Page 6

6

JUMAT, 11 RABIUL AKHIR 1434 H 22 FEBRUARI 2013 M

KabarSumatera

KABAR EKBIS

PALEMBANG | KS. Pasar properti dalam negeri Indonesia masih besar potensinya. Tahun 2013, bisnis properti semakin cerah.

PROPERTI PUN MEMBAWA BERKAH

B

eberapa kalangan meyakini pasar bisnis properti selama 2013 bertumbuh sebanyak 25 persen. Namun begitu, pertumbuhan bisnis properti belum secepat dan sebesar tahun lalu. Pertumbuhannya setidaknya telah memberikan dampak positif terhadap industri properti. Dari sisi lain, krisis Eropa dan Amerika rupanya membawa ‘berkah’ untuk sektor properti. Yang mana investor asing lebih fokus tertuju ke Asia Tenggara dan salah satunya ke Indonesia akan memberi kontribusi positif terhadap pasar properti Indonesia. Kini, perkembangan bisnis properti di Sumatera Selatan (Selatan) atau dijantung Ibukota Palembang tidak terpengaruh oleh adanya satuan harga properti dibeli dengan rupiah. Demikian dikemukakan Andre Utama, Manajer Marketing Grand City kepada Kabar Sumatera, Kamis (21). Kata Andre Utama, bisnis properti di Sumsel diperkirakan akan tetap cerah dan memiliki permintaan yang tinggi seperti pada 2012. Hal ini didasarkan pada kestabilan suku bunga kredit selama semester I Tahun 2013. Inipun mendapat sambutan cukup berarti dari perbankan. “Justru saya lihat Sumsel ini cukup menggairahkan seperti kelapa sawit yang jadi primadona. Pertumbuhan sektor properti akan memperkuat ekonomi secara keseluruhan,”

kata Andre. Potensi pasar bisnis properti dalam negeri masih sangat besar dengan terjadinya backlog (kekurangan) terutama di sub sektor residensial yang diperkirakan sebanyak 13,6 juta unit. Dari hasil kajian Litbang KS, daya tumbuh kebutuhan atau permintaan rumah saat ini berjumlah antara 800.000 sampai 1 juta unit per tahun. Untuk suplai atau pasokan rumah yang dibangun berkisar antara 300 – 400 ribu unit per tahun. Tentunya ini akan mendorong pasar properti khususnya untuk sektor hunian masih sangat prospektif. Di sisi lainharga tanah atau rumah terus menanjak naik setiap tahunnya dan tidak terpengaruh inflasi. “Ya, bisnis properti ini termasuk sebuah bisnis yang padat modal. Saya cukup optimistis bangunan unit rumah semester I Tahun 2013 sebanyak 25 persen. Ini akan ditopang pula dengan properti komersial,” ungkapnya. Kata Andre, bahwa pasar bisnis properti komersial melaju pesat khususnya yang bermukim di wilayah Jabodetabek. Namun, seiring dengan pembangunan masing-masing daerah, membawa angin segar pasar properti di luar Jawa. Data Real Estate Indonesia bahkan mencatat terjadi lonjakan pertumbuhan bisnis properti yang ada di wilayah Sumsel, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

CMYK

“Dari 2012 sampai 2013 ini akan terjadi booming pasar properti. Akan ada ledakan produk properti di provinsi ini. Bahkan, pasar telah didukung dengan adanya kenaikan trend pasar properti. Contohnya, di Pekanbaru, Palembang, Makassar, Manado, Samarinda, dan Bali,” jelas Andre. Adanya pemberlakuan aturan Bank Indonesia tentang minimal uang muka sebanyak 30 persen dan kewajiban pelaporan transaksi di atas Rp 500 juta ke PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Sedangkan aturan pencabutan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) untuk rumah di bawah tipe 36 akan mempengaruhi penjualan segmen bawah, sebagai dampak menurunnya daya beli masyarakat. “Meskipun ada perlambatan pasar properti perumahan di Indonesia, namun saya yakin tetap memperkirakan pasar perumahan mengalami kenaikan permintaan yang stabil atau positif hingga akhir 2013 ini. Sebab, di samping kebutuhan hunian masih tinggi, sektor properti jadi salah satu alternatif investasi yang menarik karena dianggap paling stabil dibandingkan dengan saham maupun emas,” Andre memaparkan. l TEKS : JADID ULUL ALBAB FOTO : BAGUS KS EDITOR: RINALDI SYAHRIL

kabar sumatera  

kabar sumatera

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you