Page 1

Harian Umum

Jawa Pos Group

Bintang Baru Warga Karawang Bekasi Purwakarta & Subang KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

www.karawangbekasiekspres.co.id

@korankarawangbekasiekspres

HARGA Rp3.000

HARUN HISYAM/METRO SUBANG

TUNJUKKAN: KPK saat menunjukkan bukti uang yang berhasil diamankan saat OTT dan penggeledahan.

Imas Jadi Tersangka Terima Suap Perizinan, Tiga Nama Lain Terjerat SUBANG- Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Bupati Sub-

ang Imas Aryumningsih sebagai tersangka kasus suap. Penetapan tersangka tersebut pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Subang dan Bandung, Jawa Barat pada Selasa (13/2) hingga Rabu (14/2) dini hari. Calon petahana dalam Pilbup Subang 2018 ini ditetap-

SOROT... Kicauan ASN soal Mutasi: Siap Lawan Pimpinan di PTUN KARAWANG - Mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan beberapa minggu lalu oleh Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana dinilai tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena menyisakan banyak masalah di kalangan ASN n Ke Hal...7

KASUS.... Babak Baru Korupsi APBD II Purwakarta PURWAKARTA-Ke­jaksaan Negeri (Kejari) Pur­wakarta kembali menetapkan dua tersangka yakni MR dan HS, setelah sebelumnya terlebih dahulu menetapkan EM sebagai tersangka korupsi penyalahgunaan APBD II Tahun Anggaran 2016 di Sekretariat DPRD Purwakarta n Ke Hal...7

TIDAK TERBIT Bertepatan dengan Tahun Baru Imlek pada hari Jumat tanggal 16 Februari 2018 yang merupakan hari libur Nasional, Karawang Bekasi Ekspres tidak terbit. Kami akan kembali kepada pembaca setia pada Senin 19 Februari 2018. Terima Kasih Redaksi

DIJUAL TANAH SHM Lokasi sangat strategis untuk industri dan perusahaan. Berada di pinggir Jalan Raya Peruri Ciampel, Karawang (dekat Kawasan Industri Surya Cipta) Luas lahan: 7592 m2.

Hubungi: 0813 7785 6363 0818 0663 0196

kan menjadi tersangka bersama 3 orang lain dari 8 orang yang diselidiki. Ketiga orang tersebut ialah orang kepercayaan Imas, Darta, Kabid Perizinan DPMPTSP Subang, Asep Santika, dan salah satu pihak swasta atau pemberi suap Miftahudin. Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan,

setelah melalui gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Imas, terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Saat melakukan siaran pers, KPK mengaku telah mengantongi dan menga-

mankan bukti-bukti kuat. “Antara lain dokumendokumen penting untuk jadi barang bukti dan sejumlah uang senilai Rp 337.280.00 juta yang diamankan KPK . KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan empat tersangka. Sebagai

pihak yang diduga pemberi M T H s w a t a, sebagai pihak yang diduga menerima IA (selaku) Bupati Subang, D swasta, dan ASP,” kata Basaria n Ke Hal...7

Pembatalan Lelang RS Paru Bau Kepentingan Percepat Ungkap Dalang Megakorupsi Kambud

KARAWANG- Mendadak Pem­k ab Karawang disebut membatalkan proses lelang pembangunan RS Paru. Hal tersebut menuai tanda tanya sejumlah pihak padahal proses lelang telah menghasilkan tiga nama per usahaan dari 31 perusahaan yang mengikuti tendermegaproyek ini. Indikasi campur tangan petinggi di Karawang pun disebutsebut sebagai salah satu buah dari batalnya proses lelang ini. Hal ini mencuat setelah melihat proses lelang yang seha-

runya dikeluarkan hasil lelang bebrapa hari kemarin, tetapi justru muncul pembatalan Pengumuman hasil pemenang lelang tanpa batas waktu yang ditentukan. “Ya, kita melihatnya hal  ini adanya campur tangan dari oknum tertentu terkait lelang tersebut, diduga Kepala Daerah yang ingin meloloskan perusahaan titipannya agar dapat menang dalam proses lelang,” ujar salah satu masyarakat yang memantau proses lelang ini, Rudi.  Senin (12/2) n

Akan terang benderang, apabila peserta lelang yang merasa dirugikan atas pembatalan lelang proyek rumah sakit paru ini menyeret masalah ini ke ranah hukum. Atau minimal lakukan somasi.

KARAWANG- Pekan lalu, Kejaksaan Negeri Karawang menyatakan paling lamban kemungkinan akhir pekan ini berkas penyelidikan skandal megakorupsi Kampung Budaya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk dinaikan statusnya menjadi penyidikan serta menetapkan tersangka. Namun hingga akhir pekan ini, belum ada gelagat

ASEP AGUSTIAN Praktisi Hukum

Ke Hal...7

perkembangan proses hukum yang ditaksir ditemukan adanya kerugian keuangan negara hingg Rp 6 miliar ini. Padahal sejumlah alat bukti yang cukup kuat diakui Kepala Kejari Karawang Sukardi telah dikantongi oleh pihaknya dan cukup kuat untuk bisa menetapkan tersangka dalam skandal ini n Ke Hal...7

Peneror Bom Ngamuk Pukuli Sesama Tahanan KARAWANG- Dadang Purnama alias Daeng, tersangka pelaku teror bom di Klenteng Kwan Tee Koen,  Jalan Ir. H. Juanda Nomor 1A, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, mengamuk dan melakukan pemukulan kepada sejumlah tahanan teman satu selnya. Pelaku diduga mengalami depresi.  Kapolres Karawang, AKBP Hendy F. Kurniawan membenarkan kejadian ters e but. Hal itu terjadi ketika yang bersangkutan dititip di rumah tahanan (Ru-

tan) polres, usai menjalani pemeriksaan. “Di sela tidak ada pemeriksaan, kita titip di rutan polres. Dia disatukan dengan tahanan yang lain. Disitulah dia mukulin yang lain, orang-orang yang di dalam sel itu, tahanan yang lain,” ungkapnya kepada KBE di sela-sela kegiatan, Rabu (14/2). Lanjut Kapolres, akibat kejadian tersebut, tersangka Daeng terpaksa ditempatkan pada sel khusus, dan diisolasi dari tahanan lainnya n

ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES

Ke Hal...7

DIAMANKAN: Dadang Purnama alias Daeng diamankan oleh petugas kepolisian, setelah melakukan siaran pers.

Banjir Promo saat Imlek

Hotel Jababeka Makin Manjakan Pengunjung Tahun baru Cina merupakan salah satu tradisi kebudayaan masyarakat Tionghoa yang cukup populer di Indonesia. Malam pergantian Tahun Baru Cina ini merupakan tradisi turun menurun dari nenek moyang yang wajib untuk dirayakan bagi seluruh etnis Tionghoa. Bahkan era ini, perayaan Imlek tak hanya ikut dimeriahkan oleh etnis Tionghoa saja. Melainkan juga turut menjadi rutinitas tahunan masyarakat Indonesia pada umumnya. HUDRI AMIN, Cikarang Ke Hal...7

Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No 20. Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492

The Celecton Hotel Jababeka operated by Topotels Hotels & Resort banjir promo saat Imlek dan siap manjakan pengunjung.

HUDRI AMIN /KARAWANG BEKASI EKSPRES

email: karawangbekasiekspres@gmail.com,

redaksikarawangbekasi@gmail.com


METRO KARAWANG

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

2

Orang Gila dan Preman Ditertibkan Pasca Teror Bom Vihara KARAWANG- Pasca teror bom di Klenteng Kwan Seen Tee Koen, jalan Ir. Juanda Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Polres Karawang bersama Pemkab Karawang melakukan operasi penertiban terhadap orang gila dan preman yang berkeliaran di sekitar Karawang. “Operasi penertiban orang gila kami lakukan bersama Pemkab Karawang untuk mengantisipasi potensi kerawanan di Kabupaten Karawang. Setelah kami berhasil mengungkap pelaku yang mengancam akan membom klenteng belum lama ini, kami perlu melakukan antisipasi terkait masalah keamanan masyarakat. Orang gila saat ini sudah menjadi isu di sejumlah daerah dengan adanya peristiwa penganiayaan ulama. Kami ingin memastikan di Karawang tidak akan terjadi seperti itu,” ujar kata Kapolres Karawang AKBP Hendy. F. Kurniawan kepada KBE, Selasa (14/2). Kapolres mengatakan, operasi penertiban orang gila dilakukan mulai Senin (13/2/2018) kemarin dan dalam operasi tersebut

ARIE FIRMANSYAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES

DIAMANKAN: Petugas kepolisian saat mengamankan orang gila dan preman yang kerap berkeliaran di kawasan perkotaan.

sudah 38 orang gila yang terjaring. Orang gila yang terjaring operasi didata dan kemudian dikembalikan ke-

pada keluarganya. Namun jika identitasnya tidak diketahui maka akan rawat di tempat penampungan milik

Pemkab Karawang. “Operasi yang kami lakukan selama dua hari sudah menjaring 38 orang

gila. Mereka sudah didata oleh petugas gabungan dari Polres dan Pemkab Karawang untuk selanjutnya

diserahkan ke Pemkab Karawang,” ungkapnya. Lanjut Kapolres, selain karena ancaman bom di

klenteng baru-baru ini, situasi diluar Karawang juga menginspirasi Polres Karawang untuk melakukan operasi penertiban. Apalagi dalam operasi ini Bupati Karawang Cellica Nurachadiana sangat mendukung dengan menerjunkan aparat Satpol PP bekerjasama dengan Polres. “Operasi ini kami lakukan terus karena selain untuk keamanan masyarakat juga untuk keindahan kota Karawang,” katanya. Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurachadiana menyatakan, dukungannya dengan adanya operasi penertiban orang gila. Cellica mengaku dengan berhasilnya Polres Karawang mengungkap pelaku yang mengancam akan membom klenteng membuka mata masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Keberadaan orang gila tidak bisa lagi diacuhkan dan harus ada partisipasi masyarakat untuk melaporkan keberadaan orang gila. “Biar kami pemerintah daerah yang akan mengurusnya, kita punya tempat penampungan orang gila. Mereka akan dirawat hingga sembuh, dan jika mereka berasal dari lura Karawang akan dikembalikan kepada keluarganya,” pungkasnya. (rie)

Lewat Musakhar, Regenerasi Paskibraka Berjalan KARAWANG- Setelah lebih dari 1 tahun berhasil menyabeT kejuaraan tingkat kabupaten, dan provinsi, sebagai bentuk kaderisasi dan penyegaran ekstrakurikuler Paskribraka Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Rengasdengklok kembali melakukan regenerasi kepengurusannya. Kepengurusan periode lama 2017/2018 yang sebelumnya dipimpin oleh siswi kelas IX SMPN 1 Rengasdengklok, Aina Fatimah (15) kini diserahkan kepada Meli Maulida (14) siswi kelas VIII A, berdasarkan suara terbanyak dalam Musyawarah Pasukan satu Khas Rengasdengklok (Musakhar).

P e m b i n a P a s k i b r a k a­ SMPN 1 Rengasdengklok­, Muhammad Dicky meng a t a k a n t e l a h ­ d i l a ksanakannya pergantian­ pengurus Pasukan Satu K ha s S M P N 1 R e n ga s dengklok (Paskhar) adalah bentuk kaderisasi ke Praja tingkat dua, yaitu siswa kelas IX. “Pergantian tersebut sudah menjadi agenda rutin kegiatan paskibra, karena siswa kelas IX akan menghadapi ujian nasional. Oleh karena penggantian dilakukan melalui musyawarah dari 89 anggota Passkhar,” ujarnya, kepada KBE, Rabu (14/2). Melalui terbentuknya kepengurusan yang baru,

lanjut dia, sebagai pembina mengharapkan untuk bisa menyamai prestasi periode sebelumnya dan bahkan bisa melampauinya. “ Ta r g e t y a n g d i c a p a i prestasi dibidang Paskirbrala yaitu lomba baris berbaris  mencapai target yang terbaik menjadi juara umum, seperti tahun kemarin mencapai lomba di tingkat  nasional. Dan itu menjadi pembelajaran bagi kami,” tambahnya. Sementara itu, kepala sekolah SMPN 1 Rengasdengklok, Engkus Sutisna menambahkan, dengan terpilihnya Meli Mualidia menjadi ketua Passkhar bisa lebih lagi mengharumkan nama SMPN

Istimewa

1 Rengasdengklok pada tingkat tertinggi, selain itu bisa menjadi kebanggaan tersendiri. “Semoga Passkhar bisa

lebih lagi berprestasi, dan tidak lupa para siswa tidak melupakan kewajibannya untuk tetap giat belajar,” pungkasnya. (gie)

POJOK BPJS

JKN KIS Sangat Membantu Warga RUMAH SAKIT 1.

RUMAH SAKIT ISLAM KARAWANG Jl.Pangkal Tanjungan Km. 2 Karawang

0267-414520 0267-414521 0267-414522

2.

RUMAH SAKIT BAYUKARTA Jl.Kertabumi No. 44 Karawang

267-401817 0267-401818 0267-402731 0267-404472 0267-404472

3.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARAWANG Jl. Galuh Mas Raya No. 1 Karawang

0267-640444 0267-640445 0267-640666

4.

RUMAH SAKIT DEWI SRI Jl.Arif Rahman Hakim NO. 1A Karawang

0267-402855 0267-406445 0267-412246

5.

RUMAH SAKIT CITO Jl. Arteri Tol Karawang Barat

0267-414245 0267-414264 0267-414306

KARAWANG- Penyakit batu Ginjal adalah salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia kini. Penyakit ini terjadi karena adanya sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disaring oleh ginjal dan tidak dapat larut, sehingga dalam jangka waktu yang lama akhirnya menimbulkan endapan berupa material keras menyerupai batu di dalam ginjal. Hal ini lah yang dialami oleh Budi Rinarto Putra, warga Desa Kutagandok,Kabupaten Karawang.Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa dirinya harus mengalami operasi 12 kali untuk mengobati Batu Ginjal yang dideritanya. Penyakit Batu Ginjal sebet-

ulnya dapat ditangani dengan mengkonsumsi banyak air putih, namun pada kasus parah, tindakan medis berupa Operasi harus dilakukan seperti yang dialami Budi. Pria kelahiran 34 tahun silam tersebut menuturkan bahwa awalnya ia hanya merasakan sakit pada pinggangnya. Ketika dilakukan pemeriksaan, ternyata perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat pertama kali dilakukan operasi, dirinya harus mengeluarkan biaya sendiri karena belum menggunakan Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN KIS). Memahami betapa bermanfaatnya menjadi Peserta Program JKN KIS, akhirnya Budi dan keluarga mendaftarkan diri menjadi Peserta JKN KIS.

“Kami merasa sangat terbantu sekali dengan adanya Program JKN KIS ini, saya sudah melakukan operasi sebanyak 11 kali dan ditanggung penuh oleh Program JKN KIS,”jelas Budi. Pria yang bertempat tinggal di Desa Kutagandok tersebut juga menuturkan bahwa dirinya dan keluarga tidak mengalami kesulitan selama berkali-kali mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tempatnya melakukan operasi. “Alhamdulillah langsung ditangani dan dilayani dengan baik,”tambah Budi. Budi dan Keluarga pun berharap Program JKN KIS dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi pesertanya. (dri)

Dokumentasi

TERBARING: Didamping istri, Budi nampak terlihat sedikit tenang saat terbaring sakit, karena telah mengikuti kepesertaan JKN-KIS.

Kantor

BATU MULIA DI jual batu mulia / bahan berbagai macam stones dari harga 100 ribu perkilo Hub: Gozali Ridho tlp 087879999416

DIJUAL RUMAH Luas Tanah 122 m2 Luas Bangunan 70 m2 Harga 1,5 M (Nego) Lokasi : Galuh Mas Metropolis Blok IV No.A1 HUBUNGI : MARYANI 0821 1486 3288

BUTIK NISAY butk mnyediakn kerudung lukis, sptu mimosabi & brbgai pakaian dr anak hngga dwasa, aksesoris hingga lainnya, Hub: di Jln Raya Galuh Mas City Walk Karawang

DIJUAL TANAH KOSONG, SHM, LUAS 4.500M2 HARGA 1,2 JT/M NEGO, LOKASI KP. JAGAWANA SUKARUKUN-SUKATANI, KAB. BEKASI DEPAN JALAN RAYA, HUB : 0812 8788 8178 WA : 0878 8041 5886

DIJUAL TA N A H & B A N G U N A N S H M N O . 11 6 8 LT. 4 . 0 5 8 M 2 D A N SHM NO.443 & 322 LT. 1.889 M2.ALAMAT: JL. RAYA KATOMAS RT.06/12, DESA SUMBERSARI, PAGADEN, SUBANG. HUB. 081223814799

KEHILANGAN HILANG 1 (Satu) buah BPKB Spda Mtor Merk Honfa XL-B02R07LO, No. POL T-5572-YC. NOKA :MH1JFR112FK132098 NO MESIN : JFR1E1129816 an STNK AUDREY ADINI RATNA PUTRI Alamat : BTN Subang Jaya Blok 1 No. 23/24 RT. 040/010 Kel Karang anyar, Subang.

KEHILANGAN TELAH HILANG STNK DAIHATSU TERIOS NOPOL D-1084-XF WRNA HITAM METALIK TAHUN 2008 NOKA MHKG2CJ1J8K006965 NOSIN DBB0215 AN. IR SUWANDI

: (0267 840 8492)

KEHILANGAN HILANG BPKB MOBIL TOYOTA ACCORD TH 90 NOPOL B 2185 MT A/N TIGOR SITORUS ALMT KAV POLRI B VII/29 JAK-BAR


U HAY NG A R U LOS! B NYO

Semangat Baru Urang Subang Jawa Pos Group

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

Gudang Duit Bupati Imas Ada di Kamar Tidur Ajudan Bernama Chandra Agung Setia SUBANG - Gelagat akan melakukan tindak pidana korupsi di lingkungan orang nomor satu di Subang sebenarnya sudah lama tercium. Informasi yang dihimpun oleh Metro Subang (KBE) di seputaran lingkungan Rumah Dinas Bupati Subang, diungkapkan bahwa kamar tidur yang biasa digunakan oleh Chandra Agung Setia, ajudan Bupati Imas dijadikan tempat penyimpanan uang. Di kamar itu ada brangkas yang berisi uang ratusan juta disimpan. Bahkan mencapai nilai miliar rupiah. “Jangan masuk ke kamar, di kamar ajudan soalnya banyak uang disana,” kata Mugni, Juru foto Bupati Subang ketika Metro Subang hendak masuk, beberapa waktu lalu. Dalam lingkaran Bupati Subang, Chandra yang merupakan warga Babakan Curug Tanjung Wangi dikenal pemain rotasi dan mutasi jabatan. Lewat dialah dikabar-

kan mengalir uang mutasi rotasi ke rekening Bupati. “Sudah menjadi rahasia umum Chandra pemain jual beli jabatan,” Kata Anggota Dishub Subang yang tidak mau disebutkan namanya. “Biang tuh Si Chandra kalau masalah rotasi mutasi paling getol cari duit. Kalau satu orang dihitung 150 juta, dikali 500 orang sudah berapa? “ katanya menambahkan. Yang lebih parah lagi, sebelum pengerebekan oleh KPK pada Selasa malam kamar itu berisi banyak uang. “Kamar ajudan itu penuh dengan kantong-kantong berisi uang. Kamar Chandra itu gudangnya duit, pecahan 50 ribu dan 100 ribu,” kata sumber orang dekat bupati yang juga tidak mau disebutkan namanya. Sebelumnya KPK mengumumkan dalam O T T

Imas uang ratusan juta rupiah diamankan. “Ratusan juta sejauh ini (yang diamankan),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (14/2). Febri menyebut ada komitmen lebih dari nominal yang diamankan. KPK menduga transaksi ini terkait dengan kewenangan perizinan. “Diduga dari pembicaraan awal miliaran rupiah,” lanjut Febri. Sementara itu, total kekayaan Imas diketahui mencapai Rp 50,9 miliar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) milik Imas yang dilihat Metro Subang, Rabu (14/2), total harta Imas per September 2016 sebesar Rp 50.954.748.338 miliar. (hrn)

KEDATANGAN KPK di Subang berkat laporan masyarakat soal dugaan korupsi dan penyelewengan penyalahgunaan jabatan oleh Bupati. Saat kedatangan KPK, Bupati sedang menerima tamu dari ormas, Ketua Partai Golkar dan unsur pengusaha. Sekitar pukul 20 WIB, Ketua Karang Taruna dan 4 Staf Sekda bertemu di sekitar depan Pintu Tol Cilameri. Pukul 20.15 WIB, Darta (Target Utama KPK) berangkat ke Bandung, masuk tol ke arah Cipularang mengantar istrinya. Pukul 21.00 WIB Darta ditangkap saat transaksi di sekitar Cileunyi Bandung. Pukul 21.30 WIB membawa Darta KPK langsung meluncur ke Kalijati Subang. Di Kalijati, KPK  menangkap H. Miftah orang Hambalang (Bos Darta yang selama ini suplai beberapa mobil mewah untuk kampanye Imas. Jam 22.00 WIB dari pertunjuk Darta dan H. Miftah KPK menangkap Bupati Subang di Rumah Dinas. Bupati Imas sempat berontak dan tidak mau dibawa dengan ucapan «Saya tidak bersalah.» Penangkapan ini juga membawa serta tiga orang. Antara lain Chandra (ajudan bupati), Indah (sekpri), dan Koko (supir pribadi) Pukul 01.00 WIB tahapan penangkapan kedua yang dilakukan KPK di Rumah Dinas Bupati. Yang ditangkap adalah Asep Santika, Kabid Perijinan DPMPTSP dan Sutiyana Kasie Perijinan DPMPTSP. Lalu KPK menyegel Rumah Darta, KPK juga menyegel ruang kerja bupati dan kamar tidur pribadi. (hrn)

Tsunami Politik Subang SUBANG– Ditangkapnya Bupati Subang Imas Aryumningsi oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) membuat suasa perpolitikan di Subang tidak menentu. Subang sedang mengalami tsunami politik yang mengubah arah per-

LINGKARAN OTT : Bupati Subang Imas Aryumningsih (kiri) Mugni (tengah) dan Darta (kanan)

Kronologi Penangkapan Bupati Imas

Kamar ajudan Imas yang disegel KPK.

PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG

ATING RUSNATIM Wakil Bupati Subang 2018

politikan di daerah itu. OTT Bupati Imas bukan sekadar peritiwa hukum, tapi juga peristiwa politik yang luar biasa di Subang ini. Apalagi sebelumnya sujah jatuh vonis Pengadilan Negeri A1 Khusus Bandung, tentang dikabulkannya gugatan SP3 Kasus Ijazah Imas. “Jadi, ketika SP3 ijasah Imas yang dikeluarkan oleh Ditreskrimum Polda Jabar ditolak oleh Hakim dan tidak sah,

keputusan itu menjadi bukti kuat bahwa benar ijazah Imas patut diduga bermasalah dengan hukum,” kata Nopian, aktivis pemuda Subang. Terlebih saat ini Imas tersangkut hukum dengan KPK, dan menjadikan keputusan hukum pra peradilan sebagai landasan untuk membatalkan semua kebijakan dan keputusan Imas saat menjabat bupati. “Secara logika, jika seorang pemimpin memiliki surat

perintah palsu dan sejalan dengan waktu terbukti palsu, artinya kebijakan dan keputusan yang kemarin dia lakukan adalah palsu yang tidak memiliki landasan hukum yang kuat,” kata Nopian lagi. Artinya pula, kata dia, keputusan yang dilakukan Imas, seperti melakukan mutasi, mengangkat atau melantik kepala desa dan lain-lain serta tanda tangannya sendiri saat ini sudah bisa dikatakan palsu semua . Dan keputusan kebijakan itu bisa digugat kembali oleh masyarakat untuk dikembalikan. (hrn)


CIKAMPEK

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

4

67 Desa Diduga Bermasalah soal DD Kades Tersandung Hukum Sangat Erat Tata Kelola BUMDes TEMPURAN-Kehadiran Dana Desa memang mempercepat pembangunan diwilayah, keberadaannya membuat realisasi pembangunan infrastruktur bisa lebih cepat. Namun, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi cela yang berpotensi untuk dilanggar oleh oknum Kepala Desa. Apalagi, jika mencermati dana BUMDes yang mencapai Rp 120 jutaan setiap tahun, dana itu rawan diselewengkan untuk kepentingan oknum kepala desa maupun usaha keluarga. I r b a n I I I I n s p e kt o ra t Karawang, Mukhlish Villy mengatakan, semua desa penerima dana desa wajib membuat BUMDes. Aturan tersebut sudah berlaku sejak tahun 2015 lalu. Karena, dengan keberadaan BUMDes ini diharapkan dapat membantu masyarakat, seperti penjualan usaha, simpan pinjam dan pemberdayaan ekonomi lainnya. Namun, pemanfaatan pengelolaan dana BUMDes harus dipelototi. Benar atau tidak setiap dana alokasi untuk BUMDes tersebut disalurkan, baik nominalnya maupun bukti-bukti usahanya. Sebab, rata-raya pelaporan BPD ke meja inspektorat adalah soal BUMDes. Bah-

kan desa-desa yang tersandung urusan hukum juga kaitannya sangat erat dengan tata kelola BUMDes yang banyak di langgar. “Laporan yang sering masuk dari warga desa maupun BPD itu ya seputar Penyelewengan Dana BUMDes, maka ini yang harus kita pelototi, benar atau tidak pendistribusiannya,” ungkap Mukhlish, kepada KBE, saat melakukan pemeriksaan Dana Desa di Desa Cikuntul, Kecamatan Tempuran, belum lama ini. Mukhlis menambahkan, jika ada gelagat tidak beres dalam pengelolaan BUMDes dan diadukan masyarakat, siap-siap penyidik turun tangan. Apalagi, kalau ditemukan dana desa yang disalurkan untuk BUMDes, kemudian sarana dan bukti fisiknya tidak ada, maka dipastikan harus ada pembinaan. Jika masih buruk seperti realisasi yang tidak sesuai RAB dan usaha simpan pinjam tapi dialokasikan ke yang lain tanpa berita acara musyawarah alias sepihak, maka jangan salahkan jika selebihnya digarap penegak hukum lainnya. “Segala sesuatunya harus sesuai RAB awal. Merubah sepihak tanpa musyawarah dan berita acara saja sudah pelanggaran,” katanya. Tahun ini Mukhlis menambahkan, dari 297 desa di Karawang, tidak semua diperiksa, karena edaran Kemendagri dilakukan harus dengan sampling. Karenanya, sampai akhir Februari 2018 nanti, ada 67 desa

PENDIDIKAN

WAHYUDIN / KARAWANG BEKASI EKSPRES

PEMERIKSAAN: Warga Desa di Desa Cikuntul, Kecamatan Tempuran yang menerima program Bumdes simpan pinjam.

yang dana desa tahun 2015, 2016 dan 2017 diperiksa langsung oleh Inspektorat. Sama seperti pemeriksaan

reguler, pemeriksaan ini juga akan menetapkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang penyempur-

naannya, harus cepat dan segera diselesaikan. Jangan sampai pemerintah desa ada hutang dan

tunggakan atas realisasi yang sudah berjalan ditahun-tahun sebelumnya. “Ada 67 desa yang diperik-

sa dari berbagai pelosok kecamatan, berdasarkan surat edaran Kemendagri,” pungkasnya. (wyd)

LPM, Jembatan Aspirasi Mahasiswa Unsika

Dokumentasi

Orang Tua Siswa Menunggu Sikap Komisi D DPRD CILAMAYA WETAN-Ketua Komisi D DPRD Karawang, Pendi Anwar, kepada awak media, mengaku akan mendalami berbagai jenis pungutan yang dilakukan pihak SMKN 1 Cilamaya, Karawang, kepada para siswanya. Pendi mengatakan, akan mendalami issu maraknya keluhan wali murid yang merasa dipungli oleh pihak sekolah, untuk keperluan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Coba nanti saya cross chek dulu yah biar gak salah,” ucap Pendi, diakhir pekan lalu. Rencana itu mendapat perhatian serius dari wali murid di SMKN 1 Cilamaya. Bahkan, para orang tua wali murid begitu menanti realisasi pendalaman yang bakal dilakukan Pendi Anwar selaku wakil rakyat. “Pak Pendi Komisi bidang pendidikan DPRD Karawang berencana akan mendalami soal pungutan di SMKN 1 Cilamaya. Tentu ini sebuah perhatian yang luar biasa, terpenting harus dibuktikan, dan hasilnya seperti apa,” ungkap Asep LSM BUAS Cilamaya, kepada KBE, Rabu (14/2). Senada dikatakan orang tua siswa yang tidak mau disebut namanya, mengatakan, terkait rencana Komisi D DPRD Karawang menyikapi persoalan pungutan yang terjadi di SMKN 1 Cilamaya sangat diapresiasi mereka. Pasalnya, banyak sekali pungutan yang nilainya fantastik, mulai tahun ajaran baru hingga akhir tahun ajaran, dan hal ini jelas memberatkan orang tua siswa. Dimana kelas XI diminta uang sebanyak Rp 1,5 juta/siswa, sedangkan kelas XII Rp 2 juta/siswa. “Kami menunggu rencana itu. Banyak pungutan di SMKN 1 Cilamaya. Waktu rapat kemarin tidak ada surat undangan dari sekolah, hanya informasi lewat anak saja, bapak besok suruh kesekolah, tidak jelas substansinya, ujung-ujungnya diminta uang, kan aneh,” kata orang tua siswa warga Kecamatan Cilamaya Wetam ini. Bahkan bukan hanya itu, siswa yang bawa motor parkir dihalaman sekolah harus bayar Rp 2 ribu untuk sekali parkir. Kelengkapan seragam sekolah, mulai dari baju, sepatu sampai yang lainnnya dihargakan Rp 3,7 juta rupiah. “Semuanya serba uang. Kelengkapan sekolah harga segitu, sampai sekarang diantaranya masih ada yang belum dikasih, alasannya nunggu lunas. Parkir dipungut, padahal itu bukan lahan pribadi, sekolah mana yang berlakukan parkir disekolah bayar, mungkin hanya SMKN 1 Cilamaya. Harus ada tindakan dari pemerintah, jangan dibiarkan,” cetusnya. Sebelumnya, kepala SMKN 1 Cilamaya, Hj Mutia Purnamawati, mengakui adanya pungutan tersebut. Mutia berpendapat, hal itu dilakukan untuk menambah biaya operasional sekolah yang tidak cukup.”BOS dari pemerintah tidak cukup. Maka kami pungut. Untuk menghadapi akhir tahun cukup banyak biaya yang dibutuhkan,” pungkasnya. (wyd)

K A R AWA N G - S e b a g a i salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Unsika konsisten dalam menyajikan informasi kepada mahasiswa dan dosen, sekaligus menjadi jembatan aspirasi para mahasiawa. LPM dibentuknya sejak 17 Mei 2011 atau sekitar 7 tahun lalu, LPM Unsika terus berkembang. Bermula dari kegiatan radio di kampus, kini LPM Unsika memiliki banyak media informasi yang dinanti oleh penggemar setianya. Seperti Mading Kampus, Media Sosial, Media Online, dan yang paling diganderungi adalah media Cetak dengan nama Suara Unsika. Ketua LPM Unsika Okta Apriansyah, menerangkan, segala informasi resmi tentang kampus Unsika bersumber dari media milik LPM. Saat ini tak kurang 62 Jurnalis dimiliki oleh UKM berbasis media informasi di Unsika tersebut.

“Kebutuhan mahasiswa Unsika tentang Informasi di kampus sangat tinggi, oleh karena itu kami sangat diganderungi,” ungakpnya kepada KBE, Rabu (14/2). Masih kata dia, selain menyajikan informasi seputar kegiatan di kampus, LPM Unsika juga kerap kali menjadi penjembatan aspirasi antara mahasiswa pada kampus, maupun sebaliknya. Ia berharap LPM Unsika bisa bersinergi dengan dosen maupun seluruh elemen di kampus yang berada di kota lumbung padi itu. “Seluruh pihak sangat antusias mendukung kegiatan LPM di Unsika,” ujarnya. Okta, sebagai General Manager di Buletin Bulanan Suara Unsika menambahkan , kegiatan jurnalistik di LPM Unsika bukan hanya sekedar mencari berita dan menyebar luaskannya di Kampus. Kegiatan bersifat peningkatan kualitas LPM Unsika juga terus digenjot oleh pengurus. Dalam program kerja (proker) yang baru disahkan

WAHYUDI / KARAWANG BEKASI EKSPRES

EXTRAKULIKER: Mahasiswa Unsika dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Unsika konsisten dalam menyajikan informasi.

bulan Februari 2018 ini, terdapat beberapa kegiatan peningkatan mutu para jurnalis, seperti pelatihan jurnalistik, pengembangan dan evaluasi media, serta kunjungan ke kantor media lokal yang ada di Kota Karawang. Selain itu, kata dia, sebagai

Bhabinkamtibmas Polisi, Penyuluhan Bahaya Narkoba CIKAMPE K–­K apols ek Cikampek melalui Bhabinkamtibmas Desa Cikampek Utara, gencar melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada kalangan remaja. Pasalnya, penyuluhan tersebut bertujuan dalam mempersempit ruang gerak peredaran barang haram tersebut dilingkungannya. “Gencarnya penyuluhan tentang bahaya narkoba terhadap remaja, bertujuan agar para generasi muda di lingkungan kami tidak berani untuk mengkonsumsinya, karena selain dapat merusak tubuh, narkoba ini bisa merusak generasi muda,” ungkap Bripka. Rahman, saat penyuluhan Bahaya Narkoba di Komplek PU Dusun Kampung Baru Timur, Rabu (14/2) Masih kata Bripka. Rahman, penyuluhan narkoba tidak hanya sebatas upaya pencegahan dalam mempersempit ruang gerak peredaran barang haram. Tetapi juga sebagai langkah progres dalam memeranginya ujarnya. “Kami berharap, selain

WAHYUDI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

SOSIALISASI: Kapolsek Cikampek melalui Bhabinkamtibmas Desa Cikampek Utara, gencar melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada kalangan remaja Komplek PU Dusun Kampung Baru Timur.

mereka diberikan pemahaman bagaimana bahayanya narkoba bagi generasi muda, juga mengajak kepada para remaja dilingkungan kami untuk memerangi peredaran narkoba,” jelasnya. Ia juga menjelaskan, untuk saat ini upaya pencegahan serta pembinaan rutin yang dilakukan terhadap generasi muda di wilayah hukumnya ,sehingga menjadi langkah

efektif agar barang haram tidak beredar luas. “Intinya pemudanya ketika bergaul sudah kuat wawasannya dan luas, kesadarannya sudah kuat tentang bagaimana bahaya narkoba, ini bisa menjadi langkah bagus dalam meminimalisir peredaran barang haram yang sangat merusak generasi bangsa ini secara keji,” pungkasnya. (wyd)

mahasiswa yang berbakti pada negeri, Okat bersama rekan sejawatnya di LPM Unsika juga kerap kali melaksanakan aksi sosial di lingkungan masyarakat. LPM Unsika akan mengunjungi sekolah-sekolah tingkatan SMA yang memiliki kegiatan ekstr-

akurikuler Jurnalistik untuk berbagi ilmu. “Dilaks a na k a n nya p ro ke r i tu bukan tanpa tujuan, saya harap LPM Unsika bisa lebih baik dalam pemberitaan, meningkat pula keorganisasiannya, serta memiliki anggota yang loyal,” harapnya. (wyd)


KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

DENGKLOK RAYA

5

Inspektorat Turun ke Desa Periksa DD Nilai Agresifitas dan Semangat Kades Menjalankan Pemerintahan PEDES- Tim Inspektorat Daerah Kabupaten Karawang sejak pekan lalu mulai turun ke desa-desa untuk melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana desa tahun anggaran 2017 lalu. Khotib.M.SH.MM, penanggung jawab pemeriksa wilayah satu dari inspektorat mengatakan, tim yang turun ke desa-desa itu untuk memeriksa sejauh mana realisasi penggunaan dana desa apakah sesuai atau tidak. Setelah pemeriksaan di tingkat kecamatan hari ini Rabu (14/2) inspektorat kabupaten Karawang kembali lakukan pemeriksaan ke tingkat Desa, jadwal yang pertama di periksa hari ini yaitu Desa Payungsari Kecamatan Pedes. Khotib,selaku penangg u ng jawab p e m e r i k s a w i l ay a h s a t u d a r i i n s pektorat mengatakan melakukan pemeriksaan ini Desa yang per tama setelah kemarin melakukan pemeriksaan di tingkat kecamatan Pedes,setelah selesai pemeriksaan ini ternyata jauh dari yang di sangkakan artinya bukan masalah lama atau barunya tetapi jabatan Kepala

Desa tetapi yang kami nilai adalah kaitan agresifitas dan semangat Kades menjalankan aktifitas roda pemerintahan di desanya. Ini terbukti dengan lancarnya komunikasi antara BPD,LPM dan aparatur desa dengan pimpinan nya dan kalau kita melihat dari sisi kemajuan desa ini minimal di lihat dulu dari semangatnya tapi tentunya perlu adanya pembelajaran dari masa masa lalu mengingat dan menimbang setiap pergantian Kepala Desa ini selalu baru dari perangkatnya sehingga perlu adanya pembinaan berkelanjutan. Ungkapnya kepada KBE, Rabu (14/2). Masih kata Khotib ,walaupun belum brifing dengan rekan rekan pemeriksa,artinya pemeriksaan ini sudah kelihatan mempunyai itikad baik dari Kepala Desa untuk meningkatkan kinerja di Desa nya mempunyai keinginan yang besar untuk merubah yang lemah ditingkatkan untuk lebih baik lagi, setelah di berikan arahan serta dasar dasar aturan seharusnya untuk di patuhi. “Kami berharap kedepan tentunya ada perubahan yang signifikan yang lebih baik lagi, karena kalau di lihat figur pimpinan nya sudah sangat mendukung tinggal bagai mana yang di bawah mengikuti dan bekerja sama untuk m e l a ku k a n p e r u b a ha n

PENDIDIKAN

ODONG KUSNADI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

KREATIVITAS: Ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Rengasdengklok, mengikuti lomba Calistung, lomba MIPA, Siswa Berprestasi tingkat Kecamatan 2018.

Ratusan Siswa SDN Berlaga di Lomba Calistung RENGASDENGKLOK– Ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, ikuti lomba Calistung, lomba MIPA, Siswa Berprestasi tingkat kecamatan 2018. Kegiatan tahunan itu, di gelar di Gedung SDN Rengasdengklok 2 pada Hari Rabu, (14/2). Antusias para peserta tampak serius dalam mengerjakan soal yang di berikan panitia. Acara yang juga berlangsung selama satu hari itu, di buka secara resmi Unit Pelayanan Teknis Dinas (UP TD) Pendidikan Rengasdengklok Rusta Anzela dan turut di hadiri tamu undangan dari berbagai element. Diataranya, Ketua Kelompok Kerja Kepala S e k o l a h ( K 3 S ) R e n g a s d e n g k l o k , Ap a ra t u r Kecamatan, Kepala Sekolah. Bahkan, orang tua siswa pun turut hadir untuk memeriahkan acara tersebut. Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Rengasdengklok Rusta Anzela, mengatakan, perlombaan ini adalah Kegiatan O2SN 2018 yang di ikuti seluruh Sekolah dasar yang berada di Rengasdengklok, kurang lebih ada 42 SDN yang ada di Kecamatan Rengasdengklok. ”Kegiatan lomba sebagi penyeleksian peserta yang memiliki potensi mumpuni dan evaluasi untuk menjadi duta yang akan di perlombakan di tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional,” ungkap Rusta Anzela kepada KBE di lokasi, Rabu (14/2). Masih kata Rusta, pihaknya telah melakukan persiapan jauh hari sebelum acara digelar. Salah satunya, dengan bermusyawarah bersama K3S selama dua minggu. ”Alhamdullilah berkat kerja keras dan kerja sama dengan semua unsur acara ini telah berjalan mulus sesuai harapan,” ungkapnya. Ia berharap, lomba tersebut bisa memotovasi siswa dalam kegiatan belajar, dan siapun itu yang mendapatkan juara di tingkat kecamatan ia berhak untuk dikutkan perlombaan di tingkat Kabupaten, dan saya berharap bisa menjadi kejuaraan di tingkat Propinsi. ”Sementara untuk guru merupakan salah satu ukuruan serta evaluasi kegiatan belajar siswa sehingga mereka lebih meningkatkan kualitas pembelajaran,” pungkasnya. (odk)

AZIS HANIF/ KARAWANG BEKAKSI EKSPRES

PEMERIKSAAN: Inspektorat lakukan pemeriksaan ke tingkat Desa, jadwal yang pertama diperiksa hari ini yaitu Desa Payungsari Kecamatan Pedes.

yang lebih baik,” ujarnya. Sementara Kepala D esa Payungsar i Amas Subhan.S.Hut mengucap-

kan terimakasih kepada semua perangkat Desa, BPD, LPM, PKK karena pemeriksaan Alhamdu-

lillah.” berjalan dengan lancar dan baik karena kita masih awam tentunya banyak arahan dan masu-

kan yang di sampaikan dari team inspektorat, tentunya ini sangat berarti,dan buat acuan kami dalam mem-

bangun pemerintahan yang yang lebih baik lagi sesuai harapan semua,” pungkasnya. (zis)

Kasipem Tingkatkan Program Kinerja di Minggon Desa RE NG ASDE NG KLOK– Dalam rapat minggon Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kasi Pemerintahan Kecamatan Rengasdengklok Ubaidilah Gani, S.IP hadir guna membahas kinerja kedepan agar lebih maksimal untuk membangun infrastruktur dan kinerja pemerintahan desa di wilyah kecamatan Rengasdengklok, selain itu juga membahas tentang kependudukan, serta asuransi dan Kartu Tani bersama PPL Rengasdengklok. Kasipem Kecamatan Rengasdengklok Ubaidilah Gani, mengatakan,”Tidak mudah kita melakukan apa yang kita inginkan pasti penuh perjuangan. kita mengingatkan kepada para perangkat desa untuk selalu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya kepada KBE, Rabu(14/2). Kegiatan rapat minggon desa yang diadakan itu

bersifat harus dan wajib diikuti oleh seluruh perangkat desa, baik staf, kepala dusun maupun RT dan RW. “Diadakannya rapat minggon ini untuk memberikan pengetahuan serta informasi kepada seluruh perangkat desa, sehingga lebih mengerti dan paham dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat. Kita tingkatkan kualitas Aparatur Desa yang Profesional dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di wilayah kita” jelasnya. Dikataknya, untuk pertanian tadi PPL telah mensosialisasikan asuransi tani dan kartu tani dengan serius, karenanya jangan sampai petani bingung soal kartu tani, dan asuransi tani. “Bidang pertanian perlu peningkatan sosialisasi secara serius oleh pihak pertanian, sudah di jelaskan tadi jika ada yang belum mendaptar untuk kartu tani segera mendaptar,” pungkasnya. (odk)

ODONG KUSNADI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

MINGGON DESA: Desa Rengasdengklok Selatan, membahas kinerja kedepan agar lebih maksimal untuk membangun infrastruktur dan kinerja pemerintahan desa.

Warga Desa Kedungmundu Minta Sungai Dikeruk KU TAWALUYA-Warga Desa Kedungmundu, Kecamatan Kecamatan Kutawaluya mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Karawang untuk ada pengerukan aliran Sungai yang ada di desa, mengingat sungai itu satu-satunya aliran sungai yang bisa mengakibatkan banjir jika terjadi pendangkalan karenanya aliran air akan meluap ke pemukiman warga. S eper ti di ungkapkan Nurdin selaku ketua RT di Desa Kedungmundu, guna melancarkan aliran air sungai harus segera adanya pengerukan sehingga warga mencemaskan banjir di guyur hujan terus menurus, air akan tumpah ke pemukiman dikarnakan sudah terlalu dangkal.”Kita mengharapkan PUPR pada tahun 2018 ini ada pengerukan karenanya sungai tersebut sudah terlalu dangkal, jika tidak keruk di kawatirkan terjadi banjir,” ungkap Nurdin selaku ketua RT kepada KBE,Rabu (14/2). Dikatakanya, di kali sungai tersebut belum pernah ada pengerukan, sehingga rumput rumput juga tumbuh, sehingga rumput terebut menyumbang cepatnya pendangkalan dan penyempitan.

ODONG KUSNADI/ KARAWANG BEKASI EKSPRES

INFRASRTUKTUR: Warga Desa Kedungmundu, mengharapkan pengerukan aliran sungai secepatnya tidak dikeruk sehingga air tidak meluap ke pemukiman warga.

“Akibat terjadi penyempitan dan rumput semakin banyak terjadi aliran air akan meluap tumpah ke pemukiman, Karena irigasi tersebut sudah dangkal. Masyarakat meminta agar Intansi terkait memahami situasi saat ini,di takutkan akan terjadi banjir, karena sungai tersebut bukan hanya melintasi pemukiman melainkan daerah pesawahan, jika terjadi

banjir selain ke pemukiman tanaman padi juga bakal jadi rusak,“ pungkas. Mudah mudahan Kata Nurdin, keluhan Masyarakat sehingga Intansi terkait dapat menyerap aspirasi masyarakat, yang selanjutnya untuk diambil kebijakan ditingkat Kabupaten. “Pengerukan ini adalah untuk memperlancar saluran sungai yang saat ini kondisinya sudah sangat

memprihatinkan, pokonya terlalu dangkal karenanya puluhan tahun belum ada pengerukan,” keluhnya. Sementara Kepala Desa Kedungmundu Dahiman, membenarkan bahwa sungai kali tersebut sudah lama sekali belum pernah ada pengerukan, sehingga terjadi pendangkalan. “Memang benar sih, sungai kali tersebut belum pernah di keruk, dan memang ad-

anya pengerukan sangat di butuhkan oleh warga, mengantisipasi ancaman banjir. karena sudah terlalu dangkal, ucapnya. Dia mengatakan, usulan tersebut juga telah disampaikan kepada Pemkab Karawang terkait pengerukan namun sampai sekarang belum ada realisasinya, ia juga berharap tahun 2018 ada realisasi pengerukan. (odk)


ADVERTORIAL

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

6

PEMERINTAH KABUPATEN KARAWANG

dr. Hj. CELLICA NURRACHADIANA Bupati Karawang

Karawang Tandang Makalangan Ajeg Pangkal Perjuangan

H. AHMAD ZAMAKHSYARI, S.Ag Wakil Bupati Karawang

“Keberagaman dan Toleransi Harus diutamakan, Ayo Bangun Karawang Bersama-sama” Layanan Terpadu Satu Pintu Pekerja Migran Indonesia Diresmikan Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Karawang

KUMANDANG lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh para undangan yang hadir mengawali acara Launching Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Karawang mulai digelar, Rabu (14/2). Bertempat di halaman kantor Disnakertrans, Kantor LTSP PMI dibuka langsung oleh Bupati karawang, Cellica Nurrachadiana, yang didampingi jajaran Muspida, Kepala Disnakertrans Karawang, Ahmad Suroto dan instansi serta rekanan kerja Disnakertrans.

Dalam sambutannya Cellica mengatakan, dengan diresmikannya sistem LTSP, dirinya

berharap kendala-kendala yang ada selama ini terkait PMI yang menimpa PMI asal Karawang dapat ditangani. “Dan dengan berjalannya sistem LTSP ini juga masih dibutuhkan koordinasi dankerjasama antar Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga sistem ini berjalan dengan baik,” kata Cellica. Sebelumnya Kepala Disnakertrans Karawang, Ahmad Suroto dalam laporannya menjelaskan tentang sistem layanan terintegrasi yaitu LTSP yang didalamnya terdapat berbagai macam layanan yang sematamata untuk memberikan kemu-

dahan masyarakat Karawang, khususnya para PMI yang ada di Kabupaten Karawang.

“Di dalam LTSP ini layanan Imigrasi berkaitan dengan pembuatan dokumen paspor, ada layanan kesehatan dari RSUD dan Dinas Kesehatan berkaitan dengan rekam medis dari calon PMI untuk mendapatkan rekomendasi tentang kesehatan, juga ada layanan dari Kepolisian Resort Karawang yang melayani penerbitan SKCK, selain itu juga ada layanan Disdukcapil yang melayani dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga, Akte kelahiran hingga Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN),” jelas Suroto. Dalam sistem LTSP tersebut,

masih lanjut Suroto, terdapat pelayanan dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindun-

gan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) sebagai Unit Pelaksana Teknis dari BNP2 TKI tersebut terkait Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP). “Dalam LTSP juga ada tambahannya yaitu layanan BPJS ketenagakerjaan yang melayani pra pemberangkatan dan pasca kepulangan yang juga melibatkan BJB yang akan melayani jasa

keuangan terkait pembayaran dokumen paspor dan lainnya,” sambung Suroto. Suroto pun menambahkan dalam laporannya, ia menginformasikan bahwa keberadaan TKI atau PMI di Kabupaten Karawang tahun 2017, yang telah diberangkatkan oleh Disnakertrans secara formal dan non formal berjumlah 3.206 orang.

Dari jumlah tersebut ia mengakui memang ada permasalahan yang muncul dalam pelaksanaannya. “2017 lalu keseluruhan ada 64 kasus terkait PMI, baik itu meninggal dunia, kemudian tidak pulang, sakit, tidak dibayar, sampai dengan tidak diketahui keberadaannya,” tambah Suroto. (adv/rie/mhs)


KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

BERITA UTAMA

Imas Jadi .... dari halaman 1 Dalam kasus ini, Miftahudin sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 (a) atau (b) atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kemudian sebagai pener-

ima, Imas, Darta dan Asep disangkakan melanggar Pasal 12 (a) atau (b) atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Miftahudin diduga sebagai pemberi, sedangkan Imas, Darta, dan Asep diduga sebagai penerima. Pemberian

suap diduga agar Imas memberikan izin pembangunan pabrik senilai Rp 1,4 miliar. “Pemberian suap dilakukan untuk mendapatkan izin untuk membuat pabrik atau tempat usaha di Kabupaten Subang. Pemberian uang atau hadiah dari pengusaha tersebut melalui orang-orang dekat Bupati yang bertindak sebagai pengumpul dana,” sebut Basaria. (hrn/bbs)

Peneror Bom .... dari halaman 1 Agar tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kondusifitas Rutan Polres Karawang. “Untuk menjaga keamanan, makanya kita pisah, kita sendirikan, steril. Tapi tetap di Mapolres Karawang,” ujarnya.  Kapolres menuturkan, pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan tersangka. Oleh sebab itu, ia belum bisa menyimpulkan, apakah tersangka sakit jiwa atau sadar dan sehat saat melakukan aksi teror bom. “Nanti biar psikolog atau ahli (yang menjelaskan kondisi tersangka, Red). Tapi untuk sementara ini bisa diajak komunikasi. Mungkin stres,

depresi,” katanya. Sebelumnya,  Dp alias Daeang pelaku teror bom di Klenteng Bio Kwan Tee Koen, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Senin (12/2). Ternyata, pelaku juga melakukan aksi teror serupa dengan mengancam Pos Polisi (Pospol) Johar menjelang Natal 2017 kemarin. “Setelah kami mendalami keterangan pelaku, ternyata dia pernah mengancam Pospol Johar dengan teror terhadap kepolisian. Meskipun dipastikan pelaku ini tidak terafiliasi dengan kelompok teroris tertentu,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, kepada KBE, Selasa (13/2) di

lapangan Karangpawitan. Lanjut Kapolres, surat ancaman yang di Pospol Johar, identik dengan tulisan pelaku yang sama tulisan di rumahnya. Kemudian pihaknya akan menyirimkan dan mencocokan tulisan tangan pelaku ke tim ahli forensik Mabes Polri. “Untuk kondisi kejiwaan pelaku, kami akan melakukan pemeriksaan dalam waktu dekat ini. Namun saat diperiksa, pelaku bisa menjawab pertanyaan dari penyidik dengan lancar.  Motif pelaku melakukan teror ke Pos Polisi Johar karena ketidak simpatian yang bersangkutan kepada Polisi. Belum tahu sebabnya apa masih perlu kami dalami,” ungkapnya. (rie) 

kan hasil penyelidikan pihak Kejaksaan ditemukan sekitar 20 item kegiatan di tahun 2016, diantaranya pengadaan perlengkapan dewan, perjalanan dinas dalam dan luar daerah. “Kasus ini masih terus dikembangkan, soal ada lagi tersangka lain selain tiga tersangka EM, HS dan MR kita liat saja nanti, tapi tidak menutup kemungkinan ada, tergantung hasil pengembangan,” katanya. Sementara MR ketika dikonfirmasi KBE  mengaku belum mendapat kabar terkait dengan peningkatan status dirinya menjadi tersangka oleh pihak Kejari Purwakarta. Namun dirinya juga heran jika memang benar dirinya ditetapkan menjadi tersangka, dan mempertanyakan soal status tersangka tersebut. “Semua pertanyaan pe-

nyidik sudah saya jelaskan, bahkan kalau boleh jujur pemeriksaan terhadap belum tuntas, bahkan jika diperlukan oleh pihak Kejaksaan koperatif saya pasti datang,” katanya. Kalau boleh jujur dalam kasus dugaan korupsi sehingga EM ditahan pihak Kejari Purwakarta di Rutan Kebon Waru Bandung, dirinya sama sekali tidak mengetahui kalau ada mark up nilai. Meskipun sebagai Pengguna Anggaran ( PA ) dalam kegiatan itu. “|Murni saya tidak memerintahkan ataupun menerima aliran dana dugaan mark up dari kegiatan itu,  karena ketika ditanda tangan kebutuhan biaya sudah sesuai dengan pagu anggaran, begitu juga dengan kegiatan lainnya, “terang MR. (ctr)

Babk Baru .... dari halaman 1 Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Purwakarta Adhi Kusumo Wibowo mengtakan, penetapan kedua terhadap dua tersangka berinisial HS berdasarkan surat penetapan Kajari Purwakarta Nomor: PRINT-154/0.2.15 / Fd.1/02/2018 Tertanggal 12 Febuari 2018. S e dangkan untuk MR melalui surat penetapan Kajari dengan Nomor :  PRINT-153/0.2.15 / Fd.1/02/2018 Tanggal 12 Febuari 2018. “ Ke t iga t e r sa ngka i n i berkaitan dengan dugaan penyalagunaan APBD II (TA ) Tahun Anggaran 2016, “ujar Kasi Intel ketika memberikan keterangan pada KBE, Rabu ( 14/2). Menurutnya, berdasar-

Percepat Ungkap .... dari halaman 1 Tak ayal melesetnya jadwal pelimpahan berkas dan penetapan tersangka ini menjadi sorotan sejumlah pihak. Seperti yang dikatakan Ketua Umum LSM Kompak kepada KBE belum lama ini. “Kami mencium gelagat tak beres dengan rencana pelimpahan berkas ke Kejati Jawa Barat, kami juga khawatir ada upaya pembiasan dengan dilimpahkannya ke Kejati. Kami berupaya mendorong agar kasus ini tetap ditangani Kejari Karawang,” kata Ketua Umum LSM Kompak Ahmad Mukron, Senin (12/3) lalu. Sebelumnya, diakui Sukardi, kasus tersebut menarik perhatian banyak pihak karena menyeret nama-nama pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Maka agar penanganannya jauh lebih objektif, pihaknya melimpahkan perkara tersebut ke Kejati Jawa Barat. “Agar lebih objektif, sengaja kita alihkan ke Kejati. Sehingga tidak ada anggapan lain-lain ketika proses ini terus berlanjut (Sebab, Red) ini perang bintang, upaya penggembosan me-

mang ada. Tapi kita akan maju terus,” katanya. Jika melihat pada buktibukti, akan ada lebih dari satu tersangka dalam perkara tersebut. Namun menurut Sukardi, semua baru akan bisa dipastikan setelah gelar perkara dan peningkatan status ke tahap penyidikan. “Akan lebih dari satu jika melihat pada bukti-bukti, beberapa pejabat juga sudah diperiksa, termasuk (mantan, Red) kepala dinas (Kadis)-nya,” katanya. Seperti diketahui, penyidik kejaksaan menemukan bukti terjadinya mark up harga dalam pembelian lahan untuk pembangunan Kampung Budaya senilai Rp 13 miliar. Dimana pada bulan September 2013, pemilik pertama menjual lahan tersebut dengan harga Rp 1,2 juta permeter. Dan pada bulan Desember 2017, lahan tersebut dibeli pemerintah dengan harga Rp 2,5 juta permeter. Kenaikan harga dalam kurun waktu tiga bulan yang hampir mencapai 100 persen dari harga semula tersebut, dinilai tidak wajar dan ril dengan situasi sebenarnya. Karena jauh di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan di

wilayah tersebut. “Harga pembelian pemerintah terlalu tinggi, dari harga rata-rata lahan di sana berdasarkan NJOP. Akibatnya negara harus mengeluarkan uang sebesar Rp 13 miliar. Jika harga sesuai dengan kondisi ril, kita perkirakan harga tidak akan lebih dari Rp 7 miliar,» kata Sabrul Iman, Ketua Tim Pemeriksa Kejari Karawang. Akibat harga pembelian lahan yang tinggi itu, diperkirakan telah terjadi kerugian negara sekitar Rp 6 miliar. Sementara tahapan pemeriksaan dalam proses penyelidikan dipastikan telah rampung. Ketua AJK, Entang Sonjaya juga mengatakan hal yang sama. Ia mengaku mendorong penuh Kejari Karawang untuk segera menuntaskan skandal ini. “Kami juga akan mengawal dan mengawasi penangan kasus Kambud hingga tuntas. Jika kejasaan menindaklanjuti hingga rampung, saya akan membentuk panitia sujud syukur. Terakhir, jangan sampai penegak hukum juga salah menetapkan tersangka, hingga aktor utama justru akan lepas,” kata Entang. (kbe)

7

Izin Tambang Berkedok Pariwisata Terendus KARAWANG- Puluhan warga Karawang yang tergabung dalam Koalisi Melawan Tambang (KMT) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Pemerintahan Daerah (Pemda) Karawang. Bertemakan aksi kasih sayang terhadap alam, warga yang terdiri dari berbagai komunitas itu menyuarakan penolakan izin tambang berkedok pariwisata di wilayah Karst Pangkalan.  Humas KMT,  Yuda Febrian mengatakan, wilayah Karst Pangkalan memiliki potensi 18 mata air yang telah terdata. Namun yang baru terhitung debitnya  baru 7 mata air dengan debit 481,5 liter per detik. Sedangkan, lanjut Yuda, pihaknya telah mendata jika Karst Pangkalan telah memiliki 39 goa. Di mana pihaknya

baru melakukan pendalaman data di tiga goa. Debit air tanahnya mencapai 2,21 m3 per detik yang mengalir di tiga sungai bawah tanah. “Jika dihitung valuasi ekonomi berdasarkan rata-rata harga air permeter kubik US$ 0.50. Itu data harga air di kawasan industri pertanggal 1 januari 2010. Dengan asumsi 0.481 m3/detik mata air ditambah 2.12 m3 /detik sungai bawah tanah. Dan dikalikan potensi air pertahun menjadi 80,917 juta m3 air,  maka Karawang memiliki potensi  US$ 40 juta/tahun. Jika karst rusak,  hitungan kerugian masyarakat terhadap air adalah senilai itu,” ujarnya kepada KBE, Rabu (14/2). Sedangkan potensi lainnya dari 39 goa yang terdata. Telah teridentifikasi

6 spesies kelelawar dengan jumlah 12.601 kelelawar pemakan serangga dan 11.289 kelelawar pemakan buah.  “Seekor kelelawar dapat  mengkonsumsi 7 gram dalam setahun.  Jika dikalikan 12.601 kelelawar maka akan mengonsumsi 31.7 ton serangga dalam setahun.  Dan kelelawar terkenal sebagai predator alami untuk hama.  Lalu kelelawar pemakan buah memiliki jelajah 20 kilometer. Jika dihitung 11.289 kelelawar pemakan buah dapat membantu penyerbukan tanaman pangan seluas 126,6 km2,” ungkapnya.  Sehingga Yuda meminta pemerintah untuk menolak rencana pengajuan izin perusahaan tambang dengan modus pariwisata. “Saat ini ada salah satu

per usahaan yang akan melakukan pengajuan izin pariwisata. Tetapi perusahaan tersebut merupakan perusahaan tambang. Beberapa konsepnya sempat kami terima, saat melakukan rapat di dinas perizinan. Dimana merekan membangun pariwisata, tetapi melakukan penggalian,” jelasnya. Padahal, Bupati telah sangat jelas untuk melindungi kawasan karst pangkalan.  Ia menilai kawasan lindung itu,  harus tetap menjadi penyanggah alam yang lestari di Karawang. “Kami minta bupati juga u ntu k m e ma sti ka n s ecara jelas dengan melakukan  ketegasan tidak akan ada izin yang sifatnya penggalian di kawasan karst pangkalan,” pungkasnya. (rie)

pagi dan makan siang (bento set) untuk 2 orang. “Dengan hadirnya promo long weekend package spesial Chinese New Year ini dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk wujud tenggang rasa m a n a j e m e n h o t e l t e rhadap kebudayaan masyarakat Tionghoa dalam menciptakan suasana

kemeriahan Tahun Baru Cina bagi para tamu yang m e r a y a k a n n y a ,” t u t u r, General Manager The Celecton Hotel Jababeka, Ervina Nur Amaliasari. Untuk informasi dan pemesanan lebih lanjut, klik website kami di www.celectonhotels.comdan www. topotels.comatau hubungi +6221 8932 1299. (dri/rls)

duk kenyataan sekarang ya mohon maaf, penunjukan pejabat dalam jabatan struktural itu, amburadul., Mohonlah, ya berarti, bukan saya ambisi pribadi, karena memang banyak temanteman saya, yang jadi korban. Tolong dikaji kembali,” tuturnya. Lanjut dia, kalaupun memang seperti ini tidaklah masalah baginya, yang ingin diketahui adalah penjelasan Cellica, sampai sejauh mana evaluasi monitoring terhadap pelaksanaan hasil mutasi kemarin. “Terus terang awalnya saya tidak ingin berkomentar bahkan berteriak terhadap kebijakan Pemda dalam menyikapi mutasi tersebut, ternyata kenyataan yang ada pelaksanaan mutasi ini penuh dengan intrik,seperti dagelan.

Dagelan konyol,kotor dan menjijikan, apalagi yang dipertontonkan petinggi Pemda Karawang kepada publik dalam mutasi,” ujarnya. Lanjut dia, udaha Pemkab Karawang untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih tak akan terlaksana jika untuk menempatkan pejabat pemerintahannya, disebut oleh Rocham, jauh dari etika normatif birokrasi. “Yang kelihatannya adalah permainan kotor dalam menentukan pejabat,untuk itu saya harap Bupati dan Wakil Bupati bisa membuka mata dan telinga terhadap kejadian ini,mohon maaf dengan sangat apabila kritikan dan masukan ini tidak direspon bupati dan wakil bupati saya mohon izin untuk lanjut, saya akan TUNkan,” pungkasnya. (gie)

185 miliar dan nilai HPS sebesar Rp178.324.572.000. Di sini pihak PT. Amarta Karya menawarkan sebasar Rp151.012.100.000 miliar dengan harga terkoreksi Rp151.095.761.000 milyar. “Klasifikasi perusahaan kami sudah sesuai dengan persyaratan  dalam proses lelang. Melihat dari klasifikasi lelang seharusnya Pemda Karawang bisa melihat perusahaan yang menawarkan lebih rendah dari nilai pagu, jangan sampai meloloskan perusahaan yang menawarkan lebih tinggi dari nilai pagu,» terang Rudi. Diketahui, proses pembangunan rumah sakit paru kini menyisakan tiga perusahaan yang lolos verifikasi dari 31 perusahaan yang ikut dalam proses lelang, ketiga tersebut di antaranya, PT. AMARTA KARYA. dengan nilai penawaran sebesar Rp. 151,012,100,000,00, PT.

UTAMA KARYA dengan nilai penawaran sebesar Rp174.312.269.000 dan PT. BERANTAS ABIPRAYA d e nga n p e nawa ra n Rp175.073.600.000. Terakhir, dikatakan Rudi, ia mengaku miris saat melihat proses lelang RS Paru diduga ada oknum yang sengaja menghambat proses pembangunan. Padahal pembangunan RS Umum Khusus Paru sudah amat  sangat dinanti warga Karawang. “Sebagai warga yang ikut mengawal proses lelang, tentunya berharap ada kejelasan dan penjelasan dari berbagai pihak, bila perlu dilakukan penyelidikan ada tidakan dugaan dan unsur kesengajaan, dari Inspektorat dan Kajari bersama KPK  agar dapat menyelidiki terkait pembatalan sepihak proses lelang Rumah sakit Paru oleh  pemda Kara­ wang,” tukasnya. (mhs)

Hotel Jababeka .... dari halaman 1 Biasanya masyarakat Tionghoa merayakan malam pergantian tahun baru ini dengan berkunjung keberbagai sanak-saudara terdekat, melihat pertunjukan barongsai, serta memberikan angpao keanak-anak. Serangkaian acara diadakan agar tradisi Imlek

ini semakin meriah, khususnya di Cikarang, maka dengan antusiasme ini, The Celecton Hotel Jababeka operated by Topotels Hotels & Resort turut merayakan moment yang penuh keceriaan ini dengan memberikan paket harga kamar sebesar Rp. 550.000,- nett sudah termasuk kamar Deluxe, makan

Kicauan ASN .... dari halaman 1 Beberapa ASN mengeluh karena penempatan pada posisi dan jabatan yang baru dinilai tidak sesuai de ngan latar b e lakang pendidikan dan golongan eselon. Seperti yang yang diungkapkan Rochman Septendi, salah seorang ASN yang menjabat sebagai Kasi YanUm kecamatan Pedes, ia mengeluhkan apa yang dirasakannya selama ini. Menurutnya terdapat ketidakadilan dalam mutasi tersebut karena bisa dilihat yang mendapatkan promosi diduga karena kedekatan dengan oknum pejabat tertentu bukan karena kinerja yang bagus. “Salah satu contoh kejanggalannya yang tidak normatif, masa ada yang pelak-

sana golongan 3C menjadi seorang kepala bidang, dan juga ada yang Golongan 3C kabid sementara bawahannya ada yang golongan 3D, Bagi yang bermodal kinerja, mohon maaf ketinggalan jaman, terlindas,” ungkapnya saat ditemui KBE di kediamannya, Rabu (14/02). Ia mengatakan penempatan pada posisi pada mutas tersebut tidak sesuai dengan kinerja ASN dan juga latar belakang penidikannya. Ada yang jenjang pendidikannya di bidang kesehatan, ditempatkan menjadi sekcam, ada juga yang sarjana teknik ditempatkan di bagian pajak. “Waktu dulu Pak Asep Aang mengatakan bahwa, pelaksanaan mutasi itu, yang pertama jelas harus normatif, yang kedua, aturan, yang ketiga harus dik-

Pembatalan Lelang .... dari halaman 1 Menanggapi hal tersebut, praktisi hukum sekaligus pemerhati kebijakan publik, Asep ‘Kuncir’ Agustian mengarahkan peserta lelang proyek pembangunan RS Paru yang diduga sengaja dibatalkan karena ada campur tangan para petinggi di Karawang, untuk membawa permasalahan ini ke ranah hukum. “Akan terang benderang, apabila peserta lelang yang m e ra sa d i r u g i ka n at a s pembatalan lelang proyek rumah sakit paru ini menyeret masalah ini ke ranah hukum. Atau minimal lakukan somasi,” ujar Askun sapaan akrab Asep Agustian, kepada KBE, kemarin (14/2). Lanjut Askun, apalagi peserta lelang yang sudah memberikan penawaran terendah dan bisa dipastikan menang dalam le-

lang tersebut, tentunya ada kerugian atas dibatalkannya lelang tersebut. “Saya melihat ada pelanggaran peraturan yang ada dalam pembatalan lelang ini. Terlebih lagi adanya dugaan campur tangan dari orang nomor satu Karawang yang sengaja memerintahkan ULP untuk membatalkan lelang ini karena dicurigai peserta lelang lainnya yang melakukan penawaran lebih tinggi adalah titipan dari orang nomor satu ini. Tentu ini suatu pelanggaran hukum,» jelasnya. Dinilai Janggal dan Libatkan Campur Tangan Petinggi Pemerintahan Sebelumnya, kepada KBE, Rudi juga mengatakan, seharusnya jika melihat dari proses lelang pihak LPSE Kabupaten Karawang dan melihat penawaran dari pihak perusahaan yang menawarkan paling rendah dari nilai pagu sebesar Rp.

Direktur Eksekutif: Makali Kumar. General Manager/Penanggung Jawab: Tohiri Alam. Pemimpin Perusahaan: Suhlan Pribadi. Pemim­pin Redaksi: Nurjaya Bachtiar. Redaktur: Mahesa Bahagiastra. Karawang: Arie Firmansyah (Koordinator Liputan), Agus Bisri, Rama. Cikampek: Didi S Soewarno (Kepala Biro), Wahyudi. Rengasdengklok: Aziz Hanif (Koordinator), Yogie Setiadi, Odong Kusnadi. Purwakarta: Catur Azi (Kepala Biro), Yusup Bachtiar. Subang: Harun Pracetak: Yusup Zaelani (Koordinator), Hardihanto. EDP/IT: Harry Hidayat. Iklan: Gema Palindra (Manager Jakarta). Hepi Harianto (Manager Bandung). Manager Iklan & Promosi: Hudri Amin (Koordinator). Ade Marsin (Koordinator Bekasi), Ecep, Jamal, Yanto, Herman Budiono, Lalan,Budiman, Umbaran. Pengembangan Bisnis: Asep Sulaeman (Manager), Keuangan & HRD: Tanti Hikmawati. Administrasi: Fijri, Dewi Megawati. Penagihan: Noviantoro, Sobirin. Penerbit: PT Wahana Semesta Karawang Bekasi. Komisaris Utama: Dwi Nurmawan. Komisaris: Arif Badi Karyawan. Direktur Utama: Yanto S Utomo. Direktur: Eko Suprihatmoko, Mohamad Fauzi Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan/Tata Usaha: Kantor Redaksi: Jl. Pepaya No. 20 Kelurahan Nagasari Kec. Karawang Barat Telp. / Fax: (0267) 8408492. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksikarawangbekasi@gmail.com, email iklan:karawangbekasiekspres@gmail.com. Kantor Biro Bekasi: Jl. Kasuari IX Blok O No 52 Perum Cikarang Baru, Jababeka II, Cikarang Utara, No Telp. (021) 89840853. Bank: Bank Mandiri a/n PT Wahana Semesta Karawang Bekasi No. Rekening 173-00-00242827. Address e-mail redaksi: redaksicikarangekspres@gmail.com, email iklan:cikarangekspres@gmail.com. Perwakilan Iklan Jakarta: Yudi Haryono, Firda. Alamat Perwakilan Jakarta: Kompleks Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No. 353 Jakarta 12210 Tlp. (021) 5330976, 5333321 Fax. (021) 5322629. Perwakilan Bandung: Jl Raya Soekarno-Hatta No. 627 Bandung Telp. (022) 7316634. Tarif Iklan: Umum/Display BW halaman 1 : Rp 30.000/mm kolom. Umum/Display Berwarna Halaman 1 : Rp 55.000/mm kolom, Umum/Display Warna Halaman 3,6,8,9,16 : Rp 27.500/mm kolom, Sosial/Keluarga Hitam Putih: Rp 17.500/mm kolom, Sosial/Keluarga Berwarna : Rp 20.000/mm kolom, Iklan Baris: Rp 15.000/ baris (min 3 baris maksimal 7 baris). Harga Eceran: Rp 3.000/ eksemplar. Harga Langganan: Rp 80.000/bulan. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia. Alamat: Jalan Perjuangan No. 9 Kota Cirebon. Telp: (0231) 483 531. Isi di luar tanggung jawab percetakan. SEMUA KARYAWAN KARAWANG BEKASI EKSPRES SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL ATAU SURAT TUGAS, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARASUMBER.


KAMIS, 15 FEBRUARI 2018

Semangat Baru Purwakarta

CATUR AZI/KARAWANG BEKASI EKSPRES

JENGUK: Dedi Mulyadi saat jenguk Misra yang sudah 2 tahun sakit dan terlihat hanya berbaring lemah.

Dua Tahun Lumpuh Terjatuh dari Pohon Setinggi 37 Meter BANDUNG - Ading (60) tampak pasrah melihat kondisi putra keenamnya, Misra (28). Misra diketahui mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon setinggi 37 meter sekitar dua tahun lalu. Warga Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung itu menceritakan keluh kesahnya kepada calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi sendiri datang ke kediamannya usai menerima laporan melalui akun sosial media miliknya. “Jatuh Pak, ketika membersihkan ranting pohon sengon di belakang rumah,” ungkap Ading, Rabu (14/2). Ma l a ng na s i b Mi s ra, p o s i s i jatuhnya dari pohon bahan baku bangunan itu tepat menimpa

kolam kering bercadas. Akibatnya, tulang rusuk miliknya patah. Bahkan, hingga kini kedua kakinya tidak bisa digerakan. Berbagai macam jenis pengobatan diakui sang ayah sudah pernah ditempuh. Kebanyakan, Misra diobati secara tradisional karena pihak keluarga tidak memiliki Kartu BPJS Kesehatan. “Pernah ke dokter, kata dokter tulang rusuknya patah. Harusnya dibawa ke RS Cibabat tapi gak ada biaya, BPJS gak punya. Jadi, kami bawa ke ahli patah tulang, tapi belum ada perkembangan,” katanya. Misra sendiri tampak tabah menghadapi kondisi kesehatannya. Ia masih menebar senyum saat Dedi Mulyadi datang menjenguk. Tidak banyak dialog yang terjadi diantara keduanya, karena Misra mengalami sesak nafas setiap kali berbicara. “Sesak Pak, sakit sekali,” singkat Misra.

Bantuan Pengobatan Keluhan Misra dijawab oleh Dedi Mulyadi dengan memberikan bantuan pengobatan. Besok, ia akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. “Besok saya siapkan ambulance, Misra harus dibawa ke rumah sakit, diperiksa dan disembuhkan,” katanya. Tak hanya itu, seluruh biaya pengobatan menjadi tanggungan pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut. Hal ini merupakan kebiasaan yang sudah lama dia lakukan jika mendengar keluhan warga. Jenis pengobatan tradisional pun akan ditempuh oleh Dedi. Ia mengenal salah satu ahli tulang di daerah setempat dan belum pernah ditemui oleh Ading dan Misra. “Nanti coba juga pengobatan tradisional. Saya kenal Pak Ade, orang sini juga. Pernah pekerja rumah sakit tertimpa tembok beton, Alhamdulillah sembuh sama Pak Ade,” ujarnya. (ctr)

8

Kamis, 15 februari 2018  
Kamis, 15 februari 2018  
Advertisement