Issuu on Google+

BULETIN KASTRAT

EDISI #1

PE R S PE K TIF

ROKOK YANG TAK KUNJUNG PADAM SALAM REDAKSI Salam mahasiswa kedokteran :) Perkenalkan! Kami anggota dari Departemen Kajian Strategis BEM FK Unsri atau bisa disingkat Kastrat. Apa itu Kastrat? Fungsinya apa? Kami ada untuk memberitahukan isu-isu baik dari lingkup kesehatan maupun global yang perlu untuk diketahui oleh anak FK. Bukan cuma itu, kami juga ingin mahasiswa FK mampu menanggapi suatu isu secara kritis, logis, dan terbuka. Kastrat ada untuk mengajak teman-teman semua untuk belajar bersama. Belajar memandang suatu permasalahan dari berbagai sisi. Belajar untuk memanaskan diri. Belajar untuk jadi lebih peduli. Semoga tulisan dari kami ini bermanfaat ya! Salam kenal, Kastrat :)

Anggota Departeman Kastrat:

Sriwulan R. Putri (PDU R/10) ● Dwi Utami P.(PDU R/10) ● Rizky Amellia Andreasari (PDU R/10) ● Retno Susilowati (PDU R/10) ● Fakrocev Charlie G. (PDU R/10)● Amelia (PSIK)

1

Kicauan klasik dari para pejuang rokok di Indonesia adalah soal kekhawatiran semu mereka akan terjadinya peningkatan angka pengangguran di Indonesia jika industri ini kian dikekang apalagi dibasmi sama sekali. Ketidaktegasan pemerintah dalam menangani masalah dilemma rokok ini berdampak pada berkuasanya industri rokok di Indonesia. Lihat saja di sekeliling kita, iklan-iklan rokok merajalela. Bebas dinikmati oleh masyarakat dari berbagai usia, tidak terkecuali anakanak dan remaja. Mendapatkan rokok pun bukan hal yang sulit di negara kita. Pergi saja ke warung kecil di pinggir jalan, semuda apapun usia kita tidak akan ada kita temukan larangan untuk membeli rokok. Sel ain itu, strategi pemasaran produk rokok di Indonesia bisa dibilang sangat kreatif dan inovatif. Di satu sisi mereka ikut

memajukan kreativitas anak muda di Indonesia, seperti film/band indie. Dengan slogan produknya masingmasing yang mengajak kita untuk berbuat baik tapi juga ikut menjerumuskan kita pada perenggut nyawa yang tak terelakkan. Produk tembakau ini dikemas sangat atraktif dan inovatif. Ditampilkan juga sosok pahlawan, ekslusivitas, serta pribadi yang elegan di setiap iklannya.Kurangnya controlling dari pemerintah hanya berujung pada kalimat tidak asing yang bisa dipastikan semua rakyat Indonesia sudah hafal “Merokok dapat menyeb ab kan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.” Bayangkan, satu kalimat preventif melawan ribuan iklan rokok (TV, radio, eventevent besar, billboard, banner, dll) setiap harinya. Sampai sekarang, Indonesia

Asap tembakau masih leluasa merasuki setiap raga masyarakat Indonesia. Tua dan muda. Kaya dan miskin.

masih menjadi satu-satunya Negara di Asia Pasifik yang belum juga meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Apa itu FCTC? FCTC adalah suatu hukum internasional dalam pengandalian tembakau. Perjanjian ini mempunyai kekuatan mengikat secara hukum (internationally legally binding instrument) bagi negara-negara yang meratifikasinya. Awalnya, FCTC dibuat setelah adanya catatan kematian akibat tembakau yang mencapai 6 juta orang per tahun, terutama di negaranegara berkembang. Pada tahun 1999 beberapa anggota


PERSPEKTIF

KASTRAT BEM FK UNSRI

ROKOK YANG TAK KUNJUNG PADAM Naskah FCTC dirancang sejak tahun 1999 dan selesai disusun oleh WHO pada bulan Februari 2003 setelah melalui enam kali pertemuan negosiasi internasional dan beberapa kali pertemuanpertemuan regional.

consumption and exposure to tobacco smoke by providing a framework for tobacco control measures to be implemented by the Parties at the national, regional and international levels in order to reduce continually and substantially the prevalence of tobacco use Pemerintah Indonesia and exposure to tobacco berperan aktif dalam semua smoke� pertemuan internasional yang d i s e l e n g g a r a k a n o l e h An eh n ya, keti ka duni a I n t e r g o v e r n m e n t a l internasional sudah sadar diri Negotiating Body (INB) di akan pentingnya melindungi Geneva (sebanyak enam umat manusia dari dampak k a l i ), m au pun d a l a m berbahaya rokok, mengapa pertemuan regional antara pemerintah Indonesia masih negara-negara anggota WHO belum terlihat melakukan Kawasan Asia Tenggara suatu usaha yang bermakna? (WHO SEARO) dan ASEAN. Di kancah internasional, Pemerintah Indonesia Indonesia semakin gencar diwakili oleh Departemen d i perg u nj i ng kan karena Kesehatan, Departemen Luar dianggap tidak kooperatif Negeri, Departemen dalam meningkatkan taraf Perindustrian dan kesehatan di dunia. Serta, Perdagangan, Departemen ketidaktegasan pemerintah Keuangan, dan Badan terhadap peraturan rokok di Pen g awas Ob at d an Indonesia membuat negara ini Makanan. dijadikan sasaran empuk bagi FCTC lahir untuk melindungi para produsen rokok yang ada generasi penerus dari di dunia. berbagai dampak buruk Dikutip dari sumber ifpdd.org, tembakau. sampai saat ini eksistensi “The objective of this produksi rokok masih sulit Convention and its protocols untuk diregulasi. Hal tersebut is to protect present and terjadi antara lain karena future generations from the kehadiran industri rokok yang devastating health, social, dilematis. Dampak berbahaya environmental and economic rokok yang mengancam consequences of tobacco kesehatan, ekonomi, sosial 2

dan lingkungan tidak perlu diperdebatkan lagi, namun kenyataan bahwa industri t er sebu t me mberi kan kontribusi yang besar melalui pendapatan cukai dan sektor ketenagakerjaanlah yang selalu dijadikan alasan bagi pemeri n tah RI untuk melindungi industri dari segala bentuk regulasi, termasuk kesepakatan internasional berupa Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau. Poi n- poi n kesepakatan internasional yang tertuang dalam Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) tersebut dikhawatirkan akan mematikan industri rokok, salah satu industri yang masuk dalam paket 10 i ndu stri yan g h aru s d ikembang kan d al am Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) sampai tah un 2 025 . . Pertanyaan yang timbul adalah, apakah argumen tersebut terbukti? Apakah langkah yang diambil oleh pemerintah RI sudah tepat? Dari sumber tersebut diuraikan hasil penelitian yang dapat dibaca sendiri di sini. Intinya, kebijakan kenai k an c ukai yang pemerintah lakukan selama

AR, Bocah perokok asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan yang telah menggegerkan dunia internasional pada tahun 2010 saat ia masih berusia 2 tahun

Anehnya, ketika dunia internasional sudah sadar diri akan pentingnya melindungi umat manusia dari dampak berbahaya rokok, mengapa pemerintah Indonesia masih belum terlihat melakuka n suat u u s a ha ya n g bermakna?

1,9 % anak di usia 4 tahun merokok. Salah satunya Had Ilham (8) anak asal Sukabumi yang sudah merokok sejak usia 4 tahun.


EDISI #1

ini tidak berdampak pada apapun kecuali kemajuan dari industri rokok di Indonesia. Adanya kenaikan harga (karena kenaikan cukai) dari tahun ke tahun tidak lantas menurunkan permintaan konsumen akan produk rokok. Jika dihubungkan dengan teori ekonomi, fungsi permintaan terhadap produk rokok bersifat inelastis, karena produk rokok bersifat adiktif. Yang perlu pemerintah khawatirkan bukanlah terciptanya pengangguran dan turunnya pendapatan cukai akibat implementasi poin-poin FCTC, karena pada dasarnya implementasi poin-poin FCTC terbukti meng un tun gkan , mengacu pada kenyataan yang terjadi di negara-negara konsumen produk tembakau terbesar di dunia (dimana Indonesia kini telah naik posisi dari nomor 5 menjadi nomor 3); sementara kini tembakau diperkirakan menyumbangkan kematian sebesar 5,000,000

KASTRAT BEM FK UNSRI

orang di dunia melebihi kematian akibat tuberculosis, malaria dan HIV/AIDS, dan di 2030 kematian akibat konsumsi tembakau akan melebihi 8,000,000 orang per tahun . Yang perlu pemerintah khawatirkan adalah penurunan pendapatan cukai dan terciptanya pengangguran yang bersumber dari lobi industri rokok itu sendiri, karena pada dasarnya perusahaan-perusahaan dalam industri rokok mampu membentuk kartel d a l a m u p a y a mempengaruhi kebijakan pemerintah RI yang seharusnya melindungi d u a pertig a warg a negaranya yang tidak merokok (prevalensi merokok orang Indonesia usia 15 tahun ke atas per 2004 telah mencapai 34.4%) dan membantu para perokok berhenti

merokok. Terlebih lagi, Indonesia telah menyumbangkan nyaris 50% dari jumlah perokok Asia Tenggara. (ifpdd.org) Semuan ya memang bergantung pada niat pemerintah kita. Ingin melindungi masyarakat dari mara bahaya yang tak terhitung jumlahnya atau mempertahankan industri rokok yang pada dasarnya tidak merugi secara signifikan?

MAHASISWA: PEJUANG PENGENDALIAN TEMBAKAU DI INDONESIA

Jakarta, Rabu, 8 Februari 2012, Hotel Maharani, 9 org ani sasi mah asi swa membacakan pernyataan sikap dan petisi yang mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RPP (Ranc angan Pe ratu ran Pemeri ntah ) Temb akau . Mahasiswa merasa geram 3

karena semestinya RPP ini sudah disahkan 1 tahun sejak ditetapkannya UU Kesehatan No. 36/2009 namun kenyataanya sudah 3 tahun berlalu dan kejelasan RPP itu masih menggantung. Kesembilan organisasi itu adalah Center for Indonesian Medical Student's Activities, Ikatan Lembaga Mahasiswa

Ilmu Keperawatan Indonesia, Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia, Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran

Ikatan Senat

Indonesia ,

Kesehatan

Mahasiswa Masyarakat

Indonesia, Mahasiswa

Jari ngan Kesehatan

karena pada dasarnya perusahaan-perusahaan dalam industri rokok mampu membentuk kartel dalam upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah RI yang seharusnya melindungi dua pertiga warga negaranya yang tidak merokok

Sex, Lies, and Cigarettes: video tentang fakta industri dan bisnis rokok di Indonesia. Yang bias ditonton di Youtube.com. Mahasiswa yang peduli wajib nonton!


Indonesia, Pergerakan Anggota Muda IAKMI, dan Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia.

Para mahasiswa ini menuntut pemerintah untuk segera melaksanakan hal-hal yang sudah tercantu dalam RPP rokok, seperti peringatan bergambar pada bungkus rokok, melarang rokok dijual eceran atau ketengan, serta dijual pada anakanak. Para mahasiswa juga mendukung total ban, yakni pelarangan total terhadap segala bentuk iklan, promosi dan sponsor industri rokok. Selain itu, cukai rokok juga diminta agar dinaikkan minimal dua pertiga atau 70 persen dari harga penjualan.

M ahasi sw a men et apk an deadline pengesahan RPP tembakau selambat-lambatnya sampai bulan Mei 2012. Jika

tidak, maka pada tanggal 31 Mei mendatang (bertepatan dengan World No Tobacco Day) para mahasiswa tidak hanya ak an men yi apkan t al i gantungan tetapi juga akan mengadakan aksi nasional.

REFERENSI

http://bppt.jabarprov.go.id http://www.ifppd.org http://health.detik.com http://www.jpnn.com http://economy.okezone.com http://www.metrotvnews.com http://nasional.kompas.com

KISRUH HARGA BBM NAIK APRIL 2012 Harga BBM Naik, Rakyat Miskin Makin Miskin

BBM Naik Tapi Gaji Tetap, Bikin Sulit Masyarakat @sarlitosarwono: Harga BBM bikin kisruh krn kelamaan sosialisasi. Di jaman pak Harto BBM naik jm 00,diumumkan jam 21. Beres!

Harga BBM Naik, SBY Turun

Hatta Rajasa: Golkar, PKS, PPP dan PAN Setuju BBM Naik

Kodrat Wibowo: Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah bersifat sementara, paling hanya cukup untuk empat hingga enam bulan kedepan. Sedangkan harga kebutuhan pokok diperkirakan terus naik.

“Seharusnya Harga BBM Naik Tahun Lalu.�

INI SUARA MEREKA, APA SUARAMU? PERSPEKTIF

4

KASTRAT BEM FK UNSRI


Perspektif Vol 1