Issuu on Google+

Edisi Jan-April 2008


Gorah Redaksi

Padusi K

alau masyarakat modern di belahan barat dunia ini kembali giat membicarakan Emansipasi ~ persamaan hak antara lelaki dan perempuan ~ maka bagi kita masyarakat Minangkabau itu adalah hal yang klasik dan sangat kuno. Kenapa? Jauh sebelum gerakan itu dikibarkan, Minangkabau telah menempatkan Perempuan disinggasana yang sangat istimewa. Betul, perempuan mendapat tempat yang sangat istimewa di hati dan kehidupan masyarakat Minangkabau sejak dulu. Dan boleh dikatakan tiada duanya di dunia ini. Kita sebagai anak Nagari patut berbangga. Namun, kebanggaan itu tentu akan kehilangan makna bila hanya tinggal kebanggaan. Perempuan adalah penjaga harta benda dan pusaka. Perempuan guru pertama di rumah tangga. Perempuan adalah Tiang Negara (kata Rasulullah saw) ~ Limpapeh Rumah nan Godang. “Somuk tapijak indak mati - Alu tataRuang patah tigo.” Itulah andai-andai uRang tuo kito tentang karakter dasar perempuan di Minangkabau. Bukan hanya Ibu Kartini, namun kita juga punya Rangkayo Rasuna Said, Rahma El Yunusiyah adalah contoh perempuan dengan “nama besar” dari Minangkabau untuk ukuran Indonesia bahkan dunia. Kehalusan dan kehatian-hatian perempuan di Minangkabau tergambar dari petuah Somuk Tapijak Indak Mati itu tadi. Dan kesigapan, kegesitan, ketabahan, keteguhan hati dan ketegasan sangat Koran BARAN diterbitkan oleh: Ikatan Keluarga Payobasuang Jakarta Raya (IKP-JAYA) Pemimpin Umum: DH.Dt. Marajo Dirajo nan Mudo Pem. Redaksi: Rishag Andiko Redaktur: Ilhamsyah - Novriko Keuangan: Donny JE, Hurisal Dj, Siti Gemala - Silvia Distribusi: Bobby Kurnia, IW.Dt. Mangkuto Bosa nan Hitam Koresponden: Selvi Monodi, Afiyati Reno (Jakarta), Eriyuf Brandel (Riau) Irwandi, Adenal, Ahmad Warius (Payobasung) Dr.Yosza Dasril (Malaysia) - Donna Boer (China) Alamat: Jl. Margasatwa Raya 72 Pondok Labu Jak. Selatan Telp. 021 - 7076 4709 (Dt. Ajo), 3296 - 2976 (R. Andiko) Email:koran_baran@yahoo.com - kangtutur@gmail.com Baran On Line: www.payobasuang.info http://koranbaran.wordpress.com http://ikpjaya.wordpress.com

jelas diterangkan oleh petuah Alu tataRuang Patah tigo. Sekali lagi, apakah kita harus berpuas dan berbangga saja atas ketinggian budaya Minangkabau kita? Tentu tidak! Peran perempuan yang sangat penting, sangat menentukan dan sangat strategis itu harus kembali direnungkan secara sadar. Langkah-langkah apa? - tanggung jawab seperti apa? - yang diemban dan dipikul oleh perempuan Minangkabau? Sebagai penyejuk mata, sebagai pendamping hidup, kawan seiya, teman bercanda dan tempat berbagi bagi para suami. Perempuan adalah permaisuri dan ratu di rumah tangga. Sebagai guru pertama bagi anak-anaknya, tentu juga sebagai penghangat tempat berlindung menghilang gundah dan gulana. Curahan kasih sayang dan doa restunya sangat penting bagi kesuksesan dan kebahagian sang anak di dunia ini hingga akhirat kelak. Bahkan, Allah swt, meletakkan surga bagi anak-anaknya di telapak kakinya sendiri. Hmm..., tidak ada salahnya kita mengambil semangat Hari Kartini ini untuk mengingat kembali betapa pentingnya peran dan fungsi PADUSI dalam membangun negeri, membangun negara dan anak bangsa Indonesia menuju persaman hak atas kesejahteraan dan keadilan yang sesungguhnya. Sekali lagi, somuk tapijak indak mati, alu tataRuang patah tigo ~ inok manuangkan tek dek kito. SELAMAT HARI EMANSIPASI [dik]

Pojok Pajak “Kita adalah anak bangsa yang Penuh dengan Perayaan: 21 April Hari Kartini, 2 Mei Hari Pendidikan Nasional dan 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional. Apa cukup masalah ini diselesaikan dengan UPACARA?” -----------------------------------------------------Yo lola lei, nyambo ;)) Pak Dotor


oleh: Riko Penulis dari Payobasuang tinggal di Pd. Labu Jakarta

Rang Mudo

Proses S

ebuah perubahan besar sedang berlangsung di Paguyuban kita, gebrakan besar menuju pembaruan seperti yang kita inginkan bersama. Apakah perubahan itu? Pertemuan bulanan orang Payobasuang, arisan uRang kampuang, perubahan yang terjadi adalah semakin ramainya dunsanak kita menghadiri setiap diadakannya pertemuan bulanan, dimanapun acara itu diadakan. Pertemuan ini menjadi sesuatu yang sangat dinantikan kaum muda dan tua Payobasuang. Baik itu mereka yang lahir di kampung maupun yang lahir di Jakarta. Dan semakin banyak ide-ide yang timbul dari anak-anak muda untuk memajukan kampung kita tercinta, Payobasuang. Setiap acara menjadi ajang pertemuan kasih sayang dan ajang melepas rindu sesama dunsanak seperantauan di Jakarta. Hal menarik lainnya adalah pengakuan dunsanak kita yang menjadi tuan rumah. Mereka senang sekali makanan yang disiapkan ludes, tandeh oleh warga Payobasuang yang menghadiri acara pertemuan ini. Sampaisampai ada yang berkata, “Olah ndak sodang-sodang dek rumah lai awak kalau ka maadokan acara, yo lah harus batenda awak untuk manyambuk dunsanak awak nan ka datang kalau ado pertemuan”. Luar biasa!!! Belum pernah terjadi dalam beberapa dekade sebelum ini. Terlepas dari keberhasilan yang mulai kita rasakan bersama. Pada tulisan ini saya ingin mengajak kita melihat ke belakang, melihat sebuah proses terbangunnya rasa kebersamaan, saya ingin menulis tentang seseorang yang telah sangat berjasa membawa kita kealam baru, ke situasi kebersamaan yang kita rasakan saat ini. Seseorang yang dengan penuh cinta kasih dan seseorang yang benarbenar tulus mencintai kampung nya, seseorang yang telah membawa sebuah perubahan besar untuk kampung kita Payobasuang. Di saat IKP Jaya di ambang kehancuran (dulu) hadir seorang sosok yang kalau bisa saya sebut sangat tepat untuk memimpin paguyuban kita di Jakarta. Dimana pada saat titik jenuh rasa mencintai kampung mulai menghinggapi sebagian besar orang kampung kita di Jakarta. Pada saat banyaknya pertentangan yang terjadi antara kaum muda dan kaum tua. Dan disaat perpecahan mulai merasuki pikiran orang-orang kampung kita, dia dengan modal cinta yang tulus terhadap kampungnya, cinta yang sangat tulus untuk memajukan Payobasuang dan rasa sayang yang besar untuk tetap menjaga keutuhan Payobasuang di Jakarta. Dia hadir dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya. Kadangkala juga merasakan sakit ketika melihat dunsanak-dunsanak yang pudar kepeduliannya terhadap kampung halaman. Namun rasa sayangnya terhadap kampung membuatnya tegar menghadapi semua persoalan yang ada. Dia tidak bergeming! Saya adalah seseorang yang pernah berkata kepadanya

kalau rasa nasionalis saya terhadap kampung tidak ada, tapi dia cuma membalas dengan senyum. Dia tetap bergerak untuk menularkan rasa sayang terhadap dunsanak-dunsanak kita di Jakarta, walaupun proses itu sering dijalani sendiri. Persoalan-persoalan yang ada cuma dianggap cobaan untuk membangun sebuah kebersamaan antara dunsanak-dunsanak kita, dan membangun rasa bangga untuk mengaku jadi orang Payobasuang. Perlahan-lahan namun pasti besarnya rintangan yang dihadapi dianggap angin lalu. Mulai dari ketiadaan dana dan juga rasa bosan yang sering menghinggapinya pada saat itu. Tapi dengan rasa sayangnya yang luar biasa dia tetap menjalani proses untuk membangun rasa kebersamaan, walaupun itu dijalaninya sendiri tanpa ada teman atau dunsanak yang perduli. Awalnya banyak yang meragukan dia akan berhasil memimpin paguy uban IKP-Jaya. “Kamalah ka dibaok eh nagoRi awak geh, kalau inyo nan mamimpin? Olah obuek gondrong badan ponueh dek tatto, engkoH sajadi eh pulo”, itulah sedikit komentar miring mengawali dia dalam menjalani awal-awal kepemimpinan dia sebagai ketua IKP-Jaya. Tapi dengan rasa sayangnya yang sangat besar untuk Payobasuang, dia tetap menjalani masa kepemimpinannya di IKP-Jaya Jakarta. Akhirnya rasa sayang dia terhadap kampung halaman membuktikan kalau dia adalah sosok pemimpin yang dibutuhkan oleh IKP-Jaya. Sosok seseorang yang pas untuk membawa Payobasuang menuju kamajuan dimasa datang. Dengan tulisan ini saya tidak ingin berterima kasih kepada dia, tapi saya sangat berterima kasih kepada Tuhan yang telah memilih Payobasuang untuk menjadi tempat kelahirannya. Seseorang yang tidak mau mambanggakan diri bahwa dia telah berhasil membangun rasa kebersamaan antara dunsanak. Seseorang yang tidak mau berbangga bahwa proses yang di lewatinya mulai menunjukan hasil yang luar biasa. Tapi dia adalah seseorang yang akan menjadi kebanggaan kita sebagai orang Payobasuang. Namanya akan menjadi cerita indah untuk generasi-generasi selanjutnya. Bahwa ada seseorang yang dengan rasa sayang yang tulus bisa merekatkan kembali hubungan antar dunsanak yang mulai pudar kepeduliannya satu sama lain. Dan juga telah menumbuhkan rasa cinta dan perduli yang luar biasa besar terhadap Payobasuang. Pernah saya bertanya, “Apa yang saya bisa perbuat untuk membantunya?”. Dia hanya menjawab, “tolong cintai Payobasuang”. Jawaban singkat yang mengandung makna cukup dalam untuk kita renungi. Akhir kata satu hal yang cuman bisa saya sampaikan, walaupun kelihatannya saya tidak perduli dengan kampung tapi saya sudah mulai memiliki rasa sayang terhadap Payobasuang!!! Terimakasih Tuhan, telah mengirimkan seorang Denny Hendrawan untuk kami warga Payobasuang.

Selain Baran yang dicetak, di dunia maya, dunia internet begitu banyak tempat anda mendapatkan informasi seperti http://koranbaran.wordpress.com dan http://ikpjaya.wordpress.com serta www.payobasuang.info Alhamdulillah, perlahan tapi pasti kita sudah dapat menghimpun dunsanak kito yang di luar negeri mulai dari Malaysia yang dekat hingga ke China yang jauh. Sebuah hasil dan pencapaian yang sungguh LUAR BIASA untuk skala paguyuban setingkat nagari. Tentunya kita harus bangga karena yang melakukan semua itu adalah anakanak muda berbakat dari PAYOBASUANG. Adakah lagi alasan untuk tidak mengatakan bahwa kita juga BISA[dik]


Nak Gadih Kini


Nak Gadih Dolu


Salam Sayang “Apa pun yang dapat dipikir akal…, akan dapat dicapai.” W. Clement Stone (1902-2002) JACK CANFIELD

Rahasia Uang

Bagi saya, Rahasia ini sungguh mengubah hidup saya karena saya dibesarkan bersama seroang ayah yang sangat negatif, yang berpikir bahwa orang kaya adalah orang yang memiskinkan setiap orang lain, dan bahwa setiap orang yang mempunyai uang pastilah telah menipu seseorang alinnya. Jadi, saya dibesarkan dengan banyak kepercayaan tentang uang. Jika Anda memiliki uang, uang akan membuat Anda menjadi orang yang buruk; hanya orang jahat yang mempunyai uang; dan uang tidak tumbuh di pohon. “Kamu pikir saya ini siapa? Rockefeller?” Itu adalah salah satu kalimat favoritnya. Jadi, saya tumbuh menjadi orang yang sungguh-sungguh percaya bahwa hidup ini sulit. Baru ketika saya bertemu W. Clement Stone-lah saya mulai mengubah hidup saya. Ketika saya masih bekerja dengan Stone, ia berkata, “Saya ingin kamu menetapkan sebuah tujuan yang sangat besar yang jika tercapai akan membuat kamu takjub, dan kamu akan tahu bahwa itu hanya disebabkan oleh apa yang telah saya ajarkan padamu bahwa kamu akan bisa mencapai tujuan ini.” Pada saat itu saya berpenghasilan sekitar delapan ribu dolar setahun, jadi saya berkata, “Saya ingin berpenghasilan seratus ribu dolar setahun.” Saya tidak tahu bagaimana saya dapat melakukannya. Saya tidak melihat adanya strategi atau kemungkinan, saya hanya berkata, “Saya akan mengumumkannya, saya akan memercayainya, saya akan bersikap seakan-akan ini memang benar, lalu melepaskannya.” Jadi, saya melakukannya. *1 dollar = Rp. 9.000 (kira-kira) Satu hal yang ia ajarkan pada saya adalah setiap hari memejamkan mata dan memvisualkan (membayangkan) seakan-akan tujuan itu sudah tercapai. Saya sungguh-sungguh membuat cek seratus ribu dolar dan memasangnya di langit-langit. Jadi, begitu bangun pagi, saya memandang ke atas dan melihatnya, dan itu akan mengingatkan saya pada niat saya. Kemudian saya memejamkan mata dan memvisualkan memiliki gaya hidup orang yang berpenghasilan seratus ribu dolar setahun. Yang menarik, tidak ada peristiwa besar yang terjadi selama sekitar tiga puluh hari. Saya tidak mendapatkan ide-ide cemerlang, tidak ada juga orang yang menawarkan lebih banyak uang kepada saya. Sekitar empat minggu sesudahnya, saya mendapat ide bernilai seratu ribu dolar. Ide itu muncul tiba-tiba dalam benak saya. Saya telah menulis sebuah buku, dan saya berkata, “Jika saya dapat menjual empat ratus ribu buku dengan harga 25 sen per buku, itu akan menjadi seratus ribu dolar.” Buku-buku itu sudah ada di sana, tetapi saya tidak pernah berpikir seperti ini. (Salah satu hal dari Rahasia adalah ketika Anda memiliki ilham, Anda harus memercayainya dan menindaklanjutinya.) Saya tidak tahu bagaimana saya akan menjual empat ratus ribu buku. Kemudian saya melihat koran National Enquirer di pasar swalayan. Saya telah melihatnya jutaan kali, dan koran itu hanya ada di latar belakang benak saya. Tiba-tiba koran itu melompat ke latar depan. Saya berpikir, “Jika pembaca mengetahui tentang buku saya, pasti empat ratus ribu orang akan

membelinya.” Sekitar enam minggu kemudian, saya berbicara di Hunter College di New York kepada enam ratus guru, lalu seorang perempuan mendekati saya dan berkata, “Itu tadi pidato yang bagus. Saya ingin mewawancarai Anda. Ini kartu nama saya.” Ternyata ia adalah penulis lepas yang menjual ceritanya ke National Enquirer. Tema dari “The Twilight Zone” muncul di kepala saya, wah…ini sungguh-sungguh ampuh. Artikel itu muncul dan pen jualan buku kami mulai mencuat. Yang ingin saya kemukakan di sini adalah saya telah menarik semua peristiwa ini ke dalam hidup saya, termasuk orang ini. Untuk menyingkat cerita, saya tidak menghasilkan seratus ribu dolar pada tahun itu. Kami menghasilkan sembilan puluh dua ribu tiga ratus dua puluh tujuh dolar. Tetapi apakah Anda pikir kami menjadi sedih dan berkata, “Ini tidak mempan.” Tidak, kami berkata, “Ini menakjubkan!” Jadi, istri saya berkata, “Jika ampuh untuk seratus ribu, menurutmu juga akian ampuh untuk satu juta?” Dan saya berkata, “Saya tidak tahu, saya kira bisa. Mari kita coba.” Penerbit saya menulis sebuah cek royalti untuk buku pertama Chicken Soup for the Soul kami. Dan ia menggambar sebuah wajah tersenyum pada tanda tangannya karena itu adalah cek satu juta dolar pertama yang pernah ia tulis. Jadi, saya tahu dari pengalaman saya sendiri bahwa saya ingin mengujinya. Apakah Rahasia ini sungguh ampuh? Kami mengujinya. Ternyata sungguh-sungguh ampuh, dan sekarang setiap hari saya menjalani hidup dengan Rahasia ini. Pengetahuan tentang Rahasia dan penggunaan hukum tarikmenarik secara sengaja dapat diterapkan pada setiap hal dalam hidup Anda. Prosesnya sama untuk segala sesuatu yang ingin Anda ciptakan, begitu pula dalam soal uang. Untuk menarik uang, Anda harus berfokus pada kekayaan. Mustahil untuk mendatangkan lebih banyak uang ke dalam hidup Anda jika Anda berpikir dan merasa tidak mempunyai cukup uang, karena itu berarti Anda memikirkan pikiran-pikiran bahwa Anda tidak punya cukup uang. Bila Anda berfokus pada ketidakcukupan uang, Anda akan menciptakan lebih banyak situasi ketika Anda tidak mempunyai cukup uang. Untuk mendatangkannya kepada Anda, Anda harus berfokus pada kelimpahan uang. Anda harus memancarkan sinyal baru dengan pikiran Anda, dan pikiran itu harus merupakan pikiran ketika Anda memiliki uang lebih dari cukup. Anda perlu menggunakan imajinasi dan berpura-pura Anda sudah memiliki uang yang anda inginkan. Dan kegiatan ini sungguh menyenangkan! Ketika Anda berpura-pura dan bermain menjadi orang kaya, Anda akan melihat bahwa perasaan Anda terhadap uang segera membaik, dan ketika Anda merasa lebih baik tentang uang, uang akan mulai mengalir ke dalam hidup Anda. Kisah Jack mengilhami tim The Secret untuk menciptakan sebuah cek kosong yang dapat diambil melalui situs web The Secret, www.thesecret.tv. Cek kosong ini untuk Anda dari Bank Semesta. Anda


Program Kerja dapat mengisinya dengan nama Anda, jumlahnya, serta rincian lain, dan menempatkannya pada tempat menonjol yang dapat Anda lihat setiap hari. Ketika Anda memandang cek ini, rasakan perasaan-perasaan memiliki uang itu pada saat ini. Bayangkan Anda menggunakan uang itu, benda-benda yang akan Anda beli serta hal-hal yang akan Anda lakukan. Rasakan betapa menyenangkannya semua itu! Ketahuilah semua itu sudah menjadi milik Anda karena ketika Anda meminta, semua sudah mewujud. Kami telah menerima ratusan kisah dari orang-orang yang telah mendatangkan sejumlah besar uang dengan menggunakan cek Rahasia. Ini adalah permainan yang sangat menyenangkan! Menarik Kelimpahan Satu-satunya sebab seseorang tidak mempunyai cukup uang adalah karena ia menghambat uang datang kepadanya dengan pikiranpikirannya. Setiap pikiran, perasaan, atau emosi negatif akan menghambat kebaikan datang pada Anda, termasuk uang. Bukan Semesta yang menahan uang untuk Anda karena semua uang yang Anda butuhkan saat ini juga sudah hadir di dalam ketidakkasatmataan. Jika Anda tidak mempunyai cukup uang, ini disebabkan karena Anda menghentikan aliran uang kepada Anda, dan Anda melakukan ini dengan pikiran-pikiran Anda. Anda harus membalik keseimbangan pikiran kekurangan uang ke pikiran kelimpahan uang. Pikirkan lebih banyak pikiran-pikiran berkelimpahan daripada kekurangan, Anda akan membalikkan keseimbangan ini. Ketika Anda membutuhkan uang, ini adalah perasaan yangk uat di dalam diri Anda, jadi tentu saja hukum tarikmenarik akan terus menarik keadaan membutuhkan uang. Saya dapat berbicara dari pengalaman saya sendiri karena tepat sebelum saya menemukan Rahasia, akuntan saya mengatakan bahwa perusahaan saya merugi besar pada tahun itu, dan dalam tiga bulan perusahaan akan bangkrut. Setelah kerja keras selama sepuluh tahun, perusahaan saya akan menghilang. Dan ketika saya membutuhkan lebih banyak uang untuk menyelamatkan perusahaan, segalanya malah semakin memburuk. Sepertinya tidak ada jalan keluar. Kemudian saya menemukan Rahasia, dan segala sesuatu dalam hidup sayatermasuk keadaan perusahaan sayaberubah total karena saya mengubah cara pikir saya. Ketika akuntan saya terus meributkan angkaangka dan berfokus padanya, saya berusaha berfokus pada kelimpahan dan kemulusan segalanya. Saya tahu dengan setiap serat keberadaan saya, Semesta akan menyediakan, dan Semesta memang menyediakan. Semesta menyediakan melalui cara-cara yang tidak bisa saya bayangkan. Kadang saya ragu, tetapi ketika keraguan muncul, saya segera mengalihkan pikiran ke hasil akhir yang saya inginkan. Saya bersyukur untuknya, saya merasakan kegembiraannya, dan saya percaya! Saya ingin mengajak Anda memasuki rahasia dari Rahasia. Jalan pintas ke segala sesuatu yang Anda inginkan dalam hidup adalah MENJADI bahagia dan MERASA bahagia sekarang juga! Ini adalah jalan tercepat untuk mendatangkan uang dan segala sesuatu yang Anda inginkan dalam hidup. Fokuskan pada pemancaran perasaan gembira dan bahagia ke Semesta. Ketika Anda melakukannya, Anda akan menarik semua hal yang mendatangkan kegembiraan dan kebahagiaan, yang bukan saja termasuk kelimpahan uang, tetapi segala sesuatu yang lain yang Anda inginkan. Anda harus memancarkan sinyal-sinyal untuk mendatangkan kembali apa yang Anda inginkan. Ketika Anda memancarkan perasaan-perasaan bahagia, perasaan itu akan dikirim kembali kepada Anda sebagai gambar-gambar dan pengalamanpengalaman hidup Anda. Hukum tarikmenarik memantulkan kembali pikiran dan perasaan terdalam Anda sebagai kehidupan Anda. ---------------------------------------------------------------------------------------Dikutip dari buku THE SECRET (RAHASIA)

Baran di Tiap Rumah

K

einginan u n t u k berbagi pengetahuan dan informasi dengan masyarakat di kampung dan sesama perantau baik di Jakarta maupun di Riau, Medan, Kalimantan, Sulawesi dan Negeri Jiran Malaysia selalu didengung-dengungkan d a l a m s e ti a p e d i s i BARAN. Dan akhirnya, cita-cita mulya itu akan segera terwujud. Kalau hingga kini BARAN hanya dapat dibaca dan dinikmati segelintir orang saja maka ke depan BARAN akan hadir ke setiap rumah di Nagori Payobasuang. Beberapa perantau sudah menyatakan kesediaan untuk menjadi donatur tetap penerbitan BARAN setiap bulannya. Kalau selama ini baru DH. Dt Marajo Dirajo nan Mudo, Donny J. Edison, IW. Dt. Mangkuto Basa nan Hitam, Capt. Friski maka Tim Baran akan mendapat kekuatan baru dari yang lain sebut saja Hurisal Djamhur, Ilhamsyah, Risben, Reflit, AS Dt. Damuanso nan Panjang, Cecep Budiman, Erwin, Da Man Tanjung, Da Bujang Condet, Erni Oktariani anak Tek Juma, Silvia, Selvi Monodi, Siti Gemala dan tentunya akan disusul oleh nama-nama lainnya. Semua itu mereka kontribusikan untuk ikut berperan, ikut andil, berpartisipasi dalam membangun kampung halaman. da 600 rumah di Payobasuang, 540 rumah di Koto Panjang dan 460 rumah di Koto Baru ditambah 200 lopau. Jadi total 1.700 tempat paling tidak yang akan dijambangi oleh BARAN setiap edisinya. Jadi paling tidak untuk kebutuhan kampung saja BARAN perlu oplah diatas 2.000 eksemplar. Dan jumlah sebanyak itu lebih ekonomis kalau dicetak. Misi mulya kami tetap ingin menjembatani potensi yang ada di Payobasuang. Dan itu semua tak bermakna apa-apa tanpa anda. Tanpa kita. Sobob boban boRek singguluang batu. Iko geh tontu manjadi Ringan dek basamo. ekecil apapun kontribusi anda, partisipasi anda, sumbangan anda akan sangat besar bagi kami, bagi negeri kita, bagi Payobasuang kita.

A

S

Iko nampak dek kami Redaksi Baran lah “mutah� mungkin kehabisan bahan atau bisa juo kekurangan kotu untuk menerbitkan Koran Baran sakali sabulan. Olah parolu ditambah dek penulis lain dari rantau lain gak ah geh? Ntah kindak? ~Urang Awak Juo~ 0852 1433 8676


Kita adalah anak bangsa yang penuh dengan Perayaan: 21 April, Hari Kartini 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional Apa cukup masalah ini diselesaikan dengan UPACARA?

Pesan ini Didukung oleh: Rumah Makan MINANG MAIMBAU Pondok Kelapa - Jakarta Timur [Isman Tanjung]

Pet Shop LARAS SATWA BSD City - Tangerang [AS. Dt. Damuanso nan Panjang]

Kontraktor PT. Ajiguna Jaya Mandiri Kali Malang - Jakarta Timur [Asmara Joni]


Koran Baran