Page 1

Harian Umum

Jawa Pos Group

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang SENIN, 12 FEBRUARI 2018

www.karawangbekasiekspres.co.id

@korankarawangbekasiekspres

Langkah Berani Kejaksaan Dinanti Dukungan dari Masyarakat Terus Mengalir KARAWANG- Dukungan sejumlah elemen masyarakat agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang dapat segera meramp u n g k a n b e rk a s p e ny elidikan dugaan skandal megakorupsi pengadaan lahan Kampung Budaya, bukan sebatas reaksi gertakkan sambal. Hari ini salah satu kelompok masyarakat yang tergabung d i L S M Ko m p a k , a k a n menyambangi Kantor Kejari Karawang untuk memberikan dukungan dan dorongan agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas jika memang memiliki sejumlah bukti yang kuat adanya kerugian negara dalam

HARGA Rp3.000

100 Sertifikat Diberikan untuk Pelaku UMKM KARAWANG- Dinas Koperasi dan UMKM serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang di tahun 2018 akan bagikan 100 sertifikat secara gratis bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang. Untuk dapat kemudahan pembuatan sertifikat tanah secara gratis sebagai modal pinjaman ke bank.  Untuk tahun lalu pihaknya memberikan 100 sertifikat tanah gratis bagi para pelaku UMKM dan koperasi di Karawang. Tahun 2018 ini pihaknya bekerjasama dengan BPN untuk memberikan 100 sertifikat tanah lagi bagi pelaku UMKM dan koperasi.

dugaan megakorupsi ini. “Lusa dengan kekuatan penuh kami akan datangi Kejari Karawang,” kata Ketua Umum DPP LSM Kompak, Ahmad Mukron kepada awak media Sabtu (10/2). Menurut Mukron, skandal Kambud harus menjadi prioritas bagi Kejari untuk segera dituntaskan lantaran kasus itu sudah muncul sejak 2013 lalu, namun hingga kini belum juga kelar. “Jangankan kelar, menenetapkan tersangkanya saja belum,” ucapnya. Mukron memahami skandal Kambud melibatkan orang besar di Kabupaten Karawang, sehingga kasus ini sulit dituntaskan, bahkan belakangan ini ada upaya penggembosan terhadap aparat penegak hukum sendiri dari pihakpihak yang tak ingin kasus ini diproses n

“Program ini merupakan program pemerintah pusat dan kami hanya menjalankannya dengan menyiapkan para pelaku yang akan mengurus sertifikat tanahnya secara gratis,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karawang, Asep Junaedi.  Asep mengatakan, sertifikat gratis ini diberikan untuk membantu pelaku UMKM yang memiliki tanah namun tanpa sertifikat. Syaratnya, tanah tersebut tidak bersengketa dan memiliki dokumen AJB, letter C. “Sebenarnya target dari provinsi dan pusat itu 1000 sertifikat gratis, tapi kami hanya sanggup 100 sertifikat dalam setahun,” ujarnya n  Ke Hal...7

Prabowo Belum Pasti Nyapres JAKARTA- Setahun lagi hajatan akbar berdemokrasi Indonesia akan digelar, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. Sejumlah tokoh pun sudah disebut-sebut bakal ikut kontes perebutan kursi RI-I. Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Pesaing Jokowi di Pilpres 2014 silam ini, digadanggadang bakal bertarung lagi di Pilpres 2019. Desakan datang dari arus bawah partai. Namun Prabowo masih enggan membeberkan secara gamblang kesediannya untuk maju kembali. Ia masih memantau perkembangan politik tanah air.

Ke Hal...7

“Yang saya tangkap, harapan partai memang seperti itu. Saya selalu katakan, bagi saya, hidup adalah pengabdian. Saya akan lihat perkembangan. Saya akan lihat situasi. Apa yang terbaik untuk bangsa, itu yang saya jalankan,” kata Prabowo saat ditemui di kantor DPP Gerindra, di Jakarta, Sabtu (10/2). Mengabdi untuk bangsa, kata mantan Danjen Kopasus itu, adalah keinginannya sedari masih anak-anak. “Saya selalu mengutamakan kepentingan yang besar dari pada keinginan saya sendiri n Ke Hal...7

50 Penerjun Taklukkan Langit Karawang

DOKUMENTASI

SIMBOLIS: Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Dahlan Iskan, saat memberikan penghargaan InMA kepada PT Pupuk Kujang Cikampek.

KARAWANG- Lapangan Galuh Mas mendadak ramai dipenuhi oleh masyarakat sekitar yang ingin melihat pemandangan di atas langit. Rupanya ada sekitar 50 penerjun payung dari Brigade Infanteri (Brigif ) Para Raider 17 Kujang/ 1 Kostrad dan Yonif Para Raider 305 tengah melakukan latihan terjun payung. Mereka menaklukkan langit  Karawang berjuluk kota lumbung padi yang saat itu cerah. Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif ) Para

R a i d e r ( P R ) Ku j a n g / 1 Kostrad Letnan Kolonel Infanteri Riksani Gumay mengatakan, aksi terjun payung tersebut rutin diadakan setiap tahun di tempat berbeda. Kali ini, aksi tersebut di gelar di Karawang lantaran ada keterwakilan dari Yonif Para Raider 305 dalam aksi terjun payung tersebut. “Sedangkan tujuan latihan tersebut untuk melihara para penerjun agar tetap profesional dalam melaksanakan tugas. Selain itu, juga untuk meng-

hibur masyarakat dan sedikit memberikan pelajaran tentang profesionalisme dan bagaimana mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya Kepada wartawan, Sabtu (10/2). Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 305 Tengkorak, Mayor Inf Denny Juwon Pranata menuturkan, terjun payung ini merupakan latihan rutin kemampuan terjun bebas militer (TBM) satuan jajaran Brigif Para Raider 17 Kostrad n Ke Hal...7

Dahlan Berikan Tropi InMA ke Pupuk Kujang KARAWANG- PT Pupuk Kujang raih penghargaan Indonesia inhouse Magazine Award (InMA) pada ajang kompetisi tahunan Serikat Perusahaan Pers (SPS) yang dilaksanakan di Padang (7/2/18). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dahlan Iskan selaku Ketua Umum SPS Pusat kepada Indra Gunawan Kabag. Hubungan

Eksternal PT Pupuk Kujang. Penghargaan tersebut diraih PT Pupuk Kujang atas penilaian majalah internal “Buletin Kareumbi” edisi 1/2017 sebagai The Best of E-Magazine Own Enterprise Indonesia Magazine 2018. Ajang yang menjadi wahana pemacu lahirnya karya jurnalis media cetak tersebut diikuti 789 entri dengan mengangkat tema

DIJUAL TANAH SHM Lokasi sangat strategis untuk industri dan perusahaan. Berada di pinggir Jalan Raya Peruri Ciampel, Karawang (dekat Kawasan Industri Surya Cipta) Luas lahan: 7592 m2.

Hubungi: 0813 7785 6363 0818 0663 0196

“Kreativitas tanpa batas di era yang terus berubah”, demikian disampaikan Indra kepada media. Menurut Indra, pentingnya media internal selain informasi kegiatan perusahaan juga sebagai media yang efektif untuk penyampaian kebijakan dan kinerja perusahaan kepada karyawannya. Penghargaan tersebut diharapkan

akan lebih memacu kretifitas dan keterampilan jurnalis tim redaksi buletin Kareumbi PT Pupuk Kujang dalam menyampaikan informasi kepada khalayak internal perusahaan, sehingga media ini dapat dijadikan sumber informasi yang bermanfaat dan menghibur bagi karyawan dan keluarganya n Ke Hal...7

ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES

TERJUN: Para penerjun payung dari Brigif Para Raider 17 saat berhasil turun di Lapangan Galuh Mas Karawang.

Nasida Ria, Legenda Kasidah Indonesia yang Terus Bertahan (2/Habis)

Aduk-aduk Bahan, lalu Dicarikan Nada yang Pas Ketekunan membaca dan luasnya materi bacaan sang penulis membuat lagu-lagu Nasida Ria bisa akurat menggambarkan masa depan. Dalam album terbaru yang sebagian sempat diperdengarkan ke Jawa Pos, ciri khas grup legendaris itu masih terjaga. TAUFIQURRAHMAN, Jawa Pos USIANYA sudah sepuh, 70-an tahun. Tapi, kepekaan telinga KH Buchori Masruri terhadap nada masih sangat terjaga “Masuknya kurang pas, tolong

Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

JAWA POS

SISI LAIN: Suasana Latihan grup Nasida Ria.

diganti,” kata komposer utama Nasida Ria tersebut begitu Choliq Zain memperdengarkan lagu yang bercerita tentang dunia yang kian transparan. Sebelumnya, dalam perjalanan menuju rumah Buchori di kawasan Sambiroto, Semarang, Jawa Tengah, Choliq sudah memperdengarkan lagu itu kepada Jawa Pos. Lagu yang judulnya masih dirahasiakan itu bakal masuk album ke-35 grup kasidah legendaris Indonesia itu yang dirilis tahun ini. Choliq adalah pemegang kendali manajemen grup yang telah berusia lebih dari empat dekade tersebut. Hari itu, Selasa pekan lalu (31/1), masih ada beberapa calon pengisi album baru Nasida Ria lain yang juga diperdengarkannya kepada Jawa Pos yang semobil dengannya n Ke Hal...7

email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


METRO KARAWANG

SENIN, 12 FEBRUARI 2018

2

Pameran Budaya Nusantara SMPIT Harum Dimeriahkan Azis Gagap, Ditutup Donasi untuk Palestin KARAWANG– Pameran budaya dari 34 provinsi se Indonesia ditampilkan dalam pagelaran Kreatifitas Budaya Nusantara SMP Islam Terpadu (IT) Harapan Umat  di Mall KCP Galuh Mas, Sabtu (10/2) kemarin. Dalam acara yang mengusung tajuk “Gebyar Kreatifit-

as Nusantara Meningkatkan Kualitas dan Pengetahuan Anak Bangsa” ini, mengangkat kebudayaan dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, sebelum kemudian dipilih 8 terbaik, mulai dari budaya Kalimantan, Sulawesi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah. Ketua pelaksana sekaligus Guru Seni Budaya di SMPIT  Harapan Umat, Ahmad Syauqy mengatakan, setiap kelas yang ada di SMP IT  ini menampilkan kebudayaan sesuai dengan yang disepakati oleh para siswa

RAMA/KARAWANG BEKASI EKSPRES

MERIAH: Komedian, Azis Gagap saat ikut meramaikan acara Kreatifitas Budaya Nusantara SMP IT Harapan Umat.

dan wali kelasnya. Unsur yang ditampilkan dari budaya ini sendiri mulai dari lagu, tarian, atau budayabudaya yang terkait sesuai tema budaya yang diambil. ”Salah satu bidang yang ada di sekolah kami yaitu bidang Seni Budaya merupakan bidang yang sudah tidak asing lagi bagi siswa,sehingga para siswa di sini pun tidak kaget lagi saat kita akan mengadakan

acara dengan tema budaya nusantara ini sendiri” ujar Syauqy kepada KBE. Dikatakan Syauqy, acara tersebut dimaksudkan agar para siswanya dan  masyarakat Karawang dapat mengetahui budaya-budaya di Indonesia.  “Maksud dan tujuan daripada acara yang kami selenggarakan setiap tahunnya ini karena anak-anak umur segini itu kan merupakan pondasi terbaik untuk mereka menerima

Dua Bandar Sabu Diringkus Polisi KARAWANG- Dua bandar besar narkotika jenis sabu  asal Kecamatan Kotabaru diciduk Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Karawang di dua tempat yang berbeda. Dari tangan kedua pelaku, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 50,12 gram siap edar  dan uang sebesar Rp 5,45 juta diduga hasil penjualan sabu berserta alat timbangan elektrik.  “Pelaku bernama Novi Afiyudin alias Opi (30) ditangkap dirumahnya di Dusun Bakan Empang Rt 002/010, Desa Pucung, Kecamatab Kotabaru, Junat (9/2) pukul 01.30 wib. Dia merupakan seorang pengangguran dan ingin menghasilkan uang dengan mudah,  namun caranya salah malah jadi pengedar sabu,” kata Kasat Narkoba Polres Karawang, AKP Eko Condro kepada KBE, Minggu (12/2). Lanjut Eko, dari tangannya mengamankan barang bukti, satu bungkus rokok yang didalamnya terdapat 4 paket sabu, 4 bungkus besar

sabu, dan 3 bungkus sedang sabu yang disimpan disebuah tas kecil. Serta satu buah timbangan elektrik dan satu handphone yang diduga sebagai alat transaksi narkoba jenis sabu. Untuk total sabu yang diamanakan dari pelaku Novi ini seberat 41,26 gram. “Setelah kita intrograsi, pelaku mengaku beli sabu dari Pras dengan cara membeli per gramnya Rp 1,5 juta dan sistemnya ditempel di suatu tempat. Nantinya pelaku mengedarkan lagi per gram sekitar Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta. Kemudian kami kembangkan pelaku yang memasok barang haram kepada tersangka Novi,” ungkapnya.  Eko mengatakan, setelah lakukan penyelidikan, pihaknya berhasil menangkap Agus Eko Prasetio alias Prast (31). Dia ditangkap di rumahnya di Dusun Kalioyod, Desa Wancimekar,  Kecamatan Kotabaru, Sabtu (10/2) pukul 03.45 wib. Dari tangan pelaku menemuman barang bukti sabu seberat 8,86 gram, satu handphone dan uang Rp 5,4

juta yang diduga hasil dari jual barang haram tersebut.  Menur ut Eko, penangkapan pelaku ini berawal dari informasi dari masyarakat. Bahwa a da wa rga ya ng s e r i ng menjual dan mengedarkan narkotika jenis sabu d i w i l ay a h Ke c a m a t a n Kotabaru. Kemudian pihaknya dilakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku Novi dan Agus. Dia juga merupakan target operasi Satnarkoba Polres Karawang yang selama ini dicaricari, sampai saat ini pihaknya masih mengejar pelaku yang menyuplai barang haram tersebut kepada kedua tersangka (Novi dan Prast).  “Untuk memperranggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku menjadi penghuni di Rutan Mapolres Karawang. Serta dikenai pasal 114 ayat (2) jo 112 (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun atau maksimal seumur hidup bahkan hukuman mati,” pungkasnya. (rie) 

RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES.

BUKTI: Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas dari salah satu bandar yang tertangkap, Novi.

ilmu pengetahuan mengenai keanekaragaman budaya di Indonesia sendiri, agar mereka tidak menutup mata bahkan buta akan budaya dan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Terlebih lagi mereka menjadi tahu dan paham akan arti Bhineka Tunggal Ika dan faktor pengikat Indonesia yang menjadi satu kesatuan terikat ya karena budaya itu salah satunya” tuturnya. Dalam acara yang turut di-

hadiri oleh Azis Gagap dan The Jenggot ini, turut dilakukan penggalangan dana untuk Palestina dengan tujuan agar para  anak didik SMPIT Harapan Umat ini terbangun jiwa sosial dan juga jiwa nasionalisnya. Dalam kersempatan tersebut turut juga hadir Kepala SMP IT Harapan Umat Pifin Vina Fatimah dan didampingi oleh Wakil Kepala SMPT IT, Imam Khambali. (cr2)

Warga Perkotaan Masih Keluhkan Jaling KARAWANG- Meski berada di tepian kawasan perkotaan, tak menjamin tingkat kepuasan warga terhadap pembangunan infrastruktur tinggi. Seperti halnya yang terjadi di Dusun Wanasepi, Kelurahan Tungggakjati, Karawang Barat. Warga sekitar mengeluhkan drainase dan jalan lingkungan yang selama bertahun-tahun tak kunjung dapat perhatian untuk dibenahi. Junaedi (50) warga Dusun Wanasepi RT 002 RW 009 Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat, mengeluhkan tidak pernah terjamahnya oleh tangan pemerintah kelurahan kondisi jalan lingkungan (Jaling) dan jalan setapak (Japak) di dusun Wanasepi sehingga menjadi semrawut. “Malahan, masih banyak draenase yang tersumbat akibat kurang diadakan kerjabakti dari pihak kelurahan itu sendiri,” ujarnya kepada KBE, Minggu (11/02). Akibat dari kurangnya sosialisasi pihak kelurahan dengan masyarakat. Sehingga lurah Tunggakjati tidak tahu seperti apa kondisi di sekitar warganya. Bahkan sama sekali tidak pernah turun kebawah ke dusun-dusun menanyakan langsung ke warga. “Laporan dari bawahan di tingkat RW belum tentu berani laporan ke atasan di Kelurahan. Mungkin, yang dia laporkan hanya masalah pembuatan E-KTP, KK, kartu kuning dan pembuatan sebagainya. Akan tetapi, untuk kebutuhan dan keluhan warganya tidak mungkin berani dia laporkan kepimpinannya,” cetusnya. Ia menambahkan, warga Dusun Wanasepi merasa dianak tirikan oleh pemerintah kelurahan Tunggakjati. Karena buktinya, sampai sekarang kondisi lingkungan warga dusun Wanasepi tidak pernah terjamah sama sekali. “Kami mohon kepada pemerintah kabupaten Karawang, agar lebih lagi memperhatikan dusun kami ini,” harapnya. Ditempat terpisah, Nanang (45) warga dusun Wanasepi RT 009 Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat, mengatakan, sudah bosang mengingatkan agar jalan lingkungan untuk diperhatikan. Padahal dikatakannya, hampir setiap hari bila kendaraan keluar harus dicuci kembali. Karena tidak ada lagi jalan alternatif selain yang ada di depan rumah. “Apalagi sekarang musim hujan terus menerus air hujan masuk kedalam rumah. Akibat dari draenase tidak jalan sehingga membuat banjir sana sini. Kami mohon pemerintahan kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat. Sudi kiranya, datang langsung melihat warganya,” pungkasnya. (gie)

Kantor

BATU MULIA DI jual batu mulia / bahan berbagai macam stones dari harga 100 ribu perkilo Hub: Gozali Ridho tlp 087879999416

DIJUAL RUMAH Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288

BUTIK NISAY butk mnyediakn kerudung lukis, sptu mimosabi & brbgai pakaian dr anak hngga dwasa, aksesoris hingga lainnya, Hub: di Jln Raya Galuh Mas City Walk Karawang

DIJUAL TANAH KOSONG, SHM, LUAS 4.500M2 HARGA 1,2 JT/M NEGO, LOKASI KP. JAGAWANA SUKARUKUN-SUKATANI, KAB. BEKASI DEPAN JALAN RAYA, HUB : 0812 8788 8178 WA : 0878 8041 5886

DIJUAL TA N A H & B A N G U N A N S H M N O . 11 6 8 LT. 4 . 0 5 8 M 2 D A N SHM NO.443 & 322 LT. 1.889 M2.ALAMAT: JL. RAYA KATOMAS RT.06/12, DESA SUMBERSARI, PAGADEN, SUBANG. HUB. 081223814799

KEHILANGAN HILANG 1 (Satu) buah BPKB Spda Mtor Merk Honfa XL-B02R07LO, No. POL T-5572-YC. NOKA :MH1JFR112FK132098 NO MESIN : JFR1E1129816 an STNK AUDREY ADINI RATNA PUTRI Alamat : BTN Subang Jaya Blok 1 No. 23/24 RT. 040/010 Kel Karang anyar, Subang.

KEHILANGAN TELAH HILANG STNK DAIHATSU TERIOS NOPOL D-1084-XF WRNA HITAM METALIK TAHUN 2008 NOKA MHKG2CJ1J8K006965 NOSIN DBB0215 AN. IR SUWANDI

: (0267 840 8492)

KEHILANGAN HILANG BPKB MOBIL TOYOTA ACCORD TH 90 NOPOL B 2185 MT A/N TIGOR SITORUS ALMT KAV POLRI B VII/29 JAK-BAR


U HAY NG A UR LOS! B NYO

Semangat Baru Urang Subang Jawa Pos Group

SENIN, 12 FEBRUARI 2018

Menteri BUMN Turun Tangan

PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG

400 Karyawan Kena PHK Sepihak PT Rajawali Nusantara SUBANG – PT Pabrik Gula (PG) Rajawali anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) persero (Perusahaan BUMN, red) melakukan PHK massal kepada 400 karyawannya. Pemutusan kerja sepihak tanpa pesangon sepeser pun ini dirasakan oleh karyawan menjadi pil pahit dari perusahaan milik negara tempatnya bekerja selam sepuluh tahun terakhir. Mandor PG PT Rajawali Nusantara, Maryono, kedapda Metro Subang (KBE Group) dengan wajah yang menisyaratkan rasa penuh kecewa menluapkan keluhnya, PHK sepihak yang dilakukan pleh PR PT Rajawali Nusantara tak mendasar. Selain mendadak, PHK dilakukan di saat pabrik melakukan aktivitas produksi, yang tak bisa dijadikan alasan oleh perusahaan jika mengatakan pabrik akan pailit. “Kita merasa dirugikan dengan keputusan sepihak tanpa sebab, padahal ini perusahan negara, dan kita mempertanyaka. Apakah perusahaan ini bangkrut atau tidak, kalaupun bangkrut kenapa sampai saat ini PT Rajawali masih berakrifitas” ungkapnya yang mengaku sudah bekerja 10 tahun Ketidakberesan manajeman perusahaan plat merah ini semakin dicurigai oleh para karyawan. Dikatakan salah seorang karywan yang terkena PHK, Asep Lukman, belum lama ini perusahaan meminta para karyawan yang terkena PHK untuk mengajukan laman kerja baru, akan tetapi pada

ATING RUSNATIM Wakil Bupati Subang 2018

PARTISIPASI Pemilih Ditarget Naik 90 Persen SUBANG - Menjelang Pelaksanaan Tahapan Pemilukada Subang Tahun 2018, i KPU Kabupaten Subang fokus menyelesaikan pembahasan peraturan perundang-undangan sebagai acuan dalam setiap tahapan penyelengaraan pemilihan bupati dan wakil bupati Subang 2018. Ketua KUP Subang, Maman Suparman mengatakan, peraturan teknis yang saat ini sudah rampung dibahas antara lain, Pedoman Teknis Tentang Program, Jadwal dan Tahapan, Pedoman Teknis Tentang Perekrutan PPK, PPS dan KPPS, Pedoman Teknis Tentang Partisipasi Masyarakat. “Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam setiap tahapan Pilkada, sehingga pelaksanaan demokrasi lima tahunan di Kabupaten Subang bisa memenuhi harapan masyarakat. Lanjut kata Maman, pihaknya optimis partisipasi masyarakat di Pilkada serentak 2018 dan Pileg 2019 bisa naik hingga mencapai 90 persen dari pelaksanaan Pemilukada sebelumnya. Berbagai upaya pun dilakukan agar masyarakat bisa mengguna hak pilihnya pada Pemilukada nanti, di antaranya melalui pemasangan papan reklame. “Kami akan terus berupaya mendongkrak partisipasi masyarakat di Kabupaten Subang, target kami partisifasi masyarakat di Pilkada Serentak 2018 dan Pileg 2019 bisa naik menjadi 90 persen,” kata Maman. Untuk mencapai target pihak KPU tentu melakukan pemetaan potensi pemilih, khususnya pemilih pemula. “Kita akan bekerja sama dengan semua elemen, baik lembaga pendidikan atau kamunitas tertentu, media,serta tokoh masyarakat, agar mengampanyekan pentingnya pemilihan umum bagi pemilih pemula,”ujar Maman. (hrn)

Wujud Gagalnya Swasembada Gula

ISTIMEWA

proses penerimaannya juga syarat dengan kecurangan. “Kemarin karyawan yang sudah di PHK disuruh kembali mengajukan lamaran kerja, tetapi ketika kami sudah melakukan tes, ternyata tidak transparan, bahkan yang ijazah SD pun bisa lulus dibanding kami yang punya ijazah sma,” ujar pria yang telah bekerja selam 14 tahun di PT Rajawali Nusantara ini. Keluhan lain juga diutarakan para mandor yang bekerja membawahi banyak kar yawan. “Dalam pengelolaan lahan garapan kita membawa modal

sendiri untuk membayar upah pekerja, bukan uang dari pabrik, setelah panen gula, baru kita mengajukan pembayaran, dan terkadang adnimistrasinya lambat dan berbelit,” kata Mandor PG Rajawali ll Subang, Iyot yang sudah bekerja 11 tahun Lahan garapan Pabrik Gula Rajawali ll yang berlokasi di Kecamatan Purwadadi luasnya 5000 hektar dan mempunyai ribuan karyawan. “Sangat luas dan sering terjadi pencuri bibit Gula, oleh oknum,” kata Ikin Sodikin, mandor yang telah bekerja selama 12 tahun di

Pemprov Diminta Buat Jalur Alternatif SUBANG- Polres Subang dan Dishub Subang akan bekerjasama untuk kembali melakukan evalusi terhadap jalur tengkorak “ Tanjakan Emen” Ciater yang sering memakan korban jiwa. Bahkan menurut Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, jika ini terus dibiarkan, tak mustashil akan memunculkan korban berikutnya. “ Dar i ke ja d iaa n i n i kita akan tidak lanjuti ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan tindakan, karena wewenang jalur ini adalah Pemprov Jawa Barat,” ujar Kapala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Rona Mairansyah. Menurut Rona, untuk menekan tingginya angka

ISTIMEWA

kecelakaan di jalur tengkorak ini, Dishub tidak bisa bekerja sendirian, harus ada sinegritas litas instansi baik vertikan maupun horizontal. “Harus Konfrensif banyak stagholder yang ikut berperan antara lain Dinas PU, Kepolisian, satpol PP

dan Dishub sendiri. Kepada Pemprov, Kita akan menuntut dibuatkannya jalur yang aman, agar kendaaraan yang sedang mengalami masalah bisa berhenti untuk diperbaiki, dan kita akan menuntut untuk melakukan pelebaran jalan dan pemang-

kasan tebing agar tembus pandang,” kata Rona. Meskipun dari datan yang ada, dikatan Rona, kebanyakan kecelakaan di jalur tersebut disebabkan oleh factor kendaraan dan human error. “Jadi kita akan memperketat di jalur bawah untuk

mengecek kendaraan yang berpotensi kecelakaan untuk di sterilkan agr aman berkendaraan menuju jalur Ciater,” kata Rona. Pernyataan yang sama juga dikatakan Polres Subang yang sudah seharusnya jalur Ciater untuk segera di perhatikan, “Kita akan minta pelebaran jalan ke Pemprov jabar, dan sudah berkomunikasi untuk disegerakan, karena jalur ini sangat berbahaya,”ujar Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni. D i k at a k a n Jo n i , p i haknya saat ini sudah melakukan pemasangan baliho dan tanda-tanda peringatan di setiap titik rawan sepanjang jalan jalur tengkorak di Subang. (hrn)

Peringatan HUT YKB ke 38 Tahun

Bhayangkari Kunjungi Anak Kurang Gizi di RS Ciereng Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Subang memperingati hari jadinya yang ke 38 tahun. Yang menarik, dalam peringatan harlah kali ini, para istri petugas kepolisian di Subang ini melakukan acara bakti sosial mengunjungi keluarga dan anak pengidap gizi buruk di RS Ciereng Subang. HARUN HISYAM Subang KEGIATAN sosial ini, dikatakan Ketua Bhayangkari Polres Subang, Rere M Joni, merupakan rangkain peringatan HUT YKB ke 38, dan sebagai komitmen pihaknya untuk mendukung,

HARUN HISYAM/METRO SUBANG

KOMPAK: Jajaran pengurus Bhayangkari Polres Subang berfoto bersama sesaat setelah mengunjungi pasien pengidap gizi buruk di RS Ciereng.

dan memeberikan semangat kepada keluarga yang kurang mampu. “Sebagai tanda kasih sayang kami kepada masyarakat kecil yang mengalami kesusahan hidup, tadi kita sudah melihat bagaimana ada seorang anak kecil yang mengalami gizi buruk, dan kita bantu untuk meringankan beban mereka,” ujar Rere.

Rere bersama jajaran Bhayangkari mengaku, merasa kesedihan dengan masih ditemukan anak yang mengalami gizi buruk di Subang. “Ini adalah langkah awal kita sebagai kaum perempuan, khususnya organisasi ibu, unthk eksis meberikan penyuluhan, perhatian dan bantuan kepada masyarakat,” Kata Rere Ia pun berharap, dengan

ada eksistensi kegiatan sosial Bhayangkari, dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi positif untuk masyarakat Subang “Saya dan teman-teman akan semakin eksis dan turun ke masyarakat untuk memberikan dukungan agar masyarakat mengetahui keberadaan Bhayangkari di Subang,” pungkas Rere. (*)

PG PT Rajawali. Selain pemecatan sepihak tanpa pesangon yang dilakukan manajeman PG PT Rajawali, para karyawan yang tereken PHK juga mengaku sering dibuntuti oleh preman-preman suruhan pabrik untuk memantau pergerakan para karyawan yang di PHK. “Saya sering diancam untuk tidak banyak bicara” kata Enjang Supriyatna pria yang sudah bekerja 14 tahun. Menanggapi prahara dalam perusahaan milik negara yang telah tega memecat sepihak ratusan karyawan tanpa psesangon,

salah satu tokoh masyarakat di Subang, Eep Hidayat mengatakan, reaksi karyawan yang memperjuangkan haknya, pada dasarnya merupakan pahlawan perusahaan yang ingin merubah buruknya manajemen PG Rajawali. “Saya mendengar kabar ada karyawan yang sudah 30 tahun bekerka tetapi tidak diangkat menjadi karyawan adalah pelanggaran HAM, apa lagi ini perusahan Negara, dan saya tegaskan menteri BUMN harus turun ke Subang untuk melihat ke pabrik gula rajawali,” tegas Eep . (hrn)

DAFTAR NAMA KORBAN TEWAS ITU :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Minah Rahayu (46) Aminah (44) Nasiah bin Nur Badeng (56) Munih (57) Sri Rohayati (49) Mimin Mintarsih (44) Liliana (48) Atifah Siameti (10)

9. Martiningsih (35) 10. Yanuati (60) 11. Julaeha (58) 12. Sopiah (63) 13. Sri Widodo (63) 14. Sugiati (55) 15. Oktikah 16. Siti Muliyamah 17. Hasanah (46) 18. Juminten (60) 19. Teti Sumiati (48) 20. Sri Sulastri (60) 21. Elida (64) 22. Jono (56) 23. Hj Paikem (64) 24. Rusminah (50) 25. Siti Payung Alam (39) 26. Ari Lestari (42) 27. Agus Waluyo (42)

! K U D

KAPOLRES SUBANG Mengucapkan

SELAMAT HARI PERS NASIONAL AKBP MUHAMMAD JONI, SIK., MSI


CIKAMPEK

SENIN, 12 FEBRUARI 2018

4

Kapal Nelayan Cilamaya Tenggelam Akibat Dihantam Badai Besar C I L A M AYA W E TA N ­ uaca ekstrem menjadi anC caman serius nelayan di pesisir laut Nelayan Cilamaya. Sejak beberapa hari terakhir, gelombang tinggi terus terjadi. Tak hanya itu, hujan deras disertai angin kencang juga kerap menerpa. Kapal nelayan bubu rajun-

gan asal Kampung nelayan Tangkolak Barat, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, pada Minggu (11/2) sekitar pukul 05:00 WIB, terbalik dan tenggelam setelah dihantam badai topan ditengah laut. Beruntung, ke empat nelayan selamat setelah berenang menuju kedarat l eb i h d a r i 4 jam dan ditolong oleh nelayan lain

yang saat itu melintas. “Saat itu kami sedang angkat bubu, setelah sekitar 200 bubu terangkat, muncul angin puting beliung jaraknya sangat dekat dari perahu. Karena ombaknya tinggi dan air berputar-putar perahu kami terbalik. Sebelum loncat dari perahu kami sempat pegang jerigen untuk membantu kami berenang,” ungkap salah satu korban, Lukman Hakim, kepada KBE,

Pergunu Mengutuk Keras Aksi Kekerasaan Pada Guru LEMAH ABANG -Kasus kekerasan terhadap guru yang dilakukan oleh siswa belakangan ini menjadi topik perbincangan yang hangat dibicarakan oleh sejumlah kalangan, khususnya para tenaga pendidik. Masih kita ingat, beberapa pekan yang lalu terjadi kasus pemukulan pada seorang guru di Sampang, Madura yang membuat nyawa pahlawan tanpa tanda jasa itu melayang. Yang mengejutkan, hal serupa kembali terjadi di Kecamatan Lemah Abang, Karawang diakhir pekan lalu. Bedanya, kali ini tak sampai memakan korban jiwa. Wahyudianto, guru Matematika di SMK PGRI Lemah Abang, mendapat bogem mentah dari salah satu siswanya berinisial GN, karena tak terima ditegur saat berada dikantin pada jam pelajaran. Kasus demi kasus kekerasan terhadap guru yang terus berulang membuat Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Karawang gerah. Kepala PC Pergunu Kabupaten Karawang, H. Agus Sholahudin mengutuk keras aksi kekerasan pada guru. “Mencuatnya masalah ini seolah menggambarkan bobroknya akhlak anak-anak penerus bangsa di negara ini,” ungkap Agus kepada KBE, Minggu (11/2). Kata Agus, Ambil contoh, beberapa tahun yang lalu, di Majalengka, seorang guru dianiaya oleh orang tua siswa dan mendekam di penjara gara-gara mencukur rambut siswa yang gondrong. Para guru tersebut biasanya diadukan ke aparat kepolisian lantaran melanggar Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA). Menurutnya, UUPA seolah menjadi “pembatas” yang menyandera kebebasan guru dalam mendidik, serta menjadi alat untuk melakukan kriminalisasi bagi guru. Hal ini pun tidak lepas dari pemaknaan HAM yang kebablasan pasca bergulirnya arus reformasi. “Pasal yang biasanya dijadikan rujukan dalam laporan pengaduan kekerasan terhadap anak oleh guru adalah Pasal 54 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” singkatnya. Dalam pasal 54 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak m e nyatakan bahwa “Anak di dalam dan di lingk u n g a n sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya d i

H. Agus Sholahudin

dalam sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya,” jelasnya. Adapun jenis-jenis kekerasan tercantum pada pasal 69, yaitu kekerasan fisik, psikis, dan seksual. Sedangkan pada situs Wikipedia disebutkan ada empat kategori utama tindak kekerasan terhadap anak, yaitu : (1) pengabaian, (2) kekerasan fisik, (3) pelecehan emosional/ psikologis, dan (4) pelecehan seksual anak. “Pasal ini selalu dijadikan dasar. Tentu saja ada imbasnya, dampaknya kewibawaan seorang guru dimata siswa menjadi hilang, rasa takut siswa pada guru juga sudah tidak ada. Disekolah, mereka hanya ditekankan ilmu pengetahuan, sementara pendidikan akhlak sungguh amat memperihatinkan,” sesalnya. Ketua PC Pergunu Karawang Agus Sholahudin, sebagai tenaga pendidik guru wajib menanamkan 3 aspek utama dalam setiap pembelajaran. Diantaranya, aspek kognitif (pengetahuan), psikomotorik (keterampilan) dan Afektif (sikap). “Pada praktiknya payung hukum kami sebagai guru yang berhak mendidik seolah tak terlihat karena UUPA itu. UUPA menjadi pembatas kami (guru) dalam membentuk akhlak siswa yang berpekerti luhur,” ujarnya. Sementara kata Agus, guru dalam mendidik itu memiliki hak untuk memberikan sanksi pada anak yang tidak disiplin, dengan harapan, anak tidak mengulangi kembali. Adapun jenis sanksi yang diberikan itu beragam, mulai dari teguran lisan, tertulis, hingga sanksi fisik. Agus mengatakan, sanksi fisik yang diberikan pada anak didik oleh gurunya tentu bukan bermaksud untuk mencederai fisik sang anak. Dikatakan, hal tersebut semata-mata untuk mendidik agar dikemudian hari tak mengulangi lagi. Biasanya, sanksi fisik baru akan diberikan pada anak yang sudah secara sengaja berulang-ulang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. “Kekeliruannya disini, ketika guru memberikan sanksi fisik itu dilaporkan dan bisa dipenjara. Sementara, jika murid yang melakukan kekerasan fisik pada guru, tidak bisa diproses hukum karena pelaku masih dibawah umur,” cetusnya. Oleh karena itu, Pergunu Karawang mengutuk keras aksi kekerasan dan kriminalisasi pada guru. Menurutnya, upaya mereka mendidik dan mencerdaskan anak-anak generasi penerus bangsa, tidak diimbangi dengan kejelasan hukum yang seimbang. “Kami (Pergunu) akan mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk turun menyelesaikan masalah ini. Atau paling tidak, memberikan kepastian hukum dan kenyamanan serta keamanan bagi guru dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, cobalah pemerintah melek terhadap persoalan guru dilapangan,” jelasnya. (wyd)

Minggu (11/2) dirumahnya. Lukman yang juga pemilik perahu tersebut menerangkan, ke tiga anak buah kapal (ABK) yang bekerja untuknya semuanya selamat. Adapun ke tiga ABK tersebut atas nama Candra (22), Andri (21) dan Rizki (19). Dengan tenggelamnya kapal dan hilangnya alat tangkap nelayan tersebut ditengah laut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. “Kami tidak memikirkan harta benda, saat itu yang kami fikirkan bagaimana

caranya kita sampai kedarat. Sementara kondisi kami sudah lemas setelah hampir 4 jam berenang dengan jerigen,” katanya. Ditengah kelelahan yang luar biasa, mereka bertemu dengan salah satu nelayan yang kebetulan lewat. Beruntung, masih bisa selamat dari bencana luar biasa itu. Ujarnya. “Ga tau kapal masih bisa ditemukan atau tidak, yang jelas sebelum tenggelam dan kami tinggal sudah jangkar dan beri tanda. Lokasinya

disekitar kelip oglek,” katanya. Sementara, menurut Candra, korban lain yang juga merupakan adik kandung Lukman berharap, perahu milik sang kaka bisa kembali ditemukan dan dievakuasi ke darat untuk diperbaiki. Pasalnya, perahu tersebut merupakan sumber kehidupan keluarga dan mata pencaharian yang sehariharienghidupi keluarga ia beserta ABK lainnya. “Jumlah bubunya ada 1.200 lebih, kapalnya lumayan besar. Saya harap masih bisa dicari

dan ditemukan,” harapnya. Oleh karena itu Candra berharap kepada Polairud Polres Karawang agar bisa turun langsung membantu proses pencarian perahu yang tenggelam itu dan mengevakuasinya sampai kedarat. Dikatakannya, jika cuaca sudah bersahabat, himpunan nelayan Tangkola akan bekerja sama mencari perahu tersebut. “Saya harap bapak dari Polairud Karawang bisa membantu proses pencarian dan mengevakuasi kapal kami,” pungkasnya. (wyd)

SMKN 1 Berlakukan Pungutan Siswa C I L A M AYA W E TA N Kasus pungutan terhadap murid berdalih hasil kesepakatan komite dengan sekolah kembali mencuat. Akibatnya, sejumlah orang tua murid mengeluh, lantaran besaran pungutan dirasa cukup berat, yang paling disayangkan kasus seperti ini belum tersentuh tangan hukum. Seperti halnya terjadi di SMKN 1 Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, para orang tua murid mengaku terbebani dengan adanya kewajiban membayar iuran sebesar Rp 2 juta rupiah untuk kebutuhan akhir tahun. Meskipun demikian, mereka tidak bisa menghindari pungutan ini karena berlasan hasil kesepakatan antara komite dengan pihak sekolah. Padahal, tidak semua orangtua murid menyepakatinya karena dirasa sangat memberatkan. “Saya sendiri kaget jika ada iuran sampai sebesar itu di sekolah anak saya. Saya langsung mempertanyakan ke pihak sekolah ternyata pihak sekolah membenarkannya, dan merupakan hasil dari kesepaktan bersama komite dengan masyarakat,” kata salah seorang wali murid, warga Kecamatan Banyusari, yang tidak mau disebut namanya, kepada wartawan, Sabtu (10/2).

WAHYUDI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

PENDIDIKAN: Kepala SMKN 1 Cilamaya Hj. Mutia Purnamawati saat dikonfirmasi wartawan diruangannya.

knya tidak ditarget. Apalagi sekolah yang bersetatus negeri. Lembaga pendidikan negeri itu adalah aset negara, kalau seperti ini, peran pemeritah tidak ada dong?” katanya heran. Dia meyakini keluhan seperti itu juga dialami orang tua murid lainnya. Pasalnya, tidak semua orang tua murid yang anaknya sekolah disana berasal dari kategori mampu.Masih banyak yang harus banting Kalau mengandalkan tulang untuk memenuhi kebantuan pemerintah butuhan ekonomi keluarga. saja masih kurang. “S e m e n t a ra Maka pihaknya itu, sekolah sebeberkordinasi dengan menarget sar Rp 2 juta per siswa bagi kelas komite sekolah, 12. Dan Rp 1,5 tentang kebutuhan Juta bagi kelas 11 yang harus tersebut dibayar. Meskihasil dari Hj. MUTIA PURNAMAWATI pun kesepakatan bersama, denKepala SMKN 1 Cilamaya gan iuran bisa dicicil, namun kenyataanya tak Meskipun iuran itu dapat dicicil, menurutnya tetap sedikit orang tua siswa yang saja memberatkan. Apa- merasa terbebani,” katanya. Menanggapi keluhan itu, lagi, selama ini diketahui jika biaya operasional pen- Kepala SMKN 1 Cilamaya, didikan itu sudah dida- Hj Mu t i a P u r n a m aw a nai oleh pemerintah. Di t i , m e n ga ku t i d a k m e mana setiap tahun selalu nampik. Dengan alasan digelontorkan anggaran untuk menambah biaya untuk kepentingan terse- operasional yang diangbut. “Kalau memang harus gap masih kurang. “Kalau mengandalkan ada pungutan, ada bai-

bantuan pemerintah saja masih kurang. Maka pihaknya berkordinasi den-

gan komite sekolah, tentang kebutuhan tersebut,” pungkasnya. (wyd)


SENIN, 12 FEBRUARI 2018

DENGKLOK RAYA

5

AZIS HANIF/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

OLIMPIADE: Siswa SD sedang pertandingan catur antar sekolah tingkat Kecamatan Pedes.

Olimpiade Olahraga SD Tingkat Kecamatan Seleksi dan Pembinaan Atlet Lebih Maksimal PEDES- Bapopsi (Badan

Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia). Istilah Badan Pembina Olahraga Kecamatan Pedes gelar O2SN yang di ikuti oleh 40 peserta siswa SDN yang ada kecamatan Pedes. Menurut Asep Supriatna,

KEMASYARAKATAN

ODONG KUSNADI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

PELANTIKAN :Sekjen Gibas CintaDamai Resort Karawang H. Nurhasan sedang memberikan bantuan kepada Anak Yatim di acara pelantikan pengurus sektor kecamatan Rengasdengklok.

Gibas Cinta Damai Gelar Pelantikan Ketua Sektor RENGASDENGKLOK-Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Cinta Damai Resort Karawang menggelar pelantikan pengurus sektor atau tingkat kecamatan Rengasdengklok. Bertepatan dengan Pelantikan Ketua Sektor Rengasdengklok Gibas Cinta Damai. Puluhan anak yatim menghadiri pelantikan pengurus Sektor. Maklum saja, dalam acara tersebut juga digelar santunan untuk puluhan anak yatim. Meski disibukkan dengan menjaga Daerah, namun tidak melupakan wilayah sosial. Hal itu terbukti dengan adanya santunan anak yatim di sela pelantikan pengurus baru sektor Rengasdengklok. “Alhamdulillah, pelantikan pengurus Sektor Rengasdengklok kali ini lebih meriah dan terdapat unsur sosial. Yakni adanya santunan anak yatim. Saya ucapkan selamat kepada seluruh pengurus LSM Gibas Sektor Rengasdengklok yang dilantik hari ini,” ungkap Bah Icam selaku Ketua Gibas Cinta Damai Resort Karawang kepada KBE, Minggu (11/2). Sementara Sekertaris Jendral Gibas Cinta Damai Resort Karawangt H. Nurhasan mengatakan,” mengatakan pada hari ini dilaksanakan acara pelantikan, ketua sektor Rengasdengklok bersamaan dengan Tasyakuran. “ kembalinya lagi kantor gibas yang berada di sekertariat Rengasdengklok, acara hari ini kita sektor-sektor hadir dengan kekuatan personil yang hadir kurang lebih 1000 orang anggota Gibas Cinta Damai kabupaten Karawang, “ terang H. Nurhasan. Dikatakanya, hajat ini mutlak adalah hajat Resort acara pelantikan sambil, santunan anak yatim yang ada di Rengasdengklok, jumlah anak yatim berjumlah 20 orang dari yang berada di wilayah sekitairat sektor Rengasdengklok, acara mulai jm 13.00 setlaha cara dilanjutkan dengan hiburan. “Kami berpesan kepada seluruh anggota Gibas di karawang, saya minta kepada aparatur pemerintahan daerah berari di wilayah sekertariat Sektor Rengasdengklok, kami meminta bimbingan arahan, agar kami Gibas Cinta Damai yang berada di wilayah Resort Karawang, terarah dan terbina dengan baik, kami memohon kepada para aparur pementahan bimbinglah kami agar kami menjadi organisasi yangs sesuai dengn harapan masyarakat Republik Indonesia dan khususnya daerah Kabupaten Karawang,” harapnya. Hal senada di ungkapkan ‘Ugay Mulyana, Ketua sektor Rengasdengklok GIBAS Cinta Damai, berterima kasih atas pelantikan oleh Resort Karawang program kedepanya akan melaksanakan program bersih bersih mengajak seluruh kawan kawan lembaga untuk bersama sama. “dalam program yang akan datang akan menciptakan lingkungan yang bersih, dan membuat program untuk meminimalisir bentuk kejahatan khususnya di Rengasdengklok dan bekerjasama dengan Polsek, untuk menciptakan suasana aman dan kondusif,” tandasnya. (odk)

S.Pd selaku ketua PGRI di dampingi ketua Bapopsi Anang Supriadi.S.Pd tingkat Kecamatan Pedes saat di temui KBE mengatakan untuk kegiatan O2SN tahun ini kami laksanakan dengan cara

bertahap di mulai hari ini Sabtu (10/2). Ada beberapa cabang olah raga yang di lombakan diantaranya Pertandingan catur dan tenis meja kemudian ha r i s ab tu b e r i ku t nya

sampai bulan April. C a t u r,Te n i s Me ja,Vo l l y Ball Putri,Atletik dan Seni yaitu Anggana Sekar, Pidato dan Tari Jaipong. Adapun kegiatan O2SN secara bertahap tujuannya untuk mengoptimalkan cara

penseleksian lebih selektif dan pembinaan terhadap atlit lebih maksimal,ini untuk persipan dalam menghadapi O2SN di tingkat Kabupaten.­ ­ Masih kata Asep tahun lalu O2SN tingkat Kabupaten

meraih peringkat juara ke Dua Cabang Tenis Meja untuk tahun ini. “Harapan kami bisa jadi juara pertama dalam semua cabang,minimal nya dari setiap cabang itu maduk tiga besar.” pungkasnya. (zis)

Mantan Kabid Pemdes Jadi Camat Jayakerta JAYAKERTA- Lebih dari satu tahun Kecamatan Jayakerta di pimpin pelaksana tugas (Plt), akhirnya Kecamatan Jayakerta mempunyai pemimpin baru hasil dari rotasi jabatan yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu. Pucuk pimpinan Kecamatan Jayakerta kini di isi oleh Budiman Achmad yang di ketahui sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang. Menurut plt Camat Jayakerta Rohmana, ia mengakui masih banyak tugas yang menjadi pekerjaan rumah bagi camat baru Jayakerta. Mulai dari pembenahan administrasi yang berada di Kecamatan, maupun desadesa. Apalagi dengan adanya salahsatu Kepala Desa yang terjerat hukum akibat penyalahgunaan dana bantuan pemerintah. Hal tersebut merupakan catatan tersendiri bagi camat baru Jayakerta. “PR besar Camat itu membenahi administrasi desa, apalagi terkait Kades yang belum

YOGIE SETIADI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

SERTIJAB: Plt Camat Jayakerta Rohmana memberikan salama serta ucapan kepada camat yang baru Budiman Achmad.

lama ini tersandung hukum sudah ditangani pihak berwajib. Yang lainnya normatif, paling perlu pelebaran jalan utama aja yang harus di ajukan ke dinas PUPR,” ujarnya kepada KBE, Sabtu

(10/02) melalui telepon selulernya. Rohmana juga mengakui keteledorannya dalam memonitoring Kepala Desa hingga harus berurusan dengan pihak berwajib dan

berujung kepada penahanan. Selama 14 bulan memjadi plt Camat Jayakerta, kejadian tersebut merupakan hal yang tak bisa dipungkiri sebagai kegagalannya. S e m e nt a ra i t u , Ca m at

Jayakerta yang baru, Budiman Achmad mengatakan semua permasalahan yang berada di Kecamatan Jayakerta merupakan tantangan baru baginya, terutama dalam membina 8 desa yang saat ini mendapat gelontoran dana cukup besar dari pemerintah. “Kasus yang menimpa kades Kertajaya akan menjadi contoh dalam mengambil keputusan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan roda pemerintahan sebagai Camat Jayakerta. Segala idealisme tidak akan ada apa-apanya kalau tidak di sertai keinginan dari para kades,” katanya. Dirinya meyakini jika jabatan barunya ini merupakan pengkrucutan wilayah binaannya mengingat, sebelumnya ketika duduk di Kabid DPMD, ia harus membina 297 desa yang berada di Kabupaten Karawang. “Dulu saya membina 297 desa, saat ini hanya 8 desa. Tapi tak semudah itu, karena masing-masing desa mempunyai karakternya tersendiri,” pungkasnya. (gie)

Dua Puskesmas Mulai Berbenah soal Sampah Medis KU TAWA LU YA - B a n yaknya Puskesmas yang membuang sampah medis ke ketempat sampah domestik (non ekonomis) seperti yang terjadi di beberapa Puskesmas yang ada di Karawang Utara. Akhirnya Puskesmas Kecamatan Tempuran, Dan Puskesmas Kutawaluya, mulai berbenah. Saat dikonfirmasi kepala Pu ske smas Ke camatan Tempuran Kabupaten Karawang melalui bagian kesehatan lingkungan (kesling) bahwa saat ini terus berbenah dan melakukan pengontrolan ketempat sampah jangan sampai terjadi ada sampah medis di tempat sampah domestik. “kita terus berbenah, jangan sampai ada sampah medis yang tercecer di tempat sampah dikarenakan sampah terse-

but merupakan sampah infeksius” ungkap Amirin kepada KBE, Sabtu (11/2). Iapun menambahkan bahwa Puskesmas ini sudah memiliki ruangan khusus dibelakang untuk pengumpulan sampah medis.”untuk sampah medis sudah disediakan ruangan khusus di belakang dikarenakan sampah medis ini harus dipisahkan dengan sampah lain penempatan nya” tuturnya. Selain itu iapun selalu berkomunikasi dengan petugas kebersihan dipuskemas tersebut agar tidak terjadi kelalaian atau lupa menempatkan dan seluruh memberi tahu mana sampah medis dan mana sampah non medis. “Saya selalu mengingatkan dan komunikasi dengan baik petugas kebersihan jangan sampai terjadi ada

sampah medis di tempat sampah domestik” pungkasnya. Dikatakanya, kini Puskemas tempuran terus berbenah dan selalu memberikan arahan kepada petugas kebersihan agar tidak terjadi adanya sampah medis di tempat sampah domestik, seperti yang terjadi di Puskesmas. Senada Khaerul Anwar selaku kabag TU Puskesmas Kutawaluya saat ini mulai membuang sampah ke ruangan khusus untuk sampah Medis, pembenahan tersebut dilakukan oleh kabag TU kutawaluya yang baru pindah. “Iya sekarang tidak boleh lupa, selalu di ingatkan kepada bagian klining service agar membuang pada tempatnya yang telah di sediakan, tandas khaerul Anwar. (odk)

ODONG KSUNADI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

KESEHATAN: Kantor Puskesmas Tempuran.


Koran Kebanggaan Pelaku Bisnis

6

SENIN, 12 FEBRUARI 2018

Istimewa

Dinobatkan Jadi Menteri Terbaik di Dunia Sri Mulyani yang Pertama di Asia DUBAI- Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sr i Mulyani Indrawati, mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates. Penghargaan tersebut diserahkan oleh

pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum. “Penghargaan Menteri Terbaik ini merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada tahun 2016. Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Sum-

mit,” tulis keterangan resmi, Minggu (11/2/2018). Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya menjadi penerima pertama dari Asia yang menerima penghargaan tersebut. Beliau mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja kolektif pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, khususnya di bidang ekonomi. Menteri

Keuangan juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada 257 juta rakyat Indonesia dan 78.164 jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja keras untuk mengelola keuangan negara dengan integritas dan komitmen tinggi untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan. Berbagai upaya reformasi kebijakan telah dicanangkan di Kementerian Keuangan, bertujuan untuk men-

Cleo Siapkan Belanja Modal Rp 200 Miliar JAKARTA- Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini Rp 200 miliar. Corporate Secretary PT Sariguna Primatirta Lukas Setio Wongso menyatakan, capex tersebut digunakan untuk membangun pabrik baru, membeli mesin kemasan anyar, dan otomatisasi mesin pabrik. ’’Selain itu, untuk perbaikan sarana pabrik dan penambahan armada distribusi,’’ ujarnya. Lukas mengungkapkan bahwa saat ini produsen Cleo tersebut melakukan perluasan pabrik di Pandaan, Pasuruan. Selain itu, ada dua pabrik baru yang siap beroperasi tahun ini. Pabrik pertama berada di Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan kapasitas sekitar 72 juta liter per tahun. Lalu,

pabrik kedua di Ngoro, Jawa Timur, berkapasitas sekitar 240 juta liter per tahun. ’’Semuanya siap beroperasi pada semester I tahun ini,’’ katanya. Menurut Lukas, tahun lalu produsen AMDK menghadapi banyak tantangan Dari hasil riset industri di sektor f a s t m ov i n g c o n s u m e r goods yang diterbitkan Nielsen Indonesia, dilaporkan bahwa pertumbuhan nilai penjualan AMDK secara keseluruhan hanya 3,8 persen (periode Januari–Agustus 2017). Selanjutnya, d a r i sisi kuantitas penjualan, terjadi penurunan

1,4 persen untuk periode yang sama. ’’Namun demikian, pada 2017, kami berhasil mencatatkan penjualan konsolidasi Rp 601 miliar atau meningkat 15 persen dari penjualan 2016 yang hanya Rp 523 miliar,’’ ungkap Lukas. (car/c22/sof)

Citilink Tambah 15.480 Extra Flight JAKARTA- Citilink Indonesia menyiapkan penerbangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur Imlek yang jatuh pada Jumat (16/2) mendatang. VP Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar menjelaskan, penambahan penerbangan (extra flight) difokuskan pada tiga destinasi utama yang selalu ramai pada libur Imlek, yakni Tanjung Pandan, Pangkal Pinang dan Pontianak. “ Pe n e r b a n ga n d i k e t i g a r u t e tersebut masing-masing mendapatkan penambahan satu frekuensi menjadi dua kali sehari,” kata Benny. Mengenai penerbangan ke destinasi padat lainnya seperti Denpasar, Surabaya dan Medan selama long weekend, Citilink Indonesia tidak memberlakukan penambahan frekuensi penerbangan. Alasannya karena masih bisa

Istimewa

menampung permintaan pasar yang ada. “Selama periode libur Imlek dan long weekend yang dimulai sejak 11- 24 Februari 2018, kami akan menyiapkan 15.480 kursi tambahan untuk mengakomodir kebutuhan terbang penumpang yang akan merayakan Imlek atau berlibur,” tutur Benny.(chi/jpnn)

dorong kebijakan fiskal m e nu ju p e mb a n g u na n yang inklusif dan berkelanjutan. Reformasi birokasi di Kementerian Keuangan juga sudah membuahkan banyak hasil. World Government Summit merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan di Dubai, UAE, dan melibatkan segenap pemimpin pemerintahan dari seluruh dunia dalam suatu forum dialog global tentang proses pemerintahan dan

kebijakan publik serta kaitannya dengan teknologi, inovasi, dan topik lain. Forum ini menjadi ajang pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara pejabat pemerintah, penentu kebijakan, pakar, dan pimpinan sektor swasta untuk melihat tren masa depan dan implikasinya bagi kemanusiaan. World Government Summit dihadiri lebih dari oleh lebih dari 4000 peserta dan 90 pembicara dari 150 negara

dan lembaga internasional. Melalui dukungan pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum, World Government Summit dimulai oleh sekelompok ahli dari berbagai bidang sebagai upaya untuk membawa segenap pemimpin pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam satu forum bersama. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kehidupan 7 miliar penduduk dunia. (bbs/dna)


SENIN, 12 FEBRUARI 2018

BERITA UTAMA

Gawat! Dokumen BAP Novel Baswedan Hilang JAKARTA- Proses penanganan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan masih belum menunjukkan hasil positif hingga saat ini. Sebaliknya, kejanggalan justru terendus dalam perkara yang terjadi 11 April tahun lalu tersebut. Salah satunya terkait dengan pemeriksaan Novel di Singapura pada medio Agustus tahun lalu. Kejanggalan itu diungkapkan Komisioner Ombudsman RI (ORI) Adrianus Meliala. Dia mendapati dokumen berita acara pemeriksaan (BAP) Novel yang hilang. Padahal, pada saat pemeriksaan itu, Novel diperiksa dan sudah di-BAP penyidik Polda Metro Jaya. “Hanya (dokumen) pemberian keterangan saja dari Novel (yang ada di kepolisian). Ada tanda tangan dan cap KBRI,” ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (10/2).

Dokumen yang tidak mirip BAP itu ditengarai menjadi akar lambatnya penanganan teror terhadap penyidik KPK tersebut. Adrianus mengatakan, kepada Ombudsman, penyidik Polda Metro Jaya memang mengatakan bahwa Novel belum pernah di-BAP. “Ini sesuai dengan perkataan penyidik (Polda Metro Jaya) bahwa Novel belum pernah di-BAP,” ungkapnya. Adrianus pun menyarankan agar dilakukan pemeriksaan ulang terhadap Novel yang kini sedang menjalani perawatan mata di Singapura. Dia juga mengusulkan kepada polisi untuk mendalami keterangan Novel yang sebenar-benarnya. “Keterangan Novel bisa didalami di bawah sumpah, bukan karena katanya si A, katanya si B,” ucapnya. Menanggapi hal itu, Novel Baswedan menegaskan

bahwa dirinya sudah pernah di-BAP oleh penyidik Polda Metro Jaya di Singapura. Pemeriksaan itu dilakukan di kantor Kedutaan Besar RI (KBRI) Singapura yang terletak di Jalan Chatsworth 7. “Tidak benar juga bahwa saya pernah menandatangani suatu tulisan dengan format seperti BAP dan diberi cap KBRI. Itu aneh lagi,” ungkap suami Rina Emilda itu. Novel mengatakan, pemeriksaan di Singapura itu juga disaksikan pegawai dan pimpinan KPK. Karena itu, dia meminta Ombudsman untuk menanyakan secara kelembagaan kepada KPK terkait dengan temuan dokumen kepolisian tersebut. “Untuk lebih jelas bisa ditanyakan ke KPK karena setiap proses saya selalu didampingi dari KPK,” tegasnya. (idr/tyo/ce1/ipp/JPC)

100 Sertifikat .... dari halaman 1 Menurutnya, siapapun pelaku UMKM yang memiliki tanah tapi belum diubah jadi sertifikat bisa langsung mengajukan pada Dinas Koperasi dan UMKM. Sebab informasi ini sudah di sosialisasikan kepada seluruh

kepala desa dan lurah yang ada di Karawang. “Kami hanya memfasilitasi saja UMKM,” ungkapnya. Lanjut Asep, sertifikasi tanah ini merupakan salah satu kepedulian pemerintah daerah kepada pelaku UMKM agar lebih maju dan dapat

berkembang. Program ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh pelaku UMKM. “Jika pelaku UMKM itu perlu modal, maka sertifikat itu bisa diagunkan untuk dijadikan modal,” pungkasnya. (rie) 

Prabowo Belum .... dari halaman 1 Dari dulu, dari kecil, saya ingin mengabdi kepada negara dan bangsa,” tuturnya. Lebih lanjut, dia mengatakan, saat ini dirinya juga sudah memulai lobi-lobi politik dengan partai lain di tanah air. “Saya kira, komunikasi dengan partai lain saya upayakan lebih intensif. Namanya politik harus

komunikasi,” tandasnya. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan, siap mundur dari kursi Ketum partai, jika dinilai sudah tidak tepat lagi. Sebab, Partai Gerindra bukanlah milik dirinya ataupun kader lain. Dirinya hanyalah seorang pembawa bendera. “Partai ini bukan milik saya. Bukan milik Prabowo. Bukan milik Hashim (adik Prabowo).

Juga bukan milik Fadli Zon (wakil ketum). Tapi, milik jutaan rakyat,” ujar Prabowo. Namun, ia menegaskan ada syarat yang harus dipenuhi oleh penggantinya. Ia haruslah sosok yang memegang teguh prinsip bernegara dan loyal terhadap partai. “Selain itu harus tetap Merah Putih, Pancasila dan setia kepada rakyat Indonesia,” tutupnya. (bis)

Dahlan Berikan .... dari halaman 1 Penilaian InMA dilakukan oleh 8 juri tambah Indra, yaitu Asmono Wikan dan Nina Armando dari SPS (aspek Komunikasi Massa), Danu Kusworo dari harian KOMPAS (aspek foto), Ika Sastrosoebroto dari Prominent PR (aspek branding), Ndang Sutisna dari First Position Group (aspek Ide Kreatif ), Meiliana dari BNI (aspek iklan), Mas Sulistyo

dari DM-ID (aspek branding) dan Oscar Motullah dari ANTARA (aspek foto). “Media cetak masih eksis meski digempur oleh kehadiran media on-line, dengan penyajian secara komprehensif antara teks dan visual sehingga pesan dapat diketahui secara lengkap hanya melihat sampul depan” kata indra mengutip pendapat Meiliana. Selain malam penghargaan lanjut Indra, acara yang dihadiri 400 pimpinan pe-

rusahaan pers se-Indonesia, tokoh pers nasional, pimpinan humas korporasi, dan lembaga pemerintah ini juga dimeriahkan dengan penyerahan serikat standar perusahaan pers kepada 46 penerbit anggota SPS yang diserahkan oleh Ketua Dewan Pers Yosep Prasetyo dan Pelantikan Pengurus SPS Cabang dan Penganugerahan Penghargaan SPS Cabang terbaik 2018 oleh Dahlan Iskan. (die/rls IG)

50 Penerjun .... dari halaman 1 “Dari 50 penerjun ada sekitar 10 penerjun dari Batalyon Infanteri Para Raider 305 Tengkorak yang ikut dalam latihan ini. Sehingga kemampuannya terpelihara akan selalu tercapai kondisi kemampuan, untuk siap operasional mendukung penugasan yang akan dihadapi,” ungkapnaya. Dari 50 penerjun payung yang beraksi di Karawang, 2 di antaranya perempuan. Biasanya, para penerjun terjun dari ketinggian 12.000, 10.000, hingga 5.000 kaki. Hanya saja, kali ini mereka terjun dari ketinggian 10.000 kaki. Aksi terjun payung tersebut langsung menjadi tontonan warga. Mereka berlomba-lomba mengabadikan momen para penerjun ketika mendarat. Bahkan tak jarang yang meminta

berfoto bersama para penerjun. Dari 50 penerjun tersebut, ada Kopral 2 Ismail Doda yang pernah menyabet juara 4 di Conseil International du Sport Militaire (CISM) World Military Parachuting Championship di Jerman beberapa waktu lalu. Kopral 2 Ismail saat itu bertanding melawan sekitar 300 peserta terjun payung militer dari berbagai negara. Ia mengaku lawan terberat ialah penerjun payung asal Eropa. “Penerjun asal Italia dan tuan rumah, Jerman, menjadi lawan terberat,» ucap Kopral 2 Ismail ditemui usai beraksi. Pria kelahiran Manado, 15 September 1984 itu mengaku berlatih keras untuk bisa menjadi juara dunia. Bahkan, 1 bulan sebelum bertanding, ia terlebih dulu mengikuti latihan di Train-

ing Center (TC) Mabes TNI. “Saya menyabet juara empat dengan poin 6. Sementara juara 1 memperoleh poin 5. Jadi beda tipis. Penilaian dari ketepatan mendarat,» ujarnya. Ia mengaku bangga menjadi wakil Indonesia dan bisa mengharumkan nama bangsa. Sebelumnya, ia juga beberapa kali mewakili Indonesia di ajang serupa, seperti di Cina, Korea, dan Indonesia. « Bangga bisa mewakili Indone sia,” ujarnya.  Ditanya soal rahasia bisa terpilih menjadi wakil Indonesia dan berhasil menyabet juara, ia menjawab tegas. Menurutnya, jam terbang mempengaruhi kesuksesan aksi di udara. “Saya menekuni terjun payung sejak 2009, dan sekarang sudah 2.200 kali melakukan aksi terjun payung,” pungkasnya. (rie) 

7

HP Terlindas Mobil Presiden, Dini Dapat Gantinya JAKARTA- Dini, pelajar SMA Kharismawita, Depok, Jawa Barat, sedih saathandphone yang dia pakai untuk memotret Presiden Jokowi terlindas mobil kepresidenan yang ditumpangi Jokowi. Namun dia bisa tersenyum kembali setelah dibelikan handphone baru oleh Jokowi. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/2) lalu, saat Jokowi menghadiri kegiatan Rembuk Nasional (Rembuknas) Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Sawangan, Depok, Jawa Barat. Ribuan pelajar berkerumun di

dalam kompleks Pusdiklat melihat Jokowi meninggalkan lokasi acara. Penampakan Jokowi membuat Dini (17) dan Vira (17), siswa SMA Kharismawita, Depok, antusias. Terlebih saat Jokowi menurunkan kaca jendela mobil dan membagikan suvenir untuk pelajar. Saat itu, Dini dan Vira dipanggil Jokowi dari dalam mobil untuk menerima suvenir berupa kain batik. Keduanya bersemangat untuk mendekat. Tanpa sadar, handphone yang dipegang Dini terjatuh dan

terlindas ban mobil kepresidenan yang ditumpangi Jokowi. Rasa senangnya seketika berubah jadi kesedihan. “Pak Jokowi kan mau pulang, terus saya dipanggil sama Pak Jokowi mau dikasih oleh-oleh. Terus saya nyamperin Pak Jokowi, saya terlalu bersemangat, terus HP saya terlempar dan kelindas mobilnya Pak Jokowi. Terus kata ajudannya mau diganti  handphone  yang baru,» kata Dini, dalam video yang didapat dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat

Presiden, Sabtu (10/2). Dini dan Vira lantas dibawa oleh pihak Sekretariat Presiden ke sebuah toko yang menjual handphone di Depok. Handphone  yang rusak dan remuk itu diganti dengan  handphone  baru yang sejenis. “Saya nggak percaya HP saya mau diganti, saya sedih  aja. Saya diam, terus diajak naik mobil, diajak ke toko HP, alhamdulillah sekarang HP-nya sudah diganti,” ujar Dini. “ Ter ima kasih, Bapak Jokowi,” sambung Dini dan Vira.  (bbs)

Pekan Ini Dilimpahkan ke Kejati Seperti diketahui, pasca menyatakan menemukan bukti kuat adanya kerugiaan negara yang ditaksi Rp 6 miliar. Kejaksaan Negeri Karawang (Kejari) ngebut merampungkan berkas penyelidikan yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat untuk menetapkan tersangka dan menaikkan status ke penyidikan. Tak main-main, beberapa waktu lalu kepada KBE, Kepala Kejari, Sukardi mengatakan, paling telat akhir

pekan kedua di bulan Februari, atau tepatnya pekan depan berkas penyelidikan sudah rampung dilimpahkan ke Kejati. “Kalau tidak pekan ini, berarti pekan depan paling lambat. Kita masih siapkan berkasnya dulu, agar saat dilimpahkan sudah lengkap,” ujarnya. Namun menurut Sukardi, semua baru akan bisa dipastikan setelah gelar perkara dan peningkatan status ke tahap penyidikan. “Akan lebih dari satu jika melihat pada bukti-bukti, beberapa pejabat juga sudah diperiksa, termasuk (mantan, Red) kepala dinasnya,” katanya. Diakui Sukardi, kasus tersebut menarik perhatian banyak pihak karena menyeret nama-nama pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Maka agar penanganannya jauh lebih objektif, pihaknya

melimpahkan perkara tersebut ke Kejati Jawa Barat. S ebelumnya, Ekonom Unsika yang juga merup a k a n D e k a n Fa ku l t a s Ekonomi dan Bisnis (FIB) Unsika, menyoroti tak disiplimnnya sistem penganggaran dalam tata kelola pemerintah di Pemkab Karawang , jika memang Tim Apparsial dibentuk untuk menyesuaikan harga dengan harga yang ditawarkan oleh pemilik lahan, bukannya mengkaji harga yang sesuai pada saat itu untuk menjadi bahan pertimbangan yang mata bagi Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran. “Lemahnya perencanaa n a d a l a h awa l d a r i rencana yang gagalnya ,” kata Sony kepada KBE menanggapi dugaan kasus korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Karawang, Rabu (7/2) lalu. (kbe)

personel Nasida Ria generasi pertama yang masih aktif sampai kini, merasakan betul keakuratan lagu-lagu karya Buchori dan Zain. Rien mengenang, ketika Zain meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan mengantar Nasida Ria tampil di Lamongan pada 1992, itu hanya berselang beberapa tahun setelah dia menciptakan lagu Tabrak Lari. Lagu itu pun jadi seperti isyarat kepergian sang guru. “Rahasia Allah, siapa yang tahu,” gumamnya dengan mata berkaca-kaca. Buchori dan almarhum Malik Zain memang berada di balik ketepatan Nasida Ria dalam menggambarkan masa depan. Kolaborasi keduanya memainkan peran penting dalam keberhasilan Nasida Ria bertahan lebih dari empat dekade. Wawasan Buchori yang jembar berasal dari ketekunannya membaca. Materi bacaannya juga luas. Tidak hanya kitab-kitab, tapi juga majalah-majalah sains. Di koran-koran, Buchori tidak pernah melewatkan berita internasional. Isu-isu kontemporer tersebut lantas disandingkan dengan perspektif Alquran dan hadis. Mekatronika, majalah karya anak-anak ITB (Institut Teknologi Bandung), adalah salah satu bacaan kesukaannya. Buchori punya berseri-seri majalah itu. “Terbit, saya langsung beli. Terbit lagi beli lagi,” katanya. Bom Nuklir bisa jadi terinspirasi majalah tersebut. Lagu itu tidak berdasar Hiroshima dan Nagasaki, tapi pada perlombaan senjata nuklir antara blok Timur dan Barat dalam perspektif Perang Dingin. Lagu terfavorit Buchori

adalah Tahun 2000. Dia menulis lagu itu sekitar 1982. Saat itu dia sudah melahap berbagai kajian ilmuwan di berbagai belahan dunia akan periode pergeseran zaman besar-besaran pada era milenium ketiga. “Itu sudah lama ditulis, tapi orang-orang ndak mau baca,” ujarnya. Sehingga ketika lagu itu tercipta, kata Buchor i, orang-orang pada “ngelamun”. Sekian tahun berselang, ketika milenium baru akhirnya tiba, keakuratannya terbukti. Dalam lagu itu, Buchori menulis manusia yang hidup berkalang mesin. Makan minum dilayani mesin, sampai tidur pun berkawan mesin. Realitas itu terbukti berpuluh-puluh tahun kemudian saat orangorang tidur bersama dengan smartphone miliknya. Dalam Tahun 2000 juga ditulis pekerjaan manusia yang semakin banyak digantikan mesin. Juga sawah dan ladang yang berganti menjadi permukiman serta gedung-gedung bertingkat. Dalam menulis lirik dan lagu, Buchori menyebutnya seperti “mengaduk-ngaduk” berbagai bahan untuk kemudian dicarikan nada musik yang pas. Kadang prosesnya cepat, kadang butuh waktu. Perdamaian, misalnya, ditulis dalam waktu seminggu. Sedangkan Bom Nuklir diselesaikan kurang dari sebulan. “Ada lagu Jangan Main Cerai, itu sampai setahun, nggak cocok diubah lagi, nggak cocok lagi,” ungkapnya. Proses itulah yang turut mengantarkan lagu-lagu Nasida Ria hingga mampu menembus zaman. Dan, akhirnya mengundang ketertarikan penyanyi dan mu-

sisi lain untuk merilis ulang. Perdamaian, sebagaimana diketahui, di-cover Gigi dalam album Raihlah Kemenangan (2004). Band yang sama juga merekam ulang Kota Santri di album Pintu Sorga (2006). Sebelumnya, Kota Santri lebih dulu di-cover duet Krisdayanti-Anang Hermansyah. Belakangan, beberapa lagu Nasida Ria juga sempat populer di media sosial. Misalnya, Wajah Ayu Untuk Siapa yang mengibaratkan kehormatan perempuan sebagai «mangga ranum» dan kebejatan laki-laki seperti kampret (kelelawar). Warganet dihebohkan oleh kata-kata kampret tersebut. Penggalan-penggalan klip video lagu tersebut pun dijadikan meme khas anakanak zaman now. Fenomena kekinian itu memperlihatkan luasnya daya jangkau Nasida Ria. Dari generasi ke generasi. Tak hanya Indonesia, tapi juga luar negeri. Malaysia dan Jerman termasuk negeri yang pernah disinggahi grup dari Kampung Kauman, Semarang, itu. Di tanah air, fan base mereka tersebar di berbagai kota. Legasi itulah yang kini terus berusaha di-uri-uri Choliq sebagai komandan. Dengan menyiapkan regenerasi personel. Dengan menjaga ciri khas Nasida Ria lewat album baru yang akan dirilis tahun ini. Dunia transparan, tembus pandang. Semua terbuka, tiada rahasia Baik buruk kelihatan, jauh dekat kelihatan Sekian tahun dari sekarang, tinggal ditunggu seberapa transparan dunia yang ditempati warga bumi ini... (*/c5/ttg)

Langkah Berani .... dari halaman 1 Namun demikian, ia yakin Kejari Karawang dengan dukungan penuh LSM Kompak dan elemen masyarakat lainnya bisa tuntaskan skandal tersebut. “Indikasi kasus ini libatkan orang besar Karawang karena kasus ini kabarnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Tetapi, jika semua elemen masyarakat Karawang dukung Kejari, kasus ini bisa selesai,” tegas Mukron. Mukron meminta pada Kejari agar tidak takut dengan intimidasi maupun gembosan dari pihak tertentu yang ingin kasus ini tidak tuntas. “Jangan takut, kami di belakang Kejari,” pungkasnya. Bukan hanya LSM Kompak, belum lama ini, 23 BEM perguruan tinggi se Karawang yang tergabung di Ikatan Mahasiswa Ka­ rawang (Imaka) juga me-

nyatakan dukungannya kepada kejaksaan yang mulai bernai mengungkap dugaan skandal megakorupsi ini. Leih jauh, Imaka mengutuk upaya penggembosamn aparat penegak hukum oleh sejumalah pihak yang merasa terganggu dengan diusutnya skandal ini.

Aduk-aduk .... dari halaman 1 Lagu-lagu baru itu kembali memperlihatkan ciri khas Nasida Ria selama ini. Lirik sarat nasihat, tapi dengan tetap terkait isu-isu terkini. Nuansa nada yang tentu saja tetap Islami. Dan, petikan mandolin serta gesekan biola yang terdengar sangat Arabik. Salah satu lagu, misalnya, berkisah tentang dunia komunikasi era digital yang seakan tanpa batas dan sekat. Kebaikan dan keburukan tampak kentara. Tidak ada lagi rahasia, semua telanjang di hadapan teknologi informasi. Di luar tembang mereka yang memuat pesan keagamaan, tak sedikit yang menyebut lirik-lirik Nasida Ria yang bercerita tentang masa depan bak ditulis oleh ahli nujum. Sebab, selalu tepat “meramal” apa yang akan terjadi. Sehingga membuatnya selalu relevan sepanjang masa. Perdamaian adalah salah satu contoh. Puluhan tahun setelah dirilis, siapa yang bisa membantah relevansinya dengan kondisi dunia zaman now? Bahwa begitu banyak orang yang mengklaim sebagai pencinta perdamaian. Tapi, toh perang terus saja terjadi di berbagai penjuru bumi. Contoh lainnya Bom Nuklir, lagu yang masuk album ke-14 grup yang didirikan Malik Zain itu. Akan musnah kehidupan di bumi//Bila bom nuklir di ledakan//Akan musnah kehidupan di bumi. Bukankah sampai kini ancaman perang nuklir itu yang masih terus ditakutkan warga bumi? Lihat, misalnya, kehebohan yang timbul akibat uji rudal Korea Utara. Rien Jamain, salah satu

Direktur Eksekutif: Makali Kumar. General Manager/Penanggung Jawab: Tohiri Alam. Pemimpin Perusahaan: Suhlan Pribadi. Pemim­pin Redaksi: Nurjaya Bachtiar. Redaktur: Mahesa Bahagiastra. Karawang: Arie Firmansyah (Koordinator Liputan), Agus Bisri, Rama. Cikampek: Didi S Soewarno (Kepala Biro), Wahyudi. Rengasdengklok: Aziz Hanif (Koordinator), Yogie Setiadi, Odong Kusnadi. Purwakarta: Catur Azi (Kepala Biro), Yusup Bachtiar. Subang: Harun Pracetak: Yusup Zaelani (Koordinator), Hardihanto. EDP/IT: Harry Hidayat. Iklan: Gema Palindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator). Ade Marsin (Koordinator Bekasi), Ecep, Jamal, Yanto, Herman Budiono, Lalan,Budiman, Umbaran. Pengembangan Bisnis: Asep Sulaeman (Manager), Keuangan & HRD: Tanti Hikmawati. Administrasi: Fijri, Dewi Megawati. Penagihan: Noviantoro, Sobirin. Penerbit: PT Wahana Semesta Karawang Bekasi. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris: Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur: Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan/Tata Usaha: Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No. 20 Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Bekasi: Jl. Kasuari IX Blok O No 52 Perum Cikarang Baru, Jababeka II, Cikarang Utara, No Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@gmail.com. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Tarif Iklan: Umum/Display BW halaman 1 : Rp 30.000/mm kolom. Umum/Display Berwarna Halaman 1 : Rp 55.000/mm kolom, Umum/Display Warna Halaman 3,6,8,9,16 : Rp 27.500/mm kolom, Sosial/Keluarga Hitam Putih: Rp 17.500/mm kolom, Sosial/Keluarga Berwarna : Rp 20.000/mm kolom, Iklan Baris: Rp 15.000/ baris (min 3 baris maksimal 7 baris). Harga Eceran: Rp 3.000/ eksemplar. Harga Langganan: Rp 80.000/bulan. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan. SEMUA KARYAWAN KARAWANG BEKASI EKSPRES SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL ATAU SURAT TUGAS, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARASUMBER.


SENIN, 12 FEBRUARI 2018

Semangat Baru Purwakarta

8

Bale Paseban Semakin Mempesona Fasilitas Terbuka untuk Umum PURWAKARTA-Kabupaten Purwakarta memiliki pendopo bernama Bale Paseban. Sebelum Tahun 2008, pendopo tersebut tertutup untuk umum, hanya kalangan terbatas saja yang dapat menikmati fasilitas Negara itu. Kondisi itu berubah sejak Tahun 2008. Pada tahun tersebut, Dedi Mulyadi mulai menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Sekat kaca yang menutupi pendopo pun dibongkar, masyarakat luas kini dengan bebas dapat memasuki area pendopo tanpa dimintai kartu identitas. Bahkan, bangunan yang berdiri sejak Tahun 1831 itu

dapat dipergunakan untuk menggelar akad nikah. Pasangan Farid Farhan dan Inda Nurdiana menjadi pasangan pertama yang melangsungkan akad nikah di tempat tersebut pada 13 Oktober 2015. Ta h u n 2 0 1 5 m e m a n g menjadi tahun bersolek bagi Bale Paseban, dua taman penuh bunga berhasil dibangun di area tersebut. Kedua taman itu bernama Taman Maya Datar sebagai simbol kesetaraan pemimpin dan rakyat, juga Taman Pancawarna sebagai simbol kebhinnekaan. Kini, bukan hanya warnawarni bunga yang menghiasi Bale Paseban, gemerlap air mancur menjadi daya tarik bagi warga Purwakarta dan sekitarnya.  Berbeda dengan Air Man-

cur Sri Baduga yang berbentuk bundar mengelilingi Situ Buleud, Air Mancur Taman Maya Datar berbentuk huruf U. Area sebelah selatan tidak dipasangi lampu dan air mancur karena menjadi akses masuk menuju Bale Nagri, Kantor Bupati Purwakarta. “Iya dulu tertutup dan terawat. Alhamdulillah, sekarang beginilah tampil a n n y a . Na m a n y a p u n saya ubah menjadi Bale Paseban. Dulu namanya Pendopo Purwakarta saja,” kat a Bu pat i Pu rw a k a r t a D e d i Mu l y a d i dalam acara peresmian Air Mancur Maya Datar, Sabtu (10/2) malam.  Nama Bale Paseban sendiri dipilih agar melahirkan spirit pengabdian bagi seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Purwakarta un-

tuk bekerja. Bale memiliki arti tempat yang tinggi, sementara Paseban berasal dari kata Pa s e b aa n b e ra r t i t e m pat menghadap dan menyerahkan sesuatu yang dimiliki untuk seorang tuan. Dalam terminologi ke p e m i mp i na n , i st i la h tuan bermakna rakyat itu sendiri.  “Kita bekerja kan untuk melayani masyarakat. Intinya menjadi pelayan, itu spirit kita di Purwakarta,” lanjutnya.  Tahun lalu, Alun-alun Kian Santang mengalami penataan dan diubah namanya menjadi Taman Pasanggrahan Padjadjaran. Air yang mengalir dan aneka bunga menjadi ciri khas setiap taman yang dibangun atas gagasan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. 

CATUR AZI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

DAYA TARIK: Kondisi saat ini Taman Pasranggrahan Padjajaran dan menjadi daya tarik bagi pengunjung.

“Air dan tanaman bunga itu sengaja ditanam agar hati dan pikiran kita tetap

suci untuk mengingat Allah SWT. Kita bersyukur atas nikmat Allah SWT dengan

konsisten dalam bekerja m e l aya n i ma s ya ra k at,” pungkasnya. (ctr)

Manfaatkan Aplikasi SIKS-NG, PIS-PK Fokus Bidang Kesehatan dan Lingkungan TKSK Tangani Fakir Miskin PURWAKARTA- Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 13 Tahun 2011, tentang Penanganan Fakir Miskin, dan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Menteri Sosial Nomor 57 / HUK / 2017, Tentang Penetapan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin Tahun 2017, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia memperoleh mandat untuk melakukan verifikasi dan validasi (verivali) data setiap dua tahun sekali, termasuk di Kabupaten Purwakarta ”Dalam melakukan verifikasi dan validasi data tersebut, dibutuhkan peran aktif dari pemerintahan desa karena hal ini merupakan kunci tepat sasaran dari penyaluran bantuan sosial dalam program-program penanganan fakir miskin menjadi tepat sasaran” ungkap Ano Suharyono, SH tenaga kerja sukarela Kecamatan (TKSK) Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta, saat

Ano Suharyono

ditemui oleh KBE dikantornya, kemarin (11/2). Lebih lanjut lagi, ujar Ano, Ketepatan sasaran pada program-program tersebut, menjadi hal yang sangat penting dalam percepatan penanganan kemiskinan, sehingga menurutnya perlu didukung dengan data yang akurat, terus diperbarui setiap saat, dan terintegrasi secara data terpadu.

“Sistem pelaporan cepat dan tepat sasaran ini, merupakan kegiatan laporan Rastra menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation, yang telah dimutakhirkan oleh Pusat Data dan Informasi Kemensos-RI melalui ponsel canggih dan dapat di unduh di hp Android dan IOS melalui play store, nantinya setiap TKSK akan tersambung dengan Kordinator Teknisi (Kortek) Dinsos Kabupaten masing masing. Sehingga diharapkan dapat memberikan pelaporan yang akurat, cepat dan tepat dalam pengelolaan beras rakyat sejahtera (Rastra),” jelas dia. Menurutnya, pendamping rastra dalam hal ini TKSK kecamatan harus mengawasi pelaksanaan pendistribusian Rastra dan bantuan sosial lainnya di setiap desa dan di pastikan harus tepat sasaran, papar Ano menutup bicara. (cr50)

PURWAKARTA- Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Puskesmas Bungursari, akan segera diluncurkan pada awal bulan Maret tahun ini. PIS-PK tersebut, merupakan program kesehatan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, dimana setiap Puskesmas di Kabupaten/Kota diharuskan memiliki data base tentang kesehatan warganya dalam kesehatan dan kelayakan lingkungannya, termasuk segala macamnya dalam kehidupan sehari-hari. “Implementasi ini dengan cara pendekatan terhadap

keluarga untuk mencapai Indonesia sehat atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dilakukan oleh banyak Kabupaten/Kota, termasuk di Kabupaten Purwakarta,” ujar Abah Yus Hardi Kasubag TU UPTD Puskesmas (PKM) Bungursari Kabupaten Purwakarta saat ditemui KBE dikantornya, Minggu (11/2). Diharapkan melalui Pendekatan dengan masyarakat ini, keluarga di Indonesia dapat terpantau kesehatannya, ujar Kasubag TU mengakhiri bicara. (cr50)

Diharapkan melalui Pendekatan dengan masyarakat ini, keluarga di Indonesia dapat terpantau kesehatannya. ABAH YUS HARDI Kasubag TU UPTD Puskesmas Bungursari

Beginilah Hari Terakhir Dedi Mulyadi Diakhir Masa Jabatan PURWAKARTA - Dedi Mulyadi segera meninggalkan jabatannya sebagai Bupati Purwakarta. Besok, Senin (12/2), dia akan ditetapkan oleh KPU Jawa Barat sebagai calon wakil gubernur, pendamping calon gubernur Deddy Mizwar. Bupati Purwakarta dua periode tersebut tampak tidak memiliki persiapan khusus menjelang agenda politik penting itu. Terbukti, hari ini, Minggu (11/2), Dedi masih sempat mengurus sebuah rumah tidak layak huni.  Rumah beralamat di Desa Kertajaya RT 19/07 itu merupakan milik Mita (54). Pr ia yang sehar i-

hari bekerja serabutan itu tinggal bersama istri dan anak-anaknya di rumah berdinding bilik bambu berukuran 3x5 meter. Sang istri, Euis Anisah (50) bekerja sebagai ibu r u ma h t a ng ga. S e p e r t i Mita, anak tertuanya, Ade Solihin (25) juga bekerja serabutan. Sementara Nanda (19), sehari-hari membantu pekerjaan rumah ibunya. Hanimah (15) masih belajar di kelas VIII SMP dan Rehan (5) masih dalam asuhan kedua orang tuanya.  Mita sendiri tidak menyangka pagi ini akan mendatangkan berkah baginya, r umahnya di-

datangi oleh Dedi Mulyadi dan diberikan bantuan renovasi agar bisa layak huni. “Gak nyangka mau ada Pak Dedi ke rumah. Tadi ngobrol-ngobrol tentang kondisi rumah dan keluarga. Alhamdulillah, kami dibantu. Saya mohon maaf sekali sudah merepotkan,” katanya.  Diberi Pekerjaan  Bukan hanya bantuan pembangunan rumah, Mita juga mendapatkan bantuan pekerjaan dari Dedi. Mulai besok, ia akan bekerja sebagai pengurus kolam milik Dedi Mulyadi di Cipulus, Wanayasa. 

“Iya, mulai besok kerja di rumah saya di Wanayasa,” kata Dedi. Ucapan syukur dan terima kasih tak henti keluar dari mulut Mita. Sebentar lagi, dia akan memiliki rumah dan pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarganya.  “Alhamdulillah, nuhun pisan ka Kang Dedi. Syukur, Alhamdulillah,” katanya. (ctr)

CATUR AZI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

KROSCEK: Dedi Mulyadi saat kroscek rumah Mita, rumah ini segera dibangun agar lebih laik.

Senin, 12 februari 2018  
Senin, 12 februari 2018  
Advertisement