Page 1


Majalah

ISTIMEWA

Harmoni KHATULISTIWA

Edisi 8

Tahun 2015 34 Warta Nasional 36 Seputar Madrasah 39 KUA Corner 42 Justicia 43 Artikel 46 Mutiara Hati

halaman

6

Ustadz H. Ismail Mundu, ulama legendaris dari Telok Pakedai. DOK. HARMONI KHATULISTIWA

3 Redaksi Menyapa 4 Laporan Utama 6 Profil 8 Warta Harmoni 20 Warta Daerah 24 Lensa Harmoni

halaman

11 DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Dalam Jabatan Tahap II Tahun 2015 di Asrama Haji Jl. Letjen Sutoyo, Pontianak.

halaman

16 Imam Besar Masjid Agung Alfalah Kota Pontianak, KH.Jalaluddin HAS,Lc didampingi Ka.Kanwil Kemenag Kalbar, Drs.H.Syahrul Yadi,M.Si, Pgs.Kabag Tata Usaha, Drs.H.Ridwansyah,M.Si, Kepala Kemenag Kota Pontianak, Drs.H.Ja`far A,M.Si serta Pengurus Masjid Agung Alfalah saat memberikan keterangan pelaksanaan Sholat Gaib bagi para korban tragedy Mina Tahun Haji 1436 H.


REDAKSI MENYAPA Majalah

Harmoni KHATULISTIWA

Edisi 8 Tahun 2015

Majalah Harmoni Khatulistiwa diterbitkan oleh Kantor Wilayah Ke­ menterian Agama Provinsi Kaliman­ tan Barat. Pelindung: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provin­ si Kalimantan Barat Redaktur: Kepala Bagian Tata Usa­ha, Kasubbag Infor­ masi & Humas, Aris Sujarwono SH. Penyun­ting: Welsi Nindya Sari S.Sos. Desain Visual: Rudy Fransiskus, ST. Sekretariat: Fajrin, ST. Fotografer: Irwanto, M. Luthfi Tim Penasehat: Kabid Pendidikan Madrasah, Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Kabid PHU, Kabid Penais Zawa, Kabid Urais Binsyar, Pembimas Kristen, Pembimas Katolik, Pembi­ mas Hindu, Pembimas Buddha Alamat Redaksi/Tata Usaha: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provin­ si Kalimantan Barat, Jl. Sutan Syahrir No. 12 Pontianak 78116 Telp. 0561732414 Fax. 0561-761746 Email: aris_humaskalbar@kemenag.go.id Situsweb: kalbar.kemenag.go.id

Berpikir Cerdas dan Tangkas Assalamu`alaikum Wr.Wb. Pembaca Harmoni Khatulistiwa yang terhormat, Tak terasa, tiga tahun sudah Harmoni Khatulistiwa baru hadir sebagai media cetak “ plat merah “ terpercaya di lingkungan Kementerian Agama Kalimantan Barat. Pada edisi kedelapan di Tahun 2015 ini mencoba untuk kembali menjadi ujung tombak dalam media informasi dan cetak. Berusaha menyajikan konsep baru dan menambah halaman bagi kolom artikel . Untuk rubric “ KUA Corner “ di edisi ini menyajikan KUA Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas Laporan utama menceritakan tentang kesuksesan peran pemuda dimasa perjuangan dahulu yang bersamaan dengan momen Sumpah Pemuda dari berbagi sudut pandang The Founding Father. “Sedangkan profil kali ini, mengangkat profil KH.Ismail Mundu, Guru Agama dan Ulama Kharismatik Kalimantan Barat asal Kecamatan Teluk Pakedai Kubu Raya. Berbagai liputan kegiatan seperti biasa juga telah dirangkum, diantaranya MAN 2 Filial Juara Umum MTQ Tingkat Pelajar Kota Pontianak, Semangat Tahun Baru Islam di Kapuas Hulu, Implementasi Program Indonesia Pintar dan

Kanwil Kemenag Kalbar Menuju Zona Integritas Sebagai akhir, Harmoni Khatulistiwa kembali memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk mengirimkan tulisan yang sesuai dengan misi dan visi Kemenag. Dapat berupa artikel maupun berita seputar kegiatan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. Semoga Majalah Harmoni Khatulistiwa edisi kedelapan tahun 2015 kembali membuat kita tak berhenti prestasi dan mengembangkan inovasi. Amin. Wassalam, Redaksi.

D

engan ini kami mengundang pembaca setia Majalah Harmoni Khatulistiwa untuk mengirimkan naskah informasi, berupa berita dan artikel seputar Kementerian Agama Kalimantan Barat, dengan format ketentuan: Naskah diketik rapi 1,5 spasi, maksimal 2 halaman folio; dan dilengkapi dengan soft copy, termasuk juga di dalamnya terdapat foto penulis ataiu foto lainnya sebagai ilustrasi yang sesuai dengan tema tulisan yang dikirim. Untuk kiriman berita harap dilengkapi de­ ngan foto dokumentasi kegiatan. Redaksi berhak untuk mengubah judul dan isi naskah dengan tidak mengubah esensinya. Naskah yang tidak dimuat akan dikirim kembali jika dilengkapi dengan amplop dan perangko secukupnya. Naskah yang dikirim wajib di­ sertai fotokopi KTP penulis dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Naskah dikirim ke alamat redaksi Majalah Harmoni Khatulistiwa atau melalui email : aris_humaskalbar@kemenag.go.id. Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

3


LAPORAN UTAMA

Pemuda Indonesia Menuju Era Globalisasi

K

Memperingati sumpah pemuda yang ke 87 ini mengingatkan gelora 28 oktober dan semangat Bung Karno untuk menjadikan Indonesia mampu tampil di ajang dunia internasional yang menumbuhkan tekat yang kuat pada pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Pada suatu kesempatan dalam pembukaan Rapat Besar di Lapangan Ikada, Jakarta tanggal 11 September 1944, Bung Hatta berkata “Saya percaya akan kebulatan hati pemuda Indonesia, yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menderita”. Bahrul Qamar Perkataan Bung Hatta ini mengandung makna yang mendalam tentang kebulatan hati, kesanggupan berjuang dan menderita yang dilakukan oleh pemuda Indonesia akan mampu mengguncangkan dunia. Anhar Gonggong (seorang sejarawan Indonesia)

menulis pesan untuk para pemuda dan menurutnya ada 2 tipologi pemuda yaitu: 1. Pemuda sebagai penentu sejarah, yaitu para pemuda yang memiliki pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasan dalam menuangkan aksi-aksi kebangsaaan dengan aksi nyata sehingga mampu melahirkan sejarah-sejarah baru yang menentukan sejarah-sejarah baru untuk agama dan bangsa. 2. Pemuda sebagai pengisi sejarah, yaitu pemuda yang memiliki tekat dan kemauan kuat untuk berpartisipasi dan berkontribusi secara aktif dalam memperjuangkan tercapainya bangsa, khususnya cita-cita para pemuda itu sendiri. Pemuda pengisi sejarah adalah pemuda yang tak hanya memiliki ide dan gagasan, namun mampu mengobarkan SINGINDO.COM

ami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.( QS. Al Kahfi 13) Perjalanan kemerdekaan Indonesia yang di awali dengan gerakan “Sumpah Pemuda” 28 Oktober yang mampu menggetarkan dunia, sehingga dunia tidak memandang sebelah mata. Ratusan tahun Indonesia di bawah genggaman para penjajah bagaikan cacing yang menggeliat untuk mencari kehidupan di rumahnya sendiri, dengan semangat gelora 28 oktober dan untaian kata-kata Bung Karno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

4

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015


HORIZONBIRU.BLOGSPOT.COM

LAPORAN UTAMA

semangat perjuangan untuk mewujudkan ide dan gagasannya dengan darah-darah muda siap melangkah bersama, berjuang bersama untuk kemajuan agama dan bangsa. “Pemuda adalah harapan bangsa”, “Pemuda adalah tulang punggung sebuah bangsa”, “Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok”. Itulah di antara jargon dan semboyan masyarakat yang seringkali terdengar ketika menyebut satu kelompok masyarakat yang dinamakan pemuda. Semboyan seperti itu agaknya bukanlah sesuatu yang berlebihan, mengingat begitu pentingnya eksistensi pemuda di tengah masyarakatnya. Bahkan, Allah swt juga memberikan pembicaraan khusus terhadap pemuda yang diabadikan dalam surat alKahfi ayat 13: “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.( QS. Al Kahfi 13) Hal itu mengandung sebuah isyarat bahwa pemuda adalah kelompok elit dalam masyarakat yang selalu menciptakan beritaberita besar yang mengejutkan sekaligus mencengangkan. Para pemuda adalah orang yang selalu membuat sensasi dan gebrakan

serta perubahan yang menggemparkan. Bahkan, para pemuda adalah kelompok yang selalu ditakuti oleh para penguasa, seperti yang terjadi dengan pemuda penghuni goa (ashhâb al-kahf). Perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah membuktikan, bahwa betapa pemuda menjadi tonggak penentu perjalanan sejarah bangsa ini. Mulai dari ide nasionalisme yang muncul dari kalangan pemuda dan mereka juga yang mewujudkannya dalam bentuk organisasi kepemudaan yang puncaknya adalah Budi Utomo dan kemudian melahirkan sumpah pemuda. Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, merebutnya serta mempertahankanya kembali, adalah dilakukan oleh para pemuda bangsa ini. Tumbangnya rezim orde lama dan orde baru, juga dilakukan oleh para pemuda, begitulah seterusnya bahwa perjalanan suatu bangsa adalah ditentukan oleh para pemudanya. Itulah hakikat para pemuda, yang akan selalu menciptakan hal-hal-besar dan mengejutkan. Oleh karena itu, selayaknya ayat ini menjadi renungan bagi setiap pemuda bangsa ini, untuk mengukur diri dan menjadi pendorong untuk berbuat yang terbaik bagi diri, masyarakat dan bangsa. Para pemuda harus selalu membuktikan diri, bahwa

mereka memang kelompok terbaik dalam sebuah bangsa dikarenakan semangat, kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki. Kalaupun kita, para pemuda belum mampu berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan bangsa, paling tidak berbuat yang terbaik untuk diri sendiri. Untaian kata Bung Karno yang membangkitkan semangat juang bagi laki-laki dan perempuan adalah “Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno). Jazakumullah. Semangat Gelora 28! Daftar Pustaka: - http://www.kompasiana.com/ bahrulqamar/harapan-daribung-hatta-mengenai-pemuda-indonesia_5512bc54a3331 16c62ba7d35 - https://penasoekarno.wordpress.com/2009/11/07/katamutiara-bung-karno/ - http://syofyanhadi.blogspot.co.id/2008/06/pemudadalam-pandangan-al-quran. html (Nurul Qibtiyah, S. Ag)

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

5


PROFIL

Ustadz H. Ismail Mundu

Ulama Legendaris dari Telok Pakedai

H

nan ini pada satu ketika dulu sangat terkenal di Singapura. Adik Ismail Mundu, Haji Umar memiliki 12 istri. Perkawinannya dengan Halimah Ragiak dikaruniai dua anak. Anaknya yang bernama Hajah Hafshah dikawinkan dengan Saiyid Ali bin Saiyid Abdullah az-Zawawi. Anak Saiyid Ali bin Saiyid Abdullah azZawawi ialah Saiyid Yusuf az-Zawawi yang pernah menjadi Mufti Kerajaan Terengganu. Haji Ismail Mundu mendapat pendidikan awal dari golongan ulama Bugis yang tinggal di Kalbar. Kitab yang

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

aji Utsman (Daeng Pagalak) memiliki enam orang anak. Ia datang ke Pontianak bersama salah seorang anaknya dari Makassar. Anak ketiga bernama Haji Abdul Karim dikaruniai empat anak laki-laki. Anaknya yang sulung bernama Haji Ismail yang dikenal dengan sebutan Ismail Mundu. Masyarakat menyebut Mufti Haji Ismail Mundu atau Mufti Kubu. Anak Haji Abdul Karim bin Haji Utsman yang kedua bernama Haji Umar. Anak Haji Umar bernama Haji Abdul Hamid. Anaknya, Ambok Pasir. Keturu-

Masjid Batu salah satu tempat yang pernah dibangun oleh Ustadz.H.Ismail Mundu saat membimbing dan membina umat menuju taqarrub ilallah.

6

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

dipelajari dalam bahasa Arab dan kitab tulisan Bugis dalam bahasa Bugis. Beliau juga belajar dengan ulama Melayu. Pendidikan terakhirnya di Makkah sewaktu tinggal di Makkah maupun setelah pulang ke dunia Melayu. Haji Ismail Mundu selalu mendekati para ulama. Apabila berdampingan dengan ulama-ulama yang setaraf dengannya, bahkan yang kurang ilmu dari dirinya, beliau lebih suka mendengar. Beliau tidak menonjolkan diri. Prinsipnya lebih baik diam daripada banyak berbicara menyalahkan orang. Haji Ismail Mundu, walaupun beliau tidak suka menonjolkan diri, setelah pulang dari Makkah dilantik menjadi Mufti di Kerajaan Kubu, yaitu sebuah kerajaan kecil di Kalbar. Pada masa yang sama, di Pontianak ada tiga ulama besar yang bernama Ismail. Dua orang lagi ialah Haji Ismail bin Abdul Lathif (lebih dikenali dengan sebut Haji Ismail Jabal). Pangkatnya Penasihat Agama Kerajaan Pontianak. Seorang lagi Haji Ismail bin Abdul Majid yang berasal dari Kelantan. Haji Ismail bin Abdul Majid Kelantan kemudian dilantik sebagai Mufti Kerajaan Pontianak. Dua orang murid yang dekat dengannya, memusakai ilmu dari ulama besar keturunan Bugis itu, pertama Haji Ibrahim Bugis (Guru Berahim alias Tok Guru). Setiap hari, siang ataupun malam, didatangi oleh masyarakat termasuk pemimpin tertinggi di Pontianak pada ketika itu. Yang seorang lagi ialah Haji Ahmad Tata Pantas. Keunggulan dan kewibawaan priba­di para ulama tersebut, selalu menyelesaikan masalah pribadi atau untuk kepentingan umum masyarakat. Semuanya dilayani dengan penuh ikhlas tanpa mengharapkan ses-


uatu. Tiada masalah yang tiada dapat diatasi, Haji Ismail Mundu menganjurkan seseorang yang bermasalah terlebih dulu mengucap istighfar (minta pengampunan kepada Allah) sebanyak yang mungkin atau dalam jumlah yang tertentu. Sesudah itu beliau menyuruh mereka beramal sen­diri dengan amalan-amalan wirid yang pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW, para sahabat, para wali Allah dan amalan para ulama. Apabila cukup syarat mengerjakan amal dan ikhlas hati, Insya Allah doa selalu dikabulkan oleh Allah dan semua masalah yang sedang dihadapi dapat diatasi. Haji Ismail Mundu meninggal dunia pada hari Kamis, 15 Jumadilakhir 1376 H atau 16 Januari 1957 M. Sungguhpun beliau telah meninggal dunia pada tahun itu, namun hingga tahun 1980-an nama Haji Ismail Mundu masih sering disebut-sebut masyarakat Pontianak, terutama warga Melayu yang bercampur darah dengan Bugis. Antara karya Haji Ismail bin Haji Abdul Karim yang dihasilkannya adalah: 1. Kumpulan Wirid, diselesaikan pada 1 Muharam 1349 H. Kandungannya membicarakan wirid untuk keselamatan dunia dan akhirat. Wirid keselamatan yang dibangsakan kepada duniawi adalah untuk penjagaan diri daripada pelbagai bentuk dan corak permusuhan sesama makhluk Allah. Selain itu ia juga membantu kelancaran rezeki dalam urusan penghidupan. Walau bagaimana buruk kemelesetan ekonomi, seseorang yang dibekalkan dengan wirid-wirid tertentu tiada akan berasa takut untuk berhadapan dengannya. 2. Naskhah Dalam naskhah tersebut dinyatakan apabila hendak beramal terlebih dulu perlu dibaca al-Fatihah yang dihadiahkan kepada Nabi Muhammad s.a.w.. Selanjutnya dibaca al-Fatihah kepada zuriat Nabi Muhammad s.a.w.. Yang disebut ialah Habib Ahmad bin Isa al-Muhajir, dan Habib Muham-

ISTIMEWA

PROFIL

Ulama Legendaris Asal Kecamatan Teluk Pakedai Kubu Raya, Ustadz H.Ismail Mundu

mad bin Ali Ba Alawi. Naskhah yang ada pada saya tidak terdapat nama percetakan, tetapi pada halaman terakhir terdapat cop mohor beliau. Sehubungan dengan risalah ini ada lagi yang dinamakan Risalah Amalan. Risalah ini masih merupakan manuskrip. Manuskrip yang asli ada dalam simpanan saya yang saya peroleh daripada murid beliau, Haji Ahmad Tata Pantas, Pontianak. 3. Kitab Mukhtashar Aqaid, diselesaikan di Teluk Pak Kedai, hari Jumaat, pukul 5 petang, 18 Rejab 1351 H. Kandungannya merupakan pelajaran ilmu akidah untuk hafalan kanak-kanak. Dicetak oleh Annashar & Co, Pontianak. 4. Jadwal Hukmin Nikah atau Jadwal Nikah Soal-Jawab, diselesaikan hari Selasa, 15 Muharam 1355 H. Ini keterangan yang dicetak oleh Kantor Tulis dan Toko Kitab asSaiyid Ali Al-Aidrus, Kramat No. 38 Batavia Centrum. Tetapi pada mukadimah cetakan Mathbaah al-Islamiyah, Victoria Street, Singapura, Mufti Haji Ismail Mundu menulis, Maka tatkala adalah tahun seribu tiga ratus lima puluh tujuh daripada hijrah Nabi... (1357

H/1938 M, pen:) 5. Masjid Nasrullah dikenal pula de­ ngan nama Masjid Batu atau Langgar Batu. Masjid ini didirikan Ismail Mundu bersama salah seorang sahabat sekaligus muridnya, Haruna. Masjid itu kini menjadi tempat wisata sejarah bagi wisatawan sekaligus mengenang jasanya. Masjid Batu terletak tidak jauh dari Makam Ismail Mundu. Hingga saat ini, masjid tersebut masih terawat dengan baik. Di bagian kanan masjid terdapat dua foto. Foto tersebut tak lain adalah gambar sang pendiri masjid, Ismail Mundu dan Haruna. Masjid Batu juga dijadikan tempat bagi masyarakat untuk melepas niat. Melepas niat menjadi istilah yang populer di masyarakat bagi mereka yang memiliki hajat atau tujuan tertentu. Tak heran ketika bertandang ke sana, sejumlah orang yang saya temui menyangka saya juga akan melepaskan niat. Dulunya, pada masa Ismail Mundu masih hidup, masjid ini menjadi pusat pendidikan ilmu agama Islam. Setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Masjid Batu ramai dipenuhi masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Kalbar. (http:// ww1.utusan.com.my)

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

7


WARTA HARMONI

D

Implementasi Program Indonesia Pintar 2015 Dalam pertemuan tersebut seluruh peserta diwajibkan membawa kembali data Pondok Pesantren dan rekap pemutakhiran data penerimaan manfaat program Indonesia Pintar bersumber dari BDT berdasarkan persyaratan dan kategori yang telah ditentukan. Implementasi Penyelenggaraan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015 di buka oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Porovinsi Kalimantan Barat, H. Wildan S.HI. Dalam arahannya beliau menjelaskan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) ini merupakan

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

alam rangka merealisasikan peningkatan pendidikan Agama dan keagamaan dilingkungan Pondok Pesantren Provinsi Kalimantan Barat, maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Pakis mengundang beberapa pondok pesantren untuk menghadiri kegiatan Implementasi Penelenggaraan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015. Kegiatan tersebut dilaksaanakan pada hari Rabu, 20 Oktober 2015 di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Jl. Sutan Syahrir No. 12, Pontianak. Peserta kegiatan dimaksud berjumlah 48 orang yang berasal dari perwakilan pondok Pesantren yang mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar pada pendidikan Agama dan Keagamaan Islam yang bersumber dari BDT (Basis Data Terpadu).

ISRIMEWA

Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Kalbar, H.Wildan,S.HI didampingi Kasi Pontren Karyawati dan Kasi Sistem Informasi, Wahyu Setiabudi,SE,MM saat menyampaikan Program Indonesia Pintar di Aula Kanwil Kemenag Kalbar.

8

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

realisasi dari program Pemerintah dalam meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama. Kepada para peserta H. Wildan berharap agar proses pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Ajaran 2015 betul-betul dilaksanakan dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai bantuan ini disalah gunakan oleh sekelompok masyarakat sehingga tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran. Selain itu Kabid Pakis ini menambahkan bahwa seluruh santri dan pengurus Pondok pesantren patut berbangga, karena tiga hari yang lalu Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo telah mengeluarkan Kepres tentang penetapan Hari Santri Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 22 Oktober. “Ini merupakan kebanggaan kita bersama, bahwa lembaga pondok pesantren menjadi salah satu lembaga yang diperhatikan oleh pemerintah dalam perannya dalam mensukseskan program pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama dalam meningkatkan pemahaman agama kepada seluruh rakyat Indonesia� jelas Wildan. (Harmoni Khatulistiwa)


WARTA HARMONI

Pertemuan Pemuda Lintas Agama DOK. HARMONI KHATULISTIWA

D

Materi Panel dari Ketua Walubi dan MATAKIN Kalbar.

di antara pemuda. Selain itu, melalui kegiatan ini Nursyahid yang menjabat sebagai Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Kalbar menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya dalam menyatukan visi dan misi bersama dalam mengemban amanah para pendiri bangsa (the founding father) tentang kerukunan umat beragama . “Hasil yang akan dicapai adalah meningkatnya wawasan pemahaman multikultural bagi pemuda, mempererat rasa kebersamaan, senasib, sepenanggungan, toleransi menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama” jelas Nursyahid Kepada peserta panitia berharap mampu membuat rumusan dinamika kerukunan umat beragama di daerah menyangkut potensi konflik dan inte-

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

inamaika sosial merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dihadapi dengan aksi yang positif dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia termasuk aspek keagamaan. Dinamika sosial tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, seperti pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama oleh suatu umat beragama, juga dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melanda seluruh dunia. Mengingat pentingnya pelestarian kebudayaan dan kerukuman umat beragama, maka Kanwil Kemenag Kalbar melalui Subbag Hukum dan KUB menggelar Pertemuan Pemuda Lintas Agama Tahun 2015. Pelaksanaan kegiatan tersebut dipusatkan di Asrama Haji Jl. Letjen Sutoyo Pontianak dari tanggal 7-9 Oktober 2015 yang diikuti oleh 100 orang peserta dari unsur pemuda dengan keterwakilan 6 agama se-Kalimantan Barat. Panitia pelaksana H. Nursyahid, S.Ag menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membangun komunikasi antar pemuda lintas agama se-Kalimantan Barat dan menumbuhkan saling pengertian serta sikap saling menghargai dan mempercayai

Ketua PHDI Kalbar, Pandita Ir.Putu Dupa Bandem memberikan materi di acara Pertemuan Pemuda Lintas Agama.

grasi sebagi bahan antisipasi bersama para pemuda lintas agama / organisasi dari masing-masing agama. Kegiatan Pertemuan Pemuda Lintas Agama Tahun 2015 dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si. Dalam arahannya beliau menegaskan bahwa sesungguhnya secara kultural masyarakat indonesia sangat menghargai perbedaan yang ada ditengahtengah kita dan bersedia menerima kedatangan orang lain didalam lingkungan kehidupan kita. Hal inilah yang harus terus kita pelihara. “Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menginventarisir persoalanpersoalan lokal yang dapat mendukung kerukunan umat beragama dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin dapat mendorong keru­kunan umat beragama” tegas Kakanwil. Dipenghujung arahannya Kakanwil menyatakan bahwa pembinaan kehidupan umat beragama merupakan tanggung jawab kita bersama , oleh karena itu sudah selayaknya masing-masing tokoh agama melalui para pemuda mampu mendorong pemeluknya untuk melaksanakan ajaran agamanya masing-masing, serta menjaga keberagaman budaya dan identitas yang ada di masya­rakat. (Harmoni Khatulistiwa)

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

9


WARTA HARMONI

Rapat Persiapan Zona Integritas

D

dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dan Tim Zona Integritas Kanwil Kemenag Kalbar berjumlah 27 orang. Ketua tim Kerja Pembangunan ZI Kanwil Kemenag Kalbar yang tak lain adalah Pgs Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar menjelaskan bahwa kegiatan rapat ini dilaksanakan atas dasar SK Kakanwil Kemenag Prov, Kalbar Nomor 936 tentang Pembentukan Tim Kinerja Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, pada Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar. “Tujuan rapat ini adalah untuk membahas tindak lanjut program Tim Zona Integritas (ZI) se-

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

alam rangka melaksanakan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014, tentang Pedoman Pembangunana Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), maka Tim Kerja Pembangunan ZI Kanwil Kemenag Kalbar mengadakan kegiatan rapat khusus di Operation Room lanatai 2 Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Oktober 2015 pukul 08.00 s.d 15.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh Kepala Bidang, Pembimas dan Kasubag

bagaimana yang tertuang dalam SK Kakanwil sekaligus Koordinasi tentang laporan capaian kinerja sesuai dengan surat sekjen kepada kanwil Kemenag Kalbar” tambah Ridwansyah. Salah satu anggota Tim Kerja Pembangunan ZI Kanwil Kemenag Kalbar Fajrin, ST, menambahkan bahwa secara khusus pertemuan tersebut membahas tentang pe­ nyusunan pedoman pelaksanaan ZI menuju WBK dan WBBM, menyusun rencana dan agenda kerja, melaksanakan pemantauan penyelenggaraan dan menyusun laporan penyelenggaraan. “Melalui pertemuan ini masingmasing Anggota Tim Kerja Pembangunan ZI Kanwil Kemenag Kalbar diberi tugas sesuai dengan jabatannya masing-masing, oleh karena itu setiap angota tim diha­ rapkan dapat bekerjasama dalam menyelesaikan instrumen yang telah disusun” jelas Fajrin. (Har­ moni Khatulistiwa)

Pgs.Kabag Tata Usaha, Drs.H.Ridwansyah,M.Si bersama Pejabat Eselon III dan IV di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat bersama Tim Zona Integritas Itjen Kemenag RI saat rapat persiapan Kanwil Kemenag Kalbar menuju Zona Integritas.

10

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015


PLPG dalam Jabatan Tahap II Tahun 2015 DOK. HARMONI KHATULISTIWA

D

Ka.Kanwil Kemenag Prov.Kalbar, Drs.H.Syahrul Yadi,M.Si didampingi Kabid Pendidikan Madrasah Drs.H.Ridwansyah,M.Si, Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, H.Wildan,S.HI, Direktur Pasca Sarjana IAIN Pontianak, Dr.Hj.Lailial Muthifah,M.Pd, Kasi PTK Bidang Pendidikan Madrasah, H.M.Agus Shofwan,S.Ag,M. Si berfoto bersama dengan Perwakilan Peserta PLPG Tahap II.

etahuan pada anak sekolah. “Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Dalam Jabatan Tahap II Tahun 2015 merupakan PLPG terakhir ditahun ini, oleh karena itu kami berharap seluruh tenaga pengajar telah mengikuti PLPG ini. Kalaupun masih ada guru yang belum mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan seperti ini, mungkin yang bersangkutan belum terdaftar pada data Bes

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

alam rangka meningkatkan kualitas guru di Kalimantan Barat, maka Balai Diklat Jakarta yang bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Sya­ rif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Dalam Jabatan Tahap II Tahun 2015 Kegiatan tersebut dimulai pada hari senin 19 Oktober 2015 lalu yang dipusatkan di Asrama Haji Jl. Letjen Sutoyo, Pontianak. Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa Pendidikan dan Latihan Profesi Guru tahap kedua di tahun ini yang diikuti oleh 216 peserta. Berbeda dengan sebelumnya, Kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Dalam Jabatan tahap II Tahun 2015 dibuka secara res­ mi oleh Kakanwil Kementerian Agam Provinsi Kalimantan Barat H. Syahrul Yadi, M.Si. Dalam acara tersebut hadir pula Pgs. Kabag TU Kanwil Kemenag Kalbar Drs. H. Ridwansyah dan Rektor IAIN Pontianak yang di wakili oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Hj. Lailial Muhtifah, M.Pd. Sedangkan dari Balai Diklat Jakarta diwakili oleh Imam Tabrani. Dalam sambutannya Pgs. Kabag TU Kanwil Kemenag Kalbar Drs. H. Ridwansyah menjelaskan bahwa kegiatan PLPG dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas guru dalam mendidik dan memberikan ilmu peng-

WARTA HARMONI

Direktur Pasca Sarjana IAIN Pontianak, Dr.Hj.Lailial Muthifah,M.Pd memberikan piagam secara simbolis pada peserta PLPG Tahap II.

Guru secara nasional” tegas Ridwansyah. Kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahap II Tahun 2015 ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir pada acara pembukaan tersebut. Dalam arahannya Kakanwil menegaskan bahwa sebagaimana UU no. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional. Dan salah satu prinsip profesionalitas guru adalah memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya. Selain itu Syahrul Yadi juga menambahkan bahwa peran guru sa­ ngat penting bagi peningkatan kualitas pendidikan karena ia merupakan ujung tombak pendidikan dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa di madra­ sah. (Harmoni Khatulistiwa)

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

11


WARTA HARMONI

Orientasi Pengelolaan BMN Tahun 2015 DOK. HARMONI KHATULISTIWA

D

Kasubbag Umum Syahrul,S.Ag memberikan laporan pelaksanaan Orientasi Pengelolaan Barang Milik Negara di Lingkungan Kanwil Kemenag Prov.Kalbar

tukan Panitia Pelaksana Kegiatan Orientasi Pengelolaan Barang Milik Negara Tahun 2015. “Tujuan kegiatan adalah untuk menambah pemahaman peserta dalam pengelolaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Aga-

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

alam rangka memaksimalkan penggunaan dan pengadministrasian Barang Milik Negara, maka Kanwil Kementerian agama Provinsi Kalimantan Barat melalui Subbag Umum menyelenggrakan kegiatan Orientasi Pengelolaan Barang Milik Negara Tahun 2015 Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 7-9 Oktober 2015 bertempat di asrama Haji Pontianak. Jl. Letjen Sutoyo Pontianak. Adapun peserta kegiatan Orientasi berjumlah 80 orang yang terdiri dari Pejabat/pegawai dilingkungan Kanwil Kemenag Kalbar, IAIN Pontianak, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota dan Madrasah se-Kalimantan Barat. Dalam laporan Panitia yang disampaian oleh Kasubbag Umun Kanwil Kemenag Kalbar, Syahrul, S.Ag menjelaskan bahwa dasar kegiatan ini adalah Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Nomor: 964 Tahun 2015. Tentang Pemben-

Plh.Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Drs.H.Ramli H.M.Said mewakili pimpinan memberikan sambutan pada saat pembukaan Orientasi Pengelolaan BMN di Kanwil Kemenag Kalbar

12

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

ma, sehingga dapat terlaksana sistem administrasi yang baik dan benar,� tambah Syahrul. Selain itu Kasubbag Umum menegaskan agar dalam kegiatan ini dapat mensosialisasikan peraturan terbaru mengenai pengelolaan Barang Milik Negara serta meningkatnya pemahaman dan bertambahnya pengetahuan peserta dalam pemanfaatan dan penghapusan Barang Milik Negara. Untuk mencapai tujuan tersebut panitia menyajikan materi tentang Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang pengelolaan Barang nilik negara /Daerah, Tatacara atau penggunaan pengawasan, penghapusan serta pendelegasian barang Milik negara. Adapun narasumber berasal dari Pejabat Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Pejabat KPKNL Provinsi kalimantan Barat dan Pejabat dilingkungan Kanwil Kemenag Prov. Kalbar. (Harmoni Kha­ tulistiwa)


WARTA HARMONI

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Peringatan Tahun Baru Islam

D

alam rangka menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha Esa Allah SWT, maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Waqaf menyelenggarakan kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 H. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Pegawai yang beragama Islam dilingkungan Kanwil Kemenag Kalbar, KepalaKemenag Kota Pontianak, DWP Provinsi dan Kota Pontianak, Kepala Madrasah kota Pontianak, Pengurus Mualaf Kalbar, Penyuluh Agama Islam non PNS dan beberapa perwakilan Instansi tetangga seperti Kantor BPS dan BPN Provinsi Kalimantan Barat. Sebagaimana biasa, kegiatan PHBI tersebut dilaksanakan Aula Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat pada hari Selasa, 20 Oktober 2015 H / 7 Muharram 1437 H pukul 08.00 hingga selesai. Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Waqaf Drs. H. Ramli M Said menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas dasar Program Bidang Penais tentang peningkatan pemahaman agama dan keagamaan Islam dilingkungan Kan-

Didampingi oleh Kabid Penais Zawa, Drs.H.Ramli H.M.Said, Ka.Kanwil Kemenag Kalbar memberikan Cindera Mata kepada Dr.H.Tata Sukayat selaku pentausiah.

wil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu Ramli M Said menambahkan bahwa peringatan 1 Muharram 1437 Hijriyah merupakan Tahun Baru Islam 2015 yang jatuh pada hari rabu tanggal 14 Oktober yang lalu, momentum ini merupakan peristiwa bersejarah umat Islam yang selalu diperingati setiap tahun sebagai hari besar permulaan tahun menurut perhi­tungan bulan Islam. “Tema yang diangkat pada peringatan PHBI kali ini adalah Dengan Memperingati Tahun Baru Islam 1437 H, Kita Tingkatkan Spirit Hijrah Dalam Membangun Baldah Tha­ yibah,” tambah Ramli. Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si. dalam arahannya menegaskan tentang spirit yang harus dibangun dalam menyongsong perubahan karakter bela negara, revolusi mental dan peningkatan motifasi kerja sesuai dengan 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama. Sebagai penceramah acara tersebut adalah Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag.

Beliau merupakan Salah satu Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bandung sekaligus menjabat sebagai ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam tausiyah beliau menyampaikan bahwa Proses hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan para sahabat mengandung banyak hikmah, diantaranya ialah setiap insan atau manusia dimasa sekarang diharuskan melakukan hijrah atau berpindah dari satu keadaan menuju maqom atau tempat yang lebih baik dalam arti proses berpindahnya sifat sifat buruk menuju perbaikan kebaikan, sehingga peringatan 1 Muharram sebagai tahun baru islam mampu menghadirkan momentum berharga dan mendatangkan manfaat lahir bathin bagi orang-orang yang berakal tidak hanya sekedar mengetahui sejarahnya saja melainkan mampu membawa i’tibar besar bagi umat. “Sebagai seorang muslim sudah sepantasnya kita memahami makna tahun baru sebagai motivasi untuk melakukan refleksi perubahan kearah yang lebih baik. Dari perilaku yang tidak baik menjadi lebih baik, meningkatkan kedisiplinan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya” tegas Ketua Ikadi tersebut. Taushiyah disempurnakan dengan pemaparan tentang makna dan hakikat dari Surah Al-‘Ash. Diantaranya adalah agar tiadak menjadi orang yang merugi maka hendaknya kita beriman kepada Allah SWT. Dan melaksanakan amal shalih dan menyampaikan kebenaran dengan kesabaran. (Harmoni Khatulistiwa)

Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Drs.H.Syahrul Yadi,M.Si memberikan sambutan saat Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 H di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat.

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

13


WARTA HARMONI

P

DDTK Pengadaan Barang dan Jasa Pelaksanan kegiatan DDTK kali ini dilaksanakan selama 4 hari (40 JP) dari tanggal 26-29 Oktober 2015 di Aula Kanwil Kementereian Agama Provinsi Kalimantan Barat, yang diikuti oleh 25 orang PPK di Wilayah Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. “Sedangkan sasaran dalam diklat ini adalah terwujudnya 25 orang yang kompeten dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa di tempat tugasnya masing-masing,” tambah Irhason. Ketua Panitia Diklat Ditempat Kerja (DDTK) pengadaan Barang/ Jasa bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tahun 2015 ini juga menegaskan bahwa seluruh pesrta berhak mengikuti seluruh program pelatihan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan setelah lulus akan mendapatkan sertifikat. “Untuk memperoleh hak diatas, maka peserta harus mematuhi tatatertib dan peraturan yang dikeluarkan oleh panitia dan mengikuti

semua program pelatih sehingga peserta akan dinyatakan gugur apabila tidak mengikuti program sebanyak 5% dari keseluruhan program” tegas Irhason. Kegiatan Diklat Ditempat Kerja (DDTK) pengadaan Barang/Jasa bagi Pejabat Pembuat Kometmen (PPK) Tahun 2015 dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wialayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H Syahrul Yadi, M.Si. dalam arahannya beliau menegaskan agar para peserta mampu mengikuti kegiatan ini secara maksimal karena sampai saat ini PPK dilingkungan Kanwil Kemenag Kalbar belum semuanya memiliki sertifikat pengadaan barang/jasa. “Mudah-mudahan seluruh peserta yang mengikuti DDTK ini lulus semua, sehingga dalam proses pengadaan Barang /Jasa dilingkungan Kanwil Kemenag kalbar dapat berjalan sesuai dengan DIPA dan tepat waktu dan tepat sasaran.” tambah Syahrul Yadi. (Ir-Inmas)

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

elatihan Pengadaan barang/Jasa bagi pejabat pembuat Komitmen (PPK) merupakan pelatihan khusus bagi PPK yang dapat memberikan pembekalan dan penguatan bagi para pejabat dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Untuk mewujudkan hal tersebut Balai Diklat Keagamaan Jakarta menyelenggarakan kegiatan Diklat Ditempat Kerja (DDTK) pengadaan Barang/Jasa bagi Pejabat Pembuat Kometmen (PPK). Ketua Panitia Irhason, M.Ed menyatakan bahwa salah satu dasar kegiatan DDTK ini adalah Perpres No. 54 tahun 2010 tentang pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan perpres nomor 4 Tahun 2015 tentang perubahan keempat atas perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. “Tujuan dan sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap pengelola Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah dalam melaksanakan tugas dan jabatan sebagai PPK secara profesional dan beretika khususnya di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Drs.H.Syahrul Yadi,M.Si didampingi Pgs.Kabag Tata Usaha, Drs.H.Ridwansyah,M.Si bersama Pejabat dari LKPP saat pelaksanaan ujian sertifikasi barang dan jasa di Aula Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat.

14

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015


WARTA HARMONI

dalam upaya meningkatkan mutu RA serta materi tentang Pengelolaan pembelajaran RA sebagai upaya mengoptimalkan pencapaian perkembangan anak usia dini. Workshop Peningkatan Mutu Kelembagaan dan Regulasi RA Tahun 2015 dibuka secara resmi oleh Pgs Kabag Tu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Ridwansyah, M.SI. Dalam Arahannya beliau menegaskan bahwa seorang pengelola pendidikan seperti RA, harus memiliki kompetensi sesuai jenjang pendidikan yang digeluti, kemudian harus memiliki pengetahuan dasar dalammengelola RA kemudian pengelola harus bangun kerja sama yangbaik antara stakeholder yang ada. “Beberapa unsur yang harus diperhatikan sebagai pengelola Raudatul Atfal adalah tentang transparansi dalam pengelolaan administrasi dan membuka diri dalam hal pengelolaanmadrasah, sehingga pengadministrasian RA dapat dapat tersusun dengan baik dan akuntabel. Pada pembukaan Workshop Peningkatan Mutu Kelembagaan dan Regulasi RA Tahun 2015 Ketua Dharma Wanita Provinsi Kalimantan Barat Hj. Nurmardiah Syahrul Yadi men-

Kabid Pendidikan Madrasah, Drs.H.Ridwansyah,M.Si memberikan laporan seputar Workshop Pembinaan RA Kalbar.

jelaskan bahwa peran DWP Kemenag hingga saat ini patut kita banggakan karena hampir disemua Kabupaten/ Kota telah berdiri Raudatul Atfal sebagai bagian dari program DWP dalam membangun pendidikan anak usia dini. “Kita patut berbangga sebagai pengurus Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama, karena salah satu peran kita selain menjadi ibu rumah tangga mampu mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mendirikan RA” tambah Nurmardiah. (Harmoni Khatulistiwa) DOK. HARMONI KHATULISTIWA

D

alam rangka meningkatkan kualitas Pendidikan Usia Dini, maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Pendidikan Madrasah menggelar Workshop Peningkatan Mutu Kelembagaan dan Regulasi RA Tahun 2015. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari dari hari Kamis-sabtu, 2224 Oktober 2015, di Wisma Nusantara, Jln. Letjen Suprapto, Pontianak. Adapun peserta kegiatan berjumlah 60 orang yang terdiri dari Pembina RA Kemenag se-Kalbar 14 orang dan Kepala RA se Kalimantan Barat seba­ nyak 46 orang. Dalam laporan Panitia yang di sampaikan oleh Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Drs. H. Aminuddin menjelaskan bahwa Workshop Peningkatan Mutu Kelembagaan dan Regulasi RA Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. Kalbar Tahun 2015 dilaksanakan atas dasar UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. “Selain itu yang mendasari kegiatan ini adalah Peraturan presiden nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan serta DIPA Kanwil Kemenag Prov Kalbar Tahun 2015,” tambah Aminuddin. Adapun tujuan dari kegiatan Workshop ini adalah untuk mensosialisasikan kebijakan peningkatan mutu dan Regulasi RA serta meningkatkan mutu Kelembagaan dan kemampuan tenaga pendidik beserta pengelola RA. “Melalui pertemuan tersebut kami berharap mampu membangun komunikasi yang baik antar pengelola Raudatul Atfal di Provinsi Kalimantan Barat dengan RA di Daerah” ujarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut panitia telah menyiapkan materi tentang kebijakan Kanwil Kemenag Kalbar dalam membangun strategi penguatan mutu Kelembagaan dan Regulasi RA. Selain itu disampaikannya pula materi tentang Peran Guru dan pengelola RA

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Workshop Pembinaan RA Kalbar

Pembukaan Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalbar, Hj.Nur Mardiah,S.Pd, Kabid Pendidikan Madrasah, Drs.H.Ridwansyah,M.Si, Kasi Sarana dan Prasarana, Drs.H.Aminuddin dan Ny.Hj.Yeni Ridwansyah Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

15


WARTA HARMONI

Pemulangan Jamaah Haji Tahun 2015

D

Tragedi Mina. Oleh karena itu untuk membantu kelancaran pemulangan Jamaah haji Kalbar, maka Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 1086 Tahun 2015 tentang Penunjukan Panitia Pembantu PPIHD Pemulangan Jamaah Haji Kalimantan Barat . “Kami berharap Panitia Pembantu dari Kanwil Kemenag Kalbar dapat mengkoordinasikan agenda penyambutan dengan PPIHD Kalbar agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di lapangan” tambah Syahrul Yadi. Pgs Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalbar H. Wildan S.HI menjelaskan bahwa sesuai jadwal pemulangan jamaah Haji Provinsi Kalimantan Barat dari Jeddah akan tiba di Embarkasi Batam pada tanggal 13 Oktober 2015 dan akan di pulangkan ke Pontianak

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

alam rangka meningkatkan pelayanan pemulangan Jamaah Haji Kalimantan Barat, maka Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) mengundang seluruh instansi terkait dalam kegiatan rapat persiapan pemulangan Jamaah Haji Tahun 2015. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Aula asrama Haji Pontianak, 9 Oktober 2015. Dalam rapat yang dilaksanaan sebelum Shalat jum’at tersebut membicarakan tentang beberapa hal terkait acara penyambutan di Embarkasi Batam maupun penyambutan di Pontianak. Ka.Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat sebagai instansi yang ikut bertanggung jawab atas penyelenggaraan Ibadah Haji menjelaskan bawa ada beberapa hal yang menjadi perhatian bersama diantaranya adalah masalah barang jamaah dan penyambutan bagi jamaah yang menjadi Korban

Ka.Kanwil Kemenag Prov.Kalbar, Drs.H.Syahrul Yadi,M.Si didampingi Plt.Kabid PHU, H.Wildan,S.HI dan Kabag Agama Karo Kessos Setda Kalbar dalam rapat persiapan pemulangan Jamaah Haji Kalbar di Asrama Haji Pontianak.

16

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

pada hari Rabu, 14 Oktober 2015. “Kepada Keluarga yang menjadi korban Jalur 204 di Mina Panitia telah menyiapkan dua alternatif penyambutan yaitu panitia akan mengantarkan barang jamaah kerumahnya masing-masing atau memfasilitasi keluarga dengan memberikan surat masuk ke Aula dengan menggunakan tanda pengenal khusus yang disiapkan oleh Panitia” Jelas Wildan. Jamaah Kalbar Tiba di Pon­ tianak Pada hari Rabu, 14/10/2015 jamaah haji Kalimantan Barat akan tiba di Asrama Haji Pontianak. Seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) siap melayani penyambutan Jamaah di Pontianak maupun di Embarkasi Batam. Jamaah Haji Kalbar yang tergabung dalam kloter 11 seluruhnya berjumlah 447 orang dan akan diberangkatkan dari Embarkasi Batam ke Bandara Supadio Pontianak melalui 3 penerbangan. Flight pertama adalah Jamaah haji asal Kota Singkawang (80) dan Jamaah haji Kabupaten Mempawah (50) serta ditambah 2 orang TPHD dan 3 orang sehingga jumlah penerbangan pertama sebanyak berjumlah 144 orang. Pada penerbangan kedua jumlah jamaah haji sebanyak 257 orang yang berasal dari Kabupaten Mempawah 75 orang dan Kabupaten Kubu Raya 80 orang ditambah 1 orang petugas TPIHI. Sedangkan Jamaah asal Kubu Raya yang berjumlah 144 jamaah dan 1 orang TPIHD serta 1 orang Petugas paramedis diberangkatkan pada penerbangan ke tiga pukul 14.30 WIB.


WARTA HARMONI

Jamaah Haji Kalimantan Barat Kloter 12 tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 12.20 Wib. Kedatangan Jamaah Kloter 12 ini disambut oleh Pgs. Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. H. Wildan, S.HI di pintu masuk pemulangan jamaah haji di bandara. Setelah melewati pemeriksaan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, seluruh Jamaah Haji langsung menuju Asrama Haji Debarkasi Batam untuk mengikuti acara penyambutan secara resmi oleh PPIH Debarkasi Batam. Acara penyambutan debarkasi Batam diawali dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Petugas Kloter Drs. H. M. Yunus Hs. Setelah doa bersama acara dilanjutkan dengan laporan singkat oleh Ketua Kloter 12, yang disampaikan oleh H.Tengku Indra Kusuma, S.Pd. M.Si. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai ketua kloter 12 Indra menyampaikan bahwa jumlah jamaah Haji yang berangkat dari Embarkasi Batam berjumlah 447 orang yang terdiri dari Jamaah Haji Kabupaten Ketapang, Kab. Kapuas Hulu, Kab. Landak, Kab. Melawi, Kab. Sekadau, Kab. Sanggau dan Kab. Ketapang beserta para petugas dan ditambah dengan jamaah asal Provinsi Riau sebanyak 2 orang. Alhamdulilah sejak berangkat dari Batam sampai ketanah suci Jamaah Kloter 12 tiba dengan utuh, namun ketika sampai di mekkah, ada 1 jamaah Haji atas nama Ibu Romlah Jelidrum, (Ketapang) sakit dan akhirnya meninggal dunia , sehingga jumlah kembali ke Batam 446. Kesan dan pesan terasa sekali bahwa seluruh jamaah Haji bersahabat rasa keakraban terjalin sehingga tugas Karo Karu dan petugas kloter TPHD Provinsi dan TPHD

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Kloter 12 Tiba di Debarkasi Batam

Para jamaah haji usai dari Jeddah menunggu pemeriksaan administrasi sebelum pulang besok hari.

Kabupaten dapat bekerja sama dengan jamaah Haji, Pesan keakraban dan rasa persaudaraan, jangan hilang dengan termakannya waktu. Trimakasih kepada Karom/Karu TPHD yang membatui dengan ikhlas sehingga kami selaku petugas kloter merasa terbantu. Sehingga semua proses pelaksanaa Ibadah haji hingga pe­ mulangan berjalan dengan baik. PPIH Debarkasi Batam mengucapkan selamat datang kepada seluruh Jamaah Haji Kalimantan Barat Kloter 12 Debarkasi Batam, teriring doa semoga bapak, Ibu para jamaah senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat dan memperoleh haji yang mabrur. “Sampai sat ini (kloter 12) jumlah Jamaah haji Debarkasi Batam yang tiba di tanah air sebanyak 5.350 orang. dan seluruh jamaah yang baru tiba akan diinapkan di Asrama Haji Batam dan kembali daerah esok hari dengan menggunakan tiga kali penerbangan.” Selain itu penyambutan dari Gubernur Kalimantaan Barat diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan. Dalam sambutannya beliau menjelaskan Selamat Datang kepada seluruh Jamah haji Kalbar Kloter 12 yang telah menunaikan ibadah Haji Tahun

1436 H. “Atas nama Gubernur Kalimantan Barat, maka kami turut berduka cita atas meninggalnya Jamaah Haji Kalimantan Barat selama menjalankan ibadah Haji di tanah suci, semoga Allah Tuhan yang maha esa menerima amal ibadahnya dan mendapat tempat yang mulia di si­ sinya,” jelas beliau Staf Ahli Gubernur tersebut menambahkan bahwa sudah selayak­ nya kejadian di tanah suci dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman yang berharga bagi jamaah haji Kalimantan Barat, agar kedepannya tidak terjadi hal serupa pada masa yang akan datang. Kloter 13 Tiba di Batam Pada Hari ketiga pemulangan Jamaah Haji Kalimantan Barat dari Arab Saudi tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 12.25 Wib. Sebagai mana standar operasional prosedur, seluruh Jamaah Haji yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri harus melewati beberapa tahapan pemeriksaan. Sebagaimana jamaah sebelumnya seluruh Jamaah Haji yang baru tiba diarahkan menuju Asrama Haji Debarkasi Batam untuk mengikuti acara penyambutan secara resmi

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

17


WARTA HARMONI dan penyerahan Jamaah Haji oleh Ketua Kloter kepada PPIH Deabarkasi Batam. Jamaah Haji Kalimantan Barat Kloter 13 ini disambut oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si, yang di dampingi oleh Pgs. Kabag TU Drs. H. Ridwansyah, M.Si beserta Kepala KanKemenag Sambas, Bengkayang, Sintang dan Kepala KanKemenag Kota Pontianak di Debarkasi Batam. Acara penyambutan Debarkasi Batam diawali dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh petugas kloter salah satu jamaah. Setelah doa bersama acara dilanjutkan dengan laporan singkat Ketua Kloter 13, yang disampaikan oleh H. Juanda, S.HI Dalam laporannya, ketua kloter 13 menjelaskan bahwa jumlah jamaah haji yang berangkat dari Embarkasi Batam menuju Arab Saudi berjumlah 445 orang yang terdiri dari Jamaah Haji Kabupaten Sintang, Kab. Sambas, Kab. Kubu Raya, Kota Pontianak, Kab. Kayong Utara dan Kab. Bengkayang sertaditambah 1 orang TPHD dan Petugas Kloter 5 Orang. Pada saat pemulangan hari ini tiba di debarkasi Batam 442 orang 1 orang meninggal dunia atas nama Ruminah Jahri saad dimakamkan di Sha Raya’a, 2 sakit dirawat di RS King Faisal atas nama Rubiyah M. Zailani yang merupakan korban tragedi crane di Mekkah. Rubiah mengalami 2 kali operasi kepala dan tangan kanan atah jari kiri remuk, tulang rusuk patah menghimpit paru2 dan setelah operasi kedua keadaannya membaik. Dan suaminya mendampingi isterinya yang sedang sakit. Kembali ke Batam ditambah1 orang tanazul dari kloter 11 sehingga berjumlah 443 orang. Kesan dan pesan terasa sekali bahwa seluruh jamaah Haji bersahabat rasa keakraban terjalin sehingga tugas Karo/Karu dan petugas kloter TPHD Provinsi dan TPHD

18

Kabupaten dapat bekerja sama dengan jamaah Haji, Sabar dan ulet dan dari hasil kesabaran alhamdulillah semua rangkaian ibadah dapat terlaksana dengan baik. Dan beliau mengucapkan terima kasih kepada para ketua regu dan ketua rombongan yang telah membantu kelancaran pelaksanaan ibadah Haji di tanah suci mekkah dan madinah. Pesan dan saran hanya satu yaitu agar kedepan pelayanan konsumsi Jamaah Indonesia sebaiknya menyesuaikan selera orang Indonesia sehingga kesehatan jamah Indonesia terjaga dengan adanya kateringan yang lebih baik. Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Selaku PPIH Debarkasi Batam mengucapkan selamat datang kepada seluruh Jamaah Haji Kalimantan Barat Kloter 13 Debarkasi Batam, teriring doa semoga Bapak, Ibu para jamaah senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat dan memperoleh Haji yang mabrur. “Kita doakan kepada seluruh jamaah yang wafat di tanah suci Mekah dan Madinah senantiasa mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT diamana Jamaah Haji yang melalui Embarkasi Batam telah wafat sebanyak 42 orang yaitu dari Provinsi Riau 1 orang, Jambi 8 orang, Kepri 13 orang dan Kalbar 20 orang” jelas Kakanwil. Selain itu penyambutan dari Gubernur Kalimantan Barat diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik Togi SH, MH. Dalam sambutannya beliau mengucapkan Selamat Datang kepada seluruh Jamah haji Kalbar Kloter 13 yang telah menunaikan ibadah Haji Tahun ini. “Atas nama Gubernur Kalimantan Barat, maka kami turut berduka cita atas meninggalnya jamaah Haji Kalimantan Barat selama menjalankan ibadah Haji di tanah suci, semoga Allah Tuhan yang maha esa menerima amal ibadahnya dan mendapat tempat yang mulia disis-

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

inya” jelas Togi Staf Ahli Gubernur tersebut menambahkan bahwa sudah selayaknya kejadian di tanah suci dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman yang berharga bagi jamaah Hji Kalimantan Barat, agar kedepannya tidak terjadi hal serupa pada masa yang kan datang. Kloter 14 Tiba di Batam Suasana haru menyelimuti acara prosesi penyambutan jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 14 BTH. Hal ini disebabkan karena sebanyak 17 orang anggota Kloter 14 BTH asal Kota Pontianak menjadi korban dalam insiden mina yang memakan korban lebih dari 2.100 jamaah haji dari seluruh dunia. Hadir dalam prosesi penyambutan Ketua KPHI H. Slamet Efendy Yusuf dan komisioner KPHI Dr. H. Syamsul Maarif, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Syahrul Yadi, Kepala Biro Kesra Kalbar, Kakanwil Kemenag Kepri, Bupati Sanggau, dan sejumlah undangan. Dalam sambutannya Ketua Kloter 14 BTH H. Joko Winardi mengatakan saat berangkat jumlah jamaah yang tergabung adalah 448 namun saat kembali berjumlah 430 jamaah. “Karena 17 orang jamaah haji menjadi korban insiden Mina dan 1 orang tanazul ke Kloter 8 BTH. Dari semua jamaah yang wafat surat keterangan kematian atau COD-nya sudah diselesaikan. Begitu pula tas jamaah yang bersangkutan juga telah kita bawa”, kata Joko Winardi. Joko Winardi juga menyampaikan kesannya bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik. Namun menurutnya bukan semata-mata ibadah fisik karena harus dibarengi dengan pengatahuan manasik yang benar. “Jamaah haji juga harus mematuhi berbagai aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Kami juga menyampaikan pesan terutama kepada Pemerintah dan DPR bahwa pelaksanaan ibadah haji membutuhkan energy yang


DOK. HARMONI KHATULISTIWA

WARTA HARMONI

Plt.Kabid PHU, H.Wildan,S.HI menyambut Kabid Urais Binsyar, Drs.H.M.Yunus yang baru tiba di Batam usai menjadi petugas haji Tahun 2016/2017.

besar oleh karena itu diperlukan asupan makanan yang bergizi. Namun pada kenyataannya selama di Arafah ternyata jamaah haji hanya disuguhi nasi dan ikan teri”, ucapnya. “Kondisi ini dipersulit dengan penempatan kami di Mina Jadid yang sangat jauh. Dipermukaan jamaah memang terlihat tenang namun jamaah haji mulai resah. Pada awalnya perjalanan melempar jamarat berjalan lancar, namun ternyata ada insiden dan 17 orang jamaah haji Kloter 14 menjadi korban”, tambahnya. Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kepri selaku Ketua PPIH Debarkasi Batam H. Marwin Jamal mengatakan sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban insiden Mina sebagai syuhada, maka PPIH Debarkasi Batam malam ini akan menyelenggarakan doa arwah selepas sholat maghrib di Masjid An Namirah Asrama Haji Batam. Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Barat H. Syahrul Yadi dalam sambutannya memberikan motivasi kepada jamaah dan harus ikhlas dengan ketentuan Allah SWT. “Kita doakan yang wafat menjadi syu­ hada dan ditempatkan di sisi Allah SWT. Sebaik apapun persiapan kita

ternyata masih ada insiden seperti ini, dan kita harus meyakini bahwa itulah kehendak Allah SWT”, kata Syahrul Yadi. Selain itu Syahrul Yadi menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya jamaah Haji Kalimantan Barat selama menjalankan ibadah Haji di tanah suci, semoga Allah Tuhan yang Maha Esa menerima amal ibadahnya dan mendapat tempat yang mulia disisinya Kloter 15 Tiba dibatam Jamaah Haji Kalimantan Barat Kloter 15 Tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 12.20 Wib. Kedatangan Jamaah Kloter 15 ini disambut oleh Pgs. Kabag TU Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs. H. Ridwansyah, M.Si di Debarkasi Batam. Jamaah Haji Indonesia yang tergabung dalam Kloter 15 merupakan jamaah haji gabungan dari Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah 90 orang dan Provinsi Kepulauan Riau berjumlah 352 orang dan ditambah 5 orang petugas kloter se­ hingga jumlah keseluruhan sebanyak 447 orang. Pada waktu pemberangkatan, jumlah jamaah Kloter 15 utuh sejum-

lah 447 orang, namun yang kembali ketanah air saat ini berjumlah 445 orang, berkurangnya jamaah pada pemulangan dikarenakan tanazul awal pada kloter ke delapan, masing masing-masing berasal dari Kalimantan Barat 1 orang atas nama Yunida dan 1 orang lagi dari Provinsi Kepulauan Riau. Ketua Kloter 15 BTH H. Nasoha mengatakan terdapat dua orang jamaah haji yang mutasi keluar dari Kloter 15 BTH, yaitu Bariah Joyo Tinomo nomor porsi 370007954 nomor manifest 15/151 mutasi ke Kloter 07/073 asal Kota Batam (Kepri) dan Yunida Binti Usman Lojeng nomor porsi 1700019135 nomor porsi nomor manifest 15/393 mutasi ke Kloter 08/149 asal Kota Pontianak (Kepri). Acara penyambutan Jamaah Kloter 15 Debarkasi Batam berlangsung dengan tertib. Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Wilayah Kepulauan Riau H. Marwin Jamal dan beberapa panitia PPIH Debarkasi batam lainnya. Sedangkan dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat diwakili oleh Pgs. Kabag TU, Drs. H. Ridwansyah, M.Si. Dalam sambutannya H. Marwin menegaskan bahwa seluruh jamaah haji Kloter 15 BTH hari ini akan langsung pulang ke kampung halaman masing-masing kecuali jamaah haji asal Pontianak (Kalimantan Barat) yang harus menginap satu malam di Asrama Haji Batam dan akan diterbangkan ke Pontianak pada besok pagi. Sambutan dari daerah disampaikan oleh Pemda Karimun, melaui kesempatan tersebut Wakil Bupati Karimun H. Aunurrafiq dalam ke­ sempatan yang sama mengharapkan agar jamaah haji dapat menjadi teladan masyarakat. Ia juga meminta dukungan masyarakat Indonesia agar menggunakan haknya dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 mendatang. (Har­ moni Khatulistiwa)

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

19


WARTA DAERAH

J

jid Agung Al-Falah, KH. Jalaluddin H. Abdussyukur Badri, LC mengatakan jamaah haji kota Pontianak yang telah dinyatakan meninggal dunia, harus kita terima dengan lapang dada karena itu semua adalah ketentuan Allah. Kemudian Imam Besar Masjid Agung Al-Falah ini menambahkan , jamaah haji yang meninggal dunia dipastikan surga balasannya karena meninggal dalam keadaan berjuang menjalankan perintah Allah dan beliau berharap Jamaah haji Kota Pontianak yang belum diketemukan semoga selamat sehat wal afiat. Sementara, Kepala Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Dja’far. A, M.Si dalam sambutannya mengatakan mengucapkan terima kasih kepada KH. Zaini Jalaludin HAS, LC, yang memimpin langsung pelaksanaan sholat ghaib dan jamaah seluruh Masjid se Kota Pontianak atas partisipasinya dalam pelaksanaan sholat ghoib ini. Mantan Kepala Kemenag Kota Singkawang ini menambahkan bahwa kita tetap menunggu Informasi resmi

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

um’at (2/10/2015) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Drs. H. Dja’far. A, M.Si melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Agung AlFalah Jalan H. Rais A. Rahman. Sholat Jum’at di pimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Agung AlFalah, KH. Zaini Djalaludin HAS, LC. Selain itu juga dilaksanakan sholat ghaib untuk seluruh jamaah haji Kota Pontianak yang menjadi korban tragedi Mina pada Kamis (24/9/2015). Turut mendampingi Kepala Kemenag Kota Pontianak, yakni Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kota Pontianak, H. Abdulbar, S. Ag, M.Pd,I, Kasi Bimas Islam, Usman. R, S.Pd.I, dan Staf, serta Penyelenggara Syariah, Busroh.HM.Thoha Pelaksanaan Sholat Jum’at sekaligus Sholat Ghaib ini juga dihadiri langsung Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si beserta beberapa Kepala Bidang dan Kasi. Dalam sambutannya setelah pelaksanaan sholat ghaib, Imam besar Mas-

Bersama Imam Besar, KH.Jalaluddin HAS,Lc dan Pengurus Masjid Agung Alfalah Kota Pontianak berfoto bersama Ka.Kanwil dengan Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar maupun di Kemenag Kota Pontianak

20

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Kepala Kemenag Pontianak Hadiri Pelaksanaan Sholat Ghaib

Ka.Kanwil Kemenag Kalbar, Drs.H.Syahrul Yadi,M.Si saat diwawancara oleh Kompas TV usai pelaksanaan Sholat Gaib bagi korban tragedy Mina Tahun Haji 1436 H.

bagi jamaah haji Kota Pontianak yang belum diketemukan dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga bisa tabah dalam menerima cobaan ini. Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar, Drs. H. Syahrul Yadi, M. Si mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak atas gagasannya untuk mengajak seluruh Masyarakat Kota Pontianak yang beragama Islam untuk melaksanakan sholat ghoib bagi jamaah haji Kota Pontianak yang menjadi korban tragedi Mina. Ka.Kanwil Kemenag Kalbar juga menambahkan bahwa peristiwa Mina yang terjadi adalah mutlak ketentuan Allah, kalaupun ada kesalahan manusia, itu hanyalah sebab yang Allah telah rencanakan. beliau juga berharap kepada semua pihak yang terkait agar tidak memberikan informasi tanpa dasar dan tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh sebab itu informasi hendaknya cukup satu pintu yakni dari Kementerian Agama. (Ima/Ptk)


WARTA DAERAH

MAN 2 Filial Juara Umum MTQ Pelajar Pontianak DOK. HARMONI KHATULISTIWA

M

AN 2 Filial akhirnya ditetapkan sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Pelajar Se-Kota Pontianak Tahun 2015. Keputusan tersebut ditetapkan dewan hakim melalui Surat Keputusan Nomor: 02/MTQ/Kota/2015 tanggal 17 Oktober 2015. MAN 2 Filial (dulu, MAS Syahid) Pontianak berhasil menyi­ sihkan 25 sekolah dan madrasah lainnya yang ikut serta dalam kegiatan MTQ tingkat pelajar SeKota Pontianak dengan perolehan nilai 33. Sementara di posisi runner up (kedua) ditempati MIN Teladan Pontianak dengan nilai 24. Dan MAN 2 Pontianak harus puas di posisi ketiga dengan nilai 22. Informasi tersebut disampaikan langsung Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak, Syarifah Azizah, Lc yang ditemui di Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Selasa (20/10/2015). Berikut adalah sejumlah prestasi yang diraih siswa/siswi MAN 2 Filial dalam MTQ tingkat Pelajar Kota Pontianak Tahun 2015: 1. Juara 1 Cabang Khatil Quran Golongan Naskah Putra, atas nama Catur Aditya Kamal. 2. Juara 1 Cabang Khatil Quran Golongan Naskah Putri, atas nama Annisa. 3. Juara 1 Cabang Khatil Quran Golongan Mushaf Putri, atas nama Siti Nabila. 4. Juara 1 Cabang Khatil Quran Golongan Dekorasi Putra, atas nama Ilham. 5. Juara 1 Cabang Khatil Quran Golongan Dekorasi Putri, atas nama Maya Wulandari. 6. Juara 1 Cabang Syarhil Quran.

Kepala MAN 2 Pontianak, Drs.Hamdani Sulma,S.Pd dan Peserta Dari MAN 2 Filial yang menjadi Juara Umum MTQ Tingkat Kota Pontianak bersama Ketua LPTQ, Dr.H.Mulyadi,M.Si

7. Juara 3 Golongan Tilawah SMA/ SMK/MA Putra, atas nama Ahmad Gozali. 8. Juara 3 Golongan Tilawah SMA/ SMK/MA Putri, atas nama Ifta Abbasiah. 9. Juara 3 Cabang Tahfizul Quran Golongan 10 Juz Putra, atas nama Sumatrak. Syarifah Azizah, yang juga adalah Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kota Pontianak ini juga menuturkan bahwa MAN 2 Filial Pontianak di bawah asuhan Dra Hj Supiatun, M.Pd tercatat sebagai madrasah dengan peserta terbanyak yang mengikuti MTQ tingkat pelajar tahun 2015. Sementara Hj. Supiatun yang dihubungi via handphone, Rabu (21/10/2015) mengaku sangat senang sekaligus bangga dengan kemenangan yang diraih siswanya. Ia juga mengatakan bahwa kemenangan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh anak didiknya. Lomba yang dihelat untuk pertama kalinya oleh LPTQ Kota

Pontianak ini dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah dan menyambut Hari Jadi Kota Pontianak yang ke-244. MTQ berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 15-17 Oktober 2015. Ada lima cabang yang dilombakan dalam kegiatan tersebut. Yakni cabang tilawah putra/putri, cabang khatil quran putra/putri, cabang fahmil quran, syarhil quran, dan cabang tahfizul quran. Seluruh kegiatan dipusatkan di Kecamatan Pontianak Barat dan dilaksanakan di empat lokasi. Yakni Masjid Sirajudin, Aula MAN 1 Pontianak, SMA Negeri 2 Pontianak, dan Surau SMP Negeri 16 Pontianak. Acara penutupan MTQ dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2015, di Masjid Sirajudin Jalan Apel Pontianak. Sedangkan penyerahan hadiah kepada seluruh pemenang lomba akan dilakukan pada acara peringatan Hari Jadi Kota Pontianak yang ke-244 (Jumat, 23 Oktober 215). (Sumi/ Ptk)

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

21


WARTA DAERAH

Sosialisasi e-PUPNS Kemenag Kubu Raya

S

bupaten Kubu Raya, cuma karena ada suatu hal dan lain sebagainya yang menyebabkan beliau tidak bisa hadir. Beliau berterima kasih kepada para pegawai negeri yang telah hadir mengikuti kegiatan tersebut. Beliau juga mohon maaf jika sebagai tuan rumah kegiatan belum bisa memberikan tempat yang lebih baik. “Marilah kita jadikan pertemuan ini sebagai sarana agar kita sesama PNS bisa menjadi lebih akrab” ucapnya. Dalam kesempatan itu juga beliau berpesan agar para PNS bisa menjadi corong dalam melakukan kebaikan di masyarakat dan juga harus bisa memberi pencerahan jika ada isu-isu miring yang ditujukan kepada kementerian, baik itu berkaitan dengan madrasah ataupun berkaitan dengan isu-isu pendidikan. Dalam pelaksanaan pengisian data, para pegawai negeri menemui

beberapa kendala yang salah satunya berkaitan dengan server. Banyak di antara mereka yang mengeluh karena datanya tidak bisa diisi. Wahyuni, S.Pd salah satu pegawai negeri di MAN 1 Kubu Raya mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mengisi data. “Data yang belum diisi sudah saya isi, namun ketika saya klik tombol simpan untuk menyimpan perubahan data tersebut, malah kembali ke halaman log in lagi. Dan ini berulang sampai beberapa kali” cetusnya. Bonny Hartono, S.Kom dari Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya yang bertugas memberikan bimbingan teknis terkait tata cara pengisian e-PUPNS tersebut menjelaskan bahwa hal tersebut bisa jadi karena server-nya lagi sibuk. “Kemungkinan besar server-nya sibuk karena banyak yang meng-akses” jelasnya. (slm.mankr)

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

ebanyak 45 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya mengikuti kegiatan Sosialisasi Teknis Pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara elektronik atau biasa disingkat e-PUPNS yang dilaksanakan di Aula Madrasah Aliyah Negeri 1 Kubu Raya pada Selasa pagi (6/10). PNS tersebut berasal dari pegawai negeri di MIN Rasau Jaya, MTs Negeri Rasau Jaya, MAN Kubu Raya serta ada beberapa di antaranya yang berasal dari madrasah swasta. Kegiatan yang dimulai tepat jam 09.30 tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Kubu Raya, Drs. H. Fauzan, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa seharusnya yang membuka kegiatan tersebut adalah Kepala Kementerian Agama Ka-

Mujiani,S.IP bersama Bonny Hartono,S.Kom didampingi Kepala MAN Kubu Raya, Drs.H.Fauzan,M.Pd saat memberikan penjelasan mengenai pengisian e-pupns bagi PNS di Kemenag Kubu Raya di Aula MAN.

22

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015


WARTA DAERAH

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

BPKP Tinjau Administrasi Bantuan Kemenag Mempawah

T DOK. HARMONI KHATULISTIWA

im BPKP (Selasa, 13/10/15) mendatangi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah untuk meninjau semua yang berkaitan dengan administrasi

Kasubbag TU Kemenag Mempawah, Kamaluddin,S.Pd.I

bantuan terutama yang ada di Seksi Pendis. “Beberapa administrasi bantuan yang telah dicairkan seperti BSM, TFG, TPG dan beberapa bansos lainnya yang ada disemua Satker menjadi target yang harus ditinjau dan diperiksa keleng­ kapan administrasinya” ujar Sulistiyo selaku pedamping dari BPKP saat berbicara lebar dengan PLT Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Mempawah M. Zaini, S.HI, di ruang Subbag TU. Mulyadi, S.Pd.I Pelaksana Seksi Madrasah mengatakan semua kegiatan dan bantuan yang diperiksa oleh Tim BPKP pada Tahun ini merupakan kegiatan yang telah teralisasi, namun masih ada juga yang belum dilaksanakan realisasinya, untuk semua kegiatan dan anggaran yang telah direalisasikan kepada penerima bantuan, akan diper-

Tim Audit BPKP Pontianak yang melakukan pemeriksaan berkas di ruangan Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Mempawah Kamaluddin,S.Pd.I.

siapkan semua berkasnya guna untuk diserahkan kepada Tim BPKP. Tampak beberapa siswa dari madrasah negeri sedang mengi­ si isian data yang diberikan oleh Tim BPKP, yang kemudian menjadi sampel pemeriksaan terhadap beberapa madrasah, terutama madrasah negeri di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Mempawah. Untuk saat ini yang baru bisa dipanggil adalah kepala madrasah negeri dan siswanya seperti MAN Mempawah, MTsN Siantan, MIN Sui Bakau Besar Laut, MIN Galang, MTsN Mempawah Hilir dan MTsN Sui Pinyuh. (rudi/ mpw)

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

23


LENSA HARMONI

1

4

24

2

5

7

8

10

11

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015


3

6

9

12

FOTO-FOTO: DOK. HARMONI KHATUISTIWA

LENSA HARMONI

Keterangan Foto: 1. Ka.Kanwil Kemenag Prov.Kalbar, Drs.H.Syahrul Yadi,M.Si didampingi Kabid dan Pentausiah usai menyampaikan Hikmah 1 Muharram 1437 H di Aula Kanwil Kemenag Kalbar. 2. Kepala Kemenag Kapuas Hulu, H.Darohman,S. Ag,M.Si didampingi Kasi Pendis saat memberikan bantuan sarana pada MGMP Guru di Kapuas Hulu. 3. Kasubbag TU Kantor Kemenag Singkawang, H.Azhari,S.Ag,M.Si menerima trophy dari Tim Tenis atas prestasi Juara I Lomba Tenis III Piala Walikota Tahun 2015. 4. Ketua DWP Kanwil Kemenag Prov.Kalbar, Hj.Nur Mardiah Syahrul Yadi,S.Pd didampingi Kabid Pendidikan Madrasah, Drs.H.Ridwansyah,M.Si dan Kasi Kelembagaan Bidang Pendmad, Drs.H.Aminuddin saat pemberian bantuan alat peraga edukatif dan buku referensi RA Tahun 2015. 5. Drs.H.Rasmi Sattar,M.Pd ( Ka.Kanwil Kemenag Kalbar 2003 – 2010 ) bersama H.Hamzien Bunsu,M. Ag serta Kasubbag TU Kemenag Pontianak, H.Abdul Bar,S.Ag,M.Pd saat mengunjungi rumah H.M.Yusman,S.Pd.I ( Kasi Bimas Islam Kemenag Mempawah ) yang meninggal dunia karena sakit di tanah suci Mekkah Almukarramah. 6. Kasubbag TU Kemenag Sekadau, Kaharuddin,S. Ag memantau input dan entry data PUPNS di lingkungan Kemenag Sekadau. 7. Kepala Kemenag Mempawah, Drs.H.Kasiman HN bersama Penyelenggara Buddha, Tri Wiryawati,S. Ag dan Penyuluh Agama Katolik saat melakukan penanaman pohon di Sekber FKUB Mempawah 8. Kepala Kemenag Bengkayang, H.Mi`rad,S.Ag didampingi Kasubbag TU, H.Damsyir,S.Pd.I dan Kasi Bimas Katolik, Alexander Tinggi,S.Ag bersama para peserta Orientasi Guru Agama Katolik Kabupaten Bengkayang. 9. Kepala Kemenag Kubu Raya, H.Mudjazie didampingi Ketua DWP Kemenag Kubu Raya saat memberikan kenang kenangan kepada Ny.Mujiani,S. IP sebagai tanda terima kasih atas dedikasinya di Kemenag Kubu Raya yang mutasi di Kemenag Kota Pontianak. 10. Ka.KanKemenag Landak, Dra.Hj.Isriyah didampingi Pejabat Eselon IV saat memberikan wejangan dan amanat pada apel pagi di lingkungan Kemenag Landak. 11. Walikota Pontianak, H.Sutarmidji,SH,M.Hum berfoto bersama usai memberikan trophy pada juara pawai ta`aruf menyambut 1 Muharram 1437 H di Taman Alun Kapuas. 12. Suasana penuh khidmat dan berlimpah rahmat dan karunia Allah SWT yang dilakukan oleh Subbag Inmas Kanwil Kemenag Kalbar, dimana setiap hari sebelum memulai kerja dilakukan dengan membaca dan menggali isi kandungan Alqur`anul Karim yang dipimpin langsung Kasubbag Dra. Hj.Sangadah. Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

25


WARTA DAERAH

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Rakor Pimpinan Ponpes Kemenag Singkawang

S

eksi Pendidikan Islam Kasi Pendis Kemenag Singkawang, Drs.H.Arnadi,M.Pd bersama para pimpinan ponKantor Kementerian Ag- dok pesantren saat rakor di Aula Kemenag Kota Singkawang. ama Kota Singkawang mengadakan Rapat Koor- berperan aktif dalam penyebaran tren Ushuluddin, Pontren Yasti, dinasi Pimpinan Pondok Pesantren agama Islam dan transfer ilmu Pontren Hidayaturruhama’, Pontren Makarim El- Akhlak, Pontren di Aula Kementerian Agama Kota pengetahuan“ Ujarnya. Karena keunikan ini maka PonAl- Fatah, Pontren Nurusshibyan, Singkawang hari Senin (12/10) pada jam 08.00 WIB. Kegiatan ini dok Pesantren hadir dalam berb- Pontren Ibnu Taimiyah, Pontren di hadiri Kepala Seksi Pendidikan agai situasi dan kondisi dan hampir As-Shomadiyah dan Pontren AhIslam Drs. H. Arnadi, M. Pd be- dapat dipastikan bahwa lembaga mad Dahlan, jumlah Ustadz/ Usserta pimpinan Pondok Pesantren ini, meskipun dalam keadaan yang tazah yaitu 273 dan jumlah santri sangat sederhana dan karekteristik yaitu 2846. Se Kota Singkawang . Kegiatan ini diadakan untuk Panitia penyelenggara Drs. yang beragam, tidak pernah mati. H. Arnadi, M.Pd mengatakan “ Demikian pula semua komponen mengkoordinasikan permasalahan Pondok Pesantren termasuk pen- yang ada didalamnya seperti Kyai yang ada dilapangan, terutama didikan Islam yang paling awal atau Ustad serta para santri kata yang berkaitan dengan Pondok Pesantren untuk dicarikan sodan masih bertahan sampai seka- Arnadi. Di Kementerian Agama Kota lusinya kata pejabat yang sedang rang, Pondok Pesantren telah sanSingkawang mempunyai sembi- menyelesaikan S3 nya. (indriati gat mencetak Paraberjasa Siswa dandalam Siswi MAN SekadaukadAmbil bagian dalam semarak Pawai 1 Muharram erulama, Sekadau. dan kemudian lan Pondok Pesantren yaitu Pon- SKW) 1437kader H di Kabupaten

26

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015


WARTA DAERAH

Abhiseka Purnakonstruksi Sekolah Asoka DOK. HARMONI KHATULISTIWA

S

Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia, Drs.Dasikin,M.Pd memberikan sambutan saat peresmian gedung sekolah Asoka di Singkawang.

itu melalui pendidikanlah kita akan mampu melahirkan pemimpinpemimpin dan generasi penerus bangsa yang berkwalitas. Dirjen Bimas Buddha RI mengharapkan agar kita dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dengan selalu membangun sikap toleran, saling menghargai satu

sama lainnya. Karena pendidikan adalah salah satu benteng untuk mempertahankan generasi muda dalam memelihara nila-nilai budaya, etika moral serta melalui pendidikan pula para generasi muda dapat mengali potensi daerahnya masing-masing. (Harmoni Kha­ tulistiwa) DOK. HARMONI KHATULISTIWA

ingkawang 18 Oktober 2015, Sekolahan Asoka yang beralamat di Jl. Sagatani Rt. 008/ Rw. 002, Kelurahan Sijangkung, Singkawang Selatan. Abhiseka atau pemberkatan gedung sekolah Asoka yang telah menyelesaikan pembangunannya ini. Dihadiri oleh Drs. Dasikin, M.Pd selaku Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Gubernur yang dalam kesempatan ini diwakili oleh asisten III, Drs. H. Awang Iskhak selaku Wali Kota Singkawang, Saryono, S. Ag, M.Pd selaku Pembimas Buddha Kalbar, Drs. H. Jawani Selaku Kepala Kantor Kementerian Agama kota Singkawang dan Suyitno, S. Ag selaku Kasi Bimas Buddha Kota Singkawang, sambutan Dirjen Bimas Buddha RI ataupun Gubernur Kalbar dan Wali Kota Singkawang pada intinya pihak pemerintah menyambut baik atas prakasa umat Buddha Singkawang yang sangat peduli terhadap pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, karena

Melakukan Ritual Adat sebelum memasuki gedung sekolah Asoka Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

27


WARTA DAERAH

Bimtek Kurikulum 2013 MI, MTs dan MA

B

tor Kemenag Kab. Bengkayang H. Mi’rad menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan guru yaitu bahwa dialam mengajar ada dua belas dosa guru yang mungkin secara tidak sadar bia saja dilakukan oleh para guru disekolah, beberapa diantaranya adalah mengambil jalan pintas dalam mengajar, tidak adil (Diskriminatif), Tidak Disiplin, sering meninggalkanpeserta didik untuk urusan diluar dinas. Namun sebaliknya bagaimana agar bisa menjadi guru yang disukai dan cintai oleh siswanya yaitu bahwa didalam mengajar guru tidak boleh terlalu formal dan kaku, mengajar dengan car yang menyenangkan, saat mengajar guru harus bergembira karena dengan demikian siswa juga akan bergembira, dan selain

dari itu ada ciri-ciri bagaimana guru juga bisa disayangi siswanya yaitu dimana guru harus menguasai materi, guru harus memahami gaya belajar anak, guru juga haris berpenampilan menarik, humoris, adil danpenyabar serta menjadi contoh juga teladan bagi siswanya, tambah H. Mi’rad. Mengakhiri dari arahannya H. Mi’rad menyampaikan bahwa dalam hal penilaian bukan hanya IQ saja tapi ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memberikan pengaruh terhadap muridnya yaitu 1. Logical Thinking yang berarti berpikir sistematis dan menyederhanakan hal-hal yang sifatnya rumit, 2. Creatve Thinking, 3. Practical Thinking. (Paul/Hms: Potografer; Ulil)

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

engkayang, 26 Oktober 2015, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang H. Mi’rad, S. Ag menghadiri dan membuka kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Umum untuk Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah & Madrasah Aliyah Kantor Kementerian Agama Kab. Bengkayang bertempat di Sekolahan Madrasay Ibtidaiyah Bengkayang. Peserta Bimtek Kurikulum 2013 tersebut terdiri dari Guru-guru yang mengajar pada Sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah yang ada di Kab. Bengkayang. Dalam arahannya Kepala Kan-

Kepala Kantor Kemenag Bengkayang, H.Mi`rad,S.Ag didampingi Kasubbag TU, H.Damsyir,S.Pd.I dan Kasi Pendis,H.Uyung Liza,S. Pd.I saat Pembukaan Bimtek K-13 PAI dan Mata Pelajaran Umum.

28

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015


WARTA DAERAH

Peningkatan Pemahaman Fardhu Kifayah di Landak DOK. HARMONI KHATULISTIWA

K

Kepala Kemenag Kabupaten Landak, Dra.Hj.Isriah didampingi Kasi Bimas Islam H.Mardani,S.HI dan Nara Sumber yang menyampaikan tentang Pemahaman Fardhu Kifayah bagi penyuluh dan Petugas Kecamatan di Lingkungan Kemenag Landak.

Acara dibuka secara resmi dengan membaca basmalah dan dilanjutkan materi dari Ka.KanKemenag tentang Kebijakan Kementerian Agama yang dimulai dengan paparan visi dan misi dilanjutkan penyampaian materi inti oleh Bapak As’ari dari Mempawah sekian semoga bermanfaat. (Irvansuri/pendis) DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Jadi selama ini kas masjid kebanyakan hanya digunakan untuk pembangunan masjid, masih ada yang belum disalurkan ke ibadah sosial misal untuk beasiswa bagi anak di lingkungan masjid yang kurang mampu. Beliau kemudian berharap semoga dengan kegiatan ini salah satu upaya untuk menjalin kerjasama dan pelayanàn umat akan lebih baik terutama bidang fardhu kifayah yang biasanya berkaitan erat dengan para pengurus masjid dan surau,semakin makmur masjid maka kepentingan umat akan terlayani.

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

antor Kementerian Agama Kab. Landak menyelenggarakan acara peningkatan Fardhu Kifayah melalui seksi Bimas Islam.Dalam Laporannya, Kasi Bimas Islam, Mardani, S.HI menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran DIPA Bimas Islam Kemenag Landak. “Semoga Bapak dan Ibu serta Kepala KUA bisa menindak lanjuti di masing-masing Kecamatan agar pelayanan umat yang berkenaan dengan Fardhu Kifayah berjalan dengan baik”, ujarnya. Dia kemudian berharap jika ada masyarakat yang kurang mampu agar bisa diberi bantuan. Kepala Kantor Kemenag Landak, Dra. ISriyah dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bisa menjadi penambah pengetahuan bagi peserta. Beliau juga menyampaikan agar para KUA serta petugas fardhu kifayah kecamatan lebih memberdayakan kualitas hidup umat beragama melalui pemberdayaan Masjid,dengan pusat kegiatan umat di masjid akan lebih semarak dan masjid dikecamatan akan memberikan kontribusi positif,dimasjid didirikan pendidikan RA ,TPQ,MADIN dan kegiatan Majlis Taklim dan lainnya, yang ditunjang pendapatnya dari kas masjid.

Salah Satu Contoh Pelaksanaan Pelatihan Fardhu Kifayah.

Zuhri Ashari, S.Ag Penyuluh Fungsional Kemenag Kab. Pontianak Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

29


WARTA DAERAH

Pawai Tahun Baru 1437 H di Sekadau DOK. HARMONI KHATULISTIWA

D

Busana Islami mewarnai penampilan siswa dan siswi MTs N Sekadau Hilir dalam Pawai 1 Muharram 1437 H.

Dikatakannya Kegiatan yang diusung PHBI Sekadau dalam upaya membina generasi muda untuk peningkatan SDM agar berkualitas kedepannya. Sementara dalam laporannya H. Bahtiar mengatakan PHBI telah mempersiapkan beberapa kegiatan untuk menyemarakan 1 muharram. Selain Pawai Ta’ruf ada juga perlombaan azan tingkat pelajar TK/ RA sampai dengan tingkat SMA/ MA, Lomba ceramah tingkat SD/

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

alam rangka memeriahkan tahun baru Islam, 1 muharram 1437 H/2015 M, Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sekadau melaksanakan pawai ta’ruf, rabu (14/10/2015). Dengan ditabuhnya bedug oleh Asissten 1 sebagai tanda di mulainya pawai dengan peserta dari SD/MI, SMP/Mts, SMA/ MA, remaja masjid dan Organisasi keagamaan yang ada di Kabupaten Sekadau. Adapun rute yang dilalui peserta pawai dimulai dari terminal lawang kuari menuju jalan merdeka timur, melewati pasar baru, depan rumah betang, jalan merdeka selatan, jalan merdeka, pasar kemudian jalan irian sekadau dan berakhir kembali di terminal. Sepeda hias dan drumband juga mewarnai semaraknya pawai tersebut. PJ.Bupati sekadau diwakili asissten 1 Adrianto menuturkan Penjabat Bupati dan pimpinan lainnya sedang menjemput jamaah haji kabupaten Sekadau yang tiba pada hari ini di batam dan jumat pagi (16/10/2015) jamaah Haji akan tiba di Sekadau.

30

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

MI sampai dengan SMA/MA. Dengan waktu pelaksanaannya mulai 16 hingga tanggal 22 oktober 2015. kemudian lomba lagu islami, nashid tingkat SLTP/MTs, SMA/MA dan remaja masjid, fahmil qur’an, tilawartil qur’an Lomba qasidah, baca doa selamat dengan benar, karena doa selamat penting untuk kehidupan kita,”kata H.bahtiar. Ada juga lomba busana untuk lanjut usia 50 tahun keatas dan remaja, Hal itu untuk memberikan petunjuk kepada masyarakat muslim Sekadau bagaimana berbusana muslim dengan baik, sopan dan sesuai dengan syariat agama. Hafalan surah yasin antar BKMT di Kabupaten Sekadau. Lomba sholat berjamaah, para pemenang juga akan diberikan uang pembinaan sebagai hadiah. Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir maupun yang telah mendaftarkan diri mengisi acara dalam rangka kegiatan memeriahkan atau memperingati 1 muharram 1437 H/2015 M,”tutup H. Bahtiar. (Humas_Keme­ nagSKD)


WARTA DAERAH

Implementasi K-13 di MTsN Nanga Pinoh ua Panitia Pelaksana Kabib Mustapa, S. Pd karena Kebijakan Pemerintah tahun 2013 dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah adalah pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2004 menjadi kurikulum 2013. Lebih lanjut disampaikan Kepala Madrasah Tsanawiyah H. Sugeng, S. Ag Pengembangan Kurikulum 2013, selain untuk memberi jawaban terhadap beberapa permasalahan yang melekat kurikulum sebelumnya, juga bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, agar mampu lebih baik dalam melaksanakan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkonsumsikan (mempersentasikan), apa yang diperoleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelajaran. Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah untuk menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), ketrampilan tahu bagaimana) , dan pengetahuan (tahu apa ) yang terintegrasi. Implementasi kurikulum di madrasah sesuai dengan Permendikbud Nomor 160 tahun 2014 Tentang pemberlakuan Kurikulum 2006 dan

Kurikulum 2013, Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar dan Menengah, Keputusan Menteri Agama Nomor 117 tahun 2014 Tentang Implementasi Kurikulum Pada Madrasah. Implementasi kurikulum 2013 di madrasah diterapkan secara bertahap mulai tahun 2014 diawali dengan dilaksanakannya pada kelas 1 dan 4 MI,dan kelas 10 MA. Mempersiapkan pelaksanaan kurikulum 2013 di madrasah tersebut, telah dilakukan pelatihan – pelatihan dan workshop yang diselenggarakan kepala madrasah, guru dan pengawas madrasah dapat saling bersinergi untuk menerapkan kurikulum 2013 di madrasah masing – masing. Mengingat pentingnya peran guru sebagai ujung tombak dalam penerapan Kurikulum 2013 ini, maka diperlukan proses pemberian bantuan penguatan pelaksanaan Kurikulum 2013 kepada pendidik madrasah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013, oleh karena itulah diadakan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 di lingkungan KKM MTsN Nanga Pinoh Kabupaten Melawi. (Harmoni Khatulistiwa) DOK. HARMONI KHATULISTIWA

S

enin Tanggal 19 oktober 2015 diadakan pendampingan K 13 tingkat MTS di lingkungan KKM MTsN Nanga Pinoh. Pendampingan implementasi kurikulum 2013 ini dilaksanakan selama 4 hari atau setara dengan 32 jam @ 60 menit. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dan dibuka oleh Kasubbag Kementerian Agama Kab. Melawi Suyitno, S. Ip . Narasumber dari Kemenag Melawi Ahmad Nawawi memberikan arahan dan perubahan mindset para pendidik supaya memiliki orientasi yang luas. Sedangkan instruktur dari widya iswara yaitu Bapak Drs.H. Razali, M.Pd dan Bapak Dr. Fahrul Razi, M.Pd mengungkapkan betapa pentingnya pola pembelajaran yang aktif bagi siswa. Peserta pendampingan implementasi kurikulum 2013 tahun anggaran 2015 ini adalah seluruh dewan guru di KKM MTsN Nanga Pinoh Kab. Melawi. Peserta kegiatan berjumlah 60 orang yang berasal dari MTsN Nanga Pinoh, MTs Al Ma’arif Belonsat, MTs Al Azhar Ella Hilir, MTs Al Huda Menukung, MTs As Shighor Semadin Lengkong. Kegiatan ini penting, menurut Ket-

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

31


WARTA DAERAH

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Tahun Baru 1437 H di Masjid Nurul Iman

32

Pawai Obor dalam rangka malam ta`aruf menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 H di Putussibau Kapuas Hulu.

akan tausyiyah yang akan di isi oleh Ustadz Zainudin,S.Ag,S.PdI. “Pada malam tausyiyah itu Akan diumumkan pula pemenang lomba Lampu Hias Bernuansa Islami. Panitia menyiapkan bagi pemenang

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

D

alam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah / 2015 Masehi, pengurus masjid nurul Iman Putussibau mengadakan beberapa kegiatan mulai tanggal 16 s.d 18 Oktober 2015, diantaranya adalah pawai obor dan lomba lampu hias bernuansa Islami untuk semua kalangan usia. Dalam pelaksanaan ini yang menjadi ketua Panitia adalah Bapak Iswandi,S.Ag yang juga Kepala KUA Kec. Putussibau Selatan. Beliau mengatakan bahwa diadakannya kegiatan ini, selain menyemarakkan Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah juga sebagai ajang untuk memupuk silaturrahmi dan kekeluargaan antara pengurus dan jama’ah Masjid dan Surau juga TBA/ TPA yang ada di Putussibau. “Kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia Pengurus Masjid Nurul Iman tidak hanya sekedar hiburan saja akan tetapi diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan lebih terasa semaraknya tahun baru Islam Tahun 2015 ini” kata Iswandi. selanjutnya menurut Iswandi, bahwa diakhir kegiatan nantinya akan diad-

lomba berupa tropi, piagam dan uang binaan. Selain itu panitia juga menyediakan doorprise dan hadiah hiburan kepada peserta lomba” Lanjut Iswandi. Pelaksanaan kegiatan memeriahkan Tahun Baru Islam kali ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, karena peserta pawai obor diikuti oleh ribuan masyarakat yang berdomisili di sekitar Putussibau Utara dan Putussibau Selatan. Selain pawai obor kegiatan lomba lampu hias bernuansa islami juga banyak peminatnya. Hampir seluruh masjid dan surau juga TBA/TPA yang ada di Putussibau ikut berpartisipasi mengikuti lomba ini. Panitia berharap kedepan agar kegiatan-kegiatan seperti ini diteruskan bahkan ditingkatkan, bila perlu perbanyak lagi lomba-lomba bernuansa Islami yang bersifat mendidik dan memacu semangat anak untuk belajar. Terima kasih juda disampaikan kepada seluruh peserta dan pengurus masjid dan surau serta TPA/TBA yang ikut membantu baik tenaga dan moril dalam mensukseskan kegiatan ini. (Tar)

Salah satu karya lampu hias dalam memeriahkan pawai obor di malam 1 Muharram 1437 H di Putussibau Kapuas Hulu

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015


WARTA DAERAH

KUA Delta Pawan Sosialisasikan Peraturan Haji DOK. HARMONI KHATULISTIWA

K

Kepala KUA Delta Pawan, H.M.Syafii Huddin,S.Ag

dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas PMA No. 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibada Haji

Reguler, disamping pula berbagai hal teknis berkaiatan dengan proses pendaftaran haji di Kemenag Ketapang. (Syafi’ie Huddin_Ktp) DOK. HARMONI KHATULISTIWA

antor Urusan Agama Kecamatan Delta Pawan mengadakan Sosialisasi Peraturan Perhajian. Kegiatan sosialisasi di pusatkan di Aula KUA Kecamatan Delta Pawan Kamis (29/10). Pemateri pada kegiatan sosialisasi ini adalah Kepala Kantor Kemenag Ketapang Drs. H. Syarifendi dan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Drs. As’ad Afifi. Menurut Kepala KUA Kecamatan Delta Pawan H.M. Syafi’ie, S.Ag. bahwa kegiatan sosialisasi peraturan perhajian ini diikuti sebanyak 25 peserta terdiri dari pimpinan majelis taklim dan pimpinan ponpes se Kecamatan Delta Pawan. “Tujuan dari penyelenggaraan Sosialisasi peraturan perhajian ini adalah sehubungan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas PMA No. 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibada Haji Reguler,” jelas Syafi’ie. Oleh karena itu menurut Syafi’ie menjadi penting untuk diketahui masyarakat tentang perubahan peraturan haji ini, dan memang yang diundang adalah pimpinan majelis taklim dan ponpes, jadi dirasa tepat untuk bisa membantu untuk menginformasikan nantinya kepada jama’ahnya. Kepala Kantor Kemenag Ketapang telah banyak menyoroti berbagai persoalan penyelenggaraan haji, tidak hanya persoalan diintern kemenag tetapi juga persoalan yang muncul dimasyarakat, dimana menurutnya masih banyak masyarakat kita yang belum memahami tentang haji baik dari berbagai aturan maupun hal teknis masalah pendaftran haji. Sementara Kasi Penyelenggaraan haji menyampaikan materi berkaitan

Para Peserta yang mengikuti Sosialisasi Peraturan Haji di KUA Delta Pawan Ketapang. Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

33


WARTA NASIONAL

Kontingen Kalbar Bawa Sederet Trophy

G

elar Sippadhamma Samajja Ke VI Tahun 2015 usai sudah, Kamis malam Tanggal 29 Oktober 2015 kemarin telah ditutup oleh Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia, Drs.Dasikin,M.Pd. Berbagai perlombaan dan pertandingan yang dimulai dari tingkat SD,SMP dan SMKtelah diperlombakan sejak tanggal 26 – 29 Oktober 2015 di Hotel Mercure Ancol Jakarta. Sebagaimana diketahui bahwa Sippa Dhamma Samajja secara etimologis berasal dari bahasa Pali yang terdiri dari kata Sippa yang berarti kepiawaian, keterampilan dan kemahiran. Dhamma berarti ajaran Buddha dan Samajja berarti berkumpul untuk tampil atau menampilkan. Jadi Sippa Dhamm Samajja adalah suatu kegiatan berkumpul untuk unjuk keterampilan tentang ajaran Buddha. Tentunya perlombaan dan pertandingan yang dilaksanakan sesuai dengan tema yang diusung pada pada Sippa Dhamma Samajja VI Tahun 2015 ini adalah “ Membentuk Peserta Didik Yang Cerdas, Kreatif, Inovatif dan Berkarakter Buddha “. Selain memiliki tujuan utama dari pelaksanaan Sippa Dhamma Samajja VI Tahun 2015 ini yaitu meningkatkan keyakinan melalui pemahaman, penghayatan dan pengamalan Buddha Dhamma, tujuan yang tak kalah pentingnya yaitu meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial sesama umat Buddhis dalam berbagai aspek dan sendi kehidupan. Kalimantan Barat sebagai salah satu Provinsi yang memiliki populasi Umat Buddha terbesar di In-

34

donesia di pentas Sippa Dhamma Samajja VI Tahun 2015 turun dengan kekuatan penuh. Berbekal hasil seleksi dan perlombaan di tingkat Kabupaten/Kota, maka telah terpilih para juara dari berbagai cabang perlombaan yang siap unjuk kebolehan dan meraih prestasi tertinggi mengalahkan kontingen lain dari berbagai daerah. Adapun keseluruhan cabang perlombaan diikuti oleh Kontingen Kalbar yaitu : 1. Tingkat Sekolah Dasar a. Menyanyi Solo Lagu Rohani Buddha b. Cerdas Cermat Dhamma c. Membuat Cerita Bergambar d. Melafalkan Syair Dhammapada 2. Tingkat Sekolah Menengah Pertama a. Menyanyi Solo Rohani Buddha b. Cerdas Cermat c. Cerita Bergambar Isi Kitab Tripitaka d. Melafalkan Syair Dhammapada 3. Tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan a. Lagu Solo Rohani Buddha b. Cerdas Cermat c. Membuat Cerita Bergambar Isi Kitab Tripitaka d. Melafalkan Syair Dhammapada beserta artinya. Hal tersebut pun berbuah manis, beberapa cabang diatas masuk ke babak final, dimana pengumuman juara dilangsungkan saat closing ceremony. Betapa berdebar hati dan jiwa Kontingen Kalbar bersama Pendamping dan Official Meraih 2 besar nasional pada Sippadhamma Samajja Tahun 2015 di Jakarta.

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

seluruh kontingen se Indonesia menanti pengumuman dari panitia. Tak terkecuali kontingen Kalimantan Barat yang berjumlah 25 orang peserta dan official pun merasakan hal serupa. Persiapan yang baik serta latihan penuh akan menjadi bekal dalam sebuah kompetisi, barangkali inilah yang dipegang dan di-


WARTA NASIONAL SMA/SMK c. Serta juara harapan 1 solo Putri lagu Rohani Buddha tingkat SMP Penganugerahan trophy dan uang pembinaan dilakukan oleh Dirjen Bimas Buddha Drs. Dasikin,M.Pd sebelum menutup acara tersebut. Untuk Juara 1 masing masing mendapat uang pembinaan Rp. 5 juta rupiah dan Juara Harapan I mendapat uang pembinaan Rp. 2 Juta. Demikian dijelaskan oleh Drs.Dasikin,M.Pd. Sebagai Pembina kontingen dan umat, Pembimas Buddha Kalimantan Barat, Saryono,S.Ag,M.Pd

merasa begitu bangga dan senang sekali, mengingat prestasi yang ditoreh sangat berarti bagi pembinaan umat Buddha terutama bagi generasi muda. Terlebih tidak semua provinsi mampu meraih trophy di even tahunan ini. Hal tersebut membuktikan bahwa eksistensi umat Buddha di Kalimantan Barat terbilang mampu berbicara banyak di kancah nasional. Mampu bersaing dan memberi prestasi dan membawa harum nama provinsi di tingkat nasional. Sukses Untuk Kementerian Agama. (Aris Sujarwono, Humas Kanwil Kemenag Kalbar) DOK. HARMONI KHATULISTIWA

yakini oleh Yanto,SE dan rekanrekan. Bahwa practice make perfect, dan teori tersebut terbukti. Saat pengumuman hasil juara diumumkan, sorak sorai gembira dan haru terpancar pada wajah seluruh kontingen dan official Kalbar. Kontingen Kalimantan Barat yang dikomandani oleh Penyelenggara Buddha Kota Pontianak, Yanto, SE meraih 3 medali terhormat yaitu: a. Juara 1 menyanyi solo Putri lagu Rohani Buddha tingkat SD b. Juara 1 menyanyi solo Putra lagu Rohani Buddha tingkat

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

35


SEPUTAR MADRASAH

MTs Aswaja Pontianak

Mewujudkan Generasi Muslim yang Takwa, Mandiri dan Cinta Tanah Air No.

Waktu

1.

Upacara Senin/ Senin/ Insidentil hari besar nasional

2.

Tadarus Quran

3.

Zikir Bersama

4.

Zuhur Berjamaah

Waktu zuhur

5.

Infaq

Jumat pagi

6.

Jalan pagi

Sabtu tiap bulan

7

Salam setiap ketemu guru dan saat masuk jam pertama PBM

Setiap hari

Prestasi Siswa Siswi MTs Aswaja Kota Pontianak Dalam Lomba Tata Upacara Tahun 2016.

36

Kegiatan

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

Setiap pagi sebelum PBM

Selasa dan Jumat pagi

Karakter yang Diharapkan

Disiplin, cinta tanah air dan tanggung jawab Cinta Qur’an

Terbiasa berzikir, kekompakan

Religius dan Disiplin Religius, biasa bershadaqah dan peduli sosial

Peduli, disiplin, tanggung jawab, menjaga kesehatan Hormat guru, santun

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

S

ejak berdiri 14 Mei 1987, MTs ASWAJA saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan, baik dilihat dari fisik bangunan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidik maupun Tenaga Kependidikan, maupun dari sisi prestasi siswa/i-nya. Sebagai madrasah yang berada di pinggir jalan raya, tepatnya jalan Husein Hamzah Pal Lima Pontianak Barat tentu menjadi nilai strategis untuk mengembangkan madrasah. Berbagai program dan promosi dilakukan oleh warga madrasah yang saat ini dipimpin oleh Sholihin H. Z., M. Pd. I. Madrasah yang mempunyai visi “Terwujudnya Generasi Muslim yang Bertakwa, Mandiri dan Cinta Tanah Air” ini menekankan program kerjanya pada empat hal yaitu Program Berdasarkan TUPOKSI-nya masing-masing (Kurikulum, Kesiswaan, Lab. Komputer, Perpustakaan dan Eksktra Kurikuler); Program Pembinaan Mental Siswa/Pembiasaan; Program Pengembangan SDM/Profesi dan Program Promosi Madrasah. Program Berdasarkan TUPOKSI dibagi kepada tiga lingkup meliputi program jangka pendek, program jangka menengah dan program jangka panjang. Sementara Program Pembinaan Mental Siswa/Pembiasaan dapat dilihat pada tabel berikut:


SEPUTAR MADRASAH Untuk meningkatkan SDM/Profesi Pendidik maka adanya program pengembangan profesi menjadi sebuah keharusan. Prestasi untuk kategori ini misalnya dapat dilihat dengan meraih juara I untuk kategori Kepala MTs Berprestasi Tingkat Provinsi Kanwil Kementerian Agama pada tahun 2015, Juara III dan IV untuk kategori Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Kanwil Kementerian Agama pada tahun 2015 a.n. Yeri Deswanto, S. Pd. I dan Yuyun Nursanti, S. Pd, selain itu salah satu guru MTs ASWAJA masuk 10 Nominasi Foto Inspiratif tingkat Nasional di Bandung a.n. Fery Yanto, S. Pd. I. Dengan motto ‘Bersama Membangun Madrasah�, madrasah ini terus

berkarya dan meingkatkan kompetensi diri, hingga saat ini sudah dua pendidik yang menyelesaikan Program Pascasarjana dan satu sedang menyelesaikan program magisternya di IAIN Pontianak. Lebih dari 50% pendidik-nya berkualifikasi S.1. Menurut Kepala MTs ASWAJA yang aktif menulis ini bahwa untuk memajukan madrasah harus adanya komitmen untuk saling bekerjasama dan sama-sama kerja. Kekompakan untuk seluruh warga madrasah harus tetap dijalin mulai dari Pengurus Lembaga, Kepala MTs, Dewan Guru, Orang Tua hingga pesuruh/penjaga madrasah. Selain itu menurut Alumni Pascarsarjana IAIN Pontianak ini, program kemitraan juga dilakukan

oleh pihak MTs dengan instansi yang peduli dan yang bergerak di bidang pendidikan seperti IAIN Pontianak, PUSKESMAS Pal Lima untuk Penyuluhan Kesehatan, Dompet Umat dan Kepolisian Sektor Barat. Program lainnya yang penting untuk kelangsungan madrasah adalah Promosi MTs. Kegiatan ini menjadi penting sebagai kelanjutan madrasah ke depan, selain membagikan brosur dan pamflet ke SD/MI juga ada satu kegiatan yang dirancang yaitu menjadikan HUT MTs ASWAJA setiap tanggal 14 Mei sebagai ajang promosi madrasah. Adapun kegiatan ini dikhususkan untuk siswa SD/MI dengan tujuan selain promosi madrasah

Galeri Prestasi MTs ASWAJA 2011-2016 Tahun

2011

2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2015 2015 2015 2015 2015 2015

2016

Kegiatan

Lomba Pramuka Tk Penggalang di Juara III SMUN 8 Kota Pontianak

Prestasi

Keterangan

Tk. SMP/MTs

PORSEMA K3M MTs se-Kota Pon- Juara III Volly Putri tianak

MTs se-Kota Pontianak

AKSIOMA Kementerian Agama Kota Juara III Pontianak

KSM Matematika

Lomba Puisi Aqsha Center se-Kota Juara I Pontianak

Tk SMP/MTs

10 Kategori Lomba Foto Inspiratif 10 Finalis Madrasah

Tk. Nasional di Bandung

Pergamanas NU Tk. Nasional

Cirebon Jawa Barat

PORSEMA K3M MTs se-Kota Pon- Juara III Tenis Meja Putri tianak

MTs se-Kota Pontianak

AKSIOMA Kementerian Agama Kota Juara III Pontianak

Cabang MTQ

Lomba Gema Ramadhan SMUN 1 Sui. Kakap

Tk SMP/MTs

Akbar Juara Umum

Lomba Guru Berprestasi Tk. Kanwil Juara 3 Kemenag Pergamanas NU Tk. Nasional

Tk. Provinsi di Hotel Kartika

Juara 2 Pentas Seni Pa+Pi

Juara 2 Budidaya Tanaman Hias Cirebon Jawa Barat

Lomba Guru Berprestasi Kanwil Ke- Juara 3 menag

Tk. Provinsi di Asrama Haji

Lomba Kepala MTs Berprestasi Kan- Juara 1 wil Kemenag

Tk. Provinsi di Asrama Haji

Lomba Tata Upacara Bendera

Tk SMP/MTs

Lomba Guru Berprestasi Kanwil Ke- Juara 4 menag

Tk. Provinsi di Asrama Haji

Gema Muharram 1437 H

Tk SMP/MTs

Juara Umum ke 3x Juara Umum

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

37


DOK. HARMONI KHATULISTIWA

SEPUTAR MADRASAH

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

ATAS: Kepala MTs Aswaja Kota Pontianak, Sholihin HZ,M.Pd.I bersama 2 ( dua ) orang guru yang meraih prestasi tingkat provinsi Kalbar Tahun 2015. BAWAH: Bersama Dewan Guru yang berjuang meninggikan ilmu pengetahuan bagi umat dan mencerdaskan putra putrid bangsa dengan ilmu agama yang berguna dimasa depan.

38

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

juga merekrut siswa SD/MI untuk menjadikan MTs ASWAJA sebagai pilihan utama dan ini menunjukkan hasil dengan terjadinya peningkatan jumlah siswa setiap tahunnya. Sebagai bagian dari promosi juga, satu program digulirkan satu program yang dinamakan dengan Program S4 yakni Subsidi Silang Sesama Siswa. Program ini dimaksudkan bagi siswa yang mendapatkan bantuan apakah bantuan BSM (Beasiswa Siswa Miskin), Bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) maupun bantuan lainnya, maka dianjurkan untuk berbagi dengan teman lainnya yang secara ekonomi juga membutuhkan, misalnya dengan membantu temannya dibayarkan uang komite sebanyak dua bulan, berbagai seragam/perlengkapan sekolah bagi yang telah memiliki dan sebagainya. (Harmoni Khatulis­ tiwa)


KUA CORNER

KUA Kecamatan Pemangkat

DOK. HARMONI KHATULISTIWA

Menjaga Syiar dan Syariat Islam

K

ota Pemangkat sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Kalimantan Barat khususnya daerah SINGBEBAS (Singkawang - Bengkayang- Sambas). Dewasa ini, Pemangkat adalah sebuah kota kecamatan yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Sambas. Pemangkat adalah kecamatan terpadat di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia. Nama Pemangkat, menurut cerita jaman dulu, nama kota Pemangkat diambil dari nama orang yang pertama kali mendiami Pemangkat yaitu Pak Mangkat. cerita lainnya mengatakan bahwa nama Pemangkat diambil dari kata angkat atau terangkat, karena kota pemangkat pada jaman dahulu adalah lautan, kemudian lumpur pun naik atau

terangkat membentuk daratan. Tidak ada yang pasti mengenai asal usul nama Pemangkat. tetapi menurut sejarahnya pada jaman Kerajaan Sambas Pemangkat adalah tempat kongsi atau perkampungan para penambang emas dari cina. jadi wajar dari dahulu sampai sekarang banyak desa atau daerah di pemangkat dinamai dengan nama cina, misalnya desa shinam, shisai, lonam kok, tiansho. Suku Tionghoa di Pemangkat berasal dari kalangan orang Hakka dan orang Tiochiu Kota Pemangkat memiliki keberagaman etnis dengan mayoritas suku Melayu dan Tionghoa, dan minoritas suku Bugis suku Dayak, Jawa, dan lain-lain. Kota Pemangkat pada masa Kesultanan Sambas dipimpin wakil Sultan, kemudian menjadi Distrik, dipimpin oleh seorang Demang. Sesudah Indone-

Bersama Kepala KUA Kecamatan Pemangkat, Ahadi,S.Sos menggali informasi lebih dalam mengenai peran serta KUA dalam pembinaan umat Islam setempat.

sia merdeka, wilayah Kecamatan Pemangkat terdiri dari Kecamatan Tebas, Kecamatan Jawai, dan Kecamatan Pemangkat. Sampai tahun 1955, wilayah ini dikoordinir oleh Kawedanan Pemangkat. Pada tahun 1958, Kawedanan Pemangkat dipecah menjadi 3 kecamatan yang ada hingga sekarang ini, yaitu Kecamatan Pemangkat, Kecamatan Tebas, dan Kecamatan Jawai. Pada masa sekarang dengan pemekaran wilayah, Kecamatan Pemangkat telah dimekarkan lagi menjadi dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Pemangkat dan Kecamatan Semparuk.

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

39


DOK. HARMONI KHATULISTIWA

KUA CORNER

Kecamatan Pemangkat terletak di pesisir laut yang langsung menghadap Laut Cina Selatan. Pemangkat mempunyai pemandangan yang sangat indah yang merupakan perpaduan pemandangan gunung, laut, sungai, dan kota. Ciri khas kota ini adalah adanya sebuah gunung yang menyerupai gajah duduk, yang dinamakan Gunung Gajah. Tanjung Batu, Bukit Selindung dan Pantai Sinam merupakan ikon wisata kota pemangkat. Terdapat dua pelabuhan di Pemangkat, yaitu Pelabuhan Sintete dan Pelabuhan Seteher menjadikan Kota Pemangkat ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah. Keragaman etnis di kota ini sangat tampak di kota ini. Kecamatan Pemangkat juga disebut sebagai mini metropolis atau mini metropolitan, mengingat begitu luas dan strategisnya wilayah ini sehingga berbagai sisi baik dan buruknya sebuah peradaban bisa muncul dan berkembang di kecamatan ini. Layaknya sebuah kecamatan lainnya di negeri ini, berbagai kantor pemerintah pun hadir dan didirikan untuk melayani masyarakat setempat. Tidak

40

Kepala KUA Pemangkat Sambas, Ahadi,S.Sos bersama Pejabat Fungsional Umum, Rusman dan Darwati yang mengurus administrasi dan pelayanan umat.

ketinggalan Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama Kecamatan Pemangkat yang berdiri dalam pelayanan kepada umat khususnya umat Islam, khususnya nikah dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Sebagai kecamatan yang besar, dibutuhkan kerja ekstra keras dari Kepala KUA Pemangkat dalam rangka menggiatkan dan melayani umat, khususnya Umat Islam agar selalu melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan dari Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Tugas mulia tersebut diemban kini oleh Ahadi,S.Sos selaku Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas kini, meskipun beban tersebut tidak dipikul sendirian, namun paling tidak, Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura ini menjadi garda terdepan dalam pemeliharaan perdamaian dan kerukunan umat setempat, untuk seluruh umat dan terlebih umat Islam.

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

Perkembangan zaman yang begitu pesat sempat membuat kecamatan pemangkat mendapat stigma negative yang dikenal oleh masyarakat luas, namun dengan kerjasama dan koordinasi lintas sektoral dengan element terkait, berbagai stigma tersebut coba dikikis oleh Ahadi. Berbekal mental dan pemahaman kultur budaya yang memang sudah menjadi budaya sejak lahir membuat Ahadi mampu beradaptasi dan bergaul dengan masyarakat setempat. Tradisi keagamaan dan budaya yang tidak bertentangan dengan Syariat Islam tetap didukung olehnya, mengingat keberadaan Islam juga seiring berjalan dengan perkembangan masyarakat, inilah mungkin yang disebut Islam Nusantara. Keberadaan Ahadi sebagai Kepala KUA di Kecamatan Pemangkat membawa warna tersendiri bagi perkembangan dan syiar Islam. Niat baik dalam menjaga eksistensi dakwah dibuktikan dalam perannya yang luar biasa, sebuah


KIA CORNER zakat dan sedekah. Itulah pentingnya peranan BAZNAS Kecamatan sebagai wadah penerima, penyalur dan konsultasi umat dalam masalah zakat, infaq dan sadakah. Ahadi mampu menggugah semangat untuk kembali menggalakan BAZNAS yang mati suri selama lebih dari 3 tahun ini. Kerjasama seluruh komponen membuat keyakinan masyarakat terhadap kinerja Kementerian Agama semakin terbukti, salah satunya melalui Kepala KUA Pemangkat, Ahadi,S.Sos. Tidak hanya itu, Ahadi juga membina berbagai majelis ta`lim di kecamatan Pemangkat, saling membantu terhadap pemecahan dan solusi dari berbagai permasalahan umat. Menjadi Pembina di Masjid Besar Attaqwa yang menjadi symbol kemegahan Islam di tengah kecamatan Pemangkat, memberi pesan dan nasehat bagi pelajar tentang bahaya narkoba

Di depan Kantor Urusan Agama Kecamatan Pemangkat yang refresentatif dan terjangkau akses bagi masyarakat yang membutuhkan informasin dan pelayanan nikah rujuk

kerjasama dengan pihak kepolisian, semua dilakukan oleh Ahadi demi umat dan tugas negara. Dibantu oleh JFU, Darwati dan Rusman dalam pengurusan administrasi membuat masyarakat mendapatkan berbagai pelayanan dibidang nikah dan rujuk serta keagamaan islam lain, seperti bina wakaf dan ibadah social, informasi haji dan umrah, waris dan berbagai macam pelayanan keagamaan yang bersifat muammalah. Masa akan terus berganti, waktu selalu berputar, KUA Pemangkat telah memiliki 10 Kepala sejak berdiri termasuk Ahadi,S.Sos. Setiap pemimpin punya kesan tersendiri dimata masyarakat, dan Ahadi telah berhasil menumbuhkan empati dan kepercayaan itu. Inilah yang diharapkan oleh Menteri Agama, bahwa KUA menjadi ujung tombak bagi Kementerian Agama dijajaran akar rumput yang bersentuhan dengan masyarakat. Sukses untuk Kementerian Agama, Sukses bagi KUA Kecamatan Pemangkat. (Harmoni Khatulistiwa) DOK. HARMONI KHATULISTIWA

prestasi yang mungkin dianggap biasa saja, namun bernilai besar disisi Allah SWT. Ahadi mengajak seluruh komponen umat dan tokoh agama di Pemangkat untuk kembali menghidupkan dan menegakan kembali BAZNAS Kecamatan sebagai wadah pengumpul, penyalur dari zakat infaq dan sadakah bagi kaum muslimin. Inilah sebuah prestasi dimata agama, Ahadi mencoba agar salah satu dari 5 (lima) Rukun Islam tetap ada di kecamatan yang berjuluk “ mini metropolitan “ tersebut. Sehingga bila syiar dan syariat tersebut tetap ada, maka akan terlindung dari bencana dan azab Allah SWT yang bisa saja terjadi setiap saat. Sebagaimana salah satu pendapat, dimana kiamat akan terjadi nanti bila orang sulit membayar zakat, dipendapat lain bahkan mengatakan bahwa begitu kayanya manusia dizamannya, maka tidak akan ada lagi yang mau menerima uang

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

41


JUSTICIA

Proses Balik Nama Warisan ke Salah Satu Ahli Waris Saja

N

enek saya meninggal dengan warisan sebuah rumah atas nama beliau untuk 5 orang anaknya (termasuk ibu saya). Ibu kemudian menggantikan hak waris saudara-saudaranya dengan sejumlah uang, sesuai kesepakatan bersama. Proses penggantian hak waris tersebut telah tertulis dan ditandatangani di atas materai (namun tidak di depan notaris). Sekarang ibu saya ingin melakukan balik nama atas tanah dan rumah tersebut. Pertanyaan saya: 1. Apakah surat perjanjian ganti hak waris (tidak di depan notaris) sah? Dan bisa digunakan untuk syarat balik nama? 2. Jika tidak apa yang harus dilakukan? Mengingat saat ini beberapa saudara kandung ibu telah meninggal dunia. Sehingga hak waris jatuh ke anak-anak mereka yang tinggal di berbagai kota (ada yang di luar negeri juga). Atas tanggapannya saya ucapkan terima kasih. Jawaban Surat perjanjian ganti hak waris tidak dapat digunakan untuk balik nama sertifikat. Balik nama sertifikat dalam hal ini harus dengan Akta Pembagian Waris atau Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah. Surat perjanjian ganti hak waris tersebut sah, namun tidak dapat dijadikan dasar untuk balik nama sertifikat. Sah, karena telah memenuhi unsur syarat sahnya sebuah perjanjian, sebagaimana tercantum dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yaitu sepakat, cakap, hal tertentu dan sebab yang diperbolehkan. Tidak dapat dijadikan dasar untuk balik nama, karena tidak sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (“PP 24/1997�), yaitu harus dengan Akta Pembagian Waris atau Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), sebagaimana disebutkan dalam Pasal 42 ayat (4) PP 24/1997: “Jika penerima warisan lebih dari satu orang, dan waktu peralihan hak tersebut didaftarkan disertai dengan akta pembagian waris yang memuat keterangan bahwa hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun tertentu jatuh kepada seorang penerima warisan tertentu, pendaftaran peralihan hak atas

42

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

tanah atau hak milik atas satuan rumah susun itu, dilakukan kepada penerima warisan yang bersangkutan, berdasarkan surat tanda bukti sebagai ahli waris dan akta pembagian ahli waris tersebut.� Kembali ke persoalan Saudara, yang dapat dilakukan adalah: 1. Membuat Surat Kematian dan Surat Keterangan Waris atas nama almarhumah nenek dan anak yang sudah meninggal. Konsepnya, setiap adanya peristiwa kematian, yang harus dilakukan adalah membuat Surat Kematian dan Surat Keterangan Waris. Surat itulah yang menjadi rujukan untuk dilakukan balik nama ke ahli waris, termasuk ke anak-anak yang mengantikan kedudukan mewaris orang tuanya. 2. Membayar pajak perolehan hak atas tanah karena pewarisan (BPHTB Waris) dan PBB tahun berjalan. Dengan cara mengajukan/mengisi formulir permohonan BPHTB waris/taksiran harga tanah di Dispenda setempat. Dispenda akan memberikan taksiran harga beserta perhitungan nominal pajak yang harus dibayarkan. 3. Membalik nama sertifikat ke seluruh ahli waris. Dengan cara membeli map khusus untuk itu, di koperasi kantor BPN, kemudian mengisi formulir permohonan balik nama sertifikat karena pewarisan yang terdapat di map tersebut, dengan lampiran: fotokopi surat kematian, fotokopi surat keterangan waris, fotokopi KTP ahli waris, bukti setor BPHTB, bukti setor PBB tahun terbaru dan membayar PNBP balik nama waris. Proses ini, biasanya memakan waktu hingga tiga bulan. Poin 2 dan 3, Saudara dapat mengerjakannya sendiri atau meminta bantuan Notaris-PPAT setempat. Setelah sertifikat sudah terdaftar atas nama semua ahli waris, tahapan berikutnya, 1. Membayar PPh atas peralihan nama, dari beberapa ahli waris menjadi ke salah satu ahli waris serta membayar BPHTB atas bagian perolehannya dengan cara sama dengan poin 2, di atas. 2. Membuat Akta Pembagian Hak Bersama di PPAT setempat. 3. Melaksanakan balik nama ke hanya atas nama ibu Saudara. (klinikhukumonline.com)


ARTIKEL

Hari Santri Nasional: Santri untuk Negeri Oleh H. Azhari, S.Ag, M.Si Kasubbag TU Kankemenag Kota Singkawang

T

anggal 22 Oktober 2015 bertepatan dengan 9 Muharram 1437 H ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional Perdana di seluruh Nusantara Republik Indonesia. Digagas oleh para pejuang Pondok Pesantren di seluruh Indonesia dan dilaunching oleh Presiden Jokowi. Ini merupakan peristiwa besar selama perjuangan panjang para pendiri pontren sejak zaman Belanda, Jepang dan Indonesia merdeka, masa orde lama, orde baru dan kini hingga masa era reformasi. Di zaman Kabinet Kerja Jokowi merupakan terobosan yang fenomenal. Dalam perjalanan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pondok Pesantren tercatat cukup mewarnai dalam ikut membentuk mental bangsa. Sejak sebelum era kemerdekaan, pesantren ikut berperan aktif terutama sebagai basis pergerakan santri pejuang. Telah banyak putra pesantren yang gugur di medan perjuangan demi membela dan mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Leading sektor Kementerian Agama, bil khusus Menteri Agama mengaktualisasikan Undang-Undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan serta Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 yang menjelaskan tentang Pendidikan Keagamaan Islam termasuk didalamnya eksistensi Pondok Pesantren. Sumber daya manusia Pontren tidak terlepas dari tenaga pengasuh (Kiyai dan ustadz/ ustadzah), peserta didik (santri/santriwati) dan para tenaga pendukung administrasi dan kepesantrenan. Selanjutnya di era reformasi, Pendidikan Agama dan Keagamaan (Pontren) termaktub dalam UU 20/2003 Sisdiknas pada bagian kesembilan pasal 30, pada prinsipnya terkandung 4 (empat) muatan yaitu : (1) diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat dari pemeluk agama; (2) berfungsi mempersiap-

kan peserta didik yang memahami dan mengamalkan ajaran agama; (3) melalui jalur formal, non formal dan informal serta (4) sesuai dengan peraturan lebih lanjut. Begitu pula dalam Peraturan Pemerintah No. 55/ 2007 tentang Pendidikan agama dan keagamaan sesuai dengan agama dan jalurnya masing-masing. Khusus pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal dari Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan perguruan tinggi agama Islam. Pada pendidikan non formal dan informal meliputi pendidikan diniyah dan taman pendidikan Al-Qur’an, pendidikan pondok pesantren, majelis ta’lim serta pendidikan agama pada masyarakat yang lainnya. Dalam pengelolaannya searah perkembangan zaman, Pondok Pesantren dituntut untuk selalu dinamis dan mengikuti perkembangan, sehingga pada taraf berikutnya timbul pembagian tugas dan peran antara beberapa Pondok Pesantren secara fungsional sesuai dengan visi dan misi pengembangannya. Disamping itu, pesantren juga berfungsi sebagai cagar budaya dalam gejolak antara kebudayaan asli dan dan kebudayaan barat dalam peradaban dunia. Pada perkembangan berikutnya, pesantren masih tetap menunjukkan fungsinya sebagai lembaga pengajaran dan pendidikan, lembaga da’wah dan pengkaderan ulama, sebagai lembaga pelayanan, pengarahan, bimbingan dan pengembangan kemasyarakatan, serta sebagai lembaga perjuangan khususnya kiprah para santrinya. Kini santri dan santriwati pondok pesantren telah banyak berkiprah dan berbakti di berbagai lini dan level, baik politik, birokrasi, diplomasi, dan pengusaha serta pada sektor pedagangan-bisnis, pertanian, pertambangan dan berbagai bidang jasa lainnya. Selamat Hari Santri Nasional, Santri Untuk Negeri. Semoga Jaya Selalu. Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

43


ARTIKEL

Belajar Empati kepada Penjual Langsat dan Penjual Jeruk Oleh Sholihin HZ. Kepala MTs Aswaja Pontianak

NET

Berawal dari sebuah anekdot. Suatu hari ada razia Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh petugas kenyamanan lingkungan. Ditemukanlah tiga pedagang yang menurut aturannya menyalahi ketentuan, yaitu penjual langsat, penjual jeruk dan penjual durian. Kepada penjual langsat, petugas kenyamanan lingkungan memberikan sanksi bahwa ia harus membersihkan kulit-kulit langsat dan memakan kulitkulitnya. Kepada penjual jeruk, aturan dan sanksi yang samapun diberlakukan, namun tidak lama kemudian kedua penjual itu mendatangi petugas kenyamanan lingkungan dengan menangis. Ketika ditanyakan apa yang menyebabkan keduanya menangis, mereka menjawab kalau kepada mereka diberlakukan aturan me-

44

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

makan kulit-kulit dari buah yang mereka makan tapi supaya aturan itu tidak dikenakan kepada penjual berikutnya yaitu penjual durian. Jawabannya, pembaca pasti dapat memperkirakan kemana arah cerita ini selanjutnya. Apa yang dapat diambil dari anekdot di atas? Salah satu karakter yang ingin dimunculkan dalam kisah di atas adalah adanya rasa empati. Karena empati, air mata menetes kala mendengar cerita haru, tersenyum ketika bahagia dan mendengar orang bersuka cita, ringan tangan kala ada orang yang membutuhkan, dan berbagi kala ada. Sikap ini sejatinya telah dituntunkan kepada kita seperti seorang dengan orang lain bagaikan satu tubuh, jika yang satu sakit maka yang


ARTIKEL

lain ikut merasakan sakit, jika memasak makanan maka pedulilah dengan lingkungan sekitar, dan orang yang baik adalah yang tetangganya aman dari mulut dan tangannya. Sederhananya bahwa empati adalah penting bahkan sangat penting. Apakah empati itu? Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia disebutkan pengertian empati sebagai kondisi mental yang membuat seseorang merasa dirinya dalam perasaan yang sama dengan orang lain (tt:226). Tingkatan ini melebihi dari rasa simpati. Keikutsertaan secara mental, meleburnya rasa kepedulian menjadi kekhasan tersendiri dari sikap ini. Istilah Ippho Santosa dalam bukunya 13 Wasiat Terlarang (2010:71) bahwa empati dan sikap mental lainnya adalah gambaran perlunya kita mengedepan positive feeling dan tidak sekedar positive thinking. Di tengah derasnya serangan teknologi yang serba elektrik, canggih dan cepat, dilingkaran arus modernisasi yang berputar dengan cepat dan tuntutan pemenuhan kebutuhan yang cenderung instan dan pragmatis ditambah lagi dengan tontonan kekerasan dan kehidupan glamour yang kita saksikan di layar kaca, sikap empati ini mengalami pergeseran, bertahap memang tapi ia pasti. Apa yang kita rasakan ketika kita menyaksikan adanya maling ayam yang ditangkap polisi? Apa yang kita rasakan ketika kita menontotn tayangan pembunuhan? Apa yang kita rasakan ketika kita mendengar kejahatan seksual di lembaga pendidikan? Sepintas, informasi itu adalah hal biasa untuk saat ini, tiada hari tanpa berita di atas, hanya persoalannya, sikap kita baru akan agak menaik dan menjadi perhatian jika maling ayam ditangkap polisi setelah babak belur dihakimi massa, peristiwa pembunuhan baru akan menarik perhatian jika mayatnya dimutilasi dan dimasukkan dalam karung beras dan kejahatan seksual di sebuah lembaga pendidikan baru akan menarik perhatian publik jika dilakukan oleh tenaga pendidik yang seharusnya memberikan rasa aman. Bahwa tontonan kekerasan, horor, kejahatan sek-

sual yang kita saksikan ini akan memberikan dampak yang tidak baik untuk perkembangan mental kita yakni desensitisasi kekerasan. Berbagai tayangan (kekerasan misalnya) secara perlahan namun pasti akan menghilangkan rasa simpati, empati dan rasa sensitif terhadap kekerasan. Akibatnya berita penangkapan maling ayam akan jadi kurang seru kalau tidak disertai liputan tentang bagaimana masyarakat menghakimi maling ayam sampai babak belur. Berita pemerkosaan akan menjadi suguhan biasa kecuali jika dilakukan dengan mutilasi dan sebagainya. Sesuatu yang sering dilihat akan menjadikannya sebagai pemandangan yang biasa. Fear Effect. Rasa takut yang berlebihan. Yang tadinya takut melihat darah dan kekerasan berubah menjadi sikap acuh karena sering ditayangkan hal serupa. Pembunuhan bukan berita yang tabu, ia akan menjadi berita hangat jika dilakukan oleh seorang anak kepada ibunya. Eikonoklasme. Yaitu menjadikan tayangan TV sebagai ikon yang harus diikuti setiap perintah dan larangannya. Sejalan dengan gaya hidup (life style) yang hedonisme dan materialistik. Segala yang menggiurkan dan terasa enak satu saat akan menjadi trend. Terlepas dari apakah trend itu mengandung manfaat atau tidak. Associative Shifting. Ketika seseorang sedang asyik menonton TV, namun diselingi dengan iklan (sekilas info, adzan dan sejenisnya) maka hal tersebut akan dianggap sebagai faktor pengganggu dan pemutus cara berpikir penonton. Jika sudah demikian, apa yang diharapkan dari generasi ini. Sekali lagi, empati bukan saja penting tapi bahkan ia sangat penting. Tokoh-tokoh besar bangsa ini telah menunjukkan rasa empati yang tinggi dan itu tidak hanya menjadi semangat bagi rakyat negeri ini tapi menjadi spirit bagi negera-negara di sekitar nusantara ini. Semoga! Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

45


MUTIARA HATI

Memanfaatkan Momentum Muharram untuk Berbenah Iman dan Jiwa

M NET

uharram adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar ibnu alKhattab atas saran dari menantu suci Rasulullah SAW, yakni Imam Ali bin Abi Thalib karamalLahu wajhahu. Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar, pernah beliau mengutarakan gagasannya mengenai perlunya menetapkan kalender Isalam yang akan dipakai sebagai penenggalan dalam urusan administrasi masa kekhalifahannya,dan sebagai kebutuhan kaum muslimin, pada masa itu penanggalan yang dipakai kaum Muslimin

46

Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

berbeda-beda, ada yang memakai tahun gajah, dimana pada tahun itu terjadi penyerangan dari balatentara Abrahah dari negeri Yanan untuk menyerang Kabah, yang kemudian niatnya digagalkan Allah Yang Maha Esa. Dan di tahun itu pula lahirnya nabi Muhammad saw dan ada pula yang pemakaian tanggal didasarkan kepada hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Untuk menetapkan kalender Islam ini, dicari momentum yang sangat tepat untuk dijadikan patokan sebagai awal permulaan Tahun Baru Islam. Maka Khalifah Umar ini mengadakan musyawarah yang dihadiri oleh pemuka-pemuka agama, dan pembesar-pembesar


MUTIARA HATI muslim. Di dalam pertemuan itu ada beberapa momentum penting yang diusulkan sebagai dasar penetapan pada tahun baru islam, dan momentum-momentum itu antara lain: 1. Dihitung dari hari kelahiran Nabi Muhammad 2. Dihitung dari wafatnya Rasulallah saw. 3. Dititung dari hari Rasulullah menerima wahyu pertama di gua Hira yang merupakan awal tugas kenabiannya. 4. Dimulai dari tanggal dan bulan Rasulallah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Tanggal kelahiran Nabi Muhammad tidak dijadikan dasar sebagai awal penanggalan kalender islam, karena tanggal itu masih menjadi kontroversi mengenai waktu dalam kejadiannya. Adapun hari wafatnya Rasulullah tidak pula dijadikan dasar sebagai tanggal permulaan kalender Islam , karena dikhawatirkan akan mempengaruhi kaum muslimin dalam kesedihan yang berkepanjangan terhadap kenangan-kenangannya semasa beliau. Pada akhirnya forum menyetujui sebagai awal penanggalan islam dihitung sejak Rasulullah hijrah dari Makah ke Madinah, Rasul sampai di Madinah pada hari

Senin, 12 Rabi al-Awwal yang bertepatan dengan tanggal 24 September 622 M. Rasulullah SAWW sendiri, dengan perkenan Allah SWT dalam firmanNya, menetapkan bahwa bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram), dan didalamnya dilarang melakukan peperangan dan tindak kekerasan lainnya. Muharram yang berarti diharamkan atau yang sangat dihormati, memang merupakan bulan gencatan senjata atau bulan perdamaian. hal ini menunjukkan bahwa umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh berperang kecuali jika diperangi terlebih dahulu. Seyogyanya, umat Islam menghormati dan memaknai Muharram dengan spirit penuh perdamaian dan kerukunan. Nabi Muhammad saw pada khutbah haji wada -yang juga di bulan haram- mewanti-wanti ummatnya agar tidak saling bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lain. Esensi dari spirit Muharram adalah pengendalian diri demi terciptanya kedamaian dan ketentraman hidup, baik fisik, sosial, maupun spiritual. karena itu, di bulan Muharram Nabi Muhammad saw menganjurkan ummatnya untuk berpuasa sunnah Asysyuro ( puasa pada hari kesepuluh di bulan Muharram). Dari Abu Hurairah , Nabi Muhammad saw bersabda,” Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. dan shalat yang paling utama adalah shalat malam.”(HR.Muslim). Ibnu Abbas berkata,” Aku tak melihat Rasulullah saw mengintensifkan puasanya selain Ramadhan, kecuali puasa Asysyuro.” (HR.Bukhori). Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Nabi saw bersabda,”Puasa Asysyuro itu dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.”(HR.Muslim). Melalui puasa sunnah itulah, ummat Islam dilatih dan dibiasakan untuk dapat menahan diri agar tidak mudah dijajah oleh hawa nafsu, termasuk nafsu dendam dan amarah sehingga perdamaian dan ketentraman hidup dapat diwujudkan di Indonesia. Puasa sunnah Muharram agaknya juga harus menjadi momentum islah bagi semua pihak. agar perdamaian dan ketentraman terwujud, Muharram juga harus dimaknai sebagai bulan anti maksiat, yakni dengan menjauhi larangan-larangan Allah swt, sepertai fitnah, pornoaksi, pornografi, judi, korupsi, teror, narkoba dan lain-lain. Dengan peringatan tahun baru hijriyah kali ini semoga mari kita mulai babak baru kehidupan kita dengan niat harus lebih baik dari tahun kemarin. Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1437H. Ahlan wa sahlan biamin jadiid 1 Muharram 1437 H, Kullu amin wa antum bikhoirin. (http://mozaik.inilah.com/read/ detail/2244502/hikmah-peringatan-tahunbaru-muharram) Harmoni KHATULISTIWA Edisi 8 Tahun 2015

47


Walikota Singkawang, Drs.H.Awang Ishak,M.Si bersama Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Drs.Dasikin,M.Pd bersama istri dan Kasi Bimas Buddha Kemenag Singkawang, Suyitno,S.Ag saat peresmian Gedung Sekolah Asoka di Singkawang

Profile for Kanwil Kemenag Kalbar

Majalah Harmoni Khatulistiwa Edisi 8 Tahun 2015  

Majalah Harmoni Khatulistiwa Edisi 8 Tahun 2015  

Advertisement