Issuu on Google+

FAJAR BALI Aktual, Tajam, dan Dinamis

SELASA, 01 JUNI 2010 l TAHUN IX

Telp./Fax: (0361) 411283,

l Eceran Rp. 3.000,-

7887790, e-mail: berita_fajar@yahoo.co.id

Bali tak Dapat Untung, Bila Tanah Ampo Dikelola Adpel masuk kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ini berarti, daerah tak memiliki hak atas penerimaan dari dua sumber itu. Menurut sumber yang dipercaya, jumlah kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Tanah Ampo tak sedikit. Tahun ini saja, ada sekitar 48 kapal pesiar yang dijadwalkan singgah di pelabuhan Tanah Ampo. Biaya parkir untuk satu kapal

DENPASAR-Fajar Bali Provinsi Bali bakal tak memperoleh untung apa-apa bila pelabuhan laut kapal pesiar (cruise) Tanah Ampo sepenuhnya dikelola pihak Administrasi Pelabuhan (Adpel). Bila Bali tak bersikap, dipastikan Tanah Ampo akan bernasib sama seperti Bandara Internasional Ngurah Rai. Sebab, dari sisi pendapatan daerah, Ngurah Rai dan Tanah Ampo

pesiar perharinya sebesar 14.000 dolar AS atau sekitar Rp 13 juta. Jika 48 kapal pesiar itu jadi singgah, maka total biaya parkir mencapai Rp 532 juta per hari. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali, Made Santha saat dikonfirmasi, Senin (31/5) kemarin mengatakan, memang betul sesuai aturan, pengelolaan z Bersambung ke Hal. 11

INTERMEZO

Motor Bertenaga Nuklir NUKLIR ternyata tidak hanya bisa digunakan untuk pembangkit listrik ataupun sebagai senjata. Nuklir ternyata ada manfaatnya untuk kendaraan roda dua. Nuklir, di tangan perancang roda dua asal Prancis yakni Romain Herment ternyata dapat dimanfaatkan. Fusi nuklir akan memungkinkan energi nuklir menjadi sumber listrik untuk menggerakan mesin motor. z Bersambung ke Hal. 11

Rona

PARIWISATA

Dara

Digosipkan, Tenang-tenang saja GOSIP Pasha memacari personel The Virgin, Dara, masih berhembus. Kabarnya, Pasha sering mengunjungi Dara di markas RCM (Republik Cinta Manajemen). Ramai digosipkan, Dara mengakui kalau Pasha memang tampan. “Semua cewek pasti suka sama sosok Pasha. Dia kan cakep. Sudah cakep, penyanyi pula,” puji Dara yang ditemui di Studio Penta, z Bersambung ke Hal. 11

Sentil

Bali tak Dapat Untung, Bila Tanah Ampo Dikelola Adpel Ke depan nasibnya seperti Bandara Ngurah Rai Silang Pendapat Dewan Soal Sumber Klampok Untuk kepentingan rakyat, sebaiknya jangan beda pendapat Teganya Kakanda Mencabuli Lalu Membunuh Adik Kandung Maaf, tak ada kata lain selain biadab!

WISMAN DATANG DAN PERGI MELALUI BANDARA NGURAH RAI 31 MEI 2010 Kedatangan : Keberangkatan :

7.969 Orang 6.831 Orang

10 BESAR WISMAN MENGINAP DI BALI 1. Australia 2. Belanda 3. Cina Taiwan 4. Jepang 5. Malaysia 6. Inggris 7. German 8. Francis 9. Amerika 10. Cina RRC

: : : : : : : : : :

37.267 2.572 2.217 1.735 1.718 1.704 1.604 1.583 1. 317 1.286

Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang

TOTAL WISATAWAN YANG MENGINAP DI HOTEL/VILA DI BALI Asing Domestik Total

: 63.631 Orang : 9.591 Orang : 73.222 Orang

Sumber: Humas Polda Bali

Kawasan Pura Taman Ayun Akan Direvitalisasi

Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI Rachmat Budiyanto memasangkan tanda kesetiaan kepada perwakilan prajurit saat peringatan HUT Kodam IX/Udayana, Senin kemarin.

Wilayah Kodam Udayana Sangat Strategis DENPASAR-Fajar Bali Kodam IX/Udayana memiliki wilayah teritorial cukup luas, meliputi tiga provinsi yakni Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Teng-

gara Timur (NTT), yang tersebar di berbagai pulau dengan bermacam suku bangsa dan agama. Selain itu, juga memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Timur

Leste dan mencakup bebarapa pulau terdepan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). z Bersambung ke Hal. 11

Silang Pendapat Dewan Soal Sumber Klampok DENPASAR–Fajar Bali Anggota DPRD Bali rupanya tak selalu sependapat terkait tanah di Sumber Klampok, Buleleng. Jika sebelumnya Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya menyetujui rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk menertibkan lahan seluar 650 Ha di Desa Sumber Klampok, beda halnya dengan Komisi IV DPRD Bali. Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta, saat dimintai komentarnya Senin (31/5), menyatakan, sebaiknya Pemprov Bali melakukan pendataan ter-

bengkalai. “Kalau yang sudah dimanfaatkan masyarakat, silahkan itu diberikan jadi hak mereka. Daripada masyarakat terbengkalai nasibnya, kan kasihan,” saran Parta. Kendati begitu, Parta mengatakan, tanah seluas 650 Ha yang dikelola masyarakat saat ini terlalu luas. Untuk itu, dirinya meminta agar masyarakat juga mendata diri, terMade Arjaya Nyoman Parta masuk berapa luas lahan yang lebih dahulu. Pendataan itu, terkait bera- sudah dikelola. pa luas lahan yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat dan berapa yang terz Bersambung ke Hal. 11

MANGUPURA-Fajar Bali Kawasan Pura Taman Ayun sebagai salah satu obyek wisata dan kawasan cagar budaya, rencananya akan ditata dan direvitalisasi. Hal tersebut terungkap saat presentasi yang dilakukan Tim Konsultan Perencana CV. Dana Sularsa Cipta terkait rencana penataan dan revitalisasi Taman Ayun di ruang Pertemuan Kriya Gosana Puspem Kabupaten Badung, Senin (31/5) kemarin. Presentasi tersebut dihadiri langsung Bupati Badung A.A Gde Agung, SH yang didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan I Wayan Suambara beserta Pejabat terkait. Proyek yang diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 3 tahun tersebut selain merevitalisasi Taman Ayun juga akan membangun Catus Patha Agung sebagai simbol zero poin dari Kabupaten Badung. z Bersambung ke Hal. 11

Dugaan Penyalahgunaan Dana DM, Gubernur Akan Telusuri tahu informasinya. Tapi jika ada indikasi penyalahgunaan, maka kita akan telusuri,” ujar Gubernur Pastika kepada Fajar Bali, Sabtu lalu (29/5). Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali, Ketut Karyasa meminta ke-

DENPASAR-Fajar Bali Gubernur Provinsi Bali, Made Mangku Pastika mengatakan dirinya akan menelusuri adanya dugaan penyalahgunaan anggaran di Divisi Mandarin (DM) HPI Bali, sebesar Rp. 600 juta. “Saya belum

pada Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) Provinsi Bali dan Disparda Bali untuk segera turun tangan menelusuri adanya indikasi penyalahgunaan z Bersambung ke Hal. 11

Pura Taman Ayun, Mengwi

Teganya Sang Kakak kepada Adik Kandung

Habis Dicabuli, Ditenggelamkan di Cubang Biadab!. Kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Kubu. Ironisnya, pembunuhan ini menimpa seorang bocah ingusan yang dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri. Kenapa? PERISTIWA tragis yang diduga didahului dengan aksi pencabulan terjadi di Dusun/ Banjar Perasan, Desa Ban, Kubu, Karangasem pada hari Minggu lalu (30/5). Korban kebiadaban kakak kandung sendiri adalah Ni Wayan Mari(9) merupakan putri kelima dari I Ketut Suamba. Korban ditengge-

Tersangka I Nengah Susanta saat diperiksa di Mapolsek Kubu, terkait kasus pencabulan dan pembunuhan.

lamkan ke dalam sebuah cubang penampung air sedalam dua meter oleh kakaknya yang nomor dua, I Nengah Susanta (17). Setelah proses evakuasi, korban dilarikan ke RS. Karangasem selanjutnya dibawa ke RSUP Sanglah untuk diotopsi. Informasi yang dihimpun Fajar Bali, Senin (31/5) menyebutkan, sekitar pukul 11.00 wita, korban sempat disetubuhi oleh pelaku dikamar rumahnya. Korban saat itu sempat mengancam akan menyampaikan ulahnya kepada orang tuanya. Karena takut ulah bejatnya diketahui, korban akhirnya membuntuti adiknya yang menuju bak air disebelah selatan rumahnya untuk mandi. z Bersambung ke Hal. 11


HUKRIM

2

Patroli “Brigadir Jenderal” Dipolisikan DENPASAR – Fajar Bali Siapa yang tidak panas hati mendengar nama suaminya dijelek – jelekkan. Apalagi, kasusnya menjurus ke perempuan. Lebih panas lagi, pelaku mengaku seorang Brigadir Jenderal. Seperti dialami Barudiana S.SOS (45), tinggal di Jalan PB Sudirman G 8, Denpasar. Korban melaporkan ke Poltabes Denpasar, seorang mengaku bernama Brigjen Hari Yusman Hadi asal Mabes TNI. Ceritanya berawal saat korban menerima telpon dari pelaku bernomor HP 081335142xxx, pada Sabtu (20/05). Pelaku yang mengaku bernama Brigjen Hari Yusman Hadi yang berdinas di Mabes TNI mengatakan bahwa suami korban sering mengajak perempuan kulit rambut panjang namanya Indah. Bahkan, suaminya sering ditemani perempuan tersebut apabila datang ke Jakarta. Merasa suaminya tidak pernah selingkuh, korban tak terima dan akhirnya melaporkan pelaku ke polisi. pW – 015

Remas Bokong Perempuan DENPASAR – Fajar Bali Kasus pelecehan seksual terjadi di diskotik Sky Garden, di Jalan Legian, Kuta, pada Minggu (30/05) ekitar pukul 03.30 dinihari. Seorang perempuan menjadi korban pelecehan yang dilakukan turis asing di toilet. Dari informasi yang dihimpun, korban, Esther Keysa perempuan berusia 22 tahun tinggal di Jalan Bintang III/15 Mekar Sari Manggis Depok Jakarta, dugem di diskotik Sky Garden. Korban beranjak dari tempat duduk menuju toilet. Disaat yang bersamaan, muncul pelaku yang diketahui bernama Rocardo Kalvelage Philippi. Ketika berada di pintu toilet, tiba tiba pelaku memegang dan meremas bokong korban sebelah kanan. Sehingga korban merasa kaget dan malu. Korban berupaya membentak pelaku, namun pelaku langsung ngacir kedalam diskotik. Tak terima dilecehkan, korban akhirnya melapor ke Polsek Kuta. pW – 015

Selasa, 2 Juni 2010 Tahun IX

Bandar Ekstasi Karaoke Bintang Dibekuk DENPASAR – Fajar Bali Operasi antik 2010 yang menyasar peredaran narkoba, berhasil ditelusuri jajaran Dit Narkoba Polda Bali. Tersangka Hasim Setiawan (35), salah seorang Bandar ekstasi di Karaoke Bintang di Jalan Teuku Umar Denpasar, ditangkap, pada Sabtu (29/ 05) dinihari dengan barang bukti ratusan ekstasi. Tersangka Hasim Setiawan ditarget polisi, setelah menerima informasi bahwa Karaoke Bintang akhir akhir ini marak peredaran narkoba. Tersangka Hari Setiawan yang diduga salah seorang karyawan setempat, dipancing untuk keluar dari lokasi. “ Begitu keluar dan menuju gudang, tersangka kedapatan membawa brankas kecil yang isi awalnya tidak diketahui,” ujar sumber kepolisian, pada Senin (31/05).

Tiba di gudang Bintang Karaoke, petugas yang menyamar langsung menghadang dan meminta tersangka menyerahkan brankas kecil yang dibawanya. Awalnya, tersangka yang tinggal di Jalan Pulau Sayang nomor 7, Denpasar ini, menolak dan berusaha kabur. Tapi petugas yang berada diluar langsung membekuknya tanpa perlawanan. Yang mengagetkan, saat brankas dibuka, petugas menemukan sejumlah plastic klip berisi tablet yang diduga ekstasi. Berupa : 1 plastik klip berisi 12 butir tablet warna pink logo C, 1 plastik klip berisi 50 tablet warna putih logo C, 1plastik kecil berisi 50 tablet warna putih logo C, 1 plastik klip berisi 25 butir tablet warna putih logo C, 1plastik klip berisi 25 butir tablet warna putih logo C, satu plastic klip berisi 25

butir tablet warna putih. “ Semuanya diduga ekstasi dan ada juga uang tunai yang kita sita berjumlah Rp 2.650.000,” bisik sumber yang enggan disebut namanya. Selain menangkap tersangka Hasim Setiawan, dalam operasi Antik 2010 itu, jajaran kepolisian Dit Narkoba Polda Bali juga menangkap tiga tersangka pengedar lainnya. Sedianya, tersangka I Gusti Kadek Putra Loka (42) beralamat Jalan Nyanyang Sari nomor 3 Pondok Ayu Tuban, ditangkap jajaran kepolisian, pada Jumat (28/05) sekitar pukul 19.45 Wita. Tersangka ditangkap di Jalan Rahayu nomor 1 depan Salon kecantikan Tedung Ayu Kerobokan Kuta Utara, saat bertransaksi dengan polisi. “ Tersangka Kadek Putra Loka ditangkap dengan barang

Setelah Didepak, Warga Australia Bernyanyi

Tuding Polisi-Jaksa-Hakim-Lapas Kerobokan Terima Suap

DENPASAR – Fajar Bali Deportasi yang dilakukan pihak Imigrasi terhadap Robert Paul Mcjannet (49) warga Australia, berbuntut panjang. Mcjannet yang di vonis selama 5 tahun penjara, mengaku memberikan suap selama menjalani proses penahanan di kantor Polisi, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Denpasar dan Lapas Kerobokan. Tudingan yang disampaikan Mcjannet di media Australia ini tentu saja membuat aparat penegak hukum di Bali kebakaran jenggot. Seperti dikatakan Jaksa Penuntut Umum, Nyoman Sucitrawan SH, Mcjannet diminta menunjuk orang-orang yang melakukan penyuapan.

“ Tunjukkan kepada siapa suap itu diberikan dan berapa jumlahnya, apakah kepada saya (jaksa), hakim, atau pengacara,” jelasnya saat dikonfirmasi wartawan, pada Senin (31/05). Sucitrawan SH mengatakan, jika memang Mcjannet sportif, sedianya dia menyebut kepada siapa uang diserahkan. “ Kemana saja suap itu diberikan dan dia sendiri yang harus menjawab. Kalau dia menyebutkan jaksa, barulah saya berkomentar,” tegasnya. Justru kata Sucitrawan, dia sendiri tidak pernah berkomunikasi dengan Mcjannet. Pertemuan hanya selalu di dalam persidangan, dikala Mcjannet dis-

idangkan. Katanya, tahapan proses hukum untuk kasus narkoba sangat panjang. Dimulai dari Jaksa, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati hingga Kepala Kejaksaan Tinggi (kajati) Bali. Penegasan yang sama dijawab oleh Kalapas Kerobokan Siswanto. Menurutnya, Mcjannet berhak mengatakan seperti itu (disuap). Namun, Siswanto mempertanyakan, apakah Mcjannet bisa membuktikannya? “ Bisakah dia membuktikannya,? Ungkap Siswanto. Kata Siswanto, siapakah

yang sebenarnya disorot oleh Mcjannet? “Kalau suap di LP, sebutkan apa saja,” pintanya. Ditegaskanya, selama ditahan Mcjannet tidak pernah melakukan protes ke pihak lapas Kerobokan. Padahal sesuai aturan, dia berhak menyatakan keluhan, seperti yang dilakukan napi Australia lainnya, Bali Nine dan Scapelle Leigh Corby. Siswanto menilai, Mcjannet dipastikan tidak senang dengan hukum di Indonesi,a karena dia melakukan kesalahan. “ Dia melakukan kejahatan di Indonesia, harus tunduk dengan hukum di Indonesia. Seharusnya dia berterima kasih karena telah diberi makan. Jangan asal ngomong,” pungkas Siswanto kepada wartawan. Sementara itu Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna mengaku, pihaknya belum mengetahui suap seperti apa yang dikatakan Mcjannet di media Australia. Terangnya, jika ada suap, Polda Bali

tidak pernah melakukannya. “ Saya jamin Polda Bali bersih, tidak ada penyuapan selama dia ditahan disini,” tegasnya. Deportasi terhadap Robert dilaksanakan, pada Jumat (28/5) oleh rumah detensi imigrasi (Rudenim) Jimbaran. Deportasi dilakukan terhadap Robert karena terpidana tersebut telah habis masa penahanannya. Robert diganjar pidana penjara selama lima bulan karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menggunakan narkotika. Dia ditangkap jajaran Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, pada 28 Desember 2010, saat pesawat Virgin Blue dari Perth, Australia, yang ditumpanginya mendarat di Bandara Ngurah Rai Tuban. Dari penggeledahan petugas bea dan cukai, petugas menemukan 2,3 gram ganja yang disimpan dalam kopernya. Petugas mencurigai barang bawaan terdakwa saat menjalani pemeriksaan x-ray. pW – 015

 Pemimpin Umum /Pemred/Penanggung jawab: IGM Wisnu Mataram  Perintis/Pendiri: IGM Wisnu Mataram, E. Dewata Oja, I Wayan Budha Parwata  Redaktur Pelaksana: Ida Bagus Putu Bagus, Agustinus Apollonaris K Daton,  Koordinator Liputan: Ketut Suarja,  Redaktur: Ida Bagus Putu Bagus, Agustinus Apollonaris K Daton, Gde Carmyaka, Gregorius A. Rusmanda, Ketut Suarja, Hence Silalahi  Desain Grafis/ Tata Letak: Kasturi, Obrink, KS. Astana  Staf Redaksi: Destia Ariyanti, Blasius Besu, Eliazar Patun, Heru Prasetya, Yohanes Vianey Tinton, Arnold  Sekretaris Redaksi: Julmanto, Ketut Tini  Daerah: Putu Puspa Artayasa (Gianyar), Gde Sarjana (Klungkung), Kdk. Puspa Jingga (Karangasem), Made Doni (Tabanan), Wayan Sumertha (Bangli), IB. Wisnaya (Buleleng), Pramono (Negara), Ardy Nembok (Labuanbajo), Mus Bifel, Sandro Wangak (Kupang), Vincentinus (Ende), Yunus Atabara (Maumere), Endang (Rote)  Biro Jakarta: Mukhsin, Santa Modern Market, Ruang Expo Lt. 2 Cipaku I Kebayoran

FB/dok

Halaman

Peredaran Narkoba di sejumlah tempat hiburan malam kian memprihatinkan meski sudah banyak tertangkap narkoba tetap saja marak

bukti dibungkus rokok yang didalamnya berisi bungkusan plastic bening benda Kristal diduga sabu sabu seberat 0,6 gram yang dililit isolasi dan 1 lembar uang RI pecahan Rp 50.000,” ungkap sumber lagi. Dari keterangan tersangka Kadek Putra Loka, sabu sabu tersebut diperolehnya dari tersangka Zul Kipli (23) tinggal di Banjar Penatahan Kelod Desa Penatahan Penebel Tabanan. Berbekal keterangan inilah, polisi menciduk tersangka Zul Kipli, sekitar pukul 22.45 Wita di areal parker Dunkin Donut di Jalan Teuku Umar Denpasar. Polisi sengaja memancing bertransaksi mengikut-sertakan tersangka Kadek Putra Loka. Dilokasi penangkapan, petugas menemukan uang transaksi sabu-sabu sebesar Rp 650.000. Operasi Antik 2010 tidak berhenti sampai disitu saja. Jajaran

kepolisian kembali menangkap pengedar bernama Cecep Nandang Suherman (28) asal Ciwahang, Sukamanah Malang, Jawa Barat. Tersangka Cecep diringkus, pada Sabtu (29/05) sekitar pukul 01.00 dinihari di rumah kos di Jalan Tukad Badung II nomor 11 Denpasar. Dalam penggeledahan di kamar kos tersangka, petugas menemukan 15 plastik klip yang masing masing berisi benda Kristal diduga sabu sabu seberat 19,1 gram, yang disimpan didalam helm KYT warna putih. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar mengatakan, kepolisian akan terus melaksanakan operasi antik 2010 dalam rangka memerangi narkoba. “ Kepolisian tidak akan berhenti memerangi narkoba, untuk meminalisir peredaran narkoba diseluruh Bali,” tegasnya. pW – 015

Kodam-Polda Siapkan Pengamanan Presiden Obama DENPASAR – Fajar Bali Sempat batal, kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama ke Bali, kembali didegungkan. Jajaran Kodam IX/ Udayana dan Polda Bali, akan mempersiapkan ribuan pasukan untuk mengamankan presiden negara adi daya itu. Menurut Pangdam IX/Udayana, Brigjen TNI Rachmad Budianto, pihaknya akan menyiagakan pasukan sebanyak 4480 dari Kodam IX Udayana, sementara untuk jalur yang akan dilewati Presiden Obama akan dijaga ketat jajaran kepolisian yakni Polda Bali. “Kita sudah mempersiapkan pengamanan jelang kedatangan Obama. 20 hari sebelum datang, kita sudah siap,” ujarnya usai peringatan Hari Ulang Tahun

(HUT) Kodam ke 53. Pangdam juga mengatakan, pengamanan dari Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) juga akan dikerahkan ke Bali. Bukan hanya itu, pihaknya akan melakukan pemantauan kedatangan Presiden kulit hitam pertama AS itu dengan pesawat udara kapal laut dan peralatan lainnya. “Pola pengamanannya, system ring juga masih akan diterapkan. Ada ring tiga, dua dan satu,” ungkapnya. Menyoal ancaman teroris, Pangdam mengatakan, hingga kini belum ada ancaman terorisme. Meski demikian, pihaknya bekerjasama dengan Polda Bali akan terus melakukan pengawasan ketat disejumlah pintu masuk ke Bali. Senada dikatakan Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna yang mengaku telah menyiapkan pengamanan super ketat. Setidaknya, jalur jalur yang akan dilalui Presiden Obama sudah ditelusuri. Seperti, bandara ke Uluwatu. “Itu jaraknya berapa kilo, nanti kita bagi berapa penggalanpenggalan (titik), dikanan kirinya itu ada apa saja,” bebernya. Ditegaskannya, setiap jarak yang akan dilalui mobil Presiden Obama, akan ditempatkan seorang perwira polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes) yang akan membawahi beberapa personel. “Perwira Kombes yang bertanggung-jawab disetiap titik yang akan dilalui,” terangnya. Hal yang menjadi prioritas pengamanan kali ini adalah ancaman teroris. Pun demikian dengan bentuk ancaman teroris yang sudah mengalami perubahan. “Pola pola-pola yang disampaikan sudah berubah, tidak menyiapkan bom atau pengantin, tapi gerakan secara langsung, dan itu kita sudah antisipasi,” ungkapnya. Dikatakannya, dalam persiapan awal, nantinya pada tanggal 9 Juni 2010, US Secret Service atau pasukan pengaman Presiden Amerika Serikat akan datang ke Mapolda Bali. Kedatangan pasukan elit itu untuk koordinasi pengamanannya. Pihaknya, akan terus berkoordinasi, wilayah mana yang akan dikunjungi termasuk jadwal kedatangan Presiden Obama. pW – 015

 Penerbit: PT. Artha Media Fajar Bali Utama Press.  Direktur: Emanuel Dewata Oja,  Manajer SDM: IB. Sudarsana  Keuangan: IGPA Putri Juliawati  Manajer Marketing: Rahman Sabonama  Manajer Sirkulasi: IGK A Mertha Yoga  Rekening: Bank BPD Bali Cabang Utama Denpasar No.: 011.02.02.22723.9, Bank BRI KCP Gatot Subroto Denpasar No.: 0572-01-000064-30-0 a/n PT. ARTHA MEDIA FAJAR BALI UTAMA PRESS  Alamat Redaksi Sirkulasi/Iklan :Jl. Indrajaya No. 8, Ubung Kaja, Denpasar. Telepon: (0361) 411283 (hunting), Fax. (0361) 411283 e-mail: berita_fajar@yahoo.co.id. Telp. Sirkulasi (0361) 411283, 7887790 Percetakan: PT. Temprina

WARTAWAN FAJAR BALI DALAM MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK SELALU DIBEKALI KARTU PENGENAL DIRI, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN.


Halaman

KOTA PLUS

3

Selasa, 1 Juni 2010 Tahun IX

Pemukiman Kumuh di Densel Dibongkar FB/Ari

DENPASAR-Fajar Bali Kota Denpasar sebagai kota metropolis berdampak berbagai permasalah sosial salah satunya malalah pemukiman kumuh. Guna mengantisipasi perkembangan pemukiman kumuh Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan penertiban terhadap bangunan kumuh. Seperti dilakukan Camat Denpasar Selatan IB Alit Wiradana beserta lurah dan kepala desar melakukan pengawasan langsung terhadap pembokaran dua rumah kumuh, Senin (31/5), di linkungan Kerta Petasikan, Desa Sidekarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Camat Denpasar Selatan IB Alit Wiradana ditemui disela-sela pembongkaran mengatakan penertiban semacam ini akan terus dilaksanakan. Hal ini untuk mengantisipasi berkembangnya pemukiman kumuh khususnya di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Selain melakukan pembongkaran seperti sekarang ini juga pihaknya mengaku terus melakukan pengawasan dan penyuluhan dengan melibatkan

I Wayan Suyasa (kiri) dan IGN Wiadnyana (kanan)

Terkait Permintaan Data Bansos Ke Eksekutif

Dewan Dinilai Sudah Seperti BPK MANGUPURA-Fajar Bali Kengototan Ketua Komisi C DPRD Badung Nyoman Satria meminta data pencairan Bansos kepada eksekutif, menuai pro-kontra di internal lembaga Dewan sendiri. Setidaknya beberapa anggota Dewan menilai, kengototan Nyoman Satria tak lebih dari sensasi politik belaka. Anggota Komisi B, Wayan Suyasa, SH., Minggu kemarin menegaskan, pengawasan yang semestinya dilakukan oleh Dewan lebih pada mengawasi apakah program atau rencana yang telah ditetapkan sudah sesuai atau terealisasi. Bukannya pemeriksaan sebagaimana amanat PP 58 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Negara. “Tegasnya, pengawasan kita bukan pemeriksaan, karena domain pemeriksaan ada pada BPK. Jadi bicara bansos apalagi seolah tendensius mengaitkannya dengan kemenangan incumbent sangat kental nuansa politisnya,”tandas Suyasa. Menurut politisi muda dari PNBK ini, Dewan semestinya harus berterimakasih kepada eksekutif, karena telah diberikan mengelola anggaran untuk bansos senilai Rp 5 milyar. Bansos Dewan tersebut masing-masing dianggarkan untuk pos lembaga Rp 400 juta, untuk Ketua Dewan Rp 400, untuk dua Wakil Ketua Dewan masing-masing Rp 100 juta untuk anggota Dewan. Seperti juga yang berlaku di eksekutif, masing-masing anggota Dewan, Ketua maupun Wakil Ketua, mencairkan bansos ini atas dasar proposal yang diajukan oleh masyarakat sebagai wujud implementasi pertanggungjawaban moral dan politik anggota Dewan bagi pemilih dan daerah pemilihannya. Secara terpisah politisi senior Partai Golkar, IGN Wiadnyana menegaskan, permintaan ketua Komisi C terkait data bansos di eksekutif sah-sah saja. Hanya saja, menurut Wiadnyana, permohonan tersebut belum ada proses di kelembagaan, karena tidak pernah ada paripurna DPRD Badung yang memutuskan untuk minta data bansos ke eksekutif. Ditegaskan, pencairan bansos baik di eksekutif maupun legislatif lebih didasari pada semangat untuk memotivasi dan memberikan stimulus dalam memantik energi pembangunan masyarakat. “Tegasnya, bansos adalah dari oleh dan untuk masyarakat sendiri, sehingga yang perlu diawasi adalah sampai tidaknya bansos itu kepada masyarakat yang mengajukan proposal,”kata Wiadnyana. Wiadnyana mengaku yakin, bansos yang dicairkan baik oleh eksekutif maupun Dewan tepat sasaran, karena ini harus dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah tingkat Desa/Kelurahan dan Camat. p@Ary

kannya akan mengusir Wayan Darma dari rumah tersebut. Jalan damai pun dilakukan berkali-kali di tingkat desa, begitu pula dengan langkah hukum di pengadilan, namun tak kunjung mendapatkan penyelesaian. Awalnya kasus ini dibawa ke PN Denpasar, yang kemudian dimenangkan Wayan Darma. Ketut Ngenteg tidak tinggal diam dan mengajukan banding. Di Pengadilan Tinggi, balik Ketut Ngenteg yang memenangkannya dan memutuskan eksekusi lahan milik Darma. ‘Meskipun dipengadilan dimenangkan Ketut Ngenteg, tapi warga tidak terima dan menginginkan lahan tetap dibagi dua. Karena jalan damai tidak tercapai, maka hari ini dilakukan pembongkaran oleh warga,” ujarnya. Sementara, Nyoman Sukarini mengungkapkan hal yangberbeda. Katanya, keluarganya biersedia membagi lahan tersebut asalnya diminta dengan baik-baik. “Yag bersangkutan tidak pernah meminta kepada kami, tahu-tahu cara begini yang dilakukan. Kami bisa apa,” ujarnya pasrah. Selanjutnya dikatakan, dilihat dari silsilah keluarga, sebenarnya Wayan Darma tidak memiliki hak untuk menempati lahan tersebut. Sebab, Wayan Darma bukan masuk ayahan pokok. Selain itu, gugatan dipengadilan sudah dimenangkan Wayan Ngenteg sebagai pemilik seluruh tanah. Sayangnya, setelah konflik yang berlarut-larut dan penyelesaian di jalur hukum itu, Wayan Darma justru tetap ngotot meminta haknya dan meminta perlindungan ke desa adat. ‘’Tapi ternyata warga justru membela Wayan Darma, kalau begini, hukum tidak ada artinya,” tukasnya. pW-020

kitarnya,” ujar Sudarma. Kedepannya pengawasan dan penertiban diwilayahnya akan terus dilanjutkan sehingga wilayahnya benar-benar bisa bebas dari bangunan kumuh.

FB/Eliasar

DENPASAR – Fajar Bali Tak mudah untuk membangun dikawasan Pesanggaran. Pasalnya warga setempat tidak mau didaerahnya berdiri bangunan atau yang sejenisnya, tak kecuali bangunan untuk kepentingan umum. Buktinya setelah melakukan penolakan terhadap pendirian mesin pembangkit listrik milik PT Indonesia Power, kali ini Warga Pesanggaran kembali menolak rencana pembangunan terminal LPG yang akan dibangun di kawasan depo Pertamina Pesanggaran. Hal itu diperlihatkan dengan terpampangnya sepanduk berukuran jumbo di depan Balai Banjar Pesanggaran. Dalam tulisan yang terpampang di spanduk itu jelas berisi penolakan terhadap mesin baru pembangkit listrik milik PT Indonesia Power dan juga pembangunan terminal pengisian gas LPG. Alasanya, penolakan terhadap proyek besar ini dilakukan untuk kepentingan keselamatan anak cucu di masa yang akan datang. Penolakan itu diperkuat dengan pernyataan Kepala Lingkungan Pesanggaran, Wayan Kari yang ditemui koran ini, Senin (31/ 5) kemarin. Dia menyebut saat ini memang ada rencana pembangunan unit pengisian gas di kawasan depo Pertamina Pesanggaran, namun rencana itu belum dikoordinasikan dengan warga.’’Memang sudah pernah bicaraan dengan saya, tapi kan dengan warga belum,” katanya, Senin (31/5) kemarin. Menurutnya, warga Pesanggaran sudah melakukan penolakan, alasannya karena faktor keamanan. Sebab versi warga jika jadi dibangun, dikhawatirkan akan menimbulakn polusi atau yang

Tolak- Spanduk Penolakan Warga Pesanggaran Terkait Rencana Pembangunan Depo LPG Milik Pertamia

lainya. ‘’Penolakan ini murni diakibatkan faktor keamanan dan tidak ada masalah lainnya,’’ tegasnya. Imbas belum adanya pembicaraan dengan warga ini, maka warga langsung berinisiatif memasang spanduk yang isinya penolakan. Penolkan warga bisa jadi tidak akan menmbuahkan hasil. Pasalnya pihak Pertamina akan tetap melanjutkan pembangunan terminal LPG ini, bahkan saat ini pembangunan sudah dalam tahap pengurusan dan direncanakan dalam waktu dekat akan segera digarap. “Terminal ini kita bangun untuk kepentingan bersama. Selain itu proyek ini adalah program pemerintah untuk menidaklajuti banyaknya permintaan masyarakat akan LPG,” ucap Sales Representatif LPG Bali Nusra, Totok dikonfirmasi terpisah siang kemarin. lebih jauh dikatakan Totok, nantinya terminal LPG ini akan dibangun dilahan milik Pertamina

yang berada di kawasan itu (Pesanggaran,red). Terminal ini diperkirakan akan mampu menampung2x1500metriktonLPG.R-006

Pemilik Rahmat yang juga seorang pengepul barang bekas (rongsokan) mengatakan bangunan yang ada sekarang ini baru didirikan beberapa bulan lalu. Saat ditanya mengenai ban-

gunan yang melanggar tersebut Rahmat mengakui bangunan telah melanggar. Untuk itu pihaknya mengaku membantu pembokaran yang dilakukan sekarang ini. pR-006

MANGUPURA-Fajar Bali Dugaan tempat hiburan Sky Garden beroperasi tanpa izin dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Diparda) Badung I Made Subawa. Subawa yang dikonfirmasi, Senin (31/5) kemarin, menegaskan Sky Garden selama ini belum mengantongi SITU/HO serta izin operasional. Sky Garden yang berlokasi di kawasan Kuta ini sudah beroperasi kurang lebih empat tahun. “Mereka baru mengajukan izinnya. Kalau persyaratannya belum lengkap, kami tidak akan memproses izinnya,”lontar Subawa. Menindaklanjuti hal ini, pihaknya mengaku telah melakukan teguran kepada pegelola Sky Garden dan meminta untuk segera melengkapi perizinannya. Namun, pihaknya membantah dikatakan kecolongan. Subawa berdalih, untuk mengeluarkan izin operasional harus

melengkapi izin yang lain, seperti izin prinsip, UPL/UKL, IMB, serta SITU/HO. Apa tidak ada sanksi? Subawa berkelit kewenangan Diparda hanyamemberikan pembinaan untuk sanksi atau eksekusi adalah kewenangan Satuan Polisi Pamng Praja (Satpol PP). “Kami tidak berweang melakukan eksekusi, yang berwenang Satpol PP,” tegasnya. Sementara, Direktur Sky Garden, Indra yang dikonfirmasi lewat ponselnya terdengar nada dering tetapi tidak ada jawaban, begitujuga ketika di SMS tidak ada balasan. Seperti yangdiberitakan kemarin, ada laporan yang masuk ke DPRD Badung bahwa Sky Garden beroperasitanpa izin. Selain ‘bodong’ usaha pub dan restoran yang kini mulai merambah usaha hotel ini, bangunannya juga menyalahi IMB dan tunggakan pajaknya mencapai miliaran rupiah. pW-020

Dana Askes Rp 1,7 M Jadi Temuan BPK DENPASAR-Fajar Bali Pengembalian dana Askes sekitar Rp 1,7 miliar yang belum disetor ke kas daerah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Bali . Dana Askes TA 2009 yang tidak terpakai tersebut seharusnya dikembalikan ke kas daerah, namun sampai tahun anggaran selesai dana tersebut belum dikembalikan oleh instansi terkait. Hal ini menjadi temuan BPK Bali dalam pemeriksaan atas kepatuhan pada saat pemeriksaan laporan keuangan TA 2009. Pemeriksaan BPK atas laporan keuangan pada sepuluh entitas

pelaporan Pemerintah Daerah Badung dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, pemeriksaan pendahuluan atas pengelolaan dan pelaksanaan APBD TA 2009 khususnya pengelolaan kas dan rekening daerah pada bendahara umum dilaksanakan Februari sampai Maret 2010, dilanjutkan dengan pemeriksaan tahap dua, yakni pemeriksaan atas laporan keuangan Pemkab Badung TA 2009 yang dilaksanakan selama 35 hari, mulai 5 April- 10 Mei 2010. Dalam pemeriksaan lanjutan ini, BPK Bali menemukan kekurangan penerimaan daerah sebesar Rp 1,73 miliar. “Kekurangan ini, Rp 21 juta

dari pajak penerangan jalan dan sisanya Rp 1,7 miliar lebih dari dana Askes yang belum dikembalikan ke kas daerah,” ungkap Kepala BPK RI Perwakilan Bali, I Gde Kastawa dalam jumpa persnya, Senin (31/5). Selain itu, lanjutnya, ada temuan yang berindikasi merugikan daerah sebesar RP 44 juta. Dijelaskan, temuan yang berindikasi merugikan daerah ini, bersumber dari pelelangan barang dan jasa. Dimana, bebernya, pemerintah dalam penetapan pemenang lelang memenangkan penawaran yang nilainya lebih tinggi sehingga menimbulkan kerugian. pW-020

Lomba Kelurahan Terpadu Tingkat Provinsi

Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan Dinilai MANGUPURA-Fajar Bali Dalam rangka melaksanakan tahapan-tahapan pembangunan di Kabupaten Badung senatiasa bertumpu pada program-program yang berorientasi pemberdayaan serta berbasis pada masyarakat. Kebijakan ini ditempuh karena Pemerintah Kabupaten Badung menyadari bahwa proses pemberdayaan masyarakat mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, yang merupakan fundamental yang sangat strategis dan menentukan dalam mewujudkan kesejahteraan umum pada tingkat yang lebih luas. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta, saat penilaian Lomba Desa/Kelurahan Terpadu Tingkat Provinsi Bali di Wantilan Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (31/5) kemarin. Lebih lanjut Wabup Sudikerta mengatakan, dalam berbagai program pembangunan, Pemkab. Badung selalu mendorong terlaksananya pola gotong-royong dan partisipasi aktif masyarakat melalui kerjasama dengan berb-

FB/Ari

FB/Ari

MANGUPURA-Fajar Bali Keluarga Ketut Ngenteg warga Banjar Puseh, Desa Angantaka hanya bisa pasrah, melihat bangunan rumahnya diratakan dengan tanah. Ratusan warga Desa Angantaka, Senin (31/5) kemarin membongkar paksa sebagian bangunan rumahnya yang berada di depan Banjar Puseh, Desa Angantaka, Abiansemal. Pembongkaran bangunan di tanah sengketa ini disaksikan Bendesa Adat Angantaka serta Camat Abiansemal, IB Dirga. Eksekusi yang berlangsung dramatis ini menyusul konflik internal yang melibatkan keluarga Ketut Ngenteg dan Wayan Darma. Sekitar pukul 13.30 wita, ratusan karma desa denganmengenakan pakaian adapt berdatyangan ke banjar setelah kul-kul; dibunyikan. Selain warga membawa peralatan seadanya, pihak desa juga menggunakan buldozer untuk mempermudah pembongkaran. Selam pembongkaran, keluarga Ketut Ngenteg hanya memandangi dengan pasrah tanpa ada perlwanan. Bangunan yang dibongkar diantaranya angkul-angkul, garasi, kamar mandi dan dapur yang diklaim menjadi milik Wayan Darma yang juga saudara tiri Ketut Ngenteg. Bangunan-bangunan itu berada di lahan sengketa dengan luas sekitar 3,5 are. Sedangkan total lahan seluruhnya sekitar delapan are. Menurut Bendesa Angantaka IB Nyoman Mayun, tanah yang disengketakan itu adalah tanah milik desa (tanah ayahan desa) dan bukan tanah warisan. Jadi, Ketut Ngenteg hanya memiliki hak untuk menempati saja. Tanah tersebut kemudian dipermasalahkan oleh Ketut Ngenteg yang disebut-

BONGKAR-Pemkot bongkar banguan kumuh di Denpasar Selatan

Ditolak Warga, Pertamina Diparda Akui Sky Garden Tetap Bangun Terminal LPG Tak Ada Izin Operasional

Rebutan Lahan Berujung Pembongkaran Rumah

Eksekusi lahan sengketa di Banjar Puseh, Angantaka, Abiansemal

lurah dan kepala desa serta kaling/kadus se-Kecamatan Denpasar Selatan. “Wilayah kecamatan Denpasar Selatan wilayahnya masih banyak terdapat ruang terbuka. Sehingga perlu pengawasan secara serius dan berkelanjutan untuk menekan bermunculannya bangunan kumuh,” ujar Wiradana. Terkait dengan dengan pelaksanaan pembongkaran yang dilakukan menurut Wiradana, merupakan salah satu langkah serius pemerintah Kota Denpasar dalam menertibkan bangunan kumuh. Sementara Kepala Desa Sidakarya Nyoman Sudarma mengatakan pembangunan kumuh yang ada sekarang ini sebelumnya ditutup hutan mangrove. Sekarang mengingat jumlahnya semakin banyak maka bangunan kumuh akhir tampak mengotori kawasan Bay Pass Ngurah Rai. Bahkan rumah kumuh yang dibongkar sekarang ini merupakan tempat penampungan barang rongsokan. “Ini memang harus ditertibakan disamping merusak pemandangan juga mencemari lingkungan se-

FB/Eliasar

Camat Ikut Awasi Pembongkaran

Wabup I Ketut Sudikerta saat menghadiri lomba desa terpadu tingkat provinsi di Tanjung Benoa

agai komponen. “Esensi dan semangat pelaksanaan lomba kelurahan terpadu ini sejalan dengan pola pengembangan masyarakat yang telah ditetapkan di Kabupaten Badung,” katanya. Ditambahkan, lomba ini terkandung maksud yang teramat mulia yak-

ni sebagai upaya untuk mendorong dan memacu upaya-upaya percepatan pembangunan yang berlandaskan tekad dan kekuatan semangat masyarakat sekaligus untuk mengevaluasi sejauhmana tingkat kemajuan yang telah dicapai dalam berbagai ke-

hidupan. Lurah Tanjung Benoa I Wayan Kembar, S.Sos melaporkan, Kelurahan Tanjung Benoa merupakan salah satu Kelurahan yang terletak di ujung Utara wilayah Kecamatan Kuta Selatan. Secara administratif memiliki luas 524 hektar, dengan jumlah penduduk per Desember 2009 sebanyak 5.124 jiwa. Wilayah Tanjung Benoa bersifat heterogen dimana sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani, nelayan dan sebagian kecil sebagai PNS dan karyawan swasta. Didalam penyelenggaraan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan selalu mengadakan pendekatan dengan pola kemiteraan serta senatiasa berkoordinasi dengan seluruh lembaga yang ada di Kelurahan dan seluruh tokohtokoh masyarkat sehingga terwujud suatu pembangunan yang bernilai guna dan terwujudnya masyarakat yang sejahtera lahir batin. Ketua Tim Penilai Tingkat Provinsi diwakili oleh I Wayan Sadia, S.Sos mengatakan, tujuan

dari lomba ini untuk menilai/mengevaluasi kinerja pemerintahan Desa/Kelurahan terhadap hasilhasil pembangunan yang dilaksanakan. Mengevaluasi terhadap tingkat perkembangan pembangunan masyarakat selama dua tahun terakhir. Terkait dengan hal tersebut Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada pemerintahan Desa/Kelurahan yang mampu menunjukkan kinerja yang baik serta mendorong tumbuhnya penguatan kelembagaan, keswadayaan, gotong-royong masyarakat, pemberdayaan dan kemandirian Desa/Kelurahan dalam melaksanakan tugas. Hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Badung yang diwakili Anggota I Nyoman Kariana, Ketua Gatriwara Nyonya Made Sumer, Ketua WHDI Badung Nyonya Sudikerta, Camat Kuta Selatan I Wayan Wijana, S.Sos, Tim Penilai Kabupaten Badung, Lurah/ Perbekel se-Kecamatan Kuta Selatan, tokoh-tokoh dan seluruh masyarakat Kelurahan Tanjung Benoa. p@Ary


Halaman

DAERAH

4

Selasa, 2 Juni 2010 l Tahun IX

GEMPITA Gianyar Dibangkitkan Kembali Kali ini, Hadirkan Artis dan Designer Kondang GIANYAR-Fajar Bali Setelah sukses pelaksanaannya di tahun 2007 dan 2008, GEMPITA GIANYAR kembali dibangkitkan. Kali ini, hajatan bergengsi itu diselenggarakan di kampung turis, Ubud pada tanggal 2- 3 Juli 2010. Hal ini terungkap ketika para prajuru desa, penglingsir Puri Ubud, Cokorda Putra Sukawati serta jajaran terkait lainnya menyelenggarakan rapat terkait pagelaran acara bergengsi ini di Balai Banjar Ubud Kelod, Senin (31/5) kemarin. Dari hasil rapat tersebut terungkap, dipilihnya Ubud sebagai salah satu tindak lanjut semangat perayaan atas terpillihnya Ubud sebagai “The Best City in Asia” tahun ini oleh Conde Nast, sebuah media pariwisata bergengsi di Amerika.

Rapat koordinasi bahas masalah GEMPITA Gianyar di Banjar Ubud Kelod

Dewan Sorot Pertamanan di Kota Bangli BANGLI-Fajar Bali Tanaman perindang atau tanaman pertamanan di kota Bangli kini mengundang sorotan pihak Dewan. Pasalnya jenis tanaman yang ada justeru merusak keberadaan trotoar. Sementara di bagian atas justeru banyak tanaman yang menyebabkan kurang efektifnya lampu penperangan jalan (LPJ). Bahkan akibat rimbun di atas jalan menyebabkan juga menganggu kelancaran lalulintas. Hal tersebut sudah menjadi keluhan dan tudingan warga Bangli sejak lama. Namun ternyata tidak mendapt respon. Akibatnya warga ini berharap agar pihak legislatif untuk mengkritisi hal itu. Warga itu langsung menunjukkan titik-titik yang ada yakni pertamanam di jalan Kusuma Yudha, Jalan Brigjen Ngurah Rai, Jalan Meredka, Jalan Lettu Lila dan hamper di selutuh jalan yang ada tanaman pertamananya yang ada. “Kami harpa pihak Dewan menyuarakan hal itu,” ujarnya. Dampak dari keberadaan tanaman pertamanan yang terlalu rimbun di atas jalan menyebabkan lampu penrangan jalan tidak efektif. Dan pada malam hari, lanjut sumber yang karuyawan Dinas Perhubungan Bangli ini, para penyeberang jalan kegelapan dan hal itu telah berdampak buruk bagi penyebrerang jalan. Dikatakan banyak penyeberang jalan yang menjadi korban kecelakaan lalulintas, akibat kegelapan tersebut. Dia mengambil contoh kecelakaaan lalulintas yang terjadi di Kusuma Yudha. Lanjut dia di sana ada korban kecelakaan patah kaki, akibat saat meneyeberang tidak dapat melihat laju kendaraan. Hal serupa juga terjadi di tempat yang lain seperti di Jalan Merdeka. Dia mengatakan kota ini memang menjadi indah dan lestari diwarnai tanaman pertanaman tersebut. Sayangnya penanamannya tidak tertatur dan menutupi LPJ, menyebabkan LPJ kurang efektif dimalam hari. Terhadap keluhan warga tersebut anggota DPRD Bangli asal PDIP I Wayan Subagan kepada Fajar Bali, via telepon (Senin, 31/ 5) ketika dimintai tanggapannya soal keluhan warga itu akhirnya memberi tudingan dan penilaian yang serupa. Subagan berharap pihak istitusi yang berwenang untuk memilih jenis tanaman, baik dari jenis akarnya sampai soal tampilannya, serta mengatur jarak tanam menyesuaikan dengan keberadaan LPJ, sehingga masingmasing bisa efektif. “Pilihlah jenis tanaman yang jenis akarnya tak merusak, seperti jenis akan serabut”, ujarnya. Dia juga mengaku melihat akar tanaman tersebut justeru telah merusak trotoar dan jalan. Terhadap kerimbunan di atas jalan yang menyebabkan terganggunya arus lalulintas, dia berharap untuk disikapi institusi yang berwenang. Subagan berharap tanaman yang ditanam tetap bisa mewujudkan kerindangan, keindahan dan kesejukan, namun agar sekecil mungkin merusak jalan dan trotoar serta ,mengkerubuti jalan. @sum

Tanaman perindang di Kota Bangli yang disoroti Dewan

Seperti disampaikan oleh pengemas sekaligus penyelenggara acara, Yuna Anwar Nasution Pagelaran utama GEMPITA GIANYAR tahun ini dipersembahkan dalam konsep pertunjukan kolaborasi tari dan musik Bali di atas panggung terbuka di Lapangan Astina Ubud. Pada hajatan ini, dihadirkan Musisi kawakan dan gitaris band kondang GIGI Dewa Budjana akan tampil sebagai music director, berkolaborasi dengan penyanyi remaja Gita Gutawa, Ayu Laksmi, maestro tari bali Ketut Rina dan Oka Dalam, Jay Subyakto sebagai art director, dan didukung oleh lebih dari 150 penampil dari Gianyar. Selain musik, sambung Nasution dalam acara tersebut juga diselenggarakan Parade UBUD STREET BASH, hajatan ini sendiri merupakan sebuah karnaval budaya dan fashion jalanan yang pertama kalinya diselenggarakan di jalan utama Ubud. Diperkirakan lebih dari 1000 orang akan berpartisipasi

dalam parade ini, diantaranya penampilan parade ogoh-ogoh oleh 7 Kecamatan di Gianyar, parade dari peserta Ubud Festival, dan fashion show oleh lebih dari 25 disainer yang akan menggelar koleksi tenun Bali terbaik bernuansa resort wear. Para desainer kondang yang akan berpartisipasi adalah Chossy Latu, Denny Wirawan, Deden Siswanto, Ivan Gunawan, Era Soekamto, Barli Asmara, Syahreza Muslim, Ali Charisma, Ari Seputra, Ade Sagi, Danny Satriadi, Oscar Lawalata, Angelica Wu, Dina Midiani, Dwi Iskandar, Enny Ming, Lenny Agustin, Malik Moestam, Monika Weber, Yenli Wijaya, Oka Diputra, Putu Aliki, Sofie, Tude Togog, Tjok Abi, Taruna K Kusmayadi dan Thomas Sigar. UBUD STREET BASH ditargetkan menjadi sebuah “Pesta Tenun terbesar di Indonesia Timur yang pernah diselenggarakan dengan mobilisasi masyarakat Gianyar sebanyak-banyaknya. p W-019

Tim Yustisi Bidik Kafe dan Rumah Produksi Arak SEMARAPURA-Fajar Bali Menjamurnya kafe (tempat hiburan malam) yang identik dengan minuman keras dan banyaknya korban miras oplosan, membuat Ketua BNK Klungkung, Tjokorda Gde Agung terenyuh. Karena itu, pihaknya akan mengadakan sidak di beberapa tempat yang ditengarai tempat oplosan dan tempat penjualan miras. Keberadaan kafe berdampak langsung meningkatnya peredaran miras oplosan yang membahayakan dan narkoba. Wakil Bupati Klungkung

yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Klungkung, Tjokorda Gede Agung ketika dimintai konfirmasi, Senin (31/5) kemarin justru mempertanyakan instansi atau lembaga yang mengeluarkan perizinan pendirian kafe-kafe tersebut. Karena hal itu sangat menyulitkan untuk memberikan pembinaan kepada pemilik kafe berkaitan dengan bahaya miras oplosan dan narkoba. “Saya belum memberi pembinaan kepada pemilik kafe. Jujur, sampai saat ini saja saya belum tahu siapa

yang mengeluarkan izin untuk pembangunan kafe-kafe itu,” ungkapnya penuh tanda tanya. Menurutnya dari operasi yang dilakukan di sejumlah kafe selama ini, tim yang terdiri dari sejumlah instansi di Klungkung seperti Kepolisian, kejaksaan serta sejumlah instansi di Pemkab Klungkung itu menemukan adanya penggunaan narkoba oleh pelayan dan pengunjung kafe. “Itu harus menjadi perhatian. Jika tidak, imbasnya sangat buruk bagi Klungkung,” tambahnya se-

raya menyebutkan, BNK akan terus melakukan pembinaan, penertiban dengan menggelar operasi ke Kafe. Hanya saja, kapan waktunya dilakukan operasi, Tjok. Agung menolak berkomentar. “Ini rahasia. Sebelum-sebelumnya, ketika kami merancang operasi, ternyata bocor sehingga pemilik kafe, pelayan dan pengunjung sudah melakukan langkah antisipasi dengan kabur atau sembunyi,” paparnya. Tjokorda Agung mengakui, kebocoran rencana operasi itu

akibat ulah nakal anggotanya. “Tetapi siapa orangnya, itu juga masih terus kami selidiki, mungkin juga staf saya,” sebutnya. Sementara itu, Klungkung dipastikan potensial menjadi pusat peredaran miras oplosan yang membahayakan, karena Klungkung berbatasan dengan Kabupaten Karangasem yang selama ini terkenal sebagai produsen miras. Bahkan, beberapa waktu lalu miras oplosan mengakibatkan sejumlah warga Sampalan tewas karena miras oplosan.pW-032

Lama LPJ Padam

Ganggu Persiapan Ngaben Banjar Blungbang BANGLI, Fajar Bali Lampu penerangan jalan (LPJ) di jalan Merdeka Bangli padam sejak beberapa hari belakangan ini menyebabkan jalur propinsi tersebut kegelapan sehingga menghambat kelancaran lalulintas. Dampak dari kegelapan lebih dirasakan oleh warga Banjar Blungbang, Bangli yang kebetulan kini sedang mempersiapkan upacara Ngaben dan Ngeroras. Warga Banjar Blungbang Bangli, yang namanya enggan ditulis kepada Fajar Bali, di selasela aktifitas melakukan kegiatan di Balai Banjar Blungbang untuk persiapan upacara Ngeben dan Ngeroras, Senin (31/5) mengatakan kegelapan atau padamnya LPJ terjadi sejak 4 hari lalu. Dia mengatakan warga Banjar Blungbang kini bakal melaksanakan upacara Ngaben dan Ngeroras. Akitifitas banjar tersebut pada malam hari lanjut dia jelas membutuhkan penerangan dari LPJ dimaksud. Namun kini warga berakititas dalam suasana agak kegelepan. LPJ tersebut memang langsung dapat men-

erangi areal Balai Banjar. Dikatakan meski di Balai Banjar telah ada titik lampu, namun karena aktifitas membutuhkan areal besar, sebagian warga bekrja sampai ke areal Balai Banjar,. Inilah yang mengalami kegelapan dalam melaksanakan kegiatan. “Ini pak lihat sendiri, kan gelap kan, bagaimana bisa berakitifitas engan baik”, sahut warfga lainnya yang saat itu menyoal kegelapan. Selain kegelpan itu menghambat aktifitas, juga merusak wajah kota di malam hari. Selain itu diakui warga kondisi itu bakal memicu adanya pencurian dan dampak lainnya. Dari pantuan Fajar Bali, Minggu (30/5) jalur tersebut betul-betul gelap gulita.Sekitar 15 titik lampu Mercury di jalan Meredeka ini padam. Sementara sebagian lainnya (di bagian utara hidup alias terang. Terkait kegelapan tersebut Kepala Bagian Umum Hamam Hajid ketika mau dikonfirmasi Senin (31/ 5) belum berhasil dihubungi. Sedangkan rekanan yang bertanggungjawab atas LPJ terse-

but yakni pemilik CV Realis I Gusti Ngurah Suprapta kepada Fajar Bali, mengakui soal padamnya LPJ itu sejak 4 hari lalu. Dan diapun mengaku telah

mendapat laporan masyarakat atas hal tersebut. Dia berjanji segera memperbaikinya, untuk bisa menyala. ”Ya memang lampu itu mati sejak 4 hari lalu, kami

sudah dapat laporan, bakal segera kami perbaiki”, ujarnya sembari menambahkan padamnya LPJ disebabkan ada alat yang rusak. pW-012

Alih Fungsi Lahan itu Wajar SEMARAPURA-Fajar Bali Alih fungsi lahan di berbagai subak yang ada di Klungkung, kecuali di Nusa Penida yang mulai ditanamnya bunga untuk upacara agama, menurut salah satu anggota Komisi B, Gede Gita Gunawan adalah karena faktor ekonomi semata. Menurut Gita Gunawan, masyarakat saat ini cenderung ingin yang cepat, mudah dan menghasilkan. Hal ini dikatakannya Senin (31/5) kemarin di ruang kerjanya. Fenomena itu juga bisa menjadi cerminan bahwa masyarakat petani juga sudah menghadapi ekonomi yang susah, sehingga mau tidak mau harus beralih dengan cara alih fungsi lahan. Wakil rakyat asal Nusa Penida ini tidak menyepakati bahwa lahan alih fungsi mencapai 50%.

Alih fungsi lahan dari tanam padi ke tanam bunga lebih menjanjikan secara ekonomi

“Saya kira alih fungsinya tidak sampai 50%, tapi paling tidak 70% untuk padi dan sisanya untuk sayur atau bunga,” jelasnya. Hal lain yang menyebabkan masyarakat

petani beralih ke tanam bunga dan sayur adalah frekwensi upacara (yadnya) umat Hindu di Bali sangat meningkat dan lebih semarak. Masyarakat petani juga sangat pintar untuk mengambil kesempatan tersebut, terbukti mampu menyokong kebutuhan hidup sehari-hari. Gita Gunawan mengungkap bahwa, masyarakat saat ini perlu yang serba instant dan cepat menghasilkan. “Jangan salahkan mereka, mereka sudah berusaha dengan baik dibanding dengan tanam padi baru dapat hasil tiga bulan sekali. Namun tokoh Partai Golkar ini menyarankan kepada eksekutif yang membidangi pertanian agar memberikan masukan kepada petani soal berapa lahan yang ideal bisa ditanami bunga. “Kalau semua tanam bunga, takutnya nanti harga bunga di pasaran rendah, petani juga nanti yang rugi,” tegasnya. Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Klungkung, Wayan Muliarta ketika dikonfirmasi soal alih fungsi lahan mengatakan alih fungis yang ada saat sekarang belum mengkhawatirkan. Dikatakannya, petani itu sudah pintar melihat peluang pasar atau agribisnis. Muliarta juga tidak bisa menyalahkan petani karena alasan lebih menjanjikan. Mengingat dengan menanam bunga atau palawija bisa menghasilkan dengan cepat dengan waktu kurang dari sebulan sudah bisa menikmati hasil dan bisa dijual setiap hari. pW-032


Halaman

DAERAH

5

Selasa, 1 Juni 2010 Tahun IX

Sidang Kasus Kompos

Saksi Ngaku ada Rekomendasi Bupati Saksi Kedua Jatuh Pingsan

Bupati Adi Wiryatama saat menghadiri penyerahan penghargaan sertifikat menuju sekolah bertaraf internasional di SMPN 1 Tabanan

Bupati Hadiri Penyerahan Penghargaan SMP 1 Menuju SBI TABANAN-Fajar Bali Bupati Tabanan N Adi Wiryatama menghadiri penyerahan penghargaan Sekolah menuju bertaraf internasional kepada SMPN 1 Tabanan, Senin ((31/5) kemarin. Penyerahan penghargaan tersebut diberikan oleh PT Sai Global Indonesia berupa sertifikat ISO 9001 tahun 2008 (9001:2008) yang diterima Kasek SMP Negeri 1 Tabanan Drs. Dewa Nyoman Sarjana, MPd. di Aula Sekolah setempat. Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama mengungkapkan rasa bangganya dan sekaligus mengucapkan selamat atas keberhasilan yang diraih SMP Negeri 1 Tabanan. Wiryatama berharap keberhasilan ini tidak berhenti sampai di sini dan ke depannya dapat ditingkatkan.”Pelan tapi pasti SMP Negeri 1 Tabanan akan menjadi sekolah bertaraf internasional,”ungkapnya. Prestasi ini sebagai bukti kalau Tabanan memiliki segudang siswa-siswa berprestasi. Dengan ikut sertanya wakil dari siswasiswa Tabanan di event internasional, seperti Olimpiade fisika di Afrika pada tingkat SMP. Kepala SMP Negeri 1 Tabanan, Drs. Dewa Nyoman Sarjana, MPd menyatakan bahwa SMP Negeri 1 Tabanan merupakan

sekolah nomor dua untuk tingkat SMP RSBI di Bali, yang telah berhasil mewujudkan standar ISO 9001:2008. Sedangkan delapan sekolah RSBI lainnya belum mampu mewujudkannya. “Sesuai dengan target nasional kami mampu maju lebih awal satu tahun dari batas atau target yang ditetapkan. Ini membuktikan bahwa kami telah bersungguh memberikan pengabdian yang optimal demi kemajuan pendidikan di SMP Negeri 1 Tabanan pada khususnya dan di Kabupaten Tabanan pada umumnya,” ujar Sarjana. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001;2008 diharapkan dapat mendorong sekolah berorientasi mutu pada semua kegiatannya, fokus pada kebutuhan semua pelanggan, dan kualitas layanan prima. “Sekolah dituntut menerapkan budaya mutu, diantaranya menjaga komitmen tentang disiplin, menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan, menyempurnakan sistem kerja yang berkelanjutan, bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, bertanggung jawab terhadap setiap tugas dan hasil kerja, mandiri, meningkatkan sarana belajar mengajar, meningkatkan kompetensi, meningkatkan kulaitas pembelajaran, dan melaksanakan penelusuran tamatan,”jelas perwakilan dari Sai Global Indonesia. @don

Dewan Serukan Pemkab Tangani Tuntutan Masyarakat SINGARAJA – Fajar Bali Pemerintah Kabupaten Buleleng hendaknya cepat menangani kasus tuntutan masyarakat Desa Tukadmungga maupun Tegalinggah. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi A DPRD Buleleng, Made Teja, usai melakukan konsultasi dengan Kepala BPMPD Buleleng ndi Singaraja, Sinin (31/ 5) kemarin. Made Teja mengatakan, perlunya pemkab Buleleng segera menangani tuntutan masyarakat, terkait kasus Perbekel Desa Tegalinggah dan Desa Tukadmungga agar permasalahannya tidak berlarut-larut. ”Saya harapkan Pemerintah Kabupaten Buleleng dapat menangani permasalahan tuntutan masyarakat dengan cepat agar tidak berlarutlarut,” katanya. Menurut Made Teja, jika penanganan kasusnya terus ditunda-tunda penyelesa-

iannya akan berdampak kepada masyarakat itu sendiri. Seperti di Tegalinggah misalnya, dengan lambatnya turu izin pemeriksaan terhadap Perbekel, berkembang isu bupati mem- back-up. Bahkan, dituding bupati menghambat jalannya proses pemeriksaan dalam penanganan kasus perbekel bersangkutan. Namun, keterangan yang diperoleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Buleleng ini, penanganan kasus perbekel Tegalinggah dan Tukadmungga sudah disikapi oleh pemkab Buleleng. Pemkab Buleleng sudah melakukan kajian terhadap tuntutan warga di dua desa itu. Namun menurut pantauan Fajar Bali terkait keteranhgan di polres Buleleng, bahwa surat izin Bupati untuk memeriksa perbekel Tegalinggah dan Tukadmungga belum turun. pW - 023

NEGARA- Fajar Bali Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pabrik kompos terdakwa, Direktur Perusda, IGN Mulyarta digelar dengan agenda keterangan saksi-saksi di PN Negara, Senin (31/5) kemarin. Dalam sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim Gede Suarsana tersebut, menghadirkan saksi Ketua Panitia Lelang Pemkab Jembrana, I Nyoman Iwan Surya. Selain Iwan, hadirpula saksi kedua, Ni Made Sudarmi selaku Direktur CV Fajar. Namun sidang langsung dihentikan, lantaran Sudarmi jatuh pingsan ketika memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim. Sejatinya, sidang kemarin dihadirkan tiga saksi untuk terdakwa Muliarta tetapi, satu saksi lagi yakni Direktur CV Prayascita I Wayan Budi Merta berhalangan hadir. Sebelumnya, Iwan mengaku kalau proyek perencanan pabrik

kompos serta pengadaan mesin untuk pengolahan sampah menjadi kompos dilakukan adengan penunjukan langsung. Namun dia melakukan atas perintas PPTK (pimpro) Nyoman Sadguna dan surat rekomendasi dari Bupati Jembrana I Gede Winasa. Iwan menyadari kalau proyek yang nilainya lebih dari 50 juta rupiah, harus melalui tender sesuai Kepres 80 tahun 2003. “Penunjukan langsung itu kami lakukan setelah ada perintah dari PPTK dan rekomendasi dari bupati,” ujarnya. Semestinya, empat proyek pada pabrik kompos ini, di antaranya dimulai dari Perencanaan, Pembuangan Gedung, Pengadaan Mesin dan Pengelolaan mesin kompos, dilakukan pelelangan atau tender. Tetapi ternyata tidak dilakukan, bahkan saksi berdalih karena ada perintah PPTK dan rekomendasi bupati, dilakukan penunjukan langsung. Untuk perencanaan dianggarkan dalam APBD saat itu, sebesar Rp 123 juta, pengadaan mesin 496 juta, pembangunan gedung 1,5 miliyar dan pengelolaan mesin

Suasana sidang lanjutan kasus kompos kemarin

sebanyak 900 juta. Cuma kata Iwan yang melalui lelang, hanya proyek pembanguan gedung yangdimenangkan CV Fajar. Namun proyek lainnnya, dilakukan dengan Penunjukan Langsung (PL). Dalam sidang kemarin, saksi Iwan mengaku dalam pengadaan mesin sudah dilakukan tender dengan dua rekanan lainnya. Bahkan CV Puri Bening

dikatakan sempat melakukan penawaran. Sementara itu, saksi kedua Direktur CV Fajar, Ni Made Sudarmi mendadak jatuh pingsan ketika persidangan baru dilakukan sekitar 15 menit. Sudarmi tampak tersengal-sengal ketika menjawab pertanyaan hakim. Ketika hakim menanyakan serta memastikan tanda tangan kon-

trak, Sudarmi mendadak jatuh pingsan. Pengungjung sidang langsung tergerak menolong membopong keluar ruang sidang. Karena kondisi demikian, persidangan diputuskan ditunda, persidangan dilanjutkan kamis mendatang. Menurut Ketua Majelis Hakim I gede Suarsana, saksi tersebut tak lagi dihadirkan. p W-016

Kelompok Tani Ternak “Tri Buana” Dinilai Tim Penilai Provinsi Bali TABANAN-Fajar Bali Kelompok Tani Ternak (KTT) Tri Buana Desa Angkah Kecamatan Selemadeg Barat dinilai tim propinsi Bali dalam lomba Kelompok Tani Ternak, Senin (31/5) kemarin. Ketua Kelompok Tani Ternak Tri Buana Banjar Samsaman Desa Angkah Kecamatan Selemadeg Barat, I Nengah Darma melaporkan, KTT Tri Buana berdiri dan dikukuhkan oleh Perbekel Desa Angkah sebagai Kelompok Kelas Pemula pada tanggal 5 Juni 2005. Jumlah anggota kelompok 20 orang dengan jumlah lahan garapan kurang lebih 50 hektar (ha). Jumlah populasi sapi pada saat ini 155 ekor yang terdiri dari 82 ekor jantan dan 73 ekor betina. Dan rencananya tahun ini akan

Bupati Adi Wiryatama saat menyaksikan penilaian lomba KTT tingkat propinsi yang diikuti Kelompok Tani Ternak Tri Buana

mengerjakan rumah kompos yang difasilitasi pemerintah dari Dinas Peternakan dengan pro-

gram kelompok akan memanfaatkan limbah ternak untuk integrasi ke perkebunan dan pan-

gan (Pertanian). Sementara Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama dalam ucapan selamat datangnya mengungkapkan keyakinannya dalam ajang lomba ini. “Kelompok Tani Ternak harus optimis, karena saat ini Tabanan sedang berbenah diri dalam usaha tani ternak dan terdapat 209 kelompok Tani Ternak yang dibagi menjadi 3 kriteria yaitu maju, pemula dan gagal di Kabupaten Tabanan,” ujarnya. Melalui lomba Kelompok Tani Ternak ini, pihaknya berharap Kelompok Tani Ternak bisa mengimplementasikan program-program pemerintah. Tahun lalu Tabanan mewakili Bali melalui Kelompok Padamasa berhasil meraih juara 2 tingkat Provinsi dan mempun-

yai kesempatan melenggang ke tingkat nasional. Sementara itu Ketua Tim Penilai Kelompok Tani Ternak Provinsi Bali, I Made Yasa mengungkapkan, tujuan dari lomba ini adalah untuk mendorong dan memacu usaha sesuai dengan potensi yang ada dan untuk menumbuhkan sentra-sentra peternakan. Pihaknya juga berharap populasi sapi terus meningkat tiap tahunnya. Kalau dilihat dari usaha yang dilakukan KTT Tri Buana lebih dominan untuk penggemukan daripada pembibitan. “Saya menyambut positif usaha ini karena permintaan daging sapi meningkat terus tiap tahunnya dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani,“ pungkasnya. @don

Pengambengan Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Terendam NEGARA- Fajar Bali Desa Pengambengan Kecamatan Negara yang berada kurang lebih 7 kilometer dari Kota Negara dilanda banjir. Bencana banjir merendam ratusan rumah warga di beberapa dusun di desa itu, terjadi mulai sekitar pukul 02.00, Senin (31/5) dini hari kemarin. Hujan deras yang tak berhenti semalaman, ternyata membawa bencana bagi masyarakat Pengambengan, terutama di Banjar Munduk dan yang paling parah di Banjar Kelapa Balian. Dari pantauan Senin pagi kemarin, kondisi di Pengambengan masih terendam air. Meskipun sudah agak surut, tetapi ratusan rumah masih tampak terendam. Wargapun sejak pagi, bergotong royong, terutama membersihkan lantai rumahnya, lantaran airnya sampai masuk ke dalam rumah. Mereka tampak menguras air dari jendela kamar. Air set-

inggi 20 cm yang menggenangi halaman rumah-rumah warga, juga meluber sampai ke jalan raya. Sehingga akses jalan menuju beberapa pabrik pengalengan ikan, jadi terhambat. Kendati dapat dilalui kendaraan bermo-

tor, namun harus lebih hati-hati. Karena antara jalan dan selokan terhalang banjir, sehingga batasnya tidak terlihat. Selain rumah, sejumlah mobil truk untuk mengangkut ikan di sebuah garasi milik Masduki warga Pengambengan terendam, sehingga tidak bisa untuk bekerja. “Ini banjir yang paling parah,” ujar Munib, salah seorang warga yang rumahnya juga ikut terendam banjir. Informasi yang diperoleh kemarin, musibah banjir yang melanda Desa Pengambengan terutama di Banjar Kelapa Balian, setelah hujan mengguyur sejak semalaman. Sekitar pukul 01.30 wita, air tampaknya datang dari arah timur atau dari sawah. Mungkin karena posisi Pengambengan lebih rendah dan drainase atau gotnya kurang bagus sehingga air tumpah ke sejumlah rumahrumah warga. Lantaran panik, warga terbangun dan berusaha

menyelematkan barang-barangnya. Bahkan hewan ternak peliharaan seperti kambing, juga dibawa agar tidak hanyut. “Ini baru pertama kali dan banjirnya lumayan parah, “ ujar Kelian Banjar Kelapa Balian, Ka’ab ketika ditemui pagi kemarin. Dia memperkirakan sekitar 30 rumah di banjarnya terendam air. “Malam itu, arusnya sangat deras, arahnya dari timur,” jelasnya. Karena banyak kondisi rumahnya yang kemasukan air, pihaknya sudah menyerukan kepada warga agar melakukan gotong royong, untuk membersihkan sampah-sampah yang masih mampet di selokan, bahkan ikut membersih di halaman rumah yang terendam. Bahkan menurut beberapa warga di Kelapa Balian, sejumlah penduduk setempat ngungsi karena rumahnya dikepung air. Beberapa warga yang ngungsi, di antaranya Slamet, Nurcolis, dan sejumlah pemilik rumah yang kondisinya parah. Mereka ngungsi ada yang ke rumah tetangga dan ada pula ke kantor KUD setempat. Ulangan Umum Tertunda Masih di Banjar Kelapa Balian, terdapat banyak bangunan-bangunan sekolah yang kondisi juga terendam, di antara sekolah Taman Kanak-Kanak, dan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Pengambengan. Parahnya, seluruh murid di MI Darussalam, sejak pagi kemarin diliburkan, karena selain halamannya penuh dengan air sampai setinggi lutut, kondisinya

tidak memungkinkan untuk dilakukan proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Airnya masuk sampai ke dalam kelas dan materi-materi soal ulangan umum, ikut basah sehingga jadwal ulangan ditunda. Kepala MI Darussalam, Fathurrahman didampingi salah satu setempat, Alvina Laila ketika ditemui mengatakan karena banjirnya cukup parah dan khawatir murid-muridnya terseret arus,maka sekolah diliburkan. Bahkan ulangan umum yang sejatinya dilakukan kemarin ditunda. Selain materi soal ulangan ikut terendam, dua unit computer jadi rusak,akibat banjir. “Kami khawatir, maka anak-anak kami liburkan,” ujarnya. Sementara, Camat Negara, Made Budiasa didampingi Perbekel Pengambengan, H. Asmuni Turyadi langsung mengecek kondisi warga pengambengan yang rumahnya kebanjiran. Di sela-sela melakukan pengecekan, Budiasa mengatakan banjir yang terjadi ini, bisa juga karena saluran pembuang air ke laut tidak lancar. Sekarang ini, masyarakat sudah diserukan untuk melakukan gotong royong, membuat saluran menuju pantai. Namun hal ini hanya untuk mengatasi sementara. Tetapi ketika air laut pasang, saluran ini bisa tertutup kembali. Beberapa rumah yang kebanjiran, karena kebanyak posisi rumahnya lebih rendah dari jalan raya. Selain di MI dan rumah warga, Camat dan Perbekel juga melihat kondisi jalan yang terendam serta saluran air di sebelah pabrik ikan terbesar di Pengambengan pW-016

Puluhan Miras Terjaring Razia Antik Agung SINGARAJA – Fajar Bali Adanya keracunana miras yang terjadi di berbagai daerah membuat jajaran kepolisian di wilayah hukum polres Buleleng menjadi gerah sehingga harus bertindak tegas melakukan pengamanan penyebaran miras di wilayahnya. Kerja keras yang dilakukan jajaran kepolisian akhirnya dalam Razia Antik Agung yang digelar membuahkan hasil. Puluhan miras dapat diamankan di dua tempat dalam razia yang di gelar, Jumat (28/5) sekitar pukul 10.30 wita.

Tempat pertama yang di gelar di Banjar Bajangan, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar di warung milik Ketut Sandi (38). Pelaku ditangkap di rumahnya saat melakukan penjualan minuman beralkohol berupa 3 botol arak berlebel GGH (Goan Goan Hoo) dan 12 botol anggur kolesom cap Orang Tua. Di tempat yang kedua dilakukan di Dusun Tengah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar di warung milik Putu Antara Wijaya (41) polisi mendapatkan minuman beralkohol berupa satu gallon kecil yang berisi

empat liter arak bali dan dua botol Aqua tanggung arak bali. Menurut perwira Humas Mapolres Buleleng Kompol I Made Sudirsa saat di konfirmasi Fajar Bali Senin (31/5) kemarin, membenarkan penangkapan dua orang pedagang penjual minuman beralkohol dan kini kedua orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan dari kepolisian. ”Kami telah melakukan penggerebegan dan kini kedua orang dan barang buktinya telah kami amankan di Mapolres Buleleng,” ungkap Sudirsa. pW – 023


Halaman

Selasa, 1 Juni 2010 l Tahun IX

6

Tol Serangan-Tanjung Benoa masih Ngambang DENPASAR-Fajar Bali Rencana pembanguna tol Serangan-Tanjung Benoa (STB) masih ngambang. Meski hasil visibility study menyebutkan mega proyek itu siap dikerjakan, namun belakangan muncul surat dari Kementrian Perhubungan yang intinya agar ambang batas bawah ditambah menjadi 44,8 meter dari rencana 33, 8 meter. Perubahan mendadak yang dibuat Menhub ini membuat instansi terkait di Pemprov Bali, yakni, Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo), Dinas Pekerjaan Umum, dan DPRD kebingungan. Apalagi sebelumnya, Menteri PU, Joko Kirmanto di hadapan gubernur dan segenap pemimpin daerah Bali menyatakan proyek tersebut sudah disetuji dan masuk prioritas Bappenas. Bahkan sudah ada titik temu antara Kementrian PU dengan Kementrian Perhubungan. Terkait ketidakjelasan tersebut, baik Dishubkominfo, Dinas PU maupun Komisi III DPRD Bali sepakat ke Jakarta guna meminta penjelasan langsung baik dari Kementrian PU maupun Kementrian Perhubungan. Surat Kemenhub yang dikeluarkan pada Maret 2010 menimbulkan pertanyaan bahkan kecurigaan. Bali Turtle Island Development (BTID) yangbergerak di bidangkonservasipenyu itu pun dituding berada di balik turunnya surat tersebut. “Jangan sampai BTID menyurutkan lang-

kah kita untuk membangun tol STB. Saya curiga dengan BTID, dari dulu dia ingin bermain. Tibatiba saja ambang batas bawah berubah menjadi 44 meter,” ucap Ketua Komisi III DPRD Bali, Putu Agus Suradnyana, dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Bali, Senin (31/5). Senada dengan Agus, Kepala Dinas PU, Dewa Punia Asa memiliki pandangan yang sama terkait sikap BTID selama ini terhadap rencana pembangunan tol STB. Menurutnya, BTID menolak rancangan yang dimiliki oleh Pemprov Bali, dan lebih menyetujui rancangan yang dimilikinya. Alasan penolakan BTID, kata Punia Asa, karena hasil kajian Pemprov Bali dianggap terlalu mahal dari segi pembiayaan. “BTID berharap hasil kajian mereka yang dipakai. Padahal, dari hasil kajian selama ini yang disepakati adalah rancangan Pemprov yang paling murah biayanya,” ucapnya. Sementara itu, BTID sendiri dituding tidak memiliki dasar hukum terkait kepemilikan dan kegunaan lahan di sana . Untuk itu, Pemprov Bali diminta untuk menelusuri hal tersebut, guna memperjelas kegunaan lahan itu. Terkait ada peningkatan ambang bawah tol STB, Agus Suradnyana menegaskan tak akan mengubah ambang batas yang telah dikaji oleh Pemprov Bali. Dikata-

kan, DPRD Bali tetap berpegangan pada hasil visibility study yang menyatakan ambang batas bawah tol STB setinggi 33,8 meter. “Kami tetap berpatokan pada hasil visibility study yang telah kita lakukan yaitu, ambang batas bawah setinggi 33,8 meter. Kita akan sampaikan ini kepada Kementerian PU,” ucap Agus. Kepala Dinas Dishubkominfo, Made Santha, mengaku belum mengetahui apa alasan perubahan batas ambang bawah tol STB dari 33,8 meter menjadi 44,8 meter. Pertimbangannya adalah agar kapal-kapal dengan bobot 10-20 ribu gross ton dan tinggi40 meter bisa masuk. Maka dari itu, Selasa (1/6)ini pihaknya akan bertemu dengan Kementerian Perhubungan dan PU untuk mengetahui secara rinci alasan perubahan tersebut. “Apakah secara teknis ada ketidaksinkronan terkait dengan Detail Enginering Development (DED) dari jembatan tersebut,” katanya. Menurut Santha, perubahan tersebut akan sulit dilakukan jika merujuk pada master plan Benoa tahun 1995 yang menyebutkan kalau saat ini kedalaman pantai Benoa sudah tidak bisa ditambah lagi. Hal ini kian dipertegas oleh kajian yang dilakukan pada 2005 dan 2008 lalu bahwa pengerukan yang dilakukan selama ini telah mencapai karang. “Jika harus ditambah, maka harus diledakan dengan dinamit,” ujarnya. pW-033

Jalan Desa Selat Langganan Rusak

PENGADILAN NEGERI DENPASAR JALAN PB. SUDIRMAN NO.1 D E N P A S A R. ============================================================================== PENGUMUMAN LELANG II ( KEDUA ) NOMOR: 27/Pdt.AHT/2008/PN.Dps. Menunjuk Pengumuman lelang I (Pertama) tanggal 30 Juli 2009 dan Pengumuman Lelang II ( Kedua) tanggal 14 Agustus 2009, yang dimuat pada harian yang sama , dengan ini bahwa kami Panitera Pengadilan Negeri Denpasar atas perintah Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dengan Surat Penetapannya tertanggal 15 Juni 2009 Nomor : 27/Pdt.AHT/2008/PN.Dps. melakukan penjualan lelang ulang di muka Umum melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Denpasar, nanti pada : ———————————————————————————————————— Hari Tanggal Pukul Tempat

: : : :

SELASA. 15 JUNI 2010. 10.00 Wita ; Kantor Pengadilan Negeri Denpasar Jln. P.B. Sudirman No.1 Denpasar ;

BARANG-BARANG YANG AKAN DIJUAL LELANG : 1(satu) hamparan tanah terdiri dari : 1. Sebidang tanah Hak Milik Nomor : 4586/ Desa Jimbaran, seluas 2000 M2 diuraikan dalam gambar Situasi tanggal 6 Desember 1997 Nomor : 7153/1997, terletak di Propinsi tingkat I Bali , Kabupaten Tiungkat II Badung , Kecamatan Kuta , Kelurahan Jimbaran terdaftar atas nama Doktoranda Herlinda Siahaan ;2. Sebidang tanah Hak Milik No. 8626/ Desa Jimbaran, seluas 2680 M2 diuraikan dalam gambar Situasi tanggal 21 Desember 2001 Nomor : 2319/2001, terletak di Propinsi Tingkat I Bali , Kabupaten Tiungkat II Badung , Kecamatan Kuta , Kelurahan Jimbaran , terdaftar atas nama Doktoranda Herlinda Siahaan ;Setempat dikenal dengan Jalan Uluwatu II , Gang Batu Alam ,Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Pripinsi Bali , dengan batas – batas sebagaiu berikut : Utara : Tanah Milik; Timur : Jalan Celagi Basur; Selatan : Tanah Milik; Barat : Gang Batu Alam. berikut bangunan rumah tinggal dan turutan – turutannya yang berdiri diatas sebidang tanah tersebut diatas , berikut pula dengan segala sesuatu yang sekarang ada , tertanam, berdiri termasuk tetapi tidak terbatas pada bangunan, hasil karya , tanaman dan segala sesuatu yang kelak dikemudian hari akan ada , tanaman berdiri dan atau diperoleh yang dapat dianggap sebagai kesatuan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bidang tanah tersebut .Dengan harga limit sebesar Rp. 3.700.000.000,-( Tiga Milyard tujuh ratus juta rupiah ) ;YANG MINTA LELANG : PT. BANK PERMATA, berkedudukan di Jakarta , dalam hal ini memilih domisili hukum MUHAMMAD KHOLIL & REKAN, berkantor di Jalan Lonta RT.02. RW. 02 No.09, Kelurahan Lontar , Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, YANG KENA LELANG : 1. NONA DOKTORANDA HERLINDA SIAHAAN, Wiraswasta, bertempat tinggal di Jalan Pintas Siligita, Nusa Dua, Lingkungan Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung;2. PT. KONDERATU INDONESIAN VILLAGE, berkedudukan di Kelurahan Jimbaran, ,Jalan Uluwatu II Nomor : 101 X, Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung;SYARAT-SYARAT PENJUALAN LELANG : 1. Penjualan lelang untuk 1(satu) hamparan tanah berikut Bangunan dan terbuka untuk umum ;2. Penawaran diajukan secara tertulis diatas meterai cukup Rp. 6.000,3. Peserta Lelang diwajibkan menyetor uang jaminan sebesar Rp.740.000.000,- ( Tujuh ratus empat puluh juta rupiah ) paling lambat sehari sebelum pelaksanaan lelang dimulai, ke Rekening No. 0368.01.000345.30.3 atas nama Bendahara Penerimaan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang ( KPKNL) Denpasar di Kantor PT BRI. Cabang Renon Denpasar;4. Peserta Lelang minimal diikuti oleh 2( orang) Calon pembeli ;5. Pelunasan harga lelang selambat-lambatnya 3(tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang ;6. Apabila pemenang lelang tidak melunasi kewajibannya , maka dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan ke Kas Negara sebagai pendapatan jasa lainnya serta peserta lelang akan dimasukkkan ke dalam DAFTAR HITAM LELANG. 7. Peserta lelang yang tidak memenangkan lelang dapat mengambil kembali uang jaminannya tanpa potongan dengan menunjukkan Kartu Identitas Diri (KTP/SIM). 8. Syarat-syarat lainnya ditentukan pada saat lelang. Keterangan-keterangan lebih lanjut mengenai barang-barang yang akan dijual lelang sebagaimana tersebut di atas dapat ditanyakan pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Denpasar di Kantor Pengadilan Negeri Denpasar Jalan P.B.Sudirman No.1 Denpasar, setiap hari kerja sebelum pelelangan dilakukan.Denpasar, 01 JUNI 2010. PANITERA/ SEKRETARIS, PENGADILAN NEGERI DENPASAR,

I GDE NGURAH ARYA WINAYA,SH.MH. NIP.: 19630424 198311 1 001

Jalan Raya Klungkung menuju Besakih di Desa Tegak badan jalan hancur karena prilaku masyarakat buang sampah sembarangan

SEMARAPURA-Fajar Bali Jalan Desa Selat, Kecamatan Klungkung, yang menghubungkan Klungkung dengan Besakih, Karangasem langganan rusak. Hal ini terlihat dari pantauan Fajar Bali Senin (31/5) kemarin. Bahu jalan di sebelah kuburan Desa Selat hancur total dan terlihat batu-batu besar yang membahayakan pengguna jalan. Ditambah lagi dengan prilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga membuat air got naik pada saat musim hujan. Salah seorang warga setempat yang melintasi jalan tersebut mengatakan jalan tersebut sudah sempat menelan koban kecelakaan yang berujung patah tangan. Saat hujan turun, airnya naik menutupi jalan dan membawa batu-batu ke tengah jalan. Dijelaskan pengendara sepeda motor tidak melihat adanya batu di tengah jalan karena tertutup air dan menyebabkan pegendara itu terjatuh. Diharapkan pemerintah segera menutup badan jalan yang rusak tersebut agar tidak menelan korban lagi. Wakil Ketua DPRD Klungkung, Putu Tika Winawan beberapa waktu lalu sudah mewanti-wanti kepada Dinas terkait agar segera melakukan perbaikan pada badan jalan di lokasi tersebut. “Dari dulu sudah saya minta agar segera diperbaiki, karena setiap hujan tiba jalan itu selalu banjir,” ungkapnya pedas. Tika Winawan pun berharap agar perbaikannya jangan setengahsetengah, kalaupun dilakukan pengurugan namun juga dengan pemadatan. “Jangan jadi tempat buangan material bekas bangunan saja,” kritiknya. Soal prilaku masyarakat membuang sampah sembarangan menurutnya, bisa diubah asalkan tersedia tempat sampah yang memadai. pW-032

Perda Tata Ruang Harusnya Proaktif AMLAPURA—Fajar Bali Persoalan Perda rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi Bali yang disahkan baru-baru ini terus menciptakan kontroversi. Setelah sebelumnya Dewan di Karangasem menilainya menghambat investasi, giliran Bupati Karangasem I Wayan Geredeg angkat bicara. Bupati Geredeg menilai antara realita perkembangan dan antisipasi pemerintah dalam Perda tersebut saling kontradiktif. “Pelaksanaan Perda tata ruang hendaknya bersifat pro-aktif dalam mengakomodir permasalahan kekinian,”ujar Bupati Geredeg, Senin (31/5). Menurut Geredeg, kepentingan mengamankan penegakan Perda penting untuk menjaga rambu-rambu hukum menjadi salah satu azas dalam kehidupan

masyarakat. Namun dinamika perkembangan hendaknya dapat memberi manfaat bagi masyarakat. “Secara pro aktif penegakan Perda hendaknya diapresiasikan juga untuk menjawab berbagai permasalahan yang kini tumbuh,” tambahnya. Dicontohkan, masalah aturan sempadan pantai. Jika Perda tersebut ditegakkan secara saklek, semua bangunan hotel, bungalow maupun restoran yang ada di Candidasa harus dihilangkan karena dibangun mepet kelaut. Demikian juga menyangkut ketentuan “apeneleng agung” atau sekitar 4 km persegi dari keberadaan Pura Kahyangan Jagat. Kondisi ini memerlukan kearifan dalam menata kondisi tersebut, sehingga tidak menimbulkan kontradiksi di

lapangan. Karangasem yang banyak terdapat Pura Kahyangan Jagat akan kesulitan lahan dalam menerapkan Perda tersebut terutama didalam menyongsong arus investasi pariwisata ke depan. Tanpa kepastian hukum untuk menjamin investasi maka sulit bagi Karangasem bisa didatangi investor. Jika hal tersebut terjadi, maka PAD dari sektor pariwisata bakal terhambat. Untuk itu dihimbau kepada elemen masyarakat adat maupun dinas di desa agar dapat memberi dukungan bagi iklim investasi yang sehat, produktif dan bermanfaat bagi pembangunan dan pertumbuhan daerah sekaligus kemajuan dan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat Karangasem, melalui apresiasi investa-

I Wayan Geredeg

si yang sehat dan dinamis, karena, tanpa investasi tidak mudah mendorong kemajuan pembangunan. pM-030

Bendungan Titab masih Terkendala LC DENPASAR-Fajar Bali Meski pemerintah pusat sudah menganggarkan dana sepenuhnya untuk pembangunan bendungan Titab di Kabupaten Buleleng, tetapi hingga kini belum ada kepastian kapan bendungan itu mulai dikerjakan. Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi III DPRD Bali dan Dinas PU-Dishub Bali, terungkap bahwa hingga kini pembangunan belum dikerjakan lantaran masih terbentur masalah pembebasan lahan (Land Consolidation/LC). Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Bali, Dewa Punia Asa, kepada wartawan di gedung DPRD Bali, Senin (31/5) kemarin menjelaskan, anggaran pemerintah pusat untuk pem-

bangunan bendungan terbesar di Bali itu sudah siap. Hanya saja, kata Punia Asa, pembangunan belum bisa terlaksana jika masalah pembebasan lahan belum diatasi. Menurut Punia Asa, pembebasan lahan merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. “Untuk pembebasan lahan tidak sedikit anggaran yang kita butuhkan. Pemprov baru menganggarkan Rp 3,3 miliar, sedangkan dari kabupaten juga sudah menyiapkan tetapi belum bisa mengcover secara keseluruhan. Untuk itu, pemerintah provinsi Bali meminta anggaran pendamping untuk pembebasan lahan,” jelas Punia Asa.

Punia Asa mengatakan, sekarang masih diupayakan untuk membentuk tim penyiapan lahan yang terdiri dari Pemkab Buleleng, Badan Pertanahan Nasional. Tim ini, bertugas untuk melihat kembali kajian LARAP dan mencari harga yang disepakati. Setelah itu baru dibayarkan sesuai ketentuan dalam dana DPA. Diterangkannya juga, sharing dana untuk sementara ini telah disepakati dengan pembagian Pemkab 20%, Pemprov 30% dan pusat 50%. Menurut Punia Asa, jika masalah pembebasan lahan sudah bisa teratasi, maka pembangunan bendungan Titab akan dimulai pada tahun ini. “Jika sudah terbayarkan, maka tahun

ini sudah mulai dikerjakan untuk perancangan tapak. Untuk pengerjaan tapak dan konstruksi bangunan semuanya melalui anggaran pusat,” jelasnya. Seperti diketahui, bendungan terbesar di Bali ini rencananya akan dibangun pada lahan seluas 138 hektar dengan biaya konstruksinya mencapai Rp 486 miliar. Bendungan Titab ini nantinya bisa mengairi 1794,82 hektar sawah di dua kecamatan yakni Busungbiu dan Seririt, Buleleng. Bendungan tersebut juga akan dikemas menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,5 MW, pertanian, peternakan, obyek pariwisata mancing, wisata alam pertanian organik. pW-033

Warga Desa Peken Belayu Tagih Janji Trotoarisasi TABANAN-Fajar Bali Warga Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan menagih trotoarisasi wilayah kecamatan Marga yang pernah dijanjikan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika saat simakrama di Kabupaten Tabanan akhir 2009 lalu. Perbekel Desa Peken Belayu, I Gusti Made Darmayasa, Senin (31/5) kemarin menyampaikan, warga desanya menagih janji Gubernur Bali saat menggelar simakrama yang akan menata wilayah kecamatan Marga den-

gan trotoarisasi. “Janji ini kami tunggu,” tegasnya. Sementara itu proposal terkait perbaikan jalan propinsi yang melintasi Desa Peken Belayu sudah direalisasikan oleh propinsi Bali. “Jalan yang bolong sudah ditambal oleh propinsi belum lama ini,” jelasnya. Namun pihaknya masih menunggu realisasi proposal kedua yakni mohon perbaikan jalan propinsi yang melintas di desanya yakni tepat di turunan Pura Anyaran. “Jalan yang menurun diapit jurang di

kiri dan kanan kondisinya sudah retak-retak, kalau ini dibiarkan akan cepat amblas,” jelasnya. Pihaknya pun telah bersurat ke Propinsi meminta perbaikan agar ditambah aspal sehingga air hujan yang mengguyur tidak masuk dan jalan tetap dalam kondisi baik. Yang dihawatirkannya, jalan yang sering dilewati bus Pariwisata yang datang dari Bedugul hendak ke Alas Kedaton dan Tanah Lot, amblas. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak dinginkan maka pi-

haknya meminta kepada pemerintaha agar segera memperbaikinya. Pihaknya pun meyakini Desa Peken Belayu memiliki potensi wisata menjanjikan kedepan. Hal ini terbukti karena sejumlah fasilitas pariwisata sudah dibangun seperti vila. Namun dia sangat berharap campur tangan pemerintah sehingga infrastruktur seperti jalan dapat diperbaiki yang membuat wisatawan lebih nyaman tinggal di Desa Peken Belayu. p W-018


Selasa, 1 Juni 2010 l Tahun IX

Sembilan Menteri Hadiri Peresmian Bazaar Rakyat Carrefour JAKARTA – Fajar Bali Sembilan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II menghadiri peresmian bazaar rakyat dan pojok rakyat Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (31/5) kemarin. Sembilan menteri dimaksud adalah Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Suryapranata, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Hasan, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Hilmi Faisal Zaini. Selain sembilan menteri itu, juga hadir wakil menteri pertanian Bayu Krisnamurthi, wakil menteri perindustrian Alex Retraubun, deputi menko bidang perindustrian dan perdagangan Edy Putra Irawady, serta Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi. Bazaar rakyat dan pojok rakyat adalah program pengembangan UMKM PT Carrefour Indonesia yang menyediakan lahan berjualan di sekitar lokasi Carrefour. “Bazaar rakyat akan dilangsungkan selama tujuh hari hingga 6 Juni 2010 di Carrefour Lebak Bulus dan MT Haryono, Jakarta. Nantinya akan digelar secara berkala di seluruh gerai Carrefour di Indonesia,” kata Direktur Utama PT Carrefour Indonesia, Shafie Shamsuddin. Selanjutnya program itu akan digelar di Palembang mulai tanggal 7 Juni 2010. Bazaar rakyat di Carrefour Lebak Bulus melibatkan 140 pengusaha Binaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM, APINDO, HIPMI, pedagang kaki lima dalam radius satu km dari gerai dan mitra binaan Carrefour sendiri. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Erwin Aksa mengaku kagum atas hadirnya sembilan menteri dalam peresmian bazaar rakyat Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kemarin. “Rakor menteri bisa pindah ke sini,” seloroh Erwin sebelum memberikan sambutan dalam acara itu. p FB/Ant

Wapres Pimpin Rapat Bahas Cetak Biru Gas Nasional

Salah satu instalasi gas

JAKARTA – Fajar Bali Wakil Presiden Boediono akan memimpin rapat perumusan kebijakan makro gas nasional untuk bisa diambil keputusan yang tepat soal kebutuhan di dalam negeri. “Wapres besok (hari ini-red) akan memimpin rapat perumusan kebijakan gas nasional,” kata Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat di Istana Wapres Jakarta, Senin (31/5) kemarin. Rapat direncanakan akan dihadiri oleh Menko Perekomian, Menteri ESDM, dirut Pertamina, kepala BP Migas, serta ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan. Menurut Yopie, Wapres menginginkan angka dan data lebih rinci mengenai produks dan kebutuhan gas nasional. “Angka dan data sesungguhnya sudah dimilliki Wapres tapi beliau masih menginginkan data yang lebih rinci,” kata Yopie. Rapat tersebut diharapkan akan bisa membuat cetak biru mengenai kondisi gas nasional. Terkait mengenai kemungkinan rapat membahas blok gas Donggi-Senoro, dia mengatakan, kemungkinan besar masalah itu tidak dibahas. Dia menegaskan, Wapres tidak akan dan pernah mengeluarkan kebijakan soal gas karena tugas Wapres hanya sebagai katalisator pembuat keputusan. “Keputusan soal gas tidak diambil oleh Wapres tapi diputuskan di Sidang Kabinet atau melalui SK menteri,” katanya. pbjk

EKONOMI

Halaman

7

Pemkot Dituntut Batasi Waralaba Berjaringan DENPASAR-Fajar Bali Sebagai ibukota Provinsi Bali dengan segala aktivitas perekonomiannya, Kota Denpasar yang juga tumbuh menjadi kota metro, tampaknya tak kuasa membendung munculnya waralaba berjaringan. Sayangnya, menjamurnya toko-toko modern, retail berjaringan ini, belum sepenuhnya mendapat perhatian pemerintah setempat. Sehingga kehadirannya terkesan telah “mengurung” kota berwawasan budaya ini. Bagi kalangan anggota DPRD Kota Denpasar, kemunculan retail berjaringan hampir di seluruh pelosok kota sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, salah seorang anggota komisi C, Ir. A.A Susruta Ngurah Putra, berpendapat, pemerintah kota sebaiknya melakukan penataan serta pembatasan pendirian retail berjaringan ini. Hal ini penting sebagi upaya proteksi penguasaan jaringan perekonomian oleh pengusaha besar, yang pada gilirannya dapat mematikan pengusaha lokal. “Jika tidak dibatasi, saya khawatir toko konvensional milik pengusaha lokal akan terdesak,” ungkap Susruta, Senin (31/5) kemarin. Terlebih para wakil rakyat sejatinya telah mengeluarkan rekomendasi untuk merevisi Perwali (peraturan walikota) No: 9 tahun 2009

tentang penataan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, serta toko modern. Rekomendasi yang dikeluarkan bersamaan dengan rekomemdasi LKPJ Walikota tahun 2009, hingga kini belum ada tanda-tanda akan dilakukan revisi. Padahal, lanjut Susruta, hal itu harus segera dilakukan, untuk memberi peluang pengusaha lokal dapat berkembang. Bukan justeru membiarkan berkembangbiaknya toko waralaba berjaringan yang kini semakin tak terbendung. Penataan bukan berarti tidak memberikan sama sekali tumbuhnya retail berjaringan itu, tetapi perlu dilakukan pembatasan. Semisal di masing-masing wilayah kecamatan diberikan 3 unit untuk ‘brand’ yang sama. Saat ini, kondisinya amat mengkhawatirkan. Di Kawasan Jalan Teuku Umar misalnya, sudah berjejer 3 unit. Belum lagi brand yang lain seperti Cirkle K, Indo Mart serta Alfa Mart. “ini harus segera ditata dan dibatasi,” tandas politisi Partai Demokrat ini, seraya menekankan, jika dibiarkan, kedepan akan sangat susah ditata. Sehingga saat dilakukan penertiban, mereka cenderung akan berdalih demi nasib dan kelansungan hidup para karyawannya. “jika hal itu dipakai kedok, kita akan susah nantinya,” pungkas Susruta.p R-004

A.A Susruta Ngurah Putra

Dana Revitalisasi Pasar Tradisional 2011 Rp 100 Miliar JAKARTA – Fajar Bali Pemerintah telah mengajukan dana tambahan untuk revitalisasi pasar pada 2011 menjadi Rp100 miliar untuk mendorong percepatan program tersebut. Untuk pembangunan pasar tradisional ada dua macam dana yaitu satu berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pasar desa yang dibagikan secara merata kepada semua kabupaten. Terkait hal itu, Departemen Perindustrian sedang menunggu finalisasi keputusan DPR terkait APBNP. Demikian dikemukakan Menteri Perindustrian Mari Elka Pangestu di Jakarta, Senin (31/5) kemarin. “Kita berharap tahun ini bisa dapat APBNP untuk pasar, kita fokusnya lebih ke pasar tradisional, tahun depan juga kita akan mengajukan tambahan, tahun ini cuma dapat Rp30 miliar. Jadi kita ajukan tambahan di APBNP dan APBN tahun depan kita ajukan Rp100 miliar untuk revitalisasi pasar tradisional,” kata Mendag. Dia menjelaskan, untuk pembangunan pasar tradisional ada dua macam dana yaitu satu berupa DAK untuk pasar desa yang dibagikan secara merata kepada semua kabupaten. Dana selebihnya di anggaran rutin akan digunakan sebagian untuk membangun pasar sesuai permintaan berbagai daerah. Pemerintah juga ingin kembangkan pasar percontohkan sehingga bisa jadi benchmark bukan hanya fisik

Sewa Kios Pasar Tradisional Masih Bebani Pedagang Mari Elka Pangestu

tapi juga manajemennya. Mendag berharap, pemda juga mendukung program revitalisasi pasar tradisional sehingga semakin banyak pasar yang bisa disehatkan kembali. “Seharusnya pemerintah pusat, pemda dan swasta yang terlibat, kalau pola kemitraan seperti itu bisa dikembangkan maka akan semakin banyak pasar yang bisa direvitalisasi,” ujarnya. Mendag menambahkan dana revitalisasi pasar itu juga akan digunakan untuk membangun pasar percontohan yang bersih dan dikelola dengan baik. “Pasar percontohannya masih sedang kita daftar, sekarang sudah ada

yang dibangun dengan dana stimulus tahun lalu. Ini supaya berkesinambungan, seperti mengelola ritel modern. Jadi dipikirkan bagaimana menarik pengunjung dann menjaga kebersihan, tugas kita tidak berhenti pada saat selesai membangun,” tuturnya. Mendag menambahkan pasar yang dikelola dengan baik akan bisa menghasilkan pendapatan daerah untuk pemdanya. “Kita harapkan dampak dari program itu bisa dirasakan, kita akan lakukan pemetaan program lima tahun kedepan untuk revitalisasi pasar, bukan hanya pembangunan fisik tapi juga manajemen,” kata Mendag. pbjk

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional (APPSI), Ngadiran, menilai sewa kios pasar tradisional yang direvitalisasi masih memberatkan pedagang. Hal itu dikatakannya di sela peresmian bazaar rakyat dan pojok rakyat di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (31/5) kemarin. Menurut Ngadiran, biaya perbaikan pasar per meter perseginya hanya sekitar Rp 9 juta namun harga sewanya bisa lebih dari dua kali lipatnya. “Tapi dijual ke pedagang sampai Rp 25 juta per meter persegi. Itu terjadi di mana-mana. Paling murah saja, Rp 20 juta rupiah,” ujarnya. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah memperbaiki program revitalisasi pasar tradisional sehingga akhirnya bisa menjamin kesejahteraan pedagang. Ia menyadari pasar tradisional membutuhkan perbaikan fisik dan manajemen agar bisa bertahan dalam persaingan bisnis ritel yang ketat. “Yang salah bukan toko modern, tapi manajemen pasar tradisional yang becek, kotor dan tidak nyaman. Karenanya, pasar tradisional harus direvitalisasi,” tutur Ngadiran. Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, menyatakan, akan meminta anggaran revitalisasi pasar tradisional sebesar Rp100 miliar untuk 2011. Anggaran revitalisasi pasar tradisional tahun ini hanya sebesar Rp35 miliar, sedangkan tahun sebelumnya sebesar Rp215 miliar dalam bentuk dana stimulus ekonomi saat krisis global terjadi. pR-012

NTB Ekspor Air Minum Kemasan ke Australia MATARAM – Fajar Bali Kendati hasilnya belum maksimal, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah melakukan terobosan. Perusahaan air minum Narmada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengekspor 60 kontainer air minum dalam kemasan ke Australia selama 2009. Nilai ekspor 60 kontainer air minum kemasan Narmada itu mencapai 132 ribu dolar AS. Demikian ditegaskan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hery Erpan Rayes, di Mataram, Senin (31/5) kemarin. Erpan mengakui nilai ekspor air minum kemasan produk NTB pada 2009 itu tidak sesuai target 115 kontainer dengan nilai 253 ribu dolar AS, namun pencapaiannya telah melebihi 50 persen. Penyebabnya, selain karena dampak krisis finansial global yang belum berakhir, juga faktor lainnya seperti mekanisme ekspor yang harus melalui pelabuhan ekspor di luar NTB karena daerah itu belum memiliki pela-

Air minum dalam kemasan

buhan ekspor. “Kami akan terus berupaya memotivasi peningkatan nilai ekspor air dalam kemasan produk NTB hingga masa mendatang,” ujar Erpan. Air minum dalam kemasan (AMDK) Narmada merupakan produk NTB yang sudah menembus pasar internasional di Melbourne, Australia. Narmada

organik diproduksi menggunakan air dari mata air umbulan khusus ekspor yang dikemas secara khusus pula. Erpan mengatakan untuk penyelenggaraan urusan perdagangan pihaknya didukung anggaran tahun 2009 sebesar Rp8,363 miliar lebih. “Sampai akhir tahun anggaran, realisasi keuangan mencapai 94,83 pers-

en atau Rp7,931 miliar lebih, sedangkan realisasi fisik mencapai 94,85 persen, termasuk anggaran untuk memotivasi peningkatan ekspor air minum dalam kemasan Narmada,” kata Erpan. Dari dukungan anggaran sebesar itu pihaknya dapat menyelenggarakan sejumlah program utama seperti tera alat ukur (timbangan) sebanyak 55.375 unit, serta pelaksanaan operasi pasar rakyat untuk menjamin kebutuhan barang pokok masyarakat sebanyak 8.000 bungkus. Kegiatan lainnya adalah peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri melalui kegiatan pasar lelang “forward” komoditas agro, serta kegiatan yang bersifat mendorong peningkatan ekspor. “Kegiatan tersebut telah memberikan dampak positif bagi stabilisasi harga dan cadangan kebutuhan pokok masyarakat, peningkatan nilai transaksi pada pasar lelang komoditas agro dari target Rp25 miliar dicapai nilai transaksi sebesar Rp50,4 miliar,” ungkap Erpan. pFB/Ant


Halaman

Selasa, 1 Juni 2010 l Tahun IX

8

SMA Dwijendra Denpasar Tolak Calon Siswa Bertato Beberapa wali murid mendatangi kepala sekolah yang bersangkutan

Ratusan Orang Tua Siswa Datangi SMAN 2 SINGARAJA – Fajar Bali Dunia pendidikan Kabupaten Buleleng sebelumnya sempat disorot akibat ketidaklulusan siswa kini, dunia pendidikan di Panji Sakti tersebut kembali terseret permasalahan. Citra Denbukit sebagai Kota Pendidikan terus saja menuai cerita memalukan. Sebagai bukti sejumlah 234 Ijazah siswa SMA yang sudah dinyatakan lulus bermasalah. Tidak saja karena kesalahan pemasangan photo dalam lembar ijazahnya, namun sebagian besar bermasalah akibat kesalahan mencantumkan nilai serta jumlahnya. Akibat kesalahan itu, Senin (31/5) kemarin ratusan orang tua siswa, mendatangi sekolah tersebut untuk melakukan protes dan sekaligus meminta kejelasan atas keteledoran tersebut. Tidak sedikit diantaranya terlihat emosi karena langkah anaknya untuk meneruskan kejenjang lebih tinggi terhambat.Bahkan, Briptu Sritama, anggota Polsek Kota Singaraja, salah seorang diantaranya, mengaku sangat kecewa dengan kondisi ini dan mengkhawatirkan anaknya gagal masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol) akibat terlambat mendaftar. Sebanyak 234 siswa lulusan SMAN 2 Singaraja kini terancam tidak tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun yang akan melamar pekerjaan. Pasalnya, ijazah yang mereka terima seminggu lalu terdapat kesalahan yang fatal. “Siswa diantar orang tua mereka kemudian memprotes pihak sekolah dan menuntut ijazah itu diganti dengan yang baru. Pantauan Fajar Bali di SMAN 2 Singaraja Senin (31/ 5) kemarin sejumlah siswa diantarakan orang tua mengajukan prostes kepada pihak sekolah. Dalam izasah yang sudah diterima oleh siswa terdapat kesalahan penulisan nilai mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi-red) yang tidak ikut dijumlahkan di masing-masing ijazah. Sehingga dalam ijazah itu terjadi pengurangan nilai. Parahnya lagi, kesalahan fatal ini terdapat diseluruh ijazah milik siswa. Selain itu, kesalahan pemasangan vas photo siswa juga terdapat di salah satu izasah. Vas photo yang ditempel pada lembar izasah tidak sesuai dengan identitas siswa bersangkutan. Menariknya, vas photo itu sudah terlanjur di bubuhkan cap tiga jari siswa. Atas kesalahan penulisan nilai ijasah itu, siswa meminta agar pihak sekolah menganti dengan izasah yang baru. Alasannya, karena ijazah yang menjadikan bukti resmi yang berlaku seumur hidup untuk kepentingan melamar di perguruan tinggi, melamar peker-

jaan atau untuk keperluan lain. Bahkan, beberapa siswa di SMAN 2 Singaraja ini sudah banyak yang melamar di perguruan tinggi, namun karena kesalahan ijazah para lulusan ini terancam tidak bisa memenuhi persyaratan untuk melamar di perguruan tinggi. “Setelah saya baca di rumah kok nilainya tidak cocok,saya takut jika ijazah tidak diganti nanti saya kesulitan melamar di perguruan tinggi ataupun untuk melamar kerja,” ujar seorang siswa. Kepala SMAN 2 Singaraja Nengah Sudiarta ketika dimintai konfirmasi membenarkan kesalahan penulisan ijasah dan pemasangan vas photo. Ia mengatakan, kesalahan ini akibat kuranggnya pengawasan ketika dilakukan penulisan nilai dan pemberian cap tiga jari oleh siswa. Penulisan ini dilakukan oleh tiga orang guru di sekolah setempat. Guru yang bertugas menulis nilai itu berpatokan pada lembar nilai yang dicetak sebelumnya. “Ini kesalahan penulisan dan akibat lemahnya pengawasan. Hanya nilai TIK yang tidak dijumlahkan, sehingga ada pengurangan nilai,” jelasnya. Mengatasi keterlambatan siswa yang melamar di perguruan tinggi ataupun melamar kerja, Sudiarta akan mengajukan permohonan blangko ijazah yang baru untuk menganti izasah yang salah penulisan. Karena permohonan melalui dinas kabupaten, kemudian provinsi, dan baru ke tingkat pusat tentu akan memerlukan waktu yang panjang. Sambil menunggu proses penggantian izasah yang baru, pihak sekolah akan memohonkan surat keterangan bahwa izasah dalam proses perbaikan, sehingga siswa bisa menggunakan surat keterangan untuk sementara untuk melengapi syarat melamar perguruan tinggi ataupun keperluan lain. “Kami akan memberikan surat keterangan sementara sebagai pengganti izasah dan itu dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik-red) Kabupaten, sehingga siswa bisa melamar di perguruan tinggi ataupun keperluan lain,” jelasnya. Di tempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik-red) Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.P.d, menyatakan, setelah menerima laporan kesalahan penulisan izasah itu pihaknya telah menurunkan tim untuk menelusuri kesalahan tersebut. Selanjutnya, Suyasa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali untuk mengajukan permohonan pengganti blangko ijazah yang baru. Pengantian ini membutuhkan waktu lama karena blangko diterbitkan Depatermen Pendidikan Nasional (Depdiknas). pW-023

DENPASAR-Fajar Bali. Sistem penerimaan peserta didik baru di SMA Dwijendra Denpasar, dilakukan dengan mengadakan psikotes terhadap calon-calon peserta didik. Dalam psikotes calon siswa akan di-intervew berkaitan dengan peserta didik pernyataan sanggup mengikuti rule yang ditetapkan sekolah. Kepala Sekolah (Kasek) SMA Dwijendra Denpasar, Ida Bgs Alit Bajra Manuaba, S.Pd, saat ditemui Fajar Bali ketika memantau perkembangan penerimaan peserta didik baru yang terus membludak, Senin (31/ 5) mengatakan, khusus bagi calon peserta didik yang putra, bila berambut pirang dan bertato, maka SMA Dwijendra akan menolak, karena sekolah berlokasi di Kerenang itu mendidik tentang caracter building. Lebih lanjut Alit Manuaba mengemukakan, sistem penerimaan peserta didik untuk tahun akademi 2010/2011, juga memiliki NEM terendah 32 dan tertinggi 35. Namun tidak tertutup kemungkinan terdapat calon peserta dididik yang nilainya di atas 35. Kendati NEM dibawah 35, namun sekolah akan berupaya mendidik agar kemampuan murid lebih meningkat di banding ketika di SMP. Selain itu target penerimaan seki-

tar 360 orang, karena institusi itu menyediakan 9 ruang kelas. Sejak dibukannya pendaftaran pertengahan April lalu hingga kemarin, yang sudah mendaftar 300 calon peserta didik. Penerimaan murid baru ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, ucap Alit Manuaba. Mengingat persediaan ruang belajar terbatas, maka diharapkan peminat yang melanjutkan studi di SMA Dwijendra jangan menunda-nunda kesempatan untuk mendaftarkan diri. Dikatakan demikian, karena penutupan pendaftaran akan dilakukan sewaktu-waktu bila telah memenuhi target penerimaan calon peserta didik. Dalam kaitan dengan penerimaan siswa baru, Alit Manuaba juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang berkehendak menitipkan putra-putrinya untuk dididik di SMA Dwijendra. Dan bila terdapat putra-putri yang tidak diterima di SMA Dwijendra karena terbatasnya ruang belajar, Alit Manuaba juga memohon maaf.Selain menyampaikan tentang sistem penerimaan calon peserta didik, Alit Manuaba juga menandaskan, ke depan SMA Dwijendra akan mampu bersaing dengan sekolah negeri. Untuk dapat berkompetitif, maka kedisiplinan murid dan guru, aplikasi proses belajar mengajar (PBM), juga memberikan motivasi serta inovasi, sesuai para-

Kasek SMA Dwijendra, Alit Manuaba ketika memantau perkembagan penerimaan peserta didik baru.

digma baru pendidikan merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar-tawar. Pada segi lain sekolah tersebut juga membentuk kelas unggulan untuk IPA, dan reguler IPS dan bahasa, dengan menggunakan dua bahasa yakni, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dalam PBM, sekolah selalu menyeimbangkan antara Intelectual Quality (IQ), Emotional Quiality (EQ) dan Spiritual Quality (SQ), tukas Alit Manuaba. SMA Dwijendra juga mempersiapkan SDM berkualitas, memiliki life skill untuk

siap bersaing ditingkat global. Untuk itu, sekolah tersebut berperan aktif melestarikan adat dan budaya Bali yang adi luhung, berdasarkan Agama Hindu dan kemajuan IPTEK, tutur Alit Manuaba. SMA Dwijendra juga menjalin kerjasama dengan Telkom sejak tahun ini dalam segi penggunaan teknologi informasi. Misalnya, orang tua murid akan dapat memantau melalui internet tentang kondisi putra-putrinya saat jam belajar, serta nilai yang diperoleh. pW-011.

Spiritual Pariwisata Alternatif di Bali Oleh Made Ruki

PARIWISATA spiritual, sebagai salah satu bentuk pariwisata alternatif, kini telah menjadi daya tarik pariwisata Bali selain pariwisata konvensional yang lebih dulu berkembang. Pasar pariwisata spiritual tumbuh sejak 1990an karena wisatawan semakin tertarik terlibat dengan aktivitas spiritual, seni, tradisi, upacara tradisional atau kegiatan budaya. Model pariwisata alternatif kini semakin banyak peminatnya di dunia di mana para wisatawan diijinkan mengamati dan bepartisipasi dalam acara dan gaya hidup setempat dengan cara tidak dibuat-buat. World Travel & Tourism Review menyatakan pariwisata alternatif merupakan upaya menjauh dari pendekatan pariwisata massal ke pendekatan di mana pengalaman wisata yang lebih khusus ditawarkan dengan cara yang lebih pribadi dan peka secara budaya (Naisbitt, 1994:136), seperti misalnya pariwisata spiritual. Pesatnya kemajuan Iptek dan ekonomi global ikut memengaruhi pola hidup, budaya kerja, serta menumbuhkan selera baru pada masyarakat di negara-negara maju (modern). Masyarakat di negara maju kini semakin meminati yoga dan meditasi sebagai aktivitas yang memberikan ketenangan serta kesehatan jasmani dan rohani. Orang Barat tidak lagi memandang yoga dan meditasi sebagai semacam kegiatan ritual dan mistik Dunia Timur, tetapi telah

diterima sebagai gaya hidup dan aktivitas spiritual dalam arti luas. Kelompok-kelompok yoga, meditasi, center, atau pusat retret, kini tumbuh subur di kota-kota besar di dunia dan tidak dihubungkan dengan agama atau kepercayaan tertentu. Guru-guru meditasi dari Timur, seperti India, Thailand, Tibet, dan Vietnam, berhasil mentransfer budaya yoga dan meditasi ke tengah kehidupan Dunia Barat, yang kemudian diinterpretasikan sebagai aktivitas spiritual-pribadi untuk membangun keseimbangan kesehatan badan dan jiwa, mencapai kedamaian hidup lahir-batin, atau mencari jati diri. Peminatnya tidak terbatas kalangan orientalis namun telah menjadi bagian kehidupan atau pengetahuan masyarakat Barat pada umumnya. Selain itu, banyak kepercayaan Hindu yang semula asing bagi Barat, misalnya soal inkarnasi, polydevataisme, dan lembaga guru (guruship), sekarang telah diterima secara luas di seluruh dunia (Klostermaier, 2004:186). Kini jutaan orang Amerika belajar yoga, meditasi, atau disiplin lain yang diambil dari tradisi Timur (Naisbitt & Patricia Aburdene, 1990:261). Di Jepang, Amerika, dan sejumlah negara Eropa, yoga telah dijadikan kurikulum pendidikan untuk sekolah-sekolah lanjutan dan universitas, sebagai pelajaran pilihan (ekstrakulikuler). Kalangan pimpinan atau pekerja di lingkungan perusahaanperusahaan Amerika serta Eropa, yang kesibukannya sangat padat, bahkan work-alcoholic membuka sesi yoga dan medita-

si untuk menjaga vitalitas, kesehatan, daya konsentrasi, atau mengelola stress mereka. Mereka juga melakukan perjalanan wisata dengan penekanan pada aktivitas spiritual, mengunjungi tempat-tempat suci, di samping melihat objek-objek wisata. Mereka ini kemudian dikenal sebagai peminat dan pasar pariwisata spiritual, khususnya yoga dan meditasi. Berbagai penelitian menunjukkan, kebudayaan merupakan salah satu faktor penting bagi daya tarik pariwisata suatu daerah. Namun dalam operasionalisasinya dibutuhkan suatu pola yang tepat agar kebudayaan tidak sampai tereksploitasi oleh kepentingan pariwisata. Artinya, kebudayaan sebagai sistem nilai, ideologi, cara hidup, dan komponen-komponen lainnya dari masyarakat lokal tidak sampai hancur akibat pariwisata. Untuk menjaga kepentingan antara komersialisasi dengan pelestarian kebudayaan, maka pariwisata dikelola melalui konsep pariwisata berkelanjutan (Ardika, 2003). Diprediksi 15 persen dari wisatawan dunia adalah wisatawan yang menyukai kegiatan pariwisata alternatif. Jumlahnya akan meningkat dengan sendirinya bila negara atau pihak penyelenggara wisata terus menambah daya tarik wisatanya, serta menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk meningkatkan interaksi wisatawan dengan masyarakat atau kebudayaan di daerah wisata (Naisbitt, 1994). Pada press release yang dimuat dalam website Yoga Yoga Teacher Training (http://

www.yogayoga.com/press/ YYTT/move), yang ditelusuri pada 20 Maret, memuat angka statistik yang merujuk hasil studi Yoga Jurnal, bahwa: 1. Orang Amerika mengeluarkan 2.95 miliar dolar Amerika per tahun untuk mengikuti kelas yoga dan membeli produk yang berkaitan dengan yoga. 2. Lebih dari 16.5 juta orang dewasa di Amerika berlatih yoga. 3. 25 juta orang di Amerika menyatakan tertarik mengikuti latihan yoga dalam setahun mendatang. Angka tersebut menggambarkan potensi pasar wisata spiritual, khususnya yoga, cukup besar di Amerika. Memang angka ini belum mewakili secara lengkap potensi pasar wisata spiritual di seluruh dunia namun itu cukup menunjukkan bahwa pangsa pasar wisata spiritual pantas digarap oleh industri pariwisata di Bali sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan spiritual ke Bali. Pariwisata Spiritual di Bali Sejumlah peneliti asal Eropa sejak berabad lalu telah banyak yang tiba di Bali dan hidup menyatu dengan masyarakatnya. Nordholt (2006), penulis buku The Spell of Power, Sejarah Politik Bali 1650-1940, mengatakan intensitas interaksi Bali dengan orang asing telah terjadi sejak lama. Ia mengutip pendapat Lekkerkerker (1920) dan Fox (1992) yang menyatakan sebelum akhir

abad ini, di dunia diperkirakan telah terbit sekitar 9000 publikasi tentang Bali. Data-data mengenai Bali secara lengkap tersimpan di sejumlah universitas di Eropa. Hal ini menunjukkan Bali adalah salah satu daerah yang paling banyak dikaji oleh peneliti. Tidak ada handicap yang menghambat proses interaksi antara orang Bali dengan orang asing. Sikap toleran, ramah, dan terbuka masyarakat Bali membantu komunikasi dan interaksi mereka dengan orang asing. Sebaliknya, apresiasi yang ditunjukkan orang asing terhadap budaya, adat-istiadat, serta hasil kesenian Bali, membuat kehadiran mereka diterima dengan baik oleh masyarakat lokal. Ada kekuatiran, kemajuan kepariwisataan lambat laun akan dapat merusak kebudayaan asli Bali, namun hal itu tampaknya tidak terjadi, seperti dikatakan Soejatmoko (1988:112), meskipun orang asing berduyun-duyun datang ke Bali, itu tidak akan merusak masa depan kebudayaan Bali, bahkan justru mendorong terjadinya revitalisasi kebudayaan, yakni suatu peningkatan rasa harga diri pada orang-orang Bali.p

YAYASAN PERGURUAN TEKNIK NASIONAL PROPINSI BALI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NASIONAL

STATUS TERAKREDITASI B JALAN SOKASATI DENPASAR TIMUR 80237 TELP (0361) 243121. http:smk_nasden@yahoo.com.au

Menerima siswa baru tahun ajaran 2010/ 2011 A. PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN B .PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO/ VIDEO C. PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK LISTRIK INSTALASI D. PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF E. PROGRAM TEKNOLOGI dan INFORMASI (IT)

SYARAT - SYARAT PENDAFTARAN 1. Salinan/Foto copy STK dan Danem SLTP/sederajat yang telah dilegalisir sebanyak 1 lembar 2. Pas foto ukuran 3x4 cm sebanyak 5 lembar dan 2x3 cm 3 lembar 3. Uang pendaftaran sebesar Rp. 40.000,4. Mengisi Formulir yang telah disediakan PENDAFTARAN 1 Pendaftaran dari tanggal 24 Mei 2010 sampai dengan Tanggal 5 Juli 2010 2 Waktu :Pkl. 07.30 - Pkl. 13.00 Wita 3. Tempat :SMK Nasional Denpasar Jl. Sokasati Denpasar Timur Denpasar Kepala Sekolah

Drs. I Wayan Subariana

Informasi Hub :081 239 296 72 081 236 943 78 081 338 141 744

Bersambung

Penulis Dosen Politeknik Negeri Bali


Halaman

9

Selasa, 1 Juni 2010 l Tahun IX

Wirasutha :

“Pengalaman Mendebarkan dan Tak akan Terlupakan”

DENPASAR – Fajar Bali Kepiawaian Agung Wirasutha sebagai seorang penyanyi tentunya tidak diragukan lagi. Namun dibalik itu, dalam memandu acara sebagai seorang Master of Ceremony pun sudah sering pula dilakukannya. Bila kemudian ada satu pengalaman yang berharga saat ngemce, adalah pada acara Malam Syukuran Anak Agung Gde Agung di Puri Mengwi Badung pada Selasa (25/5) lalu. “Ini merupakan pengalaman yang mendebarkan dan tak akan terlupakan , ”ungkap Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kabupaten Badung dan Propinsi Bali Tahun 2005 kepada Fajar Bali. Dikatakan cukup mendebarkan karena job itu dadakan. Ditambahkan pula oleh Agung ‘tresna garang kuluk’ Wirasutha bahwa karena ini adalah job dadakan jadi segala sesuatu tanpa persiapan khusus, tetapi harus tetap tampil prima dan maksimal. “Bayangkan saya dihubungi untuk ngemcy jam 19.00 wita dan dalam waktu 1 jam saya harus ada di lokasi dan membuka acara, jadi tanpa mengulur waktu buru – buru dengan persiapan seadanya langsung tan-

cap gas dari Denpasar ke lokasi acara,” ujar Agung Wirasutha. Setelah berkoordinasi singkat tentang susunan acara Agung langsung menyapa seluruh undangan yang telah memadati Puri Mengwi. Sesaat kemudian Agung berbaur diantara undangan dengan celetukannya yang khas membuat suasana semakin hangat. Begitu pula ketika Agung berbincang – bingcang dengan salah seorang tamu dan juga musisi nasional Setiawan Djody yang khusus hadir pada acara tersebut. Acarapun kemudian dilanjutkan dengan laporan panitia. Dan sebagai puncak acara Malam Syukuran dilakukan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Bupati Badung. Usai acara banyak undangan yang menggunakan kesempatan untuk ngobrol langsung dan berjabat tangan dengan pelantun Tresna Garang Kuluk ini. Atas respon itu tentu saja Agung mengucapkan banyak terima kasih atas dukungannya dan doanya sehingga tugas yang diembannya dapat diselesaikan dengan lancar dan sukses. “Rasanya plong banget, bisa tampil sukses walaupun dengan persiapan seadanya “sela Agung Wirasutha yang kini kerap didaulat tampil sebagai pembicara dalam workshop leadership. Menurutnya, meski sebenarnya ngemce apalagi menyanyi sudah banyak digelutinya namun untuk kali ini merupakan pengalaman yang mendebarkan dan tak akan pernah terlupakan. “Paling tidak ini pengalaman untuk menambah wawasan dan jam terbang saya karena bagaimanapun juga pengalaman adalah guru yang paling berharga “ aku Agung menutup perbincangan. pM-031

JAKARTA –Fajar Bali Kesuksesan Ahmad Dhani sebagai musisi sekaligus pemilik manajemen artis, membuat Ari Lasso tertarik. Mantan personel Dewa 19 ini ingin kelak seperti Dhani. Tak puas hanya menjadi pemusik, Dhani mendirikan Republik Cinta Manajemen (RCM). Sejumlah artis bernaung di bawah bendera manajemen tersebut. Mereka antara lain Mulan Jameela, The Virgin, Mahadewi, Dewi Persik, Dewa 19, The Rock, dan T.R.I.A.D. Musisi bisa mendirikan manajemen artis dan mengantarkan artis-artisnya sukses, tentu menjadi dambaan para musisi lain. Begitu juga halnya dengan Ari. “Itu pastinya cita-cita semua

musisi. Itu impian saya dengan Dhani dulu. Waktu itu, saya yang jadi partner Dhani pertama kali. Waktu itu tahun 2005, lagi bangun rumah, masih bokek. Awal modalnya Rp350 juta,” tutur Ari yang ditemui di FX, Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (30/ 5/2010). Pelantun Lirih ini ingin kelak bisa sukses seperti mantan suami Maia Estianty itu. Apalagi, memang dalam memproduksi album dan lagu, Ari menggarapnya sendiri. “Dari mulai biaya dan mengarahkan, saya yang lakukan. Semuanya. Dari dulu nalurinya memang selalu ingin mengatur, saya enggak bisa terima jadi. Ahmad Dhani itu menginspirasikan juga, tapi dia bukan jadi acuan,” ucapnya. pFB/Net

Agung Wirasutha

Ari Lasso Ingin seperti Ahmad Dhani

Dana Cekak, PKB Karangasem Sederhana AMLAPURA—Fajar Bali Pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat Kabupaten tahun ini tidak seperti biasanya yang terkesan glamor. Tahun ini, pesta rutin tahunan dilakukan secara sederhana. Anggaran pendukung yang minim menjadi alasan tidak meriahnya PKB tahun ini. ”Pelaksanaan pra PKB tahun ini kita lakukan sederhana karena anggaran yang disediakan tidak

terlalu besar,”ungkap Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar), I Made Sudiarsa, S.Sos, Senin (31/5) kemarin. Meskipun PKB dilakukan secara sederhana, menurutnya tidak mengurangi makna yang terkandung sebagai investasi budaya dan seni serta menstimulasi masyarakat dalam mendorong kehidupan seni ditengah kehidupan agar tidak direnggut

oleh nilai materialisme, konsumerisme, apatisme maupun sikap individualisme. Pembukaan PKB yang akan dibuka pada 2 Juni mendatang akan diisi beberapa kegiatan seperti lomba Kewanitaan oleh PKK yang hasil lombanya kini masih ditunggu. Sedangkan Lomba Nyastra dipakai sistim penunjukan. ”Peserta yang menang dalam PKB tahun lalu kembali

mewakili Karangasem di Provinsi,” ujarnya. Selain itu, untuk film dokumenter, Karangasem mengangkat perkawinan Arsa Wiwaha dengan sistem Mepadik Buncing Jambaran. Sementara itu, Parade merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh semua Kabupaten/Kota. PKB XXXII tahun ini akan diisi dengan serangkaia lomba merangkai bunga dan janur un-

tuk Resepsi Perkawinan, lomba membuat Gebogan untuk Upacara Dewa Yadnya. Untuk makanan akan dilombakan makanan khas Bali berupa Lawar, jajan sumping dan maak serba ikan. Sementara itu, lomba nyastra aka diisi dengan Mececimpedan, Mesatua Bali, Menulis Aksara Bali, Mepidarta Bahasa Bali, mengarang cerpen Bali modern. pM-030

Tika ‘Project Pop’ Merinding Dengar Lagu Ismail Marzuki

Tika ‘Project Pop’

JAKARTA-Fajar Bali Personel Project Pop Tika Pangabean mengaku sering merinding setiap kali dia mendengar lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’ karya Ismail Marzuki. “Lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’ itu kalau dengarnya langsung merinding. Apalagi dulu sebelum ada TV swasta, lagu itu menjadi penutup di tivi-tivi nasional,” kata Tika di sela acara Charity Tribute to Ismail Marzuki di Hard Rock Café, semalam. Malam itu, Project Pop membawakan lagu ciptaan Ismail Marzuki yang sudah mereka aremsemen ulang dan dimasukkan ke dalam album kelima mereka

tahun 2006 lalu. Menurut Tika, anak muda jaman sekarang hanya tahu lahu Indonesia Raya sebagai lagu nasional. “Itu pun banyak yang tidak hapal, padahal masih banyak lagu nasional lainnya,” ujarnya. Meski begitu, tambah Yossy, karena generasi sebelumnya tidak mengenalkan dengan baik lagu-lagu nasional kepada generasi yang lebih muda. Yossy mengaku, sebenarnya Project Pop menciptakan dan membawakan lagu-lagu yang bersifat nasionalis dan persatuan, seperti lagu ‘Dangdut its Music of My Country’.

Dalam acara amal yang diperuntukkan anak Ismail Marzuki, Rachmi Aziah yang kini berusia 60 tahun, dalam kondisi sakit, terlilit hutang dan tidak punya rumah tinggal tetap ini, Project Pop mengaku diundang pada saat-saat terakhir. “Jadi belum ada peersiapan khusus. Tapi kalau nanti lagu kita dilelang ya nggak masalah,” ujarnya. Ke depan, rencananya Project Pop akan membuat lagu yang bersifat nasional. Seperti dalam waktu dekat mereka akan membuat lagu yang bertema mengenai TKW di Malaysia dan Singapura. pFB/Net

Tahun Hengkang dari Jamrud, Krisyanto Buka Suara JAKARTA -Fajar Bali Tiga tahun sudah Krisyanto hengkang dari grup band rock asal Kota Bandung –Jamrud, yang telah membesarkan namanya. Akan tetapi, hengkangnya pria identik dengan kacamata hitamnya tersebut menyisakan tanda tanya besar, mengapa dirinya harus keluar dari grup band yang bersamanya selama 11 tahun. Berikut petikan wawancara Krisyanto dengan okezone, usai Pria berdarah Sunda ini memberikan sejumlah kursi roda untuk keluarga penderita lumpuh bersama pihak labelnya, Ronella Production di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/5/2010). Apa Kabar Kang Yanto? Boleh diceritakan sedikit kenapa anda harus mengundurkan diri dari Jamrud? Kabar saya selalu baik, Alhamdullilah. Kalau Anda ingin tahu yang sebenarnya kenapa saya harus mengundurkan diri dari Jamrud biarlah hanya saya yang tahu saja. Namun memang suasana di antara para personil sedikit ada gap yang tidak bisa terselesaikan. Ini bukan bicara visi dan misi,

bukan fee juga kok. Kalau saya mempermasalahkan mengenai fee sudah sejak lama saya mengundurkan diri, ngapain juga harus menunggu 11 tahun, itu bukan masalahnya. Berawal dari ketika aku dan Riki diajak oleh seseorang untuk menjadi motivator anak muda, kalau orang yang terlibat di musik rock itu bisa juga untuk mengaji, namun yang lain tidak setuju. Berapa lama anda membutuhkan waktu untuk memutuskan keluar? Itu spontan saja, pada saat itu saya sedang berdiam diri di rumah, yah kurang lebih hampir 3 jam dan akhirnya saya memutuskan untuk keluar jadi bagi saya ingin menetralkan suasana dan ketika minta pamit untuk keluar mereka mengizinkan. Lalu bagaimana dengan perkataan Anda, kalau Anda keluar dari Jamrud karena faktor lelah atau Jenuh? Bukan kok, itu hanya alasan saya saja, kalau saya jenuh buat apa, tidak ada gunanya saja kok. Sebelas tahun waktu saya bersama Jamrud dan itu tidak sebentar, bagi saya mereka (Jamrud) itu sudah seperti keluarga

saya sendiri. Saya pribadi bergabung di Jamrud dari tahun 1996 dan tahun 2007 saya keluar. Pas saya keluar tidak lama kemudian Herman (Drum) dan Surya (auditional/gitar) pun ikut keluar. Tapi ada rasa penyesalan keluar dari Jamrud? Tidak sama sekali, karena bagi saya kehidupan di grup band

memang seperti ini, ada yang keluar dan ada yang masuk. Itu hal yang normal kan dan sangat wajar jadi bagi saya buat apa itu menjadi suatu masalah. Ada Komitmen apa ketika Anda keluar dari Jamrud? Saya sepakat tidak akan pernah mau membawakan lagu-lagu milik Jamrud dan itu sudah menjadi komitmen saya pribadi. Ka-

laupun saya ingin membawakan dan saya pun tidak memungkiri sampai saat ini banyak yang meminta saya menyanyikan lagu Jamrud, tetapi saya tidak mau. Ada keinginan untuk merangkul para personil yang juga keluar dari Jamrud? Tidak kok, saya khawatir akan muncul konspirasi-konpirasi yang ada. pFB/Net

Sekilas Tentang Taman Budaya DENPASAR-Fajar Bali. Menyebut Pesta Kesenian Bali, tentu tidak akan lepas dari Taman Budaya Bali hingga PKB mencapai tahun ke XXXII ini. Bila sejauh ini Taman Budaya telah tersedia berbagai tempat kegiatan untuk terselenggaranya PKB, inilah sekilas data rincinya, wantilan, merupakan bangunan tradisional dengan bahan struktur kayu seluas 300 m2, berfungsi untuk tempat partunjukan-pertunjukan kecil dan mampu manampung sekitar 600 panonton. Studio patung / gedung peragaan memahat, bangunan ini memiliki luas 120 m2, yang terdiri dari atas dua lantai yaitu lantai atas dan lantai bawah. Lantai bawah dipergunakan untuk tempat peragaan memahat dan lomba-lomba dari program rutin taman budaya sedangkan lantai atas digunakan untuk menyimpan hasil lomba dan hasil karya-karya yang di demontrasikan. Studio lukis / gedung peragaan melukis / bale panjang, bangunan yang biasanya disebut bale panjang ini dibangun tagun 1975 dengan luas bangunan 200 m2 berfungsi sebagai ruang peragaan kegiatan melukis dan tempat untuk menyimpan hasil-hasil lomba dari kegiatan peningkatan mutu. Gedung kriya – Sembrani Occaihcrawa, gedung ini dibangun pada tahun 1974 diatas tanah seluas 300 m2, berfungsi sebagai tempat pameran tidak tetap atau insidentil. Upaya ini dimaksud untuk memberikan kesempatan kapada para seniman/wati yang ingin berperan dalam memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, gedung pameran utama Mahudara Mandhara Giri Bhuwana, gedung yang dibangun diatas tanah 800 m2, berfungsi sebagai tempat pameran tetap berupa koleksi karya seni para seniman seniwati yang telah memiliki prestasi tinggi dan relah mendapat penghargaan pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Pada tgl 14 februari 1973m diresmikan sebagai tempat pameran tetap oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Re-

Taman Budaya

publik Indonesia Mashuri, SH, dengan nama “mahudara mandhara giri bhuwana” yang artinya menjulang tinggi Gunung Mandhara di bumi. Gedung Perpustakaan Widya Kusuma, gedung yang luasnya 300m2 ini terbagi menjadi dua lantai yaitu lantai atas berfungsi menyimpan koleksi buku-buku kesenian dan kebudayaan Indonesia umumnya. Lantai bawah berfungsi sebagai ruang baca dan ruang serba guna. Gedung ini dibangun pada tahun 1975 dengan nama Widya Kusuma . Kalangan Ayodya, kalangan ini mempunyai luas 300 m2 yang berfungsi untuk tempat pertunjukan kecil seperti tari kecak, rekreasi sehat sesuai dengan kegiatan rutin Taman Buday Bali. Pertunjukan itu dilakukan pada saat piodalan di Pura Dalem Penghulu. Kalangan Angsoka, ruang pentas terbuka. Kalangan Angsoka mempunyai luas 300 m 2 terletak di sisi depan utara panggung terbuka Arda Candra. Berfungsi untuk pentas –pentas

kecil dari kegiatan rutin Taman Budaya. Panggung Terbuka Arda Candra, arena pentas terbesar dengan luas 7.200 m2. mampu menampung penonton sekitar 7000 orang. Diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Sharif Thayeb pada 14 April 1997. Panggung ini terbagi dalam dua lantai, yakni lantai atas sebagai arena pentas sedang lantai bawah untuk ruang pameran. Kalangan Ratna Kanda, kalangan Ratna Kanda mempunyai luas 300 m2 berfungsi sebagai arena berbagai kegiatan pentas, juga rekreasi sehat dan olahraga seni. Gedung Ksirarnawa, Ksirarnawa ( kolam susu, sangsekerta ) mempunyai luas 5.500 m2. Diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan pada 16 Juni 1986. Gedung ini memilki dua lantai berfungsi untuk tempat pertunjukan, konferensi, seminar, dan sekaligus sebagai kantor Taman Budaya. pM.031


Halaman

10

Kota Ende Gelap, Warga Resah ENDE-Fajar Bali Beberapa bulan terakhir Kota Ende kembali mendapat julukan kota gelap di mana tidak adanya lampu penerangan jalan yang sebelumnya selalu menyala saat malam hari. Terlebih di pusat perkotaan seputar Jalan Soekarno. Padalah semua warga Kabupaten Ende yang menjadi pelanggan listrik negara setiap bulan membayar biaya penerangan jalan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Ende Philipus Kami kepada Fajar Bali di Ende mengatakan, apa yang di pertanyakan warga terkait tidak menyalah penerangan jalan dan menuntut agar segera di perbaiki merupakan hal yang wajar karena memang berapapun retribusi yang di hasilkan dan di kumpulkan dari masyarakat harus di pergunakan sesuai dengan peruntukannya. Dijelaskan rata-rata tiap bulan masyarakat membayar retribusi penerangan jalan mendekati Rp 80 juta, tapi ketika satu lampu jalan saja rusak dan tidak di perbaiki. “Hal inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan, kemana dana tersebut,”kata Philipus Kami Salah seorang staf PT.PLN Persero Cabang Flores Bagian Barat yang meminta namanya tidak di korankan mengatakan retribusi penerangan jalan yang di bayar oleh pelanggan setiap bulan oleh PLN langsung disetor ke rekening pemerintah daerah, entah penggunaan seperti apa hingga saat ini dirinya mengaku tidak tau. “Karena memang bukan kewenangan kami,”ujar sumber tersebut Salah seorang pelanggan Ignasisus mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan pemerintah daerah yang tidak memperhatikan penerangan lampu jalan, padahal sebenarnya pemerintah hanya sebagai pengelolah dana yang di kumpulkan oleh masyarakat. “Jangan-jangan uang tersebut di salah gunakan untuk keperluan yang lain,”duganya Sebagai masyarakat dirinya hanya bisa berharap agar dalam waktu yang tidak terlalu lama lampu jalan bisa kembali terang. Justru yang menjadi kekuatiran Ignasius saat lampu padam aksi pencurian kembali marak. “Bukan hanya aksi pencurian, bila lampu mati Kota Ende sangat gelap dan masyarakat enggan keluar rumah,”tegasnya pFB/dedy

Lima Kabupaten Segera Gelar Pilkada KUPANG- Fajar Bali Lima kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada segera menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak pada 3 Juni 2010. Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Djidon de Haan di Kupang, kepada Fajar Bali, Senin kemarin (31/5) mengatakan, logistik seperti surat suara beserta perlengkapan dan perangkat pelaksana dari tingkat kabupaten sampai desa, siap untuk menyelenggarakan pemilihan umum kepala daerah pada 3 Juni mendatang. Dia mengatakan, data pemilih di masing-masing kabupaten juga sudah diverifikasi, yakni di Sumba Timur sebanyak 140.487 orang, Sumba Barat (66.834 orang), Manggarai Barat (127.677 orang), Manggarai (16.503 orang) dan Ngada sebanyak 83.356 orang. Tahapan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) yang dilakukan oleh KPU di masing-masing kabupaten, katanya, tidak ada persoalan, kecuali Manggarai Barat terdapat pendobelan nama, namun sudah diklarifikasi. Anggota KPU Provinsi NTT akan diterjunkan ke lima kabupaten tersebut untuk memantau pelaksanaan Pilkada secara serentak pada 3 Juni mendatang. Semula, KPU menetapkan Pilkada serentak di enam kabupaten, namun Flores Timur (Flotim) terjadi kemelut, menyusul penafsiran yang berbeda antara KPU Pusat dan KPU provinsi di satu pihak dengan anggota KPU Flotim di pihak lain. Akibatnya, terjadi perbedaan pendapat sehingga pemilu kada di ujung timur Pulau Flores itu ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Persoalan bermula, ketika KPU Flotim menggugurkan pasangan calon Simon Hayon-Frans Diaz Alfi (Mondial) yang diusung Partai Golkar, Gerindra dan PKPB. Partai pengusung kemudian menyampaikan protes ke KPU provinsi dan KPU pusat, sehingga pasangan itu diakomodir, namun KPU Flotim menolak campur tangan dua struktur di atasnya. Kini proses di KPU masih berlangsung, pasangan Mondial melalui kuasa hukum mereka Anton Ali, menggugat KPU Flores Timur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang. Pengadilan telah menggelar beberapa kali sidang dan menjadwalkan untuk mendengarkan keterangan saksi ahli berlangsung pada Selasa (1/6) pR-011

NUSA TENGGARA

Selasa, 1 Juni 2010 Tahun l IX

KPU Jangan Korbankan Masyarakat LARANTUKA-Fajar Bali Salah satu aktvis PADMA Indonesia wilayah Flores Timur (Flotim) Lambertus Laga Wuyo Kumanireng (50) kepada Fajar Bali di Larantuka, Sabtu (29/05) mengatakan, sangat menyesalkan perbedaan pendapat antara KPU Flotim dengan KPU Propinsi dan Pusat. “Semua kan sudah ada aturannya, dan aturan itu sudah melalui kajian, kenapa masih saja terdapat kesalahan secara internal di tubuh KPU itu sendiri. Ada apa semua ini,”ujarnya kepada Fajar Bali di Larantuka, Flotim. Oleh sebab itu pihaknya berharap KPU segera mengambil

langkah-langkah agar masyarakat tidak menjadi korban. “Dengan kemelut yang terjadi selama ini masyarakat menilai, bahwa ini adalah kepentingan orang tertentu, dan image seperti ini bisa menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada calon pemimpinnya nanti,” tegas Kumanireng. Pihaknya berharap, siapapun nanti yang menjadi pemimpin di lewo tanah, utamakanlah kepentingan masyarakat dengan membangun Sumberdaya Manusia (SDM) yang handal, karena dengan SDM yang bagus masyarakat bisa sejahtera.

“Selain itu masyarakat harus dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan dan ekonomi, agar semua rencana pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah tidak mubasir seperti sebelum-sebelumnya.” ujarnya. Salah satu kandidat Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur periode, 2010/2015 yang di usung dari Koalisi Pelangi Lamaholot yang populer dengan paket DIAN (Yoseph Yulius Diaz dan Markus Ama Lebe Tokan) yang di temui Fajar Bali di sekretariat DIAN, Sabtu (29/05) mengatakan, kita hanya menunggu

dari Komisisi Pemilihan Umum (KPU) tentang jadwal pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Flotim. “Semua tergantung kepada penyelengara kapan jadwalnya,” jelas Yusdi sapaan Yoseph Yulius Diaz yang di dampingi Markus Ama Lebe Tokan. Menanggapi pertanyaan Fajar Bali tentang Paket yang dipersoalkan KPU, Yusdi mengatakan, bagi kami tidak ada masalah mau berapapun paket yang ikut bertarung dalam memeriahkan pesta demokrasi di Flotim itu bukan masalah. “Selama aturan memungkinkan ya silahkan. Toh semua paket ber-

juang demi lewo tanah tercinta,” kata Yusdi. Markus Ama Lebe Tokan menambahkan, yang menjadi persoalan sekarang bukan dari paketnya tetapi adalah persoalan internal KPU itu sendiri. “Jadi sebagai penyelenggara KPU harus lebih cermat melihat semua ini agar tidak mengorbankan masyarakat. Secara hirarki garis komando dari pusat sampai kedaerah dan sebaliknya garis koordinasi dari daerah ke pusat juga jelas, jadi kita berharap agar persoalan ini tidak berlarut larut,”tandas Markus sapaan akrabnya. pFB/NUS

Sepi, Permintaan Alat Elektronik Jelang Piala Dunia KUPANG-Fajar Bali Permintaan konsumen terhadap peralatan elektronik audio visual menjelang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan pada 11 Juni mendatang, masih sepi di pasaran Kupang, Nusa Tenggara Timur. “Hingga akhir Mei ini, permintaan konsumen terhadap barang-barang elektronik seperti televisi menjelang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan masih sepi, karena masih terbatas pada masyarakat kelas menengah ke atas,” kata Ny Melani, pemilik toko Jakarta Elektronik di Kupang, Senin (31/5) kemarin. Ia menambahkan ber-

hubung masih sepinya permintaan barang elektronik seperti televisi untuk kebutuhan Piala Dunia, pihaknya juga menyediakan peralatan pendukung seperti ‘matrix soccer‘ dalam jumlah terbatas. Menurut dia, ‘matrix soccer‘ dengan parabola kembar termasuk pamasangan di rumah konsumen harganya mencapai Rp3,2 juta/unit, sedang reciever matrix soccer dijual dengan harga Rp1.985.000. “Harga matrix soccer ini mengalami kenaikan sekitar Rp200 ribu/unit dari harga di Surabaya sekitar Rp1,7 juta karena harus

diperhitungan dengan biaya pengiriman dari Surabaya ke Kupang,” katanya. Melani mengatakan tidak berani mendatangkan fasilitas elektronik untuk kebutuhan Piala Dunia ini dalam jumlah banyak, karena sifat penggunaan barang ini hanya sesaat atau pada saat pelaksanaan Piala Dunia saja, setelah itu khusus matrix bola tidak dapat digunakan lagi. Karena itu pihak perusahaan juga tidak berani mendatangkan sebanyak-banyaknya karena selain bisa rugi juga akan mubasir. Dia mengatakan sepinya per-

mintaan peralatan elektronik tersebut kemungkinan karena pemahaman konsumen bahwa hak siar Piala Dunia 2010 berada pada Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sehingga tidak perlu lagi membeli ‘matrix soccer‘, karena jaringannya hampir menjangkau sebagian besar kota di Indonesia cukup dengan an-

tena biasa. Dia menambahkan pihak produsen tetap melakukan antisipasi dengan menyediakan hingga seminggu menjelang pembukaan Piala Dunia, karena bisa saja permintaan akan meningkat saat setelah ada pengumuman resmi bahwa Piala Dunia hanya dapat diakses lewat matrix soccer pAnt

Tidak Konsisten, KPU NTT Didemo KUPANG- Fajar Bali Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin kemarin didemo lebih dari seratus orang yang tergabung dalam Forum Pro Demokrasi Untuk Keadilan. Massa menilai lembaga itu tidak tegas menyelesaikan kemelut terkait pemilihan kepala daerah di Kabupaten Flores Timur (Flotim) Koordinator demonstran MK Subhan Pulo di Kupang mengatakan, ketika KPU Kabupaten Flotim menetapkan lima pasangan calon dan menggugurkan pasangan Simon Hayon-Frans Diaz Alfi, juru bicara KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Djidon de Haan menyatakan, keputusan yang dikeluarkan oleh KPU Flotim sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Namun, kata dia, saat ini justru KPU Provinsi NTT menunjukkan sikap tidak konsisten dan terkesan menyalahkan keputusan KPU Flotim

Menyikapi persoalan yang berlarut-larut itu, demonstran mendesak KPU provinsi untuk taat pada peraturan KPU No. 68/2009 Pasal 13 ayat satu dan dua, di mana setiap pasangan calon harus melampirkan surat keputusan partai politik yang mengatur mekanisme penjaringan. Seharusnya, pada 3 Juni mendatang, rakyat di Flotim bersama lima kabupaten lain, yakni Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada melakukan pemilihan kepala daerah. Para demonstran menilai, kemelut pilkada itu telah mengor-

bankan kepentingan masyarakat dan mendesak KPU provinsi dan pusat untuk tidak lagi mencampuri keputusan KPU Flores Timur. Pada saat demonstran tengah berorasi di halaman depan, di dalam kantor KPU Provinsi NTT berlangsung rapat untuk membicarakan pembentukan dewan kehormatan, guna menangani kemungkinan terjadi pelanggaran kode etik oleh anggota KPU Flotim Demo yang digelar di halaman depan hingga badan Jalan Polisi Militer Kupang itu, dijaga ketat aparat dari Polres Kupang. pR-012

Sepi permintaan parabola di Kupang menjelang piala dunia

PNS Harus Displin Dalam Segala Hal MAUMERE-Fajar Bali Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dalam sambutannya pada acara penyerahan Surat Keputusan (SK) 80 persen kepada CPNS formasi tahun 2009 di aula hotel Benggoan III senin lalu (31/05) mengatakan, menjadi pegawai negri sipil (PNS) tentu banyak aturan yang mengikat di antaranya adalah, jam kerja, cara berpakaian, dan aturan aturan lain yang menyangkut pindah tugas dan kenaikkan pangkat. “Oleh karena itu kepada CPNS yang hari ini menerima SK, jan-

gan sia-siakan tugas anda sebab masih banyak yang membutuhkan pelayanan anda sebagai CPNS,” kata Bupati Sosimus Mitang. Sosimus Mitang menambahkan, pengalaman sebelumnya banyak CPNS yang belum 100 persen mengajukan surat permohonan pindah dengan berbagai alasan, atau mengajukan tugas belajar. Sebenarnya kata Bupati, daerah ini yang tau kekurangan tenaganya dan yang membuat rencana untuk mengirim PNS yang tu-

gas belajar. “Maka dengan itu saya berharap agar hal seperti ini tidak akan terjadi lagi kedepannya. Terimalah tugas anda sebagai amanah,” tegasnya sembari mengharapkan disiplin dalam segala hal, baik dalam pekerjaan, waktu kerja, cara berpakiaan, dan juga beribadah. Sesuai informasi yang dihimpun Fajar Bali, sebanyak 502 orang CPNS dari berbagai jurusan baik pelamar baru maupun tenaga honorer formasi tahun 2009, menerima SK 80 persen yang di

serahkan secara simbolis oleh bupati sikka kepada 4 orang yaitu Siana Noviana Kana Mangi dari tenaga honorer, Bus ledor tenaga tehnik, Maria tenaga kesehatan, dan Papi Laya dari tenaga Guru. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Sikka Rafael Ragab.SP, Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus.MM, Sekretris Daerah Drs. Cyprianus Da Costa, dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sikka, dan para camat. pFB/NUS

NTB Tunggu Pemerintah Tetapkan Saham Newmont 2010 MATARAM- Fajar Bali Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat beserta investor mitranya PT Multicapital tengah menunggu penetapan pemerintah pusat tentang kelayakan harga tujuh persen saham PT Newmont Nusa Tenggara jatah divestasi tahun 2010. “Pada dasarnya kami menunggu, karena pemerintah pusat yang berwenang menetapkan kelayakan harga setelah ada penawaran dari pihak PT NNT,” kata Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (DMB) Andy Hadianto, di Mataram, Senin (31/5) kemarin. PT DMB merupakan perusahaan bersama tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). PT DMB dibentuk untuk menggandeng investor mitra PT Multicapital (anak usaha PT Bumi Resources Tbk), untuk mengakuisisi saham PT Newmont Nusa Teng-

gara (NNT) yang harus didivestasi sesuai perjanjian kontrak karya (KK). PT DMB dan PT Multicapital kemudian membentuk perusahaan patungan yang diberi nama PT Multi Daerah Bersaing (MDB). PT MDB sampai awal 2010 sudah menguasai 24 persen saham PT NNT setelah membayar tujuh persen saham divestasi jatah tahun 2009 seharga 246,8 juta dolar AS pada 15 Maret 2010. Hadianto mengatakan pada 31 Maret 2010 PT NNT menawarkan tujuh persen saham jatah divestasi 2010 yang bernilai 444,079 juta dolar AS lebih. Jika dibandingkan dengan nilai tujuh persen saham jatah divestasi tahun 2009, terjadi kenaikan sebesar 197,279 juta dolar AS atau 79,93 persen. Pascapenawaran saham divestasi 2010 itu, Pemerintah Indonesia kemudian merundingkannya, apakah pemerintah pusat yang akan membelinya bersama pemerintah daerah atau

akan diserahkan ke daerah untuk mengakuisisinya seperti 24 persen saham terdahulu. Pemerintah Indonesia telah membentuk tim tindak lanjut penawaran PT NNT yang terdiri atas Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Sekarang tim Pemerintah Indonesia itu sedang bekerja, namun belum menetapkan kelayakan harga tujuh persen saham jatah divestasi 2010,” ujarnya. Menurut Hadianto setelah penetapan harga tujuh persen saham PT NNT versi Pemerintah Indonesia, baru ditindaklanjuti dengan pembelian yang hak belinya ditangani pemerintah pusat atau diserahkan ke daerah sebagaimana 24 persen saham divestasi sebelumnya. “Kalau NTB dan mitra investornya yang akan membeli tujuh persen saham itu maka tentunya akan ada negosiasi agar harganya diturunkan, karena yang

ditawarkan PT NNT lebih tinggi dari harga saham jatah divestasi tahun 2009,” ujarnya. PT NNT beroperasi berdasarkan kontrak karya yang ditandatangani pada 2 Desember 1986, namun tahapan konstruksi proyek Batu Hijau itu baru dimulai 1996 dengan dana awal sebesar 1,8 miliar dolar AS. PT NNT beroperasi penuh mulai Maret 2000 dan akan berakhir pada 2020. Sampai tahun 2011 kepemilikan saham perusahaan tambang itu akan mengalami perubahan yang cukup signifikan karena pemerintah dan swasta Indonesia berhak atas 31 persen saham. Sebelumnya perusahaan tambang patungan itu 80 persen sahamnya dimiliki Nusa Tenggara Partnership, terdiri atas 45 persen saham milik Newmont Indonesia Limited (NIL), 35 persen milik Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC), dan 20 persen PT Pukuafu Indah pAnt


Halaman

DAERAH

11

Selasa, 1 Juni 2010 l Tahun IX

Terkait Isu tak Sedap SBI dan RSBI

Komisi D Panggil Kadisdikpora Menyeruaknya isu tak sedap yang menyelimuti sekolah bertaraf internasional (SBI) dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Kota Denpasar, memantik keinginan wakil rakyat Kota Denpasar mengetahui lebih pasti apa yang terjadi. Untuk itu, komisi D DPRD Kota Denpasar akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah (Kadisdikpora) Kota Denpasar beserta jajarannya. DENPASAR-Fajar Bali Dewan pun akan menggali lebih mendalam tentang kondisi dan situasi SBI dan RSBI yang ada di Kota Denpasar. Ketua Komisi D DPRD Kota Denpasar, Wayan Sugiarta, SE, didampingi, wakilnya, Drs. AA Putra Wibawa dan anggota, Hilmun Nabi, Senin (31/5) kemarin,

Wayan Sugiarta

menekankan isu-isu menyangkut pelaksanaan penerimaan siswa baru, marak berkembang di masyarakat. Khususnya bagi sekolah yang berpredikat SBI dan RSBI ini. ‘’Isu ataukah kenyataan, harus dijawab oleh pihak-pihak terkait, sehingga tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak sedap masuk ke gedung dewan,’’ katanya. Untuk itu, komisi D yang

membidangi masalah pendidikan di Kota Denpasar akan mengadakan dengar pendapat mengenai masalah ini, sehingga mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai status sekolah, dan bagaimana sekolah merekrut siswa baru. Karena akan sangat berbeda, perekrutan yang dilakukan pada tingkat SD, SMP dan SMA. Oleh karena itu, apa saja standar penerimaan dan bagaimana keterlibatan komite dalam upaya penerimaan siswa harus jelas dan transparan. Mengenai rencana pemanggilan, komisi D akan memanggil Kadisdikpora dan jajarannya pada, Kamis (3/6) mendatang. ‘’Banyak hal yang kami ingin tanyakan kepada Disdikpora, namun belakangan ini informasi dan data-data yang berkaitan dengan penerimaan siswa, bagaimana pengembangan sekolah dan proses PSB, sangat minim kami terima di DPRD Kota. Ketika isu sumbangan yang menjerat orangtua siswa muncul, sangat mengkhawatirkan kami,’’ tandas Sugiarta. p R-004

Bali tak Dapat Untung ........................................... dari hal. 1 Tanah Ampo adalah kewenangan Adpel. Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berusaha agar Bali juga mendapat hak pengelolaan pada pelabuhan Tanah Ampo. Santha menjelaskan, dalam pertemuan dengan Kementerian Perhubungan dan pihak Adpel Februari lalu, Bali berusaha untuk mendapatkan penghasilan dari Tanah Ampo. Sebab, kata Santha, meski Tanah Ampo adalah proyek pusat, tetapi Pemprov Bali juga ikut berinvestasi dalam pembangunan Tanah

Ampo. “Investasi itu tidak sedikit. Seperti, pembuatan akses masuk, penataan pelabuhan dan beberapa hal lain,” jelas Shanta. Untuk itu, kata Santha, pihaknya akan berusaha membidik model pengelolaan khusus untuk Tanah Ampo. “Jika kita mengacu kepada undang-undang pelayaran, maka Bali tak bisa mendapatkan apa-apa. Maka itu, kita akan membuat model pengelolaan khusus untuk Tanah Ampo sehingga bisa mendatangkan income untuk daerah,” ujarnya.

Kondisi fisik pelabuhan Tanah Ampo sendiri saat ini khususnya penataan darat berkisar 68 persen. Sedangkan penataan laut mencapai 80 persen. Namun demikian, kata Santha, pelabuhan sudah beroperasi pada tahun 2011 mendatang dengan persyaratan minimum. “Sekarang kita sedang menambah penataan dermaganya seperti penambahan mercu suar, rambu-rambu, ban untuk pelabuhan dan beberapa hal lain,” tandas Santha. pW-033

Kawasan Pura Taman Ayun ................................. dari hal. 1 Bupati Badung A.A. Gde Agung menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Badung dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata serta menata Mangupura sebagai

Ibukota Kabupaten Badung. Lebih lanjut Bupati Gde Agung berpesan agar kegiatan kepariwisataan, bisnis, kemasyarakatan, kebudayaan maupun keagamaan tidak terganggu selama proses pengerjaan tersebut. Bupati pun

menekankan kepada pekerja proyek untuk benar-benar menjaga proyek tersebut agar dalam pelaksanaannya tetap menjunjung tinggi prinsip clean project dan tetap melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah terkait. (*)

Dugaan Penyalahgunaan Dana DM .................. dari hal. 1 keuangan oleh DM bila berkaitan dengan keuangan. “Irwasda sebagai pihak berwenang harus segera turun tangan kalau memang ada indikasi penyalahgunaan keuangan. Karena ini menyangkut pertanggungjawaban terhadap rakyat,” ujarnya kepada Fajar Bali usai acara silaturahmi Wapres dan SMK/SMA, SMP se Denpasar, Rabu (26/5) kemarin. Karyasa juga mengatakan, jika indikasinya nanti akan mengarah ke ranah hukum maka, aparat penegak hukum harus turun tangan. Selain itu, kata Karyasa, Dinas Pariwisata Bali juga harus menelusuri masalah ini sehingga tidak berdampak pada perkembangan citra pariwisata Bali. “Jika ada indikasi pelanggaran hukum, maka pihak aparat penegak hukum harus melakukan investigasi terhadap masalah ini. Selain itu, Dinas Pariwisata juga harus menelusuri masalah ini sehingga tidak berdampak pada citra buruk pariwisata Bali,” ujarnya. Informasi terbaru yang diperoleh Fajar Bali menyebutkan, tu-

juh dari dua belas Komisariat DM yang aktif telah membuat surat pernyataan yang menegaskan, tidak pernah ada laporan keuangan dari pengurus sejak Oktober 2007 sampai Desember 2009. Mereka juga setuju agar keuangan diaudit demi transparansi keuangan di DM sehingga tidak ada lagi konflik yang mengganggu operasional para pemandu wisata seperti yang terjadi saat ini. “Tujuh dari dua belas komisariat aktif telah membuat surat pernyataan dan masing-masing ketuanya tandatangan surat tersebut. Isinya, tidak pernah ada laporan sejak Oktober 2007 – Desember 2009. Dan mereka minta agar keuangan diaudit biar semuanya jelas dan clear,” kata Benny Fonda guide Mandarin seraya menyebutkan nama-nama komisariat yakni Penjor Tour & Travel, Asia Tour, Vijaya Tour, VIP Tour, MG Tour, Bali Cahaya dan Jetwings Tour. Sebetulnya kata Benny, ada beberapa komisariat lagi, seperti Rintis Wisata dan Milenium tapi mereka masih sungkan. Bahkan ada yang takut karena diintimi-

dasi oleh Ketua DM Chandra Salim dengan ancaman akan dicabut lisensinya. “Rintis Wisata Tour and Travel sungkan karena dia juga pengurus di DM. Sedangkan Milenium berjanji akan membuat surat pernyataan sendiri dan menyerahkan dalam waktu dekat. Intinya, dari komisariat Milenium minta diaudit dan penyelesaian secara kekeluargaan,”kata Benny yang diamini, Amin, Akiong dan Jimmy Cs. Selain itu, kata mereka, ada juga pernyataan serupa dari Wakil Ketua I DM. “Sebenarnya beberapa pengurus juga punya pendapat sama, hanya mereka sungkan. Banyak juga anggota yang setuju agar diaudit keuangan. Hanya saja pengurus selalu menghindar dengan berbagai alasan, termasuk menyerahkan persoalan tersebut ke DPD HPI Bali. Tapi faktanya Pokja bentukan DPD HPI Bali hinggah kini tak jalan. Mereka malah meminta data dan informasi dari kami. Mestinya, mereka (DPD-red) turun bersama kami dan pengurus DM untuk mencari tau problem yang terjadi di DM,”tandas Benny pR-011

Motor Bertenaga Nuklir ........................................ dari hal. 1 Romain menyebutnya Motorbike 2050 Version 2 atau sepeda motor 2050 versi 2. Sepeda motor yang diakuinya sangat keren dan begitu banyak detail yang menarik untuk masa datang. Sepeda motor itu membutuh-

kan deuterium dan tritium. Kedua unsur-unsur elemen alami itulah yang dibutuhkan oleh mesin temuannya.Untuk diketahui, Romain membuat konsumen konsumsi bahan bakar pada motor temuannya sangat efisien,

seefisien 1 liter air per 100 Km. Selanjutnya, Romain menyatakan berat mesin motor bertenaga nuklir itu cukup ringan dan hanya 55 kg. Jauh lebih ringan dari sepeda motor kelas bebek yang menjamur di Indonesia. (*)

Digosipkan, Tenang-tenang saja ........................ dari hal. 1 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (31/5). Dara mengaku, tidak tahu darimana asal muasal gosip itu. Dia tahu dirinya digosipkan pacaran dengan mantan suami Okie Agustina itu dari situs Facebook. “Katanya aku lagi dekat sama Pasha. Ih gosip dari mana? Aku sih ketawa aja. Ya selama eng-

gak aneh-aneh sih, enggak apaapa,” ujarnya. Ditanya, tidakkah mempersoalkan status Pasha duda dengan tiga anak, Dara tak menjadikan itu sebagai perkara besar. “Aku sih enggak masalah. Kalau suka sama Dara, bolehboleh saja. Aku sih menanggapinnya ketawa saja ada gosip

seperti itu. Pas nonton tv diberitakan itu, aku sih ketawa,” jelasnya. Sementara itu, Okie mengungkapkan bahwa saat ini Pasha memang sedang menjalin asmara dengan seorang perempuan. Tapi bukan Dara. Perempuan itu dari kalangan orang biasa, bukan artis. pW-031

Kepala BKKBN Provinsi Bali, Drs Ketut Sutjita MSi saat membuka pelatihan PLKB/PKB baru kabupaten/ kota seBali di Denpasar, Senin. Foto.FB/ humas

PLKB Diminta Garap Pusmupar

Angka Kelahiran di Bali masih Tinggi DENPASAR-Fajar Bali Peran petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dalam mensukseskan program keluarga berencana (KB) di Bali cukup besar. Untuk itu PLKB harus lebih diberdayakan dan siap bekerja lebih keras lagi, Hal itu diungkapkan Kepala BKKBN Provinsi Bali, Drs Ketut Sutjita MSi ketika membuka pelatihan PLKB/PKB baru kabupaten/kota se-Bali di Denpasar, Senin (31/5) kemarin. Dalam melaksanakan tugas ke depan, demikian Sutjita menambahkan, petugas lapangan keluarga berencana harus lebih fokus menggarap pasangan usia subur muda paritas rendah (Pusmupar) dalam partisipasi program KB, sehingga dapat menurunkan tingkat angka rata-rata kelahiran atau total fertility rate (TFR) di Bali yang masih relatif tinggi, yaitu 2,1 %. “Sebagai ujung tombak program, PLKB/PKB harus mampu melakukan komunikasi, serta memberikan informasi dan edukasi terutama kepada para pasangan usia subur muda paritas rendah, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran dari dalam diri mereka sendiri untuk berpartisipasi program KB, bukan karena dorongan atau indoktrinasi dari petugas,” ujar Sutjita.

Menurut mantan Kepala BKKBN Provinsi Maluku ini, angka TFR di Bali sejauh ini, selalu mengalami pasang surut yang sangat tajam, bahkan relatif stagnan sehingga sangat mengkhawatirkan perkembangan kependudukan di pulau Dewata. Untuk itu,tambahnya, PLKB/ PKB sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program KB, harus mampu menanamkan kesadaran kepada masyarakat, terutama para pasangan usia subur muda tentang pentingnya merencanakan keluarga menuju keluarga yang berkualitas. “Saat ini, program KB tidak lagi semata-mata dipandang sebagai bagian dari kesehatan reproduksi esensial, tetapi telah bergeser menjadi bagian integral dari kependudukan yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan,” ungkapnya. Jumlah PLKB/PKB di Bali, diakui Sutjita, dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penyusutan, menyusul pelaksanaan otonomi di masing-masing kabupaten/kota yang membawa dampak bagi pelaksaan program KB. Padahal, jumlahnya mencapai 1.500 orang, namun tidak sedikit PLKB/PKB yang merangkap hingga dua sampai tiga desa.

“Idealnya, setiap desa terdapat satu PLKB/PKB sehingga diharapkan setidaknya mampu menekan laju TFR,” tambah Sutjita. Hal ini juga diyakini oleh salah seorang peserta dari Desa Candikusuma Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Yeni Kodi Nanga. “Dengan adanya PLKB/PKB di setiap desa, saya optimis mampu menurunkan TFR dengan lebih fokus menggarap pasangan usia subur muda paritas rendah,” tukas bidan asal Sumba, NTT ini. Sebelumnya Sutjita mengakui, ada pergeseran pandangan dari sebagian masyarakat Bali bahwa program KB sudah tidak relevan lagi. Pandangan seperti ini umumnya datang justru dari masyarakat menengah ke bawah. Sedangkan masyarakt menengah ke atas justru berpandangan program KB adalah pilihan tepat untuk mewujudkan keluarga sejahtera. Sebab, dengan jumlah keluarga kecil, kita akan dapat meningkatkan kualitas kehidupan anak itu sendiri. Sutjita juga kurang sependapat kalau ada masyarakat enggan ber-KB karena alasan biaya. “Tidak ada itu, pemerintah sudah menyiapkan dana bagi warga miskin yang ingin ber-KB,” jelasnya. p R-003

Wilayah Kodam Udayana Sangat Strategis ......................................... dari hal. 1 Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Tuisutta dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Pangdam IX/ Udayana Brigjen TNI Rachmat Budiyanto pada Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 53 Kodam IX/Udayana di Lapangan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, Senin (31/5). Perayaan Hari Jadi Kodam Udayana yang diperingati setiap tanggal 27 Mei itu, baru dapat dilaksanakan akhir bulan ini mengingat padatnya kegiatan Kodam Udayana terkait dengan tugas-tugas pokoknya di wilayah ini. Kasad menjelaskan lagi, keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat maupun budaya dan agama yang ada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara merupakan wujud Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena itu Kasad minta, Heterogenitas kebhinekaan itu

harus dapat dikelola dengan baik, agar menjadi kekuatan yang mampu membawa daerah ini kearah yang lebih baik dan lebih maju. Sebagai daerah yang berbatasan darat dengan negara tetangga, tentunya memiliki berbagai persoalan yang setiap saat dapat mengganggu stabilitas keamanan bagi kedua negara. Hal ini harus senantiasa diantisipasi, dengan melakukan koordinasi yang ketat dengan pihak dan instansi terkait yang bertugas di perbatasan kedua Negara. Berkaitan dengan hal tersebut, bagi para prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan, hendaknya menyadari bahwa keberadaannya bukan sekadar menjaga garis batas, penjaga pelintas batas, namun tugas utamanya adalah sebagai penjaga kedaulatan negara, penjaga keutuhan wilayah dan pelindung

keselamatan rakyat di wilayah ini. Sebagai daerah tujuan wisata, Kasad mengingatkan, wilayah Kodam Udayana khususnya Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya, telah menjadi milik dunia, karena itu setiap permasalahan yang timbul di wilayah ini akan berdampak luas dan bersinggungan langsung dengan masyarakat internasional. “Begitu strategisnya wilayah Kodam Udayana ini, maka untuk meningkatkan pemberdayaan wilayah pertahanan darat yang tangguh, perlu dilakukan upaya penyiapan potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan, meliputi wilayah pertahanan beserta kekuatan pendukungnya. Sesuai dengan Sishanta, melalui Pembinaan Teritorial,” ungkap Kasad. Kasad minta kepada Prajurit Kodam Udayana agar memaha-

mi fungsi pembinaan teritorial dan giatkan pembinaan teritorial secara benar serta implementasikan secara terus menerus, melalui berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat. “Kemanunggalan TNI Rakyat merupakan roh yang teruji mampu menjadi kekuatan tangguh dalam mengatasi berbagai bentuk ancaman. Melalui kebersamaan TNI dengan rakyat, maka setiap pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawab Kodam Udayana akan dapat diselesaikan dengan baik,”kata Kasad mengakhiri amanatnya Peringatan Hari Jadi Kodam IX/Udayana ke-53 tahun ini yang berlangsung sederhana dilanjutkan dengan acara syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pangdam di damping Ny. Ratna Rachmat dan diserahkan kepada prajurit Kodam IX/Udayana termuda. pR-003

Silang Pendapat Dewan Soal Sumber Klampok ................................. dari hal. 1 “Jika ada tanah yang belum dikelola, sebaiknya diberikan kembali kepada Pemprov Bali. Tentunya, agar dimanfaatkan untuk kepentingan lain,” sebut dia. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya, mengaku akan mendukung sikap Pemprov. Bali mendata kembali aset-aset provinsi yang terbengkalai. Bahkan, untuk mendukung Pemprov. Bali, dalam waktu dekat Komisi I DPRD Bali berencana untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Aset Daerah. Pansus Aset Daerah,

jelas Arjaya, nantinya juga akan menggali asal usul asset tersebut. “Namun, pembentukan Pansus ini butuh anggaran. Pada anggaran perubahan nanti rencananya kita usulkan,” ucapnya. Sedangkan Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali, Putu Suardhika mengatakan, rencana penertiban lahan seluas 650 Ha di Sumber Klampok didasari oleh hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan Pemprov Bali mendapatkan status disclaimer. “Alasan kita karena disclaimer. Kan malu

kalau kita terus begitu,” ujar Suardhika. Pada kesempatan tersebut, Suardhika juga membantah jika Pemprov Bali dikatakan ingin merebut lahan yang sudah ditempati oleh warga di Sumber Klampok. Menurutnya, Pemprov Bali hanya berkeinginan untuk mendata kembali aset pemprov yang selama ini terbengkalai. Dikatakan juga, jika memang lahan pemprov sudah dimanfaatkan, harus diketahui juga status lahan tersebut apakah Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Usa-

ha (HGU) atau sudah disertifikasi. “Yang kita maksud merebut bukan dalam pengertian yang sesungguhnya. Tapi yang kita maksud adalah mendata ulang, itu yang perlu saya klarifikasi,” jelasnya. Lebih jauh dikatakan, jika masyarakat sudah memiliki sertifikat atas lahan yang ditempatinya, maka Pemprov Bali akan memberikan hak itu. Pemprov Bali, kata dia, akan mengacu pada prosedur hukum yang ada. “Salah besar kalau kami dituding akan merampas tanah warga,” tegas Suardhika. pW-033

Habis Dicabuli, Ditenggelamkan di Cubang ........................................ dari hal. 1 Saat itu, sekitar pukul 12.00 wita, korban yang sedang mandi tidak “ngeh” ada saudaranya. Pelaku yang datang dengan tiba-tiba langsung mendorong korban dengan kedua tangannya kedalam bak yang berisi air dengan ketinggian 180 cm. Setelah misinya berhasil, pelaku langsung meninggalkan tempat tersebut. Selang beberapa lama, sekitar pukul 12.30 wita, Ni Luh Trianti, kakak korban yang lainnya bermaksud mengambil air dicubang tempat kejadian. Saksi terkejut saat mendongakkan kepalanya melihat sesosok mayat mengambang. Wajah yang tidak

asing dimatanya membuat saksi langsung histeris. Korban yang menjadi mayat didalam cubang langsung disampaikan kepada kerabatnya. Jajaran Polsek Kubu yang mendapat laporan tersebut langsung meluncur ke TKP. Dari oleh TKP dan hasil pemeriksaan dalam tubuh korban, polisi menemukan darah pada vagina korban. Berbekal petunjuk tersebut polisi langsung mengembangkan penyidikan. Awalnya, pihak kepolisian memanggil orang tua korban Ketut Suamba. Saat di introgasi Suamba membantah tidak pernah melakukan pencabulan terhadap anaknya. Dia mengaku saat itu

dia sedang berada di tegalan. Selanjutnya, karena kurang puas dengan keterangan ayah korban, polisi langsung mengarahkan kecurigaannya kepada Susanta. Awalnya, Susanta memberi keterangan plin-plan. Namun, setelah didesak, pelakupun mengakui ulah bejatnya. ‘’Saya takut ketika dia mengancam akan mengadukannya,’’ujar Susanta kepada penyidik. Pelaku mengaku telah menyetubuhi adiknya lebih dari sekali. Pertama kali dilakukan pada Jumat (28/5) dikamar rumahnya. Namun saat itu tidak tembus. Selanjutnya, pada Minggu (30/ 5) kembali dilakukan dan berha-

sil menembus keperawanan adiknya hingga vagina sang adik berdarah dan robek 3 cm. Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berupa satu buah rok pendek, satu buah celana dalam dan sepasang sandal jepit. ‘’Sekarang mayat korban sedang dimintakan visum ke RSUP Sanglah,’’ujar Kapolsek AKP Dewa Nila Candra seijin Kapolres AKBP Heny Harsono. Perbuatan bejat pelaku dijerat dengan pasal 340 sub pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun hingga 20 tahun penjara, dan pasal 81 UU Perlindungan anak. pM-030


Halaman

POLITIK

12

Selasa, 1 Juni 2010, Tahun IX

Golkar Jembrana Jaring Balon Bupati FB/Dok

Sudah Masuk 7 Nama, Didominasi Kader

Gugatan Sukaja-I Gusti Ngurah Anom (Sukarno) atas hasil Pilkada akhirnya ditolak MK

MK Tolak Gugatan Sukarno TABANAN-Fajar Bali Putusah Mahkamah Konstitusi (MK) atas permohonan keberatan penetapan Bupati Kepala Daerah dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Tabanan, menolak seluruh permohonan Tim Sukarno, Senin (31/5) kemarin. Keputusan itu tercantum dalam nomor perkara : 7/ PHPU.D-VII/20010 tertanggal 31 Mei 2010, dengan judul perkara permohonan keberatan atas penetapan Bupati Kepala Daerah/ Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Tabanan. Selaku pemohon I Wayan Sukaja dan I Gusti Ngurah Anom Kuasa Pemohon W Warsa T.Bhuwana SH,MM dkk. Selaku Termohon KPU Kabupaten Tabanan. I Wayan Sukaja ketika dihubungi sesaat setelah putusan pemohon dibacakan MK mengatakan akan menempuh jalur

hukum lainnya. “Dikalahkan di MK, kita akan lewat jalur PTUN,”jelasnya singkat. Seperti diketahui, I Wayan Sukaja dan I Gusti Ngurah Anom (Sukarno) merasa tidak puas dengan hasil Pilkada Tabanan yang digelar 4 Mei lalu. Ketidakpuasannya itu, karena adanya dugaan kecurangan di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) oleh oknum tertentu untuk memenangkan pasangan lain. Selain kecurangan, diduga kuat kemenangan calon lain sarat dengan money politick (politik uang,red). Atas peristiwa itu, pasangan Sukarno menggugat KPUD Tabanan ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang akhirnya memutuskan menolak gugatan Sukarno. Mahkamah Konstitusi pada Senin menggelar delapan per-

sidangan terkait hasil pemilihan kepala daerah atau pilkada yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, Ketua MK Moh Mahfud MD memperkirakan, dari 244 pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dijadwalkan terselenggara selama 2010, sebanyak 25 persen atau seperempat di antaranya akan dipermasalahkan di MK. “Kami telah siap mengantisipasi 244 pilkada itu, tetapi mungkin yang masuk ke MK hanya 25 persen,” kata Mahfud di Gedung MK Jakarta, Kamis (27/5). MK sendiri untuk mempersiapkan banyaknya gugatan PHPU telah menyiapkan tiga panel hakim, sehingga banyak perkara bisa disidangkan secara bersama-sama dalam satu hari. pW-018

Terkait sejumlah nama-nama yang bakal disurvei,menurut Ketua DPD Golkar Jembrana, Made Suardana ketika ditemui Senin (31/5) kemarin, mengatakan, dari sejumlah nama-nama ini akan diserahkan kembali ke DPD tingkat I. Selanjutnya akan dibahas pada rapat DPD. Ketika disinggung soal Gede Patriana Krisna putra Bupati Jembrana I Gede Winasa, yang dikabarkan akan masuk lewat pintu Golkar, ditepis oleh Suardana. Dia menekankan, sampai sekarang ini Patriana secara resmi belum ada menyampaikan ke Golkar untuk maju sebagai kandidat. Partainya tetap menjalin komuniksi dengan siapa saja. Ketujuh nama-nama yang disebut itu, merupakan hasil pengerucutan dari 26 nama yang terdaftar dan dilakukan survei. Dari 26 nama tersebut, termasuk di antaranya ada nama Patriana Krisna (ipat),Kartikajaya, dan sejumlah

Partai Golkar Jembrana mulai mempersiapkan figur-figur yang cocok untuk dijadikan bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati Jembrana pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang tinggal hitungan bulan ini. NEGARA-Fajar Bali Pada rapat di DPD Partai Golkar Jembrana, Minggu lalu muncul sejumlah nama yang terdaftar sebagai bakal calon, apalah di balon bupati atau wabup. Ada tujuh nama yang tercatat, di antaranya didominasi kader, Made Suardana (Ketua DPD Partai Golkar Jembrana), Ketut Suania (Ketua Wantimbang Golkar Jembrana), Wayan Suardika, Nyoman Birawan, Hardiawan, Sriwigunawati (pengurus DPD Golkar Bali) dan AA. Cipta Negara.

ditengarai berada di kapal Mavi Marmara. PPP juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengirim surat protes ke Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) atas serangan Israel ke jalur Gaza sebelumnya. PPP meminta kepada Israel dan Palestina untuk mengedepankan perdamaian melalui forum dialog sekaligus menjauhi tindakan kekerasan yang akan memakan korban jiwa lebih banyak. “PPP meminta kepada kedua negara untuk menjunjung tinggi seluruh perjanjian damai yang telah disepakati,” kata Romy, panggilan akrab Romahurmuziy. Informasi yang dihimpun, jumlah korban akibat serangan tentara Israel ke Kapal Mavi Marmara hingga kini masih simpang siur akibat terputusnya informasi dari kapal yang bantuan kemanusiaan untuk

masyarakat Palestina melalui lembaga kemanusiaan Insani Yardim Fakvi (IHH) Turki itu. IHH merupakan lembaga kemanusiaan Turki yang menjadi koordinator tim bantuan kemanusiaan itu. Dalam sejumlah situs internet, korban tewas semula disebutkan tiga orang kemudian berubah lagi menjadi sepuluh orang dan kini dikabarkan menjadi 16 orang namun validitas maupun identitas korban belum dapat dipastikan. Sementara itu, sebanyak 12 WNI dikabarkan ikut menjadi relawan di kapal tersebut dan hingga kini belum diketahui nasibnya. Ke-12 orang tersebut adalah empat relawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), empat relawan Medical Emergency Recue Committe (MER-C), seorang wartawan TVOne dan tiga relawan dari Sahabat Al AqshaHidayatullah. pant

Gede Winasa

Golkar Yakin Menang 11 Pilkada di Jatim

Mendagri: Taati Tahapan Pilkada

Ketua Umum Partai Golkar (PG) Aburizal Bakrie optimistis partainya akan unggul di 11 kota/ kabupaten dari 18 daerah yang menggelar pemilihan kepala daerah di Jawa Timur. PERNYATAAN itu dikatakan Ical saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah Golkar Jawa Timur 2010 yang mengangkat tema ‘Suara Golkar Suara Rakyat’.”Saya optimistis 11 dari 18 daerah pemilihan di Jatim, kader Golkar akan unggul,” kata Aburizal di Surabaya, Senin 31 Mei 2010. Dikatakan, pernyataan optimistis itu juga dikuatkan dengan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Terbukti, saat ini di 3 kota/kabupaten di antaranya Lamongan bupati terpilih adalah dari PG, se-

DPR Setuju Beli Pesawat Kepresidenan JAKARTA-Fajar Bali DPR menyetujui rencana pemerintah untuk membeli pesawat terbang jenis jet untuk pesawat kepresidenan dalam melaksanakan tugas-tugas kenegaraan. Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap mengatakan, DPR prinsipnya menyetujui rencana pemerintah untuk membeli pesawat kepresidenan. “Menteri Sekretaris Negara sudah menjelaskan tujuan, kepentingan, dan pertimbangan pemerintah untuk membeli pesawat kepresidenan. Saya kira banyak keuntungan yang bisa diraih dengan memiliki pesawat kepresidenan, baik lebih efisien dan

praktis, lebih hemat, serta bisa menjadi simbol kebanggaan negara,” kata Chairuman Harahap usai rapat kerja dengan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di Gedung DPR, Jakarta, Senin. Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi pada rapat kerja dengan Komisi II DPR menjelaskan, pemerintah akan membeli pesawat terbang jenis jet untuk pesawat kepresidenan. “Rencana pemerintah membeli pesawat kepresidenan tersebut dengan pertimbangan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta pelayanan operasional terhadap Presiden dan Wakil

Presiden,” kata Sudi Silalahi. Dikatakan Sudi, jika Presiden dan Wakil Presiden memiliki pesawat kepresidenan maka dalam menjalankan tugas-tugasnya akan lebih efisien dan praktis sekaligus bisa menghemat anggaran negara sekitar Rp114 miliar per tahun. Apalagi, katanya, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang yang dijangkau menggunakan transportasi udara. Sudi menambahkan, dengan memiliki pesawat kepresidenan maka bisa menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat sekaligus lebih hemat daripada

dengan tahapan-tahapan,” ujarnya. Mengenai Perbupnya, akan mengikuti sesuai dengan RAB yang diajukan KPUD Jembrana sebesar Rp 6,3 miliar. Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya surat mengenai Pilkada Jembrana yang dinanti-nanti dari KPU Pusat akhirnya turun. Surat KPU Pusat dengan nomor 323/KPU/V/2010 mengenai juklak Pilkada tersebut tertanggal 27 Mei 2010. Surat tersebut pada intinya, menyampaikan kepada KPUD Jembrana agar tetap menyelengggarakan tahapan Pilkada dengan metode mencoblos sesuai dengan pasal 88 UU No 12 tahun 2008. Selanjutnya, dalam surat yang ditandatangani Ketua KPU Pusat H.A Hafiz Anshary tersebut menyebutkan tahapan Pilkada dapat dimulai pelaksanaannya apabila nota kesepahaman (MoU) mengenai besaran anggaran dan Perbup tentang norma dan standar belanjar Pilkada telah ditetapkan. Perencanaan tahapan dan jadwal wajib mengacu kepada peraturan KPU No 62 tahun 2009. Dalam pelaksanaan tahapan, KPUD Jembrana agar selalu berkoordinasi dengan KPUD Bali dalam proses supervisi pelaksanannya. pW-016

harus mencarter pesawat komersial setiap akan berkunjung ke daerah atau ke luar negeri. Soal anggaran, kata Sudi, pemerintah sudah menganggarkan dana sejak tahun 2004 hingga 2009 sebesar Rp200 miliar melalui Kementerian Keuangan. Soal jenis pesawat yang akan dibeli yakni pesawat jet produksi Boeing, menurut Sudi, karena spesifikasi pesawat tersebut sesuai dengan kebutuhan. Ditambahkannya, soal spesifikasi pesawat dikonsultasikan dan dibahas secara rinci dengan TNI Angkatan Udara, PT Garuda Indonesia, dan pihak terkait lainnya.pant

FB/Dok

JAKARTA-Fajar Bali Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengutuk serangan tentara Israel atas kapal Mavi Marmara yang membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina. Wakil Sekretaris Jenderal PPP Muhammad Romahurmuziy, di Jakarta, Senin, mengatakan, serangan tentara Israel ini menegaskan perilaku Israel sebagai bangsa yang antikemanusiaan dan antiperdamaian. “Semakin jelas bahwa Israel adalah negara penghambat terwujudnya perdamaian dunia di Timur Tengah,” kata Romahurmuziy. Dikatakannya, PPP meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara bilateral maupun melalui lembaga multilateral guna menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang

1. Made Suardana, Ketua DPD Partai Golkar Jembrana 2. Ketut Suania Ketua Wantimbang Golkar Jembrana 3. Wayan Suardika 4. Nyoman Birawan 5. Hardiawan 6. Sriwigunawati, Pengurus DPD Golkar Bali 7. A.A Cipta Negara

NEGARA- Fajar Bali Gong Pilkada Jembrana sudah mulai ada kepastian. Pasca turunnya surat KPU Pusat ke KPUD Jembrana mengenai Pilkada Jembrana, kini akan dilanjutkan dengan penandatangan MoU dana hibah untuk Pilkada Jembrana,yang dilakukan Bupati Jembrana I Gede Winasa dengan KPUD Jembrana. Penandatanganan MoU direncanakan dan dijadwalkan tanggal 3 Juni mendatang, dan dilakukan secara bersama-sama di Hotel Jimbarwana. Hal tersebut disampaikan, Kepala Kantor Kesbang Linmas Jembrana, Suherman ketika ditemui Senin (31/5) kemarin. Suherman menjelaskan, sebelumnya MoU sempat sudah diteken oleh bupati,tetapi oleh KPUD Jembrana meminta untuk direvisi kembali, karena penandatanganan harus dilakukan bersama-sama dan disaksikan sejumlah pihak. Jika sudah diteken, selanjutkan dana hibah tersebut segera untuk dicairkan dan dimasukan ke rekening KPU. Dana untuk Pilkada, tetap Rp 6,3 miliyar. Selain itu, katanya bupati tidak mempermasalahkan berapapun RAB asalkan sesuai dengan perundang-undangan. “Kami tak ingin ada hambatan terkait

akan nama-nama yang akan masuk dalam struktur baru pengurus Partai Demokrat. Ia menambahkan, semua menteri dari Demokrat akan masuk dalam dewan pembina. “Saya juga tidak akan masuk pengurus, tapi masuk dewan pembina,” katanya. Sebelumnya, Anas Urbaningrum usai terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres II di Bandung, 21-23 Mei 2010, menyatakan akan menggandeng kubu pesaingnya yaitu Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie di dalam kepengurusan 2010-2015. pFB/Net

PPP Kutuk Serangan ke Mavi Marmara

Tujuh Nama Balon Bupati dari Partai Golkar

Dana Pilkada Tetap Rp 6,3 Miliar

FB/Dok

FB/Dok

Syarif Hasan

kandidat di Pilkada Jembrana. Menyadari Golkar Jembrana, suara pada pileg lalu hanya 12,43 persen, maka dipastikan akan berkoalisi dengan parpol lainnya. Belakangan ini tampaknya akan melakukan koalisi dengan Gerindra. Dengan berkoalisi dengan Gerindra, suaranya sudah cukup untuk mengusung kandidat. Ketika disinggung soal Baliho Bersama yang bakal dipasang di 51 desa di seluruh Jembrana, Suardana mengaku keputusan itu, nanti ada di tingkat I. pW-016

Mou Dana Hibah Pilkada Jembrana Segera Diteken

Pengurus Baru Demokrat Diumumkan Pekan Ini JAKARTA-Fajar Bali Politisi Partai Demokrat Syarif Hasan mengatakan, struktur kepengurusan baru Partai Demokrat akan diumumkan pekan ini. “Paling lambat minggu ini,” kata Syarif yang juga Menteri Koperasi dan UMKM di kompleks Istana Presiden Jakarta, Senin. Syarif juga membenarkan bahwa sejumlah tokoh Partai Demokrat termasuk Ketua Umum Anas Urbaningrum telah berkumpul di kediaman Ketua Dewan Pembina di Cikeas, Bogor, Minggu (30/5). Namun Syarif mengatakan, pertemuan itu belum membicar-

figur calon lainnya. Namun Golkar mengerucutkan menjadi tujuh nama. Selanjutnya, tujuh nama ini akan dikerucutkan kembali, sehingga nanti pertengahan Juni mendatang sudah ada kata final siapa yang pantas sebagai bakal calon. “Jika surveinya bagus akan kita jadikan paket, tetapi jika tidak akan dicalonkan sebagai N2 (Cawabup),” ujarnya. Pihaknya tetap akan berkoalisi dengan parpol lainnya, untuk memenuhi suara minimal dalam mengusung

Gamawan Fauzi dan Aburizal Bakrie

mentara di Kediri dan Ngawi kader Golkar menang untuk jabatan wakil bupati. Ical menambahkan kemenangan PG di berbagai daerah yang akan terus disusul daerah-daerah lain di Jawa Timur merupakan bukti kepercayaan rakyat terhadap kredibilitas PG. “Ini bukan hanya kemenangan Golkar, tetapi kemenangan rakyat. Terbukti, Golkar kembali mendapat kepercayaan dari rakyat utamanya di Jatim,” ujar Aburizal. Sementara itu Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta masyarakat untuk menaati hukum dan aturan yang berlaku dalam menyikapi berbagai persoalan dalam tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2010. “Demokrasi yang intinya kebebasan harus juga berdasarkan hukum, jangan melanggar hukum. Kalau kemudian membakar, merusak maka itu wilayah hukum, demokrasi harus berlandaskan aturan,” katanya di Jakarta, Senin, menanggapi peristiwa kerusuhan yang terjadi di beber-

apa daerah terkait dengan pilkada. Menurut Mendagri, permasalahan di tahapan pilkada yang terjadi di beberapa daerah, berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu yang merupakan kewenangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Permasalahan dalam pilkada misalnya karena masalah administrasi, nah silahkan itu penyelenggara pemilu yang menyelesaikan,” katanya. Tahapan pilkada dilaksanakan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Mendagri mengingatkan agar aturan dan perundang-undangan yang berlaku ini untuk ditaati, baik oleh penyelenggara, peserta pemilu, dan masyarakat. Berkaitan dengan pengamanan selama pilkada, Mendagri mengatakan, itu merupakan kewenangan kepolisian. Ia meminta agar ada koordinasi yang baik antara kepala daerah, kepolisian, dan penyelenggara pemilu untuk menjaga stabilitas di daerah selama

pemilu kepala daerah berlangsung. Daerah Rawan Sementara itu, ditemui terpisah, Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Tanribali Lamo mengatakan, pemerintah telah memetakan daerah-daerah yang rawan konflik saat pilkada. “Peta daerah rawan konflik kita sudah punya. Tapi perkiraan bisa lepas karena kondisi di lapangan terus berkembang,” katanya. Menurut dia, persoalan yang terjadi dalam pilkada di beberapa daerah seperti Mojokerto, Sibolga, Humbang Hasundutan (Sumatera Utara), akibat permasalahan dalam tahapan pilkada. Untuk mengantisipasi, ujarnya, pemerintah telah meminta pemerintah daerah untuk bekerjasama dengan unsur Muspida, dan kepolisian guna menjaga kondisi di daerah. pR-003


EPAPER FAJAR BALI