magazine

15

SPORT

PETRONAS ARRC 2010 SERI 6, LOSAIL – QATAR

Juara Tiada Tara! T

epuk tangan yang meriah untuk Hadi Wiajaya dan M Reza Pahlevi. Dua pembalap ini mengharumkan nama bangsa dan Tanah Air di penghujung tahun 2010 lalu. Mereka mengibarkan bendera merah putih di belahan bumi Asia Tengah, usai merampungkan pertarungan pamungkas Petronas Asia Road Racing Championship (PARRC) seri 6 di sirkuit Losail, Qatar, 18 Desember 2010 lalu. Hadi dan Reza berlaga di bawah panji Kawasaki, menggeber habis-habisan Kawasaki Edge Underbone 115cc atas nama tim balap Kawasaki NHK Rextor MTR Manual Tech. Dan hasilnya amat sangat memuaskan, memboyong semua gelar sekaligus kategori konstruktor, pembalap serta tim Manual-tech. Sebuah kebanggaan tiada tara yang sangat langka dan penuh sensasi. Tahun pertama ikut PARRC langsung juara. “Sungguh sebuah kemenangan fantastis bagi pembalap yang berhasil juara di sini. Kami memberikan pengalaman berharga bagi pembalap motor underbone yang belum pernah dialami sebelumnya di sirkuit mana pun. Dan kami mengucapakan selamat kepada para pemenang,” sambut Nasser Al-Attiyah, Vice President FIM 16

Riders Magazine

dalam jumpa pers . Pria tinggi dan berhidung bangir ini bos sirkuit Losail, Qatar. Ia juga ketua Qatar Motor & Motorcycle Federation (QMMF). Disebut fantastis, lantaran sirkuit sepanjang 5.380 m ini membuka kesempatan besar keberanian pembalap diuji full-throttle alias gas pol…! Ya adu kencang, adu mesin dan pastinya adu nyali. Ron Hogg, promotor PARRC dari Two Wheels Motor Racing (TWMR) Malaysia, turut mengucapkan applause dan proviciat kepada ‘tim ijo’ Kawasaki. “Untuk pertama kalinya tahun ini sepanjang musim ARRC, pembalap dan motor underbone diuji kemampuannya di sini, di sirkuit eksklusif berstandar internasional MotoGP, dan diselenggarakan pada malam hari,” tuturnya. Berkat prestasi Hadi dan Reza, tahun 2010 menjadi tahun kejayaan Kawasaki penguasa balapan road race tingkat Asia kelas underbone 115cc. Sekaligus pula, untuk pertama kalinya nama Kawasaki terukir di piala bergilir dalam kategori juara umum (overall champion) sejak serial PARRC tahun 2004. Perjuangan Hadi dan Reza menggambarkan kemenangan mutlak veni, vidi, vici. Datang, lihat dan menang! Aspal lintasan mulus Losail dan 550.000 watt

lampunya memancarkan cahaya merata, jadi saksi bisu Hadi dan Reza merasakan balapan malam. “Karakter balapan beda dengan sirkuit lain, hampir tiap tikungan buka gas terus dan sesekali pindah gigi tiga,” ungkap Reza yang memacu Kawasaki Edge bernomor start 15. QTT pertama dan kedua, Hadi dan Reza melakukan sesi latihan real time malam hari pada Jumat, sebelum hari H (Sabtu) berlangsung. QTT pertama Hadi dan Reza membukukan waktu rata-rata 2 menit 41 detik. Kedua kualifikasi itu dilakukan selama dua malam, hari pertama jam 20.00 dan kedua jam 21.30 dengan suhu sekitar 20 derajat Celcius. Meski Hadi sempat jatuh di kedua sesi latihan dan QTT itu, namun tak menyurutkan nyali racer asal Pontianak ini optimis menang. “Ya, namanya juga balapan baru pertama kali di sirkuit semegah ini perlu adaptasi,” ungkapnya. Selain itu, toh ada beberapa racer di belakangnya yang juga tergelincir di beberapa tikungan terakhir menjelang finish. Dewi fortuna mengantarkan kemenangan Hadi dimulai saat perjuangannya terjadi di race kesatu. Balapan 7 lap sepanjang 37,66 km itu diwarnai persaingan antar racer saling berdekatan membentuk barisan panjang di

SPORT

lintasan. Serunya lagi, posisi terdepan Hadi selalu dibuntuti para rivalnya. Sementara poisisi Reza di belakang Hadi terus berusaha menjaga race line hingga finish. Di race kesatu ini Hadi berhasil meraih posisi kedua dengan catatan waktu fastest lap 2 menit 42,874 detik dan kecepatan rata-rata 115,855 km/jam. Disusul rekan satu tim, Reza di posisi podium ketiga. Untuk memenangkan pertandingan dan merebut trofi juara umum PARRC 2010, perjuangan Hadi tak hanya sampai disitu saja. Memasuki race kedua, ia berhasil menambah poin kemenangan setelah finish kedua. Dengan 40 poin yang diperoleh di dua race, Hadi Wijaya berhasil mengumpulkan angka total 154. Jumlah itu sekaligus melampaui 10 poin lebih unggul dari total poin rival terdekatnya Denny Triyugo (144 poin) dari Yamaha Top 1 FDR Racing dan diikuti Rafid Topan Sucipto (125 poin) dari CKJ Motorsport.

MENANG SATU MALAM… OH, INDAHNYA… Kemenangan Kawasaki satu malam di sirkuit Losail, Qatar tahun lalu memang kemenangan indah bagi kubu tim balap Kawasaki NHK Rextor MTR Manual Tech. Betapa tidak, seperti lagu ‘cinta satu malam’ yang dinyanyikan vokalis Melinda, kemenangan ‘tim ijo’ itu enggak cuma bikin melayang tapi juga selalu dikenang… Ibnu Sambodo saja tidak menyangka. Dua rider asuhannya bikin bangga bos tim Kawasaki NHK Rextor MTR Manual Tech itu. Padahal ia hanya berharap menang di podium dua atau tiga. “Target saya juara ke satu berat karena pembalap lain dari Malaysia motornya juag kenceng-kenceng,” katanya merendah. Toh, dugaan ‘Pakde’ Ibnu justru melampaui target. Pria pendiam dan sederhana ini riang gembira bukan main setelah Hadi dan Reza tampil sebagai juara umum. Dan pastinya, borong banyak piala dari berbagai kategori. Utamanya, ‘pecah telor’ meraih piala bergilir ARRC. Di piala bergilir itu, Hadi Wijaya serta Kawasaki Motor Indonesia terukir rapi dalam kategori ‘Overall Champion’. Pialai bergilir ini sudah enam kali berpindah tangan sejak 2004 silam. Setidaknya masih ada delapan piala dan trofi lagi untuk kategori juara pertama dan kedua Underbone 115 cc di race 1 dan 2. “Tapi yang jelas, kemenangan ini adalah kepuasan bersama tim, pembalap dan Kawasaki Motor Indonesia. Ini semua tak sekadar tanggung jawab besar tapi juga perjuangan besar mempertahankan gelar juara umum tahun depan,” tutup Ibnu Sambodo.

Riders Magazine

17

SPORT

FINAL INDOPRIX 2010 BALIPAT - BINUANG, BANJARMASIN

DRAMA SANG PEMENANG DI BINUANG

Di balik peringkat ketiga Juara Nasional Indoprix 2010, kemenangan Hadi Wijaya dipetik dengan jerih payah. Meskipun jatuh sampai tiga kali, namun tak menciutkan pembalap asal Kalimantan Barat ini berjuang mengibarkan panji Kawasaki

A

da peristiwa menarik yang bisa dijadikan hikmah pada final Indoprix di sirkuit Balipat – Binuang, Banjarmasin, 21 Nopember 2010 lalu. Kemenangan Hadi Wijaya merebut podium ketiga Juara Nasional Indoprix 2010, diraihnya karena kegigihan dan kebaikan sang Dewi Fortuna. Di tengah persaingan ketat antar pembalap, ia berhasil menggeser M Nurgianto, yang sama-sama mengumpulkan total point 99. Hadi dinilai lebih unggul lantaran dua kali naik podium satu IP Kenjeran dan IP Sentul. Sementara Nurgianto belum sama sekali kampiun. Tapi untuk mendapat predikat tercepat ketiga kelas IP1 Underbone 125 cc tidaklah mudah. Hadi berjuang mati-matian di Binuang. Ia sempat terjatuh dua kali saat latihan. “Masalah ban menjadi penyebab motornya tergelincir,” kata Ibnu Sambodo, bos tim IRC

18

Riders Magazine

NHK Rextor Manual Tech Kawasaki. Di race ke-2 IP1 Hadi kembali lagi mengalami nasib sial. Motornya terpelanting akibat aspal basah di saat hujan cukup deras. Meski begitu, Ibnu Sambodo tetap menyemangati pembalap road race andalan Kawasaki itu untuk bangkit kembali. “Saya suruh ia terus balapan, meskipun dinyatakan tidak finish. Karena peluang juara ketiga sangat menentukan,” jelas Ibnu lagi. Jatuhnya Hadi berulang kali sempat membuat khawatir Ibnu. “Mental pembalap bisa saja drop karena trauma. Makanya saya selalu memberikan spirit agar tetap optimis,” tutur Ibnu Sambodo yang selalu bersikap bijak kepada pembalapnya. Ibnu cukup repot memperbaiki kerusakan motor Hadi. Selain setang bengkok, sokbreker depan tidak presisi, bahkan pipa knalpot harus diluruskan

SPORT

HASIL LOMBA IP 125 Race 1 1. Fitriansyah Kete

Kaltim

Khepot Lanay Jaya Ind Fed FDRYamaha

2. Hokky Krisdianto

Jateng

TOP1 FDRYamaha

3. Hadi Wijaya

Kalbar

IRC NHK Rextor Manual Tech Kawasaki

1. Hendriansyah

DIY

Evalube KYT HMMC Racing Yamaha

2. Harlan Fadillah

DKI

IRC AHRS KYT Suzuki

3. Irwan Ardiansyah

DIY

Yamalube KYT Tunggal JayaYamaha

IP 125 Race 2 kembali karena terlipat dua. Belum lagi, jatuh berkali-kali bisa mengakibatkan struktur bodi berubah. Itulah tragedi. Bisa menimpa siapa saja, dalam bentuk kegiatan apa pun. Termasuk balapan yang penuh dengan resiko. “Tapi pembalap harus pantang menyerah. Peluang untuk berhasil pasti memihak kepada siapa saja yang mau bekerja keras dan tetap optimis.� Lagilagi pria berpenampilan sederhana ini menyikapi naasnya Hadi dengan bijaksana.

TOTAL POIN INDOPRIX 2010 IP125 1. Denny Triyugo

154

2. Florianus Roy

147

3. Hadi Wijaya

99

4. M. Nurgianto

99

5. Fitriansyah Kete

87

Riders Magazine

19

SPORT

KAWASAKI GREENTECH CUP

TONTONAN MERIAH BERLIMPAH HADIAH

Untuk pertama kalinya PT Greentech Cakrawala Motorindo menggagas seri grasstrack. Dealer terbesar di propinsi Riau ini menggelar acaranya di sirkuit pribadi yang dirancang sendiri, tanpa sponsor lain, bahkan berhadiah jutaan rupiah.

S

iapa bilang dealer Kawasaki cuma bisa jualan unit? Buktinya, PT. Greentech Cakrawala Motorindo (GCM) bikin hajatan besar. Menyelenggarakan event tunggal bertajuk Kawasaki Greentech Cup, 5-6 Februari lalu. Disebut event tunggal karena yang dilombakan satu merek atau istilahnya One Make Race (OMR) Kawasaki KLX 150S. Penyelenggaranya pun tunggal, ya dealer terbesar di Propinsi Riau itu tadi. “Sirkuitnya juga standar Kejurnas. Kami menggelar acara ini untuk mewadahi para penggemar motor garuk tanah. Tanpa sponsor dan ternyata sambutannya sangat meriah,” ungkap Henry Suandy, bos GCM. Event ini tidak hanya digelar sekali saja, tapi empat seri dengan hadiah enggak tanggung-tanggung. Totalnya Rp 50 juta setiap seri.Itu pun belum termasuk hadiah juara umum berupa satu unit sepeda motor Kawasaki Edge. Hayooo.. siapa yang enggak tertarik?? Di sirkuit di atas lahan seluas 1,5 hektar itu GCM melombakan 7 kelas. Yaitu, kelas KLX 150S Open 2 moto (hadiah dan trophy per moto), KLX 150S non Open 2 moto non 20

Riders Magazine

pembalap motocross (hadiah dan trophy per moto), KLX 150 Pemula Open under 18 years (hadiah dan trophy diambil dari total point), kelas KLX Open Eksekutif, Estafet KLX 150S Open (crosser dan non-crosser), Power to Power KLX 150S Open (hadiah uang tunai), dan terakhir Power to Power Junior Open (hadiah uang tunai). “Kalau dijumlah seluruhnya ada 22 moto dari pagi sampai sore,” kata Henry. Bayangkan saja, seorang crosser melakukan balap bisa sampai lima kali lomba. Selesai satu lomba lanjut ke lomba berikutnya. Bukan hanya crosser yang kerja keras, motornya pun juga disiksa menggaruk tanah dan melompati super bowl dan table top. “Seru sekaligus mengasyikkan, walaupun fisik dituntut tetap prima,” kata Habibi, peserta tim greentech. Tapi sayang, crosser bernomor start 34 kelas KLX150S Junior Open ini tak bisa melanjutkan final moto ke 22. Lantaran blok mesin pecah menghantam table top. Menurut Said, ketua panitia dari Riau Automotive Club (RAC), ajang ini bermanfaat untuk membangkitkan

semangat para crosser di wilayah Pekanbaru. “Dari 95% seluruh peserta merupakan pemain lama yang sering mengikuti even grasstrack di luar Riau,” katanya sambil menyebut jumlah crosser ada 60 peserta. Bukan yang berasal dari Pekanbaru saja, tapi juga berdatangan dari Dumai hingga Padang. Sirkuit yang dirancang Kelik, arsitek sirkuit motocross terkenal itu, panjang lintasannya 700 meter dengan handicap superbowl dan dua table top serta 5 tikungan. Hanya saja, jenis tanahnya kurang mendukung karena berupa pasir dan batu kapur yang licin. Acapkali crosser yang tidak cekatan bisa tergelincir. Peter Tanudjaja, crosser nasional dan mantan juara motocross era-90an, yang diundang khusus mengomentari hal yang sama soal licinnya lintasan trek. Menurutnya, sirkuit ini memang dirancang murni untuk motor grasstrack dan motosross. Setiap peserta diwajibkan mengganti kaki-kaki dan ban custom. Jika tidak, kemungkinan besar motor akan mengalami masalah. “Tapi secara keseluruhan event ini

SPORT

bagus. Terutama untuk motor trail kelas medium jenis KLX 150S. Lebih cocok lagi motor kelas junior 85cc sangat bagus untuk penjenjangan karir balap motocross di sini,” jelasnya. Serunya acara ini tidak cukup pada suguhan atraksi para OMR KLX 150S saja. Kelas eksekutif dan estafet tak kalah menariknya. Meski pesertanya rata-rata berusia 40 tahun ke atas, namun jalannya lomba tetap mengundang decak kagum. Apalagi saat digelar kelas estafet, penonton bersorak-sorai turut memberikan semangat. “Rasanya baru kali ini tontonan motocross digelar selain menarik perhatian juga sekaligus menghibur,” kata Peter Tanudjaja dengan wajah penuh kepuasan dan bangga. Panitia tak ketinggalan menggelar atraksi dari kelas SE 250cc open. Dan

crosser senior Dioz dari tim Scudeto MX Racing tampil sebagai juara. Baginya, kejuaraan ini merupakan ajang latihan sebelum kejurnas dan region I tingkat Sumatera dimulai. “Sirkuitnya cukup menantang dan berguna bagi saya sebagai ajang pemanasan jelang kejurnas Powercross 2011 nanti,” kata crosser yang kini berada di posisi grade B ini. Sementara Yogi Sugama yang turun di kelas grasstrack bebek 2 tak dan 4 tak, mengaku senang dengan dilaksanakannya OMR yang baru pertama kali digelar di kota kelahirannya itu. “Saya rasa peserta yang menikmati sirkuit ini puas, termasuk saya sendiri,” katanya. Dengan digelarnya seri pertama OMR Kawasaki KLX 150S di Pekanbaru ini, GCM berharap bisa menjadi tolok ukur seri berikutnya pada bulan Maret lebih

meriah lagi. “Selain itu, pertunjukkan ini bisa berdampak positif pada peningkatan penjualan,” kata Henry yang mengaku total penjualan per bulannya menembus angka 800 unit per bulannya. Sebuah contoh event yang patut ditiru dealer Kawasaki lainnya.

HASIL LOMBA SERI I Kelas SE250 cc Open PEMBALAP

TIM

1. Dioz (88)

Kawasaki Greentech Pekanbaru

2. Taufik G Sanger (20)

PPL

3. Icap Gesper (18)

Gesper Pranap

Kelas OMR Kawasaki KLX Pemula Open PEMBALAP

TIM

1. Soim Bond (92)

The Bond

2. Andre Junior (61)

Kawasaki Greentech Sorek

3. Rudi R (93)

Tuntuani

Kelas OMR Kawasaki KLX Junior Open PEMBALAP

TIM

1. Yogi Sugama (86)

Kawasaki Greentech Pekanbaru

2. Andri Junior (61)

Kawasaki Greentech Sorek

3. Rico Red Devil (5)

Duri

Kelas OMR Kawasaki KLX Open PEMBALAP

TIM

1. Taufik G Sanger (411

PPL

2. Rico Red Devil (5)

Duri

3. Yose Rizal (78)

The Bond

Kelas Campuran Senior PEMBALAP

TIM

1. Yogi Sugama (68)

Kawasaki Greentech Pekanbaru

2. Irwandi ABR (170)

TNT

3. Hendi Hermawan (196)

Suram

Kelas Bebek Modif 4Tak Senior Open PEMBALAP

TIM

1. Herianto (202)

PTPN V Tapung

2. Yogi Sugama (68)

Kawasaki Greentech Pekanbaru

3. Irwandi ABR (170)

ABR Ujung Batu

Kelas Bebek Modif 2 Tak & 4 Tak Junior Open PEMBALAP

TIM

1. Indra K Sinaga (224)

Bukit Payung

2. Hendi Hendrawan (196)

Tuntuani

3. Harry Rahmadi (801)

Duri MX Team

Riders Magazine

21

IBNU SAMBODO

MANAJER TIM MANUAL-TECH BEET KAWASAKI

SUKA TANTANGAN DAN BERPIKIR OPTIMIS

S

ang begawan 4-Tak. Begitu pria ini akrab dikenal di kalangan media otomotif. Kepiawaian sebagai mekanik banyak membuahkan hasil cemerlang di mesin sepeda motor four stroke. Pak Dhe – sapaan Ibnu Sambo - bekerja dengan pikiran dan tangan dingin. Hasil karyanya selalu jitu mengubah mesin motor bebek standar jadi mesin balap underbone. Bergabungnya Ibnu ke kubu Kawasaki, merupakan kepercayaan tinggi bagi mekanik yang bermarkas di jalan Kaliurang, Yogyakarta ini. Ia langsung dipercaya menjadi tim manager Manual-tech untuk pertam kalinya di seri Indoprix 2009. Kelas IP1 Kawasaki Blitz 110cc dan IP2 Kawasaki Athelete 125cc. Walau hasilnya waktu itu belum memuaskan tapi Ibnu terus berjuang. “Baru pertama pegang motor Kawasaki ya, persiapannya seadanya. Semuanya bikin dari nol, spare-parts juga masih cari-cari

“DI MATA ANAK BUAHNYA, IBNU SEHARI-HARI TIDAK PERNAH BERUBAH. IA TETAP PRIA PENDIAM, JARANG BICARA DAN SEDERHANA” 22

Riders Magazine

yang pas..,” katanya, seperti dikutip dari majalah Otorsport, edisi Maret 2009. Tapi bukan Ibnu Sambodo namanya, yang suka dengan tantangan dan selalu berpikir optimis bikin motor paling kencang. Coba saja simak final Petronas ARRC 2010 lalu di sirkuit Losail, Qatar. Ia sudah menyiapkan mesin Kawasaki Edge 115cc paling kencang di antara para rivalnya. Selisih waktu motor Hadi Wijaya dengan Reza Pahlevi pun saling berkejaran. Race 1 best lap motor Hadi 2 menit 42,874 detik, sedangkan Reza 2 menit 44,026 detik. Di race 2 catatan waktu Hadi makin baik 2 menit 41,916 detik, sementara Reza 2 menit 42,047. “Dari suara knalpotnya saja kedengarannya galak. Kawasaki pasti ditakutkan lawan setiap tampil di kejuaraan Asia,” begitu komentar Ron Hogg, promotion director Petronas ARRC 2010. Ketahanan mesin motor underbone 4-Tak racikan Ibnu memang diakui kehebatannya. Makin panas, makin kencang. Seperti kerja mesin diesel. Barangkali itu resep sederhana yang diterapkan Pak Dhe bertubuh langsing ini. Untuk mendapatkan ketahanan mesin maksimal, volume bensin ke ruang bakar diperbesar. Selain menyeting magnet, papas klep, gerinda kem hingga perhitungan memangkas jumlah sirip pendingin kepala silinder guna meningkatkan kompresi. “Semua dilakukan secara manual dengan cermat, terhitung dan terukur,”

kata pria yang akrab disapa Pak Dhe ini di kalangan anak buahnya ini, sedikit menguak rahasia racikannya “Tenaganya akan terasa dahsyat kalau suhu mesin sudah mencapai 130˚C,” imbuhnya. Di mata anak buahnya, Ibnu seharihari tidak pernah berubah. Ia tetap pria pendiam, jarang bicara dan sederhana. Tapi jika sekali bicara, terkadang nyelekit. Tapi jika seudah mengenal dekat dengannya, Ibnu yang sebenarnya adalah Ibnu yang ramah dan mau berbagi ilmu. “Saya ini orang ‘bodo’ bukan orang pinter… Loh, nama belakang saya kan sembodo, bukan sempintar…, ” katanya suatu saat ketika dia mau bercanda. Menurut Tangguh, salah seorang anak buahnya, Pak Dhe termasuk orang yang susah diajak bicara. “Saya saja bertahun-tahun baru bisa bicara akrab sama dia,” katanya. Setelah sukses membawa nama Kawasaki dikenal luas di kalangan balap road race tingkat lokal maupun global, tahun ini ia fokus kembali berjuang mempertahankan juara umum ARRC. Dan bukan cuma itu saja. PT Kawasakai Motor Indonesia juga mendaulat Ibnu sebagai Manajer tim Manual-tech Beet Kawasaki menyiapkan motor ZX-6R untuk menghadapi kejuaraan Supersport 600 level Asian GP dan All Japan Championship. Ibnu tidak sendiri terlibat dalam proyek balap Asia tersebut. Ia dibantu rekannya Novel Faisal beserta dua anak buahnya. Timnya juga akan didukung para mekanik

INTERVIEW

Lalu bagaimana dengan persiapan motor bebek underbone Edge 115cc untuk musim balap tahun ini, apakah Anda tidak terganggu dengan urusan ZX-6R yang siap menjadi penantang baru di Asian GP? Semua ada prosedur kerja dan jadwal persiapannya. Underbone tetap menjadi tanggung jawab saya karena tahun ini harus bertahan sebagai juara umum ARRC, selain target juara seri Indoprix. Sementara di kelas Supersport 600, saya tetap mempelajari segala persiapan ZX6R karena kami tidak bekerja sendiri tapi didukung mekanik Jepang. Tapi pada intinya, kedua tanggung jawab ini adalah tantangan yang menarik bagi saya ke depan. Saya juga harus berpikir optimis memberikan yang terbaik untuk Kawasaki.

dari prinsipal Kawasaki Jepang. Mereka pun sudah menjalankan latihan singkat dalam tes balap tertutup pembalap M.Fadli yang berpasangan dengan K.Fujiwara. Berikut petikan wawancaranya di selasela latihan tes tertutup Kawasaki di Sepang, Malaysia pada awal Januari lalu: Setelah ditunjuk resmi oleh KMI dan prinsipalnya sebagai tim manajer Manual-tech Beet Kawasaki, bagaimana komentar Anda? Ya, ini sebuah penghargaan yang tinggi bagi saya dan tim Kawasaki. Tantangannya berbeda dengan motor underbone. Saya harus banyak belajar mekanisme dan cara kerja tim di balapan kelas Supersport 600 ini. Tapi keikutsertaan saya di Supersport 600 menambah pengalaman yang belum tentu dirasakan tim mekanik lain. Apalagi mekanik Jepang ikut mendukung penuh di sini. Bagaimana dengan persiapan selama ini dalam tes tertutup di Sepang. Apa saja bentuk latihan yang diperoleh selama acara ini berlangsung? Pastinya saya banyak belajar dari mereka (mekanik prinsipal Kawasaki). Banyak aturan yang harus ditaati. Seperti bongkar-pasang ban ada caranya. Settingan dan pemilihan suspensi yang sesuai dengan karakter sirkuit, menyimak data logger dan membuat laporan tertulis. Masih banyak lagi yang harus dipelajari, termasuk dalam disiplin waktu, ketrampilan dan kerapihan dalam bekerja. Di kelas Supersport 600 balapannya hitungannya detik, salah sedikit menyiapkan motor bisa fatal akibatnya. Segala komponen dan aksesori motor harus diperhitungkan dengan teliti. Riders Magazine

23

TRoUBLE sHooTiNG

K

awasaki KLX 150S diciptakan sebagai motor dua purpose. Habitatnya bisa di ‘dua alam’ jalan on-road maupun offroad. Meski begitu, unsur kenyamanan tetap dikedepankan. Menyusuri jalan tidak rata dan berlubang, syarat utama suspensi harus meredam dengan nayaman dan empuk. Didukung rangka yang kokoh, serta kombinasi suspensi depan telescopic dan belakang unitrack single shock. Pastinya, cara kerja monosok berbeda dengan sistem sokbreker ganda yang konvensional. Menahan beban hanya dengan sokbreker tunggal, denagn sistem mekanis unitrack yang meredam segala benturan roda pada permukaan jalan. Tapi degan kelebihan suspensi jenis ini, tentu ada ‘kekurangannya’ dibanding

SELAMATKAN UNITRACK MACET DAN BERKARAT Riders Magazine 24

TRoUBLE sHooTiNG

“APALAGI KALAU SERING DIPAKAI ADVENTURE JALAN OFF-ROAD YANG SARAT DEBU DAN KOTORAN, WAJIB HUKUMNYA DIBERSIHKAN,”

sokbreker biasa. “Salah satunya, suspensi sistem unitrack riskan sekali terjadi macet jika ada kotoran atau air yang menyusup di sela-sela polar dan sil. Dampaknya adalah karat yang akan terjadi,” terang Andi Agus, punggawa Motor City. Lalu solusinya bagaimana cara mengatasinya? Secara berkala, harus dilakukan pengecekan. Minimal 3 bulan sekali atau paling lambat 6 bulan harus dibersihkan dan diberikan gemuk/grease, untuk menghindari karat. “Apalagi kalau sering dipakai adventure jalan off-road yang sarat debu dan kotoran. Wajib hukumnya dibersihkan,” timpal Andang Kristiawan, mekanik BeRes (bengkel resmi) Kawasaki yang bermarkas di Jl. Juanda, Ciputat.

Informasi dan saran dari kedua bengkel Kawasaki itu tidak ada salahnya kita perhatikan. Masuk akal memang, karena sistem kerja unitrack rumit. Banyak hal yang berkaitan dengan sistem pengungkit dari sebatang besi yang terhubungkan dengan per dan peredam single shock. Khususnya bagi Anda pemilik Kawasaki KLX 150S. O ya, pengecekan ini juga berlaku untuk KLX 250 dan D-Tracker. Nah, jika Anda berminat bisa membersihkan unitrack sendiri di rumah. Caranya tidak sulit, kok. Sebelum mulai, siapkan dulu kunci pas atau ring ukuran 17 mm, lap bersih, cairan spray dan gemuk/grease. Posisikan motor berdiri tegak dengan mengganjal balok kayu sebagai pengganti standar samping. Setelah

itu, lanjutkan dengan melepas ketiga baut dudukan shock belakang dengan kunci 17 mm. Agar tidak merepotkan, copotlah baut satu persatu supaya shock tidak terlepas dari dudukannya. Lalu bersihkan polar dan rongganya dengan lap bersih. Kemudian olesi dengan gemuk di seluruh permukaan luar polar serta rongganya. Tapi bila polar sudah berkarat, kudu harus diamplas. Lakukan langkah yang sama untuk kedua baut dan polar lainnya. Pasang kembali semua baut ke posisi semula dengan memperhatikan stopper-nya (tempat mur agar tidak bergeser). Bersihkan dengan lap bila sudah terpasang. Selamat mencoba dan ngebengkel di rumah…

25

Riders Magazine

OUR FAMILY

PT KAWANSAKTI ADHISEJAHTERA

Karena Niat dan Kesungguhan

K

Meskipun pernah mengalami masa pahit persitiwa Mei, namun bagi Kawansakti tak ada kata pantang menyerah memasarkan Kawasaki di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Banten 26

Riders Magazine

iprahnya di bisnis roda dua telah dijalani oleh dealer resmi Kawasaki ini sejak Mei 1995 silam. Dunia usaha PT Kawansakti Adhisejahtera (KAS) kala itu sebagai salah satu dealer pertama yang mencakup wilayah pemasaran Jabotabek. Coverage area penjualannya meliputi Cakung, Cikarang, dan Karawang yang pemasarannya dipusatkan di Bekasi Timur. Namun seiring perjalanan waktu, KAS mengalami masa pahit. “‎ Tahun 1998 Kawansakti sempat tertimpa malapetaka kerusuhan Peristiwa Mei. Gedung kami dibakar masa dan vakum selama beberapa waktu. Tapi karena niat dan kesungguhan untuk memasarkan Kawasaki, kami renovasi total kembali demi mempertahankan merek Kawasaki,” tutur Albert, Direktur

PT Kawansakti Adhisejahtera. Periode tahun 2000-an, KAS mengembangkan usahanya dengan membuka pemasaran sepeda motor berlogo K ini di wilayah Serpong pada tahun 2001. Dan kemajuan penjualan Kawasaki dinilai meningkat. Berikutnya, tahun 2008 ekspansi bisnisnya berkembang dengan membuka jaringan penjualan hingga ke kota Serang, Banten. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan merk Kawasaki yang semakin dipercaya masyarakat. “Saat ini kami coba maintain market Bekasi dan mengembangkan serta memperluas market Tangerang hingga Banten. Kunci sukses kami adalah keberhasilan membangun brand image Kawasaki,” kata Albert. Dari kemajuan bisnisnya membangun citra Kawasaki, kini Kawansakti

OUR FAMILY

“TARGET KAMI AKAN MENJADIKAN KAWANSAKTI SEBAGAI DEALER TERBAIK SE-JAKARTA, TANGERANG, BEKASI DAN BANTEN. MISI KAMI, MEMBERIKAN SERVIS TERBAIK KEPADA SETIAP KONSUMEN DENGAN STANDAR PELAYANAN KAWASAKI” menetapkan dealer Kawasaki Tangerang di Cikupa menjadi kantor pusat Kawansakti. Kantor ini merupakan Kawasaki Direct Sale terbesar di wilayah propinsi Banten. Showroom di atas lahan seluas 900 meter persegi itu tersedia berbagai fasilitas gudang stok unit, bengkel dengan kapasitas 6 bikelift, serta ruang tunggu yang nyaman. Gedung ini akan direnovasi terus dan akan menjadi dealer eksklusif yang pernah dimiliki Kawansaki. Kapasitas pelayanan servis motor bisa mencapai 60 unit. “Target kami akan menjadikan Kawansakti sebagai dealer terbaik se-Jatabekban (Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Banten). Misi kami, memberikan servis terbaik kepada setiap konsumen dengan standar pelayanan

Kawasaki,” kata Albert. Sejalan berkembangnya usaha roda dua di tanah air, Kawansaki terus gencar melakukan promo dan display di beberapa lokasi. Dan sudah dilakukan sejak tahun lalu. Salah satunya, menampilkan display unit di kawasan

resto dan café di bilangan perumahan Alam Sutera serta mal Ciputra. “Penetrasi pasar dalam bentuk ‘jualan image’ ini sangat membantu kelancaran penjualan unit,” ujar Albert yang kini telah menikmati penjualan unit rata-rata 200 motor setiap bulannya.

Riders Magazine

27

modifikasi

KAWASAKI NINJA 250R ‘CAFÉ RACER’ 2009

LUPAKAN BENTUK ASLI DEMI SEBUAH

K

awasaki Ninja 250R seyogianya dimodifikasi dengan menambahkan pernik asksesori racing. Macam knalpot, ban ukuran ekstra besar dan performanya ala motor balap MotoGP. Pasalnya, tongkrongan sebagai motorsport tulen selalu sedap dipandang. Enggak perlu lagi tambahan macam-macam, apalagi harus dibongkar total. Akan tetapi, di tangan Eri Nugraha Ninja 250R bisa berubah bentuk 180 derajat. Tidak ada lagi sosok yang asli. Tapi yang tampak adalah motor Inggris bergaya tempo doeloe tahun 1960-an. Yup, tunggangan kuda besi dambaan para rockers Britania Raya itu justru mengilhami Eri merakit ulang Ninja 250R. Enggak tanggung-tanggung, seluruh fairing ditanggalkan dan sebagian sasis dipotong untuk menyesuaikan konsep modifikasinya. “Basis Ninja 250R yang sporty justru

Riders Magazine 28

mENdoBRak PakEm moToR sPoRT masa kiNi, NiNJa 250R iNi diRomBak ULaNG BERGaYa TEmPo doELoE ERa 1960-aN, YaNG TERsoHoR dENGaN isTiLaH CafÉ RaCER.

modifikasi

harus dibongkar ulang bentuk dasar rangkanya. Lantaran, rangka asli cenderung lebih tinggi di sektor buritan. Kudu rela potong sebagian rangka agar bentuk stock custom bisa didapat,” ungkapnya panjanglebar. Rombakan utama yang dikerjakan adalah bagian tengah dan belakang. Aslinya, rangka Ninja 250R panjang dan cenderung nungging ke atas. Sementara sudut rangka besi di tengah bodi di bawah jok yang miring dibikin horizontal. “Konsep motor café racer harus menyesuaikan bentuk setang yang merunduk,” kata Eri yang doyan motor ber-cc gede ini. Eri memang tidak berkarya sendiri. Ia dibantu modifikator di sebuah bengkel di kawasan Gandaria. Seperti contoh pada bentuk pantat lebah di buritan, yang terbuat dari pelat besi. Bentuknya unik, menganut motor balap bergaya motor Inggris era 1960-an. Begitu pula dengan rancangan tangki bensin dibuat lekukan di ke dua sisi pas dengan tekukan kaki pengendara motor. Tujuannya, agar nyaman saat paha menjepit tangki. Tangki ini diambil dari motor lain yang dipermak

tengahnya sehingga bentuknya lebih pipih. Lanjut ke sektor kaki-kaki. Eri tidak banyak mengubah bawaan asli Ninja 250R. Ia hanya menyesuaikan setang bergaya merunduk, kaca spion mungil disesuaikan modelnya. Hanya saja, lampu depan masih kurang pas karena terkesan modern. Biaya paling mahal modifikasi ini terletak pada knalpot. Eri memilih knalpot racing model Superbike, Leo Vince SBK full system. Alasannya, model knalpot seusai dengan konsep caf racer. “Jangan ditanya harganya, tapi dilihat modelnya yang pas,” kata Eri yang menyebut harga knalpot itu sekitar Rp 7 juta. Usai berkreasi di sektor kaki-kaki dan sasis, pemilihan cat dan kombinasi kelir jadi

pertimbangan sendiri. “Setelah tongkrongannya sudah oke, supaya enak dilihat dan berkesan motor unik konvensional, saya pilih warna kombinasi emas dan hijau,” yakin Eri. Kelir hijau Kawasaki agar berkesan lawas sengaja dipilih motif doff. Sementara rangak bodi dicat warna emas agar terlihat kontras dengan bodi dan menonjol. “Sudah banyak yang melirik di jalan raya kalau saya kendarai motor ini,” ujarnya. Asal Anda tahu saja, motor ini jadi tunggangan harian Eri pulang pergi kerja rumah-kantor. Ia setiap hari biasa menempuh perjalanan puluhan kilometer, dari rumahnya di bilangan BSD menuju kantornya sebuah travel agent di jalan Fatmawati.

29

Riders Magazine

adVENTURE

PETUALANGAN BERSAMA TIM RING OF FIRE ADVENTURE

WE ARE MANY WE ARE INDONESIA

M Gunung Halimun, Jawa Barat menjadi saksi latihan ‘Ring of fire adventure’ sebelum melakukan ekspedisinya. misi ini didukung kLX 250s dan d-Tracker 250. Bakal menembus sebagian jalur lingkaran api Asia-Pasifik, ribuan kilometer jauhnya. Riders Magazine 30

edio Oktober 2010 lalu tim Ring of Fire (RoF) Adventure mengajak direksi PT Kawasaki Motor Indonesia berpetualangan ke puncak Halimun setinggi 1.292 meter dpl. Rombongan yang diikuti 10 motor beragam jenis D-Tracker 250, KLX 250, KLX 150S dan D-Tracker 150, itu dipimpin langsung oleh ketuanya Youk Tanzil. Presiden Direktur Indonesia Lintas Net (Indline) penggagas ekpedisi lingkaran api Asia-Pasifik. “Perjalanan petualangan ini sebenarnya bagian dari latihan tim ekpedisi Ring of Fire,” kata pengusaha multimedia ini menjelaskan. Ide diselenggarakannya RoF, menurutnya, dilatarbelakangi oleh ketertarikan tim ekpedisi ini akan kekayaan alam gunung berapi. Menjulur sepanjang wilayah dari Nusa

Tenggara Timur hingga ujung utara Sumatera. Misi ini juga berkaitan dengan masalah sosial dan budaya. “Sudah dipublikasikan dan akan ditampilkan lagi oleh Andy Noya dalam acara Kick Andy. Dia sendiri sudah saya bawa ke Halimun dan sangat mendukung,” jelas Youk. We are many we are IndONEsia. Itulah slogan misi petualangan ini. Menggambarkan betapa Indonesia sangat kaya alamnya dan tidak dimiliki negara lain. Start etape I dari Kupang, Nusa Tenggara Timur terus menyusuri ke pulau-pulau di NTB, Bali, Jawa dan berakhir di Jakarta selama kurang lebih 40 hari. “Misi ini sekaligus menguji sepeda motor yang kuat dan handal. Untuk itu kami bekerjasama dengan PT Kawasaki Motor Indonesia demi kelancaran ekspedisi ini,”

adVENTURE

“INI PERTAMA KALI KAMI ADVENTURE SEPEDA MOTOR KE ALAM PEGUNUNGAN. PERJALANAN JAUH YANG MENGASYIKKAN DAN MENANTANG,” kata Youk. KMI sendiri menyumbangkan 3 unit D-Tracker 250 warna oranye dan kuning, serta satu unit KLX 150S. Bahkan D-Tracker 250 telah dimodifikasi menggunakan sepasang box, tenda dan perlengkapan komunikasi. Mitsuhiko Okada, Direktur Marketing KMI dan Yusuke Shimada, Assistant Marketing Manager Divisi Marketing KMI menyambut gembira misi ini. Dua petinggi KMI asal Jepang ini tak mau ketinggalan ikut dalam petualangan ke gunung Halimun. “Ini pertama kali kami adventure sepeda motor ke alam pegunungan. Perjalanan jauh yang mengasyikkan dan menantang,” kata Okada dan Shimada lengkap dengan uniform off-road mengendarai D-Tracker 250S dan KLX 250. Start dari kawasan Warung Buncit, Jakarta. Rombongan bertolak menuju Halimun melewati Parung, Bogor. Kecepatannya rata-rata 50 km/jam. Melintasi pertigaan traffic light Sawangan-DepokParung (Jl. Parung Raya Km. 34) hingga Pasar Parung. Dilanjutkan melewati kawasan Rumpin, Bogor, hingga menembus jalur Leuwiliang dan berakhir sejenak istirahat di

depan gerbang utama TNGH. Secangkir kopi hangat plus mie instan cukup mengganjal dahaga dan lapar sejenak para tim ekspedisi. “Di sinilah kenikmatan lain dari perjalanan petualangan kami,” seru Banyu Putra Tanzil, putra sulung Youk Tanzil. “Ini sih belum seberapa. Waktu pengetesan dan latihan di bukit Sentul benar-benar menguras tenaga. Motornya disiksa merayap jalan licin tanjakan tinggi,” papar Youk Tanzil yang mengajak dua putranya dalam ekspedisi ini.

31

Riders Magazine


www.kawasaki-motor.co.id